<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kapolri &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kapolri/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kapolri"</description>
	<pubDate>Mon, 20 May 2013 04:28:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kehadiran Presiden ke Uncen Bukti Perhatian Dunia Pendidikan Senin, 22 November 2010 12:23 WIB]]></title>
<link>http://ducumentpapua.wordpress.com/2010/11/22/kehadiran-presiden-ke-uncen-bukti-perhatian-dunia-pendidikan-senin-22-november-2010-1223-wib/</link>
<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 05:50:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>documentpapua</dc:creator>
<guid>http://ducumentpapua.wordpress.com/2010/11/22/kehadiran-presiden-ke-uncen-bukti-perhatian-dunia-pendidikan-senin-22-november-2010-1223-wib/</guid>
<description><![CDATA[Jayapura (ANTARA News) &#8211; Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohamad Nuh, mengatakan bahw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jayapura (ANTARA News) &#8211; Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohamad Nuh, mengatakan bahw]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kaburnya Gayus Permalukan Kapolri]]></title>
<link>http://syaifuddin.wordpress.com/2010/11/08/kaburnya-gayus-permalukan-kapolri/</link>
<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 16:30:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>syaifuddin</dc:creator>
<guid>http://syaifuddin.wordpress.com/2010/11/08/kaburnya-gayus-permalukan-kapolri/</guid>
<description><![CDATA[Gayus asli dan &#039;mirip&#039; (sumber Kompas.com) Orang mirip Gayus nonton pertandingan Tenis di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1360" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2010/11/gayus.jpg"><img class="size-medium wp-image-1360" title="gayus" src="http://syaifuddin.files.wordpress.com/2010/11/gayus.jpg?w=300&#038;h=150" alt="" width="300" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Gayus asli dan &#039;mirip&#039; (sumber Kompas.com)</p></div>
<p>Orang mirip Gayus nonton pertandingan Tenis di Bali! Apa istimewanya? Kan cuma mirip. Sama dengan kasus video porno nan heboh itu. Saat pertama kali terbongkar, para pelakunya sepakat berkilah, itu bukan saya, cuma mirip. Waktu yang membuat semuanya jadi jelas. Ariel dan Luna tak bisa berkilah. Tapi itu setelah adanya pengakuan dari Cut Tari yang mengakui dia adalah salah satu pelaku video panas itu.</p>
<p>Tapi cerita yang ini pasti beda, karena yang dituding mirip itu adalah Gayus Tambunan, terdakwa kasus mafia pajak yang mencengangkan banyak pihak dengan rekeningnya yang mencapai puluhan Milyar itu. Gayus yang eks pegawai Ditjen Pajak saat ini tengah menjalani persidangan kasusnya. Ia juga sedang ‘menginap’ di rutan Mako Brimob Kelapa Dua.</p>
<p>Semula saya tak percaya dengan kabar itu. Tapi setelah menyandingkan foto Gayus dari berbagai sumber dengan hasil jepretan fotografer Kompas, Agus Susanto, saya pun hakkul yakin, itu adalah Gayus Tambunan. Saya tak perlu meminta jasa anggota DPR Roy Suryo hanya untuk memastikan kebenaran seorang Gayus di Bali itu. Gayus Bali memiliki kemiripan yang identik di semua bagian wajahnya. Perhatikan saja bentuk bibir, dagu, mata, alis, dan hidungnya. Bahkan saat hidungnya mengembang pun sama persis.</p>
<p>Lalu, kok bisa seorang tahanan jalan-jalan di luar, bahkan sampai melintasi pulau untuk nonton pertandingan Tenis?  Ihwal tahanan bisa bebas berkeliaran di luaran memang bukan cerita baru. Selama ini kita kerap disuguhi ‘drama’ bantah-membantah soal seorang tahanan yang bebas berkeliaran di luaran. Aparat hukum selalu berkilah jika disodori isu tersebut. Namun, kali ini bukti foto Gayus dengan rambut palsunya di Bali adalah bukti otentik tak terbantahkan.</p>
<p>Mabes Polri sepertinya tak satu suara saat dimintai tanggapannya seputar kaburnya Gayus. Di pagi hari mereka membantah, tak mungkin orang di foto itu adalah seorang Gayus Tambunan. Karena foto itu adalah kejadian di hari Jum’at, sementara menurut Polri Gayus memang izin berobat pada Sabtu pagi dan sudah pulang di sore hari.</p>
<p>Belum bisa meyakinkan publik, di sore hari Kadivhumas Mabes Polri Irjen Polisi Iskandar Hasan mengatakan, bisa saja Gayus pergi ke Bali pagi dan pulang sore. Iskandar menduga, Gayus berkompromi dengan polisi pengawalnya atau juga dengan Kepala Rutan Brimob. Info yang aneh, Polri sepertinya malu-malu mengakui bahwa mereka kebobolan dengan menyampaikan informasi yang membuat blunder.</p>
<p>Hingga kini kabarnya Polri sudah memeriksa sejumlah polisi penjaga Rutan serta pengawal Gayus saat pergi berobat. Tapi apapun hasilnya, ini adalah tamparan keras buat Kapolri yang baru Timur Pradopo. Belum sebulan menjabat, ia sudah dipermalukan oleh anak buahnya sendiri.</p>
<p>Saya menduga ada ‘uang’ dibalik kaburnya Gayus dari selnya. Kalau tidak, mana mungkin ia bisa bebas berkeliaran dari Depok ke Bali. Saya tak yakin ‘pelarian’ ini hanya merupakan ide Gayus seorang, ini pasti melibatkan aparat dan juga orang dekat Gayus. Ternyata uang korupsi milik Gayus benar-benar tak berseri. Dari balik jeruji ia bebas mengatur hidupnya, dan bahkan bisa membeli aparat.</p>
<p>Jangan-jangan sebelum ini ternyata ia tak tinggal di tahanan… Who knows???</p>
		<div id="geo-post-1359" class="geo geo-post" style="display: none">
			<span class="latitude">-6.360897</span>
			<span class="longitude">106.922031</span>
		</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapolrinya SBY ]]></title>
<link>http://agenesbatu.wordpress.com/2010/10/12/kapolrinya-sby/</link>
<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 09:28:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>agenesbatu</dc:creator>
<guid>http://agenesbatu.wordpress.com/2010/10/12/kapolrinya-sby/</guid>
<description><![CDATA[Kapolrinya SBY Ada sindiran yang berkembang di kalangan kepolisian hari-hari ini. Entah siapa yang m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kapolrinya SBY</p>
<p>Ada sindiran yang berkembang di kalangan kepolisian hari-hari ini. Entah siapa yang memulainya. Jika selama ini Kapolri sering disebut dengan TB-1 (Tri Brata 1), maka besok-besok, yang ada adalah SBY-1. Tentu tidak perlu lagi ditanya kepanjangan dari singkatan tersebut.</p>
<p><!--more-->Kiranya, sindiran itu berangkat dari besarnya kontribusi Presiden SBY dalam rangka menjadikan Timur Pradopo sebagai Kapolri. Bayangkan, SBY memilih nama di luar calon yang diajukan. Selanjutnya, calon itu kemudian diberikan tambahan bintang secara mendadak, walau sang kandidat belakangan ini tidak cukup moncer di mata masyarakat mengingat masih berutang banyak kasus.</p>
<p>Tak cukup dengan itu, semua pembantu presiden juga diminta menyosialisasikan Timur Pradopo sebagai Kapolri baru. Terakhir, partai-partai pendukung presiden diminta untuk menyanyikan paduan suara berjudul “setuju” saat pertemuan uji kelayakan calon kapolri. Luar biasa.</p>
<p>Dalam kaitan itu, beberapa orang, termasuk penulis, meramalkan bahwa saat menjabat nanti, persoalan independensi Polri (khususnya terhadap pemerintah) adalah yang paling krusial. Diperkirakan, sindiran TB-1 menjadi SBY-1 bukan hanya sindiran karena Timur Pradopo pasti akan amat loyal kepada pemerintah, khususnya SBY, yang telah memberinya anugerah jabatan.<br />
Boleh jadi, apa pun akan dilakukan Kapolri mendatang jika diminta Cikeas.</p>
<p>Secara sinis, kita lalu bisa menduga, hal pertama yang akan dilakukan Kapolri mendatang adalah menyisipkan tambahan “kecuali diminta Presiden” pada setiap pernyataan bahwa Polri adalah organisasi yang otonom dan independen selaku penegak hukum.<br />
Semoga hal itu tidak menjadi kenyataan.</p>
<p>SBY Pemenang<br />
Penulis berpendapat, tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa dibalik rame-rame pemilihan Kapolri kali ini, sebenarnya Presiden SBY-lah yang tampil sebagai pemenang. kepada publik, media massa ramai-ramai menyajikan fenomena di mana dua calon yang diajukan Kapolri Bambang Hendarso Danuri kepada presiden nampaknya tidak “dibeli” oleh presiden. Ini terlihat dari lamanya waktu yang digunakan untuk menentukan sikap.</p>
<p>Sementara itu, terkait pilihan yang tak kunjung jatuh, masyarakat dan khususnya parlemen pun ter-belah. Ada yang mendukung Komjen Nanan Sukarna dan ada pula yang mendukung Komjen Imam Soedjarwo. Suatu situasi yang logis, memang. Melihat itu, presiden melalui Menkopolhukam Joko Suyanto menyatakan bahwa karena sudah terjadi polarisasi, maka presiden tidak ingin Polri terpecah.</p>
<p>Menurut dugaan penulis, polarisasi itu memang dikehendaki mengingat hal itu menjadi alasan untuk, pada akhirnya, tidak memilih keduanya. Tambah lagi, yang akhirnya dipilih adalah calon baru, yang sebenarnya sudah dibidik sejak lama namun presiden kesulitan memunculkannya mengingat presiden terganjal mekanisme di mana calon Kapolri diusulkan oleh Kapolri dengan sepengetahuan Komisi Kepolisian Nasinal (Kompolnas). Dengan alasan deadline mendesak, telah ditemukan alasan yang sahih guna memilih calon yang baru dan mengenyampingkan keduanya.</p>
<p>Masalahnya, walau SBY tampil sebagai pemenang dari hingar-bingar ini, sebenarnya terdapat implikasi yang dikemudian hari bisa menjadi “beban” SBY. Tidak usah menunggu lama-lama, sekarang saja sudah ada yang mengatakan bahwa Timur itu “calon karbitan”. Atau, julukan bahwa SBY-lah yang menanggung “dosa turunan” Timur. Sebaliknya, ketika Timur kelak menghadapi banyak persoalan dan dianggap tidak mampu, maka, kemungkinan, kilah bahwa dirinya hanya menjalankan tugas, bisa saja muncul. Ujung-ujungnya, SBY pula yang terbebani.</p>
<p>Sekali lagi, semoga saja tidak demikian yang terjadi.</p>
<p>“Fit and Proper Test”<br />
Penulis menduga, akan ada anggota DPR Komisi III yang bertanya dengan spirit yang penulis ketengahkan pada bagian sebelumnya, saat uji publik pekan ini. Pertanyaan yang diajukan bisa saja demikian tajam, sehingga Timur akan terpojok untuk mengatakan bahwa “dirinya hanya menjalankan perintah Presiden.” Jika pernyataan itu sempat muncul, alhasil anggapan yang dikemukakan selama ini menjadi benar bahwa Polri ke depan, adalah Polri yang betul-betul di bawah bayang-bayang kekuasaan.</p>
<p>Katakanlah Timur bisa menjawab, maka akan muncul pula pertanyaan dan sanggahan yang berada pada level kasus-kasus. Sebutlah kasus rekening gendut perwira tinggi Polri, Bank Century, HKBP Ciketing, penganiayaan aktivitas ICW dan bentrokan berdarah di Jalan Ampera.<br />
Tidak mudah menjawab kasus-kasus tersebut secara memuaskan mengingat selalu ada bagian permasalahan maupun solusi yang berada di luar ranah Polri. Namun DPR umumnya tidak mau menerima alasan seperti itu, sehingga jalan satu-satunya bagi Timur adalah mengadakan diplomasi supaya penanya puas walaupun permasalahan tidak tuntas.</p>
<p>Yang agak sulit untuk dielakkan secara diplomatis adalah pertanyaan tentang masa lalu Timur, khususnya terkat dengan kinerja dia semasa menjadi Kapolres Jakarta Barat saat terjadi kasus Trisakti 1998.<br />
Apabila Timur bicara apa adanya, penulis memperkirakan akan muncul kontroversi baru mengingat ketika itu, sebagai penanggungjawab lapangan, Timur sebenarnya berada dalam situasi terjepit untuk mengambil keputusan sendiri. Tetapi, kalau Timur dalam jawabannya mengambil alih semua tanggungjawab, itu juga merupakan neraka baginya karena dengan demikian cap sebagai “pelaku kejahatan HAM berat”, minimal versi masyarakat, akan dilekatkan pada sang calon kapolri ini.</p>
<p>Kembali, semoga saja kekhawatiran tersebut tidak terjadi. (Adrianus Meliala/Kriminolog)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa SBY Batal ke Belanda?]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2010/10/07/kenapa-sby-batal-ke-belanda/</link>
<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 04:46:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2010/10/07/kenapa-sby-batal-ke-belanda/</guid>
<description><![CDATA[Membaca aneka berita tentang SBY yang batal ke Belanda, membuat saya bertanya-tanya, ada apa sebenar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca aneka berita tentang SBY yang batal ke Belanda, membuat saya bertanya-tanya, ada apa sebenarnya? Karena tentu saja seperti pernah dikatakan Emha Ainun Nadjib sewaktu saya bertamu ke kamar hotelnya tahun 1997 (beliau pasti tidak akan ingat saya lah yao), apabila membaca berita di koran (baca: media-BMH) jangan baca begitu saja. Seperti halnya bermain bilyar, jangan cuma lihat bolanya dan arahnya ke mana, tapi perhatikan arahnya dari mana. Dengan begitu akan terlihat siapa pemukul bola itu.</p>
<p>Maksudnya tentu jelas, dalam hal ini kita harus memperhatikan suatu berita di media siapa yang membuat. Apakah si pembuat berita layak dipercaya sebagai sumber berita? Apalagi kalau berita itu bersumber dari sumber resmi, kita justru harus berhati-hati, karena bisa jadi itu sudah dibungkus dengan &#8220;pencitraan&#8221;.</p>
<p>Dalam hal SBY batal ke Belanda, di media massa yang tersiar memang berita resmi. Beliau batal karena adanya tuntutan dari perwakilan RMS yang dimasukkan ke pengadilan lokal di Den Haag-Belanda. Apakah beliau takut ditangkap? Entahlah. (Anda juga bisa baca tulisan saya di Kompasiana kemarin, <a href="http://politik.kompasiana.com/2010/10/06/penundaan-sby-ke-belanda-penangkapan-kepala-negara/">baca di sini</a>).</p>
<p>Namun yang jelas, tindakan SBY itu telah membuat kecewa banyak pihak di Belanda, termasuk pemerintahnya. Di sini, meski di dalam negeri sejumlah tokoh mendukung keputusan itu, namun ini adalah masalah hubungan bilateral dengan negara lain. Citra kita yang sudah negatif di luar negeri bisa tambah negatif. Agar SBY tetap berkunjung ke negerinya, hari ini tersiar berita bahwa pemerintah Belanda telah melarang penangkapan kepada SBY dan pengadilan pun menolak gugatan dari perwakilan RMS itu.</p>
<p>Namun &#8220;gosip politik&#8221; yang santer terdengar di dalam negeri ada sejumlah penyebab, walau tentu tak bisa dibuktikan kebenarannya. Salah satunya terkait dengan pengajuan calon Kapolri &#8220;alternatif&#8221; Komjen Pol. Timur Pradopo secara mendadak sehari sebelum SBY rencananya berangkat ke Belanda. Bahkan lebih jauh ada yang mengatakan Presiden kuatir &#8220;dikudeta&#8221;. Untuk yang terakhir ini, saya yakin terlalu berlebihan. Karena tentu saja militer dan polisi Indonesia berbeda dengan negara lain. Dulu pun Polri di tahun 2001 sempat dikecewakan oleh Presiden Abdurrahman Wahid saat terjadi &#8216;pergantian paksa&#8217; Kapolri dari Jenderal Pol. Suroyo Bimantoro kepada Jenderal Pol. Chairuddin Ismail. Tapi tidak terjadi tindakan pemberontakan apalagi kudeta. Walau baru saja Presiden Rafael Correa dari Ekuador harus menghadapi pemberontakan polisi di negaranya, tentu tidak ada kekuatiran serupa di sini.</p>
<p>Jadi, apabila masalahnya memang &#8220;harga diri bangsa&#8221;, tentu tindakan SBY patut dipuji. Walau efek sampingannya justru memberikan &#8220;promosi gratis&#8221; bagi RMS yang anggotanya cuma segelintir itu. Ditambah lagi kesan SBY yang dianggap &#8220;penakut&#8221;.</p>
<p>Semoga saja ke depannya Presiden dan jajarannya bisa mempertimbangkan segala tindakan kenegaraan sebaik-baiknya. Sehingga tidak perlu terjadi polemik menghabiskan energi di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dicari : Pahlawan]]></title>
<link>http://dinarianti.wordpress.com/2010/08/16/dicari-pahlawan/</link>
<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 03:51:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Dina Rianti</dc:creator>
<guid>http://dinarianti.wordpress.com/2010/08/16/dicari-pahlawan/</guid>
<description><![CDATA[Besok jatuh pada tanggal 17 Agustus, 65 tahun setelah pendeklarasian kemerdekaan Republik Indonesia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Besok jatuh pada tanggal 17 Agustus, 65 tahun setelah pendeklarasian kemerdekaan Republik Indonesia]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapolri Menghilang, Kapal Kita Diserang, Presiden Pidato Panjang]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2010/08/16/kapolri-menghilang-kapal-kita-diserang-presiden-pidato-panjang/</link>
<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 01:39:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2010/08/16/kapolri-menghilang-kapal-kita-diserang-presiden-pidato-panjang/</guid>
<description><![CDATA[Tentu saja, judul di atas adalah tiga kalimat dipisahkan koma. Tidak berhubungan, karena relasi anta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu saja, judul di atas adalah tiga kalimat dipisahkan koma. Tidak berhubungan, karena relasi antar premis sebenarnya berada di kepala kita. Kalau Anda pernah memperhatikan tulisan Rosihan Anwar, judul tulisannya model seperti di atas itulah. Saya sih cuma iseng mencari-cari rima saja. Biar enak dibaca, begitu…</p>
<p>Jujur saja, saya heran, kenapa berita &#8216;menghilang&#8217;nya Kapolri dipermasalahkan begitu besar. Awalnya adalah saat ia tidak muncul di acara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Polri pada hari Jum&#8217;at (13/8).  Ada sejumlah keterangan berbeda muncul perihal ketidakhadirannya. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Edward Aritonang mengutarakan bahwa Kapolri sedang tugas luar terkait pengamanan Pilkada, puasa dan lebaran. Namun ia menolak menjelaskan ada di mana dan dengan siapa Kapolri bertugas. Sementara Wakadiv Humas Mabes Polri Kombes Pol. I Ketut Untung Yoga Ana mengatakan Kapolri dipanggil mendadak untuk rapat dengan Presiden SBY.</p>
<p>Makin aneh saat Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dan Menko Polkam Djoko Suyanto membantah bahwa Kapolri bertemu Presiden. Padahal, alasan itu sempat mengemuka hingga membatalkan acara sertijab yang penting itu. Yang menjadi permasalahan, Kapolri ternyata tidak mewakilkan kehadirannya pada Wakapolri. Malah dalam acara pengukuhan Paskibraka hari Minggu (15/8), ketidakhadiran Kapolri diwakili oleh Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Nanan Sukarna selaku Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, bukan Wakapolri Komjen Pol Jusuf Manggabarani. Toh semua kontroversi itu lenyap begitu hari ini Kapolri muncul dan mengatakan &#8216;menghilangnya&#8217; dirinya adalah &#8220;di luar kemampuan manusia&#8221;. Merujuk pada pernyataan penasehat Kapolri Dr. Kastorius Sinaga, ternyata Kapolri sedang sakit. Memang hal itu “di luar kemampuan manusia” ya?</p>
<p>Tentu saja berita ‘menghilang’nya Kapolri dikait-kaitkan dengan berbagai isyu yang menerpa Polri. Termasuk di antaranya kesimpang-siuran mengenai ada-tidaknya rekaman pembicaraan antara Ari Muladi dan Ade Rahardja, dalam kasus dugaan penyuapan kepada pimpinan KPK Chandra M.Hamzah dan Bibit Rianto. Kehadiran Kapolri dalam acara pelantikan Paskibraka yang diwakilkan kepada Irwasum dan bukan Kapolri pun kemudian memicu spekulasi bahwa Kapolri akan diganti, dan penggantinya adalah Nanan Sukarna. Tapi, sekali lagi semua itu hanya isyu alias “otak-atik gathuk”.</p>
<p>Di saat media heboh mempersoalkan keberadaan Kapolri, kapal patroli kita diserang Malaysia. Hal itu terjadi saat kapal patroli Dolphine 015 milik Pengawas Perikanan Tanjung Balai Karimun di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memergoki 5 kapal nelayan Malaysia yang sedang mencuri ikan di perairan kita. Kapal dan nelayannya ditangkap dan digiring untuk dibawa ke Polda Kepulauan Riau (Kepri). Namun ternyata, kapal patroli Polis Marine Diraja Malaysia mengejar hingga masuk ke wilayah perairan Indonesia. Mereka meminta 5 kapal nelayan itu dilepaskan berikut ketujuh awaknya yang ditangkap dan berada di atas kapal Dolphine 015. Pihak Malaysia juga memerintahkan agar anggota awak kapal Dolphine 015 naik ke kapal patroli Malaysia. Permintaan ditolak. Kapal patroli Malaysia mengeluarkan tembakan peringatan namun nakhoda Dolphine 015 berhasil melarikan kapalnya ke Lampu Berakit. Kapal nelayan Malaysia yang tertinggal beserta tiga orang anggota Satuan Kerja Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satker P2SDKP) kemudian dibawa ke Johor, Malaysia. Dolphine 015 kemudian berhasil sampai ke Dermaga Dit Pol Air Polda Kepri Sekupang-Batam dan menyerahkan tahanan 7 nelayan Malaysia kepada Polda Kepri.</p>
<p>Insiden yang melecehkan harga diri bangsa menjelang peringatan ulang tahun kemerdekaan ke-65 negeri kita ini ditanggapi serius. Tak kurang Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad sampai memberikan konferensi pers khusus. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pun bersiap mengirim nota protes kepada Malaysia. Komisi I DPR-RI pun menggelar rapat mendadak untuk membahas insiden ini. Sementara dari pihak Malaysia seperti biasa menganggap insiden antar negara ini sebagai “angin lalu”. Meski Marty mengatakan komunikasi dengan pihak Malaysia termasuk dengan Menlu Malaysia sudah dijalin.</p>
<p>Saat Malaysia sedang mengetes “nyali” kita, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpidato panjang di hadapan sidang paripurna DPR dan DPD. Pidato yang berlangsung sekitar 30 menit itu menurut <em>Kompas.com </em>mendapatkan sambutan hangat, ditandai dengan 19 kali tepuk tangan. Pidato yang bagus mungkin, asal jangan melupakan kehormatan bangsa yang sedang diserang saja. Saya sendiri tak punya komentar atas pidato tersebut, karena jujur saja saya tak melihat atau mendengarkannya. Saya mending berkhayal ikut lomba makan krupuk saja deh… (eh, tapi nggak bisa ya? Selain udah ketuaan, kan masih puasa? Hehe).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapolri Menghilang]]></title>
<link>http://titiklenyap.wordpress.com/2010/08/14/kapolri-menghilang/</link>
<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 07:57:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>titiklenyap</dc:creator>
<guid>http://titiklenyap.wordpress.com/2010/08/14/kapolri-menghilang/</guid>
<description><![CDATA[Pertanyaan soal &#8220;menghilangnya&#8221; Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) dal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan soal &#8220;menghilangnya&#8221; Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam acara pelantikan perwira tinggi Polri pagi tadi belum terjawab secara tuntas.</p>
<p>Meski, Polri melalui Kadiv Humas Irjen (Pol) Edward Aritonang menjelaskan BHD tengah menjalankan tugas internal lain sehingga berhalangan untuk hadir, namun Polri belum secara gamblang memberi informasi tentang berita tersebut.<!--more--></p>
<p>Beredar kabar, &#8220;menghilangnya&#8221; Kapolri karena ada ancaman serangan dari eksternal Polri. Soal informasi itu, Edward membantahnya. &#8220;Nggak lah, Nggak ada (ancaman),&#8221; kata Edward di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/8/2010) malam lalu.</p>
<p>Edward pun memastikan kondisi keamanan Mabes Polri termasuk para pejabatnya dalam keadaan stabil dan aman. Sebelumnya, Polri menyatakan pihaknya dijadikan sasaran penyerangan bom oleh kelompok teroris.</p>
<p>Pada saat itu, Edward menjelaskan dalam penangkapan lima tersangka teroris di Bandung ditemukan dokumen yang menggambarkan rencana penyerangan kelompok teroris ke Markas Komando Brimob Polri Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>&#8220;Dokumen di rumah di Cibiru yang kita temukan adalah sketsa-sketsa gambar Markas Brimob di Bandung,&#8221; kata Edward dalam keterangan pers 9 Agustus yang lalu.</p>
<p>Oleh karena itu kita tunggu saja kepastian berita tetntang menghilangnya Kapolri Jenderal (pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) apakah itu benar adanya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasca Penangkapan Abu Bakar Ba'asyir; Siapakah Sufyan Tsauri?]]></title>
<link>http://indonesiaunderground.wordpress.com/2010/08/12/pasca-penangkapan-abu-bakar-baasyir-siapakah-sufyan-tsauri/</link>
<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 08:28:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesiaunderground</dc:creator>
<guid>http://indonesiaunderground.wordpress.com/2010/08/12/pasca-penangkapan-abu-bakar-baasyir-siapakah-sufyan-tsauri/</guid>
<description><![CDATA[Ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir telah ditangkap untuk kedua kalinya. Berbagai ormas Islam pun member]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir telah ditangkap untuk kedua kalinya. Berbagai ormas Islam pun member]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapolri:Ditemukan Bahan Peledak, Terget Belum Diketahui]]></title>
<link>http://wihans.wordpress.com/2010/06/23/retno-23062010-008/</link>
<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 16:33:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Windy</dc:creator>
<guid>http://wihans.wordpress.com/2010/06/23/retno-23062010-008/</guid>
<description><![CDATA[wihans.com | wihans.web.id [ Kriminalitas ] : Penggerebekan rumah di Desa Gelang Wetan, Kecamatan Kl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://wihans.files.wordpress.com/2010/06/peledak.jpgwp/2010/06/23/retno-23062010-008/"><img class="alignleft size-full wp-image-1005" title="peledak" src="http://wihans.files.wordpress.com/2010/06/peledak.jpg?w=90&#038;h=90" alt="peledak" width="90" height="90" /></a> wihans.com &#124; wihans.web.id [ Kriminalitas ] : </strong>Penggerebekan rumah di Desa Gelang Wetan, Kecamatan Klaten Utara oleh Densus 88 berhasil menyita sejumlah bahan peledak. Meski demikian, belum diketahui target pengeboman dari bahan peledak tersebut.&#8221;Benar, ditemukan bahan peledak. Tapi target belum bisa terungkap,&#8221; kata Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Dahuri kepada wartawan usai menghadiri acara Polri di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Rabu, (23/6/2010).<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Saat penggerebekan terjadi baku tembak. 1 orang teroris tewas sedangkan 1 anggota Densus 88 tertembak di dada. &#8220;Untuk sementara sedang proses pengambilan keterangan. Anak-anak sedang bekerja di lapangan,&#8221; ujar jenderal yang sebentar lagi purna tugas ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi yang dikumpulkan detikcom pria yang tewas dalam penyergapan sore tadi adalah Yuli Karsono. Seorang lagi yang ditangkap bernama Togir. Pria ini adalah residivis bom Kedubes Australia, dan pernah belajar ke Dr Azahari. Sedangkan yang terakhir bernama Agus Mahmudi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#999999;">(detik)</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kapolri Jenderal BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama]]></title>
<link>http://katakamidotcomindonesianews.wordpress.com/2010/05/06/kapolribhd/</link>
<pubDate>Thu, 06 May 2010 13:55:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>katakamidotcomindonesianews</dc:creator>
<guid>http://katakamidotcomindonesianews.wordpress.com/2010/05/06/kapolribhd/</guid>
<description><![CDATA[WAWANCARA EKSKLUSIF Indonesians Looking Forward to Obama’s Visit Jakarta 3/3/2010 (KATAKAMI)  Kepoli]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/20091030182249587.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4173" title="20091030182249587" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/20091030182249587.jpg?w=595&#038;h=394" alt="" width="595" height="394" /></a></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;"><span style="color:#ff0000;font-size:large;"><strong>WAWANCARA EKSKLUSIF</strong></span> </span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;"><strong><a href="http://katakaminewsindonesia.wordpress.com/2010/03/03/obamas-visit/" target="_blank">Indonesians Looking Forward to Obama’s Visit</a></strong></span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;"> </span><strong><br />
</strong></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Jakarta 3/3/2010 (KATAKAMI)  Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) diharapkan oleh banyak pihak untuk mampu </span><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">menjadi institusi yang berhasil dalam menggulirkan reformasi birokrasinya. </span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Di tengah tantangan zaman yang kian maju, POLRI diharapkan mampu menjadi bayangkara negara yang profesional dan proporsional. </span><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Tugas menjaga dan memelihara kamtibmas, juga tidak gampang. POLRI harus berhadap-hadapan dengan elemen-elemen masyarakat yang memilih turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka lewat berbagai aksi unjuk rasa. </span><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Tak jarang, aksi unjuk rasa itu bergulir dengan sangat brutal dan anarkis. </span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Hal-hal inilah yang ingin kami dalami untuk diketahui secara lebih rinci. </span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM Mega Simarmata diterima secara khusus di ruang kerja Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pada hari Rabu (3/3/2010) ini untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF. Selain topik-topik tadi, kami menyinggung juga soal pengamanan POLRI terhadap rencana kunjungan Presiden AS Barack Hussein Obama pada minggu ketiga bulan Maret 2010 ini. </span></p>
<div>
<div>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;"><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;"> </span></span><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;">Inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendaso Danuri :</span><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:small;"> </span></p>
</div>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/20091015134058124.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4174" title="20091015134058124" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/20091015134058124.jpg?w=595&#038;h=394" alt="" width="595" height="394" /></a></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>KATAKAMI ( K) : Pertama kami ucapkan terimakasih atas kesempatan WAWANCARA EKSKLUSIF ini Pak Kapolri. Kami dengar, Pak Kapolri baru saja kembali ke tanah air awal pekan ini dari tanah suci untuk menunaikan ibadah Umroh. Bagaimana perjalanan ibadah Umroh-nya Pak Kapolri ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">Bambang Hendarso Danuri (BHD) : Syukur alhamdulilah, semua berjalan dengan baik dan lancar. Cuma 3 hari saya disana. Kami tidak ke Medinah. Hanya ke Mekkah saja. Saya sudah meniatkan sejak tahun 2009 lalu yaitu setelah selesai melakukan pengamanan Pemilu. Kan pengamanan Pemilu itu berjalan sangat panjang sekali. Dari mulai rangkaian Pilkada sampai Pilpres. Semuanya alhamdulilah &#8230; berjalan dengan kondusif dan baik. Tidak ada masalah yang berarti. Jadi tahun lalu, setelah selesai melaksanakan tugas pengamanan Pemilu itulah saya dan Pak Panglima TNI (Jenderal Djoko Santoso, red) mempunyai niat bahwa kam ingin umroh. Tapi ternyata karena dinamika (keadaan) setelah itu tinggi, ya belum sempat juga dilaksanakan. Akhirnya baru bisa kesampaian sekarang. Kebetulan ada hari libur yang terjepit sehingga bisa saya manfaatkan untuk pergi umroh. Sehingga saya tidak pergi pada saat hari kerja tetapi justru di hari libur nasional. Saya berangkat tanggal 25 Februari kemarin. Ya, cuma sebentar saja.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Apa saja yang didoakan pada saat umroh, Pak Kapolri ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) Saya doakan semua untuk kebaikan bangsa dan negara. (Tersenyum). Jadi sudah tidak terpikir untuk mendoakan kepentingan-kepentingan pribadi. Yang saya doakan diatas segalanya adalah agar betul-betul kita bisa menghadapi dinamika-dinamika ini tanpa ada ancaman perpecahan diantara bangsa kita. Kita berharap agar kita semua ini sebagai sebuah bangsa bisa tetap bersatu. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Pak Kapolri, masuk pada topik inti. Selamat untuk penangkapan teroris di Aceh. Ini prestasi berikutnya dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri. Bisa dijelaskan rincian soal penangkapan teroris di Aceh ini ? Jaringan siapa dan dari kelompok mana ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Untuk topik terorisme ini, jangan dulu ditanyakan. Memang ini menjadi moment yang berharga untuk Polri. Tolong jangan dulu. Anak-anak saya (anggota Densus 88 Anti Teror Polri, red) sedang disana untuk menangani ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/p_pr_1267527606.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4176" title="p_pr_1267527606" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/p_pr_1267527606.jpg?w=600&#038;h=398" alt="" width="600" height="398" /></a></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:x-small;"><strong>Photo : Aksi demo di depan Gedung DPR Selasa (2/3/2010)</strong></span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Baiklah kalau memang harus begitu Pak Kapolri, kita bergeser pada masalah demo saja. Ini aksi unjuk rasa dilaksanakan dimana-mana oleh berbagai elemen masyarakat. Tidak jarang, aksi unjuk rasa itu sangat anarkis. Malah ada yang melempari polisi, mengejar dan menghajar polisi. Kemudian dari pihak polisi, menyemprot dengan water canon. Tapi dalam banyak situasi, polisi sering jadi sasaran kemarahan massa. Yang ingin ditanyakan disini, bagaimana arahan dari Kapolri kepada semua anggota dalam menangani aksi unjuk rasa di seluruh Indonesia ini ? Apalagi kalau aksi unjuk rasa itu sudah mulai anarkis &#8230;.</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Begini Mbak, kita punya konsep didalam melakukan tindakan-tindakan operasi kepolisian. Dari mulai tindakan yang soft sampai ke tahap-tahap berikutnya, preemtif, preventif dan represif. Dengan penggelaran di lapangan. Tahap awal, kami kedepankan dulu Dalmas. Itupun pasukan Dalmas tanpa tameng. Polri ingin mewujudkan bahwa pendemo itu sahabat, bukan musuh polisi. Polisi itu bertujuan untuk mengamankan kegiatan mereka. Mereka demo sesuai UU tahun 1998, kami amankan. Itu sebabnya kami kedepankan dulu Pasukan Dalmas. Baru tahap selanjutnya, kami kedepankan lapis kedua yaitu PHH (Pasukan Anti Huru-Hara, red) Dalmas Polri. Itu masih Samapta. Tahapan ketiga PHH Brimob yang menggunakan tameng sekat. Pada tahapan ketiga inilah dikeluarkan water canon dan gas air mata. Tetapi pada tahapan inipun, Polri tidak menggunakan senjata laras licin yang menggunakan peluru hampa dan peluru karet. Sama sekali tidak ada yang pakai senjata. Semua penanganan demo ini ada tahapannya kalau dari pihak Polri. Lihat kan &#8230; aksi demo yang kemarin (Selasa 2/3/2010) di DPR ?  Mereka main lempar lempar lempar. Setelah Polri menilai bahwa situasinya meningkat &#8230; korban bisa jatuh di pihak Kepolisian. Masuklah pasukan Dalmas kedua dengan tameng yang cuma separuh badan dengan pendekatan persuasif. Tapi karena situasinya tetap meningkat, baru kami perintahkan PHH &#8230; Detasemen Brimob yang keluar. </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Artinya, sedapat mungkin Polri tetap berupaya agar penanganan aksi unjuk rasa ini  bersifat persuasif ya ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Menghadapi demo- demo yang seperti ini, prinsip Polri adalah konsep persuasif yang sifatnya soft tetap dipertahankan. Tetapi begitu aksi demo itu anarkis, kami akan bertindak tegas.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Jadi kalau kita bicara soal aksi-aksi demo ini, apa sebenarnya harapan atau himbauan dari Polri jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasi mereka di jalanan lewat berbagai aksi unjuk rasa ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) :  Didalam UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan pendapat di depan umum kan sudah jelas. Lalu berdasarkan Perkap (Peraturan Kapolri, red) Nomor 9 tahun 2008 juga sudah dikeluarkan. Polri sudah punya konsep dalam menangani aksi unjuk rasa. Selama ini semua penanganan aksi unjuk rasa baik-baik saja. Polri tetap memberikan pengamanan kepada para pendemo. Intinya para pendemo harus menghormati hak-hak anggota masyarakat lain. Pengguna jalan yang lainnya juga harus dihormati, tidak cuma para pendemo saja. Sehingga kalau para pendemo menyadari hal ini, mereka tentu akan menyadari bahwa mereka jangan melakukan tindakan-tindakan anarkis. Yang terkadang membuat Polri sedih, para pendemo sering menjadikan polisi sebagai musuh. Padahal polisi justru mau mengamankan supaya jangan anarkis dan jangan ada pihak ketiga yang memanfaatkan mereka. Bisa saja, ada pihak lain yang bermaksud mencelakai mereka. Kami menghimbau agar demo-demo ini santun. Jangan sampai lambang-lambang negara diinjak-injak. Masak kita tidak bangga dengan negara kita ? Masak kita tidak bangga dengan lambang-lambang negara kita ? Masak lambang-lambang negara kita sendiri mau dicederai ?</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/obama_family_essence_57511.jpg"></a><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/alg_obama_family.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4193" title="alg_obama_family" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/05/alg_obama_family.jpg?w=600&#038;h=400" alt="" width="600" height="400" /></a><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:x-small;"><strong>Photo : Presiden Barack Obama sekeluarga</strong></span></p>
<h2><a href="http://katakamidotcom.wordpress.com/2010/02/10/ujian/" target="_blank"><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:medium;">Ujian Kedua Bagi Jenderal Sutanto Itu Bernama Barack Obama</span></a></h2>
<h2><a href="http://katakamidotcom.wordpress.com/2010/01/04/rindu-padamu/" target="_blank"><strong><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:medium;">Datanglah Obama Sebab Indonesia Juga Rindu Padamu</span></strong></a></h2>
<h2><a href="http://katakamidotcom.wordpress.com/2010/02/10/baret-merah/" target="_blank"><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:medium;">Lirikan Obama Ditunggu Sang Baret Merah, Komando !</span></a></h2>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) Pak Kapolri, hanya dalam hitungan hari ke depan &#8230; Indonesia akan kedatangan tamu penting yaitu Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Kami sudah mewawancarai Kapolda Metro Jaya pekan lalu yang menegaskan bahwa pihaknya menggelar Operasi Aman Nusa Tujuh untuk mengamankan situasi menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Barack Obama. Yang ingin kami tanyakan sekarang, berapa Polda yang dilibatkan oleh Mabes Polri untuk mengamankan rencana kunjungan Presiden Obama ke Indonesia ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Yang dilibatkan secara langsung untuk mengamankan itu ada 4 Polda yaitu Polda Metro Jaya, Polda DI Yogyakarta, Polda Jawa Tengah dan Polda Bali. Bali memang tidak dikunjungi oleh Presiden Obama, tetap saja itu menjadi atensi Polri. Sebab kalau misalnya terjadi sesuatu dan kemudian ada negara lain yang mengeluarkan travel warning maka ini bisa mengganggu kunjungan Presiden Obama. Nah, selain 4 Polda tadi, ada 9 Polda lainnya yang menjadi imbangan yaitu Polda Jawa Barat, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumatera Utara, Polda Nangroe Aceh Darussalam, Polda yang terletak di daerah konflik Papua, Polda Maluku, Polda Sulawesi Tenggara dan Polda Sulawesi Tengah. Jadi 4 Polda yang benar-benar terlibat secara langsung dalam pengamanan kunjungan Presiden Barack Obama. Sementara Polda-Polda yang tadi saya sebutkan itu menjadi imbangan yaitu menjalankan operasi imbangan sebagai back-up. Jadi kalau kondisi di wilayah-wilayah mereka kondusif, maka akan mewarnai kondisi kamtibmas di wilayah-wilayah yang akan dikunjungi Presiden Obama. Itu makanya ada sejumlah Polda yang diperintahkan untuk menjadi imbangan. Kemudian kalau misalnya ada terjadi sesuatu, Polda-Polda imbangan ini bisa memberikan support.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Apakah Polri mendeteksi ada ancaman sesuatu yang akan terjadi terkait keamanan menjelang kunjungan Presiden Obama ke Indonesia ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD)  Insya Allah tidak ada ancaman apapun. Operasi Aman Nusa Tujuh ini dilakukan oleh semua Polda yang dilibatkan. Jadi bukan cuma dilakukan Polda Metro Jaya. Tetapi oleh 4 Polda yang dilibatkan secara langsung dan juga oleh semua Polda imbangan tadi. Jadi Operasi Aman Nusa Tujuh ini dilakukan untuk cipta kondisi antara lain untuk mengamankan kejahatan jalanan, premanisme dan kejahatan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Apa bedanya pengamanan yang dilakukan TNI dan POLRI untuk kunjungan </strong></span><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>kenegaraan seperti ini, Pak ?</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Selama ini kerjasama TNI &#8211; POLRI tidak ada masalah, semua berjalan baik. Tamu-tamu negara yang VVIP, seluruhnya diamankan oleh TNI &#8230; yang didalamnya terdapat unsur Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden). Disana ada sandi operasinya yaitu Operasi Waskita Jaya yang melibatkan Polri juga. Jadi misalnya pada saat kedatangan Presiden Obama, yang ada di ring satu adalah TNI dan di ring dua adalah Polri. Tetapi dalam menghadapi moment-moment kunjungan tamu negara VVIP bahwa patut dipertimbangkan akan ada implikasinya semacam penolakan &#8230; Polri menggelar operasi yang dilakukan 35 hari sebelum kedatangan Presiden Obama. Itulah yang tadi disebutkan Operasi Aman Nusa Tujuh. Operasi ini akan tetap digelar oleh Polri sampai 7 hari setelah kedatangan Presiden Obama ke Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><img src="http://cache.daylife.com/imageserve/00jU2Pn3hh5LO/610x.jpg" alt="http://cache.daylife.com/imageserve/00jU2Pn3hh5LO/610x.jpg" /></span></p>
<p><span style="font-family:georgia,palatino;font-size:x-small;"><strong>Photo : Presiden Barack Hussein Obama</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Tugas pengamanan terhadap rencana kunjungan Presiden Obama ini bukan tugas yang gampang bagi Polri ya Pak ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Begini, tamu negara kita yang akan datang ini adalah Kepala Negara dari negara adi daya yang punya pamor sangat tinggi di dunia. Kemudian kebetulan juga, Presiden Obama pernah tinggal dan bersekolah di Indonesia. Tentu sangat wajar kalau beliau merasa rindu untuk datang dan melihat secara langsung bagaimana Indonesia saat ini dengan proses demokratisasinya. Polri  berkewajiban mengamankan rencana kunjungan itu dengan sebaik-baiknya.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Oke kalau Polri mengatakan bahwa akan mengamankan kunjungan Presiden Barack Obama sebaik-baiknya. Tapi banyak sekali ya, Polda yang dilibatkan dalam pengamanan itu. Bayangkan, 4 Polda utama dalam pengamanan langsung. Kemudian di lapis keduanya ada 9 Polda yang disiagakan untuk mendukung semua bentuk pengamanan terhadap kunjungan Presiden Obama. Itu memang pengamanan terbaik yang memang harus dilakukan Polri untuk kunjungan Presiden Obama ?</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) :  Tidak semua Polda dikerahkan. Dan istilah yang digunakan jangan siaga. Mereka bukan disiagakan. Tapi ada operasi imbangan karena kita tahu ada daerah-daerah konflik seperti Nangroe Aceh Darussalam, Papua, Maluku, Sulteng, kalau misalnya terjadi sesuatu terkait gangguan keamanan di wilayah ini &#8230; kan pencitraannya kan akan mempengaruhi situasi kamtibmas secara nasional. Itu yang diantisipasi agar kunjungan beliau tidak terganggu. Sehingga Polri berkewajiban mengamankan sebaik-baiknya dengan cara mengantisipasi situasi keamanan di berbagai daerah konflik. Itulah gunanya operasi aman nusa tujuh lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Untuk menutup wawancara ini, orang banyak yang bertanya-tanya &#8230; apakah menjelang kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia ini ada ancaman teror yang ditujukan kepada Indonesia atau perwakilan-perwakilan Amerika di Indonesia ? Itu &#8230; di Aceh, ada penangkapan teroris. Bahkan sampai Kepala Densus 88 Anti Teror (Brigjen Tito Karnavian, red) saat ini berada langsung di lapangan untuk memimpin operasi penangkapan tersebut. Jujur saja, apakah ada ancaman terorisme menjelang kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia ?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD)  : Jangan &#8230; kita jangan berandai-andai seperti itu ya. Yang penting buat POLRI adalah &#8230; apapun dan siapapun yang menjadi tamu negara &#8230; wajib hukumnya bagi POLRI untuk diberikan pengamanan yang terbaik dari segala bentuk ancaman. Ancaman dalam bentuk apapun juga, itu kan bisa kita prediksi. Kalau ancaman itu berbentuk teror (terorisme, red) atau ancaman keamanan dalam bentuk lainnya, itulah gunanya Polri menggelar operasi Aman Nusa Tujuh. Operasi ini sedang terus dilaksanakan sejak 35 hari menjelang kedatangan beliau (Presiden Obama, red).</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) Jadi, untuk mengamankan seorang Barack Obama, digelar Operasi Aman Nusa Tujuh plus Operasi Waskita Jaya, benar demikian Pak Kapolri ? Operasi Aman Nusa Tujuh dari pihak Polri sendiri. Sedangkan Operasi Waskita Jaya adalah Operasi gabungan TNI &#8211; POLRI. Begitu kan Pak ?</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : Operasi Waskita Jaya itu khusus pada H min Jam J &#8230; didalamnya Polri dilibatkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Waduh, istilah apa itu Pak &#8230; Hari min Jam J, maksudnya apa Pak Kapolri ?</strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;">(BHD) : (Tersenyum) &#8230;. itu sandi yang lazim kami gunakan. Artinya, Jam kehadiran beliau ada disitu, namanya Jam J. Jam pelaksanaan kegiatan beliau disini. Jadi, Hari H jam J, itu bahasa operasi kami. Perlu juga sekali-sekali KATAKAMI.COM belajar sandi yang biasa kami gunakan ya. (Tersenyum).</span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(K) : Baiklah Pak Kapolri, terimakasih untuk wawancara eksklusif ini. Selamat bertugas Pak. </strong></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="font-family:Georgia;font-size:small;"><strong>(MS)</strong></span></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang Whistle Blower]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2010/04/27/sang-whistle-blower/</link>
<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 15:19:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2010/04/27/sang-whistle-blower/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri memberikan penjelasan di hadapan Komisi III DPR-RI. Penjelasan ini diberikan sebagai bagian dari rapat kerja Polri dengan mitra kerjanya yaitu Komisi III yang membidangi hukum dan keamanan. Saya sempat menyaksikan beberapa saat keterangan Kapolri tersebut yang disiarkan secara langsung oleh TV One dan Metro TV.</p>
<p>Pertama-tama saya salut pada keterangan beliau yang tampak jelas dan tidak terpengaruh opini publik, termasuk pula intonasi suara dari anggota DPR yang terkesan menginterogasi. Saya juga salut karena jadi tahu betapa Polri berupaya keras mereformasi diri dengan kerja yang tidak sedikit. Menurut penjelasan Kapolri, pimpinan Polri termasuk dirinya hampir tidak pernah pulang lebih awal dari jam 11 malam. Wah, hebat! Dari segi SDM, beliau tentu termasuk kategori SDM Indonesia berkualitas dengan jam kerja sepanjang itu.</p>
<p>Kinerja polisi di level pimpinan memang patut diacungi jempol. Walau kemarin sempat pula terdengar oleh saya Kapolri seperti &#8220;curcol&#8221; saat menanggapi soal Komjen Susno Duadji. Karena saya tidak merekam, sependengaran dan seingat saya kalimatnya kira-kira berbunyi: &#8220;Bolehlah beliau disebut sebagai whistle blower&#8230;&#8230; (saya tidak yakin kalimat apa di antaranya), tapi cobalah dilihat. Itu LP (atau L/C ya? kurang jelas) ada dua kali. SPDP ada dua. Tapi kok malah ditangkap sendiri&#8230;&#8221;</p>
<p>Kalimat ini menurut saya agak berbau &#8216;bocoran informasi&#8217;, bahwa sebenarnya menurut Polri sang &#8220;whistle blower&#8221; tidaklah sebersih itu. Tapi karena merupakan bagian dari rentetan jawaban Kapolri atas pertanyaan anggota Komisi III DPR sebelumnya, tampaknya tidak ada yang &#8216;ngeh&#8217;. Saya sendiri jadi bingung, apakah sebenarnya maksud Kapolri dengan mengatakan hal itu, karena terkesan sambil lalu saja padahal isinya cukup penting diketahui publik.</p>
<p>Jangan dilupakan, di masa lalu yang belum lama ada seorang whistle blower kasus pidana korupsi bernama Khairiansyah Salman tersandung kasus pidana korupsi. Ia bahkan mendapatkan &#8220;Integrity Award&#8221; dari sebuah LSM internasional bernama Transparency International (TI) yang berpusat di Berlin-Jerman pada 11 November 2005. Itu karena tindakannya dalam terlibat dalam upaya menjebak dan menangkap basah Mulyana W. Kusumah, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat sedang berupaya menyogok dirinya sebagai auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Pertemuannya dengan Mulyana sudah dipantau KPK dan akibatnya Mulyana pun ditangkap. Menyusul pula kemudian sejumlah anggota KPU lain termasuk ketuanya Prof.Dr. Nazaruddin Syamsudin. Namun saat ia sudah bertugas di Badan Rekonstruksi dan Rekonsiliasi (BRR) Aceh-Nias, ia menjadi tersangka kasus korupsi Dana Abadi Umat (DAU) Departemen Agama. Penghargaan dari TI pun dikembalikannya pada 24 November 2005.</p>
<p>Akan halnya Susno Duadji sendiri sudah menerima &#8220;Whistle Blower Award&#8221; dari Komunitas Pengusaha Anti Suap pada 21 April 2010 lalu (<a href="http://www.klipberita.com/klip-news/8314-susno-duadji-terima-penghargaan-whistle-blower-award.html">baca di sini</a>). Meski bonafiditas dan skala lembaga pemberinya berbeda, tetap saja hal itu menunjukkan adanya pengakuan publik terhadap peran dirinya. Dan itu berarti ada harapan yang disandarkan pula kepada Polri agar apa yang diungkap oleh salah satu petingginya itu mendapatkan perhatian.</p>
<p>Andaikata Susno pun ternyata tidak &#8216;bersih&#8217;, maka ia pun tidak kebal hukum. Hanya saja, tidak perlu dengan tindakan yang terkesan kasar dan panik seperti saat mencegah sang Komjen pergi ke Singapura. Kalau saat itu jajaran pimpinan Polri langsung menjelaskan bahwa pencegahan Susno bukan semata masalah pelanggaran kode etik, tapi lebih dimaksudkan mencegahnya berkoordinasi dengan Mr.X, tentu publik akan lebih memaklumi. Kemarin, alasan utama itu baru terungkap setelah dijelaskan oleh Kapolri. Dan kalau itu benar, maka justru tindakan Polri sudah tepat, hanya mungkin caranya yang kurang santun. Apalagi tertangkap kamera televisi oleh wartawan yang menyamar.</p>
<p>Maka, baik laporan pengaduan Susno maupun perbuatan Susno sendiri, tetap harus diselidiki tuntas. Jangan sampai karena dianggap sudah &#8220;whistle blower&#8221; lantas keterlibatannya dalam perkara pidana menjadi harus dideponir atau dikesampingkan. Bukankah hukum berlaku tanpa kecuali dan keadilan untuk semua?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[03 Nov 2008 - Surat ke Kapolri]]></title>
<link>http://paktw.wordpress.com/2010/04/25/03-nov-2008-surat-ke-kapolri/</link>
<pubDate>Sun, 25 Apr 2010 16:10:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>paktw</dc:creator>
<guid>http://paktw.wordpress.com/2010/04/25/03-nov-2008-surat-ke-kapolri/</guid>
<description><![CDATA[                                                                                                    ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>                                                                                                                                                                      Ketapang 03 November 2008</p>
<p>                                                                                                                                                                      Kepada</p>
<p>                                                                                                                                                                      Yth : <strong><em>Bapak KAPOLRI</em></strong></p>
<p>                                                                                                                                                                      Di      <strong>J a k a r t a.</strong></p>
<p>Prihal <strong><em>: Mohon Pelindungan Hukum.</em></strong></p>
<p>Dengan hormat<strong><em>,</em></strong></p>
<p>Saya yang bertanda tangan di bawah ini:</p>
<p>                      Nama       <strong><em>:     Tony Wong</em></strong></p>
<p>                      Alamat     :      Jalan Agus Salim No 228  Pontianak  atau</p>
<p>                                                 Jalan Gajah Mada gg Taha No 62  Ketapang.Kal-Bar               </p>
<p>                        Saat ini    :     Di tahan di Lapas kelas II B Ketapang.</p>
<p>Melalui surat ini, ijinkanlah saya menyampaikan kehadapan Bapak hal-hal sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Saya adalah Tersangka / Terdakwa Kasus Korupsi PSDH-DR  berdasarkan Laporan Polisi <strong>NO POL :  LP/A.245/IV/2007 tertanggal 28 April 2007</strong>,<strong>ditangkap oleh Resmod Polda Kalbar tanggal 07 Mei 2007 di Bandara Soekarno Hatta Jakarta,dan setelah menjalani proses Hukum dan pada tanggal 26 Mei 2008 saya di Vonis Bebas oleh Pengadilan Negeri Ketapang.</strong></li>
</ol>
<p> </p>
<ol>
<li><strong>2.    </strong><strong>Pada tanggal 26 Mei 2008 saya ditangkap kembali oleh Polres Ketapang ketika saya keluar dari pintu LP Ketapang, penangkapan saya berdasarkan Laporan Polisi : No Pol : LP / A.238 / IV / 2007,tertanggal 26 April 2007 dan saat ini saya sedang menjalani proses Hukum di Pengadilan Ketapang ( tahap pemeriksaan saksi )</strong></li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p>Berhubungan dengan proses Hukum yang sedang saya jalani saat ini masih dalam pemeriksaan saksi , dan apa bila saya diputus tidak bersalah , maka saya akan ditangkap kembali dan dihadapkan pada kasus lain lagi.</p>
<p>Perlu diketahui juga , pada hari kamis  tanggal 30 Oktober 2008 pada saat persidangan saya dengan acara pemeriksaan saksi , tidak seperti biasanya,  seluruh personel Reserse Polres Ketapang Kalimantan Barat sebanyak 30 orang dengan berpakaian preman bersama Bapak Kapolres menghadiri persidangan , Kehadiran tersebut  karena mendapatan informasi saya akan diputus bebas sehingga dapat ditangkap lagi , dan memberikan  tepukan tangan kepada Jaksa Penuntut Umum layaknya menonton pertunjukan.</p>
<p> Berkaitan dengan penyampaian hal-hal saya diatas, saya selaku anak bangsa, perkenankanlah saya <strong>memohon pelindungan Hukum kehadapan Bapak selaku Pimpinan tertinggi POLRI.</strong></p>
<p><strong> </strong>Dan dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya juga memohon kesediaan waktu untuk bisa menghadap / bertemu bapak <strong>menyampaikan berbagai masalah-masalah yang penting berkaitan dengan Ilegal Logging.</strong></p>
<p> Sebagai bahan pertimbangan bapak ,bersama ini saya lampirkan <strong><em>uraian singkat KRONOLOGIS KEJADIAN.</em></strong></p>
<p>Demikian penyampaian surat Permohonan saya ini, dan atas perkenan Bapak sebelumnya saya haturkan terima kasih.</p>
<p>                                                                                                                                                                      Hormat saya</p>
<p>                                                                                                                                                                               ttd</p>
<p>                                                                                                                                                                      <strong><em>Tony Wong</em></strong></p>
<p>Tembusan :</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<ol>
<li><strong><em>1.    </em></strong><strong><em>Yth :Bapak Kabareskrim Mabes Polri;</em></strong></li>
<li><strong><em>2.    </em></strong><strong><em>Yth :Bapak Irwasum Mabes Polri;</em></strong></li>
<li><strong><em>3.    </em></strong><strong><em>Yth :Bapak Kadiv Propam Mabes Polri;</em></strong></li>
<li><strong><em>4.    </em></strong><strong><em>Yth :Komisi Pelindungan Saksi di Jakarta;</em></strong></li>
<li><strong><em>5.    </em></strong><strong><em>Yth :Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta;</em></strong></li>
<li><strong><em>6.    </em></strong><strong><em>Yth :Jamwas Kejaksaan Agung Republik Indonesia;</em></strong></li>
<li><strong><em>7.    </em></strong><strong><em>Yth :Bapak Ketua Komisi III DPR RI di Jakarta.</em></strong></li>
</ol>
<p><strong><em> </em></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teka Teki Kapolri Baru Tunggulah BHD Pensiun, Gitu Aja Kok Repot]]></title>
<link>http://katakamidotcomindonesianews.wordpress.com/2010/04/15/teka-teki-kapolri/</link>
<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 11:39:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>katakamidotcomindonesianews</dc:creator>
<guid>http://katakamidotcomindonesianews.wordpress.com/2010/04/15/teka-teki-kapolri/</guid>
<description><![CDATA[Wawancara Eksklusif BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan Obama Surat Terbuka Kepada Pres]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://matanews.com/wp-content/uploads/bambang_hendarso-590x395.jpg" alt="" width="590" height="395" /></p>
<p><a href="../2010/03/29/teka-teki/" target="_blank"><strong> </strong></a></p>
<p><strong><a href="http://www.katakami.com/index.php?option=content&#38;task=detail&#38;id=14298">Wawancara  Eksklusif BHD : Wajib Hukumnya Polri Mengamankan Kunjungan  Obama</a></strong></p>
<p><a title="Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen  Gories Mere" href="http://www.katakami.com/index.php?option=content&#38;task=detail&#38;id=14475"><strong>Surat Terbuka Kepada Presiden SBY Seputar Komjen  Gories Mere</strong></a></p>
<p>Jakarta  29/3/2010 (KATAKAMI)  Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) memutuskan agar Bambang Hendarso Danuri (BHD) lulusan Akpol Angkatan 1974  yang menjadi pengganti Jenderal Sutanto (Angkatan 1973) sebagai Kepala  Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), BHD secara pribadi tak pernah  sedikitpun menyangka akan menjadi Tri Brata 1.</p>
<p>Prosesi  pergantian orang nomor satu di tubuh Polri ini berlangsung sangat aman dan  lancar.</p>
<p>Semua itu  tentu berkat kerendahan hati Jenderal Sutanto yang memberikan dan memudahkan  jalan kepada juniornya ini untuk naik tanpa ada guncangan atau hambatan dari  kalangan internal Polri.</p>
<p>Suksesi  kepemimpinan dari Sutanto yang pembawaannya sangat amat tenang ini kepada BHD  berlangsung dengan elega di tahun 2008 lalu.</p>
<p>Satu hal  yang cukup menarik dari peristiwa suksesi Tri Brata 1 ketika itu adalah Sutanto  dan BHD sama-sama dalam suasana ulang tahun saat melepas atau menerima jabatan  penting itu.</p>
<p>Sutanto  berulang tahun tanggal 30 September (1950) dan BHD berulang tahun tanggal 10  Oktobber (1952).</p>
<p>Upacara  pelantikan Kapolri baru di Istana Kepresidenan tanggal 30 September 2008 &#8212;  bertepatan dengan ulang tahun Sutanto.</p>
<p>Sedangkan  serah terimajabatan atau sertijab antar kedua Jenderal ini di Mako Brimob Kelapa  Dua(Depok)  tanggal 9 Oktober 2008 &#8212; sehari sebelum BHD merayakan  ulang tahunnya &#8211;.</p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/200910270114349411.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4494" title="Sutanto Kepala BIN. JG Photo/ Yudhi sukma wijaya" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/200910270114349411.jpg?w=468&#038;h=310" alt="" width="468" height="310" /></a></p>
<p><strong>Photo : Mantan  Kapolri Sutanto yang kini bertugas sebagai Kepala BIN</strong></p>
<p>Ketika  itu, Jenderal Sutanto memberikan contoh dan teladan yang sangat membanggakan  bahwa ia memasuki masa purna bhakti dengan sangat siap dan benar-benar berlapang  dada.</p>
<p>“Saya  memang sudah saatnya pensiun. Tidak ada yang ganjil dari pergantian ini. Semua  baik-baik saja” demikian dituturkan Jenderal Sutanto kepada KATAKAMI.COM saat  mewawancarainya secara EKSKLUSIF di kediaman dinas Kapolri Jalan Pattimura  Jakarta Selatan (1/10/2008).</p>
<p>Kini,  mantan Kapolri ini menempati tugas barunya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara  (BIN) dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.</p>
<p>Sementara  itu saat ditunjuk Presiden SBY sebagai Kapolri baru tahun 2008 lalu, BHD – yang  ketika itu masih berpangkat Komisaris Jenderal dan menjabat sebagai Kepala Badan  Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri – mengungkapkan bahwa jabatan baru yang  diterimanya sebagai Kapolri adalah sebuah amanah yang samasekali tidak  diduganya.</p>
<p>Hal itu  disampaikan BHD saat menerima KATAKAMI.COM di ruang kerjanya pada bulan Oktober  2008.</p>
<p>Kini,  yang menarik untuk dicermati adalah kapankah akan dilakukan pergantian jabatan  Kapolri baru dan siapa yang dianggap pantas menjadi Kapolri baru ?</p>
<p>Sebelum  menjawab pertanyaan, kapankah akan dilakukan pergantian jabatan Kapolri baru  maka pertanyaan yang lebih tepat disampaikan saat ini adalah sudah saatnya kah  Jenderal BHD diganti ?</p>
<p>Waktu  yang akan terus berjalan dan tanpa kita sadari sang waktu akan mengantarkan kita  pada putaran-putaran masa yang terbaik.</p>
<p>Bila kita  menggunakan jari tangan untuk menghitung, maka tidak akan lama lagi Jenderal BHD  akan memasuki masa purna bhakti (pensiun) yaitu per tanggal 1 November  2010.</p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/38097-10560710102008bsertijab-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4495" title="38097-10560710102008b@Sertijab-2" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/38097-10560710102008bsertijab-2.jpg?w=450&#038;h=333" alt="" width="450" height="333" /></a></p>
<p><strong>Photo : Sutanto  &#38; BHD saat sertijab (9/10/2008)</strong></p>
<p>BHD akan  pensiun persis di saat ia berulang tahun tanggal 10 Oktober 2010.</p>
<p>BHD  memiliki Nomor Registrasi Pokok (NRP) 5210 yang artinya dilahirkan bulan Oktober  1952.</p>
<p>Tetapi  secara administrasi, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku maka BHD  akan pensiun terhitung per tanggal 1 November 2010.</p>
<p>Hitung-hitungan  pensiun di Polri adalah seperti itu yaitu per tanggal 1 pada bulan  berikutnya.</p>
<p>Saat  nanti ia memasuki masa pensiun, persis 2 tahun BHD menjabat sebagai Kapolri  yaitu periode Oktober 2008 – Oktober 2010.</p>
<p>Yang  ingin disampaikan disini adalah BHD perlu diberi kesempatan dan dibiarkan untuk  tetap melanjutkan tugas-tugasnya sebagai Kapolri sampai memasuki masa pensiun  nanti.</p>
<p>Biarkan  ia bertugas sebaik-baiknya sebagai bagian dari pengabdian terbaik kepada bangsa,  negara dan rakyat Indonesia.</p>
<p>Tidak ada  yang perlu dikuatirkan dan tidak ada yang perlu di utak-atik dari masa penugasan  seorang BHD sebagai Kapolri.</p>
<p>Kuatnya  hantaman dan beratnya beragam permasalahan yang bolak-balik menerpa POLRI secara  institusi, biarkan mereka selesaikan sesuai kebijakan Sang Pimpinan secara  tegas setegas-tegasnya.</p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/3012712p1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-4497" title="3012712p" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/3012712p1.jpg?w=570&#038;h=349" alt="" width="570" height="349" /></a></p>
<p><strong>Photo : BHD saat  menjalani Fit &#38; Proper Test di Komisi III DPR (2008)</strong></p>
<p>BHD yang  berpembawaan kalem ini, cenderung memilih sikap diam jika institusi yang  dipimpinnya sedang diterpa gelombang-gelombang dan badai-badai yang kuat dari  semua penjuru angin.</p>
<p>Ia tegas  tetapi seringkali ketegasan itu tidak ditunjukkannya secara frontal kepada  publik – terutama kepada media massa &#8211;.</p>
<p>Jangan  mengira bahwa BHD menutup mata dan telinga terhadap kritikan apapun yang  dilontarkan semua pihak.</p>
<p>BHD  merespon tetapi yang ia utamakan adalah pembenahan dan penertiban ke  dalam.</p>
<p>Ia  seringkali dianggap terlalu “sabar” oleh kalangan internalnya jika ada perwira  tinggi POLRI yang patut dapat diduga bikin atraksi sendiri dengan seribu satu  macam ulah.</p>
<p>Sumber  KATAKAMI di Mabes Polri mengatakan bahwa BHD adalah tipikal pemimpin yang santun  dan penuh maaf.</p>
<p>Sepintar  apapun cara jurnalis mengorek dan menggali informasi yang sangat “rahasia” jika  ada isu-isu kontroversial, BHD tetap mampu menyimpan semua informasi yang hanya  boleh diketahui oleh kalangan internalnya.</p>
<p>Sebab tak  semua rahasia negara, harus dibeberkan secara obral ke media massa.</p>
<p>BHD lebih  memilih untuk membereskan ke dalam internalnya dengan kebijakan-kebijakan yang  ia tetapkan untuk membereskan masalah demi masalah.</p>
<p>Lalu,  jika memang BHD harus diganti saat memasuki masa pensiun per tanggal 1 November  2010 mendatang, siapakah calon pengganti yang pantas ?</p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/2010_01_06_12_01_11_polri-b-11.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-4498" title="2010_01_06_12_01_11_polri-b-1" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/2010_01_06_12_01_11_polri-b-11.gif?w=550&#038;h=350" alt="" width="550" height="350" /></a></p>
<p><strong>Photo : Kapolri  BHD melantik Komjen Jusuf Mangga menjadi Wakapolri (6/1/2010)</strong></p>
<p><strong><a href="../2010/03/24/komjen-jusuf/" target="_blank">Wawancara Eksklusif Komjen Jusuf Mangga : Tugas Kami  Tingkatkan Kesejahteraan</a></strong></p>
<p><a title="The Rising Star Itu Bernama Jusuf Manggabarani &#38; Pantas  Jadi Kapolri" href="../the-rising-star/"><strong>The Rising Star Itu Bernama Jusuf  Manggabarani &#38; Pantas Jadi Kapolri</strong></a></p>
<p>Kesempatan  pertama tentu harus melirik pada figur Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani –  lulusan Akpol Angkatan 1975 &#8211;.</p>
<p>Jusuf  Mangga yang memiliki NRP 5302 ini adalah figur yang memang sangat pantas untuk  dipertimbangkan Presiden SBY untuk menggantikan Jenderal BHD sebagai  Kapolri.</p>
<p>SBY tak  perlu repot-repot dan tak perlu pusing-pusing mencari nama kandidat  Kapolri.</p>
<p>Sebab  nama yang tercepat dan terbaik dipertimbangkan adalah Komjen Jusuf  Manggabarani.</p>
<p>Perwira  Tinggi yang satu ini adalah sosok yang lurus, bersih rekam jejaknya sebagai  aparat penegak hukum, jujur dan tegas.</p>
<p>Tak  jelas, kapan Jusuf Mangga sedang memiliki suasana hati yang sedang bergembira  karena nyaris setiap hari ia tampil dengan wajah yang tanpa ekspresi.</p>
<p>Cara  berbicaranya kaku dan dingin.</p>
<p>Tapi  sesungguhnya, ia bisa berkelakar.</p>
<p>Sumber  KATAKAMI.COM di Mabes POLRI menceritakan bahwa Kapolri BHD bisa sampai tertawa  terpingkal-pingkal kalau sedang mendengarkan Wakapolri Jusuf Mangga melontarkan  lelucon-lelucon yang kocak.</p>
<p>Selain  nama Jusuf Manggabarani, nama lain yang juga bisa menjadi salah satu alternatif  adalah Kabareskrim Komjen Ito Sumardi.</p>
<p>Lulusan  Akpol Angkatan 1977 ini, tak bisa disepelekan keberadaannya.</p>
<p>Ia juga  pantas di jagokan sebagai kandidat Kapolri menggantikan BHD tetapi jangan  coba-coba menanyakan itu kepada Ito.</p>
<p>Sebab ia  pasti akan menolak untuk menjawab karena bagi Ito tabu untuk berbicara soal  ambisi.</p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/itokabareskrim1.jpg"><img title="itokabareskrim" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/itokabareskrim1.jpg?w=503&#038;h=514" alt="" width="503" height="514" /></a></p>
<p><strong>Photo :  Kabareskrim Polri Komjen Ito Sumardi </strong></p>
<p>“Saya  tidak mau berandai-andai. Sebagai Kabareskrim, saya akan mengawal Pak Kapolri  sampai beliau selesai bertugas” demikian diungkapkan Ito Sumardi secara  EKSKLUSIF kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah percakapan di ruang kerjanya di  Bareskrim Polri.</p>
<p>Mari kita  hormati semua tatanan dan komposisi struktur organisasi dalam tubuh POLRI  ini.</p>
<p>SBY juga  tak perlu mencla mencle dalam urusan POLRI.</p>
<p>Jangan  pura-pura sibuk, pura-pura tak mau tahu atau pura-pura tak menggubris, jika  Institusi POLRI sedang diterpa badai.</p>
<p>Sebab  badai demi badai yang menimpa POLRI, erat kaitannya dengan kemampuan SBY dalam  menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara.</p>
<p>Jangan  menggunakan Institusi POLRI untuk kepentingan-kepentingan sesaat atau  kepentingan-kepentingan politis yang ujung-ujungnya hanya akan merusak POLRI  secara institusional.</p>
<p>Intinya,  SBY jangan macam-macamlah !</p>
<p>Biarkan  POLRI menjadi Institusi yang secara terus menerus dan konsisten melaksanakan  tugas-tugas mereka secara profesional dan proporsional.</p>
<p><a href="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/a0f5a5d1e605b5a4e3dafccbba3780d7005af0331.jpeg"><img class="alignnone size-full wp-image-4500" title="a0f5a5d1e605b5a4e3dafccbba3780d7005af033" src="http://katakamidotcomindonesianews.files.wordpress.com/2010/04/a0f5a5d1e605b5a4e3dafccbba3780d7005af0331.jpeg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p><strong>Photo : Gus Dur  yang dikenal dengan celetukan &#8220;Gitu Aja Kok Repot&#8221;</strong></p>
<p>Meniru  ungkapan yang dulu sangat sering diucapkan Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid  yaitu “GITU AJA KOK REPOT !”</p>
<p>Iya  betul, “GITU AJA KOK REPOT” !</p>
<p>Jangan  biarkan POLRI tersandung, terantuk, terbentur dan terpaksa berhadap-hadapan  dengan permasalahan atau situasi-situasi yang disebabkan oleh perilaku yang  tidak bijak dari penguasa.</p>
<p>POLRI  dicintai oleh rakyat Indonesia.</p>
<p>Jadi  janganlah cinta dari rakyat Indonesia ini dikhianati atau dilukai.</p>
<p>Tunjukkanlah  kepada rakyat bahwa POLRI bisa mereformasi dan menjauhkan diri mereka dari  segala sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran, keadilan dan  hukum.</p>
<p>Tak usah  ada yang kasak-kusuk di belakang layar untuk menjadikan dirinya sebagai pahlawan  kesiangan.</p>
<p>Dan  jangan juga ada yang melakukan atraksi-atraksi siluman karena berspekulasi bisa  memanfaatkan situasi untuk menyodok ke kursi Tri Brata 1.</p>
<p>Kekuasaan  memang bisa membuat mata manusia kerdil menjadi silau.</p>
<p>Kekuasaan  memang bisa membuat pribadi rapuh menjadi kalap.</p>
<p>Ini  berlaku untuk manusia manapun yang orientasi kehidupannya hanya mengejar  kekuasaan demi kekuasaan sehingga menghalalkan semua cara.</p>
<p>Seperti  kata Gus Dur, “GITU AJA KOK REPOT !”</p>
<p>Tak usah  repot-repotlah, mengguncang-guncang institusi POLRI untuk membidik kursi-kursi  pucuk pimpinan yang bergelimang kekuasaan dalam internal kepolisian.</p>
<p>Kekuasaan  duniawi ini memang hanyalah sebuah amanah dari Tuhan.</p>
<p>(MS)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Toni Wong dan Susno Duaji Sang Peniup Pluit]]></title>
<link>http://radarkeadilan.wordpress.com/2010/04/14/toni-wong-dan-susno-duaji-sang-peniup-pluit/</link>
<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 14:21:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>radarkeadilan</dc:creator>
<guid>http://radarkeadilan.wordpress.com/2010/04/14/toni-wong-dan-susno-duaji-sang-peniup-pluit/</guid>
<description><![CDATA[PONTIANAK POST Senin, 12 April 2010 Oleh : Sarluhut Napitupulu KISAH moralnya sama : si peniup pluit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="text-decoration:underline;">PONTIANAK</span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"> POST </span></strong></p>
<p>Senin, 12 April 2010</p>
<p>Oleh : Sarluhut Napitupulu</p>
<p>KISAH moralnya sama : si peniup pluit atau whistleblower. Namum nasibnya beda. Itulah yang dialami Komjen Susno Dauji dan Toni Wong. Dirut PT Glora Indonesia. Susno dikenal sebagai whistleblower kasus mafia pajak Gayus Tambunan, yang mengguncang institusi Polri, Kejagung dan Ditjen Pajak, nasibnya bak pahlawan. Terwacanakan menjadi Ketua KPK atau Kapolri.</p>
<p>Sedang Toni whistleblower kasus illegal logging di Ketapang, Kalimantan Barat, mengguncang institusi Polda Kalbar dan Polres Ketapang, nasibnya buruk.  Inilah kasihnya:  Awal Maret 2007, Tony meniup pluit ke Mabes Polri melaporkan kegiatan mafia illegal logging di wilayah Ketapang.  Tim Mabes Polri dipimpin Kabareskrim Komjen Bambang Hendarso Danuri, turun ke TKP Bukit Lawang tanpa “kulonuwan” kepada Polda Kalbar dan Polres Ketapang.</p>
<p>Singkat cerita, sindikat mafia illegal logging tersebut berhasil digulung.  24 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.  Diantaranya, 3 pemilik sawmill, 15 nahkoda kapal, 6 oknum dinas kehutanan, Dari unsur kepolisian, 7 ditetapkan sebagai tersangka (3 dari Polres Ketapang, 4 dari Polda Kalbar), diantaranya Kapolres Ketapang AKBP Akhmad Sunan dan dicopot dari jabatanya karena tersangka. Kapolda Kalbar Brigjen Zainal Abidin Ishak dicopot dari jabatanya namun tidak tersangka.  Ia dinyatakan lengah dalam menjalankan tugas dan pengawasan.</p>
<p>Prestasi ini tentu membuat geger.  Sampai-sampai Kapolri Jenderal Pol Sutanto, 3 April 2007, bersama Menteri Kehutanan didampingi Irwasum Polri Komjen Jusuf Manggabarani, Kababinkum Komjen Imam Haryatna, Deops Polri Irjen Rubani Pranoto, Kadiv Humas Polri Irjen Pol R Abubakar Nataprawire, Kadiv Propam Irjn Pol Gordon Mogot, turun langsung meninjau ke TKP, memberi apresiasi.</p>
<p>Dengan prestasi ini, mestinya Toni mendapat pengargaan. Tapi, sungguh beda.  Sebulan kemudian, pada 7 Mei 2007, Toni ditangkap oleh Resmob Polda Kalbar di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dituduh korupsi PSDH-DR.  Saat penangkapan sempat tegang.  Pihak Mabes minta Toni ditahan di Mabes Polri.  Pihak Polda Kalbar ngotot membawa Toni ke Kalbar.</p>
<p>Akhirnya Toni ditahan dan dititipkan di Rutan Mabes Polri. Namun, pada 15 Mei 2007, Toni dipindahkan ke Rutan Polda Kalbar di Ponitanak dan pindah LP Ketapang.  Selanjutnya menjalani proses hukum.  Pada 26 Mei 2008, PN Ketapang memvonis Toni bebas murni dari dakwaan, karena dakwaan JPU terkait tuduhan korupsi PSDH-DR adalah urusan Perdata. Tapi, Toni tak sedetikpun menghirup udara bebas.  Tiga jam setelah PN Ketapang memvonis bebas, Toni ditangkap Polres Ketapang dengan tuduhan illegal logging. Dan drama penangkapan Toni yang kedua kembali terjadi bak menangkap teroris.</p>
<p>Sampai disini, sudah dua tuduhan yang menjerat Toni.  Nah, Gamal Muaddi, salah satu kuasa hukum Toni, mendergar bahwa tiga tuduhan lagi telah disiapkan untuk menjerat Toni pasca dua tuduhan tersebut selesai.  Yakni, tuduhan terkait Money laundering, tindak pidana ekonomi, dan korupsi.  Maka, dengan lima tuduhan yang akan menjeratnya, nasib Toni dipastikan akan terus menerus berada di LP.  Dendamkah motifnya?</p>
<p>Gamal yakin unsur dendam dalam kasus kliennya dominan setelah berkaca dari proses pemeriksaan mulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan sampai dengan mahkamah agung, yang nyata-nyata terasa bahwa kasusnya dipaksakan untuk dijadikan perkara.  Kenyataan lain, dalam putusan pengadilan pertama sampai dengan MA pertimbangun hukum hakim banyak kontroversi dan kontradiktif antara yang satu dengan yang lain.</p>
<p> Lihatlan, dalam kasus PSDH-DR, pada 21 Oktober 2008, MA mengabulkan kasasi JPU, putusan PN Ketapang dibatalkan, Toni dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi.  Untuk itu, MA memvonis Toni empat tahun penjara dan pidana denda Rp200juta. Padahal, pasal 224 KUHAP tegas menyatakan bahwa putusan Bebas tak bisa di kasasi.  Tapi hal itu diterima MA.  Lalu disandingkannya UU No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan UUPemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk menghukum Toni juga sebuah penerapan yang kurang cermat dan melanggar asas lex spesialis derogate lex general.  Itu sebabnya, Toni melalui Gamal pada 11 Mei 2009 mengajukan PK (Peninjauan Kembali).  Namun, hampir setahun PK belum juga diputus.</p>
<p>Kontroversi dan kontradiktif juga muncul dalam kasus illegal logging Toni.  PN Ketapang memvonis Toni 10 bulan penjara tanpa harus menjalani hukumannya (sebelumnya dituntut JPU 7 tahun penjara).  Di Tinkat PT Kalbar, vonis PN Ketapang itu dikuatkan.  Lalu JPU kasasi ke MA yang sampai kini belum diperiksa.</p>
<p>Maka, selain PK, Gamal mengadukan perihal kontroversi dan kontradiktif itu kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Presiden dan petinggi penegak hukum di negeri ini. Supaya nasib yang dialami Toni tidak harus seperti itu,  Toni sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan yang adil dare pemerintah dan aparat penegak hukum di negeri ini.</p>
<p>Toni yang selama dua tahun lebih menghuni LP Ketapang, secare mendadak pada 6 Agustus 2009, dipindah ke LP Sui Raya Pontianak – berjarak 360 kilometer.  Pemindahan itu factor keamanan, pasca masuknya tiga perwira polisi ke LP Ketapang utuk menjalan hukuman setelah dijatuhi vonis.  Yakni, mantan Kopolres Ketapang AKBP Akhmad Sun’an, mantan Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP M Kadhapy Marpaung dan mantan Kapos Polair Ketapng Iptu Agus Lutfiardi. Ketika perwira polisi itu dihukum hasil tiupan pluit Toni.</p>
<p>Bagi seorang peniup pluit, butuh nyali baja.  Karena, jangankan perlingungan hukum, atau insentif karena mengungkap kerugian negara, alih-alih justru dikuyo-kuto.  Mudah-mudahan tidak mengecilkan tekad Toni untuk selalu berkata benar.  <strong>(Penulis Pemerhati Hukum)</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hello Again Everyone!]]></title>
<link>http://fardhanadamy.wordpress.com/2009/12/08/hello-again-everyone/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 13:13:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>fardhanadamy</dc:creator>
<guid>http://fardhanadamy.wordpress.com/2009/12/08/hello-again-everyone/</guid>
<description><![CDATA[(Jakarta, 2009) It&#8217;s been too long, isn&#8217;t it? For the first time in 4 months, I post in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>(Jakarta, 2009) It&#8217;s been too long, isn&#8217;t it? For the first time in 4 months, I post in this blog again!!! Feel good to be back. Credits to my mate &#8216;Joe&#8217;, he reminds me of my blog. Because he&#8217;s started writing blog since this holiday. Thus, here I am&#8230;I write again, document again, share again, and am feeling good again. Cya tomorrow mates! </p>
<p>* fyi tomorow, due to the international day of anti corruption, there will be a HUGE demonstration in Jakarta. People ask for gov. to take actions against corruption in Indonesia (its bout century bank, KPK &#38; Kapolri in particular, i think).<br />
God bless Indonesia. God bless our people. God bless Liverpool! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>I hope there will be only proper demo, instead of chaos. Insha Allah! Good luck people!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GEJALA KEKERASAN HORIZONTAL]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/08/gejala-kekerasan-horizontal/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 04:04:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/08/gejala-kekerasan-horizontal/</guid>
<description><![CDATA[Suasana langsung menakutkan saat sekitar 50 pria tegap bertato “nimbrung” aksi aktivis Koalisi Masya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/12/gejala-kekerasan-horizontal.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3593" title="gejala kekerasan horizontal" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/12/gejala-kekerasan-horizontal.jpg?w=140&#038;h=150" alt="" width="140" height="150" /></a>Suasana langsung menakutkan saat sekitar 50 pria tegap bertato “nimbrung” aksi aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi atau Kompak di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (29/11) pagi.</p>
<p>Kelompok tanpa atribut dan tak jelas asal usulnya itu berteriak-teriak mendukung  Kepala Polsi dan memaksa Kompak membubarkan diri. Setelah dihadang puluhan polisi agar tidak bentrok dengan aktivis Kompak, mereka mundur, tetapi tetap berada di sekitar Bundaran HI.</p>
<p>Insiden itu disesalkan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan banyak pihak, sebagaimana dilansir sejumlah media (30/11). Menurut hasyim, aparat bertindak keliru dengan memberi izin unjuk rasa kepada massa tandingan Kompak. Jika hal itu dibiarkan, akan timbul konflik horizontal di masyarakat.</p>
<p>Seharusnya aparat kepolisian bisa mencegah kelompok tanpa nama itu mendekati Kompak yang sedang melakukan aksi. Selain itu, aparat keamanan seharusnya memberi izin waktu berbeda kepada kelompok tandingan. Izin pun sebaiknya diberikan setelah aparat mendapat kejelasan identitas kelompok dan penanggung jawab(nya).</p>
<p><strong>Adu domba</strong></p>
<p>Munculnya insiden itu harus dikategorikan gejala kekerasan horizontal yang harus ditolak agar tidak semakin berkembang. Insiden itu juga menjadi bukti masih adanya oknum-oknum yang suka mengadu domba sesama warga bangsa.</p>
<p><!--more-->Meski pahit untuk diungkapkan, kenyataannya pada era ini bangsa kita belum mendapat jaminan keamanan memadai. Hal ini ironis karena bangsa kita telah membuktikan sebagai bangsa cinta damai, mampu menggelar pemilu dan pilpres damai yang dimenangkan SBY.</p>
<p>Perlu diingat, insiden itu justru memperburuk citra pemimpin, jika sampai terilang lagi. Sebelumnya, di sejumlah daerah, insiden serupa sering terjadi. Namun, sejauh ini belum pernah ditanggapi serius pimpinan negeri. Sebagai pemimpin bangsa yang dipilih langsung secara damai, SBY diharapkan cepat merespons setiap tiap gejala kekerasan horizontal yang berpotensi menelan korban sesama anak bangsa.</p>
<p>Sikap diam pimpinan akan kian menakutkan bagi anak-anak bangsa yang ingin menggelar aksi damai terkait upaya pemberantasan korupsi dan sebagainya, yang notabene sesuai cita-cita reformasi dan spirit Presiden yang hendak mengganyang mafia (hukum).</p>
<p><strong>Antiprovokator</strong></p>
<p>Berdasarkan data empiris dari sejumlah daerah, tiap gejala kekerasan horizontal selalu melibatkan provokator dari dua jenis.</p>
<p><em>Pertama</em>, provokator utama yang memiliki kekuasaan dan uang. Provokator utama biasanya mampu membayar sejumlah oranguntik melakukan provokasi di tempat dan saat-saat tertentu. Tujuannya, memicu kekerasan horizontal, lalu berkembang menjadi konflik sosial dan ujungnya menguntungkan kepentingannya secara politis dan ekonomis, tanpa peduli siapa pun dan berapa korban yang jatuh.</p>
<p><em>Kedua</em>, provokator lapangan yang memiliki kekuatan fisik dan pengalaman berbuat kekerasan. Ciri-cirinya selalu identik dengan kaum preman yang banyak menguasai keamanan sejumlah kawasan secara ilegal. Sikap dan perilakunya cenderung brutal.</p>
<p>Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta dan Solo, yang banyak menelan korban harta benda dan jiwa, adalah salah satu contoh perbuatan kedua provokator paling mengerikan. Untuk itu, bangsa Indonesia yang cnta damai sudah sepatutnya menyusun barisan antiprovokator.</p>
<p><strong>Tindakan tegas</strong></p>
<p>Setiap gejala kekerasan horizontal dapat dianggap amat berbahaya bagi bangsa dan negara. Untuk itu, Presiden tidak boleh membiarkannya berkembang. Untuk itu, ada sejumlah saran.</p>
<p><em>Pertama</em>, SBY secara terbuka mengutuk tiap aksi dan reaksi yang dilakukan kelompok mana pun yang nyata-nyata cenderung dapat memicu kekerasan korizontal. Dengan demikian, semua pihak akan mengerti, Presiden juga menentang tiap gejala kekerasan horizontal.</p>
<p><em>Kedua</em>, SBY memberi instruksi secara terbuka kepada Kapolri untuk memberi jaminan keamanan bagi semua anak bangsa. Namun, dalam hal ini, Kapolri harus segera menindak tegas pihak mana pun yang nyata-nyata hendak mengganggu keamanan.</p>
<p><em>Ketiga</em>, DPR harus ikut mengutuk gejala kekerasan horizontal. Dalam hal ini, DPR juga perlu secepatnya meminta pertanggunganjawaban Kapolri.</p>
<p>Tanpa ada tindakan tegas, gejala kekerasan horizontal sekecil aa pun bisa berkembang dan jadi teror baru bagi anak-anak bangsa. Ibarat sepercik api, jangan sampai dibiarkan berkobar menghanguskan negeri tercinta ini.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Gejala Kekerasan Horizontal, Siti Siamah &#124; Peneliti Global Data Reform<br />
Kompas, 01.12.2009</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Presiden Minta Kasus Bibit-Chandra TIDAK Dibawa Ke Pengadilan]]></title>
<link>http://andymse.wordpress.com/2009/11/24/presiden-minta-kasus-bibit-chandra-tidak-dibawa-ke-pengadilan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 19:54:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Andy MSE</dc:creator>
<guid>http://andymse.wordpress.com/2009/11/24/presiden-minta-kasus-bibit-chandra-tidak-dibawa-ke-pengadilan/</guid>
<description><![CDATA[Saya terkejut mendengar berita tipi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kapolri dan Jaksa Agu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya terkejut mendengar berita tipi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kapolri dan Jaksa Agu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Santri Lirboyo Gelar Doa Bersama Bagi Kapolri]]></title>
<link>http://manting.wordpress.com/2009/11/20/santri-lirboyo-gelar-doa-bersama-bagi-kapolri/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 11:43:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Manting</dc:creator>
<guid>http://manting.wordpress.com/2009/11/20/santri-lirboyo-gelar-doa-bersama-bagi-kapolri/</guid>
<description><![CDATA[KEDIRI-101 personel kepolisian wilayah Kediri, Jawa Timur, bersama para santri Pondok Pesantren Lirb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-209" href="http://manting.wordpress.com/2009/11/20/santri-lirboyo-gelar-doa-bersama-bagi-kapolri/pol/"><img class="alignleft size-full wp-image-209" title="pol" src="http://manting.files.wordpress.com/2009/11/pol.jpg?w=347&#038;h=259" alt="" width="347" height="259" /></a>KEDIRI</strong>-101 personel kepolisian wilayah Kediri, Jawa Timur, bersama para santri Pondok Pesantren Lirboyo menggelar doa bersama bagi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri serta Presiden SBY agar bisa menyelesaikan persoalan bangsa yang tengah terjadi.<br />
Sebelumnya, dengan tujuan yang sama, para polisi dan santri  melakukan salat hajat berjamaah. Salat yang dipimpin KH Faridz Fauzi  ini dikerjakan usai salat Jumat. Ibadah  dua rakaat itu ditutup dengan pembacaan tahmid dan salawat.<br />
&#8220;Mari kita doakan Bapak Kapolri dan Presiden agar bisa menuntaskan semua permasalahan yang ada,&#8221; ujar KH Faridz Fauzi  kepada makmum salat Jumat di Kediri, Jumat (20/11/2009).<br />
Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kediri Ajun Komisaris Besar Polisi Marsudi yang hadir sebagai salah satu makmum berharap salat dan doa yang dipanjatkan bersama itu mampu memberi kekuatan dan keselamatan bagi anggota polisi dimanapun berada. Apalagi, saat ini kepolisian tengah dirundung masalah terkait penegakan hukum di Indonesia. &#8220;Semoga semua polisi di Indonesia selamat,&#8221; tuturnya.<br />
Meski tujuan ibadah yang digelar demikian jelasnya, Marsudi membantah jika hal itu semata menyikapi konflik antara Polri dengan KPK. Menurutnya, apapun yang terjadi di tingkat elit, dipastikan tidak akan mempengaruhi profesionalitas Polri dalam menegakkan hukum di masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA,  SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN  BANYAK OMONG? ]]></title>
<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 11:30:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
<guid>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/11/20/bangsa-%e2%80%9cteroris%e2%80%9d-mengandalkan-segala-cara-sok-berkuasa-suka-hidup-mewah-dan-banyak-omong/</guid>
<description><![CDATA[BANGSA “TERORIS”, MENGANDALKAN SEGALA CARA, SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN BANYAK OMONG? (Refle]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/n187232154984_5423.jpg"><img class="size-full wp-image-248 alignleft" title="n187232154984_5423" src="http://wawankardiyanto.files.wordpress.com/2009/11/n187232154984_5423.jpg?w=200&#038;h=300" alt="" width="200" height="300" /></a>BANGSA “TERORIS<em>”</em>, MENGANDALKAN SEGALA CARA, </strong></p>
<p><strong>SOK BERKUASA, SUKA HIDUP MEWAH, DAN </strong></p>
<p><strong>BANYAK OMONG? </strong></p>
<p><strong>(<em>Refleksi Orang Awam Terhadap Orang “Gedhe”</em>)</strong></p>
<p>Oleh: Wawan Kardiyanto*</p>
<p>Ini tulisan lama………. Tapi coba saya jadikan baru dengan memberi jahitan kecil di dalamnya………….</p>
<p>Menteri Senior Singapura, Lee Kuan Yew kembali mengejutkan bangsa Indonesia lewat pernyataannya yang mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia adalah sarang teroris. Pernyataan Lee kuan Yew didasarkan pada kenyataan bahwa dalang operasi Jemaah Islamiyah yang tertangkap di Singapura dinyatakan masih berkeliaran bebas di Indonesia. Karena itu menurutnya ancaman terhadap Singapura hanya bisa disingkirkan jika jaringan operasi yang dilatih Al Qaeda di sekitar Singapura dibubarkan termasuk yang ada di Indonesia.</p>
<p>Pernyataan Lee tersebut begitu membuat berang pejabat pemerintah dan orang-orang gedhe di negeri ini. Banyak yang menyesalkan pernyataan Lee itu, yang menurut mereka tidak berlandaskan pada bukti dan data akurat. Akibatnya hubungan Indonesia dan Singapura yang akhir-akhir ini sering bermasalah akan semakin parah. Bagai kebakaran jenggot pejabat pemerintah dan orang-orang gedhe Indonesia balik memberikan pernyataan, dari mencoba minta klarifikasi, membantah keras pernyataan Lee, hingga mengutuk dan menghujatnya. Menurut pemerintah Indonesia pernyataan Lee itu telah menyinggung bangsa Indonesia.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya teriakan Lee bahwa Indonesia adalah sarang Teroris, dan terlepas dari persoalan issu terorisme internasional yang akhir-akhir ini dijadikan propaganda pemerintah Amerika Serikat sebagai musuh yang harus ditumpas, dan terlepas dari segala <em>tetek mbengek</em> yang diributkan, sebaiknya bangsa Indonesia mencoba berkaca diri kembali.  Tuduhan sebagai bangsa teroris harus menyadarkan kita akan sepak terjang kita 4 tahun belakangan ini. Peristiwa-peristiwa teror, kerusuhan dan kejahatan sosial yang hingga saat ini belum reda di tanah air,  bukankah dapat dikatagorikan label terorisme? Tindakan kejam, banjir darah, perang antar agama, suku dan kampung, peledakan bom, bukankah itu tindakan teroris? Apapun alasannya, tindakan-tindakan anarkhis tersebut jelas-jelas dilakukan oleh “sesuatu” yang layak dicap sebagai teroris!</p>
<p>Kalau begitu, mari kita mencoba kembali merenungkan pertanyaan tersebut di atas. Benarkah bangsa Indonesia adalah bangsa teroris?</p>
<p><strong>Suka Hidup Mewah?</strong></p>
<p>Sore itu, kalau tidak salah Selasa 19 Februari 2002, aku nonton televisi pada acara Cek &#38; RiCek di RCTI.  Pada saat itu acaranya cukup membuatku berpikir &#8211;bukan pada acara yang sedang kutonton&#8211;, namun pada tayangan televisi sebelumnya selama hampir dua minggu, yaitu musibah banjir yang melanda kota Jakarta dan beberapa pelosok nusantara. Banjir yang terjadi menurutku begitu mengenaskan, rumah-rumah terendam air hingga 4 meter, hampir selama 2 minggu di Jakarta. Para penduduk terlihat berusaha menyelamatkan keluarga dan hartanya masing-masing. Mereka berbondong-bondong mengungsi di daerah ketinggian yang tidak terkena banjir. Dari tayangan lewat udara, Jakarta terlihat laksana sebuah lautan baru yang diwarnai bintik-bintik hitam genteng-genteng rumah penduduk yang terendam, tak mengenal kaya maupun miskin.</p>
<p>Musibah banjir ini menjadi sebuah tragedi yang menjadi perbincangan banyak orang. Banyak omongan yang berupa pertanyaan, pendapat, tanggapan hingga hujatan mewarnai musibah banjir tersebut. Dari pertanyaan; Kenapa banjir bisa terjadi begitu luas dan lama?, Apa sebabnya?, Apa yang dikerjakan pemerintah guna menang-gulangi musibah banjir?, Musibah banjir disebabkan karena ini, karena itu, hingga hujatan, Apa kerja dan tugas aparat pemerintah sih, koq mereka dengan enteng ngomomg musibah banjir adalah musibah musiman, nanti khan mensusut sendiri, sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menunggu menyusutnya air! Akhirnya aparat disalahkan, penduduk pun disalahkan. Lalu bermunculanlah beberapa kambing hitam.  Refleksi sana-refleksi sini; Oo, ternyata selama ini penerapan tata kotanya salah kaprah, Oo, ternyata tanah-tanah yang sebenarnya untuk serapan air hujan, seperti kawasan Puncak, sekarang sudah disulap menjadi vila-vila orang ghede dan berduit. Oo, Gubernur Sutiyoso pun lekas-lekas merobohkan vilanya.</p>
<p>Seperti semut diseberang lautan tampak dan gajah dipelupuk tak tampak, tatkala banjir usai penderitaan penduduk pun terlupakan. Mereka banyak yang kehilangan keluarga, harta, dilanda kelaparan dan penyakit pasca banjir. Mereka butuh uluran tangan kedermawanan, ini tugas pemerintah dan tanggungjawab moral orang-orang kaya, pokoknya orang gedhe. Inilah abtraksi pikiranku tatkala menonton televisi acara Cek &#38; RiCek yang pada saat itu sedang menayangkan pesta pernikahan seorang anak pengusaha kilang minyak Jodi Setiawan di sebuah hotel berbintang. Pesta pernikahan yang begitu meriah, dihadiri artis-artis cantik, pejabat-pejabat tinggi negara, bisnisman dan orang-orang terkenal.  Sang ayah, saat menjawab pertanyaan kru Cek &#38; RiCek dengan enteng ngomong, “Syukurlah hari ini tidak hujan dan tidak banjir, namun sebenarnya saya pun telah menyewa pawang hujan untuk melancarkan acara pernikahan putriku ini.”</p>
<p>Ironis, begitu kilasan otak dan hati kecilku. Apakah aku salah berpikir?</p>
<p><strong>Banyak Omong?</strong></p>
<p>Di arena Pemilihan Umum (Pemilu) 1999, untuk mendapatkan simpati dan suara masyarakat, partai-partai peserta pemilu banyak melontarkan janji-janji kemakmuran bagi rakyat, kelak bila partainya menang. Entah itu janji penurunan harga Sembako, penurunan harga BBM, tarif dasar listrik, tarif dasar PDAM, harga tarif dasar angkutan, peningkatan gaji guru, peningkatan tenaga kerja, peningkatan modal bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pemberantasan KKN, efisiensi dana APBN dan penurunan gaji pegawai setingkat eselon I dan II, dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun, apa lacur, janji tinggallah janji. Setelah menang dan berkuasa lupalah segala janji-janji dan yang terjadi adalah sebaliknya; harga-harga kebutuhan pokok setahap demi setahap malahan membumbung tinggi baik itu sembako, BBM, tarif dasar listrik, tarif dasar PDAM, dan tarif dasar angkutan, pengangguran semakin meningkat, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terkatung-katung ditangan BPPN, KKN semakin meraja lela dan pemberantasannya pun hanya sebuah sandiwara &#8211;kasus BLBI contohnya, bocornya dana APBN di sana sini, dan meningkatnya gaji para pejabat tinggi, DPR, DPRD, pejabat  eselon I dan II.</p>
<p>Demikianlah, arena Pemilu ternyata adalah arena membual nasional, alhasil produk Pemilu pun terdiri dari para pejabat pembual yang hanya suka banyak omong. Contohnya kasus BLBI yang tak tentu arah rimbanya, mereka tidak menangkapi para mafia perbankan namun malahan menambahi kucuran dana bertrilyun-trilyun kepada mereka. Sedangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mereka unggul-unggulkan sebagai tonggak perekonomian yang tidak akan hancur dilandai krisis ekonomi, yang sekarang menjerit kesakitan dan terancam penyitaan aset dan bahkan teror akibat terlanda krisis ekonomi 1997 lalu yang mengakibatkan sedikitnya 414,743 unit UKM tertimpa kredit bermasalah sebesar 39,6 trilyun, mereka biarkan terkatung-katung nasibnya. Restrukturisasi utang UKM yang digembar-gemborkan pemerintah pun terbukti hanya sekedar dari usul ke usul. Berkenaan dengan restrukturisasi UKM ini harian Kompas 21 Februari 2002 membeberkan SK-SK menteri sejak dua tahun lalu, dari SK Menteri Negara Koordinator Ekonomi No. Kep. 01.A/M.EKUIN/01/2000 tertanggal 25 Februari 2000 tentang Kebijakan Restrukturisasi dan Penyelesaian Pinjaman Bagi Debitur di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) hingga konon ada draf ke-15 dari rancangan Keputusan Presiden RI yang akan dikeluarkan menjadi Keppres mengenai Restrukturisasi Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Hampir dua tahun, sebenarnya orang-orang gedhe ini kerjanya apa?</p>
<p>Berkenaan dengan kerja orang-orang gedhe ini, mungkin seperti apa yang dilakukan gubernur Jawa Timur yang saya lupa namanya (maklum orang kecil), dipecat gara-gara kasus sampah yang menumpuk di hari-hari pasca libur lebaran. Apa yang dikerjakan si Gubernur hingga dipecat oleh rakyat? Tatkala dikabarkan hilang tak terlihat batang hidungnya hampir dua minggu dan mbolos bekerja, ternyata sang Gubernur berlibur di Australia.</p>
<p>Beginikah yang dikerjakan orang gedhe?</p>
<p>Itu dulu, sekarang….???</p>
<p>Sama saja….! Lihat drama scandal BIBIT-CANDRA, SCANDAL BANK CENTURY menjadi DAGELAN MEMUAKKAN….. Mafia Kasus, Mafia Koruptor tlah menjajah lembaga Kejaksaan dan Kepolisian. Tidak hanya oknumnya, system dan kulturnya-pun ikut terjajah Sang Koruptor… Rekaman percakapan Anggodo bukti nyata yang menggambarkan betapa begitu bobroknya lembaga peradilan di negeri ini. Presidennya-pun mencoba-ikut-ikutan mo menutupi kasus itu. Smoga Tuhan memberi secercah kebenaran kepadamu SBY………….</p>
<p><strong>Hilangnya kesadaran tentang “aku”?</strong></p>
<p>Kasus-kasus  yang secara sembarangan penulis tuliskan di atas adalah sekedar contoh bagi pembelajaran, wacana dan sarana bagi kita dalam berintrospeksi. Siapakah “aku” manusia Indonesia ini?</p>
<p>Siapakah “aku”, manusia Nusantara dan anak sebuah bangsa yang bernama Indonesia? Di mana “aku” harus bercermin ketika “aku” sendiri tidak punya muka, di mana “aku” harus menempatkan identitas ketika “aku” sendiri hilang? Begitu FT Handi Feryandi, mahasiswa UGM mengawali tulisan resensi buku yang berjudul “Menjadi Manusia Indonesia” di Kompas, 21 Februari 2002. Sayangnya barangkali ia keliru menulis, “Itulah pertanyaan-pertanyaan kontemplatif-reflektif yang barangkali <strong><em>muncul di pikiran banyak orang</em></strong>”, yang benar adalah <strong><em>muncul di pikiran sedikit orang</em></strong>.</p>
<p>Oleh penyunting buku “Menjadi Manusia Indonesia”, dituliskan; Kita akan melihat suatu penyadaran baru oleh Radhar Panca Dahana (si pengarang) tentang “aku” yang selama ini hilang. Hilangnya konsep “aku”, sebagai suatu sosok manusia, sekaligus pribadi yang mempunyai otoritas dan otonomi sebagai makhluk monodualis, ternyata sudah menjadi benalu dalam kesadaran bangsa Indonesia selama berabad abad lebih. Saat bangsa ini ditindas oleh negeri Belanda selama hampir 350 tahun, plus Jepang 3,5 tahun, plus pemerintahan Orde Baru, sebenarnya bangsa ini telah tertindas oleh dirinya sendiri.</p>
<p>Hilangnya kesadaran tentang “aku” sebagai manusia Indonesia yang otonom seperti digambarkan oleh Radhar tersebut, lebih ditekankan kepada terjadinya budaya kolektivitas yang disebutnya “semangat dan ide ‘yang tak mengenal individu’”. Lebih jauh dikatakan, eksistensi budaya seperti ini akhirnya hanya akan bermuara ke dalam kepengecutan. Ia akan selalu berlindung di balik massa, menyatakan diri dalam gerombolan atau kerumunan, dan menempatkan diri dalam pihak “tak bersalah”. Maka segala kejahatan yang berbau massa, ras, etnis, agama, partai, organisasi, institusi dan bahkan negara, menjadi sesuatu yang legal dan tak bersalah. Akibatnya kekerasan pun menjadi sah. Dan terjadinya begitu banyak kekerasan massa yang mengorbankan beribu-ribu nyawa manusia di negara tercinta ini sejak kurang lebih 4 tahun belakangan, hingga saat ini, dijadikan bukti bahwa pemikirannya itu benar.</p>
<p>Benarkah pernyataan yang telah digambarkannya tersebut?</p>
<p>Memang, realitas dengan begitu nyata mengambarkan fenomena ini. Seakan-akan membenarkan asumsi di atas. Namun, benarkah hal ini yang terjadi? Sebuah massa tidak bisa dipersalahkan  tatkala individu-individu di dalamnya tidak betul-betul mengerti apa yang mereka perbuat. Individu-individu ini kebanyakan hanya ikut-ikutan dan adapula orang bayaran yang dibayar hanya untuk melaksanakan tugas. Dan diduga inilah yang telah terjadi. Apa yang terjadi dalam kekerasan massa belakangan, lebih banyak disebabkan oleh provokasi dan digerakkan. Sedikit yang benar-benar murni gerakan spontan maupun terorganisir dari masyarakat.</p>
<p>Akibatnya, kita pun sangsi akan keabsahan terjadinya apa yang disebut budaya kolektifitas tersebut terhadap masyarakat pada umumnya yang kebanyakan mereka tidak tahu-menahu persoalan yang sebenarnya terjadi. Namun, bila terjangkitnya budaya kolektifitas ini diarahkan kepada orang gedhe, mungkin bisa dibenarkan. Merekalah yang bertanggungjawab atas semua kejadian-kejadian mengerikan yang telah terjadi hampir 4 tahun belakangan ini. Bagai teroris yang kejam, mereka meneror seluruh pelosok negeri yang masyarakatnya dikenal cinta damai ini. Mereka menghasut sana-sini, menyebar teror kekerasan, kerusuhan berdarah, aksi bakar-membakar, aksi peledakan bom, perang saudara, perang suku, perang antar kampung, perang agama, sabotase, dan aksi-aksi anarkis lainnya. Mereka memanfaatkan orang-orang yang lapar, para preman, tentara siluman dan masyarakat yang sedang keruh, lemah dan putus asa untuk melaksanakan aktifitas teror mereka. Mereka melakukan semuanya itu hanya untuk memenangkan kepentingan kelompok dalam perlombaan merebutkan sebuah kekuasaan, dan harta.</p>
<p>Terjadinya budaya kolektivitas yang disebut “semangat dan ide ‘yang tak mengenal individu’” dan bersifat pengecut ini di sisi lain menandai hilangnya jati diri sebuah pribadi “aku” itu sendiri. Apabila sebuah pribadi kehilangan “aku” yang sedemikian rupa, maka harga diri (ego) seorang yang mempunyai otoritas hak cipta, karsa dan karya akan melemah tajam, sehingga etos kerja bisa menjadi musnah. Manusia yang mengalami degradasi semacam ini, akan menjadi manusia tanpa ego. Seseorang yang telah menjadi manusia tanpa ego, maka ia akan mempunyai sifat-sifat yang cenderung destruktif dan kehilangan hati nurani. Apabila sebuah bangsa orang-orangnya telah menjadi manusia tanpa ego, maka hilanglah kesadaran akan cita-cita dan tujuan sebenarnya sebuah bangsa itu tatkala didirikan. Mereka akan lupa kepentingan rakyat, cenderung mementingkan diri sendiri dan kepentingan kelompok.</p>
<p>Sudah menjadi demikiankah manusia-manusia Indonesia?</p>
<p>Dalam orasinya tatkala meresmikan kampus baru Universitas Paramadina 4 Oktober 2001, Nurcholish Madjid melontarkan gagasan yang intinya mendukung bahwa manusia Indonesia telah menjadi manusia tanpa ego seperti tersebut di atas. Menurutnya (Kompas, 5 Oktober 2001), tekanan yang terlalu berat terhadap pembangunan ekonomi, namun tidak disertai pembangunan etika dan moral pribadi maupun sosial melalui keteladanan para pemimpin, telah menjerumuskan sebagian anggota masyarakat kita kepada pandangan hidup yang hedonistik, yang enak-kepenak. Kelompok masyarakat ini dipenuhi obsesi bagaimana cara mengumpulkan kekayaan pribadi dalam waktu sesingkat-singkatnya dan semudah-mudahnya, serta menempuk jalan pintas tanpa peduli kepada hukum dan norma-norma etika dan moral.</p>
<p>Lebih ironis lagi begitu menurut Nurcholish Madjid, ditengah kemiskinan dan penderitaan rakyat yang mencekam, ada segolongan masyarakat kita yang fasiq, yang dengan penuh kebanggaan memamerkan kekayaan dan kemewahannya. Akibatnya tumbuh jurang perbedaan yang menganga antara golongan kecil yang kaya dan superkaya dengan rakyat umum yang hidup melarat penuh nestapa.</p>
<p>“<em>Inilah (pemicu) perlawanan prinsipil terhadap asas keadilan sosial! Inilah kezaliman yang menjadi pemicu segala rupa tindakan perusakan akibat kekecewaan dan putus asa! Inilah tanda jaman bagi hancurnya sebuah bangsa, dengan akibat-akibat mengerikan, yang saat ini belum bisa diperkirakan</em>,” tegas Nurcholish. Dan Khusus terjadinya kejahatan kemanusiaan di tanah air dengan tertegun, Nurcholish kemudian bertanya,”<em>Ke manakah gerangan dasar negara ‘Perikemanusiaan yang adil dan beradab’ itu pergi dan lenyap dari kesadaran kehidupan kita berbangsa dan bernegara? (Bukankah) perikemanusiaan adalah prinsip dalam kehidupan berbangsa, dan bangsa yang melanggar prinsipnya sendiri tidak akan bertahan lama</em>.”</p>
<p>Benarkah bangsa dan negara Indonesia ini akan berakhir?</p>
<p><em>Wallahu ‘alam bish Shawab</em>.</p>
<p><strong><em>*</em></strong><em>Penulis adalah seorang penulis lepas yang tinggal di Solo.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prediksi Bambang Hendarso Danuri 2009; jabatanya tetap aman sampai akhir tahun ??]]></title>
<link>http://prediksi.wordpress.com/2009/11/19/kapolri-bambang-hendarso-danuri-tetap-aman-samapi-akhir-tahun-2009/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 05:30:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>PREdiksi</dc:creator>
<guid>http://prediksi.wordpress.com/2009/11/19/kapolri-bambang-hendarso-danuri-tetap-aman-samapi-akhir-tahun-2009/</guid>
<description><![CDATA[PREdiksi 2009 10 Nopember 2009 &#8211; 09 Desember 2009 Sumpah. Satu kondisi yang mengharuskan membe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.presidenri.go.id/imageGalleryD.php/10086.jpg" alt="http://www.presidenri.go.id/imageGalleryD.php/10086.jpg" width="450" height="350" /></p>
<p>PREdiksi 2009</p>
<p>10 Nopember 2009 &#8211; 09 Desember 2009</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:line-through;">Sumpah</span></em><strong>.</strong> Satu kondisi yang mengharuskan memberikan satu kesaksian atas segala konsekwensi yang telah diambil. Memang menjadi pekerjaan yang  berat bila harus menyelamatkan semua pihak yang memang seakan dibebankan kepadanya. Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai terutama liver.</p>
<p style="text-align:justify;">10 Desember 2009 &#8211; 09 Januari 2010</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:line-through;"><em>Kokoh</em></span>. Sehabat apa pun tuduhan miring yang dialamatkan padanya atau intitusi yang dipingpinnya tetap tidak akan membuatnya terjatuh dari kedudukannya. Aura positifnya dari sekelilingnya masih sangat kuat membentengi dirinya sehingga akan tetap berdiri kokoh. Gangguan kesehatan yang harus diwaspadai terutama pada sistem peredaran darah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini hanya PREdiksi semata, karena hanya Allah saja Yang Maha Benar Atas Segala kehendak-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Fakta :</p>
<p style="text-align:justify;">JAKARTA, KOMPAS.com<strong> — </strong><a title="Serijab Kapolri" href="http://nasional.kompas.com/read/2010/10/25/08551033/Sertijab.Kapolri.Berlangsung.Tertutup">Kepolisian RI akan melakukan serah terima jabatan  Kepala Polri dari Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri </a>kepada Jenderal (Pol) Timur Pradopo di ruang utama Mabes Polri, Senin (25/10/2010). Namun, sertijab kali ini berlangsung tertutup.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
