<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kegelapan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kegelapan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kegelapan"</description>
	<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 00:27:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Dewi Malam]]></title>
<link>http://jimomamori.wordpress.com/2010/04/17/dewi-malam/</link>
<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 03:29:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jimo Mamori</dc:creator>
<guid>http://jimomamori.wordpress.com/2010/04/17/dewi-malam/</guid>
<description><![CDATA[Bila hari mulai berganti. Mentari beranjak kian menepi. Malam menjelang. Temaram rembulan gemerlap b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jimomamori.files.wordpress.com/2010/04/peri3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-16" title="dewi malam" src="http://jimomamori.files.wordpress.com/2010/04/peri3.jpg?w=185&#038;h=233" alt="" width="185" height="233" /></a></p>
<div id="_mcePaste">Bila hari mulai berganti. Mentari beranjak kian menepi.</div>
<div id="_mcePaste">Malam menjelang. Temaram rembulan gemerlap bintang-bintang.</div>
<div id="_mcePaste">Hiasi langit membentang. Temaniku kala aku tafakur bersama bayangmu.</div>
<div id="_mcePaste">Dewi malam kau hadir mendekapku.</div>
<div id="_mcePaste">Dewi malam buaianmu halau sepi.</div>
<div id="_mcePaste">Terlintas kembali semua terkenang. Manis kurasa getirpun kuselami.</div>
<div id="_mcePaste">Warnai hidupku. Kujalani walapun berat kutak peduli</div>
<div id="_mcePaste">Berharap ini semua berlalu bersama waktu. Memudar di tepi malam.</div>
<div id="_mcePaste">Dewi malam hadirlah mendekapku.</div>
<div id="_mcePaste">Dewi malam kau buai aku ke alam mimpi.</div>
<div id="_mcePaste">Kau terjaga di kesepian, terangi kegelapan, cairkan kebekuan.</div>
<div id="_mcePaste">Kau penyirna kegalauan, jadi penyejuk jiwa, bangkitkan ku kembali.</div>
<div id="_mcePaste">Kau dewi malam, kau dewiku.</div>
<div id="_mcePaste">Kau dewiku, dewi malam.</div>
<div id="_mcePaste">(Lagu)</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sms Romantis_ Lilin Kecil]]></title>
<link>http://devalove.wordpress.com/2010/02/18/sms-romantis_-lilin-kecil/</link>
<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 23:59:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>evanjhie</dc:creator>
<guid>http://devalove.wordpress.com/2010/02/18/sms-romantis_-lilin-kecil/</guid>
<description><![CDATA[Jika ada 1000 lilin menerangimu, lalu semua lilin itu padam, mka jangan lah takut pada kegelapan.. K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ada 1000 lilin menerangimu, lalu semua lilin itu padam, mka jangan lah takut pada kegelapan..<br />
Karena aq kan menjadi lilin kecil di hatimu yang kan selalu menerangimu…<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Apa kabar IMAN…???<br />
Semoga slalu menapak maju….<br />
Apa kabar HATI..?????<br />
Semoga slalu bersih dari kelabu….<br />
Apa kabar CINTA…???<br />
Smoga slalu berpeluh rindu-Nya…<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Dalam diri ada hati….<br />
Dalam hati ada cinta..<br />
Dalam cinta ada sayang…<br />
Dalam sayang ada rindu…<br />
Rindu sama orang yang baca zmz ini…<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Pagi yang berkabut..<br />
Siang berlangit biru…<br />
…..Sore berawan merah…<br />
…. Dan malam yang bertabur bintang…<br />
Semua terasa indah dan menyenangkan,sama seperti aku mengenal dirimu….<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Jika hujan deras tiba,cobalah keluar..<br />
Hitung dan rasakan titik air yang jatuh dari langit…<br />
Dan tahukah kamu…?????<br />
Sebanyak itulah aq bersyukur memiliki pacar seperti qm….</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pintu ke mana saja]]></title>
<link>http://alisnaik.com/2010/01/31/pintu-ke-mana-saja/</link>
<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 15:02:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisnaik</dc:creator>
<guid>http://alisnaik.com/2010/01/31/pintu-ke-mana-saja/</guid>
<description><![CDATA[kupejamkan mata. yang ada hanyalah gelap. hitam. tak bercahaya. tak terlihat apa apa. hampa. kegelap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignnone size-full wp-image-460" title="pintu ke mana saja" src="http://alisnaik.files.wordpress.com/2009/12/pintu-ke-mana-saja.png?w=310&#038;h=112" alt="" width="310" height="112" /></p>
<p style="text-align:left;">kupejamkan mata. yang ada hanyalah gelap. hitam. tak bercahaya. tak terlihat apa apa. hampa. kegelapan. nihil. sungguh tenang.</p>
<p style="text-align:left;">sayup-sayup terdengar suara deru kendaraan bermotor. yang berlalu lalang di jalanan beraspal. mereka terus beranak pinak. sebagian merasa begitu sombong. mereka semakin banyak. semakin brutal. semakin egois. semakin polutif. maunya menang sendiri.<br />
<!--more--><br />
andaikan ada pintu ke mana saja. kehadiran kendaraan bermotor hanya akan menjadi sejarah. mereka akan terlantar dan dilupakan. berdebu bersama waktu.</p>
<p style="text-align:left;">pintu ke mana saja. semudah membuka pintu rumah biasa. namun setelah melewati daun pintunya, maka kita akan berada dalam dimensi ruang yang berbeda. sesuai kehendak kita. teleportasi. jumper.</p>
<p style="text-align:left;">seberapa jauhnya jarak yang terpisah. hanya dalam hitungan detik. seluruh jiwa raga mampu berpindah dalam sekejap. praktis.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan dari Someone]]></title>
<link>http://ambhen.wordpress.com/2010/01/25/pesan-dari-teman/</link>
<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 03:49:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kriz</dc:creator>
<guid>http://ambhen.wordpress.com/2010/01/25/pesan-dari-teman/</guid>
<description><![CDATA[Seseorang mengirimkan sebuah pesan elektronik kepadaku, di pesan itu tertulis  &#8221;Jangan lari se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seseorang mengirimkan sebuah pesan elektronik kepadaku, di pesan itu tertulis  &#8221;<em>Jangan lari seperti wanita kl km tdk berani hadapi masalah dan km selesaikan sbg seorang lelaki. Menangis dan menyerahlah utk sesaat krn qt hanya manusia, siapa dan dimanapun km bersandar q harap itu yg terbaik. Dan bersyukurlah km msh dikelilingi oleh mereka yg sayang kamu</em>&#8221;  Melihat tulisan ini membuatku berpikir bahwa walaupun kehidupan di dunia ini tidaklah mudah. Dimana banyak dari teka-tekinya merupakan kegelapan, tetapi memang inilah kehidupan.<br />
Terkadang pada suatu saat tertentu kita bisa berpikir bahwa kehidupan ini terlalu berat untuk kita jalani, atau ketika kita menghadapi sebuah realita yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan membuat kita untuk berpikir bahwa realita tersebut mustahil untuk bisa kita terima. Namun lepas dari semua itu, sebagai manusia yang dianugerahi akal dan pikiran kita harus bisa dan berani menghadapi semua realita yang ada di kehidupan ini.<br />
<!--more-->Kehidupan ini tidak lain adalah dari impian kita sendiri, semuanya terserah kepada kita apakah akan mengisi impian tersebut dengan cahaya dan memeliharanya dengan sebaik mungkin. Karena dalam kehidupan ini adakalanya kegelapan datang menutupi cahaya dalam kehidupan kita. dan itulah kehidupan kadang terang benderang dan terkadang juga cahaya itu redup dan terus meredup.<br />
Namun demikian kegelapan yang menyellimuti cahaya dalam kehidupan kita hanyalah salah satu cara bagi kita untuk menjangkau ke suatu tempat yang dinamakan kepastian. Dimana tempat itu akan menjadi saksi bagi harapan kita, bukti bagi dukungan, bagi kemungkinan dan bahkan sebagai sebuah dorongan menuju kecenderungan yang paling baik dan terhormat yang bisa dibayangkan oleh hati kita.<br />
Dan pada saat kita bisa membuat cahaya di kehidupan kita itu bersinar dengan terang. Maka dengan sendirinya masalah-masalah yang menjelma sebagai sebuah kegelapan dalam kehidupan kita akan menghindar sendiri dari kita layaknya siang hari menjelang malam, kebun yang telah kita tanami atau makanan yang telah kita siapkan pada saat kita terlalu lelah beraktifitas.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HUKUM  TANPA  DETAK  KEADILAN ]]></title>
<link>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/hukum-tanpa-detak-keadilan/</link>
<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 02:18:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>hagemman</dc:creator>
<guid>http://hagemman.wordpress.com/2009/11/28/hukum-tanpa-detak-keadilan/</guid>
<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih jahat ketimbang penegakan hukum tanpa keadilan. Hukum tanpa keadilan ibarat tub]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/11/donny-gahral-adian.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3348" title="donny gahral adian" src="http://hagemman.files.wordpress.com/2009/11/donny-gahral-adian.jpg?w=106&#038;h=150" alt="" width="106" height="150" /></a>Tidak ada yang lebih jahat ketimbang penegakan hukum tanpa keadilan. Hukum tanpa keadilan ibarat tubuh tak bernyawa. Pasal-pasal pada secarik kertas tidak bermakna apa-apa. Pasal-pasal mati.</p>
<p>Patut dicatat, keadilan lebih dari sekadar nyawa bagi dokumen hukum. Institusi penegak hukum pun sepatutnya bernyawakan keadilan. Semua proses yang terjadi pada institusi itu harus bernapaskan keadilan. Proses yang terjadi bukan sekadar memenuhi proseduralitas dan formalitas legal. Kita harus berani mengatakan ini. Formalitas dan proseduralitas legal sekadar sarana bagi keadilan. Apabila sarana itu dipakai untuk melukai rasa keadilan, tidak ada pilihan lain : keputusan politik dijatuhkan berdasar doktrin kedaruratan.</p>
<p><strong>Luka keadilan</strong></p>
<p>Di negeri ini keadilan dilukai berkali-kali. Kriminalisasi KPK baru pemanasan saja. Belum lagi kasus itu terselesaikan, pers mendapat perlakuan sama. Dua unsur pimpinan redaksi dipanggil berdasar laporan pencemaran nama baik oleh Anggodo Widjojo. Sosok satu ini sepertinya berkeliaran di ruang hampa hukum, ikut mengendalikan hukum tanpa dia terjerat hukum.</p>
<p>Dari dua peristiwa itu, kita saksikan luka keadilan lain. Minah, seorang ibu tua, dikenai hukuman percobaan akibat mengambil tiga buah kakao untuk dijadikan bibit. Rasa keadilan kembali terkoyak. Sang hakim tahu, dia memutus berdasar hukum tertulis, bukan rasa keadilan. Dia menjadi hamba secarik kertas, bukan dewi keadilan yang mulia dan sublim.</p>
<p><!--more-->Compang-camping praktik penegakan hukum berujung pada ketidakpercayaan publik. Ini fatal. Ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum dipicu absennya keadilan sebagai prinsip dasar sebuah tertib sosial. Keadilan adalah prinsip hidup bersama dalam sebuah tertib sosial bernama negara. Keadilan adalah maksud suci kelahiran negara itu sendiri. Jika maksud suci itu dikhianati aparat negara, alasan keberadaan negara bisa jadi tak ada lagi. Maka, perilaku institusional yang melukai keadilan dapat berakibat hilangnya tertib sosial, bernama negara.</p>
<p>Mungkin hal itu terdengar radikal. Namun, imajinasi kita harus dapat menerobos rezim aktualitas guna menemukan alasan politik. Apalagi kita sudah diingatkan filsuf Prancis, Louis Althusser. Rezim boleh berganti, tetapi aparat ideologis dan represif negara bergeming. Reformasi boleh berjalan lama, tetapi pengkhianatan terhadap keadilan berulang kali dilakukan tanpa punitas. Institusi penegak hukum tetap sama. Itu adalah alat kekuasaan untuk mengamankan diri secara ideologis dan represif dengan memutarbalikkan rasa keadilan masyarakat.</p>
<p><strong>Lalu apa ?</strong></p>
<p>Luka keadilan amat sulit disembuhkan. Politik pencitraan pasti tumpul saat berhadapan dengan rakyat yang terluka rasa keadilannya. Tim 8 sudah selesai bekerja. Rekomendasinya amat komprehensif dan untuk sementara meredam amuk politik rakyat. Namun, kita semua masih berharap, Presiden akan bertindak. Jika tidak (bertindak) dan pasif, dapat membuat kredibilitas Tim 8 rusak. Tim 8 akan dipersepsi rakyat sebagai bagian politik pencitraan.</p>
<p>Luka keadilan sudah cukup dalam. Kita ada di pengujung gerakan sosial yang masif. Rakyat bukan anak kecil yang terdiam setelag diberi baju baru. Hampir di semua media, rakyat yang anonim menjadi subyek lugas dan beridentitas. Rakyat bukan lagi ruang kosong dalam demokrasi. Dia muncul nyata di berbagai forum publik. Rakyat yang nyata memiliki kekuatan yang tidak kalah nyatanya.</p>
<p>Kita sudah menyaksikan bagaimana kriminalisasi tidak hany menyentuh pejabat negara atau pimpinan media. Ketidakadilan sudah dirasakan rakyat jelata bernama Minah. Minah lebih mudah dijadikan ikon guna mengidentifikasikan diri. Kejelataan Minah mampu memompa solidaritas dalam skala besar yang (dapat saja) memiliki konsekuensi politik serius.</p>
<p>Dalam kondisi abnormal seperti ini bukan saatnya berdebat tentang hukum tata negara. Konstitusi adalah dokumen yang dihidupkan keadilan. Konstitusi adalah sarana, bukan keadilan itu sendiri. Kehendak politik yang menciptakan konstitusi harus diperhatikan. Apa kehendak politik itu ? Kehendak politik adalah penciptaan sebuah tertib sosial berkeadilan. Kekuasaan terikat pada kehendak politik itu, bukan pasal-pasal mati konstitusi.</p>
<p>Saat keadulan terluka, kekuasaan dapat mengambil bentuk mistisnya. Kekuasaan eksekutif dapat melepas iktanan konstitusionalnya saat keadilan dalam bahaya. Presiden dapat melepaskan diri dari batas-batas konstitusional dan melakukan intervensi yang diperlukan atas yudikatif. Dengan demikian, Presiden melakukan dua hal sekaligus. Pertama, mengembalikan kepercayaan rakyat. Kedua, meletakkan batu pertama reformasi institusi penegak hukum. Intervensi yudikatif adalah langkah kongkret pertama dalam upaya pemberantasan mafia peradilan.</p>
<p>Presiden Soekarno keras menerabas prinsip Trias Politica saat membubarkan konstituante. Dekrot Presiden 5 Juli 1959 memang menjadi perdebatan hukum tata negara tanpa henti. Namun, dekrit itu, tak dapat disangkal, adalah monumen politik yang menunjukkan kepekaan dan ketegasan Presiden terhadao abnormalitas politik yang sedang terjadi.</p>
<p>Presiden memang tidak perlu bertindak sejauh itu, cukup melakukan dua hal. Pertama, memberhentikan proses hukum Bibit-Chandra. Ledua, mencopot pejabat yang terlibat persekongkolan jahat itu. Setelah itu, proses reformasi institusional berkelanjutan dilakukan. Tanpa itu semua, pemerintahan akan dihantui ketidakpercayaan rakyat yang kian menggumpal. Keadilan mungkin buta, tetapi dia dapat melihat di kegelapan.</p>
<p>Sumber   :</p>
<p>Hukum Tanpa Detak Keadilan, Donny Gahral Adian &#124; Dosen Filsafat Hukum UI<br />
Kompas, 23.11.2009</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Search - Isabella]]></title>
<link>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/20/search-isabella/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:07:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>ringtonesz</dc:creator>
<guid>http://dunialirik.wordpress.com/2009/11/20/search-isabella/</guid>
<description><![CDATA[Isabella adalah Kisah cinta dua dunia Mengapa kita berjumpa Namun akhirnya terpisah Siang jadi hilan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Isabella adalah Kisah cinta dua dunia Mengapa kita berjumpa Namun akhirnya terpisah Siang jadi hilan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekali 'blackout' la pulak...]]></title>
<link>http://mukminahmujahidah.wordpress.com/2009/11/19/sekali-blackout-la-pulak/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 00:38:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Husna Zaki</dc:creator>
<guid>http://mukminahmujahidah.wordpress.com/2009/11/19/sekali-blackout-la-pulak/</guid>
<description><![CDATA[Terpadam?Nyalakanlah balik..  Pernahkah anda terperangkap dalam bangunan yang tiba-tiba terputus bek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Terpadam?Nyalakanlah balik..  Pernahkah anda terperangkap dalam bangunan yang tiba-tiba terputus bek]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEGERA TERANGI KEGELAPAN]]></title>
<link>http://ahmadchan.wordpress.com/2009/11/15/segera-terangi-kegelapan/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 01:20:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahmadkhan</dc:creator>
<guid>http://ahmadchan.wordpress.com/2009/11/15/segera-terangi-kegelapan/</guid>
<description><![CDATA[Padang, 7:18 AM 11/12/2009 BY: Ahmad Bin Ismail Khan Bila suatu saat diri kita mendapati cahaya iman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> Padang, 7:18 AM 11/12/2009</p>
<p>BY: Ahmad Bin Ismail Khan</p>
<p>Bila suatu saat diri kita mendapati cahaya iman mulai meredup, dan berangsur-angsur cahaya keimanan dalam hati kita mulai padam.Kita dapai diri ini berat dan malas melakukan kebaikan-kebaikan, tidak ada lagi semangat dan tekad yang kuat untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan, kecewa dan putus asa, suka menunda-nunda,dan menganggap remeh suatu kebaikan.Perbuatan-perbuatan baik yang selama ini kita tekuni berangsur-angsur kita tinggalkan satu persatu.Berganti menjadi kemalasan,perbuatan sia-sia,dan bermaksiat kepada Allah SWT.Maka ini pertanda kabut kegelapan mulai menyelimuti hati kita.</p>
<p>Saudaraku,<br />
Kebaikan itu diibaratkan sebagai pelita dan cahaya,sedangkan dosa dan keburukan itu diibaratkan sebagai kegelapan.<br />
Iman dalam hati kita ibarat pelita.Bila cahayanya meredup berarti kita larut dalam gelap dan kehilangan petunjuk dalam menjalani kehidupan.Semakin cahanya menyala, berarti kita semakin bisa melihat segala sesuatu dihadapan kita dengan jelas.</p>
<p>Saudaraku,<br />
Tetaplah berhimpun di sekitar cahaya.Jangan menjauh dari terpaan sinar cahaya Allah SWT agar kita tidak kehilangan arah dalam melangkah.Mari kita dekati sumber-sumber cahaya.Al-Qur&#8217;an dan Sunnah adalah cahaya, karena disana terhimpun petunjuk yang dapat menuntun kita kejalan keselamatan.Shalat tahajud dalam keheningan malam adalah cahaya, membuat wajah orang-orang yang membiasakannya berseri-seri di pagi hari.Shalat Shubuh dan Dhuha di pagi hari adalah sumber energi dan cahaya untuk memulai aktivitas pagi.Shaum sunnnah adalah cahaya yang membentengi pelakunya dari tarikan nafsu syahwat dan sumber ketegaran dikala yang lain jatuh berguguran.Menahan pandangan tehadap lawan jenis adalah cahaya bagi hati, menyejukkan bagi mata dan akan merasakan manisnya keimanan dalam hati.<br />
Seorang ulama menuliskan pesan indah yang berbunyi &#8221; Janganlah melangkah dijalan keputusasaan. Di alam ini terhampar berjuta harapan.Jangan pergi kearah kegelapan. Di alam ini terdapat banyak cahaya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Saudaraku,<br />
Seorang mukmin adalah pemilik hati yang bersinar.Cahaya hatinya berasal dari cahaya Allah yang menerangi langit dan bumi. Itulah sebabnya hati seorang mukmin dikatan Ubay bin Ka&#8217;ab RA memiliki lima cahaya.Pertama, ucapannya adalah cahaya.Kedua, ilmunya cahaya.Ketiga, tempat masuknya cahaya.Keempat, tempat keluarnya adalah cahaya.Kelima,tempat kembalinya adalah cahaya dihari kiamat.Sementara orang kafir selalu berada dalam lima kegelapan.Pertama, ucapannya kegelapan.Kedua, amalnya kegelapan.Ketiga,tempat masuknya adalah kegelapan.Keempat,tempat keluarnya kegelapan.Kelima,tempat kembalinya kegalapan dihari kiamat.<br />
Dan renungkanlah perkataan yang begitu dalam maknanya dari lisan Abu Bakar Ash Shiddiq RA.&#8221;Kegalapan itu ada lima,dan pelita dalam gelap itu juga ada lima.Cinta dunia itu adalah kegelapan,pelitanya adalah takwa.Dosa itu adalah kegelapan,pelitanya adalah taubat.Kubur itu adalah kegalapan, pelitanya adalah Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.Akhirat itu adalah kegalapan,pelitanya adalah amal shalih.Dan shirat ( jembatan) itu adalah kegelapan,pelitanya adalah iman.Itulah Peta kegalapan dan cahaya dalam hidup kita.</p>
<p>Maka saudaraku,<br />
Segaralah terangi kegalapan yang terdapat dalam hidup kita dengan pelita iman.Jangan biarkan ia redup terus-menerus bahkan padam.Jauhilah kegalapan karena gelap itu mencekam dan menakutkan.</p>
<p>( Inspirated by:Tarbawi dengan pengubahan seperlunya)</p>
<p>Diselesaikan pada: 6:32 AM 11/13/2009</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesparawi IX, Luar Biasa]]></title>
<link>http://pampangsuniaso.wordpress.com/2009/11/09/pesparawi-ix-luar-biasa/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 14:40:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>pampangsuniaso</dc:creator>
<guid>http://pampangsuniaso.wordpress.com/2009/11/09/pesparawi-ix-luar-biasa/</guid>
<description><![CDATA[Stadion Madya Sempaja Samarinda, minggu 8 Nopember 2009 di padati oleh ribuan warga baik yang berasa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pampangsuniaso.files.wordpress.com/2009/11/imga0666.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-369" title="IMGA0666" src="http://pampangsuniaso.files.wordpress.com/2009/11/imga0666.jpg?w=300&#038;h=177" alt="IMGA0666" width="300" height="177" /></a>Stadion Madya Sempaja Samarinda, minggu 8 Nopember 2009 di padati oleh ribuan warga baik yang berasal dari kota Samarinda maupun berbagai kota di seluruh Indonesia.  Mereka ingin menyaksikan pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional ke IX.</p>
<p>Acara berlangsung dengan amat meriah, diantaranya adalah selebrasi peserta dari Papua yang menarik perhatian pengunjung.  <a href="http://pampangsuniaso.files.wordpress.com/2009/11/imga0703.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-370" title="IMGA0703" src="http://pampangsuniaso.files.wordpress.com/2009/11/imga0703.jpg?w=300&#038;h=219" alt="IMGA0703" width="300" height="219" /></a>Dalam acara pembukaan tersebut ditampilkan tarian kolosal yang amat spektakuler, yang melibatkan warga Dayak dari berbagai sub Suku yang ada di Kaltim antara lain Dayak Kenyah, Dayak Krayan, Dayak Tunjung dll.</p>
<p>Tarian kolosal tersebut dimulai dengan cerita jaman kegelapan dan penyembahan berhala yang dianut warga Dayak pada masa lampau,  dilanjutkan dengan perang antar suku yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat dayak pada masa lampau mengandalkan <a href="http://pampangsuniaso.files.wordpress.com/2009/11/dsc01376.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-371" title="DSC01376" src="http://pampangsuniaso.files.wordpress.com/2009/11/dsc01376.jpg?w=300&#038;h=225" alt="DSC01376" width="300" height="225" /></a>kekuatan kegelapan,dukun-dukun. Namun pada akhirnya kekuatan dukun-dukun tersebut tidak dapat mengalahkan kekuatan Allah.</p>
<p>Pada akhirnya, mereka meninggalkan kekuatan kegelapan dan mengakui kekuatan tertinggi datangnya dari Allah, dan pada akhirnya kehidupan damai mereka dapatkan sampai saat ini.</p>
<p>Dalam tarian kolosan tersebut, sekitar 120 orang muda-mudi warga Suku Dayak Kenyah Pampang ikut serta dengan menyajikan TARI PERANG dibawah komando Martinus Usat..</p>
<p>(oleh frans aso )</p>
<p>&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada Kehidupan di Kegelapan]]></title>
<link>http://asopusitemus.com/2009/07/18/ada-kehidupan-di-kegelapan/</link>
<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 12:08:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Asop</dc:creator>
<guid>http://asopusitemus.com/2009/07/18/ada-kehidupan-di-kegelapan/</guid>
<description><![CDATA[Saya mendapat ilham (halah), setelah saya melihat lubang bekas pagar lama di rumah saya. Ada tanaman]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya mendapat ilham (halah), setelah saya melihat lubang bekas pagar lama di rumah saya. Ada tanaman]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pedesaan Zaman Kegelapan Ditemukan Di Austria]]></title>
<link>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/06/22/pedesaan-zaman-kegelapan-ditemukan-di-austria/</link>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 10:02:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>lelo</dc:creator>
<guid>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/06/22/pedesaan-zaman-kegelapan-ditemukan-di-austria/</guid>
<description><![CDATA[WASHINGTON &#8211; Dunia arkeologi mendapatkan temuan sejarah terbaru, yaitu sebuah desa yang disiny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://techno.okezone.com/images-data/content/2009/04/06/56/208186/VUcsrOI0wN.jpg" alt="" width="250" height="250" />WASHINGTON &#8211; Dunia arkeologi mendapatkan temuan sejarah terbaru, yaitu sebuah desa yang disinyalir ikut hancur pada saat keruntuhan kekaisaran Roma pada masa kegelapan. Reruntuhan desa tersebut ditemukan pada penggalian situs di Salzburg, Austria.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut laporan yang dilansir dari Austrian Times, Senin (6/4/2009), para penggali menemukan sisa-sisa keberadaan desa yang diperkirakan ada pada abad kelima hingga tujuh. Lahan seluas 6.000 meter persegi ini konon dibangun sebagai tempat tinggal bagi para pensiunan Anif-Niederalm di daerah Flachgau.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahli Arkeologi mengatakan, penduduk sekitar tidak mengetahui hal istimewa yang terdapat pada situs ini, namun menurut mereka temuan ini dapat menjadi titik terang untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah masyarakat setempat.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Yang membuat para arkeolog bangga, temuan ini pun sekaligus tercatat sebagai penemuan terbesar dari periode sejarah di Salzburg.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemukiman ini menyimpan banyak bangunan kayu, benda-benda perhiasan, peralatan seperti palu, besi landasan, dan kapal pengangkut barang.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut para arkeolog yang bekerja pada penggalian situs ini, mereka akan menyelesaikan pekerjaan mereka secepat mungkin sebelum konstruksi bangunan bagi para pensiunan tersebut diumumkan secara resmi. (srn)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://techno.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/06/56/208186/pedesaan-zaman-kegelapan-ditemukan-di-austria">okezone.com </a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Udang Goa]]></title>
<link>http://jalansejahtera.wordpress.com/2009/06/12/udang-goa/</link>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 03:37:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://jalansejahtera.wordpress.com/2009/06/12/udang-goa/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Ny. SM. Darmastuti – Yogyakarta Dulu, ketika masih kuliah dan bergabung dalam organisasi Mahas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-83" title="mata hati asli" src="http://jalansejahtera.files.wordpress.com/2009/06/mata-hati-asli1.jpg?w=150&#038;h=102" alt="mata hati asli" width="150" height="102" />Oleh: Ny. SM. Darmastuti – Yogyakarta</em></p>
<p>Dulu, ketika masih kuliah dan bergabung dalam organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), beberapa kali saya ikut menelusuri goa yang ada di seputar Yogyakarta. Suatu hari pernah kelompok saya menemukan udang goa yang memiliki ‘sungut’ panjang, tetapi tidak memiliki mata. Binatang itu selamanya hidup di sungai bawah tanah di kegelapan goa, dan sungut merupakan antenna baginya yang lebih penting daripada mata yang tidak bisa dipakai menembus kegelapan. Pelatih Mapala berceritera panjang lebar, betapa Tuhan begitu arifnya.<!--more--></p>
<p>Sang Maha Tahu itu telah melengkapi setiap makhluk dengan ‘piranti’ masing-masing yang pas agar bisa ‘survive’ (bertahan hidup). Saya sadar, ternyata ‘piwulang’  (pelajaran hidup) dariNya diberikan pada manusia dimanapun, bahkan ketika dia menelusuri goa sekalipun. Udang goa tidak perlu diberi mata karena dia hidup di kegelapan, sementara kucing yang mencari tikus ketika malam tiba, dikaruniai Tuhan mata yang tajam dan berkilau.</p>
<p>Tuhan memang memberi dan membagi dengan adilnya apa yang dibutuhkan makhluknya. Saya jadi ingat apa yang dikatakan Jalaludin Rumi dalam salah satu renungan sufinya:</p>
<p>Di dalam bumi terdapat jasad-jasad kecil<br />
yang senantiasa hidup dalam kegelapan.<br />
Dia tidak dikaruniai mata dan telinga<br />
karena habitatnya tidak memerlukannya.<br />
Kalau tidak membutuhkannya,<br />
kenapa harus diberi mata?<br />
Tuhan tidak menganugerahinya mata<br />
Bukan karena Tuhan kehabisan stok,<br />
bukan juga karena Beliau  pilih kasih,<br />
tetapi karena Tuhan menyesuaikan<br />
apa yang dibutuhkan makhlukNya.</p>
<p>Kebutuhan kita yang hakiki adalah hidup tenteram dan bahagia ‘dunia wal akherat.’ Tuhan memberi kita masing-masing  alat yang pas untuk mencapai ketenteraman itu. Kalau saja semua manusia mau keluar dari kegelapan, meninggalkan kelamnya suasana, pastilah Tuhan akan lebih melengkapinya lagi dengan mata hati yang pantas dipakai melihat cerahnya alam dan tenteramnya perasaan. Sayang sekali, kadangkala manusia lebih suka ‘ngopeni’ (memelihara) kesedihan dan ketidaknyamanan, serta lebih kerasan berlama-lama tersiksa dalam kegalauan hati yang seakan tak berujung. Mereka itu seperti udang goa yang selamanya tinggal di kegelapan ….</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Col Collewijn, Seorang Mekanik Tuna Netra Yang Bisa Memperbaiki dalam Kegelapan]]></title>
<link>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/05/19/col-collewijn-seorang-mekanik-tuna-netra-yang-bisa-memperbaiki-dalam-kegelapan/</link>
<pubDate>Tue, 19 May 2009 06:44:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>lelo</dc:creator>
<guid>http://lelosusilo.wordpress.com/2009/05/19/col-collewijn-seorang-mekanik-tuna-netra-yang-bisa-memperbaiki-dalam-kegelapan/</guid>
<description><![CDATA[Col yang sedang bekerja. Seorang mekanik buta membagi rahasia bagaimana caranya ia membetulkan mesin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><img src="http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/05/blindcarmechanic_68_736754a.jpg?w=240&#038;h=140#38;h=175" alt="" width="240" height="140" /><p class="wp-caption-text">Col yang sedang bekerja.</p></div>
<p style="text-align:justify;">Seorang mekanik buta membagi rahasia bagaimana caranya ia membetulkan mesin mobil. Ternyata hanya dengan mendengar dan menyentuh, ia dapat menemukan masalah yang terdapat dalam sebuah mobil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah lebih dari 30 tahun Col Collewijn bekerja di garasi Nuis, Holland, meski ia telah kehilangan penglihatannya semenjak berusia 8 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengatakan, “Selama semua peralatan yang biasa saya gunakan berada di tempat biasa dan tak ada sekrup yang jatuh, saya pasti bisa bekerja sendiri dengan efisien.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">“Saya lakukan semuanya dengan mempercayai organ perasa dan pendengaran saya. Saya dapat mengetahui ada getaran yang aneh atau ada bunyi tak biasa dari mesin atau bagian lain dari mobil.</p>
<p style="text-align:justify;">“Beberapa mekanik harus membongkar hampir seluruh bagian mobil untuk mencari tahu masalah dari mobil tersebut, namun kadang kala dengan mendengar atau meraba, saya dapat menemukan dengan jelas dimana masalahnya dan langsung memperbaiki tempat yang bermasalah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan salah satu keunggulan saya dibandingkan dengan mekanik lain, saya dapat bekerja dalam gelap,” ujarnya sambil tertawa.<a href="http://astaga.com/">ASTAGA.COM</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Munajat dalam Kegelapan]]></title>
<link>http://aziachmad.wordpress.com/2009/02/13/munajat-dalam-kegelapan/</link>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 05:00:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Azi Achmad</dc:creator>
<guid>http://aziachmad.wordpress.com/2009/02/13/munajat-dalam-kegelapan/</guid>
<description><![CDATA[Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan, sanubariku meraung men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" style="border:1px solid black;margin-left:6px;margin-right:6px;" title="Habib Munzir Bermunajat" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/munajad.gif" border="1" alt="Image" hspace="6" width="150" height="111" align="left" />Ketika sanubariku keruh dan terbenam dalam gelapnya kesulitan dan kesempitan, sanubariku meraung menahan sakitnya benturan benturan permasalahan yg bagaikan hujan lebat terus mendera tubuhku, aku berusaha menghindar dan menyelamatkan diri, namun hantaman hantaman kesulitan tindih menindih membuatku roboh tak berdaya, panca inderaku gelap tak memiliki rasa, mataku terbuka dan seluruh pemandangan berubah menjadi selubung pekat yg mengerikan, telingaku mendengar suara suara namun mendadak bagaikan dihambat dengan ketulian yg kelam, alam pemikiranku lumpuh, kedua telapak tangan dan jari jariku bergetar, hatiku bagai hangus terbakar oleh gemuruh lahar kerisauan..</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Apa yg bisa kuperbuat, aku tidak tahu, semua jalan keluar yg kutempuh tertutup rapat, semua orang masa bodoh atas kesulitan dan raunganku, seakan aku hidup sendiri di alam ini..</p>
<p style="text-align:justify;">Aku rebah terhenyak, tiba tiba terdengarlah suara lirih dari Firman Tuhanku.. WA NAADAA FIDHULUMAAT.. AN LAA ILAAHA ILLA ANTA.., SUBHANAKA INNIY KUNTU MINADDHAALIMIIN..FASTAJABNAA LAHU WANAJJAYNAAHU MINAL GHAMMI WAKADZAALIKA NUNJIYYIL MU&#8217;MININ.. Aku tersentak kaget.. ah.. Kisah Yunus as.., ketika Allah swt menceritakannya dengan jelas, DAN DIA (Yunus) MEMANGGIL (KU) DALAM KEGELAPAN.. BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ENGKAU, MAHA SUCI ENGKAU.. SUNGGUH AKU TERMASUK ORANG YG DHALIM.. MAKA KAMI MENJAWAB DOANYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KEGUNDAHAN DAN PERMASALAHAN DAN DEMIKIAN PULA KAMI MENYELAMATKAN ORANG ORANG MUKMIN.  (Al Anbiya 87)</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa sempit dan adakah lagi kesempitan dan kebingungan lebih dari yg menimpa Nabiyallah Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan raksasa dan hidup merangkak didalam perut hewan itu.. betapa busuknya.. betapa gelapnya.. betapa sempit dan kalutnya Yunus as saat itu, ditelan oleh seekor ikan besar dan dibawa kepada kedalaman Samudera raya..</p>
<p style="text-align:justify;">Ia tak mungkin memanggil siapapun, tak pula bisa berbuat apapun.. namun cerita ini dikisahkan kembali oleh Nya seakan Dia berseru : Akulah Raja Tunggal Maha Penguasa Kegelapan Samudera, Akulah yang Maha Menemaninya saat ia dalam kesendirian, Aku Maha Tunggal Mendengar tangisannya yg terbenamkan dalam pekatnya Samudera, Masihkah ada selainku yg mendengar panggilannya. Saat itu memang sudah tak ada lagi yg bisa diharapkan selain Nya, maka Dia menceritakannya dengan indah : Maka ia Memangil manggil Ku dalam kegelapan, kegelapan perut ikan, kegelapan perasaan, kegelapan masalah yg terpekat.. &#8220;Ia memangil manggil Ku dalam kegelapan.. Tiada Tuhan Selain Mu, Maha Suci Engkau, sungguh aku dari kelompok hamba yg dhalim..&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Tak ada keselamatan dari Siksa Nya selain dengan Kalimat Tauhid, sebagaimana Hadits Qudsiy yg berbunyi : &#8220;Laa ilaaha illallah adalah Benteng Ku, barangsiapa yg mengucapkannya maka ia masuk dalam benteng Ku, barangsiapa masuk dalam benteng Ku maka ia aman dari siksa Ku&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Yunus as memulai doanya, memanggil mangil Maha Raja Penguasa Samudera Kegelapan dan Maha Menemani setiap kesendirian, Maha Raja Yang Menciptakan Terang Benderang dan Kegelapan di Kerajaan Alam Semesta, ia memulai doanya dengan &#8216;Laa ilaaha illan anta&#8217; Tiada Tuhan selain Engkau.. Lalu Yunus meneruskan doanya dengan mensucikan Allah..bertasbih kepada Allah.. Dia Yang Tak satupun menghalangi Pandangan Nya, Maha Suci Raja Yang selalu disucikan selamanya oleh sekalian Alam.., dan Dia pula telah berfirman : KALAU BUKAN KARENA IA (Yunus) ORANG YG SUKA BERTASBIH MENSUCIKAN ALLAH, NISCAYA IA AKAN TETAP DIDALAM PERUT IKAN ITU HINGGA HARI KEBANGKITAN.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Yunus meneruskan doanya dengan kalimat SUBHANAKA maha suci Engkau.. Inniy kuntu minaddhaalimiin.. sungguh aku termasuk golongan orang yg dhalim.. (Yunus as marah dan meninggalkan ummatnya sebelum diizinkan Allah), Ia mengadu, mengaku, dan berharap cemas semoga Maha Pemelihara Tunggal ini masih memaafkannya, maka Dia Allah meneruskan firman Nya, MAKA KAMI TERIMA SERUANNYA, DAN KAMI MENYELAMATKANNYA DARI KESULITAN.. Ah, betapa tak berartinya seluruh musibahku ini dibanding orang yg ditelan hewan raksasa lalu dibawa tenggelam ke Dasar Samudera.. muncul harapan dihatiku.. berarti aku harus banyak mengucapkan kalimat Tauhid, Tasbih dan mengakui kesalahanku pada Nya, Niscaya Dia akan menolongku dari kesulitan ini.. Tiba tiba batinku merintih lagi.. ah.. tak mungkin.. itukan untuk Nabi Yunus.. Siapakah aku hingga akan pula akan ditolong Allah, ini hanyalah kekhususan Yunus as, Nabi Allah, tiba tiba aku teringat akhir ayat itu.. WA KADZALIKA NUNJIYYIL MU&#8217;MINIIIN, dan begitupula kami menyelamatkan orang orang yg mukmin.</p>
<p style="text-align:justify;">Maha Suci Engkau Wahai Menyingkap kegelapan malam dan membuatnya terang benderang, beribu hati gelap dan pekat telah pula kau singkapkan kesedihan mereka dengan pengabulan doa hingga hati gelap dan kelam itu berubah menjadi terang benderang dengan kegembiraan oleh Matahari Keluhuran Mu.. Kau simpan rahasia kelembutan Mu dalam ayat pendek ini.., bahwa Kau Maha Siap mengulurkan jari jari takdir kelembutan yg memutus rantai rantai takdir Mu yg mencekik dan menghanguskan sanubari ini dengan Munajat dan Doa kami, sebagaimana Hadits Nabi Mu saw. Tiadalah Yang Mampu menolak ketentuan Nya, selain Doa?. Hanya doa dan rintihan di Pintu Kemegahan Mu yang akan menyingkirkan segala kesulitan ini..</p>
<p style="text-align:justify;">Maka aku bermunajat Sebagaimana Munajat Nabiku Muhammad saw : Wahai Allah, Demi orang orang yg bermunajat meminta kepada Mu, Demi orang orang yang bersemangat menuju keridhoan Mu, dan juga demi doa Yunus as dan seluruh pemiliki sanubari luhur yg menginjak Bumi Mu dari zaman ke zaman, Demi berjuta telapak tangan yg telah terangkat bermunajat pada Mu, Demi Doa Yunus ketika didalam perut hewan raksasa di dasar Samudera.. Yang sebab doanya lah kau bukakan Rahasia pertolongan Mu, dan demi Keteguhan Ibrahim as yg membuat api Namrud menjadi tunduk dan dingin.. dan Demi Munajat Nabi Muhammad saw, yg merupakan Munajat Terluhur dari seluruh Munajat Hamba Mu di Kerajaan Alam Semesta, bebaskan Aku dari segala kesempitan.., bebaskan aku dari dasar samudera kesulitan yg membuatku tenggelam dan Buta dari kegembiraan, yg membuatku ditelan oleh dosa dan merangkak diperut dosa yg penuh dg busuknya bangkai kehinaan dalam keadaan Lumpuh dari harapan, akulah hamba yg merangkak diperut dosa.. ditenggelamkan ke dasar Samudera kesulitan, memanggil manggil Nama Agung Mu.. memanggil manggil satu satunya gerbang harapan bagi para pendosa.. selamatkan aku dari segala kesulitan. Tiada Tuhan Selain Engkau.. aku tak akan menyembah selain Mu.. tak pula akan sujud pada selain Mu.. penghambaanku hanya untuk Mu.. tak pula akan memilih Tuhan Lain selain Mu.. bila muncul dihadapanku Tuhan lain dengan menyiapkan seluruh kenikmatan dan kemewahan abadi diahadapanku.. niscaya kuhempaskan dan kutolak seluruh anugerahnya, aku akan berpaling dan berlari kepada Mu.. Menuju Tuhanku Yang Maha Tunggal. Tetap Engkau Maha Tunggal Tuhanku.. hanya Engkau Rabbiy.. hanya Engkau Pilihanku.. hanya Engkau.. Maha Suci Engkau dengan segala kesucian.. maka singkirkanlah segala kesulitan ini sebagaimana Ibu yg menepiskan bekas noda dari wajah bayinya.. Rabbiy, Rabbiy.. Sungguh aku telah berbuat kedhaliman.. sungguh aku telah mengingkari perintah Mu.. namun kemana aku akan pergi menyelamatkan diri kalau bukan kepada Mu. Demi Keluhuran Muhammad saw.. Demi Munajat Muhammad saw.. Demi Keindahan Muhammad saw. Demi Kewibawaan Muhammad saw.. Demi Mukjizat Muhammad saw.. Demi Syafaat Muhammad saw.. Yang kesemua itu mencerminkan Keindahan Mu dan Kesempurnaan Mu Rabbiy, Maka Maha Suci Engkau dan segala Puji atas Mu Tuhan sekalian Alam..</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><em><strong><span style="color:#008080;">Sumber :</span><br />
</strong></em></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#99cc00;"><a title="Al-Habib Munzir bin Fuad Almusawa" rel="#someid0" href="http://www.majelisrasulullah.org/" target="_blank"><em><strong> <span style="color:#99cc00;"><span style="color:#339966;"><span style="color:#808000;">www.majelisrasulullah.org</span></span></span><br />
</strong></em></a></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><em><strong>“Kumpulan Online Para Pecinta Rasulullah SAW”</strong></em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar dari Ksatria Kegelapan: Pelajaran Lain]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2008/07/22/belajar-dari-ksatria-kegelapan-pelajaran-lain/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 09:36:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2008/07/22/belajar-dari-ksatria-kegelapan-pelajaran-lain/</guid>
<description><![CDATA[Masih ada banyak hal menarik yang akan saya sarikan menjadi butir pemikiran atau pointers saja, kare]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ada banyak hal menarik yang akan saya sarikan menjadi butir pemikiran atau pointers saja, karena terlalu panjang bila diulas dalam blog ini. Tunggu saja buku saya terbit <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
•	Trauma adalah sesuatu yang harus diatasi. Jangan terjebak pada trauma karena itu berarti terjebak pada masa lalu. Bruce Wayne berhasil mengatasi traumanya atas kematian kedua orangtuanya, sementara Joker gagal mengatasi trauma perlakuan kejam ayahnya pada dirinya saat ia kecil.<br />
•	Fobia itu tidak nyata dan hanya terjadi dalam pikiranmu. Hadapi ketakutanmu dan atasi. Bruce Wayne telah berhasil mengatasi fobianya kepada kelelawar. Tonton lagi Batman Begins kalau lupa.<br />
•	Kemajuan hanya bisa terjadi kalau kau berfokus pada masa kini, bukan masa lalu. Dengan melakukan yang terbaik SEKARANG, kamu akan mendapatkan hasil luar biasa di masa datang.<br />
•	Jalan menuju kesuksesan itu tajam, terjal, dan berliku. Batman mencapainya dengan perjuangan selama 7 tahun untuk bisa mendapatkan ketrampilan fisiknya.<br />
•	Pisahkan emosi dari fakta. Seringkali, hati dan perasaan kita terlalu terpengaruh oleh suasana dan kenangan. Batman berhasil mengesampingkan hal itu. Dalam Batman Begins, ia melawan gurunya sendiri yang ternyata jahat. Dalam The Dark Knight, ia mengorbankan wanita yang dicintainya untuk menyelamatkan nyawa seorang yang diyakininya akan berjuang memberantas kejahatan.<br />
•	Bertindak, bukan cuma berpikir. Bruce melakukan banyak tindakan untuk mewujudkan tujuannya. Ia tidak cuma berpikir dan melamun. Baik sebagai Batman maupun sebagai Bruce Wayne, ia senantiasa berupaya memberi kontribusi bagi masyarakat<br />
Tentu itu belum semua. Masih ada banyak hal yang bisa ditarik dari tokoh ini. Batman bukan cuma sekedar dongeng. Buat Anda yang merasa ini mainan atau khayalan anak kecil, pikir ulang!<br />
Mahabharata bukanlah dongeng anak kecil. Ia justru kitab pelajaran filsafat kehidupan. Padahal jelas isinya dongeng. Itu cuma cara penyampaian belaka. Dengan dongeng kita lebih mudah mengasosiasikan nilai-nilai di dalamnya dengan realitas kehidupan. Hal ini juga berlaku dengan dongeng-dongeng lainnya. Termasuk -tapi tidak terbatas- pada: Sangkuriang, si Kancil, 1001 malam, dongeng anak H.C. Andersen, Hercules, LOTR, Harry Potter, Superman, Spiderman dan kisah epik lainnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 (Tiga) KUTUKAN AMIN RAIS SUDAH TERJADI ???]]></title>
<link>http://sutanlubis.wordpress.com/2008/07/17/3-tiga-kutukan-amin-rais-sudah-terjadi/</link>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 05:28:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>sutanlubis</dc:creator>
<guid>http://sutanlubis.wordpress.com/2008/07/17/3-tiga-kutukan-amin-rais-sudah-terjadi/</guid>
<description><![CDATA[Amin Rais dalam diskusi publik &#8220;Buka-bukaan Impor Minyak Pertamina&#8221; di Hotel Nikko, Jaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Amin Rais dalam diskusi publik &#8220;Buka-bukaan Impor Minyak Pertamina&#8221; di Hotel Nikko, Jaka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Realita Hati dan Kehidupan]]></title>
<link>http://donyhasan.wordpress.com/2008/06/27/realita-hati-dan-kehidupan/</link>
<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 07:23:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>donyhasan</dc:creator>
<guid>http://donyhasan.wordpress.com/2008/06/27/realita-hati-dan-kehidupan/</guid>
<description><![CDATA[Bukannya aku tak menaruh kasih kepadamu saudaraku, Tapi lisan ini terlalu kaku tuk menyuarakan ketul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bukannya aku tak menaruh kasih kepadamu saudaraku, Tapi lisan ini terlalu kaku tuk menyuarakan ketul]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan]]></title>
<link>http://firariswiyandi.wordpress.com/2008/04/25/jalan/</link>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 06:01:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fira Riswiyandi</dc:creator>
<guid>http://firariswiyandi.wordpress.com/2008/04/25/jalan/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah jalan yang panjang dan sepi Kulalui dalam kegelapan dan aku tersandung Jatuh dan bangun, dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebuah jalan yang panjang dan sepi Kulalui dalam kegelapan dan aku tersandung Jatuh dan bangun, dan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saat Ku Pulang Tinggal Nama]]></title>
<link>http://qahar.wordpress.com/2008/02/03/saat-ku-pulang-tinggal-nama/</link>
<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 04:47:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>a reader</dc:creator>
<guid>http://qahar.wordpress.com/2008/02/03/saat-ku-pulang-tinggal-nama/</guid>
<description><![CDATA[Aku tau bahwa mungkin ini bukan jalanku setiap kali ku ayunkan langkah kecilku tiap kali itu pula ku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tau bahwa mungkin ini bukan jalanku<br />
setiap kali ku ayunkan langkah kecilku<br />
tiap kali itu pula ku merasa perih<br />
aku tersayat dan gelisah dalam pendirianku<br />
mencoba berjalan dalam kegelapan malam<br />
menjadi bintang yang muncul bukan di siang hari</p>
<p>Aku tau bahwa mungkin ini bukan jalanku<br />
menjadi terpandang dan dikagumkan<br />
seakan aku bulan yang selalu mereka idamkan<br />
sementara relung-relung realitas tidak menyatakan yang sama<br />
bukan berada dalam tidak tak tersentuh tapi menjadi</p>
<p>Aku tau bahwa mungkin ini bukan jalanku<br />
ketiadaan bukti bukan merupakan bukti ketiadaan<br />
saat ku pulang tinggal nama<br />
ceritakan perjalanan dan derita yang ku rasakan<br />
bukan derita ketika aku tak makan<br />
bukan derita ketika aku terluka<br />
bukan derita ketika aku terpenjara<br />
&#8230; Bukan!!</p>
<p>Aku tau bahwa mungkin ini bukan jalanku<br />
derita mendalam yang kurasakan<br />
melihat mereka mengais sampah<br />
disebelah orang-orang yang makan kekenyangan<br />
melihat mereka menjerit kesakitan<br />
disebelah orang-orang yang berobat keluar negeri karena panu<br />
melihat mereka yang hanya melihat gambar koran<br />
disebelah orang-orang yang menghamburkan uang</p>
<p>Aku tau bahwa aku mengalami kegelisahan<br />
ku mencoba untuk tidak gelisah<br />
pijar matahari membuat mataku terbuka<br />
dan tetap terbuka<br />
tapi aku bahagia aku gelisah<br />
setidaknya ku memiliki sesuatu yang berharga<br />
dan bukan &#8220;kemapanan&#8221; yang dipertanyakan</p>
<p>Andai aq pulang tinggal nama<br />
ku harap kematianku akan tetap berada di bumi<br />
kegelisahan yang kurasakan<br />
akan membuka mata hati mereka&#8230;<br />
yang hidup bukan untuk dirinya<br />
melainkan demi mereka yang dicintainya</p>
<p>Solo, 11 Februari 2006</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Raga tak Berjiwa]]></title>
<link>http://anaesteshia.wordpress.com/2008/01/15/raga-tak-berjiwa/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 18:32:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>anaesteshia</dc:creator>
<guid>http://anaesteshia.wordpress.com/2008/01/15/raga-tak-berjiwa/</guid>
<description><![CDATA[Sinopsis mimpi yang tergores Dalam sebuah perkamen tua Dengan tinta darah kesesatan Hancurkan jantun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><img src="http://img216.imageshack.us/img216/1019/darknessty9.jpg" height="327" width="586" /><br />
</b></p>
<p><b>Sinopsis mimpi yang tergores</b></p>
<p><b>Dalam sebuah perkamen tua</b></p>
<p><b>Dengan tinta darah kesesatan</b></p>
<p><b>Hancurkan jantung keabadianKu</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><strike><b>Sendiri dalam ilusi</b></strike></p>
<p><strike><b>Tak ada  teman</b></strike></p>
<p><strike><b>Saudara</b></strike></p>
<p><strike><b>Ataupun semilir angin</b></strike></p>
<p><strike><b> </b></strike></p>
<p><strike><b>Kegelapan</b></strike></p>
<p><strike><b>Keagungan yang terlupakan</b></strike></p>
<p><strike><b>Tanpa kegelapan tak akan ada dunia</b></strike></p>
<p><strike><b>Tak akan ada manusia</b></strike></p>
<p><strike> </strike></p>
<p><strike><b>Tak ada masa lalu</b></strike></p>
<p><strike><b>Tak ada masa depan</b></strike></p>
<p><strike><b>Yang ada hanyalah waktu yang berputar</b></strike></p>
<p><strike><b>Tak ada perubahan</b></strike></p>
<p><strike> </strike></p>
<p><strike><b>Sampai akhirnya</b></strike></p>
<p><strike><b>Entah Ku terbawa kemana</b></strike></p>
<p><strike><b>Terus mengikuti bisikan</b></strike></p>
<p><b><strike>Bisikan  yang membuatKu bagai raga tak berjiwa&#8230;&#8230;.</strike>.</b></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kegelapan dan Gelombang di Dasar Lautan]]></title>
<link>http://mikyad.wordpress.com/2007/12/03/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-lautan/</link>
<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 07:28:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>mikyad</dc:creator>
<guid>http://mikyad.wordpress.com/2007/12/03/kegelapan-dan-gelombang-di-dasar-lautan/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya omb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[&#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya omb]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
