<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kasih-ibu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kasih-ibu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kasih-ibu"</description>
	<pubDate>Sat, 25 May 2013 15:08:18 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kado Buat Bunda]]></title>
<link>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/12/21/kado-buat-bunda/</link>
<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 09:48:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pendar Bintang</dc:creator>
<guid>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/12/21/kado-buat-bunda/</guid>
<description><![CDATA[Hey&#8230;.sudah tanggal berapa ni?? Udah tanggal 21 ya? Aaaahh, besok udah hari Ibu tapi saya belum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pendarbintang.files.wordpress.com/2011/12/kado-buat-bunda.jpg"><img src="http://pendarbintang.files.wordpress.com/2011/12/kado-buat-bunda.jpg?w=300&#038;h=232" alt="" title="Kado Buat Bunda" width="300" height="232" class="alignleft size-medium wp-image-1507" /></a><font color="blue">Hey&#8230;.sudah tanggal berapa ni?? Udah tanggal 21 ya? Aaaahh, besok udah hari Ibu tapi saya belum beli kado buat Bunda <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Tapi, tapi lagi saya jauh-jauh hari sudah mengintrogasi Bunda&#8230;ah&#8230;gak sopan sekali ya saya masa Ibundanya diintrogasi macam penjahat aja! Iya, Bunda itu macam penjahat yang baik hati dan telah mendedikasikan waktunya buat ngebesarin saya yang bandel dan keras kepala ini. Macam Robinhood gitu, tapi Bunda saya sih lebih keren dari Robin Hood&#8230;</p>
<p>Bener sih, nggak menunggu hari Ibu saya memberi hadiah tapi entah kenapa kalau pas hari ibu itu rasanya luain (lain maksudnya) banget, lebih berkesan. Hm&#8230;moment does make everything more valuable.<br />
<!--more--><br />
Apakah sahabat sering bertanya-tanya kira-kira kado apa ya untuk Bunda tercinta di hari ibu ini? Hanya sekedar ide jika ingin membelikan kado, coba kenali kegemaran Bunda kamu. Sebagai contoh, Bunda saya hobby banget bikin-bikin kue dan memasak otomatis hadiah yang saya beli berhubungan dengan alat-alat dapur atau tool-tool pembuatan kue. Kalau Bundanya hobby bersolek, ya beliin alat-alat kosmetik, baju baru dan sebagainya. Di jamin bakal cocok, he he he</p>
<p>Mau yang lebih mengesankan dan ini adalah hadiah hari Ibu yang nggak pernah terlaksana yaitu di saat hari Ibu itu saya ingin memanjakan Bunda saya ke salon, menyiapkan makan malam buat beliau serta memberinya kado tercanttik dan tidak membiarkannya menyentuh sedikitpun pekerjaan rumah. Macem cabdlelight dinner tapi ini dengan Ibunda tercinta, tapi bagaimana terlaksana kalau saya gak pintar masak dan lagi saya gak pernah ada di rumah.</p>
<p>Saya tahu apapun yang saya lakukan untuk Bunda saya tak akan membayar semua yang sudah Bunda lakukan pada saya. Jadi apa kado yang sudah sahabat siapkan buat Bunda sahabat di hari Ibu ini?<br />
</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Kita dan Orang tua sering berbeda pendapat?]]></title>
<link>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/12/05/kenapa-kita-dan-orang-tua-sering-berbeda-pendapat/</link>
<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 00:08:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pendar Bintang</dc:creator>
<guid>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/12/05/kenapa-kita-dan-orang-tua-sering-berbeda-pendapat/</guid>
<description><![CDATA[Kenapa orang tua kita dan kita sering kali berada di persimpangan jalan yang berbeda? Saya belum per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pendarbintang.files.wordpress.com/2011/12/orang-tua-dan-anak1.jpg"><img src="http://pendarbintang.files.wordpress.com/2011/12/orang-tua-dan-anak1.jpg?w=300&#038;h=180" alt="Picture Provide by Google" title="orang-tua-dan-anak" width="300" height="180" class="alignleft size-medium wp-image-1482" /></a><font color="blue" face="verdana">Kenapa orang tua kita dan kita sering kali berada di persimpangan jalan yang berbeda?</p>
<p>Saya belum pernah menjadi orang tua, jadi saya akan mencoba berpendapat dari sisi seorang anak dan juga sahabat buat orang tua saya.</p>
<p>Dulu saat saya masih labil, saya selalu merasa orang tua saya nggak mau disalahin, nggak mau mengerti apa mau saya walaupun banyak hal yang saya minta udah mereka turutin tapi ego saya sebagai anak tetap menganggap bahwa mereka tak bisa mengerti saya.<br />
<!--more--><br />
Tapi, saya belajar sesuatu, di saat saya mulai mengenal cinta dan saya sakit oleh cinta mereka ternyata orang yang selama ini telah mengatakan sesuatu yang benar terhadap saya dan akhirnya saya bertumbuh.</p>
<p>Iya, ego orang tua yang sebenarnya ingin selalu diturutin itu bukalah tanpa suatu dasar tapi punya dasar yaitu menginginkan yang terbaik buat anaknya namun seringnya kita yang masih mudah dengan ego yang masih meledak-ledak gak mau mengakui dan melihat kenapa ya orang tua saya begini dan kenapa begitu?</p>
<p>Lambat laun saya belajar menyelami perasaan orang tua saya. Saya yang aslinya pemberontak lebih banyak mendengar, sungguh walaupun mereka tak selalu benar tapi apa yang mereka katakan itu ada dasarnya, ada alasannya dari situ saya tak pernah bertentangan dengan mereka. Kadang kami tidak sependapat tapi kami juga tak pernah berdebat melainkan, saya sebagai anak belajar lebih banyak mendengar sehingga walaupun akhirnya pendapat orang tua saya itu tetap tidak masuk akal dalam masalah saya, orang tua saya bisa tidak menyadarinya karena saya memberikan bukti bukan bantahan.</p>
<p>Gara-gara sering ribut dengan orang tua saya jadi suka membaca buku-buku psikologi, namanya saya saat itu masih mencari jati diri, ababil gitu&#8230;buku apa saja saya baca sampai saya jadi penghuni perpustakaan. Sampai akhirnya saya diberi pengertian oleh guru personal development saya, beliau bilang bahwa kami memang tumbuh di jaman yang berbeda jadi sudah sangat pantas selalu beda pendapat dan Ayah saya pada kesempatan lain juga bilang, mungkin pemahaman kita tentang suatu masalah memang selalu berbeda karena tingkat pendidikan, pergaulan dan jaman kita berbeda tapi yang pasti apapun yang kami inginkan sebenarnya untuk kebaikan kamu, ingat banget kata-kata ini saat saya masih kelas 2 SMU.</p>
<p>Dan alhamdulillah sampai sekarang saya dan orang tua seperti sahabat, apalagi Bunda saya..waaahh, jangan tanya kami bisa nggak tidur kalau sudah ngerumpi kalau Papa beliau orang yang tidak bisa begitu bicara banyak meski konyol dan kata-katanya suka nusuk beliau mengungkapkan rasa sayangnya lewat belaian, kecupan di kening.</p>
<p>Jadi, di setiap permasalahan yang saya hadapi saya berani bilang ke orang tua, karena pendapat mereka memang jujur sangat penting di saat saya mempertimbangkan suatu keputusan, meski Bunda saya tak lulus SD dan Papa saya cuma lulusan SMP pengalaman hidup mereka kan lebih banyak dari saya, mereka sudah menjumpai masalah yang juga lebih banyak dari saya pastilah mereka lebih unggul dalam banyak hal, meski lagi keputusan tetap di tangan saya.</p>
<p>Saya juga merasa kehidupan saya terasa lempeng-lempeng saja, selalu saja mendapatkan kemudahan di saat saya bisa menjaga hubungan baik saya dengan orang tua saya. Semenjak saya semakin dekat dengan orang tua saya jadi tak pernah merasa memiliki masalah yang berat karena mereka telah mengambil alih dengan dukungan dan juga karena saya percaya pada mereka kalau saya tidak akan ada apa-apa tanpa mereka.</p>
<p>Kita memang pribadi-pribadi yg berbeda dan kita memiliki peranan masing-masing dan ini yang akan menghasilkan satu keputusan diskusi yang unik di dalam suatu keluarga antara anak dan orang tua.</p>
<p>Tulisan ini sebagai wujud sayang saya untuk my beloved king father and queen mother. You are my inspiration and motivation. Kalian telah menjadikan aku sekarang sehingga aku dapat hidup dengan syukur dan percaya diri dan tentu saja tak sekedar bernafas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Spirit of Java..!]]></title>
<link>http://tamansinggah.wordpress.com/2011/11/16/spirit-of-java/</link>
<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 16:44:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fickar</dc:creator>
<guid>http://tamansinggah.wordpress.com/2011/11/16/spirit-of-java/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah.. “Kasih ibu kepada beta.. Tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberi, tak harap kembali]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..</p>
<p align="center"><strong><em>“Kasih ibu kepada beta.. Tak terhingga sepanjang masa.. Hanya memberi, tak harap kembali.. Bagai sang surya, menyinari dunia…”</em></strong></p>
<p>Lagu yang sudah akrab bagi kita semua tentunya. Lagu sederhana, yang dalam maknanya. Hari ini saya kembali menyaksikan ‘kasih seorang ibu’ dalam bentukan lain, yang terjadi di sebuah rumah sakit bernama ‘Kasih Ibu’..</p>
<div id="attachment_149" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1029.jpg"><img class="size-medium wp-image-149" title="Photo1029" src="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1029.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">RS Kasih Ibu Surakarta</p></div>
<p>***</p>
<p>Pukul 13.10, langkah kaki saya mengalun cepat menuju pintu gerbong yang masih menganga lebar. Dari hasil <em>googling</em>, kereta kuning yang kini ternyata tarifnya naik tiga ribu rupiah itu dijadwalkan akan berangkat dalam waktu lima menit lagi. Karena itu saya sedikit terburu-buru. <em>Eh,</em>ternyata saat saya lihat tiket kereta setelah sejenak memnghela nafas lega, pemberangkatannya adalah pukul 13.35, alias masih 20menit lagi. Tak apalah, alhamdulillah…</p>
<p>Perjalanan naik kereta selalu saya nikmati pemandangannya. Apalagi rute Tugu Yogyakarta-Solo Balapan, hampir 70% perjalanannya berwarna hijau! Sawah, ladang, dan perkebunan. Ditambah warna langit yang sedikit sendu, dipadu gugusan awan bergumpal-gumpal seperti gula-gula yang menggiurkan bagi anak-anak yang mengunjungi pasar malam di alun-alun. Maha suci Allah yang memadukan semua perbedaan warna itu menjadi harmoni yang menenangkan, menginspirasi, dan membuat kita tak bosan menyelami keajaibannya. Andai manusia pun dapat demikian.. <em>Ah, </em>pastinya akan lebih mulia kedudukan di sisi-Nya..</p>
<div id="attachment_150" class="wp-caption alignright" style="width: 235px"><a href="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1024.jpg"><img class="size-medium wp-image-150" title="Photo1024" src="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1024.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">view dari kereta. Sedikit mendung <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>***</p>
<p>Tiba di Solo. <strong>Spirit of Java!</strong> Saya baru tahu kalau sekarang ada ojeg unik disini. “ojeg berhijab”.</p>
<p><em>“Kemana Mbak? Ke kampus? Naik ojeg saja Mbak, jauh lho.. sepuluh ribu saja ndak papa..”</em></p>
<p><em>“Matur nuwun Mas, mboten..” </em>(Terimakasih Mas, tidak usah..)</p>
<p><em>“Ndakpapa Mbak, ada hijab-nya kok.. Kalau untuk yang putri..”</em></p>
<p><em>“…??”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Wow..!!</em> saya baru pernah dengar ada ojeg berhijab.. sulit rasanya dibayangkan, dan hingga akhir pun saya tidak berjodoh untuk melihat bagaimana rupa si ojeg berhijab itu..hehe..</p>
<p>Selingan yang unik, membuat saya senyum-senyum sendiri mengingatnya. <em>Anyway</em> tetesan hujan mulai menjadi butiran besar yang membuat muka saya basah. Akhirnya bapak supir becak yang saya tumpangi pun menutupkan tirai yang berwarna putih tidak transparan ke hadapan saya. Hingga, pemandangan pun harus saya nikmati dengan cara menigntip-intip dari sela tirai. Tak apa, nuansa baru dalam menikmati kota kelahiran diri saya sendiri. Banyak kedai-kedai makanan yang unik dan tampak menggirukan.. hmm.. sepertinya suatu saat ingin mencobanya.. tapi saat ini saya kembali fokus ke niat awal kepergian saya pulang ke kota kelahiran. Yakni menjenguk mbah kakung (kakek) saya di rumah sakit bernama Kasih Ibu..</p>
<p>***</p>
<p>Mbah Bono, panggilan akrab beliau, di usianya yang sudah melebihi 4/5 abad.</p>
<p><em>“Niki Sekar,Mbah…” </em>(Ini Sekar, Mbah..)</p>
<p><em>“Oooh.. ya.. Sekaar.. tanganmu kok yo kasar??” </em></p>
<p>Sapanya menyambutku sembari mengusap-usap tangan saya dengan tangannya yang besar dan sudah tidak mulus lagi tentunya. Nama para cucunya harus terus diingatkan berkali-kali, selain karena kami mirip-mirip wajahnya (menurut mbah), memang beliau sudah sering lupa mengingat satu persatu nama para cucu.. apalagi tempat tinggal, ataupun statusnya..hehe..</p>
<p><em>“Pripun Mbah…?” </em>(Gimana Mbah..?)</p>
<p>Beliau menjawab. Jawabannya memang tak sesuai dengan pertanyaan. Kubalas lagi dengan senyuman, tak masalah..</p>
<p>Ini sudah hari ketiga perawatannya di Rumah Sakit. Mbah memang sudah rutin dalam pengendalian sakit gulanya. Namun, sesekali beliau menemui kondisi yang mau tidak mau harus membawanya untuk mondok di rumah sakit. Dalam setiap kejadian tersebut, ada sosok yang tak pernah absen berada disisinya, siapa lagi kalau bukan mbah putri? Ya, Mbah Putri kami yang satu ini memang luar biasa.</p>
<p>Langkahnya kecil, sendi-sendi kakinya sudah tak sepenuhnya dapat ditekuk dan diluruskan. Namun beliau tak henti berjalan, berdiri, dan berada disisi mbah kakung, sang suaminya tercinta. Sudah dua hari terakhir ini mbah kakung tidak bisa tidur barang satu menit. Begitu pula dengan mbah putri. Kakinya terlihat membengkak karena sebagian besar waktunya dilalui dengan berdiri. Saat sholat ia duduk. Duduk di kursinya, sholat dengan khusyuk. Bahkan sesekali terantuk karena begitu lelahnya mungkin.</p>
<p>Walau saya yakin mbah putri lelah, beliau tak pernah mengeluh. Dan tak pernah tampakkan raut wajah yang cemberut. Bahkan kejenakaan sesekali menyapa waktu kami. Saat mbah kakung kurang tenang dan bergerak kesana-kemari, belialu berkata dengan lembut</p>
<p><em>“Tidur, pak..”</em></p>
<p><em>“Opo…? Sudir?”</em>.. jawab mbah kakung.</p>
<p><em>“Tidur.. pak.. turu..”</em></p>
<p><em>“Opo? Turir?? Turir.. turur… He..He..He..” (tanpa unsur kesengajaan)</em></p>
<p><em>“…..” (mbah putri tersenyum manis)</em></p>
<p><em> </em>Tak hanya mbah putri, saya dan bude yang menyaksikan kelucuan itu  pun senyum-senyum geli.</p>
<p>Ada lagi di lain waktu, saat mbah kakung mengotak-atik selang infus dan hampir menyabutnya, mbah putri dengan sabar menarik tangan mbah kakung, dan kemudian berkata</p>
<p><em>“mboten usah diapakke pak.. niku infus.. sini tak elus-elus wae tangannya..” </em>(tidak usah diapa-apakan, pak.. itu infus.. sini, tangannya, saya elus-elus saja ya..)</p>
<div id="attachment_151" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1027.jpg"><img class="size-medium wp-image-151" title="Photo1027" src="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1027.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">^_^</p></div>
<p>Dan dengan lembut penuh kasih sayang, beliau raih dan usap tangan mbah kakung. Perlahan-lahan.. hingga beliau pun hampir tertidur sembari memegangi tangan mbah kakung.. kuambil bantal dari lemari, kuletakkan di atas kasur.</p>
<p><em>“Mbah,, sare teng niki mawon..” </em>(Mbah, tidur pakai ini saja..)</p>
<p>Kalau saya minta mbah putri supaya tidur dengan memosisikan diri yang baik (rebahan maksudnya),  saya yakin beliau tidak akan mau. Sehingga saya pun ‘membiarkan’ mbah putri tertidur dengan posisi duduk di kursi, dan kepala tertekuk, disanggah sebuah bantal di atas kasur mbah kakung. Kemudian mbah pun tertidur.. Diikuti mbah kakung pun akhirnya tertidur.. alhamdulillah.. pasti sudah sangat lelah, batinku tersenyum..</p>
<p><strong>Kasih seorang ibu.. </strong></p>
<p>Seorang istri.. seorang nenek.. dan seorang buyut..</p>
<p>Bidadari yang sedang turun ke bumi.. Kehangatannya bagai sang surya, ketegarannya menyaingi pohon yang menaungi saat terik panas menghujam.. Apa yang beliau cari di ujung pengabdian sana? Apa yang beliau harapkan hingga ketulusannya menjadi satu hal yang tak tergantikan..? saya mulai memahami.. mungkin keikhlasan saja yang menjadi cahaya di sana. Memaksa kami untuk mengeja maknanya satu persatu. Mengeja makna ikhlas..</p>
<p>***</p>
<p><em>Ah..</em> ternyata jarang sekali secara khusus saya mendoakan kedua sosok itu.. dua sosok yang mengajarkan tentang kekuatan yang terlahir dari usaha ikhlas. Walalu usia sudah senja, gerak tak lagi menyala, namun tetap ada disana untuk saling mengokohkan. Semoga bersama hingga di JannahNya kelak, ya.. mbah kakung dan mbah putri.. dan tentunya kita semua..</p>
<div id="attachment_156" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/imgp3496.jpg"><img class="size-medium wp-image-156" title="IMGP3496" src="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/imgp3496.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">mbah kakung &#38; mbah putri &#34;ceria!&#34;</p></div>
<p>Malam yang dingin namun hangat di Surakarta, kota kelahiran saya. “Spirit of Java” katanya, ya, mungkin hari ini saya telah bertemu dengan sebuah spirit itu. Alhamdulillah Ya Allah.. nikmat! Dan susu jahe madu di tengah derasnya hujan ini pun nikmat!</p>
<div id="attachment_152" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1033.jpg"><img class="size-medium wp-image-152" title="Photo1033" src="http://tamansinggah.files.wordpress.com/2011/11/photo1033.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">susu jahe madu &#34;Shi Jack&#34;</p></div>
<p align="right">Surakarta, 16 November 2011</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HUBUNGAN EMOSI DALAM PENYUSUAN SUSU IBU]]></title>
<link>http://keradihutan.wordpress.com/2011/11/11/hubungan-emosi-dalam-penyusuan-susu-ibu/</link>
<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 04:29:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sagaraptor</dc:creator>
<guid>http://keradihutan.wordpress.com/2011/11/11/hubungan-emosi-dalam-penyusuan-susu-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Pemberian susu ibu adalah aktiviti fisiologi normal yang memberi banyak kebaikan kepada ibu, anak, k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><a href="http://keradihutan.files.wordpress.com/2011/11/ppg-part-1-2010_0055.jpg" style="margin-left:1em;margin-right:1em;"><img border="0" height="320" src="http://keradihutan.files.wordpress.com/2011/11/ppg-part-1-2010_0055.jpg?w=279&#038;h=320" width="279" /></a></div>
<p>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Pemberian susu ibu adalah aktiviti fisiologi normal yang memberi banyak kebaikan kepada ibu, anak, keluarga, masyarakat dan juga alam sekitar, lebihlebih lagi kepada kesihatan ibu dan anak. Adakah anda sedar bahawa penyusuan ibu bukan sekadar untuk memenuhi keperluan pemakanan bayi anda? Susu ibu bukan sahaja diperlukan untuk tumbesaran fizikal si manja, tetapi juga membantu memupuk ikatan kasih sayang antara ibu dan anak, dan mengeratkan hubungan antara mereka.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Penyusuan ibu mengeratkan jalinan hubungan emosi dan psikologi antara ibu dan anak. Penghisapan puting payu dara memberi kesan kepada ibu dan anak. Perbuatan menyusu itu menenangkan bayi, seperti yang terbukti daripada keberkesanannya mengurangkan kadar denyutan jantung, metabolisme dan kesakitan ketika menyusu.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><strong><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Kesan Ketenangan</span></strong></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Terdapat beberapa faktor yang memberi kesan ketenangan dan analgesik.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">• Menghisap puting ibu merangsang sentuhan orofarinks dan mekanoreseptor bayi dan menumpukan perhatian pada mulut, dengan demikian mengurangkan pengaruh luar.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">• Penghisapan dan penyerapan lemak daripada susu dalam usus merangsang pengeluaran hormon kolesistokinin yang mengaktifkan saraf yang mencetuskan rasa relaks dan melegakan kesakitan.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">• Kemanisan rasa susu merangsang pengeluaran opioid dalam bahagian tengah otak bayi, yang bertindak ke atas saraf penerima yang mengurangkan persepsi kesakitan.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">• Penyusuan ibu membabitkan sentuhan keibuan kulit-ke-kulit yang menstabilkan tahap glukosa darah, suhu badan dan kadar pernafasan, dan juga mengurangkan pengeluaran hormon tekanan dan menurunkan tekanan darah.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">• Akhir sekali, penyusuan ibu membabitkan interaksi sosial yang intim antara ibu dan anak (jalinan hubungan), yang mungkin menambah pengeluaran hormon anti tekanan oksitosin.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Perasaan santai dan tenang memberi kesan secara sinergi dan walaupun kajian selama ini tertumpu kepada bayi yang baru lahir, pengalaman ibu menunjukkan bahawa mereka terus merasai ketenangan dan kesantaian selama mereka menyusukan bayi masing-masing.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><strong><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Hubungan Emosi</span></strong></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Hubungan intim antara ibu dan anak merujuk kepada hubungan emosional yang kuat antara seorang ibu dan anaknya. Penyusuan ibu mengukuhkan hubungan antara ibu dan anak disebabkan sentuhan kulit ke kulit yang berlaku apabila ibu memegang erat dan merenung anaknya semasa menyusu. Ibu yang menyusukan bayinya menjadi lebih sensitif kepada keperluan anaknya dan belajar untuk menjadi lebih responsif.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Oksitosin dalam darah didapati meningkat apabila seorang wanita yang baru bersalin bersentuhan kulit ketika memegang bayinya; oksitosin meningkat dengan ketara selepas uri dikeluarkan. Selepas satu atau dua tempoh menyusu, oksitosin dalam darah meningkat dengan setiap penyusuan ibu. Tahap peningkatan ini mungkin dapat mengeratkan hubungan intim seorang ibu dengan anaknya selain membantu mengecutkan otot uterus bagi mengelakkan pendarahan. Penemuan ini membantu menjelaskan pengamatan yang dibuat oleh jururawat di Perancis pada abad ke-19, apabila mereka mendapati ibu yang menyusukan bayi mereka sekurang-kurangnya 8 hari jarang memberikan anak mereka kepada orang lain.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Apabila seorang ibu menyusukan anaknya, sentuhan bibir bayi merangsang saraf deria dalam puting payu daranya, menyebabkan pengeluaran dua hormon penting dalam otak ibu, yang terbabit dalam penyusuan ibu, prolaktin dan oksitosin. Selain membantu dalam pengeluaran susu ibu, prolaktin (hormon keibuan) membantu ibu untuk merasa santai dan lebih menyayangi bayinya. Oksitosin (hormon kasih sayang) bertanggungjawab mengeluarkan susu dan juga mencetuskan perasaan gembira dalam diri ibu dan menceriakan moodnya.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Ibu perlu diberi galakan dan sokongan menerusi sentuhan awal kulit-ke-kulit dan penyusuan ibu sebaik sahaja melahirkan bayi. Ini penting bukan sahaja untuk kebaikan fizikal ibu dan anak, tetapi juga untuk mengukuhkan ikatan emosional yang terjalin daripada hubungan ini.</span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
<div style="background-color:white;color:#333333;line-height:18px;text-align:left;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;">Sumber : Positive Parenting</span><br /><span class="Apple-style-span" style="font-family:'Trebuchet MS', sans-serif;"><br /></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mom...]]></title>
<link>http://nopiks.wordpress.com/2011/11/11/mom/</link>
<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 20:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>nopiks</dc:creator>
<guid>http://nopiks.wordpress.com/2011/11/11/mom/</guid>
<description><![CDATA[Aku nggak mau nonton film semalem hanya menghasilkan mata mbendul karena nangis.hehee&#8230; Tapi ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nopiks.files.wordpress.com/2011/11/ibu-di-sawah2.jpg"><img src="http://nopiks.files.wordpress.com/2011/11/ibu-di-sawah2.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="ibu-di-sawah2" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-418" /></a></p>
<p>Aku nggak mau nonton film semalem hanya menghasilkan mata mbendul karena nangis.hehee&#8230; Tapi aku ingin berbagi hikmah yang bisa dipetik dari film <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=518109418" title="review">A Long Visit (My Mom)</a>. Langsong saja&#8230; Seperti bunyi sebuah hadits Rasulullah</p>
<p><strong>Ketika salah seorang sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?”<br />
Rasulullah berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447).</strong></p>
<p>Karena ibu-lah yang mengandung kita selama 9 bulan dengan letih yang bertambah tambah. Menyusui kita selama 2 tahun, yang bangun setiap malam hanya untuk mengganti popok basah kita, rela menahan lapar demi melihat anaknya kenyang terlebih dulu, dan masih banyak lagi pengorbanan yang telah dilakukan seorang ibuk untuk anaknya. Dan kembali lagi pada diri kita, seberapa seringkah kita mengucapkan syukur pada Allah untuk ibuk kita dan mengucapkan terima kasih pada ibuk atas kesusahpayahan selama membesarkan kita? Apakah lebih sering kita mengucapkan hal-hal yang mungkin mengecewakan ibuk? </p>
<p>Satu ungkapan yang bisa kuberikan untuk menggambarkan seorang ibuk : Kasih sayang yang besar dan tanpa pamrih.</p>
<p>Sosok ibu di film itu benar2 persis dengan ibukku. Yang suka membanggakan aku di setiap orang di pasar, yang selalu mencuil separo ayam goreng di piringnya untuk ditaruh di piringku meskipun di piringku sudah ada 2 potong ayam goreng, yang suka membawa makanan buuanyaak setiap mengunjungiku (biar hemat katanya), yang mesti nggak bisa bobok kalo aku nggak bisa bobok, yang rela ngejar travel untuk memberikan uang sangu (meskipun aku sudah kerja). Kadang aku nggak habis pikir dengan semua yang dilakukan ibuk. Aku juga nggak habis pikir, betapa sedikitnya ungkapan syukur yang keluar dari mulutku pada Allah yang telah memberiku ibuk seperti ibukku dan bapak seperti bapakku. Bahkan aku masih sering marah pada ibukku&#8230; <em>Astaghfirullah&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Berapapun banyaknya harta yang kita miliki, bahkan nyawa kita sekalipun tidak akan pernah bisa membalas pengorbanan seorang ibu.</p>
<p><strong>Dari Abu Burdah mengabarkan bahwasanya Ibnu Umar melihat seorang pria dari Yaman towaf di ka’bah sambil mengangkat ibunya di belakang punggungnya seraya berkata,<br />
“Sesungguhnya aku adalah onta ibuku yang tunduk..jika ia takut untuk menungganginya aku tidak takut (untuk ditunggangi)”<br />
lalu ia berkata, “Wahai Ibnu Umar, apakah menurutmu aku telah membalas jasa ibuku?”,<br />
Ibnu Umar berkata, “Tidak, bahkan engkau tidak bisa membalas jasa karena keluarnya satu tetes cairan dari cairan yang dikeluarkannya tatkala melahirkan”</strong></p>
<p>Mari bersegera berbuat baik dan berbakti kepada bapak ibu dan mencintainya..karena kita sungguh tidak tahu berapa lama lagi waktu yang Allah berikan untuk kita bersamanya. Mari jadikan diri kita sebagai anak sholih sholihah dengan seanantiasa menaat perintah Allah. Insya Allah itulah yang bisa menjadi amal yang tak terputus bagi kedua orang tua kita.</p>
<p>Untuk orang tua yang telah berpulang pada Allah, senantiasalah berdoa memohonkan ampunan pada Allah bagi orang tua kita. Bersedekah atas nama orang tua, menghajikan orang tua, dan masih banyak lagi amal sholeh yang bisa dilakukan untuk berbakti pada orang tua yang sudah meninggal.</p>
<p>Akhir kata,<br />
Ya Allah.. Terima kasih untuk kedua orang tua yang telah engkau karuniakan kepadaku. Berikanlah aku kemampuan untuk selalu berbuat baik kepada mereka, dan mencintai mereka karena-Mu&#8230;</p>
<blockquote><p>“…Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil&#8221;. (QS. Al-Isro’: 23-24)</p></blockquote>
<blockquote><p>“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua..&#8221; (QS. An Nisa:36)</p></blockquote>
<p>#ingin rasanya segera pulang dan minta maaf pada ibuk dan bapakku. :&#8217;)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bunga 'kan pulang]]></title>
<link>http://katasyahdu.wordpress.com/2011/10/24/kasih-ibu-bawaku-pulang/</link>
<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 07:04:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Taheera</dc:creator>
<guid>http://katasyahdu.wordpress.com/2011/10/24/kasih-ibu-bawaku-pulang/</guid>
<description><![CDATA[Andai bunga terlepas dari tangan dan kala ia berterbangan Doakan angin akan membawanya pulang dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Andai bunga terlepas dari tangan<br />
dan kala ia berterbangan<br />
Doakan angin akan membawanya pulang<br />
dengan lembut hembusan bayu<br />
selembut nafas kasih ibu.</p>
<p>(anak yang dilimpahi kasih sayang dan doa ibu, akan kembali ke pangkal jalan. InsyaAllah. Tuhan Ya Latif, amat lembut pada hambanya)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puisi Untuk Ibu...]]></title>
<link>http://tubaribu.wordpress.com/2011/10/20/puisi-untuk-ibu/</link>
<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 22:38:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>tubaribu</dc:creator>
<guid>http://tubaribu.wordpress.com/2011/10/20/puisi-untuk-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Hanya titik air mata ini&#8230; Yang bisa kupersembahkan kepadamu Saat aku merindukanmu Saat ku teri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tubaribu.files.wordpress.com/2011/10/air-mata1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-201" title="air-mata" src="http://tubaribu.files.wordpress.com/2011/10/air-mata1.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Hanya titik air mata ini&#8230;<br />
Yang bisa kupersembahkan kepadamu<br />
Saat aku merindukanmu<br />
Saat ku teringat akan kasih sayangmu<br />
Juga teringat akan perjuanganmu membesarkan aku<br />
&#8230;<br />
Meskipun engkau harus berletih-letih<br />
Bahkan harus tertatih-tatih<br />
Engkau tetap tabah menjalaninya<br />
Tanpa pernah berkeluh kesah</p>
<p>Tetapi kenapa saat aku baru saja melangkah<br />
Mengikuti jejak-jejakmu<br />
Membesarkan anak-anakku<br />
Kadangkala aku berputus asa</p>
<p>Padahal langkahku belum seberapa<br />
Perjuanganku belum apa-apa<br />
Dan keadaanku tidak penuh dengan nestapa<br />
Bahkan saat ini aku lebih berada</p>
<p>Ibu&#8230;<br />
Terima kasih atas perjuanganmu<br />
Dan juga kasih sayangmu<br />
Karena engkau telah membesarkan aku<br />
Bahkan.. engkau juga penuhi aku dengan ilmu</p>
<p>Aku telah merasakan betapa berat perjuanganmu<br />
Betapa hebat pengorbananmu<br />
Sungguh aku sangat malu kepadamu<br />
Karena aku belum mampu membalas kasih sayangmu</p>
<p>(Kupersembahkan untuk orangtuaku tercinta, semoga Allah meridloinya di dunia dan akhirat)</p>
<p>By Tubagus Riburatnam</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MANUSIA ANEH YANG TERSAYANG]]></title>
<link>http://evsetia.wordpress.com/2011/10/17/manusia-aneh-yang-tersayang/</link>
<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 03:33:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>evsetia</dc:creator>
<guid>http://evsetia.wordpress.com/2011/10/17/manusia-aneh-yang-tersayang/</guid>
<description><![CDATA[Tua-tua keladi, semakin tua malah semakin menjadi, bisa saja semakin tua malah semakin &#8220;aneh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://evsetia.files.wordpress.com/2011/10/mother.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1242" title="ibu" src="http://evsetia.files.wordpress.com/2011/10/mother.jpg?w=300&#038;h=259" alt="" width="300" height="259" /></a>Tua-tua keladi, semakin tua malah semakin menjadi, bisa saja semakin tua malah semakin &#8220;aneh&#8221;, ada-ada saja, diajak ngobrol kadang-kadang nggak nyambung. &#8220;Tadi pagi kan bicaranya begini, kok siangnya ngomong kayak begitu&#8221;.  Sore hari lain lagi, malam hari beda lagi. Seringkali jadi sensitif, mudah tersinggung, cepat marah. Jadi serba salah.  Mau marah takut hatinya sakit, mau mengalah &#8230; Mungkin sebaiknya diam saja sambil tersenyum  (jadi bukan artinya dicuekin abis) dan selanjutnya hati-hati.  Sabar sabar sabar.</p>
<p><strong>&#8220;Pertama dari bayi terus tumbuh semakin besar lalu semakin dewasa lalu semakin tua sampai manula, akhirnya Kami kembalikan lagi ke posisi yang serendah-rendahnya&#8221;</strong></p>
<p>Apakah ini salah satu contoh ujian dalam kehidupan di dunia dari Yang Maha Kuasa bagi mereka-mereka yang diikutinya ? Banyak yang bilang dan mendukung &#8220;Kalau nggak ikut sama mereka terus ikut siapa lagi ?&#8221; Masa harus ditempatkan di &#8220;lokalisasi&#8221; sih, tega nian.  Mereka yang diikutinya terus diuji dengan hal-hal dan perilaku yang aneh-aneh. <strong>Yang lulus ujian akan mendapat keridhoanNya di alam berikutnya.  Berapa sih nilai keridhoanNya ? Nilainya pasti tidak bisa disamakan dan dibandingkan dengan yang bisa di dapat di dunia bahkan kenikmatan yang ada di dunia yang hanya se &#8230;</strong>  Yang tidak lulus ujian, karena mungkin sudah terpengaruh oleh keadaan sekeliling, orang-orang yang ada di sekeliling atau karena faktor materi, bisa-bisa mendapat kemurkaanNya di alam berikutnya juga. Bagaimana sih rasanya mendapat kemurkaanNya ? &#8220;Kurang tau juga, tapi jangan sampai deh.  Soalnya &#8220;perhitungan di alam sana&#8221; sangatlah adil. Yang vonisnya harus digebuk eksekusinya pasti digebuk, yang vonisnya harus dirantai eksekusinya pasti dirantai. <strong> Tidak seperti &#8220;perhitungan&#8221; di dunia yang akhir-akhir ini semakin tidak adil, yang vonisnya 100 tahun eksekusinya bisa jadi 100 hari, yang vonisnya harus didor, waktu eksekusinya belum &#8220;sempat&#8221; didor, eh, sudah &#8220;open the door&#8221; duluan. Banyak yang bersandiwara, akhirnya seperti pisau belati, tumpul ke atas tajam ke bawah.</strong></p>
<p>Kurang lebih 9 bulan lamanya kita &#8220;berdomisili&#8221; tanpa keluar masuk kecuali kadang-kadang berputar, selalu menempel dan membuat berat langkahnya saja, tapi hatinya tetap ikhlas.  <strong>Dan ketika kita mau keluar untuk pertama kalinya hijrah ke alam yang berbeda, bisa saja membuat nyawanya ikut-ikutan &#8220;keluar&#8221; juga.</strong>  Perjuangan antara hidup dan mati. Dan setelah &#8220;sukses&#8221; berpindah ke alam selanjutnya pun, bukannya malah membuat ringan, malah semakin bikin repot saja. Ada juga mereka-mereka yang juga sudah menjadi sepertinya menitipkan si kecil padanya, alasannya sibuk. Lagi-lagi ikhlas.</p>
<p>&#8220;UMI&#8221; (bahasa Arab), menurut penjelasan Prof. Quraish Shihab artinya bisa &#8220;menuju&#8221;.  Maka seorang anak kecil yang sedang sedih, menangis biasanya yang pertama dituju adalah ibunya.</p>
<p>Ada sejarah yang menceritakan seorang anak yang sedang sekarat maut tapi tidak mati-mati juga, sangat tersiksa dia. Beberapa orang memanggil ibu si anak tersebut untuk memaafkan kesalahannya, tapi si ibu menolak untuk memaafkannya. Akhirnya diputuskan untuk dibakar saja anak yang sekarat maut itu biar cepat mati.  Mengetahui hal begitu, ibunya tiba-tiba jadi nggak tega melihat anaknya akan dibakar, lalu dimaafkan kesalahan anak durhaka tersebut, sampai akhirnya bisa meninggal dengan tenang.</p>
<p>Apakah maknanya &#8220;Surga berada di bawah telapak kaki ibu ?&#8221;</p>
<p><strong>&#8220;Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. &#8220;Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia.</strong></p>
<p>&#8220;MOTHER HOW ARE YOU TODAY &#8220;</p>
<p>&#8220;MOTHER, YOU HELP ME, BUT I NEVER HELP YOU&#8221;</p>
<p>&#8220;STOP ! or MY MOM WILL SHOT !</p>
<p>&#8220;HOREEE, EMAK ! ANE MASUK TIPI NEH ! &#8220;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Andai kau pergi...]]></title>
<link>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/09/18/andai-kau-pergi/</link>
<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 09:32:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pendar Bintang</dc:creator>
<guid>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/09/18/andai-kau-pergi/</guid>
<description><![CDATA[Saya bahkan membayangkannya pun tak berani walau tahu hal itu pasti datang. Bukan hanya padanya tapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="blue" face="verdana">Saya bahkan membayangkannya pun tak berani walau tahu hal itu pasti datang. Bukan hanya padanya tapi juga pada saya, itu hal pasti yang sudah ditentukan oleh Allah. Ajal, kita tidak ada yang tahu kapan datangnya.</p>
<p>Ya, saya sedang terhenyak sehabis membaca sebuah postingan seorang sahabat yang juga seprang Ibu yang sudah menjadi sahabat dekat juga buat saya tentang seorang Ibu. Meski saya juga tidak tahu jika suatu saat nanti saya yang akan dipanggil Allah duluan tapi saya terkadang sering ketakutan jika suatu saat Bunda meningglkan saya duluan, saya takut apakah saya bisa hidup tanpa beliau yang sudah menjadi motivasi dan semangat saya.<br />
<!--more--><br />
Hei, mati itu pasti! Meski saya tidak tahu siapakah yang bakal dipanggil duluan sama Allah saya sering mengatakan ke Bunda bahwa lebih baik saya yang dipanggil duluan sama Allah karena saya merasa nggak mampu meneruskan keceriaan saya tanpa beliau walaupun kami sering berjauhan, tapi entah kenapa saya hanya merasa kedekatan hati saya terhadap Bunda melebihi apapun. Sakitnya akan menjadi sakit saya, marahnya kana menjadi marah saya, ya walaupun untuk hal-hal tertentu saya memang masih suka menawar tapi saya sangat takut membuat beliau kecewa, sedih apalagi menyakitinya.</p>
<p>Saya tahu kalau berpikir demikian itu tak benar, saya tahu sebenarnya saya juga nggak se-naif itu kok saya mengerti ilmu agama walau tak banyak namun ini hanya ungkapan hati saya tentang rasa sayang saya terhadap Ibunda saya. </p>
<p>Hanya sebagai pengingat bagi diri saya saja, bahwasannya pengorbanan seorang Ibu untuk saya sudah sangat besar jadi tak selayaknyalah kita menyakiti hatinya. Kalaupun ada sahabat yang sedang memiliki masalah dengan Ibunda sahabat coba ingat-ingatlah tentang pengorbanan beliau, apa bisa kita melakukan hal yang sama sepertinya? Percayalah, apapun penyangkalan kita apa yang sudah dilakukan ibu kita jauh lebih banyak dan lebih berharga dari apapun di dunia ini dan apapun yang kita lakukan tidak akan mempu membalas jasanya yang telah mengantar kita ke dunia ini.</p>
<p>Ini postingan rindu pada Bunda <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Luv you full Bunda&#8230;</p>
<p></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan Menjelang Ramadhan]]></title>
<link>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/07/30/renungan-menjelang-ramadhan/</link>
<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 14:17:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pendar Bintang</dc:creator>
<guid>http://pendarbintang.wordpress.com/2011/07/30/renungan-menjelang-ramadhan/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Ma&#8230;minta itu&#8221; teriak seorang gadis (kira-kira)6 tahun menunjuk ke sebuah boneka b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="blue" face="verdana"><strong>&#8220;Ma&#8230;minta itu&#8221;</strong> teriak seorang gadis (kira-kira)6 tahun menunjuk ke sebuah boneka besar di etalase toko boneka. Sang Mama masih sibuk dengan sang adik yang kira-kira masih berusia 2 tahun.</p>
<p><strong>&#8221; Kan di rumah banyak boneka seperti itu&#8230; &#8220;</strong> Ucap sang Mama kemudian sambil melihat ke arah sang Papa yang kini gantian menggendong si adik yang rewel dan juga meminta sesuatu.</p>
<p>Gadis kecil itu mulai merajuk dan tak mau bergerak dari etalasi toko toko boneka, sang Mama melempar pandang ke arah suaminya seperti meminta persetujuan.</p>
<p><strong>&#8221; Kakak kan mau sekolah, katanya minta tas baru&#8230;. &#8220;</strong> bujuk sang Mama, namun si gadis kecil tak bergerak dan mematung di depan etalase. Akhirnya, mereka masuk ke toko boneka itu dan membawa pulang boneka yang tingginya hampir sama dengan anak gadisnya.</p>
<p>Ah&#8230;kejadian di atas membuat saya merenung, betapa keterlaluannya kita jika sekarang setelah dewasa masih saja menyusahkan orang tua karena melihat kejadian itu membuat saya berpikir, bahwasannya orang tua demi anaknya mereka berani dan mau melakukan apa saja. Sedang kita apa yang sudah kita lakukan? Orang tua minta tolong sesuatu saja kadang kita bentak, astaugfirullah&#8230;saya benar-benar membenci anak model seperti ini dan yang terlintas dalam benak saya hanya <strong>&#8221; Jangan mengeluh jika kelak kau juga dibentak-bentak oleh anakmu &#8220;</strong>.</p>
<p>Yang jelas, kejadian di atas membuat saya langsung berkaca-kaca karena ingat dengan Bunda saya. Ingat kejadian saat menjelang lebaran, ayah yang sednag keluar kota belum mengirim uang sedang saya belum dibelikannya baju baru, Bunda dengan tanpa lelah lembur membuat jala ikan yang harganya emang lumayan mahal karena jala ikan buatan Bunda memang terkenal kuat dan halus anyamannya. Demi sepotong baju lebaran beliau rela seperti itu, demi menyiapkan sarapan buat anaknya beliau rela bangun pagi. Masih ada alasan untuk berkelit kenapa kita berani membentak orang tua kita terutama Bunda kita?</p>
<p>Semoga ramadhan tahun ini menjadi awal yang baik buat kita semua untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Akhirnya saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin, mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih dan semoga ibadah kita mendapatkan rodho Allah SWT. </font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kasih Ibu Sepanjang Masa]]></title>
<link>http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/</link>
<pubDate>Mon, 23 May 2011 13:33:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>ginarosmalia</dc:creator>
<guid>http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/</guid>
<description><![CDATA[Ibu adalah seorang wanita yang patut kita sayang, hargai, dan wajib kita jaga. Beliau rela selama 9]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Ibu adalah seorang wanita yang patut kita sayang, hargai, dan wajib kita jaga. Beliau rela selama 9 bulan mengandung kita. Seorang ibu rela disebut gendut, tak menarik saat perutnya membesar karena kita ada di dalamnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/orang-lagi-hamil/" rel="attachment wp-att-129"><img class="aligncenter size-medium wp-image-129" title="orang-lagi-hamil" src="http://ginarosmalia.files.wordpress.com/2011/05/orang-lagi-hamil.jpg?w=174&#038;h=300" alt="" width="174" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ibu, seseorang yang selalu mendo’akan kita dalam sholatnya. Tiap detik, tiap menit, tiap waktu. Ucapannya adalah do’a.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/kasih-ibu/" rel="attachment wp-att-130"><img class="aligncenter size-medium wp-image-130" title="kasih ibu" src="http://ginarosmalia.files.wordpress.com/2011/05/kasih-ibu.jpg?w=300&#038;h=243" alt="" width="300" height="243" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Tapi, mengapa masih banyak anak durhaka pada ibunya? Kalian harus tahu, saat ibu sudah tak ada di sisi kita, yang ada hanyalah penyesalan. Takkan ada lagi kasih sayang, belaian, nasihat dari ibunda tercinta.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/menangis/" rel="attachment wp-att-132"><img class="aligncenter size-medium wp-image-132" title="menangis" src="http://ginarosmalia.files.wordpress.com/2011/05/menangis.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Mengapa kita belum bisa membahagiakan beliau di dunia ini. Bagaimana mungkin kita menyia-nyiakan seorang ibu yang sudah mengandung, melahirkan setengah mati, merawat kita, menyusui kita? Tengah malam, waktunya beliau rehat dari kesibukannya terbangun karena mendengar suara tangis kita.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/ibu/" rel="attachment wp-att-131"><img class="aligncenter size-medium wp-image-131" title="ibu" src="http://ginarosmalia.files.wordpress.com/2011/05/ibu.jpg?w=232&#038;h=300" alt="" width="232" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Wahai kawan, sayangi, cintai, hargai, dan jagalah ibu kita seperti ia menyayangi, mencintai kita. Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak kepada ibu hanya sepanjang jalan. Beruntunglah kalian masih ada ibu yang menyayangi dan mendo’akan kalian.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ginarosmalia.wordpress.com/2011/05/23/kasih-ibu-sepanjang-masa/kasih-ibu2/" rel="attachment wp-att-133"><img class="aligncenter size-medium wp-image-133" title="kasih ibu2" src="http://ginarosmalia.files.wordpress.com/2011/05/kasih-ibu2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Ingat, Syurga ada di bawah telapak kaki ibu..</p>
<p style="text-align:center;">^^</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mother's Love]]></title>
<link>http://mybeautifulskin.wordpress.com/2011/05/18/mothers-love/</link>
<pubDate>Wed, 18 May 2011 23:39:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>hy04</dc:creator>
<guid>http://mybeautifulskin.wordpress.com/2011/05/18/mothers-love/</guid>
<description><![CDATA[:: Mamaku hanya punya 1 mata, aku membencinya.. dia memalukan bagi aku. Dia memasak di SMP tempat ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>:: Mamaku hanya punya 1 mata, aku membencinya.. dia memalukan bagi aku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami.<br />
Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, lalu mengacuhkannya dan berlari pergi.</p>
<p>Keesokan harinya, teman2 mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang, aku berteriak kepadanya &#8220;Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja ?!&#8221; Aku benar2 marah saat itu.</p>
<p>Aku bertekad keluar dari rumah itu dan tidak berhubungan dengan dia sama sekali. Jadi, aku belajar dengan semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di Singapura. Aku menikah, punya anak dan bahagia dengan kehidupanku.</p>
<p>Sampai suatu hari, Mama datang ke Singapura untuk menjenguk, saat di depan pintu, anak2 ku melihat dan ketakutan, saat itu juga aku berteriak &#8220;Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak2 !!&#8221; Dia terkejut dan menjawab &#8220;Maafkan saya, mungkin saya salah alamat&#8221;</p>
<p>Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat 1 rumah, dimana aku tinggal saat itu, hanya ingin tahu dan kata seorang tetangga mama sudah meninggal, aku tidak meneteskan air mata. Tetanggaku memberikan surat yang Mama ingin aku membacanya.<br />
&#8220;Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, Maafkan aku saat datang ke Singapura dan menakuti anak2 mu dan juga maafkan aku membuatmu malu didepan teman2 mu dulu.. Semoga kamu mengerti.. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan 1 mata, sebagai Mama, aku tidak sanggup melihatmu tumbuh dengan 1 mata, jadi aku memberikan milikku.. Aku bahagia karena anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu..<br />
-With  love, Mama-<br />
From the book LOVE IN SILENCE</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mother's Love]]></title>
<link>http://lovelifeiswonderful.wordpress.com/2011/05/13/mothers-love/</link>
<pubDate>Fri, 13 May 2011 08:57:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aylin Azfer</dc:creator>
<guid>http://lovelifeiswonderful.wordpress.com/2011/05/13/mothers-love/</guid>
<description><![CDATA[Since this is my first posting in May and we celebrated Mother&#8217;s Day in May therefore I would]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Since this is my first posting in May and we celebrated Mother&#8217;s Day in May therefore I would like to dedicated my first post to both moms of mine&#8230;&#8230;&#8230;Sure those reading my blog would be asking the question why moms not mom&#8230;Well the answer is simple coz I have two moms which one is my birth mom and the second one is my mother in law.</p>
<p style="text-align:center;">Yes I do treat my mother in law as my own mom&#8230;i&#8217;ve been living with her since the first year we move in to our new house for the past 7 years. I love both mom so much&#8230;.there is up &#38; down in our relationship during our years together but heck my moms is the best and  I Love Mama so much <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;">Mama Laila is my mom during my teenage years I wasn&#8217;t that closed to her compared to my dad since I&#8217;m the only daughter in the family. We usually had some disagreements with mama due to that I alwiz thought that mom alwiz find me at fault&#8230;.so end up me alwiz had a fight. But when time pass by and I have to go to the college where I have to lived separately from my family only then I realized how much I miss her and love her so much. And when I become a mother myself only then i know how precious is my mom and why does we had so many disagreements during my growing up years. Now I&#8217;m having my own family a mother of two beautiful sons I will alwiz be grateful to god for giving the chance to have a mom like my mom she is my everything <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:center;">Mama Hairun is my mother in law and never treat her like my mother in law but i&#8217;ll alwiz treat her like my own mom. Why bcoz she&#8217;s my beloved hubby&#8217;s mom and my mom alwiz remind me to treat her as my own mom. We are just like friends coz she alwiz back me up and support me if I have any dispute with my hubby&#8230;..hehehe how lucky I Am&#8230;.I even spent more time with her compared to my own mom due to the fact that we lived together. We love going places and shopping together. She even treat me as her own daughter. Thank you Mama.</p>
<p style="text-align:center;">To both moms I Love U so much and thank you for taking care of me, guiding me, giving me advice and loving me the way you do. I will never be able to pay back what you have done regardless how much I tried to.</p>
<p style="text-align:center;">I LOVE U MAMA WITH ALL MY HEARTS</p>
<div id="attachment_7" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://lovelifeiswonderful.files.wordpress.com/2011/05/135.jpg"><img class="size-medium wp-image-7" title="I Love U both Mama" src="http://lovelifeiswonderful.files.wordpress.com/2011/05/135.jpg?w=300&#038;h=258" alt="" width="300" height="258" /></a><p class="wp-caption-text">Mama Hairun &#38; Mama Laila</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kasih ibu]]></title>
<link>http://danaukembar.wordpress.com/2011/05/08/kasih-ibu/</link>
<pubDate>Sun, 08 May 2011 07:56:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>danaukembar</dc:creator>
<guid>http://danaukembar.wordpress.com/2011/05/08/kasih-ibu/</guid>
<description><![CDATA[Kasih Sayang Seorang Ibu oleh : Rini NB Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Seb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kasih Sayang Seorang Ibu</p>
<p>oleh : Rini NB</p>
<p>Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.<br />
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.<br />
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.<br />
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.<br />
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.<!--more--><br />
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.<br />
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.<br />
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.<br />
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.<br />
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.<br />
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.<br />
Sebagai balasannya, kau berteriak.&#8221;NGGAK MAU!!&#8221;<br />
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.<br />
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.<br />
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.<br />
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.<br />
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.<br />
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.<br />
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.<br />
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.<br />
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.<br />
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.<br />
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.<br />
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.<br />
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.<br />
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.<br />
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.<br />
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.<br />
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.<br />
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.<br />
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.<br />
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.<br />
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.<br />
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.<br />
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.<br />
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.<br />
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.<br />
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.<br />
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, &#8220;Dari mana saja seharian ini?&#8221;<br />
Sebagai balasannya, kau jawab,&#8221;Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!&#8221;<br />
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.<br />
Sebagai balasannya, kau katakan,&#8221;Aku tidak ingin seperti Ibu.&#8221;<br />
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.<br />
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.<br />
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.<br />
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.<br />
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.<br />
Sebagai balasannya, kau mengeluh,&#8221;Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?&#8221;<br />
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.<br />
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.<br />
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,&#8221;Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!&#8221;<br />
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.<br />
Sebagai balasannya, kau jawab,&#8221;Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.&#8221;<br />
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.<br />
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.<br />
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.(opinum.com)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadiah dari Ibu]]></title>
<link>http://savingmemoir.wordpress.com/2011/05/08/hadiah-dari-ibu/</link>
<pubDate>Sun, 08 May 2011 00:16:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>mujahid nordin</dc:creator>
<guid>http://savingmemoir.wordpress.com/2011/05/08/hadiah-dari-ibu/</guid>
<description><![CDATA[(Pengalaman Salih Al Mazi) Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke masjid ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[(Pengalaman Salih Al Mazi) Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke masjid ja]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[cinta seputih susu]]></title>
<link>http://muharrikdaie.wordpress.com/2011/05/07/cinta-seputih-susu/</link>
<pubDate>Sat, 07 May 2011 03:38:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>muharrikdaie</dc:creator>
<guid>http://muharrikdaie.wordpress.com/2011/05/07/cinta-seputih-susu/</guid>
<description><![CDATA[Sebagai anak yatim piatu yang menumpang berlabuh dibumi ini, aku terkadang menjadi manusia perasa. M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebagai anak yatim piatu yang menumpang berlabuh dibumi ini, aku terkadang menjadi manusia perasa. M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Perjuangan Hidup]]></title>
<link>http://harestya.wordpress.com/2011/05/02/tentang-perjuangan-hidup/</link>
<pubDate>Mon, 02 May 2011 09:54:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
<guid>http://harestya.wordpress.com/2011/05/02/tentang-perjuangan-hidup/</guid>
<description><![CDATA[Ada seorang perempuan yang Ummi kenal sangat dekat, perempuan yang mengajarkan tentang &#8220;perkel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3><span class="Apple-style-span" style="font-size:16px;line-height:19px;color:#444444;">Ada seorang perempuan yang Ummi kenal sangat dekat, perempuan yang mengajarkan tentang &#8220;perkelahian&#8221;. Tentang &#8220;perjuangan&#8221;. Konotasi maupun denotasi.</span></h3>
<div id="post-body-3204771505569016540">
<div>Sejak usia 1 tahun, setiap siang Ummi tinggal di rumah dengan &#8220;Mbak&#8221; yang ngurus rumah. Atau kalau si Mbak lagi mudik saya &#8220;dititipkan&#8221; di rumah tante atau bahkan tetangga. Kala dititipkan itu, Ummi sering sekali rindu dengan rumah, sampai menangis saat ditelepon. Berharap sore ini Ummi dijemput. Tapi seminggu kemudian, pada hari Jumat, barulah Ummi dibawa pulang.</div>
<div>.</div>
<div>Ketika TK, karena Ibu masih bekerja, tak jarang ketika pulang sekolah Ummi sendirian. Teman lain dijemput dan Ummi malas menunggu si Mbak menjemput. Lama.</div>
<div>Untuk pulang Ummi harus melewati dua jalan raya dan dua komplek. Terkadang Ummi dijahili teman. Kadang dijorokin dari perosotan, dikejar-kejar&#8230;dan reaksi Ummi?</div>
<div>SAYA BALAS SEMAMPU SAYA!</div>
<div>
<p><!--morelanjut untuk mengingat ibu--></p>
<div id="attachment_240" class="wp-caption aligncenter" style="width: 368px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/pendaki-hidup.jpg"><img class="size-full wp-image-240  " title="pendaki-hidup" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/pendaki-hidup.jpg?w=358&#038;h=269" alt="" width="358" height="269" /></a><p class="wp-caption-text">Pendaki Hidup</p></div>
</div>
<div>TK, gigi Ummi harus dicabut, dan Ibu mengantar perawatan gigi ke RSCM. Perawatan gigi dimulai jam 8, kemudian Ibu meninggalkan Ummi untuk ke kantor. Jam 10 seharusnya dijemput untuk ke kantor ibu. Jam 10, jam 11, jam 12, Ibu belum datang. Ummi pulang saja sendiri ke kantor ibu saya jalan kaki! Ummi sampai kantor ibu pingsan! (Ternyata Ibu telepon ke dokternya untuk bilang telat jemput dan kata dokternya Ummi udah gak ada,,, iya lo.. mantep ga tuh&#8230;)</div>
<div>.</div>
<div>SD, keadaan <em>financial</em> keluarga Ummi agak oleng karena kantor tempat Ayah kerja pailit. Ummi jajan Rp. 100 seharian dan harus mengumpulkan uang berminggu-minggu agar bisa beli raket seharga Rp. 5000 untuk tes olahraga. Di SD Ummi sangat nakal, berkali-kali masuk ruang Kepsek karena mukulin anak orang, ngehasut 1 kelas buat bolos, berantem sama SD lain (<del>siliwangi</del>). Akan tetapi, tidak pernah ada kata-kata &#8220;dikeluarin&#8221; karena Ummi murid teladan waktu SD, (percaya ga percaya ^_^)</div>
<div>.</div>
<div>SMP, Ummi daratkan bogem mentah dan tendangan ke pipi cowok yang nge-hina Ummi. Dan, yah&#8230; masuk BP. Yang Ummi ingat ketika itu adalah kata-kata Ibu</div>
<div>&#8220;Kalau dijahatin lawan sekuat-kuatnya! Kalau gak berani, lari, tapi jangan pernah pulang sambil nangis!&#8221;</div>
<div>Ummi sering ambil opsi pertama.</div>
<div>.</div>
<div>SMA, Ummi terlibat candu organisasi, berputar dalam warna hijau, dekat dengan kalangan orang shalih. Ibu adalah orang pertama yang langsung men<em>support </em>untuk segalanya. Masak gratis untuk panitia sebuah acara. Bayarin semua dauroh Ummi. Bujukin Ayah buat izinin Ummi pergi ke mana saja ada dauroh. Telepon tiap jam 7 malam (batas paling malam di luar rumah) &#8220;NURUL&#8230;JAM BERAPA NI..?!.&#8221;</div>
<div>.</div>
<div>Namun, Ummi sempat mengalami fase hubungan terburuk dengan ibu ketika SMP. Berantem setiap hari. Pilihannya hanya dua: Ummi atau Ibu Ummi yang akhirnya menangis.</div>
<div>.</div>
<div>Ummi pernah bercerita tentang kehebatan A yang pinter banget, B yang ceria, C yang <em>tajir abis</em>, D yang pinter organisasi, E yang cantik banget, F yang lembut banget, dan apa yang dijawab Ibu?</div>
<div>&#8220;Buat Ibu kamu semuanya&#8221;</div>
<div>.</div>
<div>&#8230;tes&#8230; tes&#8230;[gerimis].</div>
<div>ada sesuatu yang Ummi rasakan entah apa&#8230;</div>
<div>.</div>
<div>Hmmh&#8230; waktu Ummi sangat panjang bersamanya,,,</div>
<div>Ibu  kini,,, lemah dan masih berjuang untuk kankernya sejak 3 tahunan lalu.</div>
<div>Ummi kembali  teringat, malam itu Ibu SMS di tengah sakit yang beliau rasakan, di kamarnya Ibu ketik sms:</div>
<div>&#8220;Untuk kehidupan&#8230; Berani? Lawan sekuat2nya. Kalau gak berani? Boleh kok lari, tapi jangan pernah pulang sambil nangis. Maafin Ibu ya kalo selama sakit ngerepotin Nurul&#8221;</div>
<div>.</div>
<div>Saya&#8230;speechless&#8230;</div>
<div>
<div id="attachment_241" class="wp-caption aligncenter" style="width: 395px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/ibu-dan-anak1.jpg"><img class="size-full wp-image-241 " title="ibu dan anak" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/ibu-dan-anak1.jpg?w=385&#038;h=307" alt="" width="385" height="307" /></a><p class="wp-caption-text">Sayang yang tak mungkin terbalas</p></div>
</div>
<div>Ibu buat saya adalah lembaran yang terbuka, sangat tak ada misteri..</div>
<div>Ibu saya&#8230; segalanya&#8230;</div>
<div>Bila masih banyak waktu saya untuknya,,, akan saya habiskan waktu saya bersamanya.</div>
<div>.</div>
<div>_nurul ainul mardiyah_</div>
<div>(nama ini pun ibu saya yang memberikan)</div>
<div>.</div>
</div>
<div><em>sumber gambar: stevaniabb.blogspot.com, iinmorero.blogspot.com</em></div>
<div style="text-align:right;">[Ummi]</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah Malaikat Pelindungmu yang 'Sebenarnya']]></title>
<link>http://febrialams.wordpress.com/2011/04/06/inilah-malaikat-pelindungmu-yang-sebenarnya/</link>
<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 07:25:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>febrialams</dc:creator>
<guid>http://febrialams.wordpress.com/2011/04/06/inilah-malaikat-pelindungmu-yang-sebenarnya/</guid>
<description><![CDATA[Percakapan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Lahir Ke Dunia Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke du]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Percakapan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Lahir Ke Dunia</p>
</div>
<div>
<p>Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan &#8230; Dia bertanya kepada TUHAN :</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>bayi : &#8220;para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi&#8230;.bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<p><a href="http://goo.gl/m8taj"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_-QzHaHjalQY/TUEdEAJyr-I/AAAAAAAAVKA/X-r18DnFRzQ/s1600/angel.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>TUHAN : &#8220;aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>bayi : &#8220;tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>TUHAN : &#8220;malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>bayi : &#8220;dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?&#8221;</p>
</div>
<div>
<p><!--more--></p>
</div>
<div>
<p>TUHAN : &#8220;malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>bayi : &#8220;saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya&#8221;?</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>TUHAN : &#8220;malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>bayi : &#8220;tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>TUHAN : &#8220;malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>saat itu surga begitu tenangnya&#8230;sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>bayi : &#8220;TUHAN&#8230;&#8230;&#8230;.jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti&#8221;?</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>TUHAN : &#8220;kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu&#8230;&#8230; I B U &#8230;&#8221;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>kenanglah ibu yang menyayangimu..</p>
</div>
<div>
<p>Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi&#8230;</p>
</div>
<div>
<p>Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?</p>
</div>
<div>
<p>Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit&#8230;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>Kembalilah&#8230;mohon maaf&#8230;pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada&#8230;</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita&#8230;,tak ada lagi senyuman indah&#8230;tanda bahagia..</p>
</div>
<div>
<p>Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..</p>
</div>
<div>
<p>Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo&#8217;akanmu disetiap hembusan nafasnya..</p>
</div>
<div>
<p>Pulang..dan kembalilah segera&#8230;peluklah ibu yang selalu menyayangimu..</p>
</div>
<div>
<p>&#160;</p>
</div>
<div>
<p>Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..</p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Renungan Kasih Sayang Seorang Ibu / Bunda]]></title>
<link>http://riscacabechaa.wordpress.com/2011/04/05/renungan-kasih-sayang-seorang-ibu-bunda/</link>
<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 15:41:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>riscacabechaa</dc:creator>
<guid>http://riscacabechaa.wordpress.com/2011/04/05/renungan-kasih-sayang-seorang-ibu-bunda/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor<br />
senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.</p>
<p style="text-align:justify;">Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini<br />
betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya<br />
kalau tidak ada keperluan penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan<br />
pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,<br />
cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada<br />
anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.<br />
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh<br />
sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil.<br />
Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran<br />
usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. “Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan.<br />
Jangan di ungkit lagi”. Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.</p>
<p style="text-align:justify;">Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Ketika membaca kisah ini di media cetak, saya sempat menangis.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://riscacabechaa.files.wordpress.com/2011/04/emaa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-139" title="Emaa" src="http://riscacabechaa.files.wordpress.com/2011/04/emaa.jpg?w=200&#038;h=200" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KASIH IBU SEHINGGA KE HUJUNG NYAWA]]></title>
<link>http://keradihutan.wordpress.com/2011/03/29/kasih-ibu-sehingga-ke-hujung-nyawa/</link>
<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 23:49:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>sagaraptor</dc:creator>
<guid>http://keradihutan.wordpress.com/2011/03/29/kasih-ibu-sehingga-ke-hujung-nyawa/</guid>
<description><![CDATA[Setiap ibu yang menyusukan anak mereka tentunya mahukan yang terbaik untuk si kecil. Malah setiap ib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Setiap ibu yang menyusukan anak mereka tentunya mahukan yang terbaik untuk si kecil. Malah setiap ibu juga sanggup berkorban apa sahaja demi melihat kebahagiaan anak mereka. Hari ni mama nak kongsikan bersama cerita tentang kasih sayang seorang ibu sehingga ke hujung nyawa. Mama dapat cerita ni daripada salah seorang mbfpc iaitu ibu<a href="http://menyususimanja.blogspot.com/2011/01/kasih-ibu-sehingga-ke-hujung-nyawa.html"> Nora Herni</a>. Ini kisahnya&#8230;</div>
<div style="text-align:justify;">_________________________________________________________</div>
<div style="text-align:justify;"></div>
<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><a href="http://keradihutan.files.wordpress.com/2011/03/mother20holding20baby1.jpg" style="margin-left:1em;margin-right:1em;"><img border="0" height="320" src="http://keradihutan.files.wordpress.com/2011/03/mother20holding20baby1.jpg?w=213&#038;h=320" width="213" /></a></div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Hari ini, saya terpanggil bagi berkongsi satu kisah yang sangat menyentuh hati dan naluri saya sebagai seorang yang bergelar ummi, anak dan insan. Kisah ini adalah perkongsian daripada seorang DJ radio yang menjadi halwa telinga saya di dalam kereta, sepanjang menuju ke pejabat. Ini adalah kisah benar yang diceritakan oleh rakan beliau yang bertugas sebagai anggota bomba. Mungkin ada juga rakan-rakan di luar sana yang turut mendengar perkongsian ini.</span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Kisahnya perihal satu keluarga yang mengalami kemalangan ngeri. Kereta yang mereka naiki terbabas, berpusing, melanggar pembahagi jalan lalu terperosok ke dalam longkang. Dalam kejadian ini, kereta itu remuk teruk dan penumpangnya mengalami kecederaan parah. Cermin hadapan habis retak berderai. Tidak ditekankan keadaan pemandunya. Tetapi saya fikir, pemandunya menemui ajal di situ juga.<span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"> </span></span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Mahu diceritakan, penumpang yang duduk di sebelah pemandu mengalami kecederaan yang sangat parah. Wajahnya habis berlumuran darah. Dahinya terkopek sehingga menonjolkan tulang tengkorak. Mungkin juga akibat terhantuk pada papan pemuka kereta ditambah dengan pecahan kaca cermin hadapan. Ajaibnya kuasa Tuhan, bayinya selamat tetapi terpelanting ke kerusi belakang. Bayi kecil yang tidak tahu apa-apa itu meraung dan menangis. Mungkin kerana kesakitan, kesedihan, terkejut dan sebagainya.</span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Sewaktu anggota bomba itu mengambil dan mahu menyelamatkan si kecil tadi, ibunya terketar-ketar dan menggigil sambil memberi isyarat kepada beliau.<span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"> </span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><span style="font-style:italic;">Subhanallah</span></span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><span style="font-style:italic;">,</span></span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"> </span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">rupa-rupanya si ibu tadi mahukan bayinya bagi disusukan. Diselak bajunya dengan sedaya upaya dan disusukan si kecil itu dengan penuh rasa sayu, pilu dan kasih sayang.</span></span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Si kecil senyap di dalam dakapan ibunya. Betapa nyamannya dakapan ibu itu sehingga mampu menenangkan si kecil yang ketakutan. Dengan kuasa dan izin Allah, ibu itu tiba-tiba tercungap-cungap mencari nafas, tanda ajalnya yang semakin hampir. Lalu terkapailah si ibu dalam keadaan yang penuh rasa tanggungjawab dan kasih sayang itu. Ya Allah, betapa pilunya situasi itu sehingga merenggut ketenangan anggota bomba tadi.</span></div>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;">Sewaktu saya mendengar perkongsian ini, air mata saya berderaian laju menitis di pipi. Malah, tatkala menukil kata demi kata dalam ruang maya ini juga, bagaikan sukar air mata ini mahu ditepis. Betapa luhur dan agungnya perasaan kasih seorang ibu kepada permata hatinya. Tidak terbalas dek kita sebagai anak, yang selama ini tidak habis-habis bergantung pada jasa ibu.</span></span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Dari kecil dibelai ibu, sudah besar masih juga mahu bergantung pada ibu. Masakan tersedap, air tangan ibu. Segala pengalaman dunia, mahu dirujuk pada ibu.<span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"> </span></span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Sahabat sekalian, selagi kita memiliki dan punya ibu, hargailah ibu kita setinggi-tingginya. Muliakan dan tatanglah ibu kita persis menatang air yang penuh tatkala berada di gurun yang gersang tanpa penghujung. Betapa berharganya air itu sehingga sekiranya boleh, setitis pun kita tidak mahu jatuh ke bumi. Tanpa air itu, takkan lama kita bertahan dalam mengharungi perjalanan di atas gurun tadi.</span></div>
<p><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"></span>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Semoga kita mendapat iktibar daripada kisah yang dikongsikan ini. Sekian.</span><br /><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><br /></span><br /><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">_________________________________________________________</span></div>
<p>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">Sedihkan..mama tak mampu nak menahan air mata mama, terlalu sedih dan mama masih </span><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;">terbayang-bayang akan nasib anak itu. Kesian dia yang kehilangan tempat bermanja dan mendapatkan setitis susu ibunya. </span></div>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><i><b><span class="Apple-style-span" style="color:#741b47;">Betapa beruntungnya kita yang masih berpeluang menyusukan si manja kita!</span></b></i></span></div>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><i><b><span class="Apple-style-span" style="color:#741b47;"><br /></span></b></i></span></div>
<div style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-family:arial;font-size:14px;line-height:22px;"><i><b><span class="Apple-style-span" style="color:#741b47;"><br /></span></b></i></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pohon Apel]]></title>
<link>http://madurastar.wordpress.com/2011/03/23/pohon-apel/</link>
<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 02:26:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>abaware</dc:creator>
<guid>http://madurastar.wordpress.com/2011/03/23/pohon-apel/</guid>
<description><![CDATA[Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap har]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap har]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya]]></title>
<link>http://madurastar.wordpress.com/2011/03/23/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya/</link>
<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 02:17:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>abaware</dc:creator>
<guid>http://madurastar.wordpress.com/2011/03/23/delapan-kebohongan-seorang-ibu-dalam-hidupnya/</guid>
<description><![CDATA[Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BEASISWA BUAT SANG ANAK]]></title>
<link>http://sasumaspirit.wordpress.com/2011/03/22/beasiswa-buat-sang-anak/</link>
<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 06:10:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>sasumaspirit</dc:creator>
<guid>http://sasumaspirit.wordpress.com/2011/03/22/beasiswa-buat-sang-anak/</guid>
<description><![CDATA[Ibu itu hatinya sangat sedih. Sudah beberapa bulan dia belum bisa membayar SPP sekolah anaknya yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu itu hatinya sangat sedih. Sudah beberapa bulan dia belum bisa membayar SPP sekolah anaknya yang baru duduk di kelas 1 SMP. Berulang kali anaknya tersebut dipanggil bagian Tata Usaha sekolah. Apalagi kalau bukan untuk ditanya kapan dia akan membayar tunggakan SPP.</p>
<p>Suatu hari si Ibu mendengar addlips di radio. Sebuah perusahaan batu baterai skala nasional akan memberikan beasiswa bagi para pendengar radio. Syaratnya sangat mudah, yaitu mengirimkan biodata plus cangkang plastic baterai tersebut. Serta merta si Ibu membeli batu baterai dan mengirimkan biodata anaknya ke alamat yang disebutkan di radio tersebut.</p>
<p>Sesuai batas waktu pengiriman yang diberitakan di radio, hati si Ibu mulai deg-degan. Ia sangat berharap anaknya bisa memenangkan hadiah beasiswa dari perusahaan tersebut. Setiap hari si Ibu mendengarkan radio karena takut pengumuman pemenang terlewatkan. Saking sangat berharapnya, setiap kali dia melihat mobil yang bergambar perusahaan batu baterai itu di jalan, si Ibu ingin menghampiri dan menanyakan kepada sopirnya kapan pengumuman itu disampaikan. “Mamah serasa jadi orang gila saat itu” kenang si Ibu 10 tahun kemudian saat bercerita kepada anaknya.</p>
<p>Pada suatu hari terdengar pengumuman di Masjid. Pengumuman itu menyebutkan ada kiriman dari Perusahaan Batu Baterai untuk anak si Ibu. “Alhamdulillah terima kasihh Ya Allah Engkau telah mengabulkan doa hambamu ini” pekik si Ibu. Air matanya mengalir tak tertahan. Ingin rasanya berlari menuju mesjid dan memeluk hadiah yang akan diterima anaknya itu.</p>
<p>Hadiah itu diserahkan oleh Pak Ujang yang menerima titipan dari perusahaan Batu Baterai itu. Sebuah bungkusan kecil berbentuk kotak. Lembar-demi lembar kertas pembungkus di buka. Ternyata hadiah tersebut berupa beberapa buah buku tulis. “Ya Allah….” Si Ibu tertegun. Bukan hadiah seperti ini yang dia harapkan. Buku ini tidak bisa menuntaskan masalah tunggakan SPP anaknya. Si Ibu kembali ke rumah dan berusaha membangun senyumnya. Dia tidak ingin memperlihatkan kekecewaannya kepada anaknya. Dia ingin anaknya tetap bangga karena mendapat hadiah dari sebuah perusahaan nasional.</p>
<p>Pembaca yang saya hormat,</p>
<p>Dari cerita ini saya hanya ingin menggambarkan bagaimana semangat seorang ibu disela keterbatasan hidup yang dimilikinya. Terlepas dari tidak sesuainya hadiah yang dia dapat, tetapi si Ibu dengan penuh semangat telah berusaha memanfaatkan peluang yang ada. Dan ketika kekecewaan yang dia dapat, dia bangkit kembali membangun senyumnya untuk tetap menumbuhkan semangat pada anaknya.</p>
<p>Catatan : Ini kisah nyata tahun 1985-an</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MEMBANGKITKAN SEMANGAT ANAK DI PAGI HARI]]></title>
<link>http://sasumaspirit.wordpress.com/2011/02/28/membangkitkan-semangat-anak-di-pagi-hari/</link>
<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 09:37:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>sasumaspirit</dc:creator>
<guid>http://sasumaspirit.wordpress.com/2011/02/28/membangkitkan-semangat-anak-di-pagi-hari/</guid>
<description><![CDATA[Selama ini ada kebiasaan yang tidak saya sadari berdampak buruk kepada anak-anak. Selepas shalat sub]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini ada kebiasaan yang tidak saya sadari berdampak buruk kepada anak-anak. Selepas shalat subuh dan membangunkan anak-anak, saya langsung menyalakan televisi untuk menonton berita olah raga, khususnya sepak bola. Terkadang saya berebut channel dengan anakku terkecilku yang ingin nonton film kartun. Sekali-kali mengalah, tapi lain kali sikap egoku muncul. Anak harus tahu bahwa bapaknya ini juga punya hak nonton. Kekanak-kanakkan memang. Tapi itulah sifat manusia kalau sudah terikat hobi, bisa seperti anak-anak.</p>
<p>Dampak buruk yang saya maksud adalah anak-anak jadi lebih terfokus pada televisi setiap kali bangun. Kadang mereka jadi susah disuruh mandi atau sarapan. Akibatnya berangkat ke sekolah dan ke kantor menjadi selalu terlambat. &#8220;Saya harus memutus kebiasaan buruk ini. Saya harus memberikan sesuatu yang memotivasi semangat mereka&#8221;, pikirku. Dan itu dimulai dari diri saya sendiri, JANGAN NYALAKAN TV DI PAGI HARI. Saya mengubahnya dengan menyalakan DVD dan memperdengarkan tadarus, kemudian nasyid dan lagu-lagu islami untuk anak-anak. Terjadi perubahan.</p>
<p>Kalo saat TV dinyalakan anak-anakku pada melongo dan berebut channel, sekarang mereka turut mendendang lagu-lagu nasyid dan terlihat bersemangat. Mereka tidak khawatir tertinggal sesuatu (film) saat mereka mandi, mereka masih bisa mengikuti suara alunan nasyid dari kamar mandi. Ketika yang didengar lagu nasyid anak yang menghentak, mereka berjingkrak-jingkrak sehingga badannya tidak berat untuk melakukan aktivitas lain.</p>
<p>Dan alhamdulillah, sekarang suasana pagi di rumahku tidak ada lagi terdengar pertengkaran anak-anak berebut channel atau merengek memancing perhatian saya. Kami bisa melakukan persiapan sekolah dan bekerja secara lebih cepat. Dan meninggalkan rumah untuk beraktivitas dengan lebih bersemangat. &#8220;Bismillahitawakkaltu &#8216;alallah&#8221;, kata anakku ketika motor mulai melaju mengantarnya pergi sekolah.</p>
<p>Semoga bermanfaat, terutama bagi Bapak2 yang selama ini terkurung dalam hobi nonton pagi.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
