<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>gusur &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/gusur/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "gusur"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 07:45:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA["Yang Terhormat", Mengapa?]]></title>
<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/05/28/yang-terhormat-mengapa/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 10:18:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudher</dc:creator>
<guid>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/05/28/yang-terhormat-mengapa/</guid>
<description><![CDATA[Aku duduk bersila, berhimpitan dengan yang lain di ruangan ini. Bukan ruangan sebenarnya. Setengah t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku duduk bersila, berhimpitan dengan yang lain di ruangan ini. Bukan ruangan sebenarnya. Setengah t]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jagir...di Awal Mei]]></title>
<link>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/05/27/jagir-di-awal-mei/</link>
<pubDate>Tue, 26 May 2009 17:35:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudher</dc:creator>
<guid>http://cublaksuweng.wordpress.com/2009/05/27/jagir-di-awal-mei/</guid>
<description><![CDATA[Terputar di benakku rekaman kejadian sejak pagi subuh kemarin. Polisi dan satpol PP berbaris tegap, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Terputar di benakku rekaman kejadian sejak pagi subuh kemarin. Polisi dan satpol PP berbaris tegap, ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berdalih Kontrak Telah Habis, Kantin Pusat ITS Akan Digusur]]></title>
<link>http://kunyilnet.wordpress.com/2009/04/06/berdalih-kontrak-telah-habis-kantin-pusat-its-akan-digusur/</link>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 15:20:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>raditz_h3r3</dc:creator>
<guid>http://kunyilnet.wordpress.com/2009/04/06/berdalih-kontrak-telah-habis-kantin-pusat-its-akan-digusur/</guid>
<description><![CDATA[SURABAYA &#8211; Rencana rehab gedung di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat re]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>SURABAYA</strong> &#8211; Rencana rehab gedung di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat resah para pedagang di kantin umum. Sebab, rehab gedung itu menggusur keberadaan kantin umum yang berada di area FMIPA tersebut. Rehab kantin itu juga membuat sekelompok aktivis mahasiswa berontak.</p>
<p>Wacana renovasi kantin umum sudah mencuat tahun lalu. Dan, baru Februari 2009, mulai dikonkretkan. Hal itu ditandai keluarnya surat edaran pihak pengelola kantin, yakni UPT Graha. Surat itu berisi rencana renovasi. Para pedagang pun meminta agar pengelola menyediakan tempat relokasi selama pembangunan. Selain itu, ada kepastian nantinya mereka bisa menempati kantin baru.<br />
<!--more--><br />
Namun, tidak ada jawaban maupun kejelasan dari pihak UPT Graha. Karena itu, pada 24 Maret lalu, pedagang bersama mahasiswa melakukan pertemuan dengan Pembantu Rektor II ITS Sugeng Winardi. Mereka meminta ada kepastian relokasi dan bisa kembali lagi nantinya. Ketika itu, perwakilan mahasiswa dilarang masuk ke ruang pertemuan. Hasilnya, tetap tidak ada solusi.</p>
<p>&#8221;Makanya kami langsung membentuk aksi kepedulian terhadap pedagang yang ada di kantin ini,&#8221; ujar Nukman Haris, mahasiswa Teknik Fisika ITS yang ikut dalam aksi itu.</p>
<p>Kemarin (3/4), mahasiswa yang tergabung dalam aksi solidaritas tersebut mengajukan surat kepada Rektor ITS Priyo Suprobo. Intinya, meminta agar selama pembangunan para pedagang direlokasi. Ada empat tempat yang ditawarkan sebagai alternatif oleh para mahasiswa itu. Yakni, salah satu area parkir FMIPA, lahan kosong di depan sekretariat BEM, gedung MWeb yang tidak terpakai, dan lahan kosong di samping BAUK.</p>
<p>&#8221;Kami hanya ingin agar ITS memberi contoh baik kepada masyarakat, agar pengembangan kampus tidak sampai mematikan mata pencaharian orang lain,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kana, salah seorang pedagang soto yang mangkal di kantin umum, juga mengakui hingga kini dirinya belum mendapat kejelasan nasib. Padahal, kantin itu merupakan satu-satunya sumber nafkah untuk keluarganya. Dari berjualan itu, Kana harus menghidupi tujuh anak.</p>
<p>&#8221;Sekarang mencari tempat kan susah, apalagi ini zaman krisis,&#8221; sahut Mudhofir, penjual lontong.</p>
<p>Sementara itu, Rektor ITS Priyo Suprobo menyatakan bahwa ketakutan pedagang dan mahasiswa itu sebetulnya terlalu dini. Sebab, kantin umum itu akan direnovasi saja. Kalaupun nantinya dialihfungsikan, tetap akan membangun kantin baru. &#8221;Tapi, untuk saat ini saya tidak tahu apa-apa karena ini perencanaanya saja belum selesai. Baru minggu depan mungkin selesai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Terkait akan direlokasi atau tidaknya pedagang, Probo menjelaskan bahwa hal itu bergantung kontrak yang baru. Sebab, kontrak para pedagang di kantin umum itu telah habis pada Maret 2009 lalu. Jika pada perjanjian baru, maka mereka bisa saja menempati kantin baru.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penggusuran Pasar Tradisional]]></title>
<link>http://blogmecha.wordpress.com/2009/03/03/penggusuran-pasar-tradisional/</link>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 14:00:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mecha</dc:creator>
<guid>http://blogmecha.wordpress.com/2009/03/03/penggusuran-pasar-tradisional/</guid>
<description><![CDATA[Mecha sedih banget teman-teman… Akhirnya penggusuran pasar itu terjadi juga, padahal Mecha udah berd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mecha sedih banget teman-teman…<br />
Akhirnya penggusuran pasar itu terjadi juga, padahal Mecha udah berdoa siang malam supaya penggusuran itu tidak terjadi. Padahal Mecha ini nggak jualan di pasar lho, tapi ikutan sedih juga karena, kalo pasarnya pidah ke tempat yang jauh seperti itu pasti orang yang belanja di toko Mecha jadi berkurang karena transportasinya mahal. Berikut berita lengkapnya. Mohon maklum karena yang nulis bukan wartawan profesional jadi disajikan ala kadarnya saja.<!--more--><br />
Penggusuran pasar tradisional yang dimaksud terjadi selama dua hari pada tanggal 27-28 setelah diberikan peringatan seminggu sebelumnya. Pasar yang dipindahkan adalah pasar tradisional yang berlokasi di bagian samping pelabuhan yang di Maumere ini dinamakan Pasar Pantai ke pasar resmi yang dinamakan Pasar Alok yang baru dibangun Pemerintah setahun yang lalu yang berlokasi berkilo-kilo meter jauhnya dari lokasi pasar sebelumnya.<br />
Peristiwa penggusuran inisempat menuai kontrafersi dari beberapa kalangan. Para pedagang di Pasar Alok sana merasa diuntungkan sebab pasar yang sebelumnya sepi karena kurangnya pembeli yang lebih memilih berbelanja di Pasar Pantai yang tentu saja lebih murah nilai transportasinya kini mengalir ke sana dengan sendirinya. Sedangkan para pemilik toko dan kios yang ada di Pasar Pantai (tidak termasuk Mecha, Mecha ada di pertokoan.) kini mati kutu karena jumlah pembeli menurun drastis.<br />
Para pembelipun memiliki opini masing-masing. Ada yang setuju dengan penggusuran pasar ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengaku senang karena pasarnya kini terpusat, ada yang senang karena mamang pasar alok berdekatan dengan rumah mereka. Tapi tidak sedikit yang protes dengan alasan yang cukup simpel, yaitu berat di ongkos.<br />
Para korban penggusuran juga tak mau kalah menyumbangkan keluhan mereka. Mereka mengaku bahwa mereka kehilangan langganan yang biasa membeli pada mereka di pasar sebelumnya, sehingga pendapatan mereka menurun. Para penjual merasa memiliki banyak saingan di pasar yang baru ini dan karena pasar antara penjual grosir dan pengecer disatukan, mereka mangaku para pengecer merasa dirugikan karena pembeli lebih memilih membeli dari pedagang partai yang lebih murah dari pada pengecer.<br />
Pengaturan pasarnya pun sangat tidak teratur, belum dilakukan pembagian-pembagian jenis barang yang di jual di pasar sehingga membingungkan pembeli ketika berbelanja. Memang sudah dijanjikan akan dilakukan penertiban secepatnya, tapi para penjual di sana merasa resah karena apabila penertiban tata latak barang-barang yang dijual di sana tidak cepat dilakukan, mereka takut keburu memiliki langganan yang telah menghafal tempat jualan mereka di sana dan apabila dilakukan pengaturan ulang tata letak penjual seperti seharusnya, bisa-bisa langganan mereka kebingungan bahkan bisa saja hilang karena direbut penjual lain.<br />
Mayoritas korban Penggusuran menyalahkan pemerintah atas kejadian ini. Tapi Menurut Mecha, pemerintah tidak bisa disalahkan. Sebab, pemerintah telah mengeluarkan banyak dana untuk pembangunan pasar itu. Jika pasar pantai tetap dibiarkan, mayoritas penjual akan berjualan di sana sehingga aliran pembeli akan mengalir ke pantai sebab di sana bisa sekalian berbelanja ikan dan sayuran apalagi ongkosnya lebih murah karena lokasinya lebih dekat. Maka panggusuran perlu dilakukan agar aliran pembeli terkonsentrasi di pasar alok dan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah itu tidak tersia-sia.<br />
Itu pendapat sebagai warga yang baik dan pintar menjilat. Pada kenyataannya Mecha juga ikut menyayangkan adanya pemindahan pasar ini walaupun harus Mecha akui keberadaan pasar pantai itu merusak pemandangan kota dan jalan-jalan di sekitar pertokoan yang ada di daerah pantai itu. Sebelumnya penggusuran semacam ini pernah terjadi, tetapi para penjual yang di gusur itu nekat kembali berjualan di pasar pantai. Namun sekarang pemerintah telah mengambil tindakan tegas dengan mendirikan pos jaga dan terus mengawasi agar tidak ada penjual yang nekat kembali berjualan di pasar pantai lagi. Penjagaan ini akan dilakukan selama tiga bulan yang sepertinya akan efektif sekali mencegah kembalimya penjual ke pasar mereka yang sebelumnya.<br />
Sekarang katanya para penjual sayuran dan ikan atau barang-barang basah yang berjualan di pasar lama di tengah pertokoan akan ikut dipindahkan juga. Mecha ga tau apa yang akan terjadi nanti. Mecha Cuma berharap agar pemerintah bersikap sedikit bijaksana  untuk membiarkan pasar tradisional di pasar lama pertokoan tetap ada agar orang-orang kecil yang kesulitan biaya transportasi seperti halnya tetangga-tetangga Mecha ini masih bisa belanja dengan nyaman. Bayangkan saja, untuk transportasi ke Pasar Alok bolak-balik saja, kita butuh uang enam ribu rupiah. Bayangkan, uang enam ribu itu bisa kita belikan apa saja kalau pasarnya mudah dijangkau tanpa transportasi.<br />
Untuk sekarang ini Alhamdullillah, toko Mecha masih rame kayak biasanya. Karena memang orang-orang yang jualan di pasar alok itu belanja untuk jualannya ya beli sama Mecha. Hihihi… jadi sebenernya posisi Mecha aman-aman aja sih. Cuma karena transportasinya mahal, orang yang biasa belanja tiga kali sehari jadi belanja sekali sehari. Ouch…<br />
Yak, sekian warta berita dari kota Maumere tercintah, blah, blah, blah….<br />
Tararengkyuh buat yang udah baca tulisan ini sampe kelar jangan lupa sharing komennya di sini. Sampai ketemu lagi di edisi Maumere selanjutnya. Tha tha…</p>
<p>Regards,<br />
Mecha_Handayani<br />
Bloger keren seabad-abad !<br />
(Hehehe… masih keren dengan setia…!)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trotoar Pecas Ndahe]]></title>
<link>http://ndorokakung.com/2009/03/02/trotoar-pecas-ndahe/</link>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2009 18:45:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ndoro Kakung</dc:creator>
<guid>http://ndorokakung.com/2009/03/02/trotoar-pecas-ndahe/</guid>
<description><![CDATA[Komunitas blogger Bundaran Hotel Indonesia (BHI) terancam pindah tempat nongkrong. Kalau terpaksa pi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Komunitas blogger <a href="http://b-h-i.blogspot.com">Bundaran Hotel Indonesia (BHI)</a> terancam pindah tempat nongkrong. Kalau terpaksa pindah markas, lantas apakah nama mereka harus berubah?</p></blockquote>
<p>Sinyal buruk itu sebenarnya sudah saya dengar sejak pekan lalu lewat milis BHI. Tapi baru Ahad kemarin mendapatkan semacam konfirmasi melalui sebuah tulisan pendek di <em>Kompas Minggu</em> dengan judul menohok: <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/01/01583724/jangan.gusur.kami"><em>JANGAN GUSUR KAMI</em></a>.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://b-h-i.blogspot.com"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2192/1804720782_592a39af3f.jpg" alt="anak-anak bhi ngumpul" width="500" height="500" /></a><p class="wp-caption-text">Sekilas aktivitas blogger komunitas BHI. (Foto minjem entah punya siapa).</p></div>
<p>Apakah gerangan penyebabnya? <!--more--></p>
<p>Syahdan pada dua atau tiga pekan lalu, kawan-kawan blogger BHI saling memberi tahu melalui milis bahwa trotoar di depan Plaza Indonesia tak boleh lagi dijadikan sebagai tempat nongkrong. Bila ada warga Jakarta &#8212; siapa pun dia &#8212; yang kedapatan duduk-duduk di pinggir trotoar itu, para petugas keamanan yang diperintahkan oleh manajemen <a href="http://www.plazaindonesia.com">Plaza Indonesia</a> bakal mengusir mereka.</p>
<p>Beberapa kawan meragukan kabar itu. &#8220;Itu kan ruang publik. Apa hak mereka mengusir?&#8221; begitu komentar satu dua anggota milis. Sebagian lagi mendebat, &#8220;Ah, itu berita hoax.&#8221; Tapi yang lainnya mengaku melihat sendiri ada orang yang diminta pergi dari kawasan trotoar itu.</p>
<p>Karena tak ada kesimpulan, seliweran email di milis itu berakhir dengan keputusan anggota BHI untuk ramai-ramai membuktikan sendiri dengan kongko bersama di tepi trotoar di depan Plaza Indonesia &#8212; markas BHI selama hampir tiga tahun terakhir ini &#8212; pada Jumat pekan lalu. Apa yang terjadi?</p>
<p>Budi Suwarna, wartawan <em>Kompas</em> yang malam itu kebetulan ada di lokasi untuk mewawancarai anak-anak BHI, melaporkan:</p>
<blockquote><p>Ketika beberapa anggota BHI duduk di ubin taman Plaza Indonesia, dua petugas keamanan dengan halus mengusir mereka. Petugas itu beralasan, keberadaan mereka mengurangi ketertiban dan keindahan. Angota BHI juga dituduh membuang sampah di sekitar taman.</p>
<p>Namun, anak-anak BHI bergeming. Mereka bersikeras bahwa pelataran Plaza Indonesia adalah area publik yang dibangun dengan dana pajak sehingga bisa diakses siapa pun. Mereka juga keberatan dituduh membuang sampah sembarangan dan mengganggu ketertiban.</p></blockquote>
<p>Saya mengetahui kelanjutan debat antara satpam Plaza Indonesia dan kawan-kawan BHI di milis. Debat ternyata berlangsung alot. Tapi toh keputusan akhir tak berubah. Trotoar itu tetap terlarang untuk nongkrong.</p>
<p>Perdebatan selesai karena hujan turun. Kawan-kawan BHI terpaksa bubar dan mencari tempat berteduh. Tapi sebuah pertanyaan tertinggal: Di manakah sebenarnya batas antara ruang publik dan privat di tempat itu?</p>
<p>Setahu saya, ruang publik adalah tempat yang mampu menampung beragam entitas sosial: individu, komunitas atau perkumpulan, dengan minat beragam. Trotoar termasuk ruang publik. Ia menjadi hak para pejalan kaki. Ia membuat sebuah bangunan tak menjadi asing dengan lingkungannya.</p>
<p>Para pemilik bangunan memang berhak membuat batas, memagari propertinya. Masalahnya, pengelola Plaza Indonesia tidak membuat pagar pembatas. Pembatas yang mereka klaim adalah ubin tinggi taman yang berdiri tepat di ujung trotoar jalan milik pemerintah. Dengan demikian, selama seseorang tidak menyentuh ubin itu, mereka tidak melanggar area Plaza Indonesia. Tapi mengapa Plaza Indonesia berkukuh melarang siapa pun duduk-duduk di trotoar?</p>
<p>Saya ndak tahu. Saya hanya ingat. Dulu, Departemen Pekerjaan Umum pernah memuji Plaza Indonesia sebagai salah satu bangunan di Jakarta yang masih ramah pada para pejalan kaki.</p>
<blockquote><p>Plaza Indonesia adalah contoh kontainer yang mencoba merespons bundaran Hotel Indonesia dengan meletakkan bangunannya mendekati jalan dan jalur pejalan kaki, serta menyediakan gerbang masuk untuk pejalan kaki &#8230; Bangunan seperti ini yang semakin sulit ditemui di Jakarta. &#8212; Humas PU.</p></blockquote>
<p>Saya percaya manajemen Plaza Indonesia tentu tak ingin citra dan reputasinya yang bagus di masa lalu jadi tercoreng gara-gara aturan baru ini. Saya juga yakin, sebagai salah satu pelopor pertokoan mewah di Jakarta, Plaza Indonesia mestinya bisa mengatasi persoalan macam ini dengan lebih elegan.</p>
<p>Kalau masalahnya adalah kebersihan, barangkali ada baiknya jika di tempat itu disediakan lebih banyak lagi tempat sampah. Tempat sampah dibikin yang artistik sekalian untuk menunjang desain bangunan. Memang butuh biaya, tapi kalau lingkungan jadi bersih, tentu tak ada salahnya bukan?</p>
<p>Nah, jika yang jadi perkara itu mengenai ketertiban dan keamanan, silakan saja menempatkan petugas keamanan. Kehadiran petugas barangkali akan membuat lingkungan trotoar aman. Copet tak mendekat. Yang nongkrong pun tak berani mengusili pejalan kaki perempuan yang lewat. Tapi tak perlulah para petugas itu sampai melarang orang duduk-duduk atau sekadar meletakkan pantat melepas lelah di tanggul trotoar.</p>
<p>Saya tahu benar bahwa kawan-kawan blogger BHI bukan dari jenis kelompok yang suka mengganggu orang lewat. Mereka kaum terpelajar. Beberapa di antara mereka adalah karyawan dari sejumlah perusahaan terkemuka. Dan mereka pun tak mendominasi trotoar seperti pedagang kaki lima.</p>
<p>Mereka malah aktif ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan memungut dan mengumpulkan sampah lalu membuang ke tempat sampai sesuai kongko-kongko. Mereka hanya butuh tempat berkumpul, semalam dalam sepekan, hanya di Jumat malam, di tepi trotoar. Tempat itu untuk rehat, reriungan, setelah mereka penat dihajar pekerjaan sepekan penuh seraya menatap gemerlap lampu jalanan dan bintang-bintang di kejauhan. Kalau dipaksa pindah tempat nongkrong, mereka jadi harus ganti nama. Bukan Komunitas Bundaran Hotel Indonesia lagi, tapi entah apa. Kasihan &#8230;</p>
<p>Selalu ada jalan tengah untuk dua kepentingan yang belum sejalan. Selalu ada peluang untuk mendapatkan solusi yang baik bagi kedua belah pihak. Moga-moga manajemen Plaza Indonesia mampu memilih yang terbaik bagi keduanya.</p>
<p>&#62;&#62; <em>Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean juga merasa kian sulit menemukan ruang publik di tengah belantara Jakarta yang semakin sumpek ini?</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penggusuran Pasar Koja]]></title>
<link>http://orangbuego.wordpress.com/2009/02/12/penggusuran-pasar-koja/</link>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 13:38:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>qhidayati</dc:creator>
<guid>http://orangbuego.wordpress.com/2009/02/12/penggusuran-pasar-koja/</guid>
<description><![CDATA[waduh.. sejak pasar koja digusur, omzet nyokap temen gw turun drastis.. sekarang di tempat penampung]]></description>
<content:encoded><![CDATA[waduh.. sejak pasar koja digusur, omzet nyokap temen gw turun drastis.. sekarang di tempat penampung]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PKL: Digusur Marah, Ngga Digusur Masalah...]]></title>
<link>http://satrioaja.wordpress.com/2009/02/01/pkl-digusur-marah-ngga-digusur-masalah/</link>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 00:12:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Satrio</dc:creator>
<guid>http://satrioaja.wordpress.com/2009/02/01/pkl-digusur-marah-ngga-digusur-masalah/</guid>
<description><![CDATA[Gw yakin di setiap kota&#8230; di setiap pusat keramaian apalagi di pusat perbelanjaan dan oleh-oleh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://satrioaja.files.wordpress.com/2009/02/pkl.jpg"><img style="margin:0 5px 0 0;" height="184" alt="pkl" src="http://satrioaja.files.wordpress.com/2009/02/pkl-thumb.jpg?w=244&#038;h=184" width="244" align="left"></a>Gw yakin di setiap kota&#8230; di setiap pusat keramaian apalagi di pusat perbelanjaan dan oleh-oleh pasti ada yang namanya PKL&#8230; Pedagang Kaki Lima&#8230; </p>
<p align="justify">Ada yang menjajakan makanan, minuman, oleh-oleh, sendal jepit, kaos, <em>daleman</em>, rokok (terutama Djarum Black)&#8230; yah banyaknya sih makanan dan minuman&#8230; </p>
<p align="justify">Namun apa yang ga lepas dari menjajakan produknya&#8230; PKL ini ternyata juga menjajakan begitu banyak masalah&#8230; Pedagang Kaki Lima ini ibaratnya buah simalakama&#8230; kalo yang makan bapak, ibu nya mati&#8230; kalo yang makan ibuk, bapaknya mati&#8230; padahal bapak sama ibu sama-sama kelaparan&#8230; susah untuk di pilih&#8230;</p>
<p align="justify">Begitu juga dengan PKL&#8230; di satu sisi para PKL itu nyari duit buat dirinya sendiri, lumayan untuk mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan juga lumayan juga jadi alternatif pilihan buat calon pegawai seperti gw kalo mau nyari makanan enak dan murah&#8230; di sisi lain, PKL juga penuh dengan masalah&#8230; misalnya biang kemacetan, mendirikan lapaknya sampe makan badan jalan-belom lagi konsumennya yang parkir se-enak udelnya&#8230; biang kotor, sampah hasil produksinya kadang-kadang digeletakan begitu saja&#8230; dan biang merusak pemandangan, kumuh, dan kotor&#8230;</p>
<p align="justify">La gimana tindakan pemkot? Ya udah pasti mulai dari peringatan lalu disusul dengan gusur-gusuran secara alus (baca: relokasi) tapi seringnya gusur-gusuran alus ini malah di tanggapi para PKL dengan clurit, lemparan be-ha dan siraman aer cabe kepada satpol PP&#8230; kalo udah gini ya mau-ngga-mau jalan terakhirnya gusur-gusuran secara paksa&#8230;</p>
<p align="justify">Black-In-News-nya dulu juga sempet ada wacana kalo jalan pahlawan di Semarang harus di sterilkan dari PKL-PKL oleh pak Bibit Waluyo&#8230; katanya itu jalan protokol dan harus bersih dari PKL&#8230; ya tapi tetep aja tuh kalo malem masih ada beberapa PKL (terutama didepan TELKOM dan Citibank) yang mangkal&#8230; apakah pak Bibit Waluyo serius menggusur PKL atao cuman gertak sambel doang? Atao malah cuman sekedar wacana aja?</p>
<p align="justify">Jadi siapa yang benar-siapa yang salah kalau udah kayak gini?</p>
<p align="justify">Di satu sisi ada poinnya juga pemkot me-relokasi mereka&#8230; supaya jalan-jalan bersih dari PKL&#8230; ngga kotor apalagi macet&#8230; ini juga sebagai salah satu bentuk perwujudan aspirasi sebagian masyarakat&#8230; dan bila di relokasi ke satu tempat&#8230; bisa jadi tempat tersebut bakal terkenal dengan sebutan &#8220;PUSATNYA JAJANAN PKL&#8221;&#8230;</p>
<p align="justify">Tapi disisi laen ada poinnya juga PKL ogah digusur&#8230; kadang-kadang mereka juga udah mbayar &#8220;uang keamanan&#8221; sama centeng setempat&#8230; pelanggan mereka juga udah biasa mampir kesitu, dan bila di relokasi yang tempatnya juauh dari situ bisa aja para pelanggannya ogah mampir karna jauh&#8230; apalagi para PKL bila di kelompokan jadi satu di satu tempat&#8230; bakal terjadi persaingan bisnis yang engga sehat, apalagi kalo PKLnya menjajakan barang yang mayoritas sejenis&#8230;</p>
<p align="justify">Jadi gimana menurut mu? Gusur atao dibiarkan saja? Atao&#8230;?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jakarta Ria - 12122008]]></title>
<link>http://mnrp.wordpress.com/2008/12/12/jakarta-ria-12122008/</link>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 04:06:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>mnrp</dc:creator>
<guid>http://mnrp.wordpress.com/2008/12/12/jakarta-ria-12122008/</guid>
<description><![CDATA[tampaknya tidak ada habis2nya energi ini untuk mencela menertawakan kinerja para aparat pemda DKI. t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">tampaknya tidak ada habis2nya energi ini untuk <span style="text-decoration:line-through;">mencela</span> menertawakan kinerja para aparat pemda DKI. tidak perlulah menunjukkan batang hidung mereka satu persatu, cukup tunjuk saja pada satu orang. satu petinggi DKI Jakarta. jangan tunjuk batang hidungnya tetapi tunjuk KUMISnya.</p>
<p style="text-align:justify;">kalau bicara ttg Kumis di pemda DKI siapa lagi kalau bukan si oom foke kumis. satu2nya gubernur yang berani unjuk kumis dalam pilgub. tapi sayang kinerjanya tidak sesedap bakso kumis jalan blora. kinerja yang kian hari kian terpuruk.</p>
<p style="text-align:justify;">kali ini komik Jakarta Ria harian kompas, menampilkan salah satu cerita duka dari &#8220;proyek&#8221; gusuran dari pemda DKI. gak ada habisnya tenaga untuk gusur menggusur tanpa bisa memberikan solusi yang terbaik. jangankan kantong2 pemukiman kumuh yang digusur, pedagang di jalan barito saja kena gusur. setelah gusur menggusur? apa yang terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">KOSONG !</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--><img class="aligncenter size-full wp-image-557" title="jakartaria-12122008" src="http://mnrp.wordpress.com/files/2008/12/jakartaria-12122008.jpg" alt="jakartaria-12122008" width="771" height="406" /></p>
<p style="text-align:justify;">jadi gusur menggusur itu adalah bagian dari proyek besar. proyek mencari dana tambahan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penggusuran Rumah di Kali Buaran ]]></title>
<link>http://korangua.wordpress.com/2008/12/10/penggusuran-rumah-di-kali-buaran/</link>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 03:01:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiranadimas</dc:creator>
<guid>http://korangua.wordpress.com/2008/12/10/penggusuran-rumah-di-kali-buaran/</guid>
<description><![CDATA[Diberitakan bahwa  870 rumah di sepanjang Kali Buaran, Jakarta Timur, digusur. Warga hanya pasrah sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Diberitakan bahwa  870 rumah di sepanjang Kali Buaran, Jakarta Timur, digusur. Warga hanya pasrah saat melihat rumahnya digusur.</p>
<p>Rumah yang digusur terletak di 4 kelurahan, Kecamatan Penggilingan, Jakarta Timur.</p>
<p>Sebanyak 1.600 petugas satpol PP dari Pemkot dan Pemprov Jakarta Timur tampak bahu membahu membongkar rumah.</p>
<p>Penggusuran tersebut bertujuan untuk normalisasi Kali Buaran dan mencegah pendangkalan.</p>
<p>Sponsor :</p>
<p><a href="http://korangua.wordpress.com/peluang-usaha-warnet-terinovatif/">Anda ingin kaya sekaligus bermanfaat bagi orang banyak? Yuk bisnis bersama</a></p>
<p>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Warga Mengadu, Gubernur Riau Tak Peduli]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2008/05/31/warga-mengadu-gubernur-riau-tak-peduli/</link>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 08:56:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>xarazz</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2008/05/31/warga-mengadu-gubernur-riau-tak-peduli/</guid>
<description><![CDATA[Liputan6.com, Pekanbaru: Hanya jeritan kesedihan yang mampu keluar dari mulut warga Kota Garo, Kabup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> Liputan6.com, Pekanbaru:</strong> Hanya jeritan kesedihan yang mampu keluar dari mulut warga Kota Garo, Kabupaten Mampar, Riau, Jumat (30/5). Sebab, mereka tidak mampu menghadapi arogansi PT Raka, perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mereka pun mengadu kepada Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Namun, Gubernur Rusli bukannya menemui warga. Pagar Kantor Gubernur Riau malah dikunci rapat. Ratusan petani kelapa sawit ini pun kembali berteriak menangis menyampaikan ketidakberdayaan menghadapi pengusaha.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://freestuff.890m.com/gambar/080530dsengketa_lahan.jpg" alt="" width="275" height="200" /><br />
Demo warga di Pekanbaru.</p>
<p>Sudah dua tahun, para petani kelapa sawit ini bersengketa dengan PT Raka terkait lahan seluas 1.400 hektare. Bukan mendapat perlindungan, sebanyak 144 rumah warga malah dirubuhkan petugas PT Raka. Belum cukup. Memanen kelapa sawit di kebun sendiri pun dilarang.</p>
<p>Sengketa lahan ini berawal dari klaim PT Raka yang sudah punya izin menggarap lahan yang dihuni warga. Bahkan, mereka juga mengklaim telah membeli lahan tersebut dari seorang pengusaha bernama Damanik. Meski damanik yang dimaksud tidak diketahui keberadaannya, pihak perusahaan merasa berhak atas tanah warga. Petugasnya pun diturunkan mengintimidasi warga agar keluar dari tanah yang sudah mereka huni secara turun temurun.(BOG/Yusril Ardanis)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tergusur]]></title>
<link>http://yadhi.wordpress.com/2008/05/21/tergusur/</link>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 10:51:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>yadhi</dc:creator>
<guid>http://yadhi.wordpress.com/2008/05/21/tergusur/</guid>
<description><![CDATA[hari ini harus pindah dari penginapan, &#8220;maaf mas, udah penuh di booking&#8221; resepsionisnya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>hari ini harus pindah dari penginapan, &#8220;maaf mas, udah penuh di booking&#8221; resepsionisnya berkata begitu beberapa hari yg lalu. tadi pagi (masih usaha biar gak pindah) nanya lagi, ternyata gak ada yg cancel booking, jadilah sekarang ini (sementara) gak ada tempat menginap. barang2 ada di mobil semua. kegusur !!!</p>
<p>gak masalah sih mo nginap di mana aja, yg penting kan bisa tidur sama nyimpan barang, th jg gak lama lg bakalan balik lg ke jkt.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tadi pagi di mobil mo naik ke atas ternyata ada teman senasib jg, masih gak jelas besok mereka tetap di situ atau gak :p</p>
<p>tingkat hunian penginapannya memang tinggi bgt, sekarang ada acara pekan olah raga PDAM se Indonesia. tadi aja ngeliat rombongannya ber-bis2, katanya sampe 900 orang. pantes aja penuh. mestinya dah cabut dari kemaren2 ya, biar gak pusing gini. yg kegusur pusing, yg nyariin penginapan jg pusing :p</p>
<p>kalo dulu sih mungkin bisa nginap di wisma, tp sekarang karna gedung kantornya blm jadi (blm bisa dipake lg), wismanya dipake buat kantornya boss2, gak mungkin dong ngegusur boss2 :p</p>
<p>sekarang masih di kantor, benerin bugs plus nunggu mobil jemputan plus nunggu kabar di mana akan menginap malam ini sampe sabtu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zaman Main Gusur]]></title>
<link>http://arifdoudo.wordpress.com/2008/01/27/zaman-main-gusur/</link>
<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 21:28:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arif Budiman</dc:creator>
<guid>http://arifdoudo.wordpress.com/2008/01/27/zaman-main-gusur/</guid>
<description><![CDATA[Melihat berita di televisi tentang penggusuran di Bantul, Yogyakarta, membuatku terenyuh. Melihat ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Melihat berita di televisi tentang penggusuran di Bantul, Yogyakarta, membuatku terenyuh. Melihat banyak orang menangis, meminta supaya rumahnya tidak digusur&#8230; jadi ikut sedih juga, dan terbayang-bayang seandainya aku yang berada di posisi tersebut&#8230;</p>
<p>Yang tidak saya terima adalah katanya tanah itu adalah milik Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat <!--more-->yang mau dipergunakan sebagai daerah usaha&#8230; Setahu saya, Keraton sangat pro terhadap rakyat kecil, tapi kenapa saat ini lain ya(?), hanya gara-gara tanahnya ditempati saja main gusur. Lagian, kalau sudah tahu itu tanah milik Keraton, kenapa menggusurnya kok tidak dari dulu-dulu sebelum ditempati&#8230;Kok baru setelah sepuluh tahunan ditempati baru digusur? Aneh kan?</p>
<p>Lah, yang jadi masalah juga adalah para korban penggusuran. Bukankah akan menjadi bumerang bagi Keraton sendiri, bahwa para korban akan menjadi gelandangan dan malah akan merusak wajah Ngayogyakarta sendiri? Saya kira, walaupun wajah Ngayogyakarta penuh pusat perbelanjaan, usaha atau apalah istilahnya yang ditujukan untuk menarik banyak investor masuk, jikalau banyak gelandangan apatah investor mau masuk dan berinvestasi?</p>
<p>Mbok ya Sri Sultan harusnya tahu&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ajaran Sesat Telusupi Umat ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/10/06/ajaran-sesat-telusupi-umat/</link>
<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 23:46:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/10/06/ajaran-sesat-telusupi-umat/</guid>
<description><![CDATA[Pagi baru saja dimulai. Kawasan Jalan Dr Sutomo Padang yang biasanya tenang dipagi hari, mendadak bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href=""><img alt="Demo sesat di gubernur" src="http://orangmiskin.files.wordpress.com/2008/07/demo-20sesat-20di-20gubernur.gif" border="0" /></a></p>
<p align="justify">Pagi baru saja dimulai. Kawasan Jalan Dr Sutomo Padang yang biasanya tenang dipagi hari, mendadak buncah. Ratusan orang berkumpul di halaman sebuah ruko berlantai dua di jalan itu. Mereka laki-laki dan perempuan, membawa poster bernada protes. <br />&#160;<br />Hari itu, Selasa (2/10) pagi. Sejak pukul 7.00 wib, massa sudah menyemuti halaman gedung itu. Jumlahnya pun terus bertambah. Mereka datang mengunakan sepeda motor dan mobil. Masa yang berkumpul segera menggelar orasi dan mengacungkan tangan. Puncaknya, massa yang terdiri dari ormas Islam, pemuda dan mahasiswa ini mendobrak pintu depan ruko yang terkunci rapat. Braakkk. Mereka masuk dan kemudian menyegel gedung itu.<br />&#160;<br />Sebanyak 12 penghuninya kaget. Aparat keamanan yang datang, langsung mengevakuasi mereka ke Mapoltabes Kota Padang. Upaya itu dilakukan untuk menghindari, kalau-kalau saja emosi masa terpancing dan menghakimi mereka. Lantas apa sebenarnya yang terjadi di pagi hari itu. Ternyata ratusan warga dan ormas Islam ini menggerebek markas sebuah aliran yang menamakan diri Al Qiyadah Al Islamiyah. Aliran ini telah difatwa sesat dan menyesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan nomor fatwa 1/Kpt.F/MUI-SB/IX/2007. <br />&#160;<br />Ibarat angin, kabar keberadaan aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah itu langsung menyebar ke tanah air. Di belahan Indonesia lainnya, keberdaan ajaran ini juga menguak. Adalah Ahmad Moshaddeq yang menjadi pemimpin ajaran ini. Kepada pengikutnya pria ini mengaku sebagai nabi dan telah menerima wahyu setelah bertapa selama 40 hari 40 malam dan memproklamirkan diri sebagai rasul menggantikan Nabi Muhammad SAW pada 23 Juli 2006.<br />&#160;<br />Lalu bagaimana ajaran ini bisa masuk ke Ranah Minang ini? Menurut bocoran dari dua calon pengikutnya, Tasmawardi dan Guspardi yang urung bergabung begitu mengetahui kesesatan ajaran itu, mengatakan ajaran ini masuk ke Padang dibawa Eri Mulyadi pada 2004. <br />&#160;<br />Awalnya mereka hanya menggelar pengajian biasa layaknya sebuah wirid rutin yang kerap dilakukan suatu majelis taklim di sebuah perusahaan di Kota Padang. Ajaran yang dibawa Eri Mulyadi yang merupakan kakak dari Dedi Priyadi (pemimpin Al Qiyadah di Kota Padang) ini, dalam &#8220;memperkenalkan&#8221; diri mulanya masih berpijak pada syariat Islam. Hingga beberapa bulan kemudian, barulah terungkap kejanggalan-kejanggalan ajarannya.<br />&#160;<br />Salah satunya, mereka menganggap shalat tidak wajib dilakukan lima waktu. Menurut ajaran ini kondisi ini sama dengan kondisi Makkiyah (atau era sebelum nabi Muhammad hijrah ke Madinah). Sehingga shalat tidak begitu diwajibkan.<br />&#160;<br />Pengajian yang belum punya nama ini, pada 23 Juli 2006 barulah mendeklarasikan diri dengan nama Al Qiyadah Al Islamiyah, yang mempunyai syahadat sendiri dan menjadikan Ahmad Mushaddeq sebagai nabi dengan penyebutan Al Masih Al Maud. Sejak itu dimulailah perioderisasi penyebaran ajaran yang didasarkan fase-fase yang mereka ciptakan sendiri.<br />&#160;<br />Fase pertama adalah fase sembunyi-sembunyi. Mereka menyebarkan ajarannya dari rumah ke rumah. Setelah pengikut mulai banyak, masuk ke fase jahran (membuka diri). Di fase ini mereka terang-terangan menyebarkan ajarannya, termasuk melalui surat elektronik (email). Lalu ada fase hijrah (pindah), kemudian fase perang untuk memerangi semua umat beragama lainnya yang bagi mereka adalah sesat. Setelah itu ada fase kemenangan dan berakhir dengan fase membentuk pemerintahan sendiri. <br />&#160;<br />Untuk saat ini, bisa disimpulkan mereka masih berada pada fase membuka diri, hingga akhirnya kesesatan mereka terungkap dan menjadi pemberitaan di mana-mana. Dalam fase membuka diri, penyebaran ajaran yang mereka lakukan di Padang, dilaksanakan dengan mewajibkan para pengikutnya untuk mendapatkan satu pengikut baru tiap bulannya.<br />&#160;<br />Ditaksir, saat ini ada sekitar 2000-an pengikut Al Qiyadah yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Sumbar. Aliran ini telah &#8220;mengembangkan sayap&#8221; ke Pesisir Selatan, Pasaman, Pariaman meliputi Kayu Tanam dan Lubuak Aluang, Solok dan Kota Padang. Bahkan pengikut yang ada di Padang menebar jaringan pula ke Muaro Bungo, Jambi dan Palembang. <br />&#160;<br />Untuk mendapatkan pengikut baru ini, tak jarang mereka memaksa orang tua atau keluarganya untuk bergabung. Maka jangan heran bila ada anak yang melawan orang tuanya karena &#8220;ogah&#8221; bergabung dengan &#8220;kebenaran&#8221; versi mereka itu. Bagi anak yang hidup mapan, orang tua yang tinggal bersamanya akan diusir. Atau bila dia masih tinggal dengan orang tua, maka pilihannya adalah kabur dari rumah.<br />&#160;<br />Lantas bagaimana orang-orang bisa begitu mudah mempercayai ajaran ini? Menurut Tasmawardi, itu disebabkan kurangnya pemahaman yang bersangkutan atas Islam yang telah dianutnya. Selain itu pengaruh pergaulan dan lingkungan tempat kerja serta keinginan untuk mencari kebenaran agama juga tidak bisa dinafikan.<br />&#160;<br />Alasan untuk mencari kebenaran ini setidaknya terungkap dari mulut Mardimin (43), yang menyatakan tobat dan kembali mengucapkan syahadat, Kamis (1/11) lalu. Warga Blob B Perumahan Ulu Gadut Padang ini, awalnya dikenal warga sebagai imam masjid di kompleknya.<br />&#160;<br />Beberapa warga yang sempat ditemui disela-sela prosesi pensyahadatan di Masjid Darul Ulum Blok B Perumahan Ulu Gadut mengatakan sebelum mengikuti ajaran tersebut, Mardimin adalah alim dalam arti yang sebenarnya. <br />&#160;<br />Selain menjadi imam sholat berjamaah di masjid, pria yang sehari-harinya menjadi PNS di Universitas Andalas ini juga seorang mubaliq. Kerap kali dia memberikan wejangan agama kepada masyarakat.<br />&#160;<br />Namun 10 bulan yang lalu, sikap Mardimin mulai berubah. Dia yang biasanya menjadi imam, mulai tidak lagi melakukan sholat jamaah. Bahkan datang ke masjid pun sudah mulai jarang. Begitu juga dengan sholat subuh bersama. Nyaris sejak menjadi pengikut ajaran itu, Mardimin memisahkan diri dari kegiatan agama warga. Puncaknya, pertengahan ramadhan 1428 H yang lalu, Mardimin dan keluarganya mengadakan pengajian dengan sesama pengkut Al Qiyadah Al Islamiyah lainnya di kediaman mereka.<br />&#160;<br />Beberapa warga di Masjid Darul Ulum menduga perkenalan Mardimin dengan ajaran sesat itu dimulai di lingkungan tempat dia bekerja. Ketika ditanyakan warga, Mardimin mengatakan dia hanya ingin mendalami agama dan mencari kebenaran. Hanya itu. <br />&#160;<br />&#8220;Sejak sikap dia mulai berubah, kami mulai curiga. Suatu waktu seusai sholat subuh, kami mengajak dia lari pagi. Saat itulah kami tanyakan, bahkan sempat terjadi perdebatan dengan warga waktu itu. Dia mengatakan, hanya ingin mencari kebenaran dan mendalami agama,&#8221; kata Ketua RW 1 Blok B Ulu Gadut Padang, Drs Suhandal Muktar MM.<br />&#160;<br />Berbagai pendekatan persuasif dilakukan warga. Walaupun meyakini ajaran yang diduga sesat, warga kata Suhandal tidak pernah mengucilkan Mardimin. Pergaulan sehari-hari dilakukan seperti biasanya, hanya saja disela-sela kehidupan sehari-hari itu, mereka tetap berusaha memberikan masukan dan mencoba menarik Mardimin kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya.<br />&#160;<br />Upaya keras ini pun kemudian membuahkan hasil. Pada Kamis, 11 November 2007 silam, Mardimin berserta Istrinya Yurniati (40), anak sulungnya Ari (15) dan satu orang pembantunya, Sarah (13), melafazkan syahadatin kembali. <br />&#160;<br />Disaksikan ratusan warga yang memadati masjid itu, Mardimin sekeluarga dipandu oleh ketua bidang fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, untuk mengucapkan syahadat kembali. Disaksikan warga, Mardimin menyatakan tidak mengakui lagi seluruh ajaran Ahmad Mushaddeq ini. <br />&#160;<br />&#8220;Ini satu hal yang luar biasa bagi saya dan keluarga, ini peritiwa yang sakral bagi kami. Saya sudah terlalu jauh berjalan mencari kebenaran. Dan sekarang saya kembali lagi ke jamaah dimana saya pernah bersama mereka. Saya akan berusaha menarik teman-teman saya yang lain untuk kembali ke jalan Islam,&#8221; kata Mardimin didepan para jamaah.<br />&#160;<br />Sejak media massa gencar memberitakan tentang ajaran ini, satu demi satu pengikut Al Qiyadah Al lslamiyah di Kota Padang meyatakan tobat dan keluar dari ajaran ini. Sebelum Mardimin sekeluarga, pengucapan syahadat kembali juga dilakukan Rinto Widjaya, Ayu, Dasril Darwin, Rustam E dan pengikut lainnya.<br />&#160;<br />Ketua bidang Fatwa MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar mengatakan dengan pengucapakn kembali kalimat syahdat itu, mereka kembali menjadi muslim. Dosen IAIN Imam Bonjol Padang ini meminta setiap umat muslim menerima mereka kembali sebagaimana biasanya. <br />&#160;<br />&#8220;Maka itu bagi mereka yang sudah mengucapkan syahadat kembali, dan menemui keraguan-keraguan yang sulit dicari jawabannya, MUI selalu membuka diri,&#8221; kata Gusrizal Gazahar.<br />&#160;<br />Terlepas dari itu semua, kita sebagai umat muslim tetap harus waspada. Karena aliran sesat dan menyesatkan ini bukan hanya Al Qiyadah Al Islamiyah. Kalau boleh dikatakan ajaran sesat sekarang sedang menjadi tren. Belum selesai yang satu, sudah muncul yang lainnya. Setidaknya, ada beberapa ajaran yang sudah di fatwa MUI sesat seperti Ahmadiyah, Darul Arqom, Islam Jamaah/Darul Hadits, LDII, NII Al Zaytun, Baha&#8217;i, Lembaga Kerasulan, Mahesa Kurung, Isa Bugis, Kerajaan Tuhan, Al Qur&#8217;an Suci dan banyak lagi, termasuk Jamiyatul Islamiyah yang sempat bikin heboh Kota Padang pada Oktober 2006 silam. (nto)<br />&#160;<br />Kesesatan Al Qiyadah Al Islamiyah <br />Berdasarkan fatwa MUI No 1/Kpt.F/MUI-SB/IX/2007, terdapat sembilan ajarannya yang bertentangan dengan ajaran Islam. <br />&#160;<br />1. Al Qiyadah Islamiyah mengubah syahadatain dari yang seharusnya &#8220;asyhadu alla ilha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah menjadi Asyhadu alla ilaha illallah wa asyahadu anna masihal mau&#8217;udar Rasulullah&#8221;, <br />&#160;<br />2. Aliran ini mengingkari kewajiban lima waktu, bagi mereka shalat yang wajib hanya qiyamulail saja (sholat malam), <br />&#160;<br />3. Menyakini adanya rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW yaitu al-masih al-mau&#8217;ud (al masih yang dijanjikan), yang mengiklankan diri pada tanggal 23 Juli 2006 di Gunung Bunder Bogor. <br />&#160;<br />4. Al-Qiyadah al-Islamiyah memandang umat lain yang tidak masuk anggotanya sebagai orang musyrik dan najis, <br />&#160;<br />5. Aliran ini mengingkari Sunah Rasul atau hadist Nabi Muhammad secara menyeluruh.<br />&#160;<br />6. Menyakini bahwa peran kerasulan Muhammad SAW sudah berakhir dengan kematiannya, dan digantikan dengan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasul al Masih al Mau-ud. <br />&#160;<br />7. Mereka juga melakukan penafsiran Alquran menurut hawa nafsu tidak mengikuti kaidah-kaidah bahasa Arab dan kaidah ilmu tafsir seperti surat Al &#8211;A&#8217;raf ayat 185 digunakan sebagai alasan menolak hadist atau sunnah nabi. <br />&#160;<br />8. Aliran ini dalam ajarannya telah mencampur adukan antara Islam dan Injil. <br />&#160;<br />9. Aliran ini menyebarkan gerakkan yang berpotensi memecah belah umat<br />karena dalam ajarannya mereka terdapat lima fase gerakan perjuangannya salah satunya ada fase qital (memerangi orang yang tidak masuk dalam kelompok mereka).<br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/10/06/sesat-telusupi-umat/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/10/06/sesat-telusupi-umat/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Data Gempa yang Terus Bergetar ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/09/29/data-gempa-yang-terus-bergetar/</link>
<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 23:42:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/09/29/data-gempa-yang-terus-bergetar/</guid>
<description><![CDATA[Bumi tiba-tiba berguncang. Bangunan dan pepohonan terhuyun-huyun. Warga yang sedang menikmati pagi h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://bp0.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIo5fNpfI/AAAAAAAAAGA/RIrZbrGaLsY/s1600-h/kecamatan+linggo+sari+baganti+gempa+(25).gif"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpIo5fNpfI/AAAAAAAAAGA/RIrZbrGaLsY/s320/kecamatan+linggo+sari+baganti+gempa+(25).gif" border="0" /></a>Bumi tiba-tiba berguncang. Bangunan dan pepohonan terhuyun-huyun. Warga yang sedang menikmati pagi hari itu, sontak panik. Mereka tiba-tiba berhamburan keluar ruangan. Pengendara yang sedang melaju, segera meminggirkan kendaraannya. </p>
<p align="justify">Teriak takbir &#8220;Allah Huakbar&#8230;Allah Huakbar, terdengar mendesis dari mulut setiap orang. Sumbar sedang diguncang gempa. Saat itu, Kamis (13/9), umat muslim sedang berada dalam suasana ramadhan hari pertama. Ujian datang tanpa mengenal waktu. <br />&#160;<br />Jalanan yang tadinya sepi, mendadak dipenuhi kendaraan. Dengan berkain sarung dan muka yang tidak sempat di cuci, warga berlarian meninggalkan rumahnya masing-masing. Beberapa orang tampak terguncang. Wajar, karena beberapa jam sebelumnya, mereka &#8220;terpaksa&#8221; harus bangun lebih pagi untuk sahur pertama. <br />&#160;<br />Gempa dengan kekuatan diatas 7 SR ini, menyebabkan kerusakan di berbagai bangunan diberbagai kabupaten di Sumbar. Menurut catatan Satkorlak Sumbra, Peisisir Selatan dan Mentawai menjadi kabupaten terparah terkena bencana ini. Duka kembali menghampiri Ranah Minang ini.<br />&#160;<br />Gempa telah usai? lantas sekarang apa? Beberapa hari pasca gempa kamis pagi itu, Satkorlak Sumbar mulai merilis data. Gempa dengan kekuatan 7,9 SR itu menyebakan 13.966 rumah rusak di Pessel, 4.789 di Kepulauan Mentawai, 2.334 di Padang Pariaman dan 3.318 di kota Padang atau total kerusakannya 24,825 rumah di seluruh Sumbar. Jika dikonversikan dengan uang, bencana kali ini mengakibatkan kerugian mencapai Rp 1,452 triliun.<br />&#160;<br />Bicara soal data, kita bicara soal bantuan. Karena kevalidan data menjadi acuan besarnya bantuan yang akan dikucurkan. Dalam kunjungannya ke Pessel, kemarin, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, memberi perhatian lebih soal data. Menurutnya, kucuran bantuan yang akan diberikan tergantung dengan kebutuhan daerah masing-masing. Secara tidak langsung, SBY mengintruksikan pemerintah daerah untuk melansir data yang valid.<br />&#160;<br />Mungkin belum lepas dari ingatan kita, bagaimana gempa hebat juga melanda propinsi ini, 6 Maret 2007 silam. Kondisi yang sama kembali terulang. Warga mengungsi, rumah-rumah hancur dan kepanikan di mana-mana.<br />&#160;<br />Namun ada yang membuat kita miris. Ternyata masih ada korban gempa 6 Maret itu yang masih tidur ditenda. Mereka mengaku masih belum mendapatkan bantuan seperti yang dijanjikan. Bahkan informasi di lapangan ada bantuan yang salah sasaran. Warga yang semestinya tidak berhak mendapatkan, namun menerima juga.<br />&#160;<br />Apakah ini akan terulang pada bencana kali ini? Jawabannya bisa ya, jika pola penanganan bencana tidak komprehensif. Dalam artian, bantuan yang diberikan tidak berdasarkan kondisi dilapangan. Untuki jangka panjang, tim verifikasi independen yang terdiri dari kalangan akedemisi dan praktisi mesti dilibatkan dalam melakukan verifikasi data. Tujuannya hanya satu, dengan tim yang sama maka data yang akan didapatkan juga akan sama. </p>
<p align="justify">Akan ada standar penilaian yang sama, apakah sebuah bangunan masuk kategori rusak parah, rusak sedang atau ringan. Besar harapannya, bantuan yang akan diberikan akan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi kerusakan yang ada. <strong>(nto)</strong><br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/09/29/data-gempa-yang-terus-bergetar/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/09/29/data-gempa-yang-terus-bergetar/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lewat Job Fair, Gaet Masa Depan ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/08/29/lewat-job-fair-gaet-masa-depan/</link>
<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 23:40:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/08/29/lewat-job-fair-gaet-masa-depan/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;awak caliak-caliak se dulu da. Kalau cocok, baru wak masukan lamaran. Tapi dari tadi, lun ado]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://bp2.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpJlZfNpgI/AAAAAAAAAGI/bzuCmVGLY2U/s1600-h/job+fair+copy.gif"><strong><em><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpJlZfNpgI/AAAAAAAAAGI/bzuCmVGLY2U/s320/job+fair+copy.gif" border="0" /></em></strong></a><em>&#8220;awak caliak-caliak se dulu da. Kalau cocok, baru wak masukan lamaran. Tapi dari tadi, lun adoh yang cocok lai. Ndak adoh yang sasuai dengan jurusan awak do,&#8221; </em>Kalimat itu terlontar dari mulut Rika (22), salah seorang pengunjung Job Far V di halaman kantor Gubernur Sumbar, Rabu (29/8).<br />&#160;<br />Rika adalah satu dari ribuan pencari kerja (pencaker) yang sejak pagi telah memadati sayap kanan lapangan kantor gubernur Sumbar. Alumnus jurusan kimia Universitas Andalas tahun 2007 ini tidak sendiri. Dia bersama pencaker lainnya memperebutkan 3000-an lowongan kerja yang disediakan 30 perusahaan peserta Job Fair.<br />&#160;<br />Sedikit kekecewaan tergurat jelas diwajahnya. Dia bersungut-sungut, karena perusahaan yang diincarnya tidak ikut dalam Job Fair tersebut. Sebagai alumnus Kimia, Rika mengimpikan bekerja di PT Semen Padang (PTSP). Soalnya, pabrik semen tertua di Indonesia ini, selain perusahaan terbesar di Sumbar juga menyediakan bidang kerja yang sesuai dengan background pendidikannya. <br />&#160;<br />&#8220;Lah wak caliak lowongan-lowongan disiko, tapi ndak adoh yang untuk anak kimia. Kalau ndak adoh juo, ndak jadi wak masukan lamaran. Wak tunggu se tes PNS Oktober,&#8221; kata Rika yang mengampit map plastik berisi amplop berwarna kuning. Sepertinya dalam amplop itu terhimpun semua berkas yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan seperti ijazah, pas photo, kartu pencaker dan bahan lainnya.<br />&#160;<br />Harapan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan background pendidikan di arena Job fair ini, juga diimpikan Adi (24). Lulusan pertanian Unand ini, celingak-celinguk memperhatikan semua persyaratan yang diminta perusahaan. Namun lagi-lagi, pria asal Bukitinggi ini agak kecewa. Dia tidak menemukan lowongan pekerjaan yang diingininya. <br />&#160;<br />&#8220;Lebih banyak lowongan jadi TKI ke luar negeri. Kenapa perusahan perkebunan sawit yang ada di Sumbar tidak ikut serta dalam ajang ini,&#8221; kata pria yang menamatkan SMA di salah satu sekolah negeri di Jakarta ini.<br />&#160;<br />Kendati tidak ada lowongan yang sesuai dengan jurusannya, Adi mengatakan dirinya akan tetap mengajukan lamaran sebagai tenaga administrasi. Ini semata-mata dilakukannya, asalkan ada pekerjaan. Sejak menamatkan studi dari Unand satu tahun lalu, dia sudah jenuh menjadu pengangguran.<br />&#160;<br />Berbeda dengan keduanya yang tetap mengingikan pekerjaan sesuai jurusan awal, Esi Rahmayanti (23) yang juga lulusan pertanian Unand, justru pasrah dengan susahnya lapangan kerja saat ini. Kepada koran ini, wanita berjilbab ini siap bekerja dimana saja. Dia sadar, dengan memilih-milih pekerjaan, dia harus siap menjadi pengangguran dalam waktu lama. <br />&#160;<br />&#8220;Yang diatas sudah mengatur hidup kita, bagaiman nasib saya nantinya. Saya hanya tinggal jalani saja,&#8221; tukas Esa.<br />&#160;<br />Namun dari sekian ribu pengunjung Job fair, tidak semuanya yang langsung membawa berkas lamaran. Irham misalnya, lulusan sejarah Unand ini datang tanpa membawa apa-apa. Kedatangnnya ke arena Job fair hanya sekedar melihat-lihat saja. Jika ada lowongan yang cocok, baru hari selanjutnya dia membawa berkas lamaran.<br />&#160;<br />Jumlah pengangguran di Sumbar terus saja meningkat. Menurut Gubernur Sumbar, Ganawan Fauzi, setiap tahun sedikitnya 16 ribu sarjana baru dihasilkan perguruan tinggi. Mereka harus bersaing dengan 264 ribu pengangguran lainnya, memperebutkan lowongan pekerjaan yang tidak seberapa. <br />&#160;<br />Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Sumbar, dari 1,981 juta orang angkatan kerja di Sumbar, sampai Juni 2007 pencaker yang tercatat mencari pekerjaan sebanyak 118,879 ribu. Ratusan ribu pencaker tersebut didominasi lulusan SMA (60,2) dan lulusan S1 (21 %). <br />&#160;<br />Kenyataan itu tergambar jelas dengan membludaknya pengunjung Job Fair V dihari pertama ini. Mereka rela antri sambil berpanas ria, menenteng map dan saling berdesakan, demi pekerjaan yang sering kali tidak sesuai dengan keinginan mereka. <strong>(nto)<br /></strong>&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/08/29/lewat-job-fair-gaet-masa-depan/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/08/29/lewat-job-fair-gaet-masa-depan/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gaya Mediterania di Komplek Taman Bunga Residence ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/15/gaya-mediterania-di-komplek-taman-bunga-residence/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 23:37:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/15/gaya-mediterania-di-komplek-taman-bunga-residence/</guid>
<description><![CDATA[Menenemukan rumah idaman yang mewah dengan beragam fasilitas tidaklah sulit. Banyak pengembang menaw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpKIJfNphI/AAAAAAAAAGQ/4xdvkFRSA6Y/s1600-h/house2RumahYangMenjadikanku1a+copy.gif"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpKIJfNphI/AAAAAAAAAGQ/4xdvkFRSA6Y/s320/house2RumahYangMenjadikanku1a+copy.gif" border="0" /></a>Menenemukan rumah idaman yang mewah dengan beragam fasilitas tidaklah sulit. Banyak pengembang menawarkan hal seperti itu. Tetapi apakah kemewahan saja sudah cukup. Bagaimana dengan kemanannya. <br />&#160;<br />Disaat maraknya kasus kejahatan di komplek perumahan, faktor keamanan justru menjadi yang utama. Setiap konsumen harus benar-benar menelisik bagaimana sistem security dikomplek itu. Sebelum membeli, harus diperhatikan benar apakah komplek itu memiliki tenaga pengaman (satpam), berapa jalur masuk dan keluar komplek. Semakin banyak jalan masuk atau keluar, biasanya makin rawan kejahatan, karena makin tidak terpantau siapa-siapa saja &#8220;tamu&#8221; yang berkunjung. <br />&#160;<br />Intinya, selain fasilitas atau akses, kemanan juga mesti menjadi pertimbangan utama sebelum anda membeli rumah. Apa jadinya, saat penghuni kembali dari berpergian keluar kota misalnya, menemukan rumah dan isinya diacak-acak orang tak dikenal. Syukur-syukur tidak ada barang berharga yang hilang. Stres dan menyesal, sudah pasti. <br />&#160;<br />Memberikan kemanan dan kenyaman penghuni, itulah prioritas utama yang diusung PT Bunga Mas Mandiri, dalam membangun Komplek Perumahan Taman Bunga Residence di JaLan Adinegoro Tabing. Dalam menjamin kemanan penghuni komplek, pengembang sengaja menyatukan gerbang masuk dan keluar dalam satu pintu namun dua jalur. <br />&#160;<br />Selain gerbang satu pintu dua jalur ini, komplek Taman Bunga Residence juga dilengkapi tenaga kemanan (security) yang menjamin kemanan penghuni 24 jam nonstop/Sistem Security Terpadu. Untuk makin membuat penghuni aman, PT Bunga Mas Mandiri sebagai pengembang juga melingkupi komplek perumahan ini dengan pagar. <br />&#160;<br />Taman Bunga Residence bukan saja unggul dari segi keamanannya, namun juga didukung berbagai sarana dan fasilitas. Yang tak kalah penting, begitu terima kunci pemilik sudah bisa langsung menempatinya. Karena telah dialiri air dari PDAM dan listrik.<br />&#160;<br />Lokasinya yang tepat berada ditepi JaLan Adinegoro Tabing Padang ini, sangat dekat dengan sarana pendidikan dan mudah diakses darimana saja. Dengan dukungan sarana tranportasi 24 jam penuh, kosumen tidak akan rugi memiliki hunian di Taman Bunga Residence. Pasalnya, dengan perkembangan Kota Padang yang makin pesat, rumah di Taman Bunga Residence bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan.<br />&#160;<br /><strong>Bergaya Mediterania</strong><br />&#160;<br />Komplek perumahan yang mulai dibangun sejak tahun 2005 ini terdiri atas 160 kapling dengan tipe rumah yang beragam. Mulai tipe 36-120, sampai tipe bebas. Masing-masing tipe memiliki spesifikasi minimalis dengan nuasa yang berbeda. Untuk tipe 36 atau century berkonsep Rumah Ideal Eksklusif. Sedangkan tipe 54,70 dan 100 mengadopsi nuasa rumah-rumah bergaya Mediterania.<br />&#160;<br />&#8220;Kita memang sengaja membangun lebih banyak rumah bergaya Mediterania, karena model-model seperti itu sedang digandrungi saat ini. Ya, tentu saja dengan harga yang terjangkau,&#8221; kata Direktur Utama PT Bunga Mas Mandiri, Roni Setiawan yang ditemui koran ini di ruangannya, Sabtu (26/8).<br />&#160;<br />Langgam arsitektur Mediterania, pernah digandrungi konsumen pada tahun 1980. Konsep minimalis ini kembali &#8220;dilirik&#8221; dan dikombinasikan dengan interior modern. Ciri khas gaya mediterania seperti bentuk melengkung, tekstur dinding yang kasar sampai besi tempa sebagai ornamen dekoratif diaplikasikan dalam desain sebuah hunian. Penghuninya serasa berada dalam vila di tepi pantai Laut Karibia.<br />&#160;<br />Mengacu pada prinsip desain gaya mediterania, tiga tipe rumah di Komplek Taman Bunga ini, memiliki atap berbentuk pelana dengan kemiringan rendah (flat roof) dan teritis yang pendek. Desain rumah ini lebih menonjolkan sosok blok massa hunian yang dirancang berbentuk huruf U dan ditutup oleh satu atap utama. </p>
<p align="justify">Bagian tertentu dari bangunan seperti area pintu masuk utama dan paviliun untuk tamu, ditutup oleh susunan portico sedangkan setiap jendela dinaungi oleh kanopi sehingga hunian tampil lebih dinamis. Penerapan prinsip mediterania pada desain rumah ini juga terlihat pada deretan kolom dan balok berbentuk melengkung (arches).<br />&#160;<br />&#8220;Selain tipe diatas, kita juga menawarkan tipe bebas. Pada tipe ini pembeli diberikan kebebasan memilih model dan denah rumah sesuai dengan keinginannya. Gambar dan arsitekturnya disediakan oleh developer dan harga jualnya disepakati bersama,&#8221; tukas lulusan Fakultas Ekonomi salah satu PTS di Kota Padang ini.<br />&#160;<br />Disebutkan Roni, setiap perumahan di Komplek Taman Bunga Residence memiliki spesifikasi teknik, seperti pondasi dengan pasangan batu kali plat beton bertulang (untuk lantai dua), kemudian lantai, Wc/kamar mandi dan plat dapur dari keramik, atap menggunakan genteng metal/beton. Selanjunya, dinding terbuat dari batu bata yang diplester dan aci, kunsen dari kayu meranti/timbalun/borneo, Plafond dari triplek. Sementara itu, saluran drainase dibuat dengan cor beton diplester, demikian juga halnya jalan komplek. <strong>(nto)</strong><br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/08/28/gaya-mediterania-di-komplek-taman-bunga-residence/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/08/28/gaya-mediterania-di-komplek-taman-bunga-residence/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beringin Tua Tabaka ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/15/beringin-tua-tabaka/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 23:34:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/15/beringin-tua-tabaka/</guid>
<description><![CDATA[Tanpa hujan tanpa angin, tiba-tiba saja beringin besar didepan Ajen Pantai Padang, Minggu (15/7) sek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify">Tanpa hujan tanpa angin, tiba-tiba saja beringin besar didepan Ajen Pantai Padang, Minggu (15/7) sekitar pukul 12.00 wib, terbakar. Api menjilati beringin tua tersebut sehingga yang tersisa hanya puing-puingnya. Bahkan, beringin yang awalnya berdiri kokoh itu, ambruk ke tanah. <br />&#160;<br />Kejadian langka itu terjadi tepat pada pukul 12.00 Wib. Ratusan warga yang memadati Pantai Padang terkejut melihat peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya itu. Tak pelak lagi pohon beringin yang selama ini dikenal angker itu, langsung menarik perhatian warga. Bahkan ratusan sempat menghentika aktifitasnya. </p>
<p align="justify">Mereka berkumpul menyaksikan detik demi detik proses kebakaran itu dan baru menjauh ketika api sudah mulai membesar. Bisik-bisik adanya kekuatan gaib, seketika merebak diantara pengunjung Pantai Padang.<br />&#160;<br />Pengamatan di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat menjilati bagaian bawah batang beringin yang sudah lapuk. Tanpa terkendali, api langsung membesar dan menjalar sampai pada bagian atas pokok beringin itu. Bahkan bagian atas pohon yang masih hidup, juga tidak luput dari amukan si jago merah. <br />&#160;<br />Selama 40 menit, api dengan leluasa menghanguskan semua bagian pohon. Api baru bisa dijinakan 30 menit kemudian setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kesejahteraan Sosial, Penanggulangan Banjir dan Bencana (DKS-PBB), diturunkan.<br />&#160;<br />Beberapa warga dan pedagang Pantai padang mengaku tidak melihat asal api. Mereka baru mengetahui ketika aapi nsudah mulai membesar. &#8220;Ambo taunya pas api lah gadang se. Urang-urang lah balarian mancaliek, ambo ikuik lo lari,&#8221;kata Masril (43) warga Lubuk Begalung yang sedang liburan di panati Padang.<br />&#160;<br />Hal yang sama juga dikatakan salah seorang pedagang Pantai Padang, Ir (40). Wanita paruh baya ini juga menyebutkan dirinya baru mengetahui saat api membesar. Padahal lokasi beringin tua itu, tepat berada didepan warungnya. <em>&#8220;Iyo indak nampak dek ambo do, lah gadang se,&#8221; </em>kata Ir <br />&#160;<br />Namun dari keterangan beberapa warga yang berada disekitaran tempat kejadian, mengungkapkan api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang warga. Kota Padang yang dalam beberapa hari terakhir ini tidak diguyur hujan, memberi andil cepatnya api menjalar. Api bahkan sempat menjilati tiga pohon beringin yang berada disekitarnya.</p>
<p align="justify"><strong>Hantu</strong></p>
<p align="justify">Fenomena aneh menyertai terbakarnya pohon beringin berusia ratusan tahun didepan Ajen Pantai Padang Jalan Samudera, Minggu (15/7). Sedikitnya 5 kali asap putih berputar laiknya angin puting beliung keluar dari pohon tua tersebut. Angin berputar beberapa meter sebelum akhirnya menghilang.<br />&#160;<br />Dari pengamatan di lokasi kejadian, asap putih yang membentuk pusaran angin itu mulai keluar 5 menit setelah api mulai membakar. Pusaran angin bergerak beberapa meter kearah tiga pohon beringin lainnya yang berada disekitar, dan akhirnya menghilang ke udara. Fenomena itu bukan hanya terjadi satu kali. Selang beberapa menit kemudian, kembali pusaran angin yang sama terjadi, bahkan bergerak hingga kearah dalam perkarangan kantor TNI yang berada tepat di depan Beringin ratusan tahun itu. Teramati sedikitnya 5 kali fenomena yang sama terjadi. dan baru terhenti ketika tim pemadam kebakaran mulai menyemprotkan air. <br />&#160;<br />Beberapa warga yang menyaksikannya, langsung teringat akan keangkeran pohon yang ditanam sejak zaman Belanda itu. Apalagi sejak lama, tidak ada warga yang berani menebang pohon tersebut. &#8220;Sajak ambo iduik, baru sakali ko tajadi. Batang beringin ko angker sahingga indak adaoh yang barani manabang,&#8221;kata salah seorang warga Elal (43).<br />&#160;<br />Disebutkan warga Asrama TNI jalan Samudera ini, sepengetahuannya sejak puluhan tahun silam, beringin itu telah berdiri kokoh. Keangkeran dan cerita mistik dibaliknya, telah menjadi rahasia umum dikalangan pedagang yang serting berjulan di sekitaran Pantai Padang. Setiap malam kala melewati pohon beringin tua itu, ibu rumah tangga selalu membunyikan klakson motornya untuk minta izin lewat.<br />&#160;<br /><em>&#8220;Dulu pernah tim Silet datang kasiko, urang ko mangatoan kalau di batang tu banyak yang tingga. Ada ula sakti, anak gadih barambuik panjang dan panunggu lainnya,&#8221; </em>kata Elal.<br />&#160;<br />Hal senada juga disampaikan Ir (40). Pedagang makanan dipanati Padang ini menyebutkan, kendati tidak pernah melihat langsung fenomena aneh di pohon beringin besar itu, tapi dari cerita mulut kemulut, keangkeran pohon beringin yang ditanam sejak jaman Belanda itu, sudah diketahui. <strong>(nto)</strong><br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/15/beringin-tua-tabaka/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/15/beringin-tua-tabaka/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebetulan atau KekuasaanMu? ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/02/kebetulan-atau-kekuasaanmu/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 23:31:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/02/kebetulan-atau-kekuasaanmu/</guid>
<description><![CDATA[Kelurahan Alang Laweng yang biasanya mulai sepi pada pukul 10.30 Wib, mendadak ramai, Senin (2/7). R]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpMcJfNpiI/AAAAAAAAAGY/eOgHJRURa5U/s1600-h/allah.gif"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RwpMcJfNpiI/AAAAAAAAAGY/eOgHJRURa5U/s320/allah.gif" border="0" /></a>Kelurahan Alang Laweng yang biasanya mulai sepi pada pukul 10.30 Wib, mendadak ramai, Senin (2/7). Ratusan warga menyemuti lapangan parkir Depot air mineral Fresco di Kelurahan Alang laweh I No 20A RT 1/2. Apa pasal? </p>
<p align="justify">Mereka ternyata mengerumuni sebentuk tulisan kaligrafi Allah di lantai semen halaman depot milik Wirza (65) warga Jati V Padang itu. <br />&#160;<br />Tulisan Allah yang memaksa ratusan warga memadati lokasi itu, pertama kali ditemukan Doni Buarta (17), anak pegawai depot air minum tersebut. Siswa SMKN 1 Sawahlunto itu menyebutkan, dirinya menemukan tulisan Allah itu sekitar pukul 18.30 wib, seusai sholat Magrib. Saat itu, seusai menyelenggarakan sholat di dalam depot, Doni bermaksud keluar.<br />&#160;<br />&#8220;Setelah sholat, saya ngambil sandal di halaman. Masya Allah, ada tulisan Allah dilantai. Melihat hal itu, langsung saya beritahu bapak. Awalnya bapak saya tidak percaya, namun setelah diperhatikan secara cermat, ternyata memang benasr itu tulisan Allah,&#8221; ujar Doni. <br />&#160;<br />Siswa kerja praktek di PT Pusri Cabang Padang ini menyebutkan, pada malam sebelum kejadian, di lokasi tulisan Allah itu tertera, sekelompok pemuda setempat membakar tempurung kelapa untuk menghangatkan badan. Dan biasanya pada pagi harinya, mereka selalu menyiram lantai kembali lanti itu sampai bersih.<br />&#160;<br />&#8220;Jadi tidak mungkin itu goresan arang orang iseng. Soalnya, tulisan itu tidak mau hilang, kendati sudah disiram dan dihapus,&#8221; tambahnya.<br />&#160;<br />Kejadian unik tersebut bukan saja menarik perhatian warga Alang Laweh. Kabar penemuan tulisan Allah itu menyebar cepat lewat mulut kemulut. Beberapa warga terandam dan sekitarnya juga ditemui dilokasi tersebut. Mereka berbaur dengan warga lainnya, menyaksikan kejadian yang mungkin sekali seumur hidup mereka.<br />&#160;<br />&#8220;Sajak hiduang ditambuah angok baru kali kini ambo maliek nan bantuak ko. Lah 45 tahun pulo ambo tingga di Alan Laweh. Iyo kekuasaan Alah bana mah,&#8221; ujar salah seorang warga, Rasat (65). <strong>(nto)</strong><br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/02/kebetulan-atau-kekuasaanmu/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/07/02/kebetulan-atau-kekuasaanmu/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alienasi dari Masa Lalu ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/14/alienasi-dari-masa-lalu/</link>
<pubDate>Thu, 14 Jun 2007 23:22:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/14/alienasi-dari-masa-lalu/</guid>
<description><![CDATA[Seorang filsuf besar abad renainsans, sorang nabi bagi kaum komunis dunia, Karl Marx. Ekonom, sosiol]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://bp1.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlckfhxTwI/AAAAAAAAACU/8F08u2YB9tw/s1600-h/poly2_1024.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/RtlckfhxTwI/AAAAAAAAACU/8F08u2YB9tw/s320/poly2_1024.jpg" border="0" /></a>Seorang filsuf besar abad renainsans, sorang nabi bagi kaum komunis dunia, Karl Marx. Ekonom, sosiolog pengkritik utama kapitalisme ini, pernah secara detail membahas alienasi. Sebuah keterasingan kaum buruh dari produk yang dihasilkannya. Buruh dalam sistim kapitalisme, menurutnya tidak lagi mengenal kreasi. Pasca finishing, mereka tidak lagi melihat hasil akhir produk. <br />&#160;<br />Namun dalam kasus ini, saya tidak akan bicara tentang Alienasinya Marx. Tetapi saya hanya meminjam istilah ini untuk keperluan pribadi, mudahan Mbah Jenggot ini setuju.<br />Hari ini saya baru saja mengunjungi kafe kimia FMIPA Unand. Tempat saya biasa menghabiskan sebagian umur di masa-masa indahnya menjadi mahasiswa.</p>
<p align="justify">Selama kuliah ada rasa enjoy berada di kafe ini. Tetapi ketika pasca mahasiswa, ada alienasi (keasingan). Kita seolah tidak lagi mengenal kafe ini, manusianya, gelak candanya dan semua kenangan yang pernah melekati lubuk paling dalam hati, lenyap.<br />&#160;<br />Apakah ketika terlalu lama meninggalkan sesuatu dan ketika kita kembali. Ada keasingan dalam diri kita semua. Apakah ini normal? atau ketika kita mengingat tempat yang punya kenangan ini, yang ada hanya senyuman. Tetapi asing kalau kita kunjungi. Mungkin karena manusianya yang sudah berbeda.<br />&#160;<br />Begitu juga, ada keasingan yang menjalari tubuh ini, ketika begitu lama melupakan yang DIATAS. Ada rasa malu yang sangat besar menghimpit pundak ini. Tetapi disaat keterasingan ini menjalari tubuh, ada rasa ekstase yang teramat nikmat. Mungkin seperti kita baru saja nembak cewek, ada rasa asing pada awalnya. Namun kemudian perlahan, hilang&#8230;.hilang dan terus hilang. Yang ada hanya rutinitas dan kebiasaan. <strong>(nto)</strong><br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/14/alienasi-dari-masa-lalu/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/14/alienasi-dari-masa-lalu/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terancam Batu Besar ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/05/29/terancam-batu-besar/</link>
<pubDate>Tue, 29 May 2007 23:16:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/05/29/terancam-batu-besar/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang berbeda dengan sekolah dasar (SD) ini. Semuanya sama, baik proses belajar mengajarnya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify">Tidak ada yang berbeda dengan sekolah dasar (SD) ini. Semuanya sama, baik proses belajar mengajarnya atau kurikulum yang dipakai. Hanya saja, disaat siswa sekolah lain belajar dengan tenang, mereka sebanyak 242 siswa SDN 26 Pampangan justru harus beraktifitas dan bergaul dengan rasa cemas setiap harinya. Sebuah batu besar bertengger di punggung bukit di belakang sekolah mereka, menunggu jatuh. <br />&#160;<br />Waktu itu Rabu (29/5), sekitar pukul 13.00 wib. Ratusan siswa yang biasanya bermain dan belajar di SDN 26 Pampangan Kecamatan Lubuk Begalung Padang, sudah tidak ada lagi. Jam segitu memang waktunya mereka pulang. Usai sudah semua mata pelajaran di hari itu. <br />&#160;<br />Mencapai sekolah yang berada di RT IV/08 kelurahan Pampangan ini, kita melewati jalan tanah runtuh sepanjang 425 meter. Saat itu, puluhan warga sedang melakukan aksi manunggal di jalan yang dulu dikenal warga dengan sebutan jalan Nippon Tensu. Beberapa siswa dan gurunya berjalan kaki menuju pertigaan tanah runtuh, naik angkot dan pulang ke rumah masing-masing. </p>
<p align="justify">Informasi yang disampaikan kepala sekolah SDN 26 Padang, Eriani SPd, menyebutkan sejak pertama kali di bangun didasar bukit itu, batu sebesar dangau tersebut telah bertengger kokoh. Hanya saja, sejak gempa Selasa, 6 Maret lalu, batu yang awalnya satu kesatuan utuh, terbelah menjadi dua. Kendati sama-sama masih bertenger, dikwatirkan salah satu atau kedua bagiannya akan jatuh. Dan menghantam bangunan sekolah itu.<br />&#160;<br />&#8220;Setiap hari siswa diliputi kecemasan. Apalagi kalau hujan mengguyur deras. Kalau demikian, siswa dan para guru terpaksa harus kami pulangkan lebih cepat. Terlalu berbahaya,&#8221; ujar Eriani yang diamini majelis guru lainnya, Yuni Asmi.<br />&#160;<br />Jarak dinding sekolah dengan batu yang bertengger setinggi 10-an meter itu, hanya sekitar satu meter saja. Akibatnya, jika jatuh, batu itu akan menggelinding kebawah setelah sebelumnya membobol dinding ruangan kelas. Bisa dibayangkan jika itu terjadi saat siswa sedang melangsungkan aktifitas bekajar-mengajar. Menurut Eriani, pihaknya telah pernah mengajukan proposal untuk memecahkan batu itu ke dinas pendidikan. Namun belum terealisaikan. Pihaknya berharap batu sebesar dangau itu, bisa segera dipecah dan dijatuhkan dari bukit.<br />&#160;<br />Lurah Pampangan, Zuriwan BE, juga menyatakan hal yang sama. Sejak lama siswa dan guru sekolah SDN 26 pampangan mendambakan ketenangan, jauh dari bayang-bayang ancaman batu yang setiap hari bisa saja jatuh. Demikian juga, ketua LPM Pampangan Sanjaya, berharap pemerintah Kota Padang bisa mengambil alih upaya pemecahan batu itu. Sanjaya yang didampingi Ketua Komite SDN 26 pampangan Syafruddin, berpendapat &#8220;tagaingnya&#8221; batu itu pasca gempa, ibarat bom waktu yang setiap saat bisa mengancam.<br />&#160;<br />&#8220;Kita tentu saja tidak ingin ada korban jiwa dikalangan siswa maupun guru-gurunya. Saya yakin dinding sekolah itu tidak akan sanggup menahan gelindingannya, jika sekiranya jatuh,&#8221; ujar Sanjaya mengarahkan telunjuknya ke dinding ruangan yang paling dekat dengan batu itu.<br />&#160;<br />Wakil ketua DPRD Kota Padang, Z Panji Alam yang hadir dalam rangka meninjau kegiatan manunggal di kelurahan itu, langsung meminta ketua komisi C/pembangunan DPRD Kota Padang, Afrizal yang juga hadir, untuk menindaklanjutinya. Dan membicarkan hal tersebut dengan Dinas Kimpraswil Kota Padang. </p>
<p align="justify">Afrizal menyatakan komisi C akan berkoordinasi dengan Komisi D, dan memperjuangkan dana pemecahan batu besar ini. Pertengahan Juni, lanjut Afrizal, pihaknya akan mencoba mengadakan rapat kerja dengan Dinas Kimpraswil Kota Padang dan peninjuan lapangan meninjau SD No 26 ini. <br />&#160;<br />&#8220;Dengan demikian, pihak Dinas Kimpraswil akan mengetahui kondisi riil SD ini,&#8221; ucap Afrizal. <strong>(nto)</strong> <br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/05/29/keceriaan-terancam-batu-besar/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/05/29/keceriaan-terancam-batu-besar/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Genre Baru Penulisan Berita ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/04/23/genre-baru-penulisan-berita/</link>
<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 23:13:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/04/23/genre-baru-penulisan-berita/</guid>
<description><![CDATA[Dalam beberapa tahun terakhir ini, metoda penulisan berita di berbagai media cetak nasional masih se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify">Dalam beberapa tahun terakhir ini, metoda penulisan berita di berbagai media cetak nasional masih sebatas memaparkan masalah. Menyuguhkannya kepada masyarakat tanpa memberikan solusi dan pemecahannya. Padahal, diera digitalisasi seperti hari ini, pers dituntut sebagai pembimbing masyarakat (Guide Dog) bukan lagi sebatas anjing pengawas. <br />&#160;<br />Sebagai anjing pembimbing, pers berkwajiban menunjukajari masyarakat untuk kehidupan lebih baik. Pergeseran peranan pers tersebut secara otomatis juga menggeser tren penulisan berita. Berita ditulis tidak hanya sebatas peristiwa dangkal atau sebatas peristiwa. Namun berita ditulis dalam bentuk laporan mendalam yang dilengkapi dengan pemecahan masalah, data-data pendukung yang kongrit. Dengan demikian pertanyaan masyarakat akan sebuah peristiwa terjawab semuanya.<br />&#160;<br />Implementasi dari pers sebagai guide dog tercermin dalam pengembangan motede penulisan dalam bentuk jurnalisme presisi. Sebuah metoda yang memakai pendekatan ilmu sosial. Jurnalisme presisi diyakini sebagai genre baru jurnalistik. Dalam jurnalisme presisi sebuah masalah dianggap sebagai fenomene sosial yang butuh pemecahan secara komprehensif.</p>
<p align="justify">Selain dalam bentuk jurnalisme presisi, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi, metoda penulisan berita juga mesti singkat. Dalam artian layaknya penulisan bahasa SMS. Padat, singkat namun memuat semua inti persolan. Jika media massa cetak, masih menampilkan berita panjang dan bertele-tele, jangan kaget jika media cetak hanya akan menjadi kenangan bagi generasi muda. Karena hari ini, generasi muda lebih suka melototi layar komputer untuk membaca berita daripada koran.<br />&#160;<br />Kepala lembaga pendidikan jurnalistik Antara (LPJA) Indiwan Seto Wahju Wibowo dan instruktur senior LPJA Dadan Ramdani, di gedung LPJA Pasar Baru Jakarta, Jumat (20/4), menyebutkan hal itu.<br />&#160;<br />Instruktur senior LPJA, Dadan Ramdani menampik anggapan bahwa sebuah berita yang panjang akan dalam dalam reportnya. Kedalaman sebuha berita, tidak tergantung pada panjang atau pendeknya tulisan, namun pada kecermatan penulisnya dalam mencari dan meramu sebanyak-banyaknya fakta yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. <br />&#160;<br />&#8220;Semakin pendek berita, semakin bagus. Asalkan semua unsur 5 W + 1 H nya sudah termaktub dalam berita itu,&#8221; ungkap Dadan.<br />&#160;<br />Terkait peranan pers selama ini sebagai oposisi pemerintah, Dadan berpendapat sudah tidak zamannya lagi. Kendati dalam sejarahnya pers Indonesia selalu mengambil posisi yang diametral (berlawan) dengan pemerintah. Yang harus diperkuat, adalah fungsi pengawasan oleh pers, sebagaiamana peranan pers sebagai pilar keempat demokrasi. <br />&#160;<br />&#8220;Saya berfikir tidak saatnya lagi pers Indonesia sebagai oposisi pemerintah. Soalnya pemerintah Indonesia sudah begitu terbukannya. Kecuali peranan pengawasan. Itu yang penting dikembangkan,&#8221; ungkap Dadan.(nto)<br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/04/22/genre-baru-penulisan-berita/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/04/22/genre-baru-penulisan-berita/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NPD "Gigit Jari" ]]></title>
<link>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/21/npd-gigit-jari/</link>
<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 23:26:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>orangmiskin</dc:creator>
<guid>http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/21/npd-gigit-jari/</guid>
<description><![CDATA[Disaat belasan ribu PNS di lingkungan Pemko Padang bergembira menerima gaji ke-13, pegawai NPD (nomo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify"><a href="http://bp3.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5WsJfja2I/AAAAAAAAAEw/8ttzr0g5W8g/s1600-h/haripahlawan02.gif"><strong><img style="float:left;width:232px;cursor:hand;height:184px;margin:0 10px 10px 0;" height="197" src="http://bp3.blogger.com/_S6cC7r0s-Bs/Rv5WsJfja2I/AAAAAAAAAEw/8ttzr0g5W8g/s320/haripahlawan02.gif" width="230" border="0" /></strong></a>Disaat belasan ribu PNS di lingkungan Pemko Padang bergembira menerima gaji ke-13, pegawai NPD (nomor pokok derah/pegawai non PNS) hanya gigit jari. Padahal dalam SK pengangkatan pegawai NPD tertulis hak dan gaji mereka disamakan dengan PNS. <br />&#160;<br />Salah seorang pegawai NPD dilingkungan Pemko Padang, Arif (bukan nama sebenarnya-red) mengaku, selama menjadi pegawai NPD dia belum pernah satu kalipun menerima gaji ke-13 atau apapun namannya. Padahal dalam SK pengangkatan dirinya sebagai pegawai NPD, tertulis kalau dia memiliki hak dan gaji yang disamakan dengan PNS. Bahkan walikota (masa itu Zuiyen Rais-red), pernah berjanji akan memberikan jabatan bagi pegawai NPD yang berprestasi dan mampu.</p>
<p align="justify">&#8220;Tapi nyatanya janji tinggal janji,&#8221; ujarnya Kamis (21/6). </p>
<p align="justify">Bukan itu saja, disaat PNS mengalami kenaikan gaji beberapa kali, dirinya dan pegawai NPD lainnya, tetap tidak mendapatkan kenaikan gaji. &#8220;Kami merasa dianaktirikan. Bahkan untuk kunjungan-kunjungan dinas ke luar daerah pegawai NPD tidak pernah dibawa,&#8221; lanjutnya. <br />&#160;<br />Arif juga merasa kecewa dengan anggota DPRD Kota Padang. Soalnya dulu pernah dijanjikan kalau DPRD Kota Padang akan membantu penganggaran dana untuk gaji ke-13 NPD atau apapun namannya, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2007. Nyatanya janji itu juga tidak terbukti. <br />&#160;<br />Ketua panitia anggaran (panggar) DPRD Kota Padang penyusunan APBD Kota Padang 2007, Afrizal, menjelaskan dewan memang pernah merencanakan memberikan semacam gaji ke-13 untuk pegawai NPD. Namun sampai pada akhir penyusunan APBD, data jumlah NPD yang diminta DPRD Kota Padang, tidak pernah diberikan secara lengkap oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersangkutan. <br />&#160;<br />Dari 52 SKPD yang ada, kata Afrizal, hanya 7 SKPD yang memberikan data pegawai NPD nya. Makanya jika hanya diberikan untuk pegawai 7 SKPD itu maka akan memicu kecemburuan yang lainnya. <br />&#160;<br />&#8220;Mungkin akan kita masukan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pada APBD-P. Kabag Keuangan sudah mengitung, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1,2 M,&#8221; kata Afrizal. <br />&#160;<br />DPRD akan mengkaji lebih mendalam pegawai daerah yang mana yang akan diberikan gaji ke-13 tesrebut. Di Kota Padang ada pegawai derah yang berstatus kontrak, harian dan lepas. <br />&#160;<br />&#8220;Kita akan kaji sesuai dengan perundang-undangan pegawai daerah yang mana yang akan kita berikan. Kita berkomitmen, pada Oktober nanti saat APBD-Perubahan mereka akan mendapatkan haknya. Kalau dana tidak cukup, kapan perlu biaya perjalanan dinas DPRD yang kita potong,&#8221; ujar Afrizal.<br />&#160;<br />Sementara itu anggota komisi A DPRD Kota Padang, Yasnida Syamsuddin menyatakan gaji ke-13 memang hanya diberikan kepada PNS saja. Pasalnya NPD digaji dari APBD daerah bersangkutan. Makanya NPD hanya bisa diberikan tunjangan daerah (tunjada), itupun jika memungkinkan dan tersedia anggaran untuk itu. <br />&#160;<br />&#8220;Yang terpenting sekarang adalah bagaimana pemerintah daerah tidak sembarangan mengangkat pegawai honorer atau NPD. Pegawai sudah banyak, kalau ada SKPD yang butuh pegawai minta saja saja pada BKD. Kita harap gaji ke-13 yang diterima PNS, tidak memicu kecemburuan NPD. Tunggu saja sampai 2009, NPD juga akan diangkat,&#8221; ujar Yasnida. <strong>(nto)</strong><br />&#160;<br />Permalink: <a href="http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/21/npd-gigit-jari/">http://orangmiskin.wordpress.com/2007/06/21/npd-gigit-jari/</a> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
