<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hemat-energi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hemat-energi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hemat-energi"</description>
	<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 16:13:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Nokia Siemens Kembangkan Server Hemat Energi]]></title>
<link>http://esal.wordpress.com/2010/10/20/nokia-siemens-kembangkan-server-hemat-energi/</link>
<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 09:36:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>esal</dc:creator>
<guid>http://esal.wordpress.com/2010/10/20/nokia-siemens-kembangkan-server-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Nokia Siemens Kembangkan Server Hemat EnergiOperator kini dapat melayani lebih banyak pengguna, deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nokia Siemens Kembangkan Server Hemat EnergiOperator kini dapat melayani lebih banyak pengguna, deng]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GO GREEN Bukan Sekedar Menanam Pohon]]></title>
<link>http://adeltuslolok.com/2010/07/13/go-green-bukan-sekedar-menanam-pohon/</link>
<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 18:05:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adeltus Lolok</dc:creator>
<guid>http://adeltuslolok.com/2010/07/13/go-green-bukan-sekedar-menanam-pohon/</guid>
<description><![CDATA[We can save the world Meski tanaman sangat penting untuk menyerap CO2 dan melepas O2, akan tetapi se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_280" class="wp-caption alignleft" style="width: 216px"><a href="http://adeltuslolok.files.wordpress.com/2010/07/go-green1.jpg"><img class="size-full wp-image-280" title="Go Green1" src="http://adeltuslolok.files.wordpress.com/2010/07/go-green1.jpg?w=206&#038;h=244" alt="" width="206" height="244" /></a><p class="wp-caption-text">We can save the world</p></div>
<p>Meski tanaman sangat penting untuk menyerap CO2 dan melepas O2, akan tetapi sesungguhnya, gerakan GO GREEN tidak sekedar menanam pohon dan kembang. Bukan juga berarti bahwa semuanya sekarang harus berwarna hijau. Lucu sekali mendengar bahwa <em>red carpet</em> saat ini sudah mulai diganti dengan <em>green carpet</em> sesuai isu Go Green..</p>
<p>Go Green pada dasarnya adalah aksi untuk berupa penghematan penggunaan air, pengurangan polusi udara, penghematan pemakaian energi dan bahan bakar, pengurangan penggunaan bahan yang diambil dari alam (misalnya minyak bumi, dan barang yg terbuat dari bahan kayu dll), penciptaan lingkungan yang lebih meningkatkan kualitas manusia, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Go Green di Rumah<br />
</strong>Sekitar 30 persen energi listrik di rumah digunakan untuk pendingin ruangan (tentu saja ini untuk rumah yang ber-AC). Karena itu sebaiknya dari awal<!--more--> rumah dirancang dengan bukaan yang memadai untuk memasukkan cahaya dan udara sehingga penggunaan listrik untuk lampu dan AC dapat dikurangi.<br />
Suhu dalam rumah juga dapat dikurangi dengan penggunaan insulator panas. Biasanya ditempatkan di atap, berupa lapisan karet dan aluminium di bawah genteng. Penggunaan bahan ini dapat mengurangi pancaran panas ke dalam rumah. Jangan lupa kurangi penggunaan beton sebagai carport bila carportnya langsung terpapar matahari. Panas dari beton carport akan terpantul ke dalam rumah. Sebaiknya perbanyak penggunaan tanaman rumput sebagai alas di halaman atau carport.<br />
Bila rumah menghadap barat, biasanya terpapar matahari yang cukup panas disore hari. Untuk mengurangi panas dalam rumah, gunakan <em>second skin</em> di jendela yang terpapar patahari. Second skin bisa berupa tirai bambu, kayu, aluminium dll yang dibuat sedemikian sehingga menahan panas matahari langsung sebelum mengenai jendela atau tembok.<br />
Gunakan air secara optimal. Air hujan, buangan dari wastafel, kamar mandi (selain wc) dpat ditampung di bak tertentu. Kelebihannya dapat disalurkan ke dalam sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah banjir. Air yang ditampung dalam bak tadi masih sangat bermanfaat minimal untuk menyiram tanaman. Jadi hindarkan membuang langsung air tersebut ke got. Bila tidak punya sumur resapan, buatlah beberapa lubang kecil (diameter 10 cm, kedalaman min. 50 cm) di halaman untuk membantu air meresap ke dalam tanah. Bila dilakukan dalam skala luas, bisa mencegah banjir lho..<br />
Hindarkan penggunaan bath tub kalau tidak perlu sekali. Mandi yang paling hemat adalah menggunakan shower. Penggunaan gayung dengan bak mandi masih lebih memboroskan air karena banyak air yang tertumpah percuma. Bila terpaksa menggunakan bak mandi, pakailah gayung yang ukurannya lebih kecil.<br />
Perhatikan pula kran-kran air jangan sampai ada yang bocor. Cobalah kebiasaan baru untuk tidak memutar kran sampai mentok bila mencuci piring, cuci tangan dll di wastafel. Putar setengah atau kurang dari biasanya. Anda akan melihat betapa hematnya penggunaan air dengan kebiasaan baru ini.<br />
Sedapat mungkin hindarilah penggunaan air panas untuk mandi. Iklim tropis Indonesia yang hangat, sebetulnya tidak mengharuskan kita untuk mandi dengan air hangat. Lagipula penggunaan water heater sangatlah boros listrik. Demikian juga bila harus memasak sepanci air setiap kali mandi. Bila memang memerlukan pemanas air, gunakanlah pemanas air bertenaga surya. Memang sedikit mahal awalnya, tetapi hitung-hitungannya lebih irit dan ramah lingkungan.<br />
Lap tangan jangan dianggap remeh. Bawalah selalu sapu tangan kecil dan hindari penggunaan tissue. Tissue yang anda pakai bahannya terbuat dari kayu dan bambu. Tentu saja kita tidak mau hutan kita semakin rusak hanya karena manusia gemar memakai tissue bukan?<br />
Di dapur, bukalah jendela saat sedang beraktifitas agar udara segar tetap mengalir. Dengan demikian anda sebetulnya tidak memerlukan <em>cooker hood</em> atau <em>exhaust fan</em> yang boros listrik dan berisik itu.</p>
<p>Memasak sebaiknya menggunakan <em>pessure cooker</em> (alat masak bertekanan). Ibu-ibu biasa menyebutnya panci presto. Alat ini dapat mempercepat proses memasakdan tentu saja menghemat bahan bakar. Alat masak yang anti lengket, jelas sangat membantu mengurangi penggunaan minyak goreng. Meski alatnya agak mahal, sesungguhnya penggunaan microwave untuk menghangat makanan masih lebih efisien dibandingkan menggunakan pemanas listrik atau kompor.</p>
<p>Biasakan pula untuk memilah sampah basah (organik) dan kering (anorganik). Limbah dapur seperti potongan sayur, buah, tulang ikan, makanan sisa dapat disatukan dalam kantong tersendiri. Terpisah dari sampah lain berupa kaleng, plastik, gelas, botol, besi dll. Pemisahan ini akan sangat membantu dalam proses daur ulang di tempat pembuangan akhir sampah.</p>
<p><strong>Go Green di Jalan</strong></p>
<p>Sekitar 2 juta orang meninggal setiap tahun di seluruh dunia karena penyakit yang disebabkan oleh udara yang kotor. Polusi udara merupakan penyebab utama penyakit kanker. 40 persen kasus asma pada anak disebabkan oleh kondisi udara yang tercemar. Polusi udara kita sudah cukup tinggi, jangan ditambah lagi. So, bila hanya ingin ke toko, kursus, sekolah, atau tempat kerja yang jaraknya tidak terlalu jauh, berjalan kaki mungkin pilihan terbaik. Atau gunakan sepeda yang tentu juga memberi dampak baik bagi kesehatan.</p>
<p>Bila terpaksa berkendaraan, gunakanlah kendaraan umum. Kurang comfort, gak usah nyerah. Masih bisa nebeng teman yang searah kan? Kalau gak gratis, ada kok perkumpulan nebeng (car pooling) yang menyediakan jasa nebeng pulang pergi ke kantor.</p>
<p>Bila semua itu memang tidak memungkinkan, barulah gunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi terawat untuk menjaga efisiensi penggunaan bahan bakar.</p>
<p><strong>Other Go Green Tips</strong></p>
<ul>
<li>Untuk kemasan, hindari penggunaan tas plastik atau wadah plastik. Bahan-bahan plastik sangat susah diurai oleh alam. Selain itu, bahan plastik dapat sangat berbahaya bila digunakan sebagai pengemas makanan. Kemasan makanan misalnya toples, sebaiknya menggunakan bahan kaca atau aluminium karena lebih mudah didaur ulang. Bila menggunakan kemasan makanan dari bahan plastik atau melamin, pastikan ada logo berupa sendok garpu di dasar kemasan. Logo tersebut menandakan bahwa barang tersebut aman untuk mengemas makanan.</li>
<li>Bila berbelanja, gunakanlah tas khusus yang disediakan supermarketnya. Seingat saya di kampung dulu, saat ke pasar, ibu sudah membawa keranjang belanjaan sendiri. Bawa kantong atau wadah sendiri dari rumah pasti gak masalah kan?</li>
<li>Hindari meninggalkan peralatan seperti komputer, laptop, televisi dll dalam keadaan stand by. Pada posisi tersebut, peralatan listrik tetap menyedot arus listrik dan menyumbang emisi CO2 yang berbahaya. Bila tidak dipergunakan, matikan saja dan cabut colokan listriknya.</li>
<li>Gunakan lampu hemat energy, bukan lampu pijar.</li>
<li>Bila matahari cukup hangat, tidak perlu gunakan mesin pengering pakaian.</li>
<li>Kurangi menu daging dalam makanan harian. Bila perlu tentukan hari-hari tertentu dalam seminggu tanpa menu daging. Daging memerlukan energi listrik untuk penyimpanan dan terlebih lagi biaya kesehatan yang ditimbulkan oleh konsumsi daging.</li>
<li>Belilah sayuran, daging, telur, buah dll dari produk lokal. Selain dapat menggairahkan pertanian dan peternakan setempat, uang anda juga tidak beredar jauh sampai ke luar negeri.</li>
<li>Gunakan air tanah yang telah disaring untuk konsumsi sehari-hari. Penggunaan air galon, selain mahal, juga berpotensi menghasilkan limbah galon plastik.</li>
<li>Bawalah selalu botol minuman bila bepergian untuk menghindari membeli minuman kemasan plastik. Gunakan wadah minuman dari aluminium yang lebih aman bagi kesehatan.</li>
<li>Bila berbelanja, pastikan anda membeli barang-barang yang betul-betul diperlukan. Selain itu, membeli barang bekas yang lebih murah dapat menghindarkan bumi dari sampah. So perhatikan siapa tahu ada tetangga yang mau pindahan, mungkin anda memerlukan salah satu barang mereka.</li>
<li>Gunakan pembersih alami. Ini sangat hemat dan menghindarkan anda dari racun kimia. Pembersih alami ada di dapur anda kok. Misalnya baking soda, jeruk nipis, cuka, dll.</li>
<li>Produk perawatan tubuh seperti shampoo, sabun, pasta gigi, kosmetik dan sebagainya, pilihlah yang berbahan alami paling tinggi. Produk-produk tersebut sangat rentan mengandung bahan-bahan kimia yang dapat sangat berbbahaya bagi tubuh manusia.</li>
</ul>
<p>Apalagi ya.. Saya yakin kamu masih dapat melanjutkan topik Go Green ini di kantor, di sekolah, dan di mana saja&#8230;Karena ternyata memang banyak juga yang bisa kita lakukan untuk aksi Go Green ya.</p>
<p>Jangan lupa, berolahragalah dan jaga kesehatan karena di atas semua itu, kesehatan anda yang terpenting. Badan dan jiwa yang sehat menghindarkan pemborosan waktu dan biaya di rumah sakit, yang juga akan mengasilkan limbah yang tak ternilai bila kali kita terdaftar sebagai pasien.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hemat Energi]]></title>
<link>http://tmb9.wordpress.com/2010/07/02/hemat-energi/</link>
<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 21:56:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>tamba09</dc:creator>
<guid>http://tmb9.wordpress.com/2010/07/02/hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan juli. Sebentar lagi tahun baru..Lho?? Kejauhan..hehe&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://tmb9.files.wordpress.com/2010/07/hematenergi_300.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-325" title="hematenergi_300" src="http://tmb9.files.wordpress.com/2010/07/hematenergi_300.jpg?w=150&#038;h=106" alt="" width="150" height="106" /></a>Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan juli. Sebentar lagi tahun baru..Lho?? Kejauhan..hehe&#8230;Setiap pergantian bulan pasti ada saja isu-isu baru yang lumayan mengusik, membuat kita penasaran dan membuat kita terpancing untuk mengetahui lebih lanjut. Tidak usah disebutkan disini, karena sangat membosankan. Mending membahas sesuatu yang dirasa perlu untuk diperhatikan. Isu ini memang sering dibahas di media, sering disosialisasikan melalui event-event yang diselenggarakan dengan tujuan memang untuk mengajak. Isu apa itu? Yang aku maksud adalah Hemat Energi.<!--more--></p>
</div>
<p>Basi..topik itu sudah lama. Iya memang sudah lama, tapi tidak ada salahnya mengingatkan lagi. Membahas topik hemat energi memang membuat kita membayangan sesuatu yang cakupannya sangat luas. Tapi sebenarnya tidak harus sejauh itu. Mulailah dari hal-hal yang kecil dulu. Hampir semua hal sekarang sudah memilih konsep hemat energi, contohnya produk-produk yang mengkonsumsi daya listrik dan bahan bakar, dua sumber energi yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya penggunaan lampu hemat energi atau mobil ramah lingkungan yang mengkonsumsi bahan bakar jauh lebih sedikit dari kendaraan kebanyakan.</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>Contoh hal sepele yang sering kita abaikan misalnya, lampu di suatu ruangan di rumah menyala semalaman padahal sudah tidak ada aktivitas lagi atau lampu taman menyala sampai siang. Atau yang sering terjadi adalah lupa mengaktifkan fungsi sleep pada TV, sehingga saat kita ketiduran malah TV yang menonton kita. Aku yakin masih banyak yang mengalaminya. Apalagi kemarin pemerintah secara resmi telah menaikkan tarif dasar listrik. Mau tidak mau beban kita kedepan pasti akan bertambah juga jika tidak ada langkah penghematan.</p>
<p>Hal-hal kecil tapi berdampak besar. Hal-hal seperti itulah yang seharusnya mendapat perhatian, jangan dilihat dari kapasitasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut memang harus dimulai dari diri sendiri dulu. Tanpa adanya kesadaran itu, tentu akan sulit untuk mewujudkan suatu kebiasaan hidup yang menerapkan pola hemat energi secara menyeluruh.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Jadi, apa yang sudah anda lakukan untuk menghemat energi?</strong> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah kau mau mendinginkan bumi ?]]></title>
<link>http://retnonw.wordpress.com/2010/06/02/apakah-kau-mau-mendinginkan-bumi/</link>
<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 03:46:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>retnonw</dc:creator>
<guid>http://retnonw.wordpress.com/2010/06/02/apakah-kau-mau-mendinginkan-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Banyak banget yang mengeluh kalau hari ini panas banget, baik hanya sekedar curhat ke teman, menulis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://retnonw.files.wordpress.com/2010/06/panas.jpg"><img class="size-full wp-image-336 alignleft" title="panas" src="http://retnonw.files.wordpress.com/2010/06/panas.jpg?w=119&#038;h=135" alt="" width="119" height="135" /></a>Banyak banget yang mengeluh kalau hari ini panas banget, baik hanya sekedar curhat ke teman, menulis status di Yahoo mesenger ataupun di Facebook dan banyak lagi. Tapi keanehan yang ada saat ini adalah banyaknya orang yang mengeluh tanpa berusaha mencari solusinya, atau  solusinya adalah hanya ngadem di ruangan ber AC.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Sangat disayangkan kalau hal ini tidak menjadi perhatian bagi semuanya, manusia penghuni bumi. Masalah pemanasan global yang kerap di kaji, hanyalah kajian semata, bukan menciptakan suatu solusi karena hanya memberikan suatu bukti saja tanpa ada usaha merangkul semua pihak untuk menyayangi bumi kita ini. Sesuatu kerusakan yang terjadi bisa saja diperbaiki atau minimal diminimalisasi, tapi sepertinya sebagian besar manusia di bumi ini telah lupa akan hal itu, berubah menjadi manusia-manusia egois, tanpa peduli pada lingkungan sekitarnya. Siapa yang harus mulai peduli duluan ?? KITA&#8230; kita yang harus memulai, tidak perlu menunggu orang lain lagi. Mulailah dari lingkungan kita untuk menyayangi lingkungan dan bumi kita.</p>
<p>Panas yang selalu dikeluhkan oleh sebagian besar manusia di bumi ini adalah akibat meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer (karbondioksida, metana, dan nitroksida). Gas Rumah Kaca yang berada di atmosfer yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan.</p>
<p>EARTH HOUR yang sering diprogramkan, sepertinya hanya  menjadi perhatian sebagian kecil komunitas, komunitas peduli yang belum terorganisir. Kutub es sedang mencair, siapa yang pedulia dengan semua ini ???? Ini telah diperagakan oleh mahasiswa IPB yang melakukan ajakan untuk Earth Hour. Para mahasiswa tersebut membawa bongkah besar es batu diletakkan di bawah teriknya sinar matahari. Mestinya yang melihat akan miris melihat tetesan deras dari batu es yang mencair tersebut. Semoga semuanya mengerti dengan maksud mereka itu.</p>
<p>Sayangi bumi kita dengan melakukan penghematan-penghematan energi untuk mengurangi kadar gas rumah kaca. jangan beranggapan bahwa apa yang kita lakukan itu percuma bila dibanging dengan industri-industri dan transportasi yang merupakan pengemisi terbesar gas rumah kaca dan karena orang lainnya ga ada yang peduli, mari kita rangkul semuanya mulai dari diri kita. Mungkin hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah hal-hal kecil di sekeliling kita, seperti :</p>
<ul>
<li>Berpartisipasi dalam program-program penghijauan, karena pohon-pohon adalah penyerap gas rumah kaca, pohon-pohon terutama hutan berperan mengubah CO2 menjadi O2</li>
<li>Jangan nyampah, sampah adalah salah satu kontributor besar bagi ter-bentuknya gas metan (CH4), karena aktivitas manusia sehari-hari. Minimalisasi segala kegiatan yang menghasilkan sampah, dengan menggunakan bahan yang bisa dipakai berkali-kali.</li>
<li>Jangan biarkan pintu terbuka bila kita menyalakan AC (ini banyak sekali terjadi di lingkunang kita, yang dilakukan dengan berbagai macam alasan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  )</li>
<li>Jangan bermain-main dengan membuka tutup pintu kulkas (1 menit anda membuka kulkas, dibutuhkan 3 menit untuk mengembalikan ke suhu semula)</li>
<li>Mematikan lampu bila tidak digunakan (tapi juga jangan terlalu pelit <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</li>
<li>dll &#8230;. banyak banget yang lainnya lagi&#8230;</li>
</ul>
<p>Selain menyebabkan efek rumah kaca, beberapa gas polutan yang telah kita sebutkan di atas juga berpotensi menyebabkan penipisan lapisan ozon, yang akan menye-babkan semakin banyak sinar ultra violet masuk ke permukaan bumi yang diduga dapat menyebabkan kanker kulit, penyakit katarak, menurunnya kekebalan tubuh, bahkan menurunkan hasil panen. Salah satu yang sangat berperan dalam penipisan lapisan ozon adal <em>kloroflo-rokarbon</em> (CFC) yang masih banyak kita jumpai dipasang di AC, walaupun sudah dilarang pemerintah. (Gilbert Hutauruk – SBTI)</p>
<p>Mari selamatkan bumi, sayangi bumi kita, lingkungan kita&#8230;.</p>
<p>Inspirasi : dari ruang kelas, kantor dll yang sering menyalakan AC tetapi pintu dibuka lebar-lebar</p>
<p>joke-nya adalah &#8220;apakah kau mau mendinginkan bumi ?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Implicit Campaign FPPEA for Earth Hour Indonesia 2010]]></title>
<link>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/implicit-campaign-fppea-for-earth-hour-indonesia-2010/</link>
<pubDate>Sat, 15 May 2010 20:05:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>fppea</dc:creator>
<guid>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/implicit-campaign-fppea-for-earth-hour-indonesia-2010/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='640' height='390' src='http://www.youtube.com/embed/9h4hpMk-zB8?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hemat Energi, Hemat Energi, Hemat Energi]]></title>
<link>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/hemat-energi-hemat-energi-hemat-energi/</link>
<pubDate>Sat, 15 May 2010 18:39:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>fppea</dc:creator>
<guid>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/hemat-energi-hemat-energi-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Hari senin (10/05) aku dapet kebagian tugas nulis tentang hemat energi untuk FPPEA (Forum Pelajar Pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari senin (10/05) aku dapet kebagian tugas nulis tentang hemat  energi untuk FPPEA (Forum Pelajar Peduli Energi dan Air). Hmm,  sebenernya aku ga tau harus mulai dari mana (yang paling bener aku ga  tau harus nulis apa :d). Bahkan sampai hari rabu aku belum juga dapet  ide untuk nulis. Sampai akhirnya…</p>
<p>Ting!</p>
<p>Jadi begini ceritanya.</p>
<p>Setelah menyelesaikan rutinitasku yang cukup padat hari kamis  kemaren, akhirnya aku berhasil sampe di rumah pukul 19:00 dengan segala  kelelahan dan kepenatan (ck ck ck, bahasanya…). Makan malam jadi hal  pertama yang aku lakuin tentunya. Meski bantal guling menjadi pilihan  menarik berikutnya, tapi aku harus menundanya karena besok ada ulangan  fisika. Jadi, aku harus belajar deh biar dapet nilai bagus.</p>
<p>Dengan semangat kemerdekaan, segeralah aku bersiap untuk belajar  malam ini. Tapi, tapi dan tapi…Di luar dugaan, rupanya tempat tinggalku  kebagian giliran pemadaman listrik. “Owh no no no!” Dengan segenap  kemampuanku yang terbatas ini (merendah, biar dibilang low profile :-p)  aku berusaha keras agar semangatku tak turut serta jadi melempem.</p>
<p>Tak ada rotan akarpun jadi. Pepatah itu seolah-olah memberikan ide  padaku untuk menggunakan lilin sebagai penerang proses belajarku. Rasa  kantuk berhasil tersingkirkan ketika aku melihat lilin-lilin kecil itu  yang dengan setianya menemaniku. I love u lilin…:) Dan untungnya semua  itu tidak berlangsung lama. Kembali listrik menyala dan aku mendengar  teriak kegirangan di seantero rumah.</p>
<p>Seperti para filsuf (benerkan nulisnya?) tempo doeloe, aku merenung  dan muncul sebuah pertanyaan. (Aku jamin ini bukan perenungan tapi tak  lebih dari kegiatan bengong  sebelum tidur :d).</p>
<p>Bagaimana jika tiba-tiba kehidupan ini tanpa listrik?</p>
<p>Hmmm, aku ga bisa nonton ovj, aku ga bisa dengerin nidji, aku ga bisa  chating, dan tentunya aku ga bisa belajar maksimal seperti kejadian  yang aku ceritain di atas. Dan itu hanya sebagian kecil saja kegiatan  yang ga bisa dilakun kalo ga ada listrik. Oh terima kasih Mr. THomas A  Edison atas karya yang sangat bermanfaat bagi kehidupan ini.  Mudah-mudahan aku bisa sepertimu. Amiiiiiiin…(aminnya harus panjang biar  dikabulkan)</p>
<p>Lalu bagaimana dengan mereka yang berada di daerah yang belum  teraliri listrik? Pertanyaan ini membuatku sedih membayangkan kehidupan  mereka berjalan tanpa adanya listrik. Padahal aku yakin banyak anak  berbakat disana. Buktinya banyak sekali mereka yang dengan  keterbatasannya namun bisa berprestasi luar biasa. Aku bersyukur aku  bisa ada di kota dan bersekolah di tempat yang lebih baik. Terima kasih  ya Allah, terima kasih Mama, terima kasih Ayah. Semoga aku bisa menjadi  anak yang berguna bagi keluarga, bangsa dan sesama.</p>
<p>Kembali ke topik. Bukan topik tetangga sebelah (jayus, itu joke guru   matematikaku. hufh,jangan sampe baliau baca :d)</p>
<p>Dari hasil perenungan atau lebih tepatnya kegiatan bengongku itu, aku  menyimpulkan bahwa kehidupan manusia modern sangat bergantung kepada  listrik. Dan menurut data DESM yang aku dapet dari materi seminar Timnas  HEA waktu itu, sumber energi fosil kita sudah semakin menipis.  Sementara sumber energi terbarukan belum bisa sepenuhnya menjadi  alternatif. Nah lho!</p>
<p>Berarti bener kalo hemat energi adalah jalan keluar terbaik untuk  mengatasi permasalahan ancaman krisis energi ini. Oya, hemat energi juga  kan bisa mereduksi emisi gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan  global.</p>
<p>Tidak salah aku berada dalam FPPEA ini. Sudah saatnya kita, yang  telah banyak diberikan kebaikan oleh alam ini, membalas dengan menjaga  dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif. Dan pesan terbaik dari  kakak-kakak di FPPEA yang seru, lucu, dan baik hati itu adalah “hemat  energi bukan berarti membatasi, tapi memanfaatkan energi dengan bijak”.  Atau dengan kata lain kita menggunakan energi jika benar-benar  diperlukan dan memberikan nilai manfaat bagi kehidupan kita.</p>
<p>Wah, menulis ini membuat aku jadi semakin menyadari pentingnya hemat  energi. Terima kasih untuk kakak-kakak di FPPEA yang dengan sabar  mengajariku untuk menulis. Mohon masukannya untuk cara menulisku yah…:d.</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>Syifa (Anggota FPPEA)</p>
<p>Dukung kami di http: <a href="http://id.fppea.com/">http://id.fppea.com/</a></p>
<p><a href="http://green.kompasiana.com/group/iklim/2010/05/15/hemat-energi-hemat-energi-hemat-energi/">http://green.kompasiana.com/group/iklim/2010/05/15/hemat-energi-hemat-energi-hemat-energi/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menggugah Kesadaran Berperilaku Hemat Energi]]></title>
<link>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/hemnggugah-kesadaran-berperilaku-hemat-energi/</link>
<pubDate>Sat, 15 May 2010 18:19:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>fppea</dc:creator>
<guid>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/hemnggugah-kesadaran-berperilaku-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Energi mempunyai makna yang sangat luas. Tidak ada aktivitas di alam raya ini yang bergerak tanpa en]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Energi mempunyai makna yang sangat luas. Tidak ada aktivitas di alam   raya ini yang bergerak tanpa energi. Jadi bisa disimpulkan bahwa energi   adalah suatu ukuran kemampuan untuk melakukan usaha.<br />
Secara  umum sumber energi yang sering kita gunakan untuk membantu  pekerjaan  kita dikategorikan menjadi energi terbarukan (renewable) dan  energi  tidak terbarukan (non renewable). Sumber energi fosil seperti  minyak  bumi dan batu bara adalah kategori energi tidak terbarukan.  Sebagian  besar aktivitas di dunia masih sangat bergantung terhadap  sumber energi  konvensional ini.</p>
<p>Inilah fakta yang sepatutnya menjadi bahan  perenungan kita bersama.  Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2009  cadangan minyak bumi  Indonesia hanya mampu memenuhi kebutuhan selama 23  tahun lagi. Sampai  saat ini belum ada energi alternatif yang sepenuhnya  dapat menggantikan  peranan energi fosil tersebut.</p>
<p>Artinya besar  kemungkinan kita akan mengalami masa-masa krisis tanpa  energi.  Pertanyaannya bukan “apa yang dapat kita lakukan di masa tanpa  energi  nanti?” tapi “apa yang harus kita lakukan selama energi masih  ada?”</p>
<p>Maka  jawabannya adalah hemat energi. Menggunakan energi seminimal  mungkin  untuk mendapatkan kepuasan atau kemudahan sebanyak yang kita  inginkan.  Atau dengan kata lain menggunakan energi secara bijaksana  sesuai  kebutuhan. Dengan berhemat kita bisa memperpanjang rasio  ketersediaan energi fosil  sampai energi alternatif dapat  menggantikannya. Selain itu hemat energi  juga merupakan upaya  pengurangan emisi CO2 yang berarti menjaga  lingkungan kita dari ancaman  pemanasan global.</p>
<p>Berdasarkan  hasil analisa data yang dilakukan Tim Nasional  Penghematan Energi dan  Air tahun 2009, jika Indonesia menghemat listrik  sebesar 10% saja per  tahun maka kita dapat menghemat listrik sebesar  22 ribu Gwh. Hal ini  setara dengan menghemat biaya sekitar 15,43  triliun rupiah dan  mengurangi 20 juta ton emisi CO2.</p>
<p>Angka tersebut menggambarkan  bahwa hemat energi dapat memberikan  dampak besar bagi kehidupan kita di  masa mendatang. Maka adalah  tanggung jawab kita bersama untuk terus  menyuarakan gerakan hemat  energi sebagai wujud nasionalisme dan  kecintaan terhadap bumi tempat  kita berpijak.</p>
<p>Mengugah  kesadaran berperilaku hemat energi memang bukan hal mudah.  Tapi, bukan  perkara sulit jika diawali dari diri sendiri dengan tekad  kuat untuk  berhemat.</p>
<p><strong>Pintari Gian Vemari<br />
Anggota FPPEA (Forum  Pelajar Peduli Energi dan Air)</strong></p>
<p><a href="http://us.suarapembaca.detik.com/read/2010/05/05/181524/1351845/471/menggugah-kesadaran-berperilaku-hemat-energi">http://us.suarapembaca.detik.com/read/2010/05/05/181524/1351845/471/menggugah-kesadaran-berperilaku-hemat-energi</a><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kegiatan FPPEA " HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI"]]></title>
<link>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/aksi-damai-nyatakan-cinta-kepada-bumi-dengan-hemat-energi/</link>
<pubDate>Sat, 15 May 2010 13:20:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>fppea</dc:creator>
<guid>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/aksi-damai-nyatakan-cinta-kepada-bumi-dengan-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[FPPEA DALAM EARTH HOUR 2010 DI MONAS, 27 MARET 2010. (HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI) Tanggal 27 maret]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#34;Calibri&#34;,&#34;sans-serif&#34;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&#34;Times New Roman&#34;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">FPPEA DALAM EARTH HOUR 2010 DI MONAS, 27 MARET 2010.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">(HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI)</p>
</blockquote>
<blockquote>
<div id="attachment_16" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://fppea.files.wordpress.com/2010/05/earth-hour.jpg"><img class="size-medium wp-image-16     " title="earth hour" src="http://fppea.files.wordpress.com/2010/05/earth-hour.jpg?w=300&#038;h=179" alt="" width="300" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">         Tanggal 27 maret 2010, FPPEA ikut dalam kegiatan seremonial Earth Hour Indonesia 2010, di Monumen Nasional, Jakarta. Kegiatan ini adalah sebagai wujud dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan upaya penghematan energi . &#34;HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI&#34;</p></div>
<p style="text-align:left;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&#34;Table Normal&#34;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&#34;&#34;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&#34;Calibri&#34;,&#34;sans-serif&#34;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&#34;Times New Roman&#34;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">KAMPANYE IMPLISIT UNTUK EARTH HOUR 2010 (HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI)</p>
</blockquote>
<div id="attachment_14" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://fppea.files.wordpress.com/2010/05/implisit-campaign.jpg"><img class="size-medium wp-image-14" title="implisit campaign" src="http://fppea.files.wordpress.com/2010/05/implisit-campaign.jpg?w=300&#038;h=179" alt="" width="300" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">Kampanye ini dilakukan untuk mengajak masyarakat ikut serta dalm program Earth Hour 2010. Kegiatan ini dilakukan di Senayan City, Jakarta.</p></div>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">AKSI DAMAI &#8220;NYATAKAN CINTA KEPADA BUMI DENGAN HEMAT ENERGI&#8221;, 14 Februari 2010 (HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI)</p>
<div id="attachment_10" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://fppea.files.wordpress.com/2010/05/ncbhe.jpg"><img class="size-medium wp-image-10       " title="NCBHE" src="http://fppea.files.wordpress.com/2010/05/ncbhe.jpg?w=300&#038;h=179" alt="" width="300" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">Aksi damai dengan tema &#34;Nyatakan Cinta kepada Bumi dengan Hemat Energi&#34; ini di selenggarakan di Bundaran HI, Jakarta pada tanggal 14 maret 2010. Kegiatan ini sebagai ajang mengajak masyarakat untuk mencintai bumi dengan hal sederhana yang bisa dilakukan oleh semua orang yakni hemat energi.</p></div></blockquote>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:246px;width:1px;height:1px;overflow:hidden;">Kampanye ini dilakukan untuk mengajak masyarakat ikut serta dalm program  Earth Hour 2010. Kegiatan ini dilakukan di Senayan City, Jakarta.</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hemat Energi Selamatkan Bumi]]></title>
<link>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/hemat-energi-selamatkan-bumi/</link>
<pubDate>Sat, 15 May 2010 03:26:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>fppea</dc:creator>
<guid>http://fppea.wordpress.com/2010/05/15/hemat-energi-selamatkan-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Terlalu sulit untuk membiarkan tubuh beranjak dan mengizinkan tangan menekan tombol off pada perangk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Terlalu sulit untuk membiarkan tubuh beranjak dan mengizinkan tangan  menekan tombol off pada perangkat elektronik yang tak digunakan. So,  jadinya terbiarkan menyala sia-sia. Tak ada perasaan bersalah apalagi  berdosa. Padahal apa yang dilakukannya adalah menumpuk emisi gas rumah  kaca di atmosfer dan mempercepat krisis energi. Dan percayalah bahwa  itulah kita pada umumnya.</p>
<p>Kemudian pertanyaannya adalah…</p>
<p>Mengapa begitu sulit berperilaku hemat energi? Apakah kita senaif itu  untuk membiarkan diri melakukan sebuah kejahatan besar ini? Perkara apa  yang membentuk kita melakukannya?</p>
<p>Hal inilah memotivasi saya untuk turut serta dalam FPPEA (Forum  Pelajar Peduli Energi dan Air). Saya ingin terus menggaungkan pesan  hemat energi ini setidaknya sebagai kontrol bagi perilaku saya dalam  memanfaatka energi.</p>
<p>Akhir kata saya mengutip kalimat Pintari, sahabat sekaligus anggota  fppea, yang mengatakan: “Mengugah kesadaran berperilaku hemat energi  memang bukan hal mudah.  Tapi, bukan perkara sulit jika diawali dari  diri sendiri dengan tekad  kuat untuk berhemat”.</p>
<p>HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI</p>
<p>-Raisha-</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agar Kulkas Hemat Energi]]></title>
<link>http://retnonw.wordpress.com/2010/04/24/agar-kulkas-hemat-energi/</link>
<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 18:13:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>retnonw</dc:creator>
<guid>http://retnonw.wordpress.com/2010/04/24/agar-kulkas-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Kurangi waktu dalam membuka kulkas, Untuk setiap menit anda membuka pintu kulkas, diperlukan 3 menit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kurangi waktu dalam membuka kulkas,</strong> Untuk setiap menit anda membuka pintu kulkas, diperlukan 3 menit full energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.</p>
<p><strong>Potong bahan makanan dalam porsi yang lebih kecil,</strong> Ukuran yang lebih kecil memerlukan energy yang lebih sedikit untuk mendinginkannya</p>
<p><strong>Susun kulkas dengan rapi </strong>agar udara dingin bisa mengalir di sela-sela kulkas sehingga hemat energi</p>
<p><strong>Pastikan isi kulkas tidak melewati pintu dan rak nya</strong>, karena pemakaian energi akan kurang efisien</p>
<p><strong>Pastikan karet penutup di sekitar pintu masih bersih dan rapat</strong>, Karet penutup yang masih baik harus bia menjepit selembar kertas. Apabila kertas dapat dengan mudah ditarik, berarti sudah waktunya mengganti karet penutup</p>
<p><strong>Jauhkan kulkas dari sumber panas seperti kompor dan oven</strong>, Beri jarak sedikitnya 5 hingga 7 cm dari dinding sehingga udara dapat beredar di sekelilingnya.</p>
<p>Sumber : Leaflet tupperware periode April 2010</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yuk, Hemat Energi!!]]></title>
<link>http://kekewang.wordpress.com/2010/04/20/yuk-hemat-energi/</link>
<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 15:20:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ORIX SHOP</dc:creator>
<guid>http://kekewang.wordpress.com/2010/04/20/yuk-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Lagi – lagi pemanasan global yang akan dibahas. Entah semenjak kapan telinga dan mata ini terus mend]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi – lagi pemanasan global yang akan dibahas. Entah semenjak kapan telinga dan mata ini terus mendapat informasi mengenai isu global warming. Banyaknya penyuluhan, seminar, himbauan, dan ajakan pun tetap saja tidak memberikan pengaruh besar pada perilaku manusia di bumi ini yang sudah membudaya. Bahkan masih banyak yang dengan santai membuang sampah di pinggir jalan, atau mungkin membiarkan keran air mengucur padahal baknya sudah penuh. Hal – hal kecil saja, yang sebenarnya mudah dilakukan, tapi entah kenapa manusia di bumi ini begitu berat untuk melakukannya. Tidak sayangkah kita pada bumi ini??</p>
<p>Bagi Anda yang sering dan rajin mengikuti perkembangan isu ini tentu sudah bosan mendengarnya, lagi – lagi tentang sampah, lagi – lagi tentang daur ulang, atau lagi – lagi tentang hemat air. Sering juga saya membaca artikel di internet mengenai hemat energi. Dan jangan sampai saya bosan untuk membagi informasinya untuk Anda.</p>
<p>Hemat energi sebenarnya tentu harus dilakukan dengan ada atau tidaknya isu pemanasan global. Mau tagihan listrik membengkak? Bisa – bisa diocehin sama mama di rumah. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan. Nggak perlu sampai ikutan repot mengadakan seminar hemat energi, cukup praktek dari lingkup kecil yaitu ruang kamar kita. </p>
<p>Tiga hal saja sih yang ingin saya bagi di sini dalam rangka menghemat energi, tidak memakan kalori besar dan tidak memakan waktu kita, di antaranya:<br />
•	Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.<br />
Pengalaman saya, saya sering menemukan teman atau saudara saya yang langsung menyalakan televisi saat ia tiba di kamar. Padahal belum tentu dia akan menonton. Biasanya dia akan melakukan hal lain setelahnya, seperti menaruh tas. Tangannya seperti sudah teratur untuk mengambil remote TV. Sebegitu addict-nya sama suara televisi.<br />
•	Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.<br />
Ini lagi satu hal yang paling sering saya temui. Saya hampir setiap hari mencabut cas hp di colokan padahal hpnya sudah tidak ada. Dengan cas yang masih dicolok di colokan listrik, arus listrik tentu akan mengalir ke cas tersebut. Dan kalau tidak ada hp yang tersambung dengan cas, arus listriknya akan jadi sia – sia. Dan apabila kita sedang mengecas hp kita, segera lepaskan casnya ketika suda terisi penuh. Menurut Nokia, dengan membiarkan charger terpasang terus walau baterai terisi penuh, anda akan memboroskan energi listrik. Kalau dikumpulkan selama setahun, semua energi yang terbuang mungkin cukup untuk memberikan tenaga bagi 85,000 rumah.<br />
<a href="http://kekewang.files.wordpress.com/2010/04/scan00011.jpg"><img src="http://kekewang.files.wordpress.com/2010/04/scan00011.jpg?w=150&#038;h=120" alt="" title="scan0001" width="150" height="120" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-30" /></a><br />
•	Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.<br />
Dulu saya pikir, dengan menekan remote saja sudah cukup, tapi ternyata dengan menekan tombol di remote, televisi  (misalnya) masih menyala dalam keadaan stand by, belum mati total.<br />
Ini ada beberapa fakta yang saya dapat dari blog lain:<br />
•	Hampir 40 persen emisi karbon dihasilkan oleh sektor ketenagalistrikan. Semakin tinggi konsumsi listrik maka semakin tinggi pula emisi karbon yang dihasilkan dari pembangkit listrik, karena 60 persen menggunakan bahan bakar fosil. Sementara pembakaran bahan bakar fosil adalah penyebab utama terjadinya pemanasan global, yang berdampak pada meningkatnya suhu bumi secara global.<br />
•	Ironisnya saat masih sekitar 45 persen penduduk Indonesia yang belum dapat menikmati listrik, kelompok yang memiliki akses listrik, justru melakukan gaya hidup boros tanpa menyadari bahwa listrik adalah komoditas yang terbatas dan selayaknya dapat diakses oleh seluruh Indonesia masyarakat Indonesia. Permintaan listrik yang kian meningkat dan boros, sementara kapasitas pembangkit listrik yang ada terbatas mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir.<br />
•	Kegiatan edukasi publik tentang pentingnya penggunaan listrik secara efisien, seperti menghemat listrik dan penggunaan peralatan elektronik dengan daya kecil (watt) dengan kualitas yang baik perlu terus dilakukan dengan sasaran berbagai kelompok, termasuk kelompok anak-anak dan anak muda.</p>
<p>Kalau saya sih sudah memulainya. Bagaimana dengan Anda?</p>
<p>sumber:</p>
<p><a href="http://epsdin.wordpress.com/2007/12/05/hemat-listrik-atasi-krisis-energi-dan-pemanasan-global/" rel="nofollow">http://epsdin.wordpress.com/2007/12/05/hemat-listrik-atasi-krisis-energi-dan-pemanasan-global/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menunggu Gebrakan Dahlan Iskan]]></title>
<link>http://erkata.wordpress.com/2010/04/19/menunggu-gebrakan-dahlan-iskan/</link>
<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:54:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Erkata Yandri</dc:creator>
<guid>http://erkata.wordpress.com/2010/04/19/menunggu-gebrakan-dahlan-iskan/</guid>
<description><![CDATA[Selasa, 13 April 2010 | 07:44 WIB http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2010/04/13/kol,20100413-14]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 13 April 2010 &#124; 07:44 WIB<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2010/04/13/kol,20100413-142,id.html" target="_blank">http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2010/04/13/kol,20100413-142,id.html</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/04/13/Opini/krn.20100413.196815.id.html" target="_blank">http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/04/13/Opini/krn.20100413.196815.id.html</a><br />
<a rel="nofollow" href="http://gagasanhukum.wordpress.com/2010/04/15/menunggu-gebrakan-dahlan-iskan/" target="_blank">http://gagasanhukum.wordpress.com/2010/04/15/menunggu-gebrakan-dahlan-iskan/</a></p>
<p>Dengan begitu tajamnya sorotan terhadap masalah kelistrikan akhir-akhir  ini, maka menjadi orang nomor satu di <a class="zem_slink" title="Perusahaan Listrik Negara" rel="wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_Listrik_Negara">PLN</a> sama halnya duduk di kursi  panas. Mengapa? Jika paham medan luar-dalam, mempunyai banyak ide yang  aplikatif, berjiwa kreatif dan agresif, mampu menggerakkan orang dan  segala potensi yang ada di PLN, ya, silakan maju! Jika tidak, sebaiknya  urungkan saja niat untuk duduk di situ. Janganlah hanya bermodal nekat,  yang sama saja artinya dengan bunuh diri. Setidak-tidaknya semua itu  pasti sudah dipertimbangkan dengan matang oleh Dahlan Iskan, Direktur  Utama PLN sekarang.</p>
<p>Sekadar gambaran, masalah yang dihadapi oleh PLN bukanlah ringan.  Berbagai persoalan berat harus diselesaikan segera karena menyangkut  ketahanan ekonomi nasional dan harga diri <a class="zem_slink" title="Indonesia" rel="geolocation" href="http://maps.google.com/maps?ll=-6.175,106.828333333&#38;spn=10.0,10.0&#38;q=-6.175,106.828333333%20%28Indonesia%29&#38;t=h">Indonesia</a> di mata investor  asing. Itu semua menyangkut persoalan internal maupun eksternal PLN,  yaitu pertama, kualitas pelayanan yang masih buruk ditandai dengan  kejadian seringnya mati lampu di beberapa wilayah pelayannya. Kedua,  rasio elektrifikasi nasional yang masih 64,5 persen atau masih di bawah  rata-rata ASEAN, yaitu 71,4 persen. Ketiga, keharusan menyetor laba ke  pemerintah dengan tantangan harga bahan bakar primer yang terus bergerak  naik dengan tanpa menaikkan harga satuan energi listrik. Keempat,  pembenahan lingkup internal PLN dengan budaya kerja yang cepat, efektif,  dan efisien di semua lini operasional PLN sebagai tantangan menghadapi  tuntutan kelistrikan, termasuk di dalamnya sistem pengadaan barang,  perawatan, rekrutmen, dan sebagainya. Kelima, kesiapan PLN dalam  mengantisipasi undang-undang kelistrikan yang baru, yaitu Undang-Undang  Nomor 30 Tahun 2009, yang akan berdampak pada persaingan dengan  perusahaan listrik swasta dan ada kemungkinan pemecahan PLN (unbundled)  baik secara vertikal maupun horizontal. Keenam, ketepatan waktu  penyelesaian proyek kelistrikan 10 ribu megawatt di tahap I dan tahap  II. Ketujuh, sinkronisasi visi PLN dengan rencana energy mix Indonesia  sampai 2025 dan target emisi karbon 2020-2050, yang sudah dicanangkan  Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu di Pittsburgh. Artinya, dibutuhkan  seorang pemimpin yang tidak hanya jago bermain ke dalam, tapi juga harus  lihai bermain ke luar, seperti ke pemerintah sebagai regulator, ke  penyuplai energi primer gas dan batu bara, serta ke perbankan, yang  memberikan pendanaan.</p>
<p>Sewaktu nama Dahlan Iskan (DI) mencuat sebagai calon kuat Direktur Utama  PLN untuk mengganti Fahmi Mochtar pada akhir Desember 2009, adalah hal  wajar jika berbagai keraguan dan keyakinan mewarnai di awal-awal proses  pengangkatan dirinya. Bagi yang ragu, alasannya sederhana sekali. DI  bukanlah orang dalam PLN dan dia dianggap tidak tahu banyak permasalahan  kelistrikan yang dihadapi PLN. Ditambah lagi dengan latar belakangnya  yang bukan lulusan ketenagalistrikan atau paling tidak seorang lulusan  manajemen energi. DI juga bukan seorang pemimpin perusahaan kelistrikan  sekelas PLN, walaupun dia adalah pemimpin puluhan perusahaan dan bahkan  dua di antaranya perusahaan pembangkit tenaga listrik di Kalimantan  Timur.</p>
<p>Memang harus diakui bahwa dalam waktu yang sependek itu, tentu belum  banyak yang bisa dihasilkan. Tetapi paling tidak harus sudah ada pijakan  jelas yang sudah dirancang DI untuk langkah maju PLN berikutnya. Untuk  itu, mari kita coba menganalisisnya secara jernih dan berimbang! Kalau  disimak dengan cermat di awal-awal kepemimpinannya, mungkin keraguan  kita akan sedikit berkurang. Dalam berbagai kesempatan, DI dengan begitu  meyakinkan memaparkan tiga hal penting rencana aksi jangka pendeknya  untuk memperbaiki kinerja PLN.</p>
<p>Pertama, konversi bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap dari minyak  ke gas dengan tujuan mengurangi biaya produksi. Kedua, penyediaan trafo  untuk cadangan agar permasalahan mati lampu segera ditangani secara  serius. Ketiga, rencana pembangunan power plant mini berbahan bakar batu  bara. Artinya, ketiga hal tersebut adalah bentuk tindakan nyata dari  tiga unsur perbaikan berkesinambungan (continuous improvement), yang  bisa dicapai jika ada usaha peningkatan efisiensi (efficiency  improvement), peningkatan kualitas (quality improvement), dan  peningkatan produktivitas (productivity improvement). Sepertinya agak  terkesan tidak spektakuler alias biasa-biasa saja. Tapi, jika ketiga hal  tersebut bisa dilakukan, itu akan mampu mengurangi beban inefisiensi  dari pemakaian minyak bumi, menurunkan risiko dan lama waktu listrik  padam, serta mempercepat akses pelayanan jaringan kelistrikan.</p>
<p>Sebagai seorang yang bukan dari lingkup internal PLN, konsistensi dan  keseriusan DI dalam memperbaiki kinerja PLN patutlah diapresiasi. Inilah  salah satu modal utama keberhasilan dari seorang pemimpin perusahaan  yang ingin mengubah keadaan dengan cepat. Salah satu contohnya adalah  dalam mengejar komitmen dari pemerintah dan produsen gas nasional untuk  jaminan pasokan ke PLN. Tanpa kejelasan pasokan gas, mustahil bisa jelas  juga melakukan penghematan biaya operasional dari pemakaian minyak bumi  yang jauh lebih mahal harganya di beberapa pembangkit listrik milik  PLN.</p>
<p>Kemudian, keingintahuannya dalam menemukan akar masalah kualitas  pelayanan listrik berdasarkan dari kejadian lapangan. Salah satunya  adalah melihat langsung penanganan mati lampu beberapa waktu lalu di  suatu kawasan di Surabaya akibat rusaknya sebuah trafo. Mungkin ini yang  justru luput dilakukan oleh sejumlah Direktur Utama PLN sebelumnya yang  terlena menyelesaikan masalah pada level atas, tapi keropos dalam  memahami realitas yang terjadi di lapangan. Dari penjelasan yang  diberikannya, sepertinya DI cukup kuat dalam menganalisis masalah di  lapangan dan sudah tahu apa yang akan diperbuatnya nanti, walaupun dia  bukan seorang insinyur listrik. Paling tidak dia sudah menerapkan  prinsip pemecahan masalah sederhana &#8220;80 : 20 rules&#8221;, yaitu memfokuskan  ke 20 persen masalah utama yang berkontribusi memberikan hasil 80  persen.</p>
<p>Karena itu, untuk &#8220;menyenangkan&#8221; pemerintah lewat Kementerian Badan  Usaha Milik Negara, yang sudah memilihnya dan &#8220;memuaskan&#8221; masyarakat  sebagai pelanggan PLN, ada dua strategi penting yang harus dilakukan DI  untuk menunjukkan kinerjanya dengan pasti. Strategi pertama, mewujudkan  bukti yang cepat bahwa telah terjadi efisiensi operasional di tubuh PLN  dan peningkatan kualitas pelayanan listrik yang langsung dirasakan oleh  masyarakat. Untuk mewujudkan ini, DI cukup berfokus pada tiga rencana  aksi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Strategi kedua, mewujudkan  bukti kinerja secara jangka panjang, yaitu dengan membenahi sistem yang  ada sekarang agar menjadi lebih profesional, efektif, dan efisien.  Diharapkan budaya kerja PLN menjadi lebih cepat dan lebih gesit bergerak  untuk siap bertransformasi menjadi sebuah perusahaan energi listrik  kelas dunia, yang berani bersaing secara sehat dengan perusahaan listrik  swasta sekalipun.</p>
<p>Kedua strategi tersebut sebenarnya tidak sulit dilakukan asalkan DI tahu  dari mana dan bagaimana memulainya. Dalam hal ini, kata kunci yang  tepat untuk kesuksesan kedua strategi tersebut adalah &#8220;kemampuan  menggerakkan orang-orang PLN sendiri&#8221;. Tanpa mereka semua, DI tidak ada  apa-apanya. DI harus realistis membaca kondisi ini.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://energyers.com/?p=959" target="_blank">http://energyers.com/?p=959</a><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<div>Erkata Yandri, periset pada Solar Energy Research Group, Dept. Vehicle  System Engineering, Faculty of Creative Engineering, Kanagawa Institute  of Technology-Japan</div>
<div class="zemanta-pixie" style="margin-top:10px;height:15px;"><a class="zemanta-pixie-a" title="Reblog this post [with Zemanta]" href="http://reblog.zemanta.com/zemified/bb63264e-369d-4138-b2d1-c6778a935f50/"><img class="zemanta-pixie-img" style="border:medium none;float:right;" src="http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=bb63264e-369d-4138-b2d1-c6778a935f50" alt="Reblog this post [with Zemanta]" /></a></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Earth Hour 2010]]></title>
<link>http://tyamerdeka.wordpress.com/2010/03/25/earth-hour-2010/</link>
<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 07:31:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tya</dc:creator>
<guid>http://tyamerdeka.wordpress.com/2010/03/25/earth-hour-2010/</guid>
<description><![CDATA[Earth Hour 2010. Ikutan?? Tanggal 27 Maret besok rencananya bakalan serempak di seluruh penjuru duni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_182" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://tyamerdeka.files.wordpress.com/2010/03/earth-hour-2010.jpg"><img src="http://tyamerdeka.files.wordpress.com/2010/03/earth-hour-2010.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Earth Hour 2010" width="150" height="112" class="size-thumbnail wp-image-182" /></a><p class="wp-caption-text">Earth Hour 2010. Ikutan??</p></div>
<p>Tanggal 27 Maret besok rencananya bakalan serempak di seluruh penjuru dunia untuk kompakan matiin lampu, listrik, dan ber-<em>go green</em>-ria.<br />
Tahun lalu saya juga berpartisipasi dengan total sekali, secara dimatiin beneran sama PLN nya. Hahaha. Lalu bagaimana dengan Earth Hour 2010 mendatang?</p>
<p>Adalah Retweet dari seorang senior, yang cukup menggelitik:</p>
<p><em>RT @uniranty: RT @Fiqhi: Ha? Earth Hour? Bukannya itu program PLN dari dulu ya? Di Riau Earth Hournya bisa 3-4x seminggu&#8230;</em></p>
<p>Hahaha sumpah saya pengen ngakak abis baca tweetnya. Bener juga tuh. Ada lagi yang lebih kocak:</p>
<p><em>@nuesm: Apa jdnya ya,seandainya setelah earth hour 2010,kelar 1jam,pas mo idupin listrik..BETTT mati lampu.Lgsg pd tereak &#8220;faakkkk!nyesaaal!!&#8221;hahaha</em></p>
<p>HAHAHAHA. Bagaimana???</p>
<p>Jadi menurut saya, kesimpulannya adalah kalo emang cinta sama bumi ini gak mesti deh kayaknya nunggu tanggal 27 dulu buat hemat listrik dll. Mulai dari sekarang dan konsisten. Untuk saya pribadi sih ini target-targetnya:<br />
<strong>-matiin kompi kalo tidur dan gak ngebiarin standby (suka lupa krn ketiduran)<br />
-matiin lampu kalo keluar kamar n kalo tidur malem (kecuali kamarnya lembab n gampang jamuran, sehingga butuh kehangatan dari energi buangan lamppu hehehe)<br />
-matiin kran air kalo bak udah penuh<br />
-charger hp jangan dibiarkan standby juga (ini sering bgt huhuhu)</strong></p>
<p>Apalagi ya? Kayaknya segitu aja penghematan listrik ala anak kostan biasa kayak saya. Kalo yang di apartment/kontrakan beda lagi lah, pastinya nambah perabot listriknya, kayak kulkas, tv, dll. Hahaha. Target-target penghematan yang saya bikin di atas tadi simple, sederhana, dan enteng sekali sebenarnya. Tapi sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari sifat lupa, teledor, dan sikap ngegampangin. <em>&#8220;Ah, entar ajalah matiin PC nya.. Ngantuk..&#8221;</em></p>
<p>Hahaha. Astaghfirullah. Ampuni aku ya, bumi. InsyaAllah gak bakal gitu lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Go Green, because you can!]]></title>
<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/08/go-green-because-you-can/</link>
<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 18:30:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>triandyn</dc:creator>
<guid>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/08/go-green-because-you-can/</guid>
<description><![CDATA[“Jogja panaaas”. “Uugh…, AC-nya kok ndak dingin ya? *kipas-kipas mode: on*”. “Gila, di luar panas ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Jogja panaaas</em>”. “<em>Uugh…, AC-nya kok ndak dingin ya?</em> <em>*kipas-kipas mode: on*</em>”. “<em>Gila, di luar panas banget bo</em>!”</p>
<p>Kalimat kayak gini dah biasa banget terdengar di telinga, atau jadi status seseorang di Facebook, akhir-akhir ini. Tapi banyak diantara kita yang sekedar berkomentar atau mengeluh, tanpa benar-benar peduli tentang mengapa udara jadi lebih panas. Saat Al Gore pidato tentang global warming, saat film 11<sup>th</sup> hours ditonton oleh masyarakat diberbagai belahan bumi, dan saat berbagai media membahas isu pemanasan global ini sehingga menjadi perhatian dunia, kita semua ikut larut dengan topik ini.  Saat itu kita merasa ikut bertanggung jawab dan mengikrarkan komitmen untuk hidup hemat energi. Namun beberapa minggu kemudian, kita seperti lupa pada apa yang sudah menjadi komitmen bersama. Kita kembali pada gaya hidup lama: boros energi! Seandainya bumi bisa bicara, dia menuntut kita untuk memenuhi janji-janji yang dulu pernah kita obral tentang hemat energi.</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-128" title="bumi pertiwi" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/1.jpg?w=468&#038;h=232" alt="" width="468" height="232" /></a><!--more--></p>
<p>Untunglah banyak diantara kita yang selalu konsisten memperjuangkan bumi yang lebih “hijau” sehingga lebih nyaman untuk ditempati. Ada banyak LSM yang konsisten berjuang dibidang lingkungan hidup dengan memerangi illegal lodging dan menuntut pihak-pihak yang menyebabkan pencemaran tanah-air-udara. Ada Pemerintah yang mulai peduli dan membuat kebijakan tentang standar gas emisi buang pada mesin pabrik hingga kendaraan pribadi agar tidak melebih ambang batas aman. Di Indonesia sendiri pemerintah di beberapa daerah sudah mulai menerapkan car free day sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara, meskipun efektifitasnya belum terukur (mudah-mudahan karena ini langkah awal *baca: mudah-mudahan akan ada kebijakan yang lebih besar dari ini*).</p>
<p>Sebagai individu dalam suatu kelompok masyarakat, kita pun bisa berperan secara aktif dalam mengurangi beban bumi. Tidak perlu menggalang sumber daya untuk menanam 1000 pohon, atau mengumpulkan massa untuk mendemo perusahaan pencemar lingkungan, jika kita tidak mampu melakukannya. Partisipasi kita bisa dilakukan dengan cara-cara yang paling sederhana di rumah dan lingkungan sekitar. Mulai dari anak-anak, pembantu rumah tangga, kakak-adik, suami-istri, semua semua pasti bisa melakukan langkah-langkah penghematan energi.</p>
<ol>
<li>Nyalakan lampu seperlunya dan gunakan lampu hemat energi. Memang harga belinya lebih mahal, namun dalam penggunaan sehari-hari akan sanggup menghemat biaya dibandingkan dengan menggunakan lampu yang tidak hemat energi. TV, Radio, player dan sebagainya sebaiknya benar-benar dalam kondisi off, bukan sekedar stand by saat tidak digunakan. Karena posisi stand by – apalagi berjam-jam – selain berpotensi merusak alat tersebut juga boros karena listriknya terus mengalir. Jika hanya 1 alat, mungkin tidak terasa. Tapi bayangkan jika setiap rumah ada 1 TV, dalam 1 RT ada 30 rumah, berapa banyak listrik terbuang percuma – hanya dari 1 RT?</li>
<li>Masih soal listrik, hal yg kita anggap sepele adalah charger HP. Kita biasa membiarkan charger menggantung di colokan listrik berjam-jam, bahkan berhari-hari meskipun HP-nya sudah selesai di re-charge. Sama sekali tidak terasa bahwa itu adalah tindakan yang sangat menyia-nyiakan listrik. Bayangkan jika setiap orang berperilaku seperti itu, berapa banyak listrik yang terbuang sia-sia? Intinya, cabut semua peralatan listrik dari steker jika memang tidak digunakan.</li>
<li>Air. Saya sedih sekali tiap kali nemu keran air yang terus menerus mengalirkan air tanpa bisa ditutup karena rusak L. Hari gini buang-buang air? Meskipun itu adalah air sumur bor yang tidak kita beli, tapi kalau keran bocor berhari-hari, air yang terbuang jadi banyak juga kan.. Padahal air sumur bor itu asalnya dari sungai bawah tanah yang sambung menyambung di berbagai wilayah dan berfungsi untuk: menjaga kelembaban tanah, menjaga keseimbangan ekosistem, dsb. Jadi jangan biarkan keran di rumah bocor, sekecil apapun.</li>
<li>Selain menutup semua keran saat tidak digunakan, kita juga bisa menghemat penggunaan air misalnya dengan tidak berlama-lama mandi (bukan berarti ga perlu mandi….), mandi pakai shower akan lebih hemat daripada pake bak +gayung, mendaur ulang air misalnya air bekas mencuci sayuran digunakan untuk menyiram tanaman. Jika hanya membutuhkan 1 gelas air untuk menyeduh kopi, tidak perlu memanaskan 1 liter air. Sedapat mungkin mencuci pakai tangan, gunakan mesin hanya kalau sudah memenuhi kapasitasnya (misalnya 7 kg, atau 9 kg, kalau hanya mencuci 3-5 helai pakaian tidak perlu pakai mesin kan).</li>
<li>Hemat penggunaan kertas. Tahukah anda bahwa kertas asalnya dari pohon? Semakin boros kita pakai kertas semakin banyak pohon yang harus ditebang, padahal pohon kan tumbuhnya lamaaa&#8230; Jadi untuk di kantor, gunakan kedua sisi kertas sebelum kertas benar-benar dibuang. Untuk memo internal, atau mencetak draft dokumen (yang akan dicoret sana sini dan direvisi) tidak perlu pakai kertas baru kan? Untuk di rumah, biasanya penggunaan kertas tidak terlalu banyak. Paling-paling dipake sbg media menggambar anak-anak. Bisa saja kita bawa kertas bekas dari kantor – yang sudah tidak dipakai – untuk sisi sebelahnya digambari oleh anak-anak kita, atau untuk mencatat resep masakan.</li>
<li>Say no to kantung plastik (yang sekali pakai). Bukan berarti nggak boleh pake plastik sama sekali, tapi pikirkan apakah kita benar-benar memerlukannya atau tidak. Usahakan kantung kain/kanvas/plastik yang bisa dipakai berulang-ulang selalu ada dalam tas yang kita bawa. Sehingga setiap kali pulang kerja/sekolah kalau mau mampir belanja di toko/warung/pasar/swalayan, kita bisa bilang sama mbak/mas yang di kasir “tidak usah pakai plastik, saya bawa tas sendiri”. Saya sering ditertawai oleh kasir, “mbak, ini kantungnya ga perlu dibayar kok”. Tapi menurut saya “bukan karena gratis atau saya mampu beli lalu saya bisa seenaknya memboroskan kantung plastik”. Kalau kita menggunakan kantung plastik itu untuk membungkus sesuatu, paling lama umurnya 1-2 jam. Setelah itu? Disimpan untuk digunakan lagi? Dibuang? Kalau dibuang ke tempat sampah lalu dibakar, akan menimbulkan polusi udara. Kalau ditimbun dalam tanah, 1 buah kantung plastik memerlukan waktu seratusan tahun untuk benar-benar hancur dan hilang dari unsur tanah. See? Semakin sedikit kita memakai dan membuang kantung plastik, semakin berkurang beban bumi untuk mendaur-ulangnya.</li>
<li>Hindari styrofoam. Kalau plastik masih bisa didaur ulang meskipun cuma sekali, styrofoam sama sekali tidak bisa didaur ulang. Sekali ia diproduksi, digunakan, lalu dibuang maka seterusnya ia akan mencemari udara (jika dibakar) dan atau tanah (jika ditimbun). Kita sebagai konsumen bisa menekan para <em>supplier</em> makanan yang masih sering mengemas makanannya dengan styrofoam, dengan cara menolak makanan yang dibungkus dengan styrofoam. Gerakan konsumen mulai dari yang kecil, jika terus dipelihara dan dilanjutkan, akan mampu menekan angka penggunaan styrofoam. Ini berlaku juga untuk kemasan lainnya. Kita bisa mengurangi atau tidak mengkonsumsi sama sekali produk-produk yang dikemas dengan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan.</li>
<li>Makanan. Mengapa orang-orang tua kita selalu mengajarkan kita untuk menghabiskan makanan kita? Selain terkait dengan nilai-nilai agama, ternyata hal ini juga berperan dalam upaya penghematan energi. Bagaimana bisa? Jika kita menghabiskan makanan, maka upaya untuk membersihkan sisanya juga akan minimalis. Selain itu, penyedia makanan (yang memasak) juga akan bisa berhitung berapa sebenarnya besar porsi kita, sehingga tidak perlu memasak berlebihan hanya untuk kemudian dibuang.</li>
<li>Mengurangi konsumsi produk import. Mengapa? Karena import berarti didatangkan dari luar. Makin jauh asalnya, makin panjang perjalanan produk tersebut untuk sampai ke kita, makin banyak bahan bakar yang dipakai untuk mengangkutnya. Jadi, kalau ada buah jeruk lokal, kenapa harus beli yang import?</li>
<li>Omong-omong soal transportasi, kita bisa memilih kendaraan yang paling hemat energi yang terjangkau oleh kaki dan saku kita. Kalau masih bisa jalan kaki/mengayuh (pakai sepeda dayung) mengapa harus pakai motor/mobil? Kalau bisa pakai bis/kendaraan umum, mengapa harus pakai kendaraan pribadi? Kalau bisa beli motor/mobil yang hemat bahan bakar, kenapa harus beli yang boros?</li>
</ol>
<p>Prinsipnya; kita membeli/memakai bukan semata-mata karena harganya terjangkau, tapi karena memang kita butuhkan. Kalau tidak butuh, tidak usah dipakai apalagi sampai terbuang sia-sia.  Sederhana sekali, bukan? So, let’s go green, because you can!!</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-129" title="bumi pertiwi" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/2.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/31.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-132" title="bumi pertiwi" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/31.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/4.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-131" title="bumi pertiwi" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/4.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Tips Hemat Energi Pada PC Dan Laptop]]></title>
<link>http://rikanovyanti.wordpress.com/2010/03/06/10-tips-hemat-energi-pada-pc-dan-laptop/</link>
<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 15:27:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>rika novyanti</dc:creator>
<guid>http://rikanovyanti.wordpress.com/2010/03/06/10-tips-hemat-energi-pada-pc-dan-laptop/</guid>
<description><![CDATA[Gara-gara barusan ikut pengabdian masyarakat tentang hemat energi pada peralatan rumah tangga, saya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Gara-gara barusan ikut pengabdian masyarakat tentang hemat energi pada peralatan rumah tangga, saya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Green Office]]></title>
<link>http://dayutarini.wordpress.com/2010/01/12/green-office/</link>
<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 13:50:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>dayut arini</dc:creator>
<guid>http://dayutarini.wordpress.com/2010/01/12/green-office/</guid>
<description><![CDATA[Sejak tahun 2000-an banyak pihak, baik pemerintah, LSM, NGO, maupun orang per orang, mulai cerewet d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak tahun 2000-an banyak pihak, baik pemerintah, LSM, NGO, maupun orang per orang, mulai cerewet dan ribut tentang global warming. Banyak hal yang kemudian dilakukan pihak-pihak tersebut untuk membuka mata dunia tentang pentingnya mengurangi global warming, bolongnya lapisan ozon, perubahan iklim, dan efek-efek buruknya yang merugikan manusia.</p>
<p>Banyak arsitek merancang rumah dan kantor hemat energi, baik listrik maupun pencahayaan. Pihak swasta di luar negeri membangun instalasi daur ulang ataupun membangun industri peralatan ramah lingkungan, misalnya peralatan rumah tangga. Ada pula yang ingin menggugah kesadaran masyarakat dunia dengan membuat film komersial dan dokumenter mengenai perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia akibat global warming dan perubahan iklim saat ini, yaitu <em>The Inconvenient Truth</em> dan <em>Earth from Above</em>. Dunia bahkan baru-baru ini berkumpul di Bali dan menyelenggarakan konferensi perubahan iklim. Dan yang baru-baru ini adalah pemerintah Australia yang sukses meniadakan penggunaan lampu bohlam yang dianggap boros energi dan menggantikannya dengan lampu hemat energi di rumah-rumah maupun perkantoran.</p>
<p>Dari semua hal itu, bisa kukatakan bahwa <strong>masih banyak juga ternyata orang di dunia ini yang peduli dan mau bertindak untuk mengurangi keberlanjutan global warming</strong>. Bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p><!--moreKeep Reading....-->Beberapa bulan lalu aku cukup seneng setelah membaca suatu artikel tentang <strong>Jakarta Green Office/JGO</strong>. Kegiatan ini adalah ajang kompetisi antar perusahaan di Jakarta tentang kepedulian terhadap lingkungan kerja dalam gerakan penghematan listrik, air, kertas, dan pengolahan sampah. Program ini diadakan pada Juli-Oktober 2008, dimana 65 perusahaan dari berbagai bidang di Jakarta, diantaranya Citi Group, Indosat, Unilever, dan perusahaan besar lainnya, ikut mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi ini.</p>
<p>Banyak kreativitas yang diterapkan pesertanya. Misalnya penghematan listrik dengan menerapkan sistem pengaturan On/Off AC, penggunaan remote untuk On/Off lampu (desentralisasi), pengaplikasian transparent roof, dll. Selama 3 bulan, <strong>pemakaian listrik bisa dikurangi hingga sebesar 10.000 kWh setiap bulannya dari pemakaian normal sebesar 45.000 kWh/bulan. Penghematan ini sebanding dengan pengurangan emisi CO2 sebesar 3.800 kg CO2/bulan</strong>. Selanjutnya, usaha untuk menghemat air antara lain dilakukan dengan mengganti tipe keran menjadi tipe tekan otomatis untuk mencegah lupa mematikan keran air di wastafel dan toilet. Sedangkan program pengurangan limbah perkantoran dilakukan dengan cara memanfaatkan kembali kertas bekas yang telah digunakan salah satu sisinya untuk dapat digunakan kembali sisi lainnya untuk print dan foto copy. <strong>5.000 lembar kertas bisa dihemat setiap bulannya, angka ini setara dengan mencegah ditebangnya 6 pohon setiap bulannya sebagai bahan dasar pembuatan kertas</strong>.</p>
<p>Jadi, bagaimana dengan kita sendiri?</p>
<p><strong>Apakah kita sebagai masyarakat akademis, mercu suarnya ilmu pengetahuan, sudah melakukan sesuatu untuk ‘sang ibu bumi’?</strong></p>
<p>Beberapa tahun belakangan ini isu ‘pertanian berkelanjutan’ menjadi perhatian di kampus kita. Pertanian berkelanjutan kan sangat terkait erat dengan alam ya. Tidak hanya ketersediaan air dan keadaan tanah untuk pertanian, tapi juga keadaan iklim. Dan menurutku, <strong>apa yang kita lakukan sehari-hari di rumah dan kantor nantinya juga akan terkait dengan pertanian berkelanjutan ini, yang mana sangat bergantung pada iklim tadi</strong>.</p>
<p>Sebagai bagian dari masyarakat akademis yang katanya kumpulan orang-orang pintar, aku sering prihatin melihat banyak Bapak/Ibu yang gak peduli. Pemandangan biasa di kampus bahwa orang-orang gak mencabut colokan listrik komputer, sehingga komputer di lab masih kedap kedip monitornya. Begitu pula printer dan dispenser yang dibiarkan stand by, bahkan saat galonnya sudah habis airnya. Belum lagi pemandangan sampah bertebaran di lingkungan kampus setelah ada event apapun di kampus.</p>
<p><strong>Beginikah cerminan kalangan terpelajar di masyarakat kita??</strong></p>
<p><strong>&#8220;Bumi bekas&#8221;-kah yang akan kita wariskan ke anak cucu nanti??</strong></p>
<p>Untuk menjadi peduli ke “ibu bumi”, kita gak perlu mengubah banyak hal atau berinvestasi mengubah setting gedung kita seperti yang dilakukan perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam Jakarta Green Office. Seorang teman di Bank Indonesia cerita bahwa BI sudah melakukan program “BI Go Green” dalam 2-3 tahun ini. Yang mereka lakukan gak sehebat perusahaan-perusahaan partisipan JGO, tapi penularan kepeduliaannya di kalangan staf BI telah cukup berhasil.</p>
<p>Mereka melakukan beberapa dari hal-hal kecil ini…</p>
<ul>
<li>Menggunakan kertas di 2 sisi untuk print dan fotocopy, terutama untuk print laporan dan skripsi/tesis yang masih draft. Kalo Bapak/Ibu dosen protes, kita bisa sekalian jelaskan tentang nasib pohon-pohon yang berkorban untuk kita itu. Jika berhadapan dengan Bapak/Ibu yang ‘ekonomis’, kita bisa jelaskan tentang besarnya penghematan yang bisa kita lakukan.</li>
<li>Mencabut colokan komputer, printer, dispenser pas pulang kantor, atau juga colokan TV, radio, dan peralatan lain di rumah yang gak terpake. Hal ini bisa menghemat listrik dan biayanya hingga 40%.</li>
<li>Menghemat penggunaan tissue. Ingat-ingat berapa banyak pohon yang berkorban untuk ditebang dan dijadikan tissue ini, yang mana sering kita buang walopun belum kotor banget.</li>
<li>Gak mencetak receipt di ATM jika gak perlu banget, karena kertasnya juga dibuat dari pohon.</li>
<li>Menggunakan AC di atas jam 9 pagi. Mengingat Jogja gak panas-panas amat, pasti bisa lah ya.</li>
<li>Membawa tas sendiri untuk belanja, baik pas belanja di pasar maupun supermarket, untuk menghindarkan kita menggunakan dan menumpuk plastik. Lagipula tas plastik hitam dicurigai merupakan produk pakai ulang yang tidak sehat.</li>
</ul>
<p>Jadi, kita juga pasti bisa..</p>
<p>Salah satu alasan UGM perlahan-lahan ditutup dari umum adalah untuk mengurangi polusi dalam lingkungannya. Kalo tindakan green environment ini juga didukung dengan green office, kayaknya jadi lebih lengkap.</p>
<p>Ayo mulai budayakan peduli bumi dan pohon&#8230;<br />
Trus tularkan kepedulian itu ke orang-orang di dekat kita&#8230;<br />
<strong>Satu orang yang peduli akan menularkannya ke orang lain hingga efek dominonya bisa terus berlanjut..</strong></p>
<p>Ada ide laen gak kita bisa ngapain lagi??</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Alat Transportasi Hemat Energi]]></title>
<link>http://solarcellpanel.wordpress.com/2009/12/20/alat-transportasi-hemat-energi/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 15:04:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>solarcellpanel</dc:creator>
<guid>http://solarcellpanel.wordpress.com/2009/12/20/alat-transportasi-hemat-energi/</guid>
<description><![CDATA[Alat transportasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Penggunaan alat transporta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Alat transportasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Penggunaan alat transporta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Studi Penggunaan Energi pada Monitor CRT dan LCD]]></title>
<link>http://scientificarchives.wordpress.com/2009/12/14/studi-penggunaan-energi-pada-monitor-crt-dan-lcd/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:31:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>scientificarchive</dc:creator>
<guid>http://scientificarchives.wordpress.com/2009/12/14/studi-penggunaan-energi-pada-monitor-crt-dan-lcd/</guid>
<description><![CDATA[Author : Stephanus Antonius Ananda, Iwan Handoyo Putro, ; Monitor berteknologi LCD mulai banyak digu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Author : Stephanus Antonius Ananda, Iwan Handoyo Putro, ;</p>
<p>Monitor berteknologi LCD mulai banyak digunakan sebagai pengganti monitor berteknologi tabung (CRT).  Dibandingkan dengan monitor CRT, monitor LCD memiliki bentuk yang lebih ringan dan ringkas, menghasilkan  disipasi panas yang lebih kecil, tidak mudah menimbulkan kelelahan pada mata terutama pada penggunaan untuk  jangka waktu lama serta lebih hemat dalam hal penggunaan energi.  Didalam paper ini akan dibahas tentang studi perbandingan penggunaan energi antara monitor LCD dan  CRT. Metode yang digunakan adalah pengukuran daya pada 10 komputer masing-masing dengan menggunakan  monitor LCD dan CRT. Pengukuran dilakukan pada saat komputer melakukan proses komputasi dengan bantuan  software benchmarking BruteBenchmark pada 4 proses yang berbeda, yaitu : CPU Performance, FPU test, VGA  Card dan Hard Disk.  Hasil pengujian memperlihatkan bahwa pada proses CPU Performance LCD monitor menghemat 1.195  watt per sepuluh komputer yang diuji, sedangkan untuk FPU test dan VGA Card test LCD monitor menghemat  sebesar 792 watt dan 905 watt demikian juga pada proses Hard Disk test LCD Monitor dapat menghemat sebesar  849 watt dibandingkan CRT Monitor. Secara rata-rata dari semua proses diatas LCD monitor dapat menghemat  sebesar 935 watt untuk setiap 10 komputer yang diukur. Untuk penggunaan perumahan atau institusi kecil  perbedaan ini tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap penghematan energi. Namun untuk institusi yang memiliki  jaringan komputer dengan skala menengah ( memiliki 1.000 komputer ), maka penghematan yang terjadi sebesar  93,5 kw.</p>
<p>Keyword : hemat energi, monitor CRT, monitor LCD</p>
<p>Sumber : <a href="http://repository.petra.ac.id/18166/">http://repository.petra.ac.id/18166/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 4]]></title>
<link>http://scientificarchives.wordpress.com/2009/12/14/prosiding-seminar-nasional-teknik-mesin-4/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:31:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>scientificarchive</dc:creator>
<guid>http://scientificarchives.wordpress.com/2009/12/14/prosiding-seminar-nasional-teknik-mesin-4/</guid>
<description><![CDATA[Author : Ananda, Stephanus Antonius.; Iwan Handoyo Putro, ; Monitor berteknologi LCD mulai banyak di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Author : Ananda, Stephanus Antonius.; Iwan Handoyo Putro, ;</p>
<p>Monitor berteknologi LCD mulai banyak digunakan sebagai pengganti monitor berteknologi tabung (CRT). Dibandingkan dengan monitor CRT, monitor LCD memiliki bentuk yang lebih ringan dan ringkas, menghasilkan disipasi panas yang lebih kecil, tidak mudah menimbulkan kelelahan pada mata terutama pada penggunaan untuk jangka waktu lama serta lebih hemat dalam hal penggunaan energi.  Didalam paper ini akan dibahas tentang studi perbandingan penggunaan energi antara monitor LCD dan CRT. Metode yang digunakan adalah pengukuran daya pada 10 komputer masing-masing dengan menggunakan monitor LCD dan CRT. Pengukuran dilakukan pada saat komputer melakukan proses komputasi dengan bantuan software benchmarking BruteBenchmark pada 4 proses yang berbeda, yaitu : CPU Performance, FPU test, VGA Card dan Hard Disk.  Hasil pengujian memperlihatkan bahwa pada proses CPU Performance LCD monitor menghemat 1.195 watt per sepuluh komputer yang diuji,  sedangkan untuk FPU test dan VGA Card test LCD monitor menghemat sebesar 792 watt dan 905 watt demikian juga pada proses Hard Disk test LCD Monitor dapat menghemat sebesar 849 watt dibandingkan CRT Monitor. Secara rata-rata dari semua proses diatas LCD monitor dapat menghemat sebesar 935 watt untuk setiap 10 komputer yang diukur. Untuk penggunaan perumahan atau institusi kecil perbedaan ini tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap penghematan energi. Namun untuk institusi yang memiliki jaringan komputer dengan skala menengah ( memiliki 1.000 komputer ), maka penghematan yang terjadi sebesar 93,5 kw.</p>
<p>Keyword : hemat energi, monitor CRT, monitor LCD</p>
<p>Sumber : <a href="http://repository.petra.ac.id/18362/">http://repository.petra.ac.id/18362/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA['Green' Light Bulbs Pack Toxic Ingredient]]></title>
<link>http://leonidas1558.wordpress.com/2009/10/22/green-light-bulbs-pack-toxic-ingredient/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 21:55:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>leonidas1558</dc:creator>
<guid>http://leonidas1558.wordpress.com/2009/10/22/green-light-bulbs-pack-toxic-ingredient/</guid>
<description><![CDATA[Highly efficient fluorescent light bulbs are widely touted as environmentally friendly, but they hav]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://leonidas1558.files.wordpress.com/2009/10/070709_cfl_bulbs_01.jpg"><img src="http://leonidas1558.files.wordpress.com/2009/10/070709_cfl_bulbs_01.jpg?w=163" border="0" /></a><br />Highly efficient fluorescent light bulbs are widely touted as environmentally friendly, but they have created a recycling headache for the EPA and local governments. More often than not, their toxic ingredients simply end up in landfills, where the chemicals can leach into soil and water and poison fish and other wildlife.</p>
<p>The bulbs contain mercury and should not be tossed in the trash like regular light bulbs.</p>
<p>“They’re very efficient, but once they’re used up they become a ticking toxic time bomb,&#8221; said Leonard Robinson, chief deputy director of the California Department of Toxic Substances Control. &#8220;They need to be captured and recycled.&#8221;</p>
<p>The bulbs remain a good choice for the environmentally conscious, however, because the amount of mercury they contain is less than what is generated in the production of the extra electricity required to light an incandescent bulb.</p>
<p><a href="http://www.livescience.com/environment/070709_cfl_mercury.html">See More Details</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prinsip “Green Building” alias Bangunan Hijau]]></title>
<link>http://tatyalfiah.wordpress.com/2009/10/22/prinsip-%e2%80%9cgreen-building%e2%80%9d-alias-bangunan-hijau/</link>
<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 07:14:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taty</dc:creator>
<guid>http://tatyalfiah.wordpress.com/2009/10/22/prinsip-%e2%80%9cgreen-building%e2%80%9d-alias-bangunan-hijau/</guid>
<description><![CDATA[Istilah Green building merupakan upaya untuk menghasilkan bangunan dengan menggunakan proses-proses]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-275" title="gogreenhome" src="http://tatyalfiah.files.wordpress.com/2009/10/gogreenhome.jpg?w=291&#038;h=300" alt="gogreenhome" width="291" height="300" /></p>
<p>Istilah <em><strong>Green building</strong></em> merupakan upaya untuk menghasilkan bangunan dengan menggunakan proses-proses yang ramah lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien selama daur hidup bangunan sejak perencanaan, pembangunan, operasional, pemeliharaan, renovasi bahkan hingga pembongkaran.</p>
<p>Bangunan hijau (green building) didesain untuk mereduksi dampak lingkungan terbangun pada kesehatan manusia dan alam, melalui : efisiensi dalam penggunaan energi, air dan sumber daya lain ; perlindungan kesehatan penghuni dan meningkatkan produktifitas pekerja ; mereduksi limbah / buangan padat, cair dan gas, mengurangi polusi / pencemaran padat, cair dan gas serta mereduksi kerusakan lingkungan.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-276" title="Anatomy" src="http://tatyalfiah.files.wordpress.com/2009/10/anatomy.gif?w=300&#038;h=162" alt="Anatomy" width="300" height="162" /></p>
<p><strong><em>Sebagai contoh :</em></strong></p>
<ul>
<li>green building memanfaatkan material dengan prinsip “daur pakai” (reuse), “daur ulang” (recycle) dan terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui (renewable resources);</li>
<li>menciptakan lingkungan dalam bangunan dengan polutan minimal (mereduksi material yang menghasilkan emisi) dan</li>
<li>landscape yang mereduksi penggunaan air (menggunakan tumbuhan setempat)</li>
</ul>
<p><strong>Manfaat yang diperoleh :</strong></p>
<p><strong><em>A. Manfaat Lingkungan</em></strong></p>
<ul>
<li>meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem</li>
<li>memperbaiki kualitas udara</li>
<li>memperbaiki kualitas air</li>
<li>mereduksi limbah</li>
<li>konservasi sumber daya alam</li>
</ul>
<p><strong><em>B. Manfaat Ekonomi</em></strong></p>
<ul>
<li>Mereduksi biaya operasional</li>
<li>Menciptakan dan memperluas pasar bagi produk dan jasa hijau</li>
<li>Meningkatkan produktivitas penghuni</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengoptimalkan kinerja daur hidup ekonomi</li>
</ul>
<p><strong><em>C. Manfaat Sosial</em></strong></p>
<ul>
<li>Meningkatkan kesehatan dan kenyamanan penghuni</li>
<li>Meningkatkan kualitas estetika</li>
<li>Mereduksi masalah dengan infrastruktur lokal</li>
<li>Meningkatkan kualitas hidup keseluruhan</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-277" title="anatomy_of_a_green_home_small" src="http://tatyalfiah.files.wordpress.com/2009/10/anatomy_of_a_green_home_small.jpg?w=300&#038;h=238" alt="anatomy_of_a_green_home_small" width="300" height="238" /></p>
<p><strong><em>Sumber :</em></strong></p>
<p><a href="http://www.epa.gov/greenbuilding" rel="nofollow">http://www.epa.gov/greenbuilding</a></p>
<p>idealbuildingconcepts.com<br />
<a href="http://www.vvdllc.com" rel="nofollow">http://www.vvdllc.com</a><br />
aubertinecurrier.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsep Rumah Sehat Ramah Lingkungan (eco-green housing)]]></title>
<link>http://tekstur.wordpress.com/2009/10/20/konsep-rumah-sehat-ramah-lingkungan-eco-green-housing/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:30:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>ekosup</dc:creator>
<guid>http://tekstur.wordpress.com/2009/10/20/konsep-rumah-sehat-ramah-lingkungan-eco-green-housing/</guid>
<description><![CDATA[SIAPA yang tidak ingin tinggal dirumah yang asri, indah, nyaman, dan aman? tentu semua orang pasti m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>SIAPA yang tidak ingin tinggal dirumah yang asri, indah, nyaman, dan aman? tentu semua orang pasti menginginkannya. Karena rumah bukan hanya sekedar tempat menumpang tidur belaka, tetapi rumah yang sehat akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental penghuninya. Seseorang dapat membangun sendiri rumah impiannya atau langsung mendatangi lokasi-lokasi proyek perumahan yang menawarkan banyak nuansa dan suasana. Para Pengembang pun sangat jeli membaca tren dan minat konsumen yang belakangan sangat menggemari rumah yang sehat dan ramah lingkungan. Tema yang diusung pun beragam seperti Kota Taman, Taman Golf, Kota Hijau, Taman Biologis, Kota Berwawasan Lingkungan atau eco-green houses, dan seterusnya. Semua itu hanya strategi pemasaran untuk menarik pembeli yang mudah sekali terpengaruh pada tren. Padahal tidak sedikit perumahan dengan tema lingkungan yang disertai gambar artistik komputer yang indah tidak seperti yang terbangun dilapangan, jadilah konsumen yang dikecewakan. Seandainya kita mau, kita dapat merencanakan sendiri rumah yang indah, asri, nyaman dan ramah lingkungan dengan tetap memegang prinsip hemat biaya. Lalu bagaimana merencanakan rumah yang sehat dan hemat? terdiri dari beberapa faktor seperti tersebut dibawah ini ; 1. Rumah direncanakan dengan pembagian ruang yang hemat 2. Optimalisasi bukaan untuk sirkulasi udara dan cahaya 3. Pemilihan bahan bangunan yang tepat 4. Penggunaan sumber-sumber energi alam seperti air hujan untuk ketersediaan air bersih 5. Pertimbangan kekuatan bangunan 6. Pertimbangan pemeliharaan dan perawatan (umur pakai) Pembagian ruangan yang tepat adalah dengan memperhatikan kebutuhan ruang dan aktifitas anggota keluarga. Jumlah kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, ruang ibadah, hingga tempat cuci dan jemuran harus diperhatikan ukuran dan luasnya agar tidak lebih atau bahkan kurang dari yang dibutuhkan. Ruang yang sehat juga mensyaratkan bukaan-bukaan dan penempatan yang tepat lubang angin dan jendela yang lebar sebagai sarana kelancaran sirkulasi udara segar dan sinar matahari sumber pencahayaan alami dalam ruang. Penempatan lubang angin dan jendela yang tidak tepat akan membuat ruangan terasa pengap dan gelap. Penataan yang tepat akan menghemat pemakaian listrik, seperti untuk kipas angin, pengkondisian udara atau lampu, terutama di siang hari. Pemasangan genteng kaca 1-2 buah di atas kamar mandi, kamar tidur, dan ruang keluarga akan cukup membantu pelolosan sinar matahari menerangi ruangan tersebut. Selain optimalisasi pemanfaatan sumber-sumber alam yakni cahaya dan udara, penghematan biaya listrik juga dapat dilakukan dengan penggunaan produk-produk hemat energi dan penempatan titik-titik peranti listrik yang tepat. Prioritas pemilihan dan penggunaan barang-barang elektronik sesuai kebutuhan pokok seluruh anggota keluarga akan mengurangi dampak polusi elektromagnet (elektrosmog) yang disebabkan oleh medan listrik dan atau medan mangnetik di dalam rumah yang kurang bagus bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang, seperti kelelahan, pusing, mual, keguguran, kanker, leukemia, dan alzheimer. Rumah sehat sederhana tidak selalu membutuhkan bahan mahal untuk tampil artistik. Dinding ekspos, baik berbahan bangunan batu bata, batu kali, maupun batako, mensyaratkan teknik pengerjaan yang hati-hati dan rapi, serta tidak perlu memplester seluruh dinding. Dinding cermin yang lebar dapat menambah kesan luas ruangan dengan pantulannya. Rumah terlihat sederhana, tapi hemat bahan. Pemilihan warna cat dinding rumah baik untuk ruang luar maupun ruang dalam akan menghadirkan suasana apa yang ingin diwujudkan. Warna-warna dingin seperti hijau dan biru akan membuat rumah dan seluruh ruangan terasa dingin dan lembut. Sebaliknya, penggunaan warna-warna panas seperti kuning dan merah akan menampilkan kesan rumah yang hangat dan ceria. Penggunaan gradasi warna-warna tersebut ke warna lebih muda sampai ke putih akan membuat rumah dan ruangan terasa lebih lembut dan hangat. Pemasangan keramik kelas K-2, K-3, atau teraso sekalipun jika dikerjakan secara hati-hati dan rapi tetap dapat menghasilkan lantai yang cantik. Selain warna putih yang lazim dipakai karena kenetralannya dan kesan bersih, warna abu-abu atau kuning gading seperti lantai teraso atau warna coklat tanah dapat pula digunakan. Untuk menyiasati kualitas keramik maupun teraso dalam pemasangan diberi nat lebar, sehingga ketidakpresisian bahan dapat disamarkan. Ubin keramik berglazur dapat membuat lantai terhindar dari bau dan kotoran yang menyerap, mudah pemeliharaan, sehingga lantai akan kelihatan selalu bersih dan sehat. Pemanfaatan ekspos bahan bangunan kayu yang dipelitur pada pintu, jendela, tangga, rangka kuda-kuda atap rumah akan memperkuat kesan alami. Apalagi dengan penempatan berbagai perabotan meja, kursi, dan lemari yang umumnya berbahan kayu pula, maka akan tercipta keharmonisan. Keterbatasan luas lahan rumah sederhana mensyaratkan efisiensi dan optimalisasi lahan dan fungsi-fungsi ruang. Meminimalisasi jumlah kamar mandi seoptimal mungkin sesuai kebutuhan penting dipertimbangkan karena kamar mandi merupakan bagian yang sarat utilitas dan membutuhkan pemeliharaan lebih dari bagian lainnya. Teras depan yang asri dapat difungsikan sebagai ruang tamu untuk tamu-tamu formal, bukan keluarga dekat dan tempat nongkrong teman-teman bagi penghuni yang memiliki anak remaja. Ruang keluarga, ruang makan, dan dapur menyatu tanpa penyekat akan membuat ruang terlihat lebih luas dan lega. Teras belakang yang asri dapat disatukan untuk kegiatan servis seperti dapur, ruang cuci dan jemur. Fungsi taman sebagai tempat masuknya udara dan cahaya ke dalam rumah. Sedangkan penyatuan alam lingkungan sekitar masuk ke dalam rumah dapat diwujudkan melalui penanaman pohon buah-buah di jalur hijau depan rumah dan taman depan, serta penataan pot-pot tanaman artistik berisikan tanaman apotek hidup atau sayur-sayuran di teras dan ruang dalam. Unsur air dalam kolam kecil tetap dapat dihadirkan dari tempayan atau gentong lengkap dengan ikan dan tanaman air seperti melati air, eceng gondok, papirus, atau teratai. Dan rumah sederhana yang indah, sehat, hemat, produktif dan ramah lingkungan dapat segera anda wujudkan. Didaerah perkotaan yang padat atau didataran tinggi yang gersang seringkali menghadapi masalah kekurangan air bersih. Jika air tanah sudah tidak dapat dipompa lagi atau kualitasnya tidak memenuhi syarat air bersih, alternatif yang dapat diambil yaitu air hujan atau lebih dikenal dengan istilah Rain Water Harvesting System. Sistem ini sudah banyak dipakai di negara-negara Eropa yang mempunyai keterbatasan supply air bersih dengan memanfaatkan air hujan dan menampungnya dibak yang cukup besar. Rain Water Harvesting System sangat hemat dan cocok sekali diterapkan didaerah yang curah hujan dan intensitas hujannya teratur. Pembahasan secara khusus mengenai Rain Water Harvesting System akan diteruskan pada judul berikutnya. Pertimbangan kekuatan bangunan dapat dilakukan dengan penggunaan besi yang baik dan cukup terhadap kebutuhan struktural bangunan, pengaturan dimensi kolom, balok, pelat lantai, balok latai, dan sloof, serta ikutan yang baik antar elemen struktur tersebut. Faktor struktural menjadi sangat penting dinegara kita karena sebagian wilayah indonesia dilalui oleh jalur gempa. Sebagian besar korban meninggal dari Gempa Yogya tahun 2006 dan Gempa Aceh tahun 2004 adalah karena gagalnya elemen struktur menahan getaran gempa yang kadang vertikal dan horisontal. Pertimbangan yang terakhir adalah umur pakai yang menyangkut perawatan dan pemeliharaan rumah. Seringkali rumah tampak indah, megah, dan asri diawal pembangunan namun beberapa tahun berikutnya sudah tampak layu, pudar, dan tidak terawat. Hal ini dikarenakan pemilihan material yang memiliki umur pakai dan ketahanan yang kurang baik atau karena kurangnya perawatan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Invention Captures Carbon Dioxide Emissions]]></title>
<link>http://leonidas1558.wordpress.com/2009/10/19/invention-captures-carbon-dioxide-emissions/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:25:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>leonidas1558</dc:creator>
<guid>http://leonidas1558.wordpress.com/2009/10/19/invention-captures-carbon-dioxide-emissions/</guid>
<description><![CDATA[Submitted by LiveScience Staffposted: 21 September 2009 11:14 am ET Researchers have shown the benef]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://leonidas1558.files.wordpress.com/2009/10/20090916182340-1.jpg"><img src="http://leonidas1558.files.wordpress.com/2009/10/20090916182340-1.jpg?w=300" border="0" /></a><br />Submitted by <a href="http://www.livescience.com/environment/etc/090921-invention-captures-carbon-dioxide-emissions.html">LiveScience Staff</a><br />posted: 21 September 2009 11:14 am ET</p>
<p>Researchers have shown the benefits of a new approach toward eliminating carbon-dioxide emissions at coal-burning power plants.</p>
<p>The system, called pressurized oxy-fuel combustion, separates the carbon-dioxide emissions produced by the burning of coal, in the form of a concentrated, pressurized liquid stream, from other emissions. This allows for carbon dioxide sequestration.</p>
<p>That means, in theory, the liquid CO2 stream could be injected into geological formations deep enough to prevent their escape into the atmosphere, a process other researchers say could work as a way to store the carbon for eons, thereby keeping it out of the atmosphere.</p>
<p>A paper describing the research, led by Ahmed Ghoniem at MIT, was published in August in the journal Energy. The Italian energy company ENEL, the sponsor of the research, plans to build a pilot plant in Italy using the technology in the next few years.</p>
<p>(Read full story at <a href="http://web.mit.edu/newsoffice/2009/oxyfuel-coal.html">MIT</a> )</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Build it Green]]></title>
<link>http://leonidas1558.wordpress.com/2009/10/19/build-it-green/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:09:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>leonidas1558</dc:creator>
<guid>http://leonidas1558.wordpress.com/2009/10/19/build-it-green/</guid>
<description><![CDATA[Trees, in a word, rock. They absorb heat-trapping carbon dioxide, hold soil together to prevent land]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://leonidas1558.files.wordpress.com/2009/10/top10_green_trees.jpg"><img src="http://leonidas1558.files.wordpress.com/2009/10/top10_green_trees.jpg?w=250" border="0" /></a><br />Trees, in a word, rock. They absorb heat-trapping carbon dioxide, hold soil together to prevent landslides, and provide a rich habitat for diverse plants and animals. Choose furniture made from eco-friendly sources such as sustainably managed forests, bamboo, and reclaimed wood. Buying vintage wherever possible, rather than adding something new into the waste stream, is always in style. Also, look for furniture that is durable and likely long-lived-you&#8217;ll save money on replacements in the future and prevent more wasted materials from winding up in the landfill. And, if for some reason, that dresser or dining table no longer suits your needs, something in fine shape will always have takers via Craig&#8217;s List, eBay, or Freecycle.<br /><a href="http://www.livescience.com/environment/top10_ways_green_home-1.html">(Read full story)</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembangkit Listrik di Indonesia]]></title>
<link>http://wildanm.wordpress.com/2009/09/15/pembangkit-listrik-di-indonesia/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 13:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Wildan Maulana</dc:creator>
<guid>http://wildanm.wordpress.com/2009/09/15/pembangkit-listrik-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Lagi ngumpulin-ngumpulin data pembangkit listrik di indonesia, lagi mau informasi GIS nya, pake Goog]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi ngumpulin-ngumpulin data pembangkit listrik di indonesia, lagi mau informasi GIS nya, pake Google Maps aja biar gampang &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tunggu kabar selanjutnya &#8230;, tak kumpul dan kelompokin dulu n hunting koordinat masing-masih pembangkit ini via Google map. </p>
<p>Untuk data awal, saya pakai yang di wikipedia [1]. </p>
<p><strong>Referensi :</strong> </p>
<p>[1] <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pembangkit_listrik_di_Indonesia">http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pembangkit_listrik_di_Indonesia</a><br />
[2] <a href="http://www.indonesiapower.co.id/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=53:unit-bisnis-pembangkitan-saguling&#38;catid=36:ubp&#38;Itemid=57">http://www.indonesiapower.co.id/index.php?option=com_content&#38;view=article&#38;id=53:unit-bisnis-pembangkitan-saguling&#38;catid=36:ubp&#38;Itemid=57</a><br />
[3] Museum Listrik, <a href="http://www.museumlistrik.com">http://www.museumlistrik.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
