<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hidup &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hidup/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hidup"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 00:45:20 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tanda Orang Belum Bersyukur?]]></title>
<link>http://auwoo.wordpress.com/2009/12/03/tanda-orang-belum-bersyukur/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 20:11:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>auwoo</dc:creator>
<guid>http://auwoo.wordpress.com/2009/12/03/tanda-orang-belum-bersyukur/</guid>
<description><![CDATA[Salah satu parameter untuk mengetahui apakah kita telah bersyukur atau belum adalah Kalau hari ini t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Salah satu parameter untuk mengetahui <strong>apakah kita telah bersyukur</strong> atau belum adalah Kalau hari ini tubuh sehat, bisa makan dan minum tetapi kita masih gelisah dan mengeluh. Maka kita termasuk orang yang belum bersyukur.</p>
<p>Masih banyak orang-orang disekitar kita yang lumpuh bertahun-tahun, tetapi ia masih bisa merasakan nikmatnya hidup. Lha sedang kita bisa kemana-mana, bisa main ke mall, bisa traveling, bisa wisata kuliner. Tapi, di coba dengan kegagalan kecil (seperti PHK, tidak lulus ujian, HP hilang), dunia serasa mau berakhir. Wake up man! hidup itu pasti ada cobaan dan kesenangan. Kalau hidup lurus, nggak ada masalah, nggak ada kegagalan. Itu mah bukan hidup namanya!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[janganlah takut bersendirian]]></title>
<link>http://saorangorang.wordpress.com/2009/12/02/728/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 19:51:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>saorangorang</dc:creator>
<guid>http://saorangorang.wordpress.com/2009/12/02/728/</guid>
<description><![CDATA[I am not afraid to stand alone If Allah is by my side Everything is going be alright Going to keep m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/wAfUMfCtcDA&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/wAfUMfCtcDA&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p style="text-align:center;">I am not afraid to stand alone<br />
If Allah is by my side<br />
Everything is going be alright<br />
Going to keep my head up high</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BUKAN JALAN TOL]]></title>
<link>http://bethanygtm.wordpress.com/2009/12/03/bukan-jalan-tol/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 16:00:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>bethanygtm</dc:creator>
<guid>http://bethanygtm.wordpress.com/2009/12/03/bukan-jalan-tol/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 3 Desember 2009 Bacaan : Nehemia 6 6:1. Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kamis, 3 Desember 2009</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bacaan : <a title="SABDAweb Nehemia 6" href="http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2009/12/03/#SABDAweb">Nehemia 6</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:1. Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:2 maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: &#8220;Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!&#8221; Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:3 Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: &#8220;Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:4 Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku dan setiap kali aku berikan jawaban yang sama kepada mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:5 Lalu dengan cara yang sama untuk kelima kalinya Sanbalat mengirim seorang anak buahnya kepadaku yang membawa surat yang terbuka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:6 Dalam surat itu tertulis: &#8220;Ada desas-desus di antara bangsa-bangsa dan Gasymu membenarkannya, bahwa engkau dan orang-orang Yahudi berniat untuk memberontak, dan oleh sebab itu membangun kembali tembok. Lagipula, menurut kabar itu, engkau mau menjadi raja mereka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:7 Bahkan engkau telah menunjuk nabi-nabi yang harus memberitakan tentang dirimu di Yerusalem, demikian: Ada seorang raja di Yehuda! Sekarang, berita seperti itu akan didengar raja. Oleh sebab itu, mari, kita sama-sama berunding!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:8 Tetapi aku mengirim orang kepadanya dengan balasan: &#8220;Hal seperti yang kausebut itu tidak pernah ada. Itu isapan jempolmu belaka!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:9 Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: &#8220;Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.&#8221; Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:10. Ketika aku pergi ke rumah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, sebab ia berhalangan datang, berkatalah ia: &#8220;Biarlah kita bertemu di rumah Allah, di dalam Bait Suci, dan mengunci pintu-pintunya, karena ada orang yang mau datang membunuh engkau, ya, malam ini mereka mau datang membunuh engkau.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:11 Tetapi kataku: &#8220;Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:12 Karena kuketahui benar, bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku, karena disuap Tobia dan Sanbalat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:13 Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:14 Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:15. Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:16 Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:17 Pada masa itu pula para pemuka Yehuda mengirim banyak surat kepada Tobia, dan sebaliknya mereka menerima surat-surat dari padanya,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:18 karena banyak orang di Yehuda mempunyai ikatan sumpah dengan dia, sebab ia adalah menantu Sekhanya bin Arah, sedang Yohanan, anaknya, mengambil anak Mesulam bin Berekhya sebagai isteri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">6:19 Juga mereka sebut-sebut segala kebaikan Tobia di mukaku dan segala perkataanku terus dibeberkan kepadanya. Pula Tobia mengirim surat-surat untuk menakut-nakutkan aku.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>BUKAN JALAN TOL</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jalan tol adalah jalan bebas hambatan. Jalan tol dibangun dengan tujuan supaya setiap pengendara mobil tidak perlu mengalami kemacetan di jalan raya. Dengan demikian, para pengendara mobil akan semakin cepat sampai di tempat tujuan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Akan tetapi, kita tidak dapat berharap bahwa kemudahan dan kelancaran yang terjadi di jalan tol, juga terjadi di dalam hidup kita. Hidup kita sama sekali bukan jalan tol. Justru dalam hidup ini kita kerap kali menemukan hambatan. Bahkan, ketika kita hendak melakukan hal-hal baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Demikian pula pengalaman Nehemia ketika hendak membangun kembali tembok Yerusalem. Pada awalnya, segala persiapan serta jalan yang akan ditempuh tampak lancar. Akan tetapi, di tengah proses pembangunan datanglah hambatan dari Sanbalat dan Tobia. Sanbalat dan Tobia, yang tidak suka pembangunan tembok itu dilakukan, berencana untuk membunuh Nehemia (ayat 2). Di dalam pikiran mereka, apabila Nehemia mati, bangsa itu akan kehilangan sosok pemimpin. Dan, itu menjadi alasan yang kuat untuk menghentikan pembangunan tembok Yerusalem. Sampai-sampai ia juga menyuap orang Semaya, orang yang dekat dengan Nehemia (ayat 10-13). Namun, Nehemia tetap berfokus pada proses pembangunan. Maju terus pantang mundur. Dan Allah melindungi Nehemia, sehingga pembangunan tembok itu pun selesai (ayat 15).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Tidak jarang dalam hidup ini kita mendapat hambatan. Cara yang terbaik untuk mengatasinya adalah tetap memfokuskan diri pada pekerjaan baik tersebut, dan terus berjalan. Kita harus selalu ingat bahwa tujuan hambatan hanya ingin membuat kita berhenti &#8211;RY</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>JIKA ANDA BERHENTI KARENA TERHAMBAT</p>
<p>BERARTI ANDA KALAH </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>Sumber : <a href="http://www.sabda.org/">www.sabda.org</a></strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[mantra]]></title>
<link>http://kipoenya.wordpress.com/2009/11/30/mantra/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 00:58:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>rizki419</dc:creator>
<guid>http://kipoenya.wordpress.com/2009/11/30/mantra/</guid>
<description><![CDATA[PAGIIIIII……. It’s really a good morning,bener gak? Just a note sebelum melaksanakan aktifitas nih…se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PAGIIIIII…….</p>
<p>It’s really a good morning,bener gak?</p>
<p>Just a note sebelum melaksanakan aktifitas nih…semoga bermanfaat ya</p>
<p>Pagi ini, karena ada perlu, ki mandi lebih pagi daripada biasanya.</p>
<p>Kalo biasanya ki mandi setelah temen2 kosan yang punya kepentingan lebih pagi, entah kuliah ataupun kerja, sekitar jam 8-1/2 9, maka pagi ini ki mandi jam 7, tepat setelah temen kosan yang kuliah pagi menyelesaikan ritual mandi paginya.</p>
<p>Laluuuu, baru juga masuk ki udah digedor2 ama temen ki yang kerja, dia bilang dia udah telat. BT? Nggak kok, mood ki lagi bagus jadi nggak terlalu ambil pusing. Kebetulan ki mandi gak lama, jadi ki sahutin “tunggu aja”, bener kan?. 10 menit kemudian ki dah selesai. Dia lagi nungguin depan kamar mandi sambil tetap dengan mantranya bahwa dia telat. Kiki?langsung kepikiran buat nulis note ini, hehehe…</p>
<p>Ki juga bukan orang yang baik dalam memanajemen waktu, tapi ki lagi giat2nya berusaha untuk berpikir positif dan simple. Just FYI, kamar mandi di kost ini ada 2 (tapi yang biasa dipake emang cuma 1), di bawah juga ada 2 lagi , jadi waktu ki mandi ada 3 kamar mandi kosong, liat kan “kesempatannya”?, so, kenapa harus menggedor kiki dan mengucap mantra bahwa dia sudah telat ?</p>
<p>Pernah ngerasa gak,</p>
<blockquote><p>ketika kita berfikir bahwa kita telat (atupun hal negatif lainnya), maka seluruh alam pun mendukung “ketelatan” kita.</p></blockquote>
<p>Kamar mandi ngantri, angkutan umum yang tak kunjung dateng atau ngetem lama, kendaraan sendiri yang entah kenapa tau2 ngambek,dan sebagainya, dan kita masih saja mengucap mantra yang sama, bukan MERUBAH mantranya.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu ki di posisi dia, tapi mengucap mantra yang berbeda, jadi ki mandi di kamar mandi 1 lagi, hasilnya? Ki gak telat dan ki gak mengganggu ketenangan orang lain yang lagi mandi.</p>
<p>Sama aja, di <a href="http://www.kipunuabiz.co.cc">bisnis</a> ki juga jalanin berusaha seperti itu, stock kosong ya cari gantinya yang sejenis, gak ada juga ya bilang baik2 ma konsumennya, pasti dia ngerti kan, malah mungkin order yang lain. Belum ada yang mau gabung ya liat aja kikinya, emang belum penuh jalanin bisnisnya, jadi nikmatin yang bonus dari jualan aja dulu.</p>
<p>Udah menjelang jam kerja, met kerja ya temen2, makasih udah baca note gak penting ini..semoga bermanfaat..</p>
<p>Yuk, ubah mantra kita pagi ini.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Have a nice Monday…</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p style="text-align:center;">riez419<a href="http://www.kipoenya.wordpress.com/"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.kipoenya.wordpress.com/">www.kipunyabiz.co.cc</a></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I'm Invisible!]]></title>
<link>http://jeunglala.wordpress.com/2009/11/30/im-invisible/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 18:24:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>jeunglala</dc:creator>
<guid>http://jeunglala.wordpress.com/2009/11/30/im-invisible/</guid>
<description><![CDATA[Ketika seorang rekan kerja di kantor harus tergelincir ketika hendak melangkahkan kaki kanannya yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika seorang rekan kerja di kantor harus tergelincir ketika hendak melangkahkan kaki kanannya yang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Flirt + delicious]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/11/29/flirt-delicious/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:52:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/11/29/flirt-delicious/</guid>
<description><![CDATA[Maaf. Saya bukan tak nak reply. Cuma, itu sudah natural saya. Kau bukan kawan ofisial saya. Rakan se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Maaf. Saya bukan tak nak <em>reply</em>. Cuma, itu sudah natural saya. Kau bukan kawan ofisial saya. Rakan sekerja mungkin. Jadi kau perlu profesional. Bukan mengungkit. Kau juga bukan kekasih saya. Sebab tu saya ada alasan yang kukuh untuk tidak <em>reply</em> apa yang kau hantar bukan? Tak salah, kan.. kalau saya tidak mahu berkongsi setiap <em>details</em> hidup saya. Jika berkaitan kerja, sudah sudah tentu saya pantas tekan punat <em>reply.</em> Tapi, kalau sebaliknya kau fikirlah sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Maaf. <em><strong>Flirticious</strong></em> itu sedap. Tapi, saya tidak berminat. Saya hanya komited pada yang satu. Kau salah orang ni. Mungkin kau perlu cuba pada yang lain. Terima kasih.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/11/flirting_boss_0311.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-296" title="flirt" src="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/11/flirting_boss_0311.jpg" alt="" width="470" height="263" /></a><strong><span style="color:#f08080;"><strong></strong></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suratku kepada Tuhanku … di malam – malam pintu kematian yang makin mendekat kepadaku]]></title>
<link>http://wheresagaru.wordpress.com/2009/11/29/suratku-kepada-tuhanku-%e2%80%a6-di-malam-%e2%80%93-malam-pintu-kematian-yang-makin-mendekat-kepadaku/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:28:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>wheresagaru</dc:creator>
<guid>http://wheresagaru.wordpress.com/2009/11/29/suratku-kepada-tuhanku-%e2%80%a6-di-malam-%e2%80%93-malam-pintu-kematian-yang-makin-mendekat-kepadaku/</guid>
<description><![CDATA[28 November 2009 / 23 : 24 Ya Allah, ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu atas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>28 November 2009 / 23 : 24</p>
<p>Ya Allah, ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu atas ketentuan yang akan menimpaku dan atas umur yang di tambahkan kepadaku yang di dalamnya melainkan kebaikan dan kesempurnaan. Dan aku memohon manfaat atas permohonanku kepadamu atas apa yang telah di tunaikan untukku dan atas apa yang belum terjadi kepadaku.</p>
<p>Ya Tuhanku, ini lah malam yang kesekian kalinya untukku yang telah kulalui dalam hidupku, kini malam ini pun akan kulalui dalam kepasrahan dan keikhlasan ku kepada-Mu. Atas jalan takdir yang akan terjadi pada esok hari kepadaku. Apakah itu baik untukku ataupun itu buruk untukku, maka ku kembalikan kepada-Mu atas apa yang akan menimpa hidupku.</p>
<p>Wahai Tuhanku, sesungguhnya dalam tidurku, engkau menggengam jiwaku, maka jadikanlah hidupku bermanfaat bila engkau berkehendak melepaskan untukku, dan jangan lah engkau lepaskan jiwaku bila kematian lebih baik untukku.</p>
<p>Ya Tuhanku, dalam perjalanan hidupku dalam kesulitan dan kemudahan yang telah ku jalani dalam kepasrahan dan keikhlasanku yang menjadikan ku lebih mengenal, memahami dan mencintai sifatmu, maka terpujilah engkau atas sifat- sifat yang melekat di dalam dirimu.</p>
<p>Ya Allah, ya Tuhanku dalam kelupaanku sebagai hambamu, dalam kebodohan, dalam kesombongan, dalam kelalaian dan kelemahan hati dan imanku. Aku hadapkan wajahku dan memohon ampunan kepadamu atas segala kesalahan dan dosa – dosaku. Aku memohon kasih sayang dan rahmat-Mu dari kemurkaan-Mu kepadaku. Wahai Tuhanku, terimalah sujud penghambaanku sebagai hamba yang berharap ampunan dari-Mu dari segala siksa-Mu.</p>
<p>Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang ada di sekitarku dari kejahatan tukang sihir yang menghembuskan sihir – sihir pada buhulnya, dari kejahatan orang – orang yang dengki dan hasad, dan dari keburukan sifatku. Dan lndungilah aku wahai Tuhanku dari binatang buas lagi berbisa dan jauhkan lah aku dari penyakit yang mematikan.</p>
<p>Ya Tuhanku, bila ini adalah malam terakhirku dan kau genggam jiwaku dan aku kan kembali ke haribaan-Mu wahai yang maha tinggi. Bayarkanlah hutang – hutangku yang ku ketahui maupun apa yang telah kulupakan. Dan maafkanlah siapapun yang pernah melukaiku dan berlaku zalim kepadaku, dan aku pun meminta hal yang sama untukku. Bila maut kan datang di dalam tidurku.</p>
<p>Ya tuhanku, malam ini kurebahkan tubuhku dan kumiringkan lambungku dan bersuci dalam tidurku, memohon kebaikan dan keselamatan untukku dalam hidupku dan dalam kematian yang akan datang kepadaku … Amiiiiiin.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sembelih]]></title>
<link>http://sayafaiz.wordpress.com/2009/11/29/sembelih/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:17:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>sayafaiz</dc:creator>
<guid>http://sayafaiz.wordpress.com/2009/11/29/sembelih/</guid>
<description><![CDATA[Baju melayu di tanah asing&#8230; &#8220;Are you guys going to solat raya?&#8221; &#8220;No, we got ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Baju melayu di tanah asing&#8230; &#8220;Are you guys going to solat raya?&#8221; &#8220;No, we got ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?]]></title>
<link>http://chillinaris.wordpress.com/2009/11/29/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:28:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>chillinaris</dc:creator>
<guid>http://chillinaris.wordpress.com/2009/11/29/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PRASASTI UNTUK FREDDIE MERCURY ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/02/prasasti-untuk-freddie-mercury/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 04:33:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/02/prasasti-untuk-freddie-mercury/</guid>
<description><![CDATA[Setelah 18 tahun tutup usia karena AIDS, kiprah dan jasa Freddie Mercury diabadikan oleh rakyat Felt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/queen-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3495" title="queen 1" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/queen-1.jpg?w=114" alt="" width="114" height="150" /></a>Setelah 18 tahun tutup usia karena AIDS, kiprah dan jasa Freddie Mercury diabadikan oleh rakyat Feltham, kota kecil di pinggiran London. Prasasti untuk Mercury yang diresmikan pada Selasa (24/11) itu diharapkan jadi inspirasi bagi etnis Asia yang bermukim di Inggris.</p>
<p>Mercury, vokalis band legendaris Queen, dikenang berkat penampilannya yang dramatis di panggung, mutu suara yang nyaris sempurna, dan hit-hit yang dramatis seperti “Bohemian Rhapsody”, “Don’t Stop Me Now”, dan “We are the Champions”. Namun, sedikit orang yang tahu bahwa ia remaja pemalu yang beremigrasi dari India melalui Zanzibar. Ia besar di Feltham, “kota asrama” yang kini bangga dengan legasi yang ditinggalkan Mercury.</p>
<p>Pengukuhan prasasti dilakukan oleh ibunya yang berusia 87 tahun, Jer Bulsara, dan sahabat Mercury yang juga gitaris Queen, Brian May, yang juga besar di Feltham. Prasasti berupa pualam putih yang dibangun di sebuah pusat perbelanjaan. “Saya Jer Bulsara dan Freddie putra saya,” kata sang ibu di hadapan sekitar 2.000 tamu. “Datang ke Inggris tahun 1964 membuka peluang baginya untuk mengembangkan talenta dan ambisinya,” sambung Bulsara.</p>
<p>“Feltham rumah pertama dia di Inggris setelah kami tiba dari Zanzibar. Di kota inilah dia memulai eksplorasi masa depan musiknya,” ujar Jer Bulsara lagi. Mecury lahir dengan nama Farrokh Bulsara di Zanzibar (Afrika) yang kini menjadi bagian dari Tanzania, tahun 1946. Keluarganya berasal dari etnis Zoroaster Persia, yang bermukim di Gujarat, India. Mercury sempat sekolah di India sebelum keluarganya pindah ke Zanzibar tahun 1964.</p>
<p>Saat emigrasi ke Feltham, Mercury berusia 17 tahun. Selain berpredikat “kota asrama”, Feltham yang terletak di barat London itu merupakan pusat perdagangan yang disesaki oleh gudang-gudang besar. Keluarga Mercury pindah dari Zanzibar untuk menghindari revolusi.</p>
<p>“Kami memang berencana pindah dan Freddie amat tertarik ke Inggris. Ia membaca buku dan majalah tentang Inggris dan bilang kepada saya, ‘Ibu, kita pindah ke Inggris saja’. Putri saya yang adik Freddie saat itu baru berusia 10 tahun,” tutur ibunya.</p>
<p>Adik Mercury, Kashmira Cooke, mengatakan, mereka sangat senang ketika tiba di Feltham. “Kami juga waswas karena harus menyesuaikan diri dengan sekolah baru, teman-teman baru, gaya hidup baru. Freddie merasa ia bisa mencapai tujuan hidupnya di sini, semenyata Zanzibar Cuma sekadar pulau tempat liburan. Ia amat bersemangat tatkala memulai hidup baru di sini,” ujar Cooke.</p>
<p><!--more-->Ketika masuk Feltham, Mercury masih seperti murid sekolah dari India yang formal. Namun, perlahan-lahan ia mengubah citra berpakaian dan membiarkan rambutnya sampai gondring sekali. Sementara May mengenang bagaimana Mercury pada awalnya berpenampilan aneh untuk ukuran remaja Feltham, kota yang 17 persen penduduknya kini keturunan India. Salah satu bintang musik keturunan India dari Feltham adalah Jay Sean yang lagunya “Down”, menyodok ke tangga lagu di Amerika Serikat.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/queen-4.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3497" title="queen 4" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/queen-4.jpg?w=150" alt="" width="150" height="144" /></a>Lord Karan Bilimoria, tokoh India yang juga berasal dari etnis Zoroaster Persia, mengatakan, sukses Mercury merupakan contoh dari sukses industri musik Inggris. “Dulu sukar menembus dominasi bagi etnis-etnis lain, tetapi Freddie Mercury berhasil menembusnya menjadi teladan multikultutalisme serta kesempatan merata yang ditawarkan oleh Inggris,” ujar Lord Karan.</p>
<p>Kini penduduk Feltham berharap sukses Mercury menjadi inspirasi bagi artis-artis keturunan India seperti sean. “Freddie merupakan ikon, ia pelopor keturunan India yang sukses di dunia rock. Jerih payah dia besar dan walaupun pada awalnya sukar, ia berhasil menjadi artis sukses,” kata nggota DPRD, Paul Jabbar. “Sekarang banyak artis muda yang mulai berkiprah dan saya tak ragu akan banyak ‘Freddie Mercury’ baru pada masa mendatang,” ujanya.</p>
<p>“Prasasti ini memiliki daya tarik. Para remaja akan dayang dan menyaksikan sekaligus mengagumi prasasti ini. Mereka akan bilang, ‘Freddie bisa melakukannya, kita juga bisa’. Prasasti ini inspirasi besar. Feltham bukan kota yang glamor dulu mau pun sekarang dan menurut saya, kita tetap bangga dengan kota kita,” kata May. “Kita mengira jasa Freddie Cuma dikenang sesaat, tetapi ternyata berkesinambungan dan dunia ikut menikmatinya,” ujar Jer Bulsara.</p>
<p><strong>Bukan tipe pengembara</strong></p>
<p>Sejak kecil Mercury terbiasa mendengar musik India, musik rakyat, dan musik Inggris. Dia selalu menyanyi ketika mendengarkan piringan hitam (PH) koleksi orangtuanya dan selalu diminta menyanyi tiap ada pesta keluarga. Ayah Mercury, Bomi Bulsara, yang bekerja sebagai petugas pengadilan di Zanzibar, menyekolahkan puteranya ke Ealing College of Art untuk belajar musik.</p>
<p>Mercury terbiasa mengucapkan kata “darling” kepada lawan bicaranya. Kalimat terkenalnya yang sering diucapkan dan akrab di telinga wartawan adalah “Darling, yang saya inginkan dalam hidup adalah menghasilkan banyak uang dan menghabiskannya.”</p>
<p>Hanya sedikit orang yang kenal dekat dengan Mercury dan dari pengakuan beberapa sahabatnya, ia termasuk pemarah.</p>
<p>Suatu kali ia tiba-tiba masuk kamar hias dan melemparkan setrika ke cermin yang pecah berantakan karena terjadi kesalahan teknis di panggungkonser Queen malam itu. Bagi dia, kesempurnaan di panggung hal mutlak yang tak bisa ditawar. “Setiap orang mau menjalin hubungan baik hanya untuk saling menyenangkan. Kalau saya orang cuek, mendingan pulang saja daripada basa-basi,” kata Mercury.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/queen-3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3496" title="queen 3" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/queen-3.jpg?w=128" alt="" width="128" height="150" /></a>Mercury, pribadi flamboyan yang bukan tipe pengembara, memcoba semua rahasia dunia seperti umumnya bintang rock – karena ia sendiri terlalu banyak rahasia. Sampai sekarang tempat penyimpanan abu jenazah Mercury masih dirahasiakan. “Tiba-tiba suatu hari Minggu setelah makan siang dia bilang, ‘Saya tahu di mana kamu akan menyimpan abu saya, tetapi saya tidak mau ada orang uang tahu. Saya tak mau abu saya digalu. Saya ingin istirahat dengan tenang,” ungkap Mary Austin, pacar sekaligus sahabat Mercury.</p>
<p>Kepada Austin, Mercury mengaku ia homoseksual. Austin yang enam tahun jadi pacar Mercury membuka rahasianya. Dan, Austin-lah yang merawat Mercury sampai  meninggal pada 24 Nopember 1991. Ia menjadi satu-satunya saksi ketika Mercury mulai buta, tubuhnya lemah hingga tak mampu lagi bangun dari tempat tidur. Dia tak mau lagi menjalani perawatan medis dan mengaku sudah berani menghadapi kematian.</p>
<p>“Freddie memutuskan mengakhiri pengobatan, memilih waktu kematiannya sendiri. Dia tahu sakratulmaut setiap saat akan menjemput. Tiba-tiba dia berkata, ‘Saya putuskan sudah saatnya pergi’. Dia meninggal dunia dalam damai dengan senyum,”  sambung Austin yang masih berusia 19 tahun ketika dikenalkan Mercury melalui May. Saat itu May dan Mercury sedang mendiskusikan nama band yang baru dibentuk. Mercury sejak awal ingin menamainya Queen, May lebih suka Built Your Own Boat.</p>
<p>Mereka langsung jatuh cinta dan hidup bersama. “Kami masih miskin dan harus berbagi kamar mandi dan dapur dengan pasangan lain,” kata Austin. Setelah pindah ke rumah lain, tak lama kemudian Queen meledak dengan hit “Bohemian Rhapsody”. Dan, setelah Mercury jadi bintang, Austin merasa tercampak karena pasangannya itu mempunyai banyak pacar lelaki.</p>
<p>Pacar terdekat Mercury adalah bekas penata rambutnya, Jim Hutton. Mercury tertular HIV tujuh tahun sebelum meninggal dunia dan Austin diwarisi 50 persen dari kekayaan Mercury yang ketika itu ditaksir sekitar 10 juta poundsterling, belum termasuk penghasilan tambahan dari kontrak-kontrak musik pribadi serta atas nama Queen yang nilainya tidak terkirakan. Sementara untuk keluarganya, Mercury mewariskan 25 persen dari kekayaannya.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Prasasti untuk Freddie Mercury, Budiarto Shambazy<br />
Kompas, 30.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASKETISME LINGKUNGAN VS. MUSUH BESARNYA]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/02/asketisme-lingkungan-vs-musuh-besarnya/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 04:08:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/02/asketisme-lingkungan-vs-musuh-besarnya/</guid>
<description><![CDATA[Melanjutkan kesepakatan-kesepakatan selama ini, nasional dan internasional, belakangan ini pemanasan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/asketisme-lingkungan-vs-msh-bsrnya-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3479" title="asketisme lingkungan vs msh bsrnya 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/asketisme-lingkungan-vs-msh-bsrnya-01.jpg?w=125" alt="" width="125" height="150" /></a>Melanjutkan kesepakatan-kesepakatan selama ini, nasional dan internasional, belakangan ini pemanasan global menjadi salah satu isu sentral di dunia. Pemanasan global pun dikaitkan dengan globalisasi ekonomi dan krisis keuangan global. Semua terkait dengan perkara hidup manusia sehari-hari, terkait dengan ritual hidup kita. Dan sekarang seolah-olah kita menghadapi ketidakberdayaan.</p>
<p>Pemanasan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang disebut rumah kaca. Pemanasan global terjadi karena ulah manusia. Akibat yang kita rasakan adalah gejolak perubahan iklim. Terjadi pancaroba.</p>
<p>Bumi semakin panas bukan isapan jempol sebuah judul film, melainkan kenyataan semakin tidak nyamannya Bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup. Terjadilah peningkatan temperatur. Es kutub mulai mencair, mengakibatkan meningkatnya volume air laut dan anomali cuaca. Muncul kekhawatiran kepunahan spesies, bahkan ketakutan kiamat keburu datang.</p>
<p>Mengutip Pramana Yudha (Kompas, 3/10/2009), kepunahan massal semakin dekat. Diperkirakan saat ini 501-50 spesies Bumi punah setiap hari. Sekitar 50 persen dari sekitar 10 juta spesies yang ada saat ini akan punah dalam 100 tahun ke depan.</p>
<p>Laju kepunahan itu perlu diredam karena bisa berdampak pada kelangsungan hidup di Bumi. Salah satu caranya, menumbuhkan solidaritas lintas spesies yang saat ini masih sangat minim, sementara pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih berorientasi pada kesejahteraan manusia.</p>
<p>Kerusakan alam berkait erat dengan kemiskinan, demikianlah pemakalah Johannes Muller. Ketika fokus perhatian dunia diberikan untuk mengatasi kerusakan lingkungan, di saat yang sama masih saja terjadi perusakan.</p>
<p>Perubahan iklim sebagai salah satu konsekuensi kerusakan alam berdampak global. Dampaknya lebih terasa di negara-negara berkembang sehingga tantangan menyikapinya harus global, sekaligus mengingatkan tentang kepunahan-kepunahan yang terjadi, tidak hanya sebagai gerakan berasas keagamaan, tetapi juga perlu lewat hukum, politik, dan ekonomi.</p>
<p><!--more-->Indonesia, Bumi yang kita tinggali dengan segala kemewahan alami, kita rusak sendiri. Tanah yang menghijau membotak. Air yang melimbah kotor. Sampah menggunung, mengganggu permandangan dan menimbulkan ancaman kesehatan. Gerakan sekecil apa pun tentu akan terasa bermanfaat.</p>
<p>Tanpa sengaja, sinkron dengan ajakan Pramana Yudha, dirasakan perlunya ikatan batin bersama sebagai pemilik dan penghuni Bumi. Agama diyakini sebagai sumber kekuatan yang “maha besar” untuk mengembalikan keutuhan dan mengerem laju kepunahan. Agama dianggap mampu mengajak berbagai pihak mempersatukan, menjadi inspirasi, dan memberikan penguatan eksistensial.</p>
<p>Gerakan itu adalah gerakan pencerahan dan edukasi bersama, dilakukan dengan cara penyadaran kepada sebanyak mungkin orang melalui pendidikan publik, pendidikan lingkungan hidup di dalam kurikulum agama, juga lewat khotbah-khotbah di acara-acara keagamaan. Dibangun kemauan gaya hidup sederhana yang berorientasi pada penghargaan terhadap alam (back to nature). Tujuan akhirnya, membangun bersama-sama sebuah dunia sebagai rumah idaman.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/asketisme-lingkungan-vs-msh-bsrnya-02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3480" title="asketisme lingkungan vs msh bsrnya 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/asketisme-lingkungan-vs-msh-bsrnya-02.jpg?w=127" alt="" width="127" height="150" /></a>Di Indonesia, penegasan profetik itu di antaranya terlihat dalam satu pertemuan para ulama pesantren di Sukabumi, tahun 2004, tentang fikih lingkungan. Dalam pertemuan itu  berkembang keinginan membangun tekad menyadari perlunya upaya nyata dan berkesinambungan mengerem laju kerusakan alam, memulihkan yang rusak, dan melindungi yang tersisa.</p>
<p>Pada hakikatnya alam adalah anugerah dan amanat Allah SWT yang wajib dipelihara, dikelola, dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan hidup bersama. Ajakan itu mengikat semua agama dalam multifaith dialogue yang diwujudkan sebagai tanggung jawab global.</p>
<p><strong>Tanggung jawab bersama</strong></p>
<p>Pertemuan sehari di Yogyakarta tanggal 8 Oktober 2009 dibuka oleh dua tokoh agama, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prof Amin Abdullah dan Uskup Agung Semarang Mgr Ignatius Suharyo. Kehadiran dan pernyataan-pernyataan mereka menegaskan, agama-agama perlu membangun kesepakatan bersama dalam sebuah dialog antariman untuk mengikat tanggung jawab global, utamanya dalam hal ini kelestarian alam Indonesia.</p>
<p>Menurut Amin Abdullah, Islam selama ini sulit mengakomodasi diri pada persoalan sekular. Islam masih Allah-sentris, kurang antroposentris dan kurang ekosentris. Padahal, yang kita hadapi adalah kerusakan alam yang membawa akibat buruk, meliputi persoalan-persoalan aktual seperti Merapi yang mulai kehabisan air dan mengancam kota Yogyakarta, dan marjinalisasi air – air tidak bersh lagi, tetapi comberan – menyebut dua contoh rusaknya lingkungan hidup yang menjadi habitat kita.</p>
<p>Diakui oleh Mgr Suharyo, dalam arah dasar pelayanan Keuskupan Agung Semarang 1984-2010, kata lingkungan hidup baru masuk tahun 2006. Artinya, sebelum tahun 2006 belum dianggap sebagai persoalan serius.</p>
<p>Baru sejak itu, Mgr Suharyo aktif memperkenalkan tantangan membangun kelestarian alam. Di antaranya menyadarkan bahwa kerusakan alam merupakan realitas yang keseharian, bukan nanti, tetapi sekarang, bukan persoalan nun jauh di sana, tetapi persoalan setempat. Kondisi itu harus diterima dan disikapi sebagai keprihatinan bersama.</p>
<p>Yang perlu digerakkan adalah membangun dan memperluas bela rasa (compassion) terhadap sesama. Diciptakanlah gerakan-gerakan bersama yang mengarah pada kesadaran bersama. Gerakan-gerakan ini ibarat virus yang harus menular cepat, yang keberhasilannya ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan sebagai awal positif mendorong untuk melakukan sesuatu terhadap alam.</p>
<p>RP Borrong dari agama Kristen menggarisbawahi bahwa memelihara integritas ciptaan Allah tidak saja dalam iman dan penghayatan hidup beragama, melainkan juga dalam langkah-langkah nyata gerakan orang yang prihatin dan berprilaku demi keadilan, perdamaian, dan integritas dengan ciptaan.</p>
<p>Di Indonesia, upaya itu diwujudkan dengan tiga langkah untuk mengimplementasikan kepedulian terhadap lingkungan hiudp, yakni melalui pendidikan dan pelatihan, gerakan/aksi/advokasi, dan membangun jaringan. Kesimpulan Borrong, memelihara lingkungan merupakan bagian dari misi Allah mendatangkan shalom. Dalam kenyataan praksis, itu tidak gampang dilakukan sebab menyangkut kenyataan bahwa keyakinan iman belum otomatis bisa diimplementasikan dalam keseharian hidup.</p>
<p><strong>Energi dan air</strong></p>
<p>Menyangkut prioritas, forum menyepakati dua hal, yakni menyangkut energi – baik yang terbarukan – dan air. Perlu dilakukan pendidikan penyadaran ekologis sehingga amsyarakat tidak mengalami keterasingan budaya, tidak kehilangan mitos.</p>
<p>Apa yang dilakukan Pastor Kisjito dengan masyarakatnya di lereng Merapi merupakan keinginan mengembalikan mitos. Melestarikan lingkungan berarti juga melestarikan kehidupan. “Surga yang di bawah mengalir air,” sebuah kutipan dari kitab suci Al Quran dipungut untuk menegaskan luhurnya makna air dengan kehidupan manusia. Meningkatnya perolehan kepiting lewat penyelamatan hutan bakau di Lombok dan Kalimantan Timur disampaikan sebagai contoh lain bagaimana menggerakan bela rasa terhadap kerusakan perlu dijebol dari dalam.</p>
<p>Dengan segala cara itu ? Solidaritas dengan alam diwujudkan dengan ajakan menghemat air, menghindari penajisan air dengan cara memunculkan kearifan-kearifan lokal menyangkut konservasi hutan, misalnya. Menyimpan air dalam embung-embung seperti di kawasan kering Gunung Kidul merupakan langkah dan kisah keberhasilan yang direfleksikan dalam terang iman, terutama dalam konteks bersahabat dengan alam, satu sisi dari perubahan iklim yang dirasakan penuh anomali sekarang (ini).</p>
<p>Aksetisme dalam arti semangat mesu budhi demi kelestarian lingkungan – dalam hal ini kelestarian Bumi – tidak hanya digerakkan oleh faktor untung-rugi, tetapi disemangati kesadaran diri sebagai salah satu makhluk ciptaan. Dengan semangat itulah dilakukan perlawanan terhadap keserakahan menggasak kekayaan alam.</p>
<p>Kerusakan Bumi dengan presentasinya perubahan iklim adalah musuh bersama. Kalau dibiarkan, tidak hanya mengancam lingkungan Bumi tempat berpijak makhluk hidup, melainkan juga melawan kodrat kemanusiaan yang tidak boleh tidak harus bersahabat dengan alam dan tidak memusuhinya.</p>
<p>Lembaga pendidikan ikut bertanggungjawab mengedukasi masalah kegawatan lingkungan. Sesuai dengan harapan Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) P Wiryono dalam pembukaan, forum ini jangan hanya olah pikir, tetapi juga menelurkan langkah konkret. Pusat Studi Lingkungan Hidup USD pun melaksanakan, bahkan disepakati sebagai melting pot untuk menggerakkan kesadaran tentang lingkungan hidup.</p>
<p>Apa yang diharapkan Rektor USD terungkap dalam makalah Ignatia Esti Sumarah. Dalam road map USD ada benang merah target hasil didikan yang terampil membaca konteks ekologis, sosiologis, dan ekonomis agar terbangun sikap solider terhadap sesama dan alam.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Asketisme Lingkungan Vs Musuh Besarnya – ST Sularto<br />
Kompas, 06.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehidupan di Akherat Lebih Baik]]></title>
<link>http://auwoo.wordpress.com/2009/12/02/kehidupan-di-akherat-lebih-baik/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 22:10:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>auwoo</dc:creator>
<guid>http://auwoo.wordpress.com/2009/12/02/kehidupan-di-akherat-lebih-baik/</guid>
<description><![CDATA[Mengingat kehidupan akhirat akan menjadikan hidupmu lebih bahagia. Karena untuk mencapai kesana yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mengingat kehidupan akhirat akan menjadikan hidupmu lebih bahagia. Karena untuk mencapai kesana yang diperlukan adalah tiket amal ibadah dan ketakwaan. Bukan harta dan pangkat jabatan. Wahai sobat, kalau hidupmu di dunia ini kurang beruntung. Jangan bersedih. Masih ada tempat yang lebih baik dan kekal, yakni kehidupan di Akhirat. Persiapkan diri, banyak beribadah, jauhi dosa dan tingkatkan ketaqwaan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesunyian...]]></title>
<link>http://princesspelise.wordpress.com/2009/12/01/kesunyian/</link>
<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:07:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>princesspelise</dc:creator>
<guid>http://princesspelise.wordpress.com/2009/12/01/kesunyian/</guid>
<description><![CDATA[Teman ku gambar Teman ku sebentuk cincin Teman ku ayat-ayat nyerr Teman ku bayangan suaranyerr Teman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em><a href="http://princesspelise.wordpress.com/files/2009/12/4906456-sm.jpg"><img class="size-full wp-image-464 aligncenter" title="4906456-sm" src="http://princesspelise.wordpress.com/files/2009/12/4906456-sm.jpg" alt="" width="430" height="126" /></a>Teman ku gambar</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Teman ku sebentuk cincin</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Teman ku ayat-ayat nyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Teman ku bayangan suaranyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Teman ku hadiah pemberiannyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Teman ku sepotong ayat yg berharga dari nyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Sunyi nyer hati ini diri ini hari ini saat ini</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Sunyi tanpa bunyi panggilannyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Sunyi tanpa suara darinyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Sunyi sebentar hidup ini</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Jangan selamanya begini</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Jangan jauhkan dirinyerr dariku</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Jangan hilangkan hatiku darinyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Jangan hilangkan AKU di hatinyerr</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Jangan Jangann Jangannn&#8230;..</em></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#808000;"><em>Dengan izinMU ku pohon simpatiMU&#8230;..</em></span></h2>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lukislah seindah kau bisa]]></title>
<link>http://bondanisme.wordpress.com/2009/12/01/lukislah-seindah-kau-bisa/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 19:10:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robin Septavyn Sitanggang</dc:creator>
<guid>http://bondanisme.wordpress.com/2009/12/01/lukislah-seindah-kau-bisa/</guid>
<description><![CDATA[Berjalan kedepan, dengan kepala tertunduk. Aku ingin menutup telinga, sudah kucoba tapi tetap saja r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berjalan kedepan, dengan kepala tertunduk. Aku ingin menutup telinga, sudah kucoba tapi tetap saja r]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ini kisah si pontianak orang putih]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/01/ini-kisah-si-pontianak-orang-putih/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 17:53:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/12/01/ini-kisah-si-pontianak-orang-putih/</guid>
<description><![CDATA[Kenapa bontot saya panas? Sebab saya amatlah teringin sangat-sangat mahu menonton filem ini. Akhirny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/12/twilight-new-moon-teaser-movie-poster.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-310" title="twilight-new-moon-teaser-movie-poster" src="http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/files/2009/12/twilight-new-moon-teaser-movie-poster.jpg" alt="" width="282" height="418" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa bontot saya panas? Sebab saya amatlah teringin sangat-sangat mahu menonton filem ini. Akhirnya saya berjaya juga pujuk cik Mas yang cute dan juga Ros untuk ke Ipoh. Terima kasih, daun keladi! ^^</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun saya ni bukanlah pengkritik filem yang berpengalaman, tapi saya mahu bagi 4.5/5 untuk filem ni. Sangat-sangat best. Cuma, pada bahagian <em>ending</em> cerita saya rasa macam agak tergantung.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya suka encik Edward. Jambu! (baca: tusukan mata encik edward buat saya nanar sebentar). Juga encik Jacob, mempunyai aset berharga; badan ketul-ketul. Seksi! (baca: air liur leleh-leleh membasahi baju) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Uh, tak sabar rasanya mahu menanti <em>next sequel</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: sementara menunggu cerita bermula, sempat juga saya teman cik Mas dan cik Ros ber&#8217;<em>shopping</em>. Alih-alih, nak dijadikan cerita&#8230; saya yang borong sakan. Bajet lari!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[that's all there is..]]></title>
<link>http://willyafurqan.wordpress.com/2009/11/30/thats-all-there-is/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:39:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>willyafurqan</dc:creator>
<guid>http://willyafurqan.wordpress.com/2009/11/30/thats-all-there-is/</guid>
<description><![CDATA[barusan kepikiran. can&#8217;t get it out of my head. jadi pengen ngeblog. ada banyak hal yang harus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[barusan kepikiran. can&#8217;t get it out of my head. jadi pengen ngeblog. ada banyak hal yang harus]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rindu bertandang]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/11/30/rindu-bertandang/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 09:29:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/11/30/rindu-bertandang/</guid>
<description><![CDATA[Dulu, saya mahu berhijrah sebentar. Lalu, saya tinggalkan rasa yang satu itu di daerah yang sukar di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Dulu, saya mahu berhijrah sebentar. Lalu, saya tinggalkan rasa yang satu itu di daerah yang sukar dicari orang. Saya biarkan ia. Saya abaikan ia. Tidak ambil kisah. Langsung! Hari ini, aneh. Rasa itu muncul di depan pintu dan mula mengetuk-ngetuk daun pintu. Sumpah, saya tak cari pun ia. Ia datang sendiri. Saya duduk diam berteleku.</p>
<p style="text-align:justify;">Mahu dibukakah pintu ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuat]]></title>
<link>http://sayafaiz.wordpress.com/2009/11/30/kuat/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 08:58:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>sayafaiz</dc:creator>
<guid>http://sayafaiz.wordpress.com/2009/11/30/kuat/</guid>
<description><![CDATA[Aku rasa dah nak 7 tahun dah aku sakit. Sakit yang entah mana punca. Aku rasa sakit sangat. Makin la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku rasa dah nak 7 tahun dah aku sakit. Sakit yang entah mana punca. Aku rasa sakit sangat. Makin la]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahagia itu di wajahku]]></title>
<link>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/11/30/bahagia-itu-di-wajahku/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 07:04:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>nuna</dc:creator>
<guid>http://dibawahlangitbiru.wordpress.com/2009/11/30/bahagia-itu-di-wajahku/</guid>
<description><![CDATA[&#8221; You nampak happy je lately ni??&#8221;, saya tahu mereka berdua mahu mengorek sesuatu daripa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><em>&#8221; You nampak happy je lately ni??&#8221;</em>, saya tahu mereka berdua mahu mengorek sesuatu daripada saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Happy? yeke?&#8221;</em>, sambil-sambil membuat muka kehairanan yang ala-ala comel saya mengajukan soalan pada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Iye, laa cik kak oi. Tgok muka you pon da tau yang you tgah bahagia..&#8221;</em>, mereka menambah lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya terkelu sebentar. Benarkah bahagia itu tertulis di wajah ini? Entah,lah. Tidak tahu bagaimana mahu menjawab setiap satu persoalan, bibir saya mula menguntum senyum. Yang paling manis dan comel saya kira (baca: ok, di sini agak terperasan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; eh, eh.. food da sampai. Jom makan. lapar laaa~ &#8220;</em>, oh! terima kasih kepada adik yang menghantarkan makanan kerana menyelamatkan keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;">p/s: lara hati dan bahagia rasa, sukar untuk ditafsirkan. Saya masih lagi menambah tolak setiap rasa di dalam diri ini. Bahagiakah? Deritakah? Sengsarakah? Saya tidak punya jawapan. Yang pasti semakin hari semakin sukar untuk mengubah rasa dalam bentuk butir bicara.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#f08080;"><strong>-nuna-</strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malam ---&gt; Pagi ---&gt; Siang ?]]></title>
<link>http://melianaaryuni.wordpress.com/2009/11/30/malam-pagi-siang/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 04:32:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>melianaaryuni</dc:creator>
<guid>http://melianaaryuni.wordpress.com/2009/11/30/malam-pagi-siang/</guid>
<description><![CDATA[Malam ini masih kelam, sama seperti malam-malam kemarin. Sunyi, mengajak makhluk menikmati kehadiran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Malam ini masih kelam, sama seperti malam-malam kemarin. Sunyi, mengajak makhluk menikmati kehadiran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENEPIS NASIB BURUK PETANI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/menepis-nasib-buruk-petani/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:18:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/menepis-nasib-buruk-petani/</guid>
<description><![CDATA[Kita mengenal Swiss sebagai negara miskin sumber daya alam karena tidak memiliki laut dan tidak memp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/06menepis-nasib-buruk-petan-01i.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3406" title="06menepis nasib buruk petan 01i" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/06menepis-nasib-buruk-petan-01i.jpg?w=145" alt="" width="145" height="150" /></a>Kita mengenal Swiss sebagai negara miskin sumber daya alam karena tidak memiliki laut dan tidak mempunyai banyak lahan perkebunan serta pertambangan. Namun, negeri tersebut lebih kaya daripada kita. Rahasianya cukup sederhana, yaitu warganya kreatif dan terampil dalam mengembangkan kekayaan alam yang dimiliki meski sangat terbatas serta harus mengimpor dari negara lain.</p>
<p>Sebagai contoh, logam kecil berharga Rp 300.000 diproduksi menjadi arloji yang memiliki nilai tawar hingga Rp 10 milliar (Kompas, 25.10.2009).</p>
<p>Di Indonesia, khususnya Jatim yang kaya akan sumber daya alam seperti perkebunan, laut sangat luas, tambang minyak, dan tambak udang, kekayaan itu kini tidak berbanding lurus dengan kehidupan masyarakat. Kekayaan yang melimpah itu tidak mampu menjadikan warga setempat hidup sejahtera, bahkan jatuh miskin, terutama petani dan buruh tani tegalan/</p>
<p>Padahal, jika kekayaan alam yang dimiliki Jatim secara khusus dan Indonesia pada umumnya diukur dengan kekayaan alam yang dimiliki swiss, itu tentu tidak sebanding. Negeri kita jauh amat kaya, sedangkan Swiss sangat miskin sumber daya alam.</p>
<p>Harus diakui, kehidupan petani di negeri ini tampak tertatih-tatih dalam menjalani hidup. Petani berkelindan dengan utang. Bahkan muncul istilah selain utang adalah kelaparan yang berujung pada kematian. Ambil contoh sederhana, selama musim kemarau banyak petani di probolinggi menumpuk utang karena dari April hingga kini mereka “mengantre” menunggu musim hujan datang.</p>
<p>Hasil bumi pada musim hujan lalu, seperti padi, jagung, dan kacang tanah yang dicanagkan untuk kebutuhan rumah tangga selama setahun, tidak cukup sehingga mereka harus membeli beras dan jagung untuk makanan sehari-hari, (Kompas, 27.10.2009). Fakta lain, akhir-akhir ini tembakau di Madura tidak memberikan hasil gemilang karena harganya anjlok tidak kunjung usai (Syafiqurrahman, Kompas, 21.10.2009).</p>
<p>Problem pertanian saat ini memang cukup kompleks : pupuk langka dan mahal, nilai tawar rendah bahkan produk tidak laku dijual, modal kurang, serta fasilitas minim. Tidak sedikit petani gagal panen akibat lahan mereka tidak subur karena pupuk langka atau petani tidak mampu membelinya. Hasil panen pun kadang sulit dipasarkan.</p>
<p><!--more-->Selain itu, di pedesaan-pedesaan juga ditemukan banyak petani masih membajak sawah dengan sapi, bukan traktir. Parahnya, banyak petani di pedesaan Madura masih setia memakai dua orang sebagai pengganti sapi untuk menarik bajak. Rentetan itulah yang menjadikan petani resah, bosan, dan harus menderaskan keringat. Petani terpaksa melakukannya tidak lebih dari sekadar mempertahankan kelangsungan hidup.</p>
<p>Namun, masalah yang lebih mendasar bagi para petani adalah ketidakmampuan mereka mengelola hasil pertaniannya. Harus diakui, mereka hanya tahu memetik, selebihnya tidak ada. Ini entah mereka memang tidak pernah berpikir untuk mengelolanya atau justru tidak memiliki modal. Meski ada, usianya hanya seumur jagung seperti hasil produksi petani Madura, yakni keripik singkng, keripik pisang, dodol pisang, rokok, dan jagung goreng yang kemudian lebih banyak “lapuk di hujan”, bubar karena kekurangan modal. Selain itu, karena kualitas dan kemasan yang tidak meyakinkan, masyarakat kita tidak percaya diri untuk menunjukkan produk lokal di hadapan dunia.</p>
<p>Padahal jika dihitung-hitung, keuntungan pengelolaan dari hasil pertanian akan lebih besar ketimbang menjualnya dalam bentuk bahan mentah. Kacang tanah diproduksi dahulu menjadi kacang asin, jagung akan lebih besar nilai jualnya jika diproduksi terlebih dahulu menjadi jagung goreng, singkong menjadi keripik singkong,dan sebagainya.</p>
<p>Dengan demikian, mengingat karut-marut pertanian, petani sudah semestinya bertekad bulat menjalani hidup yang kreatif dan terampil dalam mengembangkan hasil pertaniannya. Tidak salah jika mengambil Swiss sebagai cermin. “Cermin” dalam upaya meningkatkan ekonomi melalui kreativitas dan keterampilan dalam mengelola kekayaan alam, termasuk pertanian. Dengan demikian, petani tidak hanya mengambil keuntungan dari memetik, tetapi juga dari mengelolanya, yang justru lebih besar keuntungannya. Sangat mungkin bagi petani, dengan kekayaan alam melimpah dan kreativitas mumpuni, akan lebih hidup sejahtera dibandingkan dengn warga Swiss.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Menepis Nasib Buruk Petani, Sitti Musyrifah &#124; Pengurus BEM STIK Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep – wasik89@telkom.net<br />
Kompas, 23.11.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bergeraklah, Jangan Diam]]></title>
<link>http://auwoo.wordpress.com/2009/11/30/bergerak-jangan-diam/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 02:16:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>auwoo</dc:creator>
<guid>http://auwoo.wordpress.com/2009/11/30/bergerak-jangan-diam/</guid>
<description><![CDATA[Sering kali terlintas di pikiran kita untuk berubah menjadi yang lebih baik. Entah itu masalah karir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sering kali terlintas di pikiran kita untuk <a href="http://auwoo.wordpress.com/2009/11/09/perubahan-diri/">berubah</a> menjadi yang lebih baik. Entah itu masalah karir, pendidikan, asmara ataupun hubungan sosial. Namun, sayangnya banyak diantara kita yang hanya sebatas angan-angan saja. Setelah berganti hari, keinginan itu hilang begitu saja. Padahal kalau kita ingin meraihnya kita harus <strong>BERGERAK</strong> untuk meraihnya. Bergerak disini jangan diartikan sempit lho. Maksudnya kita harus <strong>take action</strong>. Bukankah hidup adalah perbuatan (minjem istilahnya sutrisno bachir). </p>
<p>Kalau lihat orang lain berhasil kita jangan grundel aja (lupa bahasa indonesianya). Mereka take action untuk mencapai kesuksesannya. Kalau kita mau seperti mereka, kunci utamanya adalah take action, Bergerak, do something. Tapi, saya nggak tahu harus mulai dari mana? saya terlalu malas untuk berbuat? oke. tips sederhana untuk mulai action adalaha <strong>do what you can do</strong>. Ya, lakukan yang bisa kamu lakukan meskipun itu hal yang sangat kecil dan sepele. <!--more-->Misal, membiasakan bangun pagi, mengisi waktu kosong dengan kegiatan bermanfaat, dll. Intinya jangan diam saja. Karena kalau kita diam, trus melamun, trus teringat kesuksesan orang lain, maka hati akan sedih dan gelisah dan hidup terasa tidak menyenangkan dan ujung2 nya kita jadi bosan hidup (naudzubillah min dzalik).</p>
<p>Sobat, kalau ingin ada perubahan baik dalam hidup ini kita harus berani take action atau bergerak. Kalau nggak bisa yang frontal, ya mulai dari yang kecil aja dulu. Ingat nasehat AA gym,</p>
<p><em>Mulai dari yang kecil<br />
Mulai dari diri sendiri<br />
Mulai sekarang juga!</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUNCINYA MENDEKAT PADA IBU BUMI ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/kuncinya-mendekat-pada-ibu-bumi/</link>
<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 01:54:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/30/kuncinya-mendekat-pada-ibu-bumi/</guid>
<description><![CDATA[Para petani yang melakukan metode organik tak memiliki resep tunggal untuk meningkatkan kesuburan la]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/14kuncinya-mendekat-pada-ibu-bumi-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3374" title="14kuncinya mendekat pada ibu bumi 01" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/14kuncinya-mendekat-pada-ibu-bumi-01.jpg?w=150" alt="" width="150" height="143" /></a>Para petani yang melakukan metode organik tak memiliki resep tunggal untuk meningkatkan kesuburan lahan serta mengatasi gangguan hama dan penyakit tanaman. Masing-masing menemukan teknik sendiri. Kuncinya adalah mendekat pada ibu bumi, memahami keluh kesahnya, dan memberi apa yang dimauinya.</p>
<p>Kata kunci itu barangkali terdengar abstrak bagi sebagian orang. Namun, bagi petani yang telah menerapkannya, metode tersebut sangat nyata. Jauh lebih nyata dibandingkan dengan menggantungkan tanah mereka pada rezim pupuk dan pestisida kimia yang datang dari negeri yang entah.</p>
<p>Disamping teknik yang telah dikenal umum, dengan membuat kompos berbahan baku kotoran hewan atau dedaunan, sejumlah petani organik menemukan teknik dan bahan terbaik untuk pupuk sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing.</p>
<p>Misalnya, Purwanto, petani dari Dusun Klebenm Kelurahan Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta, menemukan pupuk dari fermentasi telur itik busuk – dipilih dari telur itik yang gagal menetas dari usaha penetasan telur yang dimilikinya.</p>
<p>Petani 34 tahun ini, selain mengolah lahan warosan mertua seluas 450 meter persegi, juga mengembangkan usaha penetasan bebek sejak tiga tahun terakhir. Setiap bulan dia menetaskan sekitar 2.500 telur dengan tingkat kegagalan sekitar 5 persen.</p>
<p>Limbah telur ini awalnya biang masalah karena biasanya dia membuang telur busuk itu ke sungai. Tetangganya protes karena muncul bau busuk luar biasa. “Suatu malam saya menemukan ide, kenapa telur itu tidak saya pendam di dalam sawah ? Telur kan makanan bergizi bagi manusia, pasti juga baik bagi padi,” demikian logika sederhananya.</p>
<p>Selama dua tahun terakhir dia mempraktikan metode temuannya itu dan sudah sekitar 4.000 telur bebek lengkap dengan cangkangnya yang ditanam di sawah. “Panenan ternyata bagus,” kata Purwanto.</p>
<p>Di Klaten, sekelompok petani memfermentasi limbah tetes tebu dari pabrik gula, yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan. Sedangkan di Margoluwih, Sayegan, Yogyakarta, Kelompok Joglo Tani menggunakan air kencing kelinci untuk membuat pupuk.</p>
<p><!--more-->Para praktisi organik ini percaya bahwa ibu bumi dan tanaman merupakan sosok yang hidup dan bernapas. Karena itu, kebutuhan terhadap unsur hara juga berlainan pada waktu, jenis tanaman, dan tempat yang berbeda. Dengan mengenal dan membaca tanda-tanda alam, para penggiat organik ini menemukan cara masing-masing.</p>
<p>“Saya pernah dianggap gila karena tiap hari merenung di tengah sawah, “ kata Purwanto. Waktu itu tanaman padinya yang mulai mengunging dikeroyok tikus. Beberapa resep tradisional dicoba, tapi tdak mempan. “Tikus itu hewan pintar, mereka juga belajar,” katanya.</p>
<p>Dia akhirnya menemukan teknik merendam sawah saat malam – ketika tikus-tikus iu menyerbu – dan cepat mengeringkan kembali saat pagi. Untuk sementara padinya aman walaupun mungkin suatu saat tikus itu akan menemukan cara menyerang pada saat tengah hari bolong.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/14kuncinya-mendekat-pada-ibu-bumi-02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3376" title="14kuncinya mendekat pada ibu bumi 02" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/11/14kuncinya-mendekat-pada-ibu-bumi-02.jpg?w=122" alt="" width="122" height="150" /></a>Di Purbalingga, pelopor pertanian organik, Mbah Gatot, menggunakan gula untuk melawan tikus. Pertama-tama, dia mencari liang tikus yang masih aktif, yaitu yang masih ada bekas lalu linyas hewan pengerat itu. Lalu di bagian luar liang ditaruj beberapa sendok gula merah atau gula putih. Tujuannya agar setiap ada tikus yang lewat, rambut tikus itu tertempel gula dan terbawa masuk ke dalam liangnya. Gula akan mendatangkan semut, dan semut akan mengusir tikus. Itulah logikanya. Logika yang dipahami dan ditemukan dari hasil pengamatan sendiri, kemudian dicobakan.</p>
<p>Beberapa teknik itu gagal, sebagian berhasil. Tetapi, pada prinsipnya mereka berdialog, belajar, dan mencoba sendiri.</p>
<p>Teknik paling ampuh mengatasi tikus, menurut Purwanto, sudah dikenal oleh petani sejak lama, yaitu menggunakan preadtor tikus, misalnya ular, burung hantu, atau elang, “Tetapi, sekarang predator tikus itu dihabisi oleh predator yang lebuh rakus, manusia,” dan sebagai akibatnya, “petani yang sekarang kesuliyan melawan tikus itu,” kata Purwanto menerangkan konsep rantai makanan.</p>
<p><strong>Jejaring hidup</strong></p>
<p>Seperti ditulis oleh Rachel Carson dalam Silent Spring (1962), buku klasik yang menguvah cara pandang dunia Barat terhadap pupuk dan pestisida kimia, sejarah kehidupan adalah interaksi dengan lingkungan. Saling tergantung dan saling dukung. Tak ada yang tak berguna dalam jejaring alam ini, semua memiliki peranan.</p>
<p>Jauh sebelum manusia menjadi dominan, alam telah menemukan keseimbangannya sendiri. Manusia tidak mencipta apa-apa, termasuk tanaman pangan yang sekarang dikenal, mulai dari padi-padian, gandum, jagung, hingga umbi-umbian. Manusia hanya menyeleksi, memodifikasi, dan membiakkan dengan cepat (sesuai) yang diinginkannyaserta menyisihkan yang dianggap tak berguna.</p>
<p>Aneka tanaman itu sudah ada di bumi, demikian juga serangga yang tergantung padanya. Dan, seperti manusia, spesies pesaing itu juga beradaptasi. Ketika kemudian manusia menganggap spesies itu sebagai hama dan menyerangnya dengan zat kimia mematikan, mereka pun belajar untuk bertahan dengan kemampuan adaptasi yang jauh lebih canggih dibandingkan manusia karena mereka jauh lebih tua.</p>
<p>Contoh yang populer adalah penggunaan dichloro diphenyl trichloroethane (DDT). Pada tahap awal penggunaannya, DDT dianggap pahlawan yang mampu mengalahkan serangga pengganggu, tetapi hanya sebentar karena muncul berbagai varian baru serangga yang lebih kebal terhadap racun ini. Demikian seterusnya, walaupun jenis dan dosis racun ditambah, spesies pesaing itu tetap bertahan dan semakin kebal.</p>
<p>Rachel Carson mengamati, alih-alih menghabisi hama pengganggu, tracun kimia itu justru membunuh aneka spesies yang berguna bagi manusia, seperti lebah penyerbuk dan burung pemakan hama. Pada gilirannya, racun kimia yang ditujukan kepada spesies pengganggu juga menggerogoti tubuh manusia. Singkatnya, menurut Rachel, “perang dengan racun kimia tak akan pernah dimenangi manusia.”</p>
<p>Walaupun tak pernah membaca Silent Spring atau buku-buku sejenis itu, Purwanto tahu betul bahwa racun kimia memang bukan jawaban untuk pertanian. “Kita cukup mendekat pada alam untuk tahu bahwa metode pertanian organik adalah yang terbaik untuk kehidupan,” kata petani muda dari dusun kecil ini. Dia sangat yakin gerakan menuju organik adalah perjuangan “untuk keberlangsungan lingkungan, dan akhirnya untuk keberlangsungan hidup manusia di bumi juga.”</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Kuncinya Mendekat pada Ibu Bumi, Ahmad Arif<br />
Kompas, 18.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
