<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gaji &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/gaji/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gaji"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 19:51:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Menyoal Kenaikan Gaji Para Menteri]]></title>
<link>http://nicholausprasetya.wordpress.com/2009/11/28/menyoal-kenaikan-gaji-para-menteri/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 07:06:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nicholaus Prasetya</dc:creator>
<guid>http://nicholausprasetya.wordpress.com/2009/11/28/menyoal-kenaikan-gaji-para-menteri/</guid>
<description><![CDATA[Wacana kenaikan gaji para menteri mencuat belum lama sesudah mereka dilantik secara resmi. Sayangnya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wacana kenaikan gaji para menteri mencuat belum lama sesudah mereka dilantik secara resmi. Sayangnya, wacana ini tertutup oleh panasnya kasus Bibit-Chandra sehingga tidak sempat mencuat lebih jauh.</p>
<p>Alasan yang diberikan perihal wacana ini cukup sederhana yakni karena gaji yang diterima selama ini belum pernah mengalami kenaikan selama lima tahun dan gaji yang ada dinilai tidak cukup untuk menunjang kebutuhan kerja para menteri yang juga harus terjun ke masyarakat.</p>
<p>Wacana ini tentu saja menuai banyak kontroversi. Ada kalangan yang setuju dan mungkin lebih banyak yang tidak setuju. Mereka yang tidak setuju tentu saja lebih memermasalahkan kepatutan kenaikan gaji seorang menteri di tengah berbagai macam fasilitas mewah yang dengan otomatis akan didapat jika menjabat sebagai menteri.</p>
<p><strong>Pengabdian</strong></p>
<p>Sebelum menjustifikasi lebih jauh mengenai kepatutan apakah memang perlu seorang menteri mendapat kenaikan gaji, maka sudah seyogianya kita berangkat dari konteks mengenai apa tujuan menjadi seorang menteri.</p>
<p>Jika berbicara tujuan, maka akan ada dua hal yang bersifat paradoks. Di satu sisi, ada yang menganggap bahwa menjadi menteri tidaklah lebih dari sebuah pekerjaan untuk mencari uang dan membiayai hidup. Jika memang para menteri yang menduduki Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sekarang memiliki tujuan seperti ini, maka tidaklah heran jika wacana mengenai kenaikan gaji itu muncul. Tentunya, kepentingan pribadi dan keluarga adalah yang menjadi fokus utama bagi mereka. Model seperti ini, pada akhirnya hanya akan memunculkan sosok menteri yang pragmatis dan egois.</p>
<p>Namun, ada juga model menteri yang memiliki tujuan murni sebuah pengabdian. Baginya, menjadi seorang menteri adalah sebuah pengabdian dimana mereka terpilih dari sekitar 220 juta orang Indonesia untuk mengayomi mereka semua. Oleh sebabnya, model menteri seperti ini tentunya akan menempatkan kepentingan untuk menyejahterakan penduduk Indonesia dibandingkan dengan kepentingan pribadinya.</p>
<p>Sebagian masyarakat Indonesia tentunya ingin sekali memiliki menteri model kedua ini, yakni yang tidak pragmatis dan selalu memerhatikan kesejateraan rakyat sesuai dengan pos-pos nya. Di mata masyarakat Indonesia, yang paling tinggi dinilai bukanlah gaji menteri itu, namun seberapa tinggi loyalitas dan pengabdian mereka kepada masyarakat.</p>
<p>Lalu, apakah memang betul gaji yang diterima oleh para menteri sekarang ini masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan kerja mereka? Bukankah semua biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan mereka sudah ditanggung oleh rakyat Inonesia? Sepertinya alasan tentang ketidakcukupan ini hanyalah rekayas dari para menteri yang pragmatis saja.</p>
<p><strong>Tidak tepat</strong></p>
<p>Selain dilihat dari kacamata pengabdian untuk menilai kepatutan kenaikan gaji para menteri ini, kita juga bisa melihatnya dari kacamata kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Nyatanya, angka kemiskinan di Indonesia masih di atas sekitar lima belas persen. Patutkah kenaikan gaji ini dilakukan dimana masih ada masyarakat Indonesia yang mengemis hanya demi sesuap nasi?</p>
<p>Selain itu, jika kenaikan gaji para menteri ini jadi direalisasikan, maka akan terjadi pembengkakkan APBN 2010. Di saat harga minyak sedang berfluktuatif sehingga ada kemungkinan untuk menebus kembali ke level 90-100 dollar AS per barelnya, akankah APBN ini akan juga diberatkan dengan keharusan membayar gaji lebih untuk para menteri?</p>
<p>Jika dilihat dari kacamata pengabdian dan kondisi yang sedang terjadi di masyarakat, nampaknya wacana untuk menaikkan gaji para menteri ini tidak perlu segera direalisasikan. Lagipula, para menteri ini baru saja dilantik dan belum menunjukkan hasil apapun kepada rakyat Inonesia. Mereka belum memerlihatkan kualitas mereka sebagai seorang menteri yang patut untuk dinaikkan gajinya.</p>
<p>Akan lebih baik jika para menteri lebih berfokus kepada bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia terlebih dahulu. Baru sesudahnya, jika masyarakat sudah bisa menilai positif kerja para menteri, wacana tentang kenaikan gaji boleh direalisasikan.</p>
<p>Selain itu, akan lebih baik jika gaji yang dinaikkan tidak dilakukan secara serempak pada pos-pos kementrian, melainkan dinaikkan satu demi satu sesuai dengan prestasi yang mereka lakukan. Jika memang tidak ada prestasi berarti pada bidang kementriannya, bukan tidak mungkin untuk mewacanakan penurunan gaji para menteri sehingga nampaknya akan terasa lebih adil di mata masyarakat Inonesia karena selain ada kenaikan, ada juga penurunan gaji yang didasarkan pada alasan yang jelas.</p>
<p>Sudah saatnya bagi para menteri untuk meningkatkan kinerja baru menuntut kenaikan gaji. Jika mereka beranggapan bahwa gaji yang diterimanya selama ini tidak cukup, maka saya hanya bisa mengutip apa yang pernah seorang guru matematika saya katakan saat SMA, “Sebesar apapun gaji yang kita terima, pastilah kita akan selalu merasa tidak cukup karena keserakahan kita, namun jika kita mau mengatur pemakaian gaji itu dengan baik, niscaya sekecil apapun gaji yang kita dapat akan bisa memenuhi kebutuhan kita.”</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pola Pikir tentang Uang]]></title>
<link>http://pencetakuang.wordpress.com/2009/11/21/pola-pikir-tentang-uang/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:26:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>pencetakuang</dc:creator>
<guid>http://pencetakuang.wordpress.com/2009/11/21/pola-pikir-tentang-uang/</guid>
<description><![CDATA[Berapapun gaji dan hutang anda saat ini, apakah pola pikir anda sudah sesuai dengan yang seharusnya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Berapapun gaji dan hutang anda saat ini, apakah pola pikir anda sudah sesuai dengan yang seharusnya anda miliki? Bagaimana mungkin anda akan menjadi kaya kalau pola pikir yang anda miliki ternyata adalah pola pikirnya orang miskin atau kelas menengah? Silahkan pelajari dan ambil posisi anda berada dimana. Kalau posisi anda belum tepat bersediakah berpindah posisi?<!--more--></p>
<p>Tipe [1]<br />
Apabila gaji anda habis hanya untuk memenuhi kebutuhan bulanan anda, maka anda perlu berfikir ulang untuk merubah pola pikir anda. Anda tidak pernah dapat memenuhi keinginan-keinginan anda dan keluarga karena uang anda habis untuk kebutuhan bulanan anda. Tidak heran kalau HP baru, baju baru, sepatu baru apalagi mobil baru untuk menggantikan mobil lama anda tidak dapat terpenuhi. Orang yang sebenarnya kaya dapat saja memiliki pola pikir seperti ini. Gaji besar tetapi tidak dapat memenuhi keinginan anda dan keluarga karena uang habis hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan membayar hutang. Orang sering menyebut pola pikir seperti ini sebagai pola pikirnya orang miskin (?).</p>
<p>Tipe [2]<br />
Sebagian gaji anda telah dibelanjakan untuk keperluan konsumtif dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga anda maka uang anda sudah akan habis. Masih beruntung anda dapat memenuhi</p>
<p><ins datetime="2009-11-22T0mnmn7:21:24+00:00"></ins></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gaji Naik Pelayanan Naik Juga?]]></title>
<link>http://manismanja.wordpress.com/2009/11/20/gaji-naik-pelayanan-naik-juga/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 18:48:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>yudalesmana</dc:creator>
<guid>http://manismanja.wordpress.com/2009/11/20/gaji-naik-pelayanan-naik-juga/</guid>
<description><![CDATA[PURBALINGGA- Rencana Anggaran Biaya Daerah (RAPBN) 2010 di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah bakal d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PURBALINGGA- Rencana Anggaran Biaya Daerah (RAPBN) 2010 di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah bakal d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahukah Anda Berapa Gaji Amirul Mukminin (khalifah)?]]></title>
<link>http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2009/11/16/tahukah-anda-berapa-gaji-amirul-mukminin-khalifah/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:42:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Goda-Gado</dc:creator>
<guid>http://ahmedfikreatif.wordpress.com/2009/11/16/tahukah-anda-berapa-gaji-amirul-mukminin-khalifah/</guid>
<description><![CDATA[Tahukah Anda Berapa Gaji Amirul Mukminin (khalifah)? Kisaran bulan Oktober lalu, santer terdengar is]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a title="Dinar-Dirham" href="http://www.muslimdaily.net/berita/dinar04(2).jpg"><img class="alignleft" style="border:5px solid black;margin:5px;" title="DINAR - DIRHAM" src="http://www.muslimdaily.net/berita/dinar04(2).jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Tahukah Anda Berapa Gaji Amirul Mukminin (khalifah)?</strong></p>
<p>Kisaran bulan Oktober lalu, santer terdengar isu rencana pemerintah menaikkan gaji menteri dan pejabat tinggi lainnya. Alasan beban kerja serta upaya mendorong kinerja yang menjadi dasar kenaikan gaji tersebut. Isu kenaikan gaji itu muncul setelah pelantikan menteri kabinet SBY jilid II.</p>
<p>Saya tidak mengetahui berapa gaji sesungguhnya para pejabat negara setiap bulannya sebelumnya sehingga pemerintah berencana menaikkan gajinya lebih besar. Namun, isu kenaikan gaji tersebut, oleh beberapa kalangan, dinilai akan mempertajam rasa ketidakadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Selain itu, kenaikan gaji tersebut juga tak memiliki dasar rasionalitas yang kuat.</p>
<p>&#8220;Jika dilaksanakan, hanya akan mempertajam rasa ketidakadilan,&#8221; ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Mestika Zed, Kamis (29/10)</p>
<p>Selama ini tak ada patokan yang jelas mengenai standar penggajian pejabat di Indonesia. Bila saja standar penggajian tersebut ada, alasan beban kerja tak perlu dikemukakan karena semakin tinggi beban kerja, sesuai aturan sudah ada kenaikan secara otomatis.</p>
<p>Argumen klasik yang kerap dikemukakan pejabat terkait rencana kenaikan gaji tersebut adalah telah dianggarkannya kenaikan gaji itu dalam tahun anggaran sebelumnya. &#8220;Ini alasan yang tak masuk akal. Toh, yang membuat anggaran juga manusia, bukan malaikat. Artinya, itu kan bisa dihapus,&#8221; ucap dia.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Melihat polemik itupun, aku justru menjadi tertarik untuk mencari tahu berapa besaran gaji yang diterima oleh para pejabat negara di masa zaman kekhalifahan Islam, khususnya zaman Khulafa’ur Rasyidin. Terlebih lagi, aku menjadi ingin mengetahui berapa nilai besaran gaji para khalifah Islam, sebagai pembanding. Selain itu, aku juga ingin melihat bagaimana mekanisme penggajian mereka dan apa yang menjadi dasar besaran nilai gajinya.<!--more--></p>
<p>Setelah mencari-cari lewat <em><a href="http://google.com/">mbah google</a></em> dan beberapa buku sejarah khalifah milik temen kost-an selama hampir 1 pekan (tidak berturut-turut), awalnya, aku hanya menemukan sedikit informasi tentang besaran uang belanja harian Khalifah Umar bin Abdul Aziz saja. Aku berusaha mencari gaji khalifah lainnya namun belum menemukan (jika ada informasi, mohon berilah saya informasi melalui email). Sempat aku berfikir jangan-jangan khalifah itu tidak memperoleh gaji. Singkat cerita, aku menemukan informasi belanja Khalifah Umar bin Abdul Aziz, yaitu sebesar 3,5 dirham per hari. Informasi ini pun kuperoleh dari eksplorasi di internet. Jadi, mohon maaf untuk keabsahan rujukannya. Saya mengharapkan ada penguatan informasi tersebut.</p>
<p>Sampai kemudian, aku memperoleh informasi yang lebih jelas dari e-book tentang gaji khalifah. Alhamdulillah, aku menemukan titik terang nilai gaji khalifah di masa Khulafaur Rasyidin. Informasi ini aku temukan dari referensi e-book berjudul <strong>Early Caliphate (Khulafa’ur Rasyidin)</strong>, penulis Muhammad Ali; Penterjemah Imam Musa dengan editor Bambang Dharma Putra, yang diambil dari cetakan pertama tahun 2007 oleh penerbit Darul Kutubil Islamiyah, Jl. Kesehatan IX No. 12 Jakarta Pusat 10160.</p>
<p>Berikut, kutipan selengkapnya, “<em>Ketika diangkat sebagai khalifah, tepat sehari sesuahnya dia (Abu Bakar RA) terlihat berangkat jalan ke pasar dengan barang dagangannya. Umar kebetulan bertemu dengannya di jalan dan mengingatkan dia bahwa di bahunya sekarang terpikul beban yang penuh kesulitan dalam kenegaraan, dan karena demikian itu mustahil baginya untuk mengejar bisnis bersamaan dengan memecahkan masalah negara. Untuk mempertahankan hidup keluarga, jawab khalifah, dia (Abu Bakar_pen) harus bekerja. Para sahabat lalu berkonsultasi dan menghitung pengeluaran rumah tanga basanya sehari-hari dan menetapkan<strong> gaji tahunan 2,500 dirham</strong> baginya, yang <strong>belakangan ditingkatkan 500 dirham sebulan</strong>. Pada saat wafatnya, dia mempunyai satu sprei tua dan seekor unta, yang merupakan harta negara. Ini pun dikembalikannya kepada penggantinya, Umar</em> (halaman 62)<a href="#_ftn2">[2]</a>.<em> </em></p>
<p>Dari satu referensi tersebut, saya belum menemukan lagi adanya informasi seputar gaji khalifah lainnya kecuali hanya informasi tentang belanja Umar bin Abdul Aziz atau Umar II. Informasi nilai belanja tersebut ternukil dari sebuah kisah keteladanan Umar II dalam sebuah kisahnya. Berikut kisah lengkapnya.<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p><em>Alkisah pada suatu hari Khalifah Umar Bin Abdul Aziz disediakan makanan oleh Istrinya yang beda dari biasanya. saat itu ada sepotong roti yang masih hangat, harum dan wangi tampak roti itu begitu lezatnya hingga membangkitkan selera.</em></p>
<p><em>Sang Khalifah merasa heran dan bertanya pada Istrinya: “ Wahai Istriku dari mana kau memperoleh roti yang harum dan tampak lezat ini ? </em><em>“.</em></p>
<p><em>Istrinya menjawab “Ooh itu buatanku sendiri wahai Amirul Mukminin, aku sengaja membuatkan ini hanya untuk menyenangkan hatimu yang setiap hari selalu sibuk dengan urusan negara dan umat“.</em></p>
<p><em>“ Berapa uang yang kamu perlukan untuk membuat roti seperti ini “ tanya Khalifah.</em></p>
<p><em>“ Hanya tiga setengah dirham saja, kenapa memangnya?“ jawab sang istri</em></p>
<p><em>“ Aku perlu tahu asal usul makanan dan minuman yang akan masuk ke dalam perutku ini, agar aku bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT nanti “ jawab Khalifah, dan dilanjutkan pertanyaan lagi “ terus uang yang 3,5 dirham itu kau dapatkan dari mana ? “.</em></p>
<p><em>“Uang itu saya dapatkan dari hasil penyisihan setengah dirham tiap hari dari uang belanja harian rumah tangga kita yang selalu kau berikan kepadaku , jadi dalam seminggu terkumpulah 3.5 dirham dan itu cukup untuk membuat roti seperti ini yang halalan toyyiban “ jawab istrinya.</em></p>
<p><em>“ Baiklah kalau begitu. Saya percaya bahwa asal usul roti ini halal dan bersih “ kata Khalifah yang lalu menambahkan “ Berarti kebutuhan biaya harian rumah tangga kita harus dikurangi setengah dirham, agar tak mendapat kelebihan yg membuat kita mampu memakan roti yang lezat atas tanggungan umat “.</em></p>
<p><em>Kemudian Khalifah memanggil Bendahara Baitul Maal (Kas Negara) dan meminta agar uang belanja harian untuk rumah tangga Khalifah dikurangi setengah dirham. Dan Khalifah berkata kepada istrinya “ saya akan berusaha mengganti harga roti ini agar hati dan perut saya tenang dari gangguan perasaan, karena telah memakan harta umat demi kepentingan pribadi “. </em></p>
<p><em>Subhanalaah …Cerita ini benar-benar mengandung keteladanan dari seorang Khalifah atau Presiden pimpinan negara yang begitu kuat berprinsip dan berhati-hati bahwa apapun yang dimakan dan minum harus benar2 tahu asal usul nya bahwa semua itu didapat secara halal dan benar. sebagai khalifah dia juga tak mau menggunakan serta menghamburkan uang negara untuk kepentingan pribadi. kalau biaya rumahtangganya cukup 3 dirham sehari kenapa mesti 3.5 dirham. </em>()</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>&#8216;Amr bin Muhajir berkata, &#8220;Uang belanja Umar bin Abdul Aziz setiap harinya hanya dua dirham.” <a href="#_ftn4"><strong>[4]</strong></a></em></p>
<p>Dari 2 kisah tersebut, setidaknya ada 3 kesimpulan. Pertama bahwa besar gaji khalifah adalah sebesar 2,500 dirham setahun yang kemudian dinaikkan menjadi 500 dirham per bulan. Kedua, bahwa dari adanya uang belanja Umar II sebesar 3,5 dirham tersebut beberapa orang menafsirkan sebagai gajinya karena hakikatnya gaji khalifah adalah besaran uang belanjanya. Jadi, gaji khalifah (Umar II dalam hal ini) sebesar 3,5 dirham sehari atau sekitar 105 dirham per bulan. Ketiga, gaji umar 2 dirham sehari atau 60 dirham per bulan.</p>
<p>Dari ketiga kisah di atas menurut saya, yang paling jelas menyebbut nominal gaji adalah sumber yang pertama, yaitu 2,500 dirham setahun yang kemudian menjadi 500 dirham per bulannya. Jadi saya lebih memilih bahwa gaji khalifah sebesar 2,500 dirham setahun (atau jika dikonversi per bulannya maka sebesar 208,33 dirham per bulan). Alasan saya karena yang secara jelas menyebut nilai gaji adalah referensi yang pertama. Sedangkan yang kedua dan ketiga tidak menyebut gaji namun uang belanja. Jadi, aku menyimpulkan bahwa gaji khalifah adalah sebesar 208,33 dirham per bulan – 500 dirham per bulan.</p>
<p>Menurut <a href="http://www.wakalanusantara.com/index.php">Wakala Nusantara</a>, yang memberikan informasi kurs nilai tukar Dinar-Dirham terhadap rupiah, disebutkan bahwa 1 dirham adalah Rp. 29.842,- (data ini diakses pada tanggal 12 Nov 2009 pukul 13.00an). Jadi jika kita konversi ke dalam rupiah, maka gaji khalifah adalah berkisar antara Rp. 6.217.083,33 / bulan (208,33 dirham) &#8211; Rp. 14.921.000,- (500 dirham).<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Gaji sebesar 6 juta – 15 juta rupiah sekilas memanglah sepertinya terhitung besar. Namun jangan lupa bahwa itu merupakan gaji seorang Khalifah. Dalam istilah sekarang, itu merupakan gaji seorang Presiden yang merupakan jabatan tertinggi dalam suatu negara (Bandingkan dengan gaji Presiden-presiden negara lain!)<a href="#_ftn6">[6]</a>. Tanggungjawab yang sangat besar yang dipikul seorang khalifah digaji dengan uang sebesar 6-15 juta per bulan. Dan uang sebesar itu di zaman beliau merupakan kisaran nominal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi di kalangan masyarakat Muhajirin (UMR nya umat Islam saat itu), artinya masyarakat juga berpendapatan sebesar itu setiap bulannya secara umum. Bandingkan dengan gaji seorang Presiden Republik Indonesia yang konon sebesar Rp. 62,7 juta / bulan, lebih dari 4-10 kali lipat gaji seorang khalifah yang tanggungjawabnya lebih besar. Bahkan gaji seorang khalifah Islam saja tidak melebihi gaji Wapres RI sebesar Rp. 42,1 juta; ketua KPK sebesar Rp. 36,0 juta; Ketua DPR sebesar Rp. 30,9 juta; Ketua MA sebesar Rp. 24,3 juta; atau setingkat pejabat tinggi (menteri, jaksa agung, dan panglima TNI) sebesar Rp. 18,6 juta.<a href="#_ftn7">[7]</a> Gaji sebesar itu diberikan di tengah-tengah masyarakat saat rakyat jauh dari kesejahteraan. UMR rakyat Indonesia saja tidak ada yang lebih bear dari 2 juta rupiah per bulannya.</p>
<p>Namun, hanya dengan gaji sekitar 6-15 juta rupiah saja, khulafa’ur rasyidin dan Umar II mampu menjaga wibawa negara dan membuat surplus negara serta mengefektifkan pemerintahan dan yang terpenting bebas Korupsi &#38; Kolusi. Kas Negara pun karena saking banyaknya, hampir tidak ada aliran dana keluar karena tidak ada rakyat yang miskin atau dililit hutang atau pemuda yang takut menikah karena tidak punya harta.</p>
<p>Bandingkan dengan Indonesia yang mencetak rekor negara terkorup Asia bahkan dunia. Para pejabatnya tersangkut kasus korupsi. Perang Cicak vs Buaya yang tidak ada hentinya yang ujung-ujungnya rebutan lahan kaplingan <em>ghonimah</em>”.</p>
<p>Sering kita mendengar bahwa kasus korupsi terjadi karena kecilnya gaji para pegawai atau pejabat negara. Oleh karena itu, gaji pejabat kemudian dinaikkan untuk mencegah korupsi. Hasilnya, gaji naik korupsi tetap sama saja. Departemen-departemen yang ”miskin” ramai-ramai berebut mengajukan renumerasi untuk meningkatkan gaji mereka sekian kali lipat yang konon juga dalam rangka mengurangi korupsi. Toh, sama saja. Kinerja pejabat tetap saja penuh korupsi, birokrasi belibet, dan tidak efektif. Kas negara selalu kosong bahkan minus a.k.a defisit.</p>
<p>Terlebih lagi, tidak ada standar yang jelas tentang dasar penggajian para pejabat dan pegawai negara, mengutip pendapat Mestika Zed, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang,</p>
<p>Selama ini tak ada patokan yang jelas mengenai standar penggajian pejabat di Indonesia. Bila saja standar penggajian tersebut ada, alasan beban kerja tak perlu dikemukakan karena semakin tinggi beban kerja, sesuai aturan sudah ada kenaikan secara otomatis.</p>
<p>Hal ini beda dengan standar yang dipakai oleh sistem khilafah Islam yang tersirat dalam kisah Abu Bakar saat sehari menjadi khalifah dimana ketika itu abu Bakar masih pergi ke pasar untuk berdagang padahal beliau sehari sebelumnya diangkat menjadi Khalifah.</p>
<p>Umar kebetulan bertemu dengannya di jalan dan mengingatkannya bahwa di bahunya sekarang terpikul beban yang penuh kesulitan dalam kenegaraan, dan karena demikian itu mustahil baginya untuk mengejar bisnis bersamaan dengan memecahkan masalah negara.</p>
<p>”Untuk mempertahankan hidup keluarga”, jawab khalifah, ”aku  harus bekerja” jawab Abu Bakar ash Shiddiq. Seketika itu pula kemudian para sahabat lalu berkonsultasi dan menghitung pengeluaran rumah tanga biasanya sehari-hari dan selanjutnya menetapkan<strong> gaji tahunan 2,500 dirham</strong> baginya, yang <strong>belakangan ditingkatkan 500 dirham sebulan</strong>.</p>
<p>Artinya, dasar standar gaji yang dijadikan dasar penggajian khalifah adalah besaran nilai belanja kebutuhan sehari-hari khalifah tersebut bukan beratnya tanggungjawab atau prestasi apalagi sekedar penghalang agar tidak korupsi.</p>
<p>Maka dari dasar hal inilah muncul pendapat bahwa gaji khalifah itu didasarkan pada belanja sehari-harinya yang kemudian memunculkan pendapat bahwa gaji Umar bin Abdul Aziz sebesar 2-3,5 dirham sehari (60-105 dirham/bulan) sesuai belanja kebutuhannya. Sehingga jika dirupiahkan maka gaji Umar tidak lebih dari 5 juta rupiah, yaitu antara Rp. 1.790.520,- (60 dirham) – Rp. 3.133.410,- (105 dirham). Jika memang benar gaji seorang Khalifah saja sebesar itu gajinya dengan prestasi yang luar biasa hebatnya, lantas apalah artinya kita hari ini dengan gaji besar namun sering menuntut kenaikan gaji tanpa peningkatan prestasi. <em>Na’udzubillah.</em></p>
<p>Meskipun gaji khalifah sebesar itu, para khalifah tidak lantas kemudian mengambil seluruh gaji itu. Mereka (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib serta Umar II) justru mengembalikan kelebihan gaji atau sisa gaji yang mereka peroleh kepada Baitul Mal (Kas Negara). Dalam arti lain, dengan gaji yang tidak besar itupun, sang khalifah masih saja mengembalikan baik sebagian maupun keseluruhannya kepada Kas Negara (lihat pada kasus Umar II di awal artikel).</p>
<p><em>Pada suatu hari istrinya berkata kepada Abu bakar ra,”Saya ingin membeli sedikit manisan.” Abu Bakar menjawab,”Saya tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya.” Istrinya berkata, “Jika engkau ijinkan, saya akan mencoba untuk menghemat uang belanja kita sehari-hari, sehingga saya dapat membeli manisan itu.” Akhirnya Abu Bakar pun menyetujuinya.</p>
<p>Maka mulai saat itu istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit uang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kumudian uang itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah uang itu terkumpul, istrinya menyerahkan uang itu kepada suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.</p>
<p>Namun Abu Bakar berkata,”Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata uang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan kita.” Lalu <strong>Abu bakar ra mengembalikan lagi uang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal</strong>. Dan sejak hari itu, uang tunjangan beliau telah dikurangi sejumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya. <a href="#_ftn8"><strong>[8]</strong></a></em></p>
<p><em>”Utsman tak pernah mengambil dan menerima gaji sebagai khalifah dari baitulmal. Setiap hari Jumat, Utsman berupaya untuk memerdekakan budak. Dia juga menjamin kehidupan janda dan anak yatim-piatu.”</em> <a href="#_ftn9">[9]</a></p>
<p>Dengan demikian, pada akhirnya penulis akhirnya mengetahui bahwa ternyata gaji para khalifah Islam tidaklah besar karena jabatan pegawai atau pejabat negara bukanlah merupakan jabatan yang ditujukan dalam rangka untuk meningkatkan kekayaan atau menumpuk harta dan mengejar karier serta mendirikan sebuah dinasti. Namun, jabatan tersebut adalah sebuah jabatan yang lebih berorientasi pada tuntutan pengabdian serta profesionalitas. Dan ternyata profesionalitas bisa berjalan tanpa didukung dengan banyaknya materi yang berlimpah. Untuk itu, aku berpesan kepada diriku sendiri bahwa banyaknya harta bukanlah tujuan utama. Jika diberikan harta yang berlimpah semoga aku bisa mensyukurinya selalu. Dan ketika memperoleh sedikit maka semoga aku bisa ikhlas menerimanya. Bagi kita semua yang telah bergaji di atas gaji khalifah, maka sesungguhnya kalian berarti seharusnya telah memiliki tanggungjawab dan kepedulian kepada umat yang lebih besar.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ahmed Fikreatif</strong></p>
<p>141109 Pk.23.34</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/29/20453247/kenaikan.gaji.menteri.mempertajam.ketidakadilan">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/10/29/20453247/kenaikan.gaji.menteri.mempertajam.ketidakadilan</a>..</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> <strong>Early Caliphate (Khulafa’ur Rasyidin)</strong>, penulis Muhammad Ali; Penterjemah Imam Musa (halaman 62)</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> <a href="http://saungweb.blogspot.com/2009/09/kisah-teladan-khalifah-umar-bin-abdul.html">http://saungweb.blogspot.com/2009/09/kisah-teladan-khalifah-umar-bin-abdul.html</a></p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> <a href="http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg04650.html">http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg04650.html</a></p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> Perhitungan:</p>
<p><strong>1 Dirham</strong> &#8211; Rp. 29.842,-</p>
<p>208, 33 dirham/bulan = 2.500 dirham/tahun = Rp. 6.217.083,33/bulan = Rp. 74.605.000,- /tahun</p>
<p>500 dirham/bulan = 6.000 dirham/tahun = Rp. 14.921.000,-/bulan = Rp. 179.052.000,- /tahun</p>
<p>(tolong dicek ulang karena saya menghitungnya saat ngantuk, jam 22.19 WIB)</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> <a href="http://grafisthy.blogspot.com/2009/10/perbedaan-gaji-presiden-ri-luar-negeri.html">http://grafisthy.blogspot.com/2009/10/perbedaan-gaji-presiden-ri-luar-negeri.html</a></p>
<p>1. Singapura 1,99 Miliar<br />
2. Hongkong 408,5 Juta<br />
3. AS 316,6 Juta<br />
4. Irlandia 269,9 Juta<br />
5. Prancis 251,7 Juta<br />
6. Jerman 239,8 Juta<br />
5. Inggris 220,8 Juta<br />
6. Kanada 194,7 Juta<br />
7. Jepang 192,3 Juta<br />
8. Australia 181,3 Juta<br />
9. Korsel 133,0 Juta<br />
10. Malaysia 63,9 Juta<br />
<strong>11. Indonesia 62,7 Juta</strong><br />
12. Thailand 35,7 Juta<br />
13. Vietnam 2,3 Juta<br />
14. Laos 1,7 Juta</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> <a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/29/berapa-gaji-pejabat-kita/">http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/29/berapa-gaji-pejabat-kita/</a></p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> <em><a href="http://www.dpu-online.com/index.php?artikel/detail/9/1314/artikel-1314.htmln">http://www.dpu-online.com/index.php?artikel/detail/9/1314/artikel-1314.htmln</a></em></p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> <a href="http://sylviagustin.myrepublika.com/berita/37496/Memakmurkan_Rakyat_dengan_Baitulmal">http://sylviagustin.myrepublika.com/berita/37496/Memakmurkan_Rakyat_dengan_Baitulmal</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[81. MENGHITUNG SISA UANG KORUPTOR]]></title>
<link>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/13/81-menghitung-sisa-uang-koruptor/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 15:33:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugiarno</dc:creator>
<guid>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/13/81-menghitung-sisa-uang-koruptor/</guid>
<description><![CDATA[81. Menghitung Sisa Uang Koruptor pdf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href='http://sangnata.wordpress.com/files/2009/11/81-menghitung-sisa-uang-koruptor-pdf.pdf'>81. Menghitung Sisa Uang Koruptor pdf</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gaji gak cukup!!!!]]></title>
<link>http://romailprincipe.wordpress.com/2009/11/10/gaji-gak-cukup/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 02:41:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>romailprincipe</dc:creator>
<guid>http://romailprincipe.wordpress.com/2009/11/10/gaji-gak-cukup/</guid>
<description><![CDATA[Browsing di Internet mengenai Humor cukup menyenangkan loh. Ini salah satu hasil Humor yang saya Cop]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Browsing di Internet mengenai Humor cukup menyenangkan loh. Ini salah satu hasil Humor yang saya Cop]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari ni masuk kerja rasa tension!]]></title>
<link>http://norfa08.wordpress.com/2009/11/09/hari-ni-masuk-kerja-rasa-tension/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 03:40:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>sekilas</dc:creator>
<guid>http://norfa08.wordpress.com/2009/11/09/hari-ni-masuk-kerja-rasa-tension/</guid>
<description><![CDATA[ader 2 sebab utama. pertama : tak dapat dinyatakan. kedua : pun tak dapat dinyatakan&#8230; huahuahu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ader 2 sebab utama. pertama : tak dapat dinyatakan. kedua : pun tak dapat dinyatakan&#8230; huahuahu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[80. BUKAN LAPAR NASI]]></title>
<link>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/08/80-bukan-lapar-nasi/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 08:02:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugiarno</dc:creator>
<guid>http://sangnata.wordpress.com/2009/11/08/80-bukan-lapar-nasi/</guid>
<description><![CDATA[80. BUKAN LAPAR NASI Lazimnya, perut keroncongan karena lapar. Jelasnya, lapar makanan yang biasa di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>80. BUKAN LAPAR NASI</p>
<p>Lazimnya, perut keroncongan karena lapar. Jelasnya, lapar makanan yang biasa dikonsumsi sebagai makanan pokok sehari-hari. Sedangkan untuk masyarakat Indonesia, makanan pokok sehari-harinya adalah nasi. Tapi, laparnya sebagian Bangsa Manusia Indonesia ini lain. Mereka bukan lapar jenis yang itu. Mereka lapar dengan jenis yang lain, dan sampai tulisan ini ditulis, mereka belum tahu jenis kelaparannya.<br />
Sesungguhnya, mereka lapar uang, lapar helai-helai rupiah. Lapar uang? Mungkin Anda berpikir saya mengada-ada. Saya maklum &#8230; Sesungguhnya, kelaparan mereka akan uang sudah sedemikian hebatnya. Dari sangat laparnya, mereka tidak peduli, uang siapapun diembat dan disikat untuk menutup kebutuhan hidupnya.<br />
Mari kita tengok kenyataan di luar sana. Di pasar, di warung, di toko, atau malah di pusat-pusat perbelanjaan, makanan melimpah. Malah bukan hanya itu, berbagai kebutuhan hidup pun tersedia dengan jumlah yang melimpah. Maklum, tanahnya subur, tongkat kayu pun jadi tanaman &#8211;kata Koes Plus. Apalagi dengan serbuan barang-barang impor, makin membludaklah persediaan barang di pasar. Tapi, tidak ada uang untuk mendapatkan itu semua. Alhasil, pasar pun sepi pengunjung,<br />
Memang, pada orang-orang tertentu yang dapat mengencangkan ikat pinggang, lapar uang  tidak menjadi masalah. Namun, tidak semua orang taat pada perintah dan mampu berbuat seperti itu. Masak, dari sebelum merdeka sampai merdeka puluhan tahun masih disuruh prihatin terus. Jiwa mereka memberontak, orang lain disuruh mengencangkan ikat pinggang. Sementara yang menyuruh sendiri, ikat pinggangnya telah berganti berkali-kali karena tidak muat menampung pertumbuhan badannya. Atau, malah putus karenanya.<br />
Lapar uang bukan hanya menimpa rakyat jelata yang papa. Rakyat besar pun lapar uang. Bagi sebagian rakyat jelata, lembaran rupiah hanya sekedar singgah di dalam genggaman tangan mereka. Kadang, itupun masih kurang untuk menutup kebutuhan hidup mereka agar terlihat layak.<br />
Rakyat jelata adalah rakyat kecil. Mereka orang-orang kebanyakan. Kesulitan hidup telah mereka rasakan sejak dalam kandungan, sejak mereka belum lahir. Atau, bisa jadi sejak hari pertama Proklamasi negeri ini. Seorang janda pernah berkisah. Dulu, sekitar tahun 1950, untuk mendapatkan sebungkus tapai saja, seorang istri tentara laras panjang harus rela menjual celana suaminya. Itu istri tentara rendahan. Istri-istri dari yang lain pun sepertinya juga tidak jauh berbeda. Namun, mereka maklum. Negara dalam keadaan susah dan sulit.<br />
Kondisi negara sudah berubah. Kekayaan alam sudah dieksploitasi sedemikian rupa. Orde demi orde telah datang silih berganti mememimpin negeri dengan gaya masing-masing. Namun, posisi rakyat jelata tetap. Posisi mereka tetap jauh dari lumbung uang. Nilai tawar mereka pun tetap rendah, atau malah mungkin sudah tidak punya lagi. Potret ini sudah sangat telanjang di depan mata. Silakan lihat sekeliling Anda, betapa banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, betapa banyak di antara mereka yang terpaksa harus menggelandang. Inikah hasil merdeka? Jika mereka yang merasakan lapar uang, itu wajar.<br />
Rakyat besar juga lapar uang? Ah, yang benar saja. Kalaupun Anda berkomentar seperti itu, wajar. Mereka tidak pantas jika masih lapar uang. Segala fasilitas ada padanya. Nilai tawar mereka pun tinggi. Namun kenyataan, mereka masih lapar uang juga. Buktinya, uang negara pun ditilep dengan segala cara. Umum menyebutnya dengan tindak pidana korupsi.<br />
Benarkah mereka korupsi? Ah, saya tidak sedang membabi buta membela mereka. Memang, korupsi adalah tindakan nista dan tercela. Tapi, ada baiknya Anda ikut saya menguak akar masalahnya. Ketika hak gaji yang mereka terima hanya berkisar antara 1 sampai dengan 10% dari kuantitas yang seharusnya, salahkah mereka? Atau dengan kata lain, ketika kuantitas tidak seimbang dengan kualitas, salahkah mereka?<br />
Untuk membuktikan hal ini, silakan lihat Noto Bilangan, Noto Rupiah, Noto Lahan Kehidupan, dan Noto-Noto yang lain pada Revolusi Bilangan Start Sebuah Keadilan. Sekali lagi, saya hanya berusaha mendudukkan masalah pada tempat yang seharusnya. Perhatian Anda dan seluruh rakyat Indonesia telah dialihkan dari masalah yang sesungguhnya.<br />
Masalah korupsi bukan sekedar mental, bukan sekedar penegakan hukum. Ada masalah lain di balik itu. Di situ ada faktor ekonomi, kesetiaan, kesetiakawanan sosial, dan di atas itu semua, ada masalah lain yang sangat mendasar yaitu bilangan.<br />
Apakah kalau korupsi nol persen lantas akan menjadi baik semuanya? Tidak juga. Bayangkan aliran sungai dari gunung menuju laut. Karena takut dikorup pepohonan yang tumbuh di sekitar sungai, pada badan sungai dipasang paralon. Dengan begitu, air sungai masih tetap utuh ketika sampai di laut. Biarlah pohon besar penyangga tepian sungai menanti datangnya kiriman air hujan saja. Padahal, pohon besar tidak hidup sendirian. Pohon besar masih harus menghidupi pohon-pohon kecil yang menempel di batangnya. Apakah seperti itu aturan hidup?<br />
Sekali lagi, korupsi memang salah dan nista jika kuantitas hak gaji yang diterima birokrat /pegawai sekualitas bilangannya. Oleh karena itu, kesalahan orang besar yang lapar uang sehingga “terpaksa” melakukan tindak pidana korupsi adalah karena “mereka makan terlebih dahulu di saat yang lain masih terlelap dalam buaian mimpi indahnya kemerdekaan”. Di tulisan saya yang lain, ada saya sebutkan, kedudukan koruptor uang tidak lebih sebagai katalisator uang dari “lumbung” negara ke “lumbung” rakyat.<br />
Solusinya? Hanya butuh tiga langkah. Langkah satu, hitung semua yang telah diambil para koruptor. Langkah dua, kembalikan Nol Puluh Ratus dan Nol Puluh Ratus Ribu sebagai hak gaji Rakyat Birokrasi &#8211;Lihat, Negeri Khayangan&#8211; untuk kurun waktu tertentu (maksimal 9 tahun). Langkah ketiga, kembalikan uang yang telanjur mereka ambil. Selesai bukan? Sebenarnya, masalahnya tidak serumit yang dibayangkan, juga tidak sesederhana yang diangankan &#8230;<br />
Dengan demikian, sesungguhnya, koruptor masih melanjutkan perjuangan bersama barisan hitam yang lain untuk merebut kemerdekaannya. Mereka masih tergadai. Dan ternyata, baik Piagam Jakarta maupun Pancasila tak mampu menebusnya &#8230; Kelak, INDONESIA yang akan menebusnya.<br />
Wallahualam.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup dari gaji ke gaji]]></title>
<link>http://bocipalz.wordpress.com/2009/11/06/hidup-dari-gaji-ke-gaji/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:25:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>bocipalz</dc:creator>
<guid>http://bocipalz.wordpress.com/2009/11/06/hidup-dari-gaji-ke-gaji/</guid>
<description><![CDATA[menjadi karyawan merupakan hal yang sudah sangat lazim bagi kebanyakan pemuda/i Indonesia. Bagi yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">menjadi karyawan merupakan hal yang sudah sangat lazim bagi kebanyakan pemuda/i Indonesia. Bagi yang merasa cukup (atau terbentur kendala), selepas pendidikan menengah langsung menceburkan diri pada kerasnya dunia kerja. Menjalani sekian banyak pilihan profesi yang pada intinya berupaya menghasilkan sekian rupiah demi menyambung hidup. Apapun jenis pekerjaannya, yang terpenting adalah mendapatkan penghasilan berupa gaji.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang beruntung mengenyam pendidikan tinggi pun begitu juga adanya. Setelah sukses meraih gelar baik diploma maupun sarjana, segera bertarung di laga pencarian bakat ech salah pencarian lowongan kerja. Makanya gak heran kalo bursa tenaga kerja senantiasa ramai.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Sedihnya, gue pun begitu adanya. Walaupun demikian gue bersyukur bahwa gue mendapatkan pekerjaan sebelum kuliah selesai. Bahkan kelulusan “terpaksa” diundur demi kerja. Lebih mementingkan untuk meraih rupiah ketimbang menyelesaikan kuliah. Jikalau tidak diingatkan ortu, mungkin makin kebablasan untuk meraup rupiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang roda waktu telah berputar. Semuanya tidak seperti dulu lagi. Ada sedikit “kejenuhan” dalam pencarian rupiah di akhir bulan. Hidup dari gaji ke gaji. Akhir bulan adalah waktu yang menyenangkan ketika menerima gaji. Tetapi seperti menguap, gaji pun pelan2 tergerus dengan semua kebutuhan. Mulai dari konsumsi, bayar hutang, biaya hiburan dan sebagainya; tidak menyisakan jumlah yang signifikan untuk berinvestasi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">hidup dari gaji ke gaji. Terima sekian dikeluarkan sekian. Bertahan hingga gajian berikutnya. Kerja pun hanya mengharap pada gaji. Untuk yang sedikit beruntung, mungkin gaji yang diterima bisa mendanai semua kebutuhannya dan masih berlebih. Bagaimana dengan yang kurang beruntung? Apakah akan terus terseret dalam pusaran hidup dari gaji ke gaji?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kasus gue, gue bersyukur bahwa gue masih ada kesempatan untuk menyisihkan sekian rupiah untuk simpanan. Tapi sebagai manusia gue tida pernah merasa cukup puas dengan apa yang diperoleh, masih ada peluang dan kesempatan untuk mendapatkan hal yang lebih. Kemampuan diri belum diolah sedemikian rupa untuk mendapatkan yang lebih. (kita akan bicara hal ini pada bagian lain).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana menyikapi hidup yang dari gaji ke gaji itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Gue akan berbagi bagaimana cara gue menyikapi kondisi tersebut diatas.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Tentukan biaya2 pokok yang tidak bisa dikurangi. Biasanya ini terkait dengan konsumsi pokok seperti pangan sandang dan papan. Pos biasa ini sebaiknya diprioritaskan untuk tidak dikurangi. Jikalaupun ada yang mesti dikurangi, mungkin pos sandang dan papan. Tak perlulah berjibaku untuk membeli pakaian yang mewah / mahal. Gunakan kreatifitas untuk menyiasati kebutuhan sandang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Lunasi utang2. Hidup tanpa utang, mungkin hidup yang menyenangkan, tetapi utang bukanlah hal yang mudah untuk dihindari. Kebutuhan yang datang tiba dan mendesak, memaksa untuk berutang. Utang pun bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam mengelola keuangan (pada level2 yang lebih tinggi). Sebelum utang datang mencekik lebih dalam, lunasilah utang tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Amal, sumbangan dan lain sebagainya. Ini adalah point keberuntungan yang sering kali dilupakan oleh banyak orang. Pos ini memang terlihat seperti cost centre yang tidak mendatangkan keuntungan apapun. Tapi yakinkanlah ada invisible hand yang bermain di pos biaya ini. Jadi sisihkan sebagian dari penghasilan untuk pos ini, serta lupakan besarannya. Biarkan Ia yang menghitungnya.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Tabungan. Ini nih yang seringkali sulit direalisasikan karena biasanya uang hasil gajian sudah habis untuk pos2 diatas. Tapi bukan berarti tidak bisa menyisihkan sekian rupiah untuk menabung bukan? Ada trik yang bisa digunakan, yakni memotong langsung sekian rupiah untuk menabung. Masukkan ke rekening tabungan yang berbeda dan lupakan. Baru ingat jika kondisi sedemikian mendesak. Diluar itu, anggap saja sebagai uang yang hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Berusaha lebih keras untuk mendapatkan gaji yang lebih baik. Gak bisa dipungkiri, langkah ini yang harus senantiasa dilakukan bilamana gaji yang diterima masih terasa kurang. Mencari terobosan2 baru dalam meraih sejumput rupiah guna menutupi kekurangan yang ada. Saran gue: lakukan dengan jalan yang halal, bukan dengan jalan yang haram.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap mental dan sikap hidup memang berpengaruh dalam kondisi hidup dari gaji ke gaji. Hanya mereka yang bisa mengendalikan diri-lah yang mampu bertahan dan keluar dari kondisi hidup dari gaji ke gaji. Mungkin juga ada orang yang betah dengan kondisi hidup dari gaji ke gaji, mungkin karena jumlah yang mereka terima melebihi kebutuhannya – sungguh beruntung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">tapi bagi mereka yang kurang beruntung, hanya ada kemauan dan usaha serta ketekunan untuk keluar dari pola hidup yang mungkin kurang mengenakkan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Apapun sikap anda, lakukanlah dengan konsisten dan yakinkan bahwa anda telah mencapai tingkatan dimana anda sudah tidak dapat berbuat apa2 lagi. Tapi ingatlah hanya langit batas anda <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">relung hati, 6 nop 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Pekerjaan Dengan Gaji Tinggi, Apa Ajah?]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/05/10-pekerjaan-dengan-gaji-tinggi-apa-ajah/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 02:11:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/05/10-pekerjaan-dengan-gaji-tinggi-apa-ajah/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah gelar sarjana bisa menjadi jalan besar menuju penghasilan yang baik, memenuhi cita2, tapi gel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sebuah gelar sarjana bisa menjadi jalan besar menuju penghasilan yang baik, memenuhi cita2, tapi gelar sarjana bukan untuk semua orang. Bahkan, beberapa orang melihat pendidikan lanjutan (PT) sebagai sesuatu hal yg berlebihan (ketinggian kali ya kmsdnya). Kenaikan jumlah lulusan perguruan tinggi telah membuat nilai pendidikan menjadi tinggi. Biaya <!--more-->kuliah yang tinggi, ruangan yg nyaman, dan persediaan biaya atau dana yg cukup besar yang biasanya berlangsung selama bertahun-tahun, jika tidak puluhan tahun.<br />
<strong></strong><br />
Berikut ini adalah daftar pekerjaan dengan bayaran tinggi pada tahun 2006, dengan menggunakan data terbaru yang tersedia dari Bureau of Labor Statistics. Perlu diingat bahwa pekerjaan ini mempunyai tantangan sendiri dan sering memerlukan beberapa jenis sekolah khusus &#8211; kadang-kadang on-the-job training.</p>
<p><img src="http://4.bp.blogspot.com/_ERJ3VTs4Tho/R408CMw8-BI/AAAAAAAABMA/w_kwHxdb7Nw/s400/air-traffic-control-sfo-nasaa.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>1. Air Traffic Controller: $ 117.200</strong></p>
<p>Para pekerja ini memastikan pesawat mendarat dan lepas landas dengan aman. Rata-rata 50% yang diterima antara $ 86,860-142,210, dengan manfaat yang baik. Pengendali lalu lintas udara yang memenuhi syarat pensiun pada usia 50 dengan 20 tahun mengabdi, atau setelah 25 tahun pada usia berapa pun.</p>
<p>hanya dengan melihat blinking monitor dapat mengurangi resiko stres dibandingkan pekerjaan lain, akan tetapi memerlukan training kusus untuk pekerjaan ini.</p>
<p><img src="http://www.careers-scotland.org.uk/upload/sab5-b.jpeg" border="0" alt="" /><br />
<strong>2. Industri Manajer Produksi: 77.670 $</strong></p>
<p>Mereka mengawasi kegiatan manufaktur. Sebuah gelar sarjana lebih disukai, tetapi belum tentu wajib. Mereka sering bekerja dalam industri seperti penerbangan dan mobil.</p>
<p><img src="http://www.fxha.com/FXHA%20Marketing%20Images/LAPD01.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>3. Polisi dan Detektif Pengawas: $ 69.300</strong></p>
<p>Pelatihan lanjutan dapat membantu mempercepat kenaikan pangkat.</p>
<p><img src="http://flowers-insolita.com/blog/wp-content/uploads/2009/04/funeral.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>4. Direktur Pemakaman : $ 49.620</strong></p>
<p>Pekerjaan ini hanya berurusan dengan mayat dan kerabat yang tengah berduka, tapi ini bukan pekerjaan untuk semua orang.</p>
<p><img src="http://www.co.beltrami.mn.us/Departments/LawEnforcement/images/k9/ernie-hunter_large.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>5. Polisi dan Sheriff Patrol Officers: $ 47.460</strong></p>
<p>Kopral polisi memiliki gaji minimum per tahun rata-rata gaji $ 44.160, Tapi total pendapatan dapat secara signifikan melebihi gaji pokok karena uang lembur. Mereka akan mendapatkan setengah pembayaran pensiun mereka setelah 25-30 tahun pelayanan.</p>
<p><img src="http://edu.excelle.com/shared/article_images/0000/1457/leader_team_crop.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>6. Advertising Sales Agents: $ 42.750</strong></p>
<p>20% pekerja bidang ini memiliki tingkat sekolah tinggi, dan 10% memiliki gelar akademi.</p>
<p><img src="http://www.dailypundit.com/sfrealblog/orlando-real-estate-agent-742795.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>7. Real Estate Broker dan Agen Penjualan: $ 39.760</strong></p>
<p>Jangan biarkan angka itu menipu anda; 10% orang2 ini bisa mendapatkan gaji tertinggi $ 111.500. Meskipun kursus tidak selalu diperlukan, pendatang baru harus lulus ujian negara dan mendapatkan izin. Sambungan di masyarakat dan kemauan untuk bekerja keras adalah hal terpenting, tapi pengalaman dan market acknowledge juga membantu.</p>
<p><img src="http://allhealthcare.monster.com/nfs/allhealthcare/photos/0000/7895/occupational_therapy_assistant_max600.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>8. Occupational Therapist Asisten: $ 42.060</strong></p>
<p>Para pekerja ini biasanya sertifikat. Mereka bekerja dengan terapis, membantu pasien pulih dari cedera. Prospek pekerjaan yang baik di bidang kesehatan berkembang dengan pesat, terutama bagi mereka dengan pasca pendidikan menengah.</p>
<p><img src="http://www.stcc.edu/academics/images/occupational_therapy.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>9. Occupational Therapist ajudan: $ 25.000</strong></p>
<p>Para karyawan ini menerima pelatihan di tempat kerja. Dibawah pengawasan terapis okupasi, mereka juga bekerja dengan orang yang terluka. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih berat bagi mereka yang berijazah sekolah tinggi.</p>
<p><img src="http://www.stcc.edu/academics/images/phystherapy.jpg" border="0" alt="" /><br />
<strong>1</strong><strong>0. Physical Therapist Assistants: $ 41.360</strong></p>
<p>Para pekerja ini berurusan dengan terapis fisik, membantu meningkatkan mobilitas, mengurangi rasa sakit atau mengatasi luka atau cacat. asisten therapist ini menghasilkan rata-rata $ 22.000 dan dilatih di tempat kerja. Akan tetapi memiliki tanggung jawab yang lebih besar, biasanya memerlukan seorang associate&#8217;s degree.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Politik Kenaikan Gaji ]]></title>
<link>http://usmanyatim.wordpress.com/2009/11/04/politik-kenaikan-gaji/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 22:40:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>usmanyatim</dc:creator>
<guid>http://usmanyatim.wordpress.com/2009/11/04/politik-kenaikan-gaji/</guid>
<description><![CDATA[HASIL susunan kabinet telah diumumkan, termasuk pula pelantikan para menteri baru yang bersangkutan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br />
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div align="justify">HASIL susunan kabinet telah diumumkan, termasuk pula pelantikan para menteri baru yang bersangkutan telah diketahui publik secara luas. Tapi belum dua pekan, sudah ada kenaikan gaji bagi mereka.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" align="left">
						<a href="http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=7202&#38;Itemid=1" class="readon"><br />
							Read more&#8230;</a></td>
</tr>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Info Gaji PNS 2011 Langsung dari Depdagri]]></title>
<link>http://peopledochange.wordpress.com/2009/11/01/info-gaji-pns-2011-langsung-dari-depdagri/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:28:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>peopledochange</dc:creator>
<guid>http://peopledochange.wordpress.com/2009/11/01/info-gaji-pns-2011-langsung-dari-depdagri/</guid>
<description><![CDATA[Saat ini beberapa departemen dan pemerintah daerah dan pusat membuka lowongan CPNS bagi para pencari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saat ini beberapa departemen dan pemerintah daerah dan pusat membuka lowongan CPNS bagi para pencari kerja. Sebagai informasi gaji terendah pns 2009 dengan masa kerja 0 tahun  adalah Rp. 1.040.000,00 sedangkan gaji tertinggi dengan masa kerja 32 tahun yaitu golongan IVe adalah Rp. 3.400.000,00. Gaji pokok ini belum termasuk tunjangan.</p>
<p>Rendahnya kesejahteraan PNS menjadi perhatian pemerintah karena sangat mempengaruhi kinerja dari para PNS itu sendiri. Pemerintah mengharapkan pada tahun 2011 gaji terendah PNS adalah 5 juta rupiah. Maka dari itu pemerintah melaksanakan program renumerasi di beberapa instansi dan departemen.</p>
<p>Mumpung beberapa instansi dan departemen masih membuka lowongan pekerjaan. Apakah anda berminat?</p>
<p>Selengkapnya silahkan di baca di <a href="http://puspen.depdagri.go.id/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=1058:gaji-pns-2011-terendah-rp-5-juta&#38;catid=61:aktual-media-cetak&#38;Itemid=76" target="_blank"><strong>sini</strong></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bekerja Digaji Minim, Meninggal tak Disantuni]]></title>
<link>http://alifnews.wordpress.com/2009/11/01/bekerja-digaji-minim-meninggal-tak-disantuni/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 08:21:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>alifnews</dc:creator>
<guid>http://alifnews.wordpress.com/2009/11/01/bekerja-digaji-minim-meninggal-tak-disantuni/</guid>
<description><![CDATA[Takdir maut memang tak dapat disangka. Begitu juga yang menimpa seorang buruh pabrik pengolahan ikan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Takdir maut memang tak dapat disangka. Begitu juga yang menimpa seorang buruh pabrik pengolahan ikan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gaji Menteri Naik (Belum Bekerja), Gaji Anggota DPR 60 Jt Rupiah, Pantaskah ?.... Ehmm Capek Dech]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/11/01/gaji-menteri-naik-belum-bekerja-gaji-anggota-dpr-60-jt-rupiah-pantaskah-ehmm-capek-dech/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 07:23:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/11/01/gaji-menteri-naik-belum-bekerja-gaji-anggota-dpr-60-jt-rupiah-pantaskah-ehmm-capek-dech/</guid>
<description><![CDATA[Pengamat ekonomi, Drajad Wibowo, mempertanyakan gaji menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang hampi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pengamat ekonomi, Drajad Wibowo, mempertanyakan gaji menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang hampi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fantastis, 28 Rincian Gaji DPR]]></title>
<link>http://tunas63.wordpress.com/2009/11/01/fantastis-28-rincian-gaji-dpr/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 06:32:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ichsan</dc:creator>
<guid>http://tunas63.wordpress.com/2009/11/01/fantastis-28-rincian-gaji-dpr/</guid>
<description><![CDATA[Inilah daftar rincian gaji anggota DPR: mulai gaji pokok, tunjangan, uang harian, fasilitas kredit m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Inilah daftar rincian gaji anggota DPR: mulai gaji pokok, tunjangan, uang harian, fasilitas kredit m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prospek-Usaha-Budidaya-Jamur Tiram-Analisis Usaha]]></title>
<link>http://organikganesha.wordpress.com/2009/11/01/prospek-usaha-budidaya-jamur-tiram-analisis-usaha/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:39:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>AdityaRial</dc:creator>
<guid>http://organikganesha.wordpress.com/2009/11/01/prospek-usaha-budidaya-jamur-tiram-analisis-usaha/</guid>
<description><![CDATA[Postingan ini sebetulnya merupakan email balasan saya untuk beberapa rekan yang bertanya mengenai pr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Postingan ini sebetulnya merupakan email balasan saya untuk beberapa rekan yang bertanya mengenai prospek usaha budidaya jamur tiram  termasuk bagaimana analisis usahanya. Sementara akan saya paparkan secara sederhana. Untuk lebih lengkapnya akan saya sampaikan dalam minggu ini mengenai analisis usaha jamur tiram dari skala kecil hingga besar.</p>
<p>Sebetulnya  ada banyak pilihan usaha dalam budidaya jamur tiram ini…beberapa diantaranya saya paparkan di bawah ini</p>
<p>1. Produksi bibit F1/bibit botol dan F2</p>
<p style="text-align:justify;">dengan teknik sederhana dan modal yang relatif ringan kita bisa mengkhususkan diri untuk memproduksi bibit dan menjualnya pada para petani yang membutuhkan.<br />
prospek usaha ini cukup baik dikarenakan belum banyak petani yang memiliki keahlian memproduksi bibit, kebanyakan petani membeli bibit yang sudah jadi kepada produsen / perusahaan besar.</p>
<p><!--moreArtikel selengkapnya...--></p>
<p style="text-align:justify;">Yang diperlukan untuk usaha ini diantaranya ruangan mini laboratorium. Saya sebut mini lab karena memang hanya membutuhkan ruangan yang kecil untuk bisa memulai usaha ini. Ruangan mini lab bisa memanfaatkan ruangan di rumah yang tidak terpakai kalau ada. Yang penting kebersihannya senantiasa  terjaga. Selain itu diperlukan beberapa peralatan lab yang tersedia banyak di toko kimia. dengan modal awal sekitar 1 juta rupiah usaha ini sudah bisa berjalan. teknik pembuatan bibit relatif mudah untuk dilakukan.</p>
<p>2. Budidaya jamur tiram segar</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu yang diperlukan untuk satu musim sekitar 5 bulan. untuk pemula saya sarankan untuk kerjasama dengan petani yang sudah menekuni  usaha lebih lama. caranya yaitu dengan sewa kumbung. Gambaran sederhananya sbb :</p>
<p>asumsi budidaya 5000 baglog</p>
<p>sewa kumbung satu musim        : Rp. 1.500.000<br />
pembelian 5000 baglog jamur   : Rp.  9.000.000<br />
Upah pegawai 5 bulan                 : Rp.  1.500.000<br />
total                                                  Rp.12.000.000</p>
<p>persentase kegagalan dari 5000 log sebanyak 10% = 500 log terbuang</p>
<p>1 log bisa menghasilkan rata rata total  : 0,5 kg<br />
4500 log x 0,5   = 2250 kg<br />
harga 1 kg pemasaran melalui agen rata rata Rp. 7000<br />
total omset  = 2250 kg x Rp. 7000  = Rp. 15.750.000<br />
keuntungan 3.750.000 dalam satu musim<br />
atau Rp.750.000 per bulan dengan asumsi kita tidak banyak mengeluarkan waktu dan tenaga karena pemeliharaan maupun pemasaran sudah dikerjakan orang lain<br />
tinggal nerima uang aja hehehe.</p>
<p>untuk hasil yang lebih memuaskan ada baiknya kita memotong jalur pemasaran tidak melalui agen melainkan dipasarkan langsung ke pasar tradisional, atau bahkan langsung ke konsumen. lebih baik lagi jika ada link ke swalayan/supermarket/hotel. tentu harganya jauh lebih tinggi dan menguntungkan. Bisa diatas Rp 10.000 /kg. tapi tentu butuh usaha lebih.</p>
<p>3. Produksi olahan jamur tiram</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk meningkatkan harga jual dan meningkatkan kreatifitas kita tentunya, sangat dianjurkan untuk rajin otak atik membuat olahan jamur tiram semisal keripik jamur, burger jamur, abon jamur  dll.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Rial Aditya</p>
<p>&#160;</p>
<p>artikel mengenai kelayakan usaha klik alamat di bawah ini</p>
<p><a href="http://organikganesha.wordpress.com/2009/11/17/kelayakan-usaha-budidaya-jamur-tiram/">http://organikganesha.wordpress.com/2009/11/17/kelayakan-usaha-budidaya-jamur-tiram/</a></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenaikan Gaji Harus dari Bawah ]]></title>
<link>http://panahanti86.wordpress.com/2009/10/30/kenaikan-gaji-harus-dari-bawah/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 09:48:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>panahanti86</dc:creator>
<guid>http://panahanti86.wordpress.com/2009/10/30/kenaikan-gaji-harus-dari-bawah/</guid>
<description><![CDATA[Thursday, 29 October 2009 JAKARTA(SI) – Pimpinan MPR dan DPD meminta skema kenaikan gaji mempriorita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Thursday, 29 October 2009</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">JAKARTA(SI)   – Pimpinan MPR dan DPD meminta skema kenaikan gaji memprioritaskan pegawai   negeri sipil,TNI,dan Polri di level terbawah lalu bergerak ke level atas.<br />
Menurut Ketua MPR Taufik Kiemas, dalam rencana kenaikan gaji ini, pemerintah   harus menaikkan dulu gaji pegawai negeri sipil dengan prioritas golongan I   terus berlanjut hingga jenjang golongan IV. Perhitungan sementara, setidaknya   ada 4 juta PNS di seluruh Indonesia.   Demikian juga untuk TNI dan Polri. Pemerintah harus menaikkan dulu mulai   pangkat terendah lalu ke pangkat lebih tinggi.</p>
<p>“Nggak berani dong kalau pemerintah hanya menaikkan gaji buat gubernur dan   menteri saja,” katanya seusai rapat pimpinan MPR,DPR, dan DPD di Jakarta   kemarin. Taufik menegaskan, rencana kenaikan gaji itu juga harus diberikan   kepada guru dan pegawai honorer, serta pensiunan.Bahkan,Taufik meminta   penghitungan kenaikan bagi pegawai dan guru honorer serta pensiunan harus   dilakukan lebih dahulu.</p>
<p>“Honorer dan pensiunan harus termasuk juga.Malah,meski naik dulu   itu,”tegasnya. Jika skema itu sudah dilakukan, Taufik menilai wajar jika   pemerintah kemudian menaikkan gaji 34 menteri dan 33 gubernur. Ketua DPD   Irman Gusman juga sepakat bahwa kenaikan gaji itu sebaiknya diprioritaskan   kepada pegawai di level bawah.</p>
<p>Namun,Irman menilai, sebelum menentukan besaran kenaikan gaji pemerintah   perlu melihat kondisi keuangan negara dan pemilihan waktu yang tepat.“   Penting juga untuk melihat seberapa efektif kenaikan gaji itu mempengaruhi   kinerja,”katanya. Menurut dia, sebaiknya wacana kenaikan gaji ini dibiarkan   berkembang secara sehat. Ini penting agar pemerintah bisa menyerap banyak   aspirasi publik sebelum menentukan skema kenaikan gaji yang akan diterapkan.</p>
<p>Sementara itu,pemerintah memastikan kenaikan gaji 2010 mendatang hanya untuk   kalangan pejabat pemerintahan. Di luar golongan tersebut, tidak mendapatkan   kenaikan. Deputi Kementerian Negara Pendayagunaan AparaturNegara (Kemeneg   PAN) dan Reformasi Birokrasi bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Ramli Naibaho   menjelaskan,yang dimaksud pejabat negara adalah penyelenggara negara yang   menerima gaji dari APBN.</p>
<p>”Di luar itu,tidak termasuk yang naik gaji,”katanya. Menurutnya, sesuai   dengan Undang-undang (UU) No 43/1999 mengenai pokok-pokok kepegawaian,   pejabat negara yang dimaksud terdiri dari presiden,wakil presiden, menteri,   pejabat negara setingkat menteri,Ketua DPR,MPR, beserta wakil dan anggota,   hakim serta kepala daerah. Kenaikan tersebut juga tidak sembarangan karena   harus melihat kinerja dan beban kerja dari masing-masing pejabat   tersebut,”katanya.</p>
<p>Pihaknya juga telah menyusun grade atau kelas-kelas yang akan menjadi patokan   gaji para pejabat sehingga semua pejabat. Menteri Negara Pendayagunaan   Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, sebenarnya   kenaikan gaji pejabat negara bukan merupakan agenda yang mendesak.</p>
<p>Agenda utama adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dia melanjutkan, untuk   Meneg PAN dan Reformasi Birokrasi, sesuai kontrak politik dengan presiden,   lebih memfokuskan kinerja pada percepatan reformasi birokrasi, peningkatan   pelayanan publik, dan menyiapkan rencana strategis untuk tahun 2009-2014.</p>
<p>”Sebaiknya, kita fokus saja dulu kepada tugas dan tanggung jawab sebagai   pengemban amanah negara,”katanya. Anggota DPR Harry Azhar Azis sangat setuju   dengan adanya kenaikan tersebut. Menurutnya, sudah seharusnya gaji tertinggi   dalam pemerintahan adalah presiden dan kedua adalah wakil presiden yang   dilanjutkan pimpinan yang dipilih rakyat seperti, gubernur, walikota, bupati,   dan anggota DPR maupun DPRD.”Kita juga sudah menyetujui anggaran cadangan   sekitar Rp2 triliun,”katanya. (helmi firdaus/helmi   syarif)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[POLRI AKAN TERIMA REMUNERASI ]]></title>
<link>http://panahanti86.wordpress.com/2009/10/30/polri-akan-terima-remunerasi/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 09:43:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>panahanti86</dc:creator>
<guid>http://panahanti86.wordpress.com/2009/10/30/polri-akan-terima-remunerasi/</guid>
<description><![CDATA[Ini berita terbaru yang saya kutip dari seputarindonesia.com per tanggal 29 Oktober 2009, beritanya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini berita terbaru yang saya kutip dari <em>seputarindonesia.com</em> per tanggal 29 Oktober 2009, beritanya memang singkat, tapi tidak ada salahnya untuk disimak.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Thursday, 29 October 2009</p>
<p>JAKARTA (SI) – Institusi kepolisian akan menerima remunerasi pada 2010 berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh tim dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemeneg PAN) dan Reformasi Birokrasi.<br />
Deputi Kemeneg PAN Bidang Sumber Daya Manusia Ramli Effendi Naibaho mengatakan, pemberian remunerasi dilakukan setelah tim khusus melakukan pantauan kinerja Polri dan hasilnya Polri dinyatakan bisa menerima tambahan tunjangan.</p>
<p>”Ini adalah satu bentuk dari reformasi birokrasi,” katanya. Selanjutnya, pihaknya akan terus memantau kinerja instansi tersebut, apakah remunerasi dapat dipertahankan atau tidak. (<em>helmi syarif</em>)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seandainya Aku jadi Pimpinan dan Anggota DPRD (4)]]></title>
<link>http://dewandaerah.wordpress.com/2009/10/30/seandainya-aku-jadi-pimpinan-dan-anggota-dprd-4/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 07:30:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewandaerah</dc:creator>
<guid>http://dewandaerah.wordpress.com/2009/10/30/seandainya-aku-jadi-pimpinan-dan-anggota-dprd-4/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Selanjutnya akan dicoba untuk memperjelas setiap kesejahteraan yang menjadi hak Pimpinan dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Selanjutnya akan dicoba untuk memperjelas setiap kesejahteraan yang menjadi hak Pimpinan dan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gaji Mama berapa sich, Auline ingin tahu…]]></title>
<link>http://elindasari.wordpress.com/2009/10/30/gaji-mama-berapa-sich-auline-ingin-tahu%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 03:01:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>elindasari</dc:creator>
<guid>http://elindasari.wordpress.com/2009/10/30/gaji-mama-berapa-sich-auline-ingin-tahu%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Pada masa sekarang ini, apalagi tinggal dikota Jakarta yang serba gemerlap ini, tak jarang mengharus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pada masa sekarang ini, apalagi tinggal dikota Jakarta yang serba gemerlap ini, tak jarang mengharus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Januari 2010 Gaji Menteri Naik?]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/10/28/januari-2010-gaji-menteri-naik/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 23:03:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/10/28/januari-2010-gaji-menteri-naik/</guid>
<description><![CDATA[Menteri Keuangan Sri Mulyani. Gaji menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dipastikan akan naik mulai J]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menteri Keuangan Sri Mulyani. Gaji menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dipastikan akan naik mulai J]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Thank GOD for What U Have, Trust GOD for What U Need ......]]></title>
<link>http://serdadusurga.wordpress.com/2009/10/28/thank-god-for-what-u-have-trust-god-for-what-u-need/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:35:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://serdadusurga.wordpress.com/2009/10/28/thank-god-for-what-u-have-trust-god-for-what-u-need/</guid>
<description><![CDATA[God is Love &#8220;Apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><strong> </strong></em></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img title="God is Love" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:IE9DpeQB649tZM:http://wallpapers.yah.in/photos/images/stair-way-to-heaven_408.jpg" alt="God is Love" width="150" height="113" /><p class="wp-caption-text">God is Love</p></div>
<p><em><strong>&#8220;Apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak menggunakan hakku sebagai pemberita Injil&#8221; &#8230;&#8230;. 1 Korintus 9 : 18</strong></em></p>
<p>Ahhhhhh &#8230;&#8230;&#8230;,<br />
Beberapa saat belakangan ini, aku sangatlah malas mengerjakan segala sesuatu, terutama pekerjaan di tempatku bekerja<br />
Perlakuan yang tidak adil sering aku rasakan di lingkungan pekerjaanku</p>
<p>Aku, yang sudah bekerja sebaik mungkin, yang sudah menghasilkan banyak pujian dari hasil pekerjaanku, tetapi justru dijadikan batu sandungan &#8230;..</p>
<p>Aku, yang selalu berpikir positif tentang sebuah keadaan, pada akhirnya harus menerima &#8216;kekalahan&#8217; &#8230;&#8230;<br />
Aku begitu terpuruk dalam kondisi pekerjaanku &#8230;&#8230;<br />
Aku begitu merasa kesepian ditengan keramaian target target pekerjaan &#8230;&#8230;.<br />
Aku merasa putus asa, sementara deadline pekerjaan tidak dapat menungguku &#8230;..<br />
Aku sering merenungkan keadaanku, sampai pada akhirmya,<br />
Aku teringat sesuatu &#8230;.<!--more--></p>
<p>Aku ingat seseorang yang demikian mengabdi pada pekerjaannya &#8230;..<br />
Penjaga Gerejaku adalah seorang bapak dari sebuah keluarga kecil sederhana<br />
Gereja hanya memberikan dana kehidupan yang sungguh secukupnya<br />
Seringkali dia mengeluarkan dana dari uang pribadinya, guna menutupi segala kekurangan dalam merawat Gereja, dimana seringkali tanpa seorangpun peduli &#8230;.</p>
<p>Tapi dia tidak berkeluh kesah &#8230;..<br />
Dia melakukan semuanya dengan penuh kasih dan pengabdian kepada Tuhan nya &#8230;..<br />
Dia melakukan semuanya demi persembahan, bukan sekedar pekerjaan yang menghasilkan keuntungan semata &#8230;&#8230;</p>
<p>Aku terus merenung &#8230;&#8230;<br />
Keadaanku sangatlah jauh lebih bak dari bapak sederhana itu<br />
Aku dipakai Tuhan untuk melakukan tugas tugas besar pada perusahaan besar<br />
Aku dipakai Tuhan untuk membantu banyak orang orang besar dalam  melakukan pekerjaannya<br />
Dan aku dipersenjatai Tuhan dengan ilmu yang cukup<br />
Aku dibekali Tuhan dengan kondisi sehat dan siap melakukan apapun yang dibutuhkan secara fisik dan mental</p>
<p>Tapi,<br />
Mengapa aku terus mengeluh ???<br />
Mengapa aku tidak bisa bersyukur dan menganggap bahwa semua adalah karunia Tuhan ?<br />
Bila memang aku tidak diperlakukan dengan adil, mengapa aku terus berkeluh kesah ?<br />
Tidak bisakah aku selalu mengucap syukur ?</p>
<p>Pada umumnya, memang sebagian besar orang bekerja selalu menuntut hak<br />
Kerja lembur harus mendapatkan upah lembur<br />
Kerja keras harus mendapatkan penghargaan</p>
<p>Bila tidak ada, kerja menjadi tidak bergairah &#8230;..<br />
Benarkah itu semua, Tuhanku ?<br />
Padahal, suatu pengabdian lebih dari sekedar keuntungan<br />
Suatu pengabdian seharusnyalah melibatkan loyalitas dan pengorbanan</p>
<p>Lihatlah bapak sederhana penjaga Gerejaku itu<br />
Dia menjalankan pekerjaannya dengan penuh sukacita<br />
Tidak ada paksaan &#8230;..<br />
Tidak memperhitungkan apapun untuk kepentingannya<br />
Dia tinggal di belakang Gereja dengan kondisi yang sangat sederhana &#8230;&#8230;<br />
Aku membandingkannya dengan keadaanku yang serba kecukupan<br />
Sudahkan aku melakukan yang terbaik untuk Tuhanku ?</p>
<p>Aku sering memandang pekerjaan ku, hanya berupa media dalam mendapatkan kebutuhan hidupku<br />
Aku sering melakukan pekerjaanku dengan penuh emosi tanpa memperhatikan segala sesuatu<br />
Aku kurang seimbang dalam melakukan pekerjaanku, dalam melayani anak anakku dan dalam  melayani Tuhanku &#8230;..</p>
<p>Aku terus merenung &#8230;..<br />
Ternyata aku melakukan semua pelayanan Gereja tidak dengan segenap hatiku<br />
Aku kerap kali tidak dengan sepenuh hati dalam melayani Tuhanku &#8230;..<br />
Andaikan aku memandang pekerjaan sebagai suatu kesempatan dan berkat,<br />
Aku yakin, aku akan berpikir dan berbuat lebih baik</p>
<p>Aaaahhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, Tuhanku, ampuni aku &#8230;..<br />
Aku akan bekerja sepenuh hati dimanapun aku ditempatkan<br />
Aku akan melakukannya untuk Tuhanku, bukan untuk atasanku atau siapapun</p>
<p>Hanya untuk Tuhanku &#8230;&#8230;.<br />
Apapun yang Tuhan berikan kepadaku, aku akan berusaha untuk selalu bersyukur dan mengucap syukur<br />
Berapapun yang Tuhan berikan, aku yakin akan menjadikan berkat untuk ku dan semua orang disekelilingku &#8230;..</p>
<p>Aku yakin,<br />
Semua pekerjaan yang aku lakukan dengan sepenuh hati akan memberikan kepuasan lebih dari sekedar menerima gaji &#8230;..</p>
<p>Terima kasih Tuhan atas kesadaran yang aku terima hari ini &#8230;..<br />
Terima kasih Tuhan atas semua berkat yang aku dapatkan selama ini &#8230;..<br />
Terima kasih bapak penjaga Gereja, engkau sudah membukakan mata dan hatiku tentang suatu pengabdian untuk memuliakan nama Tuhan &#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NAIK GAJI]]></title>
<link>http://fractalshead.wordpress.com/2009/10/28/naik-gaji/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 03:54:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>fractalshead</dc:creator>
<guid>http://fractalshead.wordpress.com/2009/10/28/naik-gaji/</guid>
<description><![CDATA[ABE : Enak jadi menteri. Baru dapat jabatan langsung direncanakan naik gaji. NEWT : Katanya kerjaan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-37   aligncenter" title="Eye Watching You -X" src="http://fractalshead.wordpress.com/files/2009/10/eye-watching-you-x.jpg?w=300" alt="Eye Watching You -X" width="300" height="225" /></p>
<p><span style="color:#ff9900;">ABE</span> : Enak jadi menteri. Baru dapat jabatan langsung direncanakan naik gaji.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">NEWT</span> : Katanya kerjaan menteri itu berat. Ya gajinya pun mesti seimbang.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">LEFTY</span> : Berat mana sama kerjaan kuli bangunan dan buruh pabrik?</p>
<p><span style="color:#339966;">RIGHTEY</span> : Tanggung jawab yang dituntut pada mereka lebih besar. Menyangkut satu Negara lo!</p>
<p><span style="color:#ffff00;"><span style="color:#00ffff;">BEN</span><span style="color:#00ffff;">T</span></span> : Kalkulasi saja dulu, baru bisa bilang satu pekerjaan lebih berat dari yang lainnya. Tanggung jawab itu soal moral. Ongkos yang dibutuhkan dalam suatu pekerjaan adalah pertimbangan utama dalam rencana kenaikan gaji.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">LEFTY</span> : Termasuk ongkos yang dibutuhkan kendaraan mewah boros bensin yang juga perlu perawatan ekstra?</p>
<p><span style="color:#00ffff;">BENT</span> : Itu dia. Matematika pemerintah tidak sama dengan yang kita pelajari di sekolah.</p>
<p><span style="color:#339966;">RIGHTEY </span>: Pasti ada pertimbangan tertentu. Orang sangat suka berprasangka buruk pada pemerintah.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">LEFTY</span> : Pastinya pertimbangan soal jaminan kebersihan. Jaga-jaga jangan sampe ada perilaku korup yang bisa mencoreng pemerintah.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">EMO</span> : Kenapa selalu meributkan soal uang? Itu cuma satu bentuk motivasi. Papaku menaikkan gaji karyawan agar kinerja mereka meningkat. Ia selalu berhasil dengan cara itu.</p>
<p><span style="color:#339966;">RIGHTEY</span> : Wah, maksudmu pekerjaan menteri sama dengan pekerjaan di sebuah korporasi?</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">EMO</span> : Apa bedanya?</p>
<p><span style="color:#ff9900;">ABE</span> : Aku butuh motivasi juga.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">NEWT</span> : Sudah kau dapatkan tadi pagi saat ibumu memuji nilai C+ mu.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">LEFTY</span> : Heheh, para pejabat hanya bisa dimotivasi pake uang gitu? Bagaimana dengan kalimat melayani rakyat? Itu kewajiban atau sekedar kata-kata mutiara?</p>
<p><span style="color:#00ffff;">BEN</span><span style="color:#00ffff;">T </span> : Selalu soal uang. What is morale?</p>
<p><span style="color:#0000ff;">NEWT</span> : Kalo rakyat kaya, ribut-ribut soal ini pasti tak ada.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MotivaSI]]></title>
<link>http://veocta.wordpress.com/2009/10/27/motivasi/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 15:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>vee</dc:creator>
<guid>http://veocta.wordpress.com/2009/10/27/motivasi/</guid>
<description><![CDATA[Motivasi terbesar adalah gaji. Kesialan terbesar adalah promosi tanpa kenaikan gaji. Kejutan terbesa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Motivasi terbesar adalah gaji.<br />
Kesialan terbesar adalah promosi tanpa kenaikan gaji.<br />
Kejutan terbesar adalah bekerja biasa tapi tiba-tiba naik gaji.<br />
Bakat terbesar adalah pura-pura sibuk padahal tak melakukan apa-apa.<br />
Kesalahan terbesar adalah membantah boss.<br />
Penurunan semangat terbesar adalah terlambat menerima gaji.<br />
Kesedihan terbesar adalah tidak menerima gaji karena boss melarikan<br />
diri.<br />
Kebahagiaan terbesar adalah menjadi boss dari boss sekarang.<br />
Kecerdikan terbesar adalah datang terlambat tapi boss tidak tahu.<br />
Ketololan terbesar adalah bilang pada orang lain bahwa kita ini<br />
malas.<br />
Kebiasaan terbesar adalah boss mengatakan sesuatu padahal artinya<br />
lain.<br />
Keinginan terbesar adalah memecat boss sendiri.<br />
Kekesalan terbesar adalah anda bekerja keras tapi orang lain yang<br />
dipuji. </p>
<p>(dari seorang teman)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
