<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>habiburrahman-el-shirazy &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/habiburrahman-el-shirazy/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "habiburrahman-el-shirazy"</description>
	<pubDate>Sun, 19 May 2013 01:17:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih Episode 2]]></title>
<link>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/ketika-cinta-bertasbih-episode-2/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 09:44:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>terikpagi</dc:creator>
<guid>http://terikpagi.wordpress.com/2009/11/02/ketika-cinta-bertasbih-episode-2/</guid>
<description><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih Episode 2 Habiburrahman El Shirazy Afiliasi FLP Harga Rp 49.500 disc 20% jadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih Episode 2 Habiburrahman El Shirazy Afiliasi FLP Harga Rp 49.500 disc 20% jadi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BERITA: Habiburrahman El-Shirazy]]></title>
<link>http://bintangwritingschool.wordpress.com/2009/10/02/berita-habiburrahman-el-shirazy/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 10:13:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bintang Writing School</dc:creator>
<guid>http://bintangwritingschool.wordpress.com/2009/10/02/berita-habiburrahman-el-shirazy/</guid>
<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: Tidak diragukan lagi kehadiran novel Ayat Ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman E]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pengantar Redaksi:<br />
Tidak diragukan lagi kehadiran novel Ayat Ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy dan kemudian filmnya empat tahun lalu sangat fenomenal. Novel disebut sebagai awal kebangkitan lagi apa yang disebut novel islami. Bahkan, filmnya menimbulkan histeria tersendiri bagi para penontonnya. Hanya dalam waktu sebulan lebih diputar di beberapa gedung bioskop di Jakarta saja, lebih dari 3 juta orang rela mengantre karcis untuk menonton kisah cinta ini.<br />
Kang Abik—nama akrab Habiburrahman—berterus terang, novel-novelnya memang bertujuan untuk perkembangan Islam.<br />
Berikut jawaban Kang Abik untuk pertanyaan yang diajukan para penggemarnya melalui e-mail khusus untuk rubrik Kompas Kita kali ini.<br />
Obsesi terbesar apa yang Kang Abik belum capai setelah sukses mengangkat novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB) ke layar lebar?<br />
(Dadang Kurnia, Bandung)<br />
Ada banyak obsesi besar yang belum saya capai, di antaranya saya ingin menulis karya yang dibaca oleh masyarakat dunia. Saya ingin karya saya difilmkan dan ditonton oleh masyarakat dunia. Film Ketika Cinta Bertasbih alhamdulillah sudah diputar di Hongkong dan Taiwan, dan akan diputar di Makau dan Australia. Tapi saya ingin film saya juga box office di Amerika, Eropa, dan belahan dunia lainnya. Itu di antara obsesi saya. Kalau Allah meridai, ya semoga bisa tercapai suatu saat. Amin.<br />
Teman saya pernah berkomentar , tulisan Kang Abik kurang ramah pada wanita yang tidak mengenakan jilbab, wanita yang suka tertawa keras. Bagaimana Kang Abik menanggapi ini?<br />
(Chusnul Khairuddin, Sleman)<br />
Di beberapa novel saya, tokoh utamanya memang perempuan berjilbab. Misalnya di Ketika Cinta Bertasbih, tokoh utamanya di antaranya Anna Althafunnisa yang berjilbab. Itu wajar sebab dia mahasiswi S-2 Al Azhar University. Mengangkat tokoh utama perempuan berjilbab itu tidak berarti tidak ramah pada perempuan yang tidak berjilbab.<br />
Saya mengangkat tokoh utama perempuan berjilbab di antaranya bertujuan supaya perempuan berjilbab yang minoritas di negeri ini dijaga hak- haknya sama dengan perempuan yang tidak berjilbab yang mayoritas. Sebab sering kali saya merasa kasihan setiap kali mendapat keluhan dari perempuan berjilbab yang diperlakukan kurang ramah, misalnya ketika bekerja di sebuah instansi atau perusahaan. Masih banyak perusahaan di Tanah Air ini yang melakukan diskriminasi terhadap perempuan berjilbab. Nasib kaum minoritas berjilbab inilah yang memang saya perjuangkan dalam beberapa tulisan saya.<br />
Dalam menulis karya, saya hanya menawarkan etika dan moral yang baik. Namanya juga menawarkan, diterima alhamdulillah tidak diterima ya tidak masalah. Saya sampaikan, kaum perempuan, saya lebih suka memakai istilah perempuan daripada wanita, sebaiknya tidak tertawa ngakak, ini hanya penawaran etika atau sopan santun. Sebenarnya tidak hanya untuk kaum perempuan, kaum lelaki juga sama. Etika ini ada dalam hadis yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Beliau memberi contoh untuk tidak tertawa terbahak-bahak. Sekali lagi hanya tawaran etika.<br />
Apa yang Kang Abik harapkan dari buku/film ini untuk waktu-waktu yang akan datang, khususnya bagi kalangan remaja sebagai audience terbesar film Indonesia?<br />
(Agusdewi HM, Cilandak, Jakarta)<br />
Saya berharap bahwa buku dan film untuk remaja Indonesia ke depan semakin bergizi, digarap dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi bagi pembentukan karakter positif para remaja. Semoga.<br />
Panjenengan sekarang termasuk sastrawan Indonesia yang diperhitungkan. Awal kemunculan panjenengan dengan novel Ayat Ayat Cinta ramai sekali menjadi perbincangan. Menurut beberapa kalangan, dunia kepenulisan termasuk popularitas penulisnya, ada masanya. Bagaimana menurut Kang Abik?<br />
(Nirwondo el Naan, Ungaran, Jawa Tengah)<br />
Banyak tema yang berjubel di pikiran untuk ditulis. Saya berusaha menulis yang pas dengan situasi dan kondisi, dalam bahasa ilmu balaghah-nya, yang muqtadhal hal. Dengan itu harapannya tidak ada kejenuhan bagi saya sendiri maupun pembaca.<br />
Kang Abik, karya Anda dapat memberi inspirasi kepada generasi muda Islam untuk berbuat dan berperilaku sesuai petunjuk kitab suci Al Quran. Saran saya agar tokoh yang muncul dalam karya Anda lebih tinggi lagi jabatan atau statusnya daripada cuma penjual bakso/tempe. Alangkah baiknya bila sang tokoh adalah seorang presiden direktur atau general manager suatu perusahaan yang bertaraf internasional.<br />
(Supriyo)<br />
Kenapa yang saya angkat semacam penjual bakso dan tempe, sebab saya ingin orang tidak memandang sebelah mata pada profesi semacam penjual bakso dan tempe. Yang terpenting adalah jiwa enterpreneursip-nya dan kejujurannya dalam meraih rizki yang halal. Sungguh saya lebih bangga pada seorang pemuda yang berani tertatih-tatih berusaha dari nol dan terus berjuang sampai berhasil dengan tetap menjaga integritas moralnya daripada seorang anak muda yang jadi presiden direktur karena mewarisi perusahaan ayah atau kakeknya seperti di sinetron-sinetron itu.<br />
Semoga suatu saat nanti saya bisa bikin novel seorang pembuat tempe yang memiliki pabrik tempe bertaraf internasional. Terima kasih Pak Supriyo atas usulannya.<br />
Sekadar kritik dari saya sebagai penggemar novel Kang Abik juga filmnya. Kenapa ya, film KCB 2 hambar banget dilihatnya? Enggak ada geregetnya. Kalo untuk Film AAC &#38; KCB 1, saya kasih jempol 2 tangan. Mohon maaf bila tdk berkenan.<br />
(Djamhuri Abdul Karim, Ciledug, Tangerang)<br />
Ketika gala premier KCB 2 tanggal 15 September lalu, mayoritas penonton dan kalangan wartawan justru bilang kalau KCB 2 lebih gereget. Mana yang benar? Allahu a`lam. Mungkin masalah selera atau mungkin perlu nonton lagi KCB 1 dan KCB 2 biar lebih mantap.<br />
Saya tertarik dengan sastra. Kang Abik. bagaimana memulai untuk menulis ide, gagasan, yang dituangkan dalam sebuah cerita/karya&#8230;.<br />
(Budi Bahtiar, Bogor)<br />
Begitu Mas Budi Bahtiar menangkap ide, peganglah erat-erat. Tulislah segera ide itu, jangan sampai lepas dan hilang. Setelah itu kembangkanlah ide itu supaya jadi alur cerita. Caranya, di antaranya dengan banyak bertanya pada diri sendiri seputar ide itu, dan diri sendiri pula yang menjawabnya. Setelah jadi alur cerita, hayati dan matangkan. Kalau sudah benar-benar yakin jalinan ceritanya mantap, segera tulis detil ceritanya. Tulislah dengan tanpa beban seperti kalau Mas Budi bercerita pada teman sambil ngangkring di warung kopi. Begitu kira-kira ringkasnya. Semoga berhasil, saya tunggu karyanya.<br />
Kang Abik , media dakwah lewat novel memang fenomenal. mengena di hati kalangan muda. yang ane mau tanya apakah yang dinovelkan di dalam KCB itu kisah nyata? k<br />
(Rahmat Suherman, Tangerang, Banten)<br />
Sebagian inspirasi novel Ketika Cinta Bertasbih memang kehidupan nyata mahasiswa Indonesia di Cairo. Di antara mereka tidak sedikit yang kuliah sambil bekerja dan berwirausaha di sana. Ada yang kuliah sambil bikin tempe, ada yang bisnis restoran, ada yang jadi koki, ada yang sambil menerjemahkan buku dan lain sebagainya.<br />
Bagaimana Kang Abik melihat fenomena menjamurnya tren penggunaan jilbab?<br />
(Diana, Depok)<br />
Saya senang jilbab semakin diterima dengan baik di Indonesia. Itu artinya, semakin banyak kaum perempuan yang menutup aurat dengan benar. Ketika kaum perempuan memiliki etika yang tinggi, maka akan diikuti oleh lahirnya generasi yang beretika tinggi. Itu hukum alamnya. Sebab, generasi itu lahir dari rahim kaum perempuan. Pesan saya untuk kaum perempuan yang mengenakan jilbab, bertakwalah kepada Allah di mana saja dan jagalah akhlak yang mulia.<br />
Obsesi apa yang masih ingin dicapai Kang Abik ?<br />
(Yulianto)<br />
Menulis karya sastra sebanyak-banyaknya. Karya sastra yang dibaca dunia. Doanya.<br />
Anda kerap mengangkat topik poligami dalam novel-novel Anda. Sebenarnya, apa yang membuat Anda tertarik mengangkat topik poligami tersebut?<br />
(Adrian Hernando, Cirebon)<br />
Tentang poligami hanya sedikit saya singgung dalam dua karya saya, yaitu Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Selain dua karya itu saya tidak menyinggung masalah poligami sama sekali. Dan sebenarnya novel Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih tema utamanya juga bukan poligami. Orang menanyakan masalah poligami kepada saya itu setelah tayangnya film Ayat Ayat Cinta yang oleh sutradaranya masalah poligami diperpanjang dan didramatisasi. Jadi kandungan novel dan filmnya berbeda, terutama dalam menyoroti poligami. Sebelum film itu tayang, ratusan kali saya bedah novel dan mengisi acara seminar tidak ada yang menanyakan poligami.<br />
Dalam novel Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih saya sedikit menyinggung poligami dengan tujuan ingin mendudukkan masalah poligami yang sebenarnya dalam Islam. Poligami dalam Islam adalah rukhshah, suatu bentuk keringanan untuk menjawab problem kemanusiaan, bukan untuk menciptakan problem bagi manusia. Itu yang ingin saya sampaikan.<br />
Bagaimana proses penemuan ide kreatif (inspirasi) sampai penulisannya sehingga selalu dapat menghasilkan tulisan yang berkualitas dan memenuhi selera pembaca yang senantiasa penasaran?<br />
(Esty Ikasari, Pamulang)<br />
Ide bisa datang dari mana saja. Bisa dari apa yang kita lihat dan kita dengar. Bahkan dari mimpi pun bisa. Selama ini saya mendapat ide sering kali setelah tadabbur Al Quran, atau bisa juga setelah melihat suatu kejadian atau peristiwa.<br />
Novel Kang Abik itu terlalu memuja kaum Adam, lalu mengapa tema yang diangkat itu hampir semuanya masalah poligami? Namun, saya akui, saya suka novel Kang Abik karena bahasa dan setting tempat. Kang Abik bisa dengan lancar mengajak pembaca memasuki tempat yang diceritakan&#8230;<br />
(Fitrisia Sis Nariwari, Depok)<br />
Sudah saya jelaskan bahwa saya hanya menyinggung sedikit masalah poligami hanya di dua karya saya, yaitu Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Tema poligami bukanlah tema utama di kedua novel itu. Bahagia sekali kalau Ibu Fitria berkenan membaca kembali kedua novel itu. Di karya saya yang lain, sama sekali saya tidak membahas poligami. Di dalam buku saya Di Atas Sajadah Cinta, ada 38 kisah yang saya tulis dan tidak ada satu pun yang menyinggung poligami. Demikian juga di Pudarnya Pesona Cleopatra, Dalam Mihrab Cinta, dan lainnya.<br />
Dalam menulis karya saya berusaha adil dalam menempatkan kemuliaan anak manusia, baik lelaki maupun perempuan. Dalam novel Ketika Cinta Bertasbih, ketika menyinggung poligami justru saya membela hak kaum perempuan untuk bisa mengajukan syarat tidak dipoligami ketika mau akad nikah. Lengkap dengan referensi ilmiahnya.<br />
Apa arti nama El Shirazy ?<br />
(Urwah, Tangerang)<br />
El Shirazy adalah nisbat untuk ayah saya. Namanya, Saerozi. Nama itu saya tulis dengan ejaan cara orang Mesir menulis jadilah El Shirazy. Shiraz sendiri adalah sebuah nama kota di Iran di mana seorang ulama besar penulis fiqh madzhab Syafi`i dilahirkan, yaitu Imam Abu Ishaq El Shirazy, beliau penulis kitab Al Muhadzdzab yang sangat terkenal. Jadi tuduhan sebagian orang yang tidak bertanggung jawab bahwa Shiraz adalah kotanya orang Yahudi itu keliru. Dengan menggunakan ujung nama El Shirazy saya berharap bisa meneladani Imam Abu Ishaq El Shirazy yang melahirkan banyak karya yang bermanfaat bagi manusia.<br />
Mohon bantuan saya butuh informasi lembaga pendidikan pesantren di indonesia yang mempunyai akses beasiswa bagi santri-santrinya untuk kuliah di Universitas Al Azhar Cairo, supaya bisa luar biasa seperti Kang Abik.<br />
(Usman, Yogyakarta)<br />
Akses beasiswa kuliah di Universitas Al Azhar setahu saya ada di Departemen Agama RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta. Mas Usman bisa mengaksesnya lewat internet.<br />
Semua karya Kang Baik sangat mengagumkan, termasuk Novel Ketika Cinta Bertasbih. Saya sangat puas dengan keahlian Kang Abik yang menerjemahkan novel KCB ke film. Terinspirasi dari mana sehingga tercipta bakso cinta di film KCB 2? Butuh waktu berapa lama untuk menghasilkan satu karya novel?<br />
(Nur Fauzyah, Tangerang)<br />
Terima kasih Mbak Nur atas apresiasinya. Terima kasih sudah nonton film KCB 2 sampai 3 kali. Coba Mbak Nur tulis kesannya dan kirim beserta karcisnya ke Sinemart. Siapa tahu bisa dapat hadiah umroh. Detail infonya ada di <a href="http://www.filmketikacintabertasbih.com" rel="nofollow">http://www.filmketikacintabertasbih.com</a>. Kesempatan ini juga terbuka untuk seluruh pembaca Kompas lho.<br />
Inspirasi lahirnya novel KCB sudah saya jelaskan di depan. Bakso Cinta dalam novel KCB lahir karena dalam berbisnis harus ada inovasi, tiba-tiba berkelebat bakso dengan bentuk love begitu saja. Lalu saya namai Bakso Cinta, dan saja jadikan judul dalam salah satu bab novel KCB. Untuk merempungkan KCB 1 dan 2 saya perlu waktu satu setengah tahun setengah.<br />
 Saya mau tanya, secara Islam, bagaimana cara kita menanggapi cinta ketika cinta itu tiba-tiba datang? Sekarang kalau orang sedang jatuh cinta, ujung-ujungnya psti pacaran. Nah, pacaran itu kan bisa menjurus ke perbuatan zina.<br />
(Bunga Ramona, Jakarta Barat)<br />
Jika siap menikah, ketika cinta datang segeralah menikah dengan orang yang dicintai. Jika tidak siap menikah bersabarlah dengan tetap menjaga kesucian hati. Demikian Islam mengajarkan agar tidak terjerumus dalam kerusakan.<br />
Dalam Ayat Aayat Cinta, diceritakan mengenai cinta seorang wanita non-Muslim kepada tokoh utama novel tersebut. Kang Abik menggambarkannnya dengan indah. Apakah Kang Abik berencana menulis novel dalam hubungan cinta antar agama seperti itu dengan setting Indonesia, mengingat di negeri tercinta yang beragam ini, kejadian seperti itu sering terjadi? Apakah cinta seperti itu cinta terlarang?<br />
(Jimmy Gede, Gaplek, Tangerang)<br />
Rencana khusus untuk nulis itu belum, tetapi kemungkinan bisa saja ada. Cinta, selama dalam koridor yang dibenarkan agama, syariat dan etika, tidak ada yang terlarang. Itu sependek yang saya ketahui dan saya hayati. Sebab cinta yang benar itu positif dan mendatangkan manfaat.<br />
Novel-novel Kang Abik, menurut saya, bisa dibilang novel islami. Dalam kehidupan nyata, dikenal pula apa yang disebut Islam radikal, moderat, hingga liberal. Bagaimana pandangan Kang Abik mengenai hal ini mengingat tak terbantahkan Islam adalah agama rahmatan lil alamin?<br />
(Songsong Bayu, Arteri Pondok Indah, Jakarta)<br />
Menurut saya Islam itu cuma satu, yaitu Islam yang rahmatan lil `alamin. Tidak ada Islam radikal, Islam moderat, atau Islam liberal. Yang radikal, moderat, dan liberal adalah pemahaman dan penghayatan manusia atas Islam. Seluruh ajaran Islam membawa manfaat bagi manusia, kalau ada yang beranggapan membawa mudarat itu pasti bukan dari Islam, bisa jadi dari pemahaman dan pengamalannya yang salah. Atau bukan dari Islam, tapi ditempel-tempelkan pada Islam. Jadi saya sepakat dengan Mbak Songsong Bayu, tak terbantahkan Islam adalah agama rahmatan lil `alamin.<br />
Ada rencana menulis novel mengenai kejahatan korupsi yang meluluhlantakkan negeri ini, Kang Abik? Mungkin menarik pandangan-pandangan Islam mengenai kejahatan ini, mengingat demikian latenya korupsi di negeri ini dan lembaga-lembaga hukum yang ada pun masih memprihatinkan.<br />
(Suwarja, Garut)<br />
Mohon doanya Pak Suwarja. Semoga saya bisa ikut andil memerangi korupsi dengan karya saya. Semoga novel seperti yang bapak usulkan itu bisa saya tulis dan Allah meridai. Saya hampir setiap hari menangis melihat negeri ini menderita penyakit yang sangat kronis dan mematikan, dan penyakit itu adalah korupsi. Bahkan, korupsi seolah sudah meracuni DNA penduduk negeri ini, kecuali mereka yang diselamatkan oleh Tuhan. Semoga kita termasuk yang diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Rahman. Amin. (ush) (Kompas, 2 Oktober 2009)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Film Ketika Cinta Bertasbih]]></title>
<link>http://oiam.wordpress.com/2009/08/20/film-ketika-cinta-bertasbih/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 14:04:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>General Music</dc:creator>
<guid>http://oiam.wordpress.com/2009/08/20/film-ketika-cinta-bertasbih/</guid>
<description><![CDATA[Copyright © Sinemart Pictures]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/x_HX_AN0aCE?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><em>Copyright © Sinemart Pictures</em></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[review] Ketika Cinta Bertasbih + Inkheart]]></title>
<link>http://nadiafriza.wordpress.com/2009/07/06/review-trailer-ketika-cinta-bertasbih-inkheart/</link>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 14:33:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>nadiafriza</dc:creator>
<guid>http://nadiafriza.wordpress.com/2009/07/06/review-trailer-ketika-cinta-bertasbih-inkheart/</guid>
<description><![CDATA[Sarah si Partner in Crime Selama kape di LGEIN saya mengalami kekeringan. Kekeringan jiwa karena tid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_653" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img class="size-medium wp-image-653 " title="071020081411" src="http://nadiafriza.files.wordpress.com/2009/08/0710200814111.jpg?w=240&#038;h=180" alt="Sarah si Partner in Crime" width="240" height="180" /><p class="wp-caption-text">Sarah si Partner in Crime</p></div>
<p>Selama kape di LGEIN saya mengalami kekeringan. Kekeringan jiwa karena tidak satupun hiburan bioskop yang saya dapat tonton (lebay). Padahal sudah 2 kali weekend saya habiskan di beberapa mall di jakarta. Karena itu ketika hari minggu kemarin saya mendapat kesempatan untuk menjabani bioskop walaupun hanya 21 (bukan xxi apalagi blitz), kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Saya menonton 2 film sekaligus, di 2 mall berbeda yang kebetulan berdekatan, bersama dengan sepupu saya, <span style="color:#ff6600;">Sarah</span>. Apalagi kegiatan menonton tersebut dibayari oleh tante saya, <span style="color:#ff6600;">Teci</span>, disaat beliau menghabiskan waktunya mempersiapkan pembukaan sebuah gerai pakaian di mall yang baru di buka di Jakarta Pusat. Indahnya dunia&#8230; hehe</p>
<p>Film pertama yang kami tonton adalah Ketika Cintah Bertasbih (KCB). Film ini terpilih untuk ditonton dari 4 film yang ingin saya tonton saat itu, King, Garuda di Dadaku, KCB, dan Transformer2. Namun ternyata saudara saya yang baru masuk SMA ini sudah menonton kedua film pertama, sehingga pilihan menonton hanya tinggal KCB, mengingat Transformer2 belum masuk ke bioskop 21.</p>
<p><a href="ladysherry.wordpress.com/image/kcb"><img class="alignleft" title="kcb" src="http://lyricc.files.wordpress.com/2009/06/kcb_wallpaper01.jpg?w=269&#038;h=202" alt="Ketika Cinta Bertasbih" width="269" height="202" /></a></p>
<p>Film yang diangkat dari novel berjudul sama karangan <strong><span style="color:#ff6600;">Habiburrahman El Shirazy</span></strong> (Kang Abik) yang ikut memerankan sebuah tokoh dalam film ini. Saya tidak akan menceritakan kembali bagaimana isi novel ataupun film ini. Silahkan dibaca atau ditonton sendiri untuk mengetahui bagaimana ceritanya hehe.. Saya menyarankan hal tersebut karena film ini sesuai dengan ekspektasi saya (okelah mari kita puji.. ini film yang bagus). Bahkan kekecewaan besar yang saya dapatkan saya menonton film &#8216;Ayat-ayat Cinta&#8217; karena melenceng jauh dari novelnya (click <strong><a href="http://nadiafriza.wordpress.com/2008/03/06/ayat2-cinta-novel-dan-filmnya-beda/">here</a></strong> to read more), tidak saya temukan pada film ini.</p>
<p>Jadi jika kamu tidak sempat menonton film ini dan ingin menontonnya, maka tunggulah sampai <em>DVD Original</em>-nya beredar di pasaran, mengingat film ini sudah tidak beredar lagi di bioskop. Jangan beli DVD bajakan pada film (atau karya lainnya) Indonesia yaa.. Hargai karya cipta anak bangsa. Kalau beli DVD bajakan film luar negeri (hollywood, dorama)&#8230; saya tidak ikut-ikutan melarang deh. Karena saya salah satu pelaku pembeli dvd bajakan film asing juga haha</p>
<p>Film kedua saya dan <span style="color:#ff6600;">Sarah</span> tonton tanpa rencana sama sekali. Bahkan kami tidak bermaksud untuk menonton film kedua kalinya. Tapi saat Teci menyodorkan duit &#8220;Ayo sana nonton lagi.. Belum selesai nih (dengan persiapannya)&#8221;, maka saya dan Sarah nyengir lebar menerima rezeki tak terduga tersebut. Saya dan <span style="color:#ff6600;">Sarah</span> pun berpindah ke mall sebelah karena bioskop 21 di mall tersebut tidak dapat menampung selera menonton kami (haha). Sebenarnya aneh juga mall-mall di jakarta. Jumlahnya terlalu banyak, bahkan sampai berdekatan jaraknya. Mall kedua yang kami datangi ini bahkan berhadap-hadapan dengan mall pertama. Tssk..</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/FZjawSa7LbI?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p>Pilihan kami jatuh ke <strong><span style="color:#666699;">Inkheart</span></strong>, karena ternyata mall kedua pun hanya memiliki bioskop 21, dan film-film lainnya di bioskop tersebut sama sekali bukan film yang menarik untuk ditonton. Percayalah.. bahkan untuk menulis judul filmnya saja di blog ini saya tidak rela haha. Film yang judulnya belum pernah kami dengar dan resensinya belum pernah kami baca inipun kami pilih setelah melihat posternya saat mengantri. Benar-benar sebuah pertaruhan.</p>
<p>Dan ternyata.. aktor utamanya <strong><span style="color:#666699;">Brendan Frasser</span></strong>. Woh.. bukan pilihan film yang salah menurut kami berdua setelah menonton Inkheart. Film ini mungkin bukan film box office, tapi bagi pecinta nonfiksi, Inkheart merupakan film yang cukup pantas untuk ditonton. Menonton film ini mengingatkan saya pada film <strong>Push </strong>(click <a href="http://nadiafriza.wordpress.com/2009/05/20/review-push-the-movie/"><strong>here</strong></a> to read more). Mengenai orang-orang yang mempunyai kekuatan supranatural. Bedanya Push lebih kuat unsur actionnya, Inkheart lebih kuat unsur dramanya.</p>
<p>Satu hal yang saya sadari setelah menonton Inkheart adalah ternyata saya memang mencintai nonfiksi, baik buku ataupun filmnya. Alam-alam di dunia tidak nyata tersebut, walaupun hanya berupa imajinasi begitu menarik pikiran saya. Apakah itu karena saya seorang <strong>pemimp</strong><strong>i</strong>?</p>
<p><strong><em><span style="color:#800080;">I always dream big, that&#8217;s a fact</span></em></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">PS: to read my late movie review, click <a title="review twilight" href="http://nadiafriza.wordpress.com/2009/05/25/review-twilight-the-movie/" target="_blank">here</a></span></p>
		<div id="geo-post-630" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-6.869362</span>
			<span class="longitude">107.588280</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih kepadaku]]></title>
<link>http://baidoeri.wordpress.com/2009/06/16/ketika-cinta-bertasbih-kepadaku/</link>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 09:08:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>n t a n™</dc:creator>
<guid>http://baidoeri.wordpress.com/2009/06/16/ketika-cinta-bertasbih-kepadaku/</guid>
<description><![CDATA[Jumat pekan lalu (12 Juni 2009), saya bersama keluarga besar nonton Ketika Cinta Bertasbih (KCB) di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jumat pekan lalu (12 Juni 2009), saya bersama keluarga besar nonton Ketika Cinta Bertasbih (KCB) di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Info Selebritis Selasa, 16 Juni 2009]]></title>
<link>http://krosceknewsblog.wordpress.com/2009/06/16/info-selebritis-selasa-16-juni-2009/</link>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 06:56:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>rio2586</dc:creator>
<guid>http://krosceknewsblog.wordpress.com/2009/06/16/info-selebritis-selasa-16-juni-2009/</guid>
<description><![CDATA[1.Suami Cici Paramida Terancam 5 Tahun Penjara Akibat menganiaya sang istri, kini Ahmad Suhaebi resm]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>1.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7662/suami-cici-paramida-terancam-5-tahun-penjara" target="_blank">Suami Cici Paramida Terancam 5 Tahun Penjara</a></p>
<blockquote><p>Akibat menganiaya sang istri, kini Ahmad Suhaebi resmi menjadi tersangka. Ia pun.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7662/suami-cici-paramida-terancam-5-tahun-penjara" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>2.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7663/rumah-tangga-cici-paramida-terancam-hancur">Rumah Tangga Cici Paramida Terancam Hancur</a></p>
<blockquote><p>Sebelum dapat penganiyaan dari suaminya, ternyata selama 1,5 bulan ini Cici Paramida dan.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7663/rumah-tangga-cici-paramida-terancam-hancur" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>3.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7664/donna-agnesia-wanita-tercantik-dikeluarganya">Donna Agnesia Wanita Tercantik Dikeluarganya</a></p>
<blockquote><p>Berada di tengah-tengah tiga orang lelaki membuat Donna Agnesia merasa paling cantik di.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7664/donna-agnesia-wanita-tercantik-dikeluarganya" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>4.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7665/tinggalkan-gaston-hubungan-jupe-dan-ibunya-mulai-membaik">Tinggalkan Gaston, Hubungan Jupe dan Ibunya Mulai Membaik</a></p>
<blockquote><p>Gara-gara hubungannya dengan Gaston Castano semakin dekat, hubungan ibu dan anak antara.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7665/tinggalkan-gaston-hubungan-jupe-dan-ibunya-mulai-membaik" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>5.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7666/bruce-willis-mengaku-baru-temukan-cinta-sejati-lagi">Bruce Willis Mengaku Baru Temukan Cinta Sejati Lagi</a></p>
<blockquote><p>Setelah hampir sepuluh tahun bercerai dengan Demi Moore, kini Bruce Willis jatuh cinta.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7666/bruce-willis-mengaku-baru-temukan-cinta-sejati-lagi" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>6.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7667/suami-resmi-tersangka-cici-paramida-siap-gugat-cerai">Suami Resmi Tersangka, Cici Paramida Siap Gugat Cerai?</a></p>
<blockquote><p>Ahmad Suhaebi telah ditetapkan Polres Bogor sebagai tersangka atas kasus kekerasan kepada.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7667/suami-resmi-tersangka-cici-paramida-siap-gugat-cerai" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>7.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7668/lupakan-gaston--jupe-dijodohkan-dengan-pengusaha-kaya">Lupakan Gaston,  Jupe Dijodohkan Dengan Pengusaha Kaya</a></p>
<blockquote><p>Sebagai ibu, Sri Mulansih tak ingin Julia Perez jatuh kepelukan laki-laki sembarangan&#8230; <a href="http://krosceknews.com/id/news/7668/lupakan-gaston--jupe-dijodohkan-dengan-pengusaha-kaya" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>8.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7669/kasus-cicisuhaebi-dimata-dadang-hawari">Kasus Cici-Suhaebi Dimata Dadang Hawari</a></p>
<blockquote><p>Pengamat perkawinan Dadang Hawaari menyalahkan Ahamad Suhaebi atas apa yang terjadi pada.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7669/kasus-cicisuhaebi-dimata-dadang-hawari" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>9.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7670/keluarga-cici-masih-shock-atas-perbuatan-suhaebi">Keluarga Cici Masih Shock, Atas Perbuatan Suhaebi</a></p>
<blockquote><p>Kasus kekerasan yang dialami oleh Cici Paramida memubat keluarga-nya shock berat&#8230; <a href="http://krosceknews.com/id/news/7670/keluarga-cici-masih-shock-atas-perbuatan-suhaebi" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>10.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7671/shireen-rayakan-kelulusan-bersama-temanteman-sekolah">Shireen Rayakan Kelulusan Bersama Teman-Teman Sekolah</a></p>
<blockquote><p>Seperti anak SMU pada umumnya, Shireen Sungkar juga tak ketinggalan melakukan aksi corat.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7671/shireen-rayakan-kelulusan-bersama-temanteman-sekolah" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>11.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7674/saiful-jamil-nikmati-hidup-menduda">Saiful Jamil Nikmati Hidup Menduda</a></p>
<blockquote><p>Hidup tanpa ikatan dan komitmen dengan seorang wanita-pun memubat Saiful Jamil bebas.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7674/saiful-jamil-nikmati-hidup-menduda" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>12.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7672/ceraikan-demian-jupe-masih-ngotot-pakai-nama-perez">Ceraikan Demian, Jupe Masih Ngotot pakai Nama Perez</a></p>
<blockquote><p>Perseteruan Julia Perez dengan Demian Perez kembali memanas. Jupe enggan melepas nama.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7672/ceraikan-demian-jupe-masih-ngotot-pakai-nama-perez" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>13.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7673/gugat-cerai-jupe-harus-setor-rp-500-juta">Gugat Cerai, Jupe Harus Setor Rp. 500 Juta</a></p>
<blockquote><p>Demian Perez tak mau kalah begitu saja dari Julia Perez. Ia minta ongkash perceraian.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7673/gugat-cerai-jupe-harus-setor-rp-500-juta" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>14.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7675/brad-pitt-sumbang-sebuah-rumah-sakit-di-missouri">Brad Pitt Sumbang Sebuah Rumah Sakit di Missouri</a></p>
<blockquote><p>Brad Pitt menyumbang uang $ 1 juta demi sang ibunda tercinta&#8230; <a href="http://krosceknews.com/id/news/7675/brad-pitt-sumbang-sebuah-rumah-sakit-di-missouri" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>15.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7676/aerosmith-sempat-kehilangan-sang-gitaris">‘Aerosmith’ Sempat Kehilangan Sang Gitaris</a></p>
<blockquote><p>Lantaran ceroboh, Brad Whitford tak bisa memperkuat formasi ‘Aerosmith’ untuk.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7676/aerosmith-sempat-kehilangan-sang-gitaris" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>16.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7677/sederet-artis-seksi-umbar-aurat-di-film-susuk-pocong">Sederet Artis Seksi Umbar Aurat Di Film &#8216;Susuk Pocong&#8217;</a></p>
<blockquote><p>Atas nama profesionalitas, banyak aktris yang rela pamer keseksian tubuh di layar lebar&#8230; <a href="http://krosceknews.com/id/news/7677/sederet-artis-seksi-umbar-aurat-di-film-susuk-pocong" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>17.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7678/dihadang-4-orang-suhaebi-ngaku-terpaksa-tabrak-cici-paramida">Dihadang 4 Orang, Suhaebi Ngaku Terpaksa Tabrak Cici Paramida</a></p>
<blockquote><p>Meski faktanya pipi dan dahi Cici Paramida luka lebam tapi Ahmad Suhaebi bantah sengaja.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7678/dihadang-4-orang-suhaebi-ngaku-terpaksa-tabrak-cici-paramida" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>18.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7679/jlo-terinspirasi-si-kembar">J-Lo Terinspirasi Si Kembar</a></p>
<blockquote><p>Meski kedua buah hatinya belum menginjak usia dua tahun, namun  mereka mampu.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7679/jlo-terinspirasi-si-kembar" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>19.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7680/garuda-di-dadaku-tontonan-musim-liburan">&#8216;Garuda di Dadaku&#8217;, Tontonan Musim Liburan</a></p>
<blockquote><p>Jelang musim liburan sekolah tahun ini, sejumlah film bertema anak-anak dirilis. Salah.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7680/garuda-di-dadaku-tontonan-musim-liburan" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p>20.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7681/sederet-artis-akan-meriahkan-pesta-pernikahan-badai-kerispatih">Sederet Artis Akan Meriahkan Pesta Pernikahan Badai ‘Kerispatih’</a></p>
<blockquote><p>Sederet penyanyi handal yang dipernah dibuatkan lagu oleh Badai ‘Kerispatih’.. <a href="http://krosceknews.com/id/news/7681/sederet-artis-akan-meriahkan-pesta-pernikahan-badai-kerispatih" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<div>21.<a href="http://krosceknews.com/id/news/7682/baru-4-hari-rilis-kcb-sudah-ditonton-600-ribu-penonton">Baru 4 Hari Rilis, KCB Sudah Ditonton 600 Ribu Penonton</a></div>
<blockquote><p>Prediksi film Ketika Cinta Bertasbih bakal menuai sukses tampaknya bakal jadi kenyataan&#8230; <a href="http://krosceknews.com/id/news/7682/baru-4-hari-rilis-kcb-sudah-ditonton-600-ribu-penonton" target="_blank">more</a></p></blockquote>
<p><a href="http://krosceknews.com/id/index/2009/6/16" target="_blank">Selengkapnya . . .</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih]]></title>
<link>http://zenletion.wordpress.com/2009/06/12/ketika-cinta-bertasbih/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 15:17:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>dela</dc:creator>
<guid>http://zenletion.wordpress.com/2009/06/12/ketika-cinta-bertasbih/</guid>
<description><![CDATA[Baru aja pulang dari nonton Ketika Cinta Bertasbih.. maw sedikit mengulas filmnya mumpung masih fres]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Baru aja pulang dari nonton Ketika Cinta Bertasbih.. maw sedikit mengulas filmnya mumpung masih fres]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta...]]></title>
<link>http://sweetaisyah.wordpress.com/2009/05/28/cinta/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 10:49:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>sweetaisyah</dc:creator>
<guid>http://sweetaisyah.wordpress.com/2009/05/28/cinta/</guid>
<description><![CDATA[Cinta.. Love.. Selalu menjadi bahan perbincangan sejak dahulu sampai sekarang dan nanti, tak pernah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-42" title="images2" src="http://sweetaisyah.files.wordpress.com/2009/05/images21.jpeg?w=150&#038;h=113" alt="images2" width="150" height="113" /></p>
<p><span><span>Cinta.. Love.. Selalu menjadi bahan perbincangan sejak dahulu sampai sekarang dan nanti, tak pernah berhenti sampai kiamat nanti. Tapi benarkah kita sudah mengerti arti cinta? Apa itu cinta? </span></span></p>
<p><span>Kahlil Gibran dalam &#8220;Atas Nama Cinta&#8221; mengungkapkan tentang cinta seperti berikut:  Jika cinta disandarkan kepada yang memerintah dan mengendalikan gerakan waktu (Tuhan), maka yakinlah cinta akan kokoh dan sejati.</span></p>
<p><span>Habiburrahman El Shirazy dalam &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; menulis bahwa: Teladan orang-orang yang bercinta adalah Baginda Nabi Muhammad SAW. Cinta sejati adalah cintanya sepasang pengantin yang telah diridhai Tuhan dan didoakan seratus ribu malaikat penghuni langit. Tak ada perpaduan kasih lebih indah daripada pernikahan, demikian sabda Baginda Nabi.</span></p>
<p><span>Sementara itu, Ebith Beat A menyadarkan kita tentang cinta, cinta yang hakiki, dalam lantunan lagu yang dinyanyikannya. Sebagian syair lagunya sbb: </span></p>
<p><span> Terwujud kisah cinta agung yang terurai begitu indah</span></p>
<p><span> antara Sang Khalik dengan seluruh makhluk penghuni bumi</span></p>
<p><span> Dia telah berikan cinta hakiki sebagai cinta kasih sayang yang suci</span></p>
<p><span> Damai kan tetap<span> </span>bersemi pada setiap insan manusia, </span></p>
<p><span> bagi yang bersyukur ataupun banyak<span> </span>yang kufur</span></p>
<p><span> CintaNya tetap mengalir dan terus akan mengalir mengilhami agar </span></p>
<p><span> manusia mensyukuri nikmat yang begitu banyak</span></p>
<p><span> Dialah yang Maha Sempurna </span></p>
<p><span> Terkagum bila kita buka mata</span></p>
<p><span> Cinta kita tak kan bisa membalasnya</span></p>
<p><span> Syukur kita tak kan pernah bisa membalas sgala karuniaNya</span></p>
<p><span> Apakah kita tidak pernah lupa untuk mengucapkan syukur</span></p>
<p><span> ketika kita pejamkan mata untuk malam ini </span></p>
<p><span> dan kembali membuka mata untuk esok hari</span></p>
<p><span> menata kembali hidup kita yang telah diberikan sempurna olehNya</span></p>
<p><span> Apakah kita tidak<span> </span>lupa untuk mengucapkan syukur</span></p>
<p><span> atas helaan nafas udara yang masuk ke dalam rongga dada </span></p>
<p><span> memompa semua aliran darah</span></p>
<p><span> Alloh Yang Maha Sempurna</span></p>
<p><span> Dialah Yang Maha Kuasa atas segalanya</span></p>
<p><span> Cinta adalah anugrahNya</span></p>
<p><span> Sepatutnya mensyukurinya </span></p>
<p><span> Buka hati kita</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span>Aku sangat setuju dengan apa yang disampaikan di atas. Bila kita merenung dan menyadari lemahnya kita sebagai manusia, memang cinta yang paling indah adalah cinta dari Tuhan kepada semua makhlukNya. Tuhan itu Maha Sempurna, tak pernah tidur dan tak pernah mati. Dia selalu ada, dan selalu menyayangi makhlukNya setiap waktu. Oleh karena itu, bila kita membalas cintaNya dengan cara beriman dan bertakwa serta bersyukur atas segala karuniaNya, maka kita akan merasa bahagia, tak akan pernah merasa sedih dan kecewa. </span></p>
<p><span>Semoga tulisan ini bermanfaat bagi sahabat semua dan bagi aku khususnya. Semoga dapat memberi hikmah dan hidayah sehingga kita dapat meraih kebahagiaan menjadi orang yang paling dikasihi Tuhan. Amin.</span></p>
<p><span><span><em><span style="font-size:.8em;">Wallahu a’lamu bishshawab</span></em></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Cinta Bertasbih ...]]></title>
<link>http://dhieeewhe.wordpress.com/2009/05/27/ketika-cinta-bertasbih/</link>
<pubDate>Wed, 27 May 2009 08:51:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>dhieeewhe</dc:creator>
<guid>http://dhieeewhe.wordpress.com/2009/05/27/ketika-cinta-bertasbih/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa minggu lagi kita bakal bisa lihat film Ketika Cinta Bertasbih yang  diangkat dari novel meg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Beberapa minggu lagi kita bakal bisa lihat film Ketika Cinta Bertasbih yang  diangkat dari novel meg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GELIAT TOKO BUKU ONLINE]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/16/geliat-toko-buku-online/</link>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 06:05:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/16/geliat-toko-buku-online/</guid>
<description><![CDATA[Angelina Anthony, 27 tahun, menyukai novel fiksi fantasi sementara teman sekantornya Aulia Halimatus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Angelina Anthony, 27 tahun, menyukai novel fiksi fantasi sementara teman sekantornya Aulia Halimatussadiah, 25 tahun, gemar membaca buku nonfiksi. Hobi itu membuat kedua karyawan perusahaan teknologi informasi itu membuat mereka sering berdiskusi soal buku.</p>
<p>Lantaran sama-sama bekerja mengulik komputer dan internet, keduanya sering mengobrol soal asyiknya bekerja di toko buku online Amazon.com. Akhirnya mereka mengawinkan pekerjaan dan hobi pada Februari 2006 dengan membuka toko buku online yang dinamai Kutukutubuku. “Kutunya dua karena ada dua orang pecinta buku di belakangnya,” kata Aulia.</p>
<p>Mereka merogoh kocek sekitar Rp 10 juta sebagai modal awal. Pengembangan situs dikerjakan Aulia yang sarjana teknik informasi Universitas Gunadarma sementara desainnya diserahkan pada Angel yang memegang gelar sarjana multimedia dari Universitas Victoria, Melbourne, Australia.</p>
<p>Dalam waktu enam bulan saja, <!--more-->penjualan terus meningkat sehingga mereka mengontrak sebuah rumah dan menggaji satu orang karyawan untuk mengurusi toko. Keuntungan toko ini terus meningkat dan akhirnya pada awal 2007 keduanya berhenti dari kantor agar bisa mengurusi bisnis ini.</p>
<p>Kini Kutukutubuku.com menjual buku hingga 100 eksemplar per hari dan buku laris bisa mereka jual 500 kopi dalam sebulan. Dari rumah kontrakan kecil, kantor dengan 10 karyawan ini hijrah ke gedung ILP di bilangan Perdatam, Jakarta Selatan.</p>
<p>Duo Angel dan Aulia hanyalah satu dari sekian banyak pebisnis yang menggarap usaha toko buku online. Jika memasukkan kata kunci “toko buku online” di mesin pencari internet maka akan keluar lebih dari 20 situs toko buku online.</p>
<p>Toko online ini memasang strategi harga diskon sepanjang tahun untuk menyaingi toko buku konvensional. Misalnya saja novel terbaru Christopher Paolini, Brisingr, yang kini tengah dicari pembeli ditawarkan seharga Rp 84.150 padahal di toko buku dijual Rp 99.000. “Bisa dibilang kelebihan kami adalah menjual dengan harga pameran sepanjang tahun,” kata Aulia.</p>
<p>Aulia mengatakan, bisnis toko buku online ini mulai stabil pada 2007 dan mencapai pertumbuhan konsumen yang pesat sepanjang tahun lalu. Menurutnya, itu semua berkat semakin banyaknya jasa penyedia layanan internet dengan harga yang kian murah.</p>
<p>Kutukutubuku kini memiliki 20 ribu member yang rutin membeli buku. Demi menjaga kesetiaan para anggotanya, toko buku ini rajin menggelar kopi darat. Terakhir kali anggota diajak nonton bareng Kambing Jantan The Movie bersama pemeran sekaligus penulis buku aslinya, Raditya Dika.</p>
<p>Kutukutubuku pun mulai melebarkan sayap dengan menjual CD, DVD, tiket seminar, dan mainan edukasi. “Kami berusaha bergerak menjadi toko online yang jualannya tak jauh beda dengan toko konvensional,” ujar Aulia.</p>
<p>Jika toko buku lain menawarkan diskon besar maka Aulia dan Angel lebih fokus pada pelayanan. Jika buku yang dicari tak ada di penerbit mereka menawarkan pencarian ke toko buku bahkan memburu hingga ke agen atau penjualan buku bekas. “Kami tak mau perang harga itu sukses cara instan yang nantinya malah mengganggu layanan ke konsumen,” kata Angel.</p>
<p>Satu problem layanan dianggap Angel masih lemah adalah waktu pengiriman di atas dua hari. Waktu pengiriman jadi lama itu karena butuh waktu mendapatkan buku dari penerbit apalagi tak semua penerbit mengelola stoknya denganm sistem yang terkomputerisasi.</p>
<p>Sementara itu Bukukita.com mulai membuka tokonya di dunia maya pada Juni 2006. Direktur Bukukita, Setiawan, menceritakan bisnisnya ini bermula dari menjual buku-buku panduan mengulik program komputer yang ditulis seorang temannya.</p>
<p>Setiawan yang bekerja di perusahaan teknologi informasi ini membuatkan situs untuk menjual buku tersebut. Karena sambutannya lumayan baik, sarjana teknik elektro Institut Teknik Bandung ini memutuskan menseriusi dengan membuka sebuah toko buku online.</p>
<p>Menurutnya, buku adalah produk yang paling mudah dijual di internet. “Orang cukup melihat sampul dan resensinya sudah mau beli,” ujarnya. “Tak seperti makanan atau baju yang perlu dicoba terlebih dulu.”</p>
<p>Bukukita.com menawarkan buku lokal dengan harga didiskon 15-30 persen sementara buku impor diberi diskon 10 persen. Beberapa buku khusus bahkan diberikan potongan harga hingga 70 persen.</p>
<p>Buku dapat dibayar saat buku diterima ataupun dengan transfer rekening bank dan rencananya akan ditambah dengan pembayaran via pesan pendek. Khusus pengiriman buku di wilayah Jakarta yang biasanya emmakan waktu 2-3 hari, Setiawan hanya memasang biaya pengiriman Rp 5.000 yang paling murah ketimbang tarif pengiriman toko buku online lainnya.</p>
<p>Ia mengakui biaya pengiriman itu sengaja ia murahkan demi menarik pembeli. Meski harus mensubsidi biaya pengiriman itu, Setiawan mengaku perusahaannya masih mendapat untung dari penjualan buku.</p>
<p>Setiawan sadar betul konsumen di Indonesia masih takut berbelanja di internet karena itu ia membuat kolom testimonial dari para pelanggan. Ia juga memajang alamat dan nomor telpon kantor yang setiap saat bisa dihubungi agar pembeli benar-benar yakin mereka tak sedang ditipu.</p>
<p>Setiawan juga mempromosikan toko bukunya ke milis dan sesekali menyebarkan pamflet. Usaha itu membuahkan hasil yang memuaskan karena perlahan-lahan jumlah pembelian buku terus meningkat. “Tren penjualannya dari tahun ke tahun terus naik,” ujarnya sumringah.</p>
<p>Kini ada 35 ribu member yang secara rutin membeli buku di toko online milik Setiawan. Bukukita memanjakan para anggota ini dengan memberikan poin untuk setiap pembelian yang akumulasinya bisa dipakai menambah potongan harga buku atau untuk ikut undian berhadiah buku yang judulnya bisa dipilih sendiri.</p>
<p>Jika awalnya tak banyak perusahaan penerbitan yang tertarik bekerja sama maka kini Bukukita sudah menjalin rekanan dengan 200 penerbit. Bahkan banyak penerbit baru dan penulis yang menerbitkan sendiri bukunya yang menitipkan buku pada Setiawan</p>
<p>Toko online ini juga sudah berani menempatkan stok buku bestseller di gudangnya. Menurut Setiawan, buku yang laris bisa terjual hingga 500 eksemplar per bulan sehingga ia perlu menyiapkan stok agar buku bisa cepat ia kirimkan.</p>
<p>Seiring pertumbuhan usahanya, Setiawan meindahkan kantornya dari bangunan kecil di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Setiawan memindahkan kantornya ke ruko tiga lantai di perumahan Permata Puri Media, Jakarta Barat. Sebanyak 11 karyawan bekerja di kantor ini.</p>
<p>Pelanggan toko buku online ini tersebar di seluruh Indonesia. Bukukita beberapa kali melayani pembelian dari Aceh, Kalimantan, dan Papua yang biaya pengirimannya tak murah.</p>
<p>Namun mayoritas pembeli biasanya berasal dari seputar Jakarta berusia antara 18 hingga 30 tahun. Angel mencatat pemesanan buku paling banyak datang dari karyawan di wilayah perkantoran Jakarta Selatan yang biasanya membeli lebih dari satu buku. “Mereka bilang sama saya kalau mereka kelewat sibuk untuk pergi ke toko buku jadi beli online,” ujarnya.</p>
<p>Salah satunya adalah Elizabeth yang telah beberapa kali berbelanja lewat inibuku.com. Ia mengetahui toko buku online itu dari adiknya dan setelah menelusuri sendiri situsnya karyawan swasta ini tertarik membeli buku di sana terutama karena harganya didiskon.</p>
<p>Saban berbelanja Elizabeth biasanya membeli lebih dari satu buku untuk keperluan kantor dan pribadi. “Selain harganya murah juga lebih praktis karena enggak perlu capek jauh-jauh pergi ke toko buku dan repot mencari-cari bukunya,” ujarnya.</p>
<p>Selain pembeli dalam negeri, toko buku online juga acap kali melayani pembeli dari luar negeri di Australia, dan beberapa negara di Eropa. Pembeli ini umumnya orang Indonesia yang menetap atau tengah belajar di negera tersebut dan kedutaan Indonesia yang melengkapi koleksi perpustakaannya.</p>
<p>Sementara itu pembeli dari Malaysia dan Singapura, kata Angel, justru lebih banyak warga negara setempat yang menyukai buku-buku penulis Indonesia. Judul yang biasa dipesan dari dua negara ini adalah Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dan serial Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata.</p>
<p>Bukukita mengklaim jumlah pemesanan bukunya mencapai 3.000 eksemplar per bulan dan pada tahun lalu membukukan omset sekitar Rp 1 miliar. Keuntungan bersih toko buku ini berkisar puluhan juta rupiah.</p>
<p>Sementara Kutukutubuku melayani pembelian rata-rata 2.000 eksemplar per bulan dengan omset tak kurang dari 60 juta per bulan. Dengan jumlah penjualan tersebut toko buku yang modal awalnya hanya sekitar Rp 10 juta ini sudah mencapai break event point sekitar dua tahun silam. “Pokoknya keuangan usaha kami ini sangat sehat,” kata Aulia.</p>
<p>Jumlah ini jauh kalah besar dari pendapatan bersih Amazon.com pada 2008 sebesar US$ 645 juta atau sekitar Rp 7.6 triliun. Ketika Amazon memulai bisnisnya di Amerika Serikat, mereka terbantu dengan masyarakat yang sudah terbiasa membeli barang lewat jasa mail order. Jaminan keamanan belanja dengan kartu kredit ditambah perusahaan kurir yang sudah mapan membuat pelanggan tak ragu-ragu membeli buku secara online.</p>
<p>Para pengelola toko buku online mengakui hambatan bisnis mereka ada pada belanja secara online yang masih belum menjadi kebiasaan. Usaha yang mengandalkan cakupan internet pun terkendala dengan tingkat pemakaian internet di Indonesia yang masih rendah.</p>
<p>Manajer Pemasaran Nasional Kawah Media, Budi Ahyar, menilai penjualan buku lewat toko buku online terbilang rendah. Budi yang membawahi penjualan buku dari 15 penerbit termasuk Gagasmedia ini mencatat dari penjualan satu judul buku dari toko online tak sampai satu persen dari total penjualan.</p>
<p>Ia menilai rendahnya penjualan itu lantaran toko online kurang agresif dalam berpromosi dan menggarap pelanggan setianya. “Mereka cuma menunggu pembeli datang padahal harusnya lebih aktif menjemput bola.”</p>
<p>Budi pun melihat dari sekian banyak toko buku online yang aktif dan sering memesan buku ke tempatnya hanya sekitar lima toko saja. Dari angka yang cukup tinggi jumla pesanan bukunya adalah Bukabuku.com dan Kutukutubuku.com yang mencapai 1.000 eksemplar per bulan.</p>
<p>Karena bisnisnya belum berkembang Kawah Media pun belum bisa memberikan diskon sebesar yang ia berikan ke toko buku konvensional. “Ya tidak etis saja masak yang sudah lama dan memberikan kontribusi besar diberikan diskon sama dengan yang masih kecil ini,” ujarnya.</p>
<p>Budi menjelaskan, pihaknya menggolongkan rekanan penjualan buku menjadi relasi rutin yang berisi jaringan toko buku besar dan kecil. Lalu ada relasi khusus yang biasanya perusahaan swasta dan institusi pemerintah yang hanya membeli buku sekali dalam setahun namun nilai pembeliannya sangat tinggi.</p>
<p>Budi memasukkan toko buku online dalam jenis yang ketiga yakni relasi promosi. Menurutnya, penjualan dari relasi promosi biasanya tak besar namun dianggap penting untuk kepentingan promosi dan sarana pengenalan produk. “Banyak yang akhirnya memutuskan membeli buku di toko buku konvensional setelah melihat dan membaca resensinya di toko buku online,” kata Budi.</p>
<p>Karena itulah Budi menilai positif kehadiran toko buku online dan ia optimistis suatu saat bisnis penjualan buku itu akan menjadi besar seiring masyarakat yang semakin melek teknologi. Ditambah rata-rata pembeli yang dari menengah ke atas, Budi percaya toko buku online ini punya potensi penjalan yang besar jika digarap dengan serius.</p>
<p>Nada optimistis juga datang dari Setiawan. “Tren belanja online tinggal menunggu waktu saja,” ujarnya.</p>
<p>BACA JUGA</p>
<h2><a href="http://duniabuku.wordpress.com/2009/03/16/plus-minus-belanja-buku-onlineplus-minus-belanja-buku-online">PLUS-MINUS BELANJA BUKU ONLINE</a></h2>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayat2 Cinta]]></title>
<link>http://maharammamat.wordpress.com/2009/01/30/ayat2-cinta/</link>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 15:14:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Maharam Mamat</dc:creator>
<guid>http://maharammamat.wordpress.com/2009/01/30/ayat2-cinta/</guid>
<description><![CDATA[http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Friday/Sastera/20090123100313/Article/ Dunia Buku: Sentuha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><a href="http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Friday/Sastera/20090123100313/Article/"><span style="color:#6600cc;">http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Friday/Sastera/20090123100313/Article/</span></a></div>
<p>
<div align="justify"><span style="color:#6600cc;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_BOMBQd7z8Tk/SYKqAM8pVQI/AAAAAAAAAG0/mcr5rEuHu9E/s1600-h/ayat-ayat+cinta.jpg"><img style="float:left;width:100px;cursor:hand;height:150px;margin:0 10px 10px 0;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_BOMBQd7z8Tk/SYKqAM8pVQI/AAAAAAAAAG0/mcr5rEuHu9E/s320/ayat-ayat+cinta.jpg" border="0" /></a>Dunia Buku: Sentuhan Ayat-Ayat Cinta<br />Oleh Nur Azzureen Nor Hisham</span></div>
<p>
<div align="justify"><a href="mailto:bhsastera@nstp.com.my"><span style="color:#6600cc;">bhsastera@nstp.com.my</span></a></div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify"><span style="color:#6600cc;">Catat kejayaan meskipun kehadirannya menimbulkan polemik </span></div>
<p>
<div align="justify"><span style="color:#6600cc;">HAKIKAT Ayat-Ayat Cinta bangkit sebagai karya penuh kontroversi selepas kejayaannya dalam bentuk novel mahupun filem di Nusantara menguatkan lagi semangat mereka yang belum membaca novel atau menonton filem ini bagi mencari jawapan kepada kejayaannya. Novel dakwah karya Habiburrahman el-Shirazy ini sesuai dibaca sesiapa saja yang ingin mengetahui Islam secara mendalam, tetapi mendapat maklumat secara santai dan pasti turut disenangi generasi muda kerana pengarang turut menyulam kisah cinta penuh duga antara pasangan berlainan bangsa. </span></div>
<p><span style="color:#6600cc;">
<div align="justify">Pembaca disogokkan dengan kisah pertemuan mahasiswa Indonesia, Fahri Abdullah Shiddiq dengan mahasiswi Jerman, Aisha, dalam metro, sejenis pengangkutan darat di Kaherah dan kebetulan gadis itu sedang menangis ketakutan selepas dimaki serta dihamun penumpang Mesir. Segala-galanya berpunca daripada tindakan gadis itu memberi tempat duduknya kepada seorang nenek berbangsa Amerika yang hampir tersungkur dan meminta maaf kepadanya atas kebiadapan penumpang lain, ekoran keengganan mereka melepaskan tempat duduk masing-masing. Penumpang Mesir dalam metro berasa tersinggung dengan kata-kata gadis itu menyebabkan dirinya dimarahi bertubi-tubi dan Fahri cuba menghulur bantuan dengan meminta mereka agar berselawat ke atas Nabi Muhammad SAW bagi meredakan kemarahan, tetapi gagal. </div>
<p>
<div align="justify">
<p>Bagaimanapun kekecohan menjadi tenang sebaik pemuda Mesir, Ashraf, yang baru dikenali Fahri dalam tren terbabit menjelaskan lelaki Indonesia yang menuntut di Universiti al-Azhar itu adalah pelajar Syeikh Utsman Abdul Fattah, guru agama tersohor dan disegani di Kaherah, Alicia, gadis Amerika yang menaiki Metro dengan nenek terbabit, berterima kasih kepada Fahrin kerana menyelamatkan keadaan dan Aisha sebelum turun di destinasinya, turut menyatakan rasa syukurnya atas bantuan pemuda terbabit sehingga menjadi detik permulaan persahabatan mereka. Di Mesir, Fahri tinggal dengan empat teman senegara, Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah di apartmen sederhana yang dihuni sejak tujuh tahun lalu serta berjirankan keluarga Kristen Koptik, pasangan Tuan Boutros dan Madame Nahed, di samping dua anak mereka, Maria serta Yousef. Walaupun agama mahupun akidah mereka berbeza, antara Fahri dan teman serumahnya terjalin hubungan baik dengan keluarga Boutros; suatu kebiasaan di Mesir untuk jiran Islam serta Kristian Koptek hidup dalam keadaan aman damai. </p></div>
<p>
<div align="justify">Maria digambarkan pengarang sebagai gadis manis lagi berpekerti mulia dan dianggap aneh oleh Fahri kerana berupaya menghafal dua surah dalam al-Quran, al-Maidah dan Maryam, meskipun tidak beragama Islam, juga dipertemukan dengan Fahri secara tidak sengaja ketika menaiki metro. Ketika meraikan ulang tahun Madame Nahed, ibu Maria meminta Fahri menari dengan anak gadisnya itu, tetapi ditolak secara bersopan dengan memberi alasan Islam melarang bukan muhrim berbuat demikian dan kesungguhan Fahri mempertahankan agamanya, menimbulkan rasa hormat. </div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">Selain keluarga Boutros, Fahri juga berjiran dengan keluarga Bahadur, ketua keluarga yang kasar dengan sesiapa saja termasuk isterinya, Madame Syaima dan puteri bongsunya, Noura, berkulit putih dan berambut perang, berbeza dengan dua lagi saudaranya, Mona mahupun Suzanna. Kecantikan Noura menyebabkan dirinya dimusuhi keluarganya selain sering menjadi sasaran kemarahan bapanya yang kasar dan keras kepala, sehingga pernah diseret di hadapan orang ramai dan punggungnya penuh dengan luka kesan dipukul Bahadur. Pada malam Noura menerima kecederaan paling parah, Fahri melindunginya dengan mendapatkan bantuan daripada Maria yang meskipun pada mulanya takut berbuat demikian kerana bimbang akan malang menimpa dirinya sekiranya rahsia mereka bocor, tetapi akhirnya membantu. </div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">Peristiwa malam itu menjerumuskan Fahri dalam penderitaan yang hampir meragut nyawanya apabila dirinya menjadi mangsa fitnah Noura dan hampir menggoncang kebahagiaan rumah tangga pemuda itu dengan Aisha. Pembaca novel ini dapat membayangkan latar sosiobudaya Asia Barat yang digambarkan pengarang dengan jelas, tepat dan hidup, lagi tidak menjemukan sehingga mereka mampu berimaginasi, selain jalan ceritanya menyebabkan mereka berasa menjadi sebahagian daripada watak. Suasana sedih, haru, pilu, senang dan gembira begitu sempurna sehingga pembaca turut berasa suka duka Fahri, kekagumannya saat pertama kali melihat wajah Aisha, bahagia menikmati malam zafaf dan rindunya kepada ibu bapa di tanah airnya. Pembaca turut sama tenggelam dalam kebingungan Fahri sebaik mengetahui rakan senegara, Nurul turut mencintainya pada saat akhir sebelum bernikah dengan Aisha, berasa pilu dengan fitnah ke atasnya serta terharu apabila membaca diari Maria yang ketika itu terlantar lemah di rumah sakit. </div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">Ringkasnya novel ini bukan sekadar kisah cinta buta yang sarat dengan dusta, tetapi mampu membuka hati untuk mengenali erti sebenar cinta sejati, berlandaskan Islam yang penuh kesucian, mengenali kebesaran, rahmat dan kurniaan Ilahi yang tidak terhingga. Tidak ketinggalan, pengarang tidak mengabaikan kepentingan pendidikan dalam meletakkan status seseorang dalam masyarakat, nilai kekeluargaan dan adab rukun tetangga menurut kaca mata Islam serta ketakwaan kepada yang Maha Esa juga digarap dengan bersahaja lewat novel ini.</div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">HABIBURRAHMAN el-Shirazy, lulusan Universiti Al-Azhar, Kaherah, Mesir dilahirkan di Semarang, Indonesia, pada 30 September 1976, banyak menulis drama, menterjemah, menulis puisi dan bermacam-macam karya berlandaskan Islam. Beliau menerima pendidikan menengah di Futuhiyyah 1 Mranggen dan mendalami agama di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan Abdul Bashir Hamzah, kini menangani Langit Makkah Berwarna Merah, Bulan Madu di Yerusalem dan Bidadari Bermata Bening. </div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">Pada 1992, Habiburrahman merantau ke Surabaya untuk menambah ilmu agama di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Sening Urakarta dan lulus pada 1995, sebelum meneruskan pengembaraan inteleknya dengan mempelajari bidang hadis di Kaherah. Pada 2001, beliau lulus Diploma Lepasan Ijazah di Institut Pengajian Islamik di Kaherah yang didirikan oleh Imam al-Baiquri dan mula menempa nama dalam bidang penulisan apabila karyanya banyak mendapat tempat dalam majalah di Indonesia mahupun Mesir. </div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">Beliau yang lulus Diploma Lepasan Ijazah di Institut Pengajian Islamik di Kaherah yang didirikan oleh Imam al-Baiquri, mula menempa nama dalam bidang penulisan apabila karyanya banyak mendapat tempat dalam majalah di Indonesia mahupun Mesir. Novel Ayat-ayat Cinta yang dihasilkan pada 2004 sudah 12 kali diulang cet<br />
ak dan mencatat jualan melebihi 300 ribu naskhah di seluruh Asia Tenggara dan mencetuskan fenomena luar biasa di Indonesia sehingga diangkat ke filem. Ia turut menerima Anugerah Buku Paling Digemari 2005 dan Anugerah Novel Terpuji Pena 2005 selain sambutan luar biasa disebabkan kejayaan pengarangnya mengadun nilai Islam mahupun budaya sambil disulami kisah cinta sehingga turut menarik perhatian remaja. </div>
<p>
<div align="justify"></div>
<p>
<div align="justify">Novelnya, Mihrab Cinta yang diterbitkan pada 2007, turut mendapat sambutan hangat, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2 (2007), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005) manakala Di Atas Sajadah Cinta dijadikan drama televisyen di Indonesia (2004). INFO Ayat-Ayat Cinta Pengarang: Habiburrahman el-Shirazy Tebal: 510 halaman Penerbit: Al-Hidayah Publications Harga: 23.90 senaskhah </div>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BELANJA BUKU MURAH TANPA GERAH]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/01/14/belanja-buku-murah-tanpa-gerah/</link>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 14:32:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/01/14/belanja-buku-murah-tanpa-gerah/</guid>
<description><![CDATA[Pusat penjualan buku murah mulai bertebaran namun masih terkendala kurangnya promosi. Kios-kios penj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pusat penjualan buku murah mulai bertebaran namun masih terkendala kurangnya promosi.</em></p>
<p>Kios-kios penjual buku berjajar di lorong-lorong selebar satu setengah meter. Ada buku yang dipajang dalam rak di dalam toko seluas empat meter persegi dan ada pula yang digelar di lapak-lapak yang dijual dengan harga miring dan masih bisa ditawar. </p>
<p>Tapi jangan menduga para pembeli di salah satu pusat penjualan buku murah di Jakarta ini harus berpeluh dan berdesakan sembari mencari buku di kaki lima apalagi pusing mencari parkir kendaraan. Bursa buku murah yang satu ini berada di mal yang berpendingin udara dan pembeli bisa memakai eskalator ataupun elevator untuk mencapai tempat yang berada di lantai 3A pusat belanja Jakarta City Center ini.<!--more--></p>
<p>Bursa Buku ex-Kwitang, begitu nama tempat kios-kios tersebut. Pedagang buku di tempat ini memang berasal dari pasar buku murah kawasan Kwitang yang telah melegenda jauh sebelum masa Indonesia merdeka. Belakangan kawasan itu digusur karena lahannya akan dijadikan ruang terbuka hijau dan beberapa pedagang hijrah ke Jakarta City Center di Tanah Abang sejak September 2008. </p>
<p>Bursa buku yang diresmikan Walikota Jakarta Pusat, Silviana Murni, akhir Desember tahun lalu ini merupakan bagian dari tren pusat belanja di seputaran Jakarta yang menyediakan sentra penjualan buku murah. Sebelumnya di Kelapa Gading Trade Center juga dibuka Pusat Buku Indonesia dan saat ini sebuah pusat belanja di Depok juga tengah menjajaki pembukaan tempat serupa.</p>
<p>Dalam urusan pasar buku murah, Jakarta memang terbilang ketinggalan ketimbang kota-kota lain di Jawa. Bandung, misalnya, memiliki pasar buku Palasari. Yogyakarta juga meremajakan Shopping Center dimana lapak dan kios buku ditempatkan di dalam bangunan dan menjadi tempat masyarakat Kota Gudeg mencari buku murah.</p>
<p>Namun berbeda dengan di kota lain, konsep sentra penjualan buku murah di Jakarta justru menyatu dengan mal dimana kios penjualan dikumpulkan di satu blok. Pengelola Jakarta City Center, misalnya, menyediakan sekitar 200 kios buku bagi bekas pedagang buku Kwitang di blok G dan H. </p>
<p>Dari jumlah itu kini sudah 150 kios yang terisi dan berjualan mulai pukul sembilan pagi hingga pukul enam sore. Buku-buku yang dijual antara lain buku teks kuliah, buku pengetahuan umum, buku impor, novel, komik, dan majalah. Beberapa kios bahkan berspesialisasi menjual buku kedokteran, buku dan ada juga yang khusus menjajakan literatur seni lukis.</p>
<p>Pembeli utamanya datang pada akhir pekan. Edi, pemilik toko buku Rindy, menceritakan mayoritas pembelinya adalah mahasiswa. Pria asal Bukittingi ini memang mengkhususkan diri menjual buku teks kuliah meski masih diselipi beberapa buku fiksi.</p>
<p>Rata-rata pedagang sepeti Edi memberikan potongan harga yang cukup besar. Kamus bahasa Inggris-Indonesia yang di toko buku dijual seharga Rp 125 ribu bisa didapatkan di tempat ini seharga Rp 30 ribu. </p>
<p>“Pokoknya di sini harganya murah dan bisa ditawar,” kata Edi. Menurutnya, harga jual bisa murah karena mereka mendapatkan barang langsung dari penerbit.</p>
<p>Memang pembeli harus jeli melihat barang dan tidak cepat tergiur harga murah pasalnya dari buku yang dijual terselip juga barang bajakan. Salah satunya novel Habiburrahman El Shirazy dengan sampul buku yang cetakannya pudar seperti judul novelnya, Pudarnya Pesona Cleopatra. Buku ini ditawarkan seharga Rp 10 ribu.</p>
<p>Namun ini bukan berarti isinya melulu buku bajakan karena menurut Ketua Koperasi Bursa Buku Ex-Kwitang, Joni Rais, yang mereka jual utamanya buku retur dan buku bekas. Menurut Joni, buku retur atau buku yang dikembalikan ke penerbit akibat tak laku dijual di toko mereka tampung. </p>
<p>Karena terhitung barang yang sudah lewat masa edar maka dengan sendirinya anggota koperasi bisa menjual dengan harga murah. Berjualan buku retur dianggap Joni dan rekan-rekannya menjadi kelebihan tersendiri karena di bursa buku inilah pembeli bisa mencari buku yang sudah tak bisa dijumpai lagi di toko buku besar.</p>
<p>Menurut Joni, rata-rata pedagang di bursa ex-Kwitang ini memberikan potongan harga hingga 35 persen. “Bahkan kami sekarang menjual lebih murah ketimbang harga saat kami berjualan di Kwitang,” ujarnya.</p>
<p>Harga yang murah ini menjadi strategi menarik pembeli yang diakui Joni masih kurang ramai. Meski terbilang lengang dan pelayan kios terlihat bisa berleha-leha, setiap bulannya mereka bisa mendapatkan omset penjualan paling kecil Rp 1 juta rupiah. </p>
<p>Selain mengandalkan harga yang miring, koperasi juga menggelar berbagai lomba dan diskusi buku. Bulan lalu mereka menggelar bedah buku Hamka dan pembagian buku gratis dan kini mereka mengadakan obral buku seharga Rp 3.000 hingga Rp 10.000.  Joni juga tengah menggarap persiapan menjual buku pelajaran yang biasa mereka adakan menjelang tahun ajaran baru. </p>
<p>“Pokoknya semua sama seperti di Kwitang tapi bedanya lebih adem dan nyaman,” ujar Joni. “Kami bercita-cita nantinya ini menjadi bursa buku murahnya kota Jakarta seperti yang ada di kota lain.”  </p>
<p>Jika para pedagang ex-Kwitang mengandalkan koneksi dengan penerbit maka di Pusat Buku Indonesia (PBI) yang berada di lantai 3 Kelapa Gading Trade Center, setiap toko justru dikelola langsung oleh penerbit. “Kami menyatukan penerbit dalam satu gedung sehingga masyarakat lebih mudah mencari buku,” kata Sekretaris PBI, Upi Tuti Sundari.</p>
<p>Balai Pustaka menjadi salah satu penerbit yang membuka tokonya di tempat ini. Berbagai karya roman dan sastra klasik yang sudah tak dijumpai lagi di toko buku besar bisa ditemui di sana.</p>
<p>Penerbit dari luar kota seperti CV Duta Nusindo yang berkantor pusat di Semarang juga berjualan di PBI. Penerbit ini mengkhususkan diri memproduksi buku peraturan dan undang-undang serta buku pemerintahan seperti panduan tata naskah dinas di tingkat pemerintah daerah.</p>
<p>Sejak Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan PBI pada Mei tahun lalu, Duta Nusindo telah menjajakan bukunya dengan rabat hingga 40 persen. “Karena yang berjualan langsung penerbitnya jadi bisa kasih diskon lebih besar,” kata pelayan toko, Ahmad Nurul Fatah.</p>
<p>Menurutnya, PBI pembeli banyak yang datang ke PBI di akhir pekan. Meski sepi pada hari kerja, dalam sebulan tokonya bisa meraup omset paling kecil sekitar Rp 1 juta. </p>
<p>Ahmad menjelaskan, tokonya juga berfungsi menjadi semacam kantor perwakilan penerbit sehingga konsumen yang ingin memesan dalam jumlah besar cukup mendatangi toko ini. Ahmad menceritakan jika ada pemesanan skala besar maka omset penjualan toko di PBI ini bisa melonjak hingga Rp 5 juta dalam satu bulan.</p>
<p>Konsep toko sekaligus kantor penerbit ini memang ide awal PBI. Pengelolanya berharap dengan konsep tersebut selain penjualan buku, masyarakat juga bisa mengontak langsung penerbit bahkan menawarkan naskah buku mereka.</p>
<p>Selain toko yang menjual buku lokal, ada juga toko yang menjual buku impor dengan harga miring yakni toko BOOKS. Misalnya novel karya penulis Italia, Umberto Eco, hanya dihargai Rp 50 ribu padahal di toko buku impor rata-rata buku Eco dijual Rp 200 ribu.</p>
<p>Sayangnya meski sudah tujuh bulan beroperasi, PBI tak terlalu bergairah. Dari 300 kios yang disediakan pengelola mal, yang terisi baru sekitar 80 kios. </p>
<p>Menurut Upi Kelapa Gading memang cukup jauh untuk dicapai bagi pembeli dari wilayah lain di Jakarta apalagi bagi mereka yang berasal dari luar Jakarta. Posisi mal di yang kurang strategis juga dinilai Upi menjadi kendala utama. </p>
<p>“Posisi kami tidak di pinggir jalan raya sehingga publik tidak terlalu kenal,” ujarnya. “Tapi hanya di tempat ini yang memberikan gratis sewa selama satu tahun.”</p>
<p>Lesunya bisnis ini membuat beberapa penerbit menutup kembali kiosnya misalnya saja Mizan dan Erlangga. Tak juga terlihat tanda-tanda toko buku Gramedia yang disebut-sebut akan membuka cabang di tempat ini.</p>
<p>Kondisi ini memang menyulitkan pengelola PBI. “Penerbit buka tapi tak ada pembeli dan pas pembeli datang penerbitnya malah tutup,” keluh Upi. </p>
<p>Toh pengelola PBI tak menyerah. Menjelang akhir tahun lalu mereka menggandeng penerbit Mizan menggelar obral buku terbitannya dan berlanjut dengan menjual buku pelajaran murah atau Buku Sekolah Elektronik  hasil kerja bersama Departemen Pendidikan Nasional.</p>
<p>PBI juga menjadikan Desember lalu menjadi Bulan Buku Murah dimana mereka menggelar bazaar buku impor dengan harga murah. Upi mengklaim program ini mampu menyedot konsumen datang bahkan dalam catatannya dalam sebulan sekitar 1.800 buku impor ludes terjual. Karena dinilai sukses, bazaar tersebut diperpanjang hingga akhir Januari. </p>
<p>Upi memaparkan rencana menjadikan PBI menjadi Education Department Store yang diharapkan bisa terwujud pada Mei mendatang. Dalam konsep ini nantinya selain buku akan ditawarkan juga berbagai keperluan dunia pendidikan seperti alat peraga hingga piranti lunak pendidikan. </p>
<p>Sembari membenahi PBI di ibukota, Upi mengatakan PBI juga sudah dibuka di Jalan Jenderal Sudirman, Padang, Sumatera Barat. Menyusul pada April mendatang, PBI  Makassar akan dibuka di Jalan Perintis Kemerdekaan. “Tahun ini kami bertekad memperbaiki pusat buku supaya lebih maju lagi di tahun ini,” kata dia.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayat-ayat Cinta: Antara Novel dan Filmnya]]></title>
<link>http://pondokhati.wordpress.com/2008/12/31/ayat-ayat-cinta-antara-novel-dan-filmnya/</link>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 00:08:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>pondokhati</dc:creator>
<guid>http://pondokhati.wordpress.com/2008/12/31/ayat-ayat-cinta-antara-novel-dan-filmnya/</guid>
<description><![CDATA[PENDAHULUAN Beberapa waktu yang lalu, antusiasme orang untuk ke bioskop begitu besar. Ketika melewat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENDAHULUAN Beberapa waktu yang lalu, antusiasme orang untuk ke bioskop begitu besar. Ketika melewat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pudarnya Pesona Cleopatra]]></title>
<link>http://m4w13k.wordpress.com/2008/12/24/pudarnya-pesona-cleopatra/</link>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 06:34:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>m4w13k</dc:creator>
<guid>http://m4w13k.wordpress.com/2008/12/24/pudarnya-pesona-cleopatra/</guid>
<description><![CDATA[Pudarnya Pesona Cleopatra By: Habiburrahman El Shirazy Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pudarnya Pesona Cleopatra<br />
By: Habiburrahman El Shirazy<br />
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu. “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh<br />
tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.</p>
<p>Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali. Adikku, tante<br />
Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.</p>
<p>Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!</p>
<p>Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja.<br />
Aku merasa hidupku ada lah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.</p>
<p>Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab ” tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga” Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, ” kenapa mas memanggilku mbak, aku<br />
kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. “wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi<br />
pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.</p>
<p>Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air<br />
panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. “Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja.<br />
Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan. Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. ” Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. “Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”. ” Biasanya dikerokin” jawabku lirih. ” Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis<br />
mesir titisan Cleopatra.</p>
<p>Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya.” Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu” kata Ratu Cleopatra. ” Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu”. Aku mempersiapkan<br />
segalanya. Tepat pukul 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian.</p>
<p>Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba ” Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya” kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. ” Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam.<br />
Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya. Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.</p>
<p>” Mas, nanti sore ada acara qiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dielukelukan keluarga tidak datang” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. ” Maaf..maaf jika mengganggu<br />
Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. ” Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. ” Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil “dinda”. ” Matanya sedikit berbinar. “Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan.<br />
Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. ” Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?”.<br />
Hana begitu bahagia. Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku<br />
dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memakimaki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang<br />
kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.</p>
<p>Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. “<br />
Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang<br />
tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.<br />
Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana. Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan<br />
sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. ” Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu” kata ibuku. ” Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.</p>
<p>Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya” Mana tanggung jawabmu!” Aku hanya diam dan mendesah sedih. ” Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta” gumamku.</p>
<p>Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, ” Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita”.<br />
Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir.</p>
<p>Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntahmuntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh. Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. “Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi. “Alhamdulillah, sudah” jawabku. ” Dengan orang mana?.” Orang Jawa”. ” Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?”. “Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”. ” Kau sangat beruntung, tidak sepertiku”. ” Kenapa dengan Bapak?” ” Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”. ” Bagaimana itu bisa terjadi?”. “ Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predikat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia.</p>
<p>Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil<br />
membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua.</p>
<p>Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, samasama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang<br />
tinggi saya berhasil menikahi Yasmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali namun Yasmin tidak bisa.</p>
<p>Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya<br />
tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengen rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada<br />
sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir.<br />
Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. ” Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir”. Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal.</p>
<p>Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang”. Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bualn aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan<br />
bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.<br />
Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur<br />
itu kutemukan kertas Merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan ya Rabbii ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya<br />
Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku. “Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan<br />
kesabaran dalam diri hamba” tulis Raihana. Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa” Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya<br />
Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap<br />
menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha<br />
Suci Engkau”. Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku<br />
meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi Cintaku dengan Raihana.<br />
Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu- sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. ” Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi.<br />
” Raihana…istrimu. .istrimu dan anakmu yang dikandungnya” . ” Ada apa dengan dia”. ” Dia telah tiada”. ” Ibu berkata apa!”. ” Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya”. Hatiku bergetar hebat. ” kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”. “</p>
<p>Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami<br />
sangat sedih, Jadi Maafkanlah kami”. Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.<br />
Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali. Dunia tiba-tiba gelap semua ……..</p>
<p>Sumber :<br />
Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra ( Novel Psikologi Islam Pembangun Jiwa )<br />
Karangan : Habiburrahman El Shirazy ( Penulis Novel best seller Ayat-ayat cinta)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang Pemimpi vs Ketika Cinta Bertasbih]]></title>
<link>http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/11/10/sang-pemimpi-vs-ketika-cinta-bertasbih/</link>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 05:32:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>yasir maqosid</dc:creator>
<guid>http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/11/10/sang-pemimpi-vs-ketika-cinta-bertasbih/</guid>
<description><![CDATA[Seminggu ini saya berusaha menamatkan dua novel yang akan difilmkan yaitu Sang Pemimpi karya Andrea]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seminggu ini saya berusaha menamatkan dua novel yang akan difilmkan yaitu Sang Pemimpi karya Andrea]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Miliyaran Rupiah dari Menulis Buku]]></title>
<link>http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/10/28/miliyaran-rupiah-dari-menulis-buku/</link>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 06:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>yasir maqosid</dc:creator>
<guid>http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/10/28/miliyaran-rupiah-dari-menulis-buku/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin orang tidak merasa aneh jika di negara-negara maju, profesi penulis sudah digeluti secara pr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mungkin orang tidak merasa aneh jika di negara-negara maju, profesi penulis sudah digeluti secara pr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[hajat yang kesampaian...]]></title>
<link>http://aleeya01.wordpress.com/2008/10/16/hajat-yang-kesampaian/</link>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 10:30:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>aleeya01</dc:creator>
<guid>http://aleeya01.wordpress.com/2008/10/16/hajat-yang-kesampaian/</guid>
<description><![CDATA[kat perodua putrajaya dan mph alamanda, tak pasai2 salesman kete tu masok blog aku hu hu Novel Ayat2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><a href="http://aleeya01.files.wordpress.com/2008/10/novel2.jpg"><img src="http://aleeya01.files.wordpress.com/2008/10/novel2.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a><span style="text-decoration:underline;"></span>kat perodua putrajaya dan mph alamanda, tak pasai2 salesman kete tu masok blog aku hu hu</div>
<p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://aleeya01.files.wordpress.com/2008/10/1.jpg"><img src="http://aleeya01.files.wordpress.com/2008/10/1.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a>Novel Ayat2 cinta yang aku beli kat mph alamanda..</div>
<p>
<div style="text-align:justify;">Yessszzzaaaaaaaaaa!!akhirnya yang ku impikan menjadi kenyataan. Lunch hour aku gunakan sebaik mungkin untuk menyelesaikan urusan peribadi aku.  Antaranya aku ke Perodua, insyaAllah..hampir selesai, lepas je dpt no plet maybe nxt week baru kete Myvi aku kuar kot, korang doa2 la yer supaya cpt dapat!</p>
<p>Boleh la aku hantar balik kete abg yg aku pinjam neh. Lain rasanye pakai kete pinjam neh sbb dah biasa pakai kete sendiri kan.  Owhhh tiba2 aku merindu dengan satria lamakuuuuu huk huk huk&#8230;Ok ok takmo sesedey, actually lunch hour tadik pon aku sempat redah MPH Alamanda.  Hape lagikkkk mencari novel idaman aku ler.  Happynya bila impian terlaksana.</p>
<p>Novel yg aku beli tadi adalah cetakan ke 11.  Owhhh sgt kagum okeh.  Yang ni regenya cuma RM23.90.  Ada cetakan lagi satu tapi tak sure yg ke 10 kot..cover keras sket, yg tu dlm RM32.90.  So haruslah aku amik cetakan latestkan.  Lagipun sama je isi kandungan cuma cover je berbeza.</p>
<p>Lepas dpt novel aku dan blogger Haja lepak kat McD..Ermm agak2 bila masanye aku nak baca ehhh.  Ye lah ade anak kecik ni paham2 le..nak selak cover pon tak sempat.  Aku rasa baik letak kat opis aje.  Lunch hour aku leh baca kan kan&#8230;..tapi arini nak bawak balik umah dulu..nak tunjuk kat hubby&#8230;dah dpt novel neh lalalalalala&#8230;</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses Buku Menuju Sinema; Saatnya Mengaji di Bioskop]]></title>
<link>http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/10/16/sukses-buku-menuju-sinema-saatnya-mengaji-di-bioskop/</link>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:39:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>yasir maqosid</dc:creator>
<guid>http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/10/16/sukses-buku-menuju-sinema-saatnya-mengaji-di-bioskop/</guid>
<description><![CDATA[Sukses novel Ayat-ayat Cinta yang diangkat ke layar lebar, diikuti pula dengan sukses Laskar Pelangi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sukses novel Ayat-ayat Cinta yang diangkat ke layar lebar, diikuti pula dengan sukses Laskar Pelangi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Best Seller!!!]]></title>
<link>http://aleeya01.wordpress.com/2008/10/16/best-seller/</link>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 02:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>aleeya01</dc:creator>
<guid>http://aleeya01.wordpress.com/2008/10/16/best-seller/</guid>
<description><![CDATA[Novel Ayat2 Cinta Korang pasan dak header aku dah tuko. Ye la sejak blog ni diwujudkan aku pakai hea]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><a href="http://aleeya01.files.wordpress.com/2008/10/494933525_2fc4221b24.jpg"><img alt="" src="http://aleeya01.files.wordpress.com/2008/10/494933525_2fc4221b24.jpg?w=197" border="0" /></a>Novel Ayat2 Cinta</div>
<p>
<div style="text-align:justify;">Korang pasan dak header aku dah tuko. Ye la sejak blog ni diwujudkan aku pakai header yg sama je. Ni baru tuko. Aku masih mengekalkan ciri2 yg sama he he. . Actually nak citer fasal Novel ni yang aku masih blom miliki. Sebelom ni aku ade tulis fasal Ayat-ayat cinta ni dalam n3 <a href="http://aleeya01.blogspot.com/2008/10/ketika-ku-bersujud.html"><strong><span style="font-size:130%;color:#ff0000;"><em>ketika ku bersujud</em></span></strong> </a></div>
<div style="text-align:justify;" align="center">                                                                                     ***</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;">Memang nak sgt2 la novel nehhh!Ada edisi bahasa melayu gitu kan. Best seller lak tuh. Sape tak tau..bila novel diangkat ke filem pon best, mesti novelnya lagik detail kan. Sape dah ade novel neh?? Agak2 area putrajaya ni MPH alamanda ade dak?he he&#8230;Tak sempat carik jauh2 biasalah dah bekuarga nehh. Ke nak mintak hubby je belikan..boleh tak syg..belikan satu!!!!??:)) </div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:85%;"><strong>auto publish n3</strong></span></div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
