<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>enzim &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/enzim/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "enzim"</description>
	<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:40:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mitos tentang Yoghurt]]></title>
<link>http://enzymer.wordpress.com/2009/12/02/mitos-tentang-yoghurt/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 08:11:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>enzymer</dc:creator>
<guid>http://enzymer.wordpress.com/2009/12/02/mitos-tentang-yoghurt/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum membaca The Miracle of Enzyme, sama seperti kebanyakan orang, aku juga percaya bahwa yoghurt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebelum membaca The Miracle of Enzyme, sama seperti kebanyakan orang, aku juga percaya bahwa yoghurt]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stop Minum Susu Sapi Komersial]]></title>
<link>http://enzymer.wordpress.com/2009/11/30/stop-minum-susu-sapi-komersial/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 23:55:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>enzymer</dc:creator>
<guid>http://enzymer.wordpress.com/2009/11/30/stop-minum-susu-sapi-komersial/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai aktivis kampanye back-to-breastfeeding (anjuran WHO untuk memberikan ASI Eksklusif selama 6 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebagai aktivis kampanye back-to-breastfeeding (anjuran WHO untuk memberikan ASI Eksklusif selama 6 ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapakah Hiromi Shinya]]></title>
<link>http://enzymer.wordpress.com/2009/11/29/siapakah-hiromi-shinya/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 22:32:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>enzymer</dc:creator>
<guid>http://enzymer.wordpress.com/2009/11/29/siapakah-hiromi-shinya/</guid>
<description><![CDATA[Hiromi Shinya (新谷弘実) lahir di Jepang bulan Maret 1935. Ia seorang gastroenterologis &#8211; dokter s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hiromi Shinya (新谷弘実) lahir di Jepang bulan Maret 1935. Ia seorang gastroenterologis &#8211; dokter s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Enzim (Penjelasan singkat dan aplikasinya dalam industri makanan dan minuman)]]></title>
<link>http://wanwa03.wordpress.com/2009/11/23/enzim-penjelasan-singkat-dan-aplikasinya-dalam-industri-makanan-dan-minuman/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 12:26:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>wanwa03</dc:creator>
<guid>http://wanwa03.wordpress.com/2009/11/23/enzim-penjelasan-singkat-dan-aplikasinya-dalam-industri-makanan-dan-minuman/</guid>
<description><![CDATA[ENZIM, Penjelasan singkat dan aplikasinya dalam industri makanan dan minuman Oleh : Wawan Agustina, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>ENZIM,<br />
Penjelasan singkat  dan aplikasinya  dalam industri makanan dan minuman</p>
<p>Oleh : Wawan Agustina, S.Si<br />
Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna<br />
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia<br />
e-mail : wan_agustina@yahoo.co.id</p>
<p>A.	Pendahuluan</p>
<p>Enzim merupakan senyawa berstruktur protein yang dapat berfungsi sebagai katalisator dan dikenal sebagai biokatalisator. Enzim berperan sebagai katalisator yang mengkatalisis reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sistem biologis. Enzim dapat mengkatalisis sebuah reaksi yang secara reaksi kimia biasa tidak mungkin terjadi dan seperti halnya katalisator biasa, enzim juga tidak ikut bereaksi atau pun terurai menjadi produk reaksi.</p>
<p>Enzim dapat diperoleh dari sel-sel hidup dan dapat bekerja baik untuk reaksi-reaksi yang terjadi di dalam sel maupun di luar sel. Pemanfaatan enzim untuk reaksi-reaksi yang terjadi di luar sel Sekarang banyak diaplikasikan dalam dunia industri seperti industri makanan, detergen, penyamakan kulit, kosmetik, dll. Pemanfaatan enzim dapat dilakukan secara langsung menggunakan enzim hasil isolasi maupun dengan cara pemanfaatan mikroorganisme yang dapat menghasilkan enzim yang diinginkan.</p>
<p>B.	Sumber-Sumber Enzim</p>
<p>Enzim dapat diperoleh dari makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan selain itu sumber enzim yang saat ini sangat dikenal dan banyak dimanfaatkan adalah mikroorganisme. Beberapa contoh enzim seperti bromelin sebagai protease bersumber dari tumbuhan yaitu nanas, papain sebagai protease dari pepaya, lisozim dari putih telur dan lain sebagainya. Meskipun banyak sumber enzim yang berasal dari hewan dan tumbuhan, namun sekarang pemanfaatan mikroorganisme sebagai sumber enzim lebih banyak diminati karena beberapa alasan. Adapun alasan-alasan tersebut antara lain, bahwa enzim dari mikroorganisme bisa dihasilkan dalam waktu yang sangat singkat bahkan dalam hitungan jam, proses produksinya bisa dikontrol, kemungkinan terkontaminasi oleh senyawa-senyawa lain lebih kecil, area produksi tidak harus luas, dan lain sebagainya.<br />
Menurut (Agustina, 2004) ada berbagai macam enzim yang digunakan secara komersial berasal dari jaringan tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang terseleksi. Beberapa contoh enzim yang berasal dari hewan antara lain tripsin, rennet, lipase, dan kemotripsin. Selain dari hewan  ada beberapa contoh yang bersumber dari tanaman seperti aktinidin, alfa amilase, beta amilase, bromelin, dan papain.</p>
<p>C.	Sifat-sifat Kimiawi dan fisik Enzim<br />
Enzim sebagai suatu senyawa yang berstruktur protein baik murni maupun tergabung dengan gugusan-gugusan kimiawi lainnya memiliki sifat yang sama dengan protein lain yaitu dapat terdenaturasikan oleh panas, terpresipitasikan / terendapkan oleh senyawa-senyawa organik cair seperti ethanol dan aseton juga oleh garam-garam organik berkonsentrasi tinggi seperti ammonium sulfat, dan memiliki bobot molekul yang relatif besar sehingga tidak dapat melewati membran semi permeabel atau tidak dapat terdialisis. </p>
<p>Beberapa jenis enzim tidak memerlukan  komponen lain atau tambahan untuk mencapai aktivitasnya, namun ada beberapa enzim memerlukan molekul non protein lainnya yang biasanya terikat kuat dengan molekul proteinnya. Molekul lain lain yang terikat dalam enzim tersebut dinamakan sebagai kofaktor. Kofaktor dapat berupa senyawa anorganik seperti ion-ion logam ( Mg2+, Mn2+,  Fe2+,  Zn2+, dsb), selain itu juga dikenal adanya istilah koenzim, koenzim adalah senyawa organik dengan bobot molekul rendah yang terikat pada bagian protein enzim. Sedangkan proteinnya sendiri dinamakan apoenzim. Enzim akan menjadi aktif apabila Apoenzim bergabung atau berikatan dengan kofaktor atau koenzim. </p>
<p>Molekul-molekul enzim merupakan katalis yang sangat efisien dalam mempercepat pengubahan substrat menjadi produk-produk akhir.  Menurut Pelczar and Chan, 1986, satu molekul enzim tunggal dapat melakukan pengubahan sebanyak seribu molekul substrat perdetik. Kenyataan ini sekaligus menjelaskan bahwa molekul enzim tidak dikonsumsi ataupun mengalami perubahan selama proses reaksi berlangsung. Namun demikian ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan bahwa enzim tidaklah stabil aktivitasnya dapat berkurang atau bahkan menghilang oleh berbagai pengaruh baik kondisi fisik maupun kimia seperti suhu, pH, dan lain sebagainya.  Ada dua ciri yng mencolok dari enzim yaitu (1) efisiensi katalitiknya yang tinggi dan (2) derajat kekhususannya (spesifitas) yang tinggi terhadap substrat tertentu.</p>
<p>D.	Spesifitas Enzim<br />
Enzim dalam kerjanya sebagai katalis biasanya memilki kespesifikan, yaitu bahwa enzim hanya bekerja untuk substrat khusus atau tertentu saja, namun demikian ada juga yang bekerja pada bermacam-macam jenis substrat.<br />
Ada dua model yang menjelaskan tentang mekanisme kerja enzim terkait kespesifikannya terhadap substrat yaitu :<br />
a.	Model Kunci dan Gembok (Lock and Key)<br />
Model ini diajukan oleh Emil Fischer pada tahun 1894 yang menjelaskan bahwa enzim dan substrat memiliki bentuk yang saling memenuhi seperti kunci dan gemboknya bentuknya kaku dan tetap (tidak berubah-ubah)<br />
Contoh mekanisme reaksi dalam gambar : </p>
<p>Gambar 1. Mekanisme reaksi  enzim model lock and key</p>
<p>b.	Model Ketepatan Induksi (Induced-fit)<br />
Model Ketepatan Induksi merupakan modifikasi model kunci dan gembok yang diajukan oleh  Daniel Koshland pada tahun 1958. Ia menjelaskan oleh karena enzim memiliki struktur yang fleksibel, sehingga sisi aktifnya dapat secara terus menerus berubah bentuk sesuai interaksinya dengan substrat. Akibatnya, substrat tidak berikatan dengan sisi aktif yang kaku. Rantai-rantai samping asam amino dapat berubah sesuai dengan substrat dan mengijinkan enzim untuk menjalankan fungsi katalitiknya.<br />
Contoh mekanisme reaksi dalam gambar :</p>
<p>Gambar 2. Mekanisme reaksi  enzim model Induced-fit</p>
<p>E.	Faktor-faktor yang mempengaruhi Aktivitas Enzim<br />
Enzim sebagai biokatalisator berstruktur protein dalam mekanisme kerjanya aktiitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu antara lain, pH, Suhu, konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, kehadiran aktiator atau inhibitor.<br />
a.	pH (Derajat Keasaman)<br />
pH merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan apabila kita bekerja dengan enzim, hal ini dikarenakan enzim hanya mau dan mampu bekerja pada kondisi pH tertentu saja. Suatu kondisi pH di mana enzim dapat bekerja dengan aktivitas tertinggi yang dapat dilakukannya dinamakan dengan pH optimum. Sebaliknya pada pH tertentu enzim sama sekali tidak lagi aktif atau bahkan rusak. Hal ini dapat dijelaskan karna kita ketahui bahwa enzim merupakan molekul  protein, molekul protein kesetabilannya dapat dipengaruhi oleh tingkat keasaman lingkungannya, pada kondisi keasaman yang ekstrim molekul-molekul protein dari enzim akan rusak.<br />
b.	Suhu / Temperatur<br />
Seperti halnya oleh pH, aktivitas kerja enzim  juga dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dimana ia bekerja. Seperti reaksi kimia biasa suhu biasanya dapat mempercepat proses reaksi, namun demikian pada titik suhu tertentu kecepatan reaksi yang dikatalisis oleh enzim akan mulai menurun bahkan aktivitasnya tidak lagi nampak. Kondisi suhu di mana enzim dapat menghasilkan aktivitas tertinggi dinamakan suhu atau temperatur optimum. Oleh karena enzim berstruktur protein, sebagaimana kita ketahui bahwa protein dapat dirusak oleh panas, sehingga pada suhu tinggi tertentu aktivitas enzim mulai menurun dan bahkan aktiitasnya menghilang. Hal ini sangat dimungkinkan karena terjadinya denaturasi atau kerusakan struktur protein oleh pengaruh panas. Panas yang berlebihan akan menybabkan terjadinya kerusakan struktur enzim yang dapat menybabkan kerusakan enzim baik secara keseluruhan maupun sebagian terutama sisi aktifnya.</p>
<p>c.	Konsentrasi Substrat<br />
Reaksi-reaksi biokimia yang diktalisis oleh enzim diperngaruhi pula oleh jumlah substrat. Jika kita melakukan pengujian konsentrasi substrat dari rendah ke tingi terhadap kecepatan reaksi enzimatis, maka pada awalnya akan diperoleh hubungan kesebandingan yang menyatakan kecepatan reaksi akan mkeningkat seiring dengan meninkatnya konsentrasi substrat, namun kemudian akan diperoleh data yang menyatakan pada konsentrasi substrat tinggi tertentu kecepatan reaksi tidak lagi bertambah. Pada kondisi ini konsentrasi substrat menjadi jenuh dan kecepatan reaksi menjadi maksimum yang sering juga disebut sebaai kecepatan maksimum (Vmax).<br />
Hubungan antara konsentrasi substrat dan kecepatan reaksi biasanya dinyatakan dengan konstanta Michelis-Menten (KM). Nilai KM didefinisikan sebagai konsentrasi substrat tertentu pada saat kecepatan reaksi enzimatis mencapai setengah dari kecepatan maksimumnya. Hubungan tersebut dapat digambarkan dalam sebuah kurva yang dikenal sebaai Kurva Michelis-Menten seperti contoh pada ambar berikut : </p>
<p>Gambar 3. Kurva hubungan antara konsentrasi substrat dan kecepatan reaksi</p>
<p>d.	Konsentrasi Enzim<br />
Peningkatan konsentrasi enzim dalam suatu reaksi biokimia akan meningkatkan kecepatan kecepatan reaksi yang dikatalisisnya.</p>
<p>Gambar 4. Kurva Hubungan antara konsentrasi enzim dan kecepatan reaksi</p>
<p>e.	Kehadiran aktivator/inhibitor.<br />
Aktivator adalah zat atau senyawa yang dapat menyebabkan meninkatnya aktiitas enzim apabila ia berada pada saat terjadinya reaksi, dan sebaliknya inhibitor adalah zat yang dapat menghambat aktivitas reaksi. </p>
<p>F.	Peran enzim dalam metabolisme<br />
Metabolisme merupakan sekumpulan proses-proses reaksi kimia yang terjadi atau berlangsung pada makhluk hidup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Reaksi-reaksi dalam peoses metabolisme dapat dikategorikan menjadi dua proses utama yaitu meliputi :<br />
(1) Proses sintesis molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil (anabolisme)<br />
(2) Proses Penyusunan molekul besar dari molekul yang lebih kecil (katabolisme). </p>
<p>G.	Aplikasi Enzim dalam Industri makanan dan Minuman<br />
Dalam bidang bioteknologi enzim merupakan salah satu produk yang banyak digunakan atau diaplikasikan untuk keperluan industri seperti industri makanan, minuman, farmasi, kosmetik dan lain sebagainya. Dalam industri makanan atau minuman enzim banyak digunakan untuk menghasilkan atau meningkatkan kualitas dan keanekaragaman produk. Beberapa contoh produk yang memanfaatkan enzim seperti keju, yoghurt, dan lain sebagainya (Philips, 2009). Beberapa contoh jenis enzim yang umum dan banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman antara lain :</p>
<p>a.	Rennet<br />
Rennet adalah enzim yang digunakan dalam proses pembuatan keju (cheese) yang terbuat dari bahan dasar susu. Susu adalah cairan yeng tersusun atas protein yang terutama kasein yang dapat mempertahankan bentuk cairnya. Rennet merupakan kelompok enzim protease yang ditambahkan pada susu pada saat proses pembuatan keju. Rennet berperan untuk menghidrolisis kasein terutama kappa kasein yan berfungsi mempertahankan susu dari pembekuan. Enzim yang paling umum yang diisolasi dari rennet adalah chymosin. Chymosin dapat diisolasi dari beberapa jenis binatang, mikroba atau sayuran, akan chymosin yang berasal dari mikroorganisme lokal atau asli yang belum mendapat rekayasa gebetik kadang aplikasinya dalam pembuatan keju atau cheddar menjadi kurang efektif.</p>
<p>b.	Laktase<br />
Lactase adalah enzim likosida hidrolase yang berfungsi untuk memecah laktosa menjadi gula penyusunnya yaitu glukosa dan galaktosa. Tanpa suplai atau produksi enzim laktase yang cukup dalam usus halus, akan menyebabkan terjadinya lactose intolerant yang mengakibatkan rasa tidak nyaman diperut seperti kram, banyak buang gas, atau diare) dalam saluraqn cerna selama proses pencernaan produk-produk susu. Secara komersial laktase digunakan untuk menyiapkan produk-produk  bebas laktosa seperti susu. Ini juga dapat digunakan untuk membuat es krim untuk membuat cream dan rasa produk yang lebih manis. Laktase biasanya diisolasi dari yeast (Kluyveromyces sp.) dan fungi (Aspergillus sp.). </p>
<p>c.	Katalase<br />
Katalase adalah enzim yang dapat diperoleh dari hati sapi (bovine livers) atau sumber microbial. Dan digunakan untuk mengubah hydrogen peroksida menjadi air dan molekul oksigen. Enzim ini digunakan secara terbatas pada proses produksi keju. </p>
<p>d.	 Lipases<br />
Lipase digunakan untuk memecah atau menghidrolisis lemak susu dan memberikan flavour keju yang khas.  Flavour dihasilkan oleh karena adanya asam lemak bebas yang diproduksi ketika lemak susu dihidrolisis. Selain pada industri engolahan susu juga pada industri lainnya.</p>
<p>e.	Protease<br />
Protease adalah enzim yang berfungsi untuk menghidrolisis ikatan peptida dari senyawa-senyawa protein dan diurai menjadi senyawa lain yang lebih sederhana (asam amino). Contoh protease yang dapat dimanfaatkan adalah bromelin danpapain sebagai bahan pengempuk daging.</p>
<p>f.	Amilase<br />
Amilase merupakan enzim yang berfungsi untuk menghidrolis amilum (pati) menjadi gula-gula sederhana seperti dekstrin dan glukosa. Enzim amilase dapat digunakan dalam proses pembuatan biskuit, minuman beralkohol, dan pembuatan sirup glukosa.<br />
Daftar Pustaka </p>
<p>Agustina, W. 2004. Pemanfaatan Bacillus licheniformis sebagai Bakteri Penghasil Enzim Protease dengan Medium Tepung Biji Amaranth. PS MIPA Unsoed, Purwokerto.<br />
Anonim, 2009, Enzim, www.Wikipedia.com<br />
Anonim, Production Of Industrial enzyme in Fermentation.<br />
Pelczar, M.J., dan Chan, E.C.S, 1986 Dasar-dasar Mikrobiologi. Penerjemah : R.S. Hadioetomo, dkk. UI Press. Jakarta.<br />
Phillip, T, 2009, Enzymes Used in the Dairy Industry, www.About.com<br />
Widiati, H.S., 200, Isolasi, Pemurnian dan Penentuan beberapa sifat protease dari Pseudomonas cocovenenans B-154 yan difraksinasi dengan garam ammonium sulfat. Skripsi PS MIPA Unsoed, Purwokerto</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bee Pollen, Kandungan Nutrisi dan Manfaatnya]]></title>
<link>http://terapimadu.wordpress.com/2009/11/23/bee-pollen-kandungan-nutrisi-dan-manfaatnya/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 00:22:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Al Khair</dc:creator>
<guid>http://terapimadu.wordpress.com/2009/11/23/bee-pollen-kandungan-nutrisi-dan-manfaatnya/</guid>
<description><![CDATA[Bee Pollen adalah terbuat dari serbuk sari bunga jantan (Bee Pollen), kandungannya lengkap kaya vita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Bee Pollen</strong> adalah terbuat dari serbuk sari bunga jantan (Bee Pollen), kandungannya lengkap kaya vitamin, karbohidrat, protein, asam amino, hormon, mineral dan antioksidan.</p>
<p><strong><span style="color:#993300;">Manfaat Bee Pollen</span></strong></p>
<p><!--more-->Tidak heran apabila Bee Pollen disebut sebagai Intisari kehidupan<br />
Carlson Wade ahli gizi terkenal mengatakan, beberapa unsur dasar dalam tubuh manusia seperti : enzim, hormon, vitamin dan asam amino yg harus didapat dari luar, karena tubuh tidak mampu memproduksinya sendiri. Semua zat gizi tsb harus dikonsumsi secara teratur untuk menjaga keseimbangan tubuh dan memenuhi gizi yg diperlukan.<br />
Tak satupun Suplemen yg memiliki unsur-unsur tsb secara lengkap, kecuali Bee Pollen. Khasiatnya dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh melawan segala jenis penyakit.</p>
<p>Bee Pollen adalah Serbuk Sari Bunga Jantan yang diambil oleh lebah dan digunakan sebagai makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. Istilah yang digunakan para peternak untuk Bee Pollen adalah Roti Lebah. Proses pengambilan Bee Pollen sangat sederhana. Sewaktu lebah menghisap nektar (bakal madu) dari bunga, serbuk sari bersama nektar liur lebah terkumpul kemudian disimpan pada kantung Pollen yang terdapat pada kakinya.</p>
<p>Bekhasiat Untuk :</p>
<p>1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit<br />
2. Sebagai stabilisator sistem metabolisme tubuh<br />
3. Mempertahankan dan memelihara sistem reproduksi baik pria maupun wanita<br />
4. Mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama sel jaringan otak<br />
5. Penambahan gizi bagi wanita hamil dan menyusui<br />
6. Meningkatkan daya berpikir dan konsentrasi<br />
7. Mengobati Encok/Radang Sendi/Rematik<br />
8. Mengobati Varises</p>
<p>Bee Pollen merupakan makanan super paling terkenal. Fitonutrien yang ditemukan pada Bee Pollen jumlahnya ribuan. Zat gizi yang termasuk dalam kategori polifenol ini berfungsi sebagai anti-oksidan</p>
<p>Dan juga Bermanfaat untuk :</p>
<p>1. Nuntrisi untuk otak dewasa dan anak anak<br />
2. Meningkatkan konsentrasi<br />
3. Meningkatkan stamina tubuh dan vitalitas agar tetap bersemangat dan berenergi<br />
4. mengobati dan memcegah penyakit Kanker, diabetes, kolesterol<br />
5. Membantu mempercepat proses penyembuhan setelah sakit (bekas oprasi dan organ dalam)<br />
6. Memperbaiki gangguan prilaku (kebiasaan), gangguan seksual, prostat dan gangguan reproduksi<br />
7. Membantu terapi Diet (berat badan ideal)<br />
8. Memperlambat proses penuaan, memelihara kecantikan kulit , menghilahkan nyeri waktu haid<br />
9. Melindungi hati dan membuang racun</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ISOLASI DNA]]></title>
<link>http://seisyuhada.wordpress.com/2009/11/20/isolasi-dna/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 04:37:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>seisyuhada</dc:creator>
<guid>http://seisyuhada.wordpress.com/2009/11/20/isolasi-dna/</guid>
<description><![CDATA[Waktu Percobaan        :           Rabu, 27 Oktober 2009 Tempat Percobaan       :           Laborato]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Waktu Percobaan        :           Rabu, 27 Oktober 2009 Tempat Percobaan       :           Laborato]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RS John Hopkins: Kemoterapi bukan satu-satunya cara melawan Kanker]]></title>
<link>http://raggne.wordpress.com/2009/11/11/rs-john-hopkins-kemoterapi-bukan-satu-satunya-cara-melawan-kanker/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:03:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>raggne</dc:creator>
<guid>http://raggne.wordpress.com/2009/11/11/rs-john-hopkins-kemoterapi-bukan-satu-satunya-cara-melawan-kanker/</guid>
<description><![CDATA[PENYAKIT CANCER, UPDATE DARI RUMAH SAKIT JOHNS HOPKINS SETELAH BERTAHUN2 MENGATAKAN PADA KHALAYAK BA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PENYAKIT CANCER, UPDATE DARI RUMAH SAKIT JOHNS HOPKINS</p>
<p>SETELAH BERTAHUN2 MENGATAKAN PADA KHALAYAK BAHWA KEMOTERAPI ADALAH CARA SATU2NYA UNTUK MENCOBA (KATA KUNCI: MENCOBA) DAN MENGHILANGKAN PENYAKIT CANCER, JOHN HOPKINS AKHIRNNYA MULAI MENGATAKAN: &#8221; ADA CARA ALTERNATIF&#8221;.</p>
<p>Update dari John Hopkins:</p>
<p>1. Tiap orang mempunyai sel kanker. Sel kanker ini tidak tampak dalam pemeriksaan standar sampai sel2 ini berkembang biak hingga berjuta jumlahnya. Pada saat dokter memberitahu pasien bahwa &#8220;tidak ada sel kanker lagi&#8221; setelah menjalani pengobatan, itu artinya pemeriksaan yang dilakukan sudah tidak dapat mendeteksi sel2 cancer karena sel2 tersebut sudah berada di bawah ukuran/jumlah yang dapat terdeteksi.</p>
<p>2. Sel cancer tumbuh antara 6 sampai lebih dari 10 kali dalam jangka waktu hidup manusia.</p>
<p>3. Pada saat kekebalan tubuh seseorang tinggi, sel2 cancer akan dihancurkan dan dicegah sehingga tidak dapat bertambah banyak dan membentuk tumor.</p>
<p>4. Pada saat seseorang menderita cancer ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami beberapa kekurangan nutrisi. Ini dapat terjadi karena<br />
faktor genetika, lingkungan, makanan dan cara hidup.</p>
<p>5. Untuk menanggulangi kekurangan nutrisi dan memperkuat sistem<br />
kekebalan tubuh dapat ditempuh dengan merubah diet (cara makan) dan<br />
menambahkan asupan suplemen.</p>
<p>6. Kemoterapi, meracuni sel cancer yang bertumbuh cepat, tapi pada saat yang sama juga menghancurkan pertumbuhan sel sehat dalam tulang sumsum, gastro- intestinal tracts (saluran pencernaan) dll, dan dapat<br />
menyebabkan kerusakan pada organ2 lain, seperti hati, ginjal, jantung,<br />
paru2 dll.</p>
<p>7. Sedangkan radiasi, bersamaan dengan fungsinya yang menghancurkan<br />
sel cancer, juga menyebabkan luka bakar, meninggalkan bekas luka, dan merusak sel, tissues, dan organ yang sehat.</p>
<p>8. Perawatan dini dengan kemoterapi dan radiasi dapat mengurangi<br />
ukuran tumor. Namun penerapan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pengurangan tumor lebih<br />
lanjut.</p>
<p>9. Pada saat tubuh menanggung beban racun yang berlebihan dari kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan terancam atau hancur, karena itulah seseorang akan mengalami berbagai macam infeksi dan komplikasi.</p>
<p>10. Kemoterapi dan radiasi dapat menyebabkan sel kanker bermutasi<br />
dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan. Operasi juga dapat menyebabkan sel cancer menyebar ke tempat2 lainnya.</p>
<p>11. Cara efektif untuk melawan cancer adalah dengan membuatnya<br />
kelaparan, yaitu dengan cara tidak memberikan makanan yg dibutuhkan dalam sel untuk dapat berkembang biak.</p>
<p>SEL CANCER MEMAKAN:</p>
<p>1. Gula. Dengan meniadakan gula dalam asupan<br />
makanan itu berarti menghilangkan makanan utama sel cancer. Pengganti<br />
gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dari Aspartame, dan ini<br />
berbahaya.<br />
Pengganti yang lebih natural yaitu madu Manuka atau molasses,<br />
tapi dalam jumlah yang sedikit. Garam meja mengandung bahan kimia tambahan untuk menjadikannya putih. Alternatif yang lebih baik yaitu Bragg&#8217;s aminos atau garam laut.</p>
<p>2. Susu menyebabkan tubuh menghasilkan mucus, terutama di dalam<br />
gastro-intestinal tract (saluran pencernaan). Mucus juga makanan sel<br />
kanker. Dengan meniadakan susu dan menggantikannya dengan susu kedelai<br />
(tanpa gula) sel-sel cancer akan kelaparan.</p>
<p>3. Sel2 cancer berkembang dengan baik di lingkungan yang tinggi asam.<br />
Dietari yang berbasis daging sangat tinggi kadar asamnya. Oleh karena<br />
itu lebih baik mengkonsumsi ikan, sedikit ayam daripada sapi atau babi.<br />
Daging juga mengandung antibiotic, hormon tambahan dan parasit2 untuk peternakan. Kesemuanya ini sangat berbahaya, terutama untuk penderita cancer.</p>
<p>4. Dietari yang 80% berbasis sayuran segar dan sarinya (jus), whole grain , kacang2an dan sedikit buah akan membantu menjadikan tubuh dalam situasi alkaline. 20% dari persentasi tadi dapat diambil dari makanan yang dimasak termasuk kecambah. Sari sayuran segar mengandung enzim2 aktif/hidup<br />
yang dapat diserap dengan mudah dan dapat mencapai titik selular dalam<br />
waktu 15 menit untuk memberi makan dan mempercepat pertumbuhan sel2<br />
sehat.<br />
Guna memperoleh enzim2 aktif untuk membangun sel sehat, minumlah sari<br />
sayuran segar (hampir semua jenis sayuran, termasuk kecambah) dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2-3 kali sehari. Enzim2 ini hancur pada<br />
temperature 40 derajat Celcius.</p>
<p>5. Hindari kopi, teh dan coklat, karena mengandung kafein yang tinggi.  Teh hijau lebih baik sebagai alternatifnya, dan mempunyai unsur2 yang memerangi cancer. Air, yang paling baik yaitu air yang sudah di saring<br />
(filtered) guna menhindari racun2 dan kandungan2 logam dalam air keran.<br />
Hindari air yang sudah melewati proses distilasi karena mengandung asam.</p>
<p>6. Protein dari daging sulit untuk di cerna dan membutuhkan enzim<br />
pencerna yang cukup banyak. Kandungan daging yang tidak tercerna dan<br />
tertinggal di saluran pencernaan akhirnya akan membusuk dan menambah<br />
timbunan racun.</p>
<p>7. Dinding sel2 kanker mempunyai selaput protein yang kuat.<br />
Dengan menghindari makanan mengandung daging, tubuh membutuhkan jauh lebih sedikit enzim untuk mencerna makanan, sehingga sebagian besar enzim dapat menyerang dinding protein pada sel2 cancer dan selanjutnya memungkinkan bagi sel2 tubuh untuk menghancurkan sel2 cancer.</p>
<p>8. Beberapa suplemen menaikan system kekebalan tubuh (IP6, Floressence, Essiac, anti-oxidants, vitamins, mineral, EFAs dll) sehingga memungkinkan sel2 tubuh sehat untuk menghancurkan sel2 cancer. Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau sel mati terprogram, yaitu metode natural dari tubuh untuk membuang sel2 yang rusak, yang tidak dikehendaki, atau tidak dibutuhkan.</p>
<p>9. Cancer adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa.<br />
Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita cancer untuk sembuh. Kemarahan, tidak dapat memaafkan, dan kegetiran menjadikan tubuh dalam situasi yang tegang dan berkadar asam tinggi. Belajar untuk berjiwa lembut dan pemaaf. Belajar untuk bersantai dan menikmati hidup.</p>
<p>10. Sel cancer tidak dapat berkembang dalam lingkungan yang tinggi oksigen. Berolahraga setiap hari dan menghirup nafas dalam2 dapat membantu asupan oksigen dalam tahap selular. Terapi oksigen juga salah<br />
satu cara yang digunakan untuk menghancurkan sel2 cancer.</p>
<p>Jangan menggunakan tempat plastic di microwave, Jangan memasukan botol air ke freezer, Jangan menggunakan &#8216;plastic wrap&#8217; di microwave.</p>
<p>Rumah Sakit John Hopkins baru-baru ini memasukkan berita ini di newsletters -nya. Informasi ini juga diedarkan di Walter Reed Army Medical<br />
Center .</p>
<p>Dioxin adalah jenis bahan kimia yang menyebabkan cancer, terutama cancer<br />
payudara. Dioxin juga berkadar racun tinggi bagi sel2 di tubuh kita.</p>
<p>Jangan membekukan botol plastik dengan air di dalamnya karena ini melepaskan kandungan dioxin yang terdapat dalam plastik.</p>
<p>Baru2 ini Dr. Edward Fujimoto, Wellness Program Manager di Rumah Sakit<br />
Castle, hadir di satu program televisi untuk menjelaskan bahaya kesehatan<br />
ini. Beliau menjelaskan sebaiknya tidak memanaskan makanan di dalam<br />
microwave menggunakan tempat plastik.</p>
<p>Terlebih untuk makanan yang mengandung lemak. Beliau juga mengatakan<br />
bahwa kombinasi lemak, panas tinggi dan plastic melepaskan dioxin ke dalam makanan yang akhirnya akan masuk ke dalam sel2 tubuh.<br />
Beliau menghimbau untuk memanaskan makanan di microwave dengan Corning Ware, Pyrex atau keramik. Produk kertas tidak begitu jelek namun kita tidak tau apa yang ada di kertas tersebut. Lebih aman menggunakan produk2 di atas. Dia mengingatkan kita bahwa beberapa waktu lalu restoran cepat saji beralih dari produk foam ke kertas. Hal ini juga disebabkan karena masalah dioxin.</p>
<p>Beliau juga mengungkapkan tentang plastic wrap seperti Saran, juga berbahaya untuk digunakan menutup makanan yang akan di panaskan dalam<br />
microwave. Panas yang tinggi dapat menyebabkan zat2 beracun meleleh dan<br />
menetes ke dalam makanan. Tutuplah makanan dengan paper towel (tissue<br />
dapur).</p>
<p>Kirimkanlah artikel ini ke semua orang penting di dalam hidup anda.</p>
<p>Have a positive day!</p>
<p>sumber: mailing list tetangga</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Substansi Genetika]]></title>
<link>http://wordbiology.wordpress.com/2009/11/09/substansi-genetika/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 16:28:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>wbio</dc:creator>
<guid>http://wordbiology.wordpress.com/2009/11/09/substansi-genetika/</guid>
<description><![CDATA[DNA dan Inti Sel (Sumber : On The Human Genome Project) Berbicara tentang substansi genetika, maka k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DNA dan Inti Sel (Sumber : On The Human Genome Project) Berbicara tentang substansi genetika, maka k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Produk Terobosan Baru]]></title>
<link>http://ardhiborneogemilang.wordpress.com/2009/10/21/produk-terobosan-baru/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Faishal</dc:creator>
<guid>http://ardhiborneogemilang.wordpress.com/2009/10/21/produk-terobosan-baru/</guid>
<description><![CDATA[Baru-baru ini saya mengunjungi seorang guru di Desa Ajung, Kalisat, Jember, Jawa Timur. Beliau berna]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Baru-baru ini saya mengunjungi seorang guru di Desa Ajung, Kalisat, Jember, Jawa Timur. Beliau bernama Abdul Saleh yang juga menjalankan usaha sampingan berupa katering dengan spesialisasi ayam kampung panggang. Kebetulan beliau memakai produk baru kami yaitu <strong>VITERPAN Khusus Unggas</strong>. Alhasil nselama 5 bulan pemakaian, Pak Saleh merasakan manfaat yang mencengangkan dirinya. Bayangkan, umumnya ayam kampung sejak menetas sampai mencapai umur layak potong setidak-tidaknya memerlukan waktu antara 4 sampai 5 bulan. Ternyata dengan <strong>VITERPAN Khusus Unggas</strong> ini, ayam kampung sudah bisa disembelih saat mencapai umur 2,5 bulan sampai 3 bulan saja. Luar biasa.<strong><em> Silakan saksikan videonya di sebelah kanan</em></strong>.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-203" title="4 P. Soleh.mpg_000072280" src="http://ardhiborneogemilang.wordpress.com/files/2009/10/4-p-soleh-mpg_000072280.jpg?w=300" alt="4 P. Soleh.mpg_000072280" width="300" height="245" /></p>
<p>Tak kalah luar biasanya, kotoran ayamnya sekarang minus bau alias tidak berbau. Beliau menjadi sangat bersemangat sekarang untuk mengembangkan usaha ternak ayam burasnya karena sangat menguntungkan jadinya. Pak Saleh tidak perlu membeli ayam dengan harga mahal lagi di pasar. Ini berarti keuntungan yang didapat dari usaha kateringnya semakin berlipat-lipat.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-204" title="4 P. Soleh.mpg_000356760" src="http://ardhiborneogemilang.wordpress.com/files/2009/10/4-p-soleh-mpg_000356760.jpg?w=300" alt="4 P. Soleh.mpg_000356760" width="300" height="245" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-205" title="4 P. Soleh.mpg_000188680" src="http://ardhiborneogemilang.wordpress.com/files/2009/10/4-p-soleh-mpg_000188680.jpg?w=300" alt="4 P. Soleh.mpg_000188680" width="300" height="245" />Di atas adalah gambar ayam umur 2 bulan milik Pak Saleh yang telah diberi <strong>VITERPAN Khusus Unggas</strong>. Selamat untuk Pak Saleh.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-207" title="4 P. Soleh.mpg_000421280" src="http://ardhiborneogemilang.wordpress.com/files/2009/10/4-p-soleh-mpg_0004212801.jpg" alt="4 P. Soleh.mpg_000421280" width="352" height="288" />Selengkapnya mengenai <strong>VITERPAN Khusus Unggas</strong>, baca di halaman PRODUK I.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minum Kopi Jauhi Kanker Hati]]></title>
<link>http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/17/minum-kopi-jauhi-kanker-hati/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 11:34:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>AdityaRial</dc:creator>
<guid>http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/17/minum-kopi-jauhi-kanker-hati/</guid>
<description><![CDATA[KANKER hati tampaknya lebih jarang ditemui pada peminum kopi dibandingkan dengan pada orang yang tid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a rel="attachment wp-att-1019" href="http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/17/minum-kopi-jauhi-kanker-hati/coffee/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1019" title="coffee" src="http://organikganesha.wordpress.com/files/2009/10/coffee.jpg?w=300" alt="coffee" width="300" height="270" /></a></p>
<p>KANKER hati tampaknya lebih jarang ditemui pada peminum kopi dibandingkan dengan pada orang yang tidak minum kopi. Demikian laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Hepatology edisi Agustus lalu, yang menampilkan temuan dari 10 studi tentang hubungan antara kopi dan kanker hati.</p>
<p>Studi-studi itu dikaji ulang oleh para peneliti, termasuk Francesca Bravi dari Istituto di Ricerche Farmacologiche di Milan, Italia. Studi keseluruhan mencakup 2.260 orang dengan kanker hati dan 240.000 orang tanpa kanker hati. Para partisipan hidup di Yunani, Italia, dan Jepang. Partisipan melaporkan tentang kebiasaan mereka minum kopi.</p>
<p>Data menunjukkan bahwa peminum kopi tampaknya 41 persen lebih sedikit didiagnosis kanker hati dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi. Untuk setiap cangkir kopi yang diminum, angka kemungkinan didiagnosis kanker hati menurun sampai 23 persen! Beberapa studi mendefinisikan konsumsi kopi sebanyak 3 cangkir atau lebih per hari. Yang lain menyetel pada angka lebih rendah, tidak lebih dari 1 cangkir per hari.</p>
<p>Faktanya, kanker hati lebih jarang terjadi pada peminum kopi di semua negara (Yunani, Italia, dan Jepang). Peneliti mengatakan bahwa temuan ini bukan kebetulan atau fenomena lokal. Mereka berspekulasi bahwa kopi memperbaiki enzim hati dan memotong sirosis dan kanker hati. Namun, tim Bravi tidak menjanjikan bahwa minum kopi akan mencegah kanker hati. Jadi, apakah minum kopi mencegah atau tidak kanker hati, penelitian yang lebih mendalam masih harus terus dilakukan.</p>
<p>sumber : www.kompas.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diet Jus]]></title>
<link>http://drvegan.wordpress.com/2009/10/08/diet-jus/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 23:56:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muksin Deng</dc:creator>
<guid>http://drvegan.wordpress.com/2009/10/08/diet-jus/</guid>
<description><![CDATA[Pandangan Ahli “Biarkan makananmu menjadi obatmu.” ( Hippocrates ) “Jus merupakan sumber nutrisi pal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pandangan Ahli “Biarkan makananmu menjadi obatmu.” ( Hippocrates ) “Jus merupakan sumber nutrisi pal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lima Manfaat Tempe]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/10/06/lima-manfaat-tempe/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 09:04:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/10/06/lima-manfaat-tempe/</guid>
<description><![CDATA[Tempe, murah dan sehat. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa tempe adalah makanan sehat. D]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tempe, murah dan sehat. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa tempe adalah makanan sehat. D]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Properties of enzyme]]></title>
<link>http://seisyuhada.wordpress.com/2009/10/04/properties-of-enzyme/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 16:46:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>seisyuhada</dc:creator>
<guid>http://seisyuhada.wordpress.com/2009/10/04/properties-of-enzyme/</guid>
<description><![CDATA[Properties of enzyme by Tiara Ayu Murti.pptx DEFINITION OF ENZYME -Biologic polymers that CATALYZE t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Properties of enzyme by Tiara Ayu Murti.pptx DEFINITION OF ENZYME -Biologic polymers that CATALYZE t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BIOAKTIVATOR PEROMBAK  BAHAN ORGANIK (Biodekomposer)]]></title>
<link>http://saungfermentasi.wordpress.com/2009/10/02/bioaktivator-perombak-bahan-organik-biodekomposer/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 11:03:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>adityarial</dc:creator>
<guid>http://saungfermentasi.wordpress.com/2009/10/02/bioaktivator-perombak-bahan-organik-biodekomposer/</guid>
<description><![CDATA[BIOAKTIVATOR PEROMBAK  BAHAN ORGANIK (Biodekomposer) Produk sisa bahan organik pertanian (jerami), i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">BIOAKTIVATOR PEROMBAK  BAHAN ORGANIK (Biodekomposer)</span></h1>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Produk sisa bahan organik pertanian (jerami), industri (biosolid), perkotaan (kertas, sayuran), dan halaman perumahan (daun, potongan rumput) menyebabkan imobilisasi hara, alelopati, dan sumber penyakit. Proses perombakan bahan organik secara alami membutuhkan waktu relatif lama (3-4 bulan) terutama yang mengandung lignin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar materi limbah organik gimnospermae dan angiospermae merupakan lignoselulosa. Hampir setengah materi lignoselulose merupakan senyawa selulose dan 15% sampai 36% adalah senyawa lignin.</p>
<p><!--moreArtikel selengkapnya...--></p>
<p style="text-align:justify;">Lignin merupakan polimer struktural fenilpropan pada tanaman vascular yang membuat kekakuan tanaman dan mengikat serat dinding sel bersama-sama, berfungsi menurunkan permeasi air melintasi dinding jaringan xilem dan membuat kayu resisten terhadap serangan mikoba. Lignin berikatan dengan hemiselulosa dan selulosa membentuk segel fisik di antara keduanya, yang merupakan barier yang mencegah penetrasi larutan dan enzim (Howard <em>et al</em>. 2003). Lignin merupakan penghalang akses enzim selulolitik pada degradasi bahan berlignoselulose sehingga menghambat proses dekomposisi, sehingga sering menyebabkan penumpukan bahan organik.  Sisa tanaman yang mengandung lignin lebih banyak akan mengalami proses dekomposisi lebih lambat dibanding tanaman yang mengandung lignin lebih sedikit. Strategi untuk mempercepat proses biodekomposisi bahan organik dilakukan dengan memanfaatkan mikroba perombak lignin (lignolitik) dan selulosa (selulolitik) yang umumnya dari kelompok fungi  dan diketahui menunjukkan aktivitas biodekomposisi paling signifikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Fungi lignolitik umumnya merupakan basidiomiset dan dikelompokkan menjadi jamur busuk coklat dan jamur busuk putih. Fungi busuk putih paling efesien dan ekstensif melakukan delignifikasi.  Fungi basidiomiset busuk putih menghasilkan tiga klas enzim  yang merupakan enzim ekstraselular, yaitu lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP), dan lakase (Eriksson <em>et al</em>. 1989). Ketiga enzim tersebut dapat mengoksidasi senyawa fenolik sehingga membentuk radikal fenoksi, sementara senyawa non-fenol dioksidasi melalui radikal kation.  Lakase (benzenediol:oxygen oxsidoreductase; EC 1.10.3.2) dapat mengoksidasi senyawa non-fenol dengan potensial ionisasi rendah sementara senyawa non-fenol dengan potensial ionisasi tinggi dioksidasi oleh LiP dan MnP.  Beberapa fungi pelapuk kayu menghasilkan ketiga enzim yang memodifikasi lignin, sementara yang lain hanya menghasilkan satu atau dua enzim tersebut (de Joung <em>et al.</em> 1994).  Produksi dan aktivitas lignolitik dari fungi lignolitik dipengaruhi faktor-faktor seperti substrat, pH, kondisi aerasi, induser, dan teknik kultivasi (Eriksson <em>et al</em>. 1989).</p>
<p style="text-align:justify;">Lambatnya proses perombakan bahan organik berlignoselulose pada lahan pertanian, khususnya pada lahan sawah, apalagi jika dihadapkan dengan masa tanam yang mendesak untuk menghasilkan produksi tinggi, sehingga pemanfaatannya sering dianggap kurang ekonomis dan tidak efisien.  Jerami mengandung senyawa  polimer selulosa (<em>ca</em> 40%), hemiselulosa (<em>ca </em>35%), lignin (<em>ca</em> 15%).  Untuk mengatasi hal tersebut di atas perlu segera dilakukan suatu upaya alternatif dalam meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan pemupukan yang ramah lingkungan, untuk keberlanjutan produktivitas tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya mempercepat proses pengomposan, meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan ketersediaan hara dalam tanah dapat dilakukan dengan menggunakan bioaktivator perombak bahan organik (biodekomposer) dan pupuk mikroba (biofertilizer) yang sesuai dengan kondisi tanah.  Pemanfaatan biodekomposer, selain mempercepat proses pengomposan dan mengurangi volume bahan buangan, juga dapat menekan perkecambahan spora, larva insek, dan biji gulma sehingga pertumbuhan hama dan patogen, serta gulma di non-aktifkan atau bahkan dihentikan, dan volume bahan buangan, serta masalah lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam tanah lignin dari tanaman mati didegradasi oleh mikroba menjadi humus, air dan karbon dioksida. Humus pada permukaan tanah penting untuk struktur tanah, meningkatkan aerasi dan <em>moisture-holding capacity</em>. Humus berfungsi sebagai penukar ion dasar dan mampu menyimpan serta melepaskan nutrien di sekitar tanaman (Eriksson dan Ander, 1989). Walaupun manfaat baik dari penggunaan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan kimia, fisik, dan biologi tanah telah dipahami betul oleh para ahli dan praktisi pertanian, tetapi sampai sekarang masih sulit petani memanfaatkan kembali sisa tanaman untuk menyuburkan lahannya.  Hal ini disebabkan karena secara alami perombakan limbah pertanian memerlukan waktu yang lama, sedangkan apabila memakai kompos yang telah jadi selain diperlukan biaya yang mahal juga diperlukan tenaga karena kompos harus diberikan dalam jumlah yang besar (bulky).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Apa itu Biodekomposer?</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Biodekomposer </strong>merupakan bioaktivator perombak bahan organik biologis yang diracik khusus untuk meningkatkan efisiensi dekomposisi sisa-sisa tanaman, mengurangi penyebab penyakit, dan masalah lingkungan pada sistem penumpukan sampah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Biodekomposer </strong>merupakan konsorsia mikroba perombak selulosa dan lignin dengan fungsi metabolik yang komplementer merombak dan mengubah residu organik menjadi bahan organik tanah, serta menyuburkan tanah. Penggunaan Biodekomposer pada residu bahan organik pertanian mampu mengubah lingkungan mikro tanah dan komunitas mikroba menuju peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Cara pemakaian Biodekomposer</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li>Taburkan Biodekomposer (v/v 3%) pada tumpukan sisa tanaman secara merata lapisan demi lapisan.  Tinggi tumpukan residu tanaman minimal  1 (satu) meter.</li>
<li>Tumpukan bahan organik yang telah diberi Biodekomposer ditutup plastik, dan kemudian diinkubasi selama 1(satu) bulan.  Setiap minggu di bulak balik untuk menciptakan aerasi.  Penyiraman apabila diperlukan.</li>
<li>Kompos matang berwarna hitam kecoklatan, dengan suhu  sekitar 30 derajat berturut- turut selama 3 hari dan mencapai 40 sampai 60%, tidak mengeluarkan bau, disebut sebagai BioKompos.  BioKompos siap digunakan sebagai pupuk organik.</li>
</ul>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">Agar pembuatan kompos berhasil, kita perlu benar-benar menguasai beberapa syarat yang diperlukan.  Syarat-syarat tersebut antara lain menyangkut soal:<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>a. </strong><strong>Susunan bahan mentah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sampai pada batas tertentu, semakin kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu pembusukannya. Hal tersebut karena semakin banyak permukaan yang tersedia bagi bakteri pembusuk untuk menyerang dan menghancurkan material-material tersebut.  Meskipun demikian, kalau pencincangan material-material tersebut terlalu kecil, timbunan akan menjadi mampat dan tidak terkena udara.  Untuk mempercepat proses pembusukan, dapat dilakukan dengan mencincang daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya dengan tangan.  Untuk pembuatan kompos skala industri, ada mesin penggilingan yang dirancang khusus untuk memotong atau mencacah bahan organis menjadi potongan-potongan yang cukup kecil hingga bisa membusuk dengan cepat.  Pada umumnya motor penggilingan bertenaga listrik. Dengan sebuah mesin penggilinga dapat membuat kompos hampir  semua bahan organis dari kebun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>b.   Suhu dan ketinggian timbunan kompos</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penjagaan panas sangat penting dalam pembuatan kompos. Satu hal yang menentukan tingginya suhu adalah timbunan kompos itu sendiri.  Timbunan yang terlalu dangkal akan kehilangan panas dengan cepat, karena material tidak cukup untuk menahan panas dan menghindari pelepasannya.  Dalam keadaan suhu optimum, bakteri-bakteri yang menyukai panas (yang bekerja di dalam timbunan itu), tidak akan berkembang secara wajar.  Akibatnya pembuatan kompos akan berlangsung lebih lama.  Sebaliknya timbunan yang terlampau tinggi dapat mengakibatkan material  memadat karena berat bahan kompos itu sendiri.  Hal tersebut akan mengakibatkan suhu terlalu tinggi dan udara di dasar timbunan berkurang.  Panas yang terlalu banyak juga akan mengakibatkan terbunuhnya bakteri yang diinginkan.  Sedang kekurangan udara mengakibatkan tumbuhnya bakteri anaerobic yang baunya tidak enak.  Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah sekitar 1,25 sampai 2 meter. Ini akan memenuhi penjagaan panas dan kebutuhan akan udara.  Pada waktu proses pembusukan berlangsung, pada timbunan material yang tingginya 1,5 meter akan menurun sampai kira-kira setinggi 1 atau 1,25 meter.  Dalam cuaca apapun, suhu udara terbuka tidak akan mempengaruhi penjagaan panas dalam timbunan yang ukurannya baik.  Jadi pembuatan kompos dapat dikerjakan sepanjang musim.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>c. </strong><strong>Pengaruh Nitrogen</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Timbunan yang bernitrogen terlalu sedikit (zat yang dibutuhkan bakteri penghancur untuk tumbuh dan berkembang) tidak akan menghasilkan panas untuk membusukkan material dengan cepat.  Tetapi kadar karbon/nitrogen yang tinggi bisa menyebabkan timbunan itu membusuk pelan-pelan lewat kerja za-zat organik suhu rendah (kebanyakan jamur). Hal tersebut berarti bahwa pembuatan kompos dari bahan-bahan keras seperti kulit biji-bijian yang keras dan berkayu, tanaman menjalar atau pangkasan-pangkasan pohon (semua dengan kadar C/N tinggi) harus dicampur dengan bahan-bahan berair.  Misalnya  dengan pangkasan daun dan sampah-sampah lunak.  Bila tidak ada bahan hijauan yang mengandung nitrogen, dapat diganti dengan berbagai pupuk organik.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>d. Kelembaban</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Timbunan kompos harus selalu lembab, tetapi perlu dijaga supaya tidak becek.  Kelebihan air akan mengakibatkan volume udara jadi berkurang.  Semakin basah timbunan tersebut, makin sering pula diaduk untuk menjaga dan mencegah pembiakan bakteri anaerobik.  Sampah-sampah yang berasal dari hijauan, biasanya tidak membutuhkan air sama sekali pada waktu permulaan.  Tetapi untuk cabang-cabang yang kering dan rumput-rumpitan, kita harus mengairinya pada waktu membuat timbunan.  Kelembaban timbunan secara menyeluruh haruslah mencapai 40 sampai 60%.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>e. Bak penampungan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bak penampungan bias terbuat dari bahan kayu  dan sejummlah bamboo dengan anyaman  kawat yang dipasang di antara potongan-potongan kayu tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>f.    Pengadukan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengadukan perlu dilakukan untuk menjaga suhu dan kelembaban</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Faktor yang Mempengaruhi Mutu Kompos</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Mutu kompos dipengaruhi oleh tipe dan mutu dari bahan pembentuknya, serta mutu dari proses pengomposannya.  Proses pengomposan dipengaruhi oleh beberapa parameter, seperti  ukuran partikel, kandungan air, skrening, formasi timbunan, aerasi, dan sebagainya.  Mutu kompos yang sudah siap dipakai sangat tergantung kepada tingkat kotaminan dari bahan pembentuknya.  Bahan organik dapat tercemar melalui air yang tercemar, sumber bahan organik, dan residu pestisida.  Sumber logam berat yang mencemari kompos tersebut antara lain: baterai (merkuri, kadminium, plumbum, seng), kulit (kromium), cat (kromium, plumbum, kadmium), plastik (kadmium, plumbum, nikel),  pelapis cahaya (plumbum), kertas (plumbum), elektronik (plumbum, kadmium), keramik (plumbum, kadmium), kosmetika (kadmium, seng) dan debu (de Bertoldi, 1993 dan Richard, <em>et al</em>., 1993).</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Standar  mutu kompos</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Standar kompos membantu untuk mendapatkan kompos dengan mutu yang baik.  Kebanyakan negara yang memproduksikan  MSW pengomposan mempunyai standar yang secara kontinu diperbaharui.  Standar kompos ini penting karena mempengaruhi pemasaran kompos.</p>
<p style="text-align:justify;">Kandungan logam berat yang rendah merupakan salah satu kriteria dari mutu kompos.  Hal tersebut karena dapat menimbulkan resiko akumulasi logam berat pada tanah yang menggunakan kompos dengan mutu yang kurang baik.  Kebanyakan negara membuat standar untuk kompos, yaitu membuat batas maksimum untuk kandungan logam berat (mg/kg bahan kering).  Faktor lain yang menentukan mutu kompos adalah persentase kandungan bahan organik, kelembaban, kandungan inerts, tingkat patogenesitas, pH, kematangan kompos, ukuran partikel, dan bau.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan negara-negara industri membuat peraturan dan petunjuk untuk memproduksi dan mengaplikasi kompos.  Peraturan dan petunjuk tersebut dikembangkan setelah diteliti bertahun-tahun.  Standar kandungan bahan logam berat telah dikontrol oleh pemerintahan Indonesia untuk menjaga dan memelihara pemasaran kompos dalam jangka waktu yang lama.  Kompos yang belum matang dan kompos yang mempunyai persentase lengai yang tinggi tidak dapat dipasarkan.  Standar untuk patogenisitas dikontrol oleh pemerintah untuk menjaga kesehatan manusia dari kemungkinan yang buruk.  Namun demikian, karena kesulitan di dalam pengujian patogen dan patogen yang menyebabkan kematian membutuhkan waktu dan temperatur, pengendalian dalam petunjuk merupakan suatu alternatif.  Standar kandungan logam berat pada kompos ditentukan berdasarkan kondisi lokal yang spesifik.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar dapat digunakan dalam pertanian, kompos harus benar-benar stabil (matang), yaitu dengan cara mendekomposisikan kompos tersebut seperti humus.  Beberapa metode dan parameter yang diuji untuk menentukan derajat kestabilan kompos, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Karbon/nitrogen (nisbah C/N)</li>
<li>Stabilitas terhadap pemanasan</li>
<li>Reduksi dalam bahan organik</li>
<li>Parameter humifikasi</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kompos yang di terima oleh masyarak Indonesia:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Aman untuk digunakan pada seluruh jenis tanah</li>
<li>Dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa pengaruh negatip</li>
<li>Bebas dari bahan polusi atau logam berat yang akan mencemari tanah</li>
<li>Relatif murah</li>
<li>Gampang diperoleh</li>
</ol>
<p>Source : DR. Rasti Saraswati / Balai Penelitian Tanah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BIOAKTIVATOR PEROMBAK  BAHAN ORGANIK (Biodekomposer)]]></title>
<link>http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/02/bioaktivator-perombak-bahan-organik-biodekomposer/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 11:03:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>AdityaRial</dc:creator>
<guid>http://organikganesha.wordpress.com/2009/10/02/bioaktivator-perombak-bahan-organik-biodekomposer/</guid>
<description><![CDATA[BIOAKTIVATOR PEROMBAK  BAHAN ORGANIK (Biodekomposer) Produk sisa bahan organik pertanian (jerami), i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">BIOAKTIVATOR PEROMBAK  BAHAN ORGANIK (Biodekomposer)</span></h1>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Produk sisa bahan organik pertanian (jerami), industri (biosolid), perkotaan (kertas, sayuran), dan halaman perumahan (daun, potongan rumput) menyebabkan imobilisasi hara, alelopati, dan sumber penyakit. Proses perombakan bahan organik secara alami membutuhkan waktu relatif lama (3-4 bulan) terutama yang mengandung lignin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar materi limbah organik gimnospermae dan angiospermae merupakan lignoselulosa. Hampir setengah materi lignoselulose merupakan senyawa selulose dan 15% sampai 36% adalah senyawa lignin.</p>
<p><!--moreArtikel selengkapnya...--></p>
<p style="text-align:justify;">Lignin merupakan polimer struktural fenilpropan pada tanaman vascular yang membuat kekakuan tanaman dan mengikat serat dinding sel bersama-sama, berfungsi menurunkan permeasi air melintasi dinding jaringan xilem dan membuat kayu resisten terhadap serangan mikoba. Lignin berikatan dengan hemiselulosa dan selulosa membentuk segel fisik di antara keduanya, yang merupakan barier yang mencegah penetrasi larutan dan enzim (Howard <em>et al</em>. 2003). Lignin merupakan penghalang akses enzim selulolitik pada degradasi bahan berlignoselulose sehingga menghambat proses dekomposisi, sehingga sering menyebabkan penumpukan bahan organik.  Sisa tanaman yang mengandung lignin lebih banyak akan mengalami proses dekomposisi lebih lambat dibanding tanaman yang mengandung lignin lebih sedikit. Strategi untuk mempercepat proses biodekomposisi bahan organik dilakukan dengan memanfaatkan mikroba perombak lignin (lignolitik) dan selulosa (selulolitik) yang umumnya dari kelompok fungi  dan diketahui menunjukkan aktivitas biodekomposisi paling signifikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Fungi lignolitik umumnya merupakan basidiomiset dan dikelompokkan menjadi jamur busuk coklat dan jamur busuk putih. Fungi busuk putih paling efesien dan ekstensif melakukan delignifikasi.  Fungi basidiomiset busuk putih menghasilkan tiga klas enzim  yang merupakan enzim ekstraselular, yaitu lignin peroksidase (LiP), mangan peroksidase (MnP), dan lakase (Eriksson <em>et al</em>. 1989). Ketiga enzim tersebut dapat mengoksidasi senyawa fenolik sehingga membentuk radikal fenoksi, sementara senyawa non-fenol dioksidasi melalui radikal kation.  Lakase (benzenediol:oxygen oxsidoreductase; EC 1.10.3.2) dapat mengoksidasi senyawa non-fenol dengan potensial ionisasi rendah sementara senyawa non-fenol dengan potensial ionisasi tinggi dioksidasi oleh LiP dan MnP.  Beberapa fungi pelapuk kayu menghasilkan ketiga enzim yang memodifikasi lignin, sementara yang lain hanya menghasilkan satu atau dua enzim tersebut (de Joung <em>et al.</em> 1994).  Produksi dan aktivitas lignolitik dari fungi lignolitik dipengaruhi faktor-faktor seperti substrat, pH, kondisi aerasi, induser, dan teknik kultivasi (Eriksson <em>et al</em>. 1989).</p>
<p style="text-align:justify;">Lambatnya proses perombakan bahan organik berlignoselulose pada lahan pertanian, khususnya pada lahan sawah, apalagi jika dihadapkan dengan masa tanam yang mendesak untuk menghasilkan produksi tinggi, sehingga pemanfaatannya sering dianggap kurang ekonomis dan tidak efisien.  Jerami mengandung senyawa  polimer selulosa (<em>ca</em> 40%), hemiselulosa (<em>ca </em>35%), lignin (<em>ca</em> 15%).  Untuk mengatasi hal tersebut di atas perlu segera dilakukan suatu upaya alternatif dalam meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan pemupukan yang ramah lingkungan, untuk keberlanjutan produktivitas tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya mempercepat proses pengomposan, meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan ketersediaan hara dalam tanah dapat dilakukan dengan menggunakan bioaktivator perombak bahan organik (biodekomposer) dan pupuk mikroba (biofertilizer) yang sesuai dengan kondisi tanah.  Pemanfaatan biodekomposer, selain mempercepat proses pengomposan dan mengurangi volume bahan buangan, juga dapat menekan perkecambahan spora, larva insek, dan biji gulma sehingga pertumbuhan hama dan patogen, serta gulma di non-aktifkan atau bahkan dihentikan, dan volume bahan buangan, serta masalah lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam tanah lignin dari tanaman mati didegradasi oleh mikroba menjadi humus, air dan karbon dioksida. Humus pada permukaan tanah penting untuk struktur tanah, meningkatkan aerasi dan <em>moisture-holding capacity</em>. Humus berfungsi sebagai penukar ion dasar dan mampu menyimpan serta melepaskan nutrien di sekitar tanaman (Eriksson dan Ander, 1989). Walaupun manfaat baik dari penggunaan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan kimia, fisik, dan biologi tanah telah dipahami betul oleh para ahli dan praktisi pertanian, tetapi sampai sekarang masih sulit petani memanfaatkan kembali sisa tanaman untuk menyuburkan lahannya.  Hal ini disebabkan karena secara alami perombakan limbah pertanian memerlukan waktu yang lama, sedangkan apabila memakai kompos yang telah jadi selain diperlukan biaya yang mahal juga diperlukan tenaga karena kompos harus diberikan dalam jumlah yang besar (bulky).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Apa itu Biodekomposer?</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Biodekomposer </strong>merupakan bioaktivator perombak bahan organik biologis yang diracik khusus untuk meningkatkan efisiensi dekomposisi sisa-sisa tanaman, mengurangi penyebab penyakit, dan masalah lingkungan pada sistem penumpukan sampah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Biodekomposer </strong>merupakan konsorsia mikroba perombak selulosa dan lignin dengan fungsi metabolik yang komplementer merombak dan mengubah residu organik menjadi bahan organik tanah, serta menyuburkan tanah. Penggunaan Biodekomposer pada residu bahan organik pertanian mampu mengubah lingkungan mikro tanah dan komunitas mikroba menuju peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Cara pemakaian Biodekomposer</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li>Taburkan Biodekomposer (v/v 3%) pada tumpukan sisa tanaman secara merata lapisan demi lapisan.  Tinggi tumpukan residu tanaman minimal  1 (satu) meter.</li>
<li>Tumpukan bahan organik yang telah diberi Biodekomposer ditutup plastik, dan kemudian diinkubasi selama 1(satu) bulan.  Setiap minggu di bulak balik untuk menciptakan aerasi.  Penyiraman apabila diperlukan.</li>
<li>Kompos matang berwarna hitam kecoklatan, dengan suhu  sekitar 30 derajat berturut- turut selama 3 hari dan mencapai 40 sampai 60%, tidak mengeluarkan bau, disebut sebagai BioKompos.  BioKompos siap digunakan sebagai pupuk organik.</li>
</ul>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Syarat-syarat Keberhasilan Pembuatan Kompos</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;">Agar pembuatan kompos berhasil, kita perlu benar-benar menguasai beberapa syarat yang diperlukan.  Syarat-syarat tersebut antara lain menyangkut soal:<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>a. </strong><strong>Susunan bahan mentah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sampai pada batas tertentu, semakin kecil ukuran potongan bahan mentahnya, semakin cepat pula waktu pembusukannya. Hal tersebut karena semakin banyak permukaan yang tersedia bagi bakteri pembusuk untuk menyerang dan menghancurkan material-material tersebut.  Meskipun demikian, kalau pencincangan material-material tersebut terlalu kecil, timbunan akan menjadi mampat dan tidak terkena udara.  Untuk mempercepat proses pembusukan, dapat dilakukan dengan mencincang daun-daunan, ranting-ranting dan material organis lainnya dengan tangan.  Untuk pembuatan kompos skala industri, ada mesin penggilingan yang dirancang khusus untuk memotong atau mencacah bahan organis menjadi potongan-potongan yang cukup kecil hingga bisa membusuk dengan cepat.  Pada umumnya motor penggilingan bertenaga listrik. Dengan sebuah mesin penggilinga dapat membuat kompos hampir  semua bahan organis dari kebun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>b.   Suhu dan ketinggian timbunan kompos</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Penjagaan panas sangat penting dalam pembuatan kompos. Satu hal yang menentukan tingginya suhu adalah timbunan kompos itu sendiri.  Timbunan yang terlalu dangkal akan kehilangan panas dengan cepat, karena material tidak cukup untuk menahan panas dan menghindari pelepasannya.  Dalam keadaan suhu optimum, bakteri-bakteri yang menyukai panas (yang bekerja di dalam timbunan itu), tidak akan berkembang secara wajar.  Akibatnya pembuatan kompos akan berlangsung lebih lama.  Sebaliknya timbunan yang terlampau tinggi dapat mengakibatkan material  memadat karena berat bahan kompos itu sendiri.  Hal tersebut akan mengakibatkan suhu terlalu tinggi dan udara di dasar timbunan berkurang.  Panas yang terlalu banyak juga akan mengakibatkan terbunuhnya bakteri yang diinginkan.  Sedang kekurangan udara mengakibatkan tumbuhnya bakteri anaerobic yang baunya tidak enak.  Tinggi timbunan yang memenuhi syarat adalah sekitar 1,25 sampai 2 meter. Ini akan memenuhi penjagaan panas dan kebutuhan akan udara.  Pada waktu proses pembusukan berlangsung, pada timbunan material yang tingginya 1,5 meter akan menurun sampai kira-kira setinggi 1 atau 1,25 meter.  Dalam cuaca apapun, suhu udara terbuka tidak akan mempengaruhi penjagaan panas dalam timbunan yang ukurannya baik.  Jadi pembuatan kompos dapat dikerjakan sepanjang musim.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>c. </strong><strong>Pengaruh Nitrogen</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Timbunan yang bernitrogen terlalu sedikit (zat yang dibutuhkan bakteri penghancur untuk tumbuh dan berkembang) tidak akan menghasilkan panas untuk membusukkan material dengan cepat.  Tetapi kadar karbon/nitrogen yang tinggi bisa menyebabkan timbunan itu membusuk pelan-pelan lewat kerja za-zat organik suhu rendah (kebanyakan jamur). Hal tersebut berarti bahwa pembuatan kompos dari bahan-bahan keras seperti kulit biji-bijian yang keras dan berkayu, tanaman menjalar atau pangkasan-pangkasan pohon (semua dengan kadar C/N tinggi) harus dicampur dengan bahan-bahan berair.  Misalnya  dengan pangkasan daun dan sampah-sampah lunak.  Bila tidak ada bahan hijauan yang mengandung nitrogen, dapat diganti dengan berbagai pupuk organik.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>d. Kelembaban</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Timbunan kompos harus selalu lembab, tetapi perlu dijaga supaya tidak becek.  Kelebihan air akan mengakibatkan volume udara jadi berkurang.  Semakin basah timbunan tersebut, makin sering pula diaduk untuk menjaga dan mencegah pembiakan bakteri anaerobik.  Sampah-sampah yang berasal dari hijauan, biasanya tidak membutuhkan air sama sekali pada waktu permulaan.  Tetapi untuk cabang-cabang yang kering dan rumput-rumpitan, kita harus mengairinya pada waktu membuat timbunan.  Kelembaban timbunan secara menyeluruh haruslah mencapai 40 sampai 60%.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>e. Bak penampungan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bak penampungan bias terbuat dari bahan kayu  dan sejummlah bamboo dengan anyaman  kawat yang dipasang di antara potongan-potongan kayu tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>f.    Pengadukan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pengadukan perlu dilakukan untuk menjaga suhu dan kelembaban</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Faktor yang Mempengaruhi Mutu Kompos</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Mutu kompos dipengaruhi oleh tipe dan mutu dari bahan pembentuknya, serta mutu dari proses pengomposannya.  Proses pengomposan dipengaruhi oleh beberapa parameter, seperti  ukuran partikel, kandungan air, skrening, formasi timbunan, aerasi, dan sebagainya.  Mutu kompos yang sudah siap dipakai sangat tergantung kepada tingkat kotaminan dari bahan pembentuknya.  Bahan organik dapat tercemar melalui air yang tercemar, sumber bahan organik, dan residu pestisida.  Sumber logam berat yang mencemari kompos tersebut antara lain: baterai (merkuri, kadminium, plumbum, seng), kulit (kromium), cat (kromium, plumbum, kadmium), plastik (kadmium, plumbum, nikel),  pelapis cahaya (plumbum), kertas (plumbum), elektronik (plumbum, kadmium), keramik (plumbum, kadmium), kosmetika (kadmium, seng) dan debu (de Bertoldi, 1993 dan Richard, <em>et al</em>., 1993).</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Standar  mutu kompos</span></h2>
<p style="text-align:justify;">Standar kompos membantu untuk mendapatkan kompos dengan mutu yang baik.  Kebanyakan negara yang memproduksikan  MSW pengomposan mempunyai standar yang secara kontinu diperbaharui.  Standar kompos ini penting karena mempengaruhi pemasaran kompos.</p>
<p style="text-align:justify;">Kandungan logam berat yang rendah merupakan salah satu kriteria dari mutu kompos.  Hal tersebut karena dapat menimbulkan resiko akumulasi logam berat pada tanah yang menggunakan kompos dengan mutu yang kurang baik.  Kebanyakan negara membuat standar untuk kompos, yaitu membuat batas maksimum untuk kandungan logam berat (mg/kg bahan kering).  Faktor lain yang menentukan mutu kompos adalah persentase kandungan bahan organik, kelembaban, kandungan inerts, tingkat patogenesitas, pH, kematangan kompos, ukuran partikel, dan bau.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan negara-negara industri membuat peraturan dan petunjuk untuk memproduksi dan mengaplikasi kompos.  Peraturan dan petunjuk tersebut dikembangkan setelah diteliti bertahun-tahun.  Standar kandungan bahan logam berat telah dikontrol oleh pemerintahan Indonesia untuk menjaga dan memelihara pemasaran kompos dalam jangka waktu yang lama.  Kompos yang belum matang dan kompos yang mempunyai persentase lengai yang tinggi tidak dapat dipasarkan.  Standar untuk patogenisitas dikontrol oleh pemerintah untuk menjaga kesehatan manusia dari kemungkinan yang buruk.  Namun demikian, karena kesulitan di dalam pengujian patogen dan patogen yang menyebabkan kematian membutuhkan waktu dan temperatur, pengendalian dalam petunjuk merupakan suatu alternatif.  Standar kandungan logam berat pada kompos ditentukan berdasarkan kondisi lokal yang spesifik.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar dapat digunakan dalam pertanian, kompos harus benar-benar stabil (matang), yaitu dengan cara mendekomposisikan kompos tersebut seperti humus.  Beberapa metode dan parameter yang diuji untuk menentukan derajat kestabilan kompos, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Karbon/nitrogen (nisbah C/N)</li>
<li>Stabilitas terhadap pemanasan</li>
<li>Reduksi dalam bahan organik</li>
<li>Parameter humifikasi</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kompos yang di terima oleh masyarak Indonesia:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Aman untuk digunakan pada seluruh jenis tanah</li>
<li>Dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa pengaruh negatip</li>
<li>Bebas dari bahan polusi atau logam berat yang akan mencemari tanah</li>
<li>Relatif murah</li>
<li>Gampang diperoleh</li>
</ol>
<p>Source : DR. Rasti Saraswati / Balai Penelitian Tanah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Bersih2" setelah Lebaran]]></title>
<link>http://mamaselma.wordpress.com/2009/09/30/bersih2-setelah-lebaran/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 04:03:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mama Selma</dc:creator>
<guid>http://mamaselma.wordpress.com/2009/09/30/bersih2-setelah-lebaran/</guid>
<description><![CDATA[Setelah organ tubuh &#8220;dihajar&#8221; dengan aneka jajanan manis dan bersantan khas Lebaran, kin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah organ tubuh &#8220;dihajar&#8221; dengan aneka jajanan manis dan bersantan khas Lebaran, kin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Melon Bantu Kurangi Kelelahan]]></title>
<link>http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/2009/09/29/200/</link>
<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 04:35:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhumibhumi</dc:creator>
<guid>http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/2009/09/29/200/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta, Buah melon selama ini dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pencuci mulut sehabis makan atau d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-199" title="melon-dalam" src="http://iqroclubmojokerto.wordpress.com/files/2009/09/melon-dalam.jpg" alt="melon-dalam" width="200" height="200" />Jakarta, Buah melon selama ini dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pencuci mulut sehabis makan atau dicampur dalam rujak buah. Tapi sebenarnya buah melon mempunyai peran penting untuk membantu orang mengatasi kelelahan.</p>
<p>Kandungan utama yang menjadi kuncinya adalah enzim superoxide dismutase, enzim ini memiliki keuntungan sebagai antioksidan yang bisa mencegah kerusakan jaringan dalam tubuh serta mengatasi kelelahan.<!--more--></p>
<p>Hasil ini didapatkan melalui penelitian yang melibatkan beberapa orang. Partisipan yang menerima kapsul berisi enzim tersebut mengaku lebih sedikit mengalami kelelahan dan stres dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberi kapsul. Penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam Nutrition Journal.</p>
<p>Para peneliti mengatakan enzim superoxide dismutase bisa meningkatkan konsentrasi, mengurangi perasaan lelah dan mudah marah. Diperkirakan enzim tersebut dapat membantu meminimalkan kerusakan pada jaringan tubuh akibat dari proses kimia yang dikenal sebagai stres oksidatif, yaitu proses yang melepaskan atom berbahaya atau radikal bebas ke dalam jaringan tubuh.</p>
<p>Radikal bebas merupakan molekul atau atom yang memiliki elektron tidak berpasangan, sehingga menjadi tidak stabil. Akibatnya molekul ini akan berusaha mencari elektron dari molekul lain termasuk molekul jaringan tubuh.</p>
<p>&#8220;Kami ingin menguji apakah peningkatan kemampuan tubuh untuk menangani spesies yang oksidatif dapat membantu seseorang untuk melawan kelelahan,&#8221; ujar Marie Anne Milesi, yang merupakan Ketua peneliti, seperti dikutip dari BBC, Rabu (16/9/2009).</p>
<p>Enzim superoxide dismutase yang terkandung dalam buah melon inilah yang berperan penting untuk membantu seseorang mengatasi kelelahan, mengurangi radikal bebas serta nantinya bisa mengurangi tingkat stres orang tersebut.</p>
<p>sumber: <a href="http://health.detik.com/read/2009/09/16/102024/1204576/763/melon-bantu-kurangi-kelelahan">http://health.detik.com/read/2009/09/16/102024/1204576/763/melon-bantu-kurangi-kelelahan</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susu Formula Dan Angka Kematian Bayi]]></title>
<link>http://drvegan.wordpress.com/2009/09/23/susu-formula-dan-angka-kematian-bayi/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 21:46:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muksin Deng</dc:creator>
<guid>http://drvegan.wordpress.com/2009/09/23/susu-formula-dan-angka-kematian-bayi/</guid>
<description><![CDATA[Temuan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor tentang adanya kontaminasi pada produk susu formu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Temuan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor tentang adanya kontaminasi pada produk susu formu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seminar Nasional Bioteknologi Enzim (Call for Paper &amp; Participant)]]></title>
<link>http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/09/19/seminar-nasional-bioteknologi-enzim/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 22:21:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>yani</dc:creator>
<guid>http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/09/19/seminar-nasional-bioteknologi-enzim/</guid>
<description><![CDATA[Info, info, info! Kemarin dapat email tentang akan diadakannya Seminar Nasional Bioteknologi Enzim d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Info, info, info! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kemarin dapat email tentang akan diadakannya Seminar Nasional Bioteknologi Enzim di Jakarta tanggal 12-13 November 2009. Buat yang suka dengan dunia enzim atau para peneliti dan praktisi enzim, bisa ikutan nih. Kalau aku di Indonesia, kemungkinan besar ikut <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Berikut pengumumannya:</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kepada Bapak/Ibu Yth,</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Kami ingin menyampaikan kepada Bapak/Ibu sekalian, khususnya yang topik risetnya erat kaitannya dengan kimia, biokimia atau biologi, maupun bioteknologi, berikut  kami informasikan acara seminar nasional Bioteknologi Enzim 2009, bertemakan &#8220;Tren Masa Kini dan Masa Depan&#8221;. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-13 November 2009, merupakan kerjasama antara Fakultas Teknobiologi &#8211; Atma Jaya Jakarta dengan Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI) dan Puslit Bioteknologi LIPI &#8211; Cibinong.<!--more--></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Untuk informasi lebih detail, menyangkut cangkupan topik, pembicara, batas akhir pendaftaran, penyerahan abstrak, dll, dapat dilihat softcopy file pada attachment email ini, atau website berikut: <a href="http://www.snbe2009.com" target="_blank">www.snbe2009.com</a>.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Kami sangat mengharapkan partisipasi dari  Bapak/Ibu, kiranya dapat hadir dalam acara ini. Mohon bantuan Bapak/Ibu untuk dapat meneruskan dan menyebarluaskan ke departemen atau institusi Bapak/Ibu.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih.</p>
<p style="padding-left:30px;">Hormat kami,<br />
Panitia Seminar Bioteknologi Enzim 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, yang dilampirkan dalam email tersebut adalah leaflet seminar, berikut kulampirkan di sini:</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2767" title="Resize of Leaflet-1(5,6,1)" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/09/resize-of-leaflet-1561.jpg" alt="Resize of Leaflet-1(5,6,1)" width="640" height="452" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2768" title="Resize of Leaflet-2(2,3,4)" src="http://triyanifajriutami.wordpress.com/files/2009/09/resize-of-leaflet-2234.jpg" alt="Resize of Leaflet-2(2,3,4)" width="640" height="452" /></p>
<p>Info lengkapnya bisa kunjungi situs resminya: <a href="http://www.snbe2009.com" target="_blank">www.snbe2009.com</a>. Semoga bermanfaat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sepuluh Alasan untuk Menghindari Susu dan Produk yang Menggunakan Bahan Susu]]></title>
<link>http://drvegan.wordpress.com/2009/09/16/sepuluh-alasan-untuk-menghindari-susu-dan-produk-yang-menggunakan-bahan-susu/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 13:57:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muksin Deng</dc:creator>
<guid>http://drvegan.wordpress.com/2009/09/16/sepuluh-alasan-untuk-menghindari-susu-dan-produk-yang-menggunakan-bahan-susu/</guid>
<description><![CDATA[1. Susu tidak bisa mempertahankan tulang kita tetap sehat, tidak bisa menghindari keretakan tulang d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1. Susu tidak bisa mempertahankan tulang kita tetap sehat, tidak bisa menghindari keretakan tulang d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesehatan Alami]]></title>
<link>http://drvegan.wordpress.com/2009/09/16/kesehatan-alami/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 12:16:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muksin Deng</dc:creator>
<guid>http://drvegan.wordpress.com/2009/09/16/kesehatan-alami/</guid>
<description><![CDATA[Berbeda dengan pola makan makrobiotik yang mengutamakan makanan yang dimasak, Kesehatan Alami mengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berbeda dengan pola makan makrobiotik yang mengutamakan makanan yang dimasak, Kesehatan Alami mengan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aktor Utama Ke&rdquo;kurus&rdquo;an itu adalah MGAT2 &hellip; lho kok bisa ..???]]></title>
<link>http://brohenk.wordpress.com/2009/09/09/aktor-utama-kekurusan-itu-adalah-mgat2-lho-kok-bisa/</link>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 23:15:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>brohenk</dc:creator>
<guid>http://brohenk.wordpress.com/2009/09/09/aktor-utama-kekurusan-itu-adalah-mgat2-lho-kok-bisa/</guid>
<description><![CDATA[Seperti saya demi meningkatkan berat badan, Segala cara sudah saya lakukan untuk bisa menambah berat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seperti saya demi meningkatkan berat badan, Segala cara sudah saya lakukan untuk bisa menambah berat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nukleus]]></title>
<link>http://wordbiology.wordpress.com/2009/09/07/nukleus/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 07:59:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>wbio</dc:creator>
<guid>http://wordbiology.wordpress.com/2009/09/07/nukleus/</guid>
<description><![CDATA[Nukeus (sumber: elliottecell.com) Nukleus sering kita kenal dengan nama inti sel. Nukleus pertama ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nukeus (sumber: elliottecell.com) Nukleus sering kita kenal dengan nama inti sel. Nukleus pertama ka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Laporan Diskusi 14soal: Sel Dan Fungsi"]]></title>
<link>http://littleaboutmyworld.wordpress.com/2009/09/05/laporan-diskusi-14soal-sel-dan-fungsi/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 09:09:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>littleaboutme</dc:creator>
<guid>http://littleaboutmyworld.wordpress.com/2009/09/05/laporan-diskusi-14soal-sel-dan-fungsi/</guid>
<description><![CDATA[1. Jelaskan definisi sel menurut anda! Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>1. </strong><strong>Jelaskan definisi sel menurut anda!</strong></p>
<ul>
<li>Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme.  Beberapa organisme, misalnya bakteri, merupakan uniseluler, yaitu terdiri dari hanya satu sel saja.  Beragam organisme lainnya, misalnya manusia, adalah multiseluler (manusia diperkirakan memiliki 100.000 miliar sel dalam tubuhnya).  Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel.  Setiap sel berasal dari sebuah sel lainnya.  Seluruh fungsi vital bagi organisme terjadi di dalam sel dan sel-sel tersebut mengandung informasi genetik yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi sel dan memindahkan informasi kepada sel-sel generasi berikutnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kata &#8220;sel&#8221; berasal dari kata dalam bahasa Latin <strong><em>cella</em></strong>, yang artinya adalah <strong>ruang kecil</strong>. Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaan antara sebuah sel dan sebuah ruangan kecil.</li>
</ul>
<ul>
<li>Setiap sel memenuhi kebutuhannya sendiri dan merawat dirinya sendiri pula. Mereka bisa mengambil zat-zat nutrisi, mengubahnya menjadi energi, menjalankan fungsi-fungsi khususnya, dan bereproduksi jika dibutuhkan.  Setiap sel menyimpan seperangkat instruksinya sendiri untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.</li>
</ul>
<ul>
<li>Struktur sel dan fungsi-fungsinya hampir serupa untuk semua organisme. Secara umum setiap sel memiliki <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel">membran</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel">sel</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoplasma">sitoplasma</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_sel">inti</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_sel"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inti_sel">sel</a> atau nukleus.</li>
</ul>
<ul>
<li>Setiap sel memiliki kemampuan untuk bereproduksi dengan cara membelah diri, metabolism (termasuk mengambil bahan baku, memproduksi molekul-molekul berenergi dan melepaskan hasil produksinya). Kinerja sebuah sel tergantung pada kemampuannya untuk mengekstrak dan menggunakan energi kimia yang tersimpan dalam molekul-molekul organik. Energi ini didapatkan dari proses metabolisme.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ada beberapa<strong> Sel Khusus</strong>,<strong> </strong>yaitu:<strong> </strong>Sel Tidak Berinti, contohnya sel darah merah/eritrosit dan trombosit . Sel Berinti Banyak, contohnya paramecium sp. Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ada empat teori tentang sel, yaitu:<br />
- unit struktural terkecil makhluk hidup (Schleiden &#38; T. Schwann)<br />
- unit fungsional terkecil makhluk hidup (Max Schultze)<br />
- unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup (Rudolf Virchow)<br />
- unit hereditas terkecil makhluk hidup (Penemuan akhir abad XIX)</li>
</ul>
<ul>
<li>Sel terbagi menjadi dua bagian : Sel Eukariotik dan Sel Prokariotik</li>
</ul>
<p><strong>2. </strong><strong>Sebutkan organel sel terpenting menurut anda dan sebutkan alasanya!</strong></p>
<p>Sitoplasma adalah organel sel terpenting karena sitoplasma menampung semua organel sel di luar nucleus, mengekalkan bentuk dan ketekalan sel, tempat simpanan bahan-bahan kimia yang sangat diperlukan untuk hidup, dan terlibat dalam tindak-tindak balas <a href="http://wapedia.mobi/ms/Metabolisme">metabolisme</a> yang penting seperti <a href="http://wapedia.mobi/ms/Glikolisis_anaerob">glikolisis</a><a href="http://wapedia.mobi/ms/Glikolisis_anaerob"> </a><a href="http://wapedia.mobi/ms/Glikolisis_anaerob">anaerob</a> dan <a href="http://wapedia.mobi/ms/Sintesis">sintesis</a> <a href="http://wapedia.mobi/ms/Protein">protein</a>.</p>
<p><strong>3. Sebutkan perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan!</strong></p>
<table style="height:207px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="479">
<tbody>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<p align="center"><strong>Sel Tumbuhan</strong></p>
</td>
<td width="319" valign="top">
<p align="center"><strong>Sel Hewan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Sel tumbuhan   lebih besar daripada sel hewan.</li>
<li>Sel hewan   lebih kecil daripada sel tumbuhan.</li>
<li>Mempunyai bentuk   yang tetap.</li>
<li>Tidak mempunyai bentuk yang tetap.</li>
<li>Mempunyai <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel">dinding</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel"> sel</a></strong>.</li>
<li>Tidak   mempunyai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel">dinding</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel"> sel</a>.</li>
<li>Mempunyai <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klorofil">klorofil</a></strong>.</li>
<li>Tidak mempunyai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klorofil">klorofil</a>.</li>
</ul>
</td>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Mempunyai <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vakuola">vakuola</a></strong> atau rongga sel   yang besar.</li>
<li>Tidak   mempunyai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vakuola">vakuola</a>, walaupun terkadang sel beberapa hewan   uniseluler memiliki <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vakuola">vakuola</a> (tapi tidak sebesar yang dimiliki   tumbuhan).</li>
<li>Menyimpan tenaga   dalam bentuk biji (granul) <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanji_%28tepung%29">kanji</a></strong>.</li>
<li>Menyimpan makanan dalam bentuk biji   (granul) <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glikogen">glikogen</a>.</li>
<li>Tidak Mempunyai <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sentrosom">sentrosom</a></strong>.</li>
<li>Mempunyai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sentrosom">sentrosom</a>.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top"></td>
<td width="319" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top"></td>
<td width="319" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top"></td>
<td width="319" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-404" title="plantcell" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/plantcell.gif?w=300" alt="plantcell" width="247" height="198" /><img class="alignright size-medium wp-image-405" title="Animal-Cell" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/animal-cell.jpg?w=300" alt="Animal-Cell" width="227" height="193" /><br />
</strong></p>
<p><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Jelaskan apa yang anda ketahui mengenai membran sel!</strong></p>
<ul>
<li>Merupakan lapisan yang melindungi inti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sel">sel</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sitoplasma">sitoplasma</a>.</li>
<li>Membungkus organel-organel dalam sel.</li>
<li>Merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zat">zat-zat</a> yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.</li>
<li>Struktur membran ialah dua lapis <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lipid">lipid</a> (<em>lipid bilayer</em>) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.</li>
<li>Ada 3 model struktur membran sel:</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Model mozaik fluida (dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972). Pada teori mozaik fluida, membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran.</li>
<li>Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak (dinamis) dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen.</li>
<li>Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.</li>
</ol>
</blockquote>
<p><strong>5. </strong><strong>Sebutkan (min5) organel sel yang anda ketahui beserta fungsinya masing-masing!</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="592">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<p align="center"><strong>Organel Sel </strong></p>
</td>
<td valign="top">
<p align="center"><strong>Fungsi </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Nukleus </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Pengendali kegiatan sel </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Ribosom </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Tempat sintesis protein </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Mitokondria </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Pusat pembangkit tenaga/respirasi sel </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Retikulum Endoplasma (RE) </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>REKasar:Penyalur hasil sintesis protein</strong></li>
<li><strong>REHalus: Tempat sintesis steroid dan detoksifikasi pada sel hari </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Diktoisom </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Berhubungan dengan sekresi sel </strong></li>
<li><strong>Pembentukan zimogen </strong></li>
<li><strong>Pembentukan vesikel, seperti lisosom </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Membran plasma </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Pengendali lalulintas zat </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Mikrotubuli </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Mengatur pergerakan kromosom selama pembelahan sel </strong></li>
<li><strong>Mengatur pergerakan silis, flagella </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Dinding sel </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Penguat </strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><strong>Vakuola </strong></td>
<td valign="top">
<ul>
<li><strong>Berisi air, senyawa anorganik dan organik alkaloida</strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>6. </strong><strong>Jelaskan perbedaan sel eukariotik dengan sel prokariotik!</strong></p>
<p><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-403" title="eukariot prokariot" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/eukariot-prokariot.jpg" alt="eukariot prokariot" width="497" height="236" /><br />
</strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="98%">
<tbody>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>Sel Eukariotik </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Perbandingan </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Sel Prokariotik </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>Bakteri, Alga Biru&#38;Hijau,   mikroplasma </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Organisme </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Protozoa, Alga lainnya,   metafita, dan metazoa </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>- </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Selubung Inti </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Ada </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>Telanjang, sirkuler </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>DNA </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Benang DNA berpilin ganda </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>Tunggal </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Kromosom </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Multiple </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>- </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Nukleolus </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Ada </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>Amitosis, Vegetatif </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Pembelahan </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Mitosis/Meiosis </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>70S (50S dan 30S) </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Ribosom </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>80S (60S dan 40S) </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>- </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Endomembran </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Ada </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41%" valign="top"><strong>Enzim respiratorius dan   fotosintesis dalam membran plasma </strong></td>
<td width="22%" valign="top"><strong>Mitokondria </strong></td>
<td width="36%" valign="top"><strong>Ada, respirasi seluler </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#000000;"><strong>;</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>;</strong></span></p>
<p><strong>7. </strong><strong>Sebutkan bagian-bagian yang menyusun inti sel (nucleus) pada stadium interfase!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada fase interfase, bagian-bagian yang menyusun inti sel (nucleus) adalah dinding sel, membran sel, anak inti, membran inti, dan kromatin. Untuk lebih jelas, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-402" title="interfase" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/interfase.jpg" alt="interfase" width="253" height="355" /></p>
<p><strong>8. Jelaskan beda kromatin dengan kromosom!</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<p align="center"><strong>Kromatid</strong></p>
</td>
<td width="319" valign="top">
<p align="center"><strong>Kromosom</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Hasil dari pemisahan Kromosom.</li>
<li>Dalam sel berbentuk pasangan diploid (2n).</li>
</ul>
</td>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Terbentuk pada saat anafase (pada saat berpisah dan menuju ke kutub yang   berlawanan).</li>
<li>Terbentuk pada saat profase (benang-benang kromatin memendek dan   menebal menjadi kromosom).</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top"></td>
<td width="319" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td width="319" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="319" valign="top">
<ul>
<li>Hasil dari benang-benang kromatin yang memendek menebal.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p><strong>9. </strong><strong>Jelaskan apa yang anda ketahui mengenai mitosis dan urutan prosesnya!</strong></p>
<p>Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan sel induknya. Mitosis terjadi pada perbanyakan sel tubuh (sel somatis). Kromosomnya berpasangan, sehingga disebut diploid (2n). Pembelaha mitosis berlangsung secara bertahap melalui beberapa fase, yaitu:</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>1. Profase</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Pada fase ini sel induk yang akan membelah memperlihatkan gejala terbentuknya dua sentriol dari sentrosom; yang satu tetap ditempat, yang satu bergerak kearah kutub yang berlawanan. Lalu butiran kromatin memanjang menjadi benang kromatin yang memendek dan menebal menjadi kromosom. Membran inti masih terlihat pada profase awal, kemudian segera terpecah-pecah. Kemudian kromosom berduplikasi membujur menjadi dua bagian yang masing-masing disebut <em>kromatid.</em> Diakhir profase, selubung inti sel pecah dan setiap kromatid melekat di beberapa benang spindle di konektor.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>2. Metafase</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Periode selama kromosom berada di ekuatorial, membran inti sudah menghilang. Pada fase ini, kromosom tampak paling jelas.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>3. Anafase</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Selama anaphase, kromatid bergerak menuju kearah kutub-kutub yang berlawanan. Kinektor yang masih melekat pada benang spindel berfungsi menunjukan jalan, sedangkan lengan kromosom mengikuti di belakang.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>4. Telofase</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Kromatid-kromatid mengumpul pada kutub-kutub. Benang gelondong menghilang, kromatid menjadi kusut dan butiran-butiran kromatid muncul kembali. Selaput inti terbentuk kembali dan nukleolus terlihat lagi. Pada bagian bidang ekuator terjadi lekukan yang makin lama makin ke dalam hingga sel induk terbagi menjadi dua yang masing-masing mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>5. Interfase</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Disebut juga sebagai fase istirahat, dimana pada fase ini sel mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. Pada fase ini kromosom tidak tampak.</p>
<p>Pada akhirnya mitosis menghasilkan dua sel anak. Masing-masing sel anakan memiliki jumlah dan sifat kromosom yang sama dengan induknya. Pada bagian ini terjadi pembagian inti (kariokinesis) dan pembagian plasma/sitoplasma (Sitokinesis).</p>
<p><strong>10. </strong><strong>Sebutkan perbedaan mitosis dengan meiosis!</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-398" title="beda mitosis dan meiosis" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/beda-mitosis-dan-meiosis.jpg" alt="beda mitosis dan meiosis" width="497" height="380" /> Perbedaan mitosis dengan meiosis dapat dilihat dari gambar dibawah ini.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-399" title="mitosis_phases" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/mitosis_phases.jpg?w=300" alt="mitosis_phases" width="207" height="196" /><img class="size-medium wp-image-401 alignright" title="021 Diagram of the stages of meiosis" src="http://littleaboutmyworld.wordpress.com/files/2009/09/021-diagram-of-the-stages-of-meiosis.jpg?w=264" alt="021 Diagram of the stages of meiosis" width="220" height="191" /></p>
<p><span style="color:#000000;">.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;">.<br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>.</strong></span></p>
<p><strong>11. </strong><strong>Jelaskan apakah perbedaan transport aktif dengan transport pasif?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Transpor aktif</strong> merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.<br />
Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Transpor pasif</strong> merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/spontan.html">spontan</a>. <a title="Difusi" href="http://de.web-blaster.org/id.wikipedia.org/wiki/Difusi">Difusi</a>, <a title="Osmosis" href="http://de.web-blaster.org/id.wikipedia.org/wiki/Osmosis">osmosis</a>, <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Da.html">dan</a> difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Yang.html">yang</a> meningkatkan <a title="Entropi" href="http://de.web-blaster.org/id.wikipedia.org/wiki/Entropi">entropi</a> atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Yang.html">yang</a> lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Yang.html">yang</a> mengkonsumsi <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/O.html">O</a><a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/2.html"><sub>2</sub></a> masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Membran.html">membran</a> selektif <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Yang.html">yang</a> arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/total.html">total</a> (dari hipotonis <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/K.html">ke</a> hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/K.html">ke</a> dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya. Contoh molekul <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Yang.html">yang</a> berpindah dengan transpor pasif ialah <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/AIR.html">air</a> <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Da.html">dan</a> glukosa. Transpor pasif <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/AIR.html">air</a> dilakukan <em>lipid bilayer</em> <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Da.html">dan</a> transpor pasif glukosa terfasilitasi <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Transporter.html">transporter</a>. <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Ion.html">Ion</a> <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Polar.html">polar</a> berdifusi dengan bantuan <a href="http://www.assoziations-blaster.de/info/Protein.html">protein</a> transpor.</li>
</ul>
<p><strong>12. </strong><strong>Berikan contoh peristiwa difusi dan osmosis!</strong></p>
<ul>
<li><strong><em>Difusi</em></strong> adalah proses berpindahnya zat-zat dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi merupakan proses pasif dan tidak membutuhkan energy.</li>
<li>Contoh Peristiwa difusi:</li>
</ul>
<blockquote>
<ol>
<li>Pemberian <a title="Gula" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gula">gula</a> pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis.</li>
<li><a title="Uap air" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air">Uap air</a> dari <a title="Cerek (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cerek&#38;action=edit&#38;redlink=1">cerek</a> yang berdifusi dalam <a title="Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara">udara</a>.</li>
<li>Pertukaran udara didalam paru-paru.</li>
</ol>
</blockquote>
<ul>
<li><strong><em>Osmosis</em></strong> adalah peristiwa perpindahan massa dari lokasi dengan potensi solvent tinggi, menuju lokasi berpotensi solvent rendah, melalui membran semi-permeable.Umumnya yang disebut sebagai solvent di sini adalah air. Dapat dikatakan bahwa peristiwa osmosis adalah transfer solvent (dan bukan solut).Sedangkan peristiwa transfer solut, dikenal sebagai dialysis (arah aliran dari titik berpotensi solut tinggi menuju ke rendah).</li>
<li>Contoh peristiwa osmosis:</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li>Masuk dan naiknya air mineral dalam tubuh pepohonan.</li>
<li>Air dalam tanah memiliki kandungan solvent lebih besar (hypotonic) dibanding dalam pembuluh, sehingga air masuk menuju xylem/sel tanaman.</li>
<li>Ikan air tawar yang ditempatkan di air laut akan mengalami penyusutan volume tubuh.
<ol>
<li>Air laut adalah hypertonic bagi sel tubuh manusia, sehingga minum air laut justru menyebabkan dehidrasi.</li>
<li>Kentang yang dimasukkan ke dalam air garam akan mengalami penyusutan.</li>
<li>Proses pengasinan telur asin.</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>13. </strong><strong>Apakah yang anda ketahui mengenai enzim?</strong></p>
<p>Enzim adalah satu atau beberapa gugus <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polipeptida&#38;action=edit&#38;redlink=1">polipeptida</a> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protein">protein</a>) yang berfungsi sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katalis">katalis</a> (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">reaksi</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">kimia</a>. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molekul">molekul</a> zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_pengaktifan">energi</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_pengaktifan"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_pengaktifan">pengaktifan</a> yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia">senyawa</a> atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">reaksi</a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia">kimia</a>. Hal ini disebabkan perbedaan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur_kimia&#38;action=edit&#38;redlink=1">struktur</a><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur_kimia&#38;action=edit&#38;redlink=1"> </a><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur_kimia&#38;action=edit&#38;redlink=1">kimia</a> tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%CE%91-amilase&#38;action=edit&#38;redlink=1">amilase</a> hanya dapat digunakan pada proses perombakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pati">pati</a> menjadi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa">glukosa</a>.</p>
<p><strong>Sifat-sifat enzim<br />
</strong>1. Biokatalisator</p>
<p>2. Thermolabil; mudah rusak<br />
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat<br />
pada enzim.<br />
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya<br />
sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.<br />
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel<br />
(ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase,maltase.<br />
6. Bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada<br />
juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase, meng-<br />
katalisis pembentukan dan penguraian lemak.</p>
<p><strong>14. </strong><strong>Sebutkan faktor-faktor yang mempercepat dan memperlambat kerja enzim!</strong></p>
<ul>
<li>Temperatur</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Karena enzim tersusun dari protein, maka enzim sangat peka terhadap temperatur. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein, sedangkan temperatur yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada umumnya, temperatur optimum enzim adalah 30-40°C. Pada suhu diatas 50°C.</p>
<ul>
<li>Pengaruh pH</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya.</p>
<ul>
<li>Pengaruh Konsentrasi Enzim dan Substrat</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Jika <em>enzim</em> terlalu <em>sedikit</em> dan <em>substrat</em> terlalu <em>banyak</em>, reaksi akan berjalan <em>lambat</em> dan bahkan ada substrat uang tak terkatalisasi. Semakin banyak enzim, maka reaksi akan semakin cepat.</p>
<ul>
<li>Pengaruh hasil akhir</li>
</ul>
<ul>
<li>Pengaruh Zat Penggiat</li>
</ul>
<ul>
<li>Pengaruh Zat Penghambat (Inhibitor Enzim)</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Jika inhibitor ditambahkan ke dalam campuran enzim dan substrat, kecepatan reaksi akan turun. Cara kerjanya adalah berikatan dengan enzim, membentuk kompleks enzim-inhibitor yang masih mampu atau tidak mampu berikatan dengan substrat.</p>
<p style="padding-left:30px;">Ada dua jenis inhibitor, yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif.</p>
<ul>
<li>Pengaruh Konsentrasi Substrat</li>
</ul>
<p>Sumber:</p>
<p>1. <a href="http://kvhs.nbed.nb.ca/gallant/biology/mitosis_phases.jpg">http://kvhs.nbed.nb.ca/gallant/biology/mitosis_phases.jpg</a><a href="http://kvhs.nbed.nb.ca/gallant/biology/mitosis_phases.jpg">allant/b</a><a href="http://kvhs.nbed.nb.ca/gallant/biology/mitosis_phases.jpg">iology/mito</a></p>
<p>2. <a href="http://scienceblogs.com/">http://scienceblogs.com/</a></p>
<p>3. <a href="http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html">http://biocyberway.blogspot.com/2008/04/perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html</a></p>
<p>4. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel">http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel#Transpor_pasif</a></p>
<p>5. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel#Transpor_aktif">http://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel#Transpor_aktif</a></p>
<p>6. <a href="http://cellbio.utmb.edu/cellbio/membrane_intro.htm">cellbio.utmb.edu/</a><a href="http://cellbio.utmb.edu/cellbio/membrane_intro.htm">cellbio</a><a href="http://cellbio.utmb.edu/cellbio/membrane_intro.htm">/membrane_intro.htm</a></p>
<p>7. <a href="http://pkukmweb.ukm.my/%7Eahmad/kuliah/kripto/nota/kkripto_files/image259.jpg">http://pkukmweb.ukm.my/~ahmad/kuliah/kripto/nota/kkripto_files/image259.jpg</a></p>
<p>8. chsweb.lr.k12.nj.us</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fotosintesis]]></title>
<link>http://airlangga25.wordpress.com/2009/08/11/fotosintesis/</link>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 07:20:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>anggasucay</dc:creator>
<guid>http://airlangga25.wordpress.com/2009/08/11/fotosintesis/</guid>
<description><![CDATA[Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada          persediaan energi yang tak henti-hentinya. Sumber energi ini tersimpan          dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Untuk tujuan praktis,          satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung          seluruh kehidupan adalah <strong>fotosintesis</strong>. Fotosintesis merupakan          salah satu reaksi yang tergolong ke dalam reaksi anabolisme. Fotosintesis          adalah proses pembentukan bahan makanan (glukosa) yang berbahan baku karbon          dioksida dan air.</p>
<p style="text-align:justify;">Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan dan          ganggang hijau yang bersifat <strong>autotrof</strong>. Artinya, keduanya          mampu menangkap energi matahari untuk menyintesis molekul-molekul organik          kaya energi dari prekursor anorganik H<sub>2</sub>O dan CO<sub>2</sub>.          Sementara itu, hewan dan manusia tergolong <strong>heterotrof</strong>,          yaitu memerlukan suplai senyawa-senyawa organik dari lingkungan (tumbuhan)          karena hewan dan manusia tidak dapat menyintesis karbohidrat. Karena itu,          hewan dan manusia sangat bergantung pada organisme autotrof.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<h2>PENDAHULUAN</h2>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong><em>1.1 Latar Belakang</em></strong></span><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada siang yang terik, panas rasanya badan ini. Betapa nikmatnya setelah berpanas-panasan, kita berteduh di bawah pohon yang rindang nan hijau. Rasa panas terusik dengan rasa sejuk. Nyaman sekali nafas ini kita tarik dalam-dalam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua telah tahu tumbuhan merupakan makhluk autrorof (mengolah bahan makanan sendiri). Untuk memperoleh makanannya, tumbuhan harus melakukan proses fotosintesis. Berasal dari kata foton = cahaya, sintesis = penyusunan. Fotosintesis adalah proses penyusunan zat organik (gula) dari zat anorganik (air, karbondioksida) dengan pertolongan cahaya dan terjadi pada kloroplas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada dasarnya proses fotosintesis merupakan kebalikan dari proses respirasi. Proses respirasi bertujuan memecah gula menjadi karbon dioksida, air, dan energi. Sebaliknya proses proses fotosintesis mereaksikan air dan karbondioksida menjadi gula dengan energi matahari. Proses fotosintesis umumnya hanya berlangsung pada tumbuhan berklorofil pada waktu siang hari. Secara singkat, persamaan reaksi fotosintesis yang terjadi di alam dituliskan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#339966;"><strong>6CO<sub>2 </sub> + 12H<sub>2</sub>O  &#8212;&#8212;&#8211;&#62;  C<sub>6</sub>H<sub>12</sub>O<sub>6</sub> + 6O<sub>2</sub> + 6H<sub>2</sub>O</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari reaksi tersebut dapat diketahui hasil samping dari fotosintesis adalah oksigen. Gas oksigen inilah yang terasa sejuk saat kita hirup di bawah pohon saat siang hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;"><strong><em>1.2 Tujuan</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya &#38; suhu terhadap fotosintesis</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3366ff;"><em>1.3 Hipotesa</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Proses Fotosintesis akan sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu lingkungannya. Intensitas cahaya mutlak diperlukan karena cahaya merupakan sumber energi utama dalam proses fotosintesis. Sedangkan suhu cukup berpengaruh karena dalam proses fotosintesis juga terlibat enzim di dalamnya.</p>
<h2>Bahan &#38; Metode</h2>
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><em>2.1 Alat dan Bahan :</em></span></strong><em> </em></p>
<p><em> Alat                                                                        Bahan</em></p>
<ol>
<li>Gelas kimia 1000 cc.                                       1. Air sumur/ledeng</li>
<li>Corong kaca sedang                                        2. Tanaman air (hidrilla/chara)</li>
<li>Termometer</li>
<li>Kawat penggantung</li>
<li>Tabung reaksi sedang</li>
<li>Cahaya matahari / lampu belajar 60 W</li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><em>2.2 Prosedur/Langkah kerja</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. Merangkai alat dan bahan yang dilakukan di bawah permukaan air.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Memotong 4 atau 5 tanaman air dan mengikat dengan ujung tanaman mengarah ke bawah.</li>
<li>Meletakkan tanaman pada corong kaca dan memasukkan corong tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi air.</li>
<li>Meletakkan tabung reaksi yang penuh berisi air yang tertelungkup di atas corong kaca.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">2. Meletakkan perangkat percobaan pada tempat yang teduh (tak langsung kena sinar matahari) dan pada tempat yang terang (langsung kena sinar matahari) dan tempat yang terkena cahaya matahari ditambah es batu masing-masing selama 8 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Mengukur suhu air masing-masing perangkat percobaan dan mencatat suhunya setelah 8 menit.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Mengamati apa yang terjadi pada perangkat percobaannya setelah 8 menit pada keadaan teduh dan langsung kena cahaya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><em>2.3 Pelaksanaan Praktikum</em></span></strong></p>
<p>Kelompok kami melaksanakan praktikum pada hari Jum’at tanggal 17 Oktober 2008 pukul 07.00 di halaman depan Lab. SMAN 2 Bangkalan.</p>
<h2><strong>Hasil &#38; Pembahasan</strong></h2>
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><em>3.1 Data Hasil Pengamatan</em></span></strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="111"><strong><em>No</em></strong></td>
<td width="184"><strong><em>Perlakuan</em></strong></td>
<td width="104"><strong><em>Waktu</em></strong></td>
<td width="91"><strong><em>Suhu</em></strong></td>
<td width="124"><strong><em>Gelembung   Udara</em></strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="111" valign="top">12</p>
<p>3</td>
<td width="184" valign="top">Tempat teduhCahaya langsung</p>
<p>Cahaya langsung + es</td>
<td width="104" valign="top">8 menit8 menit</p>
<p>8 menit</td>
<td width="91" valign="top">28<sup>o</sup>C31<sup>o</sup>C</p>
<p>14<sup>o</sup>C</td>
<td width="124" valign="top">SedangBanyak</p>
<p>Tidak ada</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="color:#3366ff;"><strong><em>3.2 Pembahasan</em></strong><strong><em> </em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Reaksi pada fotosintesis dikelompokkan menjadi 2 macam yakni reaksi terang dan gelap. Reaksi terang membutuhkan cahaya untuk digunakan sebagai energi pada fotosintesis. Tahap awal dari fotosintesis adalah fotolisis. Energi sinar matahari yang diterima digunakan untuk memecah molekul air menjadi proton H<sup>+</sup> dan molekul O2. Dalam reaksi tersebut dihasilkan energi dalam bentuk ATP dan NADP<sup>+</sup>. Kemudian H<sup>+</sup> yang dihasilkan dalam reaksi penguraian air tersebut ditangkap oleh NADP+ sehingga terbentuk NADPH<sub>2</sub>.</p>
<p style="text-align:justify;">Reaksi terang tersebut terjadi didalam grana yang terdapat dalam kloroplas berupa tumpukan tilakoid.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-91" title="fotolisis" src="http://airlangga25.wordpress.com/files/2009/11/fotolisis.jpg?w=300" alt="fotolisis" width="300" height="94" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jadi, oksigen dihasilkan dari fotolisis air.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka gas O<sub>2</sub> yang dihasilkan akan keluar dari pangkal batang menuju permukaan tabung reaksi, karena massa jenis udara lebih ringan dari pada air.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses fotolisis dipengaruhi oleh beberapa hal. Diantaranya adalah intensitas cahaya matahari dan suhu lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Intensitas cahaya matahari adalah hal pokok dalam proses fotosintesis karena merupakan sumber energi. Semakin banyak intensitas yang diserap oleh antena-antena FS I, maka reaksi fotolisis juga akan cepat dan semakin banyak air yang dipecah menjadi molekul O<sub>2</sub>. Hal inilah yang dapat kita bandingkan dari hasil percobaan nomor 1 dan 2. Jadi, intensitas cahaya berbanding lurus dengan jumlah oksigen yang dihasilkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang mempengaruhi fotosintesis adalah suhu. dalam proses fotosintesis juga dibantu oleh enzim. Yaitu enzim-enzim pada reaksi transpor elektron siklik ataupun non siklik seperti sitrokom a dan f. Karena enzim terbuat dari protein, maka enzim bersifat termolabil. Kerjanya akan berhenti pada suhu rendah, dan akan rusak bila suhu terlalu tinggi. Jadi, kerja enzim akan optimum pada kisaran suhu tertentu. Biasanya pada kisaran 20<sup>o</sup>C – 40<sup>o</sup>C. Pda percobaan nomor 1 dan 2, suhu masih memungkinkan bagi enzim untuk bekerja sehingga proses fotosintesis masih berjalan. Sedangkan pada percobaan 3, suhu terlalu rendah sehingga tidak memungkinkan enzim untuk bekerja.</p>
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><em>3.3 Pertanyaan Diskusi</em></span></strong></p>
<p>1. Gas apakah yang terbentuk pada percobaan ini dan bagaimana cara mengujinya?</p>
<p><em>pada percobaan ini terbentuk gas oksigen (O<sub>2</sub>) sebagai hasil dari proses fotosintesis (tepatnya pada proses fotolisis). Pemecahan air menjadi ion hidrogen dan molekul oksigen.</em><em> </em></p>
<p>2. Apakah maksud penambahan es batu? Dan apa yang terjadi? Jelaskan!</p>
<p><em>ditambahnya es batu dimaksudkan untuk merubah variabel perubahan suhu. Setelah penambahan es batu (suhu menjadi rendah) gelembung oksigen tidak keluar dari pangkal tanaman chara. Hal ini disebabkan terganggunya kerja enzim-enzim fotosintesis karena suhu rendah sehingga proses fotosintesis juga terhambat.</em><em> </em></p>
<p>3. Faktor apa saja yang berpengaruh pada proses fotosintesis? Jelaskan!</p>
<p><em>CO<sub>2</sub> dan H<sub>2</sub>0 sebagai bahan bakunya</em><em> </em></p>
<p><em>Intensitas cahaya matahari sebagai sumber energi, semakin tinggi intensitasnya maka makin cepat proses fotosintesis</em><em> </em></p>
<p><em>Suhu </em><em> </em></p>
<p><em>proses fotosintesis dibantu oleh enzim-enzim. Karena enzim terbuat dari protein, maka kerja enzim dipengaruhi oleh temperatur (termo labil). Enzim bekerja secara optimum pada kisaran suhu tertentu. Umumnya antara 20<sup>o</sup>C – 40<sup>o</sup>C</em><em> </em></p>
<p>4. Jika air yang kita gunakan itu keruh, menurut hipotesamu apa yang akan terjadi? Jelaskan!</p>
<p><em>Proses fotosintesis akan terganggu karena cahaya matahari akan terhalang dengan suspensi yang terkandung dalam air keruh tersebut,sehingga intensitas cahayanya menurun dan proses fotosintesis terhambat.</em></p>
<h2>Penutup</h2>
<p><strong><span style="color:#3366ff;"><em>1.1 </em><em> </em><em>Kesimpulan</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Proses fotosintesis memerlukan air dan cahaya. Fotosintesis menghasilkan oksigen. Oksigen yang terbentuk berasal dari fotolisis air. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu. Intensitas cahaya mutlak diperlukan karena merupakan sumber energi. Fotosintesis masih dipengaruhi oleh kerja enzim. Karena enzim bersifat termo labil maka fotosintesis juga dipengaruhi oleh temperatur. Enzim bekerja secara optimum pada kisaran suhu 20<sup>o</sup>C – 40<sup>o</sup>C.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;"><strong><em>1.2 </em><em> </em><em>Saran</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melaksanakan praktikum, kami menyarankan:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Perhatikan saat meletakkan tanaman air kedalam tabung reaksi. Pastikan pangkal batang tanaman menghadap ke arah mulut tabung sehingga memudahkan gelembung untuk muncul.</li>
<li style="text-align:justify;">Berhati-hati saat meletakkan tabung reaksi karena dikhawatirkan udara akan masuk kedalam tabung. Percobaan dinyatakan gagal bila terdapat gelembung udara saat memasang tabung reaksi.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
