<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>jambu-air &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/jambu-air/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "jambu-air"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:55:10 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[nyamuk??]]></title>
<link>http://ashleyalli.wordpress.com/2010/01/12/nyamuk/</link>
<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 08:51:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>NuDs</dc:creator>
<guid>http://ashleyalli.wordpress.com/2010/01/12/nyamuk/</guid>
<description><![CDATA[can u spot d nyamuk?? mayb nyamuk now&#8230; da moden&#8230; makan buah pla..]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://ashleyalli.wordpress.com/files/2010/01/img_1721don2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-630" title="IMG_1721don" src="http://ashleyalli.wordpress.com/files/2010/01/img_1721don2.jpg?w=300" alt="" width="446" height="309" /></a><br />
can u spot d nyamuk??<br />
mayb nyamuk now&#8230; da moden&#8230; makan buah pla..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ibu Gajah yang Buta]]></title>
<link>http://willyyanto.wordpress.com/2009/11/28/ibu-gajah-yang-buta/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 14:54:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>willyyanto</dc:creator>
<guid>http://willyyanto.wordpress.com/2009/11/28/ibu-gajah-yang-buta/</guid>
<description><![CDATA[(dedicated for beloved mom&#8230; ) Dahulu kala, di sebuah kaki bukit di pegunungan Himalaya, di dek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>(dedicated for beloved mom&#8230; )</p>
<p><a href="http://willyyanto.wordpress.com/files/2009/11/ibu-dan-anak-gajah.jpg"><img class="size-full wp-image-186 alignright" title="ibu dan anak gajah" src="http://willyyanto.wordpress.com/files/2009/11/ibu-dan-anak-gajah.jpg" alt="" width="210" height="150" /></a>Dahulu kala, di sebuah kaki bukit di pegunungan Himalaya, di dekat sebuah kolam teratai, lahirlah seekor bayi gajah. Bayi gajah ini luar biasa indah menawan, putih bersih seperti salju dengan wajah yang sedikit bersemu kemerahan seperti warna batu karang. Belalainya berkilau indah bagaikan utas tali yang berwarna keperakan, gadingnya yang kuat dan kokoh membentuk sedikit lengkungan yang manis.</p>
<p>Ia selalu mengikuti ibunya ke manapun. Ibu Gajah memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari pohon-pohon yang tinggi dan kemudian memberikannya. “Kamu dulu, baru Ibu,” Ibu Gajah berkata. Ia kemudian dimandikan oleh ibunya di kolam teratai yang sejuk diantara semerbak keharuman bunga. Dengan belalainya, Ibu Gajah menghisap air lalu menyemprotkannya ke kepala dan punggung anaknya hingga bersih mengkilap. Kemudian Anak Gajah ini diam-diam mengisi belalainya, dan dengan hati-hati menyemprotkan tepat ke dahi ibunya. Tanpa berkedip, Ibu Gajah balas menyemprotkan air. Balas membalas menyemprot, mereka dengan gembira saling membasahi satu sama lain. Splish! Splash!</p>
<p>Setelah lelah bermain, mereka kemudian beristirahat di atas tanah yang lembut dengan kedua belalai melengkung dan saling membelit satu sama lain. Di bawah bayang-bayang sore hari, Ibu Gajah beristirahat di balik keteduhan pohon jambu air, sambil melihat putranya bermain dengan penuh keriangan bersama anak-anak gajah lainnya.</p>
<p>Gajah kecil tumbuh dan tumbuh hingga ia menjadi gajah tergagah dan terkuat dalam kawanannya. Pada saat yang bersamaan, Ibu Gajah pun menjadi semakin tua. Gadingnya mulai retak dan menguning, dan tidak lama kemudian Ibu Gajah menjadi buta. Anak Gajah yang telah tumbuh dewasa dan kuat ini kemudian memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari pohon-pohon yang tinggi dan memberikannya kepada ibunya yang telah tua dan buta yang amat ia sayangi. “Ibu dulu, baru Aku,” ia berkata.</p>
<p>Ia memandikan ibunya di kolam teratai yang sejuk diantara semerbak keharuman bunga. Dengan belalainya, ia menyemprotkan air ke kepala dan punggung ibunya hingga bersih mengkilap. Setelah itu, mereka kemudian beristirahat di atas tanah yang lembut dengan kedua belalai saling membelit satu sama lain. Di bawah bayang-bayang sore hari, Anak Gajah menuntun ibunya untuk beristirahat di balik keteduhan pohon jambu air. Ia kemudian pergi bersama gajah-gajah yang lain.</p>
<p>Suatu hari seorang raja pergi berburu dan melihat seekor gajah putih yang begitu indah. “Luar biasa indah! Aku harus memilikinya sebagai peliharaan untuk ditunggangi!” Raja lalu menangkap gajah tersebut dan membawanya ke kandang istana. Raja memberikan kain sutra dan permata yang indah serta untaian kalung bunga teratai kepada gajah tersebut. Raja juga memberikannya rumput manis dan buah-buahan yang lezat serta air murni yang segar untuk diminum.</p>
<p>Akan tetapi, gajah tersebut tidak mau makan ataupun minum. Ia terus menerus menangis, dan menjadi semakin kurus dari hari ke hari. “Gajah yang mulia,” Raja berkata, “Aku menyayangimu dan memberimu sutra dan permata. Aku juga memberikan makanan terbaik dan air termurni, namun Engkau tidak juga mau makan dan minum. Lalu apa yang bisa membuatmu bahagia?” Gajah tersebut menjawab, “Sutra dan permata, makanan dan minuman tidak membuatku bahagia. Ibuku yang sudah tua dan buta sedang sendirian di hutan tanpa ada seorangpun yang merawatnya. Walaupun aku akan mati, aku tidak akan makan dan minum sebelum aku memberikannya terlebih dahulu kepada Ibu.”</p>
<p>Raja terharu dan berkata, “Tidak pernah aku menyaksikan kebaikan yang sedemikian rupa, bahkan diantara manusia. Tidaklah benar untuk mengurung gajah ini.” Setelah dilepaskan, gajah tersebut segera berlari diantara bebukitan mencari ibunya. Ia menemukan ibunya di tepi kolam teratai. Ibu Gajah berbaring di atas lumpur, terlalu lemah untuk bergerak. Dengan air mata yang membasahi pelupuk matanya, Anak Gajah tersebut mengisi belalainya dengan air dan menyemprotkan ke kepala dan punggung ibunya hingga bersih mengkilap. “Apakah hujan?” Ibu Gajah bertanya-tanya, “atau anakku telah kembali?” “Ini anakmu, Ibu!” ia berseru, “Raja telah membebaskan aku!” Ketika ia membersihkan mata ibunya, terjadi keajaiban. Penglihatan ibunya pulih kembali. “Semoga Raja hari ini berbahagia sebagaimana kebahagiaanku bisa melihat anakku kembali!” Ibu Gajah berkata.</p>
<p>Anak Gajah kemudian memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari sebuah pohon dan memberikannya kepada ibunya, “Ibu dulu, baru Aku.”</p>
<p>&#160;</p>
<p style="text-align:right;">(inspired and adapted by Willy Yanto Wijaya from Jataka, tales of compassionate bodhisatta)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Emi, bocah cilik 2 tahun &amp; lingkungan yang bersih]]></title>
<link>http://sbelen.wordpress.com/2009/10/31/emi-bocah-cilik-2-tahun-lingkungan-yang-bersih/</link>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 04:02:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>S Belen</dc:creator>
<guid>http://sbelen.wordpress.com/2009/10/31/emi-bocah-cilik-2-tahun-lingkungan-yang-bersih/</guid>
<description><![CDATA[Si Emi, putri cilik Ternate, Maluku Utara menyapu halaman rumah. Kebetulan rumah Emi berhadapan deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_1636.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3360" title="IMG_1636" src="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_1636.jpg" alt="IMG_1636" width="448" height="336" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Si Emi, putri cilik Ternate, Maluku Utara menyapu halaman rumah. Kebetulan rumah Emi berhadapan dengan kantor World Vision Indonesia (WVI) Ternate. Saya sempat mengajak omong dengan Emi yang sudah tahu berbicara ramah dengan orang lain.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_16371.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3364" title="IMG_1637" src="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_16371.jpg" alt="IMG_1637" width="448" height="336" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Emi belajar memindahkan sampah ke &#8220;pengki&#8221; agar mudah dibuang ke bak sampah</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_16381.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3365" title="IMG_1638" src="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_16381.jpg" alt="IMG_1638" width="448" height="336" /></a></p>
<p>Lingkungan rumah Emi sejuk karena ditumbuhi dua pohon jambu air, namun ia harus rajin menyapu agar halaman rumahnya tetap bersih.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_16391.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3367" title="IMG_1639" src="http://sbelen.wordpress.com/files/2009/10/img_16391.jpg" alt="IMG_1639" width="448" height="336" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Emi bangga sudah bisa menyapu dan membuang sampah pada tempatnya. Emi mempermalukan kita orang dewasa yang suka membuang sampah di sembarang tempat. Bahkan, sering saya saksikan penumpang mobil sedan mewah membuang sampah dari mobil ke jalan raya. Ini adalah orang &#8220;kampung&#8221; rezeki kota.</p>
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kolektor jambu Air !! he he he he]]></title>
<link>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2009/09/02/kolektor-jambu-air-he-he-he-he/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 23:41:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taufik</dc:creator>
<guid>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2009/09/02/kolektor-jambu-air-he-he-he-he/</guid>
<description><![CDATA[Brader bisa baca deh Majalah Flona 79/VI sept 2009 ada artikel Kolektor 50 jenis jambu air silahkan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Brader bisa baca deh Majalah Flona 79/VI sept 2009 ada artikel Kolektor 50 jenis jambu air</p>
<p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-7026" href="http://tabulampotaufik.wordpress.com/?attachment_id=7026"><img class="size-full wp-image-7026 aligncenter" title="jambu" src="http://ninja250r.wordpress.com/files/2009/09/jambu.jpg" alt="jambu" width="459" height="339" /></a></p>
<p style="text-align:center;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  silahkan klik untuk memperbesar<!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TABULAMPOT JAMBU AIR ; Banyak Varian, Mudah Berbuah]]></title>
<link>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2008/12/21/tabulampot-jambu-air-banyak-varian-mudah-berbuah/</link>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 13:20:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taufik</dc:creator>
<guid>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2008/12/21/tabulampot-jambu-air-banyak-varian-mudah-berbuah/</guid>
<description><![CDATA[ini merupakan artikel majalah Flona edisi 47/III Januari 2007, waktu itu Wartawan Flona, mas Rudi da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>ini merupakan artikel majalah Flona edisi 47/III Januari 2007, waktu itu Wartawan Flona, mas Rudi datang ke kebun saya di Bogor untuk meliput tanaman jambu air berikut artikelnya yang saya scan langsung dari Flona</p></blockquote>
<p><a href="http://tabulampotaufik.files.wordpress.com/2008/12/taufik_flona1_medium.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-79" title="taufik_flona1_medium" src="http://tabulampotaufik.wordpress.com/files/2008/12/taufik_flona1_medium.jpg?w=233" alt="taufik_flona1_medium" width="233" height="300" /></a>Jambu air merupakan pilihan tepat bagi para pecinta tanaman buah pemula. Tanaman ini tak terlampau sulit dirawat. Jambu air termasuk paling mudah di­antara jenis buah lain. Dengan per­awatan yang tidak terlalu ribet, jambu air bisa berbuah lebat. &#8220;Asalkan kena panas, terus saja muncul bunga lantas jadi buah. Makanya akan lebih prima jika ditanam di dataran rendah yang banyak matahari,&#8221; terang pecinta tabu­lampot tinggal di Bogor, Jawa Barat. Meski begitu, bukan berarti jambu air tak cocok ditanam di daerah ber­curah hujan tinggi. Buktinya jambu air yang ditanam Taufik Hidayat tetap ra­jin berbuah. &#8220;Jambu air sebenarnya bu­kan tanaman yang takut air kok. Tetapi tetap harus mendapat sinar matahari supaya bisa berbuah,&#8221; ujar Taufik.<!--more--></p>
<p>SEMPROT SITOKININ<br />
Menurut Taufik, buah yang mengan­dung banyak air itu membutuhkan banyak air. Makanya sebaiknya disiram setiap hari, kecuali kalau hujan tu­run cukup lebat. Di tempat yang sulit mendapat pasokan air, alumni Fisika Universitas Indonesia ini punya sedikit trik sederhana. &#8220;Tutup permukaan me­dia dengan jerami padi kering agar air tidak mudah menguap,&#8221; sarannya.<br />
<a href="http://tabulampotaufik.files.wordpress.com/2008/12/taufik_flona2_medium.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-80" title="taufik_flona2_medium" src="http://tabulampotaufik.wordpress.com/files/2008/12/taufik_flona2_medium.jpg?w=232" alt="taufik_flona2_medium" width="232" height="300" /></a>Media tanam yang dipakai untuk tabulampot (tanaman buah dalam pot) harus sesuai dengan kondisi iklim. Tau­fik Hidayat menyarankan media yang cukup porus untuk daerah bercurah hujan tinggi. &#8220;Saya hanya pakai sedikit tanah karena sering hujan. Kompo­sisinya dua bagian sekam, dua bagian pupuk kandang dan satu bagian ta­nah,&#8221; ujarnya.<br />
Agar tanaman tumbuh subur laku-kan pemupukan rutin. Sebelum masuk masa generatif, lakukan pemupukan dengan nitrogen tinggi. Kalau mau di­bungakan, ganti dengan pupuk berka­dar P tinggi. &#8220;Saya tambahkan semprot hormon sitokinin untuk merangsang munculnya bunga. Saya masih belum paham ciri tanaman akan masuk masa berbunga. Paling mudah kalau sudah banyak pa­nas, karena umumnya jambu air akan terangsang untuk berbunga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>KANCING TERMUDAH<br />
Selain mudah dibuahkan, jambu air terkenal punya banyak varietas. Puluh­an varietas jambu air beredar di pasar­an. Taufik Hidayat, sudah mengoleksi lebih dari 40 varietas jambu air di &#8220;ke­bun hobi&#8221; tak jauh dari rumahnya.<br />
&#8220;Berdasarkan nama varietas yang saya dapat dari nurseri ketika beli, total ada 45 varietas. Memang tak semuanya sudah berbuah, jadi belum bisa dilihat perbedaan masing-masing varietas,&#8221;<br />
uj arnya.<br />
Beragam varietas, beragam pula bentuk dan warna buahnya. Itu pula yang lantas menjadi alasan ketertarik­an Taufik untuk mengoleksi jambu air. &#8220;Namanya juga koleksi, pasti pengin­nya banyak dan beragam. Lebih tertarik lagi karena ternyata tingkat kesulitan­nya sangat beragam,&#8221; lanjutnya.<br />
Berdasarkan pengalamannya, jam­bu air kancing baik merah maupun putih adalah jenis yang paling mudah berbuah. Meski ukuran ahnya kecil biasanya cukup lebat. Makanya sangat cocok buat pemula. Apalagi sosoknya kecil sehingga sangat pas untuk peng­hias teras atau halaman. Sayangnya buah jambu air kancing biasanya tidak manis dan lebih cocok untuk hiasan.<br />
Jenis yang lebih sulit, tetapi masih cukup rajin berbuah adalah lilin dan cincalo. Kedua jenis jambu itu cukup<br />
beken dan banyak dibudidayakan untuk produksi buah. Varietasnya juga cukup banyak, jenis Min punya varian merah, hijau, super, jumbo. Sementara cincalo ada yang hijau, merah sampai bangkok. &#8220;Jambu air citra yang paling sulit ber­buah. Bertahun-tahun saya rawat masih belum berbuah juga,&#8221; terang Taufik.<br />
Nah, mau pilih yang mana?</p>
<p>Hindari Rontok Buah<br />
Salah satu masalah yang sering menimpa pehobi jambu air adalah rontok bunga. Menurut Taufik Hidayat, problem itu menimpa terutama karena pohon kekurangan air. Sehingga cara pencegahannya dengan penyiraman rutin. &#8220;Harus rutin menyiram setiap hari. Meskipun hujan sekalipun sebaiknya tetap disiram, apalagi kalau enggak deras,&#8221; sarannya.<br />
Penyiraman intensif bisa dikurangi saat bunga sudah mengalami polinasi (penyer­bukan) can membentuk bakal buah. Meski begitu tetap harus rutin disiram kalau me­dia sudah mulai kering. &#8220;Sebenarnya tetap disiram intensif juga bagus. Sekaligus agar buahnya lebih besar. Tapi seteiah mendekati matang, volume (penyiraman) dikurangi,&#8221; ujarnya.<br />
Tapi pilih waktu yang tepat untuk menyiram. Pasalnya kalau salah menyiram bisa menyebabkan buah pecah. Terjadi kalau rnenyiramnya terlalu siang. Menurut Taufik, saat siang hari tekanan aliran air dalam batang ter!alu kuat. &#8220;Tidak sebanding dengan elastisitas kulit buah, makanya buah jadi pecah. Sebaiknya sebelum jam 8 pagi atau setelah jam empat sore. Sebaiknya tetap, pagi terus atau sore terus,&#8221; anjurnya. Jangan lupa membungkus buah jambu air. Ini untuk menghindari serangan lalat buah. Bahan­nya bisa macam-macam, semisal plastik atau kertas.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dampak Krisis Finansial Global?]]></title>
<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2008/11/19/dampak-krisis-finansial-global/</link>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 05:11:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
<guid>http://teguhperdana.wordpress.com/2008/11/19/dampak-krisis-finansial-global/</guid>
<description><![CDATA[Dampak krisis ekonomi global sudah mulai saya rasakan beberapa hari yang lalu. Menu catering makan s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;">Dampak krisis ekonomi global sudah mulai saya rasakan beberapa hari yang lalu. Menu catering makan siang hari itu sedikit membuat saya tercengang, sekaligus salut. Dalam paket menu makan siang dalam wadah Tupperware bunder, menu terdiri dari lauk utama, lauk pelengkap, sayur, dan buah. Coba anda perhatikan buah sebagai pencuci mulut pada menu kali ini,</p>
<p style="margin-bottom:0;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-254" title="Lunch Box" src="http://teguhperdana.wordpress.com/files/2008/11/dsc00049.jpg?w=300" alt="Lunch Box" width="300" height="225" /></p>
<p style="margin-bottom:0;">Oke, Saya close up…liat gambar berikutnya</p>
<p style="margin-bottom:0;"><!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-255" title="Lunch Box 2" src="http://teguhperdana.wordpress.com/files/2008/11/dsc00048.jpg?w=300" alt="Lunch Box 2" width="300" height="225" /></p>
<p style="margin-bottom:0;">oke..jelas..?</p>
<p style="margin-bottom:0;">Yak, bukan pear<strong> Shandong</strong>, atu buah <strong>Kiwi</strong> tapi jambu aer, jambu aer sodar-sodara. Mungkin si pemilik catering lupa beli buah jadi pas kebetulan depan rumah pohon jambunya lagi berbuah, daripada busuk dimakan lowo, dijadikan buah pencuci mulut juga gak masalah. Kreatif bukan? mungkin besok-besok ada <strong>juwed</strong>, <strong>keres</strong>, <strong>sawo</strong>, atau <strong>blimbing wuluh</strong> muncul dalam menu-menu berikutnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambu air Putih depan Rumah berbuah !!]]></title>
<link>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2008/11/03/jambu-air-putih-depan-rumah-berbuah/</link>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 23:09:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taufik</dc:creator>
<guid>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2008/11/03/jambu-air-putih-depan-rumah-berbuah/</guid>
<description><![CDATA[Nah sekarang jambu air depan rumah yang kena giliran berbuah, jenisnya agak susah untuk mendefiniska]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://tabulampotaufik.files.wordpress.com/2008/11/jambuair-putih.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-67" title="jambuair-putih" src="http://tabulampotaufik.wordpress.com/files/2008/11/jambuair-putih.jpg?w=300" alt="" width="300" height="221" /></a>Nah sekarang jambu air depan rumah yang kena giliran berbuah, jenisnya agak susah untuk mendefiniskannya, secara dari bentuk mirip buah jambu ar lilin yang lonjong dan tanpa biji, tapi koq berwarna putih? dengan semburat pink bila dah tua, yang pernah saya ketahui adalah jambu air lilin merah dan hijau. Nah ini jenis apa yah..ada yang bisa bantu?<!--more--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambu Air Kancing Merah]]></title>
<link>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2008/07/13/jambu-air-kancing-merah/</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 14:29:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taufik</dc:creator>
<guid>http://tabulampotaufik.wordpress.com/2008/07/13/jambu-air-kancing-merah/</guid>
<description><![CDATA[Bibit Jambu air Kancing merah saya peroleh di Nureri di sekitar Kampung Sawah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Bibit Jambu air Kancing merah saya peroleh di Nureri di sekitar Kampung Sawah</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://tabulampotaufik.files.wordpress.com/2008/07/ja_kancing_merah.jpg"><img class="size-medium wp-image-32 aligncenter" src="http://tabulampotaufik.wordpress.com/files/2008/07/ja_kancing_merah.jpg?w=300" alt="" width="300" height="221" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Another kind of rose]]></title>
<link>http://mysarawak.wordpress.com/2008/07/05/another-kind-of-rose/</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 07:24:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>mysarawak</dc:creator>
<guid>http://mysarawak.wordpress.com/2008/07/05/another-kind-of-rose/</guid>
<description><![CDATA[It is known as rose apple or water apple (Eugenia aquea). A beautiful name for a beautiful fruit. Lo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="mceTemp">It is known as rose apple or water apple (<em>Eugenia aquea</em>). A beautiful name for a beautiful fruit. Locally we called it <em>jambu air</em> (direct translation is &#8216;guava water&#8217;).</div>
<div class="mceTemp"><a href="http://mysarawak.files.wordpress.com/2008/07/dscn3229.jpg"><img class="size-full wp-image-936" src="http://mysarawak.wordpress.com/files/2008/07/dscn3229.jpg" alt="water apple" width="500" height="375" /></a></div>
<p>It sure doesn&#8217;t look or taste like apple or guava. Though it is crunchy, (sometime very) sweet and juicy but the texture is different. The fresh is white with a tiny seed inside.</p>
<p>Some people like to sprinkle it with sour plum powder or if you&#8217;re like me I&#8217;ll season it with black soy sauce with sugar. The saltiness of the soy and the crunchiness of <em>jambu </em>and sugar&#8230;just melt in your mouth&#8230; slurp&#8230;slurp&#8230;</p>
<div class="mceTemp"><a href="http://mysarawak.files.wordpress.com/2008/07/dscn2735.jpg"><img class="size-full wp-image-937" src="http://mysarawak.wordpress.com/files/2008/07/dscn2735.jpg" alt="water apple" width="500" height="375" /></a></div>
<div class="mceTemp">Between the red and the green&#8230; well&#8230; I like both!! Coz I&#8217;m greedy and I&#8217;m always hungry! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </div>
<div class="mceTemp">
<div class="mceTemp">
<dl> </dl>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Budidaya Jambu Air]]></title>
<link>http://infokebun.wordpress.com/2008/06/10/budidaya-jambu-air/</link>
<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 01:44:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Flora_Fauna</dc:creator>
<guid>http://infokebun.wordpress.com/2008/06/10/budidaya-jambu-air/</guid>
<description><![CDATA[1. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[1. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia, tersebar ke Malaysia dan p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambu Air Delima Demak]]></title>
<link>http://nidafh.wordpress.com/2008/04/23/jambu-air-delima-demak/</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:59:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>nidafh</dc:creator>
<guid>http://nidafh.wordpress.com/2008/04/23/jambu-air-delima-demak/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i286.photobucket.com/albums/ll93/hdytaufik/JA-Delima-Demak.jpg" alt="" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambu Air Sukaluyu]]></title>
<link>http://nidafh.wordpress.com/2008/04/23/jambu-air-sukaluyu/</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:58:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>nidafh</dc:creator>
<guid>http://nidafh.wordpress.com/2008/04/23/jambu-air-sukaluyu/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i286.photobucket.com/albums/ll93/hdytaufik/JA-Sukaluyu.jpg" alt="" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambu air madura putih]]></title>
<link>http://nidafh.wordpress.com/2008/04/23/jambu-air-madura-putih/</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:47:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>nidafh</dc:creator>
<guid>http://nidafh.wordpress.com/2008/04/23/jambu-air-madura-putih/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i286.photobucket.com/albums/ll93/hdytaufik/JA-MADURAPutih.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align:center;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambu Air ternyata obat sariawan]]></title>
<link>http://deatta.wordpress.com/2007/12/11/jambu-air-ternyata-obat-sariawan/</link>
<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 06:53:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>dessysw</dc:creator>
<guid>http://deatta.wordpress.com/2007/12/11/jambu-air-ternyata-obat-sariawan/</guid>
<description><![CDATA[Jambu air nan ranum dan merah benar2 menggoda dahaga &#8230; Taukah kamu kalo jambu air yang mengand]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jambu air nan ranum dan merah benar2 menggoda dahaga &#8230; Taukah kamu kalo jambu air yang mengand]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
