<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gedangan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/gedangan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gedangan"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 12:24:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Lowongan Kerja Terbaru Sidoarjo PT TRIJAYA USAHA MANDIRI]]></title>
<link>http://surabayajobfair.com/2009/03/12/lowongan-kerja-terbaru-sidoarjo-pt-trijaya-usaha-mandiri/</link>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 05:35:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>aguspuryanto</dc:creator>
<guid>http://surabayajobfair.com/2009/03/12/lowongan-kerja-terbaru-sidoarjo-pt-trijaya-usaha-mandiri/</guid>
<description><![CDATA[LOWONGAN SALES MARKETING Persyaratan: - Min usia 23 th - Min D3/Sederajat - Berpenampilan menarik - ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[LOWONGAN SALES MARKETING Persyaratan: - Min usia 23 th - Min D3/Sederajat - Berpenampilan menarik - ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HAIRUL WARIZIN, Caleg PBB Yang Senantiasa Optimis “Bulan Bintang Akan Bersemi Kembali”]]></title>
<link>http://bulanbintang.wordpress.com/2009/01/06/hairul-warizin-caleg-pbb-yang-senantiasa-optimis-%e2%80%9cbulan-bintang-akan-bersemi-kembali%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 02:52:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Badrut Tamam Gaffas</dc:creator>
<guid>http://bulanbintang.wordpress.com/2009/01/06/hairul-warizin-caleg-pbb-yang-senantiasa-optimis-%e2%80%9cbulan-bintang-akan-bersemi-kembali%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahiim [Bulan Bintang Media - Lumajang] Dengan disahkan Undang &#8211; Undang Par]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahiim [Bulan Bintang Media - Lumajang] Dengan disahkan Undang &#8211; Undang Par]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tinjau Ulang Penerapan UU Kehutanan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/18/tinjau-ulang-penerapan-uu-kehutanan/</link>
<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 14:58:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/18/tinjau-ulang-penerapan-uu-kehutanan/</guid>
<description><![CDATA[Rendra KresnaNiat Pemkab Malang untuk mengoptimalkan potensi tambang di Malang Selatan terganjal UU ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div id="attachment_3853" class="wp-caption alignright" style="width: 269px"><a href="http://indonesianic.files.wordpress.com/2008/10/rendra.gif"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/10/rendra.gif?w=259" alt=" Rendra Kresna" title="rendra" width="259" height="300" class="size-medium wp-image-3853" /></a><p class="wp-caption-text"> Rendra Kresna</p></div>Niat Pemkab Malang untuk mengoptimalkan potensi tambang di Malang Selatan terganjal UU Kehutanan. Pemkab Malang melalui Wakil Bupati Rendra Kresna berharap adanya peninjauan penerapan UU tersebut. UU Kehutanan membatasi potensi penambangan pasir besi yang notabene diareal pantai selatan.</p>
<p>Sesuai UU tersebut Kabupaten Malang tidak berhak mengeksplorasi kawasan pantai Malang selatan. Contoh paling nyata terlihat pada pengelolaan Pantai Wonogoro Kecamatan Gedangan yang mengandung pasir besi. Menurut Rendra, penambangan di areal itu harus mengantongi ijin khusus dari pihak Perhutani.<br />
<!--more--><br />
“Padahal, Pemkab Blitar bisa mengeksplorasi pantainya dengan UU Kelautan dan Pesisir,” tegas Rendra kemarin.</p>
<p>Rendra menegaskan, UU Kelautan dan Pesisir memaklumkan bahwa 150 meter dari bibir pantai bisa dieklplorasi. Hanya saja hal itu tidak bisa dilakukan di Kabupaten Malang karena pemberlakukan UU Kehutanan. Padahal selaian pasir besi, terdapat jenis tambang yang lain seperti pasir kwarsa, marmer dan batu kapur.</p>
<p>“Tujuan utama dari eksplorasi ini adalah penyerapan tenaga kerja, pemerintah kabupaten Malang ingin mengoptimalkan potensi lautnya,” pungkas Rendra. </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan Wonogoro sempat memanas karena Polisi Khusus Kehutanan Perum Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Malang menutup penambangan milik CV Trinia. Padahal CV Trinia Sejahtera telah mengajukan permohonan eksploitasi galian B kepada Adm. Perum Perhutani. </p>
<p>“Pada 6 Februari 2007, Menteri Kehutanan RI MS Kaban menerbitkan surat untuk Direktur Utama Perum Perhutani, dengan tembusan CV Trinia. Surat itu berisi penolakan permohonan pinjam pakai kawasan hutan lindung Wonogoro,” ungkap Wakil Adm. Perum Perhutani Mardjojono SH kepada Malang Post beberapa waktu lalu.</p>
<p>Menteri Kehutanan menolak pinjam pakai itu sesuai pasal 38 UU no.41 tahun 1999 tentang kehutanan. Bahwa kawasan Wonogoro merupakan kawasan lindung sebagai sempadan pantai. Mengenai hal itu, CV Trinia telah mengajukan KPH Perhutani setempat pada Pengadilan Tata Usaha Negara dan menang.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[15 Kecamatan Kategori Rawan Bencana]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/15/15-kecamatan-kategori-rawan-bencana/</link>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 13:36:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/15/15-kecamatan-kategori-rawan-bencana/</guid>
<description><![CDATA[Wakil Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan, 15 Kecamatan dalam kondisi rawan bencana. Wilayah ters]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wakil Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan, 15 Kecamatan dalam kondisi rawan bencana. Wilayah tersebut sesuai dengan surat pemberitahuan dari Badan Geologi. </p>
<p>Menurut Rendra, jenis bencana yang bisa terjadi meliputi tsunami, bencana angin, banjir, tanah longsor dan gempa.</p>
<p>Malah beberapa kecamatan termasuk kategori tanah labil, yakni Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Ngajum, Pujon, Ngantang, Kasembon, dan Wonosari. <!--more--></p>
<p>Diantara wilayah tersebut juga masuk kategori rawan banjir dan tanah longsor yakni Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading, Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Pait Kecamatan Kasembon dan Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo. </p>
<p>‘’Totalnya 15 Kecamatan, yang bencana tsunami ya pasti di perairan laut selatan,’’ kata Rendra.<br />
Soal bencana angin puyuh dan angin puting beliung menurut Rendra belum bisa dipetakan secara jelas. Karena angin bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pola suhu dan perbedaan geografis. Yang jelas dia telah memerintah Satgas hingga tingkat desa untuk siaga.</p>
<p>‘’Semuanya pihak harus siaga mengantisipasi kemungkinan bencana,’’ pungkas Rendra. (ary/avi)<br />
(bagus ary/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sudah Setahun, Jalan Longsor Masih Mangkrak]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/13/sudah-setahun-jalan-longsor-masih-mangkrak/</link>
<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 17:20:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/13/sudah-setahun-jalan-longsor-masih-mangkrak/</guid>
<description><![CDATA[Jalan raya jurusan Kecamatan Gedangan menyempit karena bahu jalan longsor, pengerjaan masih menunggu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div id="attachment_3558" class="wp-caption alignright" style="width: 360px"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/10/jalan-longsor.gif" alt="Jalan raya jurusan Kecamatan Gedangan menyempit karena bahu jalan longsor, pengerjaan masih menunggu material utama. (Bagus Ary Wicaksono)" title="jalan-longsor" width="350" height="249" class="size-full wp-image-3558" /><p class="wp-caption-text">Jalan raya jurusan Kecamatan Gedangan menyempit karena bahu jalan longsor, pengerjaan masih menunggu material utama. (Bagus Ary Wicaksono)</p></div>Meski sudah terjadi setahun lalu, namun Pemkab Malang masih tutup mata terhadap keberadaan Jalan Raya depan gapura Desa Ringinsari Kecamatan Gedangan yang jalannya longsor sebagian.</p>
<p>Kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan. Pasalnya, nyaris separuh badan jalan di kawasan tersebut termakan longsoran sejak setahun yang lalu. Penyempitan badan jalan tersebut memaksa pengguna jalan dari arah berlawan bergantian untuk melewatinya.<br />
<!--more--><br />
Jalan yang longsor setahun lalu itu terjadi saat banjir menimpa Desa Sitiarjo dan Desa Gajahrejo akhir 2007 lalu. Dalam rentang waktu itu, Pemkab Malang belum sempat membenahi karena keterbatasan anggaran. Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang Ir. M. Anwar mengatakan pihaknya segera melakukan perbaikan.</p>
<p>“Sudah ada rekanan yang bakal mengerjakan, target kita selesai Desember tahun ini,” kata Anwar.<br />
Menurut Anwar, rekanan telah mengirim material batu sebagai bahan pembuatan pondasi. Hanya saja, proyek itu belum bisa dikerjakan karena material utama yaitu aspal belum dikirim. Anwar mengatakan proses pengiriman material dilakukan secara bertahap karena jumlahnya cukup banyak.</p>
<p>“Perbaikannya masuk program pemeliharaan jalan berkala,” imbuh Anwar.</p>
<p>Berdasarkan keterangan Anwar, panjang jalan kabupaten mencapai 1.667,31 Km dengan kondisi baik mencapai 72,27% atau sepanjang 1.204,96 Km. Panjang jalan rusak sedang diketahui mencapai 188,27 Km, jalan rusak berat 274,07 Km. Mulai tahun 2005 hingga tahun 2007, jalan Kabupaten (kelas jalan III C) yang rusak diatas angka 500 km, terdiri dari rusak sedang dan parah. </p>
<p>“Panjang jalan Kabupaten yang masuk kategori baik diperkirakan mencapai 1142,15 km. Sementara sekitar 144,7 km masuk kategori rusak, dan sepanjang 330 km tergolong jalan rusak berat,” terang Anwar.</p>
<p>Sesuai data hasil pembangunan Pemkab Malang diketahui, tahun 2005 jalan aspal rusak sepanjang 274,71 km dan sepanjang 367,40 km rusak berat. Pada tahun 2006 kerusakan menurun menjadi 228,41 km dan rusak berat tersisa 343,53 km. Sedangkan pada tahun 2007, Kabupaten Malang mempunyai jalan rusak sepanjang 197, 27 km dan sepanjang 330,89 km mengalami rusak berat.(ary/eno)<br />
(Ary Bagus Wicaksono/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Ini, Ketupat Raksasa Dilarung]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/10/hari-ini-ketupat-raksasa-dilarung/</link>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 09:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/10/10/hari-ini-ketupat-raksasa-dilarung/</guid>
<description><![CDATA[Warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan bakal merayakan tradisi hari raya Ketupat di pantai Bajulmat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Warga Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan bakal merayakan tradisi hari raya Ketupat di pantai Bajulmati hari ini. Rencananya, mereka bakal melarung ketupat raksasa berukuran setengah meter serta berbagai sesaji. Ritual itu sudah berlangsung selama puluhan tahun sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Kasi PMD (Pembangunan Masyarakat Desa) Kecamatan Gedangan Nasuki mengatakan tradisi itu juga sebagai simbol tolak balak. Selama 15 tahun bekerja di kantor kecamatan Gedangan, setiap tahun acara itu selalu digelar di Pantai Bajulmati.<!--more--></p>
<p>“Itu tradisi lama kok mas, puluhan tahun, setiap hari raya ketupat,” tegasnya dihubungi Malang Post, kemarin.</p>
<p>Terpisah, Kebayan Desa Gajahrejo Suhardiono membenarkan keterangan Nasuki. Menurut Suhar sapaan akrabnya, larungan digelar pada pukul 10.00 di pantai Bajulmati. Ketupat raksasa dibawa empat orang berpakian khusus kemudian dilepas ke lautan. </p>
<p>“Ritual ini disaksikan ratusan warga desa dan pendatang lainnya, ini kerjasama Aparat desa dan Perhutani setempat,” katanya.</p>
<p>Namun demikian, tradisi tersebut nampaknya kurang mendapat perhatian dari Pemkab Malang. Sebab, selama bertahun-tahun tidak pernah Pejabat Pemkab datang meninjau. Menurut, Suhar, biasanya kegiatan tersebut hanya dihadiri Muspika setempat.(ary/eno) (Ary Bagus Wicaksono/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[70% Area Hutan Mangrove Rusak Berat]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/09/03/70-area-hutan-mangrove-rusak-berat/</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 16:34:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/09/03/70-area-hutan-mangrove-rusak-berat/</guid>
<description><![CDATA[Ir. Endang RetnowatiLebih dari 70 persen hutan mangrove di Kabupaten Malang dalam kondisi rusak bera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div id="attachment_2396" class="wp-caption alignright" style="width: 184px"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/09/endang-retnowati.gif?w=174" alt="Ir. Endang Retnowati" width="174" height="300" class="size-medium wp-image-2396" /><p class="wp-caption-text">Ir. Endang Retnowati</p></div>Lebih dari 70 persen hutan mangrove di Kabupaten Malang dalam kondisi rusak berat. Hutan Mangrove ini tersebar di enam kecamatan dengan luas total 340 hektar. Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2007 jumlah hutan mangrove yang rusak sekitar 209 hektar. </p>
<p>Dari 209 hektar hutan mangrove tersebut, sekitar 181,50 ha dalam kondisi rusak berat dan sisanya sekitar 27 hektar dalam kondisi rusak ringan. Sampai saat ini Kabupaten Malang baru merehab sekitar 15,5 hektar lahan. Terdiri dari 11,5 hutan mangrove dan 4 ha lainnya merupakan tanaman pantai.<br />
“Rehabilitasi terluas kami lakukan di pantai licin Lebakharjo dengan luasan sekitar 4 hektar, dari total lahan yang rusak berat sekitar 5 ha,” ujar Kepala DKP Ir. Endang Retnowati.<!--more--></p>
<p>Dari data DKP diketahui kerusakan hutan mangrove terluas berada di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan. Dari total luas hutan Mangrove sekitar 60 ha, sedikitnya 40 hektar diketahui rusak berat. sementara Pemerintah belum melakukan rehabilitasi di kawasan tersebut.</p>
<p>“Rehabilitasi DKP baru di Desa Pujiharjo 3 ha, Sendang biru dan Tamban 8,5 hektar,” imbuh Atik sapaan akrabnya.</p>
<p>Meski demikian, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Malang masih mempunyai sekitar 131,50 ha hutan mangrove yang berstatus baik. Di Kecamatan Donomulyo Desa Banjarejo, dari 130 ha hutan mangrove, sekitar 70 ha masih baik, 50 ha rusak berat dan 10 ha rusak ringan.</p>
<p>“Tahun 2008 ini kita fokus memberikan bantuan alat tangkap langsung kepada para nelayan. Sehingga program rehabilitasi hutan mangrove baru bisa dilakukan tahun 2009 nanti,” pungkas Atik.(ary/eno)<br />
(Ary Bagus Wicaksono/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[105 Tambang Ilegal di Kabupaten]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/08/10/105-tambang-ilegal-di-kabupaten/</link>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 02:42:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/08/10/105-tambang-ilegal-di-kabupaten/</guid>
<description><![CDATA[Dari 140 lokasi penambangan di Kabupaten Malang, 75 persen di antaranya atau 105 penambangan merupak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dari 140 lokasi penambangan di Kabupaten Malang, 75 persen di antaranya atau 105 penambangan merupakan penambangan liar. Penambangan liar ini tersebar di 33 kecamatan. Adapun penambangan berizin hanya berada di 35 lokasi.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Subandiyah Azis, lokasi penambangan liar itu bisa lebih banyak lagi karena banyak lokasi penambangan liar yang tidak terdata. “Kabupaten Malang ini luas sekali, sehingga sulit mendapat data seluruh penambangan liar, apalagi jumlah SDM kami pun sedikit,” kata Subandiyah.<!--more--></p>
<p>Kebanyakan penambangan liar berlokasi di Kecamatan Wajak, Poncokusumo, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Donomulyo, dan Gedangan. Kendati demikian, Pemkab Malang justru berencana memberikan izin pada sejumlah lokasi penambangan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini 35 lokasi penambangan resmi hanya menyumbang untuk PAD sekitar 400 juta per tahun.</p>
<p>Penambangan yang kondisinya sudah sangat merusak ekosistem dan membahayakan keselamatan manusia di sekitarnya, termasuk mengancam jiwa pekerja tambang, tidak akan diberi izin. Lokasi penambangan seperti ini akan ditutup lewat operasi penertiban jika tiga kali mengabaikan surat peringatan yang diberikan.</p>
<p>Beberapa lokasi penambangan liar yang sudah ditutup, antara lain di Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, dan Desa Toyomarto, Kabupaten Lawang. Kebanyakan lokasi penambangan ini dimiliki perorangan dan tidak berbadan usaha. Bahan galian yang ditambang adalah pasir, batu kapur, batu kerikil, dan marmer.</p>
<p>Repotnya, untuk menutup lokasi penambangan pasir batu (sirtu) liar juga tak gampang lantaran penambangan liar biasanya dilakukan musiman oleh masyarakat sekitar, yakni para petani yang sedang tidak menanam atau memanen padi. Jika musim tanam dan panen tiba, kegiatan penambangan mereka hentikan.(ary/eno)  (bagus ary/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasca Kasus Keracunan Gelar Istigotsah]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/08/01/pasca-kasus-keracunan-gelar-istigotsah/</link>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 08:15:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/08/01/pasca-kasus-keracunan-gelar-istigotsah/</guid>
<description><![CDATA[Buntut dari kejadian puluhan muridnya yang diduga keracunan akibat cilok, guru-guru SDN III Segaran ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Buntut dari kejadian puluhan muridnya yang diduga keracunan akibat cilok, guru-guru SDN III Segaran Kecamatan Gedangan menggelar istighotsah di sekolah kemarin. </p>
<p>“Pagi ini (kemarin pagi, Alhamdulillah semua baik-baik. Tidak ada satu pun siswa yang mengalami pusing atau muntah seperti dua hari lalu. Makanya, sebagai wujud syukur, guru-guru akan menggelar Istigotsah,” kata Kepala UPTD TK, SD dan PLS Gedangan, Drs Sulistyo Handoyo Msi<br />
Menurut Sulistyo, Istigotsah yang digelar kemarin untuk menolak balak. Pasalnya, dalam peristiwa dugaan keracunan itu, tidak semua murid mengkonsumsi cilok. <!--more-->“Untuk sementara, Istigotsah-nya tidak melibatkan murid-murid. Hanya guru-guru saja,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, memasuki hari keempat kemarin sejumlah siswa mengikuti kegiatan rutin seperti biasa. Semua aktivitas berjalan normal. Ditambahnya, dengan mulai membaiknya sejumlah siswa, maka rencana pemberian libur dua hari untuk murid yang masih sakit, urung diberikan. </p>
<p>Bahkan kegiatan belajar-mengajar kemarin berjalan normal dan pulang pukul 12.15 WIB. “Seperti biasa, sebelum masuk ke kelas, murid-murid diajak senam dahulu. Mulai senam hingga pelajaran berlangsung, semua siswa sudah baik,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak Polres Malang masih terus mencari keberadaan penjual cilok yang di duga menjadi penyebab keracunan puluhan murid SD tersebut.(sit/eno) (sigit rokhmand/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diduga Jual Makanan Beracun, Penjual Cilok Masih Diburu]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/07/31/diduga-jual-makanan-beracun-penjual-cilok-masih-diburu/</link>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 14:26:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/07/31/diduga-jual-makanan-beracun-penjual-cilok-masih-diburu/</guid>
<description><![CDATA[Kepala UPTD Gedangan, Drs Sulistyo Handoyo Msi, saat mengajak salah satu korban pulang setelah diraw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><div id="attachment_1245" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/gdedangan-siti-k2.gif" alt="Kepala UPTD Gedangan, Drs Sulistyo Handoyo Msi, saat mengajak salah satu korban pulang setelah dirawat. " width="350" height="261" class="size-full wp-image-1245" /><p class="wp-caption-text">Kepala UPTD Gedangan, Drs Sulistyo Handoyo Msi, saat mengajak salah satu korban pulang setelah dirawat. </p></div>Dugaan keracunan yang ditimbulkan dari makanan Cilok yang dikonsumsi murid SDN III Segaran, Kecamatan Gedangan terus berlanjut. Hingga kemarin siang petugas masih terus melacak keberadaan penjual cilok yang diduga sebagai penyebab keracunan pada Senin (28/7) dan Selasa (29/7) lalu.</p>
<p>Pasalnya, sejak kejadian yang mengarah ke keracunan cilok itu penjualnya menghilang. “Untuk penjualnya, masih terus dilakukan pencarian. Masalahnya, penjual Cilok-nya bukan penjual tetap. Makanya, informasi sementara, penjualnya domisili di Undaan, Kecamatan Turen,” tegas Kasatreskrim Polres Malang AKP Sunardi Riyono, SH kemarin.<!--more--></p>
<p>Setelah 15 murid diduga keracunan karena cilok (28/7) lalu bertambah lagi 11 siswa pada (29/7) akhirnya pihak sekolah memberlakukan libur tambahan bagi siswa. 11 siswa susulan yang diduga keracunan itu belum jelas penyebabnya. Pasalnya, saat kejadian susulan itu tidak ada penjual cilok di sekitar sekolah.</p>
<p>“Bertolak dari kejadian 11 murid harus dibawa ke RS Kanjuruhan, sekolah akan memberlakukan libur bagi siswa yang diduga keracunan. Tinggal melihat masuk sekolah pada Kamis (sekarang). Kalau siswa masih ditemukan mengalami gejala serupa, maka akan diliburkan hari Jumat dan Sabtunya,” kata Drs Siswadi Pranoto, Kepala Sekolah SDN III Segaran kepada Malang Post.</p>
<p>Masih menurut Siswadi, pemberlakukan hari libur bagi siswa yang diduga keracunan, sudah dikoordinasikan dengan Kepala UPTD TK, SD dan PLS Gedangan, Drs Sulistyo Handoyo MSi. Bahkan, kepala unit tidak keberatan dengan libur sementara bagi beberapa siswa itu.</p>
<p>“Istirahat sementara nantinya, itu hanya khusus kepada murid yang mengalami kejagala keracunan. Jadi, tidak semua murid nanti diberi istirahat. Karena seperti 11 murid yang harus menjalani perawatan, itu adalah murid-murid yang hari sebelumnya juga mengalami mual dan pingsan ketika upacara,” lanjut Adi.</p>
<p>Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, (28/7) pagi sekitar 30 siswa mengalami mual, kepala pusing dan muntah serta pingsan, yang diduga disebabkan dari makanan Cilok. Esok paginya, saat sejumlah murid melaksanakan antivitas senam sebelum masuk kelas. Tiba-tiba 11 murid diantaranya pingsan dan mual serta pusing. Bahkan besoknya (29/7) kejadian serupa terulang lagi kali ini menimpa 11 siswa yang belum diketahui penyebabnya.</p>
<p>“Saya Senin-nya, itu memang makan Cilok yakni satu tahu dan satu pentol. Saat upacaranya, tiba-tiba pusing dan saya terpingsan. Termasuk, Selasa kemarin, saat senam juga tiba-tiba pingsan. Padahal, Selasa ini malah tidak beli Cilok. Masalahnya, ya tidak ada yang jual,” kata Siti Khomariyah, siswa kelas II yang merasa mual-mual dan pusing kemarin lusa (29/7).(sit/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Balita Terbakar Hidup-hidup]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/2008/07/12/balita-terbakar-hidup-hidup/</link>
<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 15:08:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/2008/07/12/balita-terbakar-hidup-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Nasib tragis dialami Diky Angga Fransisco, Jumat siang, sekitar pukul 15.00. Korban yang baru berusi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://Tidakada"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/kebakaran.gif" alt="" width="360" height="249" class="aligncenter size-full wp-image-905" /></a>Nasib tragis dialami Diky Angga Fransisco, Jumat siang, sekitar pukul 15.00. Korban yang baru berusia 3,5 tahun (balita) itu, meninggal dengan cara mengenaskan.</p>
<p>Sekujur tubuhnya mengalami luka bakar hingga gosong akibat terpanggang bara api ketika rumahnya terbakar. Korban tewas, dalam posisi tengkurap di ruang tengah rumahnya yang huni bersama kedua orang tuanya. Sutik (29) dan Marlis (25). Keduanya warga Dusun Sumberperkul, Desa/Kecamatan Gedangan.<!--more--></p>
<p>Dalam kejadian itu, selain menelan korban jiwa, juga menghanguskan seluruh rumah klenengan (tembok dan anyaman bambu) dengan ukuran 5X9 meter, dinding tembok dan 4X9 meter anyaman bambu, yang kanan-kiri serta halaman belakang di kelilingi tanaman tebu.</p>
<p>Hanya seekor sapi hitam milik Sutik, yang berhasil diselamatkan. Total kerugian sendiri, ditafsir sekitar Rp 50 juta, lantaran seluruh isi rumah juga hangus terbakar.</p>
<p>‘’Kejadian itu hanya berlangsung sekitar 1 jam. Dalam tempo sesingkat itu, seluruh rumah langsung terbakar habis. Masalahnya, angin ketika itu juga sangat kencang. Sementara air yang hendak dipakai memadamkan api, juga tidak ada,’’ kata Sutik yang tampak tegar dengan cobaan yang dialaminya itu.<br />
Lantas, bagaimana kejadian sendiri? Sutik dengan didampingi saudara-saudaranya mengurai, peristiwa itu berlangsung ketika dia tengah bekerja sebagai buruh tebang tebu.</p>
<p>Sementara di rumahnya, hanya ada istri dan anak satu-satunya. Kebetulan, siang sekitar pukul 15.00, istrinya sambil menggendong Diky, membersihkan halaman belakang rumah yang bersebelahan dengan kandang sapi. Diantara yang dibersihkan itu, adalah rumput kering sisa pakan untuk sapi.</p>
<p>Tidak lama setelah tumpukan sampah terkumpul, seperti biasa oleh Marlis, langsung dibakar. Entah bagaimana, karena kondisi angin juga kencang, api secara tiba-tiba menyambar ruang dapur yang terbuat dari anyaman bambu, yang bagian atapnya juga terbuat dari anyaman daun kelapa.</p>
<p>Karena api cepat membesar, Marlis yang panik karena takut api membakar rumah dan kebun tebu yang mengelilingi rumahnya, ibu satu anak itu lalu menurunkan tubuh Diky dari gendongan dan ditaruh di ruang tengah.</p>
<p>Sebaliknya, Marlis sesekali berteriak minta tolong, sembari lari ke rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter, untuk mengambil air.</p>
<p>Dasar cobaan, begitu Marlis kembali ke rumahnya yang terbakar, api sudah menghanguskan seluruh isi rumahnya. Marlis sendiri yang sempat mencoba menyelamatkan anaknya, tidak bisa apa-apa karena api sangat besar, sampai-sampai membakar batang pohon kelapa di batas tanahnya.</p>
<p>Warga sendiri yang mencoba membantu, tidak bisa berbuat banyak karena kesulitan air untuk dipakai memadamkan. Api terus membesar dan menghabiskan seisi rumah.</p>
<p>Tragisnya, dalam kondisi tersebut tubuh Diky tidak lagi bisa ditolong. Diapun ikut terbakar hingga menghanguskan seluruh tubuhnya dan nyaris tak dikenali lagi. </p>
<p>‘’Kebetulan, kondisi kampung sepi ketika kebakaran. Masalahnya, warga banyak melawat ke rumah Mbok Janti. Anak saya sendiri, ditemukan dengan posisi telungkup di sini (ruang tengah),’’ tambah Sutik.<br />
Mengetahui kondisi tubuh Diky yang mengenaskan Marlis hanya bisa tertunduk dan pingsan. Dia sama sekali tidak menduga, akibat kepanikannya tersebut, membuat putra satu-satunya harus menjadi korban. (sit) (sigit rokhmad/malangpost)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cabuk Rambak “Sowan” di Ndalem Kalitan Solo]]></title>
<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/</link>
<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 19:41:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
<guid>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/</guid>
<description><![CDATA[Saat keluarga Cendana masih diliputi suasana duka pasca meninggalnya Soeharto, mereka masih menyempa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat keluarga Cendana masih diliputi suasana duka pasca meninggalnya Soeharto, mereka masih menyempatkan diri menikmati Cabuk Rambak, dengan mengundang penjualnya di Ndalem Kalitan Solo.<!--more--></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari masih pagi. Dua hari setelah Soeharto meninggal dunia (Minggu, 27 Januari 2008), anak-anak Presiden RI kedua yang dijuluki The Smilling General, yakni<span> </span>Tutut, Titiek, dan Mamiek masih berada di Ndalem Kalitan Solo. Pagi itu (Selasa, 29 Januari 2008), mereka hendak berangkat ke Astana Giribangun, makam ayahandanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang perempuan datang menumpang becak masuk ke halaman Ndalem Kalitan dengan membawa bakul. Mbok Tris namanya. Ia pedagang Cabuk Rambak dari Gedangan Solo Baru. Perempuan ebrusia 72 tahun itu lantas masuk ke paviliun timur Ndalem Kalitan, tempat keluarga Cendana berkumpul. Ada apakah?</span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<p class="MsoNormal">Cabuk Rambak adalah kegemaran keluarga Cendana. Makanan ini <span style="color:#000000;">merupakan <em>ingenuity</em> alias kreativitas kuliner bangsa Indonesia. B</span>erupa ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut <em>karak</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mbok Tris pagi itu “disambut” keluarga Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Sigit, Bambang Trihatmojo, Siti Hediyati, Tommy, dan Siti Hutami (Mamik). Mereka bersantap pagi alias sarapan dengan menikmati Cabuk Rambak Mbok Tris. (***)</span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
