<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>inspirasi &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/inspirasi/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "inspirasi"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 16:12:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[apa itu Al-Qur'an ???]]></title>
<link>http://fahrybany.wordpress.com/2010/02/10/apa-itu-al-quran/</link>
<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:08:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>fahrybany</dc:creator>
<guid>http://fahrybany.wordpress.com/2010/02/10/apa-itu-al-quran/</guid>
<description><![CDATA[Etimologi Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti &#8220;baca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Etimologi Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti &#8220;baca]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BERSIKAP MANIS PADA PERTEMUAN PERTAMA...]]></title>
<link>http://darmantomuat.wordpress.com/2010/02/10/bersikap-manis-pada-pertemuan-pertama/</link>
<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 01:27:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>darmantomuat</dc:creator>
<guid>http://darmantomuat.wordpress.com/2010/02/10/bersikap-manis-pada-pertemuan-pertama/</guid>
<description><![CDATA[“PERTEMUAN PERTAMA MENCETAK 70% DARI PERSEPSI ORANG TENTANG DIRI KITA. MAKA PERLAKUKANLAH SEMUA ORAN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>“PERTEMUAN PERTAMA MENCETAK 70% DARI PERSEPSI ORANG TENTANG DIRI KITA. MAKA PERLAKUKANLAH SEMUA ORANG DENGAN ANGGAPAN BAHWA ITU ADALAH PERTEMUAN PERTAMA DAN TERAKHIR ANTAR KITA DENGAN MEREKA”</strong></span></p>
<p>Konon di sebagian pedesaan Mesir berkembang tradisi di mana menjelang malam pertama, pengantin pria menyembunyikan seekor kucing di dalam kamarnya. Kemudian tatkala ia dan istrinya naik ke ranjang pengantin, perlahan ia menggerakkan kursi supaya kucing tersebut keluar. Setelah kucing itu keluar, pengantin pria langsung menunjukkan kekuatannya di depan istrinya. Ia tangkap kucing yang malang itu kemudian dicekiknya dan diremas-remas hingga mati di tangannya.<!--more--></p>
<p>Tahukah kita, mengapa demikian? Ya, tujuannya adalah untuk menanamkan kesan yang menakutkan dan mengerikan dari si pria di dalam benak istrinya sejak pertemuan pertama.</p>
<p>Dikisahkan pula, sejumlah perwira militer pergi untuk mengikuti pelatihan tentang hubungan kerja, sebelum kuliah dimulai mereka saling berkenalan dan berbincang. Tiba-tiba seorang dosen datang dan mereka pun langsung diam. Lalu mata dosen tersebut melihat seorang mahasiswa yang masih tersenyum. Dosen itu langsung membentaknya: “Kenapa tertawa..?”</p>
<p>Mahasiswa: “Maaf, saya tidak tertawa..”</p>
<p>Dosen: “Bohong ! kamu tertawa..!”</p>
<p>Kemudian dosen itu memarahinya dengan mengatakan: “Kamu adalah orang yang tidak serius, seharusnya kamu pulang ke rumah keluargamu. Saya tidak bangga mengajar orang seperti kamu.”</p>
<p>Mahasiswa yang malang itu telah berubah air mukanya. Ia memandang dosennya, lau menoleh ke arah rekan-rekannya. Dan dia berusaha menjaga air mukanya yang masih tersisa.</p>
<p>Kemudian sang dosen memelototinya sambil cemberut. Lalu dia menunjuk pintu dan berkata: “Keluar..!!”</p>
<p>Mahasiswa itu berdiri aengan gugup dan keluar.</p>
<p>Sang dosen memandang ke arah mahasiswa lainnya dan berkata, “Saya adalah doktor fulan. Saya akan mengajar materi bla..bla..bla… tapi sebelum palajaran dimulai, saya ingin kalian mengisi angket ini tanpa menulis nama.”</p>
<p>Kemudian dia membagikan angket yang berisi penilain terhadap dosen. Di dalam angket  tersebut, ada 5 pertanyaan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Bagaimana pendapat anda tentang akhlak dosen anda?</li>
<li>Bagaimana pendapat anda tentang metode pengajarannya?</li>
<li>Apakah dia mau menerima pendapat lain?</li>
<li>Apakan anda berminat mengikuti pelajarannya lagi?</li>
<li>Apakan anda mau menemuinya di luar kampus?</li>
</ol>
<p>Setiap pertanyaan memiliki empat pilihan jawaban: Istimewa-baik-cukup-kurang.</p>
<p>Seluruh mahasiswa mengisi angket tersebut dan mengambalikannya kepada sang dosen. Dia menyisihkan angket yang sudah diisi itu dan mulai menjelaskan tentang seni bergaul di lingkungan kerja.</p>
<p>Lalu dia berkata, “Ooh! Mengapa kita melarang teman anda mengikuti materi ini..?”</p>
<p>Dosen itu keluar menemui mahasiswa yang tadi dikeluarkan. Lalu dia menjabat tangannya sambil tersenyum dan menyuruhnya masuk ke ruangan.</p>
<p>Kemudian dosen itu berkata: “Tampaknya saya tadi marah kepada anda tanpa sebab yang jelas. Tetapi saya tadi sedang pusing memikirkan masalah pribadi, sehingga saya menumpahkan amarah saya kepada anda. Jadi saya mohon maaf karena ternyata anda adalah orang yang serius. Kerelaan anda meninggalkan istri dan anak-anak untuk datang ke tempat ini cukup menjadi bukti keseriusan anda. Saya berterima kasih kepada anda dan saya juga berterima kasih kepada anda semua atas keseriusan anda, saya sangat bangga bisa mengajar orang-orang seperti anda.”</p>
<p>Lalu dia bercanda dan tertawa sejenak bersama mereka, setelah itu dia mengambil sejumlah angket dan berkata: “Karena tadi teman kalian tidak sempat mengisi angket, bagaimana kalau kalian semua mengisi angket lagi.”</p>
<p>Diapun membagikan angket kepada mereka. Lalu mereka mengisinya dan mengembalikannya kepada sang dosen. Lalu sang dosen mengeluarkan angket yang mereka isi sebelumnya untuk kemudian dibandingkan dengan angket yang baru mereka isi. Ternyata kolom untuk nilai “kurang” pada angket pertama terisi semua, sedangkan pada angket kedua tidak ada sama sekali yang mengisi kolom “kurang” atau “cukup”. Sang dosen tertawa dan berkata: “Apa yang kalian lihat tadi adalah bukti nyata adanya pengaruh dari hubungan yang buruk terhadap lingkungan kerja antara atasan dan bawahan. Apa yang saya lakukan terhadap anda tadi adalah contoh yang sengaja saya lakukan di depan kalian. Tetapi orang yang malang ini menjadi korban. Lihatlah bagaimana pandangan kalian berubah hanya dengan melihat perubahan sikap saya kepada kalian. Ini adalah bagian dari karakter dasar manusia. Jadi harus selalu diperhatikan. Terutama dengan orang yang bertemu pertama kali atau satu kali saja.”</p>
<p>Begitulah sobat, pertemuan pertama sangat menentukan sekali bagaimana penilaian dan pandangan seseorang kepada kita. Jadi, apa yang kita akan lakukan terhadap orang yang pertama kali atau satu kali saja bertemu dengan kita..? Dengan senyum manis dan tutur kata yang halus dan sopan ataukan dengan wajah yang masam, mata memerah dan kata-kata yang kasar dan tidak santun&#8230;?</p>
<p><strong>“PERTEMUAN PERTAMA MENCETAK 70% DARI PERSEPSI ORANG TENTANG DIRI KITA. MAKA PERLAKUKANLAH SEMUA ORANG DENGAN ANGGAPAN BAHWA ITU ADALAH PERTEMUAN PERTAMA DAN TERAKHIR ANTAR KITA DENGAN MEREKA”</strong></p>
<p>Disadur dan digubah dari:</p>
<p><strong>Nikmatilah Hidup Anda</strong>; <strong><em>Bersikap Manis Pada Pertemuan Pertama</em></strong><strong><em> </em></strong>karya Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi. 2008. Penerjemah: Najib Junaidi, Lc. Pustaka Yasir, Surabaya. Judul asli: “<strong>Istamti’ bi hayatika;</strong>”.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalau mau naik kelas memang "agak" ribet]]></title>
<link>http://rawiwahyudiono.wordpress.com/2010/02/09/kalau-mau-naik-kelas-memang-agak-ribet/</link>
<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 17:43:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>rawiwahyudiono</dc:creator>
<guid>http://rawiwahyudiono.wordpress.com/2010/02/09/kalau-mau-naik-kelas-memang-agak-ribet/</guid>
<description><![CDATA[System Operation Procedure Saya suka heran kalau melihat ada orang yang masih kebingungan untuk mula]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_868" class="wp-caption alignleft" style="width: 126px"><a href="http://rawiwahyudiono.files.wordpress.com/2010/02/sop.jpg"><img class="size-full wp-image-868" title="sop" src="http://rawiwahyudiono.files.wordpress.com/2010/02/sop.jpg?w=116&#038;h=150" alt="" width="116" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">System Operation Procedure</p></div>
<p>Saya suka heran kalau melihat ada orang yang masih kebingungan untuk mulai buka usaha padahal buka usaha itu sangat GAMPAAAANG BANGET. Sudah terlalu banyak saya tuliskan di blog pribadi maupun di situs-situs yang saya ikuti jadi untuk hal ini buat saya tidak perlu di bahas lagi.</p>
<p>Sekarang yang terpenting adalah bagaimana kelanjutannya setelah buka usaha..?? Ini yang lebih penting.</p>
<p>Dulu, di waktu pertama kali buka usaha, kita cukup bekerja sendiri saja, kita merangkap jadi administrasi, sekretaris, kurir, direktur dan office boy. Semua kerjaan bisa dirangkap dan enjoy.</p>
<p>Seiring dengan majunya bisnis maka akan bertambah juga permasalahan yang dihadapi tetapi biasanya permasalahan yang utama itu adalah di bidang penjualan dan pembukuan. Kita tinggal pilih di bidang mana dulu yang harus dikuatin.</p>
<p><!--more-->Kalau saya pribadi, saya lebih memilih di bidang penjualan dulu dikuatin dan pembukuan menyusul tetapi itupun juga tidak lama, itungan saya cukup 3 bulan dari start awal harus sudah mulai rapi pencatatannya. Saya sendiri dari awal sudah menggunakan program aplikasi accounting untuk melakukan penghitungan biarpun saya kurang paham soal accounting.</p>
<p>Dari pengalaman mempunyai usaha sendiri yang sudah berjalan 5 tahun dengan lebih dari 10 karyawan dan beberapa asset, akhirnya semua harus hilang gara-gara sistim pembukuan yang amburadul. Timbul kecurigaan diantara partner yang pada awalnya mempunyai visi misi yang sama dan pada akhirnya harus berujung dengan perpecahan. Sangat disayangkan, hubungan persaudaraan harus pecah gara-gara sistem pembukuan yang kurang rapi.</p>
<p>Buat saya pribadi, untuk kelanggengan bisnis tidak semata-mata ditentukan 100% dari penjualan tetapi ditentukan juga oleh sistem pembukuan yang rapi. Kalau diprosentase sekitar 50% penjualan dan 50% pembukuan/accounting.</p>
<p>Selain penjualan dan accounting, ada hal lain lagi yang sangat vital di bisnis yaitu tentang SOP (System Operation Procedure). Sekecil apapun bisnis kita harus sudah ada SOP yang tertulis, kenapa..?? karena dengan SOP kita bisa mempunyai guidance untuk menjalankan bisnis dan juga mempermudah untuk mendelegasikan hal baru kepada karyawan.</p>
<p>&#8220;Ahhh&#8230;.. gak usah pakai SOP, yang penting masih bisa jalan&#8221;, biasanya hal ini yang dikatakan oleh mereka termasuk saya dulu, tetapi dengan berkembangnya usaha, dengan akan naik kelas-nya usaha kita, maka hal-hal seperti itu hukumnya WAJIB dijalankan.</p>
<p>Boleh percaya boleh tidak, boleh dijalankan boleh tidak, sebab bisnis tidak ada yang salah, semuanya benar dan semuanya tergantung kepada kita sebagai owner-nya.</p>
<p><a href="http://www.prakom.com" target="_blank">Salam sukses dunia akherat,</a></p>
<ul>
<li><a rel="bookmark" href="../2010/02/01/nge-lapak-dengan-menggunakan-sop/">Nge-lapak dengan menggunakan SOP</a></li>
<li><a rel="bookmark" href="../2009/09/26/surabaya-surga-kuliner-tour-de-java-part-7/">Surabaya surga kuliner – Tour De Java part 7</a></li>
<li><a rel="bookmark" href="../2009/08/06/sedekah-rp-1-000-dan-bantu-kesulitan-orang-lain-setiap-hari/">Sedekah Rp. 1.000 dan bantu kesulitan orang lain setiap hari</a></li>
<li><a rel="bookmark" href="../2009/12/01/nenek-kita-tidak-kalah-dengan-robert-kiyosaki/">Nenek kita tidak kalah dengan Robert Kiyosaki</a></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mahasiswa Entrepreneur]]></title>
<link>http://rizaldp.wordpress.com/2010/02/09/mahasiswa-entrepreneur/</link>
<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:09:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rizal Dwi Prayogo</dc:creator>
<guid>http://rizaldp.wordpress.com/2010/02/09/mahasiswa-entrepreneur/</guid>
<description><![CDATA[Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, tentu saja desakan masyarakat untuk memenuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, tentu saja desakan masyarakat untuk memenuh]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mobil D'Daeng Dari Kota Daeng]]></title>
<link>http://abughalib.wordpress.com/2010/02/09/mobil-daeng-dari-kota-daeng/</link>
<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 10:24:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>abughalib</dc:creator>
<guid>http://abughalib.wordpress.com/2010/02/09/mobil-daeng-dari-kota-daeng/</guid>
<description><![CDATA[Sore itu saya berniat akan jalan-jalan ke anjungan Pantai Losari, tepat saat melalui Jl. Cendrawasih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://abughalib.files.wordpress.com/2010/02/nomor-polisi.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-373" title="Nomor Polisi" src="http://abughalib.files.wordpress.com/2010/02/nomor-polisi.jpg?w=170&#038;h=201" alt="Nomor Polisi" width="170" height="201" /></a>Sore itu saya berniat akan jalan-jalan ke anjungan <a href="http://abughalib.wordpress.com/2009/10/20/pantai-losari-makassar/" target="_blank">Pantai Losari</a>, tepat saat melalui Jl. Cendrawasih saya terkesan dengan sebuah mobil yang melaju persis di depan saya. Mobilnya sudah cukup tua, antik dan unik. Warnanya yang agak kecoklatan menambah kesan antik pada mobil tersebut. Namun sekilas saya lihat mobilnya sangat terawat dan masih nyaman untuk dikendarai, walaupun umurnya sudah pasti lebih tua dari saya.</p>
<p>Yang membuat saya lebih yakin bahwa mobil tersebut adalah mobil kesayangan, bukan hanya penampilannya yang mulus, tapi nomor polisi-nya boleh dikata merupakan pesanan khusus pemiliknya. Setelah saya perhatikan ternyata nomor pelat itu mengungkap sebuah nama, nama panggilan bagi hampir semua orang Makassar yaitu DD 43 NG. Penulisan DD-nya agak dipisah kemudian D yg kedua justru menempel persis di depan angka 4. Sehingga nomor pelatnya jadi demikian, <span style="color:#333333;"><strong>D D43NG</strong></span> (baca: D&#8217;Daeng/ The Daeng).</p>
<p>Sebelumnya di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bogor" target="_blank">Bogor</a> saya juga pernah melihat mobil dengan nomor polisi F 3 RY (baca: Fery), lalu ada juga F 40 IL (baca: Fadil). Kemudian di Jakarta ada B 1 G (Big), B 354 R (Besar), B391 NI (begini), B 361 TU (begitu) dan ada juga B 36 AS (bebas). Ada lagi teman saya dari Karawang pake nomor pelat T 3 RI (baca: ikan teri). Waktu berkunjung ke Balikpapan ada mobil nomor K T3MU (baca: ketemu), t&#8217;rus waktu ke Bali ada DS1S (Desis) dan DS 4 S (Desas). Nah, kalau yg ada di paragraf ini sebagian fakta namun sebagian saya cuma ngarang aja, hehehe&#8230; habis maunya ngasih contoh yg banyak biar pada ngerti, hehehe&#8230;</p>
<p>Menurut saya itu cukup kreatif juga bikin nomor pelat jadi kata2 unik dan khas. Hal ini juga banyak dilakukan oleh org2 terkenal seperti artis, ada yg bilang mobilnya Desi Ratnasari ber-nomor pelat D 3 SY, itu kalo nggak salah. Mobilnya Leony nomor pelatnya L 30 NY, bener apa nggak saya juga belum pernah lihat langsung. Yg jelas kalau ada rezeki nanti beli mobil baru saya juga mau pesan nomor khusus seperti itu. Tapi belum tahu persis di kota mana saya harus pesan nomor pelat letter &#8220;GH&#8221;&#8230;? Jadinya kurang lebih seperti ini <span style="color:#333333;"><strong>GH 4 LIB</strong></span>, bisa nggak ya? Hehehe&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tentang Penulis La Tahzan ???]]></title>
<link>http://fahrybany.wordpress.com/2010/02/09/tentang-penulis-la-tahzan/</link>
<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 07:40:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>fahrybany</dc:creator>
<guid>http://fahrybany.wordpress.com/2010/02/09/tentang-penulis-la-tahzan/</guid>
<description><![CDATA[Dr Aidh Abdullah al-Qarni, Penulis Motivasi Islam Terkenal Di Dunia Masa Kini DOWNLOAD BUKUNYA DISIN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dr Aidh Abdullah al-Qarni, Penulis Motivasi Islam Terkenal Di Dunia Masa Kini DOWNLOAD BUKUNYA DISIN]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aq = Aqua in Chemistry]]></title>
<link>http://winary.wordpress.com/2010/02/09/aq-aqua-in-chemistry/</link>
<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 05:07:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>WinaWinaWina</dc:creator>
<guid>http://winary.wordpress.com/2010/02/09/aq-aqua-in-chemistry/</guid>
<description><![CDATA[Suatu siang, saya terjebak oleh hujan yang tiba-tiba mengguyur saya dan mama saya yang tengah berbon]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Suatu siang, saya terjebak oleh hujan yang tiba-tiba mengguyur saya dan mama saya yang tengah berboncengan mengendarai sepeda motor yang platnya pun saya sudah lupa saat ini. Kami berhenti si sebuah gubuk kecil di pinggir jalan, milik ibu-ibu yang berjualan entahlah apa itu, mungkin ada kopi, teh, minuman bersoda, kerupuk, dan lain-lain yang tidak saya amati satu per satu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di depan gubuk kecil itu, terhampar permadani hijau alias sawah. Saya sudah lama tidak melihat sawah yang hijau seperti itu. Di gubuk ini, ada 2,3,5 hmmm 6 orang lebih tepatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">2 orang sepertinya pemilik warung dan suaminya, entahlah suaminya atau bukan, peduli amat, saya hanya butuh berteduh saja.</p>
<p style="text-align:justify;">2 orang lainnya adalah saya dan mama saya.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">1 orang adalah mbak-mbak pegawai yang berbaju batik dan hanya berdiri saja di dekat pintu, tidak duduk-duduk bersama kami. Entahlah apa yang dipikirkannya, apakah ia merasa tubuhnya terlalu gendut sehingga khawatir kursinya akan remuk begitu..?</p>
<p style="text-align:justify;">1 orang lainnya adalah bapak-bapak yang usianya masih muda, tidak terlalu tua. Belakangan saya mengetahui bahwa bapak itu menjual galon air, atau air galon? Air galon sepertinya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak penjual air galon itu lalu berceloteh dengan bahasa madura seperti ini:</p>
<p style="text-align:justify;">”Mon e pekke-pekker, manossa genikah kalah gih bik manok&#8230;Manok men ojen nyare pakan genika e sabe&#8230;”</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">(kalau dipikir-pikir, manusia itu kalah ya sama burung. Burung itu kalau hujan gini, nyari makanan di sawah&#8230;)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Kami tersenyum semuanya, sambil tetap menikmati derasnya hujan, melihat hamparan sawah dan mengamati burung-burung kecil, yang saya pun tak tahu apa namanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, mama saya menanggapi bapak penjual air galon itu&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">”Empiyan kiya Pak&#8230; Empiyan kan ajuel aing galon. Anapa mak takok ka ojen, kan aing kiya genika&#8230;??? Lha empiyan kan nyare ngakan deri ajuel genika kan&#8230;?”</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">(Sampeyan itu juga Pak&#8230; Sampeyan kan jualan air galon. Kenapa koq takut sama hujan, kan air juga itu? Lha sampeyan kan nyari makan dari jualan itu kan&#8230;?)</span></p>
<p style="text-align:justify;">Mama saya menanggapi dengan santai, sambil menunjuk pada sepeda motor yang sepertinya milik bapak penjual air galon itu, karena di sepeda motor itu banyak galon-galon kosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kami pun tertawa kembali&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil menunggu hujan reda. <a href="http://winary.files.wordpress.com/2010/02/scene430.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1428" title="SCENE430" src="http://winary.files.wordpress.com/2010/02/scene430.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p> </p>
<p><em><span style="color:#00ff00;">Hmm, terima kasih Allah untuk membuat saya menikmati pemandangan itu dan tertawa sejenak.</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Dari Kupu2]]></title>
<link>http://fahrybany.wordpress.com/2010/02/09/belajar-dari-kupu2/</link>
<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 04:22:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>fahrybany</dc:creator>
<guid>http://fahrybany.wordpress.com/2010/02/09/belajar-dari-kupu2/</guid>
<description><![CDATA[”suatu hari, pada saat sebuah lubang kecil timbul di suatu kepompong seorang pria duduk dan memperha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[”suatu hari, pada saat sebuah lubang kecil timbul di suatu kepompong seorang pria duduk dan memperha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Date with a Woman]]></title>
<link>http://clearambience.wordpress.com/2010/02/08/date-with-a-woman/</link>
<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:57:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nuansa Bening</dc:creator>
<guid>http://clearambience.wordpress.com/2010/02/08/date-with-a-woman/</guid>
<description><![CDATA[Setelah 21 tahun Perkawinan kami, Istri saya ingin saya untuk membawa perempuan lain untuk pergi mak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setelah 21 tahun Perkawinan kami, Istri saya ingin saya untuk membawa perempuan lain untuk pergi makan malam dan menonton sebuah film.<br />
Dia mengatakan, &#8220;Aku mencintaimu, tapi aku tahu Perempuan lain ini mengasihimu dan dengan penuh cinta menghabiskan banyak waktunya untukmu&#8221;.<br />
Perempuan lain yang Istri sebutkan untuk saya kunjungi adalah IBU saya sendiri, yang telah menjadi janda selama 19 tahun, tetapi karena tuntutan kerja saya dan tiga Anak-anak telah membuat saya hanya mungkin untuk mengunjunginya sesekali saja.</p>
<p>Malam itu aku menelepon untuk mengajak Ibu pergi keluar untuk makan malam dan menonton sebuah film.<br />
&#8220;Apa ada yang salah, apa kau baik-baik saja&#8221;, dia bertanya ?<br />
Ibu saya adalah tipe Wanita yang akan curiga bila pada sebuah panggilan di tengah malam ataupun ajakan yang tiba-tiba, adalah sebuah pertanda adanya berita yang tidak baik.<br />
&#8220;Saya berpikir bahwa akan menyenangkan bila kita bisa pergi keluar makan-malam bersama-sama&#8221; , jawab saya.<br />
&#8220;Hanya kita berdua&#8221;.<br />
Dia memikirkan hal itu sejenak, dan kemudian berkata, &#8220;Aku akan sangat senang sekali&#8221;.</p>
<p>Hari Jumat itu sepulang kerja, saat aku berkendaraan untuk menjemputnya Saya sedikit Gugup.<br />
Ketika saya tiba di rumah, aku menyadari bahwa dia juga tampaknya Gugup . Dia menunggu di depan Pintu . Dia telah menata rambutnya dan memakai pakaian yang juga telah dipakainya untuk merayakan ulang-tahun pernikahannya yang terakhir kali. Dia tersenyum dengan wajah bersinar-sinar seakan-akan seperti wajah dari seorang malaikat.<br />
&#8220;Saya mengatakan kepada teman-teman bahwa aku akan pergi dengan anak-ku, dan mereka semua terkesan&#8221;, Dia mengatakan itu, saat ia masuk ke Mobil.<br />
&#8220;Mereka tidak sabar untuk mendengar cerita tentang pertemuan kita&#8221;.<br />
Kami pergi ke sebuah restoran yang, meskipun tidak mewah, sangat bagus dan nyaman.<br />
Ibu saya mengandeng lengan saya dan berjalan seolah-olah Dia adalah seorang &#8216;First Lady&#8217;.</p>
<p>Setelah kami duduk, aku memilih Menu yang terdapat pada sebuah papan menu dengan tulisan-tulisan yang besar yang terdapat di dekat pintu masuk, aku mengangkat mataku dan melihat Ibu duduk di sana menatapku. Sambil tersenyum mengenang nostaligia kejadian dulu.<br />
&#8220;Dulu, aku yang harus memilihkan Menu ketika kamu masih kecil&#8221;, Katanya.<br />
&#8216;Kalau begitu, sekarang waktunya anda boleh bersantai dan membiarkan aku untuk memilihkan menunya untukmu&#8221;, Aku menjawab.</p>
<p>Selama makan malam, kami melakukan percakapan yang menyenangkan, tidak ada yang Luar Biasa, hanya membicarakan kejadian yang dialami baru-baru ini satu sama lain dalam hidup kami. Kami berbicara begitu banyak sehingga kami ketinggalan untuk menonton film. Ketika kami tiba di rumahnya, Dia berkata, &#8220;Aku ingin pergi berjalan-jalan bersamamu lagi, tetapi hanya jika kamu membiarkan saya yang mengajakmu&#8221;. Aku setuju.</p>
<p>&#8216;Bagaimana dengan acara makan malamnya ?&#8221;, tanya istriku begitu aku sampai di rumah.<br />
&#8220;Sangat menyenangkan. Jauh lebih menyenangkan dari yang aku bisa bayangkan&#8221;, jawabku.<br />
Beberapa hari kemudian, Ibu saya meninggal karena serangan jantung mendadak. Itu terjadi begitu tiba-tiba, sehingga aku tidak punya Waktu untuk melakukan apa pun untuknya.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, saya menerima surat dengan bukti pemesanan di sebuah restoran, dari restoran, tempat yang sama Ibu dan aku makan.<br />
Sebuah Catatan Terlampir:<br />
&#8220;Saya membayar pemesanan ini didepan.<br />
Saya tidak yakin bahwa saya bisa berada di sana;<br />
Namun demikian, saya dibayar untuk Dua porsi &#8211;<br />
Satu untukmu dan yang satunya lagi untuk istrimu.<br />
Kamu tidak akan pernah tahu betapa berartinya Malam itu bagiku.<br />
Aku mencintamu Anakku.&#8221;<br />
Pada saat itu, aku memahami betapa Pentingnya mengatakan padanya : &#8220;I LOVE YOU!&#8221;<br />
dan untuk memberikan cinta kita kepada mereka dan mengatakan bahwa mereka yang pantas menerimanya. Tidak ada hal lain dalam Hidup ini yang lebih penting daripada Tuhan dan keluarga Anda.<br />
Memberi mereka waktu anda, selagi ada, karena ada beberapa hal yang tidak dapat kita katakan &#8216;Masih ada banyak waktu lain.&#8221;<br />
Teruskanlah ini Untuk Semua Orang,<br />
Untuk Anak,<br />
Untuk Pasangan,<br />
Untuk Sahabat,<br />
Dan paling penting,<br />
Untuk seseorang yang anda Cintai.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hanif Sjahbandi]]></title>
<link>http://rudisony.wordpress.com/2010/02/08/hanif-sjahbandi/</link>
<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 05:47:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudisony</dc:creator>
<guid>http://rudisony.wordpress.com/2010/02/08/hanif-sjahbandi/</guid>
<description><![CDATA[Ini nih, berita bagus. Ketimbang berita-berita yang belakangan ini bikin kita mangkel. Ya korupsilah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini nih, berita bagus. Ketimbang berita-berita yang belakangan ini bikin kita mangkel. Ya korupsilah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan untuk Hidup, Hidup untuk Mati.]]></title>
<link>http://catataninspirasi.wordpress.com/2010/02/07/renungan-untuk-hidup-hidup-untuk-mati/</link>
<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 01:31:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>catataninspirasi</dc:creator>
<guid>http://catataninspirasi.wordpress.com/2010/02/07/renungan-untuk-hidup-hidup-untuk-mati/</guid>
<description><![CDATA[Hidup untuk Mati; Hidup Cuma sekali Jangan dibikin susah; Hidup sudah ada yang ngatur; Selalu berfik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hidup untuk Mati; Hidup Cuma sekali Jangan dibikin susah; Hidup sudah ada yang ngatur; Selalu berfik]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadiah Cinta di Kuta Bali]]></title>
<link>http://ceritaseharihari.wordpress.com/2010/02/07/hadiah-cinta-di-kuta-bali/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 19:56:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ceritaseharihari</dc:creator>
<guid>http://ceritaseharihari.wordpress.com/2010/02/07/hadiah-cinta-di-kuta-bali/</guid>
<description><![CDATA[Howdy? Masih tetap baik kan hari ini? Ya, lagi-lagi rasa syukur kita limpahkan kepada Sang Pemilik A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Howdy? Masih tetap baik kan hari ini? Ya, lagi-lagi rasa syukur kita limpahkan kepada Sang Pemilik Alam, atas seluruh berkah yang sudah kita dapatkan hingga kini… Kita ketemu lagi di sini dan kali ini saya ingin cerita sedikit ketika berada di Bali…</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ceritaseharihari.files.wordpress.com/2010/02/kuta2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-25" title="KUTA" src="http://ceritaseharihari.files.wordpress.com/2010/02/kuta2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak dari restoran ketika makan siang, atau lebih tepatnya makan sore, saya memang bertujuan untuk mendatangi pantai. Belum lengkap rasanya ke Bali tanpa melihat sunset di Kuta. Namun itu artinya, saya harus mengambil jalan Poppies 2 dan melewati persimpangan Monumen Bom Bali 1. Apakah saya sudah bisa mengambil fotonya?</p>
<p style="text-align:justify;">Di ujung jalan Poppies 2, setelah menekan keraguan, akhirnya saya mampu untuk mengambil foto Monumen Bom Bali 1 dari kejauhan sambil berdoa dalam hati. Belum bisa mendekat, karena rasanya masih mual. Memang sejak monumen itu didirikan, saya tidak bisa mengambil fotonya, juga tidak mendatanginya, tidak membacanya. Rasanya masih kuat dalam ingatan, betapa menyesakkan kejadian itu, ketika nyawa ratusan manusia sama sekali kehilangan harga dan maknanya. Pendirian monumen tidak akan mampu menyembuhkan luka dukacita korban yang masih hidup dan keluarga korban yang meninggal dunia. Dan sekarang ini, ironisnya, banyak orang berfoto di depan monumen itu dengan wajah ceria penuh gaya, lebih banyak senyum terkembang daripada keheningan dan dipanjatnya doa-doa.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menyusuri jalan Poppies 2 menuju pantai, dan bertemu banyak wisatawan dengan pakaian khas pantai, celana pendek dan kaos. Kaki saya melangkah terus hingga mencapai pasir Pantai Kuta. Inilah Kuta di sore hari menjelang sunset. Penuhnya luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak ada tikar, tas seadanya pun bisa jadi alas duduk. Tidak apa-apalah sedikit kotor, yang penting pemandangan cantik matahari tenggelam langsung terhampar di hadapan. Baru saja mulai mengamati keadaan sekitar, ponsel saya berdering dan harus terlibat dalam komunikasi itu selama 10 menit. Dan saat itulah serangan mulai terjadi….</p>
<p style="text-align:justify;">Salah seorang dari mereka, seorang ibu, mendatangi saya dan tidak seperti lainnya, dia tidak mau pergi hanya karena melihat saya sedang menelepon. Ia hanya duduk bersimpuh di hadapan dan saya tidak menggubrisnya. Saya sudah mengangkat tangan sebagai tanda tidak berkenan, tetapi dia tetap di tempatnya. Oleh karena saya harus berfokus pada lawan bicara di telepon, sungguh saat itu dia harus terabaikan. Menjelang akhir pembicaraan, karena dia masih ada di hadapan, saya mengerti saya sedang maju ke pertandingan cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu itu memegang kaki saya lalu setengah memaksa menggosok dan memijat. Tahu bahwa ada harga atas jasa itu, sambil menarik kaki, saya berusaha bernegosiasi dengannya tanpa menaikkan nada suara. Saya percaya dengan aturan jual beli bahwa kedua belah pihak harus sepakat sebelum melakukan proses pekerjaannya. Tetapi ia tidak menyerah, setengah memaksa ia menggulung jeans yang saya kenakan agar ia bisa bekerja dan lucunya, saya juga setengah memaksa menolaknya jika ia tidak menyetujui bayaran saya. Agak terpaksa ia menyetujuinya, tetapi saya dengar. Itu yang penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersamaan dengan persetujuan yang agak terpaksa itu, seorang ibu lain datang menawarkan gelang-gelang. Saya menolaknya, namun ibu penjual gelang itu memaksa dan menurunkan harganya sambil memperlihatkan dagangannya langsung ke pangkuan saya. Secara baik, gelang-gelang itu saya kembalikan padanya yang dibalas dengan setengah mengomel. Dia mengatakan, bahwa ia lebih dahulu datang pada saya, ia memberi ruang privasi pada saya karena dilihatnya saya sedang telepon, ditambah karena ia membaca tanda penolakan tangan saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak puas mengomel pada saya, iapun mengomel  kepada ibu pemijat dalam bahasa Bali. Ia menyalahkan ibu pemijat karena telah menyalipnya padahal pelanggannya tidak berkenan. Mungkin dikalangan mereka, si ibu pemijat telah melanggar etika tak tertulis antara mereka. Si ibu pemijat berkeras bahwa ia tidak mengganggu pelanggan, ia hanya duduk dan menawarkan setelah teleponnya selesai. Tidak terima alasannya, ibu pembawa gelang menaikkan nada suaranya hingga mereka terlibat pertengkaran di hadapan saya. Masalah harga pijat juga dipermasalahkan. Menurut ibu pembawa gelang, harga itu terlalu mahal. Dianggapnya ibu pemijat telah menipu tamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak mengerti dengan bahasanya dan juga karena volume yang semakin tinggi, namun saya paham mereka bertengkar hebat, saya menutup kedua telinga dengan tangan. Aduh, bagaimana ini? Mengapa saya ada di tengah pertengkaran hebat? Saya ingin melihat sunset, mengapa begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan dua tangan yang menutup telinga, saya memperhatikan dua orang ibu yang bertengkar itu. Rasanya ingin melarikan diri dari arena ini, tidak mempedulikan mereka. Tetapi entah kenapa, ada suara dari dalam yang minta saya melerai. Saya memenangkan suara itu. Kekuatan itu memberi tenaga. Dengan penuh rasa kasih, saya memegang tangan-tangan mereka dan mengatakan dengan nada cinta, bahwa tidak baik saling bertengkar memperebutkan rejeki. Rejeki itu sudah diatur. Jangan iri dengan rejeki yang didapat orang lain, Saya jelaskan kepada ibu pembawa gelang, bahwa ibu pemijat tidak menggangguku, ia hanya duduk menunggu. Menunggu yang mungkin cukup lama, tetapi ia menunggu dengan diam dan setelah saya selesai, ia baru menawarkan jasanya. Bukankah ia memanfaatkan kesempatan emasnya untuk meraih pelanggan? Dan kepada ibu pembawa gelang, saya menjelaskan dengan sepenuh kasih untuk menenangkan hati, jangan dikuasai amarah dan rasa iri. Saya tahu saya mampu menangani situasi karena ibu pembawa gelang lirih mengakui bahwa ia tidak marah pada saya, dia hanya marah pada ibu pemijat. Dengan berhias senyum saya jelaskan kembali mengapa ibu pemijat tadi bisa mendapatkan pelanggan sementara ia meninggalkan sebuah peluang. Saya mengungkapkan bagaimana cara menjemput rejeki dengan keindahan, dan melepas sebuah peluang dengan keikhlasan. Sungguh rejeki itu berjalan dengan penuh keteraturan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selagi saya bicara pada mereka berdua, entah kekuatan apa yang membuatnya, tetapi satu per satu ibu-ibu pedagang datang menghampiri, duduk dan mendengarkan apa yang saya sampaikan. Mereka meletakkan barang dagangannya dan duduk diam. Serasa ada kekuatan dari dalam untuk terus berkata-kata dengan lembut terhadap mereka, mencintai mereka. Saya juga menitip pesan agar berbaikhati kepada para turis yang datang, perlakukan dengan kesantunan dan penuh senyum, karena melalui mereka-lah rejeki itu akan hadir. Mereka juga bisa membuat rejeki untuk kita tertunda, karena perlakuan kita yang buruk terhadap mereka. Yang Maha Pengasih telah mengatur rejeki untuk kita semua, kita berupaya untuk mendapatkannya. Kalau kita berbuat baik kepada banyak orang, rejeki akan mudah mengalir. Dengan berbuat keburukan, tidak saja kita menyakiti lingkungan, rejeki pun akan tertunda. Jangan saling berebut rejeki dan bertengkar karena keburukan itu berbalik arah menuju diri sendiri. Saya memegang tangan-tangan mereka yang berbalut baju sederhana sambil mengatakan kepada mereka bahwa aku mendoakan agar ibu-ibu bisa mendapatkan rejeki yang baik pada hari ini dan hari-hari selanjutnya. Saya untaikan doa-doa keselamatan untuk setiap jiwa ibu yang saya pegang tangannya saat itu, untuk menjual barang dagangannya kepada kerumunan turis yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ibu pedagang itu meninggalkan saya dalam kesendirian sesaat sebelum matahari tenggelam. Sungguh saya merasa mendapat energi berlimpah dari Yang Maha Kuasa atas apa yang telah tersampaikan kepada mereka, pada jiwa-jiwa sederhana yang memilih untuk tetap tersenyum dalam  menjemput rejeki; dan atas apa yang sedang saya saksikan di hadapan. Keajaiban alam, Matahari tenggelam di Pantai Kuta tanpa awan yang menghalangi. Sungguh Sempurna, saya menyaksikan KeagunganMu!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mendapat hadiah cinta, sekaligus merasa sedang dicuci habis-habisan olehNya secara langsung. Tanpa dapat ditahan, airmata ini jatuh berlinang tak terbendung. Dada ini terasa sesak, rasanya tak sanggup menerima keharuan ini. Seandainya saja, saya bisa melakukan lebih untuk mereka, para ibu yang berjuang untuk keluarga dan anak-anaknya. Saya mampu merengkuh jiwa-jiwa mereka, menyentuhnya dan membiarkan diri menjadi media kebaikan untuk mereka dari Yang Maha Kuasa. Saya juga menjadi saksi saat alam memberikan keindahannya. Alam yang harus tetap dijaga. Dan semua itu kembali kepada saya laksana air bah keharuan, tumpah ruah. Sebuah pembelajaran yang sangat berharga bahwa dengan hal yang terlihat sederhana, kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah bentuk hadiah langsung dari Yang Maha Kasih. Segala sesuatu telah diaturNya dengan sangat rinci penuh keindahan. Bahwa kita bisa melakukan banyak hal untuk orang lain dari hal-hal yang kelihatannya sangat sederhana. Bahwa mungkin diantara kita menginginkan bentuk kebahagiaan yang lain, tetapi Yang Maha Memberi melimpahkannya dalam format yang berbeda dan sangat tepat. Kita hanya tinggal  menyesuaikan jiwa untuk berserah diri secara total.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengartikan Bahagia dan Senang]]></title>
<link>http://rizaldp.wordpress.com/2010/02/06/mengartikan-bahagia-dan-senang/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 16:02:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rizal Dwi Prayogo</dc:creator>
<guid>http://rizaldp.wordpress.com/2010/02/06/mengartikan-bahagia-dan-senang/</guid>
<description><![CDATA[Dalam bahasa Indonesia, mungkin yang namanya senang selalu bersinonim dengan bahagia. Namun, ternyat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dalam bahasa Indonesia, mungkin yang namanya senang selalu bersinonim dengan bahagia. Namun, ternyat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MANAJEMEN WAKTU BAGI SEORANG MUSLIM...]]></title>
<link>http://darmantomuat.wordpress.com/2010/02/06/manajemen-wakti-bagi-seorang-muslim/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 13:48:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>darmantomuat</dc:creator>
<guid>http://darmantomuat.wordpress.com/2010/02/06/manajemen-wakti-bagi-seorang-muslim/</guid>
<description><![CDATA[Materi ini disampaikan di FORKALAM MIPA UNIVERSITAS BRAWIJAYA&#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-84" title="Slide 1" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-1.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Materi ini disampaikan di FORKALAM MIPA UNIVERSITAS BRAWIJAYA&#8230;<!--more--></p>
<p><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-1.jpg"></a><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-85" title="Slide 2" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-2.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-31.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-89" title="Slide 3" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-31.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-41.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-90" title="Slide 4" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-41.jpg?w=300&#038;h=222" alt="" width="300" height="222" /></a><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-5.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-91" title="Slide 5" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-5.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" title="Slide 6" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-6.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-7.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-93" title="Slide 7" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-7.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-94" title="Slide 8" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-8.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-9.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-95" title="Slide 9" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-9.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-10.jpg"><img class="size-medium wp-image-96 alignnone" title="Slide 10" src="http://darmantomuat.files.wordpress.com/2010/02/slide-10.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CARA MEMIKAT HATI MANUSIA…]]></title>
<link>http://darmantomuat.wordpress.com/2010/02/06/cara-memikat-hati-manusia%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 13:14:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>darmantomuat</dc:creator>
<guid>http://darmantomuat.wordpress.com/2010/02/06/cara-memikat-hati-manusia%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[Setiap orang yang mempunyai cita-cita akan melakukan berbagai upaya untuk memburu apa yang diinginka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Setiap orang yang mempunyai cita-cita akan melakukan berbagai upaya untuk memburu apa yang diinginkannya. </span></span></span></p>
</blockquote>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pecinta harta akan melakukan berbagai upaya untuk mengumpulkan dan mengembangkannya. Stasiun-stasiun televisi akan melakukan berbagai upaya untuk menjaring pemirsa dengan menyajikan aneka program atau acara dan memilih gaya-gaya </span><span style="font-size:small;"><em>up to date</em></span><span style="font-size:small;">. Hal yang sama, berlaku pada pengelola media cetak dan radio. Termasuk pada penjual barang-barang lainnya, baik halal maupun haram. Mereka semua sangat tekun dalam memantapkan keahliannya yang berguna bagi bidang yang mereka geluti.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Memikat hati manusia adalah bidang yang membutuhkan trik-trik dan kiat-kiat khusus. Dimisalkan kita masuk ke dalam ruangan yang di dalamnya terdapat 40 orang. Kemudian kita menghampiri mereka semua untuk bersalaman satu-persatu. Bagaimana macam reaksi mereka..??<!--more--></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Ada yang ketika kita mengulurkan tangan kepadanya dia memberikan ujung jarinya sambil berkata dengan dingin: “Selamat datang… Selamat datang..”. Ada yang sibuk berbicara dengan orang lain kemudian kita mengejutkannya dengan ucapan salam. Lalu ia menjawab dengan dingin dan menjabat tangan kita tanpa memandang ke arah kita. Ada yang sibuk berbicara dengan ponselnya. Lalu ia mengulurkan tangannya kepada kita tanpa mengucapkan sepatah kata atau menunjukkan sedikit perhatian pun kepada kita.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Namun dimungkina pula ada di antara mereka yang ketika melihat kita menuju ke arahnya, ia berdiri dan bersiap-siap menyambut kita. Lalu ketika mata kita bertatapan dengan matanya, ia tersenyum dan menunjukkan raut muka yang ceria karena berjumpa dengan kita. Dia menjabat tangan kita dengan hangat. Dan dia menyambut kedatangan kita dengan ramah. Padahal kita tidak mengenalnya dan diapun tidak mengenal kita. Kemudian kita melanjutkan salaman kita dengan yang lainnya dan duduk.<br />
Demi Allah, jawablah dengan jujur! Bukankah hati kita tertarik kepada orang tersebut? Pasti. Hati kita akan tertarik kepadanya. Padahal kita tidak mengenalnya, tidak tahu namanya, dan tidak tahu profesi atau jabatannya. Meskipun demikian, dia telah berhasil memikat hati kita. Bukan dengan hartanya, jabatannya, status sosialnya atau nasabnya, melainkan dengan keahliannya bergaul.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Jadi, hati manusia tidak perlu dipikat dengan kekuatan, kekayaan, kecantikan atau jabatan. Tapi cukup dipikat dengan sesuatu yang lebih kecil dan lebih mudah dari itu. Namun demikian, hanya sedikit orang yang mampu memilikinya.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Dikisahkan oleh Dr. Muhammad Al-Arifi, bahwa beliau teringat salah satu mahasiswanya yang mengidap gangguan kejiwaan. Dia mengalami depresi berat, ayahnya adalah perwira yang menduduki jabatan tinggi. Berulang kali ayah mahasiswa tersebut datang untuk menemui beliau. Dan mereka pun bekerja sama untuk mengobati anaknya.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Kadang-kadang Dr. Muhammad pergi ke rumah mereka. Dr.Muhammad melihat rumah mereka seperti istana yang megah. Dan beliau melihat ruang tamu mereka dipenuhi oleh para tamu. Hampir tidak ada tempat yang kosong. Saat itu Dr Muhammad kagum pada kecintaan dan antusiasme masyarakat kepada ayah mahasiswa tersebut.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Beberapa tahun kemudian –setelah sang Ayah pensiun dari jabatannya- Dr. Muhammad berkunjung ke rumah mahasiswa itu lagi. Beliau masuk ke dalam istana itu dan menuju ke ruang tamu yang berisi lebih 50 buah kursi. Ternyata di situ hanya ada seorang laki-laki yang sedang menonton televisi dan seorang pembantu yang menghidangkan teh dan kopi. Beliau duduk dengannya sebentar saja. Setelah keluar beliau teringat akan keadaannya sewaktu orang tersebut masih memegang jabatan. Apa yang dulu membuat orang banyak berkumpul dan berkerumun di sekelilingnya sambil menunjukkan kerahaman dan kecintaan??.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Pada saat itulah Dr. Muhammad menyadari bahwa orang tersebut tidak memikat hati manusia dnegna akhlaknya, kelembutannya dan cara bergaulnya yang baik, melainkan dengan jabatan, pengaruh dan hubungannya yang luas. Sehingga ketika jabatan itu hilang, maka kecintaan orang pun hilang.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Maka marilah kita ambil pelajaran dari saudara kita tersebut. Dan perlakukanlah semua orang dengan keahliah-keahlian yang dapat membuat mereka menyukai kita karena pribadi kita. Mereka menyukai pembicaraan kita, senyum kita, kelembutan kita, dan cara bergaul kita yang baik. Mereka menyukai karena kita mau memaafkan kesalahan mereka dan mau peduli terhadap musibah yang menimpa mereka. Jangan membuat hati mereka terpaut dengan kursi dan dompet kita.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Orang yang memberikan harta, makanan dan minuman kepada anak-anak dan istrinya tidak bisa memikat hati mereka, melainkan memikat perut mereka. Dan orang yag melimpahkan uang kepada keluarganya, tetapi berkelakuan buruk kepada mereka, tidak dapat memikat hati mereka, melainkan memikat dompet mereka.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Oleh karena itu, jangan heran apabila kita menjumpai pemuda yang dirundung masalah mengadukan masalahnya kepada teman, imam masjid, atau gurunya dan mengabaikan ayahnya. Kareana sang ayah tidak bisa memikat hatinya dan tidak bisa menghancurkan sekat-sekat yang ada di antara mereka. Sementara hatinya dipikat oleh guru atau temannya. Bahkan terkadang dipikat oleh hal-hal yang membahayakan moral dan masa depannya.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"> Sobat, tak ada kata tidak “bisa&#8221; untuk dapat memikat hati manusia bagaimanapun kedudukan, posisi, jabatan, status sosial kita. Pikatlah hati manusia dengan kepribadian, akhlak, jiwa dan etika kita. Karena sesungguhnya hati manusia yang kita pikat dengan keelokan akhlak kita akan terpaut pada kita dengan tulus dan tidak dapat hilang. Insya Alloh semua bisa, asal ada kemauan dan keinginan yang besar untuk melakukannya.</span></span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">“<span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>KEMAMPUAN KITA UNTUK MEMIKAT HATI ORANG LAIN DAN MENDAPATKAN CINTA MEREKA YANG TULUS AKAN MEMBERI KITA KENIKMATAN HIDUP YANG BESAR”</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Malang, 6 Februari 2010</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Disadur dan digubah dari: </span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Nikmatilah Hidup Anda</strong></span><span style="font-size:small;">; </span><span style="font-size:small;"><em><strong>100 Cara Memikat Hati Manusia</strong></em></span><span style="font-size:small;"> karya Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Arifi. 2008. Penerjemah: Najib Junaidi, Lc. Pustaka Yasir, Surabaya. Judul asli: “</span><span style="font-size:small;"><strong>Istamti’ bi hayatika;</strong></span><span style="font-size:small;">”.</span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pain of Designer]]></title>
<link>http://lung2x.wordpress.com/2010/02/06/pain-of-designer/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 05:42:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>lung2x</dc:creator>
<guid>http://lung2x.wordpress.com/2010/02/06/pain-of-designer/</guid>
<description><![CDATA[Ilustrasi ini saya dapat dari http://www.webdesignerdepot.com/2009/12/comics-of-the-week-5/ menarik ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ilustrasi ini saya dapat dari <a href="http://www.webdesignerdepot.com/2009/12/comics-of-the-week-5/" target="_blank">http://www.webdesignerdepot.com/2009/12/comics-of-the-week-5/</a></p>
<p>menarik karena menggambarkan is hati seorang desainer, baik desainer grafis, maupun web desainer, ataupun bukan desainer yang terpaksa jadi desainer,hihihihi&#8230;.</p>
<div id="attachment_350" class="wp-caption alignnone" style="width: 507px"><a href="http://lung2x.files.wordpress.com/2010/02/pain-of-designer2.jpg"><img class="size-full wp-image-350" title="pain of designer2" src="http://lung2x.files.wordpress.com/2010/02/pain-of-designer2.jpg?w=497&#038;h=363" alt="" width="497" height="363" /></a><p class="wp-caption-text">Pain of designer </p></div>
<div id="attachment_348" class="wp-caption alignnone" style="width: 507px"><a href="http://lung2x.files.wordpress.com/2010/02/pain-of-designer.jpg"><img class="size-full wp-image-348" title="pain of designer" src="http://lung2x.files.wordpress.com/2010/02/pain-of-designer.jpg?w=497&#038;h=363" alt="" width="497" height="363" /></a><p class="wp-caption-text">pain and nice client</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Energi Sedekah]]></title>
<link>http://catatansiganteng.wordpress.com/2010/02/06/energi-sedekah/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 03:56:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>medangeeks</dc:creator>
<guid>http://catatansiganteng.wordpress.com/2010/02/06/energi-sedekah/</guid>
<description><![CDATA[Mudah-mudahan membuat kita semua terinspirasi dan semangat untuk bersedekah. Beberapa edisi lalu say]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mudah-mudahan membuat kita semua terinspirasi dan semangat untuk bersedekah.</p>
<p>Beberapa edisi lalu saya menulis artikel mengenai energi ikhlas. Saya sebut ikhlas sebagai energi karena memang secara nyata jika kita bekerja atau melakukan tugas apapun, dilakukan dengan ikhlas niscaya kita akan memiliki energi yang luar biasa, yang berdampak luar biasa baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.</p>
<p>Energi ikhlas akan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat lagi manakala ditambah dengan energi sedekah. Terus terang topik ini sudah cukup lama saya rencanakan untuk saya tulis, namun belum ada momen yang pas untuk mengungkapkannya. Saya semula masih ragu, apakah benar energi sedekah layak saya sampaikan, sedangkan saya sendiri jangan-jangan termasuk orang yang pelit bersedekah.</p>
<p>Keberanian saya muncul tatkala saya membaca buku berjudul keajaiban sedekah karya ustad Yusuf Mansur. Sebelumnya ada buku yang sangat bagus juga berjudul Keberkahan Finansial karangan Safak Muhamad. Keduanya seiring seirama membahas perihal rejeki dan sedekah.</p>
<p>Betapa hebat kekuatan sedekah konon sangat diyakini oleh raja real estate Amerika Serikat Donald Trump. Pengusaha kelas kakap ini dibalik hidupnya yang tampak gemerlap, ternyata adalah sosok orang yang senang melakukan petuah yang kerap dianggap kuno,” sedekahlah untuk memperbanyak rejekimu”.</p>
<p>Alkisah, tahun 1990an ketika bisnis Donald Trump mengalami gonjang ganjing nyaris bangkrut, ia bukannya berhemat dan berlaku pelit. Yang ia lakukan adalah berusaha menyumbangkan sebagian harta yang masih tersisa. Barangkali ia juga merasakan, sebangkrut-bangkrutnya dia, nyatanya masih ada harta yang layak dinikmati golongan ekonomi lemah. Ia meyakini, dengan bersedekah lebih banyak, Tuhan akan menggantinya dengan nilai yang jauh lebih banyak.</p>
<p>Apa yang diyakini menjadi kenyataan. Secara bertahap, bisnis Donald Trump bangkit kembali.</p>
<p>Yusuf Mansur dalam buku Kejaiban Sedekah juga mengungkap banyak kisah nyata dimana dengan makin banyak memberi alias menyumbang, Tuhan akan memberi balasan langsung di dunia minimal 10 kali lipatnya.</p>
<p>Ustad muda ini menegaskan, ada kekuatan lain di kehidupan kita, yakni kekuatan Tuhan yang dengan nya keajaiban yang kita butuhkan sudah tersedia. ”Kita tidak usah kelelahan mencari dunia yang sejatinya sudah disediakan Tuhan dan diperuntukkan bagi manusia yang mengabdi pada-Nya,” ujar Yusuf Mansur.</p>
<p>Sesungguhnya lagi, betapa mudahnya kita menundukkan dunia, agar bertekuk lutut di kaki kita. ”Mencari harta itu mudah, ”kata Yusuf menegaskan lagi. Tak perlu mencari jalan lain yang tidak-tidak, membuat kwitansi palsu di kantor, korupsi maupun tindak pelanggaran lain. Itu semua merupakan pekerjaan berat, sekaligus hina, dan bahkan akan membuat nestapa dunia maupun akhirat.</p>
<p>Padahal membuat harta bertambah itu sangat mudah. Ya, sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun termasuk anda. Bukankah ini kabar gembira buat anda?</p>
<p>Ibadah adalah cara untuk menambah nikmat dunia. Sedekah adalah satu tambahan teknik praktis dan terbukti dapat melipatgandakan kekayaan.</p>
<p>Jika anda dulu yakin bahwa Hemat Pangkal Kaya, mungkin anda kini mulai ragu. Kenapa sudah sedemikian hemat, tetap belum kaya juga.</p>
<p>Yusuf Mansur menyarankan cara hemat pangkal kaya dengan metode sedekah, yang terbukti dapat menjadikan kita tidak kekurangan harta. Kata Yusuf, teruskanlah menabung, dan sisihkan tabungan anda untuk dimasukkan ke rekening Tuhan, ya sedekah tadi. Tabungan anda di bank akan bertambah banyak karena bunga bank. Tabungan yang masuk ke rekening Tuhan, bunganya jauh lebih tinggi, dan datangnya kerap sulit diduga. Itulah uniknya.</p>
<p>Yusuf Mansur mengungkapkan, setiap sedekah akan dibalas 10 kali lipat, minimal. Jika setiap bulan anda bersedekah Rp 1 juta, maka Tuhan akan membalasnya 10 juta. Silakan dicek pendapatan bulan lalu dan berapa anda bersedekah.</p>
<p>Para penyumbang tempat ibadah, yayasan panti asuhan sering kita dengar berbicara,” saya tidak tahu darimana rejeki itu datang, nyatanya setiap bulan saya menyumbang, rejeki justru datang dengan lebih mudah.”</p>
<p>Begitulah misteri rejeki. Kita boleh bicara banyak hal tentang logika matematika klasik, dimana  1 juta dikurangi 100 ribu tinggal 900 ribu. Dalam matematika sedekah, Yusuf Mansur mengajarkan, bila 100 ribu itu digunakan untuk sedekah, maka balasan minimalnya adalah 10 kali lipat, yakni 1 juta. Maka Jika anda punya uang 1 juta rupiah, disedekahkan 100 ribu, maka dalam waktu dekat anda akan punya harta senilai 1,9 juta, yaitu 900 ribu ditambah uang sedekah yang menjadi 10 kali lipat. Silakan dicoba.</p>
<p>Selanjutnya, saran Yusuf Mansyur, bila rejeki sudah bertambah menjadi 1,9 juta teruskanlah melakukan sedekah 10% yaitu 190 ribu. Biasanya jika rejeki sudah mulai bertambah, banyak orang menambah sedekah tapi secara persentasenya terhadap pendapatan menurun, alhasil pertumbuhan rejekinya tidak berjalan lebih cepat dari yang semestinya terjadi.</p>
<p>Energi sedekah ini akan benar-benar terwujud jika disertai dengan energi ikhlas. Yang saya yakini, sedekah akan membuat masyarakat makin bersyukur dan makin makmur. Selamat bersedekah.***</p>
<p><a href="http://bambangsuharno.multiply.com/journal/item/15/Energi_Sedekah_by_Bambang_Suharno" target="_blank">Sumber Asli</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[suatu percakapan singkat mengenai seni]]></title>
<link>http://catataninspirasi.wordpress.com/2010/02/06/suatu-percakapan-singkat-mengenai-seni/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 02:21:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>catataninspirasi</dc:creator>
<guid>http://catataninspirasi.wordpress.com/2010/02/06/suatu-percakapan-singkat-mengenai-seni/</guid>
<description><![CDATA[Pernah suatu ketika aku pergi ke tempat temanku. dia adalah seorang fotografer, bisa dibilang fotogr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pernah suatu ketika aku pergi ke tempat temanku. dia adalah seorang fotografer, bisa dibilang fotogr]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prolog untuk Orang-Orang yang Mencari Tuhan: Satu Tamparan untuk Tiga Jawaban]]></title>
<link>http://catataninspirasi.wordpress.com/2010/02/06/prolog-untuk-orang-orang-yang-mencari-tuhan-satu-tamparan-untuk-tiga-jawaban/</link>
<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 01:40:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>catataninspirasi</dc:creator>
<guid>http://catataninspirasi.wordpress.com/2010/02/06/prolog-untuk-orang-orang-yang-mencari-tuhan-satu-tamparan-untuk-tiga-jawaban/</guid>
<description><![CDATA[aku dapat cerita ini dari teman&#8230;.terlalu sayang untuk dipakai dan dihayati sendiri&#8230;.. di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[aku dapat cerita ini dari teman&#8230;.terlalu sayang untuk dipakai dan dihayati sendiri&#8230;.. di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ubud... Ga Nyangka deh... Terbaik di Asia... Wooww...]]></title>
<link>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2010/02/06/ubud-ga-nyangka-deh-terbaik-di-asia-wooww/</link>
<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 19:18:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>-dN5</dc:creator>
<guid>http://hariharisetelahkemarin.wordpress.com/2010/02/06/ubud-ga-nyangka-deh-terbaik-di-asia-wooww/</guid>
<description><![CDATA[Seorang teman baru saja pulang dari berakhir pekan bersama keluarganya dari Bali. Terlihat wajah gem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/kayumanis.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/kayumanis.jpg?w=350&#038;h=253" alt="" title="Kayumanis" width="350" height="253" class="alignleft size-medium wp-image-2405" /></a>Seorang teman baru saja pulang dari berakhir pekan bersama keluarganya dari Bali. Terlihat wajah gembira dan ada kepuasan orgasmik paripurna disana. Ketika kutanyakan padanya apakah juga mengunjungi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ubud" target="_blank">Desa Ubud</a>, dia terlihat agak terperangah dan bingung… “<em>Emang ada apa di Ubud?</em>” Dia setengah bertanya, mengingat sebenarnya dia sudah bersiap-siap membanggakan liburan dan cutinya kali ini dengan berbagai cerita. Aku sudah menduga, pasti beberapa hari disana, dia melewati kesempatan untuk menyambangi desa yang satu ini, terlewat <em>kayaknya</em>…. Pasti…. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Iya ya…. Ada apa <em>emangnya</em>, pertanyaan dengan sedikit penasaran teman tersebut tidak kujawab, kubiarkan saja dia bertanya-tanya dan <em>gemes</em> penasaran…. <em>Hahaaa</em>…… Ya, tentu kita seharusnya gembira dan bangga tentunya, karena baru-baru ini dunia pariwisata negeri kita, desa (atau katakanlah kota) <strong>Ubud</strong>, dinobatkan sebagai <strong>Kota Terbaik se-Asia</strong>. Kawasan wisata yang berada di Kabupaten Gianyar ini berdasarkan survei pembaca majalah pariwisata yang berbasis di Amerika Serikat, <strong>Conde Nast Traveller</strong>, awal Januari lalu sepakat memberikan penghargaan tersebut. </p>
<p><!--more--><br />
<a href="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/jalan-di-ubud.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/jalan-di-ubud.jpg?w=300&#038;h=233" alt="" title="Jalan di Ubud" width="300" height="233" class="alignright size-medium wp-image-2411" /></a>Majalah ini setiap tahunnya melakukan pemilihan berdasarkan masukan pembacanya yang memilih kota-kota favorit mereka dalam sebuah <em>voting</em> dengan <em>6 kriteria</em>, yaitu <strong>suasana, budaya/tempat-tempat spesifik – situs-situsnya, keramahtamahan penduduk, akomodasi, restoran</strong> dan <strong>belanja</strong>. Hasil yang diperoleh dari survei ini tentu saja mengejutkan bagi kita dan masyarakat Ubud, khususnya, mengingat Ubud belum pernah masuk ke dalam daftar peringkat kota terbaik se-Asia versi majalah <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Condé_Nast_Traveler" target="_blank">Conde Nast Traveler</a></em>. Namun, tahun 2009, Ubud langsung menduduki posisi teratas, mengalahkan kota-kota lain dengan skor tertinggi di kriteria keramahtamahan. Adapun skor yang diperoleh adalah 82.5 dari nilai total skor 100. Seperti yang disampaikan oleh <em>Ubud Hotels Association</em>, pada hari Rabu kemarin, 3 Februari 2010. </p>
<p>Kota lain di Asia mendapat skor lebih rendah, <strong>Bangkok</strong> (2) dengan skor 82.2, <strong>Hong Kong</strong> (3) dengan skor 81.3, diikuti oleh <strong>Chiang Mai</strong> dengan 80.9, <strong>Kyoto</strong> dengan 80.2. Disusul <strong>Singapura</strong> (79.6), <strong>Shanghai</strong> (75.9), <strong>Jaipur</strong> (74.2), <strong>Tokyo</strong> (72.9) dan <strong>Hanoi</strong> (69).</p>
<p><a href="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/terasering1.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/terasering1.jpg?w=300&#038;h=177" alt="" title="sawah terasering" width="300" height="177" class="alignleft size-medium wp-image-2421" /></a>&#8220;<em>Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan. Atas nama masyarakat Ubud, saya mengucapkan terimakasih kepada para wisatawan yang berkunjung dan lalu memilih Ubud,</em>&#8221; ungkap Bupati Gianyar <strong>Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Tjokorda Putra Sukawati</strong> saat serah-terima penghargaan berupa <em>plakat</em> kepada perwakilan masyarakat Ubud, dari majalah tersebut yang disaksikan langsung oleh masyarakat kota itu.</p>
<p>Kota Ubud berpenghuni sekitar 8.000 orang &#8211; kurang lebih sejam perjalanan dari <strong>Denpasar</strong>, sehingga dapat dibayangkan suasana yang terbangun, tidak terlalu padat tetapi terlihat gairah kehidupan disana sebagaimana layaknya kota lain di seantero pulau <strong>Bali</strong>. Bila pernah mengunjungi kota kecil ini, suasana di pusat Ubud, yakni sekitar <strong>Puri Ubud</strong>, tidak ada bedanya dengan wilayah lain di Bali, misalnya <strong>Kuta</strong> dan sekitarnya, misalnya, udara hangat cenderung terik dan mulai sumpek dan diwarnai kemacetan setiap harinya akibat pergerakan dan aktivitas penduduk. </p>
<p>Bila kesemrawutan arus lalu lintas, seperti yang diakui oleh pak Bupati atau biasa dipanggil Cok Ace, jadi dimana keistimewaannya?</p>
<p>Cobalah luangkan waktu seharian penuh untuk menikmati suasana Ubud, menyusuri jalanan, tempat, sekaligus suasana di belakang Puri Ubud. Barulah kita percaya dimana letak keunikan dan keistimewaan kawasan wisata ini&#8230;</p>
<p><a href="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/pura.jpg"><img src="http://hariharisetelahkemarin.files.wordpress.com/2010/02/pura.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Pura" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-2418" /></a>Kawasan Bali bagian selatan ini kental dengan suasana pantai, pedesaan dan pemandangan spektakuler <em>terasering</em> sawah dan tebing kalinya&#8230; Belum lagi bila kita berkesempatan membaur dengan penduduknya, beruntung melihat acara persiapan sesaji dan perlengkapan upacara keagamaan di pura-pura di sekitar Ubud. </p>
<p>Kuliner? <em>Naah</em>… Ini juga kan masuk ke dalam kriteria penilaian di kota ini, sehingga mereka memenangkan penghargaan… Jangan khawatir, semua jenis makanan ada, khususnya yang tidak berpantang yaa…. <em>Hahaaa</em>… Karena ada warung babi guling di sebelah kompleks <strong>Puri Ubud</strong>. Sedangkan kuliner halal tentu ada <em>dong</em>… Bebek Bengil yang rasanya tak perlu diragukan lagi nikmatnya dan ada juga Warung Makan Nasi Campur Bu Mangku di Kadewatan layak dicoba…</p>
<p>Bila kota Ubud mampu, kota lain seharusnya bisa ya..?</p>
<p><em>(Diolah dari berbagai sumber, kompas.com, vibizdaily.com, wikipedia.org)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[download] Jangan Menyerah - d'masiv]]></title>
<link>http://bungakehidupan2.wordpress.com/2010/02/05/download-jangan-menyerah-dmasiv/</link>
<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 15:33:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>life learner</dc:creator>
<guid>http://bungakehidupan2.wordpress.com/2010/02/05/download-jangan-menyerah-dmasiv/</guid>
<description><![CDATA[sebuah lagu inspiratif &#8230; tentang arti sebuah TEKAD, SEMANGAT, NEVER GIVE UP &#8230; download m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>sebuah lagu inspiratif &#8230; tentang arti sebuah <strong>TEKAD, SEMANGAT, NEVER GIVE UP &#8230;</strong></p></blockquote>
<p><a href="http://www.4shared.com/get/116201810/8e982760/DMasiv_-_Jangan_Menyerah__clea.html">download mp3 &#8211; Jangan Menyerah</a></p>
<p><a href="http://bungakehidupan2.files.wordpress.com/2010/02/never-give-up.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-19" title="never-give-up" src="http://bungakehidupan2.files.wordpress.com/2010/02/never-give-up.jpg?w=119&#038;h=105" alt="" width="119" height="105" /></a>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Kita pasti pernah<br />
Dapatkan cobaan yang berat<br />
Seakan hidup ini<br />
Tak ada artinya lagi<!--more--><br />
Reff 1:<br />
Syukuri apa yang ada<br />
Hidup adalah anugerah<br />
Tetap jalani hidup ini<br />
Melakukan yang terbaik</p>
<p>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Back to Reff 1</p>
<p>Reff 2:<br />
Tuhan pasti kan menunjukkan<br />
Kebesaran dan kuasanya<br />
Bagi hambanya yang sabar<br />
Dan tak kenal Putus asa</p>
<p>Back to Reff 1<br />
Back to Reff 2</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/mTp-OxfkCao&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/mTp-OxfkCao&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[(bukan)sekedar coretan 2]]></title>
<link>http://yanuardhiabe.wordpress.com/2010/02/05/bukansekedar-coretan-2/</link>
<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 04:10:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>abe</dc:creator>
<guid>http://yanuardhiabe.wordpress.com/2010/02/05/bukansekedar-coretan-2/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://yanuardhiabe.files.wordpress.com/2010/02/3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-286" title="3" src="http://yanuardhiabe.files.wordpress.com/2010/02/3.jpg?w=476&#038;h=355" alt="hidup" width="476" height="355" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jodoh]]></title>
<link>http://abughalib.wordpress.com/2010/02/05/jodoh/</link>
<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 02:43:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>abughalib</dc:creator>
<guid>http://abughalib.wordpress.com/2010/02/05/jodoh/</guid>
<description><![CDATA[Asam di gunung garam di laut, bertemu jua dalam belanga… Kurang lebih seperti itulah kalimat yang me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://abughalib.files.wordpress.com/2010/02/jodoh.jpg"><img src="http://abughalib.files.wordpress.com/2010/02/jodoh.jpg?w=300&#038;h=225" alt="jodoh" title="jodoh" width="300" height="225" class="size-full wp-image-359" /></a><br />
Asam di gunung garam di laut, bertemu jua dalam belanga…</p>
<p>Kurang lebih seperti itulah kalimat yang menggambarkan tentang pasangan yang berjodoh, suatu saat pasti akan bertemu, tak peduli mereka terpisahkan oleh jarak dan waktu.</p>
<p>Entah mengapa saya tiba2 teringat akan teman lama ketika masih di bangku sekolah 12 tahun lalu. Posting ini adalah inspirasi dari teman saya itu, bukan karena dia memiliki keistimewaan tertentu, melainkan perjalanan untuk menemukan jodohnya itulah yang saya anggap unik dan cukup membuat saya terpaksa bangun tengah malam untuk menulis. Masalahnya kalau nggak langsung ditulis bisa2 lupa lagi, lumayan buat upddate blog.</p>
<p>Memang, ada 1001 macam jalan orang untuk menemukan jodohnya, mulai dari yg menyedihkan seperti kisah Siti Nurbaya, yg lucu, yg berliku, yg simple, hingga yg biasa2 saja.</p>
<p>Kembali ke cerita teman saya. Waktu kami masih di STM Parepare dulu, hobi saya adalah merakit radio FM untuk alat komunikasi dua arah. Singkat cerita teman saya yg beda jurusan itu ternyata tertarik untuk mencoba radio hasil karya saya. Nah, saat <em>on air</em> dengan radio itulah ia berkenalan dengan seorang wanita yang bersuara merdu sangat, cukup menghipnotis para <em>breakers</em> (sebutan untuk pengguna radio) khususnya teman saya itu.</p>
<p>Waktu terus berjalan, iapun semakin akrab dengan wanita tersebut. Suatu ketika mereka memutuskan untuk kopi darat, merekapun sama2 jatuh cinta pada pandangan pertama hingga teman saya terpaksa berhenti sekolah demi menikahi wanita itu yg konon sudah dikejar2 pria lain.</p>
<p>Cerita lain dialami oleh saudara sepupu saya sendiri. Gara2 telepon salah sambung justeru membuat cintanya tersambung dengan seorang pria yg tak dikenal sebelumnya hingga membawa mereka ke pelaminan beberapa bulan lalu.</p>
<p>Lalu ada lagi teman saya yang mengukir kisah panjang, berliku dan melelahkan dalam memperjuangkan cintanya. Mulai saat ia nekat berkenalan dengan calon mertuanya pada saat itu dimana calon istrinya masih duduk di bangku kelas dua SMA, (katanya) waktu itu tempat duduk belum juga panas karena diduduki olehnya, si calon mertua malah dengan terang2an tanpa menggunakan bahasa sindiran, mempersilakan ia untuk pulang dan jangan pernah kembali lagi. Namun karena sudah nekat, iapun tidak menghiraukan sikap calon mertuanya. Hingga jika dihitung2 (katanya), tidak kurang dari 100 kali ia diusir paksa oleh calon mertuanya. Dan berkat keteguhannya, saat ini mereka telah dikaruniai 2 buah hati hasil pernikahan dengan istrinya itu.</p>
<p>Kemudian ada cerita lucu, kalau yang ini bukan teman saya tapi temannya teman saya. Gara2 barang belanjaan tertukar di sebuah pusat perbelanjaan, akhirnya Si Pria dan Si Wanita bertemu dimana sebelumnya mereka sama2 kesal, marah, geram, jengkel, kecewa dst selama sekian jam, walaupun sebenarnya belum diketahui secara pasti siapa yang salah dan siapa yang benar. Namun setelah bertemu pandang mereka justru sama2 jatuh hati dan menikah setelah sekian bulan berkenalan.</p>
<p>Di lain waktu, tempat dan pelaku, tentunya masih banyak cerita lain yang berbeda. Ada jodoh berawal dari cinta lokasi, karena terpaksa, karena kasihan, karena materi, karena nggak laku2 atau karena nggak ada pilihan lain, hehehe&#8230;</p>
<blockquote><p>Jangan sekali2 menggunakan istilah “cinta ditolak dukun bertindak” Di dunia boleh senang tapi di akhirat nanti hasil yang diperoleh pasti sesuai dengan amal perbuatan. Bagi yang sudah terlanjur menempuh jalur hitam seperti itu, segeralah bertaubat! So, once again, don’t try this at home&#8230;!</p></blockquote>
<p>Bagaimana dengan Anda? Boleh dong share tentang jalan cerita menemukan jodoh masing2?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
