<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>emosi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/emosi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "emosi"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 11:44:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sekali lagi rasa itu hadir.. bencilah~]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/24/sekali-lagi-rasa-itu-hadir-bencilah/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 06:05:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/24/sekali-lagi-rasa-itu-hadir-bencilah/</guid>
<description><![CDATA[Sekali lagi. Tidak sempat saya menyedut nafas lega.. rasa itu datang kembali. Oh! Kali ini nafas say]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sekali lagi. Tidak sempat saya menyedut nafas lega.. rasa itu datang kembali. Oh! Kali ini nafas saya betul-betul sesak. Penat betul berfikir. Mana mahu fikir characterization untuk third batch crude oils yang tiba-tiba mahu tiba di penghujung projek, mana mahu fikir nasib dua orang rakan saya dengan projek mereka yang agak problematic, mana mahu fikir technical paper yang belum siap-siap, mana mahu fikir crude characterization yang berlambak-lambak. haih~ Akhirnya keluar juga keluhan. Saya jadi agak menyampah bila melihat orang lain bergembira bersama yang tersayang di akhir tahun ini. Sedangkan saya terpaksa bergelut dengan minyak-minyak, chemical-chemical, microsoft itu ini, equipment-equipment yang mengada-ngada&#8230; aduyaiii~</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: Oh, saya sudah lupa apa itu erti &#8216;cuti&#8217; T_T</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pagi-pagi di Ofis]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/23/pagi-pagi-di-ofis/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:02:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/23/pagi-pagi-di-ofis/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Hey, kenapa muka you nampak lain eh?&#8221;, seorang kawan mula mengajukan soalan pelik pagi-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">&#8220;Hey, kenapa muka you nampak lain eh?&#8221;, seorang kawan mula mengajukan soalan pelik pagi-pagi buta di ofis.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Eh, apa yang lainnya?&#8221;, sambil mencapai cermin di atas meja saya membelek-belek muka. Tak lain pun. Sama. Macam muka sayalah. Tahi lalat masih di tempat yang sama, hidung saya pon masih di tempat yang sama. Tak ada yang berubah di mana-mana pun. Aneh.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tak ada la. I tengok you sekarang makin berseri-seri. Ada apa-apa ke?&#8221;, dia bertanya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Berseri-seri? Mana ada&#8230; I datang ofis pun selekeh je ni. Berseri apenye. Nak harapkan I makeup? Memang tak lah kan. I tempek je bedak baby tu. haha&#8221;, saya cuba berseloroh dengan dia.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ish, you ni. I serious, you memain pulak. Betul, muka you berseri&#8230; you da nak kahwin ek?&#8221;,terbeliak biji mata mendengar andaian mak cik sorang ni.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>*GULP!!* </strong>terasa payah betul mahu menelan air liur. Seolah tersekat-sekat di anak tekak.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Eh, mana ada&#8230;!! Betul tak ada. Sapa lah yang nak kat I ni kan.. Nantilah I cari calon dulu. Dah-dah&#8230; baik you gi buat keje &#8220;, sedaya upaya saya cuba meyakinkan dia. Guruh tak berdentum, langit pun tak hujan.. tak kanlah tiba-tiba banjir pulak kan? Pelik.</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: saya muda lagi laaaa&#8230; isk~</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Luna Maya vs Wartawan Infotainment ]]></title>
<link>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/2009/12/21/luna-maya-vs-wartawan-infotainment/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:08:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dimas Ariyo Nugroho</dc:creator>
<guid>http://hurufkatadankalimatmasariyo.wordpress.com/2009/12/21/luna-maya-vs-wartawan-infotainment/</guid>
<description><![CDATA[bukan sekali ini saja kita denger tentang perkelahian atau adu mulut antara Luna Maya dan Wartawan I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[bukan sekali ini saja kita denger tentang perkelahian atau adu mulut antara Luna Maya dan Wartawan I]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[nduk, pulang kapan...]]></title>
<link>http://rajindiupdate.wordpress.com/2009/12/18/nduk-pulang-kapan/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 12:59:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>pramudianti</dc:creator>
<guid>http://rajindiupdate.wordpress.com/2009/12/18/nduk-pulang-kapan/</guid>
<description><![CDATA[sebuah perjalanan menuju titik asal, pulang.. ketika SD dulu, pulang adalah sebuah keharusan setelah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>sebuah perjalanan menuju titik asal, pulang..</p>
<p>ketika SD dulu, pulang adalah sebuah keharusan setelah selesai sekolah, pulang adalah ganti baju, makan siang, lalu kembali pergi keluar bermain dengan teman-teman..<br />
kalau tak pulang ibu akan marah, mencariku ditempat aku biasa main, entah kenapa, selalu saja aku berhasil ditemukannya sejauh dan se-tak biasa apapun aku bermain..<br />
ibu akan membawakan sebuah batang kayu panjang yang entah didapatnya dari mana, berteriak dari atas tebing pinggir sungai &#8220;Bali ora?&#8221; dan tak lupa nada suara mengancamnya, ah ibu galak..</p>
<p>SMP, sekolah sudah semakin jauh dari rumah, pulang adalah ketika aku lelah bermain sepulang sekolah..<br />
jam pelajaran selesai, segerombolan biru tua-putih berjalan beramai-ramai tertawa, ke pasar, ke perpustakaan daerah, ke mana saja tempat yang menyenangkan sampai sore, kemudian pulang..<br />
daerah bermainku makin luas, ibu takkan menemukanku kali ini..</p>
<p>SMA, pulang adalah ketika badan benar-benar letih, maghrib sampai rumah, bahkan tak sempat kubuka lagi pelajaran tadi siang..<br />
masa mudaku adalah di sekolah, pulang adalah hanya ketika aku lelah dan butuh makan atau istirahat, lalu esoknya, aku kembali menghabiskan masa muda bersama teman-temanku..</p>
<p>kuliah, pulang hanya menjadi sekedar recharge dompet, minta duit, atau ambil barang..<br />
pulang? ngapain pulang kalau aku belum butuh orang rumah, kalau duitku masih, dan aku kehilangan alasan-alasan masa kecilku dulu untuk pulang&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sangkuriang dan Dayang Sumbi]]></title>
<link>http://arlinstories.wordpress.com/2009/12/18/sangkuriang-dan-dayang-sumbi/</link>
<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 04:20:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>mbakarlin</dc:creator>
<guid>http://arlinstories.wordpress.com/2009/12/18/sangkuriang-dan-dayang-sumbi/</guid>
<description><![CDATA[Pada zaman dahulu, tinggal seorang puti raja yang cantik dari kerajaan Jawa Barat bernama Dayang Sum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada zaman dahulu, tinggal seorang puti raja yang cantik dari kerajaan Jawa Barat bernama Dayang Sumbi yang hobi menenun. Suatu hari, ketika ia sedang menenun, pintalan yang ia letakkan di pinggir jendela istana terjatuh dan pintalannya terjatuh dan menggelinding keluar istana.<br />
Karena sulit mencarinya, Dayang Sumbi mengucapkan sumpah bahwa kepada siapapun yang menemukan benangnya akan dijadikan saudara bila ia perempuan dan bila laki-laki akan dijadikan suami.<br />
Kemudian, seekor anjing hitam bernama Tumang mengembalikan  benangnya. Dayang Sumbi sangat bingung akan hal itu karena yang mengembalikan benang hanyalah seekor anjing dan bila ia melanggar sumpahnya, ia takut akan kutukan para Dewa. Tumang adalah Dewa yang dikutuk menjadi binatang dan dibuang ke bumi. Akhirnya Dayang Sumbi menikah dengan Tumang.</p>
<p>Setelah sekian lama, Dayang Sumbi mengandung anak Tumang. Dan anaknya diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang tidak mengetahui sama sekali bahwa Tumang, seekor anjing, adalah ayahnya. Sangkuriang senang berburu dan selalu ditemani Tumang.<br />
Suatu hari, Sangkuriang diminta ibunya untuk mencari hati kijang. Sangkuriang pun pergi berburu bersama Tumang. Saat menemukan seekor kijang, Tumang tak dapat mengejar kijang tersebut, Sangkuriang marah dan memanah Tumang. Tumang akhirnya mati di tangan anaknya sendiri.<br />
Saat pulang, Sangkuriang meyerahkan hati Tumang kepada ibunya dan mengatakan bahwa itulah hati kijang yang diminta ibunya. Namun, Dayang Sumbi menyadari bahwa yang dibawa Sangkuriang bukanlah hati kijang. Akhirnya Sangkuriang pun mengakui bahwa yang dibawa adalah hati anjing teman berburunya, Tumang.<br />
Dayang Sumbi marah bukan kepalang mendengar kelakuan anaknya. Tanpa sadar, gayung yang dipegangnya dilemparkan ke kepala Sangkuriang sehingga menimbulkan bekas luka. Sangkuriang merasa sakit hati atas tindakan ibunya yang lebih menghormati seekor anjing dibandingkan anaknya sendiri. Sangkuriang pun pergi meninggalkan ibunya.</p>
<p>Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya begitu melihat anaknya pergi. Ia pun pergi meninggalkan istana dan melakukan pertapaan. Para Dewa memberinya kecantikan yang abadi. Dayang Sumbi akan selalu tampak muda.<br />
Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang telah menjadi pemuda tampan dan bertemu gadis cantik. Mereka saling mencintai. Gadis cantik itu tak lain adalah Dayang Sumbi – ibunya sendiri – yang telah mengganti namanya, dan ia pun tak menyadari bahwa pemuda yang ia cintai adalah anak kandungnya sendiri. Sampai menjelang hari pernikahannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala Sangkuriang, ia langsung menyadari bahwa yang ia cintai adalah anak kandungnya sendiri. </p>
<p>Oleh karena itu, Dayang Sumbi mencari akal untuk menggagalkan pernikahannya dengan anak kandungnya sendiri. Ia meminta Sangkuriang membendung sungai Citarum dan membuat perahu yang besar untuk menyeberangi sungai itu. Pekerjaan itu harus dipenuhi sebelum terbit fajar.<!--more--><br />
Untuk memenuhi persyaratan tersebut, Sangkuriang bertapa dan meminta bantuan para Dewa. Dengan banntuan mahluk gaib, pekerjaan sangkuriang hampir selesai walaupun fajar belum menyingsing. Dayang Sumbi kebingungan akan hal ini, dan ia pun meminta bantuan para Dewa agar waktu fajar dipercepat. Fajar pun menyingsing, langit telah berwarna jingga dan ayam telah berkokok. Sementara pekerjaan Sangkuriang belum sepenuhnya selesai.</p>
<p>Sangkuriang pun kesal. Gagalnya pekerjaan itu membuat ia gagal untuk meminang Dayang Sumbi. Bendungan yang sudah hampir selesai itu ia jebol. Banjir besar pun melanda ke seluruh desa. Sedangkan perahu besar yang sudah hampir jadi pun ditendang sehingga terlempar jauh dan terbalik.<br />
Perahu besar yang terbalik itu lama kelamaan menjadi sebuah gunung. Gunung itu diberi nama Tangkuban Perahu yang berarti perahu yang terbalik.</p>
<p>Pesan Moral:<br />
berusahalah untuk selalu berbuat jujur. Kejujuran pasti akan mendatangkan kebaikan.</p>
<p>Sumber Pustaka:<br />
 Sumbi Sambangsari, Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara, PT Wahyu Media, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rasa macam mahu jerit-jerit dan khabarkan pada satu dunia, tapi saya belum cukup courage. Save the best for the last-lah, bak kata omputih. Uh, oh!!]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/17/rasa-macam-mahu-jerit-jerit-dan-khabarkan-pada-satu-dunia-tapi-saya-belum-cukup-courage-save-the-best-for-the-last-lah-bak-kata-omputih-uh-oh/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:17:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/17/rasa-macam-mahu-jerit-jerit-dan-khabarkan-pada-satu-dunia-tapi-saya-belum-cukup-courage-save-the-best-for-the-last-lah-bak-kata-omputih-uh-oh/</guid>
<description><![CDATA[-nuna-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Retreat]]></title>
<link>http://kayteeze.wordpress.com/2009/12/17/retreat/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 03:48:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tie</dc:creator>
<guid>http://kayteeze.wordpress.com/2009/12/17/retreat/</guid>
<description><![CDATA[. . . . . . . . . . . . . . . . . . . Alatan perang dah habis&#8230;.. balik nak asah lembing jap! .]]></description>
<content:encoded><![CDATA[. . . . . . . . . . . . . . . . . . . Alatan perang dah habis&#8230;.. balik nak asah lembing jap! .]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa Warna Musik Anda?]]></title>
<link>http://abughalib.wordpress.com/2009/12/16/apa-warna-musik-anda/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 18:45:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>abughalib</dc:creator>
<guid>http://abughalib.wordpress.com/2009/12/16/apa-warna-musik-anda/</guid>
<description><![CDATA[Bicara tentang musik memang nggak ada habisnya. Musik saat ini telah menjadi  bagian dari gaya hidup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://abughalib.wordpress.com/files/2009/12/musik.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-306" title="musik" src="http://abughalib.wordpress.com/files/2009/12/musik.jpg" alt="musik" width="300" height="225" /></a>Bicara tentang musik memang nggak ada habisnya. Musik saat ini telah menjadi  bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Bahkan beberapa kali saya pernah dengar orang yang dengan terang-terangan dan penuh rasa bangga berkata <em>“Musik adalah nafas hidupku”</em>. Setidaknya seperti itulah motto yang dikampanyekan orang2 penggila musik.<br />
<!--more--><br />
Namun segila-gilanya seseorang akan musik, tidak mungkin ia menyukai semua jenis musik yang ada, setiap orang pasti memiliki pilihan masing2 mengenai warna musik yang bisa membuat hidupnya lebih hidup. Baik dari jenis musiknya, maupun dari segi kategori keras, lembut, romantis, dsb&#8230;</p>
<p>Saya sendiri merasa tidak memiliki warna khusus berkaitan dengan musik, saya bisa menikmati hampir semua jenis musik, tergantung renyah atau tidaknya alunan suatu lagu. Tapi jika dibuat ranking, maka urut2an tangga warna musik favorit saya adalah sbb:</p>
<p><strong>1.         Kroncong.</strong></p>
<p>Haaaahh&#8230; Kroncong??? Ya, menurut saya Kroncong adalah jenis musik yang paling berkarakter. Kalau dengar lagu Kroncong rasanya dunia ini begitu indah, damai dan penuh ketenangan. Apalagi dengerinnya saat duduk di halaman belakang yang menghadap ke taman, sambil makan singkong atau ubi rebus, atau pisang kepok goreng plus minum banrek+susu atau teh campur jahe. Yang pasti lebih nikmat dibanding duduk di cafe sambil minum cappucino.</p>
<p>Terkadang saya merasa aneh sendiri, kok bisa2nya seorang Abu Ghalib, Si Anak Kemaren Sore, menempatkan kroncong di urutan teratas sebagai musik favoritnya? Kroncong bukannya milik aki2? Suka2 dong, namanya juga pilihan!? Hidup ini kan pilihan!? Setiap orang bebas memilih warna kuning hijau biru putih atau hitam, ya nggak? Untuk Kroncong saya paling suka lagunya Sundari Sukoco.</p>
<p><strong>2.         Klasik.</strong></p>
<p>Klasik hampir sama dengan Kroncong, sama2 membuat suasana jadi tenang dan damai dari alunan nada2nya yang begitu teratur. Membuat fungsi kerja otak lebih <em>relax</em> dan berpikir lebih jernih. Karena itu para pakar mengatakan bahwa orang yang sering mendengar musik klasik cenderung lebih cerdas. Untuk Klasik, saya paling suka komposisi karya Kitaro dan Kenny G.</p>
<p><strong>3.         Jazz.</strong></p>
<p>Kata orang, Jazz merupakan musik kegemaran orang2 kelas menengah ke atas. Meskipun level gaya hidup saya belum sampai ke sana, setidaknya saat ini saya sedang berusaha untuk menuju ke sana, hehehe&#8230; amiiin&#8230; Tapi benar, alunan musik Jazz juga masih lebih bisa diterima alat pendengaran saya dibanding jenis musik yang saya tulis di bagian bawah. Saya benar2 terhipnotis jika mendengar suara Lois Amstrong dan Kenny Jo, Kenny G-nya Indonesia, cuma bedanya Kenny Jo alirannya Jazz sementara Kenny G. beraliran Pop, termasuk Norah Jones juga adalah salah satu singer favorit saya.</p>
<p><strong>4.         POP.</strong></p>
<p>Saya suka lagunya Broery, Pance F. Pondang dan tembang2 lawas lainnya. Jacko asyik juga, tuh! Terutama gerakan <em>dance</em>-nya, sendi2nya pake engsel <span style="text-decoration:line-through;">bahan bangunan</span> pesanan khusus kali ya? Kok bisa gerakan lipatan buka-tutupnya beda dengan persendian saya ya? Hehehe&#8230;</p>
<p><strong>5.         Rock.</strong></p>
<p>Lumayan bikin suasana jadi panas, terutama saat pagi bikin hidup tambah semangat! Tapi saya hanya suka yang slow2 gitu, kalo yang udah <em>berentetan</em> gak beraturan kayak rentetan peluru di kala perang itu sih bukannya nambah semangat tapi malah bikin pandangan saya jadi berkunang2, <em>berisiiik, pusiiiing&#8230;stop stop stop!</em></p>
<p>Jujur untuk saat ini saya jadi kurang begitu tertarik dengan gaya dan warna musik2 yang baru bermunculan ibarat jamur di musim hujan. Menurut saya, lagu2 jaman sekarang kurang menggigit, <em>semut kali?</em> Mungkin karena persaingan semakin ketat sehingga produsen atau industri musik berlomba menelorkan lagu secepat dan sebanyak mungkin tanpa menghiraukan ciri khas dan warna tertentu, <em>berlaku hukum siapa cepat dia dapat.</em> Yang penting bisa diterima pasar, maka tidak peduli warna musiknya apa, akan digarap habis. Walaupun memang ada beberapa juga sih yang masuk kategori enak didengar.</p>
<p>Nah udah cukup 5, kan? Hampir aja keterusan!? Saya kan biasanya cuma nulis sampe 5 point!? Makanya untuk jenis musik lain seperti Dangdut, Reggae, Rap, dll saya tulis di paragraf ini <em>aza.</em> Jenis musik yang belum saya tulis disini berarti masuk kelas <em>intermezo </em>alias belum masuk kategori favorit saya. Bukannya nggak suka tapi belum bisa menggigit kuping saya, hehehehe&#8230;</p>
<p>Khusus untuk Seriosa, meskipun termasuk salah satu lagu yang memiliki karakter unik, tapi nggak deh, nggak banget, iiiihh&#8230;.! Semoga saudara2nya Eddy Silitonga dkk nggak nyasar ke sini dan baca artikel ini, bisa gawat!</p>
<p>Bagaimana dengan lagu daerah? Terus terang saya senang sekali menikmati lagu2 asli dari berbagai daerah di Indonesia, tapi karena saya menulis tangga musik sesuai jenisnya maka lagu daerah tidak saya selipkan di atas, sebagaimana kita ketahui bahwa lagu2 daerahpun terdiri dari berbagai jenis seperti Kroncong, Klasik, Pop, Rock dll. Kalau diurut yang pasti lagu daerah no.1 buat saya adalah Lagu Bugis dan Makassar, kemudian Manado dan Ambon, disusul Campur Sari dari Jawa dan Lagu Sunda, lalu Batak dan Padang.</p>
<p>Cukup ya? Kalau ditulis semua nanti kepanjangan, sekarang giliran Anda yang nambahin.</p>
<p>O, ya. By the way anyway <em>opowae,</em> salah satu cara untuk mengetahui karakter seseorang adalah dengan melihat jenis musik favoritnya, lho? So, apa warna musik Anda?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[uh, oh!]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/16/uh-oh/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 09:47:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/16/uh-oh/</guid>
<description><![CDATA[uh, oh! Bila tinggi cita-cita, makin besar tanggungjawab. I need to be serious, now! Tapi, saya masi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">uh, oh! Bila tinggi cita-cita, makin besar tanggungjawab. <em>I need to be serious</em>,<em> now!</em> Tapi, saya masih mahu main-main. Bagaimana mahu bekalkan sedikit <em>serious</em> dan pada waktu yang sama berjaya<em> publish</em> banyak <em>paper</em>s? uh, oh! Saya memang bercita-cita tinggi dan terhegeh-hegeh pula nak gapai. Rasa macam mahu tolak tepi semua-semua dan fokus pada <em>paper-paper</em> yang bakal menentukan masa depan saya. Tak hairanlah kalo ada yang mahu kata ini <em>blog nerd</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Latihan Bisnis]]></title>
<link>http://sugibisnis.wordpress.com/2009/12/16/latihan-bisnis/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 05:58:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugibisnis</dc:creator>
<guid>http://sugibisnis.wordpress.com/2009/12/16/latihan-bisnis/</guid>
<description><![CDATA[Jiwa bisnis muncul biasanya seiring dengan perkembangan kepribadian, karakter, mental seseorang. Hal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jiwa bisnis muncul biasanya seiring dengan perkembangan kepribadian, karakter, mental seseorang. Hal ini terbentuk dalam diri kita, masuk dalam file alam bawah sadar kita. Yang membentuknya adalah pengalaman, pembelajaran, emosi, pembinaan, kondisi, dan kebiasaan dalam sejarah perkembangan kita.</p>
<p>Waktu kecil dulu, kondisi dan tata nilai yg dianut orang tua kita yg membentuk pondasi jiwa kita. Kalo orang tua kita adalah keluarga bisnis, sudah pasti akan cepat muncul dalam diri kita jiwa bisnis itu. Tapi kalo orang tua kita adalah orang yg berada, berkecukupan, glamour dan cenderung memanjakan anak-anaknya, maka sudah Pasti akan lambat jiwa bisnis kita muncul atau bahkan tidak ada.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rush Hour | Mudah-Mudahan Pesawatnya Delayed]]></title>
<link>http://abughalib.wordpress.com/2009/12/15/rush-hour-mudah-mudahan-pesawatnya-delayed/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 17:49:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>abughalib</dc:creator>
<guid>http://abughalib.wordpress.com/2009/12/15/rush-hour-mudah-mudahan-pesawatnya-delayed/</guid>
<description><![CDATA[Cerita ini merupakan kisah nyata yang saya alami sendiri, penuh hikmah yang luar biasa bagi orang ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://abughalib.wordpress.com/files/2009/12/pesawat.jpg"><img src="http://abughalib.wordpress.com/files/2009/12/pesawat.jpg" alt="Pesawat" title="Pesawat" width="275" height="300" class="alignright size-full wp-image-282" /></a></p>
<p>Cerita ini merupakan kisah nyata yang saya alami sendiri, penuh hikmah yang luar biasa bagi orang yang benar2 menyimak dan mau mengambil pelajaran dari pengalaman saya. Karena itu meski artikel ini agak lebih panjang dari posting saya linnya, saya sarankan bagi yang punya waktu untuk melanjutkan membaca hingga selesai, <em>speed reading</em> aja, OK.</p>
<p>Setiap orang yang sering bepergian keluar kota terutama yang memiliki jarak tempuh relatif jauh pasti sudah tidak asing dengan <del datetime="2009-12-15T18:47:36+00:00">jenis binatang yang bernama</del> pesawat, dan kemungkinan besar sudah sering kesal saat mengalami keterlambatan akibat pesawat yang ditumpanginya ternyata milik perusahaan <em>delaye airlaines.</em></p>
<p>Memang, bepergian dengan pesawat hanya ada tiga kemungkinan, tepat waktu, delayed, atau bahkan dicancel. Saya sendiri belum pernah dengar kabar tentang perusahaan penerbangan tertentu sibuk menghubungi seluruh calon penumpang untuk segera check in karena penerbangan segera dipercepat, itu belum pernah terjadi.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dari tiga kemungkinan tersebut, kebanyakan orang tentu mengharapkan penerbangan bisa tepat waktu dan tidak menginginkan delayed apalagi dicancel. Kalau itu terjadi, wah bisa pada keriting rambut calon penumpang dibuatnya, kecuali yang memang rambutnya sudah kertiting, mungkin sebaliknya, rambutnya akan jadi lurus, atau malah makin keriting alias kribo, semoga ga ada yang tersinggung, hehehehe&#8230;</p>
<p>Kali ini saya hanya ingin cerita tentang apa yang saya alami saat pulang ke Makassar Nopember lalu justru sebaliknya. Sepanjang perjalanan dari Bogor menuju Cengkareng saya malah berdo’a semoga penerbangannya ditunda barang satu atau dua jam, lho kok bisa? Ya bisa, kejadian lucu atau hal konyol apa <em>sih</em> yang belum pernah saya alami? Abu Ghalib gitu lho? Saudaranya Abu Nawas, hehehe&#8230; B’canda.</p>
<p>Begini ceritanya&#8230;</p>
<p>Pagi itu saya terlena saat berkemas2 hendak berangkat, padahal biasanya saya selalu membuat alarm atau catatan <em>reminder</em> yang ditempel di pintu lemari atau layar TV untuk agenda penting, namun saat itu saya lupa membuatnya. Walhasil rambut sayapun jadi keriting saat melihat sisa waktu dua jam kedepan sudah harus take off, sementara perjalanan ke bandara saja butuh waktu satu setengah jam, itupun kalau lalu lintas lancar dan pemberangkatan DAMRI tepat saat saya tiba di pool bus. Belum lagi aturan batas waktu check in paling lambat 45 menit sebelum take off.</p>
<p>“ $^&#38;%$%$#*&#38;^*&#8230;!!!”</p>
<p><em>In my mind, all I have to do is&#8230; No, comment, action only!</em></p>
<p>Mandi sepuluh gayung trus <em>set&#8230;set&#8230;seeett&#8230;</em> pake sabun langsung dibilas nggak lebih dari 20 gayung, nggak lupa sikat gigi lho, malu juga kan kalau mulut bau di pesawat nanti gara2 nggak sikat gigi!? Berpakaian tanpa handukan, kecuali rambut karena netes terus jadi terpaksa disempat-sempatin handukan sekadarnya. Nggak pake sisiran apalagi minyak rambut, semua persiapan beres dalam waktu 3 menit. Coba teman bisa bayangin nggak tuh? Ya nggak bisa dong! Wong saya aja yang udah sering ngalami seperti itu nggak pernah mampu ngebayangin bagaimana bisa gerak secepat kilat saat kepepet!?</p>
<p>Singkat cerita, di tengah perjalanan tepat dalam tol menuju bandara, bus DAMRI malah pake mogok, lagi!? Gila!!! Kulirik jam sisa waktu 45 menit pesawat <em>take off</em>, berarti saat ini <em>boarding pass</em> udah tutup, wah gawat bin darurat nih&#8230;!!!???</p>
<p>Di depan tiba2 ada taxi berhenti, tiga orang yang <em>pasti</em> bernasib sama seperti saya dengan sigap secepat kilat turun dari bus dan mereka sepakat meski nggak pake rapat langsung menyewa taxi tersebut secara bersama-sama.</p>
<p>Saya lihat ke belakang, masih ada dua orang yang berdiri, tengak-tengok serta nafas memburu tidak teratur, berarti orang inipun pasti nasibnya sama seperti saya.</p>
<p>Saya buka <em>printed</em> tiket yang saya beli, di sana tidak ada nomor telepon maskapainya, saya telepon ke biro jasa travel tempat saya beli tiket dengan maksud menanyakan nomor telepon maskapai yang bisa dihubungi dalam urusan check in, celakanya tidak ada yg menjawab. Mungkin karena hari itu adalah hari libur.</p>
<p>Lalu saya telepon ke 108 malah dikasih nomor telepon Rumah Makan, pas telepon dijawab “Halo selamat pagi, dengan Rumah Makan <em>Anu</em>, ada yang bisa saya bantu? Atau mungkin sebelumnya sudah ada pesanan?&#8230;halo&#8230;halo&#8230;halo&#8230;!?”</p>
<p>Klik, telepon saya tutup! Muka jadi pucat, nafas nggak teratur, tangan gemetar, perasaan pengen ke toilet, aduh gimana ya???</p>
<p><em>Wah, kalau begini jadinya berarti keadaan makin genting!?</em></p>
<p>Akhirnya&#8230;sayapun hanya bisa duduk, pejamkan mata, berdoa, atur nafas, tenangkan pikiran, bayangkan dan yakinkan bahwa semua akan baik2 saja.</p>
<p><em>Saya tidak terlambat&#8230;saya tidak terlambat&#8230;saya tidak terlambat&#8230;</em>(100x, mungkin).</p>
<p><em>Semoga pesawatnya delayed&#8230; semoga pesawatnya delayed&#8230; semoga pesawatnya delayed&#8230; semoga pesawatnya delayed&#8230; semoga pesawatnya delayed&#8230;</em>(yang ini mungkin 200x) nggak dihitung sih?</p>
<p>Finally! Tujuh menit kemudian buspun bisa dioperasikan kembali, masih ada waktu 38 menit. Nafas semakin teratur, kecuali seorang bapak2 yang tiba2 berjalan ke depan menghampiri Sang Sopir sambil memperlihatkan tiket lalu protes, “Pokoknya bus ini harus ke terminal C dulu sebelum mengantar penumpang lainnya!” Gertaknya.</p>
<p>Sang Sopir malah marah2 dan dengan nada tinggi menjawab “Kalau ada yang terlambat, penyebabnya bukan bus yang mogok melainkan yang bersangkutanlah yang terlambat mengambil bus lebih awal, bus ini hanya berhenti selama 7 menit, bus ini akan saya jalankan sesuai urut-urutan terminal dari yang terdekat hingga terakhir” </p>
<p><em>Wah, sepertinya suasana makin panas, nih? Semoga berakhir dengan happy ending&#8230;!?</em></p>
<p>Setelah pidato satu kalimat tanpa pembuka dan penutup, Sang Sopir lalu menjalankan tugasnya mengemudikan bus.</p>
<p><em>Ngeeee&#8230;ng..ngeng&#8230;ngeeeng&#8230;. Gaspun ditancap, sepertinya pake bumbu emosi.</em></p>
<p>Saya jadi teringat ilmu kecerdasan emosi yang pernah saya pelajari dari sebuah buku. Saat inilah waktu yang tepat untuk mengaplikasikan dan membuktikan ilmu tersebut.</p>
<p>Setelah bapak pertama yang marah2 tadi kembali ke tempat duduknya dengan segudang kekecewaan, sayapun berdiri lalu menghampiri Sang Sopir. Saya tepuk pundaknya, sambil tersenyum dan berkata:</p>
<p>“Yang sabar ya, Pak. Memang dalam situasi seperti ini kebanyakan orang hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa instrospeksi diri sendiri. Padahal sedari tadi saya juga memperhatikan jam, bus ini mogok nggak lebih dari 7 menit seperti yang Bapak katakan tadi!?” Ehmmh&#8230;(batuk kecil dalam hati).</p>
<p>Alhamdulillah Sang Sopir tampak semakin tenang. “Ia, dik. Bapak juga nggak habis pikir, masak orang yang udah tua seperti dia itu kok bisa2nya bersikap seperti itu”.</p>
<p>Dia manggil Adik kepada saya karena meskipun saya sudah dewasa tapi <del datetime="2009-12-15T18:13:59+00:00">kata orang</del> wajah saya ini masih agak imut2 jadi terkesan lebih muda dari umur sebenarnya, hehehe&#8230;ini beneran, lho!?</p>
<p>“Saya malah kagum sama orang kayak Adik ini, orangnya masih muda tapi bisa bersikap dewasa” Lanjutnya.</p>
<p><em>Hmmm&#8230; Belum tahu dia kalau saya tengah menghipnotisnya, hehehe&#8230;</em></p>
<p>“Saya hanya kasihan sama Bapak, sudah tua, sudah berusaha menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab tapi <em>masiiiiih</em> aja ada orang yang tega bersikap kurang sopan bahkan kasar seperti itu, padahal perkara mogok seperti yang barusan terjadi itu kan diluar batas kemampuan kita sebagai manusia biasa. Saya cuma berharap Bapak bisa tenang kembali dan bus ini tiba di bandara tepat waktu lengkap dengan penumpang dalam keadaan selamat dan tak kurang satu apapun” <em>Sebelum mengucapkan kalimat ini benar2 saya konsep matang2 dalam hati. Maklum, sambil ingat2 teori seperti yang ada dalam buku.</em></p>
<p>“Omong2 Adik ini mau kemana?” Tanyanya.</p>
<p>“Saya mau ke Makassar, Pak” Jawab saya singkat, tapi sambil sedikit memperlihatkan rasa was-was yang dengan pura-pura saya sembunyikan dengan bersikap lebih tenang. <em>Sok dewasa gitu deh pokoknya!?</em></p>
<p>“Penerbangannya jam berapa???” Beliaupun tampaknya semakin simpati terhadap sikap dan kesan yang saya tunjukkan.</p>
<p>“Yaaah udahlah, Pak. Saya juga udah ikhlas kalau harus terlambat karena memang saya yang salah, seharusnya saya naik bus yang berangkat 30 menit sebelum bus ini” Pura-pura lagi gitu lho?</p>
<p>Saya lihat jam, sisa waktu 25 menit. Pintu keluar gerbang tol bandara sudah lewat, bus ini tinggal keliling mengantar penumpang dari pintu terminal ke pintu terminal berikutnya dst.</p>
<p>“Wah, ini sih bukan terlambat namanya!? Coba, kenek tanya ada nggak yang mau ke terminal pertama!” Perintahnya kepada Si Kenek.</p>
<p><em>Kebetulan saya akan turun di terminal 1-B, terminal pemberhentian ke-3 jika diurut dari awal.</em></p>
<p>Ternyata ada tiga orang yang akan turun di terminal pertama, tapi pas ditanya jam <em>take off</em>-nya ternyata masih lama. <em>Wah, kebetulan nih?</em></p>
<p>“Oke, oke kalau begitu kita langsung ke terminal 1-B dulu, kasihan Adik ini ada urusan yang super penting, kasihan kalau ketinggalan pesawat!” Kata Sang Sopir.</p>
<p><em>Nah gitu, dong&#8230;hehehe&#8230;Sebenarnya sih dari tadi saya mo ngomong gitu, tapi kan ada teori yang harus saya aplikasikan jadi maaf ya kalo dari tadi banyak pura2nya&#8230;!?Tapi ngga ada yang dirugikan, bukan? Kecuali Bapak pertama yang marah2 tadi, itu sih bukan urusan saya. Itu sudah sesuai amal perbuatan, suruh siapa dia bersikap kasar kepada sopir yang notabene pemegang hak VETO?</em></p>
<p>And then&#8230;</p>
<p>Berkat kesigapan dan keikhlasan Sang Sopir, sayapun bisa tiba di terminal 1-B kurang lebih 18 menit sebelum <em>take off</em> sesuai waktu yang tertera pada tiket. 2 menit untuk ngantri di pintu masuk plus check tiket oleh petugas, 2 menit antri scanning tas dan barang-barang bawaan.</p>
<p>Wah gawat, lampu pada meja check in sudah dimatikan alias tutup. Nggak peduli, saya datang ke sana langsung menunjukkan tiket, naikkan barang ke timbangan, alhamdulillah masih dilayani meski sempat diceramahi petugas, bodo amat! Si Ahmad aja nggak bodoh!? <em>Gw kali yang goblok???</em></p>
<p>Sisa waktu 11 menit, bayar <em>tax</em> langsung ngacir ke ruang tunggu tapi nggak pake nunggu karena seluruh penumpang sudah naik ke pesawat. Exclusive, ibarat VVIP saya dijemput, dikawal dan diantar dengan mobil khusus ke pesawat yang berada agak jauh. Mungkin kalau ditensi waktu itu detak jantung saya berapa ya?</p>
<p>Tiba di pesawat, praktis tinggal bangku saya yang masih kosong. Taruh tas, duduk langsung pasang sabuk pengaman. Nggak berani tengak-tengok, malu sama penumpang lainnya.</p>
<p>Dan ternyata&#8230;</p>
<p><em>“Penumpang yang terhormat, dikarenakan saat ini jalur penerbangan sedang padat, dimohon kesabarannya untuk menunggu dengan tenang dan tetap pada tempat duduk masing-masing, sesaat lagi pesawat akan take off, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini”</em></p>
<p>Kurang lebih seperti itulah kalimat yang saya dengar sesaat setelah duduk. Benar2 luar biasa! Pada akhirnya pesawat <em>take off </em>mundur hingga kurang lebih 25 menit dari jadwal yang seharusnya.</p>
<p><em>Alhamdulillah pesawatnya delayed&#8230;!?</em></p>
<p>Ah&#8230;ah&#8230;hah&#8230;haaaahhh&#8230;..</p>
<p>Maaf teman2, saya masih <em>cape</em> habis buru2, saya udah nggak kuat nulis kesimpulan dan penutupnya. Kesimpulan, hikmah dan tips-tips manajemen emosi serta bagaimana mempengaruhi orang lain akan saya posting seingatnya, OK</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam Fantastis,</p>
<p><strong>Abu Ghalib</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rasa]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/15/rasa/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 15:33:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/15/rasa/</guid>
<description><![CDATA[Lain kali, kalau kau tidak favor sesuatu baik kau cakap. Jangan biar ia makan diri kau. Sudahlah kau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Lain kali, kalau kau tidak <em>favor</em> sesuatu baik kau cakap. Jangan biar ia makan diri kau. Sudahlah kau asyik makan hati. Tidak bagus bukan? Cuba kau amik kasut saya dan pakai. Walaupun sedikit ketat/longgar, tidak mengapa. Cuma saya mahu kau lihat dari <em>view</em> saya. Masam manis rasa itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang sangat menyampah bila tidak dapat <em>spice up</em> sesuatu yang kita rasa kita mula sayang dan mahu dekat selalu. Paling tidak pun, apa yang dirasa tidak pernah sampai betul-betul ke hati dan tidak mengerti bila mana rasa  tiba-tiba untuk mendengar suara, <em>convincing</em> dan <em>comforting</em>. Pedih dan perit. Jujur, itu yang dirasa bila mana sesuatu yang menjadi rutin tidak lagi diteruskan. Biarlah ditelan pahit dahulu, mungkin rasa manis bakal dirasa tidak lama lagi. Yang pasti, <em>sweet </em>itu perlu ditunggu.</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: rasa rindu bagai mahu <span style="text-decoration:line-through;"><strong><em>hug &#38; kiss</em></strong></span> lari-lari dan pergi ke klcc!!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ)]]></title>
<link>http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/cara-meningkatkan-kecerdasan-emosi-eq/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 15:09:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>arya</dc:creator>
<guid>http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/cara-meningkatkan-kecerdasan-emosi-eq/</guid>
<description><![CDATA[Di postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian kecerdasan emosi dan arti penting kecer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/files/2009/12/23-meeting-with-your-boss1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-85" title="emosi" src="http://ilmupsikologi.wordpress.com/files/2009/12/23-meeting-with-your-boss1.jpg?w=150" alt="" width="226" height="135" /></a>Di postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian <a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/" target="_blank">kecerdasan emosi</a> dan <a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosi-eq/" target="_blank">arti penting kecerdasan emosi</a>. Dari beberapa alasan kenapa pentingnya kecerdasan emosional dalam menata kehidupan dan meraih kesuksesan maka tiba saatnya kita untuk meningkatkan kecerdasan emosional.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah membaca beberapa sumber kami mendapatkan cara bagaimana kecerdasan emosi dapat kita tinggkatkan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosi. Dua ahli EQ (Emotional Quotient), Salovey &#38; Mayer (1990) – pengembang konsep EQ, jauh sebelum Goleman – merangkumnya menjadi lima aspek berikut ini : a. kesadaran diri (self awareness), b. mengelola emosi (managing emotions), c. memotivasi diri sendiri (motivating oneself), d. empati (emphaty) dan e. menjaga relasi (handling relationship). Seperti halnya Peter dan Salovey, pada mulanya Daniel Goleman pun menyebut 5 dimensi guna mengembangkan kecerdasan emosi yaitu a. Penyadaran Diri, b. Mengelola Emosi, c. Motivasi Diri, d. Empati dan e. Ketrampilan Sosial. <!--more-->Dalam buku terbarunya yang membahas kompetensi EQ, “The emotionally Intelligent Workplace” Goleman menjelaskan bahwa perilaku EQ tidak bisa hanya dilihat dari sisi setiap kompetensi EQ melainkan harus dari satu dimensi atau setiap cluster-nya. Kemampuan penyadaran social (social awareness) misalnya tidak hanya tergantung pada kompetensi empati semata melainkan juga pada kemampuan untuk berorientasi pelayanan dan kesadaran akan organisasi. Dikatakannya pula ada kaitan antara dimensi EQ yang satu dengan lainnya. Jadi tidaklah mungkin memiliki ketrampilan sosial tanpa memiliki kesadaran diri, pengaturan diri maupun kesadaran sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa cara yang dipaparkan di atas,  ada beberapa yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional yang kami ambil dalam artikelnya <a href="Pengertian Kecerdasan Emosi (EQ), Arti Pentingnya Kecerdasan Emosi (EQ)." target="_blank">Mocendink</a>, yaitu:</p>
<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  IN X-NONE AR-SA              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2053799007; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1802273244 69271573 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#34;Calibri&#34;,&#34;sans-serif&#34;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><!--[if !supportLists]-->A.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Mengenali emosi diri</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian</p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><!--[if !supportLists]-->B.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Melepaskan emosi negatif</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.</p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><!--[if !supportLists]-->C.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Mengelola emosi diri sendiri</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan. Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu : <em>Pertama</em> adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda. <em>Kedua</em> berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. <em>Ketiga</em> adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.</p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><!--[if !supportLists]-->D.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Memotivasi diri sendiri</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.</p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">E.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Mengenali emosi orang lain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.</p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><!--[if !supportLists]-->F.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Mengelola emosi orang lain</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Jika ketrempilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.</p>
<p class="MsoListParagraph" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;"><!--[if !supportLists]-->G.<span style="font-family:&#38;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Memotivasi orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.3pt;">Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#38;"><span style="color:#0000ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#38;"><span style="color:#0000ff;">Artikel yang berhubungan </span>: <a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/" target="_blank">Pengertian Kecerdasan Emosi (EQ),</a> <a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosi-eq/" target="_blank">Arti Pentingnya Kecerdasan Emosi (EQ).</a></span></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow:hidden;position:absolute;left:-10000px;top:410px;width:1px;height:1px;">
<ol style="text-align:justify;">
<li>Mengenali      emosi diri</li>
</ol>
<p>Ketrampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Melepaskan emosi negati</li>
<li>Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.</li>
<li>Mengelola      emosi diri sendiri</li>
<li>Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.</li>
<li>Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu</li>
<li>Pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.</li>
<li>Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya.</li>
<li>Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.</li>
<li>Memotivasi      diri sendiri</li>
<li>Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.</li>
<li>Mengenali      emosi orang lain</li>
<li>Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan ketrampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.</li>
<li>Mengelola      emosi orang lain</li>
<li>Jika ketrempilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.</li>
<li>Memotivasi      orang lain.</li>
</ol>
<p>Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.</p>
<p style="text-align:justify;">Artikel yang berhubungan : Pengertian Kecerdasan Emosi (EQ), Arti Pentingnya Kecerdasan Emosi (EQ).</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ)]]></title>
<link>http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosi-eq/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 14:15:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>arya</dc:creator>
<guid>http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosi-eq/</guid>
<description><![CDATA[Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah, 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. Orang yang ber-IQ tinggi tetapi karena emosinya tidak stabil dan mudah marah seringkali keliru dalam menentukan dan memecahkan persoalan hidup karena tidak dapat berkonsentrasi. Emosinya yang tidak berkembang, tidak terkuasai, sering membuatnya berubah-ubah dalam menghadapi persoalan dan bersikap terhadap orang lain sehingga banyak menimbulkan konflik. Emosi yang kurang terolah juga dengan mudah menyebabkan orang lain itu kadang sangat bersemangat menyetujui sesuatu, tetapi dalam waktu singkat berubah menolaknya, sehingga mengacaukan kerja sama yang disepakati bersama orang lain. Maka, orang itu mengalami kegagalan.<!--more--><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Di lain pihak beberapa orang yang IQ-nya tidak tinggi, karena ketekunan dan emosinya yang seimbang, sukses dalam belajar dan bekerja. Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan diri dan lingkungannya, mengusahakan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri, dapat mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik, serta mampu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai latar belakang yang beragam. Ini berarti orang yang cerdas secara emosi akan dapat menampilkan kemampuan sosialnya, dengan kata lain kecerdasan emosi seseorang terlihat dari tingkah laku yang ditunjukkannya. Asumsi ini diperkuat oleh pendapat Suparno (2004:21) yang menjelaskan jika kecerdasan seseorang tidak hanya bersifat teoritik saja, akan tetapi harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan emosi merupakan kapasitas manusiawi yang dimiliki oleh seseorang dan sangat berguna untuk menghadapi, memperkuat diri, atau mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih menurut Goleman, biasanya pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan, terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat di atas, bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengertian kecerdasan emosi dapat dibaca <a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/" target="_blank">disini</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengertian Kecerdasan Emosional (EQ)]]></title>
<link>http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 13:33:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>arya</dc:creator>
<guid>http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/pengertian-kecerdasan-emosional-eq/</guid>
<description><![CDATA[Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan dengan tant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/files/2009/12/gambar-artikel-php.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-82" title="kecerdasan emosi" src="http://ilmupsikologi.wordpress.com/files/2009/12/gambar-artikel-php.gif?w=150" alt="" width="234" height="140" /></a>Selama bertahun-tahun IQ telah diyakini menjadi ukuran standar kecerdasan, namun sejalan dengan tantangan dan suasana kehidupan modern yang serba kompleks, ukuran standar IQ ini memicu perdebatan sengit dan sekaligus menggairahkan di kalangan akademisi, pendidik, praktisi bisnis dan bahkan publik awam, terutama apabila dihubungkan dengan tingkat kesuksesan atau prestasi hidup seseorang. Daniel Goleman (1999), adalah salah seorang yang mempopulerkan jenis kecerdasan manusia lainnya yang dianggap sebagai faktor penting yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi seseorang, yakni kecerdasan emosional, yang kemudian kita mengenalnya dengan sebutan <em>Emotional Quotient</em> (EQ).</p>
<p style="text-align:justify;">Steiner (1997) menjelaskan kecerdasan emosi adalah suatu kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.<strong> </strong>Senada dengan definisi tersebut, Mayer dan Solovey (Goleman, 1999; Davies, Stankov, dan Roberts, 1998) mengungkapkan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk memantau dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, dan menggunakan perasaan-perasaan itu untuk memadu pikiran dan tindakan.<!--more--><!--more--><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Berbeda<strong> </strong>dengan pendapat sebelumnya, Patton (1998) mengemukakan kecerdasan emosi sebagai kemampuan untuk mengetahui emosi secara efektif guna mencapai tujuan, dan membangun hubungan yang produktif dan dapat meraih keberhasilan. Sementara itu Bar-On (2000) menyebutkan bahwa kecerdasan emosi adalah suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi dan kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Dari beberapa<strong> </strong>definisi<strong> </strong>tersebut ada kecenderungan arti bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kenapa kecerdasan emosi itu penting?? baca <a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2009/12/15/arti-penting-kecerdasan-emosi-eq/" target="_blank">disini&#8230;.</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makassar Bukan Berarti Kasar]]></title>
<link>http://abughalib.wordpress.com/2009/12/14/makassar-bukan-berarti-kasar/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 17:11:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>abughalib</dc:creator>
<guid>http://abughalib.wordpress.com/2009/12/14/makassar-bukan-berarti-kasar/</guid>
<description><![CDATA[Saya sering mendengar orang berkata bahwa orang Makassar itu orangnya kasar2 ya, bahkan teman2 saya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://abughalib.wordpress.com/files/2009/12/makassar-durian.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-275" title="Makassar = Durian?" src="http://abughalib.wordpress.com/files/2009/12/makassar-durian.jpg" alt="Makassar = Durian?" width="198" height="252" /></a>Saya sering mendengar orang berkata bahwa orang Makassar itu orangnya kasar2 ya, bahkan teman2 saya sendiri dari berbagai etnis di Indonesia sering bertanya kepada saya &#8220;Apa bener orang Makassar itu cenderung kasar?&#8221;</p>
<p>Nah, kalau sudah ditembak pertanyaan seperti ini, terkadang saya hanya bisa tersenyum atau bahkan tertawa.</p>
<p>Mungkin orang yang memiliki persepsi seperti itu melihat nama “Makassar” identik dengan kata sifat “Kasar”. Sehingga ujung2nya membuat kesimpulan sendiri bahwa orang Makassar itu orangnya kasar2. Nah, lho!?<br />
<!--more--><br />
Hai teman2&#8230;! <em>Apa kareba?</em></p>
<p>Perlu saya jelaskan lagi bahwa memang salah satu keunikan negeri ini adalah dari segi budaya dan bahasa yang beraneka ragam.</p>
<p>Disinilah berlaku pepatah “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak mungkin bersatu”.</p>
<p>Jadi, letak permasalahan sebenarnya bukan pada perbedaan tradisi antar suku, justeru yang harus dilakukan adalah bagaimana kita bisa menerima dan menyesuaikan diri dengan budaya lainnya.</p>
<p>Jika dilihat dari segi bahasa, Makassar memang cenderung lebih kasar dibanding bahasa Jawa, Sunda atau etnis lainnya. Kalau dengan Medan, Papua, Ambon, Manado, Nusa Tenggara, mungkin samalah.</p>
<p>Tapi jika dilihat dari hatinya, dijamin orang Makassar tidak sekasar apa yang dibayangkan!? Justru Makassar itu ibarat buah durian, luarnya terlihat kasar karena berduri tapi hatinya <em>men</em>, halus dan haruuumm&#8230;mmm! Seharum isi daging durian, hehehehe&#8230;</p>
<p>Nggak percaya? Datang aja ke Makassar!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[check 1,2,3...]]></title>
<link>http://elizhitomi.wordpress.com/2009/12/13/check-123/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 20:24:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>elizhitomi</dc:creator>
<guid>http://elizhitomi.wordpress.com/2009/12/13/check-123/</guid>
<description><![CDATA[ngilu rasa hati bila tengok/dengar berita2 di tv/radio akhir2 ini&#8230;.berada dlm shopping complex]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>ngilu rasa hati bila tengok/dengar berita2 di tv/radio akhir2 ini&#8230;.berada dlm shopping complex pun bleh dilanggar kereta&#8230;duduk di dalam rumah juga bleh dilanggar..yaa kalau dah ajal tak kira di mana&#8230;.3jam lepas nikah tersentap dgn kehilangan pasangan&#8230;aduhhhh, hanya kekuatan iman yg mampu memapah diri saat itu&#8230;tragedi demi tragedi&#8230;.minta dijauhkan situasi2 seperti itu berlaku pd diri mahupun family&#8230;.</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p>semalam meround area2 cineleisure, the street, ikano,&#8230;mak aiiii rambang mata cuma duit je yg x ada..hehehh&#8230;(ohh ya sempat la terserempak dgn kak engku dan suami, nampak lebih cantik di luar dgn rambut dilepaskan dan tanpa make up&#8230;). ada 1 kemeja tu, sebijik sama mcm aku beli kat singapore hari tu dgn harga 15SGD.. dekat situ diorg jual harga rm66 n dia turunkan sampai rm60&#8230;so kira berbaloi la aku beli kat s&#8217;pore kan, separuh harga&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  </p>
<p>&#8230;.</p>
<p>(<em>arghhhhh apsal la plak tetiba je hati aku ni&#8230;.ishhhh dah la tu&#8230;please &#8216;hati&#8217;&#8230;cukup2 la tu&#8230;jgn buat aku &#8216;lelah&#8217;&#8230;.bantu aku, please&#8230;. memori, tolg jgn rewind semula cerita lama&#8230;tolong tekan butang &#8217;stop&#8217;&#8230;.please&#8230;.i need to move on&#8230;. yaa i know, let time heal d pain&#8230;. please, lesapkan semua bayang2 tu&#8230; please, go away..the feelings, the sweet memories, etc&#8230; otak, tolong la, bukankah kau yg berkuasa control semua sistem dlm tubuh ini, tolong beri arahan yg betul&#8230; please&#8230; no more rindu or cinta or any thoughts bout him..dia senang2 jer bleh lupakan ko so takkan ko takleh lupa plak kan..mesti boleh, D dah x important..banyak lg huruf lain.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ..aku blh jd kwn bila cinta aku dah betul2 beralih arah&#8230;full stop&#8230;..)</em></p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>mr.V kepenatan hari ni berhempas pulas menjayakan kenduri di rumahnya&#8230; mgkin aku x patut emosi pd entry sebelum ni&#8230;.hemmm&#8230;.apepun aku ada beli keychain sepasang yg comel&#8230;cuma blm sampai pd penerimanya jer lg&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  (errr patut ke bagi keychain tu ek, dah la half-half&#8230;errrrr&#8230;.ape2 jer la..tp mmg comel..hehehhh&#8230;.)&#8230;.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p style="text-align:center;"><em>tidak terdaya melihat apa yg telah dibina</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>bertahun lamanya tetap di jalan yg sama</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>segala helahmu hingga kayu tiga</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>merata-rata di dalam kisah kita</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>memang perjalananku banyak cacat celanya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>faham ku segalanya punca percaya</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>biarku pergi kerna ku terpaksa</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>dari ditinggalkanmu begitu saja</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>lepaskanlah dari tersiksa</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>biarlah bebas janganlah merana</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>masih dirimu</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>kasih yg dirindu</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>coba lah coba</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>sayang dah sayang</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>cuma kita tiada&#8230;.</em></p>
<p>ohhhh yaaa tiba2 terngiang-ngiang lagu tema drama Exora ini&#8230;ingat cerita Exora? hemmmm&#8230;.ahhhhhh&#8230;..x perlu ulas&#8230;..adoyaiiiii&#8230;.camne nak kikis merah2 yg melekat kat dinding ni?&#8230;hishhhhh&#8230;.urghhh&#8230;. by d way, just nak cite yg aku ada selitkan cerita pendek di website perkongsian karya2 penulisan, ya hasil dr kisah benar yg diolah dan diterjemahkan menjadi satu plot cerita pendek&#8230;.itu cara aku luahkan perasaan dan salurkan kesakitan&#8230;.yaa setahun itu penuh dgn &#8216;macam2&#8242; jadinya aku perlukan sedikit lg masa utk buat &#8216;cleaning&#8217;&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalau betul,]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/12/kalau-betul/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 13:50:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/12/kalau-betul/</guid>
<description><![CDATA[Kawan baik saya cakap, dia sama seperti yang dulu-dulu. Hanya hadir untuk meluka. Dia cakap lagi, su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kawan baik saya cakap, dia sama seperti yang dulu-dulu. Hanya hadir untuk meluka. Dia cakap lagi, sudah nasib kau. Terdiam. Lama.</p>
<p>Betul, dia sudah guris hati saya. Ouch!!</p>
<p><a href="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/12/images.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-377" title="images" src="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/12/images.jpg" alt="" width="91" height="91" /></a></p>
<p><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[..bosan..]]></title>
<link>http://elizhitomi.wordpress.com/2009/12/12/bosan-2/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 02:44:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>elizhitomi</dc:creator>
<guid>http://elizhitomi.wordpress.com/2009/12/12/bosan-2/</guid>
<description><![CDATA[astaghfirullahala&#8217;zim&#8230;&#8230;.sabar jer la&#8230;. (yaa aku faham, Allah tak akan menguj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>astaghfirullahala&#8217;zim&#8230;&#8230;.sabar jer la&#8230;. (yaa aku faham, Allah tak akan menguji hambaNya lebih dari yg mampu ditanggung oleh hambaNya&#8230;)&#8230;.</p>
<p>aduhhhhh&#8230;.aku punya la jaga keta ayah aku ni&#8230;dah drive merata 1 malaysia, tapi tu la &#8216;malang tak berbau&#8217; kan&#8230;nak jadi cerita kereta tu diam kaku tak bergerak pun bleh kena langgar&#8230;adoyaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii&#8230;.sabar jer la&#8230;.banyak plak tu kena gesel&#8230;.nasib baik jiran, aku ckp lembut jer la&#8230;yg pasti 1 keje aku kena hantar gi spray cat balik&#8230;aduhhhhhhh&#8230;,,mesti mama n ayah aku sedih nanti bila balik tgk keta dah tak &#8216;original&#8217;&#8230;hishhhhhhhh&#8230;nak buat camne benda dah jadi&#8230;sah2 bukan salah aku&#8230;so nak kata ape, takkan nak marah, bukan dapat hasil ape pun, bukan bleh patah balik&#8230;huhhhhh&#8230;so redha jer la&#8230;buat la ape yg patut&#8230;hemmm&#8230;nak frust pun ntah la&#8230;cuma aku fikirkan my parents je nanti&#8230;hemmm&#8230;.</p>
<p>(yaa aku sedikit sebak&#8230;sbb aku tahu, bila soal kereta camni or bila sesuatu berlaku pd aku yg bt aku sedikit &#8216;down&#8217;, &#8216;he&#8217; will be the 1st person yg aku inform dan biasanya dia akan terus call dan dengar luahan aku dan cool down kan dan ada solution dan lain2 la&#8230;..not just &#8216;a msg&#8217;&#8230;..huhhhh&#8230;.ok2 fine, aku takleh bandingkan lg&#8230;-paused-..)</p>
<p>hemmm&#8230;mgkin aku stok &#8216;manja&#8217; kot&#8230;dah terbiasa keluarga aku layan aku macam anak2 kecil yg byk lg tak tahu&#8230;wlupun aku tahu sebenarnya tp seronok bila dilayan lebih&#8230;.ya aku perlukan lebih perhatian utk kes2 tertentu&#8230;.aku nak org yg blh kongsi cerita dgn aku&#8230;.yg &#8216;ada&#8217; saat aku perlukan&#8230;tak semestinya &#8216;ada&#8217; itu maksudnya perlu ada di sebelah tp &#8216;ada&#8217; bleh jadi wujud dlm pelbagai versi&#8230;banyak saluran ada&#8230;.urghhhhhh&#8230;.ok la ni aku tulis ikut perasaan yg tgh urghhhh&#8230;.. abaikan&#8230;sekadar luahan perasaan&#8230;&#8230;&#8230;.bosan..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila rasa itu menggila...]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/11/bila-rasa-itu-menggila/</link>
<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 01:27:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/11/bila-rasa-itu-menggila/</guid>
<description><![CDATA[Petang itu saya melangut di tepi tasik seorang diri. Bukan tidak mahu berteman, cuma saya lebih suka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Petang itu saya melangut di tepi tasik seorang diri. Bukan tidak mahu berteman, cuma saya lebih suka seorang. Tambah-tambah lagi dalam keadaan begini. Sesak benar nafas. Terasa seperti urat-urat yang bertali di dalam tubuh ini dimampat oleh sesuatu yang&#8230; uh, berat! Satu persatu permasalahan membebani diri. Kalau mahu dikira-kira <em>load </em>setiap satu, boleh penyek dibuatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Saya lemparkan pandangan jauh-jauh ke hadapan. Memandang tasik yang tenang, cuma sesekali berpusar sedikit dek dicelup kaki sang serangga yang riang ria bekejaran.  Cemburu bertandang bila menyaksikan keriangan mereka. Masih, sesak. Sesekali saya tarik nafas sedalam mungkin dan lepaskan perlahan-lahan. Lega sedikit. Sekurang-kurangnya untuk beberapa minit, hilang sesak yang merimaskan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Acap kali saya menghantar maklumat ke otak; <span style="color:#ff0000;">cuba kau menjadi sedikit<em> ignorance</em> &#8211; persetankan <em>surrounding</em> kau yang <em>unfavorable</em><span style="color:#000000;">.</span></span> Tapi, payah sungguh otak nak memproses setiap<em> byte</em> data. Mungkin otak juga seperti hati. Makin tua, makin <em>fragile</em>. Seperti <em>paperheart</em> layaknya. Lama- lama mungkin habis rabak hati saya. Dikeronyok-keronyok, diconteng-conteng, di<em>double-standard</em> oleh<em> liquid paper</em>, digesel-gesel oleh getah pemadam, dan akhirnya.. koyak!</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kau mau tahu, koyak itu paling sakit!!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya masih lagi memakukan diri di pondok di tepi tasik itu. Saya pandang ke tepi. Duduk atur novel karya saudara Habiburrahman El Shirazy itu tidak sedikit pun saya usik. Masih kaku di sebelah. Teringat kembali waktu menonton cerita yang diadaptasikan ke filem ini dan sedikit sebanyak ia memberikan kesan pada saya. Lantas saya memutuskan untuk memiliki satu, sengaja.. hanya untuk mendalami lagi setiap satu watak. Kononnya mahu bawa novel itu ke tasik sebagai peneman. Mulalah rasa bersalah bertandang bila melihat novel itu tidak disentuh.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ayat-ayat Cinta</em> yang sedari tadi kaku, cuba saya gapai. Saya selak-selak, mula membaca setiap satu baris ayat. Saya letakkan kembali novel itu di duduk tempat asalnya. Entahlah. Susah betul mahu mencerna setiap satu huruf. Otak masih lagi memberi <em>priority</em> kepada hati saya. Dia masih lagi menimbang tara setiap bebanan yang saya tanggung. Dia tahu keperitan yang saya alami. Cuma, mungkin dia sedikit lembab. Tidak mengapa. Saya faham. Asalkan tidak perlu buka pekung di dada, saya sanggup menunggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saban hari otak mengutarakan pertanyaan yang sama. Sebolehnya saya mahu mengelak, tapi apakan daya. Saya perlu menghadapi persoalan dia yang saya sendiri tidak punya jawapan. Kerna, saya sudah penat mencari. Saya sudah penat memujuk hati. Saya kira saya boleh bergantung harap pada insan lain. Tapi, tak siapa faham gelodak rasa yang bermain di jiwa. Hanya saya dan saya sahaja yang memahami. Bila mana tersilap kata, ada yang terasa hati. Maaf, kawan. Dan waktu mahu berkongsi rasa&#8230; tiada siapa yang sudi memahami, mahupun bertanya khabar. Malah memberi respon menyakitkan hati. Entahlah.. Semua manusia biasa. Saya pun. Mungkin ada amarah yang tidak terkawal.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang pasti, saya di sini masih lagi memandang ke arah tasik. Tenang. Juga cuba untuk mengawal amarah yang semakin menggila di dalam diri. Mungkin sekali lagi saya bakal membuat keputusan yang mengejutkan? Siapa tahu&#8230; dan siapa tak kenal <em>cik-last-minute-decision</em> ini. Apabila dia rasa dia <em>better off alone</em>, dia pasti mengejutkan semua.</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: uh, keje2! T_T</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ohhh hawa....]]></title>
<link>http://elizhitomi.wordpress.com/2009/12/09/ohhh-hawa/</link>
<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 11:46:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>elizhitomi</dc:creator>
<guid>http://elizhitomi.wordpress.com/2009/12/09/ohhh-hawa/</guid>
<description><![CDATA[uhukk uhukkk&#8230;.. guess what??hahahhaaa&#8230;. opppsssss simpan dulu la cite tu&#8230;kt cite l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>uhukk uhukkk&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>guess what??hahahhaaa&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  opppsssss simpan dulu la cite tu&#8230;kt cite lain&#8230;.heheh&#8230;</p>
<p>&#8230;..</p>
<p><em><strong>&#8217;sometimes when u least expect it&#8230;.love happens&#8217;&#8230;&#8230;</strong></em> (aku saje boring2 nak gi lyn movie love happens ni&#8230;.hehehhh&#8230;.)</p>
<p>&#8230;..</p>
<p>pagi2 td aku dengar topik pagi hot.fm&#8230;.perghhhhh panasssssssssss tu beb&#8230;.panas utk telinga aku la&#8230;tajuknya &#8216;Scandal&#8217; ok&#8230;..ada 1 kes tu, hemmm&#8230;6thn bkn jgka masa yg singkat&#8230;.giler&#8230;tp tu la bl sebut soal &#8216;CINTA&#8217; hemmm camne nak dibahaskan kan??&#8230;.. menunggu suami org selama itu, aku rasa sgt x berbaloi&#8230; tp aku cuba memahami situasi that girl (maklum la sy kan ada sedikit experience&#8230;hehh&#8230;),,,,,,aku rasa kalau org tu betul2 serius, dia tak akan &#8216;pending&#8217; masa selama itu dan masih belum buat apa2&#8230;what??masih lg nak bazirkan umur n masa n life? klu dikira umur that girl baru 25thn ok wlupun masa yg dibazirkan dah 6thn&#8230;25thn masih banyak lg bleh diteroka n masih ramai lg bachelor kat luar sana kalau nak compare peluang dia lebih cerah dari wanita 27thn ini ok&#8230;&#8230; please&#8230; tp yup aku faham, cinta bila dah tebal dlm hati hemmmm&#8230;<strong>sangat2 perlukan kekuatan mental dan semangat utk keraskan hati dan kukuhkan diri semula, ya bukan mudah utk menarik diri kembali tegak setelah lama menunduk berpayung kan??? hati kena kuat dan kena fikirkan ibu bapa yg tersayang, juga kaum hawa yg seangkatan&#8230;.itu pendapat aku&#8230;org lain aku tak tahu&#8230;&#8230;..yg pasti aku taknak anak aku alami perkara seperti itu dan seangkatannya jadi aku cuba sedaya upaya utk tidak beralah pada emosi dan perasaan sendiri mahupun kemahuan diri yg tinggi ini&#8230;.</strong></p>
<p><strong>&#8230;&#8230;</strong></p>
<p>yaaa sy masih x tahu apa akan jadi pd masa hadapan&#8230;..cumanya sy cuba membayangkan masa hadapan yang bahagia, ya sy tamak, sy mahukan hak sy seorang&#8230;1 n only&#8230;.tiada toleransi ok&#8230;.(wlupun sy tahu sy kategori &#8216;baik sangat&#8217; tapi sy tetap tamak soal kasih sayang, soal cinta, soal perhatian, ++++++)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kontrol Emosi...]]></title>
<link>http://nieamore.wordpress.com/2009/12/08/kontrol-emosi/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 09:23:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>re_nie&quot;)</dc:creator>
<guid>http://nieamore.wordpress.com/2009/12/08/kontrol-emosi/</guid>
<description><![CDATA[Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri kita akan sulit dikenda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri kita akan sulit dikendalikan dan rasa malu pun kadang akan hilang berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya pada benda, binatang, orang lain, dll di sekitarnya.<br />
Banyak orang bilang kalau menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :<br />
1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.<br />
2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.<br />
3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.<br />
4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.<br />
5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.<br />
6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.<br />
7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain. dsb&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"><strong><em>A. Beberapa Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Diri Sendiri</em></strong></span></p>
<p><strong><em></em>1. Rasakan Yang Orang Lain Rasakan<!--more--><br />
</strong>Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang tukar posisi di mana anda menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu jelas anda akan cengar-cengir sendiri.</p>
<p><strong>2. Tenangkan Hati Di Tempat Yang Nyaman<br />
</strong>Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi anda. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.</p>
<p><strong>3. Mencari Kesibukan Yang Disukai<br />
</strong>Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, main ps2 winning eleven, bermain gitar atau alat musik lainnya, membaca buku, chating, chayang-chayangan dengan kekasih pujaan hati, menulis artikel, nonton film box office, dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti merokok, make narkoba, dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>4. Curahan Hati / Curhat Pada Orang Lain Yang Bisa Dipercaya<br />
</strong>Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek, paman bibi, dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>5. Mencari Penyebab Dan Mencari Solusi<br />
</strong>Ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang anda hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran anda.</p>
<p><strong>6. Ingin Menjadi Orang Baik<br />
</strong>Orang baik yang sering anda lihat di layar televisi biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti anda ingin dipandang orang sebagai orang yang baik. Kalau ingin jadi penjahat, ya terserah anda.</p>
<p><strong>7. Cuek Dan Melupakan Masalah Yang Ada<br />
</strong>Ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting. Misalnya dalam hati berkata : ya ampun&#8230;. sama yang kayak begini aja kok bisa marah, nggak penting banget sich&#8230;</p>
<p><strong>8. Berpikir Rasional Sebelum Bertindak<br />
</strong>Sebelum marah kepada orang lain, cobalah anda memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan. Terkadang ada orang yang karena diliatin sama orang lain jadi marah dan langsung menegur dengan kasar mengajak ribut / berantem. Masalah sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.</p>
<p><strong>9. Diversifikasi Tujuan, Cita-Cita Dan Impian Hidup<br />
</strong>Semakin banyak cita-cita dan impian hidup anda maka semakin banyak hal yang perlu anda raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan hidup anda setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele tidak akan menjadi penting karena anda terlalu sibuk dengan rajutan benang masa depan anda. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang waktu anda yang berharga.</p>
<p><strong>10. Kendalikan Emosi Dan Jangan Mau Diperbudak Amarah<br />
</strong>Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup anda adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali adalah musuh besar anda dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk mengatasinya.</p>
<p><span style="color:#99cc00;"><strong><em>B. Cara Untuk Meredam Emosi / Amarah Orang Lain</em></strong><br />
</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;"> Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.</span></p>
<p>Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air, jangan lawan api dengan api.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Semoga berhasil menjinakkan emosi rasa marah anda.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/07/347/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 04:00:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/07/347/</guid>
<description><![CDATA[Benarlah, kuasa cinta. Seperti superwoman yang boleh membuat kerja itu dan ini lagaknya. -nuna-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Benarlah, kuasa cinta. Seperti <em>superwoman</em> yang boleh membuat kerja itu dan ini lagaknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terapi Jiwa]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/06/terapi-jiwa/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 06:41:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/06/terapi-jiwa/</guid>
<description><![CDATA[Saya suka mengungkap kata-kata dari blog Kak Su; terapi jiwa. Sedikit sebanyak ia berkaitan dengan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/12/candle_stock_1-760x1003.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-340" title="candle_stock_1-760x1003" src="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/12/candle_stock_1-760x1003.jpg" alt="" width="336" height="442" /></a>Saya suka mengungkap kata-kata dari <a href="http://theinexplicableme.wordpress.com/" target="_blank">blog Kak Su</a>; terapi jiwa. Sedikit sebanyak ia berkaitan dengan proses pemulihan dan membaikpulih<em> inner-self</em>. Betul, menulis di sini memberi satu kepuasan maksimum buat saya. Terapi jiwa lebih tepat. Saya boleh menulis apa saja yang terlintas di fikiran. Selalu luahan dalam bentuk bicara gagal, tapi di sini walaupun tidak dapat difahami oleh orang lain saya tetap puas. Sebab saya dah menulis apa yang perlu diluah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, bahasa itu abstrak. Hati boleh menjadi suka amat kalau orang faham apa yang saya mahu sampaikan. Seolah betul dia mengenali diri saya yang kompleks ini. Sungguh saya kompleks. Saya tidak tipu. Saya suka buat benda pelik. Kalau itu boleh mencapai tahap kepuasan untuk diri sendiri, saya buat. Saya suka berfikir pelik. Itu saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain menulis di blog, ada beberapa perkara pelik yang saya suka buat untuk terapi jiwa saya. Biasalah, orang yang suka bermain dengan emosi sendiri memang berada dalam kondisi yang bahaya. Di penghujungnya, perlu mencari penawar sendiri untuk mengubat hati yang lara. Kesian&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pernah berada dalam kondisi yang sangat stress di mana saya mahu pandu kereta laju-laju seorang diri dan akhirnya saya sesat di kawasan perkuburan cina, jam 12 malam! Oh, ini saya dah buat banyak kali.  Suka benar pandu laju-laju pada waktu malam. Nasib, tak kena saman. Tapi sejak sesat di kawasan perkuburan cina, saya serik! Sumpah tak tipu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Shopping </em>juga adalah salah satu terapi jiwa yang bagus untuk saya. (baca: saya perlukan duit yang banyak!) Selalu saya pergi ke pusat membeli-belah seorang diri dan menghabiskan duit dengan sekelip mata. Lepas itu, saya akan beri <em>reward </em>untuk diri saya sendiri; makan di tempat yang mahal-mahal seorang diri sambil memerhatikan perilaku manusia lain. Menarik, anda patut cuba!</p>
<p style="text-align:justify;">Mahal juga kalau mahu <em>shopping</em> setiap kali tertekan bukan? Saya ada cara yang murah. Tunggu hujan. Selepas waktu hujan, cuba keluar berjalan seorang diri di kawasan yang ada tumbuhan hijau. Tarik nafas dalam. Tahan. Hembus perlahan-lahan. Apa kamu rasa? Puas dan sedikit tenang bukan? Walaupun sedikit, cukuplah untuk menahan diri daripada <em>break</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana kalau tak hujan? Oh, saya suka juga berjogging seorang diri. Rasa <em>hawt</em> sekejup bila <em>jogging </em>seorang diri, orang sana sini pandang (baca: maaf, perasaan sedikit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ). Masa tu, saya akan berlari sampailah saya penat untuk lari dan  juga penat berfikir selirat-selirat yang berserabut di dalam otak. Bagus, bukan? Boleh kurus juga! hehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Paling tidak pun, saya akan rasa sedikit tenang bila mendengar suara orang tersayang. Suara itu seolah-olah merangkul erat memberikan seribu satu ketenangan. Sebab itulah setiap hari pasti saya akan menelefon mak. Walaupun mak tak tahu gelodak jiwa yang menghentam dinding hati, tapi cukuplah dengan mendengar suaranya. Mungkin saya sedikit melankolik. Peduli apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila saya gelisah dan resah, tak tahu nak buat apa. Saya tahu satu penyelesaian yang abadi. Kepada-Nya juga kita kembali. Sungguh, alunan-alunan ayat suci sangat menenangkan. Selalu saya manusia yang alpa ini lupa. Meratap hiba saya mengenangkan kelalaian diri&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: Satu impian saya yang masih tidak tercapai. Saya mahu pergi ke suatu kawasan yang sangat tinggi dan memerhatikan segala hidupan di bawah sana. Cantik bila pada waktu malam memerhatikan suasana sebegitu. Ditambah pula dengan hiasan neon malam. Sungguh <em>perfect</em>! Bila agaknya, ya? Hmm, entah!</p>
<p style="text-align:justify;">p/s/s: urghh.. encik nyamuk yang tidak hensem suka benar beri <em>love-bite</em> pada leher saya. Kuang asam betul, la!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
