<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hari-raya &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hari-raya/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hari-raya"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:52:05 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Eid al-Adha and the Hajj, 2009]]></title>
<link>http://aferiza.wordpress.com/2009/11/29/eid-al-adha-and-the-hajj-2009/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:27:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>aferiza</dc:creator>
<guid>http://aferiza.wordpress.com/2009/11/29/eid-al-adha-and-the-hajj-2009/</guid>
<description><![CDATA[Muslim pilgrims circle the Kaaba inside the Grand Mosque in the holy city of Mecca after morning pra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs056.snc3/14359_187996454495_40569674495_2831274_4224777_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">Muslim pilgrims circle the Kaaba inside the Grand Mosque in the holy city of Mecca after morning prayers, before the start of this year&#8217;s hajj pilgrimage November 24, 2009.<br />
(REUTERS/Caren Firouz)</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs076.snc3/14359_187996429495_40569674495_2831271_7700660_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">A Muslim pilgrim prays near where the Hiraa cave is located, at the top of Noor Mountain on the outskirts of Mecca, Saudi Arabia, Tuesday, Nov. 24, 2009. According to tradition, Islam&#8217;s Prophet Mohammed received his first message to preach Islam while he was praying in the cave.<br />
(AP Photo/Hassan Ammar)</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs056.snc3/14359_188170964495_40569674495_2832834_2610016_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">Saudi special forces display some of their skills and equipment during a ceremony as they prepare for the influx people to participate in the Hajj, in Arafat 15 kms outside of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Nov. 22, 2009.<br />
(AP Photo/Issa Mohammad)</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs076.snc3/14359_188170949495_40569674495_2832833_2786912_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">The Prophet Mohammed Mosque in the Saudi holy city of Medina on November 12, 2009. Islam&#8217;s Prophet Mohammed is buried in Medina&#8217;s landmark mosque, which is Islam&#8217;s second holiest shrine after Mecca.<br />
(MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs056.snc3/14359_188111229495_40569674495_2832081_4001583_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">Muslim pilgrims run for cover as heavy rain streams down a road in the holy city of Mecca on November 25, 2009. An estimated 2.5 million Muslims have converged on Mecca for the annual hajj pilgrimage, as workers toil round the clock to complete construction projects designed to avoid deadly stampedes.<br />
(MAHMUD HAMS/AFP/Getty Images)</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs056.snc3/14359_188078074495_40569674495_2831790_6886847_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">A man is silhouetted along with his camels after they were brought to an animal market to be sold in Lahore, Pakistan on November 24, 2009, ahead of the Islamic Eid al-Adha celebrations.<br />
(REUTERS/Mohsin Raza)</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs056.snc3/14359_188077864495_40569674495_2831786_2102960_n.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">Sacrificial sheep wait to be sold in an animal market set for the Muslim Feast of the Sacrifice in Amman, Jordan on Wednesday Nov. 25, 2009, ahead of Eid Al Adha holiday.<br />
(AP Photo/Mohammad Abu Ghosh)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukum Sholat Jumat Bersamaan Dengan Hari Raya (Idul Fitri / Adha)]]></title>
<link>http://hepyes.wordpress.com/2009/11/28/hukum-sholat-jumat-bersamaan-dengan-hari-raya-idul-fitri-adha/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 17:01:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>hepyes</dc:creator>
<guid>http://hepyes.wordpress.com/2009/11/28/hukum-sholat-jumat-bersamaan-dengan-hari-raya-idul-fitri-adha/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi 1. Pendahuluan Seperti kita ketahui, terkadang hari raya Idul Fitri ata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<p><strong>Oleh: KH. M. Shiddiq Al-Jawi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui, terkadang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Misalnya saja yang terjadi pada tahun ini (2009), Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1430 H akan jatuh pada hari Jumat 27 Nopember 2009. Di sinilah mungkin di antara kita ada yang bertanya, apakah sholat Jumat masih diwajibkan pada hari raya? Apakah kalau seseorang sudah sholat Ied berarti boleh tidak sholat Jumat? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan semacam itu dengan melakukan penelusuran pendapat ulama, dalil-dalilnya, dan pentarjihan (mengambil yang terkuat) dari dalil-dalil tersebut.<!--more--></p>
<p>Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat Jumat yang jatuh bertepatan dengan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Dalam kitab <em>Rahmatul Ummah fi Ikhtilaf Al A`immah </em>karya Imam Ad Dimasyqi, disebutkan bahwa :</p>
<p><em>“Apabila hari raya bertepatan dengan hari Jumat, maka menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih, bahwa shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kampung yang mengerjakan shalat Jumat. Adapun bagi orang yang datang dari kampung lain, gugur Jumatnya. Demikian menurut pendapat Imam Asy Syafi’i yang shahih. Maka jika mereka telah shalat hari raya, boleh bagi mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Menurut pendapat Imam Abu Hanifah, bagi penduduk kampung wajib shalat Jumat. Menurut Imam Ahmad, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun orang yang ditempati shalat Jumat. Kewajiban shalat Jumat gugur sebab mengerjakan shalat hari raya. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Menurut ‘Atha`, zhuhur dan Jumat gugur bersama-sama pada hari itu. Maka tidak ada shalat sesudah shalat hari raya selain shalat Ashar.”</em></p>
<p>Ad Dimasyqi tidak menampilkan pendapat Imam Malik. Ibnu Rusyd dalam kitabnya <em>Bidayatul Mujtahid </em>menyatakan pendapat Imam Malik sama dengan pendapat Imam Abu Hanifah. Disebutkannya bahwa,<em>“Imam Malik dan Abu Hanifah berpendapat,”Jika berkumpul hari raya dan Jumat, maka mukallaf dituntut untuk melaksanakannya semuanya….”</em></p>
<p>Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa dalam masalah ini terdapat 4 (empat) pendapat :</p>
<p><em>Pertama</em>, shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kota (<em>ahlul amshaar / ahlul madinah</em>) yang di tempat mereka diselenggarakan shalat Jumat. Sedang bagi orang yang datang dari kampung atau padang gurun (<em>ahlul badaawi / ahlul ‘aaliyah</em>), yang di tempatnya itu tidak dilaksanakan shalat Jumat, gugur kewajiban shalat Jumatnya. Jadi jika mereka –yakni orang yang datang dari kampung — telah shalat hari raya, boleh mereka terus pulang, tanpa mengikuti shalat Jumat. Inilah pendapat Imam Syafi’i. Ini pula pendapat Utsman dan Umar bin Abdul Aziz.</p>
<p><em>Kedua</em>, shalat Jumat wajib tetap ditunaikan, baik oleh penduduk kota yang ditempati shalat Jumat maupun oleh penduduk yang datang dari kampung. Ini pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Jadi, shalat Jumat tetap wajib dan tidak gugur dengan ditunaikannya shalat hari raya.</p>
<p><em>Ketiga</em>, tidak wajib shalat Jumat baik bagi orang yang datang maupun bagi orang yang ditempati shalat Jumat. Tetapi mereka wajib shalat zhuhur. Demikian pendapat Imam Ahmad.</p>
<p><em>Keempat</em>, zhuhur dan Jumat gugur sama-sama gugur kewajibannya pada hari itu. Jadi setelah shalat hari raya, tak ada lagi shalat sesudahnya selain shalat Ashar. Demikian pendapat ‘Atha` bin Abi Rabbah. Dikatakan, ini juga pendapat Ibnu Zubayr dan ‘Ali.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.Pendapat Yang Rajih</strong></p>
<p>Kami mendapatkan kesimpulan, bahwa pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, <em>rahimahullah</em>. Rincian hukumnya adalah sebagai berikut:</p>
<p><em>Hukum Pertama</em>, jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya -yang jatuh bertepatan dengan hari Jumat- gugurlah kewajiban atasnya untuk menunaikan shalat Jumat. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak.</p>
<p><em>Hukum Kedua</em>, bagi mereka yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut, lebih utama dan disunnahkan tetap melaksanakan shalat Jumat.</p>
<p><em>Hukum Ketiga</em>, jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib melaksanakan shalat zhuhur, tidak boleh meninggalkan zhuhur.</p>
<p><em>Hukum Keempat</em>, mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya untuk menunaikan shalat Jumat, tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat.</p>
<p>Keterangan mengenai masing-masing hukum tersebut akan diuraikan pada poin berikutnya, Insya Allah.</p>
<p><strong>2.1. Keterangan Hukum Pertama</strong></p>
<p>Mengenai gugurnya kewajiban shalat Jumat bagi mereka yang sudah melaksanakan shalat hari raya, dalilnya adalah hadits-hadits Nabi SAW yang shahih, antara lain yang diriwayatkan dari Zayd bin Arqam RA bahwa dia berkata :</p>
<p dir="rtl"><strong>صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ</strong></p>
<p><em>“Nabi SAW melaksanakan shalat Ied (pada suatu hari Jumat) kemudian beliau memberikan rukhshah (kemudahan/keringanan) dalam shalat Jumat. Kemudian Nabi berkata,’Barangsiapa yang berkehendak (shalat Jumat), hendaklah dia shalat.”</em> (HR. Al Khamsah, kecuali At Tirmidzi. Hadits ini menurut Ibnu Khuzaimah, shahih).</p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Hurayrah RA bahwa Nabi SAW bersabda :</p>
<p dir="rtl"><strong>قَدْ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ</strong></p>
<p><em>“Sungguh telah berkumpul pada hari kalian ini dua hari raya. Maka barangsiapa berkehendak (shalat hari raya), cukuplah baginya shalat hari raya itu, tak perlu shalat Jumat lagi. Dan sesungguhnya kami akan mengerjakan Jumat.”</em> (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Al Hakim juga meriwayatkan hadits ini dari sanad Abu Shalih, dan dalam isnadnya terdapat Baqiyah bin Walid, yang diperselisihkan ulama. Imam Ad Daruquthni menilai, hadits ini shahih. Ulama hadits lain menilainya hadits mursal).</p>
<p>Hadits-hadits ini merupakan dalil bahwa shalat Jumat setelah shalat hari raya, menjadi rukhshah. Yakni, maksudnya shalat Jumat boleh dikerjakan dan boleh tidak. Pada hadits Zayd bin Arqam di atas (hadits pertama) Nabi SAW bersabda “tsumma rakhkhasha fi al jumu’ati” (kemudian Nabi memberikan rukhshash dalam [shalat] Jumat). Ini menunjukkan bahwa setelah shalat hari raya ditunaikan, shalat hari raya menjadi rukhshah (kemudahan/keringanan).</p>
<p>Menurut Syaikh Taqiyuddin An Nabhani, rukhshah adalah hukum yang disyariatkan untuk meringankan hukum azimah (hukum asal) karena adanya suatu udzur (halangan), disertai tetapnya hukum azimah namun hamba tidak diharuskan mengerjakan rukshshah itu.</p>
<p>Jadi shalat Jumat pada saat hari raya, menjadi rukhshah, karena terdapat udzur berupa pelaksanaan shalat hari raya. Namun karena rukhshah itu tidak menghilangkan azimah sama sekali, maka shalat Jumat masih tetap disyariatkan, sehingga boleh dikerjakan dan boleh pula tidak dikerjakan.</p>
<p>Hal ini diperkuat dan diperjelas dengan sabda Nabi dalam kelanjutan hadits Zayd bin Arqam di atas “<em>man syaa-a an yushalliya falyushalli</em>” (barangsiapa yang berkehendak [shalat Jumat], hendaklah dia shalat). Ini adalah manthuq (ungkapan tersurat) hadits. Mafhum mukhalafah (ungkapan tersirat) dari hadits itu -dalam hal ini berupa mafhum syarat, karena ada lafazh “man” sebagai syarat- adalah “barangsiapa yang tidak berkehendak shalat Jumat, maka tidak perlu shalat Jumat.”</p>
<p>Kesimpulannya, orang yang telah menjalankan shalat hari raya, gugurlah kewajiban atasnya untuk menunaikan shalat Jumat. Dia boleh menunaikan shalat Jumat dan boleh juga tidak.</p>
<p>Mungkin ada pertanyaan, apakah gugurnya shalat Jumat ini hanya untuk penduduk kampung/desa (<em>ahlul badaawi / ahlul ‘aaliyah</em>) –yang di tempat mereka tidak diselenggarakan shalat Jumat– sedang bagi penduduk kota (ahlul amshaar / ahlul madinah) —-yang di tempat mereka diselenggarakan shalat Jumat– tetap wajib shalat Jumat ?</p>
<p>Yang lebih tepat menurut kami, gugurnya kewajiban shalat Jumat ini berlaku secara umum, baik untuk penduduk kampung/desa maupun penduduk kota. Yang demikian itu karena nash-nash hadits di atas bersifat umum, yaitu dengan adanya lafahz “man” (barangsiapa/siapa saja) yang mengandung arti umum, baik ia penduduk kampung maupun penduduk kota. Dan lafazh umum tetap dalam keumumannya selama tidak terdapat dalil yang mengkhususkannya. Dalam hal ini tidak ada dalil yang mengkhususkan (takhsis) keumumannya, maka tetaplah lafazh “man” dalam hadits-hadits di atas berlaku secara umum. (Lihat Imam Syaukani, <em>Nailul Authar</em>, 2/273)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.2.Keterangan Hukum Kedua</strong></p>
<p>Bagi mereka yang sudah shalat hari raya, mana yang lebih utama (afdhal), menunaikan shalat Jumat ataukah meninggalkannya ? Pada dasarnya, antara azimah (hukum asal) dan rukhshah kedudukannya setara, tak ada yang lebih utama daripada yang lain, kecuali terdapat nash yang menjelaskan keutamaan salah satunya, baik keutamaan azimah maupun rukhshah.</p>
<p>Namun dalam hal ini terdapat nash yang menunjukkan keutamaan shalat Jumat daripada meninggalkannya. Pada hadits Abu Hurayrah RA (hadits kedua) terdapat sabda Nabi “innaa mujammi’uun” (Dan sesungguhnya kami akan mengerjakan Jumat).</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa meskipun Nabi SAW menjadikan shalat Jumat sebagai rukhshah, yakni boleh dikerjakan dan boleh tidak, akan tetapi Nabi Muhammad SAW faktanya tetap mengerjakan shalat Jumat. Hanya saja perbuatan Nabi SAW ini tidak wajib, sebab Nabi SAW sendiri telah membolehkan untuk tidak shalat Jumat. Jadi, perbuatan Nabi SAW itu sifatnya sunnah, tidak wajib.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.3.Keterangan Hukum Ketiga</strong></p>
<p>Jika orang yang sudah shalat hari raya memilih untuk meninggalkan shalat Jumat, wajibkah ia shalat zhuhur ? Jawabannya, dia wajib shalat zhuhur, tidak boleh meninggalkannya.</p>
<p>Wajibnya shalat zhuhur itu, dikarenakan nash-nash hadits yang telah disebut di atas, hanya menggugurkan kewajiban shalat Jumat, tidak mencakup pengguguran kewajiban zhuhur. Padahal, kewajiban shalat zhuhur adalah kewajiban asal (<em>al fadhu al ashli</em>), sedang shalat Jumat adalah hukum pengganti (<em>badal</em>), bagi shalat zhuhur itu. Maka jika hukum pengganti (badal) -yaitu shalat Jumat- tidak dilaksanakan, kembalilah tuntutan syara’ kepada hukum asalnya, yaitu shalat zhuhur. Yang demikian itu adalah mengamalkan Istish-hab, yaitu kaidah hukum untuk menetapkan berlakunya hukum asal, selama tidak terdapat dalil yang mengecualikan atau mengubah berlakunya hukum asal.</p>
<p>Dengan demikian, jika seseorang sudah shalat hari raya lalu memilih untuk meninggalkan shalat Jumat, maka ia wajib melaksanakan shalat zhuhur.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2.4. Keterangan Hukum Keempat</strong></p>
<p>Mereka yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya untuk tetap menunaikan shalat Jumat. Tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat. Dengan kata lain, rukhshah untuk meninggalkan shalat Jumat ini khusus untuk mereka yang sudah melaksanakan shalat hari raya. Mereka yang tidak melaksanakan shalat hari raya, tidak mendapat rukhshah, sehingga konsekuensinya tetap wajib hukumnya shalat Jumat.</p>
<p>Dalilnya adalah hadits Abu Hurayrah (hadits kedua) dimana Nabi SAW bersabda “fa man syaa-a, ajza-a-hu ‘anil jumu’ati” (Maka barangsiapa yang berkehendak [shalat hari raya], cukuplah baginya shalat hari raya itu, tak perlu shalat Jumat lagi). Ini adalah manthuq hadits. Mafhum mukhalafahnya, yakni orang yang tak melaksanakan shalat hari raya, ia tetap dituntut menjalankan shalat Jumat.</p>
<p>Imam Ash Shan’ani dalam <em>Subulus Salam </em>ketika memberi syarah (penjelasan) terhadap hadits di atas berkata : “Hadits tersebut adalah dalil bahwa shalat Jumat -setelah ditunaikannya shalat hari raya– menjadi rukhshah. Boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan. Tetapi (rukhshah) itu khusus bagi orang yang menunaikan shalat Ied, tidak mencakup orang yang tidak menjalankan shalat Ied.” (Imam Shan’ani, <em>Subulus Salam</em>, 2/112)</p>
<p>Jadi, orang yang tidak melaksanakan shalat hari raya, tidak termasuk yang dikecualikan dari keumuman nash yang mewajibkan shalat Jumat. Yang dikecualikan dari keumuman nash itu adalah yang telah shalat hari raya. Maka dari itu, orang yang tidak shalat hari raya, tetap wajib atasnya shalat Jumat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.Meninjau Pendapat Lain</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.1.Pendapat Imam Syafi’i</strong></p>
<p>Pada dasarnya, Imam Syafii tetap mewajibkan shalat Jumat yang jatuh bertepatan pada hari raya. Namun beliau menetapkan kewajiban tersebut hanya berlaku bagi penduduk kota (ahlul madinah/ahlul amshaar). Adapun penduduk desa/kampung atau penduduk padang gurun (<em>ahlul badawi</em>) yang datang ke kota untuk shalat Ied (dan shalat Jumat), sementara di tempatnya tidak diselenggarakan shalat Jumat, maka mereka boleh tidak mengerjakan shalat Jumat.</p>
<p>Sebenarnya Imam Syafi’i berpendapat seperti itu karena menurut beliau, hadits-hadits yang menerangkan gugurnya kewajiban shalat Jumat pada hari raya bukanlah hadits-hadits shahih. Sehingga beliau pun tidak mengamalkannya. Inilah dasar pendapat Imam Syafi’i. Menanggapi pendapat Imam Syafi’i tersebut, Imam Ash Shan’ani dalam <em>Subulus Salam </em>berkata :  “Asy Syafi’i dan segolongan ulama berpendapat bahwa shalat Jumat tidak menjadi rukhshah. Mereka berargumen bahwa dalil kewajiban shalat Jumat bersifat umum untuk semua hari (baik hari raya maupun bukan). Sedang apa yang disebut dalam hadits-hadits dan atsar-atsar (yang menjadikan shalat Jumat sebagai rukhshah) tidaklah cukup kuat untuk menjadi takhsis (pengecualian) kewajiban shalat Jumat, sebab sanad-sanad hadits itu telah diperselisihkan oleh ulama. Saya (Ash Shan’ani) berkata,’Hadits Zayd bin Arqam telah dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah…maka hadits tersebut dapat menjadi takhsis (pengecualian)…” (Imam Shan’ani, <em>Subulus Salam</em>, 2/112).</p>
<p>Dengan demikian, jelaslah bahwa Imam Syafi’i tidak menilai hadits Zayd bin Arqam tersebut sebagai hadits shahih, sehingga beliau tidak menjadikannya sebagai takhsis yang menggugurkan kewajiban shalat Jumat. Beliau kemudian berpegang kepada keumuman nash yang mewajibkan shalat Jumat pada semua hari (QS Al Jumu’ah ayat 9), baik hari raya maupun bukan. Tapi, Imam Ash Shan’ani menyatakan, bahwa hadits Zayd bin Arqam adalah shahih menurut Ibnu Khuzaimah.</p>
<p>Dalam hal ini patut kiranya ditegaskan, bahwa penolakan Imam Syafi’i terhadap hadits Zayd bin Arqam tidaklah mencegah kita untuk menerima hadits tersebut. Penolakan Imam Syafi’i terhadap hadits Zayd bin Arqam itu tidak berarti hadits tersebut –secara mutlak– tertolak (mardud). Sebab sudah menjadi suatu kewajaran dalam penilaian hadits, bahwa sebuah hadits bisa saja diterima oleh sebagian muhaddits, sedang muhaddits lain menolaknya. Dalam kaitan ini Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam <em>Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyah</em> Juz I berkata : “…(kita tidak boleh cepat-cepat menolak suatu hadits) hanya karena seorang ahli hadits tidak menerimanya, karena ada kemungkinan hadits itu diterima oleh ahli hadits yang lain. Kita juga tidak boleh menolak suatu hadits karena para ahli hadits menolaknya, karena ada kemungkinan hadits itu digunakan hujjah oleh para imam atau umumnya para fuqaha… ”</p>
<p>Maka dari itu, kendatipun hadits Zayd bin Arqam ditolak oleh Imam Syafi’i, tidak berarti kita tidak boleh menggunakan hadits tersebut sebagai dalil syar’i. Sebab faktanya ada ahli hadits lain yang menilainya sebagai hadits shahih, yakni Imam Ibnu Khuzaimah, sebagaimana penjelasan Imam Ash Shan’ani. Jadi, beristidlal dengan hadits Zayd bin Arqam tersebut tetap dibenarkan, sehingga hukum yang didasarkan pada hadits tersebut adalah tetap berstatus hukum syar’i.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.2.Pendapat Imam Malik dan Abu Hanifah</strong></p>
<p>Imam Malik dan Abu Hanifah tetap mewajibkan shalat Jumat, baik bagi penduduk kota (<em>ahlul madinah/ahlul amshaar</em>), maupun penduduk desa/kampung atau penduduk padang gurun (ahlul badawi). Ibnu Rusyd menjelaskan argumentasi kedua Imam tersebut :  “Imam Malik dan Abu Hanifah berkata, ‘Shalat hari raya adalah sunnah, sedang shalat Jumat adalah fardhu, dan salah satunya tidak dapat menggantikan yang lainnya. Inilah yang menjadi prinsip asal (al ashlu) dalam masalah ini, kecuali jika terdapat ketetapan syara’, maka wajib merujuk kepadanya…”</p>
<p>Dari keterangan itu, nampak bahwa Imam Malik dan Abu Hanifah juga tidak menerima hadits-hadits yang menerangkan gugurnya shalat Jumat pada hari raya. Konsekuensinya, beliau berdua kemudian berpegang pada hukum asal masing-masing, yakni kesunnahan shalat Ied dan kewajiban shalat Jumat. Dasar pendapat mereka sebenarnya sama dengan pendapat Imam Syafi’i.</p>
<p>Namun demikian, beliau berdua memberikan perkecualian, bahwa hukum asal tersebut dapat berubah, jika terdapat dalil syar’i yang menerangkannya.</p>
<p>Atas dasar itu, karena terdapat hadits Zayd bin Arqam (yang shahih menurut Ibnu Khuzaimah) atau hadits Abu Hurayrah RA (yang shahih menurut Ad Daruquthni), maka sesungguhnya hadits-hadits tersebut dapat menjadi takhsis hukum asal shalat Jumat, yakni yang semula wajib kemudian menjadi rukhshah (tidak wajib).</p>
<p>Dengan demikian, yang berlaku kemudian adalah hukum setelah ditakhsis, bukan hukum asalnya, yakni bahwa shalat Jumat itu menjadi rukhshah bagi mereka yang menunaikan shalat hari raya, dan statusnya menjadi tidak wajib. Inilah pendapat yang lebih tepat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.3.Pendapat ‘Atha bin Abi Rabah</strong></p>
<p>‘Atha bin Abi Rabbah berpendapat bahwa jika hari Jumat bertepatan dengan hari raya, maka shalat Jumat dan zhuhur gugur semuanya. Tidak wajib shalat apa pun pada hari itu setelah shalat hari raya melainkan shalat ‘Ashar.</p>
<p>Imam Ash’ani menjelaskan bahwa pendapat ‘Atha` tersebut didasarkan pada 3 (tiga) alasan, yaitu :</p>
<p>Pertama, berdasarkan perbuatan sahabat Ibnu Zubayr RA sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Dawud, bahwasanya :</p>
<p dir="rtl"><strong>عِيدَانِ اجْتَمَعَا فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعَهُمَا جَمِيعًا فَصَلَّاهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ</strong></p>
<p>“Dua hari raya (hari raya dan hari Jumat) telah berkumpul pada satu hari yang sama. Lalu dia (Ibnu Zubayr) mengumpulkan keduanya dan melakukan shalat untuk keduanya sebanyak dua rakaat pada pagi hari. Dia tidak menambah atas dua rakaat itu sampai dia mengerjakan shalat Ashar.” (HR Abu Dawud).</p>
<p>Kedua, shalat Jumat adalah hukum asal (al ashl) pada hari Jumat, sedang shalat zhuhur adalah hukum pengganti (al badal) bagi shalat Jumat. Maka dari itu, jika hukum asal telah gugur, otomatis gugur pulalah hukum penggantinya.</p>
<p>Ketiga, yang zhahir dari hadits Zayd bin Arqam, bahwa Rasul SAW telah memberi rukhshah pada shalat Jumat. Namun Rasul SAW tidak memerintahkan untuk shalat zhuhur bagi orang yang tidak melaksanakan shalat Jumat.</p>
<p>Demikianlah alasan pendapat ‘Atha` bin Abi Rabbah. Imam Ash Shan’ani tidak menerima pendapat tersebut dan telah membantahnya. Menurut beliau, bahwa setelah shalat hari raya Ibnu Zubayr tidak keluar dari rumahnya untuk shalat Jumat di masjid, tidaklah dapat dipastikan bahwa Ibnu Zubayr tidak shalat zhuhur. Sebab ada kemungkinan (ihtimal) bahwa Ibnu Zubayr shalat zhuhur di rumahnya. Yang dapat dipastikan, kata Imam Ash Shan’ani, shalat yang tidak dikerjakan Ibnu Zubayr itu adalah shalat Jumat, bukannya shalat zhuhur.</p>
<p>Untuk alasan kedua dan ketiga, Imam Ash Shan’ani menerangkan bahwa tidaklah benar bahwa shalat Jumat adalah hukum asal (al ashl) sedang shalat zhuhur adalah hukum pengganti (al badal). Yang benar, justru sebaliknya, yaitu shalat zhuhur adalah hukum asal, sedang shalat Jumat merupakan penggantinya. Sebab, kewajiban shalat zhuhur ditetapkan lebih dahulu daripada shalat Jumat. Shalat zhuhur ditetapkan kewajibannya pada malam Isra’ Mi’raj, sedang kewajiban shalat Jumat ditetapkan lebih belakangan waktunya (muta`akhkhir). Maka yang benar, shalat zhuhur adalah hukum asal, sedang shalat Jumat adalah penggantinya. Jadi jika shalat Jumat tidak dilaksanakan, maka wajiblah kembali pada hukum asal, yakni mengerjakan shalat zhuhur. (Imam Shan’ani, <em>Subulus Salam</em>, 2/112)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>4.Kesimpulan</strong></p>
<p>Dari seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa jika hari raya bertepatan dengan hari Jumat, hukumnya adalah sebagai berikut :</p>
<p><em>Pertama</em>, jika seseorang telah menunaikan shalat hari raya (Ied), gugurlah kewajiban shalat Jumat atasnya. Dia boleh melaksanakan shalat Jumat dan boleh juga tidak. Namun, disunnahkan baginya tetap melaksanakan shalat Jumat.</p>
<p><em>Kedua</em>, jika orang yang telah menunaikan shalat hari raya tersebut memilih untuk tidak menunaikan shalat Jumat, wajib atasnya melaksanakan shalat zhuhur. Tidak boleh dia meninggalkan zhuhur.</p>
<p><em>Ketiga</em>, adapun orang yang pada pagi harinya tidak melaksanakan shalat hari raya, wajib atasnya shalat Jumat. Tidak dibenarkan baginya untuk meninggalkan shalat Jumat. Tidak boleh pula dia melaksanakan shalat zhuhur.</p>
<p>Demikianlah hasil pentarjihan kami untuk masalah ini sesuai dalil-dalil syar’i yang ada. <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p>= = =</p>
<p>*M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI, adalah Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia dan pengasuh Pondok Pesantren Hamfara Yogyakarta.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Abdullah, Muhammad Husain. 1995. <em>Al Wadhih fi Ushul Al Fiqh</em>. Cetakan Kedua. Beirut : Darul Bayariq. 417 hal.</p>
<p>Abu Abdillah As-Sa’dun, <em>Ijtima’ Al-I’dayni, </em>(Riyadh : t.p.), t.t. 12 hal.</p>
<p>Abu Hafsh Ar-Rahmani, <em>Tsalatsu Masa`il Fiqhiyyah</em>, (t.t.p. : t.p.), t.t. 33 hal.</p>
<p>Ad Dimasyqi, Muhammad bin Abdurrahman Asy Syafi’i. 1993. <em>Rohmatul Ummah (Rahmatul Ummah Fi Ikhtilafil A`immah)</em>. Terjemahan oleh Sarmin Syukur dan Luluk Rodliyah. Cetakan Pertama. Surabaya : Al Ikhlas. 554 hal.</p>
<p>Ash Shan’ani, Muhammad bin Ismail Al Kahlani. Tanpa Tahun. <em>Subulus Salam</em>. Juz II. Bandung : Maktabah Dahlan. 224 hal.</p>
<p>Ash Shiddieqi, T.M. Hasbi. 1981. <em>Koleksi Hadits Hukum (Al Ahkamun Nabawiyah)</em>. Jilid IV. Cetakan Kedua. Bandung : PT. Alma’arif. 379 hal.</p>
<p>An Nabhani, Taqiyuddin. 1953. <em>Asy Syakhshiyah Al Islamiyah. Juz Ketiga (Ushul Fiqh)</em>. Cetakan Kedua. Al Quds : Min Mansyurat Hizb Al Tahrir. 492 hal.</p>
<p>———-. 1994. <em>Asy Syakhshiyah Al Islamiyah</em>. Juz Pertama. Cetakan Keempat. Beirut : Darul Ummah. 407 hal.</p>
<p>Ibnu Khalil, ‘Atha`. 2000. <em>Taisir Al Wushul Ila Al Ushul</em>. Cetakan Ketiga. Beirut : Darul Ummah. 310 hal.</p>
<p>Ibnu Rusyd. 1995. <em>Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid.</em> Juz I. Beirut : Daarul Fikr. 399 hal.</p>
<p>Raghib, Ali. 1991. <em>Ahkamush Shalat</em>. Cetakan Pertama. Beirut : Daar An Nahdhah Al Islamiyah.132 hal.</p>
<p>Sabiq, Sayyid. 1987. <em>Fikih Sunnah (Fiqhus Sunnah).</em> Jilid 2. Cetakan Ketujuhbelas. Terjemahan oleh Mahyuddin Syaf. Bandung : PT. Al Ma’arif. 229 hal</p>
<p>Syirbasyi, Ahmad. 1987. <em>Himpunan Fatwa (Yas`alunaka fi Ad Din wa Al Hayah)</em>. Terjemahan oleh Husein Bahreisj. Cetakan Pertama. Surabaya : Al Ikhlas. 598 hal</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesalahan Dalam Lafal Takbir Hari Raya]]></title>
<link>http://alyphmedia.wordpress.com/2009/11/28/kesalahan-dalam-lafadz-takbir-hari-raya/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 08:53:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>alyphmedia</dc:creator>
<guid>http://alyphmedia.wordpress.com/2009/11/28/kesalahan-dalam-lafadz-takbir-hari-raya/</guid>
<description><![CDATA[Waqaf secara sederhana dapat diartikan sebagai penghentian bacaan Al Qur’an karena sebab – sebab ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Waqaf secara sederhana dapat diartikan sebagai penghentian bacaan Al Qur’an karena sebab – sebab tertentu. Secara bahasa, waqaf berarti menahan dan menurut istilah, waqaf berarti memutuskan suara pada suatu kalimat dalam waktu tertentu, tidak begitu lama, kemudian mengambil nafas satu kali dengan niat untuk memulai kembali bacaan Al Qur’an.</p>
<p>Salah satu permasalahan penting dalam bab Waqaf adalah cara melafalkan suatu lafazh yang di-waqaf-kan. Permasalahan ini sangat penting karena kesalahan dalam melafalkan suatu lafazh yang di-waqaf-kan, dapat membuat makna lafazh tersebut melenceng.</p>
<p>Pada saat hari raya, saya dengar masih banyak kaum muslimin di Indonesia yang mengucapkan lafazh takbir dengan salah (terutama di dusun saya). Kesalahan yang paling banyak terjadi adalah kesalahan dalam mengakhiri lafazh takbir tersebut. Kesalahan ini berhubungan dengan salah satu hukum tajwid yaitu Waqaf Raum atau Waqaf ‘Isyarah.</p>
<blockquote><p><strong>Waqaf Raum</strong> adalah mengucapkan sebagian harakat, hanya agar terdengar oleh orang yang berdekatan saja, bukan orang yang berjauhan.</p></blockquote>
<p>Lafazh takbir yang sering salah dalam pengucapannya adalah lafazh yang berbunyi</p>
<p>وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p>&#8220;<em>Dan milik Allah-lah segala pujian</em>&#8220;</p>
<p>Lafazh ini jika di-waqaf-kan tergolong sebagai Waqaf Raum karena huruf yang terakhir disukunkan, diawali oleh huruf yang bersukun pula, sehingga seharusnya dibaca “<em>wa lillahil hamd</em>”, dengan bunyi suara <em>dal</em> yang dibaca sepertiga harakat sebagai isyarat. Contoh pengucapan yang benar dapat didengarkan pada file audio berukuran 135 Kb yang dapat Anda download <a href="http://www.4shared.com/file/161358752/be70e0bd/wa_lillahil_hamd.html">di sini</a>.</p>
<p>Kenyataan yang terjadi di kalangan kaum muslimin saat ini, ada yang melafalkannya dengan</p>
<p>وَلِلّٰهِ الْحَمّ</p>
<p>Nauzdu billahi min dzalik, kita berlindung kepada Allah dari segala kebodohan. Pada lafazh ini, huruf <em>dal</em> hilang dan huruf <em>mim</em> ditasydidkan. Akibatnya, maknanya pun melenceng jauh dari yang sebenarnya. Seharusnya “<em>dan milik Allah-lah segala pujian</em>” menjadi “<em>dan milik Allah-lah segala panas/demam</em>”.</p>
<p>Selain pengucapan seperti di atas, ada pula yang melafalkannya dengan</p>
<p>وَلِلّٰهِ الْهَمّ</p>
<p>Sekali lagi kita berlindung kepada Allah dari segala kebodohan. Pada lafazh ini, huruf <em>dal</em> hilang, huruf <em>mim</em> ditasydidkan, dan huruf <em>ha’</em> menjadi ha sehingga maknanya melenceng jauh dari maksud sebenarnya. Makna yang seharusnya “<em>dan milik Allah-lah segala pujian</em>” menjadi “<em>dan milik Allah-lah segala kecemasan</em>”.</p>
<p>Jika masih ada yang melakukan kesalahan seperti di atas, marilah kita betulkan kesalahan – kesalahan pengucapan takbir tersebut, mumpung masih ada hari Tasyrik untuk memperbanyak takbir kita.  Dan betulkanlah kesalahan serupa yang masih dilakukan oleh saudara- saudara kita kaum muslimin. Marilah kita perbanyak pula menuntut ilmu agama agar amalan – amalan kita semakin berkualitas serta keimanan kita pun meningkat. Wallahu a’lam bi shawab.</p>
<p>Sumber : Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap karangan Ust. Acep Iim Abdurohim, bab Waqaf.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perutusan hari Raya Aidil Adha ]]></title>
<link>http://pasabah.wordpress.com/2009/11/28/perutusan-hari-raya-aidil-adha/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 04:43:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>pasabah</dc:creator>
<guid>http://pasabah.wordpress.com/2009/11/28/perutusan-hari-raya-aidil-adha/</guid>
<description><![CDATA[Pada hari yang sangat besar ertinya kepada umat Islam ini, ketika mana Allah menjadikan manusia dari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="Abdul Hadi Awang" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/0/00/Tuan_Guru_Dato%27_Seri_Haji_Abdul_Hadi_Awang.jpg/202px-Tuan_Guru_Dato%27_Seri_Haji_Abdul_Hadi_Awang.jpg" alt="" width="121" height="182" />Pada hari yang sangat besar ertinya kepada umat Islam ini, ketika mana Allah menjadikan manusia dari pelbagai bangsa dan keturunan berhimpun di tempat letaknya kiblat umat Islam, kita dipersatukan dengan Islam yang menjadi panduan hidup manusia sehinggalah ke hari kiamat. Iman yang dimiliki oleh umat manusia inilah yang juga mempersaudarakan kalangan manusia dari pelbagai rupa bangsa samada dekat atau jauh, semuanya adalah bersaudara di antara satu sama lain.</p>
<p>Kita membaca bagaimana umat Islam di zaman dahulu berpegang teguh dengan Al-Quran dan Hadis Nabi saw, termasuklah dalam perkara hubung-kait antara satu sama lain walaupun mereka berselisih pendapat dan berbeza pemimpin, mazhab dan guru tetapi mereka berkasih sayang dan bermaafan. Kalau mereka berselisih pendapat atau berkelahi dengan mudah sahaja mereka berdamai kerana mereka menyelesaikan masalah dengan kembali kepada kepada Al-Quran dan Hadith Nabi saw.</p>
<p>Kepada seluruh ahli Parti Islam SeMalaysia (PAS), marilah kita terus menerus memperkukuhkan parti kita dengan sama-sama kita mengikhlaskan niat perjuangan kita kerana Allah, dan seterusnya kita beramal dengan kaedah perjuangan yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah saw.</p>
<p>Marilah kita berpegang teguh kepada firman Allah dalam Surah An-Nisa’ ayat 59.</p>
<blockquote><p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur&#8217;an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya</em>”</p></blockquote>
<p>Juga sabda nabi s.a.w yang diucapkan ketika menunaikan haji selamat tinggal :</p>
<blockquote><p>“<em>Janganlah kamu menyeleweng, menjadi kafir selepas aku wafat sehingga ada di kalangan kamu memancung leher dengan pedang-pedang di antara satu sama lain&#8221;</em> (Riwayat Imam Ahmad, Bukhari &#38; Muslim) </p></blockquote>
<p>Ikhlas,</p>
<p><em>Tuan Guru Datuk Seri Haji Abdul Hadi Awang    <br />
</em><strong>Presiden PAS</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerja Keras Bagai Kuda..]]></title>
<link>http://kickardi.wordpress.com/2009/11/27/kerja-keras-bagai-kuda/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 19:46:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>kickARDi</dc:creator>
<guid>http://kickardi.wordpress.com/2009/11/27/kerja-keras-bagai-kuda/</guid>
<description><![CDATA[GIGI &#8211; Ku Jemu Kujemu akan hidupku Yang penuh liku-liku Bekerja di malam hari Tidur di siang h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p><strong>GIGI &#8211; Ku Jemu</strong></p>
<p><strong>Kujemu akan hidupku<br />
Yang penuh liku-liku<br />
Bekerja di malam hari<br />
Tidur di siang hariReff:<br />
Ku rasa berat ( 2x)<br />
Beban hidupku<br />
Ku tak tahu ( 2x )<br />
Oh…..Ku jemu</p>
<p>Kerja keras bagai kuda<br />
Dicambuk dan di dera<br />
Smua tlah kurasakn<br />
Untuk mencari uang</p>
<p></strong></p>
<p><strong> </strong></p></blockquote>
<p>WOOO&#8230; Gila! Kalau ada yang tahu lagu Band &#8220;GIGI&#8221; yang judulnya &#8220;ku jemu&#8221; seperti yang liriknya aku tulis di atas&#8230;  Kali ini saya benar- benar kerja keras bagai kuda.. fiuhh.</p>
<p>Lha gimana gak, masag perusahaan tempat saya bekerja memberikan proyek berupa <strong>170 Modul Interaktif  (SD, SMP, SMA dan semuanya harus dibuat dari Flash) dan Yang lebih gila lagi dateLinenya kurang dari 2 bulan. </strong></p>
<p><strong>Proyek yang gak realistis ini</strong> membuat saya dan 4 orang teman saya jadi jarang tidur, Pagi sampai sore kerja, malem di gencet kerjaan lagi, tidurpun baru mulai subuh sampe jam 8 pagi trus jam 9 lanjut kerja lagi&#8230;</p>
<p>Jadinya, hampir 2 bulan ini gag punya banyak waktu buat diri sendiri. Ngisi blog jadi jarang banget, bahkan ngunjungin blog temen2 aja hampir gag pernah (maaf ya teman2..). Untungnya ada libur hari raya idul adha, jadinya bisa ngisi ini blog. <strong>(Berkah hari raya kali ya?? hehe)</strong></p>
<p><strong>DAANN&#8230;</strong> Ini Efek negatif  lain yang paling gag saya suka&#8230; Karena gag punya banyak waktu, Saya jadi di keluarkan dari Group Kumpul Freelance saya <span style="color:#ff0000;"><strong>(<a title="POPAPOLA Design And Interactive Media Specialist" href="http://popapola.blogspot.com" target="_blank">POPAPOLAmedia</a>)</strong></span>, dimana tempat itu adalah tempat  saya mendapatkan kesenangan di tengah pekerjaan <strong>(plus)</strong> menjadi penghasilan sampingan saya beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Ya sudahlah, memang salah saya sendiri meninggalkan mereka yang berada di kota Malang dan pergi ke Jakarta,,.. Sebenernya saya juga sudah mulai kerasan di sini&#8230; hehehe.. ^^</p>
<h2>Btw, Selamat Hari Raya Idhul Adha ya!</h2>
<h2>dan terimakasih untuk para penymbang qurban dan si Kambing yang sudah mau suka rela jadi qurban&#8230;</h2>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://grandchief.files.wordpress.com/2009/11/senyum-kambing.jpg?w=439&#038;h=330" alt="" width="439" height="330" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UNTUK KITA RENUNGKAN: KHUTBAH HAJI WIDA' RASULULLAH S.A.W.]]></title>
<link>http://aferiza.wordpress.com/2009/11/27/untuk-kita-renungkan-khutbah-haji-wida-rasulullah-s-a-w/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 10:38:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>aferiza</dc:creator>
<guid>http://aferiza.wordpress.com/2009/11/27/untuk-kita-renungkan-khutbah-haji-wida-rasulullah-s-a-w/</guid>
<description><![CDATA[oleh: http://kamal-azhari.blogspot.com Tarikh: 09 Zulhijjah 10H.- Hari Jumaat. Tempat: Namirah Di Pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>oleh: http://kamal-azhari.blogspot.com</p>
<p>Tarikh: 09 Zulhijjah 10H.- Hari Jumaat.</p>
<p>Tempat: Namirah Di Padang Arafah.</p>
<p>Masa: Sebelum Azan, Solat Jamak Zohor &#38; Asar.</p>
<p>Memuji Keagungan Allah Swt.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_5UwKupf5-4g/Sw5cLDK5_TI/AAAAAAAAANg/FlZ0uzpLkgU/s320/padang%2520arafah.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>*Wahai sekalian manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak aku katakan, aku tidak mengetahui apakah aku akan dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah kepada orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.</strong></p>
<p><strong>*Wahai sekalian manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan setiap harta orang muslim sebagai amanah yang suci. Kembalikanlah harta yang diamanahkan keatas kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapa pun jua agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. Ingatlah sesungguhnya kamu akan menemui TUHAN kamu, dan DIA pasti membuat perhitungan atas segala amalan kamu. ALLAH telah mengharamkan riba. Oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.</strong></p>
<p><strong>*Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu, dan (syaitan) tidak berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.</strong></p>
<p><strong>*Wahai sekalian manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan tanggungjawab mereka kepada kamu, maka mereka berhak juga diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah isteri- isteri kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka, kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka adalah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu, dan dilarang melakukan zina.</strong></p>
<p><strong>*Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah ALLAH, dirikanlah solat 5 kali sehari, berpuasalah pada bulan ramadhan, tunaikan zakat daripada kejayaan kamu, dan kerjakanlah ibadat haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tiada seorang pun yang lebih mulia daripada yang lain kecuali dengan sebab taqwa dan beramal soleh.</strong></p>
<p><strong>*Ingatlah,bahawa kamu akan menghadap ALLAH pada suatu hari untuk dipertanggungjawab atas apa-apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.</strong></p>
<p><strong>*Wahai sekalian manusia, tidak ada lagi nabi atau rasul yang datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, Iaitu Al-Quran dan Sunnahku.</strong></p>
<p><strong>*Hendaklah orang yang mendengar ucapanku menyampaikan pula kepada orang lain dan hendaklah orang lain itu menyampaikan kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku daripada mereka yang mendengar terus daripadaku. saksikanlah YA ALLAH bahawasanya telah aku sampaikan risalahMU kepada hamba-hambaMU.</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diskusi batin antara Tupai dan Sapi]]></title>
<link>http://tupaitambun.wordpress.com/2009/11/27/diskusi-batin-antara-tupai-dan-sapi/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:23:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>TupaiTambun</dc:creator>
<guid>http://tupaitambun.wordpress.com/2009/11/27/diskusi-batin-antara-tupai-dan-sapi/</guid>
<description><![CDATA[27 November 2009 Sayah masih terkulai dengan mimpi-mimpi malam yang sebenernya penting ga penting. S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://tupaitambun.files.wordpress.com/2009/11/112709_0223_diskusibati12.jpg" alt="" align="left" /><em>27 November 2009<br />
</em></p>
<p>Sayah masih terkulai dengan mimpi-mimpi malam yang <em>sebenernya penting ga penting</em>. Sampai tiba-tiba dibangunkan oleh alarm handphone yang mendadak berbunyi tanpa tedeng aling-aling.  Dengan penuh perjuangan saya ambil hape yang telah menemani saya dengan setianya selama 4 tahun ini. Dilihat jamnya, beeuh benar, ternyata sudah jam 03.00, inilah saatnya untuk melepas kantuk dan bersiap-siap pulang ke kampung halaman. Karena sungguh tidak mengenakan bila harus merayakan hari besar di negeri orang.</p>
<p>Mandi sesaat (<em>muka doank yang dimandiin..</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> ), langsung saya bergegas memasukan semua barang2 yang bisa dibawa kedalam ransel butut yang kesetiaannya tak perlu diragukan lagi. <em>Kalau ransel ini punya nyawa, pasti tiap hari saya ajakin ngopi bareng deh.(Thanks Sel)</em>.  Yup, semua telah siap, badanpun telah saya lindungi dengan jaket kulit + body protektor, supaya tidak terkena kedinginan mendadak diperjalanan yang memang merupakan &#8220;rute gigil&#8221;. Rute yang harus melewati terjalnya <!--more-->tangkuban perahu dan menuruni lembah untuk menuju kota subang tercinta (alaah, ky jalannya blm kena aspal az nih <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p>Angin subuh yang menusuk tulang langsung berhembus saat pintu kosn saya buka. Eh,eh,eh, ada sesuatu yang aneh nih?? Ada sesuatu dengan badan besar plus berwarna hitam dan putih, lagi nongkrong didepan kosn dengan dtemani daun-daun pisang disekelilingnya. Selidik punya selidik, ternyata itu <strong>Sakadang Sapi</strong> Sodara-sodara. Saya Cuma bisa tertegun saat melihat hewan memamah biak itu. Tiba-tiba mata kami bertemu. Kami pun saling pandang. Dan tiba-tiba terjadi sebuah diskusi batin antara gw dan sapi itu, kira-kira perbincangannnya seperti ini :</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Eh, ada bang sapi? <em>(sambil memberikan senyum tulus)<br />
</em></p>
<p><em><span style="color:#548dd4;"><strong>Bang Sapi</strong></span></em> : Eh, ada kang tupai. <em>(dia juga senyum tak kalah tulus)</em></p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Lagi apa bang, subuh2 gini ko dah nongkrong d depan kosn sayah??</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang Sapi</em></strong></span> : Ah elu kaya yang ga tw az, Pai. sekarang kan <span style="font-size:12pt;"><strong>hari raya Qurban</strong></span>, jadi sekarang giliran gw nih yang terpilih untuk dikurbanin. Hehe..</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Eh,eh. Abang mau dikorbanin, ko keliatannya malah seneng sih??</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang Sapi</em></strong></span> : Tentu saja gw seneng banget, karena ga semua sapi bisa seberuntung gw. Cuma sapi-sapi sehat dan ga penyakitan az yang halal buat dikurbankan.</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Ooh, berarti Abang sehat donk ya??</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang Sapi</em></strong></span> :  Of Corse donk Pai. <em>(katanya sambil <span style="text-decoration:line-through;">nyengir kuda</span> eh nyengir sapi)<br />
</em></p>
<p><em><strong>Sayah</strong> : </em>Tapi nanti kan abang disembelih tuh pake golok? Pasti sakit banget kan? Emangnya abang rela dunia akherat?</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang Sapi</em></strong></span> : Insya Allah gw Rela.. malah gw bersyukur banget, Pai. Karena gw diberikan amanat yang begitu besar ini.</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Oh gitu ya.. Selamat deh buat bang sapi karena telah lulus tes CHUK (Calon Hewan Untuk Kurban).</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang Sapi</em></strong></span> : Yoi, sama-sama Pai.</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Semoga Amal Ibadah abang diterima ya.</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang sapi</em></strong></span> : Amiin.</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Bang, saya mu pulang kampung dulu yaa..Mu sholat ied dikampung. oh iy, doakn saya juga untuk bisa menyembelih temen2 abang tahun depan.</p>
<p><span style="color:#548dd4;"><strong><em>Bang sapi</em></strong></span> : Ok Pai.. TitiDJ ya. Dan semoga kau bisa berkurban tahun depan.</p>
<p><strong><em>Sayah</em></strong> : Amiin.</p>
<p>Begitulah sodara-sodara, perbincangan antara sayah dan bang Sapi. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari perbincangan di atas. Oh iy. Kami segenap keluarga besar Tupaitambun dan seluruh crew mengucapkan …………….</p>
<p><span style="color:#548dd4;font-size:14pt;"><strong>SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1430 HIJRIAH.<br />
</strong></span></p>
<p><strong>Semoga kita bisa menteladani apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail Sebagai cikal bakal dari hari raya Qurban ini.<br />
</strong></p>
<p>Amiiin.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salam AidilAdha]]></title>
<link>http://reyokiwara.wordpress.com/2009/11/27/salam-aidiladha/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:14:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Laksamana Dani</dc:creator>
<guid>http://reyokiwara.wordpress.com/2009/11/27/salam-aidiladha/</guid>
<description><![CDATA[REYOKIWARA tulus ikhlas mengucapkan SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA AIDILADHA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[REYOKIWARA tulus ikhlas mengucapkan SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA AIDILADHA]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Idul Adha 1430 H]]></title>
<link>http://egomaniac.wordpress.com/2009/11/27/selamat-idul-adha-1430-h/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:01:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>egomaniac</dc:creator>
<guid>http://egomaniac.wordpress.com/2009/11/27/selamat-idul-adha-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini gue ucapkan Selamat Idul Adha 1430 H untuk anda yang merayakannya! salam,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini gue ucapkan <strong>Selamat Idul Adha 1430 H </strong>untuk anda yang merayakannya!</p>
<p>salam,</p>
<p><a href="http://egomaniac.wordpress.com/files/2008/12/egomaniac_signature.png"><img class="alignleft size-full wp-image-256" title="egomaniac_signature" src="http://egomaniac.wordpress.com/files/2008/12/egomaniac_signature.png" alt="egomaniac" width="122" height="51" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Raya Idul Adha]]></title>
<link>http://71mm0.wordpress.com/2009/11/27/selamat-hari-raya-idul-adha/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 00:53:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>71mm0</dc:creator>
<guid>http://71mm0.wordpress.com/2009/11/27/selamat-hari-raya-idul-adha/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah.. Masih diberi Allah kesempatan untuk bertemu Hari Raya Idul Adha tahun ini.. Alhamdul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Alhamdulillah.. Masih diberi Allah kesempatan untuk bertemu Hari Raya Idul Adha tahun ini.. Alhamdul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Raya Aidiladha]]></title>
<link>http://calculator888999.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-aidiladha/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 23:16:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>calculator888999</dc:creator>
<guid>http://calculator888999.wordpress.com/2009/11/26/selamat-hari-raya-aidiladha/</guid>
<description><![CDATA[Selamat hari raya aidiladha. Kali ke lima tidak bersama keluarga. tersadai di bumi asing. kosong. bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Selamat hari raya aidiladha. Kali ke lima tidak bersama keluarga. tersadai di bumi asing. kosong. bi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[drunk Eugene]]></title>
<link>http://marchbabyy.wordpress.com/2009/11/27/drunk-eugene/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 20:15:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>marchbabyy</dc:creator>
<guid>http://marchbabyy.wordpress.com/2009/11/27/drunk-eugene/</guid>
<description><![CDATA[9 glass of red wine + some beer = drunk Eugene Its been so long since I smell vomit. The whole car, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>9 glass of red wine + some beer = drunk Eugene</strong></p>
<p>Its been so long since I smell vomit. The whole car, my jacket, my hair, reeks of vomit. Eugene puke and puke. I was rather worried that he is going to get the mess all over me. Haha. Sorry little brother. But you see, vomit stinks! We wanted to buckle Eugene properly but he kept taking off the seat belt himself. And he <strong>SMASH </strong>left and right whenever TL makes a sharp turn. I was so worried he is gonna puke a second round, cause there is no more bags for him to puke in. He kept telling me that he wished Manda was there with him at his cousin&#8217;s wedding, I know how he feels. Got him safely home. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1810" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3954.jpg"><img class="size-medium wp-image-1810" title="IMG_3954" src="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3954.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">I love the night sky.. so pretty..</p></div>
<div id="attachment_1811" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3958.jpg"><img class="size-medium wp-image-1811" title="IMG_3958" src="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3958.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">me.me.me in cap &#38; hoodies</p></div>
<div id="attachment_1812" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3964.jpg"><img class="size-medium wp-image-1812" title="IMG_3964" src="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3964.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">the pretty henderson wave bridge @ night!</p></div>
<div id="attachment_1813" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3968.jpg"><img class="size-medium wp-image-1813" title="IMG_3968" src="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3968.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">me w/o flash</p></div>
<div id="attachment_1814" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3976.jpg"><img class="size-medium wp-image-1814" title="IMG_3976" src="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3976.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">sentosa merlion at night! the evil merlion!!!! =X</p></div>
<div id="attachment_1815" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3982.jpg"><img class="size-medium wp-image-1815" title="IMG_3982" src="http://marchbabyy.wordpress.com/files/2009/11/img_3982.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">city lights @ orchard.. prettyyy</p></div>
<p>I am going prawning and fishing with hunney bunny and his family tomorrow. May be meeting ron tomorrow to celebrate his belated 20th birthday. More pictures tomorrow. Happy Hari Raya people! I love public holidays!</p>
<p>P/s: Eugene if you are reading this, you kept hitting my shoulder and wailing for Manda! Zz. PAIN LA! Talk about me slapping you. OMG you are hitting me. Zz.</p>
<p>Pp/s: I am addicted to <strong><span style="color:#ffffff;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=910ZFGkhuQ0" target="_blank">tic tock</a> </span></strong>by kesha. I love it when this song comes on!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Raya di Hari Jum'at]]></title>
<link>http://kafa99.wordpress.com/2009/11/27/hari-raya-di-hari-jumat/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 19:56:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>kafa</dc:creator>
<guid>http://kafa99.wordpress.com/2009/11/27/hari-raya-di-hari-jumat/</guid>
<description><![CDATA[Sebetulnya tidak ada pembahasan khusus terkait hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, yang jat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebetulnya tidak ada pembahasan khusus terkait hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, yang jat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Raya Idul Adha]]></title>
<link>http://makanlagilagimakan.wordpress.com/2009/11/27/selamat-hari-raya-idul-adha/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 19:54:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iksa</dc:creator>
<guid>http://makanlagilagimakan.wordpress.com/2009/11/27/selamat-hari-raya-idul-adha/</guid>
<description><![CDATA[Eid Mubarak! Muslim brothers &amp; sisters! May the choicest blessings of Allah fill your life with ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Eid Mubarak! Muslim brothers &amp; sisters! May the choicest blessings of Allah fill your life with ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[fadhilat hari raya korban]]></title>
<link>http://skpz.wordpress.com/2009/11/27/fadhilat-hari-raya-korban/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 18:20:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>kulop ludin</dc:creator>
<guid>http://skpz.wordpress.com/2009/11/27/fadhilat-hari-raya-korban/</guid>
<description><![CDATA[DALIL PENSYARIATAN Firman Allah S.W.T dalam surah Al-Kautsar ayat 2 : Maksudnya : &#8220;Maka kerjka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a title="solat by Kulop Ludin, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/prepaidboss/4016239347/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2621/4016239347_b56d28eb8f.jpg" alt="solat" width="500" height="286" /></a></p>
<p>DALIL PENSYARIATAN<br />
Firman Allah S.W.T dalam surah Al-Kautsar ayat 2 : Maksudnya : &#8220;Maka kerjkanlah sembahyang kerana Tuhanmu semata-mata dan sembelihlah korban sebagai bersyukur&#8221;.</p>
<p>Allah S.W.T.telah berfirman dalam Surah Al-Haj ayat 37 : Maksudnya: &#8220;Daging dan darah binatang korban atau hadiah tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlas berdasarkan taqwa dari kamu&#8221;.</p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W.:Maksudnya : &#8220;Aku diperintahkan dengan menyembelih korban itu dan ia adalah sunat ke atas kamu&#8221;. (Hadis riwayat Tirmidzi)</p>
<p>FADHILAT IBADAH QURBAN<br />
Fadhilat yang diperolehi daripada ibadah korban ini amat besar antaranya:<br />
Menambah amal kebajikan. Sabda Rasullah Sallallahu &#8216;Alaihi Wasallam:Maksudnya: &#8220;Korban itu bagi tuannya dengan setiap bulunya adalah kebajikan&#8221;. (Hadis riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)</p>
<p>Sebagai penebus dosa Sabda Rasullah Sallallahu &#8216;Alaihi Wasallam kepada Sayyidatina Fatimah:Maksudnya: &#8220;Hai Fatimah,berdirilah di sisi korbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu&#8221;. (Hadis riwayat al-Bazzar dan Ibnu Hibban)</p>
<p>Mendapat tempat yang mulia di sisi Allah.Sabda Rasullah Sallahahu &#8216;Alaihi Wasallam: Maksudnya: &#8220;Wahai manusia, sembelihlah korban dengan mengharapkan pahala daripada Allah dengan darahnya, bahawa sesungguhnya darah korban itu jika ia tumpah ke bumi maka ia akan mengambil tempat yang mulia di sisi Allah Azza Wajalla.&#8221; (Hadis riwayat Thabrani)</p>
<p>Rasullah Sallallahu &#8216;Alaihi Wasallam pernah bersabda: Maksudnya : &#8220;Tiada dibuat oleh anak Adam pada Hari Raya Adha akan sesuatu amal yang lebih disukai oleh Allah Ta&#8217;ala daripada menumpahkan darah (menyembelih korban). Bahawa korban itu datang pada hari kiamat dengan tunduk-tunduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Sesungguhnya darah korban itu mengambil tempat yang mulia di sisi Allah sebelum darah itu tumpah ke bumi, maka hendaklah kamu buat korban itu dengan hati yang bersih.&#8221; (Hadith riwayat Tirmidzi)</p>
<p>Ancaman terhadap orang yang mampu melakukan qurban tetapi tidak melaksanakannya. Daripada Abu Hurairah Radhiallahu &#8216;anhu katanya, sabda Nabi Sallallahu &#8216;Alaihi Wasallam:Maksudnya: &#8220;Barangsiapa yang ada kemampuan untuk berqurban tetapi tidak melakukannya, janganlah dia hadir bersama kami di tempat sembahyang kami&#8221;.</p>
<p>sumber: <a href="http://wnshima.blogspot.com/2009/11/fadhilat-hari-raya-qurban.html">starlite blogspot</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Eidul Adha Tok Guru Haji Hadi]]></title>
<link>http://kalamperantau.wordpress.com/2009/11/26/khutbah-eidul-adha-tok-guru-haji-hadi/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:39:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>kalamperantau</dc:creator>
<guid>http://kalamperantau.wordpress.com/2009/11/26/khutbah-eidul-adha-tok-guru-haji-hadi/</guid>
<description><![CDATA[Sila klik icon untuk baca/download.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kalamperantau.wordpress.com/files/2009/11/iduladha1430.pdf"><img class="alignleft" title="Khutbah Eidul Adha Tok Guru Haji Hadi" src="http://i.zdnet.com/blogs/adobe-logo.gif" alt="" width="108" height="108" /></a>Sila klik icon untuk baca/download.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Idul Adha 1430 H]]></title>
<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/11/26/selamat-idul-adha-1430-h/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:01:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
<guid>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/11/26/selamat-idul-adha-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Kami sekeluarga mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H. Semoga kita senantiasa mendapatkan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><a href="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/11/ied_1430.jpg"><img style="display:inline;border:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Idul Adha 1430 H" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/11/ied_1430_thumb.jpg?w=140&#038;h=180" border="0" alt="Idul Adha 1430 H" width="140" height="180" align="left" /></a> Kami sekeluarga mengucapkan:</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H</strong>.</p>
<p style="text-align:left;">Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah, limpahan rahmat dan ridho-Nya, serta diampuni segala kesalahan kita.</p>
<p style="text-align:left;">Bagi saudara-saudara yang sedang menunaikan ibadah haji, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, diberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali di tengah keluarga, serta menjadi haji mabrur.</p>
<p style="text-align:left;">Pada kesempatan ini pula kami mohon maaf lahir dan batin atas kekhilafan kami.</p>
<p style="text-align:left;">cakmoki &#38; keluarga.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Hari Raya kali ini]]></title>
<link>http://andtheree.wordpress.com/2009/11/26/sebuah-hari-raya-kali-ini/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 13:22:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>andtheree</dc:creator>
<guid>http://andtheree.wordpress.com/2009/11/26/sebuah-hari-raya-kali-ini/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini tanggal 9 dzulhijjah.. Hal itu mempunyai arti jika hari esok merupakan sebuah hari yang bis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini tanggal 9 dzulhijjah..<br />
Hal itu mempunyai arti jika hari esok merupakan sebuah hari yang bisa dikatakan begitu spesial bagi kita Umat Islam..<br />
Sebuah hari di mana tak ada jurang pemisah antara si Kaya dan si Miskin..<br />
Sebuah hari di mana si Miskin dapat sedikit menghlangkan kepenatan pikirannya dalam mencari sesuap makan..<!--more--></p>
<p>Itulah..<br />
Hari Raya Idul Adha..</p>
<p>Tapi, sedikit aku ragukan mengenai keberadaan kata &#8216;Raya&#8217; di Idul Adha kali ini..</p>
<p>Sore itu.. aku sempatkan waktuku untuk menonton Televisi guna mencari info-info mengenai Kegiatan Idul Adha di luar sana..<br />
Tapi, sampai sekian lamanya.. tak ada satupun berita yang menyinggung mengenai kegiatan Idul Adha..<br />
Selalu masalah politik yang bisa dikatakn tak begitu penting lah untuk di Publish ke muka umum.. Apalagi beritanya di ulang &#8211; ulang..</p>
<p>Karena itu..<br />
Akankah Mulai saat ini Idul Adha akan kehilangan rasa kepedulian dari diri kita semua..?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idul Adha 1430 Hijriah]]></title>
<link>http://arrosyadi.wordpress.com/2009/11/26/idul-adha-1430-hijriah/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 12:51:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>ar-Rosyadi</dc:creator>
<guid>http://arrosyadi.wordpress.com/2009/11/26/idul-adha-1430-hijriah/</guid>
<description><![CDATA[Senin, 8 Desember 2008. Setahun lalu itu adalah tahun kelima saya merayakan Idul Adha di kota gudeg,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Senin, 8 Desember 2008. Setahun lalu itu adalah tahun kelima saya merayakan Idul Adha di kota gudeg,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TAKBIR KEMENANGAN IDUL ADHA 1430 H]]></title>
<link>http://bocahbancar.wordpress.com/2009/11/26/takbir-kemenangan-idul-adha-1430-h/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:29:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>bocahbancar</dc:creator>
<guid>http://bocahbancar.wordpress.com/2009/11/26/takbir-kemenangan-idul-adha-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Wah ternyata sudah hampir tepat seminggu saya tidak update tulisan. Ya ini karena sekarang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Wah ternyata sudah hampir tepat seminggu saya tidak update tulisan. Ya ini karena sekarang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perutusan Eid Al Adha]]></title>
<link>http://thecovenantadvisor.wordpress.com/2009/11/26/perutusan-eid-al-adha/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:29:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Uncle Ash</dc:creator>
<guid>http://thecovenantadvisor.wordpress.com/2009/11/26/perutusan-eid-al-adha/</guid>
<description><![CDATA[Saya, mewakili keluarga dan segenap lapisan kepimpinan &amp; akar umbi Parti Keadilan Rakyat ingin m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya, mewakili keluarga dan segenap lapisan kepimpinan &#38; akar umbi Parti Keadilan Rakyat ingin mengucapkan selamat menyambut eid al adha dan menjalankan ibadah korban kepada seluruh rakyat Malaysia yang beragama Islam.</p>
<p>Ibadah korban mengajar erti taat kepada perintah Allah SWT, sabar dengan ujian, mendidik untuk terus membina keyakinan diri juga kepada mereka yang berada di sekeliling kita.</p>
<p>Kita diseru untuk mengambil iktibar dari tawarikh para anbiya dan solihin. Ini kerana, pada mereka ada petunjuk buat kita yang mahukan melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Adil, ibarat bintang gemerlapan menunjuki pelayar di lautan luas. Mereka melalui rintangan dan ujian yang dahsyat, namun inshaallah kejayaan akan dikecapi akhirnya.</p>
<p>Marilah kita berdoa moga umat Islam yang pergi menunaikan ibadah haji kekal dalam keselamatan dan tidak ditimpa sebarang kemalangan.</p>
<p><strong>ANWAR IBRAHIM</strong></p>
<p><a href="http://thecovenantadvisor.wordpress.com/files/2009/11/for-pm-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-504" title="For PM 1" src="http://thecovenantadvisor.wordpress.com/files/2009/11/for-pm-1.jpg?w=150" alt="" width="150" height="129" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perutusan Eid Al Adha]]></title>
<link>http://amkmuarjohor.wordpress.com/2009/11/26/perutusan-eid-al-adha/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:29:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Uncle Ash</dc:creator>
<guid>http://amkmuarjohor.wordpress.com/2009/11/26/perutusan-eid-al-adha/</guid>
<description><![CDATA[Saya, mewakili keluarga dan segenap lapisan kepimpinan &amp; akar umbi Parti Keadilan Rakyat ingin m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Saya, mewakili keluarga dan segenap lapisan kepimpinan &#38; akar umbi Parti Keadilan Rakyat ingin mengucapkan selamat menyambut eid al adha dan menjalankan ibadah korban kepada seluruh rakyat Malaysia yang beragama Islam.</p>
<p>Ibadah korban mengajar erti taat kepada perintah Allah SWT, sabar dengan ujian, mendidik untuk terus membina keyakinan diri juga kepada mereka yang berada di sekeliling kita.</p>
<p>Kita diseru untuk mengambil iktibar dari tawarikh para anbiya dan solihin. Ini kerana, pada mereka ada petunjuk buat kita yang mahukan melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Adil, ibarat bintang gemerlapan menunjuki pelayar di lautan luas. Mereka melalui rintangan dan ujian yang dahsyat, namun inshaallah kejayaan akan dikecapi akhirnya.</p>
<p>Marilah kita berdoa moga umat Islam yang pergi menunaikan ibadah haji kekal dalam keselamatan dan tidak ditimpa sebarang kemalangan.</p>
<p><strong>ANWAR IBRAHIM</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salam Eidul Adha 1430H]]></title>
<link>http://aferiza.wordpress.com/2009/11/26/salam-eidul-adha-1430h/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:56:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>aferiza</dc:creator>
<guid>http://aferiza.wordpress.com/2009/11/26/salam-eidul-adha-1430h/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img src="http://inksensei.files.wordpress.com/2009/11/lembus-korban.gif?w=330&#38;h=500" alt="" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berkorban]]></title>
<link>http://storykoe.wordpress.com/2009/11/26/berkorban/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:05:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>storykoe</dc:creator>
<guid>http://storykoe.wordpress.com/2009/11/26/berkorban/</guid>
<description><![CDATA[Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban tahun ini jatuh hari Jumat, 27 Nopember 2009 dan hampir semua o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban tahun ini jatuh hari Jumat, 27 Nopember 2009 dan hampir semua orang Indonesia tahu itu. Yang mungkin belum tahu, seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan dalam hidup ini?. Boleh share&#8230;?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
