<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ikhlas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ikhlas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ikhlas"</description>
	<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:28:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Suratku kepada Tuhanku … di malam – malam pintu kematian yang makin mendekat kepadaku]]></title>
<link>http://wheresagaru.wordpress.com/2009/11/29/suratku-kepada-tuhanku-%e2%80%a6-di-malam-%e2%80%93-malam-pintu-kematian-yang-makin-mendekat-kepadaku/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:28:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>wheresagaru</dc:creator>
<guid>http://wheresagaru.wordpress.com/2009/11/29/suratku-kepada-tuhanku-%e2%80%a6-di-malam-%e2%80%93-malam-pintu-kematian-yang-makin-mendekat-kepadaku/</guid>
<description><![CDATA[28 November 2009 / 23 : 24 Allah ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu atas ket]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>28 November 2009 / 23 : 24</p>
<p>Allah ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu atas ketentuan yang akan menimpaku dan atas umur yang di tambahkan kepadaku yang di dalamnya melainkan kebaikan dan kesempurnaan. Dan aku memohon manfaat atas permohonanku kepadamu atas apa yang telah di tunaikan untukku dan atas apa yang belum terjadi kepadaku.</p>
<p>Ya Tuhanku, ini lah malam yang kesekian kalinya untukku yang telah kulalui dalam hidupku, kini malam ini pun akan kulalui dalam kepasrahan dan keikhlasan ku kepada-Mu. Atas jalan takdir yang akan terjadi pada esok hari kepadaku. Apakah itu baik untukku ataupun itu buruk untukku, maka ku kembalikan kepada-Mu atas apa yang akan menimpa hidupku.</p>
<p>Wahai Tuhanku, sesungguhnya dalam tidurku, engkau menggengam jiwaku, maka jadikanlah hidupku bermanfaat bila engkau berkehendak melepaskan untukku, dan jangan lah engkau lepaskan jiwaku bila kematian lebih baik untukku.</p>
<p>Ya Tuhanku, dalam perjalanan hidupku dalam kesulitan dan kemudahan yang telah ku jalani dalam kepasrahan dan keikhlasanku yang menjadikan ku lebih mengenal, memahami dan mencintai sifatmu, maka terpujilah engkau atas sifat- sifat yang melekat di dalam dirimu.</p>
<p>Ya Allah, ya Tuhanku dalam kelupaanku sebagai hambamu, dalam kebodohan, dalam kesombongan, dalam kelalaian dan kelemahan hati dan imanku. Aku hadapkan wajahku dan memohon ampunan kepadamu atas segala kesalahan dan dosa – dosaku. Aku memohon kasih sayang dan rahmat-Mu dari kemurkaan-Mu kepadaku. Wahai Tuhanku, terimalah sujud penghambaanku sebagai hamba yang berharap ampunan dari-Mu dari segala siksa-Mu.</p>
<p>Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang ada di sekitarku dari kejahatan tukang sihir yang menghembuskan sihir – sihir pada buhulnya, dari kejahatan orang – orang yang dengki dan hasad, dan dari keburukan sifatku. Dan lndungilah aku wahai Tuhanku dari binatang buas lagi berbisa dan jauhkan lah aku dari penyakit yang mematikan.</p>
<p>Ya Tuhanku, bila ini adalah malam terakhirku dan kau genggam jiwaku dan aku kan kembali ke haribaan-Mu wahai yang maha tinggi. Bayarkanlah hutang – hutangku yang ku ketahui maupun apa yang telah kulupakan. Dan maafkanlah siapapun yang pernah melukaiku dan berlaku zalim kepadaku, dan aku pun meminta hal yang sama untukku. Bila maut kan datang di dalam tidurku.</p>
<p>Ya tuhanku, malam ini kurebahkan tubuhku dan kumiringkan lambungku dan bersuci dalam tidurku, memohon kebaikan dan keselamatan untukku dalam hidupku dan dalam kematian yang akan datang kepadaku … Amiiiiiin.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Taubat, Masihkah Mungkin?]]></title>
<link>http://pintutaubat.wordpress.com/2009/11/29/taubat-masihkah-mungkin/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 09:20:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin tobat</dc:creator>
<guid>http://pintutaubat.wordpress.com/2009/11/29/taubat-masihkah-mungkin/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;..Ojo Rumongso Biso, Nanging Biso&#8217;o Rumongso..&#8221; pepatah Jawa yang sangat sederhan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;..Ojo Rumongso Biso, Nanging Biso&#8217;o Rumongso..&#8221; pepatah Jawa yang sangat sederhan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Diri adalah Titipan...]]></title>
<link>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2009/11/28/diri-adalah-titipan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 18:27:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>-dN5</dc:creator>
<guid>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2009/11/28/diri-adalah-titipan/</guid>
<description><![CDATA[By Qwiniy Queen Diri adalah titipan&#8230; dari-Nya melakoni&#8230; karena-Nya Usai waktu&#8230; ing]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>By Qwiniy Queen</em></p>
<p><a href="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/11/happy-eid.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/files/2009/11/happy-eid.jpg?w=300" alt="" title="happy eid" width="290" height="306" class="alignleft size-medium wp-image-1765" /></a>Diri adalah titipan&#8230; dari-Nya<br />
melakoni&#8230; karena-Nya<br />
Usai waktu&#8230; ingin-Nya<br />
DIA&#8230;.<br />
Hambakan diri pada-Nya&#8230;<br />
Lewat <strong>qurban</strong> mampumu&#8230;<br />
Dengan <strong>ikhlas</strong>&#8230; agar itu sampai pada-Nya&#8230;</p>
<p>Ambil <strong>tauladan</strong> Ikhlas&#8230;<br />
Dari nabiyullah Ibrahim As dan Ismail As&#8230;<br />
Jiwa buatnya adalah <strong>hamba</strong>&#8230;<br />
Untuk yang mengadakan hamba&#8230;<br />
Moga kita juga bisa mengikuti&#8230; Ikhlas-Nya&#8230;</p>
<p>kita hamba&#8230;<br />
Pada Tuhan kita patuh&#8230;<br />
Karena-Nya&#8230; kita nikmati kehidupan ini&#8230;<br />
Hambakan diri dengan ikhlas dan <strong>taqwa</strong>&#8230;<br />
Agar jiwa sampai pada-Nya&#8230;</p>
<h3>SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1430 H&#8230;</h3>
<p><!--more--><br />
27 November 2009<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Qwiniy Queen.</strong> Rajin menulis puisi di situs-situs pertemanan, tinggal di Kabupaten Mamuju.</p>
<p><em>Artikel terkait <a href="http://storiesfromtheroad.wordpress.com/2009/11/27/haji-sebuah-pengembaraan/" target="_blank"><strong>kLik disini&#8230;</strong></a></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[:: Indahnya Surat Al-Ikhlas]]></title>
<link>http://kaligrafiislam.wordpress.com/2009/11/27/indahnya-surat-al-ikhlas/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:22:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>:: Rumah Kaligrafi Bunayya</dc:creator>
<guid>http://kaligrafiislam.wordpress.com/2009/11/27/indahnya-surat-al-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Dalam koleksi kami, terdapat beberapa model ukiran kaligrafi Surat Al-Ikhlas : Surat Al-Ikhlas, arti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dalam koleksi kami, terdapat beberapa model ukiran kaligrafi <strong><em>Surat Al-Ikhlas</em></strong> :</p>
<p><a href="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-274" title="ihlas1" src="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas12.jpg?w=300" alt="" width="300" height="299" /></a></p>
<p><strong><em>Surat Al-Ikhlas</em></strong>,<strong> </strong>artinya<strong> </strong> &#8220;Memurnikan Keesaan Allah&#8221;,  adalah <a title="Surah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah">sura</a>t ke-112 dalam <a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an">al-Qur&#8217;an</a><!--more-->. Surah ini tergolong surah <a title="Makkiyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makkiyah">Makkiyah</a>, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan <a title="Tauhid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tauhid">keesaan</a> <a title="Allah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah</a> sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, &#8220;Allahu ahad, Allahus shamad&#8221; (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung).</p>
<p><a href="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas12.jpg"></a><a href="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas22.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-277" title="ihlas2" src="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas22.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" /></a><a href="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-278" title="ihlas" src="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas6.jpg?w=300" alt="" width="300" height="299" /></a><a href="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas13.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-279" title="ihlas1" src="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas13.jpg?w=300" alt="" width="300" height="295" /></a><a href="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas14.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-280" title="ihlas1" src="http://kaligrafiislam.wordpress.com/files/2009/11/ihlas14.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="../files/2009/11/ihlas21.jpg"></p>
<p style="text-align:center;"><img title="ihlas2" src="../files/2009/11/ihlas21.jpg?w=300" alt="" width="300" height="299" /></p>
<p></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses dunia akhirat ?]]></title>
<link>http://pedulihati.wordpress.com/2009/11/27/sukses-dunia-akhirat/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:46:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ade Wijaya</dc:creator>
<guid>http://pedulihati.wordpress.com/2009/11/27/sukses-dunia-akhirat/</guid>
<description><![CDATA[Semua orang ingin melesat, terbang tinggi, mencapai sukses, maju, bahagia, tenang, damai dan masih b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semua orang ingin melesat, terbang tinggi, mencapai sukses, maju, bahagia, tenang, damai dan masih banyak istilah lainnya,sering kali kita ikut ini dan itu, training ini dan terapi itu. bahkan sering kita memaksakan diri mengikuti seseorang yang kita anggap sukses. kita bisa belajar sukses tetapi ketika kita harus mengikuti orang yang kita (anggap) sukses sebenarnya kita terperangkap oleh pikiran dan tidak sadar menjadi seseorang yang bukan diri kita. (setiap orang unik) kita lupa bahwa semua orang berbeda. sadari bahwa kita semua unik dan berbeda. yang &#8220;mungkin sama&#8221; adalah kita mahluk yang memiliki hati dan semua bermula dari hati. ketika memberi berilah dengan hati tulus dan ketika menerima terimalah dengan hati yang lapang (apapun itu). ketika terjadi kegelisahan dan bingung melanda buanglah semua beban pikiran dan perasaan, gantungkan semua pada sang Illahi. sehingga Dia memberi inspirasi solusi atas masalah yang terjadi. BERLATIH MENGANTUNG KE LANGIT DAN LEPASKAN BEBAN BUMI (PIKIRAN N PERASAAN) sesering mungkin agar menjadi kebiasaan yang selalu dilakukan. justru membuat kita terbang ke langit dan kita tidak pusing memikirkan daya dorong yang  dibutuhkan agar kita lepas dari bumi. tetapi kita melesat ke langit ditarik oleh sang Penguasa langit dan bumi. biarlah Dia yang menarik kita terbang menembus langit dengan KuasaNya. biarlah Dia yang memainkan Puzzle kehidupan kita karena Dia yang tahu gambaran besar hidup kita. kita hanya mengikuti inspirasi Illahi dengan tubuh (jiwa) yang ringan bak kapas dan Dia meniupkan angin kehidupan kita. KITA SUKSES MENCAPAI LANGIT BAHKAN BERTEMU SANG ILLAHI KETIKA KITA MENYERAHKAN SEMUA YANG DIMILIKI (TITIPANNYA) KITA SERAHKAN SEMUA PADANYA DENGAN TULUS IKHLAS MAKA DIA PASTI MENGERAKKAN KITA DALAM KUASA DAN RENCANA BESARNYA. Mari belajar terbang bersama menembus langit, tembus ke langit ke-7 (arsy) ketika beban-beban di bumi bisa kita lepaskan dan biarkan tangan-tangan Illahi menarik kita menembus langit tertinggi dan Dia menjumpai kita. <em>SESUNGGUHNYA SEMUA BERASAL DARI DIA DAN KEMBALI PADANYA. DIA  TEMPAT KITA BERGANTUNG.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Time to heads up...]]></title>
<link>http://ngocehdi.wordpress.com/2009/11/26/time-to-heads-up/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:41:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>Si Ngoceh</dc:creator>
<guid>http://ngocehdi.wordpress.com/2009/11/26/time-to-heads-up/</guid>
<description><![CDATA[Time still moving on&#8230; Sunrise still hot&#8230; Rain still cold&#8230; So why should I stop on ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Time still moving on&#8230;<br />
Sunrise still hot&#8230;<br />
Rain still cold&#8230;<br />
So why should I stop on this spot???<br />
It not the ends of the world&#8230;<br />
Yes, I&#8217;ll be the man who can be moved !!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--more--></p>
<p>No more tears for today or tomorrow<br />
Coz of this problems that maybe danger<br />
No more sadness that I can borrow<br />
Just to satisfy the anger&#8230;</p>
<p>I should stand up today<br />
Kills all that feeling<br />
Okay if they want far away<br />
But I should keep smiling&#8230;</p>
<p>This big hole in my heart<br />
I&#8217;ll try to fix it soon<br />
Even it&#8217;s kind of hard<br />
I believe that GOD won&#8217;t turn&#8230;</p>
<p>I&#8217;ll happy for them<br />
Not means I lose<br />
I believe someday in turn<br />
Better story come for me to choose&#8230;</p>
<p>It&#8217;s not only words, I&#8217;ll try my best to make it real&#8230;<br />
So you guys don&#8217;t be worried. There won&#8217;t be me in your love story. I&#8217;m just the past and yours story is beginning&#8230;</p>
<p>Thanks for reading, happy blogging everyone!!! =]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ikhlas dan Sabar, continuous effort]]></title>
<link>http://aubreyade.wordpress.com/2009/11/26/ikhlas-dan-sabar-continuous-effort/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:31:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>aubreyade</dc:creator>
<guid>http://aubreyade.wordpress.com/2009/11/26/ikhlas-dan-sabar-continuous-effort/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini, semua jemaah haji secara bertahap harus sudah tiba di Arafah, demi sah nya pelaksanaan iba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari ini, semua jemaah haji secara bertahap harus sudah tiba di Arafah, demi sah nya pelaksanaan ibadah rukun kelima itu.</p>
<p>Melihat berita di tivi, dimana suhu udara yang tadinya 32 bisa mencapai 20 derajat celcius di siang hari dan bisa turun hingga 18 derajat di malam hari, membuat hati ini sedikit getir, sembari tak lupa saya panjatkan doa untuk saudara2  terkasih yang sedang berada disana, semoga mereka kuat, bermalam disana hanya di dalam sebuah tenda. Semoga mereka bisa sabar dan ikhlas menjalani perintah ibadah itu.</p>
<p>Apapun yang Allah perintahkan, saya yakin pasti akan selalu ada manfaatnya bagi kita. Meski sering semuanya tertutup oleh ketidaksabaran kita, ketidak ikhlasan kita. Segala sesuatu yang indah, biasanya lebih surprised, lebih bermakna indahnya, jika &#8220;dibungkus&#8221; dengan ketidak indahan, kesulitan, keperihan, perlakuan tidak adil, dan sebagainya yang tidak pernah satu manusia pun menginginkannya. Tapi coba kita bayangkan, sebentuk bungkusan kecil yang hanya dibungkus kertas koran lusuh, misalnya &#8211; tapi ternyata di dalamnya ada sekotak perhiasan kecil, berisi cincin emas putih bertahtahkan berlian indah berkilau. &#8220;Rasa&#8221; surprised nya tak terbayangkan, bukan.</p>
<p>Kata Sabar, apalagi Ikhlas, memang mudah sekali kita ucapkan. Namun pelaksanaannya, hanya kita dan Tuhan yang tahu, sudah benar2 sabar dan ikhlas kah, kita ? hanya Tuhan yang bisa mengukur, dan hanya hati kecil kita yang bisa menjawab, damaikah perasaan kita &#8230;. karena sabar dan ikhlas tidak mendatangkan penderitaan, namun justru ketenangan batin yang kita rasakan. Karena tak ada lagi beban rasa dari keinginan kita yang tak terpenuhi, &#8220;ingin&#8221; yang tak terwujud.</p>
<p>Namun, kadang saya merenung, bagaimana seandainya saya di posisi seorang ibu di jawa timur itu, ibu dari anak 6-7 thn yang kakinya sengaja dilindaskan di rel kereta api oleh ayah kandungnya sendiri&#8230;.bisa ikhlas kah saya jika menjadi ibunya&#8230;?</p>
<p>Sang ibu memprotes hakim yang HANYA menjatuhkan vonis 10 thn penjara buat suaminya. Dia merasa tidak adil, hanya dengan 10 tahun, sementara anaknya yang masih bocah, harus menanggung beban berat sepanjang hidupnya, bayangan suram masa depan anaknya mungkin sedang menari2 di benak sang ibu, dan dia berontak. Wajar. Manusiawi, saya kira, apalagi saya juga seorang ibu. Terlebih lagi, sang ayah melakukan hal itu dikarenakan sang istri menolak berhubungan badan , dan pada saat sang istri sedang bekerja atau sedang tertidur lelap (saya lupa kronologisnya, lumayan agak lama cerita ini) si ayah menggendong anaknya ke lintasan rel kereta, dan menidurkan anaknya disana, hingga akhirnya kereta menggilas kakinya. Biadab&#8230;atau sakit jiwa ?</p>
<p>Atau, cerita tentang seorang maling buah semangka, yang hanya mengambil 2 buah semangka, hanya untuk mengisi perutnya (bukan untuk dijual) karena kemiskinan yang mendera, namun malang tak dapat ditolak, sang pemilik kebun melaporkan sang pencuri dengan tuduhan pencurian. hakim menjatuhkan hukuman penjara LIMA tahun!!!<em> Can you imagine that </em>? Apa yang anda rasakan jika kita semua berada di posisi seperti mereka2&#8230;.makna ikhlas dan sabar menjadi begitu simpel namun tak kepalang beratnya, pedihnya. Meski saya masih yakin, bahwa sabar apalagi ikhlas (karena Allah semata) tak akan pernah melahirkan beban derita, namun kedamaian, ketenangan batin.</p>
<p>Kadang banyak pertanyaan pertanyaan yang tak mampu saya jawab, memang&#8230;Pun ketika anak2 saya yang sedang tumbuh bertanya tentang rasa empati seperti ini.</p>
<p>Anak saya yang besar<em> concern</em> terhadap masalah2 org dewasa cukup mengkhawatirkan saya, kadang2&#8230;. takut dewasa sebelum waktunya.  Dia lebih suka nonton metro tivi dan semua berita2 siang di tivi, selain spongebob. Meski ngawur, dia mengikuti kasus cicak (LOL) lucu banget liat dia kasih info ke ayahnya, ttg WW , A &#38; A adik kakak itu&#8230;gregetannya dia begitu tahu bahwa itu uang rakyat yang dikorup, dll&#8230;anak 9 thn, sdh bisa memaknai arti korupsi secara benar&#8230;salah gak ya, saya&#8230;.**bingung** habis, daripada mereka saya biarkan menonton tontonan tidak membumi spt shit****n itu.</p>
<p>Begitu juga dg kasus pencuri semangka itu. Dia protes, kenapa sih, pak hakim kok tega, menjatuhkan hukuman. gak adil, katanya. Adil ? hehe&#8230;.saya gak ngerti, bagaimana dia memaknai adil itu.</p>
<p>Yaaaaaah, saya jelaskan biar bagaimana pun, mencuri adlh perbuatan melanggar hukum , sekalipun itu untuk makan, mempertahankan hidup. Kita harus tetap sabar sembari ikhtiar, berusaha supaya tidak kelaparan, karena Allah menyebarkan rezeki buat kita di segala penjuru bumi ini, sepanjang siang dan malam. Tidak dibenarkan kita mencuri dan meminta2. hanya itu yang bisa saya jelaskan padanya. Sedang pertanyaan kenapa kok sampai lima tahun dihukumnya, saya tidak bisa jawab.</p>
<p>Saya hanya bisa mengembalikan solusinya ke &#8220;sabar&#8221; dan &#8220;ikhlas&#8221; atas apa yang sudah terjadi, karena semua terjadi pasti seijin Allah. Meski setelah mendapat penjelasan saya itu anak saya diam, tapi saya tahu, di kepalanya masih menyimpan tanya. Ah, anakku&#8230;bunda sendiri juga tidak bisa betul2 menjawab pertanyaanmu sebenarnya, jika bunda berada di posisi mereka2 yang tertindas, entahlah&#8230;.dan bunda tutup dengan kalimat : &#8220;gak baik berandai-andai&#8230;syukuri aja yang ada sekarang  dihadapan kita&#8221; dan, alhamdulillah, kamu mengambil air wudhu. Abis itu kita jalan ya, Ka&#8230;kan kita mau janjian ama ayah nanti sore&#8230;</p>
<p><em>Kamis siang with my two little fairy, kebetulan lagi libur sekolah 1 hari menjelang idul adha, dan kegiatan anak saya yang besar, apalagi kalo bukan nonton berita siang di tivi. Begitu liat berita tentang jemaah haji di mekkah, saya dan dia teringat kakak saya yang sedang menunaikan haji thn ini. Semoga semua jemaah haji disana diberikan kesabaran dan ikhlas dalam menjalani semuanya.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekilas tentang Ikhlas]]></title>
<link>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/25/sekilas-tentang-ikhlas/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 10:14:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>cantingcandrakirana</dc:creator>
<guid>http://cantingcandrakirana.wordpress.com/2009/11/25/sekilas-tentang-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Ikhlas, kata yang akrab di telinga dan lidah, namun belum tentu dekat di hati. Ikhlas, kata yang sim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://cantingcandrakirana.wordpress.com/files/2009/11/flower-under-night-sky.jpg"><img src="http://cantingcandrakirana.wordpress.com/files/2009/11/flower-under-night-sky.jpg" alt="" title="flower-under-night-sky" width="240" height="180" class="alignleft size-full wp-image-2335" /></a> Ikhlas, kata yang akrab di telinga dan lidah, namun belum tentu dekat di hati. Ikhlas, kata yang simpel namun memiliki makna yang mengakar dalam hati, dalam jiwa, dari detik penciptaan dan perjalanan hidup kita. Ikhlas, mudah untuk diucapkan, namun seringkali manusia sulit untuk melakukannya, entah karena alasan apapun: ingin dan ego.</p>
<p>Dalam hidup, seringkali segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Lumrah saja bila kita meneropong hidup dari kacamata yang lebih luas. Manusia hidup tidak sendiri. Hal ini bukan berarti pencapaian keinginan adalah hasil kompromi dengan manusia lain, namun berkaitan dengan rencana yang telah Kanjeng Gusti atur untuk kita, atau meminjam istilah dari sekolah kehidupan, garis besar kurikulum pengajaran. Tentunya tidaklah saklek bagi kita, tidak seperti robot. Manusia masih punya hak untuk memilih: menolak atau menjalani.</p>
<p>Misalnya seperti di sekolah, kita merasa sudah belajar mati-matian namun tahu-tahunya nilai kita masih merah. Apa yang terjadi? Seharusnya kita dapat nilai yang lebih bagus, seharusnya kerja keras kita berbuah hasil yang pantas.</p>
<p>Kita bisa saja menyalahkan guru kita, menuduh bahwa ia tidak adil, dan sebagainya. Lalu kita menolak untuk mengikuti kelasnya, menolak untuk belajar. Namun apakah hal itu dapat membuat kita jadi lebih pintar?</p>
<p>Jangan-jangan aksi protes kita alih-alih malah merugikan diri sendiri. Ternyata setelah dievaluasi, cara belajar kita yang salah. Misalnya, bagaimana pelajaran bisa dipahami dengan baik kalau cara belajar kita sistem kebut semalam? Bagaimana kita bisa konsentrasi belajar kalau sebentar-sebentar Blackberry berbunyi dan kita selalu gatal untuk menjawab?</p>
<p>Ketika hubungan saya dengan mantan kekasih berakhir, saya tidak rela. Bagaimana mungkin saya menerima akhir hubungan itu begitu saja? Sudah banyak yang telah saya investasikan dalam hubungan ini: harapan, impian, perasaan, dan pengorbanan.</p>
<p>Awal hubungan kami, dapat dikatakan, tidak berjalan dengan mulus, sandungan kekasih masa lalu masih membayangi hubungan kami. Ketika hubungan itu mulai memasuki tahap yang lebih serius, kami pun dibayangi dengan keraguan akan masa depan dan rasa tidak percaya diri. Namun karena kami saling menyayangi dan perasaan itu telah tumbuh begitu kuat, kami bertahan, meski saya tidak mengerti mengapa kedamaian tidak kami rasakan.</p>
<p>Saat bertemu dengannya, saya merasa bahagia namun saat kami tidak dapat bertemu, saya takut kehilangan. Ketika bertemu dengannya, saya pun sangat mengontrol diri saya karena saya takut berbuat &#8220;salah&#8221; sehingga momen bahagia yang jarang itu pun rusak. Begitupun ia. Dengan caranya sendiri, ia berusaha untuk membahagiakan saya meski ia sendiri merasakan kejanggalan. <em>I love you but something doesn&#8217;t feel right. </em></p>
<p>Putus sambung jadi makanan bulanan kami. Berkali-kali kata itu terucap, namun berkali-kali pula kami menarik keputusan itu karena perasaan rindu dan takut kehilangan.</p>
<p>Ketika putus itu benar-benar final, saya depresi. Bagaimana mungkin hubungan yang telah saya bangun dengan susah payah, dengan pengorbanan yang begitu besar, saya biarkan berakhir begitu saja? Saya menyalahkan awal perjumpaan kami, mengapa kami menjalin hubungan kalau hanya untuk hasil akhir yang sia-sia, menyalahkan sahabat yang senantiasa memberi saran pada saya untuk berani mengutarakan perasaan hati meski bertentangan dengan keinginan (mantan) kekasih saya, tak kurang juga menyalahkan Tuhan yang (waktu itu) saya vonis telah menyeret saya dalam hubungan yang menyedihkan sekaligus melelahkan ini.</p>
<p>Saya marah, saya sedih, saya tidak rela, saya kecewa. Semakin saya memikirkannya dan menyadari bahwa waktu tak bisa diputar kembali, saya putus asa. Saya menutup pintu hati saya, menyeret diri dalam kepahitan dan sarkasme akan kebahagiaan sejati. Saya pesimistis dan menertawakan setiap cerita bahagia orang lain sebab saat itu saya yakin bahwa kebahagiaan itu seperti sepuntung rokok yang dibakar. Lama-lama habis, berubah menjadi abu, ditinggalkan, dan dilupakan.</p>
<p>Namun semakin saya tenggelam dalam kepedihan, semakin saya marah, saya merasa suatu suara jauh dalam hati saya, memanggil saya, mengusap hati saya yang dirundung kegelapan, berbisik pada saya untuk bangkit, berjalan kembali menuju Cahaya.</p>
<p>Saat itu saya teringat ucapan sahabat saya,</p>
<blockquote><p>&#8220;Ketika kamu merasa sepi, rasakanlah. Ketika kamu sedih, rasakanlah. Ketika kamu menyesal, rasakanlah. Jangan kau tolak, sebab dengan begitu, akan kamu rasakan indahnya sepi, sedih, dan sesal.&#8221;</p></blockquote>
<p>Waktu ia mengatakan hal itu pada saya, saya hanya mengangguk-ngangguk pada nasehat yang terdengar idealis dan tidak masuk akal. Namun ketika Tuhan memanggil, siapa yang bisa menolak? Kita adalah bagian dari zat-Nya, kita yang pergi, akhirnya pun akan kembali pada-Nya dengan cara-cara yang misterius dan tidak terduga oleh akal manusia.</p>
<p>Ia berbisik, &#8220;Jadilah ikhlas, anak-Ku.&#8221; Bukan dengan kepasrahan pasif, melainkan menerima dengan sepenuh hati dan rasa syukur. Menikmati aliran hidup dan ayunannya.</p>
<p>Perlahan seiring waktu, saya mulai melihat, meninjau, dan mengevaluasi kembali dengan ikhlas hati. Saya dan dia, dalam perjalanan hidup kami, dipertemukan, diijinkan untuk beriring bersama, saling mengenal, dan membuka rahasia hati masing-masing. Dalam proses itu, ada kasih, ada pembelajaran, baik mengenai pasangan maupun tentang diri sendiri. Ia bercerita pada saya tentang dunianya dan begitupun saya, berbagi pemikiran, berbagi perasaan. Indah rasa bahagia itu, indah pula rasa rindu, sepi, sedih, dan sesal.</p>
<p>Saya pun sadar bahwa saya tidak mungkin berada di tempat saya sekarang tanpa ia pernah hadir dalam hidup saya. Contoh kecil, saya tidak mungkin berani bermimpi menjadi penulis kalau bukan ia yang mendorong saya terus-menerus. Saya tidak mungkin bekerja di industri saya sekarang jika ia tidak mengenalkan dunia ini pada saya. Contoh besarnya, saya tidak mungkin mengenal diri saya dengan lebih baik seperti sekarang jika tidak melalui hubungan dengannya. Mengutip Paulo Coelho, &#8220;kesulitan&#8221; (<em>difficulty</em>) adalah &#8220;alat&#8221; yang teruji &#8220;turun-temurun&#8221; bagi manusia untuk mengenal dirinya. Saya pun bersyukur atas segala hal yang telah Tuhan ijinkan untuk saya alami.</p>
<p>Tentunya ikhlas tidak terjadi dalam semalam. Butuh proses. Bukan waktu yang paling dibutuhkan, melainkan sikap hati dan kesadaran, bahwa kita adalah bagian dari-Nya, jatuh bangun kita selalu disertai oleh-Nya, dan di balik kekelaman sekalipun, berkat menunggu untuk kita singkap.</p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Jakarta, 25 November 2009</em></p>
<p><em><a title="Canting Candrakirana" href="http://cantingcandrakirana.wordpress.com">Canting Candrakirana</a></em></p>
<p>Posted also in <a href="http://ngerumpi.com/baca/2009/11/25/sekilas-tentang-ikhlas.html">Ngerumpi</a></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/p7DykKw6ACw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/p7DykKw6ACw&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi ikhlas]]></title>
<link>http://bennlucky7.wordpress.com/2009/11/25/teknologi-ikhlas/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:27:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>bennlucky7</dc:creator>
<guid>http://bennlucky7.wordpress.com/2009/11/25/teknologi-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Mencapai Ikhlas dengan Teknologi KOLABORASI KECERDASAN OTAK DAN KECERDASAN HATI Gabungan kekuatan bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="color:#ffffcc;">Mencapai Ikhlas                           dengan Teknologi</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">KOLABORASI KECERDASAN OTAK<br />
DAN KECERDASAN HATI</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Gabungan kekuatan budaya Timur dengan ilmu pengetahuan                           &#8216;new-sciences&#8217;, kebijakan falsafah hidup, spiritualitas                           dan teknologi untuk meraih sukses total lahir-bathin yang                           holistik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Seringkali kita dapati orang berbicara tentang ikhlas.                           Terlebih di tempat-tempat peribadatan, kata ikhlas                           terasa bagai pembicaraan yang menyejukkan hati. Namun,                           berapa banyak orang yang benar-benar dapat menghayati                           makna ikhlas hingga ke lubuk hati atau bahkan berhasil                           menjalaninya ?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> Sebenarnya ikhlas adalah bagian terpenting dari                           pencapaian hidup manusia, sebab ikhlas adalah<!--more--> perilaku                           hidup tertinggi yang dipedomankan Tuhan kepada manusia.                           Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan dan                           penerimaan yang memungkinkan manusia semakin dekat                           dengan Tuhan. Apabila manusia mampu menghayatinya, itu                           berati ia mampu mencapai puncak kesuksesan, yaitu puncak                           kebahagian secara lahir bathin di dunia dan akhirat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> Ikhlas adalah kondisi perasaan di dalam hati. Karena itu                           belajar ikhlas juga berarti belajar melihat dengan hati,                           mendengar dengan hati, dan tentunya mengikuti kata hati.                           Kedengarannya memang mudah, tapi barangkali masih banyak                           diantara kita yang tidak tahu bagaimana cara                           mencapainya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> Menurut Pendiri Katahati Institute Erbe Sentanu,                           kesulitan mempelajari ikhlas adalah karena untuk meraih                           keikhlasan sebenarnya sederhana, tetapi karena kita                           biasa berpikir secara <em>shopisticated</em> dan <em> complicated</em> membuat kesederhanaan berikhlas menjadi                           sulit untuk dicerna apalagi diterapkan. Menurutnya                           Ikhlas itu merupakan aktivitas hati, sehingga untuk                           memahaminya kita harus mengistirahatkan pikiran dan                           mulai berlatih menggunakan hati. ”Dengan kata lain                           memindahkan kesadaran kita dari otak ke dalam hati.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> Untuk mencapai ikhlas, Katahati Institute memperkenalkan                           teknologi ikhlas.  Teknologi ini berisi program aplikasi                           praktis ilmu pengetahuan modern untuk melatih,                           membuktikan, mengukur dan memproduksi tingkat keikhlasan                           hati seseorang &#8211; keterampilan praktis untuk memasuki <em> ikhlas-zone</em> (wilayah keikhlasan di dalam hati)                            yang menjamin kemudahan manusia meraih berbagai  tujuan                           hidupnya.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;">MERAIH ZONA IKHLAS<br />
(GOD-ZONE)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;"><a href="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/ikhlaszone.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-446" title="ikhlaszone" src="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/ikhlaszone.gif" alt="" width="175" height="171" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Teknologi                           Ikhlas merupakan <em>Ultimate Self Development Technology </em>untuk masyarakat Indonesia, merupakan hasil                           penggabungan kekuatan budaya timur dan barat serta ilmu                           pengetahuan terkini seperti <em>Neuroscience, Quantum                           Physics, Evolutionary Biology, Chaos Theory, Brain                           Science, </em>dan <em>Science of the Mind</em> serta                           tuntunan bijak falsafah hidup dan tauhid keagamaan &#8211;                           untuk meraih kesuksesan hidup yang holistik dan hakiki.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Seperti halnya semua teknologi, teknologi ikhlas juga                           bersifat otomatis. Kita tidak perlu mempercayainya untuk                           memperoleh manfaatnya. Seperti kita tidak perlu percaya                           kepada <em>handphone</em> yang dapat mengirim sebuah pesan                           pendek (sms), cukup dengan melakukan prosedur pengiriman                           dengan benar &#8211; sms terkirim.<br />
Coba bayangkan bagimana rasanya jika kita bisa 100%                           meyakini tuntunan agama dan falsafah hidup kita bukan                           karena terpaksa apalagi dipaksa harus meyakininya,                           tetapi karena kerap terkabulnya doa kita yang dapat                           dilihat dengan mata kepala kita sendiri &#8211; nyaris setiap                           saat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"> Karena kita tahu bahwa ketika kita sudah mampu hidup                           ikhlas dengan MENTAL FISIOLOGIS PROSEDUR yang benar,                           maka keinginan-keinginan menjadi jauh lebih mudah untuk                           diraih. Kita juga tahu bahwa jika kita masih belum                           mendapatkan yang diinginkan berarti kita hanya perlu                           menyempurnakan metode atau <strong>prosedur</strong> keikhlasan di                           dalam pikiran dan hati kita masing-masing.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/quantumtrainseries.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-447" title="quantumtrainseries" src="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/quantumtrainseries.gif" alt="" width="185" height="76" /></a><a href="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/mf_otak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-448" title="MF_otak" src="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/mf_otak.jpg" alt="" width="124" height="93" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#00ffff;"><strong>MindFocus!</strong><br />
Brainwave Management<br />
</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Untuk mencapai hal itu, pada tahap pertama Katahati                           Institute memberikan pelatihan <strong> MindFocus! </strong><em>brainwave management </em> (pengelolaan gelombang frekuensi otak) untuk meraih <strong> ikhlas </strong>melalui<strong> otak </strong>dan<strong> pikiran</strong>.  Dalam hal ini Katahati Institute                           memanfaatkan <em>audio DigitalPrayer </em>yang sudah                           diriset selama lebih dari 40 tahun di berbagai lembaga                           riset dan universitas-universitas di dunia. Aplikasinya sudah banyak dimanfaatkan                           untuk berbagai keperluan manusia, seperti menurunkan                           berat badan, meningkatkan fokus atau konsentrasi,                           relaksasi dan penyembuhan, <em>subconscious reprogramming</em> dan masih banyak lagi.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> </span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Bekerja sama dengan The Monroe Institute dari Amerika                           Serikat, Katahati Institute juga ikut meringankan beban                           stress dan trauma dari masyarakat dan relawan di Aceh                           dengan mengirimkan ribuan kaset audio brainwave                           management yang terbukti secara klinis mampu memberikan                           ketenangan dan membangkitkan semangat secara cepat dan                           akurat.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> </span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Dengan                           teknologi audio khusus dan spesifik, kita bisa                           mengaktifkan pikiran bawah sadar dan sifat-sifat                           keikhlasan dengan lebih mudah, lebih pasti, dan terukur.</span></p>
<p><span style="color:#00ffff;"> </span></p>
<p><span style="color:#00ffff;">Teknologi ini bisa membawa kita masuk ke dalam gelombang                           otak intuitif dan inspiratif secara instan, atau disebut                           dengan <em>brainwave management</em>.  Metode ilmiah dan                           praktis  yang belakangan kerap disebut sebagai teknologi                           meditasi instan ini merupakan akses menuju kekuatan                           bawah-sadar, dan merupakan syarat mutlak untuk semua                           self-transformation technology seperti: hipnoterapi,                           meditasi, relaksasi, pikiran khusyu, fokus dan                           konsentrasi.</span></p>
<p><a href="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/hf_jantung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-449" title="HF_jantung" src="http://bennlucky7.wordpress.com/files/2009/11/hf_jantung.jpg" alt="" width="119" height="91" /></a></p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Heart</strong><strong>Focus!</strong><br />
Heartwave Management</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Pada tahap berikut yang lebih dalam, pelatihannya disebut                          <strong>HeartFocus! </strong><em> heartwave management</em> (pengelolaan gelombang                           frekuensi                           jantung) untuk meraih <strong> ikhlas </strong>melalui<strong> jantung </strong>dan<strong> perasaan</strong> &#8211;                           yaitu metode untuk membongkar akar terdalam dari nafsu                           yang tak terpuaskan, keinginan untuk menang sendiri,                           keresahan, ketakutan dan kepalsuan hati. Metode ini                           dapat membuat proses pencapaian kesuksesan hidup                           lahir-bathin menjadi begitu sederhana, mudah sekaligus                           menentramkan.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"> </span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Untuk mencapai ikhlas, sekaligus kembali kepada fitrah                           dasar manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling                           mulia HeartFocus! mengajarkan keterampilan praktis untuk                           menghapus berbagai sifat ketidaksempurnaan manusia yang                           sempat terprogram di dalam hati atau bawah sadar.</span></p>
<pre style="text-align:right;"><strong>http://www.e-katahati.org</strong></pre>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ikhlas dan Niat]]></title>
<link>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/ikhlas-dan-niat/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 02:10:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ki Semar</dc:creator>
<guid>http://sabdaislam.wordpress.com/2009/11/24/ikhlas-dan-niat/</guid>
<description><![CDATA[Ikhlas dan Niat Allah ta&#8217;ala berfirman : ( Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-hadits10.jpg"><img src="http://sabdaislam.wordpress.com/files/2009/11/mutiara-hadits10.jpg" alt="" title="mutiara hadits10" width="510" height="170" class="alignnone size-full wp-image-269" /></a></p>
<p><strong>Ikhlas dan Niat</p>
<p></strong></p>
<p>Allah ta&#8217;ala berfirman : ( Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan ) Huud : 15-16</p>
<p>Dari Umar bin Khattab radhiyallahu &#8216;anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya segala pekerjaan itu ( diterima atau tidaknya di sisi Allah )hanyalah tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang akan dia menikah dengannya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan. HR. Muttafaq &#8216;alaih.</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu, dia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah, maka dia didatangkan, dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya di dunia, lalu ia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka orang itu menjawab : aku berperang di jalan-Mu sampai mati syahid, maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu adalah seorang pemberani, dan yang sedemikian itu telah diucapkan ( kamu telak dipuji-puji dst sebagai imbalan apa yang telah kamu niatkan.pent. ) maka diperintahkan supaya dia diseret di atas mukanya sampai dilemparkan di api neraka, dan seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, dan menghapal al-Qur&#8217;an, lalu dia didatangkan dan diperkenalkan kepadanya segala nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya di dunia, maka diapun mengenalinya, maka dikatakan kepadanya : apa yang telah kamu lakukan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan membaca al-Qur&#8217;an untuk-Mu. Maka Allah berkata : kamu berdusta, akan tetapi kamu belajar dengan tujuan agar engkau dibilang seorang alim, dan engkau membaca/menghapal al-Qur&#8217;an supaya dibilang engkau seorang penghapal/pembaca al-Qur&#8217;an yang baik, dan semua itu sudah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian yang kamu harapkan sebagai imbalan niatmu ) lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka, dan seseorang yang Allah berikan kepadanya keluasan rizki dan diberikan kepadanya segala macam harta, lalu dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya segala nikmat yang telah diberikan kepadanya dan dia mengenalinya, maka Allah berkata kepadanya : apa yang kamu kerjakan dengan nikmat ini ? maka dia menjawab : tidak ada suatu jalan yang Engkau suka harta yang telah Engkau berikan agar dibelanjakan padanya kecuali aku telah membelanjakan harta itu di jalan tersebut karena Engkau, maka Allah berkata : Kamu berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dibilang bahwa kamu adalah seorang dermawan dan yang sedemikian itu telah dikatakan ( kamu telah mendapat pujian tersebut di dunia sebagai imbalan dari niatmu itu ), lalu diperintahkan agar dia diseret di atas mukanya sehingga dia dilemparkan ke api neraka. HR.Muslim</p>
<p><strong>Keterangan singkat : </strong></p>
<p>Niat adalah dasar segala perbuatan, oleh karena itu setiap perbuatan manusia diterima tidaknya disisi Allah sebatas niatnya, maka barangsiapa mengerjakan suatu pekerjaan niatnya murni karena Allah dan mengharapkan ganjaran akhirat, sedang perbuatannya itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, maka amalnya akan diterima oleh Allah, dan barangsiapa niatnya untuk selain Allah atau tidak ikhlas karena Allah seperti dia menyekutukan-Nya dengan makhluk, maka pekerjaannya itu akan ditolak dan akan menjadi bencana baginya.</p>
<p><strong>Hikmah yang dapat diambil dari ayat dan hadits di atas : </strong></p>
<ul>
<li>Bahwa dari syarat diterimanya amal adalah ikhlas yaitu bermaksud dengan amalnya itu karena Allah Ta&#8217;ala.</li>
<li>Pentingnya ikhlas, karena amal tanpa ikhlas akan menjadi bencana bagi yang mengerjakan pekerjaan tersebut, walaupun pekerjaan tersebut termasuk dari perbuatan ibadah yang mulia ( seperti memberikan sedekah, membaca al-Qur&#8217;an, mengajarkan ilmu bagi orang lain, bahkan mati syahid dalam medan perang melawan orang-orang kafir).</li>
<li>Bahwa baiknya bentuk suatu pekerjaan tidak cukup untuk diterimanya amal itu di sisi Allah akan tetapi harus dibarengi dengan niat ikhlas.</li>
<li>Wajibnya memperbaiki niat dalam segala perbuatan, dan berusaha keras untuk selalu ikhlas dalam beramal.</li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TANGGUNGJAWAB]]></title>
<link>http://matlori.wordpress.com/2009/11/24/tanggungjawab/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 18:38:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>matlori</dc:creator>
<guid>http://matlori.wordpress.com/2009/11/24/tanggungjawab/</guid>
<description><![CDATA[hidup manusia di atas muka bimu allah ini bukan sekadar untuk menghabiskan sisa2 kehidupan sahaja te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>hidup manusia di atas muka bimu allah ini bukan sekadar untuk menghabiskan sisa2 kehidupan sahaja tetapi harus menjalankan tanggungjawab sesama insan yang lain. menjadi khalifah kepada seluruh umat manusia. itu sebenarnya  tanggungjawab dan tugas manusia. sesiapa yg lupa harus diingatkan.jgn memerlukan pertolongan haruslah ditolong, dengan ikhlas.suma ini nescaya akan mendapat ganjaran dari Allah. jgn kita kedekut untuk memberi pertolongan kepada sesama manusia.<br />
oleh itu jangan dipersoalkan kemahuan insan lain untuk membantu.itu hanya kerana ingin menjalankan tanggungjawab sesama insan sahaja.<br />
begitu juga dengan kita.kita hanya ingin membantu untuk menyelesaikan masalah yg dihadapi.memberi saranan kepada tindakan yang perlu diambil.<br />
kita tidak pernah meminta balasan dengan apa yg kita telah berikan.kita pun dah lupa dengan apa yg kita dh buat.ini kerana kt tidak mahu jaadikan itu sebagai alasan kita telah berbuat baik dgn org.kita hanya akan merasa dihargai kalau apa yg kita sarankan itu diterima dan diguna pakai.kita juga merasa bangga kalau masalah dapat d selesaikan.itu sudah cukup bagi diri ini.<br />
sekiranya tak dapat d selesaikan maka kita akan terus berfikir untuk mencari jalan bagi menyelesaikannya.tuhan itu adil dan sentiasa memberi kita daya pemikiran untuk tujuan yang baik.<br />
jangan sesekali menganggap bahawa segala masalah dan kejadian yang berlaku itu merupakan beban bg kita.kt x pernah menganggap sedemikian pun.malah kt suka sebab ada insan yang masih memerlukan kt dalam masa kesusahan.selagi kita dperlukan,kita akan terus membantu.<br />
mungkin juga ini adalah amanah tuhan. kt tau hati awk mcmana.adalah tidak adil untuk kita menghukum awk dengan apa yg telah berlaku.kt tau isi hati awk.lg pun kt x sampai hati meninggalkan awk dalam keadaan awk mengalami pelbagai masalah.<br />
cuma satu sahaja yg ingin kt pinya,jgn diungkit tentang apa yg kita dh buat.ttg pertolongan yg kt beri. suma itu hanya seperti debu di pdg pasir.pertolongan serta bantuan yang tidak membawa apa2 makna.hanya pertolongan kecil sahaja.<br />
kt juga meminta supaya tlg bercakap benar tentang apa yh perlu. itu sahaja yg kt perlukan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kedudukan Sebenar Indeks Rasuh Malaysia! TERUK! TERUK! TERUK!]]></title>
<link>http://carianberita.wordpress.com/2009/11/21/kedudukan-sebenar-indeks-rasuh-malaysia-teruk-teruk-teruk/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:45:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>carianberita</dc:creator>
<guid>http://carianberita.wordpress.com/2009/11/21/kedudukan-sebenar-indeks-rasuh-malaysia-teruk-teruk-teruk/</guid>
<description><![CDATA[Perlu dinyatakan sebanyak 3 kali perkataan TERUK! TERUK! TERUK! kerana indeks rasuah Malaysia begitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perlu dinyatakan sebanyak 3 kali perkataan TERUK! TERUK! TERUK! kerana indeks rasuah Malaysia begitu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE POWER OF ROOT 2]]></title>
<link>http://abuhaniyya.wordpress.com/2009/11/20/the-power-of-root-2/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 16:16:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>ptigah</dc:creator>
<guid>http://abuhaniyya.wordpress.com/2009/11/20/the-power-of-root-2/</guid>
<description><![CDATA[Khasiat obat dari tumbuhan umumnya terdapat di akar. Bila ingin mencari air di hutan carilah dekat a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Khasiat obat dari tumbuhan umumnya terdapat di akar. Bila ingin mencari air di hutan carilah dekat akar atau di akar itu sendiri. Akar menyalurkan nutrisi &#38; air ke seluruh tubuh tumbuhan.amun tidaklah mudah menemukan akar. Akar ada di tempat terpenda. Sering kita terkesima dengan Bunga, Buah, Batang &#38; Daun. Namun kita sering melupakan akar yg penuh manfaat &#38; penting namun sering tak terlihat atau tidak ingin terlihat.Sungguh mulia manusia yg &#8220;mengakar&#8221;. Akar menyembunyikan diri dan  tidak bernafsu menonjolkan diri karena jasanya. Namun lebih memilih terpendam untuk menjadi bermanfaat.</p>
<p>Akar tanaman di hutan rawa atau mangrove/bakau &#8220;terpaksa&#8221; menampakkan diri keluar. Bukan karena angkuh, namun demi kokohnya dan suburnya batang, daun, bunga dan buah pohon yang disanggahnya. Hal yang paling fenomenal dari kemunculan akar di atas air adalah kemampuannya meredam ombak dan menyerap racun untuk keselamatan makhluk lainnya khususnya manusia. Sungguh mulia manusia yang mau menjadi ”akar” untuk menopang dan meredam berbagai bahaya bagi saudara-saudaranya.</p>
<p>Memutuskan untuk berbuat tidaklah sulit. Menjadi sulit ketika menjawab pertanyaan bagaimana caranya kita berbuat. Namun yang tersulit adalah ketika telah berbuat. Apakah kita memutuskan tampil menjadi bunga, buah, daun atau batang yang orang terkesima dengannya. Atau cukup menjadi akar saja yang tetap terpendam dan jauh dari pujian orang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[setelah ribuan hari itu...]]></title>
<link>http://masbadar.wordpress.com/2009/11/19/setelah-ribuan-hari-itu/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 11:33:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>masbadar</dc:creator>
<guid>http://masbadar.wordpress.com/2009/11/19/setelah-ribuan-hari-itu/</guid>
<description><![CDATA[wahai rabb yang telah mentaqdirkan kami bertemu wahai Engkau yang telah memperpisahkan.. wahai Engka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[wahai rabb yang telah mentaqdirkan kami bertemu wahai Engkau yang telah memperpisahkan.. wahai Engka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila air susu dibalas dengan air tuba]]></title>
<link>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/19/bila-air-susu-dibalas-dengan-air-tuba/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:27:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
<guid>http://muhshodiq.wordpress.com/2009/11/19/bila-air-susu-dibalas-dengan-air-tuba/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah kau menolong orang, lalu orang itu tidak berterima kasih, tapi malah &#8220;air susu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pernahkah kau menolong orang, lalu orang itu tidak berterima kasih, tapi malah &#8220;air susu&#8221;-mu dengan &#8220;air tuba&#8221;? Kurasa pernah. Mungkin malah sering. Tapi kita tak perlu kecewa. Watak manusia pada umumnya memang begitu. &#8220;&#8230; dan <strong>manusia itu [pada umumnya] selalu tidak berterima kasih</strong>.&#8221; (QS al-Israa&#8217; [17]: 67) Tak sedikit pula yang lisannya mengucap &#8220;terima kasih&#8221;, tapi sikapnya malah memandang rendah jasa orang yang membantunya. Na&#8217;uudzu billaahi min dzaalik.</p>
<p>Topik ini mengingatkanku pada saran dari Dale Carnegie, <em>Mengatasi Rasa Cemas &#38; Depresi</em>, hlm. 183:</p>
<ul>
<li>Mari kita ingat bahwa Nabi Isa telah menyembuhkan sepuluh orang penderita lepra dalam satu hari&#8211;dan hanya seorang di antara mereka yang berterima kasih kepadanya. Mengapa kita harus mengharapkan lebih banyak sikap berterima kasih daripada yang telah diterima oleh Nabi Isa?</li>
<li>Mari kita ingat bahwa satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan adalah dengan tidak mengharapkan sikap berterima kasih, tapi dengan memberi demi kebahagiaan memberi.</li>
</ul>
<p>Dalam kaitannya dengan dakwah, misalnya, apakah kita mengharapkan sikap terima kasih dari orang-orang yang kita dakwahi? Apakah kita merasa sakit hati manakala mereka tidak berterima kasih kepada kita? Kalau iya dan iya, mungkin itu pertanda bahwa amal kita kurang ikhlas. (Dan jika tidak ikhlas, maka sia-sialah amal kita, bukan?)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idul Qurban]]></title>
<link>http://muchtohar.wordpress.com/2009/11/18/idul-qurban/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 05:55:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Much</dc:creator>
<guid>http://muchtohar.wordpress.com/2009/11/18/idul-qurban/</guid>
<description><![CDATA[Idul Qurban apakah selalu identik dengan menyembelih dengan hewan kurban. Iya, tetapi apakah hanya b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Idul Qurban apakah selalu identik dengan menyembelih dengan hewan kurban. Iya, tetapi apakah hanya b]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Quotes : E.B. White -- Life --]]></title>
<link>http://orarepot.wordpress.com/2009/11/17/quotes-e-b-white-life/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:24:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>orarepot</dc:creator>
<guid>http://orarepot.wordpress.com/2009/11/17/quotes-e-b-white-life/</guid>
<description><![CDATA[I arise in the morning torn between a desire to improve the world and a desire to enjoy the world. T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>I arise in the morning torn between a desire to improve the world and a desire to enjoy the world. This makes it hard to plan the day.<br />
<strong>E. B. White</strong> </p></blockquote>
<p>Gw bingung nih antara menikmati dunia ini dan membangun dunia ini. Sekilas dari pernyataan ini terdapat dikotomi antara menikmati dan membangun. Seolah menikmati berarti tidak membangun, sebaliknya membangun berarti tidak menikmati. Kata membangun sudah pasti memiliki arti yang tidak diragukan lagi. Sementara kata menikmati memiliki banyak arti sesuai interpretasinya. </p>
<p>Bagi orang-orang rakus, menikmati bisa berarti mengambill, menguras, menyedot semua yang ada tanpa ampun. Korupsi misalnya, adalah salah satu upaya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dengan cara itulah salah satu tipe orang rakus menikmati hidupnya. Kata menikmati disini pasti sangat kontras dengan kata membangun.</p>
<p> Bagi orang-orang yang cuek, menikmati bisa berarti menggeluti dunianya tanpa perlu peduli pada dunia orang lain. Some says, &#8220;Buat apa gw mikirin mereka. Terserah mereka mau ngapain, EGP. Gw punya kehidupan sendiri, ya gw urus lah kehidupan gw. Orang lain juga ga perlu ikut campur urusan gw&#8221;. Bisa juga dikatakan bahwa menikmati disini masih jauh dari kata membangun.</p>
<p>Bagi orang-orang yang ikhlas menikmati juga pasti berbeda arti dari 2 kata menikmati sebelumnya. Nikmat bisa jadi datang dari kenikmatan orang lain. Kebahagiaan seringkali bersumber dari senyum dan keceriaan orang lain. Bukankah itu juga bisa disebut menikmati? Saya pribadi akan menjawab mantab dengan YA. Membangun masyarakat, mendidik, membantu, menolong akan mendatangkan kebagaiaan bagi orang-orang yang ikhlas. Bagi mereka membangun sama dengan menikmati, atau jika dibalik, mereka menikmati hidup dengan membangun.</p>
<p>Sudah dapat kita bayangkan betapa hebatnya orang-orang yang ikhlas. Maka orang-orang yang ikhlas akan mengatakan, </p>
<blockquote><p>I arise in the morning torn into a desire to improve the world. This made it hard to sleep last night. haha</p></blockquote>
<p>Enjoy your life, make them enjoy their life. &#8220;Sebaik-baik muslim adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya&#8221;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[death.....]]></title>
<link>http://adinugrosh.wordpress.com/2009/11/17/death/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 03:02:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>adinugrosh</dc:creator>
<guid>http://adinugrosh.wordpress.com/2009/11/17/death/</guid>
<description><![CDATA[dua orang sahabat sedang berbincang&#8230; &#8220;kepergian apa yang  tiba-tiba hingga membuat cukup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>dua orang sahabat sedang berbincang&#8230;</p>
<p>&#8220;kepergian apa yang  tiba-tiba hingga membuat cukup banyak orang merasa sedih&#8230;&#8221;, dia bertanya.</p>
<p>&#8220;kematian&#8221;, jawab temannya.</p>
<p>&#8220;kenapa begitu?? darimana kau bisa menyimpulkan seperti itu??&#8221;, dia kembali bertanya.</p>
<p>&#8220;karena apabila hanya pergi ke luar kota atau keluar negeri sekalipun asal kita pulang dengan selamat , tidak ada yang bersedih justru sangat senang bisa bertemu lagi, sedangkan kematian adalah kepergian yang tidak akan pernah bisa kembali untuk berjumpa atau sekedar kirim sms..&#8221;, jawab temannya.</p>
<p>&#8220;tapi bukan berarti kematian justru untuk mendatangi hidup baru seperti keyakinan reinkarnasi?? atau menurut agama yang mayoritas di anut di dunia, kematian adalah jalan menuju kehidupan abadi dimana kita akan menunggu hingga gerbang kehidupan abadi tersebut datang menghampiri semua orang baik yang telah mati atau yang masih menikmati dunia??&#8221;, kembali bertanya dia.</p>
<p>&#8220;itu bisa diterima tapi bagi orang-orang yang di tinggalkan, hal itu sulit untuk bisa diterima karena sebagian besar mereka yang di tinggalkan sangat menyayangi orang yang meninggalkan mereka&#8230; terkecuali mereka tau apa yang akan terjadi kelak pada orang yang meninggalkan mereka, tapi itupun masih cukup sulit untuk mereka terima karena mereka sangat berat untuk melepasnya&#8230;&#8221;, jawabnya lagi.</p>
<p>&#8220;kalau seperti itu berarti mereka tidak ikhlas di tinggalkan dunk&#8230; itu justru sangat memberatkan yang pergi&#8230; ingatlah bahwa semua yanga ada di dunia ini adalah milik Sang Pencipta dunia ini jadi Dia berhak untuk mengambil kembali apa yang memang milik-Nya, kita cuma di pinjami sementara hingga menurut Dia kita sudah bisa mandiri tanpa adanya milik-Nya&#8230; bukan begitu??&#8221;, tanyanya kembali.</p>
<p>&#8220;benar juga sih,&#8230; tapi kan kita juga tidak bisa seperti itu saja tanpa memperhatikan perasaan orang-orang yang di tinggalkan&#8230; setidaknya kita harus menghibur mereka yang ditinggalkan..&#8221;, jawabnya lagi.</p>
<p>&#8220;nah ini&#8230; bukankah itu sudah terdapat dalam tuntunan hidup pada semua agama, bahkan dalam adat istiadat budaya kita juga mengenal acara yang namanya 1 hari,2 hari, 3hari, 7 hari hingga 40 hari&#8230; pada saat itulah kita sebagai umat beragama harus saling menghibur satu sama lain sekalipun berbeda agama bukanlah hambatan bwt kita untuk menghibur mereka&#8230; setuju??&#8221;, kata dia.</p>
<p>&#8220;setuju dalam hal menghibur saudara yang sedang tertimpa musibah&#8230; kembali pada hal kematian, pernah mendengar surga dan neraka?? apakah ada jaminannya bahwa kita secara otomatis masuk surga?? atau perlu masuk neraka dulu?? atau malah kita masuk neraka tanpa tau seperti apa surga itu???&#8221;, tanya temannya.</p>
<p>&#8220;saya pernah mendengar surga dan neraka, tapi sepengetahuan saya, karena saya juga menganut agama yang mayoritas di anut di dunia, kita pasti masuk surga tapi sebelumnya masuk neraka dulu untuk di bersihkan dari dosa-dosa yang pernah di perbuat di dunia, untuk lebih jelasnya lagi lebih baik bertanya kepada yang lebih mengerti tentang surga dan neraka&#8230;&#8221;, jawab dia.</p>
<p>&#8220;ooooo&#8230;.. jadi seperti itu ya ketentuan yang terdapat dalam agama anda, lalu kita akan bertanya kepada siapa??&#8221;, tanya temannya kembali.</p>
<p>&#8220;kalau dalam agama yang saya anut, kita harus bertanya kepada tokoh-tokoh agama karena mereka lebih mengerti agama dari pada saya&#8230;&#8221;, jawab dia lagi.</p>
<p>&#8220;dimana saya bisa bertemu dengan tokoh agama seperti itu??&#8221;, tanya temennya.</p>
<p>&#8220;bisa di temuin di tempat-tempat ibadah atau di sekretariat tokoh-tokoh agama yang resmi dan diresmikan oleh pemerintah, dalam hal ini diresmikan oleh departemen agama.&#8221;, jawab dia kembali.</p>
<p>&#8220;oke&#8230; bisa antar saya kesana??&#8221;, tanya temannya.</p>
<p>&#8220;bisa tapi jangan hari ini, bagaimana lusa??&#8221;, jawab dia.</p>
<p>&#8220;baik lusa kita berangkat, kita mau janji ketemu dimana??&#8221;, tanya temannya lagi.</p>
<p>&#8220;biar saya menghampiri anda di rumah, bagaimana??&#8221;, tanya dia.</p>
<p>&#8220;baik, lusa saya tunggu kedatangan anda kerumah.&#8221;, jawab temannya.</p>
<p>&#8220;oke,&#8230; sampai ketemu lusa &#8220;, dia berkata.</p>
<p>&#8220;oke&#8230;&#8221;, temannya berkata.</p>
<p>akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan mereka dan sepakat untuk berjumpa lagi lusa dan bersama-sama menemui tokoh agama.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[dilema, hati dan kesukaan]]></title>
<link>http://leon0nlyisitokay.wordpress.com/2009/11/17/dilema-hati-dan-kesukaan/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 01:06:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>AnNisa Salman</dc:creator>
<guid>http://leon0nlyisitokay.wordpress.com/2009/11/17/dilema-hati-dan-kesukaan/</guid>
<description><![CDATA[Karakteristik antara orang Tegal dan Sunda memang berbeda. Sundanese (sebutan untuk orang sunda)  me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Karakteristik antara orang Tegal dan Sunda memang berbeda. Sundanese (sebutan untuk orang sunda)  menganggap orang jawa itu kasar. Padahal orang sunda itu sendiri yang kalo ngomong nyelekit2, kelihatannya sih lembut, tapi sebenernya kemayu! Hi hi hi Mereka-nya aja yang sok lembut,  ih, amit-amit banget d. gak banget juga, gitu lho, (bagi orang Tegal), masa mereka (sundanesse) menyebut diri mereka dengan nama mereka sendiri.<!--more--> Contohnya: jika anda ingin berkata: “saya akan pergi ke sekolah” maka sundanesse berkata: (misalnya namanya ujang) “ujang akan pergi ke sekolah” Bodoh sekali ya? Dan tolol!! Bagi aku, namanya nyebut nama sendiri ya cuma bisa di rumah saja, maksudnya di kalangan saudara-lah, dan keluarga. Selebihnya tidak. Jika di antara teman-teman, ya nyebutnya aku-lah, atau saya kek. Contoh nyata-nya adalah, (padahal jarak antara kota Tegal-Cirebon tidak jauh) karakteristik manusia antara dua kota ini. Saya sendiri untuk melakukan adaptasi di kota tersebut –-cirebon- cukup sulit, khususnya dengan orang sunda. Atau..yah, bisa kita sebut sundanesse. selaku mahasiswi tegal yang kuliah di cirebon merasa mereka tidak mau menerima saya dengan tangan terbuka. Sering sekali mereka meremehkan, terutama orang sunda senang sekali jika diharuskan meremehkan orang jawa. padahal dulunya saya sangat tertarik sekali dengan kebudayaan sunda. Saya suka adat istiadat mereka, lembutnya tutur kata, sifat-sifat orangnya, dan (terutama) bahasanya. sedari dulu saya benar-benar jatuh cinta dengan adat budaya sunda. Padahal… o iya, ada lagi perbedaannya. Dan juga nilai positif dari orang sunda. Kali ini mengenai perlakuan orang tua terhadap anak-anaknya. Jika sunda, mereka cenderung halus. Di slawi saja saya  lihat perlakuan ortu thd anaknya ksar sekali, sekilas dilihat bahwa orang tua tidak menyukai memiliki anak spt dia. Gak tahu juga sih, tapi yang saya lihat spt itu. Atau mgkn karena sya orang jw jadi mlhat lembut dikit saya bilang halus. Atau mungkin bagi orang sunda hal demikian biasa saja, saya tidak tahu juga. But,,,,,out of those,,,,,,,,,,,i love SUNDA CULTURE</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ciri-Ciri Orang yang Ikhlas]]></title>
<link>http://faihu.wordpress.com/2009/11/17/ciri-ciri-orang-yang-ikhlas/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 01:00:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Faihu</dc:creator>
<guid>http://faihu.wordpress.com/2009/11/17/ciri-ciri-orang-yang-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[Dalam Kitab Al Hikam, Syaikh Ibnu Atha&#8217;illah menulis: “Amal perbuatan itu sebagai kerangka yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://faihu.wordpress.com/files/2009/11/ikhlas.jpg"><img class="size-full wp-image-20 alignleft" title="ikhlas" src="http://faihu.wordpress.com/files/2009/11/ikhlas.jpg" alt="" width="125" height="94" /></a>Dalam Kitab Al Hikam, Syaikh Ibnu Atha&#8217;illah menulis:</p>
<p><strong><em>“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan”</em></strong></p>
<p>Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah amal yang disertai dengan niat ikhlas.<!--more--></p>
<p>“Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam menjalankan agama”.</p>
<p>Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas.<br />
Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia, karena kunci dari itu semua belum kita dapatkan, yaitu sebuah keikhlasan.</p>
<p>Ciri-ciri dari orang yang memiliki keikhlasan diantaranya :</p>
<p><strong>1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,</strong><br />
Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian yang sempurna dari Allah SWT.</p>
<p><strong>2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk</strong><br />
Sayyidina ’Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.</p>
<p><strong>3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil</strong><br />
Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.</p>
<p><strong>4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia</strong><br />
Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.</p>
<p><strong>5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi</strong><br />
Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu relatif dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan yang paling baik dan  yang harus senantiasa  kita usahakan adalah penilaian dan pengakuan dari Allah SWT.</p>
<p>Begitu besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.</p>
<p>Bahkan orang yang ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah, apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu, cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah tersebut, tapi hati hanya tertambat pada Allah SWt yang Maha Mengetahui akan masalah yang kita hadapi tersebut.</p>
<p>Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang ikhlas. Amiin</p>
<p><em>Sumber: KH. Abdullah Gymnastiar -  <a href="http://www.dtjakarta.or.id/" target="_blank">www.dtjakarta.or.id</a></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waktu]]></title>
<link>http://pureliefde.wordpress.com/2009/11/16/waktu/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 12:16:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>pureliefde</dc:creator>
<guid>http://pureliefde.wordpress.com/2009/11/16/waktu/</guid>
<description><![CDATA[Waktu terus menunjukkan artinya perasaan itu &amp; mengajarkan dalam setiap langkahnya bahwa semua t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Waktu terus menunjukkan artinya perasaan itu &#38; mengajarkan dalam setiap langkahnya bahwa semua tidak cukup sampai di sini bukan untuk berlari &#38; mengejar namun untuk memperhatikan dan tersenyum sambil membangun KEIKHLASAN dalam setiap senyum yang tercipta&#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Jangan Kau Pergi]]></title>
<link>http://mahardhikadewi.wordpress.com/2009/11/16/cinta-jangan-kau-pergi/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:40:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>mahardhikadewi</dc:creator>
<guid>http://mahardhikadewi.wordpress.com/2009/11/16/cinta-jangan-kau-pergi/</guid>
<description><![CDATA[Tersebut seorang gadis bernama  Juminten (nama disamarkan), pastinya ia adalah gadis sederhana yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tersebut seorang gadis bernama  Juminten (nama disamarkan), pastinya ia adalah gadis sederhana yang manies, smart, periang, kuat, namun kadang suka jail/becanda plus cerewet seperti diriku (AMIN =&#62; kalo smart sie ngarep, kalo cerewet gpp deh kalo tujuannya baik) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perkenalan awal yang tak terpikir sebelumnya akhirnya terjadi.</p>
<p>Yup juminten mengenal seseorang yang bernama prince (nama samaran juga)</p>
<p>(hebatkan, dalam cerita ini&#8230;. juminten yg biasanya di tipi2 memerankan tokoh pembantu bisa deket dengan prince yg biasanya jadi pangeran) he he&#8230;</p>
<p>Nomer telpon prince yang telah juminten simpan akhirnya berbunyi..tanda call..saling telpon balik..</p>
<p>Sungguh obrolan yang menyenangkan,.selalu ada cerita dan ga kehabisan bahan..</p>
<p>hoho..sampe akhirnya juminten suka prince</p>
<p>Prince adalah kaum adam yang baik, santun, mungkin sedikit pendiam meskipun sedikit jaim, dan formal setidaknya ia perhatian dan cukup mengerti, mengajarkan banyak hal, dan saling mengingatkan kebaikan satu sama lain. Tapi  yang paling penting juminten menyukainya&#8230;.</p>
<p>ga terlalu lama memang, akhirnya mereka jalan, semanjak saat itu prince selalu ada dalam setiap do`a juminten&#8230;</p>
<p>juminten dan prince saling berbagi cerita, baik tentang diri, kerjaan maupun kluarga masing-masing, terasa seperti telah kenal lama&#8230; juminten merasa nyaman jalan dengan prince. semakin juminten mengenal prince, juminten merasa semakin takut kehilangan prince&#8230;..</p>
<p><!--more--></p>
<p>sampe-sampe juminten melakukan kesalahan karena terlalu perhatian pada prince (apakah ini yang namanya overprotec) padahal dulunya juminten gag suka banget dengan dengan sifat seperti itu, namun tanpa sadar iapun melakukannya pada prince, apapun mengenai prince jika itu dirasa baik, juminten melakukannya dengan sangat ringan.</p>
<p>Disini ia belajar bagaimana rasanya berkorban untuk orang yang ia sayangi (pengorbanannya mungkin tidak terlalu besar) tapi setidaknya juminten bisa melakukannya karena sebelumnya ia jarang bisa berbuat seperti itu pada orang yang mendekatinya.. Ini adalah salah satu hal yang membuat juminten tidak menyesal pernah mengenal prince</p>
<p>detik demi detik, menit, jam, hari, minggu, bulan akhirnya berlalu&#8230;.selama itu pula ada message, telpon, saling mengingatkan, kata-kata indah, makan bareng, shoping, hingga ada komitmen penting yang mereka rencanakan&#8230;, tapi entahlah juminten kadang seneng banget gangguin prince, apalagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang ga penting, sebenarnya juminten hanya ingin selalu melihat prince tersenyum, tapi ternyata ini adalah bumerang yang disimpan prince&#8230; prince ternyata semakin lama tidak nyaman dengan hal itu&#8230; salahnya dimana,? Percekcokan kecil kadang muncul, tapi baik kembali&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;apakah keadaan yang saat itu tidak memihak pada juminten?</p>
<p>Setelah itu.. mulai ada perubahan yang dirasa cukup aneh, juminten berusaha memperbaiki diri&#8230;. tapi ternyata terlambat, juminten merasa prince perlahan mulai menjauh darinya, berubah dan ga lembut lagi, ketus dan ga peduli dengan apapun yang diucapkannya,  terkadang seperti sifat angkuh yang prince munculkan&#8230;. seperti bukan prince yang juminten kenal.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>juminten pun sedih melihat keadaan/kelakuan prince, setiap ditanya ada apa, prince labih banyak diem&#8230;..ingin banget ia membuat prince tertawa&#8230;&#8230;atau mendengar prince bercerita seperti dulu lagi&#8230;&#8230;  uda ga ada kata2 indah dan makan bareng lagi</p>
<p>sesekali dalam beberapa minggu kadang ada penjelasan kecil dari prince itupun atas permintaan juminten, selalu ada kata ma`ap dari juminten maupun prince, kadang jawabnya sibuk atau urusan keluarga, setelah itu diam kembali tapi makin lama prince uda tidak terbuka lagi pada juminten sehingga  juminten susah dalam menetukan sikap&#8230;&#8230;</p>
<p>Juminten ingin sekali bisa membantu prince jika ia bisa&#8230;. tapi&#8230;..tetep ga ada titik terang..</p>
<p>Juminten berusaha tegar, tetap tak pernah terpikir sebelumnya akan seperti  ini akhirnya,</p>
<p>Memang diakui bahwa Karakter juminten dan prince memang sungguh berbeda, berbanding terbalik mungkin..</p>
<p>Yang satu membutuhkan penjelasan, yang satu lagi menganggap ga ada yang perlu dijelaskan&#8230;..</p>
<p>Juminten berusaha menata hati agar dapat ikhlas menerima apapun kelanjutan kisah cintanya&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Beberapa minggu ia persiapkan hati, setelah dirasa cukup mampu..ia akhirnya memberanikan diri meminta kepastian pada prince,,,,,</p>
<p>Tapi ternyata&#8230;.prince malah balik menyalahkan juminten yang selalu membuat keadaan hingga akhirnya prince harus berbuat seperti ini.. (baiklah seharusnya ini bukan masalah sapa yang salah ato tidak tapi lebih kepada komunikasi yang uda ga nyambung lagi)</p>
<p>Sungguh dulu bagi juminten, mengatakan putus itu hal mudah. tapi saat ini juminten ga ingin kata-kata itu keluar darinya, kalopun perkataan itu pernah muncul itu tidaklah sungguh-sungguh, awalnya hanya keisengan/becanda, biarlah ia berada di posisi yang  ditinggal&#8230;. ada rasa sakit memang,  karena bagaimanapun juminten masi menyimpan rasa sayang pada prince&#8230;, meskipun prince balik menyalahkan dirinya, juminten sudah bisa lebih ikhlas&#8230;.. terkadang juminten merasa ada alasan yang ga logis, tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;seperti yang dikatakan prince, ya sudahlah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Juminten berusaha menikmati semua rasa itu (seneng, sedih, sakit, bahagia, nangis) terlihat banget disini kalo juminten bukan lagi gadis yang kuat, ia rapuh&#8230;. tapi&#8230;&#8230;.. semakin ia ikhlas ia rasa semakin lega&#8230;&#8230;</p>
<p>paling ga` ia uda berusaha melakukan yang terbaik meski hasilnya ga yang terbaik&#8230;&#8230;&#8230; meski begitu prince akan selalu ada dalam setiap Do`a juminten.  Juminten ga akan melupakan prince karena itu ga akan mungkin&#8230;.sekali lagi ikhlaslah yang dirasa paling baik yang harus ia lakukan.</p>
<p>Prince akan selalu jadi pengeran dalam hati juminten&#8230;.. semoga ia bahagia.</p>
<p>Selalu ia ingat kata-kata prince : kalo jodoh ga kemana.</p>
<p>Juminten berkata kecil dalam hati : Cinta jangan kau pergi, layaknya lagu vidi aldiano yang dapat mewakili perasaannya saat ini  (Apalah arti hidup ini tanpa cinta dan kasih sayang) ^^</p>
<p>juminten juga berharap semoga prince mau mema`afkan kesalahannya, baik yang disengaja ato tidak.</p>
<p>Kaka angkatku mengatakan : biasanya ada dua hal alasan paling kuat kenapa cowo tiba-tiba menghilang/berubah :</p>
<ol>
<li>Karena ada yang lain alias selingkuh</li>
<li>Karena ada masalah keluarga.</li>
</ol>
<p>Juminten bener-bener ga tau, diantara kedua alasan diatas&#8230; alasan yang mana yang membuat prince pergi&#8230;&#8230;. ato mungkin ada alasan yang lain??? Tapi apapun alasannya juminten akan selalu mema`apkan prince&#8230; ^_^</p>
<p>Inilah  pilihan hidup&#8230;.. patah hati kan juminten??? Itu hatinya..”Dia yang berhak menentukan”</p>
<p>Juminten masi bisa berpikir jernih, dikatakan pada dirinya sendiri nikmatilah semua rasa itu jum, asal semua masi bisa kamu kontrol dan masi ada dalam batasan norma. Juminten menjawab dalam hati.. SIAP GRAK! ’(n_n)</p>
<p><span style="color:#800080;">Yang juminten tau Dia bukan pengemis cinta, dan berucap ” </span><span style="color:#800080;"><span style="color:#800080;">YA</span>NG AKU TAU AKU MENYAYANGIMU SETULUS HATIKU MY PRINCE </span>”  ^_^</p>
<p>My space&#8230;. ” ’Segala Rasa yang kupunya adalah milikku seutuhnya, kalaupun rasa yang ku punya pernah ada untukmu, SYUKURILAH DIA!!, dan sadarilah bahwa itu adalah anugrah Terbesar yang Tuhan beri untukmu, dan bukan kah rasa Kagum adalah merupakan Doa suci atas keindahan dan kebaikan yang kamu miliki, Terimakasih atas segala rasa yang sempat hadir untukku”</p>
<p>151109, 23:03 SID</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ideal]]></title>
<link>http://tiadevianty.wordpress.com/2009/11/14/ideal/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 10:30:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>tiadevianty</dc:creator>
<guid>http://tiadevianty.wordpress.com/2009/11/14/ideal/</guid>
<description><![CDATA[Perjalanan jiwa seringkali tak perlu menjadikan kita sebagai pemain utama dalam gelanggang kehidupan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Perjalanan jiwa seringkali tak perlu menjadikan kita sebagai pemain utama dalam gelanggang kehidupan&#8230; merugi sekali rasanya kalo sebagai penonton pun tak mampu mengambil hikmah dari tontonan drama kehidupan yang terpampang setiap hari di depan mata&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ada pertunjukkan penting yang terjadi disekitarku kini&#8230; pertanyaannya sederhana&#8230; pemimpin yang baik itu seperti apa?? Ketika huru hara ada di depan mata, kenapa malah memposisikan diri sama2 seperti aku&#8230; menjadi penonton&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang cukup mengejutkan perubahan pemimpin baru yang kalap dengan jabatan dan kewenangan yang dimiliki&#8230; Suddenly, aku merasa berhadapan dengan orang asing&#8230; Ini mungkin yang disebut cultural shock hehehe&#8230; Apa aku akan seperti itu juga kalo menduduki jabatan baru yang lebih tinggi, haruskah seperti itu dan kemudian kehilangan teman?? Menyedihkan dan mengerikan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi memotivasiku untuk belajar lebih jauh tentang bagaimana jadi pemimpin yang baik&#8230; Setidaknya niatanku memungut pahala dan meraih karunia tercapai&#8230; bukan numpukin2 dosa menyakiti sendiri dan orang lain, dan pekerjaan terbengkalai&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JADILAH KUNCI KEBAIKAN]]></title>
<link>http://rincikembang.wordpress.com/2009/11/14/jadilah-kunci-kebaikan/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 03:27:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>rincikembang</dc:creator>
<guid>http://rincikembang.wordpress.com/2009/11/14/jadilah-kunci-kebaikan/</guid>
<description><![CDATA[Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-138" src="http://rincikembang.wordpress.com/files/2009/11/kebaikan1.jpg" alt="kebaikan" width="485" height="63" /></p>
<p style="text-align:center;">Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda : “Sesungguhnya diantara manusai ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Dan diantara manusia ada pula yang menjadi kunci-kunci pembuka keburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan di tangannya dan celakalah bagi orang &#8211; orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di tangannya”. { Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (237) dan dihasankan oleh Al-Albany di Shohih Sunan Ibnu Majah (194)}</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa yang ingin menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan , hendaklah ia memenuhi hal berikut ini :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Ikhlas      untuk Allah dalam perkataan dan perbuatan. </span></strong>Karena ikhlas adalah asas segala kebaikan dan      mata air segala keutamaan.</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong>Senantiasa      berdo’a kepada Allah memohon bimbingan untuk menjadi kunci kebaikan. </strong></span>Karena      do’a adalah kunci segala kebaikan. Allah tidak akan menolak hamba-Nya yang      berdo’a kepada-Nya serta tidak akan menyia-nyiakan seorang mukmin yang      menyeru-Nya.</li>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong>Bersemangat menuntut dan mendapatkan ilmu.</strong></span> Karena      ilmu mengajak kepada keutamaan dan akhlak yang mulia, serta penghalang      dari akhlak tercela dan perbuatan keji.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Menjalakan ‘ibadatullah terutama yang fardhu, dan      khususnya lagi sholat.</span></strong> Karena ia mencegah dari perbuatan keji dan munkar.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, serta      menjauh dari akhlak tercela.</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Berteman      dengan orang-orang baik dan sholeh. </span></strong>Karena duduk bersama      orang-orang yang sholeh dinaungi malaikat dan diliputi rahmat. Serta      menjauhkan diri dari duduk di majelis orang-orang yang jahat dan tidak      baik, sesungguhnya itu adalah tempat singgah setan.</li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Menasehati manusia ketika bergaul dan berbaur      dengan mereka, dengan cara menyibukkan mereka dengan kebaikan dan      memalingkan mereka dari keburukan.</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#0000ff;">Mengingat hari berbangkit dan sa’at berdiri di      hadapan Robbul ‘Alamiin. </span></strong>Ketika      Ia membalas orang yang baik dengan kebaikan dan orang yang jahat dengan      hukuman. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,      niscaya dia akan melihat (balasan)nya Dan barangsiapa yang mengerjakan      kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”      ( Al-Zalzalah : 7-8 )</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dan pilar penyanggah semua itu adalah keinginan seorang hamba kepada kebaikan serta memberi manfaat kepada orang lain. Apabila keinginan seseorang kuat, niat dan tekad sudah bulat serta memohon pertolongan kepada Allah dalam melakukan itu, lalu melakukannya sesuai jalurnya. Maka dengan izin Allah akan menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. (Al-Fawaid Al-Mantsuroh (161-162) oleh Syaikh Dr. Abdurrozaq bin Abdu Muhsin Al-Badr) Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Amiin</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Ikhlas]]></title>
<link>http://sejenaksaja.wordpress.com/2009/11/12/tentang-ikhlas/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:36:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>sejenaksaja</dc:creator>
<guid>http://sejenaksaja.wordpress.com/2009/11/12/tentang-ikhlas/</guid>
<description><![CDATA[sudah beberapa hari ini aku sedang Training &#8221; Ikhlas &#8221; sendirian.. &#8220;ikhlas&#8221; ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>sudah beberapa hari ini aku sedang Training &#8221; Ikhlas &#8221; sendirian..</p>
<p>&#8220;ikhlas&#8221; dalam pengertian , ikhlas dalam berdoa memohon pencapaian mimpi2 besar kita .<br />
mengikhlaskan dan yakin bahwa Tuhan pasti akan mewujudkan keinginan kita </p>
<p>dan banyak lagi cara2 Ikhlas yg aku baca di buku Quantum ikhlas<br />
dibuku ini juga terdapat CD brainwave<br />
yaitu CD untuk mengupgrade otak  alam sadar kita , agar lebih rileks , tenang dan sejenisnya ..</p>
<p>pertama kali aku dengerin CD nya .. perasaan ku bener2 ga karuan..<br />
mau mikir, gak bisa mikir , seperti berada di tengah remang2 .. tapi ada suara bergema gitu,.. gak keruan&#8230; pengen2 nangis , tapi gak bisa.. pas memejamkan mata, pikiran jadi kosong.. ya begitulah </p>
<p>dan entahlah apa yg akan kurasakan nanti saat mendengar cd itu untuk kedua kalinya..</p>
<p>mungkin karna belum berlatih mendengar dengan cara baik dan benar.. maka perasaan ku jadinya seperti itu ..</p>
<p>yang pasti aku sangat percaya akan hal ini<br />
karena saat aku bisa mengikhlaskan hatiku , disaat itu juga , Tuhan memberiku tanda serta petunjuk2 ( walau hal2 kecil ) .. tapi beneran loh.. aku sudah buktikan sendiri.. tinggal kita sendiri yg pinter2 membaca sinyal2 itu serta mem follow up nya sesegera mungkin..</p>
<p>Trims ya Tuhan..<br />
jadi Kunciny adalah </p>
<p>IKHLAS , YAKIN dan BERSYUKUR KERAS</p>
<p>wih Love &#8230;<br />
Decy </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
