<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gigs-review &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/gigs-review/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gigs-review"</description>
	<pubDate>Tue, 21 May 2013 20:32:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[“Noise, I’m In Love”  Kebisingan Menembus Segalanya! ]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2013/04/01/498/</link>
<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 07:47:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2013/04/01/498/</guid>
<description><![CDATA[Malam Jumat (28/3) yang cerah dan tenang. Kepulan asap rokok yang membumbung tinggi dibalut dengan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Malam Jumat (28/3) yang cerah dan tenang. Kepulan asap rokok yang membumbung tinggi dibalut dengan senda gurau yang intim dan bersahaja. Wisma Seni Taman Budaya Surakarta masih dalam keadaan yang hangat dan temaram seperti biasanya. Arloji ditangan masih menunjukan pukul 19.25 WIB dan dalam beberapa jam kedepan, suasana seperti ini akan berubah drastis 180 derajat.<br />
Tepat pukul 19.30, “Noise, I’m In Love” dimulai dengan ocehan duo MC Adis dan Nanang. Mereka memulai acara ini dengan kelakar mereka yang renyah dan gimmick yang cukup menggundang gelak tawa. “Noise, I’m In Love” merupakan gigs pertama diawal tahun 2013 di Kota Solo yang diprakasi oleh Dean Street Billy’s berkolaborasi dengan UKM Band ISI Surakarta. Gigs kali ini menampilkan sebuah pertunjukan musik yang sederhana, menembus norma dan dogma musik yang ada. Tak perlu panjang lebar setelah membacakan sponsor malam ini, Morphe Memory dipersilahkan mengambil alih acara malam ini.<br />
Sekilas band ini tampak biasa dan normal. Beranggotakan 3 orang dengan peralatan band yang normal. Perlahan drum mulai diketuk membuat ritme untuk kali ini, line bass tipis mengisi kekosongan menjaga nada rendah. Mengalun dengan perlahan dan tenang. Sekilas saya berpikir bahwa ini adalah Blues dengan melodi gitar yang bersih tanpa distorsi. Akan tetapi semua itu adalah tipu daya dan ini adalah “Noise, I’m In Love”. Nanang, gitaris Psikotropika sekaligus MC, mulai memperkosa gitarnya. Mulai dari menyegamakan gitarnya dengan amplifire, dan kemudian menghancurkan konfigurasi efek gitarnya. Raungan gitar dan noise yang dihasilkan efek berhasil mencabik suasana tenang malam itu. Liar dan beringas. Sayang penampilan mereka tidak disaksikan oleh banyak orang, pengunjung mulai berhamburan takala Morphe Memory usai mengandaskan ketenangan malam itu. Tampaknya penonton yang baru datang tadi kehilangan salah satu moment terbaik di “Noise, I’m In Love”. <a href="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2013/04/20130401-105426.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-486" alt="20130401-105426.jpg" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2013/04/20130401-105426.jpg?w=300&#038;h=300" width="300" height="300" /></a><br />
Selanjutnya Psikotropika melanjutkan dengan kebisingannya. Bermodal dari selongsong bambu yang disambungan dengan pedal efek gitar dan kemudian dikawinkan dengan alat bor, maka lahirnya ambient suara yang tringinas. Melengking menyentuh nada-nada atas, membius menembus gendang telinga. Inilah duo bising yang paling dinanti selain headliner acara kali ini. Konon katanya, projek “Bambu Bising” ini merupakan projek lama yang terhenti beberapa tahun silam. Sebuah tragedi menghempaskan Morphe Memory, namun di “Noise, I’m In Love” projek ini kembali dipertunjukan. Usai Morphe Memory, yang tersisa hanyalah tepuk tangan penonton serta dengungan panjang di dalam tempurung kepala.</p>
<p>Aksi bising kedua grup tadi, dinetralisir oleh Carment yang didaulat menjadi pengisi acara yang ketiga. Masih dengan formasi yang lama, dan tampaknya Carment memang selalu ditunggu oleh jamaah cutting edge Kota Solo. Terbukti penampilan mereka berhasil membuat penonton yang sedari duduk manis sembari bertegur sapa dengan teman-teman merapat ke depan panggung. Penonton dengan hikmat menyanyikan bait demi bait yang dilantunkan oleh Wisnu sang pendoa dibalik mic. Check sound yang kilat serta peralatan yang terbilang minim tak menghalangi untuk menghasilkan sound yang cukup enak didengarkan. Tak salah jikalau band-band di Kota Solo menggangap Carment adalah band yang memiliki sound terbersih dan “terempuk” di telinga. Hanya di saat Carment bermain, beberapa wanita ekspatriat yang hadir di malam itu mengibaskan rambutnya dan berjoget menikmati musik Indie-rock yang disuguhkan. Apakah Carment idola wanita bule masa kini?</p>
<p>Trouble yang cukup lama cukup menghambat penampil keempat untuk unjuk meramu kebisingan yang dia punya. Smith alias Matikau adalah seorang Indonesia asli yang siap mengaduk-aduk suasana malam itu. Tampaknya malam Jumat memanggil dirinya adalah moment yang sangat pas dan mencengangkan. Seketika lampu dimatikan, dan kemudian lantunan narasi layaknya keadaan di alam kubur mulai berkumandang lengkap dengan backsound gemuh kilat yang menggelegar. Jeritan siksa dan isak tangin kepedihan menjadi senjata utama kebisingan Matikau. Efek-efek gitar yang disusun mulai diperkosa untuk menghasilkan bising dan dengungan tajam memekakan telinga. Sebuah jenis pertunjukan yang baru dimana sebuah fenomena alam kubur yang kemudian dirubah menjadi sebuah pertunjukan musik. Bergidik bulu kuduk dikala itu. Matikau sesangar namanya, dan musiknya cukup membuat yang hadir dikala itu ingat dengan akhirat walau sejenak.</p>
<p>Institut Seni Indonesia memang gudangnya para seniman. Jikalau anda tidak cukup gila, maka anda belum sampai pada tahapan seniman. Hal itu yang ditampilkan oleh The Sablenk. Seperti namanya The Sablenk yang berarti gila, ketika pemuda mahasiswa ISI Surakarta pun menunjukan kegilaan mereka dalam mercik musik. Panci masak yang biasanya dipakai untuk menggoreng, kini dikawinkan dengan efek gitar dan dimasukan kedalam amplifire. Akan tetapi kegilaan mereka belum berhenti sampai disana, The Sablenk berhasil menciptakan alat musik mereka sendiri dan diberi nama “Senar Mubeng”. Adis menceritakan bahwa The Sablenk mengusung genre Noise/Contemporer. Nada-nada suling yang dimainkan menjadi nada dasar The Sablenk, dan Bebunyian sedari panci dan Senar Mubeng menjadi pelengkap noise alunana mereka. Perlahan mereka bermain dengan alunan yang lambat dan seketika menukik dengan alunan yang cepat, notasi itu terjadi berulang kali. Standing Ovation dan riuh penonton menyambut kesudahan aksi gila The Sablenk.</p>
<p>Seniman lokal dalam negeri usai sudah unjuk gigi, kini giliran musisi luar yang pamer keberisikan mereka. Matt Shoemaker, ekspatriat asal USA, dipersilahkan untuk menunjukan kemampuannya. Waktu yang cukup lama diperlukan untuk mengeset alat. Sekitar 10 menit lebih Matt berkutak atik dengan alat-alat bikininannya sendiri. Dia menggunakan tangga, gelang spiral, radio bekas, efek gitar, serta beberapa sensor cahaya untuk menghasilkan alunan musik jiwanya. Menurut selentingan bisik yang terdengar, Matt menghasilkan suara dari gelombang rambat yang dihasilkan oleh gelang spiralnya yang kemudian diolah. Lagi-lagi bebunyian nada tinggi merusak suasana tenang malam itu. Beberapa orang yang hadir dikala itu tertegun dengan seksama menyaksikan penampilan Matt yang ekspesif. Beberapa kali Matt menunjukan guratan wajah yang serius dengan guratan didahinya. Tampak Matt menikmati suara-suara yang melenting yang masuk ke dalam telinganya. Keyakinan itulah yang Matt tunjukan terhadap musikalitas yang dimilikinya. Semua terhenyak, memejamkan mata dan seolah menikmati apa yang disajikan Matt. <a href="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2013/04/20130401-105402.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-483" alt="20130401-105402.jpg" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2013/04/20130401-105402.jpg?w=300&#038;h=300" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Pukul 22.00 WIB, dan puncak acara sudah akan dimulai. Nikola Mounoud, noise artis asal Swiss, bersiap pamer musikalitasnya. Dia penampil paling sederhana dengan laptop dan mixer 4 channelnya. Mixer ini langsung dicolok ke 4 sound system yang tersedia malam itu. Meski gear yang digunakannya terhitung minim dan sederhana, namun tenaga yang dihasilkan tidak seminim apa yang dia gunakan. Terbukti sound yang dihasilkan sangat bertenaga dan terasa lebih berat ketibang para penampil sebelumnya. Dia menggunakan feed-back yang ada pada sound system dan kemudian diolah melalui software hasil rancangannya sendiri. Nikola membuat sebuah software untuk mengolah feed-back selama lima tahun dan diberi nama MSP. Penampilan Nikola sangat mengundang rasa penasaran penonton untuk mendekati dan melihat bagaimana dia mengolah semua feed-back yang ada. Decak kagum serta teriakan kegilaan penonton membuat Nikola semakin bersemangat dan kian panas untuk mengutak atik softwarenya. 30 menit sudah kebisisngan memenuhi malam dan mendadak Nikola menutup laptopnya sembari membalikan meja yang ada dihadapannya. Sebuah laptop, mixer, dan smartphone bergeletakan dilantai seketika. Nikola ambruk sembari berkata “Enough, I’m drink to high”. Tampaknya Nikola benar-benar menikmati penampilannya di Kota Solo dan tendensi minuman khas Kota Solo mengantarkan orgasme musikalitasnya. “Noise, I’m In Love” usai dan semua kembali tenang seketika.</p>
<p>“Noise, I’m In Love” bisa dibilang bukan gigs yang lazim seperti biasanya. Kali ini “Noise, I’m In Love” menyuguhkan musikalitas yang bener-bener menembus batas-batas norma dan kaidah dalam bermusik. Hampir bisa dibilang 7 tangga nada yang menjadi pakem bermusik selama ini tidak digunakan. Selama semua itu bisa menghasilkan bebunyian maka lanjutkan terus musikmu. Tiada pakem dalam musik ini, semua hanyut dalam dunia individu. Mengutip perkataan nanang “musik noise itu adalah dikala kamu tidak bisa bermain alat musik tapi kamu ingin bermusik, maka itu adalah musik noise”. <a href="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2013/04/20130401-105448.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-489" alt="20130401-105448.jpg" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2013/04/20130401-105448.jpg?w=300&#038;h=300" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Selain menembus kaedah bermusik, acara “Noise, I’m In Love” pun menembus antar bangsa. Terbukti baik orang lokal maupun warga negara asing yang hadir dikala itu membaur dan bercengkrama satu dengan lainnya. Tiada sekat kecanggungan miss communication terjadi diantara mereka. Mereka semua berbicara atas bahasa yang sama dan atas intuisi tertajam mereka semua, musik! Gelak tawa, sorak gembira, teriakan kesenangan, sampai obrolan renyak tersaji malam itu, di Malam Jumat yang dingin namun cerah. Semua orang bersuka cita, menyambut keriaan malam itu. Bagi banyak orang kebisingan adalah pengganggu yang menyebalkan, namun lain hal bagi segelintir orang dengan kebisingan mereka bersatu dan bersuka cita bersama. <em>Ke</em><em>bisingan Menembus Segalanya! </em></p>
<p>text : ekawan raharja</p>
		<div id="geo-post-498" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyelamatkan Harta Karun Musik Indonesia]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/29/menyelamatkan-harta-karun-musik-indonesia/</link>
<pubDate>Mon, 29 Oct 2012 03:35:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/29/menyelamatkan-harta-karun-musik-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Dalam menyambut ulang tahun Lokananta yang ke-56 serta bertepatan dengan hari sumpah pemuda, Sahabat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menyambut ulang tahun Lokananta yang ke-56 serta bertepatan dengan hari sumpah pemuda, Sahabat Lokananta mengadakan acara Save Lokananta di Studio Lokananta Solo  pada hari Minggu (28/10). Acara ini diselenggarakan dalam rangka kembali menghidupkan studio dan musim musik Indonesia yang terletak di Lokananta. Acara Save Lokananta yang berlangsung di Solo, digagas oleh Intan Anggita (@Badutromantis), Stephanus Adjie (@downforlifesolo), serta Adia Prabowo (@Adia311).</p>
<div id="attachment_432" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/29/menyelamatkan-harta-karun-musik-indonesia/dsb-wp/" rel="attachment wp-att-432"><img class="size-full wp-image-432" title="DSB WP" alt="Wendi Putranto " src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/10/dsb-wp.jpg?w=500&#038;h=332" height="332" width="500" /></a><p class="wp-caption-text">Wendi Putranto</p></div>
<p>Acara yang dihadiri oleh 150 orang ini dimeriahkan oleh Wendi Putranto (Executive Editor RollingStone.co.id), David Tarigan (pengamat musik Indonesia), White Shoes and The Couples Company, serta musisi keroncong asal Kota Bengawan Endah Laras. Save Lokananta ini bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan menjaga Lokananta yang kini kian terlupakan.</p>
<p>Save Lokananta dibuka oleh Adia sebagai MC pada pukul 18.30 WIB. Acara pertama dimulai dengan <i>sharing</i> soal Lokananta bersama Wendi Putranto atau di twitter bisa dikenal dengan @Wenzrawk. Wendi bercerita perihal sejarah Lokananta dan hal-hal apa saja yang terdapat dalam Lokananta.</p>
<p>&#8220;Ini (Lokananta) adalah musium musik Indonesia, ruang musik Indonesia,&#8221; ujar Wendi Putranto saat ditemui di Save Lokananta. <a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/29/menyelamatkan-harta-karun-musik-indonesia/dsb/" rel="attachment wp-att-433"><img class="aligncenter size-full wp-image-433" title="DSB" alt="" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/10/dsb.jpg?w=500&#038;h=331" height="331" width="500" /></a></p>
<p>Selain di Solo, acara save Lokananta pun juga diadakan dibeberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Makassar. Di Jakarta sendiri, acara Save Lokananta diadakan di Borneo Beer House pada hari Senin(29/10) dengan menghadirkan Gugun Blues Shelter, The Upstairs, Karon and Roll, dll.</p>
<p>text : <span style="font-family:Arial;font-size:small;" id="yui_3_7_2_16_1351480884133_91"> Ekawan Raharja</span></p>
		<div id="geo-post-431" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bugil Bareng]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/23/bugil-bareng/</link>
<pubDate>Tue, 23 Oct 2012 05:40:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/23/bugil-bareng/</guid>
<description><![CDATA[Bugil Bareng &#8211; komunitas/wadah apresiasi seni yang digagas kolektif oleh kawan-kawan muda peng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/10/23/bugil-bareng/420459_3992795178481_1545682471_n/" rel="attachment wp-att-416"><img class="aligncenter size-full wp-image-416" title="420459_3992795178481_1545682471_n" alt="" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/10/420459_3992795178481_1545682471_n.jpg?w=500&#038;h=706" height="706" width="500" /></a></p>
<p>Bugil Bareng &#8211; komunitas/wadah apresiasi seni yang digagas kolektif oleh kawan-kawan muda penggiat seni di kota Sala, bertujuan untuk memacu ruang dialog publik yang intim antara pelaku seni, pengkaji seni dan penikmat seni yang sengaja dikemas sederhana dan akrab dalam lingkup akustik. Edisi perdana BUGIL BARENG HOMEALONE yang akan dilangsungkan pada Rabu 24/10/2012 mulai pukul 19.00-pukul tak terhingga @ Kedai Kopi 7, Jl. Punkrock, Kentingan-sebelah selatan kampus 1 ISI Surakarta, pada kesempatan perdana ini komunitas Bugil Bareng menggandeng seniman musik HOMEALONE, sebuah Band peranakan Punk/Synth/Psychedelic yang merupakan partikelir aktif dalam lini aktivisme musik kota Sala hingga saat ini, nantinya HOMEALONE akan membuka diskusi tentang wawasan bermusik mereka, sekaligus diskusi materi pre-launching pada album perdana mereka yang akan segera release. Komunitas Bugil Bareng bersifat terbuka dan membangun kerjasama kolektif dalam mengangkat kembali lini apresiasi karya seniman-seniman muda kota Sala. Mari bertelanjang sejenak, menatapi dan berbenah bersama.</p>
<p>salam &#8211; Pata Bara</p>
<p>&#160;</p>
		<div id="geo-post-414" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reviews]]></title>
<link>http://eastjoycreativearts.wordpress.com/2012/09/19/reviews/</link>
<pubDate>Wed, 19 Sep 2012 12:35:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>eastjoycreativearts</dc:creator>
<guid>http://eastjoycreativearts.wordpress.com/2012/09/19/reviews/</guid>
<description><![CDATA[Reviews.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Reviews.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Secret Gigs Mocca Kembali Pada Masa Hiatus]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/08/07/secret-gigs-mocca-kembali-pada-masa-hiatus/</link>
<pubDate>Tue, 07 Aug 2012 04:00:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/08/07/secret-gigs-mocca-kembali-pada-masa-hiatus/</guid>
<description><![CDATA[Ada masa jumpa dan ada pula masa berpisah. Siklus hidup yang akan selalu terjadi disetiap saat. Usai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ada masa jumpa dan ada pula masa berpisah. Siklus hidup yang akan selalu terjadi disetiap saat. Usai Arina kembali ke tanah air mengentaskan rasa kangen <em>Swinging Friends</em> awal bulan Juli, sudah tiba saatnya untuk Arina kembali menuju negeri paman sam. Sebuah pesta kecil penuh dengan guratan bahagia dan semangkuk penuh doa untuk Arina, Rico, Toma, dan Indra pun terpanjatkan di <em>Secret Gigs Mocca (4/8)</em>.<a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/08/07/secret-gigs-mocca-kembali-pada-masa-hiatus/mocca/" rel="attachment wp-att-401"><img class="aligncenter size-full wp-image-401" title="Mocca" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/08/mocca.jpeg?w=500&#038;h=500" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p><em>Secret Gigs Mocca</em> merupakan sebuah altar suci bagi para <em>Swinging Friends</em> yang telah berlangsung beberapa kali. Ritual pembatisan khusus dari Mocca teruntuk <em>Swinging Friends</em>. Ruang yang kecil, tanpa panggung yang tinggi, tiada barikade, dan interaksi penuh sepanjang acara. Kali ini altar tersebut digelar di Maja House Bandung. Sebuah tempat yang terletak di Utara Kota Bandung dan dirahasiakan sebelumnya. Hanya para pemegang tiket saja yang mengetahui dimana altar tersebut digelar.</p>
<p>Acara yang sekiranya dimulai 3 sore tampaknya mengalami kemunduran dan baru dimulai 30 menit kemudian. Perlahan Rico, Indra, Toma, dan Arina pun menaiki panggung setinggi 20 cm. &#8220;<em>Listen To Me</em>&#8220;, &#8220;<em>Twist Me Around</em>&#8220;, dan &#8220;<em>What If</em>&#8221; didaulat untuk menjadi 3 lagu pembuka. Mocca menepati janji mereka untuk mengajak <em>Swinging Friends</em> kembali menapaki awal Mocca. Keriaan dimulai dan semua larut dalam gegap gempita Bandung dikala sore.</p>
<p>Kesenangan ini bertambah takala Arina memanggil <em>Swinging Friends</em> termuda, Naiara, untuk menyanyi bersama. &#8220;Hanya Satu&#8221; serta &#8220;<em>My Only One</em>&#8221; dilantunkan dan gelak tawa, tepuk tangan, dan kekaguman menyambut Naiara. Kemudian &#8220;<em>Secret Admirer</em>&#8220;, &#8220;<em>The Best Thing</em>&#8220;, &#8220;<em>Let Me Go</em>&#8220;, &#8220;<em>Buddy Zeus</em>&#8220;, serta &#8220;<em>You And Me Against The World</em>&#8221; menutup setlist pertama.</p>
<p>Setlist kedua, Mocca lebih berkonsentrasi pada lagu-lagi hits mereka semacam &#8220;<em>On The Night Like This</em>&#8220;, &#8220;<em>I Love You Anyway</em>&#8220;, dan &#8220;<em>This Conversation&#8221;</em> dibawakan untuk memancing emosi para penonton. Bahkan untuk lebih memancing emosional para penonton, Mocca mendatangkan Achie SHE di lagu &#8220;<em>Lucky Man</em>&#8221; dan &#8220;<em>I Think I&#8217;m In Love</em>&#8220;, serta Risa Saraswati untuk duet bersama Arina di &#8220;<em>I Would Never</em>&#8220;. Akhirnya setelah 1,5 jam keriaan berlangsung &#8220;<em>It&#8217;s Over Now</em>&#8221; mengakhiri <em>Secret Gigs Mocca</em>.</p>
<p>Selain mengakhiri Secret Gigs Mocca, &#8220;<em>It&#8217;s Over Now</em>&#8221; pun menyudahi penampilan Mocca untuk tahun ini dan untuk beberapa tahun kedepan. Arina harus kembali ke Amerika dan semuanya kembali pada posisi sebelumnya, masa <em>hiatus</em>. Vira, manager Mocca, menjelaskan masa <em>hiatus</em> ini akan berlangsung untuk waktu yang lama dan tiada akan diketahui ujungnya karena Arina akan menjalankan program untuk mempunyai anak, dan status Arina sebagai Warna Negara Asing (WNA).</p>
<p>Tembang-tembang yang <em>catchy, memorable</em>, penampilan Mocca yang selalu melekat dihati, serta para <em>Swinging Friends</em> yang <em>massive</em> membuat band asli Bandung ini pantas untuk didaulat sebagai salah satu <em>legend</em>. Tiada yang dapat menyangkal hal tersebut namun saatnya kini sang legenda untuk kembali tertidur untuk waktu yang lama.</p>
<p>Text : <a href="http://www.facebook.com/ekawanraharja">Ekawan Raharja </a></p>
		<div id="geo-post-400" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lipstik Lipsing - Untitled #1 (Live)]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/07/24/lipstik-lipsing-untitled-1-live/</link>
<pubDate>Tue, 24 Jul 2012 07:39:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/07/24/lipstik-lipsing-untitled-1-live/</guid>
<description><![CDATA[Lipstik Lipsing performing untitled new song on their intimate show @ Tinjomoyo Sidestream. Taken wi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/46215602' width='400' height='300' frameborder='0'></iframe></div>
<div>
<div>
<p>Lipstik Lipsing performing untitled new song on their intimate show @ Tinjomoyo Sidestream.</p>
<p>Taken with Canon 60D, 550D and 500D.<br />
Lenses: Canon 50mm f/1.8 and Tokina 11-16mm f/2.8.<br />
Thank you! via <a href="http://m.tuitwit.com/ricojulian">@ricojulian</a></p>
<p>&#160;</p>
</div>
</div>
		<div id="geo-post-382" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Video my violainé morning - Morning Angels (Official Video)]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/07/19/video-my-violaine-morning-morning-angels-official-video/</link>
<pubDate>Thu, 19 Jul 2012 04:51:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/07/19/video-my-violaine-morning-morning-angels-official-video/</guid>
<description><![CDATA[Info : @violainemorning -7.570354 110.794634]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/3BlzAk9bsOA?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span><br />
Info : @violainemorning</p>
		<div id="geo-post-370" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Video mini konser kompilasi koalisi nada]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/07/19/video-mini-konser-kompilasi-koalisi-nada/</link>
<pubDate>Thu, 19 Jul 2012 04:46:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/07/19/video-mini-konser-kompilasi-koalisi-nada/</guid>
<description><![CDATA[-7.570354 110.794634]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='embed-vimeo' style='text-align:center;'><iframe src='http://player.vimeo.com/video/45771232' width='400' height='300' frameborder='0'></iframe></div>
		<div id="geo-post-366" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tulus - Satisfaction ]]></title>
<link>http://fasyaulia.wordpress.com/2012/07/15/tulus-satisfaction/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2012 14:53:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>fasyaulia</dc:creator>
<guid>http://fasyaulia.wordpress.com/2012/07/15/tulus-satisfaction/</guid>
<description><![CDATA[Minggu lalu acara musik lagi seru-seru. Hari Jumat ada Maliq &amp; d&#8217;essentials di Universitas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu acara musik lagi seru-seru. Hari Jumat ada Maliq &#38; d&#8217;essentials di Universitas Widyatama (Utama). Hari Sabtu ada Tulus di kampus sendiri, Universitas Islam Bandung (Unisba). Harga tiket keduanya ga terlalu mahal. Tapi saya ga mungkin juga nonton dua-dua nya, rakus sepertinya. Akhirnya nonton Tulus aja di kampus. Sebelumnya, saya udah pernah bahas sedikit tentang Tulus. Tapi sekarang saya bakal ulas juga tentang Tulus.</p>
<p>Tulus ini nama orang, bukan nama band. Penyanyi dari Bandung ini bikin saya jatuh cinta sama suara dan lagu yang dibawain nya. Semua lagu dan lirik nya juga dibikin sama Tulus. Genre musik nya lebih ke jazz. Baru beberapa bulan tau tentang Tulus, saya langsung beli cd nya. Waktu itu termasuk susah nyari cd Tulus, udah ke 3 toko dan tiga-tiga nya gada. Kalau sekarang sih mungkin udah banyak dimana-mana. Silahkan diburu! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Balik lagi ke gigs Tulus di kampus, Sabtu kemarin saya nonton bareng Ardizza. Sebenernya kalau Ardizza gabisa, saya udah niat mau nonton sendiri aja. Dikarenakan sebagian teman-teman saya ada pelatihan untuk ospek. Acara ini di selenggarain sama Fikom Unisba 2011, nama acara nya Satisfaction (Saturday is fantastic communication). Dari beberapa hari sebelumnya, akhirnya saya dan Ardizza booking tiket.</p>
<p><a href="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/img_20120713_171359.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1913" title="IMG_20120713_171359" src="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/img_20120713_171359.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Kemarin Tulus nyanyiin semua lagu yang ada di album nya. Dibuka dari lagu diorama, teman pesta, jatuh cinta, tuan nona kesepian, kisah sebentar, teman hidup, dan lagu terakhir adalaaaah sewindu! Sewindu adalah single pertama Tulus, dilanjut single kedua yaitu lagu teman hidup yang lirik nya super cihuy! Yang mau mencari teman hidup, silahkan denger lagu ini hehehe. Selesai nyanyi, beruntung nya bisa dipeluk sama Tulus (boong, padahal cuma salaman doang) Ini foto-foto waktu Tulus nyanyi.</p>
<p><a href="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1914" title="tulus1" src="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1915" title="tulus2" src="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1916" title="tulus3" src="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus3.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1917" title="tulus4" src="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus4.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1918" title="tulus5" src="http://fasyaulia.files.wordpress.com/2012/07/tulus5.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Info for Tulus :</p>
<p><a href="http://twitter.com/tulusm">@tulusm</a> : akun twitter resmi dari Tulus nya,  <a href="http://twitter.com/musiktulus">@musiktulus</a> : akun twitter info-info musik dari Tulus, biasanya ada info jadwal manggung juga, <a href="http://twitter.com/temantulus">@temantulus</a> &#8211; akun twitter fans Tulus yang disebut teman tulus, biasanya ada info untuk gathering. Bagi yang penasaran sama musiknya, bisa beli cd nya atau searching di youtube. Kalau ada gigs  Tulus, saya mau nonton lagi. Gratis juga mau!</p>
<p>Selamat menikmati musik berkualitas teman-teman! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE DAY BEFORE THE DEATH]]></title>
<link>http://soundisasters.wordpress.com/2012/07/12/the-day-before-the-death/</link>
<pubDate>Thu, 12 Jul 2012 14:21:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>SOUNDISASTERS</dc:creator>
<guid>http://soundisasters.wordpress.com/2012/07/12/the-day-before-the-death/</guid>
<description><![CDATA[Satu lagi malam menyenangkan yang akan menghantui saya selama beberapa tahun kedepan, atau mungkin b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi malam menyenangkan yang akan menghantui saya selama beberapa tahun kedepan, atau mungkin beberapa puluh tahun ke depan bahkan ratusan tahun ke depan.<br />
yah! sebuah gigs keren tadi malam 11 Juli 2012 yang berlokasi di Otak Studio Pandaan, Jawa Timur. sebuah gigs yang khusus dibuat untuk menyambut ESKATOLOGIA, band D-Beat crust punk asal Swedia.</p>
<p style="text-align:center;">THE DAY BEFORE THE DEATH</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/528407_3547903544750_149367301_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-326" title="528407_3547903544750_149367301_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/528407_3547903544750_149367301_n.jpg?w=510&#038;h=721" width="510" height="721" /></a></p>
<p>oke langsung aja sesi curhat kali ini.<br />
Sekitar pukul 18.30 saya berangkat dari rumah menuju TKP dengan kecepatan motor sekitar 60-70km/h. Sedikit ngebut sih meskipun ga sengebut Dony Tata soalnya di Flayer pesta dimulai pukul 18.00 WIB.<br />
sekitar pukul 18.45-an sampai di venue, terlihat beberapa teman dari Pandaan, Mojokerto dan beberapa teman dari Malang sudah berada di Venue.<br />
begitu sampai di venue ternyata pesta belum dimulai karena yang megang kendali si Monok belum dateng. Katanya sih masih nemenin akang-akang dan neng geulis dari Swedia.<br />
Daripada nungguin Monok yang masih dalam perjalanan,saya sempatkan ngobrol sama teman-teman yang udah lebih dulu dateng di venue.<br />
Eh! di sela-sela ngobrol ria datang lagi teman-teman dari Malang. Terlihat ada Gombink dan kawan-kawan dari Nugatoria, terlihat juga Tamtam,Baot dan sekutunya dari Existence.</p>
<p>Sekitar pukul 17.30 WIB Monok akhirnya datang dengan ditemani ESKATOLOGIA, (eh!! kayaknya Monok deh yang nemenin mereka???). setelah saya pantengin terus ternyata beberapa teman dari Batu juga dateng bareng Monok, terlihat ada teman-teman dari Disgrace, di sela-sela keramain itu juga terlihat bersama mereka Anca sang vocalist The Shantoso.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/575974_10151090545166321_247483920_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-327" title="575974_10151090545166321_247483920_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/575974_10151090545166321_247483920_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a><br />
Tanpa Basa-basi Monok langsung masuk ke dalam Studio yang kira-kira berukuran 4&#215;4 ato mungkin 4&#215;5 meter. (ahh terserahlah pasnya berapa)<br />
Dengan proyek band baru dari Monok yang mereka sebut Real Bastard, mereka mulai membuat malam itu sungguh gaduh dengan permainan D-Beat yang mereka bawakan.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/311510_10151090526026321_1261970204_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-328" title="311510_10151090526026321_1261970204_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/311510_10151090526026321_1261970204_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Real Bastard</em></p>
<p>Sayapun ikut menikmati permainan Real Bastard malam itu. setelah beberapa lagu selesai dibawakan, saya lupa tepatnya berapa menit Monok CS memanaskan studio karena saya terlalu menikmati musik mereka.<br />
disusul dengan Band hardcore Serangan Balik dan dilanjutkan oleh Dimension Grind.<br />
Pukul 20.30 sekali lagi band D-Beat dan kini giliran Anti System dari Purwosari dipanggil untuk memasuki ruang pesta. dan sayapun harus berhenti dari pengamatan malam itu karena harus ikut masuk ke dalam ruang pesta.<br />
Lima lagu dibawakan Anti System untuk memanaskan malam itu.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/306499_10151090535236321_1550831669_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-329" title="306499_10151090535236321_1550831669_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/306499_10151090535236321_1550831669_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Anti System</em></p>
<p>Kegilaan dilanjutkan dengan Band dari kota Batu Disgrace, terdengar beat-beat grindcore dari luar studio mulai menambah kegaduhan malam di Pandaan.<br />
Kini serangan D-Beat dari kota Malang dimulai&#8230; Existence mengawalinya dengan permainan D-Beat yang sekali lagi tidak mengijinkan kesunyian hadir di disana.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/531248_10151090543326321_136507527_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-330" title="531248_10151090543326321_136507527_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/531248_10151090543326321_136507527_n.jpg?w=200&#038;h=300" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Existence</em></p>
<p>karena terlalu capek saya terpaksa tidak bisa melihat secara langsung dari dalam studio permainan keren dari Existence. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Oke malam menyenangkan ini dilanjutkan dengan permainan dari 43km dengan membawakan musik-musik Punk , terdengar sing a long beberapa teman dari luar studio.</p>
<p>Di sela-sela waktu menunggu giliran main, teman-teman Nugatoria dari Malang terlihat memulai kegilaan mereka dengan mengganti pakaian D-Beat mereka menjadi kostum sepak bola. (ohh nooo&#8230;&#8230;.!!!)</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/578872_10151090551436321_2013128922_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-331" title="578872_10151090551436321_2013128922_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/578872_10151090551436321_2013128922_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/293841_10151090551286321_1235142851_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-332" title="293841_10151090551286321_1235142851_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/293841_10151090551286321_1235142851_n.jpg?w=200&#038;h=300" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Pukul 22.25 Nugatoria mulai memasuki lapangan pertandingan lengkap dengan kostum sepak bola mereka, namun kegilaan tidak cukup sampai disini, tawa canda kembali pecah ketika melihat Boyok sang gitaris Nugatoria hadir dengan mengenakan kain pel di kepalanya yang menganggapnya itu sebagai rambut palsu. (hahahaha&#8230;.)<br />
Sebentar ya! review ini harus saya hentikan dulu karena saya harus ikut bersing a long bersama Nugatoria ketika mereka membawakan lagu cover song dari Malignant tumour, juga terlihat beberapa teman- ikut berteriak bersama &#8220;Saddam Hussein is Rock and Roll&#8230;&#8221;</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/575868_10151090562261321_567666229_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-333" title="575868_10151090562261321_567666229_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/575868_10151090562261321_567666229_n.jpg?w=200&#038;h=300" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Nugatoria</em></p>
<p>Malam semakin larut, Strenght corrupt melanjutkan kegaduhan yang sekali lagi sukses menjadikan malam itu sungguh menggerinda.</p>
<p>Dan ini dia waktu yang ditunggu-tunggu&#8230;&#8230;.<br />
Giliran ESKATOLOGIA band D-Beat Crust Punk asal Swedia membuyarkan malam itu.</p>
<p>Beberapa alat mulai mereka set mulai dari drum, guitar, hingga microphone . Semua yang datang terlihat menunggu ESKATOLOGIA dengan wajah tegang .</p>
<p>dan ini dia ESKATOLOGIA&#8230;.. mari beri tepuk tangan&#8230; (plok&#8230;plok&#8230;plok&#8230;.) .<br />
Lagu pertama dari ESKATOLOGIA &#8220;Efterkrigstider&#8221; memecah ketegangan di ruang berukuran 4&#215;4/4&#215;5 meter ini.</p>
<p>Musik-musik khas Swedish dengan sedikit unsur metal sangat kental terdengar dari musik mereka, Yeaaahhh&#8230;. D-Beat yang gelap.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/205419_10151090569431321_1722798974_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-334" title="205419_10151090569431321_1722798974_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/205419_10151090569431321_1722798974_n.jpg?w=200&#038;h=300" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>ESKATOLOGIA</em></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/557213_10151090567651321_916137158_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-335" title="557213_10151090567651321_916137158_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/557213_10151090567651321_916137158_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Seperti tak peduli issue kiamat di tahun 2012, semua terlihat sangat menikmati permainan ESKATOLOGIA, sayapun tanpa sadar sudah berada di atas teman-teman yang datang dan sekali lagi tanpa sadar menendang kepala mereka. (sorry guys):P</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/532537_10151090568751321_1575904812_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-336" title="532537_10151090568751321_1575904812_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/532537_10151090568751321_1575904812_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/487680_10151090566991321_92708839_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-337" title="487680_10151090566991321_92708839_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/487680_10151090566991321_92708839_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a><br />
Nice Perform dari ESKATOLOGIA membuat saya harus merasakan hantaman sikut dan tubrukan badan penuh keringat, tapi malam itu benar-benar berhasil menghantui saya&#8230;<br />
Dan akhirnya sekitar pukul 23.30 kegilaan ini harus berakhir. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/558409_10151090540096321_1401213991_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-338" title="558409_10151090540096321_1401213991_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/558409_10151090540096321_1401213991_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/428500_10151090537461321_1286255481_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-339" title="428500_10151090537461321_1286255481_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/428500_10151090537461321_1286255481_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/487356_10151090539186321_1945776719_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-340" title="487356_10151090539186321_1945776719_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/487356_10151090539186321_1945776719_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/578853_10151090547046321_1335938031_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-341" title="578853_10151090547046321_1335938031_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/578853_10151090547046321_1335938031_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/600091_10151090536811321_386860665_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-342" title="600091_10151090536811321_386860665_n" alt="" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/07/600091_10151090536811321_386860665_n.jpg?w=300&#038;h=200" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Untuk penampakan lebih jelasnya ini ada beberapa video yang dengan sengaja terekam kamera.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/tl2gaiypGho?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p style="text-align:center;">NUGATORIA</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/gc29NmjZ23U?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p style="text-align:center;">ANTI SYSTEM</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/KR-bIKxBA60?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p style="text-align:center;">ESKATOLOGIA</p>
<p>yeaaah&#8230;.. malam yang menyenangkan .<br />
terima kasih banyak buat semua yang udah datang di malam itu.<br />
Big thanks to ESKATOLOGIA. Nice to meet you guys&#8230;. See You later.<br />
<em>Hopefully we can visit you someday.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[EAST JAVA MMXII TRANSMIGRATION SPLIT TOUR]]></title>
<link>http://soundisasters.wordpress.com/2012/06/29/east-java-mmxii-transmigration-split-tour/</link>
<pubDate>Fri, 29 Jun 2012 01:29:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>SOUNDISASTERS</dc:creator>
<guid>http://soundisasters.wordpress.com/2012/06/29/east-java-mmxii-transmigration-split-tour/</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya minta maaf kalau review ini telat beredar. karena sebelumnya emang ga ada pikiran buat sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Sebelumnya minta maaf kalau review ini telat beredar. karena sebelumnya emang ga ada pikiran buat saya mereview acara ini. dan sialnya lagi setelah saya pikir-pikir sayang juga kalo acara keren ini ga di review.<br />
ditengah-tengah ramainya berita gedung mahal dan sulitnya birokrasi perijinan, teman-teman purwosari yang bekerja sama dengan teman-teman batu menyajikan suguhan yang berbeda, suguhan yang mungkin akan menyadarkan kalian bahwa ga ada alasan gedung mahal atau perijinan yang sulit atau blablabla&#8230;. untuk bersenang-senang.</p>
<p style="text-align:center;">sebuah gigs berjudul <strong>EAST JAVA MMXII TRANSMIGRATION SPLIT TOUR</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/598411_3480758586168_1829180679_n1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-274" title="598411_3480758586168_1829180679_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/598411_3480758586168_1829180679_n1.jpg?w=341&#038;h=484" alt="" width="341" height="484" /></a></p>
<p>Selasa,26 Juni 2012 sekitar jam 10.00 saya berangkat menuju venue. dikarenakan saya ga tau lokasi venue-nya dimana terpaksa saya menunggu di pinggir jalan dan minta tolong Pedot buat jemput. ternyata saya ga langsung menuju TKP malah diculik ke sebuah rumah. ga lama, pedot pamit pergi buat nyiapin alat-alat dan datanglah si tommy yang nemenin saya sama cewek saya di rumah itu. <em>ihhirrr.. ditemenin pacar euy&#8230;</em><br />
di sini terjadi obrolan sengit antara saya dan tommy, dari mulai ngomongin venue, tour, kuliahan, sampai scene-scene di kota Batu.</p>
<p>sekitar jam 12.00 Fajar (D.O.P)  telpon nanyain acaranya dimana yang ternyata dia juga ga tau tempatnya karena emang kalau dijabarkan rutenya sih sedikit rumit, bertempat di pelataran Rejoso, Batu.<br />
dari gang rejoso Batu belok kanan, terus naik, belok kanan lagi, naik lagi, belok kanan lagi, dan lagi-lagi naik, kemudian akhirnya belok kiri. <em>Pusing kan ???</em></p>
<p>Setelah saya jemput teman-teman D.O.P, pukul 13.00 kita berangkat ke venue, yang sebelumnya istirahat bentar di rumahnya si pedot. gambaran saya situasi venue ntar adalah satu lahan yang luas dan sedikit jauh dari keramaian. Ternyata saya dikejutkan dengan kenyataan yang ada, venue kali ini berada di suatu pelataran, ya! pelataran, dan yang membuat saya terkejut adalah ini pelataran rumah warga men!!! lokasinya ditengah-tengah desa dengan rumah-rumah yang terlihat berdempetan di sekitar venue. satu lagi yang membuat saya terkejut adalah respect and support dari warga rejoso yang dengan ikhlas merelakan kampungnya untuk dijadikan gigs. <em>Amazing&#8230;&#8230;. salut buat warga Rejoso. You Rock!!</em><br />
ternyata Tommy menepati omongan yang sebelumnya kita bicarakan di rumah Pedot <em>“kalau gigs di hutan kan dah pernah ada? sekarang kita coba bikin gigs di tengah-tengah desa”.</em></p>
<p>begitu sampai di venue, D.O.P membuka acara dengan permainan cepat, padat, dan menghantam menjadikan siang itu sungguh gaduh. terlihat beberapa teman ga peduli panas matahari dan dengan asyiknya bermoshing ria. Dilanjut permainan dari teman-teman Batu Radical system yang menggerinda Rejoso di siang hari. Lanjut lagi dengan band D-Beat asal Purwosari Anti System, dan saya harus bangkit dari peristirahatan untuk menghajar drum disana. Abis itu apa ya? waduh saya ga tau sapa aja yang maen setelah Anti System karena abis maen saya pergi nyari makan sama kekasih. <em>hehe&#8230;. </em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/528300_486395361377279_853981544_n.jpg"><img class="wp-image-254 aligncenter" title="528300_486395361377279_853981544_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/528300_486395361377279_853981544_n.jpg?w=353&#038;h=204" alt="" width="353" height="204" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/425570_486396821377133_1772641596_n.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-258" title="425570_486396821377133_1772641596_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/425570_486396821377133_1772641596_n.jpg?w=346&#038;h=230" alt="" width="346" height="230" /></a></p>
<p>pukul 17.00 venue harus break karena ada kegiatan warga yang sedang berlangsung (tahlilan). <em>biarpun Andergron kan tetep harus menghormati yang lain&#8230;..</em></p>
<p>Abis acara warga selesai saya balik lagi ke venue <em>(yah ketinggalan acara tahlil)</em> yang ternyata udah banyak teman-teman yang datang. terlihat ada teman-teman dari NUGATORIA, EXSISTENCE, dan teman-teman lainnya, disusul dengan teman-teman Drestarata dan God Servant yang baru datang. sambil nunggu break Maghrib saya sempatkan kumpul sama teman-teman NUGATORIA dan sedikit ngobrol kecil. pukul 18.00 Acara dilanjutkan dengan permainan D-Beat Rock N Roll dari NUGATORIA menggugah istirahat sore itu.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/303650_486412274708921_752543718_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-260" title="303650_486412274708921_752543718_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/303650_486412274708921_752543718_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Dilanjut dengan satu band D-beat yang gak kalah keren Existence yang semakin memanaskan sore itu. Disusul serangan dari SECERCAH HARAPAN(Pandaan) dan Moron Brother’s (Purwosari) membawakan musik-musik Punk Rock dengan campuran bumbu SKA.</p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/484062_486411111375704_332932096_n.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-265" title="484062_486411111375704_332932096_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/484062_486411111375704_332932096_n.jpg?w=401&#038;h=266" alt="" width="401" height="266" /></a><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/426070_486415211375294_874552424_n.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-264" title="426070_486415211375294_874552424_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/426070_486415211375294_874552424_n.jpg?w=408&#038;h=271" alt="" width="408" height="271" /></a></p>
<p>Tak terasa malam semakin larut, kali ini band Pagan Black Metal asal Purwosari, Drestarata mulai memanaskan malam di desa keren ini, setelah set alat sana-sini mereka sukses menjadikan malam itu malam yang sungguh sayang untuk dilewatkan .<br />
Sekitar pukul 20.00 saya terpaksa harus pulang karena ada sedikit urusan dan (sekali lagi) terpaksa melewatkan band-band keren lainnya yang bakal main, diantaranya ada GOD SERVANT dari Malang, MAINLINER (Batu), serta teman-teman dari Jakarta INFEKSI, BERDOSA13, FECTUS, DEATH SEEDZ. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/394600_486186741398141_490382549_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-262 aligncenter" title="394600_486186741398141_490382549_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/394600_486186741398141_490382549_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/548858_486183528065129_499680569_n.jpg"><img class="wp-image-257 aligncenter" title="548858_486183528065129_499680569_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/548858_486183528065129_499680569_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><a href="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/166064_486191884730960_1534638008_n.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-259" title="166064_486191884730960_1534638008_n" src="http://soundisasters.files.wordpress.com/2012/06/166064_486191884730960_1534638008_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><em>sungguh malam yang indah yang tak akan terlupakan.</em><br />
<em> terima kasih banyak buat teman-teman yang udah hadir dan mensupport acara malam itu.</em><br />
<em> Terima kasih yang sebesar-besarnya buat warga Rejoso, Batu- Malang.</em></p>
<p><em>there is no reason not to have fun</em><br />
<em> and finally i said &#8220;ini benar-benar gigs yang sangat keren&#8221;</em></p>
<p><em>See You next Gigs&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Nada]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/06/16/mini-konser-peluncuran-album-kompilasi-koalisi-nada/</link>
<pubDate>Sat, 16 Jun 2012 03:59:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/06/16/mini-konser-peluncuran-album-kompilasi-koalisi-nada/</guid>
<description><![CDATA[Koalisi Nada Records Dengan Bangga Mempersembahkan Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Na]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/06/16/mini-konser-peluncuran-album-kompilasi-koalisi-nada/e-flyer-final-mini-konser-peluncuran-album-kompilasi-koalisi-nada/" rel="attachment wp-att-348"><img class="aligncenter size-full wp-image-348" title="E - Flyer Final Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Nada" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/06/e-flyer-final-mini-konser-peluncuran-album-kompilasi-koalisi-nada.jpg?w=500&#038;h=739" alt="" width="500" height="739" /></a></p>
<p>Koalisi Nada Records Dengan Bangga Mempersembahkan</p>
<p>Mini Konser Peluncuran Album Kompilasi Koalisi Nada</p>
<p>Menampilkan: Alsoo, Intenna, Kobra, The Classic Cluster, Timeportal, The Ratna, Video Tape Serta penampilan spesial dari Peka dan Ajer</p>
<p>Bertempat di Houten Hand Coffee And Beer Jl. Basuki Rahmat No. 56 A Kayutangan (perempatan BCA / depan BNI) Sabtu, 7 Juli 2012 Mulai jam 19:00 WIB – Lewat Gratis</p>
<p>Dapatkan CD + merchandise dalam jumlah terbatas di tempat Untuk info terkini silahkan cek twitter @koalisinada dan hubungi 085248563444</p>
<p>Media Partner: Mas Fm, Dean Street Billy’s, Insomnium, Rebelzine, Pedemunegeri, Malang Sub Pop, Brankas, Deathrockstar, Kobradio, houtskools, Berisik Radio, Depan Monitor, Majalah Cobra, Majalah Sintetik, Anekdot Magz, Common Ground, Megavoid, Solidrock, Wastedrockers, Hujan Radio, Gigsplay, We Need More Stages, Abodmu, Kvlt Magazine, Pamityang2an, Area XYZ, Primitif Zine, Kanal30 Netlabel, Kanaltigapuluh Online Radio, Mindblasting, Blitzkrieg Radio</p>
<p>Sponsor: Musky, The Anglo, Pink Box Cafe, Sevendoors Denim, Berry, Labdagatic, Kill The Liar, Water Melon, 2ndhand Shoppe, Distorted, Allright, Hellaz Mondaz, Diap, Houtenhand, Anubis, PD Art, Twip, 313, Indonesian Hope, Oges Ngerock 888</p>
		<div id="geo-post-346" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Garden Fest #2 ]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/05/garden-fest-2/</link>
<pubDate>Sat, 05 May 2012 06:38:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/05/garden-fest-2/</guid>
<description><![CDATA[Garden Fest #2 Saturday 5 May 2012 Kalipso Anthem Carment HomeAlone Meltic YeayEveryday Sarah &amp;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/05/garden-fest-2/554374_342510012477219_270595109668710_870545_1096152765_n/" rel="attachment wp-att-334"><img class="aligncenter size-full wp-image-334" title="554374_342510012477219_270595109668710_870545_1096152765_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/05/554374_342510012477219_270595109668710_870545_1096152765_n.jpg?w=454&#038;h=640" alt="" width="454" height="640" /></a></p>
<p>Garden Fest #2</p>
<p>Saturday 5 May 2012</p>
<p>Kalipso Anthem</p>
<p>Carment</p>
<p>HomeAlone</p>
<p>Meltic</p>
<p>YeayEveryday</p>
<p>Sarah &#38; Minox</p>
<p>Solo BeatBox</p>
<p>Jhony The Rootwell</p>
<p>The Brown</p>
<p>The Youth A Flame</p>
		<div id="geo-post-332" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PURE SATURDAY The Grey Concert]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/01/pure-saturday-the-grey-concert/</link>
<pubDate>Tue, 01 May 2012 05:55:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/01/pure-saturday-the-grey-concert/</guid>
<description><![CDATA[-7.570354 110.794634]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/01/pure-saturday-the-grey-concert/mr6vh/" rel="attachment wp-att-328"><img class="aligncenter size-full wp-image-328" title="mr6vh" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/05/mr6vh.jpg?w=452&#038;h=640" alt="" width="452" height="640" /></a></p>
		<div id="geo-post-327" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[INNOCENTI Rilis Single PERAHU KOTA]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/01/innocenti-rilis-single-perahu-kota/</link>
<pubDate>Tue, 01 May 2012 05:39:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/01/innocenti-rilis-single-perahu-kota/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA – INNOCENTI kembali mempersembahkan sebuah karya rekaman yaitu single berjudul PERAHU KOTA s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA – INNOCENTI</strong> kembali mempersembahkan sebuah karya rekaman yaitu single berjudul PERAHU KOTA setelah setahun lalu merilis mini album HUMANIORA.</p>
<p>Khusus dipersembahkan untuk masyarakat dikota-kota besar yang hidup dalam kemajemukan kelas dan gejala sosial yang ada serta dipersembahkan untuk kaum-kaum yang terpinggirkan di kota besar.</p>
<p>PERAHU KOTA digambarkan seperti sebuah bahtera yang terjadi di kota-kota besar dimana terdapat kelas-kelas sosial di masyarakat yang kesemuanya tanpa sadar mengikuti arus kehidupan kota yang keras sampai-sampai alam pun tidak sadar. Dengan single PERAHU KOTA, <strong>INNOCENTI</strong> menyampaikan sebuah sikap untuk melakukan perubahan dan memberikan semangat serta menyampaikan nilai-nilai yang dapat memanusiakan manusia. Sebagai konsistensi <strong>INNOCENTI</strong> dalam menyuarakan hal tersebut, ditunjukkan dengan dirilisnya single PERAHU KOTA yang akan diluncurkan bertepatan dengan perayaan hari buruh, pada tanggal 1 Mei 2012 di Marley Bar, Jakarta. Berupa pertunjukan yang bertajuk PERAHU KOTA INNOCENTI.</p>
<p>Lagu PERAHU KOTA telah digarap oleh vokalis, Dizan Rilitanto – gitaris, Trisno Agung – bassist, M. Brama – drummer, Imam Agnianto – bariton saxophone, Daniel Sukoco dan Trombone, Fajar R Timmy. Dalam proses rekaman, <strong>INNOCENTI</strong> dibantu oleh Andini R pada vokal latar, Taufik pada trumpet, Adink Permana pada piano dan keyboard, Aldo pada perkusi, di Ptiga5 Studio, Jakarta pada pertengahan April 2012.  Tata suara, mixing dan mastering pada lagu ini dipercayakan kepada Yurie Fachran dan Danang Ari Prabowo.</p>
<p>Musik <strong>INNOCENTI</strong> dalam lagu PERAHU KOTA kental dengan nuansa <em>soul</em> dan <em>60’RnB</em>, dibumbui dengan sedikit irama latin dan dirangkai oleh lirik yang cukup tajam membuat lagu PERAHU KOTA memberikan sesuatu pengalaman yang berbeda ketika mendengarkannya. Agar dapat didengarkan oleh pendengar yang lebih besar, lagu PERAHU KOTA dapat diunduh secara gratis di situs resmi <strong>INNOCENTI</strong>, <a href="http://www.innocentimusic.com/">www.innocentimusic.com</a></p>
<p>Melaui Single PERAHU KOTA, <strong>INNOCENTI</strong> memberikan apresiasinya pada gejala sosial di kota besar khususnya kaum-kaum yang terpinggirkan seperti kelas pekerja yang menjadi bagian dari identitas<strong> INNOCENTI</strong> sendiri.</p>
<p><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/05/01/innocenti-rilis-single-perahu-kota/download/" rel="attachment wp-att-322"><img class="aligncenter size-full wp-image-322" title="download" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/05/download.jpg?w=500&#038;h=707" alt="" width="500" height="707" /></a></p>
<p>Text : @_S_R_M</p>
		<div id="geo-post-320" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suara Hati - Winter Old (recording footage)]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/04/12/suara-hati-winter-old-recording-footage/</link>
<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 05:15:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/04/12/suara-hati-winter-old-recording-footage/</guid>
<description><![CDATA[coming soon &nbsp; Link : Suara hati Facebook Video pemberian dari Baskoro Prasetyo (Roll After Moti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>coming soon</strong></p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/a9eb6MzeZ2U?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p>&#160;</p>
<p>Link :</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100003694036505">Suara hati Facebook </a></p>
<p>Video pemberian dari <a href="http://www.facebook.com/bazz.rocker">Baskoro Prasetyo</a> (Roll After Motion Picture), saat sesi recording demo Suara Hati.<br />
Backsound : Winter Old.</p>
		<div id="geo-post-315" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reportase Event Solidaritas @ Galeri Bau Tanah, Jakarta Pusat]]></title>
<link>http://tarungrecords.wordpress.com/2012/04/06/reportase-event-solidaritas-galeri-bau-tanah-jakarta-pusat/</link>
<pubDate>Fri, 06 Apr 2012 11:54:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>tarungrecords</dc:creator>
<guid>http://tarungrecords.wordpress.com/2012/04/06/reportase-event-solidaritas-galeri-bau-tanah-jakarta-pusat/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah acara sederhana yang diadakan temen-temen dari Institut A, acara solidaritas yang bertujuan u]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah acara sederhana yang diadakan temen-temen dari Institut A, acara solidaritas yang bertujuan untuk penggalangan dana dan pengumpulan buku untuk para teman-teman yang sedang berada di balik terali besi, Reyhart Rumbayan, Billy Agustan, dll.</p>
<p><a href="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0044.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-60" title="Photo-0044" src="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0044.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Acara sederhana yang berlangsung di area stasiun cikini (galleri bautanah), cukup bikin saya kagum. Ada tempat (yang kata teman-teman) digratiskan dan bebas untuk diajadikan sebuah acara exhibisi, screening movies dll secara kontinyu. Sebagai pendatang baru di Jakarta, saya merasa cukup antusias dengan adanya tempat seperti ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  memang tempatnya cukup sederhana, outdoor, di pinggir jalan, pasti berisik kalau kereta api dan kendaraan bermotor lainnya lewat, tapi entah kenapa saya masih merasa sangat antusias hehehe&#8230; tempat yang keren! raw! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><a href="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0043.jpg"><img class="size-medium wp-image-61 alignright" title="Photo-0043" src="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0043.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Lanjut ke reportasenya&#8230; Pas datang memasuki areanya, kita di sambut dengan exhibisi grafis, yang di tempel di sebuah tembok yang berhiaskan mural. Exhibisinya mulai dari poster, pamflet, kolase yang semuanya mempunyai satu benang merah, yaitu berisikan kritik dan protes! Tepat di depan exhibisi, ada lapak sablon. Disini teman-teman bisa nyablon kaos polosnya, tote bag, jaket atau nindih sablonan yang udah pudar juga boleh, bebas lah. Dengan memberi donasi yang cukup murah meriah, udah bisa dipake keliling-keliling itu kaos bersablonnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0045.jpg"><img class="size-medium wp-image-62 alignleft" title="Photo-0045" src="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0045.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0042.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-63" title="Photo-0042" src="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0042.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0051.jpg"><img class="size-medium wp-image-64 alignleft" title="Photo-0051" src="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0051.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Tengok ke kanan dikit, beranjak dari lapak sablon, ada lapak kerajinan tangan dari bahan kain warna-warni. Ada tas dari yang aga besar sampe yang kecil, buku yang dikasih kover dari bahan kain juga, baju cewe (saya kurang paham namanya baju apa) dan berbagai kerajinan tangan lainnya, buatan teman-teman sendiri. Sangat kreatif. Dan yang saya perhatikan, di setiap kerajinan itu, dikasih semacam patches kecil yang ada slogan-slogan mengenai feminisme, bikin sesuatu sendiri, macem-macem. Keren! Gak hanya barang yang kamu pakai dan udah,itu aja&#8230;kamu pakai,keliatan cakep dan ga ada sesuatu yang orang lain dapatkan. Tapi kalau yang ini beda sih&#8230; ada suatu pesan untuk di bagi yang disematkan pada stuff hasil karya mandiri tanpa embel-embel korporasi ini.</p>
<p>Selain lapakan kerajinan tangan tadi, tentunya bakalan hambar kalau ga ada lapak buku, zine, newsletter-nya. Lumayan banyak literatur yang mereka bawa. Dari rilisan-rilisan baru sampai yang udah masuk kategori jadul, masih ada semua. Bisa di baca disitu, seperti DIY library, dan kalau berminat untuk dapet copy-annya, bisa pesen dan kita hanya mengganti ongkos photocopy-nya. Atau kalau beruntung ada yang lebih, langsung aja diganti ongkos photocopy-nya tanpa menunggu lama. Dan kebetulan saya beruntung dapet zine Smells Like Dead Rats 1-4, sebuah zine tentang punk dan aktivitas mereka (squatting, anarki, musik dan pesan yang mereka sampaikan, pamflet propaganda, dll).</p>
<p><a href="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0049.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-65" title="Photo-0049" src="http://tarungrecords.files.wordpress.com/2012/04/photo-0049.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Selain beberapa lapak tadi, ada juga teman-teman dari Jerman yang sharing mengenai sejarah dan perkembangan punk di kota mereka, kehidupan dan aktivitas mereka disana seperti apa, mulai dari squatting, turun kejalan untuk menentang kapitalis sampai bagaimana mereka mengorganize DIY gigs. Cukup informatif apa yang mereka ceritakan ditambah pula ada pemutaran film Noise and Resistance, mengenai pergerakan punk yang cukup memberi gambaran tentang apa yang teman-teman dari jerman tadi ceritakan. Sayang sekali saya tidak sempat copy filmnya ke flashdisk saya. Siapa tau teman-teman saya di daerah Malang bisa bikin acara screening movies juga.<br />
Saya memang belum bisa cerita lebih detil mengenai filmnya, karena saya sendiri juga belum sampai selesai nontonnya, udah keburu pulang. Mungkin next time, kalau udah nonton lagi sampe tuntas, dan dikasih kesempatan lagi sama yang punya zine/webzine buat kasih review sederhana lagi, bisa lah nanti saya cerita-cerita lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehehe&#8230; Oh iya, sedikit info mengenai teman-teman dari jerman tadi, Kata mereka sih mereka dalam rangka berlibur ke Indonesia. Mengapa memilih Indonesia? karena kata mereka, Indonesia mempunyai suatu hal yang sangat menarik dari scene punk mereka yang sedang berkembang. hal yang cukup menarik untuk mereka ketahui secara langsung seperti apa scene punk di Indonesia, dan mereka ingin berbagi pengalaman dan cerita dengan teman-teman disini. itu sih yang saya dengar dari diskusi waktu itu. Acara yang cukup menarik, meskipun saya sadari saya tidak terlalu bisa bercerita secara detil tentang diskusinya (maap Dit <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). next time, ayo nonton filmnya rame-rame. Mungkin ada teman-teman yang sudah dapat copy-annya, bagi-bagi ya? sampai bertemu di reportase selanjutnya!punya copy-annya, bagi-bagi ya?</p>
<p>Notes: Reportase ini sebenarnya saya buat untuk kontribusi di Newbornfire webzine (<a href="http://newbornfire-zine.blogspot.com/">http://newbornfire-zine.blogspot.com/</a>). Tapi saya upload lagi disini, biar aga ramean dikit blognya Tarung recs <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LEONARDO tampil memukau di Mosaic Music Festival 2012]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/28/leonardo-tampil-memukau-di-mosaic-music-festival-2012/</link>
<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 04:31:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/28/leonardo-tampil-memukau-di-mosaic-music-festival-2012/</guid>
<description><![CDATA[Pertengahan Maret lalu, tepatnya tanggal 12 dan 13 Maret 2012, LEONARDO mendapatkan kesempatan untuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pertengahan Maret lalu, tepatnya tanggal 12 dan 13 Maret 2012, LEONARDO mendapatkan kesempatan untuk tampil di festival bergengsi di Esplanade, Singapura, Mosaic Music Festival. Sang Frontman Leonardo (Vokal, Gitar), berangkat bersama ke-6 personil bandnya yang terdiri dari Susan Agiwitanto (Bass), Dharma Sudirman (Piano), Christo Putra (Drum), Andreas Pardede (Trombone), Agustinus Panji Mardika (Terumpet) dan Daniel Sukoco ( Bariton Sax). Mereka main sebanyak 4 kali di dua hari tersebut. Hari Pertama Leonardo menghibur penonton Singapura, di panggung Mosaic Music Station, di Outdoor Theatre Esplanade. Sedangkan di Hari kedua-nya mereka menyapa penonton lebih intim, di area Living Room-nya Esplanade, dengan format semi akustik. <a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/28/leonardo-tampil-memukau-di-mosaic-music-festival-2012/428823_10150620372508434_202065728433_9403099_294756281_n/" rel="attachment wp-att-302"><img class="aligncenter size-full wp-image-302" title="428823_10150620372508434_202065728433_9403099_294756281_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/03/428823_10150620372508434_202065728433_9403099_294756281_n.jpg?w=500&#038;h=331" alt="Leonardo 1" width="500" height="331" /></a></p>
<p>Sebanyak kurang lebih 12 lagu, Leonardo yang tampil dengan Jas ‘pinguin’ bikinan merk local, Monday Beats ini, berhasil membuat penonton puas dan ikut nyanyi bareng. Lagu-lagu dari Album Leonardo, The Sun, seperti Midnight Hooray, dan Insecure dibawakan Leo. Beberapa lagu baru untuk Album ke-2, seperti The Rumba dan It’s you juga dibawakan. <a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/28/leonardo-tampil-memukau-di-mosaic-music-festival-2012/374024_10150620380233434_202065728433_9403138_329584459_n/" rel="attachment wp-att-303"><img class="aligncenter size-full wp-image-303" title="374024_10150620380233434_202065728433_9403138_329584459_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/03/374024_10150620380233434_202065728433_9403138_329584459_n.jpg?w=478&#038;h=720" alt="Leonardo 2" width="478" height="720" /></a></p>
<p>Leo juga sukses meng-cover lagu-lagu hits seperti, <em>New York, New York</em> yang liriknya sempat diganti dengan “Singapore”. Juga lagu- lain seperti <em>Hit the Road Jack</em>, <em>In the Mood</em> dan <em>Mr. Bojangles</em>. <a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/28/leonardo-tampil-memukau-di-mosaic-music-festival-2012/392979_10150620378878434_202065728433_9403127_1953550180_n/" rel="attachment wp-att-304"><img class="aligncenter size-full wp-image-304" title="392979_10150620378878434_202065728433_9403127_1953550180_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/03/392979_10150620378878434_202065728433_9403127_1953550180_n.jpg?w=500&#038;h=331" alt="Leonardo 3" width="500" height="331" /></a></p>
<p>Penonton yang hadir pada malam itu sempat ditodong Leo untuk menyanyikan sepenggal part dari lagu <em>Hit the Road Jack</em> dan sempat ada anak kecil yang senang meniru suara Leo ketika menyanyikan lagu<em>  Just a Gigolo. </em>CD Leonardo, The Sun pun habis terjual selama 2 hari mereka bermain disana.</p>
<p>Mosaic Music Festival 2012 ini mendatangkan Band-Band keren dari berbagai Negara dan bermacam Genre. Elbow, TOE, Architecture in Helsinki, John Butler Trio,  OMD, Russian Red dan masih banyak lagi jadi highlight Line Up Mosaic tahun ini. LEONARDO sendiri menjadi penampil satu-satu-nya dari Indonesia. <span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/TsPvPfvumgo?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></p>
<p>Text : <a href="http://www.facebook.com/satriaramadhan">@satriaramadhan</a></p>
<p>pict   : <a href="http://www.facebook.com/leonardo.music">LEONARDO facebook</a></p>
		<div id="geo-post-301" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LEONARDO "Midnight Hooray" Live at MOSAIC Music Festival, Singapore]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/19/leonardo-midnight-hooray-live-at-mosaic-music-festival-singapore/</link>
<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 08:05:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/19/leonardo-midnight-hooray-live-at-mosaic-music-festival-singapore/</guid>
<description><![CDATA[-7.570354 110.794634]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/h3zKsbZZbuE?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
		<div id="geo-post-282" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Historis Indiepop]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/07/historis-indiepop/</link>
<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 05:51:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/07/historis-indiepop/</guid>
<description><![CDATA[Secara historis, indiepop merupakan varian atau subkultur dari punk yang mengalami transformasi dala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Secara historis, indiepop merupakan varian atau subkultur dari punk yang mengalami transformasi dalam segi lirik dan musik. Muncul sejak akhir 70-an lewat para musisi post-punk; kemudian mengalami pembentukannya di pertengahan era 80, hingga merekah pada akhir 80-an dan awal 90-an. Sampai sekarang, indiepop telah banyak mengalami revolusi musikal yang beragam. Namun terlepas dari itu, substansi indiepop itu sendiri sama dengan punk; ia adalah punk dengan jaket pop minimalis yang sangat manis; indiepop kids (baca: indiekids) adalah punk dengan sepatu keds dan pakaian sesukanya. Ia memiliki ideologi, filosofis dan pola pikir yang independen, self-sustain dan self-indulgement. Hal ini terlihat secara konkrit dari banyaknya label pop independen yang merilis band/musisi indiepop sepanjang awal 80-an sampai sekarang; maraknya publikasi fanzine seperti propaganda punk di pertengahan 70-an; acara radio/musik, dsb. Secara kultur, indiepop terkomunal dan termajinal seperti halnya punk. Para pelaku dan musisi indiepop membentuk berbagai komunitas yang tersebar secara geografis dan terangkai secara komunikatif lewat fanzine serta sederet lawatan antar kota, daerah, dan negara.</p>
<div id="attachment_244" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/07/historis-indiepop/pop-is-not-dead-lady-gaga-banner/" rel="attachment wp-att-244"><img class="size-full wp-image-244" title="pop-is-not-dead-lady-gaga-banner" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/03/pop-is-not-dead-lady-gaga-banner.jpg?w=500&#038;h=378" alt="" width="500" height="378" /></a><p class="wp-caption-text">pop-is-not-dead-</p></div>
<p>Guna mengetahui latar belakang indiepop, kita perlu menelusuri dulu sejarah indie itu sendiri. Seperti diketahui, indie memang berasal dari kata independent. Namun harus dibedakan antara independen sebagai:<br />
(1) status artis/band atau minor label yang tidak dikuasai/dikendalikan major label.<br />
(2) independen dalam konteks indie sebagai subkultur dan genre musik</p>
<p>Untuk pengertian (1), sejarahnya dimulai sejak awal abad 20 dengan kemunculan minor label seperti Vocalion atau Black Patti yang kala itu berupaya mengikis dominasi major label semacam Victor, Edison, dsb. Walaupun independensi pada pola dan jaman itu tidak menjalin akar dengan pengertian<br />
(2), mereka bertendensi serupa sebagai antitesis mainstream dengan merilis musik kaum minoritas seperti blues, bluegrass, dsb.</p>
<p>Tapi saat itu yang terjadi sekadar rivalitas antara kapital kecil melawan kapital besar dan pergerakannya tidak bersifat integral. Lalu di era 50-an mulai berkembang wacana independen untuk memerdekakan kreatifitas dari intervensi kepentingan industri. Kendati demikian, kondisi yang tercipta tidak menghasilkan karakter signifikan. Bipolarisasi terhadap arus utama belum terwujud. Mereka memang berproduksi secara minor tapi iramanya masih mengacu ke pola major label juga. Walaupun bermotif kebebasan berekspresi, mereka hanya independen secara kapital dari major label namun orientasi musiknya tetap setipe major label.</p>
<p>Kecenderungan awam dalam menyikapi istilah indie adalah menyamaratakan semua yang independen sebagai “indie”. Dengan demikian itu hanya bertumpu ke unsur kata (independen) saja sebagai kemerdekaan secara harafiah dan tanpa batas. Ada pula yang mempertanyakan “indie” dalam kapasitasnya sebagai kebebasan mutlak. Padahal independensi dalam wacana (2) sangat berbeda dengan (1). Artinya istilah indie sesungguhnya masih merujuk ke spesifikasi tertentu. Indie akan mampu dipahami secara proporsional bila ditelusuri ke konteks historis atau wacana terjadinya pembentukan istilah itu. Namun jarang ada media yang mau menggali lebih dalam. Sehingga “indie” cenderung dikotakkan sebagai musik laris manis yang cocok bagi selera awam. Sedangkan musik indie sesungguhnya yang underrated malah diabaikan. Hal semacam itulah yang kerap menimbulkan miskonsepsi publik bahwa “indie” semata-mata pola kerja dan kemurnian idealisme. Bagaimana bila sebuah band beridealisme mainstream tapi mereka berproduksi secara swadaya? Apakah itu termasuk indie? Tentu tidak. Karena independen secara minor label atau self-released tidak menjamin artis/label itu berkarakter indie. Karena seseorang yang berjiwa mainstream pun bisa saja menghasilkan karya berkarakter mainstream tapi dikemas secara “Do-It-Yourself” dengan dalih kebebasan ekspresi atau budget minim.</p>
<p>Kasusnya seperti gaya rambut suku indian mohawk yang sudah ada sebelum punk. Namun orang cenderung menggeneralisir semua gaya rambut mohawk sebagai representasi punk. Padahal tidak semua orang yang berambut mohawk menganut ideologi punk. Demikian pula halnya pada pemahaman minor label atau self-released yang disetarakan indie, padahal keduanya bukan parameter mutlak bagi status indie. Oleh karena itu, perlu ada pembelajaran bagi masyarakat agar mereka tidak latah terhadap istilah “indie”. Artinya publik patut memahami bahwa segala sesuatu yang independen belum tentu indie dan indie belum tentu independen (secara label).</p>
<p>Sesungguhnya istilah indie sebagai independensi dalam pengertian (2) bermula dari identifikasi terhadap subkultur pop underground di Inggris yang berevolusi antara era punk hingga post-punk selama periode 1977 s/d 1986. 1977 ditandai oleh “Nevermind the Bollocks”-nya Sex Pistols dan 1986 melalui dirilisnya kaset kompilasi C86 yang menjadi bonus majalah New Musical Express (NME). Asal mula kata independent menjadi indie bermula dari tabiat anak-anak muda Inggris yang suka memotong kata agar mempermudah pelafalan informal seperti; distribution menjadi distro, british menjadi brit, dsb. Di balik pemendekan kata independen itu kemudian terkandung sebuah definisi kontekstual indie yang menjadi basis pergerakan subkultural. Sehingga sejak masa itu tidak sembarang makna independen secara umum bisa diasosiasikan dengan indie. Namun hingga kini pun orang awam masih sering salah paham dengan menyamakan makna indie dalam wacana (2) dengan independen dalam wacana (1).</p>
<p>Kenapa disebut indie? Sebab akhir 70-an hingga awal 80-an merupakan masa pancaroba dari musik punk ke arah post-punk dan orang Inggris kala itu mulai menggunakan istilah tersendiri guna menjuluki kecenderungan musik punk yang semakin pop, yakni: indie. Secara awam, “Nevermind the Bollocks” adalah icon kejayaan punk. Namun bagi musisi underground Inggris, album Sex Pistols tersebut justru menjadi batu nisan bagi perlawanan punk yang sesungguhnya. Mereka menganggap irama punk sudah menjadi terlalu klise. Karena itulah mereka kemudian mulai mengolah referensi dari soul, folk, pop, dub, dan berbagai sound yang selama itu dianggap sebagai musik lunak. Meskipun secara musikal karakter punk-nya mulai berkurang, namun pendekatan maupun sikap mereka terhadap musik masih menunjukkan anomali punk. Salah satu pelopornya justru vokalis Sex Pistols sendiri, John Lydon, dengan eksperimen pop dia bersama Public Image Limited dan sikap frontalnya dalam memprogandakan anti-rock movement. Pengertian anti-rock di sini bukan berarti tidak ada unsur rock dalam musiknya, namun lebih kepada pendobrakan stigma bahwa rock harus brutal, macho, cadas, dan gahar. Sikap anti-rock ini sebenarnya juga merupakan turunan dari budaya mod di era 60-an ketika generasi muda Inggris mulai “memberontak” dengan musik yang stylish dan menentang segala atribut berbau rocker. Perkembangan dari sikap itulah yang kemudian melahirkan sebuah pola estetika indie sebagai counter-culture terhadap mainstream. Indie menjadi representasi anak-anak kutu buku berkaca mata tebal yang mengeksplorasi punk sesuka mereka tanpa harus bergaya rocker atau punk. Kelahiran indie juga mewakili wacana politik sayap kiri hingga feminisme di scene musik underground. Scene ini menciptakan band-band pop yang punya sikap maupun kepedulian sosial dalam bermusik dan tidak melulu berdagang lirik asmara. Kalaupun menyerempet cinta, itupun masih dibalut oleh kepekaan politik yang cerdas seperti Belle and Sebastian dalam “Marx and Engels” atau Camera Obscura dalam “Anti- Western”.</p>
<p>Secara musikal, indie berakar dari improvisasi punk yang merambah independensi menuju pop dan menentang stereotipe yang menganggap musik pemberontakan harus identik dengan rock’n’roll. Sehingga lagu yang mereka hasilkan pun tidak cukup pop untuk disebut pop namun juga tidak cukup punk untuk disebut punk. Di sinilah terjadinya evolusi post-punk dan proto-indiepop sampai menemukan karakternya sebagai indie. Buletin tahunan Billboard pada 1981 mencatat betapa fenomena musik indie di Inggris mulai menunjukkan eksistensinya walaupun masih sebatas wacana ekslusif. Kita bisa mencermati dokumentasi “24 Hours Party People” ketika seseorang di akhir 70-an masih awam terhadap musik indie. Adegan itersebut mengilustrasikan bagaimana istilah indie kala itu belum tersosialisasi. Pada 1981, NME juga merangkum eksistensi post-punk dalam kaset C81. Namun karena aroma punk-nya masih dominan, kompilasi itu tidak terlalu membawa perubahan.</p>
<p>Pada pertengahan 80-an, sekelompok band indie yang memiliki keunikan musik sejenis sering berpentas di London Club Circuit. Kala itu yang menjadi pionir adalah The Pastels dan Primal Scream. Kesamaan mereka adalah sound 60’s melodic pop yang dikombinasikan dengan kemampuan sederhana untuk bermain instrumen. Mereka mendapat perhatian dari 2 pemilik club, Crane Canning dan Simon Esplen. Lalu NME yang tidak kenal lelah untuk mencari scene baru, dengan dibantu Canning dam Esplen, mulai mengompilasikan mereka guna memperkenalkan band-band baru ini dan menawarkan untuk dijadikan bonus eksklusif bagi tabloidnya. Kaset kompilasi inilah yang di kemudian hari dikenal sebagai C86 yang menjadi kiblat bagi musisi indiepop hingga sekarang. Ketika spesifikasinya kian kental dengan nuansa pop lalu musik itu mulai disebut indie. Namun komparasi pop dan punk pada masa itu berbeda dengan pop-punk masa kini yang karakternya mainstream.<br />
Bagaimanapun format pop yang dieksplorasi oleh musisi indie dari masa ke masa, mereka tetap bertahan dalam koridor non-mainstream karena menyadari statusnya sebagai counter-culture terhadap mainstream. Dengan resistensi semacam itu, sebagian besar dari mereka memilih untuk merekam dan merilis karya mereka sendiri atau melalui minor label yang berhaluan indie. Namun fenomena ini kemudian disalahpahami oleh orang awam bahwa indie semata-mata menunjukkan status independensi sebuah band yang tidak dirilis oleh major label. Padahal sebelum pergerakan indie muncul, sudah banyak band era 50/60-an yang merilis karya mereka secara minor label dan itu tidak termasuk atau disebut indie. Sebaliknya justru banyak juga band indie yang bernaung di major label. Pada awal pencetusan di Inggris, sebenarnya pengertian indie dan indiepop mengacu pada pemahaman yang sama. Artinya saat itu bila kata indie disebut/ditulis tanpa imbuhan pop, anak-anak muda Inggris cukup mengerti spesikasi musiknya berupa pop independen yang berakar dari punk. Setelah NME merilis C86 pada 1986, indiepop mulai menemukan jati dirinya melalui kaset tersebut. Dari sinilah muncul istilah C86 movement karena kompilasi itu menjadi fondasi pergerakan sebuah subkultur yang kini dikenal sebagai indiepop. Secara koheren, indiepop adalah pop yang berkarakter independen dalam pengertian (2), bukan (1). Band indiepop tidak harus berada di minor label, mereka bisa dan boleh saja dirilis oleh major label. Namun akan lebih ideal dan karismatik bila band tersebut memilih bernaung di bawah indie label.<br />
Eksponen paling berpengaruh dalam gerakan C86 adalah Sarah Records. Mereka sebenarnya bukan label indiepop pertama. Sebelumnya sudah ada Cherry Red dan El Records yang juga berkarakter indiepop. Namun secara pergerakan, reputasi Sarah Records menjadikannya pionir dan legenda sebagai label yang sangat agitatif dan produktif dalam mempropagandakan indiepop ke berbagai belahan bumi. Idealnya seorang musisi indiepop jaman sekarang patut memahami Sarah Records dan sejarahnya karena inilah fundamen dari scene yang dia jalani. Sedangkan di Amerika salah satu label indiepop paling berpengaruh adalah K Records. Kalau Sarah Records dan scene indiepop Inggris dikenal melalui pesan-pesan politisnya yang kekiri-kirian, Amerika lebih bertumpu ke desentralisasi kultur pop. Mereka menekankan pentingnya kesadaran dan kemauan para scenester untuk mewujudkan indiepop sebagai musik pop yang bergerilya secara underground. Namun seperti uraian di atas, dalam perkembangannya istilah indie mengalami perluasan makna akibat eksploitasi media massa yang menjadikannya rancu. Secara general, definisi indie di Indonesia cenderung dipublikasikan sebagai pola kerja mandiri semata. Padahal esensi indie bukan sekadar kemandiriannya saja, namun lebih kepada Roots-Character-Attitude (RCA) yang bertumpu pada resistensi terhadap mainstream. Sebagai contoh, The Smiths dan New Order dirilis oleh Warner Music namun reputasinya masih diakui sebagai band indie karena RCA mereka adalah indie. Bahkan secara internasional indie diakui sebagai genre. Itu artinya, ada sebuah konsensus global yang memahami indie dalam spesifikasi musik tertentu.</p>
<p>Ketika makna indie diperluas sampai musik brutal/extreme, ekperimantal, atau cutting edge non-pop, pemakaian istilah itu masih relevan karena sifatnya sebagai sesama budaya tandingan dari mainstream. Namun penggunaan kata indie sangat tidak tepat bila disandang band yang memainkan musik pop mainstream ketika mereka merekam/merilis lagunya sendiri. Karena bagaimanapun juga musik mereka bukan indie walaupun pola produksinya seperti “indie”. Lalu bagaimana menentukan band itu indie atau bukan? Disinilah arti penting parameter RCA yang telah disebutkan tadi. Guna mendistribusikan rekaman indie, para scenester (aktivis musik) indie membangun jalur distribusi di luar sistem mainstream yang kemudian dikenal sebagai distro. Dengan demikian, indiepop sebenarnya menerapkan unsur-unsur budaya resistensi punk walaupun para pelakunya tidak berdandan ala punk. Keistimewaan indie terletak pada jaringan kerjanya. Indie tanpa networking akan menjadi benteng tanpa prajurit. Dalam relasinya indie cenderung lebih mengedepankan unsur humanis. Dukungan mutualisme semacam ini sebenarnya adalah warisan dari 3 dekade silam ketika indie label yang lebih besar memberi dukungan kepada indie label yang lebih kecil untuk berkembang lebih pesat tanpa mengawatirkan rivalitas pasar. Indie bergerak kepada orientasi pendengar yang segmentatif. Kalaupun akhirnya mendapat respon luas, itu dianggap senagai bonus saja. Faktor penentunya adalah sikap artis/band indie tersebut ketika mulai dikenal secara luas. Mereka harus lebih bijak dalam menjaga pakem agar karakternya tidak terseret menjadi pasaran atau kacangan.</p>
<p>Bisa dibilang indie yang ideal adalah indie yang ekslusif. Bahkan bagi anak-anak indiepop: semakin eksklusif sebuah band, semakin layak band itu dijadikan panutan. Namun ekslusif di bukan berkonotasi negatif. Eksklusivitas dalam indiepop bukan berarti perbedaan kelas secara sosial/ekonomi/budaya, namun lebih kepada perlindungan dari eksploitasi mainstream. Salah satu contoh band indie lokal yang paling ideal adalah Pure Saturday. Mereka punya fanbase yang solid di komunitas indie tapi secara mainstream mereka tidak terekspos. Eksploitasi yang berlebihan justru akan memudarkan musik indie itu sendiri. Ibarat warna, indie adalah abu-abu yang tidak selayaknya menjadi hitam atau putih. Indiepop perlu dikenal tapi tidak menjadi terkenal secara berlebihan. Sebenarnya publikasi yang luas bagi indiepop hanyalah untuk menjangkau dan mempersatukan fanbase yang sporadis. Namun seringkali eksesnya justru menjadikan indie terjerat oleh budaya latah, apalagi di Indonesia. Publik cenderung memanipulasi makna independensi secara mutlak dalam tafsir etimologi semata. Karena itulah makna indie di Indonesia menjadi simpang siur akibat pemaknaan independen secara harafiah tanpa pakem ideologis. Padahal secara global indie sudah diakui sebagai genre, bukan sekadar pola kerja. Sebagaimana relevansinya dengan indie secara subkultur, indiepop adalah pop independen yang menjadi counter-culture terhadap pop mainstream. Namun pengertian pop yang independen jangan disalahpahami sebagai kemerdekaan absolut karena indiepop tetap mengacu pada pakem tertentu. Parameter tersebut adalah RCA yang mengacu pada subkultur indiepop itu sendiri. Singkatnya indie adalah etos cutting edge, avant garde atau budaya kreatif yang menjadi alternatif dari pola-pola musik pada umumnya.</p>
<div id="attachment_245" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/03/07/historis-indiepop/pure-saturday/" rel="attachment wp-att-245"><img class="size-full wp-image-245" title="Pure-Saturday" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/03/pure-saturday.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Pure-Saturday</p></div>
<p>Seiring perkembangan corak musik, indiepop masa kini secara musikal memang tidak lagi sarat dengan punk. Namun etos punk masih dan akan selalu dianut olah para musisi indiepop di belahan dunia manapun. Dengan musik yang sangat catchy dan selling, sebenarnya banyak band indiepop yang berpeluang besar untuk menjadi artis jutaan kopi dengan menawarkan demo ke major label. Namun mereka tidak melakukan itu karena orientasi mereka bukan sekadar popularitas dan kemewahan, namun lebih kepada kepuasan personal dan idealisme dalam berkarya. Bahkan ada yang menolak tawaran manggung hanya karena skala pentas dan panggungnya terlalu besar.</p>
<p>Sikap semacam itu pun banyak ditunjukkan band indiepop lainnya dengan menjaga jarak dengan pers umum. Inilah contoh sikap punk yang berbeda dari stereotipe artis mainstream. Musisi lokal yang memang ingin menjadi indie seharusnya banyak belajar dari situ sehingga mereka tidak menjadi popstar wannabe yang terobsesi gemerlap popularitas secara mainstream. Kurt Cobain bisa jadi contoh ideal sebagai figur musisi indie karena dia malah depresi saat musiknya kian terkenal dan pasaran. Indiepop mengajarkan pada kita bahwa pop tidak diukur dari sebarapa banyak rekaman yang terjual atau seberapa banyak penggemarnya. Ketika industri mainstream menganggap musik yang bagus harus dilegitimasi oleh hype/trend massal dan dominasi chart, indiepop secara murni menghargai musisi dari musiknya, bukan dari popularitas. Indiepop juga meyakini bahwa pop tidak harus masuk Top 40 atau diliput media mainstream. Pop dalam konteks indiepop adalah cita rasa berbalut sikap menentang mainstream.</p>
<p>Kurang lebih 10 tahun sudah indiepop eksis di Indonesia sebagai sebuah genre dan kultur tandingan; setipe dengan metal, punk maupun hardcore bersama fanzine-nya yang telah berkembang lebih dahulu. Bandung dan Jakarta adalah dua kota yang menjadi sentra kemunculan dan berkembangnya indiepop di negeri kita. Dari sana baru beberapa tahun kemudian indiepop mulai menyebar sampai ke Jogja, Surabaya, Semarang, bahkan hingga kota kecil seperti Purwokerto, Malang, Bogor, Salatiga, dst.</p>
<p>Indiepop muncul dan berkembang di Bandung seiring perkembangan musik underground dengan band seangkatan Koil, Puppen, Full of Hate, dsb. Kehadiran indiepop di kota ini bisa dilacak melalui grup semacam Pure Saturday yang pertama kali merilis rekaman secara independen pada 1995 dan Cherry Bombshell yang mengedarkan demonya sebagai publikasi secara independen. Selain mereka, banyak juga band yang lahir pada masa itu dan sesudahnya, seperti Kubik, The Milo, The Jonis, sampai munculnya para eksponen baru lewat Mocca dan Homogenic di bawah label independen Fast Forward yang lebih dulu memberi input bagi scene lokal dengan merilis band-band indiepop mancanegara seperti The Cherry Orchard (France), 800 Cherries (Japan), Ivy (US) dan Club 8 (Sweden). Selain Fast Forward, Poptastic! Records juga menjadi referensi handal dengan merilis kompilasi Supadupa Fresh Pop yang berisi sejumlah band indiepop Jerman. Di samping band, Bandung juga cukup potensial dengan ramainya acara indiepop hampir setiap minggu. Acara berjudul Poptastic! yang diadakan oleh Poptastic! Records merupakan event bersejarah dalam perkembangan indiepop di Indonesia. Majalah cutting edge dari kota ini, Trolley, telah menjadi media pionir yang memicu wacana indiepop secara mendalam. Hingga sekarang perkembangan scene di Bandung semakin marak dengan pentas reguler semacam Les Voila maupun berbagai program radio khusus indiepop semacam Micropop, Popclusive, Pop Till You Drop, dsb.</p>
<p>Menyeberang ke Ibu Kota, indiepop di Jakarta tiada bedanya dengan yang terjadi di Bandung. Semarak indiepop di Jakarta lahir dari hingar bingarnya britpop yang terjadi di Inggris pada pertengahan era 90. Black Hole, Poster, dan beberapa venue bersejarah di Jakarta sangat mendukung penampilan band indiepop lokal yang kala itu lebih bervarian britpop. Generasi pertama diantaranya Pestol Aer (eksis sejak awal 90-an sebagai band punk namun beralih ke indiepop setelah merilis LP s/t pada 1995), Planet Bumi (produktif membuat 3 LP independen sejak 1995), Rumah Sakit (membuat rilisan independen sejak 1996), New Disease, Molenvliet, Gunting Kuku, dan sederet nama aneh lainnya. Young Offender dan Slammer merupakan komunitas yang kerap mengadakan acara dengan band-band tersebut. Dinamika band indie/britpop Jakarta ini bisa dilacak lewat fanzine lokal bernama Protection yang kini telah bermutasi menjadi webzine.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, Jakarta semakin berkembang dengan lahirnya generasi baru yang tidak sekadar terpengaruh britpop, melainkan varian yang lebih progresif (twee, jangle, bliss, folk, dsb.). Blossom Diary, Santa Monica, The Sweaters, Sugarstar, C’Mon Lennon, Ballads of the Cliché, Belladonna, dan The Sastro adalah sekian dari banyak penerus kultur indiepop saat ini. Jangkauan mereka pun makin mendunia dengan dirilisnya karya mereka oleh berbagai label indiepop di luar negeri. Eve Zine yang terbit sejak pergantian millennium adalah media independen asal Jakarta yang secara konsisten membahas band dan berita-berita indiepop paling aktual. Perkembangan indiepop di Jakarta juga ditunjang oleh maraknya komunitas yang tersebar di hampir seluruh penjuru Ibu kota seperti Balai Pustaka, Senayan Street, dsb. Berkat pergerakan semacam itulah scene Jakarta mampu terus berkembang melalui regenerasinya yang sangat dinamis.</p>
<p>Munculnya indiepop di Jogja juga tidak bisa dipisahkan dari perkembangan subkultur tersebut di Bandung dan Jakarta. Kebangkitan indiepop di DIY bermula pada awal 2000 dari beberapa mahasiswa yang berkumpul secara komunal setiap akhir pekan di Gelanggang Universitas Gadjah Mada dan mengukuhkan eksistensinya dengan nama Common People. Seperti halnya Young Offender di Jakarta atau Space City di Surabaya, Common People banyak memberi kontribusi bagi perkembangan indiepop di kota ini. Bentuk konkritnya adalah Garage Party, sebuah acara rutin bagi band-band indiepop untuk unjuk gigi dan sarana gathering, sekaligus mencari massa baru. Bangku Taman, Strawberry’s Pop, Anggisluka, Klinik Mata dan Morning Glory adalah sederet band yang muncul pada awal perkembangan indiepop di Jogja. Dinamika indiepop di kota ini juga diwarnai dengan munculnya Blossom Records dan fanzine seperti Shine (2001) dan Square (2002) yang mengulas indiepop berupa feature, interview maupun review musik. Blossom Records yang berdiri sejak 2002 merupakan salah satu minor label di Jogja yang mempublikasikan band-band indiepop melalui LP, EP, maxi-single maupun kompilasi. Sekarang kultur indiepop di kota ini mengalami perkembangan progresif lewat eksponen baru yang sangat potensial seperti Plastic Dolls, The Monophones, The Superego, Dojihatori, The Dolphins, Ruang Maya, dan Indiepop Rising Club, sebuah collective network yang mensosialisasikan kultur indiepop kepada publik DIY melalui program Outerbeat, Blissteria, Ordinary Girl, Pop Kinetic, dsb.<br />
Dalam skala global, indiepop telah berkembang menjadi jaringan kerja antar bangsa yang memungkinkan terjadinya rotasi untuk saling merilis rekaman di negara masing-masing. Gejalanya mulai dirasakan oleh band-band indiepop Indonesia yang telah dirilis di Swedia, Jepang, Singapore, Spanyol, Peru, dst. Mereka bisa saling berkomunikasi dengan baik karena idealisme mereka terhadap indie sama-sama merujuk kepada pemahaman internasional, yakni spesikasi musik tertentu yang berakar dari fenomena C86 maupun Sarah Records. Jaringan ini akan semakin solid dengan munculnya generasi baru yang tumbuh dengan idealisme mengakar dalam jiwa mereka, yaitu spirit independensi untuk selalu menjadi counter-culture terhadap musik mainstream, resistensi pada tren atau selera awam, dan idealisme self-sustain/self-indulgement yang menjadi karakter eksistensinya, seperti kawan-kawan mereka di negara lain di seluruh belahan dunia.</p>
<p>Semoga wacana ini bisa menjadi pengantar bagi kamu yang ingin lebih mendalami musik indie. Mulailah dengan memahami bahwa independen belum tentu indie dan indie belum tentu independen (secara label). Dari situ niscaya kamu akan memperoleh pencerahan untuk menyadari bahwa selama ini “indie” yang dimanipulasi secara mainstream adalah suatu pembodohan. Jadi kalau ada band pop non-major label yang musiknya setipe Colpdlay atau Nidji dan mereka mengklaim dirinya “indie”, berarti kamu sedang dibodohi.[red.] – <em>dari berbagai sumber </em>Rise’n’Shine( ZEEK! MAGZ )</p>
<p align="center">==========GOD SAVE THE POP!==========</p>
		<div id="geo-post-243" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[God Save The Pop #6: Jalan Darat Tour 2012 (Solo) ]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/</link>
<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 09:05:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah tour swadana dengan jadwal padat dan rombongan yang militan tampaknya berhasil mengguncang So]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Sebuah tour swadana dengan jadwal padat dan rombongan yang militan tampaknya berhasil mengguncang Solo. Digagas oleh tiga band yang sedang panas diperbincangkan di tahun 2011, yakni Morfem, The Experience Brothers, dan Jude lantas di kemas oleh East Conspiracy sebagai EO dari Jalan Darat Tour 2012. Sesuai dengan namanya Jalan Darat Tour 2012, ketiga band militan ini menggunakan bus untuk menyambangi Kota Solo, Semarang, Malang, dan melangkah ke Bali sebagai tujuan akhir dari tour konspirasi mereka. Hari ini, 24 Februari 2012, Solo menjadi tujuan pertama yang disinggahi. <a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/421791_385659394793844_100000493598775_1515181_805076448_n/" rel="attachment wp-att-227"><img class="aligncenter  wp-image-227" title="421791_385659394793844_100000493598775_1515181_805076448_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/02/421791_385659394793844_100000493598775_1515181_805076448_n.jpg?w=306&#038;h=400" alt="" width="306" height="400" /></a>The Think Organizer didaulat oleh East Conspiracy sebagai penyelenggara di Kota Bengawan ini. Bagi The Think sendiri, masalah pengadaan konser atau pun gigs sudah menjadi santapan sehari-hari dan mereka tampaknya paham betul bagaimana cara untuk hura-hura. Menyambut Jalan Darat Tour 2012, The Think mempersiapkan sebuah acara yang sudah sangat familiar ditelinga anak indies Solo &#8220;God Save The Pop&#8221;. Saat ini God Save The Pop sudah mencapai acara yang ke-6 dan tampaknya akan menyusul untuk seri selanjutnya. Kalo biasanya God Save The Pop bertempat di Taman Budaya Suarakarta, untuk kali ini mengambil venue di Cafe Bola Beteng. Ada kelebihan dan kekurangan dari venue yang kali ini. Kelebihannya adalah tempatnya nyaman dan tak jauh dari pusat kota, namun sisi lainnya adalah tempat yang full AC dengan para pengunjung berkepulan asap nikotin bukanlah kombinasi yang pas di udara, lantas posisi panggung yang sedikit aneh membuat pemain drum tak tampak terhalang oleh TV super besar. Sangat disayangkan tak mendapatkan pemadangan secara menyeluruh namun sudahlah Jalan Darat Tour yang dilabel God Save The Pop adalah acara untuk bersenang-senang, dan terima kasih The Think yang sudah menyelenggarakan acara kali ini.</p>
<p>Untuk membuka senang-senang kali ini, sebuah band asal Kota Yogyakarta, Modern Age, siap untuk dimainkan. Sebuah band Garage Rock yang digawangi oleh Arie (Vocal), Raka (Guitar), Rizky (Bass), dan Henrie (Drum) mulai meraung pada pukul 19.30 WIB. Saya tidak tahu bagaimana persisnya band ini namun dari luar terdengar mereka sempat mengcover The Strokes di awal penampilan mereka. Kurang Lebih Modern Age menyelamatkan musik pop selama 15 menit.</p>
<p>Usai Modern Age, parade band asal Yogyakarta lainnya belum usai. Kini Giliran Suddenly Sunday yang menyelamatkan musik pop. Mungkin bisa dibilang Suddenly Sunday adalah grup super woman karena terdiri atas 3 orang wanita super dan 2 orang lelaki, yakni Dini Yunitasari ( Voc), Adi Wijaya (Guitar), Helmy Febrian (Guitar), Woro Agustin (Bass), Dewi Sarmudyahsari (Drum). Sempat terceletuk oleh Aji, MC God Save The Pop, bahwa Suddenly Sunday adalah Yeah Yeah Yeahs dari kota gudek. Seketika tensi semangat saya meningkat mendengar kata Yeah Yeah Yeahs dan biduan dari Suddenly Sunday sangat aduhai. Saatnya Suddenly Sunday bersenandung dan mendapatkan respon yang cukup apik dari para pengunjung malam ini. Hanya saja ekspresi saya yang terlalu tinggi dimana mereka akan mengcover lagu Yeah Yeah Yeahs tak terlaksana pada malam ini. Akan tetapi overall band ini telah menyelamatkan musik pop sekali lagi.</p>
<p>Usai Yogyakarta yang sukses memberikan kontribusinya kepada musik, kini giliran band asal Salatiga, The Budjang, yang mengambil alih kendali panggung. Sepintas melihat The Budjang, saya teringat dengan band rock and roll asal Solo, Sweet Killer, dalam keadaan beberapa tahun silam. Seterlintas dibenak bahwa panggung akan meraung dan penuh dengan energi yang besar melihat dandanan mereka. Akan tetapi semua musnah dan hilang ketika The Budjang beraksi. Permainan yang tak padu, suara vokal yang lemas, sound yang berantakan, serta stage act di atas panggung yang sangat menyedihkan. Tampaknya para Budjangan ini harus kembali lagi masuk kedalam studio untuk kembali berlatih. Sangat menyayangkan ketika didaulat untuk menunjukan bagaimana scene bermusik dari Salatiga namun yang dipersembahkan tak seperti yang harapkan.</p>
<p>Kini saatnya tuan rumah mengambil alih acara yang diwakili oleh The Leon&#8217;s Labyrinth. Tak perlu banyak kata untuk memperkenalkan The Leon&#8217;s Labyrinth yang notabennya kini kian rajin menjamah panggung-panggung di Kota Solo. Seperti biasa dengan tenang namun pasti, The Leon&#8217;s Labyrinth kembali menyihir God Save The Pop dengan pesonanya. Mungkin dari 4 band pembuka God Save The Pop kali ini, The Leon&#8217;s Labyrinth merupakan penampilan yang terbaik. Baik secara sound, stage act, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan penonton. Bagi yang belum paham siapakah The Leon&#8217;s Labyrinth, mereka adalah sindikat jahat Pop/Rock asal Solo yang bermuatan Yanu N Wibisono (Vocal), Mega Rio Pandu (Drums), Sifak Ulkarim (Bass), dan Arya P Sularto (Guitar). Influence dari The Leon&#8217;s Labyrinth berasal dari Snow Patrol, U2, The Police, Sting, Queen, Cold War Kids, Kasabian, Goo Goo Dolls sehingga akan akan tahu betapa jahatnya musik mereka di telinga.</p>
<div id="attachment_228" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/c-v/" rel="attachment wp-att-228"><img class=" wp-image-228 " title="c v" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/02/c-v.jpeg?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">jude</p></div>
<p>Ramah tamah para band pembuka kini telah usai dan saatnya untuk menuju pada prosesi sakral dari acara God Save The Pop yakni Jalan Darat Tour 2012. Prosesi kali ini dimulai dengan menghadirkan Jude untuk membuka Jalan Darat Tour 2012. Jude adalah <em>line up</em> Jalan Darat Tour yang bernuansa paling <em>Vintage</em> dengan bernuansa Pop/Rock ala 60′s dan 70′s. Jude beranggotakan Lukman SW (Drums), Yehezkiel Tambun (Vokal, Gitar), Kaneko Pardede (Keyboards, Vokal), dan Johannes Hutagaol (Bass, Backing Vokal). Mereka telah merilis album perdana pada tanggal 11 Januari 2011 berjudul &#8220;Apapun Itu EP&#8221; dan  <em>SOLD OUT</em>. Berdandan dengan ala 60&#8242;s-70&#8242;s dan tampaknya mereka sangat terasuki dengan <em>sound-sound</em> khas pada masa itu. Jude menggeber panggung sekitar pukul 9 malam dan langsung memainkan 2 lagu yang mereka <em>medley</em>. Hampir semua lagu di Apapun Itu EP mereka bawakan dan riuh tepuk tangan mengiringi Jude selama pertunjukan mereka. Saat ini Semua Sama menjadi lagu penutup Jude malam itu yang merupakan lagu yang hanya ada di album Apapun Itu EP (<em>repacked</em>) yang dicetak khusus untuk Jalan Darat Tour 2012. Secara overall penampilan Jude sangat menyenangkan namun entah kenapa ending pada lagu terakhir terasa gantung dan anti klimaks.</p>
<div id="attachment_229" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/img_3356/" rel="attachment wp-att-229"><img class=" wp-image-229 " title="IMG_3356" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/02/img_3356.jpg?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ibrahim. The Experience</p></div>
<p>Jalan Darat Tour masih berlangsung dan saatnya The Experience Brothers menunjukan tajinya sebagai duo Modern Psychedelic Rock Blues yang paling berbahaya dari Timur Jakarta. Meski hanya beranggotakan dua orang kakak beradik Bram Saladdin dan Daud Sarassin, bukan menjadi penghalang bagi The Experience Brothers untuk memborbadir God Save The Pop malam itu dengan rentetan drum dari Daud, dan slide-slide gitar Bram. Terbukti dengan deru musik Psychedelic Blues yang mereka sembahkan, para penonton yang sedari anteng di belakang perlahan mulai maju kedepan dan bernyanyi bersama. <em>Gimmick</em>yang cukup ekspresif serta celotehan Bram tampaknya cukup membakar gairah pengunjung. Beberapa lagu The Experience Brothers semacam Stompbox, She’s alright, Young men, Kiss My Ass, dan Killer Eye Contact disapu habis oleh para penonton untuk dinyanyikan bersama. Mengesankan sekaligus Bringas menjadi komentar terhadap kakak beradik The Experience Brothers.</p>
<div id="attachment_230" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/img_3693/" rel="attachment wp-att-230"><img class=" wp-image-230 " title="IMG_3693" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/02/img_3693.jpg?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pandu Fathoni. Morfem</p></div>
<p>Jam di tangan sudah menujukan pukul 23.00 WIB dan ini adalah saatnya Jalan Darat Tour 2012 mencapai titik puncak acara. Morfem tak butuh waktu lama dan perbincangan basa-basi untuk memulai tugas mereka. Pandu (gitar), Bram (bass), dan Freddie (drum) langsung menghajar crowd malam itu secara membabi buta dengan kecepatan tinggi. Suara desingan gitar Pandu yang khas tampaknya semacam menjadi tanda sirene bagi penonton untuk maju merapat menyentuh panggung. Sudah rapat dan kepulan asap kian pekik, saatnya Jimi (vox) masuk sebagai orang yang paling ditunggu. Langsung malam itu digeber dengan Who Stole My Bike dan Death Kitchen sebagai salam pembuka malam itu. Seperti biasa ceracau dari Jimi yang spontan dan bertata cukup apik sedikit menghadirkan gelak tawa disela-selalu lagunya. Akan tetapi gelak tawanya tersebut cukup terhapus ketika Morfem secara ajaib membawakan Paranoid dari Black Sabbath dan disambung oleh koor dari barisan belakang yang tak lain dan bukan merupakan barisan para <em>metalhead</em> di Kota Solo. Hampir semua lagu dari Morfem di libas habis untuk dijadikan koor masal dan puncaknya adalah Gadis Suku Pedalaman. <em>Eargasme</em>adalah komentar untuk penampilan band liar dari Jakarta.</p>
<div id="attachment_232" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/02/27/god-save-the-pop-6-jalan-darat-tour-2012-solo/img_3599/" rel="attachment wp-att-232"><img class=" wp-image-232 " title="IMG_3599" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/02/img_3599.jpg?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">morfem</p></div>
<p>Sebagai salam penutup untuk Jalan Darat Tour 2012 Kota Solo, seluruh pengisi acara God Save The Pop naik keatas panggung untuk menyanyikan sebuah lagu lawas dari band <em>Rock and Roll</em> kenamaan asal Surabaya, Dara Puspita. Semua pecah dan semua menyaksikan betapa ramainya panggung di akhir acara, bahkan saya sempat bersama Aji Down For Life menyanyikan A Go Go dari bawah panggung.</p>
<p>Puas dan penuh dengan kesenangan. Seperti biasa The Think selalu tahu bagaimana caranya untuk bersenang-senang. <em>Line up</em> yang mumpuni serta lagu-lagu yang liar sekali lagi berhasil menyelamatkan musik pop di Kota Solo. Meskipun terdapat sedikit kekurangan namun sekali lagi tak ada acara yang sempurna. Namun ada sebuah kekecawaan yang sedikit tertinggal disana, dimanakah para penonton God Save The Pop yang biasanya selalu berjubel dan ramai sesak? Apakah para penonton ini kini pindah ke dunia maya dan puas dengan #Nowplaying? Semoga di acara selanjutnya akan kembali ramai dan lebih chaos.</p>
<p>Text : Ekawan Raharja</p>
<p>pict : Clara Dilasanti PR</p>
		<div id="geo-post-174" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Interconnection 2: Tour Antar Kota Yang Hangat]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/</link>
<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 03:37:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah gigs kecil yang penuh dengan suka cita telah tergelar di Gedung Kesenian Solo (GKS) pada Ming]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah gigs kecil yang penuh dengan suka cita telah tergelar di Gedung Kesenian Solo (GKS) pada Minggu, 22 Januari 2012. Sebuah acara pembuka di awal tahun yang sangat menyenangkan ketika SRM berkolaborasi dengan Dean Street Billy’s. Awal tahun 2012 ini mungkin sebagai pertanda juga bahwa Solo kian mulai diminati para musisi Indonesia sebagai tujuan pangung bermusik mereka. Interconnection 2 merupakan sebuah tour yang di gagas oleh SRM Management yang bertujuan untuk menyambung silahturahmi bermusik antar Jakarta dengan Solo. Dari Jakarta diwakili oleh Dried Cassava, L’alphalpha, serta Leonardo Ringo. Sedangkan Solo diwakili oleh Sua dan The Leon’s Labyrinth. Ketika menilik line-up yang akan meramaikan acara silahturami ini, maka sudah terbayang betapa luar biasanya acara kali ini.</p>
<div id="attachment_116" class="wp-caption aligncenter" style="width: 329px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/401314_10150609685571041_210857506040_11516966_988030760_n/" rel="attachment wp-att-116"><img class=" wp-image-116 " title="401314_10150609685571041_210857506040_11516966_988030760_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/401314_10150609685571041_210857506040_11516966_988030760_n.jpg?w=319&#038;h=400" alt="" width="319" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">poster</p></div>
<p>Acara yang semestinya dimulai pukul 14.30 ini mendadak molor untuk waktu yang cukup lama. Listrik yang padam menjadi kendala utama ketika semua band akan melakukan <em>sound check.</em> Tak lama kemudian, hujan lebat mengguyur Solo namun <em>crowd</em> di Solo tidaklah takut dengan hujan, banyak yang berdatangan menuju GKS ketika hujan mengguyur. Orang orang memadati GKS yang merupakan sebuah studio film jaman dulu. Pukul 17.00 sound check usai dan saatnya Interconnection 2 dimulai.</p>
<p>Sua menjadi band pertama yang membuka Interconnection 2 pada sore kali itu. Sua merupakan band pop yang lain dari pada lainnya. Ketika band pop pada umunya berbicara tentang cinta, kasih sayang, dan kegalauan risalah hati dengan lirik yang renyah, maka Sua menggebrak paradigma musik pop tersebut. Sua dengan musiknya berbicara tentang alam, kondisi sosial masyarakat kita, serta keluh kesah masyarakat pada umumnya dengan lirik yang penuh dengan tendensi pesan yang berbobot. Lirik-lirik yang mereka gunakan pun cukup berbeda dengan lirik musik pop pada umumnya. Sekilas mendengarkan Sua seperti mendengarkan Iwan Fals dikala muda. 3 Lagu Sua bawakan dan tentu saja ini mendapatkan respon yang cukup luar biasa dari para penonton Interconnection 2. Bahkan di belakang panggung sendiri, beberapa orang dari Jakarta terkesima dan kagum dengan musik Sua.</p>
<div id="attachment_117" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/sua-2/" rel="attachment wp-att-117"><img class=" wp-image-117 " title="SUA 2" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/sua-2.jpg?w=400&#038;h=299" alt="" width="400" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">Sua</p></div>
<p>Usai Sua membuka Interconnection 2, kini giliran The Leon’s Labyrinth yang memanaskan tensi penonton. Band pop rock asal Solo yang beranggotakan Yanu N Wibisono (Vocal), Mega Rio Pandu (Drums),  Sifak Ulkarim (Bass), dan Arya P Sularto (Guitar) berhasil menghentak penonton Interconnection 2 dengan musik yang mereka bawakan. Ketika dulu saya pernah menulis The Leon’s Labyrinth merupakan band yang biasa aja, tampaknya mereka malam ini membuktikan bahwa mereka bukan band yang biasa-biasa saja. Penampilan The Leon’s Labyrinth kali ini lebih perkasa baik secara musikalitas dan penampilan mereka. Pada Interconnection 2 kali ini, The Leon’s Labyrinth lebih bersemangat dan sound yang dihasilkan jauh lebih bertenaga. Kemudian distorsi yang mereka hadirkan lebih bersih dan sangat enak di telinga. Sang vokalis The Leon’s Labyrinth, Yanu N. Wibisono, tampak lebih bergairah malam ini. Dengan kacamata gelap yang dikenakan, Yanu tampak selayaknya Jon Bon Jovi sebagai vokalis The Leon’s Labyrinth.</p>
<div id="attachment_118" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/leon/" rel="attachment wp-att-118"><img class=" wp-image-118 " title="Leon" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/leon.jpg?w=400&#038;h=299" alt="" width="400" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">the leons labyrinth</p></div>
<p>Usai sudah 2 <em>local heroes</em> asal Solo memanaskan acara silahturahmi kali ini, saatnya rombongan dari Jakarta yang mengambil alih panggung. Dried Cassava didaulat menjadi pembuka pertama. Band ini berpersonilkan Baskoro Adhijuwono (Vocalist), Nandie Daniel (Guitarist), Bana Drestanta (Bassist) dan Kago Mahardono (Drumer). Dried Cassava merupakan Band <em>alternative Funk Rock</em> yang dijamah oleh <em>Blues</em>, cukup liar dan penuh dengan noise. Tak banyak yang dapat saya ceritakan untuk band ini karena saat band ini bermain saya sedang keluar untuk melaksanakan ibadah Magrib. Tapi berdasarkan pengelihatan saya saat <em>Dried Cassava</em> sedang <em>sound check</em>, band ini akan penuh dengan kejutan sound-sound yang mereka buat berbalut dengan skill yang sangat mumpuni. Dan tampaknya tebakan saya tak salah ketika saya kembali kedalam venue, tampak wajah penonton tampak puas menyaksikan Dried Cassava.</p>
<div id="attachment_119" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/img_8332/" rel="attachment wp-att-119"><img class=" wp-image-119 " title="IMG_8332" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/img_8332.jpg?w=400&#038;h=299" alt="" width="400" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">dried cassava</p></div>
<p>Kini Saatnya L’alphalpha yang saatnya unjuk gigi. L’alphalpha merupakan band yang paling di tunggu oleh <em>crowd</em> Interconnection 2. Mengusung <em>Post Rock</em> yang disentuh dengan <em>shoe gaze</em> membuat band ini sangat patut untuk di simak. Untuk kualitas bagaimana musikalitas mereka, tak perlulah meragukan mereka. Berbagai apresiasi sudah mereka dapatkan, bahkan Singapura pun sudah mereka sambaing. L’alphalpha beranggotakan Herald Reynaldo, Yudishtira Mahendra, Tercitra Winitya, Ildo Reynardian, Byatriasa Ega, dan Purusha Irma. Di Interconnection 2 ini, L’alphalpha membuka show dengan lagu Peace, Completeness, and welfare (Silent). Lagu pertama sukses membuat penonton sing along bersama tanpa menunggu komando. Penampilan L’alphalpha selama Interconnection 2 terbilang cukup baik dengan gimmick Herald dan suara merdu Yayas cukup memukau penonton. Bahkan pada Interconnection 2 ini, L’alphalpha menyanyikan lagu mereka yang sebelumnya tidak dibawakan di Interconnection 1. Sebagai penutup, The Day When Everything Around Us Fall Asleep and We don&#8217;t Remember How to Awake dibawakan dan gemuruh tepuk tangan membahana di GKS.</p>
<div id="attachment_120" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/alpha-2/" rel="attachment wp-att-120"><img class=" wp-image-120 " title="alpha 2" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/alpha-2.jpg?w=400&#038;h=299" alt="" width="400" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">l'alphalpha</p></div>
<div id="attachment_121" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/alpha/" rel="attachment wp-att-121"><img class=" wp-image-121  " title="Alpha" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/alpha.jpg?w=350&#038;h=349" alt="" width="350" height="349" /></a><p class="wp-caption-text">l'alphalpha2</p></div>
<p>Sudah pukul 19.30 dan GKS kian memanas namun geliat penonton tidaklah kurang. Terakhir sebagai penutup pesta malam ini, para penonton yang sedari tadi terduduk kini mereka bangkit untuk menyambut Leonardo. Tak perlu waktu cukup lama untuk set alat, satu persatu anggota band yang dibawa Leonardo mulai mengisi pos-pos mereka. Swing ‘n Jingle menjadi lagu pembuka aksi Leonardo. Sentuhan vokal berat dan beat-beat rock and roll ala Leonardo membuat penonton mulai menggerakan badannya mengikuti lagu. Dan ketika Blatant dimainkan, Leonardo memanggil seorang bintang tamu yang menjadi backing vokalnya, yakni Mian Meuthia. Blatant berhasil membuat penonton bernyanyi dan berteriak dengan lantang. Sepanjang penampilannya, Leonardo tampak tak pernah kehabisan energi untuk terus bergerak, meloncat, dan berdansa dengan Gretsch G5120 kesayangannya.</p>
<div id="attachment_122" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/leonardo-ringo-5/" rel="attachment wp-att-122"><img class="size-medium wp-image-122" title="leonardo ringo 5" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/leonardo-ringo-5.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">leonardo</p></div>
<p>Bahkan ketika penampilannya kian memanas, Leonardo masih suka berceloteh dengan <em>jokes</em> yang membuat perut penonton kian keram. Tak dapat disangkal bahwa Leonardo merupakan salah satu penyanyi di Indonesia dengan Showmanship terbaik. Sebagai penutup acara, Leonardo membawakan Midnight Hooray dan sukses mengajak penonton untuk bernyanyi bersama.</p>
<div id="attachment_123" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/leonardo-ringo-1/" rel="attachment wp-att-123"><img class=" wp-image-123 " title="Leonardo Ringo 1" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/leonardo-ringo-1.jpg?w=350&#038;h=249" alt="" width="350" height="249" /></a><p class="wp-caption-text">leonardo2</p></div>
<div id="attachment_125" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/mian-meuthia-2/" rel="attachment wp-att-125"><img class="size-medium wp-image-125" title="Mian Meuthia 2" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/mian-meuthia-2.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Mian Meuthia</p></div>
<div id="attachment_124" class="wp-caption aligncenter" style="width: 209px"><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2012/01/30/interconnection-2-tour-antar-kota-yang-hangat/leonardo-ringo/" rel="attachment wp-att-124"><img class="size-medium wp-image-124" title="Leonardo Ringo" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2012/01/leonardo-ringo.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">leonardo3</p></div>
<p>Jam sudah menunjukan pukul 21.00 kurang sedikit dan Interconnection 2 telah usai. Sebuah gigs kecil di Kota Budaya Solo yang sangat intim dan hangat. Sound yang pas-pasan, tanpa berikade, dan semua bisa bernyanyi berbaur bersama tanpa melihat status sosial setiap individu yang hadir disana. Kekurangan tentu saja ada namun semua kekurangan itu tertutup dengan acara yang benar-benar tahu bagaimana cara untuk bersenang-senang. Mungkin di Solo tidaklah banyak acara yang benar-bener penuh dengan tensi kesenang namun Dean Street Billy’s dengan keterbatasannya berusaha menciptakan itu semua. Dengan membuat Interconnection 2, diharapkan Dean Street Billy’s kian berkembang dan membuat scene pop di Solo kian ramai.</p>
<p>Text       : Ekawan Raharja</p>
<p>Foto       : Ekawan Raharja</p>
<p>Sendang Rukmi Prameswari</p>
		<div id="geo-post-115" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Imagine of joy]]></title>
<link>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2011/12/24/imagine-of-joy-4/</link>
<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 08:45:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>deanstreetbillys</dc:creator>
<guid>http://deanstreetbillys.wordpress.com/2011/12/24/imagine-of-joy-4/</guid>
<description><![CDATA[20 desember 2011 hari itu cuaca kota solo sangat sekali tidak bersahabat, hujan turun dari siang sam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>20 desember 2011 hari itu cuaca kota solo sangat sekali tidak bersahabat, hujan turun dari siang sampai malam. Saya sendiri sebagai organizer gigs itu sudah berfikir bahwa acaranya akan berubah sebagai privat gigs. Acara yang mengetengahkan line up beberapa band Solo sendiri dan ada satu band dari kota kembang. Diantaranya <em>The lost atlantis,  yeayEveryday, Scronklily jumper, Insomnia, My Violane Morning (BDG). </em>Sebenarnya ini salah satu gigs dari Dean  street Billy’s yang di backup oleh Couster . Dean street Billy’s sendiri sebuah komunitas kolektif di kota Solo yang setahunan ini sedang bersemangatnya untk mengangakat scene indie di Solo.</p>
<p>Acara ini dimulai agak molor dari jadwal yang tercantum  karena sound yang sedikit ada kendala. <em>The lost atlantis </em>sebagai band pertama dengan voklis ceweknya yang agak bisa memansakan suasana dingin malam itu, namum disayangkan satu band itu hanya seperti band cover yang banyak membawakan lagu lagu dari paramore. Setelah itu ada <em>yeayEveryday</em> salah satu band pop folk yang tampil malam itu, sedikit membawa nafas segar di Solo karena tidak ada band seperti ini, peform ke 3 mereka yang sudah mulai lumayan untuk dilihat di beri jempol, namun sedikit saran dan kritik mungkin buat band ini banyaklah mendengar dan melihat. Sudah 2 band tapi hujan juga belom reda juga, Susana malam itu memang sedikit sepi.</p>
<p><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2011/12/24/imagine-of-joy-4/374249_2736029774304_1664151317_2428149_1931931508_n/" rel="attachment wp-att-158"><img class="aligncenter size-medium wp-image-158" title="374249_2736029774304_1664151317_2428149_1931931508_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2011/12/374249_2736029774304_1664151317_2428149_1931931508_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2011/12/24/imagine-of-joy-4/407885_2736040174564_1664151317_2428165_1974378113_n/" rel="attachment wp-att-159"><img class="aligncenter  wp-image-159" title="407885_2736040174564_1664151317_2428165_1974378113_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2011/12/407885_2736040174564_1664151317_2428165_1974378113_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Dipandu 2 mc yang sedikit kocak <em>scronklily jumper </em> mulai mengeset alat mereka di panggung, band electro pop yang digawangin oleh 3 orang ini mulai memainkan single andalan mereka. Malam itu <em>Insomia </em>band Britpop yang sudah lama tidak keliatan ini menambah  Dtree café panasnya minta ampun, dimana sontak mc dan para penonton ke depan panggung mungkin juga karena kangen dengan perform mereka.<a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2011/12/24/imagine-of-joy-4/390962_2736085495697_1664151317_2428194_1995645439_n/" rel="attachment wp-att-161"><img class="aligncenter size-medium wp-image-161" title="390962_2736085495697_1664151317_2428194_1995645439_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2011/12/390962_2736085495697_1664151317_2428194_1995645439_n.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><a href="http://deanstreetbillys.wordpress.com/2011/12/24/imagine-of-joy-4/384413_2736083295642_1664151317_2428190_481949712_n/" rel="attachment wp-att-160"><img class="aligncenter size-medium wp-image-160" title="384413_2736083295642_1664151317_2428190_481949712_n" src="http://deanstreetbillys.files.wordpress.com/2011/12/384413_2736083295642_1664151317_2428190_481949712_n.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Acarapun dilanjut oleh <em>My Violane Morning</em> band shogaze postrock asal kota kembang yang belom lama ini mengeluarkan album “<strong>The Next Episode of This World”</strong> yang dirlis <em>Happy prince </em> indie label dari Jepang. Malam itu mereka membawakan enam lagu yang ada didalam cd dan malam itu mereka menutup malam dengan lagu – lagu postrock, Nada – nada emosional  nan membius sehingga crowd pun mulai terombang ambing oleh suasana,  namun disayangkan kendala sound malam itu membuat terdengar sedikit noise. Di pungkasanya old habit dan new technology menjadi lagu penutup  acara malam itu tidak lupa kita ucapkan terima kasih untuk Couster dan teman – teman yang sudah membantu.</p>
<p>Text : Dimas Purnomo F</p>
		<div id="geo-post-76" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-7.570354</span>
			<span class="longitude">110.794634</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Generasi Menolak Lupa Sejarah Musik Indonesia]]></title>
<link>http://midnightpeople.wordpress.com/2011/03/21/generasi-menolak-lupa-sejarah-musik-indonesia/</link>
<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 12:19:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>midnightpeople</dc:creator>
<guid>http://midnightpeople.wordpress.com/2011/03/21/generasi-menolak-lupa-sejarah-musik-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[There. We said it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>There. We said it <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
