<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>khianat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/khianat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "khianat"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:58:01 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KISAH DUA CELEBRITI PALING TOP TANJUNG KARANG]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/11/03/kisah-dua-celebriti-paling-top-tanjung-karang/</link>
<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 07:55:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/11/03/kisah-dua-celebriti-paling-top-tanjung-karang/</guid>
<description><![CDATA[Kehidupan di ibu negara dewasa kini memang semakin mencabar. Kalau tak pandai memilih kawan memang b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kehidupan di ibu negara dewasa kini memang semakin mencabar. Kalau tak pandai memilih kawan memang buruk nasib hidup di ibu negara ini. Aku bersyukur ada teman-teman sekufu yang boleh kata memang berlatar belakang pendidikan di IPTA menetap di ibu negara ini.</p>
<p>Paling kurang orang kata ada jugak yang boleh bagi nasihat kalau terlajak dari landasan. Tapi kawan yang seorang ni bukan saja berijazah dengan kepujian malah berbakat dalam lakonan juga.</p>
<p>Kalau tengok gaya dia, cara dia mengajuk aksi seseorang, memang aku cakap kau Rosyam Noor pun boleh meleleh air mata tengok bakat lakonan dia ditandingi. Kalau bab bergaya pun memang dah cas-cas selebriti. Tapi bergaya tak salah kan !</p>
<p>Gaya dia buat memek muka, cara dia berbicara dengan body gesture memang buat aku nak cakap Farid Kamil atau Eizlan Yusof tak layak menang anugerah pelakon terbaik. A.R Badol lagi laa toksah cakap.</p>
<p>Aku rasa dia tak sedar dia ada bakat lakonan. Kalau diberi peluang memang aku yakin dia boleh pergi jauh. Sebab aksinya, tutur bicaranya, raut wajahnya memang digilai-gilai.</p>
<p><strong><em>“ Anod, ko boleh pergi jauh laa kalo tengok cara ko. Berlakon memang cukup hebat ko skarang eh. Pandai main tutur kata. Aku suka tengok lakonan ko ”</em></strong></p>
<p><strong><em>“ Ahh ko ada jer nak mengata aku.”</em></strong></p>
<p><strong><em>“ Betol Nod. Aku rasa kalau ko dah terkenal nanti mesti orang kampong ko semua bangga. Dalam Tanjung Karang ni selain dari Mohd Amri Yahyah, Mohd Anuar Maulan pun dah turut terkenal.”</em></strong></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Lepas aku cakap camtu, terus Anod tak layan aku sembang.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong><em>“ Mak aih…belom top lagi dah tanak sembang dengan aku dah…”</em></strong></p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pengkhianatan itu....]]></title>
<link>http://permanas.wordpress.com/2009/10/27/pengkhianatan-itu/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 13:02:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>permanas</dc:creator>
<guid>http://permanas.wordpress.com/2009/10/27/pengkhianatan-itu/</guid>
<description><![CDATA[Jangan terlalu percaya jika tidak ingin dikhianati. Begitulah kira-kira yang terlintas dalam benak s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jangan terlalu percaya jika tidak ingin dikhianati. Begitulah kira-kira yang terlintas dalam benak s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mahu rawat resdung, dara yang hilang]]></title>
<link>http://keranacinta.wordpress.com/2009/10/25/mahu-rawat-resdung-dara-yang-hilang/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 06:44:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummuabbas</dc:creator>
<guid>http://keranacinta.wordpress.com/2009/10/25/mahu-rawat-resdung-dara-yang-hilang/</guid>
<description><![CDATA[Seorang ibu membawa anak gadisnya berjumpa bomoh resdung.  Bomoh  itu menggelarkan dirinya Bomoh Mud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang ibu membawa anak gadisnya berjumpa bomoh resdung.  Bomoh  itu menggelarkan dirinya Bomoh Mud]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Kamar Nomor 1808]]></title>
<link>http://coretandinihari.wordpress.com/2009/10/19/kamar-nomor-1808/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 14:30:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>andisan85</dc:creator>
<guid>http://coretandinihari.wordpress.com/2009/10/19/kamar-nomor-1808/</guid>
<description><![CDATA[“KAMAR nomor 1808, kerjakan sesuai keahlianmu,” ujar seorang perempuan dalam telepon. “Bayarannya? S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="size-full wp-image-4 alignleft" title="65905_karikatur_obama_chimp_di_new_york_post_thumb_300_2252" src="http://coretandinihari.wordpress.com/files/2009/10/65905_karikatur_obama_chimp_di_new_york_post_thumb_300_2252.jpg" alt="65905_karikatur_obama_chimp_di_new_york_post_thumb_300_2252" width="305" height="224" />“KAMAR nomor 1808, kerjakan sesuai keahlianmu,” ujar seorang perempuan dalam telepon.<br />
“Bayarannya? Saya tak mau tertunda,” jawab seorang laki-laki diseberang.<br />
“Beres, nanti aku ikut denganmu, aku ingin pastikan saja ..” kata-katanya belum selesai telah dipotong laki-laki bayaran itu.<br />
“Siap, sesuai perjanjian.”<br />
“Oke, aku tunggu,” perempuan itu pun menyudahi pembicaraan.</p>
<p>**<br />
Hari masih siang, ketika sebuah mobil berhenti di depan lorong sudut kota itu. Tapi hari itu, langit tampak gelap. Angin dari barat berhembus kencang, sepertinya sebentar lagi turun hujan.</p>
<p>Sampah-sampah kertas dan plastik melayang-melayang. Ia berputar-putar, jatuh tepat di kaki seorang perempuan yang baru saja turun dari sedan hitam. Badannya langsing dengan pakaian hitam terlalu minimm, tingginya kira-kira 160 cm, berambut sebahu dan ikal, memakai rok pendek sehingga membuat kakinya tampak begitu jenjang. Kepulan asap rokok keluar dari mulutnya.</p>
<p><!--moreBaca selanjutnya-->Kedua orang laki-laki bertubuh besar mengeluarkan barang dari bagasi mobil, setelah menerima kode dari perempuan itu. Tanpa banyak bicara, kedua laki-laki menggotong sebuah karung besar dan ditempatkan di dekat tong, bersama sampah-sampah lainnya.</p>
<p>Perempuan itu kembali masuk mobil, sembari mengamati sekitarnya. Kaki kanannya terlebih dulu masuk, ia menghisap lagi rokoknya, dua kali hisapan, setelah itu dibuangnya. Dua laki-laki besar itu lekas-lekas mengikutinya. Mereka duduk di bagian depan. Tak lama mereka di sana, mobil sudah pergi meninggalkan lorong sepi itu dan membelah kota.</p>
<p>Beberapa tikus mengendus-endus. Mereka mendekati bekas makanan-makanan semalam dan tadi pagi: sayur-sayuran dan roti-roti basi bikinan rumah makan yang tak laku. Beberapa diantaranya mendekati pula karung besar itu, karung itu pun bergerak-gerak, terjatuh dan kemudian meggelinding. Tikus-tikus itu menjadi lari tunggang langgang, mencericit ke sana kemari, dan masuk ke dalam celah-celah sampah. Seorang gelandangan datang mengais-ais sampah. Keranjang dari punggungnya, ia geletakkan begitu saja. Dia pun menyender di dekat tong, mengamat-amati karung besar itu, namun tak dihiraukannya.</p>
<p>Ia mengambil sebuah botol air mineral bekas di sampingnya, kemudian ia tenggak sisa-sisa airnya. Jakunnya terlihat naik turun. Lantas dibuangnya cepat sampai mengenai karung besar itu, mukanya terlihat tak suka dengan rasa air mineral sisa yang ditenggaknya. Ia sedikit mengumpat. Raut mukanya terlihat sudah banyak yang keriput di sana-sini, sudah berumur dan hari ini sepertinya sudah capai mengitari kota. Tak sampai lima menit, ia pun telah terlelap di sana.</p>
<p>Angin berhembus, kertas-kertas dan plastik melayang-melayang. Langit makin gelap, namun hujan belum juga turun.</p>
<p>**<br />
PARA wartawan kota itu, telah memenuhi kantor bupati. Sudah tiga jam mereka menunggu. Ketika keluar dari kantornya, para pengawalnya sibuk melindungi bupati itu dari kejaran wartawan.</p>
<p>“Perempuan itu siapa, Pak?” celetuk salah satu wartawan.</p>
<p>Kontan membuat kepala bupati itu menoleh dan mukanya berhadapan dengan wartawan itu. Bibirnya ingin berkata, tapi tak bisa. Ia terus senyum, melambai-lambaikan tangan.</p>
<p>“Bapak capai, bapak capai, …” para ajudannya terus membentengi dari wartawan.<br />
“No comment, saya tak tahu soal itu,” akhirnya suara itu keluar juga dari mulut bupati.</p>
<p>Tapi buru-buru ia meninggalkan kantornya, dengan mobil dinasnya. Para pekerja media itu pun lemah lunglai, tak ada berita. Tapi kata-kata dan ekspresi wajah bupati itu, sudah menjadi berita, pikir mereka. Dan, esok harinya, berita itu makin gempar.</p>
<p>“An, kenapa bisa seperti ini, katanya kau sudah atur soal itu. Percuma, aku bayar mahal-mahal, kau dipecat.”</p>
<p>Badannya dijatuhkan di sofa, sambil memegang kepalanya. Bupati itu terus-menerus nerocos tanpa henti. Aib itu membuat hatinya tak tenang. Kepalanya pening, beberapa kali air putih ditenggaknya. Istrinya pun gelisah.</p>
<p>“Sebenarnya ada apa sih, Pa,” tanya istrinya.</p>
<p>Suaminya diam.</p>
<p>“Papa punya perempuan lain, ya?”</p>
<p>Tak ada suara. Semuanya diam.</p>
<p>“An, katakan pada ibu, siapa perempuan yang disebut-sebut di dalam koran itu.”</p>
<p>Andre, pengawal bupati itu, tak bisa menjawab. Dia pun gelisah. Kerjanya dinilai tek becus, untuk mengurus seorang perempuan.</p>
<p>“Mama, cukup.” Bupati itu membentak istrinya. Dia pun terisak, kaget suaminya berubah seperti neraka. Belum pernah dia melihat suaminya semarah itu. Dia pun pergi ke dalam, sambil terisak-isak.</p>
<p>Bupati itu kemudian mengadakan rapat. Entah apa yang dibicarakan mereka. Sempat sebuah tamparan mengenai wajah Andre. Ia hanya bisa manggut-manggut dan menunduk.</p>
<p>“Besok akan saya cari tahu, Pak,” Andre meyakinkan bosnya itu.<br />
“Temui aku di Hotel Duta pukul 18.00, kamar nomor 1808,” seloroh bupati itu.</p>
<p>Mukanya terlihat masih kesal. Rahangnya berkali-kali mengeram. Rokok di tangannya dimatikan ke dalam anggur yang sisa setengah. Ia biasa minum anggur jika tak di depan istrinya.</p>
<p>**<br />
KORAN-koran telah memuat berita soal seorang perempuan yang mengaku sebagai simpanan bupati kota itu. Perempuan itu dalam jumpa persnya di sebuah cafe terkenal di kota itu berkoar-koar mengaku telah dikecewakan sebagai simpanan bupati. Dia membeberkan kebohongan-kebohongan yang dilakukan kepala daerah itu. Soal kecurangan-kecurangan dalam pemilihan sebelumnya, soal penggelapan dana bantuan langsung tunai (BLT), penggelembungan dana proyek pembangunan jalan dan pendopo kantor bupati, suka main judi di luar kota dan bersama wanita-wanita simpanan lainnya.</p>
<p>“Mengapa Anda mengungkapkan ini sekarang. Apakah Anda dikecewakan,” salah seorang wartawan memotong kata-katanya.</p>
<p>Perempuan itu tersenyum.</p>
<p>“Tentu. Terlalu gombal, dia selalu bohong. Kalau mas-mas tahu, uang kota ini hanya buat main perempuan sama foya-foya. Kalau kebetulan pas acara pengajian di masjid, tampangnya dibuat sok alim. Dia memang pintar merubah mukanya. Topengnya banyak,” gerutunya sambil sesekali membenahi bajunya yang minim dan ketat. Sehingga payudaranya terlihat menyembul keluar, yang membuat mata-mata wartawan laki-laki gelagepan untuk menolaknya.</p>
<p>“Apa motif Anda bicara begitu, ada yang membayar Anda begitu,” timpal wartawan lain.</p>
<p>“Oh Anda pikir ini politis,” senyumannya kembali tersungging, “Tak ada yang membayar saya. Saya ini pengusaha roti, saya cuma sudah bosan dengan gombalannya. Jadi tolong, jangan dikait-kaitkan dengan politik. Itu jauh mas, jauh.. . gitu aja, ga usah dibikin repot,” ujarya sambil matanya mengerling pada wartawan itu, sehingga membuat orang-orang itu di situ tertawa geli. Sementara wartawan itu tertohok pada kegenitan perempuan yang masih umur tiga puluhan itu.</p>
<p>“Seberapa besar ini masalah pribadi bukan politik,” tanya seseorang dari balik kameramen. Ia tak terlihat, cuma suaranya yang terdengar.</p>
<p>“Siapa tuh, kok ada suara tanpa rupa,” orang-orang pun tertawa geli. Memang wanita itu pintar sekali menggoda dan sedikit genit. Suaranya juga melankolik. Aduhai bagai penyiar radio.</p>
<p>“Oke saya jawab deh, begini ya, kalau ditanya seberapa besar, menurut mas sebesar apa ya, bisa dikonkretkan, mungkin sebesar buah kelapa atau gunung…”</p>
<p>Semuanya pada terbahak-bahak, geli cekikikan mendengar jawaban wanita itu. Bukan karena masalah jawabannya, tapi ketika menjawab tangannya mengarah pada dadanya itu. Para lak-laki pun pada menelan ludah masing-masing. Ada yang berpikir, wanita ini gila, aji mumpung, pengen eksis dan terkenal dan bla, bla, bla.</p>
<p>“Sudah-sudah, yang jelas ini murni karena saya dikecewakan terlalu dalam. Selain itu, biar rakyat kota ini tahu siapa sebenarnya dia, biar ke depan kota ini menjadi damai dan sejahtera, itu saja. Cukup sekian.”</p>
<p>Perempuan itu kemudian meninggalkan tempat duduknya, diiringi beberapa bodyguard-nya, sesekali melambai-lambaikan tangannya. Tas mungilnya digamit tangan kirinya. Rambutnya yang ikal berkilau-kilau diterpa kilatan blitz kamera.</p>
<p>“Mbak-mbak, tadi nama lengkapnya siapa,” celetuk wartawan.<br />
“Mira Saraswati, pengusaha roti Manasuka,” serunya.</p>
<p>Semenjak itu, semua penduduk kota mengutuk dan mengecam bupati itu. Ada yang meminta mundur secepatnya, demo berhari-hari, membakar tong dan ban di alun-alun, para ibu-ibu pengajian juga mencela perempuan itu dan meminta bupati itu bertanggung jawab karena telah mencoreng nama baik kotanya, yang terkenal religius, aktivis-aktivis LSM mendesak bupati itu diadili dan dipenjara, entah data dari mana, aktivis itu mengatakan bupati telah melakukan korupsi. Tak ketinggalan para petani pun unjuk rasa meminta keadilan soal harga beras dan pupuk. Belakangan diketahui bupati itu meminta kepala koperasi meninggikan harga pupuk dan membeli beras dengan harga murah, hasilnya pun dibagi dengan bupati itu. Kota itu sudah menjadi kacau. Hampir-hampir kantor bupati mau dibakar, untungnya polisi telah siap siaga.</p>
<p>**<br />
“APAKAH kau sudah mengecek rumahnya,” kata Komandan Polisi kota itu.<br />
“Beberapa anggota sudah menyelidiki, tak ditemukan satu pun barang atau lainnya yang mencurigakan seperti dugaan semula,” jawab bawahannya.</p>
<p>“Tapi foto itu, setidaknya bisa mendukung, kan?,” selidik Komandan.<br />
“Saya kira belum pasti, wartawan yang memberikan foto itu, tak kenal siapa orang itu, dia hanya melewati dan memotretnya. Selebihnya, dia tak tahu,” ujar bawahannya.<br />
“Apa dia tak kenal muka, begitu?</p>
<p>“Katanya, hari itu mendung, kurang bisa melihat jelas.”<br />
Komandan Polisi itu diam. Tangannya sesekali memegang foto-foto di depannya, memutar-mutarnya. Kelima jarinya mengetuk-etuk meja. Badannya disenderkan ke belakang. Tiba-tiba ia kembali bangun dari tempat duduknya. Ia menyulut rokok, mengambil payung dan topinya.</p>
<p>“Ikut aku,” ajaknya pada bawahannya. Ia mengikuti komandannya, tak lupa sambil menyambar beberapa foto tadi.</p>
<p>Kantor polisi kota itu dikagetkan dengan temuan mutilasi di lorong sudut kota itu. Laboratorium forensik RS Kepolisian masih meneliti dan beberapa hari kemudian diketahui bahwa mayat itu adalah bupati kota itu sendiri. Beberapa hari sebelumnya, bupati kota itu ada dinas luar kota selama empat hari, namun sampai hari ke lima belum juga ada kabarnya.</p>
<p>Mobil polisi itu akhirnya menepi di sebuah jalan sepi. Di bawah pohon akasia yang rimbun. Jalanan masih basah sebab hujan baru reda beberapa saat. Kabut pun tampak pelan menyelimuti di beberapa ruas. Lampu merkuri yang temaram, menambah malam semakin sunyi.</p>
<p>Komandan Polisi itu menyalakan rokok lagi. Anak buahnya ditawari, tapi dia menolak. Dia lebih suka rokok merek kesukaannya. Radio panggil dalam posisi stand by. Sementara keduanya hanya mengamati, sesekali bercerita.</p>
<p>“Kok ke sini lagi pak,” tanya anak buahnya.<br />
“Sudah, kita malam ini di sini dulu, aku juga mau sekalian cerita,” jawab Komandan Polisi itu.</p>
<p>Anak buahnya tak terkejut mendengar kata-kata itu. Tapi cukup bosan juga, sudah seringkali dia mendengar, atasannya itu megeluhkan soal keluarganya. Apalagi istrinya yang terlalu mengekangnya. Dia pun menghempaskan tubuhnya ke jok yang sudah dicondongkan ke belakang.</p>
<p>“Dua hari istriku tak mau tidur denganku,” Komandan Polisi itu tiba-tiba saja bercerita soal rumah tangganya.<br />
“Baru dua hari, aku saja sama sekali belum pernah, Ndan,” timpal anak buahnya sedikit mencandai.<br />
“Lekas-lekaslah menikah, keburu tua dan tak berguna itu,” seloroh Komandannya sambil menujuk ke arah celananya.<br />
“Ha, ha, ha, Komandan bisa saja, tapi kalau aku nanti menikah terus seperti Komandan, gimana?”<br />
“Heh, itu celaka namanya.”</p>
<p>Keduanya tertawa, tapi tak begitu keras. Bir pletok yang dibelinya tadi, baru diminumnya. Keduanya cekikikan ketika Komandan menceritakan bagaimana istrinya marah, ketika bercumbu, dia salah menyebut nama, yang ia sebut bekas istrinya dulu.</p>
<p>“Heran aku, kenapa bisa begitu,” tutur Komandan.</p>
<p>Anak buahnya hanya geleng-geleng kepala sambil cekikikan sendiri. Rokok keduanya sudah habis. Kabut bergerak pelan, semakin pekat. Sesekali pudar diterpa angin. Dua orang laki-laki beriring memasuki sebuah rumah, tepat di depan mobilnya.</p>
<p>Anak buahnya mengambil foto-foto. Ia mencocokkan.</p>
<p>“Cocok,” katanya<br />
“Apanya?” tanya Komandan.<br />
“Lihat,” dia memperlihatkan foto-foto itu dan menunjuk pada kedua laki-laki tadi.<br />
“Persis. Kita intai saja dulu. Itu rumah pengusaha roti, tentu saja aku masih sangsi, apa benar laporan dugaan itu. Apalagi wartawan foto itu, tak tahu pasti.”<br />
“Semoga saja, besok belum ada koran-koran yang mengangkat isu ini. Ini berbahaya.”</p>
<p>Anak buahnya manggut-manggut. Komandan menyulut rokok, tape diputar, lagu-lagu keroncong menemani mereka sampai larut. Sampai keduanya tak sadar kedua orang yang dintainya telah pergi. Gerimis kembali jatuh, kabut-kabut pelan tergusur dan terganti basah.</p>
<p>Sayup-sayup terdengar senandung lagu jazz dari sebuah rumah. Seorang perempuan terlihat dibalik jendela, memakai gaun malam dan berdansa dengan seorang laki-laki.</p>
<p>“Seksi sekali malam ini,” kata laki-laki itu<br />
“Sudahlah, aku sudah muak dengar kata-kata itu. Yang jelas di pemilihan nanti aku yakin kau akan menang,” ucapnya lirih di kuping Andre.</p>
<p>Keduanya berpelukan setelah segelas anggur ditangan mereka telah habis mereka tenggak. Dan mereka pun berdansa mengikuti alunan jazz itu. Bergoyang ke sana kemari. Dan perempuan itu mulai merayu, dibelai-belai kumisnya yang tebal itu. Mata mereka saling bertatapan, dada keduanya berdegup. Di luar malam makin sunyi, rintik-rintik hujan makin membuat mereka semangat.</p>
<p>Pamulang, 20-23 Juli 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rasa malu]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/10/16/rasa-malu/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:27:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/10/16/rasa-malu/</guid>
<description><![CDATA[Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-medium wp-image-362" title="malu" src="http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/files/2009/10/malu.jpg?w=300" alt="malu" width="254" height="170" />Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. &#8221;Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,&#8221; begitu mottonya.</p>
<p>Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.</p>
<p>Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.</p>
<p>Rasulullah bersabda: &#8221;Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;&#8221; riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.</p>
<p>Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: &#8221;Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya. Ia hanya akan menerima kesusahan (dari orang banyak yang marah kepadanya). Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya.</p>
<p>Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.&#8221; <em>(Republika)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Oh cinta...oh cinta...]]></title>
<link>http://stillchilly.wordpress.com/2009/10/01/oh-cinta-oh-cinta/</link>
<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:38:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>stillchilly</dc:creator>
<guid>http://stillchilly.wordpress.com/2009/10/01/oh-cinta-oh-cinta/</guid>
<description><![CDATA[kini hatiku serasa diiris-iris, dan jantungku ditusuk-tusuk. seseorang yang kusayangi&#8230; telah m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>kini hatiku serasa diiris-iris, dan jantungku ditusuk-tusuk.<br />
seseorang yang kusayangi&#8230; telah membohongiku<br />
dengan kata sayangnya, kata cintanya&#8230;<br />
ternyata dibelakangku dia&#8230;</p>
<p>mengapa?</p>
<p>masih kurangkah kasih sayang yang kucurahkan padanya?<br />
sebegitu besarnyakah dosaku padanya hingga dia tega berbuat ini semua?</p>
<p>selama ini aku telah bertahan dengan sisa kekuatan akan kenyataan yang sungguh mengenaskan dan menyakitkan<br />
namun selama dia masih menyayangiku, aku bertahan, dan tetap dengan janjiku tuk setia padanya<br />
memberikan semua yang terbaik untuknya<br />
namun apa yang kudapat?<br />
apakah madu selalu dibalas dengan racun?</p>
<p>kini hatiku telah hancur, patah berkeping-keping<br />
layaknya kaca yang dihantam bebatuan panas yang berpijar membara<br />
aku sangat benci dikhianati<br />
namun tak seberapa dibanding kebohongan<br />
dan keduanya kini bagai luka menganga yang disiram minyak kemudian dibakar<br />
aku merasakan sakit yang tak terhingga</p>
<p>sakit&#8230;sungguh sakit&#8230;</p>
<p>tega&#8230;sungguh tega&#8230;</p>
<p>ya Allah&#8230;berikanlah aku ketabahan&#8230;<br />
berikanlah dia yang telah membohongi dan mengkhianatiku secercah cahaya yang menyadarkannya&#8230;<br />
begitu besar cintaku dibalas dengan begitu besar luka<br />
semoga hatiku tidak mati<br />
dan aku masih bisa menyayanginya meski perih terasa<br />
ya Allah&#8230;kemanakah pelangi itu direnggut&#8230;<br />
semoga kebahagiaan selalu mengiringinya&#8230;<br />
dan tetap bersinar&#8230;memberi warna pada dia yang menyayanginya<br />
meski kini hariku kembali hitam putih, hanya dihiasi corak merah percikan darah kepedihan<br />
ya Allah&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KUTU mengeluh...]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/09/16/kutu-mengeluh/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 15:51:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/09/16/kutu-mengeluh/</guid>
<description><![CDATA[Sejenak baca blog adik gua pasal kehilangan.  Gua pun rasa nak menambah. Memang gua tau adik gua ras]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Sejenak baca blog adik gua pasal kehilangan.  Gua pun rasa nak menambah. Memang gua tau adik gua rasa kehilangan apa. Pasal gua pun rasa kehilangan yang sama. Adik gua cakap;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="profile_status"><span id="status_text">Kita cari apa yang hilang itu sedangkan kita tak kan jumpa pun &#8220;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Memang kalau cari sampai kiamat pun gua rasa takkan jumpa. Bila dia takde, gua memang rasa kehilangan. Hilang tempat mengadu. Hilang tempat nak bagitau ada masalah. Hilang kawan nak borak. Dia memang power. Kadang-kadang dia tengok muka gua pun dia tau gua ada masalah. Gua memang rasa susah bila dia takde.  Bila dia takde banyak kacau bilau yang jadi.  Gua jadi demotivated. Gua takde support. Hati gua jadi tak solid.  Sungguh pun dia bukan support gua sangat pun tapi kata-kata dia memang gua rasa appreciated. Bila dia takde orang start  amek  pengaruh. Bila dia takde gua jadi stress dengan orang sekeliling.  Sebab gua rasa takde orang yang betol-betol concern pasal gua. Sebab skarang gua rasa orang dah tak ngam dengan gua. Orang dah tak suka dengan gua. Maybe diorang rasa gua ni jahat. Gua ni menyusahkan orang. Cakap tak serupa bikin laa.  Menyusahkan diorang kot. Kalau laa dia ada, tentu dia boleh pertahankan gua. Gua tau gua banyak susahkan orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Gua sangat pantang bila orang cakap-cakap belakang gua. Lepas tu dedahkan aib gua pada orang lain pulak. Takpe. Gua selalu doa kat TUHAN supaya tolong gua hadapi orang-orang macam gini. Gua ngadu kat TUHAN gua benci perangai orang macam gini. Gua tau gua bukan anak emas sape-sape. Sebab tu kalo gua jatuh orang akan ketawakan gua. Orang takkan hulur tangan untuk tolong gua sangat. Gua appreciate ada setengah orang yang concern pasal gua. Yang sudi tolong gua. Memang gua rasa skarang kalo gua ada masalah gua takde tempat nak cerita. Sebab tu gua banyak diam jer. Orang cakap benda buruk kat gua macam-macam pun gua boleh diam lagi. Pasal gua cukup yakin dengan TUHAN gua. TUHAN gua akan TUNJUKKAN kat orang-orang ni yang TUHAN gua memang TEMPAT MENGADU gua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang boleh hentam gua. Orang asek cari salah gua. Takpela. Tapi orang tak tau apa gua rasa dalam hati. Sori gua jenis yang rare sikit. Sebab gua tak reti ampu. Gua bukan kaki gelecek.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau dia ada lagi memang semua benda ni takkan jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Maybe diorang anggap gua kutu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mungkin kutu ini patut masuk perseKUTUan.</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Parti Melayu DAP ?]]></title>
<link>http://agendaharini.wordpress.com/2009/09/12/parti-melayu-dap/</link>
<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 04:15:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>anakwatan</dc:creator>
<guid>http://agendaharini.wordpress.com/2009/09/12/parti-melayu-dap/</guid>
<description><![CDATA[Naik berbulu selepas saya baca penglibatan ahli melayu kedalam parti DAP. Mereka menjeratkan dan men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Naik berbulu selepas saya baca penglibatan ahli melayu kedalam parti DAP. Mereka menjeratkan dan mengorbankan keturunan mereka dimakan Cina chauvanist yg sememang akan mengumpan Melayu kampung menjadi seperti melayu Singapura dan Pulau Pinang. Mula2 sokong mereka sehingga mereka membeli maruah (tanah) sehingga orang melayu tidak terbeli semula.  Kesal sungguh tiada pihak UMNO atau PAS membantu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-78" title="dap melayu" src="http://agendaharini.wordpress.com/files/2009/09/dap-melayu.jpg" alt="dap melayu" width="604" height="1393" /></p>
<p>Bodoh punya pak aji. Pakcik, tidak adakah parti melayu lain untuk dipilih ? butakah mata ? adakah majlis tertinggi DAP terdiri daripada orang2 melayu ? mereka semuanya pendokong capital dan sosialis yg bakal melenyapkan legasi melayu nanti. Hari pak aji boleh memakai ketayap putih, besok mesti tanggal selepas dibeli.  Mana taknya harini makan dihidangkan daging lembu, besok pula daging babi sehingga gelap hati. Lusa pula bercerita nak memaju kawasan pakcik sehingga terpaksa anak cucu pakcik berpindah (aka merempat) ke dalam semak dan kampung2.</p>
<p>Lepas tu mereka buang pakcik seperti mana Cina singapura meletakkan ruang2 melayu sehingga pakcik tiada ruang bercakap. Kalau nak cakap pun mesti cakap &#8216;omputih&#8217; atau pun mandarin baru mereka dengar.. itupun kalau mereka layan. Memang UMNO dan PAS  serba kurang, bukankah pilihan itu adalah lebih baik ?</p>
<p>Sumber Selanjutnya</p>
<ul>
<li><a href="http://teresakok.com/2009/09/11/penubuhan-ahli-dap-melayu-pertama-sinar-harian-11-sept-2009/" target="_blank">Link1</a></li>
<li><a href="http://teresakok.com/2009/09/11/gambar-tambahan-dari-majlis-penubuhan-cawangan-melayu-dap-di-kg-lembah-kinrara/" target="_blank">Link2</a></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukuman Setimpal]]></title>
<link>http://saatteduh.wordpress.com/2009/08/13/hukuman-setimpal/</link>
<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 17:00:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>saatteduh</dc:creator>
<guid>http://saatteduh.wordpress.com/2009/08/13/hukuman-setimpal/</guid>
<description><![CDATA[Baca: Yehezkiel 23:22-35 Apa hukuman paling pantas terhadap dosa pengkhianatan? Membiarkan akibat pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Baca: Yehezkiel 23:22-35 Apa hukuman paling pantas terhadap dosa pengkhianatan? Membiarkan akibat pe]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hidup Laksana Lebah]]></title>
<link>http://dianstraa.wordpress.com/2009/08/08/hidup-laksana-lebah/</link>
<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 08:38:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>dianstraa</dc:creator>
<guid>http://dianstraa.wordpress.com/2009/08/08/hidup-laksana-lebah/</guid>
<description><![CDATA[*Dari &#8216;Abdullah bin &#8216;Amr, berkata: Rosulullah saw bersabda: &#8220;Tidak akan terjadi ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><em>*Dari &#8216;Abdullah bin &#8216;Amr, berkata: Rosulullah saw bersabda: &#8220;Tidak akan terjadi kiamat sehingga perzinaan meluas dimana-mana, tali persaudaraan terputus, tetangga yang buruk muncul, dan orang-orang yang amanah dikhianati.&#8221; Ada yang bertanya: &#8220;Wahai Rosulullah, bagaimana halnya dengan orang mukmin?&#8221; Sabdanya: &#8220;Dia laksana lebah, hinggap tetapi tidak merusak, memakan tetapi tidak merusak, dan mengeluarkan yang baik.&#8221; </em>(HR.Bazzar)</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kutipan di atas kita telah diperingatkan  oleh Rosulullah saw bahwasannya akan muncul zaman yang sangat rusak sehingga yang berkembang di tengah masyarakat adalah perbuatan-perbuatan yang paling dibenci Allah swt, yaitu perzinaan, pemutusan tali silaturhim atau keluarga, tetangga yang jahat, dan perbuatan saling mengkhianati. Bila masyarakat sudah dikuasai oleh perilaku yang sangat bobrok ini, hal itu berarti zaman seperti ini sangat mengancam keselamatan aqidah seorang muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Menghadapi suasana seperti ini Rosulullah saw memberi petunjuk agar orang mukmin tetap berjalan pada jalan yang halal dan diridhoi oleh Allah swt. Ia hendaklah meniru lebah, yakni tidak melakukan perbuatan yang merusak, memakan barang yang baik, dan membuang kotoran yang baik dan bersih, sehingga menjadikan dirinya baik dan terpuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara-cara hidup orang mukmin bersih dari perbuatan yang haram, seperti tidak melakukan permusuhan dengan kerabat, tidak mengganggu tetangga, dan tidak berkhianat terhadap orang-orang yang mempercayai dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mencukupkan penghasilan sekadarnya untuk menyelamatkan diri dari kelaparan dan tidak barsaing mencari harta kekayaan dengan cara yang haram. Langkah mencukupkan diri mencari nafkah sekedarnya asal tidak kelaparan ini merupakan langkah utama dalam menyelamtkan agamanya dari kerusakan. Ia jauhi segalam macam jalan usaha yang haram, seperti mencuri, korupsi, dan sebagainya. Ia juga tidak larut dalam perbuatan khianat dan harus bertahan pada sifat amanah sekalipun harus menderita kemiskinan. Itulah perintah Rosulullah saw kepada orang mukmin.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasil kerja yang diperoleh dibelanjakan atau dipergunakan untuk hal-hal yang baik, antara lain untuk menafkahi keluarga, zakat, shodaqoh, dan infaq. Ia tidak dipergunakan utnuk sekedar berfoya-foya, seperti memberi makanan atau barang mewah, yang sama sekali tidak bermanfaat bagi pembinaan ketaqwaan kepada Allah swt. Semua pengeluaran hartanya benar-benar untuk amal sholih.</p>
<p style="text-align:justify;">Ringkasnya, hidup bagaikan lebah adalah perintah bagi orang mukmin pada masa yang paling rusak sekalipun. Ia tetap mencari makanan yang halal dengancara yang halal, selalu menghasilkan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, serta tidak melakukan perbuatan yang merusak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">wallahu a&#8217;lam bish-showab&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kamar Nomor 1808]]></title>
<link>http://labib85.wordpress.com/2009/08/02/kamar-nomor-1808/</link>
<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 13:18:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>labib akmal basyar</dc:creator>
<guid>http://labib85.wordpress.com/2009/08/02/kamar-nomor-1808/</guid>
<description><![CDATA[“KAMAR nomor 1808, kerjakan sesuai keahlianmu,” ujar seorang perempuan dalam telepon. “Bayarannya? S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“KAMAR nomor 1808, kerjakan sesuai keahlianmu,” ujar seorang perempuan dalam telepon. “Bayarannya? S]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mati hidup semula]]></title>
<link>http://kayteeze.wordpress.com/2009/07/27/mati-hidup-semula/</link>
<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 10:38:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tie</dc:creator>
<guid>http://kayteeze.wordpress.com/2009/07/27/mati-hidup-semula/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah teman-teman terfikir, apakah akan terjadi jika secara tiba-tiba kebahagiaan yang dikecapi,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pernahkah teman-teman terfikir, apakah akan terjadi jika secara tiba-tiba kebahagiaan yang dikecapi,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sanubari atau Nurani]]></title>
<link>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/07/22/sanubari-atau-nurani/</link>
<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 07:43:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>hajirikhusyuk</dc:creator>
<guid>http://hajirikhusyuk.wordpress.com/2009/07/22/sanubari-atau-nurani/</guid>
<description><![CDATA[solat di kutub Kalau kita berkata tentang hati, kadangkala kita naik rimas, kenapa?&#8230; kerana te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_123" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-123" title="solat" src="http://hajirikhusyuk.wordpress.com/files/2009/07/solat.jpg?w=150" alt="solat di kutub" width="150" height="99" /><p class="wp-caption-text">solat di kutub</p></div>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Kalau kita berkata tentang hati, kadangkala kita naik rimas, kenapa?&#8230; kerana terlalu banyak istilah yang  menyangkut dengan hati. Seperti baik hati, hati mulia, hati suci, hati pemurah dan tidak kurang pula lawannya seperti hati busuk, hati berdendam, hati khianat dan sebagainya.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Secara kasarnya sifat-sifat hati adalah positif dan hati negatif, &#8230; hati positif yang bersifat atau berkiblatkan langit manakala hati negatif,  yang berkiblatkan  dunia atau bumi.</span></strong></p>
<p><strong>Hati yang manakah yang boleh kita buat panduan atau ikuti nasihatnya,&#8230;., sudah pasti hati positif, tapi bagaimnakah kita hendak mengetahui bilakah itu hati itu bersifat positif atau bersifat negatif.</strong></p>
<p><strong>Secara amnya hati itu adalah &#8230;. Hati Sanubari dan Hati Nurani.</strong></p>
<p><strong>Hati Sanubari bersifat negatif, &#8230; seperti gundah- gulana, risau, tergesa-gesa, berdendam dan sebagainya, &#8230; jikalau sifat-sifat negatif ini ada, &#8230; jadi jangannlah mengikut nasihat hati itu, &#8230;kerana ia akan membawa kepada kemusnahan dan kekecewaan. Hati ini berkiblatkan dunia, nafsu dan syaitan.</strong></p>
<p><strong>Hati Nurani pula adalah hati yang telah disinari cahaya Ruh, ia bersifat tenang, hening, tenteram, damai dan secara kasarnya bersifat positif, ..hati yang semacam inilah yang perlu diikuti apabila  ia memberikan nasihat, &#8230;. nasihatnya dalam bentuk  ilham, gerak hati, intuisi dan sebagainya. Hati ini berkiblatkan Ruh dan penciptanya, sudah pasti  Allah. Ikutilah hati ini apabila ia memberikan nasihat, pasti bermanfaat dan mensucikan.</strong></p>
<p><strong><span style="color:#0000ff;">Maka oleh itu,&#8230;  hati-hatilah jangan tersalah pilih&#8230;</span></strong></p>
<p><strong>Salam &#8230;&#8230;</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selsema BABI kah aku...?]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/07/21/selsema-babi-kah-aku/</link>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 15:33:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/07/21/selsema-babi-kah-aku/</guid>
<description><![CDATA[Semenjak dua menjak ni, binatang bernama BABI lah yang paling femes. Semacam mengukir populariti apa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Semenjak dua menjak ni, binatang bernama <span style="color:#ff0000;"><strong>BABI</strong></span> lah yang paling femes. Semacam mengukir populariti apabila virus selsema H1N1 ini dikaitkan dengan <span style="color:#ff0000;"><strong>BABI</strong></span>. Binatang bernama <span style="color:#ff0000;"><strong>BABI</strong></span> ni memang dia punya<em><strong> &#8221; HOT &#8220;</strong></em> tu lain macam sikit. Kalau ada yang berjiwa baran pun digelar marah gila <span style="color:#ff0000;"><strong>BABI</strong></span>. Kalau ada yang ekstrem sikit pun memang<span style="color:#ff0000;"> <strong>BABI</strong></span> akan jadi kata adjektif sebagai penguat kata.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang kata enggang sama enggang biar pipit sama pipit. Tapi ini <span style="color:#ff0000;"><strong>BABI</strong></span> biar sama <span style="color:#ff0000;"><strong>BABI</strong><span style="color:#000000;">.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;">Satu malapetaka. Hari ini. Di bulan Julai.<br />
</span></span>
</p>
<p style="text-align:justify;">Ikutkan hati, ingin jadi pengikut fesyen yang tegar dan hip. Aku masuk satu kedai kat The Gardens. Jenama hebat. Aku pegang satu kasut. Macam best. Lepas tengok harga, aku rasa kasut tu memang tak best ! WAKAKAKA. Elok jer aku letak balik kat tempat dia, baik punya tag dia ada tulis <strong>PIG SKIN</strong>. Aduhhhh. Pedih hati aku. Terasa diri tidak sesuci dulu lagi sejurus menyentuh najis mughallazoh itu. Sakit hati aku !</p>
<p>Tsunami jiwa aku petang tadi. Jiwa kacau. Macam mana laa nak buat ni. Memikirkan mana pulak aku nak cari tanah kat MidValley tu. Sumpah aku rasa nak marah. Bila marah mana boleh pakai bahasa slanga. Bahasa kesat ibarat bertubi-tubi silih berganti nak beratur keluar. Tak dapat pula diganti dengan ayat-ayat Al Quran versi pendek. Takut ada kecederaan pada tajwid nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Lepas pergi cari tanah kat pasu bunga untuk samak terus aku hamun;</p>
<h2 style="text-align:center;">memang <strong><span style="color:#ff0000;">BABI</span></strong> punya<span style="color:#ff0000;"> <strong>BABI</strong></span>..!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">p/s: perkataan babi yang pertama itu adalah adjektif !</p>
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HARI SELEPAS KHAMIS...]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/07/10/hari-selepas-khamis/</link>
<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 01:41:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/07/10/hari-selepas-khamis/</guid>
<description><![CDATA[HARI INI HARI JUMAAT&#8230;! Sekian dimaklumkan. Jagalah selipar anda dari dicuri di masjid selamatk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1></h1>
<h1></h1>
<h1><span style="color:#008000;"><strong>HARI INI HARI JUMAAT&#8230;!</strong></span></h1>
<p><span style="color:#800000;">Sekian dimaklumkan.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Jagalah selipar anda dari dicuri di masjid <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<div id="attachment_599" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-599" title="kunciselipariq6" src="http://agungnyadoaibu.wordpress.com/files/2009/07/kunciselipariq6.jpg?w=300" alt="selamatkah macam ni ?" width="300" height="231" /><p class="wp-caption-text">selamatkah macam ni ?</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RAHSIA SURAH YASSIN AYAT KE 58]]></title>
<link>http://cybertabligh.wordpress.com/2009/07/04/rahsia-surah-yassin-ayat-ke-58/</link>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 15:46:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>cybertabligh</dc:creator>
<guid>http://cybertabligh.wordpress.com/2009/07/04/rahsia-surah-yassin-ayat-ke-58/</guid>
<description><![CDATA[Penulis Asal: Hjh Noor Aini Othman Barang siapa yang membaca YAASIN sepenuhnya dan pada ayat ke 58 s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Penulis Asal: Hjh Noor Aini Othman</span></p>
<p style="text-align:justify;">Barang siapa yang membaca YAASIN sepenuhnya dan pada ayat ke 58 surah tersebut &#8220;SALAAMUN QAULAN MIN RABBIR RAHIM&#8221; diulang sebanyak 7 kali untuk 7 niat baikmu, Insya Allah dengan izin Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, semua hajatmu akan dikabulkan.<br />
Jika boleh niatkan sebegini:</p>
<ol>
<li>YA-ALLAH YA-RAHIM, ampunkan dosa-dosaku dan saudara-maraku.</li>
<li>YA-ALLAH YA-RAHMAN, kurniakan aku isteri,suami, anak-anak yang soleh dan mencintai islam.</li>
<li>YA-ALLAH YA-RAZZAK, kurniakan aku rezeki yang berkat,kerja yang baik dan berjaya di dunia dan akhirat.</li>
<li>YA-ALLAH YA-JABBAR, makbulkan hajat penghantar maklumat yang aku dapat ini.</li>
<li>YA-ALLAH YA-MUTAQABBIR, jauhkan aku dari sifat khianat dan munafiq dan miskin.</li>
<li>YA-ALLAH YA-WADUUD, kurniakan aku dan seluruh umat Muhammad yang beriman kesihatan zahir batin.</li>
<li>YA-ALLAH YA-ZALJALA LIWAL IKRAM, makbulkanlah semua hajatku, dan redhaikanlah aku&#8230;..</li>
</ol>
<p>AMINnnnn.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khianat Besar]]></title>
<link>http://dheryudi.wordpress.com/2009/06/24/khianat-besar/</link>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 01:50:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Duddy</dc:creator>
<guid>http://dheryudi.wordpress.com/2009/06/24/khianat-besar/</guid>
<description><![CDATA[Suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya padahal d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu khianat besar bila kamu berbicara kepada kawanmu dan dia mempercayai kamu sepenuhnya padahal dalam pembicaraan itu kamu berbohong kepadanya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DUGAAN HIDUP]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/06/01/dugaan-hidup/</link>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 00:53:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/06/01/dugaan-hidup/</guid>
<description><![CDATA[&#8221; kasi aku tempoh untuk bertenang &#8220;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">&#8221; kasi aku tempoh untuk bertenang &#8220;</span></h1>
<p><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Marah Bila....]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/05/05/aku-marah-bila/</link>
<pubDate>Tue, 05 May 2009 03:35:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/05/05/aku-marah-bila/</guid>
<description><![CDATA[Seronok bila dapat jumpa kawan-kawan lama. Lagi seronok bila dapat kumpul ramai-ramai pastu ada akti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><span style="color:#008000;"><strong>Seronok</strong></span> bila dapat jumpa kawan-kawan lama. <span style="color:#008000;"><strong>Lagi seronok</strong></span> bila dapat kumpul ramai-ramai pastu ada aktiviti nyanyi reramai.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;"><span style="color:#000080;"><strong>Jadi tak seronok</strong></span> bila dalam ramai-ramai tu ada sorang yang tak datang. <span style="color:#000080;"><strong>Jadi lagi tak seronoknya pulak</strong></span> bile die mmg sengaja <strong><span style="color:#ff0000;">TANAK</span> </strong>datang.<span style="color:#99cc00;"><span style="color:#993300;"> <em>(alamak&#8230;berbunyi ketegasan di situ..)</em></span> </span><span style="color:#000080;"><strong>Tambah tak seronoknya</strong></span> pulak die memilih untuk berhibur dengan kawan yang lain yang ntah bile berjanjinya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Perbuatan die memang mengundang pawaka kemarahan. <span style="color:#000000;"><strong>Bayangkan kolam hati kami </strong></span>semua rasa <span style="color:#000000;"><strong>bertakung kekecewaan</strong></span> dek perangai jengkel orang it<span style="color:#993300;">u</span></span><span style="color:#993300;"><strong>.</strong> Kepala kami bercelaru sebab telah dimungkiri janji secara tidak bersalah dari si pelaku. </span><span style="color:#993300;">Si tertuduh siap buat muka angkuh lagi pastu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993300;">Walaupon ramai rakan-rakan seper<span style="color:#800080;"><strong></strong><strong>sengal</strong></span>an datang, tapi tetap tak menyamai <span style="color:#3366ff;"><strong>&#8220;swinging bowl&#8221;</strong></span> ni sorang..!</span></p>
<p><span style="color:#808000;"><strong>Aku &#38; kawan-kawan lain KACIWA !!!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ya...memang dia..!]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/04/15/yamemang-dia/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 06:55:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/04/15/yamemang-dia/</guid>
<description><![CDATA[Kalo korang tak dapat jugak jawapan untuk orang itu&#8230;.. sila klik link sini ; http://ohsejuknya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#800080;"><strong>Kalo korang tak dapat jugak jawapan untuk orang itu&#8230;..</strong></span></p>
<p><span style="color:#800080;">sila klik link sini ;</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
<p><a title="Orang Itu Ialah..." href="http://ohsejuknya.wordpress.com/2009/04/15/nantikan-kemunculan-beliau/" target="_blank">http://ohsejuknya.wordpress.com/2009/04/15/nantikan-kemunculan-beliau/</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila hati terusik]]></title>
<link>http://duhaihati.wordpress.com/2009/03/28/bila-hati-terusik/</link>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 01:40:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tie</dc:creator>
<guid>http://duhaihati.wordpress.com/2009/03/28/bila-hati-terusik/</guid>
<description><![CDATA[Entah kenapa, tiba2 teringat masa kecil dulu. Dulu, Tie  sekeluarga tinggal bersama mak2 sedara di r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Entah kenapa, tiba2 teringat masa kecil dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu, Tie  sekeluarga tinggal bersama mak2 sedara di rumah tok bah. Masa tu kecil lagi. Belum lagi bersekolah. Ayah Tie seorang guru, mak pulak suri macam Tie sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah seorang yang bekerja&#8230; adik beradik ayah adalah 3-4 orang yang tinggal sama. Yang lain dok makan tidur je. Tapi yang anehnya, mereka ni macam tak suka akan mak dan Tie&#8230; walaupun ayah yang bagi duit pasar, beli tv lagi&#8230;. Tie pula tak dibenarkan tengok tv pagi2&#8230; Jadi bila nak tengok sesame street, Tie ke rumah jiran Tie, Azie&#8230;&#8230;&#8230;. Masa tu umur lebih kurang 6-7 tahun&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah selalu pergi kursus. Dan setiap kali kursus, dia akan pulang dengan mainan untuk Tie dan adik. Tapi mainan Tie selalunya lenyap begitu saja. Yang Tie ingat, set pinggan porceline pecah dengan sendirinya walaupun Tie telah soroknya bawah kabinet dapor&#8230;&#8230;.. Sapalah yang dengki pada Tie, ya&#8230;.. masa tu Tie tak tahu apa-apa pun&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku tidak ingin MengkhianatiMu Ya Robb (Sebuah Catatan Untuk Demokrasi)]]></title>
<link>http://nurmaulid.wordpress.com/2009/03/16/aku-tidak-ingin-mengkhianatimu-ya-robb-sebuah-catatan-untuk-demokrasi/</link>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 14:06:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nur Maulidiyah</dc:creator>
<guid>http://nurmaulid.wordpress.com/2009/03/16/aku-tidak-ingin-mengkhianatimu-ya-robb-sebuah-catatan-untuk-demokrasi/</guid>
<description><![CDATA[Nafas yang tak terhitung kuhirup Makanan yang mengisi ke dalam perutku Air yang menyejukkan tenggoro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Nafas yang tak terhitung kuhirup Makanan yang mengisi ke dalam perutku Air yang menyejukkan tenggoro]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anod Buat Hal lagi !]]></title>
<link>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/03/11/anod-buat-hal-lagi/</link>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 09:30:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>5y4hRuL</dc:creator>
<guid>http://agungnyadoaibu.wordpress.com/2009/03/11/anod-buat-hal-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Ni citer pasal Anod lagi. Nape asek nak citer pasal Anod lagi ? Sebab Anod semakin tidak terkawal. A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Ni citer pasal Anod lagi. Nape asek nak citer pasal Anod lagi ? Sebab Anod semakin tidak terkawal. Aku kecewa dengan Anod. Blog berkisar tentang Anod tak ubah seperti Metro baru keluar setiap pagi. Anod mengalahkan Kosmo. Berita tentang Anod membuatkan teman-teman se-Malaysia tertunggu. Apa saja onar dari Anod mereka semua pasti menyokong aku untuk dedahkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Anod harus digulingkan !</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Semalam aku telepon Anod tapi Anod sengaja tanak cakap dengan aku. Anod memang saja cari pasal. Dia tak ingat ker yang segala tindak tanduk dia semuanya akan dirakamkan di blog ini untuk diadili oleh Pengkritik Tetap macam Ajip dengan Am. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Bila aku tepon Anod die sengaja tanak cakap. Dia sengaja bagi kat kawan dia Wanie KPDN suh cakap dengan aku. Satu perbuatan yang keji. Siap bleh suh  Wanie tu mengisytihar Wanie gefren Anod. Wah..Anod sengaja bangkitkan amarah. Aku saja tepon Anod nak ajak mengular namun Anod tidak mahu mengular disebabkan Wanie !</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Aku tepon lagi sekali pun die tetap suh si Wanie yang cakap dengan aku. Sampai 3 kali aku tepon pun si Wanie jugak yang cakap.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kes yang sama jugak bile dulu Anod tak suka sorang budak pempuan ni nama die Ros. Bile Ros tepon jer die slalu suh orang lain cakap dengan Ros ni. Sebabnya die tak suka si Ros ni goda die. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Anod perlakukan aku sama macam si Ros. Dia tanak cakap tepon dengan aku. Sengaja die suh orang lain yang cakap dengan aku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"> <span style="color:#ff6600;"><strong>PADAHAL BUKAN AKU GODA ANOD&#8230;!</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">hahahaha&#8230;aku saja jer nak tulis sebab aku bengang dengan ko tak cakap tepon dengan aku !!!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">biar Ajip, Am, Che Wa sume marah ko. Tu blom kira perasaan Yo lagi. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
