<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>han-soo-yeon &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/han-soo-yeon/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "han-soo-yeon"</description>
	<pubDate>Fri, 24 May 2013 07:07:37 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[[Review] Loveholic/Can’t Wait – 참을 수 없는.]]></title>
<link>http://chunkeemonkeeato.wordpress.com/2013/05/10/review-loveholiccant-wait-%ec%b0%b8%ec%9d%84-%ec%88%98-%ec%97%86%eb%8a%94/</link>
<pubDate>Fri, 10 May 2013 16:11:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>chunkeemonkeeato</dc:creator>
<guid>http://chunkeemonkeeato.wordpress.com/2013/05/10/review-loveholiccant-wait-%ec%b0%b8%ec%9d%84-%ec%88%98-%ec%97%86%eb%8a%94/</guid>
<description><![CDATA[DESPERATE HOUSEWIVES When Ji Heun (Chu Ja Hyeon) loses her job at the publishing company, her friend]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DESPERATE HOUSEWIVES When Ji Heun (Chu Ja Hyeon) loses her job at the publishing company, her friend]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SECRET, B.A.P DAN HAN SOO YEON MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU!]]></title>
<link>http://halokorea.wordpress.com/2012/12/31/secret-b-a-p-dan-han-soo-yeon-mengucapkan-selamat-tahun-baru/</link>
<pubDate>Mon, 31 Dec 2012 07:17:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>halokorea</dc:creator>
<guid>http://halokorea.wordpress.com/2012/12/31/secret-b-a-p-dan-han-soo-yeon-mengucapkan-selamat-tahun-baru/</guid>
<description><![CDATA[Artis-artis TS Entertainment berkumpul untuk mengucapkan Happy New Year kepada fans! Pada tanggal 31]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Artis-artis TS Entertainment berkumpul untuk mengucapkan Happy New Year kepada fans! Pada tanggal 31]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Photo Teaser] Han Soo-Yeon]]></title>
<link>http://luneacademy.wordpress.com/2011/12/06/photo-teaser-han-soo-yeon/</link>
<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 12:26:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>luneacademy</dc:creator>
<guid>http://luneacademy.wordpress.com/2011/12/06/photo-teaser-han-soo-yeon/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://luneacademy.files.wordpress.com/2011/12/4-sooyeon.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-35" title="4. sooyeon" src="http://luneacademy.files.wordpress.com/2011/12/4-sooyeon.jpg?w=446&#038;h=658" alt="" width="446" height="658" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Eunhyuk – Soo Yeon “Walkin’ to U” Chapter (2/3)]]></title>
<link>http://sujuandelfriend.wordpress.com/2011/09/10/eunhyuk-%e2%80%93-soo-yeon-%e2%80%9cwalkin%e2%80%99-to-u%e2%80%9d-chapter-23-2/</link>
<pubDate>Sat, 10 Sep 2011 00:38:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>elliyana</dc:creator>
<guid>http://sujuandelfriend.wordpress.com/2011/09/10/eunhyuk-%e2%80%93-soo-yeon-%e2%80%9cwalkin%e2%80%99-to-u%e2%80%9d-chapter-23-2/</guid>
<description><![CDATA[Anyyeong.. Ini lanjutan yang kemarin.. sebelumnya Mian ya kalo lanjutannya agak-agak failed gitu.. y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Anyyeong..<br />
Ini lanjutan yang kemarin..<br />
sebelumnya Mian ya kalo lanjutannya agak-agak failed gitu..<br />
yaudah langsung aja deh..</p>
<p><strong>Soo Yeon P.O.V</strong></p>
<p>“Nde? Sekarang? Apa kau sedang tidak sibuk oppa? A.. ani. Aku Cuma takut menganggu waktumu saja. Sudah di jalan? Eo.. ne aku akan siap-siap” Aku tutup hubungan telepon. Orang itu mengajakku pergi? Apa dia tidak takut dimarahi member yang lain karena sering bepergian? Ah sudahlah lebih baik aku siap-siap saja.<br />
Entah sejak kapan aku mulai merasa dekat dengan Eunhyuk oppa. Sejak kedatangannya yang tiba-tiba di kampus 3 minggu yang lalu, Eunhyuk oppa mulai menampakkan keramahannya padaku. Dia juga sering mengajakku pergi bersamanya entah itu hanya untuk jalan-jalan, makan ataupun apapun untuk menghabiskan waktu luang. Pernah sekali Eunhyuk oppa mengajakku ke Sukira untuk melihatnya siaran langsung Kiss the Radio disana. Alhasil Leeteuk Oppa dan para crew yang lain membanjiri berbagai pertanyaan. Monyet itu memang nekat juga ternyata.<br />
Ting Tong..<br />
Cepat sekali dia datang. Mengetahui siapa yang datang cepat aku keluar membukakan pintu. “Oppa.. cepat sekali kau datang”<br />
“Kau sudah makan?” Bukannya menjawab pertanyaanku dia justru balik bertanya padaku.<br />
“Oppa.. kenapa kalimat itu yang selalu keluar lebih dulu setiap kali kau menyapaku?”<br />
“Tentu saja. Makan itu penting. Makan juga sumber energi buat kita dalam beraktivitas. Kau tau itu kan?’<br />
Ciiieh aku juga tau itu. Bahkan dari aku duduk di Taman Kanak-kanakpun aku juga sudah tau. “Ne aku tau. Tapi maksudku..”<br />
“Kajja kita pergi sekarang” Ucapnya memotong perkataanku.<br />
“Arra arra.. aku ambil tas dulu”<br />
“Palli”</p>
<p>&#8212;<br />
Kini aku sedang berada di mobil salah satu member Super Junior yang aneh ini. Lagi? Dan berdua? Sama anehnya saat kusadari bahwa kami hanya berputar-putar saja di tempat dan kembali melewati jalan yang sama.<br />
“Oppa.. sebenarnya kita mau kemana!”<br />
Sial. Wonsung-I satu ini malah pura-pura tidak dengar. “Oppa!” no respon. Dia tetap fokus dengan setirnya membuat rasa kesalku yang tadi off berubah menjadi on dengan sendirinya. Lampu kaleee. “Jungji..Oppaaaaaaa!!” sekuat mungkin aku berteriak.<br />
“Ya! Ya! Kenapa kau teriak sekencang itu. Kau bisa membuatku tuli!”<br />
Akhirnya kau bangkit juga dari kuburmu oppa. “Oppa.. kau ini bagaimana! Kita sebenarnya mau kemana? Dari tadi kita Cuma lalu lalang saja dan kembali ke tempat yang sama. Wae? Oppa tidak sedang menghitung jalan yang sama kan?” ucapku kesal pada namja yang justru menampilkan wajah bodohnya itu.</p>
<p><strong><br />
Eunhyuk P.O.V</strong></p>
<p>Apa yang aku pikirkan sekarang? Gadis yang akhir-akhir ini mensugesti diriku untuk selalu merindukannya kini sudah ada di dekatku, tepat di sampingku. Senang. Ya sangat senang. Tapi sekilas ingatanku kembali Kim Da Rae, seorang yeoja tadi mengejarku hingga akhirnya aku memilih kabur menuju apartemen Soo Yeon.<br />
“Jungji..Oppaaaaaaa!!” Suara itu. . .<br />
Mendengar ledakan dari mulut itu sontak aku mobil ku rem mendadak. “Ya! Ya! Kenapa kau teriak sekencang itu. Kau bisa membuatku tuli!”<br />
“Oppa.. kau ini bagaimana! Kita sebenarnya mau kemana? Dari tadi kita Cuma lalu lalang saja dan kembali ke tempat yang sama. Wae? Oppa tidak sedang menghitung jalan yang sama kan?”<br />
Apa? Jadi dari tadi aku menyetir menuju jalan yang sama? Aku melamun? Astaga.. untung saja tidak kenapa-kenapa. Soo Yeon lama-lama mirip sekali dengan teukie hyung.<br />
“Nde? Jinjjayo? Eo.. mianhae Soo Yeon-ah”<br />
“Ciih jeongmal”<br />
“Kau mau kemana tadi?”<br />
“Yak oppa, kau yang mengajakku pergi, kenapa sekarang kau yang bertanya padaku. Kau ini bagaimana? Oppa melamun? Apa yang oppa pikirkan?”<br />
Yup. Pertanyaan yang sama persis seperti yang Teukie hyung katakan.<br />
“Ige.. ani.. Soo Yeon-ah kita pergi makan saja. Eotte?<br />
“Andwae. Aku tidak mau. Lagipula aku tidak lapar. Aishh.. benar kata Rae In oppa memang doyan makan tapi badan tidak juga besar-besar. Ckck”<br />
“Mworago? Yak biarpun aku suka makan tapi aku bukan Shindong hyung yang bisa habiskan makanan berlipat-lipat dalam waktu singkat”<br />
“Jangan salahkan shindong oppa, dia tidak salah oppa”<br />
“Aish.. kau ini. Jamkkam man. Rae In? nama yang tidak asing”<br />
“Jelas saja, oppa pasti mengenalnya”<br />
“Nde?”<br />
“Rae In, Choi Rae In dia sahabatku sekaligus merangkap yeojachingunya Donghae oppa. Jangan bilang kau tidak tau ini oppa”<br />
“Ne ne arrata. Kau sahabatnya? Jinjjayo? Kalau tau begitu aku tidak perlu susah-susah mencari tau tentangmu waktu itu”<br />
“Mwo? Waktu itu? Tentang aku? Yeaaah…lihatlah! namja angkuh ini mencari tau tentangku, yang benar saja”<br />
“Jangan panggil aku namja angkuh! Kau tidak akan tau apa yang akan terjadi jika kau memanggiku seperti itu lagi nanti”<br />
“Wae? Memang Apa yang akan kau lakukan?”<br />
“Sesuatu di luar dugaanmu” dia melirikku dengan tatapan yadongnya. Hii orang ini benar-benar mesum. “Kajja kita pergi saja ke tempat lain”</p>
<p>&#8211;<br />
Mobilku terhenti saat mataku menangkap area taman di pinggir kota ini. Kebetulan sekali aku ingin istirahat dan sekedar melihat-lihat di sana.<br />
“Soo Yeon-ah kita jalan-jalan di taman itu saja. Eotte?”<br />
“Bagus juga”<br />
“Baiklah kajja” Kami berdua turun dari mobil yang sudah ku parkir rapi di tepi area taman ini. “Jamkkaman” aku kembali ke mobilku mengambil sesuatu dari dalamnya.<br />
“Yak! Eunhyuk oppa haruskah kau bawa pisang-pisang itu bahkan di tempat seperti ini!”<br />
Aku terkekeh kecil mendengar komentar Soo Yeon tapi tak ku gubris kata-katanya itu. Inilah makanan sederhana dan paling praktis yang sering menemaniku di mobil #plakk.</p>
<p>&#8211;<br />
Kami mengambil posisi tempat duduk yang lumayan tersembunyi dari orang banyak, tapi tentu saja masih mudah di temukan. Ku hirup sejenak hawa sejuk dan nyaman yang mengelilingi taman ini. Membuatku ingin tertidur saja. Ku lahap pisang terakhir yang ada di sampingku.<br />
“Oppa aku baru sadar. Kau. . ” Soo Yeon menatapku dengan tawa yang tertahan.<br />
“Wae?”<br />
“Kau.. kau benar-benar mirip dengan monyet” Tawanya pun kini meledak.<br />
Mendengar kata ‘monyet’ sontak mataku melebar hendak keluar dari kelopaknya. Kata yang untuk kesekian kalinya kucerna masuk ke telingaku. Di internet ataupun di jejaring-jejaring social bahkan para ELF menjulukiku Monkey. Entahlah apa karena aku suka makan pisang? Apa salahnya? Aish.. ini semua karena Siwon si Kuda itu yang memulainya. Tunggu dulu! Bukankah di Korea? Seoul? Jadi tidak mungkin ada yang tidak mengenal Super Junior kan? Apa Gadis ini salah satu dari Elf?<br />
Kutelan habis pisang yang tinggal setengah itu. Masih dengan mata yang melebar aku menegur gadis yang tengah menikmati tawanya tersebut. “Kau.. berani sekali memanggilku monyet! Apa kau tidak tau dengan siapa kau bicara!” bukannya diam, Soo Yeon justru tidak bisa berhenti tertawa. “Ya,, usjima!”<br />
“Haha..mian oppa aku tidak bermaksud. Tapi.. hanya bicara jujur saja”<br />
“Yak! Kau ini.. siiih” aku mendengus kesal. Memangnya semirip itukah aku dengan makhluk berbulu itu? Iiii.. aku bergidik sendiri membayangkannya.<br />
“Oppa.. boleh aku jujur?”<br />
“Ne”<br />
“Kau janji tidak akan marah?”<br />
“Ne aku janji”<br />
“Apa kau yakin kau tidak akan marah?”<br />
“Ya.. kau ini ppalli malhaewa!”<br />
“Mmm jamkkan man-yo! Oppa apa kau marah jika aku ini adalah seorang Elf?”<br />
Deg. Ini menarik. Dugaanku benar dia memang seorang elf. Jelas saja, kami kan memang terkenal. Aku tertawa puas dalam hati membuatku tak malu lagi menorehkan garis senyuman dibibirku.<br />
“Jinjjayo? Mmm Kenapa aku harus marah? Justru itu bagus”<br />
“Nde? Bagus? Waeyo?”<br />
Kenapa mesti kata ‘bagus’ yang keluar? Gawat. Jangan gugup Eunhyuk. Jangan biarkan dia tau bahwa kau sangat senang mengetahui dia seorang elf. “Ne, bagus. Dengan begitu kau tidak perlu berpura-pura tidak mau tanda tangan dan foto denganku waktu itu” Jawabku asal berusaha menutupi. “Hah atau jangan-jangan kau emang pura-pura tidak mengenalku ya, padahal kau tau bahwa aku ini adalah artis terkenal.. bukan begitu?”</p>
<p><strong>Soo Yeon V.O.P</strong></p>
<p>Aku tidak tau kenapa aku bisa tertawa lepas begitu saja saat melihat Eunhyuk oppa makan pisang seperti itu. Rasanya ingin sekali tertawa dan memang sudah tertawa bahkan aku nyaris tidak bisa berhenti. Alhasil Eunhyuk oppa kesal sendiri, tampak dari garis wajahnya yang memelas itu. Sesaat setelah tawaku mereda, entah ini benar atau tidak sepertinya aku akan menceritakan hal ini.<br />
“Oppa.. boleh aku jujur?” tanyaku dengan hati-hati takut namja satu ini tiba-tiba akan mengamuk.<br />
“Ne”<br />
“Kau janji tidak akan marah?”<br />
“Ne aku janji”<br />
“Apa kau yakin kau tidak akan marah?”<br />
“Ya.. kau ini ppalli malhaewa!”<br />
“Mmm jamkkan man-yo!” Aku menimang-nimang lagi kata yang akan ku keluarkan. “Oppa apa kau marah jika aku ini adalah seorang Elf?”<br />
“Jinjjayo? Mmm Kenapa aku harus marah? Justru itu bagus”<br />
“Nde? Bagus? Waeyo?”<br />
“Ne, bagus. Dengan begitu kau tidak perlu berpura-pura tidak mau tanda tangan dan foto denganku kemarin. Hah atau jangan-jangan kau waktu itu hanya pura-pura tidak mengenalku ya, padahal kau tau bahwa aku ini adalah artis terkenal.. bukan begitu?”<br />
Cih monyet satu ini tinggi sekali kadar percaya dirinya. Baru jadi artis saja sombongnya buka main apalagi jadi presiden? President of monkey? “Jangan bahas itu lagi, aku sedang tidak ingin berdebat sekarang. Lagipula sudah aku katakan bahwa saat itu aku memang sedang tidak ingin minta tanda tangan ataupun foto denganmu oppa”<br />
“Jadi maksudnya kalau sekarang kau berminat?” Aku mengambil ponsel dari dalam saku celanaku. “Apa perlu kita foto berdua sekarang?” Aku mengayunkan ponsel tepat didepannya.<br />
“Ani.. aku tidak mau”<br />
“bagaimana kalau ini?”<br />
Klik. Satu jepretan berhasil ku tangkap di kamera ponselku. “Yoyo.. kenapa wajahmu tidak bersemangat begini?” Tanpa perlu jawabannya aku segera menyimpan foto wajah close up milik Soo Yeon yang tengah merengut itu dan memasukkannya kembali ke sakuku. “Yup selesai”<br />
“Yak Oppa! Shireo! Aish jeongmal”<br />
“Baiklah baiklah,, jadi apa yang ingin kau katakan?”<br />
“Kau yakin mau mendengarnya?” aku hanya mengangguk memastikan. “Baiklah. Apa kau tau oppa kalau aku adalah penggemarmu? Ne ne aku memang salah satu dari sekian banyak Jewels yang menyukaimu, aku bahkan sempat bermimpi bisa bertemu denganmu. Tapi kau ingat pertama kita bertemu? aniyo beradu mulut tepatnya, aku sedikit meragukanmu. Apa benar kau Super Junior Eunhyuk yang sering kami lihat di layar?”<br />
“Kenapa kau bilang begitu?”<br />
“Jangan potong pembicaraan aku oppa”<br />
“Baiklah”<br />
“Karena saat itu oppa terlihat.. sedikit angkuh dan.. menyebalkan! Oppa ingat kan, oppa berteriak begitu keras padaku. Huh menyebalkan sekali. Tiba-tiba muncul di kampus dengan pakaian konyolmu itu. Kau menculikku ke mobilmu dan sampai sekarang aku baru sadar bahwa oppa memang aneh dan konyol. Aku bahkan sempat pula merutuki sendiri kenapa aku harus bertemu denganmu”<br />
“Jadi maksudmu kau tidak suka bertemu denganku?”<br />
“Awalnya begitu”<br />
“Jinjja? Bagaimana dengan yang sekarang? Apa sudah lebih baik? Apa kau sudah mulai menyukaiku? Ya ya aku tau.. Soo Yeon menyukai Super Junior Eunhyuk” celotehku sedikit mengeraskan volume suara.<br />
“Yak oppa..”<br />
“Kau yang bilang begitu”<br />
“Kapan aku bilang seperti itu?”<br />
“Baru saja. Apa perlu aku ulangi? Aku adalah penggemarmu? Ne ne aku memang salah satu dari sekian banyak Jewels yang menyukaimu, aku bahkan sempat bermimpi bisa bertemu denganmu.” Kataku kemudian tanpa menunggu jawaban dari Soo Yeon. “Soo Yeon-ah mimpimu sudah terkabul sekarang”<br />
“Eh?”<br />
“Kau bilang kau bermimpi ingin bertemu denganku? Coba lihat siapa yang di depanmu sekarang? Yup.. aku sudah di depanmu sekarang. Dan jika kau tidak lupa kita juga sudah sering menghabiskan waktu bersama bukan? Seperti sekarang. Kau dan aku. Di sini. Berdua.” -meski aku tau- masih banyak di taman ini selain kami berdua.<br />
“Kau tidak marah?”</p>
<p><strong><br />
Eunhyuk P.O.V</strong></p>
<p>“Kau tidak marah?”<br />
Dari sekian banyak kata yang bisa di sampaikan kenapa mesti kata itu yang keluar dari mulut mungilnya.<br />
“Soo Yeon-ah kenapa kau takut sekali aku marah? Lagipula apa yang harus aku marahkan? Kau tidak salah” Soo Yeon sedikit menundukkan kepala. Ada seberkas warna merah tertoreh di wajahnya. Apa sekarang dia sedang malu? Aish.. reaksi ini sungguh membuatku ingin tertawa. Tapi aku senang. Sangat senang mendengarnya bicara seperti itu. “Ne.. kau tidak salah. Kau menyukaiku? Tentu saja. Meskipun kau menjulukiku monyet tapi hati-hati saja. Aku ini punya daya tarik sendiri yang bisa membuat para wanita bahkan dirimu jatuh cinta padaku. Jadi, bersiaplah Soo Yeon-ssi” Kalimat barusan sukses membuatku tertawa. Dapat llmu dari mana aku sampai bisa berkata seperti itu. Haha tapi ini menarik.<br />
“Oppa kau mulai lagi”<br />
“Tapi kau suka bukan?”<br />
“Yak! Oppa… “ Soo Yeon hendak memukulku kesal tapi cepat aku tahan lengannya. Aku menyampingkan badanku hingga kini posisiku berhadapan tepat dengan Soo Yeon. Dengan posisiku yang seperti sekarang ini dapat kurasakan darahku mengalir 5 kali lebih cepat. Jantungku berdetak lebih kuat dari yang aku intruksikan. Ada apa ini? Kenapa aku gugup. Mulutku nyaris tidak bisa mengeluarkan suara yang sudah di ujung lidah. Apa Soo Yeon tau bahwa aku menjadi sangat pengecut bila sedang bertatapan dengannya seperti ini? Andwae Andwae.<br />
Sebisa mungkin aku menahan perasaan ini. Tapi sayang, entah untuk detik yang keberapa pertahananku goyah. Ku coba untuk menatapnya lekat. Ku genggam tangannya perlahan dan mulai kucoba untuk membuka suaraku.<br />
“Soo Yeon-ah”<br />
“N.. ne?”<br />
“Soo Yeon-ah Saranghae” Mwo? Yak dasar mulut sialan. Kenapa kau keluarkan kata mematikan itu tanpa kuperintahkan? Aish Soo Yeon pasti akan segera menendangmu keluar dari kehidupannya setelah ini. Eunhyuk-ah. Dasar kau namja mesum. Aku terus merutuki perkataanku yang dengan seenak kentut keluar dari tempatnya.<br />
Kenapa Soo Yeon diam? Dia tidak marah? Tapi dia juga tidak berkata apapun. Eunhyuk-ah kau bodoh. Dia pasti akan membencimu.<br />
“Soo Yeon-ah” Dia masih tetap mematung di hadapanku. Mulutnya menganga seperti hendak mengatakan sesuatu. Matanya pun tak lupa ikut membesar seperti biasanya. Tentu saja dia sedang terkejut saat ini. “Soo Yeon-ah” Panggilku sekali lagi.</p>
<p><strong>Soo Yeon P.O.V</strong></p>
<p>Aku terhenyak. Kenapa dia mendekat seperti ini? Oppa jebal, jangan tatap aku seperti itu. Bagaimana aku bisa menahan rasa yang selama ini sudah dengan rapi aku sembunyikan di dasar hatiku yang paling dalam agar tak terlihat olehmu jika kau seperti ini terhadapku?<br />
Perlahan Eunhyuk oppa menatap lekat kedalam mataku. Dia genggam tanganku yang sukses membuat jantungku memompa lebih cepat dari kadar biasanya.<br />
“Soo Yeon-ah”<br />
“N.. ne?” Sebisa mungkin aku menormalkan suaraku.<br />
“Soo Yeon-ah Saranghae”<br />
Dug. Nafasku seakan berhenti saat itu itu juga. Tulang rusukku menegang entah karena alasan apa. Untuk sesaat hatiku melambung tinggi ke angkasa. Tinggi.. dan sangat tinggi yang dengan sangat terpaksa harus kembali lagi ke bumi. Menyakitkan! Apa aku tidak salah dengar? Apa benar kata itu keluar dari mulut Eunhyuk oppa langsung? Di hadapanku? Ya.. naega michyeossdago! andwae aku pasti salah dengar. Sadar Soo Yeon sadar.<br />
“Soo Yeon-ah” Aku menggeleng, mencoba menepis khayalan konyol itu.<br />
“E.. e ne oppa. Wae?”<br />
“Kau baik-baik saja?”<br />
“E.. Eo.. Ne nan gwaenchana”<br />
“Soo Yeon-ah mianhae aku tidak bermaksud lancang. Aku hanya ingin mengatakan apa yang aku rasakan saat ini. Maaf membuatmu terkejut seperti ini. Mungkin kau akan membenciku setelah ini. Sekali lagi mianhae Soo Yeon-ah”<br />
“Oppa gwaenchana. Aku…”<br />
“Andwae. Kau tenang saja aku tidak akan menuntutmu untuk menjawab ataupun membalas perasaanku ini. Kau boleh marah padaku. Kau juga boleh memakiku sesuka hatimu. Kau boleh memanggilku Monyet angkuh tapi jebal…” Lagi, aku menatap dalam ke sorot matanya “Jebal.. ijinkan aku untuk selalu bisa melihatmu,, jebal”<br />
“Oppa apa yang kau katakan? Sudahlah.. aku tidak marah. Aku. . . “<br />
“Entahlah mungkin semua ini terdengar konyol. Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa saat ini otakku selalu memutar semua hal tentangmu. Awalnya aku bisa menyembunyikannya, tapi saat ini aku menyerah. Aku tidak bisa lagi menyembunyikannya. Aku bahkan nyaris tidak bersemangat jika sehari saja aku tidak mendengar suaramu. Terdengar konyol bukan?”<br />
Benarkah? oppa benarkah semua yang kau katakan itu? Aku tidak tau harus bagaimana menanggapinya. Mianhae oppa.<br />
“Oppa”<br />
“Mianhae Soo Yeon-ah”<br />
“Gwaenchana.. mm oppa, bisa kau antarkan aku pulang,aku lelah”<br />
“Pulang? Sekarang?”<br />
“Ne”<br />
“Wae?”<br />
“Aku ingin menenangkan diri sejenak. Jadi tolong antarkan aku pulang sekarang”<br />
“Eo baiklah”<br />
Eottohke? Aku tidak tau harus berkata apa. Aku harus senangkah? Atau menangis? Atau biasa saja? Otakku tiba-tiba saja tidak bisa berpikir jernih. Lebih baik aku pulang saja dengan begitu semuanya akan jadi lebih baik. Kami meninggalkan taman itu. Perjalanan pulang kali ini hening. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut kami berdua. Kami sama-sama sibuk dengan pikiran masing-masing aku bahkan tidak sanggup untuk menatap bahkan menoleh kearahnya.</p>
<p>&#8212;<br />
Pagi yang cerah. Secerah perasaanku hari ini. Pasti karena. . . Monyet sial itu? Ya ya kau benar. Memang karena dia. Monyet aneh yang selalu bisa membuat perasaanku berubah-ubah setiap saat. “hoaaamb” ku pasangkan kedua tanganku, kutarik ke atas, kekanan dan kekiri merengganggkan otot-otot tubuhku.<br />
Drttt drrrt ddrrtt..<br />
Handpone yang sejak semalaman tergeletak pasrah di samping bantalku bergerak-gerak minta segera diangkat. Ku lihat pemanggil di layar ponselku sejurus kemudian ku kembangkan seyum tipis di bibirku. “Yeoboseo”<br />
“Selamat pagi Soo Yeon-ah. Kau sudah bangun? Bagaimana tidurmu? Kau tidur dengan baik bukan? Eo! Apa kau sudah sarapan? Mau kuantarkan sarapan kesana?”<br />
“Yak oppa apa masih ada pertanyaan? Pendek sekali pertanyaanmu!” Sindirku kemudian.<br />
“Haha.. baiklah. Pertama apa kau tidur dengan baik semalam?”<br />
“Tentu saja”<br />
“kau sudah mandi?”<br />
“tentu saja belum. Pertanyaan bodoh”<br />
“arra arra. Eo! Kau sudah sarapan?”<br />
“oppa aku baru saja bangun, bagaimana mungkin aku langsung sarapan”<br />
“Mau kuantarkan makanan kesana?”<br />
“Tidak usah,, tidak perlu oppa aku tidak mau merepotkanmu. Bukankah kau ada jadwal latihan hari ini?”<br />
“Ya kau benar. Sebentar lagi akan dimulai. Sayang sekali padahal aku ingin sekali mengantarkan makanan untukmu”<br />
“Tidak perlu repot oppa. Gomawo atas niat baikmu itu. Kau latihanlah saja jangan buat member lain kecewa padamu”<br />
“kau tenang saja, aku pasti tidak akan mengecewakan mereka. eo Soo Yeon-ah satu pertanyaan lagi”<br />
“malhaewa”<br />
“Apa kau memikirkanku?”<br />
Pertanyaan yang lucu sekaligus menjebak. Tentu saja aku memikirkanmu monyet angkuh yang bodoh! Bahkan saat aku buka mata saja wajahmu yang bodoh itu sudah melayang-layang di depanku. Membuatku pusing saja.<br />
“Kenapa kau bertanya seperti itu?”<br />
“Ani.. Cuma ingin tau saja. Meskipun kau belum menjawab pernyataan cintaku padamu tapi aku senang karena dengan mendengar suaramu saja sudah cukup membuatku semangat”<br />
“Jangan mulai menggombal oppa. Aku tau kau monyet yang pintar menggoda wanita”<br />
“Ya aku serius Soo Yeon-ah. Aku rindu padamu”<br />
“Yak oppa sudahlah. Latihan sana. Aku tutup teleponnya ya”<br />
“Tidak sebelum kau katakan fighting padaku”<br />
Rayuan macam apalagi ini? Ada-ada saja. “Kenapa harus?”<br />
“Ya sudah kalau gitu aku tidak akan matikan teleponnya dan aku tidak akan pergi latihan”<br />
“Aish.. oppa kau ini. Arra. Eunhyuk oppa.. Fighting!”<br />
“Mwo? Tidak dengar. Katakan sekali lagi”<br />
“Eunhyuk oppa.. Fighting!” ucapku lebih keras.<br />
“begitu lebih bagus. Baiklah kalau begitu aku tutup teleponnya. Soo Yeon-ah”<br />
“Ne?”<br />
“Saranghae”<br />
“Ya..”<br />
“Jamkka, anggap saja itu sebagai sarapan pagimu biar kau bersemangat. Keke.. annyeong”<br />
Tuuuuuuuuuuuuuuut…<br />
Astaga monyet itu benar-benar membuatku ingin tertawa. Kenapa ada makhluk seperti dia di dunia ini? Kadang galak dan sombongnya minta ampun tapi kadang bisa berubah menjadi lembut dan perhatian. Aish.. jeongmal.</p>
<p><strong>Author P.O.V</strong></p>
<p>Ting tong. . .<br />
Mwo? Siapa yang datang? Soo Yeon yang baru selesai membersihkan diri lekas keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan kimono bernuansa biru itu..<br />
Ting tong ting tong…<br />
“Iya sabar. Aish berisik sekali. Siapa yang datang?” Tanya Soo Yeon pada dirinya sendiri.<br />
Soo Yeon membuka pintu dan sedikit terkejut melihat tamunya. “A.. annyeong” sapanya pada seoarang yeoja di hadapannya.<br />
“Kau yang bernama Han Soo Yeon?”<br />
“Ne benar”<br />
Cantik. Itulah kesan pertama yang Soo Yeon berikan saat pertama kali melihat Kim Da Rae. Penampilan Da Rae menarik dan anggun dalam pandangan Soo Yeon. Orang yang melihatnya pasti akan berpikiran sama dengan Soo Yeon. Tapi siapa dia?<br />
“Jadi kau tinggal disini?”<br />
“Ne.. tapi eonni siapa ya?”<br />
“Aku Kim Da Rae. Kau tidak mengenalku?” Kim Da Rae? Siapa? Apa dia temannya? Tapi seingat Soo Yeon dia tidak punya teman bernama Kim Da Rae. Soo Yeon perhatikan lagi wajah Da Rae mencoba mengingat-ingat. Setelah yakin bahwa memang tidak mengenalnya, Soo Yeon menggeleng.<br />
“Cih.. dia tidak menceritakannya padamu?”<br />
“Dia? Dia siapa?”<br />
Da Rae mendorong tubuh Soo Yeon yang sedikit lebih rendah darinya itu masuk dalam apartemen. Raut wajahnya kini berubah merah padam. Dia terus mendorong Soo Yeon hingga badannya kini menempel di dinding. Matanya melotot dan menatap Soo Yeon penuh kebencian. Apa ada? Apa ada yang salah?<br />
“Eonni kau mau apa?” Tanya Soo Yeon pada Yaeoja yang tua dua taahun darinya itu.<br />
“Kau. . .” Kali ini tangan Da Rae memegangi wajah Soo Yeon menggerak-gerakkannya ke kiri dan kekanan layaknya orang meneliti. “Apa hebatnya kau sampai bisa membuat oppa tertarik padamu”<br />
“Oppa? Eonni apa maksudmu? Aku tidak mengerti apa yang eonni katakan”<br />
Dengan gerakan kilat Kim Da Rae menjambak rambut Soo Yeon yang masih basah.”Appo sakit eonni lepaskan”<br />
“Kau jangan pura-pura bodoh Han Soo Yeon. Aku yakin Eunhyuk oppa pasti pernah menceritakan tentangku padamu”<br />
“Aku tidak tau apa sedang eonni bicarakan. Eunhyuk oppa juga tidak pernah menyinggung tentangmu padaku. Sungguh”<br />
“Geurae? Geojitmal! Baiklah biar aku yang jelaskan padamu. Nan.. Kim Da Rae adalah orang yang mencintai Lee Hyuk Jae oppa. Apa kau sudah mengerti maksudku sekarang?”<br />
Soo Yeon sedikit terkejut dengan perkataan Kim Da Rae. Benarkah yang yeoja ini katakan?<br />
“Mwo?”<br />
“Aku minta kau menjauh darinya. Kau itu tidak pantas untuknya.”<br />
“Kau.. kau mencintainya?”<br />
“Ne.. aku mencintainya dan aku yakin dia juga mencintaiku sampai akhirnya kau datang dan masuk dalam kehidupannya! Kau ini Cuma orang asing yang hanya beruntung bisa mendekati Eunhyuk oppa. Dia bahkan menolakku begitu saja. Kau benar-benar tidak tau diri Han Soo Yeon. Kau wanita murahan sama seperti fans-fans oppa yang lain yang hanya ingin mendekatinya. Iya kan! Kau.. dasar penggoda”</p>
<p><strong><br />
Soo Yeon P.O.V</strong></p>
<p>“Kau wanita murahan sama seperti fans-fans oppa yang lain yang hanya ingin mendekatinya. Iya kan! Kau.. dasar penggoda”<br />
Mendengar tuduhan yang semakin keterlaluan itu, aku menghempaskan tangan Da Rae dariku. Aku tidak bisa terima jika dia mencap diriku sebagai Wanita murahan. “Yak! Kim Dae Rae-ssi! Kau boleh saja bilang bahwa kau mencintai monyet aneh itu, kau juga boleh mengambilnya jika memang kau mau. Tapi aku tidak akan pernah terima jika kau mengatakan bahwa aku adalah wanita murahan apalagi wanita penggoda. Benar-benar tidak terima” aku balik menatap Da Rae ketus. “Dan kau. . jelas saja Eunhyuk oppa menolakmu. Lihat dirimu! Cantik, tapi hati dan kelakuanmu lebih jelek di bandingkan para pengemis!”<br />
Plakkk,,<br />
Satu tamparan hangat sukses mendarat di pipi kiriku. “Kau..!!!”<br />
“Wae? Itu pantas untuk orang sepertimu. Aku yakin Eunhyuk oppa berubah ketus padaku pasti karena kau!”<br />
Sambil kuusap pipi kiriku yang sakit aku menjawab “Yak.. Eonni! Oppa yang ketus padamu dan oppa juga yang menolakmu, inikah caranya wanita anggun sepertimu melampiaskannya? Menemui orang yang kebetulan dekat dengannya dan langsung menghakiminya? Ciih. . menjijikkan” ucapku sengit. “Lihat sampai Eunhyuk oppa tau kelakuanmu yang sebenarnya dia pasti akan semakin membencimu!”<br />
Kim Da Rae eonni tampak semakin naik darah mendengar kata-kata yang keluar dari mulutku barusan. Aku sudah tidak peduli lagi. Kesabaranku sudah habis dibuatnya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajaku “Wae? Kau takut Eonni? Kau takut jika Eunhyuk oppa tau kelakuanmu yang sebenarnya?” ujarku seraya mengedeikkan dagu kearahnya.<br />
“Kau. . . Han Soo Yeon! Shireo!!<br />
Dengan penuh kekesalan dan untuk yang kedua kalinya Da Rae Eonni menolak tubuhku. Aku jatuh terduduk di lantai.<br />
“Soo Yeon-ah. Yak! Apa yang kau lakukan?” Sekilas ku lihat Rae In datang dari arah pintu aku juga sempat mendengar dia berteriak-teriak panic disana. Kepalaku menyentuh dinding dengan hebat hingga kurasakan pusing yang sangat menyakitkan. Samar-samar kudengar suara Rae In memanggil-manggil namaku namun perlahan menghilang dan seketika semuanya terlihat gelap.</p>
<p><strong>-TBC-</strong></p>
<p>Lohh kok jadi gini??<br />
Failed ya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Mian ya chingudeul..<br />
tapi tetep komennya ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Gomawo :*</p>
		<div id="geo-post-34" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">0.000000</span>
			<span class="longitude">0.000000</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Eunhyuk - Soo Yeon “Walkin’ to U” Chapter (1/3)]]></title>
<link>http://sujuandelfriend.wordpress.com/2011/09/08/eunhyuk-hae-soon-%e2%80%9cwalkin%e2%80%99-to-u%e2%80%9d-chapter-13/</link>
<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 20:16:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>elliyana</dc:creator>
<guid>http://sujuandelfriend.wordpress.com/2011/09/08/eunhyuk-hae-soon-%e2%80%9cwalkin%e2%80%99-to-u%e2%80%9d-chapter-13/</guid>
<description><![CDATA[Annyeong.. Heemm buat ngisi ff pertama aku buat cerbung nih.. Gpp kan ya? Hehe.. Oh iya sebelumnya C]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Annyeong..<br />
Heemm buat ngisi ff pertama aku buat cerbung nih..<br />
Gpp kan ya? Hehe..<br />
Oh iya sebelumnya Cuma mau ngingetin Don’t be silent readers please <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Comment nya ditunggu.. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Ya udah chingudeul yuk mari di liat aja langsung </p>
<p>Author		: <a href="http://sujuandelfriend.wordpress.com/any-question-contact-us-here/" title="Any Question? Contact Us Here&#160;!">Elliyanasigit</a><br />
Cast		: <!--more-->Lee Hyuk Jae, <!--more-->Eunhyuk<br />
		<!--more-->  Han Soo Yeon<br />
Rating		: PG 15<br />
Genre		: <!--more-->Playfull, <!--more-->Romance</p>
<p><strong>Soo Yeon P.O.V</strong></p>
<p>“Syukurlah belum terlambat” Kataku pada diri sendiri saat memasuki ruangan kampusku. Mari perkenalkan, namaku Han Soo Yeon. Nama yang kudapatkan saat pertama kali aku menginjakkan kaki di SEOUl, Korea Selatan. Oh bukan maksudku nama itu memang sudah aku dapatkan di samping nama Indonesiaku. Aku seorang mahasiswi College of Information and Communications di Seoul National University. Dengan status yang Korea-Indonesia membuatku cukup mengerti bahasa sehari-hari yang dipakai di Kota ini. Appaku adalah keturunan orang Korea sementara Mamaku asli orang Indonesia. Appa termasuk orang yang cukup protektif dalam melindungi anak-anaknya,maka beliau menyuruhku tinggal bersama nenek yang juga ada di Korea, tapi aku menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan. Maka dari itu, Ayah sudah menyiapkan Apartemen pilihannya agar bisa mengontrolku.<br />
Kembali ke kampus. Choi Rae In benar-benar mengejutkanku saja. Dia mengatakan bahwa hari ini dosen akan datang lebih awal dari biasanya, yang belakangan aku ketahui bahwa Rae In hanya mengerjaiku. “Aish! Anak itu jeongmal!” gerutuku pada objek yang entah ada dimana. Ku raih ponselku dari saku dan secepat mungkin ku tekan nomor yang memang sudah kuhapal itu. Terdengar nada sambung ‘Sorry sorry’ milik Super Junior. Bagus harusnya kau juga mengatakan kata itu padaku Yang In.<br />
“Yeoboseo”<br />
“Yak! Choi Rae In-ah kau mengerjaiku lagi kan!” ucapku geram mengabaikan sapaannya. Yang di maksud hanya terkekeh senang di ujung sana.<br />
“haha Hae Soon-ah mianhae. Aku tidak bermaksud mengerjaimu, aku hanya ingin melihatmu datang lebih awal saja. Hajjiman,, bukankah itu bagus?”<br />
“kau! Shireo! Jinjja shireo! Aku tau akhir-akhir ini aku memang sering terlambat, tapi aku juga punya alasan. Kau tidak boleh seenaknya mengerjaiku seperti ini”<br />
“Ne,arra arra. Sekali lagi mianhae Soo Yeon-ah”<br />
“baiklah untuk kali ini kau kumaafkan. Rae In-a dimana kau? Kenapa kau belum datang?”<br />
“kebetulan kau bertanya. Hari ini sepertinya aku absent kuliah. Kau tau kan Appaku sedang perlu bantuanku saat ini. Jadi aku tidak bisa menolaknya. Bantu aku ijinkan ke dosen ya” meskipun aku tidak dapat melihatnya tapi dari suaranya aku yakin Rae In sedang tergesa-gesa. “Ne ne! Tunggu aku. Soo Yeon-ah sudah dulu ya aku harus pergi sekarang. Oh ya sebelumnya Gomawo. Annyeong”</p>
<p>Tuuuut. Sambungan telepon terputus. Anak ini benar benar menjengkelkan. Baiklah aku tau kalau Rae In dan Appanya memang sedang sibuk dalam pasca pindah ke rumah baru mereka. Tapi dia juga tidak perlu mengerjaiku seperti ini kan? Aku jadi terburu-buru bahkan nyaris lupa sarapan.</p>
<p>&#8211;<br />
Dengan malas aku telurusi jalanan kota seoul ini, yah sendirian tentunya. Tanpa terasa kakiku melintasi sebuah gedung yang entah sejak kapan sudah berdiri kokoh di sana. SUKIRA. Ya begitulah namanya. Bangunan dengan yellow wall itu memang sudah terkenal bahkan sampai ke Indonesia. “aish beruntunglah mereka yang bisa ketemu langsung dengan paling tidak salah satu personil Super Junior”desahku pelan. Ku akui, aku memang seorang ELF yang selalu melihat dan menantikan kapan dan apapun yang oppadeul lakukan. Sayangnya Suju tidak selengkap yang dulu. Dengan kepergian Kibum oppa mengejar karirnya sebagai actor, di susul dengan hangkyung oppa, kemudian Kangin oppa dan sekarang? Haruskah kehilangan satu member lagi? Heechul oppa? Seperti elf yang lain aku juga ingin sekali bertemu dengan mereka. Dengan khayalanku yang tingkat tinggi itu membuatku lupa dimana tempat aku berdiri sekarang.<br />
Buuuk.. sukseslah pantat dan lenganku menyentuh tanah. “Appo” erangku kesakitan.<br />
Seseorang yang menurutku juga sempat terjatuh mengulurkan tangannya. “Ya ya mianhae. Gwaenchana?” Dari suaranya bisa ditebak kalau dia adalah seorang namja.<br />
“Ne.. aku tidak apa-apa” tangan kananku menerima uluran tangannya tanpa melihat wajahnya. Sementara tangan kiriku sibuk menepuk-nepuk pantatku yang sakit.<br />
“Kau yakin tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?”<br />
“Aniyo.. gwaenchana. Kau sendiri bagaimana?” tanyaku seraya tersenyum meyakinkan dia kalau aku tidak apa-apa meskipun sebenarnya ada rasa sakit di sekitar pantat dan lenganku. Kulihat wajahnya “kau..” Aku terdiam saat itu juga.</p>
<p><strong><br />
Eunhyuk P.O.V</strong></p>
<p>Ku lirik jam yang melingkar di tangan kiriku. “gawat ahjussi pasti marah jika aku terlambat” ku percepat langkahku menuju gedung Sukira. Akan ada siaran 15 menit lagi. Karena tergesa-gesa mataku nyaris tidak melihat siapa yang ada di depanku.<br />
Buuuk..<br />
Aish.. ada-ada saja. Mwo? Aku menabrak seorang gadis? Gawat.<br />
“Ya ya mianhae. Gwaenchana?” kulihat seorang yeoja sudah terjatuh menyentuh tanah. “Kau yakin tidak apa-apa?” Apa ada yang sakit?” Aku sedikit panik melihatnya. Kuulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Dia pun menyambutnya.<br />
“Aniyo.. gwaenchana. Kau sendiri bagaimana?” Dia menanyakan keadaanku seraya memetakan sebuah senyuman di bibirnya. Manis sekali. “Kau..” dia tidak melanjutkan kata-katanya. Senyum yang sempat kulihat tadipun seketika itu menghilang digantikan dengan ekspresi kaget? Tampak dari mulutnya yang menganga seperti hendak mengatakan sesuatu dan jari telunjuknya yang sedari tadi menunjuk-nunjuk ke wajahku.<br />
“Yak! Mwoya? Apa yang kau lakukan?” aku menepis-nepis tangannya agar menjauh.<br />
“Kau.. bukankah kau..” lama dia mematung. Gawat! Ahjussi pasti mengomel!<br />
“Yak! Yak! Kau siapa? Minggir kau menghalangi jalanku! Apa kau tidak tau kalau aku hampir terlambat” gerutuku asal mengingat teuki hyung yang bakalan marah jika sampai aku terlambat. Ku lihat yeoja di hadapanku itu menurunkan tangannya. Seketika itu dia mengerucutkan bibirnya. Ya dia pasti kesal terhadap kata-kataku barusan.<br />
“Hei beraninya kau berteriak di depan wanita! Terlambat atau tidak itu bukan urusanku. Urus saja urusanmu sendiri. Dan jangan berteriak di hadapanku! Kau kira kau siapa ”<br />
“Yak! Aku begini karena kau mengahalangi jalanku! Kenapa kau ada disini! Mengganggu saja. Mwo? Kau tidak tau siapa aku? Kau benar-benar tidak tau siapa orang yang ada dihadapanmu ini?”<br />
Aku maju beberapa senti dari tempat asalku. Benarkah dia tidak tau siapa aku? Apa dia juga tidak tau Boyband yang sedang popular saat ini? Super Junior? Apa dia juga tidak tau? Aku tatap lekat wajahnya. Aneh. Sepertinya dia bukan orang korea. Aniyo. Maksudku matanya, baru kali ini aku melihat sepasang mata seperti itu. Bulat,hitam menimbulkan kesan menarik didalamnya. Untuk beberapa detik aku terkesan dengan pemandangan ini.</p>
<p><strong>Soo Yeon P.O.V </strong></p>
<p>“Yak! Kau siapa? Minggir kau menghalangi jalanku! Apa kau tidak tau kalau aku hampir terlambat”<br />
Mendengar kata-katanya barusan cepat-cepat aku menjauhkan tanganku. Kenapa dia tiba-tiba marah? Ku kerucutkan bibirku menyesal. Inikah Lee Hyuk Jae yang sering aku lihat di televisi? Huh beda sekali!<br />
“Hei beraninya kau berteriak di depan wanita! Terlambat atau tidak itu bukan urusanku. Urus saja urusanmu sendiri. Dan jangan berteriak di hadapanku! Kau kira kau siapa” aku sedikit memelankan volume suaraku di akhir kalimat tadi,tapi saying namja itu tetap mendengarnya.<br />
 “Yak! Aku begini karena kau mengahalangi jalanku! Kenapa kau ada disini! Mengganggu saja. Mwo? Kau tidak tau siapa aku? Kau benar-benar tidak tau siapa orang yang ada dihadapanmu ini?”<br />
Dia mendekat kearahku sontak membuat kakiku mundur beberapa langkah. Wajahnya menatap lekat ke wajahku. Dia tidak berhenti menatap seperti itu untuk beberapa saat. Entahlah mendadak aku takut dengan posisiku yang seperti ini. Apalagi yang aku tau Eunhyuk oppa terkenal yadong.<br />
“Yak! Apa yang kau lakukan?” Sontak aku mendorong tubuhnya mundur hingga beberapa langkah.<br />
“Mi.. mian. Kau. . . “<br />
Drrrt drttt drrt. .<br />
Namja itu tidak melanjutkan kata-katanya tapi tidak juga menurunkan telunjuknya yang berbalas menunjuk padaku.<br />
“Yeo. . “ belum selesai dia menjawab, namja itu segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Di lihat dari ekspresinya sepertinya seseorang disana sedang berteriak pada namja itu. “Hyung tidak perlu berteriak kan, aku juga dengar! Arra arra aku sudah dekat sebentar lagi sampai.” Namja itu mengakhiri hubungan teleponnya.<br />
“Kau dengar! Gara-gara kau, hyungku jadi marah padaku. Kau juga sudah membuang waktuku dengan tragedy barusan. Atau jangan-jangan kau sengaja melakukannya?”<br />
“Nde? Apa untungnya buatku?”<br />
“Aish.. sudahlah. Banyak yeoja-yeoja yang sepertimu. Pura-pura menabrakku padahal hanya ingin berfoto dan minta tanda tanganku kan?”<br />
“Aku? Minta tanda tanganmu? Foto denganmu? Ciih kurang kerjaan saja” balasku –sedikit- berbohong,terlanjur kesal melihat responnya.<br />
“ciih Geojitmal. Kau pasti juga sama seperti mereka kan? Kau pasti sengaja menungguku disini”<br />
Sontak aku membulatkan kedua mataku “Kau PD sekali bicara seperti itu”<br />
“Sudahlah! Aku sudah tidak punya banyak waktu. Cepat ambil kameramu jika ingin berfoto denganku. Dan tunjukkan dimana aku harus tanda tangan. Sebelum aku berubah pikiran. Waktuku tidak banyak. Kau mengerti!’<br />
“Dong.. Jeongmal! Kau pikir aku mau? Aku masih punya banyak urusan yang lebih penting daripada minta tanda tanganmu. Dan kau.. sekali lagi kuingatkan! tidak seharusnya kau bicara dengan nada tinggi didepan seorang yeoja. Arraseo, Hyuk Jae oppa!” Setelah mengatakan serentetan kata tersebut aku berlalu meninggalkannya. </p>
<p>Jinjja! Aku pikir dia orang yang lembut dan ramah pada wanita, ternyata aku salah. “Aduh” aku merintih kecil. Kurasakan lagi bokongku yang mulai cenut-cenut dan lenganku “Omo! Lenganku berdarah” Pantas saja daritadi terasa perih. Badan namja itu biarpun kecil tapi kuat juga sukses membuat lenganku luka begini.</p>
<p><strong>Author P.O.V</strong></p>
<p>Hampir semua orang yang bertemu member super junior ataupun boyband lainnya akan mengatakan ‘oppa saranghae’ oppa boleh aku minta tanda tanganmu’ boleh aku berfoto dengan kalian’ ataupun yang lainnya. Tapi tidak bagi Soo Yeon. Setidaknya untuk kejadian tadi sore. Bertemu dengan salah satu member Suju, apalagi dia adalah bias Soo Yeon –masih ada siwon oppa- justru membuatnya kesal. Jika bisa di utarakan mungkin dia akan mengatakan “Oppa.. aku benci kau. Jinjja shireo!”<br />
Tidak bisa di pungkiri meskipun sedikit menyebalkan tapi dalam hati yang paling dalam Soo Yeon menyimpan rasa senang yang tidak bisa diungkapkan. Betapa tidak. Moment seperti inilah yang dinantikan oleh kebanyakan para elf, tapi dia? bisa bertemu bahkan sempat –berantem mulut? Dengan Eunhyuk, Member suju yang dikenal sebagai Dancing machinenya super junior dan juga menyukai susu strawberi itu. Soo Yeon seorang jewels?? Dia ingat beberapa tahun dan untuk beberapa hari terakhir ini dia selalu mengatakan “Saranghae Eunhyuk oppa”, Oppa u are so amazing!” sepertinya dia mulai meragukan kata-katanya sendiri sekaligus meragukan sosok Eunhyuk oppa yang sebenarnya. Monyet satu itu benar-benar Galak dan menyebalkan, pikirnya.<br />
Di lain sisi Eunhyuk juga merasakan hal yang sama. Dia begitu heran dengan yeoja yang baru ditemuinya di depan gedung sukira tadi. Wajahnya sangat asing di Negara ini. Yah jelas saja. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan Han Soo Yeon atau memang dia bukan asli orang korea? Yeoja tadi tidak mengenalnya? “Tidak mungkin. Tapi.. tunggu dulu. Kalau tidak salah dia tadi sempat mengatakan namaku,, Hyuk Jae. Ya aku yakin tadi dia mengatakannya. Itu artinya dia tau siapa aku. Haha jelas saja, aku kan sedang popular saat ini”, pikir Eunhyuk. </p>
<p><strong><br />
Eunhyuk P.O.V</strong></p>
<p>Siaran Kiss The Radio baru saja selesai. Hyung untuk yang kesekian kalinya numpang pulang dengan mobilku. Yaaah meskipun diluaran sana aku terkenal pelit tapi sesungguhnya aku tidak sepelit yang mereka bayangkan. Aku mau berbagi dengan para member di dorm termasuk berbagi mobil dengan hyung-hyung ataupun para dongsaengku. Tapi kalau urusan uang? Haha entahlah akan aku pikrkan lagi. Yang pasti aku tidak akan pernah mau berbagi yeojachingu dengan siapapun.<br />
Mobilku sudah melaju sekitar 10 menit dari bangunan tadi. Pikiranku kembali pada seorang yeoja yang tadi aku tabrak? Atau dia yang menabrakku? Ah entahlah aku juga tidak tau persisnya gimana. Aku baru selesai mencari Susu strawberi di toko-toko terdekat dan memilih jalan kaki sampai pada akhirnya aku menabrak yeoja itu. Aku sempat melihatnya merintih kesakitan,dia terus memegangi bokongnya.. aissh aku rasa itu pasti sakit. Waktu dia menyambut tanganku tadi, sekilas ku lihat lengan kanannya tergores. Jujur, aku panik saat itu, aku ingin sekali membawa dan mengobatinya di Sukira nanti. Tapi gengsiku justru mengalahkan rasa ibaku padanya. Bayangan kemarahan teukie hyung juga dengan tidak tepat waktu melintas hingga membuatku mengeluarkan kata-kata kasar pada yeoja tadi. Eunhyuk.. kau pabbo!! Kau pengecut dan tidak mengerti perasaan wanita. Kau bahkan tidak Tanya siapa namanya tadi. Kau seharusnya membantunya bukan menjadikannya sebagai pelampiasan amarahmu tadi.<br />
“Ya eunhyuk-a kau tidak dengar aku?”<br />
“Eo.. ne hyung kenapa?”<br />
“Mwo? Kenapa? Dari tadi aku bicara panjang lebar tapi kau tidak mendengarnya?” Teukie hyung yang sedari tadi ada di sampingku mulai protes “kau melamun?”<br />
Aku kembali terdiam. Andai saja aku bisa bertemu yeoja itu lagi. Tapi kemungkinan itu terjadi hanya sekitar 0,000sekian persen. Hanya ketidaksengajaan lagi lah yang mungkin akan mempertemukan kami kembali. Jika dilihat yeoja itu manis juga. Bibirku memetakan sebuah senyuman tanpa diperintahkan. Jika boleh jujur, aku sedikit menyukainya. Aku suka matanya yang bulat itu, aku juga suka cara dia ngambek seperti tadi.<br />
“Ya.. ya.. awas didepan”<br />
Shiiiiiiiiiiiits…<br />
Ku banting stir menepi secepatnya. Aku baru benar-benar tersadar dari lamunanku. Nyaris kami-bukan-tepatnya-aku mengakhiri masa hidup kami berdua.<br />
“Yak! Kau babbo. Kau ingin buat kita berdua mati hah. Aku belum menikah, dan aku tidak mau berita kematianku berakhir mengenaskan seperti ini”<br />
“Mianhae hyung.. aku tidak sengaja” satu jitakan mendarat tepat di kepalaku “appo”<br />
“Sudah kubilang kalau sedang menyetir jangan melamun” kesal teukie hyung “Apa yang sedang kau pikirkan?”<br />
“Nan..”<br />
“Hah sudahlah kita bicarakan nanti saja di dorm. Tunggu Donghae mendengarnya. Sekarang cepat kita pulang”</p>
<p>&#8212;<br />
Sesampainya kami di Dorm.<br />
“Hyung.. kau kenapa? Wajahmu kelihatan pucat” Tanya ryeowook khawatir melihatku.<br />
“Si monyet satu ini nyaris membuat kita berdua mati mengenaskan di jalan”<br />
“Mwo?” Tanya para member hampir bersamaan.<br />
Teukie hyung menceritakan sekilas kejadian yang nyaris menghilangkan nyawa kami berdua. Dia tak henti-hentinya menyalahkanku-tidak-mengingatkanku tepatnya. Baiklah memang aku yang salah.<br />
“kalian tidak apa-apa? Apa ada yang luka?” Donghae bangkit dari duduknya memeriksa aku dan teukie hyung apakah ada yang luka atau tidak.<br />
“Kami baik-baik saja” jawabku seadanya.<br />
“Ah sayang sekali” celoteh kyuhyun seraya tersenyum dengan evilstylenya. Satu jitakan dari teukie hyung sukses mendarat di kepalanya. Dongsaengku yang satu ini benar-benar evil sejati. Bahkan mendengar hyungnya hampir kecelakaan saja menjadi sesuatu yang lucu baginya.<br />
“Kau sudah makan? Mau kubuatkan makanan?” Meskipun aku paling malas berhubungan dengan Yewook couple ini,tapi si bodoh ini tetap saja perhatian padaku.<br />
“Tidak usah. Aku lelah Aku mau istirahat. Annyeong semuanya” </p>
<p>&#8211;<br />
 “Mwo? Kau memarahinya? Yak! Kau babboya”<br />
Aku menceritakan pasca pertemuanku dengan gadis asing tadi pada roomateku, Donghae. Lagi-lagi Donghae membuatku merasa terpojok.<br />
“Apa yang harus aku lakukan?”<br />
“Kau ini! Pergi minta maaf padanya”<br />
“Nde? Minta maaf? Andwae andwae! Buat apa? Toh aku juga tidak salah” Aku menolak mentah usulan Donghae namun melihat ekspresi sahabatku –yang-seperti- mengancam cepat-cepat aku menjawab “Arra arra aku yang salah. Aku akan minta maaf padanya” Ku lihat Donghae mengangguk-angguk membenarkan. “Jamkkam man-yo”<br />
“Apa lagi?”<br />
“Bagaimana aku bisa bertemu dengannya lagi?”<br />
“Apa maksudmu?”<br />
“Jika diperhatikan sepertinya dia seorang mahasiswi. Tapi dimana? Siapa dia,tinggal dimana bahkan namanya saja aku tidak tau”<br />
Untuk yang kedua kalinya Donghae mengangguk paham. Sesaat dia terdiam memikirkan sesuatu. “Aku tau”<br />
“Jinjja? Eotteohke?”<br />
“Minta bantuan saja pada heechul hyung”<br />
“Apa kau yakin dia bisa membantu?”<br />
“Jangan remehkan dia”<br />
“Baiklah akan aku coba.<br />
“Bagus. Oh iya jangan lupa Mr.Simple akan segera dirilis. Ahjussi menyuruh kita untuk extrapower dalam latihan, Jadi kau juga harus mempersiapkannya dengan baik”<br />
“Aku mengerti kau tenang saja”</p>
<p>Setelah latihan untuk Album Mr.Simple yang akan rilis bulan depan usai aku meminta ijin sesegera mungkin aku menemui Heechul Hyung. Menjelaskan maksudku sekaligus meminta bantuannya yang terkenal Hobi online itu. Kehebatan majikan heebum ini memang pantas diacungkan jempol. Cari punya cari dan hasil punya hasil aku mendapatkan setidaknya informasi tentang gadis yang aku temui kemarin. Tidak banyak memang, tapi setidaknya aku tau bahwa dia bernama Han Soo Yeon, seorang mahasiswi jurusan Informasi komunikasi di Seoul National University. </p>
<p>Mobilku melaju di tengah ramainya kendaraan yang hilir mudik di sepanjang kota Seoul ini. Entah atas dasar apa aku bersemangat hendak menemui gadis yang diduga bernama Han Jae Seong tersebut. Mobil sudah ku parkir rapi di parkiran. Oh tentu saja aku sudah siap dengan segala perlengkapan penyamaran meskipun masih banyak mata yang menantap heran padaku. “Sial ramai sekali. Bagaimana bisa aku menemukannya? Tidak mungkin aku ke kelasnya, yang benar saja!” pikirku sejenak. Aku berdiri mematung sesaat. Melemparkan pandang ke sekitar mencoba menangkap sosok yang dengan beruntungnya masih kuingat. Berharap memang sangat tidak mungkin, tapi Tuhan berkata lain. Tuhan menjawab doaku. “Eo! Gadis itu” usahaku tidak sia-sia “Hei.. kau” aku melambai-lambaikan tangan agar dia bisa melihatku.</p>
<p><strong><br />
Soo Yeon P.O.V </strong></p>
<p>Rae In kini tinggal bersama Appanya di rumah baru mereka. Aku bersyukur dua orang itu akhirnya bisa akur lagi setelah beberapa minggu kemarin sempat terjadi cekcok antara anak dan ayah. Rae In juga menceritakan bahwa hubungannya dengan Donghae oppa yang belum banyak di ketahui publik itu semakin membaik. Begitu banyak hal yang bisa dia ceritakan hanya dalam hitungan satu hari tidak bertemu denganku. Sahabatku satu ini benar-benar orang yang ceria meskipun ada masalah. Aku dan Rae In berpisah tepat saat sebuah mobil pribadi milik keluarga Choi itu menjemputnya.<br />
“Soo Yeon-ah kau tidak ikut saja sekalian?”<br />
“Ani.. terimakasih. Aku akan ke kafe dulu mengisi perutku”<br />
“kau yakin?” Aku mengangguk meyakinkan. “Baiklah.. aku duluan ya.. annyeong”<br />
Aku melempar senyum pada sahabatku di balik kaca mobil hingga mereka menghilang di belokan jalan. Aku menghela nafas. Saat kuputar tubuhku aku mengerutkan kening heran. Seseorang disana melambai-lambai padaku. “Hei.. kau” Apa dia memanggilku? Kutunjuk diriku sendiri bertanya padanya.<br />
“Soo Yeon-ah” Benar dia memang memanggilku. Tapi siapa dia? Perlahan dia mendekat. Aku menatap heran melihat pakaian serta antek-antek yang sedang digunakannya. Aneh. Apa sekarang sedang musim dingin?<br />
“Kau tidak mengenalku?” aku menajamkan lagi penglihatanku. Ani.. aku tidak salah. Dia memang sedang memakai baju tebal dan berlapis-lapis. Wajahnya juga tertutup oleh masker. Apa dia sudah gila?<br />
Tanpa di perintahkan dia membuka masker penutup wajahnya. “Omona! Eunhyuk oppa! Apa yang kau lakukan disini?” Seruku kaget. Sontak dia membungkam mulutku dengan tangannya.<br />
“Jangan keras-keras” Aku hanya mengangguk mengiyakan. Perlahan dia melepaskan bungkamannya. “Oppa sudah gila ya datang kemari! Bagaimana kalau yang lain tau! Kau sengaja mengadakan fanservice atau. . ” tanpa menghiraukan perkataanku Eunhyuk oppa menarik lenganku dengan paksa. Aku merintih kesakitan karena genggamannya sangat kuat melingkar di lengan kananku. “Appo! Yak! Oppa sakit lepasin tanganku” Namun tak sedikitpun namja itu menggubrisnya. Semakin dipercepat langkahnya membawaku menuju sebuah mobil putih di parkiran. “Cepat masuk” Perintahnya dengan enteng.<br />
“Oppa! Apa yang kau lakukan! Lepasin tanganku sakit!” Protesku pada namja itu setengah berteriak masih mencoba melepaskan genggamannya.<br />
“Astaga.. lenganmu” Mendapati lenganku yang tengah terbalut perban sial itu Eunhyuk oppa berevolusi khawatir. Perlahan dia melepaskan genggamannya “Maaf.. maaf aku tidak tau kalau lenganmu luka seperti ini. Apa karena. . . Omo! Apa karena kejadian kemarin?” aku mengangguk kesal padanya. “Pasti gara-gara aku” desahnya lebih pada diri sendiri.<br />
“Mwo?”<br />
“Ani.. kajja kajja cepat naik ke mobilku” untuk yang kedua kalinya dia memerintahku dengan enteng. Aku menolak tapi sia-sia saja melawan tenaganya yang lebih kuat diabandingkan denganku. Aish jeongmal! Orang ini membuatku kesal saja. Tiba-tiba datang entah dari mana dan seenaknya saja menarikku paksa. Memangnya aku kambing? Huh apa dia tidak tau kalau aku sedang lapar!</p>
<p>Sepanjang perjalanan aku terus mengerucutkan bibirku. Tampak aura kemenangan terpampang di wajahnya yang yadong itu. Dasar monyet! Sesekali ku palingkan wajah sebal padanya masih dengan kedua tangan terlipat di dadaku.<br />
“Soo Yeon-ah. oh maaf maksudku apa benar namamu Soo Yeon? Han Soo Yeon?”<br />
“Ne” Jawabku singkat.<br />
“Apa kau tidak mau bertanya darimana aku tau namamu?”<br />
“Apa itu perlu” balasku sinis tanpa melihat lawan bicaraku.<br />
“Tidak juga!” kembali hening sesaat. Eunhyuk oppa kembali konsen dengan setirnya. Aku menghela nafas perlahan mengurangi rasa kesalku. “Emm mianhae”<br />
“Nde? Minta maaf buat apa?” mataku membulat sembari menatap namja di sampingku. kali ini ku perhalus suaraku.<br />
“Maaf sudah buat lenganmu jadi seperti itu. jeongmal mianhae. Aku benar-benar tidak tau”<br />
“Oh ini sudahlah lukanya juga tidak parah”<br />
“Kau yakin tidak apa-apa? Apa ada yang sakit lagi?”<br />
“Tidak ada. Oppa tenang saja”<br />
“Aku memang bodoh! Harusnya aku tidak langsung emosi kemarin. Hanya karena alasan takut diomeli teukie hyung aku menjaga gengsiku. Bukannya mengobatimu yang luka, aku malah seenaknya langsung menuduhmu seperti itu. Aku memang keterlaluan. Kau tentu saja marah padaku”<br />
“Oppa.. gwaenchana. Aku sudah tidak apa-apa”<br />
“Sekali lagi aku minta maaf. Aku benar-benar merasa bersalah”<br />
“Sudahlah aku juga yang salah oppa”<br />
“Tidak. Aku yang salah”<br />
“Nan.”<br />
“Ani.. aku yang salah HAe Soon-ah”<br />
Untuk kesekian detik kami habiskan hanya dengan masalah mempertahankan argument ‘Aku yang salah,bukan,aku’ dan begitu seterusnya. Hingga akhirnya emosiku kembali muncul.<br />
“Yak! Baiklah oppa yang salah puas! Oppa salah karena menabrakku, oppa salah karena sudah berteriak padaku,oppa salah karena menuduhku dan oppa juga salah karena Menculikku!” setengah berteriak aku lontarkan semua kata itu padanya. Kembali ku kerucutkan bibirku dan menatapnya sebal.<br />
“Mwo? Menculikmu?”<br />
“Ne..menculikku. dengan oppa berpakaian serba aneh seperti itu, menarikku seenaknya dan sekarang membawaku paksa masuk ke dalam mobil berdua dengan oppa. Apa itu bukan menculik namanya hah” aku membulatkan kedua bola mataku tajam memberi kesan ‘evil’ disana.<br />
Namja di sampingku ini hanya terkekeh geli. Huh menyebalkan. “Arra arra. Aku minta maaf. Aku memang salah. Eo! Soo Yeon-ah kau tau? Aku suka saat matamu mulai membulat seperti tadi. Besar dan hitam. Kau juga terlihat lucu dengan bibir kerucutmu itu bahkan sepanjang perjalanan. Jadi pertahankan itu. Hajjiman.. Menculikmu ya? Hmm mm kedengarannya bagus juga” ucapnya santai sambil tersenyum bangga.<br />
“Yak! Oppa! Kau ini. . “ aku memegangi perutku perih. Astaga aku baru ingat kalau sejak tadi perutku belum terisi makanan apapun.<br />
“ya ya kau kenapa?”<br />
“I..ini” Aku menunjuk nunjuk perutku.<br />
“Waeyo?”<br />
“Perutku perih oppa”<br />
“Apa kau sudah makan?”<br />
Aku menggeleng “Aku baru ingat perutku belum terisi apapun sejak pagi” ucapku polos sembari menahan perih di lambungku.<br />
“Mwo!! Ini sudah siang dan kau bahkan belum mengisi perutmu dengan apapun sejak pagi! Apa kau gila!”</p>
<p><strong><br />
Eunhyuk P.O.V</strong></p>
<p>Aku menahan tawa melihat tingkah yeoja yang duduk di sampingku ini. Sesekali aku menggodanya dengan mengatakan bahwa bibirnya terlihat lucu saat ‘mengerucut’. Aku menyukainya saat dia membulatkan kedua matanya seperti tadi, indah sekali. Sungguh aku suka saat dia ngambek seperti sekarang ini. Aku harap aku dapat terus menikmati tingkah kekanakkannya yang menarik itu besok atau seterusnya. Aku tau dia kesal, tapi itu justru membuatku semakin suka menggodanya. Sesaat kulihat ekpresinya berubah. Dia memegangi perutnya merintih kesakitan. Kenapa dia?<br />
“ya ya kau kenapa?” tanyaku mulai panik. Konsentrasiku sedikit hilang antara jalanan dan melihatnya kesakitan.<br />
“I..ini” Dia terus menunjuk-nunjuk perutnya.<br />
“Waeyo?”<br />
“Perutku perih oppa”<br />
“Apa kau sudah makan?”<br />
“Aku baru ingat perutku belum terisi apapun sejak pagi”<br />
Mendengar jawaban seperti itu sontak aku sedikit berteriak padanya. “Mwo!! Ini sudah siang dan kau bahkan belum mengisi perutmu dengan apapun sejak pagi! Apa kau gila!” Entah kenapa aku menjadi khawatir padanya. Aku khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi padanya lagi, lebih tepatnya aku takut dia sakit. “Kau juga belum sarapan tadi pagi?”<br />
Dia hanya mengangguk “Aku tidak sempat oppa, aku. . “<br />
“Geurae? Kau ini! Kau bahkan tidak menyempatkan diri untuk sarapan! Bagaimana mungkin kau punya tenaga untuk beraktivitas! Kau belum makan dan kau bahkan lupa sarapan. Kau terus saja mengomel sepanjang perjalanan tadi. Kau.. aishh kau memang gadis yang aneh.”<br />
Gadis ini benar-benar. Ah dia benar-benar membuatku khawatir. Tapi kenapa aku harus khawatir padanya? Bukankah dia hanya orang asing yang sebatas aku tau nama dan sedikit informasi tentangnya? Aku rasa aku mulai tidak waras. Tapi bersamanya seperti ini aku merasa senang dan nyaman. Astaga apa aku menyukainya? Rasa suka seorang namja terhadap yeoja?<br />
“Oppa aku..”<br />
“Kita cari makan dulu dan kali ini jangan membantah” Hae Soon hanya mengangguk pasrah. Saat ini yang kupikirkan adalah cepat sampai di rumah makan ataupun kafe agar gadis yang bersamaku ini tidak mati kelaparan.</p>
<p>Mian ya chingu kalo jelek, maklum pemula <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Commentnya ya <br />
Gomawo :*</p>
		<div id="geo-post-15" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">0.000000</span>
			<span class="longitude">0.000000</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[H2 (H-Eugene &amp; Han Soo Yeon) - Heart Attack ]]></title>
<link>http://rubycara.wordpress.com/2011/03/09/h2-h-eugene-han-soo-yeon-heart-attack/</link>
<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 20:54:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>RubyCara</dc:creator>
<guid>http://rubycara.wordpress.com/2011/03/09/h2-h-eugene-han-soo-yeon-heart-attack/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Download MP3 &nbsp; H2 (H-Eugene &amp; Han Soo Yeon) &#8211; Heart Attack lyric kamkamhan bam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://rubycara.files.wordpress.com/2011/03/2d7bx.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-533" title="2D7Bx" src="http://rubycara.files.wordpress.com/2011/03/2d7bx.jpg?w=480&#038;h=480" alt="" width="480" height="480" /></a></p>
<p style="text-align:center;">&#160;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.mediafire.com/?ladi4oucfo44f5z">Download MP3</a></p>
<p style="text-align:center;">&#160;</p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>H2 (H-Eugene &#38; Han Soo Yeon) &#8211; Heart Attack lyric</strong></span></h2>
<p style="text-align:center;">kamkamhan bamiraseo ureotjyo(nuga bolkkabwa) nunmureul boigiga sirheoseo<br />
ohu haega jigil gidaryeotdaga haega jigo naseoya chamawatdeon nunmureul ssodanaetjyo Baby<br />
andwaeyo nal tteonamyeon andwaeyo(oechyeobodaga) eoneusae tto geudae gyeoteul maemdoljyo<br />
oh naega seonmulhan mokgeorineun amuri chajabwado boijigaanha</p>
<p style="text-align:center;">I want you to back so back<br />
niga eomneun sesangeun salgiga sirheo niga anin dareun sarameun mannagi sirheo<br />
maeil honja sureul masyeo nae momeul jeoksyeo I knowI’m stuck with me through ma whole struggle<br />
neo eobsi haruharu nan geujeo gyeougyeou himeobsi saragago gwaenchanhajil georago<br />
myeot beonigo dallae bwado soyongeobseo jigeum gojangnan nae simjangeun meomchwoisseo</p>
<p style="text-align:center;">sarangttaeme uneun naega neomu sirheoseo neo ttaemune manggajineun naega miwoseo<br />
sineumhanbeon naeji motaneun jjijeojineun gaseumeul nuga hearyeojulkkayo</p>
<p style="text-align:center;">gil geonneo boineun geudael bomyeo(nado moreuge) dwittara geudael ttara georeotjyo<br />
geu yeope dajeonghage boineun naega anin saramgwa du soneul japgo ibeul matchugo inneyo</p>
<p style="text-align:center;">I see everything nan geuraedo gwaenchanheun cheok, myeochireun geureokjeoreok neo eobsido gwaenchanheun cheok,<br />
ani taeyeonhan cheok haesseul ppun, dan hanbeondo neol ijeun jeok eobseo aesseo noryeokhae bwado amu soyongeobseo<br />
jeongmal michigesseo jugeodo natnatnatjil annneun maeumui byeong, sarangeun i sesangui useumui jeok<br />
jugeodo natnatnatjil annneun maeumui byeong</p>
<p style="text-align:center;">sarangttaeme uneun naega neomu sirheoseo neo ttaemune manggajineun naega miwoseo<br />
sineumhanbeon naeji motaneun jjijeojineun gaseumeul nuga hearyeojulkkayo</p>
<p style="text-align:center;">annyeongiran mareun haji marayo(dasi naege doraol sun eomnayo)<br />
nal ijeuran mareun haji marayo(uri yejeoncheoreom dasi nareul sarang haejwoyo)<br />
iboda deohan apeumdo(deohan apeumdo) iboda deohan nunmuldo(iboda deohan seulpeumdo) chama nael su inneunde</p>
<p style="text-align:center;">nan andwaeyo geudae eobsi saraganeunge nan motaeyo geudae eobsi sumeul swineunge<br />
ijen amuri sumeul swieodo sumi swieojiji anha nunmuri natjireul anha</p>
<p style="text-align:center;">sarangttaeme ulgo inneun naega neomu sirheo neo ttaemune manggajineun nae moseubi sirheo<br />
sarangeun i sesangui useumui jeok jugeodo natnatnatjil annneun maeumui byeong<br />
sarangttaeme ulgo inneun naega neomu sirheo neo ttaemune manggajineun nae moseubi sirheo<br />
sarangeun i sesangui useumui jeok jugeodo natnatnatjil annneun maeumui byeong</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[This is My Top 10 Favorite Female K-Pop Singers, what about you? ]]></title>
<link>http://chasingtheturtle.wordpress.com/2011/03/06/this-is-my-top-10-favorite-female-k-pop-singer-what-about-you/</link>
<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 13:06:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>chasingtheturtle</dc:creator>
<guid>http://chasingtheturtle.wordpress.com/2011/03/06/this-is-my-top-10-favorite-female-k-pop-singer-what-about-you/</guid>
<description><![CDATA[Setelah bikin top 10 favorite K-pop girl groups and boy groups, kayaknya ada yang kurang kalau nggak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setelah bikin top 10 favorite K-pop girl groups and boy groups, kayaknya ada yang kurang kalau nggak bikin juga top 10 penyanyi-penyanyi K-Pop, well that’s why I made it now! Let’s begin with my Top 10 Favorite Female K-pop singers! ^^</strong></p>
<p><strong>1. Insooni</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/11.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-200" title="1" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/11.jpg?w=470&#038;h=314" height="314" width="470" /></a></p>
<p><strong>2. Horan (Clazziquai) </strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/21.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-201" title="2" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/21.jpg?w=400&#038;h=572" height="572" width="400" /></a></p>
<p><strong>3. Joo Hee (8Eight)</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/32.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-202" title="3" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/32.jpg?w=470&#038;h=705" height="705" width="470" /></a></p>
<p><strong>4. Baek Ji Young</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/4b.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-203" title="4B" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/4b.jpg?w=419&#038;h=408" height="408" width="419" /></a></p>
<p><strong>5. Gummy</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/51.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-204" title="5" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/51.jpg?w=427&#038;h=640" height="640" width="427" /></a></p>
<p><strong>6. Han Soo Yeon (H2)</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/64.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-207" title="6" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/64.jpg?w=270&#038;h=684" height="684" width="270" /></a></p>
<p><strong>7. Jisun (Loveholic) </strong></p>
<p><strong><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/81.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-209" title="8" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/81.jpg?w=470&#038;h=679" height="679" width="470" /></a></strong></p>
<p><strong>8. IU<br />
</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/72.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-208" title="7" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/72.jpg?w=400&#038;h=480" height="480" width="400" /></a></p>
<p><strong>9. Kang Min Kyung Davichi</strong></p>
<p><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/92.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-210" title="9" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/92.jpg?w=400&#038;h=493" height="493" width="400" /></a></p>
<p><strong>10. Taeyeon (SNSD) </strong></p>
<p><strong><a href="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/110.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-211" title="110" alt="" src="http://chasingtheturtle.files.wordpress.com/2011/03/110.jpg?w=470&#038;h=703" height="703" width="470" /></a></strong></p>
<p><strong>My top 10 pretty girls with beautiful voice already on the list, what about yours? Share with me! ^^</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[Single] H2 - Heart Attack]]></title>
<link>http://kpop3xplorer.wordpress.com/2010/08/24/single-h2-heart-attack/</link>
<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 10:33:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>bingyang</dc:creator>
<guid>http://kpop3xplorer.wordpress.com/2010/08/24/single-h2-heart-attack/</guid>
<description><![CDATA[H2 &#8211; 마음의 병 Release date: 2010.05.06 Genre: Ballad, Pop-Rap Bit rate: 320kbps &#8216;soshi elf]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://imgur.com/2D7Bx.jpg" alt="" width="380" height="380" /><br />
<strong>H2 &#8211; 마음의 병</strong><br />
<span style="color:#f93b81;"><strong>Release date:</strong></span> 2010.05.06<br />
<span style="color:#2ea7c2;"><strong>Genre:</strong></span> Ballad, Pop-Rap<br />
<span style="color:#f93b81;"><strong>Bit rate:</strong></span> 320kbps<br />
&#8216;<strong>soshi elf</strong>&#8216; requested.<br />
<!--more--><br />
01. 마음의 병<br />
<a href="http://www.4shared.com/audio/y51QNLRu/01____Heart_Attack__-_H2.html">4shared</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[H2 - Heartattack! [Audio]]]></title>
<link>http://lunardragontunes.wordpress.com/2010/05/06/h2-heartattack-audio/</link>
<pubDate>Thu, 06 May 2010 19:08:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lunar.T</dc:creator>
<guid>http://lunardragontunes.wordpress.com/2010/05/06/h2-heartattack-audio/</guid>
<description><![CDATA[H-Eugene is making his comeback in a duo. Together with the singer Han Soo Yeon they are the Duo H2.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>H-Eugene</strong> is making his comeback in a duo. Together with the singer <strong>Han Soo Yeon</strong> they are the Duo <strong>H2</strong>.</p>
<p>Check out the audio version below :</p>
<p><strong>Heartattack!</strong></p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/f0Sk0XrZqcQ?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
