<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hukum-pacaran &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/hukum-pacaran/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hukum-pacaran"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 14:11:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Hukum Pacaran Menurut Islam]]></title>
<link>http://arulalmy.wordpress.com/2009/07/29/hukum-pacaran-menurut-islam/</link>
<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 22:33:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulalmy</dc:creator>
<guid>http://arulalmy.wordpress.com/2009/07/29/hukum-pacaran-menurut-islam/</guid>
<description><![CDATA[“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wilayah Abu-Abu]]></title>
<link>http://learnsimply.wordpress.com/2009/06/27/wilayah-abu-abu/</link>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 15:26:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamti</dc:creator>
<guid>http://learnsimply.wordpress.com/2009/06/27/wilayah-abu-abu/</guid>
<description><![CDATA[Wilayah abu-abu, begitulah orang sering kali menyebutnya. Saat kita tidak jelas berada dimana saat a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Wilayah abu-abu, begitulah orang sering kali menyebutnya. Saat kita tidak jelas berada dimana saat ada dua pilihan atau lebih yang mana kita harus menentukan salah satu sebagai pilihan. Disebut-sebut sebagai abu-abau karena saat kita berada pada kondisi seperti ini memang tidak jelas dimana keberpihakan kita. Kalau kita pilih satu dan tidak pilih yang lainnya, bisa dikatakan kita pilih yang putih bukan yang hitam atau sebaliknya. Dan itu jelas, bukan transisi lagi, abu-abu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya ngomong-ngomong tentang abu-abu, seberapa seringkah anda terjebak pada keadaan seperti ini? Kalau sering apakah kira-kira yang menyebabkannya?  Mungkin juga tergantung dari kenapa kita berada dalam keadaan seperti itu dulu kali ya, bisa karena bingung, nggak ada pilihan yang layak untuk diambil atau pilihannya sama-sama bagusnya. Atau karena ketidak tahuan kita akan hal tertentu dibidang tersebut tapi kita musti ambil pilihan. Atau juga karena kita pada keadaan dimana kita awalnya punya keyakinan A tapi musti berhadapan dengan keadaan B, tapi di B itulah kita seolah harus melangkah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bingung khan? Sama, simplenya gini deh untuk keterangan keadaan terakhir. Semisal <a title="Posting tentang agamaku" href="http://learnsimply.wordpress.com/2009/06/19/aku-dan-agamaku/" target="_self">dulunya kita itu punya keyakinan</a>, kalau lelaki dan perempuan itu ga boleh deket-deket, saling pandang apalagi pegang-pegangan, walau cuman tangan. Tapi karena adanya masa pancaroba yang melanda, sekarang bisa saja kita punya pemikiran seperti orang umumnya, biasa saja lah antara perempuan dan laki-laki itu. Perlu ngobrol yo ketemuan, jumpa ya salaman, senyum ya bales dengan senyum, pacaran it&#8217;s Ok.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kasusnya gini, saat kita misalnya mulai merasa resah dengan keadaan kita karena disisi lain orang sekitar kita dah pada punya pasangan semua. Kita belum ada satu juga dari dulu waktu masih imut-imut sampe sekarang dah <span style="text-decoration:line-through;">amit-amit</span> jenggotan. ingin rasanya ikut mereka, cari pasangan, tapi pada saat itu juga ada dobrakan kuat dalam hati, ada sesuatu yang mengingatkan, apakah hal itu boleh? Kembalilah akidah awal kita itu. Jadi deh akhirnya kita bingung n selalu bimbang mau melangkah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dilihat dari sisi agama ini memang salah satu tipuan setan sih. Menghias yang buruk tampak indah dengan membiasakan mata kita padanya. Agar kita tak menyadarinya. Tapi ya itu dia bisikan setannya juga gak ilang-ilang, dah lama nggak diperhatiin juga setannya ga bosen-bosen ganggu kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Intinya gini deh, kalau aku kayak gitu. Gak percaya juga sih, betapa bodohnya diri ini terjebak dalam urusan seperti itu. Kadang sering bilang ke diri sendiri &#8216;buat apa lho pikir, kalau dah waktunya akan ada satu bidadari untukmu&#8217; Tapi di sisi lain seringkali merasa resah itu. Rasanya malu, dah segede gini tapi lom ada pengalaman sama sekali. Ahhh&#8230;&#8230; entahlah pusing jadinya tulisan kayak gini kok sampe ketulis gimana ya tadi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gimana pendapat kamu?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indah dan ngerinya pacaran(The last edition)]]></title>
<link>http://aneukleubu.wordpress.com/2009/04/05/indah-dan-ngerinya-pacaranthe-last-edition/</link>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 06:52:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>aneukleubu</dc:creator>
<guid>http://aneukleubu.wordpress.com/2009/04/05/indah-dan-ngerinya-pacaranthe-last-edition/</guid>
<description><![CDATA[Ane teringat pada kata-kata Dr.Ratib Nabilsy dalam sebuah pengajian mingguan beliau di jami’ nabilsy]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ane teringat pada kata-kata Dr.Ratib Nabilsy dalam sebuah pengajian mingguan beliau di jami’ nabilsy dekat kampus kaftaro, kata-kata singkat tapi memiliki arti sangat dalam kalau mau ditadabburi, “ <em>Al-haqiqah al-murrah khairun min wahmin muriihin</em>”, kenyataan yang pahit jauh lebih manis dari pada keindahan fatamorgana. Memutuskan <em>break up</em> atau diputusin adalah kenyataan pahit yang kita alami di jalan kembali kepada jalan dan tuntunan Tuhan. Benar kan? Namun penuh hikmah di balik itu. <em>(Coba baca lagi judul <strong>“Reality” </strong>di bulletin<strong> </strong>beberapa edisi yang lalu di FS ane<strong>).<!--more--></strong></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Setelah kita melihat dan memperhatikan kisah dari teman-teman pada lima edisi sebelumnya, kita bisa mengambil sebuah konklusi empiris dan filosofis bahwa kehidupan di masa muda, memang sangat susah lepas dari hal-hal yang sudah kita paparkan pada edisi-edisi sebelumnya, meskipun susah, tapi mungkin!. Namun agar kita tidak menyiksa diri dengan bermacam-macam teori filosofis, agama sudah menunjukkan jalan dan sekaligus obat bagi semua penyakit itu, yaitu Pernikahan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Mungkin agak mengerikan ya kalau ngomong masalah nikah, seperti kata orang, satu dua minggu setelah menikah, dunia begitu indah, namun setelah minggu ketiga barulah mulai piring beterbangan….! Sebenarnya itu hanya perkataan pengecut yang tidak berani menatap matahari, Cuma berani bersembunyi di balik tirai dan bersuara. Banyak contoh-contoh orang besar yang sukses meskipun menikah dalam usia muda. Lihat saja Dr. Ahmad Kaftaro, yang oleh banyak orang dikatakan mujaddid abad 21, beliau menikah pada umur 16 tahun. Abu Hasan an-Nadwy, yang juga mendapat gelar mujaddid abad ini, beliau juga menikah dalam usia yang belia. Dr, Said Ramadhan al-Buty, penakhluk missionaris dan orientalis, menikah dalam umur 17 tahun. Panutan dan junjungan kita nabi besar Muhammad juga menikah tanpa pernah pacaran pada usia yang relatif muda, dan semua itu tanpa dimulai dari fase “cinta-cintaan dan pacaran”. Karena memang benar, mau diakui atau tidak, bahwa wanita dan cintanya adalah <em>source of the great power</em> dalam kehidupan laki-laki. Mereka bisa menjadi besar adalah hasil dari saham yang ditanamkan oleh wanita-wanita itu. Ada orang bilang “<em>Ketika kamu lihat seorang pria yang besar, lihatlah pasti di balik kebesaran dia, ada wanita yang besar”.</em> Rasulullah sendiri mampu menanggung beratnya beban da’wah tidak lepas dari kebesaran dan support dari ummul mukminin sayyidah Khadijah <em>radhiallahu ‘anha</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="font-family:&#34;">Tafsir surat al-Hujurat ayat 13: “Lita’arafu…” Dan maksud dari “silaturahim” yang disuruh dalam agama</span></em></strong><em><span style="font-family:&#34;">.</span></em></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Potongan ayat ini sering digunakan oleh sebagian orang bodoh untuk melegalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, baik sebagai teman biasa atau TTM. Itu adalah sebuah praktek makar terhadap ayat-ayat Allah, orang seperti ini yang terkena <em>khitab</em> hadist nabawi “<em>Barang siapa yang menafsirkan al-quran atas pendapatnya sendiri (sak karepe dewe), maka tempatnya adalah neraka”.</em> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa manusia itu sama, ini adalah landasan dan deklarasi dari Tuhan bahwa manusia itu semua sama di mata Tuhan, hanya “taqwa” dan “ketaatan” pada Tuhan yang membuat mereka berbeda. Pada dasarnya mereka semua berasal dari orang tua yang sama, Adam dan Hawa, namun mereka dipisahkan oleh suku-suku dan kabilah-kabilah, pemisahan itu bertujuan agar mereka bisa saling <em>mengenal</em>. Imam mujahid menafsirkan kata-kata “<em>Ta’arafu</em>” <em>Saling mengenali bahwa si fulan dari suku fulan, si fulan dari suku fulan dan lain-lain, karena dasar penciptaan manusia bukan untuk saling pamer dan berbangga dengan nasab dan keturunan</em>.</span><a name="_ftnref1" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[1]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kalaupun ada orang yang menafsirkan bahwa “<em>ta’arafu</em>” bermakna lebih luas dari penafsiran imam Mujahid, maka ayat itu akan menjadi sebuah ayat yang bersifat umum, yang nantinya di<em>takhsis</em>kan(dispesifikasi) oleh hadist-hadist rasulullah. Seperti hadist <em>larangan berkhalwat antara seorang laki-laki dengan wanita yang bukan mahram</em>, hadist yang menyatakan <em>bahwa rasulullah tidak bersalaman dengan wanita yang bukan mahram</em>, bahkan ayat al-quran sendiri menyuruh lak-laki dan wanita untuk “ghozzul bashar” alias menjaga pandangan. Itu adalah pelarangan terhadap hal-hal kecil, apalagi hal-hal yang berkaitan dengan jalan berduaan, pegang-pegangan, <em>cipika-cipiki, kissing, petting, necking</em>, <em>and so on</em>, yang hari ini mungkin sudah dianggap hal biasa, kalau orang waras pasti akan mengatakan “<em>Pasti lebih dilarang…Those all are strictly forbidden!”.</em> Apapun penafsiran “<em>ta’arafu</em>”, selama penafsirannya masih dalam koridor dan teritorial methode<span>  </span>yang legal untuk menafsirkan ayat quran, maka hasilnya tetap tidak akan bisa melegalisasi hal-hal itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kemudian, dalih <em>“Silaturahim”</em> juga sering digunakan sebagian orang untuk melegalkan apa yang mereka legalkan lewat “<em>lita’arafu</em>”. Memang silaturahim adalah <em>masyru’</em> dan sangat dianjurkan dalam agama islam, bahkan rasul sangat mengecam orang-orang yang<span>  </span>memutuskan tali silaturahim, diantara lain sabda beliau “<em>Tidak masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim”,</em> Dalam kesempatan lain beliau juga bersabda<span>              </span><em>“ Barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya, hendaklah dia bersilaturahim</em>”, dalam hadist lain,“ <em>Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia bersilaturahim</em>” (HR.Bukhari).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Masalahnya sekarang arti silaturahim yang disyariatkan itu bagaimana? Kriterianya bagaimana?apa seperti yang ditafsirkan mereka?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Syeikh Abdurrahman Hasan Habannakeh, dalam buku beliau “Akhlaq Islamiyah” volume 2 berbicara tentang silaturahim; Islam sangat memperhatikan hubungan antara keluarga, islam membuat hubungan itu lebih akrab melalui anjuran silaturahim, islam mengedepankan hak-hak saudara serahim(sedarah atau dekat) dari pada saudara lain, meskipun islam mengatakan bahwa kita semua saudara, yang mengikat kita saudara adalah islam, tali aqidah islamiyah. Tapi ada hak-hak saudara dekat yang harus lebih diperhatikan, karena mereka lebih berhak kepada kita daripada saudara jauh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kemudian beliau mengatakan, Silaturahim itu bisa <em>berbentuk saling berkunjung, saling mempehatikan, saling bertanya kabar bila bertemu, saling menghormati, saling memberi hadiah, membesuk yang sakit, dan bersedekah kepada saudara yang dekat sebelum orang kurang mampu yang lain</em>. Dalam hal sedekah rasulullah bersabda : “<em>Mulailah dari saudaramu yang terdekat”</em>. Saudara terdekat ini mencakup tetangga.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Beberapa hal yang menjadi ambigu yang harus dijelaskan. Pertama: <em>Saling berkunjung, </em>hal ini<em> </em>tidak termasuk <em>ngapel,</em> <em>ngapel</em> dilarang dalam ayat dan hadist lain, diantaranya ayat “<em>ghozzul bashor</em>”, hadist larangan “<em>berkhalwat antara laki-laki dan wanita tanpa ada mahram”. </em>Waktu <em>ngapel</em> pasti nggak mungkin “<em>ghozzul bashor</em>”, <em>and</em> <em>no doubt</em> pasti waktu <em>ngapel</em> nggak mungkin juga bokap sama nyokapnya ikut, ini kan kesempatan berduaan sama <em>yayang!</em>. Kedua: <em>saling memperhatikan</em>, nggak termasuk caper sama cewek atau sama cowok tertentu. Meskipun boleh caper, tapi bukan ini alasannya. Karena <em>Ikhtilath</em> (bercampur) antara laki-laki dan wanita dalam pergaulan tidak diperbolehkan dalam Islam. Cowok punya territorial sendiri, begitu juga cewek, teritorial yang nggak boleh dilanggar. Ketiga:<em>saling memberi hadiah,<span>  </span></em>ini lain dengan pergi berduaan ke mall waktu ultah. Ada hadist yang melarang cewek pergi bersama laki-laki asing, artinya bukan mahram. Keempat: <em>saling bertanya</em> <em>kabar</em>, ini lain dengan sms-an yang isinya gombal dan yang sejenis. Ulama berkesimpulan<span>  </span>melarang bergombal kecuali kepada istri.</span><a name="_ftnref2" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[2]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Setelah silaturahim bersama saudara dekat, barulah kita bersilaturahim dengan saudara seagama, karena kita di bawah satu atap, yaitu atap islam dan iman. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Rasulullah menjanjikan dua ganjaran langsung dari silaturahim:</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Allah akan mempermudah rezeki orang yang suka menyambung silaturahim, makanya kalau income lagi mecet-macet banget, coba introspeksi diri, coba silaturahim sama teman dan keluarga.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Allah akan memeperpanjang umur dan memberikan keberkahan dalam umur. Banyak kan orang punya bodi sehat, umur panjang, tapi isinya dosa semua. Makanya kita perlu keberkahan dalam umur.</span><a name="_ftnref3" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[3]</span></span></span></span></a></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">2<strong>. <em>Perlu nggak sih “cinta” dan “pacaran” atau lebih sopannya “kenalan” sebelum menikah?</em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Untuk menjawab pertanyaan itu ada banyak perbedaan antara teori dan praktek dilapangan. <em>Pertama </em>perlu tidaknya cinta sebelum menikah, kita tidak bisa menafikan adanya cinta di sana, karena cinta adalah fitrah manusia, sebuah perasaan terpaksa yang tumbuh dalam hati seseorang karena dia manusia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kita bisa melihat dalam hadist rasulullah tentang cerita tiga orang pemuda yang berteduh dalam gua, kemudian pintu gua tertutup oleh batu besar, sehingga mereka terkurung di dalamnya. Salah satu diantara mereka berkata “ kita tidak mungkin bisa keluar dari sini kecuali dengan pertolongan Allah, berdoalah padaNya dengan amal sholeh yang pernah kalian kerjakan”. Maka pemuda pertama berdoa kepada Allah dengan baktinya pada orang tua, maka batu pun bergeser sedikit, namun mereka belum bisa keluar. Pemuda ketiga berdoa dengan amalannya yang pernah menginvestasi harta pegawainya, dan memberikan untungnya yang besar kepada pegawai itu tanpa mengambil sedikitpun, maka batu pun bergeser semua, mereka pun bisa keluar dari gua itu. Yang terpenting di sini doa pemuda kedua, apa doa dia? Dalam riwayat itu rasul mengatakan, “ si pemuda ke dua berdoa, ya Allah aku memiliki paman yang memiliki anak gadis yang cantik, aku mencintainya sebagaimana seorang laki-laki mencintai wanita, dan aku ingin memilikinya, tapi dia tidak mau. Sampai suatu ketika dia terkena musibah dan dia ingin aku membantunya, diapun datang kepadaku dan meminta pinjaman uang 125 dinar, aku memberikan persyaratan untuk memberikan pertolongan itu, aku akan memberikan 125 dinar kalau dia mau tidur denganku, akhirnya dengan terpaksa dia menerima tawaranku, ketika aku telah duduk di antara kedua pahanya, dia berkata, “Takutlah pada Allah, janganlah kamu melepaskan cincin sebelum waktunya<em>(diharamkan menghilankan keperawanan seorang wanita di luar akad nikah-penj)</em>”. Mendengar kata-kata itu akupun pergi meninggalkannya bersama emas dan 125 dinar, padahal dia adalah wanita yang paling aku cintai, ya Allah kalau memang aku melakukan itu karena mengharap ridhomu, maka tolonglah aku saat ini”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Rasulullah menceritakan ini kepada sahabat secara detail, di sana rasulullah tidak sedikitpun mencela cinta yang tumbuh dalam hati si pemuda kepada anak gadis pamannya, tapi yang menjadi stressing point adalah bagaimana menjauhi kemaksiatan yang kadang-kadang timbul dari cinta itu. Seperti yang dikatakan Dr. Musthafa Siba’i, <em>“Mengarahkan cinta dan nafsu bukan berarti membendungnya, mengarahkan artinya mengontrol dan mendisiplinkan, sedangkan membendung artinya mengingkari, karena setiap kekuatan kalau tidak diarahkan maka dia akan sia-sia dan bisa juga menjadi boomerang”.</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&#34;">Ada</span><span style="font-family:&#34;"> riwayat lain yang membuktikan bahwa rasulullah tidak mengingkari cinta sebagai perasaan manusiawi, perasaan yang dirasakan karena dia manusia, bahkan beliau sendiri mendekarasikan bahwa cinta itu manusiawi dan jalannya adalah pernikahan. Dari Ibnu Abbas RA, seorang laki-laki datang kepada rasulullah dan berkata: <em>Ya rasulullah, saya mengasuh seorang anak gadis yatim, kemudian dia dilamar oleh seorang pemuda kaya dan seorang pemuda miskin, kami menyukai pemuda kaya, tapi dia mencintai</em> <em>pemuda miskin</em>”. Maka rasulullah bersabda “ <em>Tidak ada yang lebih pantas bagi dua orang</em> <em>yang saling mencintai kecuali menikah</em>”.<a name="_ftnref4" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[4]</span></span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dari sini kita bisa menyimpulkan cinta tidak harus ada dan tidak menjadi persyaratan sebelum dua insan melaksanakan pernikahan. Meskipun kalau ada itu tidak diingkari. Allah berfirman dalam Surat ar-rum ayat 21, bahwa Dia menciptakan <em>mawaddah (cinta)</em> dan <em>rahmah (kasih sayang)</em> dalam perkawinan, itu menunjukkan tidak perlu adanya fase perkenalan untuk menghadirkan cinta sebelum menuju ke pelaminan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:&#34;">Kedua</span></em><span style="font-family:&#34;">, perlu tidaknya pacaran sebagai media kenalan sebelum menikah? Dengan alasan tak kenal, makanya tak sayang! Kalau pacaran diartikan seperti yang dipraktekkan hari ini, maka tidak ada alasan untuk membolehkan hal itu. Meskipun alasan untuk mengenal pasangan lebih jauh, buktinya banyak juga orang yang pacaran bertahun-tahun, tapi putus di tengah jalan karena sudah saling mengenal kejelekan yang lain, karena ajang <em>kenalan lewat pacaran itu hanyalah alasan untuk melegalkan yang diilegalkan agama. Hakekatnya seorang itu tidak pernah bisa diketahui lewat pacaran, karena si pemuda selalu berusaha memberikan his best di depan si gadis, begitu juga si gadis. Watak asli seseorang bisa saja diketahui lewat bertanya kepada teman dan keluarganya tanpa harus berdua-duaan, kalau emang itu tujuannya. Kecuali kalau emang tujuannya mengumbar nafsu!</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Islam adalah agama yang netral, bisa memenuhi segala kebutuhan pengikutnya dan bisa menyediakan solusi bagi setiap problematika sosial pengikutnya. Islam tidak terlalu over dan berlebih-lebihan sampai melarang seorang laki-laki yang melamar untuk melihat wanita yang dilamarnya. Pernikahan adalah ikatan sepanjang masa, maka tidak boleh asal-asalan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">3. <strong><em>Apa sih sebenarnya tujuan anak-anak muda pacaran?</em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ini adalah pertanyaan yang maha sulit untuk dijawab, lebih sulit dari soal UAN! Bahkan <em>kita</em> yang sudah berpengalaman susah mendefinisikan jawaban untuk pertanyaan yang satu ini. Cuma hanya ada satu jawaban yang mungkin dijawab asal-asalan, agar lepas dari pertanyaan itu, yaitu “<em>mengenal pasangan lebih jauh sebelum menikah</em>”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Disadari atau tidak, dari jawaban itu secara tidak langsung mengakui bahwa tujuan pacaran itu adalah pernikahan! </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tapi dari kebanyakan praktek, sebab seseorang pacaran itu tidak lain adalah jawaban atas panggilan masa muda dan keingin-tahuan dunia baru tetangga<em> (laki-laki adalah tetangga wanita, dan sebaliknya)</em> yang semua itu dibacking oleh nafsu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">4. <strong><em>Tuntunan pacaran yang sehat dan legal sekaligus bernilai ibadah.</em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:&#34;"><span> </span><span>     </span></span></em><span style="font-family:&#34;">Pacaran memang menyenangkan, ini berdasarkan pengalaman pribadi juga sih, mau diakui atau nggak, pacaran itu <em>excited </em>dan<em> challenging</em>, menarik dan penuh tantangan. Tapi itu semua semu, Cuma keindahan fatamorgana. Ingat setiap keindahan(menurut kita) yang dilarang Allah, pasti Allah akan menggantikan dengan keindahan yang lebih baik dan lebih <em>bermutu</em>. Islam mengatur itu semua dalam Pernikahan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>       </span><span>     </span>Pernikahan adalah ikatan antara dua insan, sebuah ikatan panjang yang penuh tanggung jawab, maka sebelum melangkah ke sana, seperti kebiasaan dan itu dilegalkan syriah untuk melakukan beberapa mukaddimah, sehingga ikatan itu akan mewujudkan ketenangan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Mukaddimah itu ada dua:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">1. Melihat dan memilih <em>(nadhar) </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ketika seorang laki-laki berkenan menikah, agama melegalkan baginya melihat wanita yang ingin dinikahinya, tapi itu semua tidak keluar dari koridor yang telah digariskan agama dan sopan santun dalam masyarakat. Sehingga tidak menimbulkan penyesalan dikemudian hari.</span><a name="_ftnref5" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[5]</span></span></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dalam sebuah riwayat dijelaskan ketika salah seorang sahabat bernama mughirah bin syu’bah ingin melamar seorang wanita, kemudian rasulullah bertanya,” sudahkah kamu melihatnya?”, dia menjawab, “belum ya rasulullah”. Kemudian beliau bersabda,<span>    </span>“ lihatlah dia dulu, karena itu akan melanggengkan hubungan antara kalian<em>(dari sana akan menumbuhkan cinta antara kalian-penj)</em>”.(HR.Tirmizi).<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span> </span>Kemudian apa saja yang boleh dilihat dari seorang wanita oleh laki-laki? Mayoritas ulama memperbolehkan seorang laki-laki melihat wajah dan kedua telapak tangan, dan diperbolehkan melihatnya beberapa kali kalau itu dianggap perlu. Dua anggota tubuh itu sudah cukup mewakili fisik seorang wanita untuk diketahui oleh seorang laki-laki yang berkenan melamarnya. Wajah adalah pusat yang mewakili kecantikan fisik wanita, dan itulah yang menarik laki-laki untuk menikahinya. Untuk keadaan pribadinya bisa dilihat melalui keadaan keluarganya, hal itu bisa diketahui lewat bertanya. Setelah kedua insan itu melihat antara satu dengan yang lain, akan terlihat hasilnya, antara meneruskan ke jenjang lebih serius atau tidak.</span><a name="_ftnref6" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[6]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"> <strong>Catatan</strong>, ketika laki-laki melihat wanita harus dihadiri salah seorang mahramnya wanita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Adapun akhlaq dan kepribadiannya lebih detail bisa diketahui melalui keluarga dan kerabatnya. Kenapa islam tidak melegalkan seorang laki-laki, mengetahui lebih jauh padahal itu sangat perlu sebelum menikah? Memang benar, tapi kalau laki-laki nggak jadi melamarnya, maka semua aib wanita akan tersebar, maka tidak akan ada laki-laki yang mau melamarnya karena mereka mencari kesempurnaan. Sedangkan semua orang tahu bahwa tidak ada di dunia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Pencipta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">2. Melamar (<em>khitbah</em>) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>  </span><span> </span>Khitbah adalah permintaan seorang laki-laki kepada wali wanita untuk menikahinya. Diisyaratkan wanita yang dikhitbah adalah wanita yang boleh dinikahi laki-laki pada saat khitbah terjadi.untuk lebih detail siapa saja yang tidak boleh dikhitbah anda bisa merujuk ke buku-buku yang menjelaskan tentang hukum khitbah.</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Khitbah bukan nikah. Apabila telah terjadi khitbah maka tidak berlaku bagi mereka apa yang berlaku antara dua orang yang telah menikah, tidak boleh mereka berdua-duaan tanpa mahram, meskipun si laki-laki telah membayar setengah mahar.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Khitbah tidak bersifat mengikat salah satu pihak. Seorang wanita atau laki-laki boleh saja mengundurkan diri dan membatalkan perjanjian ini. Karena khitbah adalah janji salah satu pihak untuk menikahi pihak lain.meskipun agama menganjurkan setiap orang memenuhi janji.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span> </span>Mahar yang dibayar laki-laki boleh diminta kembali apabila terjadi pengunduran diri salah satu pihak, kalau maharnya sudah dipakai maka dibayar harganya. Adapun hadiah lain, maka tidak wajib dikembalikan, karena itu seperti hukum <em>hibah</em>(pemberian biasa)</span><a name="_ftnref7" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[7]</span></span></span></span></a></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dan untuk melegalkan semuanya, seorang laki-laki harus menikahi wanita tersebut. Dengan menikah baru lah sah bagi mereka berpacaran dan melakukan perbuatan lain yang bermutu ibadah.<em>Wallahu a’lam</em></span></span></p>
<div>
<span style="font-size:small;"><br />
<hr size="1" /></span></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn1" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[1]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . Mukhtashar<span>  </span>tafsir ibnu katsir, syeikh Ali Shobuni. Jilid 3, hal:367. daar shobuni.</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn2" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[2]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . &#8220;ma’an naas”, dr. saed ramdhan el-buty. Darul fikr, Damascus.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn3" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[3]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . shohih bukhari</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn4" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[4]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . Menurut Imam Hakim hadist ini bertatus “hadist shohih menurut syarat imam muslim”. Dan<span>  </span>syeikh mengatakan al-albani hadist ini dikeluarkan oleh imam ibnu majah, hakim, tabrani, baihaqi dan lain-lain.</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn5" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[5]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . Syarh Qanun Ahwal Syaksiyyah, jilid 1,Dr. Mustafa Sibai, al-Maktab al-Islami, Damascus.</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn6" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[6]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . Ahwal Syakhsiyyah fi Syariah Islamiyyah, Syeikh Abdul Wahab Khallaf, Darul Qalam, Kuwait.</span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="margin:0;"><a name="_ftn7" href="http://aneukleubu.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[7]</span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;font-family:Times New Roman;"> . “Tandhimul islam lilmujtamak”, Imam Muhammad abu zahrah. Darusssalam, Kuwait.</span></p>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indah dan Ngerinya Pacaran (Part 2)]]></title>
<link>http://aneukleubu.wordpress.com/2009/04/05/indah-dan-ngerinya-pacaran-part-2/</link>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 06:41:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>aneukleubu</dc:creator>
<guid>http://aneukleubu.wordpress.com/2009/04/05/indah-dan-ngerinya-pacaran-part-2/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin kita sudah mendengar penuturan beberapa teman-teman yang agak senior dalam hal pacaran, tapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kemarin kita sudah mendengar penuturan beberapa teman-teman yang agak senior dalam hal pacaran, tapi sebenarnya itu semua belum habis, itu adalah setetes dari begitu luasnya samudera cerita tentang cinta dan pemujanya.<!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Ane mencoba memberikan beberapa kalimat indah yang keluar dari mulut beberapa teman yang lagi <em>madly in love</em>, ini bukan hanya cinta antara dua insan, tapi cinta secara umum, yang bersifat vertikal dan horizontal. Memang benar kata orang, kalau lagi jatuh cinta, hati berbunga, mentari kehidupan bersinar sebelum waktunya dan tidak pernah redup, rembulan seakan selalu tersenyum, dan bintang-bintang selalu hadir menyapa dengan kedipannya.<span>                                 </span>.<span>       </span><br />
<span>            </span>Pertama ada yang bilang begini <em>….“ Waktu terasa begitu singkat bagi orang yang lagi senang, begitu panjang rasanya bagi orang yang sedang bersedih, begitu lambat rasanya waktu berjalan bagi orang yang menunggu, dan begitu cepat bagi orang takut….tapi, apapun itu, waktu begitu indah dan abadi bagi orang yang saling mencintai….”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span>            </span></em>Kedua….. “ <em>Kenapa harus mengharamkan cinta…mencintai tidak ada salahnya dan tidak ada dosa!ketika dua insan saling mencintai tidak ada alasan untuk mencela mereka….yang jadi masalah itu ketika seseorang melupakan agama atas nama cinta….merusak moral dan kemanusiaannya…atau menukar kelezatan sesaat di dunia dengan siksaan selamanya di akhirat demi….cinta</em>…”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Selanjutnya dia mengatakan….. “ <em>Kadang cinta itu menjadi penyakit yang menyuramkan masa depan…..tetapi….kebanyakan cinta itu menjadi mentari yang memancarkan sinarnya bagi rembulan kehidupan kita…..” </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span>            </span></em>Dia mengatakan juga <em>…..“ Cinta yang paling mulia, ketika anda mencintai orang yang menyakiti anda, dan<span>  </span>ketika anda bisa melupakan rasa sakit yang dilakukan oleh orang yang anda cintai…”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span>            </span></em>Dia mengatakan <em>“ Cinta yang sejati, cinta yang ketika kita kira sudah pergi, ternyata hanya bersembunyi, menunggu saatnya kembali lagi…..”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span><span>            </span></span></em><span>Terakhir sebelum tidur dia bilang…. <em>“ Cinta yang paling agung, ketika anda mencintai apa yang anda benci karena sang kekasih mencintainya….dan membenci apa yang anda cintai karena sang kekasih membencinya…. Jadikanlah <strong>Allah</strong> sebagai kekasih…maka semuanya akan indah….”</em> .</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;line-height:115%;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Begitu banyak orang menjadi berubah karena cinta, baik perubahan positif maupun negatif, apapun perubahan itu, sangat tidak bijksana kalau kita harus menyalahkan cinta, memberikan bermacam-macam cela bagi cinta, cinta adalah anugerah Tuhan yang terindah, apapun efek dari cinta itu semua dikembalikan kepada orang yang merasakan dan bermain dalam cinta itu. Ketika kita berjalan bersama cinta ditemani iman di jalur yang telah digariskan, maka cinta akan menjadi obor yang menuntun kita menuju alam yang indah dan terang, dan begitu juga ketika kita berjalan bersama cinta ditemani nafsu, maka kita akan sampai pada jurang kehancuran. </span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indah dan Ngerinya Pacaran (Part 1)]]></title>
<link>http://aneukleubu.wordpress.com/2009/04/02/indah-dan-ngerinya-pacaran-part-1/</link>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 06:55:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>aneukleubu</dc:creator>
<guid>http://aneukleubu.wordpress.com/2009/04/02/indah-dan-ngerinya-pacaran-part-1/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika, ane iseng-iseng aja nanya-nanya tentang pacaran sama teman-teman kuliah. Ternyata arti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Suatu ketika, ane iseng-iseng aja nanya-nanya tentang pacaran sama teman-teman kuliah. Ternyata arti pacaran dan implementasinya selangit, dari yang playboy sampai yang frigid sama cewek udah ane Tanya. Ternyata percakapan singkat itu menjadi ilmu baru buat orang-orang iseng kayak ane…he….<!--more--></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Ini kejadiannya waktu di bus pulang kuliah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;Rif, nte pernah pacaran nggak?&#8221; kata ane.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;Ha….pertanyaan gitu sih udah sering ditanyakan ke saya sama mahasiswi-mahasiswi di PPI…kok sekarang nte ikut-ikutan Boy? ya…pernah dunk…ane kan tiga tahun di SMP, di SMU tiga tahun, ya lumayan banyak koleksian ane. Tapi itu dulu boy, sekarang nggak lagi, kan nggak boleh!&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;Oo…ada berapa Rif?bisa tahu sebab dan motifnya nggak?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;Ah, nte kayak juragan infotainment saja?tapi nggak apa-apa deh, bagi-bagi ilmu dan pengalaman…he…&#8221;.katanya sambil tersenyum dan membenarkan posisi duduknya, kayaknya ini cerita bakal panjang deh….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span><span> </span>Ini cerita Arif, Arif Prasetya, teman ane dari Jakarta Timur.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;Jujur saja, aku puber dan mulai suka sama yang namanya cewek itu umur 15, tepatnya kelas 3 SMP, tapi anehnya, orang pertama yang aku suka itu Ibu Mary, ya…Ibu Maryam Husna, guru baru bahasa Inggris di kelas aku dulu, masih muda, baru lulus S1 dari UNIBRAW Malang. Aku nggak tau sebabnya, yang penting orangnya baik banget, putih, langsing, tinggi, sopan, ngomongnya halus banget! Tapi waktu itu aku tidak berani macam-macam, aku Cuma menjadi penggemar setia di balik layar. Tapi swear ibu itu yang bikin aku semangat sekolah, biasanya aku ke sekolah 2 menit sebelum pak Udin menutup pintu sekolah, tapi sejak bu Mary ngajar, aku datang lebih cepat dari pak Udin. Aku juga ketua OSIS di SMP itu, dengar-dengar ada cewek yang namanya Wulandari, anak kelas 3 juga, sudah beberapa kali mengirim salam ke aku, tapi tidak pernah aku balas, sejak bu Mary datang, nggak ada satu tampang pun yang bisa membuat aku meliriknya, bu Mary is the best bo…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Suatu hari, kira-kira setelah sebulan bu Mary ngajar, ada undangan di setiap kelas, pas aku buka, ternyata undangan pernikahan bu Mary!!!!ya…apa hendak di kata, aku bagai pungguk merindukan bulan…biarpun aku kecewa dan tidak main bola selama 2 bulan, aku nggak putus asa. Suatu pagi, ketika aku terlambat sampai di sekolah, pak Udin sudah menutup pintu, akhirnya aku parkir di luar selama lima menit, ternyata ada satu orang lagi yang lebih terlambat, cewek <em>man</em>….tapi aku belum kenal, setelah dia parkir di samping aku, aku sih cuek aja. Tapi dia duluan yang nyamperin, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Selamat pagi…&#8221; katanya manis….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Pagi juga….kok terlambat?&#8221; kataku…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Kamu sendiri?&#8221; <span> </span>balasnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Aku sih udah biasa…nama kamu siapa?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Aku Mina, Wilhelmina.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Wah….kayak nama ratu Belanda ya…aku Arif Prasetya.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Ya, dulu aku lahir waktu ayah ku jadi DUBES di Belanda, nah rumah sakit tempat ibuku bersalin itu namanya Wilhelmina, makanya dikasih nama Wilhelmina.&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&#34;"><span>            </span>&#8220;<em>Oo…prachtige meisje….</em></span><em><span style="font-family:&#34;"> ongelofelijke</span></em><em><span style="font-family:&#34;"> ….&#8221;.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;Ah…kamu bisa aja….&#8221;.balasnya tersenyum.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span> </span><span>           </span>Sejak saat itu kami akrab, dan akhirnya tidak bisa saling melepaskan satu sama lain.(itu kata dia, tapi aku sih biasa saja….he…).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Sudah dua bulan aku jalan sama Mina, di pagi yang indah, dengan kicauan burung di depan sekolah ku, bendera Indonesia berkibar perkasa,dunia seakan tersenyum tidak ada perang, senjata membeku, terntara bernyanyi mengikuti alunan indah lirikan sinar mentari. Meki datang ke maja ku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Singkat cerita, dalam 1 tahun kelas tiga, aku punya Mina, Juniar, Erika, Wulan sama Juliana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Kok bisa nggak ketahuan Rif? kan lima orang itu rame….tambah nte satu udah jadi satu klub basket Rif…&#8221; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>“He…Arif….kalau ngurusin diri sendiri pake otak, tapi kalau ngurusin cewek-cewek itu pake perasaan man…”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; Jadi motif nte ngumpulin 5 orang?&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8221; kalau motif sih….ada dua Boy….&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Motif arif ngumpulin 5 pacar dalam satu waktu.</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Balas dendam, atas kekecewaan &#8220;First Love&#8221; sama bu Mary.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Menampung aspirasi, mereka punya &#8220;Cinta&#8221; ya aku punya &#8220;Keranjang&#8221;.</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>      </span>&#8221; Wow…keren juga <span> </span>Rif…makasih ya…&#8221;. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Tapi hari ini Arif udah berubah, dia memutuskan menjadi Jomblo sekarang, dia juga ketua <em>majlis ta&#8217;lim</em> PPI Damascus, yang selalu memberikan siraman rohani dan pupuk pemikiran sufi sebagai sarana pembersihan jiwa agar menjadi manusia yang kamil. Begitu kata Arif, terus dia juga minta maaf sama semua orang yang pernah disakiti, kalau Mina, Juniar, Erika, Wulan atau Juliana membaca ini, ketahuilah Arif Prasetya hari ini bukan Arif Prasetya 7 tahun lalu di SMP…….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Ada lagi, cerita dari Ferry Kurnia. Teman ane dari Palembang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Sekarang nggak usah cerita pacarannya, langsung saja ke berapa koleksian dan motifnya. Menurut Ferry, yang kata pacarnya cowok paling setia selangit!menurut pengakuan Ferry, selama 7 tahun terakhir dia Cuma punya satu orang pacar, namanya Safira Pertiwi, dan sampai hari ini mereka belum bubar, kata Ferry sih habis idul fitri ini mau dilamar. Ya semoga aja mereka jodoh…bisa bersatu di bawah sunnah Rasul mengarungi samudera kehidupan…amiin…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Lumayan setia juga si Ferry, bisa dibilang yang paling setia diantara sekian banyak laki-laki. Menurut Ferry, dia orangnya suka sama cewek yang kulitnya putih, hidung mancung, tinggi, face nya oval, lehernya standar, dan seterusnya Ferry yang tahu….nah..cewek yang beginian banyak di Damascus. Kata Ferry sejak dia tiba di Damascus 2 tahun yang lalu sempat goyah juga &#8220;kesetiaan&#8221; nya sama Fira, tapi nasehat Fira masih bisa membentengi hati Ferry<em>..&#8221; Fer, kalau kamu suka sama cewek lain, atau ada cewek lain yang suka sama kamu, aku nggak mau berantem, aku akan melepaskan kamu….tapi ingat..aku akan setia sama kamu selama kamu setia padaku!&#8221;</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kata-kata itu diucapkan Fira di bandara waktu Ferry berangkat ke Damascus. Kata-kata itu yang mengikat Ferry di satu hati dan itu yang membuat Ferry bisa menjaga pandanganya untuk tidak melirik satu cewek pun di Damascus, biarpun Ferry nggak se-alim Arif sekarang, tapi Ferry paling bisa menjaga pandangan dan perkataan. Ini menurut Ferry hal positif yang paling besar yang didapatkan dari hubungannya dengan Safira Pertiwi. Kalau negatifnya ya….Ferry nggak pernah cerita, kalau ane kira-kira ya….pulsa sama uang jajan pasti habis tho…ya buat sms-an atau chatingan…he…. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tapi selamat deh buat Fira…jarang-jarang hari begini dapat ustad sholeh kayak Ferry….semoga Allah merestui….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Selanjutnya pendapat Redy, Redy Aruna, teman ane dari Surabaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Si Redy dulu satu kelas sama Ferry di SMU Ponorogo. Kok bisa ketemu di sana….<em>wallahu a&#8217;lam</em>…..tapi kayaknya ada banyak kesamaan antara mereka, dan menurut taksiran ane, Redy belajar menjadi cowok setia dari Ferry, tapi Redy nggak seberuntung Ferry, nasibnya agak mirip dengan Arif di SMP.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Redy cowok yang cool, setia, bahkan bisa dibilang lebih dari Ferry, kalau Ferry pernah teruji kesetiaannya pada Fira ketika pertama tiba di Damascus, tapi Redy sama sekali tidak merasakan apa-apa, cintanya seteguh batu karang dan kesetiaanya tertancap dalam…tegar…kuat…laksana puncak everest yang menantang langit. Sejak pertama kenal wanita, hanya Putri yang ada dipikirannya, ya…Putri Lestari. Pacar pertamanya di kelas tiga SMP. Ane mengakui kesetiaan Redy, bahkan semua mahasiswi di Damascus tahu kalau Redy nggak bakal bisa diganggu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Menurut pengkuan Redy, dia juga mendapatkan energi positif untuk setia dari janji yang pernah diucapkan sama Putri…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span><em>&#8220;Put…hari ini hati saya sudah saya titipkan sama kamu, dan hati kamu saya bawa, jangan pernah kamu mengembalikan hati saya lagi….biarkan dia bersamamu sampai maut memisahkan kita…begitu juga saya tidak akan mengembalikan hati kamu sampai maut menyatukan kita…&#8221;. </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>&#8220;<em>Iya…Red…aku janji..&#8221;</em> jawaban Putri dengan linangan air mata terharu dengan ucapan kesetiaan Redy, membuat Redy semakin berdosa kalau harus menyakiti Putri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Tapi Tuhan berkehendak lain, apa yang dirancang di bawah, ternyata tidak selamanya sama dengan apa yang dirancang di Atas. Itulah…kenyataan…ya..kadang-kadang pahit juga sih….si Putri tiba-tiba berubah, singkat cerita…dengan terpaksa Redy harus mengembalikan hati Putri dan mengambil kembali hatinya. hal itu memberikan pukulan yang sangat dalam bagi kehidupan Redy, sejak itu Redy berubah, dulunya aktivis PPI, sekarang jadi anak rumahan, dulu <span> </span>satu-satunya andalan Indonesia angkatan ane untuk menjadi juara tiga besar di kampus, tapi sekarang nilai Redy anjlok, bahkan kemungkinan lulus tahun ini sangat tipis, Redy bukan saja dikenal di kampus sebagai mahasiswa yang pintar, tapi juga di lapangan bola Redy dikenal bintang, kalau liga mahasiswa Asia, Indonesia nggak bakal berani maju melawan Thailand tanpa Redy, tapi sejak itu jarang sekali dia kelihatan di lapangan, dulu wajah Redy tidak pernah murung, tapi sejak itu, senyuman Redy bagaikan hujan di tengah teriknya mentari. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span> </span><span>           </span>Dan waktu ane tulis ini, Redy lagi terbaring di rumah sakit Ibnu Nafes, besok pagi mau dioperasi, kata dokter dia mengalami peradangan otak belakang, kita doakan semoga Redy cepat sembuh.amiin….</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kalau ane melihat kejadian teman-teman, negatif nya pacaran lebih gede dari positifnya ya….coba lihat apa yang dialami Redy, terancam hancur masa depannya, kalau mau tahu, Redy itu anak tunggal, ayahnya punya pesantren di Surabaya, Redy bakal jadi kyai, tapi kalau kejadiannya begini ya….tipis….<em>seemed to be no hope!</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;text-indent:36pt;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ya, kita doakan saja semoga semuanya jadi lebih baik, semoga teman-teman sadar bahwa semua itu harus berjalan pada jalurnya, dan menurut ane hubungan antara dua insan selain ikatan nikah ya…bukan jalur yang tepat…wallahu a&#8217;lam…</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukum Pacaran]]></title>
<link>http://irvansaputra.wordpress.com/2008/11/07/hukum-pacaran-dalam-islam/</link>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 10:13:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>irvansaputra</dc:creator>
<guid>http://irvansaputra.wordpress.com/2008/11/07/hukum-pacaran-dalam-islam/</guid>
<description><![CDATA[HUKUM PACARAN Seorang pemuda yang terlalu lama membujang, kadangkala merasa kesulitan untuk mencari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[HUKUM PACARAN Seorang pemuda yang terlalu lama membujang, kadangkala merasa kesulitan untuk mencari ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PACARAN DALAM ISLAM]]></title>
<link>http://arufiansya.wordpress.com/2008/10/14/pacaran-dalam-islam/</link>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 08:29:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>arufiansya</dc:creator>
<guid>http://arufiansya.wordpress.com/2008/10/14/pacaran-dalam-islam/</guid>
<description><![CDATA[Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga&#8217; ya? Bahaya ngga&#8217; ya ? Apa bener pacaran i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga&#8217; ya? Bahaya ngga&#8217; ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?</p>
<p><!--more--></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Memiliki rasa cinta adalah fitrah</span></p>
<p>Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya&#8230;&#8230; dahsyat man&#8230;&#8230; yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe&#8217; akhirnya&#8230;&#8230;. pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti&#8217;in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak &#8230;. dukun pun ikut bertindak.</p>
<p>Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga&#8217; terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul &#8216;udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo&#8217; kagak terpenuhi manusia ngga&#8217; bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga&#8217; tenang) sampe&#8217; terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :<br />
Gharizatul baqa&#8217; (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.<br />
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.<br />
Gharizatun nau&#8217; (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.</p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Pacaran dalam perspektif islam</span></p>
<p>In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: &#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.&#8221; (Q. S. Al Isra&#8217; : 32)</p>
<p>Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do&#8217;i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So&#8230;.kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.</p>
<p>Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas&#8217;ud: &#8220;Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.&#8221;(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).</p>
<p>Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: &#8220;Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.&#8221; (HR. Imam Bukhari Muslim).</p>
<p>Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.&#8221; (Q. S. An Nuur : 31).</p>
<p>Dan juga sabda Nabi: &#8220;Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.&#8221;(HR. Thabrany).</p>
<p>Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA&#8217; (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga&#8217; punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur&#8217;an: &#8220;Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).&#8221;<br />
Wallahu A&#8217;lam bish-Showab</p>
<p>by: GAMASIANO</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dilepas SAZA]]></title>
<link>http://eginamakoe.wordpress.com/2008/09/04/dilepas-saza/</link>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 18:33:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>eginamakoe</dc:creator>
<guid>http://eginamakoe.wordpress.com/2008/09/04/dilepas-saza/</guid>
<description><![CDATA[Banyak pasangan yang berebut porsi untuk memiliki. Banyak pasangan yang berkeluh kesah karena salah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Banyak pasangan yang berebut porsi untuk memiliki. Banyak pasangan yang berkeluh kesah karena salah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Santri pacaran, Kyai tak melarang]]></title>
<link>http://fiqihpacaran.wordpress.com/2008/07/03/santri-pacaran-kyai-tak-melarang/</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 14:19:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Santri Wati</dc:creator>
<guid>http://fiqihpacaran.wordpress.com/2008/07/03/santri-pacaran-kyai-tak-melarang/</guid>
<description><![CDATA[Re: PACARAN (menurut Islam) HALAL/HARAM??? Feb 12, 2008 12:48 am oleh choiralia di Forum NU Rasulull]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Re: PACARAN (menurut Islam) HALAL/HARAM???</strong><br />
<em>Feb 12, 2008 12:48 am</em><br />
oleh <strong>choiralia</strong> di <a href="http://forum.nu.or.id/viewtopic.php?f=4&#38;t=48#p712">Forum NU</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/">Rasulullah Saw tidak pernah mengharamkan pacaran</a> meskipun pacaran telah menjadi tradisi di Arab Jahiliyyah seperti juga tradisi penduduk Nusantara kuno.</p>
<p>kisah-kisah seputar para santri juga hampir selalu diwarnai dengan pacaran, para kyai tidak melarangnya, <!--more-->(tapi ini bukan alasan mengapa pacaran itu boleh). melainkan pacaran boleh karena tidak pernah ada larangan di sana, (dari sononya) tentang pelarangan pacaran&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>pacaran tetap boleh asal tidak melanggar aturan-aturan syariat (bahasa temen-temen berkerudung lebarnya adalah ta&#8217;aruf atau pacaran Islami) &#8230; walah.</p>
<p>intinya, adalah yah sekali lagi tidak pernah ada pelarangan proses pacaran itu sendiri&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
yang dilarang adalah bersepi-sepian (indehoi&#8212;&#8212;&#8212;?) dengan lawan jenis bukan muhrim karena jika hanya berdua an di tempat yang sepi tentu saja yang ketiganya adalah syetan&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ada hadits Nabi yang mengisahkan bahwa Nabi pernah berdua an dengan wanita non muslim, namun berduaan di sini bukan berarti bersepi-sepian, tanpa diketahui aktivitasnya oleh orang lain. karena Seorang wanita dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., (ini bukan Muhrim Nabi) hingga Rasul pun berduaan dengannya. (lihat di bab Nikah pada kitab-kitab hadits imam Bukhari dan imam Muslim dari Anas bin Malik r.a.)</p>
<p>Hadits tersebut dimuat di Shahih Bukhari, kitab “Nikah”, bab “Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang”, jilid 11, hlm. 246. Hadits tersebut juga dimuat di Shahih Muslim, kitab “Keutamaan Para Shahabat”, bab “Keutamaan Kaum Anshar”, jilid 7, hlm. 174.</p>
<p>maksud penukilan referensi ini adalah jika ada yang mengatakan paaran pasti suka berduaan, maka ini tidak boleh. jawabnya adalah memang tidak boleh berduaan jika di tempat sepi . bahasa Arabnya, (ini asli dari haditsnya) &#8220;Laa yahluwanna ahadukum bim ro&#8217;atin)&#8230;.. jangan berkhalwat&#8230;&#8230;&#8230;. bersepi-sepian&#8230;&#8230;&#8230;. mojok&#8230;&#8230;.. sehingga aktivitasnya tidak diketahui orang lain.</p>
<p>nah, adakah yang menyangkal jika pacaran lewat surat misalnya? atau sms mungkin/?<br />
lanjut?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>yang saya [<a href="http://forum.nu.or.id/viewtopic.php?f=4&#38;t=48&#38;st=0&#38;sk=t&#38;sd=a&#38;start=20#p1753">choiralia</a>] maksudkan &#8230;. kalo Anda santri dari Jawa Timur tentu mengenal istilah &#8220;pandangan&#8221; kan? yah dalam arti bahwa ada memang istilah <strong>penjajagan</strong> untuk menghindari pernikahan yang tidak saling mengenal sama sekali di antara dua mempelai.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berpacaran dengan Khayal]]></title>
<link>http://eginamakoe.wordpress.com/2008/04/23/berpacaran-dengan-khayal/</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 08:24:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>eginamakoe</dc:creator>
<guid>http://eginamakoe.wordpress.com/2008/04/23/berpacaran-dengan-khayal/</guid>
<description><![CDATA[Dalam kesendirian, tidak pernah berujar Lelap malam melumat kata-kata Menghujani segenap permimpian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam kesendirian, tidak pernah berujar Lelap malam melumat kata-kata Menghujani segenap permimpian ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
