<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kehormatan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kehormatan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kehormatan"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 15:38:23 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Hidup Terhormat]]></title>
<link>http://bundadontworry.wordpress.com/2010/02/03/hidup-terhormat/</link>
<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 00:21:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>bundadontworry</dc:creator>
<guid>http://bundadontworry.wordpress.com/2010/02/03/hidup-terhormat/</guid>
<description><![CDATA[Kehormatan negara tercoreng ketika terungkap beberapa pejabat hukum diduga telah menerima suap dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kehormatan negara tercoreng ketika terungkap beberapa pejabat hukum diduga telah menerima suap dan k]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Larangan Wanita Pergi Tanpa Mahram]]></title>
<link>http://blackveil.wordpress.com/2010/01/27/larangan-wanita-pergi-tanpa-mahram/</link>
<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 03:57:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>blackveil</dc:creator>
<guid>http://blackveil.wordpress.com/2010/01/27/larangan-wanita-pergi-tanpa-mahram/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: &#8216;Adi Abdillah As Salafy [ MUSLIMAH Edisi XIX/ Rabi’ul Awwal/ 1418 H/ 1997 Saudariku M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis: &#8216;Adi Abdillah As Salafy [ MUSLIMAH Edisi XIX/ Rabi’ul Awwal/ 1418 H/ 1997 Saudariku M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lambang Negara Indonesia di kaus Armani]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2010/01/26/lambang-negara-indonesia-di-kaus-armani/</link>
<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 03:04:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2010/01/26/lambang-negara-indonesia-di-kaus-armani/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu saya masih dalam masa pendidikan sebagai calon anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://lifeschool.files.wordpress.com/2010/01/1957305p.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2463" title="1957305p" src="http://lifeschool.files.wordpress.com/2010/01/1957305p.jpg?w=298&#038;h=225" alt="" width="298" height="225" /></a>Sewaktu saya masih dalam masa pendidikan sebagai calon anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka), materi yang diberikan antara lain adalah mengenai lambang-lambang kehormatan negara. Pembekalan bukan saja diberikan oleh para senior, tapi juga oleh para anggota ABRI yang jadi pelatih atau petugas dari Depdikbud. Saya masih ingat, peraturan yang mengaturnya antara lain PP No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia dan PP No. 66 /1951 tentang Lambang Negara. Peraturan terbaru, disahkan tahun lalu yaitu UU RI No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.</p>
<p>Semua aturan itu berlaku ke dalam, kepada Warga Negara Indonesia untuk mematuhinya, sekaligus sebagai panduan bagi protokoler internasional. Artinya, dalam kancah pergaulan antar-bangsa, semua negara di dunia akan merujuk pada aturan masing-masing bangsa tentang lambang-lambang kehormatan suatu negara.</p>
<p>Sebagai bangsa yang ingin dianggap besar (walau sebenarnya kita ini sudah besar, terutama dari hal-hal natural seperti kekayaan alam, luas wilayah, atau jumlah penduduk), tentu akan segera ada reaksi apabila ada sesuatu hal tentang Indonesia dibicarakan di luar negeri. Apalagi, rasanya di dalam negeri kita &#8217;sumpek&#8217; dengan persoalan &#8216;tingkat tinggi&#8217; para elite politik. Dus, di luar negeri citra Indonesia itu nyaris identik dengan negara pelanggar HAM, pengekspor tenaga kerja kelas rendah, bahkan negerinya para teroris.</p>
<p>Tak heran, kalau ada penyalahgunaan atau lebih jauh lagi pelecehan terhadap lambang-lambang kehormatan negara, rakyat kerap kali reaktif. Misalnya saja bendera kita dibakar atau kedutaan kita dilempari telur. Bahkan sekedar iklan saja bisa bikin heboh. Seperti yang pernah saya tulis, pernah ada pulau milik Indonesia yang dijual di sebuah situs properti luar negeri (baca <a href="http://lifeschool.wordpress.com/2009/08/27/penjualan-pulau-di-indonesia/">di sini</a>). Karena ada protes resmi dari pemerintah, kemudian iklan itu dicabut. Kejadian mirip terjadi lagi, kali ini lambang negara kita dijadikan gambar di kaus produksi Armani Exchange (A&#124;X), sebuah &#8217;second label&#8217; milik Giorgio Armani. Kaus itu harganya US $ 29, yang katanya discount dari harga aslinya US $ 42.</p>
<p>Kontan hal itu menjadi pembicaraan para netter, terutama di twitter. Beberapa situs berita juga sempat memuatnya. Namun saat tulisan blog ini akan diposting, item penawaran kaos itu sudah lenyap dari situs bersangkutan. Mungkin, sudah ada protes dari institusi resmi atau ada yang mengirim e-mail ke pemilik situs. Sebenarnya, ada tema &#8220;Eagle&#8221; yang hendak diusung dari beberapa kaos yang dipajang. Ada yang desainnya dinamai &#8220;Shadow Eagle&#8221;, &#8220;Slub Eagle&#8221;,  &#8220;Stiched Eagle&#8221;, dan &#8220;Eagle Silhoutte&#8221;. Sementara gambar yang jelas amat mirip dengan lambang negara kita dinamai &#8220;A&#124;X Studded Eagle.&#8221; Meski amat mirip, kata &#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221; di pita dihilangkan, juga gambar kepala banteng dan pohon beringin di tameng Burung Garuda Pancasila diganti huruf A dan X. Tampaknya, pemilik merek tidak sadar desainer kausnya mem-plagiat sekaligus merusak lambang negara Indonesia. Toh, itikad baik telah ditunjukkan dengan membatalkan penjualannya, yang tentu merugikan mereka secara finansial. Maka, rasanya tak pantas bila kita memperpanjang masalah ini. Toh, reaksi cepat dan keras para netter terbukti sekali lagi berhasil menjadi kontrol sosial bagi kehormatan negara kita. Bahkan lebih cepat daripada lembaga negara resmi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rumah Tangga Sakinah ]]></title>
<link>http://dainetral.wordpress.com/2010/01/09/rumah-tangga-sakinah/</link>
<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 02:48:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>husna</dc:creator>
<guid>http://dainetral.wordpress.com/2010/01/09/rumah-tangga-sakinah/</guid>
<description><![CDATA[Istri Yang Membahagiakan Kebahagiaan rumah tangga yang menjadi tujuan setiap keluarga terbentuk di a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><b><br /></b></p>
<p><b>Istri Yang Membahagiakan</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>Kebahagiaan rumah tangga yang menjadi tujuan setiap keluarga terbentuk di atas beberapa faktor, yang terpenting adalah faktor anggota keluarga. Mereka inilah faktor dan aktor pencipta kebahagiaan dalam rumah tangga, atau sebaliknya, kesengsaraan rumah tangga juga bisa tercipta oleh mereka. Dari anggota rumah tangga, faktor yang paling berperan besar dalam perkara ini adalah istri, karena dia adalah ratu dan ikon utama sebuah rumah tangga, ia adalah rujukan suami dan tempat kembali anak-anak, maka dalam bahasa Arab dia disebut dengan ‘Um’ yang berarti induk tempat kembali.</p>
<p>Sebagai pemeran utama dalam panggung rumah tangga, karena perannya yang cukup signifikan di dalamnya, maka istri harus membekali diri dengan sifat-sifat dan kepribadian-kepribadian sehingga dengannya dia bisa mengemban tugas dan memerankan perannya sebaik mungkin, dengan itu maka kondisi yang membahagiakan dan situasi yang menentramkan di dalam rumah akan terwujud.</p>
<p><b>Mengetahui skala prioritas</b></p>
<p>Dunia memang luas dan lapang, namun tidak dengan kehidupan, yang akhir ini, selapang dan seluas apa pun tetap terbatas, ada tembok-tembok yang membatasi, ada rambu-rambu yang mengekang, namun pada saat yang sama tuntutan dan hajat kehidupan terus datang silih berganti seakan tidak akan pernah berhenti, kondisi ini mau tidak mau, berkonsekuensi kepada sikap memilah skala prioritas, mendahulukan yang lebih penting kemudian yang penting dan seterusnya.</p>
<p>Sebagai ikon dalam rumah tangga, istri tentu mengetahui benar keterbatasan rumah tangga di berbagai sisi kehidupan, keterbatasan finansial dan ekonomi misalnya, sebesar apapun penghasilan suami plus penghasilan istri (jika istri bekerja), tetap ada atap yang membatasi, ada ruang yang menyekat, tetap ada hal-hal yang tidak terjangkau oleh uang hasil usaha mereka berdua, ditambah dengan jiwa manusia yang tidak pernah berhenti berkeinginan, keadaannya selalu berkata, “Adakah tambahan?”, maka sebagai istri yang membahagiakan, dia harus mengetahui dengan baik prinsip dasar ini, mendahulukan perkara yang tingkat urgensinya tertinggi kemudian setelahnya dan seterusnya.</p>
<p>Keterbatasan dalam hubungan di antara suami dan istri, mungkin karena latar belakang keduanya yang berbeda, tingkat pendidikan yang berbeda, keluarga yang berbeda, tabiat dan watak yang berbeda, hobi dan kesenangan yang berbeda, waktu yang tersedia untuk berdua minim, semua itu membuat hubungan suami-istri serba terbatas, namun hal ini bukan penghalang yang berarti, selama istri memahami kaidah prioritas ini.</p>
<p>Istri yang baik adalah wanita yang mengetahui tatanan prioritas dengan baik, dengan tataran hubungan suami istri, secara emosional dan fisik, dalam tatanan rumah tangga, secara formalitas dan etika, ia menempati deretan nomor wahid.</p>
<p><b>Realitas dalam menuntut</b></p>
<p>Di hari-hari pertama pernikahan, biasanya dalam benak orang yang menjalani tersusun rencana-rencana yang hendak diwujudkan, tertata target-target yang hendak direalisasikan, terlintas harapan-harapan yang hendak dibuktikan. Umum, lumrah dan jamak. Kata orang, hidup ini memang berharap, karena berharap kita bisa tetap eksis hidup dengan berbagai macam situasi dan kondisinya. Demikian pula dengan sebuah rumah tangga. Tahun pertama harus memiliki anu. Tahun kedua harus ada ini. Tahun ketiga, keempat dan seterusnya.</p>
<p>Sekali lagi wajar, selama hal itu masih realistis. Dan soal harapan dan ambisi biasanya istri selalu yang menjadi motornya. Dalam sebuah ungkapan dikatakan, “<b>Wanita menginginkan suami, namun jika dia telah mendapatkannya, maka dia menginginkan segalanya.</b>” Memang tidak semua wanita, karena ini hanya sebuah ungkapan dan tidak ada ungkapan yang general. Namun dalam batas-batas tertentu ada sisi kebenarannya, karena tidak jarang kita melihat beberapa orang suami yang banting tulang dan peras keringat demi kejar setoran yang telah dipatok istrinya.</p>
<p>Maka alangkah bijaknya jika dalam menuntut dan mencanangkan target memperhatikan realita dan kapasitas suami, jika sebuah harapan sudah kadung digantung tinggi, lalu ia tidak terwujud, maka kecewanya akan berat, bak orang jatuh dari tempat yang sangat tinggi, tentu sakitnya lebih bukan?</p>
<p>Sebagian istri memaksa suami menelusuri jalan-jalan yang berduri dan berkelok-kelok, di mana dia tidak menguasainya, jika suami mengangkat tangan tanda tak mampu mewujudkan sebagian dari tuntutannya, maka istri berteriak mengeluh. Hal ini, sesuai dengan tabiat kehidupan rumah tangga, menyeret kehidupan rumah tangga kepada jalan buntu selanjutnya yang muncul adalah perselisihan, jika ia menyentuh dasar kehidupan, maka bisa berakibat keruntuhannya.</p>
<p>Seorang istri shalihah selalu mendahulukan akalnya, dia tidak membuat lelah suaminya dengan tuntutan-tuntutan yang irasional, tidak membebaninya di luar kemampuannya dan tidak memberatkan pundaknya dengan permintaan-permintaan demi memenuhi keinginan-keinginannya semata.</p>
<p>Salah satu contoh yang jarang ditemukan yang terjadi dalam sejarah tentang keteladanan sebagian istri yang begitu memperhatikan keadaan suami tanpa batas walaupun hal tersebut berarti mengorbankan kemaslahatannya sendiri adalah apa yang diriwayatkan oleh kitab-kitab <i>ath-Thabaqat</i> tentang Fathimah az-Zahra’ pada saat dia dan suaminya Ali bin Abu Thalib mengalami kesulitan hidup yang membuatnya bermalam selama tiga malam dalam keadaan lapar, pada saat Ali melihatnya pucat, dia bertanya, “Ada apa denganmu wahai Fathimah?” Dia menjawab, “Telah tiga malam ini kami tidak memiliki apa pun di rumah.” Ali berkata, “Mengapa kamu diam saja?” Fathimah menjawab, “Pada malam pernikahan bapakku berkata kepadaku, ‘<i>Hai Fathimah, kalau Ali pulang membawa sesuatu maka makanlah, kalau tidak maka jangan memintanya.</i>”</p>
<p><b>Bermental kaya</b></p>
<p><b> </b>Mental kaya, dalam agama dikenal dengan istilah <i>qana’ah, </i>rela dengan apa yang Allah SWT bagi sehingga tidak menengok dan berharap apa yang ada di tangan orang lain.</p>
<p>Kaya bukan kaya dengan harta benda, namun kaya adalah kaya hati, artinya hati merasa cukup. Sebanyak apa pun harta seseorang, kalau belum merasa cukup, maka dia adalah fakir. Kata fakir dalam bahasa Arab berarti memerlukan, jadi kalau seseorang masih memerlukan [baca: berharap dan menggantungkan diri] kepada apa yang dimiliki oleh orang lain tanpa berusaha, maka dia adalah fakir alias miskin.</p>
<p>Kebahagiaan rumah tangga bergantung kepada perasaan istri dalam skala lebih besar daripada yang lain, jika istri tidak bermental kaya, maka dia akan selalu merasa kekurangan, akibatnya dia akan mengeluh kemana-mana dengan kekurangannya. Kurang ini, kurang itu, kurang anu dan seterusnya. Mentalnya adalah mental sengsara, mental miskin, minim syukur, memposisikan diri sebagai orang miskin sehingga seolah-olah dirinya patut diberi zakat.</p>
<p>Padahal seorang wanita bisa saja memiliki segala keutamaan di kolong langit ini, akan tetapi semua keutamaan ini tidak ada nilai dan harganya jika yang bersangkutan mempunyai tabiat sengsara dan mental miskin. Kedua tabiat ini bagi wanita menyebabkan kesengsaraan bagi suami dan kenestapaan bagi rumah tangga.</p>
<p>Banyak wanita sejak zaman batu sampai hari ini merasa nyaman dengan tabiat sengsara dan mental miskin ini. Dalam kehidupan sejarah, Nabiyullah Ibrahim pernah menemukan dua orang wanita, yang pertama bermental miskin dan yang kedau bermental kaya, keduanya pernah menjadi istri bagi anakya, Ismail. Dengan bahasa sindiran, Nabi Ibrahim pernah meminta Ismail untuk berpisah dari istri pertamanya. Ibrahim melihat istri pertama anaknya bukan istri yang layak, karena dia bermental miskin. Ketika Ibrahim bertanya kepadanya tentangnya kehidupannya dengan suaminya, yang Ibrahim dengar dari mulutnya hanyalah keluh kesah. Sebaliknya istri kedua, jawabannya kepada mertuanya mengisyaratkan bahwa dia adalah istri yang pandai bersyukur dan bersikap <i>qana’ah</i>, maka Ibrahim meminta Ismail untuk mempertahankannya.</p>
<p>Dalam kehidupan ini tidak sedikit kita menemukan istri model seperti ini. Ditinjau secara sepintas dari keadaan rumahnya, rumah milik sendiri, lengkap dengan perabotan elektronik yang modern, didukung kendaraan keluaran terbaru, tapi dasar mentalnya mental miskin, maka yang bersangkutan tetap mengeluh seolah-olah dia adalah orang termiskin di dunia. Apakah hal ini merupakan kebenaran dari firman Allah SWT, yang artinya, “<i>Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.</i>” (QS. al-Ma’arij: 19). Tanpa ragu, memang.</p>
<p>Jika istri bermental kaya, maka keluarga akan merasa kaya dan cukup. Ini menciptakan kebahagiaan. Jika istri bermental melarat, maka yang tercipta di dalam rumah adalah iklim melarat dan ini menyengsarakan. <b>(Izzudin Karimi)</b></p>
<p><b>Menjaga Kehormatan Istri</b></p>
<p><b>Besarnya perkara kehormatan</b></p>
<p>Kehormatan merupakan salah satu dari hak asasi muslim di mana Islam hadir untuk menjaga dan melindunginya, dan untuk menjaganya Islam meletakkan langkah-langkah preventif dengan mengharamkan seseorang membicarakan kehormatan saudaranya atau menciderainya dengan melayangkan tuduhan-tuduhan palsu, hal ini berlaku di antara satu muslim dengan muslim yang lain, lalu bagaimana jika hal itu di antara muslim dengan muslimah yang terikat tali perkawinan?</p>
<p>Allah SWT berfirman, artinya, “<i>Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar: Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar; lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).</i>” (QS. an-Nur: 23-25).</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW bersabda, “<i>Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan.</i>” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, apa itu?” Beliau SAW menjawab, “<i>Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan kebenaran, makan riba, makan harta anak yatim, berlari dari medan perang dan menuduh wanita mukminah yang terjaga yang tidak mengerti.</i>” (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p><b>Suami tidak boleh menuduh istri hanya karena anak yang dia lahirkan beda warna kulit dengannya</b></p>
<p><b> </b>Dari Said bin al-Musayyib dari Abu Hurairah ra bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW, dia berkata, “Ya Rasulullah, anakku lahir berkulit hitam.” Nabi SAW bersabda, “<i>Adakah kamu mempunyai unta?</i>” Dia menjawab, “Ya.” Nabi SAW bertanya, “<i>Apa warnanya?</i>” Dia menjawab, “Merah.” Nabi SAW bertanya, “<i>Adakah yang berwarna abu-abu?</i>” Dia menjawab, “Ada.” Nabi SAW bertanya, “<i>Dari mana ia?</i>” Dia menjawab, “Mungkin dari keturunan nenek moyangnya.” Nabi SAW bersabda, “<i>Bisa</i> <i>jadi anakmu itu dari keturunan nenek moyangnya.</i>” (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim, laki-laki itu berkata, “Ya Rasulullah SAW istriku melahirkan anak berkulit gelap.” Dia bermaksud mengingkarinya. Di akhir hadits terdapat tambahan, dan Nabi SAW tidak membolehkannya untuk mengingkarinya.</p>
<p><b>Suami tidak berhak mengingkari anaknya dengan alasan dia melakukan senggama putus</b></p>
<p>Jika suami menggauli istri dan membuang spermanya di luar lalu istrinya ternyata hamil maka suami tidak boleh menuduhnya atau mengingkari kehamilannya, karena sperma mungkin mendahuluinya sehingga istrinya hamil tanpa dia merasa. Hal ini ditetapkan oleh sunnah yang shahih, dari Jabir bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW maka dia berkata, “Ya Rasulullah, aku mempunyai hamba sahaya, dia adalah pelayan kami dan pengambil air bagi kami, aku menggaulinya tetapi aku tidak ingin dia hamil.” Nabi SAW bersabda, “<i>Lakukanlah azl jika kamu ingin, apa yang ditakdirkan untuknya tetap akan datang kepadanya.</i>” Beberapa waktu setelah itu laki-laki datang lagi, dia berkata, “Sesungguhnya hamba sahaya tersebut hamil.” Nabi SAW bersabda, “<i>Bukankah aku telah mengatakan kepadamu bahwa apa yang ditakdirkan untuknya akan datang kepadanya.</i>” (HR. Muslim).</p>
<p>Dari Abu Said al-Khudri berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang azl, maka beliau bersabda, “<i>Tidak semua sperma membentuk anak, tetapi jika Allah hendak menciptakan sesuatu maka tidak ada sesuatu yang mencegahnya.</i>” (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p><b>Tidak boleh berburuk sangka kepada istri</b></p>
<p>Allah SWT berfirman, artinya, “<i>Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.</i>” (QS. al-Hujurat: 12).</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra dari Nabi SAW bersabda, “<i>Jauhilah prasangka karena prasangka adalah pembicaraan yang paling dusta, jangan memata-matai, jangan mengawasi, jangan saling membenci dan jadilah kalian bersaudara, seseorang tidak melamar di atas lamaran saudaranya sehingga dia menikahinya atau meninggalkannya.</i>” (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p><b>Suami tidak boleh memata-matai istrinya</b></p>
<p>Allah SWT berfirman, artinya, “<i>Jangan memata-matai.</i>” (QS. al-Hujurat: 12).</p>
<p>Dari Jabir berkata, “<i>Rasulullah SAW melarang suami pulang kepada keluarganya pada malam hari untuk mencari kesalahan mereka atau mengendus aib mereka.</i>” (HR. al-Bukhari dan Muslim, ini adalah lafazhnya).</p>
<p><b>Cemburu adalah wajib</b></p>
<p>Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “<i>Ada tiga orang yang Allah haramkan surga bagi mereka; pecandu khamr, pendurhaka kepada bapak ibunya dan dayyuts yang membiarkan keburukan pada keluarganya.</i>” (HR. Ahmad, ini adalah lafazhnya, an-Nasa’i, dishahihkan oleh al-Albani).</p>
<p><b>Cemburu ada batasnya</b></p>
<p><b> </b>Dari Jabir bin Atik al-Anshari dari bapaknya berkata, Rasulullah SAW bersabda, “<i>Di antara cemburu ada yang dicintai Allah dan ada yang dibenci Allah. Di antara kesombongan ada yang dicintai Allah dan ada yang dibenci Allah. Adapun cemburu yang dicintai Allah maka ia adalah cemburu dalam sesuatu yang mencurigakan. Adapun cemburu yang membenci Allah maka ia adalah cemburu dalam sesuatu yang tidak mencurigakan.</i>” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, ad-Darimi dan Ahmad dihasankan oleh al-Albani).</p>
<p>Dari Muawiyah ra berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “<i>Sesungguhnya jika kamu mengendus-ngendus kesalahan-kesalahan manusia niscaya kamu merusak mereka atau hampir merusak mereka.</i>” Abu ad-Darda’ ra berkata, “<i>Sebuah kalimat yang didengar oleh Muawiyah dari Rasulullah SAW, Allah SWT memberikan manfaat kepadanya karenanya.</i>” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh an-Nawawi).</p>
<p><b>Jika suami mengakui anak atau kehamilan istri maka dia tidak boleh mengingkarinya setelah itu</b></p>
<p><b> </b>Asy-Syafi’i berkata, “Jika seorang suami mengakui kehamilan istrinya lalu istri melahirkan seorang anak dari kehamilan tersebut atau lebih kemudian dia mengingkarinya anak itu atau dua anak kembarnya dari kehamilan itu maka anak tersebut tidak dinafikan dari suami, tidak dengan li’an atau selainnya.” (Al-Um 5/311).</p>
<p>Lanjut asy-Syafi’i, “Suami tidak berhak menafikan anaknya setelah dia mengakuinya sekali atau lebih hanya karena dia melihat anaknya tidak mirip dan indikasi-indikasi lainnya jika suami mengakui bahwa anak itu lahir di atas ranjangnya, dia tidak boleh mengingkarinya dalam keadaan apa pun kecuali jika dia sudah mengingkarinya sebelum mengakuinya.” (al-Um 5/141).</p>
<p>Jika suami mengakui salah satu bayi kembar maka dia tidak boleh mengingkari kembarannya.</p>
<p>Ibnu Qudamah berkata, “Pasal, jika istrinya melahirkan bayi kembar kurang dari enam bulan lalu dia menasabkan salah satunya kepada dirinya dan mengingkari yang lain, maka keduanya terindukkan nasabnya kepadanya, karena keduanya dalam satu kehamilan, tidak mungkin salah satu bayi darinya sedangkan bayi yang lain dari orang lain, jika nasab salah satu dari keduanya ditetapkan kepadanya maka secara otomatis nasab yang lain juga terinduk kepadanya, kami menjadikan anak yang dia ingkari seperti anak yang dia akui, tidak sebaliknya, karena sebisa mungkin kita mengindukkan nasab daripada mengingkarinya.” (Al-Mughni 8/57). <b>(Izzudin Karimi).</b></p>
<p><b>FATWA ISLAMI</b></p>
<p><b><i>Hukum Mengambil Harta Suami Tanpa Sepengetahuannya</i></b></p>
<p><b>Tanya:</b></p>
<p>Suami saya tidak memberi nafkah kepada saya dan tidak pula kepada anak-anak saya. Kadang kami mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya, Apakah kami berdosa?</p>
<p><b>Jawab:</b></p>
<p>Seorang istri boleh mengambil dari harta suaminya tanpa sepengetahuannya sebanyak yang dibutuhkannya dan dibutuhkan anak-anaknya dengan cara yang baik, tidak berlebihan dan tidak tabdzir, jika memang sang suami tidak memenuhi kebutuhannya, berdasarkan riwayat yang disebutkan dalam ash-Shahihain, dari Aisyah, bahwa Hindun binti ‘Utbah mengadu kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan tidak memberiku (nafkah) yang mencukupiku dan mencukup anakku.” Lalu Nabi SAW bersabda, “<i>Ambillah dari hartanya dengan cara yang baik sebanyak yang bisa mencukupi keperluanmu dan mencukupi anakmu.</i>” Hanya Allahlah pemberi petunjuk. <b>(Fatawa Al-Mar’ah, hal. 65-66, Syaikh Ibnu Baz)</b></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I wish ...]]></title>
<link>http://armeira.wordpress.com/2009/12/19/i-wish/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 12:53:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>armeira</dc:creator>
<guid>http://armeira.wordpress.com/2009/12/19/i-wish/</guid>
<description><![CDATA[Syd. Umar Al Khattab Rha. berkata : 1· Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. 2· Orang yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Syd. Umar Al Khattab Rha. berkata :<br />
1· Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.<br />
2· Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.<br />
3· Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya.<br />
4· Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.</p>
<p>Syd. Othman Ibnu Affan Rha. berkata :<br />
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:<br />
1· Hatinya selalu berniat suci<br />
2· Lidahnya selalu basah dengan zikrullah<br />
3· Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)<br />
4· Segala perkara dihadapainya dengan sabar dan tabah<br />
5· Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aparat Keamanan]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2009/12/02/aparat-keamanan/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 12:43:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2009/12/02/aparat-keamanan/</guid>
<description><![CDATA[Di negeri ini, yang namanya aparat keamanan seolah jadi dewa atau menduduki kelas tersendiri. Kalau ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di negeri ini, yang namanya aparat keamanan seolah jadi dewa atau menduduki kelas tersendiri. Kalau Anda sedikit mau memperhatikan, semasa Orde Baru berkuasa banyak tindakan yang mencerminkan hal ini. Misalnya saja apabila naik angkutan umum banyak yang merasa tidak perlu membayar. Bahkan di daerah banyak pula yang tidak membayar seusai makan di warung atau mengambil sesuatu di toko. Petantang-petenteng bak centeng banyak mereka lakoni dalam kehidupan sehari-hari. Malah, tayangan televisi terutama komedi tidak diperbolehkan menampilkan aparat keamanan dalam citra negatif bahkan sekedar jadi bahan guyonan sekali pun. Aparat keamanan di sini tidak hanya ketiga matra TNI dan Polri yang waktu itu tergabung dalam ABRI, tapi juga aparat keamanan sipil seperti Satpam atau unsur pertahanan sipil seperti Hansip, Menwa, Kamra dan Ratih.</p>
<p>Bahkan, hingga kini, kita masih bisa menyaksikan banyaknya perlakuan istimewa atau privilege yang mereka nikmati. Misalnya saja potongan harga tiket saat akan naik kereta api atau pesawat terbang. Dalam berlalu-lintas kendaraan berplat TNI/Polri bebas 3-in-1 yang memang dibolehkan dalam Perda DKI, akan tetapi yang dilarang seperti melintas di jalur khusus busway pun tak ditindak.</p>
<p>Walau begitu, ada upaya perbaikan yang dilakukan pasca reformasi 1998. Pemisahan Polri dari TNI dalam wadah ABRI membuahkan dilakukannya reformasi internal di kedua lembaga aparat keamanan negara itu. Pencabutan doktrin Dwifungsi ABRI membuat TNI/Polri secara bertahap menarik diri dari politik praktis yang diwujudkan dengan meniadakan keterwakilannya di MPR. Demikian pula langkah reformasi termasuk upaya lebih mengedepankan peran Polri dalam menangani masalah keamanan dalam negeri. Acara televisi pun kini sudah bisa menampilkan aparat keamanan non TNI/Polri dalam citra negatif atau dijadikan bahan lawakan.</p>
<p>Namun saya sungguh menyayangkan masih minimnya tindakan perlindungan hukum untuk warga negara dari kewenangan besar aparat keamanan. Dengan alasan menjaga keamanan, aparat keamanan seakan berhak melakukan apa saja kepada siapa saja. Di awal masa SBY berkuasa tahun 2004, tepatnya pada 17 November 2004 jam 07.50 WIB kalau Anda ingat sempat terjadi kecelakaan lalu-lintas berupa tabrakan beruntun di jalan tol Jagorawi yang mengakibatkan 5 orang tewas dan 7 luka-luka. Gara-garanya polisi lalu-lintas tiba-tiba menyetop arus lalu-lintas di jalan tol yang akan dilalui konvoi kepresidenan SBY. Namun alih-alih menghukum polisi lalu-lintas yang telah menyetop lalu-lintas di jalan tol (yang mestinya bebas hambatan itu), malah korban kecelakaan yang dihukum. (arsip berita <a href="http://www.mail-archive.com/milis@iapkkt.org/msg00282.html">di sini</a>). Polisi dikatakan telah memenuhi Protap (Prosedur Tetap) yang saya yakin sama dengan masa Soeharto berkuasa. Bedanya, selama 32 tahun Presiden kedua Indonesia berkuasa, tidak pernah terjadi kecelakaan semacam itu. Terus-terang saya merasa terusik rasa keadilannya atas &#8220;kasus kecil&#8221; itu, yang mungkin sudah dilupakan banyak orang -kecuali kerabat korban tentunya- karena banyaknya hal-hal lain mendominasi pemberitaan media massa.</p>
<p>Kasus &#8220;Cicak vs Buaya&#8221; yang tengah hangat ini juga menunjukkan hal dan pola serupa. Adanya tindakan menafsirkan hukum sesuai kepentingan aparat keamanan sendiri. Meski untuk kasus ini SBY bertindak untuk menenangkan rasa keadilan yang diinginkan rakyat.</p>
<p>Dan hari ini saya geram membaca berita di harian <em>Sinar Harapan</em> (p.10) yang menyebutkan adanya tindakan pelecehan oleh aparat keamanan yang bukan TNI/Polri, tapi cuma Satpam di Carrefour Mal Emporium Pluit Junction, Penjaringan-Jakarta Utara. Cuma gara-gara dituduh mencuri, gadis belia DM (21)  digelandang dan diperiksa badannya dengan cara dibuka pakaiannya hingga terlihat pakaian dalamnya di depan Satpam pria. Padahal, kedua orangtuanya ada di tempat dan sudah membantah tuduhan dan memang tuduhan itu tidak terbukti sama sekali.</p>
<p>Tindakan macam ini seharusnya bisa dihukum berat dengan pemecatan, karena seperti slogan Kopassus &#8220;kehormatan adalah segala-galanya&#8221;, maka tindakan sewenang-wenang macam itu sebenarnya menodai kehormatan korps. Seperti halnya tindakan main mata antara petinggi Kejagung dan Polri dengan Anggodo, seharusnya paradigmanya lebih baik amputasi satu kaki daripada seluruh badan jadi rusak karena penyakitnya menjalar. Karena bila tidak kehormatan korps Polri dan Kejagung akan ternoda. Maka, sebenarnya reformasi belum selesai, kita harus lebih dalam lagi menjadikan semua orang sama di muka hukum. Bahkan bagi aparat keamanan yang seharusnya menegakkan hukum, bukan malah mengangkangi dan mengakalinya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ukhti, Kamu Cantik Sekali]]></title>
<link>http://tarijemari.wordpress.com/2009/11/26/ukhti-kamu-cantik-sekali/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:01:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ardhi El Mahmudi</dc:creator>
<guid>http://tarijemari.wordpress.com/2009/11/26/ukhti-kamu-cantik-sekali/</guid>
<description><![CDATA[Ukhti, kamu cantik sekali Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ukhti, kamu cantik sekali Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wanita]]></title>
<link>http://dayatelnino9.wordpress.com/2009/11/06/wanita/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 12:12:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>dayatelnino</dc:creator>
<guid>http://dayatelnino9.wordpress.com/2009/11/06/wanita/</guid>
<description><![CDATA[Kekuatan seorang gadis wanita adalah makluk Allah yang sangat indah, memiliki sifat lemah lembut, ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kekuatan seorang gadis wanita adalah makluk Allah yang sangat indah, memiliki sifat lemah lembut, ha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gawat, Selaput Dara Imitasi Rentan Timbulkan Kanker]]></title>
<link>http://ruanghati.com/2009/10/27/gawat-selaput-dara-imitasi-rentan-timbulkan-kanker/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:09:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ruang Hati</dc:creator>
<guid>http://ruanghati.com/2009/10/27/gawat-selaput-dara-imitasi-rentan-timbulkan-kanker/</guid>
<description><![CDATA[Pernah dengar soal selaput dara buatan? Tidak perlu mengernyitkan dahi bila belum pernah mendengarny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pernah dengar soal selaput dara buatan? Tidak perlu mengernyitkan dahi bila belum pernah mendengarny]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penghargaan Diri]]></title>
<link>http://terasafit.wordpress.com/2009/10/15/penghargaan-diri/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 16:39:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>terasafit</dc:creator>
<guid>http://terasafit.wordpress.com/2009/10/15/penghargaan-diri/</guid>
<description><![CDATA[kemampuan untuk menerima  dan menghomati diri sendiri apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[kemampuan untuk menerima  dan menghomati diri sendiri apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muslimah dan 8 Tuntunan Islam Tameng Kehormatan Diri]]></title>
<link>http://gusrachmat.wordpress.com/2009/10/13/muslimah-dan-8-tuntunan-islam-tameng-kehormatan-diri/</link>
<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 09:20:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>Gus Rachmat</dc:creator>
<guid>http://gusrachmat.wordpress.com/2009/10/13/muslimah-dan-8-tuntunan-islam-tameng-kehormatan-diri/</guid>
<description><![CDATA[KALAU saja saat dilahirkan ke dunia in boleh memilih, maka menjadi seorang wanita akan menjadi pilih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KALAU saja saat dilahirkan ke dunia in boleh memilih, maka menjadi seorang wanita akan menjadi pilih]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Damon dan Phytias]]></title>
<link>http://rahmatjunet.wordpress.com/2009/09/28/damon-dan-phytias/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 09:08:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>rahmatjunet</dc:creator>
<guid>http://rahmatjunet.wordpress.com/2009/09/28/damon-dan-phytias/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Jansen H. Sinamo &amp; Hendri Bun Alkisah, di zaman Yunani kuno memerintah seorang raja bersam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Oleh: Jansen H. Sinamo &#38; Hendri Bun </em></p>
<p>Alkisah, di zaman Yunani kuno memerintah seorang raja bersama Dionisius. Di kerajaannya hidup sepasang sahabat yang terkenal karena kesehatian, kesepikiran, dan komitmen mereka: Damon dan Phytias namanya. </p>
<p>Suatu hari, tanpa sengaja Damon melakukan sebuah kesalahan fatal di sebuah gelanggang permainan. Akibatnya, dia harus dihukum mati. Namun, beberapa saat sebelum eksekusi, Phityas muncul.</p>
<p>”Yang mulia Raja Dionisius, ijinkanlah hamba memohon sesuatu buat Damon, sahabatku: Berikanlah kesempatan terakhir baginya melakukan sesuatu sebelum menemui ajalnya.”</p>
<p>Raja pun mengabulkannya. ”Baik, aku ijinkan. Hai Damon, apakah permintaan terakhirmu?”</p>
<p>”Terimakasih sahabatku Phytias, dan Raja Dionisius. Permintaan hamba adalah boleh kembali ke kampung dan rumahku untuk mencium anak-istriku dan berpamitan pada keluargaku.” </p>
<p>”Tetapi apa jaminannya?” tanya raja.</p>
<p>Phytias mengajukan diri. ”Baginda, selama Damon pergi, biarlah hamba yang menggantikannya sebagai tahanan. Apabila pada batas waktu yang ditentukan dia tidak muncul, hamba bersedia dihukum mati sebagai gantinya.”</p>
<p>Demikianlah Damon dilepaskan dan diberi waktu tiga hari untuk melaksanakan niatnya. </p>
<p>Raja dan khalayak ramai menunggu apakah Damon kembali sesuai dengan janjinya. Hari pertama lewat tanpa kabar. Hari kedua juga berlalu begitu saja. </p>
<p>Hari ketiga, masyarakat berbondong-bondong berkumpul di tempat eksekusi. Mereka penasaran sambil berharap cemas, apakah Damon memenuhi janjinya. Menjelang siang hari, kabar kehadiran Damon belum terdengar juga. Waktu terasa berlalu begitu cepat. Dan ketegangan meliputi semua orang yang berada di sana. </p>
<p>Menjelang sore, Damon tetap tidak muncul. Pada detik-detik menjelang eksekusi, raja pun berkata kepada Phytias. ”Tampaknya persahabatan kalian yang legendaris itu tidak terbukti. Dan kamu, Phytias yang malang, bersiaplah untuk mati karena sahabat yang setia yang kamu banggakan itu tidak sesetia seperti yang kamu kira.”</p>
<p>Namun saat pedang algojo hampir berkelebat, dari kejauhan terdengar suara orang berteriak. “Tunggu &#8230; tahan hukuman! Tunggu &#8230; tahan hukuman!”</p>
<p>Sontak semua yang hadir memalingkan muka ke arah suara tersebut. Pekik tidak percaya bercampur gumaman kagum memenuhi udara. ”Itu Damon &#8230; Dia kembali &#8230;”</p>
<p>“Maafkan hamba baginda. Hamba mengalami banyak sekali hambatan di perjalanan. Waktu melintasi selat, perahu hamba membentur karang hingga tenggelam. Saat melintasi hutan, sekelompok penyamun merampok hamba hingga terluka. Namun, hamba tetap berlari ke sini, dan syukurlah belum terlambat. Saudaraku Phytias, terimakasih atas kebaikanmu. Engkau telah mempertaruhkan nyawamu untukku. Sekarang, aku sudah di sini, dan siap untuk dihukum.”</p>
<p>Melihat hal tersebut, Raja Dionisius hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir. Hatinya tersentuh dan berkata, “Damon dan Phytias, ternyata benar apa yang kudengar selama ini tentang persahabatan kalian. Aku sangat menghormatinya. Sebagai penghargaan, maka kamu, Damon, aku ampuni dan lepaskan dari hukuman mati.”</p>
<p>“Terimakasih Baginda,” Damon dan Phytias serentak menjawab.</p>
<p>“Namun ada satu hal lagi. Bolehkah ke dalam persahabatan kalian berdua ditambahkan orang ketiga?” tanya sang raja. </p>
<p>Demikianlah Raja Dionisius kemudian menjadi sahabat Damon dan Phytias. Persahabatan mereka menjadi persahabatan segitiga yang melegenda di seantero dunia.</p>
<p>* * *</p>
<p>Etos 7 berbunyi: kerja adalah kehormatan, aku bekerja tekun penuh keunggulan. Dalam kisah ini, kita menemukan kualitas persahabatan Damon dan Phytias: komitmen, kesetiaan, dan kepercayaan yang total sehingga mampu menggetarkan sanubari masyarakat dan Raja Dionisius. </p>
<p>Apapun yang unggul, mulia, dan berkualitas tinggi selalu menarik rasa hormat dan kekaguman. Kalau kita mampu menerapkannya dalam hidup dan pekerjaan, di mana kita mampu membina hubungan dengan orang lain, pemasok, atau pelanggan, maka relasi tersebut akan menjadi penyelamat dan modal kita untuk berkembang. </p>
<p>Karena itu, jagalah kualitas persahabatan Anda, karena dengan demikian, hidup akan jauh lebih mudah dan sukses pun menjadi sangat mungkin diraih.</p>
<p>*) Kisah ini adalah salah satu kisah yang dicuplik dari buku &#8220;KAFE ETOS: 24 Kisah Renyah untuk Memperkuat Etos Kerja Unggul&#8221; Karya Jansen H. Sinamo bersama Hendri Bun, Terbitan Institut Darma</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dijual Keperawanan, Siapa yang Mau Beli ?]]></title>
<link>http://chillinaris.wordpress.com/2009/09/25/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/</link>
<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 18:27:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>chillinaris</dc:creator>
<guid>http://chillinaris.wordpress.com/2009/09/25/dijual-keperawanan-siapa-yang-mau-beli/</guid>
<description><![CDATA[Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[&#39;Iffah Sebuah Kehormatan Diri]]></title>
<link>http://ummushofi.wordpress.com/2009/09/23/iffah-sebuah-kehormatan-diri/</link>
<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 15:59:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummushofi</dc:creator>
<guid>http://ummushofi.wordpress.com/2009/09/23/iffah-sebuah-kehormatan-diri/</guid>
<description><![CDATA[Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah Persaingan hidup yang semakin tinggi dan keras banyak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-452" style="border:1px solid black;margin:7px;" title="pinkair" src="http://ummushofi.wordpress.com/files/2009/11/pinkair.jpeg" alt="embunbunga" width="150" height="150" />Persaingan hidup yang semakin tinggi dan keras banyak memunculkan perilaku umat yang melanggar batasan syariat. Bila perbuatan suka meminta-minta sudah bisa menyebabkan kemuliaan seseorang jatuh, maka yang lebih berat dari sekedar meminta-minta –seperti korupsi, mencuri, merampok, dsb.– lebih menghinakan pelakunya. Namun toh perbuatan tersebut semakin banyak dilakukan. Termasuk maraknya perilaku kaum wanita, hanya demi menginginkan enaknya hidup, mereka rela melakukan perbuatan yang menghilangkan kemuliaan mereka. Padahal agama ini telah menuntunkan agar mereka senantiasa menjaga kemuliaan diri mereka.</p>
<p>‘Iffah, sebuah kata yang pernah atau biasa kita dengar. Si Fulan ‘afif atau si Fulanah ‘afifah merupakan sebutan bagi lelaki dan wanita yang memiliki ‘iffah. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘iffah itu?<!--more--></p>
<p>Secara bahasa, ‘iffah adalah menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah haramkan. Dengan demikian, seorang yang ‘afif adalah orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ</span></p>
<p>“Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya.” (An-Nur: 33)</p>
<p>Termasuk dalam makna ‘iffah adalah menahan diri dari meminta-minta kepada manusia. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ</span></p>
<p>“Orang yang tidak tahu menyangka mereka (orang-orang fakir) itu adalah orang-orang yang berkecukupan karena mereka ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta kepada manusia).” (Al-Baqarah: 273)</p>
<p>Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu &#8216;anhu mengabarkan bahwa orang-orang dari kalangan Anshar pernah meminta-minta kepada Rasullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Tidak ada seorang pun dari mereka yang minta kepada Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam melainkan beliau berikan hingga habislah apa yang ada pada beliau. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pun bersabda kepada mereka ketika itu:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">مَا يَكُوْنُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لا أدَّخِرُهُ عَنْكُمْ، وَإِنَّه مَنْ يَسْتَعِفّ يُعِفّه اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرُ يُصَبِّرَهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ</span></p>
<p>“Apa yang ada padaku dari kebaikan (harta) tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta maka Allah akan memelihara dan menjaganya, dan siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan siapa yang merasa cukup dengan Allah dari meminta kepada selain-Nya maka Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 6470 dan Muslim no. 1053 )<a name="h1" href="http://ummushilah.0fees.net/wordpress/?p=451/#f1">[1]</a></p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta), qana’ah (merasa cukup) dan bersabar atas kesempitan hidup dan selainnya dari kesulitan (perkara yang tidak disukai) di dunia.” (Syarah Shahih Muslim, 7/145)</p>
<p><strong>Menjadi wanita yang ‘afifah</strong></p>
<p>Bila seorang muslim dituntut untuk memiliki ‘iffah maka demikian pula seorang muslimah. Hendaknya ia memiliki ‘iffah sehingga ia menjadi seorang wanita yang ‘afifah, karena akhlak yang satu ini merupakan akhlak yang tinggi, mulia dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih, yang senantiasa menghadirkan keagungan Allah dan takut akan murka dan azab-Nya. Ia juga menjadi sifat bagi orang-orang yang selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.</p>
<p>Berkaitan dengan ‘iffah ini, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh seorang muslimah untuk menjaga kehormatan diri, di antaranya:</p>
<p>Pertama: Menundukkan pandangan mata (ghadhul bashar) dan menjaga kemaluannya. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">وَقٌلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ</span></p>
<p>“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)</p>
<p>Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi rahimahullah berkata: “Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan kaum mukminin dan mukminat untuk menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka. Termasuk menjaga kemaluan adalah menjaganya dari perbuatan zina, liwath (homoseksual) dan lesbian, dan juga menjaganya dengan tidak menampakkan dan menyingkapnya di hadapan manusia.” (Adhwa-ul Bayan, 6/186)</p>
<p>Kedua: Tidak bepergian jauh (safar) sendirian tanpa didampingi mahramnya yang akan menjaga dan melindunginya dari gangguan. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">لاَ تُسَافِر امرَأَةٌ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ</span></p>
<p>“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali didampingi mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)</p>
<p>Ketiga: Tidak berjabat tangan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Karena bersentuhan dengan lawan jenis akan membangkitkan gejolak di dalam jiwa yang akan membuat hati itu condong kepada perbuatan keji dan hina.</p>
<p>Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berkata: “Secara mutlak tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, sama saja apakah wanita itu masih muda ataupun sudah tua. Dan sama saja apakah lelaki yang berjabat tangan denganya itu masih muda atau kakek tua. Karena berjabat tangan seperti ini akan menimbulkan fitnah bagi kedua pihak. ‘Aisyah radhiallahu &#8216;anhu berkata tentang teladan kita (Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam):</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">مَا مَسَتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ إِلاَّ امْرَأَةً يَمْلِكُهَا</span></p>
<p>“Tangan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak pernah menyentuh tangan wanita, kecuali tangan wanita yang dimilikinya (istri atau budak beliau).” (HR. Al-Bukhari, no. 7214)</p>
<p>Tidak ada perbedaan antara jabat tangan yang dilakukan dengan memakai alas/ penghalang (dengan memakai kaos tangan atau kain misalnya) ataupun tanpa penghalang. Karena dalil dalam masalah ini sifatnya umum dan semua ini dalam rangka menutup jalan yang mengantarkan kepada fitnah.” (Majmu’ Al-Fatawa, 1/185)</p>
<p>Keempat: Tidak khalwat (berduaan) dengan lelaki yang bukan mahram. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam telah memperingatkan dalam titahnya yang agung:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ</span></p>
<p>“Tidak boleh sama sekali seorang lelaki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali bila bersama wanita itu ada mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)</p>
<p>Kelima: Menjauh dari hal-hal yang dapat mengundang fitnah seperti mendengarkan musik, nyanyian, menonton film, gambar yang mengumbar aurat dan semisalnya.</p>
<p>Seorang muslimah yang cerdas adalah yang bisa memahami akibat yang ditimbulkan dari suatu perkara dan memahami cara-cara yang ditempuh orang-orang bodoh untuk menyesatkan dan meyimpangkannya. Sehingga ia akan menjauhkan diri dari membeli majalah-majalah yang rusak dan tak berfaedah, dan ia tidak akan membuang hartanya untuk merobek kehormatan dirinya dan menghilangkan ‘iffah-nya. Karena kehormatannya adalah sesuatu yang sangat mahal dan ‘iffah-nya adalah sesuatu yang sangat berharga.<a name="h2" href="http://ummushilah.0fees.net/wordpress/?p=451/#f2">2</a></p>
<p>Memang usaha yang dilakukan untuk sebuah ‘iffah bukanlah usaha yang ringan. Butuh perlu perjuangan jiwa yang sungguh-sungguh dengan meminta tolong kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala telah menyatakan:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;" lang="AR-SA">وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ</span></p>
<p>“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-’Ankabut: 69)</p>
<p>Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.</p>
<p>_________________</p>
<p>Catatan kaki :</p>
<p><a name="f1" href="http://ummushilah.0fees.net/wordpress/?p=451/#h1">[1]</a> &#8211; Lihat:</p>
<p style="padding-left:30px;">- Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Al-Imam Al-Qurthubi, 3/221.<br />
- Makarimul Akhlaq, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hal. 149, 152.<br />
- Fathul Bari, 11/309, 311<br />
- Al-’Iffah Madhahiruha wa Tsamaruha, hal. 4</p>
<p><a name="f2" href="http://ummushilah.0fees.net/wordpress/?p=451/#h2">[2]</a> &#8211; Lihat:
</p>
<p style="padding-left:30px;">- Lin Nisa-i Faqath, Asy-Syaikh Abdullah bin Jarullah Alu Jarillah, hal. 60-75.<br />
- Al-’Iffah, hal. 8-10</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.asysyariah.com/">http://www.asysyariah.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Press Conference Soraya Abdullah Balvas, Menanggapi Tuduhan Aparat Negeri Ini]]></title>
<link>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/10/press-conference-soraya-abdullah-balvas-menanggapi-tuduhan-aparat-negeri-ini/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 23:02:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>denfatur</dc:creator>
<guid>http://denfatur.wordpress.com/2009/09/10/press-conference-soraya-abdullah-balvas-menanggapi-tuduhan-aparat-negeri-ini/</guid>
<description><![CDATA[Begitu maraknya pemberitaan media massa tentang terorisme yang semakin menjadi-jadi dan dikait-kaitk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Begitu maraknya pemberitaan media massa tentang terorisme yang semakin menjadi-jadi dan dikait-kaitk]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indahnya keharmonisan dalam Rumah Tangga]]></title>
<link>http://1kepinghati.wordpress.com/2009/09/01/indahnya-keharmonisan-dalam-rumah-tangga/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 04:51:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>1kepinghati</dc:creator>
<guid>http://1kepinghati.wordpress.com/2009/09/01/indahnya-keharmonisan-dalam-rumah-tangga/</guid>
<description><![CDATA[Rumah tangga terbentuk oleh dua orang hamba Allah Swt (suami dan istri) untuk tinggal bersama melanj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Rumah tangga terbentuk oleh dua orang hamba Allah Swt (suami dan istri) untuk tinggal bersama melanjutkan kehidupannya di dunia ini.  Mereka dipertemukan dalam sebuah rumah yang menaungi.  Untuk mencapai Redho Allah Swt.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:line-through;"><span style="color:#008000;">Dianjurkan bagi seorang istri untuk  mengikuti tempat tinggal suami,  kecuali Sang Suami bersedia mengikuti  tempat tinggal Sang Istri.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Rumah tangga dibangun oleh perpaduan berbagai warna karakter (suami dan istri) yang memiliki karakter masing-masing (baik dan buruk).  Tidak ada orang yang sempurna dalam karakternya.  Sebagai hamba Allah, pasti kita memiliki kelebihan dan kekurangan.  Sehingga adanya perbedaan itulah yang bisa membentuk sebuah keharmonisan.  Seperti halnya nada yang terdiri dari nada rendah dan tinggi, begitupun karakter terbentuk.  Nada yang beraneka ragam tersebut  dapat menghasilkan nada-nada yang indah.  Dan nada-nada indah itulah yang berkolaborasi menjadi irama musik yang sangat menarik dan menyenangkan untuk kita nikmati.  Begitu juga halnya dengan rumah tangga, yang di lengkapi dengan karakter Suami-Istri dengan kelebihan dan kekurangannya, maka terbentuklah keluarga yang harmonis, indah.</p>
<p>4 Kunci keluarga yang harmonis:</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Jangan melihat kebelakang.  Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan sebelum pernikahan terjadi.  Alasan mengapa menerima atau menolak pasangan kita untuk dinikahi dulunya.  Ini adalah masalah sepele yang akan menjadi pelik dan menjadi besar jika dipermasalahkan, sehingga bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam rumah tangga.  Sepertinya; perselingkuhan, perceraian,  membayangkan sosok yang lain selain pasangan kita, sehingga akan merusak dan meracuni hati kita. Jauhkan dari lintasan fikiran tentang masa lalu yang akan menghantui hati kita. Melihatlah jauh ke depan.</li>
<li style="text-align:justify;">Berfikir objektif.  Melibatkan kedua belah pihak (suami-istri) dalam memecahkan masalah yang hadir dalam rumah tangga. Seperti masalah tentang penghasilan suami yang masih kurang,  atau ketika suami belum bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah, maka jangan di omelin, tapi bicarakanlah bersama, cari solusinya bersama-sama.  Karena suami-istri merupakan satu kesatuan yang harus saling mengerti, mengisi dan memahami. Sehingga keluarga akan harmonis selalu.</li>
<li style="text-align:justify;">Lihatlah kelebihan pasangan, jangan kekurangannya.  Tujuannya adalah untuk menambahkan perasaan optimis di hati kita.  Suatu saat kita melihat banyak kekurangan pada pasangan kita, sehingga kita menjadi kurang ikhlas ketika bersamanya. Lengkapilah kekurangan pasangan kita dengan kelebihan yang kita miliki, jangan malah melemahkan semangat kita bersamanya.</li>
<li style="text-align:justify;">Ciptakan sakralitas dalam keseharian kita.  Rumah tangga memang melelahkan, ketika masalah tidak menemukan ujung pangkalnya.  Maka kembalikan semuanya kepada Allah Swt Tuhan kita.  Taqarrub kepadaNya akan menjadikan masalah terberat sekalipun yang sedang kita hadapi, akan menjadi sangat ringan dan tidak membebani lagi.  Dan secara otomatis Allah pun akan memberikan solusi kepada hamba-hambaNya yang senantiasa berdoa kepadaNya dalam setiap keadaan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Bangunlah rumah tangga dengan martabat dan kehormatan.  Bangunlah keluarga yang sakinah; <strong><span style="color:#ff00ff;"><span style="text-decoration:line-through;"><em>rumah tangga idaman <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  suami memiliki pekerjaan bagus, bisa beli rumah, bisa kendaraan dan Subhanallah, suami bagus ikhtiar dan ibadahnya sedangkan  istri cantik  akhlak dan ibadahnya. Lalu&#8230;..terciptalah seindah-indahnya syurga di dalam rumah tangga. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Alhamdulillah.<br />
</em></span></span></strong>
</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong>Bangunlah rumah tangga berdasarkan keimanan, karena dengan keimanan akan muncullah ketenangan dan kebahagiaan itu.  Kebahagiaan yang hadir dari dalam diri. Sejati bahagianya.  Abadi tenangnya.  Berkesan imannya.  Aamiin Ya Rabbal&#8217;aalamiin.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"><strong> </strong> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span><strong><span style="color:#ff00ff;"><span style="text-decoration:line-through;"><em><br />
</em></span></span></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelecehan Lagu Indonesia Raya]]></title>
<link>http://setyanusa.wordpress.com/2009/08/30/pelecehan-lagu-indonesia-raya/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 19:06:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Setya Nusa</dc:creator>
<guid>http://setyanusa.wordpress.com/2009/08/30/pelecehan-lagu-indonesia-raya/</guid>
<description><![CDATA[Belum reda gejolak masalah tari pendet yg diklaim oleh malaysia, sekarang kita dikejutkan lagi dgn P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Belum reda gejolak masalah tari pendet yg diklaim oleh malaysia, sekarang kita dikejutkan lagi dgn P]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah]]></title>
<link>http://ukhyeni.wordpress.com/2009/08/02/menjaga-kehormatan-wanita-muslimah/</link>
<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 05:05:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>ukhyeni</dc:creator>
<guid>http://ukhyeni.wordpress.com/2009/08/02/menjaga-kehormatan-wanita-muslimah/</guid>
<description><![CDATA[Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia ada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-97" title="akhwat" src="http://ukhyeni.wordpress.com/files/2009/08/akhwat.jpg" alt="akhwat" width="269" height="352" /></p>
<p style="text-align:justify;">Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p style="text-align:justify;">Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki</span></p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ</span></p>
<p style="text-align:justify;">“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى</span></p>
<p style="text-align:justify;">“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)</p>
<p style="text-align:justify;">Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab</span></p>
<p style="text-align:justify;">Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ</span></p>
<p style="text-align:justify;">“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:</p>
<p style="text-align:justify;">“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:</p>
<p style="text-align:justify;">“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)</p>
<p style="text-align:justify;">“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Menjaga kehormatan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Membersihkan hati.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Melahirkan akhlaq yang mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Tanda kesucian.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Menjaga rasa malu.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Menjaga ghirah.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;">Kembalilah ke Rumahmu</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ</span></p>
<p style="text-align:justify;">“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)</p>
<p style="text-align:justify;">Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Wanita tidak berkewajiban berjihad.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah</span></p>
<p style="text-align:justify;">Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</span></p>
<p style="text-align:justify;">“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Berjalan dengan dibuat-buat.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita</span></p>
<p style="text-align:justify;">Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)</p>
<p style="text-align:justify;">Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Menjaga kehormatan dan kesucian diri.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu A’lam.</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membela Perempuan_]]></title>
<link>http://azizahalazizy.wordpress.com/2009/08/01/membela-perempuan_/</link>
<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 09:24:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>puskesmassimpangempat</dc:creator>
<guid>http://azizahalazizy.wordpress.com/2009/08/01/membela-perempuan_/</guid>
<description><![CDATA[Membela Perempuan.. &#8220;Permpuan mungkin dapat bersabar menghadapi kemuiskinan, buruk rupa,dan ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Membela Perempuan..</p>
<p>&#8220;Permpuan mungkin dapat bersabar menghadapi kemuiskinan, buruk rupa,dan kesibukan suaminya. Namun sedikit yang mampu bertahan atas perlakuan bruk terhadapnya.&#8221;</p>
<p>Kisah ini menceritakan bagaimana Rasulullah sangat melindungi kaum perempuan. Beliau membela kaum perempuan dengan segenap kekuatannya. Nabi Muhammad saw. berwasiat agar kita selalu selalu berbuat baik kepada wanita, juga menghormati cintanya agar engkau hiduip bersamanya. Selain itu Rasulullah menitipkan kaum perempuan sebagai ibu bagi anak-anaknya. Ketika seorang bertanya ,&#8221;Siapakah orang yang paling harus aku pergauli degan baik?&#8221;. Beliau menjawab,&#8221;Ibumu.. lalu ibumu.. lantas ibumu.. kemudian ayahmu.&#8221;</p>
<p>Suatu ketika di masa Rasulullah, hidup seorang muslimah dari bani Qainuqa&#8217;. Dia pergi ke pasar yahudi untuk sebuah keperluan. Si yahudi tidak suka jika perempuan tersebut berhijab karena mereka ingin menikmati wajahnya, merabanya, dan mempermainkannya seperti yang biasa mereka lakukan ketika zaman jahiliayah. Karena merasa ditolak oleh wanita tersebut si yahudi merasa marah dan berusaha untuk terus menggodanya. tanpa sepengetahuan wanita tersebut, yahudi itu mengikatkan ujung bawah pakaian perempuan tersebut dengan jilbabnya yang menjuntai hingga bahu. Ketika wanita tersebut berdiri maka ikut terangkatlah pakaian bagian belakangnya sehingga terlihat anggota tubuh bagian belakang. Orang yahudi sepasar tertawa melihatnya. Perempuan itu berteriak seolah tidak terima dan dia lebih memilih dibunuh daripada harus diperlakukan seperti itu.<br />
Seorang muslim yang melihat tindakan yahudi tersebut dengan serta merta langsung mencabut pedangnya dan menghunusnya pada yahudi tadi. Orang yahudi disekitarnya marah dan kemudian membunuh lelaki itu.<br />
Rasulullah mendengar kabar tersebut dan hendak membuat perhitungan dengan yahudi atas nama kehormatan seorang wanita. Rasulullah menilai bahwa yahudi telah melanggar perjanjian dan menodai wanita muslimah.<br />
Ketika Rasulullah siap membuat perhitungan dengan yahudi, berdirilah salah satu prajurit yahudi yang tidak mementingkan kehormatan seorang wanita muslimah dan hanya mementingkan kesenangan perut dan kemaluannya saja.<br />
Prajurit tersebut meminta pengampunan nabi atas mereka, tetapi nabi menolaknya. Mereka memohon kembali, tapi Nabi tetap menolak karena ingin melindungi kehormatan seorang wanita muslim. Kemudian untuk ketiga kalinya mereka meminta diampuni sambil memasukkan tangannya ke dalam kantung baju besi Nabi. Nabi marah dan meminta yahudi tersebut melepaskan tangannya, namun yahudi tersebut berkeras tidak mau. Akhirnya Nabi memandang mereka dan mengusir mereka dari Madinah.</p>
<p>Dapat kita lihat bagaimana tegasnya Nabi ketika berurusan dengan kehormatan seorang wanita muslimah. Bahkan untuk seorang perempuan yang tidak berdaya bisa lebih dari itu.</p>
<p>sumber:<br />
Nikmati Hidupmu (2008)<br />
Dr.Muhammad al-Arifi</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehormatan Manusia]]></title>
<link>http://lifeschool.wordpress.com/2009/06/26/kehormatan-manusia/</link>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 12:25:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhayu</dc:creator>
<guid>http://lifeschool.wordpress.com/2009/06/26/kehormatan-manusia/</guid>
<description><![CDATA[Suatu saat, para sahabat sedang berkumpul di sebuah majelis di dalam masjid. Tiba-tiba tanpa ada pem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1760" title="mjackson" src="http://lifeschool.wordpress.com/files/2009/06/mjackson.jpg?w=300" alt="mjackson" width="300" height="225" /></p>
<p>Suatu saat, para sahabat sedang berkumpul di sebuah majelis di dalam masjid. Tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan sebelumnya Rasulullah SAW memasuki masjid. Sontak para sahabat tergopoh-gopoh berdiri untuk menyambut dan menghormati pemimpin mereka. Tapi Rasulullah melarang mereka memberikan penghormatan berlebihan kepadanya. Dan para sahabat pun urung berdiri.</p>
<p>Sementar, di dunia banyak orang berlomba-lomba untuk meraih kehormatan. Banyak yang tidak menolak saat orang lain berebut mencium tangannya atau berdiri menghormatinya. Malah juga tidak sedikit yang jelas meminta orang lain memberi penghormatan berlebihan. Padahal, kehormatan sejatinya diraih karena apa yang secara konsisten dilakukan dalam hidup. Bukan karena permintaan secara instan.Ia adalah hasil atau akibat, bukan sebab atau cara.</p>
<p>Hidup merupakan jalan panjang meraih kehormatan. Militer Indonesia sampai menempatkannya sebagai semboyan &#8220;kehormatan adalah segala-galanya&#8221;. Di sini berarti nilai kehormatan amat penting, karena bahkan nyawa pun akan dikorbankan demi mempertahankan kehormatan. Kehormatan yang bukan sekedar status, tapi juga pengakuan dari orang lain dan dunia.</p>
<p>Hari ini, saya membaca berita bahwasanya kemarin salah satu penyanyi favorit masa kecil saya meninggal dunia. Ya, dialah Michael Jackson. Rasanya saya masih punya beberapa kasetnya, bahkan seri khusus yang bergambar patung dirinya. Saya kagum terutama kepada profesionalitasnya sebagai penyanyi. Lagu-lagunya selalu jadi hits, sudah begitu aksi panggungnya tak ada tandingannya di masanya. Gerakan-gerakan tarinya mengilhami koreografer seluruh dunia. Siapa penggemar pop dan penari yang tak tahu &#8220;Moonwalk&#8221; ciptaannya itu?</p>
<p>Sayangnya, semasa hidupnya ia kesepian. Jacko kecil kehilangan masa kanak-kanak yang indah, karena sudah terjun ke dunia hiburan sejak usia belia. Meski ia mendapatkan kemasyhuran dan kekayaan karena kerja kerasnya di dunia hiburan, namun ia gagal mendapatkan kehormatan. Pernah misalnya, ia mengeluh diperlakukan polisi dengan tidak senonoh saat diperiksa dalam kasus perundungan seksual kepada anak di bawah umur. Perlakuan polisi itu antara lain memfoto alat kelaminnya! Astaga!</p>
<p>Kehormatan memang sulit diperoleh, apalagi dipertahankan. Jacko mencoba meraihnya dengan berbagai cara. Termasuk membuat patung dirinya di tujuh kota berbeda di tujuh negara. Patung raksasa yang serupa dengan patung penguasa diktator ala Saddam Hussein itu seolah membuat dirinya jadi penguasa dunia. Namun, kehormatan itu tak kunjung diraihnya. Hidupnya tidak tenang dirundung berbagai persoalan, terutama masalah psikologis. Dan semua itu menyeret kehormatannya jatuh ke jurang terdalam.</p>
<p>Alhamdulillah-nya Michael Jackson memutuskan menjadi mua&#8217;llaf di akhir hidupnya dan mengganti namanya jadi Mikaeel. Salah satu koran terlaris di Inggris, Daily Mail, pada 21 November 2008 memberitakan kalau ia menjadi muslim dalam upacara di rumah teman dekatnya Steve Porcaro di Los Angeles. Dengan demikian Michael Jackson mengikuti jejak kakaknya Jermaine Jackson yang telah masuk Islam semenjak 1989. Sebelum memeluk Islam, Jacko dibesarkan dengan norma dan tata cara Saksi Jehovah. Ketertarikannya kepada Islam selain disebabkan sering berdiskusi dengan Jermaine juga karena ia berinteraksi dengan mu&#8217;allaf lain terutama David Wharnsby, penulis lagu asal Kanada dan produser Phillip Bubal.</p>
<p>Untunglah Tuhan memilih memanggilnya segera setelah ia masuk Islam. Hal itu merupakan sebuah keberuntungan, karena sebuah kehormatan telah berhasil ia raih setelah hampir sepanjang usia ia tidak mampu meraihnya. Duka begitu banyak orang, bahkan sampai menyebabkan Google dan Twitter sempat hang, semoga membuat jalannya makin mudah karena do&#8217;a mereka yang tulus mencintainya. Mereka yang menghormatinya karena perbuatan positif yang dilakukannya selama hidup. Ia akan diingat sebagai legenda yang penuh karya, &#8220;King of Pop&#8221; yang inspiratif. Bukan sebagai pencabul anak-anak yang sakit jiwa, yang sebenarnya justru harus kita kasihani. Dengan kematiannya, kisah hidupnya ditutup. Setitik noda dalam hidupnya niscaya tidak akan merusak susu sebelanga yang pernah ditaburkannya. Semoga ALLAH SWT merawatnya dan mengganti masa kecilnya yang hilang. Aamiin.</p>
<p>Keterangan Foto: Michael Jackson berbaju hitam tampak mengenakan semacam kafiyeh, keluar dari kediaman seorang konglomerat muslim Timur Tengah. Tanggal pasti pengambilan foto dan sumber asli tidak diketahui.</p>
<p>(oleh: <span style="text-decoration:underline;">Bhayu M.H.</span>, diposting di http://www.lifeschool.wordpress.com)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAB VI : Pernikahan dan poligami menurut kacamata Islam.]]></title>
<link>http://vienmuhadisbooks.wordpress.com/2009/06/17/bab-vi-pernikahan-dan-poligami-menurut-kacamata-islam-2/</link>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 05:21:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Vien AM</dc:creator>
<guid>http://vienmuhadisbooks.wordpress.com/2009/06/17/bab-vi-pernikahan-dan-poligami-menurut-kacamata-islam-2/</guid>
<description><![CDATA[Rasulullah saw bersabda, ”Pernikahan adalah sunnah-ku, karena itu barangsiapa yang tiada menyukainya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Rasulullah saw bersabda, ”Pernikahan adalah sunnah-ku, karena itu barangsiapa yang tiada menyukainya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kesan Manohara Di Dera.. Kesiannya...]]></title>
<link>http://namao.wordpress.com/2009/06/11/kesan-manohara-di-dera-kesiannya/</link>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 00:34:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>★Dakjaat☆™</dc:creator>
<guid>http://namao.wordpress.com/2009/06/11/kesan-manohara-di-dera-kesiannya/</guid>
<description><![CDATA[Kesian la pulak ngan Manohara ni yang mengatakan dia telah di dera oleh suaminya Tengku. Elok jer ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://namao.wordpress.com/files/2009/06/manoharaodeliapinot.jpg"><img src="http://namao.wordpress.com/files/2009/06/manoharaodeliapinot.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a>
<div style="text-align:justify;">Kesian la pulak ngan Manohara ni yang mengatakan dia telah di dera oleh suaminya Tengku. Elok jer aku tengok? Siap bagi peace kangkang lagi..wahahah! Adoi.. nak tergelak aku tengok gambar si Manohara ni, ni kesan deraan suami dia. Orang kate, bukan aku kate&#8230; jangan saman aku plak ek. Xde duit nak bayar saman neh.. huhuhu! :p</div>
<p><a href="http://namao.wordpress.com/files/2009/06/manoharaodeliapinot2.jpg"><img src="http://namao.wordpress.com/files/2009/06/manoharaodeliapinot2.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a>
<div style="text-align:justify;">Kat belakang tu ialah mak Manohara, agaknya dah mereng dak Manohara ni selepas kena dera. Tapi dengar dari sumber lain, minah ni ada skandal ngan seorang lelaki dari negara dia juga. Nama apa ntah, Alex kot kalau tak silap. Kalau silap mintak maaf ler.. :p Agak mesra juga Mano ngan Alex nie.. tu kot yang menjadi punca dorang bergaduh sampai Manohara dah mereng camni?</div>
<p><a href="http://namao.wordpress.com/files/2009/06/manoharaodeliapinot3.jpg"><img src="http://namao.wordpress.com/files/2009/06/manoharaodeliapinot3.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a>
<div style="text-align:justify;">Oh Manohara, elok-elok orang nak amek gambar, ko memain lak.Disebabkan hal nie, orang Indonesia mula membuat tuduhan yang tidak berasas konon-kononnya demi Manohara la. Dorang kata Malaysia ni penciplak la, teruk dan bagainya memang sakit gak mata baca entri &#38; komen dorang kat blog. Dorang bukan main lagi mengutuk Malaysia, maka aku pun namao ketinggalan, jadi aku p bantai dorang balek. Dorang kata, Malaysia ni maju sebab suku sakat dorang banyak bekerja kat sini. Hahaha! Ape ke benggongnya mamat yang cakap camtu? Rasa nak sula jer terus.. cincang-cincang bagi kat anjing. Anjing pun tak sudi lalu menyiram daging haram itu dengan air kencingnya lagilah menjadi haram. Cess.. Orang Indonesia ni yang menyemak kat negara kita.. kite pun dah naik rimas tapi kite dok diam jer. Bagi peluang, sekarang dorang plak nak pijak kepala ternyata mereka nak kena maki gak.</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Save Our Self]]></title>
<link>http://4z1z4h.wordpress.com/2009/05/27/save-our-self/</link>
<pubDate>Wed, 27 May 2009 16:02:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>maryam</dc:creator>
<guid>http://4z1z4h.wordpress.com/2009/05/27/save-our-self/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;&#8230; Dan pada akhirnya yang mampu menjaga diri kita adalah kita sendiri&#8230; [dan Allah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p><strong>&#8220;&#8230; Dan pada akhirnya yang mampu menjaga diri kita adalah kita sendiri&#8230; [dan Allah tentunya]&#8220;</strong></p></blockquote>
<p>Kalimat itu meluncur dari lisan seorang teteh yang pekan kemarin sempat saya temui di koridor selatan masjid salman ITB. Pertemuan yang oleh kami berdua tidak pernah direncanakan sebelumnya. Tapi saya sangat meyakini bahwa &#8220;silaturahim&#8221; tak terencana macam ini, adalah skenarionya Allah SWT.</p>
<p>Klo anda bertanya kenapa kalimat itu tiba2 muncul? saya tegaskan bahwa hal tsb bukanlah sesuatu yg tiba2 dan tanpa alasan. Jadi begini hadirin &#8230;</p>
<p>Beberapa waktu yg lalu, disebuah pagi yang cukup sejuk. Tiba-tiba saya mendapatkan SMS menyenangkan, menyeramkan sekaligus buat jantung kembang-kempis tak karuan. SMS itu cukup singkat, hanya 5 kata&#8230; ada yang tau apa isinya???</p>
<blockquote><p><!--more--><strong>&#8220;Yam, hari ini kamu cantik sekali&#8221;</strong></p></blockquote>
<p>yups, begitulah isinya. Jadi apanya yg menyeramkan nan membahagiakan? Perasaan SMS nya biasa aja ah!!!</p>
<p>Mungkin untuk anda biasa aja, awalnya saya pun punya pikiran yang sama.. biasa ajah! Tapi tunggu dulu, yg tidak biasa sehingga menimbulkan rasa dag-dig-dug adalah pengirimnya. Ntahlah, saya memang bukan orang melankolis yg bisa mudah tersentuh oleh kata-kata macem ini. Tapi saya pun adalah seorang wanita yg ketika dipuji dengan kata &#8220;Cantik&#8221; bisa klepek2 juga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Asal tau aja, si pengirim ini adalah seorang ikhwan [Laki-laki] yg selama ini begitu saya hormati sebagai seorang sahabat. Seorang yg terbiasa dengan kehidupan dakwah, seorang yang tak asing jika dirinya dipanggil aktivis dakwah.Yang saya pikir tak sepantasnya melakukan hal tersebut. Yah, tak pantas karena pujian macem itu bisa membuat hati kotor, bisa membuka pintu setan menggoda, bisa membuat silaturahim jadi terkoyak.</p>
<p>Itulah yang saya rasakan, tak sepantasnya kata itu terucap dari seorang pria kepada wanita yang bukan mahrom nya. Kenapa? ya itu tadi, bisa menyebabkan kehancuran.Saya mencoba untuk tabayuni, khawatir dia salah kirim, atau ada orang lain yg berniat memperkeruh suasana, dengan cara meminjam HP nya. Tapi, jawaban dari &#8220;sang pujangga&#8221; -si ikhwan itu- membuat hati saya benar-benar hancur.</p>
<p>Dengan entengnya dia bilang :</p>
<blockquote><p>&#8220;Oh iya ukhti, itu memang saya yang sms untuk anti&#8221;</p></blockquote>
<p>Hancur karena kecewa. Hancur karena marah, Hancur karena sedih&#8230; Fuih, ntahlah jawabanya itu sungguh diluar perkiraan. Kok bisa yah? hanya itu pertanyaan yg muncul ketika itu. saya tak boleh tinggal diam, berkali-kali sms saya kirimkan untuk mengingatkan kembali bagaimana harusnya dia bersikap, bagaimana seharusnya seseorang yg diamanahi untuk mengemban dakwah ini bisa memposisikan dirinya ditempat yang benar&#8230;</p>
<p>Manusiawi memang, karena toh dia pun adalah laki-laki normal yang pada umumnya  mungkin bisa dengan mudah mengungkapkan pujiannya secara spontan. Tapi tidakkah setiap kata yang diucapkannya harus dipikirkan terlebih dahulu ???</p>
<p>saya menceritakan kejadian ini ke seorang teteh ketika di salman. Beliau hanya mengatakan:</p>
<blockquote><p>&#8220;&#8230; ehm, jangan-jangan si ikhwan itu &#8220;berani&#8221; mengungkapkan hal tersebut juga karena adanya andil kita sebgai seorang akhwat. Mungkin selama ini kita terlalu &#8220;menggangu&#8221; dia sehingga tanpa disadari pujian itu terungkap. Tak akan ada asap ketika tak ada api.  Andai kita tak terlalu &#8220;bertingkah&#8221; macam2, mungkin kejadian ini tak akan pernah terjadi.Inget ukh, pada akhirnya yang mampu menjaga diri kita adalah kita sendiri dan Allah tentunya&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p>Mungkin ada benarnya juga. Toh , seseorang melakukan sesuatu itu karena ada kesempatan dan keinginan. Jangan2 memang selama ini saya lah yang memberikan kesempatan, walaupun tanpa disadari&#8230; Astaghfirullah&#8230;</p>
<p>Ntahlah, apa yg seharusnya saya tulis disini, mejadi begitu sulit keluar. Yang jelas, sejak kejadian itu. Derajat dia di mata saya menjadi turun. dari sahabat menjadi hanya sekedar teman. dan tak lebih&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjual Keperawanan]]></title>
<link>http://vincha.wordpress.com/2009/05/11/menjual-keperawanan/</link>
<pubDate>Mon, 11 May 2009 06:37:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>vincentsmoox</dc:creator>
<guid>http://vincha.wordpress.com/2009/05/11/menjual-keperawanan/</guid>
<description><![CDATA[Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Harus Lulus Cepat, Karena Aku Miskin]]></title>
<link>http://cucuharis.wordpress.com/2009/04/30/aku-harus-lulus-cepat-karena-aku-miskin/</link>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 17:50:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>achoey</dc:creator>
<guid>http://cucuharis.wordpress.com/2009/04/30/aku-harus-lulus-cepat-karena-aku-miskin/</guid>
<description><![CDATA[Sahabat, ijnkan kali ini aku menceritakan kisah lalu. Kisah dalam penggalan tahapan hidupku. Dan jik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sahabat, ijnkan kali ini aku menceritakan kisah lalu. Kisah dalam penggalan tahapan hidupku. Dan jik]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
