<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kegagalan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kegagalan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kegagalan"</description>
	<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 02:26:54 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[771 Kali Gagal Ujian SIM]]></title>
<link>http://eddiekrg.wordpress.com/2009/12/17/771-kali-gagal-ujian-sim/</link>
<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 11:52:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddiekrg</dc:creator>
<guid>http://eddiekrg.wordpress.com/2009/12/17/771-kali-gagal-ujian-sim/</guid>
<description><![CDATA[771 Kali Gagal Ujian SIM *SEOUL* &#8211; Tidak ada kata menyerah di kamus Cha. Meski sudah gagal 771]]></description>
<content:encoded><![CDATA[771 Kali Gagal Ujian SIM *SEOUL* &#8211; Tidak ada kata menyerah di kamus Cha. Meski sudah gagal 771]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan Takut dengan Kegagalan]]></title>
<link>http://putracenter.wordpress.com/2009/11/27/jangan-takut-dengan-kegagalan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 11:26:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Putra</dc:creator>
<guid>http://putracenter.wordpress.com/2009/11/27/jangan-takut-dengan-kegagalan/</guid>
<description><![CDATA[Kegagalan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang, merupakan hal yang tidak diinginkan juga, beriku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kegagalan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang, merupakan hal yang tidak diinginkan juga, beriku]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehilangan segala-gala]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:30:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/23/kehilangan-segala-gala/</guid>
<description><![CDATA[Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu. Jika anda kehilangan semangat dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika anda kehilangan harta benda, anda tidak kehilangan sesuatu.</p>
<p>Jika anda kehilangan semangat dan keberanian, berarti anda kehilangan banyak hal.</p>
<p>Dan jika anda kehilangan kemuliaan serta harga diri, berarti anda kehilangan segala-galanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[all]]></title>
<link>http://dongnong.wordpress.com/2009/11/20/all/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 08:38:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>ricky</dc:creator>
<guid>http://dongnong.wordpress.com/2009/11/20/all/</guid>
<description><![CDATA[Andai andai kegagalan bagaikan hujan dan kesuksesan bagaikan matahari&#8230; maka kita butuh keduany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Andai andai kegagalan bagaikan hujan dan kesuksesan bagaikan matahari&#8230; maka kita butuh keduany]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANDA GAGAL DALAM SELEKSI CPNS?]]></title>
<link>http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/20/anda-gagal-dalam-seleksi-cpns/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:37:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>hirzithariqi</dc:creator>
<guid>http://hirzithariqi.wordpress.com/2009/11/20/anda-gagal-dalam-seleksi-cpns/</guid>
<description><![CDATA[Reaksi Gagal Jadi CPNS Anda gagal dalam seleksi penerimaan CPNS tahun ini, ikuti petunjuk-petunjuk a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_176" class="wp-caption alignnone" style="width: 162px"><a href="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/11/gagal-jadi-pns.jpg"><img class="size-full wp-image-176  " title="Gagal Jadi PNS" src="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/11/gagal-jadi-pns.jpg" alt="" width="152" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Reaksi Gagal Jadi CPNS</p></div>
<p>Anda gagal dalam seleksi penerimaan CPNS tahun ini, ikuti petunjuk-petunjuk atau tips berikut ini:</p>
<ol>
<li>Tariklah napas dalam-dalam lalu keluarkan secara perlahan-lahan, ketika mengetahui bahwa anda gagal atau tidak lolos dalam proses seleksi CPNS di suatu departemen atau instansi pemerintah lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari shock atau gangguan fisik lainnya akibat shock mental yang kemungkinan besar terjadi.</li>
<li>Carilah posisi tempat yang membuat anda dapat merasa tenang dan stabil, misalnya mencari tempat duduk atau setidaknya bersandar pada dinding yang ada di sekitar anda.</li>
<li>Carilah air (sebaiknya air mineral/aqua) yang bisa diminum agar kerongkongan yang kelu/kering akibat ketegangan dapat menjadi encer sehingga tidak mengganggu kelancaran pernapasan yang dapat menghambat penurunan ketegangan secara cepat.</li>
<li>Setelah pernapasan anda menjadi tenang dan teratur, tanamkanlah dalam pikiran anda bahwa:
<ol>
<li>Anda bukan satu-satunya orang yang telah gagal dalam proses seleksi tersebut.</li>
<li>Anda sebetulnya memiliki potensi/kemampuan, tetapi selama ini masih kurang menunjukkan usaha maksimal.</li>
<li>Kalaupun selama ini anda telah berusaha maksimal, tetapi dalam seleksi kali ini pelamar lain ternyata usahanya lebih baik.</li>
<li>Kegagalan ini bukan akhir dari segalanya, masih ada kesempatan lain yang menunggu inisiatif anda untuk melamar kembali.</li>
<li>Kemampuan yang anda miliki masih bisa berkembang lebih baik lagi dari kondisi saat ini.</li>
<li>Bagaimana hidup anda sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh diri anda sendiri.</li>
<li>Anutlah prinsip bahwa setiap manusia itu unik yang masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kelemahan, jadi anda pasti memiliki kelebihan-kelebihan dalam hal tertentu yang belum diketahui atau termanfaatkan.</li>
<li>Mungkin saja anda memang tidak cocok menjadi PNS tapi justru lebih cocok menjadi non PNS (wirausahawan).</li>
</ol>
</li>
<li>JANGAN berpikir bahwa:
<ol>
<li>Anda adalah orang yang paling bodoh di dunia</li>
<li>Anda adalah orang yang paling malang/sial di dunia</li>
<li>Kesempatan sudah tertutup (tidak ada lagi) bagi anda</li>
<li>Hidup anda hanya ditentukan oleh orang lain</li>
<li>Kemampuan anda sudah &#8216;mentok&#8217; dan sudah tidak bisa dikembangkan lagi.</li>
</ol>
</li>
<li>Identifikasi hal-hal yang menjadi kelemahan anda selama ini sehingga anda belum berhasil, baik yang bersumber dari diri sendiri maupun yang merupakan hambatan dari luar diri (lingkungan).</li>
<li>Rencanakan langkah-langkah untuk memperbaiki kelemahan anda, diusahakan yang sifatnya menantang namun masih realistis untuk dicapai, dengan tetap mengantisipasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul.</li>
<li>Laksanakanlah langkah-langkah yang anda telah rencanakan dan lakukan modifikasi apabila diperlukan.</li>
<li>Berdoalah kepada Allah agar anda diberikan kemampuan dan semangat tinggi untuk mampu melaksanakannya serta dihindarkan/dilindungi dari hal-hal yang dapat menghambatnya.</li>
<li>Berserah diri kepada Allah bahwa setelah kita berusaha maka apapun yang kelak terjadi pada kita itulah yang terbaik buat kita.</li>
</ol>
<p>Selamat mencoba dan semoga sukses pada proses seleksi selanjutnya&#8230;</p>
<div id="attachment_178" class="wp-caption alignnone" style="width: 110px"><a href="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/11/gagal-pns-jd-boss.jpg"><img class="size-full wp-image-178" title="Gagal-PNS jd Boss" src="http://hirzithariqi.wordpress.com/files/2009/11/gagal-pns-jd-boss.jpg" alt="" width="100" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Gagal CPNS Jadi Boss</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gagal? So What Gitu, Loh?!]]></title>
<link>http://kepalapecah.wordpress.com/2009/11/16/gagal-so-what-gitu-loh/</link>
<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 05:06:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>arrrya</dc:creator>
<guid>http://kepalapecah.wordpress.com/2009/11/16/gagal-so-what-gitu-loh/</guid>
<description><![CDATA[gagal maning son.. Seorang anak empat tahun terjatuh dari sepeda. Kira-kira apa yang terjadi setelah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_398" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-398" title="gagal" src="http://kepalapecah.wordpress.com/files/2009/11/gagal.jpg?w=150" alt="gagal" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">gagal maning son..</p></div>
<p>Seorang anak empat tahun terjatuh dari sepeda. Kira-kira apa yang terjadi setelah itu? Bisakah Anda menebaknya? Menangis? Mungkin. Kalau anak itu terluka, bisa jadi dia akan menangis. Tapi percayalah, menangis atau tidak, besok Anda akan melihat sang anak kembali mengayuh sepedanya. Bahkan kemampuannya bersepeda justru meningkat setelah berkali-kali jatuh, meskipun anak itu sendiri tidak menyadarinya. Dalam pikiran kanak-kanaknya, dia hanya merasa kalau bermain sepeda adalah aktivitas yang menyenangkan. Dan baginya, sesekali jatuh bukanlah masalah besar.</p>
<p>Bayangkanlah kalau setiap anak kecil, termasuk Anda dulunya, memutuskan berhenti bersepeda pada kali pertama jatuh. Mungkin tidak akan ada orang di dunia ini yang bisa naik sepeda. Pabrik-pabrik sepeda dan motor serta semua suku cadangnya pasti bangkrut. Karl Von Drais akan merasa gelisah di kuburnya, karena umat manusia telah menyia-nyiakan penemuannya yang sangat berharga.<!--more--></p>
<p>Merujuk perkataan seorang motivator, hanya ada dua pilihan yang mengikuti sebuah rintangan: Menyerah atau menolak untuk menyerah. Dalam hal ini, Anda layak berterima kasih pada Edison, Graham Bell, atau Wright bersaudara, karena mereka telah menolak untuk menyerah. Seandainya dulu mereka memilih bersikap pasrah pada kegagalan, mungkin sampai sekarang Anda masih menggunakan petromak dan obor sebagai penerangan. Anda juga tidak akan pernah mengenal pesawat telepon, hingga komunikasi jarak jauh terpaksa dilakukan via pos. Dan karena tidak ada pesawat terbang, surat-surat harus dikirim melalui laut, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke alamat tujuan.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Anda? Setiap orang, termasuk Anda, pasti mempunyai sebuah mimpi. Kadang impian itu begitu indah, hingga hanya dengan memikirkannya saja sudah bisa membuat Anda tersenyum bahagia. Tapi jujurlah, apa yang telah Anda lakukan untuk mewujudkannya?</p>
<p>Anda bermimpi menjadi penulis hebat. Siang malam Anda berlatih menulis. Setiap detik waktu luang yang tersisa, Anda habiskan bercengkrama dengan komputer atau laptop. Lalu, tibalah saat kepercayaan diri Anda mulai tumbuh, hingga Anda berani mengirimkan tulisan ke media massa.</p>
<p>Tulisan pertama, dikembalikan. Tulisan kedua, dikembalikan. Tulisan ketiga, tidak ada kabar sama sekali. Tidak dimuat, tidak juga dikembalikan. Tulisan keempat, dikembalikan. Tulisan kelima, dikembalikan.</p>
<p>Kemudian Anda mulai berpikir bahwa tulisan Anda memang payah, dan Anda sama sekali tidak berbakat menjadi penulis. Anda berhenti menulis, dan melupakan cita-cita Anda menjadi penulis.</p>
<p>Anda terobsesi menulis buku <em>bestseller</em>. Anda membaca dan mengoleksi nyaris semua buku tentang “Cara Gampang Menulis Buku”. Anda pergi mengikuti berbagai <em>workshop</em> tentang menulis. Anda berusaha mengenal dan membangun jaringan dengan para penulis buku terkenal, yang sudah berhasil mencapai angka penjualan fantastis. Kesuksesan mereka membakar semangat Anda. Satu naskah selesai. Anda mengirimnya ke penerbit.</p>
<p>Penerbit pertama, menolak. Penerbit kedua, menolak. Penerbit ketiga, menolak. Penerbit keempat, menolak. Lalu, Anda mendapat ide untuk menerbitkan buku sendiri. Anda pergi ke percetakan, dan mengeluarkan uang sejumlah tertentu untuk mencetak dan memasarkan buku Anda sendiri. Buku Anda tidak laku. Toko buku mengembalikan buku-buku Anda.</p>
<p>Anda gagal meledakkan buku Anda menjadi buku <em>bestseller</em>. Anda rugi besar. Anda kehabisan uang. Anda bangkrut, hingga memutuskan inilah kali terakhir Anda berurusan dengan buku dan penerbitan.</p>
<p>Hallooo…</p>
<p>Sebelum Anda memutuskan untuk benar-benar menyerah dan mengubur semua impian Anda dalam liang keputusasaan, ada sebuah pertanyaan penting untuk Anda:</p>
<p>Pernahkan Anda melihat Golden Gate, jembatan di San Fransisco yang terkenal itu? Pasti pernah, entah hanya melihat gambarnya di koran, televisi, atau melihat secara langsung dan bahkan melintas di atasnya. Menakjubkan bukan?</p>
<p>Tapi tahukah Anda, bahwa setengah dari pembangunan jembatan fenomenal tersebut dikomandani seorang insinyur lumpuh yang tidak dapat bangkit dari ranjangnya?</p>
<p>Raphael Borman Strauss merancang Golden Gate sepanjang 4200 kaki atau sekitar 1,4 km, dengan ketinggian 85 meter di atas permukaan laut, guna menghubungkan kota San Fransisco dan Marin County, Kalifornia. Sejak awal orang sudah memandang idenya sebagai rencana gila yang tidak masuk akal, namun semangat Strauss tidak pernah surut. Bersama Joseph, anaknya yang juga seorang insinyur, Raphael berjuang mati-matian hingga berhasil meyakinkan dewan kota, bahwa jembatan impiannya bukan sekedar proyek igauan, melainkan sebuah rancangan yang realistis dan bernilai tinggi.</p>
<p>Pada tahun 1912 pendirian Golden Gate pun dimulai. Raphael dan Joseph Borman Strauss bekerja keras memimpin pembangunan jembatan. Namun setelah beberapa waktu, masalah demi masalah mulai bergerak menghantam ayah dan anak tersebut.</p>
<p>Belum lama pembangunan jembatan dimulai, para insinyur yang bekerja pada Strauss jatuh sakit. Penyakit aneh yang tidak dapat dideteksi menyerang mereka satu per satu, hingga sering kali Strauss harus mencari pekerja baru sebagai gantinya.</p>
<p>Rintangan selanjutnya datang ketika Raphael tiba-tiba mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Sebagai anak sekaligus partner kerja, Joseph merasa amat terguncang. Bagaimanapun, Raphael Borman Strauss adalah sang maestro, dialah konseptor dan pemegang kunci atas seluruh rancangan. Tanpa keberadaannya, semua orang meragukan pembangunan Golden Gate bisa terus berjalan. Meski demikian, Joseph borman strauss pantang menyerah. Dia bahkan bersumpah untuk menyelesaikan proyek impian mereka, dengan atau tanpa sang ayah.</p>
<p>Masalah paling berat muncul ketika pembangunan jembatan sudah setengah jalan: Sebuah mesin alat berat menabrak Joseph di lokasi proyek, saat ia sedang mengawasi para pekerja. Meski tidak sampai merenggut nyawanya, kecelakaan tersebut mengakibatkan sekujur tubuhnya lumpuh total. Joseph terkapar, ia tidak bisa menggerakkan satu pun bagian tubuhnya, kecuali jari telunjuknya.</p>
<p>Sejak itu, Golden Gate terombang ambing dalam ketidakpastian. Seluruh pekerja kebingungan, mereka kesulitan meneruskan pembangunan jembatan tanpa Joseph. Masa depan Golden Gate manjadi terancam. Namun hebatnya, meskipun sedang terkapar di rumah sakit, sang insinyur tetap menolak untuk menyerah. Dalam kondisi lemah dan lumpuh, dia bertekad melanjutkan tugasnya membangun jembatan. Dan dia memutuskan untuk melakukannya dari rumah sakit, sambil tetap menjalani perawatan.</p>
<p>Mustahil! Bagaimana mungkin dia melakukannya?</p>
<p>Percayalah, tidak ada yang mustahil bagi seorang Joseph Borman Strauss. Di tengah ketidakmampuan untuk bergerak, dia mendapat ide untuk memberdayakan jari telunjuk, satu-satunya organ tubuh yang masih berfungsi. Dengan media telunjuk, Joseph menciptakan semacam bahasa sandi guna berkomunikasi dengan istri dan para insinyur bawahannya. Setiap hari selama bertahun-tahun, Joseph memberikan petunjuk, instruksi, bahkan mendiskusikan rumusan-rumusan matematika paling rumit dengan istri dan para anak buahnya melalui jari telunjuknya. Sungguh luar biasa!</p>
<p>Bila Anda mengalami nasib seperti Joseph, akankah hal itu terpikir oleh Anda?</p>
<p>Golden Gate dibangun tahun 1912, dan selesai pada tahun 1937. Tepat pada hari peresmiannya, Joseph Borman Strauss berada di atas ranjang rumah sakit, menonton parade dari balik jendela kamarnya. Hatinya bergetar menyaksikan arak-arakan manusia yang bergerak melintasi Golden Gate. Setetes air bening mengalir di wajah kakunya, luapan dari rasa bangga dan bahagia. Kerja kerasnya selama duapuluh empat tahun ternyata tidak sia-sia. Saat itu dia berharap Raphael Borman Strauss ada di dekatnya. Betapa bahagia andai ayahnya bisa melihat keindahan Golden Gate, karya nyata dari impian yang mereka perjuangkan bersama….</p>
<p>Sekarang, saya ingin Anda melakukan sesuatu. Pergilah ke depan cermin, dan cermati diri Anda. Apakah seluruh tubuh Anda lumpuh? Tidak! Anda sehat. Anda bahkan sangat sehat bila dibandingkan dengan insinyur Joseph Borman Strauss. Kalau kelumpuhan total tidak mampu menghalangi Strauss untuk mewujudkan impiannya, lantas apa yang menghalangi Anda untuk menggapai impian Anda?</p>
<p>Tentu saja, Anda pernah merasakan pahitnya gagal. Bahkan mungkin sudah berkali-kali. Lalu kenapa? Semua ORANG SUKSES pernah GAGAL, dan itu bukan MASALAH BESAR. Donald trump pernah bangkrut dalam dunia properti, hingga berutang 900 juta dollar AS. Tapi, dia berhasil bangkit dan membangun kembali kerajaan bisnisnya.</p>
<p>Tak kurang dari 1.008 restoran menolak resep ayam goreng Kentucky yang ditawarkan Kolonel Sanders, sebelum akhirnya diterima oleh restoran yang ke 1009.</p>
<p>Selama bertahun-tahun, Stephen King mendapatkan ratusan penolakan dari berbagai media dan penerbit, hingga suatu hari sebuah penerbit bersedia mencetak novel pertamanya, yang langsung meledak di pasaran.</p>
<p>Bagi orang-orang seperti mereka, kegagalan adalah pelajaran. Semakin sering gagal, semakin banyak mereka belajar. Semakin banyak mereka belajar, semakin dekat mereka dengan kesuksesan. Apakah Anda setuju dengan mereka?</p>
<p>Kalau ya, bandingkanlah kegagalan Anda dengan kegagalan mereka, lalu cermatilah. Selanjutnya, ajukanlah pertanyaan kepada diri Anda sendiri, “Kenapa Trump, Sanders, dan King sukses merealisasikan impian mereka, dan Anda tidak?” Anda akan menemukan, bahwa satu-satunya perbedaan antara Anda dengan mereka terletak pada apa yang Anda dan mereka pilih saat berhadapan dengan kegagalan: Anda memilih MENYERAH, sedangkan mereka MENOLAK UNTUK MENYERAH. Sikap mental inilah yang menjadi KUNCI SUKSES mereka.</p>
<p>Mulai sekarang, bangkitkan kembali impian Anda, dan dorong diri Anda sendiri untuk mewujudkannya. Sungguh, Anda tidak berhak membunuh –apalagi mengubur semua impian indah Anda begitu saja. Ada sejumlah alasan kenapa mimpi Anda HARUS BISA menjadi kenyataan, di antaranya:</p>
<p>Anda adalah orang yang cerdas.<br />
Kalaupun Anda tidak cerdas, setidaknya Anda sehat.<br />
Kalaupun Anda tidak sehat, setidaknya Anda belum mati.<br />
Kalau Anda sudah mati, Anda tidak mungkin tertarik membaca artikel ini.<br />
Jadi… Anda masih hidup kan? Nah, ucapkanlah selamat pada diri Anda, dan berbahagialah!<br />
Selama Anda masih bernapas, itu artinya Anda masih punya peluang untuk mencapai impian Anda, bahkan yang tersulit sekalipun.</p>
<p>Bila esok hari Anda gagal di tengah jalan, anggaplah diri Anda Donald Trump, Kolonel Sanders, atau Stephen King. Bertindaklah seperti mereka. Hitung berapa kali mereka tersandung oleh kegagalan, lalu hitung kegagalan Anda sendiri. Amati bagaimana mereka menyikapi kegagalan sebelum Anda memutuskan untuk menyerah.</p>
<p>Namun, kalau itu terlalu sulit, anggap saja Anda adalah anak empat tahun yang sedang belajar naik sepeda. Anak itu pasti terjatuh. Lagi, lagi, dan lagi. Tapi setiap kali terjatuh, dia selalu bangkit. Hingga suatu hari, dia bisa terbang dengan sepedanya…</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyakit umat]]></title>
<link>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/11/penyakit-umat/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:50:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>exzede</dc:creator>
<guid>http://permatakata.wordpress.com/2009/11/11/penyakit-umat/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rasulullah s.a.w bersabda: Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umatku terdahulu, iaitu penyakit <strong>sombong</strong>, <strong>kufur nikmat, dan lupa diri dalam memperoleh harta dan bermegah-megah dengan harta.</strong> Mereka terjurumus dalam jurang kemenangan dunia, saling bermusuhan, saling iri dengki dan dendam sehingga melakukan kezaliman.</p>
<p>(Hadith Riwayat Al-Haakim)</p>
<p>Semoga Allah melindungi kita dari musibah ini&#8230; aamiin</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kegagalan Adalah Awal Kesuksesan .......]]></title>
<link>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/kegagalan-adalah-awal-kesuksesan/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:17:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sarah J</dc:creator>
<guid>http://teroponghati.wordpress.com/2009/11/04/kegagalan-adalah-awal-kesuksesan/</guid>
<description><![CDATA[Apa sih yang di maksud dengan sukses ? Kesuksesan &#8230;.. Suatu kata keramat yang sangat diminati ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" title="Gagal" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:aNlveiGsGy48IM:http://www.demotivation.com/media/jpegs/failure.jpg" alt="" width="106" height="150" />Apa sih yang di maksud dengan sukses ?<br />
Kesuksesan &#8230;..<br />
Suatu kata keramat yang sangat diminati banyak orang<br />
Bukan hanya banyak orang, tetapi oleh semua orang &#8230;&#8230;..<br />
Kesuksesan tidak begitu saja dapat dinikmati</p>
<p>Bahkan seringkali, dengan berbagai usaha tetap saja &#8220;kesuksesan&#8221; yng diingini belum bisa dinikmati oleh banyak orang &#8230;&#8230;<br />
Tapi kesuksesan yang seperti apa ?<br />
Sama dengan &#8220;bahagia&#8221;, &#8220;kesuksesan&#8221; bukan tidak bisa dinikmati semua orang<br />
Pada dasarnya kesusesan dapat dicapai hanya dengan menjentikkan jari kita &#8230;..</p>
<p>Perjalanan hidup kita<br />
Bisa disebut sebagai kesuksesan dari kita masing masing<br />
Bagaimana kita melihatnya &#8230;..<br />
Aku sering merenung tentang perjalanan hidupku<br />
Penuh liku, bahagia, senang, berampur dengan sedih, takut, tidak yakin, riang dan sebagainya silih berganti &#8230;..<!--more--></p>
<p>Dalam segala keadaan hidupku<br />
Aku sudah mengalami banyak peristiwa&#8230;.<br />
Bahagia, senang, menderita, ketakutan dan sebagainya<br />
Tapi semuanya aku bisa lalui, walau dengan usaha keras dan penuh kekecewaan pada awalnya<br />
Masing masig permasalahanku, dibantu Tuhan dengan jalan keluar</p>
<p>Dan aku baru menyadari<br />
Ternyata, semua permasalahanku ada jalan keluarnya, asalkan aku pasrah pada Tuhan &#8230;..<br />
Itulah kesuksesanku &#8230;&#8230;</p>
<p>Perjalanan hidupku ingin ke Rumah Tuhan tentu<br />
Sejak awal hidupku, perjalananku banyak alami kegagalan<br />
Pernikahanku yang berakhir dengan perpisahan, adalah kegagalanku yang terbesar<br />
Kegagalan yang meluluh lantakkan semua sendi sendi kehidupanku</p>
<p>Aku serasa melayang mengikuti arah angin &#8230;&#8230;<br />
Seperti layangan yang bergerak tak tentu arah&#8230;&#8230;.<br />
Kegagalanku disini ternyata membuahkan banyak berkat terhadap hidupku selanjutnya &#8230;&#8230;</p>
<p>Tuhan membuat aku lebih mandiri<br />
Tuhan membat aku lebih dewasa dan tenang<br />
Tuhan membuat aku lebih menyadari bagaimana harus bersikap</p>
<p>Kgagalanku disini ternyata membuat aku lebih dekat dan pasrah kepada Tuhan &#8230;..<br />
Aku ingat dengan kegagalanku yang lain<br />
Yaitu kegagalan menghadirkan anak anakku ke dunia dengan proses yang wajar</p>
<p>Aku tidak mampu melakukan persainan normal tetapi haris melalui persalinan operasi<br />
Aku tidak mampu mengandung mereka dengan kondisi prima karena tumor yang menggangguku<br />
Kegagalanku ini memang karena kehendak Tuhan<br />
Tapi aku tetap merasakan bahwa itu merupakan kegagalanku<br />
Dan Tuhan membuat aku lebih mengerti tentang apa artinya cinta seorang ibu</p>
<p>Tuhan lebih membuat aku mengerti tentang betapa berharganya sebuah kehidupan &#8230;&#8230;<br />
Banyak kegagalan kegagalan kecil lainnya yang Tuhan ijinkan terjadi padaku<br />
Kegagalan dalam mencapai prestasi yang orang tuaku inginkan terhadapku<br />
Kegagalan menyediakan waktu yang cukup bagi anak anakku</p>
<p>Kegagalan menyelesaikan pekerjaan besar yang diberikan kepadaku sebagai tanggung jawabku<br />
Banyak hal ternyata yang mrupakan kegagalan dalam hidupku &#8230;..<br />
Pada setiap dari kitapun pasti banyak mengalami kegagalan</p>
<p>Tapi hidup terus berjalan &#8230;&#8230;<br />
Kehidupan berjalan tanpa mau mengerti, apakah aku gagal ataukah aku berhasil<br />
Kehidupan berjalan,  melindas apapaun tak kenal ampun &#8230;&#8230;.<br />
Kehidupan terus menggilas siapapun dari kita yang tidak mau bangun untuk memperbaiki diri</p>
<p>Dan bagi kita kita yang tidak mau bangun, pasti akan terus terdesak masuk kedalam bumi, melesak makin dalam sehingga tak akan mampu bangkit lagi&#8230;&#8230;<br />
Aku belajar hal baru lagi tentang kehidupan</p>
<p>Bahwa ternyata kegagalan tidak identik dengan berakhirnya sebuah akhir<br />
Bahwa ternyata sebuah kegagalan bisa merupakan awal dan langkah yang lebih dekat menuju kesuksesan &#8230;&#8230;.</p>
<p>Bahwa ternyata kesuksesan harus melalui sebuah kegagalan &#8230;&#8230;.<br />
Kesuksesan bukanlah hasil akhir<br />
Kesuksesan adalah suatu proses yang harus aku alami dalam setiap sendi hidupku</p>
<p>Dan dalam proses itu, aku harus mengalami banayk kegagalan<br />
Agar aku lebih matang dan dewasa<br />
Dan agak kesuksesan yang aku capai merupakan kesuksesan hidup yang memang Tuhan kehedaki untukku</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Bukan sekedar kesuksesan sementara yang tidak mempunyai arti bagi hidupku<br />
Kesukesanku sangat tergantung pada penyerahan diriku secara total kepada Tuhan &#8230;..<br />
Sudah kubuktikan dengan banyak kesuksesan hidup yang aku capai<br />
Bahwa Tuhan selalu hadir dalam pencapaian tersebut &#8230;.<br />
Pada saat aku tidak mengikut sertakan Tuhan</p>
<p>Aku melihat bahwa kehidupan terus menggilasku dan membuat aku susah untuk bangun kembali<br />
Tapi pada saat aku meminta Tuhan untuk mengeangkatku,<br />
Kesuksesan menyambutku tepat dihadapanku &#8230;..</p>
<p>Seorang bijak berkata :</p>
<p><em><strong>&#8220;Serahkanlah semua perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu&#8221;</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menggetarkan Jiwa]]></title>
<link>http://faisaljamil.wordpress.com/2009/11/04/menggetarkan-jiwa/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 00:28:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>faisaljamil</dc:creator>
<guid>http://faisaljamil.wordpress.com/2009/11/04/menggetarkan-jiwa/</guid>
<description><![CDATA[Hati bergetar rasanya, saat gw lihat pengumuman bahwa tiga teman dekat gw di elektro UI masuk final ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hati bergetar rasanya, saat gw lihat pengumuman bahwa tiga teman dekat gw di elektro UI masuk final ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengalaman Pertama Puasa Syawal... dan Saya Gagal!]]></title>
<link>http://fauziah85.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-puasa-syawal-dan-saya-gagal/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 06:46:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>fauziah85</dc:creator>
<guid>http://fauziah85.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-puasa-syawal-dan-saya-gagal/</guid>
<description><![CDATA[Seumur hidup, saya belum pernah puasa syawal. Tapi tentu saja bukan karena “belum pernah” itu yang m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seumur hidup, saya belum pernah puasa syawal. Tapi tentu saja bukan karena “belum pernah” itu yang m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apa yang kita tanam, apa yang kita raih]]></title>
<link>http://rahmataddy.wordpress.com/2009/10/28/apa-yang-kita-tanam-apa-yang-kita-raih/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:27:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Addy</dc:creator>
<guid>http://rahmataddy.wordpress.com/2009/10/28/apa-yang-kita-tanam-apa-yang-kita-raih/</guid>
<description><![CDATA[Apabila anda menemukan keindahan di belakang rumah, cerita apa yang akan anda sampaikan kepada orang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignright size-full wp-image-351" title="korea komic" src="http://rahmataddy.wordpress.com/files/2009/10/koreancomic01.jpg" alt="korea komic" width="300" height="231" />Apabila anda menemukan keindahan di belakang rumah, <em>cerita apa yang akan anda sampaikan kepada orang lain???</em></p>
<p>atau ketika anda berjalan sendiri tiba-tiba, anda menemukan pemandangan indah dan anda menikmati apa yang dilihat.</p>
<p>Keindahan atau pemandangan menarik itu membuat perasaan tenang, damai, seolah tak ada beban sama sekali&#8230;</p>
<p><em>Sekarang apa maksud dari semua ini??? </em></p>
<p><em>pemandangan atau keindahan???</em></p>
<p>Sebenarnya tidak mempengaruhi apa yang menjadi bahasan di atas, melainkan sebuah cerita tentang pengorbanan dan investasi dalam perjalanan. Menyebar benih berkualitas di lahan yang subur, tentu akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Pasti tidak jauh beda dengan kebalikannya atau kurang syarat salah satunya. <!--more-->Misalnya punya <strong>benih bagus</strong>, tapi lahannya kurang subur atau punya <strong>lahan subur</strong> tapi benihnya kurang berkualitas. Pasti benih itu tetap tumbuh, tapi dilihat dari hasilnya bagaimana dulu???</p>
<p><em>sempurna???</em></p>
<p><em>cukupan??? </em></p>
<p><em>atau tak layak untuk jumlah yang kita keluarkan sebagai perawatan benih itu hingga waktu panen tiba???</em></p>
<p>Di sini sangat penting sekali, apa yang akan kita lakukan dalam <strong>menyusuri kehidupan.</strong></p>
<p>Seberapa besar pengorbanan kita, seberapa mahal harga kerja keras kita.</p>
<p><strong>Semakin banyak dan baik yang kita investasikan</strong>, tentu akan semakin mendapatkan <strong>hasil yang memuaskan</strong>. Ya minimal <strong>setara dengan harga mahal yang kita keluarkan. Pikiran, materi dan waktu.</strong></p>
<p><em>Sekarang tergantung pilihan kita, mana???</em></p>
<p>Tetap semangat dan jaga kesehatan, untuk sebuah hasil yang memuaskan&#8230;.</p>
<h3><strong>Kebaikan dibalas kebaikan, keburukan jangan dibalas keburukan.</strong></h3>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Keinginan Hati Yang Tegar!]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/28/tidak-ada-yang-tidak-mungkin-bagi-keinginan-hati-yang-tegar/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 18:57:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinka89</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2009/10/28/tidak-ada-yang-tidak-mungkin-bagi-keinginan-hati-yang-tegar/</guid>
<description><![CDATA[Beritamaya.wordpress.com &#8211; Jika anda mempunyai suatu keinginan, cita-cita atau tujuan, tapi me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Beritamaya.wordpress.com &#8211; </strong>Jika anda mempunyai suatu keinginan, cita-cita atau tujuan, tapi merasa tidak bisa melakukannya&#8230;</p>
<p><img class="size-full wp-image-1559 alignnone" title="sustainable-gardening-tips.com__garden-snail" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/10/sustainable-gardening-tips-com__garden-snail.jpg" alt="sustainable-gardening-tips.com__garden-snail" width="477" height="258" /></p>
<p>Pikirkanlah baik-baik tentang apa saja kemungkinan yang dapat mengarahkan anda pada tujuan anda tersebut&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1560" title="sustainable-gardening-tips.com___snail-photo" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/10/sustainable-gardening-tips-com___snail-photo.jpg" alt="sustainable-gardening-tips.com___snail-photo" width="477" height="282" /></p>
<p>Pertimbangkanlah semua pilihan itu, pilihlah, dan LAKUKANLAH&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1563" title="sustainable-gardening-tips.com___pictures-of-snails" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/10/sustainable-gardening-tips-com___pictures-of-snails.jpg" alt="sustainable-gardening-tips.com___pictures-of-snails" width="477" height="284" /></p>
<p>Jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Berusahalah dengan segenap kemampuan/kelebihan yang telah diberikan Tuhan untuk anda&#8230;.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1561" title="sustainable-gardening-tips.com___snail-photos" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/10/sustainable-gardening-tips-com___snail-photos.jpg" alt="sustainable-gardening-tips.com___snail-photos" width="477" height="265" /></p>
<p>Anda pasti berhasil mencapainya&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1564" title="sustainable-gardening-tips.com___garden-pest-photo" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2009/10/sustainable-gardening-tips-com___garden-pest-photo.jpg" alt="sustainable-gardening-tips.com___garden-pest-photo" width="477" height="271" /></p>
<p>Orang bijak mengatakan: &#8220;antara GAGAL dan SUKSES hanya dipisahkan oleh selembar tirai tipis, yaitu tirai KERAGUAN anda sendiri!&#8221;.(Vinka)</p>
<p>**Gambar diambil dari: sustainable-gardening-tips.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 Kunci BERANI sukses]]></title>
<link>http://kata2kata.wordpress.com/2009/10/26/3-kunci-berani-sukses/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 23:54:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>opinisaya</dc:creator>
<guid>http://kata2kata.wordpress.com/2009/10/26/3-kunci-berani-sukses/</guid>
<description><![CDATA[3 Kunci BERANI sukses adalah: 1. BERANI menentukan target! 2. BERANI mulai melangkah 3. BERANI mewuj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>3 Kunci BERANI sukses adalah:</p>
<p>1. BERANI menentukan target!<br />
2. BERANI mulai melangkah<br />
3. BERANI mewujudkannya sampai sukses!</p>
<p>Orang pintar menghindari masalah, tetapi orang bijak adalah orang yang justru menyelesaikannya, cari SOLUSI terhadap masalah yang dihadapi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lebih dari 100 bank Amerika rontok...]]></title>
<link>http://dzulfikar.wordpress.com/2009/10/24/lebih-dari-100-bank-amerika-rontok/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:22:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>dzulfikar</dc:creator>
<guid>http://dzulfikar.wordpress.com/2009/10/24/lebih-dari-100-bank-amerika-rontok/</guid>
<description><![CDATA[by  :  dzulfikar klik gambar untuk perbesar Dua bank lagi telah diambil alih oleh regulator AS, sehi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[by  :  dzulfikar klik gambar untuk perbesar Dua bank lagi telah diambil alih oleh regulator AS, sehi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[NOBEL EKONOMI  :  ORGANISASI SOSIAL ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/16/nobel-ekonomi-organisasi-sosial/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 02:08:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/10/16/nobel-ekonomi-organisasi-sosial/</guid>
<description><![CDATA[Ada kejutan menyenangkan dalam pengumuman Nobel Ekonomi 2009, Senin (12/10). Untuk pertama kalinya s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3112" title="nobel" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/nobel2.jpg?w=150" alt="nobel" width="150" height="149" />Ada kejutan menyenangkan dalam pengumuman Nobel Ekonomi 2009, Senin (12/10). Untuk pertama kalinya sejak 1968, seorang ekonom wanita memenangi penghargaan paling bergengsi di bidang ekonomi yang selama ini dikuasai oleh kaum pria tersebut. Bersama Oliver Williamson (77), profesor dari University of California, Berkeley ; Elinor Ostrom (76) dari Indiana University diumumkan sebagai pemenang Nobel Ekonomi 2009.</p>
<p>Kemenangan kedua ekonom ini sangat di luar dugaan karena keduanya nyaris tidak masuk bursa kandidat yang diunggulkan untuk menerima penghargaan tersebut. Keduanya berbagi Nobel Ekonomi lewat hasil kajian terpisah tentang tata kelola ekonomi (economic governance). Suatu isu sentral di tengah krisis global, di mana perekonomian dunia diporakporandakan oleh perilaku dan kerakusan segelintir eksekutif yang mengendalikan institusi raksasa finansial global.</p>
<p>Bidang kajian Ostrom dan Williamson adalah bidang yang hampir tak tersentuh oleh krisis finansial dan kurang mendapat perhatian kaum ekonom mainstream selama ini. Lewat penelitiannya, kedua ekonom itu menghadirkan konsep alternatif tata kelola ekonomi di luar format yang ada selama ini, yang sepenuhnya menyerahkan semua pada pasar, yakni dalam bentuk organisasi sosial.</p>
<p>Ostrom menunjukkan bagaimana sumber daya bersama bisa dikelola dengan baik oleh sekelompok orang yang menggunakan sumber daya tersebut, tanpa campur tangan pihak luar. Lewat sejumlah penelitian terhadap kesuksesan dan kegagalan pengelolaan sumber daya alam, seperti kehutanan, perikanan, lapangan minyak, padang rumput, dan sistem irigasi oleh sekelimpok individu, ia membuktikan bahwa di tangan organisasi sosial sumber daya berhasil dikelola lebih baik daripada yang diperkirakan oleh berbagai teori standar selama ini.</p>
<p><!--more-->Kajian Ostrom ini melawan pemahaman konvensional (tragedy of the commons theory) yang menganggap suatu sumber daya bersama hanya akan terkelola dengan baik jika diregulasi dengan ketat oleh negara lewat pajak dan pungutan, atau diserahkan pengelolaannya kepada swasta melalui privatisasi.</p>
<p>Teori tradisional ini menganggap hancurnya prasarana umum (public goods) atau lingkungan adalah diakibatkan individu hanya memikirkan keuntungan dan kerugian pribadi, tanpa mememdulikan dampak negatif perilaku mereka terhadap orang lain.</p>
<p>Royal Swedish Academy of Sciences memuji Ostrom yang mendedikasikan puluhan tahun kariernya di Indiana University untuk mempelajari interaksi antarmanusia dan sumber daya alam, atas temuan inovatifnya ini.</p>
<p><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-3113" title="organisasi sosial" src="http://hagemman.wordpress.com/files/2009/10/organisasi-sosial.jpg?w=300" alt="organisasi sosial" width="300" height="172" /></strong></p>
<p><strong>Resolusi konflik</strong></p>
<p>Williamson yang sebelumya pernah menjadi konsultan Komisi Perdagangan federal (1978-1980) mengembangkan teori mengenai tata kelola ekonomi dalam organisasi perusahaan serta peran penting organisasi bisnis (perusahaan) dalam resolusi konflik, sesuatu yang tidak bisa ditawarkan oleh pasar.</p>
<p>Organisasi hierarkial seperti perusahaan, menurut dia, merepresentasikan struktur tata kelola dan pendekatan yang berbeda dalam hal mekanisme penyelesaian konflik kepentingan. Berbeda dengan pasae yang diwarnai karakteristik konflik dan negosiasi, organisasi perusahaan bisa berperan lebih baik dalam meredam konflik jika kompetisi dibatasi.</p>
<p>Kajian Williamson ini memberikan sumbangan besar terhadap pemahaman tentang mengapa organisasi perusahaan bisa eksis, dan jawaban terhadap pertanyaan ini adalah karena organisasi perusahaan menawarkan mekanisme resolusi konflik yang efisien lewat struktur hierarki yang dimilikinya.</p>
<p>Teorinya juga menjelaskan pergeseran batas-batas yang dimiliki perusahaan, seperti mengapa outsourcing kini menjadi tren yang populer, kenapa perusahaan sering menyalahgunakan wewenangnya, dan kenapa perusahaan besar berkutat dalam sejumlah industri, sementara di sektor lain tidak seperti itu.</p>
<p>Kajian kedua ekonom mengenao bagaimana suatu keputusan yang dibuat di luar pasar bisa jauh lebih efektif ini menjadi angin segar di tengah rezim ekonomi global yang selalu mengagungkan pasar sebagai solusi terhadap semua persoalan yang dihadapi masyarakat dan ekonomi global selama ini.</p>
<p>Temuan kedua ekonom ini menjadi semacam oase di tengah kesuntukan kegaglan pasar karena mengangkat pentingnya dikembalikannya otoritas individu (baik melalui organisasi sosial kemasyarakatan maupun organisasi perusahaan) dalam pengelolaan ekonomi atau sumber daya.</p>
<p>Kunci keberhasilan sistem ini, menurut Ostrom, adalah partisipasi aktif individu dalam pengambilan keputusan dan penegakan aturan. Cara ini terbukti jauh lebih berhasil ketimbang jika aturan diterapkan oleh pihak di luar organisasi. Salah satu temuan mengaumkan Ostrom adalah masyarakat dengan sukarela ikut memantau dan memberi sanksi kepada mereka yang melanggar, tanpa menuntut imbalan apa pun untuk tindakan tersebut.</p>
<p>Kemenangan dua ekonom ini boleh dikatakan juga kemenangan bagi komite Nobel Ekonomi. Runtuhnya ekonomi global akibat krisis juga menjadi pukulan besar bagi kredibilitas Nobel Ekonomi karena masyarakat melihat teori-teori yang dikembangkan oleh para ekonom dan membuat mereka menyabet Nobel Ekonomi selama ini terbukti tidak bekerja atau tidak berfungsi dan justru menuntun kepada kehancuran ekonomi global.</p>
<p>Dunia tidak akan melupakan bagaimana tidak sampai setahun berselang setelah  duo Robert Merton-Myron Scholes (Option Pricing Theory) menyabet Nobel Ekonomi 1997, lembaga hedge funds raksasa yang mereka kelola (Long Term Capital) ambruk dan nyaris menyeret seluruh sektor finansial AS sehingga terpaksa ditalangi oleh Federal Reserve.</p>
<p>Kepada sebuah televisi Swedia, Ostrom sendiri mengaku kaget mengetahui dirinya menang. “ Banyak orang yang berjuang gigih (untuk mendapatkan penghargaan ini) dan merupakan kehormatan besar untuk terpilih,” ujarnya. Williamson yang berbagi hadiah senilai 10 juta kronor Swedia (1,44 juta dollar AS) dengan Ostrom, dikutip kantor berita TT juga menyatakan tak percaya, ia menang. Ia hanya berharap, dengan kemenangan ini, isu organisasi akan mendapat tempat lebih besar dalam kajian mengenai aktivitas ekonomi ke depan.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>Organisasi Sosial dan Nobel Ekonomi – Kompas, 13.10.2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan takut dengan kegagalan]]></title>
<link>http://xpress1on.wordpress.com/2009/09/27/jangan-takut-dengan-kegagalan/</link>
<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 03:55:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>xpress1on</dc:creator>
<guid>http://xpress1on.wordpress.com/2009/09/27/jangan-takut-dengan-kegagalan/</guid>
<description><![CDATA[Failure Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="page">
<h1>Failure</h1>
<div>
<div>
<div>
<div>
<ul>
<li>Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.</li>
<li>Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan.</li>
<li>Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!</li>
<li>Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.</li>
<li>Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.</li>
<li>Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.</li>
<li>Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.</li>
<li>Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.</li>
<li>Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.</li>
<li>Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.</li>
<li>Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda.</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kunci Kegagalan]]></title>
<link>http://saungfermentasi.wordpress.com/2009/09/11/kunci-kegagalan/</link>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 02:38:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>adityarial</dc:creator>
<guid>http://saungfermentasi.wordpress.com/2009/09/11/kunci-kegagalan/</guid>
<description><![CDATA[Kita semua tidak ingin gagal. Kita semua menghindari kegagalan. Tetapi rupanya kegagalan sangat akra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-87" href="http://organikganesha.wordpress.com/2009/09/11/kunci-kegagalan/peanuts-never-ever-ever/"><img class="alignnone size-medium wp-image-87" title="peanuts-never-ever-ever" src="http://organikganesha.files.wordpress.com/2009/09/peanuts-never-ever-ever.jpg?w=238&#038;h=300" alt="peanuts-never-ever-ever" width="238" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua tidak ingin gagal. Kita semua menghindari kegagalan. Tetapi rupanya kegagalan sangat akrab dalam kehidupan kita. Banyak  target yang tak tercapai, banyak cita-cita yang tak terealisir, dan banyak harapan tinggallah kosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita gagal dan tidak mencapai keberhasilan? Mengapa kita  belum berhasil dan menemui kegagalan? Apakah kegagalan merupakan  realitas wajib sehingga keberhasilan dapat kita apresiasikan? Pertanyaan-pertanyaan diatas sering menghantui kita dan memerlukan  jawaban dari kita masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegagalan tidak terjadi dalam semalam. Keberhasilanpun tidak dicapai  dalam sehari. Kedua tesis di atas sangat sederhana tetapi juga sangat  benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya teringat ucapan seorang dokter tetangga saya, ketika pulang  mengantarkan tetangga kami yang kena serangan jantung ke rumah sakit  gawat darurat. Dia berkata bahwa sebetulnya serangan jantung tidak  datang dengan tiba-tiba, tetapi bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh  tahun penyakit jantung telah ditimbun mulai dari merokok terlalu  banyak, minum kopi terlalu banyak, malas olahraga sehingga sedikit  demi sedikit pembuluh darah semakin menyempit.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya sedemikian sempitnya sehingga kegagalan jantung terjadi.  Benarlah bahwa kegagalan jantung tidak terjadi dalam semalam melainkan ditumpuk bertahun-tahun, sedikit demi sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Keberhasilan pun berlangsung dengan modus yang sama, sedikit demi  sedikit keberhasilan ditumpuk sedemikian rupa sehingga keberhasilan itu lama kelamaan besar. <!--moreArtikel selengkapnya-->Secara teoritis jika seseorang mempelajari  lima kata bahasa Inggeris perhari maka dalam setahun dia akan  memiliki hampir dua ribu kosa kata dan dalam lima tahun pasti bisa  menguasai sepuluh ribu kosa kata. Tetapi berapa banyakkah orang yang  lulus perguruan tinggi mampu berbahasa Inggris dengan lancar? Tidak  banyak. Mengapa? Karena mereka gagal menghafal lima bahasa Inggris  perhari.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak contoh dapat kita berikan tentang kebenaran tesis bahwa  keberhasilan adalah kemampuan mengambil langkah-langkah kecil untuk  mencapai hasil yang besar. Dan bahwa kegagalan adalah ketidakmampuan  menghindari hal-hal kecil sampai ia menumpuk sedemikian besar dan tak terhindarkan lagi konsuekuensinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka rahasia kegagalan adalah gagal mengucapkan selamat pagi, gagal  mengucapkan terima kasih, gagal minta maaf, gagal mengurangi sepiring  nasi dari diet harian, gagal memberi perhatian pada seorang staff,  gagal mengusulkan kenaikan pangkat anak buah, gagal tersenyum, gagal  bertekun setengah jam, gagal berolahraga setengah jam per hari, gagal  sholat sepuluh menit per waktu, gagal membawa mobil ke bengkel untuk  servis rutin, gagal menabung 5% dari penghasilan per bulan, gagal  menutup mulut dari ucapan tak bermutu, dan ribuan kegagalan kecil  lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang bijak berkata berkata bahwa hal-hal kecil memang sepele, tetapi  setia pada perkara-perkara kecil adalah hal yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari Cendol ke Jip</p>
<p style="text-align:justify;">Jika cendolku ini habis terjual, akan kubeli seekor induk ayam. Lalu  ayamnya kupelihara. Bertelor banyak sekali. Selanjutnya aku memiliki  banyak anak ayam,&#8221; demikian seorang tukang cendol berangan-angan  sambil setengah mengantuk. Sementara cendolnya sejak pagi belum juga  laku barang segelaspun. Dia bersandar pada batang pohon yang rindang  sehingga terlindung dari sengatan matahari. Dia berharap semoga ada  pembeli menghampiri. Anaknya yang belum terjamah wajib sekolah, ikut  menemaninya berjualan. Di balik pohon itu si anak asyik bermain  jangkrik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wah, kalau ayam-ayam ini kupelihara terus pastilah jadi babon semua.  Kujual, lalu kubeli kambing betina sebagai gantinya,&#8221; pikir tukang  cendol melanjutkan angannya. Begitu asyiknya ia berkhayal, sampai  setengah mengingau, sehingga memancing perhatian anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kambing lalu besar. Beranak pinak. Lalu menjadi besar. Kujual semua.  Lantas kubeli anak kerbau. Kupelihara baik-baik, jadi besar, wah … aku ini kaya. Punya banyak kerbau, he … he … he,&#8221; tukang cendol benar- benar hanyut oleh sukacita menikmati khayalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nanti kerbaunya boleh saya naiki, ya pak? kata anaknya yang dari  tadi menyaksikan bapaknya mengigau, melakonkan impiannya seolah-olah  telah terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaget oleh interupsi ini sang bapak menghardik, &#8220;Tidak boleh.  Nantinya kerbaunya jadi cebol!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Boleh dong pak! Masak sih kerbau jadi cebol?&#8221; rengek anaknya. Merasa  terganggu, dijitaklah anaknya sampai menangis dan berlari menjauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Tukang cendol tak perduli dan melanjutkan khayalnya, &#8220;Kerbau-kerbauku  kujual semua lalu kubeli jip: rrrrr … kuinjak gasnya … lari … oh … asyik …!&#8221; sambil mempraktekkan menekan pedal gas jip barunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi malang, pedal jip dalam impian yang ditekan itu ternyata gentong  cendol. Gentong berantakan. Cendol tumpah disertai berakhirnya mimpi  di siang bolong. Dengan wajah lesu dipandangnya cendol yang  berserakan di tanah. Ia tak tahu harus berbuat apa. Si anak yang  sudah berhenti menangis dan berdiri agak jauh, terkejut mendengar  bunyi gentong pecah. Ia tak mengerti mengapa bapaknya &#8220;ngamuk&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang memang, padahal impian itu sebetulnya feasible. Namun,  terlepas dari kemalangan yang menimpanya, tukang cendol tersebut  telah mampu membangun dalam pikirannya suatu cara menjadi kaya.  Perkara apakah jalan pikiran itu dapat direalisasikan, itu memang hal  lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">Johann Wolfgang Van Goethe pernah berkata,</p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Thinking is  easy, acting is difficult, and to put one&#8217;s thought into action is the most difficult thing in the world&#8221;.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kunci Kegagalan]]></title>
<link>http://organikganesha.wordpress.com/2009/09/11/kunci-kegagalan/</link>
<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 02:38:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>rial aditya</dc:creator>
<guid>http://organikganesha.wordpress.com/2009/09/11/kunci-kegagalan/</guid>
<description><![CDATA[Kita semua tidak ingin gagal. Kita semua menghindari kegagalan. Tetapi rupanya kegagalan sangat akra]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-87" href="http://organikganesha.wordpress.com/2009/09/11/kunci-kegagalan/peanuts-never-ever-ever/"><img class="alignnone size-medium wp-image-87" title="peanuts-never-ever-ever" src="http://organikganesha.wordpress.com/files/2009/09/peanuts-never-ever-ever.jpg?w=238" alt="peanuts-never-ever-ever" width="238" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kita semua tidak ingin gagal. Kita semua menghindari kegagalan. Tetapi rupanya kegagalan sangat akrab dalam kehidupan kita. Banyak  target yang tak tercapai, banyak cita-cita yang tak terealisir, dan banyak harapan tinggallah kosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kita gagal dan tidak mencapai keberhasilan? Mengapa kita  belum berhasil dan menemui kegagalan? Apakah kegagalan merupakan  realitas wajib sehingga keberhasilan dapat kita apresiasikan? Pertanyaan-pertanyaan diatas sering menghantui kita dan memerlukan  jawaban dari kita masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegagalan tidak terjadi dalam semalam. Keberhasilanpun tidak dicapai  dalam sehari. Kedua tesis di atas sangat sederhana tetapi juga sangat  benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya teringat ucapan seorang dokter tetangga saya, ketika pulang  mengantarkan tetangga kami yang kena serangan jantung ke rumah sakit  gawat darurat. Dia berkata bahwa sebetulnya serangan jantung tidak  datang dengan tiba-tiba, tetapi bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh  tahun penyakit jantung telah ditimbun mulai dari merokok terlalu  banyak, minum kopi terlalu banyak, malas olahraga sehingga sedikit  demi sedikit pembuluh darah semakin menyempit.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya sedemikian sempitnya sehingga kegagalan jantung terjadi.  Benarlah bahwa kegagalan jantung tidak terjadi dalam semalam melainkan ditumpuk bertahun-tahun, sedikit demi sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Keberhasilan pun berlangsung dengan modus yang sama, sedikit demi  sedikit keberhasilan ditumpuk sedemikian rupa sehingga keberhasilan itu lama kelamaan besar. <!--moreArtikel selengkapnya-->Secara teoritis jika seseorang mempelajari  lima kata bahasa Inggeris perhari maka dalam setahun dia akan  memiliki hampir dua ribu kosa kata dan dalam lima tahun pasti bisa  menguasai sepuluh ribu kosa kata. Tetapi berapa banyakkah orang yang  lulus perguruan tinggi mampu berbahasa Inggris dengan lancar? Tidak  banyak. Mengapa? Karena mereka gagal menghafal lima bahasa Inggris  perhari.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih banyak contoh dapat kita berikan tentang kebenaran tesis bahwa  keberhasilan adalah kemampuan mengambil langkah-langkah kecil untuk  mencapai hasil yang besar. Dan bahwa kegagalan adalah ketidakmampuan  menghindari hal-hal kecil sampai ia menumpuk sedemikian besar dan tak terhindarkan lagi konsuekuensinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka rahasia kegagalan adalah gagal mengucapkan selamat pagi, gagal  mengucapkan terima kasih, gagal minta maaf, gagal mengurangi sepiring  nasi dari diet harian, gagal memberi perhatian pada seorang staff,  gagal mengusulkan kenaikan pangkat anak buah, gagal tersenyum, gagal  bertekun setengah jam, gagal berolahraga setengah jam per hari, gagal  sholat sepuluh menit per waktu, gagal membawa mobil ke bengkel untuk  servis rutin, gagal menabung 5% dari penghasilan per bulan, gagal  menutup mulut dari ucapan tak bermutu, dan ribuan kegagalan kecil  lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang bijak berkata berkata bahwa hal-hal kecil memang sepele, tetapi  setia pada perkara-perkara kecil adalah hal yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari Cendol ke Jip</p>
<p style="text-align:justify;">Jika cendolku ini habis terjual, akan kubeli seekor induk ayam. Lalu  ayamnya kupelihara. Bertelor banyak sekali. Selanjutnya aku memiliki  banyak anak ayam,&#8221; demikian seorang tukang cendol berangan-angan  sambil setengah mengantuk. Sementara cendolnya sejak pagi belum juga  laku barang segelaspun. Dia bersandar pada batang pohon yang rindang  sehingga terlindung dari sengatan matahari. Dia berharap semoga ada  pembeli menghampiri. Anaknya yang belum terjamah wajib sekolah, ikut  menemaninya berjualan. Di balik pohon itu si anak asyik bermain  jangkrik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wah, kalau ayam-ayam ini kupelihara terus pastilah jadi babon semua.  Kujual, lalu kubeli kambing betina sebagai gantinya,&#8221; pikir tukang  cendol melanjutkan angannya. Begitu asyiknya ia berkhayal, sampai  setengah mengingau, sehingga memancing perhatian anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kambing lalu besar. Beranak pinak. Lalu menjadi besar. Kujual semua.  Lantas kubeli anak kerbau. Kupelihara baik-baik, jadi besar, wah … aku ini kaya. Punya banyak kerbau, he … he … he,&#8221; tukang cendol benar- benar hanyut oleh sukacita menikmati khayalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nanti kerbaunya boleh saya naiki, ya pak? kata anaknya yang dari  tadi menyaksikan bapaknya mengigau, melakonkan impiannya seolah-olah  telah terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaget oleh interupsi ini sang bapak menghardik, &#8220;Tidak boleh.  Nantinya kerbaunya jadi cebol!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Boleh dong pak! Masak sih kerbau jadi cebol?&#8221; rengek anaknya. Merasa  terganggu, dijitaklah anaknya sampai menangis dan berlari menjauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Tukang cendol tak perduli dan melanjutkan khayalnya, &#8220;Kerbau-kerbauku  kujual semua lalu kubeli jip: rrrrr … kuinjak gasnya … lari … oh … asyik …!&#8221; sambil mempraktekkan menekan pedal gas jip barunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi malang, pedal jip dalam impian yang ditekan itu ternyata gentong  cendol. Gentong berantakan. Cendol tumpah disertai berakhirnya mimpi  di siang bolong. Dengan wajah lesu dipandangnya cendol yang  berserakan di tanah. Ia tak tahu harus berbuat apa. Si anak yang  sudah berhenti menangis dan berdiri agak jauh, terkejut mendengar  bunyi gentong pecah. Ia tak mengerti mengapa bapaknya &#8220;ngamuk&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang memang, padahal impian itu sebetulnya feasible. Namun,  terlepas dari kemalangan yang menimpanya, tukang cendol tersebut  telah mampu membangun dalam pikirannya suatu cara menjadi kaya.  Perkara apakah jalan pikiran itu dapat direalisasikan, itu memang hal  lain.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">Johann Wolfgang Van Goethe pernah berkata,</p>
<p style="text-align:center;">&#8220;Thinking is  easy, acting is difficult, and to put one&#8217;s thought into action is the most difficult thing in the world&#8221;.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Aku Dalam Masalah..]]></title>
<link>http://chillinaris.wordpress.com/2009/09/08/ketika-aku-dalam-masalah/</link>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 18:41:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>chillinaris</dc:creator>
<guid>http://chillinaris.wordpress.com/2009/09/08/ketika-aku-dalam-masalah/</guid>
<description><![CDATA[Ketika berbagai permasalahan, ujian, cobaan dan kegagalan datang menghampiriku secara bertubi-tubi d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ketika berbagai permasalahan, ujian, cobaan dan kegagalan datang menghampiriku secara bertubi-tubi d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[my new episode..]]></title>
<link>http://shofinuria.wordpress.com/2009/09/02/my-new-episode/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 16:01:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>shofinuria</dc:creator>
<guid>http://shofinuria.wordpress.com/2009/09/02/my-new-episode/</guid>
<description><![CDATA[lama banget gak nulis.. beberapa hal yang pengen gw tulis disini.. 1. kenapa judul notes ini,,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[lama banget gak nulis.. beberapa hal yang pengen gw tulis disini.. 1. kenapa judul notes ini,,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah Cinta]]></title>
<link>http://norfa08.wordpress.com/2009/09/02/inilah-cinta/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 02:52:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>sekilas</dc:creator>
<guid>http://norfa08.wordpress.com/2009/09/02/inilah-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Para penumpang bas memandang dengan penuh simpati ke arah seorang wanita muda yang berpenampilan kem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Para penumpang bas memandang dengan penuh simpati ke arah seorang wanita muda yang berpenampilan kem]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reaksi emosional terhadap stress]]></title>
<link>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/08/27/reaksi-emosional-terhadap-stress/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 12:44:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>kawanlama95</dc:creator>
<guid>http://kawanlama95.wordpress.com/2009/08/27/reaksi-emosional-terhadap-stress/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah kita  pulang dari pekerjaan ,tiba-tiba anda merasa kelelahan dan seperti tidak mau digangu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pernahkah kita  pulang dari pekerjaan ,tiba-tiba anda merasa kelelahan dan seperti tidak mau digangu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Dari Tikus]]></title>
<link>http://irpanhakim.wordpress.com/2009/08/25/belajar-dari-tikus/</link>
<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 01:56:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>irfan</dc:creator>
<guid>http://irpanhakim.wordpress.com/2009/08/25/belajar-dari-tikus/</guid>
<description><![CDATA[Ada satu cerita yang paling saya ingat dari training Siaware yang lalu. Cerita ini katanya diambil d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-7" title="who-moved-my-cheese" src="http://irpanhakim.wordpress.com/files/2009/08/who-moved-my-cheese.jpg?w=300" alt="who-moved-my-cheese" width="300" height="225" />Ada satu cerita yang paling saya ingat dari training Siaware yang lalu. Cerita ini katanya diambil dari buku who moved my cheese. Saya sendiri belum baca buku tersebut. Cuman ceritanya cukup berharga untuk dibagikan kembali.</p>
<p>Ceritanya kira-kira begini, ada sebuah keju yang diletakkan di lubang terakhir antara tiga lubang. Bagaimana kira-kira cara tikus untuk mengambil keju tersebut? Pada hari pertama, ia akan memasuki lubang tersebut satu per satu. Ketika ia tidak menemukan keju di lubang pertama ia akan mencoba lubang kedua. Begitu terus sampai ia menemukan kejunya. Sampai akhirnya ia menemukan di lubang ketiga.<!--more--></p>
<p>Apakah pada hari berikutnya ia akan melakukan hal yang sama dengan mencoba setiap lubang? Tentu tidak. Ia akan langsung menuju lubang ketiga yang diketahuinya ada keju. Begitu seterusnya untuk hari-hari berikutnya.</p>
<p>Apa yang akan tikus tersebut lakukan bila kita pindahkan kejunya ke lubang yang lain? Ketika mengetahui bahwa kejunya tidak ada di lubang ketiga, tikus tersebut tidak lantas putus asa. Ia akan mengerjakan kembali percobaannya pada hari pertama sampai akhirnya ia menemukan kejunya kembali.</p>
<p>Luar biasa. Ini sebenarnya pemikiran yang sederhana. Ketika kita menginginkan sesuatu seringkali kita berputus asa pada percobaan pertama. Atau ketika cara yang biasa kita lakukan pada masa kini ternyata tidak lagi membuahkan hasil. Kita merasa menjadi orang yang gagal. Padahal kita belum mencoba jalan kedua atau ketiga.</p>
<p>Putus asa bisa jadi alasan kita tidak berani mencoba cara lain. Kita lalu membayangkan bahwa kita memang orang yang akan selalu gagal. Padahal kegagalan sebenarnya hanyalah feedback atau informasi bahwa cara yang kita lakukan tidak tepat.</p>
<p>Coba bayangkan bila pada percobaan pertama tikus berputus asa di lubang pertama, ia tentu tidak akan mendapatkan kejunya. Atau ia berputus asa setelah mencoba lubang kedua tentu tikus itu sangat rugi karena ia sebenarnya sudah sangat dekat dengan kejunya. Bisa jadi itu yang terjadi pada kita. Kita berhenti sesaat sebelum kita mengalami kesuksesan.</p>
<p>Patut kita renungi pernyataan Thomas Alfa Edison ketika ditanya mengapa ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal. Edison menjawab, “Saya tidak pernah gagal, tetapi menemukan 9999 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena kehabisan percobaan yang gagal.”</p>
<p>Bukan saatnya lagi kita berputus asa atas kegagalan yang pernah kita lakukan. Sudah saatnya kita mencoba cara baru untuk meraih impian kita.[]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kegagalan adalah Guru Terbaik. Belajarlah darinya!]]></title>
<link>http://alifnews.wordpress.com/2009/08/24/kegagalan-adalah-guru-terbaik-belajarlah-darinya/</link>
<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 15:34:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>alifnews</dc:creator>
<guid>http://alifnews.wordpress.com/2009/08/24/kegagalan-adalah-guru-terbaik-belajarlah-darinya/</guid>
<description><![CDATA[Jika anda pernah mencoba sesuatu hal yang baru dan gagal, saya yakin bahwa anda adalah seseorang yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jika anda pernah mencoba sesuatu hal yang baru dan gagal, saya yakin bahwa anda adalah seseorang yan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wang Lin kembali gagal]]></title>
<link>http://wanglinfancier.wordpress.com/2009/08/21/wang-lin-kembali-gagal/</link>
<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 12:13:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>wanglinfancier</dc:creator>
<guid>http://wanglinfancier.wordpress.com/2009/08/21/wang-lin-kembali-gagal/</guid>
<description><![CDATA[pertandingan yang berjalan 3 set dan berlangsung selama 59 menit ini membuat sedih pendukung Wang Li]]></description>
<content:encoded><![CDATA[pertandingan yang berjalan 3 set dan berlangsung selama 59 menit ini membuat sedih pendukung Wang Li]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
