<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kemerdekaan-ri &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kemerdekaan-ri/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kemerdekaan-ri"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 19:01:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Menangkap Semangat Juang “Agustusan”]]></title>
<link>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/09/04/menangkap-semangat-juang-%e2%80%9cagustusan%e2%80%9d/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 03:03:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>klipingcliping</dc:creator>
<guid>http://klipingcliping.wordpress.com/2009/09/04/menangkap-semangat-juang-%e2%80%9cagustusan%e2%80%9d/</guid>
<description><![CDATA[Bangsa Indonesia di seluruh tanah air akan merayakan penyambutan hari kemerdekaan yang telah menginj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bangsa Indonesia di seluruh tanah air akan merayakan penyambutan hari kemerdekaan yang telah menginj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Seorang Asing yang Berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia]]></title>
<link>http://denagis.wordpress.com/2009/09/02/kisah-seorang-asing-yang-berjuang-untuk-kemerdekaan-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 03:14:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Deden</dc:creator>
<guid>http://denagis.wordpress.com/2009/09/02/kisah-seorang-asing-yang-berjuang-untuk-kemerdekaan-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[.&#8230;&#8230;Saya teringat juga kejadian ketika dalam bulan Oktober 1948 mendapat instruksi untuk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1039" title="foto by googling fr merdeka_by_instantclick" src="http://denagis.wordpress.com/files/2009/09/merdeka_by_instantclick.jpg?w=150" alt="foto by googling fr merdeka_by_instantclick" width="150" height="115" />.<em>&#8230;&#8230;Saya teringat juga kejadian ketika dalam bulan Oktober 1948 mendapat instruksi untuk membawa satu koper penuh uang Belanda dari pihak pemerintah pusat RI ke Jakarta untuk membantu perjuangan kaum Republik di Jakarta dan di antaranya untuk membiayai “Sari Pers” yang ada di bawah pimpinan Sastro Suwignyo di Jalan Guntur. Untuk menyelundupkan uang itu saya harus menempuh jalan-jalan yang berbahaya dan mempunyai kisah tersendiri&#8230;&#8230;..</em><!--more--></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">(((((0000)))))</p>
<p align="center"><strong>(Catatan Mln. Sayyid Shah Muhammad Al-Jailani yang ditulis tahun 1975. Beliau wafat pada tahun 1983 di Bandung)</strong></p>
<p>Saya terpaksa harus mengenang kembali peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang telah berlalu sekitar tiga puluh tahun yang lalu, waktu saya masih aktif sebagai missionary Ahmadiyah di Jawa Tengah dan melibatkan diri dalam gejolak Api Revolusi 17 Agustus 1945, di kala Bangsa Indonesia bangun serentak membela dan menegakkan haknya untuk menjadi satu bangsa yang merdeka. Untuk menyegarkan kembali ingatan, terutama yang bermanfaat bagi para generasi muda, sebaiknya diterangkan secara sepintas lalu kejadian-kejadian di belakang peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dalam bulan Agustus 1945 Amerika menjatuhkan bom atom di atas kota Hiroshima dan Nagasaki, yang memaksa Kaisar Hirohito angkat tangan kepada Sekutu dan melepaskan cengkramannya di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang telah dikuasainya selama 3 ½ tahun.</p>
<p>Pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan dan serentak menyusun pemerintahan Republik Indonesia. Dalam pada itu sementara Sekutu yang diwakili oleh tentara Inggris mendarat di kepulauan Indonesia dengan tugas melucuti tentara Jepang, Belanda yang masih merasa berkuasa mempergunakan kesempatan-kesempatan itu dengan membonceng tentara Sekutu masuk ke Indonesia dengan nama NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Pemerintah RI merasa sukar untuk melanjutkan perjuangan di Ibukota Jakarta dan akhirnya dengan pertimbangan yang masak di antara para pemimpin maka diputuskan untuk memindahkan ibukota Republik Indonesia ke Yogjakarta.</p>
<p>Para anggota Jemaat Ahmadiyah yang tidak kalah patriotiknya, baik anggota biasa maupun pemimpin-pemimpinnya, ikut aktif bersama-sama rekan-rekan sebangsanya memasukkan diri dalam kancah perjuangan, baik secara langsung mengangkat senjata sebagai anggota BKR-TKR, ataupun lasykar-lasykar rakyat seperti TRIP dan dalam badan-badan perjuangan lainnya seperti KOWANI, KNI dan sebagainya. Ketua PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia pada waktu itu, yaitu Almarhum Bapak R. Mohammad Muhyiddin pegawai tinggi RI aktif dalam mempertahankan kedaulatan RI yang pertama di Jakarta. Pada waktu akan diadakan perayaan Ulang Tahun  RI yang pertama di Jakarta, beliau diangkat sebagai Sekretaris Panitia. Bahkan beliau sendiri pada hari perayaan kemerdekaan RI pertama akan memimpin barisan pawai dengan memegang bendera Sang Saka Merah Putih di muka barisan. Akan tetapi delapan hari sebelum HUT RI yang pertama, beliau telah diculik oleh Belanda dan hingga kini hilang tak tentu rimbanya. Menurut keterangan Almarhum Pak Suwirjo dan Almarhum Pak Yusuf Yahya, ex Walikota dan Wakil Walikota Jakarta, beliau telah dibawa serdadu-serdadu Belanda ke suatu tempat di Depok dan kemudian ditembak mati.<em> Inna lilLahi wa inna ilayHi roji’un</em>.</p>
<p>Begitu juga halnya dengan saudara-saudara Maulwi Ahmad Nuruddin dan Haji Sadruddin Yahya Pontoh, mereka giat sekali mengunjungi pemusatan atau tempat-tempat tentara India di Jakarta untuk menjelaskan dalam bahasa Urdu dan Inggris kepada mereka tentang kebenaran dan kesucian perjuangan Bangsa Indonesia, hingga banyak dari tentara India menjadi insyafdan melarikan diri dan kemudian menggabungkan diri dan berjuang dengan bangsa Indonesia. Sebelum tentara memasuki dan merebut kota Bandung, Bapak Utusan Abdul Wahid HA dan Almarhum Malik Aziz Ahmad Khan aktif sebagai penyiar RRI untuk siaran Bahasa Urdu untuk memperkenalkan perjuangan Bangsa Indonesia ke benua alit India. Orang-orang Ahmadi di Sumatra Barat, Sumatra Utara tidak ketinggalan mengambil bagian dalam perjuangan fisik melawan Belanda. Perlu kiranya menjadi catatan, bahwa ketika RI memerlukan pinjaman uang dari rakyat maka anggota Jemaat Ahmadiyah dengan spontan memberikan dengan segenap kemampuan yang ada. Tidak sedikit jumlah uang yang diberikan oleh Jemaat Ahmadiyah, umpamanya Jemaat Ahmadiyah Cabang Garut.</p>
<p><strong>Perjuangan Di Yogjakarta</strong></p>
<p>“Tuan akan bicara dalam bahasa apa?”, demikian Bapak Presiden Soekarno membuka percakapan setelah kami bersalaman. “Dalam bahasa persatuan Bangsa Indonesia.”, jawab saya. Atas jawaban itu tampak benar beliau sangat terkesan dan muka beliau berseri-seri. Waktu saya menyerahkan bingkisan kepada beliau saya ucapkan kata-kata demikian, “Kami menghadiahkan kitab ini kepada Bung Karno dengan khidmat dan penuh hormat dengan penghargaan agar Paduka Yang Mulia sudi mempelajari kitab ini (Ahmadiyyat or The True Islam). Di kala kena peluru kesucian karena isi kitab ini, kami harap Paduka Yang Mulia akan berani memproklamirkan keimanan kesuciannya sebagaimana Paduka Yang Mulia berani memproklamirkan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.</p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-1029" title="Foto Bung Karno" src="http://denagis.wordpress.com/files/2009/09/foto-kuno-1-bung-karno.jpg" alt="Foto Bung Karno" width="500" height="375" /></p>
<p>Mendengar kata-kata yang diucapkan dengan penuh kesungguhan dan khidmat tapi sederhana itu, beliau tersentak berdiri dari duduknya lalu sambil memegang tangan saya mengucapkan kata-kata ‘Laa haula wa laa quwwata illa billah … minta dido’akan … minta dido’akan …’ Kata-kata itu diucapkan dengan berulang-ulang, sedangkan mata beliau tampak berkaca-kaca, seakan-akan air mata beliau mau keluar. Sementara kami minum-minum beliau mengatakan, “Saya sangat gembira dan terima kasih kepada tuan atas segala bantuan dan perjuangan serta darma-bakti pada bangsa dan pemerintah kami”. Baliau menganjurkan, “Hendaknya tuan pindah di Yogjakarta saja, supaya kita dapat sering bertemu dan membicarakan soal-soal agama”. Saya menjawab, “Saya akan istikharah sembahyang dulu, setelah itu baru dapat mengambil keputusan”. Setelah melaksanakan sembahyang istikharah, diambillah keputusan untuk pindah ke Yogjakarta sesuai anjuran Bung Karno. Semenjak itu mulailah saya memberikan sumbangan tenaga dan pikiran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.</p>
<p><strong>Konperensi Ahmadiyah Di Yogjakarta</strong></p>
<p>Di Yojakarta sudah menetap beberapa saudara anggota PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia seperti Bapak R. Hidayat dan Bapak Ahmad Sarido serta sejumlah Ahmadi dari Jawa Barat, antara lain Bapak Harmaen, Bapak Dahnan Mansur, Bapak Karnaen dan lain-lain. Setelah mengadakan perundingan, bapak-bapak tersebut mengambil prakarsa untuk mengadakan konperensi Jemaat Ahmadiyah Indonesia di daerah RI bertempat di Yogjakarta. Konperensi memikirkan langkah-langkah yang seharusnya diambil oleh Jemaat pada waktu itu sehubungan dengan diterimanya perintah dari Hadhrat Khalifatul Masih II<sup>(r.a.)</sup>, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, supaya kita membantu perjuangan Republik, sedang pada waktu itu belum mendapat pengakuan dari luar. Tanah Air Indonesia masih dipersengketakan dengan Belanda. Badan itulah yang menjadi wadah bagi Jemaat untuk membantu perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia pada waktu itu.</p>
<p><strong>Kontra Mr. Chiang</strong></p>
<p>Atas prakarsa Dewan keamanan PBB, di masa itu dibentuk sebuah Komisi yang terdiri dari beberapa Konsul Jendral negara-negara asing yang berkedudukan di Jakarta. Anggota-anggota Komisi itu sering kali mondar-mandir ke Yogjakarta. Pada suatu ketika Konsul Jendral Tiongkok Nasionalis yang namanya Mr. Chiang, sebagai anggota Komisi tersebut mengunjungi Yogjakarta. Untuk menghormati kedatangan Konsul Jendral itu, di kepresidenan diadakan suatu pertemuan yang dihadiri oleh para menteri kabinet, pembesar-pembesar militer maupun sipil dan para terkemuka.</p>
<p>Dalam pertemuan itu Mr. Chiang berpidato dengan bersemangat dan dengan lagak sombong. Ia sangat mencela dan menghantam bangsa Indonesia atas kejadian-kejadian di Tangerang, Tegal, Malang dan lain-lain tempat di mana banyak penduduk China jadi korban. Setelah ia selesai berpidato, maka hadirin diberikan kesempatan untuk memberikan kata sambutan. Karena tiada seorang pun tampil ke muka dan memang keadaan tak mengizinkan dan kurang tepat untuk orang-orang Indonesia, saya memberanikan diri untuk menyambut pidato Mr. Chiang tersebut. Kurang lebih setengah jam lamanya saya kupas pidatonya itu.</p>
<p>Selesai memberikan sambutan, saya diserbu oleh para pemimpin bangsa Indonesia seperti almarhum Bapak Panglima Besar Jendral Sudirman, Sri Sultan Hamengkubowono IX, Dr. Sukirman, Mr. Sujarwo Condronegoro, H. Tabrani, Bung Tomo dan lain-lain. Mereka semua mengucapkan selamat dan terima kasih serta memeluk saya. Pidato saya dianggap mereka sebagai pembelaan di forum internasional. Uraian saya ini disiarkan dalam berbagai bahasa seperti bahasa Inggris, Prancis, Tionghoa, Arab, Urdu dan Bahasa Indonesia oleh IBC (Indonesian Broadcasting Corporation) dan harian-harian yang terbit di Yogjakarta.</p>
<p>Saya teringat juga kejadian ketika dalam bulan Oktober 1948 mendapat instruksi untuk membawa satu koper penuh uang Belanda dari pihak pemerintah pusat RI ke Jakarta untuk membantu perjuangan kaum Republik di Jakarta dan di antaranya untuk membiayai “Sari Pers” yang ada di bawah pimpinan Sastro Suwignyo di Jalan Guntur. Untuk menyelundupkan uang itu saya harus menempuh jalan-jalan yang berbahaya dan mempunyai kisah tersendiri.</p>
<p>Setelah Belanda melakukan aksi militer kedua, saya tetap tinggal di Yogjakarta dan terus membantu para pejuang misalnya kontak dengan pemuda-pemuda, tentara, pelajar dan anak-anak gerilyawan di luar kota Yogjakarta. Karena hal itu nyawa saya sering hampir melayang. Setelah resolusi Dewan Keamanan mengenai Perundingan RI-Belanda, di Yogjakarta terbentuk Panitia Pemulihan Pemerintah RI Pusat, yang diketuai oleh Bapak Ki Hajar Dewantoro dan saya sendiri pun menjadi anggota dalam panitia tersebut. Ketika Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa pemimpin lainnya kembali dari Bangka ke Yogjakarta, di Yogjakarta dibentuk Panitia Penyambutan untuk menyambut rombongan para pemimpin itu, di mana saya pun menjadi anggota panitia itu.</p>
<p>Ketika Belanda menyerahkan kedaulatan ke tangan Republik Indonesia, Bung Karno harus pindah lagi dari Yogjakarta ke Jakarta. Saya mendapat kehormatan terpilih dalam rombongan 12 orang pengantar beliau ke Jakarta dengan plane pertama GARUDA di mana saya satu-satunya yang bukan warga Negara RI. Di antara ke 12 orang itu terdapat antara lain Ki Hajar Dewantoro, Mr. Susanto Tirtoprojo, Sri Paku Alam, Raden Mas Haryoto dan lain-lain.</p>
<p><strong>Kenangan Indah</strong></p>
<p>Kejadian-kejadian itu menjadi kenangan yang indah dan memberikan suatu perasaan bangga karena perintah Imam Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Khalifatul Masih II <sup>(r.a.)</sup>. Dengan demikian merasa sebagai suatu kewajiban yang suci untuk mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, sesuai dengan sabda Rasulullah <sup>(s.a.w.)</sup>: “Hubbul wathoni minal iman”, bahwa kecintaan kepada tanah air adalah sebagian dari pada iman.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1031" title="Foto Bung Hatta &#38; Sayyid Sah M" src="http://denagis.wordpress.com/files/2009/09/foto-kuno-1-bung-hatta-sayyid-sah-m.jpg" alt="Foto Bung Hatta &#38; Sayyid Sah M" width="500" height="375" /></p>
<p>Pemerintah RI/Kementerian Penerangan telah mengeluarkan Surat Penghargaan atas nama saya tertanggal 3 Agustus nomor 39/UP/Ktr dengan kata-kata antara lain:</p>
<p>“<em>Pernyataan penghargaan ini didasarkan atas jasa-jasanya yang telah diberikan kepada perjuangan Bangsa dan Negara Republik Indonesia sewaktu masih harus mempertahankan dan memperkokoh negara. Ia selalu menyumbangkan pikiran dan tenaganya dengan sepenuh keyakinan untuk membuat pendapat umum internasional bahwa perjuangan RI adalah benar dan adil</em>.”</p>
<p><strong>Posting lain yang berhubungan:</strong><br />
1. <a href="http://denagis.wordpress.com/2008/10/25/pencipta-lagu-indonesia-raya-ternyata-pengikut-ahmadiyah/" target="blank">PENCIPTA LAGU INDONESIA RAYA ternyata pengikut AHMADIYAH</a><br />
2. <a href="http://isamujahid.wordpress.com/2008/08/19/ahmadiyah-se-dunia-turut-membantu-kemerdekaan-indonesia/" target="blank">Ahmadiyah se-dunia Turut Membantu Kemerdekaan Indonesia</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gapura atau spanduk jadoel ?]]></title>
<link>http://grandis.wordpress.com/2009/08/28/gapura-atau-spanduk-jadoel/</link>
<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 04:24:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Oemar Bakrie</dc:creator>
<guid>http://grandis.wordpress.com/2009/08/28/gapura-atau-spanduk-jadoel/</guid>
<description><![CDATA[Semarak peringatan kemerdekaan RI ke 64 tahun ini baru saja berlalu. Disambung dengan kekhusyukan da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Semarak peringatan kemerdekaan RI ke 64 tahun ini baru saja berlalu. Disambung dengan kekhusyukan dan kesyahduan bulan suci Ramadhan 1430 H.</p>
<p>17 Agustus-an hampir identik  dengan pembuatan gapura warna-warni di ujung jalan masuk / gang. Bahkan sampai ada yg dilombakan segala. Kebetulan saya menemukan gambar/foto yg mungkin menggambarkan cikal-bakal gapura peringatan kemerdekaan RI. Atau, bisa juga ini ekspresi yg sekarang umum dinyatakan dalam bentuk spanduk, baliho dll. </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1630" title="Bandoeng01" src="http://grandis.wordpress.com/files/2009/08/bandoeng01.jpg" alt="Bandoeng01" width="497" height="319" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Marine Diving Club on Sail Bunaken 2009]]></title>
<link>http://marinedivingclub.wordpress.com/2009/08/27/marine-diving-club-on-sail-bunaken-2009/</link>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 12:31:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Marine Diving Club</dc:creator>
<guid>http://marinedivingclub.wordpress.com/2009/08/27/marine-diving-club-on-sail-bunaken-2009/</guid>
<description><![CDATA[Sebelumnya, topik mengenai sail Bunaken tersebut mungkin merupakan topik yang basi untuk di ceritaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sebelumnya, topik mengenai sail Bunaken tersebut mungkin merupakan topik yang basi untuk di ceritakan sekarang, namun sebenernya ini sudah mau di up date dahulu pas di Manado tapi karena kendala internet(modem) dan perjalanan dari bunaken yang menghabiskan waktu 3 minggu diperjalanan jadi baru di up date sekarang&#8230;selamat membaca&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-367" style="border:2px solid black;margin:2px;" title="Persiapan berangkat MDC on Sail bunaken" src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2009/08/p8070856.jpg?w=300" alt="Persiapan berangkat MDC on Sail bunaken" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align:justify;">Semangat kemerdekaan pun ter lihat di pantai Malalayang Manado dengan meriah, kenapa tidak untuk menyambut hari ulang tahun RI yang ke 64 tahun tersebut di peringati oleh ribuan orang dan lebih menarik lagi orang yang memperingatinya tersebut merupakan peyelam penyelam yang datang dari seluruh pelosok indonesia bahkan penyelam dari mancanegara.  Selain kegiatan memperingati HUT RI tersebut Indonesia mendapat dan mencetak rekor dunia penyelaman masal terbanyak.</p>
<p>Sebanyak 2.468 penyelam menyelam secara bersamaan untuk memperingati hari kemerdekaan indonesia itu, acara tersebut di siarkan oleh salah satu stasion tv secara live dari dasar laut pantai malalayang tersebut. Untuk penyelamannya dilakukan di kedalaman 18 sampai 20 m, kemudian untuk menghindari kerusakan ekosistem di dalam laut tersebut panitia memilih tempat yang menurut saya sangat baik, dimana substrat yang berpasir dan visibiliti yang bagus.</p>
<p>Juri Guinness Book of Records asal Inggris Lucia Sinigagliesi juga turut menyaksikan pergelaran spektakuler itu. Inspektur upacara adalah Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Moeklash Sidiq. Adapun komandan upacara adalah Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Iskandar Sitompul.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--><br />
Peserta upacara itu antara lain mahasiswa dari Manado dan seluruh klub selam di Tanah Air termasuk didalamnya 15 orang perwakilan dari Marine Diving Club Ilmu Kelautan ikut berpartisipasididalamnya serta TNI Angkatan Laut (AL),Angkatan Darat (AD),Angkatan Udara (AU),Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun masyarakat umum. Di samping itu terdapat tamu lain yang mengikuti upacara dari kapal dan panggung kehormatan di tepi pantai.Peserta lain adalah marinir asing dari Australia , Inggris, dan Filipina. &#8220;Momen ini merupakan suatu momen istimewa bagi Indonesia dan merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga bagi hidup saya&#8221; tutur Analis Finansi rombongan dari Marine Diving Club (MDC) yang ikut dalam even tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Para peserta tampak khidmat mengikuti prosesi upacara didasar laut. Inspektur upacara Wakasal Laksamana Madya Moeklash Sidiq merasa bersyukur, pemecahan rekor dunia tersebut berjalan dengan lancar.“Saya bersyukur upaya ini tidak ada hambatan.Satu kebanggaan karena rekor ini tiga kali lipat dari rekor sebelumnya yang diraih Maladewa,” ujar Moeklash.</p>
<p>Ribuan orang memenuhi jalanan pantai Malalayang yang menyaksikan kegiatan terebut, even sail bunaken tersebut memberikan pengakuan dari negara luar terhadap indonesiabahwa indonesia merupakan negara bagari yang sangat besar, selain itu dampak positif lainnya dengan kegiatan ini pariwisata bahari di Indonesia akan semakin ternenal ke seluruh dunia tidak hanya di Bali saja namun banyak tempat wisata bahari yang tersebar di pelosok indonesia, mungkin ini dapat menjadi revrensi bagi pemerintah daerah masing masing untuk menjual potensi wisata baharinya masing masing. Pada kesempatan kami kembali ke penginapan saya sempat menanyai seorang sopir angkot mengenai sail bunaken tersebut &#8220;saya sangat senang sekali adanya kegiatan seperti ini, 2 hari terakhir ini saya setiap harinya mendapat 2 kali lipat setoran setiap harinyakarena banyaknya penumpang&#8221;. selain itu menurut informasi hampir 1 miliar perputaran uang yang terjadi setiap harinya dan ini merupakan keuntungan yang sangat besar bagi tuan rumah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).</p>
<p>Mungkin demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, mungkin tulisan ini dapat membuka inspirasi baru bagi kita semua untuk mengembangkan potensi lautdi daerah kita masing masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Salam bahari&#8230;Merdeka.</p>
<p>Waspada dira anuraga</p>
<p style="text-align:justify;">Salam</p>
<p style="text-align:justify;">Tiwi_HUMAS MDC</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:left;">Brikut foto fotonya(yang underwaternya nyusul ya):</p>
<p style="text-align:left;"><strong><img class="size-medium wp-image-368 alignnone" title="rombongan jateng MDC on sail bunaken" src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2009/08/p8070045.jpg?w=300" alt="rombongan jateng MDC on sail bunaken" width="300" height="225" /></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Rombongan Jawa tengah</strong></p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-medium wp-image-369" title="persiapan penyelaman MDC on sail bunaken" src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2009/08/p8151345.jpg?w=300" alt="persiapan penyelaman MDC on sail bunaken" width="300" height="224" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Persiapan untuk menyelam</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><img class="size-medium wp-image-379 alignnone" title="rekor selam (3)" src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2009/08/rekor-selam-31.jpg?w=300" alt="rekor selam (3)" width="300" height="157" /></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Para penyelam bersiap untuk turun</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-371" title="merdeka...merdeka..." src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2009/08/rekor-selam5.jpg?w=300" alt="merdeka...merdeka..." width="300" height="200" /></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Semangat Penyelam</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-372" title="antusias masyarakat " src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2009/08/p8170394.jpg?w=300" alt="antusias masyarakat " width="300" height="224" /></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Antusias masyarakat<br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Kemerdekan RI dan Keadilan]]></title>
<link>http://persatuanislam.wordpress.com/2009/08/19/kemerdekan-ri-dan-keadilan/</link>
<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 01:10:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Comet Computer</dc:creator>
<guid>http://persatuanislam.wordpress.com/2009/08/19/kemerdekan-ri-dan-keadilan/</guid>
<description><![CDATA[Kemerdekan Republik dan Keadilan (Yd.I) Dirgahayu Republik Indonesia. Tidak terasa sudah 64 tahun Re]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kemerdekan Republik dan Keadilan (Yd.I) Dirgahayu Republik Indonesia. Tidak terasa sudah 64 tahun Re]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peringatan Kemerdekaan dalam Bayang-bayang Terorisme]]></title>
<link>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 15:24:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Billy Soemawisastra</dc:creator>
<guid>http://jagatalit.com/2009/08/18/peringatan-kemerdekaan-dalam-bayang-bayang-terorisme/</guid>
<description><![CDATA[Keriaan memperingati hari kemerdekaan, usai sudah. Kemarin dan kemarinnya lagi &#8212; hampir tiga h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Keriaan memperingati hari kemerdekaan, usai sudah. Kemarin dan kemarinnya lagi &#8212; hampir tiga hari berturut-turut dalam <em>long week end</em> yang baru saja berlalu &#8212; di setiap pojok perkampungan miskin dan daerah elite perkotaan, di negeri bernama Republik Indonesia ini, keramaian menyambut hari jadi RI ke-64 berlangsung spontan dan penuh keikhlasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Puncaknya, ya kemarin itu, tanggal 17 Agustus 2009. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan mulai dari Istana Negara hingga kantor-kantor gubernur, bupati, camat, lurah, bahkan sampai di kedalaman lautan, puncak gunung dan perut bumi. Alhamdulillah, Indonesia ternyata masih ada. Merah Putih masih berkibar dan dicintai seluruh warga negara. Meski sehari sebelumnya, di sebuah gedung megah di Senayan Jakarta, para wakil rakyat dan kepala negaranya sempat lupa mengumandangkan lagu keramat hasil gubahan almarhum WR Supratman itu, dalam suatu acara kenegaraan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Kemegahan memperingati hari kemerdekaan, memang selalu berulang setiap tahun. Tetapi peringatan yang berlangsung kemarin, terasa lebih dalam nuansa keharuannya, karena beberapa saat sebelumnya, Bumi Pertiwi dirundung tragedi yang juga selalu datang berulang, mengoyak ketentraman yang ternyata masih impian. Tragedi itu adalah serangan teroris berupa pemboman oleh para pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Tragedi ini bisa terjadi lagi di saat-saat yang tidak terduga, karena jaringan para pelaku pemboman (terutama para perancangnya) masih belum bisa diberangus hingga ke akar-akarnya. Apalagi konon para teroris itu telah berhasil merekrut sejumlah anak muda untuk menjadi ”pengantin” alias pembom bunuh diri, yang bisa meledakkan diri sewaktu-waktu. Kalau itu terjadi lagi, aparat keamanan (lagi-lagi) akan merasa kecolongan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Jika benar bahwa para pembom bunuh diri itu rela meledakkan diri karena alasan agama: ingin mati syahid agar langsung masuk surga dan langsung pula bertemu dengan Allah, maka yang harus merasa paling kecolongan sebenarnya adalah para ulama Islam, karena tak ada satu ayat pun dalam Al-Quran, dan satu pun Sabda Rasulullah Muhammad SAWW (Al-Hadits), yang membenarkan ataupun memerintahkan tindakan bunuh diri untuk alasan apa pun. Terlebih lagi jika perbuatan tersebut dilakukan untuk mencelakakan orang lain. Itu artinya, tuntunan hakiki agama Islam yang hakikatnya cinta damai, tidak pernah sampai kepada sejumlah anak muda yang rela meledakkan diri untuk mendapatkan liputan media.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Bila tuntunan agama tidak sampai kepada umat, atau tuntunan agama itu disalahartikan oleh sebagian orang, lantas siapa yang pantas disalahkan? Tentunya para ulama. Lalu ke mana para ulama selama ini? Pemboman demi pemboman di bumi Indonesia ini terjadi sejak tahun 2000, diawali dengan peledakkan sejumlah gereja. Waktu itu, masyarakat masih meraba-raba siapa pelakunya. Tetapi sejak bom bali pertama di tahun 2002, kalangan intelejen mulai menjelaskan bahwa para pembom alias para teroris itu berasal dari kelompok Jemaah Islamiyah (JI) yang berpusat di Malaysia dan berafiliasi pada organisasi Al-Qaidah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Di Indonesia, gerakan JI semakin memperoleh kekuatan karena bersinggungan, bahkan berakrab-ria dengan sempalan gerakan NII (Negara Islam Indonesia). Mengapa kelompok JI akrab dengan gerakan NII? Karena sesungguhnya, para pendiri JI adalah tokoh-tokoh NII yang melarikan diri ke Malaysia, untuk menghindari incaran pemerintah Orde Baru.<br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Pada peristiwa bom Bali 2002 itu pulalah, masyarakat Indonesia mulai diperkenalkan pada <em>suicide bombers</em>, alias para pembom bunuh diri. Sesuatu yang sebelumnya hanya kita dengar terdapat di Timur Tengah. Maka jelaslah bahwa perilaku pembom bunuh diri, adalah perilaku impor. Bukan perilaku khas Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Walau demikian tak pernah kita dengar upaya para ulama untuk mendekati umatnya di berbagai pelosok negeri, guna menjelaskan bahwa tindakan terorisme (termasuk aksi bom bunuh diri) adalah tindakan yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran Islam. Yang muncul kemudian hanyalah sikap saling-mencurigai, beredarnya berbagai versi teori konspirasi, dan akhirnya keluhan dari sejumlah tokoh organisasi massa Islam yang mengaku bahwa sebagian mesjid-mesjidnya, sekolah-sekolahnya, pesantren-pesantrennya, mulai disusupi atau diakuisisi oleh  kelompok-kelompok Islam garis keras.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Anehnya, meski musuh sudah masuk ke dalam rumah, masih banyak para ulama yang tetap ”berasyik-ma’syuk” dengan partai-partai politik. Ikut dukung-mendukung hingga tahapan pemilihan presiden, dan tanpa malu-malu membawa nama besar organisasi keagamaan untuk kepentingan politik. Ujung-ujungnya tentu saja pembagian kekuasaan. Lalu mereka ikut terperangah ketika bom, lagi-lagi meledak, di Mega Kuningan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Dulu gerakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) berhasil diberangus karena kerja sama yang erat antara ulama, umara (pemerintah) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Begitu pula gerakan komunisme. Mengapa sekarang kerja sama itu sulit diwujudkan?  Itu lantaran (bahkan) para ulama pun tak lagi bersatu seperti dulu. Kepentingan politik praktis telah membuat mereka semakin berpuak-puak, sehingga lupa pada bahaya laten di sekitarnya, yakni terorisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Seperti telah disinggung di atas, gerakan terorisme di Indonesia, sedikit banyak bersinggungan dengan gerakan NII, atau keturunan (baca: kader) para penggerak DI/TII yang – karena organisasinya dinyatakan terlarang – mengendap-endap di ”bawah tanah”. Di antara mereka, kata pengamat gerakan Islam, Al Chaidar, ada yang moderat alias tidak menyetujui jalan kekerasan. Mereka yang moderat ini sebenarnya bisa didekati oleh para ulama, umara dan aparat keamanan, sehingga bisa diajak kerja sama untuk menghambat gerakan sayap radikal, guna mencegah aksi-aksi terorisme.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Walhasil, memang dibutuhkan kesatuan langkah dari semua pihak yang mencintai negeri ini, untuk bahu-membahu mencegah dan memberantas terorisme. Selain gerakan kejar dan tangkap yang dilakukan aparat keamanan terhadap para pelaku terorisme, juga diperlukan gerakan penyadaran masyarakat atas bahaya terorisme, termasuk melakukan persuasi terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang rentan akan ajakan para teroris. Dan, ini merupakan tugas para ulama. Pun, tentu saja, tugas umara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Semoga pula kemeriahan memperingati hari kemerdekaan RI yang berlangsung kemarin, tidak membuat masyarakat lupa akan ancaman terorisme yang selalu membayang-bayangi ketentraman negeri ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"> <strong>Billy Soemawisastra</strong></span></p>
<h5 style="text-align:center;"><span style="color:#003366;">[Tulisan ini juga dapat dilihat di <a href="http://berita.liputan6.com/producer/200908/240951/Peringatan.Kemerdekaan.dalam.Bayang.bayang.Terorisme" target="_blank">www.liputan6.com</a>]</span></h5>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DeFOC Lomba Ontel di UI]]></title>
<link>http://defoc.wordpress.com/2009/08/18/ontel-berlomba-di-ui/</link>
<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:24:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>defoc</dc:creator>
<guid>http://defoc.wordpress.com/2009/08/18/ontel-berlomba-di-ui/</guid>
<description><![CDATA[Minggu, 16 Agustus 2009 Pemirsa yang berbudi&#8230;. Kali ini ada sajian khusus yang dapat kami saji]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#008080;"><strong>Minggu, 16 Agustus 2009</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Pemirsa yang berbudi&#8230;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Kali ini ada sajian khusus yang dapat kami sajikan, semoga berkenan</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 64, segenap punggawa keluar dari masing-masing singgasananya untuk mengikuti acara yang digelar di panggung kehormatan Universitas Indonesia, tidak tanggung-tanggung kerabat juga dikerahkan untuk mensemarakkan suasana.<!--more--><br />
Pagi ini 38 punggawa kumpul di halaman walikota yang merupakan basecamp kejayaan DeFOC, dengan pengerahan pengurus lengkap punggawa semangat hadir tepat jam 07.15. Kemudian sesuai agenda yang telah disusun dan disampaikan pada pertemuan sebelumnya para punggawa start untuk bergerak menuju kampus <strong>UNIVERSITAS INDONESIA</strong>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Sesampai di UI (parkir gedung rektorat) sang Ketua om Noengki membuka acara ini dan beberapa punggawa langsung mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan seksi-seksi yang telah dibentuk di kediaman <strong>om</strong> <strong>Adi</strong> Jum&#8217;at malam. Tepat pukul 08.10 kegiatan lomba menggunakan kendaraan pribadi mulai digelar yang sebelumnya dibacakan do&#8217;a oleh om Sumihardi,  berikut lomba-lomba punggawa yang disajikan dihadapan pengunjung UI minggu pagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>1. Fashion Show</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Lomba ini menampilkan kreativitas punggawa untuk menggunakan pakaian unik, dimana semua peserta diuji kemampuan berjalan dan wajib menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri. Dewan juri di ambil dari pengunjung yang memang rutin berolah raga di UI sehingga hasilnya tidak berpihak. Dari 38 punggawa hanya 2 onthelis yang mampu menarik perhatian khusus dewan juri yaitu <strong>om Iman</strong> dan <strong>om Kusmanto</strong>, sehingga wajar jika seorang om Iman dan sosok om Kusmanto mampu mengukir nilai tertinggi dan layak untuk membawa hadiah istimewa dari panitia. Selamat om Iman peraih juara 1 dan om Kus penggondol juara 2.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>2. Kelihaian menggunakan Ontel</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Pada lomba ini punggawa diuji kemampuannya untuk mengatur roda tuanya dalam 5 lintasan, lintasan pertama ontel harus dikendarai secara zig zag (ada enam botol aqua disusun lurus dan botol-botol itu tidak boleh jatuh saat jarak antara botol dilalui) lintasan kedua onthelis diwajibkan melintas dijalan lurus selebar 60 cm tanpa melindas batas lintasan ini sejauh ±15meter, kemudian dilanjut dengan lintasan 3 ontel harus ber zig-zag kembali melintasi 3 botol aqua yang disusun lurus kemudian ontelis harus mampu melintasi  lintasan keempat yakni onthelis harus mampu mengendarai sepedaanya diantara besi penjaga tanpa  harus menurunkan kaki sebanyak 2 x dan terakhir pada lintasan  ke lima onthelis harus mampu menjalankan sepedanya dengan lebar 30 cm sejauh 15 meter hingga garis finis. Waktu adalah segalanya siapa yang mampu mengarungi bahtera secara cepat tanpa kesalahan dia adalah pemenang. Dipenghujung games 3 onthelis yang mampu melaksanakan tugas tercepat yaitu <strong>Black </strong>dengan waktu<strong> 47,01 detik;</strong> om <strong>Eddy Susanto</strong> dengan waktu <strong>40,40 detik;</strong> dan <strong>mas Soleh </strong>dengan waktu <strong>35,90</strong> detik. Selamat buat om Budiarto(black), om Eddy dan mas Soleh. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>3. Ontel slow motion</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Games ke tiga yaitu lomba menjalankan ontel lambat, dimana peserta yang lebih dekat dengan garis start adalah pemenangnya dengan waktu 3 menit/section, pada uji tangkas session 1 dimenangkan oleh om Heri Sadewa dan mas Slamet, pada uji tangkas session 2 dimenangkan oleh om Triman dan om Guntur, session 3 om Edi Ubaidillah dan om Yima, pada session 4 pemenangnya mas soleh dan mas arif. Dan saat ditanding ulang yang paling dekat dengan garis start adalah mas soleh juara I, om Guntur Juara II dan om Triman Juara III. Sukses ya om-om keraton <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>4. Kelereng Naik Ontel</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Satu keunikan dari lomba ini onthelis dengan sepedanya harus mampu menjaga kelereng yang ada disendok dan digigit tidak menggelinding jatuh, para onthelis harus menempuh jarak sejauh 60 meter dengan lebar 1 meter, 30 onthelis yang dibagi menjadi 5 session ini, harus berjuang menuju garis finish untuk kemudian diadu kembali menuju 3 pemenang, dan diakhir lomba om <strong>Heri Sadewa</strong> peringkat I ; <strong>Mas Arif</strong> peringkat II dan om<strong> Hari</strong> peringkat III. Sukses ya om (nyaris kelereng ketelan karena terlalu dekat ngeset sendok) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>5. Makan Kerupuk berontel Ria</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Semaakin siaang semakin meriah karena lomba yang digelarpun semakin aneh, pemirsa kebayang ga kalau naik sepeda harus makan kerupuk dengan kaki tetap menggowes secara cepat dengan tetap menjaga sepedanya tidak bertabrakan, 18 sepeda secara bersamaan harus berpacu dengan lebar jalan 8 meter dan sejauh 100 meter. Dengan kecepatan maksimal dan harus menghabiskan kerupuk ukuran jumbo para onthelis melakukan dengan penuh tawa karena sempitnya lokasi di awal garis start, ketika jarak sudah diatas 30 meter onthelis tua dan muda berpacu dengan kecepatan 20 km per jam hingga menumbangkan 15 sepeda dibelakangnya karena hanya ada 3 onthelis tercepat ke garis finish yang dinyatakan pemenang. Peraih juara lomba ini adalah <strong>om Eddy Susanto</strong> Peringkat ke 1, <strong>Arif</strong> ke 2 dan <strong>om</strong> <strong>Guntur</strong> ke 3. Selamat ya om, ga nyangka ajach tuh juri dalam menilainya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><strong>6. Pesan Berantai</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Terdiri dari 3 regu yang beruntung mengikutinya, karena panitia mengundinya menjadi 4 onthelis per tim dan hanya ada 3 tim yang dikocok dengan menarik sumbu berwarna&#8230;. Jika yang didapat sumbu tidak berwarna maka punggawa tidak berhak main games ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Diakhir pengundian ditemukan</span></p>
<p><span style="color:#008080;"><img class="aligncenter size-full wp-image-666" title="tim" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/tim.jpg" alt="tim" width="500" height="133" /></span></p>
<p><span style="color:#008080;">Teknis pertandingan disusun 4 pos, dimana masing-masing pos diduduki oleh 1 onthelis sebagai penunggu pesan dan untuk selanjutnya pesan itu diingat dan disampaikan ke pos 2 untuk selanjutnya diteruskan oleh peserta pos 2 mengontel sepedanya menuju pos 3 untuk menyampaikan pesan yang diingat oleh peserta di pos 3, dilanjut penyampaian pesan ke pos 4 untuk selanjutnya menyampaikan pesan ke dewan juri&#8230; Sementara dewan juri mengecek dan mencocokkan pesan yang disampaikan.. Unik memang games ini karena biasanya peserta berlari tetapi ontel adalah segalanya, sehingga angkutan ini digunakan sebagai alat transfortasi pesan. Sukses buat tim Merah  adalah 4 HHHH yang meraih juara.<br />
</span></p>
<p><strong><span style="color:#008080;">7. Ontel main Bola</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Suguhan yang paling banyak membuat penonton terpingkal-pingkal adalah games bermain bola,&#8230; pemain terdiri dua tim yang juga diundi dengan sumbu berwarna. Sumbu berwarna <span style="color:#00ff00;">Hijau; om Guntur, om Edy, om Iman, om Gusti, om Boy dan mas Slamet.</span> Sedangkan sumbu <span style="color:#ff0000;">merah om Isro, om Otoy, om Heri, mas arif, mas soleh dan om Black</span>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; dengan wasit FIFA <strong>om Rahmat </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Pertandingan cukup alot hingga diakhiri dengan adu finalti dengan skor 3-4 untuk tim Hijau, Sukses ya bro&#8230;. hadiahnya sama rata sama tebal (hannnnnnnndukkk)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Diluar agenda om Agusti menambah lomba m3njadi 8 jenis yaitu kuis ala Ontel</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Dalam hal ini om Agusti ingin menguji seberapa jauh punggawa DeFOC paham dengan ontel, kuisnya berupa menebak merk sepeda dan berat sepeda yang saat itu dipergunakan oleh om Agusti yang menang diberikan hadiah langsung oleh beliau, Sepeda tersebut ditutup pannengnya dan diakhir kuis hanya ada 2 yang mampu menebak kuis tersebut, yaitu ibu Nunu dan om Boy&#8230;..  Selamat ya bu semoga hadiahnya cocokkkk.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Berikut foto-foto terkait</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"> </span></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#008080;"><img class="size-full wp-image-661" title="0562" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0562.jpg" alt="7 pendekar di kediaman om Adi, sebagai panitia seksi lomba Reza pimimpinnya" width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">7 pendekar di kediaman om Adi, sebagai panitia seksi lomba Reza pimimpinnya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#33cccc;"><img class="size-full wp-image-662" title="0563" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0563.jpg" alt="Kegiatan dibuka langsung oleh ketua om Noengki bergaya polisi hutan :)" width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">Kegiatan dibuka langsung oleh ketua om Noengki bergaya polisi hutan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#33cccc;"><img class="size-full wp-image-663" title="0564" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0564.jpg" alt="Para punggawa serius mendengarkan dengan hikmad" width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">Para punggawa serius mendengarkan dengan hikmad</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#008080;"><img class="size-full wp-image-667" title="0568" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0568.jpg" alt="Peragaontel 1 om Noengki DeFOC-0901 " width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">Peragaontel 1 om Noengki DeFOC-0901 </p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-671" title="0575" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0575.jpg" alt="Pelajar tempo doeloe yang Slamet ampe sekarang" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Pelajar tempo doeloe yang Slamet ampe sekarang</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#008080;"><img class="size-full wp-image-668" title="0578" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0578.jpg" alt="om Kusmanto bergaya" width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">om Kusmanto bergaya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-672" title="0581" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0581.jpg" alt="om Here gaya petani kota" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">om Here gaya petani kota</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-673" title="0592" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0592.jpg" alt="Sersan Iman Veteran de Hotman" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Sersan Iman Veteran de Hotman</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-674" title="0600" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0600.jpg" alt="om Hendro menuju lintasan 5 dalam uji kelihaian bersepeda" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">om Hendro menuju lintasan 5 dalam uji kelihaian bersepeda</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-675" title="slamet" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/slamet.jpg" alt="Lanjut yang selalu slamet uji trex 5" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Lanjut yang selalu slamet uji trex 5</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-678" title="makan siang" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/makan-siang.jpg" alt="Sejenak menikmati break dengan menu khusus bu agusti nasi gudeg jogja; tanks ya bu Agusti atas sumbangsihnya" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Sejenak menikmati break dengan menu khusus bu agusti nasi gudeg jogja; tanks ya bu Agusti atas sumbangsihnya</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-679" title="pemenag kuis" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/pemenag-kuis.jpg" alt="Pemenang kuis ibu Nunu saat membuktikan berat sepeda, :D" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Pemenang kuis ibu Nunu saat membuktikan berat sepeda, <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-680" title="0609" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0609.jpg" alt="Lomba ontel lambat section 1" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Lomba ontel lambat section 1</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-681" title="0610" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0610.jpg" alt="Lomba Ontel Lambat Section 2" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Lomba Ontel Lambat Section 2</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-682" title="0611" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0611.jpg" alt="Lomba Kelereng bro!" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Lomba Kelereng bro!</p></div>
<div id="attachment_689" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-689" title="0612" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/06121.jpg" alt="Final Lomba Kelereng naik Ontel :lol:" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Final Lomba Kelereng naik Ontel <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_690" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-690" title="0618" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0618.jpg" alt="Pesan berantai Pipi papi papi dst :roll: dengan Leader om Kus" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Pesan berantai Pipi papi papi dst <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  dengan Leader om Kus</p></div>
<div id="attachment_691" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-691" title="0622" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0622.jpg" alt="tim merah berantai pesan; kuku kaki kakeku kena paku dicipaku :mrgreen:" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">tim merah berantai pesan; kuku kaki kakeku kena paku dicipaku <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_692" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#33cccc;"><img class="size-full wp-image-692" title="0625" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0625.jpg" alt="pentransformasian pesan dari peserta 3 ke peserta 4 Here to Heri" width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">pentransformasian pesan dari peserta 3 ke peserta 4 Here to Heri</p></div>
<div id="attachment_693" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><span style="color:#33cccc;"><img class="size-full wp-image-693" title="0628" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0628.jpg" alt="Serunya kerupuk jumbo " width="500" height="375" /></span><p class="wp-caption-text">Serunya kerupuk jumbo </p></div>
<div id="attachment_694" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-694" title="0629" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0629.jpg" alt="Kerupuk habis juara ditangan hidup om heri peserta paling melayang" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Kerupuk habis, juara ditangan. hidup om heri peserta paling melayang</p></div>
<div id="attachment_695" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-695" title="0633" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0633.jpg" alt="Adu sepak bola tim hijau vs tim merah, kalau saja dirumput :&#124;:" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Adu sepak bola tim hijau vs tim merah, kalau saja dirumput :&#124;:</p></div>
<div id="attachment_696" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-696" title="0636" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0636.jpg" alt="Bola ko ada dibelakang om Agusti, waduh permainan yang sangat sulit" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Bola ko ada dibelakang om Agusti, waduh permainan yang sangat sulit</p></div>
<div id="attachment_697" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-697" title="0642" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0642.jpg" alt="Adu finalti yang mengakhiri event ini, om otoy akan mengeksekusi gawang yang dijaga musuh besarnya mas Slamet" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Adu finalti yang mengakhiri event ini, om Otoy akan mengeksekusi gawang yang dijaga musuh besarnya mas Slamet</p></div>
<div id="attachment_698" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-698" title="0647" src="http://defoc.wordpress.com/files/2009/08/0647.jpg" alt="Juara 3 Kelereng Naik Ontel; oleh Wk.Ketua :roll:" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Juara 3 Kelereng Naik Ontel; oleh Wk.Ketua <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Linux dan Makna Kemerdekaan Negara Kita ]]></title>
<link>http://kangtatang.wordpress.com/2009/08/17/linux-dan-makna-kemerdekaan-negara-kita/</link>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 06:09:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>kangtatang</dc:creator>
<guid>http://kangtatang.wordpress.com/2009/08/17/linux-dan-makna-kemerdekaan-negara-kita/</guid>
<description><![CDATA[Pembaca, pada hari minggu malam kemarin saya membuka account Facebook dan membaca status terbaru dar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-860" title="mylinux" src="http://kangtatang.wordpress.com/files/2009/08/mylinux.png" alt="mylinux" width="500" height="600" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pembaca, pada hari minggu malam kemarin saya membuka account Facebook dan membaca status terbaru dari Om <strong>Onno W. Purbo</strong> yang kebetulan berulang tahun <strong>&#8220;Selamat Ulangtahun Om, sukses Selalu..&#8221;</strong> dan status Om Harry Sufehmi yang menyentil tentang kemerdekaan Perangkat Lunak dinegeri kita.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa setelah 64 tahun negara kita merdeka dan beberapa tahun mengenal Dunia teknologi Informasi, apakah Teknologi Informasi kita sudah merdeka ataukah masih dijajah oleh monopoli kapitallisme?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah, generasi bangsa kita telah mendapatkan pendidikan ilmu komputer / Teknologi Informasi yang terbaik, mandiri dan jujur ataukah masih mengikuti Pembelajaran Ilmu komputer yang notabene karena ketergantungan harus menggunakan suatu Brand Software yang telah begitu memonopoli walaupun harus belajar menggunakan Software bajakannya?</p>
<p style="text-align:justify;">terakhir, apakah generasi bangsa kita sudah mengenal istilah Opensource, FOSS atau Linux?</p>
<p style="text-align:justify;">Patut dipertanyakan karena 85 % remaja usia SMU masih mengernyitkan kening ketika saya tanya apakah mereka kenal Ubuntu, Slackware, atau Fedora. Apalagi ketika berbicara Blankon, Zenwalk. Mereka hanya berkata, Oh pernah Pak, saya pernah browsing di Internet yang pake Linux, keren Pak ada effect Desktopya (maksudnya Compiz/Berryl). Tapi Jujur ketika saya tanyakan tentang materi dasar Linux, mereka menggelengkan kepala dan berkata, windows aja saya masih belum bisa pak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh Kurikulum Pendidikan kita terutama Komputer/Teknologi Informasi masih <strong>menganaktirikan</strong> Opensource yang sebenarnya bisa menjadi penopang bidang pendidikan yang beriaya sangat murah dan legal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah sebuah Pekerjaan rumah kita yang cukup penting untuk menjadikan generasi bangsa kita lebih mandiri dan lebih memiliki skill dalam kurukulum pendidikan dibidang ilmu komputer/teknologi Informasi, akrena ketika kita diarahkan untuk selalu menjadi konsumen yang dimanjakan dengan kemudahan (selalu disuapi) maka kita akan diarahkan menjadi sebuah kultur yang konsumtif, apatis dan tidak mandiri (pembodohan).</p>
<p style="text-align:justify;">karena pada dasarnya, ketika kita bisa membuat sesuatu yang lebih baik, kenapa harus membeli barang dengan kualitas biasa-biasa saja dengan harga yang mahal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini hanya sebuah renungan, untuk membangun kemampuan generasi bangsa Indonesia menuju gerbang Teknologi yang lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">salam</p>
<p style="text-align:justify;">Kangtatang</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekali Merdeka Tetap Merdeka !!!]]></title>
<link>http://amiliaputri.wordpress.com/2009/08/17/sekali-merdeka-tetap-merdeka/</link>
<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 01:20:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Amilia Putri</dc:creator>
<guid>http://amiliaputri.wordpress.com/2009/08/17/sekali-merdeka-tetap-merdeka/</guid>
<description><![CDATA[Dirgahayu Republik Indonesia ke 64, mari kita maknai kemerdekaan ini sebagai nikmat syukur yang dibe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dirgahayu Republik Indonesia ke 64, mari kita maknai kemerdekaan ini sebagai nikmat syukur yang dibe]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-64]]></title>
<link>http://plentiswae.wordpress.com/2009/08/16/krawang-bekasi-puisi-chairil-anwar/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 10:32:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>plentiswae</dc:creator>
<guid>http://plentiswae.wordpress.com/2009/08/16/krawang-bekasi-puisi-chairil-anwar/</guid>
<description><![CDATA[KRAWANG &#8211; BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak &#8220;Merde]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KRAWANG &#8211; BEKASI Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak &#8220;Merde]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kilas Balik Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 (Video + Picture)]]></title>
<link>http://ruanghati.com/2009/08/16/kilas-balik-detik-detik-proklamasi-kemerdekaan-ri-17-agustus-1945-video-picture/</link>
<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 01:03:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>mesin kasir</dc:creator>
<guid>http://ruanghati.com/2009/08/16/kilas-balik-detik-detik-proklamasi-kemerdekaan-ri-17-agustus-1945-video-picture/</guid>
<description><![CDATA[Proklamasi  Kemerdekaan, yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus, adalah sebuah peristiwa bers]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Proklamasi  Kemerdekaan, yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus, adalah sebuah peristiwa bers]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prjuangan dan Refleksi Diri]]></title>
<link>http://hifdzi06.wordpress.com/2009/07/14/prjuangan-dan-refleksi-diri/</link>
<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 07:02:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>hifdzi06</dc:creator>
<guid>http://hifdzi06.wordpress.com/2009/07/14/prjuangan-dan-refleksi-diri/</guid>
<description><![CDATA[Sesaat lagi kita sebagai bangsa Indonesia akan memperingati kemerdekaan RI ke-63. Merdeka, suatu ken]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sesaat lagi kita sebagai bangsa Indonesia akan memperingati kemerdekaan RI ke-63. Merdeka, suatu kenikmatan yang tidak dialami oleh para pejuang dari pelosok negeri ini yang telah gugur sebelum 17 Agustus 1945. Mereka yang berjuang habis-habisan, sementara kita yang merasakan kemerdekaan.</p>
<p>Setelah menyerahnya Jepang tanpa syarat dari sekutu, Indonesia dilanda vacuum of power (kekosongan kekuasaan). Momen ini akhirnya dimanfaatkan untuk merencanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Masalah baru muncul, terjadi perbedaan pendapat antara kaum tua (dipimpin Ir.Soekarno) dan muda (Soekarni dkk). Kaum tua menghendaki proklamasi kemerdekaan RI harus dilalui melalui sidang PPKI terlebih dahulu yang direncanakan pada tanggal 18 Agustus. PPKI merupakan panitia untuk pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang diusulkan oleh Jepang melalui Marsekal Terauchi. Di pihak kaum muda, mereka menginginkan agar proklamasi ini dilaksanakan secepatnya tanpa melalui sidang PPKI agar kemerdekaan ini tidak terkesan sebagai pemberian Jepang dan sebelum pihak sekutu datang ke Indonesia untuk mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang.</p>
<p>Perbedaan inilah yang akhirnya memunculkan peristiwa Rengasdengklok. Kaum muda membawa Ir.Soekarno dan Moh.Hatta pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB ke daerah ini  agar menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang. Soekarni dengan dibantu oleh Singgih dari kaum muda akhirnya berhasil mendesak Ir.Soekarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>Proklamasi kemerdekaan bangsa ini pun berlangsung pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta dalam keadaan sangat cerah. Upacara proklamasi yang berlangsung sekitar satu jam ini telah membawa perubahan sangat besar bagi bangsa ini.</p>
<p>Perjuangan ini berbuah hasil dengan usaha keras rakyat Indonesia. Perjuangan yang tidak hanya melalui pertumpahan darah di berbagai daerah, melainkan juga pemikiran dalam menyatukan pendapat antara kaum muda dan tua yang awalnya tetap bersikukuh dengan pendirian masing-masing. Kesepakatan yang baik melalui pemikiran yang jernih inilah yang tidak bisa diabaikan begitu saja.</p>
<p>Namun miris rasanya jika kita melihat kondisi saat ini, salah satunya ialah kesepakatan untuk korupsi berjamaah yang sudah kita dengar sendiri di media oleh beberapa wakil rakyat. Perjuangan yang telah dilakukan dengan pengorbanan yang tak ternilai ini dilanjutkan dengan kompromi buruk beberapa wakil rakyat. Mari selamatkan bangsa Indonesia, hindari persekongkolan yang justru akan menjatuhkan negeri ini.</p>
<p><strong>Hifdzi Ulil Azmi</strong></p>
<p><strong>Mahasiswa Farmasi Fakultas MIPA UI</strong></p>
<p>(dimuat di harian Seputar Indonesia, Kamis 14 Agustus 2008)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Untuk Apa Mendukung Palestine?...]]></title>
<link>http://yayuningsih.wordpress.com/2009/01/12/fakta-sejarah-kemerdekaan-ri-mesir-dan-palestina-merupakan-negara-pendukung-awal/</link>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 02:58:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>yayuningsih</dc:creator>
<guid>http://yayuningsih.wordpress.com/2009/01/12/fakta-sejarah-kemerdekaan-ri-mesir-dan-palestina-merupakan-negara-pendukung-awal/</guid>
<description><![CDATA[Judul yang dijamin sangat bertolak belakang dengan isi. Meski isinya hanya meneruskan apa yang dikir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Judul yang dijamin sangat bertolak belakang dengan isi. Meski isinya hanya meneruskan apa yang dikir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memperingati Kemerdekaan Sambil Menyindir Pejabat]]></title>
<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/memperingati-kemerdekaan-sambil-menyindir-pejabat/</link>
<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 15:20:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>opungregar</dc:creator>
<guid>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/18/memperingati-kemerdekaan-sambil-menyindir-pejabat/</guid>
<description><![CDATA[Sumber : Kompas, Senin, 18 Agustus 2008 | 00:06 WIB OLEH KHAERUDIN Sudah empat tahun terakhir warga ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="tglct">Sumber : Kompas, Senin, 18 Agustus 2008 &#124; 00:06 WIB</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>OLEH KHAERUDIN</strong></p>
<p>Sudah empat tahun terakhir warga yang tinggal di ujung Jalan Pukat II atau yang dulu dikenal dengan nama Jalan Sejati tak jauh dari Jalan Mandala By Pass, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, menyimpan geram. Pasalnya, parit atau selokan di sisi Jalan Pukat II tak mampu lagi menampung air, sementara aliran air selokan ke parit yang lebih besar di sisi Jalan Mandala By Pass mampet karena sudah lama tak dikeruk. Alhasil, limpahan air parit itu membuat Jalan Pukat II yang rusak bertambah parah karena terus-menerus dialiri air selokan.<!--more--></p>
<p>Bukan hanya ujung Jalan Pukat II yang dibanjiri air selokan setinggi hampir lutut orang dewasa, tetapi rumah-rumah warga di sekitarnya juga jadi korban luapannya. Bila hujan turun, bisa dipastikan rumah warga kebagian limpahan air.</p>
<p>”Kami jadi tak punya tempat untuk sembahyang dan tidur,” ujar Nur’aini (48), warga yang tinggal di Gang Seniman Lingkungan 17, Kelurahan Bantan Timur.</p>
<p>Gang Seniman terletak melintang di ujung Jalan Pukat II. Untuk masuk Gang Seniman, warga harus melewati jalan yang dibanjiri air selokan—untuk tak mengatakan air comberan—berwarna coklat kehijauan dengan bau menyengat</p>
<p>Kedua sisi Jalan Pukat II memang terdapat parit dengan kedalaman lebih kurang 50 sentimeter. Setahun terakhir warga menambah ketinggian parit hingga 30 sentimeter dengan harapan, air parit tak lagi meluap ke Jalan Pukat II.</p>
<p>Namun apa mau dikata, upaya warga meninggikan parit tak berhasil menahan limpahan air ke Jalan Pukat II karena air selokan yang mestinya mengalir ke parit di sisi Jalan Mandala By Pass terhalang. Parit di sisi Jalan Mandala By Pass praktis tak bisa mengalirkan air karena lama tak dikeruk dam penuh tumpukan sampah serta lumpur.</p>
<p>Tanggal 17 Agustus 2008, tepat 63 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, warga tak lagi bisa menahan geram. Bertepatan dengan hajatan warga memperingati kemerdekaan, ujung Jalan Pukat II sepanjang 50 meter yang berkubang air selokan jadi arena mereka menggelar berbagai perlombaan. Kubangan air sedalam hampir selutut orang dewasa tersebut dibendung mirip sebuah kolam. Papan kayu dan tumpukan pasir dijadikan pembatas.</p>
<p>Oleh warga, jalan yang telah diubah menjadi kolam tersebut diisi ratusan ikan lele dan belut. Warga menggelar lomba menangkap ikan lele dan belut bagi anak-anak. Tak kurang 100 anak berpartisipasi dalam lomba ini. Mereka memperebutkan hadiah uang sebesar Rp 5.000 untuk setiap ekor ikan lele atau belut yang ditangkap.</p>
<p>Jalan Pukat II kemarin sore tak ubah seperti sungai kecil yang tengah diserbu anak-anak untuk mencari ikan. Zulfan yang juga ketua panitia peringatan hari kemerdekaan itu mengatakan, sudah lama keluhan masyarakat tak pernah ditanggapi pejabat Pemkot Medan.</p>
<p>”Lomba seperti ini lantaran keluhan kami tak pernah ditanggapi. Pas kebetulan peringatan 17 Agustus, kami adakan kegiatan ini agar pejabat Pemkot Medan terketuk pintu hatinya,” kata Zulfan.</p>
<p>Muhammad Nasir, yang rumahnya pas di depan kubangan jalan, mengungkapkan lomba yang diadakan warga sudah membuat malu lurah dan camat setempat. ”Buktinya mereka tak berani datang ke sini,” katanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Melbourne]]></title>
<link>http://1nd1r4.wordpress.com/2008/08/17/perayaan-hari-kemerdekaan-ri-di-melbourne/</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 11:23:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>1nd1r4</dc:creator>
<guid>http://1nd1r4.wordpress.com/2008/08/17/perayaan-hari-kemerdekaan-ri-di-melbourne/</guid>
<description><![CDATA[Berkibarlah bendera negeriku Sobat… Mungkin raga kita terpisah samudra berjarak ribuan mil *** Sobat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Berkibarlah bendera negeriku Sobat… Mungkin raga kita terpisah samudra berjarak ribuan mil *** Sobat]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mempertanyakan Kembali Kemerdekaan Indonesia]]></title>
<link>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/mempertanyakan-kembali-kemerdekaan-indonesia/</link>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 04:24:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>opungregar</dc:creator>
<guid>http://klubhausbuku.wordpress.com/2008/08/16/mempertanyakan-kembali-kemerdekaan-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Oleh M.Iqbal Dawami Tahukah Anda bahwa produksi minyak nasional Indonesia sebesar satu juta barrel p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal">Oleh M.Iqbal Dawami</p>
<p class="MsoNormal">Tahukah Anda bahwa produksi minyak nasional Indonesia sebesar satu juta barrel per hari sekarang ini sudah didominasi oleh korporasi asing? Tahukah Anda muatan laut Indonesia sebesar 46,8% dikuasai oleh kapal berbendera asing? Dan tahukah Anda 50% perbankan nasional juga dikuasai oleh asing? Serta yang tak kalah penting juga, tahukah Anda telekomunikasi yang ada di negara kita juga dikendalikan oleh asing? Di antaranya Indosat dimiliki Temasek Singapura, saham Telkom 35% dikuasai asing, sedang XL 98%. Masih banyak lagi data-data penting tentang aset-aset Indonesia bernasib seperti di atas yang akan Anda ketahui manakala Anda membaca buku Agenda Mendesak Bangsa;Selamatkan Indonesia! karya M.Amien Rais.<!--more--></p>
<p>Amien Rais, tokoh nasional yang tidak asing lagi di telinga kita, tak habis pikir<br />
mengapa rakyat Indonesia masih terus saja miskin, terbelakang dan tercecer dari bangsa-bangsa lain. Padahal reformasi sudah bergulir. Di antara sekian<br />
permasalahan bangsa, ekonomi adalah porsi terbesar yang menjadi kegelisahan<br />
Amien Rais. Mesti ada yang salah, pikir dia. Negara Indonesia yang sangat kaya<br />
dengan Sumber Daya Alam (SDA), mestinya cukup menghidupi rakyatnya. <span lang="FI">Tapi,<br />
keadaan sebaliknya. Rakyat Indonesia semakin hari semakin banyak yang miskin.</span></p>
<p>Kenyataan membuktikan bahwa ternyata SDA kita digunakan sebagian besar bukan untuk kita, melainkan untuk negara-negara lain. Ya, kekayaan alam kita dikuras dan dijarah oleh korporasi asing. <span lang="SV">Bahkan tidak hanya itu, sektor-sektor vital ekonomi lainnya seperti perbankan dan industri juga dikuasai orang asing. Inilah model penjajahan akhir abad 20 dan 21.</span></p>
<p>Disadari atau tidak, kenyataan membuktikan bahwa Indonesia sedang dijajah sebagaimana yang pernah dialami puluhan tahun lalu. Sejarah telah berulang di tanah Indonesia. Hanya bentuk atau format saja yang berbeda. Jika dahulu pendudukan fisik dan militer Belanda menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan kemerdekaan, kemandirian dan kedaulatan politik, ekonomi, sosial, hukum, dan pertahanan. Maka sekarang, pendudukan secara ekonomi oleh para korporator dari negara-negara Barat. Hasilnya sama, Indonesia masih tetap kehilangan kemandiriannya. Bangsa kita masih tetap tergantung dan menggantungkan diri pada kekuatan asing.</p>
<p>Ketidakmandirian dalam bidang ekonomi, kata Amien, sebetulnya akan berimbas pada bidang politik, diplomatik, pertahanan dan militer kita. Hampir setiap kebijakan domestik dan kebijakan luar negeri Indonesia selalu terpengaruhi untuk mengikuti aturan yang mereka buat. Hematnya, kepentingan asing selalu melemahkan kepentingan nasional bangsa kita sendiri. Indonesia telah terseret menjadi sekadar subordinat atau agen setia bagi kepentingan asing (hlm.2).</p>
<p>Harus diakui, kekuatan-kekuatan asing dalam bidang ekonomi yang terjalin dalam korporasi-korporasinya memang telah mendikte bukan saja perekonomian nasional—seperti perdagangan, perbankan, penanaman modal, kepelayaran, dan kepelabuhan, kehutanan, perkebunan, pertambangan migas dan non-migas, dan lain-lain—tetapi juga pada kebijakan politik dan pertahanan. Lantas, masihkah Indonesia pantas sudah disebut merdeka?</p>
<p>Kita memang sudah merdeka lebih dari enam dasawarsa. Kemerdekaan yang telah kita lewati lebih dari 62 tahun, mestinya kaum elite indonesia sudah berhasil membawa Indonesia ke tahapan yang betul-betul merdeka. <span lang="FI">Tapi, kekayaan alam kita masih tak bisa kita nikmati, dan mencukupi kehidupan kita. Padahal, di dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 sangat jelas dinyatakan, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Kenyataannya ternyata tidak demikian. Hampir semua aset negara, sahamnya, telah dikuasai oleh pihak asing. Selain itu, ada pula yang sudah dijual. Kontrak Karya Pertambangan (KKP) dan Kontrak Production Sharing (KPS), misalnya, telah merugikan Indonesia dan menguntungkan investor.</span></p>
<p>Melihat hal demikian, secara otomatis Indonesia tak bisa mengontrol dan mengendalikan kekayaan alamnya sendiri, karena sudah “diberikan” pada pihak asing. Akibatnya, hasil kekayaan alam kita tidak akan kita nikmati karena telah dibawa ke luar negeri. Maka, hampir dipastikan Indonesia tetap negara yang rakyatnya terus miskin. Kita hanya bisa “menonton” kekayaan alam kita yang terus diperas dan dibawa ke luar negeri. Jika keadaan seperti itu terus, dan mencapai 90 %, maka berapa lama negara kita akan mampu bertahan secara ekonomi? Lalu, seberapa bebas keputusan politik bisa diambil oleh para pemimpinnya?</p>
<p><span lang="SV">Buku Agenda-Mendesak Bangsa;Selamatkan Indonesia! ini begitu runut menjelaskan sebab-sebab mengapa SDA Indonesia dikuasai oleh pihak asing, serta mengapa pemerintah bertekuk lutut pada mereka. </span><span lang="FI">Korporatokrasi adalah kata kuncinya. Korporatokrasi yaitu sistem kekuasaan yang dikontrol oleh berbagai korporasi besar, bank-bank internasional dan pemerintahan  (hlm.81).</span></p>
<p>Melalui korporatokrasi inilah Indonesia didikte dan bahkan “dibeli” pemerintahnya untuk meloloskan keinginan-keinginan mereka. VOC adalah korporasi pertama di dunia yang berhasil menjajah dan menjarah Indonesia. <span lang="SV">Sedang saat ini, perannya diganti oleh korporasi-korporasi yang berasal dari Amerika. Nampaknya, sejarah telah berulang dengan wajah baru.</span></p>
<p>Korporatokrasi bercokol di Indonesia bermula sejak zaman orde baru. IMF, World Bank, dan WTO adalah instansi korporatokrasi tersebut. Korporasi-korporasi asing itu terus mencengkram seiring dengan pergantian pemerintahan. Tak terkecuali pada pasca reformasi juga. Beberapa di bawah BUMN di tahun ini, yang hendak diprivatisasi seolah-olah akan memberi angin segar kembali kepada pihak-pihak asing lagi. Komite privatisasi perusahaan BUMN telah membuat daftar 44 BUMN yang akan dijual (hlm.226-227).</p>
<p>Buku ini diperkaya dengan lampiran, dari penulisnya sendiri, maupun yang lainnya. Lampiran tersebut telah memperkuat dan melegitimasi data-data yang dikemukakan dalam bahasan buku ini. Ketuta LIPI adalah salah satu dari lampiran tersebut.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Buku karya Amien Rais ini telah menemukan relevansinya di saat bangsa Indonesia hendak merayakan kemerdekaannya. Membaca realitas SDA bangsa Indonesia yang dikuasai oleh pihak asing, sebagaimana dipaparkan dalam buku ini, serta kenyataan yang ada di tengah-tengah rakyat miskin, kita mestinya bertanya kembali, apakah benar Indonesia sudah merdeka?</span></p>
<p>M.IQBAL DAWAMI, Blogger Buku di HTTP:// <a href="http://resensor.blogspot.com/" target="_blank"><span lang="SV">resensor.blogspot.com</span></a><span lang="SV">, tinggal di Yogyakarta</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[merdeka ?!]]></title>
<link>http://adityasani.wordpress.com/2008/08/15/merdeka/</link>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 14:21:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
<guid>http://adityasani.wordpress.com/2008/08/15/merdeka/</guid>
<description><![CDATA[merdeka?! apa esensi dari tangan mengepal, memegang bendera merah putih dan berteriak lantang membah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">merdeka?! apa esensi dari tangan mengepal, memegang bendera merah putih dan berteriak lantang membahana. ketika, segala pikiran kita masih terbelenggu, terlebih oleh ketidaktahuan dan ketidakmengertian. ya, indonesia memang merdeka sebagai sebuah negara, 63 tahun yang lalu. namun sebagai sebuah bangsa, kita belum merdeka. mengapa? sederhana saja, ada 12 juta anak Indonesia yang putus sekolah. itu indikator yang membuktikan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka, karena yang saya tulis disini pun baru perihal merdeka dalam berpengetahuan.</p>
<p style="text-align:justify;">dua dari beberapa komunitas blogger di Indonesia, yaitu <a href="http://b-h-i.blogspot.com/" target="_blank">bhi</a> dan <a href="http://cahandong.org" target="_blank">cahandong</a>, berkolaborasi dalam menyelenggarakan sebuah usaha untuk memerdekakan anak2 bangsa. dengan mengumpulkan buku dari masyarakat untuk kemudian disampaikan kepada mereka yang membutuhkan. setidaknya, dengan usaha ini mereka-mereka yang putus sekolah bisa mendapatkan haknya untuk merdeka.</p>
<p style="text-align:justify;">bagi saya, ini sebuah gerakan yang patut didukung penuh. mudah-mudahan banyak organisasi lainnya yang mengikuti gerakan ini, sehingga kemerdekaan Indonesia sebagai negara bisa dilanjutkan dengan kemerdekaan bangsanya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://1000buku.dagdigdug.com/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-191" src="http://caymanislands.files.wordpress.com/2008/08/bacabuku2.jpg?w=363&#038;h=69" alt="" width="363" height="69" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[merdeka ?!]]></title>
<link>http://caymanislands.wordpress.com/2008/08/15/merdeka/</link>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 14:21:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>aditya sani</dc:creator>
<guid>http://caymanislands.wordpress.com/2008/08/15/merdeka/</guid>
<description><![CDATA[merdeka?! apa esensi dari tangan mengepal, memegang bendera merah putih dan berteriak lantang membah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">merdeka?! apa esensi dari tangan mengepal, memegang bendera merah putih dan berteriak lantang membahana. ketika, segala pikiran kita masih terbelenggu, terlebih oleh ketidaktahuan dan ketidakmengertian. ya, indonesia memang merdeka sebagai sebuah negara, 63 tahun yang lalu. namun sebagai sebuah bangsa, kita belum merdeka. mengapa? sederhana saja, ada 12 juta anak Indonesia yang putus sekolah. itu indikator yang membuktikan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka, karena yang saya tulis disini pun baru perihal merdeka dalam berpengetahuan.</p>
<p style="text-align:justify;">dua dari beberapa komunitas blogger di Indonesia, yaitu <a href="http://b-h-i.blogspot.com/" target="_blank">bhi</a> dan <a href="http://cahandong.org" target="_blank">cahandong</a>, berkolaborasi dalam menyelenggarakan sebuah usaha untuk memerdekakan anak2 bangsa. dengan mengumpulkan buku dari masyarakat untuk kemudian disampaikan kepada mereka yang membutuhkan. setidaknya, dengan usaha ini mereka-mereka yang putus sekolah bisa mendapatkan haknya untuk merdeka.</p>
<p style="text-align:justify;">bagi saya, ini sebuah gerakan yang patut didukung penuh. mudah-mudahan banyak organisasi lainnya yang mengikuti gerakan ini, sehingga kemerdekaan Indonesia sebagai negara bisa dilanjutkan dengan kemerdekaan bangsanya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://1000buku.dagdigdug.com/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-191" src="http://caymanislands.wordpress.com/files/2008/08/bacabuku2.jpg?w=300" alt="" width="363" height="69" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Students cross Java sea to celebrate Independence Day]]></title>
<link>http://marinedivingclub.wordpress.com/2008/08/14/students-cross-java-sea-to-celebrate-independence-day/</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 13:05:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Marine Diving Club</dc:creator>
<guid>http://marinedivingclub.wordpress.com/2008/08/14/students-cross-java-sea-to-celebrate-independence-day/</guid>
<description><![CDATA[Students studying marine science at Semarang-based Diponegoro University&#8217;s school of fishery c]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-130" src="http://marinedivingclub.wordpress.com/files/2008/08/lpt.jpg?w=300" alt="" width="300" height="213" />Students studying marine science at Semarang-based Diponegoro University&#8217;s school of fishery celebrated this year&#8217;s Independence Day, which falls Aug. 17, with a dramatic sea crossing over the weekend.</p>
<p>CHANNEL CROSSING: A group of 45 marine science students from Diponegoro University in Semarang swim across the 4-kilometer channel between Jepara beach in Central Java and Panjang Island in the Java Sea on Saturday. (JP/Suherdjoko)  <!--more--></p>
<p>After gathering at the school&#8217;s marine diving club, a group of 45 students formed a human chain in the water and swam across the strait between the coast of Jepara and Panjang Island, covering a distance of about four kilometers.</p>
<p>They took along with them two Indonesian national flags.</p>
<p>&#8220;This is the way we bequeath nationalism on younger generations of students,&#8221; said event coordinator Aji Rahmat, who served as group navigator during the swim.</p>
<p>Aji said he hoped the event would help nurture the students&#8217; love of the sea, especially as they studied marine science.</p>
<p>The students, eight of whom were female, began the swim at Jepara at 8:15 a.m. and arrived on Panjang Island three-and-a-half hours later.</p>
<p>The group stopped four times on their journey, the longest breather lasting 15 minutes, to rest and gather energy and to drink water, honey, coconut palm sugar and other sweet drinks.</p>
<p>Forming a chain, the students swam in pairs, with the pair in front carrying the flag and acting as navigator.</p>
<p>The tail gunners carried the second flag, ensuring the human flotilla kept its shape.</p>
<p>A number of senior students swam on either side of the chain as guards, while two rubber boats escorted, carrying food and medicine.</p>
<p>The students were told they were responsible for their partners. Each swimmer was equipped with a snorkle and goggles, fins, gloves and a whistle.</p>
<p>&#8220;This is the first time I have ever swum on the sea,&#8221; said participant Muhammad Syaiful Amri of Tayu, Pati, Central Java.</p>
<p>The freshman said he had little difficulty in completing the crossing as he had previously undergone intensive training at the club&#8217;s training center.</p>
<p>&#8220;What shocked us was the taste of the salty sea water, which we unintentionally swallowed. It didn&#8217;t taste good at all,&#8221; Syaiful said.</p>
<p>Source: Suherdjoko,  The Jakarta Post, http://www.thejakartapost.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gerhana Bulan, Hiburan Istimewa Usai Tasyakuran]]></title>
<link>http://mahakammedia.wordpress.com/2008/08/14/gerhana-bulan-hiburan-istimewa-usai-tasyakuran/</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 02:47:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>mahakammedia</dc:creator>
<guid>http://mahakammedia.wordpress.com/2008/08/14/gerhana-bulan-hiburan-istimewa-usai-tasyakuran/</guid>
<description><![CDATA[mahakammedia.wordpress.com 14/08/2008 tenggarong 10.48 wita ilustrasi-www.geocities.com Jakarta ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>mahakammedia.wordpress.com 14/08/2008</p>
<p>tenggarong 10.48 wita</p>
<div id="attachment_389" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://mahakammedia.files.wordpress.com/2008/08/ilustrasi-wwwgeocitiescom.jpg"><img class="size-medium wp-image-389" src="http://mahakammedia.wordpress.com/files/2008/08/ilustrasi-wwwgeocitiescom.jpg?w=150" alt="ilustrasi-www.geocities.com" width="150" height="113" /></a><p class="wp-caption-text">ilustrasi-www.geocities.com</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jakarta &#8211; Di bawah sinar bulan purnama,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">hati sedih tak dirasa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Si miskin pun yang hidup sengsara,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">semalam itu bersuka&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sepenggal lirik lagu Chrisye berjudul &#8216;Di Bawah Sinar Bulan Purnama&#8217; itu kiranya tak berlaku pada awal hari<!--more--> Minggu 17 Agustus 2008.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maklum, bukan bulan purnama yang tampak pada HUT Kemerdekaan RI ke-63. Namun gerhana bulan sebagian, fenomena alam kebesaran Tuhan. Dijamin, tidak kalah menghibur dibanding bulan purnama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Apalagi, malam hari sebelumnya, Sabtu 16 Agustus 2008 masyarakat Indonesia, dari kampung di desa hingga kota, banyak yang melakukan tasyakuran HUT Kemerdekaan RI, seperti lazimnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Yang istimewa, gerhana bulan sebagian ini terjadi pada saat peringatan Hari Kemerdekaan RI. Biasanya (16 Agustus) malam itu pada senang keluar, acara tirakatan. Itu bisa menjadi hiburan bagi masyarakat selesainya tirakatan,&#8221; ujar Ketua Jogja Astro Club Mutoha kepada detikcom, Rabu (13/8/2008).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Istimewanya lagi, malam itu bertepatan dengan malam Nisfu Sya&#8217;ban. Bagi yang muslim, percaya itu adalah malam membuka lembaran baru. Banyak orang punya hajat tertentu,&#8221; imbuh Koordinator Lembaga Ru&#8217;yatul Hilal Indonesia ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Gerhana bulan yang dimulai Minggu pukul 01.23 WIB itu bisa dilihat dengan mata telanjang pada pukul 02.36 WIB hingga pukul 05.45 WIB.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Hampir di seluruh area WIB cukup bisa melihat sampai pada tahap umbra (bayangan inti yang berada di bagian tengah, sangat gelap),&#8221; kata dia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun sayang, gerhana bulan ini hanya bisa dinikmati sebagian pada area WIT. Alasannya, tentu saja selisih waktu 2 jam dari area WIB. Fase umbra yang bisa dilihat dengan mata telanjang, antara pukul 04.36 WIT hingga pukul 07.45 WIT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Proses bayangan umbra di bagian timur mungkin hanya bisa menyaksikan sebagian. Karena matahari keburu terbit,&#8221; ujar dia.Menurut dia, gerhana bulan ini merupakan gerhana bulan terakhir pada tahun 2008 ini, setelah gerhana bulan total yang terjadi pada 21 Februari 2008 lalu. Dan gerhana bulan ini selalu berselang-seling dengan gerhana matahari.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Kemarin kan baru terjadi gerhana matahari pada 1 Agustus 2008 lalu, yang tidak terlihat dari sini. Rata-rata dalam 1 tahun itu ada 2 kali gerhana bulan dan 2 kali gerhana matahari,&#8221; tandasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tak cuma bulan purnama yang membuat hati sedih tak dirasa bukan? (Nograhany Widhi K &#8211; detiknews.com/nwk/irw)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-63]]></title>
<link>http://ghe2punya.wordpress.com/2008/08/12/menjelang-hari-kemerdekaan-ri-ke-63/</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 17:01:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>ghe2</dc:creator>
<guid>http://ghe2punya.wordpress.com/2008/08/12/menjelang-hari-kemerdekaan-ri-ke-63/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin2 lagi banyak hal yang sedikit menyibukkan, sekarang baru nyadar kalo 17 Agustus sebentar lag]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kemarin2 lagi banyak hal yang sedikit menyibukkan, sekarang baru nyadar kalo 17 Agustus sebentar lag]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masih Perlukah Agustusan ???]]></title>
<link>http://riyanwae.wordpress.com/2008/08/04/masih-perlukah-agustusan/</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 07:09:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>riyansleman</dc:creator>
<guid>http://riyanwae.wordpress.com/2008/08/04/masih-perlukah-agustusan/</guid>
<description><![CDATA[Terlepas kita merasa merdeka atau belum, saya merasakan perayaan hari kemerdekaan masih sangat diper]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Terlepas kita merasa merdeka atau belum, saya merasakan perayaan hari kemerdekaan masih sangat diperlukan oleh bangsa dan negara ini&#8230;</p>
<p>Rasa kebangsaan dan rasa memiliki bangsa dan negara ini hampir-hampir telah punah, entah karena rakyat yang semakin miskin atau kondisi negara yang memang tidak berpihak pada rakyat atau rakyat bosan dijadikan alat untuk merengkuh kekuasaan&#8230;???<!--more--></p>
<p>Perayaan kemerdekaan selain untuk menjunjung nilai nasionalis juga sebagai sarana untuk saling bertemu, berkumpul dan berlomba, yang kesemuanya itu hampir sulit untuk ditemukan dalam kehidupan sehari-hari karena sibuk dengankegiatan sendiri&#8230;</p>
<p>Coba saja hitung berapa kali satu warga bertemu dengan warga yang lain dalam 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun&#8230; pasti dalam perayaan seperti ini semua warga akan bertemu dan akan saling berlomba tanpa dendam atau bahkan saling mengejek bila lawan kalah, saling provokasi tanpa ada yang tersulut&#8230;&#8230;..</p>
<p>Coba dalam kehidupan sehari-hari kita bisa seperti itu, bisa saling menerima dan saling menghargai&#8230; APA MASIH PERLU AGUSTUSAN?????</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gerakan Yes I Can Do It, Yes Pasti Saya Bisa]]></title>
<link>http://kekuatanbisa.wordpress.com/2008/07/30/gerakan-yes-i-can-do-it-yes-pasti-saya-bisa/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 02:53:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>powerbisa</dc:creator>
<guid>http://kekuatanbisa.wordpress.com/2008/07/30/gerakan-yes-i-can-do-it-yes-pasti-saya-bisa/</guid>
<description><![CDATA[The Power Of Bisa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_5" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://kekuatanbisa.files.wordpress.com/2008/07/rimg0298.jpg"><img class="size-full wp-image-5" src="http://kekuatanbisa.wordpress.com/files/2008/07/rimg0298.jpg" alt="The Power Of Bisa" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">The Power Of Bisa</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Motivation Day - Indonesia Tangguh, Indonesia Harus Bisa]]></title>
<link>http://kekuatanbisa.wordpress.com/2008/07/30/motivation-day-indonesia-tangguh-indonesia-harus-bisa/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 02:41:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>powerbisa</dc:creator>
<guid>http://kekuatanbisa.wordpress.com/2008/07/30/motivation-day-indonesia-tangguh-indonesia-harus-bisa/</guid>
<description><![CDATA[Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 63 MOTIVATION DAY – Indonesia Tangguh, Indonesia Harus Bisa !! K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 63 </strong><br />
<strong>MOTIVATION DAY –  Indonesia Tangguh, Indonesia Harus Bisa !!</strong></p>
<p>Kamis 28 Agustus 2008, di JDC, Slipi, Jakarta Barat<br />
Track 1,2,3: Jam 08.30  – 12.00<br />
Track 4,5,6: jam 13.00 – 16.00</p>
<p><strong>Track 1 – Merdeka Untuk Menjual !!<br />
Norman Firman, MBA – Sales  &#38; Marketing Inspirator</strong><br />
Dalam situasi ekonomi sulit seperti saat  ini, harapan perusahaan terhadap Anda sbg team penjual menjadi sangat tinggi.  Masalahnya, apakah hasil Penjualan Anda masih TERJAJAH? Apakah Anda bisa  menjawab “Mengapa Anda Menjual?” . Bebaskan Belenggu yang Menjajah Sales Anda  &#38; Pelajari “Sales Synchronization” yang akan me-MERDEKA-kan serta Meledakkan  Penjualan Anda menjadi berlipat-lipat.<br />
<a href="http://www.omzetter.com/" target="_blank">www.omzetter.com</a></p>
<p><strong>Track 2 – Mentalitas Mandiri<br />
Hari Subagya – Motivator  Perubahan</strong><br />
Merdeka-kan Diri dengan Mentalitas Mandiri<br />
Membangun  mentalitas mandiri<br />
Proactive terhadap perubahan<br />
Meyakini Formula Kehidupan  yang sempurna, Semakin Sukses, semakin bahagia dan bermakna.<br />
What time is  it?<br />
TIME TO CHANGE!<br />
<a href="http://www.bisnispartner.com/" target="_blank">www.bisnispartner.com</a></p>
<p><strong>Track 3 – Berani Lebih Sukses?<br />
Haryo Ardito – DieHard  Motivator</strong><br />
* Dapatkan rahasia mengapa kita seharusnya lebih sukses  dari saat ini?<br />
* Menghasilkan Goal Setting dengan peluang 99 % tercapai.<br />
*  Mencapai keyakinan “Pasti Bisa” hanya dalam waktu 5 menit atau kurang.<br />
*  Temukan rahasia bagaimana cara memiliki ”Wajah Hoki”.<br />
* Teknik memotivasi  diri sendiri (Self Motivation) &#38; termotivasi sepanjang hidup.<br />
* Menjadi  lebih percaya diri, menciptakan personal brand &#38; citra diri positif.<br />
*  Bermental baja, pantang menyerah, tekun &#38; sabar.<br />
* Serta berbagai  inspirasi yang tak terduga dan tak pernah terpikirkan  sebelumnya.<br />
<a href="http://www.haryoardito.com/" target="_blank">www.haryoardito.com</a></p>
<p><strong>Track 4 – Pribadi Percaya Diri<br />
Ikhwan Sopa – Master Trainer  E.D.A.N.</strong><br />
Bisa atau tidak bisa, dimulai dari dalam. Bisa atau tidak  bisa, dimulai dari fenomena diri sendiri yang percaya atau tidak percaya bahwa  dirinya memang “bisa”. Diri Anda sendirilah yang pertama kali harus percaya  bahwa Anda “bisa”. Bukan atasan, bukan bawahan, bukan karyawan, bukan boss,  bukan tuan Anda, bukan anak atau istri atau suami Anda. Tapi diri Anda  sendiri!<br />
<a href="http://milis-bicara.blogspot.com/" target="_blank">http://milis-bicara.blogspot.com</a><strong></strong></p>
<p><strong>Track 5 – The Power of “BISA”<br />
Johanes Ariffin Wijaya – Life  Inspirator</strong><br />
Gerakan<strong>”Yes, I Can Do It”</strong>, ciptaan <strong>Johanes A.W. </strong>ini  dipercaya akan merubah kata-kata “Tidak <strong>Bisa”</strong> Menjadi <strong>“BISA”</strong>, kata-kata “Tidak  Dapat” menjadi “DAPAT”, merubah yang negative menjadi <strong>POSITIF</strong>, merubah yang  “Tidak <strong>Sukses”</strong>, menjadi <strong>“SUKSES”</strong>.<br />
Anda akan menjadi lebih Percaya Diri, Lebih  Sukses, Lebih Kaya, Lebih Sehat &#38; Lebih  Bahagia.<br />
<a href="http://www.lifeinspirator.com/" target="_blank">www.lifeinspirator.com</a></p>
<p><strong>Track 6 – Impossible is Nothing<br />
Michael Antony Ugiono – Inspiring  Motivator</strong><br />
Memahami kinerja otak manusia dan mampu menggunakan  kekuatan pikirannya untuk mendorong kesuksesan dalam setiap hal yang  dikerjakannya. Membentuk diri menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, ulet  &#38; berdaya juang tinggi serta dapat menjaga agar dirinya terus termotivasi  dlm keadaan apapun termasuk ketika tantangan kehidupan sedang  menghampirinya.<br />
<a href="http://www.mausolutions.com/" target="_blank">www.mausolutions.com</a></p>
<p><strong>Ticket:</strong><br />
* Rp. 200.000,- per Track Termasuk Makan Siang +  Bonus Batu Baterai ABC Alkaline &#38; Filma Margarine<br />
* Ikut 2 Track Rp.  297.000,- / Orang + Bonus: FREE 1 Bulan Koran Sindo senilai Rp. 65.000,- +  Majalah Marketing/Franchise + Susu Prestine.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
