<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>generasi-muda &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/generasi-muda/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "generasi-muda"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 15:09:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bara Dupa: Permulaan yang Baru]]></title>
<link>http://nyomansutarsa.wordpress.com/2009/11/13/bara-dupa-permulaan-yang-baru/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 08:55:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutarsa</dc:creator>
<guid>http://nyomansutarsa.wordpress.com/2009/11/13/bara-dupa-permulaan-yang-baru/</guid>
<description><![CDATA[Seperti kelahiran Panchali, malam ini aku dapati diriku sedang duduk dihadapan harian yang sudah ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Seperti kelahiran Panchali, malam ini aku dapati diriku sedang duduk dihadapan harian yang sudah terlampau lama tidak aku tulisi. Terlalu banyak kisah yang ingin aku luapkan di halaman-halaman putihnya. Barangkali ada juga ceritamu di dalamnya. Aku tidak akan mengawali halaman baru ini dengan umpatan ataupun pujian, melainkan menuliskan kisah kontemplatif bagi kita semua.</em></p>
<p><em>Ada yang istimewa ketika aku melihat bara dupa yang kian redup, selanjutnya debu beterbangan bersama wewangian asap. Aromanya memasuki hidung dan mengendap di dasar memori, sedang debunya lekat di pori. Aku mencoba mengingat kisah Mahabrata bersama bara dupa yang kian redup, mulai kelahiran Panchali dari api pemujaan selama 100 hari, sampai hari kematiannya di pertengahan Himalaya yang agung. Tentu dia bukan berkah yang diharapkan untuk hadir, melainkan dia adalah penyerta kelahiran Dre, kakaknya. Keduanya membawa takdir masing-masing, yang akan menorehkan sejarah panjang di kelana Pandawa. Aku menemukan diriku larut dalam kisah-kisah kelahiran seperti itu, membayangkan kedekatan para dewa dengan manusia. Membayangkan hal yang mustahil tentang kelahiran sepasang saudara dari api, yang konon katanya atas perintah Khrisna. Tentu akhirnya ini menjadi satu cerita yang barangkali tidak mampu diperdebatkan ditatanan harfiah, melainkan harus ditembus lebih dalam, dan diperdebatkan dijajaran esensi. Sama ketika kita mendiskusikan tentang keniscayaan surga dan neraka: bahkan diakhir hidupnya, di pertengahan Himalaya, pertanyaan menarik diajukan oleh Panchali </em><em>“Apakah surga dan neraka itu benar-benar ada?” Lalu dengan ringan Khrisna menjawab bisa ada, bisa juga tidak. Percakapan ini membuatku merenung, kalau pada epos besar tersebut juga tidak ada kepastian tentang surga dan neraka, adakah hal lain yang juga masih menjadi teka-teki sampai saat ini?<!--more--></em></p>
<p><em>Teka-teki, semua kisah-kisah besar dan sejarah adalah teka-teki. Dituliskan ulang untuk satu kepentingan. Mahabrata ditulis untuk mengingatkan kita bahwa ada roda karma yang akan terus berjalan, bahwa diluar kehidupan ini juga berlangsung kehidupan lain, yang tentu saja saling mengait satu dengan lainnya. Epos ini dengan lugas menyatakan bahwa amarah, nafsu, dan dendam hanya berujung pada duka dan sengsara berkepanjangan. Lalu bagaimana dengan sejarah kelahiranmu? Aku akan mengawali dengan cerita kelahirannku.</em></p>
<p><em>Tidak ada yang istimewa. Kata ibuku, aku tercipta karena kegagalan metode kontrasepsi pil, barangkali ibuku lupa meminumnya satu hari, dan karenanya sel telur itu akhirnya dibuahi oleh sel sperma ayahku. Maklum saja, ibuku bukanlah orang yang berpendidikan, tapi dia dan juga ayahku mewarisi begitu banyak hal yang lebih esensial bagi hidup dibanding sekedar kepintaran. Kata ibuku, aku sempat akan digugurkan. Barangkali karena keluargaku miskin, jadi kalau harus menambah satu anak lagi akan menambah kesulitan keluarga. Kedua kakakku sudah memberikan beban yang berat bagi kedua orang tuaku. Keputusan diambil, kehamilan ibuku dilanjutkan. Sambil, bertani di tanah yang bukan miliknya, ayah dan ibuku diam-diam menanamkan harapan supaya aku terlahir dengan banyak keberuntungan. Tepat bersama perayaan keris dan logam, aku dilahirkan di bidan, katanya aku tidak segera menangis. Kalau aku teruskan, aku akan terus membanggakan kedua orang tuaku yang tangguh.</em></p>
<p><em>Lalu, bagaimana kelahiran Indonesia? Sudah terlampau lama kita melupakan kelahiran Indonesia. Barangkali kita sudah melebur dengan kekinian, dimana batas antara realita dan imajiner sangat tipis. Aku memikirkan apakah sejarah yang pernah aku pelajari dulu adalah sejarah yang senyatanya? Sejarah yang diceritakan oleh para saksi. Panchali oh Panchali, yang mendapatkan anugrah mata ketiga dari Byasa, mengapa dia tidak pernah mau menceritakan kesedihan Korawa di Kuru Setra? Apakah dalam kisah Mahabrata juga ada kisah-kisah yang dengan sengaja dihilangkan? Tidakkah sejarah yang dulu aku pelajari juga hanya sejarah rekaan, hanya sejarah para penguasa? Apapun itu, sejarah tetaplah sejarah, namun sejarah juga bukan kebenaran absolut yang harus diterima tanpa mengalami proses penyaringan kritis. Tujuannya jelas untuk mempertegas antara fakta dan fiksi, yang akan terus saling bersinggungan dalam setiap peristiwa sejarah. Tanpa kesadaran untuk melakukannya, sejarah akan terus menerus menjadi teka-teki, dan senyatanya sangat sulit belajar satu nilai dari sebuah teka-teki.</em></p>
<p style="text-align:left;"><em>Denpasar, 12 November 2009</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengumuman Lomba Esai dan Lomba Desain Poster Perpajakan ]]></title>
<link>http://ayopeduli.wordpress.com/2009/11/11/pengumuman-lomba-esai-dan-lomba-desain-poster-perpajakan/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 02:14:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>ayopeduli</dc:creator>
<guid>http://ayopeduli.wordpress.com/2009/11/11/pengumuman-lomba-esai-dan-lomba-desain-poster-perpajakan/</guid>
<description><![CDATA[PENGUMUMAN Nomor : Peng- 01/WPJ.11/BD.0501/2009 LOMBA ESAI DAN LOMBA DESAIN POSTER PERPAJAKAN TINGKA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PENGUMUMAN<br />
Nomor : Peng- 01/WPJ.11/BD.0501/2009<br />
LOMBA ESAI DAN LOMBA DESAIN POSTER PERPAJAKAN<br />
TINGKAT SMA/ MA/ SMK SE-KOTA SURABAYA<br />
TAHUN 2009</p>
<p>I. KETENTUAN UMUM<br />
1. Peserta adalah perorangan yang merupakan siswa-siswi SMA/ MA/ SMK di wilayah Kota Surabaya.<br />
2. Setiap peserta hanya diperkenankan mengikuti/ mengirimkan 1 (satu) karya.<br />
3. Setiap sekolah diperkenankan mengirimkan lebih dari 1 (satu) peserta.<br />
4. Keputusan Dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat<br />
5. Setiap karya yang masuk menjadi hak milik panitia dan dapat dipergunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam kegiatan apapun<br />
6. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdri. Supri Andayani atau Oryza Aprilia Telp. 031.8481131 </p>
<p>II. LOMBA ESAI<br />
1. Tema: ”Pajak Di Mata Generasi Muda”<br />
2. Teknis penulisan: ditulis dalam Bahasa Indonesia, menggunakan MS Word, huruf Arial, ukuran 11, spasi 1,5;  3-5 halaman kertas A4<br />
3. Tidak diperkenankan menggunakan nama samaran.<br />
4. Kriteria Penilaian: kesesuaian dengan tema; substansi; orisinalitas ide; dan pemakaian bahasa.<br />
5. Esai dikirimkan kepada Panitia melalui email: esai.pajak@gmail.com paling lambat tanggal 30 November 2009 jam 24.00 WIB. Disertai dengan data peserta sebagaimana terlampir.<br />
6. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada acara Lomba Desain Poster tanggal 08 Desember 2009.</p>
<p>III. LOMBA DESAIN POSTER<br />
1. Tema: ”Membangun Bangsa Lewat Pajak”<br />
2. Peserta diminta untuk mendaftarkan diri paling lambat tanggal 30 November 2009 jam 14.00 WIB kepada:<br />
     Panitia Lomba Desain Poster Perpajakan<br />
     Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Timur I<br />
     Jalan Jagir Wonokromo nomor 104, lantai 6, Surabaya<br />
dengan membawa formulir pendaftaran (terlampir)<br />
3. Peserta lomba dibatasi 100 orang pendaftar<br />
4. Lomba akan diadakan pada tanggal 08 Desember 2009 di Atrium City of Tomorrow Surabaya mulai jam 12.00 WIB<br />
5. Ketentuan karya:<br />
- Karya merupakan hasil kerja individual, dibuat secara manual pada saat lomba berlangsung,<br />
- Karya dibuat diatas kertas ukuran kertas A3 (disediakan Panitia)<br />
- Teknis dan gaya visualisasi bebas, ide orisinal, tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan).<br />
- Isi poster tidak mengarah kepada pornografi dan SARA.<br />
- Semua alat/ media untuk mendesain poster dibawa/ disediakan sendiri oleh peserta.<br />
6. Kriteria penilaian:Kesesuaian dengan Tema, Orisinalitas Karya, Artistik Visual, Komunikatif, Inovatif, </p>
<p>IV. HADIAH<br />
Hadiah berupa Trophy, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan,  sebesar:<br />
A. Lomba Esai Perpajakan<br />
Juara I	: Rp. 3.000.000<br />
Juara II	: Rp. 2.000.000<br />
Juara III	: Rp. 1.500.000<br />
Juara Harapan I	: Rp.600.000<br />
Juara Harapan II	: Rp.500.000<br />
Juara Harapan III	: Rp.400.000 </p>
<p>B. Lomba Desain Poster Perpajakan<br />
Juara I	: Rp. 2.500.000<br />
Juara II	: Rp. 1.500.000<br />
Juara III	: Rp. 1.000.000<br />
Juara Harapan I	: Rp.600.000<br />
Juara Harapan II	: Rp.500.000<br />
Juara Harapan III	: Rp.400.000<br />
Pajak Penghasilan ditanggung oleh Pemenang</p>
<p>Surabaya, 30 Oktober 2009<br />
ttd Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Lampiran:</p>
<p>DATA PESERTA LOMBA ESAI PERPAJAKAN</p>
<p>Identitas Peserta:<br />
	Nama	:<br />
	NISN	:<br />
	Kelas	:<br />
	Alamat Email	:<br />
	Nomor Telp/ HP	:	</p>
<p>Identitas Sekolah:<br />
	Nama Sekolah	:<br />
	Alamat Sekolah	:<br />
	Nomor Telepon	: (031)<br />
	Nomor Faksimili	: (031)</p>
<p>Judul Karya	:	</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
FORMULIR PENDAFTARAN LOMBA DESAIN POSTER</p>
<p>Identitas Peserta:<br />
	Nama	:<br />
	NISN	:<br />
	Kelas	:<br />
	Alamat Email	:<br />
	Nomor Telp/ HP	:	</p>
<p>Identitas Sekolah:<br />
	Nama Sekolah	:<br />
	Alamat Sekolah	:<br />
	Nomor Telepon	: (031)<br />
	Nomor Faksimili	: (031)</p>
<p>Mengetahui,<br />
Kepala Sekolah</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
NIP</p>
<p>Sumber: Peng-01/WPJ.11/BD.0501/2009 tanggal 30 Oktober 2009<br />
keterangan: kutipan ini hanya memudahkan bagi pencari informasi di internet, harap melihat pengumuman resmi (hardcopy)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semangat berjuang!]]></title>
<link>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/11/10/semangat-berjuang/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 02:52:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>engkaudanaku</dc:creator>
<guid>http://engkaudanaku.wordpress.com/2009/11/10/semangat-berjuang/</guid>
<description><![CDATA[Setiap orang yang lebih dewasa dan memiliki banyak pengalaman, secara tidak langsung akan memberikan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap orang yang lebih dewasa dan memiliki banyak pengalaman, secara tidak langsung akan memberikan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan Jum'at]]></title>
<link>http://infotekkom.wordpress.com/2009/10/30/renungan-jumat/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 23:52:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abdul Ghofur</dc:creator>
<guid>http://infotekkom.wordpress.com/2009/10/30/renungan-jumat/</guid>
<description><![CDATA[Kita semua sudah mengetahui jika cita-cita akhir dari gerakan Illuminaty (termasuk berbagai &#8217;s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kita semua sudah mengetahui jika cita-cita akhir dari gerakan Illuminaty (termasuk berbagai &#8217;s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Implementasi Bela Negara Merupakan Modal Dasar Bagi Generasi Muda]]></title>
<link>http://budisusilosoepandji.wordpress.com/2009/10/22/implementasi-bela-negara-merupakan-modal-dasar-bagi-generasi-muda/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 03:42:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>usibss</dc:creator>
<guid>http://budisusilosoepandji.wordpress.com/2009/10/22/implementasi-bela-negara-merupakan-modal-dasar-bagi-generasi-muda/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: DMC Implementasi nilai-nilai bela negara merupakan modal sosial yang harus menjadi landasan si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: DMC Implementasi nilai-nilai bela negara merupakan modal sosial yang harus menjadi landasan si]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tumbuhkan Kepedulian Perlindungan Hutan Sejak Dini Pada Generasi Muda]]></title>
<link>http://belanegarari.wordpress.com/2009/10/08/tumbuhkan-kepedulian-perlindungan-hutan-sejak-dini-pada-generasi-muda/</link>
<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 09:28:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>obo</dc:creator>
<guid>http://belanegarari.wordpress.com/2009/10/08/tumbuhkan-kepedulian-perlindungan-hutan-sejak-dini-pada-generasi-muda/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Ramadani Saputra Cara paling efektif untuk mengembalikan keindahan hutan dimasa kini dan masa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="cursor:0;" src="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/tangkah3.jpg?w=150&#038;h=225" alt="http://tigerbear.files.wordpress.com/2007/11/tangkah3.jpg?w=150&#038;h=225" width="150" height="225" /><em>Oleh: Ramadani Saputra</em></p>
<p><strong>Cara paling efektif untuk mengembalikan keindahan hutan dimasa kini dan masa yang akan datang</strong></p>
<p>Berbicara mengenai hutan, yang sering terlintas dalam pikiran dan dalam benak kita adalah sebuah kawasan luas yang rimbun, hijau, ditumbuhi dengan pepohonan besar yang berumur ratusan tahun dan tentu saja berbagai habitat hewan hidup disana. Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (Carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfera Bumi yang<!--more--> paling penting.</p>
<p>Bagi manusia sendiri, hutan merupakan sumber daya alam anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang tidak terhingga nilainya. Manusia memang tidak akan bisa hidup tanpa hutan. Hutan sangat berjasa besar untuk mengedarkan air dan menghasilkan udara bersih. Hutan mempunyai nilai filosofi yang sangat dalam bagi kepentingan umat manusia. Dengan hanya sedikit pengertian manusia, hutan bisa memberikan segala kekayaan alam yang dikandungnya untuk memberikan kehidupan bagi makhluk hidup di bumi ini terutama bagi umat manusia.</p>
<p>Sering kita lihat ada tulisan yang ditempelkan di batang pohon besar di tengah taman, tepi hutan wisata, atau di pinggir jalan dekat perhentian bus kota. Tulisan itu ingin menyampaikan pesan cinta terhadap lingkungan, misalnya &#8220;Lindungi dan cintailah kami!&#8221;. Kadang-kadang di tempat dan kulit batang pohon yang sama pun terukir tulisan seorang pria yang ingin menyampaikan perasaan cinta kepada seorang wanita, misalnya &#8220;Romeo Love Juliet!&#8221;. Sebatang pohon memang bisa menjadi tanda bersejarah. Ia bisa membantu kita untuk mengenang sebuah peristiwa. Seringkali itu peristiwa penting, mengesankan, atau sangat bermakna dalam hidup kita.</p>
<p>Pemerintah pun kadang memakai pohon untuk menandai dimulainya suatu ajakan tertentu, misalnya mengajak masyarakat menanam sebatang pohon di pekarangannya tepat pada perayaan Hari Bumi (Earth Day) yang jatuh setiap tanggal 22 April. Namun demikian nilai filosofi hutan tersebut terus menerus mengalami penurunan. Fungsi hutan lindung tidak digunakan sebagaimana mestinya. Banyak orang yang memiliki kepentingan mengubah fungsi hutan lindung menjadi ladang mata pencarian. Hal ini disebabkan karena pengelolaan hutan selama ini kurang memperhatikan arti hakekat yang terkandung pada filosofi hutan sehingga kelestarian lingkungan hidup menjadi terganggu.</p>
<p>Pengelolaan hutan lebih mengejar profit yaitu mencari keuntungan ekonomi semata. Sebagai akibat dari perlakuan hutan dengan cara tersebut, hutan di Indonesia mengalami degradasi yang sangat tajam. Luas hutan Indonesia terus menciut, sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan bahwa Luas Penetapan Kawasan Hutan Tahun 1950 Luas (Hektar) 162,0 juta ha, tahun 1992 118,7 juta ha, tahun 2003 110,0 juta ha dan tahun 2005 93,92 juta ha.</p>
<p>Menurut Prof. Otto Soemarwoto ( Kompas, 6 Pebruari 2001 ) di Jawa luas hutan tinggal 9% sampai 10% dari luas daratan, sedangkan di luar Jawa kerusakan hutan mencapai 1-1,5 juta hektar per tahun. Selain itu, yang cukup memprihatinkan apabila kita mengetahui bahwa Indonesia akhirnya merebut rekor dunia kebakaran hutan mengalahkan Brazil. Tahun 1963 menoreh rekor kebakaran hutan seluas 2 juta Ha, tahun 1982-1983 seluas 3,5 juta Ha, dan di tahun 1997-1998 rekor diperbaiki dengan atas nama sendiri seluas 11,7 juta Ha. Sebagai dampaknya, polusi yang mengakibatkan pemanasan global akibat kebakaran hutan di Indonesia pun tidak tanggung-tanggung. Sebanyak kurang lebih 1,7 juta karbon terlepas ke atmosfir, setara dengan 26 % total emisi karbon dunia yang dihasilkan bahan bakar fosil per tahunnya.</p>
<p>Penderitaan dan kerugian yang dirasakan berulang-ulang setiap tahun akibat banjir, jelas bukan sesuatu yang ringan. Dari keadaan ini, semestinya program lingkungan harus segera disikapi lebih serius oleh segenap aparat pemerintah dan anggota msyarakat. Sebab banjir inipun sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan, antara lain pengelolaan sampah. Saluran air yang terhambat oleh sampah dipastikan melahirkan banjir yang merugikan. Belum lagi makin merajalelanya wabah penyakit. Yang sekarang diperlukan adalah tindakan nyata sebagai upaya penanggulangan bencana dan kerugian masyarakat. Juga sebagai tindak lanjut atas kesadaran masyarakat yang telah tumbuh mengenai pentingnya memelihara lingkungan hidup yang hijau, bersih dan indah.   Untuk mananamkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus dimulai ditanamkan sejak dini terutama pada generasi muda.</p>
<p>Kalangan masyarakat saat ini berkembang sinyalemen bahwa generasi muda kurang berminat untuk terjun ke dunia pertanian termasuk didalamnya kehutanan. Indikator tersebut antara lain, dalam hal minat lulusan Sekolah Lanjutan  Tingkat Atas (SLTA) untuk masuk ke Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan di Perguruan Tinggi. Demikian pula lulusan dari Fakultas Pertanian serta Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian banyak yang memilih bekerja di luar sektor pertanian.</p>
<p>Dunia pertanian identik dengan dunia yang kotor, kumuh, miskin dan komunitas yang terpinggirkan serta dianggap tidak menjanjikan (Unpromising Bussiness). Pengenalan dunia hutan pada usia dini merupakan salah satu upaya strategis untuk kelangsungan fungsi hutan dalam menunjang kelestarian hutan dan lingkungan. Untuk mewujudkan maksud tersebut sudah sepantasnya pihak pemerintah/lembaga terkait dan masyarakat merancang suatu kegiatan yang dapat menarik minat generasi muda terhadap dunia kehutanan.</p>
<p>Berbagai pola dan metode yang bisa dikembangkan dalam kegiatan mencintai hutan ini, seperti :<br />
a.        Pengenalan Dunia Hutan<br />
b.        Penumbuhan Minat<br />
c.        Penghayatan Multi Fungsi Hutan<br />
d.        Perilaku Hutan<br />
e.        Mental Imagery</p>
<p>Pengenalan Dunia Hutan pada generasi muda dapat dimulai dari anak-anak sekolah. Hal ini dimaksudkan agar para siswa dan siswi mengenal dan tahu seluk beluk mengenai hutan. Dengan mengetahui fungsi-funngsi hutan tersebut, maka secara tidak langsung akan menumbuhkan minat anak-anak untuk mempelajari hutan lebih mendalam, termasuk didalamnya untuk mengetahui manfaat dan pentingnya hutan dalam kehidupan umat manusia serta makhluk hidup dibumi ini.</p>
<p>Pengenalan tentang hutan kepada anak-anak sejak dini merupakan salah satu modal penting untuk memelihara kelangsungan hutan kita dimasa yang akan datang. Hal itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengenalkan hutan kepada anak-anak kita. Pengenalan hutan sejak dini bisa dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari lingkungan mikro sampai dengan lingkungan makro. Pengenalan hutan dalam lingkungan  mikro Yang dimaksud dengan pengenalan hutan dalam lingkungan mikro pada anak-anak disini adalah mengenalkan anak-anak tentang hutan pada lingkungan keluarga. Orang tua harus memberikan pemahaman dan pengertian menganai hutan sekaligus fungsinya. Agar lebih menarik, maka ornag tua dapat memberikan gambaran mengenai keindahan-keindahan hutan, sehingga anak akan tertarik dan menyenangi hutan dan lambat laun kecintaan anak terhadap hutan akan bertumbuh kembang.</p>
<p>Metode yang digunakan ada beberapa cara, diantaranya yaitu : metode pengenalan dengan gambar maupun video kartun mengenai hutan, mengajak anak untuk melihat keindahan-keindahan hutan secara langsung dan masih banyak lagi cara yang lainnya. Interaksi anak dengan hutan secara langsung akan memberikan efek positif kepada mereka. Mereka akan mengetahui dan merasakan secara langsung manfaat dari hutan. Dengan begitu mereka juga akan sadar, bahwa semua itu perlu dilindungi dan dijaga kelestariannya. Pengenalan hutan dalam lingkungan makro</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan pengenalan hutan dalam lingkungan makro?? Itu pertanyaan yang sering terlontar dalam pembelajaran mengani hutan pada generasi muda. Pengenalan hutan pada anak dalam lingkungan makro ini adalah pengenalan hutan yang dapat dilakukan pada lingkungan anak yang lebih luas, contohnya adalah melakukannya pada lokasi pendidikan mereka seperti di play group, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar maupun pada anak yang telah duduk dibangku SMP. Pembelajaran hutan pada anak di lingkungan makro akan lebih disenangi oleh anak-anak, karena mereka akan mempelajari bersama teman-teman mereka sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan.</p>
<p>Kelebihan lainnya adalah mereka dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan teman-teman mereka. Sehingga mereka akan mendapatkan ilmu-ilmu baru dari temannya. Generasi muda tersebut adalah generasi penerus dimasa yang akan dating, sehingga menumbuhkan kecintaan terhadap hutan dalam diri mereka adalah penting sekali. Kecintaan mereka terhadap hutan nantinya akan menjadi bekal mereka untuk melindungi, merawat serta melestarikan hutan kita. Semua itu tentu saja hanya dapat terwujud bila kita bekerjasama untuk mewujudkannya.  Kita harus memulainya dari hal-hal yang kecil, sebab hal-hal yang kecil tersebut yang akan membawa kita pada hal-hal yang lebih besar. Kita tidak akan pernah mendapatkan hutan kita kembali bila kita tidak menumbuhkan kecintaan terhadap dunia dari sesuatu yang kecil.</p>
<p>Kita tidak boleh meyerah untuk mewujudkannya. Semua itu membutuhkan proses panjang dan waktu yang lama, sehingga kesabaran dan keteguhan hati harus tetap terjaga untuk mewujudkannya. Mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hala Tuju Dan Cabaran Pendidikan Alaf Baru : Persiapan Generasi Muda]]></title>
<link>http://nakhaie.wordpress.com/2009/10/06/hala-tuju-dan-cabaran-pendidikan-alaf-baru-persiapan-generasi-muda/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:08:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>nakhaie ahmad</dc:creator>
<guid>http://nakhaie.wordpress.com/2009/10/06/hala-tuju-dan-cabaran-pendidikan-alaf-baru-persiapan-generasi-muda/</guid>
<description><![CDATA[Generasi muda ibarat bunga mekar yang harus dibelai supaya tidak layu dan gugur sebelum berputik men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Generasi muda ibarat bunga mekar yang harus dibelai supaya tidak layu dan gugur sebelum berputik menjadi buah. Mereka memerlukan belaian seimbang, tidak terlalu keras dan tidak terlalu dimanjakan, tidak terlalu lambat dibelai dan tidak pula terlalu bergopoh-gapah. Bunga mekar yang menunggu untuk berputik dan berbuah, akan gugur dan layu jika terlalu banyak hujan atau kemarau memanjang. Generasi muda tidak harus dilihat sebagai generasi tua atau dilihat sebagai kanak-kanak mentah yang segalanya perlu diatur oleh orang dewasa. Mereka harus dilihat dan difahami sebagaimana mereka sendiri. Apalagi generasi muda dari kalangan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk melahirkan generasi muda yang progresif dan dinamik yang berpotensi  menggerakkan jentera  Islam menuju kejayaan, mereka perlu melalui proses tarbiyyah yang cemerlang. Tarbiyyah yang mampu menumbuhkan <strong><em>syajarah taiyyibah</em></strong> (pepohon yang terbaik). Pepohon yang melahirkan seruan terbaik dan membawa mesej terbaik. <strong><em>“Kalimah terbaik bagaikan pepohon terbaik, tunjangnya teguh dan cabangnya menjulang di lagit. Ia dikunjungi setiap masa oleh mereka yang mahu menikmati</em></strong><em> <strong>kelazatan buahnya dengan izin Tuhannya.”</strong></em> Dengan tarbiyyah cemerlang, generasi ini akan muncul sebagai <em>“<strong>a seed which sends forth its blade. It then becomes thick. And it stands on its own stem.” </strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tarbiyyah yang cemerlang bukan indoktrinasi yang bertujuan menjadikan generasi muda dan mahasiswa sebagai alat untuk menjulang seorang wira atau memulihkan kedudukan seorang pahlawan yang tersungkur atau menyokong sesuatu puak dan golongan bagi menjamin undi dalam perebutan kuasa politik. Tarbiyyah cemerlang adalah proses kental dan gigih bagi melahirkan insan yang berpegang teguh kepada tali Allah s.w.t. dan mendakap erat idealisme perjuangan Islam dengan kefahaman, ketaqwaan, kesedaran dan keinsafan mendalam sebagai insan mukmin yang mencari keredhaan Allah s.w.t. Insan mukmin, yang ranting dan dahan keadilan serta kebaikannya menjalar lebar menaungi setiap insan, tanpa terhalang oleh fanatisme, permusuhan dan perbezaan akidah. Hatinya sentiasa terpaut kepada arahan Tuhannya <strong><em>“Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah s.w.t. berlaku baik kepada kamu dan janganlah kamu inginkan kerosakan di bumi.” </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tarbiyyah cemerlang ialah pendidikan yang tidak bersempadankan masa kini, tetapi persiapan generasi muda untuk masa hadapan. Tarbiyyah cemerlang seperti inilah yang menjadi dasar pendidikan era pemerintahan Umar Ibn Khattab yang dinyatakan dalam ucapannya, “<strong>Ajarlah anak-anak kamu untuk zaman yang bukan zaman kamu</strong>.” Justeru, generasi muda tidak seharusnya dibelenggu dengan kaedah pendidikan dan cara-cara yang diwarisi, tanpa melihat kesesuaiannya dengan zaman mereka sendiri, melainkan di dalam perkara yang dithabitkan dengan nas tanpa menerima ijtihad lagi. Generasi lama tidak seharusnya fanatik dengan kaedah dan cara pendidikan yang dialami mereka semasa muda untuk mendidik generasi masa kini. Mereka tidak seharusnya memaksa pendekatan lama, tanpa memikirkan keperluan pengisian seharusnya untuk generasi muda bagi melengkapkan mereka sebagai pemimpin dan pelaku utama dalam perjuangan di masa hadapan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tarbiyyah efisyen dan cemerlang adalah untaian pergerakan membina generasi yang berilmu dan mempunyai kekuatan intelektual yang melahirkan kebijaksanaan. Ilmu tanpa kebijaksanaan memungkinkan kelahiran generasi rakus ilmu sehingga sanggup melakukan kezaliman bagi memuaskan naluri ingin tahunya. Generasi yang berjiwa rakus ilmu ini akan mengakibatkan berlakunya deintegrasi sosial dan sahsiah dalam kehidupan manusia. Kegilaan mengkaji dan menyelidik tanpa kebijaksanaan yang tinggi menjerumus masyarakat Barat ke dalam kesesatan dan kekosongan spiritual yang mengakibatkan berlakunya keruntuhan moral dan kehilangan matlamat kehidupan hakiki. Justeru, kegiatan akal dan pancaindera, mestilah berjalan seiring dengan kegiatan al-zikr yang sumbernya ialah wahyu yang dibawa oleh para rasul.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengisian di dalam program pendidikan mestilah mengadunkan antara al-fikr dan al-zikr sehingga terbentuk kebijaksanaan. <em>“<strong>Sesiapa yang diberikan kebijaksanaan, sesuangguhnya ia dikurniakan kebaikan yang banyak dan tiada yang ingat yakni yang menghayati zikr, melainkan golongan ulu al-bab.”</strong></em> Adunan inilah yang terkandung di dalam makna membaca di dalam wahyu pertama. <em>“ <strong>Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan.”</strong></em><strong> </strong>Perintah membaca ini<strong> </strong>dilakukan secara bersepadu antara kitab al-kaun dan kitab al-Quran sebagai sumber kepada <em>revealed knowledge</em> yang satu-satunya yang masih asli.</p>
<p style="text-align:justify;">Bacaan alam menghasilkan pengetahuan mengenai hukum-hukum Allah s.w.t. yang mengatur perjalanan alam syahadah dan alam tabi’e. Dengan menggunakan metodologi yang sesuai, banyak rahsia kejadian Allah s.w.t. di dalam alam ini dapat diketahui dan dimanfaatkan. Tetapi pengetahuan itu, tidak seharusnya menjadikan manusia itu rakus atau di dalam istilah al-Quran disebut sebagai “bagha” yakni melampaui batas. Sementara bacaan al-Quran pula menghasilkan ilmu dari sumber wahyu yang memberikan petunjuk mengenai kehidupan yang menyeluruh dari aspek kerohanian, kebudayaan, perundangan dan kemasyarakatan. Yakni, ia menyentuh mengenai pembangunan dan peradaban insan. Ketinggian kualiti insan dan kemantapan kerohaniannya, menjadikan manusia itu bijaksana dan tidak bersikap rakus atau melampau. Dengan itu, ia dapat menguruskan sumber alam ini dengan sebaiknya yang meninimakan kerosakan dan risikonya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan alaf baru di dalam melengkapkan penyediaan generasi baru yang berketrampilan, bukan sahaja harus membersihkan kandungan daripada sekularisme ilmu atau dualismenya. Tetapi juga membersihkan ilmu daripada unsur-unsur kemunduran yang menyempitkan ilmu hanya di dalam lingkungan taharah, ibadat khusus dan pengetahuan ukhrawi sahaja. Pengetahuan dari sumber bacaan ke atas alam, diketepikan sehingga berlaku kejahilan yang meluas dan menghalang tugas menjalankan urusan sebagai khalifah di bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun proses mengintegrasikan al-fikr dan al-zikr menerusi pengadunan kandungan ilmu bukanlah perkara mudah yang boleh dilakukan dengan sebarangan. Apalagi, setelah begitu lama dirungkai oleh arus kemunduran dan keruntuhan tamadun Islam dan dipukul badai sekularisme yang dibawa oleh penjajah Barat. Namun kita bersyukur, usaha mengintegrasikan kedua-duanya, tetap dilakukan oleh berbagai-bagai pihak di negara kita, terutama oleh pihak kerajaan dan juga para pemikir di bidang pendidikan di negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun perjalanan usaha itu agak perlahan, tetapi telah mencapai kejayaan yang membanggakan dari satu peringkat kepada peringkat yang lain. Diharapkan usaha tersebut dapat dilipat-gandakan sehingga matlamat pengIslaman ilmu dan integrasi ilmu-ilmu aqli dan naqli itu menjadi lebih pesat sehingga adunan al-fikr dan al-zikr itu menjadi kenyataan. Yang terakhir sekali ialah usaha yang dilakukan bersama oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia dan Universiti Islam Antarabangsa untuk melahirkan graduan yang mahir di dalam ilmu-ilmu sains, teknologi, perubatan dan seni bina yang sekaligus hafiz. Ini adalah langkah ke hadapan bagi mengintegrasikan ilmu-ilmu akli dan naqli yang mampu melahirkan adunan zikr dan fikr dalam satu acuan sahsiah bersepadu sebagai muslim yang berketrampilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha yang terpuji ini, memerlukan sokongan dan <em>political will</em> yang mendokongnya, supaya ia dapat berjalan lancar. Tetapi kita juga seharusnya sedar bahawa di kalangan kita sendiri, masih ada golongan yang dibelenggu oleh mentaliti kolonial yang merasakan bahawa model barat itulah yang terbaik. Mereka yang ketinggalan zaman ini, tidak sedar bahawa di kalangan intelektual Barat sendiri sedang rimas dengan kegagalan pendidikan  masyarakat mereka yang gagal melahirkan manusia yang berperibadi mulia. Makin terasa oleh mereka bahawa sistem pendidian di Barat dan falsafah yang mendokongnya, mengeluarkan generasi yang makin terhakis sifat-sifat dan nilai-nilai kemanusiaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat Islam dan komuniti manusia dunia ketiga, telah sekian lama menjadi target peperangan pemikiran <em>al-ghazwu al-fikr</em>, untuk dijadikan hamba abdi orang-orang Barat yang menjadi gila dengan <em>superiority complex</em> mereka. Mereka merasakan berhak untuk memperhambakan masyarakat manusia yang dianggap mundur dan menguasai kekayaan di seluruh dunia sebagai manusia superior.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan alaf baru di dunia Islam mestilah bersih daripada kesan-kesan peperangan pemikiran ini dari segi sistem dan kandungannya, mahupun perancang dan pendidik yang menggerakkan proses tarbiyyah bagi membina generasi muda yang bakal memimpin masyarakat Islam di masa hadapan. Bahkan para pemikir dan perancang pendidikan, mestilah merancang dan merangka serta mencari jalan-jalan dan kaedah paling berkesan untuk menggagalkan peperangan pemikiran yang dilancarkan oleh penjajah untuk menakluki pemikiran umat supaya tunduk kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Penjajahan fikiran lebih berbahaya daripada penaklukan negara. Ini ialah kerana penaklukan pemikiran itu tidak berakhir dengan pengunduran penjajah daripada sesuatu negara. Meskipun kini, banyak negara Islam yang dijajah telah merdeka, namun mentaliti anak tanah jajahan dan kesan-kesan peperangan fikiran masih lagi kekal dianuti oleh sebahagian besar masyarakat Islam yang terjajah itu. Kesan peperangan pemikiran ini menjadi penghalang besar untuk masyarakat Islam membina falsafah, sistem dan kandungan pendidikan mengikut acuan mereka sendiri. Justeru, masyarakat dan dunia Islam seharusnya, membentuk satu kumpulan pakar dan perancang yang bebas daripada mentaliti anak tanah jajahan bagi merancang pembangunan pendidikan yang eksilen bagi membina generasi ummat di alaf baru. Kumpulan ini mestilah juga bebas daripada kesan-kesan dan elemen kemunduran yang membawa kepada runtuhnya tamadun Islam dan lenyapnya tradisi keilmuan yang membentuk, membina dan mengembangkan tamadun Islam awalan. Kumpulan ini mestilah bebas daripada tasawwur ilmu agama yang disempitkan oleh desakan elemen kemunduran ini, sehingga ilmu agama itu hanya terbatas kepada bacaan ke atas wahyu sahaja, dan mengabaikan bacaan ke atas alam. Ilmu agama itu, kemudiannya, disempitkan lagi oleh elemen kemunduran ini sehingga skopnya menjadi sempit dan pengajian agama tidak lebih daripada hanya mempelajari usuluddin, syariah dan bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Kandungan yang menjurus ke arah menghidupkan kembali ilmu agama yang bertunjangkan kepada konsep iqra’ hendaklah menjadi asas kepada pendidikan alaf baru, sekiranya masyarakat kita ingin hidup merdeka dan bebas menjalankan usaha memartabatkan agama dan bangsa mengikut acuan kita sendiri. Usaha gigih ke arah itu hendaklah dilaksanakan supaya kita terselamat daripada serangan penjajahan pemikiran dan akhlak yang dibawa oleh gelombang globalisasi dengan bersenjatakan internet dan kemajuan teknologi multimedia. Bahkan kita mestilah memanfaatkan kemajuan teknologi multimedia dan teknologi digital itu, untuk menyerang-balas serangan tersebut dengan risalah dan ajaran yang bukan matlamatnya untuk menguasai dan menghancurkan orang lain, tetapi untuk meningkat nilai-nilai hidup kemanusiaan supaya terpelihara maruah dan ke-hormatannya sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah s.w.t.</p>
<p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-300" href="http://nakhaie.wordpress.com/2009/10/06/hala-tuju-dan-cabaran-pendidikan-alaf-baru-persiapan-generasi-muda/thailand-south-unrest/"><img class="alignnone size-full wp-image-300" title="THAILAND-SOUTH-UNREST" src="http://nakhaie.wordpress.com/files/2009/10/teenagers.jpg" alt="THAILAND-SOUTH-UNREST" width="500" height="423" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertunjukan Wayang Kulit Harus Dikemas Secara Menarik]]></title>
<link>http://sobokartti.wordpress.com/2009/09/06/pertunjukan-wayang-kulit-harus-dikemas-secara-menarik/</link>
<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 09:05:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>sobokartti</dc:creator>
<guid>http://sobokartti.wordpress.com/2009/09/06/pertunjukan-wayang-kulit-harus-dikemas-secara-menarik/</guid>
<description><![CDATA[KOMPAS Jawa Tengah Sabtu, 13 Juni 2009 | 10:51 WIB Tidak banyak generasi muda yang tertarik kepada w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KOMPAS Jawa Tengah<br />
Sabtu, 13 Juni 2009 &#124; 10:51 WIB</p>
<p>Tidak banyak generasi muda yang tertarik kepada wayang kulit. Wayang kulit selama ini identik dengan generasi lama atau orang tua, kuno, serta Jawa karena bahasa pengantarnya bahasa Jawa yang tidak populer lagi di kalangan generasi muda. Untuk menarik minat generasi muda, wayang kulit sebagai kesenian tradisional sebaiknya dipertunjukkan dengan sentuhan kreatif.</p>
<p>Dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang juga pelestari kesenian wayang kulit, Eddy Pursubaryanto, Jumat (12/6), di Kota Semarang, mengatakan, kesenian tradisi harus selalu mengikuti perubahan dan tuntutan zaman agar dapat terus hidup dan bertahan.</p>
<p>&#8220;Ditonton tidaknya kan tergantung cara membawakannya. Jika tidak dapat berubah, maka sebuah kesenian akan mati,&#8221; ujar Eddy yang sering didaulat menjadi dalang.</p>
<p>Menurutnya, modifikasi yang membuat pertunjukan wayang kulit berbeda dari biasanya dapat menjadi daya tarik tersendiri. Untuk itu, unsur kekinian perlu dimasukkan sebagai bagian dari pertunjukan asalkan tidak mengubah substansinya. &#8220;Mulai dari musik, kosa kata, bahasa, maupun gaya humor yang terbaru dapat dimasukkan,&#8221; kata Eddy.</p>
<p>Rosalia Dini Dwi Nusita (20), mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, mengatakan, wayang kulit dapat menjadi tontonan yang segar jika dikemas secara menarik. &#8220;Pertunjukan wayang kulit kan tidak harus dengan bahasa Jawa dan semalaman suntuk, tetapi bisa disajikan dengan cara lain agar tidak bikin ngantuk,&#8221; katanya.</p>
<p>Kedo Arya Aghasa (20), mahasiswa Unika Soegijapranata lainnya, juga mengakui, banyaknya tontonan seperti sinetron maupun film layar lebar bukanlah menjadi penghalang bagi wayang kulit untuk tetap dilestarikan. &#8220;Apalagi, pesan yang disampaikan lakon wayang kulit lebih mendidik dibandingkan sinetron dan film,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk menarik minat generasi muda terhadap wayang kulit, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (DKPPO) Kabupaten Blora menggagas konsep wayang kontemporer remaja, serta membina dalang cilik dan remaja. DKPPO bekerja sama dengan Paguyuban Dalang Indonesia (Pepadi) Blora rutin menggelar program wayang kulit masuk sekolah</p>
<p>&#8220;Kami menjalin kerja sama dengan Jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk mengemas wayang kontemporer yang diminati semua kalangan,&#8221; kata Kepala DKPPO Blora Pudiyatmo.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Temanggung tengah merintis program &#8220;Wayang Masuk Sekolah&#8221;. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mementaskan wayang selama satu jam di sekolah.</p>
<p>Di Kabupaten Magelang, pemerintah kabupaten akan menggelar roadshow pementasan wayang kulit ke kecamatan-kecamatan mulai 2010. &#8220;Sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok generasi muda dan anak-anak yang saat ini semakin jarang melihat pementasan wayang kulit,&#8221; kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Wibowo Setyo Utomo. (ilo/hen/egi)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini Lho Cara "Hemat" Biaya Kuliah]]></title>
<link>http://bungaliani.wordpress.com/2009/07/28/ini-lho-cara-hemat-biaya-kuliah/</link>
<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:38:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>omiyan</dc:creator>
<guid>http://bungaliani.wordpress.com/2009/07/28/ini-lho-cara-hemat-biaya-kuliah/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin jika berita ini terbukti benar bisa jadi ini adalah sebuah hantaman palu buat dunia pendidik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mungkin jika berita ini terbukti benar bisa jadi ini adalah sebuah hantaman palu buat dunia pendidik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SAY NO TO NEGATIVE LIFESTYLE]]></title>
<link>http://pancigosong.wordpress.com/2009/07/12/say-no-to-negative-lifestyle/</link>
<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 02:49:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>farizikhsan</dc:creator>
<guid>http://pancigosong.wordpress.com/2009/07/12/say-no-to-negative-lifestyle/</guid>
<description><![CDATA[Ckckckckck..Gue heran banget sama gaya hidup anak muda jaman sekarang yang menurut gue udah gak ada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ckckckckck..Gue heran banget sama gaya hidup anak muda jaman sekarang yang menurut gue udah gak ada positifnya sama sekali. Terutama ABG ( Anak Bau Got ) yang tinggal di kota besar. BUSRET banget deh. Gue kalo liat tipi, sampe ngelus-ngelus dada sendiri gara-gara ngeleatin abg-abg yang pada dugem di diskotik, mabok-mabokan, ngerokok, ngedrugs. Astaghfirullah. Belom lagi gaya berpakaian cewek-ceweknya yang pada pake baju yang belom jadi yang terkadang sampe mau keliatan dadanya. Pada tau kan yang gue maksud baju yang belom jadi ( baju yang bagian dadanya sobek, truz bagian lengan gak ada sampe bulu-bulu keteknya keliatan ).<br />
BUSYET…. Emang enak geto pake baju yang modelnya kayak celana dalem geto !? Gue ngebayangin aja, pas mereka lagi asiknya dugem trus tiba-tiba ada razia PSK trus mereka pada ditangkep, ato kalo nggak ada penjual shuttlekok (bener gak ya tulisannya) buat badminton lagi nyari bulu bebek buat dijadiin kok tapi gak dapet, dan akhirnya dia pergi ke diskotik dan mencoba mengganti bulu bebek dengan bulu ketek dan akhirnya cewek-cewek itu gak punya bulu ketek lagi. Buat abg cowok yang pada ngerokok. Gak pada takut gangguan kehamilan apa ?! Ups, kayaknya kurang tepat kalo gue nanya itu. Apa kalian gak pada takut kalo ntar loe pada impoten. Impoten ? IIHH…Serem banget,BOK. Buat yang cewek, apa gak pada takut gangguan janin ? Bisa-bisa ntar kalo ngelairin keluarnya dari hidung dan harus diambil pake sumpit mie ayam ( mao jadi The Master nieh ?! ).<br />
Buat yang ngedrugs. Halah….Gak ada untungnya sama sekale ngedrugs. Banyakan ruginya kale. Kalo kebanyakan apalagi. Bisa-bisa kematian akan segera menghampirimu. Mati ? Kawin aja belom. Gue saranin loe-loe pada yang terlanjur ngelakuin kelakuan biadab diatas segeralah bertobat. Hidup tanpa narkoba enak lagi. Badan rasanya fresh, gak ada beban, pokoknya enak deh. Contoh aja gue ( ceile, sombong bener ). Hal positifnya yang sekarang ini lagi semangat-semangatnya gue jalanin adalah berbagi cerita di blog gue. Gue merasa bebas nyurahin isi hati gue ke dalam tulisan. Hal negatifnya ?! Mungkin mulut gue kali ya, yang makin hari makin biadab kalo liat makanan. Moga-moga gue bisa nyadarin orang-orang who have negative lifestyle yang baca tulisan gue ini. Ato, gue digebukin gara-gara mereka gak terima. SEMOGA……</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahai Pemuda! Apa Lagi yang Kau Tunggu]]></title>
<link>http://gerakanbangkitindonesia.wordpress.com/2009/07/10/wahai-pemuda-apa-lagi-yang-kau-tunggu/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 02:20:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>gerakanbangkitindonesia</dc:creator>
<guid>http://gerakanbangkitindonesia.wordpress.com/2009/07/10/wahai-pemuda-apa-lagi-yang-kau-tunggu/</guid>
<description><![CDATA[Pemuda? Kenapa selalu sahaja pemuda menjadi topik perbincangan yang hangat. Tidak kira dalam arus po]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Pemuda? Kenapa selalu sahaja pemuda menjadi topik perbincangan yang hangat. Tidak kira dalam arus poltik negara,dalam medan da`wah bahkan dalam apa2 sahaja. Apa yang ada pada pemuda? Apa ada pada pemuda?</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan dalam sejarah dunia banyak sekali episod-episod kisah yg hebat di lakarkan dalam catatan sejarah dunia hasil karya pemuda2 terbilang?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ciri-ciri Pemuda</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah,mari kita merenung sebentar, apa ada pada diri kita sebagai pemuda?</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda itu adalah generasi dimana dirinya telah baligh hingga ke lingkungan 30 tahun. Pada diri pemuda itu adanya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Semangat yang kuat membara</li>
<li>Jiwa yg besar dan kuat</li>
<li>Badan yg tegap dan bertenaga</li>
<li>Nafsu yg memuncak</li>
<li>Kesanggupan untuk melakukan sesuatu perkara</li>
<li>Idealistik</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dan bukankah itu benar? Sukarno pernah berkata, berikan aku 10 orang pemuda, aku akan menggoncang dunia!! Dan bukankah itu benar?</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Pada diri pemuda ini ada semangat yg membara. Bilamana berkata tentang perjuangan, dirinya lah penuh dengan semangat yg membuak. Dia punya jiwa yg besar yang sanggup menerima cabaran. Jiwanya besar sehingga masalah dilihatnya sebagai kecil. Dia punya badan yang tegap dan penuh tenaga yang dia boleh gunakan. Dia punya nafsu yg memuncak. Bilamana dia diarahkan untuk melakukan sesuatu, dia sanggup melakukannya. Dia punya fikiran yg idealistik. Impikan utopia. Impikan yg terbaik.</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Pernah teringat (moga boleh jadi pedoman), berbual dengan pensyarah disini. Dia bertanyakan pandangan saya tentang politik. Tentang apa yang saya nampak dan saya beritahu apa yg saya inginkan. Sebuah negara dimana rakyatnya tidak ada syak wasangka pada apa dan mana-mana bangsa. Pada ketika keadilan diterima untuk semua tetapi hak bangsa asal tanah Melayu ini tidak dicurigai. Pada ketika politik dan pemimpinnya boleh duduk semeja dan faham bahawa mereka itu hanya orang-orang tua biasa kalau tiada kami, rakyat mereka, dan bukannya bertekak siapa yg betul dan salah dan bergaduh. Dan mereka faham bahawa tanggungjawab mereka adalah pada aset negara, ya`ni rakyat dan aset negara terbesar adalah pemuda didalam rakyat itu!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Mudah jawapan lecturer saya : <em>You are too naive</em> Tajul. <em>You are very idealistic and that is very good.However,it is unrealistic. </em>Dan saya agak rasa tertampar dengan apa yang dikatakan. Mungkin waktu itu sebelum mengenal tarbiyah, saya mungkin boleh menerima.t Tetapi kini saya lihat, itu bukan lagi unrealistik. Islamlah yg akan menyediakan segalanya apa yg saya inginkan dalam negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda itu cuma satu tiada pada nya: <strong>kematangan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kerana itu Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul ketika umurnya 40 tahun. Ketika kekuatannya masih ada sebagai seorang yang muda dan ketika baginda telah keluar dari generasi kepemudaan yang tidak matang kepada kematangan. Lihat, cantik Allah susun. Rasul itu masih punya kekuatan dan dalam masa yang sama telah matang dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan betapa Allah inginkan kita lihat betapa pentingnya pemuda ini diturunkan Nya surah Al Kahfi. Kisah tentang pemuda-pemuda Kahfi yang beriman dan berdiri di hadapan pemimpin yang zalim dan terpaksa menyelamatkan diri bagi menyelamatkan iman mereka!</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah pemuda KAHFI dalam Quran bukan sekadar cerita kosong. Ianya adalah ibrah (pengajaran) tentang sifat pemuda itu. Sifatnya yang tidak mahu melihat kemungkaran. Sifatnya yang berani! Sifatnya yg sanggup berdiri di hadapan pemerintah zalim dan berkata “Tuhan ku adalah Allah yg Esa,” walaupun dia tahu dengan dia berbuat demikian nyawanya akan melayang!!! Itulah pemuda yang ada jati diri:</p>
<p style="text-align:justify;">Bukanlah pemuda itu yg berkata ini bapaku. Tetapi pemuda itulah yang berkata,<strong> INILAH AKU!!!</strong></p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Itulah pemuda. Dia punya jati diri, keberanian dan kekuatan yang menggegar. Dia punya jati diri untuk mengatakan ini adalah aku dengan yakinnya. Dia tidak malu menyatakan itulah dirinya dan tiada yang lain mampu menggugat dia!!!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Kita lihat kepada sirah nabawiyah. Ia bukan sekadar kisah-kisah kosong. Sahabat-sahabat Rasulullah adalah pemuda! Kita tak lihat semua itu sebagai pengajaran. Abu Bakar lebih muda daripada baginda s.a.w sebanyak tiga tahun. Umar bin al-Khattab, ketika memeluk Islam berumur dua puluh tujuh tahun. Usman bin Affan lebih muda daripada Rasulullah s.a.w. Manakala Ali pula adalah yang termuda di kalangan mereka semua. Begitu juga Abdullah bin Mas’ud, Said bin Zaid, Abdul Rahman bin Auf, Bilal bin Rabah, Mus’ab bin ‘Umair dan berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus lagi dari kalangan para sahabat semuanya adalah pemuda!!!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Kita lihat pula Sultan Muhammad Al-Fateh pembuka Constantinople. Dia cuma berumur 21 tahun ketika itu. Satu tahun lebih tua sahaja dari saya. Betapa besarnya potensi pemuda itu. Tapi sayang, kita tak sedar!!! Di Indonesia, Suharto dijatuhkan oleh Mahasiswa. Oleh gerakan Mahasiswa!!! Di Malaysia, para pemuda pernah luas pengaruhnya!!! Cakap sahaja dimana ceruk dunia. Tapi sayang, potensi kita disalah salurkan. Potensi kita disalah gunakan. Masa muda ini lah untuk membina potensi kerana :</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Masa muda bukan lah masa untuk bersuka ria. Bukanlah masa untuk bersenang-senang. Bahkan ketika masa kosong dan lapang itulah sebenarnya pintu kemaksiatan dan panggilan nafsu rancak membuak. Tutuplah pintu kemaksiatan itu!!! Bukan masuk kedalamnya dan menyalurkan potensi kita pada kemaksiatan!!!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Kerana itu lah yg terjadi kini. Ketika pintu kemaksiatan hasil daripada penuh kelapangan (mungkin kerna AUKU) terbuka luas!!! Maka lahirlah segolongan yg berani “jihad” di jalan raya. Ramai yang diatas kamar pengantin sebelum nikah!!! Ramai yang bercinta dengan kawan sejenis!!! Yang berpimpin tangan dengan kawan lawan jenis. Tanpa segan silu bercium peluk dianggap macam perkara biasa, dan menjangkakan adalah asing dan pelik jika seseorang itu tidak ada kekasih hati!!!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Kenapa masalah ini berlaku. Kita punya banyak masalah remaja, sampai botak kepala pemimpin kita, tapi kita tak cari puncanya!!!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Punca cuma satu: Tiadanya kefahaman terhadap Islam ini! Tiada kefahaman yang sempurna!!! Kita fikir, kita dah solat lima waktu penuh, baca Quran, puasa ramadhan, itu dah cukup. Kita juga ada <em>result</em> yang baik. Itu dah cukup. Saudaraku, itu bukan lengkapnya Islam. Islam ini sempurna. Satu sistem yg lengkap. Bukan kita asingkan ibadah dan aktiviti seharian. Bahkan aktiviti itu adalah ibadah!!Tak cukup lagi!!!Ummat sekarang makin rosak. Ini tugas kita!!!</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Seronokkah anda duduk, cuma bersolat, penuhkan pelajaran tetapi sahabat di luar sana jauh daripada Islam? Apa anda ingin jawab kalau Allah tanya:</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">“Aku telah berikan kau ilmu untuk bawa ummat ini kepada Ku. Adakah telah kau tunaikan??”</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Saudaraku, kita punya potensi yang luas. Ada relevancnya Allah menurunkan Adam A.S ke bumi. Kalaulah manusia ini terus di syurga, manusia tak akan dapat berkembang. Seperti anak yang dimanjakan. Dapat segala yang diinginkan. Tapi di bumi, ada mehnah dan ujian. Dan ujian itu lah yg membentuk kita dan menyerlahkan potensi kita.</p>
<p style="line-height:1.6em;text-align:justify;margin:.7em 0;padding:0;">Bukankah begitu? Kerana itu lah kita dapat lihat betapa besar potensi ibu bapa kita. Betapa jauh mereka melonjak. Kerana masa muda mereka adalah kepayahan. Dan mereka gunakan kepayahan itu sebagai batu loncatan mereka!!!</p>
<p style="text-align:justify;">APA PERLU KITA BUAT???</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggungjawab besar terletak pada kita. Rasulullah bersabda :</p>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya: Aku berpesan kepada kamu supaya berbuat baik kepada pemuda, sesungguhnya hati mereka paling lembut. Sesungguhnya Allah telah mengutus aku membawa agama Hanafiah lalu para pemuda bergabung dengan aku dan orang-orang tua menentang aku.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat betapa Rasulullah melihat potensi pemuda itu. Kerana pada pemuda itulah ada tenaga yg besar. Ada kekuatan dan hati serta jiwa raksasa. Tapi dia perlu dipandu, bukan dijatuhkan semangatnya!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda ini perlu diberi kefahaman apa itu Islam. Apa itu sempurnanya Islam sebagai sistem dan betapa perlunya Islam itu diletakkan sebagai Ustaziyatul Alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sepatutnya kita penuhkan pada diri kita: KEFAHAMAN. Kerana dengan kefahaman itulah baru terbinanya kekuatan untuk bergabung. Untuk bergerak.Untuk jati dirinya tidak goyah. Untuk perjuangannya hanya untuk Allah. Bukan untuk nasionalisme, sifat kebangsaan atau barangkali perjuangan merempit.</p>
<p style="text-align:justify;">Carilah pada masa kita dan setiap saat kita untuk bergerak di jalan Allah. Bergabunglah di jalan Allah. Bergeraklah dalam tarbiyah! Jangan ikut da`wah hanya kerana nak mencari calon akhwat, untuk jadi calon menantu buat kita kerna inginkan perempuan yg baik2. Jangan masuk da`wah kerana niat untuk dapat nama!!! Bergeraklah dalam da`wah dan tarbiyah kerana niat kerana Allah. Hanya untuk Allah. Hanya dengan Allah. Hanya kepada Allah. Jadilah kita rahib di malam hari dan satria di siang hari. Tak akan pernah mengisi masa yang luang dengan kemaksiatan dan lagha. Biarlah betapa kita jadi sibuk sekalipun, itu lebih baik daripada membuka ruang untuk kemaksiatan menjengah. Biarlah AUKU menghalang, kita tetap isi masa yang lapang itu dengan tarbiyah. Dengan usaha da`wah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku,</p>
<p style="text-align:justify;">Kerja Kita Banyak. Masa Kita Sedikit. Apa Lagi yang Kita Tunggu!!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOMBA PENULISAN NASKAH CERITA FILM]]></title>
<link>http://creatifitas.wordpress.com/2009/07/10/lomba-penulisan-naskah-cerita-film/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 01:37:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>creatifitas</dc:creator>
<guid>http://creatifitas.wordpress.com/2009/07/10/lomba-penulisan-naskah-cerita-film/</guid>
<description><![CDATA[Kamu sering dengar kan banyak bahan pangan kita impor? mulai dari beras, kedelai, buah-buahan, gula,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://creatifitas.wordpress.com/files/2009/07/bu-aulia-poster-lomba-naskah-film.jpg"><a href="http://creatifitas.wordpress.com/files/2009/07/bu-aulia-poster-lomba-naskah-film.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-151" title="Poster Naskah Cerita" src="http://creatifitas.wordpress.com/files/2009/07/bu-aulia-poster-lomba-naskah-film.jpg?w=211" alt="Poster Naskah Cerita" width="211" height="300" /></a></a> Kamu sering dengar kan banyak bahan pangan kita impor? mulai dari beras, kedelai, buah-buahan, gula, jagung, dll semua produk impor. Lha tanah kita yang katanya subur ini apa tidak bisa untuk menanam sehingga pangan tercukupi dari milik kita sendiri, nah kalau yang memang kita tidak bisa memproduksi barulah impor. Bagaimana menurutmu? Dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup dan menumbuhkan Citra Pertanian di dada generasi muda serta mempertinggi rasa cinta tanah air, pertanian, dan sumber daya alam, Fakultas Pertanian UPN&#8221;Veteran&#8221; Yogyakarta menyelenggarakan &#8220;LOMBA PENULISAN NASKAH CERITA FILM&#8221; dengan tema naskah film berisi tentang penggambaran kondisi pertanian dan lingkungan di Indonesia dan solusinya guna peningkatan kemandirian bangsa dari sektor pertanian. Mahasiswa-mahasiswi seluruh Indonesia boleh ikutan lomba ini, asal memenuhi ketentuan yang ada dalam poster. Ketentuan selengkapnya dapat di download: <a href="http://creatifitas.wordpress.com/files/2009/07/lomba-penulisan-naskah-film.pdf">Lomba Penulisan Naskah Film</a>. Selamat menulis dan raih hadiahnya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nyong &amp; Nona Manado : DUTA WISATA]]></title>
<link>http://pesonamanado.wordpress.com/2009/06/24/nyong-nona-manado-duta-wisata/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 06:28:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>N. Raymond Frans</dc:creator>
<guid>http://pesonamanado.wordpress.com/2009/06/24/nyong-nona-manado-duta-wisata/</guid>
<description><![CDATA[Nyong &amp; Nona Manado Lewat Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat II Manado pada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_328" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><strong><strong><img class="size-thumbnail wp-image-328" title="Nyong &#38; Nona 2004" src="http://pesonamanado.wordpress.com/files/2009/06/nyong-nona-20041.jpg?w=150" alt="Nyong &#38; Nona Manado" width="150" height="112" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">Nyong &#38; Nona Manado</p></div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lewat Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tingkat II Manado pada Tahun 1989, ditetapkanlah hari lahirnya Kota Manado yaitu tanggal 14 Juli 1623.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penetapan ini diambil dari tiga peristiwa penting yang pernah dialami Kota Manado sebelumnya, yakni :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><!--more--><br />
</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Tanggal 14 diambil dari tanggal 14 Pebruari saat mana terjadi Peristiwa Merah Putih. Pada saat itu para putera daerah bangkit menentang penjajahan Kolonial Belanda.</strong></li>
<li><strong>Bulan Juli diambil dari unsur juridis, yaitu bulan Juli Tahun 1919 saat mana Beslit Gubernur Jenderal Hindia Belanda dikeluarkan.</strong></li>
<li><strong>Tahun 1623 diambil dari unsur historis saat mana Kota Manado dikenal dan telah berlaku sebagai sebutan yang digunakan dalam surat-surat resmi.</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dengan ditetapkannya tanggal 14 Juli 1623 sebagai lahirnya Kota Manado, pada Tahun 1989 untuk pertama kalinya Pemerintah dan Masyarakat Kota Manado merayakan Hari Ulang Tahun Kota Manado yang ke &#8211; 366.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Untuk Tahun 2009 ini, Pemerintah dan Masyarakat Kota Manado kembali merayakan Hari Ulang Tahun Kota Manado yang ke &#8211; 386.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salah satu kegiatan dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kota Manado, adalah Pemilihan Nyong Dan Nona Manado 2009 dengan penampilan Busana Khas Manado.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pemilihan Nyong Dan Nona Manado adalah ajang resmi dalam  berkompetisi  dari para kawula muda Kota Manado untuk mendapatkan kedudukan sosial yang terhormat, dihargai, dan diidolakan ditengah-tengah pergaulan kemasyarakatan.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagi mereka yang berhasil terpilih sebagai Nyong Dan Nona Manado 2009, selain mendapatkan hadiah yang menarik akan menjadi Duta Wisata Kota Manado guna mempromosikan potensi Pariwisata Kota Manado di seluruh Indonesia dan di luar negeri.<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendaftaran Pemilihan Nyong Dan Nona Manado 2009 telah dibuka pada tanggal 1 Juni 2009 dan ditutup pada tanggal 31 Juni 2009. Bagi yang berminat dapat menghubungi Sekretariat di Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Manado d/a. Kompleks Bahu Mall Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nrf &#8211; Manado,        Juni 2009,-<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Implementasi Bela Negara Merupakan Modal Dasar Bagi Generasi Muda]]></title>
<link>http://belanegarari.wordpress.com/2009/06/18/implementasi-bela-negara-merupakan-modal-dasar-bagi-generasi-muda/</link>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 03:09:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>obo</dc:creator>
<guid>http://belanegarari.wordpress.com/2009/06/18/implementasi-bela-negara-merupakan-modal-dasar-bagi-generasi-muda/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: DMC Implementasi nilai-nilai bela negara merupakan modal sosial yang harus menjadi landasan si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-587" title="TARI BALI2" src="http://belanegarari.wordpress.com/files/2009/06/tari-bali21.jpg" alt="TARI BALI2" width="150" height="195" /><em>Oleh: DMC</em></p>
<p>Implementasi nilai-nilai bela negara merupakan modal sosial yang harus menjadi landasan sikap dan kesadaran terhadap jati diri setiap masyarakat Indonesia khususnya bagi generasi muda penerus bangsa di masa depan.</p>
<p>Demikian disampaikan Dirjen Pothan Dephan, Prof. DR Budi Susilo Soepandji, DEA,  saat menutup Bimnis Pembinaan  Kesadaran Bela Negara Bagi Ormas, Parpol dan Seniman / Budayawan TK. Pusat TA. 2009,  (7/5), Di Kantor Pothan Dephan, Jakarta.<!--more--></p>
<p>Menurut Dirjen Pothan Hakekat dari Pembinaan kesadaran bela negara merupakan bagian dari suatu proses pembinaan sumber daya manusia yang berlanjut dan berkesinambungan serta disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis dalam kehidupan bernegara.</p>
<p>Meski demikian realisasi dalam penanaman kesadaran bela negara tersebut terdapat tantangan yang akan dihadapi, khususnya pengaruh era globalisasi dan kemajuan bidang IPTEK yang akan merubah sikap moral dan etika individu.</p>
<p>“Kondisi ini akan berakibat pada menurunnya etos kerja dan semangat kebersamaan yang akhirnya dapat memudarkan semangat dan kesadaran bela negara,” ungkap Dirjen Pothan.</p>
<p>Untuk Itu lanjut Dirjen Pothan, sangat mengharapkan kepada para peserta Bimnis PKBN tersebut untuk menyebarluaskan dan mengimplentasikan kesadaran bela negara dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>Sementara itu Sekretaris umum Forum Bela Negara (FBN), Angga Rahadian Tirta Wijaya mengatakan, bahwa di dalam mensosialisasikan kesadaran bela negara tersebut, dibutuhkan suatu wadah untuk menyalurkan aspirasi-aspirasi yang lahir dari lembaga-lembaga swadaya masyarakat, khususnya yang telah mengikuti sosialisasi bela negara di Dephan ini.</p>
<p>Ditambahkan Angga FBN ini, sudah dibentuk kurang lebih di 48 Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Namun program kerja dari FBN daerah ini masih bersifat masing-masing, dan untuk itu FBN pusat yang difasilitasi oleh Dephan mencoba menjembatani seluruh FBN yang ada di Indonesia, sehingga secara penyampaian materi sosialisasi bela negara dapat tersusun secara sistematis.</p>
<p>“Selama ini pandangan para peserta, setelah mengikuti sosialisasi ini tidak terdapat kejelasan program bela negara lanjutan, dan dengan adanya FBN ini kita bersama-sama mencoba mensosialisasi nilai-nilai bela negara ditengah-tengah kehidupan masyarakat,” jelas Angga.</p>
<p>Bimnis PKBN yang hari ini ditutup oleh Dirjen Pothan Dephan, diisi juga oleh beberapa acara pagelaran seni budaya, diantaranya pentas sendratari yang ditampilkan oleh sasana Budaya TMII, Atraksi Teatrikal yang dibawakan oleh GDE Mahasa dan Pentas seni lainnya. (MAW/HDY)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Krisis Moral Ancaman Kehidupan Masyarakat]]></title>
<link>http://muhamadjoni.wordpress.com/2009/06/07/krisis-moral-ancaman-kehidupan-masyarakat/</link>
<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 09:22:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>muhammadjoni</dc:creator>
<guid>http://muhamadjoni.wordpress.com/2009/06/07/krisis-moral-ancaman-kehidupan-masyarakat/</guid>
<description><![CDATA[Kerisis Moral Ancaman Kehidupan Oleh, M Joni SH Di Era globaliasasi saat ini kita dihadapkan berbaga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Kerisis Moral Ancaman Kehidupan<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Oleh, M Joni SH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong><span lang="IN">Di Era globaliasasi saat ini kita dihadapkan berbagai tantangan yang serba komplek terutama pengaruh budaya asing akibat perkembangan teknologi membuat terjadinya kerisis akhlak, moral<span> </span>dan mental sebagian masyarakat disebabkan kurangnya pemahanan dan penghayatan ilmu agama </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Bila kita mencermati tentang sikap dan prilaku<span> </span>sebagian masyarakat dalam kondisi saat ini<span> </span>sangat mudah terpengaruh akan berbagai lingkungan yang kurang sehat sehingga tidak heran akan dapat merobah mental masyarakat semakin terpuruk tanpa mempedulikan antara yang hak dan yang bathil<!--more--> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span>Kerancuan moral dan mental sebagian masyarakat tersebut tidak terlepas karena mengenyampingkan pendidikan ilmu agama dan sibuk dengan urusan aktifitas duniawi, padahal<span> </span>semua umat muslim dianjurkan meniru segala perbuatan yang dilaksanakan oleh nabi besar Muhammad Saw yang berpedoman kepada Al Quran dan Hadist sebagai benteng untuk menuju keselamatan di didunia dan akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Akibat krisis mental dan moral<span> </span>tersebut<span> </span>telah banyak menimbulkan berbagai masalah yang merugikan baik secara individu maupun kelompok dan pembangunan daerah, hal ini<span> </span>disebabkan banyaknya terjadi penyelewengan amanah sehingga sebagian masyarakat<span> </span>tidak segan-segan melakukan korupsi yang pada akhirnya menghambat kelancaran pembangunan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN) salah satu bentuk upaya untuk memperkaya diri tanpa menghiraukan akibat dan resiko yang bakal terjadi, padahal setiap perbuatan jelas akan dipertanggung jawabkan<span> </span>dimata hukum seperti, banyak terungkap berbagai kasus mulai dari tingkat yang paling rendah sampai ketingkat yang lebih besar, disamping juga tentu perbuatan tersebut akan dipertangung jawabkan nanti setelah mengalami kematian ( akhirat).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Berbagai bentuk dampak negatif saat ini muncul akibat mengenyampingkan ajaran islam<span> </span>dengan maraknya terjadinya berbagai perbuatan negatif seperti, pelanggaran dan penyelewengan, kasus susila, keterlibatan narkoba, perjudian minuman keras, porno aksi dan pornografi yang dilakukan oleh kalangan masyarakat<span> </span>dewasa sampai ketingkat anak seusia dini </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Bila kita sudah tidak peduli lagi dengan ajaran islam tentu kehancuran moral<span> </span>bakal terjadi yang tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa akan tetapi juga pada tingkap pejabat dan Mahasiswa sebagai calon intelektual yang kini marak melakukan berbagai unjuk rasa bahkan sampai dengan perbuatan anarkis dengan melakukan perusakan berbagai fasilitas pembangunan yang sumber dananya jelas dari rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span>Disamping itu kita melihat terjadinya korusi baik dilakukan secara individu mapun secara berjemaah merupakan suatu perbutan yang sangat tercela karena merugikan masyarakat dan pemerintah di samping membuat proses pembangunan menjadi lamban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span>Perbuatan negatif lainnya yang terjadi di Era Globaliasasi saat ini kecendrungan oknum masyarakat menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan sehingga berbagai upaya dilakukan, maka tidak heran<span> </span>berbagai kejadian muncul kepermukaan bahkan ada oknum masyarakat yang tidak segan melakukan mutilasi menghilang nyawa seseorang untuk mencapai tujuan tertentu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span><span> </span>Disamping itu juga anak tidak lagi<span> </span>peduli terhadap orang tua, kasus susila semakin menjadi-jadi, pesta muniman keras semakin marak, perjudian dilakukan secara terangan-terangan, hal inilah<span> </span>salah satu bentuk terjadinya krisis pendidikan ilmu agama.</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEBO NUSU GUDEL]]></title>
<link>http://untungsutikno.wordpress.com/2009/06/01/kebo-nusu-gudel/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:42:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mas Untung</dc:creator>
<guid>http://untungsutikno.wordpress.com/2009/06/01/kebo-nusu-gudel/</guid>
<description><![CDATA[oleh : Untung Sutikno*) ” Kowe aja mangan brutu, mundhak bodho. Ben mbahmu sing dhahar kang wis keba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[oleh : Untung Sutikno*) ” Kowe aja mangan brutu, mundhak bodho. Ben mbahmu sing dhahar kang wis keba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[160 Juta Penduduk Indonesia Merokok]]></title>
<link>http://ruanghati.com/2009/05/31/160-juta-penduduk-indonesia-merokok/</link>
<pubDate>Sun, 31 May 2009 07:52:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesin kasir</dc:creator>
<guid>http://ruanghati.com/2009/05/31/160-juta-penduduk-indonesia-merokok/</guid>
<description><![CDATA[Merokok bukan hanya dominasi kaum pria, sebagian wanita menjadikan rokok sebagai trend &quot;cosmopo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Merokok bukan hanya dominasi kaum pria, sebagian wanita menjadikan rokok sebagai trend &quot;cosmopo]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba]]></title>
<link>http://edwardmushalli.wordpress.com/2009/05/25/selamatkan-generasi-muda-dari-narkoba/</link>
<pubDate>Mon, 25 May 2009 05:32:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Edward Mushalli</dc:creator>
<guid>http://edwardmushalli.wordpress.com/2009/05/25/selamatkan-generasi-muda-dari-narkoba/</guid>
<description><![CDATA[Drs. H. Edward Mushalli sebagai ketua Badan Narkotika Kota Tanjungpinang menyampaikan pesan kepada G]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-medium wp-image-306" title="Indonesia Merdeka Tanpa Narkoba" src="http://edwardmushalli.wordpress.com/files/2009/05/indonesia-merdeka-tanpa-narkoba_resize2.jpg?w=237" alt="Indonesia Merdeka Tanpa Narkoba" width="190" height="240" /><strong>Drs. H. Edward Mushalli</strong> sebagai ketua Badan Narkotika Kota Tanjungpinang menyampaikan pesan kepada Generasi Muda Penerus <span style="text-decoration:line-through;">Warisan</span> Bangsa, Penerus Pembangunan Bangsa untuk bersama-sama menjauhi dan memerangi narkoba. 41 Generasi Muda tewas setiap harinya di Seluruh Indonesia disebabkan oleh konsumsi Narkoba dan Minuman Keras*.</p>
<p>Narkoba musuh kita bersama, bebaskan keluarga kita, sahabat kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita sayangi dari ancaman bahaya Narkoba. Perangi Narkoba, Pulihkan penderitanya, pulihkan traumanya.</p>
<p>* SUmber Harian Kompas, 24 Mei 2009</p>
<p>* Gambar diambil dari Tepas BNN Jakarta</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GENERASI BANGSA YANG OPTIMIS ATAU PESIMIS KAH?]]></title>
<link>http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/05/21/generasi-bangsa-yang-optimis-atau-pesimis-kah/</link>
<pubDate>Thu, 21 May 2009 00:56:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>pelangiituaku</dc:creator>
<guid>http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/05/21/generasi-bangsa-yang-optimis-atau-pesimis-kah/</guid>
<description><![CDATA[Kita harus berpikir bagaimana kondisi bangsa ini 13 tahun lagi?Apakah polusi masih menyelimuti udara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kita harus berpikir bagaimana kondisi bangsa ini 13 tahun lagi?Apakah polusi masih menyelimuti udara]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blog Training and Preneurship di Laboratorium Fisika Universitas Brawijaya]]></title>
<link>http://piranhamas.wordpress.com/2009/05/03/blog-training-and-preneurship-di-laboratorium-fisika-universitas-brawijaya/</link>
<pubDate>Sun, 03 May 2009 10:13:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agus Setiyawan</dc:creator>
<guid>http://piranhamas.wordpress.com/2009/05/03/blog-training-and-preneurship-di-laboratorium-fisika-universitas-brawijaya/</guid>
<description><![CDATA[Bagi yang belum mengikuti Batch I karena kemarin ada sekitar 15 orang yang tidak kebagian tempat, si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bagi yang belum mengikuti <strong>Batch I</strong> karena kemarin ada sekitar 15 orang yang tidak kebagian tempat, silahkan mengikuti <strong>Batch II</strong>. Terima kasih banyak atas respond yang sangat bagus didalam memanfaatkan acara acara yang kami adakan dalam rangka ikut serta membangun generasi muda yang khususnya bekerja sama dengan <strong>HIMAFIS Universitas Brawijaya</strong>.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-974" title="blog-training-and-preneurship-12" src="http://piranhamas.wordpress.com/files/2009/05/blog-training-and-preneurship-12.jpg" alt="blog-training-and-preneurship-12" width="450" height="337" /><img class="aligncenter size-full wp-image-975" title="blog-training-and-preneurship-2" src="http://piranhamas.wordpress.com/files/2009/05/blog-training-and-preneurship-2.jpg" alt="blog-training-and-preneurship-2" width="450" height="337" /><img class="aligncenter size-full wp-image-976" title="blog-training-and-preneurship-3" src="http://piranhamas.wordpress.com/files/2009/05/blog-training-and-preneurship-3.jpg" alt="blog-training-and-preneurship-3" width="450" height="599" /><img class="aligncenter size-full wp-image-977" title="blog-training-and-preneurship-4" src="http://piranhamas.wordpress.com/files/2009/05/blog-training-and-preneurship-4.jpg" alt="blog-training-and-preneurship-4" width="450" height="337" /><img class="aligncenter size-full wp-image-978" title="blog-training-and-preneurship-5" src="http://piranhamas.wordpress.com/files/2009/05/blog-training-and-preneurship-5.jpg" alt="blog-training-and-preneurship-5" width="450" height="337" /><br />
<a href="//www.socialmarker.com/?link='+encodeURIComponent (location.href)+'&#38;title='+encodeURIComponent( document.title);"><img src="http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" alt="" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Budaya Pop Jepang]]></title>
<link>http://marketingahira.wordpress.com/2009/03/12/budaya-pop-jepang/</link>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 19:25:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>ningnangningnung</dc:creator>
<guid>http://marketingahira.wordpress.com/2009/03/12/budaya-pop-jepang/</guid>
<description><![CDATA[[mediacare] Seminar Nasional Studi Jepang Kemarin setelah membaca artikel tentang origami, saya mula]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2><span style="color:#ff0000;"><span class="subject">[mediacare] Seminar Nasional Studi Jepang</span></span></h2>
<pre><a href="http://marketingahira.wordpress.com/2009/03/02/gratis-belajar-di-asian-brain/">Kemarin</a> setelah membaca artikel tentang origami, saya mulai tertarik terhadap kebudayaan jepang.
Saat saya googlingsaya menemukan artikel menarik, postingan rekan saya Dipo siahaan, berikut artikelnya:
Pada hari Sabtu, 3 November 2007, pukul 13.00 ~ 18.00 WIB, the Japan

Foundation akan mengadakan serangkaian acara Ceramah Umum dan Seminar Studi
Jepang, di Hotel Le Meridien, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta.

Sebagai penceramah pada acara hari tersebut adalah Mr. Iokibe Makoto. Beliau
adalah Kepala Sekolah Angkatan Bela Diri Jepang. Topik yang akan beliau
angkat adalah mengenai "Modernization in Asia". Sebagai moderator untuk Mr.
Iokibe adalah Dr. Bachtiar Alam. Beliau adalah ketua dari Asosiasi Studi
Jepang di Indonesia. Mr. Iokibe Makoto adalah salah satu tokoh terpandang di
Jepang. Beliau dikenal sebagai pakar dalam bidang Kebijakan
Pertahanan-Keamanan. Wawasan dan pengetahuan beliau dalam bidangnya
tersebut, kami yakin, akan sangat bermanfaat bagi para ilmuwan dan pembuat
kebijakan di Indoensia. Kami mengundang para praktisi, pembuat kebijakan,
maupun akademisi untuk datang menghadiri ceramah beliau.

Setelah ceramah dari Mr. Iokibe Makoto, adalah acara seminar dari para
peneliti muda Studi Jepang di Indonesia. Para peneliti muda ini adalah
mereka yang masih berusia di bawah 40 tahun. Untuk acara kali ini, kami
menampilkan Andham Putri Dewi, M.Si., peneliti dari Pusat Studi Jepang
Universitas Indonesia, dan Antar Venus, M.Si., Ketua Jurusan Program
Manajemen Komunikasi, FIKOM UNPAD. Topik yang akan mereka berdua angkat
adalah mengenai kajian Pop-culture Jepang. Bertindak sebagai moderator bagi
mereka adalah Dr. Bambang Wibawarta, Direktur Pusat Studi Jepang Universita
Indonesia.

Kedua acara ini <a href="http://marketingahira.wordpress.com/2009/03/09/blog-gratisan/">gratis</a>, dan terbuka untuk umum.

Berikut adalah TOR untuk acara Seminar Peneliti Muda Studi Jepang.

salam
Dipo Siahaan

____________________________________________________________________________
____________________________

I know what time is, until you ask me to define it

St. Augustine

Pengantar untuk Seminar Nasional Studi Jepang 3 Februari 2006
Budaya pop Jepang telah memberikan pengaruh yang sangat luas dan besar
kepada generasi muda di Indonesia. Coba saja datangi toko-toko buku yang
terdapat di kota-kota besar. Edarkan pandangan anda, dan mungkin anda akan
melihat betapa tempat-tempat yang dipenuhi oleh para pembaca (gratis) atau
<a href="http://marketingahira.wordpress.com/2009/02/19/jenis-jenis-affiliate-marketing/">calon pembeli</a> adalah tempat-tempat yang memajang deretan buku komik dari
Jepang. Kebanyakan dari orang-orang yang anda lihat ini adalah di bawah
berusia 30 tahun. Kemudian perhatikan saja tayangan-tayangan televisi pada
Sabtu dan Minggu pagi, dan anda akan langsung menyadari bahwa kebanyakan
tayangan televisi itu didominasi oleh tayangan film kartun dari Jepang.
Kemudian perhatikan juga tentang semakin bertambahnya komunitas penggemar
musik-musik dari Jepang (baik J-pop maupun J-Rock).

Kadang-kadang (walaupun tidak banyak), anda mungkin akan berpapasan dengan
orang-orang dengan gaya berpakaian yang tampak aneh di mata anda, dengan
rambut dicat warna-warni, lengkap dengan berbagai aksesoris (yang juga
aneh). Ada kemungkinan orang-orang yang anda lihat ini adalah anak-anak muda
yang mencoba mengikuti gaya berpakaian ala Harajuku (sebuah distrik di Tokyo
yang terkenal dengan fesyen anak mudanya). Selain itu, sejumlah sekolah di
kota-kota besar di Indonesia juga telah mencoba mengadakan festival-festival
kebudayaan Jepang, lengkap dengan permainan cos-play (costume play) yang
menggunakan tokoh-tokoh komik atau permainan video yang populer sebagai
model.

Fenomena ini adalah fenomena yang sudah umum diketahui. Berbagai surat kabar
nasional sudah menurunkan berita tentang merebaknya budaya pop Jepang di
kalangan anak muda Indonesia. Tapi permasalahannya, segala sesuatu yang
dipaparkan dalam berbagai artikel surat kabar itu adalah selalu bersifat
deskriptif. Hampir tidak ada tulisan (yang dihasilkan melalui sebuah
penelitian terencana) yang bisa memberikan jawaban memadai atas
pertanyaan-pertanyaan yang lebih esensial dan penting untuk dijawab.

I. Apakah Budaya Pop Jepang (Andham Putri Dewi)

Kebanyakan orang mungkin paham apa yang dimaksudkan dengan budaya pop
Jepang. Tapi apabila diminta untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan
budaya pop Jepang, maka mungkin kebanyakan orang akan tersendat, dan tidak
mampu menemukan jawaban yang pas.

Memang betul bahwa sudah banyak orang yang mencoba mendefinisikan tentang
budaya pop Jepang. Tapi definisi-definisi yang bermunculan, entah mengapa,
menampilkan nuansa yang berbeda, kadang-kadang kontradiktif, sehingga terasa
sedikit membingungkan. Ada sejumlah orang yang mendefinisikan budaya pop
sebagai budaya yang diproduksi dan dikonsumsikan secara massal, utamanya
untuk kalangan generasi muda (lihat misalnya: Japan Edge, 1999, Ed.:Annete
Roman). Namun, kadang-kadang juga ada yang mengatakan bahwa budaya pop
Jepang telah membangkitkan semangat individualisme, ketidakpedulian terhadap
lingkungan sosial dan politik, dan segala macamnya. Bagaimanakah sesuatu
yang diproduksi secara massal seperti budaya pop Jepang ini, kemudian bisa
‘dituding’ menjadi penyebab merebaknya individualisme? Budaya pop Jepang
ini adalah budaya massalkah atau budaya individualisme? Atau jangan-jangan
budaya pop ini adalah keduanya secara bersamaan, sebuah budaya
individualisme massal?

Ini baru satu aspek sudut pandang yang bisa dilihat dalam menjelaskan
tentang apa dimaksud dengan budaya pop Jepang.

Penjelasan tentang kebudayan, hampir selalu melibatkan juga penjelasan
tentang nilai. Berbicara tentang nilai, perlu diperhatikan bahwa dalam
banyak literatur yang membahas tentang budaya pop Jepang, terdapat
kecenderungan untuk memberikan penilaian tertentu terhadap budaya pop
Jepang. Tentu saja ini adalah sebuah hal yang tidak terhindari. Hanya saja,
kebanyakan penilaian yang diberikan ternyata bersifat negatif (bahkan ada
juga yang menuding). Ada beberapa, misalnya, yang mencoba menghubungkan
antara meluasnya budaya pop di kalangan anak muda Jepang dengan stagnansi
ekonomi dialami Jepang. Dihubungkan seperit itu, maka timbul kesan bahwa
budaya pop adalah sesuatu yang regresif, bahkan merusak terhadap kebudayaan
suatu bangsa (dalam hal ini Jepang). Ada nilai-nilai yang muncul dari budaya
pop ini, yang dianggap telah ikut memberikan andil terhadap masalah-masalah
yang dihadapi oleh generasi muda Jepang saat ini. Misalnya: kecenderungan
untuk bersikap anti sosial, merebaknya individualisme, ketidakpedulian pada
orang lain dan lain-lain.

Sebagian lagi menuding budaya pop Jepang sebagai sebuah budaya yang terputus
dengan kebudayaan Jepang yang tradisional. Mereka mengatakan bahwa pengaruh
utama dari kebudayaan pop ini adalah terutama dari kebudayaan barat.

Betulkah semua pandangan yang cenderung negatif ini? Tidak adakah
nilai-nilai positif yang muncul dari budaya pop Jepang (apakah
individualisme, misalnya, selamanya negatif?) ? Kemudian juga, betulkah
bahwa budaya pop Jepang terputus sama sekali dengan kebudayaan tradisional
yang dimiliki oleh Jepang? Bisakah dikatakan bahwa budaya pop telah
menyebabkan tercerabutnya sebagian anak muda Jepang dari akar budaya dan
tradisinya sendiri?

II. Bagaimanakah dampaknya di Indonesia? (Antar Venus)

Perhatikanlah betapa besarnya pengaruh budaya pop-Jepang di kalangan anak
muda Indonesia. Harus diakui bahwa pengaruh ini, mungkin, tidak mencapai
hingga lapisan terbawah. Kalangan anak muda yang paling banyak terpengaruh
adalah kalangan anak muda yang berasal dari kelas menengah ke atas.
Merekalah yang secara rajin mengkoleksi ikon-ikon dari budaya pop Jepang
ini, mulai dari CD musik, buku komik, pakaian dan segala macamnya. Di luar
mereka, pengaruh budaya pop Jepang cenderung tidak begitu besar gaungnya.

Namun demikian, patut dipertimbangkan bahwa umumnya para calon pengambil
keputusan di masa mendatang (atau dalam kata lain: mereka yang akan memiliki
kemampuan untuk memengaruhi masyarakat), adalah biasanya mereka yang berasal
dari kelas menengah ke atas. Mereka adalah calon-calon cendekiawan,
birokrat, politisi, hingga para seniman masa mendatang. Dari segi ini saja,
maka kajian terhadap dampak budaya pop Jepang di Indonesia menjadi penting
untuk dilakukan. Tentu kita perlu mengetahui, nilai-nilai seperti apakah
yang sebenarnya tertanam di kalangan anak muda Indonesia, melalui budaya pop
Jepang tersebut? Bukankah itu menjadi antisipasi terhadap budaya masa depan
yang mungkin akan dipraktekkan oleh orang Indonesia sendiri? Mengapa budaya
pop Jepang itu menarik bagi kalangan anak muda sekarang ini? Apakah
sebenarnya persepsi mereka terhadap budaya pop ejpang? Atau bisa saja
pertanyaan yang penting untuk dijawab karena sifat praktisnya: bisakah kita
menilai pengaruh ini dengan menggunakan ukuran positif-negatif (tentu saja
bukan baik-buruk dalam pengertian moral, tapi baik-buruk dalam hal
pengaruhnya terhadap upaya demokratisasi dan pembangunan ekonomi Indonesia)?

Seminar nasional ini tidak akan bermaksud menjawab semua pertanyaan itu.
Hampir tidak mungkin untuk menjawab itu semua dalam makalah yang hanya
setebal 15-30 halaman, dalam waktu kurang dari dua jam. Mungkin saja, dari
semua pertanyaan yang telah diajukan, hanya sebagian kecil saja
pertanyaan-pertanyaan tersebut yang mampu untuk dijawab secara komprehensif.
Namun demikian, tujuan dari seminar ini memang dalam rangka memperkenalkan
isu ini sebagai isu yang patut dipandang serius oleh para peneliti studi
Jepang di Indonesia, dan oleh sebab itu patut juga dipandang sebagai wilayah
kajian yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Penutup

Pembicara untuk seminar ini ada dua orang. Pembicara pertama, Andham Putri
Dewi akan membahas sejumlah pertanyaan yang diajukan pada bagian pertama.
Pembicara kedua, Antar Venus, akan membahas sejumlah pertanyaan yang
diajukan pada bagian kedua.

Artikel ini memang tidak ada hubungannya dengan <a href="http://marketingahira.wordpress.com/2009/03/07/blog/">blog</a> ataupun <a href="http://marketingahira.wordpress.com/2009/02/05/permintaan-maaf-anne-ahira/">anne ahira</a>, tapi semoga tetap bermanfaat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </pre>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
