<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>fiber-optik &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/fiber-optik/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "fiber-optik"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 19:46:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Telkom Bangun Jaringan Fiber Optik Aceh]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/11/05/telkom-bangun-jaringan-fiber-optik-aceh/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 10:46:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aulia</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/11/05/telkom-bangun-jaringan-fiber-optik-aceh/</guid>
<description><![CDATA[Telkom Indonesia membangun jaringan fiber optik sepanjang 1.000 kilometer melintasi pantai timur dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Telkom Indonesia membangun jaringan fiber optik sepanjang 1.000 kilometer melintasi pantai timur dan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Türksat'tan 100mb Hızlı internet Denemesi]]></title>
<link>http://heryerdenhaber.wordpress.com/2009/10/08/turksattan-100mb-hizli-internet-denemesi/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 17:56:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>heryerdenhaber</dc:creator>
<guid>http://heryerdenhaber.wordpress.com/2009/10/08/turksattan-100mb-hizli-internet-denemesi/</guid>
<description><![CDATA[Türksat Uydunette 100mb Ve Üzeri internet Hızını Deniyor Türksat A.Ş, uydunet markası ile verdiği in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Türksat Uydunette 100mb Ve Üzeri internet Hızını Deniyor Türksat A.Ş, uydunet markası ile verdiği in]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bergaya dengan Fiber Optic]]></title>
<link>http://salmanalfarisi25.wordpress.com/2009/09/07/bergaya-dengan-fiber-optic/</link>
<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 09:10:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>salman</dc:creator>
<guid>http://salmanalfarisi25.wordpress.com/2009/09/07/bergaya-dengan-fiber-optic/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata tidak hanya Telkom yang menggunakan fiber optic, perusahaan-perusahaan fashion pun mengguna]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ternyata tidak hanya Telkom yang menggunakan fiber optic, perusahaan-perusahaan fashion pun menggunakan fiber optic sebagai bahan produk mereka. Ini contoh-contoh pakaian yang terbuat dari fiber optic.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Gaun yang anggun terbuat dari fiber optik</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;"> </span><img class="aligncenter" title="fof 1" src="http://packphour.files.wordpress.com/2007/12/fiber-optic-dress.jpg?w=307&#038;h=206" alt="" width="307" height="206" /><!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Tank Top Fiber Optik</span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="fof2" src="http://www.2dayblog.com/images/2006_december/fiber_optic_minitop.jpg" alt="" width="315" height="280" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">ini apa ya???</span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="fof3" src="http://www.impactlab.com/wp-content/uploads/2009/01/lumitop.jpg" alt="" width="297" height="336" /></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Tas juga ada&#8230;..</span><img class="aligncenter" title="tas fo" src="http://www.impactlab.com/wp-content/uploads/2009/05/coolstuuf_sarahbag.jpg" alt="" width="306" height="360" /></p>
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Referensi Proyek MTM selaku Konsultan Telekomunikasi &amp; Konsultan IT sbb:]]></title>
<link>http://konsultantelekomunikasi.wordpress.com/2009/09/04/referensi-proyek-mtm-selaku-konsultan-telekomunikasi-konsultan-it-sbb/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 17:01:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ptmtm</dc:creator>
<guid>http://konsultantelekomunikasi.wordpress.com/2009/09/04/referensi-proyek-mtm-selaku-konsultan-telekomunikasi-konsultan-it-sbb/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa proyek yang pernah ditangani oleh MTM Network Solution antara lain : * Proyek Desain dan Im]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa proyek yang pernah ditangani oleh <a title="Konsultan Telekomunikasi &#124; Konsultan IT &#124; Jual Rack Server by PT MTM" href="http://pt-mtm.com">MTM Network Solution</a> antara lain :</p>
<p>* Proyek Desain dan Implementasi Jaringan Internet<br />
* Proyek Pengembangan Jaringan IP/MPLS<br />
* Desain dan Implementasi Jaringan Carrier Ethernet<br />
* Desain dan Implementasi NMS (Infovista dan SMART)<br />
* Installasi power untuk BTS menggunakan solar cell<br />
* Installasi dan commissioning proyek Metro Ethernet Access<br />
* Konsultan Telekomunikasi dan Instalasi IT lainnya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kompetensi Konsultan Telekomunikasi / IT MTM :]]></title>
<link>http://konsultantelekomunikasi.wordpress.com/2009/09/04/kompetensi-konsultan-telekomunikasi-it-mtm/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 17:00:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>ptmtm</dc:creator>
<guid>http://konsultantelekomunikasi.wordpress.com/2009/09/04/kompetensi-konsultan-telekomunikasi-it-mtm/</guid>
<description><![CDATA[MTM Network Solution memiliki tenaga ahli tingkat Expert, Professional dan Associate dari berbagai v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="Konsultan Telekomunikasi &#124; Konsultan IT &#124; Jual Rack Server by PT MTM" href="http://pt-mtm.com">MTM Network Solution</a> memiliki tenaga ahli tingkat Expert, Professional dan Associate dari berbagai vendor perangkat IP seperti Cisco, Juniper dan Alcatel. Para Network Consultant, Solution Architect dan Network System Engineer memiliki jam terbang yang tinggi di bidang <b>telekomunikasi / IT</b> dan pernah terlibat di banyak proyek di perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia. Di bawah ini adalah daftar sertifikasi yang dimiliki oleh tim MTM Nework Solution :</p>
<p>    * Cisco Certified Internetworking Expert (CCIE)<br />
    * Cisco Certified Internetworking Professional (CCIP)<br />
    * Cisco Certified Network Professional (CCNP)<br />
    * Cisco Certified Network Associats (CCNA)<br />
    * Juniper Network Certified Internetworking Associate (JNCIA)<br />
    * Juniper Network Certified Internetworking Specialist (JNCIS)</p>
<p>Dengan didukung oleh lebih dari 30 personil tim instalasi dan system pengkabelan yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidangnya, menunjukkan bahwa MTM memiliki komitmen yang tinggi kepada klien dalam mencapai target waktu penyelesaian proyek tanpa mengabaikan kualitas hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsultan Telekomunikasi | Konsultan IT | Jual Rack Server by PT MTM]]></title>
<link>http://konsultantelekomunikasi.wordpress.com/2009/09/04/konsultan-telekomunikasi-konsultan-it-jual-rack-server-by-pt-mtm/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 17:00:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>ptmtm</dc:creator>
<guid>http://konsultantelekomunikasi.wordpress.com/2009/09/04/konsultan-telekomunikasi-konsultan-it-jual-rack-server-by-pt-mtm/</guid>
<description><![CDATA[PT Media Telekomunikasi Mandiri ( MTM ) adalah konsultan telekomunikasi it &amp; penyedia jasa integ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PT Media Telekomunikasi Mandiri ( <a title="Konsultan Telekomunikasi &#124; Konsultan IT &#124; Jual Rack Server by PT MTM" href="http://pt-mtm.com">MTM</a> ) adalah <a title="Konsultan Telekomunikasi &#124; Konsultan IT &#124; Jual Rack Server by PT MTM" href="http://pt-mtm.com">konsultan telekomunikasi it</a> &#38; penyedia jasa integrator jaringan yang fokus dalam memberikan solusi<strong> it telekomunikasi</strong> kepada klien dalam hal transformasi jaringan IT dan telekomunikasi nya.   MTM selaku <strong>konsultan telekomunikasi / konsultan IT</strong> memiliki pengalaman dan keahlian dalam hal transformasi jaringan IT &#38; telekomunikasi dari yang berbasis legacy / tradisional ke dalam jaringan yang berbasis teknologi masa depan yaitu Internet Protocol (IP). Didukung oleh tim yang memiliki sertifikasi di bidang IP yang bertaraf internasional, dan keahlian pendukung yang dibutuhkan. MTM siap membantu mulai dari pembuatan desain yang optimal (<strong> konsultan telekomunikasi / IT </strong>), cost effective, dan efficient, sampai dengan implementsi penggelaran jaringan dan migrasi data pelanggan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dunia Fiber Optik]]></title>
<link>http://jupiter5mlg.wordpress.com/2009/08/26/dunia-fiber-optik/</link>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 03:05:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>jupiter_mlg</dc:creator>
<guid>http://jupiter5mlg.wordpress.com/2009/08/26/dunia-fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[Tak kenal maka tak sayang Paribahasa yang tepat untuk tulisan kali ini. Tulisan kali ini akan membah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tak kenal maka tak sayang Paribahasa yang tepat untuk tulisan kali ini. Tulisan kali ini akan membah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FIBER OPTIK]]></title>
<link>http://arsyah99.wordpress.com/2009/08/04/fiber-optik/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 18:02:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>armadiansyah</dc:creator>
<guid>http://arsyah99.wordpress.com/2009/08/04/fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[KABEL FIBER OPTIK Fiber optic adalah bahan yang terbuat dari glass atau serat kaca vang berdiameter ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>KABEL FIBER OPTIK</strong></p>
<p><em><strong>Fiber optic</strong></em> adalah bahan yang terbuat dari glass atau serat kaca vang berdiameter lebih kurang 120 micrometer. la digunakan untuk mengantarkan jauh lebih banyak sinyal dalam bentuk pulsa cahaya (bisa berupa komunikasi suara maupun data) hingga mencapai lebih dari 50 kilometer tanpa memerlukan lagi bantuan perangkat repeater (penguat sinyal).</p>
<p>Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu: single mode, multimode, dan plastic optical fiber, yang berfungsi sebagai penunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Kemudian, dari transmitter berlanjut ke receiver, yang berfungsi untuk mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser.</p>
<p>Kabel <em><strong>fiber optic single mode</strong></em> merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih.</p>
<p>Kabel <em><strong>fiber optic multimode</strong></em> terbuat dari fiber glass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat.</p>
<p>Sedang <em><strong>plastic optical fiber</strong></em> adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah.</p>
<p><em><strong>Keuntungan dari fiber optic</strong></em> antara lain adalah kemampuannya yang baik dalam mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dalam jarak transmisi yang cukup jauh, kecepatan transmisi yang tinggi hingga mencapai ukuran gigabits, serta tingkat kemungkinan hilangnya data yang sangat rendah. Selain itu, tingkat keamanan fiber optic yang tinggi, aman dari pengaruh interferensi sinyal radio, motor, maupun kabel-kabel yang berada di sekitarnya, membuat fiber optic lebih banyak digunakan dalam infrastruktur perbankan atau perusahaan yang membutuhkan jaringan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Kelebihan lainnya, fiber optic aman digunakan dalam lingkungan yang mudah terbakar dan panas. Dalam hal ukuran, fiber optic juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan kabel tembaga, sehingga lebih menghemat tempat dalam ruangan network data center di mana pun.</p>
<p><em><strong>Kekurangan fiber optic</strong></em> adalah harganya yang cukup mahal jika dibandingkan dengan teknologi kabel tembaga. Hal ini dikarenakan fiber optic dapat mengantarkan data dengan kapasitas yang lebih besar dan jarak transmisi yang lebih jauh jika dibandingkan tembaga yang masih memerlukan investasi tambahan berupa perangkat penguat (repeaters). Kekurangan lainnya adalah cukup besarnya investasi yang diperlukan untuk pengadaan sumber daya manusia yang andal, karena tingkat kesulitan implementasi dan deployment fiber optic yang cukup tinggi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[fiber optik]]></title>
<link>http://halim17.wordpress.com/2009/08/05/fiber-optik/</link>
<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 17:20:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>halim17</dc:creator>
<guid>http://halim17.wordpress.com/2009/08/05/fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[apa itu fiber optik? tentu kita bertanya, fiber optik bisa di sebut juga serat optik, Serat optik ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>apa itu fiber optik?</p>
<p>tentu kita bertanya,</p>
<p>fiber optik bisa di sebut juga serat optik,</p>
<p><strong>Serat optik</strong> adalah <a title="Saluran transmisi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saluran_transmisi&#38;action=edit&#38;redlink=1">saluran transmisi</a> yang terbuat dari <a title="Kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaca">kaca</a> atau <a title="Plastik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik">plastik</a> yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal <a title="Cahaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya">cahaya</a> dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam <a title="Serat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serat">serat</a> optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah <a title="Laser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laser">laser</a> karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.</p>
<p>Serat optik umumnya digunakan dalam sistem <a title="Telekomunikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Telekomunikasi">telekomunikasi</a> serta dalam <a title="Pencahayaan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pencahayaan&#38;action=edit&#38;redlink=1">pencahayaan</a>, <a title="Sensor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sensor">sensor</a>, dan <a title="Optik pencitraan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Optik_pencitraan&#38;action=edit&#38;redlink=1">optik pencitraan</a>.</p>
<p>Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu <em>cladding</em> dan <em>core</em>. <em>Cladding</em> adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada <em>core</em> akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.</p>
<p>Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.</p>
<p>Pembagian Serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :</p>
<p>1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :</p>
<ul>
<li><em>Single mode</em> : serat optik dengan <em>core</em> yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding <em>cladding</em>.</li>
<li><em>Multi mode</em> : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.</li>
</ul>
<p>2. Berdasarkan indeks bias core :</p>
<ul>
<li><em>Step indeks</em> : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.</li>
<li><em>Graded indeks</em> : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.</li>
</ul>
<div>
<div style="width:182px;"><a title="Bagian-bagian serat optik jenis single mode" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Singlemode-optical-fibre.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/4e/Singlemode-optical-fibre.png/180px-Singlemode-optical-fibre.png" alt="" width="180" height="146" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Singlemode-optical-fibre.png"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Bagian-bagian serat optik jenis <em>single mode</em></div>
</div>
</div>
<p>Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.</p>
<p>Sejarah Fiber Optic</p>
<p>Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.</p>
<p>Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.</p>
<p>Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.</p>
<p>Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.</p>
<p>Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.</p>
<p>Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.</p>
<p>2. Time Line Pengembangan Fiber Optik</p>
<p>1917 Theory of stimulated emission Albert Einstein mengajukanm sebuah teori tentang emisi terangsang dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi 1954 &#8220;Maser&#8221; developed Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger di Columbia University mengembangkankan &#8220;maser&#8221; yaitu microwave amplification by stimulated emission of radiation, dimana molekul dari gas amonia memperkuat dan menghasilkan gelombang. . Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak ide Townes pada tahun 1951 untuk mengambil manfaat dari osilasi frekuensi tinggi molekular untuk membangkitkan gelombang dengan penjang gelombang pendek pada gelombang radio. 1958 Pengenalan Konsep Laser Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow mempublikasikan paper yang menunjukan bahwa maser dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik. .Paper ini menjelaskan tentang konsep laser (light amplification by stimulated emission of radiation)<br />
1960 ditemukannya Continuously operating helium-neon gas laser Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr., dan Donald Herriott menemukan sebuah continuously operating helium-neon gas laser. 1960 Ditemukannya Operable laser Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, menemukan operable laser dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. 1961 Glass fiber demonstration Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan sinar laser yang diarahkan melalui serat gelas yang tipis. Inti serat gelas tersebut cukup kecil yang membuat cahaya hanya dapat melewati satu bagian saja tetapi banyak ilmuwan menyatakan bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena rugi rugi cahaya yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh. 1961 Penggunaan ruby laser untuk keperluan medis Penggunaan laser yang dihasilkan dari batu Rubi yang pertama, Charles Campbell of the Institute of Ophthalmology at Columbia- Presbyterian Medical Center dan Charles Koester of the American Optical Corporation menggunakan prototipe ruby laser photocoagulator untuk menghancurkan tumor pada retina pasien. 1962 Pengembangan Gallium arsenide laser Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s Lincoln Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide laser yang mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam cahaya infra merah dan perkembangan selanjutnya digunakan untuk pengembangan CD dan DVD player serta penggunaan laser printer. 1963 Heterostructures Ahli fisika Herbert Kroemer mengajukan ide yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu semikonduktor dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser dan membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini nantinya akan digunakan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.<br />
1966 kertas Landmark pada optical fiber Charles Kao dan George Hockham yang melakukan penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan landmark paper yang mendemontrasikan bahwa fiber optik dapat mentransmisikan sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya jika gelas yang digunakan sangat murni. Dengan penemuan ini kemudian para peneliti lebih fokus pada bagaimana cara memurnikan bahan gelas. 1970 Fiber Optik yang memenuhi standar kemurnian. Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz, dan Robert Maurer melaporkan penemuan fiber optik yang memenuhi standar yang telah ditentukan oleh Kao dan Hockham. Gelas yang paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan silika dalam tahap uap dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari 20 decibels per kilometer. Pada 1972 tim ini menemukan gelas dengan rugi-rugi cahaya hanya 4 decibels per kilometer. Juga pada tahun 1970, Morton Panish dan Izuo Hayashi dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute di Leningrad, mendemontrasikan semiconductor laser yang dapat dioperasikan pada temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut merupakan terobosan dalam komersialisasi penggunaan fiber optik. 1973 Proses Chemical vapor deposition John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories mengembangkan proses chemical vapor deposition process yang memanaskan uap kimia dan oksigen ke bentuk ultratransparent glass yang dapat diproduksi masal ke dalam fiber optik yang mempunyai rugi-rugi sangat kecil. 1975 Komersialisasi Pertama dari semiconductor laser Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan semiconductor laser komersial pertama yang dapat dioperasikan pada suhu kamar. 1977 Perusahaan telepon menguji coba penggunaan fiber optic Perusahaan telepon memulai penggunaan fiber optik yang membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur antara Long Beach dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi light-emitting diode. Bell Labs mendirikan sambungan yang sama pada sistem telepon di Chicago dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 s switching station.</p>
<p>1980 Sambungan Fiber-optic telah ada di Kota kota besar di Amerika AT&#38;T mengumumkan akan menginstal fiber-optic yang menghubungkan kota kota antara Boston dan Washington D.C. kemudian dua tahun kemudian MCI mengumumkan untuk melakukan hal yang sama. 1987 &#8220;Doped&#8221; fiber amplifiers David Payne di University of Southampton memperkenalkan fiber amplifiers yang dikotori oleh elemen erbium. optical amplifiers abru ini mampu menaikan sinyal cahaya tanpa harus mengkonversikan terlebih dahulu ke dalam energi listrik. 1988 Kabel Pertama Transatlantic Fiber-Optic Kabel Translantic yang pertama menggunakan fiber glass yang sangat transparan sehingga repeater hanya dibutuhkanb ketika sudah mencapai 40mil. 1991 Optical Amplifiers Emmanuel Desurvire di Bell Laboratories serta David Payne dan P. J. Mears dari University of Southampton mendemontrasikan optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel fiber optic tersebut. Keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali lebih cepat dari pada kabel electronic amplifier. 1996 optic fiber cable yang menggunakan optical amplifiers ditaruh di samudera pasifik TPC-5, sebuah optic fiber merupakan fiber optic pertama yang menggunakan optical amplifiers. Kabel ini melewati samudera pasifik mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan Miyazaki, Japan, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk menangani 320,000 panggilan telepon. 1997 Fiber Optic menghubungkan seluruh dunia Fiber Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan abel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.</p>
<p>2. Generasi Perkembangan Serat Optik</p>
<p>Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi serat optik (SKSO) dibagi menjadi 4 tahap generasi yaitu :</p>
<p>1. Generasi pertama (mulai 1975) Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.</p>
<p>2 Generasi kedua (mulai 1981)</p>
<p>Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi pertama.</p>
<p>3. Generasi ketiga (mulai 1982)</p>
<p>Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.</p>
<p>4. Generasi keempat (mulai 1984)</p>
<p>Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.</p>
<p>5. Generasi kelima (mulai 1989)</p>
<p>Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.</p>
<p>6. Generasi keenam</p>
<p>Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.</p>
<p>Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[fiber optik]]></title>
<link>http://miftakhulfirdaus.wordpress.com/2009/07/02/fiber-optik/</link>
<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 22:52:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>firdaus06</dc:creator>
<guid>http://miftakhulfirdaus.wordpress.com/2009/07/02/fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[Serat Optik, ”Si Kabel Kaca” Selama ini kita mengenal teknologi komunikasi melalui kabel dan tanpa k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Serat Optik, ”Si Kabel Kaca”<br />
Selama ini kita mengenal teknologi komunikasi melalui kabel dan tanpa kabel (wireless).<br />
Contoh komunikasi lewat kabel adalah komunikasi menggunakan telefon rumah dan contoh komunikasi tanpa kabel adalah komunikasi menggunakan telefon genggam.<br />
Saat berkomunikasi dengan menggunakan telefon rumah, suara kita diubah menjadi sinyal-sinyal listrik oleh mikrofon. Sinyal listrik ini kemudian dikirimkan lewat kabel ke penerima telefon.<br />
Biasanya, kabel yang digunakan untuk mengirimkan sinyal komunikasi ini adalah kabel tembaga. Tembaga memiliki hambatan listrik yang rendah sehingga sinyal listrik yang dikirimkan tidak kehilangan banyak energi sepanjang kabel tembaga. <!--more--><br />
Namun, sekarang kabel tembaga telah digantikan oleh kabel optik. Ada beberapa kelebihan kabel optik dibandingkan dengan kabel tembaga. Pertama, lebih murah. Kedua, lebih tipis dan lebih ringan sehingga lebih menghemat tempat. Ketiga, tingkat kehilangan informasi yang disalurkannya relatif lebih rendah dibandingkan dengan yang terjadi pada kabel tembaga sehingga lebih hemat daya.<br />
Keempat, satu kabel optik dapat terdiri atas ratusan serat optik. Sinyal dalam masing-masing serat tidak saling mengganggu sehingga komunikasi lewat telefon atau penerimaan pesawat TV lebih bersih. Kelima, lebih cocok untuk pengiriman data digital. Keenam, tidak menyalurkan listrik sehingga aman dari bahaya kebakaran. Ketujuh, lebih fleksibel.<br />
Apa itu serat optik?<br />
Jika Anda menyorotkan seberkas cahaya ke dalam sebuah lorong yang lurus, cahaya tersebut akan sampai di ujung lain lorong. Namun, jika lorong tersebut berliku, berkas cahaya akan menumbuk dinding, terserap, dan tidak sampai ke ujung lorong. Agar cahaya dapat sampai ke ujung lorong, Anda dapat memanfaatkan cermin untuk membelokkan cahaya.<br />
Dengan menggunakan cermin, Anda dapat mengatur cahaya agar dapat mengikuti alur lorong sehingga cahaya sampai di ujung lain lorong. Beginilah prinsip sederhana dari serat optik.<br />
Sehelai serat optik memiliki diameter sebesar diameter rambut manusia, yaitu sekitar 0,125 milimeter. Melalui serat optik dikirimkan sinyal cahaya alih-alih sinyal listrik. Sinyal cahaya tersebut dapat mengikuti alur serat optik karena serat optik dibuat sedemikian rupa sehingga cahaya tetap berada di dalam serat optik. Dalam praktiknya, ratusan serat optik dibungkus sekaligus untuk membuat kabel optik.<br />
Bagaimana cara kerjanya?<br />
Jalan seberkas cahaya akan dibelokkan ketika melewati batas antara dua bahan yang memiliki indeks bias berbeda. Air dan udara memiliki indeks bias berbeda sehingga semua cahaya yang datang dari air menuju udara akan selalu dibelokkan. Inilah yang menyebabkan bayangan sendok di dalam gelas tampak patah. Hal ini pula yang menyebabkan lantai kolam renang tampak lebih dangkal.<br />
Pada satu sudut tertentu, berkas sinar cahaya yang datang ke batas antara dua medium akan dipantulkan balik dan tidak meninggalkan medium asalnya. Peristiwa ini disebut pemantulan total internal. Dalam sehelai serat optik, bagian inti yang terbuat dari kaca (atau bisa juga plastik) dilapisi oleh bahan dengan indeks bias lebih rendah daripada indeks bias inti.<br />
Dengan demikian, cahaya yang sampai ke batas antara inti dan pelapis akan dipantulkan balik ke inti sehingga berkas cahaya tidak meninggalkan inti. Berkas cahaya yang terus berada di dalam inti inilah yang dijadikan sinyal pembawa informasi. Serat optiknya sendiri direntangkan antara si pengirim dan penerima sinyal.<br />
Jika serat optik dibentangkan terlalu panjang atau berarti sinyal dikirimkan ke tempat yang relatif jauh, kekuatan berkas di dalam serat akan menurun. Hal ini disebabkan oleh ketidakmurnian bahan serat. Oleh karena itu, agar berkas tetap kuat dan dapat diterima di tempat yang jauh diperlukan repeater yang berfungsi untuk menguatkan berkas cahaya dalam serat selama perjalanannya. Dengan repeater, komunikasi melalui serat optik dapat terjadi antara dua tempat yang relatif jauh.<br />
Penggunaan<br />
Pada tahun 2007 ini pemerintah berencana membuat jaringan kabel optik sepanjang 36.000 km yang menghubungkan 440 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Dengan adanya jaringan kabel optik ini diharapkan terjadinya pemerataan akses masyarakat terhadap teknologi informasi.<br />
Di dunia, jaringan kabel optik telah digunakan sebagai tulang punggung internet. Dengan jaringan serat optik bawah laut yang menghubungkan Eropa dan Amerika (trans-Atlantik), serta jaringan bawah laut yang menghubungkan Amerika dan Asia (trans-Pasifik) pengguna internet di seluruh dunia dapat dihubungkan.<br />
Penggunaan lain dari serat optik adalah di bidang pengobatan. Dalam bidang ini dikenal alat endoskop. Endoskop merupakan serat optik yang digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh manusia tanpa melalui pembedahan. Sesuai dengan bidang kajiannya, endoskop biasanya memiliki istilah tersendiri.<br />
Dalam pendeteksian kanker usus digunakan alat yang dinamakan fiberoptic sigmoidoscopy. Alat yang berupa serat optik ini dimasukkan ke dalam anus sehingga dokter dapat melihat bagian rectum dan colon dari pasien. Di bagian ujung dari sigmoidoscopy dapat ditempelkan alat biopsi, yaitu alat untuk mengambil contoh jaringan dari dalam usus. Dengan demikian, diagnosis dapat dilakukan dengan meneliti jaringan yang diambil melalui mikroskop.<br />
Serat optik yang digunakan untuk memeriksa paru-paru disebut bronchoscope. Dokter memasukkan bronchoscope ke dalam mulut menuju trachea dan tabung bronchus. Bronchoscope juga dilengkapi dengan alat biopsi. Laparoscope digunakan untuk proses abdominal hysterectomy, yaitu pengambilan uterus dari tubuh pasien. Dalam proses ini, dokter memasukkan laparoscope melalui sayatan kecil di bawah pusar untuk memeriksa keadaan organ reproduksi dan melakukan operasi.<br />
Sejarah perkembangan<br />
Komunikasi optis telah dilakukan oleh manusia sejak dua abad yang lalu. Dahulu, pada tahun 1790, insinyur asal Prancis menemukan telegraf optis. Sinyal semaphore dikirimkan antarmenara untuk mengirimkan pesan. Hampir seratus tahun kemudian, yaitu pada tahun 1880, Alexander Graham Bell mematenkan sistem telefon optis yang ia sebut photophone.<br />
Cikal bakal perkembangan serat optik diawali oleh demonstrasi pandu cahaya melalui semburan air mancur oleh fisikawan Swiss, Daniel Collodon dan fisikawan Prancis Jazques Babinet pada tahun 1840. Dalam demonstrasi ini diperlihatkan bagaimana cahaya merambat menyusuri semburan air mancur. Fenomena ini kemudian dipopulerkan oleh fisikawan Inggris, John Tyndall, pada tahun 1854. Pada akhir abad ke-19, para investor telah mengetahui bahwa cahaya juga dapat dipandu dalam sebuah tongkat quartz. Hingga tahun 1940-an, fenomena pandu cahaya ini telah dimanfaatkan oleh para dokter gigi untuk melihat bagian dalam mulut pasien yang sulit terlihat.<br />
Serat optik sebenarnya adalah tongkat yang terbuat dari plastik atau kaca (fibreglass) yang direntangkan sehingga panjang dan fleksibel. Pada tahun 1920-an, John Logie Baird di Inggris dan Clarence W. Hansell mematenkan ide penggunaan tongkat transparan untuk mengirimkan gambar untuk televisi atau sistem faksimile. Namun, orang pertama yang dikenal mendemonstrasikan pengiriman gambar menggunakan serat optik adalah Heinrich Lamm, seorang mahasiswa kedokteran di Munich. Tujannya adalah untuk melihat bagian tak terlihat dari bagian dalam tubuh manusia.<br />
Tidak ada hal baru dalam perkembangan serat optik hingga tahun 1954 ketika Abraham van Heel dari Technical University of Delft di Belanda melapisi fibreglass dengan plastik. Dengan ini diharapkan tingkat penyusutan cahaya dalam fibreglass dapat dikurangi. Namun, baru tahun 1967, oleh seorang ahli elektro Charles Kao dam George Hockham dari Britain’s Standard Kao dan Hockham menunjukkan bahwa penyusutan terjadi karena ketidakmurnian bahan fibreglass. Dalam waktu dua dekade, para ahli berhasil mengatasi masalah ketidakmurnian bahan ini. Sekarang, fibreglass silika dengan tingkat kemurnian tertentu dapat meneruskan sinyal inframerah sepanjang 100 km tanpa memerlukan penguat.****<br />
Ismail<br />
Alumnus Fisika ITB Bandung<br />
Mahasiswa Magister Teknik Elektro ITB Bidang Teknik Informasi dengan Option Media dan Teknologi Game.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Turknet, Yurt Dışı İnternet Çıkışını Yükseltti]]></title>
<link>http://ajanslive.wordpress.com/2009/06/13/turknet-yurt-disi-internet-cikisini-yukseltti/</link>
<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 02:43:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>ajanslive</dc:creator>
<guid>http://ajanslive.wordpress.com/2009/06/13/turknet-yurt-disi-internet-cikisini-yukseltti/</guid>
<description><![CDATA[TurkNet&#8217;ten yapılan yazılı açıklamaya göre, fiber optik altyapı çalışmalarını başta Bulgarista]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TurkNet&#8217;ten yapılan yazılı açıklamaya göre, fiber optik altyapı çalışmalarını başta Bulgarista]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemeliharaan Perangkat dan Jaringan Kabel Optik]]></title>
<link>http://zethcorner.wordpress.com/2009/05/04/pemeliharaan-perangkat-dan-jaringan-kabel-optik/</link>
<pubDate>Mon, 04 May 2009 06:37:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>zethcorner</dc:creator>
<guid>http://zethcorner.wordpress.com/2009/05/04/pemeliharaan-perangkat-dan-jaringan-kabel-optik/</guid>
<description><![CDATA[A .Pemeliharaan Rutin Agar perangkat maupun jaringan kabel fiber optic dapat digunakan kapan saja, d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>A .Pemeliharaan Rutin</strong></p>
<p>Agar perangkat maupun jaringan kabel fiber optic dapat digunakan kapan saja, dan tahan lama maka perlu diadakan pemeliharaan rutin. Pemeliharaan rutin ada 2 macam, yaitu :</p>
<ul>
<li>Pemeliharaan perangkat SKSO / OLTE</li>
<li>Pemeliharaan jaringan kabel optik</li>
</ul>
<p><strong>A.1. Perawatan Rutin Perangkat SKSO / OLTE, terdiri dari :</strong></p>
<p><strong>*</strong><strong>Pemeliharaan Harian</strong> <strong>:</strong> Check-list Perangkat OLTE.</p>
<p><strong>*</strong><strong>Pemeliharaan Mingguan</strong></p>
<p>Agar peralatan pada perangkat siap pakai sewaktu-waktu, maka perlu dilakukan pemeliharaan setiap  minggu satu kali yang meliputi pengecekan, pengetesan, dan pembersihan fisik antara lain sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Alat sambung kabel serat optik (splicer).</li>
<li>Alat ukur kabel serat optik (OTDR).</li>
<li>Generator Set.</li>
<li>Mobil SKSO.</li>
<li>Alat komunikasi (Talk Set).</li>
<li>Power Meter.</li>
<li>Sarana penunjang lainnya.</li>
</ol>
<p>*<strong>Pemeliharaan Bulanan</strong> <strong>:</strong></p>
<p>Selain pemliharaan harian dan mingguan , dalam SKSO juga terdapat pemeliharaan bulanan , yang meliputi :</p>
<p>1)       Pengecekan Manhole/Handhole</p>
<p>Untuk menghindari gangguan pada titik sambung (joint closure) akibat masuknya air/ lumpur pada Manhole/ Handhole dan menghilangnya tanda-tanda yang terdapat pada kabel pada Manhole/ Handhole perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Bersihkan/kuras Manhole/ Handhole yang terdapat pada titik sambung kabel optik secara rutin sesuai jadwal pemeliharaan.</li>
<li>Cek kondisi stopper yang menutupi lubang-lubang polongan, bila terjadi penyimpangan segera diadakan perbaikan untuk mencapai kondisi seharusnya.</li>
<li>Cek kondisi kabel dan penyangga kabel beserta aksesorisnya, bila ada yang kurang/ terlepas segera diperbaiki/ diganti.</li>
<li>Mengganti tanda pada kabel jika tanda pada kabel yang sebelumnya hilang, untuk mempermudah mengetahui jenis kabel yang ada pada Manhole/ Handhole tersebut.</li>
<li>Cek kondisi tutup Manhole/ Handhole bila ada yang rusak atau catnya kusam segera diganti/ dicat ulang.</li>
<li>Sehabis bekerja pada Manhole/ Handhole jangan lupa menutup kembali tutup Manhole/ Handhole dengan rapat dan sempurna.</li>
<li>Memberi tanda berupa patok pada Manhole/ Handhole yang berada pada posisi rawan, persawahan dan perbukitan.</li>
</ol>
<p>2)       Patroli Kabel Serat Optik Tanah (Buried Cable)</p>
<p>Pelaksanaan patroli dengan menelusuri rute kabel sejauh 6 km/hari, agar situasi dan kondisi kabel optik dapat diketahui sedini mungkin perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Cek pipa besi galvanis jembatan kabel pada penyeberangan sungai.</li>
<li>Cek tiang beserta aksesorisnya, pondasi dan kawat duri sebagai pengaman, bila terjadi kerusakan segera dilaksanakan perbaikan.</li>
<li>Cek rute dan tanda rute (rambu-rambu) untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar rute kabel, apabila terdapat hal-hal yang membahayakan kabel serat optik, misalnya longsor, rumput tinggi dan pepohonan, kegiatan penduduk karena adanya pemukiman baru, serta proyek PU/ PERUMKA maka segera diambil langkah-langkah pengamanan maupun perbaikan.</li>
<li>Cek lokasi Manhole/ Handhole tempat sambungan, untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, bila terjadi hal-hal yang membahayakan segera dilaksanakan langkah pengamanan.</li>
<li>Mengganti tanda rute kabel yang berupa patok apabila patok yang lama hilang/rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</li>
</ol>
<p>3)       Patroli Kabel Serat Optik Udara (Aireal Cable)</p>
<ol>
<li>Cek pepohonan dan rerumputan sekitar rute yang dilewati kabel serat optik, bila membahayakan perlu dilakukan perambahan dan pemotongan.</li>
<li>Cek kondisi joint closure yang berada di tiang atau di Handhole, bila membahayakan perlu dilakukan pengamanan.</li>
<li>Patroli dilaksanakan dengan jalan kaki menelusuri rute kabel sejauh 7 km/hari, agar situasi kabel dapat diketahui sedini mungkin..</li>
</ol>
<p>4)       Pengukuran tegangan input maupun output perngkat OLTE</p>
<p><strong>*</strong><strong>Pemeliharaan 6-Bulanan</strong> <strong>: </strong></p>
<p>Pengukuran core yang kosong dilakukan dua kali dalam setahun yang meliputi :</p>
<ol>
<li>Mendeteksi penigkatan loss kabel (dB/km).</li>
<li>Mendeteksi peningkatan loss pada titk     sambung.</li>
<li>Mendeteksi kerusakan fisik serat optik (lokalisir gangguan).</li>
<li>Pengukuran Optical Output Power OLTE</li>
</ol>
<p><strong>*Pemeliharaan Tahunan    :</strong></p>
<ol>
<li>Pengukuran BER (Bit Error Rate) tingkat E-1 atau STM-1 yang Idle.</li>
<li>Alarm test.</li>
<li>Pengukuran Sensitivitas dan Margin Receiver</li>
</ol>
<p><strong>A.2. Pemeliharaan Rutin Jaringan Kabel Optik :</strong></p>
<p><strong>*</strong><strong>Pemeliharaan 2 &#8211; Mingguan :</strong></p>
<ol>
<li>Patroli Jarkab Optik Kabel Udara.</li>
<li>Patroli Jarkab Optik Kabel Tanah.</li>
<li>Patroli Jarkab Optik Kabel Duct.</li>
</ol>
<p><strong>*</strong><strong>Pemeliharaan 6 &#8211; Bulanan       :</strong></p>
<p>Pengukuran Core Optik yang Idle meliputi :</p>
<ol>
<li>Kontinuitas Fiber Optik ( OTDR ).</li>
<li>Redaman total antar terminal ( Laser Source dan Power meter ).</li>
</ol>
<p><strong>B. Pemeliharaan Dadakan</strong></p>
<p>Pemeliharaan dadakan juga dibagi menjadi dua, yaitu :</p>
<ol>
<li>Pemeliharaan Dadakan Perangkat SKSO / OLTE.</li>
</ol>
<p>Pada kondisi operasi normal (tidak terjadi ganguan sistem). Pada waktu terjadi gangguan pada sistem maupun perangkat, untuk mengatasi hal ini maka modul yang mengalami alarm segera diganti.</p>
<ol>
<li>Pemeliharaan Dadakan Jaringan Kabel Optik.</li>
</ol>
<p>Pemeliharaan dadakan pada kabel serat optik terjadi apabila kabel serat optik yang digunakan sebagai media transmisi terputus. Putusnya kabel serat optik ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu terkena senapan angin, gesekan benang layang-layang, proyek pemerintah, dan kegiatan masyarakat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Serat Optik 2]]></title>
<link>http://badien.wordpress.com/2009/03/17/serat-optik-2/</link>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 10:16:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhini puspitasari</dc:creator>
<guid>http://badien.wordpress.com/2009/03/17/serat-optik-2/</guid>
<description><![CDATA[BAB II SUMBER CAHAYA 2.1 Spektrum Frekuensi Penggunaan spectrum elektromagnetik( peluasan frekuensi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--> <strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-GB">BAB II </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="EN-GB">SUMBER CAHAYA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:13pt;line-height:150%;" lang="EN-GB">2.1 Spektrum Frekuensi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Penggunaan spectrum elektromagnetik( peluasan frekuensi radiasi) mulai dari 100 Hz untuk distribusi daya sampai dengan frekuensi 1020Hz untuk sinar x-ray. Frekuensi terbawa biasanya digunakan untuk kebutuhan primer untuk broadcast terrestrial dan komunikasi.<span> </span>Frekuensi teratas diantaranya sinar tampak dan sinar inframerah serta sinar ultraviolet, dan sinar x-ray.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;line-height:150%;"><span lang="IN"><!--more--><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="EN-GB">2.1.1<span> </span>Daerah kerja frekuensi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="EN-GB">1.<span> </span>Low-End Spectrum Frequencies (1 to 1000 Hz)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Catu elektrik (50 dan 60 Hz) di transmisikan oleh kabel tetapi tidak diradiasikan, dan dalam beberapa area terbatas, pada 25Hz. Kabel udara tegangan digunakan frekuensi 400Hz untuk mereduksi berat dari tembaga pada generator dan trafo. Bandwidth tertentu yang ada untuk canel komunikasi yang biasanya tidak cukup untuk suara dan transmisi suara, akan tetapi beberapa diantaranya dibuat untuk komunikasi lewat rangkaian distribusi daya menggunakan modulasi frekuensi carier.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span lang="EN-GB">2.<span> </span>Low-End Radio Frequencies (1000 Hz to 100 kHz)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Pada frekuensi rendah biasanya digunakan untuk jarak yang sangan panjang komunikasi radio telegrap dimana reliability yang ekstrim dibutuhkan dan dimana daya yang tinggi dan antenna yang panjang akan dibutuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span lang="EN-GB"><a href="http://www.ziddu.com/download/3897982/BABII.doc.html">butuh lebih lengkap ambil disini</a><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fiber Optik]]></title>
<link>http://makiki.wordpress.com/2008/12/05/fiber-optik/</link>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 03:50:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>makiki</dc:creator>
<guid>http://makiki.wordpress.com/2008/12/05/fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[Seperti biasa hari ini, ketika berangkat dari rumah menuju kantor, di sepanjang perjalanan, terlihat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seperti biasa hari ini, ketika berangkat dari rumah menuju kantor, di sepanjang perjalanan, terlihat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menggabungkan Beberapa ISP dalam Satu Jaringan]]></title>
<link>http://masbanu.wordpress.com/2008/11/18/menggabungkan-beberapa-isp-dalam-satu-jaringan/</link>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 18:50:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>masbanu</dc:creator>
<guid>http://masbanu.wordpress.com/2008/11/18/menggabungkan-beberapa-isp-dalam-satu-jaringan/</guid>
<description><![CDATA[Bila Anda punya 2 jalur internet, misalkan yang satu speedy satunya FO dari astinet, maka Anda dapat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bila Anda punya 2 jalur internet, misalkan yang satu speedy satunya FO dari astinet, maka Anda dapat menggabungkannya sehingga jadi user dapat memilih saluran mana yg mau dikoneksikan ke internet. Caranya adalah menggunakan Load Balancing di Linux dengan Shorewall atau kalau anda pakai Mikrotik bisa dilakukan dengan mudah. Cara kerjanya umpama adalah ada ISP1 dan ISP2, ISP1 sebagai ISP primer sehingga nantu kalau ISP1 sudah Overload maka akan secar otomatis di Pindah jalur internetnya ke ISP 2<br />
begitu terus menerus.</p>
<p>referensi<br />
Shorewall.net<br />
Mikrotik.co.id</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>sumber: agungsulistyo.wordpress.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fiber Optic]]></title>
<link>http://ayizilvi.wordpress.com/2008/11/17/fiber-optic/</link>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 00:46:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ayizilvi</dc:creator>
<guid>http://ayizilvi.wordpress.com/2008/11/17/fiber-optic/</guid>
<description><![CDATA[Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. Tembaga kita kenal s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koneksi internet menggunakan Fiber Optik]]></title>
<link>http://harijonathan.wordpress.com/2008/08/06/koneksi-internet-menggunakan-fiber-optik/</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 23:03:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>harjo</dc:creator>
<guid>http://harijonathan.wordpress.com/2008/08/06/koneksi-internet-menggunakan-fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[Kebetulan saat ini, di sekitar kantor saya sudah dilalui oleh jaringan fiber optik, yang salah satun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kebetulan saat ini, di sekitar kantor saya sudah dilalui oleh jaringan fiber optik, yang salah satun]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sistem Komunikasi Serat/ Fiber Optik]]></title>
<link>http://zethcorner.wordpress.com/2008/07/22/sistem-komunikasi-serat-fiber-optik/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 12:14:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>zethcorner</dc:creator>
<guid>http://zethcorner.wordpress.com/2008/07/22/sistem-komunikasi-serat-fiber-optik/</guid>
<description><![CDATA[Perkembangan teknologi telekomunikasi memungkinkan penyediaan sarana telekomunikasi dalam biaya rela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Perkembangan teknologi telekomunikasi memungkinkan penyediaan sarana telekomunikasi dalam biaya relatif rendah, mutu pelayanan tinggi, cepat, aman, dan juga kapasitas besar dalam menyalurkan informasi. Seiring dengan perkembangan telekomunikasi yang cepat maka kemampuan sistem transmisi dengan menggunakan teknologi serat optik semakin dikembangkan, sehingga dapat menggeser penggunaan sistem transmisi konvensional dimasa mendatang, terutama untuk transmisi jarak jauh.<br />
Dampak dari perkembangann teknologi ini adalah perubahan jaringan analog menjadi jaringan digital baik dalam sistem switching maupun dalam sistem transmisinya. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas informasi yang dikirim, serta biaya operasi dan pemeliharaan lebih ekonomis. Sebagai sarana transmisi dalam jaringan digital, serat optik berperan sebagai pemandu gelombang cahaya. Serat optik dari bahan gelas atau silika dengan ukuran kecil dan sangat ringan dapat mengirimkan informasi dalam jumlah besar dengan rugi-rugi relatif rendah.<br />
Dalam sistem komunikasi serat optik, informasi diubah menjadi sinyal optik (cahaya) dengan menggunakan sumber cahaya LED atau Diode Laser. Kemudian dengan dasar hukum pemantulan sempurna, sinyal optik yang berisi informasi dilewatkan sepanjang serat sampai pada penerima, selanjutnya detektor optik akan mengubah sinyal optik tersebut menjadi sinyal listrik kembali.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/optik.jpg"><img class="size-medium wp-image-5 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/optik.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a><br />
Prinsip Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik</p>
<p style="text-align:left;">1.    Driver<br />
Berfungsi mengendalikan sumber optik berdasarkan sinyal elektrik yang diterima dan mengubah sinyal elektrik menjadi sinyal optik.<br />
2.    Sumber Optik (Cahaya)<br />
Dapat menggunakan LED atau LASER. LED merupakan perangkat yang memancarkan cahaya dengan arah menyebar. Pada umumnya digunakan untuk serat optik multimode step indeks. LASER dapat memancarkan cahaya dengan daya 10-100 kali lebih besar dibandingkan dengan LED. Pada umumnya digunakan untuk serat optik singlemode step indeks. Untuk transmisi jarak jauh, penggunaan LASER sebagai sumber cahaya lebih menguntungkan dibandingkan menggunakan LED.<br />
3.    Detektor Optik<br />
Berfungsi untuk mengubah kembali sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Detektor optik dapat menghasilkan gelombang sesuai aslinya, dengan meminimalisasi losses yang timbul selama perambatan, sehingga dapat juga menghasilkan sinyal elektrik yang maksimum dengan daya optik yang kecil.<br />
Detektor optik yang sering digunakan ada 2, yaitu :<br />
a.    Detektor Optik PIN (Positive Intrinsic Negative) Photodiode<br />
Diode PIN adalah sebuah semikonduktor dengan bagian yang didop P, sebuah intrinsik dan bagian yang didop N,sehingga sebagai berikut apat menimbulkan satu pasang elektron tunggal yang diabsorbsi<br />
Detektor ini bekerja menurut fungsi modulasi arus oleh cahaya yang diserap, dimana daya optik yang masuk selama sebuah pulsa da[pat dianggap sebagai penerimaan dari sejumlah foton yang masin-masing mempunyai energi sebesar :</p>
<p>dimana :  H = konstanta Planck (6,0625. 10-34)<br />
V = kecepatan Foton (C/?)<br />
E = energi Foton<br />
b.    Detektor Optik APD (Avalanche Photodiode)<br />
Dapat menghasilkan lebih dari satu pasang elektron tunggal melalui ionisasi. APD biasa digunakan untuk sistem yang memerlukan sensitifitas tinggi, sedangkan PIN digunakan untuk sistem yang memerlukan sensitifitas rendah.<br />
4.    Rangkaian Penguat<br />
Berfungsi untuk menguatkan sinyal elektrik sesuai dengan sinyal elektrik yang ditransmisikan.<br />
<strong> SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI SERAT OPTIK</strong><br />
Dari teori telekomunikasi diketahui bahwa dengan menggunakan frekuensi yang lebih tinggi akan didapat lebar band yang lebih besar sehingga kapasitas penyaluran akan lebih besar pula. Berdasarkan teori ini dilakukan penelitian penggunaan cahaya untuk komunikasi.</p>
<p>a.    Pada tahun 1960, Maiman dari Hunges Airecraft menemukan LASER (Light Amplication by Stimulated Emission of Radiotion), kemudian timbul pemikiran untuk menggunakan cahaya sebagai alat komunikasi.<br />
b.    Sinar LASER karena karakteristiknya, dapat diperlukan sama dengan seperti gelombang elektromagnetik dan cukup baik digunakan untuk menyalurkan informasi.<br />
c.    Laser pertama kali dicoba sebagai alat komunikasi dengan cara memancarkan sinar tersebut ke udara, namun percobaan ini gagal karena banyaknya gangguan seperti hujan, angin, salju, dan lain-lain sehingga percobaan serupa tidak pernah dilakukan lagi.<br />
d.    Percobaan selanjutnya dilakukan dengan memancarkan sinar Laser ke dalam BEAM GUIDE (pipa) yang didalamnya dipasang lensa pada jarak tertentu, lensa tersebut berfungsi untuk memfokuskan sinar Laser yang datang.<br />
Dari hasil percobaan ini ternyata, rugi-rugi transmisi seperti pada butir [c] diatas dapat diperkecil, namun akurasi letak lensa sepanjang BEAM GUIDE harus dijaga tetap, karena bila ada perubahan atau pergeseran letak lensa (akibat benturan atau goncangan) akan mengganggu perambatan sinar Laser tersebut.<br />
Komunikasi dengan cara ini, tidak dipergunakan lagi karena tidak praktis serta membutuhkan biaya mahal.<br />
e.    Dari bermacam-macam jenis Laser (Laser solid, liquid dan semikoduktor) maka jenis Laser semikonduktor yang terbaik, meskipun umur operasionalnya pendek.<br />
f.    Pada tahun 1966, DR KAO melakukan percobaan dengan merambatkan sinar Laser ke dalam Transparan Fiber. Namun cara tersebut hanya berhasil untuk jarak relatif pendek. Hal tersebut disebabkan karena kurang sempurna proses pembuatan Transparan Fiber, sehingga timbul rugi-rugi bahan yang dapat menghambat proses perambatan cahaya didalamnya.<br />
g.    Pada tahun 1970, pabrik gelas Cording di Amerika Serikat berhasil membuat fiber dengan bahan dasar silica yang mempunyai rugi-rugi bahan relatif kecil (± 20 dB/km), sehingga sangat baik digunakan untuk komunikasi cahaya.<br />
h.    Bersamaan waktu dengan ditemukan silica sebagai bahan dasar fiber, umur operasional Laser semikonduktorpun berhasil ditingkatkan menjadi 10.000 jam (oleh Hayashi dan Panish).<br />
i.    Selain Laser semikonduktor, dikembangkan sumber optik lainnya yang dinamakan LED. Sama halnya dengan Laser dapat memancarkan cahaya dengan baik, namun karena tidak adanya umpan balik pada cahaya yang dipancarkannya atau dimasukkan pada fiber, maka LED menghasilkan cahaya yang tidak koheren.<br />
Sinar LED dapat memancarkan dalam beberapa mode yang berbeda sehingga hanya sesuai untuk serat optik multimode dengan diameter besar.<br />
j.    Pada sisi penerima (Detektor), Johnson menemukan Photo Diode yang dapat menguatkan sinyal datang dan Avalanche Photo Diode (APD) sampai saat ini masih merupakan Detektor optik yang diunggulkan.<br />
k.    Pada tahun 1976, dilakukan uji coba penggunaan kabel optik untuk jaringan penghubung (junction) ternyata hasilnya cukup baik, sehingga pada tahun-tahun berikutnya penggunaannya mulai dipromosikan secara meluas.<br />
l.    Pada tahun 1980, Amerika dan Spanyol telah menggunakan kabel optik sebagai sarana telekomunikasi pedesaan (Rural Telecommunication).<br />
m.    Pada tahun 1983, setelah serat optik dikembangkan dan diproduksi oleh banyak negara dan penggunaannya secara luas mulai dilakukan, Jepang dan Amerika bekerja sama membangun sistem transmisi yang menghubungkan Jepang-Hawaii (sepanjang 7000 km) dengan menggunakan kabel optik.<br />
n.    Indonesia sendiri sejak tahun 1986 telah menggunakan kabel serat optik sebagai jaringan penghubung antar sentral lokal di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, sedang yang terjauh adalah pembangunan kabel opitk Jakarta- Surabaya oleh NKF.<br />
o.    Pada tahun 1996 dimulai penggunaan secara massal tipe serat optik single mode di Indonesia oleh PT Telkom dan Indosat. Untuk menggantikan Tipe Multimode, karena pertimbangan redaman pada tipe singlemode lebih kecil daripada tipe multimode.<br />
Pada tahun 1999 di Indonesia dibangun Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Surabaya – Banjarmasin, Surabaya – Makassar, Banjarmasin – Makassar menggunakan topologi SDH.</p>
<p><strong>KARAKTERISTUK SERAT OPTIK</strong><br />
a. Ukuran kecil<br />
Diameter luar serat optik berkisar antara 100-250 µm. Diameter maksimum setelah  dilapisi/dibungkus dengan plastick/nilon sebagai jaket menjadi ± 1 mm. Ukuran ini masih sangat kecil dibandingkan dengan konduktor kabel coaxial (1- 10 mm).<br />
b. Ringan<br />
Dibandingkan dengan kabel transmisi biasa (Spesifigravity 9.8) maka specifigravity bahan silica sebagai serat optik yaitu 2.2, sehingga beratnya menjadi 1/2 – 1/3 berat kabel transmisi biasa.<br />
c. Lentur<br />
Pada umumnya serat optik tidak akan patah bila dilengkungkan dengan radius 5mm. Oleh karenanya kabel serat optik mempunyai kelenturan yang sama dengan kabel transmisi biasa, sehingga teknis pemasangannya tidak jauh berbeda dengan teknik pemasangan kabel biasa.<br />
d. Tidak berkarat<br />
Bahan silica sebagai bahan dasar serat optik mempunyai sifat kimia yang sangat stabil oleh karenanya tidak mungkin berkarat.<br />
e. Rugi-rugi rendah<br />
Serat optik dengan bahan silica mempunyai rugi-rugi transmisi rendah, besarnya berkisar 2-8 dB/km dengan panjang gelombang 830 nm. Dibandingkan dengan kabel coaksial yang mempunyai rugi-rugi transmisi sebesar 19 dB/km pada frekuensi 60 Mhz.<br />
f. Kapasitas tinggi<br />
Kapasitas dalam menyalurkan informasi per cross section area sangat besar disamping mempunyai bandwidth yang lebar (Broadband). Sebagai contoh : Kapasitas penyaluran per cross section area 100 x dibandngkan dengan multi pair cable dan 10 x dibandingkan dengan coaxial cable.<br />
g. Bebas induksi<br />
Serat optik menggunakan bahan dasar silica yang pada dasarnya merupakan bahan dielektrik yang sangat baik dan kebal terhadap induksi elektromagnet dan juga terhadap kilat/petir.<br />
h. Cross Talk rendah<br />
Kemungkinan terjadinya kebocoran sinar antar serat optik sangat kecil, demikian pula kebocoran akibat masuknya sinar dari luar kemudian ikut merambat dalam serat optik.<br />
i. Tahan temperatur tinggi<br />
Bahan silica mempuyai titik leleh ± 1900º C dan ini sangat jauh diatas titik leleh capper dan plastik. Sangat ideal bila dipergunakakn sebagai sarana komunikasi pada daerah yang rawan terhadap tenperatur tinggi.<br />
j. Tidak menimbulkan bunga api<br />
Pada titik sambung tidak mungkin terjadi bunga api (discharge), oleh karenanya sangat ideal bila digunakan pada tempat-tempat yang peka terhadap ledakan/kebakaran.<br />
k. Tidak dapat dicabangkan<br />
Serat optik mempunyai ukuran sangat kecil/sangat tipis. Oleh karenanya sangat sulit bahkan tidak mungkin untuk dicabangkan. Bila harus dicabangkan maka harus dilakukan perubahan terlebih dahulu dari sinyal optik ke sinyal elektrik.<br />
l. Tidak menggunakan bahan tembaga<br />
Serat optik menggunakan bahan silica yang tidak mengandung unsur logam bahkan serat optik yang menggunakan Multicomponent Glass, unsur campuran logam (copper) sangat kecil. Tembaga hanya digunakan sebagai pelapis pelidung pada kabel fiber optik untuk komunikasi kabel laut dan sebagai lewatnya arus DC untuk mencatu tegangan pada repeater-repeater di bawah laut.<br />
m. Rapuh<br />
Meskipun rapuh, namun masih mempunyai daya peregangan kurang lebih sebesar 5% untuk menghindarkan kerusakan serat optik pada waktu pemasangan/penarikan, maka pada waktu disusun menjadi kabel optik diberi penguat.</p>
<p><strong>STRUKTUR DASAR SERAT OPTIK</strong><br />
Struktur dasar dari serat optik sebenarnya tersusun atas coating, cladding dan core. Namun demi alasan keamanan maka ditambahkan pengaman setelah lapisan coating. Lapisan tersebut bisa berupa plastik, seng, atau anyaman kawat besi tergantung pada kondisi kabel optik ditempatkan. Berikut adalah gambar susunan dari fiber optik.</p>
<p><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/struktur-optik.jpg"><img class="size-medium wp-image-6 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/struktur-optik.jpg?w=300" alt="" width="300" height="125" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Struktur dasar serat optik</p>
<p style="text-align:left;">&#62; Core ( Inti )<br />
Core berfungsi untuk menentukan cahaya merambat dari satu ujung ke ujung lainnya. Core terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas sangat tinggi. Ada juga yang terbuat dari hasil campuran silica dan glass. Sebagai inti, core juga tempat merambatnya cahaya pada serat optik. Memiliki diameter 10 µm &#8211; 50 µm. Ukuran core  mempengaruhi karakteristik dari serat optik.</p>
<p>&#62; Cladding<br />
Cladding berfungsi sebagai cermin yaitu memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya. Dengan adanya cladding ini cahaya dapat merambat dalam core serata optic. Cladding terbuat dari bahan gelas dengan indeks bias yang lebih kecil dari core. Cladding merupakan selubung dari core. Diameter cladding antara 5 µm – 250 µm. Hubungan indeks bias antara core dan cladding akan mempengaruhi perambatan cahaya pada core (mempengaruhi besarnya sudut kritis).</p>
<p>&#62; Coating ( Jaket )<br />
Coating berfungsi sebagai pelindung mekanis pada serat optik dan identitas kode warna. Terbuat dari bahan plastic. Berfungsi untuk melindungi serat optik dari kerusakan.</p>
<p><strong>HUKUM DASAR SERAT OPTIK</strong><br />
Sistem komunikasi serat optik terkait dengan perambatan energi cahaya pada serat optik. Cara serat optik melewatkan cahaya bergantung dari sifat cahaya dan struktur serat optik yang dilewati.Dari sudut pandang telekomunikasi, cahaya adalah suatu bentuk energi yang merambat dalam bentuk gelombang. Itulah sebabnya, serat  optik juga disebut optical waveguide, karena berfungsi sebagai pembimbing gelombang cahaya.<br />
Parameter cahaya dari sustu material yang perlu diketahui adalah index of refraction atau index bias.  Bila gelombang cahaya merambat dalam ruang hampa maka kecepatannya adalah c = 3&#215;108 m/s. Bila gelombang cahaya merambat melalui material, tidak dalam ruang hampa, maka kecepatannya akan lebih kecil dibandingkan dalam ruang hampa, yaitu sebesar :<br />
v=c/n atau n=c/v<br />
dimana n = index of refraction atau index bias<br />
v = kecepatan cahaya dalam material<br />
Cahaya merambat dalam dua medium berbeda dengan tiga cara yaitu merambat lurus, dibiaskan dan dipantulkan. Saat cahaya melintasi dua media yang berbeda, ada bagian cahaya yang dipantulkan kembali ke medium pertama dan sebagian lainnya dibiaskan.</p>
<p><strong>JENIS-JENIS SERAT OPTIK</strong><br />
Serat optik terdiri dari beberapa jenis, yaitu :<br />
1.    Multimode Step Index<br />
Pada jenis multimode step index ini, diameter core lebih besar dari diameter cladding. Dampak dari besarnya diameter core menyebakan rugi-rugi dispersi waktu transmitnya besar. Penambahan prosentase bahan silica pada waktu pembuatan. Tidak terlalu berpengaruh dalam menekan rugi-rugi dispersi waktu transmit. Berikut adalah gambar dari perambatan gelombang dalam serat optik  multimode step index.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/multimode-step-index.jpg"><img class="size-medium wp-image-7 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/multimode-step-index.jpg?w=300" alt="" width="300" height="55" /></a></p>
<p>Perambatan Gelombang pada Multimode Step Index</p>
<p style="text-align:left;">Jenis serat optik ini mempunyai perubahan index bias yang mendadak seperti ditunjukkan oleh gambar berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/index-bias-multimode-step-index.jpg"><img class="size-medium wp-image-8 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/index-bias-multimode-step-index.jpg?w=202" alt="" width="202" height="300" /></a><br />
Index bias dari multimode step index</p>
<p style="text-align:left;">Multimode Step Index mempunyai karakteristik sebagai berikut :<br />
•    Indeks bias core konstan.<br />
•    Ukuran core besar (50mm) dan dilapisi cladding yang sangat tipis.<br />
•    Penyambungan kabel lebih mudah karena memiliki core yang besar.<br />
•    Sering terjadi dispersi.<br />
•    Hanya digunakan untuk jarak pendek dan transmisi data bit rate rendah.</p>
<p>2.    Multimode Graded Index<br />
Pada jenis serat optik multimode graded index ini. Core terdiri dari sejumlah lapisan gelas yang memiliki indeks bias yang berbeda, indeks bias tertinggi terdapat  pada pusat core dan berangsur-angsur turun sampai ke batas core-cladding. Akibatnya dispersi waktu berbagai mode cahaya yang merambat berkurang sehingga cahaya akan tiba pada waktu yang bersamaaan. Berikut adalah gambar perambatan gelombang dalam multimode graded index.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/multimode-graded-index.jpg"><img class="size-medium wp-image-9 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/multimode-graded-index.jpg?w=300" alt="" width="300" height="94" /></a><br />
Perambatan Gelombang pada Multimode Graded Index</p>
<p style="text-align:left;">Index bias yang berubah secara perlahan ditunjukkan pada gambar berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/index-bias-multimode-graded-index.jpg"><img class="size-medium wp-image-10 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/index-bias-multimode-graded-index.jpg?w=127" alt="" width="127" height="300" /></a><br />
Perubahan index bias pada multimode graded index</p>
<p style="text-align:left;">Multimode Graded Index mempunyai karakteristik sebagai berikut :<br />
•    Cahaya merambat karena difraksi yang terjadi pada core sehingga rambatan cahaya sejajar dengan sumbu serat.<br />
•    Dispersi minimum sehingga  baik jika digunakan untuk jarak menengah<br />
•    Ukuran diameter core antara 30 µm – 60 µm. lebih kecil dari multimode step Index  dan dibuat dari bahan silica glass.<br />
•    Harganya lebih mahal dari serat optik Multimode Step Index karena proses pembuatannya lebih sulit.</p>
<p>3.    Single mode Step Index</p>
<p style="text-align:left;">Pada jenis single mode step index. Baik core maupun claddingnya dibuat dari bahan silica glass. Ukuran core yang jauh lebih kecil dari cladding dibuat demikian agar rugi-rugi transmisi berkurang akibat fading. Seperti ditunjukan gambar berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/singlemode-step-index.jpg"><img class="size-medium wp-image-11 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/singlemode-step-index.jpg?w=300" alt="" width="300" height="82" /></a><br />
Perambatan Gelombang pada Singlemode Step Index</p>
<p style="text-align:left;">Pada single mode step index ini. Index biasnya berubah secara mendadak seperti pada multimode step index. Seperti ditunjukan gambar berikut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://zethcorner.files.wordpress.com/2008/07/index-bias-singlemode-step-index.jpg"><img class="size-medium wp-image-12 aligncenter" src="http://zethcorner.wordpress.com/files/2008/07/index-bias-singlemode-step-index.jpg?w=157" alt="" width="157" height="300" /></a><br />
Index bias untuk single mode step index</p>
<p style="text-align:left;">Singlemode Step Index mempunyai karakteristik sebagai berikut :<br />
•    Serat optik Singlemode Step Index memiliki diameter core yang sangat kecil dibandingkan ukuran claddingnya.<br />
•    Ukuran diameter core antara 2 µm – 10µm.<br />
•    Cahaya hanya merambat dalam satu mode saja yaitu sejajar dengan sumbu serat optik.<br />
•    Memiliki redaman yang sangat kecil.<br />
•    Memiliki bandwidth yang lebar.<br />
•    Digunakan untuk transmisi data dengan bit rate tinggi.<br />
•    Dapat digunakan untuk transmisi jarak dekat, menengah dan jauh.<br />
Untuk jenis single mode ini ada beberapa spesifikasi yang umum digunakan. Yaitu G652, G653, G665, G662.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Türkiye-İsrail boru hattında sona doğru]]></title>
<link>http://enerjim.wordpress.com/2008/04/21/turkiye-israil-boru-hattinda-sona-dogru/</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 02:14:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Feyzullah Ceylan</dc:creator>
<guid>http://enerjim.wordpress.com/2008/04/21/turkiye-israil-boru-hattinda-sona-dogru/</guid>
<description><![CDATA[İsrail, Türkiye ile görüşmelerine başlanan ve beş ürün ve hizmetin taşınması planlanan boru hattına ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>İsrail, Türkiye ile görüşmelerine başlanan ve beş ürün ve hizmetin taşınması planlanan boru hattına ilişkin fizibilite çalışmalarının 2009 yılında sona ereceğini ve maliyetin 2-5 milyar Euro olarak öngörüldüğünü söyledi.</p>
<p>İsrail Büyükelçisi Gabby Levy, Ankara’daki Türkiye Uluslararası Petrol ve Gaz Konferansı’nda İsrail Enerji ve Altyapı Bakanı Binyamin Ben-Eliezer’in ülkesindeki gelişmelerden dolayı gelemediği ve panel için hazırladığı konuşma metnini okudu ve İsrail’in üzerinde çalıştığı iki mega projeden birinin Türkiye ile ilgili olduğunu belirtti.</p>
<p>“Türkiye ile İsrail arasında görüşmeleri sürdürülen hattın fizibilitesini 2009 yılında sonuçlandırılması gerekir, tahminimizle 2-5 milyar Euro’luk maliyet olmasını istiyoruz” diyen Levy, bu işbirliğinin her iki ülke için de yararlı olacağını düşündüklerini ifade etti.</p>
<p>Türkiye ve İsrail her iki ülke arasında petrol, doğalgaz, elektrik, su ve fiber optik hatların geçirilmesi konusunda çoklu bir boru hattı projesi üzerinden çalışıyor.</p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><strong> ENERJİ İÇİN GÖRÜŞMELER YAPIYORUZ</strong></span><br />
İsrail’in doğalgaz ihtiyacını karşılamak için son dönemde bazı girişimlerde bulunduğunu ve bunların bir bölümünü sonuçlandırdığını ifade eden Levy, “Önümüzdeki dönemde Rusya, Türkmenistan, Azerbaycan ve Kazakistan’dan gaz ihtiyacımızı karşılamak istiyoruz. Bu yönde bazı ülkelerle görüşmeleri sürdürüyoruz” şeklinde konuştu.</p>
<p>Levy ayrıca Mısır, Ürdün, Türkiye gibi ülkelerle de enerji alanında bazı görüşmeler yürüttüklerini, özellikle Mısır’ın önümüzdeki yıllarda İsrail’in en önemli enerji tedarikçisi olacağını vurguladı.</p>
<p>İsrail’in enerji kaynakları açısından zengin bir ülke olmadığının, bunun farkında olduklarının altını çizen Levy, “İsrail bir enerji geçiş ülkesi olarak Türkiye’nin yanında yer almak istiyor. Böyle bir vizyonumuz var” dedi.</p>
<p><a href="http://www.ntvmsnbc.com/news/439758.asp" target="_blank">NTV-MSNBC 20 Mart 2008</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jaringan Telkom Sempat Putus Total]]></title>
<link>http://infokito.wordpress.com/2008/03/01/jaringan-telkom-sempat-putus-total/</link>
<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 00:59:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>infokito™</dc:creator>
<guid>http://infokito.wordpress.com/2008/03/01/jaringan-telkom-sempat-putus-total/</guid>
<description><![CDATA[Jaringan telekomunikasi di sebagian wilayah Sumatera Selatan mengalami gangguan sejak kemarin menyus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jaringan telekomunikasi di sebagian wilayah Sumatera Selatan mengalami gangguan sejak kemarin menyus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tokotelkom.com jual fiber optik / optic / optics /optical fiber optic cable murah dan perangkat telekomunikasi.]]></title>
<link>http://tokotelkom.wordpress.com/2008/02/25/tokotelkomcom-jual-fiber-optik-optic-optics-optical-fiber-optic-cable-murah-dan-perangkat-telekomunikasi/</link>
<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 12:09:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>tokotelkom</dc:creator>
<guid>http://tokotelkom.wordpress.com/2008/02/25/tokotelkomcom-jual-fiber-optik-optic-optics-optical-fiber-optic-cable-murah-dan-perangkat-telekomunikasi/</guid>
<description><![CDATA[TERMINASI kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic cable. Terminasi adalah proses pem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div align="left">TERMINASI kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic cable. Terminasi adalah proses pemasangan konektor pada fiber optik / optic / optics /optical fiber optic. Proses ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan, mengingat diameter kabel fiber optik / optic / optics /optical fiber optic adalah sedemikian kecil, jauh lebih kecil &#8230;..</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
