<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hadist &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hadist/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hadist"</description>
	<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 00:22:09 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ask the Aceh Ulama Trumpet Government Ban]]></title>
<link>http://dolins.wordpress.com/2009/12/25/ask-the-aceh-ulama-trumpet-government-ban/</link>
<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 12:37:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>th3z4ck</dc:creator>
<guid>http://dolins.wordpress.com/2009/12/25/ask-the-aceh-ulama-trumpet-government-ban/</guid>
<description><![CDATA[Ask the Aceh Ulama Trumpet Government Ban BANDA ACEH, KOMPAS.com-The &#8216;ulama in Aceh asked the ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ask the Aceh Ulama Trumpet Government Ban BANDA ACEH, KOMPAS.com-The &#8216;ulama in Aceh asked the ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ibadah]]></title>
<link>http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/2009/12/16/ibadah/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 15:09:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tarekat Qodiriyah</dc:creator>
<guid>http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/2009/12/16/ibadah/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahir Rahmanir Rahiim Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar sentral, yaitu: hub]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/files/2009/12/makki1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-722" title="makki" src="http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/files/2009/12/makki1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Bismillahir Rahmanir Rahiim</p>
<p>Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar sentral, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut) dan raja’ (harapan). Rasa cinta harus dibarengi dengan sikap rasa rendah diri, sedangkan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini.</p>
<p>Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin:</p>
<p>“Dia mencintai mereka dan mereka mencintaiNya.” (Al-Ma’idah: 54)</p>
<p>“Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)</p>
<p>Dia Subhannahu wa Ta’ala berfirman menyifati para rasul dan nabiNya: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (Al-Anbiya’: 90)</p>
<p>Sebagian salaf berkata: “Siapa yang menyembah Allah dengan rasa hubb (cinta) saja maka ia zindiq. Zindiq adalah istilah untuk setiap munafik, orang yang sesat dan mulhid (pen).[1]</p>
<p>Siapa yang menyembahNya dengan raja’ (harapan) saja maka ia adalah murji’. Murji’ adalah orang Murji’ah, yaitu golongan yang mengatakan bahwa amal bukan bagian dari iman. Iman hanya dengan hati (pen.).[2]</p>
<p>Dan siapa yang menyembahNya hanya dengan khauf (takut) saja, maka ia adalah haruriy. Haruriy adalah orang dari golongan Khawarij, yang pertama kali muncul di Harurro’, dekat Kufah, yang berkeyakinan bahwa orang mukmin yang berdosa adalah kafir (pen).[3]</p>
<p>Siapa yang menyembahNya dengan hubb, khauf dan raja’ maka ia adalah mukmin muwahhid.” Hal ini disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Risalah Ubudiyah.</p>
<p>Beliau juga berkata: “Dien Allah adalah menyembahNya, ta’at dan tunduk kepadaNya. Asal makna ibadah adalah adz-dzull (hina). Akan tetapi ibadah yang diperintahkan mengandung makna dzull dan hubb. Yakni mengandung makna dzull yang paling dalam dengan hubb yang paling tinggi kepadanya. Siapa yang tunduk kepada seseorang dengan perasaan benci kepadanya, maka ia bukanlah menghamba (menyembah) kepadanya.</p>
<p>Dan jika ia menyukai sesuatu tetapi tidak tunduk kepadanya, maka ia pun tidak menghamba (menyembah) kepadanya. Sebagaimana seorang ayah mencintai anak atau rekannya. Karena itu tidak cukup salah satu dari keduanya dalam beribadah kepada Allah, tetapi hendaknya Allah lebih dicintainya dari segala sesuatu dan Allah lebih diagungkan dari segala sesuatu. Tidak ada yang berhak mendapat mahabbah (cinta) dan khudhu’ (ketundukan) yang sempurna selain Allah. Majmu’ah Tauhid Najdiyah, 542.[4]</p>
<p>Inilah pilar-pilar kehambaan yang merupakan poros segala amal ibadah. Ibnu Qayyim berkata dalam Nuniyah-nya: “Ibadah kepada Ar-Rahman adalah cinta yang dalam kepadaNya, beserta kepatuhan penyembahNya. Dua hal ini adalah ibarat dua kutub. Di atas keduanyalah orbit ibadah beredar. Ia tidak beredar sampai kedua kutub itu berdiri tegak. Sumbunya adalah perintah, perintah rasulNya. Bukan hawa nafsu dan syetan.”</p>
<p>Ibnu Qayyim menyerupakan beredarnya ibadah di atas rasa cinta dan tunduk bagi yang dicintai, yaitu Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan beredarnya orbit di atas dua kutubnya. Beliau juga menyebutkan bahwa beredarnya orbit ibadah adalah berdasarkan perintah rasul dan syari’atnya, bukan berdasarkan hawa nafsu dan setan. Karena hal yang demikian bukanlah ibadah. Apa yang disyari’atkan baginda Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam itulah yang memutar orbit ibadah. Ia tidak diputar oleh bid’ah, nafsu dan khurafat.</p>
<p>Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Turmudzi menunjukkan bahwa do’a merupakan jenis ibadah yang paling  penting. Karena shalat tidak boleh ditujukan kepada Rasul atau wali. Demikian pula do’a.1.Orang yang mengatakan “ya Rasululloh” atau “Hai orang yang ghaib, berilah aku pertolongan dan anugrah”, berarti berdo’a kepada selain Allah, meskipun niatrnya bahwa yang memberi pertolongan itu Allah.Demikian pula orang yang berkata,”saya shalat untuk Rasul atau wali” meskipun dalam hatinya untuk Allah, shalat seperti itu tidak akan diterima, karena ucapannya berlawanan dengan  hatinya. Ucapan harus sesuai dengan niat dan keyakinan. Bila tidak demikian maka perbuatannya termasuk syirik yang tidak diampuni selain dengan taubat.2.Apabila ia mengatakan yang diniatkan adalah Nabi atau wali itu sebagai perantara kepada Allah, seperti menghadap raja, perlu seorang perantara maka yang demikian itu merupakan menyamakan (tasybih) Allah dengan makhluk yang dhalim. Tasybih seperti itu akan menyeretnya kepada kekufuran. Padahal Allah telah berfirman yang menyatakan kesuciannya daripada penyamaan dengan makhlukNya baik dalam dzat, sifat maupun titahNya.Firmannya : “</p>
<p><em>“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (As-Syura : 11).</em></p>
<p>3.Orang-orang musyrik pada zaman Nabi Shallallahu’alaihi wasallam meyakini bahwa Allah pencipta dan pemberi rizki, tetapi mereka berdo’a kepada wali-wali (pelindung) mereka yang berwujud patung.Mereka beranggapan bahwa patung-patung itu menjadi perantara yang dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Ternyata Allah tidak mentolerir perbuatan mereka itu bahkan mengkafirkan mereka dengan firmanNya : “</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah berkata: kami tidak menyembah mereka kecuali hanya agar mereka dapat mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh Allah tidak memberikan petunjuk kepda orang-orang yang dusta dan sangat ingkar.” (Az-Zumar ; 3).</em></p>
<p>Allah itu dekat dan mendengar, tidak perlu perantara. Firmannya :”</p>
<p><em>“Apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang diriKu,  maka sesungguhnyaAku dekat.” (Al-Baqarah : 186).</em></p>
<p>4.ang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya berdo’a hanya kepada Allah saja, tetapi setelah selamat dari bahaya mereka berdo’a kepada pelindung-pelindungnya berupa patung-patung, sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang kafir.Firmannya : “</p>
<p><em>“Dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya dan mereka yakin bahwa mereka dalam kepungan bahaya, mereka berdo’a kepada Allah dengan ikhlas semata-mata kepadanya. Mereka berkata :sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”(Yunus : 22).</em></p>
<p>Maka kenapa sejumlah orang Islam berdo’a kepada para rasul dan orang-orang shaleh (selain Allah). Mereka meminta pertolongan daripadanya, baik di waktu susah maupun gembira. Apakah mereka tidak membaca firman Allah : “</p>
<p><em>“Siapa gerangan yang lebih sesat daripada orang yang berdo’a kepada selain Allah, yaitu kepada orang yang tidak dapat memberikan pertolongan sampai hari kiamat, sedangkan mereka sendiri lalai akan do’a mereka. Dan apabila mereka dikumpulkan pada hari kiamat, niscaya sesembahan mereka akan menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (Al-Ahqaf : 5-6).</em></p>
<p>5.Banyak orang yang menyangka bahwa kaum musyrikin yang disebut dalam Al-Qur’an itu adalah orang yang menyembah patung yang terbuat dari batu. Anggapan itu keliru, sebab patung-patung itu dahulunya adalah nama-nama orang shaleh. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu mengenai firman Allah dalam surat Nuh : “</p>
<p><em>“Dan mereka berkata : jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhanmu dan  jangan pula meninggalkan WADD, SUWA, YAGHUTS, YA’UQ dan NASR. (Nuh : 23).</em></p>
<p>Ibnu Abbas mengatakan bahwa nama-nama tersebut adalah nama-nama orang-orang shaleh umat nabi Nuh u. Setelah mereka mati, setan membisikkan kepada para pengikutnya agar di tempat duduk mereka, didirikan monumen-monumen yang diberi nama dengan nama mereka. Mereka melaksanakannya namun patung-patung itu belum sampai disembah. Setelah pembuat patung-patung itu mati dan generasi berikutnya tidak lagi mengetahui asal-usulnya, patung-patung itu ahirnya disembah. 6.Allah membantah orang-orang yang berdo’a kepada para Nabi dan wali: “</p>
<p><em>“Katakanlah, panggillah mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah.</em><em> Mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menolak bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu sendiri justru mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat dengan Allah dan juga mengahrapkan rahmatNya serta takut akan Adzabnya. Sungguh adzab Tuhanmu itu sesuatu yang patut ditakuti.” (Al-isra’ : 56-57).</em></p>
<p>Imam ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat ini turun mengenai sekelompok manusia yang menyembah jin dan berdo’a kepadanya. Jin tersebut kemudian masuk Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini turun mengenai orang-orang yang berdo’a kepada Isa Al-Masih dan malaikat. Dari keterangan-keterangan di atas telah jelas bahwa ayat ini membantah dan mengingkari orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah, meskipun kepada  Nabi atau wali. 7.Ada orang yang menyangka bahwa minta tolong (istighatsah) kepada selain Allah itu boleh dengan alasan bahwa yang memberi pertolongan sebanarnya adalah Allah, seperti istighatsah kepada Rasul dan wali-wali. Ini dikatakan boleh, seperti ada orang yang berkata : saya disembuhkan oleh obat dan dokter. Pendapat ini salah dan dibantah oleh firman Allah yang mengisahkan do’a Nabi Ibrahim : “</p>
<p><em>“ Allah</em><em> lah yang menciptakan aku maka  Dialah yang memberikan petunjuk kepadaku. Dialah yang memberi makan dan minum aku, dan apabila aku sakit Dialah yang  menyembuhkanku.” (Asy-syuaraa’ : 78-80).</em></p>
<p>Ayat ini menerangkan bahwa pemberi petunjuk, rezki dan kesembuhan adalah Allah saja bukan yang lain, sedangkan obat  hanyalah sebagai sebab saja dan tidak menyembuhkan. 8.Banyak orang yang tidak dapat membedakan antara istighatsah kepada orang hidup dan istighatsah kepada orang mati. Firman Allah : “</p>
<p><em>“Tidaklah sama orang yang hidup dengan orang yang mati.”</em><em> (Fathir : 22).</em></p>
<p><em></em><em>“Nabi Musa dimintaitolong oleh seorang dari golongannya untuk mengalahkan musuh orang itu.”</em><em> (Al-Qashah : 15).</em> Ayat ini  menceritakan tentang seorang yang minta tolong kepada Musa agar melindunginya dari musuhnya dan Musa pun menolongnya:”<em> </em><em></em></p>
<p><em></em><em>“Dan Musa meninjunya sehingga matilah musuh itu.”</em><em></em><em> (Al-Qashash : 15)</em></p>
<p><em></em>Adapun orang  mati tidak boleh kita meminta tolong kepadanya karena ia tidak dapat mendengar do’a kita. Andaikata mendengar pun ia tidak akan dapat memenuhi permintaan kita karena ia tidak dapat melakukannya. Firman Allah : “</p>
<p><em>“Apabila kamu berdo’a kepada mereka, mereka tidak dapat mendengar do’a kamu dan  seandainya mereka dapat mendengar, mereka tidak dapat memenuhi permintaanmu. Dan pada hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu.” (Fathir : 14).</em></p>
<p><em>“dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah itu tidak dapat membuat sesuatu apapun sedang  mereka sendiri dibuat orang. Mereka itu benda mati, tidak hidup dan mereka itu tidak dapat mengetahui kapan akan dibangkitkan.” (An-Nahl : 20-21).</em> 8.Dalam hadits-hadits shahih terdapat keterangan bahwa menusia pada hari kiamat nanti mendatangi para Nabi untuk minta syafaat, sampai mereka mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam untuk meminta syafaat agar segera dibebaskan. Nabi Muhammad menjawab : ya, memang saya dapat memberi syafaat, kemudian beliau sujud di bawah Arsy dan memohon kepada Allah agar mereka segera dibebaskan dan dipercepat proses penghisabannya. Syafaat ini adalah permintaan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam dan waktu itu beliau dalam keadaan hidup dimana beliau dapat berbicara dengan mereka lalu beliau memohonkan syafaat. Itulah yang diperbuat Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam.9.Argumen yang paling tepat untuk membedakan antara memohon kepada orang mati dan orang hidup adalah apa  yang dikatakan Umar bin Khatthab pada waktu terjadi kekeringan dimana beliau meminta kepada Al-Abbas paman Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam untuk mendo’akan mereka, dan Umar tidak pernah minta tolong kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam setelah beliau wafat.10.Ada sejumlah ulama yang menyangka bahwa tawassul itu sama dengan istighatsah, padahal perbedaan antara keduanya besar sekali. Tawassul adalah berdo’a kepada Allah melalui perantara seperti, wahai Allah, dengan perantaraan cintaku  kepadamu dan cintaku kepada Rasulmu bebaskanlah kami. Do’a dengan cara tawassul seperti ini boleh. Istighatsah adalah berdo’a kepada selain Allah seperti, wahai Rasululloh, bebaskanlah kami. Ini tidak boleh, bahkan termasuk syirik besar berdasarkan firman Allah : “</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak  memberi manfaat  dan  tidak pula memberi madharat kepadamu, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang zalim (musyrik).” (Yunus : 106).</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://sarahuaci.wordpress.com/2009/12/15/260/</link>
<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 06:11:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sarahuaci</dc:creator>
<guid>http://sarahuaci.wordpress.com/2009/12/15/260/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hibah Ensiklopedia Mukjizat AlQuran Dan Hadist ke Perpustakaan]]></title>
<link>http://muslimsein.wordpress.com/2009/12/14/sumbangan-ensiklopedia-mukjizat-alquran-dan-hadis/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:12:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>maspraset</dc:creator>
<guid>http://muslimsein.wordpress.com/2009/12/14/sumbangan-ensiklopedia-mukjizat-alquran-dan-hadis/</guid>
<description><![CDATA[hibah ke perpustakaan Adalah manusia yang merugi jika kondisi kita hari ini sama dengan kondisi kita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[hibah ke perpustakaan Adalah manusia yang merugi jika kondisi kita hari ini sama dengan kondisi kita]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tingkatan Auliya Allah]]></title>
<link>http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/2009/12/08/tingkatan-auliya-allah/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 09:48:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tarekat Qodiriyah</dc:creator>
<guid>http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/2009/12/08/tingkatan-auliya-allah/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahir Rahmanir Rahiim Hirarki Kewalian Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/files/2009/12/1186472175_wft_ketika_sujud.jpg"><img src="http://tarekatqodiriyah.wordpress.com/files/2009/12/1186472175_wft_ketika_sujud.jpg?w=150" alt="" title="1186472175_wft_ketika_sujud" width="150" height="112" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-707" /></a><br />
Bismillahir Rahmanir Rahiim</p>
<p>Hirarki Kewalian</p>
<p>Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjudul Kasyf Al-Mahjub, mengatakan bahwa wali Akhyar sebanyak 300 orang, wali Abdal sebanyak 40 orang, wali Abrar sebanyak 7 orang, wali Autad sebanyak 4 orang, wali Nuqaba sebanyak 3 orang dan wali Quthub atau Ghauts sebanyak 1 orang. Sedangkan menurut Syaikhul Akbar Muhyiddin ibnu â€˜Arabi dalam kitabnya al-Futuhat al-Makkiyyah membuat pembagian tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut:</p>
<p>1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts<br />
Wali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.</p>
<p>2. Wali Aimmah<br />
Pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Robbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.</p>
<p>3. Wali Autad<br />
Jumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kaabah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.</p>
<p>4. Wali Abdal<br />
Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu &#8216;Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.</p>
<p>Pada tahun 586 di Spanyol, Muhyiddin ibnu &#8216;Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu &#8216;Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Muâ&#8217;az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.</p>
<p>5. Wali Nuqobaa<br />
Jumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqobaa melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.</p>
<p>6. Wali Nujabaa<br />
Jumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.</p>
<p>7. Wali Hawariyyun<br />
Berasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.</p>
<p>8. Wali Rajabiyyun<br />
Dinamakan demikian, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.</p>
<p>Berbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.</p>
<p>Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.</p>
<p>9. Wali Khatam<br />
Khatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd saw.</p>
<p>Jumlah para Auliya yang berada dalam manzilah-manzilah ada 356 sosok, yang mereka itu ada dalam kalbu Adam, Nuh, Ibrahim, Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan ada 300, 40, 7, 5, 3 dan 1. Sehingga jumlah kerseluruhan 356 tokoh. Hal ini menurut kalangan Sufi karena adanya hadits yang menyebut demikian.<br />
Sedangkan menurut Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu &#8216;Arabi (menurut beliau muncul dari mukasyafah) maka jumlah keseluruhan Auliya yang telah disebut diatas, sampai berjumlah 589 orang. Diantara mereka ada satu orang yang tidak mesti muncul setiap zaman, yang disebut sebagai al-Khatamul Muhammadi, sedangkan yang lain senantiasa ada di setiap zaman tidak berkurang dan tidak bertambah. Al-Khatamul Muhammadi pada zaman ini (zaman Muhyiddin ibnu &#8216;Arabi), kami telah melihatnya dan mengenalnya (semoga Allah menyempurnakan kebahagiaannya), saya tahu ia ada di Fes (Marokko) tahun 595 H. Sementara yang disepakati kalangan Sufi, ada 6 lapisan para Auliyaâ, yaitu para Wali: Ummahat, Aqthab, A&#8217;immah, Autad, Abdal, Nuqaba dan Nujaba.</p>
<p>Pada pertanyaan lain : Siapa yang berhak menyandang Khatamul Auliya sebagaimana gelar Khatamun Nubuwwah yang disandang oleh Nabi Muhammad saw?.</p>
<p>Ibnu Araby menjawab :<br />
â€œal-Khatam itu ada dua: Allah menutup Kewalian (mutlak), dan Allah menutup Kewalian Muhammadiyah. Penutup Kewalian mutlak adalah Nabi Isa Alaihissalaam. Dia adalah Wali dengan Nubuwwah Mutlak, yang kelak turun di era ummat ini, dimana turunnya di akhir zaman, sebagai pewaris dan penutup, dimana tidak ada Wali dengan Nubuwwah Mutlak setelah itu. Ia disela oleh Nubuwwah Syari&#8217;at dan Nubuwwah Risalah. Sebagaimana Nabi Muhammad saw sebagai Penutup Kenabian, dimana tidak ada lagi Kenabian Syariat setelah itu, walau pun setelah itu masih turun seperti Nabi Isa, sebagai salah satu dari Ulul &#8216;Azmi dari para Rasul dan Nabi mulia. Maka turunnya Nabi Isa sebagai Wali dengan Nubuwwah mutlaknya, tetapi aturannya mengikuti aturan Nabi Muhammad saw, bergabung dengan para Wali dari ummat Nabi Muhammad lainnya. Ia termasuk golongan kita dan pemuka kita.<br />
Pada mulanya, ada Nabi, yaitu Adam as. Dan akhirnya juga ada Nabi, yaitu Nabi Isa, sebagai Nabi Ikhtishah (kekhususan), sehingga Nabi Isa kekal di hari mahsyar ikut terhampar dalam dua hamparan mahsyar. Satu Mahsyar bersama kita, dan satu mahsyar bersama para Rasul dan para Nabi.<br />
Adapun Penutup Kewalian Muhammadiyah, saat ini (zaman Muhyiddin ibnu &#8216;Arabi) ada pada seorang dari bangsa Arab yang memiliki kemuliaan sejati. Saya kenal di tahun 595 H. Saya melihat tanda rahasia yang diperlihatkan oleh Allah Ta&#8217;ala pada saya dari kenyataan ubudiyahnya, dan saya lihat itu di kota Fes, sehingga saya melihatnya sebagai Penutup Kewalian Muhammadin darinya. Dan Allah telah mengujinya dengan keingkaran berbagai kalangan padanya, mengenai hakikat Allah dalam sirr-nya.<br />
Sebagaimana Allah menutup Nubuwwah Syariat dengan Nabi Muhammad SAW, begitu juga Allah menutup Kewalian Muhammadi, yang berhasil mewarisi Al-Muhammadin, bukan diwarisi dari para Nabi. Sebab para Wali itu ada yang mewarisi Ibrahim, Musa, dan Nabi Isa, maka mereka itu masih kita dapatkan setelah munculnya Khatamul Auliya’ Muhammadi, dan setelah itu tidak ada lagi Wali pada Kalbu Muhammad saw. Inilah arti dari Khatamul Wilayah al-Muhammadiyah. Sedangkan Khatamul Wilayah Umum, dimana tidak ada lagi Wali setelah itu, ada pada Nabi Isa Alaissalam. Dan kami menemukan sejumlah kalangan sebagai Wali pada Kalbu Nabi Isa As, dan sejumlah Wali yang berada dalam Kalbu para Rasul lainnya.<br />
Dilain tempat, Ibnu &#8216;Arabi mengatakan bahwa dirinyalah yang menjadi Segel (Penutup) Kewalian Muhammad.</p>
<p>Beberapa wali yang pernah mencapai derajat<br />
wali Quthub al-Aqthab (Quthub al-Ghaus) pada masanya</p>
<p>Sayyid Hasan ibnu Ali ibnu Abi Thalib<br />
Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz<br />
Syaikh Yusuf al-Hamadani<br />
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani<br />
Syaikh Ahmad al-Rifa&#8217;i<br />
Syaikh Abdus Salam ibnu Masyisy<br />
Syaikh Ahmad Badawi<br />
Syaikh Abu Hasan asy-Syazili<br />
Syaikh Muhyiddin ibnu Arabi<br />
Syaikh Muhammad Bahauddin an-Naqsabandi<br />
Syaikh Ibrahim Addusuqi<br />
Syaikh Jalaluddin Rumi</p>
<p>Syaikh Abdul Qadir al-Jilani<br />
Beliau pernah berkata â€œKakiku ada diatas kepala seluruh wali. Menurut Abdul Rahman Jami dalam kitabnya yang berjudul Nafahat Al-Uns, bahwa beberapa wali terkemuka diberbagai abad sungguh-sungguh meletakkan kepala mereka dibawah kaki Syaikh Abdul Qadir al-Jilani. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gambaran Neraka Jahannam Yang Mengerikan]]></title>
<link>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/12/08/gambaran-neraka-jahannam-yang-mengerikan/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 23:01:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>bootingskoBlog</dc:creator>
<guid>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/12/08/gambaran-neraka-jahannam-yang-mengerikan/</guid>
<description><![CDATA[Jahannam (Arab جهنم) adalah neraka tempat penyiksaan yang memiliki 7 pintu dan setiap pintu (tingkat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright" style="border:0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R2j3wEPxqX0/SF9lUiPWFCI/AAAAAAAAAVg/jpHEH4dFLf4/s400/pd_hell_070706_ms.jpg" alt="neraka jahannam" width="182" height="137" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Jahannam (Arab جهنم) adalah neraka tempat penyiksaan yang memiliki 7 pintu dan setiap pintu (tingkat), telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari para makhluk-Nya. Gerbang jahannam dipimpin oleh Malaikat Malik dan memiliki Malaikat Penyiksa yang berjumlah sebanyak 19 malaikat yang disebut Zabaniyah.<span style="color:#ffffff;">bootingskoBlog</span></p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Allah berfirman dalam Al Qur&#8217;an tentang Atheis :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“fahasbahu jahannam,”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang berarti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Ketika Jahannam cukup untuk mereka &#8211; Inilah tempat yang pantas untuk mereka, sebuah tempat yang tak berair, menakutkan, siksaan yang suram yang akan menghancurkan ego mereka.”</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dikisahkan dalam sebuah hadits bahwa sesungguhnya neraka jahanam itu adalah hitam gelap dan pekat, tidak ada cahaya dan tidak pula neraka itu menyala/terang.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah saw bersabda :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Api kamu ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api di neraka jahannam.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Para sahabat mengatakan :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>”Yang ini pun sudah cukup berat panasnya.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nabi berkata lagi :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>”Bahkan api neraka itu melebihi sebanyak enam puluh sembilan kali lipat panasnya api dunia.”</em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Api neraka jahannam telah dinyalakan seribu tahun hingga menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun hingga menjadi legam, seperti malam yang gelap gulita.”</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Jahanam memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70.000 gunung, pada setiap gunung itu pula terdapat 70.000 lereng api dan pada setiap lereng itu terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70.000 lembah dari api.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Disetiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70.000 ular dan kala, dan setiap kala itu mempunyai 70.000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70.000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut mempunyai 70.000 qullah bisa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Dikatakan pula bahwa Jahannam ini memiliki pula anjing-anjing neraka Jahannam yang siap mengoyak-oyak tubuh. Dalam haditsnya disebutkan yang berbunyi:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;&#8230; jangan mengoyak perasaan orang lain dengan mulutmu, karena kelak engkau akan dikoyak-koyak oleh anjing-anjing neraka jahanam.&#8221; Sebagaimana firman Allah yang bermakna, &#8220;Di neraka itu ada anjing-anjing yang dikiaskan mengoyak badan manusia.&#8221;</em></p>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gambaran Hukuman Dan Siksaan Neraka Yang Sangat Mengerikan]]></title>
<link>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/12/08/gambaran-hukuman-dan-siksaan-neraka-yang-sangat-mengerikan/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 23:00:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>bootingskoBlog</dc:creator>
<guid>http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/12/08/gambaran-hukuman-dan-siksaan-neraka-yang-sangat-mengerikan/</guid>
<description><![CDATA[Neraka adalah tempat penyiksaan bagi mahluk Allah yang membangkang. Mereka adalah orang-orang yang m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" style="border:0;" src="http://www.hellhappens.com/hell-2-by-jack-chick.gif" alt="siksa neraka" width="244" height="165" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;">Neraka adalah tempat penyiksaan bagi mahluk Allah yang membangkang. Mereka adalah orang-orang yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari Rasulullah saw. Siapapun orang yang dimasukkan ke dalam neraka, dia tidak akan keluar darinya. Pintu neraka berdiri kokoh dan tertutup rapat. Itulah pejara bagi orang-orang yang menganggap remeh berita tentang pengadilan akhirat. Didalam Al-Qur&#8217;an disebutkan bahan bakar neraka adalah dari manusia dan batu (ada yang mengartikan berhala). Inilah gambaran hukuman dan siksaan di neraka yang sangat mengerikan:<span style="color:#ffffff;">bootingskoBlog</span></p>
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;">Di akhirat para penghuni neraka akan menjalani hukuman berupa siksa yang sangat pedih. Siksaan yang mereka derita dalam neraka itu bermacam-macam sekali, sebagaimana yang difirmankan Allah seperti berikut:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>&#8220;Dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka.&#8221; </em><strong>(At-Taubah [9]:35)</strong>.</li>
<li><em>&#8220;Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, supaya mereka diseret, kedalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.&#8221;</em><strong><em> </em>(Al-Mu’min [40]:71-72)</strong>.</li>
<li><em>&#8220;Peganglah dia kemudian seretlah dia ketengah-tengah neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya seksaan (dari) air yang amat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.&#8221;</em> <strong>(Ad-Dukhan [44]:47-49).</strong></li>
<li><em>&#8220;Peganglah dia lalu belenggulah tangannya kelehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.&#8221;</em> <strong>(Al-Haqqah [69]:30-32).</strong></li>
<li><em>&#8220;Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian dari api neraka, disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala-kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit-kulit mereka. Dan cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, maka mereka dikembalikan kedalamnya, (serta dikatakan kepada mereka): &#8220;Rasailah azab yang membakar ini.&#8221; </em><strong>(Al-Hajj [22]:19-22)</strong>.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Siksaan di dalam neraka yang paling ringan diberikan sandal api yang bisa membuat otak mereka mendidih.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah orang yang diberi sepasang sandal yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya karena panasnya yang laksana air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih dahsyat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.” </em><strong>(HR. Bukhari-Muslim)</strong>.</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Disebutkan didalam salah satu hadist, bahwa penghuni neraka yang terbanyak adalah dari kalangan perempuan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“ &#8230;orang-orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka maka ketika saya berdiri di dekat pintu neraka tiba-tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang perempuan.&#8221;</em></p>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://segienam.wordpress.com/2009/11/29/12/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 23:36:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://segienam.wordpress.com/2009/11/29/12/</guid>
<description><![CDATA[di dalam sunan at-tirmidzi, disebutkan dari jabir ra dari nabi SAW, &#8220;sesungguhnya orang yang p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[di dalam sunan at-tirmidzi, disebutkan dari jabir ra dari nabi SAW, &#8220;sesungguhnya orang yang p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadist ke-1]]></title>
<link>http://fadhilahsedekah.wordpress.com/2009/11/26/masih-kosong/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:50:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>fadhilahsedekah</dc:creator>
<guid>http://fadhilahsedekah.wordpress.com/2009/11/26/masih-kosong/</guid>
<description><![CDATA[“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Musli]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Musli]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ramalan 2012...intipan bahaya ke-syirik-an !!!]]></title>
<link>http://yony23.wordpress.com/2009/11/26/ramalan-2012-intipan-bahaya-ke-syirik-an/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:39:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>YonY23</dc:creator>
<guid>http://yony23.wordpress.com/2009/11/26/ramalan-2012-intipan-bahaya-ke-syirik-an/</guid>
<description><![CDATA[JANGAN percaya ramalan kaum maya bahwa tahun 2012 akan terjadi bencana/kiamat kubra&#8230;KARENA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[JANGAN percaya ramalan kaum maya bahwa tahun 2012 akan terjadi bencana/kiamat kubra&#8230;KARENA]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HADIS PILIHAN 4]]></title>
<link>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan-4/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:10:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ustadchandra</dc:creator>
<guid>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan-4/</guid>
<description><![CDATA[13. Al-Kafi, jilid 5, hal. 56 Rabu, 19 Juli 2006 05:48 Site Admin Amar Makruf Nahi Munkar (13) Imam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>13. Al-Kafi, jilid 5, hal. 56</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 05:48 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (13)</span></strong></p>
<p>Imam al-Baqir as:<br />
&#8220;Allah Azza wa Jalla berfirman pada Nabi Syuaib as: &#8216;Aku akan mengazab seratus ribu umatmu. Empat puluh ribu orang dari orang-orang jahat dan enam puluh dari orang-orang baik. Syuaib as bertanya: &#8216;Para penjahat (layak mendapat azab), tapi bagaimana berkenaan dengan orang-orang baik?&#8217; Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman padanya: &#8216;mereka (orang-orang yang berbuat baik) bergaul dengan orang-orang jahat dan tidak marah karena murka-Ku.&#8217;&#8221;<br />
(<strong>Al-Kafi, jilid 5, hal. 56</strong>)</p>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 19 Juli 2006 05:50 )</p>
<p>&#160;</p>
<div id="jazin-wrap">
<div id="jazin">
<div>
<div>14. Wasa&#8217;il al-Syi&#8217;ah, jilid 16, hal. 120</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 05:46 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (14) </span></strong></p>
<p>Amirul Mukminin Ali as:<br />
&#8220;Perintahkanlah orang lain beramar makruf nahi munkar dan ketahuilah bahwa amar makruf nahi munkar tidak pernah me&#8230;</p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 19 Juli 2006 05:49 )</p>
</div>
</div>
<div>
<div>15. Mustadrak al-Wasail al-Syi&#8217;ah, jilid 12, hal. 181</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 05:40 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (15) </span></strong></p>
<p>Imam ash-Shadiq as:<br />
&#8220;Celakalah orang-orang yang tidak mendukung agama Allah dengan cara beramar makruf nahi munkar.&#8221;<br />
( <strong>Mustadrak al-Was&#8230; </strong></p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 19 Juli 2006 05:45 )</p>
<p><a title="15. Mustadrak al-Wasail al-Syi'ah, jilid 12, hal. 181" href="http://www-id.icc-jakarta.com/senarai-hikmah/hadis-pilihan/30-amar-makruf-nahi-munkar/248-mustadrak-al-wasail-al-syiah-jilid-12-hal-181.html">Selengkapnya&#8230; </a></p>
<div>
<div>1. Bihar al-Anwar, jilid 76, hal 4</p>
<div>Kamis, 13 Juli 2006 14:25 Site Admin</div>
</div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Menyebarkan Salam (1) </strong></span></p>
<p>Rasulullah saw bersabda:<br />
&#8220;Apabila kalian bertemu satu sama lain, maka ucapkanlah salam dan berpelukanlah dan apabila berpisah satu sama lain, mak&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>2. Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 120</p>
<div>Kamis, 13 Juli 2006 14:23 Site Admin</div>
</div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Menyebarkan Salam (2) </strong></span></p>
<p>Imam Husain bin Ali as berkata:<br />
&#8220;Tujuh puluh pahala diperuntukkan bagi orang yang mengucapkan salam. Enam puluh sembilan bagi yang memulai dan ha&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>3. Bihar al-Anwar, jilid 69, hal 393</p>
<div>Kamis, 13 Juli 2006 14:21 Site Admin</div>
</div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Menyebarkan Salam (3) </strong></span></p>
<p>Imam ash-Shadiq as berkata bahwa Rasululah saw mengumpulkan anak-anak Abdul Muththalib lalu bersabda: &#8220;Wahai anak-anak Abdul Muththalib! Sebarka&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>4. Wasa&#8217;il asy-Syi&#8217;ah, jilid 12, hal 55</p>
<div>Kamis, 13 Juli 2006 14:17 Site Admin</div>
</div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Menyebarkan Salam (4) </strong></span></p>
<p>Imam ash-Shadiq as berkata:<br />
&#8220;Orang yang memulai salam lebih dicintai Allah dan Rasul-Nya.&#8221;<br />
( <strong>Wasa&#8217;il asy-Syi&#8217;ah, jilid 12, hal 55 </strong>)</p>
</div>
<div>
<div>1. Bihar al-Anwar, hal 75, 150</p>
<div>Rabu, 14 Juni 2006 10:22 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Hak-hak Saudara Muslim (1) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Orang yang membuat sedih seorang Muslim yang sejati (mukmin) tidak dapat menggantikannya (perbuatan yang membuat s&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>2. Bihar al-Anwar, jilid 2, hal 75</p>
<div>Rabu, 14 Juni 2006 10:20 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Hak-hak Saudara Muslim (2) </span></strong></p>
<p>Imam al-Kazhim as berkata:<br />
&#8220;Di antara kewajibanmu yang paling wajib atas saudara Muslim adalah tidak menyembunyikan apa-apa yang menguntungk&#8230;</p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HADIS PILIHAN 3]]></title>
<link>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan-3/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:04:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>ustadchandra</dc:creator>
<guid>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan-3/</guid>
<description><![CDATA[4. Nahj al-Balaghah, Surat ke-31, hal. 392 Rabu, 19 Juli 2006 06:14 Site Admin Amar Makruf Nahi Munk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>4. Nahj al-Balaghah, Surat ke-31, hal. 392</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 06:14 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (4)</span></strong></p>
<p>Amirul Mukminin Ali as:<br />
&#8220;Perintahlah orang lain melakukan kebaikan, maka engkau akan termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan. Laranglah orang lain berbuat jahat dengan tindakan dan perkataanmu, dan menjauhlah sebisa mungkin dari orang yang melakukannya. Berjuanglah demi Allah dan demi hak-Nya; dan cercaan si pencerca tidak boleh menghalangimu dari jalan Allah. Hadapilah kesengsaraan demi kebaikan di manapun berada.&#8221;<br />
(<strong>Nahj al-Balaghah, Surat ke-31, hal. 392</strong>)</p>
<p>&#160;</p>
<div id="jazin-wrap">
<div id="jazin">
<div>
<div>5. Amar Makruf Nahi Munkar (5)</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 06:11 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (5) </span></strong></p>
<p>Imam al-Baqir as berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya amar makruf nahi munkar adalah jalan para nabi dan orang-orang saleh. Amar makruf nahi munkar adala&#8230;</p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>6. Ghurar al-Hikam, hal. 236</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 06:08 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (6) </span></strong></p>
<p>Amirul Mukminin Ali as:<br />
&#8220;Kekuatan agama disebabkan amar makruf nahi munkar, dan menegakkan hukum-hukum Allah.&#8221;<br />
( <strong>Ghurar al-Hikam, hal. 2&#8230; </strong></p>
</div>
<div>
<div>7. Wasail asy-Syiah, jilid 16, hal. 135</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 06:07 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (7) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Barangsiapa melihat perbuatan yang buruk (kemungkaran) maka harus melarangnya dengan perbuatannya, tentu bila mam&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>8. Mustadrak al-Wasail, jilid 12, hal. 178</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 06:05 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (8) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Barangsiapa yang beramar makruf nahi munkar maka ia adalah khalifah Allah dan Rasul-Nya di bumi.&#8221;<br />
( <strong>Mustadrak &#8230; </strong></p>
</div>
<div>
<div>9. Al-Tahdzib, jilid 6, hal. 181</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 06:01 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (9) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Selama umatku menegakkan amar makruf nahi munkar dan bekerja sama dalam kebaikan, maka mereka akan hidup berbahag&#8230;</p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 19 Juli 2006 06:04 )</p>
<div>
<div>10. Nahj al-Balaghah, surat ke-47, hal. 422</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 05:59 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (10) </span></strong></p>
<p>Amirul Mukminin Ali as berkata pada Imam Hasan as dan Imam Husain as ketika Ibn Muljam (semoga laknat Allah atasnya) menghantamnya (secara fat&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>11. Mustadrak al-Wasail, jilid 12, hal. 185</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 05:53 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (11) </span></strong></p>
<p>Amirul Mukminin Ali as:<br />
&#8220;Amar makruf adalah amalan manusia yang paling utama.&#8221;<br />
( <strong>Mustadrak al-Wasail, jilid 12, hal. 185 </strong>)</p>
</div>
<div>
<div>12. Bihar al-Anwar, jilid 100, hal. 89</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 05:48 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (12) </span></strong></p>
<p>Imam ash-Shadiq as:<br />
&#8220;Seluruh amalan yang baik secara total, termasuk berjuang di Perang Suci di jalan Allah, dibandingkan dengan amar makr&#8230;</p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 19 Juli 2006 05:52 )</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HADIS PILIHAN 2]]></title>
<link>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan-2/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:02:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>ustadchandra</dc:creator>
<guid>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan-2/</guid>
<description><![CDATA[2. Bihar al-Anwar, jilid 74, hal 232 Selasa, 17 Oktober 2006 12:49 Site Admin Fitnah dan Mencari-car]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>2. Bihar al-Anwar, jilid 74, hal 232</p>
<div>Selasa, 17 Oktober 2006 12:49 Site Admin</div>
</div>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong>Fitnah dan Mencari-cari Kesalahan (2)</strong></span></p>
<p>Imam al-Kazhim as:<br />
&#8220;Terlaknatlah orang yang memfitnah saudaranya (saudara Muslim)&#8221;<br />
<strong>(Bihar al-Anwar, jilid 74, hal 232)</strong></p>
<p>&#160;</p>
<div id="jazin-wrap">
<div id="jazin">
<div>
<div>1. Bihar al-Anwar, jilid 71, hal 286</p>
<div>Sabtu, 12 Agustus 2006 23:29 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Lidah dan Kejahatannya (1) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Derita yang disebabkan oleh lidah lebih buruk ketimbang (yang disebabkan oleh) hantaman sebilah pedang.&#8221;<br />
( <strong>Biha&#8230; </strong></p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 12 Agustus 2006 23:31 )</p>
</div>
</div>
<div>
<div>2. Bihar al-Anwar, jilid 71, hal 277</p>
<div>Sabtu, 12 Agustus 2006 23:28 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Lidah dan Kejahatannya (2) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Diantara semua hal, lidah lebih layak dipenjara lebih lama daripada hal yang lainnya&#8221;<br />
( <strong>Bihar al-Anwar, jilid 7&#8230; </strong></p>
</div>
<div>
<div>3. Ghurar al-Hikam, hal 228</p>
<div>Sabtu, 12 Agustus 2006 23:27 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Lidah dan Kejahatannya (3) </span></strong></p>
<p>Imam Amirul Mukminin &#8216;Ali as berkata:<br />
&#8220;Berpikirlah sebelum berbicara agar engkau dapat menjaga diri sendiri dari (berbuat) kesalahan.&#8221;<br />
(&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>4. Waqayi&#8217; al-&#8217;Ayyam, hal 297</p>
<div>Sabtu, 12 Agustus 2006 23:25 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Lidah dan Kejahatannya (4) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Binasanya seseorang ada dalam tiga (hal): perutnya, syahwatnya, dan lidahnya.&#8221;<br />
( <strong>Waqayi&#8217; al-&#8217;Ayyam, hal 297 </strong>)</p>
</div>
<div>
<div>5. Bihar al-Anwar, jilid 78, hal 178</p>
<div>Sabtu, 12 Agustus 2006 23:22 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Lidah dan Kejahatannya (5) </span></strong></p>
<p>Imam al-Baqir as berkata:<br />
&#8220;Tak seorang pun selamat dari dosa kecuali orang yang mengendalikan lidahnya.&#8221;<br />
( <strong>Bihar al-Anwar, jilid 78,&#8230; </strong></p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 12 Agustus 2006 23:23 )</p>
<div>
<div>1. Bihar al-Anwar, jilid 100, hal. 92</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 07:03 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (1) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Tatkala umatku (Muslim) hanya bergantung pada orang lain dalam beramar makruf nahi munkar, sebenarnya mereka meny&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>2. Bihar al-Anwar, jilid 100, hal. 94</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 07:00 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (2) </span></strong></p>
<p>Amirul Mukminin Ali as berkata:<br />
&#8220;Barangsiapa yang tidak mau melarang hal yang munkar dengan hati dan lisannya maka ia adalah mayat yang ber&#8230;</p>
</div>
<p>Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 19 Juli 2006 07:02 )</p>
<div>
<div>3. Mustadrak Al-Wasail asy-Syiah, jilid 11, hal. 278</p>
<div>Rabu, 19 Juli 2006 07:00 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Amar Makruf Nahi Munkar (3) </span></strong></p>
<p>Rasulullah Saw bersabda:<br />
&#8220;Mencegah seorang Muslim melakukan sebuah tindakan yang haram di mata Allah sama dengan melakukan tujuh puluh kali&#8230;</p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadis Pilihan]]></title>
<link>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 22:56:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>ustadchandra</dc:creator>
<guid>http://ustadchandra.wordpress.com/2009/11/25/hadis-pilihan/</guid>
<description><![CDATA[Gerbang Penyucian Rasulullah saw bersabda: &#8220;Wahai manusia! Sesiapa memperbaiki akhlaknya pada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="ja-container">
<div id="ja-container-inner">
<div id="ja-content">
<div>
<div id="ja-current-content">
<div id="jazin-hlwrap-sub">
<div>
<div>Gerbang Penyucian</div>
<div><strong>Rasulullah saw</strong> bersabda:</div>
<div>
&#8220;Wahai manusia! Sesiapa memperbaiki akhlaknya pada bulan ini, kelak ia akan melintasi Shirat (dengan mudah), ketika semua kaki tergelincir pada waktu itu!</div>
<div>
Sesiapa meringankan beban hamba sahayanya pada bulan ini, maka Allah akan memperingan hisab baginya.</div>
<div>
Sesiapa mencegah perbuatan buruk, Allah akan mencegah murka darinya saat petemuan dengan-Nya.</div>
<div>
Sesiapa menghormati seorang anak yatim, maka Allah akan menghormatinya ketika ia berjumpa dengan-Nya.</div>
<div>
Sesiapa menyambung tali silaturahmi pada bulan ini, maka Allah akan mengucurkan rahmat kepadanya ketika ia berjumpa dengan-Nya.</div>
<div>
Sesiapa memutuskan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya ketika ia bertemu dengan-Nya.</div>
<div>
Sesiapa malakukan salat sunnah pada bulan ini, maka Allah akan menetapkannya sebagai insan yang bebas dari api neraka.</div>
<div>
Sesiapa menjalankan kewajiban pada bulan ini, niscaya ia akan mendapatkan pahala orang yang melaksanakan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.</div>
<div>
Sesiapa memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan ini, maka Allah akan memperberat timbangannya (baiknya) ketika semua timbangan menjadi ringan.</div>
<div>
Sesiapa membaca satu ayat al-Quran pada bulan ini, ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengkhatamkan al-Quran di bulan selainnya!&#8221;</div>
<div> </div>
<div><strong>Imam Ja’far Shadiq as</strong> bersabda:</div>
<div>
“Jangan sampai puasamu seperti saat berbuka puasamu.”</div>
<div>[Beliau juga berkata] : “Berpuasa bukan sekadar menahan makan dan minum.</div>
<div>Jagalah lidah kalian di siang hari dari berkata bohong!</div>
<div>Hindarkanlah pandangan kalian dari hal-hal yang haram!</div>
<div>Janganlah bertikai dengan sesama!</div>
<div>Jauhkanlah rasa iri hati!</div>
<div>Janganlah menggunjing!</div>
<div>Janganlah berdebat!</div>
<div>Janganlah bersumpah bohong!</div>
<div>Bahkan hindarilah bersumpah meskipun benar!</div>
<div>janganlah mencerca!</div>
<div>Janganlah mengejek!</div>
<div>Janganlah berbuat zalim!</div>
<div>Janganlah bertindak bodoh!</div>
<div>Berlapang dadalah!</div>
<div>Janganlah lupa kepada Allah dan salat!</div>
<div>Jangan membicarakan apa pun yang tidak pantas diucapkan!</div>
<div>Bersabarlah!</div>
<div>Jujurlah!</div>
<div>Jauhilah orang-orang jahat!</div>
<div>Hindarilah perkataan jelek, berdusta!</div>
<div>Janganlah bermusuhan dengan sesama manusia!</div>
<div>Jangalah berprasangka jelek, menggunjing, dan mengadu-domba!</div>
<p>Yakinlah bahwa kalian telah mendekati akhirat!</p>
</div>
</div>
</div>
<p> </p></div>
<div id="jazin-wrap">
<div id="jazin">
<div>
<div>Hadis Tentang Imam Jafar Ash-Shadiq as</p>
<div>Jumat, 02 Nopember 2007 19:56 Site Admin</div>
</div>
<div dir="rtl"><span style="font-size:medium;">قَالَ الإِمَامُ جَعْفَر الص&#8230; </span></div>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>1. Khishal Syaikh Shaduq, hal. 321</p>
<div>Senin, 20 Nopember 2006 21:14 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berdusta (1) </span></strong></p>
<p>Anas bin Malik meriwayatkan dari Rasulullah SAW yang berkata:<br />
&#8220;Terimalah enam perkara dariku, niscaya aku akan menerima (dan menjamin) engkau masuk s&#8230;</p>
</div>
</div>
</div>
<div>
<div>2. Bihar al-Anwar, jilid 72, hal. 263</p>
<div>Senin, 20 Nopember 2006 21:12 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berdusta (2) </span></strong></p>
<p>Imam Abu Muhammad (Hasan) al-&#8217;Askari as berkata:<br />
&#8220;Kejahatan tersimpan di dalam sebuah rumah dan kunci (pintu)nya adalah kebohongan.&#8221;<br />
<strong>(Bihar al-Anwar, &#8230; </strong></p>
</div>
</div>
<div>
<div>3. Tuhaf al-&#8217;Uqul hal. 201</p>
<div>Senin, 20 Nopember 2006 21:10 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berdusta (3) </span></strong></p>
<p>Imam as-Sajjad as berkata:<br />
&#8220;Hindarilah berbohong baik besar ataupun kecil, apakah sungguh-sungguh ataupun berkelakar, karena ketika seseorang berboho&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>4. Bihar al-Anwar, jilid 75, hal. 196</p>
<div>Senin, 20 Nopember 2006 21:07 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berdusta (4) </span></strong></p>
<p>(Suatu saat Imam Amirul Mukminin Ali as ditanya mengenai jarak antara kebenaran dan kebatilan, maka dia menunjukkan jarak antara mata dan telinganya deng&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>5. Al-Kafi, jilid 2, hal. 339</p>
<div>Senin, 20 Nopember 2006 21:06 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berdusta (5) </span></strong></p>
<p>Imam al-Baqir as berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala telah menempatkan beberapa kunci pada kejahatan, kunci kejahatan tersebut Dia simpan dalam anggu&#8230;</p>
</div>
<div>
<div>6. Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 347</p>
<div>Senin, 20 Nopember 2006 21:03 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berdusta (6) </span></strong></p>
<p>Imam ar-Ridha as berkata:<br />
&#8220;Bersikap jujurlah dan hindarilah mengatakan kebohongan.&#8221;<br />
<strong>(Bihar al-Anwar, jilid 78, hal. 347) </strong></p>
</div>
<div>
<div>1. Thara&#8217;if al-Hikam, hal.176</p>
<div>Selasa, 17 Oktober 2006 12:52 Site Admin</div>
</div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Fitnah dan Mencari-cari Kesalahan (1) </span></strong></p>
<p>Imam Amirul Mukminin Ali as:<br />
&#8220;Orang yang paling jahat adalah orang yang mencari-cari aib orang lain sementara ia melupakan aibnya&#8230;</p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[sharing] Hadist Seputar Puasa Tarwiyah]]></title>
<link>http://fajarembun.wordpress.com/2009/11/25/sharing-derajat-hadits-puasa-hari-tarwiyah/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 21:44:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>fajarembun</dc:creator>
<guid>http://fajarembun.wordpress.com/2009/11/25/sharing-derajat-hadits-puasa-hari-tarwiyah/</guid>
<description><![CDATA[Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Sudah terlalu sering saya ditanya tentang puasa pada hari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Sudah terlalu sering saya ditanya tentang puasa pada hari ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadist Qudsi part 4]]></title>
<link>http://mqtv.wordpress.com/2009/11/24/hadist-qudsi-part-4/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:38:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>mqtv</dc:creator>
<guid>http://mqtv.wordpress.com/2009/11/24/hadist-qudsi-part-4/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/NyjUMT3jBpU&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/NyjUMT3jBpU&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadist Qudsi part 3]]></title>
<link>http://mqtv.wordpress.com/2009/11/24/hadist-qudsi-part-3/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:36:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>mqtv</dc:creator>
<guid>http://mqtv.wordpress.com/2009/11/24/hadist-qudsi-part-3/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/YRHG3ZVpBWc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/YRHG3ZVpBWc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadist Qudsi part 2]]></title>
<link>http://mqtv.wordpress.com/2009/11/24/hadist-qudsi-part-2/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:15:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>mqtv</dc:creator>
<guid>http://mqtv.wordpress.com/2009/11/24/hadist-qudsi-part-2/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/YRHG3ZVpBWc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/YRHG3ZVpBWc&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kumpulan Hadits Bukhari Muslim]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/23/kumpulan-hadits-bukhari-muslim/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:48:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/23/kumpulan-hadits-bukhari-muslim/</guid>
<description><![CDATA[Kumpulan hadits bukhari muslim http://erfin.socialgo.com/forum/topic/87#87]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kumpulan hadits bukhari muslim<br />
<a rel="nofollow" href="http://erfin.socialgo.com/forum/topic/87#87" target="_blank">http://erfin.socialgo.com/forum/topic/87#87</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Hadist Arba'in : Hadits ke-3 : Rukun Islam]]></title>
<link>http://sepanjangperjalanan.wordpress.com/2009/11/23/seri-hadist-arbain-hadits-ke-3-rukun-islam/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:22:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sepanjangperjalanan</dc:creator>
<guid>http://sepanjangperjalanan.wordpress.com/2009/11/23/seri-hadist-arbain-hadits-ke-3-rukun-islam/</guid>
<description><![CDATA[Hadits ke-3 : Rukun Islam Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khattab ra. Berkata, Aku pernah mend]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Hadits ke-3 : Rukun Islam</strong></p>
<p><span style="font-family:Garamond;">Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin  Khattab ra. Berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda  :</span></p>
<p>“Islam dibangun atas lima perkara :<br />
(1) persaksian bahwa tiada  Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah,<br />
(2) mendirikan shalat,<br />
(3)  mengeluarkan zakat,<br />
(4) melaksanakan ibadah haji,<br />
(5) berpuasa di bulan  Ramadhan.”</p>
<p><em>(HR. Bukhori dan Muslim).</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Hadist Arba'in : Hadits ke-2 : Pemahaman Islam, Iman dan Ihsan]]></title>
<link>http://sepanjangperjalanan.wordpress.com/2009/11/23/seri-hadist-arbain-hadits-ke-2-pemahaman-islam-iman-dan-ihsan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:20:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>sepanjangperjalanan</dc:creator>
<guid>http://sepanjangperjalanan.wordpress.com/2009/11/23/seri-hadist-arbain-hadits-ke-2-pemahaman-islam-iman-dan-ihsan/</guid>
<description><![CDATA[Hadits ke-2 : Pemahaman Islam, Iman dan Ihsan Umar bin Khattab ra. berkata :Suatu ketika kami (para ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> Hadits ke-2 : Pemahaman Islam, Iman dan Ihsan</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Umar bin Khattab  ra. berkata :Suatu ketika kami (para sahabat) duduk di dekat Rasulullah SAW.  Tiba-tiba muncul  kepada kami seorang laki-laki mengenakan pakaian yang sangat  puti dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan  dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di  hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada kepada lutut Nabi dan meletakkan  kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata, &#8220;Hai Muhammad,  beritakan kepadaku tentang Islam&#8221;. Rasulullah SAW menjawab, &#8220;Islam adalah engkai  bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul  Allah, menegakkan shalat, menuanaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan  engkau menunaikan haji ke Baitullah jika engkau telah mampu melakukannya&#8221;.  Lelaki itu berkata. &#8220;Engkau benar&#8221;. Maka kami heran, ia yang bertanya ia pula  yang membenarkannya.</p>
<p>Kemudian ia bertanya lagi, &#8220;Beritahukan kepadaku  tentang iman&#8221;. Nabi menjawab. &#8220;Iman adalah engaku beriman kepada Allah,  MalaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari akhir dan beriman kepada takdir  Allah yang baik dan yang buruk&#8221;. Ia berkata. &#8220;Engkau benar&#8221;.<!--more--></p>
<p>Dia bertanya  lagi, &#8220;Beritahukan kepadaku tentang Ihsan&#8221;. Nabi menjawab, &#8220;Hendaklah engkau  beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak  melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu&#8221;.</p>
<p>Lelaki itu berkata lagi,  “Beritahukan kepadaku kapan terjadinya kiamat”. Nabi menjawab, “Yang ditanya  tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya”. Dia pun bertanya lagi, “Beritahukan  kepadaku tentang tanda-tandanya”. Nabi menjawab, “Jika seorang budak wanita  telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki tanpa  memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing yang saling berlomba dalam  mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”</p>
<p>Kemudian lelaki  tersebut seger pergi. Aku pun terdiam sehingga Nabi bertanya kepadaku, “Wahai  Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, “Allah dan  RasulNya lebih mengetahui”. Beliau bersabda, “Ia adalah Jibril yang mengajarkan  kalian tentang agama kalian”.</p>
<p><em>(HR.  Muslim)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seri Hadist Arba'in : Hadits ke-1 : Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya]]></title>
<link>http://sepanjangperjalanan.wordpress.com/2009/11/23/seri-hadist-arbain-hadits-ke-1-pahala-pekerjaan-ditentukan-niatnya/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 04:13:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>sepanjangperjalanan</dc:creator>
<guid>http://sepanjangperjalanan.wordpress.com/2009/11/23/seri-hadist-arbain-hadits-ke-1-pahala-pekerjaan-ditentukan-niatnya/</guid>
<description><![CDATA[Hadits ke-1 : Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya﻿ Amirul Mukminim Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Hadits ke-1 : Pahala Pekerjaan Ditentukan Niatnya﻿</strong><br />
Amirul Mukminim Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah  bersabda :</p>
<p>&#8220;Segala amal perbutan tergantung niatnya dan bagi setiap  oraang hanyalah apa yang ia niatkan. Barang siapa yang berhijrah karena Allah  dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan RasulNya. Barang siapa  hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi,  maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan&#8221;.</p>
<p><em>(Diriwayatkan oleh dua  orang ahli hadits : Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah  bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim  Al-Qusyairy An-Naisaburi, di dalam kedua kitab tershahih di antara semua kitab  hadits).<!--more--></em></p>
<p>&#160;</p>
<p><span><strong>Arti Penting Hadits Tersebut</strong><br />
Hadits ini termasuk  salah satu dari hadits-hadits penting yang menjadi poros agama Islam.</p>
<p>Hadits ini adalah dasar atau azas dalam Islam dan sebagian besar  hukum-hukumnya berporos padanya.</p>
<p>Hadits ini juga sebagai tolak ukur bagi  semua amal batin.</p>
<p>Abu Daud rahimahullah berkata: Sesungguh-nya hadits  ini separuh dari agama Islam; karena agama Islam itu meliputi zhahir yaitu  berupa amal, dan batin yaitu berupa niat.</p>
<p>Imam Ahmad dan Asy-Syafi’i  rahimahumallah berkata: Masuk dalam lingkup hadits “Sesungguhnya segala amal  tergantung pada niatnya” sepertiga ilmu; karena usaha seorang hamba itu bisa  dengan hati, lisan dan anggota badannya. Adapun niat dengan hati merupakan salah  satu dari tiga jenis di atas.</p>
<p>Karena itu para ulama menganjurkan agar  memulai kitab-kitab dan karangan-karangan mereka dengan hadits ini. Di antara  ulama yang memulai kitab-kitab mereka dengan hadits ini adalah Imam Al-Bukhari  dan Imam An-Nawawi rahimahumallah. Faedah memulai dengan hadits ini untuk  mengingatkan dan memperingatkan para penuntut ilmu agar membenarkan niatnya  untuk Wajah Allah Ta’ala dalam menuntut ilmu dan melakukan kebaikan.</p>
<p>Pelajaran-pelajaran yang Dapat Dipetik dari Hadits  Tersebut:</p>
<p><strong>Disyaratkan adanya niat</strong><br />
Para ulama telah bersepakat  bahwa segala amal yang dilakukan seorang mukallaf yang mukmin tidak dianggap sah  secara syar’i dan tidak berpahala jika ia mengerjakannya kecuali disertai dengan  niat.</p>
<p><strong>Waktu niat dan tempatnya</strong><br />
Waktu niat di awal melakukan  ibadah, seperti takbir ihram ketika shalat; ihram ketika haji; sedangkan niat  puasa maka dilakukan sebelumnya karena sulitnya mengetahui fajar. Adapun  tempatnya niat di dalam hati, maka tidak disyaratkan melafazhkan atau  mengucapkan niat, bahkan hukumnya bid’ah (hal-hal baru dalam ajaran Islam yang  tiada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sahabatnya,  tabi’in dan tabi’ut tabi’in.)</p>
<p><strong>Wajibnya hijrah</strong><br />
Hijrah dari  negeri kafir menuju negeri Islam hukumnya wajib bagi setiap muslim yang tidak  memungkinkan untuk menampakkan keislamannya. Hukum ini kekal sampai hari Kiamat.  Hijrah juga berarti hijrah (meninggalkan) dari hal-hal yang dilarang oleh Allah  Ta’ala.</p>
<p>Barangsiapa yang berniat melakukan amal shalih, lalu ada udzur  (halangan) -berupa: sakit, kematian, dan lainnya- yang merintanginya untuk  melakukannya, maka ia memdapatkan pahala karena niatnya tersebut.<br />
Perintah  untuk mengikhlaskan segala amal dan ibadah hanya untuk Allah semata sehingga  mendapatkan pahala dan balasan yang baik di akhirat, dan diberikan taufiq dan  keberuntungan di dunia.</p>
<p>Setiap amal yang baik dan bermanfaat, apabila  dilakukan dengan niat yang baik disertai dengan keikhlasan, mengharapkan  keridhaan Allah Ta’ala dan mengikuti cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam menjadi suatu ibadah.</p>
<p>Ikhlas hanya untuk Allah Ta’ala dalam  beramal merupakan salah satu syarat diterima-nya suatu amal; karena Allah Ta’ala  tidak akan menerima suatu amal kecuali jika dilakukan dengan ikhlas karena Wajah  Allah Ta’ala.</p>
<p><strong>SUMBER: Al-Waafii fii Syarhi al-Arba’iina  an-Nawawiyyah, karya DR. Mushthafa al-Bagha dan Muhyiddin Dîb Mistu</p>
<p>alsofwah.or.id</strong> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HADIST (1)]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/22/hadist-1/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 03:53:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/22/hadist-1/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah bersabda: &#8220;Barang siapa di pagi hari mengeluh kesulitan hidupnya kepada orang lain,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rasulullah bersabda:</p>
<p><em>&#8220;Barang siapa di pagi hari mengeluh kesulitan hidupnya kepada orang lain, maka seakan-akan dia mengeluhkan Tuhannya. Barang siapa di pagi hari bersedih karena urusan dunianya, maka sungguh dia tidak puas dengan ketetapan Allah, dan barang siapa yang menghormati sesorang karena kekayaanya, maka sungguh telah hilang spertiga agamanya.&#8221; </em></p>
<p><strong>( Al-hafid Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab Al-Munabbihat ala isti&#8217;dad lil yaum)</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[umat yang dirindukan Rasul]]></title>
<link>http://anintadiary.wordpress.com/2009/11/21/umat-yang-dirindukan-rasul/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 03:51:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>anintadiary</dc:creator>
<guid>http://anintadiary.wordpress.com/2009/11/21/umat-yang-dirindukan-rasul/</guid>
<description><![CDATA[Suatu saat Nabi Muhammad bertanya pada para Sahabat dan pengikutnya, “Wahai Manusia , siapakah makhl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu saat Nabi Muhammad bertanya pada para Sahabat dan pengikutnya, “Wahai Manusia , siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan (man a’jabul khalqi imanan)?”</p>
<p>Para sahabat langsung menjawab, “Malaikat … !”.</p>
<p>Nabi menukas, “Bagaimana mungkin para malaikat tidak berimaan sedangkan mereka pelaksana perintah Allah …?”</p>
<p>Sahabat menjawab lagi, “Kalau begitu, para Nabilah yang imannya paling menakjubkan …!”.</p>
<p>“Bagaimana mungkin para Nabi tidak beriman, sedangkan wahyu turun kepada mereka ..!”, Sahut Nabi.</p>
<p>Untuk ketiga kalinya para Sahabat mencoba untuk memberikan jawaban, “ Kalau begitu sahabat-sahabatmu ya Rasul..!”.</p>
<p>Nabi pun menolak jawaban itu dengan berkata, “Bagaimana mungkin sahabat-sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan sendiri apa yang mereka saksikan”.</p>
<p>Nabi pun lalu meneruskan kalimatnya, “ Orang yang imannya paling menakjubkan adalah kaum yang akan datang sesudah kalian.<br />
Mereka beriman kepadaku walaupun mereka tidak melihatku.<br />
Mereka membenarkan aku tanpa pernah melihatku.<br />
Mereka amalkan apa yang ada dalam tulisan itu (Quran dan Hadits).<br />
Mereka bela aku seperti kalian membela aku.<br />
Alangkah ingin berjumpanya aku dengan ikhwanku itu”.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW menghibur kita, “Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku,” Nabi mengucapkan kalimat ini satu kali.<br />
Sedangkan konon Nabi mengucapkan kalimat, “Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat diriku”, sampai tujuh kali&#8230;</p>
<p>Subhanallah&#8230;.</p>
<p><strong> يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ&#8230;يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ&#8230;لَاإِلهَ إِلَّا الله&#8230; مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ </strong></p>
<p>Shalawat dan salam untuk junjungan kita, sirajan muniraa&#8230;al najmi al hawaa&#8230;Muhammad Rasulillah&#8230;semoga kita termasuk hamba2 Allah yang dirindukan Beliau&#8230;</p>
<p>aamiin YA Robb&#8230;kumpulkan kami bersama RasulMu yang mulia..di JannahMU&#8230;aamiin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN]]></title>
<link>http://imamhk.wordpress.com/2009/11/19/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 20:06:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>imamhk</dc:creator>
<guid>http://imamhk.wordpress.com/2009/11/19/keutamaan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah-dan-amalan-yang-disyariatkan/</guid>
<description><![CDATA[KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN Oleh Syaikh Abdullah bin Abd]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin</p>
<p>Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu &#8216;Abbas Radhiyallahu &#8216;Anhuma bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun&#8221;.<br />
<span class="fullpost"><br />
<!--more-->Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu &#8216;Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</span></p>
<p>&#8220;Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid&#8221;.</p>
<p>MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN</p>
<p>[1]. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah</p>
<p>Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga&#8221;.</p>
<p>[2]. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.</p>
<p>Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :</p>
<p>&#8220;Artinya : Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku&#8221;.</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu &#8216;Anhu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya : Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun&#8221;. [Hadits Muttafaq 'Alaih].</p>
<p>Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>&#8220;Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya&#8221;.</p>
<p>[3]. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan &#8230;&#8221;. [Al-Hajj : 28].</p>
<p>Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu &#8216;Anhuma.</p>
<p>&#8220;Artinya : Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid&#8221;. [Hadits Riwayat Ahmad].</p>
<p>Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;Anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha&#8217;, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :</p>
<p>&#8220;Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu&#8221;</p>
<p>&#8220;Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah&#8221;.</p>
<p>Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu &#8230;&#8221;. [Al-Baqarah : 185].</p>
<p>Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do&#8217;a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.</p>
<p>Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do&#8217;a-do&#8217;a lainnya yang disyariatkan.</p>
<p>[4]. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.</p>
<p>Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta&#8217;atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.</p>
<p>Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;Anhu, bahwasanya Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya&#8221; [Hadits Muttafaq 'Alaihi].</p>
<p>[5]. Banyak Beramal Shalih.</p>
<p>Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur&#8217;an, amar ma&#8217;ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.</p>
<p>[6]. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq</p>
<p>Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama&#8217;ah ; bagi selain jama&#8217;ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.</p>
<p>[7]. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-hari Tasyriq.</p>
<p>Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim &#8216;Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta&#8217;ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu&#8221;. [Muttafaq 'Alaihi].</p>
<p>[8]. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu &#8216;Anha bahwa Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya&#8221;.</p>
<p>Dalam riwayat lain :</p>
<p>&#8220;Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban&#8221;.</p>
<p>Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.</p>
<p>&#8220;Artinya : &#8230;.. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan&#8230;&#8221;. [Al-Baqarah : 196].</p>
<p>Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.</p>
<p>[9]. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.</p>
<p>Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.</p>
<p>[10]. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.</p>
<p>Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.</p>
<p>Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p>[Artikel bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm Disalin dari brosur yang dibagiakn secara cuma-cuma, tanpa no, bulan dan tahun]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
