<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hikmah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hikmah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hikmah"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:43:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[“Sapi Mirip Kangguru” Menggegerkan Banyuwangi]]></title>
<link>http://qalbusalim.wordpress.com/2009/11/29/%e2%80%9csapi-mirip-kangguru%e2%80%9d-menggegerkan-banyuwangi/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:30:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>qalbusalim</dc:creator>
<guid>http://qalbusalim.wordpress.com/2009/11/29/%e2%80%9csapi-mirip-kangguru%e2%80%9d-menggegerkan-banyuwangi/</guid>
<description><![CDATA[Warga Banyuwangi, Jawa Timur digegerkan lahirnya anak sapi berkaki dua. Sapi milik Solikin (38) warg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Warga Banyuwangi, Jawa Timur digegerkan lahirnya anak sapi berkaki dua. Sapi milik Solikin (38) warga Dusun Dambuntung Desa Kedungasri Kecamatan Tegaldelimo, Banyuwangi lahir sekitar pukul 24.00 WIB, Senin (24/11/2009). Saat lahir dari rahim induknya, sapi berkelamin betina ini hanya memiliki dua kaki saja. Yakni dua kaki di bagian belakang. Keunikan itulah yang sempat mengundang perhatian warga sekitar untuk melihat dari dekat.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sapi saya ini lahir Senin malam kemarin tanpa bantuan. Karena saya tahunya sudah keluar dari perut induknya, tapi masih basah dengan air ketuban,” jelas Solikin kepada detiksurabaya.com di kandang sapinya, Kamis (26/11/2009). Meski dilahirkan tak lengkap, hingga hari ini kondisi kesehatan sapi unik tersebut masih sehat. Untuk menyusu, sementara oleh pemiliknya dibantu meminumkan susu induknya yang diperas dan diminumkan menggunakan botol dot bayi.<!--more--><br />
Untuk menjaga kesehatannya, pemilik sapi memberikan susu sedikitnya 21 botol. Hal itu sesuai dengan saran petugas kesehatan hewan setempat yang sudah memeriksa kesehatan sapi. “Kata pak mantri sapi saya sehat, hanya diperlukan perawatan yang lebih dari sapi normal lainnya,” tambah Solikin sambil mengelus sapi aneh tersebut. Saat ini Solikin mulai membiasakan sapinya berjalan dengan dua kaki. Karena hanya memilik dua kaki belakang, maka cara jalannya menyerupai seekor kanguru. Yakni meloncat-loncat dengan tumpuan kaki belakang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seluruh Umat Islam Masuk Syurga]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/11/29/seluruh-umat-islam-masuk-syurga/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 17:54:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/11/29/seluruh-umat-islam-masuk-syurga/</guid>
<description><![CDATA[Nabi Bersabda: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ و]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nabi Bersabda: كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ و]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEEP YOUR SMILE AND OPEN YOUR HEART WHAT DO YOU FEEL (Catatan 2)]]></title>
<link>http://stno.wordpress.com/2009/11/28/keep-your-smile-and-open-your-heart-what-do-you-feel-catatan-2/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:41:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>stno</dc:creator>
<guid>http://stno.wordpress.com/2009/11/28/keep-your-smile-and-open-your-heart-what-do-you-feel-catatan-2/</guid>
<description><![CDATA[KEEP YOUR SMILE AND OPEN YOUR HEART WHAT DO YOU FEEL (Catatan 2) Bismillahirahmanirohim Keep your sm]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KEEP YOUR SMILE AND OPEN YOUR HEART WHAT DO YOU FEEL (Catatan 2) Bismillahirahmanirohim Keep your sm]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Allah Lebih Sayang Lagi... ]]></title>
<link>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/28/allah-lebih-sayang-lagi/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 12:30:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>suzannita</dc:creator>
<guid>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/28/allah-lebih-sayang-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Ternyata banyak hikmah yang kudapatkan dari kejadian kecil yang kualami satu minggu silam.  Hikmahny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/lovely-drops1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1119" title="lovely-drops1" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/lovely-drops1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="172" /></a>Ternyata banyak hikmah yang kudapatkan dari kejadian kecil yang kualami satu minggu silam.  Hikmahnya adalah Allah Lebih Sayang Lagi dengan Suzan Oktaria dan karena-Nya diri ini dilindungi dari kezhaliman.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia itu lemah dan pelupa. Hanya sekecil zarah nikmat yang Allah karuniakan, sulit  untuk kita menghargainya saat ia menjadi milik kita. Namun saat ia hilang diambil kembali oleh Tuannya, ketika itulah kita sadari ia adalah sebesar-besarnya nikmat.</p>
<p style="text-align:justify;">Lagu ini enak didengar, menyadarkan diri ini betapa besar nikmat yang diberikan Allah. Sayangnya filenya tidak bisa di &#8211; share ke blog ini&#8230; ntar searching sendiri aja deh &#8230;  :D</p>
<p style="text-align:justify;">MUHASABAH CINTA by Edcoustic</p>
<p style="text-align:justify;">Wahai&#8230; Pemilik nyawaku<br />
Betapa lemah diriku ini<br />
Berat ujian dariMu<br />
Kupasrahkan semua padaMu</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan&#8230; Baru ku sadar<br />
Indah nikmat sehat itu<br />
Tak pandai aku bersyukur<br />
Kini kuharapkan cintaMu</p>
<p style="text-align:justify;">Kata-kata cinta terucap indah<br />
Mengalun berzikir di kidung doaku<br />
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku<br />
Butir-butir cinta air mataku<br />
Teringat semua yang Kau beri untukku<br />
Ampuni khilaf dan salah selama ini<br />
Ya Ilahi&#8230;.<br />
Muhasabah cintaku&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan&#8230; Kuatkan aku<br />
Lindungiku dari putus asa<br />
Jika ku harus mati<br />
Pertemukan aku denganMu</p>
<blockquote><p>&#8220;saat nikmat hilang dari tubuhmu&#8230;.tiada guna lagi penyesalan&#8221;<br />
&#8220;saat pintu taubat tertutup&#8230;.sia-sia rayuanmu&#8221;</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang uang, kekayaan, dan kecantikan.]]></title>
<link>http://hujantanpapetir.wordpress.com/2009/11/28/tentang-uang-kekayaan-dan-kecantikan/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 12:10:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>hujantanpapetir</dc:creator>
<guid>http://hujantanpapetir.wordpress.com/2009/11/28/tentang-uang-kekayaan-dan-kecantikan/</guid>
<description><![CDATA[Cerita ini di ambil dari Majalah Fortune, Judulnya: Young and pretty lady wishes to marry a rich guy]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Cerita ini di ambil dari Majalah Fortune, Judulnya: Young and pretty lady wishes to marry a rich guy]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika hidup terasa]]></title>
<link>http://matamalaikat.wordpress.com/2009/11/28/ketika-hidup-terasa/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:37:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>adhie</dc:creator>
<guid>http://matamalaikat.wordpress.com/2009/11/28/ketika-hidup-terasa/</guid>
<description><![CDATA[INDAH,. Dunia tiba2 pnuh warna,lngit biru,hati jingga merona. Seakan ingin hidup slamax., BERAT,. Du]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>INDAH,.<br />
Dunia tiba2 pnuh warna,lngit biru,hati jingga merona. Seakan ingin hidup slamax.,<br />
BERAT,.<br />
Dunia srasa mhimpit dr smua sisi,ttekan dr tiap pnjuru. Tjatuh klbg plg dlm.<br />
TAPI,.<br />
Slalu ada tangan yg t&#8221;ulur, slalu ada tman,sodara n sahabat yg tulus.<br />
DAN,.<br />
Harus dyakini,slalu ada HIKMAH, bahwa dbalik KESULITAN kan ada KEMUDAHAN.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sopir Einstein sama dengan Albert Einstein]]></title>
<link>http://vikikurdiansyah.wordpress.com/2009/11/27/sopir-einstein-sama-dengan-albert-einstein/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:10:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>vikikurdiansyah</dc:creator>
<guid>http://vikikurdiansyah.wordpress.com/2009/11/27/sopir-einstein-sama-dengan-albert-einstein/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah, Albert Einstein begitu lelah dalam memberikan ceramah dan kuliah umum di beberapa tempat da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Alkisah, Albert Einstein begitu lelah dalam memberikan ceramah dan kuliah umum di beberapa tempat da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia bermental kucing]]></title>
<link>http://vikikurdiansyah.wordpress.com/2009/11/27/manusia-bermental-kucing/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:03:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>vikikurdiansyah</dc:creator>
<guid>http://vikikurdiansyah.wordpress.com/2009/11/27/manusia-bermental-kucing/</guid>
<description><![CDATA[Bila seekor kucing diberi makanan yang lezat, ikan asin misalnya, kemudian kita menemani kucing itu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bila seekor kucing diberi makanan yang lezat, ikan asin misalnya, kemudian kita menemani kucing itu ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nasi Jadi Buku dan Hal yang Luar Biasa]]></title>
<link>http://vikikurdiansyah.wordpress.com/2009/11/27/nasi-jadi-buku-dan-hal-yang-luar-biasa/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:59:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>vikikurdiansyah</dc:creator>
<guid>http://vikikurdiansyah.wordpress.com/2009/11/27/nasi-jadi-buku-dan-hal-yang-luar-biasa/</guid>
<description><![CDATA[Bila membaca judul di atas, pasti muncul tanda tanya besar di benak Anda. Bisakah nasi jadi buku? Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bila membaca judul di atas, pasti muncul tanda tanya besar di benak Anda. Bisakah nasi jadi buku? Te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan Haji 1430 H untuk Umat Islam]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/27/pesan-haji-1430-h-untuk-umat-islam/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:16:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/27/pesan-haji-1430-h-untuk-umat-islam/</guid>
<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim Musim haji identik dengan musim semi bagi spiritualitas dan memancarnya cah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim Musim haji identik dengan musim semi bagi spiritualitas dan memancarnya cah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kembali ke Nurani]]></title>
<link>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/27/kembali-ke-nurani/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 10:34:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Baihaqi</dc:creator>
<guid>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/27/kembali-ke-nurani/</guid>
<description><![CDATA[Suatu saat sejumlah sahabat berkumpul di hadapan Rasulullah saw dalam sebuah majelis. Di antara mere]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu saat sejumlah sahabat berkumpul di hadapan Rasulullah saw dalam sebuah majelis. Di antara mere]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelajaran dari Hunain]]></title>
<link>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/27/pelajaran-dari-hunain/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 10:26:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Baihaqi</dc:creator>
<guid>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/27/pelajaran-dari-hunain/</guid>
<description><![CDATA[Dan ingatlah peperangan Hunain, ketika waktu itu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah mereka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dan ingatlah peperangan Hunain, ketika waktu itu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah mereka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rasa Malu]]></title>
<link>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/27/rasa-malu/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 10:12:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Baihaqi</dc:creator>
<guid>http://baihaqiakhmad.wordpress.com/2009/11/27/rasa-malu/</guid>
<description><![CDATA[Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idul Adha 10 Dzulhijah 1430 H]]></title>
<link>http://gwtebak.wordpress.com/2009/11/27/idul-qurban-10-dzulhijah-1430-h/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 08:16:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>oceaania</dc:creator>
<guid>http://gwtebak.wordpress.com/2009/11/27/idul-qurban-10-dzulhijah-1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar&#8230;Lailahailallah Wallahu Akbar..Allahu Akbar Walillahil]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar&#8230;Lailahailallah Wallahu Akbar..Allahu Akbar Walillahilhamd..<br />
Gemuruh takbir dan tahmid membumbung ke angkasa memuji kebesarannya menyambut datangnya Fajar 10 Dzulhijah 1430 H.</p>
<p style="text-align:left;">Hari Raya Idul Adha pada hakekatnya adalah untuk mengingatkan pada kita bahwa untuk menuju pada Taqwa perlu adanya pengorbanan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim as, ketika beliau bermimpi untuk menyembelih Ismail as anaknya, beliau langsung berupaya melaksanakannya karena memang mimpi seorang Nabi merupakan wahyu perintah Allah. Sebagai seorang orang tua Nabi Ibrahim juga sangat sayang kepada anaknya sebagaimana kita. Ketika dikomunikasikan kepada Ismail anaknya, Ismail lalu berkata :</p>
<blockquote><p>&#8220;kalau memang ini perintah Allah maka laksanakanlah mudah-mudahan Engkau (ibrahim as) termasuk orang-orang yang sabar&#8221;</p></blockquote>
<p>Disini terlihat keberhasilan Ibrahim as dalam mendidik anaknya, Ismail berhasil di tempa menjadi anak yang shalih, tanpa reserve Ibrahim langsung mengiyakan asalkan perintah dari Allah, kita lihat ada synergi dalam menjalankan taqwa dalam keluarga yang patut kita teladani&#8230;</p>
<p>Mungkin ini salah satu hikmah Idul Adha tahun ini dari sekian hikmah yang terkandung di dalamnya..</p>
<p>Selamat Idul Adha 10 Dzulhijah 1430 H</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[bangsa dan moralitas]]></title>
<link>http://adnandisini.wordpress.com/2009/11/27/bangsa-dan-moralitas/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 06:21:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>adnandisini</dc:creator>
<guid>http://adnandisini.wordpress.com/2009/11/27/bangsa-dan-moralitas/</guid>
<description><![CDATA[adnan mubarak, Jakarta 22 jumadil awwal 1430 h dimasa ketika awal islam turun di mekah. seluruh duni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[adnan mubarak, Jakarta 22 jumadil awwal 1430 h dimasa ketika awal islam turun di mekah. seluruh duni]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ilmu yang tidak diamalkan]]></title>
<link>http://arexkediri.wordpress.com/2009/11/27/ilmu-yang-tidak-diamalkan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:17:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Izzy Nurezzy</dc:creator>
<guid>http://arexkediri.wordpress.com/2009/11/27/ilmu-yang-tidak-diamalkan/</guid>
<description><![CDATA[العم بلا عمل كاالشجر ة بلا ثمرة‎ &#8220;Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah.&#8221; begitula]]></description>
<content:encoded><![CDATA[العم بلا عمل كاالشجر ة بلا ثمرة‎ &#8220;Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah.&#8221; begitula]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jika Istri Cerewet]]></title>
<link>http://deltapapa.wordpress.com/2009/11/27/jika-istri-cerewet/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 18:04:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>deltapapa</dc:creator>
<guid>http://deltapapa.wordpress.com/2009/11/27/jika-istri-cerewet/</guid>
<description><![CDATA[Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERJALANAN]]></title>
<link>http://curusetra.wordpress.com/2009/11/26/perjalanan-2/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:47:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>HILAL ALIFI</dc:creator>
<guid>http://curusetra.wordpress.com/2009/11/26/perjalanan-2/</guid>
<description><![CDATA[[1.] Sang arif, Saadi dari Shiraz, sedang berjalan-jalan sepanjang lorong dengan muridnya. Saat itu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>[1.]<br />
Sang arif, Saadi dari Shiraz, sedang berjalan-jalan sepanjang lorong dengan muridnya. Saat itu dia melihat seseorang yang sedang berusaha menggerakkan kudanya. Karena kudanya <a href="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/saadi_sherozi.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-427" title="Saadi_sherozi" src="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/saadi_sherozi.jpg?w=216" alt=" " width="151" height="210" /></a>menolak, orang itu memanggilnya dengan nama-nama buruk yang terlintas dipikirannya.</p>
<p>&#8220;Jangan bodoh,&#8221; kata Saadi. &#8220;Kudamu tidak akan pernah mengenal bahasamu. Kau sebaiknya lebih tenang dan belajar bahasanya dulu.&#8221;</p>
<p>Dan di kala dia berjalan melewati orang itu, dia berkata pada muridnya:<br />
&#8220;Sebelum kau berargumen dengan seekor kuda, ingatlah peristiwa yang kau saksikan barusan.&#8221;</p>
<p>[2.]<br />
Seorang guru sufi dan muridnya sedang berjalan melintasi padang pasir di Afrika. Ketika malam hari, mereka mendirikan tenda dan beristirahat.</p>
<p>&#8220;Betapa sunyi malam ini!&#8221; kata sang murid.</p>
<p>&#8220;Jangan pernah bilang &#8216;betapa sunyi malam ini!&#8217;,&#8221; kata sang guru. &#8220;Tapi bilanglah: &#8216;Aku tidak bisa mendengar alam&#8217;.&#8221;</p>
<p>[3.]<br />
Saadi dari Shiraz pernah cerita kisah berikut:</p>
<p><a href="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/meister_des_diwan-von-hafiz-manuskripts_001.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-428" title="Meister_des_Dîwân-von-Hafiz-Manuskripts_001" src="http://curusetra.wordpress.com/files/2009/11/meister_des_diwan-von-hafiz-manuskripts_001.jpg?w=149" alt=" " width="149" height="300" /></a>Ketika saya masih kecil, saya pernah sembahyang dengan bapak, paman dan misan-misan saya. Tiap malam kami bersama-sama mendengar bacaan sebagian Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Suatu malam, ketika paman saya membaca satu bagian dengan suara keras, saya memperhatikan bahwa kebanyakan orang sedang mengantuk. Saya bilang pada bapak saya, &#8220;Tidak ada satupun dari orang-orang ngantuk ini mendengarkan kata-kata kitab suci. Mereka tidak pernah mencapai Tuhan.&#8221;</p>
<p>Dan bapak saya bilang, &#8220;Anakku sayang, lihatlah jalanmu sendiri dengan mata iman dan biarkan orang lain menjaga diri mereka sendiri. siapa tahu, mungkin mereka sedang berbicara dengan Tuhan dalam mimpi. Percayalah, aku lebih suka kau mengantuk seperti mereka daripada mendengar penilaian kasar dan kutukanmu.&#8221;</p>
<p style="text-align:right;"># Paulo Coelho,<br />
<em>Stories for Parents, Children and Grandchildren</em>, Vol 1.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Becermin Diri]]></title>
<link>http://rizaldp.wordpress.com/2009/11/27/becermin-diri/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 17:06:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rizal Dwi Prayogo</dc:creator>
<guid>http://rizaldp.wordpress.com/2009/11/27/becermin-diri/</guid>
<description><![CDATA[Tatkala kudatangi sebuah cermin Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat Na]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tatkala kudatangi sebuah cermin Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat Na]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keterbatasan Manusia Dalam Film 2012]]></title>
<link>http://rizaldp.wordpress.com/2009/11/26/keterbatasan-manusia-dalam-film-2012/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:25:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rizal Dwi Prayogo</dc:creator>
<guid>http://rizaldp.wordpress.com/2009/11/26/keterbatasan-manusia-dalam-film-2012/</guid>
<description><![CDATA[Film 2012 yang diisukan sebagai film tentang kiamat, ternyata salah besar. Bayangkan saja, hari kiam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Film 2012 yang diisukan sebagai film tentang kiamat, ternyata salah besar. Bayangkan saja, hari kiam]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses karena Hormati Ibu]]></title>
<link>http://santribuntet.wordpress.com/2009/11/26/sukses-karena-hormati-ibu/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:53:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>santribuntet</dc:creator>
<guid>http://santribuntet.wordpress.com/2009/11/26/sukses-karena-hormati-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" src="http://prayingtodarwin.files.wordpress.com/2008/12/mother_son.jpg?w=247&#038;h=335" alt="" width="247" height="335" />Ibu, Ummi, Mother atau apa saja panggilannya bila kita hormati dengan tulus serta melayaninya dengan tabah, niscaya akan membawa kedamaian dalam hidup. Dalam bahasa pesantren, anak yang berbakti kepada ibunya (orang tua) maka dia akan &#8220;sukses&#8221; lahir batin, dunia akherat. Mau Bukti?</p>
<p>Abu Yazid Al Bustami, seorang ulama yang sangat dihormati dikalangan para sufi dan generasi kini, banyak pula karangan kitabnya ternyata beliau sangat hormat dan bakti kepada ibunya.</p>
<p>&#160;</p>
<p><!--more-->Dalam sebuah kitab klasik dikatakan, kalau beliau itu sama sekali tidak mau membantah perintah sang Ibu. Saat beliau membaca ayat  <em>“Anisykurli waliwaalidaika ilaiyal Mashir”</em> yang artinya: “Hendaklah bersyukur kepadaKu dan kepada kedua orang tua (Ibu Bapakmu). Hanya kepadaKulah kamu kembali” (QS:Luqman 14)</p>
<p>Abu Yazid Al Bustomi kemudian meminta petunjuk kepada Ibunya dan dia berkata, &#8220;Ibu, hatiku gelisah setelah mendengar ayat Alloh itu. Aku tidak bisa membagi hatiku pada Ibu (orang tuaku) ataukah pada ALLOH, maka mintakanlah pada ALLOH agar kewajibanku bakti pada-NYA ditiadakan, agar dapatlah semata-mata aku berbakti kepadamu”.</p>
<p>”Tidak Yazid, kewajiban menghormat  kepadaku aku lepaskan, agar kamu bisa bebas beribadah kepada Allah subhanahu wata&#8217;ala, &#8221; jawabnya penuh bijak.</p>
<p>Sikap ulama salaf memang cukup aneh, salah satunya adalah memiliki kebiasaan tidak banyak memerintahkan atau menuntut kepada anak-anaknya. Sebab alasan para ulama salaf itu seandainya banyak perintah kepada anak atau banyak menuntut, maka sedikit saja si anak tidak menurut, sudah dikategorikan sebagai &#8220;anak durhaka.&#8221;  Bahkan dalam bahasa Al Quran, mengatakan &#8220;ah&#8221; (keluhan?) kepada orang tua adalah tindakan yang terlarang.</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230; Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.<em>” </em> (QS. Al-Israa: 23-24)</p></blockquote>
<p>Sebuah penelitian kecil di antara kawan-kawan saya yang merantau di kota, ada sedikit perbedaan di mana kawan yang begitu baik kepada orang tuanya, mereka cenderung lebih &#8220;sukses&#8221;. Kemuliaan itu ia dapatkan mungkin karena begitu bakti kepada ibunya. Disamping memang jalan untuk sukses itu ia raih dengan kerja keras. Namun kerja keras yang didukung oleh doa-doa sang ibu tentu sangat bernilai dibanding tanpa dukungan doa.</p>
<p>Kini kita bisa mengambil hikmah bahwa kata ulama kunci sukses hidup itu adalah bagaimana pandai-pandai bersyukur kepada Allah dan kepada orang tuanya. Sebaliknya, hidup yang &#8220;seret&#8221; bisa jadi muasalnya dari cara pandang  kepada  orang tua terutama ibu sebagai orang yang tidak layak dihormati. Wallahu a&#8217;lam</p>
<p>NB: Kepada pembaca blog saya, mohon maaf lama sekali saya berlibur tidak menulis. Juga kepada para tamu yang tidak direspon, saya sekali lagi mohon maaf. Jika mau YM atau Gtalk, silahkan di <a href="mailto:kurtubi@yahoo.com">kurtubi@yahoo.com</a> atau <a href="mailto:mkurtubi@gmail.com">mkurtubi@gmail.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Long time no see]]></title>
<link>http://magicpencil.wordpress.com/2009/11/26/long-time-no-see/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:20:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>aulia fr</dc:creator>
<guid>http://magicpencil.wordpress.com/2009/11/26/long-time-no-see/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu’alaikum.. Teman2, lama tak jumpa ya, udah kelas 3 mah sibuk nih, susah nyempetin diri buat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Assalamu’alaikum..</p>
<p>Teman2, lama tak jumpa ya, udah kelas 3 mah sibuk nih, susah nyempetin diri buat nulis teh. Sementara cerita2 udah berseliweran tapi ga sempet nuanginnya ke tulisan. Tapi untunglah ada soal-soal mekanika jadi lumayan ada kerjaan. Lho? Ga nyambung ya? Gapapa lah ya, lanjutin aja ok?</p>
<p>Ceritanya nih di postingan ini saya (saya? Udah lama ga nulis jadi kagok uy) mau sedikit bagi2 ilmu yang udah didapet, yang mudah-mudahan bermanfaat dan bisa langsung diaplikasikan.</p>
<p>Ok, jadi begini, waktu Ramadhan kemarin, si ibu ngasih 2 lembar fotokopian. Judulnya lupa, tapi intinya lembaran itu memberitahukan bahwa Pak Hernowo membuka SEKOLAH MENGIKAT MAKNA untuk siswa kelas 3SMP-3SMA dengan Pak Hernowo terjun langsung sebagai pengajarnya. (Btw, pd tau Pak Hernowo kan? Itu lho, yang banyak nulis buku-buku motivasi dan buku panduan untuk “penulis pemula”. Bukunya banyak banget!! <em>Andaikan Buku Sepotong Pizza, Quantum Learning, Quantum Reading, Mengikat Makna, dll.</em>) Jadwalnya tiap Senin-Kamis-Sabtu dari jam 16.00-17.30 kira2. Berhubung rumah beliau ga begitu jauh, masih kuat lah kalo naik sepeda kesana, akhirnya aku setuju waktu disuruh ibu ikutan. Pak Hernowo gitu yang ngajarnya. Wah… Pasti asik..! Dan yang paling bikin seneng, biayanya nol rupiah!!^^ Beliau juga nyantumin di lembar itu kalo syarat ikut sekolah ini cuma 3: bawa buku catatan, bawa buku cerita yang paling disukai, dan mengajukan minimal 1 pertanyaan yang ditulis di buku catatan. Simpel kan?</p>
<p>Hari Kamis sepulang sekolah aku kesana. Dan wow! Akhirnya ketemu juga sama Pak Hernowo tapi… pesertanya SMP smua, hiks. Gapapa2, ga ada kata malu buat belajar, ya ga? Waktu aku nyampe, acaranya udah setengah jalan, yaudah aku ikutin aja dengan konsentrasi penuh pada tiap kata-kata Pak Hernowo. Sistem sekolahnya ga formal, mungkin tujuan beliau agar peserta yang ikut bisa ter-explore karena suasananya dibuat senyaman mungkin seperti sedang mengobrol bersama teman.</p>
<p>Pertemuan kali itu membahas seputar tujuan dari sekolah itu didirikan. Berangkat dari ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan, “Iqra”, “Bacalah!”. Beliau ingin menumbuhkan minat baca yang tinggi pada generasi muda yang saat ini sudah dibombardir media dan fasilitas yang melenakan. Lalu beliau mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” Beliau melihat realita bahwa siswa-siswa seolah dipaksa untuk memahami pelajaran, contohnya banyak guru yang berkata: “Kalian baca halaman 30-50, minggu depan akan diulangankan!” Si guru tidak memperhatikan bahwa 20 halaman itu sangat memberatkan siswa dengan paragraf yang panjang-panjang dan tulisan yang berderet sangat rapi. Siswa hanya diminta membaca tanpa mengikat maknanya, lalu ketika nilai siswa ancur semua, siapa yang disalahkan? (Siswanya dong, salah sendiri bacanya males-malesan^^). Di sini Pak Hernowo mengajarkan bagaimana cara mengikat makna yang akan memberikan manfaat pada kita untuk ke depannya.</p>
<p>Mengikat makna akan jauh lebih lebih bermanfaat dibanding hanya membaca dan paham saja. Karena seperti yang dikatakan Sayyidina Ali, kita perlu mengikat makna agar ilmu yang kita punya tidak hilang begitu saja ketika angin menerjang. Caranya? Ternyata sangat mudah, kawan! Seperti menulis di buku notes, hanya tambahkan kata <strong>aku</strong> sebagai subjeknya. Contohnya:</p>
<p><em>Hari ini aku baru tau lho, kalo sebenernya energi ionisasi itu ga nentuin kereaktifan suatu unsur, yang nentuin itu kelektronegatifannya. Waduh, berarti ulangan kemarin essay no.3 aku salah dong T.T</em></p>
<p>Yang di atas mah malah curhat pengalaman sendiri, hehe. Tapi intinya gitu. Kita harus terlibat dalam catatan yang kita buat. Tulis aja seolah-olah kita lagi ngobrol sama seseorang. Tambahin komentar-komentar yang mencolok dan sekiranya bisa bikin kita inget terus sama yang kita tulis.</p>
<p>Ilmu yang aku dapet dari sekolah ini banyak banget, subhanallah.. Makasih banyak, Pak. Aku juga ga pernah lupa sama satu pertemuan yang saat itu sebenernya sekolah libur tapi aku ga tau dan keburu dateng. Alhamdulillah istri beliau menyambut dengan ramah dan bilang nawarin buat nunggu Pak Hernowo pulang kerja. (aduh maaf Pak, pulang kerja langsung diganggu). Kali itu aku kayak privat eksklusif sama Pak Hernowo.</p>
<p>Di akhir pertemuan, aku bilang: “Pak, saya udah bikin blog, barangkali Bapak mau kunjungi terus mengomentari. Boleh Pak?” (udah siap-siap pegang pulpen buat nulis alamat blog ini)</p>
<p>Tiba-tiba beliau menjawab: “Saya tanya dulu, buat apa Adik bikin blog?”</p>
<p>Aku: (diam, berpikir)</p>
<p>Bapak: “Sudah banyak orang yang minta dinilai tulisannya dan bilang: kunjungi blog saya Pak, tapi saya selalu nanya tujuan mereka bikin blog apa. Isi blognya apa. Apakah cuma buat ikut-ikut orang atau apa. Kalau kamu sudah yakin tujuan kamu, ga perlu tanya pendapat orang lain, menulis saja dengan percaya diri. Kalau kamu yakin kamu nulis yang bermanfaat bagi orang lain, lanjutkan menulis, kalau engga ya jangan, buat apa nulis kalau ga ada tujuan.”</p>
<p>Aku: (melongo. Pulpen hampir jatuh dari genggaman)</p>
<p>Bapak: “Saya ga ngelarang Adik bikin blog ya, hanya sayang saja, cape2 buat blog kalau g ada manfaatnya. Tau tidak AMBAK? Apa Manfaatnya Bagiku?”</p>
<p>Aku: “Oh iya tau Pak, saya udah baca bukunya”</p>
<p>Bapak: “Nah, praktekkan itu, ok?”</p>
<p>Pertemuan yang sangat berkesan ini ditutup dengan azzamku dalam hati : Aku akan buat magicpencil.wordpress.com jadi berguna bagi siapapun yang membacanya, kan kata Pak Hernowo juga“kalau yakin itu bermanfaat, lanjutkan!”</p>
<p>Begitulah, teman2, ilmu yang dipetik dari seorang penulis terkenal, Pak Hernowo, selama Ramadhan kemarin. Sebenernya ilmunya yang aku dapet ga hanya sampai sini, masih banyak ilmu-ilmu berharga yang cukup ditulis 1 kali slesai. Tapi  jangan khawatir, postingan2 selanjutnya ngantri buat dibaca..!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Jangan tersinggung ya..kamu nggak diajak!"]]></title>
<link>http://tonydwisusanto.wordpress.com/2009/11/26/jangan-tersinggung-ya-kamu-nggak-diajak/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 11:10:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>tonydwisusanto</dc:creator>
<guid>http://tonydwisusanto.wordpress.com/2009/11/26/jangan-tersinggung-ya-kamu-nggak-diajak/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin&#8230;jadi ingat kejadian sekitar 15 tahun yang lalu. Suatu malam, saya lek2an bareng temen2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://tonydwisusanto.wordpress.com/files/2009/11/kerjasama.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-970" title="kerjasama" src="http://tonydwisusanto.wordpress.com/files/2009/11/kerjasama.jpg" alt="" width="116" height="82" /></a>Kemarin&#8230;jadi ingat kejadian sekitar <strong>15 tahun yang lalu</strong>.<br />
Suatu malam, saya lek2an bareng temen2ku. Meski kami hanyalah temen alumni, namun alhamdulillaah ikatan persahabatan rasanya masih dihati kami. Lek2an, nggelar tikar didepan rumah salah seorang teman kami. Obrolan kami asyik ke sana ke sini, hingga akhirnya 3 orang teman saya mulai membicarakan sesuatu yang saya nggak ngerti. Sebuah &#8216;BISNIS&#8217; di antara mereka&#8230;.mereka membicarakannya serius seakan tidak ada saya di situ. Berbicara tentang apa yang bisa dilakukan bahkan peran masing-masing teman. Sediih rasanya hati saya saat itu&#8230;seakan saya di&#8217;tiadakan&#8217;&#8230;ke-mengertian saya akan keterbatasan diri dan ilmu saya membuat hati saya saat itu mampu memahami kenapa saya di&#8217;tiada&#8217;kan. &#8220;Kenapa ya kok saya nggak diajak?&#8221;&#8230;&#8221;saya khan bisa bantu2 marketing..&#8221; ..&#8221;kenapa ya mereka ngobrol kerjasama antar 3 orang sementara ada sahabatnya ke-4 yang ikut mendengarkan?&#8221;&#8230;&#8221;Apakah saya memang sama sekali bukan siapa-siapa dan tidak bermanfaat apa2?&#8221;. Sampai dipertanyaan &#8216;nelangsa&#8217; yang terakhir ini membuat saya ingat sebuah kejadian: saat saya dan sahabat saya bertamu ke rumah sahabat saya yang lain&#8230;begitu masuk ke rumah mewah sahabat saya, dengan muka PD saya tersenyum mencoba menyapa ibu teman saya&#8230;Ibu teman saya tersenyum dan bertanya ,&#8221;Gimana kabar ibu??&#8221;&#8230;kaget, <!--more-->hampir saya menjawab..untung sahabat saya (yg datang bersama saya) segera menjawab,&#8221;Ibu baik2 saja Bu!&#8221;. Ya Alloh&#8230;untung saya nggak menjawab&#8230;emang siapa kamu Ton??! kok bisa2nya ibu sahabat kamu kenal ibu kamu yang cuman &#8216;Bakul Kampung&#8217;?!..sedih saya saat itu karena senyum saya tidak berbalas bahkan tidak disapa. Tapi, siapakah saya? disitu saya kembali menerima diri&#8230;</p>
<p><strong>2003</strong>&#8230;cerita perjalanan bisnis teman-teman kantor saya akhirnya saya dengar.Beberapa teman saya bersepakat, melakukan &#8216;tour&#8217; pelatihan dibeberapa kota. Saya&#8230;tidak diberitahu, apalagi diajak. Sedih juga, tapi saya kembali mencoba mengerti&#8230;mungkin, memang saya belum bermanfaat apa-apa bagi mereka.</p>
<p><strong>Rabu 26 November 2009</strong>&#8230;.sebuah email masuk ke INBOX saya. Saya nggak kenal siapa pengirimnya, namun jelas disitu tertulis seseorang yang &#8216;tidak biasa&#8217;..seseorang dengan jabatan strategis di negara luar Indonesia. Bukan hanya pengirimnya yang luar biasa, namun isi singkat yang membuat saya memahami hikmah cerita saya selama ini. Dari seseorang yang sama sekali tidak saya kenal, dengan posisi luar biasa di luar Indonesia mengirimi saya sebuah &#8216;tawaran&#8217; untuk masuk tim Proyek Bank Dunia di Indonesia!!! MasyaAlloh&#8230;!! &#8230;Saya belum memutuskan apakah saya akan mengirimkan CV saya, tapi yang jauh lebih luar biasa bagi saya, email ini telah membuka mata hati &#8216;pengertian&#8217; saya selama ini. Seakan email ini berkata:</p>
<p>&#8220;Tony&#8230;.terimalah, Jangan pernah sekali-kali mengharap orang lain mengajak bekerja sama jika memang kamu belum berarti apa-apa buat mereka, jika kamu memang belum dipandang memiliki pengalaman, pengatahuan, dan ketrampilan yang mereka butuhkan. Siapapun, tidak perduli sahabat ataupun teman, mereka tidak akan mengajakmu dalam sebuah kerjasama jika kamu memang bukan apa-apa.<br />
Tapi..yakinlah, focuslah membangun kemanfaatan diri&#8230;focuslah membangun kemampuan, pengetahuan, dan ketrampilan diri. Pada saatnya nanti, tidak perlu kamu meminta untuk diajak, dirimu sendiri yang akan mampu menciptakan peluang&#8230;setiap orang yang akan menghubungi dan mengajakmu&#8230;setiap orang yang akan membutuhkanmu karena kamu memang bermanfaat.<br />
Tony&#8230;jadi terimalah!..tawaran kerjasama yang datang kepadamu adalah cermin persepsi orang akan kemanfaatan dan kompetensimu!&#8230;Jangan salahkan orang lain, jangan bersedih terlalu lama! Focuslah..Focuslah terus meningkatkan dan memperbaiki diri! Buktikan hipotesis ini peluang yang akan datang sendiri menghampiri!!!&#8221;</p>
<p>Alhamdulillaaah</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangkit, Lupakan Masa Lalu]]></title>
<link>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/26/bangkit/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:29:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>suzannita</dc:creator>
<guid>http://suzannita.wordpress.com/2009/11/26/bangkit/</guid>
<description><![CDATA[Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/future-present_-past.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1114" title="future-present_-past" src="http://suzannita.wordpress.com/files/2009/11/future-present_-past.jpg?w=199" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.</p>
<blockquote><p><a href="http://default.tabloidnova.com/article.php?name=/sendiri-lagi-jangan-cuma-bermuram-durja&#38;channel=keluarga%2Fkonsultasi"><span style="font-size:xx-small;">Sendiri Lagi? Jangan Cuma Bermuram Durja! </span></a></p>
<div>
<p><img src="http://default.tabloidnova.com/files/article/photo/30781_sendiri%20lagi.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="200" height="175" align="left" /><strong>Bilamana hubungan asmara yang sudah dijalin sejak lama putus di tengah jalan, rasanya seperti kiamat. Habis, segala sesuatu yang tadinya dikerjakan berdua, sekarang harus Anda kerjakan sendiri. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Bisa jadi perpisahan tersebut merupakan kemauan Anda atau keputusan kedua belah pihak. Sedih dan kecewa, boleh-boleh saja. Tapi jangan berlarut-larut, dong. Ikuti langkah berikut agar Anda tetap terus maju dan melupakan masa lalu.</p>
<p><strong>Sibukkan Diri</strong><br />
Singkirkan semua barang yang mengingatkan Anda padanya. Buang semua foto dan surat cintanya. Hadapi kenyataan bahwa dia sudah bukan &#8220;milik&#8221; Anda lagi. Sibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan, habiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan yang selama ini tak bisa atau tak sempat Anda lakukan.</p>
<p><strong>Lepaskan Kemarahan</strong><br />
Teriak dan jerit sepuas-puasnya sambil menatap foto mantan Anda lalu sobek dan bakar. Tulis sebuah surat yang sangat kasar untuk melukiskan kekesalan Anda terhadap mantan dan tempelkan di kaca di kamar sambil meninju bantalan tinju.</p>
<p>Kemarahan yang ditahan dapat meracuni perasaan Anda dan menimbulkan rasa benci. Hindari rasa benci. Maka dari itu, keluarkan perasaan marah Anda sampai tak bersisa. Untuk melakukan hal ini bukanlah suatu proses yang menyenangkan dan Anda perlu melakukannya di ruang tertutup tanpa terlihat orang lain.</p>
<p><strong>Curhat</strong><br />
Hindari membahas masalah dengan mantan Anda karena tidak ada gunanya. Sahabat yang selama ini pendapatnya Anda hargai pasti mau dan bisa membantu Anda menghadapi perpisahan ini dengan obyektif. Baik atau jelek, perpisahan merupakan pengalaman yang membantu seseorang untuk menjadi lebih bijaksana. Bila Anda mempunyai masalah yang harus diselesaikan, hadapi secara dewasa dan mandiri demi perbaikan kehidupan percintaan Anda.</p>
<p><strong>Buang Rasa Kasihan</strong><br />
Buang jauh-jauh rasa mengasihani diri sendiri untuk mengurangi depresi. Hal ini juga merupakan cara mengatasi kemarahan. Anda tidak ingin hidup sendiri. Anda telah berpisah, jadi jangan menutup diri dengan melarikan diri pada minuman keras, minum es krim yang berlebihan, atau tidur selama 24 jam. Hal ini merupakan tanda-tanda depresi. Keluar dan temui teman-teman dan keluarga Anda. Lakukan olah raga yang teratur.</p>
<p><strong>Tidur Teratur</strong><br />
Meski merasa lelah batin, usahakan tidur teratur dan bangun pagi pada jam yang sama setiap hari. Mulailah berkencan lagi untuk memastikan diri sudah bisa menerima status kesendirian Anda. Anda dapat mencari teman kencan melalui internet atau apa saja<strong> </strong></p>
<p><strong>Lupakan Masa Lalu</strong><br />
Buka lembaran baru hidup Anda. Lupakan masa lalu. Jangan terus terbelenggu dengan kenangan masa lalu yang membuat Anda hanya hidup di alam mimpi. Ayo, bangkit! Dunia belum kiamat, kok!</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Apapun kondisi kita hari ini, mari arahkan pandangan ke depan. Jangan biarkan masa lalu menghambat atau menghentikan kita. Melihat kaca spion itu perlu, tapi jika terus melihat ke kaca spion, bisa-bisa menabrak!</p>
<p>Mengutip dari artikel yang dibaca ini,  Ayo&#8230; ini  saatnya Bangkit,  mengembalikan Semangat… Ceria… dan meninggalkan semua bayang masa lalu…</p>
<blockquote></blockquote>
<p><!-- .article_label_col {         width: 11em; } .article_content_col {         width: 23em; } --> <!--  --> <!--  --></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sanggupkah Kita Mengorban "Ismail" Tercinta]]></title>
<link>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/26/sanggupkah-kita-mengorban-ismail-tercinta/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 09:10:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>keepfight</dc:creator>
<guid>http://keepfight.wordpress.com/2009/11/26/sanggupkah-kita-mengorban-ismail-tercinta/</guid>
<description><![CDATA[Seabad kehidupan Ibrahim penuh dengan perjuangan, gerakan, keterlunta-luntaan, jihad dan perang mela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seabad kehidupan Ibrahim penuh dengan perjuangan, gerakan, keterlunta-luntaan, jihad dan perang melawan kebodohan kaumnya, kemusyrikan, penindasan Namrudz dan kefanatikan manusia-manusia penyembah berhala. Ibrahim tinggal di rumah Azar, bapaknya yang juga seorang penyembah berhala tulen bahkan dia adalah pembuat berhala tersohor, bersama istrinya Sarah -wanita cantik tapi tidak memberinya anak.</p>
<p><!--more--><br />
Ibrahim makin tua dan kesepian. Walaupun berada di puncak kenabiannya, namun ia adalah seorang manusia biasa. Dan seperti manusia biasa lainnya, ia menginginkan seorang anak. Apalagi usianya kian senja. Ia tidak berpengharapan, karena menurut pertimbangan akal sederhanapun hal itu rasanya tidak mungkin. Ibrahim hanya dapat mendambakan. Maka berdoalah dia :</p>
<p><em>&#8220;Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh&#8221;</em> <strong>(QS. Ash Shaaffat 100). </strong></p>
<p>Allah akhirnya melimpahkan karuniaNya kepada lelaki tua yang telah membelanjakan habis seluruh hidup dan kehidupannya dan menanggungkan penderitaan demi menyebarluaskan risalahNya. Melalui wanita bernama Hajar, Allah memberinya seorang anak bernama Ismail</p>
<p><em>&#8220;Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar&#8221; </em><strong>(Qs. As Shaaffat 101) </strong></p>
<p>Ismail tentu bukan hanya seorang putera bagi ayahnya. Ismail adalah buah didambakan Ibrahim seumur hidupnya dan karunia yang diterimanya sebagai orang yang telah memenuhi hidupnya dengan perjuangan. Sebagai putera tunggal dari seorang lelaki tua yang telah menanggungkan penderitaan yang berkepanjangan, Ismil pun merasakan penuhnya kasih sayang dan cinta ayahnya.<br />
Ismail tumbuh di bawah asuhan dan kasih saying seorang ayah yang mengabdikan hidup demi memenuhi perintahNya. Bagi Ibrahim, Ismail bak satu-satunya pohon yang hijau yang tumbuh di kebun gersang milik seorang petani tua.</p>
<p>Ismail berbeda dengan dengan anak-anak lain. Kelahirannya telah didambakannya selama seratus tahun, dan di luar pekiraan ayahnya. Ismail tumbuh sebagai batang yang kekar. Ia mendatangkan kecerahan dan kebahagiaan ke dalam hidup Ibrahim. Ia adalah harapan, kecintaan dan buah hati Ibrahim. Akan tetapi, tanpa diduga-duga, wahyu Allah turun memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail.<br />
<em><br />
&#8220;Maka tatkalah anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu&#8221;</em> (QS. Ash Shaffat 102).<br />
Betapa goncangan jiwa Ibrahim ketika menerima wahyu yang luar biasa beratnya ini. Duka nian hatinya, batinnya sangat goncang menerima wahyu itu. Tetapi wahyu itu adalah perintah Allah, perintah untuk menyembelih Ismail -buah hatinya- konflik pun terjadi dalam batinnya. Siapakah yang lebih disayanginya: Allah ataukah Ismail? Dalam kondisi seperti itu, adalah sebuah keputusan yang amat sulit untuk dipecahkan.</p>
<p>Allah-dengan Maha Rahman dan Maha RahimNya- telah memberikan berbagai kenikmatan kepada manusia dalam kehidupan ini. Manusia menghirup udara tanpa batas dan tanpa biaya, memakan hasil pertanian yang tumbuh tiada habis. Dengan akal, manusia dapat berpikir dan membedakan dirinya dengan hewan. Allah lah yang menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna, fisik dan non fisik. Atas rahmat Allah, manusia mampu menghasilkan keturunan dengan disertai perasaan kasih sayang dan cinta. Saking banyaknya nikmat yang diberikan Allah, manusia tidak akan mampu menghitungnya.</p>
<p>&#8220;Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesunguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221; (QS. An Nahl 18)</p>
<p>Kenikmatan itu menggembirakan manusia, menjadikan hidup terasa nikmat dan menyenangkan. Tapi manusia acap lupa dan gampang terlena. Kenikmatan yang seharusnya disyukuri dengan menambah ketaatan kepada Allah, malah menjadikannya lalai dariNya. Allah mengingatkan hal ini,</p>
<p><em><br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi&#8221;</em> <strong>(QS. Al Munafiqun 9) </strong></p>
<p><strong>DIANTARA DUA PILIHAN </strong><br />
Setelah seratus tahun menjadi nabi diantara ummat manusia; hidup sebagai pemimpin yang memerangi penyembah-penyembah berhala, orang-orang bodoh, dan para penindas; berhasil menyempurnakan kewajiban-kewajiban Allah tanpa merasa ragu, menegakkan tauhid, mencapai tempat yang sangat dekat kepada Allah, berhasil melaui ujian-ujian, kini Ibrahim menghadapi dilema. Namun, ia sadar itu bukan simalakama, artinya, pengurbanannya tidaklah akan sia-sia.<br />
Ibrahim menghadapi dua buah pilihan; mengikuti perasaan hatinya dengan &#8216;menyelamatkan&#8217; Ismail, putera satu-satunya atau menaati perintah Allah dengan mengorbankkannya. Benar-benar diantara dua pilihan, Seandainya yang diperintahkan oleh Allah adalah agar ia mengorbankan dirinya sendiri, maka tidaklah terlampau sulit bagi Ibrahim untuk memenuhinya. Selama ini, Ibrahim telah mempertaruhkan nyawanya demi Allah, dan ia tidak keberatan, bila dikehendaki demi taatnya kepada Allah ia pertaruhkan sekali lagi nyawanya itu.</p>
<p>Bagi kita, apakah Harta kita? Kedudukan kita? Prestise kita? Profesi kita? Rumah, mobil, kebun-kebun, keluarga, pakaian, nama? Jika benar-benar pertanyaan itu dilontarkan kepada kita. &#8220;Ismail&#8221; kita yang dimaksud adalah segala sesuatu yang bisa melemahkan iman kita, setiap sesuatu yang menghalangi perjalanan menuju taat kepada Allah, setiap sesuatu yang membuat kita &#8216;tuli&#8217; tidak mendengar perintah Allah dan &#8216;bisu&#8217; untuk mengatakan kebenaran, setiap sesuatu yang membuat &#8216;buta&#8217; untuk melihat kebenaran. &#8216;Ismail&#8217; kita, kamu dan saya adalah segala sesuatu yang merampas kebebasan dan menghalangi kita untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban kita, setiap kenikmatan yang membuat engkau terlena, setiap segala sesuatu yang membuat kita selalu mencari alasan-alasan untuk melaksanakan tanggung jawab kepada Allah. &#8216;Ismail&#8217; mu adalah segala sesuatu yang menghindarkanmu dari ketaatan kepada Allah, dan mereka adalah berhala baru bagimu yang engkau sembah selain Allah. Sebagaimana Allah telah firmankan:</p>
<p><em>&#8220;Dijadikanlah indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah tempat kembali yang baik&#8221; </em><strong>(Qs. Ali Imron 14) </strong></p>
<p>Demikianlah Allah menjelaskan bahwa &#8216;Ismail&#8217;memang melenakan kita jika kita memang cinta kepadanya terlalu amat sangat melebihi cinta (baca: taat) kepada Allah. Dan Ibrahim telah menemukan, &#8216;Ismail&#8217;nya adalah anaknya, buah hatinya. Mula-mula Ibrahim tidak kuasa membuka mulutnya untuk mengatakan kepada puteranya. Ia bimbang dan ragu. Ismail sendiri menyadari gejolak hati ayahnya, tapi ia tahu bahwa mimpi seorang Nabi bukanlah mimpi yang bisa dan biasa direkayasa tapi itu adalah wahyu atau perintah yang harus dilaksanakan. Ibrahim tidak mempermasalahkan mimpi itu sendiri, tapi ia mempersoalkan gejolak hatinya, kebimbangannya terhadap pilihan yang harus dijatuhkan, menyembelih Ismail puteranya atau mengorbankan &#8216;Ismail&#8217; (baca: kecintaan kepada anak). Maka berkatalah Ismail sang putera yang membawanya ketaatan kepada Allah.</p>
<p>&#8220;Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapati termasuk orang-orang yang sabar&#8221; (QS. Ash Shaaffat 102)<br />
Tetapi sebelum pisau itu menyentuh leher Ismail, tiba-tiba muncullah seekor domba pengganti, disertai dengan seruan :</p>
<p><em>&#8220;Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan kami panggillah dia: &#8216;Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesunguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar&#8221;</em> <strong>(QS. Ash Shaaffat 103-107)<br />
</strong><br />
Maha benar Allah, Allah yang Maha Besar telah memberikan sebuah pelajaran. Sejak saat itu tidak ada lagi manusia yang harus dikorbankan sebagai persembahan kepada Allah. Pelajaran yang paling dalam maknanya adalah, bahwa Allah tidak menghendaki Ismail dikorbankan, yang dikehendakiNya adalah agar Ibrahim mengorbankan &#8216;Ismail&#8217;nya, dan kehendakNya itu telah dilaksanakan Ibrahim dengan gagah berani. Ismail memperoleh kemuliaan karena ia dipilih sebagai korban dan ia telah menghadapinya dengan tabah. Allah Yang Maha Besar tidak membutuhkan sesuatupun juga darinya.</p>
<p>Inilah kisah tentang Ibrahim yang membawa agama tauhid (Islam) bukan mengenai tuhan-tuhan yang haus darah, sebagaimana sesembahan orang musyrik saat itu di jaman Ibrahim. Inilah gambaran tentang kisah seorang manusia yang memenuhi kesempurnaannya sebagai manusia, yakni hanya taat dan tunduk kepada Allah, serta rela mengorbankan &#8216;Ismail-Ismail&#8217; duniawi.</p>
<p><strong>&#8216;ISMAIL-ISMAIL&#8217; MODERN </strong></p>
<p>&#8216;Ismail&#8217; telah menjelma dalam bentuk yang termodifikasi oleh zaman. Perubahan yang terjadi secara dinamis dalam kehidupan manusia telah membawa manusia itu sendiri kepada kesukaan, kecintaan, kesayangan bahkan tidak rela dipisahkan dengan &#8216;Ismail&#8217; modern. Sesungguhnya bentuk dan isi dari &#8216;Ismail&#8217; baru itu tidak berubah hanya sarana dan prasarana yang semakin termodifikasi. Kalau dulu manusia hanya mengenal ganja, kokain, heroin tapi sesuai dengan perkembangan jaman berkembanglah menjadi pil ekstasi, nipam, shabu-shabu dll. Kalau dulu manusia hanya mengenal radio dan televisi sebagai alat penghibur, maka sekarang muncullah video, VCD bahkan kaset-kasetnya pun bisa dijumpai di pinggir jalan. Kalau dulu kita hanya mengenal film boneka si unyil atau ludruk, tapi di teve kita banyak kita jumpai baik sinetron, telenovela dan film-film asing yang mengajari manusia untuk menjadi manusia yang materialistic, hedonistic, kanibalistic bahkan supranaturalistic. Bukan berarti &#8216;Ismail&#8217; jaman dulu lebih baik dari &#8216;Ismail&#8217; jaman modern, kesemuanya adalah sama, hanya kemauan diri kita saja untuk mau meninggalkan atau setidaknya jangan sampai &#8216;Ismail&#8217;mu menghalangimu untuk lupa kepada Allah. Orang tidak dilarang suka terhadap sepak bola, tapi ketika menonton sepak bola, ada perintah untuk melaksanakan sholat shubuh misalnya, maka ketika dia memilih untuk tetap berdiam di depan teve, maka sejatinya dia telah memilih untuk mencintai &#8216;Ismail&#8217;nya yakni sepak bola daripada mengorbankan &#8216;Ismail&#8217;. Orang-orang seperti itu oleh Allah sebagaimana dalam firmanNya tadi, termasuk orang-orang yang rugi. Tempat apakah di akhirat nanti yang pas buat orang-orang yang rugi?</p>
<p>Kerelaan untuk mengorbankan &#8216;Ismail&#8217; sesuai dengan perintah Allah artinya bahwa setiap langkah kita harus rela dipimpin oleh Islam dan menjadikan Islam sebagai satu-satunya Kaidah dalam beraktivitas. Jikalau menurut kaidah (baca: hukum-hukum Islam) perbuatan itu salah atau buruk maka kita harus bersedia meninggalkannya, merelakan untuk tidak melakukan perbuatan itu. Demikian juga kalau kaidah menyatakan bahwa suatu perbuatan itu baik dan terpuji, maka kita harus berani mengorbankan &#8216;perasaan&#8217; kita untuk melakukannya.</p>
<p>Bagi Allah, ketika manusia melakukan penyembelihan kurban bukan daging dan darah yang sampai kepada Allah, melainkan takwa hambaNya, yakni takwa yang mendorong dia untuk mau mengurbankan atas nama Allah, bukan demi pengorbanan itu sendiri.<br />
&#8220;Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkanya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayahNya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik&#8221; (QS. Al Hajj 37)</p>
<p>Maka, ukuran untuk bisa mendapatkan tingkat ketakwaan kepada Allah bukanlah seberapa banyak atau seberapa besar kurban yang kita sumbangkan kepada Allah. Tapi keikhlasan kita untuk menyumbangkannya atas nama Allah, bukan atas nama prestise, bukan atas nama kemewahan, bukan atas nama yang lain selain Allah. Hanya Allah dan untuk Allah.</p>
<p>Walhasil jika kita ingin mempersempit jarak kita dengan Allah, maka kurbankan &#8216;Ismail&#8217; kita. Dunia memang ada dan tercipta untuk manusia, tapi bukan untuk dicintai, adanya sebagai mahluk Allah, tidak membuat kita terlena mencintainya, melebihi cinta kepada Allah yang telah menciptakan dunia dan segala isinya termasuk kita. Dialah yang berhak untuk dicintai sebagai puncak dari segala cinta. Allahu Akbar.</p>
<p><strong>(LBR)</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
