<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kebahagiaan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kebahagiaan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kebahagiaan"</description>
	<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 08:28:43 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Info bagus : Seberapa Bahagia Bangsa Kita ??]]></title>
<link>http://melodyxofxmyxheart.wordpress.com/2009/12/23/info-bagus-seberapa-bahagia-bangsa-kita/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 13:28:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Lovable Cha E-Ru</dc:creator>
<guid>http://melodyxofxmyxheart.wordpress.com/2009/12/23/info-bagus-seberapa-bahagia-bangsa-kita/</guid>
<description><![CDATA[INFO : Seberapa Bahagia Bangsa Kita ?? Minggu lalu saya iseng buka-buka halaman koran di teras rumah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone" title="happiness, not by money" src="http://arthritisfoundationwpa.files.wordpress.com/2009/09/happiness.jpg?w=448&#038;h=299" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>INFO : Seberapa Bahagia Bangsa Kita ??</p>
<p>Minggu lalu saya iseng buka-buka halaman koran di teras rumah. Ada satu artikel yang menarik dari koran tersebut.</p>
<p>Disunting dari harian KOMPAS, edisi sabtu 12 Desember 2009 halaman 12 dengan judul <strong>Seberapa Bahagia Bangsa Kita?</strong> Oleh Handrawan Nadesul.</p>
<p>Adrian White dari universitas Leicester belum lama ini membuat survei tentang severapa besar derajat kebahagiaan bangsa-bangsa di dunia. Yang mengagumkan dari hasil survey itu adalah hasilnya bukan dari negara kaya yang menduduki peringkat pertama, melainkan bangsa Denmark. Nah, ini bisa membuktikan bahwa uang tidak semata bisa membeli kekayaan. Bagaimana dengan bangsa Indonesia?. Indonesia menduduki peringkat ke-64. Hm, lumayan atau menyedihkan ?? saya juga tidak bisa menilainya.</p>
<p>Survei lain di satu dasawarsa yang lalu juga membuktikan hal yang sama. Kebahagiaan orang di dunia tidak bertambah secara signifikan sejak tahun 1950. Kemajuan tekhnologi, ekonomi, dan fasilitas dunia ternyata tidak menambah kebahagiaan manusia. Lalu apa?</p>
<p>RASA BERSYUKUR.</p>
<p>Orang Denmark dikenal sebagai bangsa yang mudah bersyukur, menimati hidup tanpa perlu berkelimpahan, hidup secukupnya (contentment), serta merasa tak diperbudak kesuksesan. Kenapa Denmark bisa begitu ?</p>
<p>Nah, ini dia yang membuat saya sedikit iri. Di demark pendidikan dan kesehatan itu gratis, hari tua terjamin, ditunjang dengan filosofi hidup yang tak perlu <em>ngoyo. </em>Lain dari itu, tingkat pengharapan (ekspektasi) orang Denmark rendah. Kesuksesan kecil saja sudah bikin mereka bangga dan bahagia. Apabila gagal, mereka pun masih berbesar hati untuk bangkit lagi.ini berarti tingkat stres orang Denmark sangat rendah. Berbeda dengan seorang atlet nasional yang kita kira sangat sehat, ternyata divonis sakit jantung. Musababnya adalah stres. Karena pembuluh koroner jantung bisa menguncup (coronary spasm) kalau stres merundung.</p>
<p>Hmm, mengapa bukan jepang atau USA yang menduduki peringkat pertama? Hal ini dipengaruhi paradoks “n-Ach”.</p>
<p>Pada awal modernisasi kemajuan ditentukan oleh spirit need-for-achievment (“viris jiwa n-Ach”). Jiwa bangsa-bangsa yang tak pernah puas lebih laju akselerasi pembangunannya. Semua bangsa berlomba ingin maju. Bangsa Troya dulu, dan bangsa Jepang sekarang, contohnya. Spirit  tak pernah puas tersebut  pokok lonjakan ekonomi bangsa mereka.</p>
<p>Namun kini terbukti bahwa bangsa yang didikte oleh keinginan dan ambisi tinggi tidak lebih bahagia dari bangsa yang mendahulukan rasa bersyukur dan hidup secukupnya. Hal itu karena tidak adanya batas  tertinggi untuk kepuasan. Sayangnya, hanya seperempat responden di dunia yang mempercayai hal ini. Bagaimana dengan anda ?</p>
<p>Beberapa negara maju lainnya seperti negaranya Lee Min-Ho, hehehe : Korea Selatan menduduki peringkat 102, negeri Tirai bambu China peringkat ke-82, dan Thailand menduduki peringkat ke-76</p>
<p>Hm, sebentar !</p>
<p>Kita tahu bahwa bangsa Indonesia menduduki peringkat ke-64.</p>
<p>Wah, ini berarti tingkat kebahagiaan negara Indonesia tercinta kita ini lebih tinggi dari negara-negara itu ya?</p>
<p>Well, setidaknya ini bisa membuat kita sadar bahwa filosofi orang banyak salah. Rata-rata anak-anak sejak kecil dididik untuk untuk bersekolah demi mencari uang semata. Kesuksesan hidup diukur dengan uang.</p>
<p>Uang memang bisa membeli ranjang emas, tapi tidak bisa membeli tidur. Bisa membeli Seks, tapi buka Cinta. Bisa membeli obat, tapi bukan kesehatan.</p>
<p>Silahkan komentar dan isi buku tamu ya !</p>
<p>Terima kasih.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bismillahirahmanirrahim]]></title>
<link>http://dhidays.wordpress.com/2009/12/23/bismillahirahmanirrahim/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 06:28:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hidayat</dc:creator>
<guid>http://dhidays.wordpress.com/2009/12/23/bismillahirahmanirrahim/</guid>
<description><![CDATA[Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan kebahagiaan, kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan kebahagiaan, kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat hanya dalam amal agama yang sempurna sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEBANGGAAN ATAU KEBAHAGIAAN]]></title>
<link>http://rinatrilestari.wordpress.com/2009/12/16/kebanggaan-atau-kebahagiaan/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 00:58:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>rinatrilestari</dc:creator>
<guid>http://rinatrilestari.wordpress.com/2009/12/16/kebanggaan-atau-kebahagiaan/</guid>
<description><![CDATA[Desember dan semua yang kita lalui di tahun ini akan segera ditutup. Satu lembar dari sekian lembar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Desember dan semua yang kita lalui di tahun ini akan segera ditutup. Satu lembar dari sekian lembar hidup yang belum kita tahu sampai halaman berapa akhirnya. Setahun mungkin bukan waktu yang sebentar tapi ketika Desember sudah mulai kita jalani yang terlewati seperti tak ada artinya. Sebagian kita mungkin bisa berlega ketika resolusi awal tahun lalu telah terpenuhi. Lulus kuliah, dapat kerjaan, dapat pacar, mengakhiri masa lajang atau bahkan dapat momongan. Lalu sebagian yang lain bagaimana? Sudahkah apa yang dicitakan jadi kenyataan? Atau haruskah menunggu dan mulai mencatat resolusi untuk tahun baru yang akan segera datang?</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu berlalu tidak lagi berjalan tapi berlari bagi sebagian kita yang merasa angka sudah semakin mengkhawatirkan. Dua puluh lima dan belum berhasil menyelesaikan kuliah, dua puluh enam dan masih penggangguran, dua puluh tujuh dan masih melajang, dua tahun atau bahkan empat tahun menunggu tapi belum juga dapat keturunan. Jika angka telah berubah menjadi begitu kaku dan jadi patokan tentu sulit untuk bisa menerima bahwa waktu memang tidak ditakdirkan untuk berhenti. Waktu tidak akan pernah berhenti apalagi untuk kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku baru saja nonton film Happily Never After di salah satu stasiun televisi ketika menulis ini. Seperti juga Ella, tokoh utama di film ini, hampir sebagian kita begitu terpaku pada sosok pangeran, sebuah kesempurnaan. Lulus dengan predikat sangat memuaskan, mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan bonafit dengan posisi yang bisa dibanggakan, dapat suami tampan dan mapan, punya bayi yang lucu yang bisa dipamerkan. Tapi apa semua memang seperti itu? Apa yang seperti itu yang bisa membuat kita benar-benar bahagia? Haruskah cinderela mendapat pangeran dan mengabaikan tukang cuci yang lebih layak dicintai? Mengejar sesuatu yang mungkin bahkan tidak layak dikejar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah hasil tanpa proses yang bisa dihayati sekaligus dipelajari hanya angka kaku demi sebuah kebanggaan diri. Bagaimana kita belajar di bangku kuliah dan memperoleh jajaran nilai, bagaimana kita berusaha mendapatkan pekerjaan dan posisi, bagaimana suami tampan atau istri yang elok bukan hanya sebuah kemenangan atau kebanggaan tapi kenyamanan hati, atau bayi lucu yang sebenarnya hanya titipan bukan untuk dimiliki, itu yang sering kita abaikan. Bukan kebanggaan yang ingin kuberi label negatif karena bagiku sebuah kebanggaan itu juga penting tapi apakah sebuah kebanggaan yang akhirnya semu atau kebahagian yang sebenarnya kita cari itu yang perlu dikaji lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak mudah memang untuk benar-benar bangga sekaligus bahagia karena selama ini kita terlalu banyak disuguhi tayangan dan nilai-nilai yang menurutku perlu dipelajari lagi. Bangga karena bisa masuk ke perguruan tinggi idaman dengan jurusan yang jadi incaran banyak orang tentu akan lebih berarti jika kita lakukan karena kita memang menginginkan. Dapat suami atau istri yang membuat iri banyak orang tentu tidak lagi jadi penting jika ternyata pasangan tidak bisa memberikan ketenangan, kenyamanan. Bukan sebuah kemenangan jika kemudian kita hanya bisa mengalah dan akhirnya mengaburkan jati diri kita sendiri sebagai sebuah individu. Bukan untuk hiasan karena bagusnya wajah tak lagi meneduhkan tapi hanya membuat hati ngilu dan merana sepanjang waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang pangeran mungkin sempurna secara kasat mata, kebanggaan mungkin saja membuat bahagia tapi ketika membutakan kita pada esensi dasar sebuah kebahagian apalah artinya. Apakah hidup harus selalu lahir-sekolah-kuliah-kerja-menikah-punya anak- tentu pilihan kita, meski aku yakin pasti akan banyak yang bilang, “aku tidak punya pilihan.” Inilah pilihan kita mengikuti pola yang sedari kecil ditanamkan di kepala kita sebagai sebuah ajang untuk membanggakan diri yang akhirnya membuat kita merasa terus dikejar, dituntut atau menikmati semuanya dan menciptakan kebahagiaan sejati untuk kita sendiri. Bukankah sesuatu yang dipaksakan tidak pernah baik? Setidaknya tidak baik untuk hatimu. Apa kita sudah cukup yakin asal mereka bahagia kita juga bahagia? Sungguh mulia jika kita bisa meski bagiku lebih pada aku bahagia dan mereka akan ikut bahagia atau mungkin mereka tetap tidak bahagia tapi mereka harus bisa menghargai kebahagiaanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Desember sudah berjalan dan akan segera berlalu. Pilihan kita yang sedang kuusahakan menjadi pilihanku adalah memantapkan diri pada keyakinan yang sudah kupilih, berusaha terus menjaga mimpi yang sedang kukejar, tidak menyesal dengan keputusan yang sudah kuambil karena aku ingin memperjuangkan kebahagiaanku sendiri kalaupun nantinya membanggakan itu hanyalah sebuah bonus. Kebahagiaanku adalah kebanggaanku karena kuperoleh dengan perjuangan. Tanya hatimu, apa yang benar-benar kamu mau dan mereka hanya akan mengikuti karena mereka tidak benar-benar tahu. Karena kebahagiaan kita yang rasakan maka kebahagiaan kitalah yang harus memperjuangkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Begini Saja Cukup, Sudah Jangan Bicara...]]></title>
<link>http://renjanatuju.wordpress.com/2009/12/08/begini-saja-cukup-sudah-jangan-bicara/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 07:39:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>atre</dc:creator>
<guid>http://renjanatuju.wordpress.com/2009/12/08/begini-saja-cukup-sudah-jangan-bicara/</guid>
<description><![CDATA[Seiring menderasnya hujan hari ini, sederas itu pula kata-kata sepertinya ingin meluap membuncah-bun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seiring menderasnya hujan hari ini, sederas itu pula kata-kata sepertinya ingin meluap membuncah-bun]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebahagiaan Ditentukan Di Awal]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/08/kebahagiaan-ditentukan-di-awal/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 00:58:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/08/kebahagiaan-ditentukan-di-awal/</guid>
<description><![CDATA[Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebahagiaan Yang Tersembunyi]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/07/kebahagiaan-yang-tersembunyi/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 02:11:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/07/kebahagiaan-yang-tersembunyi/</guid>
<description><![CDATA[Bulan April ini, adalah tahun ke sepuluh saya berada di Batam, seumur dengan perusahaan tempat saya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bulan April ini, adalah tahun ke sepuluh saya berada di Batam, seumur dengan perusahaan tempat saya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menikmati Kebosanan]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/07/menikmati-kebosanan/</link>
<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 02:07:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/07/menikmati-kebosanan/</guid>
<description><![CDATA[Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya. Tamu :]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya. Tamu :]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bukan Masalah]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/bukan-masalah/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:49:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/bukan-masalah/</guid>
<description><![CDATA[Seorang gadis kedapatan menangis di suatu senja tanpa diketahui sebab musababnya. Si ayah lalu berta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang gadis kedapatan menangis di suatu senja tanpa diketahui sebab musababnya. Si ayah lalu berta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terdaftar Di Buku Telepon]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/terdaftar-di-buku-telepon/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:25:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/terdaftar-di-buku-telepon/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang Raja Yang Bahagia]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/sang-raja-yang-bahagia/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 05:32:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/sang-raja-yang-bahagia/</guid>
<description><![CDATA[Alkisah hiduplah seorang raja yang memiliki lonceng perak yang digantung di puncak menara tinggi ist]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Alkisah hiduplah seorang raja yang memiliki lonceng perak yang digantung di puncak menara tinggi ist]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suatu Malam Di Sebuah Pesta]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/suatu-malam-di-sebuah-pesta/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 05:25:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/suatu-malam-di-sebuah-pesta/</guid>
<description><![CDATA[Suatu malam, di sebuah pesta, seorang perempuan muda dikagetkan oleh pertemuannya dengan seorang sah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu malam, di sebuah pesta, seorang perempuan muda dikagetkan oleh pertemuannya dengan seorang sah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kupu-Kupu]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/kupu-kupu/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 03:59:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/05/kupu-kupu/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Ikan dan Air]]></title>
<link>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/03/kisah-ikan-dan-air/</link>
<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 04:44:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>inzpiratif</dc:creator>
<guid>http://inzpiratif.wordpress.com/2009/12/03/kisah-ikan-dan-air/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sudut Pandang]]></title>
<link>http://mtamim.wordpress.com/2009/12/02/sudut-pandang/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:32:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>mtamim</dc:creator>
<guid>http://mtamim.wordpress.com/2009/12/02/sudut-pandang/</guid>
<description><![CDATA[Kebahagiaan sebenarnya bergantung akan sudut pandang kita terhadap sesuatu. Bayangkan jika anda menj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kebahagiaan sebenarnya bergantung akan sudut pandang kita terhadap sesuatu. Bayangkan jika anda menj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anugerah Paling Indah  ]]></title>
<link>http://ruanghikmah.wordpress.com/2009/11/29/anugerah-paling-indah/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 15:13:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>ruanghikmah</dc:creator>
<guid>http://ruanghikmah.wordpress.com/2009/11/29/anugerah-paling-indah/</guid>
<description><![CDATA[Tiada satu pun manusia yang tidak menginginkan kebahagiaan hidup, ketika masih di dunia, apatah lagi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tiada satu pun manusia yang tidak menginginkan kebahagiaan hidup, ketika masih di dunia, apatah lagi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benarkah Kita Sudah Mengenal Diri Sendiri?]]></title>
<link>http://chillinaris.wordpress.com/2009/11/29/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 02:28:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>chillinaris</dc:creator>
<guid>http://chillinaris.wordpress.com/2009/11/29/benarkah-kita-sudah-mengenal-diri-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Dalam pergaulan kerap ditemui orang yang persepsi tentang dirinya sendir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Matahari Kembali Bersinar, Bulan Kembali Terang Benderang, Hatiku Kembali Bernyanyi]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/25/matahari-kembali-bersinar-bulan-kembali-terang-benderang-hatiku-kembali-bernyanyi/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:34:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/25/matahari-kembali-bersinar-bulan-kembali-terang-benderang-hatiku-kembali-bernyanyi/</guid>
<description><![CDATA[Aku merasakan kembali hangatnya matahari Aku melihat kembali sinar bulan di malam hari Hatiku bernya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Aku merasakan kembali hangatnya matahari<br />
Aku melihat kembali sinar bulan di malam hari<br />
Hatiku bernyanyi lagi &#8230;&#8230;</p>
<p>Kami saling bicara hati &#8230;..<br />
Kami saling membuka diri &#8230;..<br />
Dengan segenap kerinduan, kami saling mencurahkan cinta dalam setiap perkataan kami &#8230;&#8230;<br />
Harapan kembali nyata terbentang<br />
Tinggal kami meraihnya &#8230;..<br />
Sudah sedemikian dekat &#8230;&#8230;</p>
<p>Segala cercaan sudah kami tinggalkan di belakang &#8230;..<br />
Segala perkataan yang menyakitkan dan membuat kami luluh lantak sudah kami lupakan &#8230;&#8230;<br />
Kami sudah mengampuni mereka dengan kasih &#8230;..<br />
Aku begitu bangga padamu, kekasihku &#8230;.<br />
Kau telah mencintaiku dengan segala apa yang kau punya dalam hidupmu<br />
Kau telah membuat aku demikian berbahagia<br />
Dan aku sudah berupaya yang terbaik juga untukmu<br />
<!--more--></p>
<p>Walau seorang sahabat, kemarin, telah menghancurkannya,<br />
Tetapi kami tetap tegar dalam cinta kami &#8230;..<br />
Biarkan dia berkata,<br />
Biarkan dia bermain sesuai dengan pikirannya,<br />
Biarkan dia mengatakan apapun yang dia suka,<br />
Tetapi aku dan kekasihku<br />
Terus berada dalam genggaman kebahagiaan<br />
Dan tidak akan berhenti berjuang demi cinta kami &#8230;&#8230;</p>
<p>Aku yang kemarin demikian terhina,<br />
Aku yang kemarin demikian terpuruk dengan hati benar benar terpukul,<br />
Sekarang aku telah bangkit kembali &#8230;..<br />
Bersama kekasihku, aku merasakan semakin dekat kebahagiaan itu di depanku<br />
Biarkan mereka berkata apapun, aku tidak peduli<br />
Biarkan mereka bertindak apapun, aku tidak peduli<br />
Karena aku sudah merasakan kembali sinar matahari di siang hari dan bulan di  malam hari,<br />
Hatiku terus bernyanyi &#8230;&#8230;.</p>
<p>Sahabat,<br />
Hentikan semua tindakan yang akan menghancurkan kita semua &#8230;..<br />
Hentikan semua tindakan yang menyakitkan<br />
Lakukan yang terbaik untuk kita semua &#8230;.<br />
Janganlah kita saling menyakiti,<br />
Karena Tuhan adalah pendamai diantara kita</p>
<p>Sahabat,<br />
Sungguh tidak nyaman bila semua dilandasi dengan kebencian<br />
Seperti yang Tuhan ajarkan pada kita<br />
Bahwa kita harus saling mengampuni<br />
Dari hati yang paling dalam, sahabat,<br />
Aku mengajakmu untuk selalu membuat hati kita masing masing tersenyum<br />
Aku ingin hatimu ikut bernyanyi bersama aku dan kekasihku &#8230;&#8230;<br />
Bersorak sorai dalam kemenangan melawan kuasa gelap yang ada kemarin, yang selalu berusaha untuk menghancurkan hati kita semua &#8230;&#8230;</p>
<p>Sambutlah hangatnya matahari esok pagi<br />
Lihatlah terangnya sinar rembulan malam ini<br />
Bersama sama kita senantiasa berdoa<br />
Untuk semua impian dan masa depan kami yang pasti,<br />
 Dalam kebahagiaan damai Tuhan &#8230;</p>
<p>Mari hati kita bernyanyi, sahabatku &#8230;..<br />
Tersenyumlah selalu bersamaku, sahabatku &#8230;..<br />
Bersama aku dan kekasihku, aku mengajakmu untuk meraih masa depan masing masing yang kita impikan &#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MERAIH KEBAHAGIAAN]]></title>
<link>http://motipasti.wordpress.com/2009/11/24/meraih-kebahagiaan/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 02:42:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>motipasti</dc:creator>
<guid>http://motipasti.wordpress.com/2009/11/24/meraih-kebahagiaan/</guid>
<description><![CDATA[”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehilangan segala-gala]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:30:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</guid>
<description><![CDATA[Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu. Jika anda kehilangan semangat dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu.</p>
<p>Jika anda kehilangan semangat dan keberanian, berarti anda kehilangan banyak hal.</p>
<p>Dan jika anda kehilangan kemuliaan serta harga diri, berarti anda kehilangan segala-galanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PNS dan Kebahagiaan]]></title>
<link>http://cecepwijaya.wordpress.com/2009/11/23/pns-dan-kebahagiaan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 18:56:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>ceps09</dc:creator>
<guid>http://cecepwijaya.wordpress.com/2009/11/23/pns-dan-kebahagiaan/</guid>
<description><![CDATA[SAMPAI saat ini, pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) masih diminati oleh sebagian besar mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://cecepwijaya.wordpress.com/files/2009/11/clekit-sept24091.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-180" title="clekit-sept2409" src="http://cecepwijaya.wordpress.com/files/2009/11/clekit-sept24091.jpg?w=300" alt="" width="300" height="173" /></a>SAMPAI</strong> saat ini, pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) masih diminati oleh sebagian besar masyarakat. Terbukti dengan adanya berbagai perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari berbagai departemen ataupun pemerintahan setempat di berbagai daerah, ribuan bahkan puluhan ribu orang mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi CPNS tersebut. Padahal, yang dibutuhkan rata-rata tidak lebih dari tiga ratus formasi. Lantas apa yang membuat mereka begitu mengharapkan menjadi PNS? Tampaknya mereka melakukannya karena menginginkan satu hal; kebahagiaan.</p>
<p>Dengan menjadi PNS, orang-orang berpikir akan mendapatkan kebahagiaan di masa yang akan datang. Sebab, mereka akan memiliki karir yang jelas dan jaminan hari tua. Belum lagi dengan berbagai tunjangan dan fasilitas yang mencukupi untuk setiap jenjang karirnya. Dengan begitu, setidaknya mereka memiliki rasa “aman” akan hari esok. Oleh karena itu, tidak heran jika mereka berbondong-bondong mengikuti seleksi CPNS di berbagai daerah dan dari berbagai instansi pemerintahan. Akan tetapi, benarkah PNS menjamin kebahagiaan seseorang?<!--more--> Atau apakah PNS satu-satunya jalan untuk mendapatkan kebahagiaan? Lalu apa sebenarnya kebahagiaan itu?</p>
<p>Pagi ini aku membaca salah satu artikel Ary Ginanjar Agustian tentang kebahagiaan. Beliau membagi kebahagiaan menjadi tiga, yakni physical happines (kebahagiaan materi), emotional happiness (kebahagiaan emosional), dan spiritual happines (kebahagiaan spiritual).</p>
<p><em>Physical happiness</em> (kebahagiaan materi) adalah kebahagiaan yang diukur dari segi materi. Artinya, seseorang merasa bahagia ketika memiliki harta yang melimpah, rumah dan kendaraan yang mewah, bisnis yang pesat, dan berbagai limpahan materi lainnya. Sebab, dengan kebebasan finansial, seseorang akan dapat membeli, memiliki, dan melakukan apa pun. Kebahagiaan ini, menurut beliau, merupakan kebagaiaan semu, karena menjebak seseorang bersifat konsumerisme dan hanya mengejar materi dalam kehidupannya.</p>
<p><em>Emotional happiness</em> (kebahagiaan emosional) adalah kebahagiaan berupa pengakuan, pujian, dan penghargaan dari orang lain. Seseorang merasa bahagia ketika mendapat sanjungan, tepuk tangan, dan piagam penghargaan dari banyak orang atas prestasi yang diraihnya. Kebahagiaan seperti ini cenderung sulit dipenuhi karena manusia bersifat tidak pernah puas.</p>
<p>Berbeda dengan <em>physical</em> dan <em>emotional happiness</em> yang diukur berdasarkan materi dan sanjungan manusia, <em>spiritual happiness</em> (kebahagiaan spiritual) tidak diukur berdasarkan keduanya. Akan tetapi, kebahagiaan spiritual diperoleh ketika seseorang menyadari akan hakikat hidup sebenarnya; dari mana dia berasal, apa tujuan dia hidup di dunia, dan mau ke mana dia pergi kelak.</p>
<p><a href="http://cecepwijaya.wordpress.com/files/2009/11/pursuit_of_happyness_12.jpg"><img src="http://cecepwijaya.wordpress.com/files/2009/11/pursuit_of_happyness_12.jpg" alt="" title="Pursuit_of_Happyness_1" width="360" height="254" class="aligncenter size-full wp-image-181" /></a></p>
<p>Dengan memahami hal ini, manusia tidak akan mengejar kehidupan duniawi semata, tetapi mereka mengharapkan kebahagiaan hakiki, yakni kebahagiaan spiritual. Oleh karena itu, <em>spiritual happiness</em> tidak mengharapkan imbalan ataupun pemberian baik berupa materi maupun penghargaan dari orang lain, melainkan justru kebahagiaan ini didapat ketika kita dapat memberikan “sesuatu” kepada orang lain. Seorang ibu merasa bahagia ketika memberikan uang jajan kepada anaknya, seorang kyai merasa ikhlas ketika memberikan nasihat kepada para santrinya, anak muda merasa senang ketika menuntun seorang nenek menyeberang jalan. Semua itu merupakan bentuk dari kebahagiaan spiritual. Mereka merasa bahagia justru ketika mereka memberi atau melakukan sesuatu untuk orang lain, bukan menerima.</p>
<p>Menjadi PNS merupakan upaya orang untuk mencapai salah satu kebahagiaan di atas. Kebahagiaan apa yang mereka cari akan mempengaruhi kinerja mereka setelah menjadi PNS kelak. Apabila <em>physica</em>l atau <em>emotional happiness </em>yang mereka cari, bisa ditebak mereka hanya mengharap kenaikan karir, tunjangan, fasilitas, ataupun sanjungan dari atasan semata-mata untuk kepentingan pribadi mereka. Jika mereka tidak mendapatkannya, bisa jadi akan menghalalkan segala cara, termasuk korupsi. Padahal, PNS mengemban amanah yang berat, karena mereka berfungsi sebagai pelayan masyarakat.</p>
<p>Akan tetapi, apabila <em>spiritual happiness </em>yang mereka cari, mereka akan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk bisa berbagi dengan masyarakat, membantu dan melayani mereka. Kalaupun tidak jadi PNS, mereka pun tidak akan berkecil hati, karena masih banyak ruang untuk bisa mengais rezeki dan berbagi terhadap sesama. <strong>(ceps)</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kekecewaan Kita]]></title>
<link>http://noorhalimah.wordpress.com/2009/11/23/kekecewaan-kita/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 00:29:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>noorhalimah</dc:creator>
<guid>http://noorhalimah.wordpress.com/2009/11/23/kekecewaan-kita/</guid>
<description><![CDATA[Keinginanku keinginanmu.. harapanku harapanmu.. kesuksesanku kesuksesanmu&#8230; kebahagiaanku kebah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Keinginanku keinginanmu.. harapanku harapanmu.. kesuksesanku kesuksesanmu&#8230; kebahagiaanku kebah]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rahasia Kebahagiaan Dari Sang Guru]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/22/rahasia-kebahagiaan-dari-sang-guru/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:49:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/22/rahasia-kebahagiaan-dari-sang-guru/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pria mendatangi seorang Guru, katanya “Guru, saya sudah bosan hidup, benar-benar jenuh. Ruma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seorang pria mendatangi seorang Guru, katanya “Guru, saya sudah bosan hidup, benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.”</p>
<p>Sang Guru tersenyum “Oh kamu sakit”.</p>
<p>“Tidak, Guru, saya tidak sakit. Saya sehat, hanya jenuh dengan kehidupan saya. Itu sebabnya saya ingin mati”.</p>
<p>Seolah-olah tidak mendengarkan pembelaannya, sang Guru meneruskan “Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Kehidupan”. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.</p>
<p>“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.</p>
<p>“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.</p>
<p>“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”, tanya sang Guru.</p>
<p>“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.</p>
<p>“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol racun ini…</p>
<p>Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang” jawab Guru.</p>
<p>“Tetapi setelah kamu minum setengah yang pertama, kamu harus berbuat baik kepada semua orang dan tidak boleh marah, agar racunnya dapat bekerja dengan baik dan kamu mati dengan tenang”.</p>
<p>Kini giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.</p>
<p>Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang diberikan oleh Guru tadi. Lalu ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal satu malam dan satu hari lagi ia akan mati. Ia akan terbebas dari segala macam masalah!</p>
<p>Malam itu, ia memutuskan makan malam bersama keluarga di restoran terkenal. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam teraknirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu”. Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.</p>
<p>Esoknya, setelah bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat keluar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya, dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkan istrinya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya dan satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini mungkin aku salah. Maafkan aku sayang”.</p>
<p>Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap merekapun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!</p>
<p>Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.</p>
<p>Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istrinya menunggu di teras depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata,</p>
<p>“Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu”.</p>
<p>Anak-anakpun tidak ingin ketinggalan,<br />
“Ayah maafkan kami semua. Selama ini ayah selalu tertekan karena perilaku kami”.</p>
<p>Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum sore sebelumnya? Tanpa membuang waktu, ia segera mendatangi sang Guru lagi.</p>
<p>Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru sudah mengetahui apa yang telah terjadi dan langsung berkata, “Buang saja botol itu. Isinya Cuma air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau benar-benar “hidup” dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupanmu. Leburlah “EGO”mu, keangkuhanmu, kesombonganmu! Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupanmu. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.</p>
<p>Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam dan hari sebelumnya. Konon ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa lagi untuk selalu “Hidup”. Itulah sebabnya ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!</p>
<p><strong>Pesan moral:</strong><br />
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus, sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.</p>
<p>Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatanpun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.</p>
<p>Semua yang kita perbuat kepada orang lain adalah yang kita tabur!<br />
Semua yang kita dapatkan dari orang lain adalah yang kita tuai!</p>
<p>Maka kalau kita ingin diperlakukan dengan hormat, dengan sopan, dengan baik, maka perlakukanlah orang lain dengan hormat, sopan dan baik pula!</p>
<p>Kalau kita ingin orang lain memperhatikan kita, maka kitapun harus memperhatikan orang lain. Kalau ingin pendapat kita didengarkan, maka dengarkan dulu pendapat orang lain!</p>
<p>Kemampuan untuk menerima segala sesuatu, itulah inti dari kehidupan. Dengan menerima, maka sungai kehidupan kitapun ikut mengalir, dengan menolak maka kita menjadi mandek, berhenti.</p>
<p>Sedangkan sungai kehidupan tetap mengalir……</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kebahagiaan Di 2 Tetes Minyak]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/22/kebahagiaan-di-2-tetes-minyak/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:43:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/22/kebahagiaan-di-2-tetes-minyak/</guid>
<description><![CDATA[Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari, dan akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah, jauh tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.</p>
<p>“Namun ketika dia memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya menemukan orang bijak tersebut, melainkan melihat kesibukan besar di dalamnya: para pedangang berlalu-lalang, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, ada orkestra kecil sedang memainkan musik lembut dan ada meja yang penuh dengan piring- piring berisi makanan-makanan paling enak di belahan dunia tersebut. Si orang bijak berbicara dengan setiap orang dan anak muda itu harus menunggu selama dua jam. Setelah itu, barulah tiba gilirannya.</p>
<p>“Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud kedatangannya, namun dia mengatakan sedang tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. dia menyarankan anak muda itu melihat-lihat sekeliling istana, dan kembali kesini dua jam lagi.</p>
<p>“Sementara itu, aku punya tugas untukmu,’kata si orang bijak. Diberikannya pada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak. ‘Sambil kau berjalan-jalan bawa sendok ini, tapi jangan sampai minyaknya tumpah.’</p>
<p>“Anak muda itu pun mulai berkeliling- keliling naik turun sekian banyak tangga istana, sambil matanya tertuju pada sendok yang dibawanya. Setelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu berada.</p>
<p>“Nah,’kata si orang bijak,’apakah kau melihat tapestri-tapestri Persia yang tergantung di ruang makanku? Bagaimana dengan taman hasil karya ahli taman yang menghabiskan sepuluh tahun untuk menciptakannya? Apa kau juga melihat perkamen-perkamen indah di<br />
perpustakaanku? ‘</p>
<p>“Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa dia tidak sempat melihat apa-apa. Dia terlalu terfokus pada usaha menjaga minyak di sendok itu supaya tidak tumpah.</p>
<p>“Kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan, dan nikmatilah keindahan- keindahan istanaku,’kata si orang bijak. ‘Tak mungkin kau bisa mempercayai seseorang, kalau kau tidak mengenal rumahnya.’</p>
<p>“Merasa lega, anak muda itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi istana tersebut, kali ini dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan tembok-tembok. Dia menikmati taman-taman, gunung-gunung di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga, serta cita rasa yang terpancar dari segala sesuatu di sana. Ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritaknnya dengan mendetail segala pemandangan yang telah dilihatnya.</p>
<p>‘Tapi di mana tetes-tetes minyak yang kupercayakan padamu itu?’ tanya si orang bijak.</p>
<p>“Si anak muda memandang sendok di tangannya, dan menyadari dua tetes minyak itu sudah tidak ada.</p>
<p>“Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan untukmu,’kata orang paling bijak itu. ‘Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan tetes-tetes minyak di sendokmu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keluarga Kecilku .......]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/22/keluarga-kecilku/</link>
<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 00:06:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/22/keluarga-kecilku/</guid>
<description><![CDATA[Weekend adalah saat yang paling membahagiakan setiap orang pada setiap minggu Juga buat aku &#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Weekend adalah saat yang paling membahagiakan setiap orang pada setiap minggu<br />
Juga buat aku &#8230;&#8230;<br />
Apalagi sekarang, weekend merupakan waktu yang sangat aku harapkan &#8230;&#8230;<br />
Bermula sejak bangun pagi,<br />
Aku siapkan segala keperluanku bersama dia<br />
Aku siapkan anak anakku<br />
Aku siapkan kebutuhan mereka<br />
Aku siapkan semua kesenangan mereka<br />
Dan aku siapkan diriku, untuk membuat mereka selalu bahagia bersamaku &#8230;&#8230;</p>
<p>Aku senang berkumpul bersama keluarga kecilku<br />
Aku bisa bermain bersama<br />
Aku bisa mengungkapkan semua rasa bahagiaku bersama<br />
Dan aku berharap mereka dapat berbahagia selalu dengan kehadiranku &#8230;&#8230;.<br />
Aku berusaha sekuatku<br />
Untuk membuat dia selalu tersenyum<br />
Untuk membuat dia melupakan sejenak semua hal yang menyakitkan<br />
Untuk membuat dia bahagia karena memiliki aku &#8230;&#8230;<br />
Aku juga berusaha memenuhi kebutuhannya<br />
Aku tak juga melupakan anak anakku<br />
Kebutuhan anak anakku supaya mereka selalu gembira<br />
Supaya mereka selalu bersyukur mempunyai seorang ibu seperti aku &#8230;&#8230;.<br />
<!--more--></p>
<p>Aku mau semua yang kucintai merasa bahagia disampingku &#8230;..<br />
Aku mau mereka semua selalu berbagi hati dan kebahagiaan bersamaku &#8230;..<br />
Aku mau mereka jadikan tempat untuk curahan hati mereka dan tempat mereka bersandar bila mereka lelah &#8230;..<br />
Tuhan sudah begitu baik terhadapku<br />
Aku tidak mau menyia nyiakan berkat Tuhan ini &#8230;..<br />
Berkat Tuhan karena mempunyai keluarga kecil yang sangat aku cintai<br />
Berkat Tuhan karena Dia memberi aku kebahagiaan baru, memberi aku kekasih hati &#8230;&#8230;<br />
Tuhan sudah sangat mengasihi aku<br />
Anak anak yang sehat<br />
Serta kekasih hati yang mau menerima aku dan anak anakku sebagai bagian dari hidupnya &#8230;&#8230;.</p>
<p>Kumau keluarga kecilku,<br />
Selalu mengucap syukur atas semua berkat ini<br />
Kumau keluarga kecilku,<br />
Selalu berbahagia dengan kehjadiranku<br />
Kumau keluarga keciljku,<br />
Selalu membuka hati dan cinta satu sama lain<br />
Sehingga berkat Tuhan digenapi<br />
Yaitu memberikan damai sejahtera bagi kami semua &#8230;&#8230;</p>
<p>Damai sejahtera itu sudah mulai aku rasakan<br />
Kasih Tuhan kepadaku sudah berwujud nyata<br />
Dengan kasih sepenuh jiwa dari hati seorang kekasih<br />
Dia membuat anak anakku selalu tertawa bahagia<br />
Dengan keahlian memanjakan mereka<br />
Dia membuat aku dan anak anakku menyandarkan seluruh jiwa kami kepadanya</p>
<p>Dia sudah membangun sebuah keluarga kecil yang sangat aku dambakan selama ini<br />
Dia sudah membuat aku kembali bersemangat denga keluarga kecilku yang baru &#8230;&#8230;.<br />
Sepatutnya aku selalu bersyukur<br />
Sepatutnya aku selalu menjaga karunia ini agar terus bertahan dan bertambah serta betumbuh dalam iman kepercayaan pada Tuhan &#8230;..<br />
Aku mau selalu bersyukur pada Tuhan,<br />
Aku mau selalu membuat Tuhan tersenyum,<br />
Aku mau selalu mengucap terima kasih pada Tuhan,<br />
Dengan cara memberikan cinta sepenuh hati untuk keluarga kecilku &#8230;..</p>
<p>Terima kasih, Tuhanku &#8230;&#8230;.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesehatan dan Kebahagiaan ]]></title>
<link>http://willyyandi.wordpress.com/2006/07/10/kesehatan-dan-kebahagiaan/</link>
<pubDate>Mon, 10 Jul 2006 12:19:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>willyyandi</dc:creator>
<guid>http://willyyandi.wordpress.com/2006/07/10/kesehatan-dan-kebahagiaan/</guid>
<description><![CDATA[KESEHATAN DAN KEBAHAGIAAN Siapa pun ingin berbahagia. Bahagia merupakan suatu keadaan batin di mana ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KESEHATAN DAN KEBAHAGIAAN Siapa pun ingin berbahagia. Bahagia merupakan suatu keadaan batin di mana ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
