<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>embun &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/embun/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "embun"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 18:19:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mendung Pagi dan Elegy]]></title>
<link>http://dfoenism.wordpress.com/2009/11/25/mendung-pagi-dan-elegy/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 02:41:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>dfoenism</dc:creator>
<guid>http://dfoenism.wordpress.com/2009/11/25/mendung-pagi-dan-elegy/</guid>
<description><![CDATA[Pusing berputar di kepala serasa ingin didekap lelap lagi. Pagi ini suram, mendung. Sepertinya langi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pusing berputar di kepala serasa ingin didekap lelap lagi. Pagi ini suram, mendung. Sepertinya langit akan menangisi bumi lagi, alam akan kembali kelam, membuat aku malas untuk melanjutkan hari. Kantuk terasa masih lengket, makin lengket lagi karena atmosfer ini, menyakitkan jiwa melemahkan tubuh dan menurunkan semangat dengan drastis. Aku lirik lagi tempat tidur yang nikmat.</p>
<p>Lalu tanpa sadar, aku dibawa melintasi masa. Disana, di sebuah jalan kecil yang becek, kulihat seorang remaja laki-laki mengayuh sepeda <em>ontel</em>nya yang usang. Sepedanya berembun, basah. Ternyata mendung yang menggelayut manja di atas kepalanya telah berubah menjadi tetesan-tetesan kecil rapat yang membasahi rambutn tebalnya, menyuruh matanya menyipit, membuat seragam putih abu-abunya <em>kebes</em>. Ia terlihat basah dan kumuh. Tapi pagi itu si anak tak memedulikan keadaan dan tetap mengayuh berat sepedanya melawan air yang menggenangi jalan, mengatasi angin yang menderu dari arah berlawanan.</p>
<p>Hingga tiba ia di sebuah pertigaan, disambut seorang temannya yang juga bersepeda dari arah yang berbeda. Gadis itu tersenyum, menemani <em>kekuyuban</em> si remaja, jaket oranye yang dipakainya untuk melindungi tubuh dari dingin terlihat lebih tua. Baru beberapa puluh meter mereka beriringan mengayuh, terdengar suara berseru seorang gadis lainnya dari simpangan lainnya. Ia mengayuh sepedanya dengan susah payah mengimbangi laju mereka berdua, rambut kuncir kudanya sudah agak layu karena basah.</p>
<p>Si remaja merasa senang dan tenang dengan kehadiran teman-teman <em>sepersepedaannya</em> itu. Ia lebih menikmati hujan yang membasuh muka lusuhnya, tak lagi ia mengayuh cepat-cepat. Temannya telah membuatnya berada.</p>
<p>Saat melewati rel kereta api, mereka bertemu seorang teman laki-laki yang sedang berteduh di bawah tenda warung. Melihat mereka, ia tertular keriangannya, hingga memutuskan untuk ikut merasakan kegembiraan meraka akan hujan, menjalani perjuangan menuju sekolah.</p>
<p>Asyiknya mereka berempat bersepeda hingga tanpa sadar telah sampai di pintu gerbang sekolah. Begitu sampai di parkiran, mereka berjanji untuk bersepeda bersama lagi melawan hujan. Awan pun tampak merestui niat mereka. Ia tak menghentikan hujannya hingga siang harinya, saat mereka pulang sambil membawa bekal baru.</p>
<p>Tiba-tiba aku tersedot kembali ke masa kini, merasakan semangat mereka, kembali mengaliri urat nadi. Kakiku kini melangkah turun menapak lantai, meninggalkan tempat tidur yang akan dengan setia menungguku hingga saat lelah tiba petang nanti. Aku kemudian sadar, mengenali wajah si remaja lusuh tadi.</p>
<p>Mukanya sama dengan mukaku.</p>
<p style="text-align:right;">dfoe, November 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BUNDA]]></title>
<link>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/19/bunda/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 15:28:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>MUHAMMAD SAROJI</dc:creator>
<guid>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/19/bunda/</guid>
<description><![CDATA[Matahari yang kemerahan di langit barat pucat pasi disapu awan kelabu akan hujankah malam mendatang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Matahari yang kemerahan di langit barat<br />
pucat pasi disapu awan kelabu<br />
akan hujankah malam mendatang<br />
ataukah hanya mendung yang berkepanjangan<br />
menemani jiwa-jiwa terlena<br />
jiwa-jiwa pendurhaka..!</p>
<p>Maafkan Bunda<br />
sampai saat ini kebaktianku hanya tuba belaka<br />
meracuni samudra embun yang kau curahkan<br />
hingga usiamu ditelan senja<br />
hingga kulit dan daging kering kerontang<br />
di saat lisanmu yang fasih berseru Astaghfirullah Astaghfirullah di antara buah hatimu<br />
masih ada yang menusuk jantungmu<br />
bergelimang kemaksiatan<br />
berlumur noda<br />
dan tak pernah menyesal<br />
tak pernah menyesal<br />
sedikitpun.</p>
<p>Kapan Kau kan bahagia<br />
di saat buah hatimu menggelengkan kepala<br />
untuk sebuah keharuman doa&#8230;</p>
<p>Ibunda<br />
maafkan&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semangkuk Embun]]></title>
<link>http://langit11.wordpress.com/2009/11/17/semangkuk-embun/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:07:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>langit11</dc:creator>
<guid>http://langit11.wordpress.com/2009/11/17/semangkuk-embun/</guid>
<description><![CDATA[Tersesat. Tiba-tiba saja aku sudah berada di padang luas yang lengang. Tak ada petunjuk tersedia sed]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tersesat. Tiba-tiba saja aku sudah berada di padang luas yang lengang. Tak ada petunjuk tersedia sed]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mbahmu, Mbahku, Mbah kita....]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/11/10/mbahmu-mbahku-mbah-kita/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 04:55:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/11/10/mbahmu-mbahku-mbah-kita/</guid>
<description><![CDATA[Wahai sahabatku, Saat diri jauh dari kebisingan kota, saat diri terpencil di keheningan desa, di san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Wahai sahabatku, Saat diri jauh dari kebisingan kota, saat diri terpencil di keheningan desa, di san]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEBAHAGIAAN]]></title>
<link>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-3/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:47:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>MUHAMMAD SAROJI</dc:creator>
<guid>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-3/</guid>
<description><![CDATA[Pagi itu cerah sekali ketika aku baru turun dari musholla sehabis melaksanakan sholat subuh. Embun-e]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi itu cerah sekali<br />
ketika aku baru turun dari musholla sehabis melaksanakan sholat subuh. Embun-embun di pucuk daun menetes di pangkuan bumi yang lembab, mengiringi semburat kemerahan mentari pagi.<br />
Kudengar kicauan burung prenjak, burung kesukaan anakku yang kini kian tumbuh dewasa.</p>
<p>Selama ini<br />
semoga aku tak pernah menyesal<br />
membiarkan anak-anakku bermain<br />
membiarkan mereka mengekspresikan kebahagiaan sebagai anak ndeso yang jauh dari kemegahan kota metropolitan, jauh dari cumbu rayu perang, jauh dari politik adu domba para politisi.<br />
Aku biarkan mereka bermain bersama teman-teman mencari jangkrik, memancing dan mandi di kali, di iringi suara burung-burung, desir angin gunung yang semilir, ku biarkan mereka mengeja bahasa alam, alam yang masih perawan, bersama kupu-kupu mengarungi keindahan semesta.</p>
<p>Anakku,<br />
bernyanyilah di negeri yang jauh dari perang<br />
tentang damai dan kehidupan<br />
jangan biarkan prenjak terbang sendirian<br />
karena kehilangan kekasih tersayang.<br />
Janganlah kau menjadi pdmbunuh<br />
meski hanya seekor burung yang kecil<br />
karena kecil itu amat berarti<br />
karena kita juga makhluk yang kecil<br />
dan terasing.</p>
<p>Anakku<br />
bukankah kau tahu<br />
mentari datang untuk menyinari<br />
dan malam datang untuk engkau sukuri<br />
adakah hari ini engkau mengerti<br />
harapan orang tuamu setelah engkau besar nanti<br />
jangan berputus asa<br />
jangan menyerah<br />
karena dunia itu<br />
tak selebar telapak tangan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEBAHAGIAAN]]></title>
<link>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-3-2/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:47:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>MUHAMMAD SAROJI</dc:creator>
<guid>http://muhammadsaroji.wordpress.com/2009/11/09/kebahagiaan-3-2/</guid>
<description><![CDATA[Pagi itu cerah sekali ketika aku baru turun dari musholla sehabis melaksanakan sholat subuh. Embun-e]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi itu cerah sekali<br />
ketika aku baru turun dari musholla sehabis melaksanakan sholat subuh. Embun-embun di pucuk daun menetes di pangkuan bumi yang lembab, mengiringi semburat kemerahan mentari pagi.<br />
Kudengar kicauan burung prenjak, burung kesukaan anakku yang kini kian tumbuh dewasa.</p>
<p>Selama ini<br />
semoga aku tak pernah menyesal<br />
membiarkan anak-anakku bermain<br />
membiarkan mereka mengekspresikan kebahagiaan sebagai anak ndeso yang jauh dari kemegahan kota metropolitan, jauh dari cumbu rayu perang, jauh dari politik adu domba para politisi.<br />
Aku biarkan mereka bermain bersama teman-teman mencari jangkrik, memancing dan mandi di kali, di iringi suara burung-burung, desir angin gunung yang semilir, ku biarkan mereka mengeja bahasa alam, alam yang masih perawan, bersama kupu-kupu mengarungi keindahan semesta.</p>
<p>Anakku,<br />
bernyanyilah di negeri yang jauh dari perang<br />
tentang damai dan kehidupan<br />
jangan biarkan prenjak terbang sendirian<br />
karena kehilangan kekasih tersayang.<br />
Janganlah kau menjadi pdmbunuh<br />
meski hanya seekor burung yang kecil<br />
karena kecil itu amat berarti<br />
karena kita juga makhluk yang kecil<br />
dan terasing.</p>
<p>Anakku<br />
bukankah kau tahu<br />
mentari datang untuk menyinari<br />
dan malam datang untuk engkau sukuri<br />
adakah hari ini engkau mengerti<br />
harapan orang tuamu setelah engkau besar nanti<br />
jangan berputus asa<br />
jangan menyerah<br />
karena dunia itu<br />
tak selebar telapak tangan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanya]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/11/08/tanya/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:57:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/11/08/tanya/</guid>
<description><![CDATA[Saat aku masih bisa menikmati segarnya air pagi ini, membasahi tenggorokanku, Saat aku masih di beri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saat aku masih bisa menikmati segarnya air pagi ini, membasahi tenggorokanku, Saat aku masih di beri]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekasih, Belahan jiwaku]]></title>
<link>http://azhasim.wordpress.com/2009/11/06/kekasih-belahan-jiwaku-3/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 04:00:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>azhasim</dc:creator>
<guid>http://azhasim.wordpress.com/2009/11/06/kekasih-belahan-jiwaku-3/</guid>
<description><![CDATA[Kekasih, Dengarlah Dirimu bagai embun di pagi hari Yang menyejukkan kalbu di kala hati resah gelisah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kekasih,<br />
Dengarlah<br />
Dirimu bagai embun di pagi hari<br />
Yang menyejukkan kalbu di kala hati resah gelisah </p>
<p>Kekasih,<br />
Dengarlah<br />
Matamu bagaikan permata  Memancarkan cahaya<br />
Menerangi hati dalam kesendirian</p>
<p>Kekasih,<br />
Senyumlah<br />
Senyummu yang menawan<br />
Membuat hati selalu dilanda rindu </p>
<p>Kekasih,<br />
Dengarlah<br />
Cintaku padamu bagai ombak samudra<br />
Yang kan selalu bergelora  </p>
<p>Kekasih,<br />
Sayangku belahan jiwaku<br />
Cintaku padamu tak akan pernah padam </p>
<p>Kekasih, sayangku<br />
Aku cinta padamu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi -Iwan Fals]]></title>
<link>http://embun777.wordpress.com/2009/11/03/isi-rimba-tak-ada-tempat-berpijak-lagi-iwan-fals/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 13:44:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>embun777</dc:creator>
<guid>http://embun777.wordpress.com/2009/11/03/isi-rimba-tak-ada-tempat-berpijak-lagi-iwan-fals/</guid>
<description><![CDATA[Penyanyi gaek, Iwan Fals, bersuara untuk penyelamatan hutan. Apa katanya? &#8220;Hari baru datang me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penyanyi gaek, Iwan Fals, bersuara untuk penyelamatan hutan. Apa katanya? &#8220;Hari baru datang me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Engkau juga makhluk Allah Swt]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/10/28/engkau-juga-makhluk-tuhan/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 10:02:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/10/28/engkau-juga-makhluk-tuhan/</guid>
<description><![CDATA[Hujan mencurah membasahi bumi, Setetes demi setetes, lembut, halus dan beramai-ramai tetesan itu men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hujan mencurah membasahi bumi, Setetes demi setetes, lembut, halus dan beramai-ramai tetesan itu men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Persahabatan]]></title>
<link>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/19/kisah-persahabatan/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 06:27:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nachelle</dc:creator>
<guid>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/19/kisah-persahabatan/</guid>
<description><![CDATA[Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki Tua di Serambi Mesjid]]></title>
<link>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/14/lelaki-tua-di-serambi-mesjid/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 10:38:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nachelle</dc:creator>
<guid>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/14/lelaki-tua-di-serambi-mesjid/</guid>
<description><![CDATA[Jalannya tertatih menapaki beberapa anak tangga masjid, di setiap anak tangga ia berhenti untuk meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jalannya tertatih menapaki beberapa anak tangga masjid, di setiap anak tangga ia berhenti untuk meng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Lima Jari ]]></title>
<link>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/14/kisah-lima-jari/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 10:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nachelle</dc:creator>
<guid>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/14/kisah-lima-jari/</guid>
<description><![CDATA[Kelima jari terdiri dari Jempol, Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis, dan Kelingking. Si Jempol berban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kelima jari terdiri dari Jempol, Telunjuk, Jari Tengah, Jari Manis, dan Kelingking. Si Jempol berban]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memotret Embun!]]></title>
<link>http://budiuzie.wordpress.com/2009/10/07/memotret-embun/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 23:57:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Budi</dc:creator>
<guid>http://budiuzie.wordpress.com/2009/10/07/memotret-embun/</guid>
<description><![CDATA[Mendengar kata embun ajah, biasanya hati sudah sejuk dingin,,,cool! karena memori kita langsung meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mendengar kata embun ajah, biasanya hati sudah sejuk dingin,,,cool! karena memori kita langsung menggambarkan embun sebagai butiran-butiran air nan jernih yang menempel di dedaunan di pagi hari yang masih sejut&#8230;.pokoknya kesan sejuk langsung datang&#8230;.</p>
<p>Nah, kalau anda hobi fotografi,,,tentunya kita juga menginginkan foto embun yang memberi kesan seperti itu dong&#8230;foto embun harus tampil dan memberikan emosi yang cool bagi pemirsanya&#8230;setuju?</p>
<p>Caranya bagaimana?</p>
<p>Yang pertama, kita harus bangun pagi dulu!! hehe&#8230; karena kalo kesiangan embunnya sudah hilang.</p>
<p>Yang kedua, sebaiknya gunakan kamera yang punya fasilitas makro&#8230;karena kita ingin menampilkan embun dengan pembesaran yang memadai, agar embun bisa menjadi titik perhatian utama dalam foto kita&#8230;.bagaimana kalau tidak ada fasilitas makro? ya,,,agak sulit&#8230;walaupun bisa saja.  kita cropping hasil foto agar embun menjadi dominan,,tapi kualitas foto akan menurun drastis&#8230;.</p>
<p>Yang Ketiga&#8230;gunakan Tripod!</p>
<p>Yang Keempat&#8230;lakukan banyak pemotretan,,,dengan ruang tajam yang besar (pilih program makro atau landscape)</p>
<p>Yang ke lima&#8230;.lakukan terus motretnya,,,jangan cuman sekali ajah&#8230;he.h.e..</p>
<p>Selamat bangun pagi dan memotret embun!</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-608" title="DSC_4850" src="http://budiuzie.wordpress.com/files/2009/10/dsc_4850.jpg?w=300" alt="DSC_4850" width="300" height="199" /> <img class="alignnone size-medium wp-image-609" title="DSC_5373" src="http://budiuzie.wordpress.com/files/2009/10/dsc_5373.jpg?w=300" alt="DSC_5373" width="300" height="210" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-610" title="dua-bunga" src="http://budiuzie.wordpress.com/files/2009/10/dua-bunga.jpg?w=300" alt="dua-bunga" width="300" height="203" /></p>
<p>seger banget yah ngeliat embun&#8230;hayoo giliran anda sekarang yang membuat&#8230;</p>
<p>Ingin belajar fotografi online? kunjungi portal fotografi saya di <a href="http://fotoindah.com/">http://fotoindah.com/?id=tes</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ADAB MENDENGAR AZAN ]]></title>
<link>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/02/adab-mendengar-azan/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 03:19:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nachelle</dc:creator>
<guid>http://nachrell.wordpress.com/2009/10/02/adab-mendengar-azan/</guid>
<description><![CDATA[Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa Dan waktunya Yang tidak Kita ketahui. Coba Kita mati.. Menga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa Dan waktunya Yang tidak Kita ketahui. Coba Kita mati.. Menga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Untukmu...]]></title>
<link>http://isnanamaxu.wordpress.com/2009/09/29/untukmu/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 12:01:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>isnanamaxu</dc:creator>
<guid>http://isnanamaxu.wordpress.com/2009/09/29/untukmu/</guid>
<description><![CDATA[Have you ever loved somebody so much it makes you cry? Have you ever needed something so bad you can]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Have you ever loved somebody so much it makes you cry? Have you ever needed something so bad you can]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ramadhan dan Pasca Ospek FE UB]]></title>
<link>http://fajarembun.wordpress.com/2009/08/21/ramadhan-dan-pasca-ospek-fe-ub/</link>
<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 16:11:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>fajarembun</dc:creator>
<guid>http://fajarembun.wordpress.com/2009/08/21/ramadhan-dan-pasca-ospek-fe-ub/</guid>
<description><![CDATA[Benar-benar terasa Ramadhan tahun ini. Walaupun berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena harus kuliah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Benar-benar terasa Ramadhan tahun ini. Walaupun berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena harus kuliah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Embun ~ The Moon]]></title>
<link>http://embun777.wordpress.com/2009/08/17/embun-the-moon/</link>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 15:00:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>embun777</dc:creator>
<guid>http://embun777.wordpress.com/2009/08/17/embun-the-moon/</guid>
<description><![CDATA[Lagu Embun tanpa 777 dari &#8220;The Moon&#8221; hadooh.. Vocalisnya cakep abis.. *kek gw dikiit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lagu Embun tanpa 777 dari &#8220;The Moon&#8221; hadooh.. Vocalisnya cakep abis.. *kek gw dikiit]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daftar Lagu-lagu Plagiat Versi Muhammad Rizki Fadillah]]></title>
<link>http://mrizkifadillah.wordpress.com/2009/08/07/daftar-lagu-lagu-plagiat-versi-muhammad-rizki-fadillah/</link>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 13:34:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>muhammadrizkifadillah</dc:creator>
<guid>http://mrizkifadillah.wordpress.com/2009/08/07/daftar-lagu-lagu-plagiat-versi-muhammad-rizki-fadillah/</guid>
<description><![CDATA[Daftar Lagu-lagu Plagiat Versi Muhammad Rizki Fadillah. Hasil mungkin akan berbeda pada setiap orang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Daftar Lagu-lagu Plagiat Versi <a href="http://mrizkifadillah.wordpress.com">Muhammad Rizki Fadillah</a>.</p>
<p>Hasil mungkin akan berbeda pada setiap orang.</p>
<p>Silahkan dibandingin.</p>
<p>1. Vierra &#8211; Bersamamu = Dewi Lestari feat. Aqi &#8220;Alexa&#8221; &#8211; Peluk (emang gak mirip-mirip amat sih. Tapi coba bandingin suara piano/keyboard-nya)</p>
<p>2. Janji Band &#8211; Teman Biasa = D&#8217;Star &#8211; Jago Selingkuh (reff mirip)</p>
<p>3. D&#8217;Masiv &#8211; Jangan Menyerah = Peterpan &#8211; Semua Tentang Kita (orang-orang bilang sih mirip sama lagunya Muse, tapi menurut saya lebih mirip sama lagunya Peterpan)<br />
<!--more--><br />
4. Radja &#8211; Gak Ada Waktu &#8211; T2 &#8211; Malu-malu Dong (parah banget plagiatnya)</p>
<p>5. The Moon &#8211; Embun = Sheila On 7 &#8211; Sephia (intronya mirip)</p>
<p>Kalau ada yang ingin ditambah, silahkan berkomentar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehilangan,,]]></title>
<link>http://rumahhijau15.wordpress.com/2009/07/29/lembar-empat/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 16:04:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumahhijau15</dc:creator>
<guid>http://rumahhijau15.wordpress.com/2009/07/29/lembar-empat/</guid>
<description><![CDATA[biarlah wangi yang sudah kuhirup menguap bersama udara aromamu begitu harum, menarik kumbang kumbang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>biarlah wangi yang sudah kuhirup menguap bersama udara</p>
<p>aromamu begitu harum, menarik kumbang kumbang pengembara<br />
aku diam disini bertengger menatapmu, berangsur warna warnimu memburam,</p>
<p>tatapanku semakin kabur<br />
tirai tirai embun &#38; jenuh udara turun menjadi hujan, basuh sisa sisa kesedihan<br />
menari &#38; tertawalah dalam belaian udara sejuk<br />
cerahkan parasmu, kembali bersenandung dan menari bersama angin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DUNIA KECIL DI TAHURA IR. H. JUANDA]]></title>
<link>http://bligungtre.wordpress.com/2009/07/23/dunia-kecil-di-tahura-ir-h-juanda/</link>
<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 07:01:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>bligungtre</dc:creator>
<guid>http://bligungtre.wordpress.com/2009/07/23/dunia-kecil-di-tahura-ir-h-juanda/</guid>
<description><![CDATA[Akhir minggu nggak ada kerjaan, daripada molor n nyemil seharian di depan TV, mendingan ke Tahura Ir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:left;"><strong><span style="color:#333333;">Akhir minggu nggak ada kerjaan, daripada molor n nyemil seharian di depan TV, mendingan ke Tahura Ir. H. Juanda deh!</span></strong></h2>
<p><strong><span style="font-weight:normal;"><br />
</span></strong></p>
<p>Kebetulan adik saya juga lagi berkunjung ke Bandung. &#8220;Bro, trekking di tahura yuk!&#8221;</p>
<p>Jam 7 pagi saya dan Bro saya pun berangkat</p>
<blockquote><p><span style="color:#993300;">dari Setiabudhi Bandung naik angkot Caheum-Ledeng, sampai di Simpang Dago ganti angkot Kalapa-Dago, ampe terminal Dago jalan deh </span><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#993300;">+</span></span><span style="color:#993300;"> 500meter, nanti ada jalan kecil pertama di kiri, jalan lagi 200meteran, ntar ada tulisan &#8220;Akses pejalan kaki menuju Tahura&#8221;(kalo ndak saalah gitu sh tulisannya&#8230;), ikuti terus menembus perumahan penduduk, sampe tiba di gerbang belakang Tahura.</span></p></blockquote>
<p>Kalo maw masuk lewat gerbang depan (kalo naik kendaraan pribadi), jangan ambil jalan akses pejalan kaki tadi, tp lurus terus aja sampe nanti di sebelah kiri ketemu deh gerbang utamanya.</p>
<p><span style="color:#993300;">Tiket masuk (per April-Mei 2009) Rp. 8000, kalo trekking sampe ke Maribaya, nanti di Maribaya bayar lagi tiket masuk Maribaya Rp. 1350 (kalau tidak salah..).</span></p>
<p><span style="color:#993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-153" title="Pollen Bath" src="http://bligungtre.wordpress.com/files/2009/07/img_3513-edit-copy-copy.jpg" alt="Pollen Bath" width="270" height="451" /><!--more--><br />
</span></p>
<p>Sebetulnya saya sudah beberapa kali ke Tahura ini, yang membuat kali ini beda adalah kali ini misinya belajar moto serangga alias foto macro! Dengan peralatan macro sepunyanya, kami pun mulai menunduk-nunduk mencari serangga.</p>
<p>Jalan yang kami ambil adalah jalan gerbang belakang, jadi langsung disambut oleh hutan belantara dengan tanaman semak setinggi pundak dan dipayungi oleh pohon-pohon gigantis berusia ratusan tahun! Serangga pertama yang menyapa kami (sebetulnya tidak sekedar menyapa sih, juga MENGGIGIT KAMI!!) adalah nyamuk-nyamuk nakal bin ajaib! Karena kami adalah kaum <em>Bhiksu-wannabe</em>, kami pantang meneplok mereka.. buru2 kabur aja.. Hyaaaa..</p>
<p>Banyak laba-laba nongkrong di sepanjang hutan itu. Jadi obyek pertama kami kebanyakan adalah laba-laba&#8230; Si laba-laba pun begitu kooperatif saat mau difoto.. diam dan berpose keren&#8230;  Jadi lancar deh sesi pemotretan laba-laba..</p>
<p>Suasananya yang masih alami serta matahari pagi yang menerangi dengan cahaya keemasannya membuat pagi itu benar-benar menakjubkan.</p>
<p>Memotret serangga selama trekking menuju Maribaya bener-bener memberikan perspektif yang berbeda dalam melihat alam. Jadi kebiasaannya ngelihat kebawah dan obyek-obyek skala mikro terus. Lucu juga, karena jarang sekali kita memperhatikan dunia kecil yang begitu indah ini&#8230; Lebah-lebah yang beterbangan di sekitar sekumpulan bunga dengan tubuh penuh serbuk sari; sekawanan semut yang berjalan beriringan di sepanjang pagar; kupu-kupu yang tanpa kita sadari selalu terganggu jika kita lewat di dekatnya; hingga atraksi embun pagi yang membulat bergerombol di atas daun.. Dunia kecil itu ada&#8230; Sangat dekat dengan kita (walau jarang kita sadari)&#8230; Dan begitu indah&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-151" title="Sip A Bit" src="http://bligungtre.wordpress.com/files/2009/07/img_3667-edit-copy.jpg" alt="Sip A Bit" width="270" height="415" /></p>
<p>Di setengah awal perjalanan terdapat gua-gua peninggalan Jepang dan Belanda yang dibuat menembus Bukit. Kalo lewat gua tersebut, kita bisa &#8216;memotong&#8217; jalan&#8230; Hehehe tapi buat apa? Justru kan kami mau menyapa serangga-serangga di sepanjang jalur trekking!</p>
<p>Di tengah perjalanan trekking sejauh <span style="text-decoration:underline;">+</span> 6km itu sempat hujan sesaat, sampai membuat kami lepas-pakai-lepas-pakai jas hujan karena hujannya yang niat-ga-niat..</p>
<p>Akhirnya karena saking asyiknya menyapa para serangga dan dedaunan di sepanjang perjalanan, tak terasa kami sudah tiba di Maribaya. Ngaso sebentar, makan <em>indomie</em> hangat di tengah udara yang dingin dan mendung&#8230; Wuiih, bener-bener maknyus!</p>
<p>Oia, di Maribaya ini kami juga sempat menjambangi Curug Dago. Curug yang akan memandikan anda non-stop! Gratis! Hehehe kalo dalam kasus saya, curug Dago ini memandikan saya dan kamera saya, jadi takut deh berlama-lama.. Padahal Curug Dago adalah curug yang cukup indah.. Seringkali membuat pelangi di dekatnya.. Ya air terjun yang fotogenik, walau airnya coklat khas sungai di daerah tropis.. Jadi menambah PR kami di <em>photoshop</em> nanti&#8230;</p>
<p>Untuk kembali pulang ke Bandung, kita bisa naik angkot ke terminal Lembang (sabarlah menunggu karena agak jarang lewat &#8211; dan jgn percaya tukang ojek yang bilang angkotnya udah abis!! Angkot habisnya jam 5 sore) atau kalau mau gampang ya naik ojek. Seorang bayar Rp 10.000 &#8211; Rp 15.000 (percayalah! <em>Worth it</em> bgt kok, jalannya naik turun bukit!!!). Kalo maw ditawar mungkin bisa kurang, tapi berhubung kami dua pria yang jarang ikut ibu ke pasar waktu masih kecil, jadi kami terima-terima aja lima belas rebu..</p>
<p>Dari terminal (dan sekaligus pasar) Lembang, kita bisa naik angkot Stasion Hall-Lembang atau Ciroyom-Lembang sesuai destinasi masing-masing&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-143" title="Half Spread Open" src="http://bligungtre.wordpress.com/files/2009/07/img_3553-edit-copy.jpg" alt="Half Spread Open" width="270" height="430" /></p>
<p><em>Well, It&#8217;s a beautiful day</em>. Hunting makro itu selalu super-produktif karena obyeknya juga buanyak banget bertebaran di sekitar kita. Ga perlu jauh-jauh ke pantai nan-eksotik atau puncak gunung tertinggi, gurun Sahara atau kutub utara, cukup <em>nggelinding</em> ke halaman rumah aja juga bisa ketemu obyeknya. Tinggal mempraktekkan ajian sakti untuk menyamar jadi pohon untuk ngedeketin si serangga, <em>jepret</em>, beres deh.</p>
<p>Dan sekalinya kita ke markas para serangga&#8211; Tahura Dago ini salah satunya&#8211;  kita pasti dapet 1001 kesempatan mengabadikan serangga-serangga lucu ini di portofolio kita. Salam makro!</p>
<p>Nb: lensa makro saya sedang rusak nih, kapan ya selesai direparasinya?&#8230;.. Hmmm&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-142" title="Bug003" src="http://bligungtre.wordpress.com/files/2009/07/img_3547-edit-copy.jpg" alt="Bug003" width="450" height="300" /></p>
<p>All Image <strong>© Putra Munchana</strong></p>
<p>Semua gambar diambil dengan Canon EOS 450 D + Tokina AT-X 100mm macro + Softbox/Bouncebox buatan sendiri.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<h2><strong>GALERI FOTO_IMAGE GALLERY</strong></h2>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>

<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[untuk embun]]></title>
<link>http://rumahhijau15.wordpress.com/2009/07/21/untuk-embun/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 00:22:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumahhijau15</dc:creator>
<guid>http://rumahhijau15.wordpress.com/2009/07/21/untuk-embun/</guid>
<description><![CDATA[embun datang padaku, menyampaikan kata kmrn yg pnh kuucapkan ia berkata.. , lama aku merindukanmu, d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">embun datang padaku, menyampaikan kata kmrn yg pnh kuucapkan<br />
ia berkata.. , lama aku merindukanmu, dinding tua disini tak pnh jenuh menunggumu untuk bersandar</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">&#8220;maafkan aku, pesanku melalui awan tak tersampaikan&#8217;<br />
menjadi hujan dan kembali ke samudera</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">cantigi yang kau tanam sekarang sdh pandai berargumen, dan bercerita.<br />
dia rindu hawa dingin mu yg menusuk,</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">embun, aku akan datang lagi, membawa mentari . .<br />
akan kuberikan hangat untukmu, dan untuk cantigi kecil<br />
kita bersatu lagi menjadi udara</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">kelak,, bila cantigi besar nanti, hangat dan dingin tak akan jadi masalah baginya</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">aku harus pergi, mengumpulkan jenuh titik air, mengarungi sa</a><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212"><img class="alignright size-full wp-image-221" title="huangshan_mt_clound" src="http://rumahhijau15.wordpress.com/files/2009/07/huangshan_mt_clound.jpg" alt="huangshan_mt_clound" width="283" height="386" /></a><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">mudera dan pegunungan<br />
dan kukirimkan hujan untukmu.. ,</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">&#8220;jika kau rindu aku, lihatlah mentari, dia tahu kemana aku pergi</a></p>
<p><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=102824236212">30/6 &#8211; 02.00am -</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
