<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hakikat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hakikat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hakikat"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 10:50:33 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kebebasan Sebenar]]></title>
<link>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/24/kebebasan-sebenar/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 01:15:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papan Putih</dc:creator>
<guid>http://papanputih.wordpress.com/2009/11/24/kebebasan-sebenar/</guid>
<description><![CDATA[. Selagi mana anda mendekatkan diri anda kepada sesuatu yang selain daripada Allah, anda sentiasa ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://papanputih.wordpress.com/files/2009/11/freedom2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-242" title="Freedom" src="http://papanputih.wordpress.com/files/2009/11/freedom2.jpg" alt="" height="326" width="425"></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:rgb(255,255,255);">.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><i>Selagi mana anda mendekatkan diri anda kepada sesuatu yang selain daripada Allah, anda sentiasa akan berada dalam kesusahan dan kesedihan, menyekutukan sesuatu terhadapNya, dan tidak mampu untuk bebas daripada beban dosa anda</i>. (Abdul Qadir al-Jilani)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Kemerdekaan hati boleh dicapai melalui empat jalan mulia: merendahkan diri di hadapan Allah semata-mata, memerlukan Allah semata-mata, takut dan menghormati Allah semata-mata, dan mengharap akan Allah semata-mata</i>. (Said al-Hiri)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Jadilah seperti mereka yang takut dan mentaati Allah. Syirik itu boleh dibahagikan kepada dalaman dan luaran. Syirik luaran adalah menyembah berhala, manakala syirik dalaman adalah meninggalkan Allah dan berharap kepada manusia, meletakkan pengharapan kepada mereka, dan mengharapkan kerugian dan keuntungan daripada mereka</i>. (Abdul Qadir al-Jilani)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Barang siapa yang menyerahkan hatinya kepada Allah semata-mata dan memberikan sepenuh perhatian terhadap perkara ini, pancaran cahaya hikmah akan terbit dalam hatinya dan mengalir ke lidahnya</i>. (Yahya Ibn Muadh)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Bagaimana pandangan mata orang ramai mempunyai apa-apa kepentingan kepada anda apabila pandangan Allah adalah kepada anda? Tinggalkan jalan orang ramai dan cubalah untuk melihat sesuatu daripada Tuhan</i>. (Ibn ‘Ata’ Illah al-Iskandari)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Allah memberi anda dunia ini agar dengannya anda dapat memperolehi Akhirat bukan untuk anda menginginkan dunia</i>. (Uthman r.a.)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Kemerdekaan yang sebenar adalah penghambaan diri kepada Tuhan</i> (Ali r.a.)</p>
<p style="text-align:justify;"><i>Penghambaan diri adalah kepada Tuhan semata-mata, bukan kepada diri anda, kebaikan anda, kejahatan anda, dan manusia</i>. (Nasihat Prof. Emeritus al-Ustaz Dato’ Dr. Mat Demon al-Azazil MA. PhD in Decep. kepada saya.)</p>
<p style="text-align:justify;"><b>(Malakian)</b></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika umat dilanda fitnah (2)]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/21/ketika-umat-dilanda-fitnah-2/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/21/ketika-umat-dilanda-fitnah-2/</guid>
<description><![CDATA[Dalam sepak terjangnya, Tanzhim Al Qaedah telah banyak melakukan operasi militer dengan dalih menyer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam sepak terjangnya, Tanzhim Al Qaedah telah banyak melakukan operasi militer dengan dalih menyer]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hakikat Persatuan adalah Mengungkap Hakikat]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/21/hakikat-persatuan-adalah-mengungkap-hakikat/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:51:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/21/hakikat-persatuan-adalah-mengungkap-hakikat/</guid>
<description><![CDATA[Saya termasuk dari mereka yang mengatakan, &#8220;Perbedaan antara Sunni dan Syiah harusnya tidak di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya termasuk dari mereka yang mengatakan, &#8220;Perbedaan antara Sunni dan Syiah harusnya tidak di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kafir kepada Allah]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/21/kafir-kepada-allah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 02:34:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/21/kafir-kepada-allah/</guid>
<description><![CDATA[  Kaabah 1953     Dari Anta Tulisan saudara Tahjud KAFIR KEPADA ALLAH,  ISLAM KEPADA MANUSIA Penyeba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_706" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/11/kaabah-1.jpg"><img class="size-full wp-image-706" title="kaabah 1953" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/11/kaabah-1.jpg" alt="" width="500" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">Kaabah 1953</p></div>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Dari Anta</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Tulisan saudara Tahjud</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">KAFIR KEPADA ALLAH,  ISLAM KEPADA MANUSIA</span></strong></p>
<p><strong></strong><br />
<strong><span style="color:#0000ff;">Penyebab banyaknya Bencana Alam karena tidak kenal yang disembah (tidak  makrifatullah).</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Adapun bermula menyembah Allah,  adalah atas kenal mengenal, yang dikenal,<br />
puji memuji, yang dipuji,  Ya saya!  Ya kamu!.. dan mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"> Maka inilah kitab, yang sudah diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.  Supaya mudah bagi orang yang baru belajar untuk mengenal Allah.  Diceritakan daripada Abdullah Bin Umar r.a.  Beliau berkata,   ada seorang yang bertemu Rasullulah SAW,  mahu  belajar ilmu Jibril a.s, iaitu ilmu yang sempurna di  dunia dan akhirat, yang  mengamalkan  hakikat di dalam shalat lima waktu, dan yang  wajib diketahui bagi kita semua.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Hakikat Solat.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Yang harus mereka ketahui pertama kali,  hakikat shalat,  supaya sempurna kita  menyembah Allah, bermula hakikat  shalat itu empat  perkara :</span></strong></p>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">1. BERDIRI (IHRAM)</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">2. RUKUK (MUNAJAH)</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">3. SUJUD (MIKRAJ)</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">4. DUDUK (TABDIL)</span></strong></address>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Adapun hakikatnya:</strong></p>
<p><strong>1. BERDIRI ( IHRAM) itu karena huruf ALIF asalnya dari API, bukan api pelita dan bukan pula api bara. Adapun artinya API itu bersifat JALALULLAH, yang artinya sifat KEBESARAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri dua perkara :  KUAT Dan  LEMAH. Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga, karena hamba itu tidak mempunyai KUAT dan LEMAH, karena hamba itu di-KUAT-kan dan di-LEMAH-kan oleh ALLAH, bukannya Kudrat dan Iradat Allah itu lemah.</strong></p>
<p><strong>Adapun kepada hakikatnya,  yang sifat lemah itu pada sifat kita yang baharu ini. Adapun yang dihilangkan tatkala BERDIRI itu adalah pada segala AF&#8217;AL (perbuatan) hamba yang baharu.</strong></p>
<p><strong>2. RUKUK (MUNAJAH) itu karena huruf LAM awal, asalnya dari ANGIN, bukannya angin barat dan bukan pula angin timur.  Adapun artinya ANGIN itu bersifat JAMALULLAH, yang artinya sifat KEELOKAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas dua perkara:  TUA Dan  MUDA, yang merupakan Kudrat dan Iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak mempunyai TUA dan MUDA. Adapun yang dihilangkan tatkala RUKUK itu adalah pada segala ASMA (nama) hamba yang baharu.</strong></p>
<p><strong>3. SUJUD (MIKRAJ) itu karena huruf LAM akhir, asalnya dari AIR, bukannya air laut dan bukan pula air sungai.  Adapun artinya AIR itu bersifat QAHAR ALLAH,  yang artinya sifat KEKERASAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas dua perkara :  HIDUP dan  MATI, yang merupakan Kudrat dan Iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak pun mempunyai HIDUP dan MATI. Adapun yang dihilangkan tatkala SUJUD itu adalah pada segala NYAWA (sifat) hamba yang baharu.</strong></p>
<p><strong>4. DUDUK (TABDIL) itu karena huruf HA, asalnya dari TANAH, bukannya pasir dan bukan pula tanah lumpur. Adapun artinya TANAH itu bersifat KAMALULLAH, yang artinya sifat KESEMPURNAAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas dua perkara :  ADA dan  TIADA, yang merupakan Kudrat dan Iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak ADA dan TIADA. Adapun yang dihilangkan tatkala DUDUK itu adalah pada segala WUJUD &#8211; DZAT hamba yang baharu, karena hamba itu wujudnya ADAM, yang artinya hamba tiada mempunyai wujud apapun karena hamba itu diadakan (maujud), hidupnya hamba itu dihidupkan, matinya hamba itu dimatikan dan kuatnya hamba itu dikuatkan.</strong></p>
<p><strong>Itulah hakikatnya shalat.</strong></p>
<p><!--more--><strong></strong></p>
<p><strong>Barangsiapa shalat tidak tahu akan hakikat yang empat perkara tersebut di atas, shalatnya hukumnya KAFIR JIN dan NASRANI, artinya KAFIR KEPADA ALLAH, ISLAM KEPADA MANUSIA, yang berarti KAFIR BATHIN, ISLAM ZHAHIR, hidup separuh HEWAN, bukannya hewan kerbau atau sapi. Bimbingan mereka berbicara ini baik  atas kita, supaya jangan shalat kita itu menyembah berhala !!!.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Takbiratul ihram.</span></strong></p>
<p><strong>INI PULA tentang  menyatakan sempurnanya orang TAKBIRATUL IHRAM, yaitu hendaklah tahu akan MAQARINAHNYA. Bermula MAQARINAH shalat itu terdiri atas empat perkara:</strong></p>
<address><strong>1. BERDIRI (IHRAM)</strong></address>
<address><strong>2. RUKUK (MUNAJAH)</strong></address>
<address><strong>3. SUJUD (MIKRAJ)</strong></address>
<address><strong>4.  DUDUK (TABDIL)</strong></address>
<p><strong></strong> </p>
<address><strong>Adapun hakikatnya BERDIRI (IHRAM) itu:  adalah TERCENGANG, artinya: tiada tahu dirinya lagi, lupa jika sedang  menghadap Allah Ta’ala, siapa yang menyembah?  dan siapa pula yang disembah?</strong></address>
<address><strong>Adapun hakikatnya RUKUK (MUNAJAH) itu adalah BERKATA-KATA, artinya: karena di dalam TAKBIRATUL IHRAM itu tiada akan menyebut dirinya (asma &#8211; namanya), iaitu berkata hamba itu dengan Allah. Separuh bacaan yang dibaca di dalam shalat itu adalah KALAMULLAH.</strong></address>
<address><strong>Adapun hakikatnya SUJUD (MIKRAJ) itu adalah TIADA INGAT YANG lain hanya Allah.</strong></address>
<address><strong>Adapun hakikatnya DUDUK (TABDIL) tiada LAIN TATKALA SHALAT, MELAINKAN ALLAH SEMATA. </strong></address>
<address><strong>Sah dan maqarinahnya shalat  adalah apabila, SUDAH BERGANTI WUJUD HAMBA DENGAN TUHANNYA.</strong></address>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Shalat itu terdiri atas tiga perkara :</strong></p>
<address><strong>1. QASHAD</strong></address>
<address><strong>2. TAKARADH</strong></address>
<address><strong>3. TA’ IN</strong></address>
<address><strong></strong> </address>
<address><strong></strong> </address>
<address><strong>Adapun QASHAD itu adalah menyegerakan akan berbuat shalat, barang yang dishalatkan itu fardhu itu sunnah.</strong></address>
<address><strong>Adapun artinya TAKARRADH itu adalah menentukan pada fardhunya empat, tiga atau dua.</strong></address>
<address><strong>Adapun TA’IN itu adalah menyatakan pada waktunya, zhuhur, ashar, maghrib, isya atau subuh.</strong></address>
<address><strong></strong> </address>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Kesempurnaan shalat.</span></strong></p>
<p><strong>INILAH PULA tentang  menyatakan sempurnanya shalat :</strong></p>
<p><strong>Adapun sempurnanya BERDIRI,   Nyata kepada AF’AL Allah. Hurufnya ALIF. Alamnya (IHRAM) itu hakikatnya: NASUWAT. Tempatnya TUBUH, karena tubuh itu kenyataan SYARIAT.</strong></p>
<p><strong>Adapun sempurnanya,  Nyata kepada ASMA Allah. Hurufnya LAM Awal. RUKUK (MUNAJAH) itu hakikatnya: Alamnya MALAKUT. Tempatnya HATI, karena hati itu kenyataan THARIQAT. Adapun  Nyata kepada SIFAT Allah.</strong></p>
<p><strong>Adapun  sempurnanya SUJUD (MIKRAJ) itu hakikatnya: LAM Akhir. Alamnya JABARUT. Tempatnya NYAWA, karena Nyawa itu kenyataan HAKIKAT.  Nyata kepada DZAT Allah.</strong></p>
<p><strong>Adapun sempurnanya DUDUK (TABDIL) itu hakikatnya: Hurufnya HA. Alamnya LAHUT. Tempatnya ROHANI, karena ROHANI itu kenyataan Makrifat. </strong></p>
<p><strong>Adapun BERDIRI (IHRAM) itu kepada SYARIAT Allah. Nyatanya kepada KAKI kita. Adapun RUKUK (MUNAJAH) itu kepada THARIQAT Allah. Hurufnya MIM. Nyatanya kepada PUSAT (PUSER) kita. Adapun SUJUD (MIKRAJ) itu  Hurufnya HA. Nyatanya kepada DADA kita. Adapun DUDUK kepada HAKIKAT Allah.  Hurufnya MIM Awal. Nyata kepada KEPALA (TABDIL) itu kepada MAKRIFAT Allah. (ARASY) kita.</strong></p>
<p><strong>Jadi Orang Shalat membentuk huruf AHMAD &#8211; MUHAMMAD.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Tubuh.</span></strong></p>
<p><strong>INILAH PULA tentang  asal TUBUH kita (jasmaniah) kita dijadikan oleh Allah Ta’ala atas empat perkara:  </strong></p>
<address><strong>1. API</strong></address>
<address><strong>2. ANGIN</strong></address>
<address><strong>3. AIR</strong></address>
<address><strong>4. TANAH</strong></address>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Adapun NYAWA kita dijadikan Allah Ta’ala atas empat perkara:</strong></p>
<address><strong>1. WUJUD</strong></address>
<address><strong>2. NUR ILMU</strong></address>
<address><strong>3. NUR</strong></address>
<address><strong>4. SUHUD</strong></address>
<address><strong></strong> </address>
<p><strong>Adapun MARTABAT Tuhan itu ada tiga perkara:</strong></p>
<address><strong>1. AHADIYYAH</strong></address>
<address><strong>2. WAHDAH</strong></address>
<address><strong>3. WAHIDIYYAH</strong></address>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Adapun TUBUH kita dijadikan Allah Ta’ala atas empat perkara:</strong></p>
<address><strong>1. WADIY</strong></address>
<address><strong>2. MADIY</strong></address>
<address><strong>3. MANIY</strong></address>
<address><strong>4. MANIKEM</strong></address>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Jalan kepada Allah.</span></strong></p>
<p><strong>INILAH PULA tentang  menyatakan jalan kepada Allah Ta’ala atas empat perkara:</strong></p>
<address><strong>1. SYARIAT &#8211; AF’AL -  BATANG TUBUH</strong></address>
<address><strong>2. THARIQAT -  ASMA – HATI &#8211; DIRI</strong></address>
<address><strong>3. HAKIKAT -  SIFAT -  NYAWA KITA</strong></address>
<address><strong>4. MAKRIFAT &#8211; RAHASIA &#8211; SIR</strong></address>
<address><strong></strong> </address>
<address><strong>Adapun hakikatnya: SYARIAT itu adalah KELAKUAN TUBUH</strong></address>
<address><strong>TARIKAT itu kelakuan hati</strong></address>
<address><strong>HAKIKAT itu adalah KELAKUAN NYAWA.</strong></address>
<address><strong>MAKRIFAT kelakuan rohani, sir.</strong></address>
<address><strong>Iaitu jalan penghulu kita Nabi MUHAMMAD.</strong></address>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong>Karena lafadz MUHAMMAD itu  ada empat huruf iaitu:</strong></p>
<address><strong>1. MIM Awal</strong></address>
<address><strong>2. HA</strong></address>
<address><strong>3. MIM Akhir</strong></address>
<address><strong>4. DAL</strong></address>
<p><strong>Adapun huruf MIM Awal itu ibarat KEPALA. Adapun huruf HA itu ibarat DADA. Adapun huruf MIM Akhir itu ibarat PUSAT (PUSER). Adapun huruf DAL itu ibarat KAKI.</strong></p>
<p><strong>Adapun huruf MIM Awal itu MAQAM-nya kepada alam LAHUT. Adapun huruf HA itu MAQAM-nya kepada alam JABARUT. Adapun huruf MIM Akhir itu MAQAM-nya kepada alam MALAKUT. Adapun huruf DAL itu MAQAM-nya kepada alam NASUWAT (NASUT).</strong></p>
<p><strong>Sah dan lagi lafadz ALLAH terdiri dari empat huruf:</strong></p>
<address><strong>1. ALIF</strong></address>
<address><strong>2. LAM Awal</strong></address>
<address><strong>3. LAM Akhir</strong></address>
<address><strong>4. HA</strong></address>
<p><strong>Adapun huruf ALIF itu nyatanya kepada Af’AL Allah. Adapun huruf LAM Awal itu nyatanya kepada ASMA Allah. Adapun huruf LAM Akhir itu nyatanya kepada SIFAT Allah. Adapun huruf HA itu nyatanya kepada dZAT Allah.</strong></p>
<p><strong>Adapun AF’AL itu nyata kepada TUBUH kita. Adapun ASMA itu nyata kepada HATI kita. Adapun SIFAT itu nyata kepada NYAWA kita. Adapun dZAT itu nyata kepada ROHANI kita.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Alam.</span></strong></p>
<p><strong>INILAH PULA tentang  menyatakan ALAM. Adapun ALAM itu atas dua perkara:</strong></p>
<address><strong>1. ALAM KABIR (ALAM BESAR &#8211; ALAM NYATA).</strong></address>
<address><strong>2. ALAM SYAQIR (ALAM KECIL &#8211; ALAM DIRI KITA).</strong></address>
<p><strong>Adapun ALAM KABIR itu adalah alam yang NYATA INI. Adapun ALAM SYAQIR itu adalah alam DIRI KITA INI. ALAM KABIR (ALAM BESAR) itu sudah terkandung didalam ALAM SYAQIR karena ALAM SYAQIR itu bersamaan tiada kurang dan tiada lebih, lengkap dengan segala isinya bumi dan langit, arasy dan kursy, syurga, neraka, lauhun (tinta &#8211; dakwat) dan qolam (pena), matahari, bulan dan bintang.</strong></p>
<p><strong>Adapun BUMI &#8211; JASMANI d idalam tubuh kita itu terdiri atas tujuh lapis iaitu:</strong></p>
<address><strong>1. BULU</strong></address>
<address><strong>2. KULIT</strong></address>
<address><strong>3. DAGING</strong></address>
<address><strong>4. URAT</strong></address>
<address><strong>5. DARAH</strong></address>
<address><strong>6. TULANG</strong></address>
<address><strong>7. LEMAK (SUM-SUM)</strong></address>
<p><strong>Adapun LANGIT &#8211; ROHANI (OTAK &#8211; ARASY) di dalam tubuh kita itu terdiri atas tujuh lapis pula:</strong></p>
<address><strong>1. DIMAK (LAPISAN BERPIKIR &#8211; RUH NABATI)</strong></address>
<address><strong>2. MANIK (LAPISAN PANDANGAN &#8211; RUH HEWANI)</strong></address>
<address><strong>3. NAFSU (RUH JASMANI)</strong></address>
<address><strong>4. BUDI (RUH NAFASANI)</strong></address>
<address><strong>5. SUKMA (RUH ROHANI)</strong></address>
<address><strong>6. RASA (RUH NURANI)</strong></address>
<address><strong>7. RAHASIA (RUH IDHAFI)</strong></address>
<p><strong>Adapun MATAHARI di dalam tubuh kita yaitu NYAWA kita. Adapun BULAN di dalam tubuh kita, iaitu AKAL kita. Adapun BINTANG didalam tubuh kita, iaitu ILMU kita (ada yang banyak dan ada pula yang sedikit). Adapun SYURGA di dalam tubuh kita, iaitu AMAL SHALEH kita. Adapun NERAKA di dalam tubuh kita, iaitu DOSA-DOSA kita.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Adapun LAUT di dalam tubuh kita ada dua iaitu:</span></strong></p>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">1. LAUT ASIN (masin)</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">2. LAUT TAWAR</span></strong></address>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Adapun LAUT ASIN di dalam tubuh kita, iaitu AIR MATA kita. Adapun LAUT TAWAR di dalam tubuh kita, iaitu AIR LUDAH kita.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Adapun MAHLIGAI di dalam tubuh kita ada tujuh pula iaitu:</span></strong></p>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">1. DADA</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">2. QALBUN</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">3. BUDI</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">4. JINEM</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">5. NYAWA</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">6. RASA</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">7. RAHASIA</span></strong></address>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Di dalam DADA itu QALBUN dan di dalam QALBUN itu BUDI dan di dalam BUDI itu JINEM dan di dalam JINEM itu NYAWA dan di dalam NYAWA itu RASA dan di dalam RASA itu RAHASIA (SIR).</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Semoga bermanfaat.</span></strong></p>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">Salam<br />
Tahjudin</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">Balikpapan</span></strong></address>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maroko-Iran putus hub diplomasi]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/maroko-iran-putus-hub-diplomasi/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:59:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/maroko-iran-putus-hub-diplomasi/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Rabat � Maroko, Jumat (6/3), memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dilakuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Rabat � Maroko, Jumat (6/3), memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini dilakuk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 WN Iran selundupkan Sabu2 senilai Rp 184 Miliar]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/10-wn-iran-selundupkan-sabu2-senilai-rp-184-miliar/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 03:30:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/18/10-wn-iran-selundupkan-sabu2-senilai-rp-184-miliar/</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Petugas pengawasan dan pelayanan bea cukai di tipe madya Bandara Soekarn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Petugas pengawasan dan pelayanan bea cukai di tipe madya Bandara Soekarn]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[selalu sadar Allah]]></title>
<link>http://setiyo.wordpress.com/2009/11/15/selalu-sadar-allah/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:07:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Setiyo Purwanto</dc:creator>
<guid>http://setiyo.wordpress.com/2009/11/15/selalu-sadar-allah/</guid>
<description><![CDATA[berdzikir kepada Allah harus dengan niat yang kuat. jeratan fisik sangat kuat sehingga lengah sediki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[berdzikir kepada Allah harus dengan niat yang kuat. jeratan fisik sangat kuat sehingga lengah sediki]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Allah… Allah…]]></title>
<link>http://hasankarakaya.wordpress.com/2009/11/13/allah%e2%80%a6-allah%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 21:44:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>hasankarakaya</dc:creator>
<guid>http://hasankarakaya.wordpress.com/2009/11/13/allah%e2%80%a6-allah%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Allah… Allah…   Bu gönül avaredir, Deste-i gülhanedir, Döner durur pervane, Aciz-i divanedir.   Akıl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><em>Allah… Allah…</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Bu gönül avaredir,</em></p>
<p><em>Deste-i gülhanedir,</em></p>
<p><em>Döner durur pervane,</em></p>
<p><em>Aciz-i divanedir.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Akıl ermez yare,</em></p>
<p><em>Gönül olur darphane,</em></p>
<p><em>Bir dert ki ne çare,</em></p>
<p><em>Vuslat-ı viranedir.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Rab yolunda ahbap,</em></p>
<p><em>Şer yolunda azap,</em></p>
<p><em>Aşk yolunda şarap,</em></p>
<p><em>Şerbet-i huriyedir.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Hakikat ki ayaz,</em></p>
<p><em>Seccade namaz,</em></p>
<p><em>Kur’andır esas,</em></p>
<p><em>Rabbe havaledir.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Sensin sultan,</em></p>
<p><em>Sensin padişah,</em></p>
<p><em>Adı yeter azizim,</em></p>
<p><em>Allah … Allah…</em></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Hasan KARAKAYA </em></strong></p>
<p><strong><em>    Mart, 2009</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ah dünya !]]></title>
<link>http://hikmetinyeri.wordpress.com/2009/11/12/ah-dunya/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:26:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hikmet</dc:creator>
<guid>http://hikmetinyeri.wordpress.com/2009/11/12/ah-dunya/</guid>
<description><![CDATA[Ah dünya ! Gelip geçerken üzerinden sadece birkaç söz söylemek istedim sana dair. İşte tüm suçum bu.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Ah dünya !</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Gelip geçerken üzerinden sadece birkaç söz söylemek istedim sana dair.</strong></p>
<p><strong>İşte tüm suçum bu. Tüm suçum başımı göklere dikip her daim orada neler olduğunu merak etmek, bulutlara öykünmek. Tüm suçum başımı bir hindi gibi kabartıp, onu adeta kopartırcasına yükseklere koymak gayreti&#8230;</strong></p>
<p><strong>Tüm suçum bir çift gözümün gökyüzünün maviliğinden başka bir maşuğunun olmaması.</strong></p>
<p><strong> Tüm suçum&#8230;Biliyorum suçumu, neyse bana sıralama çetelesini üstünden gelip geçen nice yenik mağdur ve mağdurenin, onca merhum ve merhumenin&#8230;</strong></p>
<p><strong> Biliyorum başımı göklerden almam gerekecek. Ve biliyorum bir dibe bakabilsem ve bir dibe batabilsem anlayacağım tamamıyla seni.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Engeller , gerekçeler, gerekçeli kararlar, danıştaylar, sayıştaylar, yargıtaylar ve masum taylar var önümüzde. Tayları bir büyütebilsek, annelerinin ve babalarının asilliğine onlar da ulaşacak&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ama bakma dedim ya işte engeller&#8230;Putlar ve heykeller korkutuyor bizi. Her şehir başlarında dikilmiş bekleyen sahte tanrılar engelliyor bizi. Sahte tanrılar üzerlerimize adamlarını , neferlerini, zabitlerini salıyor. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Gece vaktidir ve karanlıktır. Soğuk eşlik etmekten geri durmaz o ikiliye&#8230; Neyse ki o karanlıkta hala gölgeler düşüyor önümüze. Gölgeler adım adım peşimizde. Bizi izleyen camekanlarda dörder beşer iki çift göz&#8230;.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sahte tanrılar yakamızı bırakmıyor, dünya !</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Oysa, bıraksınlar isterdim. Memnunmuş gibi gözükmem bu savaştan çok mu gerçekçi geliyor sana dünya ? Bu bir savaş değil oysa sen de biliyorsun. Bir insanlık suçu ve kıyım, sahte tanrıların gizli ve karanlık elleriyle başlatmış olduğu&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ah dünya ! Ah derken ağzımdan çıkan sesi duydun mu ? O son ve tek heceye , o insanın içine biraz olsun huzur ve güven veren , beni sakinleştiren harfe hiç baktın mı ? Bir ah’ta bin bir bilmece işitirsin evet. İlk bakışta sana anlamsız gelecektir bu “ah”, ama güzel ve durulanmış kelimelerin artık vatandaşa ekmek karnesi ve yeşil kart ile verildiğini bilmez misin ? Nimetin değerini bilmeyip biz insanlar gibi kadir kıymet bilmezlik de eder misin ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Görüyorsun bırakmıyorlar işte. Kelimeler tutsak varmak istedikleri yere&#8230; Bir terminal soğuğunda titreyen ellerimiz, ağzımızdan çıkmak isteyen utangaç ve güçsüz kelimelerle kader ortağıdırlar oysa&#8230;Onların azat olacağı gün tüm çocuklara ve gençlere armağan edilecek en kutlu bayram olmayı beklemektedir.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ama bir savaş </strong><strong>gerek biliyorum&#8230;Ah benim iyimser, barışçıl, çocuksu ve dost yanlarım. Bir savaş gerek, bunu artık öğrenmek gerek ! Maskeli şeytanlara karşı bir taş atmak gerek. Bir taş, bir taş isabet edip yarsa bir sahta tanrının kafasını&#8230;Ah derim, ah ve dua ederim bunun için. Ölen her sahte tanrıyla bizim bilmediğimiz başka coğrafyalarda, serin suların, derin vadilerin, geniş ormanların, uçsuz dağların bulunduğu diyarlarda bir çocuk dirilmeye başlayacak. Ölen her sahte tanrı başına uzak diyarlardaki bir çocuk tekrar hayata dönecek ! </strong></p>
<p><strong> Ben o çocuğun kim olduğunu belki ömrüm boyunca bilmeyeceğim ama sevinçle dolacak içim. Bu sevinç, sahte efendilerden kurtuluşun zaferiyle doğan sevinçtir&#8230; Bu sevinç, insanın yerin binlerce metre derinine gizli ellerce gömülmüş anlamını tekrar bulup bir cevhercesine gün ışığına çıkaracağı günün sevinci olacaktır. Ben bu sevinci, senin sevgili topraklarında , sularında, denizlerinde yalın ayak yürüyerek kutlayacağımdır&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hayallere daldım ey gerçekçi korkuluk. Tiksinç yüzün evet yeterince korkutuyor çocukları , uygarlık !  Tarih, sen tüm bu suçluları koruyup kolladın. Yataklık vazifesi gördün, tamam şimdi kenara çekil&#8230;! </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ve evet matematik lazımdır bize tabutlarımızın boy ölçüsünü almak için&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bırakmıyorlar dedim ya, pataklıyor karabasan arsızca yüzümü, kalbimi, her yerimi. Ve evet kaskatı şeylerin , katı cisimlerin kölesi, hayranı dünya ! beni bu şerefsiz karabasandan sadece ve sadece kelimeler, harfler, dualar kurtarıyor&#8230; Evet kaskatılığın kölesi, güce tapar ahmaklık ! Yıllarca düşünüyorum ve ilerliyorum sanıp da yerinde saydığın,  ruhlara ve fikirlere tekmeler savurmak istediğin ama tekmelerinin havaya ıska geçip kendi kendini yorgun düşürdüğün saçma sapan kavgan bu senin ! Evet güce tapar yüreksizlik, yıllarca dünyanın dört yanında aradığın cevher bir çocuk gülüşü&#8230; </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Adamlarını saldın ama bulamadın değil mi bu cevheri ? Hala arıyorsun ve bulamıyorsun. Ne Vespuçi’nin Amerika’sında, ne Cape Town’da yok o maden&#8230;Kalmamıştır, ne garip</strong>.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Belki de sen tükettin onu  farkına bile varamadan. Ne dersin ?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bırakmıyorlardı ve bırakmadınız. Halbuki bırakın isterdim. Yalnızlık görünüşte kötü olsa da, onun içe bir güneş gibi doğduğu gün doğumu ve gün batımı manzaralarını izlemek gibi bir zevkten neden mahrum ederdiniz insanları ? </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Neden sahta tanrılarınızın mabetlerine çekilip de , onlara şükran duymakla, onların ellerini ,ayaklarını öpmekle geçirmezdiniz zamanınızı ? Ben size biraz şeytan taşlayacağım dedim, beni rahat bırakın “biraz şeytan taşlayacağım&#8230;!”  Putlarınızın kafasını gözünü yaracaktı da,  ondan rahat bırakamadınız beni !</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Beni rahat bırakmanızı isterdim, sahte tanrılarınıza kul köle olduğunuzu görüp size her gün kendimden daha fazla üzülsem de, halinize acısam da&#8230;Evet buna bile razıydım, yani sizi acınacak o halde bırakmaya&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ama putlarınız , yani el birliğiyle kendinizin oluşturduğu sahta tanrılarınız, kendilerini bile korumaktan o kadar acizdi ki, yine kendilerine saldıranların üzerine kendilerini yapanları saldı !</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tastamam ve sarsılmaz bir hakikate kul olmayı seçenlere , sahte tanrıların elleri kara eldivenli ve bin bir yüzlü palyaçoları saldırdı. Hakikatin ise palyaçolara ihtiyacı yoktu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tapınağın önünde bekleyen bekçi köpekleri, saray soytarıları korkmayın, çünkü sizler hiçbir zaman işsiz kalmayacaksınız&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ta ki efendilerinizin ebabil kuşu sanıp, yine mi “öncekilerin masalları..!” diyip ilk başta küçümseyecekleri , ama kafalarına yağanın artık bu arsızlıklara dayanamamış dünyanın kirişi ve tavanından dökülen betonların ta kendisi olduğunu acı bir şekilde anlayana kadar.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[soru..]]></title>
<link>http://sivildenemeler.wordpress.com/2009/11/12/soru/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 22:58:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cenk Özkömür</dc:creator>
<guid>http://sivildenemeler.wordpress.com/2009/11/12/soru/</guid>
<description><![CDATA[-Cenk Ç. Özkömür- “..oysa onun sevdiği onda elbette kendi hayalidir varlığı değildir onun varlığına ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[-Cenk Ç. Özkömür- “..oysa onun sevdiği onda elbette kendi hayalidir varlığı değildir onun varlığına ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[İnanç]]></title>
<link>http://sivildenemeler.wordpress.com/2009/11/10/inanc/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 08:11:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emre Demir</dc:creator>
<guid>http://sivildenemeler.wordpress.com/2009/11/10/inanc/</guid>
<description><![CDATA[-Emre Demir- “Kendimizle savaş halindeyiz ve bu savaşı ancak her bireyi tek tek öldürdüğümüz zaman k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[-Emre Demir- “Kendimizle savaş halindeyiz ve bu savaşı ancak her bireyi tek tek öldürdüğümüz zaman k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal diri]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/09/mengenal-diri/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:35:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/09/mengenal-diri/</guid>
<description><![CDATA[  Dari Anta: Tulisan saudara Tahjud. MENGENAL DIRI MENGENAL ALLAH (Peringatan Hajirikhusyuk: Tulisan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><span style="color:#0000ff;"><img class="alignleft size-full wp-image-666" title="hutan lorong" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/11/forest-7.jpg" alt="hutan lorong" width="500" height="500" /></span></strong></p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Dari Anta:</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Tulisan saudara Tahjud.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">MENGENAL DIRI MENGENAL ALLAH</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">(<em>Peringatan Hajirikhusyuk: Tulisan ini adalah sebagai kiasan untuk memudahkan pemahaman, sebenarnya Tuhan tidaklah berdilog sebagaimana yang digambarkan  ataupun kejadian alam juga sebagaimana yang digambarkan. Bahasa Tuhan bukanlah seperti bahasa manusia, tetapi dengan wahyu, ilham, di sebalik tabir atau dengan utusan. Oleh itu janganlah terkeliru, cuma untuk pemahaman, semoga pembaca memahami maksud yang tersirat dalam tulisan ini. )</em></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;"><em></em></span></strong> </p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Dalil berkaitan <em>Awaluddin Ma’rifatullah</em> ( awal beragama mengenal akan Allah).</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Berlakunya sembah kepada Allah atas kenal (makrifatullah), jikalau tidak kenal cuma khayalan semata. Sejajar dengan kata-kata:   <em>Man Arafa Napsahu Pakat Arafa Rabbahu</em> (Barang siapa Mengenal diri akan kenal pada Tuhannya). Dalil berkaitan perkara ini: <em>Innalillah</em> ( sesungguhnya kita berasal dari  Allah) <em>wa illaiha rojiun</em>  ( kepada Allah kami kembali.)</span></strong></p>
<p><strong>Pembuktian Sesungguhnya kita berasal dari Allah.</strong></p>
<p><strong>Firman  Allah dalam hadis qudsi: Aku adalah Perbendaharan Yang Tersembunyi.<br />
Aku ingin Terkenal dan dikenal, maka kuciptakan makhluk  adam dan segala alam dan isinya.<br />
KataNYA: Aku ingin Melihat Diri di luar Diri ku.</strong></p>
<p><strong>Sebenarnya sebelum ada langit dan bumi , sebelum ada surga dan neraka<br />
Dan juga sebelum ada makhluk. Dan Allah pun belum dikenal,  sudah ada kita-kata (pertanyaan).<br />
Sekarang ? Adanya kita di mana?</strong></p>
<p><strong><!--more--></strong></p>
<p><strong>Jawapan:<br />
Adanya kita semua, iaitu di dalam Perbendaharan Allah di dalam kunhi Dzat Allah.<br />
Sedangkan Allah masih seorang diri.  Apakah roh kita,  apakah sama usia Allah dengan usia Roh kita, bahkan sama,  tiada Awal tiada Akhir.</strong></p>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">Firman  Allah: Wahai segala Perbendaharaan roh manusia Aku ingin mencipta Alam, perhatikan dan sebut KUN secara bersama-sama.<br />
Maka mereka pun berkata bersama-sama : KUN, maka jadilah tujuh lapis  bumi,  dan isinya tumbuh-tumbuhan dan binatang di darat dan di laut.</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">Berkata lagi KUN: jadilah tujuh  lapis langit Dan planet, tatasurya dan Gugusan bintang-bintang.<br />
Berkata KUN:  jadilah Surga.</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;"> KUN: jadilah Neraka.</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">KUN: jadi Malaikat,</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">KUN: jadi Jin,</span></strong></address>
<address><strong><span style="color:#0000ff;">KUN: Jadi Iblis.</span></strong></address>
<p><strong>Sudah berkata tujuh kali  KUN, maka kesemuanya tersebut adalah berdiri sendiri dengan Nyawa masing-masing. Kesemuanya Aku yang mengendalikannya. Mereka semua sudah diberi tugas sesuai perjanjian dalam bahasa ilmu ruh  Nur Muhammad.</strong></p>
<p><strong>Perumpamaan ini sengaja dibuat agar mudah difahami (keadaan sebenarnya bukanlah begini, ini cerita kias untuk memudahkan pemahaman).</strong></p>
<p><strong>Sekarang Firman  Allah Aku ingin Melihat Diriku di luar diriku aku Mau menciptakan<br />
Adam. Dalil berkaitan perkara ini seperti Firman Allah: <em>Wahalaqta adama Kasuratihi</em> (Kuciptakan Adam Seperti rupaku.  Atau seperti Bentukku atau Seperti Aku).</strong></p>
<p><strong>Untuk tujuan pembentukan jasad manusia, Allah SWT  Memerintahkan malaikat Jibrail untuk mengambil, tanah, angin, api, dan air. Di Pertengahan dunia. Di negeri Mekkah. Di mana nanti dibangunkan Kaabah  (Baitullah) oleh Nabi Ibrahim.</strong></p>
<p><strong>Proses Penciptaan Adam. Firman  Allah, akan  Aku buat Adam Seperti wujudku.<br />
Baik, kata  malaikat. Setelah Adam dibentuk  persis Allah SWT. Maka Allah meniupkan RohNya Kepada Adam, lalu Adam bersin , apa gerangan yang terjadi.</strong></p>
<p><strong>Adam cuma mampu  bernafas, nama nafasnya Idaf.  Wahai Jibrail Aku Sudah Bisa Melihat Diriku di luar diriku, Allah Taala sangat senang. Walaupun sudah hidup. Namun Adam masih belum mampu  berjalan dan bergerak , berkata, mendengar dan merasa. Masih kaku Adam.</strong></p>
<p><strong>Hai Jibrail bagaimana ini? Adam tidak mampu  berbuat apa-apa. Sekarang Firman  Allah KUN<br />
Sempurnalah Adam. Bagaimanapun, setelah di Kun Adam tetap saja belum sempurna.<br />
Firman  Allah, wahai  Jibrail  kamu diam-diam  saja AKU AKAN BERTAJALI di wujud Adam,  biar Adam sempurna. Biar Aku ghaib dalam  diri Adam dan Aku ingin dikenal dan terkenal. Aku akan menjadi Rahasia Diri Manusia.  Dan aku akan meneteskan perbandaharaan DzatKU melalui  Sulbi Adam.</strong></p>
<p><strong>Setelah Adam sempurna Adam tinggal di dalam surga. Seorang diri.<br />
Bagaimanapun, agar  Adam tidak kesepian di surga Allah mahu memberikannya seorang teman.</strong></p>
<p><strong> Bagaimanapun status jantina Adam Belum tahu lagi  entah lelali entah perempuan,  Dan lagi  Adam yatim tidak punya bapa tidak punya ibu. Jadi Adam itu binnya siapa?</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Adam Malikul  jasad: Adam raja sekalian jasad.<br />
Muhammad Malikul Arwah: Muhammad raja sekalian roh<br />
Allah Malikul Dzat: Allah raja sekalian dzat.</span></strong></p>
<p><strong>Sekarang Adam ditidurkan oleh Allah. Adam tidur pulas. dengan  kuasa Allah dicabutlah tulang rusuk Adam yang di sebelah kiri.  Dijadikanlah SITI HAWA, Nur sia permula asal.<br />
Sekarang Adam tidak kesunyian lagi di surga, dan Adam dimuliakan para malaikat dan kalangan jin Kenapa ? Sebab hanya bangsa malaikat yang melihat Allah Ta’ala bertajali penuh ke diri Adam.</strong></p>
<p><strong> Karena ADAM dimuliakan sangat  oleh malikat, lalu iblis hiri hati dan dengki terhadap  Adam Dan Hawa.  Lalu iblis menipu daya Adam.</strong></p>
<p><strong> Apa sebabnya iblis mahu  menipu Adam, sebenarnya inilah caranya hanya Allah SWT  sahaja  dapat dikenal dan terkenal,  agar  Adam dan Hawa cepat turun ke bumi.  Adapun iblis diciptakan dari api. Iblis  diberikan sifat  Al Mutakabbirin (takbur) oleh Allah.</strong></p>
<p><strong>Sebenarnya, Adam mahu dikirim  ke bumi sebagai khalifah  di muka bumi. Wakil Allah di muka Bumi. Jadi Alwakil dengan albathin  adalah satu. Dalilnya  <em>zahirro Rabbi pi Bathini Abdi</em> ( zahir Allah pada bathin hambanya). Jadi Adam diberi segala nama segala sifat segala rahasia, segala rasa.</strong></p>
<p><strong>Wal hasil Iblis menggoda, setelah Adam memakan buah Khuldi   lalu terbukalah<br />
nafsu birahi.  Sulbi Adam memanjang  dan sulbi Siti Hawa terbuka. Oleh itu mereka  tidak pantas lagi tinggal di surge.</strong></p>
<p><strong>Lalu dengan izin Allah,Adam turun ke dunia  bersama-sama  tiga Unsur  dalam diri  Adam. TUBUH. NYAWA, dan ALLAH SWT. Ketiga-tiga ini tidak bisa  dipisahkan. Adam dan Hawa dibekali Rasa surga Jannatun Naim agar mereka ingat pulang ke surga. Yaitu Rasanya Pada Waktu Adam Kumpul sama Hawa di dunia. Waktu kita kumpul isteri.</strong></p>
<p><strong>Sekarang diri kita ada diperbendaharaan Adam, Yaitu gaib di sulbi Adam,  sulbi Nuh, sulbi Ibrahim sampailah ke sulbi Abdullah. Dikandung rahim siti Aminah. Maka lahirlah Rasulullah SAW. Di kota mekah.<br />
Jadi kita gaib dari sulbi ke sulbi 25 nabi menyebar sampai ke sulbi orang tua kita. Maka lahirlah kita sama-sama mengandungi tiga unsur iaitu, jasad, roh, dan Allah ta’ala. (Satu Batang Tubuh).</strong></p>
<p><strong>Mencari Allah di luar diri Syirik, mencari Allah di dalam Diri zindik. Misal Kapas  berlindung di benang, benang berlindung di kain. Seakan-akan  Kapas dan Benang tidak kelihatan.  Yang Nampak adalah Kain.</strong></p>
<p><strong>Ataupun  ghaib Allah, Yang nyata Hamba. Sebab terdinding (terhijab) kita kepada Allah. Kerana selain wujud  Allah, masih ada Rasa wujud  kita. Selain sifat  Allah, masih ada Rasa sifat kita.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Wujud ertinya Ada, dan mustahil  tiada, bererti  nyata ADA. Lawan bagi wujud ialah  Adam iaitu tiada. Bererti Adam cuma hanya Nama saja yang ada Allah Taala saja.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Sekarang Allah Taala tidak boleh  menyamar diri lagi. Sandiwara Allah taala sudah Ketahuan,  beranilah berkata begitu .</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Allah Taala sangat senang sekali kalau kita mengenali DIA.  Jikalau terdinding  merupakan Najis di hadapan Allah.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Unsur Manusia: tubuh, roh/nyawa/ dan Allah Ta’ala.<br />
Rasulullah Berkata: Tiada ada kulihat pada Hamba itu, melainkan  Allah Taala Zahir dan Bathinnya. Bagaimanapun, jikalau sudah kenal Rahasia tetap dijaga…dengan baik.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">(Perhatian Hajirikhusyuk: jangan menunding jari atau mencari cela selepas membaca tulisan ini, tapi mintalah hidayah daripada Allah SWT).</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Salam<br />
Dari: Tahjud<br />
Balikpapan</span></strong></p>
<p><strong></strong> </p>
<p><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[REVOLUSI IRAN]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/08/revolusi-iran/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:17:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/11/08/revolusi-iran/</guid>
<description><![CDATA[Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, sal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sekitar tahun 80-an, banyak orang-orang yang menamakan anaknya dengan Ayatullah dan Al Khomeini, sal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hakikat wujud]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/07/hakikat-wujud/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 02:55:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/11/07/hakikat-wujud/</guid>
<description><![CDATA[Wujud yang paling nyata adalah wujud Allah, wujud benda termasuk diri sendiri  adalah dengan cahaya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-662" title="hutan kelam" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/11/forest-5.jpg" alt="hutan kelam" width="500" height="478" /></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Wujud yang paling nyata adalah wujud Allah, wujud benda termasuk diri sendiri  adalah dengan cahaya Allah (Dzat Allah).</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Apabila ante melihat sesuatu benda di sekitar ante, yang pertama ante lihat adalah Cahaya Allah, kemudian baru rupa wujud yang ditunjukkah (diterangi) Cahaya Allah tersebut.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Sebagai analogi: Apabila ante membuat sesuatu bentuk (ukiran) dengan lilin (katakanlah sebuah patung manusia),  yang pertama ante perhatikan adalah lilin, kemudian rupa bentuk patung yang anda buat itu, tetapi tahukah ante bentuk adalah sebuah khayalan (hanya berada dalam fikiran) dan tidak wujud pada zahirnya.</span></strong></p>
<p><strong>Bentuk patung manusia itu ada dalam khayalan ante sahaja, pada zahirnya bentuk itu adalah lilin. Jadi tidak ada bentuk pada lilin, ini terbukti apabila ante pecahkan bentuk (ukiran)  itu, semuanya bentuk itu akan hancur dan yang tinggal adalah lilin semata. Jadi bentuk dan lilin adalah esa (satu) jua.</strong></p>
<p><strong>Oleh yang demikian bentuk tidak beserta dengan lilin, dan dengan ini tidak membolehkan ia menjadi dua, ( bentuk dan lilin), tetapi hanya lilin yang ada.</strong></p>
<p><strong>Benda atau rupa adalah kosong (adum), hanya lilin yang ada, kerana benda atau bentuk tiada hakikatnya, ia hanya wujud dalam khayalan atau fikiran sahaja.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Dengan analogi ini dapatlah pemahaman bahawa hanya Dzat dan Sifat Allah sahaja yang ada, manakala makhluk hakikatnya tiada, hanya kosong.</span></strong></p>
<p><strong>Oleh itu, apabila ante melihat kepada diri ante atau benda-benda yang lain di sekeliling ante, pertama ante lihat adalah Dzat Allah, kerana makhluk tiada hakikatnya, ia ada kelihatan hanya kerana pancaran Cahaya Allah. Apabila makhluk Fana maka ia menjadi yang Mutlak.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Ingatlah,  pandangan (mata hati) terhadap diri ante sendiri adalah pandangan terhadap Allah (apabila ante memahami perkara ini), kerana jasad ante tiada hakikatnya, fana, maka inilah juga yang dikatakan: Siapa yang kenal dirinya maka kenal ia Tuhannya.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Dengan yang demikian, apabila ante melihat sesuatu termasuk diri ante, pandangan terhadap Dzat Allah adalah yang pertama, berbanding pandangan terhadap benda atau diri ante. Kerana jikalau ante melihat benda atau diri ante dahulu, berkemungkinan ante  terlupa melihat Dzat Allah, dan dengan itu ante terhijab daripada melihat Allah.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Cuba fikirkan.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">MasyaAllah.</span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ilmu Laduni, Antara Hakikat dan Khurafat]]></title>
<link>http://qiraati.wordpress.com/2009/11/05/ilmu-laduni-antara-hakikat-dan-khurafat/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 16:30:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadlir</dc:creator>
<guid>http://qiraati.wordpress.com/2009/11/05/ilmu-laduni-antara-hakikat-dan-khurafat/</guid>
<description><![CDATA[Manusia dilahirkan di bumi ini dalam keadaan bodoh, tidak mengerti apa-apa. Lalu Allah mengajarkan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Manusia dilahirkan di bumi ini dalam keadaan bodoh, tidak mengerti apa-apa. Lalu Allah mengajarkan k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenali Bumi Tempat Anda Hidup!]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/04/kenali-bumi-tempat-anda-hidup/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:30:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/04/kenali-bumi-tempat-anda-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Kenapa Bumi Diciptakan? Dalam surah Thâha ayat 53, Alquran menyebutkan: &#8220;(Dia) yang telah menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kenapa Bumi Diciptakan? Dalam surah Thâha ayat 53, Alquran menyebutkan: &#8220;(Dia) yang telah menj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dahwul Ardh, Hari Bumi Umat Islam]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/04/dahwul-ardh-hari-bumi-umat-islam/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:27:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/04/dahwul-ardh-hari-bumi-umat-islam/</guid>
<description><![CDATA[Allah swt berfirman berkenaan tentang Dahwul Ardh dalam surah An-Nâzi&#8217;ât ayat 30: &#8220;Dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Allah swt berfirman berkenaan tentang Dahwul Ardh dalam surah An-Nâzi&#8217;ât ayat 30: &#8220;Dan k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hakikat Cinta]]></title>
<link>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/03/hakikat-cinta/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 10:29:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Baihaqi</dc:creator>
<guid>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/03/hakikat-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tida]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hakikat Pendidikan Jasmani   ]]></title>
<link>http://ajie89.wordpress.com/2009/10/30/hakikat-pendidikan-jasmani/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 01:51:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>ajie89</dc:creator>
<guid>http://ajie89.wordpress.com/2009/10/30/hakikat-pendidikan-jasmani/</guid>
<description><![CDATA[Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional.<!--more--> Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, mahluk total, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya.</p>
<p>Pada kenyataannya, pendidikan jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas. Titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia. Lebih khusus lagi, penjas berkaitan dengan hubungan antara gerak manusia dan wilayah pendidikan lainnya: hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Fokusnya pada pengaruh perkembangan fisik terhadap wilayah pertumbuhan dan perkembangan aspek lain dari manusia itulah yang menjadikannya unik. Tidak ada bidang tunggal lainnya seperti pendidikan jasmani yang berkepentingan dengan perkembangan total manusia.</p>
<p>Per definisi, pendidikan jasmani diartikan dengan berbagai ungkapan dan kalimat. Namun esensinya sama, yang jika disimpulkan bermakna jelas, bahwa pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Berbeda dengan bidang lain, misalnya pendidikan moral, yang penekanannya benar-benar pada perkembangan moral, tetapi aspek fisik tidak turut terkembangkan, baik langsung maupun secara tidak langsung.</p>
<p>Karena hasil-hasil kependidikan dari pendidikan jasmani tidak hanya terbatas pada manfaat penyempurnaan fisik atau tubuh semata, definisi penjas tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak, sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh.</p>
<p>Sungguh, pendidikan jasmani ini karenanya harus menyebabkan perbaikan dalam ‘pikiran dan tubuh’ yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor, kognitif, dan afektif. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer, penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan “tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa.” Artinya, dalam tubuh yang baik ‘diharapkan’ pula terdapat jiwa yang sehat, sejalan dengan pepatah Romawi Kuno: Men sana in corporesano.</p>
<p><strong>Kesatuan Jiwa dan Raga</strong></p>
<p>Salah satu pertanyaan sulit di sepanjang jaman adalah pemisahan antara jiwa dan raga atau tubuh. Kepercayaan umum menyatakan bahwa jiwa dan raga terpisah, dengan penekanan berlebihan pada satu sisi tertentu, disebut dualisme, yang mengarah pada penghormatan lebih pada jiwa, dan menempatkan kegiatan fisik secara lebih inferior.</p>
<p>Pandangan yang berbeda lahir dari filsafat monisme, yaitu suatu kepercayaan yang memenangkan kesatuan tubuh dan jiwa. Kita bisa melacak pandangan ini dari pandangan Athena Kuno, dengan konsepnya “jiwa yang baik di dalam raga yang baik.” Moto tersebut sering dipertimbangkan sebagai pernyataan ideal dari tujuan pendidikan jasmani tradisional: aktivitas fisik mengembangkan seluruh aspek dari tubuh; yaitu jiwa, tubuh, dan spirit. Tepatlah ungkapan Zeigler bahwa fokus dari bidang pendidikan jasmani adalah aktivitas fisik yang mengembangkan, bukan semata-mata aktivitas fisik itu sendiri. Selalu terdapat tujuan pengembangan manusia dalam program pendidikan jasmani.</p>
<p>Akan tetapi, pertanyaan nyata yang harus dikedepankan di sini bukanlah ‘apakah kita percaya terhadap konsep holistik tentang pendidikan jasmani, tetapi, apakah konsep tersebut saat ini bersifat dominan dalam masyarakat kita atau di antara pengemban tugas penjas sendiri?</p>
<p>Dalam masyarakat sendiri, konsep dan kepercayaan terhadap pandangan dualisme di atas masih kuat berlaku. Bahkan termasuk juga pada sebagian besar guru penjas sendiri, barangkali pandangan demikian masih kuat mengakar, entah akibat dari kurangnya pemahaman terhadap falsafah penjas sendiri, maupun karena kuatnya kepercayaan itu. Yang pasti, masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani di sekolah-sekolah, sehingga proses pembelajaran penjas di sekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. Bahkan, dalam kasus Indonesia, penekanan yang berat itu masih dipandang labih baik, karena ironisnya, justru program pendidikan jasmani di kita malahan tidak ditekankan ke mana-mana. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah, yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali.</p>
<p>Nilai-nilai yang dikandung penjas untuk mengembangkan manusia utuh menyeluruh, sungguh masih jauh dari kesadaran dan pengakuan masyarakat kita. Ini bersumber dan disebabkan oleh kenyataan pelaksanaan praktik penjas di lapangan. Teramat banyak kasus atau contoh di mana orang menolak manfaat atau nilai positif dari penjas dengan menunjuk pada kurang bernilai dan tidak seimbangnya program pendidikan jasmani di lapangan seperti yang dapat mereka lihat. Perbedaan atau kesenjangan antara apa yang kita percayai dan apa yang kita praktikkan (gap antara teori dan praktek) adalah sebuah duri dalam bidang pendidikan jasmani kita.</p>
<p><strong>Hubungan Pendidikan Jasmani dengan Bermain dan Olahraga</strong></p>
<p>Dalam memahami arti pendidikan jasmani, kita harus juga mempertimbangkan hubungan antara bermain (play) dan olahraga (sport), sebagai istilah yang lebih dahulu populer dan lebih sering digunakan dalam konteks kegiatan sehari-hari. Pemahaman tersebut akan membantu para guru atau masyarakat dalam memahami peranan dan fungsi pendidikan jasmani secara lebih konseptual.</p>
<p>Bermain pada intinya adalah aktivitas yang digunakan sebagai hiburan. Kita mengartikan bermain sebagai hiburan yang bersifat fisikal yang tidak kompetitif, meskipun bermain tidak harus selalu bersifat fisik. Bermain bukanlah berarti olahraga dan pendidikan jasmani, meskipun elemen dari bermain dapat ditemukan di dalam keduanya.</p>
<p>Olahraga di pihak lain adalah suatu bentuk bermain yang terorganisir dan bersifat kompetitif. Beberapa ahli memandang bahwa olahraga semata-mata suatu bentuk permainan yang terorganisasi, yang menempatkannya lebih dekat kepada istilah pendidikan jasmani. Akan tetapi, pengujian yang lebih cermat menunjukkan bahwa secara tradisional, olahraga melibatkan aktivitas kompetitif.</p>
<p>Ketika kita menunjuk pada olahraga sebagai aktivitas kompetitif yang terorganisir, kita mengartikannya bahwa aktivitas itu sudah disempurnakan dan diformalkan hingga kadar tertentu, sehingga memiliki beberapa bentuk dan proses tetap yang terlibat. Peraturan, misalnya, baik tertulis maupun tak tertulis, digunakan atau dipakai dalam aktivitas tersebut, dan aturan atau prosedur tersebut tidak dapat diubah selama kegiatan berlangsung, kecuali atas kesepakatan semua pihak yang terlibat.</p>
<p>Di atas semua pengertian itu, olahraga adalah aktivitas kompetitif. Kita tidak dapat mengartikan olahraga tanpa memikirkan kompetisi, sehingga tanpa kompetisi itu, olahraga berubah menjadi semata-mata bermain atau rekreasi. Bermain, karenanya pada satu saat menjadi olahraga, tetapi sebaliknya, olahraga tidak pernah hanya semata-mata bermain; karena aspek kompetitif teramat penting dalam hakikatnya.</p>
<p>Di pihak lain, pendidikan jasmani mengandung elemen baik dari bermain maupun dari olahraga, tetapi tidak berarti hanya salah satu saja, atau tidak juga harus selalu seimbang di antara keduanya. Sebagaimana dimengerti dari kata-katanya, pendidikan jasmani adalah aktivitas jasmani yang memiliki tujuan kependidikan tertentu. Pendidikan Jasmani bersifat fisik dalam aktivitasnya dan penjas dilaksanakan untuk mendidik. Hal itu tidak bisa berlaku bagi bermain dan olahraga, meskipun keduanya selalu digunakan dalam proses kependidikan.</p>
<p>Bermain, olahraga dan pendidikan jasmani melibatkan bentuk-bentuk gerakan, dan ketiganya dapat melumat secara pas dalam konteks pendidikan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kependidikan. Bermain dapat membuat rileks dan menghibur tanpa adanya tujuan pendidikan, seperti juga olahraga tetap eksis tanpa ada tujuan kependidikan. Misalnya, olahraga profesional (di Amerika umumnya disebut athletics) dianggap tidak punya misi kependidikan apa-apa, tetapi tetap disebut sebagai olahraga. Olahraga dan bermain dapat eksis meskipun secara murni untuk kepentingan kesenangan, untuk kepentingan pendidikan, atau untuk kombinasi keduanya. Kesenangan dan pendidikan tidak harus dipisahkan secara eksklusif; keduanya dapat dan harus beriringan bersama.</p>
<p><strong>Lalu bagaimana dengan rekreasi dan dansa (dance)?</strong></p>
<p>Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.” Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dan sosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja, dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.</p>
<p>Dengan demikian, penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa “mencipta kembali” (re-creation) orang tersebut, upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena ‘menjauh’ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali, sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi, yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka.</p>
<p>Sedangkan dansa adalah aktivitas gerak ritmis yang biasanya dilakukan dengan iringan musik, kadang dipandang sebagai sebuah alat ungkap atau ekspresi dari suatu lingkup budaya tertentu, yang pada perkembangannya digunakan untuk hiburan dan memperoleh kesenangan, di samping sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan pergaulan, di samping sebagai kegiatan yang menyehatkan.</p>
<p>Di Amerika, dansa menjadi bagian dari program pendidikan jasmani, karena dipandang sebagai alat untuk membina perbendaharaan dan pengalaman gerak anak, di samping untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta pewarisan nilai-nilai. Meskipun menjadi bagian penjas, dansa sendiri masih dianggap sebagai cabang dari seni. Kemungkinan bahwa dansa digunakan dalam penjas terutama karena hasilnya yang mampu mengembangkan orientasi gerak tubuh. Bahkan ditengarai bahwa aspek seni dari dansa dipandang mampu mengurangi kecenderungan penjas agar tidak terlalu berorientasi kompetitif dengan memasukkan unsur estetikanya. Jadi sifatnya untuk melengkapi fungsi dan peranan penjas dalam membentuk manusia yang utuh seperti diungkap di bagian-bagian awal naskah ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia...]]></title>
<link>http://abiezs.wordpress.com/2009/10/27/manusia/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 13:09:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abie</dc:creator>
<guid>http://abiezs.wordpress.com/2009/10/27/manusia/</guid>
<description><![CDATA[Manusia&#8230; Makhluk penipu, munafik, egois Pantas sebagai pelabuhan, singgahan sementara untuk ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Manusia&#8230;</p>
<p>Makhluk penipu, munafik, egois</p>
<p>Pantas sebagai pelabuhan, singgahan sementara untuk kesenangan</p>
<p>Semu, hampa, membayang, tidak tampak</p>
<p>Kebenaran atau kedustaan yang disimpan mendarah daging</p>
<p>Mau mengabaikan, mau mengacuhkan, mau melupakan</p>
<p>Sakit, sadis, jahat, kosong</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p style="padding-left:30px;">Jenuh, gelisah, risau, letih</p>
<p style="padding-left:30px;">Dimana tempat berhentinya?</p>
<p style="padding-left:30px;">Dimana hasil, kesimpulan, akhir?</p>
<p style="padding-left:30px;">Dimana titiknya?</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;">
<p>Lakon,</p>
<p>Perawakan,</p>
<p>Ada,</p>
<p>Tapi, hanya sekedar setitik nyawa tak berupa</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p style="padding-left:30px;">Saling menyakiti, saling menghina</p>
<p style="padding-left:30px;">Saling memaafkan, saling mengikhlaskan</p>
<p style="padding-left:30px;">Tetapi, realitanya hanya sementara hanya untuk kepentingan sendiri</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;">
<p style="padding-left:60px;">
<p>Manusia, kapan, dimana, mengapa, apa, siapa kita?</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Jakarta, 27 Oktober 2009</p>
<p>Asri Kusumastuty</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pemahaman yang benar tentang keberadaan Allah ]]></title>
<link>http://setiyo.wordpress.com/2009/10/24/pemahaman-yang-benar-tentang-keberadaan-allah/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 22:21:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Setiyo Purwanto</dc:creator>
<guid>http://setiyo.wordpress.com/2009/10/24/pemahaman-yang-benar-tentang-keberadaan-allah/</guid>
<description><![CDATA[ketika kita menghadap Allah dalam sholat kira kira yang kita hadapi apanya? mestinya Allah kan bukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[ketika kita menghadap Allah dalam sholat kira kira yang kita hadapi apanya? mestinya Allah kan bukan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar tentang hakikat hidup]]></title>
<link>http://kacierkusuma.wordpress.com/2009/10/23/belajar-tentang-hakikat-hidup/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 05:46:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>kacierkusuma</dc:creator>
<guid>http://kacierkusuma.wordpress.com/2009/10/23/belajar-tentang-hakikat-hidup/</guid>
<description><![CDATA[SAYA BELAJAR, bahwa kehidupan ini bermakna dan masing-masing orang akan mendapatkan balasan setimpal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-91" title="images" src="http://kacierkusuma.wordpress.com/files/2009/10/images1.jpeg" alt="images" width="133" height="107" />SAYA BELAJAR, bahwa kehidupan ini bermakna dan masing-masing orang akan mendapatkan balasan setimpal dengan perbuatannya..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa sebaik-baik hidup adalah hidup di bawah naungan Al-Qur&#8217;an dengan aqidah yang benar dan tauhid yang lurus..  SAYA BELAJAR, bahwa ilmu tidak akan bermanfaat kecuali apabila dibarengi pengamalan, dan pengamalan tiada arti tanpa disertai keikhlasan..</p>
<p><!--more-->SAYA BELAJAR, bahwa kedzaliman adalah kegelapan dan setiap orang dzalim pasti menyesal merasakan akibat perbuatannya..  SAYA BELAJAR, bahwa dalam hidup ini saya harus selalu optimis dengan mengharap pertolonganNya dan tidak akan pernah putus asa dari rahmatNya..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa tidak ada yang sulit bagi orang yang bertakwa karena Allah selalu memberi jalan keluar kepadanya dan memudahkan semua yang sulit..  SAYA BELAJAR, bahwa saya harus melihat orang yang di bawah saya dalam urusan duniawi agar saya selalu mensyukuri nikmatNya ..</p>
<p><!--more-->SAYA BELAJAR, bahwa kehidupan ini adalah ringan, mudah dan sederhana bagi orang yang mengetahui kebenaran..  SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak pernah meremehkan apapun walau tampak kecil, remeh dan sederhana..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa saya harus berprasangka baik kepada orang mukmin terutama orang-orang yang saya cintai dan bahwa orang yang berprasangka buruk kepada orang mukmin adalah dikarenakan keburukan itu ada pada dirinya lalu dia menyangka orang lain seperti itu..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa orang yang paling berharga bagi saya adalah orang yang mau berterus terang menegur dan mengingatkan saya..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa kesuksesan tidak mungkin saya dapatkan dengan bersantai tanpa adanya kesungguhan dan keseriusan..  SAYA BELAJAR, bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti kalah..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa gangguan dalam kehidupan pasti ada, tapi saya tidak boleh menyerah karenanya..  SAYA BELAJAR, bahwa saya harus berani hidup dan berani menghadapi semua resiko kehidupan..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa saya harus menjalani dan menyikapi semua problema kehidupan ini dengan dada dan hati yang lapang dan luas seluas samudera dan tegar setegar batu karang..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa shalat malam, berdoa dan bermunajat di dalamnya adalah sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan ini..  SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya, tapi saya harus dapat melakukan kebaikan untuk orang lain..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa cinta adalah urusan hati yang tidak bisa direkayasa..  SAYA BELAJAR, bahwa cinta tidak berarti harus memiliki..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa cinta sejati adalah upaya dan usaha untuk memberikan yang terbaik kepada orang yang kita cintai..</p>
<p>SAYA BELAJAR, bahwa cinta adalah berbagi, memberi dan menerima..</p>
<p>Oleh: Abdullah Saleh Hadrami</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Hizbullah (3)]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/2009/10/23/kisah-hizbullah-3/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 05:05:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/2009/10/23/kisah-hizbullah-3/</guid>
<description><![CDATA[Dalam dua artikel sebelumnya, kita telah membahas sejarah berdirinya Hizbullah sekaligus pendirinya.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam dua artikel sebelumnya, kita telah membahas sejarah berdirinya Hizbullah sekaligus pendirinya.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HAKIKAT PSIKOLOGI]]></title>
<link>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/10/23/hakikat-psikologi/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 00:17:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>sofiansukentes</dc:creator>
<guid>http://sofiansukentes.wordpress.com/2009/10/23/hakikat-psikologi/</guid>
<description><![CDATA[Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dan proses mental. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dan proses mental. Berbagai topik yang dibahas dalam definisi ini diilustrasikan dengan membicarakan lima masalah spesifik: (a) persepsi otak terbelah, dimana orang dengan hemisfer kanan dan kiri yang terputus merasakan dunia secara berbeda dari orang dengan kedua hemisfer yang terkoneksi; (b) rasa takut terkondisikan dimana suatu organisme belajar untuk merasa takut dengan apa yang dahulu merupakan stimulus netral; (c) amnesia masa anak-anak, ketidak mampuan mengingat peristiwa dari beberapa tahun pertama kehidupan; (d) penyebab obesitas, termasuk faktor psikologi dan biologi dan; (e) ekspresi agresi, apakah ekspesi tersebut menyebabkan peningkatan atau penurunan agresi.<!--more--></p>
<p>Akar psikologi dapat ditelusuri pada abad ke empat dan kelima sebelum masehi. Ahli filsafat yunani Socrates, Plato, dan Aristoteles mengajukan pertanyaan fundamental tentang pikiran, sedangkan Hipocrates, “bapak kedokteran” melakukan banyak observasi penting tentang bagaimana otak mengendalikan organ lain. Psikologi ilmiah lahir dalam akhir abad kesembilanbelas, saat gagasan menyatakan bahwa pikiran dan perilaku dapat menjadi subyek analisis ilmiah.</p>
<p>Ilmu psikologi dapat dipandang dari beberapa sudut pandang. Prespektif biologi mengkaitkan tindakan manusia dengan peristiwa yang terjadi didalam tubuh terutama diotak dan sistem syaraf. Prespektif perikau mengurusi hanya peristiwa eksternal dari organisme yang dapat diobservasi dan diukur. Prespektif kognitif mengurusi proses mental, seperti perasaan, pengingatan, penalaran, pemutusan, pemecahan masalah, serta proses kaitan tersebut dengan perilaku. Prespektif psikoanalitik menekankan motif bawah sadar yang berasal dari impuls sosial dan agresif yang ditekan pada masa anak-anak. Prespektif fenomenologis memfokuskan pada pengalaman subyektif seseorang dan motivasi kearah aktualisasi diri. Bidang-bidang penelitian psikologi sering kali dapat dianalisis dari sejumlah sudut pandang tersebut.</p>
<p>Prespektif biologi berbeda dari sudut pandang lain karena prinsip-prinsipnya diambil biologi. Seringkali para peneliti biologi berupaya menjelaskan prinsip psikologi dalam pengertian biologis. Walaupun reduksionisme tersebut dapat berhasil, terdapat beberapa prinsip yang dapat dinyatakan hanya pada ttingkat psikologis. Juga reset psikologi sering kali diperlukan untuk mengarahkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dibidang prespektif biologi.</p>
<p>Jika dapat diterapkan, metode eksperimen dipilih untuk meneliti masalah karena metode ini dapat mengendalikan semua variabel kecuali yang sedang diteliti. Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang dimanipulasi oleh peneliti, variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang sedang diteliti untuk menentukan apakah variabel ini dipengaruhi oleh perubahan pada variabel independen. Dalam rancangan eksperimen sederhana peneliti memanipulasi satu variabel independen dan mengobservasi pengaruhnya pada variabel dependen.</p>
<p>Dalam banyak eksperimen, variabel independen adalah sesuatu yang ada atau tidak ada. Rancangan eksperimen paling sederhana melibatkan satu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika perbedaan dalam rata-rata antara kelompok eksperimen dan rata-rata adalah bermakna secara statistik ini bermakna bahwa kondisi eksperimen memiliki efek yang dapat dipercaya artinya perbedaan itu disebabkan oleh variabel independen bukan karena faktor kemungkinan.</p>
<p>Jika peneliti mampu mengendalikan subyek mana yang masuk kekondisi yang bagaimana maka digunakan metode korelasional. Metode ini menentukan apakah perbedaan yang terjadi secara alami berhubungan dengan perbedaan yang dimaksud lainnya. Derajat korelasi antara dua variabel diukur dengan koefisien korelasi ( r ). r adalah angka antara 0 dan 1. tidak ada hubungan (korelasi) dinyatakan oleh 0, hubungan yang sempurna dinyatakan oleh 1. Saat r bergerak dari 0 ke 1, kekuatan korelasi meningkat. Koefisien korelasi dsapat positif atau negatif tergantung pada apakah satu variabel meningkat bersamaan dengan peningkatan variabel lain (+) atau satu variabel menurun saat variabel lain meningkat (-).</p>
<p>Pendekatan lain dalam riset adalah metode observasi dimana peneliti mengobservasi venomena yang dimaksud. Para peneliti harus terlatih untuk mengobservasi dan mencatat secara akurat serta menghindari masuknya bias pribadi ke dalam laporan penelitian. Venomena yang sulit untuk diobservasi secara langsung dapat diobservasi secara tidak langsung dengan survei (kuesioner dan wawancara) atau dengan merekonstruksi riwayat kasus.</p>
<p>Psikologi sebagai suatu profesi mencakup banyak bidang spesialisasi antara lain psikologi biologi, psikologi eksperimental, psikologi perkembangan, sosial dan kepribadian, psikologi klinis dan konseling, psikologi sekolah dan pendidikan, serta psikologi industri dan rekayasa.</p>
<p>Terdapat sejumlah pendekatan interdisiplin untuk mempelajari pikiran dan perilaku, termasuk ilmu kognitif dan psikilogi evolusioner. Ilmu kognitif mempelajari sifat proses kecerdasan, dan selain dari psikologi yang melibatkan disiplin neuroscience, antropologi, linguistik, philosofi dan kecerdasan artivisial. Gagasan utamanya adalah bahwa poses mental dapat dipahami sebagai komputasi dan aktivitas mental dapat dianalisis pada berbagai tingkat. Psikologi evolusioner mengurusi asal mula mekanisme psikologis. Gagasan utamanya adalah bahwa mekanisme tersebut telah berkembang selama jutaan tahun melalui proses seleksi alam. Pendekatan ini telah menyebabkan para ahli psikologi melihat topik tertentu yang berkaitan dengan kepentingany evolusioner, seperti pemilihan pasangan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wah... lagi-lagi antek Khomeini?!]]></title>
<link>http://basweidan.wordpress.com/?p=436</link>
<pubDate>Wed, 30 Nov -0001 00:00:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Hudzaifah Al Atsary</dc:creator>
<guid>http://basweidan.wordpress.com/?p=436</guid>
<description><![CDATA[INILAH.COM, Tangerang – Untuk ketiga kalinya, sindikat narkoba internasional asal Iran mencoba menye]]></description>
<content:encoded><![CDATA[INILAH.COM, Tangerang – Untuk ketiga kalinya, sindikat narkoba internasional asal Iran mencoba menye]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
