<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>haji &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/haji/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "haji"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 12:35:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KISAH ASAL USUL HAJAR ASWAD]]></title>
<link>http://capitalitas.wordpress.com/2009/11/29/kisah-asal-usul-hajar-aswad/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:33:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>capitalitas</dc:creator>
<guid>http://capitalitas.wordpress.com/2009/11/29/kisah-asal-usul-hajar-aswad/</guid>
<description><![CDATA[Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung. <a href="http://capitalitas.wordpress.com/files/2009/11/hajar-aswad1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-13" title="hajar-aswad1" src="http://capitalitas.wordpress.com/files/2009/11/hajar-aswad1.jpg" alt="" width="150" height="168" /></a><br />
Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.<br />
Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, &#8220;Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.&#8221;</p>
<p>Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, &#8220;Dari mana kamu dapat batu ini?&#8221;</p>
<p>Nabi Ismail berkata, &#8220;Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).&#8221;<br />
Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa sahaja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan sahaja.<br />
Ada riwayat menyatakan bahawa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a&#8217;alam.</p>
<p>Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyengutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.<br />
Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : &#8220;Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Atan n Ai - Palong Timur 2.]]></title>
<link>http://jijie.wordpress.com/2009/11/28/atan-n-ai-palong/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 16:42:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Azizi Liow</dc:creator>
<guid>http://jijie.wordpress.com/2009/11/28/atan-n-ai-palong/</guid>
<description><![CDATA[Terima kasih diucapkan kepada :- Jurufoto : Azizi Liow Pasangan : Atan n Ai (Selamat Bertunang) Loka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2536/4141246938_561a49a312.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2771/4140488159_cd6896b446.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2700/4140489467_5703c986ac_o.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2565/4140490101_ae2dc99d20.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Terima kasih diucapkan kepada :-<br />
Jurufoto : <a href="http://www.flickr.com/aziziliow">Azizi Liow</a><br />
Pasangan : Atan n Ai (Selamat Bertunang)<br />
Lokasi : Felda Palong Timur 2.<br />
P/s : Sepupu aq tunang ni bukan job ok. ni ada sikit gambar yang tak seberapa dari kemera aq. harap anda semua terhibur.</strong></p>
<p>Name : Azizi Liow<br />
Mobile : 016-6338819<br />
Email : service@aziziliow.com<br />
Website : www.aziziliow.com<br />
Flickr : www.flickr.com/photos/aziziliow<br />
Ym : mirchelp32<br />
Msn : duke_webnet@hotmail.com<br />
Mirc : #zero</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Haji Momentum Hilangkan Segala Perpecahan]]></title>
<link>http://ikhwanword.wordpress.com/2009/11/28/haji-momentum-hilangkan-segala-perpecahan/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:51:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikhwanword</dc:creator>
<guid>http://ikhwanword.wordpress.com/2009/11/28/haji-momentum-hilangkan-segala-perpecahan/</guid>
<description><![CDATA[Dr. Muhammad Mahdi Akif Puji syukur kepada Allah. Shalawat beriring salam kepada Rasulullah Saw, kep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dr. Muhammad Mahdi Akif Puji syukur kepada Allah. Shalawat beriring salam kepada Rasulullah Saw, kep]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muslim diberi amaran tentang ideologi yang menyimpang]]></title>
<link>http://hikmatun.wordpress.com/2009/11/28/muslim-diberi-amaran-tentang-ideologi-yang-menyimpang/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:22:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Nizam</dc:creator>
<guid>http://hikmatun.wordpress.com/2009/11/28/muslim-diberi-amaran-tentang-ideologi-yang-menyimpang/</guid>
<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum w.b.t&#8230;&#8230;. Berikut adalah petikan terjemahan dari ucapan mufti bes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum w.b.t&#8230;&#8230;. Berikut adalah petikan terjemahan dari ucapan mufti bes]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memaknai Idul Adha]]></title>
<link>http://didijunaedihz.wordpress.com/2009/11/27/memaknai-idul-adha/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 17:30:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>didijunaedihz</dc:creator>
<guid>http://didijunaedihz.wordpress.com/2009/11/27/memaknai-idul-adha/</guid>
<description><![CDATA[Jumat pagi, 27 Nopember 2009, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1430 H. Hari ini, seluruh umat Muslim ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://didijunaedihz.wordpress.com/files/2009/11/wpaidul.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="wpaidul" src="http://didijunaedihz.wordpress.com/files/2009/11/wpaidul.jpg" alt="" width="313" height="313" /></a>Jumat pagi, 27 Nopember 2009, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1430 H. Hari ini, seluruh umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha atau sering disebut Hari Raya Kurban. Banyak orang, termasuk saya sendiri, selalu melewati rutinitas Hari Raya Idul Adha ini sebatas melaksanakan shalat ied, melihat prosesi penyembelihan hewan kurban, serta menikmati ‘menu wajib’ berupa sate dan gulai kambing, itu saja, tidak lebih, titik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sering melupakan esensi serta pesan moral dari ritual ibadah yang terdapat dalam Hari Raya Idul Adha tersebut. Sebetulnya, kalau kita mau melihat lebih jauh makna dari Idul Adha ini, akan kita jumpai hikmah serta nilai yang sangat tinggi sebagai bekal kehidupan kita di dunia ini dan di akhirat kelak.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua mafhum bahwa ada dua ibadah agung yang terdapat dalam Idul Adha, yaitu ibadah haji dan kurban. Kedua ibadah tersebut sarat dengan pesan moral serta hikmah bagi kehidupan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ibadah haji, misalnya, pemakaian kain ihram merupakan simbol peleburan ego manusia, pelepasan diri dari  segala bentuk nafsu jasadi-duniawi, sekaligus menegaskan pembebasan manusia dari penghambaan terhadap materi.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian halnya dengan ibadah kurban, yang disimbolkan dengan menyembelih hewan kurban, dapat dimaknai sebagai bukti ketaatan dan penyerahan diri secara total kepada sang Khalik, Allah Swt. Prosesi kurban mengajarkan kepada kita untuk memangkas semua bentuk egoisme, kesombongan serta keserakahan kita. Kurban menyeru kita untuk menundukkan diri, hati dan jiwa kita hanya kepada Allah Swt semata. Inilah inti ajaran tauhid yang sesungguhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibadah haji dan kurban merupakan simbol komitmen bersama untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, mengajarkan kepekaan sosial, empati  terhadap pelbagai persoalan yang menimpa orang lain, sehingga setiap individu ataupun kelompok sosial terjamin hak-haknya sebagai manusia yang merdeka  dan bermartabat. Singkatnya, ritual ibadah haji dan kurban mengajarkan kita untuk melakukan transendensi, merefleksi, mengapresiasi, sekaligus mentransformasikan nilai-nilai moral ilahi yang suci dan sangat mulia ini menuju nilai-nilai insani  dalam realitas sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesadaran serta penghayatan yang dalam akan makna ibadah haji dan kurban ini pada gilirannya akan mengikis habis sikap<br />
<em>split integrity</em> (kepribadian terbelah) yang  kerap menghinggapi jiwa manusia. Gejala <em>split integrity </em>ini begitu mencolok dewasa ini, di satu sisi seseorang terlihat sebagai sosok yang saleh secara ritual, namun di sisi lain ia juga sosok manusia yang bobrok secara moral. Pelbagai kejahatan publik dilakukannya; korupsi, kolusi, penyalahgunaan wewenang serta sederet tindak kejahatan lainnya. Di sinilah, nilai ideal moral ibadah haji dan kurban memainkan perannya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Raya Ied Adha 1430 H]]></title>
<link>http://belajardarikecil.wordpress.com/2009/11/27/selamat-hari-raya-ied-adha-1430-h/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 16:07:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>belajardarikecil</dc:creator>
<guid>http://belajardarikecil.wordpress.com/2009/11/27/selamat-hari-raya-ied-adha-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Sejenak&#8230;mari kita lupakan hiruk pikuk&#8230; Kriminalisasi KPK&#8230;keperkasaan Anggodo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3></h3>
<h3 style="text-align:center;">Sejenak&#8230;mari kita lupakan hiruk pikuk&#8230;<span style="color:#ff00ff;"> </span></h3>
<h3 style="text-align:right;"></h3>
<h3 style="text-align:right;"></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff00ff;">Kriminalisasi KPK&#8230;keperkasaan Anggodo&#8230;Keperkasaan atau Sihir Ong Yuliana kepada SBY&#8230;<span style="color:#ff0000;">..</span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#ff0000;">RI satu yang bisa bernama Bonaran Situmeang, ANggORO, ONg YUliana, SBY&#8230;BDH, HS&#8230;dll&#8230;..<span style="color:#008000;"></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#008000;">Pagi ini&#8230;kita merayakan Iedul Adha, Hari Raya Qurban&#8230;&#8230;Seluruh Dunia&#8230;menyambutnya&#8230;seraya merenungkan pengorbanan Ismail dan Ibrahim&#8230;karena keikhlasan mematuhi perintah 4JJI SWT&#8230;..<span style="color:#0000ff;"></span></span></span></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:center;"></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#008000;"><span style="color:#0000ff;">Semoga ..kebaikan selalu menjadi milik kita semua&#8230;bangsa Indonesia&#8230;dan semoga pemimpin kita yang</span></span></span></span></h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyembelihan Hewan Qurban di Karanggayam 1430H]]></title>
<link>http://rizakasela.wordpress.com/2009/11/27/penyembelihan-hewan-qurban-di-karanggayam-1430h/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 15:04:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>the riza de kasela</dc:creator>
<guid>http://rizakasela.wordpress.com/2009/11/27/penyembelihan-hewan-qurban-di-karanggayam-1430h/</guid>
<description><![CDATA[Liat nih gan. Di kampung saia ngekost siang tadi lagi nyembelih hewan qurban. 9 sapi &amp; 35 kambin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Liat nih gan. Di kampung saia ngekost siang tadi lagi nyembelih hewan qurban. 9 sapi &amp; 35 kambin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan Haji 1430 H untuk Umat Islam]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/27/pesan-haji-1430-h-untuk-umat-islam/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:16:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/27/pesan-haji-1430-h-untuk-umat-islam/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim Musim haji identik dengan musim semi bagi spiritualitas dan memancarnya cah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim Musim haji identik dengan musim semi bagi spiritualitas dan memancarnya cah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[<a href="http://davidjuly.cz.cc/idul-adha-2009-1430/">Idul Adha 2009 / 1430</a>]]></title>
<link>http://vichakhoirul.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-2009-1430-2/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:02:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>davidjuly</dc:creator>
<guid>http://vichakhoirul.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-2009-1430-2/</guid>
<description><![CDATA[Today, Dad celebrates Idul Adha. He is invited by uncle Huda, father&#8217;s former self defence tea]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Today, Dad celebrates Idul Adha. He is invited by uncle Huda, father&#8217;s former self defence teacher, to slaughter a sheep and burned it. Dad works for three hours. He helps grab the sheep&#8217;s feet when it is slaughtered and stabbing the meat for sate.</p>
<p>Dad, however, can use uncle Huda&#8217;s PC which connects to the internet. Dad fixes his website. There seems to be some errors in dad&#8217;s site such as the spam comments and feed link that doesn&#8217;t work properly.</p>
<p>Happy <a href="http://davidjuly.cz.cc/idul-adha-2009-1430/">Idul Adha 2009 / 1430</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[<a href="http://davidjuly.cz.cc/idul-adha-2009-1430/">Idul Adha 2009 / 1430</a>]]></title>
<link>http://vichakhoirul.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-2009-1430/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:02:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>davidjuly</dc:creator>
<guid>http://vichakhoirul.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-2009-1430/</guid>
<description><![CDATA[Today, Dad celebrates Idul Adha. He is invited by uncle Huda, father&#8217;s former self defence tea]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Today, Dad celebrates Idul Adha. He is invited by uncle Huda, father&#8217;s former self defence teacher, to slaughter a sheep and burned it. Dad works for three hours. He helps grab the sheep&#8217;s feet when it is slaughtered and stabbing the meat for sate.</p>
<p>Dad, however, can use uncle Huda&#8217;s PC which connects to the internet. Dad fixes his website. There seems to be some errors in dad&#8217;s site such as the spam comments and feed link that doesn&#8217;t work properly.</p>
<p>Happy <a href="http://davidjuly.cz.cc/idul-adha-2009-1430/">Idul Adha 2009 / 1430</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Haji, Sebuah Pengembaraan]]></title>
<link>http://storiesfromtheroad.wordpress.com/2009/11/27/haji-sebuah-pengembaraan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 10:49:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>-dN5</dc:creator>
<guid>http://storiesfromtheroad.wordpress.com/2009/11/27/haji-sebuah-pengembaraan/</guid>
<description><![CDATA[By Moeslim Abdurrahman Di kalangan sufi, ada kisah menarik yang sering diceritakan, terutama menjela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>By <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/moeslim-abdurrahman/index.shtml" target="_blank">Moeslim Abdurrahman</a></em></p>
<p><a href="http://storiesfromtheroad.wordpress.com/files/2009/11/kabah.jpg"><img src="http://storiesfromtheroad.wordpress.com/files/2009/11/kabah.jpg?w=300" alt="" title="Kabah" width="290" height="249" class="alignright size-medium wp-image-1026" /></a>Di kalangan <strong>sufi</strong>, ada kisah menarik yang sering diceritakan, terutama menjelang orang mau berangkat <strong>haji</strong>. Dalam kisah itu diceritakan tentang dua santri, yaitu Si Fulan dan Si Rojul. Sebelum menuju ke <strong><em>Tanah Suci</em></strong>, kedua santri itu tidak lupa sowan dulu, pamitan kepada Kiai, guru yang mereka hormati yang selama ini menjadi panutan <em>spiritual</em> mereka.</p>
<p>Dengan senang hati, Sang Guru mendoakan agar kedua santri nanti memperoleh <strong>haji mabrur</strong>. Sudah tentu, sebagai seorang <strong>kiai</strong>, selain membekali <em><strong>doa</strong></em>, biarpun agak singkat, ia juga memberikan nasihat yang penting-penting. Tetapi, yang selalu ditekankan dalam nasihat itu, Kiai bilang, ingat ya bekal yang paling pokok menunaikan <strong>ibadah haji</strong> itu tidak lain adalah <strong><em>iman dan takwa</em></strong> itu sendiri.</p>
<p><!--more--><br />
Banyak orang berhaji, kata Kiai tersebut, hanya datang dengan jasmani, sambil membawa daftar permintaan dan mengingat-ingat doa apa yang seharusnya dibaca di tempat-tempat tertentu, tanpa berusaha secara rohaniah melakukan penyerahan batin dan <em>spiritual</em> sepenuh-penuhnya, sebagai <em>submission</em> kepada Khalik, Tuhan seru sekalian alam.</p>
<p>Seusai mendengarkan nasihat Kiai, dengan rasa hormat dan terharu, kedua santri tersebut mulailah melakukan perjalanan menuju <strong>Mekkah</strong>, kota suci, tempat berdirinya <strong><em>bayt</em>-Allah</strong>, <strong>kiblat</strong> kaum Muslimin di seluruh dunia. Mereka sengaja berpisah, masing-masing menempuh rutenya sendiri, yang penting keduanya akan bertemu di tanah haram, agar dalam perjalanan itu ada pengalaman yang berbeda, ada juga <em>horizon</em> yang berbeda.</p>
<p>Singkat cerita, selama kedua santrinya pergi haji itu, tidak ada kabar tidak ada berita. Tahu-tahu, begitu selesai musim haji, eh.. Si Fulan dan Si Rojul datang lagi menemui Kiai-nya.</p>
<p>Dengan <em>syukur alhamdulillah</em>, Kiai tersebut menyambut, merasa gembira, karena kedua santri kesayangannya telah pulang. Bagaikan seorang anak yang baru dilahirkan, Kiai tersebut memandang keduanya dengan mata berseri-seri karena setiap orang pulang dari haji memang dianggap dosa-dosanya lunas, kembali putih dan bersih seperti warna kapas.</p>
<p>Bahkan, kata Kiai itu, selama 40 hari kepulangannya, Si Fulan dan Rojul masih membawa berkah dan dapat memberkahi orang lain. Betapa si Fulan gembira dengan sambutan Kiai-nya itu. Ia kemudian mulai menceritakan bagaimana perjalanan haji yang telah ditempuhnya.<br />
Sewaktu pertama kali masuk <strong>Masjidil Haram</strong>, ia bilang hampir-hampir tak bisa melanjutkan langkah kakinya. Dengan sedikit terharu, ia menggambarkan betapa suasana emosionalnya tatkala itu melihat, oh.. inilah rumah Tuhan yang didirikan kembali oleh Nabi Ibrahim AS yang kemudian menjadi arah sujud berjuta-juta umat Islam sekarang ini. Sambil tak henti-hentinya membaca <em>subhanallah</em>, Si Fulan menangis tersedu-sedu karena dalam hidupnya ternyata, toh.., dikaruniai kesempatan bisa datang ke Mekkah, dan bisa bersembahyang di dekat <strong>Kabah</strong> dan secara fisik memang sangat dekat sekali. Si Fulan kemudian melakukan <em>tawaf</em>, mencium Hajar Aswad, dan tidak lupa ia berdoa di Multazam. </p>
<p>Perasaan terharu dan sempat menangis yang kedua kalinya adalah tatkala ia mendaki bukit Rahmah di <strong>Arafah</strong>. Betapa di tempat itu, ia ingat kisah Nabi Adam AS yang dipertemukan kembali dengan istrinya setelah turun dari surga.</p>
<p>Yang ketiga, dalam seluruh paket perjalanan hajinya itu, Si Fulan juga mengaku tidak bisa menahan tangisnya sewaktu di <strong>Madinah</strong> berziarah ke makam Rasulullah. Sungguh, ujarnya sebagai seorang pelaku sufi yang selama ini selalu mendambakan dalam mimpinya agar bisa bertemu Nabi Muhammad, ia merasa bahagia sekali ada disana, dekat tempat jasad nabi tersebut disemayamkan.</p>
<p>Dengan rendah hati tampak sekali Si Fulan ingin segera mendapat konfirmasi dari Kiai-nya, apakah dengan menangis di tiga tempat tadi, hal itu merupakan tanda-tanda bahwa hajinya mabrur. Dengan agak lamban akhirnya Kiai menjawab dengan singkat sekali, katanya, &#8220;<em>Insya Allah, insya Allah, Lan..</em>&#8221; </p>
<p>Kini, giliran Si Rojul. Ia bilang, &#8220;<em>Kiai, sebelumnya saya mohon maaf,</em>&#8221; begitulah dengan suara lirih dan nada tampak penyesalan. Dengan jujur Rojul bilang bahwa perjalanannya ternyata tak sampai ke Tanah Suci.</p>
<p>&#8220;<em>Sungguh maaf Kiai, bekal saya habis di tengah jalan,</em>&#8221; ucapnya. Bekal itu, oleh Rojul, katanya, habis diberikan kepada anak-anak yatim, orang-orang tua yang lapar, fakir-miskin yang menjumpainya selama dalam perjalanannya. Jadi, alhasil, Si Rojul urung, tidak sampai niatnya ke Mekkah, apalagi menunaikan <strong>wukuf</strong> di Arafah dan menziarahi makam Rasulullah. Sambil terharu dan sedikit terisak-isak. Rojul menyudahi cerita pahitnya.</p>
<p>Anehnya, berbeda dengan yang dirasakan oleh Si Rojul, Kiai sepuh yang alim itu, setelah mendengarkan betapa terjal jalan setapak yang pernah dilalui Rojul menuju ke Tanah Suci ini, dengan sangat spontan berkomentar, &#8220;<em>Alhamdulillah,</em>&#8221; yang diucapkannya beberapa kali menunjukkan kepuasan batinnya.</p>
<p>&#8220;<em>Kau Rojul,</em>&#8221; ungkapnya, &#8220;<em>Ternyata telah mengerjakan haji mabrur yang sesungguh-sungguhnya.</em>&#8221; Sebab, tambahnya, &#8220;<em>Kamu dengan niat ikhlas selama ini ternyata sudah <strong>berihram</strong>. Memakai pakaian itu dalam hidupmu, dalam hati dan dan jiwamu, biarpun secara fisik ibadah hajimu belum sampai ke Arafah.</em>&#8221; </p>
<p>Dan kata Kiai ini, memang tidak semua orang yang telah pergi haji memperoleh makna substantif ibadahnya seperti itu. Sebab, ritual haji, yang sebenarnya lebih banyak didominasi oleh ibadah gerak untuk merekonstruksi sejarah kenabian monoteistik itu, jika dilaksanakan tanpa refleksi, tanpa perenungan kritis, ya bisa saja memuaskan secara emosional seperti ungkapan tangisnya Si Fulan tadi. Apalagi kalau orang yang pergi <em>wukuf</em> hanya sekadar ingin mencuci dosa pribadi, maka bunyi <em>istigfar</em> tak akan membekas secara <em>spiritual</em> dan memberikan implikasi yang bermakna bagi kehidupan sosial.<br />
Sebab, tanpa kesadaran yang mendalam bahwa noda kesalehan yang harus kita bersihkan di samping yang sifatnya perorangan, disana tentu ada banyak <strong>dosa struktural</strong>, yakni bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk membangun <strong>kesetaraan, keadilan</strong>, dan <strong>keadaban publik</strong>.</p>
<p>Dalam hal ini, simbolisasi berpakaian ihram dalam haji, tidak lain, saya kira merupakan pernyataan dan peringatan tentang betapa penting menegakkan secara terus-menerus komitmen <em>keberagamaan</em> dan <em>kesalehan egalitarianistik</em> seperti itu, apalagi dalam kehidupan yang <em>hedonistik</em> dan <em>individualistik</em> sekarang ini.</p>
<p>Masuk dalam horizon makna yang luas seperti itu adalah pilihan kita. Pilihan tatkala harus merumuskan diri kita sendiri, apa yang kita maksud dengan ibadah, dengan kesalehan selama ini.</p>
<p>Dan kisah tentang Kiai dan dua santrinya itu, saya kira tidak lain dan tidak bukan memberikan pelajaran yang bagus, betapa pentingnya kita selalu mencari makna yang lebih substantif di luar semaraknya <em>ritual</em> selama ini, yang ditandai misalnya dengan semakin meningkatnya jumlah jemaah haji setiap tahun dan bisa jadi akan semakin banyaknya hewan kurban yang secara seremonial akan kita sembelih, sehabis shalat Idhul Adha besok paginya.</p>
<p>Jakarta, 26 November 2009<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong><a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/moeslim-abdurrahman/index.shtml" target="_blank">Moeslim Abdurrahman</a>.</strong> Master dan doktor antropologi <em>University of Illinois, Urbana</em>, Amerika Serikat. <em>Direktur Ma&#8217;arif Institute for Culture</em>, dan <em>Direktur Lembaga Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial</em> (LPIS). <em>Ketua Al-Maun Institute</em>, Jakarta.</p>
<p><em>(Sumber: Kompas Cetak)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cuaca di Arafah Bersahabat, Prosesi Wukuf Lancar]]></title>
<link>http://guesichsan.wordpress.com/2009/11/27/cuaca-di-arafah-bersahabat-prosesi-wukuf-lancar/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 09:26:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>guesichsan</dc:creator>
<guid>http://guesichsan.wordpress.com/2009/11/27/cuaca-di-arafah-bersahabat-prosesi-wukuf-lancar/</guid>
<description><![CDATA[ARAFAH - Sekitar tiga juta jamaah haji seluruh dunia tumplek bleg di Padang Arafah kemarin. Mereka m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ARAFAH - Sekitar tiga juta jamaah haji seluruh dunia tumplek bleg di Padang Arafah kemarin. Mereka m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Haji]]></title>
<link>http://ale1980italy.wordpress.com/2009/11/27/haji/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:22:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alessio in Asia</dc:creator>
<guid>http://ale1980italy.wordpress.com/2009/11/27/haji/</guid>
<description><![CDATA[In questi giorni circa 3 milioni di pellegrini musulmani sono arrivati a La Mecca, in Arabia Saudita]]></description>
<content:encoded><![CDATA[In questi giorni circa 3 milioni di pellegrini musulmani sono arrivati a La Mecca, in Arabia Saudita]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idul Adha, Haji, Kurban, Ketupat]]></title>
<link>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-haji-kurban-ketupat/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:29:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wahyu</dc:creator>
<guid>http://wahyuatcmanado.wordpress.com/2009/11/27/idul-adha-haji-kurban-ketupat/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillahirabbil &#8216;alamiin&#8230; Allah masih mempertemukan saya dengan hari raya Idul Adha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alhamdulillahirabbil &#8216;alamiin&#8230; Allah masih mempertemukan saya dengan hari raya Idul Adha tahun ini. Walaupun tadi malam habis dinas malam, tadi pagi bisa bangun untuk ke masjid, tapi hampir telat, hehehe. Saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha buat pembaca sekalian. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kitas semua, Amiin.</p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/a330-garuda.jpg"><img class="size-medium wp-image-72 " title="A330 Garuda Indonesia Airlines" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/a330-garuda.jpg?w=300" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">A330 Garuda Indonesia Airlines</p></div>
<p>Tulisan saya kali ini berbobot ringan, hanya berbagi pengalaman saja, jangan terlalu serius <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Idul Adha di Indonesia identik dengan haji, kurban, dan ketupat. Bicara mengenai haji, kepadatan lalu lintas udara di Bandara Hasanuddin Makassar tidak banyak terpengaruh. Penerbangan haji menggunakan pesawat Airbus 330 maskapai Garuda Indonesia Airlines dari Makassar maksimal hanya 4 kali dalam sehari (jika salah mohon dikoreksi, selama saya dinas maksimal cuma kebagian 4 ekor <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Pesawat haji juga parkir di apron (tempat parkir pesawat, red) bandara lama sehingga pergerakan lalu lintas pesawat di darat untuk penerbangan komersil reguler pun tidak menemui hambatan. Diluar dari itu semua, saya bersyukur bisa membantu &#8220;proses naik haji&#8221; orang-orang yang ber-embarkasi di Makassar. Semoga mereka menjadi haji-haji yang mabrur. Amiin.</p>
<div id="attachment_74" class="wp-caption alignleft" style="width: 211px"><a href="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/kurban.jpg"><img class="size-full wp-image-74" title="kurban" src="http://wahyuatcmanado.wordpress.com/files/2009/11/kurban.jpg" alt="" width="201" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">hewan kurban</p></div>
<p>Mengenai kurban, tahun ini (di Makassar) saya justru jarang menemui kambing sebagai hewan kurban. Dari beberapa aktivis masjid yang saya tanya, rata-rata hewan kurban berupa sapi. Di masjid terdekat dengan rumah saya, Al-Multazam, justru semua hewan kurbannya adalah sapi yaitu sebanyak 9 ekor. Apakah kambing sudah punah? Atau kambing mahal sehingga lebih menguntungkan bila menggunakan sapi sebagai kurban? Pertanyaan yang kurang penting. Yang jelas, semoga hewan kurban dapat diterima dan membantu bagi orang-orang yang berhak.</p>
<p>Yang terakhir ini bahsan yang paling enak, ketupat, hehe. Saya yakin semua orang di Indonesia mengetahui makanan berbentuk kotak dari bahan beras ini. Dapat terbayang lezatnya bila dicampur dengan opor ayam buatan istri tercinta. Tidak berbeda dengan ibu-ibu lainnya, istri saya juga membuat ketupat dan opor ayam. Tapi ada yang beda dengan ketupat di Makassar. Daun pembungkus yang biasanya menggunakan daun kelapa, aka. janur, ketupat disini menggunakan daun pandan. Ketupat pun jadi lebih beraroma dan menantang untuk disantap dengan opor ayam kacang merah. Bagaimana dengan pengalaman Anda di Idul Adha tahun ini? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hajatan Haji]]></title>
<link>http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/11/27/hajatan-haji/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:10:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>nanaharmanto</dc:creator>
<guid>http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/11/27/hajatan-haji/</guid>
<description><![CDATA[Sekitar 3 minggu lalu, tetanggaku mengadakan hajatan Haji, yaitu sebuah syukuran untuk mohon doa res]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sekitar 3 minggu lalu, tetanggaku mengadakan hajatan Haji, yaitu sebuah syukuran untuk mohon doa restu, meminta maaf dan sekaligus berpamitan dengan kerabat, sahabat dan tetangga, karena mereka, -suami istri-, hendak menunaikan ibadah Haji ke tanah suci.</p>
<p>Kerabat mereka sibuk memasak menyiapkan hidangan terbaik untuk para tamu. Nah, karena tak ada lagi ruang yang lebih luas di rumah mereka, ibu calon haji itu meminta ijin pada kami unutk memakai tempat di belakang rumah kontrakan kami sebagai tempat untuk rewang, menyiapkan bahan makanan dan meletakkan alat-alat makan.</p>
<p><em>Sebenarnya, dulu bagian belakang rumah ini hanya berupa sepetak tanah kosong berumput subur dan bersemak rapat. Lalu di sudut, ada tumpukan batu-batu. Lalu aku dan suami bernegosiasi dengan pemilik rumah untuk memperbaiki lahan ini, agar dibuat semacam garasi terbuka. Kan lumayan tuh, bisa digunakan untuk melindungi kendaraan dari panas dan hujan.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Keinginan untuk memperbaiki lahan ini juga semakin kuat karena aku takut ada ular atau binatang yang bersembunyi di antara  semak itu, yang tiba-tiba nylonong masuk dapur..beberapa kali aku mendengar suara-suara mencurigakan di antara tumpukan bongkahan batu-batu itu&#8230;hiiii..</em></p>
<p>OK, kami mengijinkan mereka memakai tempat kami. Nggak mungkin juga aku tak melibatkan diri. Jadi aku ikut membantu rewang. Sekedar mengelap piring atau menyiapkan bahan masakan.</p>
<p>Garasi terbuka di belakang rumah kami itu akhirnya menjadi base camp para <em>rewangers</em>&#8230;</p>
<p><!--more--></p>
<div id="attachment_308" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/rewang-haji.jpg"><img class="size-medium wp-image-308" title="rewang haji" src="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/rewang-haji.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">basecamp para rewangers ini dulunya semak belukar dan tumpukan batu..</p></div>
<p>Tak ada yang terlalu istimewa sebenarnya pada hajatan kali ini. Mereka berceloteh dengan bahasa lokal, aku samasekali <em>nggak</em> ngerti artinya. Aku juga <em>nggak ngeh</em> ketika salah seorang dari mereka mengajakku <em>ngobrol</em>. Hihi&#8230;aku baru sadar ketika mereka terbahak menertawakan orang yang mengajakku ngobrol itu.</p>
<p>“Mak, pakai Bahasa Indonesia&#8230;Mbak ini dari Jakarta, tidak bisa bahasa Bugis..”.</p>
<p>Ibu itu ikut terkekeh, “Eee..pantas diajak omong tidak menjawab..”.</p>
<p>Anak ibu itu menterjemahkan untukku.<br />
”Mamak saya ini tadi sempat <em>ngomel</em>, kok Mbak tidak mau menjawab waktu mamak tanya Mbak..katanya Mbak ini sombong betul”.</p>
<p>Kami terbahak bersama. Hehehe&#8230;</p>
<p>Yang unik, cara mereka membakar ikan, hidangan khas di daerahku ini. Ikan dibakar di tengah kebun singkong hehe&#8230;</p>
<div id="attachment_310" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/bakar-ikan.jpg"><img class="size-medium wp-image-310" title="bakar ikan" src="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/bakar-ikan.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Paaaak...!! piye iki, iwake meh gosoooonggg.....!! mrene to Pak&#39;e!</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_311" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/bakar-berduaan.jpg"><img class="size-medium wp-image-311" title="bakar berduaan" src="http://nanaharmanto.wordpress.com/files/2009/11/bakar-berduaan.jpg?w=300" alt="" width="300" height="217" /></a><p class="wp-caption-text">Tenang...tenaaang...Bune sayang, aku di sini...asik yo Bune, bakar ikan mesra begini...kalo gosong, salahin mbak-e sing motret kae...ketoke isih amatiran kae, Bu...halah, kok grogi to Bune? duh, senyummu, mak nyesss atikuu...</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">****</p>
<p>Sebenarnya, aku sempat SMS temanku, Mbak Lusi, menyakan apa yang harus diucapkan pada orang yang hendak berangkat Haji. Apakah perlu memberi salam tempel? Mbak Lusi menjawab SMS-ku. Intinya, selamat jalan ke tanah suci, semoga kembali dengan selamat ke tanah air, dan ibadahnya dilancarkan..Untuk salam tempel, lebih baik berikan saja minuman instan jahe hangat, karena di sana dingin sekali. Atau lotion karena siang hari sangat panas&#8230;</p>
<p>Wah, info yang sangat berharga nih&#8230;</p>
<p>Kuajak suamiku untuk memberi ucapan selamat jalan. Tapi hari-hari itu benar-benar sangat sibuk, jadi belum sempat lagi ke rumah bapak/ibu calon haji itu, mereka keburu berangkat ke Makassar.</p>
<p>Wah, jadi kami putuskan, untuk memberi ucapan selamat datang kembali setelah mereka sampai kembali ke rumah kelak.</p>
<p>Bagi para sahabat yang merayakannya, kuucapkan</p>
<p>&#160;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0000ff;">SELAMAT IDUL ADHA 1430 H</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Semoga kurban Anda semua bermanfaat bagi sesama&#8230;</p>
<p>Doa dan harapan kami, tetanggaku  dan jutaan jemaah haji lainnya di tanah suci itu dilancarkan ibadah mereka dan kembali dengan selamat ke tanah air.</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p><em>Berhubung aku tak tahu ritual sekembali dari tanah suci bagi para jemaah Haji, aku sangat membutuhkan informasi kapan kami bisa memberi ucapan selamat kepada tetanggaku itu. Apakah mereka menjalani masa “dipingit” terlebih dahulu?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Para sahabat semua, bersediakah Anda memberiku info penting ini? Terima kasih ya&#8230;</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Haji: Manakah Hilangnya Permata Maknamu?]]></title>
<link>http://fikru1mustanir.wordpress.com/2009/11/26/haji-manakah-hilangnya-permata-maknamu/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:18:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>fikru1mustanir</dc:creator>
<guid>http://fikru1mustanir.wordpress.com/2009/11/26/haji-manakah-hilangnya-permata-maknamu/</guid>
<description><![CDATA[Haji: Manakah Hilangnya Permata Maknamu? Di antara pulau bukit-bukit di balik karang batu-batu aku m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fikru1mustanir.wordpress.com/files/2009/11/44315683_hajj_416.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-606" title="_44315683_hajj_416" src="http://fikru1mustanir.wordpress.com/files/2009/11/44315683_hajj_416.jpg?w=300" alt="" width="300" height="216" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Haji: Manakah Hilangnya Permata Maknamu?</strong></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">Di antara pulau bukit-bukit<br />
di balik karang batu-batu<br />
aku mencari kilauan<br />
mutiara-mutiara persaudaraan<br />
yang telah jatuh bertaburan<br />
dari kalung kesatuan<br />
yang terputus berselerakan.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">Di hamparan putih lautan tenda-tenda<br />
kesedihan menyelimuti aku yang tergamam<br />
di sunyi hati pecah berderai kaca rasa<br />
melihat permata maknamu jauh tenggelam<br />
ditarik ladung kolektivisme yang padam<br />
ke dasar gelita individualisme yang dalam.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">Di muktamar tahunan ini<br />
telah jatuh bertaburan dan berselerakan<br />
erti kesatuan dalam persaudaraan<br />
titipan Junjungan di Haji Perpisahan.</span></p>
<p style="text-align:center;">
<p><span style="color:#99cc00;"> </span></p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">Haji,</span></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">tangan-tangan kotor berdosa itu</span></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">telah meragut kembang persaudaraan</span></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">dari rekah tangkai kesatuan</span></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">yang pernah mekar segar dahulu</span></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">di jambangan hikmah ritualmu.</span></div>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;">Jadilah kau kini&#8230;<br />
kuntuman kembang kehilangan seri<br />
sakar madumu tak lagi wangi.</span></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><span style="color:#008000;">FM<br />
9 Zulhijjah 1430 H</span></strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nilai-Nilai Moral di Seputar Ibadah Haji]]></title>
<link>http://thenafi.wordpress.com/2009/11/26/nilai-nilai-moral-di-seputar-ibadah-haji/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:50:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hanafi Mohan</dc:creator>
<guid>http://thenafi.wordpress.com/2009/11/26/nilai-nilai-moral-di-seputar-ibadah-haji/</guid>
<description><![CDATA[Nilai-Nilai Moral Ibadah haji merupakan ibadah yang dilakukan oleh para rasul sebelum Nabi Muhammad.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://thenafi.wordpress.com/files/2009/11/haji051208-07.jpg"><img src="http://thenafi.wordpress.com/files/2009/11/haji051208-07.jpg?w=300" alt="" title="HAJI" width="300" height="204" class="alignleft size-medium wp-image-512" /></a><strong>Nilai-Nilai Moral</strong></p>
<p>Ibadah haji merupakan ibadah yang dilakukan oleh para rasul sebelum Nabi Muhammad. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa ibadah haji (terutama thawaf) baru dimulai pada masa Nabi Ibrahim. Ternyata menurut riwayat, Nabi Adam sudah thawaf di Ka&#8217;bah, namun ketika itu belum ada bentuk bangunan Ka&#8217;bahnya. Memang yang terekam di dalam Alquran bahwa Nabi Ibrahim beserta puteranya yang membangun Ka&#8217;bah. Tetapi sejak manusia belum ada, tempat itu (Ka&#8217;bah) sudah dijadikan oleh Allah di bumi ini sebagai tempat suci:<br />
<!--more--><br />
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (Q.S. Ali Imraan: 96)</p>
<p>Jadi, Nabi Adam, bahkan dalam suatu riwayat disebutkan bahwa para malaikat biasa berthawaf di tempat suci itu. Nabi Adam juga sudah berthawaf di Ka&#8217;bah yang kita kenal sekarang ini. Barulah kemudian Nabi Ibrahim yang terekam di dalam Alquran yang membangun Ka&#8217;bah itu sebagai bangunan yang kokoh yang kita kenal sampai sekarang. Tentu pada saat itu yang dibangun oleh Nabi Ibrahim tidak seperti yang kita lihat kini.</p>
<p>Di dalam fiqh, ibadah haji disebut sebagai syar&#8217;uman qablana, yaitu ibadah-ibadah yang sudah dilakukan oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad. Contoh lainnya adalah Qurban yang sudah disyariatkan sejak masa Nabi Adam. </p>
<p>Selain thawaf, di dalam ibadah haji juga terdapat sa&#8217;i. Sa&#8217;i berasal dari kata as-sa&#8217;iyu yang jika diterjemahkan berarti kerja keras, yang selama ini kita pahami sebagai lari-lari kecil. Kata as-sa&#8217;iyu artinya adalah etos kerja. Nabi Ibrahim ketika itu berdoa, seperti yang disebutkan di dalam Alquran:</p>
<p>Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Q.S. Ibraahim: 37)</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa sebelum Nabi Ibrahim, Baitullah itu sudah ada. Dari sinilah kata as-sa&#8217;iyu itu bermula, yaitu ketika perbekalan yang dimiliki oleh Hajar dengan anaknya (Ismail) sudah habis. Sebagai manusia biasa, Ismail yang masih bayi itu menangis, air susunya Hajar pun sudah tidak bisa keluar lagi karena sudah tidak ada asupan makanan ke dalam tubuhnya. Dalam situasi yang seperti itu, muncullah etos kerjanya (as-sa&#8217;iyu). Dia (Hajar) memandang ke sekelilingnya, di bukit Shafa dia memandang ke Marwa yang dilihatnya ada genangan air di sana. Dalam bahasa sehari-hari kita mengenalnya sebagai fatamorgana, yaitu gejala optis (penglihatan) yang tampak pada permukaan yang panas yang kelihatan seperti genangan air. Dia pun kemudian lari ke Marwa yang ternyata di sana terdapat air.</p>
<p>Dia pun kemudian berdiri di Marwa. Ketika memandang ke Shafa, dilihatnya ada genangan air di sana. Lagi-lagi, hal tersebut hanyalah fatamorgana. Lalu ia lari lagi menuju ke Shafa. Seterusnya seperti itu sampai tujuh kali. Andai saja Hajar hanya menangis menerima nasibnya begitu saja dan tidak mau bekerja keras, hampir dapat dipastikan tidak akan mendapatkan semburan air zamzam. Tapi karena sa&#8217;i-nya (kerja kerasnya), ia dan anaknya pun kemudian mendapat rahmat dari Allah.</p>
<p>Zamzam artinya adalah berkumpullah. Jadi, waktu air itu menyembur sedikit, lalu Hajar berkata: zamzam, zamzam (berkumpullah, berkumpullah). Sehingga air yang menyembur itu pun menjadi banyak.</p>
<p>Sebelum adanya mata air itu (zamzam), hanya Hajar dan anaknya (Ismail) yang masih kecil itu saja yang berada di lembah tersebut. Tetapi setelah adanya mata air zamzam, maka kafilah-kafilah yang melintasi lembah tersebut mesti singgah untuk mendapatkan air. Hajar dan Ismail pun kemudian menolong para kafilah yang singgah di lembah itu. Dari pertolongan yang diberikan oleh Hajar dan Ismail terhadap kafilah yang singgah itu, maka mereka pun mendapatkan semacam upah, yang kemudian dari hal tersebut mereka menjadi hidup makmur. Artinya, dengan adanya air zamzam, menjadi diberkahilah sekeliling Ka&#8217;bah.</p>
<p>Sebetulnya hal tersebut hampir tak masuk akal, karena orang-orang di Arab kalau menggali sumur, maka yang keluar itu adalah lumpur bercampur minyak, tidak ada air yang keluar. Tetapi pada kasus sumur zamzam, yang keluar adalah air mineral yang tidak perlu dimasak, bisa langsung diminum, dan air tersebut sangat tinggi kandungan mineralnya. Dalam suatu hadits dikatakan bahwa hal tersebut akan berlaku hingga akhir zaman. Hujan yang turun di sana hanya dua sampai kali kali saja dalam setahun. Tetapi air zamzam terus mengalir dan tak pernah habis hingga kini yang itu bisa melayani sekian banyak jamaah haji dari seluruh dunia.</p>
<p>Di dalam ibadah haji kita juga akan melihat betapa al-musaawah (persamaan) ketika semua orang berpakaian kurang lebih sama, tidak dibedakan antara orang yang berpangkat dengan orang awam. Hal ini karena Islam sangat menjunjung tinggi persamaan. Kita boleh berbeda-beda, tapi ketika menghadap Allah, maka tak ada perbedaan antara orang Arab dengan yang bukan Arab, kecuali ketakwaannya. Siapa yang dulu masuk masjid, maka boleh menempati shaf pertama.</p>
<p>Selain itu, juga ada nilai-nilai kesederhanaan. Orang-orang hanya memakai pakaian ihram. Walaupun di rumahnya mungkin ada pakaian yang terbuat dari sutera, tapi ketika melakukan ibadah haji tetap saja yang dipakai adalah pakaian yang sederhana. Dan ini dilambangkan, bahwa ketika manusia wafat, yang dikenakna juga pakaian yang sederhana, yaitu berupa kain kafan.</p>
<p>Di dalam ibadah haji juga terdapat nilai persahabatan (silaturahim). Kadang-kadang jika di rumah mungkin privasi kita begitu tinggi. Namun ketika melakukan ibadah haji, silaturahimlah yang lebih dikedepankan.</p>
<p>Terdapat pula nilai-nilai kesadaran moral di dalam ibadah haji. Mungkin banyak sekali kita dapatkan dari cerita para jamaah haji hal-hal yang aneh dan semacamnya. Ketika beribadah haji, ada hal-hal yang menjadi pelajaran untuk kita, bahwa memang ada pembalasan dari Allah jika kita tak ada kesadaran moral, bahkan hal terkecil sekalipun yang kita lakukan. Siapa yang berbuat seberat zarah, maka akan diperlihatkan hasilnya kepada orang tersebut di dunia ini. Ataupun kalau tidak, maka akan diperlihatkan hasilnya di akhirat. Karena itulah, ketakaburan, kesombongan, individualitas, dan sikap tercela lainnya mestinya dihilangkan pada saat melakukan ibadah haji.</p>
<p>Ibadah haji adalah ibadah yang memenuhi tiga kriteria, yaitu ibadah fisik, ibadah maaliyah, dan ibadah ruuhiyah. Sebagai perbandingan, bahwa salat adalah ibadah fisik, zakat adalah ibadah maaliyah, dan zikir adalah ibadah ruuhiyah. Dalam hal ini, haji mengumpulkan tiga kriteria ibadah tersebut. Sebagai ibadah fisik, karena memang ada beberapa rukun haji yang mesti dilakukan secara fisik dan tidak bisa diwakilkan, seperti wukuf dan thawaf. Sebagai ibadah maaliyah karena pada haji kita harus mengeluarkan dana (uang) untuk berangkat ke sana, sehingga haji itu mengumpulkan semua sisi-sisi aspek ibadah yang ada dalam Islam.</p>
<p><strong>Ibrah Li Ulil Albab (pelajaran bagi mereka yang berakal):<br />
</strong><br />
<strong>Pertama, akidah keluarga</strong></p>
<p>Nabi Ibrahim yang kita kenal sebagai pionir dari ibadah haji selalu yang diutamakannya adalah akidah keluarga. Hal ini tak lain karena kalau akidah kuat, maka ibadah-ibadah yang lain akan mengikuti.</p>
<p>Akidah penting dibina walaupun tidak terlihat wujudnya. Di dalam Alquran terekam banyak sekali ayat mengenai hal ini. Misalkan, menjelang akhir hayatnya para nabi, selalu yang dipesankan (diwasiatkan) adalah tentang akidah. Di dalam Alquran disebutkan, bahwa kalau maut sudah hampir datang kepada mereka, maka mereka pun akan mengumpulkan anak-cucunya. Mereka pun menanyakan kepada anak cucunya mengenai apa yang akan mereka sembah setelah dirinya meninggal dunia. Dan biasanya anak-cucunya selalu mengatakan, bahwa mereka adalah muslim yang selalu akan menyembah Allah dan akan selalu bertauhid.</p>
<p>Akidah berada di dalam diri kita. Jika kita melihat seseorang yang rajin beribadah serta selalu beramal kebaikan yang semuanya itu selalu tampil dalam kehidupannya sehari-hari, maka kita akan memastikan bahwa orang tersebut insya Allah akidahnya kuat. Sama halnya ketika kita melihat pohon yang rindang, daunnya lebat, buahnya ranum, maka kita akan memastikan insya Allah akar pohon tersebut pasti kuat.</p>
<p><strong>Kedua, tugas dakwah</strong></p>
<p>Nabi Ibrahim dalam tugas dakwahnya selalu mengundang orang untuk berhaji. Di dalam Alquran disebutkan:</p>
<p>Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (Q.S. Al-Hajj: 27)</p>
<p>Karena itulah, mungkin tak tepat jika ada yang mengatakan bahwa dirinya belum pergi haji karena ia belum mendapatkan panggilan, walaupun hartanya sudah lebih dari cukup untuk menunaikan ibadah haji. Karena seperti yang direkam oleh Alquran, bahwa Nabi Ibrahim sebenarnya sudah mengundang kita.</p>
<p><strong>Ketiga, layanan sosial</strong></p>
<p>Kalau kita melihat sejarahnya, bahwa Hajar dan Ismail memberikan layanan sosial berupa memberikan minum kepada orang-orang yang lewat di sekitar Baitullah, karena itu adalah bentuk kepekaan sosial.</p>
<p>Salah satu yang membedakan manusia dengan hewan adalah kepekaan sosial. Selama ini mungkin yang kita ketahui bahwa perbedaan manusia dengan hewan terletak pada akalnya. Tapi kalau dalam psikologi, bukanlah akal yang membedakan manusia dengan hewan. Yang membedakan manusia dengan hewan yaitu memiliki kepekaan sosial dan adanya kesinambungan pekerjaan.</p>
<p>Pertama, manusia memiliki kepekaan sosial. Jika manusia tergerak hatinya untuk menolong sesamanya yang sedang ditimpa musibah, itu tak lain karena manusia mempunyai kepekaan sosial. Kedua, adanya kesinambungan pekerjaan. Kita ini hidup dari kecil, hingga pada suatu saat ada titik berhentinya manusia di dunia ini. Namun kita meyakini, sesudah titik itu, kita akan pindah ke suatu tempat yang abadi yang kita kenal sebagai akhirat. Karena kita mengetahui hal tersebut, maka setiap manusai selalu akan berusaha meningkatkan kehidupannya, baik itu secara ekonomi, maupun kehidupan moralnya. Misalkan, kehidupan manusia selalu terencana. Sedangkan kalau hewan, kehidupannya tidaklah terencana.</p>
<p><strong>Keempat, keteguhan ayah dan kepatuhan anak</strong></p>
<p>Moral ini juga sangat penting. Bayangkanlah, si anak (Ismail) yang masih kecil itu ditinggal oleh ayahnya (Nabi Ibrahim). Mungkin kira-kira belasan tahun lamanya Sang Ayah meninggalkan anaknya tersebut. Ketika Nabi Ibrahim bertemu lagi dengan Ismail, ternyata beliau kemudian diperintahkan oleh Allah (melalui mimpi yang benar) untuk mengurbankan anaknya (Ismail).</p>
<p>Karena ini menyangkut suatu kehidupan, maka tentunya tidak begitu saja Nabi Ibrahim memberitahu kepada Ismail, melainkan beliau tetap memberikan pandangan dan meminta pendapat kepada Ismail apakah ia akan menolak atau tidak. Karena memang tingkat kepatuhannya sangat tinggi, dan Hajar pun juga merupakan istri yang sangat setia, serta tahu persis siapa Ibrahim yang tak lain adalah suami yang sangat taat kepada Allah.</p>
<p>Setelah diberitahu ayahnya seperti itu, Ismail pun mempersilakan ayahnya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah tersebut. Ismail mengatakan bahwa insya Allah ia (Ismail) akan termasuk sebagai orang-orang yang sabar. </p>
<p><strong>Kelima, pola asuh</strong></p>
<p>Ada tiga jenis pola asuh, yaitu otoriter, sangat permisif (semua serba boleh), dan demokratis. Di dalam kehidupan sehari-hari, ketiga pola asuh ini harus ada. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim melakukan pola asuh yang otoriter berkaitan dengan akidah. Ia tidak memberikan pilihan kepada anaknya untuk memilih agamanya sendiri. Pola asuh yang demokratis diberlakukan Nabi Ibrahim jika itu berhubungan dengan masa depan anaknya.</p>
<p>Seperti yang terekam dalam Alquran, bahwa Nabi Ibrahim memberikan peluang kepada anaknya untuk memilih hobi yang disukainya sepanjang itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ismail mempunyai hobi berburu kambing gurun. Dalam hal ini Nabi Ibrahim mempersilakan saja anaknya untuk menggeluti hobinya sepanjang itu tidak mengganggu aktivitas ibadahnya.</p>
<p>Ada orang tua yang mendidik anaknya dengan sangat sayang, bahkan terlalu sayang. Karena terlalu sayangnya itu, apapun yang diminta anaknya pasti dipenuhinya. Ada juga orang tua yang terlalu sering memarahi anaknya. Hampir tidak ada hari tanpa memarahi anaknya. Ada juga orang tua yang mendidik anaknya serba boleh. Ada juga yang mendidik anaknya serba tidak boleh. Akibatnya, kalau ada anak yang dididik terlalu saying dan serba boleh, maka anak itu akan menjadi binal, sehingga dengan demikian akan susah dikendalikan. Sebaliknya ada anak yang dididik serba tidak boleh dan sering dimarahi. Jika dididik seperti ini, maka anaknya akan menjadi frustrasi. Ada pula anak yang diasuh denghan cara serba boleh, tapi sering juga dimarahi. Jika seperti ini, maka anak itu akan menjadi nakal. Sebaliknya, ada orang tua yang mendidik anaknya serba tidak boleh, karena terlalu sayangnya terhadap anaknya. Akhirnya anaknya akan menjadi sangat tergantung.</p>
<p>Pola asuh yang ideal adalah seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim, yaitu pola asuh yang kompleks. Ada saatnya orang tua mengatakan boleh terhadap anaknya. Ada pula saatnya orang tua mengatakan tidak boleh terhadap anaknya. Serta ada juga saatnya orang tua menunjukkan perasaan marah terhadap anaknya ketika anak itu melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama atau tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.</p>
<p>Inilah sebagian kecil dari nilai-nilai moral yang ada di seputar haji dan qurban yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Ibadah-ibadah ini kemudian diteruskan oleh Rasulullah. []</p>
<p><em>Disarikan dari Ceramah Ahad yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ahmad Darwis Hude pada tanggal 1 November 2009 di Masjid Agung Sunda Kelapa-Jakarta. Transkriptor: Hanafi Mohan</em></p>
<p><strong>Sumber gambar:</strong> <a href="http://matanews.com/2009/07/31/calhaj-banggai-berkurang/">http://matanews.com/</a></p>
<p><strong>Tulisan terkait:</strong><br />
<a href="http://thenafi.wordpress.com/2008/12/12/ibadah-haji/">- Ibadah Haji</a><br />
<a href="http://thenafi.wordpress.com/2008/12/10/menapaktilas-perjalanan-nabi-ibrahim/">- Menapaktilas Perjalanan Nabi Ibrahim</a><br />
<a href="http://thenafi.wordpress.com/2008/12/09/makna-qurban/">- Makna Qurban</a><br />
<a href="http://thenafi.wordpress.com/?s=provokator+haji">- Provokator Haji</a></p>
<p><strong>Tulisan ini dimuat di:</strong> <a href="http://thenafi.wordpress.com/2009/11/26/nilai-nilai-moral-di-seputar-ibadah-haji/">http://thenafi.wordpress.com/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Qurban dan Puasa]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/2009/11/26/qurban-dan-puasa/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 12:58:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>SAMAN UI</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/2009/11/26/qurban-dan-puasa/</guid>
<description><![CDATA[Pengasuh Prof.Dr. Tgk Muslim Ibrahim, MA Pertanyaan Ustadz Pengasuh KAI yang saya hormati, Assalamu’]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pengasuh Prof.Dr. Tgk Muslim Ibrahim, MA Pertanyaan Ustadz Pengasuh KAI yang saya hormati, Assalamu’]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MUI, Bikin Fatwa Haram Haji Dong…!]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/26/mui-bikin-fatwa-haram-haji-dong%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:56:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/26/mui-bikin-fatwa-haram-haji-dong%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Haji adalah Rukun Islam Kelima. Yang namanya Rukun sudah tentu wajib dilakukan. Bagi muslim, siapa y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Haji adalah Rukun Islam Kelima. Yang namanya Rukun sudah tentu wajib dilakukan. Bagi muslim, siapa y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Idul Adha 1430 H]]></title>
<link>http://primagamameruya.wordpress.com/2009/11/26/selamat-idul-adha-1430-h/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:56:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>primagamameruya</dc:creator>
<guid>http://primagamameruya.wordpress.com/2009/11/26/selamat-idul-adha-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-full wp-image-394" title="iduladha1430" src="http://primagamameruya.wordpress.com/files/2009/11/iduladha1430.jpg" alt="" width="468" height="175" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemah VVIP di Arafah Terendam]]></title>
<link>http://islamkitasemua.wordpress.com/2009/11/26/kemah-vvip-di-arafah-terendam/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:36:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fariz Andri Bakhtiar</dc:creator>
<guid>http://islamkitasemua.wordpress.com/2009/11/26/kemah-vvip-di-arafah-terendam/</guid>
<description><![CDATA[(ANTARA) Sejumlah mobil terjebak banjir di kawasan Bahrah, perbatasan Jeddah-Makkah, Rabu (25/11). H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img style="width:325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/11/20091126153626.jpg" alt="Kemah VVIP di Arafah Terendam" /></p>
<p>(ANTARA)</p>
<p><em>Sejumlah mobil terjebak banjir di kawasan Bahrah, perbatasan Jeddah-Makkah, Rabu (25/11). Hujan yang turun di kawasan Jedah, Mekkah serta Mina dan Arafah sempat mengganggu perjalanan calon haji ke Arafah</em></p>
<p>PADANG ARAFAH&#8211;Rombongan pejabat tinggi negara termasuk Menteri Agama, Suryadharma Ali, Tim Komisi VIII DPR, DPD dan KPK menunda jadwal keberangkatan dari Mekah ke Padang Arafah, dari Rabu malam menjadi Kamis (26/11) pagi. Pasalnya, sebagian kemah yang akan dihuni tamu VVIP rusak atau basah karena hujan lebat Rabu (25/11) siang kemarin.</p>
<p>Jemaah calon haji Indonesia yang sedang berada di Mekah, sebagian akhirnya juga meninggalkan Kota Suci itu menuju Arafah pada Rabu malam hari dan sebagian lagi mengikuti imbauan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) untuk menunda keberangkatannya ke Padang Arafah Kamis pagi ini.</p>
<p>Saat berita ini ditulis, seluruh jemaah haji Indonesia yang akan berwukuf sudah berada di Padang Arafah.</p>
<p><!--more-->Tercatat sekitar 209.000 calhaj Indonesia pada musim haji 1430 H, 192.000 calhaj reguler (Biaya Perjalanan Ibadah haji-BPIH atau dulu ONH) dan sekitar 17.000 calhaj nonreguler (NonBPIH atau ONH Plus).</p>
<p>Terdapat juga seribuan calhaj nonkuota atau yang diberangkatkan biro-biro jasa swasta tanpa koordinasi dengan Departemen Agama, dengan memanfaatkan &#8220;caling visa&#8221; atau undangan dari pemerintah Arab Saudi melalui lobi-lobi dengan pejabat Kementerian urusan haji atau Kedubes Arab Saudi.</p>
<p>Saat ritual Wukuf, Menag ditempatkan di tenda utama antara lain bersama Tim Pemantau Komisi VIII DPR, Pelaksana Tugas Dubes RI di Arab saudi dan Oman, Sukanto, Konjen RI di Jeddah Gatot Abdullah Mansyur, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto dan Kepala Staf Tehnis Urusan Haji Syairozi Dimyati.</p>
<p>Sebelum ritual Wukuf dimulai pada Kamis lepas tengah hari, Menag akan mendengarkan laporan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH), kemudian mendengarkan khutbah Wukuf yang akan diberikan oleh Imam Mesjid Besar Istiqlal dan Dosen Insitut Ilmu Alquran Jakarta Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yakub.</p>
<p>Wukuf adalah ritual puncak haji yang merupakan salah satu rukun haji, harus dikerjakan, jika tidak ibadah hajinya tidak sah.</p>
<p>Ritual Wukuf menamsilkan saat umat berada dalam formasi di Hari Penantian (Padang Mahsar) untuk menanti dihisab oleh Allah atau timbang pahala dan dosa yang telah diperbuatnya.</p>
<p>Jemaah akan bergeser dari Padang Arafah ke Muzdalifah (sekitar 7 Km) untuk melakukan mabit (memungut batu atau kerikil untuk melontar jumrah) dan tinggal di sana sampai larut malam.</p>
<p>Selama mabit, jemaah berdoa atau menggelar tikar untuk beristirahat sejenak, baru setelah lewat malam, Jumat pagi menuju jamarat Aqabah (jembatan untuk melontar batu atau kerikil) di Mina.</p>
<p>Ada tiga jamarat yang akan digunakan untuk ritual melontar jumrah yakni Aqabah, Ula dan Wustha.</p>
<p>Bagi yang melakukan Nafar Awal, batu yang dilontarkan sebanyak 49 (tujuh di jumrah Aqabah pada hari pertama), dilanjutkan dengan melontar ketiga jamarat (Ula, Wustha dan Aqabah) selama dua hari berturut-turut (7&#215;3x2).</p>
<p>Sementara yang melakukan Nafar Sani, akan melontar 70 batu, tujuh batu dilontarkan di jamarat Aqabah pada hari pertama, kemudian masing-masing dilontarkan pada ketiga jamarat selama tiga hari berturut-turut (7&#215;3x3).</p>
<p>Melontar jumrah merupakan ritual wajib haji (jika tidak dikerjakan, dikenakan dam atau denda berupa hewan kurban atau diwakilkan) yang merefleksikan saat nabi Ibrahim digoda setan untuk tidak mematuhi perintah Allah menyembelih puteranya, Ismail.</p>
<p>Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan kembali ke tanah air secara bergelombang dalam 475 kloter mulai 5 Desember sampai 1 Januari ke berbagai bandara debarkasi di Indonesia.<br />
<strong><br />
Sisakan masalah</strong></p>
<p>Selain merenggut korban 24 jiwa, hujan lebat yang turun di kawasan Jeddah, Mekkah, dan Padang Arafah Rabu siang kemarin, menyisakan sejumlah masalah dan kerepotan warga serta pemerintah daerah setempat.</p>
<p>Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal bin Majid seperti yang dikutip Arabnews, Kamis, memerintahkan pembentukan pusat kontrol darurat untuk memonitor perkembangan terakhir dampak bencana alam itu.</p>
<p>Namun bencana akibat hujan lebat itu sejauh ini tidak terlalu berpengaruh pada penyelenggaraan ibadah haji, khususnya ritual utama Wukuf di Padang Arafah dan melontar jumrah di Mina seperti yang semula dikhawatirkan orang.</p>
<p>Curah hujan mencapai 70 mili meter yang melanda kota Jeddah sekitar dua jam lebih, hampir mendekati jumlah dua pertiga tingkat curah hujan di negara itu sepanjang tahun.</p>
<p>Puluhan mobil terendam di ruas jalan raya Jeddah- Mekkah &#8211; Padang Arafah antara lain di distrik Sulaimaniah, sekitar 11 Km di luar kota Jeddah karena ruas jalan yang menuju Jeddah itu berubah jadi sungai dengan aliran deras.</p>
<p>Ribuan kendaraan, sebagian besar mengangkut calon jemaah haji menuju Padang Arafah terperangkap kemacetan lalu lintas sehingga sebagian balik ke Jeddah dan sebagian lagi mencari jalan memutar hingga memerlukan sekitar tujuh sampai delapan jam dari Jeddah ke Mekah atau Padang Arafah yang hanya berjarak sekitar 70 Km.</p>
<p>Beberapa distrik di kota Jeddah juga mengalami pemadaman listrik, baru malam hari sebagian mulai menyala lagi.</p>
<p>Hujan lebat yang jarang-jarang terjadi itu juga mengundang berbagai reaksi dan ulah warga Jeddah, terutama kelompok anak baru gede (ABG) yang bersukaria menyambut peristiwa langka itu.  ant/itz</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surat Sahabat, Ibadah Haji dan Qurban Idul Adha]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/26/surat-sahabat-ibadah-haji-dan-qurban-idul-adha/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:40:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/26/surat-sahabat-ibadah-haji-dan-qurban-idul-adha/</guid>
<description><![CDATA[Surat Sahabat, Ibadah Haji dan Qurban Idul Adha.. yayaya.. Surat Sahabat, Ibadah Haji dan Qurban Idu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Surat Sahabat, Ibadah Haji dan Qurban Idul Adha.. yayaya.. Surat Sahabat, Ibadah Haji dan Qurban Idu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sambut panggilanNya]]></title>
<link>http://ai12.wordpress.com/2009/11/26/sambut-panggilannya/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:35:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ai12</dc:creator>
<guid>http://ai12.wordpress.com/2009/11/26/sambut-panggilannya/</guid>
<description><![CDATA[met puasa arofah guys, begitu yang tertulis di salah satu status ym temen satu kantor hari ini. ya, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[met puasa arofah guys, begitu yang tertulis di salah satu status ym temen satu kantor hari ini. ya, ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Untung ada Adzan Maghrib]]></title>
<link>http://jurryhatammimi.wordpress.com/2009/11/26/untung-ada-adzan-maghrib/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 07:28:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>jurry hatammimi</dc:creator>
<guid>http://jurryhatammimi.wordpress.com/2009/11/26/untung-ada-adzan-maghrib/</guid>
<description><![CDATA[(27 Dzulqaidah 1426 H. / 28 Desember 2005) 1 jam menjelang adzan Maghrib, saya sudah meninggalkan pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>(27 Dzulqaidah 1426 H. / 28 Desember 2005)</p>
<p>1 jam menjelang adzan Maghrib, saya sudah meninggalkan pertokoan Hilton (sebelah barat Masjidil Haram) untuk menuju Masjidil Haram. Alhamdulillah saya mendapat tempat sholat di halaman mesjid depan King Fahd Gate. Seperti biasa, sambil menunggu adzan saya sempatkan 1-2 kali memotret lingkungan mesjid. Ketika foto ke-2 yang mengambil objek bangunan mesjid, saya lupa tidak menonaktifkan lampu flash. Ternyata hal ini menarik perhatian <em>askar</em> (petugas) yang berjaga. Langsung saja saya didatangi. Di depan dia, saya hapus 2 foto yang baru saja saya ambil. Tapi dia tetap ’keukeuh’ ingin melihat yang foto yang lain. Malah jadi malu karena diperhatikan orang banyak. Gawat!! Jangan sampai dia melihat ada foto Kabah, interior Masjidil Haram &#38; Masjid Nabawi yang beberapa hari sebelumnya sempat saya foto.</p>
<p>Saya putar preview kamera ke arah depan, yang berisi foto-foto awal keberangkatan dari Indonesia. Dia tetap masih memegang kamera saya. Ya sudah, satu-satunya cara jitu (menurut saya pada waktu itu) adalah menekan tombol power. Lalu saya keluarkan batere dan bilang bahwa sudah <em>low batt</em>. Askar yang tidak mengerti bahasa Inggris ini sepertinya masih penasaran karena terus nyerocos dengan bahasa Arab. Walhasil si batere lah yang dia ambil. Saya pikir ga apa-apa batere yang diambil, asal jangan kamera atau <em>memory card</em>nya. Eh belum lama pergi, dia balik lagi sambil berkata sesuatu yang sepertinya ”Ayo ikut ke kantor polisi”. Wah jadi panjang <em>yeuh</em> urusanna.</p>
<p>Tidak lama adzan Maghrib berkumandang, dan askar lain yang berjaga langsung bilang ”Ok, no picture anymore” dan saya bilang ”Ok”. Akhirnya dua askar itu pergi setelah saya salami dan mengembalikan batere yang tadi sempat disita. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah melalui adzan maghrib, yang hilang cuma dua foto terakhir (yang mungkin memuat wajah askar galak tadi). Hehehe&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
