<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>katholik &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/katholik/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "katholik"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 23:03:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[SELAYANG PANDANG TENTANG PERMASALAHAN PENDIDIKAN ]]></title>
<link>http://nbasis.wordpress.com/2009/11/11/selayang-pandang-tentang-permasalahan-pendidikan/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 20:34:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>nbasis</dc:creator>
<guid>http://nbasis.wordpress.com/2009/11/11/selayang-pandang-tentang-permasalahan-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Muslim Simbolon, M.Ag Posting ini adalah pokok pikiran yang disampaikan dalam diskusi bulanan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Muslim Simbolon, M.Ag Posting ini adalah pokok pikiran yang disampaikan dalam diskusi bulanan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Highlight Pemilukada Kota Medan: MEMBICARAKAN HAL-HAL "PAHIT"]]></title>
<link>http://nbasis.wordpress.com/2009/11/09/highlight-pemilukada-kota-medan-membicarakan-hal-hal-pahit/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 21:50:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>nbasis</dc:creator>
<guid>http://nbasis.wordpress.com/2009/11/09/highlight-pemilukada-kota-medan-membicarakan-hal-hal-pahit/</guid>
<description><![CDATA[Karena perbedaan agama (Islam dan Kristen) sub-sub etnis Batak  sering harus berhadap-hadapan dalam ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Karena perbedaan agama (Islam dan Kristen) sub-sub etnis Batak  sering harus berhadap-hadapan dalam ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendeta kaya]]></title>
<link>http://blink182x.wordpress.com/2009/10/24/pendeta-kaya/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 02:53:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>aphoy82s</dc:creator>
<guid>http://blink182x.wordpress.com/2009/10/24/pendeta-kaya/</guid>
<description><![CDATA[Pendeta katholik ditawarin mobil mewah supaya nggak jadi masuk Islam di Pendeta kaya raya http://mua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pendeta katholik ditawarin mobil mewah supaya nggak jadi masuk Islam di Pendeta kaya raya http://muallaf2008.peperonity.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tigabelas Pesan Bunda Teresa]]></title>
<link>http://pendakigunung.wordpress.com/2009/10/15/tiga-belas-pesan-bunda-teresa/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 07:03:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Stanislaus Riyanta</dc:creator>
<guid>http://pendakigunung.wordpress.com/2009/10/15/tiga-belas-pesan-bunda-teresa/</guid>
<description><![CDATA[Mengenal diri sendiri membuat kita berlutut dengan rendah hati. Tigabelas pesan Bunda Teresa adalah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mengenal diri sendiri membuat kita berlutut dengan rendah hati. Tigabelas pesan Bunda Teresa adalah ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Surat Dari Dumaring]]></title>
<link>http://irwanidris.wordpress.com/2009/10/12/surat-dari-dumaring/</link>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 19:06:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>irwan idris</dc:creator>
<guid>http://irwanidris.wordpress.com/2009/10/12/surat-dari-dumaring/</guid>
<description><![CDATA[Download Surat DUMARING Di Sini http://www.megaupload.com/?d=GZJERH7Z  Saya menerima komen yang tida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-893" title="letter" src="http://irwanidris.wordpress.com/files/2009/10/letter.jpg?w=300" alt="letter" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:center;">Download Surat DUMARING Di Sini<br />
<a href="http://www.megaupload.com/?d=GZJERH7Z">http://www.megaupload.com/?d=GZJERH7Z</a> </p>
<p>Saya menerima komen yang tidak ada kaitan dengan topik yang saya tulis di dalam Artikel Saya Seorang Muslim dari penulis bernama DUMARING dengan email <a href="mailto:jackgiau66@yahoo.com">jackgiau66@yahoo.com</a>. Saya tidak melabelkan dia sebagai anti Islam dan pemfitnah. Saya yakin beliau menulis  dari hati yang bersih hanya kerana terguris dengan penulisan saya.</p>
<p>Saya mohon maaf kepada saudara sekiranya penulisan saya mengguris hati saudara. Berlaku beberapa kesilapan dari informasi yang saudara tahu tentang ISLAM. ISLAM tidak dinamakan ISLAM kerana <strong>I</strong>sya, <strong>S</strong>ubuh, <strong>D</strong>zuhur, <strong>A</strong>sar, <strong>M</strong>aghrib. Dari mana saudara memperolehi maklumat tersebut saya pun tidak tahu dan saya yakin saudara bertanya kepada rakan rakan saudara yang beragama ISLAM tapi tidak mengamalkan ISLAM dan mereka menjawab pangkal huruf setiap waktu solat itu sebagai ISLAM. Itu bukan jawapannya. Jawapannya yang<span style="color:#ff0000;"> <strong>TEPAT</strong> </span>adalah sila rujuk <strong>AL-Quran <span style="color:#ff0000;">3:19</span></strong></p>
<p>Doa selepas azan bukan lah azan. Saudara harus menganalisa dengan tepat sekiranya saudara ingin mengulas tentang ISLAM.</p>
<p>Saya sudah huraikan maksud ISLAM dalam artikel saya yang lalu. Apa maksud ISLAM, ISLAM itu dinamakan oleh Allah sebagai agama dan ia ada tertulis didalam Al-Quran. Setiap ayat didalam Al-Quran bernombor dan saya boleh berikan setiap 1 bukti kepada saudara tanpa perlu mengelirukan saudara. Saya mohon agar saudara memiliki Al-Quran terjemahan bahasa yang saudara faham. Al-Quran lebih hebat dari perkara 20, kerana ayatnya bukan mengandungi 20 perkara malah lebih. Saya harap, saudara Dumaring yang budiman boleh memberikan saya bukti bukti saudara berdasarkan Bible yang suci kerana Bible juga setiap ayat didalamnya bernombor. Dan saya minta, sila berikan saya nombor rujukan berpandukan BIBLE setiap kali saudara menyentuh perkara perkara berbentuk saranan, persaudaraan dan keharmonian. Tunjukkan lah kepada pembaca bahawa kita sangat menyanjung BIBLE sehingga BIBLE itu menjadi pembela kita dalam perdebatan secara ONLINE mahupun secara berdepan depan. Jangan kita berlagak kita lebih hebat dari kitab otoriti kita. Kerana saya tidak hebat dari Al-Quran dan saya yakin saudara juga bukannya apa apa berbanding Bible saudara.</p>
<p>Saya mohon kepada saudara DUMARING, nyatakan mana satu artikel saya yang mengguris hati penganut Kristian? Sekiranya saudara mengmabil komen saya terhadap individu individu Kristian yang menggunakan nama nama samaran itu sebagai mengguris, itu adalah selayaknya mereka mendapat layanan seperti itu kerana mereka berbohong dan memfitnah ISLAM serta masyarakat ISLAM secara nyata. </p>
<p>Saya harap saudara faham maksud FITNAH. FITNAH adalah mengeluarkan kenyataan terhadap sesuatu isu tanpa bukti. Sekiranya kenyataan tanpa bukti boleh dijadikan sebagai sandaran kepada sentuhan sensitiviti, saya merasakan saudara ada masalah.</p>
<p>Tanpa memperpanjangkan lagi artikel ini, saya minta sekali lagi kepada saudara DUMARING agar menyatakan mana satu artikel saya yang mengguris hati penganut Kristian sekiranya saudara lah pembela Kristian di Sabah yang kononnya saya rendah rendahkan.</p>
<p>Saya YAKIN <em><strong>JESUS bukan bangsa KADAZAN DUSUN.<br />
</strong></em>Terima kasih.</p>
<p>by<br />
IRWAN IDRIS</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TRITUNGGAL MASUK AKAL ?**]]></title>
<link>http://pmkuncen.wordpress.com/2009/08/31/tritunggal-masuk-akal/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 06:32:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>pmkuncen</dc:creator>
<guid>http://pmkuncen.wordpress.com/2009/08/31/tritunggal-masuk-akal/</guid>
<description><![CDATA[Doktrin Trinitas &#8211; doktrin bahwa satu Tuhan adalah tiga pribadi berbeda namun sama-sama ilahi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Doktrin Trinitas &#8211; doktrin bahwa satu Tuhan adalah tiga pribadi berbeda namun sama-sama ilahi ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pelajaran]]></title>
<link>http://jhs5kdr.wordpress.com/2009/08/06/pelajaran/</link>
<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 04:17:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Askme</dc:creator>
<guid>http://jhs5kdr.wordpress.com/2009/08/06/pelajaran/</guid>
<description><![CDATA[tsdtgxhgchc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>tsdtgxhgchc</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Doa Bapa Kami: refleksi dan permenunganku]]></title>
<link>http://anwariksono.wordpress.com/2009/07/27/doa-bapa-kami-refleksi-dan-permenunganku/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 11:22:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Anwar Riksono</dc:creator>
<guid>http://anwariksono.wordpress.com/2009/07/27/doa-bapa-kami-refleksi-dan-permenunganku/</guid>
<description><![CDATA[Bagian dari perayaan Ekaristi (misa) yang paling menyentuh jiwaku adalah saat mendoakan atau menyany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bagian dari perayaan Ekaristi (misa) yang paling menyentuh jiwaku adalah saat mendoakan atau menyany]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Frank McCourt ist tot]]></title>
<link>http://ladyschaft.wordpress.com/2009/07/21/frank-mccourt-ist-tot/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 07:51:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>ladyschaft</dc:creator>
<guid>http://ladyschaft.wordpress.com/2009/07/21/frank-mccourt-ist-tot/</guid>
<description><![CDATA[Die Armut hat Frank McCourt reich gemacht. Genauer gesagt, die Beschreibung seiner Armut. Er selbst ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Die Armut hat Frank McCourt reich gemacht. Genauer gesagt, die Beschreibung seiner Armut. Er selbst ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalur Bebas Dosa]]></title>
<link>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/22/jalur-bebas-dosa/</link>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 11:43:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>deigratiakorea</dc:creator>
<guid>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/22/jalur-bebas-dosa/</guid>
<description><![CDATA[Matius 25:12-13 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Kare]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Matius 25:12-13<br />
Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.&#8221;</p>
<p>Bacaan Alkitab setahun: Amsal 15; Galatia 4; 2 Tawarikh 1-3</p>
<p>Saya pernah mengisi nomor voucher ke handphone sampai tiga kali namun tidak mau mengakses. Di monitor ada satu tulisan: &#8220;Kode voucher tidak dikenal&#8221;. Apa yang tidak beres? Ternyata satu angka belum saya masukkan.</p>
<p>Seingkali kita kuatir kalau-kalau hubungan kita dengan Tuhan sampai terjadi masalah, dan kita tidak bisa akses dengan Tuhan. Kita takut kalau kode voucher kita tidak dikenal. Dan hal ini akan sering terjadi kalau kita berlaku cela di hadapan Tuhan.</p>
<p>Ibadah yang semu, penuh kepura-puraan juga dapat menghambat komunikasi kita dengan Allah. Tuhan Allah pernah memperingatkan bangsa Israel melalui Nabi Yesaya, &#8220;Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran- Nya tidak kurang tajam untuk mendengar, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu&#8221; (Yesaya 59:1-2).</p>
<p>Kejahatan dan dosa-dosa kita menjadi penghambat utama hubungan kita dengan Allah. Kalau hal ini terjadi, hidup kita sebenarnya sedang ada dalam bahaya. Bahkan jika kita tidak hati-hati, kita akan mengalami kekeringan rohani. Bertobatlah kepada Bapa. Kembalilah kepada-Nya. Dia pasti menerima kita kembali. Allah tidak akan menutup pintu berkat cinta kasih-Nya kepada kita. Voucher kita dikenal Allah.</p>
<p>Pekerjaan Allah yang dilakukan dengan cara Allah tidak akan kekurangan dukungan Allah.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Misa bulan Juni 2009 dan tamu istimewa]]></title>
<link>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/12/misa-bulan-juni-2009-dan-tamu-istimewa/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 13:59:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>deigratiakorea</dc:creator>
<guid>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/12/misa-bulan-juni-2009-dan-tamu-istimewa/</guid>
<description><![CDATA[Bulan Juni tanggal 7, 2009 yang lalu kembali umat Katolik DeiGratia cabang Seoul menyelenggarakan mi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bulan Juni tanggal 7, 2009 yang lalu kembali umat Katolik DeiGratia cabang Seoul menyelenggarakan misa bersama.  Terasa sangat berbeda misa kali ini karena kehadiran tamu-tamu yang tidak lain adalah Pak John dan Ibu Ola.  Keduanya bisa dikatakan sebagai tamu namun juga anggota keluarga karena beliau berdua adalah alumni DeiGratia yang telah kembali ke kampung halaman di Indonesia.</p>
<p>Tampaknya ingin benar-benar menjawab kerinduan beliau berdua, tak kurang dari 29 umat (termasuk gembala Pt. Guido) hadir dalam misa tersebut.  Suasana semarak sebelum misa seolah ingin mengungkapkan betapa tamu-tamu kita adalah istimewa.  Yah benar adanya, mereka adalah anggota keluarga DeiGratia senior yang sangat memperhatikan kebutuhan rohani dan gizi anak-anak muda DeiGratia.</p>
<p>Selepas misa, keluarlah aneka hidangan oleh-oleh dari Indonesia yang ternyata memenuhi satu koper sendiri, terdiri dari dodol durian (wooowww), RW (makanan sangat haram dan pedas terbikin dari binatang yang senang menggonggong), dan aneka wujud mpek-mpek Palembang.  Ditambah sumbangan menu pecel dan urap yang woaahhh, para anggota DeiGratia (untuk selanjutnya disebut DeiGratiers) yang terlihat rindu dendam akan makanan Indonesia tersebut langsung mengganyang tandas semua hidangan tersebut.</p>
<p>Kebetulan DeiGratiers juga merayakan ulang tahun sang gembala baik (yang ke 33 tahun dan merupakan usia rawan terhadap upaya penyaliban), dan melepas kepulangan ke Indonesia anggota tersayang sekaligus pelupa, mas/mbak Andrea Albert.  Beliau telah berhasil menuntaskan hajat studinya di kampus TLBU (kampus angker terletak di atas bukit seputar Seoul).  Tapi, pulang satu datang dua, sehingga DeiGratiers tidak terlalu bersedih dengan kepulangan pria tidak penting yang baru saja disebutkan tadi.</p>
<p>Acara ditutup dengan 2 buah permainan yang semarak dan menambah keakraban.  Terutama dalam permainan tersebut DeiGratiers menyaksikan bahwa anggota seniorpun (berumur lanjut) bisa bertingkah polah menggelikan bak anak usia pra sekolah.</p>
<p>Selamat kembali menuntaskan tugas-tugas, dan salam bagi Pak John dan Ibu Ola yang telah kembali ke Indonesia, DeiGratiers akan senantiasa merindukan Bapak.Ibu berdua.  Tapi mohon maaf jika kelak DeiGratiers tak lagi mengingat mas/mbak Andrea!</p>
<p>Damai, damai, damai di hati dan di bumi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Deigratia, Tumbuh dan Berkembang Bersama Berkat Tuhan (Catatan Harian Umat Katolik di Korea Selatan)]]></title>
<link>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/08/deigratia-tumbuh-dan-berkembang-bersama-berkat-tuhan-catatan-harian-umat-katolik-di-korea-selatan/</link>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 05:37:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>deigratiakorea</dc:creator>
<guid>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/08/deigratia-tumbuh-dan-berkembang-bersama-berkat-tuhan-catatan-harian-umat-katolik-di-korea-selatan/</guid>
<description><![CDATA[Catatan: Tulisan berikut ini sudah pernah dimuat di majalah HIDUP, tahun edisi 2008. “Angga, lu di m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Catatan: Tulisan berikut ini sudah pernah dimuat di majalah HIDUP, tahun edisi 2008.</p>
<p>“Angga, lu di mana?”</p>
<p>“Gue udah mau nyampe kok, sudah turun dari kereta.”</p>
<p>“Romo Quido sama lu?”</p>
<p>“Iya, jangan khawatir, kami sudah sampe Stasiun Seoul National University of Education.”</p>
<p>“Lho, Angga, kita ngumpulnya di Seoul National University, bukan Seoul University of Education.”</p>
<p>“ O ya, di mana itu?”</p>
<p>“Masih 5 stasiun lagi dari tempat lu sekarang.”</p>
<p>“Waduh!”</p>
<p>Percakapan per telepon di atas terjadi pada suatu hari Minggu, antara dua orang mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Korea Selatan. Keduanya membuat janji untuk bertemu di stasiun kereta <em>subway</em>, untuk berangkat bersama-sama menuju tempat misa bahasa Indonesia. Salah satu mahasiswa bertugas menjemput pastor yang akan memimpin misa, dan seharusnya memandu pastor tersebut ke tempat misa, namun malah tersesat dan turun di stasiun kereta <em>subway</em> yang salah. Akibatnya sekitar 30 orang umat Katolik Indonesia harus menunggu pastor dan jadwal misa yang semula direncanakan mulai pukul 11 pagi akhirnya harus mundur satu jam karena pastor belum datang.</p>
<p>Tepuk tangan dan sorak sorai menyambut kedatangan pastor Quido Naikofi  SVD bersama rombongan yang akhirnya sampai juga di tempat misa. Segera meja ditata dan peralatan misa digelar, dan selama satu jam sekitar 30 orang umat tampak khusuk mengikuti misa berbahasa Indonesia tersebut.</p>
<p>Mengikuti misa berbahasa Indonesia di Korsel merupakan suatu kemewahan, mengingat tidak banyak masyarakat Indonesia di Korsel yang beragama Katolik. Dari sekitar 28.000 masyarakat Indonesia di Korsel yang sebagian besar merupakan tenaga kerja, saat ini baru tercatat sekitar 60 orang yang bergabung dalam komunitas Katolik yang diberi nama Deigratia.</p>
<p>“Sebelumnya, kami cuma mengadakan kumpul-kumpul sebulan sekali, dan misa dalam bahasa Indonesia. namun lama-lama kami merasa perlu memberi nama komunitas kami, agar selain kegiatannya lebih teroganisir, kami juga lebih mudah berkoordinasi,” jelas Bambang Veriansyah, salah satu pendiri komunitas Deigratia. Pada awalnya, hanya ada beberapa umat dari Indonesia yang secara tidak sengaja saling bertemu, dan memiliki kerinduan untuk mengikuti misa dalam bahasa Katolik. Maklumlah, di negara seperti Korsel, jangankan misa dalam bahasa Indonesia, misa dalam bahasa Inggris pun tidak akan bisa ditemui apabila kita tidak pergi ke katedral, atau ke gereja-gereja yang memiliki banyak umat orang asing.</p>
<p>Di beberapa gereja di sekitar Seoul, terdapat komunitas Katolik Filipina yang cukup besar, namun mereka umumnya menyelenggarakan misa dalam bahasa Tagalog, sehingga umat Katolik Indonesia pun sama tidak mengertinya seperti mengikuti misa bahasa Korea. Selain itu, meskipun tata cara dan urutan liturginya sama, tentu saja akan lebih pas kalau kita bisa mendengarkan dan mengerti isi khotbah Pastor. “Rasanya aneh kalau kita cuma bisa bilang amin dan setelah itu langsung komuni,” ungkap Maria Ola Wiranata, seorang ibu yang sering bolak-balik Indonesia-Korsel untuk mendampingi suaminya yang bertugas sebagai pilot maskapai penerbangan Korsel.</p>
<p>Menurut Bambang, pada awalnya warga Katolik Indonesia di Korsel hanya bertemu secara kebetulan, dari tempat mereka bekerja atau dari kampus. Mereka kemudian mengetahui ada beberapa pastor Indonesia dari kongregasi SVD yang bertugas sebagai minionaris di sebuah paroki di kota Anyang, sekitar satu setengah jam perjalanan dari kota Seoul. Mereka kemudian meminta pastor untuk menyelenggarakan misa dalam bahasa Indonesia, setidaknya sebulan sekali.</p>
<p>Pastor pemimpin misa pun silih berganti, sesuai dengan tugas utama yang diberikan kongregasi kepada mereka. Sejak sekitar tahun 2002 hingga saat ini sudah tercatat empat orang pastor yang sering menyelenggarakan misa bahasa Indonesia untuk warga Katolik di Korea, yaitu Pastor Mikael Mintu, Pastor Fidelis Armin, Pastor Kristianus Piatu, dan yang terakhir Pastor Quido Naikofi, semuanya berasal dari kongregasi SVD. Memimpin misa bukan satu-satunya tugas pastor dalam komunitas Deigratia. Ada juga permasalahan-permasalahan anggota yang turut diselesaikan pastor, sebagaimana layaknya seorang gembala memimpin domba-dombanya. Dahulu ada seorang pekerja yang gajinya terlambat dibayar oleh majikannya. Pastor membantu menelepon majikan tersebut, menanyakan duduk perkaranya, dan ikut membantu menyelesaikan proses pembayaran gaji tersebut. Apabila diperlukan, anggota pun dapat mengaku dosa dengan nyaman dalam bahasa Indonesia, seperti ketika tinggal di Indonesia.</p>
<p>Lambat laun, timbul kebutuhan untuk mengatur komunitas agar lebih terstruktur. Selama ini kepengurusan hanya bersifat sukarela. Petugas misa hanya ditunjuk ketika misa akan dimulai, dan pengumuman jadwal misa disampaikan hanya  melalui telepon atau ketika bertemu dengan sesama anggota komunitas di tempat kerja atau kuliah.</p>
<p>“Dulu cuma Mas Bambang dan istrinya, Sylvi, yang secara sukarela menyiapkan semua hal, mulai dari menghubungi pastor, menyiapkan bacaan, memfotokopi lagu-lagu misa, sampai mencari petugas liturgi,” jelas Budhi Setyawan, ketua komunitas Deigratia. Namun sejak bulan Maret 2007, akhirnya mereka membentuk sebuah komunitas dengan cara berkomunikasi yang lebih terkoordinasi, yaitu dengan membuat grup <em>mailing list</em>. Dengan <em>mailing list</em> tersebut, para anggota dapat berkomunikasi dengan lebih terarah dan lebih murah, karena sekali kirim semua anggota dapat membaca pengumuman tentang kegiatan komunitas mereka dan tidak akan ketinggalan berita. Ada juga beberapa anggota yang tidak memiliki alamat <em>e-mail</em>, namun anggota yang lain dapat saling menelepon dan tidak serepot ketika harus menelepon seluruh anggota satu per satu.</p>
<p>Lalu kenapa nama Deigratia yang dipilih?</p>
<p><em>Dei</em> dalam bahasa latin berarti Tuhan, dan<em> gratia</em> adalah berkat, jadi diharapkan komunitas Katolik Indonesia di Korsel dapat tumbuh dan berkembang dalam berkat Tuhan. Menurut Bambang ide tersebut dicetuskan sendiri oleh Pastor Fidelis yang saat ini bertugas di kota Gwangju, sekitar 5 jam perjalanan dari Seoul.</p>
<p>Hingga saat ini anggota Deigratia berjumlah 60 orang, yang terdiri dari para mahasiswa yang sedang menyelesaikan jenjang S-2 atau S-3 di Korsel, para pekerja migran, ibu-ibu rumah tangga yang menikah dengan orang Korea, bahkan pegawai kedutaan RI di Seoul. Tidak semua anggota berdomisili di kota Seoul. Ada juga yang tinggal di kota yang sangat jauh, misalnya di Daejon, 3 jam perjalanan dari Seoul; dan Busan, kota terbesar kedua di Korsel yang jaraknya sekitar 6 jam perjalanan dari Seoul. Meskipun demikian, jumlah anggota Deigratia tidak dapat berkembang pesat karena sebagian besar anggotanya adalah pekerja dan mahasiwa. Setiap pekerja migran di Korsel paling lama hanya dapat bekerja selama 3 tahun untuk sekali masa kontrak, dan setelah itu harus kembali ke Indonesia. Masa belajar mahasiswa juga paling-paling hanya 2 tahun untuk jenjang S-2 dan 3 atau 5 tahun untuk jenjang S-3, sehingga anggota Deigratia menjadi silih berganti, datang dan pergi. Dari seluruh anggota tersebut, tentu saja tidak semua anggota komunitas dapat mengikuti misa rutin bulanan, terutama yang tinggal di tempat yang sangat jauh, namun keberadaan <em>mailing list</em> Deigratia disadari sangat membantu anggota untuk saling berbagi informasi dan pengalaman dalam hidup menggereja.</p>
<p>Struktur komunitas Deigratia perlahan-lahan juga dibenahi. Dari hanya terbentuknya <em>mailing mist</em> Deigratia, komunitas tersebut akhirnya memiliki seorang koordinator, sekretaris, bendahara, serta seksi liturgi dan humas yang bertugas menghubungi pastor, mengumumkan jadwal misa, dan merancang kegiatan komunitas di luar misa. “Kadang-kadang kami janjian untuk ikut misa bahasa Korea di salah satu gereja, kadang-kadang ada yang menemukan gereja baru yang menyediakan layanan misa dalam bahasa Inggris, jadi kami pergi juga ke gereja itu. Pada bulan Maria kami juga mengadakan ziarah ke Gua Maria dan ke makam martir Korea, Andreas Kim Dae Gon,” jelas Budhi yang baru terpilih sebagai ketua komunitas sejak bulan Agustus 2008.</p>
<p>Kegiatan rutin Deigratia adalah penyelenggaraan misa bahasa Indonesia sebulan sekali di Pastoran SVD yang terletak di Ahyeon-dong di pusat kota Seoul. Misa diselenggarakan siang hari, biasanya jam 2 siang, agar anggota yang tinggal di luar kota Seoul tidak perlu berangkat pagi-pagi sekali untuk mengikuti misa. Namun kadang-kadang tempat dan jam misa juga dapat berubah.</p>
<p>Hari itu misalnya, Deigratia menyelenggarakan misa di apartemen Conny Devi Herdiana, seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan orang Korea. Conny baru saja pindah rumah dan dia ingin mengadakan misa pemberkatan rumah. Beberapa bulan sebelumnya Eko Ristiyanto, pejabat bidang komunikasi di KBRI Seoul, juga mengundang Deigratia untuk menyelenggarakan misa di rumahnya dalam rangka peringatan ulang tahun pernikahannya. Meskipun Conny menyediakan rumahnya sebagai tempat mengadakan misa, ternyata ibu dua anak ini tidak perlu mempersiapkan apapun. Salah satu anggota datang dengan membawa buah-buahan, anggota yang lain datang membawa kue, dan seorang ibu yang lain datang lengkap dengan kolak pisang dan sup jagung untuk dinikmati bersama setelah misa.</p>
<p>Suasana kekeluargaan yang akrab dan hangat juga dirasakan ketika berkumpul bersama angota komunitas. Angga Kusuma, mahasiswa Yonsei University yang bertugas menjemput Pastor Quido, juga menuturkan kegembiraannya ketika berkumpul dengan komunitas Deigratia. “Pertama kali datang di Korea, saya langsung mencari komunitas Katolik. Untunglah salah satu teman kuliah saya di Indonesia saat itu lebih dulu datang di Korea dan sudah menjadi anggota Deigratia. Dia mengajak saya datang ke pertemuan bulanan, dan saya senang karena anggota Deigratia sangat beragam, dari pekerja, pelajar, ibu rumah tangga, sampai pejabat KBRI, jadi kami bisa saling berbagi pengalaman dan cerita yang masih dalam suasana kekatolikan.”</p>
<p>Mikael Fernandus, seorang anggota yang lain, punya cerita tersendiri tentang Deigratia. Pemuda yang akrab disapa Mike ini sudah setahun lebih tinggal di Korsel, namun baru beberapa bulan ini bergabung dengan komunitas Deigratia. “Akhirnya saya bisa misa dengan bahasa Indonesia, setelah setahun lebih ikut-ikutan misa tanpa mengerti khotbah pastornya,” tutur mahasiswa Ajou University ini sambil tergelak.</p>
<p>Andrea Albert, mahasiswa <em>Transnational Business and Law University</em> (TLBU), memerlukan waktu hampir 2 jam perjalanan untuk bisa mengikuti misa. Meskipun demikian, dengan senang hati ia melakukan perjalanan itu untuk bisa bertemu sesama  anggota komunitas.</p>
<p>Angga, Mike, dan Andre, mungkin hanya segelintir anggota yang beruntung bisa mengikuti misa bahasa Indonesia secara rutin. Meskipun tidak semua anggota Deigratia bisa menghadiri misa Indonesia di Seoul, seluruh anggota komunitas berharap agar suatu saat ada kesempatan untuk seluruh anggota bisa berkumpul bersama. Bonifasius Wahyu Pudjianto yang tinggal bersama istrinya di kota Daejon, misalnya, berharap suatu saat nanti dapat menghadiri misa bahasa Indonesia. Harapan yang sama juga disampaikan Barbaria, Christiand, dan Byan Wahyu di Gwangju. “Mungkin kami akan minta Pastor Fidelis menyelenggarakan misa untuk kami di Gwangju,” tutur Barbaria yang akrab dipanggil Ria seraya menyampaikan harapan untuk bisa mengikuti misa bahasa Indonesia sebelum kembali ke tanah air bulan Desember yang akan datang.</p>
<p>Sekitar 1 tahun terakhir, sebagian besar anggota Deigratia memang merupakan mahasiswa, meskipun pada awalnya lebih banyak pekerja migran yang bergabung dalam misa bahasa Indonesia tersebut. Ini disebabkan lokasi tempat bekerja para pekerja lebih tersebar di banyak perusahaan di seluruh Korsel, sehingga tidak semua orang mendapatkan informasi tentang keberadaan Deigratia. Sedangkan para mahasiswa lebih mudah bertemu karena ada wadah Persatuan Pelajar Indonesia di Korea yang disingkat PERPIKA. Dari perkumpulan pelajar tersebut mereka saling berkenalan dan setelah tahu ada rekan baru yang beragama Katolik, biasanya rekan baru tersebut akan diajak untuk bergabung dalam <em>mailing list</em> dan hadir dalam misa Indonesia.</p>
<p>Segala usaha dan harapan para anggota komunitas Deigratia ini patut diacungi jempol. Harapan yang tak pernah putus terus mereka pegang teguh, bukan hanya untuk bisa mengikuti misa berbahasa Indonesia, namun juga harapan kepada iman terhadap Kristus.</p>
<p align="center">***</p>
<p>damai, damai, damai di hati dan di bumi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Awal sebuah permulaan]]></title>
<link>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/08/awal-sebuah-permulaan/</link>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 04:03:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>deigratiakorea</dc:creator>
<guid>http://deigratiakorea.wordpress.com/2009/06/08/awal-sebuah-permulaan/</guid>
<description><![CDATA[Salam dalam kasih Tuhan, Dei Gratia adalah sebuah paguyuban umat Katolik Indonesia yang berkedudukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Salam dalam kasih Tuhan,</p>
<p>Dei Gratia adalah sebuah paguyuban umat Katolik Indonesia yang berkedudukan di Korea Selatan.  Perkumpulan yang belum memiliki landasan formal di mata hukum sipil ini, diilhami oleh satu nafas yaitu kerinduan untuk berkumpul sebagaimana anggota keluarga, dalam hal ini keluarga yang beriman kepada Yesus Kristus.</p>
<p>Seiring dengan bertambahnya anggota jemaat Dei Gratia di Korea Selatan, maka halaman blog ini diciptakan demi meningkatkan kualitas tali silaturhami dan memberi manfaat melampaui lingkup kecil paguyuban.</p>
<p>Moderator Deigratiakorea</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Darwin dan Berkat Tuhan yang Selalu Indah Pada Waktunya]]></title>
<link>http://berlinsianipar.wordpress.com/2009/05/14/darwin-dan-berkat-tuhan-yang-selalu-indah-pada-waktunya/</link>
<pubDate>Thu, 14 May 2009 08:31:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>g o b e r</dc:creator>
<guid>http://berlinsianipar.wordpress.com/2009/05/14/darwin-dan-berkat-tuhan-yang-selalu-indah-pada-waktunya/</guid>
<description><![CDATA[Darwin : Tuhan, aku pengen handphone buat kontak2an sama profesor2 yang lain gitu.. Yang murah aja k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Darwin : Tuhan, aku pengen handphone buat kontak2an sama profesor2 yang lain gitu.. Yang murah aja k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Mengenali dan Menghadapi Orang yang Tidak Bisa Berdebat dengan Sehat]]></title>
<link>http://berlinsianipar.wordpress.com/2009/04/23/bagaimana-mengenali-dan-menghadapi-orang-yang-tidak-bisa-berdebat-dengan-sehat/</link>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:12:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>g o b e r</dc:creator>
<guid>http://berlinsianipar.wordpress.com/2009/04/23/bagaimana-mengenali-dan-menghadapi-orang-yang-tidak-bisa-berdebat-dengan-sehat/</guid>
<description><![CDATA[Ketika kita ngobrol dengan orang lain, apalagi ketika berdebat mengenai suatu masalah, kita bisa men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika kita ngobrol dengan orang lain, apalagi ketika berdebat mengenai suatu masalah, kita bisa men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pluralisme Pasca Reformasi Indonesia:  Tantangan dan Arah Baru ** ]]></title>
<link>http://pmkuncen.wordpress.com/2009/04/19/pluralisme-pasca-reformasi-indonesia-tantangan-dan-arah-baru/</link>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 13:19:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>pmkuncen</dc:creator>
<guid>http://pmkuncen.wordpress.com/2009/04/19/pluralisme-pasca-reformasi-indonesia-tantangan-dan-arah-baru/</guid>
<description><![CDATA[**By Ahmad Suaedy Executive Director The Wahid Institute Jakarta Pendahuluan Fenomena paling menonjo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[**By Ahmad Suaedy Executive Director The Wahid Institute Jakarta Pendahuluan Fenomena paling menonjo]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Just Do It !]]></title>
<link>http://berlinsianipar.wordpress.com/2009/03/26/just-do-it/</link>
<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 17:00:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>g o b e r</dc:creator>
<guid>http://berlinsianipar.wordpress.com/2009/03/26/just-do-it/</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini just poped out of my mind, tanpa ada tendensi khusus kepada siapa kutujukan tulisan ini.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tulisan ini just poped out of my mind, tanpa ada tendensi khusus kepada siapa kutujukan tulisan ini.]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SECUIL SEJARAH GEREJA dari orang "seberang"]]></title>
<link>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/03/04/secuil-sejarah-gereja-dari-orang-seberang/</link>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 21:54:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>wawankardiyanto</dc:creator>
<guid>http://wawankardiyanto.wordpress.com/2009/03/04/secuil-sejarah-gereja-dari-orang-seberang/</guid>
<description><![CDATA[secuil koleksi tulisan sejarah gereja dari orang seberang.. Pada tahun 306 M merupakan tahun keemasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>secuil koleksi tulisan sejarah gereja dari orang seberang..</p>
<p>Pada tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya.</p>
<p>Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS &#38; ILMUWAN. <!--more--></p>
<p>Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan manfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup!</p>
<p>Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu.</p>
<p>Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb. Kepemimpinan dan akhlak gereja merosot drastis, Paus sudah menjelma menjadi musuh Ilmu Pengetahuan dan gereja ditegakkan diatas kemusyrikan. Maka meratalah dekadensi moral keseluruh lapisan masyarakat. Penyakit SYPHILIS bahkan menjalar menjangkiti banyak orang, termasuk PAUS LEO X sendiri!</p>
<p>Walhasil semua bentuk kerendahan budi pekerti dan akhlak sudah menjadi ciri kehidupan dan pergaulan pada masa itu. Semua bentuk keluhuran nilai dan moral hancur luluh. Petaka itu terlebih dahulu menimpa para ahli agama, sebelum penyakit itu menyerang masyarakat awam, padahal masyarakat itu berkeyakinan bahwa Paus adalah Mandataris Allah dan wakil Isa Almasih. Keputusan2nya selalu dianggap benar dan tidak boleh dibantah. Ia menggugurkan dosa dan menanggalkan kesalahan orang dengan “kesuciannya” bagi yang tergelincir jatuh kedalam dosa. Perkembangan akidah semacam ini mencuat cepat. Hal ini memaksa Paus membuat Akte Pengampunan yang dimulai dengan pengumuman Paus Erien II dalam Perang Salib atas restu Paus Urban II (1088-1099M) dari Vatikan, Siapa yang tidak dapat ikut langsung dalam peperangan ini, hendaknya mengirimkan seorang wakilnya, maka Paus akan memberinya Akte Pengampunan yang bisa menyelamatkan di hari Kiamat kelak. Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja suci Paulus di Roma, dalam pembangunannya memerlukan dana, maka mulailah ia mengobral akte-akte semacam itu dan ternyata laris. Kemudian mereka mengembangkannya lagi dengan menyatakan Akte Khusus dengan harga tertentu.</p>
<p>Bunyi akte itu sbb: “Atasmu rahmat Tuhan Yesus Almasih mengampuni kamu dengan rahmatnya semua dosamu, dan saya mengampuni dosamu berdasarkan mandat yang diberikan Yesus dan muridnya, Petrus dan Paulus yang pertama tentang semua perbuatanmu melanggar gereja bagaimanapun bentuknya, kemudian semua pelanggaran atau kesalahan bagaimanapun besarnya. Saya akan angkat semua rintangan yang sudah ditetapkan menimpamu karena dosa2mu di neraka, sehingga apabila kamu mati tertutup semua pintu nereka bagimu dan terbuka semua pintu sorga bagimu dengan nama Bapa, Anak dan Roh kudus.”</p>
<p>Setelah itu diletakkanlah daftar harga bagi semua dosa dan kesalahan. Tiap2 agen penjual akte menyimpan selembar salinannya dan aslinya terpampang di Gereja. Dalam daftar itu disebutkan bermacam2 dosa berikut harga Akte Pengampunannya, antara lain:</p>
<p>Menggugurkan Kandungan 3 Shilling dan 6 pence Mencuri 9 Shilling Memperkosa seorang Gadis 9 Shilling Berzina 7 Shilling dan 6 pence Membunuh 7 Shilling dan 6 pence Lelucon ini tidak hanya mengenai dosa orang2 yang masih hidup.</p>
<p>Dosa2 orang yang sudah mati pun bisa dibelikan akte pengampunannya untuk mensucikan dosa-dosanya. Selain itu, tersebar pula iklan yang digantung dimana2 yang berisi anjuran agar segera membersihkan dosa-dosanya dengan membeli akte tsb. Dengan demikian banyaknya akte tersebut diperjual belikan, maka semakin banyak pula tindak kejahatan dan maksiat, karena semua dosa dapat ditebus dengan harga yang relatif murah. Maka masa pemerintahan gereja merupakan masa yang paling BURUK dalam sejarah kejahatan. Masa itu merupakan masa percontohan merajalelanya berbagai jenis kejahatan, kekacauan, kezaliman dan dekadensi moral karena tidak lagi adanya rasa takut bagi masyarakat pada saat itu untuk berbuat jahat, karena segala kesalahan dapat ditebus hanya dengan membeli akte. (Manken dalam bukunya “Treatise on Right on and Wrong on” hal.187-198).</p>
<p>Belum termasuk aib yang menimpa para biarawati menjadi sasaran “affair” para rahib (Lihat di Encyclopedia of Religion and Ethics yang berkenaan dengan uraian khusus tentang kerahiban dan akidah agama Masehi dan Arnold Toynbee dalam “The Study of History”).</p>
<p>Karena bagaimanapun manusia tidak dapat menentang kodrat alami manusia yang diberikan Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan, saling mencintai dan membutuhkan pasangan hidup. (Untuk referensinya silahkan cari buku yang berjudul “Sex Lives of the Popes” ditulis oleh Nigel Cawthorne).</p>
<p>Akibat merosot dan jatuhnya gereja, orang mulai tidak senang bahkan membenci gereja dengan berbagai keputusan-keputusannya yang aneh dan cenderung zalim. Peristiwa ini berlanjut cukup lama, sehingga keyakinan orang mulai goyah dan kepercayaan terhadap Paus sudah punah. Akhirnya terjadilah gerakan-gerakan REFORMASI dibawah pimpinan tokoh2 revolusioner,</p>
<p>antara lain:</p>
<p>1. Pieter Waldoe : Ia populer pada akhir abad XI Masehi. Ia seorang pedagang di Perancis, lagi kaya raya. Cintanya pada agama luar biasa, sehingga ia mulai menerjemahkan Injil.</p>
<p>2. John Touler (1290-1361 M)</p>
<p>. John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar.</p>
<p>4. Martin Luther: Tgl 21 Oktober 1517 M merupakan hari penting dalam sejarah Gereja. Pada waktu itu Martin Luther mengumumkan revolusinya terhadap Paus di Roma setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang pola kehidupan Paus. Gerakan Martin Luther membangkitkan revolusi bangsa Jerman terhadap Paus. Mereka mendukung pikiran Martin. Ketika Paus Roma melihat kekuasaannya sudah mulai terancam runtuh, pada tahun 1520 ia mengeluarkan pengumuman dan memandang akidah Martin Luther sebagai akidah buruk yang ke 41. Ia minta kepada semua orang untuk membakar buku-buku si kafir dan atheis. Dan dari dukungan2 berbagai pihak kepadanya maka terbentuklah suatu golongan baru yang memisahkan diri dari gereja Katolik dan mendirikan gereja baru, yakni GEREJA PROTESTAN.</p>
<p>5. Zoungely adalah salah satu penyebar gerakan reformasi yang dilancarkan oleh Martin Luther. Ketika kunjungannya ke Roma, dia menyaksikan sendiri penyelewengan yang dilakukan Paus dan gereja katolik.</p>
<p>6. John Calvin mendirikan gereja baru sendiri dengan nama Reformed Church, lain dengan Gereja protestan. Disamping dalam gerejanya terbentuk faham2 baru.</p>
<p>7. John Nuks: Ia melihat dari dekat bahwa ternyata para Paus itu jiwanya sudah jauh dari agama, akhlaknya bobrok, tingkah lakunya banyak menyimpang, mereka serakah dan rakusnya tidak terperikan. Kemudian dia ditangkap, dipenjara, disiksa dan diasingkan selama 17 tahun. Tapi ia dibebaskan atas permintaan Raja Edward VI. 8.</p>
<p>Dan masih banyak lagi Demikianlah sekelumit latar belakang terbentuknya Gereja yang juga sebagai wadah terbentuknya ideologi2 Katolik/Kristen dan termasuk pencetus doktrin ROH KUDUS yang diyakini mereka sebagai pemberi petunjuk bagi mereka dalam pelaksanaan berbagai keputusan yang meskipun mengalami kehancuran dan kesenjangan umat manusia pada saat itu, hingga akhirnya gereja Katolik mencoba berbenah diri lantaran semangat revolusioner menentang gereja sangat dominan dan takut akan kehilangan jemaatnya. Maka pada tahun 1545 dan 1552 para tokoh Gereja di Austria mendirikan dua majelis dengan tujuan menyatukan perselisihan diantara dua kubu gereja tsb. Tetapi meski begitu tetap saja mereka membiarkan kekuasaan Paus seperti sedia kala. (Robertson in “History Of Christianity”, London)</p>
<p>Terbentuknya Gereja adalah identik dengan Katolik, sedangkan gereja dalam kejayaannya cenderung seperti diktator dan penentu segala keputusan, hukum2 maupun faham2 dogmatis yang berujung dengan berbagai penyimpangan seperti terurai diatas, Para reformer hanya sekedar ‘memprotes’ segala tindak tanduk penyimpangan Gereja dan sedikit merubah dari faham-faham hasil keputusan Gereja, padahal sudah jelas bahwa akibat terlalu banyak bersandar kepada keyakinan petunjuk Roh Kudus yang “datang dengan sendirinya”(Dan bukan berdasarkan petunjuk/hukum agama yang sudah ditetapkan) maka kuasa ‘roh jahat’ (syetan) pasti akan menuntun, tidak peduli orang suci macam manapun dia.</p>
<p>“God will help those who help them selves” Kata-kata tersebut sangat tepat ditujukan bagi islam. Petunjuk Tuhan akan datang jika kita berusaha agar senantiasa berpedoman kepada segala hukum/ketentuan yang telah diturunkan Tuhan. Dan bukan berdasarkan status orang suci maka dapat memutuskan atas dasar jalan fikirannya saja, melainkan melalui Kitab-Kitab yang telah diturunkan kepada tiap nabiNYA. Kalau Taurat sebagai pedoman hukum sudah dibatalkan hanya lantaran bersandar kepada dogma “Penebusan” maka akan batallah segala tuntunan Tuhan. Karena Injil tidak memuat segala syariat Tuhan. Oleh karena itu Yesus menyatakan bahwa beliau hanya menggenapi Taurat, dan tidak sedkitpun merubah apa yang sudah terkandung dalam Taurat. Namun Taurat yang diturunkan pada saat itu hanya ditujukan khusus kepada Bani Israil saja, maka perlulah Allah memperbaharui kandungan Taurat dengan sesuatu Kitab yang baru, yang lebih menyentuh kepada segala aspek hukum manusia sedetail-detailnya mulai hukum syariat sampai hukum pidana, dan ditujukan kepada umat seluruh dunia, seiring dengan perkembangan pola kehidupan manusia yang makin kompleks, luas dan terdapat hal-hal baru dalam perkembangan kehidupan manusia. Sehingga hukum-hukum Taurat sudah tidak relevan lagi dengan pola kehidupan manusia masa kini. (Not to mention beberapa penyimpangan dalam penulisan Taurat juga) Sebagai contoh perdagangan yang kini dapat terjadi dengan jarak ribuan kilometer, maka Al-qur’an menetapkan hukum-hukum yang mengatur segala jenis perniagaan tsb, dll, dsb, dst.</p>
<p>Bagaimana kita dapat mempercayai suatu agama yang berkembang 3 abad setelah kenabian Isa. Dari segi geografis saja sudah dapat memungkiri. Bagaimana mungkin Nabi Isa yang berlokasi di Timur Tengah namun ajarannya berkembang dari Eropa (Roma, Italia)? Sehingga manuskrip-manuskrip Injil yang paling tertua adalah BERBAHASA YUNANI KUNO (SEPTUAGINT), aneh memang, Yesus yang berbahasa Aramean yang mendekati dialek, logat dan tata Bahasa Arab, justru Induk Kitabnya berubah menjadi berasal dari bahasa suatu kaum yang berfaham Paganisme/Polytheism. Sayangnya juga, mengapa lukisan-lukisan ilustrasi wajah Yesus harus seperti wajah Kaukasia (bule) sedangkan Yesus murni secara turun temurun tidak mengandung darah Yunani seperti Paulus.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Das Wort zum Montag XXII]]></title>
<link>http://manfredthurm.wordpress.com/2009/03/02/das-wort-zum-montag-xxii/</link>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 19:17:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>manfredthurm</dc:creator>
<guid>http://manfredthurm.wordpress.com/2009/03/02/das-wort-zum-montag-xxii/</guid>
<description><![CDATA[Seit ich im erzkatholischen Bayern lebe, ist mir eines aufgefallen: Zwar sind die meisten meiner Kom]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seit ich im erzkatholischen Bayern lebe, ist mir eines aufgefallen: Zwar sind die meisten meiner Kommilitonen katholisch, einige auch evangelisch, aber nur die Minderheit, vor allem Studenten aus anderen Bundesländern, sind wie ich konfessionslos.</p>
<p>Trotzdem habe ich festgestellt, dass nur wenige wirklich auch gläubige Kirchenanhänger sind. Viele von ihnen sind von ihren Eltern einfach nur katholisch/evangelisch erzogen wurden, und glauben aber nicht so Recht an Gott und all das, was dazugehört.</p>
<p>Andererseits durfte ich am Sonntag eine ältere Frau kennenlernen, die noch immer jeden Sonntag in die Kirche geht, und daraus beständig Kraft für ihr Leben und gegen ihre Krankheit schöpft!</p>
<p>Wieviel Glauben steckt also noch in den Menschen hierzulande, und wieviel Kirche?</p>
<p>Denn diese 2000 Jahre alte Institution, mag zwar noch immer Millionen Anhänger haben, aber welcher Prozentsatz von ihnen glaubt auch an deren Verkündigungen, und welcher nur beschränkt?</p>
<p>Genauso spannend die Frage: Wer glaubt, ohne der Kirche (bzw. anderen Religionen) anzugehören? Braucht der Glaube heute noch Religion? Und wieviel Glaube braucht die Religion und wie weit darf Religion gehen?</p>
<p>Kondome verbieten, gegen Schwule hetzen oder in weit entfernten Bergregionen Recht sprechen?</p>
<p>Im westlichen Europe hat sich die Religion weitestgehend aus Politik zurückgezogen, aber in  anderen Teilen der östlichen Welt ist sie die Politik. Wie sollen säkularisierte Staatsoberhäupter damit umgehen? Ohne Glauben, oder mit dem Falschen?</p>
<p>Gehen wir mal in uns, und fragen uns:</p>
<p>Was glaube ich eigentlich, an was ich glaube, aber wglaube ich wirklich</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anak guru (1) - alumni normaalschool Muntilan, Jawa Tengah]]></title>
<link>http://gsumariyono.wordpress.com/2009/02/25/anak-guru-1-alumni-normaalschool-muntilan-jawa-tengah/</link>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:28:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Gufron Sumariyono</dc:creator>
<guid>http://gsumariyono.wordpress.com/2009/02/25/anak-guru-1-alumni-normaalschool-muntilan-jawa-tengah/</guid>
<description><![CDATA[Nama ayah saya (Almarhum) Mathias Soegijono, lahir di Jogja, keturunan ketiga dari Pakualaman dari g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nama ayah saya (Almarhum) Mathias Soegijono, lahir di Jogja, keturunan ketiga dari Pakualaman dari garwa selir, didalam darah ayah mengalir setitik kecil darah biru. Ayah lebih dikenal oleh masyarakat kota Pati, kota dimana saya dilahirkan dan dibesarkan,  dengan nama Pak Giek. </p>
<p>Ayah adalah alumni Sekolah Guru zaman Belanda namanya : Normaalschool di Muntilan, kota kecil yang terletak diantara Magelang dan Jogjakarta. Sekolah guru dengan sistim asrama ini didirikan tahun 1904 oleh Pastor Gregorius Yosephus Van Lith SJ. Alumni dari Perguruan Van Lith dikenal sebagai kelompok orang-orang katholiek generasi pertama di pulau Jawa dan guru-guru yang handal. Sebagian dari lulusan Van Lith Muntilan beralih profesi dari guru menjadi politikus, pegawai negeri dan pengusaha dan umumnya sukses antara lain Frans Seda, Doeriat, Kasimo.</p>
<p>Sekolah Guru Van Lith itu gedungnya di Muntilan masih kokoh berdiri dan sekarang menjadi Kampus SMU Pangudi Luhur Van Lith, dengan asrama putra yang dapat menampung 100 murid dan asrama putri 40 orang. Prestasi SMU Pangudi Luhur sangat hebat, setiap tahun mengikuti lomba dan selalu menang. Berbagai macam Lomba Science seperti Kimia, Fisika dan Matematika. Juara lomba berdebat dalam bahasa Inggris di Sanata Dharma. Juara lomba mendesign website dan drumband se Jawa Tengah. Hal itu dimungkinkan karena fasilitas fisik dari kampus lengkap sekali. Disitu ada laboratorium kimia, fisika, botani, bahasa Inggris dan komputer yang dikelola dengan benar dan apik. Sistim pendidikan betul2 sangat diperhatikan untuk membina anak2 dengan guru2 pembimbing yang bagus2 dan berdedikasi tinggi.</p>
<p>Setelah ayah lulus Sekolah Guru di Muntilan, sekitar tahun 1939an, ayah melanjutkan pendidikannya ke kota Maastricht di Negeri Belanda selama hampir 3 tahun. Ayah kembali ke Indonesia tahun 1941 dan langsung memilih kota Pati sebagai kota dimana ayah mengabdi sebagai guru. Menurut mantan murid ayah, gaya ayah saya waktu itu sangat elegan dan perlente. Pakain dinasnya adalah celana putih, berdasi, berjas putih dan bertopi model Vietnam warna krem. Kendaraan ayah waktu itu sepeda, merknya Fongers buatan Belanda. Di Pati ayah dikenal dengan nama Meneer Soegijono. Banyak gadis2 Pati yang jatuh hati dengan pemuda Soegijono.</p>
<p>Ibu saya bernama Sri Jahjoe kelahiran desa Bakaran, Juana, lulusan Kweekschool, sekolah untuk guru SR, dari Salatiga. Ibu lebih dikenal dengan nama bu Giek.</p>
<p>Ayah jatuh cinta kepada ibu, ketika ibu mengikuti kursus bahasa Belanda yang dipimpin ayah. Ini artinya guru mencintai muridnya sendiri.  Dan lahirlah 12 orang anak dari rahim beliau. Saya putra ke-2 dari 12 orang.   </p>
<p>Ayah dan Ibu adalah pendidik sejati, beliau berdua alumni sekolah guru yang terkenal saat itu dan membaktikan seluruh hidupnya sebagai guru sekolah. <a href="http://picasaweb.google.com/g.sumariyono/AnakGuru1#"><strong>Foto disini</strong></a>. (bersambung)<br />
<div id="attachment_140" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img src="http://gsumariyono.wordpress.com/files/2009/02/gufron-1948-ibu-bapak-abang.jpg" alt="keluarga muda Soegijono" title="gufron-1948-ibu-bapak-abang" width="450" height="697" class="size-full wp-image-140" /><p class="wp-caption-text">keluarga muda Soegijono</p></div></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikah Beda Keyakinan]]></title>
<link>http://sevilla99.wordpress.com/2009/02/23/menikah-beda-keyakinan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 14:21:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sevilla99</dc:creator>
<guid>http://sevilla99.wordpress.com/2009/02/23/menikah-beda-keyakinan/</guid>
<description><![CDATA[Pada bulan depan tepatnya tanggal 7 Maret 2009 nanti adik saya laki-laki satu-satunya akan menikah d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada bulan depan tepatnya tanggal 7 Maret 2009 nanti adik saya laki-laki satu-satunya akan menikah dengan gadis yang ia cintai di Makassar jika tidak ada halangan,setelah berkenalan hampir 9bulan akhirnya mereka berdua sama-sama memutuskan untuk mengakhiri masa pacaran mereka dengan naik ke jenjang yang lebih tinggi dan kali ini untuk selamanya yaitu Pernikahan Kudus di hadapan Tuhan di Gereja.</p>
<p>Untungnya masalah perbedaan keyakinan bukan jd masalah bagi hubungan mereka krn walaupun keluarga besar pihak wanita adalah penganut agama budha dan ibunda calon pengantin wanita adalah penganut agama Kristen Katholik namun sang calon pengantin wanita sendiri adalah seorang Protestan sama seperti agama yang dianut oleh adik saya beserta keluarga besar kami.</p>
<p>Saya kemudian membayangkan gimana rasanya jika harus menikah beda keyakinan?karena sistem tata cara pernikahan di Indonesia belum merestui secara legal menikah beda agama hingga tentu ada benturan dalam tata laksana pernikahan.</p>
<p>Ada kadangkala salah satu pengantin yang berpura-pura mengalah demi terlaksana pernikahan tersebut salah satunya mungkin adalah papa saya sendiri yang merupakan seorang protestan namun demi mengikuti permintaan pihak mama saya yang ketika itu keluarga penganut Katholik sehingga papa saya mengalah dan menikah di gereja Katholik di berkati oleh Pastor.</p>
<p>Jika Protestan dan Katholik walaupun berbeda namun perbedaan itu nyaris tipis namun jika menikah dengan pasangan yang dari saudara sepupu Kristen yaitu Muslim,Budha,Hindu dan Konghucu yang mungkin agak ribet,salah satunya bintang film terkenal Indonesia Nurul Arifin yang menikah di Gereja Katholik dengan suaminya yang seorang Katholik lalu kemudian tetap memegang imannya demikian juga suaminya yang tetap menjadi seorang Katholik.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Menikah beda agama kadang juga menjadi membingungkan dan membuat anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan itu bisa menjadi terpecah dalam kubu ayah dan kubu ibu,ada keluarga yang berkomposisi ayah muslim dan ibu protestan lantas membagi anaknya seperti ini yaitu anak pertama dan ketiga haruslah muslim lalu anak kedua dan keempat haruslah kristen mengikuti sang ibu.</p>
<p>Namun ada juga yang akhirnya main sistem pengaruh yaitu pengaruh mana yang kuat,tante saya menikah beda agama dengan suaminya yang seorang penganut Budha fanatik namun karena tante saya ini sangat dekat dengan kedua anaknya maka kini anak-anaknya menjadi penganut Kristen seperti tante saya.</p>
<p>Ada juga seorang pejabat no.2 di Kabupaten Sorong yang menikah beda agama dengan istrinya dan mempunyai 6 orang anak dalam pernikahannya,namun tidak ada seorangpun dari 6 orang anaknya tsb yang menganut agama Islam krn ke 6 orang anak-anaknya tersebut dibawa oleh ibunda mereka ke Gereja dan menjadi seorang Kristen.Hal ini kadang membuat sang pejabat itu merasa sendirian ketika menghadapi masa bulan puasa krn ia menjalaninya sendiri dan kadangkala ditemani oleh anak-anaknya sebagai simbol toleransi pada sang ayah.</p>
<p>Ada juga teman papa saya seorang Jawa Blitar asli yang menganut agama Kristen Protestan lalu menikahi gadis asal Raja Ampat Sorong yang memang pada bagian selatan dari Raja Ampat terdapat komunitas Muslim yang besar,3 orang anak mereka dibawa oleh ibu mereka menjadi muslim sehingga teman papa saya selalu merayakan Natal sendirian di rumahnya.</p>
<p>Menikah beda keyakinan memang tidak salah dan memang bukan masalah asalkan berlandaskan cinta dan kasih kita pada pasangan kita karena banyak juga yang nikah sama keyakinan nyatanya suasana rumah tangga mereka seperti Perang Dunia Ketiga,namun tentu lebih baik jika menikah dengan pasangan yang mempunyai agama yang sama dengan kita agar tidak sulit dalam administrasi catatan sipil dan anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut.</p>
<p>Saya dan Indah mensyukuri keadaan kami karena kami sama-sama berasal dari keluarga Kristen Protestan bahkan berasal dari aliran/sekte yang sama yaitu Lutheran membuat tidak ada masalah bagi saya dan Indah,saya mengetahui tata ibadah dan kidung lagu di gerejanya dan demikian juga dengan Indah pada gereja saya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lima belas doa dari St Bridget]]></title>
<link>http://pendakigunung.wordpress.com/2009/02/21/lima-belas-doa-dari-st-bridget/</link>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 15:21:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Stanislaus Riyanta</dc:creator>
<guid>http://pendakigunung.wordpress.com/2009/02/21/lima-belas-doa-dari-st-bridget/</guid>
<description><![CDATA[Lima belas doa yang diutarakan oleh Tuhan kita kepada St.Bridget dari Swedia di gereja St. Paulus di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lima belas doa yang diutarakan oleh Tuhan kita kepada St.Bridget dari Swedia di gereja St. Paulus di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelatihan Imam Di Prancis]]></title>
<link>http://ilmuwanislam.wordpress.com/2009/01/29/pelatihan-imam-di-prancis/</link>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 12:21:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>electronicsgadget</dc:creator>
<guid>http://ilmuwanislam.wordpress.com/2009/01/29/pelatihan-imam-di-prancis/</guid>
<description><![CDATA[PARIS &#8211; Dalam upaya mengintegrasikan para imam kelahiran luar di Perancis, satu kelompok terdi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PARIS &#8211; Dalam upaya mengintegrasikan para imam kelahiran luar di Perancis, satu kelompok terdi]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
