<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kecepatan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kecepatan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kecepatan"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 07:57:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KETIKA BURUNG PUTIH BERARAKAN KE TENGAH BANDA ACEH]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/21/ketika-burung-putih-berarakan-ke-tengah-banda-aceh/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:54:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/21/ketika-burung-putih-berarakan-ke-tengah-banda-aceh/</guid>
<description><![CDATA[Wakil Panglima Komando Operasi Darurat Sipil Nanggroe Aceh Darussalam Brigjen Suroyo Gino hari Mingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/ketika-kawanan-reuters-darren-w.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3790" title="ketika kawanan ... reuters darren w" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/ketika-kawanan-reuters-darren-w.jpg?w=99" alt="" width="99" height="150" /></a>Wakil Panglima Komando Operasi Darurat Sipil Nanggroe Aceh Darussalam Brigjen Suroyo Gino hari Minggu (26/12) pagi itu mendapat tugas melepas kepulangan Batalyon 744 kembali ke Kupang setelah hampir setahun bertugas di daerah itu. Dengan menggunakan mobil dinasnya, Brigjen Gino menuju Pelabuhan Malahayati, Banda Aceh, tempat sekitar 700 prajurit hendak diberangkatkan pulang.</p>
<p>Menjelang mendekati arah pelabuhan, Gino sempat merasa takjub ketika sekelompok burung berbulu putih berarakan menuju kota. Namun, ketakjuban itu diikuti dengan tanda tanya besar, apa yang sedang terjadi dengan alam ini ?</p>
<p>Nalurinya segera mengatakan bahwa itu sebuah pertanda yang tidak baik. Ada sesuatu yang tidak biasanya dan ini berkaitan dengan pertanda yang tidak baik.</p>
<p>Segera Gino memerintahkan sopirnya untuk berbalik arah. Namun, keadaan jalan sudah agak padat pagi itu. Ia tidak mungkin bisa melaju lebih cepat untuk menghindar dari ancaman.</p>
<p>Tidak lama kemudian pertanda buruk itu benar-benar terjadi. Gelombang dahsyat tsunami menerjang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Ribuan, bahkan ada yang berani mengatakan ratusan ribu, warga Banda Aceh tewas akibat terjangan gelombang yang mematikan itu.</p>
<p>Gino sendiri bersyukur bisa selamat dari musibah yang memilukan itu. Prajurit Batalyon 744 yang akan kembali ke kampung halamannya pun pagi itu beruntung masih belum masuk ke dalam lambung kapal. Polisi Militer masih memeriksa satu per satu isi ransel yang dipanggul para prajurit.</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/ketika-kawanan-01.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3792" title="ketika kawanan 01...." src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/ketika-kawanan-01.jpg?w=138" alt="" width="138" height="150" /></a>Ketika tiba-tiba ombak dahsyat itu tiba, para prajurit masih mendengar suara peringatan dan segera berhamburan, berlari ke arah bukit yang ada di sekitar pelabuhan. Hanya lima prajurit yang terlambat untuk menghindar dan mereka harus menjadi korban gelombang tsunami.</p>
<p>Alam bukanlah sesuatu yang misterius. Bagi mereka yang akrab dan bersahabat dengan alam, justru alam itu adalah sahabat sejati. Ia selalu memberi pertanda mengenai apa yang sebenarnya akan terjadi.</p>
<p>Manusia kadang kalah dengan hewan untuk mengakrabi alam tempat tinggalnya. Hewan memiliki indera keenam yang lebih tajam sehingga bisa merasakan ketika alam akan matah.</p>
<p>Wakil Direktur Wildlife Sri Lanka HD Ratnayake mengaku takjub dengan kepekaan hewan. Ketika bencana tsunami menimpa negeri itu, tidak ada gajah yang mati. Demikian pula dengan kelinci. Sementara lebih dari 24.000 warga di negeri itu tewas akibat bencana alam yang mahadahsyat itu.</p>
<p>“Sepertinya mereka bisa mencium marabahaya. Binatang itu tahu bahwa ada sesuatu yang membahayakan yang akan datang,” kata Ratnayake.</p>
<p>Ahli binatang liar Clive Walker mendukung pandangan itu. Dari hasil pengamatannya selama ini, hewan mempunyai kemampuan untuk bisa menangkap fenomena alam. Salah satu hewan yang paling peka terhadap perubahan fenomena alam adalah burung.</p>
<p>“Ada banyak laporan yang menyebut tentang burung yang bisa mendeteksi bencana yang akan terjadi,” kata Walker.</p>
<p>Pengamatan Walker itu terbukti dengan apa yang dialami Brigjen Gino. Bukan hanya Gino yang melihat fenomena alam yang ganjil itu. Beberapa orang lainnya melihat hal yang sama, tetapi lebih banyak lagi yang tidak bisa membaca tanda-tanda alam itu.</p>
<p>Bagi masyarakat Aceh, gelombang tsunami memang baru pertama kali mereka alami. Oleh karena itu, sangat wajar apabila warga Serambi Mekkah itu tidak akrab dengan fenomena tsunami yang terjadi.</p>
<p>Itu terllihat ketika air laut tiba-tiba surut jauh ke tengan laut setelah gempa yang terjadi sekitar pukul 07.58 WIB. Banyak warga yang berada di tepi pantai begitu bersukacita ketika melihat banyak ikan yang menggelepar-gelepar di atas pasir sehingga begitu mudah untuk ditangkap.</p>
<p>Masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terbiasa dengan gelombang tsunami sangat tahu bahwa ketika keadaan alam seperti itu terjadi artinya bencana besar akan datang. Biasanya mereka bukan berlari ke arah laut, tetapi justru menjauhi laut.</p>
<p>Sekitar 15 menit setelah gempa, gelombang tsunami yang sangat besar segera menerpa Aceh. Ketika gelombang itu datang, mustahil bagi setiap orang untuk bisa menyelamatkan diri karena tingginya bisa lebih dari 10 meter dan kecepatannya bisa mencapai 900 km per jam, sebuah kecepatan maksimal dari pesawat Boeing 747.</p>
<p>Manusia menjadi tidak berdaya karena mereka bukan hanya hanya tidak bisa bernafas, tetapi diempaskan oleh gelombang pasang itu. Kerasnya gempuran gelombang itu bisa terlihat dari rusaknya bangunan yang dilalui gelombang raksasa itu. Kompleks perumahan Batalyon 112 Banteng Hitam yang terletak di pinggir Pantai Lhok Nga, misalnya, praktis hanya tinggal lantai dasar perumahan saja yang tersisa. Selebihnya, tiang betin yang masih bisa berdiri.</p>
<p>Gelombang itu semakin mematikan ketika jauh memasuki kawasan perkotaan. Tiang-tiang kayu rumah, atap seng rumah, gelondong kayu pohon, sebuah barang yang berdiri di atas tanah ikut terbawa arus gelombang dan ketika menerpa orang yang berada di depannya, niscaya akan sangat fatal. Belum lagi lumpur yang ikut tercampur di dalamnya.</p>
<p>Seorang warga yang selamat dari bencana menuturkan, ia sempat heran ketika pertama kali gelombang pasang itu datang. Ia sempat bertanya-tanya dalam hati, benda apa yang sangat dan berwarna abu-abu yang ada di depan matanya.</p>
<p>Sepintas ia melihat seperti ada kapas berwarna putih yang ada di bagian atas benda raksasa tersebut.</p>
<p>Ia baru sadar ketika orang dari arah pantai berlarian mendekat dirinya sambil berteriak, “Laut … laut … “ Barulah ia tahu bahwa benda besar itu adalah gelombang tsunami dan benda putih yang ada di atasnya adalah buih ombak.</p>
<p>Dengan sekuattenaga ia berbalik badan dan berlari menjauhi benda itu. Namun, sekencang apa pun ia berlari, kecepatan air jauh lebih cepat sehingga ia ikut terempas dan mengikuti saja arus dari gelombang pasang itu.</p>
<p>Ia baru tersadar ketika kemudian air menyurut dan ia merasa bersyukur bahwa dirinya selamat dari maut. Hanya pakaian yang basah kuyup dan badan yang memar-memar karena menabrak benda-benda yang ada di depannya.</p>
<p>Intelektual Komaruddin Hidayat menilai bencana tsunami merupakan sebuah peringatan betrapa kecilnya manusia di tengah alam semesta ini. Manusia sudah dibuat tidak berdaya ketika sebagian kecil dari air laut itu masuk ke daratan.</p>
<p>“Kita bisa bayangkan, apa yang akan terjadi apabila seperempat air laut yang ada ini yang naik ke daratan. Atau ketika Tuhan berkehendak untuk menaikkan suhu udara dua kali dari biasa,” kata Komaruddin. “Saya yakin bahwa manusia pasti akan semakin tidak berdaya. Bahkan, dinosaurus pun punah ketika suhu udara naik dua kali dari biasanya.”</p>
<p>Menurut Komaruddin, manusia selalu akan bersedih ketika menghadapi kenyataan pahit seperti itu. Manusia akan bersedih ketika harus kehilangan orang-orang yang dicintainya.</p>
<p>Namun, kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Setelah kematian akan ada kehidupan yang lebih abadi.</p>
<p>“Karena itu, marilah kita pasrahkan kepergian saudara-saudara kita yang menjadi korban tsunami. Percayalah bahwa anak-anak yang meninggal akibat gelombang tsunami itu kini berada di tempat yang lebih baik, di surga sana. Demikian pula orang-orang yang meningal setelah berjuang untuk bisa bertahan hidup. Mereka itu mati dalam keadaan mati syahid,” kata tokoh pendidikan daru Paramadina itu.</p>
<p>Tantangan lebih berat justru harus dihadapai oleh mereka yang masih hidup. Peringatan yang diberikan Tuhan harus bisa diambil berkah dan hikmatnya agar bisa menjalani hidup yang lebih baik.</p>
<p>Berkah dan hikmah yang pertama bisa dipetik adalah bagaimana manusia bisa lebih akrab dan menyatu dengan alam. Merusak alam itu sama dengn mebocori perahu yang sedang ditumpangi.</p>
<p>Kedua adalah bagaimana manusia bisa mencintai sesamanya. Bahwa dari mana pun dia, dari suku mana pun, dari bangsa mana saja, dari agama mana saja, mereka adalah saudara-saudara kita juga.</p>
<p>Bagi bangsa Indonesia, bencana tsunami merupakan momentum yang baik untuk meningkatkan kesetiakwanan, membangun rasa solidaritas, serta menunjukkan ke-Indonesia-an bangsa Indonesia.</p>
<p>“Rasa solidaritas yangditunjuk warga masyarakat terhadap bencana tsunami di Aceh menunjukkan betapa peduli warga bangsa ini terhadap nasib sesama dan sekaligus menunjukkan ke-Indonesia-an dari bangsa ini,” kata Komaruddin.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Ketika Kawanan Burung Putih Berarakan ke Tengah Banda Aceh, Suryapratomo<br />
Kompas, 21.01.2005 &#124; Foto : Reuters / Darren W.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TSUNAMI DAHSYAT DI SERAMBI MEKKAH ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/21/tsunami-dahsyat-di-serambi-mekkah/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:18:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/21/tsunami-dahsyat-di-serambi-mekkah/</guid>
<description><![CDATA[Satu gempa besar terjadi pukul 00:58:50 (UTC) atau pukul 06:58:50 waktu lokal  di episentrum, 26 Des]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tsunami-dahsyat-gmbr.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3770" title="tsunami dahsyat gmbr ..." src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tsunami-dahsyat-gmbr.jpg?w=119" alt="" width="119" height="150" /></a>Satu gempa besar terjadi pukul 00:58:50 (UTC) atau pukul 06:58:50 waktu lokal  di episentrum, 26 Desember 2004. Peristiwa gempa dengan kekuatan 9,0 magnitude (USGS), menurut BMG 6,8 pada skala Richter, berlokasi di lepas pantai barat Sumatera bagian utara, 3,298 lintang utara, 95,779 bujur timur, pada kedalaman 10 km, berjarak 250 km selatan barat daya dari Banda Aceh dan 320 km barat dari Medan, Sumatera Utara.</p>
<p>Gempa bumi tanggal 26 Desember 2004, yang menghancurkan itu terjadi pada interface lempeng-lempeng tektonik India dan Myanmar, dan disebabkan oleh pelepasan stress yang berkembang ketika lempeng tektonik Myanmar yang menumpang di atasnya (<strong><em>Gambar 1</em></strong>).</p>
<p>Lempeng tektonik India memulai hunjamannya ke dalam lapisan “mantle” di palung Sunda yang terletak di sebelah barat episenter gempa bumi pada 26 Desember. Daerah ini memiliki pola tektonik yang begitu kompleks. Dia melibatkan interaksi lempeng-lempeng tektonik yang lebih besar, antara lain lempeng tektonik Australia, Sunda, dan Eurasia. Lempeng tektonik India dan Australia bergerak ke arah timur laut, membentur miring lempeng Myanmar pada kecepatan relatif 6 cm per tahun.</p>
<p>Gempa bumi megathrust seperti halnya di Aceh, sering kali menghasilkan tsunami besar yang bisa menghancurkan daerah yang jauh lebih luas daripada pengaruh langsung getaran tanah di dekat rekahan akibat gempa bumi itu sendiri.</p>
<p>Tsunami yang terbentuk akibat dari gempa ini melanda seluruh pantai barat Aceh, Sumatera bagian utara, bahkan pantai-pantai Sri Lanka, India, Thailand, Malaysia, Somalia, Banglades, Maladewa, dan Kepulauan Cocos. Ribuan jiwa manusia menjadi korban, banyak bangunan hancur dan rusak barat akibat keganasan tsunami Aceh tahun 2004 ini.</p>
<p><!--more--><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tsunami-dahsyat-gmbr-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3772" title="tsunami dahsyat gmbr 1" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tsunami-dahsyat-gmbr-1.jpg" alt="" width="499" height="792" /></a></p>
<p>Sebetulnya, kata tsunami berasal dari satu kata bahasa Jepang yang memberikan arti “gelombang-panjang di pelabuhan”. Istilah ini kemudian secara lebih luas diartikan sebagai “gelombang laut periode panjang”, yang menjalar dengan kecepatan tinggi mencapai 800 km per jam pada laut yang dalam dan bisa membentuk gelombang tinggi serta menghancurkan ketika makin mendekati dan mencapai garis pantai.</p>
<p>Tsunami Aceh tahun 2004 terbentuk ketika massa air laut Samudera Hindia yang luar biasa besarnya secara tiba-tiba berubah dan terguncang akibat bergerak naiknya segmen lempeng Myanmar (bagian dari lempeng Eurasia) relatif terhadap hunjaman lempeng India di bawahnya (<strong><em>Gambar 2</em></strong>) di palung Sunda.</p>
<p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tsunami-dahsyat-gmbr-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3773" title="tsunami dahsyat gmbr 2" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/tsunami-dahsyat-gmbr-2.jpg" alt="" width="500" height="848" /></a></p>
<p>Dasar samudera yang naik di atas palung Sunda ini mengubah dan menaikkan permukaan air laut di atasnya sehingga permukaan datar air laut ke arah pantai barat Sumatera ikut terpengaruh berupa penurunan muka air laut.</p>
<p>Setelah itu, dalam upayanya mencari kesetimbangan alamiah, air laut kembali mendorong balik dirinya ke arah pantai dalam bentuk gelombang tinggi. Kejadian ini terjadi berulang dan susul-menyusul seiring dengan kemunculan gempa bumi susulan di sepanjang batas benturan tektonik lempeng sebagai akibat gempa utamanya.</p>
<p>Fenomena menurunnya muka laut di tepi pantai sesaat sebelum terjadinya tsunami dahsyat yang melanda pantai Sumatera inilah yang diungkapkan oleh para saksi mata.</p>
<p><strong>Peramalan tsunami</strong></p>
<p>Struktur tektonik Indonesia adalah sangat kompleks serta melibatkan paling tidak lempeng-lempeng Australia, Sunda, Eurasia, dan bahkan Pasifik, serta masih banyak lagi lempeng-lempeng tektonik kecil lainnya.</p>
<p>Sumber gempa bumi di Indonesia umumnya terjadi pada pertemuan lempeng-lempeng atau biasa disebut dengan zona subduksi, dan zona patahan aktif di daratan, seperti zona sesar besar Sumatera.</p>
<p>Pantai-pantai kepulauan Indonesia yang berhadapan langsung dengan palung-palung laut, sebagai jelmaan dari benturan lempeng-lempeng di dasar laut, merupakan kawasan yang memiliki potensi paling tinggi untuk terlanda tsunami manakala gempa bumi terjadi pada zona subduksi tersebut.</p>
<p>Hingga saat ini peramalan saatterjadinya gempa bumi masih belum bisa dilakukan. Negara-negara maju dan banyak pengalaman dengan gempa bumi tektonik, seperti di Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan China pun masih terus melakukan usaha ke arah itu.</p>
<p>Sebaliknya, dari uraian di depan, upaya peringatan dini tsunami sebetulnya masih bisa dilakukan walau masih dengan cara yang sederhana. Negara-negara yang berada di kedua sisi Samudera Pasifik, seperti Jepang, AS, beberapa Negara Amerika Latin, Korea, Taiwan, dan Rusia, telah memiliki sistem peringatan dini untuk tsunami bilamana saru gempa bumi terjadi di tengah punggungan Samudera Pasifik.</p>
<p>Melalui USGS-Pacific Tsunami Warning Center yang bertindak sebagai pusat pemberi informasi kejadian gempa tektonik berskala besar di Samudera Pasifik, peringatan dini terhadap kemungkinan munculnya tsunami telah bisa diberikan kepada negara-negara di kawasan pantai Samudera Pasifik yang saling berhadapan.</p>
<p>Dari kejadian gempa bumi di episenternya hingga kemunculan tsunami dan waktu tibanya di pantai, diperlukan waktu rambat gelombang tsunami antara 4 – 10 jam.</p>
<p><strong>Tsunami 26 Desember</strong></p>
<p>Lalu, bagaimana halnya dengan tsunami di Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 ? Gempa bumi pada 26 Desember 2004 terjadi pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Gempa-gempa susulan yang mengikuti gempa bumi megathrustnya saling meyusul di sepanjang bayas lempeng India dan segmen lempeng Myanmar, ke arah utara, sepanjang lebih kurang 1.000 km pada kedalaman dangkal pula. Gempa bumi susulan yang terus-menerus berlangsung itu pun memiliki kekuatan antara 5,7 dan 7,3 magnitude.</p>
<p>Terguncangnya air laut, akibat naiknya segmen lempeng Myanmar relatif terhadap lempeng India, terjadi susul menyusul. Akumulasi energi gelombang laut yang terbentuk sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan tsunami Aceh yang dahsyat. Tsunami ini kemudian bergerak menyebar ke arah pantai-pantai yang berhadapan dengan palung Sunda. Jarak pantai Sumatera terdekat dengan episenter gempa bumi utama diperkirakan 125 km. Kecepatan rambat gelombang tsunami dapat mencapai 800 km per jam di samudera dalam dan bebas. Mendekati pantai yang dangkal dan dengan kecepatannya yang besar, gelombang tsunami menjadi tinggi (2-3 meter di Banda Aceh) dan kemudian terempas ke arah daratan dengan dahsyat.</p>
<p>Dalam waktu yang sedemikian singkat (10-15 menit, ini sudah termasuk saat kejadian surutnya permukaan air laut di pantai), untuk menyelamatkan diri dari kejaran gelombang tsunami tentunya bukanlah hal yang mudah. Banyaknya jatuh korban akibat tsunami Aceh 26 Desember tidak terlepas dari waktu kedatangan gelombang yang sangat cepat, juga karena sifat gempa buminya yang berepisenter dangkal.</p>
<p><strong>Mitigasi tsunami</strong></p>
<p>Ada dua peristiwa yang penting untuk diperhatikan ketika gelombang tsunami tiba di pantai Aceh.</p>
<p>Pertama, penduduk saksi mata, kebanyakan bermukim di tepi pantai, pada mulanya merasakan guncangan atau getaran tanah yang sangat kuat pada tanah yang mereka pijak. Begitu kuatnya sehingga beberapa bangunan ada yang runtuh, inilah yang disebut dengan getaran gempa bumi.</p>
<p>Kedua, setelah guncangan bumi yang sangat kuat dirasakan, terlihat suatu pemandangan yang tidak biasa, yakni surutnya permukaan air laut secara cepat mencapai lebih dari 50-100 meter dari garis pantai semula.</p>
<p>Barulah setelah itu mereka melihat gulungan tsunami mendekati pantai dan kemudian menerjang segala yang ada di hadapannya, seperti bangunan rumah berikut penghuninya, pertokoan, termasuk para penduduk dan saksi mata.</p>
<p>Kedua peristiwa itu memberikan kita pengetahuan dasar sederhana yang bisa kita pakai sebagai peringatan dini secara alamiah untuk mengetahui kedatangan gelombang tsunami yang berasal dari gempa tektonik di zona subduksi.</p>
<p>Bagi penduduk atau orang yang kebetulan berada di dan yang bermukim di kawasan pantai, yang berhadapan dengan zona subduksi atau palung laut tempat bertemunya lempeng-lempeng tektonik, dua peristiwa tersebut bisa dijadikan sebagai peringatan dini bagi kedatangan tsunami. Waktu yang sangat singkat untuk menyelamatkan diri harus menjadi perhatian.</p>
<p>Bila dua peristiwa tersebut dialami, hindarilah kawasan pantai secepat mungkin dengan berlari menghindar menuju bukit-bukit sekitar yang lebih tinggi. Keselamatan diri menjadi prioritas utama. Getaran gempa bumi yang sangat kuat dan menyusutnya permukaan air laut di pantai dengan sangat cepat merupakan salah sati karakter pemunculan tsunami.</p>
<p>Identifikasi daerah-daerah panta rawan tsunami sudah dilakukan oleh institusi pemerintah, seperti oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, dan Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam bentuk peta.</p>
<p>Peta-peta tersebut bisa diperoleh masyarakat luas maupun pemerintah daerah untuk didistribusikan, antara lain Peta Bahaya Guncangan Gempa Bumi Indonesia, Peta Seismotektonik Indonesia, Peta Sesar Aktif dan Sebaran Gempa Bumi Merusak Wilayah Indonesia, Peta Rawan Tsunami Indonesia, dan Peta Wilayah Rawan Gempa Bumi Indonesia.</p>
<p>Sebagai contoh, berdasarkan sejarah kejadian dan tectonic setting-nya, Indonesia memiliki 28 wilayah rawan tsunami, seperti wilayah pantai-panti Aceh, Sumatera Utara bagian barat, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung Selatan, Banten barat dan selatan, Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak-Yapen, Fak-fak, dan Balikpapan. Bersama dengan itu, Indonesia pun memiliki 25 wilayah rawan gempa bumi.</p>
<p>Peta-peta itu dapat digunakan untuk penyusunan rencana pengelolaan tata ruang wilayah pantai. Rekomendasi bangunan tahan gempa dan desain bangunan tahan tsunami perlu diberikan untuk wilayah-wilayah pantai seperti tersebut di atas.</p>
<p><strong>Upaya penanggulangan</strong></p>
<p>Pertanyaan berikut yang muncul adalah apakah akan muncul gempa bumi susulan dengan tsunami berikutnya ?</p>
<p>Bila melihat gempa utama dengan kekuatan 9,0 magnitude telah terjadi, maka magnitude hempa susulan berikutnya akan makin menurun. Dari gempa bumi susulan yang masih terjadi sampai saat ini, tetapi dengan magnitude yang lebih kecil sekitar 5,4 – 6 pada skala Richter, dan akan terus menurun seiring dengan perjalanan waktu, maka kemungkinan adanya gelombang tsunami susulan akan sangat kecil.</p>
<p>Penduduk yang rumahnya di pesosor pantai dan kondisinya masih utuh sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Tetapi, bila bangunan rumahnya sudah tidak utuh lagi, sebaiknya dihindari sebagai tempat tinggal.</p>
<p>Bencana yang diakibatkan oleh tsunami dan gempa bumi di bumi Serambi Mekkah Aceh sangatlah luar biasa dan telah menyentuh rasa keprihatinan bangsa Indonesia yang sangat dalam. Masyarakat dan pemerintah Indonesia secara bersama harus berupaya meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Aceh.</p>
<p>Langkah penguburan jasad para syuhada tsunami merupakan prioritas pertama, yang kemudiaan diikuti oleh pemberian bantuan pangan, obat-obatan, air dan pakaian bersih, tenda tempat tinggal sementara, serta dukungan rohani.</p>
<p>Peralatan berat, seperti buldoser, diperlukan untuk membersihkan semua muatan yang terangkut oleh tsunami, memperbaiki jalur transportasi yang banyak yterputus.</p>
<p>Penyediaan bahan bakar untuk transportasi maupun rumah tangga dan pemulihan saluran telekomunikasi adalah sangat perlu dilakukan segera. Fasilitas umum, seperti pasar tradisional, puskesmas, dan sekolah, segera dipulihkan agar kehidupan normal bisa dimulai kembali. Bangunan temoat tinggal yang hancur dan rusak berat perlu dibantu perbaikannya.</p>
<p>Kini saatnya kita melaksanakan komitmen untuk membangun kembali Aceh. Pemerintah pusat bersama seluruh masyarakat Indonesia harus fokus dan teguh dalam melaksanakan komitmen ini. Sukarelawan pramuka, pemuda, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, serta organisasi sosial lainnya sangat diperlukan untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh agar segera keluar dari derita bencana tsunami ini.<br />
Sumber  :</p>
<p>Tsunami Dahsyat di Serambi Mekkah &#124; Dr Mas Atje Purbawinata, Ahli Bencana Geologi pada Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral, Departemen ESDM<br />
Kompas, 08.01.2005 &#124; Grafis : USGS, 2004 &#38; Istimewa</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DIBANGUN SISTEM PEMANTAUAN LAUT ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/20/dibangun-sistem-pemantauan-laut/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 02:05:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/12/20/dibangun-sistem-pemantauan-laut/</guid>
<description><![CDATA[Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional sedang merancang bangun sistem telemetri atau pemantauan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/dibangun-sistem-pemantauan-laut.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3728" title="dibangun sistem pemantauan laut" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/12/dibangun-sistem-pemantauan-laut.jpg?w=112" alt="" width="112" height="150" /></a>Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional sedang merancang bangun sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh pasang surut air laut. Selain itu, juga sedang dirancang pemantau tinggi  permukaan air sungai serta sistem peringatan dini banjir.</p>
<p>Kepala Bidang Pelayanan Teknis dan Pengembangan Masyarakat Pengguna di Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Momon Sadiyatmo menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Rabu (16/12).</p>
<p>Sistem pemanauan pasang surut itu diaplikasikan di empat lokasi pesisir bekerja sama dengan Badan Riset kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) serta pemerintah daerah setempat. Keempat lokasi itu adalah pesisir Kabupaten Pacitan (Jawa Timur), Pulau Pramuka (DKI Jakarta), Perancak (Bali), dan Pantai Sekotong Lombok (Nusa Tenggara Barat). Pada tahun-tahun mendatang alat ini akan dipasang di Sulawesi Utara, Kupang (Nusa Tenggara Timur), Kendari (Sulawesi tengah), dan Natuna (Kepulauan Riau).</p>
<p>Selain memiliki sensor pengukur pasang surut air laut, tutur Momon, sistem ini juga terdiri dari komponen pengukur kecepatan angin dan arah angin serta pengukur turbiditas air laut. Dilengkapi dengan alat radio telemetri, data hasil pengukuran dapat diterima setiap lima menit di stasiun pengawas lokal.</p>
<p>Adapun dengan sistem komunikasi telemetri GSM-GPRS, data dapat dikirim ke stasiun pengawas pusat, tempat server data. Sistem-sistem tersebut saat ini dalam proses untuk kalibrasi dan mendapat sertifikasi nasional.</p>
<p><!--more-->Sistem pemantau ini diharapkan dapat menjadi bagian dari Simpul Lokal Tsunami Early Warning System (TEWS), yang dapat menampilkan data verifikasi bagi pemerintah daerah.</p>
<p>Kepala Pusat Pemenfaatan Teknologi Dirgantara Lapan Ignatius Loyola Arisdiyo mengatakan, dengan adanya sistem ini, pihaknya mengharapkan kerja sama lebih lanjut dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Koordinasi Survei dan Pementaan Nasional).</p>
<p><strong>Pemantauan air sungai</strong></p>
<p>Selain merancang Sistem Data Kelautan Online, Lapan juga mengembangkan automatic water level, yaitu sistem yang digunakan untuk memantau ketinggian permukaan suatu perairan, bukan hanya laut, melainkan juga sungai, danau, dan waduk.</p>
<p>Fasilitas pemantau itu disebut Sistem Pemantau Aliran Sungai Terpadu, yang terdiri dari sensor pemantau ketinggian air sungai dan endapan sungai. Adanya fasilitas pemantauan ini memungkinkan pengembangannya untuk mendukung sistem peringatan dini bahaya banjir.</p>
<p>Uji coba alat ini bekerja sama dengan Departemen Kehutanan dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, yaitu di daerah Keduang dan Sragen.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Dibangun, Sistem Pemantauan Laut &#124; Kompas, 19.12.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kecepatan (Feynman's Lecture and Joke :))]]></title>
<link>http://ajooy.wordpress.com/2009/12/04/kecepatan-feynmans-lecture-and-joke/</link>
<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 08:41:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>ajooy</dc:creator>
<guid>http://ajooy.wordpress.com/2009/12/04/kecepatan-feynmans-lecture-and-joke/</guid>
<description><![CDATA[Kata kecepatan sudah tidak asing lagi bagi kita. Sering kita dengar di mana-mana. Kecepatan dipakai ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kata <strong>kecepatan</strong> sudah tidak asing lagi bagi kita. Sering kita dengar di mana-mana. Kecepatan dipakai untuk mengekspresikan seberapa cepat sesuatu itu bergerak. Bila kencang, dikatakan kecepatannya tinggi. Sebaliknya, bila lambat, dikatakan kecepatannya rendah. Tetapi, bagaimana sebenarnya kita menghitung kecepatan itu?</p>
<p>Bila mendengar kata kecepatan, saya selalu teringat dengan joke-nya <strong>Richard Feynman</strong> di buku <strong>Feynman&#8217;s Lecture on Physics</strong>. Suatu saat, sebuah mobil dihentikan oleh polisi karena mengebut. Mobil tersebut dikendarai oleh seorang Nyonya. Polisi itu berkata, &#8220;Nyonya, Anda mengendarai mobil sampai <strong>60 mil per jam</strong>!&#8221; Nyonya tersebut berkata, &#8220;Itu tidak mungkin, Pak, saya baru menyetir selama 7 menit. Ini konyol, bagaimana saya bisa bergerak 60 mil per jam ketika saya belum menyetir selama satu jam?&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana jawaban kita kalau kita jadi polisi tersebut? Tentu saja, jika kita menjadi polisi beneran, tidak perlu pusing-pusing, langsung menjawab, &#8220;Katakan itu pada hakim, Nyonya! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . </p>
<p><!--more-->Tetapi andaikan kita jadi polisi yang sabar dan berusaha menjelaskan kepada Nyonya itu. Kita berkata, &#8220;Maksud saya Nyonya, seperti ini: Jika Anda terus mengendarai mobil dengan cara yang sama seperti saat tadi, satu jam kemudian Anda akan menempuh 60 mil.&#8221; Nyonya tersebut bisa berkata,&#8221;Hmm, kaki saya lepas dari gas dan mobil bergerak melambat, jadi jika saya bergerak seperti itu saya tidak akan sampai 60 mil.&#8221; Atau bisa juga berkata, &#8220;Jika mobil saya terus bergerak seperti mobil saya saat tadi, saya akan menabrak tembok yang ada di depan itu!&#8221;. Memang tidak mudah mengatakan apa yang kita maksud <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kalau begini, cara apa lagi yang bisa kita gunakan untuk menjelaskan ide kecepatan kepada si Nyonya itu. Kita bisa saja menggunakan alat yang mengukur kecepatan untuk menjelaskannya, yaitu <strong>speedometer</strong>. &#8220;Lihat, Nyonya, speedometer anda terbaca 60.&#8221; Kemudian Nyonya tersebut bisa berkata, &#8220;Speedometer saya rusak!&#8221; Kita yakin ada sesuatu yang dihitung sebelum membuat speedometer tersebut. Bila kita hanya menggunakan alatnya, penjelasannya tidak cukup. Jadi, kita harus menjelaskan ide yang mendasari pembuatan speedometer.</p>
<p>Kemudian kita berkata,&#8221;Ya, tentu saja, sebelum satu jam, Anda akan menabrak tembok itu, tetapi jika Anda bergerak satu detik, Anda akan menempuh 88 kaki. Nyonya, Anda bergerak 88 kaki per detik, dan jika Anda terus bergerak seperti itu, pada detik berikutnya jaraknya bertambah 88 kaki, dan tembok di depan sana itu masih jauh.&#8221; Nyonya itu lantas berkata, &#8220;Ya, tetapi tidak ada hukum yang melarang 88 kaki per detik! Hanya ada hukum yang melarang 60 mil per jam.&#8221; Kita menjawabnya lagi dengan senyum, &#8220;Tetapi, Nyonya, itu sama saja.&#8221; </p>
<p>Tampaknya sekarang kita ada di jalur yang tepat. Jika Nyonya itu bergerak 1/1000 jam lagi, ia akan menempuh tambahan jarak 1/1000 dari 60 mil. Dengan kata lain, ia tidak harus menyetir mobil selama sejam penuh. Untuk saat tertentu, mobil yang dikendarainya bergerak dengan kecepatan itu. Artinya, jika ia terus bergerak lagi sebentar saja, tambahan jarak tempuhnya juga akan sama dengan sebuah mobil yang bergerak dengan kecepatan tetap 60 mil per jam. </p>
<p>Jadi, kecepatan didapat dengan membagi jarak dengan interval waktu yang diperlukan untuk menempuhnya. Tetapi interval waktunya harus dibuat sekecil mungkin (<strong>Limit</strong>). Semakin kecil semakin bagus karena beberapa perubahan bisa terjadi dalam interval tersebut. Jika kita mengambil interval satu detik untuk mobil, hasilnya lumayan bagus karena tidak banyak perubahan kecepatan dalam interval satu detik tersebut. Tetapi untuk benda yang jatuh, hasilnya tidak akan akurat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecepatan yang semakin akurat, kita harus mengambil <strong>interval waktu yang semakin kecil dan kecil</strong>. Hasil akan lebih bagus, misalnya, dengan mengambil interval waktu seperjuta detik. Kemudian, kecepatan didapat dari membagi jarak yang ditempuh selama seperjuta detik dengan seperjuta detik. Ini akan memberikan hasil jarak per detik. Itulah apa yang kita maksud dengan kecepatan. Semoga Nyonya tersebut dapat menerima penjelasan ini &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[apakah bersama lbh cepat?]]></title>
<link>http://hervindz.wordpress.com/2009/11/27/apakah-bersama-lbh-cepat/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 04:48:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>hervind</dc:creator>
<guid>http://hervindz.wordpress.com/2009/11/27/apakah-bersama-lbh-cepat/</guid>
<description><![CDATA[bbrp pekerjaan bila di kerjakan bersama akan lbh cepat selesai nya seperti membangun rumah , bersih ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>bbrp pekerjaan bila di kerjakan bersama akan lbh cepat selesai nya</p>
<p>seperti membangun rumah , bersih bersih ,</p>
<p>tapi tdak semua hal di lakukan bersama lbh cepat selesainya</p>
<p>contoh berjalan , kalau kita berjalan kaki atau menggunakan motor dll di lakukan bersama org lain , kecepatan berjalan kita pasti akan lbh lambat dari pada berjalan sendiri</p>
<p>karena bila di lakukan bersama mungkin ada suatu hal misalnya berbincang bincang , menyenggol , atau apapun yg menghalangi kecepatan berjalannya</p>
<p>bisa juga kecepatan jalan masing masing yg pasti berbeda , dan yg jalan lbh cepat paasti akan menggalah sedikit</p>
<p>juga ada hal yg di lakukan sendiri lbh cepat yah masih tentang perjalanan</p>
<p>misalnya motor yg mengerahakan tenaga sekian akan melaju lbh cepat bila sendiri dari pada ber2 ,karna jika berdua bebannya juga akan bertambah</p>
<p>&#160;</p>
<p>ada yg tau hal hal lain yg jika di lakukan sendri akan lbh cepat?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MEMAHAMI SATUAN DALAM DUNIA COMPUTER ]]></title>
<link>http://suyitno01.wordpress.com/2009/11/18/memahami-satuan-dalam-dunia-computer/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 07:47:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>Suyitno</dc:creator>
<guid>http://suyitno01.wordpress.com/2009/11/18/memahami-satuan-dalam-dunia-computer/</guid>
<description><![CDATA[Bit Singkatan dari binary digit (angka biner)- merupakan satuandata terkecil. Nilainya cuma 1 dan 0 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://www.speedtest.net"><img src="http://www.speedtest.net/result/587698767.png"/></a></p>
<p>Bit</p>
<p>Singkatan dari binary digit (angka biner)- merupakan satuandata terkecil. Nilainya cuma 1 dan 0 walau kelihatannya sederhana, tapi dua angka inilah yang mengalir terus didalam PC, berputar dari processor, Motherboard, chip memory sampai ke perangkat-perangkat penyimpanan data dan output lainnya atau sebaliknya. Bit mengalir sebagai sinyal-sinyal listrik. Ibarat saklar, angka nol berarti off sedangkan angka 1 artinya on. Begitulah, rangkaian data yang jumlahnya miliaran bahkan triliunan bit mengalir bagai orang menekan tombol on/off secara berulang-ulang dan cepat. Akan tetapi, bit punya wujud fisik juga. Pada sebuah CD contohnya, bit tampak sebagai bintik-bintik yang amat kecil pada permukaan disk. Sinar laser CD-ROM drive memungkinkan membaca dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang komputer. Bit biasanya tidak pernah berdiri sendiri. Maknanya baru muncul begitu terdiri dari sejumlah bit. Dalam perhitungan biner ada sejumlah komputer yang dipakai, yaitu sistem 8 bit, 16 bit, 32 bit, 64 bit dan seterusnya. Dengan sistem itulah komputer membaca, menerjemahkan kembali dan mengolah data angka, huruf, gambar dan sebagainya. Beruntunglah, kita tidak perlu mengetahui semua perhitungan itu untuk menggunakan komputer. Tinggal klak-klik atau ketak-ketik saja. Walau begitu, pemahaman mengenai bit akan sangat berguna untuk memahami berbagai aspek lain dalam komputer.</p>
<p>Byte</p>
<p>Terbentuk dari delapan bit. Sebuah byte merupakan kumpulan bit terkecil yang dapat dimengerti komputer. Sebuah byte mewakili angka desimal dari 0 sampai 255. Byte juga digunakan untuk mewakili huruf-huruf, angka-angka, simbol-simbol lain dalam bentuk ASCII (American Standart Code for Information). Sebagai contoh, bila Anda mengetik huruf A pada keyboard, komputer merekamnya sebagai kode ASCII 65 dan menerjemahkannya dalam perhitungan biner sebagai 01000001 – yang merupakan 1 byte. Data.</p>
<p>Kilobyte</p>
<p>Satu kilobyte data bejumlah begitu bermakna. Sama saja seperti halnya kita mengetik sebuah huruf dalam notepad. Tak ada artinya. Dokumen biasanya tersimpan dalam komputer dengan ukuran kilobyte (KB). Satuan kilo biasanya berarti seribu, tapi satu kilobyte tidak sama dengan 1.000 byte, Komputer kan bekerja dengan sistem biner, maka satu kilobyte sebenarnya sama dengan 1.024 byte. Walau begitu, untuk mudahnya, Anda boleh memperkirakan satu kilobyte sama dengan 1.000 karakter (termasuk spasi). Tulisan ini, misalnya, terdiri dari sekitar 12.000 karakter. Jadi, besarnya dalam komputer sekitar 12 KB.</p>
<p>Megabyte</p>
<p>Diatas kilobyte, kita menemukan satuan megabyte (MB). Orang biasanya menyebutkan “satu mega” saja. satu MB sama dengan 1.024 kilobyte. Dan itu artinya 1 MB sama dengan 1.048.576 byte, bukan sejuta byte. Memory komputer pada umumnya diukur dengan satuan ini. Misalnya, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan seterusnya.</p>
<p>Gigabyte</p>
<p>Ukuran penyimpana data di komputer kini tidak lagi menggunakan satuan megabyte. Coba saja periksa harddisak yang ada di pasaran saat ini. Semua sudah menggunakan satuan gigabyte (GB). satuan gigabyte sama dengan 1.024 MB. Diatas satuan ini ada lagi satuan terrabyte (TB) yang sama dengan 1.024 GB. Kapasitas Harddisk diukur dengan GB.</p>
<p>Kilobit</p>
<p>Satuan ini tidaklah sama denga satuan kilobyte. Kilobit (Kb) merupakan satuan ukuran kecepatan transfer data komputer. Satu kilobit sama dengan 1000 bit. Sebuah modem, contohnya, menawarkan kecepatan download maksimum 56 Kb/s. Itu artinya modem tersebut mampu mengantarkan 56 kilobit (56.000 bit) data melalui jalur telephone dalam setiap detiknya. Ambil kalkulator dan coba hitung, kecepatan tersebut sama dengan 6.9 KB/s (kilobyte per second).</p>
<p>Megabit</p>
<p>Dalam jaringan komputer yang besar, kecepatan transfer datanya bisa mencapai satuan ukuran yang lebih besar, yaitu megabit (Mb). Kabel yang digunakan dalam jaringan komputer dikantor contohnya, dapat mengirim dan menerima data sampai 100 Mb/s atau sama dengan seratus juta bit setiap detiknya. Coba lakukan perhitungan kembali. Bahwa kecepatan transfer setinggi itu (100 Mb/s) sama dengan kecepatan 11,9 MB perdetik.</p>
<p>Hertz (Hz)</p>
<p>Hertz sebenarnya adalah nama keluarga dari Heinrich Rudolf, ahli fisika Jerman yang menemukan satuan pengukuran frekuensi radio dan listrik. Begitulah asal satuan Hertz. Satu Hertz (1 Hz) berarti satu putaran gelombang radio per detik. Di dunia komputer, satuan ini juga banyak digunakan. Pada monitor-monitor CRT misalnya, satuan Hz sebenarnya menggambarkan kemampuan me-refresh layar setiap detiknya. Monitor yang menawarkan refresh rate 85 Hz mampu me-refresh gambar pada layar sebanyak 85 kali setiap detik. Hal ini membuat tampilannya terlihat halus dan tidak berkedip.</p>
<p>Megahertz (MHz)</p>
<p>Satu Megahertz berarti satu juta putaran tiap detik. Memang belum ada monitor yang bisa mencapai kecepatan seperti ini, namun lain halnya dengan processor komputer. Kecepatan 1 MHz bagi processor akan terasa amat sangat lambat. Kecepatan processor diukur berdasarkan kemampuannya melakukan kalkulasi dalam sedetik. Pada generasi PC pertama, kecepatan processornya masih menggunakan kecepatan MHz, yaitu 4,77 MHz</p>
<p>Bandingkan dengan rata-rata PC Pentium 4 yang sudah memiliki kecepatan 3,2 GHz atau 3,2 milyar kalkulasi per detik. Tapi janganlah hanya melihat satuan ini untuk melihat kecepatan processor yang sesungguhnya. Sering beberapa processor yang memiliki satuan kecepatan yang lebih rendah dapat mengerjakan perhitungan yang sama dengan lebih cepat, ketimbang processor yang kecepatannya tinggi. Produsen processor memiliki trik-trik tersendiri untuk membuat processornya memiliki performa yang baik, tidak hanya dengan adu kecepatan.</p>
<p>Gigahertz (GHz)</p>
<p>Ada dua bidang di dunia komputer yang menggunakan satuan GHz, yaitu processor dan jaringan nirkabel. Untuk processor, barusan Anda sudah tahu gambarannya kan? Nah dalam jaringan nirkabel, istilah ini biasa dipakai untuk menentukan tingkat spektrum radio yang digunakan. Bluetooth misalnya, menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Sedangkan Wi-Fi memakai frekuensi 2,4 GHz sampai 5GHz.</p>
<p>Kecepatan CD-RW Drive</p>
<p>Angka-angka yang tercantum dalam CD-RW drive sering membingungkan orang. Apa sih arti 2x, 4x, 8x, 16x, 24x, 32x dan seterusnya? Patokannya sebenarnya gampang saja. Kalikan saja angka perkalian tersebut dengan angka 150 KB per detik. Nilai itu merupakan kecepatan drive yang pertama kali Cek dengan kalkulator Anda. CD-RW drive berkecepatan 2x mampu menulis dengan kecepatan 300 KB per detik, sedangkan drive dengan kecepatan 52x mampu menulis hingga 7.800 KB/detik. Tapi angka perkalian pada CD-RW drive tidak hanya satu, ada tiga angka, rumusnya: Kecepatan baca x kecepatan tulis (CD-R) x kecepatan rewrite (CD-RW) x. CD-RW drive dengan kecepatan 48 x 32 x 16 misalnya, mampu membaca dengan kecepatan 48x, menulis dengan kecepatan 32x, dan memiliki kemampuan rewrite 16x.</p>
<p>Kecepatan DVD Drive</p>
<p>DVD-RW drive memang lebih cepat. Angka dasar untuk mengetahui tingkat kecepatan DVD drive adalah 1.358 KB per detik. Jadi, kalikan saja kecepatan DVD dengan angka tersebut. Drive yang beredar di pasaran kebanyakan berkecepatan 16x. Artinya, berkecepatan sekitar 22.160 KB per detik. Sayangnya, aturan di pasar DVD-RW drive memang tidak sejelas CD-RW drive. Anda tidak dapat melihat potensial untuk membaca, menulis, dan rewrite hanya dengan sekilas. Yang juga membingungkan, sebagian besar DVD drive juga dapat merekam CD-R dan CD-RW. Beberapa model terbaru malah dapat merekam ke berbagai standar DVD. Walau begitu, kalau Anda telaten membaca keterangan didalamnya, info seperti itu mestinya tersedia.</p>
<p>Kecepatan Harddisk (rpm)</p>
<p>Singkatan rpm (revolution per minute) pada harddisk menentukan kecepatan putar pelat magnetiknya. Semakin tinggi nilai rpm, semakin cepat pula putaran pelat disk. Hal ini berpengaruh pada nilai transfer data. Dengan kata lain, seberapa cepat data dapat dibaca dan ditulis pada disk tersebut. Biasanya, sebuah harddisk PC berputar pada kecepatan 5.400 rpm, dan tingkat kecepatan ini sebenarnya lebih dari cukup. Walau begitu, Anda bisa juga membeli harddisk dengan kecepatan 7.200 rpm. Peningkatan kecepatan ini memang memberikan sedikit peningkatan kinerja. Kalau mau, Anda juga bisa membeli model 10.000 rpm, tetapi harganya memang relatif mahal.</p>
<p>Kecepatan Printer (ppm)</p>
<p>Para vendor printer biasanya menawarkan kecepatan pencetakan printernya. Satuan yang biasa dipakai untuk menggambarkan hal itu adalah paper per minute alias ppm. Gampangnya, semakin besar nilai ppm, maka semakin cepatlah printer tersebut. Ppm sendiri sebenarnya hanya efektif untuk menggambarkan kecepatan text. Begitu ada unsur gambar atau grafik dalam dokumen, kecepatannya biasanya langsung turun. Apalagi bila kita mencetak foto pada printer inkjet, nilai ppm benar-benar tidak bisa diharapkan. Sebaliknya, kecepatan cetak foto biasanya diukur dalam hitungan menit. Apapun printernya, kecepatan pencetakan sebenarnya juga berhubungan dengan kecepatan komputer itu sendiri.</p>
<p>Frame per detik (fps)</p>
<p>Apa yang penting kita perhatikan dari spesifikasi sebuah kartu grafis? Lihatlah nilai frames per second (fps) yang ditawarkannya. Makin tinggi fps atau frame-ratenya, maka semakin haluslah gerakan pada layar. Dalam sebuah game, kemampuan frame-rate kartu grafis menjadi sangat penting, mengingat game memang merupakan gambar yang terus bergerak. Kalau gamenya sederhana sih, kartu grafis dengan fps yang biasa saja tidak akan menjadi masalah. Tapi cobalah mainkan game 3D, kartu grafis dengan fps yang tinggi akan menunjukkan keunggulannya. Saat memainkan video, nilai fps juga sangat menentukan tingkat kehalusan tampian video. Kartu grafis dengan nilai fps rendah bisa membuat tampilan video terlihat patah-patah. Begini saja, kuncinya carilah kartu grafis dengan nilai fps dia atas 30 fps. Kalau bisa, carilah dengan nilai yang paling tinggi, apalagi Anda doyan main game 3D.</p>
<p>Dot per inch (dpi)</p>
<p>Kualitas hasil cetak printer dan kemampuan scaner dalam menangkap gambar biasa ditunjukan dengan nilai dot per inch (dpi). Nilai ini menunjukkan seberapa banyak titik pada satu inch persegi. Tapi kenyataannya istilah ini seolah-olah kehilangan arti pentingnya. Kemampuan sebuah printer untuk menghasilkan begitu banyak titik pada setiap inch sebenarnya bukan patokan kualitas hasil cetak. Ragam tinta, ukuran droplet (titik tinta), teknik semprot, serta kualitas kertas berkonstribusi langsung pada tampilan akhirnya. Begitu pula halnya dengan scaner. Sebuah scaner dengan resolusi 9.600 dpi contohnya, mungkin hanya bisa menangkap informasi gambar sekitar 600 dpi saja. Waspadai, tingginya nilai dpi bisa jadi merupakan hasil interpolasi digital dan bukan karena kemampuan sebenarnya.</p>
<p>Pixel</p>
<p>Pixel merupakan kependekan dari picture element. Satuan ini banyak digunakan pada monitor, baik LCD maupun CRT. Gambar-gambar yang Anda lihat pada monitor kenyataannya terbuat dari ribuan (bahkan jutaan) titik kecil yang berwarna, itulah yang dinamakan pixel. Hal ini biasa ditentukan oleh resolusi kartu grafisnya. Kartu grafis yang dapat menghasilkan resolusi layar 1.600 x 1.200 pixel, contohnya, akan menghasilkan 1.920.000 pixel. Resolusi sebesar itu terbilang cukup rapat dan halus. Resolusi layar monitor CRT biasanya lebih fleksibel, sementara monitor TFT lebih terbatas.</p>
<p>Ukuran point</p>
<p>Point atau pt menunjukkan ukuran cetak suatu jenis font. Dalam pencetakan modern, tinggi satu point biasanya sama dengan 1/72 inch (0.0138 inch atau 0.35 mm). Karena itu, font dengan ukuran itu sudah termasuk ruang untuk tipe huruf yang menjulur keatas (seperti ‘f’), ke bawah (seperti ‘p’).</p>
<p>Megapixel</p>
<p>Istilah megapixel sering dipakai dalam kamera digital. Satu megapixel sama dengan satu juta pixel, menunjukkan kemampuan kamera dalam menangkap detil obyek yang difoto. Asumsinya, sebuah kamera dengan kemampuan dua megapixel akan menangkap gambar yang lebih detil ketimbang kamera digital satu megapixel. Tetapi, resolusi sebenarnya hanya salah satu faktor yang mempengaruhi kamera digital. Kualitas yang sebenarnya juga sangat penting adalah kemampuan lensanya itu sendiri. Tapi hati-hati mencerna spesifikasi kamera digital. Klim dua megapixel misalnya, bisa saja sebenarnya hanya mampu mengambil resolusi sampai 1.600 x 1.200 pixel, yang artinya sama dengan 80.000 pixel. Jauh betul dari angka yang digembar-gemborkannya kan? Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam. Yang jelas, ada juga yang secara jujur mengungkapkan bahwa angka itu merupakan hasil interpolasi atau pengatrolan warna belaka.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsep Berhitung Kecepatan Dalam Matematika]]></title>
<link>http://apiqquantum.wordpress.com/2009/11/10/konsep-berhitung-kecepatan-dalam-matematika/</link>
<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 23:18:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://apiqquantum.wordpress.com/2009/11/10/konsep-berhitung-kecepatan-dalam-matematika/</guid>
<description><![CDATA[Konsep kecepatan pada dasarnya adalah bidang pembahasan disiplin fisika. Tetapi matematika berperan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Konsep kecepatan pada dasarnya adalah bidang pembahasan disiplin fisika. Tetapi matematika berperan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menggunakan Metronome bagian 2]]></title>
<link>http://ditomusicman.wordpress.com/2009/11/07/menggunakan-metronome-bagian-2/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:57:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>ditomusicman</dc:creator>
<guid>http://ditomusicman.wordpress.com/2009/11/07/menggunakan-metronome-bagian-2/</guid>
<description><![CDATA[Banyak hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan dengan metronome. Sebenarnya pada statistik yang le]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Banyak hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan dengan metronome. Sebenarnya pada statistik yang le]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Buster Dan Didi]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/10/27/buster-dan-didi/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 07:35:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/10/27/buster-dan-didi/</guid>
<description><![CDATA[Terkisahlah dua ekor anjing scottie muda yang bersahabat, Buster dan Didi. Kemana pun mereka pergi s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Terkisahlah dua ekor anjing scottie muda yang bersahabat, Buster dan Didi. Kemana pun mereka pergi selalu bersama dan ada saja petualangan yang mereka lalui setiap harinya. Namun meskipun begitu, kedua sahabat itu sangatlah bertolak belakang kepribadiannya.</p>
<p>Buster adalah sosok anjing yang penuh dengan semangat dan selalu berani menghadapi rintangan apapun, sementara sahabatnya Didi sedikit lebih pendiam dan selalu ragu dalam bertindak.</p>
<p>Suatu hari di Kota Binatang diadakanlah perlombaan adu bakat untuk para anjing-anjing. Dan pemenangnya selain akan dikukuhkan sebagai anjing terbaik di kota akan pula dihadiahkan stok tulang selama setahun. Seluruh anjing penghuni kota menjadi tergiur untuk ikut ambil serta dalam perlombaan tersebut, tak terkecuali Buster muda.</p>
<p>Buster pun mengajak sahabatnya, Didi, untuk ikut perlombaan. Namun belum saja mereka mendaftar, Didi telah merasa gentar terlebih dahulu setelah mengetahui ternyata anjing-anjing yang akan menjadi lawan mereka bukanlah sekedar anjing geladak biasa, melainkan anjing-anjing juara yang lebih memiliki banyak pengalaman, bahkan konon berita yang mereka dapatkan beberapa anjing ras collie dan rottweiller juga akan ikut ambil bagian. Tak urung nyali Didi semakin ciut, dalam pikirannya bagaimana mungkin anjing kecil seperti dirinya bisa menang melawan para raksasa-raksasa anjing tersebut, bisa-bisa nanti justru dirinya jadi bulan-bulanan anjing-anjing tersebut.</p>
<p>Sementara sahabatnya, Buster, yang tak pernah mengenal kata menyerah tentunya tetap mendaftarkan diri dalam perlombaan tersebut. Buster masih mencoba untuk membujuk Didi, diberitahunya pada Didi bahwa tak ada salahnya mereka mencoba, urusan menang atau kalah itu hal belakangan. Tapi Didi tetap kukuh pada pendiriannya.</p>
<p>Tak terasa waktu perlombaan itu pun akhirnya tiba. Rupanya banyak juga peserta yang turut berlomba.</p>
<p>Perlombaan dibagi dalam tiga babak. Babak ‘Uji Nyali’, babak ‘Ketangkasan’, dan babak ‘Kecepatan’.</p>
<p>Babak pertama pun dimulai, para peserta diharuskan untuk mengambil masing-masing 3 buah tulang emas yang dipersiapkan panitia dan ditaruh di tempat-tempat yang cukup berbahaya. Satu tulang ditaruh di bebatuan yang berada di tengah-tengah sungai di dekat air terjun, tentu hal yang sangat sulit dilakukan mengingat arus sungai yang sangat deras. Tulang yang kedua diletakkan di puncak sebuah bukit namun untuk mendapatkannya para peserta mesti melewati jalanan di lereng yang terjal, sedikit saja mereka salah melangkah maka jurang telah menanti mereka jauh di bawah. Sementara tulang yang terakhir berada di dalam sebuah gua yang katanya ada begitu banyak ular berbisa yang menempati tempat tersebut.</p>
<p>Beberapa anjing-anjing collie dan rottweiller dengan cukup mudah melewati rintangan-rintangan itu. Walau begitu beberapa ada yang gagal dan terhanyut di sungai atau menderita luka-luka karena terjatuh di jurang sementara ada pula yang karena tak berani menghadapi ular berbisa akhirnya menolak memasuki gua yang gelap itu.</p>
<p>Sementara Buster sendiri pun cukup kepayahan melewati babak pertama ini. Ia sempat terseret arus walau akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan buru-buru melompat ke atas sebuah batu. Namun sayangnya Buster hanya berhasil membawa dua buah tulang emas. Sementara tulang yang ketiga tak berhasil di dapatnya karena ketika hendak mengambil tulang tersebut tiba-tiba seekor ular jenis python membelit tubuhnya, dia hampir saja menjadi santapan ular tersebut kalau saja dia dengan cukup cerdik berhasil meloloskan diri.</p>
<p>Namun meskipun begitu, Buster tetap lolos untuk maju dalam babak selanjutnya. Pada babak kedua, babak ‘Ketangkasan’, Buster yang memang cukup cerdas berhasil memperoleh skor tertinggi dan melangkah dengan mudah menuju babak terakhir.</p>
<p>Sahabatnya Didi terus setia menyaksikan perlombaan dan mendukung Buster. Walau Ia merasa ngeri saat menyaksikan perlombaan pada babak pertama, namun terbersit sedikit rasa sesal di hatinya karena tak ikut mendaftarkan diri. Ditatapnya Buster yang tersenyum karena berhasil mengalahkan para anjing-anjing raksasa tersebut di babak kedua. ‘Bisa saja akulah yang berdiri disana dengan senyum menghiasi wajah’ lirihnya.</p>
<p>Setelah peserta yang tersisa diberi waktu 30 menit untuk istirahat, akhirnya tibalah babak terakhir, babak penentuan.</p>
<p>Seluruh peserta yang kini hanya tersisa lima ekor terdiri dari Buster, Sebas (seekor anjing Collie), Ruffy dan Rockie yang merupakan anjing ras Rottweiller dan satu lagi Spotty (anjing jenis Dalmatian), akan melakukan perlombaan lari melintasi lapangan rumput disisi luar kota dan kemudian mereka akan melewati sebuah bukit kecil lalu kembali melintasi sungai menuju hutan untuk kembali ke kota.</p>
<p>Dan siapapun yang tiba terlebih dahulu dialah yang akan keluar menjadi pemenang dan berhak untuk mendapatkan hadiah yang telah dijanjikan. Peluit dibunyikan dan peserta mulai berlari sekencang yang mereka bisa. Dengan mudah Rockie, anjing yang memang sudah terkenal dengan segala kelebihannya, berhasil mengungguli peserta lainnya. Perlombaan berlangsung cukup seru, keempat anjing raksasa Sebas, Ruffy, Rockie dan Spottie saling bersaing merebut posisi pertama. Sementara Buster sendiri, cukup kesulitan mengejar empat anjing lainnya. Ia sudah mengerahkan segala tenaganya untuk mengejar, namun sepertinya mereka semua memang bukan tandingan Buster.</p>
<p>Dan akhirnya seperti yang telah diperkirakan para penduduk Kota Binatang, Rockie-lah yang akhirnya berhasil memenangkan pertandingan.</p>
<p>Buster yang finish di urutan terakhir, sesaat merasa begitu kecewa saat melihat Rockie yang naik ke atas podium.</p>
<p>“Aksi yang kamu tunjukkan dalam perlombaan ini sangatlah menarik anjing muda, aku sangat menikmatinya.” ujar seekor anjing tua.</p>
<p>Dan Buster pun tersenyum bangga melupakan rasa kecewa terhadap kekalahannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>Pesan moral:</strong><br />
Terkadang karena rasa takut berlebihan yang telah meliputi pikiran kita tentang sebuah kegagalan, kita malah tak jarang justru melepas sebuah kesempatan yang ada di depan mata. Seperti halnya yang terjadi pada Didi, si anjing kecil. Pikiran negatif yang menguasai dirinya justru mengaburkan pandangannya akan semua kelebihan-kelebihan yang sebenarnya dimilikinya. Dan apa yang tersisa? Tentu hanyalah penyesalan.</p>
<p>Maka baiklah jika kiranya kita bisa seperti Buster muda, yang di dalam kamusnya tak ada kata menyerah sebelum mencoba. Tiada yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan jika kita ingin berhasil tentulah kita harus melakukan aksi. Walaupun ternyata kita akhirnya gagal, tapi itu jauh lebih baik daripada kita melakukan sesuatu apapun.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ilmuwan Pecahkan Kecepatan Cahaya]]></title>
<link>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/10/26/ilmuwan-pecahkan-kecepatan-cahaya/</link>
<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:24:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>lelosusilo</dc:creator>
<guid>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/10/26/ilmuwan-pecahkan-kecepatan-cahaya/</guid>
<description><![CDATA[Sepasang fisikawan Jerman mengklaim telah mampu melebihi kecepatan cahaya, sebuah prestasi yang akan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://inilah.com/data/berita/foto/172195.jpg" alt="" width="250" height="187" />Sepasang fisikawan Jerman mengklaim telah mampu melebihi kecepatan cahaya, sebuah prestasi yang akan membantu pemahaman kita akan ruang dan waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut teori relativitas khusus Einstein, untuk mencapai kecepatan cahaya dibutuhkan jumlah energi yang sangat besar dalam mendorong sebuah obyek melebihi kecepatan 186.000 mil per detik.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Dr Gunter Nimtz dan Dr Alfons Stahlhofen dari University of Koblenz mengatakan mereka mungkin telah berhasil melebihi prinsip kunci dari teori itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasangan itu mengatakan telah melakukan eksperimen di mana foton microwave (paket energik cahaya) menghilang secara instan di antara sepasang prisma yang berpindah sejauh tiga kaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan menempuh perjalanan lebih cepat daripada kecepatan cahaya itu bisa menghadirkan berbagai konsekuensi aneh. <!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Para ilmuwan sedang menyelidiki fenomena yang disebut terowongan kuantum yang memungkinkan partikel subatom untuk dipecah. Dan tampaknya hal ini melanggar hukum fisika yang berlaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Dr Nimtz mengatakan kepada majalah New Scientist, &#8220;ini adalah satu-satunya pelanggaran teori relativitas khusus yang saya ketahui.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://inilah.com/berita/teknologi/2009/10/24/172195/ilmuwan-pecahkan-kecepatan-cahaya/">inilah.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ROKET NASA DITABRAKAN KE BULAN ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/15/roket-nasa-ditabrakan-ke-bulan/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 04:20:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/15/roket-nasa-ditabrakan-ke-bulan/</guid>
<description><![CDATA[Untuk membuktikan teori bahwa Bulan memiliki simpanan air atau bahkan es, Badan penerbangan dan Anta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3088" title="roket nasa" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/roket-nasa.jpg?w=124" alt="roket nasa" width="124" height="150" />Untuk membuktikan teori bahwa Bulan memiliki simpanan air atau bahkan es, Badan penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan menabrakan satelit L-Cross (Lunar Crater Observation and Sensing Sattelite) ke Bulan dengan kecepatan 9.012 kilometer per jam. Misi senilai ratusan miliar dollar AS ini akan menimbulkan ledakan sebesar 1,5 ton bahan peledak TNT.</p>
<p>Tabrakan itu akan meninggalkan bekas dalam bentuk lubang atau kawah yang baru. Jika memang Bulan memiliki kandungan air, NASA memperkirakan akan ada cipratan air setelah tabrakan terjadi. Asumsi NASA adalah kandungan air atau es itu tersimpan jauh di bawah permukaan Bulan yang tandus.</p>
<p>Satelit L-Cross yang diluncurkan Juni 2009 lalu, dan ditempelkan pada roket seberat 2,2 ton itu akan menabrak Bulan. Namun, sebelum tabrakan, roket yang menempel pada L-Cross akan dilepas. Setelah tabrakan L-Cross diarahkan kembali ke Bumi mengirim foto-foto dampak tabrakan. Jadi dalam waktu satu jam setelah tabrakan, para peneliti bisa segera membuktikan teori kandungan air di Bulan. “ Ini akan menjadi peristiwa spektakuler, “ kata Manajer Proyek L-Cross Dan Andrews.</p>
<p>Skenario ini dinilai sukses diwujudkan, pada hari Jumat (9/10) pukul 07.31 waktu AS. Roket pertama seberat 2,2 ton menabrak kutub selatan Bulan dengan kecepatan dua kali lebih cepat dari lesatan peluru, yang menimbulkan gumpalan debu setinggi 10 kilometer lebih. Pesawat kedua “bunuh diri” empat menit kemudian menyusul. Pesawat ini dilengkapi lima kamera dan perangkat penganalisi debu pascatubrukan roket pertama.</p>
<p><!--more-->Sayangnya, gambar proses tubrukan dan dampaknya itu gagal ditayangkan langsung di situs resmi NASA. Para peneliti menyatakan, misi utama mereka adalah mengidentifikasi keberadaan air pascapenabrakan ke Bulan. Soalnya keberadaan air di Bulan merupakan sumber daya vital bagi misi eksplorasi Bulan pada masa datang. Namun, kebenaran tentang hal ini belum terkonfirmasi melalui misi L-Cross tersebut diatas.</p>
<p>Sumber  : Kompas, 09 &#38; 10.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Eksklusifitas: emosi atau kebutuhan]]></title>
<link>http://radioclinic.com/2009/10/06/eksklusifitas-emosi-atau-kebutuhan/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 10:33:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alex Santosa</dc:creator>
<guid>http://radioclinic.com/2009/10/06/eksklusifitas-emosi-atau-kebutuhan/</guid>
<description><![CDATA[Paruh kedua tahun 2009, media di Indonesia banyak mendapat makanan empuk berupa berita-berita besar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Paruh kedua tahun 2009, media di Indonesia banyak mendapat makanan empuk berupa berita-berita besar ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mempercepat Firefox]]></title>
<link>http://jefrisp.wordpress.com/2009/09/30/mempercepat-firefox/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:15:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>jefrisp</dc:creator>
<guid>http://jefrisp.wordpress.com/2009/09/30/mempercepat-firefox/</guid>
<description><![CDATA[Firefox merupakan browser yang paling banyak digunakan saat ini. Selain fitur-fiturnya sangat memban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Firefox merupakan browser yang paling banyak digunakan saat ini. Selain fitur-fiturnya sangat membantu, Firefox juga menyimpan banyak pengaturan yang dapat dirubah jika kita mengerti fungsi-fungsi pengaturan tersebut.<!--more--></p>
<p>Mempercepat firefox untuk browsing, tentu sangat menyenangkan bagi pecinta browser Firefox. Langsung saja kita bahas pengaturan apa saja yang perlu diganti defaultnya.</p>
<p>Pada alamat browser firefox Anda ketikkan &#8220;about:config&#8221; (tanpa tanda petik), kemudian tekan enter. Setelah itu akan muncul kotak peringatan yang dapat diabaikan dengan mengklik tombol persetujuan. Didalamnya Anda akan menemukan ribuan pengaturan yang dapat Anda ganti jika Anda mengerti fungsinya.</p>
<p>Untuk setting mempercepat firefox, silahkan cari nama-nama config berikut ini serta perubahan yang disarankan :</p>
<ul>
<li>network.http.pipelining, default adalah <strong>False</strong>, ganti menjadi <strong>True</strong> dengan double klik</li>
<li>network.http.proxy.pipelining, default adalah <strong>False</strong>, ganti menjadi <strong>True</strong> dengan double klik</li>
<li>network.http.pipelining.maxrequests, default adalah <strong>4</strong>, ganti dengan angka yang lebih besar dari 4, tetapi jangan melebihi angka 8.</li>
<li>network.http.max-connections, defaultnya <strong>30</strong>, ganti dengan <strong>96</strong></li>
<li>network.http.max-connections-per-server, defaultnya <strong>15</strong>, ganti dengan <strong>32</strong></li>
<li>network.http.max-persistent-connections-per-proxy, defaultnya <strong>8</strong>, ganti dengan <strong>10</strong></li>
<li>network.http.max-persistent-connections-per-server, defaultnya <strong>6</strong>, ganti dengan <strong>8</strong></li>
</ul>
<p>Setelah itu, tutup Firefox Anda, dan buka lagi untuk merefresh perubahan. OK? selamat mencoba dan lihat perubahan kecepatan akses internet Anda lewat Firefox.</p>
<p>Silahkan jika ada yang ingin menambahkan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenal Ukuran Berkas Citra]]></title>
<link>http://rioseto.wordpress.com/2009/09/30/mengenal-ukuran-berkas-citra/</link>
<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 06:41:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>rioseto</dc:creator>
<guid>http://rioseto.wordpress.com/2009/09/30/mengenal-ukuran-berkas-citra/</guid>
<description><![CDATA[Artikel ini sambungan posting ”Piksel, Piksel, Piksel” sebelumnya, yang memperlihatkan pengaruh piks]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/09/wiki-bit-all-size-web.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3221" title="wiki-bit-all-size-web" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/09/wiki-bit-all-size-web.jpg" alt="wiki-bit-all-size-web" width="448" height="240" /></a></p>
<p>Artikel ini sambungan posting <strong>”<a title="Piksel Piksel Piksel" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/09/29/piksel-piksel-piksel/" target="_blank">Piksel, Piksel, Piksel</a>”</strong> sebelumnya, yang memperlihatkan pengaruh piksel atas kualitas gambar atau citra, yang secara tak langsung mempengaruhi juga kualitas <em>blog </em>atau <em>situs web </em>kita.</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Ukuran berkas citra<br />
</strong></p>
<p>Piksel juga mempengaruhi ukuran berkas citra. <em>Download </em><em>1_bit.png</em>, <em>4-bit.png</em>, <em>8-bit.png</em> dan <em>truecolor.png</em> yang kita pakai di artikel <em>Piksel </em>terdahulu (ada di bawah atau di <a title="Color Depth Wiki" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Color_depth" target="_blank">Wikipedia</a>). Amati ukuran berkasnya. Ukuran terkecil adalah <em>1_bit.png</em> dan terbesar  <em>truecolor.png</em>, yang dibangun piksel 24-bit.</p>
<p>Untuk mengetahui ukuran sesungguhnya, kita dapat meminta bantuan menu [<em>Attribute</em>] program <em>Paint</em>. Buka <em>1_bit.png</em> dan klik [<em>Attribute...</em>] di menu [<em>Image</em>]. Diperoleh data seperti ini,</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/09/paint-attribute-sm.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3228" title="paint-attribute-sm" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/09/paint-attribute-sm.jpg" alt="paint-attribute-sm" width="251" height="163" /></a></p>
<p>Dimensi  citra adalah 300 x225 piksel, dan ukuran berkas 11,7 kB.  Dengan cara serupa kita periksa ukuran berkas lainnya, didapat: <em>4_bit.png </em>19,95 kB, <em>8_bit.png </em>38,455 kB, dan <em>truecolor.png</em> 186,211 kB.</p>
<p>Hanya dengan mengetahui dimensi piksel saja, ukuran berkas kasar juga dapat kita hitung, <em>luas dimensi piksel </em>x <em>bit piksel</em>. Hasil perhitungan ditunjukkan pada gambar di atas.</p>
<p>Selain berkas <em>1_bit.png</em>, terdapat perbedaan mencolok ukuran berkas &#8216;<em>png</em>&#8216; dibandingkan hasil perhitungan. Lebih kecil. Pengubahan format citra ke <em>jpg&#8217; </em>dan <em>&#8216;gif</em>&#8216;, juga memberikan hasil serupa. (Buktikan sendiri, proses konversi dapat memakai <em>Paint </em>atau program konversi format sembarang lainnya.)</p>
<p>Kesimpulannya, format &#8216;<em>png</em>&#8216;, <em>&#8216;jpg</em>&#8216;, <em>&#8216;gif</em>&#8216; adalah metoda atau teknik untuk mengompakkan ukuran berkas citra tanpa mengorbankan kualitas informasi citra. Proses ini dinamai <em>kompresi data</em> atau <em>data compression</em>.</p>
<p>Dua pertanyaan, mengapa berkas harus <em>diperkecil</em> dan mengapa harus ada banyak <em>format?</em></p>
<p><strong>Berkas citra kecil mempercepat pendistribusian informasi<br />
</strong></p>
<p>Dua jawaban untuk pertanyaan pertama. Pertama, berurusan dengan ruang media simpan. Ukuran berkas sebanding sebanding dengan besar media simpan. Memperkecil ukuran berkas berarti menghemat media simpan. Namun teknologi sudah sanggup membuat harga media simpan, ”rupiah per bit”, relatif murah sehingga penyimpanan berkas besar bukan masalah lagi.</p>
<p>Ke dua, berurusan dengan kecepatan pendistribusian informasi. Besar data atau informasi dapat dipandang sebagai muatan di atas truk. Kalau jalannya lebar, seluruh muatan sekaligus dapat tiba di tujuan dengan cepat. Kalau cuma selebar gang? Muatan terpaksa dikirim secara berangsur. Lebih lama. Contoh ekstrim berkas ukuran besar adalah <em>video</em>, <em>audio</em>, <em>musik</em>. Berkas harus dipenggal atas beberapa berkas kecil lalu dikirim beruntun seperti aliran air (<em>streaming</em>).</p>
<p>Lebar jalan diukur dengan kapasitas informasi yang dapat melintas per satuan waktu. Lebar jalan dinamai <em>bandwidth</em>;<em> broadband</em> berarti volume informasi yang lewat besar. Contoh, berkas <em>truecolor.png</em> (186,2 kB) ingin dikirim (<em>upload</em>) dari lokasi ini ke <em>server </em>di Semarang via &#8220;jalan&#8221; 64 kB/detik (atau o,o6 Mb/s, lihat gambar bawah). Diperlukan waktu sekitar 3 detik. Cepat? Lambat? Relatif.</p>
<p><a href="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/09/speedtestnet.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3250" title="Speedtestnet" src="http://rioseto.wordpress.com/files/2009/09/speedtestnet.jpg" alt="Speedtestnet" width="448" height="136" /></a></p>
<p>Jalan sempit murah tetapi lama, jalan tol mahal tetapi cepat. Kita harus kompromi dengan <em>bandwidth </em>jika informasi ingin menjangkau pelosok yang penuh gang termasuk dusun <a title="Nama Dusun itu Kahuripan" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/09/23/nama-dusun-itu-kahuripan-1/" target="_blank"><strong>Kahuripan</strong></a> yang terpencil itu. Aturlah agar ukuran berkas yang terkandung dalam <em>blog </em>atau<em> situs web </em>kecil, sehingga warga bisa menerima informasi dengan cepat dan murah. Dan dengan kualitas tetap terjaga! Wah, susah juga, ya.</p>
<p><span style="color:darkblue;"><br />
Jawaban untuk pertanyaan ke dua ada di posting berikut, <a title="Citra di WP JPG PNG GIF" href="http://rioseto.wordpress.com/2009/10/01/citra-di-wordpress-jpg-png-gif/" target="_blank">&#8220;<strong>Citra di WordPress, JPG? PNG? GIF?&#8221;</strong></a></span></p>
<p><strong>Pustaka citra</strong></p>
<p><strong><a title="1_bit png" href="http://rioseto.wordpress.com/wp-admin/media.php?action=edit&#38;attachment_id=3216" target="_blank">1_bit.png</a>, <a title="4_bit PNG" href="http://rioseto.wordpress.com/wp-admin/media.php?action=edit&#38;attachment_id=3217" target="_blank">4_bit.png</a>, <a title="8_bit PNG" href="http://rioseto.wordpress.com/wp-admin/media.php?action=edit&#38;attachment_id=3218" target="_blank">8_bit.png</a>, <a title="truecolor PNG" href="http://rioseto.wordpress.com/wp-admin/media.php?action=edit&#38;attachment_id=3219" target="_blank">truecolor.png</a>.<br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akhirnya Beli SMART Juga!]]></title>
<link>http://tuxlin.wordpress.com/2009/09/26/akhirnya-beli-smart-juga/</link>
<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 16:09:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>tuxlin</dc:creator>
<guid>http://tuxlin.wordpress.com/2009/09/26/akhirnya-beli-smart-juga/</guid>
<description><![CDATA[Halo Pembaca! Selama ini saya internetan menggunakan jasa warnet. Meski warnet disekitar rumah saya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Halo Pembaca! Selama ini saya internetan menggunakan jasa warnet. Meski warnet disekitar rumah saya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LASER SOLUSI KOMUNIKASI BAWAH AIR ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/laser-solusi-komunikasi-bawah-air/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:25:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/09/25/laser-solusi-komunikasi-bawah-air/</guid>
<description><![CDATA[Sinar laser tidak bersuara. Namun, laser di bawah air ternyata dapat menciptakan ledakan supersonik ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2794" title="berkomunikasi dari bwh air dgn laser" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/09/berkomunikasi-dari-bwh-air-dgn-laser.jpg?w=131" alt="berkomunikasi dari bwh air dgn laser" width="131" height="150" />Sinar laser tidak bersuara. Namun, laser di bawah air ternyata dapat menciptakan ledakan supersonik kecil. Bukan hanya berbentuk sinar. Peneliti Angkatan Laut Amerika Serikat berharap bisa menggunakan laser untuk mendeteksi sonar atau digunakan untuk komunikasi kapal selam dan pesawat terbang.</p>
<p>“ Laser sekarang amat padat (ukurannya) sehingga bisa lebih kecil dari meja dan bisa ada di atas pesawat, “  ujar Ted Jones, ahli fisiko dari Laboratorium Penelitian Angkatan Laut  AS.</p>
<p>Peralatan radio dan semua peralatan yang mengandung elektromagnetik tidak bisa bekerja di bawah air karena air tidak dapat mentransmisikan gelombang elektromagnetik dengan baik. Akibanya, kapal selam tidak dapat berkomunikasi dengan baik dari bawah air.</p>
<p>Kapal selam harus muncul di atas air agar bisa berkomunikasi dengan kantor pusat di darat, pesawat, atau dengan kapal laut. Laser dapat menutup kekurangan tersebut karena air dapat berlaku sebagai lensa fokus jika memiliki frekuensi derik yang pas. Suara tersebut bergantung pada pengaturan panjang gelombang warna pada sinar laser. Setiap panjang gelombang warna memiliki kecepatan yang berbeda dalam air.</p>
<p><!--more-->Efek dari fokus air ini memampatkan sinar laser hingga akhirnya bisa menciptakan ledakan amat panas yang bisa didengar. “ Itu berupa gelembung kecil yang amat panas dari uap yang mengembang secara supersonik yang menyebabkan gelombang kejut kecil lalu menghilang dan berubah menjadi denyut akustik, “ papar Jones pada LiveScience.</p>
<p>Saat ini Jones dan rekan-rekannya sedang menimngkatkan jangkauan laser di bawah air.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Berkomunikasi dari Bawah Air dengan Laser – Kompas, 26.05.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Menghemat Bahan Bakar]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/09/25/tips-menghemat-bahan-bakar/</link>
<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 18:24:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/09/25/tips-menghemat-bahan-bakar/</guid>
<description><![CDATA[Anggaran membeli bahan bakar bagi pengguna mobil pribadi tentu relatif besar. Untuk mengurangi pengg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Anggaran membeli bahan bakar bagi pengguna mobil pribadi tentu relatif besar. Untuk mengurangi pengg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Relativitas tidak Mengubah Bentuk Benda]]></title>
<link>http://yohans.wordpress.com/2009/09/21/bentuk_benda/</link>
<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 20:09:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>yohans</dc:creator>
<guid>http://yohans.wordpress.com/2009/09/21/bentuk_benda/</guid>
<description><![CDATA[Cibinong, 21 September 2009 Oleh :Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com Seandainya kita mampu atau mau ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Cibinong, 21 September 2009<br />
Oleh :Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com</p>
<p><strong>Seandainya kita mampu atau mau meluangkan waktu untuk melihat benda dengan kecepatan sangat tinggi, mungkin sebagian dari kita akan kecewa. Benda yang diharapkan mengalami kontraksi panjang, seperti perkiraan penurunan persamaan relativitas khusus, sama sekali tidak akan mengalami kontraksi. Benda yang di-capture dalam keadaan diam, akan sama persis dengan benda yang di-capture dalam keadaan bergerak. Benda tersebut tidak akan lebih gepeng dibanding aslinya.</strong></p>
<p>Dalam relativitas yang dikenal sebelumnya, biasanya kita diajarkan untuk mempercayai bahwa seorang kembar, yang bepergian dengan pesawat mendekati kecepatan cahaya, umurnya akan lebih muda dibanding kembarannya saat mereka bertemu kembali. Tetapi di sisi lain, saat mendapati penurunan rumus kontraksi panjang benda, tidak akan terbersit sedikitpun untuk mempercayai bahwa kembarannya yang lebih muda akan lebih gepeng karena perjalanan itu. Nampaknya berdasarkan teori relativitas, sebagian lebih suka bahwa kontraksi panjang hanya berada dalam kerangka pengamatan saja, sedangkan dilatasi waktu bukan hanya terjadi dalam kerangka pengamatan.</p>
<p>Sebenarnya kedua kontradiksi ini terjadi karena pengabaian gerak relatif dalam arah sebaran cahaya saat penurunan persamaan relativitas yang sangat mendasar. Tetapi karena melibatkan kecepatan cahaya, kejadian paradoks si kembar dan gepengnya benda sulit dibuktikan ketidak benarannya, secara langsung dengan mata kepala sendiri. Apalagi oleh kita, yang tidak akan mampu melihat gerakan peluru yang terbang persis didepan mata, meskipun hanya secepat mach 5 saja . Jangankan mengukur benda dengan kecepatan 0,9c, melihat benda bergerak dari jarak yang relatif dekat adalah perkara yang sulit bagi mata kita. Saat ada peluru dengan panjang 3 cm ditembakkan oleh teman dari samping kita, yang persis terbang 50 cm didepan kita dengan kecepatan mach 5, jangankan panjangnya, mengenali warna dan bentuknya saja adalah perkara yang sulit.</p>
<p>Tetapi jangan berkecil hati, asalkan cahaya dan jaraknya mendukung, kecepatan secepat 0,9 c bisa laksana benda yang nyaris diam di mata kita. Di alam ini, kita bisa melihat benda dengan kecepatan relatif terhadap pusat universe sebesar 0,9c. Kita bisa melihat sendiri, bahwa gerak relatif pengamat atau benda tidak akan mengubah bentuk benda. Benda yang semula bulat seperti kelereng, tidak akan terlihat elips seperti jengkol saat bergerak secepat 0,9c.</p>
<p><strong>Mengamati Perubahan Bentuk Peluru yang Bergerak Secepat Mach 5:<br />
</strong><br />
Baru-baru ini manusia mampu melesatkan peluru yang bisa bergerak dengan kecepatan mach 5 atau lima kali kecepatan suara. Sebenarnya kecepatan ini bukanlah kecepatan tertinggi yang bisa dicapai oleh wahana yang dibuat oleh manusia. Dalam beberapa kali percobaan, manusia bahkan pernah menguji wahana yang mencapai mach 10. Tetapi karena sulitnya menemukan bahan pelindung yang memadai, wahana yang bergerak secepat mach 10 belum berguna di atmosfer bumi.</p>
<p>kecepatan suara di udara adalah 340 m/s, sementara kecepatan cahaya dalam vakum sekitar 299.792.458 m/s. Anggap saja kecepatan cahaya di atmosfer bumi secepat kecepatannya dalam vakum, ini berarti kecepatan peluru mach 5 hanyalah 5,67x 10-6 c. Jika kita mengacu pada rumus kontraksi panjang yang digunakan dalam turunan relativitas khusus :</p>
<p style="text-align:left;"><strong>L = Lo/γ<br />
</strong><br />
Dimana L adalah panjang peluru yang diamati saat bergerak, dan Lo adalah panjang peluru yang diamati saat diam dan γ adalah persamaan Lorentz :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-252" title="lorentz" src="http://yohans.wordpress.com/files/2009/09/lorentz.jpg" alt="lorentz" width="134" height="68" /><br />
Maka akan didapat</p>
<p><strong>L = 0,9999999999839220 Lo         ……………….(1)</strong></p>
<p>Dari hasil (1) tersebut, jika gambar Lo direkam dalam kamera kecepatan tinggi dengan resolusi sekitar 100 Giga Pixel x 100 Giga Pixel, maka saat L dicapture dengan kamera ini, akan didapat beda panjang sebesar :</p>
<p><strong>∆L = 1,67 x 10-11 x 100 x 109 pixel = 1,6 pixel.</strong></p>
<p>Kita belum tahu kapan kamera berkecepatan tinggi dengan resolusi super tinggi ini akan ada. Jika sudah tersedia, kita berharap akan mampu mengamati perbedaan sekitar 1 pixel antara panjang peluru yang dicapture dalam keadaan diam dengan peluru yang dicapture dalam keadaan bergerak secepat mach 5.<br />
Namun, nampaknya setelah kamera tersebut tersedia, hasil yang didapatkan akan mengecewakan kita. Karena dari jarak yang sama, tidak akan ada perbedaan pixel antara panjang peluru yang dicapture dalam keadaan diam dengan panjang peluru yang dicapture dalam keadaan bergerak. Panjang Lo akan sama dengan L. Harapan kontraksi panjang, muncul karena gerakan dalam arah sumbu x, gerakan yang searah dengan sebaran cahaya dari sumber ke pengamat, diaplikasikan dalam rumus dilatasi pada bidang yz. Karenanya hasil yang didapatkan adalah tidak valid.</p>
<p><strong>Bentuk Benda Diam dan Bergerak dalam Pengamatan Relativitas</strong></p>
<p>Mata atau kamera akan mengamati besarnya benda tergantung dari jarak. Benda yang sama akan terlihat lebih kecil jika ditempatkan lebih jauh. Sebaliknya, benda yang sama akan nampak lebih besar jika berada pada jarak lebih dekat. Penempatan jauh dekatnya benda dengan mata atau kamera tidaklah mengubah bentuk benda. Benda yang lebih jauh tidak lebih gepeng dibanding benda yang lebih dekat. Karenanya untuk memudahkan analisa pengamatan, sementara ini kita anggab benda yang lebih dekat atau lebih jauh diamati dalam titik yang sama di layar retina atau fokus kamera.</p>
<p><strong>Gerak relatif benda dalam bidang yz</strong></p>
<p>Marilah kita lihat benda yang bergerak relatif terhadap pengamat dalam bidang yz seperti digambarkan dalam gambar 1 berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-253" title="g1_gerakyz" src="http://yohans.wordpress.com/files/2009/09/g1_gerakyz.jpg?w=214" alt="g1_gerakyz" width="214" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1 : Benda bergerak relatif menjauhi pengamat dalam bidang yz</p>
<p>∆t = L/c<br />
∆to = D/c</p>
<p>Ketika cahaya dari sumber mencapai pengamat selama ∆to, maka benda yang bergerak sudah mencapai posisi v*∆to. Dari sini bisa diturunkan rumus :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-254" title="rumus4a" src="http://yohans.wordpress.com/files/2009/09/rumus4a.jpg?w=300" alt="rumus4a" width="300" height="219" /></p>
<p>Panjang Lo menurut pengamat adalah jarak proyeksi antara dua titik ujung benda yang sampai di retina mata pengamat dalam waktu yang persis sama. Benda yang diam, mengirimkan informasi kedua ujung benda pada saat yang bersamaan, katakanlah pada waktu T0. Ujung kiri benda akan sampai dimata pengamat pada saat T1. Ujung kanan akan sampai pada pengamat pada T2. Kejadian ini bisa digambarkan seperti pada gambar 2 berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-257" title="g2_pengamatyz" src="http://yohans.wordpress.com/files/2009/09/g2_pengamatyz.jpg?w=206" alt="g2_pengamatyz" width="206" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 2 : panjang benda diam dan bergerak menurut pengamatan</p>
<p><strong>T1= T0+∆to1 dan T2=T0+∆to2</strong></p>
<p>Karena D1 = D2 maka ∆to1 = ∆to2. Pada saat diam proyeksi Lo akan sampai di retina atau focus kamera pengamat. Ketika benda bergerak maka :<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>T1= T0+∆t1 dan T2=T0+∆t2<br />
</strong></p>
<p>sesuai dengan rumus dilatasi waktu sumber yang bergerak menjauh terhadap pengamat dalam bidang yz, didapat :<br />
<strong>∆t1 = γ∆to1<br />
∆t2=γ∆to2<br />
</strong></p>
<p>Karena kedua ujung benda bergerak dengan kecepatan v yang sama, maka γ kedua ujung benda sama. Dan dari kesimpulan sebelumnya ∆to1 = ∆to2, maka ∆t1 = ∆t2. Karenanya kedua ujung benda akan jatuh pada titik yang sama di retina mata, maka benda yang bergerak dalam sumbu y atau z akan nampak sama dengan benda yang diam, Lo = L’. Atau dalam bahasa lainnya, kejadiannya sama seperti saat kita melihat benda yang diam, jika menjauh benda akan mengecil, jika mendekat benda akan membesar, tetapi yang terpenting adalah bentuk benda tidak berubah.</p>
<p><strong>Gerak relatif benda dalam sumbu x</strong></p>
<p>Marilah kita lihat benda yang bergerak relatif terhadap pengamat dalam sumbu x seperti digambarkan dalam gambar 3 berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-256" title="g3_gerakx" src="http://yohans.wordpress.com/files/2009/09/g3_gerakx.jpg?w=100" alt="g3_gerakx" width="100" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 3 : Benda bergerak relatif menjauhi pengamat dalam sumbu x</p>
<p><strong>∆t = L/c<br />
∆to = D/c</strong></p>
<p>Ketika cahaya dari sumber mencapai pengamat selama ∆to, maka benda yang bergerak sudah mencapai posisi v*∆to. Dari sini bisa diturunkan rumus :</p>
<p><strong>L = D + v.∆to<br />
∆t.c = ∆to.c + v.∆to<br />
∆t = ∆to (1 + v/c)<br />
γ = 1 + v/c<br />
∆t = γ.∆to</strong></p>
<p>Panjang Lo menurut pengamat adalah jarak proyeksi antara dua titik ujung benda yang sampai di retina mata pengamat dalam waktu yang persi sama. Benda diam, mengirimkan informasi kedua ujung benda pada saat yang bersamaan, katakanlah pada waktu T0. Ujung kiri benda akan sampai dimata pengamat pada saat T1. Ujung kanan akan sampai pada pengamatan pengamat pada T2. Kejadian ini bisa digambarkan seperti gambar 2 berikut :</p>
<p style="text-align:center;"><img title="g2_pengamatx" src="../files/2009/09/g2_pengamatx.jpg?w=84" alt="g2_pengamatx" width="84" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 4 : panjang benda diam dan bergerak sumbu x menurut pengamatan</p>
<p><strong>T1= T0+∆to1 dan T2=T0+∆to2</strong></p>
<p>Karena D1 = D2 maka ∆to1 = ∆to2. Pada saat diam proyeksi Lo akan sampai di retina atau focus kamera pengamat. Ketika benda bergerak maka :<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>T1= T0+∆t1 dan T2=T0+∆t2<br />
</strong></p>
<p>sesuai dengan rumus dilatasi waktu sumber yang bergerak menjauh terhadap pengamat dalam sumbu x, didapat :<br />
<strong>∆t1 = γ∆to1<br />
∆t2=γ∆to2<br />
</strong></p>
<p>Karena kedua ujung benda bergerak dengan kecepatan v yang sama, maka γ kedua ujung benda sama. Dan dari kesimpulan sebelumnya ∆to1 = ∆to2, maka ∆t1 = ∆t2. Karenanya kedua ujung benda akan jatuh pada titik yang sama di retina mata, maka benda yang bergerak dalam sumbu x akan nampak sama dengan benda yang diam, Lo = L’. Atau dalam bahasa lainnya, kejadiannya sama seperti saat kita melihat benda yang diam, jika menjauh benda akan mengecil, jika mendekat benda akan membesar, tetapi yang terpenting adalah bentuk benda tidak berubah.</p>
<p><strong>Gerak Relative Antara Dua Titik Cahaya :</strong></p>
<p>Bagaimana relevansi kerangka ‘inersia’ dengan kerangka pengamatan dalam gerak relative menjauhi antara dua titik dengan kecepatan 2c? Mari kita misalkan pikiran kita adalah kerangka ‘inersia’ yang mengetahui peristiwa bukan berdasarkan satu event dalam satu waktu tertentu. Kita sudah memastikan jarak antara dua titik A dan B adalah 2 menit cahaya. Kemudian kita pilih posisi tengah yang kita sebut O, dimana jarak OA = OB yaitu 1 menit cahaya.</p>
<p>Untuk tujuan sinkronisasi, kita memiliki tiga jam atom cesium. Jam O, jam A dan jam B yang sudah dicocokkan di posisi O. Jam A dan jam B dikirim ke posisi A dan posisi B, anggap saja pengiriman ini menggunakan kura-kura, karena kita tidak peduli berapa lama jam itu akan sampai ke titik A dan B. Yang terpenting ketika jam A dan jam B sampai diposisi A dan B, barulah kita menembakkan cahaya ke A dan ke B pada saat bersamaan.</p>
<p>Dalam kerangka pikiran kita, yang sudah mengumpulkan informasi dari semua event, kita akan melihat bahwa titik A akan menempuh perjalanan sampai di posisi A selama 1 menit. Begitu juga dengan titik B akan menempuh perjalanan di posisi B selama 1 menit. Itu artinya jarak AB yang sejauh 2 menit cahaya diselesaikan oleh dua titik cahaya dalam 1 menit. Karenanya kecepatan relatif antara titik cahaya A dan B adalah sama dengan 2 menit cahaya dibagai 1 menit atau sama dengan 2 c.</p>
<p>Kenapa segampang ini? Gampang karena kita sudah mengumpulkan semua informasi dalam pikiran kita. Kejadian sebenarnya tentu tidak mudah. Kenapa ada relativitas? Karena kita mengamati menggunakan cahaya. Dalam kerangka pengamatan, dalam masa 1 menit, tidak mungkin Titik A mengetahui seberapa cepat titik B bergerak menuju B.</p>
<p>Hal ini karena bagi A yang bergerak secepat c, pada saat titik A menjauhi posisi O dia akan melihat titik B belum bergerak sama sekali. Begitu juga dengan titik B, pada saat titik B menjauhi posisi O dia akan melihat titik A belum bergerak sama sekali. Makanya untuk memastikan itu, titik A ketika sampai di posisi A segera mengirim kurir ke posisi B. Kurir yang dia kirim untuk memastikan waktu tempuh titik B dari posisi O ke posisi B. Kurir ini memerlukan waktu 4 menit untuk menyelesaikan tugasnya. Karenanya A tidak mungkin mengetahui berapa gerak relatif dia terhadap B hanya semata-mata dari informasi yang dia kumpulkan selama 1 menit. Karena berdasarkan informasi dia selama 1 menit, dalam pengamatan titik A, kecepatan relatif antara titik A dan titik B hanyalah 1c. Dia membutuhkan waktu 5 menit untuk mengetahui bahwa kecepatan relatif antara titik A dan titik B adalah 2c dan itupun karena sebelumnya dia dan titik B sudah membuat janjian agar masing-masing berangkat dari posisi O menuju posisi A dan B.</p>
<p>Pengamatan relativitas tidak menghalangi bahwa kecepatan relatif antara dua titik cahaya A dan B yang bergerak saling menjauh dalam kerangka ‘inersial’ adalah sebesar 2c adalah valid. Hal ini bisa diturunkan dari informasi-informasi statis, sama seperti saat kita menurunkan persamaan relativitas khusus menggunakan orang yang melihat bayangannya dalam cermin. Dan hal ini akan digunakan untuk memeriksa kebenaran bahwa benda tidak berubah bentuk karena gerakan relatif secepat atau melebihi cahaya.</p>
<p><strong>Benda yang bergerak dengan kecepatan 0,9 c di alam.</strong></p>
<p>Baru-baru ini, berhasil diamati galaksi yang jaraknya 13 Milyar tahun cahaya dari bumi. Karena jarak ini dibawa oleh informasi cahaya, tentu cahaya yang membawa informasi ini sudah mengembara selama 13 Milyar tahun sebelum sampai kepada kita. Untuk itu marilah kita kembali ke masa 13 Milyar tahun yang lalu ketika diyakini berdasarkan teori big bang bahwa universe baru berumur 700 tahun.<br />
Anggap saja semua materi terlempar saat bigbang dengan kecepatan merata kesegala penjuru. Maka kemungkinan posisi galaksi terjauh dengan bumi bisa disemua lokasi yang berjarak 13,7 Milyar tahun x v (kecepatan gerak rata-rata antara galaksi dengan universe). Hal ini bisa digambarkan seperti dalam gambar 5 berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-258" title="galaksi" src="http://yohans.wordpress.com/files/2009/09/galaksi.jpg?w=229" alt="galaksi" width="229" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 5 : Jarak Galaksi terjauh dengan Bumi</p>
<p>Kita akan mencari kecepatan relative galaksi terlempar dari pusat universe yang terendah saja, dengan tujuan hanya untuk mengetahui bahwa kecepatan relative galaksi tersebut bisa lebih dari v yang  didapatkan. Berdasarkan gambar 5 tersebut, secara intuitive nampak bahwa jarak informasi terjauh yang dibawa oleh cahaya selama 13 Milyar tahun adalah dalam posisi AOB. Dengan demikian posisi ini akan menghasilkan kecepatan relative galaksi ke pusat universe yang paling rendah. Dalam kondisi ini bisa kita turunkan persamaan berikut :</p>
<p><strong>Bumi-A = 13 Milyar tahun c<br />
Bumi – O = v x 13,7 Milyar tahun<br />
O-A = v x 700 juta tahun<br />
</strong></p>
<p>Bersarkan gambar 5 :</p>
<p><strong>Bumi-A = Bumi-O + OA<br />
13 Milyar tahun c =13,7 Milyar tahun v + 700 juta tahun v.<br />
V = 0,903 c</strong></p>
<p>Itu artinya galaksi tempat bumi berada setidaknya bergerak rata-rata 0,903 c terhadap pusat universe dan menjauhi galaksi terjauh yang bergerak berlawanan dengan kecepatan 0,903 c juga. Mestinya kecepatan relative antara kita dan galaksi itu adalah 1,806 c. Tetapi untuk mendapatkan factor kontraksi dalam relativitas khusus hanya akan memasuki ranah imaginer teori relativitas khusus. Kita biarkan saja mengambil angka kecepatan relative antara kita dan galaksi terjauh lebih kecil dari angka yang kita dapatkan, yaitu 0,99999 c saja.</p>
<p>Dalam kecepatan relative sebesar ini, menurut perkiraan teori relativitas sebelumnya mestinya kita akan mengamati bintang-bintang digalaksi terjauh seperti garis-garis saja. Karena factor kontraksinya adalah sebesar 0,0045 kali. Jadi bintang yang bulat, akan nampak seperti garis-garis tegak saja.<br />
Tetapi kenyataannya, bentuk galaksi dan bintang-bintang dalam gugusan galaksi terjauh sama seperti bentuk galaksi dan bintang-bintang dekat lainnya. Hal ini sesuai dengan prediksi persamaan relativitas yang menyertakan gerak dalam sumbu x seperti disarankan oleh penulis. <strong>Tidak ada perubahan bentuk dalam relativitas</strong>.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prosesor baru Multi Core AMD di Bawah US$ 100]]></title>
<link>http://udinmduro.wordpress.com/2009/09/16/prosesor-baru-multi-core-amd-di-bawah-us-100/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 08:52:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>udinmduro</dc:creator>
<guid>http://udinmduro.wordpress.com/2009/09/16/prosesor-baru-multi-core-amd-di-bawah-us-100/</guid>
<description><![CDATA[Advanced Micro Devices, produsen prosesor asal Sunnyvale, California kembali meluncurkan prosesor qu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Advanced Micro Devices, produsen prosesor asal Sunnyvale, California kembali meluncurkan prosesor qu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengukur Berapa kecepatan Koneksi Internet Anda]]></title>
<link>http://hightechlowcost.wordpress.com/2009/09/15/mengukur-berapa-kecepatan-koneksi-internet-anda/</link>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 07:04:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>nawaikzirluy</dc:creator>
<guid>http://hightechlowcost.wordpress.com/2009/09/15/mengukur-berapa-kecepatan-koneksi-internet-anda/</guid>
<description><![CDATA[Berapa sebenarnya kecepatan koneksi anda ? Kenapa koneksi saya terasa lambat ? Pada halaman ini anda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berapa sebenarnya kecepatan koneksi anda ? Kenapa koneksi saya terasa lambat ? Pada halaman ini anda]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[meningkatan kecepatan internet]]></title>
<link>http://juansyah.wordpress.com/2009/09/13/meningkatan-kecepatan-internet/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 00:51:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>juansyah</dc:creator>
<guid>http://juansyah.wordpress.com/2009/09/13/meningkatan-kecepatan-internet/</guid>
<description><![CDATA[Meningkatkan Kecepatan Internet Anda sebesar 20% Tweak berikut hanya berlaku untuk Windows XP Profes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Meningkatkan Kecepatan Internet Anda sebesar 20% Tweak berikut hanya berlaku untuk Windows XP Profes]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nikmati Kecepatan Akses Facebook Lite]]></title>
<link>http://firarif.wordpress.com/2009/09/12/nikmati-kecepatan-akses-facebook-lite/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 07:28:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>arif aja deh</dc:creator>
<guid>http://firarif.wordpress.com/2009/09/12/nikmati-kecepatan-akses-facebook-lite/</guid>
<description><![CDATA[Facebook Lite akhirnya diperkenalkan pengembang Facebook pada publik. Meski untuk sementara hanya te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Facebook Lite akhirnya diperkenalkan pengembang Facebook pada publik. Meski untuk sementara hanya te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengenang Tragedi Pentagon, 11 September 2001 Silam]]></title>
<link>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/11/mengenang-tragedi-pentagon-11-september-2001-silam/</link>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 14:54:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>denfatur</dc:creator>
<guid>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/11/mengenang-tragedi-pentagon-11-september-2001-silam/</guid>
<description><![CDATA[Tepat 8 tahun yang lalu, 11 September 2001 Pentagon diklaim ditabrak pesawat American Airlines denga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tepat 8 tahun yang lalu, 11 September 2001 Pentagon diklaim ditabrak pesawat American Airlines denga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalau mau cepat, antri]]></title>
<link>http://hakadosh.wordpress.com/2009/09/11/kalau-mau-cepat-antri/</link>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 01:31:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>parhobass</dc:creator>
<guid>http://hakadosh.wordpress.com/2009/09/11/kalau-mau-cepat-antri/</guid>
<description><![CDATA[Saya tersenyum melihat sebuah bus antar jemput pemerintahan, di sampingnya bertuliskan ,&#8221;Kalau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya tersenyum melihat sebuah bus antar jemput pemerintahan, di sampingnya bertuliskan ,&#8221;Kalau]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
