<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ekosistem &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ekosistem/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ekosistem"</description>
	<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 21:03:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pulau Bidadari]]></title>
<link>http://tikacamel.wordpress.com/2009/12/02/pulau-bidadari/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 07:01:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>tikacamel</dc:creator>
<guid>http://tikacamel.wordpress.com/2009/12/02/pulau-bidadari/</guid>
<description><![CDATA[TAman Nasional Kepulauan Seribu (TKNS) terletak 45-47 kilometer sebelah utara Jakarta. Inilah kawasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>TAman Nasional Kepulauan Seribu (TKNS) terletak 45-47 kilometer sebelah utara Jakarta. Inilah kawasan yang merupakan konservasi laut pertama di Indonesia. Diwilayah ini berhasil diidentifikasikan berbagai kerang, molusca, dan jenis flora laut lainnya.<br />
TKNS ini dibagi menjadi 2 zona, yaitu zona inti dan zona pelindung. Pada zona inti hanya boleh untuk kegiatan penelitian yang menunjang lingkungan serta perlindungan habitat dan ekosistem dari penyu sisik, terumbu karang, dan hutan mangrove. Yang masuk dalam zona ini adalah Pulau Gosong Rengat, Pulau Pelerotan Barat, Peletoran Timur, Pulau Penjaliran Barat, Pulau Penjaliran Timur, Pulau Kayu Angin Bira, dan Pulau Belanda.<br />
Sementara pada zona pelindung bisa dimanfaatkan meski hanya terbatas, misalnya untuk camping Ground, rekreasi pantai, dan olahraga perahu. Pulau-pulau yang masuk dalam zona ini adalah pulau Kelor Barat, Pulau Kelor Timur, Pulau Lipan, Pulau Sebari Besar, dll.<br />
Selain taman nasional, terdapat pula kawasan konservasi serta pulau tujuan wisata dikawasan kepulauan seribu. Berikut beberapa pulau yang unik dan menarik dikawasan ini.<br />
Pulau bidaadri: Pamer Keelokan<br />
Hamapran pasir putih yang membentang dihias deretan nyiur melambai terasa meneduhkan mata dan rasa setiap orang yang menginjakkan kaki dipulau Bidadari. Hijau toska air laut di sepanjang pantai membuat siapapun terpesona menikmati keindahan yang dimilikinya, sesuai dengan nama yang disandangnya. Laksana bidadari, kecantikan pulau ini membuat setiap orang ingin mendekat dan berlama-lama berada di setiap jengkal keelokkanya.<br />
Pulau Bidadari merupakan satu dari gugusan pulau yang terangkum dalam kawasan Taman Nasional  Kepulauan Seribu. Pulau yang sebelumnya bernama Pulau Sakit ini, adalah salah satu dari beberapa pulau yang sudah dikelola sebagai destinasi pariwisata bahari di Jakarta Utara.<br />
Dari kawasan Taman Impian Jaya Ancol, dengan menggunakan satu dari gugusan pulau yang sudah dikelola sebagai destinasi pariwisata bahari di Jakarta utara.<br />
Dari kawasan Taman Impian JAya Ancol, dengan menggunakan kapal cepat (speedboat) hanay membutuhkan waktu setengah jam sampai pulau bidadari. Letaknya yang berdekatan dengan Jakarta juga memungkinkan wisatawan melakukan perjalanan satu hari (one day trip) ke pulau cantik ini.<br />
Sepanjang perjalanan menuju pulau surga itu, anda bisa menyaksikan gugusan pulau-pulau lainnya dikepulauan seribu. Pulau ini juga diantara pulau pulau lainnya yang memiliki sejarah. Terdapat beberapa bangunan peninggalan Belanda di pulau yang juga pernah berjuluk pulau Purmerend ini.<br />
Peninggalan-peningalan bersejarah dari zaman penjajahan belanda menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Bidadari. Wisata sejarah menyusuri bangunan-bangunan peniggalan belanda menjadi daya tarik lain yang bisa pengunjung nikmati.<br />
Beberapa kegiatan air yagn bisa dinikmati di pulau ini antara lain, banana boat, Jet Ski, Kano dan sejumlah aktivitas wisata air lainnya seperti memancing atau berenang di pantai. Berjemur pun, bisa Anda lakukan disini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Ekosistem Semakin Rusak?]]></title>
<link>http://nanakizawa.wordpress.com/2009/11/26/mengapa-ekosistem-semakin-rusak/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 17:11:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nanacchi</dc:creator>
<guid>http://nanakizawa.wordpress.com/2009/11/26/mengapa-ekosistem-semakin-rusak/</guid>
<description><![CDATA[Dewasa ini banyak sekali bencana alam yang terjadi. Hal itu membuktikan bahwa telah terjadi ketidaks]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Dewasa ini banyak sekali bencana alam yang terjadi. Hal itu membuktikan bahwa telah terjadi ketidakseimbangan pada alam kita. Belum lagi dengan kasus punah dan terancamnya beberapa spesies hewan. Bagaimana itu bisa terjadi?</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">&#8216;Ekosistem akan menjadi tidak seimbang jika salah satu komponennya rusak atau bahkan hilang&#8217;, hal itulah yang terjadi. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh dua kemungkinan:</p>
<p>1.   Bencana Alam</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Ekosistem dapat rusak secara alamiah. Misalnya letusan gunung berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan) dan mikroorganisme yang dilaluinya.</p>
<p>2.   Manusia</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Manusia merupakan komponen ekosistem yang dapat berpotensi sebagai penyelamat dan perusak ekosistem. Contoh kegiatan manusia yang merusak ekosistem adalah penggundulan hutan dan pembangunan pemukiman tanpa memperhatikan aspek lingkungan.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Terkadang manusia menciptakan sebuah ekosistem yang tadinya bertujuan baik. Namun seiring berjalannya waktu, hal itu malah dapat berbalik karena ego manusia sendiri. Misalnya saja pada ekosistem sawah yang terdapat hama belalang, petani akan membasmi hama yang secara tidak langsung ikut memusnahkan pemangsa belalang tersebut. Hal tersebut sama saja mengganggu rantai makanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya ekosistem masih dapat memperbaiki dirinya (self purification) hingga tercapai keseimbangan kembali dalam jangka waktu tertentu. Sebentar atau lama, tergantung dari tingkat kerusakannya. Sayangnya, tak jarang manusia malah semakin merusak ekosistem yang sedang berusaha memperbaiki dirinya. Jadi, bisa dikatakan bahwa komponen yang paling berpotensi sebagai perusak ekosistem adalah manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa manusia? Bukankah banyak bencana alam yang terjadi dan sangat merusak ekosistem? Jawabannya mudah, &#8216;Karena sebagian dari bencana itu manusia sendiri yang menciptakan&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Global Warming atau Pemanasan Global, topik yang sedang hangat diperbincangkan ini juga salah satu akibat ulah manusia. &#8220;Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca&#8221;, begitulah kesimpulan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).</p>
<p style="text-align:justify;">Terjadinya Global Warming juga dapat menghancurkan ekosistem. Bayangkan saja jika suhu bumi semakin meningkat sehingga hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan, tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Namun karena pembangunan manusia menghalangi perpindahan ini, spesies-spesies yang bermigrasi terhalangi. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah mungkin akan musnah. Bagi manusia, migrasi hewan dapat menjadi masalah besar dengan timbulnya berbagai penyakit dan menyebarnya virus yang dibawa hewan tersebut. Misalnya peningkatan terjadinya Demam Berdarah karena nyamuk memiliki ekosistem baru untuk berkembang biak.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja kita tak mau ekosistem bumi hancur. Sebagai penghuni bumi yang paling sempurna seharusnya manusia bisa ikut merawat bumi ini. Hal yang harus dilakukan adalah mengantisipasi aktivitas kita sehari-hari. Kegiatan yang sekiranya merusak lingkungan harus dikurangi dan dihilangkan. Sedangkan tradisi melestarikan lingkungan harus digencarkan. Mulai dari hal kecil seperti menanam pohon hingga aktivitas lainnya. Walaupun sederhana, setidaknya kita ikut andil dalam usaha &#8216;penyembuhan&#8217; ekosistem. Bukan hanya demi ekosistem dan alam ini, tapi juga demi kehidupan di masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">SAVE OUR NATURE!!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><em><sub>&#8211;Diambil dari berbagai sumber&#8211;</sub></em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekosistem]]></title>
<link>http://nanakizawa.wordpress.com/2009/11/24/ekosistem/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 11:40:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nanacchi</dc:creator>
<guid>http://nanakizawa.wordpress.com/2009/11/24/ekosistem/</guid>
<description><![CDATA[EKOSISTEM merupakan kesatuan struktural dan fungsional yang terbentuk oleh hubungan timbal balik ant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>EKOSISTEM</strong> merupakan kesatuan struktural dan fungsional yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dibentuk oleh kumpulan berbagai macam makhluk hidup beserta benda-benda tak hidup. Semua makhluk hidup yang menyusun suatu ekosistem disebut komponen <em>biotik</em>. Sedangkan benda-benda tak hidup dalam suatu ekosistem disebut komponen <em>abiotik</em>. Dalam suatu ekosistem, hubungan antarkomponen berlangsung sangat erat dan saling memengaruhi. Oleh karena itu gangguan atau kerusakan pada salah satu komponen dapat menyebabkan kerusakan seluruh ekosistem.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut Ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu <em>oikos</em> dan <em>logos</em>. Oikos berarti rumah atau tempat tinggal, dan logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 &#8211; 1914). Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang dipelajari dalam ekologi:</p>
<p style="text-indent:-15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 15pt;">¤    Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya.</p>
<p style="text-indent:-15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 15pt;">¤    Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dan faktor-faktor yang menyebabkannya.</p>
<p style="text-indent:-15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 15pt;">¤    Interaksi antarspesies makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">A.   KOMPONEN PENYUSUN EKOSISTEM</span></strong></p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">1.   Komponen Biotik (<em>bio</em> = hidup)</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Komponen biotik meliputi semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem. Berdasarkan fungsinya, makhluk hidup dibagi menjadi tiga, yaitu:</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">a.   Produsen</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Produsen adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Yang  termasuk  dalam kelompok  ini adalah  tumbuhan hijau atau  tumbuhan yang mempunyai klorofil serta organisme <em>autotrof</em>. Di  dalam  ekosistem  perairan,  komponen  biotik  yang  berfungsi  sebagai produsen adalah berbagai jenis <em>alga</em> dan <em>fitoplankton</em>.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">&#62;&#62;&#8212;&#8211;&#62;&#62;</span></p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Autotrof </span><span style="color:#ff6600;">&#62;&#62;&#62;</span> organisme yang mampu menyediakan makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Alga</span> <span style="color:#ff6600;">&#62;&#62;&#62;</span> sekelompok organisme autotrof yang tidak memiliki organ dengan perbedaan fungsi yang nyata. Alga bahkan dapat dianggap tidak memiliki &#8220;organ&#8221; seperti yang dimiliki tumbuhan (akar, batang, daun, dan sebagainya).</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Fitoplankton</span> <span style="color:#ff6600;">&#62;&#62;&#62;</span> salah satu komponen autotrof plankton yang memperoleh energi melalui proses fotosintesis sehingga mereka harus berada pada bagian permukaan (disebut sebagai zona <em>euphotic</em>) lautan, danau atau kumpulan air yang lain. Melalui fotosintesis, fitoplankton menghasilkan banyak oksigen yang memenuhi atmosfer Bumi.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">&#60;&#60;&#8212;&#8211;&#60;&#60;</span></p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">b.   Konsumen</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Konsumen adalah makhluk hidup yang memperoleh energi dari bahan makanan yang dibuat oleh produsen. Yang  termasuk  dalam kelompok  ini adalah manusia dan hewan. Karena tidak dapat membuat makanan sendiri dan selalu bergantung pada makhluk hidup lain, maka konsumen bersifat  <em>heterotrof</em>. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dapat dibagi menjadi tiga jenis:</p>
<p style="text-indent:-15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 60pt;">¤   Herbivora, konsumen yang hanya mengonsumsi tumbuhan dan merupakan konsumen tingkat pertama.</p>
<p style="text-indent:-15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 60pt;">¤    Karnivora, organisme pemakan daging saja dan juga memakan hewan herbivora sehingga disebut dengan konsumen kedua.</p>
<p style="text-indent:-15pt;text-align:justify;margin:0 0 0 60pt;">¤    Omnivora, pemakan segala (tumbuhan dan hewan).</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">&#62;&#62;&#8212;&#8211;&#62;&#62;</span></p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Heterotrof</span> <span style="color:#ff6600;">&#62;&#62;&#62;</span> organisme yang tergantung pada organisme lain untuk mendapatkan makanan.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">&#60;&#60;&#8212;&#8211;&#60;&#60;</span></p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">c.   Dekomposer</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Dekomposer atau Pengurai adalah komponen biotik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Makhluk hidup yang berperan sebagai pengurai adalah bakteri dan jamur<em> saproﬁt</em>. Dengan adanya organisme pengurai, zat mineral atau unsur hara hasil penguraian yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dapat meresap ke dalam tanah.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">&#62;&#62;&#8212;&#8211;&#62;&#62;</span></p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Bakteri Saprofit</span> <span style="color:#ff6600;">&#62;&#62;&#62;</span> bakteri yang menguraikan tumbuhan atau hewan mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri saprofit menguraikan protein, karbohidrat, dan senyawa organik lain menjadi CO<sub>2</sub>, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana sehingga keberadannya sangat berperan dalam membersihkan sampah organik di lingkungan sekitar.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">&#60;&#60;&#8212;&#8211;&#60;&#60;</span></p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">2.   Komponen Abiotik (<em>a</em> = tidak, <em>bio</em> = hidup)</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Abiotik adalah komponen yang tidak hidup. Komponen abiotik menyediakan tempat hidup, makanan, dan kondisi yang diperlukan oleh komponen biotik, sehingga komposisi komponen abiotik sangat memengaruhi jenis komponen biotik yang dapat hidup. Komponen abiotik yang memengaruhi komponen biotik dalam suatu ekosistem antara lain air, tanah, suhu, cahaya matahari, dan udara.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">a.   Air</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Air berfungsi sebagai pelarut zat-zat dalam tubuh, sistem pengangkut, dan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia di dalam tubuh. Keberadaan air pada suatu ekosistem sangat memengaruhi jenis makhluk hidup yang dapat hidup. Hewan dan tumbuhan juga beradaptasi untuk menyesuaikan dengan keadaan air di lingkungannya.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">b.   Tanah</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Keadaan tanah menentukan jenis tumbuhan yang dapat hidup dan jenis-jenis tumbuhan akan menentukan jenis-jenis hewan yang dapat hidup.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">c.   Suhu</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Suhu memengaruhi reaksi biokimiawi di dalam tubuh. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan pada reaksi-reaksi biokimiawi di dalam tubuh sehingga aktivitasnya terganggu. Oleh karena itu setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembangannya.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">d.   Cahaya Matahari</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Cahaya matahari diperlukan untuk proses fotosintesis tumbuhan hijau. Cahaya matahari juga memengaruhi suhu bumi menjadi sesuai untuk kehidupan berbagai makhluk hidup.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">e.   Udara</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Udara merupakan campuran berbagai macam gas. Gas-gas tersebut memiliki fungsi berbeda pada ekosistem. Misalnya Oksigen diperlukan oleh makhluk hidup untuk respirasi/bernapas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B.   Tingkat Organisasi dalam Ekosistem</strong></p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Makhluk hidup dalam ekosistem membentuk tatanan atau organisasi tertentu.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">1.   Individu</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Individu merupakan satuan fungsional terkecil penyusun ekosistem (makhluk hidup tunggal) yang dapat hidup secara fisiologis. Misalnya seekor rusa yang dapat mencari rumput sendiri sebagai kebutuhan makanannya.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">2.   Populasi</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Populasi merupakan kumpulan individu sejenis pada suatu daerah dalam jangka waktu  tertentu. Misalnya sekumpulan penduduk (manusia) dalam suatu kelurahan. Kehidupan suatu populasi dipengaruhi oleh populasi makhluk hidup yang lain. Jumlah individu sejenis dalam satuan luas tertentu pada jangka waktu tertentu disebut kepadatan populasi.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">3.   Komunitas</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Komunitas merupakan kumpulan beberapa populasi yang berbeda yang saling berinteraksi pada daerah dan waktu tertentu. Pada komunitas terjadi interaksi antara berbagai populasi dan dalam interaksi itu terjadi perpindahan materi dan energi. Misalnya di suatu kolam populasi ikan berinteraksi dengan populasi plankton (yaitu ikan memakan plankton), maka terjadi perpindahan bahan makanan (materi) dari plankton ke tubuh ikan.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">4.   Ekosistem</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Ekosistem merupakan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan abiotiknya. Interaksi makhluk hidup dengan lingkungan pada suatu ekosistem bersifat khusus. Jadi, setiap lingkungan memiliki ekosistem yang berbeda. Komunitas yang dipengaruhi oleh lingkungan abiotik yang spesifik menghasilkan ekosistem yang spesifik pula. Berdasarkan proses terbentuknya ekosistem dibedakan menjadi dua, yaitu:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:45pt;text-align:justify;">a.   Ekosistem alami, yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami. Misalnya ekosistem hutan, laut, sungai, dan rawa.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:45pt;text-align:justify;">b.   Ekosistem buatan, yaitu ekosistem yang dibentuk secara sengaja oleh manusia. Misalnya ekosistem sawah, kolam, perkebunan, dan hutan budidaya.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">5.   Bioma</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Bioma adalah ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis, ditentukan oleh curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">a.   Tundra</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Tundra adalah suatu area dimana pertumbuhan pohon terhambat dengan rendahnya suhu lingkungan sekitar. Bioma ini terletak di kawasan lingkungan Kutub Utara sehingga iklimnya adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil. Ciri-ciri tundra:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤   Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi                    mengalami pertumbuhan.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Fauna khas bioma tundra adalah Muskoxem (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">b.   Taiga</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada. Ciri-ciri taiga:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim dingin.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">c.   Gurun</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Gurun adalah suatu daerah yang menerima curah hujan yang sedikit. Gurun dianggap memiliki kemampuan kecil untuk mendukung kehidupan namun gurun sering kali memiliki kehidupan yang biasanya tersembunyi. Gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat. Ciri-ciri gurun:</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">¤    Curah hujan sangat rendah, ± 25 cm/tahun.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">¤    Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi.</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">¤    Kelembaban udara sangat rendah.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C).</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">¤    Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">d.   Padang Rumput</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Padang rumput merupakan area yang dipenuhi oleh rumput dan tanaman tak berkayu. Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, dan Australia. Ciri-ciri padang rumput:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Curah hujan antara 25 &#8211; 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">e.   Hutan Gugur</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili. Ciri-ciri hutan gugur:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 &#8211; 100 cm/tahun.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur, dan musim semi.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">f.    Hutan Hujan Tropis</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Hutan hujan tropis adalah ekosistem yang dapat ditemui di wilayah khatulistiwa (Asia, Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik). Hutan hujan tropis merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai &#8220;farmasi terbesar dunia&#8221; karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan tropis. Ciri-ciri hutan hujan tropis:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 2.000 mm/tahun.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20 – 40 m.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Cabang pohon berdaun lebat dan lebar serta selalu hijau sepanjang tahun.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤    Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tersebut tidak mampu menembus dasar hutan.</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:60pt;text-align:justify;">¤   Mempunyai iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah/di bawah kanopi (daun pada pohon-pohon besar yang membentuk tudung).</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">6.   Biosfer</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Biosfer merupakan keseluruhan ekosistem/bioma yang ada di bumi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>C.   Hubungan Saling Ketergantungan</strong></p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan komponen abiotik:</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">1.   Komponen biotik memengaruhi komponen abiotik.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">2.   Komponen abiotik memengaruhi komponen biotik.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dengan sesama komponen biotik:</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:30pt;text-align:justify;">1.   Saling ketergantungan intraspesies (makhluk hidup sejenis).</p>
<p style="text-indent:-15pt;margin-left:30pt;text-align:justify;">2.   Saling ketergantungan antarspesies (makhluk hidup tidak sejenis).</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">Saling ketergantungan antarspesies yang berbeda jenis juga terjadi dalam peristiwa makan dan dimakan. Peristiwa makan dan dimakan menimbulkan perpindahan materi dan energi. Hal ini akan membentuk jaring-jaring kehidupan yang terdiri dari:</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">1.   Rantai Makanan</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan yang digambarkan secara skematis dalam bentuk garis lurus searah dan tidak bercabang. Misalnya <span style="color:#ff0000;">rumput &#62;&#62; belalang &#62;&#62; ayam &#62;&#62; ular<span style="color:#000000;">, maka terjadi</span></span> perpindahan energi dari <span style="color:#ff0000;">produsen &#62;&#62; konsumen I &#62;&#62; konsumen II &#62;&#62; konsumen III</span>.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">2.   Jaring-jaring Makanan</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Beberapa rantai makanan dengan pola yang lebih rumit dari contoh rantai makanan di atas dan saling berkaitan membentuk sebuah  jaring-jaring makanan. Misalnya ular tidak hanya makan ayam dan ayam tidak hanya makan belalang. Jaring-jaring makanan selalu berawal dari produsen dan diakhiri oleh pengurai. Bahan-bahan yang diuraikan itu akan kembali digunakan oleh produsen sehingga daur materi dan energi tidak pernah terputus.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">3.   Piramida Makanan</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Piramida makanan adalah suatu piramida yang menggambarkan perbandingan komposisi jumlah biomassa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosistem. Komposisi biomassa terbesar terdapat pada produsen yang menempati dasar piramida. Demikian pula jumlah energi terbesar terdapat pada dasar piramida. Komposisi biomassa dan energi ini semakin ke atas semakin kecil karena selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah energi pada setiap tingkat trofik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D.   Jenis-Jenis Interaksi Antarorganisme</strong></p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">1.   Hubungan Netral</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Hubungan netral yaitu hubungan yang tidak saling memengaruhi. Namun sesungguhnya hubungan yang benar-benar netral tidak ada, sebab setiap organisme memerlukan komponen abiotik (udara, ruangan, air, dan cahaya) yang sama, sehingga timbul persaingan.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">2.   Hubungan Simbiosis</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Hubungan simbiosis yaitu hubungan saling memengaruhi antara dua organisme. Hubungan simbiosis ada tiga jenis:</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">a.   Simbiosis Mutualisme</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Simbiosis mutualisme yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang saling menguntungkan.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">b.   Simbiosis Komensalisme</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Simbiosis komensalisme yaitu hubungan antara dua jenis organisme di mana yang satu diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan saat saling berinteraksi.</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">c.   Simbiosis Parasitisme</p>
<p style="margin-left:45pt;text-align:justify;">Simbiosis parasitisme yaitu hubungan antara dua jenis organisme yang merugikan salah satu pihak, sedangkan pihak yang lain diuntungkan saat berinteraksi.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">3.   Hubungan Kompetisi</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Hubungan kompetisi terjadi jika dalam suatu ekosistem terjadi ketidakseimbangan, misalnya kekurangan air, makanan, dan ruang. Hubungan kompetisi dapat terjadi antara individu-individu dalam satu spesies maupun individu-individu yang berbeda spesies.</p>
<p style="margin-left:15pt;text-align:justify;">4.   Hubungan Predasi</p>
<p style="margin-left:30pt;text-align:justify;">Hubungan predasi yaitu hubungan antara organisme yang memangsa dan organisme yang dimangsa.</p>
<p style="margin-left:30pt;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"><sub><em>&#8211;Diambil dari berbagai sumber&#8211;</em></sub></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekosistem]]></title>
<link>http://nazemaru.wordpress.com/2009/11/23/ekosistem/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:35:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>nazemaru</dc:creator>
<guid>http://nazemaru.wordpress.com/2009/11/23/ekosistem/</guid>
<description><![CDATA[Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Ekosistem</strong> adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.</p>
<p><strong>1. Susunan Ekosistem<br />
</strong>Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai berikut.</p>
<p><em>a. Komponen autotrof<br />
</em>(Auto = sendiri dan <em>trophikos = m</em>enyediakan makan).<br />
Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.</p>
<p><em>b. Komponen heterotrof<br />
(Heteros </em>= berbeda, <em>trophikos = makanan)</em>.<br />
Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.</p>
<p><em>c. Bahan tak hidup (abiotik)<br />
</em>Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.</p>
<p><em>d. Pengurai (dekomposer)<br />
</em>Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur.</p>
<p><strong>2. Macam-macam Ekosistem</strong></p>
<p><strong>a. Ekosistem Darat</strong></p>
<p>Berdasarkan letak geografisnya, ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu:</p>
<p><em>1. Bioma gurun<br />
</em></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ciri-ciri bioma gurun</span> adalah gersang dan curah hujan rendah. Suhu siang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.</p>
<p><em>2. Bioma padang rumput<br />
</em>Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.</p>
<p><em>3. Bioma Hutan Basah</em><br />
<span style="text-decoration:underline;">Ciri-cirinya</span> adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.</p>
<p><em>4. Bioma hutan gugur</em><br />
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).</p>
<p><em>5. Bioma taiga<br />
</em>Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.</p>
<p><em>6. Bioma tundra<br />
</em>Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah <em>Sphagnum, </em>liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.</p>
<p><strong>b. Ekosistem Air Tawar</strong></p>
<p>Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.</p>
<p><strong>c. Ekosistem Air laut</strong></p>
<p><strong>1. Laut<br />
</strong>Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah <em>termoklin.</em> Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya laut, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk.</p>
<p><strong><em>2. Ekosistem pantai<br />
</em></strong>Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.</p>
<p>Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.</p>
<p>Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.</p>
<p>Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.</p>
<p><strong>3. Estuari<br />
</strong>Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.</p>
<p>Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.</p>
<p><strong>4. Terumbu karang<br />
</strong>Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.</p>
<p>Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.</p>
<p>Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekosistem Air Tawar]]></title>
<link>http://mozaiksains.wordpress.com/2009/11/14/ekosistem-air-tawar/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 00:23:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>guruipasmk</dc:creator>
<guid>http://mozaiksains.wordpress.com/2009/11/14/ekosistem-air-tawar/</guid>
<description><![CDATA[Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.</p>
<p>Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.</p>
<p>Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.</p>
<p>Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.</p>
<p>Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.</p>
<p>Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.</p>
<p>a. Plankton; terdiri alas fitoplankton dan zooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.</p>
<p>b. Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.</p>
<p>c. Neuston;organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.</p>
<p>d. Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung padatumbuhan atau benda lain, misalnya keong.<br />
e. Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.</p>
<p>Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.<br />
1. Danau<br />
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.<br />
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.<br />
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.</p>
<p>a) Daerah litoral<br />
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.<br />
Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.</p>
<p>b. Daerah limnetik</p>
<p>Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi.</p>
<p>Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.</p>
<p>c. Daerah profundal</p>
<p>Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.</p>
<p>Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.</p>
<p>d. Daerah bentik<br />
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos<br />
dan sisa-sisa organisme mati.<br />
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :</p>
<p>a. Danau Oligotropik<br />
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan<br />
kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak<br />
produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme,<br />
dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.</p>
<p>b. Danau Eutropik<br />
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan<br />
kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinyaadalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.</p>
<p>Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.</p>
<p>Pengkayaan danau seperti ini disebut &#8220;eutrofikasi&#8221;. Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.</p>
<p>2. Sungai<br />
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.</p>
<p>Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.<br />
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.</p>
<p>Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.<br />
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bioma]]></title>
<link>http://mozaiksains.wordpress.com/2009/11/12/bioma/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 03:46:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>guruipasmk</dc:creator>
<guid>http://mozaiksains.wordpress.com/2009/11/12/bioma/</guid>
<description><![CDATA[Bioma Tundra, Bioma tundra terdapat di belahan bumi dalam lingkaran kutub utara dan kutub selatan, y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><ol>
<li><strong>Bioma Tundra</strong>, Bioma tundra terdapat di belahan bumi dalam lingkaran kutub utara dan kutub selatan, yang beriklim es abadi (iklim tundra). Bioma ini terdapat di sekitar lingkar <strong>Artik</strong><strong>, </strong><strong>Greenland</strong> di kutub utara, dan di <strong>Antartika</strong> dan pulau-pulau kecil di kutub selatan. Semua wilayahnya tertutup salju (es) sehingga iklimnya sangat dingin dan memiliki musim dingin yang panjang. Pada bioma ini tidak terdapat pepohonan yang dapat tumbuh, yang ada hanya tumbuhan kecil sejenis rumput dan lumut. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah <em>Sphagnum, </em>liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam. Karena memiliki iklim es abadi dan iklim tundra, maka wilayah bioma tundra selalu bersuhu dingin sehingga fauna yang terdapat di wilayah ini memiliki bulu dan lapisan lemak yang tebal untuk tetap membuat tubuhnya hangat. Contoh fauna di bioma tundra misalnya rus, rubah, kelinci salju, hewan-hewan pengerat, hantu elang, dan beruang kutub.</li>
</ol>
<ol>
<li><strong>Taiga</strong>, terletak di selatan tundra,      yaitu di antara daerah beriklim sedang dengan kutub, yaitu di belahan bumi      sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di      musim dingin rendah. Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau      hutan boreal. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu      spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah      sedikit sekali. Hewan yang hidup di sini adalah ajax, beruang hitam,      moose, serigala, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim      gugur.</li>
<li><strong>Padang pasir (gurun);</strong> Ciri-ciri bioma gurun      adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari      tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan      malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara      siang dan malam sangat besar. Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah      tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.      Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang teradaptasi dengan      keadaan kering, misalnya tubuhnya ditutupi oleh kutikula yang tebal dan      akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen atau kaktus, yang menyimpan      banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit menjadi duri. Hewan yang hidup      pada bioma ini adalah unta, tikus, ular, kadal, kalajengking, dan semut.</li>
<li><strong>Padang rumput (stepa);</strong> Bioma ini terdapat di      daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya      adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak      teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.      Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak terdapat di      sepanjang sungai di daerah tersebut. Terna (herbs) dan rumput yang      keduanya tergantung pada kelembapan. Macam padang rumput adalah prairi      rumput pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi      adalah padang rumput yang luas tanpa pohon. Hewannya antara lain: bison,      zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga,      tikus dan ular.</li>
<li><strong>Savana,</strong> adalah padang rumput yang      diselingi dengan sebaran pohon yang tumbuh jarang. Hewan yang hidup pada      bioma padang rumput dan savana adalah bison, gajah, jerapah, zebra, domba,      biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan ular.</li>
<li><strong>Hutan hujan tropis (hutan basah), </strong>terdapat      di daerah tropis dan subtropik yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh      sangat rapat. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun.      Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang      lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m,      cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung      (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang      langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat      sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang      hari sekitar 25°C. Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka      ragam/heterogen, mulai dari tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan      hingga tumbuhan yang berukuran tinggi. Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan      yang tumbuh pada pohon yang mempunyai naungan/kanopi, seperti anggrek) dan      liana (tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan lain, seperti rotan).      Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini antara lain monyet, macan kumbang,      harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam burung.</li>
<li><strong>Hutan gugur (decidous);</strong> terdapat di daerah      beriklim sedang yang memilki empat musim (musim semi, panas, gugur dan      dingin). Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Jenis pohon      sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Tumbuhan yang dominan adalah      tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple dan beech.      Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas, dan menggugurkan      daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya ‘habis’. Memasuki      musim semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya. Hewannya antara      lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ekosistem]]></title>
<link>http://wiwiyasin.wordpress.com/2009/11/09/ekosistem/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:09:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>wiwiyasin</dc:creator>
<guid>http://wiwiyasin.wordpress.com/2009/11/09/ekosistem/</guid>
<description><![CDATA[test]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>test</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penghisap Darah Itu …]]></title>
<link>http://badruznucultural.wordpress.com/2009/11/07/penghisap-darah-itu-%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:34:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>badruz zaman</dc:creator>
<guid>http://badruznucultural.wordpress.com/2009/11/07/penghisap-darah-itu-%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Penghisap darah manusia itu bernama nyamuk. Sungguh mulia adanya cicak. Makanan pokok cicak adalah n]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penghisap darah manusia itu bernama nyamuk. Sungguh mulia adanya cicak. Makanan pokok cicak adalah n]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dinosaurus terkecil berhasil ditemukan]]></title>
<link>http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/22/dinosaurus-terkecil-berhasil-ditemukan/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 06:51:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>AdityaRial</dc:creator>
<guid>http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/22/dinosaurus-terkecil-berhasil-ditemukan/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah penelitian terbaru berhasil menemukan adanya fosil   dinosaurus  terkecil di Amerika Utara ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-1059" href="http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/22/dinosaurus-terkecil-berhasil-ditemukan/091021-tiniest-dinosaur-north-america-picture_big/"><img class="size-medium wp-image-1059 aligncenter" title="091021-tiniest-dinosaur-north-america-picture_big" src="http://organikganesha.wordpress.com/files/2009/10/091021-tiniest-dinosaur-north-america-picture_big.jpg?w=300" alt="091021-tiniest-dinosaur-north-america-picture_big" width="300" height="238" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah penelitian terbaru berhasil menemukan adanya fosil   dinosaurus  terkecil di Amerika Utara yang memiliki berat  tidak lebih  dari sebuah cangkir teh Chihuahua.</p>
<p style="text-align:justify;">dapat dilihat di foto, sebuah rekonstruksi dinosaurus  yang berada  di depan tengkorak Tyrannosaurus rex di Museum Sejarah Alam Los Angeles County di California, Fruitadens haagarorum hanya memiliki panjang 28 inci (70 cm) dan beratnya kurang dari dua pon (satu kilogram).</p>
<p style="text-align:justify;">Diperkirakan dinosaurus mungil ini  hidup satu masa dengan pemakan tumbuhan seperti Brachiosaurus dan predator seperti Allosaurus sekitar 150 juta tahun yang lalu, pada akhir periode Jurasik.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagian dari tengkorak, tulang belakang, lengan, dan kaki dari empat  spesimen F. haagarorum ditemukan pada 1970-an di Colorado dan kemudian disimpan di Museum Sejarah Alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil  analisis dari fosil tulang kaki tidak hanya menunjukkan bahwa dinosaurus ini merupakan spesies baru tapi juga sebagian besar spesimen yang ditemukan merupakan spesimen dewasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Penemuan ini mengalahkan rekor Albertonykus borealis, dinosaurus seukuran ayam yang telah teridentifikasi  pada tahun 2008 di  Amerika Utara.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.  disebutkan bahwa dinosaurus yang baru ditemukan ini memiliki kombinasi gigi yang tidak biasa untuk reptil: seperti gigi taring di depan rahangnya dan bentuk gigi molar sepanjang pipi. Dari bentuk gigi seperti  ini  kemungkinan F. haagarorum merupakan pemakan  tanaman, telur, dan serangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dinosaurus kecil ini  ditemukan di Area paleontologi Colorado.  Dalam pernyataannya,  pemimpin penelitian Richard Butler  mengatakan bahwa masih banyak kemungkinan untuk menemukan fosil fosil spesies baru yang unik dan menakjubkan.</p>
<p>source :</p>
<p>http://news.nationalgeographic.com/news/2009/10/091021-tiniest-dinosaur-north-america-picture.html</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEPUNAHAN MASSAL SEMAKIN DEKAT ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/19/kepunahan-massal-semakin-dekat/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 04:04:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/19/kepunahan-massal-semakin-dekat/</guid>
<description><![CDATA[Para ahli biologi memperkirakan dunia tengah menghadapi ancaman kepunahan keanekaragaman hayati seca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3139" title="kepunahan massal smkn dekat" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/kepunahan-massal-smkn-dekat.jpg?w=122" alt="kepunahan massal smkn dekat" width="122" height="150" />Para ahli biologi memperkirakan dunia tengah menghadapi ancaman kepunahan keanekaragaman hayati secara massal. Dugaan ini muncul dari krisis keanekaragaman hayati yang semakin parah. Diperkirakan, saat ini sebanyak 50 -150 spesies bumi punah setiap harinya.</p>
<p>Perkiraan ini berdasarkan atas proyeksi laju kepunahan yang terjadi saat ini. Proyeksi tersebut menyebutkan, sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini diprediksi akan punah dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. “ Laju kepunahan beradam spesies saat ini mencapai 40 – 400 kali lipat dari laju kepunahan 500 tahun yang lalu, “ kata Ign Pramana Yuda, peneliti Teknobiologi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dalam pidato ilmiah Dies Natalis ke-44 universitas tersebut di Yogyakarta pada tanggal 2 Oktober.</p>
<p>Laju kepunahan burung dan binatang menyusui antara tahun 1600 dan 1975, misalnya telah diperkirakan mencapai 5 – 50 kali lipat dari laju kepunahan sebelumnya. Tidak hanya spesies, kepunahan juga mengancam gen dan ekosistem tempat spesies tersebut tinggal.</p>
<p>Menurut Pramana, Indonesia adalah salah satu kawasan yang memiliki ancaman kepunahan terbesar. Ekosistem hutan tropis berkurang 10 juta – 20 juta hektar setiap tahunnya. Sebanyak 70 persen terumbu karang di Indonesia juga mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kerusakan juga terjadi di sejumlah ekosistem khas di Indonesia lainnya, seperti hutan bakau, sungai, danau, dan kawasan pertanian.</p>
<p><!--more-->Pramana mengatakan bahwa kepunahan massal kali ini terjadi dalam skala yang jauh lebih luas dan lebih cepat lajunya dibandingkan dengan lima kepunahan massal yang pernah terjadi di Bumi sebelumnya. Kepunahan massal terbaru terjadi sekitar 65 juta tahun lalu.</p>
<p>Luasnya skala kepunahan massal kali ini bisa dilihat dari banyaknya spesies yang punah dan makin pendeknya usia kelestarian satu spesies. Saat ini usia spesies kurang dari 35.000 tahun, padahal jutaan tahun yang lalu sati spesies bisa berusia 10 juta tahun.</p>
<p><strong>Solidaritas lintas spesies</strong></p>
<p>Besarnya skala kepunahan ini perlu diredam karena bisa berakibat / berdampaj buruk pada kelangsungan kehidupan di Bumi. Salah satu upaya peredaman itu adalah dengan menumbuhkan solidaritas lintas spesies yang saat ini masih sangat minim. Selama ini pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih berorientasi pada kesejahteraan umat manusia.</p>
<p>Menurut Pramana, sektor pendidikan berperan sangat penting dalam hal ini. Komunitas akademis perlu mulai mengembangkan program dan kurikulum pendidikan serta pelestarian yang mengacu pada konservasi keanekaragaman hayati.</p>
<p>Peneliti Keanekaragaman Hayati dari Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, Djoko Raharjo, berpendapat, kepunahan yang terjadi saat ini tidak bisa disebut alami karena dipicu oleh berbagai sebab buatan, antara lain polusi, eksploitasi berlebihan pada sumber daya alam, dan industrialisasi.</p>
<p>“ Meskipun sudah sangat parah, sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan untuk meredamnya pada laju yang alami, “ ujarnya.</p>
<p>Berbagai penemuan di bidang konservasi memberikan harapan baru di bidang pelestarian alam. Masyarakat juga bisa berkontribusi dengan menekan penggunaan energi dari bahan tambang serta mengurangi konsumsi yang bisa menyebabkan polusi serta eksploitasi alam berlebihan.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kepunahan Massal Semakin Dekat – Kompas, 05.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERUBAHAN IKLIM DAN KETAHANAN NASIONAL ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/17/perubahan-iklim-dan-ketahanan-nasional/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 00:45:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/17/perubahan-iklim-dan-ketahanan-nasional/</guid>
<description><![CDATA[Kita hadapi gejala “bumi semakin panas” yang berdampak pada “perubahan iklim” akibat konsentrasi CO2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3129" title="emil01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/emil01.jpg?w=115" alt="emil01" width="115" height="150" />Kita hadapi gejala “bumi semakin panas” yang berdampak pada “perubahan iklim” akibat konsentrasi CO2-ekuivalen yang terbentuk di udara. Sebelum revolusi industri, terdapat lapisan CO2e setebal 280 ppm. Setelah revolusi industri (1780), konsentrasi CO2e meningkat dari 315 ppm (1930) ke 330 ppm (1970), 360 ppm (1990), dan 380 ppm (2008).</p>
<p>Bila pola <em>business as usual</em> berlanjut dalam pembangunan, pada tahun 2050 diperkirakan kita mencapai 550 ppm atau dua kali lipat sebelum revolusi industri. Para ahli sedunia sepakat menetapkan 450-550 ppm konsentrasi CO2e dengan 2,0-2,8 derajat Celcius di atas rata-rata suhu bumi sebelum revolusi industri tahun 1780 sebagai ambang batas yang tak boleh dilampaui agar perikehidupan alami dan manusia bisa berlanjut.</p>
<p>CO2e berasal dari polusi pembakaran minyak bumi dan batu bara yang naik dan menumpuk di udara dan membuat semacam “selimut” yang membalut bumi ini. Sinar matahari masuk ke bumi dan menghangatkannya, tetapi panas bumi yang seyogyanya kembali ke udara kini “terkurung” sehingga menaikkan suhu bumi. Panas bumi ini mengubah iklim dan memengaruhi kehidupan alami di darat dan laut. Perubahan iklim ini berjalan seiring dengan naiknya kepadatan CO2e.</p>
<p><strong>Menunggu musim<br />
</strong><br />
Di Tanah Air kita, perubahan iklim terutama dipicu oleh deforestasi dan pembukaan lahan serta tanah gambut yang mengurangi kemampuan alam menyerap CO2e, bahkan melepaskan CO2 di dedaunan tanaman dan tanah gambut.</p>
<p><!--more-->Perencanaan tata ruang bisa mengarahkan lokasi aktivitas ekonomi agar serasi dengan daya dukung alam. Sayang, pengembangan tata ruang kita tidak efektif. Bahkan, pola perencanaan jaringan jalan tol cenderung menerabas kawasan hijau yang mengurangi daya serap CO2e secara alami.</p>
<p>Suhu bumi yang naik mengakibatkan melelehnya bongkah dan gunung es di kutub bumi dan menaikan permukaan laut. Suhu air laut berubah dan memengaruhi arus angin menjadi topan angin kencang. Hal ini memukul pantai pesisir dan “memakan” serta menenggelamkan pulau. Di kawasan lautan Pasifik, pulau-pulau Nauru, Vanuatu, Kiribati, dan Kepulauan Marshall sudah tenggelam pada musim air pasang.</p>
<p>Di daratan aliran sungai terhambat mengalir ke laut sehingga air sungai terempas kembali ke hulu menimbulkan banjir.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3131" title="perubahan iklim dan ketahanan nasional" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/perubahan-iklim-dan-ketahanan-nasional.jpg?w=117" alt="perubahan iklim dan ketahanan nasional" width="117" height="150" />Perubahan iklim juga mengganggu musim. Musim hujan lebih pendek dengan hujan intensif, sedangkan musim kemarau lebih panjang dengan hujan ekstensif. Dalam musim kemarau, evaporasi air permukaan semakin besar dan menciutkan volume air tawar di permukaan bumi. Air tawar menjadi langka.</p>
<p>Perubahan iklim ini berdampak buruk pada kehidupan alam hayati yang terdiri atas genetika plasma nuftah, jenis spesies, dan ekosistem mengalami erosi keanekaragamannya. Ini mengganggu stabilitas dan sustainabilitas kehidupan sumber alam hayati.</p>
<p>Tanpa sumber alam hayati dan air tawar yang cukup di muka bumi, maka kehidupan manusia pun ikut meredup. Teknologi mungkin masih bisa dikembangkan untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Namun, sumber alam genetika, spesies, dan ekosistem ciptaan Tuhan tak tergantikan oleh manusia.</p>
<p>Perubahan iklim berdampak pada pertanian dan seluruh perikehidupan alami yang menggerogotu keberlanjutan kehidupan manusia. Dengan perubahan ruang lingkup alami kehidupan manusia, akan tumbuh virus penyakit baru (yang) dipicu oleh perubahan iklim.</p>
<p><strong>Perlu prioritas tinggi</strong></p>
<p>Jelas tampak dampak perubahan iklim pada keberlanjutan hidup alami dan manusia sehingga mengancam ketahanan dan keberlanjutan hidup bangsa kita. Sudah seyogyanya perubahan iklim menempati prioritas tinggi dalam agenda pembangunan.</p>
<p>Perubahan iklim menggerogoti ketahanan pangan kita sehingga sudah sewajarnyalah kita sesuaikan perkembangan pertanian dengan perubahan iklim. Musim tanam, bibit tanaman, dan pola pertanian perlu dikaji ulang untuk disesuaikan dengan perubahan iklim.</p>
<p>Sumber minyak bumi cenderung menipis, sedangkan persediaan batu bara melimpah sehingga kita cenderung memanfaatkan batu bara untuk pengembangan enenrgi. Namun, dengan semakin gencarnya persyaratan pengendalian CO2e, kita perlu mengembangkan energi terbarukan sebagai alternatif.</p>
<p>Ini merupakan kebijakan harga yang lebih berpihak pada energi terbarukan yang melimpah di Tanah Air kita, seperti sumber geotermal, tenaga mikrohidro, tenaga surya, tenaga angin, tenaga gelombang, tenaga biomassa, demi ketahanan energi kita di masa depan.</p>
<p>Kita perlu selamatkan air untuk memberlanjutkan sekuritas air tawar kita. Ini memerlukan secara sungguh-sungguh dukungan politik dan ketatalaksanaan kepemerintahan pusat-daerah yang efektif dalam menerapkan rencana tata ruang (untuk) menyelamatkan daerah aliran sungai, mencegah deforestasi, memberantas ilegal logging dan pembakaran hutan, demi ketahanan sustainabilitas sumber daya alam tropis kita.</p>
<p>Di atas segala-galanya kita perlu menegakkan ketahanan penduduk kita, terutama penduduk miskin di daerah tertinggal, agar mampu berproduksi menghasilkan kebutuhan pokok manusia, seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan. Tidak boleh terulang peristiwa kelaparan penduduk Yahukimo, Papua, karena kegagalan pertanian. Harus ada “bantal ketahanan pangan” yang menyelamatkannya.</p>
<p>Dengan perubahan iklim yang mulai mencekam alam kita, membangun ketahanan penduduk kita menempati urgensi tertinggi. Ini memerlukan fokus pembangunan pada peningkatan ketahanan penduduk, menaikan kemampuan setiap anak bangsa kita memenuhi kebutuhan pokoknya, terutama oleh diri sendiri.</p>
<p>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah benar mencanagkan semboyan “Pembangunan  untuk Semua”. Kita perlu menanggapi perubahan iklim dengan pengembangan ketahanan nasional dengan melengkapi semboyan ini dengan tambahan kata : “dan oleh Semua !”</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Perubahan Iklim dan Ketahanan Nasional, Emil Salim &#124; Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia<br />
Kompas, 15.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biopori di Kab. Bandung]]></title>
<link>http://lrbiopori.wordpress.com/2009/09/25/biopori-di-kab-bandung/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 11:36:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iksa</dc:creator>
<guid>http://lrbiopori.wordpress.com/2009/09/25/biopori-di-kab-bandung/</guid>
<description><![CDATA[[tags Biopori, Lingkungan Hidup, Ekosistem, Lubang Resapan Biopori] Forwarded message From: Kamir Br]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>[tags Biopori, Lingkungan Hidup, Ekosistem, Lubang Resapan Biopori]</p>
<p>Forwarded message<br />
From: <strong>Kamir Brata</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<table border="0" cellpadding="0" width="99%">
<tbody>
<tr>
<td><strong>BPLHD TARGETKAN EMPAT RIBU LUBANG BIOPORI </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Saturday, 18 July 2009 23:10</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Soreang, (PR).-<br />
Empat ribu lubang resapan biopori (LRB) ditargetkan telah dibuat tersebar di Kab. Bandung sebelum Desember 2009. LRB tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif perbaikan kondisi ekosistem dan permasalahan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Penerapan lubang resapan biopori ini dipilih karena sederhana, murah, dan bisa dibuat oleh siapa saja,&#8221; kata Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kab. Bandung Atih Witartih seusai Sosialisasi Penerapan Lubang Resapan Biopori, Jumat (17/7).</p>
<p>Kegiatan itu diikuti sekitar 80 peserta dari 31 kecamatan di Kab. Bandung dan sejumlah peserta dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bandung. Seusai acara, setiap peserta diharapkan mau melanjutkan sosialiasi penerapan LRB di lingkungannya masing-masing. Diasumsikan, setiap peserta dapat membuat sekitar lima puluh LRB secara bertahap hingga akhir tahun 2009. Dengan demikian, LRB bisa diterapkan secara menyeluruh di tengah masyarakat.</p>
<p>Menurut Atih, BPLHD secara berkala akan melakukan pemantauan ke tingkat bawah. &#8220;Setelah sosialisasi ini, kami juga akan melakukan monitoring,&#8221; katanya.</p>
<p><a href="http://www.ahmadheryawan.com/lintas-kabupaten-kota/kabupaten-bandung/5616-bplhd-targetkan-empat-ribu-lubang-biopori-.html">http://www.ahmadheryawan.com/lintas-kabupaten-kota/kabupaten-bandung/5616-bplhd-targetkan-empat-ribu-lubang-biopori-.html</a></p>
<p><em><strong>Kamir R.Brata</strong></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JALAN MENGHINDAR DARI EKOSIDA ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/jalan-menghindar-dari-ekosida/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:10:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/jalan-menghindar-dari-ekosida/</guid>
<description><![CDATA[Sejumlah bangsa atau masyarakat tertentu di dunia ini telah hilang dari catatan sejarah karena merek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2785" title="jalan menghindar dari ekosida 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/jalan-menghindar-dari-ekosida-014.jpg?w=101" alt="jalan menghindar dari ekosida 01" width="101" height="150" />Sejumlah bangsa atau masyarakat tertentu di dunia ini telah hilang dari catatan sejarah karena mereka lenyap tanpa sisa. Yang sering disebut-sebut, karena banyak artefak yang bercerita tentangnya, adalah suku bangsa atau masyarakat Maya. Selain suku Maya, juga ada sebuah masyarakat yang hidup di suatu lembah di bagian utara Cina. Mereka konon mirip Kaukasia (orang Eropa), tetapi mereka pun telah lenyap. Mereka punah.</p>
<p>Ada dua penyebab punahnya sebuah masyarakat, yaitu kerusakan lingkungan yang amat parah dan perang dengan masyarakat lain – yang bisa disertai dengan genosida. Lingkungan yang hancur bisa membawa ke jurang ekosida atau bunuh diri lingkungan (ecocide) – bunuh diri suatu masyarakat akibat perusakan lingkungan.</p>
<p>Proses ekosida, menurut seorang panelis, telah terjadi di sejumlah negara Afrika, antara lain Somalia, Burundi, dan Kongo. Tragedi perang Darfur adalah akibat menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan sehingga terjadi perebutan sumber air.</p>
<p>Untuk hidup, manusia bergantung pada alam, baik alam sebagai ruang, alam sebagai penghasil pangan, alam sebagai penghasil oksigen untuk bernapas, alam sebagai penyedia air, maupun alam sebagai sebuah lingkungan di mana di dalamnya tercakup berbagai ekosistem yang saling bergantung, yang saling menghidupi.</p>
<p><!--more--><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2786" title="jalan menghindar dari ekosida 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/jalan-menghindar-dari-ekosida-02.jpg?w=117" alt="jalan menghindar dari ekosida 02" width="117" height="150" />Meningkatnya jumlah penduduk akan melahirkan tekanan lebih besar terhadap lingkungan alam yang berpotensi merusak lingkungan. Lingkungan yang rusak atau hancur secara otomatis akan turun daya dukungnya terhadap kehidupan. Seorang panelis menyebutkan, sumber dari kerusakan lingkungan antara lain adlah pertumbuhan penduduk karena semakin banyak penduduk, akan dibutuhkan semakin banyak sumber daya, di antaranya adalah sumber daya alam.</p>
<p>Persoalan kerusakan lingkungan tersebut antara lain berupa hutan gundul, rusaknya habitat, kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang bisa berakibat tanah longsor, kesuburan tanah hilang, punahnya sejumlah spesies, sulitnya penyediaan air bersih, terbatasnya sumber air, pendangkalan sungai, polusi udara, dan sampah. Itu semua terjadi akibat pembalakan liat, pembukaan tambaj dengan menghilangkan kawasan bakau, penggundulan DAS, pertambangan yang tidak menggunakan prinsip-prinsip keberlanjutan, perusakan karst yang menjadi rumah mata air, serta penggunaan tanaman hasil rekayasa genetika.</p>
<p>Di Indonesia, akibat kehancuran lingkungan sudah banyak memakan korban jiwa dan materi, seperti banjir di Kalimantan, yang sebelumnya tak pernah terjadi, perolehan ikan oleh nelayan semakin menurun, polusi udara yang menyebabkan berbagai penyakit, perkara limbah tambang di Teluk Buyat, yang pernah diperkarakan, dan sebagainya.</p>
<p>Seorang panelis menegaskan, pertumbuhan penduduk yang tak terkendali akan mengakibatkan “ledakan penduduk”. Ledakan penduduk ditambah dengan kebijakan pembangunan tanpa wawasan berkelanjutan akan menghasilkan sebuah kombinasi sempurna yang membawa masyarakat pada suatu situasi ekosida.</p>
<p>Perkembangan penduduk dunia dan Indonesia meningkat amat pesat sesuai deret ukur dengan kurva eksponensialnya terjadi pada akhir abad ke-20, dengan berkembang pesatnya dunia kedokteran yang ditandai dengan penemuan vaksin dan antibiotik sehingga mampu mencegah terjadinya endemi. Sebagai catatan, perkembangan jumlah penduduk yang luar biasa ini sebagian besar terjadi di negara berkembang.</p>
<p>Indonesia, misalnya, pada abad ke-16 hanya berpenduduk 10 juta, 100 tahun kemudian menjadi 14 juta orang, dan pada tahun 1900 sekitar 40 juta orang. Pada tahun 2000 angka itu melejit menjadi 205,8 juta orang – itu pun dengan sekitar 80 juta kelahiran bisa dicegah karena program KB (Keluarga Berencana). Tahun 2009 angka ini mencapai 230 juta orang – dengan 100 juta kelahiran dicegah.</p>
<p>Bagaimana dengan 35 tahun lagi ? Dengan rumus ilmu demografi, didapat angka jumlah penduduk Indonesia tahun 2044 adalah 411,6 juta orang ! Dua kali lipat dari jumlah penduduk 2009. Muncul pertanyaan eksistensial, bagaimana mereka harus hidup dan dihidupi ?</p>
<p><strong>Sumber daya manusia<br />
</strong><br />
Di ujung lain dari diskursus kependudukan adalah sisi positif dari sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia, ujar seorang panelis, memiliki bobot 80 persen dalam menentukan kemajuan sebuah bangsa. Jumlah penduduk yang tinggi adalah sebuah potensi.</p>
<p>Perosalan kependudukan merupakan sebuah peta besar yang di dalamnya terdapat berbagai persoalan yang saling kait mengait : persoalan tata ruang, KB, transmigrasi, kesehatan perempuan, ibu dan anak, kesehatan masyarakat, perubahan iklim, urbanisasi dan migrasi, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, peran serta hak keluarga, dan sebagainya.</p>
<p>Program Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang lahir tahun 2000 adalah puncak komitmen dunia internasional terkait persoalan kependudukan.</p>
<p>Seorang panelis menegaskan, MDGs merupakan titik masuk penanganan masalah kependudukan. MDG’s dan kependudukan memiliki hubungan timbal balik yang amat erat. Semakin cepat penanganan kependudukan, semakin cepat pula MDGs akan tercapai.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2787" title="jalan menghindar dari ekosida 03" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/jalan-menghindar-dari-ekosida-03.jpg?w=125" alt="jalan menghindar dari ekosida 03" width="125" height="150" />Delapan pembangunan dalam MDGs terentang mulai dari persoalan kemiskinan, kelaparan, pendidikan dasar, persoalan kesehatan reekait penyakit malaria hingga HIV/AIDS, menurunkan angka kematian anak balita, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.</p>
<p>Untuk tercapainya MDGs sekaligus terselesaikannya persoalan kependudukan, panelis itu menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan nasional yang tegas agar program dapat berkelanjutan, koordinasi antarlembaga dengan keharusan mengikis ego-sektoral dan ego-daerah, mengembangkan kemitraan dengan semua pihak : pemerintah-swasta-masyarakat yang juga bisa diwakili oleh organisasi nonpemerintah.</p>
<p>Di atas itu semua adalah pendekatan masalah dan pemecahan masalah secara holistik. Itu semua adalah kelemahan yang harus diatasi agar masalah kependudukan teratasi sekaligus MDGs tercapai.</p>
<p>Dengan itu ada sedikit harapan : terjadinya ekosida bisa dicegah.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Jalan Menghindar Dari Ekosida, Brigitta Iswaoro L – Kompas, 16.04.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bukan sekedar pori diantara partikel dan agregat tanah.]]></title>
<link>http://lrbiopori.wordpress.com/2009/08/31/bukan-sekedar-pori-diantara-partikel-dan-agregat-tanah/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 17:47:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iksa</dc:creator>
<guid>http://lrbiopori.wordpress.com/2009/08/31/bukan-sekedar-pori-diantara-partikel-dan-agregat-tanah/</guid>
<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;- Forwarded message &#8212;&#8212;&#8212;- From: Kamir Brata Date: 2009/8/31 Su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8212;&#8212;&#8212;- Forwarded message &#8212;&#8212;&#8212;-<br />
From: <strong>Kamir Brata</strong><br />
Date: 2009/8/31<br />
Subject: Re: Bukan sekedar pori diantara partikel dan agregat tanah.</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Mas xxxx Ysh.,</p>
<p>Fungsi tanah yang kita miliki bukan hanya untuk mendukung bangunan dan menyerap air hujan, tapi perlu terus dijaga fungsi layanan lingkungannya yaitu sebagai habitat keanekaragaman hayati (sebagai komponen biotiknya). Mereka umumnya heterotroph yang rumahnya mereka buat di dalam tanah, wujudnya liang2 kecil ke segala arah yang dapat dilewati air dan oksigen. <!--more-->Karena kegiatan merekalah tanah punya fungsi juga sebagai penyimpan karbon. Sampah organik termasuk bangkai organisme yang ada diatas permukaan tanah (mengandung H2O dan C + mineral lain) dikunyah dan dimakan dan dibawa masuk ke dalam tanah oleh meso dan makrofauna, sisanya disintesis menjadi bahan humus dan dimineralisasi oleh mikroba. Peranan keanekaragaman hati di dalam tanah ini yang menjadikan ekosistem tanah tetap terpelihara dengan segala layanan lingkungan menjadi lingkungan yang menyehatkan bagi kehidupan.</p>
<p>Teknologi LRB saya tawarkan untuk mempermudah memasukkan sampah organik ke dalam tanah bahkan sampai masuk ke dalam subsoil yang tidak disenangi pertumbuhan akar tanaman dalam lubang vertikal kecil yang tidak membutuhkan permukaan horizontal yang terlalu luas, tapi menghasilkan permukaan vertikal yang luasnya bisa &#62; 40 kali. Perluasan permukaan vertikal tersebut (dinding lubang) yang menjadi permukaan peresapan air secara horizontal (mengurangi leaching), sekaligus menjadi kontak langsung sampah organik dengan tanah memudahkan penyerangan organisme tanah. Fauna tanah mengunyah memakan sampah organik yang dibawa masuk ke dalam biopori ke berbagai arah di sekitar lubang. Eh mohon maaf tdk bermaksud menggurui tapi ini yang pasti terjadi, jadi secara empirik dapat diamati. Semoga tidak membingungkan dan menjadikan motivasi untuk membandingkan dengan teknologi lingkungan konvensional, selalu terbuka untuk komunikasi ilmiah.</p>
<p>Nyuwun sewu.</p>
<p><em><strong>Kamir R.Brata</strong></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekologi Hutan: Ekosistem]]></title>
<link>http://onrizal.wordpress.com/2009/08/31/ekologi-hutan-ekosistem/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 05:47:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>onrizal</dc:creator>
<guid>http://onrizal.wordpress.com/2009/08/31/ekologi-hutan-ekosistem/</guid>
<description><![CDATA[Ekologi Hutan 1. Ekologi Hutan &#8211; Pendahuluan 2 Ekologi Hutan-Ekosistem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ekologi Hutan 1. Ekologi Hutan &#8211; Pendahuluan 2 Ekologi Hutan-Ekosistem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengantar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan ]]></title>
<link>http://edisw.wordpress.com/2009/08/17/pengantar-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan/</link>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 04:03:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>edisw</dc:creator>
<guid>http://edisw.wordpress.com/2009/08/17/pengantar-peramalan-organisme-pengganggu-tumbuhan/</guid>
<description><![CDATA[EDI SUWARDIWIJAYA DAN HARSONO LANYA Pengantar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan I. PENDAHULUAN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>EDI SUWARDIWIJAYA DAN HARSONO LANYA</p>
<p>Pengantar Peramalan<br />
Organisme Pengganggu Tumbuhan</p>
<p>I.	PENDAHULUAN<br />
Penerapan PHT secara operasional mencakup upaya secara preemtif dan responsif.  Upaya preemtif adalah upaya pengendalian yang didasarkan pada informasi dan pengalaman status OPT waktu sebelumnya. Upaya ini mencakup penentuan pola tanam, penentuan varietas, penentuan waktu tanam, keserentakan tanam, pemupukan, pengairan, jarak tanam, penyiangan, penggunaan antagonis dan budidaya lainnya untuk menciptakan budidaya tanaman sehat. Sedangkan upaya responsif adalah upaya pengendalian yang didasarkan pada informasi status OPT dan faktor yang berpengaruh pada musim yang sedang berlangsung, serta pertimbangan biaya manfaat dari tindakan yang perlu dilakukan.  Upaya ini antara lain seperti penggunaan musuh alami, pestisida nabati, pengendalian mekanis, atraktan dan pestisida kimia<br />
Untuk melaksanakan tindakan operasional tersebut di atas diperlukan informasi ekologis, terutama tentang perkembangan populasi/serangan OPT dan musuh alaminya, perkembangan tanaman inang, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perkembangan OPT.  Informasi tersebut artimya merupakan pemahaman terhadap agroekosistem yang akan dikelola dengan melakukan analisis terhadap data historis ekologis atau analisis ekosistem.  Hasil analisis ekosistem tersebut dapat disusun dalam suatu model prediksi kejadian serangan OPT atau model peramalan OPT, yang selanjutnya hasil aplikasi model peramalan berupa informasi peramalan OPT pada suatu daerah atau lokasi dapat dijadikan input dalam merencanakan agroekosistem atau merencanakan usahatani.  Pada lingkup kelompok tani, perencanaan kegiatan tersebut dapat dituangkan melalui penyusunan RDK dan RDKK .</p>
<p>Selanjutnya, silahkan download <a href="http://www.ziddu.com/download/6298760/PengantarPeramalanOPT.pdf.html">Pengantar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pusat lupus sisa pepejal ancam khazanah marin]]></title>
<link>http://alamakademik.wordpress.com/2009/07/11/pusat-lupus-sisa-pepejal-ancam-khazanah-marin/</link>
<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 06:31:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>alamakademik</dc:creator>
<guid>http://alamakademik.wordpress.com/2009/07/11/pusat-lupus-sisa-pepejal-ancam-khazanah-marin/</guid>
<description><![CDATA[KEGIATAN membuang sampah di Kampung Gelugor menyebabkan pelajar sekolah &#8216;berkawan&#8217; denga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><!--start pix1--></p>
<table border="0" width="360" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><img title="KEGIATAN membuang sampah di Kampung Gelugor menyebabkan pelajar sekolah 'berkawan' dengan ribuan lalat." src="http://www.bharian.com.my/Saturday/Wilayah/20090711102002/mainpix1.jpg" alt="" width="360" height="248" /><br />
<strong>KEGIATAN membuang sampah di Kampung Gelugor menyebabkan pelajar sekolah &#8216;berkawan&#8217; dengan ribuan lalat.</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--end pix1--><strong>Tapak dibuka 2006 jejas hutan bakau, ternakan ikan sangkar</strong></p>
<p>CHUKAI (Berita Harian): Walaupun pelbagai agensi dan badan sukarela mengambil inisiatif untuk memelihara khazanah marin negara termasuk hutan bakau, semangat itu tidak dapat dizahirkan pihak berkuasa di sini apabila sebuah tapak pelupusan yang dibuka di Kampung Gelugor, Kertih bukan saja mengganggu aktiviti seharian penduduk, malah turut menjejaskan ekosistem hutan paya bakau di kawasan itu.</p>
<p>Lebih menyedihkan, bersebelahan tapak pelupusan sampah yang mula dibuka pada 2006 itu, terletak beberapa sangkar ikan milik pengusaha tempatan yang kini berhadapan risiko menanggung kerugian ternakan mereka mati berikutan sisa cemar air sampah mengalir ke sungai selepas hujan.</p>
<p>Selain memberikan kesan negatif terhadap kualiti air sungai berikutan aliran masuk sisa cemar air sampah, penduduk termasuk pelajar Sekolah Kebangsaan (SK) Seri Gelugor pula terpaksa menghidu bau busuk sampah serta &#8216;berkawan&#8217; dengan ribuan lalat yang menjadi fenomena baru yang sangat tidak menyenangkan mereka sejak kewujudan pusat pelupusan itu.</p>
<p>Pengerusi Jawatankuasa Kemajuan dan Keselamatan Kampung (JKKK) Gelugor, Wan Engah Mohtar, 53, berkata masalah itu bukan hanya membabitkan penduduk Kampung Gelugor tetapi juga dua lagi kampung berhampiran iaitu Kampung Telaga Papan dan Kampung Tengah.</p>
<p>&#8220;Masalah yang membelenggu kami adalah gangguan bau busuk dan keadaan menjadi terlalu tidak menyenangkan selepas hujan kerana selain busuk kami juga diserang lalat. Kami juga bimbang pencemaran sisa air sampah akan menjejaskan sumber pencarian penduduk yang bergantung kepada hasil sungai,&#8221; katanya.</p>
<p><!--start pix2--> <!--end pix2-->Wan Engah berkata, pihaknya sudah mengajukan aduan kepada MPKn (Majlis Perbandaran Kemaman) dan maklum balas yang diterima menyatakan pusat pelupusan sampah itu akan ditutup.</p>
<p>&#8220;Namun apa yang mengecewakan, sehingga hari ini aktiviti pembuangan sampah masih berterusan dan seolah-olah maklum balas yang mereka nyatakan sebelum ini hanya sekadar menyedapkan hati penduduk,&#8221; katanya.</p>
<p>Wan Engah berkata, kesan daripada aliran sisa cemar air sampah ke dalam sungai berhampiran, pengusaha ikan dalam sangkar di kawasan itu mendakwa banyak benih ikan yang mati berikutan penurunan kualiti air kesan pencemaran daripada pusat pelupusan sampah berkenaan.</p>
<p>Katanya, penduduk juga mendapati sejak kebelakangan ini hasil tangkapan mereka semakin berkurangan sedangkan kawasan itu sebelum ini kaya dengan pelbagai spesies ikan serta ketam nipah.</p>
<p><!--start pix3--> <!--end pix3-->&#8220;Selain itu, penduduk turut menjalankan aktiviti menanam semula bakau dengan kerjasama Ecocare, sebuah pertubuhan yang diwujudkan dengan kerjasama syarikat berkaitan minyak Optimal dan Persatuan Pencinta Alam Malaysia untuk memastikan kelangsungan hidupan marin di pesisir pantai Kertih.</p>
<p>&#8220;Tapak pelupusan sampah di kawasan itu memberi kesan yang negatif dan mengganggu usaha yang dijalankan penduduk terutama untuk menanam semula bakau kerana banyak anak bakau yang mati kerana kualiti air yang tercemar,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengerusi JKKK Kampung Telaga Papan, Jusoh Mamat, 60, pula berkata masalah tapak pelupusan sampah yang mengganggu kehidupan kira-kira 3,000 penduduk sekitar itu sering dibangkitkan dalam setiap mesyuarat JKKK.</p>
<p>&#8220;Kami sudah muak dengan janji manis MPKn untuk menyelesaikan masalah ini kerana ia masih lagi berlarutan dan sampah masih lagi dibuang di kawasan berkenaan sedangkan dalam surat maklum balas mereka kepada JKKK, masalah itu akan diselesaikan dan kawasan pelupusan sampah akan dipindahkan ke kawasan lain yang lebih bersesuaian.</p>
<p>&#8220;Bagaimanapun, hingga kini, tiada sebarang perubahan dan tapak pelupusan sampah itu masih terus beroperasi dan memberikan kesan negatif terhadap persekitaran kerana menyebabkan bau busuk dan menjadi tempat pembiakan lalat,&#8221; katanya.</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penjualan Kindle melampaui iPod?]]></title>
<link>http://bmarketer.wordpress.com/2009/06/18/penjualan-kindle-melampaui-ipod/</link>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 05:30:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arif Swa</dc:creator>
<guid>http://bmarketer.wordpress.com/2009/06/18/penjualan-kindle-melampaui-ipod/</guid>
<description><![CDATA[Kindle adalah sebuah e-reader yang dikembangkan atau dipopulerkan oleh amazon.com. Kindle menyediaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kindle adalah sebuah e-reader yang dikembangkan atau dipopulerkan oleh amazon.com. Kindle menyediakan akses yang mudah dan cepat ke perpustakaan e-book yang sangat besar untuk didownload ke alat tersebut, sekaligus dengan mudah membaca e-book tersebut. Pada saat membaca e-book menggunakan Kindle, pengguna dapat melakukan text highlight, menambah catatan pribadi dan lookup informasi terkait melalui internet. Pada saat peluncurannya terdapat 90.000 pilihan buku.</p>
<p>Mungkin beberapa tahun yang lalu alat seperti ini baru muncul di beberapa film bertema science-fiction. Tetapi tahun 2008 kurang lebih 500.000 unit kindle terjual. Tahun 2009 Citi Investment Research membuat estimasi penjualan Kindle akan naik menjadi 1.027.000 unit dan pada tahun 2010 menjadi 3.533.000 unit.</p>
<p>Jadi dibandingkan dengan penjualan iPod pada tahun 2008 dan estimasi tahun 2009, maka penjualan Kindle telah melampaui iPod. Tetapi pada tahun 2010 penjualan iPod diestimasikan akan kembali mengungguli Kindle. Walaupun masih ada yang meragukan estimasi penjualan Kindle pada tahun 2009 dan 2010 akan meningkat setajam itu, tetapi penjualan tahun 2008 sudah menunjukkan angka yang fantastis. Perlu diketahui harga Kindle masih tergolong mahal. Versi pertama Kindle dijual dengan harga USD 350 – 379 pada tahun 2008, bandingkan dengan iPod Shuffle yang ‘hanya’ USD 99.  Harga Kindle diprediksikan akan terus turun seiring kencangnya adoption rate Kindle di pasar. Harga rata-rata per buku (USD 9.99) juga lebih tinggi dari harga per lagu di iTunes.</p>
<p>Walaupun secara fungsional Kindle dan iPod mempunyai diferensiasi, tetapi ada beberapa karakter di antara keduanya yang mirip. Keduanya adalah ‘player’ yang dilengkapi akses yang mudah ke konten. Salah satu faktor yang membuat iPod perkasa adalah ekosistem yang dikembangkan. Ekosistem iPod (ada juga yang menyebut ekosistem iTunes) adalah ekosistem antara iPod, iTunes, internet dan jaringan content provider. Bahkan ekosistem ini terus berkembang, dengan bergabungnya radio melalui layanan iTunes tagging dan produsen aksesori iPod. iTunes tagging memungkinkan pendengar radio untuk secara lanngsung memperoleh informasi mengenai lagu yang didengarnya di HD Radio Receiver, transfer info tersebut ke iPod, masuk ke playlist di iTunes di mana kita bisa memperoleh preview, membeli dan mengunduh lagu tersebut.</p>
<p>Pertanyaannya adalah bagaimana Kindle mampu menjawab keraguan sebagian pengamat terhadap estimasi pertumbuhan penjualannya? Apakah dengan menurunkan harga yang masih jauh lebih tinggi dari iPod, membuat variasi produk yang lebih banyak yang disesuaikan dengan beberapa karakteristik komunitas penggunanya, atau membangun ekosistem yang lebih luas dan kuat seperti iPod?</p>
<p>Bagaimana menurut Anda, please share your thoughts @ http://bmarketer.wordpress.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[New Blog Release]]></title>
<link>http://iqbalali.com/2009/06/14/new-blog-realese/</link>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:21:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>IqbalAli</dc:creator>
<guid>http://iqbalali.com/2009/06/14/new-blog-realese/</guid>
<description><![CDATA[Telah hadir blog baru yang insyaAllah juga sangat berguna, khusunya bagi anda sekalian yang interest]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-663" title="SMILE" src="http://mochammadiqbal.wordpress.com/files/2009/06/smile.jpg?w=150" alt="SMILE" width="125" height="94" />Telah hadir <a href="http://tunas2peneliti.worpress.com">blog baru</a> yang insyaAllah juga sangat berguna, khusunya bagi anda sekalian yang interest dengan dunia biology, lingkungan dan konservasi&#8230;..</p>
<p>silahkan kunjungi di www.tunas2peneliti.wordpress.com</p>
<p>Blog ini merupakan sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang telah di lakukan oleh teman-teman kita dari SMAN 2 Malang, SMAN 9 Malang, SMA Lab UM dan SMA Salahudin Malang.</p>
<p>Blog ini berisi tentang hasil tugas mereka pada mata pelajaran Biologi tema Ekosistem yang diselenggarakan dengan menggunakan metode Pembelajaran PBP (Pembelajran Berbasis proyek) dan di bimbing oleh Guru-guru praktikan dari Jurusan Biologi universitas Negeri Malang</p>
<p>Blog ini bermaksud untuk mengajak sekalian pembaca semua untuk mulai berfikir dan turut berpaertisipasi di dalam melestarikan lingkungan khususnya lingkungan sungai….</p>
<p>Tak perlu tunggu waktu ceck it out sekarang juga dan tinggalkan koment di sana&#8230;&#8230;..tenntang pandangan anda terhadap ekosistem khususnya konservasi ekosistem sungai&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Halangi Rencana Allah]]></title>
<link>http://lapotimus.wordpress.com/2009/06/12/jangan-halangi-rencana-allah/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 15:42:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>lapotimus</dc:creator>
<guid>http://lapotimus.wordpress.com/2009/06/12/jangan-halangi-rencana-allah/</guid>
<description><![CDATA[Keluaran 7: 14 – 25 Teriakan umat Allah minta tolong karena perbudakan Mesir telah sampai kepada All]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Keluaran 7: 14 – 25 Teriakan umat Allah minta tolong karena perbudakan Mesir telah sampai kepada All]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengolah Limbah Rumah Tangga]]></title>
<link>http://agungnuansapadoe.wordpress.com/2009/06/11/mengolah-limbah-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 13:48:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>agungnuansapadoe</dc:creator>
<guid>http://agungnuansapadoe.wordpress.com/2009/06/11/mengolah-limbah-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[Dengan kemajuan bioteknologi seperti sekarang ini, kiranya tidak terlalu sulit lagi bagi kita untuk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://foto.detik.com/images/content/2007/11/06/157/sampah1.jpg" alt="limbah rumah tangga" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kemajuan bioteknologi seperti sekarang ini, kiranya tidak terlalu sulit lagi bagi kita untuk mengupayakan <span style="text-decoration:underline;">pengolahan limbah rumah tangga</span> sendiri, Dengan lebih baik dan lebih produktif.Mungkin kalau Anda bekerja di bidang perikanan, pertanian, peternakan, atau perkebunan, Anda tidak asing lagi dengan sebuah teknologi pengolahan limbah yang memanfaatkan jasa mikroorganisma-mikroorganisma pengurai, khususnya yang berhubungan dengan amoniak, nitrit, H2S, dan sejenisnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Contoh paling sederhana dan jelas mengenai mekanisme penguraian ini adalah sebuah ekosistem di akuarium yang lengkap. Dalam pelajaran biologi untuk sekolah menengah saat ini telah dijelaskan sekilas mengenai hal ini, namun demikian barangkali ada yang kurang memperhatikan topik tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">
Secara umum dan singkat, <span style="text-decoration:underline;">mata rantai</span> di dalam akuarium dapat digambarkan seperti ini: ikan-ikan (atau individu-individu lain sejenisnya) memproduksi sisa metabolisme mereka yang berupa kotoran, dan sisa pakan, atau selaput lendir yang terkelupas, yang akan diuraikan oleh mikroorganisma pengurai yang bertugas menanganinya menjadi amoniak (NH3). Oleh bakteri-bakteri amoniak tersebut akan diuraikan menjadi nitrit (NO2), yang pada gilirannya akan diuraikan oleh bakteri lain menjadi nitrat (NO3). Sampai di sini nitrat tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh organisma yang berupa tanaman, termasuk jenis-jenis lumut (algae), selain jenis-jenis tanaman yang lebih besar. Dengan cara inilah keseimbangan ekosistem di dalam akuarium itu dapat bertahan, kestabilan kualitas air terjaga, dan kehidupan individu-individu yang ada di dalamnya dapat berlangsung dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--><br />
Dalam contoh tersebut bisa kita lihat dengan jelas besarnya peranan mikroorganisma (<em>yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang itu</em>) dalam memelihara keseimbangan ekosistem. Hal tersebut sebenarnya juga berlaku bagi keseimbangan ekosistem di lingkungan lain, seperti misalnya pekarangan kita, atau septik tank.<br />
Seringkali kita kurang memperhatikan apa saja yang telah kita masukkan atau kita tebarkan ke dalam tempat-tempat penting yang sering dianggap kotor tersebut. Kita lupa bahwa tempat &#8216;<em><strong>kotor</strong></em>&#8216; tersebut justru yang menjaga agar lingkungan kita menjadi &#8216;bersih&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">
Seringkali tanpa kita sadari kita telah memiliki kebiasaan yang justru dapat mengganggu keseimbangan lingkungan tersebut, misalnya saja: memasukkan sabun cuci (deterjen) atau karbol wangi ke lubang WC, membuang sisa sabun, bensin, atau apa pun yang bersifat racun dan bisa membunuh semua mikrorganisma (<em>termasuk yang menguntungkan</em>) ke tanah pekarangan kita, dsb. Semua tindakan tersebut, khususnya kalau terjadi secara rutin, akan mengganggu keseimbangan lingkungan, dan pada gilirannya akan menyebabkan terjadinya gangguan-gangguan yang serius pada lingkungan hidup kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
Bagaimana mengatasinya?<br />
Syukurlah, saat ini telah beredar beberapa produk dalam negeri (<em>dan tentu ada pula yang impor</em>), yang memang bertujuan untuk mengatasi masalah ini. Produk-produk tersebut biasanya dijual dalam bentuk serbuk (hanpir seperti pupuk kandang), ada pula yang dikemas dalam sebuah kotak. Terdapat pula beberapa produk untuk akuarium dalam bentuk cair. Pemakaiannya cukup irit, dan harganya pun tidak meguras kantong, hanya seharga Anda membeli pupuk untuk tanaman. Salah satu contoh (<em>yang pernah saya gunakan</em>) adalah sebuah produk bernama &#8216;<em><strong>Star Bio Plus</strong></em>&#8216;, seratus persen hasil produksi anak bangsa. Dengan demikian septik tank Anda akan lebih terjaga, pekarangan Anda tetap subur (atau bahkan &#8216;menjadi&#8217; subur), dan siapa tahu Anda bisa berjualan kompos?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harimau Sumatra di Aceh Terancam Punah]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/06/09/harimau-sumatra-di-aceh-terancam-punah/</link>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 11:51:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>SAMAN UI</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/06/09/harimau-sumatra-di-aceh-terancam-punah/</guid>
<description><![CDATA[gambar dari duniaveteriner.wordpress.com Populasi Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) di Prov]]></description>
<content:encoded><![CDATA[gambar dari duniaveteriner.wordpress.com Populasi Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) di Prov]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengukuran Laju Pengendapan Dalam Penentuan Toleransi Penambangan Sirtu Di DAS Lukulo Jawa Tengah]]></title>
<link>http://puguhdraharjo.wordpress.com/2009/05/29/pengukuran-laju-pengendapan-dalam-penentuan-toleransi-penambangan-sirtu-di-das-lukulo-jawa-tengah/</link>
<pubDate>Fri, 29 May 2009 03:34:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>puguhdraharjo</dc:creator>
<guid>http://puguhdraharjo.wordpress.com/2009/05/29/pengukuran-laju-pengendapan-dalam-penentuan-toleransi-penambangan-sirtu-di-das-lukulo-jawa-tengah/</guid>
<description><![CDATA[Watershed is unity region of ecosystem limited by topographic and functioning as compiler, dealer of]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-579" title="puguh dwi raharjo .bumi" src="http://puguhdraharjo.wordpress.com/files/2009/09/puguh-dwi-raharjo-bumi.gif" alt="puguh dwi raharjo .bumi" width="77" height="77" />Watershed is unity region of ecosystem limited by topographic and functioning as compiler, dealer of the water along with sediment element in river system. Lukulo Watershed broadly 676 km2,  Rainfall in upperstream watershed have range from 2500 mm/year until 3250 mm/year, and shares of downstream watershed rainfall more or less 2600 mm/year. At rain season discharge of Lukulo river is mounting sharply and very small when dry season. Erosion, sedimentation, floods, dan water availability relevant with physical and socio-cultur factor. Lukulo Watershed located in central java in which experiencing of environmental degradation, the sedimentation of lukulo river is exploited and resulting imbalance of  watershed. The Indication of Lukulo Watershed damage is watched from height level of sedimentation and erosion. This research target to determine mining of sands, so that balance of sands availability and   maximal minings of sands (sirtu) can be observe. Method which used in this research is survey and measurement of sediment, that is with intake of water sampel concidering load suspended and also measurement of river discharge every sub watershed. Parameter for sedimentation measurement is concentration of suspended sediment Cs (mg/l), discharge Q (m3/detik) and discharge of suspended sediment Qs (gr/detik). Method which used in this research is survey and measurement of sedimentation, that is with intake of water sampel concidering load suspended and also measurement of river discharge every sub watershed.Parameter for sedimentation measurement is concentration of suspended sediment Cs (mg/l), discharge Q (m3/detik) and discharge of suspended sediment Qs (gr/detik). From the research result can know that daily sediment load in Lukulo upstream wathersed at the rains October &#8211; November equal to 1.438,36 ton/day, while sediment load in one year equal to 194,43 ton/Hectare/year.</p>
<p style="text-align:justify;">DAS merupakan suatu kesatuan wilayah ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan fungsi yang menyusunnya, menyalurkan air dan elemen sedimen pada sistem sungai. DAS lukulo mempunyai luasan sebesar 676 km2, curah hujan di daerah hulu mencapai 2500 – 3250 mm/tahun, dan kurang dari 2600 di daerah hilir. Pada musim penghujan di DAS Lukulo mempunyai debit yang sangat tinggi dan ketika musim kemarau debit yang terjadi sangat kecil. Erosi, sedimentasi, ketersediaan air sangat berhubungan dengan kondisi fisik sosial dan budaya masyarakat. DAS lukulo ini berada di Jawa tengah yang merupakan salah atu DAS yang telah mengalami degradasi lingkungan, eksploitasi sedimen mengakibatkan ketidakseimbangan DAS. Indikasi dari kerusakan DAS Lukulo dilihat dari sudut pandang tingkat erosi dan sedimentai yang terjadi. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui toleransi penambangan (sirtu) di DAS Lukulo dengan tingkat erosi dan sedimentasi yang terjadi. Metode yang digunakan adalah survei dan pengukuran aspek-aspek erosi dan sedimentasi serta pengambilan sampel di DAS anak sungai DAS Lukulo pada saat terjadi konsentrasi tinggi.  Parameter dari sedimentasi  yang diukur adalah konsentrasi sedimen suspended Cs (mg/l), debit Q (m3/detik) dan Debit Sedimen Qs (gr/detik). Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sedimen load per hari di DAS lukulo hulu pada hujan bulan Oktober &#8211; November sebesar 1.438,36 ton/day, sedimen load dalam satu tahun sebesar 194,43 ton/Hectare/year.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat ini kondisi lingkungan hulu DAS Lukulo telah mengalami degradasi. Tingkat degradasi tersebut ditandai oleh besarnya fluktuasi debit sungai  antara musim hujan dengan kemarau, terjadinya perubahan tata guna lahan, menipisnya permukaan tanah, terbentuknya selokan/parit alami, perubahan vegetasi, kekeruhan dan pengendapan sedimen di sungai, terjadinya gerakan tanah serta kurang tersedianya sumber daya air pada musim kemarau. Tingginya pengendapan pada Sungai Lukulo telah dimanfaatkan melalui aktivitas penambangan pasir dan batu (sirtu), hal tersebut berakibat pada kerusakan lingkungan terutama terjadinya erosi dan gerakan tanah pada tebing sungai, serta terbentuknya lubang-lubang bekas penambangan yang membahayakan. Tingkat kerusakan DAS Lukulo  juga dapat dilihat dari tingkat pengendapan pasir dan batu yang mengindikasikan tingginya tingkat erosi pada bagian hulu DAS.</p>
<p style="text-align:justify;">Analisa laboratorium dilakukan untuk mengetahui jenis dan besarnya pengendapan, sampel yang digunakan dalam analisis ini terdiri dari 6 lokasi di muara anak-anak sungai Lukulo bagian hulu dan 1 lokasi di sungai induk Lukulo di Bendung kaligending. per lokasi berkisar antara 10 – 15 sample air tergantung dari penurunan tinggi muka air antara  3 – 5 cm.</p>
<p style="text-align:justify;">Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain berupa ; meteran 50 meter, digunakan untuk mengukur lebar penampang basah sungai ; s<em>topwatch</em>, digunakan untuk mengukur waktu aliran/arus air sungai ; s<em>uspended sediment sampler</em> ; botol<em> sampling</em> ; kertas filter, digunakan untuk menyaring sampel sedimen melayang ; oven pengering, digunakan untuk mengeringkan sampel sedimen melayang ; GPS (<em>Global Positioning System</em>), digunakan dalam menentukan posisi data dan sample diambil ; Peta RBI Digital Skala 1:25.000 (Bakosurtanal) lembar Karangsambung ; kalkulator, digunakan untuk menghitung data hasil pengukuran ; seperangkat alat komputer dan printer.</p>
<p style="text-align:justify;">Parameter – parameter yang diukur untuk keperluan dalam analisis ini, yaitu konsentrasi sedimen melayang/<em>concentration of suspended sediment </em>Cs (mg/l), debit limpasan air sungai/<em>discharge </em>Q (m3/detik) dan debit sedimen melayang/<em>discharge of suspended sediment </em>Qs (gr/detik). Beberapa tahapan untuk menentukan nilai – nilai Q, Cs, dan Qs menggunakan rumus sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Analisis Beban Endapan Layang (BEL) dilakukan dengan cara penentuan konsentrasi yang dihitung dengan memakai persamaan sebagai berikut (Chow,1964) :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em><strong>Cs = <span style="text-decoration:underline;">G2 – G1 </span>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. (1)</strong></em></p>
<p style="text-align:left;padding-left:210px;"><em><strong>V</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:120px;">Keterangan :</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:180px;">Cs = konsentrasi sedimen (mg/liter)</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:180px;">G1 = berat kertas filter (mg)</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:180px;">G2= berat sedimen dan kertas filterdalam kondisi kering (mg)</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:180px;">V   = volume contoh sedimen (liter)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Debit Limpasan Air Sungai (DLAS) diperoleh dengan cara pengukuran luas penampang basah limpasan air sungai dan kecepatan limpasan air sungai pada masing-masing seksi tempat pengukuran dan pengambilan contoh yang telah ditentukan, yang perhitungannya menggunakan persamaan umum DLAS (Chow, 1959) yaitu :</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Q = V A&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. (2)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:120px;">Keterangan :</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:150px;">Q = debit limpasan air sungai (m<sup>3</sup>/detik)                        A = luas penampang basah</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:150px;">V = kecepatan limpasan air sungai (m<sup>3</sup>/detik)             limpasan air sungai (m<sup>2</sup>)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Prediksi laju pengendapan dapat diprediksi dengan menggunakan persamaan debit sedimen Qs (gram/detik), adapun persamaan umum hubungan keeratan antara Q dan Qs (Gregory and Walling, 1976) yaitu:</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Qs = Q Cs ……………………………………………….. (3)</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:150px;">Keterangan :</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:240px;">Qs = debit sedimen air sungai (gr/detik) Cs = konsentrasi sedimen (mg/liter)</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:240px;">Q = debit limpasan air sungai (m3/detik)</p>
<p style="text-align:justify;">Material dasar yang terdapat di sepanjang saluran Sungai Lukulo menggambarkan bahwa telah terjadi proses-proses agradasi (erosi dan gerakan massa tanah/batuan) yang intensif di daerah hulu. Pengendapan yang berlebih di sepanjang saluran sungai akan mengakibatkan berkurangnya kapasitas saluran sungai. Proses agradasi yang mempunyai laju lebih besar daripada laju pembentukan tanah akan mengakibatkan timbulnya lahan-lahan di daerah hulu yang mempunyai ketebalan tanah tipis dengan sifat-sifat yang kurang dapat mendukung untuk kegiatan produksi. Dari sudut hidrologis keberadaan lapisan tanah yang tipis dalam jumlah yang besar akan menyebabkan problem banjir yang serius di daerah hilir karena sebagian besar hujan akan langsung menjadi aliran permukaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Daerah hulu Sungai Lukulo telah berkembang menjadi daerah permukiman pedesaan dengan hampir seluruh penduduknya menggantungkan pada sektor pertanian. Seiring dengan perkembangan jumlah penduduknya maka lahan pertanian yang tersedia menjadi semakin terbatas. Kerusakan lahan sebagai konsekuensi pemanfaatan lahan-lahan marginal hampir tidak dapat dihindari. Hilangnya lapisan tanah atas karena erosi akan menyebabkan produktivitas tanah semakin menurun, selain itu dengan banyaknya tanah tergerus erosi akan meningkatkan muatan sedimen pada aliran sungai dan selanjutnya muatan sedimen ini akan diendapkan pada bendung sungai, sehingga akan lebih cepat mengalami pendangkalan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-166" title="puguh dwi raharjo. sedimentasi DAS Lukulo Hulu" src="http://puguhdraharjo.wordpress.com/files/2009/06/puguh-dwi-raharjo-sedimentasi-das-lukulo.jpg?w=300" alt="puguh dwi raharjo. sedimentasi DAS Lukulo Hulu" width="443" height="137" /></p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hasil perhitungan debit aliran dan data tinggi muka air yang tercatat dalam pengukuran 5 menitan pada waktu banjir, di outlet sub DAS Lukulo hulu , maka dapat dibuat suatu hubungan antara debit aliran dengan tinggi muka air, yang disebut rating curve. Hasil perhitungan tinggi muka air dan debit dari sub DAS Lukulo hulu yang terdiri dari 6 anak sungai yaitu Sungai. Maetan, Sungai Loning, Sungai Lokidang, Sungai Mondo, Sungai Cacaban dan Sungai Gebang telah diterapkan dalam bentuk grafik yang dapat  dilihat pada gambar diatas. Adapun persamaan debit aliran dapat dilihat pada persamaan masing-masing sungai diatas. Dari hasil ploting dan perhitungan debit yang dituangkan dalam bentuk grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa umumnya hubungan antara tinggi muka air dan debit di sub DAS Lukulo hulu membentuk garis eksponensial , hal ini berarti bahwa semakin tinggi muka air sungai semakin besar debit yang dihasilkan secara eksponenensial. Sebagai contoh di Sungai Maetan TMA (0,6m) debit 20 m3/det, sedangkan pada TMA ( 1,2m) sekitar 110 m3/det, karena dengan naiknya tinggi muka air luas perimeter basah akan bertambah luas dan debit bertambah cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan dari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa muatan sedimen terbesar terdapat pada Sungai Gebangan, Cacaban dan Sungai loning yaitu sebesar 96,43 ton/Ha/th, 65,65 ton/Ha/th dan 45,96 ton/Ha/th. Hal ini sesuai dengan perkiraan perhitungan hasil erosi di daerah tersebut merupakan daerah yang mempunyai erosi yang  termasuk kelas berat. Sedangkan laju pengendapan terkecil di sungai Mondo dan sungai Maetan hal ini dapat diperkirakan karena di daerah tersebut hulu sungainya masih mempunyai hutan yang cukup baik sehingga masih dapat untuk menyimpan air tanah dengan cukup baik. Jumlah total muatan sedimen di setiap sub DAS (Maetan, Loning, Lokidang, Mondo, Cacaban dan Gebangan) adalah 278,68 ton/ha/th, tetapi muatan sedimen yang di ukur pada outlet sungai DAS Lukulo hulu yang terdapat di Bendung Kaligending hanya sekitar 194,43 ton/ha/th maka masih ada selisih sekitar 84,25 ton/ha/th, ini diperkirakan karena banyak yang mengendap di perjalanan air dari hulu ke Kaligending.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERLADANGAN BERPINDAH:  Bentuk Pertanian Konservasi Pada Wilayah Tropis Basah]]></title>
<link>http://borneojarjua2008.wordpress.com/2009/05/28/perladangan-berpindah-bentuk-pertanian-konservasi-pada-wilayah-tropis-basah/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 16:29:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>HE. Benyamine</dc:creator>
<guid>http://borneojarjua2008.wordpress.com/2009/05/28/perladangan-berpindah-bentuk-pertanian-konservasi-pada-wilayah-tropis-basah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: HE. Benyamine Pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) dibutuhkan suatu kearifan dan menjaga keseimba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: HE. Benyamine Pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) dibutuhkan suatu kearifan dan menjaga keseimba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penebangan Liar]]></title>
<link>http://trianugrah.wordpress.com/2009/05/28/penebangan-liar/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 10:36:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>trianugrah</dc:creator>
<guid>http://trianugrah.wordpress.com/2009/05/28/penebangan-liar/</guid>
<description><![CDATA[Di negriku indonesia ini sudah marak-maraknya pembalakan liar hutan di indonesia ini &#8230;&#8230;.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di negriku indonesia ini sudah marak-maraknya pembalakan liar hutan di indonesia ini &#8230;&#8230;..yang sangat meresahkan seluruh dunia, yang paling utama adalah masyarakat indonesia yang sangat resah akibat adanya pembalakan liar&#8230;..!!</p>
<p>di bawah ini adalah gambar hutan yang telah rusak akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab :</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.ranesi.nl/images/assets/11573117" alt="" width="384" height="309" /></p>
<p>Dengan semakin banyaknya pembalak-pembalak liar yang tidak bertanggung jawab&#8230;karena dengan pembalakan liar ini hutan di indonesia semakin menipis. Dengan semakin menipisnya hutan di indonesia ini kesetimbangan ekosistem alam jadi terganggu, sehingga mahluk hidup tidak bisa lagi hidup dengan seperti biasanya.</p>
<p>Selain itu pemanasan globalpun  semakin terus meningkat dengan terus menerusnya pembalakan-pembalakan</p>
<p>Di negriku indonesia ini sudah marak-maraknya pembalakan liar hutan di indonesia ini &#8230;&#8230;..yang sangat meresahkan seluruh dunia, yang paling utama adalah masyarakat indonesia yang sangat resah akibat adanya pembalakan liar&#8230;..!!</p>
<p>Dengan semakin banyaknya pembalak-pembalak liar yang tidak bertanggung jawab&#8230;karena dengan pembalakan liar ini hutan di indonesia semakin menipis. Dengan semakin menipisnya hutan di indonesia ini kesetimbangan ekosistem alam jadi terganggu, sehingga mahluk hidup tidak bisa lagi hidup dengan seperti biasanya.</p>
<p>Selain itu pemanasan globalpun  semakin terus meningkat dengan terus menerusnya pembalakan-pembalakan, sudak bisa di bilang dunia ini sudah terkena dampaknya paling besar dari pembalakan liar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang banyak merugikan mahluk hidup yang ada di bumi ini.</p>
<p>Selain itu juga pembalakn liar pun sangat erugukan kota-kota besar contohnya saja kota Jakarta yang selalu menjadi langganan banjir setiap hujan turun, karena peresapan air menjadi terganggu sehingga peresapan air pun menjadi terhambat…….dari itu ayo kita galakan penanaman pohon dan selamatkan bumi ini…..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
