<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gas-bumi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/gas-bumi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gas-bumi"</description>
	<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 15:19:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Peranan Gas Bumi sebagai Penopang Pembangkit]]></title>
<link>http://energyway.wordpress.com/2009/12/31/peranan-gas-bumi-sebagai-penopang-pembangkit/</link>
<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 02:04:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>energyway</dc:creator>
<guid>http://energyway.wordpress.com/2009/12/31/peranan-gas-bumi-sebagai-penopang-pembangkit/</guid>
<description><![CDATA[Program percepatan proyek 10.000 megawatt (MW) yang dibebankan kepada PT perusahaan Listrik Negara (]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Program percepatan proyek 10.000 megawatt (MW) yang dibebankan kepada PT perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kendala yang cukup signifikan, hal ini tidak melulu karena isu ketersediaan dana investasi. Tetapi yang lebih utama adalah penyediaan energi primer sebagai pemasok pembangkit listrik. Pada tahap pertama program 10.000 MW penyedia utama bahan bakar pembangkit lebih dominan digunakan batu bara untuk beberapa PLTU dengan total daya sebesar 9.900 MW dari 35 pembangkit.</p>
<p>Kenyataanya batu bara mempunyai beberapa permasalahan yang cukup unik selain permasalahan jalur pengadaanya juga, terkait dengan isu lingkungan dan iklim. Jalur pengadaan batu bara cukup rumit dan sumir, dari sejak batu bara di gali di daerah kawasan tambang hingga di deliver sampai kepembangkit. Otonomi Daerah salah satu faktor penyebab, selain perusahaan-perusahaan penambang yang lebih mementingkan untuk di ekspor dari pada di gunakan di dalam negeri karena perbedaan harga yang cukup signifikan. Sehingga PLN kelimpungan jika pasokan batu bara mengalami kendala, pembangkit berbasis PLTU dengan bahan bakar batu bara terpaksa di operasikan dengan tidak pada kapasitas produksi.</p>
<p>Belajar dari pengalaman pada program percepatan proyek 10.000 MW tahap 1, maka pada proyek percepatan tahap 2 dimana akan dibangun 78 pembangkit, pemerintah lebih melihat peranan swasta perlu dilibatkan dan bahan bakar sudah mulai di arahkan kepada penggunaan gas bumi. Hal ini terlihat dari target pembangkit yang akan dibangun 60% berbasis gas bumi untuk pembangkit tipe PLTGU dan PLTG. Sisanya BBM, panas bumi, batu bara dan air.</p>
<p>Penggunaan bahan bakar gas bumi sebagai pasokan utama proyek percepatan tahap 2 ini merupakan pilihan yang tepat bagi negara. Seperti diketahui gas bumi selama ini lebih cenderung di ekspor dalam bentuk LNG, dimana satu studi masih meragukan keekonomiannya jika dibandingkan antara ekspor gas bumi atau digunakan di dalam negeri. Mungkin perlu dilakukan studi yang lebih seksama mengenai kelayakan mana yang lebih menguntungkan jika di ekspor dalam bentuk LNG atau digunakan langsung untuk keperluan domestik.</p>
<p>Isu lingkungan dengan adanya kewajiban Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% ditahun 2020 juga merupakan pertimbangan lain, untuk beralih ke gas bumi. Dengan mengkonversi bebarapa pembangkit berbasis PLTU dari menggunakan batu bara untuk dialihkan ke gas bumi, memang bukan pekerjaan mudah terutama yang timbul dari aspek bisnis antar PLN dan para pemasok gas bumi. Karena para pemasok masih mempertimbangkan harga jual gas bumi jika harus di jual ke PLN dengan harga ‘khusus’. Disinilah peranan Pemerintah dalam hal ini BP Migas harus dapat memfasilitasi isu-isu ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekayaan Alam Papua Jadi Perhatian]]></title>
<link>http://kabupatenpuncak.wordpress.com/2009/11/17/kekayaan-alam-papua-jadi-perhatian/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:50:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Humas</dc:creator>
<guid>http://kabupatenpuncak.wordpress.com/2009/11/17/kekayaan-alam-papua-jadi-perhatian/</guid>
<description><![CDATA[Kekayaan alam Papua menjadi fokus pembahasan dalam konferensi internasional Keanekaragaman Hayati da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-36" title="Kekayaan Alam Papua" src="http://kabupatenpuncak.wordpress.com/files/2009/11/3061966p.jpg" alt="Kekayaan Alam Papua" hspace="5" width="166" height="106" />Kekayaan alam Papua menjadi fokus pembahasan dalam konferensi internasional Keanekaragaman Hayati dan Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua pada 11-14 November 2009. Rencananya kegiatan ini akan diikuti 400 peserta dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua perusahaan tambang raksasa di Papua, PT Freeport Indonesia dan British Petroleum, dipastikan hadir untuk membagikan kiat aktivitas pertanggungjawaban sosialnya (CSR).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketua panitia, yang juga Kepala Badan Pengolahan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Provinsi Papua, Noak Kapisa pada Senin (9/11) di Jayapura, menjelaskan, konferensi ini diselenggarakan karena Papua diakui sebagai paru-paru dunia. ”<em>Ini artinya, Papua penting bagi kelangsungan hidup masyarakat di dunia</em>,” ujarnya.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Acara yang digelar Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat serta organisasi nonpemerintah Conservation International dan WWF itu mengambil tema ”<strong>Bekerja Sama untuk Pembangunan Berkelanjutan di Tanah Papua demi Masa Depan Kita Bersama</strong>” dan subtema ”<strong>Lindungi Keanekaragaman Hayati, Lindungi Hidup Kita</strong>”. Noak menuturkan, data CI tahun 1999 menunjukkan, sekitar 50 persen keanekaragaman hayati di Indonesia terdapat di Tanah Papua. <strong>Di Papua juga terdapat tambang emas terbesar di dunia dan kandungan gas bumi ketiga terbesar di Indonesia.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, terdapat juga ekosistem yang kaya, mulai dari terumbu karang, mangrove (bakau), rawa, sabana, hutan dataran rendah, dan pegunungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia menunjuk data Departemen Kehutanan 2002 yang menyebutkan penggundulan hutan berskala nasional mencapai tingkat mengkhawatirkan atau hingga 117.523 hektar per tahun. Itu akibat konversi hutan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan pemekaran daerah, logging (penebangan), pertambangan, dan perkebunan. Kerusakan juga terjadi pada ekosistem laut, memengaruhi keberlanjutan. (ICH)</p>
<p>Sumber:  <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/11/02555794/kekayaan.alam.papua.jadi.perhatian" target="_blank">kompas.com</a>, 17 November 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Undang Undang Tahun 2001]]></title>
<link>http://kumpulanhukum.wordpress.com/2009/11/01/undang-undang-tahun-2001/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 05:06:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>kumpulanhukum</dc:creator>
<guid>http://kumpulanhukum.wordpress.com/2009/11/01/undang-undang-tahun-2001/</guid>
<description><![CDATA[1. PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGKONG UNTUK PENYERA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>1. PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGKONG UNTUK PENYERAHAN PELANGGAR HUKUM YANG MELARIKAN DIRI (AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF HONGKONG FOR THE SURRENDER OF FUGITIVE OFFENDERS)<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167039/UUno12001.doc.html" target="_blank">doc</a></p>
<p>2. PEMBENTUKAN KOTA LHOKSEUMAWE<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167055/UUno22001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>3.  PEMBENTUKAN KOTA LANGSA<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167060/UUno32001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>4.  PEMBENTUKAN KOTA PADANG SIDEMPUAN<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167144/UUno42001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>5.  PEMBENTUKAN KOTA TANJUNG PINANG<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167147/UUno52001.pdf.html" target="_blank">pdf</a><br />
<!--more--><br />
6.  PEMBENTUKAN KOTA PRABUMULIH<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167149/UUno62001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>7.  PEMBENTUKAN KOTA LUBUK LINGGAU<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167153/UUno72001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>8.  PEMBENTUKAN KOTA PAGAR ALAM<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167161/UUno82001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>9.  PEMBENTUKAN KOTA CIMAHI<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167165/UUno92001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>10.  PEMBENTUKAN KOTA TASIKMALAYA<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167171/UUno102001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>11.  PEMBENTUKAN KOTA BATU<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167182/UUno112001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>12.  PEMBENTUKAN KOTA SINGKAWANG<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167223/UUno122001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>13.  PEMBENTUKAN KOTA BAU BAU<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167231/UUno132001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>14.  PATEN<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167236/UUno142001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>15.  MERK<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167241/UUno152001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>16.  YAYASAN<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167244/UUno162001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>17.  PERHITUNGAN ANGGARAN NEGARA TAHUN ANGGARAN 1999/2000<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167247/UUno172001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>18.  OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH SEBAGAI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167254/UUno182001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>19.  ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2002<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167257/UUno192001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>20.  PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167259/UUno202001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>21.  OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI PAPUA<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167288/UUno212001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
<p>22.  MINYAK DAN GAS BUMI<br />
<a href="http://www.ziddu.com/download/7167292/UUno222001.pdf.html" target="_blank">pdf</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Profile Pertamina]]></title>
<link>http://berdikaricitasejahtera.wordpress.com/2009/10/06/profile-pertamina/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 01:51:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>BerdikariCitaSejahtera</dc:creator>
<guid>http://berdikaricitasejahtera.wordpress.com/2009/10/06/profile-pertamina/</guid>
<description><![CDATA[PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Com]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.</p>
<p>PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum &#38; HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 &#8220;TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)&#8221;</p>
<p>Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.</p>
<p><strong>Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:</strong></p>
<p>1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.<br />
2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.</p>
<p><strong>Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:</strong></p>
<p>1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.<br />
2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.<br />
3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.<br />
4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.</p>
<p>Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.</p>
<p><strong>Tata Nilai Pertamina</strong></p>
<p><strong>Clean (Bersih)<br />
</strong></p>
<p>Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.</p>
<p><strong>Competitive (Kompetitif)<br />
</strong></p>
<p><strong></strong>Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja</p>
<p><strong>Confident (Percaya Diri)</strong></p>
<p><strong></strong>Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa</p>
<p><strong>Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan)<br />
</strong></p>
<p>Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.</p>
<p><strong>Commercial (Komersial)<br />
</strong></p>
<p>Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.</p>
<p><strong>Capable (Berkemampuan)<br />
</strong></p>
<p>Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.</p>
<p><strong>Agenda Transformasi Pertamina</strong></p>
<p><strong></strong>Perubahan Paradigma Manajemen dan Sumberdaya Manusia.<br />
Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hulu sebagai Penghasil Pendapatan Utama Perusahaan.<br />
Transformasi Kegiatan Usaha di Sektor Hilir sebagai Ujung Tombak Perusahaan dalam Interaksi dengan Konsumen.<br />
Transformasi Restrukturisasi Korporat: Keuangan, SDM, Hukum, IT, dan Administrasi Umum, termasuk Penanganan Asset.</p>
<p><strong>Hasil yang diinginkan dari Transformasi Pertamina adalah:<br />
</strong></p>
<p>Pertamina ke depan sebagai perusahaan panutan (role model) di Indonesia</p>
<p>Hasil &#8211; hasil yang dicapai, perbaikan berkesinambungan yang dilakukan sejak Juli &#8211; 31 Desember 2006 diantaranya:<br />
Gelombang pertama dari 27 Breakthrough Projects (proyek-proyek terobosan) dalam 100 hari menghasilkan pendapatan tambahan kurang lebih USD 15 juta<br />
Identifikasi potensi penurunan biaya sebesar Rp 2 trilyun dalam supply chain melalui peningkatan efisiensi distribusi BBM<br />
5 SPBU telah mencapai standard “Pertamina Way”, sesuai dengan sertifikasi BVI (Biro Veritas Indonesia), dengan target dapat mengimplementasikan “Pertamina Way” di 100 SPBU di DKI dan sekitarnya pada bulan Maret 2007<br />
Roll out jaminan kualitas dan kuantitas di SPBU. Program tersebut telah diimplementasikan di 5 SPBU percontohan dan nilai yang dihasilkan jika program tersebut selesai akan mencapai Rp. 800 milyar<br />
Kerjasama dengan berbagai perusahaan minyak dan gas dunia; diantaranya telah membawa berbagai hasil, misalnya pembangunan lube oil plant di Dumai dengan SK Corp, joint-bidding di sektor hulu dengan Statoil, kerjasama di bidang aviasi dengan Shell.</p>
<p><strong>Hasil dari Breakthrough Projects (Proyek-proyek terobosan) gelombang pertama yang sukses hingga saat ini antara lain:<br />
</strong><br />
1. Perolehan US$ 11 s/d. 11.5 juta dari Pengembangan pondok tengah:<br />
First oil production dapat dilakukan 2 bulan lebih awal dari rencana awal berdasarkan POD yang telah disetujui oleh BP Migas.<br />
Produksi rata-rata 1.500 BOPD sejak tanggal 9 Agustus 2006 dan 3.000 BOPD sejak 24 Oktober 2006.</p>
<p>2. Mengurangi depot kritis.</p>
<p>3. Perolehan US$ 2.5 s/d. 2.8 juta dari pengolahan LSWR ke RCC/FC:<br />
Pengiriman dan pengolahan LSWR selama bulan Agustus sampai dengan Oktober 2006 rata-rata mencapai 209 MB per bulan (lebih dari target 200 MB perbulan).</p>
<p>4. Perolehan Rp. 3 s/d. 3.5 Milyar penghematan dari transportation loss control:<br />
Target penurunan transportation loss dari 0.15 % menjadi 0.1% (20 kapal) [www.pertamina.com]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cadangan Migas Indonesia (1)]]></title>
<link>http://joudane.wordpress.com/2009/09/17/cadangan-migas-indonesia-1/</link>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 05:16:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhammad Zuhdan</dc:creator>
<guid>http://joudane.wordpress.com/2009/09/17/cadangan-migas-indonesia-1/</guid>
<description><![CDATA[Sampai akhir 2006, jumlah cekungan hidrokarbon di indonesia sebesar 60 cekungan dengan rincian: (sum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sampai akhir 2006, jumlah cekungan hidrokarbon di indonesia sebesar 60 cekungan dengan rincian: (sum]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pintu Neraka di bumi]]></title>
<link>http://luminousreload.wordpress.com/2009/05/20/pintu-neraka-di-bumi/</link>
<pubDate>Wed, 20 May 2009 14:45:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>luminous25</dc:creator>
<guid>http://luminousreload.wordpress.com/2009/05/20/pintu-neraka-di-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Bagi sebagian orang ini merupakan hal biasa dengan kata lain mereka sangat mengerti dengan fenomena ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bagi sebagian orang ini merupakan hal biasa dengan kata lain mereka sangat mengerti dengan fenomena ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-1)]]></title>
<link>http://vladvamphire.wordpress.com/2009/01/26/dari-mana-datangnya-minyak-bumi-part-1/</link>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:55:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>vladvamphire</dc:creator>
<guid>http://vladvamphire.wordpress.com/2009/01/26/dari-mana-datangnya-minyak-bumi-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-1) .. Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi? Ada tiga fakto]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;   &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<h2 class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;">Dari Mana Datangnya Minyak Bumi (part-1)</h2>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:#ffffff;">..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi?</span></strong></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Ada</span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> tiga faktor utama dalam pembentukan minyak dan/atau gas bumi, yaitu:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Pertama</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">, ada “bebatuan asal” (<em>source rock</em>) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.</span></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Kedua</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">, adanya perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir” (<em>reservoir rock</em>), umumnya <em>sandstone</em> atau <em>limestone</em> yang berpori-pori (<em>porous</em>) dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.</span></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Ketiga</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">, adanya jebakan (<em>entrapment</em>) geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang <em>impermeable</em>, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi. Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon jarang terbentuk pada temperatur kurang dari 65<sup>o</sup>C dan umumnya terurai pada suhu di atas 260<sup>o</sup>C. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat, dari 107 ke 177<sup>o</sup>C.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:center;" align="center"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Apa saja komponen-komponen pembentuk minyak bumi?</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H). Selain itu, juga terdapat bahan organik dalam jumlah kecil dan mengandung oksigen (O), sulfur (S) atau nitrogen (N).</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Apakah ada perbedaan dari jenis-jenis minyak bumi? </span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Ya, ada 4 macam yang digolongkan menurut umur dan letak kedalamannya, yaitu: <em>young-shallow</em>, <em>old-shallow</em>, <em>young-deep</em> dan <em>old-deep</em>. Minyak bumi <em>young-shallow</em> biasanya bersifat masam (<em>sour</em>), mengandung banyak bahan aromatik, sangat kental dan kandungan sulfurnya tinggi. Minyak <em>old-shallow</em> biasanya kurang kental, titik didih yang lebih rendah, dan rantai paraffin yang lebih pendek. <em>Old-deep</em> membutuhkan waktu yang paling lama untuk pemrosesan, titik didihnya paling rendah dan juga viskositasnya paling encer. Sulfur yang terkandung dapat teruraikan menjadi H<sub>2</sub>S yang dapat lepas, sehingga <em>old-deep</em> adalah minyak mentah yang dikatakan paling “<em>sweet</em>”. Minyak semacam inilah yang paling diinginkan karena dapat menghasilkan bensin (<em>gasoline</em>) yang paling banyak.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk minyak bumi?</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari 50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkan diperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumi dari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Para</span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dari organisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begitu organisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu tertimbun pasir dan lumpur, membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan (<em>sedimentary rock</em>). Proses ini berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Lalu selama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -22.55pt .0001pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk mendekomposisi material organik tadi secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demi molekul, menjadi material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yang semakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian mendistilasi sisa-sisa bahan organik, lalu pelan-pelan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang mengandung minyak bumi tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda berumur sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-juta dan 270-juta tahun.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Bagaimana caranya menemukan minyak bumi?</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Ada</span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> berbagai macam cara: observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik, membor sumur uji, atau dengan <em>educated guess </em></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">dan faktor keberuntungan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -22.55pt .0001pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Survei gravitasi: metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yang disebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -22.55pt .0001pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Survei magnetik: metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yang disebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawah permukaan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -22.55pt .0001pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Kedua survei ini biasanya dilakukan di wilayah yang luas seperti misalnya suatu cekungan (<em>basin</em>). Dari hasil pemetaan ini, baru metode seismik umumnya dilakukan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -22.55pt .0001pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Survei seismik menggunakan gelombang kejut (<em>shock-wave</em>) buatan yang diarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerah sekitarnya. Oleh berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejut ini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat <em>receivers</em> sebagai pulsa tekanan (oleh <em>hydrophone</em> di daerah perairan) atau sebagai percepatan (oleh <em>geophone</em> di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digital menjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapat diinterpretasikan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 -22.55pt .0001pt .5in;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Aplikasi metode seismik:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Tahap eksplorasi: untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimana sumur nanti akan digali.</span></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Tahap penilaian dan pengembangan: untuk mengestimasi volume cadangan hidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.</span></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Pada fase produksi: untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisis kontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahan tekanan reservoir.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:-22.55pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Setelah kita yakin telah menemukan minyak, apa selanjutnya?</span></strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertama dilakukan adalah membangun sumur (<em>well-construction</em>) meliputi pemboran (<em>drilling</em>), memasang tubular sumur (<em>casing</em>) dan penyemenan (<em>cementing</em>). Lalu proses <em>completion</em> untuk membuat sumur siap digunakan. Proses ini meliputi perforasi yaitu pelubangan dinding sumur; pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke permukaan; pemasangan kepala sumur (<em>wellhead </em>atau<em> chrismast tree</em>) di permukaan; pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jika dibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya <em>well-evaluation</em> untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakan <em>logging</em> yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#ffffff;">..</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><strong>Sumber : Schlumberger..</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gas Bumi atau Gas Alam]]></title>
<link>http://asepsaiba.wordpress.com/2008/12/05/gas-bumi-atau-gas-alam/</link>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 09:07:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>asepsaiba</dc:creator>
<guid>http://asepsaiba.wordpress.com/2008/12/05/gas-bumi-atau-gas-alam/</guid>
<description><![CDATA[Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reservoir Minyak Dan Gas Bumi ]]></title>
<link>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/25/reservoir-minyak-dan-gas-bumi/</link>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 02:43:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bengbeng</dc:creator>
<guid>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/25/reservoir-minyak-dan-gas-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Reservoir Minyak Dan Gas Bumi Teknik reservoir adalah suatu ilmu yang mempergunakan kaidah-kaidah il]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Reservoir Minyak Dan Gas Bumi Teknik reservoir adalah suatu ilmu yang mempergunakan kaidah-kaidah il]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malaysia Incar Blok Ambalat, Langgar Kedaulatan RI]]></title>
<link>http://albahar.wordpress.com/2008/10/22/malaysia-incar-blok-ambalat-langgar-kedaulatan-ri/</link>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 00:57:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://albahar.wordpress.com/2008/10/22/malaysia-incar-blok-ambalat-langgar-kedaulatan-ri/</guid>
<description><![CDATA[Pihak Malaysia masih melanggar wilayah teritorial Indonesia di Ambalat. TNI beberapa kali memergoki ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pihak Malaysia masih melanggar wilayah teritorial Indonesia di Ambalat. TNI beberapa kali memergoki ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penentuan Heating Value pada Gas Bumi]]></title>
<link>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/16/penentuan-heating-value-pada-gas-bumi/</link>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 19:22:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bengbeng</dc:creator>
<guid>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/16/penentuan-heating-value-pada-gas-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Dalam penentuan heating value pada gas bumi, apakah komposisi hidrokarbonnya (seperti etana atau pro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam penentuan heating value pada gas bumi, apakah komposisi hidrokarbonnya (seperti etana atau pro]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GAS BUMI]]></title>
<link>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/16/gas-bumi/</link>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 12:26:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>bang reno</dc:creator>
<guid>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/16/gas-bumi/</guid>
<description><![CDATA[assalamualaikum wr.wr.. Ketemu lagi ne temen2&#8230;.. untuk melanjutkan tulisan saya yg kemarin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[assalamualaikum wr.wr.. Ketemu lagi ne temen2&#8230;.. untuk melanjutkan tulisan saya yg kemarin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minyak Bumi]]></title>
<link>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/14/minyak-bumi/</link>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 17:28:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>bang reno</dc:creator>
<guid>http://shcommunity.wordpress.com/2008/10/14/minyak-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Dari Mana Datangnya Minyak Bumi Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ? Ada tiga faktor utama dal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dari Mana Datangnya Minyak Bumi Bagaimana terjadinya minyak dan gas bumi ? Ada tiga faktor utama dal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[<b>10 Risiko Terbesar </b>Dalam Industri Migas]]></title>
<link>http://rovicky.wordpress.com/2008/08/15/10-risiko-terbesar-dalam-industri-migas/</link>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 10:07:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rovicky</dc:creator>
<guid>http://rovicky.wordpress.com/2008/08/15/10-risiko-terbesar-dalam-industri-migas/</guid>
<description><![CDATA[Siapa sih yang bilang industri migas tidak berrisiko ? Semua pasti tahu. Dan selalu saja berpikir ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Siapa sih yang bilang industri migas tidak berrisiko ? Semua pasti tahu. Dan selalu saja berpikir ba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[petualangan energi]]></title>
<link>http://pondokecil.wordpress.com/2008/06/09/petualangan-energi/</link>
<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 08:28:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>andi</dc:creator>
<guid>http://pondokecil.wordpress.com/2008/06/09/petualangan-energi/</guid>
<description><![CDATA[Bagi yang pengen kenal tentang energi minyak dan gas bumi, mungkin sulit mencari &#8220;for dummies]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bagi yang pengen kenal tentang energi minyak dan gas bumi, mungkin sulit mencari &#8220;for dummies]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pintu Neraka]]></title>
<link>http://hastine.wordpress.com/2008/06/05/pintu-neraka/</link>
<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 09:25:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>hastine</dc:creator>
<guid>http://hastine.wordpress.com/2008/06/05/pintu-neraka/</guid>
<description><![CDATA[Secenery ini wujud di negara Asia Tengah , Uzbekistan ? Menakutkan tapi kemungkinan adalah dari laha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/neraka-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-65" src="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/neraka-1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a><strong> Secenery</strong> ini wujud di <strong>negara Asia Tengah</strong> , <strong>Uzbekistan</strong> ? Menakutkan tapi kemungkinan adalah dari lahar gunung berapi atau mulut gunung berapi tersebut? Hanya bisa kita lihat saja ? Kalau kita masuk dalamnya ? Wow !!!!! Tapi penjelasan sebenar begini?</p>
<p>Tempat ini adalah di Uzbekistan yang digelar oleh penduduk tempatan sebagai <strong>Pintu ke Neraka</strong>. Terletak berdekatan dengan sebuah <strong>bandar kecil</strong> bernama <strong>Darvaz</strong>.</p>
<p>Kisah ini bermula kira-kira 35 tahun yang lampau dimana para ahli geologi telah menggali tempat ini untuk mencari gas asli. Secara tiba-tiba, ketika dalam penggalian tersebut, mereka telah menemukan satu jurang besar di bawah tanah. Karena terlalu besar sehingga semua peralatan penggalian tersebut telah masuk ke dalam jurang.</p>
<p><a href="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/pintu-neraka.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-66" src="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/pintu-neraka.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Sejak saat itulah semua ini terjadi. Tidak ada seorang pun yang berani turun kedalam jurang. Karena jurang tersebut dipenuhi oleh gas asli dari bumi. Meski pencarian dari para ahli geologi itu berhasil namun kandungan gas alam tersebut sangat berbahaya. Sehingga untuk mencegah menyebarnya gas alam yang berbahaya para ahli tersebut membakar jurang tersebut.</p>
<p><a href="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/pintu-neraka-1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-67" src="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/pintu-neraka-1.jpg?w=128" alt="" width="128" height="85" /></a></p>
<p>Akibatnya, api yang membakar jurang tersebut hingga saat ini terus menyala dan tak pernah paham meski hanya sesaat saja.</p>
<p><a href="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/pintu-neraka-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-68" src="http://hastine.wordpress.com/files/2008/06/pintu-neraka-2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>posting by: Steffianti Gunawan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa <i>Pakdhe </i> sering menginfokan energi nuklir ?]]></title>
<link>http://rovicky.wordpress.com/2007/11/10/mengapa-menginfokan-nuklir/</link>
<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 15:41:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rovicky</dc:creator>
<guid>http://rovicky.wordpress.com/2007/11/10/mengapa-menginfokan-nuklir/</guid>
<description><![CDATA[Ada seseorang bertanya di mailist IndoEnergy, terutama karena sepertinya saya mendukung PLTN &nbsp; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada seseorang bertanya di mailist IndoEnergy, terutama karena sepertinya saya mendukung PLTN &nbsp; ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
