<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>handschrift &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/handschrift/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "handschrift"</description>
	<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 14:00:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sebuah Harapan di Lahan Kritis..]]></title>
<link>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/27/sebuah-harapan-di-lahan-kritis-2/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 09:30:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratih kurniasih</dc:creator>
<guid>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/27/sebuah-harapan-di-lahan-kritis-2/</guid>
<description><![CDATA[Saya merasa amat terkesan dengan kegigihan Bapak Subandi, seorang Ketua Kelompok Tani di Pantai Sama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya merasa amat terkesan dengan kegigihan Bapak Subandi, seorang Ketua Kelompok Tani di Pantai Samas, alumni mahasiswa Jurusan Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, saat menjelaskan bagaimana perjuangannya mengubah lahan kritis di sepanjang Pantai Samas sehingga dapat memberikan kesejahteraan petani di daerah sana.</p>
<p>Lahan di sepanjang Pantai Selatan khususnya Pantai Samas merupakan lahan yang sangat kritis yang pada awal mulanya hanya merupakan gurun pasir. Keinginan beliau untuk memberikan kesejahteraan bagi penduduk sekitar yang saat itu merupakan daerah termiskin kedua di Indonesia, berhasil mengubah lahan marginal ini menjadi lahan yang menghasilkan. Dari awalnya hanya mencoba-coba sampai pada akhirnya beliau melakukan rekayasa lahan dengan cara menggunakan tanah lempung dengan dosis 50 ton/ha yang dicampur dengan kompos 30 ton/ha. Cara yang mudah dan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut. Beliau menggunakan pupuk kimia hanya sebagai starter awal, setelah itu sepenuhnya pupuk organik. Karena apabila pupuk kimia digunakan secara terus menerus justru akan membakar tanaman.</p>
<p>Dahulu, daerah ini hanya merupakan gurun pasir yang tidak ditanami apa-apa. Akan tetapi, setelah adanya rekayasa lahan dari beliau, daerah ini dapat ditanami dengan berbagai macam tanaman hortikultura misalnya jagung, semangka, cabai, tomat, bawang merah dan sebagainya. Beliau dapat memproduksi bawang merah pada musim tanam pertama sebanyak 16,2 ton/ha dan 22,7 ton/ha pada musim tanam kedua. Hasil produksi pertanian ini pun tidak semata-mata hanya dijual di pasaran, akan tetapi beliau melakukan kerjasama/kontrak dengan perusahaan-perusahaan.</p>
<p>Lahan yang digarap beliau dan petani lainnya ini merupakan lahan milik keraton dimana tidak ada pungutan, pajak, atau biaya sewa sama sekali. Sehingga menambah eksistensi beliau untuk mengembangkan lahan yang ada demi kesejahteraan penduduk di daerah tersebut.</p>
<p>Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari penjelasan singkat ini. “Sesuatu hal yang sangat buruk atau minus sekalipun dapat menjadi baik bahkan lebih baik apabila ada niat, kegigihan, usaha dan perjuangan”.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Karangwaru, 20 November 2009</p>
<p><em>“Disampaikan pada saat kegiatan lapangan acara PILMITANAS 2009 pada tanggal 18 November 2009 di Pantai Samas”</em></p>
<p><em>(Ratih Kurniasih Nurachman)<br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pfft...]]></title>
<link>http://weijdenteksten.wordpress.com/2009/11/16/pfft/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 17:21:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>weijdenteksten</dc:creator>
<guid>http://weijdenteksten.wordpress.com/2009/11/16/pfft/</guid>
<description><![CDATA[Is dit heel gek? Vandaag heb ik mijn eerste tweets geschreven, mijn LinkedIn account aan mijn Twitte]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Is dit heel gek? Vandaag heb ik mijn eerste tweets geschreven, mijn LinkedIn account aan mijn Twitteraccount gekoppeld en nu schrijf ik hier m´n eerste blog. Terwijl ik regelmatig mensen choqueer door te zeggen dat ik terugverlang naar de typemachine. Lekker ambachtelijk, ratelderatel. En dan die hamertjes er op los zien hameren en gehannes met typex bij een typo. En laatst schreef ik een brief, gewoon; pen op papier. Ook iets moois, je eigen handschrift zien, een soort lichaamstaal voor de lezer die veelzeggender is dan kinderachtige smileys.</p>
<p>Waarom dan nu meegaan in de vaart der volkeren? En wie zit hierop te wachten? Hoe narcistisch is dit eigenlijk?</p>
<p>Dit is leuk&#8230; Zo schrijven als een soort vingeroefening. Mijn eigen gedachten vormgeven, in plaats van de boodschap van een ander overbrengen. Elke tijd heeft z´n eigen ding. Als meisje van 6 ramde ik erop los op de typemachine, nu verdien ik m´n geld met het tikkerdetik van het toetsenbord.</p>
<p>Een poosje geleden zag ik een documentaire over grotschilderingen in Frankrijk (Peche Merle). Tussen de bizons en herten stonden af en toe handafdrukken. Dat wil zeggen, het sjabloon van een hand. Een gekke antropoloog had bedacht hoe onze voorouders dat gedaan moeten hebben. Je hand op de rotswand leggen en dan geduldig (urenlang!) een mengsel van speeksel en houtskool tussen je tanden, langs de omtrek van je hand spugen. ´pfft, pfft&#8230;´ Het was gek en ontroerend tegelijk. Zoveel moeite te doen, alleen om te zeggen ´hier was ik´.</p>
<p>Het komt op hetzelfde neer. Pfft, pfft&#8230; hier was ik. Tikkerdetik&#8230; hier ben ik.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/xJmetxkk8W0&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/xJmetxkk8W0&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Die Wittelsbacher Eiche in Simbach/Inn]]></title>
<link>http://persuastrix.wordpress.com/2009/11/16/die-wittelsbacher-eiche-in-simbachinn/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 12:40:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>persuastrix</dc:creator>
<guid>http://persuastrix.wordpress.com/2009/11/16/die-wittelsbacher-eiche-in-simbachinn/</guid>
<description><![CDATA[Viel mehr als der Baum selber interessiert mich die handgeschriebene Tafel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Viel mehr als der Baum selber interessiert mich die handgeschriebene Tafel]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Da ist Musik drin]]></title>
<link>http://butschinsky.wordpress.com/2009/11/14/da-ist-musik-drin/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 07:20:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>butschinsky</dc:creator>
<guid>http://butschinsky.wordpress.com/2009/11/14/da-ist-musik-drin/</guid>
<description><![CDATA[Das Atelier Martino &amp; Jaña in Portugal gestaltete diese wunderschönen Jazzplakate. Perfekt versc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Das <a href="http://www.martinojanadesign.com" target="_blank">Atelier Martino &#38; Jaña</a> in Portugal gestaltete diese wunderschönen <a href="http://www.behance.net/Gallery/GuimarAes-JAZZ-2009/327267" target="_blank">Jazzplakate</a>. Perfekt verschmilzt die <span style="text-decoration:line-through;">steile Gradation der Fotos</span> kontrastreiche Strichzeichnung mit der organischen Schriftgestaltung. Die abgebildeten Künstler wirken aufgrund des raffinierten Anschnitts der Motive sehr präsent. Man beachte den (aquarellierten?) Hintergrund. Klasse!</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1642" title="jazzplakate_portugal" src="http://butschinsky.wordpress.com/files/2009/11/jazzplakate_portugal.jpg" alt="jazzplakate_portugal" width="450" height="308" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biochar—bukan sebuah temuan baru—Sebuah Inovasi Lama yang Sedang Dikembangkan]]></title>
<link>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/08/biochar%e2%80%94bukan-sebuah-temuan-baru%e2%80%94sebuah-inovasi-lama-yang-sedang-dikembangkan/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 09:26:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratih kurniasih</dc:creator>
<guid>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/08/biochar%e2%80%94bukan-sebuah-temuan-baru%e2%80%94sebuah-inovasi-lama-yang-sedang-dikembangkan/</guid>
<description><![CDATA[Latar Belakang Pemanfaatan bahan-bahan organik berupa kayu, sekam, jerami, tempurung kelapa untuk di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Pemanfaatan bahan-bahan organik berupa kayu, sekam, jerami, tempurung kelapa untuk dijadikan biochar dilatar belakangi oleh kandungan bahan organik tanah yang masih rendah di Australia dan juga di Indonesia. Bahan organik yang terkandung di dalam tanah—yang memang dari asalnya sudah rendah maupun menjadi berkurang akibat dari panen, pengolahan tanah dan pembakaran—perlu ditingkatkan kembali karena merupakan komponen penting dalam proses pertumbuhan tanaman dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah.<br />
Biochar mirip dengan arang, dari bentuk dan warnanya serta bahan baku pembuatannya. Hanya saja biochar berbeda dengan arang dalam hal fungsinya dan proses pembuatannya. Sebenarnya, arang sudah lama digunakan oleh orangtua dahulu untuk bidang pertanian, hanya saja tidak dipublishkan. Saat ini, biochar menjadi menarik lagi untuk lebih diteliti agar pemanfaatannya dapat lebih ditingkatkan khususnya di bidang pertanian.<br />
<strong>Apa itu Biochar?</strong><br />
Di bidang pertanian, biochar digunakan sebagai bahan ameliorant tanah bukan sebagai pupuk. Biochar mirip dengan arang dilihat dari bentuk dan warnanya yang hitam. Biochar mengandung karbon (C) yang tinggi yaitu lebih dari 50%. Biochar tidak mengalami pelapukan lanjut sehingga apabila diaplikasikan di dalam tanah, dapat dalam jangka waktu yang lama sampai berjuta-juta tahun. Biochar juga dapat digunakan dalam hal me-manage limbah misalnya saja sampah kota. Sampah kota tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pembuat biochar walaupun tidak sebagus dengan biochar yang terbuat dari kayu—terutama kayu dengan kadar lignin yang tinggi yang merupakan bahan baku yang paling bagus untuk digunakan sebagai biochar karena mengandung karbon yang tinggi—dimana sampah kota masih ada kontaminasi logam-logam berat yang justru akan membahayakan bagi tanaman maupun bagi manusia.<br />
Selain itu, biochar dapat menghasilkan energy production. Biochar dibuat dari proses pembakaran secara lambat, dimana panas akan menghasilkan energi yang kemudian dapat digunakan sebagai biofuel.<br />
Kandungan karbon biochar berbeda-beda tergantung dari bahan baku pembuatnya. Bahan baku pembuat biochar yang dari kayu terutama kayu dengan kandungan lignin tinggi (serat tinggi), akan menghasilkan karbon yang tinggi pula, serta pelapukan di dalam tanah juga lebih lama dibandingkan dengan biochar yang terbuat dari jerami dan atau sekam padi.<br />
Biochar memiliki sifat fisik yaitu luas permukaan besar sehingga pori-porinya banyak dan density-nya tinggi karena kemampuan mengikat airnya tinggi.<br />
Di Australia, sudah banyak peneliti yang mengembangkan biochar sebagai bahan ameliorant tanah. Yang mendorong para peneliti mengembangkan biochar di Negara tersebut yaitu karena terdapat 3 musim di Australia, yaitu musim panas, musim dingin dan musim semi—dimana kandungan bahan organik tanah di Australia termasuk rendah (&#60;1%)—dengan adanya 3 musim semi tersebut sudah dapat dipastikan kandungan bahan organik tanah pun menjadi berubah-ubah. Pada saat musim panas, mikroorganisme di dalam tanah menjadi aktif sehingga bahan organik menjadi berkurang karena suhu yang terlalu tinggi sedangkan pada saat musim dingin bahan organik tanah menjadi meningkat kembali karena suhu lembab yang dibutuhkan mikroorganisme tanah sudah didapatkan. Selain itu, curah hujan di Australia hanya 600 mm/tahun, sehingga penggunaan air perlu diefisienkan semaksimal mungkin.<br />
Di Vietnam misalnya, dengan kondisi tanah yang berupa pasiran, biochar digunakan sebagai bahan ameliorasi. Mereka mengembangkan tanaman jambu mete, dimana biochar digunakan mengelilingi pohon (seluas naungan pohon tersebut), dengan menggunakan partial irrigation atau irigasi setengah—irigasi pertama pada bagian kanan tanaman, irigasi kedua pada bagian kiri tanaman—sehingga pada akhirnya dapat menghemat penggunaan air.<br />
Biochar ini juga dapat meningkatkan kandungan nitrogen di dalam tanah karena memiliki KPK (kapasitas pertukaran kation) yang tinggi.<br />
Hanya saja, peneliti di Australia saat ini masih melakukan percobaan-percobaan lagi berkaitan dengan lama pembakaran yang optimum, bahan baku pembuat yang benar-benar bagus, dosis optimum untuk digunakan di lahan. Hanya temperature pembakaran yang optimum yang sudah dapat dipastikan yaitu pada temperature 450-550’C. apabila lebih dari 550’C, kandungan N akan turun akibat volatilisasi.<br />
<strong>Pro dan kontra</strong><br />
Dengan adanya biochar sebagai temuan yang tidak bersifat baru namun sebagai temuan yang lebih dikembangkan, ternyata menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat umum maupun pihak-pihak yang bersangkutan dari berbagai fokus studi yang berbeda.<br />
Di bidang pertanian tentu saja ini sangat positif karena ditemukan kembali inovasi-inovasi baru yang bersifat membangun. Walaupun, masih juga adanya pro dan kontra di bidang pertanian. Mungkin tidak bisa juga disebut sebagai kontra, namun yang lebih tepatnya adalah adanya pihak-pihak yang senantiasa membandingkan teknologi ini dengan teknologi terdahulu yang dianggap lebih mudah dan lebih baik sehingga pada akhirnya malah “menjatuhkan” teknologi yang baru.<br />
Di bidang pertanian, biochar dimanfaatkan sebagai bahan ameliorant tanah atau bahan pembenah tanah. Memang selama ini sudah banyak sekali dikenal bahan ameliorant tanah yang terdapat di sekitar kita, yaitu kapur, Legume Cover Crops, dan yang sekarang sedang berkembang juga adalah zeolit. Biochar ini tidak dapat dikatakan sebagai pupuk organik, karena biochar tidak dapat menambah unsur hara dari kandungan yang terdapat di dalamnya, hanya saja KPK (kapasitas pertukaran kation) pada biochar ini tinggi sehingga mampu mengikat kation-kation tanah yang dapat dimanfaatkan bagi pertumbuhan tanaman. Biochar ini juga memiliki pori-pori yang banyak karena luas permukaan yang besar, sehingga memiliki daya ikat air yang tinggi.<br />
Walaupun biochar bukanlah pupuk, akan tetapi biochar ini dapat digunakan sebagai bahan campuran pupuk, seperti halnya zeolit.<br />
Fungsi biochar yang hanya sebagai bahan pembenah tanah inilah yang menjadikan pihak-pihak lain membandingkan dengan kompos, sebuah inovasi terdahulu yang sampai saat ini masih bertahan digunakan oleh petani-petani.<br />
Dengan kemunculan sebuah inovasi baru, seharusnya hal tersebut ditanggapi dengan positif. Boleh saja membandingkan dengan inovasi-inovasi yang sebelumnya dengan tujuan untuk lebih menyempurnakan teknologi yang baru. Seperti halnya biochar yang dibandingkan dengan kompos, memang sangat berbeda dalam hal kepraktisan pembuatannya, bahan bakunya dan dampak yang diakibatkan pada saat proses pembuatan. Memang kompos lebih unggul daripada biochar. Memang saya pun mengakui itu. Hanya saja, sebagai seorang (calon) peneliti di bidang pertanian, hal itu justru tidak menjadi kontra yang bersifat negatif melulu. Dengan adanya tanggapan yang demikian, saya berpikir, biochar bisa saja dicampur dengan kompos dan atau pupuk kandang sehingga bisa lebih efisien. Ya, that’s good idea! Dan juga selain itu dapat dicampur dengan pupuk anorganik dalam presentase yang lebih kecil—seperti penelitian yang sedang saya lakukan saat ini (kombinasi pupuk kandang, pupuk anorganik dan zeolit) sehingga penggunaan pupuk anorganik dapat berkurang secara perlahan sampai akhirnya semua yang digunakan bersifat organik.<br />
Dilihat dari bahan baku pembuatan biochar—yang kemudian menjadi kontra yang paling dominan, dimana biochar ini berasal dari bahan-bahan organik misalnya kayu, jerami, sekam, tempurung kelapa, dikhawatirkan nantinya justru akan merugikan salah satu pihak. Untuk bahan baku yang berasal dari kayu, ini sangat rentan terhadap kontra. Dikhawatirkan, dengan adanya ketertarikan dari berbagai pihak untuk memproduksi biochar, justru mereka akan memanfaatkan kayu di hutan secara berlebihan, sehingga akibatnya hutan menjadi gundul, erosi tanah meningkat, terjadinya global warming dan sebagainya.<br />
Untuk bahan baku yang berasal dari sekam dan jerami juga tidak dapat digunakan berlebih-lebihan. Akibatnya, sekam dan jerami yang biasanya digunakan sebagai mulsa organik akan  berkurang. Selain itu, lahan tidak boleh dibiarkan sangat terbuka, dengan tidak adanya bahan penutup tanah, sehingga jerami dan sekam yang akan digunakan untuk biochar pun hanya beberapa persen saja yang dapat digunakan.<br />
Hal ini tidak boleh terjadi, karena untuk memproduksi suatu teknologi yang baru, harus seimbang dan menguntungkan semua pihak, bukan salah satu pihak saja.<br />
Lantas apa yang harus dilakukan? Sebenarnya untuk permasalahan di atas, hanya ada satu hal yang harus diselesaikan. Yaitu bahan baku pembuat biochar itu sendiri. Bahan baku yang digunakan harus berupa bahan baku yang tahan terhadap pelapukan dalam jangka waktu yang lama dan juga yang dapat menghasilkan karbon yang tinggi. Akan tetapi, selain itu, bahan baku yang digunakan tidak akan merugikan salah satu pihaknya, terutama tidak merusak/mengganggu lingkungan. Hanya saja, hal itu masih cukup sulit untuk dicari solusinya, walaupun sudah ada beberapa orang yang memiliki ide yang kreatif seperti penggunaan tulang ayam/ayam mati untuk dijadikan biochar, kayu jati yang digunakan sebagai bahan pembakaran pembuatan genteng, namun hal tersebut masih harus diteliti lebih lanjut, baik analisis bahan baku yang terbaik dan juga analisis ekonominya. Suatu teknologi baru perlu dipikirkan pula analisis ekonominya, bagaimana output dan inputnya.<br />
Kontra selanjutnya, asap yang dihasilkan dari pembakaran biochar dapat menghasilkan gas emisi yang berbahaya, dan dapat mencemari lingkungan. Ini juga yang menjadi permasalahan utama. Beberapa peralatan sederhana yang digunakan untuk pembakaran pembuatan biochar, sampai saat ini masih mengeluarkan asap yang cukup banyak. Walaupun ada beberapa peralatan yang cukup sempurna untuk pembakaran pembuatan biochar, belum mampu mengeliminasi gas emisi yang dihasilkan, tetapi masih sebatas mengurangi saja. Untuk itu, perlunya alat yang lebih sempurna untuk pembakaran pembuatan biochar, sehingga semua pihak dapat diuntungkan. Dari itu, seperti yang disampaikan oleh Dr. Malem K. Mc Leod, kerjasama dengan para engineer dari Fakultas Teknik, sangat diperlukan. Suatu teknologi baru yang akan dikembangkan, perlu adanya dukungan dari Pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak yang terkait di dalamnya serta dicari win-win-solutionnya sehingga pada akhirnya menguntungkan bagi semua pihak.</p>
<p>Panti Rapih, 7 November 2009</p>
<p>*<em>sebagian informasi didapatkan dari hasil mengikuti kuliah tamu dengan pembicara Dr. Malem K. Mc Leod, di Ruang Seminar Gedung A1, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, pada tanggal 6 November 2009*</em></p>
<p><em>(Ratih Kurniasih Nurachman)<br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertanian Organik Sebagai Wujud dari Pertanian Ramah Lingkungan dan Realisasinya di Indonesia]]></title>
<link>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/07/pertanian-organik-sebagai-wujud-dari-pertanian-ramah-lingkungan-dan-realisasinya-di-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 04:06:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratih kurniasih</dc:creator>
<guid>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/07/pertanian-organik-sebagai-wujud-dari-pertanian-ramah-lingkungan-dan-realisasinya-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Konsep pertanian berkelanjutan pada dasarnya adalah pertanian berwawasan lingkungan. Dimana pertania]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Konsep pertanian berkelanjutan pada dasarnya adalah pertanian berwawasan lingkungan. Dimana pertanian berwawasan lingkungan ini tidak hanya memperhatikan dari segi tanah, air dan tanaman saja, melainkan juga dari segi manusia, hewan, makanan, pendapatan petani dan juga kesehatan. Tujuan dari pertanian berwawasan lingkungan tak lain adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan keanekaragaman ekosistem hayati misalnya musuh alami hama dan penyakit, juga tak lain untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan manusia dan juga makhluk hidup lainnya. Dengan kata lain, pertanian berwawasan lingkungan merujuk kepada pertanian yang ramah lingkungan.</p>
<p>Pertanian yang ramah lingkungan dapat dicapai dengan jalan menerapkan pertanian organik. Dimana pertanian organik ini sendiri merupakan sistem pertanian yang dimanage untuk menghindari penggunaan pupuk anorganik, pestisida kimia dan hasil dari rekayasa genetik. Dengan kata lain, pertanian organik adalah pertanian yang benar-benar alami, terbebas dari bahan-bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan berupa air, tanah dan udara, juga untuk menghindari bahaya keracunan makanan akibat residu pestisida kimia yang berlebihan.</p>
<p>Akan tetapi, di Indonesia sendiri, belum banyak petani yang menerapkan sistem pertanian organik. Belum terealisasinya hal ini, dikarenakan kesulitan petani itu sendiri dalam menerapkan pertanian organik. Perlu diketahui, untuk menjadi pertanian yang benar-benar organik, tidak hanya harus menghindari penggunaan pupuk dan pestisida kimia, akan tetapi lahan yang digunakan untuk bercocok tanam harus benar-benar terbebas dari residu bahan-bahan kimia yang sebelumnya pernah digunakan. Agar supaya lahan-lahan tersebut terbebas dari residu bahan-bahan kimia, biasanya lahan “diistirahatkan” atau dengan kata lain tidak ditanami apapun selama kurang lebih 2 tahun atau sampai benar-benar tidak ada lagi residu bahan-bahan kimia yang digunakan pada lahan sebelumnya. Selain itu, lahan yang digunakan untuk pertanian organik sebisa mungkin tidak bersebelahan dengan pertanian non organik. Karena ditakutkan akan terjadi kontaminasi akan pupuk anorganik melalui run off dan atau aliran permukaan dan juga kontaminasi pestisida kimia melalui angin. Hal-hal seperti ini yang mengakibatkan kurangnya minat petani terhadap sistem pertanian organik karena kebiasaan petani untuk menggunakan lahan pertanian secara terus menerus dan perlunya investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan-bahan kimia.</p>
<p>Selain itu, kesulitan dalam hal pemasaran hasil pertanian organik &#8212; belum adanya kepastian pasar &#8212; menjadi penyebab realisasi sistem pertanian organik ini menjadi terhambat. Fakta sebenarnya, hasil pertanian organik ini lebih tinggi harga jualnya dibandingkan dengan hasil pertanian non organik. Akan tetapi, daya beli masyarakat pada umumnya, yang cenderung membeli hasil pertanian non organik dengan harga yang murah, menyurutkan “nyali” petani untuk beralih ke sistem pertanian organik dan pada akhirnya tetap pada sistem pertanian non organik.</p>
<p>Kecenderungan masyarakat untuk tidak beralih mengkonsumsi hasil produk pertanian organik juga dikarenakan adanya keraguan pada pihak konsumen pada produk-produk yang mengklaim sebagai produk pertanian organik akan tetapi tidak ada sertifikasi dari Pemerintah. Saat ini negara-negara pengimpor sudah memiliki standar mutu pada produk-produk hasil pertanian organik. Produk-produk pertanian organik yang masih mengandung residu bahan-bahan kimia, langsung dikirim kembali kepada negara pengekspor, termasuk Indonesia. Untuk itu diperlukan adanya sertifikasi sebelum produk itu diperjualbelikan ke masyarakat, apalagi untuk diekspor ke negara-negara lain.</p>
<p>Penghambat terealisasinya sistem pertanian organik yang lain yaitu kecenderungan petani memakai pupuk anorganik dan pestisida kimia seperti sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Dikarenakan pupuk anorganik cepat menyediakan hara bagi tanaman dan juga pestisida kimia cepat memberantas hama penyakit yang mengganggu tanaman, membuat mereka tetap pada sistem pertanian non organik. Untuk menerapkan pertanian organik, pupuk yang harus digunakan adalah pupuk organik. Padahal belum semua petani di Indonesia dapat membuat sendiri pupuk organik tersebut. Dan juga banyak dari mereka belum mengetahui pestisida-pestisida hayati dan alami yang dapat dipergunakan untuk memberantas hama penyakit. Kecenderungan petani untuk mendapatkan hasil produksi pertanian setinggi-tingginya, tanpa memikirkan akibatnya di masa yang akan datang inilah yang menjadikan sistem pertanian organik patut untuk lebih diperjuangkan di hadapan para petani di Indonesia.</p>
<p>Tentunya petani tidak bisa disalahkan begitu saja. Untuk mewujudkan terealisasinya sistem pertanian organik demi terwujudnya pertanian berkelanjutan, peran Pemerintah dan Instansi di bidang pertanian sangatlah penting. Peran pemerintah dalam hal sertifikasi tentu sangat diharapkan agar pihak konsumen memiliki kepercayaan terhadap hasil produk pertanian organik sehingga pada akhirnya petani mau mengupayakan menerapkan sistem pertanian organik.</p>
<p>Sertifikasi produk pertanian organik dapat dibagi menjadi dua kriteria yaitu:<br />
1.	Sertifikasi Lokal untuk pangsa pasar dalam negeri. Kegiatan pertanian ini masih mentoleransi penggunaan pupuk kimia sintetis dalam jumlah yang minimal atau Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), namun sudah sangat membatasi penggunaan pestisida sintetis. Pengendalian OPT dengan menggunakan biopestisida, varietas toleran, maupun agensia hayati. Tim untuk merumuskan sertifikasi nasional sudah dibentuk oleh Departemen Pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi dan pihak-pihak lain yang terkait.<br />
2.	Sertifikasi Internasional untuk pangsa ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri, seperti misalnya sertifikasi yang dikeluarkan oleh SKAL ataupun IFOAM. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain masa konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, bibit, pupuk dan pestisida serta pengolahan hasilnya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik.</p>
<p>Peran Instansi di bidang pertanian, seperti diadakannya penyuluhan-penyuluhan pertanian dan sekolah lapang sangatlah penting. Dengan adanya penyuluhan tentang sistem pertanian organik itu sendiri, pengajaran pembuatan pupuk organik, pengenalan tentang Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang bersifat organik serta pengenalan tentang pestisida nabati dan hayati kepada petani, setidaknya dapat meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya sistem pertanian organik sehingga pada akhirnya mereka mau menerapkan bahkan mengembangkan sistem pertanian organik tersebut di Indonesia.</p>
<p>Negara Indonesia sebagai negara yang agraris dengan hasil alamnya yang kaya dan memiliki komoditas-komoditas yang prospektif untuk pertanian organik sebenarnya dapat mengembangkan sistem pertanian organik dengan baik asalkan ada kesadaran dan kemauan dari petani Indonesia dan adanya dukungan dari Pemerintah serta Instansi-instansi yang bersangkutan. Menghadapi era perdagangan bebas pada tahun 2010 mendatang diharapkan pertanian organik Indonesia sudah dapat mengekspor produknya ke pasar internasional. Semoga…</p>
<p>Karangwaru, 2 November 2009</p>
<p><em>(Ratih Kurniasih Nurachman)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Microsoft Courier - Multimedia und Produktivität kombiniert]]></title>
<link>http://querweb.wordpress.com/2009/11/05/microsoft-courier-mulitmedia-und-produktivitat-kombiniert/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:38:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sabine</dc:creator>
<guid>http://querweb.wordpress.com/2009/11/05/microsoft-courier-mulitmedia-und-produktivitat-kombiniert/</guid>
<description><![CDATA[Auf Gizmodo habe ich heute einen weiteren Artikel zu Microsoft Courier &#8211; einem digitalen Bookl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Auf <a href="http://gizmodo.com/5365299/courier-first-details-of-microsofts-secret-tablet">Gizmodo</a> habe ich heute einen weiteren Artikel zu Microsoft Courier &#8211; einem digitalen Booklet &#8211; gefunden, der ein paar mehr Details verrät. Ich muss sagen, alles was ich bisher gesehen habe, begeistert mich sehr. Für mich als Notizbuch-Liebhaberin ist die Booklet-Form absolut überzeugend.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/UmIgNfp-MdI&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/UmIgNfp-MdI&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>Besonders spannend finde ich die gemischte Interaktion aus Stift und Multitouch Oberfläche. Momentan recherchiere ich ja viel für das <a href="http://www.mobilers.de">Samsung Mobilers Projekt</a> und bei vielen Interviews kam immer wieder das Thema Hardware Tastatur vs. Touchscreen hoch.</p>
<p>Multitouch, wie beim iPhone, eignet sich prima zum Browsen, für Bilder, Videos, Twitter, Spiele, Apps &#8211; alles Tätigkeiten, bei denen ich nicht viel tippen muss. Da möchte ich schnell von einem Item zum nächsten gelangen, Dinge mit einem Klick versenden, merken, scrollen, abspielen, aufzeichnen &#8211; all diese Dinge, die ich mit einem Klick (oder Touch) erledigen kann.</p>
<p>Will ich produktiv arbeiten, dann brauche ich eine Möglichkeit, schnell viel Text zu produzieren. Das geht am besten per Tastatur oder eben per Hand. Spracheingabe ist hier weniger interessant &#8211; wer kann schließlich schon auf Anhieb einen druckreifen Text sprechen.</p>
<p>Genau diese beiden Eingabemechanismen vereinigt Courier und genau da liegt auch die Stärke. Courier ist eben &#8211; so wie es momentan aussieht &#8211; nicht nur ein fancy Multimedia-Tablet, sondern kann eben auch ein Werkzeug für mich sein, mit dem ich richtig produktiv arbeiten kann. Meine Apps sind dort perfekt für meinen Use Case konfiguriert &#8211; quasi mein Personal Assistant. Und bestimmt kann ich eine Telefon-App konfigurieren, stecke ein Headset ein und brauche vielleicht gar kein extra Handy mehr.</p>
<p>Mein Vater (70 Jahre alt) hat vor kurzem den Wunsch nach einem Nachfolger für seinen alten Palm geäußert &#8211; ein Gerät mit dem er Notizen machen kann, Tagebuch schreiben, das eine Navigationsfunktion besitzt und das er mit seinen großen Fingern gut bedienen kann. Der Stift vom Palm hat ihm sehr gut gefallen. Es sieht so aus, als könnte Courier fast ein geeignetes Gerät für ihn sein. Mal sehen, wie &#8220;seniorengerecht&#8221; er dann tatsächlich ausfällt.</p>
<p>Interessant ist übrigens auch der &#8220;Vorgänger&#8221; Codex. In diesem Video sieht man auch schön, welche Möglichkeiten zur Positionierung sich aus der Booklet Form ergeben.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/049_U-0C9qU&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/049_U-0C9qU&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Metode konservasi terbaik bagi tanaman---belum tentu terbaik bagi perusahaan? ]]></title>
<link>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/01/metode-konservasi-terbaik-bagi-tanaman-belum-tentu-terbaik-bagi-perusahaan/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:53:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratih kurniasih</dc:creator>
<guid>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/11/01/metode-konservasi-terbaik-bagi-tanaman-belum-tentu-terbaik-bagi-perusahaan/</guid>
<description><![CDATA[Terdapat tiga macam metode konservasi tanah, yaitu metode konservasi mekanik, kimiawi dan vegetatif.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Terdapat tiga macam metode konservasi tanah, yaitu metode konservasi mekanik, kimiawi dan vegetatif. Dari ketiga metode ini tentu ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode.<br />
Pada metode konservasi mekanik biasanya berupa pembuatan rorak, pembuatan terasering, dan atau penanaman secara kontur. Tentu hal ini tidak dapat dilakukan pada semua lahan. Ada beberapa kriteria yang menentukan apakah metode tersebut cocok atau tidak digunakan pada daerah atau lahan tersebut. Pembuatan terasering tentunya tidak akan efektif dan efisien apabila dilakukan pada lahan yang datar, begitu juga sebaliknya pembuatan rorak tidak efektif apabila dilakukan pada lahan yang miring terutama dengan kemiringan yang cukup tinggi karena terasering biasanya digunakan pada lahan yang miring sedangkan pembuatan rorak biasanya digunakan pada lahan yang datar. Dari segi kelebihannya tentu metode ini termasuk metode yang paling murah karena tidak membutuhkan biaya, tetapi hanya menggunakan tenaga saja.<br />
Pada metode konservasi kimiawi, tentu metode ini juga terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan. Dimana metode konservasi kimiawi ini merupakan suatu usaha pengawetan tanah dengan menggunakan bahan-bahan kimia yaitu soil conditioner. Memang hal ini menguntungkan dari segi kemudahan dan praktisnya. Akan tetapi metode ini jarang digunakan karena soil conditioner ini mahal dan tentunya lama kelamaan akan merusak tanah karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya.<br />
Metode konservasi vegetatif, dimana metode ini merupakan usaha pengawetan tanah dengan menggunakan LCC atau Legume Cover Crops atau yang biasa dikenal dengan sebutan tanaman penutup tanah. LCC ini bila dilihat dari segi kelebihannya, sangat menguntungkan sekali terutama bagi tanaman. Selain dapat meningkatkan sifat fisika tanah, yaitu dapat mengurangi erosi tanah, LCC juga dapat meningkatkan sifat kimia tanah&#8212;menambah nitrogen. Akan tetapi, dari segi kelemahannya tak lain adalah dari segi ekonomi, karena perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pembelian bibit LCC tersebut.<br />
Dari penjelasan singkat ketiga metode tersebut, menurut saya, metode yang paling menguntungkan bagi tanaman adalah metode konservasi vegetatif dengan penggunaan Legume Cover Crops (LCC).  LCC selain mudah ditanam, juga dapat menambah nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman. Seperti yang kita ketahui, nitrogen merupakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman terutama dalam proses fotosintesis tanaman. Banyaknya nitrogen di udara ternyata tidak menjadi jaminan bahwa tanaman dapat menyerap nitrogen dalam jumlah yang banyak pula. Nitrogen yang diserap oleh tanaman biasanya dalam bentuk nitrat dan ammonium. Akan tetapi, nitrogen seringkali tidak dapat tersedia bagi tanaman karena sifatnya yang mudah menguap ke udara. Sehingga tanaman tidak dapat menyerap nitrogen tersebut dalam jumlah yang banyak. Dengan adanya LCC, leguminosa tersebut dapat mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga menjadi tersedia bagi tanaman.<br />
Baik untuk tanaman tetapi belum tentu pula baik bagi perusahaan-perusahaan perkebunan. Tidak jarang perkebunan-perkebunan mengacuhkan pentingnya LCC. Padahal LCC merupakan salah satu komponen penting di bidang pertanian, termasuk juga bagi tanaman               tahunan&#8212;tanaman perkebunan.<br />
Di perusahaan tempat saya Kerja Lapangan, sebagai contohnya, mereka tidak menggunakan LCC, padahal mereka tahu LCC sangat penting bagi tanaman. Masalah ekonomi menjadi alasan utama kenapa banyak perusahaan perkebunan tidak menggunakan LCC. Tentunya mereka lebih memilih menggunakan metode konservasi mekanik yang memang pada dasarnya tidak mengeluarkan biaya, kecuali biaya pekerja saja. Untuk menggunakan LCC, tentunya memerlukan biaya ekstra untuk pembelian bibit LCC.<br />
Kesadaran perusahaan perkebunan akan pentingnya penggunaan LCC bagi perkebunan mereka sepertinya masih rendah. Walaupun pengetahuan mengenai keuntungan penggunaan LCC untuk jangka waktu yang panjang sudah mereka ketahui, akan tetapi masalah ekonomi tetap saja tidak dapat mengubah sikap mereka untuk tidak menggunakan LCC.<br />
Hal-hal seperti inilah yang perlu dibenahi di beberapa perkebunan yang belum bisa memikirkan “nasib” lahan mereka dalam jangka waktu yang panjang. Tentunya karena tanaman-tanaman perkebunan seperti karet dan kelapa sawit merupakan tanaman yang memerlukan unsur hara makro terutama N dalam jumlah yang besar dan juga tentunya “menguras habis” persediaan unsur-unsur hara tersebut karena umur tanaman yang sampai berpuluh-puluh tahun ini.<br />
Keegoisan perusahaan perkebunan inilah yang nantinya akan merugikan untuk waktu ke depan. Untuk saat ini memang dampaknya belum dapat dirasakan, akan tetapi suatu saat nanti hal itu akan dapat dirasakan. Bagaimana nanti suatu saat lahan akan menurun produktivitasnya dan menurun tingkat kesuburannya. Sehingga dampaknya yang paling terasa adalah menurunnya hasil produksi tanaman itu sendiri.<br />
Alangkah baiknya apabila mereka mengurangi ego mereka untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu panjang bukan dalam jangka waktu pendek saja. LCC tidak selamanya merugikan dalam hal ekonomi. Pada awalnya saja perusahaan mengeluarkan biaya untuk membeli bibit LCC tersebut. Akan tetapi, setelah itu mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli bibit LCC lagi, karena mereka dapat memperbanyak bibit LCC sendiri. Tentunya hal ini akan menguntungkan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang, yaitu kesuburan tanah tetap terjaga, hasil produksi tanaman pun akan semakin meningkat&#8212;seperti yang diharapkan perusahaan-perusahaan pada umumnya.</p>
<p><em>(Ratih Kurniasih Nurachman)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sedikit mengenai gempa..]]></title>
<link>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/10/13/sedikit-mengenai-gempa/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 08:35:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratih kurniasih</dc:creator>
<guid>http://ratihkurniasih.wordpress.com/2009/10/13/sedikit-mengenai-gempa/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin, kebanyakan manusia sekarang sudah tidak berpikir rasional lagi. Hal-hal yang irasional seri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mungkin, kebanyakan manusia sekarang sudah tidak berpikir rasional lagi. Hal-hal yang irasional seringkali menjadi rasional bagi anggapan mereka. Seperti kepercayaan mereka terhadap ramalan-ramalan yang marak akhir-akhir ini. Seperti misalnya saja, paranormal-paranormal di Indonesia dengan gamblangnya mengatakan ramalannya mengenai gempa yang akan terjadi di daerah X pada bulan sekian, kemudian akan ada penyakit baru yang aneh, akan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, akan ada kapal laut yang tenggelam dan seterusnya. Siapa mereka? Mereka bukanlah Tuhan. Mereka tidak dapat memprediksi terjadinya suatu bencana apalagi kematian. Para ahli geologi saja tidak bisa memprediksi terjadinya bencana. Mereka yang sudah <em>expert</em> dalam bidangnya saja tidak dapat memprediksi, tapi paranormal-paranormal yang entah <em>basic</em> pendidikannya apa, secara yakin memprediksi bencana yang akan terjadi.</p>
<p>Seperti pada 30 desember 2004, <strong>hasil diskusi para ahli geologi Indonesia</strong> &#8212;&#8211; setelah gempa Aceh 26 Desember 2004 tidak akan terjadi gempa besar lain  : “Aceh dan sekitarnya aman untuk 150-200 tahun mendatang” (<strong>Dzikron, 2009, dalam Tragedi Tsunami Di Aceh “Bencana Alam atau Rekayasa?”). </strong>Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa memang gempa bumi tidak dapat diprediksi. Kenyataannya, gempa terjadi lagi di Nias dengan kekuatan 8,7 Skala Richter pada 28 Maret 2005 dan yang baru-baru ini terjadi gempa bumi di Padang berkekuatan lebih dari 7 Skala Richter pada 30 September 2009 serta di Jambi sebesar 7 Skala Richter pada keesokan harinya.</p>
<p>Ironisnya, saat ini warga Lampung Barat sudah termakan isu bahwa akan terjadi gempa 8,8 Skala Richter. Mereka sudah mengalami ketakutan dan trauma akan peristiwa yang sebenarnya belum dapat diprediksi apakah akan benar-benar terjadi atau tidak. Tidak sedikit masyarakat Lampung yang “pasrah” dan gencar meminta maaf melalui Internet atau Facebook karena takut tidak “sempat” meminta maaf apabila nanti mereka yang akan menjadi korban jiwa selanjutnya. Darimana mereka mendapatkan kabar tersebut? Tidak lain hanya dari isu dari orang yang tidak diketahui dan dari ramalan-ramalan paranormal-paranormal melalui media. Tetapi mengapa mereka dengan serta-mertanya percaya begitu saja? Padahal secara ilmiah, Indonesia memang berada pada wilayah yang rawan akan bencana. Seperti misalnya, Indonesia dikelilingi oleh lautan, yang memang berpotensi besar akan terjadi tsunami apabila terjadi gempa tektonik yang berpusat di laut dengan kedalaman yang dangkal. Logikanya saja, tidak akan mungkin terjadi tsunami apabila Indonesia tidak dikelilingi oleh lautan.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Gempa Bumi di Indonesia. Mengapa bisa terjadi?</strong></p>
<p>Gempa bumi yang sering melanda Indonesia, juga tidak lain karena Indonesia terletak diantara lempeng-lempeng tektonik yang selalu bergerak. Di dunia ada 16 lempeng tektonik yang tebalnya 0 &#8211; 90 km. Dari ke-16 lempeng tektonik ini, ada 15 lempeng tektonik yang bergerak sedangkan 1 berhenti. Lempeng tektonik ini berupa lapisan padat yang mengambang di atas magma. Hal inilah yang menyebabkan lempeng ini selalu bergerak. Lempeng tektonik mengalami pergerakan tidak lain agar terjadi kesetimbangan di permukaan bumi. Bumi yang bergerak dengan kecepatan ± 1667 km/jam &#8212;dapat dibayangkan saja apabila tidak ada lempeng-lempeng tektonik sebagai penyeimbang&#8212; bumi yang bulat ini tidak akan seperti ini. Hal ini dapat diilustrasikan dengan misalnya saja gasing &#8211;permainan anak-anak&#8211; yang ketika gasing itu berhenti, ia tidak lagi tegak lurus. Gasing itu akan miring ke kanan atau miring ke kiri, menjadi tidak seimbang. Apabila bumi tidak memiliki lempeng tektonik sebagai penyeimbang, maka bumi ini akan bernasib sama dengan gasing itu.</p>
<p>Dari ke-16 lempeng tektonik tersebut, Indonesia terletak diantara lempeng samudera Indo-Australia dan lempeng benua Eurasia. <strong>Menurut Teori Pengapungan Benua (Alfred Wagener, 1912)</strong>, bumi tersusun atas inti yang berisi cairan magma panas yang dilapisi oleh batuan lempeng (lempeng samudera dan lempeng benua). Lempeng-lempeng tersebut seperti kumpulan mosaik dalam ukuran yang sangat besar, dan dapat bergeser dengan kecepatan 5-10 cm per tahun, kecepatan ini berbeda tergantung daerahnya. Pergerakan lempeng yang paling cepat ada di Hindia Selatan dengan kecepatan 13-15 cm/tahun, sedangkan di Jawa kecepatannya 3-4 cm/tahun dan di Sumatera kecepatannya 5-7 cm/tahun. Pergeseran lempeng terbagi menjadi tiga, yaitu tipe saling bergeseran (<em>transform</em>), tipe pemisahan (<em>divergen</em>) dan tipe penujaman (<em>convergen</em>). Di Indonesia sendiri berlaku tipe pergeseran penujaman (<em>convergen</em>). Penujaman ini akibat lempeng samudera Indo-Australia yang menyuruk lempeng benua Eurasia, sehingga tercipta zona tumbukan (<em>subduction zone</em>). Dengan adanya zona tumbukan ini menyebabkan timbulnya gempa serta terbentuknya bidang patahan naik yang membentuk perbukitan (pegunungan) di bagian barat Pulau Sumatera dan bagian Selatan Pulau Jawa (<strong>Dzikron, 2009 dalam Tragedi Tsunami Di Aceh “Bencana Alam atau Rekayasa?”</strong>).</p>
<p>Dengan demikian, sudah sewajarnya apabila di Indonesia khususnya Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sering mengalami bencana seperti gempa bumi dan meletusnya gunung berapi. Dampak penujaman itu juga yang menyebabkan terbentuknya barisan gunung berapi (<em>ring of fire</em>) di sepanjang jalur penujaman. Akumulasi penujaman selama ratusan tahun akhirnya memuncak melampaui batas sehingga lapisan batuan patah, diikuti gempa bumi. Sehingga dapat disimpulkan, gempa bumi adalah terjadinya getaran, guncangan (<em>ground shaking</em>) akibat pelepasan energi secara tiba-tiba pada patahnya lapisan batuan di dalam bumi. Patahan tersebut terjadi apabila lapisan batuan tidak sanggup menahan tekanan pergeseran lempeng yang terjadi. Dengan kata lain, gempa bumi dapat terjadi akibat dari pergerakan lempeng tektonik dan karena terjadinya patahan lapisan batuan di dalam bumi.</p>
<p><strong>Tindakan apa yang sebaiknya dilakukan?</strong></p>
<p>Tidak hanya di Indonesia, Jepang merupakan negara yang juga sering dilanda bencana alam seperti gempa bumi. Sudah sejak dulu bahkan. Akan tetapi, bukan ketakutan yang semestinya sikap yang kita tunjukkan. Kita tidak dapat memprediksi apalagi mencegah terjadinya suatu gempa sehingga yang dapat kita lakukan adalah mencerdasi bencana gempa bumi itu sendiri. Pengetahuan mengenai gempa bumi, pengetahuan mengenai tindakan yang harus kita lakukan apabila terjadi gempa, mengenali tanda-tanda yang menyebabkan gempa bumi melalui fenomena alam dan bangunan tahan gempa adalah beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh gempa. Sehingga apabila terjadi gempa bumi, lagi, kerusakan dan korban jiwa akibat gempa dapat diminimalisir.</p>
<p>Di Jepang, pemerintah Jepang sudah membuat peraturan mengenai bangunan tahan gempa. Di Indonesia pun sudah diberlakukan hal tersebut. Seperti misalnya di daerah Kalasan, Yogyakarta, didirikan sekitar 80 bangunan tahan gempa berupa rumah <em>dome</em> (seperti rumah di Kutub Utara), lengkap dengan rumah sakit, sekolah dan masjid dalam satu komplek. Namun sepertinya hal itu masih belum dilaksanakan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Padahal apabila itu dilaksanakan dapat meminimalisir kerusakan dan korban jiwa yang terjadi akibat gempa bumi.</p>
<p>Tidak hanya itu, kita juga harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan berpasrah diri kepada Tuhan, bukannya mempercayai ramalan-ramalan dari paranormal yang masih belum dapat dipastikan itu. Karena hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang.</p>
<p><em>Wallahualam</em>..</p>
<p>11 Oktober 2009, 12:40 pm</p>
<p><em>(Ratih Kurniasih Nurachman)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Die eigene Handschrift am Computer - kostenlos]]></title>
<link>http://legasthenie.wordpress.com/2009/09/28/die-eigene-handschrift-am-computer-kostenlos/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 15:47:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>legasthenie</dc:creator>
<guid>http://legasthenie.wordpress.com/2009/09/28/die-eigene-handschrift-am-computer-kostenlos/</guid>
<description><![CDATA[Ein Wunsch von mir wurde wahr: Ich wollte schon immer meine eigene Handschrift als Font am Computer ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ein Wunsch von mir wurde wahr: Ich wollte schon immer meine eigene Handschrift als Font am Computer ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Writing Box]]></title>
<link>http://zonderschool.wordpress.com/2009/09/25/the-writing-box/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 20:34:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>henny4lvs</dc:creator>
<guid>http://zonderschool.wordpress.com/2009/09/25/the-writing-box/</guid>
<description><![CDATA[Op het ogenblik ben ik het boek &#8216;Kids have all the write stuff&#8217; aan het lezen, met als s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Op het ogenblik ben ik het boek &#8216;Kids have all the write stuff&#8217; aan het lezen, met als s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sinnlich, warmherzig, gemütlich, phantasievoll]]></title>
<link>http://flippi.wordpress.com/2009/08/29/sinnlich-warmherzig-gemuetlich-phantasievoll/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:20:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>flipp</dc:creator>
<guid>http://flippi.wordpress.com/2009/08/29/sinnlich-warmherzig-gemuetlich-phantasievoll/</guid>
<description><![CDATA[was man so alles erfährt: Die Deutung der Handschrift brachte folgendes Ergebnis: Er ist sinnlich, w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>was man so alles erfährt:</p>
<blockquote><p>Die Deutung der Handschrift brachte folgendes Ergebnis:</p>
<p>Er ist sinnlich, warmherzig, gemütlich und phantasievoll.<br />
Im Großen und Ganzen wirkt er gelassen bis uninteressiert,<br />
wenn er aber von einer Sache überzeugt ist, überrascht er<br />
seine Umwelt durch sein überschwängliches und begeisterungsfähiges Auftreten.</p>
<p>Er ist lebhaft und kontaktfreudig.<br />
Mit viel Verständnis für die Belange anderer.</p>
<p>Der Schreiber ist ein sehr gefühlsbestimmter Mensch.<br />
Oft werden Entscheidungen gefühlsmäßig gefällt, obwohl bei<br />
rein rationeller Überlegung eine andere Entscheidung die richtige wäre.</p>
<p>Der Schreiber ist eigensinnig, geradlinig, konsequent und widerstandsfähig.<br />
Die eigene Meinung wird durchgesetzt, er ist durch andere nur schwer zu beeinflussen.</p>
<p>Er ist bestrebt, anderen Menschen so weit wie möglich zu helfen.</p></blockquote>
<p>so also die analyse der handschrift mittels »<a title="handschriftdeutung" href="http://www.graphologies.de/" target="_blank"><strong>www.graphologies.de</strong></a>«</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Handschriftendeutung]]></title>
<link>http://karibale.wordpress.com/2009/07/25/handschriftendeutung/</link>
<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 16:52:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mrs. Karibale</dc:creator>
<guid>http://karibale.wordpress.com/2009/07/25/handschriftendeutung/</guid>
<description><![CDATA[Bei Gunni gesehen &#8211; ich hätte getippt, dass bei mir das gleiche rauskommt, wie bei ihr. Aber a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bei <a href="http://gorgorana.wordpress.com/2009/07/24/handschriftendeutung/">Gunni </a>gesehen &#8211; ich hätte getippt, dass bei mir das gleiche rauskommt, wie bei ihr. Aber auch das, was bei mir rauskam, trifft zu 100% auf mich zu:</p>
<p><strong><br />
<em>Mrs. Karibale ist ein Gewohnheitsmensch.<br />
Sie ist mit einer praktischen Intelligenz ausgestattet,<br />
die ihr erlaubt, rationell zu arbeiten,<br />
und zwar im Privat- wie auch im Berufsleben.<br />
Für sie ist verbindliches Auftreten und Arbeiten selbstverständlich.</em></strong></p>
<p><em><strong>Sie ist sinnlich, warmherzig, gemütlich und phantasievoll.<br />
Im Großen und Ganzen wirkt sie gelassen bis uninteressiert,<br />
wenn sie aber von einer Sache überzeugt ist, überrascht sie<br />
ihre Umwelt durch ihr überschwängliches und begeisterungsfähiges Auftreten.</strong></em></p>
<p><em><strong>Sie ist lebhaft und kontaktfreudig.<br />
Mit viel Verständnis für die Belange anderer.</strong></em></p>
<p><strong><em>Mrs. Karibale ist insofern bescheiden und wenig aufdringlich,<br />
als dass sie es nicht nötig hat, die Umwelt bei jeder Gelegenheit<br />
auf die eigenen Stärken aufmerksam zu machen</em>.<br />
</strong><em></em></p>
<p><a href="http://www.graphologies.de/"><strong>&#8211;&#62; Selber machen &#60;&#8211;</strong></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Schrijven en schrijven is 2]]></title>
<link>http://zonderschool.wordpress.com/2009/07/21/schrijven-en-schrijven-is-2/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:01:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>ptl4all</dc:creator>
<guid>http://zonderschool.wordpress.com/2009/07/21/schrijven-en-schrijven-is-2/</guid>
<description><![CDATA[Schrijven en schrijven is twee… Schrijven, een lang vervlogen ambacht met een ganzenveer? Lange zinn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Schrijven en schrijven is twee… Schrijven, een lang vervlogen ambacht met een ganzenveer? Lange zinn]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Was sagt die eigene Handschrift über einen aus?]]></title>
<link>http://gedankensolo.wordpress.com/2009/06/25/deutung-der-eigenen-handschrift/</link>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 12:06:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Stefan</dc:creator>
<guid>http://gedankensolo.wordpress.com/2009/06/25/deutung-der-eigenen-handschrift/</guid>
<description><![CDATA[Was sagt meine Handschrift über mich aus? Was für ein Typ bin ich? Hier ein Deutungsversuch meiner H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Was sagt meine Handschrift über mich aus?<br />
Was für ein Typ bin ich?</strong></p>
<p>Hier ein Deutungsversuch meiner Handschrift mit folgendem Ergebnis:</p>
<blockquote><p>Stefan ist ein impulsiver, unsteter, vielseitiger und unkonventioneller Typ.<br />
Es fällt ihm leicht, sich anzupassen.</p>
<p>Stefan ist von sich überzeugt und hat eine eigene Meinung.<br />
Er lässt sich von anderen nicht so leicht beeinflussen, auch nicht von einem &#8220;Das gehört sich aber so.&#8221;</p>
<p>Stefan ist bescheiden, zurückhaltend und oft etwas eigenbrödlerisch und selbstkritisch.<br />
Er ist sinnlich, warmherzig, gemütlich und phantasievoll.<br />
Im Großen und Ganzen wirkt er gelassen bis uninteressiert, wenn er aber von einer Sache überzeugt ist, überrascht er seine Umwelt durch sein überschwängliches und begeisterungsfähiges Auftreten.</p>
<p>Er ist lebhaft und kontaktfreudig.<br />
Mit viel Verständnis für die Belange anderer.</p>
<p>Stefan ist überdurchschnittlich intelligent.<br />
Nüchtern und zweckmäßig bewältigt er seine Aufgaben.</p>
<p>Stefan ist anderen Menschen gegenüber immer offen und aufgeschlossen.<br />
Der Umgang mit Menschen macht ihm Spaß, der ideale Arbeitsplatz ist da, wo er mit anderen Menschen zu tun hat.</p>
<p>Stefan ist sehr stark um Gerechtigkeit bemüht.<br />
Er versucht stets, sich für andere einzusetzen.</p>
<p>Er ist ein sehr humorvoller Mensch, bemüht sich, mit diesem Humor niemanden zu verletzen.<br />
Er ist ein Dickkopf.</p>
<p>Die Umwelt wird regelmäßig mit plötzlich auftretenden Widerständen von seiner Seite überrascht.</p></blockquote>
<p>Ob das stimmt oder nicht, sollten lieber andere Personen beurteilen! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wer es selbst einmal testen möchte, kann die auf der Seite: <a href="http://www.graphologies.de/" target="_blank">http://www.graphologies.de/</a>.</p>
<p>Erhalten habte ich den Tipp von <a href="http://twitter.com/Katha_rina" target="_blank">@katha_rina</a> via <a href="http://twitter.com/stelten" target="_blank">Twitter</a>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blij met de computer]]></title>
<link>http://johankoning.wordpress.com/2009/05/28/blij-met-de-computer/</link>
<pubDate>Thu, 28 May 2009 15:11:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Johan Koning</dc:creator>
<guid>http://johankoning.wordpress.com/2009/05/28/blij-met-de-computer/</guid>
<description><![CDATA[Kijk, en daarom ben ik nu zo blij met de uitvinding van de computer. Want als mijn opdrachtgevers me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://johankoning.wordpress.com/files/2009/05/font.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1974" title="font" src="http://johankoning.wordpress.com/files/2009/05/font.jpg" alt="font" width="400" height="137" /></a><strong>Kijk, en daarom ben ik nu zo blij met de uitvinding van de computer. Want als mijn opdrachtgevers met bovenstaand &#8216;lettertype&#8217; aan de gang moesten, dan duurde het heel wat langer alvorens al die schrijfsels die ik produceer uiteindelijk bij de lezers terecht zouden komen. Áls ik al opdrachtgevers zou hebben natuurlijk.</strong></p>
<p>Zoals ik ook al bij <a href="http://tagrijn.web-log.nl/tagrijn/2009/05/schrijf-logs-in.html?cid=24953122#comment-24953122" target="_blank">Tagrijn</a> schreef &#8211; want daar vond ik een link naar<a href="http://www.yourfonts.com/" target="_blank"> Font Creator</a>, waar je je eigen lettertype kunt creëren &#8211; is mijn handschrift nu niet echt mijn beste visitekaartje. Overigens heb ik het LetterLuck-font maar niet aangeschaft, maar snel even een screendumpje gemaakt.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reine Handarbeit - eine kleine Umfrage]]></title>
<link>http://ursingold.wordpress.com/2009/05/22/247/</link>
<pubDate>Fri, 22 May 2009 21:46:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Urs</dc:creator>
<guid>http://ursingold.wordpress.com/2009/05/22/247/</guid>
<description><![CDATA[In einer Woche wird die erste EduMedia-Klausur bereits hinter uns liegen. Die Tatsache, dass die Kla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>In einer Woche wird die erste EduMedia-Klausur bereits hinter uns liegen. Die Tatsache, dass die Klausur von Hand geschrieben werden muss, hat in der Lerngruppe für Diskussionen gesorgt. Bei einem Online-Studiengang wirkt die Vorstellung, drei Stunden lang von Hand schreiben zu müssen, schon etwas anachronistisch. Natürlich ist es die Prüfungsordnung der Uni, die solches verlangt, und wer sich mit E-Assessments befasst hat, weiß, dass man dabei schnell in Teufels Küche gerät. Die technischen und juristischen Hürden sind hoch, denn nichts fürchten Unis mehr als Rekurse, etwa weil der Computer eines Kandidaten während der Prüfung abstürzt und alle Eingaben verloren sind. Natürlich ist ein Schreibkrampf nach einer Stunde ebenso unangenehm, aber immerhin nicht rekurstauglich.</p>
<p>Vielleicht bringt es aber auch Vorteile, von Hand zu schreiben. Ich stelle die Hypothese auf, dass das Werkzeug Textverarbeitung zu einem Grad an Perfektion zwingt, das in der Prüfungssituation hemmend wirkt. Die spezifischen Vorteile der Textverarbeitung können sich unter dem Prüfungsdruck nicht entfalten. Von Hand können wir hingegen &#8220;drauflosschreiben&#8221;. Korrekturen erfolgen additiv (ich hänge den geänderten Gedanken einfach an), Löschungen und Umstellungen sind kaum möglich und auch nicht sinnvoll. Was dabei entsteht, ist ein Entwurf, aber mehr ist unter diesem enormen Zeitdruck (warum eigentlich?) gar nicht möglich und wird wohl auch nicht erwartet.</p>
<p>Wie seht ihr das?</p>
<a name="pd_a_1643514"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container1643514" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/1643514.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/1643514/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://www.polldaddy.com">poll</a></span>
		</noscript>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[De alom bekende deur.]]></title>
<link>http://inktvlek.wordpress.com/2009/05/03/de-alom-bekende-deur/</link>
<pubDate>Sun, 03 May 2009 11:30:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>inktvlek</dc:creator>
<guid>http://inktvlek.wordpress.com/2009/05/03/de-alom-bekende-deur/</guid>
<description><![CDATA[Het is zestien na één &#8217;s middags wanneer ik deze post typ en ik spendeerde daarnet een halfuur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Het is zestien na één &#8217;s middags wanneer ik deze post typ en ik spendeerde daarnet een halfuur van mijn luttele, onbenullige dag om te staren naar éénder wat me smeekte om aandacht te krijgen.</p>
<p>Ik kwam tot de conclusie dat de wolken buiten me vertelden dat het zou gaan regenen, mijn vloer me vroeg of ik toch echt niet eens wilde kuisen en mijn nieuw plantje bedelde om wat water. Al was het maar een miniscuul klein beetje. Niets van dit alles was in principe benoemenswaardig, tot ik een blik op mijn grijze deur wierp.</p>
<p>Mijn grijze deur is een toonbeeld van de voorbije jaren betrekkende vriendschappen en relatief diepgaande relaties. Duizenden uren geleden kwam dit meisje op het idee om iedereen die haar heiligdom zou betreden, een dikke zwarte stift in de hand te duwen en zou gebieden dat deze persoon een klein kenteken van zichzelf op de deur zou achterlaten. Ik veronderstel dat mijn puberachtige zelf dacht dat ze op deze manier zou weten en beseffen dat ze vriendjes zou hebben. Voor elk vriendje was er een ander handschrift, een ander opschrift dat iets meer vertelde over de verschillende persoonlijkheden met wie ze omging.</p>
<p>Anno 2009 ken ik nog amper iemand van deze deur. De gedachte dwelmde daarnet zelfs in mij op dat ik bij verschillende mensen bewust niet vroeg of ze de alom bekende deur wilden bekladden, want in periodes van bijgeloof had ik zelfs het idee dat tekenen zou vertellen dat deze mensen binnenkort uit het leven van mijzelf zouden verdwijnen (full of shit, right, I know).</p>
<p>Of mensen nu sporen op mijn deur achterlieten, of zelfs bewust niet, heeft het verschil niet gemaakt: de deur staat nog even vol en de mensen zijn evenwel verdwenen naar andere individuen, verzonken in andere, veranderende levens. Het is best wel eng om te beseffen dat de mensen die ik heden ken, ik binnen een jaar niet meer zal spreken. Natuurlijk glimlach ik flauw het idee weg dat ik daar hard om geef: deze dingen zijn jammer. Ik heb sowieso een goede band met sommigen, en een zeer oppervlakkige band met anderen.</p>
<p>Het zijn degene die kortbij staan, die mij intensief en langdurig hebben gemaakt tot wat ik nu ben - degenen waar ik niet zonder kan- waar ik een heftige angst voor ondervind. En zoals altijd en steeds, is dat mijn &#8216;angst der angsten&#8217;. Jammer genoeg.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jetzt auch mit dem PC möglich.]]></title>
<link>http://aquiiinla.wordpress.com/2009/04/07/jetzt-auch-mit-dem-pc-moglich/</link>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 04:29:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aquii</dc:creator>
<guid>http://aquiiinla.wordpress.com/2009/04/07/jetzt-auch-mit-dem-pc-moglich/</guid>
<description><![CDATA[Nach langem hin und her schaffe ich es nun, auch mit meinen PCs unleserliche Briefe zu schreiben, di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nach langem hin und her schaffe ich es nun, auch mit meinen PCs unleserliche Briefe zu schreiben, di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Graphologisches Gutachten]]></title>
<link>http://hasenbau.wordpress.com/2009/03/05/graphologisches-gutachten/</link>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 18:32:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Thor</dc:creator>
<guid>http://hasenbau.wordpress.com/2009/03/05/graphologisches-gutachten/</guid>
<description><![CDATA[Piri lud in den vergangenen Tagen die Leute ein, sich einem graphologischen Gutachten zu unterziehen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a title="Piri" href="http://www.voller-worte.de/blog/was-soll-ich-davon-halten/" target="_blank">Piri</a> lud in den vergangenen Tagen die Leute ein, sich einem graphologischen Gutachten zu unterziehen. Natürlich habe ich sofort Oma-Mama dahin geschickt, denn nicht nur ich, sondern auch die Felllose selbst wollten wissen, was ihre <span style="text-decoration:line-through;">Sauklaue</span> Handschrift über sie aussagt.  Die Grundlage für den Test bildeten nachfolgende Sätze:</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-334" title="Schriftprobe" src="http://hasenbau.wordpress.com/files/2009/03/schriftprobe.jpg" alt="Schriftprobe" width="350" height="212" /></p>
<p style="text-align:justify;">Jetzt wurde es interessant: Was würde die Deutung der Handschrift bringen? Hier das Ergebnis:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>conro gibt sich sehr beherrscht bzw. diszipliniert und besitzt einen ausgeprägten Ordnungssinn.</li>
<li>conro ist von sich überzeugt und hat eine eigene Meinung. Sie lässt sich von anderen nicht so leicht beeinflussen, auch nicht von einem &#8220;Das gehört sich aber so.&#8221;</li>
<li>Sie ist sinnlich, warmherzig, gemütlich und phantasievoll. Im Großen und Ganzen wirkt sie gelassen bis uninteressiert, wenn sie aber von einer Sache überzeugt ist, überrascht sie ihre Umwelt durch ihr überschwängliches und begeisterungsfähiges Auftreten.</li>
<li>Sie ist lebhaft und kontaktfreudig. Mit viel Verständnis für die Belange anderer.</li>
<li>conro ist überdurchschnittlich intelligent. Nüchtern und zweckmäßig bewältigt sie ihre Aufgaben.</li>
<li>conro ist anderen Menschen gegenüber immer offen und aufgeschlossen. Der Umgang mit Menschen macht ihr Spaß, der ideale Arbeitsplatz ist da, wo sie mit anderen Menschen zu tun hat.</li>
<li>Sie ist künstlerisch-handwerklich begabt &#8211; oder zumindest interessiert.</li>
<li>Sie ist ein sehr humorvoller Mensch, bemüht sich, mit diesem Humor niemanden zu verletzen.</li>
<li>conro ist ein impulsiver und phantasievoller Idealist.</li>
<li>conro legt sehr viel Wert darauf, dass sie von der Umwelt ernst genommen wird. Privat- und Berufsleben trennt sie sehr stark voneinander.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Als mein Opa-Papa das gelesen hatte, sagte er nur: &#8220;Das ist ja alles  nur positiv!&#8221; Genau so ist es, Zweibeiner &#8230; Bei Dir wäre das Ergebnis sicher ähnlich, aber Du willst das ja nicht machen. Aber Sie wollen ein graphologisches Gutachten erstellen lassen? Dann auf zur Homepage von <a title="Graphologies.de" href="http://www.graphologies.de" target="_blank">Graphologies.de</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Und? Erkennen Sie sich wieder?</p>
<p style="text-align:center;"><em>Ihr Thor Löwenherz</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penseelgreep]]></title>
<link>http://jjbs.wordpress.com/2009/02/16/penseelgreep/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 11:08:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jaap</dc:creator>
<guid>http://jjbs.wordpress.com/2009/02/16/penseelgreep/</guid>
<description><![CDATA[Het is erg belangrijk om de pen goed vast te houden bij het schrijven. Als je de pen verkeerd vastho]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.cesar-therapie.nl/kinderen/images/goede_pengreep.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;width:200px;height:162px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://www.cesar-therapie.nl/kinderen/images/goede_pengreep.jpg" border="0" alt="" /></a><br />Het is erg belangrijk om de pen goed vast te houden bij het schrijven. Als je de pen verkeerd vasthoudt dan kun je de pen niet goed sturen en dan is  mooi leesbaar schrijven ineens een stuk moeilijker. Hou de pen tussen duim en wijsvingeren leg je middelvinger en ringvinger onder de pen. Zo steunt je hand op het papier. Diverti geeft een schrijfmethode uit die leraren helpt onleesbaar handschrift van leerlingen te verbeteren, <a href="http://www.diverti.nl/product_info.php/products_id/68">Schrijf leesbaar en Vlot</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Netjes schrijven hoor]]></title>
<link>http://jjbs.wordpress.com/2009/02/16/netjes-schrijven-hoor/</link>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 08:49:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jaap</dc:creator>
<guid>http://jjbs.wordpress.com/2009/02/16/netjes-schrijven-hoor/</guid>
<description><![CDATA[Leerlingen krijgen slechte cijfers door hun onleesbare handschrift bij toetsen. Boodschappenbriefjes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_eL1rU9io_1k/SZk7ldPjjSI/AAAAAAAAAAM/SKi376AtR4Y/s1600-h/hand.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;width:200px;height:80px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eL1rU9io_1k/SZk7ldPjjSI/AAAAAAAAAAM/SKi376AtR4Y/s200/hand.jpg" border="0" alt="" /></a>
<p>Leerlingen krijgen slechte cijfers door hun onleesbare handschrift bij toetsen. Boodschappenbriefjes en geeltjes, collegeaantekeningen en andere handgeschreven berichten zijn soms volslagen onleesbaar. Leraren in het voortgezet onderwijs geven schrijfles om het handschrift van hun leerlingen enigszins leesbaar te maken. </p>
<ul>
<li>Let op de spaties tussen woorden en tussen letters. </li>
<li>schrijf alle letters in dezelfde richting, alles even schuin of alles rechtop.</li>
<li>gebruik hoofdletters alleen alleen als dat moet, en niet middenin een woord.</li>
<li>schrijf vooral niet te klein .</li>
<li>ga goed zitten en hou je pen goed vast (Niet zoals op de foto, maar net als een penseel)</li>
</ul></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Handschriftlich getippte Briefe]]></title>
<link>http://differenzielleaesthetik.wordpress.com/2009/02/06/handschriftlich-getippte-briefe/</link>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 12:08:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>A. Montiel</dc:creator>
<guid>http://differenzielleaesthetik.wordpress.com/2009/02/06/handschriftlich-getippte-briefe/</guid>
<description><![CDATA[Kürzlich habe ich ein nettes Onlinetool gefunden, mit dem man kostenlos seine Handschrift digitalisi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kürzlich habe ich ein nettes Onlinetool gefunden, mit dem man kostenlos seine Handschrift digitalisieren kann, um dann damit am Computer handschriftliche Briefe zu verfassen. Auf <a href="http://www.yourfonts.com/" target="_blank">YourFonts.Com</a> kommt man ganz unkompliziert in sieben Schritten zur eigenen Schriftart.</p>
<p>Um ehrlich zu sein, seit ich einen Computer habe, ist mein Schriftbild ziemlich den Bach runter gegangen &#8211; kaum, dass ich noch einen Stift halten kann. Zuerst hat der Computer nun also meine Handschrift versaut, und jetzt soll das sogar noch digitalisiert werden? Na dann Prost, Mahlzeit&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
