<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>jalan-raya &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/jalan-raya/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "jalan-raya"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 01:44:39 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Doakan Adibah Tabah]]></title>
<link>http://lydecker86.wordpress.com/2009/11/29/doakan-adibah-tabah/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:24:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Raihan_Alot</dc:creator>
<guid>http://lydecker86.wordpress.com/2009/11/29/doakan-adibah-tabah/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah.. Dari Allah kita datang. Kepada Allah jua kita kembali. Menerima makluman dari Adil, keti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah.. Dari Allah kita datang. Kepada Allah jua kita kembali. Menerima makluman dari Adil, keti]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Idealisme di Persimpangan]]></title>
<link>http://zaynet.wordpress.com/2009/11/05/idealisme-di-persimpangan/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 11:13:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Zainudin Idris</dc:creator>
<guid>http://zaynet.wordpress.com/2009/11/05/idealisme-di-persimpangan/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini, Kamis 05 Nopember 2009, seperti biasanya dengan sepeda motor saya berburu waktu menuju tem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pagi ini, <strong><span style="color:#0000ff;">Kamis 05 Nopember 2009</span></strong>, seperti biasanya dengan sepeda motor saya berburu waktu menuju tempat mengajar di <strong><span style="color:#0000ff;">SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin</span></strong> Jakarta Timur. <span style="color:#ff0000;">Baca Lengkap? </span><!--more--><br />
Seperti biasanya juga di jalan raya kota Jakarta berburu dengan kemacetan, ketergesaan dan kekacauan.<br />
Bukan sekali memang, kejadian pengendara saling serobot seenaknya, baik motor maupun mobil. Tapi kali ini membuat hati ragu untuk &#8220;istiqomah&#8221; dalam kebaikan dan keteraturan.<br />
Betapa tidak? di suatu perempatan jalan raya, seperti biasanya sebagian besar sepeda motor berburu sedekat mungkin dengan lampu merah di perempatan. Kontan saja ini membuat sepeda motor &#8220;menguasai&#8221; penuh perempatan dan tampak terlihat menggelembung di perempatan. Tak perduli ada polisi atau tidak, itulah yang terjadi hampir setiap hari.<br />
Pada saat lampu di bagian saya berhenti di perempatan masih menyala merah, karena bagian lain mulai agak berkurang kendaraan yang lewat, praktis sebagian sepeda motor curi-curi kesempatanm untuk menerobos. Satu dua motor sudah kabur menerjang lampu merah. Begitu ada kesempatan lagi, melajulah beberapa motor lagi. Begitulah seterusnya.<br />
Dan, persis pada saat ruas sebelah kiri mulai bergerak sesuai bagiannya ke arah kanan seberang kami, maka suasana di depan tentu kosong kendaraan dari berbagai arah. Tak pelak, situasi itu dimanfaatkan sebagian besar kendaraan dari arah kami bergerak maju, hampir semuanya bergerak.<br />
Tinggal saya dalam kegalauan pada saat klakson kendaraan di belakang berbunyi kencang meminta saya ikut bergerak juga walaupun sebenarnya belum waktu atau bagiannya.<br />
Sumpah serapah terdengar pada saat saya tetap diam tidak bergerak. &#8220;Goblok, maju dong!!!&#8221; begitu teriaknya. Bahkan, karena saya tidak juga beranjak, pengendara lain lebih kasar lagi membentak, &#8220;Hei, congek apa ya? maju dong&#8230;!!!&#8221;.<br />
Bersyukur, di sebelah kanan saya juga masih tetap diam tidak ikutan bergerak maju memenuhi perempatan yang sudah sangat semrawut. Terdengar dari nada suaranya, sepertinya beliau sudah cukup berusia, mungkin sekitar 50-an tahun.<br />
Ujarnya, &#8220;Yah beginilah Mas bangsa kita. Hampir semuanya tak peduli dengan keselamatan apalagi aturan lalu lintas. Semua hanya memikirkan diri sendiri, yang penting dirinya dapet, cepet. Tidak peduli orang lain dirugikan atau membahayakan keselamatan&#8221;.<br />
Katanya lagi, &#8220;Kadang mereka suka ada yang bilang, ngapain taat ama peraturan segala. Emangnya kalo telat kerja, trus dipecat, polisi atau orang lain mau nolongin kita? Udah, kalo ada kesempatan cabut aja. Wong para pejabat di atas aja nggak ada yang bisa dicontoh. Kita yang taat malahan rugi tau?&#8221;<br />
Masya Allah, haruskah saya juga berpendapat seperti itu? Semakin kita berusaha mengikuti aturan, justru semakin dipinggirkan, semakin ditinggalkan dan semakin dirugikan orang lain. Rugi sendiri jadinya.<br />
Wah, idealismeku tertantang di persimpangan. Akankah bertahan dan ditinggalkan? ataukah ikut arus dan mulus &#8230;..?<br />
Bagaimana dengan Anda ???</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE CITY: UU baru, belok kiri langsung = 250.000]]></title>
<link>http://asputhcomment.wordpress.com/2009/11/01/the-city-uu-baru-belok-kiri-langsung-250-000/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 11:56:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>asputhcomment</dc:creator>
<guid>http://asputhcomment.wordpress.com/2009/11/01/the-city-uu-baru-belok-kiri-langsung-250-000/</guid>
<description><![CDATA[bagi temen &#8211; temen pengguna kendaraan pribadi, pasti sudah cukup jamak mendengar istilah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img alt="" src="http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/belok_kiri_mengikuti_isyarat.jpg" class="alignnone" width="387" height="580" /><br />
bagi temen &#8211; temen pengguna kendaraan pribadi, pasti sudah cukup jamak mendengar istilah &#8220;belki bolang&#8221;, atau yang berarti &#8220;belok kiri boleh langsung.<br />
istilah ini kerap digunakan disaat kita bermaksud untuk berbelok kekiri pada suatu persimpangan jalan.<br />
tapi, dalam beberapa waktu kedepan, kemungkinan kita ga akan lagi mendengar istilah tersebut karena akan digantikan oleh istilah baru, &#8220;belki tabolang&#8221;. belok kiri tidak boleh langsung. hahaha&#8230; cape juga ya maen singkatan &#8211; singkatan, tapi itu yang bakal terjadi. peraturan lama &#8220;belki bolang&#8221; yang diatur dalam UU no. 14 1992 itu bakal digantikan oleh UU no. 22 2009 pasal 12. yang melarang kendaraan untuk belok langsung kekiri di persimpangan jalan. dengan kata lain, jika kita biasanya belok kiri langsung tanpa perduli lampu jalan, kali ini kita harus menunggu hingga lampu hijau nyala, baru kita belok.<br />
repot? , mungkin, tapi jangan coba &#8211; coba menerobos, sial &#8211; sial temen &#8211; temen bisa kena denda rp. 250.000. lumayan kan uang segitu.<br />
emang si, gw juga yakin peraturan itu dibuat <del datetime="2009-11-01T11:47:11+00:00">untuk dilanggar </del>karena ada maksud tertentu. dalam konteks ini, mungkin ditujukan untuk meminimalisir kecelakaan yang melibatkan pihak pejalan kaki yang menyebrang. tapi ada hal yang selalu jadi masalah setiap ada peraturan baru, sosialisasi. mungkin banyak orang yang bahkan sama sekali belom tau soal peraturan ini, padahal peraturan ini sendiri udah disahkan pada bulan juni 2009 lalu, JRENG JRENG JRENG&#8230;.kmana aja atuh neng&#8230; hehehe. jadi kalo tiba &#8211; tiba kita ditilang, siapa yang salah? kalau pun kita udah tau dan berhenti, mungkin kendaraan dibelakang yang belum tau, ujung &#8211; ujungnya kita diklaksonin dan bahkan dimaki &#8211; maki (masa iya dipuji &#8211; puji).<br />
ya perkara sosialisasi itulah yang harus diperhatikan. jangan cuma mengandalkan media massa dan event off air aja, karena lebih banyak orang yang ga perduli untuk merhatiin hal yang seperti itu dibanding yang merhatiin. pihak yang berwenang udah sepatutnya mempersiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan, semisalnya rambu &#8211; rambu. kalo emang rambu &#8211; rambu masih dirasa kurang, mungkin perlu dibuatin lampu khusus, itu loh, yang biasanya suka ada lampu bentuk panah kekanan, sekarang buat aja yang kekiri. walau pun tentunya, makan duit rakyat lagi. hehehe.<br />
yah pokonya, gw menghimbau (cieh bahasanya&#8230;) temen &#8211; temen untuk lebih ati &#8211; ati. lumayan lo duit segitu, mending buat ngopi dibandingkin buat ngasih kepolisi. oh ya satu lagi, denda serupa juga berlaku buat mobil yang peralatan pertolongan pertama, kaya dongkrak, kunci roda, dan lain &#8211; lainnya ga lengkap. HAHAHA, rempong deh lo ciiinnn&#8230;&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UU Nomor 22 tahun 2009]]></title>
<link>http://ordinaryhomebase.wordpress.com/2009/10/31/uu-nomor-22-tahun-2009/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 16:42:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://ordinaryhomebase.wordpress.com/2009/10/31/uu-nomor-22-tahun-2009/</guid>
<description><![CDATA[Tabel denda tilang yang terbaru alias tahun 2009. Tabel ini dibuat berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tabel denda tilang yang terbaru alias tahun 2009. Tabel ini dibuat berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bagi temen-temen yang tidak mau kena tilang ada baiknya untuk memperhatikan dan menghafal pasal demi pasal. Tapi saya menyayangkan sifatnya yang kurang spesifik. Karena hal ini dapat mengundang kontroversi dan kebingungan di kemudian hari.<!--more--></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-317" title="UU no.22 tahun 2009" src="http://ordinaryhomebase.wordpress.com/files/2009/10/uu-no-22-tahun-2009.gif" alt="UU no.22 tahun 2009" width="413" height="547" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-318" title="UU no.22 tahun 2009 II" src="http://ordinaryhomebase.wordpress.com/files/2009/10/uu-no-22-tahun-2009-ii.gif" alt="UU no.22 tahun 2009 II" width="412" height="532" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-319" title="UU no.22 tahun 2009 III" src="http://ordinaryhomebase.wordpress.com/files/2009/10/uu-no-22-tahun-2009-iii.gif" alt="UU no.22 tahun 2009 III" width="419" height="545" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-320" title="UU no.22 tahun 2009 IV" src="http://ordinaryhomebase.wordpress.com/files/2009/10/uu-no-22-tahun-2009-iv.gif" alt="UU no.22 tahun 2009 IV" width="408" height="221" /></p>
<p>&#160;</p>
<p>klo ga keliatan di save aja dulu gambarnya gan&#8230; itu udah maksimal penampakannya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sarip Dol dan Samdol]]></title>
<link>http://fndrocka.wordpress.com/2009/10/31/sarip-dol-dan-samdol/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 00:00:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>fndrocka</dc:creator>
<guid>http://fndrocka.wordpress.com/2009/10/31/sarip-dol-dan-samdol/</guid>
<description><![CDATA[Petang semalam, dalam perjalanan sorang-sorang pulang dari CC.  2 bijik motosikal sedang menuju ke a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Petang semalam, dalam perjalanan sorang-sorang pulang dari CC.  2 bijik motosikal sedang menuju ke arah bertentangan aku. Betul-betul di simpang jalan.</p>
<p>Sebijik motor bagi signal ke kiri, tapi jalan terus. Sebijik lagi tak bagi signal, pastu belok ke kiri.</p>
<p><strong>Ni pun dikira tanda-tanda kiamat jugak ke?</strong></p>
<p>gampang..</p>
<p>notakaki:aku pergi CC sebab internet aku dah kena block akibat belum melunaskan bil.keyboard di CC  macam puaka..bunyi ketuk-ketak tak boleh blah..dah macam typewriter,kang aku bawa keyboard sendiri dorg kecik hati lak</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Shell Kenalkan Keselamatan Jalan Raya pada Anak-anak]]></title>
<link>http://rajufebrian.wordpress.com/2009/10/24/shell-kenalkan-keselamatan-jalan-raya-pada-anak-anak/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 13:18:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>rajufebrian</dc:creator>
<guid>http://rajufebrian.wordpress.com/2009/10/24/shell-kenalkan-keselamatan-jalan-raya-pada-anak-anak/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta, 24 Oktober 2009 - Sebanyak 160 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) dari 5 wilayah kota di DK]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/10/24-10-shell-01.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Jakarta, 24 Oktober 2009 -</strong> Sebanyak 160 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) dari 5 wilayah kota di DKI Jakarta mengikuti kompetisi &#8220;Shell Road Safety Competition Week 2009&#8243; yang diadakan oleh PT Shell Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan di Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara, Cibubur mulai 19 &#8211; 31 Oktober 2009 ini dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, yang diwakili oleh Taufik Yudi Mulyanto, selaku Kepala Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta, didampingi oleh Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia Darwin Silalahi, serta Direktur Lalu Lintas Polri Brigjen (Pol) Djoko Soesilo.</p>
<p><!--more-->Dalam sambutannya Fauzi Bowo mengatakan, &#8220;Kesadaran akan keselamatan dan keamanan berkendaraan ini memang harus diterapkan sejak dini untuk merubah budaya berlalu lintas. Saya sangat mendukung kegiatan &#8216;Shell Road Safety Competition Week 2009 karena Jakarta merupakan kota metropolitan dan merupakan pintu gerbang Indonesia. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan, maka displin penggunaan jalan juga harus ditingkatkan.&#8221; </p>
<p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/10/24-10-shell-02.jpg" alt="" /></p>
<p>&#8220;Shell Road Safety Competition Week 2009&#8243; bertujuan untuk memotivasi siswa sekolah dasar untuk mengasah pengetahuan dan ketrampilan berlalu lintas. Dalam kompetisi ini, siswa akan berlomba menunjukkan kemampuannya bertata tertib di jalan yang telah dikondisikan mirip dengan jalan raya sebenarnya di Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara.  Kompetisi ini terdiri dari lima macam lomba, yaitu lomba mengendarai fun car, bersepeda tertib, pejalan kaki aman, mendongeng dan menggambar. </p>
<p>Kompetisi ini merupakan bagian dari program Shell Road Safety, yaitu sebuah program pendidikan keselamatan berkendara bagi pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN). Hingga kini, program yang telah dimulai sejak Juni 2008 ini  telah diikuti oleh hampir 3.000 siswa SDN kelas 4-6 di Jakarta. Program &#8220;Shell Road Safety&#8221; ini  merupakan salah satu dari kegiatan investasi sosial PT Shell Indonesia yang  mengambil tema &#8220;Think Safety, Act Safely&#8221; (Berpikir tentang keselamatan dan bertindak dengan selamat). </p>
<p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/10/24-10-shell-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Darwin Silalahi mengatakan, &#8220;Pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini agar mereka bisa menjadi agen perubahan budaya untuk saat ini maupun kelak ketika mereka beranjak dewasa. Program Shell Road Safety merupakan inisiatif PT Shell Indonesia untuk memberikan kontribusi secara aktif terhadap keselamatan dan keamanan berkendara, sehingga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya. Melalui kegiatan ini, Shell berharap para siswa SD menjadi agen perubahan budaya, tidak hanya dapat memahami rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkan disiplin dalam berlalu lintas dalam keseharian.&#8221;  </p>
<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI juga membagikan komik tentang disiplin berlalu lintas yang diterbitkan oleh Shell Indonesia kepada para siswa SD yang hadir. Komik yang dicetak hingga 10.000 kopi tersebut rencananya akan dibagikan kepada para siswa SD yang telah menerima pelatihan tentang keselamatan di jalan dari Shell. Komik yang bertajuk &#8220;Petualangan Tisa dan Aksa&#8221; merupakan upaya pendekatan yang dirasa efektif dalam menyampaikan pesan kepada para siswa. Ada dua maskot penting dalam komik ini yang sesuai dengan moto program, yaitu  Tisa, yang merupakan kepanjangan dari &#8220;Think Safety&#8221;, dan Aksa, yang merupakan kepanjangan dari &#8220;Act Safely&#8221;. </p>
<p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/10/24-10-shell-04.jpg" alt="" /></p>
<p>Selain komik, Shell juga menyelenggarakan safety riding secara rutin bersama komunitas otomotif dan mensosialisasikan keselamatan di SPBU sebagai bagian dari inisiatif road safety. Saat ini, Shell juga sedang membangun situs web tentang road safety yang akan diluncurkan Desember tahun ini. </p>
<p>&#8220;Saya senang sekali bisa ikut lomba tentang keselamatan di jalan ini. Saya berharap bisa menang, karena saya sudah mempersiapkan diri. Saya dan teman-teman banyak belajar disiplin berlalu lintas dari kegiatan &#8216;Road Safety&#8217; yang diadakan oleh PT Shell Indonesia. Saya senang karena jadi mengerti bagaimana menjaga keselamatan jika sedang berjalan kaki ke sekolah,&#8221; kata Trisya Livy Astari, murid SDN Sunter Agung 12 Pagi.</p>
<p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/10/24-10-shell-05.jpg" alt="" /></p>
<p>Trisya, yang hanyalah satu dari banyak murid SD berumur 9 hingga 12 tahun yang mengikuti kompetisi. Anak-anak yang telah mengikuti program Road Safety, sekarang tidak hanya mengenal rambu-rambu lalu lintas tetapi juga sudah tahu arti pentingnya berdisiplin berlalu lintas. </p>
<p>Direktur Lalu Lintas Polri Brigjen (Pol) Djoko Soesilo yang turut membuka acara Shell Road Safety Competition Week 2009 mengatakan, &#8220;Program pendidikan disiplin berlalu lintas yang terintegrasi ini sangat mendukung tugas kami selaku aparat pengatur ketertiban lalu lintas. Melalui program ini kami berharap akan terciptanya kerjasama yang lebih erat antar masyarakat sebagai pengguna jalan dengan polisi. Kami juga berharap terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas sesuai dengan UU no. 22 tahun 2009, karena masyarakat sudah sadar sejak usia dini tentang aturan dan peraturan berlalu lintas.&#8221;</p>
<p><img src="http://rajufebrian.wordpress.com/files/2009/10/24-10-shell-06.jpg" alt="" /></p>
<p>Berdasarkan data yang dilansir dari situs web Ditlantas POLDA Metro Jaya, pada tahun 2008 pelanggaran lalu lintas mencapai angka 272 ribu kasus dan menyebabkan sedikitnya 1.169 orang meninggal dunia. Jika kepedulian masyarakat akan keselamatan dan keamanan berkendara tidak terus digalakkan, maka angka kecelakaan ini dikhawatirkan akan terus bertambah. </p>
<p>Pendidikan disiplin berlalu lintas telah menjadi prioritas kegiatan sosial Shell. Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri, kegiatan pendidikan mengenai keselamatan dan keamanan berkendara yang telah dilakukan Shell telah berlangsung cukup lama, sehingga hampir semua warga negara yang sudah dewasa pernah mengikuti kegiatan pendidikan ini ketika mereka masih siswa. Di Singapura misalnya, sejak tahun 1958, kegiatan &#8220;Shell Traffic Games&#8221; telah melibatkan sekitar 65.000 siswa SD setiap tahunnya. Tidak hanya itu, materi mengenai keselamatan dan keamanan berkendara pun telah menjadi kurikulum yang diwajibkan di sekolah. Sementara itu di Malaysia, sejak diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 1957, &#8220;Shell Traffic Games&#8221; telah melibatkan sekitar 25.000 siswa SD setiap tahunnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hindari Macet Dengan GPS di Toko GPS]]></title>
<link>http://backrest.wordpress.com/2009/10/23/hindari-macet-dengan-gps-di-toko-gps/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 12:47:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>ompong6</dc:creator>
<guid>http://backrest.wordpress.com/2009/10/23/hindari-macet-dengan-gps-di-toko-gps/</guid>
<description><![CDATA[Pertunjukan raksasa elektronika yang berlangsung di Las Vegas menampilkan berbagai macam peralatan d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><br />
</strong></p>
<p>Pertunjukan raksasa elektronika yang berlangsung di Las Vegas menampilkan berbagai macam peralatan dahsyat di era teknologi yang akan datang.</p>
<p>Kurang lebih 20,000 teknologi dan gadget baru yang berasal dari 2,700 perusahaan akan terpajang di acara <strong>Consumer Electronics Show (CES) 2008</strong>.</p>
<p>Berikut ini akan kami paparkan gadget dan devices yang menarik perhatian serius pengunjung acara CES 2008.</p>
<p>GPS dengan dua arah koneksi internet. Tidak lagi dengan model lama, yang menggunakan koneksi point to point. Pada alat GPS yang terpasang dimobil sedang dikembangkan dengan berbagai macam future teknolog untuk melihat jenis gps lainnya anda bisa cek di <a href="http://tokogunapris.com/">toko gps</a>i.</p>
<p>Pada pameran CES 2008, future yang sudah ditambahkan antara lain download film, mencari tempat parkir dan menghindari kemacetan lalu lintas.</p>
<p><strong>Dash Navigation</strong>, perusahaan yang telah meluncurkan <strong>Dash Express </strong>yang dapat menjadi tools handal dalam menangani kemacetan lalu lintas.</p>
<p>Alat ini mampu menerima data kondisi lalu-lintas secara real time berdasarkan beberapa sumber berbeda, juga dapat menerima dari alat yang sama yang terpasang di mobil lain.</p>
<p>Hasilnya, masing-masing alat yang terpasang di mobil bekerja sebagai sensor lalu-lintas yang langsung mengirimkan status lalu lintas langsung ke jaringan internet, ada baiknya anda melihat jenis gps di <a href="http://tokogunapris.com/">toko gps</a>.</p>
<p>Perusahaan pengelola selanjutnya mengkalkulasi kondisi terakhir lalu lintas dan memberikan saran untuk rute alternatif jika terdapat kemacetan lalu-lintas.</p>
<p>Dengan kolaborasi dengan Yahoo, sehingga pemakai dapat mencari via web untuk tempat bahan bakar yang termurah.</p>
<p>Untuk dapat menikmati layanan ini hanya membayar US $ 10 per bulan.</p>
<p>Sumber pic : bbcnews.com</p>
<p>http://vibizlife.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Solusi Kemacetan di Jakarta]]></title>
<link>http://belajarcepatefektif.wordpress.com/2009/10/23/solusi-kemacetan-di-jakarta/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 12:37:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>kusut66</dc:creator>
<guid>http://belajarcepatefektif.wordpress.com/2009/10/23/solusi-kemacetan-di-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[Pertunjukan raksasa elektronika yang berlangsung di Las Vegas menampilkan berbagai macam peralatan d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><br />
</strong></p>
<p>Pertunjukan raksasa elektronika yang berlangsung di Las Vegas menampilkan berbagai macam peralatan dahsyat di era teknologi yang akan datang.</p>
<p>Kurang lebih 20,000 teknologi dan gadget baru yang berasal dari 2,700 perusahaan akan terpajang di acara <strong>Consumer Electronics Show (CES) 2008</strong>.</p>
<p>Berikut ini akan kami paparkan gadget dan devices yang menarik perhatian serius pengunjung acara CES 2008.</p>
<p>GPS dengan dua arah koneksi internet. Tidak lagi dengan model lama, yang menggunakan koneksi point to point. Pada alat GPS yang terpasang dimobil sedang dikembangkan dengan berbagai macam future teknolog untuk melihat jenis gps lainnya anda bisa cek di <a href="http://tokogunapris.com/">toko gps</a>i.</p>
<p>Pada pameran CES 2008, future yang sudah ditambahkan antara lain download film, mencari tempat parkir dan menghindari kemacetan lalu lintas.</p>
<p><strong>Dash Navigation</strong>, perusahaan yang telah meluncurkan <strong>Dash Express </strong>yang dapat menjadi tools handal dalam menangani kemacetan lalu lintas.</p>
<p>Alat ini mampu menerima data kondisi lalu-lintas secara real time berdasarkan beberapa sumber berbeda, juga dapat menerima dari alat yang sama yang terpasang di mobil lain.</p>
<p>Hasilnya, masing-masing alat yang terpasang di mobil bekerja sebagai sensor lalu-lintas yang langsung mengirimkan status lalu lintas langsung ke jaringan internet, ada baiknya anda melihat jenis gps di <a href="http://tokogunapris.com/">toko gps</a>.</p>
<p>Perusahaan pengelola selanjutnya mengkalkulasi kondisi terakhir lalu lintas dan memberikan saran untuk rute alternatif jika terdapat kemacetan lalu-lintas.</p>
<p>Dengan kolaborasi dengan Yahoo, sehingga pemakai dapat mencari via web untuk tempat bahan bakar yang termurah.</p>
<p>Untuk dapat menikmati layanan ini hanya membayar US $ 10 per bulan.</p>
<p>Sumber pic : bbcnews.com</p>
<p>http://vibizlife.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Jalan Raya Paling Berbahaya Di Dunia]]></title>
<link>http://ruparuparumpi.wordpress.com/2009/10/21/10-jalan-raya-paling-berbahaya-di-dunia/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 08:58:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>ruparuparumpi</dc:creator>
<guid>http://ruparuparumpi.wordpress.com/2009/10/21/10-jalan-raya-paling-berbahaya-di-dunia/</guid>
<description><![CDATA[apa yang menyebabkan sebuah jalan bisa dikatakan berbahaya? Mungkin dari keadaan disekitarnya, seper]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">apa yang menyebabkan sebuah jalan bisa dikatakan berbahaya? Mungkin dari keadaan disekitarnya, seperti jalurnya yang membahayakan, atau seringnya terjadi kecelakaan di area tersebut. Berikut ini adalah 10 jalanan paling berbahaya di seluruh dunia, yang dirangkum  oleh uk cars.com</p>
<h2>10) Grand Trunk Road di India<img class="alignnone" src="http://img2.travelblog.org/Photos/2461/110089/t/748258-Grand-Trunk-Road-0.jpg" alt="" width="300" height="225" /></h2>
<p style="text-align:justify;">GT, begitu nama panggilannya dibangun sekitar 500 tahun yang lalu untuk menghubungkan daerah timur dan barat india. Rudyard Kipling menyebut nya sebagai Sungai Kehidupan. Tapi bagi para pengemudi mobil, jalanan yang satu ini adalah sebuah mimpi buruk. GT mempunyai panjang sekitar 1159 mil dan dipenuhi oleh truk-truk besar dan bis-bis yang dikemudikan oleh supir-supir yang hampir tidak mempunyai sopan santun ketika berada dijalan. Bahkan mereka tidak mempedulikan keselamatan diri mereka sendiri, apalagi orang lain. Dan disana pula berdesakan pengendara sepeda motor, pejalan kaki, para salesman, atau pun seseorang yang bahkan ikut berdesakan dengan kereta sapinya, semakin menambah kerumitan GT ini.</p>
<h2>9) Patiopoulo &#8211; Perdikaki Road di Yunani<img class="alignnone" src="http://www.tuoitre.com.vn/Tianyon/Cache/Image/857/293857.jpg" alt="" width="400" height="280" /></h2>
<p style="text-align:justify;">Jalur yang menyulitkan dan berdebu terbentang dari Patiopulo menuju Perdikaki di daerah Agrafa Yunani. saah satu jalur sibuk ini dipenuhi oleh lubang-lubang dan bahkan kerikil-kerikil kecil yang yang licin. Selain itu lebarnya yang sempit juga menyulitkan para pengendara mobil. Selain itu jalan ini tidak memiliki jalur pemandu atau garis lalu lintas yang biasanya ada ditepi jalan. Kecelakaan sering terjadi di daerah ini pada malam hari.</p>
<h2> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> A44 di Inggris<img class="alignnone" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/be/A44_road.jpg" alt="" width="384" height="288" /></h2>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya sebagian besar jalur yang melintang dari Oxford di daerah selatan Inggris sampai ke Aberystwyth di Barat wales ini tidak terlalu bermasalah dan sangat mulus. Tapi justru di jalur 25 mil antara Leominster dan Worcester banyak terdapat sudut-sudut yang tak terlihat. Seperempat kasus kejadian kecelakaan disini melibatkan kendaraan bermotor roda 2. Dalam tahun tahun terakhir ini banyak kampanye yang menganjurkan tentang pengendalian kecepatan dan dimonitor secara ketat. Tapi tetap saja, rute ini memberikan sebuah sensasi tersendiri, yaitu was-was pada pengendara sepeda motor.</p>
<h2>7) Luxor-al Hurghada Road di Mesir<img class="alignnone" src="http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/00/18/3b/ac/hurghada-luxor-hurghada.jpg" alt="" width="330" height="247" /></h2>
<p style="text-align:justify;">jalan raya paling berbahaya di mesir ini menghubungkan 2 lokasi wisata sekaligus yaitu kota kuno Luxor di daerah selatan dan Hurghada, tempat yang biasa digunakan untuk pelatihan selam di daerah laut merah. Rute ini dikenal sebagai daerah yang penuh dengan kriminil dimana para pelancong sering dihadapkan pada ancaman perampokan dan pembajakan. Untuk menghindari hal-hal tersebut, pengemudi biasanya tidak menyalakan lampu mereka dimalam hari dan bisa diprediksi akibat apa yang akan diterima oleh para pengendara mobil di jalan ini.</p>
<h2>6) Cotopaxi Volcan di Ekuador<img class="alignnone" src="http://www.dirjournal.com/info/wp-content/uploads/2009/05/lyse3.jpg" alt="" width="384" height="288" /></h2>
<p style="text-align:justify;">jalur ini sepanjang 25 mil dan berdebu, salah satu jalur dari sekian banyak jalur berbahaya di ekuador. Menghubungkan antara Pan American Highway dan Cotopaxo Volcan NAtional Park yang menyediakan pemandangan gunung api yang menjadi salah satu gunung api teraktif didunia. Yang mengerikan dari jalur ini adalah banyaknya lubang. Tapi yang menjadi pusat ketegangan ketika melewati jalur ini adalah ketika harus melewati jembatan yang ada disini. Kenapa bisa begitu? karena didaerah ini sering sekali terjadi banjir bandang, dan sering terjadi disini adalah dalam artian yang sesungguhnya dimana banjir bandang bahkan terjadi ketika hujan gerimis turun. dan banjir inilah yang menjadi ancaman terbesar.</p>
<h2>5) Coastal Roads di Kroasia<img class="alignnone" src="http://www.dirjournal.com/info/wp-content/uploads/2009/04/highway8.jpg" alt="" width="420" height="279" /></h2>
<p style="text-align:justify;">Jalur ini mempunyai lebar yang sempit dan lingkungan alam yang sering membingungkan, selain itu kurang tanda lalu lintas. Bagi para turis hal ini sangat mengerikan ketika ditambah dengan kelakuan para pengemudi kroasia yang sering mengebut. Pemandangan sekitar jalur ini memang mengagumkan, tapi sebaiknya ketika melintasi jalur ini, kita harus tetap fokus pada jalur yang kita lewati, jangan meleng.</p>
<h2>4) Pan American Highway di Costa Rica<img class="alignnone" src="http://www.roadtransport.com/blogs/big-lorry-blog/Pic%204.jpg" alt="" width="426" height="312" /></h2>
<p style="text-align:justify;">The Pan American Highway adalah jalur mobil terpanjang didunia, membentang sekitar 30 ribu mil dari alaska hingga ke daerah yang lebih rendah di Amerika Selatan. Beberapa titik di jalur ini bisa sedikit menipu, tapi bagian yang paling terkenal dijalur ini adalah Cerro de La Muerte, gunung tinggi yang melintas dari San Isidro de El General hingga ke Cartago di Costa Rica. Sempit, berkelok, dan penuh dengan lubang dan belum lagi ditambah dengan potensi banjir dan tanah longsor. Dan arti dari Cerro de La Muerte adalah Bukit Kematian. Mengerikan bukan?</p>
<h2>3) Sichuan-Tibet Highway di China<img class="alignnone" src="http://solocybercity.files.wordpress.com/2009/07/sichuan-tibet-highway-china.jpg?w=399&#038;h=277" alt="" width="399" height="277" /></h2>
<p style="text-align:justify;">Cina mempunyai populasi penduduk yang paling luar biasa di dunia, tapi catatan angka kematian karena kecelakaan dijalan raya juga mengagetkan. Hampir setidaknya 100 ribu orang meninggal dunia di jalan raya di cina setiap tahun. Dimana ini artinya 1 orang meninggal setiap 5 menit. Dan faktanya justru daerah yang penduduknya lebih sedikit mempunyai angka kecelakaan paling besar. Pastinya ada jalur yang berbahaya disini yaitu jalur sepanjang 1240 mil sepanjang Sichuan hingga dataran tinggi Tibet, yang menyajikan setidaknya lebih dari sedosen gunung-gunung dengan ketinggian yang berbeda. Dan karena ketinggian inilah artinya anda harus mengemudi diantara awan-awan sekitar gunung dan masih ditambah dengan potensi terjadinya tanah longsor.</p>
<h2>2) BR-116 di Brazil<img class="alignnone" src="http://static.panoramio.com/photos/original/5238980.jpg" alt="" width="336" height="252" /></h2>
<p style="text-align:justify;">Jalan ini adalah jalan terpanjang kedua didunia yang membentang hampir sepanjang 1000 mil dari Porto Alegre hingga ke Rio de Janeiro Brazil. Jalur tengah yang panjangnya sekitar 250 mil dari Curitiba hingga So Paulo adalah jalur yang harus diwaspadai karena tingkat kecelakaannya yang tinggi. Secara resmi, jalan ini dijuluki sebagai Rodovia regis Bittencourt, yang oleh penduduk lokal menyebutnya dengan Rodovia de Morte yang artinya Jalan Kematian. JAlur yang licin, kondisi jalan yang memprihatinkan dan cuaca yang tidak menentu adalah salah satu ancaman pengendara mobil yang melintas di jalur ini.</p>
<h2>1) The North Yungas Road di Bolivia<img class="alignnone" src="http://www.flightsafrica.co.uk/blog_images/dangerous_road.jpg" alt="" width="480" height="319" /></h2>
<p style="text-align:justify;">Inilah jalanan yang paling berbahaya di dunia. Letaknya ada di Bollivia. North Yungas Road melintasi pegunungan Andes. Berputar dan berkelok sepanjang 45 mil dari La Paz to Coroico dengan jurang disekelilingnya. Yang unik adalah, anda akan menemukan banyak sekali kendaraan yang &#8220;terjun&#8221; ke dalamnya. Saat melewati jalan ini, pengemudi mobil harus berjibaku dengan kelokan-kelokan tajam, kendaraan lain yang berkecepatan tinggi, dan kabut-kabut yang sering muncul serta resiko terjadinya tanah longsor. Dimasa lalu sekitar 200 hingga 300 orang diperkirakan tewas tiap tahunnya saat melintasi jalur ini, tapi angkanya menurun drastis saat dibukanya jalur alternatif pada tahun 2006. Tapi perusahaan wisata menawarkan alternatif menantag bagi para pengemudi sepeda motor ekstrem yang ingin mencoba ketegangan jalur utara Yungas ini.</p>
<p>Mungkin masih banyak jalur menakutkan di bumi ini, bahkan di Indonesia sendiri, yang punya banyak jalan raya maut, yang terkenal karena jalurnya yang sering memakan korban jiwa pengendara kendaraan bermotor. Mengenali medan, kondisi kendaraan yang prima dan berhati-hati adalah salah satu cara untuk terhindar dari kecelakaan saat melewati jalur rawan kecelakaan.</p>
<p>Drive save, peoples,<br />
<span style="color:#ff0000;"><br />
<em><strong>XOXO,<br />
Toekang Roempi</strong></em></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Para "Pelupa" Di Jalan Raya]]></title>
<link>http://mysimpleplan.wordpress.com/2009/10/03/para-pelupa-di-jalan-raya/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:47:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>dellamartha &quot;kodel&quot;</dc:creator>
<guid>http://mysimpleplan.wordpress.com/2009/10/03/para-pelupa-di-jalan-raya/</guid>
<description><![CDATA[              Di sebuah perempatan di bagian timur kota Jogja pada suatu waktu begitu riuh dengan su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1> </h1>
<p>            Di sebuah perempatan di bagian timur kota Jogja pada suatu waktu begitu riuh dengan suara klakson kendaraan bermotor. Kendaraan dari arah utara terpaksa berhenti untuk memberi jalan kepada sebuah bis kota yang menerjang lampu merah dari arah barat. Walau para pengendara kendaraan yang berhak melaju di saat itu telah menghujani bis nakal tersebut dengan bunyi klakson dan segala macam sumpah serapah, sang supir bis tetap dengan tenangnya menjalankan bisnya secara perlahan-lahan. Bahkan si kernet bis yang bergelantungan di pintu berteriak-teriak sembari mengibas-ngibaskan tangannya seakan menghalau para pengendara yang dilanggar haknya.</p>
<p>            Kasus seperti ini telah menjadi makanan sehari-hari para pengguna jalan raya. Jika sedang beruntung, penerobos lampu merah dapat menghemat waktu perjalanannya dan sampai di tempat tujuan lebih awal. Namun jika sedang sial, penerobos harus merelakan beberapa lembar uang untuk membayar denda kepada pihak yang berwajib. Dan jika ia sedang sangat sial, nyawa bisa saja melayang karena kecelakaan yang amat mungkin ia alami. Ironis memang, pelanggar peraturan seringkali tak sadar kalau dirinya telah melakukan pelanggaran dan menganggapnya sebagai hal kecil yang tidak penting, atau bahkan  melakukannya sebagai suatu kebiasaan.</p>
<p>            Sebagai pihak yang dirugikan, rasa kesal pasti muncul ketika haknya dilanggar. Tapi apa daya, yang bisa dilakukan hanyalah menghadiahkan klakson dan sumpah serapah yang hanya menjadi angin lalu bagi mereka yang dihadiahi atau memilih untuk berpikir positif menganggap si pelanggar sedang ‘lupa’ kalau lampu menyala merah berarti harus berhenti.</p>
<p>            Selain mereka yang ‘lupa’ akan makna warna lampu lalu lintas, masih banyak orang-orang ‘pelupa’ lainnya yang sering kita temui di jalan raya. Ketika akan berbelok atau menyeberang, banyak yang ‘lupa’ menyalakan lampu sein atau reting. Begitu juga sehabis berbelok, banyak pengendara yang lupa mematikan lampu sein motornya. Yang lebih parah, terkadang kita jumpai di jalanan pada malam hari, motor yang melaju dengan kencang tanpa lampu. Mungkin lampu motor tersebut memang sedang tidak berfungsi, atau si pengendara ‘lupa’ kalau motornya dilengkapi dengan fasilitas lampu. Sangat berbahaya bagi pengendara lainnya karena keadaan jalanan di waktu malam tak jelas terlihat seperti ketika di siang hari.</p>
<p>            Terlalu munafik jika kita hanya menyoroti para ‘pelupa’ di atas kendaraan. Pejalan kaki pun banyak yang ‘lupa’ kalau fungsi zebra cross adalah untuk sarana penyeberangan, bukan sebagai lukisan yang memvariasi warna aspal jalan raya. Begitu juga dengan pedagang-pedagang kaki lima dan tukang-tukang parkir yang ‘lupa’ menempatkan sumber penghidupannya terlalu jauh dari trotoar sehingga memakan badan jalan yang otomatis dapat menyebabkan kemacetan dan mengganggu ketertiban  lalu lintas.</p>
<p>Satu sifat yang sangat manusiawi, lupa. Sederhana memang, namun sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengguna-pengguna jalan yang lain.  Kecelakaan-kecelakaan lalu lintas yang terjadi tak ayal disebabkan oleh ‘sifat-sifat pelupa’ para pengguna jalan raya. Penting bagi setiap pengguna jalan untuk menghilangkan sifat ‘pelupanya’ di jalan, termasuk lupa kalau bukan hanya kita satu-satunya orang yang memakai sarana umum ini.</p>
<p>Perlu untuk selalu mengingat bahwa tidak hanya diri kita sendiri saja yang memiliki keperluan untuk sampai secepat mungkin di tempat tujuan. Semua yang menggunakan jalan raya memiliki keperluan dan kepentingan yang sama dengan kita. Oleh karena itu akan lebih baik jika kita mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dalam berlalu lintas, sehingga tak akan lagi terjadi pelanggaran terhadap hak-hak orang lain, dan tak lagi terdengar raungan klakson beserta sumpah serapah di jalanan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Takkan Kemana mana - Petra.S]]></title>
<link>http://embun777.wordpress.com/2009/10/02/cinta-takkan-kemana-mana/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 10:50:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>embun777</dc:creator>
<guid>http://embun777.wordpress.com/2009/10/02/cinta-takkan-kemana-mana/</guid>
<description><![CDATA[BAHAYA SMS SAMBIL NYETIR..! Awas.. Bahaya banget ..!! SMS sambil nyetir.. Indonesia perlu mencontoh ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BAHAYA SMS SAMBIL NYETIR..! Awas.. Bahaya banget ..!! SMS sambil nyetir.. Indonesia perlu mencontoh ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENGGUNAAN HELM STANDAR DI KOTA MAKASSAR]]></title>
<link>http://jaringskripsi.wordpress.com/2009/09/24/penggunaan-helm-standar-di-kota-makassar/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 13:29:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>syekhu</dc:creator>
<guid>http://jaringskripsi.wordpress.com/2009/09/24/penggunaan-helm-standar-di-kota-makassar/</guid>
<description><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir-akhir ini pihak kepolisian cenderung gencar mengad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir-akhir ini pihak kepolisian cenderung gencar mengad]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara mengurangkan kemalangan raya ni]]></title>
<link>http://malaysiakuboleh.wordpress.com/2009/09/17/cara-mengurangkan-kemalangan-raya-ni/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 21:28:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>chips84</dc:creator>
<guid>http://malaysiakuboleh.wordpress.com/2009/09/17/cara-mengurangkan-kemalangan-raya-ni/</guid>
<description><![CDATA[Talipinggang keledar untuk mengurangkan kemalangan semasa musim perayaan. Boleh mengurangkan statist]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://kliks.my/senanghamil/" target="_blank"><img src="http://www.senanghamil.com/images/468x60.gif" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://jutawanklik.com?a_aid=e7461d23&#38;a_bid=ea0905ab"><img src="http://jutawanklik.com/affiliate/accounts/default1/banners/Lizah.gif" alt="" width="468" height="60" /></a><img style="border:0;" src="http://jutawanklik.com/affiliate/scripts/imp.php?a_aid=e7461d23&#38;a_bid=ea0905ab" alt="" width="1" height="1" /></p>
<p>Talipinggang keledar untuk mengurangkan <span style="font-weight:bold;">kemalangan semasa musim perayaan</span>. Boleh mengurangkan statistik <span style="font-weight:bold;">Ops Sikap ke 20</span>.<br />
:<br />
:<br />
:<br />
:<br />
:<br />
:<br />
:</p>
<p><img src="http://img4.imageshack.us/img4/7872/att00906.gif" alt="" /></p>
<p>Hehe jangan marah yer org pompuan, saja gurau tapi kadang-kadang ada logik juga kan? huhu</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lalu Lintas Jakarta Menjelang Hari Raya Idul Fitri]]></title>
<link>http://syhmic.wordpress.com/2009/09/14/lalu-lintas-jakarta-menjelang-hari-raya-idul-fitri/</link>
<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 08:30:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>syhmic</dc:creator>
<guid>http://syhmic.wordpress.com/2009/09/14/lalu-lintas-jakarta-menjelang-hari-raya-idul-fitri/</guid>
<description><![CDATA[Rata- rata pekerja baru libur atau berangkat untuk mudik ke kampung halaman tanggal 18 &#8211; 23 Se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rata- rata pekerja baru libur atau berangkat untuk mudik ke kampung halaman tanggal 18 &#8211; 23 September 2009. Akan tetapi, entah hanya sugesti atau memang seperti itu, lalu lintas Jakarta Senin ini cukup lancar, jadi terbayang ketika menjelang ataupun pas lebaran seharusnya lebih lengang daripada hari ini.</p>
<p>Seperti yang kita tahu tiket, karcis untuk mudik sudah sangat sulit didapatkan karena dari sebelum bulan puasa pun banyak orang yang sudah memesan dan membelinya.  Mari kita berharap semoga perjalanan mudik tahun ini bisa lebih nyaman, aman dan tertib sehingga para pemudik bisa kembali bertemu sanak saudara dan merayakan Idul Fitri bersama-sama.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FASTEN YOUR SIT BELT]]></title>
<link>http://mysoulni.wordpress.com/2009/08/29/fasten-your-sit-belt/</link>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 00:03:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>mysoulni</dc:creator>
<guid>http://mysoulni.wordpress.com/2009/08/29/fasten-your-sit-belt/</guid>
<description><![CDATA[MEMANG BETUL NI&#8230;last year, masa aku and umi aku excident di jalan telipok&#8230;masa tu hujan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/bZ2EKswyTao&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/bZ2EKswyTao&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>MEMANG BETUL NI&#8230;last year, masa aku and umi aku excident di jalan telipok&#8230;masa tu hujan renyai-renyai..depan kami hilux, belakang kami ada iswara and wira berderet sondol kami dari belakang..kami di lorong laju ok..so memang laju la&#8230;mau cepat lagi..but not too rushing&#8230;biasa punya jalanan di lorong laju&#8230; aku betul betul ingat kami selamat sebab memang kami sudah berhenti setengah meter dari hilux yang tiba-tiba berhenti (ada kereta kembara buat illegal u-turn di u-turn untuk masuk ke jalan kami.dia mau p jalan sebelah yang berlawanan arah (ada kali barang dia tetinggal di kk)ha-hah.tidak funny ok!!..) tu la hilux tu berhenti mengejut sebab kembara tu gustan2 pula di lorong laju&#8230;..adoi..apa la punya tidak berhemah!!&#8230;tapi, tipa-tiba kereta kami laju ke depan langar butt hilux yang tinggi&#8230;eit..kami bawa kancil ok!..and nasib baik me and my mum masa tu dan memang selalu pakai sit belt..kalau x&#8230;ntah-ntah pecah muka aku mencium cermin kereta yang retak melanggar hilux.. sedar ja dari terkejut..separuh kancil sudah berada di bawah hilux! eit&#8230;panic&#8230;and dupdapdupdap ndak berhenti&#8230;iswara di belakang tu ndak mau mengaku dia langgar kami ok&#8230;dia salahkan yang belakang kunun&#8230;thanx god..xda papa juga&#8230;but kereta sangat teruk depan belakang&#8230;n masa tu ada sesuatu yang berbahaya di blakang seat aku &#8212; tong gas baru isi..thanx god lagi sebab aku ndak letak gas tu di bonet..kalau ndak, nauzubillah&#8230;meletup kali satu telipok tu aaa&#8230;(lain kali jangan bawa tong gas if mau p mana-mana. beli and simpan terus di rumah)</p>
<p>mau sampai jam 11 juga mengurus itu ini&#8230;and time tu my dad ada seminar di KL..aku kol abi time tu&#8230;ndak tercakap bah&#8230;menangis jak&#8230;huhu..</p>
<p>mau seminggu juga sakit sakit badan..terhentak entah berapa kali bila kena hentam dari belakang&#8230;.and mau sebulan baru hilang trauma bila ja kena tekan pedal break..rasa mau teriak&#8230;ya Allah&#8230;syukur Alhamdulillah&#8230;masih dipanjangkan umur untuk lebih mengingat mati yang akan tiba bila-bila masa&#8230;</p>
<p>last week, ada aku terdengar tazkirah pendek..hotfm..&#8221;seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah&#8230;&#8221;bagaiman mendapatkan hati yang bersih???&#8221; Rasulullah menjawab..&#8221; ingat lah mati dan banyakkan membaca Al-Quran..&#8221; renung-renungkan dan selamat beramal&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UU LALU LINTAS NO.22 TH 2009]]></title>
<link>http://polsekpancoran.wordpress.com/2009/08/28/uu-lalu-lintas-no-22-th-2009/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 19:07:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>polsekpancoran</dc:creator>
<guid>http://polsekpancoran.wordpress.com/2009/08/28/uu-lalu-lintas-no-22-th-2009/</guid>
<description><![CDATA[DOWNLOAD DISINI UULAJ NO.22 TH 2009.pdf file]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">DOWNLOAD DISINI</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.4shared.com/file/128443805/b0891346/UULAJ_NO22_TH_2009.html" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-215" title="icon" src="http://polsekpancoran.wordpress.com/files/2009/08/icon-ryan.jpg" alt="icon" width="70" height="70" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://www.4shared.com/file/128443805/b0891346/UULAJ_NO22_TH_2009.html" target="_blank">UULAJ NO.22 TH 2009.pdf file</a></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bocah 3 Tahun Dapat SIM.....]]></title>
<link>http://daniz95.wordpress.com/2009/08/22/bocah-3-tahun-dapat-sim/</link>
<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 01:49:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>daniz95</dc:creator>
<guid>http://daniz95.wordpress.com/2009/08/22/bocah-3-tahun-dapat-sim/</guid>
<description><![CDATA[Jika usia 16-17 tahun merupakan batas legal untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM), pemerintah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika usia 16-17 tahun merupakan batas legal untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM), pemerintah India membuat pengecualian khusus. Mereka memberikan SIM kepada seorang bocah berusia 3 tahun. Lho kok?</p>
<p>Bocah India bernama Azeem Khan itu sanggup mengemudikan sepeda motor ukuran dewasa. Sang ayah bahkan sengaja memodifikasi motor bernama Royal Enfield Bullets untuknya.</p>
<p>&#8220;Ia mengemudi dengan lebih aman dibandingkan pengemudi dewasa lainnya yang saya kenal. Jika naik sepeda motor bersamanya, saya biasa memegangkan kemudi padanya,&#8221; ujar sang ayah, Shantanu, seperti dilansir ananova, Sabtu (15/8).</p>
<p>Meski hakim menyetujui SIM khusus untuknya, bocah yang akan berulang tahun keempat bulan depan itu tak diizinkan ayahnya mengemudi di jalan raya yang ramai.</p>
<p>&#8220;Tentu saja, saya takkan mengizinkan dia mengemudi di jalan raya tanpa pengawasan. Saya percaya Azeem, tapi tak percaya pengemudi lainnya,&#8221; imbuh Shantanu yang yakin putranya itu bakal menjadi pembalap profesional.</p>
<p>&#8220;Ia menginginkan sebuah Harley Davidson tapi tentunya Azeem harus menunggu beberapa tahun lagi,&#8221; pungkasnya. <strong>INILAH.COM</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya, Ketidakberadaban di Jalan Raya, dan Kenikmatan Bersepeda]]></title>
<link>http://esensi.wordpress.com/2009/08/18/saya-ketidakberadaban-di-jalan-raya-dan-kenikmatan-bersepeda/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 12:10:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>frozen</dc:creator>
<guid>http://esensi.wordpress.com/2009/08/18/saya-ketidakberadaban-di-jalan-raya-dan-kenikmatan-bersepeda/</guid>
<description><![CDATA[. BEBERAPA bulan lalu, saya biasa berangkat ke tempat kerja dengan jalan kaki. Jaraknya ada 8 kilome]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">BEBERAPA bulan lalu, saya biasa berangkat ke tempat kerja dengan jalan kaki. Jaraknya ada 8 kilometer lebih, begitu pun pulangnya. Jika telat, terpaksalah naik Damri, berjejalan dengan penumpang lain, yang kalau diamati, pemandangannya tak ada beda dengan yang (kadang) bisa dilihat di berbagai berita; pagi-pagi, buru-buru, mencegat bus, penuh sesak, gerah, lalu lelah, sebelum mengawali rutinitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi biar bagaimana pun, saya lebih memilih jalan kaki, ke mana pun. Bukan hendak pamer (kebersahajaan) atau apa, tapi karena saya memiliki alasan primer; demi kondisi tubuh yang tetap <em>fit</em>. Ya. Saya jarang sekali sakit sejak membiasakan jalan kaki (<span style="text-decoration:line-through;">kecuali sakit gigi sialan itu</span>). Lelahkah? Tergantung, kalau cuaca panas, dan saya tetap memaksakan diri berjalan kaki, entah itu untuk berkunjung ke Gramedia, pasar buku Palasari, atau sekedar jalan-jalan biasa, bisa dehidrasi-lah saya, dan kadang rasanya mau <em>semaput</em>. Namun, selain pencapaian kesehatan yang, meskipun tidak mendekati hasil kesehatan yang prima, saya mendapat keuntungan lain dengan jalan kaki; apa lagi kalau bukan penghematan uang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ongkos angkutan umum di Bandung, jauh-dekat sudah mencapai Rp 2.000-, dan bahkan bisa lebih. Saya ke tempat kerja kadang harus dua kali naik angkutan umum biasa (jika bis Damri tidak ada), yang mana berarti sekali perjalanan ke tujuan sudah menghabiskan paling tidak Rp 4.000-, dan jika saya menggunakan jasa angkutan pulang-pergi, maka saya habis Rp 8.000-, dikalikan sebulan, mampuslah saya. Maka, jalan kaki adalah sebuah alternatif. Selain itu, dengan jalan kaki, saya bisa <em>ingak-inguk</em> sesuka hati, lihat-lihat kiri-kanan, atau menikmati perjalanan sembari ditemani semilir angin yang menerpa *halah* (meski tidak bisa dipungkiri, Bandung itu minim pohon hijau, dan memiliki trotoar yang paling menyebalkan yang pernah ada untuk sebuah ibu kota).</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang bisa dilakukan ketika berjalan kaki adalah, menertawakan para pengguna jalan raya ketika jalanan macet <em>blas</em>! Saya kerap tak bisa menahan tawa, atau paling tidak untuk terkekeh-kekeh, ketika melihat para pemilik sedan dan mobil-mobil mewah itu, gusar dan kesal sembari berkali-kali menekan klakson ketika terjebak kemacetan, atau ketika memandangi para pengendara sepeda motor yang biasa sok ngebut itu tak bisa berkutik ke mana-mana. Saya merasa berada di atas angin. Kendaraan yang sejatinya digunakan untuk mempercepat waktu dan jarak tempuh, ternyata tak bisa apa-apa kalau menghadapi kemacetan, selain antri <span style="text-decoration:line-through;">sampai mati</span>. Mereka ternyata bisa dikalahkan oleh saya yang hanya pejalan kaki ini. Heh&#8230; Puas sekali rasanya, walau kadang saya merasa iba kepada mereka yang memakai jasa angkutan lalu terjebak macet padahal tempat yang mereka tuju tak terlalu jauh. Niatnya ingin segera cepat sampai, malah jadi lama, plus hilang sekian ribu rupiah yang ternyata habis hanya untuk menikmati sebuah kemacetan, bukan penikmatan kecepatan untuk segera sampai di tujuan. Andai mereka mau berjalan kaki&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu&#8230; pengalaman tidak menyenangkan dan pernah membikin saya naik darah adalah ketika saya pulang dari Gramedia Bandung Super Mal. Waktu itu jalanan padat, saya sedang santai-santainya berjalan di sebuah trotoar di Jalan Gatot Subroto Bandung. Lalu tiba-tiba dari arah belakang terdengar deru motor dengan suara klakson yang memekakkan telinga. Sumpah! Nyaris saya tertabrak jika tidak segera refleks menghindar. Hei! Motor&#8230; naik ke trotoar??? Amboi&#8230; Bagaimana perasaan Anda, diklakson di tempat di mana Andalah yang lebih berhak atas tempat itu? Anda berjalan di jalan raya lalu diklakson oleh sebuah kendaraan agar Anda menyingkir, itu wajar, tapi Anda diklakson, disuruh menyingkir dari trotoar di mana di situlah tempat Anda berjalan bebas&#8230; tidakkah itu lucu? Yang lebih sialan lagi, ternyata tidak satu motor saja, melainkan dua, tiga, lima, tujuh, dan banyak motor di belakang. Rupanya kemacetan yang menggila itu membuat para pengendara motor ikut-ikutan gila, sehingga dengan seenak jidat menggunakan trotoar sebagai jalan alternatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya terdiam, dengan jantung yang masih berdegup kencang. Mau menyumpah-serapahi, mereka menggunakan helm tertutup, dan keburu lenyap di depan. Ternyata berjalan kaki-pun tak selamanya aman jika kegiatan tersebut dilakukan di kota yang masyarakat pengguna jalan rayanya tidak beradab.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi itu dulu, beberapa bulan lalu, sebab sekarang saya tidak lagi berjalan kaki ke mana pun pergi, melainkan menggunakan sepeda biasa. Dengan mengeluarkan sepertiga jumlah uang gaji, saya sudah bisa mendapatkan sepeda federal untuk dibawa pulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang saya menjadi bagian dari pengguna jalan raya. Jika pengguna sepeda motor ngebut, saya pun bisa melakukannya, meski tentu kecepatan kebutnya tidak setara. Jika macet, saya, dengan sepeda saya yang ramping itu, bisa menyalip dengan mudah, <span style="text-decoration:line-through;">dan menertawakan pengguna kendaraan lain yang tak bisa ke mana-mana</span>. Tapi jelas, membawa sepeda di jalanan, resikonya lebih besar lagi; jika tidak diserempet mobil, ya diklakson dari belakang. Jika saya sedang asyik-asyiknya mengayuh sepeda di jalanan lalu kemudian dari arah belakang ada kendaraan mengagetkan saya dengan suara klaksonnya, satu hal yang langsung saya lakukan adalah, <strong><span style="color:#ffffff;">mengacungkan jari tengah</span></strong>, tak peduli apa respon yang saya dapat. Kalau dipelototi, saya balas pelototan itu. Bahkan saya selalu ancang-ancang, jika ternyata dari kejadian tersebut harus berakhir pada aksi saling bentak, atau berujung dengan perkelahian.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untuk yang terakhir itu, <em>alhamdulillah</em> tak pernah terjadi, dan semoga tidak pernah terjadi, karena saya selalu tersadarkan; <em>saya ini sedang merantau, jangan sampai cari masalah di tanah orang, sebab pulang harus membawa hasil, jangan sampai pulang ke tanah kelahiran hanya membawa nama, karena hal yang sepele</em>. Karena hal itulah, kadang saya harus menahan diri kalau mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari sesama pengguna jalan raya yang berbeda strata, meski kadang juga diri ini terpaksa ngamuk kalau mood sedang jelek.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">Omong-omong, kenapa sepeda?</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ahem&#8230;, begini. Saya memandang nilai kegunaan sepeda itu setara dengan manfaat jalan kaki dalam hal pencapaian kebaikan kondisi tubuh. Manfaat lain dari bersepeda, adalah rasa <em>fun</em> yang saya dapat. Tidak bisa dipungkiri, bersepeda itu menyenangkan sekali. Sangat menyenangkan. Sensasinya yang khas itu tak bisa digantikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pengalaman yang berkesan dari bersepeda, adalah setiap kali saya berada di kampung halaman orang tua di Solo, Jawa Tengah. Di sana, yang namanya tata krama itu masih dijaga dengan baik. Pun, masih banyak anak-anak, dari TK, SD, sampai SMA, yang ke sekolahnya menggunakan sepeda. Pak tani, yang setiap pagi hendak <em>derep</em> ke sawah, pastilah membawa sepeda onthelnya. Di sana masih sedikit orang yang menggunakan sepeda motor. Lalu, bagian mananya yang berkesan?</p>
<p style="text-align:justify;">Di Jawa itu, yang namanya gang, jalan kecil, itu ukurannya tidak sesempit seperti gang-gang yang biasa dijumpai di kota-kota besar. Di sana yang namanya gang itu jalannya tak ada beda dengan ukuran jalan raya, atau sedikit lebih kecil dari jalan raya. Pun jalannya beraspal, sehingga nyaman untuk berkeliling kompleks menggunakan sepeda/onthel. Nah, ketika yang berkeliling menggunakan sepeda tersebut melewati rumah orang lain, orang-orang yang melihatnya, baik mereka sedang lesehan atau beristirahat di teras rumah, akan langsung menyapa dengan suara cukup keras, namun bersahabat, <span style="color:#ffffff;">&#8220;Ajeng teng pundhi, Kang?&#8221;</span> (bahasa krama, yang artinya, &#8220;Mau ke mana, Kang?&#8221;), lalu dijawab dengan tak kalah hangatnya. Dan biasanya akan ditambahi lagi oleh orang-orang, <span style="color:#ffffff;">&#8220;Pinarak riyeeen&#8230;&#8221;</span> alias &#8220;Mampir duluuu&#8230;&#8221;, dan akan dijawab oleh si pengendara sepeda, sambil berlalu, &#8220;<span style="color:#ffffff;">Nggiiih, Mbaah, enjing-enjing mawon, matur suwuuun&#8230;&#8221;</span> (&#8220;Kapan-kapan saja, Mbah, terima kasih&#8230;&#8221;).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya yang lahir di lingkungan Sunda yang budaya dan sistem sosial kemasyarakatannya tidak seperti Jawa, pemandangan tersebut benar-benar membikin saya takjub, karena jarang sekali saya menyaksikannya. Dan sapaan tadi bukan sekedar omong-kosong. Ketika seseorang yang lewat di depan rumah menggunakan sepeda disapa untuk mampir sejenak dan kemudian ternyata malah betulan mampir, si empu rumah tidak pernah merasa kerepotan, bahkan senang, untuk kemudian diajak <em>jagongan</em> (ngobrol-ngobrol).</p>
<p style="text-align:justify;">Toh sudah lazim di kalangan masyarakat Jawa, setiap pagi selalu menyediakan hidangan-hidangan yang hangat, seperti <em>telo</em> (ubi), <em>puhung</em> (singkong rebus yang biasa diambil di kebun belakang rumah), pisang yang gemuk dan manis, atau pepaya ranum dengan rasanya yang segar yang (juga) biasa dipetik langsung dari pohon di kebun belakang rumah. Sehingga, kalau ada <em>dayoh</em> (tamu), tak akan kelabakan ketika menyiapkan hidangan kecil. Hal-hal demikianlah yang nampaknya membuat orang-orang Jawa selalu berada dalam kedekatan dan kerukunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun, ketika sesama pengguna sepeda&#8212;kebanyakan sepeda onthel&#8212;saling bertemu dan berpapasan di gang/jalanan, mereka biasa menyapa satu sama lain, bertanya kabar, bertanya tujuan hendak ke mana dari mana. Jika tidak saling mengenal, masing-masing pengguna sepeda akan saling melempar senyum penuh keramahan sambil diiringi dengan sebuah anggukan pelan. Sungguh menyejukkan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Naaah&#8230; Sejak saya mempunyai sepeda, saya penasaran untuk menerapkan kebiasaan orang Jawa tersebut di jalan raya di mana saya tinggal sekarang. Pengalaman yang saya dapat, cukup menarik buat saya. Waktu itu saya, di sebuah jalan di Bandung, menuju tempat kerja. Di perjalanan, saya mendapati ada orang yang juga menggunakan sepeda, di depan. Segera saya susul, dan berusaha beriringan. Yang memakai sepeda adalah seorang bapak-bapak paruh baya, menggunakan sepeda jenis onthel. Saya langsung menyapa, <em>&#8220;Bade angkat ka mana, Pa?&#8221;</em> (bahasa sunda lembut, &#8220;Mau pergi ke mana, Pak&#8221;). Ternyata responnya mengejutkan. Si bapak tersebut tersenyum lebar, (setelah sebelumnya sedikit kaget lantaran ada yang tiba-tiba menyapa), lalu dengan antusiasnya menjawab dengan ramah dan penuh semangat, hendak ke tempat anu, katanya. Sepanjang perjalanan kami malah ngobrol, akrab lagi. Dan di perempatan kami berpisah, karena berbeda jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya menemukan orang lain lagi di jalanan yang memakai sepeda juga, atau seorang pengayuh becak, maka saya coba menyusul, dan memelankan kayuhan agar bisa sejajar, lalu saya mencoba iseng mengatakan, <em>&#8220;Punten, ah, Pa, Abdi ti payun&#8221;</em> (&#8220;Maaf, ah, Pak, saya duluan&#8221;). Responnya lagi-lagi membuat saya <em>sumringah</em>. <em>&#8220;Oh! Mangga, manga, Jang, mangga, sok&#8230;&#8221;</em> (&#8220;Oh! Silakan, silakan, Nak! Silakan&#8230;&#8221;), jawabnya. Begitu pun kalau berpapasan dengan pengguna sepeda lain dari arah yang berlawanan, paling tidak saya menganggukkan kepala dan tersenyum. Eh, dibalas serupa ternyata. <em>Well well well</em>&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bertanya-tanya sejak saat itu; &#8220;Kok bisa, ya? Apakah pengguna jalan raya yang lain bisa berbuat demikian?&#8221;. Dan akhirnya saya mendapatkan jawabannya, ketika seorang teman blogger dari BINUS menulis e-mail di sebuah milis yang saya ikuti. Ia menuliskan pengalamannya ketika menonton BBC Knowledge, serial Human Face. Ia menulis, bahwa kenapa ketika di jalan orang lebih sering marah saat membawa kendaraan daripada saat berjalan kaki (atau bersepeda biasa), adalah karena hal itu terkait dengan ketidakmampuan pembawa kendaraan (entah motor atau mobil) untuk melihat ekspresi pengendara lain. Lanjutnya, ia menulis, bahwa ekspresi wajah lebih berarti dari yang selama ini kita pikir. Ekspresi wajah adalah sebuah sarana komunikasi yang subtil. Intinya, ekspresi wajah mampu meningkatkan keintiman, dan mengurangi anonimitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Hooo&#8230; Barangkali itu sebab, kenapa saya berani <span style="text-decoration:line-through;">membentak dan</span> marah-marah kepada pengendara lain ketika saya diklakson saat bersepeda. Jawabannya karena saya tak bisa melihat wajah yang bersangkutan karena tertutup helm, begitu pula sebaliknya, tak bisa melihat wajah saya dengan jelas karena helm yang dikenakannya, dan ini bisa lebih masuk akal lagi kalau menyaksikan pengguna mobil marah-marah, karena mereka tidak bisa saling melihat wajah masih-masih dengan utuh dan jelas. Karena sama-sama anonim, sehingga tidak malu apalagi risih untuk membentak, mencak-mencak, marah-marah kepada pengguna jalan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan orang yang berpapasan saat berjalan kaki atau bersepeda. Orang yang sama-sama menggunakan sepeda, akan bisa saling melihat wajah berikut ekspresi masing-masing, yang mana hal itu biasanya memberi dorongan untuk mengontrol diri untuk tidak berlaku tidak sopan, lalu kemudian ada hasrat untuk menyapa, atau memberikan senyum, atau sekedar menganggukkan kepala. Dan orang yang mendapat perlakuan demikian, tentu akan merespon dengan serupa, dengan senang hati. Hal itu bisa pula terjadi karena adanya perasaan &#8220;sama&#8221;; &#8220;Wah&#8230; saya bersepeda, dia juga bersepeda, sama, dong, kita&#8221;. Begitu pula mereka yang berpapasan di jalan waktu berjalan kaki, tapi nampaknya untuk kategori jalan kaki, agak-agak sukar ditemui, orang saling menyapa walau tak saling kenal, kecuali di kampung-kampung yang sistem kekerabatan antar tetangga masih terjaga.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya&#8230; ya&#8230; ya. Betul sekali. Pengendara sepeda lebih dapat saling melihat wajah masing-masing dibanding pengendara motor atau mobil. Wah, andai makin banyak orang yang menyadari <em>benefit</em> ini, tentulah kehidupan di jalan raya tak akan sebrutal seperti yang biasa kita lihat sekarang. Selain bersepeda bisa membuat tubuh segar bugar dan menghemat uang, dengannya kita bisa saling mengakrabkan diri secara spontan dengan sesama pengguna sepeda. Dan yang paling utama, sepeda itu ramah lingkungan. Tinggal ada kesadaran massif pengguna jalan raya untuk beralih ke sepeda, dan inisiatif dari pemerintah kota untuk membuat jalan khusus pengguna sepeda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#ffffff;">PS:</span></strong> Sebagai tambahan pula, senior saya yang selalu menggunakan motor Pulsar, ketika tahu saya membeli sepeda, ia langsung berkata bakalan membeli sepeda juga, &#8220;Sepertinya menyenangkan&#8221;, katanya. Ha ha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, kalau begitu, tidak ada salahnya kalau kita dukung program Bike To Work.</p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">[]<br />
Bandung, 18 Agustus 2009 &#124; 18.26 PM<br />
Di sela-sela kerja</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IBSN: PENJAJAHAN DI JALANAN HARUS DIHAPUSKAN...!!!]]></title>
<link>http://gerrilya.wordpress.com/2009/08/11/ibsn-penjajahan-di-jalanan-harus-dihapuskan/</link>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 21:12:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>geRrilyawan</dc:creator>
<guid>http://gerrilya.wordpress.com/2009/08/11/ibsn-penjajahan-di-jalanan-harus-dihapuskan/</guid>
<description><![CDATA[&#8230; Suatu malam, saya ngumpul sama teman-teman. Sekedar ngobrol saja. Obrolan kali itu adalah te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8230; Suatu malam, saya ngumpul sama teman-teman. Sekedar ngobrol saja. Obrolan kali itu adalah te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TONG KEKEBUTAN]]></title>
<link>http://bloganq.wordpress.com/2009/08/09/tong-kekebutan/</link>
<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 06:03:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>BloganQ go-Blog</dc:creator>
<guid>http://bloganq.wordpress.com/2009/08/09/tong-kekebutan/</guid>
<description><![CDATA[Tong Kekebutan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_94" class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><img class="size-full wp-image-94" title="tongkekebutan" src="http://bloganq.wordpress.com/files/2009/08/tongkekebutan2.gif" alt="tongkekebutan" width="504" height="356" /><p class="wp-caption-text">Tong Kekebutan</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semua tentang amor (anak motoran) di samarinda]]></title>
<link>http://fendhy.wordpress.com/2009/08/07/semua-tentang-amor-anak-motoran-di-samarinda/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 22:48:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>fendhy</dc:creator>
<guid>http://fendhy.wordpress.com/2009/08/07/semua-tentang-amor-anak-motoran-di-samarinda/</guid>
<description><![CDATA[Amor itu&#8230; bedebah, begundal jalanan, tukang ribut, tukang cari perkara, anjriit, brengsek, sia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Amor itu&#8230; bedebah, begundal jalanan, tukang ribut, tukang cari perkara, anjriit, brengsek, sia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lupakan Ponsel Saat Mengendarai Motor!]]></title>
<link>http://kilaubiru.wordpress.com/2009/08/07/lupakan-ponsel-saat-mengendarai-motor/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 17:09:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>kilaubiru</dc:creator>
<guid>http://kilaubiru.wordpress.com/2009/08/07/lupakan-ponsel-saat-mengendarai-motor/</guid>
<description><![CDATA[Pengalaman pribadi nih, kejadian seminggu yang lalu. Ceritanya sore hari mau pulang ke rumah setelah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-full wp-image-261" title="no_hp" src="http://kilaubiru.wordpress.com/files/2009/08/no_hp.jpg" alt="no_hp" width="320" height="320" />Pengalaman pribadi nih, kejadian seminggu yang lalu. Ceritanya sore hari mau pulang ke rumah setelah seharian muter-muter cari &#8220;pengisi garasi&#8221;. Cuaca masih lumayan panas, sehingga dalam kondisi sedikit dehidrasi plus perut laper <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . Sendirian jalan pake megapro, di jalan Kusumanegara Jogja, pas saat itu kondisi jalan cukup lengang. Setelah nunggu lampu merah berubah jadi ijo, mulai jalan. Belum masuk gigi 4, terasa getar-getar di pinggang&#8230; wah&#8230; ada panggilan masuk di ponsel. Dengan penuh keyakinan karena situasi jalan mendukung, saya jawab panggilan itu dengan tangan kiri sambil motor tetap jalan, lepasin kopling, lalu saya tempelkan ponsel di telinga sambil dijepit helm. Cuma sekitar 20 detik bicara, abis itu kunci tombol ponsel dan masukin ponsel ke kantong, hanya 3 detik, pandangan mata kembali ke depan.. Haduhh.. ada bus kota warna oranye tiba-tiba berhenti nurunin penumpang. Refleks ngerem sejadi-jadinya&#8230; bunyi ban bergesek dengan aspal kenceng banget. Syukurlah, akhirnya bus itu kembali berjalan sebelum roda depan motor bersentuhan dengan bumper bus.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Sodara-sodara sekalian&#8230;. jangan ditiru yah&#8230;! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Jadikan pengalaman, seberapapun penting kabar dari ponsel itu, tangguhkan dulu saat sedang berkendara. Cari posisi yang aman, menepi dulu untuk menerima telepon atau baca sms, dengan syarat :</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li style="text-align:justify;">Apabila berhenti, pastikan tidak berada pada bahu jalan agar kendaraan lain tidak terganggu. Pastikan lingkungan sekitar aman dari kriminal, jangan berhenti di dekat tempat publik karena justru di tempat umum seperti terminal atau pasar, orang-orang cenderung tidak peduli.</li>
<li style="text-align:justify;">Sebisa mungkin jangan berhenti apabila tidak berada pada situasi yang aman, sekali lagi, apabila terpaksa berhenti, berhentilah di dekat pos polisi, pos keamanan, atau kerumunan warga sekitar, jangan berhenti di tempat sepi atau malah berponsel di lampu merah..!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_262" class="wp-caption alignright" style="width: 330px"><img class="size-full wp-image-262" title="traffic" src="http://kilaubiru.wordpress.com/files/2009/08/traffic.jpg" alt="sumber: lampuhijau.wordpress.com" width="320" height="240" /><p class="wp-caption-text">sumber foto: lampuhijau.wordpress.com</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sekedar saran buat bro &#38; sist semua, jangan berponsel saat naik motor. Walaupun pakai handsfree saat bicara, konsentrasi kita pasti terbagi. Sebaiknya kalau ada telepon atau sms, cuekin aja dulu sampai tiba di tempat tujuan atau tempat yang aman, lebih safe daripada berhenti di tempat yang tidak tahu bagaimana situasinya. Kedua, lebih nyaman matikan ponsel atau diset silent tanpa getar, karena biasanya getar itu justru bikin kaget. Yang terakhir, di jalan kita tidak sendirian. Banyak pengguna jalan lain yang butuh keamanan dan kenyamanan sampai di tempat tujuan, termasuk kita sendiri. So, safety riding bukan sekedar slogan, tapi dimulai dengan bagaimana kita menghargai nyawa sendiri dan orang lain. Ati-ati di jalan ya&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maut di Darat, Laut, dan Udara]]></title>
<link>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/07/31/maut-di-darat-laut-dan-udara/</link>
<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:48:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>klipingcliping</dc:creator>
<guid>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/07/31/maut-di-darat-laut-dan-udara/</guid>
<description><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia hingga saat ini (2005) masih ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia hingga saat ini (2005) masih ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
