<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>jadi-bos &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/jadi-bos/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "jadi-bos"</description>
	<pubDate>Sat, 18 May 2013 14:43:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[LATAR BELAKANG PANDANGAN SOSIOLOGI TERHADAP SEKOLAH GRATIS]]></title>
<link>http://sharingkuliahku.wordpress.com/2011/10/26/latar-belakang-pandangan-sosiologi-terhadap-sekolah-gratis/</link>
<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 17:56:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>belajarterus1</dc:creator>
<guid>http://sharingkuliahku.wordpress.com/2011/10/26/latar-belakang-pandangan-sosiologi-terhadap-sekolah-gratis/</guid>
<description><![CDATA[Sesuai dengan UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang mengamanatkan bahwa setiap warga Negara yang ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY">Sesuai dengan UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang mengamanatkan bahwa setiap warga Negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Dalam pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar ( SD dan SMP ) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.</p>
<p align="JUSTIFY">Sejalan dengan undang-undang tersebut, pemerintah tela mengadakan program BOS yang dimulai sejak bulan Juli 2005. program tersebut telah mampu menuntaskan wajib belajar 9 tahun, hal ini dibuktikan bahwa pada tahun 2009 Angka Partisipasi Kasar (APK) telah mencapai 98,11%. Mulai tahun 2010 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi dari program. Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Secara khusus program BOS bertujuan untuk menggratiskan seluruh siswa SD negeri dan SMP negeri dari biaya operasi sekolah, kecuali RSBI dan SBI; menggratiskan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta; meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.</p>
<p align="JUSTIFY">Dengan adanya program BOS diharapkan anak-anak Indonesia mampu mengenyam pendidikan dasar minimal 9 tahun. Sehingga mutu pendidikan di negara kita bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Pelaksanaan dan pengelolaan dana BOS harus dilakukan dengan tepat, akuntabel dan penuh tanggung jawab. Tim manajemen BOS harus mampu mengelola dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.</p>
<p align="JUSTIFY">
<p align="JUSTIFY">Selain itu, masyarakat juga harus mengetahui dan mengawasi pelaksanaan program BOS. Namun pada umumnya pandangan mereka terhadap sekolah gratis / program BOS seakan tidak secara jelas mengetahui tujuan dan pelaksanaan BOS. Ketidakpedulian para orang tua itu disebabkan oleh beberapa hal: 1) mereka merasa sudah melaksanakan kewajiban, yakni memberi hak anak untuk mendapat pendiikan di sekolah sehingga mengetahui seluk beluk BOS bukanlah kewajiban 2) kesibukan kerja yang enggan menanyakan sesuatu yang mereka anggap bukan persoalan krusial. 3) pihak sekolah tidak pernah mendorong orang tua dalam setiap kesempatan untuk ikut mengontrol pemanfaatan BOS. Padahal seharusnya orang tua bisa berparisipasi dalam JADI BOS ( Jalani, Awasi, Diskusikan Bantuan Operasional Sekolah ).</p>
<p align="JUSTIFY">Tujuan dari program BOS adalah menggratiskan seuruh siswa SD negeri dan SMP negeri dari biaya operasi sekolah, namun pada kenyataannya siswa masih diharuskan membeli buku LKS, membayar sumbangan pembangunan, seragam sekolah, alat tulis dan lain-lain. Banyak sekolah yang menarik biaya sumbangan per bulan yang diatasnamakan komite sekolah. Jadi sekolah itu memang tidak mutlak gratis. Oleh sebab itu penulis ingin mengangkat judul makalah “Pandangan Sosiologis terhadap Sekolah Gratis”.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biarkan Anakku Jadi Kuli !!]]></title>
<link>http://uwinarno.wordpress.com/2008/11/28/biarkan-anakku-jadi-kuli/</link>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 09:24:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>uwinarno</dc:creator>
<guid>http://uwinarno.wordpress.com/2008/11/28/biarkan-anakku-jadi-kuli/</guid>
<description><![CDATA[Suatu Statement yang bertolak belakang dari kata-kata ayah saya (yang juga seorang karyawan),”Lebih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu Statement yang bertolak belakang dari kata-kata ayah saya (yang juga seorang karyawan),”Lebih]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadi Bos... ]]></title>
<link>http://bopswave.wordpress.com/2007/08/14/jadi-bos/</link>
<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 01:32:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>bopswave</dc:creator>
<guid>http://bopswave.wordpress.com/2007/08/14/jadi-bos/</guid>
<description><![CDATA[Hari yang cerah, matahari pagi menyinari kamarku dan membangunkan tidurku. Beberapa pikiran sisa kem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari yang cerah, matahari pagi menyinari kamarku dan membangunkan tidurku. Beberapa pikiran sisa kemarin mulai lagi hinggap menggerayangi pagi ini. Well, life is full with thoughts&#8230; at least for me.</p>
<p>Setelah mencoba lagi mencari seorang kandidat untuk karyawan astudio, dengan membuat iklan koran yang ditanggapi dengan serius oleh beberapa orang, saya mulai menerima setidaknya sekitar 15-20 pelamar&#8230; entahlah saya tidak hitung lagi berapa. Beberapa orang lebih tua daripada saya, umurnya ada yang 33 tahun, 35 tahun&#8230; Saya jadi berpikir, kok mereka masih mencari kerja ya?</p>
<p>Aneh juga. Sedangkan saya kok membuat pekerjaan. Beda kali ya? Hehe.. Nampaknya seperti situasi yang harus saya sendiri lihat dengan seksama. Baiklah, saya mungkin masih 28 tahun, tapi saya sudah jadi bos kan? Well, setidaknya bos kecil gitu loh.</p>
<p>Jadi saya berpikir ntuk mengambil salah satu mereka jadi karyawan. Adik kelas saya ada beberapa. Mereka ini fresh graduate. Saya jadi ingat waktu saya fresh graduate dulu. Bukannya cari kerjaan, saya justru pontang-panting bikin kerjaan sendiri. Lari sana lari sini, hanya agar saya dapat koneksi dengan bisnis saya.</p>
<p>Tapi bukannya mau nyombong lho, dan saya juga nggak mau klo diri saya jadi sombong. Saya bisa beli benda-benda, kendaraan, gaya hidup yang saya dulu ingiiiiin sekali. Well saya ingin bagi sedikit rahasia ya&#8230; Sekalipun dapet semua itu, saya belum merasa puas juga. pengen lagi dan lagi.</p>
<p>Mungkin ini yang dinamakan manusia tidak pernah puas.</p>
<p>NB: Oh ya, bukuku yang baru berjudul &#8216;Inspirasi rumah sehat di perkotaan&#8217; diberitahu oleh penerbit sudah diterbitkan dan mereka baru kirim sample ke aku kemarin. Wah, harap2 cemas seperti apa buku itu jadinya. Mungkin hari ini atau besok sample buku itu datang. Pastilah saya share dengan Anda.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
