<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>herman-ngantuk &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/herman-ngantuk/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "herman-ngantuk"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:58:33 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ihwal Kantuk dan Lelap ]]></title>
<link>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/05/26/ihwal-kantuk-dan-lelap/</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 06:20:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mas Kopdang</dc:creator>
<guid>http://kopidangdut.wordpress.com/2008/05/26/ihwal-kantuk-dan-lelap/</guid>
<description><![CDATA[Ketika Kumbakarna akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitann]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"><a href="http://kopidangdut.wordpress.com/files/2008/05/275px-78kumbhakarna.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-569" src="http://kopidangdut.wordpress.com/files/2008/05/275px-78kumbhakarna.jpg" alt="" width="275" height="370" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ketika <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kumbakarna"><span style="color:#800080;">Kumbakarna</span></a> akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitannya dalam menunjukkan rasa patriotisme dan cinta cinta tanah airnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Namun, yang perlu dicatat adalah kebangkitannya pun bermakna lahiriah, karena sebelum berperang melawan Rama dan pasukan <em>bedhesnya</em>, Bung Kumba memang sedang tertidur lelap dan lelapnya hingga berbulan-bulan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbakarna mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbakarna. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbakarna benar-benar terbangun dari tidurnya.<span>  </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Setelah bangun, Kumbakarna menghadap <a title="Rahwana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rahwana">Rahwana</a>. Ia mencoba menasihati Rahwana agar mengembalikan <a title="Sita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sita">Sita</a> dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwana sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbakarna tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan <a title="Rama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rama">Rama</a>, Kumbakarna maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Dalam petikan wiracarita tersebut<span>  </span>termaktub bahwasanya sehabis tidur panjang, Bung Kumba, menasehati Rahwana tentang perlunya segera menyerahkan Dewi Sinta. Biar sumber masalah selesai. Tak ada perang. Tak ada yang terluka. Mungkin, ia pun tak perlu repot-repot memeras keringat untuk maju ke medan laga dan meneruskan tidurnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Tidur. Kantuk. Mengantuk. Kebutuhan lahiriah dan perwujudan betapa lemahnya makhluk Tuhan. Apakah ada yang sanggup tak tidur selama berminggu-minggu, Bung?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"><!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Di lain cerita, di negeri Timur tengah terkenal cerdik pandai dan ahli bersilat lidang yang ulung bin lihai: Abu Nawas. Konon katanya Bung Abu terkenal pemalas dan jago tidur. Kata NAWAS diambil dan diolah dari bahasa arab yang berarti tidur. <span> </span>Bung Abu juga terkenal patriotis!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Rupanya di negeri timur tengah, urusan mata terkatup adalah sesuatu yang cukup punya posisi. Ceita mengenai sekelompok pemuda yang dikejar-kejar tentara dan saking capeknya maka tertidur di dalam gua bersama anjingnya. Tak terasa lebih dari ratusan tahun mereka tertidur. Atas kesetiaan sang Anjing, konon katanya Tuhan akan membalas di surga kelak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Namun tidak selamanya kantuk atau wajah kantuk berasal karena kebutuhan biologis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Kita mengenal ada artis 80-an, Herman Ngantuk yang wajahnya memang persis orang ngantuk. Persis dengan gejala anak-anak yang diantub oleh lalat tse-tse. Biasa memerankan tokoh hansip atau penjahat kelas peyek dalam sinetron karya Ali Shahab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Lalu bagaimana dengan Bung Dradjat Wibowo, anggota DPR yang dahulu sempat tertidur sebelah mata? Namun sekarang sudah terang benderang menyikapi kebijakan ekonomi Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Lantas bagaimana dengan Gus Dur? Bahkan karena terkenalnya paras beliau yang legendaris, mobil sahabat saya dijuluki Gus Dur semata-mata karena lampu depannya yang sebelah kiri pecah dan tak dapat berfungsi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Lalu bagaimana dengan Anda yang mulai dua pekan ke depan akan diliputi rasa kantuk dan rindu kasur untuk segera terlelap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ya. Boleh-boleh saja kantong kempes, PSSI letoy dan pacar mutusin kita, asalkan <strong>Piala Eropa </strong>tak satu pun terlupa&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<address><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ole..ole..ole..olee&#8230;</span></em></address>
<address><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Tak ada rotan akar pun jadi.</span></em></address>
<address><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Ole..ole..ole..olee&#8230;</span></em></address>
<address><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN">Tak ada PSSI, Turki pun ku nanti!</span></em></address>
<address><em></em></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"><strong>bonus:</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="IN"><strong>pengalaman <a href="http://kopidangdut.wordpress.com/2007/07/03/siapa-dia/" target="_blank">Piala Asia</a></strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
