<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>idealisme &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/idealisme/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "idealisme"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:22:32 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta]]></title>
<link>http://noviandriyani.wordpress.com/2009/11/26/sabbe-satta-bhavantu-sukhitatta/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 12:32:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>noviandriyani</dc:creator>
<guid>http://noviandriyani.wordpress.com/2009/11/26/sabbe-satta-bhavantu-sukhitatta/</guid>
<description><![CDATA[Global Warming –Pemanasan global, dari kacamata pandang saya, adalah sebuah isu nyata yang ditinggal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Global Warming</em> –Pemanasan global, dari kacamata pandang saya, adalah sebuah isu nyata yang ditinggalkan seiring dengan perjalanan waktu. Apa yang saya lihat sehari hari adalah wujud keapatisan yang nyata dari sesuatu yang seharusnya tumbuh menjadi sebuah kesadaran untuk merubah, berubah, dan dirubah. Mengetahui tentang fakta tentang pemanasan global tidak lantas membuat masyarakat kita sadar dan melakukan sesuatu, kita lebih suka memilih tetap diam di tempat. Pemanasan global bukanlah suatu masalah yang sudah semestinya <em>ditandangi</em>, tetapi sebuah tren yang bisa dengan cepat menguap ditelan waktu.</p>
<p>Saya pernah membaca artikel dari Dewi Lestari yang berjudul “Harta Karun untuk Semua”. <em>Simply and truly</em>, artikel itu membuat saya <em>amazed</em>. Tidak hanya cara Dee mengungkapkan pikiran yang mampu menyedot perhatian, si pikiran yang diungkapkan juga tidak kalah menarik. Akan tetapi, hal yang paling menarik bagi saya adalah  bahwa permasalahan, tentang pemanasan global, ada –nyata disekitar kita dan memilih apatis tidak akan memutus mata rantai yang telah kita bangun; mata rantai yang secara langsung menghubungkan kita dengan penyebab serta dampak pemanasan global.</p>
<p>Masih ingatkah Anda mengenai sedotan yang Anda pakai tadi pagi, kantong plastik untuk berbelanja bulan ini, serta emisi kendaraan pribadi Anda? Saat Anda memutuskan untuk tidak ingat, apakah sedotan, kantong plastik dan karbon monoksida itu akan hilang begitu saja, tanpa mempengaruhi lingkungan? Tahukah Anda berapa banyak orang yang berfikiran sama seperti Anda? Saat kita memutuskan untuk tidak berubah dan tidak melakukan sesuatu, haruskah Bumi ini yang jadi korbannya? Mother Earth yang menghamili padi untuk kita tanak, meranumkan berbagai macam buah untuk kita santap, yang menopang hidup milyaran manusia dalam detak dan hembusan kehidupannya yang semakin rapuh. Haruskah Dia yang berkorban lagi? Sementara itu yang saya lihat adalah segerombolan anak muda yang memakai tas dengan tulisan sangat besar “I’M NOT PLASTIC BAG” hanya karena ingin dianggap <em>stylish</em>, tanpa adanya penghayatan dan kesadaran untuk bertindak cepat demi Bumi ini, bukan penurunan penggunaan plastik dan peningkatan penggunaan sepeda oleh masyarakat kita.</p>
<p>Pernahkah, Anda sesekali berfikir untuk melakukan sesuatu, bertindak cepat, sekarang juga, dimulai dari diri Anda sendiri? Bukankah, sesuatu yang besar itu dibangun dari hal hal yang kecil dan perubahan besar pun awalnya berasal dari perubahan perubahan kecil oleh individu-individu biasa. Inilah saat Anda, KITA, untuk bertindak melindungi apa yang sudah, sedang, dan akan diperjuangkan; kebahagian Bumi, kebahagian kita dan orang-orang yang telah dan akan kita cinta.</p>
<p>Saat Anda terbiasa naik motor untuk pergi sejauh 3 km, Anda bisa memulai untuk bersepeda. Saat Anda terbiasa berbelanja dengan plastik di supermarket, Anda bisa membawa tas sendiri sebagai penggantinya. Saat Anda terbiasa membeli baju baru setiap satu bulan sekali, yang entah menghasilkan berapa banyak polutan perpotongnya, Anda bisa mencoba untuk menguranginya.</p>
<p>Setelah Anda mulai bertindak dari hal hal terkecil dalam rutinitas anda, maka hal selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah menularkan penghayatan serta kesadaran Anda kepada orang lain, dimulai dari SAHABAT dan keluarga sebagai orang terdekat Anda. Anda bisa bersepeda atau naik kendaraan umum bersama, bergabung dalam organisasi pecinta lingkungan, bahkan keliling kompleks meminta sumbangan dan dukungan masyarakat sekitar untuk aksi tanam pohon di lingkungan kompleks. Coba bayangkan, dari kesadaran dan perubahan satu individu, dapat mempengaruhi individu lainnya. Dengan begitu yang kita dapatkan adalah sebuah rantai baru; rantai kepedulian terhadap Bumi, yang telah siap menanggulangi rantai dampak pemanasan global.</p>
<p>Dari hal yang begitu kecil; kesadaran diri sendiri, perubahan-perubahan kecil yang kita putuskan untuk ambil; bersepeda, mengurangi penggunaan plastik serta menularkan pikiran mengenai kepedulian terhadap dampak pemanasan global kepada sahabat sahabat Anda, kita bisa melindungi Bumi, bersama.</p>
<p>Selama ini, mungkin kita adalah sesosok individu apatis yang menolak bertindak. Diam dan tidak peduli kepada “Sang Ibu” (Bumi –writers’s note) yang sesungguhnya menggeliat kesakitan demi memperjuangkan rasa nyaman yang diperoleh 6 milyar individu sepanjang tahun. Sudah saatnya kita bertindak, demi kebahagiaan orang orang yang kita cintai, demi Bumi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Semoga semua makhluk berbahagia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wawancara Pembantu Dekan III FKG UNPAD]]></title>
<link>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/23/pembantu-dekan-iii-fkg-unpad/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:48:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>mooptea</dc:creator>
<guid>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/23/pembantu-dekan-iii-fkg-unpad/</guid>
<description><![CDATA[Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Nama                            ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran</p>
<p>Nama                                     : drg. Eka Chemiawan MS.MH..Kes</p>
<p>Tempat tanggal lahir       : Bandung, 24 oktober 1959</p>
<p>Agama                                    : Islam</p>
<p>Riwayat Pendidikan          :</p>
<p>SD KPPK kimia farma</p>
<p>SMPN 2 Bandung</p>
<p>SMAN 2 Bandung</p>
<p>S1 FKG UNPAD</p>
<p>S2 FKG UNPAD</p>
<p>Hasil Wawancara    :</p>
<p><em>Apa yang bisa membuat bapak bisa menjadi sekarang ini?</em></p>
<p>Intinya adalah silahturahmi, selalu berhubungan baik dengan semua orang, tetapi saya punya pandangan bahwa kita harus mempunyai nilai tambah. apapun dimanapun kita berada kita tidak boleh biasa – biasa saja. oleh karena itu kita harus mengembangkan tiga hal, yaitu olahraga, olahrasa, dan olahrasa. dari situlah saya mengoptimalkan semua potensi yag saya miliki.</p>
<p><em>Aktifitas organisasi?</em></p>
<p>Sebenarnya latar belakang saya adalah orang yang pemalu dan sedikit minder karena ukuran waktu itu adalah kekayaan. karena itu saat kebanyakan anak – anak setelah sekolah bermain kesana-kemari saya malah</p>
<p><em>Alasan menjadi pemimpin?</em></p>
<p>Karena lingkunganlah yang membawa seperti itu, karena pada saat kita berinteraksi disaat yang lain mengajukan 1 pertanyaan saya 2 pertanyaan, saat yang lain hanya berbicara saya memberi konsep.</p>
<p><em>Kepemimpinan yang baik itu seperti apa?</em></p>
<p>kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mau mendengar pendapat orang lain, kalo itu tidak dpenuhi maka akan terjadi arogansi dan otoriter. percuma jika pemimpin serba bisa tetapi dibenci orang.</p>
<p><em>Siapa yang menjadi panutan bagi bapak?</em></p>
<p>Jelas adalah Rasulullah Muhamad SAW.</p>
<p><em>Pemimpin ideal itu yang bagaimana?</em></p>
<p>Sulit jika kita mengikuti semua sifat amanah, tabligh, siddiq, fatonah dll. yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Tetapi yang paling mudah adalah bagaimana kita dipercaya oleh orang lain. Itupun melalui proses yang panjang untuk mendapatkan kepercayaan orang lain secara penuh.</p>
<p><em>Pernah menemui hambatan?</em></p>
<p>Sebelum saya seperti sekarang ini 15 tahun saya berjuang keras dari bawah, banyak hambatan yang ditemui sepanjang 15 tahun itu. tetapi Alhamdulillah sekarang Allah SWT telah memberi kemudahan.</p>
<p>Saat awal menjadi PD3 saya sedikit heran karena aktivitas kemahasiswaan FKG tidak ada sama sekali alias 0. Maka saya mulai membangun sedikit demi sedikit agar kegiatan mahasiswa disini lebih berkembang.</p>
<p><em>Apakah wadah kemahasiswaan di Unpad sekarang sudah mencukupi kebutuhan mahasiswa itu sendiri?</em></p>
<p>Luar biasa, saya sangat memuji kreativitas mahasiswa Unpad sekarang. Tinggal diarahkan individu – individu agar terbentuk system yang baik. Sebagai mahasiswa kalian harus mengetahui tupoksi kalian yaitu kuliah. Jadi walaupun kegiatan kemahasiswaan penting, tugas no.1 tetap adalah kuliah.</p>
<p>Mengapa kita semua ada disini, Karena adanya mahasiwa. jadi layani mahasiswa sebaik mungkin</p>
<p><em>Apa harapan bapa yang ingin dicapai ke depannya?</em></p>
<p>Saya hanya ingin melihat anak saya (mahasiswa beserta keluarganya : red) tumbuh dewasa, mensyukuri nikmat dari allah.</p>
<p>Saya ingin unpad yang focus pada pemberdayaan mahasiswa Karena mahasiswa adalah modal dari segalanya</p>
<p><em>Saran untuk pemimpin</em></p>
<p>Dia harus bisa merasakan orang yang lebih rendah kedudukannya daripada dia, jadi tidak akan ada lagi kebijakan-kebijakan yang dapat meragukan orang lain.</p>
<p>Pendapat Kelompok :</p>
<p>Dari hasil wawancara kami dengan beliau, beliau cukup bersahabat dengan kami. Gaya kepemimpinan beliau tumbuh dengan sendirinya karena lingkungan sekitar, jika ditelaah dari hasil wawancarannya. Beliau merupakan orang yang bisa dibilang kreatif, dilihat dari beberapa kegiatan yang ia buat sewaktu beliau masih muda dengan segala keterbatasannya.</p>
<p>Dan berikut adalah beberapa kesimpulan kelompok kami :</p>
<ol>
<li>Beliau sangat mengutamakan dan menjaga tali silaturahmi karena dengan begitu beliau mempunyai banyak teman sampai sekarang.</li>
<li>Beliau bisa sampai sekarang yaitu menjadi Pembantu Dekan III FKG UNPAD. Karena ia banyak belajar dari lingkungan. Dari bagaimana ia dipimpin dan memimpin.</li>
</ol>
<p>Ketika kami cermati dari hasil wawancara kami, baik terulis maupun secara langsung, beliau memliki gaya tipe kepemimpinan <em>Pseudo – Demokratis</em>. Tipe ini disebut juga semi demokratis atau manipulasi diplomatic. Pemimpin yang bertipe pseudo-demokratis hanya tampaknya saja bersikap demokratis padahal sebenarnya dia bersikap otokratis. Misalnya jika ia mempunyai ide – ide, pikiran, atau konsep yang ingin diterapkan di lembaga Pendidikannya, maka hal tersebut akan dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan bawahannya, tetapi situasi diatur dan diciptakan sedemikian rupa sehingga pada akhirnya bawahan didesak agar menerima ide atau pikiran tersebut sebagai keputusan bersama. Pemimpin ini menganut demokrasi semu dan lebih mengarah kepada kegiatan pemimpin yang otoriter dalam bentuk yang halus, samar – samar, dan yang mungkin dilaksanakan tanpa disadari bahwa tindakan itu bukan tindakan pimpinan yang demokratis. Tapi untuk beliau, ia cenderung kearah demokratis.</p>
<p>Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa pencetus <em>Unpadnisasi</em> ialah beliau, beliau khawatir pada sikap mahasiswa Unpad pada saat itu terlalu membanggakan Fakultasnya, padahal ketika mahasiswa itu keluar ( lulus : red ) ia membawa nama Unpad bukan Fakultasnya lagi.</p>
<p>Dan bagaimana dengan kepemimpinan beliau untuk Unpad? Cocokkah untuk saat ini dan kedepannya?</p>
<p>Kelompok kami setuju dengan tipe kepemimpinan beliau yang <em>Pseudo – Demokratis </em>untuk Unpad saat ini namun cenderung kearah Demokratis, kenapa demikian? Karena Meskipun kepemimpinan beliau agak Otoriter ia selalu mendengarkan pendapat orang lain sebelum mengambil keputusan yang ia buat. Salah satunya yaitu keputusannya mengenai <em>Unpadnisasi,</em> jika beliau tidak segera untuk memaksakannya, kapan lagi Unpad itu akan <em>satu</em>?</p>
<p>Namun untuk kedepannya kepemimpinan beliau untuk Unpad kami rasa cocok, karena jika tipe kepemimpinan beliau adalah <em>Demokratis</em>, sulit untuk mengambil keputusan karena proses pengambilan keputusan akan memakan waktu yang lebih banyak dan sulitnya tercapai kesepakatan, lain dengan tipe kepemimpinan beliau yang <em>Pseudo – Demokratis</em> namun cenderung kearah <em>Demokratis.</em></p>
<p><em><a href="http://muftysaid.wordpress.com/files/2009/11/12861_1273399200970_1409637210_809682_425590_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-95" title="12861_1273399200970_1409637210_809682_425590_n" src="http://muftysaid.wordpress.com/files/2009/11/12861_1273399200970_1409637210_809682_425590_n.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wawancara Dekan FE UNPAD]]></title>
<link>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/23/wawancara-dengan-dekan-fe-unpad/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:54:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>mooptea</dc:creator>
<guid>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/23/wawancara-dengan-dekan-fe-unpad/</guid>
<description><![CDATA[Hasil wawancara dengan Dekan FE UNPAD &#8211; Tema : Kepemimpinan DEKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hasil wawancara dengan Dekan FE UNPAD &#8211; Tema : Kepemimpinan</p>
<p>DEKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN</p>
<p>Nama                                          :<a href="http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?id=1406370612&#38;ref=ts"> </a><a href="http://www.facebook.com/home.php?#/profile.php?id=1406370612&#38;ref=ts">Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule, M.Si</a></p>
<p>Tempat Tanggal Lahir         : Bandung, 18 april 1954</p>
<p>Agama                                        : Islam</p>
<p>Riwayat pendidikan :</p>
<p>SD Katholik Saint Joseph Medan</p>
<p>SMP Harapan Medan</p>
<p>SMA Negeri 1 Medan</p>
<p>SMA Negeri 5 Bandung</p>
<p>S1 FE UNPAD</p>
<p>Suami : Adjie Komaruddin</p>
<p>Anak : Bella Dini Nur Annisa, Kautsar Muhammad Islam</p>
<p>Prof. Dr. Ernie Tisnawati Sule, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran,  lahir di Bandung, pada tanggal 18 april 1954. Pada tahun 1952, ayahnya yang seorang birokrat dipindahtugaskan ke Medan sebagai kepala depdikbud Sumatera Utara pada saat itu. Predikat ayahnya tersebut menjadikan suatu tuntutan bagi Prof. Ernie sekaligus Motivasi beliau dalam melakukan sesuatu hal terutama didalam kelas, Ernie selalu berprestasi. Sejak kecil Ernie dikenal sebagai sosok yang senang tampil dan senang bergaul.</p>
<p>Pada tahun 1952-1970 inilah  Ernie kecil dibentuk sebagai orang Sunda yang dikenal lembut, santun dan halus dalam bertindak tumbuh di lingkungan orang medan yang tegas dan berterus terang menyampaikan apa adanya. Campuran dari kedua adat tersebut, menjadikan beliau sebagai sosok individu yang unik.</p>
<p>Ernie dibesarkan oleh karakter orang tua yang galak, perhatian tapi juga akrab dengan semua orang. Selama SD dan SMP Prof. Ernie dikenal sebagai anak yang pandai tapi juga eksis, dengan tata buku dan bahasa Inggris sebagai pelajaran Favoritnya. Pada saat SMA, Ernie mengikuti Taruna Karya yang aktif dalam kegiatan di lingkungan rumah, seperti tujuhbelasan dan sebagainya. Inilah yang menjadi bibit minat Ernie dalam bidang keorganisasian.</p>
<p>Pada tahun 1973, Selulusnya dari SMA, beliau mendaftarkan diri di Fakultas favorit, Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, yang langsung masuk pada gelombang 1, yang pada saat itu hanya menerima 24 orang Mahasiswa saja.</p>
<p>Di bangku perkuliahan, Ernie tumbuh menjadi seorang aktivis organisasi baik di dalam kampus seperti Pers mahasiswa dengan ketua Prof. Didin Damanhuri, Dewan Mahasiswa yang pada saat itu diketuai oleh Iskadir khotob, Ernie menjabat sebagai sekretaris 1 Dewan Mahasiswa, selain itu beliau juga aktif di BPM dan juga aktif sebagai Pembina organisasi-organisasi kemahasiswaan lainnya.</p>
<p>Diluar kampus Ernie, juga aktif di Ikapresma, Damas, Pemuda PBB, HMI, dan juga menjadi aktivis di banyak mesjid di Bandung. Ernie juga aktif di ekstrakurikuler Karate dan organisasi-organisasinya Lemakari dan FORKI. Saking sibuknya, bapak Ikadir Khotob pernah bilang “Ernie mah meuni ga sayang badan”. Ernie sangat banyak mengikuti aktivitas oraganisasi padahal dulu beliau sempat mengidap Asma “kalo malam-malam asma saya kambuh, paginya sudah ada di kantor dewan mahasiswa lagi” , katanya sambil tertawa.</p>
<p>Beliau berprinsip untuk selalu memberikan apa yang terbaik yang kita punya, dimanapun kita berada, dimanapun kita berorganisasi harus ‘all-out’ dan professional, walaupun sibuk harus pandai-pandai memanajemen waktu, semua harus dijalani,  tapi harus ada prioritas. Dan juga satu hal yang paling penting dalam menajalani hidup, khususnya organisasi kemahasiswaan adalah ‘ikhlas’, tulus dan tanpa pamrih, bukan materi yang kita cari, tapi hal-hal non-materiil yang diberikan Allah kepada kita sebagai ‘pembelajaran’.</p>
<p>Pada tahun 1980, Ernie harus mengambil satu mata kuliah lagi, karena tidak sesibuk biasanya, Beliau tergoda untuk bekerja dengan gelar ‘sarjana muda’ yang disandangnya, ia bekerja di BNI 46, juga tetap dengan prinsip ‘do the best!’, ia hampir keenakan bekerja. Dan pada tahun 1982, karena motivasi Teman dan Orang tua, Ernie kembali ke bangku perkuliahan, dan lulus dengan nilai ‘mencurigakan’. Mencurigakan yang dimaksud disini adalah suatu nilai dari seorang dosen, yang katanya “tidak pernah memberikan nilai setinggi ini”, karena alasan tersebut, Ernie ditawari sebagai dosen. Dengan senang hati beliau menerima.  “menjadi dosen, ilmu yang dikeluarkan tidak akan pernah berkurang, justru bertambah”, katanya. Dan karena ketekunannya jadilah beliau sebagai professor dibidang manajemen sumber daya manusia.</p>
<p>Ada suatu prestasi yang paling berkesan bagi beliau, yakni pada saat beliau mengikuti konferensi inernasional di Filipina, beliau menyabet 4 sertifikat yakni attending sertifikat, the best consultant practice, the best team in consultant practice, dan the best business games. Semua didapatkan karena terbiasa di organisasi, katanya. Dalam suatu tim, pertemuan, atau seminar, jangan cuma jadi <em>follower</em>, dengarkan dan berikan pendapat, jangan lepas tangan, dan tidak ada kata ‘terserah’.</p>
<p>Menjadi seorang dekan tidaklah mudah, tapi menjadi seorang pemimpin adalah anugerah dari Allah, setiap manusia adalah pemimpin. Tugas kita adalah mensyukuri dan mengembangkan potensi yang ada untuk menjadi berarti, tidak terkait gender, apakah ia laki-laki atau pun perempuan. “Ketika orang melihat potensi yang kita punya, kita tidak dilihat lagi dari apa kita, tapi orang melihat karena kita mampu. Dari 7 calon dekan FE, 5 perempuan dan 2 laki-laki, tapi ternyata 2 laki-laki gugur seleksi” , katanya.</p>
<p>Menjadi seorang pemimpin itu harus kritis analitis, peka dan mampu mengatasi masalah, harus pandai berbicara, karena lidah bisa membuat baik tapi juga memperburuk keadaan, harus kreatif dan pandai berimprovisasi, juga harus bisa menjadi fasilitator, serta membangun hal-hal positif.</p>
<p>Jika mau menjadi pemimpin, mulailah dari sekarang, menjadi mahasiswa jangan hanya mengejar nilai, tapi juga softskill MASAK (Motivation, Attitude, Skill, Ability, Knowledge) yang didapatkan dari organisasi kemahasiswaan. Oleh karena itu, di Fakultas Ekonomi dicanangkan Program “Softskill Development Program” meliputi peningkatan kemampuan bahasa inggris TBI gratis, pelatihan kepemimpinan dan manajerial mahasiswa, motivasi, juga persiapan ke dunia kerja. Karena setiap lulusan, juga merupakan tanggung jawab kita, menghasilkan lulusan yang berkualitas.</p>
<p>Dalam memimpin, berusaha untuk selalu demokratis, melibatkan mahasiswa, memberi mereka softskill, memotivasi dan memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan. Dengan system kepemimpinan three-partheid yang berusaha dibangun, yakni antara dekanat dan karyawan – mahasiswa – alumni.</p>
<p>Sebagai seorang ibu, dalam keluarga dan dalam mendidik anak-anak, ibu dari Bella Dini Nur Annisa dan Kautsar Muhammad Islam ini, juga demokratis, jangan pernah paksakan mereka, berilah contoh. Seperti yang rasulullah dan orang tua beliau contohkan.</p>
<p>“Saya  tidak punya idola”, katanya. Belajarlah dari semua orang, dari keberhasilan maupun kegagalan orang lain. Jadikan apa yang dialami, dilalui, dirasakan, dilihat, didengar, itu sebagai <em>knowledge</em> dari proses pembelajaran.jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah puas, lihat ke bawah dan syukuri apa yang kita punya, lihat ke atas sebagai motivasi untuk kita lebih baik lagi, kembangkanapa yang kita miliki, dan bermanfaatlah bagi orang banyak.</p>
<p>Prof. Ernie juga masih mempunyai cita-cita “ ingin punya kampus yang tingkat internasional di Jatinangor, internasional dosennya, mahasiswanya, intenasional juga pelayanannya. Dan saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak”, katanya.</p>
<p>Pendapat Kelompok :</p>
<p>Setelah melakukan wawancara selama kurang lebih 45 menit pada hari Jumat siang yang cukup mendung, akhirnya kami bisa mewawancrai Ibu Erni selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, beliau sangat akrab sekali bisa dilihat dari bagaimana ia menyambut kami. Dan setelah wanwancara dengan beliau ada beberapa hal yang kami simpulkan :</p>
<ol>
<li>Beliau merupakan orang yang tegas dalam kepemimpinannya dan sangat lembut dalam penyampaian argumentasinya.</li>
<li>Beliau demikian karena pembawaan orang tuanya yang tegas serta waktu kecl ia mempunyai tuntutan sebagai anak dari Kepala Depdikbud Sumatra, karena itu ia pun selalu tampil beda dengan <em>high self confidence</em></li>
<li>Dalam menjalani kepemimpinannya, beliau selalu mengutamakan umat (mahasiswa), karena atas alas an itulah beliau ada disana sebagai Dekan FE UNPAD</li>
</ol>
<p>Dan seperti apakah tipe kepemimpinan beliau di FE UNPAD? Ideal kah dengan UNPAD masa kini dan kedepannya?</p>
<p>Secara garis besar tipe kepemimpinan beliau adalah tipe seorang pemimpin <em>Demokratis</em>, ia ikut berbaur ditengah anggota – anggota kelompoknya (mahasiswa : red). Hubungan pemimpin dengan anggota bukan sebagai majikan dengnan bawahan, tetapi lebih seperti kakak dengan saudara –saudaranya. Dalam tindakan dan usaha – udahanya ia selalu berpangkal kepada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya.</p>
<p>Dan kelebihannya dari tipe kepemimpinan beliau ialah :</p>
<ol>
<li>Dalam melaksanalan tugasnya, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran – saran dari kelompoknya</li>
<li>Ia mempunyai kepercayaan pula pada anggota – anggotanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.</li>
<li>Ia selalu berusaha membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya dengan cara memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan.</li>
</ol>
<p>Di samping itu, ia juga memberi kesempatan kepada anggota kelompoknya agar mempunyai kecakapan memimpin dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung jawabnya.</p>
<p>Dan bagaimana dengan tipe kepemimpinan beliau untuk UNPAD?</p>
<p>Kami rasa itulah yang sekarang dibutuhkan oleh UNPAD saat ini, yaitu <em>mendengarkan. </em>Mendengarkan seluruh lapisan masyarakat dalam setiap keputusan dan cermat dalam menentukan keputusannya demi tercipta kemashalatan umat. Mengapa demikian? Mungkin sebagai mahasiswa kita sering kali mempunyai paradigma yang kadang jauh sekali dengan para Birokrat, terlebih lagi di UNPAD.  Ketika kami menyuarakan suara kami menuntut kepastian dari tiap keputusan Birokrat kadang tidak didengarkan atau kadang bahkan diacuhkan. Untuk itulah kita butuh pemimpin yang mau mendengarkan dalam menentukan setiap keputusan yang diambil. UNPAD butuh seorang pemimpin seperti itu karena ketika umat (mahasiswa) diperhatikan dalam tiap langkah pemimpin untuk mengambil keputusan, kita (mahasiswa) juga merasa dihargai kehadirannya oleh para pemimpin itu.</p>
<p><a href="http://muftysaid.wordpress.com/files/2009/11/12861_1273399440976_1409637210_809683_1499750_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-89" title="12861_1273399440976_1409637210_809683_1499750_n" src="http://muftysaid.wordpress.com/files/2009/11/12861_1273399440976_1409637210_809683_1499750_n.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dissertation sur "La rose et le reseda" poème de Louis Aragon]]></title>
<link>http://blog.sos-dissertations.com/2009/11/21/dissertation-sur-la-rose-et-le-reseda-poeme-de-louis-aragon/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 17:16:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>lulabie</dc:creator>
<guid>http://blog.sos-dissertations.com/2009/11/21/dissertation-sur-la-rose-et-le-reseda-poeme-de-louis-aragon/</guid>
<description><![CDATA[Louis Aragon est un écrivain français, poète, romancier, journaliste, né le 3 octobre 1897 à Neuilly]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Louis Aragon</strong> est un écrivain français, <a href="http://blog.sos-dissertations.com/2009/10/15/dissertation-sur-william-blake-artiste-peintre-et-poete/" target="_blank">poète</a>, romancier, journaliste, né le 3 octobre 1897 à Neuilly-sur-seine et décédé le 24 décembre 1982 à Paris.<br />
Ses écrits et son idéologie du communisme ne cachent pas son engagement. Il y restera fidèle jusqu’au bout de sa vie. <a href="http://www.academon.fr/journal" target="_blank">Journaliste</a> il travaillera en 1933 pour le journal <em>l’Humanité</em>.</p>
<p>En 1943, parait dans un journal marseillais « <em>Le Mot d’Ordre</em> » diffusé également sur Lyon, le poème de <strong>la Rose et le réséda</strong>. Ce poème sera largement copié et diffusé clandestinement. C’est en 1944,  que <strong>Louis Aragon</strong> le publie au sein du recueil de poésie <em>la Diane Française</em> et le dédicace à quatre résistants, deux communistes et deux chrétiens.</p>
<p><strong><em>La Rose et le Réséda</em></strong> :<br />
<em>« Celui qui croyait au ciel<br />
Celui qui n&#8217;y croyait pas<br />
Tous deux adoraient la belle<br />
Prisonnière des soldats »…</em></p>
<p>Après connaissance de l’œuvre complète et pour la première partie de votre dissertation il s’agira donc de faire ressortir le thème principal de ce poème. A l’aide de la signification du sens des mots employés, les contrastes utilisés et qui apparaissent dès le titre. Nous préciserons que la dédicace est importante pour la piste de cette première étude.</p>
<p>Nous aurons donc bien compris, qu’au-delà des divergences d’opinion ou de religion l’auteur selon ses propres convictions et son idéologie en appelle à <a href="http://www.sos-dissertations.com/la-resistance.html" target="_blank">la Résistance</a>. Il sera donc intéressant en seconde partie de travail de cibler les mots pour permettre une analyse de la pensée de l’auteur afin de conclure votre travail sur un sentiment patriotique…</p>
<p>De nombreux poèmes <strong>d’Aragon</strong> ont été chantés, celui-ci la été par <strong>Juliette Greco</strong>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Leadership]]></title>
<link>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/21/leadership/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:34:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>mooptea</dc:creator>
<guid>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/21/leadership/</guid>
<description><![CDATA[Tiap insan manusia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, meskipun tidak semua orang menjadi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tiap insan manusia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, meskipun tidak semua orang menjadi pemimpin tetapi secara misi (tanggung jawab hidup) semua orang adalah pemimpin, namun apa yang membedakan antara satu orang (pemimpin) dengan orang yang lainnya? Yaitu adalah keputusan. Kepemimpinan melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan diri seseorang menemukan visi misi hidupnya, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkunganya dan ketika keberadaan mendorong perubahan dalam organisasinya, saat itulah seorang pemimpin sejati lahir.</p>
<p>Tugas seorang pemimpin secara misi adalah mengambil keputusan untuk dirinya utnuk meraih apa yang diinginkan dengan menggunakan sumber kekuatan yang dimiliki. Mengapa keutusan begitu penting bagi seorang pemimpin? Karena dengan keputusannya itulah ia mampu merubah nasib organisasi yang ia pimpin.</p>
<p>Dan apa yang kita lakukan bukanlah hasil dari apa yang keadaan suruh tapi hasil dari apa yang disuruh oleh keputusan kita. Keputusan itu adalah jembatan tunggal antara kreasi mental (apa yang ada di kepala kita) dan kreasi fisik ( apa yang kita lakukan). Sebuah keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpin yang penting adalah :</p>
<ol>
<li>Kesadaran untuk meraih prestasi kearah yang lebih tinggi dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki.</li>
<li>Kemauan keras, dimana pun, apa pun dan dalam keadaan apapun kita, pilihan selalu terbuka anntara kita memliki kemauan keras dank eras kepala. Kemauan keras adalah dorongan yang mucul dari dalamdiri kita untuk maju sedangkan keras kepala adalah dorongan yang muncul dari dalam untuk menolak kemajuan</li>
<li>Fakta yang mendukung kemaun dan kesadaran</li>
<li>Kepercayaan diri</li>
<li>Keberanian yang didasari landasan berani karena kita memiliki landasan yang benar untuk berani, bukan sekedar landasan yang kita kita benarkan sendiri.</li>
</ol>
<p>Itulah yang membuat antara pemimpin dengan seorang manager mempunyai peranan berbeda, jika pemimpin “ Do the right things” sedangkan mnager “Do a things right”.</p>
<p>Seorang pemimpin juga harus mempunyai visi, visi adalah apa yang dicetak oleh pikiran kita tentang diri kita di masa depan, atau apa yang dibayangkan oleh ktia tentang diri kita di kepala tentang hari depan. Ibarat sebuah naskah film apakah anda membayangkan diri anda sebagai seorang pahlawan yang menang atau seorang pecundang yang kalah dan selalu menjadi korban? Visi yang jelas ke depan, yaitu apa yang dicetak oleh imajinasi kita adalah apa yang akan dicetak oleh tindakan kita. Seorang pelukis yang menghasilkan karya seni indah tidak langsung mencoret – coret kertas dengan pena lukis, mereka melukis terlebih dahulu di kanvas imajinasinya, baru dituangkan ke atas kertas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Motivasi Diri]]></title>
<link>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/21/motivasi-diri/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:18:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>mooptea</dc:creator>
<guid>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/21/motivasi-diri/</guid>
<description><![CDATA[Diri sendiri dan orang lain merupakan bentuk lawan kata, dua kata yang berbeda dengan makna yang san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Diri sendiri dan orang lain merupakan bentuk lawan kata, dua kata yang berbeda dengan makna yang sangat jauh berbeda pula. Diri sendiri itu adalah aku, kita dan orang lain itu adalah dia, mereka, tergantung bagaimana, dimana, dan karena apa kita menggunakan kata tersebut. Pemahaman tentang ”diri” antara aku dan kita, bisa berbeda lagi, aku adalah dimana kaki ku berpijak, kita adalah dimana cita kita dijunjung. Sebelum kata “aku” itu beranjak kearah kata “kita, dia dan mereka” dimana merupakan sebuah kata yang lebih menyatu, ada baiknya kita mengenal seperti apa “aku” itu.<br />
Aku mempunyai dua mata, dua telinga, dua buah tangan, dua buah kaki dan sama – sama diciptakan oleh sang khalik, Tuhan alam semesta, Allah SWT dan sama seperti kita , dia dan mereka. Aku hidup bernafas, memakan makanan, meminum minuman, dan sama seperti kita, dia dan mereka. Aku mempunyai beberapa alasan kepentingan tuk hidup di dunia ini bersama dia dan mereka, sama seperti yang lainnya.</p>
<p>Ternyata aku, kita, dia, dan mereka itu tidak jauh berbeda, lantas dimana letak perbedaan itu!. Hanya diri sendiri yang bisa menjawabnya! Apa itu?. Aku tak mungkin sama dengan yang lain karena aku adalah anak pertama dari dua bersaudra, aku tak mungkin sama dengan yang lainnya karena aku adalah seorang yamg berminuskan 3, aku tak mungkin sama dengan yang lainnya karena aku adalah salah satu mahasiswa jurusan Fisika FMIPA Unpad, aku tak mungkin sama dengan yang lainnya karena golongan darah ku AB, dan aku tak mungkin sama dengan yang lainnya karena antara aku, dia dan mereka mempunyai DNA yang berbeda! Itulah yang membedakannya! Bagaimana dirimu tak bangga memunyai suatu hal yang berbeda tidak sama dengan yang lainnya terlebih dengan orang disamping mu? Tiap diri kita ternyata mempunyai karakter berbeda, apalagi tuk menulis seperti apa jadinya essay ini.</p>
<p>Yang perlu kalian tahu tentang aku adalah, aku orang yang tak mau tuk mengalah tuk mendapatkan hak ku, aku adalah orang yang penuh kekesalan atas ketidak puasan ku, dan karena kekesalan ku itu, dia dan mereka mengenal ku seperti sekarang ini.<br />
Mungkin kekesalan ku itu yang harus paling bertanggung jawab atas semangat ku untuk menggali potensi ku sebagai manusia hakiki yang memiliki hubungan antar manusia dan hubungan dengan sang Pencipta. Mungkin karena kekesalan ku pada sebuah negara dimana kata “kebenaran” itu jarang ku temukan, aku berdiri disini sebagai mahasiswa sebagai peniup terompet asiprasi rakyat. Mungkin karena kekesalan ku pada rakyat jelata yang tak mau peka terhadap pemerintah sehingga mereka buta ketika dihadapkan tuk memilih pemimpin, aku ada disini tuk meneriakkan kebobrokan dan kebenaran itu.</p>
<p>Seperti itulah “aku”, yang termotivasi atas semua kekesalan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Student Government]]></title>
<link>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/21/student-goverment/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 16:06:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>mooptea</dc:creator>
<guid>http://muftysaid.wordpress.com/2009/11/21/student-goverment/</guid>
<description><![CDATA[Student Government diartikan sebagai pelembagaan kepentingan politik mahasiswa dalam format negara m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Student Government diartikan sebagai pelembagaan kepentingan politik mahasiswa dalam format negara mahasiswa, namun tidak sama dengan negara, dimana konsepnya tidak terlepas dari teori negara. Kalau boleh disederhanakan maka student government adalah gerakan mahasiswa yang dilembagakan.</p>
<p>Agaknya perlu diambil kesepakatan bersama seperti apakah format negara mahasiswa itu. Ada beberapa variasi yang bisa disampaikan mengenai hal ini. Pertama, student government merupakan bentuk pemerintahan yang mengambilalih kekuasaan sehingga unsur-unsur kekuasaan dan kekuatan negara akan dikuasai mahasiswa, hal ini tak lepas dari keprihatinan semakin tidak jelasnya reformasi. Kemudian yang kedua student government diberi kesempatan untuk menentukan kebijakan negara dengan masuk ke dalam sistem kekuasaan namun tidak seluruhnya. Sedangkan yang ketiga student government merupakan wadah gerakan mahasiswa itu sendiri yang di dalamnya mempunyai bentuk sama atau mirip dengan bentuk negara. Yang terakhir inilah yang barang kali menjadi entry point student government dalam patron reformasi. Selain dari bentuk lembaga tersebut, juga perlu dipikirkan bentuk materiil, substansi dan prinsip dasarnya.</p>
<p>Student government mempunyai paling sedikit 5 prinsip dasar, yakni moralitas, intelektualitas, politis, independen dan sejajar. Masing-masing perlu dikritisi untuk memperoleh gambaran yang ideal tentang konsep yang sedang dibahas ini.</p>
<p>1. Student government berpatron pada gerakan moral.</p>
<p>Sebelum ide gerakan mahasiswa ini kita kembangkan lebih jauh, agaknya kita perlu lebih bijaksana untuk becermin pada diri kita sendiri dahulu. Gerakan mahasiswa, terlepas dari ideologinya, dilahirkan dan dibesarkan oleh mahasiswa itu sendiri yang sedikit banyak terpengaruh oleh suasana lingkungan dan latar belakang akademis. Dengan kata lain, mahasiswa adalah unsur dari gerakan mahasiswa.</p>
<p>Secara umum masyarakat memandang mahasiswa sebagai bagian kecil dari komunitas terdidik dari bangsa ini. Tapi yang menggelikan tidak semua mahasiswa, namun cukup banyak, yang kurang menyadari anugerah yang telah disandangnya.</p>
<p>Sebuah ironi ketika mahasiswa meneriakkan slogan-slogan moralitas tatkala mahasiswa yang lain kelakuannya tidak bermoral. Sex bebas, aborsi, pergaulan tanpa batas, narkoba, ayam kampus dan tindak pidana adalah fenomena yang tidak bisa begitu saja dihilangkan dari ingatan. Jika mahasiswa seperti ini yang diberi kesempatan memegang kendali, apa jadinya?</p>
<p>2. Student government berpatron pada gerakan intelektual.</p>
<p>Gerakan mahasiswa yang berkarakter intelektual memang diharapkan menghasilkan rumusan dan solusi konkret permasalahan bangsa sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki. Jika harapan ini terlaksana maka sebuah kebahagiaan bagi masyarakat. Mahasiswa menjadi bagian komunitas yang peduli terhadap rakyat yang miskin dan tertindas.</p>
<p>Konsepsi intelektual yang perlu dikembangkan adalah konsep intelektual profetik. Konsep ini dapat didefinisikan, (1). Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas penjelajahan nalar akal, (2). Gerakan Intelektual Profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal (3). Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik.</p>
<p>Dengan konsep ini, maka gerakan mahasiswa akan menjadi patron bagi masyarakat untuk melakukan pencerahan dan penyadaran. Namun celakanya, konsep pendidikan yang ditawarkan saat ini lebih mementingkan kebutuhan pragmatis. Hasilnya adalah mahasiswa berlomba-lomba untuk menyelesaikan studinya sebelum batas akhir yang seringkali membawa dampak pada keengganan mahasiswa untuk ikut dalam pergumulan membicarakan masyarakat yang teraniaya, apalagi, berorganisasi.</p>
<p>3. Student government merupakan gerakan politik.</p>
<p>Sebagai gerakan politik mempunyai arti menjalankan fungsi kontrol (oposisi) terhadap kebijakan, baik kampus maupun negara. Hal ini lebih berarti jika ada jalinan antar gerakan mahasiswa, paling tidak jika ada isu/musuh bersama, biasanya mahasiswa bersatu. Turunnya $oeharto pada tahun 1998 merupakan salah satu contoh betapa kuatnya gerakan mahasiswa tatkala bersatu. Namun pasca lengsernya $oeharto, gerakan mahasiswa tidak lagi mempunyai kesamaan terutama dalam hal strategi apa yang akan digunakan dalam melaksanakan agenda reformasi.</p>
<p>Untuk mengokohkan peran politik ekstra parlementer, student governement bisa menggunakan strategi: (1). Mempengaruhi dan berupaya berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan publik. (2). Mengawasi dan memantau pelaksanaan kebijakan publik (3). Memberikan penilaian dan advokasi terhadap pelaksanaan kebijakan publik.</p>
<p>4. Student government bersifat independen.</p>
<p>Independen mempunyai arti tidak terpengaruh kepentingan kelompok tertentu terutama di luar mahasiswa. sejarah Orde Lama memberikan pelajaran kepada kita bahwa partai politik pun ternyata mempunyai kepentingan dengan menggarap mahasiswa. tidak heran jika pada masa itu ada anggapan jika HMI adalah alat perjuangan Masyumi, NU dengan PMII-nya, PNI dengan GMNI-nya, PKI dengan CGMI-nya.</p>
<p>Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ekspresi gerakan mahasiswa adalah ekspresi moral yang berdimensi politik, dan ekspresi politik yang berdasar pada prinsip moral dan intelektual. Sebagai gerakan politik yang berbasis moral, gerakan mahasiswa tidaklah berpolitik pragmatis yang berorientasi kekuasaan baik bagi gerakan maupun kadernya.</p>
<p>Masa-masa awal Orde Baru pasca tumbangnya Presiden Soekarno di beberapa lembaga formal intra kampus, seperti di Universitas Indonesia telah terjadi pertentangan yang cukup hebat antara aktivis-aktivis mahasiswa yang berhaluan independen dengan mereka yang berafilisasi kepada lembvaga ekstra kampus. Hal ini baraangkali menjadi perdebatan yang terus menerus mengenai peran dari lembaga-lembaga ekstra kampus ini.</p>
<p>5. Student government sejajar dengan pihak manapun.</p>
<p>Hal ini adalah sebuah keberanian dari gerakan mahasiswa yang akan menjadi bahasa perjuangannya. Sehingga dengan pihak manapun gerakan mahasiswa mempunyai hak dan kesempatan yang sama. Hal ini membutuhkan keterlibatan mahasiswa secara luas. Namun, apa dikata, jika ternyata mahasiswa—bahkan secara umum—bersikap apatis, masa bodoh terhadap kondisi kampusnya. Perlu energi yang besar untuk merubah paradigma berfikir. Sehingga untuk menghadapi pihak-pihak di luar maka mahasiswa harus mengatasi kondisi internal mereka sendiri. Jadi membutuhkan energi dua kali.</p>
<p>Lima prinsip dasar ini merupakan basis bagi pengembangan student governement di sebuah kampus, maupun jaringan antar kampus. Dengan adanya proses internalisasi lima prinsip dasar ini, maka gerakan mahasiswa dengan seluruh elemen yang dimilikinya, akan menjadi kekuatan pressure group yang efektif terhadap decision maker, baik di kampus maupun negara. Selain itu, kinerja lembaga di student government tersebut akan mendapat arah yang jelas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[suka-suka]]></title>
<link>http://gungws.wordpress.com/2009/11/21/suka-suka/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 18:15:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>gungws</dc:creator>
<guid>http://gungws.wordpress.com/2009/11/21/suka-suka/</guid>
<description><![CDATA[Malam tadi smpat nonton kickAndy, ngomong2 kickAndy, jdi inget video taping di tvri kmren, sama2 kak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Malam tadi smpat nonton kickAndy, ngomong2 kickAndy, jdi inget video taping di tvri kmren, sama2 kaku, tpi kok si mas andy nih bisa ngbawain dengan luwes ya? Ehm..oke,kmbali lagi ke acara tadi malam. Topiknya adlah tentang anak2 muda yg memilih jalan musik yg berbeda pada umumnya, ato saya dan kawan2 menyebutnya scene indie. Pertama dibuka oleh goodnight electric yg waktu soundrenaline kmren katanya soundnya ga ok, tapi tadi di tipi lumayan, grup pop-synth atawa elektronik trio berasal dari jakarta, tapi tadi cm tampil berdua,henry foundation (itu nama asli ya?) dan mr.goodboy. oom leo (menurut twitter dan kawan2nya) lgi di new delhi, setelah jeda iklan muncul gadis manis dari jogja, sekilas aku ngeliat mirip vokalisnya Letto, mereka memanggilnya Frou,tampangnya manis, dan tidak ada yg terlalu istimewa, tapi ketika dipersilakan bermain bersama oscar-pianonya, terdengar suara merdu dan rangkaian nada dan kata yg cermat!apalagi denger2 klo dia bagiin lagunya gratis! “mesin penenun hujan”. Langsung googling! <!--more-->Kemudian muncul band dengan 6 vokalis dan belagak kidal (karena mereka ga ada yang kidal uhehehehe, tapi keren dude!), sebut saja SORE. Alasan milih nama sore, “karena sore itu, berkesan tegas!cb tulis SORE dgn kapital semua. Selain itu kalo dibalik, EROS, dalam bahasa yunani artinya CINTA” ujar vokalis sore, “wah..anak muda pinter ngarang..ha..ha..ha..canda Andy F. Noya, “eits..ada lagi” sahut vokalisnya lagi,” bisa jg disebut ROSE –bunga tanda cinta. Ha..ha..ha” semua penonton tepuk tangan. Cerdas!!kata saia..musik mereka pun terdengar sangat cerdas. Jujur saja, karena terlalu cerdasnya smpe ga termasuk di playlist saia..hehe. kemudian ada pemenang dari yamaha music contest, mudah2an mereka bisa sukses dan menghasilkan musik2 berkualitas, dan terakhir bintang tamu dari wsatcc – white shoes and the couples company, melihat mereka sperti melihat album foto ibu dan ayah saia. Berasa kembali ke jaman mereka seumuran saia sekarang..lebih muda mungkin. Hehehe, dan tetep..aprillia apsari manis bgt!!huhuyy!</p>
<p>Pertanyaan wajib di setiap band, ‘gimana cara kalian biar bisa bertahan sampe sekarang,ato supaya berhasil di scene indie ini’, rata2 jawabannya sama, yg paling aku ingat dari wsatcc,<strong> “ kita bermusik, ngeband utk senang2, apapun musikmu, buatlah, berkreasilah, tunjukkan pada dunia, nanti akan muncul dengan sendirinya”</strong>. setujuu! dlu aku mulai bermusik jg gtu, yg pnting suka2. Tapi ga smpe jauh, ga semua personel bisa suka2, fokus mulai terbagi-bagi, ada kesibukan lain dluar ngeband, itulah salah satu alasan akhirnya aku mundur dari musik.dari ngeband. Setelah ngeliat acara tadi, aku rindu akan suasana itu, semangat kebersamaan nentuin lagu, semangat…bersenang2!seringkali lupa makan,hingga malemnya hbis latian bru makan mie, mie monster di jl. drupadi, yg porsinya kaya monster tuh. Makanya dlu bsa habis. Hahahaha.</p>
<p>Selepas sma, rencananya aku fokus ke desain aja, tapi tetep aja ga bisa berpaling dari musik, kebetulan temenku jg msh intens di jalur indie, berusaha membentuk band baru lagi, untuk mengobati kangenku (selain jg menebus dosa) aku bersedia jdi tukang foto keliling panggung, aku buat majalah online utk musisi indie. Senang rasanya melihat, merasakan, terlibat dalam semangat para pemudi dan pemuda dalam membakar idealisme mereka, mendengar sesuatu yg langsung dari hati.</p>
<p>Inspirasi hari ini dari wsatcc,selain vokalisnya manis..hehehe, ceritanya unik. mereka membuat merchandise dlu, bru setahun kemudian bandnya ada. Alasan ga masuk major, karena ga bisa ngikutin cara kerja major, mereka mencintai dunia masing2 selain musik, sperti ngajar, seni rupa…well!asyiikk! ternyata ga cuma kutakkutik depan komputer dapet duit—yg ternyata itu sangat membosankan, tapi, cintailah pekerjaanmu!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[hi..guys]]></title>
<link>http://fendiae05.wordpress.com/2009/11/20/hi-guys/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 15:02:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>fendiae05</dc:creator>
<guid>http://fendiae05.wordpress.com/2009/11/20/hi-guys/</guid>
<description><![CDATA[Kata idealis dalam fisafat mempunyai arti yang sangat berbeda dari artinya dalam bahasa sehari-hari.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kata <em>idealis </em>dalam fisafat mempunyai arti yang sangat berbeda dari artinya dalam bahasa sehari-hari. Secara umum, kata itu berarti : (1)seorang yang menerima ukuran moral yang tinggi, estetika dan agama serta menghayatinya. (2)Orang yang dapat melukiskan dan menganjurkan suatu rencana atau program yang belum ada. W.E. Hocking, seorang idealis mengatakan bahwa kata-kata “<em>idea-ism</em>” adalah lebih tepat daripada “<em>idealism</em>”. Dengan ringkas, idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri atas ide-ide,fikiran-fikiran,akal(<em>mind</em>), jiwa(<em>selves</em>) dan bukan benda material dan kekuatan. Jika materialisme mengatakan bahwa materi adalah riil dan akal adalah fenomena yang menyertainya , maka idealisme mengatakan bahwa akal itulah yang riil dan materi adalah produk sampingan.</p>
<p>Idealisme adalah suatu pandangan dunia atau metafisik yang mengatakan bahwa realitas dasar terdiri atas, atau sangat erat hubungannya dengan ide, fikiran atau jiwa. Menurut sebagian dari kelompok idealis, terdapat kesatuan yang dalam, suatu rangkaian tingkatan yang mengungkapkan dari materi melalui bentuk tumbuh-tumbuhan kemudian melalui bentuk binatang hingga sampai kepada manusia, akal dan jiwa. Dengan begitu prinsip idealisme yang pokok adalah kesatuan organic.</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indépendance ? 100% d'accord monsieur le Président !]]></title>
<link>http://philomontreal.wordpress.com/2009/11/17/independance-100-daccord-monsieur-le-president/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 01:21:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>namontreal</dc:creator>
<guid>http://philomontreal.wordpress.com/2009/11/17/independance-100-daccord-monsieur-le-president/</guid>
<description><![CDATA[Samedi 17 janvier 2009: comme le fit en 1861 Abraham Lincoln, Barack Obama, le président désigné des]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Samedi 17 janvier 2009: comme le fit en 1861 Abraham Lincoln, Barack Obama, le président désigné des USA, est arrivé en train à Washington.<br />
 <br />
Image chargée d&#8217;histoire, tant au passé qu&#8217;au présent, ce train est parti de Philadelphie, là où en 1776, Thomas Jefferson et Benjamin Franklin adoptèrent la déclaration d&#8217;indépendance.</p>
<p>Le train s&#8217;est arrêté à Baltimore. Là, devant une foule de 40000 personnes, bravant un froid sibérien, le Président “elected” a délivré un discours dont nous reproduisons cet extrait:<br />
 <br />
&#8221; Only a handful of times in our history has a generation been confronted with challenges so vast. An economy that&#8217;s faltering. Two wars, one that needs to be ended responsibly, one that needs to be waged wisely. A planet that&#8217;s warming &#8212; although you can&#8217;t tell today &#8212; from our unsustainable dependence on oil.</p>
<p>And yet while our problems may be new, what is required to overcome them is not new. What&#8217;s required is the same perseverance and idealism that those first patriots displayed. What&#8217;s required is a new declaration of independence, not just in our nation, but in our own lives, our own hearts &#8211; from ideology and small thinking, prejudice and bigotry, from selfishness and narrow interests &#8211; an appeal not to our easy instincts but to our better angels.&#8221;</p>
<p> <br />
Ce puissant appel à la persévérance et à l’idéalisme et cette sérieuse affirmation, parfaite injonction en fait, à ce que chacun s’émancipe, dans son coeur et dans sa vie, de l&#8217;idéologie, de la &#8220;petite&#8221; pensée, des préjugés, de la bigoterie, de l&#8217;égoïsme et des intérêts &#8220;étroits&#8221; résument à merveille ce que la philosophie à la manière classique permet précisément d&#8217;atteindre.<br />
 <br />
Car le philosophe &#8220;à-la-manière-classique&#8221;, c&#8217;est un individu dont la pensée s&#8217;accorde durablement aux valeurs humanistes fondamentales et qui accepte sans concession leurs exigences et directives. Son mode de vie en est à la fois la preuve irréfutable et le test permanent. L’idéalisme est esprit, âme et corps.</p>
<p>L&#8217;appel est clair et précis. Cette &#8220;indépendance&#8217;, cette émancipation, est la voie de sortie. La seule voie de sortie. Peut-être que les manigances mercantiles réussiront à différer encore pour un temps l’efficience de cette inexorable vérité, mais alors elle reviendra sous peu avec encore plus de force: seule la mutation de l&#8217;être humain, mutation réelle, profonde, globale, altruiste et obéissante à l&#8217;ordre de la vie permettra un monde nouveau et meilleur.</p>
<p>Alors, le sachant il faut s&#8217;engager résolument dans la voie de l&#8217;apprentissage de la connaissance de soi et opérer en soi même les mutations nécessaires. C&#8217;est cela la voie &#8220;spirituelle&#8221;</p>
<p>Ainsi donc, quant à cette &#8220;indépendance&#8221;; 100% d&#8217;accord monsieur le président.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idealis, Tubagus Ismail Lepas Gaji Besar Pilih Jual Es Tebu]]></title>
<link>http://adioecoep.wordpress.com/2009/11/13/idealis-tubagus-ismail-lepas-gaji-besar-pilih-jual-es-tebu/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 11:19:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>adi setiawan</dc:creator>
<guid>http://adioecoep.wordpress.com/2009/11/13/idealis-tubagus-ismail-lepas-gaji-besar-pilih-jual-es-tebu/</guid>
<description><![CDATA[Idealis, Tubagus Ismail Lepas Gaji Besar Pilih Jual Es Tebu Warga Menjuluki Tukang Tebu Terganteng d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Idealis, Tubagus Ismail Lepas Gaji Besar Pilih Jual Es Tebu Warga Menjuluki Tukang Tebu Terganteng d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Preşedintele. Sincronizări]]></title>
<link>http://flaviusobeada.wordpress.com/2009/11/06/presedintele-sincronizari/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:44:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>i.o.flavius</dc:creator>
<guid>http://flaviusobeada.wordpress.com/2009/11/06/presedintele-sincronizari/</guid>
<description><![CDATA[Întîmplător, mi-au căzut azi ochii pe o vorbă de-a lui Petre Ţuţea care, mi-a plăcut mult, apropo şi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Întîmplător, mi-au căzut azi ochii pe o vorbă de-a lui Petre Ţuţea care, mi-a plăcut mult, apropo şi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idealisme di Persimpangan]]></title>
<link>http://zaynet.wordpress.com/2009/11/05/idealisme-di-persimpangan/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 11:13:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zainudin Idris</dc:creator>
<guid>http://zaynet.wordpress.com/2009/11/05/idealisme-di-persimpangan/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini, Kamis 05 Nopember 2009, seperti biasanya dengan sepeda motor saya berburu waktu menuju tem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi ini, <strong><span style="color:#0000ff;">Kamis 05 Nopember 2009</span></strong>, seperti biasanya dengan sepeda motor saya berburu waktu menuju tempat mengajar di <strong><span style="color:#0000ff;">SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin</span></strong> Jakarta Timur. <span style="color:#ff0000;">Baca Lengkap? </span><!--more--><br />
Seperti biasanya juga di jalan raya kota Jakarta berburu dengan kemacetan, ketergesaan dan kekacauan.<br />
Bukan sekali memang, kejadian pengendara saling serobot seenaknya, baik motor maupun mobil. Tapi kali ini membuat hati ragu untuk &#8220;istiqomah&#8221; dalam kebaikan dan keteraturan.<br />
Betapa tidak? di suatu perempatan jalan raya, seperti biasanya sebagian besar sepeda motor berburu sedekat mungkin dengan lampu merah di perempatan. Kontan saja ini membuat sepeda motor &#8220;menguasai&#8221; penuh perempatan dan tampak terlihat menggelembung di perempatan. Tak perduli ada polisi atau tidak, itulah yang terjadi hampir setiap hari.<br />
Pada saat lampu di bagian saya berhenti di perempatan masih menyala merah, karena bagian lain mulai agak berkurang kendaraan yang lewat, praktis sebagian sepeda motor curi-curi kesempatanm untuk menerobos. Satu dua motor sudah kabur menerjang lampu merah. Begitu ada kesempatan lagi, melajulah beberapa motor lagi. Begitulah seterusnya.<br />
Dan, persis pada saat ruas sebelah kiri mulai bergerak sesuai bagiannya ke arah kanan seberang kami, maka suasana di depan tentu kosong kendaraan dari berbagai arah. Tak pelak, situasi itu dimanfaatkan sebagian besar kendaraan dari arah kami bergerak maju, hampir semuanya bergerak.<br />
Tinggal saya dalam kegalauan pada saat klakson kendaraan di belakang berbunyi kencang meminta saya ikut bergerak juga walaupun sebenarnya belum waktu atau bagiannya.<br />
Sumpah serapah terdengar pada saat saya tetap diam tidak bergerak. &#8220;Goblok, maju dong!!!&#8221; begitu teriaknya. Bahkan, karena saya tidak juga beranjak, pengendara lain lebih kasar lagi membentak, &#8220;Hei, congek apa ya? maju dong&#8230;!!!&#8221;.<br />
Bersyukur, di sebelah kanan saya juga masih tetap diam tidak ikutan bergerak maju memenuhi perempatan yang sudah sangat semrawut. Terdengar dari nada suaranya, sepertinya beliau sudah cukup berusia, mungkin sekitar 50-an tahun.<br />
Ujarnya, &#8220;Yah beginilah Mas bangsa kita. Hampir semuanya tak peduli dengan keselamatan apalagi aturan lalu lintas. Semua hanya memikirkan diri sendiri, yang penting dirinya dapet, cepet. Tidak peduli orang lain dirugikan atau membahayakan keselamatan&#8221;.<br />
Katanya lagi, &#8220;Kadang mereka suka ada yang bilang, ngapain taat ama peraturan segala. Emangnya kalo telat kerja, trus dipecat, polisi atau orang lain mau nolongin kita? Udah, kalo ada kesempatan cabut aja. Wong para pejabat di atas aja nggak ada yang bisa dicontoh. Kita yang taat malahan rugi tau?&#8221;<br />
Masya Allah, haruskah saya juga berpendapat seperti itu? Semakin kita berusaha mengikuti aturan, justru semakin dipinggirkan, semakin ditinggalkan dan semakin dirugikan orang lain. Rugi sendiri jadinya.<br />
Wah, idealismeku tertantang di persimpangan. Akankah bertahan dan ditinggalkan? ataukah ikut arus dan mulus &#8230;..?<br />
Bagaimana dengan Anda ???</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://christianpost.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://christianpost.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://kabargereja.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kabargereja.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://newschristian.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://newschristian.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://news1000.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://news1000.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://kedung.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung</dc:creator>
<guid>http://kedung.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siap Membunuh Demi Idealisme]]></title>
<link>http://antiokhia.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung</dc:creator>
<guid>http://antiokhia.wordpress.com/2009/10/23/siap-membunuh-demi-idealisme/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="colortbl2" style="float:left;margin-right:5px;margin-bottom:5px;padding:2px;"><img src="http://www.reformata.com/media882716/uploads/Rob%20van%20Genderen%20Siap%20Membunuh%20Demi%20Idealisme.jpg" alt="Rob van Genderen Siap Membunuh Demi Idealisme.jpg" title="Siap Membunuh Demi Idealisme" border="0" /></div>
<div style="list-style-type:disc;list-style-image:none;list-style-position:inside;">
<p align="justify"><strong>Tidak ada yang lebih indah dari mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan. Misalnya cita-cita menjadi tentara sewaan, atau pemberontak. Kehidupan seperti itu tampak mengesankan.</strong></p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Seorang jurnalis perang Belanda, Arnold Karskens menulis sebuah buku tentang beberapa orang idealis Belanda, yang berjuang di bawah panji asing. Berikut beberapa contoh para pejuang tersebut.</p>
<div align="justify"> </div>
<p align="justify">Suatu fragmen dari buku: <em>&#8220;Membunuh bagi saya tidak ada masalah. Menarik pelatuk adalah pekerjaan mudah dan sering kali anda bisa membidik. Tetapi anda tidak tahu apakah tembakan anda itu mengena sasaran. Mungkin di Belanda hal itu terdengar aneh bahwa anda telah membunuh orang. Tetapi saya tidak merasakan apa pun. Tidak ada penyesalan dan sebagainya.&#8221;<a href="http://www.reformata.com/index.php?m=news&#38;a=view&#38;id=3050">baca selengkapnya,..</a></em> </p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
