<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>juni-anton &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/juni-anton/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "juni-anton"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 11:55:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Impian Membuat Hidup Lebih Hidup]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/28/impian-membuat-hidup-lebih-hidup/</link>
<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 05:20:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/28/impian-membuat-hidup-lebih-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini saya buat untuk menyambut kedatangan &#8220;2010&#8243;. Ada pepatah yang mengatakan “Hi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tulisan ini saya buat untuk menyambut kedatangan &#8220;2010&#8243;.</p>
<p>Ada pepatah yang mengatakan “Hidup adalah sebuah perjalanan”. Anda setuju dengan itu?</p>
<p>Jika hidup benar sebuah perjalanan, lantas apa yang menjadi tujuan kita sepanjang jalan itu? Jawaban singkatnya adalah impian atau goals.</p>
<p>Coba seje<a href="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/tujuan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-264" title="tujuan" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/tujuan.jpg?w=120" alt="" width="120" height="150" /></a>nak Anda ingat-ingat kembali, apakah Anda pernah bingung menentukan tujuan Anda? Misalnya, bingung memutuskan mau jalan-jalan ke mana. Mau pergi ke nonton, tetapi baru saja nonton kemarin. Mau jalan-jalan ke mall, tapi mau ngapain? Mau pergi ke Mall mana? Ujung-ujungnya bingung sendiri…</p>
<p>Keadaan seperti itu seringnya membuat kita tidak nyaman.Rasanya akan lebih baik kita merencanakan terlebih dahulu.</p>
<p>Bagaimana dengan kehidupan kita?</p>
<p>Tidak memiliki tujuan hidup jauh lebih membingungkan daripada bingung menentukan tujuan jalan-jalan. Apakah Anda pernah merasa hidup ini begitu membosankan? Jika iya,<!--more--> mungkin saat ini Anda sedang mengalami kebingungan tujuan hidup.</p>
<p>Bagaimana pun kita sendiri yang memutuskan tujuan kita. Kita yang menentukan goals, impian dan mimpi-mimpi kita.</p>
<p>Impian kita inilah yang akan membawakan angin segar (baca: kebahagiaan) bagi kita. Hidup juga terasa lebih berarti dan tidak membosankan.</p>
<p>Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat tujuan sejak saat ini. Iya, Anda tidak salah baca, SAAT INI.</p>
<p>Apalagi kalau saat kita masih muda. Mengapa? Karena masih banyak tempat yang kita tuju -masih panjang perjalanan kita- dan masih banyak waktu yang kita miliki (baca: kesempatan).</p>
<p>Andaikan suatu saat perjalanan kita tidak mulus atau bahkan kita salah mengambil jalan (mengalami kegagalan). Kita masih punya waktu dan kesempatan untuk memperbaiki jalur perjalanan kita, dan kita memang memiliki hak atas itu.</p>
<p>Sekaranglah saatnya bagi kita semua untuk  menentukan goals, impian, atau tujuan hidup kita.</p>
<p>Lembaran 2009 akan segera habis. Lembaran yang baru, akan segera dimulai.</p>
<p>Apa yang ingin Anda capai pada tahun 2010. Hanya Anda yang bisa menentukan perjalanan Anda. Manfaatkanlah kesempatan yang berharga ini.</p>
<p>Semoga tulisan ini bisa menginspirasi Anda semua.</p>
<p>Salam Sukses.</p>
<p>Happy New  Year 2010.</p>
<p>Juni Anton</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penunda Sejati]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/25/penunda-sejati/</link>
<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 06:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/12/25/penunda-sejati/</guid>
<description><![CDATA[“jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya” Apakah Anda sering menunda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">“<em>jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya</em>”</p>
<p>Apakah Anda sering menunda-nunda pekerjaan anda? Pekerjaan yang saya maksud di sini bukanlah profesi, namun pekerjaan seperti tugas, jobdesc, atau mengejar <em>goals (baca: impian)</em>. Pada artikel ini, saya mengkhususkan pembahasan saya pada pencapaian <em>goals</em>.<a href="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/move-on.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-256" title="cb054564" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/12/move-on.jpg?w=147" alt="" width="147" height="150" /></a></p>
<p>Dalam perjalanan menggapai <em>goals</em>, banyak hal yang perlu kita kerjakan dan langkah-langkah yang perlu kita lalui. Sebagai contohnya, seorang penulis buku, Ia perlu menyelesaikan setahap demi setahap bab-bab pada bukunya hingga akhirnya buku tersebut sampai di tangan kita. Bayangkan, apakah penulis tersebut bisa menyelesaikan keseluruhan bukunya jika Ia tidak pernah mulai menulis?</p>
<p>Mengenai impian atau goals, ada beberapa orang yang mengatakan kepada saya, Ia ingin mendapatkan IPS tinggi (3,8), ingin belajar menulis, ingin menjadi entrepreneur dan lain sebagainya. Namun mereka sering mengalami kesulitan untuk memulai langkah pertama.</p>
<p>Ada rasa malas dan berat untuk memulainya. Karena terus menunda-nunda untuk memulai, akhirnya mereka berhenti pada suatu titik dan tidak mencapai <em>goals</em> mereka. Anehnya kasus-kasus seperti ini sudah beberapa kali saya temui.</p>
<p>Alasan seperti ini sudah sering lalu lalang di telinga saya, “kalau sudah waktunya saya akan melakukannya”, “saya sedang menunggu waktu yang tepat”, “saya belum ada <em>mood</em> untuk mengerjakannya”, dan lain sebagainya. Komentar klasik ini juga yang sering membuat orang-orang menjadi tidak maju dan berkembang.</p>
<p>Saya mulai mencari tahu<!--more--> apa penyebab  dari orang-orang yang suka menunda pekerjaannya. Dari workshop yang pernah saya ikuti, berbagai literatur yang saya baca dan pengalaman pribadi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang menjadi “Penunda Sejati”.</p>
<p>Yang pertama adalah ada dua atau lebih dari bagian diri seseorang yang tidak bekerja sama. Ada bagian diri yang mau dan ada bagian diri lain yang tidak. Penjelasan ini saya dapat dari para praktisi hipnoterapi.</p>
<p>Oh ya, Anda mungkin sedikit asing dengan istilah “bagian diri”. Setiap manusia memiliki banyak “bagian diri” dalam dirinya.Contoh paling mudah untuk mengenal “bagian diri” adalah ketika kita hendak bangun tidur di pagi hari.</p>
<p>Ada semacam dialog internal diri kita. Seperti dua makhluk yang sedang berbicara. Ada satu “bagian” yang menjelmah menjadi malaikat mengatakan, <em>“ayo bangun, sudah jam berapa nih? Sudah waktunya kamu kuliah”</em>. “Bagian” lain yang menjelmah menjadi setan mengatakan, <em>”telat sedikit ga apa-apa kok, tadi malam kamu tidurnya malam banget lho, kamu masih kurang tidur”</em>. Nah, akhirnya kita juga yang memutuskan untuk bangun atau tarik selimut tidur kembali.</p>
<p>Apakah Anda sering mengalami dialog seperti itu? Tenang, Anda tidak sendiri, saya juga sering seperti itu. Hal ini sangat wajar, karena di dalam diri manusia terdiri dari banyak diri lagi, bingung? Tenang, agar Anda lebih tahu mengenai “bagian diri ” yang istilah lainnya adalah Part, Anda bisa mengunjungi artikel berikut “<a title="Kita Punya Banyak Diri" href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&#38;mode=detil&#38;ID=90" target="_blank">Kita Punya Banyak Diri</a>”</p>
<p>Kembali ke kebiasaan menunda, ketika kita menunda suatu pekerjaan, ada tanda-tanda bahwa salah satu bagian diri kita <em>mendukung</em> apa yang kita kerjakan dan satu bagian lagi <em>tidak mendukung</em> apa yang kita kerjakan. Oleh karena itu, kita menjadi ragu, malas atau berat untuk mulai mengambil langkah-langkah menggapai <em>goals</em>.</p>
<p>Solusinya kita perlu mencari tahu bagian yang konflik tersebut, apa alasan di balik bagian diri yang tidak mendukung pencapaian <em>goals</em> kita, kemudian berkompromi dengan bagian diri itu dan mendapatkan <em>win-win solution</em>. Bagaimana kita berkompromi dengan “bagian diri” atau “part” itu? Bisa Anda baca pada artikel berikut, “<a title="Cara Mudah Berbicara Dengan  Part atau Bagian Diri" href="http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&#38;mode=detil&#38;ID=218" target="_blank">Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian Diri</a>”</p>
<p>Yang kedua adalah berhubungan dengan konsep diri. Seseorang yang memiliki konsep diri yang kurang bagus (jelek) sering menjadi ragu untuk memulai langkah mereka terutama dalam mengejar <em>goals</em> mereka. Orang seperti ini, melihat diri sendiri secara negatif dan merasa jauh dari diri ideal mereka.</p>
<p><em>Goals</em> kita sangat erat kaitannya dengan diri ideal, orang yang merasa jauh dari <em>goals</em> mereka, sama dengan jauh dari diri ideal mereka. Faktanya, bagaimana pun kita selau bergerak menuju diri ideal kita.</p>
<p>Gambaran diri negatif bisa seperti, merasa dirinya tidak mampu, tidak bisa, bahkan tidak pantas meraih <em>goals</em>. Nah, ketika Ia mulai melangkah menuju <em>goals</em>, Ia menjadi ragu dengan kemampuannya.</p>
<p>Perasaan ragu ini yang membuat kita menjadi menunda-nunda. Ada kalimat-kalimat yang berdebat di pikiran kita, “apakah saya bisa?”, “apakah ini mungkin?” dan lain sebagainya.</p>
<p>Solusinya, kita perlu memperbaiki gambaran diri kita terlebih dahulu. Pandanglah diri kita secara positif, yakin dengan kemampuan kita dan yang paling penting adalah merasa diri kita pantas mendapatkan <em>goals</em> kita. Jika kita sudah yakin dengan kemampuan kita, kita tidak akan bertanya-tanya lagi, <em>“apakah saya bisa?”</em> atau <em>“apakah ini mungkin?”</em>.</p>
<p>Yang ketiga merupakan refleksi dari pemikiran saya. Menurut saya, kita menjadi menunda untuk memulai mengejar <em>goals</em> kita, karena kita tidak serius dengan <em>goals</em> kita.</p>
<p>Mungkin mulut bisa berdusta, tetapi tindakan tidak bisa berbohong. Bisa jadi kita hanya ikut-ikutan orang lain atau <em>goals</em> yang kita kejar merupakan impian atau harapan orang lain.</p>
<p><em>Goals</em> kita perlu personal dan bermakna, dengan demikian kita pun menjadi semangat dengannya. Jika seseorang sudah benar-benar serius dengan <em>goals</em>-nya, Ia sudah berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk mencapai <em>goals</em>-nya. Ia akan mencari segala cara untuk mencapai <em>goals</em>-nya. Jangan salah mengartikan segala caranya ya. Heehee…  ^^</p>
<p>Well, saya yakin setiap orang memiliki impian, tujuan atau goals masing-masing. <em>Goals</em> tersebut rasanya masih kurang sempurna jika hanya ada di dalam benak kita saja.</p>
<p>Mengapa kita tidak bertindak untuk mewujudkannya? Bagi yang berhenti di tengah jalan, mengapa tidak melanjutkan perjalanan Anda?</p>
<p>Sebelum mengakhiri artikel ini, saya memiliki sedikit cerita. Beberapa waktu lalu ada seorang senior saya yang mengatakan kepada saya, Ia ingin menulis di blog. Berhubung saya sudah lama <em>blogging</em>, jadi Ia bertanya-tanya seputar <em>blogging</em> kepada saya.</p>
<p>Sambil ngobrol, saya bertanya, <em>“jadi kapan mau mulai nulis?”</em>. Ia pun menjawab, <em>“belum tahu juga, malas juga mau memulainya”</em>.</p>
<p>Ya, kadang kala memang rasanya sangat berat untuk memulai sesuatu yang baru. Hal itu sangat manusiawi. Saya juga sering mengalami rasa malas, berat untuk memulai dan suka menunda seperti itu.</p>
<p>Tetapi saya sudah mendapatkan solusi kecil yang cukup membantu saya.Ketika saya merasa, saya menunda-nunda hal yang harus saya kerjakan, seperti menulis artikel atau meng-edit buku saya,  saya cukup berpegang pada sebuah kalimat, <em>“jika saya tidak mulai menulis, saya tidak akan pernah menulis”</em>.</p>
<p>“<em>jika saya tidak mulai melakukannya, saya tidak akan pernah melakukannya</em>”</p>
<p>Anda bisa mencobanya untuk diri Anda jika Anda mau. Diakhir 2009 ini, saya ingin mengucapkan “Happy Christmas dan Happy New Year 2010”.</p>
<p>Semoga di tahun 2010, Anda bisa mencapai goals-goals Anda. Hidup bahagia dan sukses selalu. Jangan jadi penunda lagi yah… hehehe… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rizky yang ujian CB]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/11/10/rizky-yang-ujian-cb/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 17:12:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/11/10/rizky-yang-ujian-cb/</guid>
<description><![CDATA[Rizky, seorang mahasiswa semester 3 BiNus University. Tepatnya hari ini dilaksanakannya ujian mata k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-253" title="shake hand logo" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/11/shake-hand-logo.jpg?w=150" alt="shake hand logo" width="150" height="150" />Rizky, seorang mahasiswa semester 3 BiNus University. Tepatnya hari ini dilaksanakannya ujian mata kuliah Character Building 2 yang mana merupakan salah satu mata kuliah wajib di BiNus University.</p>
<p>Rizky yang rajin pastinya sudah belajar sehari sebelumnya. Tak lupa Rizky juga mempelajari kisi yang diberikan oleh Dosennya.</p>
<p>Saat di ruang ujian Rizky yang duduk di kursi no 7 mengerjakan soal dengan sangat antusias. Ujian CB 2 kali ini terdiri dari 5 soal. Rizky mengerjakan 4 soal pertama dengan sangat lancar dan mulus, karena soalnya lebih banyak berhubungan dengan analisa kasus seperti konflik sosial, komunikasi, interaksi, nilai dan norma.</p>
<p>Setiba di soal nomor 5 yang mengandung bobot 50%, Rizky mulai bingung, karena pertanyaan ini tidak pernah ditemukan di kisi-kisi mana pun yang Ia cari.</p>
<p>Pertanyaannya adalah<!--more--></p>
<p>&#8220;Sebutkan 2 nama Protecom, 2 nama Petugas ISS, dan 2 nama Petugas Parkir kampus!&#8221;</p>
<p>Ternyata tidak hanya Rizky saja yang kebingungan dengan soal tersebut. Teman-temannya yang lain juga kebingungan dengan soal ujian yang aneh itu.</p>
<p>beberapa hari kemudian&#8230;</p>
<p>Ujian berlalu, Rizky masih penasaran dengan soal yang diberikan Dosennya itu. Dalam hatinya &#8220;Ada apa dengan Dosen ini, Dasar Dosen aneh&#8221;.</p>
<p>Setelah kelas selesai Ia menemui Dosennya dan bertanya mengenai soal UTS tersebut.<br />
&#8220;Pak, kok soalnya kyk gitu? Kami mana taw nama-nama petugas kampus itu?&#8221; tanya Rizky.</p>
<p>Dosennya hanya tersenyum dan menjawab: &#8220;Relasi dengan Sesama&#8221;</p>
<p>Akhirnya Rizky mengerti maksud dari Dosennya itu.</p>
<p>Apakah kita sudah memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar kita yang mungkin hampir setiap hari kita temui?</p>
<p>Kadang kala kita seolah-olah menganggap mereka tidak begitu penting bahkan ekstrimnya tidak ada, namun sesungguhnya mereka adalah orang yang cukup berpengaruh dalam kehidupan kita.</p>
<p>Siapa pun mereka -tidak hanya orang-orang yang ada di soal ujian-, orang-orang di sekiling kita. Cobalah perhatikan sejenak, mungkin kita sempat melupakan keberadaan mereka atau mencuekan mereka.</p>
<p>Kini saatnya kita kembali peduli dengan dan menjalin relasi yang baik dengan sesama. Ayo lah, hanya dengan memberikan SENYUMAN atau SAPAAN kepada mereka, itu sudah melebihi cukup.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saat Kematian Manusia adalah Saat Ia Berhenti Belajar]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/10/24/saat-kematian-manusia-adalah-saat-ia-berhenti-belajar/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:03:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/10/24/saat-kematian-manusia-adalah-saat-ia-berhenti-belajar/</guid>
<description><![CDATA[Manusia adalah makhluk yang terus berkembang dalam kehidupannya. Setiap hari secara sadar maupun tid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Manusia adalah makhluk yang terus berkembang dalam kehidupannya. Setiap hari secara sadar maupun tidak, kita selalu mempelajari hal <strong><img class="alignright size-thumbnail wp-image-243" title="belajar tidur" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/10/belajar-tidur.jpg?w=150" alt="belajar tidur" width="150" height="100" /></strong>baru.</p>
<p>Ketika seseorang berhenti belajar, merasa dirinya sudah pintar, sudah memiliki pengetahuan yang banyak, sudah hebat, dan dia menjadi sombong. Itulah momen kematian dari orang ituu.</p>
<p>Saya pernah memiliki pemikiran, kapan saat saya berhenti belajar? Saya beranggapan jika saya sudah menjadi seorang ahli di bidang saya, saya tidak perlu belajar lagi.</p>
<p>Ternyata saya <strong>salah besar</strong><strong><!--more--></strong>. Bahkan seorang expert pun masih terus belajar. Faktanya manusia tidak pernah berhenti belajar. Ketika manusia itu berhenti belajar bukan berarti ilmu yang ia miliki terus menetap dan tidak hilang. Kita perlu sadar akan hal itu, jika keahlian kita tidak di <em>upgrade</em> suatu saat pasti menurun.</p>
<p>Contoh gampangnya seperti ini. Joko seorang pemain basket, anggap saja Joko sudah menjadi pemain NBA. Joko yang hebat ini, sudah menjadi expert, karena sudah hebat, Joko jarang latihan, karena dia merasa keahliannya bermain basket tidak akan hilang.</p>
<p>Pertanyaan saya, apakah dengan jarang latihan begitu Joko bisa menjadi pemain hebat terus? Tidak</p>
<p>Saya setuju dengan anda. Saya yakin, suatu hari dia akan duduk di bangku cadangan. Bahkan dia bisa saja kalah bersaing karena kemampuannya yang menurun.</p>
<p>Di kehidupan kita sehari-hari juga demikian, mungkin kita tidak menyadari bahwa belajar itu penting. Karena kita menganggap belajar merupakan hal yang sulit berat dan malas rasanya.</p>
<p>Kenyataannya kita tidak pernah berhenti belajar selama kita masih hidup. Ketika kita berhenti belajar, berarti kita sudah berada diambang kematian.</p>
<p>Siapa pun anda, baik penulis, pembicara, olahragawan, artis, karyawan, mahasiswa, pelajar, guru, dosen, pengusaha, dan lain sebagainya. Teruslah belajar, agar kemampuan kita terus meningkat.</p>
<p>Jadi, belajarlah terus agar kita tetap hidup!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malas Belajar]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/10/11/malas-belajar/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 05:14:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/10/11/malas-belajar/</guid>
<description><![CDATA[Apakah anda malas belajar? Saya akui bahwa saya termasuk seorang pelajar yang malas bangun pagi dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-191" title="Malas Belajar" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/10/study.jpg?w=150" alt="Malas Belajar" width="150" height="107" /> Apakah anda malas belajar? Saya akui bahwa saya termasuk seorang pelajar yang malas bangun pagi dan berangkat ke tempat belajar dengan beban yang besar dipunggung. Tetapi itu dulu. heehee&#8230;</p>
<p>Setelah melalui berbagai proses dan pembelajaran, ternyata belajar merupakan hal yang menyenangkan dan merupakan hal yang tidak pernah mati.</p>
<p>Tunggu sebentar, belajar yang apa dulu?</p>
<p>Belajar yang saya maksud adalah mempelajari hal yang anda sukai. Misalnya anda sangat suka bermain piano, dan anda ingin menjadi seorang pianist. Tentu mempelajari piano tidak membawakan beban bagi anda. Bahkan anda merasa kurang jika waktu belajarnya hanya sebentar. Nah, karena rasa <em>suka,</em> sesuatu yang sulit bisa menjadi mudah.</p>
<p>Mengapa ada yang merasa belajar di sekolah atau kampus begitu sulit dan beban? Saya juga merasakan itu sebelumnya. Karena ada materi yang kurang kita sukai, membuat materi itu terasa sulit. Selain itu perspektif lingkungan terhadap materi tertentu juga bisa membuat kita percaya bahwa materi itu sulit. Materi yang saya maksud di sini adalah<!--more--> materi pelajaran yah.</p>
<p>Di kampus saya, Statistika adalah materi yang dianggap sulit. Hampir satu kelas merasa Statistika itu susah. Teman-teman kelas saya termasuk saya, kurang suka dengan materi statistika. Senior kami mengatakan statistika itu sulit. Bahkan ada dosen yang secara tidak langsung mengatakan kepada kami bahwa statistika itu sulit.</p>
<p>Coba anda tanya orang-orang yang cinta statistika, apakah mereka mengatakan statistika sulit? Saya rasa tidak.</p>
<p>Rasa suka terhadap suatu hal memberikan dorongan yang begitu kuat bagi kita. Ketika kita menemukan hal yang kita sukai terhadap suatu hal. Hal yang sulit pun bisa menjadi gampang.</p>
<p>Salah seorang Dosen saya adalah lulusan luar negeri dan merupakan satu-satunya orang Indonesia yang memiliki gelar “M.Crim (Forpsych)” untuk saat ini. Ketika kami sedang ngobrol-ngobrol, saya iseng bertanya kepada beliau, “apakah sulit mendapatkan gelar ini pak? Kok langka sekali, hanya satu orang yang memiliki gelar kehormatan seperti itu”. Apa jawaban dari dosen saya, “<strong><em>ketika kita suka terhadap suatu hal, tidak ada lagi yang terasa sulit”</em> </strong>Saya pun sadar akan pentingnya memunculkan rasa suka terhadap hal yang kita pelajari.</p>
<p>Jika anda seorang pelajar SMP, SMA, Kuliah, mungkin ada beberapa materi di sekolah yang kurang anda sukai, tetapi anda juga tidak bisa meninggalkan materi itu.</p>
<p>Hal yang terbaik adalah cari manfaat dari materi itu untuk kehidupan keseharian anda. Jika mungkin, temukan hal yang anda sukai di materi pelajaran itu.</p>
<p>Semoga anda tidak lagi merasa beban dengan pelajaran di sekolah maupun di kampus.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[From Heart to Heart]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/09/02/from-heart-to-heart/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:46:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/09/02/from-heart-to-heart/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, dengan seorang teman, kami sharing mengenai arti pertemanan. Dia mengataka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-200" title="persahabatan" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/09/persahabatan.jpg?w=126" alt="persahabatan" width="126" height="150" />Beberapa waktu yang lalu, dengan seorang teman, kami <em>sharing</em> mengenai arti pertemanan. Dia mengatakan kepada saya bahwa <em>pertemanan merupakan sebuah jodoh</em>. Jodoh? Seperti pasangan suami istri saja kata saya. Hehe…</p>
<p>Kemudian saya merefleksikan kembali apa yang telah kami bicarakan sebelumnya. Saya setuju dengan pandangan teman saya itu.</p>
<p>Coba anda bayangkan, mengapa kita bisa kenal akrab orang yang jauh dengan kita? Misalnya orang yang kita kenal itu dari temannya teman kita atau orang yang lokasinya jauh dari kita. Begitu juga sebaliknya, orang yang sering bertemu dengan kita, justru kurang akrab.</p>
<p>Mengapa<!--more--> ada pertemanan yang bisa bertahan bertahun-tahun dan ada yang tidak? Ada teman yang dulunya tidak dekat -secara emosional-, sekarang malah menjadi sahabat kita. Dan masih banyak kejadian “aneh” lainnya. Apakah semua itu hanya kebetulan saja?</p>
<p>Ada yang menganggap pertemanan merupakan sebuah ikatan karma. Ada juga yang menganggap pertemanan dikarenakan kecocokan sifat, karakter, dan komunikasi yang baik. Tambah lagi dari teman saya, pertemanan adalah jodoh.</p>
<p>Apa pun itu, bagi saya pertemanan mungkin hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu <strong>hargailah teman yang sudah kita miliki saat ini</strong>. Kita akan merasa bahagia jika kita benar-benar berteman <em>from heart to heart</em>.</p>
<p>Menurut saya hidup telalu sia-sia jika digunakan untuk membenci, memusuhi, menyimpan dendam, atau menolak teman kita.</p>
<p>Kita tidak pernah tahu sampai kapan kita bisa berteman dengan teman kita saat ini. Bisa jadi lama, Bisa juga tidak. Ya ga? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebetulan atau Kebetulaan?]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/20/kebetulan-atau-kebetulaan/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 11:19:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/20/kebetulan-atau-kebetulaan/</guid>
<description><![CDATA[Apakah anda percaya dengan kebetulan? Saya masih ingat pesan yang disampaikan oleh Master Uguay dala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Apakah an<img class="alignleft size-thumbnail wp-image-203" title="quantum human" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/08/quantum-human.jpg?w=115" alt="quantum human" width="115" height="150" />da percaya dengan kebetulan?</p>
<p>Saya masih ingat pesan yang disampaikan oleh Master Uguay dalam film Kung Fu Panda. “There is no accident (kebetulan)”. Apakah benar di dunia ini tidak ada kebetulan?</p>
<p>Pada artikel saya yang berjudul “<a title="Like Attract Like" href="http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/08/31/life-attract-life/" target="_blank">like attract like</a>”. Saya pernah menulis mengenai<em>“the law of attraction”</em>. Di dunia ini ada hukum yang dikenal dengan hukum tarik-menarik (<em>the law of attraction</em>). Kita dapat menarik hal yang kita inginkan melalui pikiran kita. Inilah yang dibahas dalam buku <em><a title="The Secret" href="http://thesecret.tv" target="_blank">The Secret</a></em></p>
<p>Saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya menggunakan hukum tarik menarik ini.</p>
<p>Ketika akhir SMA saya, saya membuat sebuah goals yaitu <em>diterima di Fakultas Psikologi melalui jalur beasiswa di Jakarta. </em>Singkat cerita ketika lulus, saya melanjutkan perguruan tinggi melalui jalur beasiswa di Jakarta.</p>
<p>Sejak semester satu perkuliahan saya di BiNus University, saya memiliki goals juga, yaitu <em>mendapat IP 4</em> atau <em>mendapatkan beasiswa selama kuliah saya</em>. Demi goals saya, saya belajar dengan baik, berdoa dan juga melakukan visualisasi.</p>
<p>Semester satu pun berakhir. Saya tidak<em> mendapatkan IP 4</em>, tetapi<!--more--> saya mendapatkan pilihan kedua saya. Saya mendapat potongan biaya SKS yang membantu mengurangi pengeluaran kakak saya. Sekali lagi saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena keinginan saya terkabulkan.</p>
<p>Saya membuat goals yang sama pada semester berikutnya. Sayangnya pada semester ini nilai UTS (ujian tengah semester) saya yang hanya cukup untuk makan <em>&#8220;warteg&#8221;</em>. Saya lebih suka makan di &#8220;<em>restoran</em>&#8220;,  jadi mau tidak mau nilai ujian akhir saya harus jauh lebih bagus. Ternyata saya tersandung batu. Banyak jawaban saya yang salah ketika ujian akhir. Sepertinya nilai saya jatuh pada semester ini. Bim sala bim, ternyata nilai ujian saya memuaskan dan saya mendapatkan beasiswa lagi.</p>
<p>Saya sempat bingung. Mengapa nilai saya begitu di luar dugaan. Apakah ini kebetulan? Kalau kebetulan, kok sering banget?</p>
<p>Saya pun mengkroscek kembali apa yang telah saya lakukan hingga bisa mencapai goals itu. Ternyata saya yang menariknya melalui berbagai hal yang saya lakukan.</p>
<p>Ketika  nilai ujian saya belum keluar. Saya <a title="Cara Menuliskan Impian anda." href="http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/06/cara-menuliskan-impian-anda/" target="_blank">menuliskan impian </a>saya. Dengan begitu yakin. Saya menulis kalimat ini</p>
<p><strong>“saya selalu mendapatkan beasiswa selama kuliah saya”.</strong></p>
<p>Saya &#8220;menginstallnya&#8221; ke pikiran bawah sadar. Saya percaya pikiran bawah sadar bisa bekerja sama untuk meraih goals saya. Tak lupa saya berdoa dan bersyukur setiap malam sebelum tidur dan setiap pagi ketika bangun. Itulah hal yang saya lakukan sebelum nilai ujian akhir keluar.</p>
<p>Saya tidak mengerti bagaimana mekanisme terjadinya hal ini. Tetapi hasil akhir membuktikan adanya hukum tarik menarik ini. Hingga saya berkesimpulan bahwa menuliskan impian cukup “berbahaya” karena anda bisa mendapatkan hal yang anda inginkan. Namun, saya yakin pasti ada faktor lain yang bermain. Karena doa dan rasa syukur saya juga keinginan saya dikabulkan.</p>
<p>Sebelum mengakhiri kisah nyata ini. Ada kisah satu kisah lagi mengenai hukum tarik menarik ini.</p>
<p>Notebook acer yang saya gunakan mengalami kerusakan pada LCDnya, saya ingin ganti sebuah notebook baru. Kakak saya pernah berkata ingin membelikan saya notebook baru tetapi dia tidak mengatakan kapan dia membelinya.</p>
<p>Waktu itu adalah pertengahan juli. Saya menulis pada daftar impian saya.</p>
<p><em><strong>“saya memiliki notebook baru pada akhir bulan juli”.</strong></em></p>
<p>Tetapi saya menghapusnya karena saya berpikir tidak mungkin hal ini bisa terjadi. Dari mana saya bisa mendapatkan notebook baru dalam waktu sedekat itu. Meskipun saya menghapus impian itu dari buku, saya tidak menghapusnya di pikiran saya.</p>
<p>Awal Agustus lalu, tiba-tiba saya diajak untuk membeli notebook baru. Aneh tetapi nyata saya memiliki notebook baru hanya berbeda beberapa hari dari waktu impian saya.</p>
<p>Dari kisah saya mendapatkan beasiswa, hingga saya memiliki notebook baru. Semua terjadi seolah-olah di luar dugaan. Apakah ini kebetulan? Jika iya, apakah mungkin kebetulan terjadi berulang-ulang?</p>
<p>Saya kira anda juga bisa menarik hal yang anda inginkan, mewujudkan goals anda menjadi kenyataan. Saya yakin pikiran berperan penting dalam mencapai apa yang kita inginkan. Semua kembali lagi kepada kita yang menggunakan pikiran itu. Di samping itu kita juga perlu <em>usaha</em> untuk meraih goals kita.</p>
<p>Banyak pakar yang mengatakan pikiran sangat powerfull. Namun, pikiran hanya sebagai alat bantu (tools). <strong>Jangan pernah meNuhankan pikiran anda</strong>. Kalimat ini saya kutip dari pesan pakar mind technology, <em><a title="Adi W. Gunawan" href="www.adiwgunawan.com" target="_blank">Adi W. Gunawan</a></em>.</p>
<p>Jika Tuhan tidak mengabulkan keinginan saya. Saya juga tidak bisa mendapatkan hal-hal di atas. Oleh karena itu saya tetap berdoa, bersyukur, dan berterima kasih kepada Tuhan. Saya berharap dapat mencapai goals-goals saya yang lainnya. Saya juga berharap anda dapat mencapai goals anda.</p>
<p>Jadi apakah kebetulan itu ada? Saya lebih setuju dengan Master Uguay.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaikan Sampah dan Kapal]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/20/bagaikan-sampah-dan-kapal/</link>
<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 11:00:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/20/bagaikan-sampah-dan-kapal/</guid>
<description><![CDATA[“Hidup tanpa tujuan sama dengan tidak hidup” Juni Anton Pernahkah anda melihat sampah yang mengalir ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><em>“Hidup tanpa tujuan sama dengan tidak hidup”</em></p>
<p align="center"><em>Juni Anton</em></p>
<p>Pernahkah anda melihat sampah yang mengalir di sungai? dan pernahkah anda melihat kapal yang berlayar di sungai?<img class="alignright size-thumbnail wp-image-205" title="kapal" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/08/kapal.jpg?w=150" alt="kapal" width="150" height="150" /></p>
<p>Sampah dan kapal sama-sama mengalir di sungai. Namun, apa yang membedakan antara sampah dan kapal itu? Sebelum anda menjawab pertanyaan terakhir di atas. Kiranya anda pernah mengetahui prinsip hidup yang dipegang oleh segelintir orang yang berbunyi “let it flow saja”. Pernah?</p>
<p>“Let it flow saja” memberikan arti bahwa manusia menjalani hidup ini apa adanya saja, tidak perlu memikirkan hal-hal yang lain, karena semua sudah diatur. Hal ini sama seperti mengikuti aliran sungai, ke mana sungai mengalir ke sana kita dibawa.</p>
<p>Pada kehidupan nyata, apakah kita hidup hanya mengalir mengikuti lingkungan? Apakah kita hanya pasrahkan hidup kita pada pengaruh sekitar kita?<!--more--> Kembali lagi pada pertanyaan sampah dan kapal tadi. Perbedaan yang sangat jelas antar “kapal” dan “sampah” adalah <strong>tujuan</strong> mereka.</p>
<p>Kapal berlayar di sungai memiliki <strong>tujuan</strong> yang jelas. Mereka tahu harus berlayar kemana dan mereka tahu harus berhenti dimana. Yang pada intinya adalah memiliki <em>tujuan yang jelas</em>.</p>
<p>Bagaimana dengan seonggok “sampah” di sungai? Apakah mereka memiliki tujuan? Mungkin saja ada. Tetapi mereka tidak berjalan sesuai dengan tujuan mereka sendiri. Mereka berjalan mengikuti aliran sungai. Ke mana sungai mengalir ke sana mereka pergi. Ke mana lingkungan membawa mereka ke sana mereka pergi. Sampah-sampah itu hanya mengatakan “let me flow aja”</p>
<p><em><strong>Kita bertanggungjawab penuh atas kehidupan kita sendiri</strong></em>. Bukan orang lain. Kesuksesan kita, tergantung pada kita sendiri. Kita tidak bisa hanya mengharapkan lingkungan membawa kita ke tujuan kita. Melainkan, kita harus berlayar sendiri menuju tujuan kita.</p>
<p>Jika anda tidak memiliki tujuan, maka lingkungan akan membuat tujuan untuk anda. Apakah tujuan itu sesuai dengan keinginan anda? Lingkungan tidak pernah tahu tentang itu. Yang mengetahui tentang hal itu adalah diri anda sendiri. <strong>Hanya diri anda sendiri</strong>. Pertanyaan terakhir dari saya dan yang paling penting untuk anda.</p>
<p>Jika kehidupan ini ibarat aliran sungai, anda ingin menjadi “sampah”? atau menjadi “kapal”?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal Diri dan Motivasi dalam Diri]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/11/mengenal-diri-dan-motivasi-dalam-diri/</link>
<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 07:19:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/11/mengenal-diri-dan-motivasi-dalam-diri/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini merupakan pertanyaan dari salah satu pengunjung blog saya. Saya memutuskan untuk menampi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Berikut ini merupakan pertanyaan dari salah satu pengunjung blog saya. Saya memutuskan untuk menampilkan pertanyaan yang bagus ini di blog saya, agar pembaca lainnya juga dapat memahami pentingnya mengenal diri dan mengetahui motivasi utama kita dalam meraih goals atau impian kita.</p>
<p><em>Paul (nama samaran)</em></p>
<div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;">
<div><em><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-208" title="motivasi" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/08/motivasi.jpg?w=150" alt="motivasi" width="150" height="75" />Apakah kita harus mengenal diri kita dulu kalau kita mau sukses?</em></div>
<div><em>Apabila kita tidak memiliki bakat di dalam pelajaran tertentu tetapi kita berusaha untuk memaksakan bisa menguasai pelajaran tersebut. Contohnya saya sebenarnya berbakat dalam mata pelajaran A tetapi lingkungan mengharuskan untuk saya belajar pelajaran B tetapi keinginan besar saya untuk bisa menguasai pelajaran B karena di dorong oleh lingkungan dan rasa takut saya akan tertinggal oleh teman2 yang lainnya. Saya belajar terus menerus untuk mengerti pelajaran B, menurut anda apakah itu akan berbuah keberhasilan? atau Hal2 yang bersifat setengah-tengah saja karena tidak sesuai dengan bakat saya atau hanya hal yang sia2 saja?</em></div>
<div><em>Terima Kasih.</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div>Apakah kita harus mengenal diri terlebih dahulu jika kita mau sukses?</div>
<div>Sudah jelas untuk sukses kita harus mengenal diri kita. Jika kita tidak mengenal diri, maka kita tidak akan tahu apa yang kita inginkan, Lantas bagaimana kita bisa tahu hal yang terbaik untuk kita? Ketika kita sudah mengenal diri kita, maka kita tahu hal yang terbaik untuk diri kita. Saat itu kita perlu membuat goals dan mencapai kesuksesan kita.</div>
<div>Perbedaan orang yang berbakat dengan orang yang tidak berbakat.<!--more--></div>
<div><em>&#8220;Bakat 1% sedangkan 99% usaha&#8221;</em></div>
<div><em><br />
</em></div>
<div>Dari berbagai literatur yang saya pelajari, hal yang membedakan antara orang yang berbakat dan tidak berbakat hanya<br />
pada <em>kecepatan penguasaannya</em> saja. Jika seseorang yang berbakat pada mata pelajaran A, maka dia sangat cepat<br />
mengerti dan menguasai mata pelajaran A. Sedangkan orang yang tidak berbakat, butuh waktu yang lebih lama untuk bisa menguasai mata pelajaran A.</p>
<p>Bakat tidak mutlak sebagai penentu keberhasilan seseorang. Bakat hanya salah satu alat penunjang. Tentunya masih ada faktor lain, seperti <strong>passion (keinginan yang kuat)</strong>, <strong>strategi</strong>, dan <strong>tindakan</strong> dari orang tersebut.</p>
<p>Perjuangan yang didorong oleh perasaan negatif seperti <em>&#8220;takut&#8221;,<br />
&#8220;cemas&#8221;, &#8220;khawatir&#8221;, &#8220;sombong&#8221;, </em>dan lain sebagainya. Jelas merupakan perjuangan yang sia-sia.</p>
</div>
<div>Apakah perjuangan yang dimotivasi oleh perasaan negatif bisa membuahkan keberhasilan? Jawabannya bisa.</div>
<div>Apakah si pejuang bahagia menjalani perjuangannya? Jawabannya Tidak</div>
<div>Dalam sebuah perjuangan, sesungguhnya kita tidak boleh dilapisi perasaan takut atau perasaan terpaksa. Kita harus<br />
berjuang dengan hati nurani kita. Lakukan dengan senang hati. Jika anda melakukannya dengan senang hati maka anda tidak akan merasa terpaksa, dan yang terpenting adalah anda tidak merasa terbebani dengan perjuangan anda.</p>
<p>Satu hal lagi, jika anda ingin menguasai suatu skill, baik itu di pelajaran, maupun soft skill lainnya. Apa pun itu, periksa motivasi utama anda. Jika anda termotivasi karena untuk menyenangkan orang lain, tidak mau kalah dengan orang lain, takut ketinggalan dari yang lain, dan lain sebagainya. Maka hal itu merupakan motivasi yang negatif.</p>
</div>
<div>Sebaiknya anda termotivasi karena keinginan anda sendiri. Anda lakukan semua hal untuk kebaikan anda. Tentunya hal yang membawa kebahagiaan untuk anda. Anda dapat berjuang tanpa membawa. Anda hanya menikmati perjalanan anda menuju kesuksesan.</div>
<div>Salam Sukses</div>
<div><em>Juni Anton<br />
</em></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara Menuliskan Impian Anda]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/06/cara-menuliskan-impian-anda/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 16:06:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/08/06/cara-menuliskan-impian-anda/</guid>
<description><![CDATA[Pada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai pentingnya menuliskan impian kita. Impian ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada artikel <a title="Punya Impian kok cuma di pikiran?" href="http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/07/22/punya-impian-di-tulis/" target="_blank">sebelumnya</a> saya sudah menjelaskan mengenai pentingnya menuliskan impian kita. Impian kita tidak bisa hanya berupa <em>hayalan,</em> agar tidak bingung membedakan antara <em>hayalan</em> dan <em>impian</em> kita. Maka kita harus menuliskannya dengan tangan kita sendiri bukan tangan orang lain.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-210" title="menulis" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/08/menulis.jpg?w=150" alt="menulis" width="150" height="120" /></p>
<p>Dengan menuliskan impian kita, sebenarnya kita menunjukan keseriusan kita terhadap hal yang ingin kita capai. Melalui tulisan tangan, kita dapat menyampaikan impian kita ke pikiran bawah sadar. Selain itu untuk yang merasa pelupa, akan jauh lebih bermanfaat.</p>
<p>Sebelum itu menjelaskan cara menuliskan impian, simaklah dua contoh berikut ini.<!--more--></p>
<p>Impian Juni:        “saya mau lulus kuliah dengan IP bagus”</p>
<p>Impian Anton:     <em>“saya lulus s1 psikologi saya dengan IPK 3,8 pada tahun 2012 karena saya ingin memberikan penghargaan kepada diri saya atau yang lebih baik”.</em></p>
<p>Coba anda bandingkan impian yang pertama dengan yang kedua. Jawab dengan jujur anda lebih mengerti impiannya Juni atau Anton?</p>
<p>Jelas impiannya Anton, isinya jauh lebih spesifik dibandingkan impian Juni.</p>
<p>Cara menuliskan impian ini saya pelajari dari audio cd 5 Principles to Turn Your Dreams Into Reality karya Adi W. Gunawan dan digabungkan sedikit dengan pemikiran saya. Menuliskan impian sebaiknya secara spesifik tetapi tidak spesifik. Hal yang dimaksud spesifik tetapi tidak spesifik adalah ketika kita menuliskan impian kita, kita harus secara spesifik menyampaikan hal yang ingin kita capai bahkan anak kelas 3 SD pun tahu apa yang kita inginkan.</p>
<p>Pada dasarnya kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan, yang menentukan impian kita jadi atau tidak adalah Tuhan. Anda masih ingat pepatah Manusia merencanakan Tuhan menentukan.</p>
<p>Oleh karena itu di akhir kalimat impian kita, sebaiknya tambahkan “<em>atau yang lebih baik</em>” dengan begitu kita tidak memaksa Tuhan harus memberikan sama persis hal yang kita inginkan, betul? Kita hanya berharap mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Saya yakin Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Nah, itulah yang saya maksud dengan tidak spesifik.</p>
<p>Kita secara spesifik menyatakan hal yang mau kita capai, kapan kita mencapaiannya, dan alasan kita mencapainya.</p>
<p>Pada kalimat diatas, Anton menyatakan dengan jelas apa yang ingin ia capai, ada tiga unsur yang harus anda perhatikan</p>
<ol>
<li>Pencapaian: lulus dengan IP 3,8.</li>
<li>Waktunya impian tercapai: Tahun 2012, jika anda sudah memiliki tanggal dan bulan yang boleh dicantumkan.</li>
<li>Alasan yang bersifat personal dan bermakna. Anton ingin memberikan penghargaan kepada dirinya.</li>
</ol>
<p>Setelah menuliskan impian kita. Hal ini membantu kita melihat lebih jelas hasil yang ingin kita capai. Jadi ketika kita sudah jelas dengan tujuan kita, kita tinggal melanjutkan perjalanan menuju tujuan/impian kita maksud.</p>
<p>Anda dapat membuat daftar impian tertulis yang berisikan 8 aspek kehidupan agar seimbang yaitu aspek spiritual, finansial, bisnis-karir, keluarga, pengembangan diri, (aspek mental, spiritual, maupun fisik), waktu luang, sosial, dan materi di buku impian anda. Anda juga dapat menuliskan pada impian jangka pendek maupun impian jangka panjang.</p>
<p>Untuk mengakhiri artikel ini izinkan saya menyampaikan sebuah kalimat untuk direnungkan bersama, <em>“hidup tanpa impian sama seperti tidak hidup”</em>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Punya Impian kok cuma di pikiran?]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/07/22/punya-impian-di-tulis/</link>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 08:16:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/07/22/punya-impian-di-tulis/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Mimpi adalah kunci untuk kita menakhlukan dunia&#8221; Teman-teman kiranya sudah tidak asing ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">&#8220;Mimpi adalah kunci untuk kita menakhlukan dunia&#8221;</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-212" title="bermimpi" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/07/bermimpi.jpg?w=150" alt="bermimpi" width="150" height="150" />Teman-teman kiranya sudah tidak asing lagi dengan kalimat di atas yang dilantunkan indah oleh grup band terkenal bernama Nidji. Mimpi, setiap orang pasti pernah dengar kata tersebut. Namun sesungguhnya apa arti dari mimpi itu?</p>
<p>Saya pribadi lebih suka menyebutkan mimpi dengan impian. Bagi saya hidup tidak ada impian (baca: mimpi) sama dengan tidak hidup. Seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya, jika kita tidak memiliki tujuan atau goals dalam hidup sama saja kita tersesat di dalam hutan belantara. Impian atau Goals atau Mimpi merupakan petunjuk jalan<!--more--> menuju dunia yang kita impikan.</p>
<p>Banyak orang yang saya tanyai mengenai impian mereka, terutama teman kampus saya. Saya mendapatkan kesimpulan ternyata banyak dari teman saya yang tidak memiliki impian dalam hidup mereka. Syukurnya masih ada yang sudah memiliki impian.</p>
<p>Jika kita sudah punya impian, apa langkah selanjutnya yang harus kita lakukan? Mewujudkannya? Yah, tentu saja mencapainya, masa cuma dijadikan hayalan yang bisa membuat kita mengiler. Sayangnya, banyak orang yang melupakan 1 langkah sebelum mewujudkan impian mereka yaitu mendefiniskan dengan jelas impian mereka.</p>
<p>Bagaimana mendifinisikan impian kita?</p>
<p>Seringnya orang-orang memiliki impian tergambar di benak mereka, sekali lagi hanya di benak. Kalau begitu apa bedanya dengan berhayal? Ada perbedaan kecil antara berhayal dengan bermimpi. Berhayal itu sama dengan melamun, pikirannya mengawang, matanya terbuka tapi tidak fokus, mulutnya juga terbuka sedangkan bermimpi itu ketika kita tidur, sesekali ngences, sesekali tersenyum-senyum. hehe..</p>
<p>Pernah disampaikan oleh <a title="Adi W. Gunawan" href="http://adiwgunawan.com" target="_blank">Adi W. Gunawan</a> melalui audio cdnya yang berjudul &#8220;The Secret of Mind Set&#8221;. Jika impian kita hanya di pikiran berarti kita belum serius dengan impian kita. Bagaimana menunjukan bahwa kita serius dengan impian kita dan benar-benar ingin mencapainya. Tuangkan impian anda ke secarik kertas. Tuliskan impian anda pada kertas, buku atau apa saja yang jelas di tuliskan, bukan di ketik. Anda benar-benar menuliskannya dengan tangan anda sendiri, bukan tangan orang lain.</p>
<p>Menuliskan impian kita sangat penting, karena kita dapat &#8220;mengakses&#8221; ke pikiran bawah sadar melalui apa yang kita tulis. Itulah alasan mengapa impian anda harus di tulis dengan tangan anda sendiri dan bukan tangan orang lain. Pikiran bawah sadar akan membantu anda membawa impian anda menjadi kenyataan.</p>
<p>Apakah anda sudah punya impian? Jika sudah, apakah anda sudah menuliskannya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bayar Untuk Sesuatu yang Berharga]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/06/15/bayar-untuk-sesuatu-yang-berharga/</link>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 17:16:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/06/15/bayar-untuk-sesuatu-yang-berharga/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar gratis yang diadakan oleh salah satu penerbi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-215" title="42-22944622" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/06/42-22944622.jpg?w=150" alt="42-22944622" width="150" height="100" />Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah seminar gratis yang diadakan oleh salah satu penerbit terkenal di tanah air ini. Tujuan dari seminar ini salah satunya adalah untuk mempromosikan workshop yang diadakan beberapa pekan kemudian.</p>
<p>Saya diajak oleh teman kelas saya untuk mengikuti seminar gratis ini. Berhubung saya suka menulis, singkat cerita saya langsung meng-iyakan teman saya.</p>
<p>Tiba di hari seminar itu diadakan, saya dan teman saya duduk di baris kedua dari depan. Kami serius mengikuti seminar itu, dan memperhatikan setiap kata-kata yang lontarkan oleh pembicara.</p>
<p>Hingga sampai pada sebuah pertanyaan, <!--more-->&#8220;siapa diantara kalian yang ingin menulis buku?&#8221; Saya bergegas angkat tangan saya, hal itu juga dilakukan oleh teman saya. Saya senang sekali, bukan karena ada teman yang ikut angkat tangan, tetapi karena kami sama-sama mengetahui apa yang kami mau.</p>
<p>Ditenah sesi, iseng saya bertanya,&#8221;bro, lo senang menulis juga?&#8221;. Dia menjawab, &#8220;iya&#8221;. lanjut saya, &#8220;lo mau ikut workshop menulis ga?&#8221;. Belum sempat dijawab, kami mengalihkan perhatian kami ke pembicara.</p>
<p>Hingga di akhir sesi, pengumuman tentang workshop menulis yang diadakan. Saya sangat berminat dan siap mendaftarkan diri di workshop itu, karena saya juga sedang menggarap buku saya, saya berpikir ini adalah kesempatan emas bagi saya.</p>
<p>Lalu saya mengajak teman saya untuk daftar. Sayangnya, dia tidak mau mendaftar, setelah mendengar harga &#8220;150ribu&#8221; yang disampaikan oleh MC dari atas panggung.</p>
<p>Saya berpikir, jika dia berminat di dunia tulis menulis, mengapa berhenti hanya karena sebuah &#8220;harga&#8221;? Saya tetap membujuk dan memberikan pengertian, tetapi akhirnya dia tetap menyerah dan tidak mengikuti workshop itu.</p>
<p>Ada hal yang perlu kita bayar dengan sebuah harga. Saya rasa ilmu yang akan didapat jauh lebih besar angkanya dibanding dengan nominal 150ribu. Saya yakin dengan passion kita, kita bisa mendapat lebih dari yang kita bayar.</p>
<p><em>Jadi tidak ada ruginya kita bayar untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih bernilai. Yang terpenting adalah bagaimana kita meraih impian kita melalui bayaran itu.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Cherish All We Have"]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/04/29/cherish-all-we-have/</link>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 10:35:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/04/29/cherish-all-we-have/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa minggu yang lalu, saya mendapat kabar mendadak. Kabar yang tidak begitu sedap di telinga. S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-219" title="thanksgiving_thankfulheart2" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/04/thanksgiving_thankfulheart2.jpg?w=150" alt="thanksgiving_thankfulheart2" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align:left;">Beberapa minggu yang lalu, saya mendapat kabar mendadak. Kabar yang tidak begitu sedap di telinga. Salah satu teman saya tertimpa musibah, karena dia terpaksa kehilangan salah satu anggota keluarganya, ayahnya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, hal serupa menimpa teman saya yang lain lagi, di daerah yang berbeda. Kedua hal tersebut terjadi begitu mendadak, sedikit mengagetkan.</p>
<p>Ya, hal duniawi seperti ini memang tidak bisa ditebak atau diprediksi kapan datangnya. Sejenak saya berpikir, merenungkan tentang kehidupan ini.</p>
<p>Apakah ketika orangnya masih ada kita benar-benar hidup bersamanya? atau kita tidak &#8220;sadar&#8221; akan keberadaannya?<!--more--></p>
<p>Kapan terakhir kali kita mengucapkan sayang kepada mereka? Atau kapan terakhir kali kita benar-benar menikmati pembicaraan kita bersama mereka?</p>
<p>Kadang kala memang kita sering diselimuti oleh lapisan gengsi yang amat tebal. Ada perasaan malu, malas, cuek dan lain-lain. Tetapi cobalah kita membuka lapisan itu, kita tidak pernah tahu, perjalanan hidup ini akan seperti apa? Kita tidak tahu berapa lama kita bisa hidup bersama, bercanda tawa, bercerita-cerita.</p>
<p>Solusi dari semua ini adalah kita menikmati setiap saat kita bersama siapapun itu. Bersama papa, mama, koko, adik, teman, siapapun itu. Rasakan keberadaan kamu dan keberadaaan mereka. Dengarkan setiap kata-kata yang dilontarkan, pesan yang disampaikan.</p>
<p>Karena kita tidak akan tahu berapa lama kita masih bisa menikmati suasana, keadaan, situasi  seperti ini lagi&#8230;</p>
<p>From now, Cherish all that we have, even if we don&#8217;t.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia Memaksimalkan Potensi Anda]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/04/18/rahasia-memaksimalkan-potensi-anda/</link>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 20:24:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/04/18/rahasia-memaksimalkan-potensi-anda/</guid>
<description><![CDATA[Setiap manusia memiliki potensi masing-masing yang telah diberikan oleh Tuhan. Ada yang sama dan ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-221" title="brain-763982-1" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/04/brain-763982-1.jpg?w=150" alt="brain-763982-1" width="150" height="149" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><!--[if gte mso 9]&#62;     &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]-->Setiap manusia memiliki potensi masing-masing yang telah diberikan oleh Tuhan. Ada yang sama dan ada yang berbeda. Potensi itu adalah hak milik kita semua. Kita diberikan potensi di bidang masing-masing. Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita mendayagunakan dan memaksimalkan potensi itu?</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Mengenal potensi kamu.</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Sebelum memulai tentu kita harus tahu dimana posisi kita. Apa saja modal (baca: potensi) yang kita miliki. Setiap orang memiliki potensi di bidang masing-masing. Mungkin kamu memiliki potensi di bidang musik, tari, olahraga, menulis, mengajar, dan lain-lain. Sebelum kita mengasah pisau bukankah kita harus punya pisaunya terlebih dahulu? Sama seperti potensi kita, kita perlu menggali dan mencari tahu potensi kita yang sesungguhnya. Jadi sudahkah kamu mengenal potensi kamu? Ambil waktu sejenak,<!--more--> renungkanlah apa yang kamu senangi, tekuni sampai menjadi ahli dan ini akan menjadi bakatmu.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Asah dan tekuni  potensi kamu</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Sekarang kita sudah tahu potensi kita. Kamu sudah menemukan pisau kamu, ternyata masih kurang tajam. Apa yang harus dilakukan? Kita harus mengasahnya agar menjadi tajam. Kamu perlu mendidik, mengasuh, mengembangkan dan memberikan fokus pada potensi kamu itu. Jika kamu berpotensi dalam bidang olahraga, pilihlah bidang yang kamu mau tekuni dan fokus pada bidang itu. Basket misalnya, carilah pelatih dan masuk dalam sebuah tim. Tekuni dan dalami keahlian bermainmu. Jika kamu serius dan tekun dalam bidang itu, berikan waktu 10.000 (sepuluh ribu) jam untuk berlatih, belajar, berkembang di bidang itu, kamu akan menjadi <em>expert</em> di bidang itu. Apapun  potensi kamu baik MAFIA besar (Matematika, Fisika, Kimia), penari, musisi dalami dan tekuni bidang kamu. Asah hingga tajam.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Be the best of you</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Kamu sudah mengenal potensi dan mengembangkan potensi kamu itu. Lakukan yang terbaik untuk diri kamu. “Be the best of you”, kamu tidak perlu mengalahkan semua orang di dunia ini. Kamu cukup mengalahkan diri kamu dan menjadi pemenang bagi diri kamu. Kamu sudah menjadi pemenang. Yakin dan percaya dengan kemampuan kamu. Maksimalkan potensimu itu. Gunakan pisau itu dengan baik dan benar. Ingat kata paman saya “<em>with a great power comes a great responsibility</em>”. <span style="font-family:Wingdings;" lang="IN"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekuatan Memaafkan]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/04/06/kekuatan-memaafkan/</link>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 16:40:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/04/06/kekuatan-memaafkan/</guid>
<description><![CDATA[Selama kau tidak memaafkan, siapa pun dan apa pun itu akan mengisi ruang bebas-sewa dalam pikiranmu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Selama kau tidak memaafkan, siapa pun dan apa pun itu akan mengisi ruang bebas-sewa dalam pikiranmu</p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong><em>Isabelle Holland Penulis 28 buku pemenang penghargaan</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><br />
</em></p>
<p>Pernahkah kamu merasakan benci sama seseorang? Pernahkah seseorang berbuat salah, sehingga kamu sulit memaafkannya? Meskipun pada akhirnya dimaafkan juga, mungkin kita semua pernah merasakan betapa sulit memaafkan seseorang.</p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-225 alignleft" title="forgive_and_forget__by_SelfTitledNightmare" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/04/forgive_and_forget__by_selftitlednightmare1.jpg?w=112" alt="forgive_and_forget__by_SelfTitledNightmare" width="112" height="150" /></p>
<p>Kebencian menarik kebencian, kemarahan menarik kemarahan, kebahagiaan menarik kebahagiaan. Dalam hukum ketertarikan, yang kita kenal dengan istilah kerennya yaitu law of attraction. Kamu menarik lebih banyak perasaan yang kamu rasakan.</p>
<p>Pada saat kamu merasakan kebencian, kemarahan, hasrat balas dendam, maka kamu akan menarik lebih banyak perasaan yang kamu rasakan itu. 	Kemarahan, kebencian, sikap negatif dan tidak memaafkan luka masa lalu membuat kamu hidup di masa lalu, bukan hidup dimasa sekarang.</p>
<p>Solusi terbaik dari sebuah kebencian, rasa balas dendam, kemarahan, dan sikap-sikap negatif lainnya<!--more-->, hanya satu kata yaitu <strong>MEMAAFKAN</strong>. Memaafkan membuat kita kembali kemasa sekarang. Jika kita tidak melepaskan sikap-sikap negatif itu, maka timbulah sebuah kemelekatan dan kita tahu kemelekatan tidak akan mendatangkan kebahagiaan.</p>
<p>Saya mengerti, memaafkan itu mungkin tidak semudah mengedipkan mata. Apalagi kebencian luar biasa,  dendam 7 turunan, sakit hati sama pasangan dan lain-lain. Tetapi, jika kamu tidak memaafkan, akan menjadi sebuah kemelekatan didalam diri kamu. Ayo, mau pilih yang mana? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semua hal  di dunia ini membutuhkan proses. Begitu juga memaafkan, sebagai manusia biasa kadang kala kita juga berat melakukannya, saya tahu itu. Tetapi dengan proses pembelajaran maka hal itu semakin mudah kita lakukan, yakinlah hal itu. Jadikan saja masa lalu sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Berawal dari kemauan dan belajar untuk memaafkan, maka kamu juga akan mendatangkan kebahagiaan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jatuh? Bangun lagi donk!]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/03/13/jatuh-bangun-lagi-donk/</link>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 17:22:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/03/13/jatuh-bangun-lagi-donk/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 12 maret 2009. Hari itu saya pergi bermain ice skating besama teman-teman kampus. Ini merupak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;">Kamis, 12 maret 2009. Hari itu saya pergi bermain ice skating besama teman-teman kampus. Ini merupakan pengalaman pertama saya berjalan-jalan bebas di atas tumpukan batu es yang sangat licin.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-230" title="n1118390399_30355533_1462054" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/03/n1118390399_30355533_1462054.jpg?w=112" alt="n1118390399_30355533_1462054" width="112" height="150" /></p>
<p style="text-align:left;">Tampak wajah di dalam ruangan yang dingin itu berbeda-beda. Ada yang dengan begitu santainya berjalan-jalan, ada juga yang sedang berlatih, ada yang sangat hati-hati, ada yang tidak berani berjalan, dan masih banyak wajah yang aneh-aneh.</p>
<p style="text-align:left;">Tidak akan ada pengalaman kedua tanpa pengalaman pertama. Saat awal masuk ke ruang ice skating itu. Segala perasaan campur aduk dihati saya. Tak heran ada rasa TAKUT JATUH di dalam hati yang lembut ini.</p>
<p style="text-align:left;">Sejenak saya berhenti dan <!--more-->fokus pada emosi (baca: perasaan) saya. Saya menyadari ada 1 emosi yang menghambat yaitu TAKUT JATUH. Muncul sedikit &#8220;bisikan setan&#8221; yang berkata &#8220;kemarin edy main ice skate jatuh tahu, sakit banget lho&#8221;. Itulah pikiran yang menghambat.</p>
<p style="text-align:left;">Saya langsung tinggalkan pikiran itu dan menatap sekeliling. Ada 1, 2, 3, 4, 5 bahkan tak terhitung lagi, ternyata banyak yang terjatuh saat bermain. Bahkan ada yang jatuh berkali-kali. Itu rasanya seperti apa ya? Saya pun tidak mengerti.</p>
<p style="text-align:left;">Saya membayangkan bermain ice skating seperti kita menjalani kehidupan ini. Kadang kala dalam kehidupan ini kita tidak selalu berjalan lancar, mungkin ada saatnya kita tersandung, bahkan terjatuh. Tetapi jatuh bukanlah hal terburuk dalam kehidupan ini, yang terpenting adalah kita DAPAT BANGUN, PELAJARI PENGALAMAN ITU DAN MELANJUTKAN PERJALANAN.</p>
<p style="text-align:left;">Kata siapa jatuh itu tidak sakit? Sakit tahu. Tetapi kita juga tidak boleh pasrah dan mati dengan keadaan yang terjatuh itu. Jika kamu jatuh, bangun, koreksi dan lanjutkan lagi.</p>
<p style="text-align:left;">Melihat para ice skater (semua yang bermain) yang terjatuh dan segera beranjak dari tempat, memperbaiki (koreksi) gerakan dan melanjutkan permainan. Pikiran takut jatuh, tidak bisa, ini, itu, semuanya langsung diterjang angin topan.</p>
<p style="text-align:left;">Saya pun segera melanjutkan permainan, jujur saya sempat terjatuh. Tetapi saya tidak merasa takut atau malu. Saya langsung bangun dan kembali mempelajari gerakan-gerakan yang benar. Sebuah pengalaman yang sangat menarik bagiku. Selain mendapatkan kesenangan, saya juga mendapatkan sesuatu yang saya sebut dengan percikan pencerahan.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Jatuh adalah hal biasa, Bangun dari jatuh itu baru LUAR BIASA.</em></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;">Sukses Selalu</span></em></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;">Juni Anton</span></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjadi Siswa yang Berprestasi]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/03/11/menjadi-siswa-yang-berprestasi/</link>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 04:15:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/03/11/menjadi-siswa-yang-berprestasi/</guid>
<description><![CDATA[Menjadi siswa yang berprestasi itu mudah, asalkan kita tahu caranya plus tentunya perlu usaha untuk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-232" title="champion" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/03/champion.jpg?w=150" alt="champion" width="150" height="150" />Menjadi siswa yang berprestasi itu mudah, asalkan kita tahu caranya plus tentunya perlu usaha untuk mencapainya. Ada beberapa faktor yang membangun kesuksesan. Yang tentunya kita semua dapat menerapkan dan memiliki faktor kesuksesan ini untuk sukses dalam meraih segala prestasi.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Percaya diri (yakin dengan kemampuan diri sendiri)</strong></p>
<p class="MsoNormal">Memiliki percaya diri. Percaya diri merupakan fondasi dalam meraih kesuksesan. Percaya diri adalah rasa yakin dan percaya bahwa kita dapat melakukan atau meraih suatu hal. Perasaan yakin ya Jika kamu tidak yakin pada diri kamu, siapa lagi yang akan meyakinkan diri kamu. Jadi, yang paling pertama kamu harus yakin. Cara untuk meningkatkan rasa percaya diri dapat kamu baca pada artikel saya yang sebelumnya. <a title="Meningkatkan rasa percaya diri" href="http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/02/25/cara-mudah-meningkatkan-rasa-percaya-diri-mau/" target="_blank">klik</a></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Buatlah target di atas kemampuan kamu</strong></p>
<p class="MsoNormal">Biasakanlah membuat target di atas kemampuanmu. Misalnya, pada saat mau ujian Matematika. Setiap dari siswa pasti memiliki target yang berbeda, mungkin ada yang 100, 90, 80 dan lain sebagainya. Yang jelas, semuanya mau nilai bagus. Dalam membuat target, akan lebih baik membuat target di atas kemampuan diri kamu. Buatlah target di atas kemampuan diri kita. Contohnya semester ini, kamu yakin bisa masuk 10 besar ranking kelas. Buatlah target kamu diatas itu. Lima besar misalnya, atau 3 besar. <!--more-->Jika, kamu belum berhasil mencapai 3 besar, paling tidak ranking 10 besar atau tidak beda jauh dari itu. Dalam hal apapun itu buatlah target di atas prediksi kemampuan kamu.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Mengetahui tujuan kamu</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;">Dalam meraih prestasi kita pasti memiliki alasan dibalik itu. Tapi apakah kita sudah tahu tujuan kita yang sebenarnya dalam meraih prestasi itu? Bermula dari tujuan, kita tahu arah jalan kita. Membuat tujuan yang jelas adalah salah satu kunci membangkitkan motivasi. Dalam aspek apapun, kita perlu memiliki tujuan. Nah, untuk yang belum tahu tujuannya, cari tahu tujuan kamu sekarang juga.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Berusaha dan Disiplin</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;">Sekarang kita sudah yakin dengan diri kita, sudah membuat target, sudah mempunyai tujuan. Tetapi tidak pernah belajar di rumah, tidak mengerjakan tugas, apakah bisa mencapai prestasi itu? Ya tidak mungkin. Disinilah, kita perlu persiapan (berlatih dan disiplin).</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Berlatih itu sama seperti mengikuti ujian yang berkali-kali. Saya yakin semakin sering kamu mengerjakan soal, maka semakin mudah kamu menjawab soal-soal itu. Dalam bermain basket misalnya, perlu latihan intensif dan disiplin agar dapat menjadi juara. Cerita tentang Michael Jordan, pada saat latihan dia selalu datang lebih awal dan pulang lebih lambat dan melakukan tembakan sebanyak 300 bola pada sesi akhir . Begitu disiplin dan besar usaha yang dilakukannya, tentu saja dia pantas meraih prestasinya sekarang.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk mencapai kesuksesan, akan terasa semakin mudah, jika kita bisa menikmati prosesnya. Lakukanlah sesuai dengan tujuan anda. Lakukan yang terbaik untuk diri anda, hasil akhir bukanlah segalanya. Pengalaman yang kita dapatlah yang merupakan hasil yang paling penting. Saya yakin, teman-teman semua bisa mencapai prestasi kalian. Kalau saya saja yakin sama kamu, kenapa kamu tidak yakin sama diri sendiri? Saya Juni Anton, Sukses Selalu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">By: Juni Anton</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cara mudah meningkatkan rasa percaya diri, mau?]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/02/25/cara-mudah-meningkatkan-rasa-percaya-diri-mau/</link>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 19:40:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/02/25/cara-mudah-meningkatkan-rasa-percaya-diri-mau/</guid>
<description><![CDATA[Teman-teman sekalian, apakah kamu merasa rasa percaya diri itu perlu? Sebagai manusia yang hidup dim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-234" title="confidence-coaching-pic" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/02/confidence-coaching-pic.jpg?w=101" alt="confidence-coaching-pic" width="101" height="150" />Teman-teman sekalian, apakah kamu merasa rasa percaya diri itu perlu? Sebagai manusia yang hidup dimuka bumi ini, apakah kita perlu memiliki rasa percaya diri?</p>
<p>Yah, saya berfikir dalam menjalani hidup ini, sebagai manusia kita sangat perlu memiliki rasa percaya diri. Apalagi di era modern ini, dimana persaingan semakin ketat, semakin banyak manusia-manusia yang produktif.Kita perlu &#8220;menonjolkan&#8221; diri agar dapat ikut bersaing di era moden ini.</p>
<p>Sebagai modal awal untuk bergerak menuju persaingan ini, kita perlu mempersiapkan rasa percaya diri. Ibarat dalam sebuah peperangan, kita perlu mempersiapkan mental.</p>
<p>Nah, sayangnya masih banyak manusia dimuka bumi ini yang merasa dirinya kurang percaya diri. Pesimis, tidak percaya bahwa dirinya bisa berhasil, berhasil  menjawab soal ujian, misalnya begitu.</p>
<p>Percaya diri, disini saya artikan sebagai sebuah rasa yakin dan percaya terhadap diri sendiri, percaya bahwa saya dapat melakukan sesuatu hal.  Buat teman-teman yang merasa dirinya kurang percaya diri. Don&#8217;t worry, masih ada &#8220;obat&#8221; untuk menanganinya.</p>
<p><!--more-->Masih banyak harapan untuk <em>mengupdate</em> diri.  Dari beberapa literatur yang saya baca. Saya menyimpulkan bahwa hal yang bisa membuat manusia menjadi kurang percaya diri adalah pikiran manusia itu. Jadi dengan mengubah pola berpikir -mindset- kita bisa meningkatkan rasa percaya diri lho.  Ga percaya? Coba aja dulu 2cara ini.</p>
<p>Cara pertama yang harus kamu lakukan adalah bisa memotivasi diri sendiri. Lakukan selftalk (pembicaraan dengan diri sendiri) yang positif sesering mungkin. Semakin  sering lebih bagus.</p>
<p>Sering-sering menggunakan kalimat positif, memotivasi diri sendiri seperti, &#8220;Jun, tenang aja, kamu pasti bisa&#8221;, &#8220;Jun, lakukan yang terbaik dari kamu, do the best of you&#8221;, misalnya pada saat ingin memulai sesuatu. Sok-sok inggris juga boleh, yang penting tahu artinya saja.</p>
<p>Cara kedua*, setiap malam pada saat sebelum tidur, bayangkan kembali semua kejadian yang terjadi pada hari itu, <em>playback</em> semua kesuksesan-kesuksesan yang telah kamu buat, carilah kesuksesan-kesuksesan yang telath kamu buat hari itu.</p>
<p>Berdirilah didepan cermin, tataplah mata kamu, seperti kamu menatap kekasih kamu, ceritalah seperti kamu bercerita dengan kekasih kamu.  Lalu ceritakan kesuksesan yang telah kamu buat.</p>
<p>Misalnya kamu berhasil menyatakan cinta sama seseorang yang menjadi idaman kamu, kamu katakan &#8220;Jun, kamu taw tidak? Kamu ini sebenarnya <strong>hebat</strong> lho kamu itu sudah berhasil menyatakan cinta yang selama ini kamu pendam sedalam-dalam sumur kuno itu, sama si Dia, <strong>saya bangga sama kamu</strong>, <strong>kamu luar biasa</strong>, <strong>saya makin sayang sama kamu</strong>, saya yakin setelah kejadian ini semakin hari kamu semakin<strong> </strong><em><strong>percaya diri</strong></em> (kata percaya diri juga boleh kamu ubah dengan kata-kata positif yang lain misalnya <em>hebat, pintar, berani, dll)</em></p>
<p>Gunakan kata-kata yang sifatnya membangun diri kamu. Contoh diatas baru mewakili 1 kasus simpel dalam kehidupan kita. Dalam 1 hari selama 24 jam, berapa banyak kesuksesan yang bisa kita capai.</p>
<p>Kesuksesan yang saya gambarkan disini bukanlah kesuksesan yang berat-berat. Simpel saja, mungkin hal-hal sepele yang selama ini belum pernah anda lakukan atau hal-hal yang bermakna  bagi anda, kan meskipun sukses kecil, namanya juga sukses ya toh?</p>
<p>Saya ingatkan sekali lagi, lakukan itu setiap malam saat sebelum tidur. Setelah itu langsung tidur. Semua yang telah kamu ceritakan, akan dengan mudah masuk ke alam bawah sadar kamu. Lakukan itu selama 2 bulan.</p>
<p>Terus, pastikan pada saat kamu melakukan &#8220;teknik&#8221; itu, kamu sudah memberitahu teman, pasangan, atau keluarga yang satu kamar kamu, tujuan kamu melakukan hal ini. Atau mungkin buat kamu yang ngekos, tidur sendirian, pastikan pada saat melakukan itu, kamar kamu sudah kamu tutup, untuk menghindari kecurigaan orang yang melewati kamar kamu. Terus cari cermin yang gede, sebesar badan kamu. hehe&#8230; tidaklah yang cermin itu bercanda yah, jangan terlalu serius. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Rasakan perubahan dalam diri kamu.</p>
<p>Satu hal lagi, tanamkan dalam diri kamu: &#8220;jika saya yakin maka saya bisa&#8221;. Selamat mencoba. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">*cara ke2, berdasarkan studi literatur (The Success Principles, 2006)</p>
<p style="text-align:right;">karya &#8211; Jack Canfield-</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:left;">Sukses Selalu</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Juni Anton</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menentukan tujuan, mulai dari sekarang!!]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/02/05/mengembara-di-hutan-belantara/</link>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 10:18:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2009/02/05/mengembara-di-hutan-belantara/</guid>
<description><![CDATA[Saya ingin menyampaikan permohonan maaf  saya. Karena sudah beberapa bulan saya tinggal tanpa member]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="size-thumbnail wp-image-237 alignleft" title="journey-image-1" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2009/02/journey-image-1.jpg?w=150" alt="journey-image-1" width="150" height="112" />Saya ingin menyampaikan permohonan maaf  saya. Karena sudah beberapa bulan saya tinggal tanpa memberikan posting yang baru. Karena alasan kuliah dan kesibukan pribadi, maka saya tidak sempat memberikan &#8220;<em>post</em>ingan&#8221; baru.</p>
<p>Di awal tahun 2009 ini, saya mulai merasakan gerak gerik perubahan hidup saya, menuju tujuan yang saya impikan. Seperti mengendarai mobil dijalur yang benar.</p>
<p>Saya masih ingat dengan jelas, malam pergantian tahun yang saya lalui begitu istimewa. Mengapa saya katakan istimewa, biasanya orang kebanyakan melalui malam pergantian tahun dengan menikmati indahnya pesta kembang api, bbq, dan huru-hara ketawa kesana kemari bersama temen, kerabat, dan keluarga. Tetapi saya<!--more--> lalui dengan kumpul keluarga dan melakukan &#8220;<em>istalasi dream</em>&#8220;. Hal yang membuat saya merasakan suatu keistimewaan, yaitu &#8220;menginstalasi dream&#8221;.</p>
<p>Saya baru menyadari bahwa <em>dream </em>atau dikenal dengan impian atau tujuan itu begitu luar biasa pentingnya. Bagaimana jika kita memasuki sebuah hutan belantara yang belum kita kenal sama sekali tetapi kita tidak memiliki kompas atau peta petunjuk jalan dan lain sebagainya? Saya yakin kita pasti tersesat didalam hutan itu.</p>
<p>Kompas atau petunjuk jalan ibarat dengan tujuan hidup kita. Kita lahir didunia yang seperti &#8220;hutan belantara&#8221; ini, tanpa mengetahui kemana jalan yang harus dituju. Kalau selalu menjalani hidup seperti itu, maka kita akan mengalami kesesatan dalam hidup. Tentu kita tidak akan berkembang, menjadi manusia yang berpotensi dan berguna.</p>
<p>Banyak teman dikampus sembari ngobrol-ngobrol iseng saya tanyakan, Mengapa kamu ambil jurusan ini? Nanti kalau sudah lulus, mau kemana? Mau ngapain?</p>
<p>Dari 10 orang yang saya tanya. Hanya 2 orang yang memiliki tujuan yang jelas. Kalau begitu bagaimana dengan nasib teman-teman yang lain?</p>
<p>Saya yakin semua orang pasti ingin sukses.  So pasti. Tapi pertanyaannya, sukses menurut mereka itu seperti apa? Kita seringnya menjawab, saya mau sukses. Suksesnya seperti apa? Yah, yang penting sukses.</p>
<p>Mereka mau sukses tetapi tidak tahu tujuan dan jalan yang harus dilalui. Semua orang yang masuk  ke hutan pasti ingin keluar dari hutan itu. Tetapi bagaimana caranya untuk keluar dari hutan belantara yang begitu menyesatkan, jika kita tidak memiliki kompas atau petunjuk jalan? Tidak mempunyai impian dan tujuan hidup yang jelas. Bagaimana kita bisa mencapai ke impian kita? Sedangkan impian saja tidak punya.</p>
<p>Buat teman-teman yang belum mempunyai tujuan yang jelas. Segeralah membuat tujuan yang jelas, tujuan yang kamu impian. Tujuan akhir hidup yang kamu mau lah. Buatlah daftar impian, isilah dengan impian-impian kamu. Dengan mengetahui <strong>tujuan</strong> dan<strong> impian,</strong> maka perjalanan menuju sukses akan lebih mudah. Sama seperti saat kita masuk ke hutan belantara, dengan berbekal <strong>petunjuk jalan, semangat, disiplin, cermat dan komitmen,</strong> maka kita juga cepat keluar dari hutan belantara yang begitu besar itu.</p>
<p>Juni Anton</p>
<p>Salam Sukses</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa sih kebenaran itu??]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/10/25/kebenaran-menurut-loe-apa/</link>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 08:08:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/10/25/kebenaran-menurut-loe-apa/</guid>
<description><![CDATA[Apakah mungkin manusia dapat menemukan kebenaran yang hakiki dalam hidupnya? Itu merupakan pertanyaa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><!--[if !mso]&#62;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Apakah mungkin manusia dapat menemukan kebenaran yang hakiki dalam hidupnya?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Itu merupakan pertanyaan yang sangat menarik bagi saya, mengapa? Hanya 1 kata &#8220;kebenaran&#8221; membuat kelas saya menjadi kebingungan. Beberapa waktu lalu dosen saya menanyakan apa sih kebenaran menurut kamu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">Setiap manusia di dunia ini mempunyai <strong>value</strong> dan <strong>belief</strong> masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal">Apa itu value dan belief?<!--more--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Value adalah sesuatu yang dianggap penting oleh orang itu. Ada yang menganggap kebahagiaan adalah valuenya, merasa bahagia adalah yang paling penting. Ada juga yang menganggap uang adalah yang paling penting. Jadi setiap manusia itu mempunyai valuenya masing-masing.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Belief adalah segala sesuatu yang dianggap benar oleh orang itu. Setiap manusia mempunyai belief sistem sendiri. Belief sistem ini bisa jadi percaya pada agama, percaya pada mitos, atau kepercayaan yang dibuat sendiri atau pengaruh dari luar. Contohnya, ada yang percaya bahwa orang pintar itu sombong, ada yang tidak percaya. Disini tidak ada yang benar atau salah, ini semua anggapan masing-masing orang.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span style="font-size:14pt;">Kebenaran yang Hakiki= Belief + Value</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;"><span> </span></span></strong>Menurut saya, <strong>kebenaran yang hakiki</strong> adalah kebenaran yang bisa diterima, diterapkan setiap individu, tanpa harus melihat latar belakang apapun. Sesuatu kebenaran itu dianggap <strong>hakiki</strong> apapila bisa diterima dan diterapkan pada semua aspek. Agama hanya salah satu jalan untuk menemukan kebenaran yang hakiki. Tetapi masih ada banyak jalan lain.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Manusia <strong>mungkin </strong><span> </span>dapat menemukan kebenaran hakiki dalam hidupnya. Semua itu kembali lagi ke individu yang mencari kebenaran yang hakiki.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:14pt;">Jangan mempercayai apa pun, dimana pun kau membacanya, atau siapa pun yang mengatakannya, bahkan seandainya aku yang mengatakannya, kecuali hal itu sesuai dengan alasanmu sendiri dengan akal sehatmu sendiri</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span> </span><span> </span><span> </span><strong><span style="font-size:14pt;">(Buddha)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:14pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span> </span>Tadi sudah saya katakan kebenaran yang hakiki adalah belief + value. Jadi kebenaran yang hakiki itu ada, apabila setiap individu menemukan apa yang dianggap benar dan apa yang dianggap paling penting dan bermakna dalam hidupnya.</p>
<p class="MsoNormal">Kalau seseorang menganggap kebahagiaan adalah yang paling penting dan itu benar adanya sesuai dengan alasan dan akal sehatnya sendiri. Berarti dia sudah menemukan <strong>kebenaran yang hakiki.</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span> </span></strong>Jadi, setiap orang itu mungkin menemukan kebenaran yang hakiki dalam hidupnya, kembali lagi ke individu yang mencari kebenaran yang hakiki itu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bagaimana menurut kamu?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengetahuan itu mencelakai atau membantu??]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/10/25/pengetahuan-itu-mencelakai-atau-membantu/</link>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 07:59:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/10/25/pengetahuan-itu-mencelakai-atau-membantu/</guid>
<description><![CDATA[Banyak hal yang terjadi didunia ini, karena pengetahuan. Orang meninggal karena kesambet listrik, ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0        &#60;![endif]-->Banyak hal yang terjadi didunia ini, karena pengetahuan. Orang meninggal karena kesambet listrik, karena radiasi-radiasi alat elektronik menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker dan seterusnya. Listrik dan alat-alat elektronik ini merupakan hasil penerapan dari pengetahuan itu. Kini, hasil penerapan dari pengetahuan itu malah mencelakai, seperti timbulnya penyakit karena adanya radiasi-radiasi pada alat elektronik itu.</p>
<p class="MsoNormal">Beberapa waktu lalu, saya mendapat pertanyaan dari dosen saya. Pertanyaannya begini.</p>
<p class="MsoNormal">&#8220;<em>Setelah kamu tau sesuatu justru akan mencelakai. Apakah benar manusia perlu ilmu pengetahuan?</em>&#8220;<!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Ilmu bisa diartikan proses memproleh pengetahuan (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu">wikipedia</a>). Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau didasari seseorang (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan">wikipedia</a>). Berarti ilmu pengetahuan adalah proses memperoleh informasi atau maklumat yang diketahui atau didasari seseorang.</p>
<p class="MsoNormal">Apakah benar manusia memerlukan ilmu pengetahuan?</p>
<p class="MsoNormal">Menurut saya, ilmu pengetahuan itu sangat perlu. Ilmu pengetahuan sudah terbukti sangat membantu kehidupan manusia. Contohnya, pengetahuan tentang “listrik”. Dulu, pada saat manusia belum kenal dengan yang namanya “listrik”, bagaimana kehidupan mereka? Malam hari dilalui dengan penerangan (api) seadanya, bahkan ada yang gelap gulita. Sekarang kita tidak merasakan gelap gulita atau penerangan seadanya. Karena sudah ada lampu yang menerangi. Kita tetap bisa melakukan aktivitas pada saat malam hari.</p>
<p class="MsoNormal">Tidak hanya itu, dengan adanya pengetahuan tentang listrik mempermudah pekerjaan kita. Kerjaan kita semakin cepat selesai. Kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencari arang atau kayu hanya untuk setrika pakaian. Kita juga tidak perlu menunggu lama angin datang meniup tubuh kita untuk menghilangkan rasa panas ditubuh kita. Semua itu dapat kita lakukan hanya dengan memasukan colokan kabel ke kontak listrik. Bukannya dengan begitu semakin mempermudah kerja kita? Dan masih banyak contoh lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">Itu baru dari ilmu pengetahuan tentang listrik. Dan masih banyak ilmu pengetahuan lainnya seperti ilmu kedokteran, ilmu matematika, fisika, kimia, ilmu tentang manusia dan lain sebagainya. Semua ilmu pengetahuan itu sangat membantu kehidupan ini.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang, bagaimana dengan mengetahui suatu ilmu pengetahuan, tetapi malah mencalakai? Nah, coba anda bayangkan sebuah “pisau”. Ilmu pengetahuan itu seperti sebuah “pisau”, “pisau” yang sangat tajam. Pisau yang sangat tajam ini tentu sangat membantu kita, apabila kita menggunakannya dengan tepat dan benar sesuai fungsinya. Tetapi, pisau yang sangat tajam ini bisa mencelakai bila disalahgunakan atau tidak digunakan dengan benar dan tepat.</p>
<p class="MsoNormal">Ilmu pengetahuan juga begitu. Ia akan sangat bermanfaat dan membantu<span> </span>bila digunakan dengan benar dan tepat. Dan ia juga bisa mencelakai bila disalahgunakan. Jadi, kembali lagi manusia itu pasti memerlukan ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan sangat bermanfaat bagi manusia apabila digunakan dengan benar dan tepat. Bayangkan, apabila semua ilmu pengetahuan tidak ada di dunia ini apa yang akan terjadi pada kita?</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Calibri;">“With the great power comes a great responsibility”</span></p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menggali Kekuatan dan Mengatasi Kelemahan kamu, mau??]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/10/25/menggali-kekuatan-dan-mengatasi-kelemahan-kamu-mau/</link>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 07:52:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/10/25/menggali-kekuatan-dan-mengatasi-kelemahan-kamu-mau/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum kamu mengenal kekuatan dan kelemahan kamu, apakah kamu sudah mengenal dirimu seutuhnya? Siap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0        &#60;![endif]--><!--[if gte mso 10]&#62; &#60;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> <img class="alignright size-thumbnail wp-image-240" title="kekuatan-or-kelemahan" src="http://antonjunzzz.wordpress.com/files/2008/10/kekuatan-or-kelemahan.jpg?w=150" alt="kekuatan-or-kelemahan" width="150" height="122" />Sebelum kamu mengenal kekuatan dan kelemahan kamu, apakah kamu sudah mengenal dirimu seutuhnya? Siapa dirimu sebenarnya? Pernahkah kamu bertanya siapa kamu sebenarnya? Sosok seperti apa yang ada pada dirimu?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> Untuk menggali kekuatan dan mengatasi kelemahan. Tentunya hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenal siapa diri kamu yang sebenarnya. Apabila kamu sudah mengenal diri kamu maka kamu akan dengan mudah dan cepat menggali kekuatan dan mengatasi kelemahanmu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;">Bagaimana kita mengenal diri kita?</span><!--more--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> Apa sih mengenal diri itu? Dalam buku Character Building </span><span style="font-family:Candara;">1</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> “Relasi dengan Diri Sendiri”, <em>mengenal diri berarti memahami kekhasan fisik, kepribadian, watak dan temperamennya, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimilikinya serta punya gambaran atau konsep yang jelas dengan diri sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya. </em>Mengenal diri bisa diartikan juga, kita tahu siapa diri kita, kita orang seperti apa, apa hal yang kita suka, apa hal yang kita tidak suka, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;">Setelah mengenal siapa diri kita, tentu kita sudah tahu apa bakat kita? Misalnya “saya berbakat dalam bermain piano” kata si Cindy, dan seterusnya. Dan kita juga tahu dimana letak kelemahan kita. Setelah kita mengenal kekuatan dan kelemahan kita, kita harus bisa menerima diri kita dan mencintai diri kita apa adanya dan seutuhnya. Maksudnya apa nih? Cinta diri sendiri gimana? Ntar pacar saya cemburu donk? Heehee… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Maksudnya begini, apabila kamu sudah tahu kekuatan kamu, tetapi tidak sesuai dengan keinginan kamu, kamu jangan marah dengan dirimu atau menganggap dirimu tidak berguna, jangan yah? Bisa fatal akibatnya. Tetapi untuk hal ini jarang sekali terjadi. Biasanya pada orang yang tahu letak kelemahan mereka dan mereka tidak bisa menerimannya. Tetapi “no problem”. Ingat apapun kondisinya kita tetap harus menerima dan mencintai diri kita seutuhnya. Okeh?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;">Setelah melalui </span><span style="font-family:Candara;">2</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> tahap di atas, saatnya kamu mengembangkan kakuatan kamu yaitu dengan banyak belajar dan berlatih tentunya. Dan juga, tambahkan afirmasi-afirmasi positif untuk memperkuat diri kita. Seperti <em>“semakin hari saya semakin kuat/hebat dalam hal … “. </em>Dan kamu juga jangan lupa mengatasi kelemahan kamu, dengan lebih berhati-hati dan mengubahnya secara perlahan-lahan. Bisa juga dibantu dengan afirmas-afirmasi positif seperti di atas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;">Kamu juga bisa mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh teladan yang kamu sukai seperti “spiderman”, “batman”, artis, penulis atau pembicara terkenal, terserah siapa saja yang kamu suka, tetapi sebaiknya jangan “sinchan” yah? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Kamu boleh mencontoh tokoh-tokoh yang kamu kagumi. Dan belajar perilaku mereka yang positif tentunya. Misalnya kamu seorang pemain basket, kamu boleh saja mencontoh permainan Allen Iverson, koko saya itu lho. Heehee… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  dan lain sebagainya, tergantung idola yang kamu pilih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;">Berfikir positif dan optimis tentang diri sendiri , ini merupakan faktor pendukung yang tak kalah pentingnya. Kamu harus berfikir positif dan optimis dengan tindakan kamu. Berani beraksi, berani mengambil tindakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;">Yang terakhir, fokus pada kekuatan kamu tetapi juga tidak membiarkan kelemahan kamu begitu saja. Duh, gimana sih? Ya, maksudnya kamu lebih fokus pada kekuatan yang kamu miliki, dan juga memperbaiki kelemahan kamu. Jangan hanya melihat pada kelemahan kamu. “Saya lemah dalam Matematika” kata Banu. Jangan terus fokus pada kelemahanmu, tetapi fokuslah pada kekuatan kamu. “Tetapi saya pintar melukis dan bermain musik” kata si Banu lagi. Fokus utama tetap pada kekuatan kamu. Dan juga ingat bersyukur dengan apa yang kamu dapat dan tidak dapat. Dalam hal apapun dan situasi apapun tetap berdoa dan bersyukur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Candara;"> </span></p>
<p>Selamat mencoba&#8230;</p>
<p>Salam Sukses.. ^^</p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["PERSEPSI"]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/09/08/persepsi/</link>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:31:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/09/08/persepsi/</guid>
<description><![CDATA[Hallo Pembaca.. Sedikit curhat nih.. haahaa&#8230;  Tepat tanggal 8 september 2008, hari pertama kul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hallo Pembaca..</p>
<p>Sedikit curhat nih..</p>
<p>haahaa&#8230;  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tepat tanggal 8 september 2008, hari pertama kuliahku di mulai. Saya sangat senang dan semangat, karena hari yang kutunggu-tunggu telah tiba. Mata kuliah <strong>&#8220;Psikologi Umum&#8221;</strong> merupakan mata kuliah pertama, yang di bimbing oleh seorang Dosen muda cantik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  pintar, ramah, ini , itu, dan sebagainya, pokoknya keren abis deh.. haaha..</p>
<p>Lho, terus apa hubungannya cerita ini sama <strong>persepsi </strong>yang akan dibahas ini?<!--more--></p>
<p>Sabar ya, begini ceritanya. Sang Dosen mulai mengajar dan tiba pada satu topik yang mungkin biasa-biasa saja tapi bagi saya itu cukup penting. Topik nya yaitu tentang &#8220;Konsep Diri&#8221;. Nah, ada apa sih dengan konsep diri itu??</p>
<p>Konsep diri itu sama dengan bagaimana kita memandang diri kita. Bagaimana kita menilai diri kita sendiri. Apakah yang positif atau negatif? Ya gitu deh..</p>
<p>Kembali ke cerita sang dosen. Sang Dosen yang cantik nan imut bertanya , bagaimana jika seseorang menanggap diri nya <strong>bodoh</strong>? Jawab anak-anak dikelas dia akan &#8220;minder&#8221;, &#8220;tidak percaya diri&#8221;, yang lebih keren lagi ada yang menjawab &#8220;mempengaruhi temannnya ikut bodoh&#8221; haahaa&#8230; Gokil banget tu orang.</p>
<p>Jadi kata-kata &#8220;minder&#8221;, &#8220;tidak percaya diri&#8221;, &#8220;mempengaruhi teman ikut bodoh&#8221; dan lain sebagainya itu merupakan <strong>persepsi yang timbul dari individu</strong>. Dan biasanya persepsi itu berbeda-beda, tergantung <strong>pengalaman</strong> yang di dapatkan oleh tiap individu.</p>
<p>Terus Sang Dosen bertanya lagi, &#8220;sekarang kalo seseorang menganggap dirinya pintar?&#8221; ada sekelompok orang yang jawab <strong>&#8220;sombong&#8221;</strong>, ada juga yang jawab &#8220;percaya diri&#8221;, ada juga yang jawab &#8220;berbagi dengan teman&#8221;, dan lain-lain.</p>
<p>Terus kalau orang mempunyai <strong>persepsi</strong> bahwa <strong>orang pintar itu &#8220;sombong&#8221;</strong>, kira-kira apa yang akan terjadi? bisa pinter gak dia? Ada beberapa kemungkinan, salah satunya dia tidak akan jadi pintar atau menganggap dirinya tidak pintar, karena dia tidak mau dianggap &#8220;sombong&#8221; (kan pada dasarnya manusia itu baik hati). Salah duanya dia bisa pintar tapi dia akan menganggap dirinya itu &#8220;sombong&#8221; dan lain sebagainya.</p>
<p>Pembaca yang kusayangi, tanpa disadari <strong>persepsi-persepsi</strong> yang ada pada diri kita, itu akan mempengaruhi kehidupan, karir, hubungan/relasi kita dengan orang lain, dan juga banyak aspek di kehidupan kita. Persepsi itu tidak ada yang <strong>benar atau salah</strong>. Semuanya itu bersifat relatif. Hanya saja akibat atau efek yang di timbulkan akan berbeda. Tu, jadi hati-hati dengan<strong> persepsi kamu. </strong>Heehee..</p>
<p>Kembali lagi, bagaimana kalau seseorang memiliki persepsi &#8220;<strong>orang pinter itu = baik hati&#8221;</strong>. Tentu akibat yang akan ditimbulkan akan berbeda bukan? Saya yakin kamu sudah tau apa yang akan terjadi nantinya di kehidupan orang tersebut.</p>
<p>Ingat, semua persepsi ini terjadi dari pengalaman yang kita dapat sebelumnya. Tidak ada yang benar atau salah, hanya saja akibat yang di timbulkan akan berbeda, as long as you happy dan feel good dengan persepsi yang kamu pegang itu why not? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Haahaa&#8230; Tapi kalau tidak feel good atau tidak nyaman dengan persepsi itu ubahlah segera dengan persepsi yang baru.</p>
<p>Sekarang coba, apa yang akan muncul di pikiran kamu kalau saya tanya tentang:</p>
<p>-kebahagiaan?</p>
<p>-uang?</p>
<p>-matematika?</p>
<p>-matkul faal? (buat jurusan psikologi) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Coba deh, kamu cek kembali <strong>persepsi </strong>kamu tentang beberapa hal yang diatas. Sekali lagi tidak ada yang benar atau salah hanya saja akibat yang ditimbulkan akan berbeda, terus kalau kamu tidak nyaman dan feel good dengan efek dari persepsi itu, ubahlah! Buatlah persepsi baru yang benar-benar membuat kamu bahagia. Yang paling penting kamu merasa nyaman dan bahagia dengan <strong>&#8220;persepsi itu&#8221;</strong>.<strong> </strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat mencoba..</p>
<p>good luck&#8230;</p>
<p>Salam Sukses..</p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Positif vs Negatif, siapa yang menang?]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/09/01/positif-vs-negatif-sapa-yang-menang/</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 16:38:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/09/01/positif-vs-negatif-sapa-yang-menang/</guid>
<description><![CDATA[(-) Saya tidak akan terlambat lagi (+) Saya akan datang tepat waktu Coba kamu perhatikan 2 kalimat d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">(-) Saya tidak akan terlambat lagi</p>
<p style="text-align:center;">(+) Saya akan datang tepat waktu</p>
<p>Coba kamu perhatikan 2 kalimat di atas. Secara penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kedua kalimat diatas memiliki makna yang sama. Tetapi dipikiran kita akan berbeda. Lho, mengapa bisa demikian?</p>
<p>Pikiran kita hanya bisa membaca gambar dan tidak bisa mendeteksi kata <strong>&#8220;tidak, jangan, </strong>dan lain-lain<strong>&#8221; </strong>karena tidak memiliki gambar. Hmm&#8230; Memang sedikit aneh, tapi gak apa2. Nah, coba ikuti apa yang saya kata kan key? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <!--more--></p>
<p>&#8220;<strong>Jangan </strong>bayangkan, sekali lagi jangan bayangkan mobil ferari yang berwarna merah&#8221;. Jangan di bayangakan ya mobil itu. Gimana? Apakah gambar nya muncul di pikiranmu?, kan sudah saya kata kan jangan di bayangkan. heehee&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Begitulah kerja pikiran kita, saat kamu katakan &#8220;jangan bayangkan mobil&#8221; maka dia akan memuncul kan gambar nya terlebih dahulu baru di delete nya.  Tapi kita akan fokus ke gambar dulu kan? Itu adalah kecenderungan otak kita untuk tidak mengenal kata <strong>tidak, jangan,</strong> dan lain-lain, yang dikenal dengan istilah <strong>&#8220;Pharsing&#8221;</strong>.</p>
<p>Jadi apa yang akan terjadi jika kalimat &#8220;saya tidak akan terlambat lagi&#8221; itu sering dikatakan? Benar sekali, orang tersebut akan terlambat lagi. Heehee&#8230; Hal ini akan terjadi tanpa sepengetahuan kita. Jadi sebaiknya kita menggunakan kalimat &#8220;saya akan datang tepat waktu&#8221; maka hal itu akan memberi afirmasi ke alam bawah sadar kita tanpa kita sadari, dan kita pun akan ontime.</p>
<p>Kita harus fokus pada apa yang kita <strong>mau</strong> bukan pada yang kita tidak mau. Seringnya orang-orang fokus pada yang mereka tidak mau. Seperti, &#8220;besok <strong>jangan lupa </strong>bawa bukunya ya?&#8221;, &#8220;saya <strong>tidak mau</strong> <strong>gagal</strong>&#8220;. Sekali lagi pikiran kita hanya fokus pada gambar yang muncul. Jadi sebaiknya kita menggunakan kalimat positif yaitu &#8220;besok <strong>ingat</strong> bawa bukunya ya?&#8221; atau &#8220;saya <strong>mau sukses&#8221;</strong>. Feelnya akan berbeda antara kalimat positif dan negatif, apakah kamu merasakan nya? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Itu semua adalah hal sepele yang sering dilupakan. Jadi sebaiknya kita menggunakan kalimat positif dalam keseharian kita.</p>
<p>Terus saran saya, bagi kamu yang mau melupakan pacar kamu, jangan katakan <strong>&#8220;saya mau melupakan dia&#8221;</strong>, saat kamu mengatakan itu maka akan muncul tampangnya dan semua kenangan indah dan juga kenangan-kenangan lainnya antara kamu dan dia. Heehee&#8230; Jadi, sebaiknya kamu katakan <strong>&#8220;saya mau pacar baru&#8221;</strong>. Haahaa&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitulah cara kerja pikiran kita, so hati-hati ya dalam penggunaan bahasa. Heehee&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga tulisan-tulisan saya ini bisa memberikan inspirasi kepada kamu..</p>
<p>Selamat mencoba..</p>
<p>Good luck&#8230;</p>
<p>Salam Sukses</p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Like Attract Like]]></title>
<link>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/08/31/life-attract-life/</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 16:30:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Juni Anton</dc:creator>
<guid>http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/08/31/life-attract-life/</guid>
<description><![CDATA[hallo pembaca&#8230; Apa sih like attract like itu?? Teman2 apakah kamu tahu tentang &#8220;Law of A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>hallo pembaca&#8230;</p>
<p style="text-align:right;">Apa sih <strong>like attract like</strong> itu??</p>
<p style="text-align:right;">Teman2 apakah kamu tahu tentang <strong><em>&#8220;Law of Attraction?&#8221;</em></strong></p>
<p>Di dunia ini terdapat sebuah &#8220;hukum&#8221;, hukum alam yang sudah bekerja tanpa kita sadari kalau hukum itu ada. Jangan bosan dulu, hukum yang ini bukan hukum yang kita kenal dengan pasal 27 ayat 1 yang begituan, bukan ya. Jangan spekulasi sendiri dulu yah. Heehee.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&#8220;Hukum&#8221; alam ini dikenal dengan hukum ketertarikan, kalau bahasa kampung saya sih <strong>&#8220;Law of Attraction&#8221;</strong>. Cieh, emang saya bule. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa sih <strong>law of attraction</strong> itu?<!--more--> Law of attraction adalah sebuah hukum tarik menarik di alam ini. Berbeda dengan magnet yang menarik kutub berlawanan, yang utara tarik yang selatan, dalam law of attraction, &#8220;pikiran&#8221; kita menarik apa yang kita ingin kan, apa yang kita mau.</p>
<p>Apa pun yang kamu pikirkan itu yang kamu tarik. Misalnya dalam pikiran kamu mengatakan &#8220;saya mau hp nokia n95&#8243; dan itu terjadi tidak hanya 1 kali, maka itulah yang akan kamu dapatkan nantinya. Hanya saja waktunya bisa cepat atau lambat. Begitulah kerjanya hukum ketertarikan ini. Kita akan menarik apa yang kita inginkan.</p>
<p>Pada saat saya masih sma, saya sudah mengenal hukum ini, tentunya saya memanfaatkannya. Saya selalu berfikir saya akan mendapat ranking 5 besar di kelas dan saya pasrahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan yang terjadi, saya berhasil mendapat ranking 4 berturut-turut selama 2 semester. Asyik bukan?</p>
<p>Ya begitulah hukum ketertarikan ini terjadi, mudah sekali. Tapi ingat kita harus fokus yang dengan yang kita mau, bukan yang kita tidak mau. Gimana tuh? Gini, maksud saya fokus pada apa yang kita mau itu, kita katakan apa yang kita mau, seperti &#8220;saya mau mendapat ranking 10 besar semester ini&#8221; kalimat ini jelas katakan apa yang saya mau. Coba perhatikan kalimat ini &#8220;saya tidak mau gagal pada saat ujian&#8221; Ayo kira-kira kalimat ini fokusnya ke yang kita mau atau tidak? Heehee&#8230;</p>
<p>Jawabannnya kita akan fokus pada yang kita <strong>tidak</strong> mau yaitu &#8220;gagal saat ujian&#8221;, karena pada saat kita katakan &#8220;saya tidak mau gagal&#8221;, pikiran kita hanya bisa menangkap gambaran <strong>gagal</strong> jadi kita malah akan fokus ke kata <strong>gagal</strong>.</p>
<p>Loh, jadi gimana donk? Sebaiknya kita menggunakan kalimat yang <strong>positif</strong> yaitu &#8220;saya mau sukses saat ujian&#8221;, gimana? feelnya terasa beda dengan kalimat sebelumnya bukan? Sebaiknya kita menggunakan kalimat positif sesering mungkin, karena law of attraction selalu bekerja tanpa sepengetahuan kita.</p>
<p>Tapi <span style="text-decoration:line-through;">jangan lupa</span>, eh salah ingat!!! Meskipun kaliatannya mudah, bukan berarti kita akan mendapat semua yang kita mau dengan sangat mudah. Dan kita tidak boleh memaksa alam ini memberikan apa yang kita mau alias &#8220;memaksakan kehendak&#8221;. Kita harus &#8220;pasrah&#8221;. Kata &#8220;pasrah&#8221; disini bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa atau usaha tetapi kita juga tidak ngotot untuk mendapatkannya. Kita serahkan semuanya kepada yang di atas. &#8220;Kalau dapat syukur, kalau tidak juga ga apa-apa&#8221;. Karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.</p>
<p>So, kenapa kita harus ngotot? heehee.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang penting kita harus merasa <strong>&#8220;feel good&#8221; dan &#8220;feel happy&#8221;</strong>, maka <strong>Law of Attraction</strong> akan bekerja lebih untuk kita. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat Mencoba..</p>
<p>Good Luck..</p>
<p>Salam Sukses..</p>
<p>by: Anton J</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
