<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>imajinasi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/imajinasi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "imajinasi"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:19:27 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Radio Kesayangan]]></title>
<link>http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/12/02/radio-kesayangan/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 05:25:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>nanaharmanto</dc:creator>
<guid>http://nanaharmanto.wordpress.com/2009/12/02/radio-kesayangan/</guid>
<description><![CDATA[(Saat chatting dengan Kris beberapa waktu lalu, dia memberiku link sebuah blog dengan artikel tentan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#0000ff;"><em>(Saat chatting dengan <strong><a href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/" target="_blank">Kris</a> </strong>beberapa waktu lalu, dia memberiku link sebuah blog dengan artikel tentang masa kejayaan sandiwara serial di radio era 80-an <a href="http://lapanpuluhan.blogspot.com/2006/02/sandiwara-radio-dari-kuping-turun-ke.html" target="_blank"><strong>di sini)</strong></a>, lalu aku ingat punya tulisan di fileku tentang nostalgia bersama radio) </em></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em><br />
</em></span></p>
<p><em> </em></p>
<p>Teringat aku pada masa-masa saat aku SD. Beberapa kali aku mampir ke rumah temanku langsung dari sekolah. Karena belum pulang untuk pamit, orang-orang di rumah pasti was-was menungguku pulang.</p>
<p>Aku dinasehati, diwanti-wanti dan diperingatkan. Aku boleh bermain ke rumah teman, asal pulang dulu, ganti baju, makan siang, pamitan,  baru boleh main. Sering aku bandel, <em>toh nggak</em> akan sampai sore <em>gitu</em> <em>loh&#8230;</em></p>
<p>Tapi, sejak keranjingan drama serial di radio, aku tak pernah lagi mampir-mampir kemana-mana. Pulang sekolah, pasti langsung pulang ke rumah.</p>
<p>Jam 1 siang, diputar siaran drama radio <strong>Saur Sepuh</strong> dengan tokohnya Brahma Kumbara, Mantili, Laksmini, dan lain-lain.</p>
<p>Drama radio itu benar-benar telah membiusku. Meracuni. Membuatku ketagihan. Selalu sedikit kecewa saat durasi 30 menit itu berakhir dengan narasi yang membuat penasaran.</p>
<p>“Sanggupkah Brahma menaklukkan <em>bla..bla..bla..?</em> lalu ajakan narator untuk mendengarkan kembali kelanjutannya di radio “kesayangan Anda” esok hari pada jam yang sama.</p>
<p>Aku gemas penasaran. Benar-benar teracuni!</p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p>Daya imajinasiku liar berkembang. Brahma pastilah tokoh pendekar ksatria sekaligus raja ganteng rupawan hingga dicintai 2 istri cantik dan digoda terus menerus oleh pendekar perempuan sakti nan genit, Laksmini. Mantili pastilah langsing cantik, lincah gesit, berambut panjang dan digelung ringkas dengan hiasan logam emas serupa mahkota untuk para putri kerajaan.</p>
<p>Belum lagi efek suara yang ditimbulkan. Derap kaki kuda berlari, ringkikan kuda dan  denting pedang bertumbukan. Teriakan <strong><em>Ciatttttt!</em> <em>Ciaaat!!</em></strong> itu juga seru loh,  mampu membuat bola mataku membundar membayangkan pertempuran sengit antara beberapa pendekar.</p>
<p>Belum lagi jeritan para tokoh yang terluka di medan pertempuran. Lalu dentuman-dentuman dahsyat saat ajian-ajian sakti itu saling bertubrukan, membuat para petarung itu tersengal mengerahkan segenap tenaga&#8230;</p>
<p>Dahsyat! Tegang!! Cemas&#8230;.penasaran&#8230;.</p>
<p>Tengah-tengahnya pertarungan seru begitu, iklan muncul. Dengan <em>jingle </em>yang kadang menyebalkan. Jam segitu itu pas waktu makan siang, jadi kami mendengarkan sambil makan siang. Sewotlah nenekku yang terganggu dengan iklan obat diare. Hihi&#8230;</p>
<p>Kadang kami berkerumun di depan radio tua itu. Aku, kakakku dan seorang asisten rumah tangga. Keranjingan betul. Saking seriusnya mendengarkan radio, hingga sesama pendengar tak boleh berisik. Bersin pun akan <em>dipelototin.</em> Jangan harap bisa mengomentari jalan cerita. Semua akan serempak menghardik dengan gemas”,<strong> SSSSSSTTTT&#8230;!!!!”.</strong></p>
<p><em>Hadoohh,</em> segitunya&#8230;</p>
<p>Kalau terlewat satu episode saja, <em>woooh</em>&#8230;”gelo”-nya <em>nggak ketulungan</em>. Aku biasanya akan <em>ngejar-ngejar</em> yang lain untuk <em>retell the story.</em> Hihi&#8230;yang ini <em>nggak pake</em> iklan! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Wah, jaman itu. Radio adalah harta tak ternilai, terlebih untuk anak-anak seperti kami yang tinggal di kampung. TV baru akan siaran sore hari, <em>Sodara!</em> Lain betul dengan sekarang. Siaran TV  24 jam pun ada.</p>
<p>Bener banget tuh ungkapan “Radio kesayangan Anda” itu&#8230; <em>Eh,</em> sebentar, radio kesayangan artinya apa sih? Stasiun radionya atau pesawat radionya ya?</p>
<p>Saat itu, sebuah radio transistor besar berwarna hitam selalu setia menghibur kami. Tak tanggung-tanggung, 6 batere besar harus tersedia untuk si radio tua itu. Lalu, papa mengutak-atiknya hingga dengan bantuan adaptor khusus, radio itu bisa mendapatkan tenaga dari listrik. Saat listrik padam pun, radio itu tetap berjasa menghibur dengan tenaga batere.</p>
<p>Ada kisah lucu juga mengenai radio ini. Saat siang, dia jadi “milik” kami. Saat malam, dia akan pindah ke kamar papa, menemani papa dengan siaran wayang. Menjelang pagi, siaran radio luar negeri yang dipasang. Seringnya sih,  tak termatikan hingga pagi dan suara kresek-kresek yang terdengar.</p>
<p>Saat pulang sekolah, radio itu akan kembali ke ruang tengah, tempat kami mendengarkan bersama. Sebelum <strong>Saur Sepuh</strong> dimulai, radio sudah dinyalakan, memastikannya pada frekuensi yang tepat agar mendapatkan suara paling jernih dan bening. <em>Nyebelin</em> <em>kan</em>, saat radio itu tiba-tiba <em>kemrosok</em> atau hilang timbul gara-gara pita merah penunjuknya itu tak pas. Aku hafal betul dimana pita merah itu harus tepat berada. Utak-atik sedikit dengan perasaan&#8230;lalu..yeah!!! Posisi top markotop siap!!</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Lain lagi dengan serial drama misteri. Yang sedang kami gandrungi saat itu adalah Serial<strong> Misteri Gunung Berapi</strong>. Dengan tokoh <em>super duper juahat. </em>Yap, betul! Mak Lampir. Nenek sakti separuh iblis. Dengan tawa melengking serak membahana, dan hardikan-hardikannya. Kemunculannya selalu diiringai lolongan serigala plus musik horor.</p>
<p>Lalu imajinasiku yang lebih liar, membayangkan, si <em>peot</em> itu pasti tengah merapal mantra komat-komat, tangannya gemetaran..</p>
<p>Imajinasiku begitu jelas menggambarkan tokoh ini sangat renta, separuh bungkuk, bertongkat tengkorak, dengan rambut kelabu kotor dekil acak-acakan, gimbal semrawut, berwajah kurus,  dingin bengis dan keriput. Geliginya hitam geripis, nyaris ompong dan matanya cekung mengecil, memerah penuh kelicikan. Bajunya berupa jubah panjang berlapis-lapis kumuh penuh tambalan, robek sana sini, berbau busuk. Kubayangkan dia akan terseok-seok dengan raga reyotnya, melangkah diseret-seret keberatan jubah. (Bukankah umurnya sekian ratus tahun?)</p>
<p>Lalu aku <em>termehek-mehek</em> pada tokoh utama serial ini. Sembara. Kubayangkan, tokoh ini berambut gondrong dengan ikat kepala, berwajah ganteng dan kalem dengan gurat-gurat pekerja keras. Tokoh ini pasti berbadan tegap, gagah, jantan, berdada lebar, dimana aku bisa nyaman di pelukannya. (<em>holoh&#8230;.kok?? isin</em> aku, umur <em>segituh</em> <em>udah ngebayangin</em> dipeluk laki-laki yang <em>guanteng</em> dan gagah begitu).</p>
<p>Ada lagi Farida, kekasih Sembara. Kubayangkan dia gadis desa berparas lembut, cantik segar, selalu dalam bahaya saking moleknya. Bertutur halus dan tak banyak cakap. Tokoh ini selalu ketakutan karena polos tak punya ilmu pembela diri. Untuk itulah Sembara ada untuk melindunginya. (<em>widiih</em>&#8230;..kalau mereka tengah memadu kasih, hohoho&#8230;aku ikut mabuk kepayang! *<em>isin meneh</em>). Dan begonya, <em>sempet </em>juga aku cemburu pada Farida ini..<em>halah!!</em> *blushing*</p>
<p>Jangan tanya reaksi kami saat mendengarkan serial ini yang diputar jam setengah delapan malam. Saat tawa Mak Lampir membahana, kami pasti diam tak bergerak. Kadang pula, saat kekehannya licik melengking-lengking, segera kami berebutan <em>ndhesel-ndhesel</em> pada mama. Biasanya mama terkikik geli juga melihat polah kami. Kata mama,</p>
<p><em>“Lha wong</em>, aneh, katanya menakutkan, <em>kok ya tetep</em> <em>didengerin</em>&#8230;”.</p>
<p>Adikku yang masih kecil tak paham apa yang asyik dari mendengarkan radio begitu. Tampaknya dia sangat menikmati saat semua kakak-kakaknya <em>kruntelan</em> mengerubuti mama. Mungkin dipikirnya kami sedang asyik bermain&#8230;hihi..</p>
<p>Pernah, suatu malam, listrik padam. Dasar sudah ketagihan, kami tetap mendengarkan radio dalam kegelapan. Saat itu serial favorit itu bercerita tentang seorang perempuan jahat berambut api, kemunculannya selalu didahului dengan suara-suara genta ritmis, horor menegangkan!</p>
<p>Kami <em>untel-untelan</em> dalam keremangan hanya diterangi lampu petromax.</p>
<p>Saat mama menertawakan kami, kami segera protes”, <strong><em>Sssst&#8230;!!” </em></strong> hoho&#8230;lebih galak kami daripada perempuan berambut api itu!</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Hebatnya drama radio saat itu. Meraja di telinga penggemarnya. Mencuri hati.</p>
<p>Ferry Fadli dan  Elly Ermawati menjadi idola dan pujaan. Dielu-elukan penggemarnya. Belum tokoh-tokoh pengisi suara yang lain.</p>
<p>Jangan lupa,efek suaranya itu lho&#8230;..dahsyat nian!</p>
<p>Sabetan pedang, <strong><em>Wuut&#8230;.wuuut</em>&#8230;.<em>whhuut.</em>.</strong> dan adu pedang <strong><em>Trrang!! triiinnngg</em>!!</strong> bisa membuat adrenalin kami melonjak. Dentuman ajian-ajian sakti bisa membuat kami menahan napas.<strong><em> Jegeeeer! Blam!!</em></strong> <strong><em>Duerrrr!!!!!!</em></strong></p>
<p>Derit pintu <strong><em>ngiiieeeettt.</em></strong><em>&#8230;.</em>sanggup menghentikan gerakan kami, hingga melotot lupa berkedip.</p>
<p>Lolongan  serigala<strong>, <em> Aaauuuuu&#8230;&#8230;.aaaaaa&#8230;..uuuuw&#8230;.</em></strong> bisa membuat kami merinding dan ciut nyali.</p>
<p>Raungan harimau siluman,  <strong>GGGRRRHHHHH&#8230;..RUUUAAAARHHHRH!! </strong></p>
<p>bisa membuat kami melompat menubruk mama. hihihi&#8230;</p>
<p>Semua efek audio itu, sakti nian merepotkan mama. Sebab, setelah itu, kami tak berani ke kamar mandi sendiri. Hihihi&#8230;mama harus menemani kami tuh&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Ada juga sandiwara radio lokal berbahasa Jawa yang diputar sore hari. Aku dan kakakku kadang-kadang mendengarkan serial ini di rumah teman di belakang rumah. Hanya ikut-ikutan saja, tak mengikuti penuh. Sebab, sepertinya orang dewasa di rumah kami agak tak berkenan pada sandiwara ini.</p>
<p>Ceritanya kurang lebih, tentang seorang perempuan yang membunuh ibunya, lalu menyembunyikan tubuh ibunya di bawah tempat tidurnya, sementara kepalanya dibuang jauh untuk menutupi perbuatannya. Kepala sang ibu ini sering datang menghantui Trinil, sang tokoh. Diiringi dengan efek suara mencekam horor, diceritakan kepala <em>pruthul</em> tak berbadan ini kerap muncul, selalu menagih. Dengan nada yang begitu-begitu terus.</p>
<p><strong><em>“Triniiiil&#8230;&#8230;.balekno gembungku yo, Nduk yooo? Triniiiil&#8230;&#8230;.”.</em></strong><strong> </strong></p>
<p>(Kembalikan ragaku, ya Nak?).</p>
<p><em>Wuah</em>, kalau sudah adegan ini, kami merinding ketakutan! Tak mau jauh dari teman-teman deh&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Saking gandrungnya pada serial <strong>Misteri Gunung Berapi</strong>, aku <em>kepengeeeeeennn</em> sekali melihat tokoh-tokoh ini dalam bentuk visualnya. Aku berharap akan ada filmnya.</p>
<p>Tapi, saat kesampaian, aku agak kecewa. Aku “mencuri” nonton di bioskop dengan teman-temanku. (Saat itu papa tak pernah mengajak dan mengijinkan kami nonton di bioskop).</p>
<p>Gambaranku tentang para tokoh itu tampil menghakimi. <em>Kok gitu sih?</em> Kurang ini nih, kurang itu tuh, seharusnya <em>begeneh</em>, harusnya <em>begonoh&#8230;</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><em>Well</em>, Sembara hanya “sedikit” melenceng dari Sembara-ku <em>(idih&#8230;)</em> Farida, ah sayang, kenapa berwajah indo? Mak Lampir kurang mengerikan!</p>
<p>Waktu tayang versi sinetronnya, aku jauh lebih kecewa lagi. Sembara tak segagah dan sejantan Sembara-ku. Malah, berbedak, halus, seperti priyayi pesolek. Tak meyakinkan sebagai pendekar petarung sejati.</p>
<p>Farida kurang lembut, <span style="text-decoration:line-through;">bawel</span> banyak omong, orang akan tega meninggalkannya tak terjaga.</p>
<p>Basri, sahabat karib Sembara, di radio diceritakan sebagai pendekar petarung meski tak sesakti Sembara. Di sinetron, Basri digambarkan sebagai pemuda bertubuh gempal, agak <em>bloon</em> dan melulu menjadi <em>the looser&#8230; Aaaah&#8230;.</em></p>
<p>Mak Lampir bukannya mengundang ketakutan. Celanya lebih banyak <em>deh</em>. Wajahnya halus, hanya dicat ijo&#8230;rambutnya pun <em>wig</em> putih yang halus tersisir rapi. Matanya melotot melulu. Badannya masih lincah dan bajunya pun tak menggambarkan nenek ini berumur ratusan tahun&#8230;</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>(<strong>Oh, OK&#8230;bagaimanapun, imajinasi pendengar radio pastilah berbeda-beda. Dan, kubayangkan pula tak sedikit yang akhirnya harus kecewa karena visual di film dan sinetronnya menghancurkan indahnya, megahnya, dan hebatnya tokoh dalam bayangan mereka).</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em><strong><br />
</strong></em></span></p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Sayangnya, radio dengan frekuensi AM lambat laun tertinggal, “kalah” oleh FM. Stasiun radio FM mulai marak bermunculan menyuguhkan sesuatu yang lebih ceria, lebih memanjakan pendengar muda dan remaja. Program-program musik dan sederet hiburan lainnya lalu ikut menenggelamkan radio AM.</p>
<p>Tak kusangkal, aku kadang bernostalgia dengan masa-masa ketika hiburan masih minim, dan radio menjadi harta yang disayangi, dan menjadi “nyawa” di setiap rumah.</p>
<p>Radio tua hitam berusia puluhan tahun itu entah di mana sekarang. Sudah rusakkah? Masih tersimpan di gudang<em>kah</em>, atau sudah hilang, atau sudah dihibahkan pada orang lain. Tak jelas nasibnya. Dia telah setia menghibur kami, sempat pula membuatku pulang tepat waktu dan tak mampir-mampir lagi.</p>
<p>Dia berjasa membangun imaji khayalku tentang suatu tempat dan tokoh-tokohnya yang tak pernah nyata ada.</p>
<p>Pun begitu, radio dengan sandiwara andalannya masing-masing sewaktu itu, telah melukis kisah dan masa indah yang tak terlupakan bagi penggemarnya.</p>
<p>Masa itu, melekat erat, kerap kukangeni&#8230;.</p>
<p>Aku tak pernah kecanduan seperti itu pada saudara canggihnya, Televisi.</p>
<p style="text-align:center;">****</p>
<p style="text-align:center;">
<p>Anda, penggemar sandiwara radio jaman itu juga?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Subservience]]></title>
<link>http://masburhan.wordpress.com/2009/11/28/subservience/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 10:47:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>masburhan</dc:creator>
<guid>http://masburhan.wordpress.com/2009/11/28/subservience/</guid>
<description><![CDATA[Suatu sore sepasang suami istri berusia sekitar 70-an berjalan di sebuah taman kota. Seorang lelaki ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://masburhan.wordpress.com/files/2009/11/old-couple-3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-169" title="old-couple-3" src="http://masburhan.wordpress.com/files/2009/11/old-couple-3.jpg?w=150" alt="" width="150" height="96" /></a></p>
<p>Suatu sore sepasang suami istri berusia sekitar 70-an berjalan di sebuah taman kota. Seorang lelaki paruh baya berperawakan kecil berjalan di belakang mereka. Sesekali sang Nyonya yang gemar sekali makan coklat (hobi yang agak aneh untuk wanita seusianya) membuang bungkusnya sambil terus berjalan. Dengan cekatan si lelaki paruh baya itu memungut bungkus itu lalu memasukkannya ke kantung kresek yang dibawanya. Sementara itu sang Tuan yang dari muda dikenal sebagai perokok berat tampak masih menikmati tiap kepulan putih yang keluar dari ujung pipa hitam di mulutnya. Di tengah perjalanan tampak asap semakin mengecil dan dengan sigap si lelaki paruh baya itu memberikan sebatang rokok baru dengan pematik menyala di tangan kirinya.<br />
Suasana mulai gelap dan lampu-lampu kota mulai menyala. Ketiganya berjalan menuju sebuah rumah besar yang lebih tampak seperti istana, hanya catnya memang sudah agak tua. Di kejauhan tampak seorang wanita paruh baya berdiri di dekat pintu gerbang. Entah dari mana datangnya seorang pemuda tiba-tiba berlari di depan mereka datang mendekat, menodongkan pisau ke sang Nyonya sambil meminta tas kecil yang dibawanya. Si lelaki paruh bawa menubruk pemuda itu dan bergumul di depan kedua majikannya. Tak selang berapa lama pemuda itu lari dan lelaki paruh baya itu jatuh tersungkur.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapster]]></title>
<link>http://masburhan.wordpress.com/2009/11/28/absurd/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 10:46:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>masburhan</dc:creator>
<guid>http://masburhan.wordpress.com/2009/11/28/absurd/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pemuda berambut cepak masuk ke sebuah tempat potong rambut. Tidak terlalu banyak orang jadi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://masburhan.wordpress.com/files/2009/11/potong-rambut-potong.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-167" title="potong-rambut-potong" src="http://masburhan.wordpress.com/files/2009/11/potong-rambut-potong.jpg?w=130" alt="" width="130" height="150" /></a></p>
<p>Seorang pemuda berambut cepak masuk ke sebuah tempat potong rambut. Tidak terlalu banyak orang jadi tidak butuh waktu terlalu lama tiba giliran dia. &#8221;Mau ditipisin ato diapain nih mas?&#8221; tanya si kapster. Pemuda itu melihat2 foto2 model potongan rambut yg terpajang di dekat cermin. &#8221;Masnya tau Boys Before Flowers?&#8221; pemuda itu tanya balik. &#8221;Opo kuwi mas?&#8221; si kapster tampak bener2 gak tahu apa yg dimaksud pemuda itu. &#8221;Itu lho, pilem korea yang pemaine cowok-cowok berambut gondrong..ya, semacam Meteor Garden gitu lah!&#8221; jelas pemuda itu. &#8221;Oh,nek Meteor Garden aku tahu mas. Yang ada Tao Ming Tse-nya itu kan? Dulu kan heboh banget pas lagi ngetrend2nya,&#8221; jawab si kapster. &#8221;Nah, aku mau potongan yang kayak gitu bisa gak? Soale kalo tak lihat2 aku nek gondrong kayakna agak mirip2 ma Kim Bum! Hee..&#8221; tanya pemuda itu. &#8221;Lah,kan masnya rambute pendek cepak gitu! Ya, ndak bisa!&#8221; jawab si kapster. &#8221;Lha itu di gambar pajangan ada yg gondrong gitu. Ibarat warung makan itu kan katalog menunya. Kalo gak ada barangnya kenapa dipampang di situ, hayo??&#8221; desak pemuda itu. &#8221;Wealah mase ki aya2 wae! Mosok yo enek potong gondrong?? Ra ngarang to mas! Paling banter ya bisanya kayak model Usher itu lho, yang rambutnya dibikin kayak garis2. Gimana, mau gak? Usher juga gak kalah keren lho ama Kim Bum! Buktina mereka sama2 terkenal!&#8221; timpal si kapster. &#8221;Yo wes mas rapopo, model Usher wae! Tapi Usher kan kulit hitam? Padahal kulitku cerah ngene? Ntar gak mirip dunk?!&#8221; tanya pemuda itu bingung. &#8221;Ya, ini kan tempat cukur mas bukan permak wajah,&#8221; balas si kapster.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tujuan Hidup Cinderela]]></title>
<link>http://kenangamu.wordpress.com/2009/11/26/tujuan-hidup-cinderela/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:55:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>kenangamu</dc:creator>
<guid>http://kenangamu.wordpress.com/2009/11/26/tujuan-hidup-cinderela/</guid>
<description><![CDATA[Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, anak pertama dari dua bersaudara dan berkeinginan untuk m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, anak pertama dari dua bersaudara dan berkeinginan untuk m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kutemukan Cinta Itu Dibatas Matamu]]></title>
<link>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/11/26/kutemukan-cinta-itu-dibatas-matamu/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:36:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>BiDaDaRi</dc:creator>
<guid>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/11/26/kutemukan-cinta-itu-dibatas-matamu/</guid>
<description><![CDATA[Di balik senyum tipis dibibirmu pagi ini Kutemukan setetes embun yang meronakan kalbu Pagi yang inda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hapsariwirastuti.wordpress.com/files/2009/11/e15e41f6d4d5b8ba.jpg"><img src="http://hapsariwirastuti.wordpress.com/files/2009/11/e15e41f6d4d5b8ba.jpg" alt="" title="e15e41f6d4d5b8ba" width="140" height="119" class="alignright size-full wp-image-412" /></a><br />
Di balik senyum tipis dibibirmu pagi ini<br />
Kutemukan setetes embun yang meronakan kalbu<br />
Pagi yang indah dilangit yang dingin<br />
Tak terpijar sedikitpun kebekuan jiwa</p>
<p>Kecup selamat pagi untukmu<br />
Walau terik tak terasa<br />
Tetapi hangat memenuhi sekujur tubuhku<br />
Ditempat kita beradu kala hujan pagi ini<br />
Kutemukan cinta itu dibatas matamu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Imajinasi Lebih Unggul Dari Kemauan.]]></title>
<link>http://gudangupil.wordpress.com/2009/11/23/imajinasi-lebih-unggul-dari-kemauan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:11:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>gudangupil</dc:creator>
<guid>http://gudangupil.wordpress.com/2009/11/23/imajinasi-lebih-unggul-dari-kemauan/</guid>
<description><![CDATA[Dikatakan  oleh  seorang  dokter  Perancis  yang  bernama  EMILE  QUE:  &#8220;Ketika  kemauan  bert]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dikatakan  oleh  seorang  dokter  Perancis  yang  bernama  EMILE  QUE:  &#8220;Ketika  kemauan  bertentangan dengan imajinasi, pasti imajinasi yang lebih unggul&#8221;. Dalam bukunya One Minute Millionaire oleh Mark Victor Hansen, menjelaskan dengan sangat baik. Diberi contoh: Ketika seorang anak diberitahu: &#8220;Tidak ada monster dikolong. Tenang saja, tidak ada monster dikolong tempat tidur&#8221;. Tetapi ketika lampunya dipadamkan,  imajinasinya  menggila  dan  akhirnya  anak  tadi  ketakutan.  Nah  kalo  Anda  ingin<br />
menenangkan  anak  tadi,  Anda  akan  lebih  sukses  kalau  kita menggunakan imajinasi  ketimbang  logika. Anda  bisa  ngomong:  &#8220;Jangan  khawatir  sayang,  monster &#8211; monster  di  rumah  kita  bukan  tipe  monster yang melukai anak &#8211; anak. Ayah ibu hanya membiarkan masuk monster &#8211; monster yang melindungi anak -anak.  Tenang  saja,  yang  dibawah  ini  adalah  yang  sangat  baik  yang  akan  melindungi  kamu&#8221;.Kita  yang<br />
dewasa  pun  tidak  ada  bedanya,  dan  monster  yang  kita  bayangkan  itupun  tidak  kalah  menyeramkan dibanding monster pada waktu kita kecil. Pernahkah Anda berpikir begini: &#8220;saya tahu kalau saya kenalan dengan  orang  ini,  hidup  saya  bisa  jadi  lebih  sukses&#8221;.  Tapi  kemudian  Anda  menahan  diri,  Anda  takut ditolak.  Tentu  kita  semua  pernah melakukan.Ini  yang  terjadi:  kita  benci  sekali  tampak  seperti  orang<br />
bodoh, kita benci sekali ditolak. Tapi kesakitan ditolak ini hanya imajinasi saja. Nah kalau imajinasi kita adalah ditolak seperti itu, ubahlah imajinasi itu. Kita bisa bayangkan bahwa ternyata kalau kita diterima, ternyata  kita  nikmat  sekali.  Dan  kalo  kita  bayangkan  ditolak,  kita  bayangkan  &#8220;Ah  cuma  biasa  saja&#8221;, atau&#8221;Kalau  ditolak  saya  senyum  saja  dan  dia  juga  tersenyum&#8221;atau  bayangkan  &#8220;kalau  ditolakpun,  dia<br />
akan menolaknya juga sangat lembut&#8221;. Setelah itu kita bayangkan juga kalau dia menerima: &#8220;Wow, kita akan  sangat  &#8211; sangat  sukses,  dan  sangat &#8211; sangat  luar  biasa  sukses  jauh  dari  hari  ini&#8221;, maka kita  akan berani minta bantuan, kita akan berani mengajukan kerjasama dengan orang &#8211; orang terbaik di  dunia, dan kita berani belajar  dari orang &#8211; orang yang terbaik  di  dunia. Jadi  sesuai dengan tulisan ini<br />
bahwa imajinasi lebih unggul dari kemauan, maka mari kita bayangkan skenario yang terbaik, film &#8211; film yang  terbaik,  proyeksikan  hasil  &#8211; hasil  yang sebaik mungkin.  Dengan  imajinasi  seperti  itu  kita  menjadi<br />
lebih bersemangat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gerimis]]></title>
<link>http://septiahardy.wordpress.com/2009/11/20/gerimis/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:24:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>septia hardy</dc:creator>
<guid>http://septiahardy.wordpress.com/2009/11/20/gerimis/</guid>
<description><![CDATA[Sekian detik lamanya&#8230; namun kita hanya terdiam Setelah waktu berlari mencapai puluhan menit, k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sekian detik lamanya&#8230; namun kita hanya terdiam</p>
<p>Setelah waktu berlari mencapai puluhan menit, kita pun masih saling diam</p>
<p>Tiba-tiba saja kebisuan menjadi tembok yang membatasi dunia kita</p>
<p>Keakuan dan ego telah meringkus rasa, membekukan semua kata</p>
<p>Aku berharap sunyi ini segera berakhir</p>
<p>Aku tak tahu apakah kau tahu</p>
<p>Ataukah aku tahu kau tak tahu</p>
<p>Yang aku tahu hanya ada satu dalam inginku&#8230;</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
<p>sekelumit catatan ditengah gerimis senja&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Obrol Jean Sarkozy* Imajiner]]></title>
<link>http://saribincang.wordpress.com/2009/11/11/obrol-jean-sarkozy-imajiner/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:08:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iqbal</dc:creator>
<guid>http://saribincang.wordpress.com/2009/11/11/obrol-jean-sarkozy-imajiner/</guid>
<description><![CDATA[Iqbal: Kamu aneh…. Jean Imajiner: Kok gitu? Iqbal: Ya iyalah, mundur dari jabatan yang basah banget ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Iqbal: Kamu aneh….</p>
<p>Jean Imajiner: Kok gitu?</p>
<p>Iqbal: Ya iyalah, mundur dari jabatan yang basah banget gitu…</p>
<p>Jean Imajiner: Hmmmm…</p>
<p>Iqbal: Emang kenapa sih kamu mundur? Jangan-jangan disuruh istrimu yaaa…. Dan kamu takut sama istrimu??? Atau itu strategi politik aja, pengorbanan kecil untuk sesuatu yang jauh lebih besar ???</p>
<p>Jean Imajiner: Kok mau tahu banget sih urusan orang, itu urusan pribadiku !</p>
<p>Iqbal: Hehee… insting orang Indonesia, maaf. Pliiiiis, kasih tau donk kenapa ? Mungkin bisa jadi pembelajaran buatku, atau paling tidak bisa jadi bahan obrolan. Maklum, orang-orang di negaraku suka sekali ngobrolin urusan orang.</p>
<p>Jean Imajiner: Huuuu…. Sebetulnya simple, karena aku merasa belum patut aja…</p>
<p>Iqbal: Belum patut kenapa ? Kan kamu dapat suara terbanyak, berarti masyarakat menganggap kamu yang paling tepat buat mimpin EPAD…. Apa jangan-jangan karena usiamu yang baru 23 tahun jadi mau senang-senang menikmati masa muda dulu ya ?</p>
<p>Jean Imajiner: Hehe… Kamu Indonesia banget sih, komentarnya penuh asumsi…</p>
<p>Iqbal: Tapi bener, kan ?</p>
<p>Jean Imajiner: Sekali lagi, bukan urusanmu…</p>
<p>Iqbal: Yoweslah kalau memang gak mau jawab. Aku mau memberikan dua jempolku untukmu. Jarang-jarang loh orang mau meletakkan jabatannya cuma karena merasa gak patut. Wong yang udah jelas-jelas salah aja gak mau turun dari jabatannya, apalagi di negaraku.</p>
<p>Jean Imajiner: Wah, berarti kamu dan masyarakatmu harus sering-sering nonton “The Last Samurai” biar tahu gimana orang-orang Jepang sebegitu merasa bersalahnya kalau mereka berkhianat atau merugikan masyarakatnya.</p>
<p>Iqbal: Itu mah udah sering banget diputar di Bioskop Trans TV. Pasti udah banyak yang nonton.</p>
<p>Jean Imajiner: Terus kok gak tergerak ?</p>
<p>Iqbal: Susah karena udah mendarah daging, sikap memperbaiki image jauh lebih diutamakan daripada memperbaiki kesalahan, balung sumsum kata orang Jawa.</p>
<p>Jean Imajiner: Wah, itu justru masalah terbesar masyarakatmu, gak mau memperbaiki diri.</p>
<p>Iqbal: Bukannya gak mau memperbaiki diri, mau sih mau, tapi imagenya harus bagus dulu, baru deh memperbaiki diri dan lingkungan. Itupun jangan sama ratakan semua orang Indonesia begitu loh ya… Masih ada yang gak ikut-ikutan mainstream sikap itu, walaupun dikit…</p>
<p>Jean Imajiner: Hahhh…. Ya sudahlah, semoga berhasil memperbaiki sikap itu. Semoga berhasil juga buat bikin regional ASEAN jadi 1 kesatuan. Kalau memang jadi, Aku akan ngata2in: week, ngikutin uni Eropa week… Hehe… kidding…</p>
<p>Iqbal: Hehee… Salam ya buat Zidane.</p>
<p>Jean Imajiner: Insya Allah</p>
<p>&#160;</p>
<p>*Putra kedua Nicholas Sarkozy (presiden Perancis). Oktober 2009 kemarin, dia mundur dari jabatannya sebagai ketua EPAD (Etablissement Public pour l’Amenagementde la region de la Defense), lembaga publik yang mengatur tata wilayah di distrik bisnis La Defense (pusat komersial terbesar dan terpenting di Perancis), mungkin mirip Kadis Perdagangan Provinsi Jakarta kali ya (Perdagangan ada dinasnya, kan?)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wawancara Imajiner dengan Yolanda*]]></title>
<link>http://saribincang.wordpress.com/2009/11/06/wawancara-imajiner-dengan-yolanda/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 06:12:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iqbal</dc:creator>
<guid>http://saribincang.wordpress.com/2009/11/06/wawancara-imajiner-dengan-yolanda/</guid>
<description><![CDATA[back to Q ! (ditulis sehari setelah gempa Padang) Iqbal Imajiner: Sebelumnya, Aku turut berbelasungk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_13" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-13" title="IMG_1719" src="http://saribincang.wordpress.com/files/2009/11/img_1719.jpg?w=300" alt="IMG_1719" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">back to Q !</p></div>
<p>(ditulis sehari setelah gempa Padang)</p>
<p>Iqbal Imajiner: Sebelumnya, Aku turut berbelasungkawa sebesar-besarnya atas kejadian kemarin sore</p>
<p>Yolan Imajiner: Ya, terima kasih</p>
<p>Iqbal Imajiner: Berkali-kali jantungku semakin kencang ketika melihat Ibumu menangis di depan kamera tvTwo</p>
<p>Yolan Imajiner: Aku rindu sekali dengan Ibuku, terakhir Aku bertemu kemarin sebelum masuk kelas di tempat kursusku di Gama</p>
<p>Iqbal Imajiner: Ya..ya…persis seperti yang Ibumu katakan. Kamu cium tangannya lalu kamu pergi ke kelas. Ya kan?! Kamu harus tahu bahwa Ibumu betul-betul depresi melihat keadaanmu, ia seperti orang yang kehilangan arah sejak tadi malam. Andai kamu tidak masuk ke ruangan itu kemarin, andai kamu bolos kursus sehariiii saja.</p>
<p>Yolan Imajiner: Sudahlah, tidak usah berandai-andai, Tuhan telah menggariskan apa yang terjadi hari ini, kemarin, dan besok. Kalau memang di Lauhil Mahfudz yang agung itu Aku ditakdirkan mati hari ini, maka Aku akan mati hari ini, di manapun itu, Aku pasti akan mati.</p>
<p>Iqbal Imajiner: Ya, tapi tetap saja, bagi Ibumu, itu tidak semudah yang kau ucapkan. Kamu sangat dicintainya. Mungkin kamu yang paling dicintainya.</p>
<p>Yolan Imajiner: Hey, tidak boleh itu. Kita harus mencintai Tuhan mengalahkan siapapun atau apapun. Ketika kamu dibangkitkan nanti dengan air penghidupan selama 40 hari 40 malam, kamu akan tidak peduli bahkan dengan anakmu sendiri, semua sibuk memikirkan amalannya masing-masing. Lagipula, apa kamu pernah merasakan letih yang sangat dicampur rasa lapar yang membuncah dan suasana gelap yang bahkan kamu tidak bisa melihat tanganmu sendiri? Di saat itu, yang paling kamu ingat adalah Tuhan! Tidak ada yang bisa kamu harapkan kecuali Tuhan. Sayangnya, kebanyakan dari kita hanya mengingat Tuhan hanya ketika darurat saja.</p>
<p>Iqbal Imajiner: Lalu dengan Ibumu?</p>
<p>Yolan Imajiner: Aku mengerti maksudmu. Bukan berarti dengan pernyataanku sebelumnya aku mengecilkan makna Ibu. Tiga kali Aku harus berterima kasih pada Ibu, baru yang ke-empat pada Ayahku. Kalau Aku diberi kesempatan bertemu dengannya kembali, Aku akan memeluknya dengan sangat erat sambil meyakinkannya bahwa Aku juga mencintainya, mungkin melebihi semua manusia bumi. Di saat itu, air mataku akan mengucur jauh lebih deras dari biasanya. Tapi tetap, kamu harus mendahulukan agamamu di atas segalanya, termasuk di atas duniamu. Berkali-kali Tuhan mengingatkan bahwa harta, istri, dan anak adalah kesenangan dunia yang menipu. Apa bukan bodoh namanya kalau sudah diingatkan berkali-kali tapi tetap saja melanggar? Apalagi yang mengingatkan adalah Tuhan, raja segala raja.</p>
<p>Iqbal Imajiner: Umurmu baru 13 tahun, tapi omonganmu seperti ustadz yang kulihat di TV</p>
<p>Yolan Imajiner: Saat sakratul maut, kamu akan berubah dengan drastic. Tenang saja, kamu akan merasakannya juga, begitu pula dengan mereka yang memakan harta riba, mereka yang mempunyai nafsu besar pada harta dunia, dan mereka yang banyak tertawanya dan sedikit syukurnya.</p>
<p>Iqbal Imajiner: ……..</p>
<p>*Korban gempa di padang yang sampai malam ini masih berada di bawah puing gedung Gama yang rubuh, entah dalam keadaan bernapas atau tidak. Sampai sore tadi, korban yang telah ditemukan di bawah gedung itu sudah 21 orang, 4 di antaranya masih hidup, sisanya sudah tak bernyawa. Ada puluhan lagi yang masih belum dievakuasi, termasuk Yolanda.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bincang dengan Bruce Wayne* Imajiner]]></title>
<link>http://saribincang.wordpress.com/2009/11/05/bincang-dengan-bruce-wayne-imajiner/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 12:36:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iqbal</dc:creator>
<guid>http://saribincang.wordpress.com/2009/11/05/bincang-dengan-bruce-wayne-imajiner/</guid>
<description><![CDATA[Iqbal: Wah, di Gotham sih enak, jelas musuhnya, yang baik keliatan baik, yang jelek keliatan jelek. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Iqbal: Wah, di Gotham sih enak, jelas musuhnya, yang baik keliatan baik, yang jelek keliatan jelek. Kalo emang mau membela orang baik, gak akan sia-sia karena jelas dia baik…</p>
<p>Bruce imajiner: Lah, emang di Jakarta gimana ?</p>
<p>Iqbal: Beh, susah bedain hitam putih Bruce, yang putih keliatan putih yang hitam juga keliatan putih, malah yang hitam bisa jadi keliatan lebih putih daripada yang putih… nah loh, bingung kan ?!</p>
<p>Bruce imajiner: Loh kok bisa gitu ?</p>
<p>Iqbal: Kita kan Cuma dapat info dari media aja. Opini kita jadi tergantung media. Padahal, kualitas media sekarang lebih cupu dibanding jaman dulu, ditambah lagi gak ada sortiran kalo mau jadi wartawan, semua orang bisa jadi wartawan, jadi ya gitu deh kualitasnya… judgement di mana-mana, keliatan gak berimbang banget deh…</p>
<p>Bruce imajiner: Hmmm… keadaannya mirip waktu ane ngelawan penguin dulu, judgement di mana2… Suap-menyuap udah jadi satu hal yang biasa, nonton film ane yang batman begins kan ?! Di situ juga jelas banget si gendut musuh ane tuh nyogok semua orang…</p>
<p>Iqbal: Ya itu tadi yang ane bilang, di Gotham jelas siapa yang gak bener… Juga jelas siapa yang bener, dalam film itu kan yang bener  ada ente, wartawan idealis yang ente suka, sama polisi baik itu… Lah kalo di sini abu-abu banget…</p>
<p>Bruce imajiner: Emang lagi ada kasus apa sih di Jakarta ? Udah lama juga ni gak buka okezone</p>
<p>Iqbal: Ada isu penggembosan KPK, semacam lembaga antikorupsi, coba googling Bibit Chandra deh…</p>
<p>Bruce imajiner: hah??? Bibit Chandra udah bosen main bulutangkis ?</p>
<p>Iqbal: Yee… itu Sigit Chandra oon…</p>
<p>Bruce imajiner: Hmmm… oiya banyak banget tulisan baru tentang mereka… kyknya seru nih, apa perlu ane ke Jakarta buat ngebela Bibit ?! Tapi belum bikin kapal selam nih, gampang deh, nanti bs minta tolong james bond… Oke, ane siap ngebantu, bal !</p>
<p>Iqbal: Tuh kan… emang berdasar apa ente berani ngejudge mereka bener, sampe2 mau ngebela gitu ?</p>
<p>Bruce imajiner: Lah itu tulisan-tulisan internet…</p>
<p>Iqbal: Ya itulah titik dasar yang ane kritik, coba baca baik-baik semua pemberitaan dan coba analisis… berimbang gak tulisannya ?</p>
<p>Bruce imajiner: Dari tulisannya jelas kok Bibit bener…</p>
<p>Iqbal: Itu dia, media sekarang mirip Tunggul Ametung jaman dulu, semua yang keluar dari mulutnya udah dianggap benar sama masyarakat, dianggap valid, gak perlu disortir lagi…</p>
<p>Bruce imajiner: Ya abis dari mana lagi sumber informasi kalo bukan dari media ?</p>
<p>Iqbal: Ya dari media, maksud ane jadi pembaca yang kritis gitu loh, gak plek-plekan dimasukin otak. Memang masyarakat negara ane udah cukup kritis sama keadaan politik, tapi sayangnya justru kurang kritis sama media.</p>
<p>Bruce imajiner: Hehe… mungkin ane perlu bikin “Batman Watch” di Jakarta seperti yang ane lakukan di Gotham, masyarakat terpilih kirim surat ke ane lewat pipa-pipa rahasia tentang suatu kejahatan, langsung deh ane klarifikasi, langsung gibas !</p>
<p>Iqbal: Waduuuh, bikin jalan yang meng-cover semua desa aja susah, apalagi mau bikin pipa rahasia… Apa mau nyumbangin warisan perusahaan dari Bapak ente buat bikin infrastruktur Indonesia ?</p>
<p>Bruce imajiner: Yaaa… jangan donk, ane juga butuh dana, to save Gotham yang ane banggakan… hahha…</p>
<p>Iqbal: Wah, ribet.. ribet.. Ane bingung mau ngebela siapa jadinya, walaupun pembelaannya kecil juga sih, Cuma dalam bentuk tulisan paling, hehe</p>
<p>Bruce imajiner: Dari pendapat ente sebelumnya, kyknya ente nggak suka sama Bibit ya ?</p>
<p>Iqbal: Tuh kan salah lagi, ane gak ngebela siapa-siapa, justru ane bingung mau ngebela siapa…</p>
<p>Bruce imajiner: Ya bela Bibit donk…</p>
<p>Iqbal: Hmmm… gak dulu deh, kalo Bibit itu kakek ane yg ane kenal baik dan tahu tingkah lakunya gak macem-macem, ya ane pasti bela dia, tapi ane belum jelas betul tentang kepribadiannya, mending jadi penyimak yang baik aja dulu…</p>
<p>Bruce imajiner: Bal, sorry nih, ada surat lagi masuk, lain kali kita lanjutin ya…</p>
<p>Iqbal: Yowes, hati-hati di jalan ya, banyak copet.</p>
<p>Bruce imajiner: Loh, ane justru mau nyari copet.</p>
<p>Iqbal: Oiya, hehe.</p>
<p>&#160;</p>
<p>*Nama paginya Batman</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[update status. KPK. polri. imajinasi.]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/11/03/update-status-kpk-polri-imajinasi/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:49:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/11/03/update-status-kpk-polri-imajinasi/</guid>
<description><![CDATA[ini merupakan update status di FB saya (kemarin sore). dan dilanjutkan oleh saling balas membalas ko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-215" title="facebook update status" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/11/facebook-update-status.png" alt="facebook update status" width="102" height="119" /></p>
<p>ini merupakan update status di FB saya (kemarin sore). dan dilanjutkan oleh saling balas membalas komentar. antara saya (alisnaik) dan Mocha (teman saya).</p>
<p>update status dan komentarnya sama sekali nggak nyambung. wehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
selamat menikmati</p>
<blockquote><p><strong>UPDATE STATUS dari ALISNAIK</strong><br />
sekarang terbentuk opini publik kalau KPK itu adalah malaikat dan polri itu iblis. kalau menurutku, no comment ae lah. saya tak tahu apa yg sebenarnya terjadi.</p>
<p><strong>Mocha berkomentar</strong><br />
Yang sebenarnya terjadi adalah, penghuni asli muka bumi dari masa dahulu kala telah keluar dari persembunyian dan mulai mengambil bentuk manusia lalu bersenang2 dan menguasai dunia..</p>
<p><strong><!--more-->Alisnaik berkomentar</strong><br />
saya suka imajinasi anda. jangan jangan tukang bakso yg sering lewat didepan rumah adalah presiden para manusia jaman dahulu. berhati hatilah. waspadalah. tukang bakso ada dimana mana.</p>
<p><strong>Mocha berkomentar</strong><br />
Hmm, sepertinya begitu, kita harus ekstra waspada, akhir2 ini banyak bencana di dunia,kemungkinan merekalah penyebabnya. Gempa bumi dimana2, mereka pasti sedang membangun terowongan raksasa untuk memindahkan pasukan mereka, serangan bisa terjadi kapan saja, tp sepertinya tak ada yg sadar akan hal ini..</p>
<p><strong>Alisnaik berkomentar</strong><br />
begitu juga tsunami. itu pasti ulah mereka yang lagi mandi dengan penuh nafsu birahi. sehingga airnya muncrat dan luber ke mana mana.<br />
atau kasus pesawat jatuh. itu pasti mereka mengendalikan dengan remote control. begitu bosan dengan mainan. dijatuhkan begitu saja.</p>
<p><strong>Alisnaik berkomentar</strong><br />
kenapa komentarnya jadi tidak nyambung begini.<br />
tapi tidak apa. saya suka bisa berbagi imajinasi dengan anda.<br />
bisa jadi bahan buat blog saya nih. haha haha</p>
<p><strong>Mocha berkomentar</strong><br />
Hahaha, Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, mungkin saat ini kita tertawa, tapi siapa yg tau kalo memang itu sedang benar2 terjadi,. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>&#160;</p>
<p>begitulah. saling berbalas imajinasi. cukup menyenangkan juga. kegilaan dalam berfacebook.</p>
<p>mungkin anda memiliki pengalaman seperti saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_question.gif' alt=':?:' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beramal lewat kaos...]]></title>
<link>http://armadarizki.wordpress.com/2009/10/25/beramal-lewat-kaos/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 11:43:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>armadarizki</dc:creator>
<guid>http://armadarizki.wordpress.com/2009/10/25/beramal-lewat-kaos/</guid>
<description><![CDATA[Support Our Golden Age Generation Imajinasi Foundation Imajinasi IMAJINASI Foundation menawarkan 3 d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_5" class="wp-caption alignnone" style="width: 306px"><img class="size-medium wp-image-5" title="SOGG" src="http://armadarizki.wordpress.com/files/2009/10/support.jpg?w=296" alt="Support Our Golden Age Generation" width="296" height="300" /><p class="wp-caption-text">Support Our Golden Age Generation</p></div>
<div id="attachment_4" class="wp-caption alignnone" style="width: 306px"><img class="size-medium wp-image-4" title="IMAJINASI FOUNDATION" src="http://armadarizki.wordpress.com/files/2009/10/kaos_imajinasi_found.jpg?w=296" alt="Imajinasi Foundation" width="296" height="300" /><p class="wp-caption-text">Imajinasi Foundation</p></div>
<div id="attachment_3" class="wp-caption alignnone" style="width: 306px"><img class="size-medium wp-image-3" title="IMAJINASI" src="http://armadarizki.wordpress.com/files/2009/10/kaos_imajinasi.jpg?w=296" alt="Imajinasi" width="296" height="300" /><p class="wp-caption-text">Imajinasi</p></div>
<p>IMAJINASI Foundation menawarkan 3 design kaos berbeda yang dapat anda pesan. IMAJINASI Foundation merupakan lembaga non-profit yang didirikan untuk membantu pendidikan anak usia dini (PAUD)<br />
Hasil dari penjualan kaos digunakan untuk membantu pendidikan anak usia dini (PAUD) dibawah naungan IMAJINASI Foundation.<br />
Kaos tersedia dalam dua pilihan warna, putih dan hitam. Dengan ukuran S, M, L, XL, XXL baik berlengan pendek maupun panjang. Harganya hanya IDR 55.000,-</p>
<p>www.imajinasi.org</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wahai Engkau Yang Tertulis Abadi]]></title>
<link>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/10/19/wahai-engkau-yang-tertulis-abadi/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 08:26:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>BiDaDaRi</dc:creator>
<guid>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/10/19/wahai-engkau-yang-tertulis-abadi/</guid>
<description><![CDATA[Kutulis dalam selembar daun merah Sebuah nama yang melekat di syahdunya sadira Tanpa makna nitisara ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://hapsariwirastuti.wordpress.com/files/2009/10/medium-lonely.jpg?w=150" alt="medium-Lonely" title="medium-Lonely" width="150" height="112" class="alignright size-thumbnail wp-image-404" /><br />
Kutulis dalam selembar daun merah<br />
Sebuah nama yang melekat di syahdunya sadira<br />
Tanpa makna nitisara tersirat dalam setiap nuria<br />
Tanpa arti yang tergandung dalam sadajiwa</p>
<p>Entahlah sampai malaikat berlalu<br />
Tak juga tabuhan gendang dilantunkan<br />
Untuk mengiring senja itu pergi<br />
Jauh ke dasar langit yang kelabu<br />
Wahai engkau yang tertulis abadi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[andaikan para binatang lagi ngupdate status di facebook]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/14/andaikan-para-binatang-lagi-ngupdate-status-di-facebook/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 22:34:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/14/andaikan-para-binatang-lagi-ngupdate-status-di-facebook/</guid>
<description><![CDATA[kawanku. di tengah rutinitas harian yang membosankan. di tengah hiruk pikuk dunia yang terus membusu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-medium wp-image-140" title="fbhewan" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/10/fbhewan.png?w=300" alt="fbhewan" width="300" height="138" /></p>
<p>kawanku. di tengah rutinitas harian yang membosankan. di tengah hiruk pikuk dunia yang terus membusuk ini. bagaimana kalau kita sedikit berimajinasi. nah, imajinasi kita kali ini adalah tentang &#8220;andaikan para binatang lagi ngupdate status di facebook&#8221;. saya harap anda bisa menikmati note saya yang useless ini. enjoy <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sebagai permulaan. kita mulai dari maskot Arema. sang raja hutan. singa : &#8220;lagi ngejar rusa di padang pasir nih&#8230; anjrit.. cepet banget larinya.. groaaarr !!!&#8221;</p>
<p>burung camar : &#8220;terbang merentangkan sayap menikmati hembusan angin laut&#8230; ueenaakk tenan..&#8221;</p>
<p>kuda : &#8220;ntar sore ada pacuan kuda. aku harus menang. semangadh !!&#8221;</p>
<p>ular : &#8220;ini kodok alot banget&#8230; susah nelennya.. uughh !!! T-T&#8221;</p>
<p>gareng : &#8220;musim panas datang. saatnya merilis lagu lagu terbaru nih. sreeenggg&#8230; sreeeng.. sreengg&#8230;&#8221;</p>
<p>babi : &#8220;sialan&#8230; gara-gara virus H1N1, gak ada yang mau berteman sama aku lagi ToT&#8221;</p>
<p>kangguru : &#8220;said: anakku tertidur pulas di kantung perutku. mimpi indah ya nak&#8221;</p>
<p>buaya : &#8220;hmmm&#8230; mangsa belom kelihatan nih..&#8221;<br />
<!--more--><br />
rusa : &#8220;run.. run.. run&#8230; lagi dikejar singa !!! uyeach !!!&#8221;</p>
<p>unta : &#8220;damn hot !!! ini padang pasir gak ada AC-nya ya ?!?&#8221;</p>
<p>lalat : &#8220;huuftt.. hampir aja dimakan cicak&#8221;</p>
<p>kuda nil : &#8220;hhooaaaahhhmmmm&#8230; ngantuk nih&#8221;</p>
<p>kura-kura : &#8220;home sweet home&#8221;</p>
<p>tikus : &#8220;cihuy.. udah tengah malam. orang-orang rumah pada tidur semua. saatnya beraksi di dapur&#8221;</p>
<p>merak : &#8220;gue cantik ya ?!?&#8221;</p>
<p>anjing puddel : &#8220;kUw saAiiiaAanGg BgeTt ma MajiKanQ !!! LuV U mY BosS !!! mmMuuUaChH !!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> &#8220;</p>
<p>kodok : &#8220;j**c*k&#8230; aku dimakan ular&#8221;</p>
<p>semut : &#8220;kerja !! kerja !! kerja !!&#8221;</p>
<p>gajah sumatra : &#8220;jangan merusak hutan donk. itu kan rumah kami. emang situ mau rumahnya kami rusak ?&#8221;</p>
<p>bunglon : &#8220;lagi meniru warna tembok nih&#8230; susah juga jadi putih..&#8221;</p>
<p>ayam kampung : &#8220;paling enak boker di tengah jalan. hha&#8221;</p>
<p>anjing laut : &#8220;saatnya perform cooy&#8230; juggling bola pake hidung.. uukk.. ukk.. ukk..&#8221;</p>
<p>kambing : &#8220;mbeeekk. hari raya Idul Adha masih 3 bulan lagi. moga moga bisa masuk surga. amin.&#8221;</p>
<p>kucing : &#8220;hampir aja berhasil nyolong ikan asin, tapi udah keburu kepergok si inem. shit !!!&#8221;</p>
<p>nyamuk : &#8220;habis minum darah manusia. segeeerr !!!&#8221;</p>
<p>beruang kutub : &#8220;dingin dingin gini enaknya makan bakso yak.. mmmmm&#8221;</p>
<p>cicak : &#8220;keat !! hampir aja dapat lalat. aaarrrgghhh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (&#8220;</p>
<p>belalang : &#8220;jump ! jump ! jump ! yyiihhaaa !!&#8221;</p>
<p>amoeba : &#8220;biar kecil. aku tetep eksis&#8221;</p>
<p>kerbau : &#8220;huufftt.. capek banget nih habis mbajak sawah&#8221;</p>
<p>panda : &#8220;sing: bangun tidur, tidur lagi. bangun lagi, tidur lagi. banguuunn.. tidur lagi. haaahh haaahh haaahh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8220;</p>
<p>bekicot : &#8220;biar pelan, yang penting selamet. urip santai&#8221;</p>
<p>laba-laba : &#8220;kok belom ada juga yang kejebak di jaring yang gue bikin ??&#8221;</p>
<p>komodo : &#8220;dukung pulau komodo sebagai 7 keajaiban dunia yang baru. caranya buka situsnya di www.new7wonder.com atau gabung aja di group facebook pendukung pulau komodo, dan ikuti petunjuknya. aku tunggu ya suara kalian&#8221;</p>
<p>lumba-lumba : &#8220;hihihihihi. berbagi tawa dengan dunia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )&#8221;</p>
<p>monyet : &#8220;lagi baca blog yang ditulis ama Fakhrullah Muhammad, judulnya &#8216;andaikan para binatang lagi ngupdate status di facebook&#8217;. sumpah lucu banget. wkwkwkwk&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kisah Spiderman berada di Kalimantan]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/14/kisah-spiderman-berada-di-kalimantan/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 22:18:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/14/kisah-spiderman-berada-di-kalimantan/</guid>
<description><![CDATA[Spiderman. semua orang mengenalnya. superhero yang memiliki kekuatan luar biasa, sebagai manusia lab]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-135" title="spidey-fw" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/10/spidey-fw.jpg" alt="spidey-fw" width="84" height="100" /></p>
<p>Spiderman. semua orang mengenalnya. superhero yang memiliki kekuatan luar biasa, sebagai manusia laba-laba super. para penjahat tak berkutik menghadapinya.</p>
<p>kali ini Spiderman mendapat panggilan tugas dari presiden Obama. Mr Obama bilang kalau ia ditelpon ama presiden SBY, dan Mr SBY meminta bantuan agar ada yang menghentikan aksi illegal logging para cukong, yang merampas seenaknya hutan-hutan di Kalimantan, Indonesia. para polisi hutan Kalimantan sudah kepayahan menghadapi cukong-cukong ini.</p>
<p>tanpa ba bi bu lagi, Peter Parker a.k.a Spiderman langsung pesan tiket pesawat menuju Indonesia. ketika berada di Kalimantan, Spiderman langsung beraksi. berkeliling hutan, dengan bergelayutan dari pohon ke pohon, layaknya ia bergelayutan dari gedung ke gedung Amerika.</p>
<p>para pembabat liar hutan akhirnya berhasil diketemukan. mereka langsung diringkus Spiderman. tanpa perlawan. gergaji mesin tidak mempan menghadapi kegesitan Spiderman. bak buk bak buk. mulai dari pelaksana, hingga para bos dendengkot illegal loging. mereka semua KO. misi pun selesai.<!--more--></p>
<p>sebelum pulang kembali ke Amerika, Spiderman ingin menikmati keindahan alam hutan Kalimantan. pepohonan yang hijau. udara yang sejuk. sungai yang jumlahnya banyak, besar, berkelok-kelok, dan airnya jernih. Spiderman sangat enjoy bergelayutan dari pohon tinggi ke pohon tinggi lainnya. sembari bersenandung lagunya Michael Jackson.</p>
<p>tanpa disadari, seekor bekantan (monyet Kalimantan berhidung besar, maskotnya Dufan), bekantan betina, terus mengikuti dan memperhatikan Spiderman. bekantan betina ini telah jatuh cinta pada Spiderman yang bergelayutan di pepohonan. si bekantan pikir: &#8220;ya ampun&#8230; itu primata cakep bener. kulitnya merah biru. caranya bergelayutan itu lho&#8230; cool banget.. uummmhhh.. aku harus ngejar dia&#8221;</p>
<p>tampaknya bukan hanya bekantan betina, namun seekor orangutan jantan, jantan !! tak perlu heran. ternyata orangutan ini seekor gay. homo. ia sudah jatuh cinta semenjak melihat aksi Spiderman meringkus para cukong. semenjak itu si orangutan jantan mengikuti Spiderman bergelayutan. ia pikir: &#8220;ya ampyuun ciiinn&#8230; seksi gile itu brondong&#8230; hajar deeechh bu.. capcuuus yuuuk mariii..&#8221;</p>
<p>Spiderman berada dalam posisi yang gawat, cukup gawat, dua ekor primata Kalimantan jatuh cinta kepadanya. tapi Peter Parker belum menyadari kalau ia dikuntit bekantan dan orangutan. dan tiba-tiba saja.. makjebret !!! si bekantan betina dan orangutan jantan itu muncul bersamaan dihadapan Spiderman dan mengutarakan perasaan cinta mereka.</p>
<p>karena Spiderman memiliki insting binatang laba-laba, dia bisa mengerti bahasa kedua primata itu, yang intinya &#8220;aku cinta padamu Spiderman.. maukah jadi pacarku.. ya.. ya.. ya ??&#8221;. Spiderman aslinya mau aja ngebawa mereka ke Amerika sebagai oleh-oleh, namun karena ia pencinta binatang, dia tidak mau membawa pergi primata-primata ini pergi dari habitat aslinya. sungguh mulia sekali Spiderman ini.</p>
<p>bukan hanya itu, kalau Spiderman membawa bekantan betina dan orangutan jantan sebagai pacarnya, ia bisa kena damprat Mary Jane. maka dengan cara yang halus Spiderman menolak tembakan kedua primata itu, dengan berkata bahwa ia sudah cinta setia sehidup semati dengan Mary Jane yang ada di Amerika sana.</p>
<p>bekantan betina dan orangutan jantan tidak terima penolakan Spiderman. mereka marah-marah. urakan. brutal. wajar saja, namanya juga primata. mereka berdua malah bertengkar. nyocot sana nyocot sini. misuh sana misuh sini. jancok sana jancok sini. nggak karuan. menggila. mereka saling benci. merasa dirinya yang paling pantas menjadi pacar Spiderman, tanpa peduli kenyataan kalau Spiderman telah menolak mereka berdua.</p>
<p>namun banyak yang berkata: dari benci bisa jadi cinta. hormon estrogen si bekantan betina mulai menemukan jalur yang tepat, perlahan muncul benih-benih cinta kepada si orangutan. begitu juga si orangutan jantan, hormon testoteronnya yang layu, mulai bangkit, ia mulai menemukan jati diri sebenarnya, bahwa ia adalah seekor jantan, pejantan tangguh, pejantan sejati. si orangutan telah terpanah cupid untuk jatuh cinta kepada bekantan betina. dua primata Kalimantan berbeda jenis itu kini telah saling jatuh cinta. so sweet.</p>
<p>Spiderman pun gembira. kedua primata yang awalnya mencintainya, sekarang malah saling jatuh cinta. Spiderman meninggalkan mereka berdua, mereka yang semakin mesra dan bercumbu. Spiderman meneruskan untuk bergelayutan di hutan Kalimantan. keesokan harinya ia pulang ke Amerika, dan kembali ke pelukan hangat kekasihnya Mary Jane.</p>
<p>happy ending</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[lelaki dan jin teko]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/10/lelaki-dan-jin-teko/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 18:42:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/10/lelaki-dan-jin-teko/</guid>
<description><![CDATA[alkisah. di sebuah gurun pasir yang begitu luas, gersang, panas, dan tandus, terdapatlah seorang lel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>alkisah. di sebuah gurun pasir yang begitu luas, gersang, panas, dan tandus, terdapatlah seorang lelaki musafir. ia telah berada di gurun itu selama lebih dari satu pekan lamanya. tersesat. tak tahu arah. tak menemukan satupun oasis, sungai, manusia, maupun kota. yang ada hanyalah pasir, gunungan pasir, dan sinar matahari yang begitu terik tak terhingga panasnya. sungguh suatu suasana yang sangat pas untuk mengeluh, memaki, mengumpat, misuh-misuh jancok anjing taek, dan segala bentuk luapan emosi lainnya.</p>
<p>persediaan makanan dan minuman lelaki ini telah habis 5 hari yang lalu. kini ia sangat lapar dan haus. orang normal mungkin sudah tewas dehidrasi jika tak minum air selama lebih kurang 3 hari. namun daya tahan tubuhnya cukup hebat, masih bisa membuatnya bertahan selama 5 hari ini. lambungnya terus mengeluarkan asam, yang mana tidak ada makanan dan minuman yang mampu diolah asam itu, sehingga dinding lambung pun menjadi korbannya. lelaki itu kesakitan. lapar. haus. menderita.<!--more--></p>
<p>energinya sudah habis. berjalan ia sudah tak mampu. merangkak pun tertatih tatih. energinya benar-benar terkuras selama 5 hari ini dan tak ada lagi asupan makanan ke tubuhnya. saking parahnya, membuka kelopak matanya saja butuh perjuangan berat. terdengar berlebihan dan lebay, tapi memang itulah kenyataan dari kondisi lelaki musafir itu. mengenaskan.</p>
<p>di dalam tas ransel dan kantong celananya terdapat uang banyak sekali. bisa digunakan untuk membeli persediaan makanan selama satu bulan. tapi ini gurun pasir, bukan supermarket. uang-uang itu tak ada gunanya. air, air, dan air, itulah yang paling dibutuhkannya sekarang. namun hanya ada hamparan pasir sejauh mata memandang. tak mungkin ia meminum pasir.</p>
<p>dengan sisa-sisa tenaganya, lelaki ini terus merangkak perlahan tertatih-tatih. hingga ia menemukan sebuah benda tergeletak di hadapannya. benda itu separuh bagiannya terkubur pasir dan separuhnya mencuat di permukaan. diambilnya oleh lelaki musafir, dan ternyata benda itu adalah sebuah teko air. namun tak ada air setetes pun di dalamnya. tekonya sendiri terbuat dari plastik, seperti teko-teko yang sering dijumpai di toko-toko swalayan, lengkap dengan merk Lion Star.</p>
<p>teko itu nampak kusam berdebu, digosoklah oleh si lelaki dengan bajunya. sret sret sret. begitulah bunyinya. terus digosok. gosok. dan gosok sampai sedikit mengkilap. tiba-tiba muncul kejadian tak terduga. asap berwarna ungu muda keluar dari teko itu. asap yang terus muncul dan semakin banyak. bau asap ini sendiri sangat busuk, lebih busuk dari kentut kerbau. lelaki musafir hanya bisa terperanga melihatnya. terperanga seperti seorang idiot.</p>
<p>asap itu terus bergumul, dan perlahan membentuk wujud manusia raksasa setinggi pohon kelapa. wajahnya lumayan garang, cocok menjadi debt collector. rambutnya gimbal rasta. badannya memakai kaos oblong warna ungu dengan sablonan putih bertuliskan &#8216;I love you full&#8217;. celananya jeans skinny. sepatunya merk Macbeth. kulit badan, rambut, muka, dan pakaiannya terbalut dalam warna ungu. dilihat dari jauh ia tak ada ubahnya seperti terong raksasa. terong raksasa yang mengerikan.</p>
<p>si raksasa ungu ini mengepalkan kedua tangannya ke atas, kemudian meneriakkan beberapa patah kata, &#8220;akhirnya aku bebas juga dari teko plastik ini !! wkwkwkwkwkwkwkwk !!! oh, rupanya anda yang menyelamatkanku. terima kasih tuan. terima kasih. aku adalah jin teko&#8230; wkwkwkwk !!!&#8221;. jin teko membungkukkan badannya. lelaki musafir itu, dengan sisa energinya, berkata, &#8220;ah.. aku hanya mengelap teko itu saja&#8221;.</p>
<p>jin teko: ah ya, sebagai ucapan terima kasih, tuan boleh meminta 3 permintaan kepadaku. apapun itu. pasti aku kabulkan. wkwkwkwk. **nyengir lebar**<br />
lelaki: ahahaha&#8230; jin keluar dari teko, dan kemudian menawarkan 3 permintaan. seperti cerita dongeng saja. sungguh klasik. **tertawa kecil**</p>
<p>jin teko: namun, maafkan aku tuan, ada satu persyaratan bagi anda sebelum aku bisa mengabulkan permintaan tuan. **mengacungkan jari telunjuk**<br />
lelaki: persyaratan apa?</p>
<p>jin teko: persyaratannya anda harus percaya kepada Tuhan. apakah tuan percaya dengan eksistensi Tuhan?<br />
lelaki: hhmmm&#8230; mengapa itu persyaratannya? **mengeryitkan dahi**</p>
<p>jin teko: karena aku bisa mengabulkan permintaan dari tuan jika anda percaya, bahwa Tuhan itu ada, dan sesungguhnya aku hanyalah perantaraNya untuk membantu tuan. wkwkwkwkwk<br />
lelaki: oh begitu. bagaimana kalau aku tidak percaya kepada Tuhan?</p>
<p>jin teko: simpel saja. itu artinya aku tidak bisa mengabulkan permintaan tuan.<br />
lelaki: ahaha&#8230; sayang sekali jin teko. jujur saja, sejak kecil, aku ini sedikit pun tak pernah percaya dengan Tuhan. **tertawa kecil**</p>
<p>jin teko: benarkah itu tuan.. ah.. sayang sekali kalau begitu. padahal anda sudah membebaskanku dari teko itu, tapi aku tidak bisa mengabulkan permintaan tuan. sangat disayangkan. maafkan saya. **membungkukkan badan**. hmm.. mengapa tuan tidak percaya kepada Tuhan?<br />
lelaki: sudahlah, tak perlu kau pikirkan itu.</p>
<p>jin teko: padahal anda sudah bertemu dengan makhluk ajaib seperti aku, tapi mengapa anda meragukan keberadaan Tuhan?<br />
lelaki: mungkin kau ini hanyalah halusinasiku saja. halusinasi orang yang sudah dekat dengan kematiannya. coba kau lihat burung pemakan bangkai yang sedari tadi terbang di langit itu, mereka menunggu nafas terakhirku. **mendongakkan kepala ke arah langit, melihat kawanan burung bangkai yang terus berputar-putar di langit**</p>
<p>jin teko: tampaknya ajal tuan memang sebentar lagi datang, maaf kalau aku tidak bisa membantu. namun izinkan aku untuk memberi pertanyaan terakhir, tuan&#8230;<br />
lelaki: berbincang-bincang denganmu semakin menguras sisa-sisa energi terakhirku saja. ah sudahlah&#8230; apa pertanyaanmu?</p>
<p>jin teko: andaikan anda memang bisa meminta 3 permintaan itu, dan andai aku bisa mengabulkannya, apakah permintaan pertama tuan?<br />
lelaki: terus terang yang paling kubutuhkan saat ini adalah air. namun manusia adalah makhluk yang cerdas, tetapi serakah. maka, permintaan pertamaku adalah agar kau mengubah jumlah tawaran permintaanmu yang awalnya 3 buah, menjadi 1000 buah permintaan. itu saja. **menghela nafas panjang**</p>
<p>itulah kata-kata terakhir lelaki musafir itu. ia tewas. mati.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-117" title="lelaki dan jin teko" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/10/lelaki-dan-jin-teko.jpg" alt="lelaki dan jin teko" width="181" height="134" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[isanijami]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/10/isanijami/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 17:09:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/10/10/isanijami/</guid>
<description><![CDATA[bukalah mata, lihatlah realita. pejamkan mata, berimajinasilah. pejamkan mata, rasakan realita. buka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>bukalah mata, lihatlah realita. pejamkan mata, berimajinasilah.</p>
<p>pejamkan mata, rasakan realita. bukalah mata, rasakan imajinasi.</p>
<p>bukanlah seorang realistis, namun imajinatif.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-101" title="imagesnasi" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/10/imagesnasi.jpeg" alt="imagesnasi" width="143" height="72" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cerita Sang Pujangga]]></title>
<link>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/10/07/cerita-sang-pujangga/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 07:28:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>BiDaDaRi</dc:creator>
<guid>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/10/07/cerita-sang-pujangga/</guid>
<description><![CDATA[Dia memandang kearahnya tanpa sepatah kata Seorang mahadewa dengan menggenggam naurah berdiri disana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://hapsariwirastuti.wordpress.com/files/2009/10/0cefda317a660348.jpg" alt="0cefda317a660348" title="0cefda317a660348" width="145" height="145" class="alignright size-full wp-image-399" /><br />
Dia memandang kearahnya tanpa sepatah kata<br />
Seorang mahadewa dengan menggenggam naurah berdiri disana<br />
Menunggu siapakan gerangan?</p>
<p>Seorang putri serupa cayadewi datang dengan kereta kudanya<br />
Kemudian mereka menggaguk dan berlalu bersama<br />
Dibawah gegap gumpita purnama mengiring bayangan<br />
Dia tak mampu lagi untuk memandang</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[How irritating!]]></title>
<link>http://nugrohokhoironi.wordpress.com/2009/10/05/how-irritating/</link>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 06:07:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>nugrohokhoironi</dc:creator>
<guid>http://nugrohokhoironi.wordpress.com/2009/10/05/how-irritating/</guid>
<description><![CDATA[Biarlah judulnya begitu saja. Kalau merasa terjebak, jangan berhenti membaca. Sesekali perlu dicoba ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Biarlah judulnya begitu saja. Kalau merasa terjebak, jangan berhenti membaca. Sesekali perlu dicoba ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pidato Ir. Soekarno tentang Mimpi dan Imajinasi]]></title>
<link>http://iampentagram.wordpress.com/2009/10/02/pidato-ir-soekarno-tentang-mimpi-dan-imajinasi/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 09:39:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>hoshideto</dc:creator>
<guid>http://iampentagram.wordpress.com/2009/10/02/pidato-ir-soekarno-tentang-mimpi-dan-imajinasi/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Mereka mengerti bahwa kita &#8211; atau mereka &#8211; djikalau ingin mendjadi satu bangsa ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">&#8220;Mereka mengerti bahwa kita &#8211; atau mereka &#8211; djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai &#8220;imagination&#8221;,: &#8220;imagination&#8221; hebat, Saudara-saudara!!!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Inilah pidato Bung Karno</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">di Semarang 29 Juli 1956 yang spektakuler itu.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Di pidato penting ini Bung Karno menekankan bagaimana cara, supaya Indonesia menjadi bangsa yang berpikir besar, punya impian-impian dan fantasi besar, tidak kalah dari Amerika. Wajarlah bila Bung Karno begitu dikagumi oleh bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia. Selamat membaca.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">&#8220;Saudara-saudara,</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, &#8220;basically&#8221; &#8211; pada dasar dan hakekatnja &#8211; adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, &#8220;The Makers of History&#8221;. Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Sebagai tadi saja katakan: Bahwa &#8220;World Prosperity&#8221;, &#8220;World Emancipation&#8221;, &#8220;World Peace&#8221;, jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika &#8211; Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini : Lihat, lihat, lihat!! &#8211; Aku membuat pidato-pidato, aku membuat press-interview, aku memberi penerangan-penerangan; aku jang berbuat, &#8220;Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!&#8221;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga!</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu &#8211; terutama sekali di Amerika Serikat &#8211; apa jang saja katakan tempoh hari disini &#8221; Hollandsdenken &#8221; tidak ada.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">&#8220;Hollands denken&#8221; itu apa? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa &#8220;Hollands denken&#8221; artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara &#8220;That is thinking penny-wise, proud, and foolish&#8221;, katanja.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">&#8220;Thinking penny-wise, proud and foolish&#8221;. Amerika, orang Amerika berkata ini, &#8220;Thinking penny-wise&#8221; artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa `ndak?&#8230;&#8230;.. satu sen……..satu sen……… &#8220;Thinking penny-wise&#8221;………&#8221;Proud&#8221; : congkak, congkak, &#8220;Foolish&#8221; : bodoh.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan &#8220;Hollands denken&#8221; itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir &#8220;penny-wise, proud and foolish&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Jang tidak mempunjai &#8220;imagination&#8221;, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian &#8211; Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai &#8220;imagination&#8221;, mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">George Washington Monument misalnja,</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai &#8220;imagination&#8221; itu, Saudara-saudara.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Bangsa jang tidak mempunjai : imagination&#8221; tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai &#8220;imagination&#8221;………ja, bikin tugu, ja &#8220;rongdepo&#8221;, Saudara-saudara. Tugu &#8220;rong depo&#8221; katanja sudah tinggi, sudah hebat.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">&#8220;Pennj-wise&#8221; tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita &#8211; atau mereka &#8211; djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai &#8220;imagination&#8221;,: &#8220;imagination&#8221; hebat, Saudara-saudara.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Perlu djembatan? Ja, bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan &#8211; Pak Winarno di Palembang &#8211; Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja &#8220;ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi&#8221; &#8211; Saja diam sadja -&#8221;Sungai Ogan&#8221; &#8211; Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Kalau bangsa dengan &#8220;imagination&#8221; zonder tjagak, Saudara-saudara !!</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, &#8220;imagination&#8221;, &#8220;imagination&#8221; &#8220;imagination&#8221;!!! Tjiptaan besar!!!</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu &#8220;rong depa&#8221;.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : &#8220;We have only scratched the surface &#8221; &#8211; Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta&#8217;ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? &#8211; Ada, sudah ketemu :belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai Uranium pula.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas &#8220;imagination&#8221;, djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia.</div>
<div id="attachment_8" class="wp-caption aligncenter" style="width: 558px"><img class="size-full wp-image-8" title="U958115ACME" src="http://iampentagram.wordpress.com/files/2009/10/u958115acmeqn6.jpg" alt="Word!" width="548" height="480" /><p class="wp-caption-text">&#34;Mereka mengerti bahwa kita djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai &#34;imagination&#34;,: &#34;imagination&#34; hebat, Saudara-saudara!!!&#34;</p></div>
<p>Berikut adalah pidato Bung Karno</p>
<p>di Semarang 29 Juli 1956</p>
<p>Dalam pidato ini Bung Karno menekankan bahwa bangsa yang besar itu bermula dari mimpi, imajinasi, dan kreativitas. Selamat membaca.</p>
<p>&#8220;Saudara-saudara,</p>
<p>Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa.</p>
<p>Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, &#8220;basically&#8221; &#8211; pada dasar dan hakekatnja &#8211; adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, &#8220;The Makers of History&#8221;. Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.</p>
<p>Sebagai tadi saja katakan: Bahwa &#8220;World Prosperity&#8221;, &#8220;World Emancipation&#8221;, &#8220;World Peace&#8221;, jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.</p>
<p>Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika &#8211; Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini : Lihat, lihat, lihat!! &#8211; Aku membuat pidato-pidato, aku membuat press-interview, aku memberi penerangan-penerangan; aku jang berbuat, &#8220;Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!&#8221;</p>
<p>Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga!</p>
<p>Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.</p>
<p>Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu &#8211; terutama sekali di Amerika Serikat &#8211; apa jang saja katakan tempoh hari disini &#8221; Hollandsdenken &#8221; tidak ada.</p>
<p>&#8220;Hollands denken&#8221; itu apa? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa &#8220;Hollands denken&#8221; artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara &#8220;That is thinking penny-wise, proud, and foolish&#8221;, katanja.</p>
<p>&#8220;Thinking penny-wise, proud and foolish&#8221;. Amerika, orang Amerika berkata ini, &#8220;Thinking penny-wise&#8221; artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa `ndak?&#8230;&#8230;.. satu sen……..satu sen……… &#8220;Thinking penny-wise&#8221;………&#8221;Proud&#8221; : congkak, congkak, &#8220;Foolish&#8221; : bodoh.</p>
<p>Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan &#8220;Hollands denken&#8221; itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir &#8220;penny-wise, proud and foolish&#8221;.</p>
<p>Jang tidak mempunjai &#8220;imagination&#8221;, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian &#8211; Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai &#8220;imagination&#8221;, mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.</p>
<p>George Washington Monument misalnja,</p>
<p>tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai &#8220;imagination&#8221; itu, Saudara-saudara.</p>
<p>Bangsa jang tidak mempunjai : imagination&#8221; tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai &#8220;imagination&#8221;………ja, bikin tugu, ja &#8220;rongdepo&#8221;, Saudara-saudara. Tugu &#8220;rong depo&#8221; katanja sudah tinggi, sudah hebat.</p>
<p>&#8220;Pennj-wise&#8221; tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita &#8211; atau mereka &#8211; djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai &#8220;imagination&#8221;,: &#8220;imagination&#8221; hebat, Saudara-saudara.</p>
<p>Perlu djembatan? Ja, bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan &#8211; Pak Winarno di Palembang &#8211; Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja &#8220;ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi&#8221; &#8211; Saja diam sadja -&#8221;Sungai Ogan&#8221; &#8211; Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!</p>
<p>Kalau bangsa dengan &#8220;imagination&#8221; zonder tjagak, Saudara-saudara !!</p>
<p>Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.</p>
<p>Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, &#8220;imagination&#8221;, &#8220;imagination&#8221; &#8220;imagination&#8221;!!! Tjiptaan besar!!!</p>
<p>Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu &#8220;rong depa&#8221;.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : &#8220;We have only scratched the surface &#8221; &#8211; Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.</p>
<p>Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta&#8217;ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? &#8211; Ada, sudah ketemu :belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai Uranium pula.</p>
<p>Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas &#8220;imagination&#8221;, djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.</p>
<p>Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 Cerita Untuk "Malam"]]></title>
<link>http://muhamadmuiz.wordpress.com/2009/10/02/5-cerita-untuk-malam/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:43:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>muhamadmuiz</dc:creator>
<guid>http://muhamadmuiz.wordpress.com/2009/10/02/5-cerita-untuk-malam/</guid>
<description><![CDATA[Hari Fitri Si &#8220;Sebatang Kara&#8221; Ia hanya berdiam seorang diri di gubug persawahan kampungn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari Fitri Si &#8220;Sebatang Kara&#8221; Ia hanya berdiam seorang diri di gubug persawahan kampungn]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Secepat Itu Engkau Pergi]]></title>
<link>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/10/01/secepat-itu-engkau-pergi/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:14:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>BiDaDaRi</dc:creator>
<guid>http://hapsariwirastuti.wordpress.com/2009/10/01/secepat-itu-engkau-pergi/</guid>
<description><![CDATA[Aku hanya bisa terdiam disisi langit yang kala itu beku Saat ku lihat sepasang mata sayu memandangku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <img src="http://hapsariwirastuti.wordpress.com/files/2009/10/49b775280aad7c70.jpg" alt="49b775280aad7c70" title="49b775280aad7c70" width="108" height="145" class="alignright size-full wp-image-396" />Aku hanya bisa terdiam disisi langit yang kala itu beku<br />
Saat ku lihat sepasang mata sayu memandangku dengan terpaku<br />
Kudengar debaran jantung bagai tabuhan lagu yang mendayu<br />
Hari itu dengan ragu, aku mengulang setiap kata didepan mataku<br />
Telah berpulang kepada-Nya dirimu sahabatku<br />
Semoga jalan yang kau tuju melepaskanmu dari permasalahan itu<br />
Selamat jalan&#8230;doaku selalu menyertaimu<br />
Secepat itu engkau pergi dari sini, sahabatku</p>
<p>’Teruntuk sahabat yang telah berpulang : Terima kasih untuk semuanya’</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[obrolan aneh penuh imajinasi -vol 2-]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/09/30/obrolan-aneh-penuh-imajinasi-vol-2/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 21:40:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/09/30/obrolan-aneh-penuh-imajinasi-vol-2/</guid>
<description><![CDATA[**cerita sebelumnya: Asder menjalani kehidupan yang begitu ideal, bahkan nyaris sempurna. tapi ia me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>**<a href="http://alisnaik.wordpress.com/2009/09/27/obrolan-aneh-penuh-imajinasi-vol-1/" target="_blank">cerita sebelumnya</a>: Asder menjalani kehidupan yang begitu ideal, bahkan nyaris sempurna. tapi ia merasa ada yang aneh dengan betapa lancarnya hidup yang ia jalani. sebentar lagi ia akan bertemu suatu klimaks, entah bisa disebut klimaks atau bukan. anggap saja klimaks&#8230;**</p>
<p>minggu pagi yang damai. Asder melakukan ritual suci. bagaimanapun sempurnanya kehidupan Asder, ia tetap saja manusia normal. semua manusia harus melakukan ritual suci ini. sebuah ritual suci. buang air besar. seperti hidupnya yang lancar lancar saja, ritual suci inipun juga berjalan begitu lancar. tanpa hambatan. begitu bebas meluncur ke peraduannya. aaahhh&#8230; Asder menghembuskan nafas panjangnya. ini baru namanya &#8216;nikmatnya dunia&#8217; saudara saudara !!<!--more--></p>
<p>ritual suci telah usai prosesinya. sukses besar. telunjuk Asder seperti biasanya akan menekan tombol flush. tapi ia terhenti sejenak. memandangi benda ajaib yang baru saja keluar dari sistem ekskresinya. bentuknya begitu abstrak. warnanya tidak jelas, antara cokelat, kuning, oranye, hijau, atau hitam. Asder memandanginya dengan penuh kosentrasi. baru kali ini ia begitu perhatian dengan benda ajaib ini. padahal mereka sudah bersahabat semenjak Asder terlahir ke dunia ini.</p>
<p>dengan penuh rasa penasaran, Asder bertanya kepada benda ajaib itu, &#8220;wahai abstrak !! kau bisa mendengar suaraku kan ??&#8221;. benda itu terdiam membisu. Asder menunggu jawaban darinya. beberapa menit kemudian ia bertanya lagi, &#8220;hei abstrak !! kenapa kau diam saja ?? siapa namamu ??&#8221;, ia mulai tidak sabar. namun, tak lama kemudian si abstrak mulai menjawab pertanyaan dari manusia yang telah meluncurkan dirinya.</p>
<p>&#8220;maafkan saya, tuan. saya terlalu terkejut ada manusia yang mengajak bicara makhluk seperti kami. ini baru pertama kalinya. engmm&#8230; perkenalkan, nama saya Keatbosok. anda bisa memanggil saya Keat&#8221;. Asder pun senang benda abstrak itu menjawab pertanyaannya, &#8220;sudah kuduga kau mendengarkan suaraku. jadi namamu Keat ya. namaku Asder. salam kenal&#8221;</p>
<p>Keat (K): salam kenal juga tuan Asder, mengapa anda bisa berfikiran kalau makhluk remeh seperti saya bisa mendengarkan suara anda? biasanya manusia langsung memusnahkan kami dari hadapannya begitu kami meluncur keluar dari sistem ekskresi. Asder (A): jangan merendahkan dirimu begitu wahai Keat, kau bukanlah makhluk yang remeh, kalau kau terus hidup di tubuhku, tentu itu bukan hal yang baik kan, kau adalah makhluk yang sangat penting untuk kesehatan umat manusia.</p>
<p>K: aah.. ternyata anda orang yang sangat baik&#8230; maafkan saya karena telah merendahkan diri saya sendiri, saya sangat terharu ada manusia yang begitu perhatian terhadap kaum kami. A: maafkan aku juga, karena selama ini tak pernah menyadari kehadiranmu dan tak pernah mengajakmu ngobrol, aku ini manusia yang egois ternyata&#8230; hei Keat, bagaimana kalau kita ke teras rumahku, kita minum teh bersama sama.. minggu pagi ini begitu cerah lho</p>
<p>K: oh.. tidak perlu repot repot begitu tuan.. sudah takdirku untuk berada di sini, di toilet ini.. akan sangat merepotkan kalau saya berada di tempat yang tidak semestinya. A: loh.. mengapa tidak ?? bukankah kita sekarang ini adalah teman..</p>
<p>K: saya sangat menghargai ajakan baik tuan Asder, tapi saya tidak boleh beranjak, saya adalah kotoran yang buruk rupa dan bau sekali, teras rumah bukanlah tempat saya. A: mmm&#8230; ya sudahlah kalau kau tidak mau, aku nggak akan maksa kok. K: terima kasih atas pengertian anda. A: tidak apa-apa. kita ngobrol di sini aja ya. K: baik tuan.</p>
<p>A: ngg&#8230; wahai Keat, ada yang ingin kutanyakan. K: apa itu tuan ?? saya akan menjawabnya semampu saya. A: kau tercipta dengan bentuk yang begitu abstrak, bau yang tidak sedap, serta kedudukanmu yang sering dianggap hina oleh manusia pada umumnya, apa kau tak pernah protes dengan kondisimu yang seperti ini ??</p>
<p>K: kalau ditanya begitu, tentu saja dalam hati kecil saya ada pemberontakan akan nasib saya yang seperti ini, tapi memang inilah takdir saya, apapun kondisinya, saya harus siap menerimanya. A: ternyata kau ini makhluk yang sangat baik dan sabar ya. K: terima kasih, walaupun kondisi saya tidak bisa disebut sempurna, tapi seperti yang anda bilang sebelumnya, kehadiran saya sangat berguna bagi kesehatan manusia. A: oh, tadi aku memang berkata seperti itu ya&#8230; benar juga.</p>
<p>K: baiklah, sudah saatnya saya pergi tuan Asder, sebagai ucapan perpisahan, saya ada satu permintaan kepada anda. A: ah.. oke lah kalau begitu, apa permintaanmu wahai Keat temanku ?? K: tolong anda pencet tombol flush itu !! A: oh.. itu mudah saja, tapi sebelum kita berpisah, aku ingin mengucapkan terima kasih atas obrolan kita barusan, senang bisa mengenalmu, Keat. K: sama sama tuan, di lain kesempatan, anda pasti bisa ngobrol dengan adik adik saya nanti.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-57" title="keat-fw" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/09/keat-fw.jpg" alt="keat-fw" width="105" height="105" />tombol flush pun dipencet.</p>
<p>**tamat**</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[obrolan aneh penuh imajinasi -vol 1-  ]]></title>
<link>http://alisnaik.wordpress.com/2009/09/27/obrolan-aneh-penuh-imajinasi-vol-1/</link>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 22:24:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.wordpress.com/2009/09/27/obrolan-aneh-penuh-imajinasi-vol-1/</guid>
<description><![CDATA[terdapatlah seorang pemuda yang hidupnya begitu bahagia. ayahnya mengelola bisnis kaos kaki yang san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone size-full wp-image-38" title="asder-fw" src="http://alisnaik.wordpress.com/files/2009/09/asder-fw.jpg" alt="asder-fw" width="105" height="105" /></p>
<p>terdapatlah seorang pemuda yang hidupnya begitu bahagia. ayahnya mengelola bisnis kaos kaki yang sangat terkenal. karena kaos kaki merupakan pakaian wajib bukan hanya bagi seluruh orang di kotanya, tapi juga di kota kota yang lain. apalagi bisnisnya ini memonopoli seluruh produksi kaos kaki yang ada di wilayah itu. tak heran. karena hanya perusahaan ini satu satunya yang memproduksi kaos kaki.</p>
<p>nama pemuda ini adalah Asder. uang amat berlimpah di keluarganya. kadang mereka tidak tahu uangnya mau diapakan lagi. mau disedekahkan, tidak ada orang miskin di kotanya. ya. kota ini begitu makmur. semua orangnya hidup lebih dari berkecukupan. terdengar utopia memang. tapi memang begitu adanya.<!--more--></p>
<p>kota yang sangat makmur. tak ada pemadaman listrik. air gratis, bahkan bisa langsung diminum. sekolah gratis, sangat gratis. kota tertata begitu rapi dan bersih, sampah sampah sudah berada pada tempat yang semestinya. banyak sekali pepohonan yang terawat baik, sehingga suhu kota berada pada kesejukan yang stabil. sungai sungai begitu jernih dan bersih, sehingga tak ada banjir yang melanda. kalau mau rekreasi, ada pegunungan salju di 10 kilometer timur kota. ada juga pantai yang begitu panjang garis pantainya, terletak di 14 kilometer barat kota. tentu saja sunset menjadi objek utama di pantai itu.</p>
<p>Asder memang tinggal di tempat yang sempurna. kota yang sempurna. keluarganya juga begitu hebat. selain uang yang berlimpah, ayahnya juga merupakan orang yang sangat baik dan perhatian terhadap anak anaknya. ibunya Asder walaupun telah melahirkan 3 anak, tetap cantik menawan. hanya wanita seperti Luna Maya saja yang bisa menyaingi keanggunannya. selain cantik, ibu ini juga baik dan jago masak. kakak Asder adalah seorang supir angkot. di kota ini, supir angkot merupakan pekerjaan yang sangat terhormat. adiknya Asder yang masih belum 2 tahun, begitu lucu dan menggemaskan. selalu tertawa dan jarang menangis. dilempar dari lantai 3 pun batita ini tetap tertawa cekakakan. sungguh satu keluarga yang bahagia.</p>
<p>di sekolah, Asder menjalani hidup yang begitu anak muda. teman temannya banyak. wajahnya yang rupawan membuat dia digandrungi banyak cewek. termasuk janda yang jualan tempura di kantin sekolah. Asder juga begitu jago main sepakbola dan basket. keanggotaanya dalam ekskul sepakbola dan basket membuat sekolahnya banyak meraih juara kompetisi antar sekolah. bisa dibilang ia adalah pangeran di sekolahnya. Asder pun berpacaran dengan cewek paling cantik dan pintar di sekolahnya. seorang putri pengusaha pabrik gunting kuku yang kaya raya.</p>
<p>semua tampak begitu ideal. kota yang sempurna. keluarga yang hebat. sekolah yang ceria. tentu saja Asder mensyukuri semua yang ia miliki. tapi lama kelamaan ia merasa ada yang aneh. kehidupannya begitu lancar. sangat lancar. tak ada hambatan berarti. terkadang Asder bertanya tanya dalam dirinya. apakah hidupnya ini hanyalah mimpi. atau sebuah realita. tapi ia tahu kalau ini realita. biasanya realita selalu berkonotasi negatif, tapi bagi kehidupan Asder, realita yang ia jalani begitu positif.</p>
<p>tapi cerita tidak akan menarik kalau tidak ada klimaksnya kan. sebentar lagi Asder akan bertemu klimaks dalam kehidupannya, entah ini bisa disebut klimaks atau tidak. anggap saja klimaks.</p>
<p>**bersambung**</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
