<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>guru-tik &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/guru-tik/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "guru-tik"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 19:29:56 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Portofolio TIK]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/12/02/portofolio-tik/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 02:35:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/12/02/portofolio-tik/</guid>
<description><![CDATA[Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p><strong><em>Portofolio</em></strong> adalah <em>kumpulan hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum.</em></p></blockquote>
<p>Tidak setiap kumpulan karya seorang siswa disebut portofolio.  Portofolio dalam arti disini dapat digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari sebuah instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi siswa, atau menilai hasil belajar siswa.  Portofolio demikian disebut juga <em>portofolio untuk penilaian</em> atau <em>portofolio penilaian</em>.</p>
<p>Portofolio merangsang pembelajaran siswa untuk secara aktif memilih hal yang dieksplorasi dan menunjukkan bukti tentang kompetensinya di luar hasil ujian.  Dengan kata lain, di samping mengaktifkan siswa, portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut serta dalam penilaian atas dirinya. Portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya, pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan, kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya, sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan sebagainya.<!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Standar Kompetensi Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/12/01/standar-kompetensi-mata-pelajaran-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:48:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/12/01/standar-kompetensi-mata-pelajaran-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/</guid>
<description><![CDATA[Standar kompetensi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer  (TIK) untuk jenjang SMA adalah: ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Standar kompetensi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer  (TIK) untuk jenjang SMA adalah:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>K</em></strong><strong><em>onsep, pengetahuan, dan  operasi dasar</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Siswa mampu mengidentifikasi etika, moral dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Disamping itu siswa mampu mengidentifikasi komponen dasar perangkat keras yang meliputi: Internet, jaringan lokal dan komputer (<em>setting periferal</em>).  Siswa juga mampu memanipulasi perangkat lunak seperti: Sistem Operasi, program pengolah kata, program lembar kerja (w<em>orksheet</em>), program presentasi, program database, program grafik, program perancangan web (<em>web design</em>), serta sebagai pengayaan disajikan pengenalan bahasa pemrograman.<!--more--></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Pengolahan informasi untuk produktifitas</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Siswa mampu menjalankan sistem operasi (<em>operating system</em>) dan <em>manajemen file</em>. Selain itu mampu membuat dokumen dengan tabel, diagram, <em>mail merge</em>, presentasi, <em>data base</em>, membuat <em>homepage</em> interaktif dan menggunakan internet untuk berkomunikasi, serta menggunakan bahasa pemrograman sebagai pengayaan.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong><em>Pemecahan masalah, eksplorasi dan komunikasi</em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Siswa mampu membuat karya dengan program pengolah kata, lembar kerja (<em>worksheet</em>), dan basis data, presentasi, serta mengkombinasikannya. Selain itu siswa mampu membuat <em>homepage </em>interaktif, mencari informasi dan berkomunikasi melalui internet. Sebagai pengayaan siswa mampu membuat program sederhana dengan bahasa pemrograman.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengembangan Media Pembelajaran TIK]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/30/pengembangan-media-pembelajaran-tik/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:44:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/30/pengembangan-media-pembelajaran-tik/</guid>
<description><![CDATA[Media (medius) secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Media (<em>medius</em>) secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.  Menurut Sheal, Peter. (1989) dalam buku “<em>How to Develop and Present Staff Training Course</em>”, pengalaman belajar sangat bervariasi, hal ini ditunjukkan pada grafik berikut ini.</p></blockquote>
<p><a href="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/picture11.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-357" style="margin:3px;" title="Picture1" src="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/picture11.png?w=132" alt="" width="132" height="150" /></a>Kemampuan seseorang dalam menangkap informasi berbeda-beda terlihat dari apa yang dibaca, didengar, dilihat dan dilakukan . Dalam hal ini maka peran guru dalam inovasi dan pengembangan media pembelajaran dalam kelas pembelajaran sangatlah menentukan kesuksesan proses belajar dan mengajar. Guru hendaknya dapat mengolah kemampuannya untuk membuat media pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Hal ini, menurut Wijaya dkk (1991:2), disebabkan perkembangan jaman yang terus terjadi tanpa henti dengan kurun waktu tertentu.</p>
<p><!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kurikulum, Silabus dan RPP TIK]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-silabus-dan-rpp-tik-sma-labschool-upi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:25:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/26/kurikulum-silabus-dan-rpp-tik-sma-labschool-upi/</guid>
<description><![CDATA[Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dikembangkan oleh satuan pendidikan dan komite sekolah. P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dikembangkan oleh satuan pendidikan dan komite sekolah. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum didasarakan pada;</p>
<ol>
<li>Berpusat pada potensi, perkembangan , kebutuahan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan</li>
<li>Kurikulum hendaknya beragam dan terpadu</li>
<li>Kurikulum tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK</li>
<li>Relevan dengan kebutuhan dan kehidupan sehari-hari</li>
<li>Menyeluruh dan berkesinambungan</li>
<li>Belajar sepanjang hayat</li>
<li>Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.</li>
</ol>
<p>Silabus merupakan ringkasan atau ikhtisar pembelajaran yang disusun dengan seperangkat rencana pelaksanaan pembelajaran serta penilaian. Jika anda ingin mendapatkan semua silabus Anda bisa kunjungi <a href="http://silabus.upi.edu/">di sini</a></p>
<p><a href="../files/2009/11/picture1.png"><img title="Picture1" src="../files/2009/11/picture1.png?w=150" alt="" width="150" height="38" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendidikan Ilkom UPI menghasilkan guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)]]></title>
<link>http://silfianaelfa.wordpress.com/2009/11/20/pendidikan-ilkom-upi-menghasilkan-guru-tik-teknologi-informasi-dan-komunikasi/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 11:32:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>isil</dc:creator>
<guid>http://silfianaelfa.wordpress.com/2009/11/20/pendidikan-ilkom-upi-menghasilkan-guru-tik-teknologi-informasi-dan-komunikasi/</guid>
<description><![CDATA[Tahun 2005, UPI membuka dua program studi baru Pendidikan Ilmu Komputer bersamaan dengan Program Stu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tahun 2005, UPI membuka dua program studi baru Pendidikan Ilmu Komputer bersamaan dengan Program Stu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laboratorium Komputer dan Classroom Management Software]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/20/laboratorium-komputer-dan-classroom-management/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 11:02:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/20/laboratorium-komputer-dan-classroom-management/</guid>
<description><![CDATA[Guru TIK saat ini dihadapkan dengan tantangan dan kesempatan untuk menggunakan teknologi dalam menga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/netsuport.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-340" style="margin:3px;" title="netsuport" src="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/netsuport.png?w=150" alt="" width="150" height="91" /></a>Guru TIK saat ini dihadapkan dengan tantangan dan kesempatan untuk menggunakan teknologi dalam mengajar. Komputer adalah alat (media/sarana) pendidikan luar biasa, bagaimana telah <a href="http://ikhs.wordpress.com/2009/05/06/pengguna-internet-kalangan-pelajar/" target="_blank">dijelaskan</a>. Namun teknologi ini juga dapat menjadi gangguan besar untuk belajar. Internet, instant messaging, email dan permainan adalah godaan bagi siswa.<!--more--></p>
<p>Bagaimana dalam kelas pembelajaran dapat menghilangkan gangguan ini atau setidaknya mengurangi sehingga Anda  sebagai guru dapat mengajar lebih efektif. Tidak ada solusi pengelolaan kelas yang lebih baik dan sederhana untuk menginstal satu software aplikasi NetSupport atau LAN, sehingga lebih mudah untuk menggunakan dan mengelola Lab. Komputer baik dalam proses pembelajaran dan pengkontrolan jaringan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Program In House Training (IHT) di SMA Labschool UPI]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/20/program-iht-di-sma-labschool-upi/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 08:46:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/20/program-iht-di-sma-labschool-upi/</guid>
<description><![CDATA[Program IHT (In House Training) yang diadakan di SMA Labschool UPI merupakan suatu bentuk kegiatan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/poto-rssn-016.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-322" style="margin:3px;" title="POTO RSSN 016" src="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/poto-rssn-016.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a>Program IHT (In House Training) yang diadakan di <a href="http://sma.labschool.upi.edu/" target="_blank">SMA Labschool UPI </a>merupakan suatu bentuk kegiatan pelatihan bagi guru-guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru dalam pembelajaran. Kegiatan ini sebagai Program RSSN (Rintisan Sekolah Standar Nasional). Pelatihan ini membahas KTSP dan implementasi KTSP tersebut.<!--more--></p>
<p><a href="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/poto-rssn-006.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-323 alignright" style="margin:3px;" title="POTO RSSN 006" src="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/poto-rssn-006.jpg?w=150" alt="" width="150" height="112" /></a> Adapun yang hadir dalam pelatihan IHT yakni guru kelompok guru bahasa, guru MIPA, guru IPS, guru muatan lokal, dengan narasumbernya berasal dari Tim Pengembang Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bandung.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengertian Data, Informasi, Knowledge, dan Sistem]]></title>
<link>http://risyana.wordpress.com/2009/11/14/pengertian-data-informasi-knowledge-dan-sistem/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 17:08:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>risyana</dc:creator>
<guid>http://risyana.wordpress.com/2009/11/14/pengertian-data-informasi-knowledge-dan-sistem/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Eka Risyana Pribadi Tulisan ini merupakan tulisan pertama dari serial makalah seminar Pendidi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : Eka Risyana Pribadi Tulisan ini merupakan tulisan pertama dari serial makalah seminar Pendidi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendidikan Ilmu Komputer UPI mengawali Guru TIK di Indonesia]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/pendidikan-ilmu-komputer-upi-mengawali-guru-tik-di-indonesia/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 19:49:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/pendidikan-ilmu-komputer-upi-mengawali-guru-tik-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Sesuai dengan visi dan misi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yakni tampil sebagai satu-satunya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright" style="margin:3px;" src="http://bandung.detik.com/images/content/2008/12/31/490/Isola-insert1.JPG" alt="" width="148" height="150" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sesuai dengan visi dan misi <a href="http://upi.edu/" target="_blank">Universitas Pendidikan Indonesia</a> (UPI) yakni tampil sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang secara konsisten berkiprah dalam bidang pendidikan. Menjadikan<strong><em> Universitas Pelopor dan Unggul</em></strong> diantaranya ;</p>
<ol>
<li>Menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan tenaga pendidik profesional dan tenaga profesional lainnya yang berdaya saing global.</li>
<li>Mengembangkan teori-teori pendidikan dan keilmuan lain yang inovatif serta penerapannya, untuk menjadi landasan dalam  penetapan kebijakan pendidikan nasional.<!--more--></li>
<li>Menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat secara profesional dalam rangka ikut serta memecahkan masalah nasional baik dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.</li>
<li>Menyelenggarakan internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring dan kemitraan pada tingkat nasional, regional, dan internasional.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan hal tersebut salah satu dari berbagai jurusan yang ada misalnya <a href="http://cs.upi.edu/v2/" target="_blank">Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer</a>.  Jurusan yang berkonsentrasi pada penerapan <a href="http://cs.upi.edu/v2/" target="_blank">Ilmu Komputer</a> dalam dunia <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">pendidikan</a>. Dengan kata lain menghasilkan Sarjana Pendidikan Ilmu Komputer (S.Pd) yang mampu mengaplikasikan dan mengintegrasikan ilmu komputer (perangkat lunak dan keras) dengan <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets" target="_blank">ilmu kependidikannya</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Terbukti dari <a href="http://cs.upi.edu/v2/" target="_blank">Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer </a>yang langsung terserap oleh pasar. Hal ini terlihat <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=322192990576&#38;ref=mf" target="_blank">alumni dari Mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer</a> <a href="http://upi.edu/" target="_blank">UPI Bandung</a> tahun 2009 telah mengawalinya menjadi <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik">Guru TIK</a> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer" target="_blank">guru komputer</a>) dibeberapa sekolah. Seperti halnya <a href="http://#">Ike Nandra Mirwati, S.Pd</a> yang telah menjadi guru TIK di SMK Labschool Tangerang, <a href="http://alikhs.co.cc" target="_blank">Dwi Ely Kurniawan, S.Pd</a> menjadi guru TIK di SMA Labschool UPI di Bandung, <a href="http://agungprudent.wordpress.com/">Agung Wicaksono S.Pd</a> menjadi guru TIK di SMKN 1 TKJ di Pemlang, <a href="http://#" target="_blank">M. Ade Erik, S.Pd</a> menjadi guru TIK di SMK Indramayu, <a href="http://#">Endra Suhada, cSP.d</a> mengajar di <a href="http://www.sman2bdg.or.id/" target="_blank">SMA 2 Bandung</a>, <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/" target="_blank">Asep Sufyan Tsauri, S.Pd</a> mengajar di <a href="http://mts-muawanah.sch.id/" target="_blank">MTS Munawarah</a> (<em>Oh salah maksud saya</em> <a href="http://mts-muawanah.sch.id/" target="_blank">MTS Munawa<strong>n</strong>ah</a> dll..</p>
<p style="text-align:justify;">Ini menunjukkan bukti bahwa <a href="http://cs.upi.edu/v2/" target="_blank">Sarjana Pendidikan Ilmu Komputer</a> berkompetensi menjadi seorang guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk tingkat SD, SMP dan SMA serta menjadi guru TKJ, RPL, Multimedia di SMK. Selain itu juga beberapa sekolah Islam seperti Aliyah, MTS.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya guru di tingkat SMA beberapa lulusan pun ada yang telah menjadi Dosen (Asisten) di <a href="http://cs.upi.edu/v2/" target="_blank">Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer</a>, seperti halnya <a href="http://educnology.web.id/" target="_blank">Sandi Fajar Rodiansyah</a> dan <a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/" target="_blank">Asep Sufyan Tsauri</a>. Mari terus berkiprah dan melebarkan sayapnya untuk mengawali <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">Guru TIK</a> di Indonesia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Training ICT di SMA Labschool UPI]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/training-ict-di-sma-labschool-upi/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 17:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/training-ict-di-sma-labschool-upi/</guid>
<description><![CDATA[Pelatihan yang diadakan di Lab. Komputer SMA Labschool UPI pada jum&#8217;at, 30 Oktober 2009 kemari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-22" style="margin:3px;" title="guru tik" src="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/02/dscf0780.jpg" alt="guru" width="214" height="135" />Pelatihan yang diadakan di Lab. Komputer <a href="http://sma.labschool.upi.edu/" target="_blank">SMA Labschool UPI</a> pada jum&#8217;at, 30 Oktober 2009 kemarin, merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam bidang IT/ICT. Pelatihan ini sebagai penunjang guru dalam pembelajaran di kelas, sekaligus sebagai tuntutan sekolah, dalam rangka melaksanakan program RSSN (Rintisan Sekolah Standar Nasionanl) di <a href="http://sma.labschool.upi.edu/" target="_blank">SMA Labschool UPI</a>.<!--more-->Dalam pelatihan ini membahas Media Pembelajaran dan Tools  Media Pembelajaran. Media merupakan sebuah alat untuk menyampaikan pesan, sedang media pembelajaran adalah sebuah alat untuk menyampaikan pesan pada proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Interaksi ini menjadi sangat penting, tanpa sarana penyampai pesan atau media.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembahasan dimulai sesi pertama Kriteria Media Pembelajaran oleh <strong>Fajar Amafatullah, S.Pd</strong>. Terkait kriteria media pembelajaran yang efektif, interaktif, kognitif dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian sesi kedua oleh <strong>Dwi Ely Kurniawan, S.Pd</strong> (<a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">guru TIK</a>) membahas tools media pembelajaran yang dapat di pakai seperti Power Point contohnya. Bagaimana memasukkan teks, gambar, warna, membuat tampilan menarik (desain), hyperlink dll.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alumni Mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer menjadi Guru di SMA Labschool]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/alumni-mahasiswa-pendidikan-ilmu-komputer-menjadi-guru-di-sma-labschool/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 12:31:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/alumni-mahasiswa-pendidikan-ilmu-komputer-menjadi-guru-di-sma-labschool/</guid>
<description><![CDATA[Berawal dari PLP (Program Latihan Profesi) yang diselenggarakan  oleh Jurusan Pendidikan Ilmu Komput]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik"><img class="alignleft size-full wp-image-197" style="margin:2px;" title="guru tik" src="http://ikhs.wordpress.com/files/2009/11/img0641a.jpg" alt="guru tik" width="160" height="128" /></a>Berawal dari PLP (Program Latihan Profesi) yang diselenggarakan  oleh <a href="http://cs.upi.edu/" target="_blank">Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer UPI</a> bagi mahasiswanya sebagai langkah awal pengenalan dunia keprofesian <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik" target="_blank">Guru TIK</a> (Komputer) di tingkat SD, SMP dan SMA serta SMK, <a href="http://ikhs.wordpress.com/" target="_blank">saya</a> dan <a href="http://agungprudent.wordpress.com/" target="_blank">Agung</a> mendapatkan tugas untuk mengajar di SMA Labschool. Dari sana kami mulai mengenal bagaimana cara mengajar TIK  di sekolah.</p>
<p>Program ini memang sangat mendukung untuk mahasiswa mengenal dan melebarkan sayapnya di dunia keprofesiannya (guru). Sehingga benar-benar lulusannya kompeten dan profesional tentunya.<!--more--></p>
<p>Program ini saya jalani selama satu semester yang kemudian selesai bulan Januari 2009 yang lalu. Alhamdulillah, selang beberapa bulan setelah saya menyelesaikan kuliah, saya dipanggil untuk menidaklanjuti program mengajar TIK di <a href="http://http://sma.labschool.upi.edu/" target="_blank">SMA tersebut</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guru Honorer TIK Sulit Ikuti Tes CPNS]]></title>
<link>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/guru-honorer-tik-sulit-ikuti-tes-cpns/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 10:50:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhs</dc:creator>
<guid>http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/guru-honorer-tik-sulit-ikuti-tes-cpns/</guid>
<description><![CDATA[BANDUNG, (PRLM).- Ratusan guru honorer mata pelajaran Teknologi  Informasi dan Komunikasi  (TIK) tid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" src="http://www.cartoonstock.com/lowres/mba0295l.jpg" alt="" width="130" height="200" />BANDUNG, (PRLM).- Ratusan guru honorer mata pelajaran Teknologi  Informasi dan Komunikasi  (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer" target="_blank">TIK</a>) tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti tes <a href="../category/cpns/" target="_blank">CPNS</a> pada penerimaan <a href="../category/cpns/" target="_blank">CPNS</a> Kota Bandung tahun 2009. Pasalnya, kualifikasi yang ditetapkan pemerintah Kota Bandung tidak sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki oleh guru honorer.</p>
<p>&#8220;Tidak ada satu pun guru honorer Kota Bandung yang memiliki kualifikasi S1 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan seperti yang disyaratkan dalam pengumuman. Padahal<a href="http://ikhs.wordpress.com/" target="_blank"> honorer TIK</a> jumlahnya hampir 250 orang mulai dari tingkat SMP, SMA, dan SMK. Ini yang kami pertanyakan, kenapa kualifikasi yang ditetapkan tidak sesuai padahal ada jurusan lain yang lebih kompeten,&#8221; kata Sekretaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Informasi dan Komunikasi Kota Bandung Alan Ridwan Maulana yang ditemui di SMAN 4 Bandung, Jln. Gardujati Bandung, Rabu (4/11).<!--more--></p>
<p>MGMP, kata Alan menyayangkan keputusan yang diambil oleh pemerintah Kota Bandung dalam menentukan kualifikasi <a href="http://ikhs.wordpress.com/" target="_blank">guru TIK</a>. Sebab ini artinya tidak ada kesempatan bagi <a href="../" target="_blank">honorer TIK</a> untuk melamar sebagai <a href="http://ikhs.wordpress.com/category/cpns/" target="_blank">CPNS</a>, padahal ini adalah pertamakalinya formasi <a href="../" target="_blank">guru TIK</a> dibuka di Kota Bandung.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kami berterima kasih pemkot sudah mendengar aspirasi kami dengan membuka formasi untuk TIK, tapi ternyata kami tidak bisa ikut. Bukan kami ingin secara otomatis diterima sebagai PNS, tapi setidaknya kami diberi kesempatan untuk bersaing secara terbuka dengan peserta umum lainnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam formasi tahun ini, kata Alan, pemkot membuka kesempatan kepada 17 orang untuk menjadi <a href="../" target="_blank">guru TIK</a>. Tujuh untuk tingkat SMP, lima SMA dan lima SMK. &#8220;Yang kami sayangkan ini hanya terjadi untuk formasi <a href="../" target="_blank">guru TIK</a> saja, sementara untuk yang lain jauh lebih fleksibel dan kualifikasinya sesuai dengan bidangnya. Misalnya pendidikan lingkungan hidup, yang dibuka bagi sarjana biologi atau teknik lingkungan dengan tambahan Akta. Begitu juga di daerah lain, yang juga lebih terbuka bahkan tidak mencantumkan jurusan khusus. Asalkan S1 dilengkapi Akta,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Alan berharap, dalam penerimaan <a href="../category/cpns/" target="_blank">CPNS</a> tahun depan pemkot yakni dinas pendidikan bisa mengubah kebijakan ini, sehingga honorer yang selama ini sudah mengajar sebagai <a href="../" target="_blank">guru TIK</a> di sekolah masih memiliki kesempatan. &#8220;Setidaknya ada tiga jurusan yang sekarang dimiliki teman-teman <a href="../" target="_blank">guru TIK</a>, yakni Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informatika. Jurusan ini yang seharusnya menjadi kualifikasi karena lebih tepat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sumber dari: <a rel="nofollow" href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&#38;id=108050" target="_blank">Pikiran Rakyat</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perbedaan Model, Strategi, Metode dan Prinsip Pembelajaran]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/07/09/perbedaan-model-strategi-metode-dan-prinsip-pembelajaran/</link>
<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 12:32:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/07/09/perbedaan-model-strategi-metode-dan-prinsip-pembelajaran/</guid>
<description><![CDATA[Kita sering bingung dengan Metode, Model, Strategi dan Prinsip Pembelajaran. Perbedaan mereka Apa si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kita sering bingung dengan Metode, Model, Strategi dan Prinsip Pembelajaran. Perbedaan mereka Apa sih? Berikut saya sedikit uraikan perbedaan mereka. Model pembelajaran berbeda dengan strategi, metode dan prinsip pembelajaran. Model pembelajaran merupakan kesatuan dari metode, strategi dan langkah-langkah pembelajaran. <!--more-->Konsep model pembelajaran lahir dan berkembang dari pakar psikologi dengan pendekatan dalam <em>setting</em> eksperimen yang dilakukan. Konsep model pembelajaran untuk pertama kalinya dikembangkan oleh Bruce dan koleganya (Joyce, Weil dan Showers,1992). Menurut Supriyono Koes H (2003), model pembelajaran adalah sebuah rencana atau pola yang mengorganisasikan pembelajaran dalam kelas dan menunjukkan penggunaan materi pembelajaran. Salah satu ciri khusus model pembelajaran yang tidak dimiliki oleh strategi atau prosedur tertentu yaitu tingkah laku mengajar (sintaks) yang menggambarkan pola kegiatan guru dan siswa dalam berinteraksi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Lebih lanjut Ismail (2003) dalam (Widdiharto, Rachmadi, 2004) menyebutkan bahwa istilah model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode tertentu yaitu :</p>
<p>-          rasional teoritik yang logis yang disusun oleh penciptanya</p>
<p>-          tujuan pembelajaran yang hendak dicapai</p>
<p>-          tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut berhasil (<em>syntaks</em>)</p>
<p>-          lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.</p>
<p>Salah satu yang membedakan model pembelajaran yang satu dengan yang lain adalah tingkah laku mengajar (<em>syntaks</em>) yang digunakan oleh masing-masing model pembelajaran. <em>Syntaks</em> inilah yang menjadi ciri khas dari suatu model pembelajaran. Masing-masing model pembelajaran memiliki <em>syntaks</em> yang berbeda-beda meskipun memiliki tujuan pembelajaran yang sama. Contoh model pemebalajaran adalah inkuiri. Dan inkuiri mempunyai 5 sintak yang harus dilalui ketika melakukan pembelajaran yaitu Penyajian Masalah, Pengumpulan data, Melakukan eksperimen, merumuskan penjelasan dan menganalisis proses inkuiri. Selesai. Semoga membantu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aktivitas Belajar.]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/07/09/aktivitas-belajar/</link>
<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 12:28:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/07/09/aktivitas-belajar/</guid>
<description><![CDATA[Aktivitas belajar adalah melakukan kegiatan belajar sehingga aktivitas belajar merupakan prinsip pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aktivitas belajar adalah melakukan kegiatan belajar sehingga aktivitas belajar merupakan prinsip penting pada produk belajar seseorang yang disebut dengan hasil belajar. Aktivitas belajar siswa yang dimaksud adalah aktivitas jasmaniah, maupun aktivitas mental (psikis). Uzer Usman (1995) mengkategorikan bahwa aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, yaitu :<!--more--></p>
<p>1)      Aktivitas visual <em>(visual activities</em>) seperti membaca grafik, menulis data percobaan, melakukan eksperimen dan demontrasi percobaan.</p>
<p>2)      Aktivitas lisan (<em>oral activities</em>) seperti menceritakan prinsip kerja <em>roaller coaster</em>, bertanya-jawab serta berdiskusi mengenai konsep usaha dan energi.</p>
<p>3)      Aktivitas mendengarkan (<em>listening activities</em>) seperti mendengarkan orang lain berbicara.</p>
<p>4)      Aktivitas gerak (<em>motor activities</em>) seperti mengukur panjang dan membuat alat percobaan.</p>
<p>5)      Aktivitas menulis (<em>writting activities</em>) seperti merangkum konsep usaha dan energi, membuat laporan percobaan dan menulis buku pelajaran.</p>
<p>Jadi dengan pengklasifikasian aktivitas seperti diuraikan di atas, menunjukkan bahwa aktivitas belajar itu cukup kompleks, bervariasi, dan menuntut adanya kerjasama serta peran aktif pembelajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembelajaran Kontekstual (CTL)]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/07/09/pembelajaran-kontekstual-ctl/</link>
<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 12:20:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/07/09/pembelajaran-kontekstual-ctl/</guid>
<description><![CDATA[Menurut Muslich (2007) dan Sanjaya (2006), pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen utama,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menurut<strong> </strong>Muslich (2007) dan Sanjaya (2006), pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen utama, yaitu:</p>
<p>1.   Konstruktivisme (<em>constructivisme</em>)</p>
<p>Konstruktivisme<strong> </strong>merupakan landasan filosofis pendekatan CTL.  Pembelajaran konstruktivisme menekankan pada terbangunnya pemahaman siswa secara aktif, kreatif, dan produktif berdasarkan pengetahuan terdahulu dan pengalaman belajar yang bermakna. Belajar bermakna akan membiasakan siswa untuk memecahkan masalah sendiri, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan mengembangkan ide-ide yang ada pada dirinya.<!--more--></p>
<p>2.   Menemukan (<em>Inquiry</em>)</p>
<p>Menemukan merupakan kegiatan inti CTL. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa tidak berasal dari hasil mengingat seperangkat fakta, tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya. Proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Kegiatan menemukan diawali dari pengamatan terhadap fenomena, dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperoleh sendiri oleh siswa.</p>
<p>Secara umum proses menemukan dapat dilakukan melalui beberapa langkah yaitu:</p>
<p>a.  Merumuskan masalah.</p>
<p>b.  Mengajukan hipotesis.</p>
<p>c.  Mengumpulkan data.</p>
<p>d.  Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan.</p>
<p>e.  Membuat kesimpulan.</p>
<p>3.   Bertanya (<em>Questioning</em>)</p>
<p>Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang dari refleksi keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir. Kenyataan menunjukkan bahwa pemerolehan pengetahuan seseorang selalu bermula dari bertanya. Belajar pada pembelajaran CTL merupakan upaya guru untuk mendorong siswa mengetahui sesuatu, mengarahkan siswa memperoleh informasi, membimbing siswa menemukan materi yang dipelajarinya, sekaligus mengetahui perkembangan kemampuan berpikir siswa.</p>
<p>Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya berguna untuk:</p>
<p>a.  Menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam penguasaan materi  pelajaran.</p>
<p>b.   Membangkitkan motivasi siswa untuk belajar.</p>
<p>c.   Merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu.</p>
<p>d.   Memfokuskan siswa pada sesuatu yang dinginkan.</p>
<p>e.   Membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu.</p>
<p>4.  Masyarakat Belajar ( <em>Learning Community</em>)</p>
<p>Menurut Vygotsky dalam Sanjaya  (2006), bahwa pengetahuan dan pemahaman siswa banyak dipengaruhi oleh komunikasi dengan orang lain. Konsep masyarakat belajar ( <em>Learning Community</em>) dalam CTL menyarankan agar  hasil pelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain. Hal ini berarti bahwa hasil belajar bisa diperoleh dengan <em>sharing </em>antar teman, antar kelompok, dan antara yang tahu kepada yang tidak tahu, baik di dalam maupun di luar kelas. Dalam CTL, penerapan asas masyarakat belajar dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya bersifat heterogen, baik dilihat dari kemampuan dan kecepatan belajarnya,  maupun dilihat dari bakat dan minatnya.</p>
<p>5.   Pemodelan (<em>Modeling</em>)</p>
<p><strong> </strong>Pemodelan merupakan<em> </em>proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Misalnya, guru memberikan contoh bagaimana cara mengoperasikan sebuah alat. Dalam pendekatan kontekstual guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Misalnya, siswa dapat ditunjuk untuk mendemonstrasikan, memberi contoh kepada temannya bagaimana cara melafalkan sesuatu dan sebagainya.</p>
<p>6.   Refleksi (<em>Reflection</em>)</p>
<p><strong> </strong>Refleksi adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Melalui proses refleksi pengalaman belajar itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang dimilikinya. Siswa akan menyadari bahwa pengetahuan yang baru diperolehnya merupakan pengayaan atau bahkan revisi dari pengetahuan yang telah dimilikinya.</p>
<p>7.   Penilaian Nyata (<em>Autentic assessment</em>)</p>
<p>Penilaian nyata adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Penilaian nyata dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, penekanannya diarahkan pada proses belajar bukan hanya pada hasil belajar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Guru TIK]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/24/guru-tik/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 03:16:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/24/guru-tik/</guid>
<description><![CDATA[Setelah Pemerintah menetapkan mata pelajaran Teknologi informasi dan Komunikasi (komputer) diajarkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setelah Pemerintah menetapkan mata pelajaran Teknologi informasi dan Komunikasi (komputer) diajarkan disekolah , kini banyak bermunculan jurusan/program studi baru yang menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi calon pendidik / guru TIK</p>
<p>Berikut yang penulis telusuri lewat Snmptn.ac.id</p>
<p><!--more--></p>
<p>Pend. Ilmu Komputer   – Universitas Pendidikan Indonesia dibuka tahun 2005</p>
<p>Pend. Informatika dan Komputer    &#8212; Universitas Negeri Padang</p>
<p>Pend. Teknik Informatika &#8212; Universitas Negeri Yogyakarta</p>
<p>Pend. Teknik Informatika  &#8211;Universitas Negeri Malang</p>
<p>Pend. Teknologi Informatika dan Komputer   &#8212; Universitas Pendidikan Ganesha</p>
<p>Semua jurusan diatas merupakan jurusan baru.BUKAN JURUSAN LAMA YANG DIUBAH KURIKULUMNYA.<strong></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/24/model-pembelajaran-problem-based-instruction-pbi/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 01:11:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/24/model-pembelajaran-problem-based-instruction-pbi/</guid>
<description><![CDATA[Model pembelajaran PBI mempunyai beberapa nama lain seperti Project-based Teaching (belajar proyek),]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Model pembelajaran PBI mempunyai beberapa nama lain seperti Project-based Teaching (belajar proyek), experienced-based Education (pembelajaran berdasar pengalaman), Authentic Learning (belajar autentik) dan Anchored Instruction (belajar berdasar kehidupan nyata). Problem Based Instruction biasa diterjemahkan menjadi pembelajaran berdasarkan masalah atau pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran beradasar masalah merupakan pembelajaran yang menyajikan masalah, yang kemudian digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi yang berorientasi pada masalah, dan termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. (Ibrahim,M 2000:14)<!--more--></p>
<p>Pembelajaran jenis ini tidak difokuskan apa yang menjadi perilaku siswa tetapi lebih kepada apa yang mereka pikirkan pada saat melakukan kegiatan tersebut. Terdapat 3 aliran utama yang berpengaruh pada pembelajaran berdasar masalah:</p>
<ol>
<li>Dewey dan kelas demokrasi</li>
</ol>
<p>Pembelajaran berdasar masalah menemukan akar intelektualnya pada penelitian John Dewey. Dalam demokrasi dan pendidikan (1916), Dewey menggambarkan suatu pandangan tentang pendidikan dimana sekolah seharusnya mencerminkan masyarakat besar dan kelas merupakan laboratorium sebagai tempat untuk menyelesaikan kehidupan nyata. Pandangan Dewey inilah yang melengkapi filosofi yang melandasi pembelajaran berdasar masalah. (Ibrahim,M 2000)</p>
<ol>
<li>Piaget, Vygotsky dan konstruktivisme</li>
</ol>
<p>Jean Piaget dan Lev Vygotsky adalah  ahli psikologi Eropa yang mengembangkan konsep konstruktivisme dan di atas konsep inilah pembelajaran berdasar masalah kontemporer diletakkan. Menurut Piaget pedagogi yang baik harus melibatkan pemberian anak dengan situasi dimana anak-anak itu mandiri dalam melakukan eksperimen. Dalam arti paling luas dari pengertian itu mencoba segala sesuatu untuk melihat apa yang terjadi, memanipulasi tanda-tanda, memanipulasi simbol, mengajukan pertanyaan dan menemukan sendiri jawabannya, mencocokkan apa yang ia temukan pada suatu saat dengan apa yang ia temukan saat yang lain, membandingkan dengan siswa lainnya (Duckwarth, 1964:2 dalam Ibrahim, 2000)</p>
<p>Sedangkan menurut Vygotsky perkembangan intelektual terjadi pada saat individu berhadapan dengan pengalaman baru yang menantang dan ketika mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang dimunculkan oleh pengalaman ini. Vygotsky juga percaya bahwa interaksi sosial dengan teman lain memacu terbentuknya ide baru dan memperkaya perkembangan intelektual siswa.</p>
<p>Suatu ide pokok yang berkembang berdasar Vygotsky adalah konsep tentang <em>Zone of Proximal Development </em>(zona perkembangan terdekat).  Zona perkembangan terdekat adalah tingkat perkembangan sedikit diatas tingkat perkembangan seseorang saat ini.</p>
<ol>
<li>Bruner dan pembelajaran penemuan</li>
</ol>
<p>Bruner mengemukakan suatu teori pendukung penting yang dikenal sebagai pembelajaran penemuan, yaitu suatu model penemuan yang menekankan pentingnya membantu siswa memahami struktur atau ide kunci dari suatu keyakinan bahwa pembelajaran yang sebenarnya terjadi melalui penemuan pribadi.</p>
<p>Pembelajaran berdasar masalah juga bergantung pada konsep lain dari Bruner yaitu <em>Scaffolding</em>, yaitu suatu proses dimana seorang siswa dibantu menuntaskan masalah tertentu melalui kapasitas perkembangannya melalui bantuan dari guru atau orang yang mempunyai kemampuan lebih.</p>
<p>Pembelajaran berdasar masalah mempunyai perbedaan penting dengan pembelajaran penemuan. Pada pembelajaran penemuan didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan berdasar disiplin ilmu dan penyelidikan siswa berlangsung di bawah bimbingan guru terbatas dalam ruang lingkup kelas, sedangkan pembelajaran berdasar masalah dimulai dengan masalah kehidupan nyata yang bermakna dimana siswa mempunyai kesempatan dalam memilih dan melakukan penyelidikan apapun baik di dalam maupun di luar sekolah sejauh itu diperlukan untuk memecahkan masalah (Ibrahim,M 2000).</p>
<p>Menurut Sears dan Hersh (dasari 2003:9) pembelajaran berdasar masalah ini dapat melibatkan siswa dalam berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah. Pembelajaran berdasar masalah membantu siswa untuk memecahkan masalah dengan proses penemuan yang berkelanjutan dari tipe masalah yang tidak terstruktur yang dihadapkan oleh orang-orang dewasa atau praktisi profesional. Intinya pembelajaran berdasar masalah mengembangkan siswa agar dapat:</p>
<ol>
<li>Mendefinisikan masalah dengan jelas</li>
<li>Membangun hipotesis alternatif.</li>
<li>Memberikan informasi baru setelah hipotesis.
<ol>
<li>Membangun solusi yang jelas yang sesuai dengan masalah dan kondisi yang seharusnya berdasarkan informasi dan penjelasan dengan alasan yang jelas.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Christopher dan Koschmann (2003: 3-4) menyatakan bahwa pembelajaran berdasar masalah mengikuti hal-hal berikut ini :</p>
<ol>
<li>Para siswa diberikan masalah.</li>
<li>Setelah melakukan beberapa diskusi tentang masalah tersebut, sebagai upaya menemukan solusi, para siswa masuk dalam satu periode belajar mandiri <em>(self-directed learning).</em></li>
<li>Siswa memeriksa kembali masalah (secara kolektif) berdasarkan apa yang telah mereka temukan selama penelitiannya.  Dalam diskusi ini, siswa menyampaikan informasi berdasarkan kategori-kategori berikut :
<ol>
<li>Data</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Siswa menuliskan apa yang mereka ketahui tentang masalah yang diberikan.</p>
<ol>
<li>Ideas (ide-ide)</li>
</ol>
<p>Siswa memberikan solusi-solusi yang mungkin untuk menyelesaikan permasalahan.</p>
<ol>
<li>Learning issues</li>
</ol>
<p>Siswa memeriksa kelemahan-kelemahan yang mereka miliki dalam belajar. (Apa yang mereka ketahui ?  Apa yang mereka masih perlu ketahui).</p>
<ol>
<li>Action (tindakan)</li>
</ol>
<p>Siswa memberikan saran tentang begaimana mereka melakukannya.</p>
<ol>
<li><em> </em>Abstraction phase (fase abstraksi)</li>
</ol>
<p>Siswa dikelompokkan kembali untuk menempatkan masalah didalam konteks yang serupa yang pernah mereka temui selama proses belajar dan menghubungkannya untuk mencoba menemukan persamaan-persamaannya, perbedaannya, dan cara dimana pengetahuan akan masalah yang lalu bisa membantu menyelesaikan masalah yang baru.</p>
<ol>
<li>Reflection phase (fase refleksi)</li>
</ol>
<p>Siswa membuat refleksi terhadap proses pembelajaran, menunjukkan setelah melalui beberapa diskusi apa yang sukses dikerjakan, apa yang telah dikerjakan, dan apakah mereka akan mengerjakannya dengan berbeda jika diberikan lagi pertanyaannya.</p>
<p>Adapun langkah-langkah model pembelajaran berdasar masalah menurut Ismail (2002:122) dan Sudibyo (2002) mengemukakan lima tahap yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah, kemudian mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar, selanjutnya siswa melakukan kegiatan penyelidikan guna mendapatkan konsep untuk menyelesaikan masalah kemudian membuat karya atau laporan, mempresentasikannyadan diakhiri dengan penyajian serta analisis evaluasi hasil proses.</p>
<p>Sumber: SKripsi UPI</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedot Web]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/sedot-web/</link>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 08:45:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/sedot-web/</guid>
<description><![CDATA[Untuk anda pengguna internet .anda pasti suka mengunjungi situs favorite. Situs favorite tersebut bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Untuk anda pengguna internet .anda pasti suka mengunjungi situs favorite. Situs favorite tersebut biasanya berisi artikel-artikel yang anda sukai. Andapun biasanya akanmenyimpan halaman web tersebut. Untuk anda yang mempunyai koneksi internet ini bukan sebuah masalah, tetapi bagi yang tidak mempunyai koneksi internet ini adalah sebuah masalah karena kita harus menyimpan beberapa halaman web. Dan ini membuang banyak waktu. <!--more-->Hal tersebut dapat atasi dengan sebuah software “penyedot”  halaman web. Banyak sekali software yang tersedia untuk menyedot halaman web . tetapi untuk kali ini penulis merekomendasikan menggunakan winHttrack. Karena penulis merasakan sendiri kemudahan pemakaiannya selama beberapa semester yang lalu.</p>
<ol>
<li>Download Httrack di www,httrack.com</li>
<li>Setelah sel esai anda download.lakukan penginstalan</li>
<li>Klik 2 kali pada installer</li>
</ol>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-302" title="1" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/1.jpg" alt="1" width="296" height="71" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-303" title="2" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/2.jpg" alt="2" width="302" height="231" /></p>
<p>klik next</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-304" title="3" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/3.jpg" alt="3" width="302" height="232" /></p>
<p>Pilih 1 accept the agreement lalu klik next</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-305" title="4" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/4.jpg" alt="4" width="302" height="232" /></p>
<p>Pilih lokasi peginstalan lalu klik next</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-306" title="5" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/5.jpg" alt="5" width="302" height="232" /></p>
<p>Klik Next</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-307" title="6" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/6.jpg" alt="6" width="302" height="232" /></p>
<p>Cek list pada Create a desktop icon. Klik next</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-308" title="7" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/7.jpg" alt="7" width="302" height="232" /></p>
<p>klik instal.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-309" title="8" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/8.jpg" alt="8" width="302" height="232" /></p>
<p>tunggu beberapa menit untuk melakukan penginstalan</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-310" title="9" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/9.jpg" alt="9" width="302" height="232" /></p>
<p>Selesai penginstalan. Klik finish</p>
<p>Tahap penggunaan.</p>
<p>Setelah anda klik icon yang ada didestop maka akan muncul halaman utama</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-311" title="10" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/10.jpg" alt="10" width="302" height="232" /></p>
<p>Klik Next</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-312" title="11" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/11.jpg" alt="11" width="324" height="242" /></p>
<p>Isi project name anda.</p>
<p>Isi lokasi penyimpanan yang anda sukai.</p>
<p>Klik next.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-313" title="12" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/12.jpg" alt="12" width="307" height="237" /></p>
<p>masukan nama situs yang ingin anda ambil isinya, klik next.</p>
<p>Lalu next lagi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-314" title="13" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/13.jpg" alt="13" width="319" height="290" /></p>
<p>silahkan tunggu proses pengambilan halaman web.</p>
<p>Selesai.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Model Pembelajaran Reciprocal Teaching]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/model-pembelajaran-reciprocal-teaching/</link>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 08:08:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/model-pembelajaran-reciprocal-teaching/</guid>
<description><![CDATA[Model pembelajaran Reciprocal Teaching dikembangkan oleh Anne Marie Palinscar dari Universitas Michi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Model pembelajaran <em>Reciprocal Teaching</em> dikembangkan oleh Anne Marie Palinscar dari Universitas Michigan dan Ane Crown dari Univeritas Illinois USA.Karakteristik dari model pembelajaran <em>Reciprocal Teaching </em> adalah:</p>
<p><em>A dialogue between student and teacher, each taking a term in the role of dialogue leader  :”reciprocal” interactions where me person acts in response to the other structured dialogue using four strategis : questioning, summarizing ,clarifying ,Predicting. Palinscar dan Brown</em></p>
<p align="right">(Nuryani : 2004:18)<!--more--></p>
<p>Bila diterjemahkan berarti bahwa karakteristik dari <em>Reciprocal Teaching </em> adalah :</p>
<ol>
<li>Dialog antara siswa dan guru , dimana masing-masing mendapat kesempatan dalam memimpin diskusi.</li>
<li>“ Reciprocal “ artinya suatu interaksi dimana seseorang bertindak untuk merespon yang lain.</li>
<li>Dialog yang terstruktur denga menggunakan empat strategi yatitu merangkum,membuat pertanyaan , mengklarifikasi (menjelaskan) dan memprediksi.</li>
</ol>
<p>Masing-masing strategi tersebut dapat membantu siswa membangun pemahaman terhadap apa yang sedang dipelajarinya. Menurut Resnick (dalam hendriana,2002:25) “Pembelajaran terbalik adalah suatu kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh siswa meliputi membaca bahan ajar yang disediakan , menyimpulkan, membuat pertanyaan , menjelaskan kembali dan menyusun prediksi “.</p>
<p>Khadijah(dalam hendriana, 2002:4) berpendapat bahwa salah satu alternatif yang biasa digunakan dalam strategi yang memberikan kesempatan  kepada siswa untuk melakukan analisis terhadap konsep yang dibacanya melakukan langkah-langkah berupa pemecahan masalah , menyusun pertanyaan atau menejelaskan konsep yang dipelajarinya dan memprediksi adalah pembelajaran terbalik.</p>
<p>Langkah-langkah <em>reciprocal teaching</em> menurut Palinscar dan Brown (1984) adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Pada tahap awal pembelajaran , guru bertanggung jawab memimpin tanya jawab dan melaksanakan keempat strategi <em>Reciprocal Teaching </em> yaitu merangkum , menyusun pertanyaan , menjelaskan kembali dan memprediksi.</li>
<li>Guru menerangkan bagaimana cara merangkum , menyusun pertanyaan , menjelaskan kembali dan memprediksi setelah membaca</li>
<li>Selama membimbing siswa melakukan latihan mengunakan empat strategi <em>Reciprocal Teaching </em> , uru membuat siswa dalm menyelesaikan apa yang diminta dari tugas yang diberikan berdasarkan tugas kepada siswa.</li>
<li>Selanjutnya siswa belajar untuk memimpin tanya jawab dengan atau tanpa adanya guru</li>
<li>Guru bertindak sebagai fasilitator engan memberikan penilaian berkenaan dengan penampilan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam tanya jawab ke tingkat yang lebih tinggi.</li>
</ol>
<p>Slavin (dalam Hendriana ,002,15) menjelaskan bahwa pembelajaran yang biasa digunakan untuk bahasan yag meliputi langkah-langkah:</p>
<ol>
<li>Guru membagikan wacana yang akan dipelajarinya.</li>
<li>Guru menjelaskan bahwa pada segmen awal ia akan menjadi gurunya.</li>
<li>Siswa diminta untuk membaca dalam hati bagian wacana yang disediakan.</li>
<li>Setelah siswa selesai membaca, guru memmeragakan bagaimana menerangkan , menyusun pertanyaan, menjelaskan dan memprediksi.</li>
<li>Siswa berkomentar tentang materi yang diberikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.</li>
<li>Pada wacana yang baru ditugaskan seorang siswa menjadi siswa guru.</li>
<li>Selanjutnya siswa guru menguasai aktivitas kelas dan memberi umpan balik pada temannya</li>
</ol>
<p>Menurut Palinscar dan Brown (1999)</p>
<p>“ untuk menerapka  model <em>Reciprocal Teaching </em> sisw sebaiknya dikelompokan kedalam kelompok kecil yang heterogen”. Siswa diberi kesempatan yang sama untuk berlatih menggunakan keempat strategi dan menerima umpan balik dari anggota kelpomok lain. Guru sebagai fasilitator berperan aktif dalam membimbing dan membantu siswa agar lebih pandai menggunakan strategi tersebut.</p>
<p>Berdasarkan urian tersebut maka model pembelajaran <em>Reciprocal Teaching </em> yang dimaksud penulis dalam penelitin ini adalah:</p>
<ol>
<li>Tahap Pertama.</li>
</ol>
<p>Guru mempersiapkan bahan aajar yang akan digunakan pada setiap pertemuan.Bahan ajar tersebut memuat tugas –tugas menyimpulkan (merangkum) , menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya  dan memprediksi suatu permasalahan .Selanjutnya guru membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil sekitar 4 orang.</p>
<ol>
<li>Tahap kedua
<ol>
<li>Guru memperagakan peran siswa sebagai guru menjelaskan hasil kesimpulan, menyampaikan pertanyaan untuk dibahas bersama dan menyampikan hasil prediksi dari masalah atau materi berdasarkan bahan jar yang sedang dibahas.</li>
<li>Pada kesempatan berikutnya , siswa yang berperan sebagai guru adalah seorang siswa dala kelas tersebut  yang dipilih secara acak , sehingga seluruh siswa dala kelas tersebut harus siap.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li>Tahap ketiga
<ol>
<li>Guru mempersiapkan LKS yang telah dipersiapkan pada tiap akhir pembelajaran dengan maksud untuk melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung.</li>
<li>Lembar soal dalam bentuk E-Learning tersebut memuat langkah-langkah yang terdapat pada model <em>Reciprocal Teaching </em> .</li>
<li>Lembar soal tersbut dikerjakan oleh siswa secara diskusi kelompok. Selanjutnya akan dipilih seorang siswa untuk berperan aktif bersama-sama teman-temannya membahas Lembar soal .Dalam hal ini guru sebagai pengarah jika proses pembeajaran terhambat.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>Teori Belajar yang mendukung <em>Reciprocal Teaching </em> </strong></p>
<p>Model <em>Reciprocal Teaching </em> mengutamaka peran aktif siswa dalam pembelajaran untuk membangun proses berfikir siswa sehingga siswa dapat lebih berfikir kreatif .Hal itu sejalan dengan prinsip dasar konstruktivisme .menurut Supomo(Nuryani, 2003:22) prinsip konstruktivisme adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Menyediakan pengalaman belajar belajar dengan mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sedemikian rupa sehingga belajar melalui proses pembentukan pengetahuan</li>
<li>Menyediakan berbagai alternatif pengalaman belajar , tidak semua mengerjakan tugas yang sama,misalnya suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara.</li>
<li>Mengintergrasikan pembelajaran dengan situasi yang realistik dan relevan dengan melibatkan pengalaman konkritmisalnya untuk memahami suatu konsep TIK melalui kegiatan kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Mengintergrasikan pembelajaran pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya interaksi dan kerjasama seseorang dengan orang lain atau dengan lingkungannya, misalnya inetraksi dan kerjasama antara siswa , guru dan siswa.</li>
<li>Memanfaatkan berbagai media termasuk komunikasi lisan dan tertulis sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.</li>
<li>Melibatkan siswa secara emosional dan sosial sehingga TIK menjadi menarik dan siswa rajin belajar.</li>
</ol>
<p>Proses pembelajran merupakan suatu proses aktif siswa yang sedang belajar untuk membangun pengetahuannya sendiri dan guru hany berperan sebagai fasilitator untuk menyediakan suasana belajar yang mendukung proses konstruksi pengetahuan siswa. Berdasarkan pandangan konstruktivisme untuk lebih mengoptimalkan model  Reciprocal Teaching kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Menurut Michael(Rahma.2004,26) kelompok belajar adalah merupakan cara yang memadai , mendukung konstruksi pengetahuan indiidu dengan berbagai cara dari setiap anggota kelompok tersebut .Djamaroh (2002:147) mengatakan bahwa proses kelompok adalah usaha untuk mengelompokan siswa kedalam beberapa kelompok dengan berbagai pertimbangan individual sehingga terciptanya kelas yang bergairah dalam belajar. Sehingga diharapkan belajar kelompok dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan menjadikan belajar itu menjadi sesuatu yang menyenangkan dan dengan diterapkannya Reciprocal teaching dengan cara pembagian kelompok diharpkan mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa</p>
<p>Sumber</p>
<p>Arikunto, S. (2003). <em>Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek</em> . edisi Revisi V .Jakarta:Rineka Cipta.</p>
<p>Djamarah, S.B. (2002). <em>Psikologi Belajar</em> . Jakarta:Rineka Cipta.</p>
<p>Dahar , R.W .(1998). <em>Teori-teori Belajar</em>. Jakarta : Erlangga.</p>
<p>Hamidah, N. (2007). <em>Upaya meningkatkan kemampuan generalisasi matematika siswa SMP melalui model pembelajaran Reciprocal Teaching</em> . Bandung :SKRIPSI UPI (tidak diterbitkan).</p>
<p>Firmansyah, A. (2008). <em>Pengaruh Pembelajarn Matematika menggunakan model Reciprocal Teaching terhadap Peningkatan Hasil belajar siswa</em>. Bandung:SKRIPSI UPI (tidak diterbitkan).</p>
<p>Merawati, C .(2006) . <em>Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Reciprocal Teaching Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Befikir Kritis Siswa SMP</em>.Bandung:SKRIPSI UPI (tidak diterbitkan).</p>
<p>Nuryani , S.(2003) .<em>Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa SMP Melalui Model Pembeljaran Terbalik (Reciprocal Teaching).</em> Bandung:SKRIPSI UPI (tidak diterbitkan)</p>
<p>Palinscar, A.(1986). <em>Reciprocal Teaching</em> [online]. Tersedia: <a href="http://www.readingquest.org/strat/underline.html&#38;prev=/search%3Fq%3DReciprocal%2BTeaching%26hl%3Did%26sa%3DG&#38;usg=ALkJrhiQbAnEVrmy8unVCoOGzpidWwBwHA">http://www.readingquest.org/strat/underline.html&#38;prev=/search%3Fq%3DReciprocal%2BTeaching%26hl%3Did%26sa%3DG&#38;usg=ALkJrhiQbAnEVrmy8unVCoOGzpidWwBwHA</a> [11 Febuari 2009]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Model Dasar Laboratorium Komputer]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/model-dasar-laboratorium-komputer/</link>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 08:02:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/model-dasar-laboratorium-komputer/</guid>
<description><![CDATA[Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi pada jenjang SMA/MA mencakup melakukan operasi das]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi pada jenjang SMA/MA mencakup melakukan operasi dasar komputer, memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi, menggunakan operating system (OS) komputer, menggunakan perangkat lunak pengolah kata , menggunakan internet untuk keperluan informasi dan komunikasi, menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menghasilkan informasi, menggunakan perangkat lunak pembuat grafis, dan menggunakan perangkat lunak pembuat presentasi.<!--more--></p>
<p>Dengan melihat materi yang harus tersampaikan kepada siswa seperti yang dikemukakan diatas. Maka terlihat bahwa sifat dari mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) lebih menekankan pada domain kognitif dan psikomotorik, sehingga dalam mengimplementasikan didalam kelas jumlah latihan akan merupakan faktor dominan dalam menunjang pemahaman pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Sedangkan teori sebaiknya dipahami sambil berlatih membuat bentuk-bentuk baru sesuai dengan keinginan dan imajinasi  siswa</p>
<p>Untuk mengimplementasikan jumlah kelas latihan yang diperbanyak. Maka laboratorium komputer merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh sekolah , Kenyamanan siswa dan fleksibilitas guru dalam mengajar merupakan hal yang harus diperhatikan ketika guru mengajar di laboratorium komputer. Semakin nyaman siswa berada didalam laboratorium komputer, semakin termotivasi pula mereka dalam proses pembelajaran. Bentuk laboratorium yang saat ini berkembang adalah bentuk tradisional yaitu bentuk meja berjajar dimana siswa langsung bertatapan dengan papan tulis dan model U yaitu semua meja komputer ditempatkan melingkar seperti huruf U dan siswa membelakangi papan tulis. Keefektifitasan terhadap proses pembelajaran pada kedua bentuk laboratorium tersebut perlu diteliti karena sebagian besar  proses pembelajaran TIK akan dilakukan di laboratorium komputer .</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-294" title="model bentuk laboratorium" src="http://agungprudent.wordpress.com/files/2009/06/model-bentuk-laboratorium.jpg" alt="model bentuk laboratorium" width="470" height="294" /></p>
<p>Diantara kedua model bentuk laboratoium mempunyai kelebihan dan kekurangan. Model U mempunyai keuntungan antara lain.</p>
<ol>
<li>Guru bebas membantu siswa dalam pembelajaran</li>
<li>Guru mudah dalam memantau kegiatan siswa dalam praktikum</li>
<li>Dalam membantu satu siswa. Siswa lain tak terganggu</li>
<li>Pemasangan kabel mudah dan mudah dimodifikasi.</li>
<li>Para siswa aman dari listrik karena tidak berhubungan langsung dengan kabel belakang</li>
<li>Ruang kosong ditengah dapat digunakan dalam praktikum hardware seperti perakitan komputer.</li>
</ol>
<p>Untuk kelemahannya antara lain:</p>
<ol>
<li>Siswa harus berputar badan jika akan melihat kepapan  tulis.ini menimbulkan kebisihan karena siswa memutar kursi.</li>
<li>Sirkulasi udara komputer kurang baik karena kipas “CPU”(kasing komputer) langsung menghadap ke tembok.</li>
<li>Terlalu repot dalam pemasangan mouse dan keyboard jika tiba-tiba terjadi kerusakan.</li>
<li>Kapasitas jumlah komputer dalam ruangan menjadi lebih sedikit.</li>
</ol>
<p>Bagaimana untuk model dasar laboratorium komputer yang berbentuk paralel biasa? Keuntungannya antara lain.</p>
<ol>
<li>Posisi badan siswa lebih baik karena tidak perlu berbalik badan ketika memperhatikan guru yang ada didepan kelas.</li>
<li>Kapasitas jumlah komputer dalam ruangan menjadi lebih banyak.</li>
<li>Sirkulai udara komputer menjadi lebih baik karena udara dai kipas langsung terbuang ke udara terbuka.</li>
<li>Mudah dalam pemasangan mouse dan keyboard ketika tiba-tiba terjadi kerusakan .</li>
</ol>
<p>Kerugiannya antara lain:</p>
<ol>
<li>Jarak pandang siswa sangat      rendah (khususnya dari bagian belakang). Karena tertutupi oleh komputer      yang ada didepannya.(ini bisa diatasi dengan meja komputer model  rata meja.</li>
<li>Gurunya tidak bisa lihat      kegiatan siswa.</li>
<li>Jalan bagi guru untuk bekerja      dengan siswa secara individual sangat sukar.</li>
<li>Pemasangan kabel sangat sukar      dan perlu kabel di bawah lantai (tidak mudah diubah).</li>
<li>Para siswa mudah sekali      menabrak peralatan ketika masuk dan keluar .</li>
<li>Jika sala satu komputer      memerlukan perhatian (atau perbaikan kecil) di muka kelas hal itu akan      mengganggu semua siswa.</li>
<li>Siswa rawan terkena setrum      listrik karena berada didepan komputer yang ada dibelakangnnya.</li>
</ol>
<p>Kesimpulan dari perbandingan diatas adalah kita memerlukan sebuah standar laboratorium komputer yang baik dan bisa digunakan oleh berbagai sekolah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mari nge-Blog yuk]]></title>
<link>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/mari-nge-blog-yuk/</link>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 07:13:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Agung  Wicaksono</dc:creator>
<guid>http://agungprudent.wordpress.com/2009/06/05/mari-nge-blog-yuk/</guid>
<description><![CDATA[Blog&#8230; what is the meaning of blog? Pasti anda selaku pegguna internet pernah mendengarnya, bai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Blog&#8230; what is the meaning of blog? Pasti anda selaku pegguna internet pernah mendengarnya, baik itu megenal langsung ataupun hanya mendengarnya saja. Blog adalah salah satu aplikasi internet yang sangat digemari saat ini , karena disamping tersedia secara gratis pada masing-masing servernya, serorang pemilik blog tidak harus menguasai script pemrograman walaupun sedikit.Blog merupakan kependekan dari kata weg blog. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di Internet. Salah satu di antara definisi paling awal tentang blog dicetuskan oleh Rebecca  dan penulis buku The Weblog Blood, pemilik blog www.rebeccablood.net Handbook,<!--more--> Blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui –  kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis.  Menurut  The Meriam-Webster dictionary,  Blog  is  the  term  as  an  online personal journal that houses reflections, comments, and hyperlinks. Jadi blog merupakan sebuah istilah jurnal pribadi online yang berisi tentang refleksi diri, komentar dan link.   Jadi Blog adalah sebuah situs yang asalnya merupakan sebuah buku diary yang berisi curahan hati seseorang.yang dibuat kapan pun dimana pun. Berbeda dengan situs pada umumnya, isi blog cenderung lebih lugas , jujur, terus terang, apa adanya dan lebih fenomenal.Blog ditulis oleh orang yang bersangkutan dan mengupas hal-hal menarik yang menguasai pikiran para pembuatnya. Hal ini berbeda dengan website atau situs. Sebuah website atau situs biasanya dimiliki oleh suatu perusahaan, organisasi atau lembaga dan cenderung berisi tentang hal-hal yang bersifat bisnis. Sedangkan blog adalah milik pribadi dan dikelola oleh perorangan.blog juga berbeda dengan  berita online yang mengupas suatu peristiwa dari sudut pandang orang lain, dalam hal ini wartawan. Sejarah Weblog  Menurut sejarah yang tercatat di dalam Wikipedia, istilah  weblog diperkenalkan atau lebih tepatnya dipakai pertama  kali oleh John Barger pada tahun 1997. Selanjutnya, istilah ini  disempurnakan lagi oleh Peter Merholz di tahun 1999 yang  menyebut istilah ”we blog”  menjadi ”weblog”. Sekarang, weblog lebih dikenal dengan istilah yang lebih singkat, yaitu ”blog”. Selanjutnya, istilah ini mengacu pada website diary online yang ditulis oleh siapa pun dan ditujukan secara terbuka untuk semua orang.  Macam-macam jenis blog Berbagai macam dan jenis blog dapat dibedakan atas media yang digunakan, perangkat (device) yang dipakai untuk membuat blog, isi blog, dan sebagainya. Berikut jenis-jenis blog yang umumnya ada di internet. 1.	General Blog Blog yang paling sering kita jumpai berjenis general blog. Di dalam general blog, orang akan menemukan content atau isi dalam bentuk teks atau mayoritas bebrbentuk teks dalam bentuk yang berbeda. Walaupun demikia, para blogger tetap saja melibatkan file poto,gambar, video, serta animasi didalam blog, baik untuk komunikasi visual maupun hanya untuk mempercantik tampilan blog itu sendiri. 2.	Photo Blog Atau sering disebut dengan Phlogs. D dalam photo blogs, Anda akan melihat content yang sebagian besar dalam bentuk foto. Oleh karena berbentuk media visual, maka orang yang datang ke dalam Phlogs lebih terfokus. Biasanya para pecinta fotografi atau media visual lainnya sering berkumpul dan membagikan foto-foto yang mereka miliki lewat Phlogs ini. Salah satu Photo Blogs yang paling berpengaruh saat ini adalah Photoblogs.Org yang dimiliki oleh Brandon Stone. Di tahun 2002, Photoblogs.Org hanya memiliki kira-kira 15 blog saja. Sementara saat ini, situs ini telah memiliki 10.000 blog yang terbagi dalam 40 bahasa.  Selain itu, para Photo Blogger ini memilih situs gratisan lainnya untuk menampung foto-foto mereka, seperti di , SmugMug (www.smugmug.com), Flickr (www.flickr.com) dan PicasaWeb yang dikembangkan oleh Google ).(http://picasaweb.google.com  3.	Mobile Blogs  Disebut juga dengan istilah Moblogs. Di sini, media yang dipakai untuk membuat serta  mengakses blog bukan lagi komputer, tapi mobile device seperti PDA atau ponsel. Di dunia, Moblogs memang tidak memiliki popularitas seperti blog jenis lain karena sangat tergantung pada jenis ponsel atau PDA yang kita miliki.  Di Jepang, Moblogs sangat populer karena orang-orang Jepang memiliki jenis ponsel yang sangat beragam dan canggih.    4.	Audio Blogs  Audio Blogs sering dimanfaatkan oleh para musisi untuk men-sharing musik atau rekaman mereka secara online. Mereka menyimpan musiknya dalam format MP3 yang secara umum dapat diterima oleh segala platform komputer. Selain MP3, mereka juga acapkali memilih model lain seperti AAC atau OGG yang memiliki kualitas setara.   5.	Video Blogs  Sering juga disebut dengan istilah vlogs. Di sini, media untuk men-sharing-kan pendapat atau ide-ide kita adalah media video yang disimpan dalam  beragam format, mulai dari MOV, MPG, dan lain sebagainya. Di negara berkembang, vlogs memang kurang populer karena keterbatasan koneksi internet yang mutlak disyaratkan untuk mendapatkan materi vlogs tersebut.     Fitur-Fitur dalam Blog  Blog  dilengkapi  oleh  beberapa  fitur  yang  dapat  mendukung kegiatan penggunanya dalam blog tersebut. Setiap situs memiliki fitur-fitur yang  membutuhkan setiap fitur yang disediakan. berbeda dan tidak semua blogger sama. Secara umum, setiap blog memiliki fitur  post,  komentar, tautan (link), blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator.    1.  Post  Post  atau entri  blog  adalah sebuah tulisan yang terpisah dengan tulisan-tulisan lainnya yang ada di dalam  blog. Tulisan ini merupakan bagian utama yang menggambarkan isi dari sebuah blog.  2.  Komentar  Komentar merupakan fasilitas yang memberi kesempatan bagi para pengunjung sebuah blog untuk memberikan tanggapan mengenai tulisan dalam blog.   3.  Tautan (link)  Sebuah tulisan yang menghubungkan antara sebuah halaman website dengan halaman yang lain. Apabila sebuah tautan diklik dengan mouse komputer, maka halaman website baru akan terbuka.  4.  Blogroll  Blogroll adalah kumpulan tautan atau link dari halaman blog atau halaman web yang sering dikunjungi oleh pemilik blog.  5.  Sidebar  Sidebar merupakan bagian dari sebuah halaman blog yang berada di samping kiri, kanan atau keduanya.  Sidebar  juga biasanya berisi informasi-informasi tambahan tentang blog milik blogger.  6.  Sindikasi  Setiap  blog  memiliki  fasilitas  yang  disebut  RSS  (Really Simple Syndication). Dengan menggunakan fasilitas RSS ini, isi dari sebuah blog  bisa disindikasi dan dibaca di tempat lain tanpa harus mengunjungi blog tersebut.   7.  Blog Aggregator  Blog aggregator  adalah sebuah halaman  web  yang  mengambil sindikasi dari  blog-blog  yang telah dimasukkan di dalamnya, sehingga pada saat  blog-blog  tersebut menampilkan entri  blog terbaru, entri tersebut juga akan tampil di blog aggregator. Biasanya, tujuan dari adanya blog aggregator adalah untuk membuat sebuah komunitas blogger yang memudahkan para anggota komunitasnya untuk saling membaca blog-nya masing-masing. Manfaat Ngeblog Setiap kegiatan yang baik pasti bermanfaat , tidak terkecuali ngeblog. Ngeblog mempunyai bebrapa manfaat antara laian. 1.	Sharing Knowledge (keinginan untuk saring ide dan ilmu. Adanya rasa kepuasan yang timbul ketika kita bisa membantu orang lain lewat tulisan yang kita tulis.dan rasanya terasa kurang ter-Ridhoikalu kita punya ilmu tetapi tidak membaginya. 2.	Untuk memperoleh pengakuan Meminjam bahasa pak romi disebut personal branding. Dengan blog orang dapat menunjukan bahwa dia memang ahli dalam suatu bidang. 3.	Blog lebih mudah dikelola ketimbang sebuah website.   Alasan ini juga menyebabkan orang lebih memilih blog. Dengan blog dia hanya perlu mengurusi masalah isi blog-nya saja. Setiap kali dia memposting, dia bisa menggunakan fitur dari penyedia layanan blog. Sehingga urusan mem-posting dokumen menjadi lebih mudah.  4.	Mempromosikan diri.  Jika Anda mempunyai sebuah karya, baik dalam bentuk tulisan atau yang lain, maka merupakan ide yang baik bila Anda mempromosikan karya tersebut ke dalam sebuah blog. Dengan harapan banyak orang yang melihat dan memperhatikan karya yang Anda buat. Hal ini penting agar karya Anda dapat diketahui oleh masyarakat luas.   5.	Mengetahui komentar dari masyarakat.  Dalam sebuah blog, terdapat suatu fitur yang bernama comment. Dengan fitur ini, setiap pengunjung blog dapat memberikan komentarnya terhadap suatu tulisan di dalam blog. Bahkan fitur comment inilah yang memberi nilai lebih suatu blog ketimbang website. Manfaat komentar yang Anda dapat adalah bila komentar tersebut berupa pujian atas posting-an yang Anda buat, diharapkan dapat memotivasi Anda untuk bekerja lebih giat lagi. Akan tetapi, jika komentar tersebut 6.	Dapat Hadiah Kalau anda beruntung dan blog anda disertakan lomba blog maka anda  akan mendapat laptop gratis. Seperti blog ini yang dikutkan dalam lomba blog UII. Hehehe penulisnya ngarep hadiahnya bos. Bagaimana cara membuat blog, akan saya tuliskan dipertemuan berikutnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KAVLING” GURU TIK DAN PENGAJARANNYA MILIK SIAPA?]]></title>
<link>http://istpi.wordpress.com/2009/04/06/kavling%e2%80%9d-guru-tik-dan-pengajarannya-milik-siapa/</link>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 09:08:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>istpi</dc:creator>
<guid>http://istpi.wordpress.com/2009/04/06/kavling%e2%80%9d-guru-tik-dan-pengajarannya-milik-siapa/</guid>
<description><![CDATA[Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kontribusi terhadap terjadinya revo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan kontribusi terhadap terjadinya revo]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembelajaran TIK Vs Open Sources Software]]></title>
<link>http://akindx3.wordpress.com/2009/02/09/pembelajaran-tik-vs-open-sources-software/</link>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 07:59:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>akindx3</dc:creator>
<guid>http://akindx3.wordpress.com/2009/02/09/pembelajaran-tik-vs-open-sources-software/</guid>
<description><![CDATA[Ini pengalaman saya dari dulu sejak belajar di sma. Beberapa hari, bulan bahkan tahun saya memperhat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini pengalaman saya dari dulu sejak belajar di sma. Beberapa hari, bulan bahkan tahun saya memperhat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Posting Pertama]]></title>
<link>http://tik161.wordpress.com/2008/11/22/posting-pertama/</link>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 09:00:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>tik161</dc:creator>
<guid>http://tik161.wordpress.com/2008/11/22/posting-pertama/</guid>
<description><![CDATA[Hore &#8230; akhirnya bisa posting lagi di blog baru. Blog ini akan saya gunakan untuk membahas sega]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Hore &#8230; akhirnya bisa posting lagi di blog baru. Blog ini akan saya gunakan untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Semoga nantinya banyak pengunjung yang betah untuk mampir di blog ini dan tentu saja memberi komentar-komentar pada posting-posting yang saya buat.</p>
<p style="text-align:justify;">Moga-moga bisa menambah teman, persahabatan dan rejeki nantinya. Oh &#8230; iya, maaf kalau blognya masih simple, maklum ini baru mau ngoprek CSS, biar semakin enak dilihat dan dirasakan.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TekPend: Menanti Lisensi Guru TIK]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/2008/10/07/tekpend-menanti-lisensi-guru-tik/</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 10:46:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.wordpress.com/2008/10/07/tekpend-menanti-lisensi-guru-tik/</guid>
<description><![CDATA[Selama ini, banyak pihak telah mengklaim bahwa guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Selama ini, banyak pihak telah mengklaim bahwa guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
