<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>jayawijaya &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/jayawijaya/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "jayawijaya"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 19:20:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Profil Kabupaten Pegunungan Bintang]]></title>
<link>http://elroybat.wordpress.com/2009/08/10/profil-kabupaten-pegunungan-bintang/</link>
<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 07:41:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>elroybat</dc:creator>
<guid>http://elroybat.wordpress.com/2009/08/10/profil-kabupaten-pegunungan-bintang/</guid>
<description><![CDATA[“Kabupaten Pegunungan Bintang di bentuk pada tanggal 21 November 2002, yang merupakan kabupaten peme]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">“Kabupaten Pegunungan Bintang di bentuk pada tanggal 21 November 2002, yang merupakan kabupaten pemekaran dari Jayawijaya. pembentukan berdasarkan Undang-Undang No. 26 Tahun 2002. Pelaksanaan pembentukannya di sahkan pada tanggal 12 April 2003.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabupaten Pegunungan Bintang beribukota di Oksibil yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinie (PNG), yang didominasi pegunungan dataran tinggi yang terjal, sehingga daerah ini sulit di jangkau dibanding dengan wilayah lain di Papua maupun diwilayah Indonesia lainnya. transportasi yang dapat di gunakan menuju ke Pegunungan Bintang adalah menggunakan Pesawat kecil jenis Cessna, Pilatus, Twin Otter dan Cassa. kemudian pada tahun 2007 dengan adanya bantuan pemerintah daerah dan kerjasama  PT. Avia Air maka dapat ditambahkan dua pesawat Dash7 (dash seven) jenis foker 27 boleh memasuki kabupaten tersebut yang pelayanannya hinga sampai sekarang dapat berjalan dengan lancar walaupun kondisi cuaca sering berkabut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kabupaten Pegunungan Bintang masih tergolong kabupaten yang baru bertumbuh dan yang masih sangat diperlukan perhatian besar oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi serta berbagai pihak yang ingin membangun daerah ini. secara Geografis kabupaten ini   terletak di antara 140°05’00’-141°00’00’ bujur timur dan 3°04’00’-5°20’00’ lintang selatan dengan luas wilayah 15.683 Km³ atau 1,63% dari luas Provinsi Papua. terbagi dalam 10 distrik dan 110 kampung….. “</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“bagi kam smua yang blum pernah pigi kesana……………. tempo sudah….!!!!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>pigi sudah beli tiket di sentani airport&#8230;&#8230;.,,,,terserah kam saja……………toooooooooooooo</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>………………………………mo naik Cessna MAF…ka…&#8230;.,Cessna AMA ka…&#8230;&#8230;,  Dash7…ka….. ato&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Merpati twin …..ka………..terserah kam saja………….di oksibil tuu&#8230;..dia pu pemandangan pu bagus – bagus saja eeeeeee……&#8230;&#8230;.masih asli……….macam kalo di timika itu tong ada di kuala kencana itu kalo di liat dari udara ha..ha…ha…ha…ha…&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. (tapi ini betul),,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> trus…&#8230;&#8230;.. kalo di luar negri itu macam di new Zealand tepatnya di Wellingtown, Greytown&#8230;..,,,,,,,,,.pace mace kam su liat dia pu kolam alam ka trada&#8230;&#8230;..booooooo&#8230;&#8230;&#8230; pu bagus apa lagi&#8230;&#8230;&#8230;..tra kosong&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. pu indah saja&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;jadi tempo sudah jang lama lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..!!!!!!!!!!!!!”</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PILPRES Milik Rakyat]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/07/08/pilpres-milik-rakyat/</link>
<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 00:15:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/07/08/pilpres-milik-rakyat/</guid>
<description><![CDATA[Fredy Lokobal (21), warga Desa Sinata, Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Papua, bersepeda me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Fredy Lokobal (21), warga Desa Sinata, Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Papua, bersepeda me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Model Pemberdayaan Perempuan Papua di Wamena, Jayawijaya]]></title>
<link>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/11/12/model-pemberdayaan-perempuan-papua-di-wamena-jayawijaya/</link>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 06:12:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://suaraperempuanpapua.wordpress.com/2008/11/12/model-pemberdayaan-perempuan-papua-di-wamena-jayawijaya/</guid>
<description><![CDATA[Dilaporkan oleh: Parjoko Midjan Sumber: www.menkokesra.go.id Juni 2008 &#8211; Deputi Menko Kesra Bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dilaporkan oleh: Parjoko Midjan</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.menkokesra.go.id">www.menkokesra.go.id</a></p>
<p>Juni 2008 &#8211; Deputi Menko Kesra Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan (BPP) Papua, dan Bagian Pemberdayaan Perempuan Pemkab. Jayawijaya, pada tanggal 23 Juni 2008 mengadakan rapat koordinasi membahas kebijakan “Peningkatan Usaha Ekonomi Keluarga” dan kegiatan ”Pelatihan Kepemimpinan untuk Isteri-isteri Kepala Kampung” di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Fungsi menjembatani (bridging), memfasilitasi (facilitating) dan menguatkan (strengthening) agar koordinasi antar komponen good governance: pemerintah, swasta dan masyarakat di pedesaan dapat berjalan dengan sinergis, perlu segera dilakukan melalui pembentukan demplot sosial di pedesaan Papua, agar secara nyata dapat memberikan gambaran realisitis bagi pembelajaran masyarakat. ”Seeing is believing”.</p>
<p>Demplot sosial tersebut sangat diperlukan sekarang ini di Papua, mengingat peran dan kedudukan perempuan Papua yang secara sosial dan adat istiadat masih berada pada posisi yang masih belum setara dengan laki-laki. Selain berperan sebagai Ibu Papua yang berarti harus sehat dan cerdas agar mampu melahirkan anak yang sehat dan cerdas pula, perempuan Papua dilain pihak juga harus berperan sekaligus sebagai pekerja keras dalam rangka menunjang kehidupan rumah tangga. Hak-hak perempuan Papua sekarang ini masih belum sepenuhnya terpenuhi dan terlindungi, karena masih sering terjadi kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan perempuan dan anak sebagai korbannya.</p>
<p>Demplot sosial pemberdayaan perempuan ini juga dimaksudkan untuk memperkaya model Inkubator Pembangunan Kesejahteraan Rakyat yang dikembangkan oleh Menko Kesra di wilayah Pegunungan Tengah Papua.</p>
<p>Model kaji tindak (action research) yang diaplikasikan, mengacu kepada model Pembangunan Manusia Indonesia melalui Pemberdayaan Perempuan yang pernah dilaksanakan di Desa Sifaniha dan Taensala, Kab. Timor Tengah Utara, Provinsi NTT. Untuk Papua, model akan disesuaikan melalui pemberian sentuhan sosial budaya yang lebih intens, mengacu kepada adat istiadat dan perikehidupan masyarakat Papua.</p>
<p>Perempuan di 6 kampung (desa) di Kab. Jayawijaya, dipilih lima orang termasuk isteri kepala kampung untuk mendapat pelatihan kepemimpinan dari BPP Papua, yang selanjutnya melalui pendampingan dari Fasilitator Program RESPEK (Rencana Strategis Pembangunan Kampung) Pemprov Papua, menginisisasi pembentukan kelompok ibu-ibu merintis Gerakan Sayang Ibu di kampungnya masing-masing. Kelompok ini akan difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dalam bentuk pelatihan dan inisiasi usaha ekonomi keluarga melalui aplikasi teknologi tepat pengolahan tepung ubi dan keladi yang banyak diproduksi di Wamena. Dengan pengolahan ini diharapkan ada nilai tambah yang dapat diperoleh bagi usaha kelompok ibu-ibu, selain dapat memperkuat ketahanan pangan karena tepung ubi dan keladi relatif mempunyai daya simpan yang lebih baik di samping dapat diolah menjadi berbagai makanan yang bermanfaat bagi asupan gizi anak-anak Papua.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Auld Lang Syne]]></title>
<link>http://yiskandar.wordpress.com/2008/03/21/auld-lang-syne/</link>
<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 13:57:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>madurejo</dc:creator>
<guid>http://yiskandar.wordpress.com/2008/03/21/auld-lang-syne/</guid>
<description><![CDATA[Auld Lang Syne, bukanlah nama Cina dan bukan juga kata-kata bahasa Mandarin, meskipun sepertinya mir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Auld Lang Syne</em>, bukanlah nama Cina dan bukan juga kata-kata bahasa Mandarin, meskipun sepertinya mirip-mirip. <em>Auld Lang Syne</em> adalah judul sebuah lagu yang teramat popular sebenarnya. Tapi kalau hanya membaca atau mendengar judulnya saja barangkali tidak banyak yang tahu, lagu apakah gerangan?. Meskipun demikian, saya sangat yakin bahwa setiap orang mulai dari anak-anak TK hingga orang dewasa mengenal lagu ini, setidak-tidaknya pernah mendengarkan, atau bahkan mungkin bisa <i>rengeng-rengeng</i> menirukannya.</p>
<p><em>Auld Lang Syne</em> adalah judul lagu perpisahan. Lagu ini biasa dinyanyikan dalam acara-acara perpisahan, dalam suasana formal maupun non-formal, kampungan maupun kenegaraan, oleh rakyat jelata maupun penguasa kaya. Pendeknya, nyaris menjadi lagu &#8220;kebangsaan&#8221; untuk acara-acara perpisahan.</p>
<p>Hari Kamis malam yang lalu saya diundang menghadiri acara perpisahan beberapa orang guru sekolah SD-SMP Yayasan Pendidikan Jayawijaya, di Tembagapura, yang segera akan memasuki masa persiapan pensiun (MPP). Di penghujung acara, dinyanyikanlah lagu <em>Auld Lang Syne</em>. Seperti diingatkan, serta-merta muncul rasa ingin tahu saya tentang lagu yang selama ini tidak pernah saya bisa menyebutkan judulnya, kecuali sekedar mengatakannya sebagai pokoknya lagu perpisahan. Entah apa judulnya, yang pasti ingat melodinya. Yang pasti juga, banyak orang kalau mendengar lagu ini akan segera mengingat kembali kenangan jauh ke belakang tentang saat-saat berkesan dalam hidupnya.</p>
<p>***</p>
<p>Secara tradisional lagu <em>Auld Lang Syne</em> (dibaca : <i>old lang sain</i>) yang berasal dari daratan Skotlandia dan Inggris Utara ini biasa dinyanyikan pada tengah malam menjelang tahun baru. Tersurat dalam bahasa Inggris berarti <i>old long ago</i>. Tersirat dalam bahasa sekarang lebih pas kalau diterjemahkan menjadi saat-saat yang (pernah) indah.</p>
<p>Di Skotlandia sendiri lagu ini suka dinyatakan sebagai lagu yang tak seorangpun mengetahuinya, maksudnya tidak ada yang tahu persis bunyi syair aslinya. Hampir-hampir tidak ada yang dapat menyanyikanya bersama-sama dengan benar, melainkan setiap orang memiliki versinya masing-masing. Rupanya lagu ini memang mempunyai sejarah yang sangat panjang, sepanjang perubahan-perubahan dan gubahan-gubahan serta versi-versi syairnya yang beraneka macam, termasuk banyak versi yang kemudian tergubah dalam bahasa Indonesia. Namun, nampaknya justru di situlah letak kekayaan dan keabadian lagu ini.</p>
<p>Mula bukanya syair dan musik lagu <em>Auld Lang Syne</em> ini adalah sebuah lagu <i>suangat</i> lama, pada sekitar abad 15, yang dijumpai dalam sebuah puisi yang tak diketahui siapa penulisnya. Disebutkan bahwa melodi lagu ini diadaptasi dari irama tradisional yang ada di Skotlandia.</p>
<p>Catatan pertama tentang lagu ini ditemukan dalam surat seorang penyair bernama Robert Burns kepada seorang temannya bernama Mrs. Dunlop. Surat ini sendiri bertanggal 17 Desember 1788. Dalam surat itu Robert menyertakan gubahan lagu <em>Auld Lang Syne</em> dan menyertainya dengan kata-kata sentimentil : <i>&#8220;There is an old song and tune which has often thrilled through my soul&#8221;</i>.</p>
<p>Barangkali karena ini adalah dokumentasi pertama yang berhasil diketahui tentang gubahan lagu <em>Auld Lang Syne</em>, maka Robert Burns yang lahir di Ayr, Skotlandia, tanggal 25 Januari 1759 dan meninggal tahun 1796, kemudian lebih dikenal sebagai penggubah pertama lagu <em>Auld Lang Syne</em>. Di luar itu, Robert Burns yang menuliskan syair-syairnya dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Skotlandia, memang seorang penyair yang cukup produktif di masanya.</p>
<p>Sejak jamannya Robert Burns tahun 1788 itu hingga puluhan tahun kemudian, lagu <em>Auld Lang Syne</em> ini mengalami banyak versi gubahan. Bahkan hingga kini, lagu ini pun digubah, malah dipeleset-pelesetkan, sesuai dengan selera setiap penyanyinya dalam bahasa masing-masing. Tapi <i>kok ya</i> enak saja kedengarannya.</p>
<p>Tidak banyak yang tahu teks aslinya yang dalam bahasa Inggris pun banyak versinya. Dalam bahasa Indonesia juga digubah menjadi macam-macam, namun semua bernada sendu dan sedih dan sentimentil. Ya, namanya juga nyanyian perpisahan. Saya masih ingat waktu sekolah TK <i>duluuuuu&#8230;&#8230;</i> sekali, oleh ibu guru TK saya lagu ini digubah menjadi berjudul <i>Sampun Wancinipun</i> (sudah tiba saatnya), yang maksudnya sudah tiba saatnya untuk pulang sekolah.</p>
<p>Jika kemudian ada yang ingin mengetahui salah satu versi bait syairnya yang berbahasa Inggris yang kini banyak dipilih untuk dinyanyikan adalah sbb. :</p>
<p>            <em>Should auld acquaintance be forgot,<br />
            And never brought to mind?<br />
            Should auld acquaintance be forgot,<br />
            And auld lang syne?</em></p>
<p>            <em>For auld lang syne, my dear<br />
            For auld lang syne,<br />
            We&#8217;ll tak&#8217; a cup o&#8217;kindness yet,<br />
            For auld lang syne!</em></p>
<p>Semoga dapat menjadi bekal untuk <i>rengeng-rengeng</i>, setidak-tidaknya biar kelihatan lebih gaya bisa menyanyikannya dalam bahasa <i>sononya</i>, jika sewaktu-waktu diperlukan untuk bernyanyi bersama dalam acara perpisahan.</p>
<p>Tembagapura, 14 Juni 2003.<br />
Yusuf Iskandar</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemerintah Tetap Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender]]></title>
<link>http://klipingpapua.wordpress.com/2007/10/25/pemerintah-tetap-komitmen-wujudkan-kesetaraan-gender/</link>
<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 05:37:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>muli</dc:creator>
<guid>http://klipingpapua.wordpress.com/2007/10/25/pemerintah-tetap-komitmen-wujudkan-kesetaraan-gender/</guid>
<description><![CDATA[Cenderawasih Pos, 25 Oktober 2007 &nbsp; JAYAWIJAYA- Plt. Bupati Jayawijaya Nicolas Jigibalom, S. So]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><font size="2"><a href="http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=6717&#38;ses=">Cenderawasih Pos</a>, 25 Oktober 2007</font></p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><font size="2">JAYAWIJAYA- Plt. Bupati Jayawijaya Nicolas Jigibalom, S. Sos yang diwakili Sekda Drs. Chris Wopary, MM mengatakan, komitmen pemerintah terhadap upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender berlandaskan pasal 27 UUD 1945 yang menerapkan asas persamaan antara laki-laki dan perempuan. </font></p>
<p><font size="2"></p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
Berbagai upaya pembangunan telah dilakukan namun masih dijumpai ketimpangan antara lawan jenis itu terhadap sumber daya dan kontrol pembangunan serta perolehan manfaat dari hasil pembangunan itu sendiri. Hal itu dikemukakan Chris Wopary ketika membuka secara resmi pendidikan dan pelatihan peningkatan peran serta kesetaraan gender bagi sejumlah organisasi perempuan di Sasana Wio, Wamena, Rabu (24/10) siang.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
<!--more-->Kepada wartawan di sela-sela acara itu, Sekda mengatakan, ketimpangan yang terjadi selama ini merupakan masalah struktural yang sudah ada sejak lama dan berkembang dalam masyarakat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai sosial budaya yang ikut membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat yang menempatkan kaum perempuan dan laki-laki dalam kedudukan dan peran yang tidak setara dan berbeda-beda. “ Perbedaan itu terutama dalam proses pengambilan keputusan baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat,&#8221; tukas Chris.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">
Kondisi itu diperburuk dengan banyaknya kebijakan dan program pembangunan yang belum peka gender, pada gilirannya menghasilkan bentuk-bentuk ketidak setaraan dan ketidak adilan gender diberbagai bidang kehidupan masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dan diikuti oleh 30 orang pimpinan organisasi perempuan yang ada di Jayawijaya. (jk)</p>
<p></font></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ratusan Pegawai Honorer Demo]]></title>
<link>http://klipingpapua.wordpress.com/2007/10/24/ratusan-pegawai-honorer-demo/</link>
<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 10:56:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>muli</dc:creator>
<guid>http://klipingpapua.wordpress.com/2007/10/24/ratusan-pegawai-honorer-demo/</guid>
<description><![CDATA[Cenderawasih Pos, 24 Oktober 2007  Sudah Mengabdi Puluhan Tahun, Tak Pernah Diangkat Jadi PNS WAMENA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><font size="2"><a href="http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=6663&#38;ses=">Cenderawasih Pos</a>, 24 Oktober 2007 </font></p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><font size="2"><em>Sudah Mengabdi Puluhan Tahun, Tak Pernah Diangkat Jadi PNS</em></font></p>
<p><font size="2"></p>
<p style="text-align:center;"><img border="0" width="255" src="http://www.geocities.com/mulya_74/klipingpapua/PegHonorerDemo.jpg" height="166" /></p>
<p></font></p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><font size="2">WAMENA &#8211; Ratusan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan aksi demo damai di kantor Bupati Jayawijaya Selasa (23/10) siang. Aksi ini untuk mempertanyakan kejelasan nasib mereka kepada pemerintah, karena ratusan pegawai honorer itu rata-rata sudah mengabdi puluhan tahun lamanya. </font></p>
<p><font size="2"></p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><!--more-->Aksi ynag dilakukan para pegawai honorer itu diterima oleh Sekda Jayawijaya Drs. Chris Wopary, MM dan beberapa staf dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Aksi ini buntut dari hasil pengumuman CPNS beberapa waktu lalu dimana hampir 90 % para pegawai honorer itu tak lolos diterima sebagai PNS. Menurut mereka, dari hasil pengumuman CPNS lalu, ada beberapa orang yang tak pernah menjadi pegawai honorer tapi justru lulus sebagai CPNS, padahal namanya tak terdaftar dalam data base pegawai. “Kita akan tetap menuntut kepada pemkab Jayawijaya atas nasib kami,&#8221; ujar John Sahetapy kepada Cenderawasih Pos disela-sela melakukan aksi demo.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Pihak eksekutif sudah berjanji kepada mereka selaku pegawai honorer untuk diangkat dalam formasi CPNS 2006, tapi janji itu tak pernah terlaksana. &#8221; Kami sudah mengabdi puluhan tahun dengan upah yang minim, tapi tak ada perhatian serius dari Pemkab Jayawijaya terhadap nasib kami,&#8221; tukas John.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Dirinya mensinyalir, ada permainan oknum tertentu dari pihak eksekutif untuk kepentingan politik jelang Pilkada 2008 sehingga mereka yang dikorbankan. &#8220;Kami tak terima diperlakukan seperti itu, dan tetap menuntut Pemkab Jayawijaya agar kami bisa dimasukkan dalam penerimaan CPNS, karena beberapa orang diantara kami sudah ada yang berusia lanjut,&#8221; ujar Piter Wandik, seorang pegawai honorer lainnya.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Mereka mengaku sudah cukup bersabar sejak tahun 2004 lalu, tapi realisasinya tak pernah ada.” Aksi ini akan kita lakukan sampai ada jawaban pasti Pemkab Jayawijaya terhadap nasib kami,&#8221; ujar Wandik bernada kesal.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Kalau hal itu belum juga terjawab kita akan pertanyakan hal itu kepada Menpan dan Gubernur Provinsi Papua,&#8221; tukas Daud Sembom, pendemo yang lain.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Dikemukakan, dari data yang mereka peroleh dari BKD Jayawijaya, ada 31 orang yang dinyatakan lulus, 22 orang diantaranya tidak mereka kenal sama sekali. Dari jumlah itu, 4 orang adalah putra daerah dan 5 lainnya dinyatakan telah meningal dunia tapi lulus. &#8220;Ini kan lucu namanya,&#8221; ujar Daud.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Sementara itu Sekda Jayawijaya Drs. Chris Wopary, MM kepada para pendemo mengatakan pihaknya akan berkordinasi denga bupati selaku pimpinan daerah untuk menyelesaikan permasalahan ini. &#8220;Kita akan periksa kembali secara cermat data kelulusan CPNS itu agar semuanya jelas,&#8221; tegas Chris.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Permasalahan itu dapat diselesaikan secara baik dengan hati dan kepala yang dingin. “ Kita akan panggil BKD selaku instansi teknis untuk menjelaskan permasalahan ini agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan pendataan terhadap sejumlah pegawai honorer yang seharusnya lulus dalam penerimaan formasi CPNS,&#8221; ujarnya.</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-top:0;margin-bottom:0;">Meski tak puas dengan penjelasan sekda, pihak pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (jk)</p>
<p></font></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
