<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kaum &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kaum/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kaum"</description>
	<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 18:32:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Anak Manja itu, Disiapkan Jadi Datuk]]></title>
<link>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:52:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vara</dc:creator>
<guid>http://moendg07.wordpress.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/</guid>
<description><![CDATA[Berikut laporan dari kampung Chandra M Hamzah di Payakumbuh yang dimuat di Padang Today.  Di website]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berikut laporan dari kampung Chandra M Hamzah di Payakumbuh yang dimuat di Padang Today.  Di website]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Awas Tertipu Selaput Dara Palsu!]]></title>
<link>http://aespee.wordpress.com/2009/11/04/awas-tertipu-selaput-dara-palsu/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:24:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>aespee</dc:creator>
<guid>http://aespee.wordpress.com/2009/11/04/awas-tertipu-selaput-dara-palsu/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh berita selaput dara buatan China, artificial virgini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&nbsp; Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh berita selaput dara buatan China, artificial virgini]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nik Aziz is absolutely justified...]]></title>
<link>http://dinbuncit.wordpress.com/2009/10/29/nik-aziz-is-absolutely-justified/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 03:39:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aizuddin Sapian</dc:creator>
<guid>http://dinbuncit.wordpress.com/2009/10/29/nik-aziz-is-absolutely-justified/</guid>
<description><![CDATA[I come to write this post because I wish to respond to many criticisms against Niki Aziz over his ca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[I come to write this post because I wish to respond to many criticisms against Niki Aziz over his ca]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The situation is not that bad here...]]></title>
<link>http://dinbuncit.wordpress.com/2009/10/26/the-situation-is-not-that-bad-here/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 04:21:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Aizuddin Sapian</dc:creator>
<guid>http://dinbuncit.wordpress.com/2009/10/26/the-situation-is-not-that-bad-here/</guid>
<description><![CDATA[This is my honest expression about my country Malaysia. I think despite we have so many problems whe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[This is my honest expression about my country Malaysia. I think despite we have so many problems whe]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MDGs DAN PEMERINTAHAN BARU ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/21/mdgs-dan-pemerintahan-baru/</link>
<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 02:23:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/21/mdgs-dan-pemerintahan-baru/</guid>
<description><![CDATA[Terbitnya Laporan Pembangunan Manusia (HDR) 2009 awal Oktober 2009, tepat momentumnya bagi pemerinta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3225" title="wahyu susilo" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/wahyu-susilo.jpg?w=102" alt="wahyu susilo" width="102" height="150" />Terbitnya Laporan Pembangunan Manusia (HDR) 2009 awal Oktober 2009, tepat momentumnya bagi pemerintahan baru di bawah SBY-Boediono. Ini saatnya mewujudkan janji-janji yang ditebar selama kampanye lalu, terutama upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia.</p>
<p>Dalam laporan HDR 2009, Indonesia disebut sebagai negara dengan segudang masalah terkait migrasi, antara lain keruwetan birokrasi, pungutan, dan beban biaya tinggi yang mengakibatkan kerugian bagi kaum migran. Sementara proteksi yang seharusnya menjadi elemen pokok kaum migran masih terabaikan.</p>
<p>Situai ini menjadi ironi bagi kaum migran yang telah berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan negara di tempat bekerja, serta mengalirkan remitansi yang menggerakkan ekonomi di daerah asal.</p>
<p>Catatan muram tentang Indonesia juga terlihat dari kemerosotan Indeks Pembangunan Manusia. Dalam HDR 2005, Indonesia berada di peringkat 107, HDR 2007-2008 di peringkat 109, dan pada HDR 2009, kita kian merosot, peringkat 111, lebih rendah ketimbang Palestina (110) dan Sri Lanka (102).</p>
<p><strong>Kualitas manusia</strong></p>
<p>Bagi pemerintahan baru SBY-Boediono yang akan memulai masa bakti 20 Oktober 2009, catatan muram ini perlu dimaknai sebagai pengingat, masalah kualitas manusia Indonesia harus menjadi prioritas.</p>
<p><!--more-->Pasangan SBY-Boediono diharapkan tak terlena oleh ninabobo indikator makroekonomi yang selalu diprediksikan secara optimis dan prospektif. Secara beruntun, lembaga keungan dunia, seperti IMF, Bank Dunia, dan ADB, mengoreksi prediksi indikator makroekonomi Indonesia yang sebelumnya diindikasikan melemah.</p>
<p>Namun, pascapenetapan presiden terpilih, indikator itu dikoreksi secara optimistik. Sikap optmistik juga ditunjukkan lembaga pemeringkat ekonomi semisal Fitch dan majalah Economist dengan laporan khusus tentang prospek Indonesia pasca-Pemilu 2009.</p>
<p>Pengalaman membuktikan, ninabobo kokohnya gundamental makroekonomi dari lembaga keuangan internasional itu tak selamanya benar. Pada awal dekade 1990-an, saat pertumbuhan makroekonomi Indonesia menjulang, Bank Dunia menjuluki Indonesia sebagai Macan baru Asia, bahkan sempat menyebutnya sebagai Keajaiban Asia.</p>
<p>Namun, puja-puji itu tak terbukti saat krisis mengentak tahun 1997-1998, ekonomi Indonesia ambruk.</p>
<p>Penulis menemukan, adanya inkoherensi antara indikator makroekonomi Indonesia yang selalu optimistik (dengan data sajian statistik tentang pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi) dan indikator-indikator terkait kualitas manusia.</p>
<p><strong>Tingkat kesejahteraan</strong></p>
<p>Laporan mengenai perekonomian Indonesia yang disajikan ADB menunjukkan, prospek perekonomian Indonesia amat tahan terhadap terpaan krisis ekonomi, bahkan pertumbuhan ekonomi tetap terjadi. Namun, dalam indikator kunci soal MDGs, ADB mengkhawatorkan Indonesia terhambat dalam pencapaian MDGs, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan angka kematian Ibu melahirkan dari 307 per 100.000 kelahiran menjadi 420 per 100.000 kelahiran.</p>
<p>Pertanyaan kritisnya adalah, apakah indikator makroekonomi yang dinyatakan sebagai negara dengan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik tidak terkait dengan kesejahteraan dan kesehatan kaum ibu ?</p>
<p>Optimisme yang ditunjukkan dalam indikator makroekonomi Indonesia juga layak dipertanyakan dalam konteks ketahanan dan kedaulatan pangan. Beberapa waktu lalu, harian Kompas melaporkan situasi pangan dan pertanian Indonesia dihadapkan serbuan impor bahan pangan.</p>
<p>Bahkan, fakta yang menyedihkan adalah bahwa Indonesia (negara kepulauan yang 70 persen wilayahnya adalah laut) adalah negara pengimpor garam.</p>
<p>Mantan Menteri Perekonomian dan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie juga sempat terheran-heran saat Indonesia ternyata juga mengimpor singkong. Dalam laporan situasi pangan dunia 2008 yang diterbitkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Indonesia dikategorikan sebagai negara yang rentan mengalami kelaparan massal. FAO menyebut kelaparan massal itu bagai silent tsunami yang bisa merenggut nyawa jutaan orang. Dalam skala mikro, kelaparan dan kematian yang terjadi di Yahukimo tahun 2005 dan berulang tahun 2009 mungkin bagian dari pembunuh tersembunyi itu.</p>
<p>Realitas itu pasti bukan nina-bobo, tetapi mungkin bisa menjadi mimpi buruk jika pemerintahan baru SBY-Boediono tidak menempatkan komitmen Indonesia dalam pencapaian MDGs sebagai agenda prioritas dan indikator kinerja pemerintahannya. Rentang waktu pemerintahan baru hampir seiring dengan tenggat akhir pncapaian MDGs tahun 2015. Apakah Indonesia akan mencapainya ?</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>MDGs dan Pemerintahan Baru &#8211; Wahyu Susilo &#124; Kepala Divisi Advokasi International NGO Forum on Indonesian Development (Infid)<br />
Kompas, 15.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anekdot dari Syaikh Albani]]></title>
<link>http://denfatur.wordpress.com/2009/10/18/anekdot-dari-syaikh-albani/</link>
<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 14:31:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>denfatur</dc:creator>
<guid>http://denfatur.wordpress.com/2009/10/18/anekdot-dari-syaikh-albani/</guid>
<description><![CDATA[Ada seorang mufti (ulama yang biasa memberikan fatwa) yang hendak bepergian. Maka beliau meminta ana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ada seorang mufti (ulama yang biasa memberikan fatwa) yang hendak bepergian. Maka beliau meminta ana]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Hari Raya Aidilfitri]]></title>
<link>http://mainansemata.wordpress.com/2009/09/22/selamat-hari-raya-aidilfitri/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 10:09:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>mainansemata</dc:creator>
<guid>http://mainansemata.wordpress.com/2009/09/22/selamat-hari-raya-aidilfitri/</guid>
<description><![CDATA[Tidak terlambat bagi saya mengucapkan&#8230;. SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI KEPADA SEMUA RAKYAT MALAY]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tidak terlambat bagi saya mengucapkan&#8230;.</p>
<p><em>SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI KEPADA SEMUA RAKYAT MALAYSIA!!!!!</em></p>
<p>Satu dua kucing berlari,</p>
<p>Empat Lima media berceloteh,</p>
<p>Kalau tuan bijak bestari,</p>
<p>Mari kita minum Nescafe!!!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[" IN MEMORIAM " NOORDIN M TOP ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/22/in-memoriam-noordin-m-top/</link>
<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 02:41:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/22/in-memoriam-noordin-m-top/</guid>
<description><![CDATA[Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memastikan ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2709" title="in memoriam noordin m top" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/in-memoriam-noordin-m-top.jpg?w=112" alt="in memoriam noordin m top" width="112" height="150" />Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri memastikan bahwa satu di antara empat orang yang tewas dalam penggerebekan di sebuah rumah di Kepohsari, Jebres, Solo, Jawa tengah, adalah gembong teroris asal Malaysia Noordin M Top. Kapolri menyebut keberhasilannya itu sebagai berkah bagi bangsa Indonesia di bulan Ramadhan ini.</p>
<p>Nama dan track record Noordin yang sebelumnya menjadi buron 9 tahun selama ini dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa pengeboman di Indonesia. Densus 88 menyebut dia sebagai gembong teroris yang paling diincar karena Noordin merupakan pemimpin jaringan Tandzim Al Qaidah Asia Tenggara bersama Syaifudin Zuhri dan Syahrir.</p>
<p>Apa sebenarnya tujuan dan cita-cita teroris seperti Noordin M Top ? Bruce Hoffman dalam Inside Terorism (2009) menjawab prihal agenda kaim teroris yang kira-kira mulai muncul dan populer semenjak peristiwa 11 September 2001 di AS.</p>
<p>Bruce menjelaskan, terorisme jenis itu bersifat global atau transnasionalis. Mereka berani melakukan aksi-aksi bom bunuh diri demi mencapai tujuan sucinya. Penyebab dasarnya adalah adanya interaksi penetrasi serta penjajahan Barat atas hampir seluruh wilayah muslim dalam masa modern yang tidak hanya menyebabkan disintegrasi politik muslim, tetapi juga memunculkan pergumulan yang sangat intens di kalangan muslim sendiri, terutama muslim fundamentalis. Superioritas Barat, selain memunculkan gerakan pembaruan Islam di satu sisim di sisi lain memunculkan gelombang fundamentalisme Islam yang kemudian melakukan aksi-aksi terorisme.</p>
<p>Itulah sebabnya, salah satu agenda terorisme berdalih keagamaan adalah ingin menghancurkan aset-aset yang diindikasi milik Barat dan ingin menciptakan stigma kengerian terhadap Barat supaya hengkang dari negeri-negeri muslim. Bagi kaum findamentalis yang melakukan aksi teror bom, aset Barat ditengarai telah menghasilkan devisa yang banyak untuk kemudian disumbangkan sebagian untuk memerangi kaum muslim, antara lain, di Iraq, Afghanistan, Palestina, Muslim Moro, dan Pataya.</p>
<p><!--more-->Meski sebetulnya salah kiranya jika menjadikan Indonesia juga sebagai “daerah perang” (dar al-Harb) dalam arti benturan Islam-Barat, yang kemudian kaum fundamentalis melakukan teror bom di Indonesia. Sebab, negeri ini negeri damai dan sebetulnya tak memiliki akar bagi muslim radikal dan ekstrem. Muslim Indonesia terkenal kemoderatannya. Namun, warna keberagaman Islam yang khas Indonesia memang tengah menghadapi gugatan dengan hadirnya gerakan fundamentalis.</p>
<p>Pemahaman keagamaan mainstream yangdianut mayoritas muslim dinilai bukan merupakan pemahaman Islam yang benar karena telah mengakomodasi dan berakulturasi dengan bidaya dan sistem sosial politik lokal maupun sekuler. Mainstream keagamaan yang dianut secara mayoritas itu juga dianggap berbeda dengan Islam yang ideal. Pendeknya, menurut kaum fundamentalis, otensitas Islam telah hilang sehingga perlu purifikasi Islam dan sistem Islam (nizam al-Islam).</p>
<p>Kelompok fundamentalis tersebut memang tidaklah tunggal, dalam artikel berjudul Anatomy of Salafi Movement yang ditulis Quintan Wiktorowicz (2003), mengidentifikasi adanya tiga varian kelompok salafi, yaitu purist, politicos, dan jihadis. Kelompok pertama memberikan penekanan kepada metode non kekerasan seperti dakwah, purifikasi, dan pendidikan. Kelompok kedua menekankan penerapan kredo salafi yng antipluralisme, pada arena politik, yang oleh mereka dianggap sangat penting karena politik secara langsung memberikan pengaruh terhadap keadilan sosial.</p>
<p>Jenis ketiga, mengambil posisi yang jauh lebih militan dan mengusung keyakinan bahwa situasi yang dihadapi umat Islam saat ini menyerukan adanya kekerasan dan revolusi. Yang ketiga itulah kemudian sering melakukan teror bom bunuh diri.</p>
<p>Islam memang memiliki potensi untuk melahirkan pluralitas kebenaran. Atau istilah yang lain, Alquran sendiri melahirkan double discourse. Menurut Ashgar Ali-Engineer (1999), seorang pemikir muslim liberal dari India, penafsiran yang beragam terhadap Islam adalah sesuatu yang inheren. Itu bisa terjadi karena teks-teks Alquran kaya serta bisa didekati dengan berbagai cara, termasuk saat kaum fundamentalis yang mengartikan teror sebagai tindakan jihad. Kaum fundamentalis menganggap teror sebagai jihad dan Barat sebagai musuh, bukan sebagai partner dialog.</p>
<p>Namun, terorisme jelas bertentangan dengan agama dan kemanusiaan. Sebab pelakunya telah membunuh orang-orang tak berdosa. Menurut Bruce Lawrence dalam Shattering the Myth (2004), tindakan “jihad” diartikan kaum fundamentalis sebenarnya sebentuk penyimpangan dari ajaran agama (religious deviation).</p>
<p>Jihad yang dilakukan untuk membunuh mereka yang tidak bersalah tak bia dibenarkan. Alih-alih melakukan jihad, kaum fundamentalis sebenarnya melakukan martir atau bom bunuh diri atas kehendak sendiri dan tak mewakili kepentingan agama apa pun. Terorisme tak bisa dikaitkan dengan ajaran agama, ia hanya sebentuk penyimpangan dalam mengartikan agama.</p>
<p>Itulah tantangan bagi dunia Islam, bagaimana mengembalikan wajah Islam yang ramah dan toleran. Gerakan fundamentalisme yang ekstrem dan radikal seperti melakukan aksi terorisme itu memang bersifat peripheral (pinggiran) dalam arti sangat minoritas.</p>
<p>Namun, justru dari celah itulah, jika tak ditanggapi secara serius, bisa menjadi bumerang bagi komunitas muslim dalam arti mayoritas. Karena imbas aksi terorisme berdalih Islam, pada akhirnya mencoreng kemoderatan muslim Indonesia yang toleran, ramah, dan mencintai kemanusiaan.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>“In Memoriam” Noordin M Top, Ismatillah A Nu’ad &#124; penulis buku Fundamentalisme Progresif : Menuju Era Baru Dunia Islam<br />
Jawa Pos, 18.09.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadramaut Pembawa Maut?]]></title>
<link>http://maridup.wordpress.com/2009/09/20/hadramaut-pembawa-maut/</link>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 05:05:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>maridup</dc:creator>
<guid>http://maridup.wordpress.com/2009/09/20/hadramaut-pembawa-maut/</guid>
<description><![CDATA[Hadramaut, Hadhramout adalah nama sebuah tempat di Jazirah Arab bagian selatan tepatnya di daerah ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hadramaut, Hadhramout adalah nama sebuah tempat di Jazirah Arab bagian selatan tepatnya di daerah ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peringatan kepada .......]]></title>
<link>http://rmf7.wordpress.com/2009/09/19/peringatan-kepada/</link>
<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 05:01:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>rmf7</dc:creator>
<guid>http://rmf7.wordpress.com/2009/09/19/peringatan-kepada/</guid>
<description><![CDATA[Oleh rmf “ mereka duduk semeja membincang bagi menuntut kemerdekaan, perbincangan ini mengwujudkan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Oleh rmf</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><a href="http://sanasinigitugini.blogspot.com/"><img class="alignleft size-medium wp-image-766" title="Tujuh-Wasiat" src="http://rmf7.wordpress.com/files/2009/09/tujuh-wasiat.png?w=168" alt="Tujuh-Wasiat" width="168" height="300" /></a>“ <span style="color:#000000;">mereka duduk semeja membincang bagi menuntut kemerdekaan, perbincangan ini mengwujudkan peruntukan perlembagaan bagi menjamin</span> kedaulatan Raja Raja Melayu, Agama Islam dan Hak Hak Orang Melayu serta bumiputera Sabah dan Sarawak <span style="color:#000000;">dan</span> kepentingan- kepentingan sah kaum kaum lain <span style="color:#000000;">yang dikenali sebagai</span> <strong>Kontrak Sosial.</strong> <strong>Kontrak Sosial</strong> <span style="color:#000000;">ini merupakan satu</span> pengorbanan besar orang Melayu <span style="color:#000000;">kepada kaum kaum lain</span>.. <span style="color:#000000;">Oleh itu tidak wajar kontrak ini dipertikaikan, disemak semula dan diubah kerana ianya asas kepada pembentukkan Malaysia.”</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;"><br />
Klik Pada Gambar untuk paparan</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">SULTAN KEDAH TUANKU ABDUL HALIM MUAZAM </span>SHAH</span><strong><!--more--></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam posting saya yang lalu banyak penekanan yang telah saya buat mengenai pertikaian  kaum kaum lain mengenai kontrak sosial. Mereka seakan mahu melupakan segala pengorbanan yang telah dilakukan oleh bangsa Melayu untuk membolehkan mereka hidup dalam aman damai didalam negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Disini saya ulang kembali gar mereka tidak lupa, bahawa mereka adalah <span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;tetamu&#8221;</strong></span> sahaja dinegara ini. Tolong jangan dipertikaikan lagi isu ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Komentar Lidah Pengarang]]></title>
<link>http://kembara99.wordpress.com/2009/09/12/1743/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 14:55:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Brutal Leo</dc:creator>
<guid>http://kembara99.wordpress.com/2009/09/12/1743/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; Pengajaran Melayu Singapura (Utusan Malaysia 12 September 2009) Oleh MUSTAFA KAMAL BASRI Yang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#160;</p>
<h3>Pengajaran Melayu Singapura (Utusan Malaysia 12 September 2009)</h3>
<div class="byline">Oleh MUSTAFA KAMAL BASRI<br />
Yang mengikuti program lawatan  wartawan ASEAN baru-baru ini</div>
<p>PENULIS mengikuti Program Lawatan Wartawan ASEAN dan program Meja Bulat Media  ASEAN di Singapura dari 3 hingga 10 Ogos lalu. Ia adalah program yang  keempat.</p>
<p>Program itu memberi peluang bertemu dengan editor-editor kanan dari Asia  Barat, yang kebetulan menyertai Program Lawatan Wartawan Asia Barat &#8211; juga kali  keempat.</p>
<p>Selain itu ia turut memberi kesempatan bertemu editor kanan dari beberapa  akhbar utama di China dan India yang mengikuti Program Lawatan Wartawan Asia  pertama.</p>
<p>Kesemua program lawatan itu dianjurkan secara berasingan oleh Kementerian  Penerangan, Komunikasi dan Kesenian Singapura sempena sambutan Hari Kemerdekaan  negara itu pada 9 Ogos. Republik itu menyambut ulang tahun ke-44 selepas  mencapai kemerdekaan dari Malaysia pada 9 Ogos 1965.</p>
<p>Ini kali ketiga, penulis menjejakkan kaki di bumi Temasek. Pertama ketika  berusia lima tahun, beberapa bulan sebelum republik itu merdeka dan kali kedua  pada 1984, sejurus selepas memulakan tugas sebagai wartawan.</p>
<p>Walaupun selepas itu beberapa kali berada di republik tersebut, ia hanya  sekadar transit di Lapangan Terbang Antarabangsa Changi.</p>
<p>Setelah sekian lama tidak menjejakkan kaki di bumi Singapura, memang satu  &#8216;kejutan&#8217; melihat pembangunan begitu pesat di negara itu.</p>
<p>Kemajuan pesat di republik ini pasti menjadi kebanggaan setiap warganya.  Tetapi perasaan penulis hiba menyaksikan panorama hutan batu ini.</p>
<p>Apabila menaiki kereta menyusuri lorong lorong, jalan dan lebuh raya di negara  pulau ini, hati terasa pilu apabila melihat kampung-kampung Melayu bertukar  menjadi taman perumahan moden yang diisi dengan blok-blok rumah pangsa, apartmen  dan kondominium. Pekan-pekan kecil di Geylang Serai, Beduk dan pinggir Woodlands  bertukar menjadi pusat bandar yang moden.</p>
<p>Kalau dahulu, orang Melayu yang merupakan penduduk asal tinggal berkelompok  di kampung tradisi, kini mereka menjadi penduduk minoriti dengan hanya menguasai  13.6 peratus daripada 4.7 juta penduduk Singapura. Penempatan mereka telah  berpecah-pecah.</p>
<p>Panorama penduduk Melayu tinggal berkelompok dalam komuniti mereka di kampung  tradisi Melayu hanya menjadi kenangan, tinggal menjadi sejarah dan nostalgia  hiba. Siapa hendak dipersalahkan?</p>
<p>Mungkin masyarakat Melayu di sana boleh menerima realiti itu kerana faktor  kekurangan tanah di republik tersebut.</p>
<p>Hati semakin terusik apabila melihat ada orang Melayu yang menjadi peminta  sedekah. Pegawai yang mengiringi rombongan wartawan ASEAN memberitahu, mereka  itu bukan rakyat Singapura tetapi dari Johor.</p>
<p>Penulis sukar menerima penerangan itu kerana kalau rakyat Malaysia di Johor  hendak mengemis mengapa perlu pergi ke Arab Street di Singapura. Bukankah Johor  Bharu juga cukup besar dan banyak dermawan?</p>
<p>Perasaan semakin tersentuh ketika melawat Istana Kampung Gelam di Sultan Gate  yang dibina pada 1840 di pinggir Lebuh Arab. Ia kini telah bertukar wajah  menjadi Pusat Warisan Melayu.</p>
<p>Ketika melawat pusat itu, penulis terkenang kisah perjuangan hingga &#8216;ke  titisan terakhir&#8217; bekas kerabat terakhir kesultanan Melayu Singapura.Mereka  tinggal di situ untuk mempertahankan istana tersebut, satu-satunya tanah milik  waris Sultan Singapura terakhir, Sultan Hussain Shah di negara itu daripada  &#8216;dirampas&#8217; oleh kerajaan.</p>
<p>Akhbar <em>Utusan Malaysia</em> turut menyiarkan laporan mengenai kisah  perjuangan tersebut ketika ia berlaku sekitar 1998-1999 sehingga istana itu  diambil alih oleh kerajaan Singapura pada 1 Disember 1999.</p>
<p>Ia berkesudahan dengan kekalahan waris keluarga diraja itu untuk  mempertahankan istana tersebut. Semuanya demi tuntutan pembangunan. Mereka  terpaksa mengosongkan istana di atas tanah seluas 1.2 hektar di Kampung Gelam  itu bagi membolehkan pembinaan Pusat Kebudayaan Melayu.</p>
<p>Orang Melayu Singapura akur dengan realiti semasa, terpaksa melepaskan  segala-galanya kerana sistem dan polisi kerajaan menghendaki begitu, selain  desakan keadaan.</p>
<p>Sistem meritokrasi, pemerintahan sekular dan <em>multiracialisme</em>, tiga  prinsip utama yang menjadi tunjang kepada pembentukan polisi kerajaan Singapura  yang dipupuk oleh Lee Kuan Yew sejak merdeka telah menukar bukan sahaja landskap  bumi Singapura, tetapi juga menghakis identiti orang Melayu di republik ini  menjadi &#8220;Melayu baru&#8221;. Itulah harga kemajuan dan pemodenan.</p>
<p>Bagaimanapun, orang Melayu Singapura harus bersikap objektif, menerima  hakikat bahawa sejarah tidak boleh diubah, tetapi kita semua harus belajar  daripada sejarah.</p>
<p>Segala-gala yang berlaku ke atas Singapura menjadi pengajaran penting kepada  Malaysia.</p>
<p>Tidak cukup setakat itu, selepas meratap hiba kehilangan Pulau Temasek,  rakyat Malaysia terus berduka akibat kehilangan Pulau Batu Putih pada Mei tahun  lalu, apabila Mahkamah Keadilan Antarabangsa (ICJ) memutuskan Pedra Branca  adalah milik Singapura, juga kerana kesilapan silam.</p>
<p>Bukan itu sahaja, penduduk Malaysia, terutama orang Melayu tidak dapat  melupakan peristiwa kegagalan projek &#8220;jambatan bengkok&#8221;, yang bertujuan  menyambungkannya dengan Tambak Johor di sebelah Singapura, setelah negara itu  enggan memberi kerjasama kepada pelaksanaan projek tersebut.</p>
<p>Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong ketika ditanya mengenai keengganan  Singapura merobohkan Tambak Johor yang berusia hampir 100 tahun bagi digantikan  dengan jambatan baru berkata, keadaan tambak itu masih baik dan masih berfungsi.  Maka tidak ada sebab mengapa kerajaan Singapura harus merobohkannya.</p>
<p>Itu adalah sebahagian siri kekecewaan dan cerita-cerita duka hiba yang  dilalui oleh penduduk Malaysia setelah kehilangan Singapura.</p>
<p>Sejak 9 Ogos 1965 penduduk Singapura terus melangkah tanpa menoleh lagi. Kini  hasil kerja gigih dan kerja keras pemimpinnya dengan sokongan rakyatnya,  Singapura muncul sebagai negara maju.</p>
<p>Ketika meratapi perkara-perkara yang melukakan dan mengecewakan akibat  kesilapan lampau, tidak salah kalau kita turut melihat ke depan. Melihat  perkara-perkara positif di Singapura.</p>
<p>Kita tidak harus menafikan segala kemajuan yang dikecapi oleh republik ini  adalah hasil sistem berkesan yang dilaksanakan oleh kerajaan Singapura selama 44  tahun sehingga berjaya membawa negara itu ke puncak kemajuan dan dikenali di  seluruh dunia.</p>
<p>Dari sebuah negara yang tidak mempunyai sebarang sumber asli, kerajaan telah  berjaya merubah republik itu menjadi pusat perindustrian, pusat kewangan dan  perdagangan utama di Asia dan malahan di dunia.</p>
<p>Lapangan Terbang Antarabangsa Changi kini menjadi yang ketujuh tersibuk di  dunia. Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan kelima terpenting di dunia.</p>
<p>Singapura kini turut mempunyai Litar Lumba F1 yang menjadi tumpuan dunia.  Keunikan F1 Singapura bukan sahaja kerana diadakan pada waktu malam tetapi  dijalankan secara bertentangan arah jam &#8211; satu daripada empat litar seperti itu  di dunia.</p>
<p>Selain itu, hampir empat per lima daripada trek litar itu, yang meliputi  sepanjang lima kilometer merupakan jalan awam yang digunakan setiap hari. Hanya  satu kilometer sahaja daripada litar merupakan trek kekal.</p>
<p>Semua kemajuan ini adalah kerana sistem pentadbiran dan pemerintahannya yang  berkesan.</p>
<p>Ini diakui oleh Hsien Loong bahawa Singapura bertuah kerana sistem yang  diadaptasi di negara itu &#8220;menjadi&#8221; sehingga berjaya mengubah republik itu  menjadi negara maju.</p>
<p>Beliau berkata, pemimpin Singapura bergerak mengikut keperluan semasa dan  bersedia membawa perubahan tanpa melanggar tunjang utama yang menjadi panduan  dalam merangka polisi negara itu (meritokrasi, pemerintahan sekular dan  <em>multiracialisme</em>).</p>
<p>Oleh kerana itu, Singapura berjaya memupuk perpaduan antara kaum mengikut  acuannya sendiri tanpa melanggar prinsip utama malah berubah dan bergerak bagi  memenuhi kehendak prinsip tersebut.</p>
<p>Atas prinsip itu, pemimpin Singapura berani melaksanakan dasar yang drastik  dengan menghapuskan sekolah-sekolah aliran Cina, Tamil dan sekolah-sekolah  aliran agama pada 1975 dan menggantikan sistem pendidikan nasional bagi memupuk  perpaduan. Penduduknya pula bersedia menerima perubahan itu dengan mengenepikan  sentimen perkauman.</p>
<p>Mungkin pemimpin Malaysia juga boleh belajar menjadi berani untuk membuat  perubahan radikal dan rakyat di negara ini pula tanpa mengira kaum bersedia dan  berani menerima perubahan dalam sistem pendidikan dengan menjadikan kontrak  sosial landasan demi mencapai perpaduan antara kaum seperti semangat yang  dipupuk semasa kemerdekaan dahulu.</p>
<p><strong>PENULIS ialah Pengarang Luar Negara, <em>Utusan Malaysia</em></strong></p>
<p><!--/STORY--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Press Conference Soraya Abdullah Balvas, Menanggapi Tuduhan Aparat Negeri Ini]]></title>
<link>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/10/press-conference-soraya-abdullah-balvas-menanggapi-tuduhan-aparat-negeri-ini/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 23:02:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>denfatur</dc:creator>
<guid>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/10/press-conference-soraya-abdullah-balvas-menanggapi-tuduhan-aparat-negeri-ini/</guid>
<description><![CDATA[Begitu maraknya pemberitaan media massa tentang terorisme yang semakin menjadi-jadi dan dikait-kaitk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Begitu maraknya pemberitaan media massa tentang terorisme yang semakin menjadi-jadi dan dikait-kaitk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arab Saudi: Perlakukan Syiah dengan Adil]]></title>
<link>http://ejajufri.wordpress.com/2009/09/04/arab-saudi-perlakukan-syiah-dengan-adil/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 14:52:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>ejajufri</dc:creator>
<guid>http://ejajufri.wordpress.com/2009/09/04/arab-saudi-perlakukan-syiah-dengan-adil/</guid>
<description><![CDATA[Kaum Syiah Menghadapi Diskriminasi Sistematik dalam Agama, Pendidikan, Pengadilan, dan Pekerjaan New]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kaum Syiah Menghadapi Diskriminasi Sistematik dalam Agama, Pendidikan, Pengadilan, dan Pekerjaan New]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DERITA KAUM BURUH ]]></title>
<link>http://sbjp.wordpress.com/2009/09/04/derita-kaum-buruh/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 14:22:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>sbjp</dc:creator>
<guid>http://sbjp.wordpress.com/2009/09/04/derita-kaum-buruh/</guid>
<description><![CDATA[aksi demo Melambung nya harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan, membuat nasib buruh semakin kelimp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[aksi demo Melambung nya harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan, membuat nasib buruh semakin kelimp]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tujuh belasan,]]></title>
<link>http://tantekristi.wordpress.com/2009/08/26/tujuh-belasan/</link>
<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 15:55:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>kristi</dc:creator>
<guid>http://tantekristi.wordpress.com/2009/08/26/tujuh-belasan/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin waktu &#8220;tujuhbelasan&#8221; RT di kampung saya nanggap wayang kulit. Denger-denger ceri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kemarin waktu &#8220;tujuhbelasan&#8221; RT di kampung saya nanggap wayang kulit.</p>
<p>Denger-denger ceritanya, dalangnya yahud, lakonnya &#8220;Semar mbangun Kahyangan&#8221;, ada yang nyletuk, ooo la iya!, itu kan pesan terselubungnya SBY!. Wah saya nggak ngerti sih, mau pesan terselubung, mau pesan sponsor tapi saya yakin kalau pasti ceritanya mengandung makna yang baik, yang bisa untuk diteladani oleh kaum muda Indonesia jaman sekarang.</p>
<p>Tiga minggu sebelum hari H, publikasinya sudah berjalan, poster-poster ditempel di tempat-tempat yang strategis, yang banyak dilalui oleh warga, termasuk saya.</p>
<p>Acara mulai jam 19.00 wib, sejak sore , sekitar pukul lima, saya sudah banyak melihat kaum Bapak yang memakai kemeja batik, sudah bersiap-siap untuk datang kelokasi, yaitu sebuah rumah kosong yang boleh dipinjam dari pemiliknya.</p>
<p>Kaum ibu sudah bergerombol untuk menonton, simbah-simbah dengan berbaju kebaya lengkap dengan kondenya dan jas juga sudah siap.</p>
<p>Jam tujuh tepat, gamelan pembuka untuk memanggil penonton sudah ditabuh, ada wiyaganya (penyanyi dalam musik gamelan) yang saya dengar dari rumah suaranya cukup merdu dan cengkoknya pas. Saya nggak menonton, karena pertama: saya nggak ngerti cerita wayang, apalagi dalam bahasa jawa, kedua: udara saat-saat itu sangat dingin, sudah pasti saya nggak kuat berlama-lama di udara terbuka begitu, lha kok simbah-simbah itu kuat ya kena udara dingin? Lha iya, beliau itu kan orang-orang (kuno) yang nglaku puasa, jadi secara lahir dan bathin kuat. Jam 4.30 subuh tepat, gamelan berhenti berbunyi, alias acara sudah selesai.</p>
<p>Waktu saya tanya tetangga saya keesokan harinya :&#8221;gimana acara wayang kulitan kemarin&#8221;, jawabnya:&#8221; seru bu, sayang ya ibu nggak nonton&#8221;, saya nanya lagi,:&#8221; banyak yang nonton?&#8221; jawabnya:&#8221; ya banyak yang orang-orang tua bu!, anak mudanya nggak ada&#8221;. Wah saya sangat trenyuh, sedih dan agak menyesalkan sikap anak-anak muda yang sudah mulai meninggalkan kebudayaannya sendiri, dan saya yakin masih banyak acara-acara yang seperti itu yang sudah tidak diminati kaum muda.</p>
<p>Lha ya ndak salah to kalau kebudayaan kita banyak diambil,  diklaim orang (baca: negara) lain sebagai miliknya, lha wong generasinya cuek, tapi kalau sudah kejadian baru deh teriak-teriak, seperti yang paling berkepentingan aja.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Macam Mana Nak Eja 'Dinosaur'?]]></title>
<link>http://fndrocka.wordpress.com/2009/08/07/cemana-nak-eja-dynosore/</link>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 03:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>fndrocka</dc:creator>
<guid>http://fndrocka.wordpress.com/2009/08/07/cemana-nak-eja-dynosore/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/6o1CzrmQP8U&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/6o1CzrmQP8U&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mau Kemana Kaum Cendikiawan Kita ?]]></title>
<link>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/07/30/mau-kemana-kaum-cendikiawan-kita/</link>
<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 08:22:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>klipingcliping</dc:creator>
<guid>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/07/30/mau-kemana-kaum-cendikiawan-kita/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu masih menjadi perwira, Tolstoi pernah melihat adegan berikut. Ketika berbaris, salah seorang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sewaktu masih menjadi perwira, Tolstoi pernah melihat adegan berikut. Ketika berbaris, salah seorang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jagalah SOLAT]]></title>
<link>http://tazkirah.wordpress.com/2009/07/20/jagalah-solat/</link>
<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 07:54:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>kelantaniah</dc:creator>
<guid>http://tazkirah.wordpress.com/2009/07/20/jagalah-solat/</guid>
<description><![CDATA[Solat adalah tiang agama. Apabila sempurna solat seseorang itu, maka baiklah akhlaknya dan jika sola]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Solat adalah tiang agama. Apabila sempurna solat seseorang itu, maka baiklah akhlaknya dan jika sola]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebaik-baik Umat Muhammad Rasulullah]]></title>
<link>http://musafeerjournal.wordpress.com/2009/07/20/b-3650/</link>
<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 02:12:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>ibnu Sugianto</dc:creator>
<guid>http://musafeerjournal.wordpress.com/2009/07/20/b-3650/</guid>
<description><![CDATA[Dari &#8216;Imran bin Hushain radhiyallaahu &#8216;anhumaa, bahwa dia mendengar Rasulullah shallalla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dari &#8216;Imran bin Hushain radhiyallaahu &#8216;anhumaa, bahwa dia mendengar Rasulullah shallalla]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekolah Wawasan]]></title>
<link>http://i-fresh.eu/2009/07/16/sekolah-wawasan/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 18:25:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mohd Zhafran</dc:creator>
<guid>http://i-fresh.eu/2009/07/16/sekolah-wawasan/</guid>
<description><![CDATA[&#160; “Sekolahku Syurgaku” “Mansuhkan PPSMI!” “Bahasa Malaysia digunakan semula 2012” Dalam keriuha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#160;</p>
<p><a href="http://lomniom.files.wordpress.com/2009/07/school.jpg"><img title="school" style="display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;border-width:0;" height="243" alt="school" src="http://lomniom.files.wordpress.com/2009/07/school_thumb.jpg?w=244&#038;h=243" width="244" border="0" /></a> </p>
<blockquote><p>“Sekolahku Syurgaku”</p>
<p>“Mansuhkan PPSMI!”</p>
<p>“Bahasa Malaysia digunakan semula 2012”</p>
</blockquote>
<p>Dalam keriuhan perdebatan mengenai bahasa perantaraan di sekolah-sekolah di Malaysia, masih ramai yang masih tidak hirau, atau tidak mahu menghiraukan prinsip utama sebuah sekolah.</p>
<p>Perkataan <strong>“School”</strong> dalam bahasa Inggeris bermaksud:</p>
<p><em>a) an educational institution&#160;&#160; b) the process of being formally educated at a school&#160;&#160; c) the period of instruction in a school</em> </p>
<p>dan beberapa lagi yang saya serahkan pada saudara-saudari sendiri utk mencarinya.&#160; </p>
<p>(Sumber : <a title="http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn?s=school" href="http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn?s=school">http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn?s=school</a>)</p>
<p>Hanya dari maksud perkataan di atas, sekolah adalah gabungan sekurang-kurangnya 3 elemen; tempat, proses dan tempoh masa seseorang itu dididik. </p>
<p><strong>Dididik untuk apa? Apakah tujuan pendidikan di sekolah?</strong> </p>
<p> <!--more-->
<p>&#160;</p>
<p>Selain dari semua jawapan yang saya mungkin dapat, di sini saya ingin menekankan pendidikan di sekolah untuk <strong>mewujudkan perpaduan di Malaysia,</strong> sebuah negara berbilang kaum, di mana hampir setiap kaum mempunyai sekolah dalam bahasa ibunda masing-masing. </p>
<p>Ya, <strong>hanya di Malaysia kita mempunyai sekolah kerajaan “rasmi” dalam bahasa semua kaum</strong> yang meminta&#160; diadakan sekolah dalam bahasanya. Sekolah yang mengajar 70% dalam bahasa ibunda, tidak kiralah Melayu, Cina, India atau bahasa lain. (30% untuk sains dan matematik dalam bahasa Inggeris). Pada 2012 nanti, mungkin mencapai 100% semula. 100% Melayu, 100% Cina, 100% India. <strike>Semua sekali jadi 300%. Tahniah!</strike></p>
<p><strong>Dan perpaduan rakyat di masa akan datang? Bagaimana?</strong> Persoalan mewujudkan sekolah kebangsaan dan merobohkan sekolah vernakular bukan sekali dua dibangkitkan, sudah muak saya dengar. Namun adakah satu model yang mampu memuaskan hati semua pihak? </p>
<p>Di sinilah kelemahan sistem yang dicadangkan, tidak memuaskan hati, menambah sakit hati kaum bukan Melayu adalah.</p>
<p>Saya terpanggil untuk menyuarakan pendapat saya mengenai <strong>“Sekolah Wawasan”.</strong></p>
<p>Sekolah wawasan? Bukan sekolah kebangsaan? </p>
<p>BUKAN! Sekolah wawasan adalah <strong>sekolah gabungan.</strong> Gabungan sekolah Kebangsaan, Sekolah Jenis Kebangsaan dan sekolah-sekolah vernakular yang lain. </p>
<p><strong>Gabungan = Perpaduan.</strong> Sekolah wawasan adalah sekolah model yang akan memangkin perpaduan rakyat Malaysia. </p>
<p>Di sinilah akan nampak keberanian kerajaan untuk menetapkan sesuatu yang akan memerlukan pengorbanan semua kaum, Melayu, Cina, India dan lain-lain.</p>
<p>Sekolah kebangsaan, dan semua jenis sekolah jenis kebangsaan akan dimasukkan dan digabungkan dalam satu sistem sekolah wawasan. <strong>Dalam satu tempat pembelajaran yang sama, satu sekolah yang besar. </strong></p>
<p><strong>Di sekolah wawasan ini, tidak ada satu kaum yang akan didahulukan melebihi kaum yang lain.</strong> Pembelajaran boleh diadakan dalam bahasa yang diminta. Tapi dihadkan terhadap beberapa matapelajaran tertentu sahaja. </p>
<p>Dari 10 subjek yang ditawarkan, 6 akan diajar dalam Bahasa Malaysia, dan 4 lagi dalam bahasa pilihan masing-masing. Bahasa Malaysia, bukan semata-mata Bahasa Kaum MELAYU.</p>
<p><strong>Guru-guru dari sekolah jenis kebangsaan dan sekolah kebangsaan dikekalkan</strong> memandangkan jumlah pelajar juga adalah gabungan jumlah semua sekolah yang mengambil bahagian. Jumlah pelajar yang banyak memerlukan pengawasan guru yang banyak, jadi tiada sesiapa akan tersisih. </p>
<p>Selain itu, pelajar-pelajar Melayu juga boleh memilih untuk mempelajari 2 matapelajaran Sains dan Matematik yang dipilih dalam bahasa Cina atau India. Kanak-kanak India boleh memilih untuk belajar dalam bahasa cina, dan begitu juga sebaliknya. </p>
<p><strong>Dengan syarat</strong> mereka mesti mempelajari bahasa tersebut dan <strong>lulus ujian bahasa tersebut pada tahun sebelumnya</strong>. Pelajar tingkatan 2 cuma boleh memilih matapelajaran dalam bahasa yang lain jika lulus bahasa tersebut semasa tingkatan satu. Tiada kelulusan, tiada kebenaran untuk mengelakkan pelajar menjadikan alasan “bahasa asing” untuk gagal.</p>
<p>Di sekolah menengah, 3 matapelajaran Sains dan Matematik + Bahasa Cina/India = 4 matapelajaran. Dan 6 lagi dalam bahasa rasmi negara Malaysia (jika ambil 10 subjek, kalau ambil 8, jadi 4 dalam bahasa pilihan dan 4 dalam bahasa Malaysia). Dan di sekolah rendah, ada 2 matapelajaran sains dan matematik, jadi 3 keseluruhan yang boleh dipilih.</p>
<p>Sekolah wawasan inilah yang akan menjadi tunjang perpaduan rakyat Malaysia pada 2020 nanti. <strong>Setiap orang mendapat peluang pendidikan yang sama, peluang perkerjaan yang sama.</strong></p>
<p>Bangsa-bangsa Cina dan India akan memohon lebih banyak pos dalam syarikat-syarikat dan agensi-agensi kerajaan. Bangsa Melayu juga akan ada yang akan memohon kerja bagi iklan-iklah pekerjaan yang memerlukan kemahiran berbahasa Cina atau India.</p>
<p>Peluang yang sama untuk semua. Bukankah itu yang kita inginkan?</p>
<p>Sekolah yang sama bermaksud <strong>kemudahan yang sama</strong>. Jadi pada masa itu, tiada alasan untuk mengatakan bangsa Cina lebih pandai kerana sekolah mereka mempunyai lebih banyak kemudahan. Tiada lagi tuduhan kerajaan memberikan biasiswa pilih kasih.</p>
<p>Pada masa itu, <strong>peluang biasiswa adalah sama kepada semua orang.</strong> Yang layak, yang pandai, akan mendapat biasiswa. Kriteria-kriteria seperti pendapatan ibu bapa, kurikulum, temuduga dan lain-lain masih akan diambil kira, kerana kita <strong>tidak mahu cuma keluarga yang berkemampuan sahaja menikmati syarat-syarat biasiswa ini.</strong></p>
<p>Besarkanlah horizon sekolah-sekolah kita. Berikanlah anak-anak kita mendapat peluang yang sama. Peluang untuk berkenalan dan bermesra dengan kaum yang lain. Berikan mereka peluang bermain, berbincang satu sama lain. Sesuatu yang kita tidak miliki sekarang, kerana anak-anak melayu lebih banyak dihantar ke sekolah yang majoritinya melayu, jarang sangat yang ke sekolah cina atau tamil. </p>
<p><strong>Perpaduan rakyat berbilang kaum dan peluang yang adil saksama untuk semua, Malaysia Boleh!</strong></p>
<p>Semoga idea ini mendapat sokongan dan menjadi realiti satu hari nanti, insya Allah. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur]]></title>
<link>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/07/16/sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur-2/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 04:51:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://gerejaindonesia.wordpress.com/2009/07/16/sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur-2/</guid>
<description><![CDATA[14.07.09 14:57 Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2451/3719333213_ec7b05e8ae_m.jpg" alt="don_bosco1.jpg" title="Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">14.07.09 14:57</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html">Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 &#8211; 31 Januari  1888) atau lebih akrab dipanggil Don Bosco, sering dijuluki sebagai “bapak kaum muda”, adalah seorang pendidik dan pastur. Ia &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur]]></title>
<link>http://kristianipost.wordpress.com/2009/07/16/sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur-2/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 04:51:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristianipost.wordpress.com/2009/07/16/sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur-2/</guid>
<description><![CDATA[14.07.09 14:57 Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2451/3719333213_ec7b05e8ae_m.jpg" alt="don_bosco1.jpg" title="Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">14.07.09 14:57</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html">Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 &#8211; 31 Januari  1888) atau lebih akrab dipanggil Don Bosco, sering dijuluki sebagai “bapak kaum muda”, adalah seorang pendidik dan pastur. Ia &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur]]></title>
<link>http://kristenpost.wordpress.com/2009/07/16/sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur-2/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 04:51:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>kedung5704</dc:creator>
<guid>http://kristenpost.wordpress.com/2009/07/16/sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur-2/</guid>
<description><![CDATA[14.07.09 14:57 Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><div style="border:1px solid rgb(102,102,102);float:left;width:80px;margin-right:7px;margin-bottom:2px;padding:2px;" align="center"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2451/3719333213_ec7b05e8ae_m.jpg" alt="don_bosco1.jpg" title="Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur" border="0" /></a></div>
<div class="smallgrey">14.07.09 14:57</div>
<div style="padding-top:5px;padding-bottom:0;font-size:12px;font-weight:bold;"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html">Sahabat dan Bapak Kaum MudaDon Bosco, Pastur</a></div>
<div style="padding-top:0;padding-bottom:0;">SANTO Yohanes Bosco (16 Agustus 1815 &#8211; 31 Januari  1888) atau lebih akrab dipanggil Don Bosco, sering dijuluki sebagai “bapak kaum muda”, adalah seorang pendidik dan pastur. Ia &#8230; </div>
<div class="lite2" style="padding-top:3px;" align="right"><a href="http://reformata.com/02274-sahabat-dan-bapak-kaum-mudadon-bosco-pastur.html">&#60;!&#8211;<img src="more.gif" border="0" alt="" title="" />&#8211;&#62;        read more »</a></div>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
