<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>khutbah-jumat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "khutbah-jumat"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 19:38:57 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at - 20081205]]></title>
<link>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081205/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 02:07:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>It's Me</dc:creator>
<guid>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081205/</guid>
<description><![CDATA[Risywah atau suap/sogok termasuk salah satu perbuatan yang diharamkan ALLOH SWT untuk dilakukan oleh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Risywah atau suap/sogok termasuk salah satu perbuatan yang diharamkan ALLOH SWT untuk dilakukan oleh]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at - 20081128]]></title>
<link>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081128/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:51:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>It's Me</dc:creator>
<guid>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081128/</guid>
<description><![CDATA[Setiap orang dituntut untuk bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan dirinya, entah itu perbuatan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap orang dituntut untuk bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan dirinya, entah itu perbuatan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at - 20081121]]></title>
<link>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081121/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:41:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>It's Me</dc:creator>
<guid>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081121/</guid>
<description><![CDATA[Kaum muslim masih ada yang berselisih mengenai pengertian siapa sebenarnya &#8220;Ahlul Kitab&#8221;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kaum muslim masih ada yang berselisih mengenai pengertian siapa sebenarnya &#8220;Ahlul Kitab&#8221;]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at - 20081114]]></title>
<link>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081114/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:25:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>It's Me</dc:creator>
<guid>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081114/</guid>
<description><![CDATA[Setiap kali isu terorisme mencuat, maka setiap kali itu pula umat Islam selalu dijadikan kambing hit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap kali isu terorisme mencuat, maka setiap kali itu pula umat Islam selalu dijadikan kambing hit]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at - 20081107]]></title>
<link>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081107/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:16:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>It's Me</dc:creator>
<guid>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081107/</guid>
<description><![CDATA[Mu&#8217;jizat adalah adalah hal ghaib yang dianugerahkan ALLOH SWT kepada para Nabi dan Rasul, seba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mu&#8217;jizat adalah adalah hal ghaib yang dianugerahkan ALLOH SWT kepada para Nabi dan Rasul, seba]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at - 20081031]]></title>
<link>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081031/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:05:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>It's Me</dc:creator>
<guid>http://khutbahjumat.wordpress.com/2009/11/27/khutbah-jumat-20081031/</guid>
<description><![CDATA[Setiap muslim pasti ingin mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari ALLOH SWT. Untuk memperolehnya, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap muslim pasti ingin mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari ALLOH SWT. Untuk memperolehnya, ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Huzur Khalifah Ahmadiyah : Nasehat Pendiri Ahmadiyah]]></title>
<link>http://khazanahkhmasihjf.wordpress.com/2009/11/21/khutbah-huzur-khalifah-ahmadiyah-nasehat-pendiri-ahmadiyah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 14:24:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://khazanahkhmasihjf.wordpress.com/2009/11/21/khutbah-huzur-khalifah-ahmadiyah-nasehat-pendiri-ahmadiyah/</guid>
<description><![CDATA[KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 6 Maret 2009 dari Baitul Futu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
Tanggal  6 Maret  2009 dari Baitul Futuh London, U.K.<br />
TENTANG  : NASIHAT-NASIHAT HAZRAT MASIH MAU’UD A.S.</p>
<p>Nasihat-nasihat Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada Jem’at yang beliau berikan pada berbagai macam kesempatan, tentang maksud dan tujuan didirikannya Jemaat Ahmadiyah ini dan mengingatkan para anggota Jemaat tentang tanggung jawab mereka. Kemudian menjelaskan bahwa berkat memenuhi tanggung jawab itu maka perolehan dari maksud dan tujuan Jemaat sesuai dengan janji Allah swtterhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. adalah merupakan karunia Allah swt. Sesuai dengan nasihat-nasihat beliau itu saya akan mengemukakan beberapa hal supaya kita bisa menyadari tanggung jawab kita dan supaya dengan diulang-ulangnya perkara ini bisa menggugah kita menjadi orang-orang yang mampu meraih keridhaan-Nya. Dan kita akan menjadi pewaris-pewaris karunia Allah swt yang akan diperoleh dengan mengadakan hubungan erat dengan Jema’at.</p>
<p>Sambil menjelaskan maksud dan tujuan Jema’at, Hazrat Masih Mau’ud a.s. (Mirza Ghulam Ahmad) bersabda : “Zaman kita sekarang ini adalah zaman peperangan ruhani. Peperangan dengan syetan sudah mulai. Dengan membawa semua kemakaran dan tipu daya Syetan sedang melakukan penyerangan terhadap Kubu Islam. Dan ia ingin mengalahkan Islam. Akan tetapi Allah swt telah mendirikan Jema’at ini untuk melakukan peperangan terakhir mengalahkan serangan-serangan syetan untuk selama-lamnya. Mubaraklah bagi orang-orang yang mengenal hal ini.”</p>
<p>Kita bersyukur kepada kemurahan Allah swt yang telah memberi taufiq kepada kita untuk menggabungkan diri kedalam Jema’at ini. Diantara kita banyak yang telah menggabungkan diri kedalam Jema’at ini sebabkan banyak kebaikan para leluhur mereka yang telah mendapat taufiq lebih dulu untuk mengenal Jema’at ini. Dan kita telah lahir diantara keluarga-keluarga yang baik. Dari antara kita juga banyak yang mendapat taufiq langsung dari Allah swt untuk bai’at dan menggabungkan diri kedalam Jema’at ini. Dan sampai sekarang Jema’at ini berjalan terus dengan lancar. Dan insya Allah swt akan maju terus. Agar kita masuk kedalam kelompok orang-orang yang memerangi Syetan untuk memperoleh keridhaan Allah swt. </p>
<p>Oleh karena itu banyak diantara kita yang tinggal dibeberapa negara didunia sedang melewati detik-detik perlawanan yang kejam dan zalim disebabkan mereka telah percaya kepada Imam Zaman sekarang ini. Akan tetapi untuk meraih maksud yang agung ini pengurbanan kita tidak terkira nilainya. Hazrat Masih Mau’ud a.s. (Mirza Ghulam Ahmad)  senantiasa mengingatkan kita terhadap percobaan dan ujian ini bahwa akan banyak sekali ujian dan cobaan yang akan dihadapi, kita akan diuji dengan berbagai macam kesulitan. Dan sebagai natijahnya beliau memberi khabar-khabar yang menggembirakan juga. Beliau bersabda :” Secara zahirnya orang-orang yang telah menerima kebenaran da’wahku diwaktu sekarang ini harus melakukan peperangan yang sangat hebat terhadap nafsunya sendiri. Dia akan mengalami keadaan yang memaksa dirinya harus berpisah dari saudara-saudara kandungnya sendiri. Kegiatan ekonomi dan perniagaannya akan terpaksa harus terputus. Dia terpaksa harus mendengar berbagai macam penghinaan dan mendengar kutuk-laknat dari manusia. Akan tetapi ganjaran dari perkara itu semua akan diterima disisi Tuhan Yang Mahakuasa.” </p>
<p>Pada zaman skarang ini semua sabda-sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. itu sedang disaksikan kesempurnaannya dibeberapa negara. Dan sekarang juga orang-orang Ahmadi yang sedang melakukan pengurbanan akan menerima ganjaran dari Allah swt. Khasnya pada masa-masa sekarang ini yang tengah berlaku di Pakistan dan juga di Hindustan (India) orang-orang ghair Ahmadi melakukan kekejaman yang tidak terhingga kepada para Mubayi’in baru disana. Di Pakistan setelah berdirinya pemerintahan baru berbagai macam kezaliman dan penganiayaan yang sangat berlebihan dilakukan terhadap para anggauta Jema’at disana. Dan perbuatan zalim itu dianggap mereka sebagai perkara biasa saja. Para mullah diberi kebebasan oleh Pemerintah disana untuk berlaku aniaya terhadap orang-orang Ahmadiyah. Tekad dan rencana jahat mereka sangat mengerikan. Memang dinegeri Pakistan itu undang-undang sedang lumpuh tidak berfungsi. Negara seakan-akan tuna undang-undang. Undang-undang yang adapun demikian lemahnya sehingga tidak ada sedikitpun pengaruh dan kekuatan untuk menolong atau membela orang-orang Ahmadi. Sungguh merupakana karunia Allah swt yang sangat luar biasa, ketika mereka mengancam untuk menghancurkan Jema’at Ahmadiyah secara biadab dan zalim, Allah swt telah menggagalkannya. Bahkan sebaliknya kehancuran telah menimpa diri mereka sendiri, dan hal itu kita telah menyaksikannya dengan mata kepala kita sendiri. Pada hari-hari ini juga seperti itulah yang nampak kepada kita. Sebuah rencana disusun  untuk menghancurkan Jema’at Ahmadiyah, akan tetapi Allah swt sendiri membangkitkan suasana kacau dan kerusuhan yang menimpa mereka sendiri.</p>
<p>Maka ingatlah, dimanapun Ahmadiyah dijadikan sasaran kejahatan dan kezaliman, hal itu merupakan peperangan terakhir dengan syaitan. Dan demi meraih keridhaan Allah swt kita semua sudah bergabung dengan lasykar yang telah didirkan oleh Imam Zaman sekarang ini, oleh sebab itu sambil memperkuat iman kita harus meningkatkan azam (tekad bulat dan teguh) dan sambil memohon istiqamah kepada Allah swt kita harus memperlihatkan kesabaran dan ketabahan. Setiap waktu harus selalu meningkatkan berdo’a sambil merundukkan kepala dihadapan Allah swt. Maka insya Allah, akhirnya kemenangan akan berada ditangan Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sebagaimana beliau bersabda : “ Untuk mengalahkan kekuatan syetan-syetan jahat itu Allah swt telah menegakkan Jema’at ini. Akan tetapi kita harus ingat kepada yang satu ini, yaitu untuk mengalahkan syetan yang berkeliaran diluar, kita harus berusaha untuk mengatasi syetan yang ada didalam diri kita masing-masing. Sebab kemenangan kita dapat diperoleh bukan karena adanya hubungan secara zahiriah dengan Hazrat Masih Mau’ud a.s. melainkan dengan jalan khusyuknya do’a yang dipanjatkan kepada Allah swt. Dan untuk kemaqbulan do’a-do’a kita diperlukan adanya amal perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah swt. Dan untuk itu diperlukan jihad melawan hawa nafsu. </p>
<p>Sehubungan dengan perkara ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memberi nasihat kepada kita yaitu: “Keinginan-keinginan hawa nafsu adalah syirik, dia menutupi kalbu manusia. Sekalipun manusia telah melakukan bai’at, maka syirik itu akan menjadi sebab tergelincir baginya.”  Yakni kehendak nafsu manusia adalah syirik. Dan dia menutupi kalbu manusia dengan tabir sekalipun manusia telah melakukan bai’at dengan penuh pengertian dan pemahaman. Banyak Ahmadi-Ahmadi yang sudah tua-tua melakukan bai’at dengan sangat hati-hati, namun sering terjadi ia tergelincir juga karena syirik itu. Sebagai anggota Jema’at kita harus meninggalkan keinginan nafsu, dan melangkah kedepan dengan hati yang suci bersih. Maka kewajiban setiap orang Ahmadi adalah harus menghindarkan diri dari semua kehendak nafsunya sambil mensucikan hatinya dan berdiri tegak diatas tauhid Ilahi. Sekalipun sudah melakukan bai’at banyak manusia tergelincir. Sebabnya adalah ia tidak memahami maksud dan tujuan bai’at itu dengan sesungguhnya. Sedangkan maksud dan tujuan bai’at itu adalah menyerahkan diri seluruhnya secara sempurna kepada kehendak Allah swt dan membersihkan diri dari setiap jenis syirik.”</p>
<p>Disatu tempat Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “Allah swt menghendaki agar manusia memperlihatkan contoh kehidupan taqwa dan kebersihan serta kesucian hati sesuai dengan maksud dan tujuan Dia telah mendirikan Silsilah Ahmadiyah ini. Dia menghendaki kebersihan dan Dia menghendaki sebuah Jema’at yang suci dan bersih.” Maka kita lihat dunia sekarang semakin penuh dengan akhlaq dan perbuatan yang memalukan, tidak ada perhatian untuk memenuhi kewajiban hak-hak Allah swt dan tidak ada pula perhatian untuk memenuhi hak-hak kemanusiaan. Perselisihann dan permusuhan satu sama lain sudah merata keseluruh dunia. Orang-orang Islam membunuh orang Islam lainnya atas nama Tuhan atau atas nama Agama.  Dari satu fihak dengan suara keras meneriakkan slogan ; “Pemerintahan yang kami peroleh atas nama Islam akan kami dirikan sebuah pemerintahan agama Tuhan. Dari fihak lain demi kepentingan diri mereka sendiri menumpahkan darah orang-orang yang membaca dua kalimah syahadat, atas nama agama. Sekarang anggapan dunia terhadap negara Pakistan sebagai negara barbariyat yang zalim dan menakutkan. Semoga Allah swt mengasihani negara kita itu. </p>
<p>Jema’at Ahmadiyah telah banyak mengeluarkan pengurbanan demi tegaknya negara itu. Setiap Ahmadi Pakistani harus ingat selalu kepada hal itu. Sekarang jika ada yang bisa menyelamatkan negara ini dari kehancuran maka didalam lautan kegelapan kerusuhan dan permusuhan ini hanya terdapat satu-satunya bahtera untuk menyelamatkan mereka itu yang telah dirakit oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang dengan karunia Allah swt sekarang ini kita sedang berada didalamnya. Maka kita harus berusaha secara khas membuat diri kita menjadi anggauta yang sesungguhnya dari pada penghuni bahtera itu. Kita harus memanjatkan do’a yang khas sambil merundukkan kepala dihadapan Allah swt bagi kemaslahatan bangsa sendiri yang tengah berada dalam suasana kemelut yang tidak menentu itu. Berhati-hatilah dalam setiap perlakuan,jangan mengikuti langkah mereka yang menamakan diri pemimpin bangsa secara membabi buta tanpa berfikir secara bijak, sampai merusak kehidupan diri sendiri dan kehidupan bangsa. Bagaimanapun hal itulah dua macam tanggung jawab setiap anggauta Jema’at khasnya bagi Ahmadi asal Pakistan. Kemanapun kita pergi dimuka bumi ini nampak keadaan dunia sekarang sudah bertamabah kacau. Para anggauta Ahmadi harus memberi perhatian penuh kepada situasi zaman sekarang ini kemudian memanjatkan do’a khas kepada Allah swt.</p>
<p>Orang-orang Ahmadi yang telah dilimpahi kemudahan oleh Allah swt didalam kehidupan mereka, kadangkala mereka lupa kepada kedudukan mereka sebagai orang-orang Ahmadi. Mereka berlebihan dan melampaui batas didalam menjalani kehidupan duniawi mereka. Tentang orang-orang seperti itu telah diterima banyak laporan. Mereka telah banyak melampaui kebiasaan hidup sebagai anggauta Jema’at. Pekerjaan yang paling penting demi menegakkan tauhid Ilahi yang merupakan tujuan penciptaan manusia yaitu beribadah kepada Allah swt dan menjaga kewajiban shalat, tidak diberi perhatian sepenuhnya oleh mereka itu. Jadi, perkara ini betul-betul sangat mengkhawatirkan Jema’at, dan jika ada kelemahan apapun diantara sesama kita hendaknya jangan menjadi sasaran firman Tuhan ini yaitu    ?????? ???? ???????? dia bukanlah dari antara keluarga engkau.    ?????? ??????? ???? ????????‌ ‌???????? ?????? ?????? ?????sebenarnya dia adalah seorang yang amal perbuatannya tidak baik.(Surah Hud : 47) Semoga jangan terjadi, semoga jangan terjadi, orang yang telah melakukan bai’at jangan sampai mempunyai kedudukan seperti itu dipandangan Allah swt. Melihat keadaan seperti itu kita harus merasa takut sehingga bulu roma kita akan berdiri. Semoga Allah swt memberi taufiq untuk melakukan amal perbuatan yang menurut pandangan-Nya adalah amal saleh. </p>
<p>Hendaknya didalam fikiran kita jangan timbul keinginan menetapkan sendiri kedudukan ruhani kita. Melainkan kita harus berusaha mencapai kedudukan ruhani yang telah diberitahukan oleh Hazrat Imam Zaman kepada kita. Beliau bersabda : “Selama Jema’at kita tidak berusaha mencapai martabat Taqwa Jema’at tidak akan memperoleh keselamatan. Dan Allah swt tidak akan memberi perlindungan.”  Selanjutnya beliau a.s. bersabda : “Sekalipun Allah swt telah berjanji kepada Jema’at bahwa Dia akan memberi perlindungan kepada Jema’at dari musibah (wabah ta’un) akan tetapi didalam perjanjian itu mengandung syarat  ???? ??????????? ????????????? ??????? yakni orang yang tidak mencampuri imannya dengan perbuatan zulum (khianat) dialah yang akan berada didalam keselamatan. Pada zaman ini banyak sekali berbagai jenis musibah tengah berlaku dimana-mana diseluruh dunia. Untuk mendapat keselamatan dari bencana-benaca itu juga harus mengikuti peraturan atau persyaratan yang telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Beliau bersabda : “ Tentang “daar” (rumah) juga sama syaratnya telah ditentukan yaitu  ?????? ?????????? ??????? ???? ?????????????   perkataan  ??????? disini maksudnya adalah kecuali mereka melakukan jenis itha’at yang disertai dengan merendahkan diri. Selama manusia melakukan amal dengan niyyat yang baik maka barulah ia akan berada didalam “daar” (Jema’at) itu. Dan hanya menda’wakan diri sebagai orang mukmin sama sekali tidak ada faedahnya.  Selama manusia tidak mau merendahkan diri maka semua pendakwaannya tidak ada faedahnya sama sekali sebagai mukmin atau tidak ada faedah dari pernyataan bai’atnya.”</p>
<p>Demikianlah tolok ukur amal perbuatan kita yang diharapkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. dari pada kita orang-orang Ahmadi. Jadi setiap orang Ahmadi harus berusaha melakukan kehidupan diatas jalan taqwa dan memiliki sifat keta’atan serta mempunyai perangai merendahkan diri yang bermutu setinggi-tingginya. Dan dengan cara inilah yang bisa membimbing kearah jalan untuk meraih dreajat ruhani yang tinggi yang telah diisyarahkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Mengenai hal itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “Jika Jema’at kita ini mau menjadi Jema’at yang sejati maka mereka harus bersedia menghadapi maut. (menghadapi berbagai  macam kesulitan dan kesusahan). Mereka harus menghindarkan diri dari perkara-perkara nafsani dan kehendak-kehendak nafsani mereka dan mereka harus mengutamakan kehendak Allah swt diatas semua kehendak nafsu duniawi mereka. Banyak sekali manusia menjadi binasa disebabkan perbuatan riya dan kelalian mereka. Banyak sekali jenis perbuatan riya dan perbuatan-perbuatan tercela yang membinasakan manusia. Kerana itu kita setiap waktu harus mengadakan koreksi terhadap diri sendiri, apabila nampak kejanggalan atau sesuatu hal yang patut diperbaiki harus berusaha untuk segera memperbaikinya. Setiap orang harus mengawal nafsu pribadinya kearah perbaikan. Dan harus selalu mengadakan koreksi pada diri pribadinya. Perlu diingat bahwa seseorang akan berhasil melakukan perbaikan terhadap dirinya apabila ia tidak berlaku keras kepala dalam sesuatu perkara. Ia akan merasa bahwa setelah masuk kedalam Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. kehidupan didunia ini mempunyai tujuan, yaitu menunjukkan contoh kehidupan yang baik dan suci kepada yang lain dan mengamalkan hukum-hukum Allah swt untuk meraih keridhaan-Nya. Dan hal itu disertai dengan perbaikan dirinya bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan Ahmadiyyah dan Islam hakiki dan untuk memberi bimbingan kepada orang lain. </p>
<p>Sehubungan dengan itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. memberi nasihat sebagai berikut : “ Setiap orang non Ahmadi yang berjumpa dengan kalian ia akan memperhatikan perangai kalian. Dan ia akan memperhatikan bagaimana prilaku kalian, akhlaq dan budi pekerti kalian, serta menilai bagaimana disiplin kalian didalam menta’ati peraturan, dan disiplin kalian dalam menta’ati hukum-hukum Allah swt. Jika mereka menjumpai semua tidak baik, maka mereka akan terpedaya oleh kalian. Maka ingatlah kalian kepada perkara itu semua.” </p>
<p>Ditempat lain beliau bersabda lagi: “Pada sa’at ini Allah swt tengah mempersiapkan sebuah Jema’at orang-orang saleh dan jujur, maka kita harus memperlihatkan contoh “sidq” atau kejujuran yang sebenarnya. Apa artinya “sidq” itu? Beliau a.s. jelaskan: “Yaitu apabila keadaan manusia secara am keadaannya jujur dan mencintai ketulusan. Dan “sidq” atau kejujuran menjadikan manusia pandai dan bijak. Dan  ketulusan itulah yang bisa menarik sidq secara luar biasa, yang membuat manusia mampu melihat Allah swt. Apabila manusia mampu melihat Allah swt maka ia bisa meraih ma’rifat ke Esaan Allah swt. Apabila ia telah memperoleh ma’rifat Allah swt maka perhatiannya akan selalu terpaut kepada itha’at yang paripurna kepada hukum-hukum Allah swt. Dan ia akan mendapat irfan hakiki Allah swt. Dia akan membenci setiap jenis perkara yang berbau syirik. Ia memperoleh ilmu yang sebenarnya untuk menjadi hamba Allah swt yang sejati. Ia memperoleh kekuatan untuk bersabar dalam menghadapi berbagai jenis kesulitan, musibah dan cobaan-cobaan yang menimpa dirinya. Timbullah tawakkal sejati kepada Allah swt didalam hatinya. Timbulah perhatian khas untuk mengamalkan semua akhlaq hasanah yang setinggi-tingginya. Pendeknya contoh sidq yang luhur untuk melaksanakan hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama manusia setiap sa’at memberi bimbingan untuk mendapatkan pertolongan dan dukungn dari Allah swt.” </p>
<p> Demikianlah secara ringkas maksud dan tujuan Jema’at yang telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan Jema’at orang-orang sadiq seperti itulah yang sedang dipersiapkan oleh Allah swt. Jika kita mengoreksi diri kita sambil membandingkan dengan sifat-sifat tersebut diatas maka timbullah perasaan didalam hati kita. Dalam keadaan demikian kita harus rujuk kepada Allah swt dan setiap sa’at memohon do’a sambil merundukkan kepala dihapan-Nya. Untuk melangkah diatas jalan itu juga tanpa ada karunia Tuhan kita tidak dapat melakukannya. Walaupun dengan sekuat tenaga kita melakukannya namun jika tidak ada karunia dari Allah swt hal itu tidak mungkin berhasil. Semoga setiap orang dari kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang melangkah diatas jalan Taqwa dan termasuk dalam golongan orang–orang yang disebut oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa Allah swt menghendaki Jema’at orang-orang yang diselamatkan dari api kejahatan dan golongan orang-orang yang mukhlis dan muttaqi. Dan siapakah golongan orang-orang muttaqi itu? Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Orang-orang muttaqi adalah mereka yang mendahulukan kepentingan agama dari pada kepentingan dunia sesuai dengan pernyataannya diwaktu bai’at. Pernyataan diwaktu bai’at maksudnya adalah syarat-syarat bai’at. Orang-orang muttaqi itu senantiasa berusaha menempatkan diri mereka sesuai dengan syarat-syarat bai’at itu. Semoga Allah swt menjadikan kita orang-orang yang mendahulukan kepentingan agama kemudian memasukkan kita kedalm golongan orang-orang muttaqi, dan semoga kita menjadi orang-orang yang memahami betul hakikat dan pentingnya bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. tentang mana beliau a.s. sendiri telah menjelaskannya. Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang mementingkan diri sendiri dan tidak menjadikan orang-orang tinggi hati dan egoistis dan semoga Tuhan tidak menjadikan kita orang-orang yang menentang perintah-perintah Allah swt. Dan semoga kita menjadi tauladan bagi orang-orang lain. Supaya keturunan kita dimasa mendatang mengikuti langkah-langkah kita seperti itu dan mereka menjadi orang-orang yang selalu mendo’aka  kita. Dan semoga anak-anak keturunan kita selalu mendo’akan orang-orang yang telah memberi bimbingan mereka sehingga mendapatkan hidayah masuk kedalam golongan orang-orang beriman. Insya Allah Jema’at ini memang akan maju dan akan berkembang dengan pesat. Kita menyaksikan semenjak seratus tahun silam Jema’at ini terus berkembang maju dengan pesat kerana tangan Allah swt  selalu berada diatas Jema’at ini. Dan setiap tahun Jema’at ini mengumpulkan beratus-ratus ribu orang-orang yang bertabi’at baik dan lurus. Semoga Allah swt memperkuat keimanan orang-orang yang baru menggabungkan diri kedalam Jema’at ini dan semoga Dia menjadikan mereka orang-orang mukhlis dan bersyukur kapada Allah swt. Semakin banyak jumlah anggauta Jema’at ini semakin besar juga api perlawanan terhadap Jema’at ini disebabkan semakin berkobarnya perasaan hasad dan dengki mereka. Para penentang Jema’at selalu berfikir untuk mencelakakan Jema’at dan untuk melumpuhkan usaha-usaha Jema’at ini hingga binasa. Dikala tengah berkobarnya api perlawanan dan tindak kekejaman terhadap Jema’at ini, mereka menanti kehancursan Jema’at ini. Akan tetapi karunia Allah swt pun semakin meningkat keatasa Jema’at ini. Semoga Allah swt menutupi kelemahan-kelemahan kita dan selalu menurunkan karunia-Nya dan kasih sayang-Nya diatas kita semua. Dan semoga setiap usaha jahat pihak lawan Jema’at selalu menghadapi kegagalan dan kebinasaan. Semua keberhasilan Jema’at tidak hanya nampak kepada kita semua namun ia nampak kepada para penentang Jema’at juga. Sebab sebelumnya sudah terdapat janji Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan beliau selalu memberi ketenangan kepada Jema’at melalui janji-janji Allah swt itu. Disatu tempat Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Suatu zaman akan tiba apabila para pengikiut beliau a.s. akan terus menerus mendapat kemajuan, dizaman kehidupan kita atau dizaman yang akan datang. Allah swt telah berjanji bahwa Raja- raja akan mencari barkat dari pakaian engkau. Nubuatan ini masih ditunggu kesempurnaannya. Bersabda lagi: Merupakan sunnah Allah swt bahwa Dia memilih kelompok orang-orang buta huruf dan miskin untuk beriman kepada Utusan-Nya. Dan mereka akhirnya selalu meraih kemenangan dan kejayaan. </p>
<p>Hal ini tidak membuat kami heran apabila para pengikut beliau bukan orang-orang kaya raya. Mereka pasti orang-orang kaya, akan tetapi penyesalan akan timbul apabila orang-orang itu setelah menjadi kaya-raya kemudian mereka menjadi lengah dan mendahulukan urusan-urusan dunia. Maka demikianlah nasihat Hazrat Masih Mau’ud a.s. Jema’at Ahmadiyah ditaqdirkan untuk maju dan menang, insya Allah !! Akan tetapi setelah mendapat kemajuan dan kejayaan itu orang-orang Ahmadi jangan hendaknya mendahulukan kepentingan dunia diatas kepentingan agama dan jangan menjadi lengah terhadap Allah swt. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap orang Ahmadi untuk menunaikan kewajiban-kewajibannya. Semoga Allah swt memberri taufiq kepada mereka untuk menyempurnakan keinginan dan harapan-harapan Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan semoga Dia melindungi mereka dari setiap keburukan yang telah beliau jelaskan. Dan semoga kita semua menjadi pewaris do’a-do’a beliau a.s.  Alihbahasa dari Audia Urdu oleh Hasan Basri</p>
<p>Mirza Ghulam Ahmad<br />
Imam Mahdi<br />
(Riwayat Hidup)</p>
<p>Translate this page from Indonesian to the following language!</p>
<p>English French German Spain </p>
<p>Russian Portuguese Japanese Korean </p>
<p>Dutch Chinese Simplified Italian Arabic</p>
<p>Widget edited by Ahmadiyya<br />
Firman Allah SWT</p>
<p>“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci” [Ash-Shaf : 8] </p>
<p>“.. Karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman” [Ali-Imran : 175]</p>
<p>“Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu membuatmu gelisah” [Ar-Rum : 60]<br />
Sabda Rasulullah s.a.w.<br />
“Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti. Maka janganlah kalian menyelisihi imam. Jika imam takbir, maka bertakbirlah kalian. Dan jika imam ruku’, maka ruku’lah kalian”[HR Bukhari 680 dan Muslim 622]<br />
mta_right.jpg<br />
AlIslam_right.gif<br />
HF_right.gif<br />
thepersecution.gif<br />
&#8230; More Sites &#8230;<br />
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter<br />
mod_vvisit_counter	Today	57<br />
mod_vvisit_counter	Yesterday	197<br />
mod_vvisit_counter	This week	941<br />
mod_vvisit_counter	This month	3543<br />
mod_vvisit_counter	All	14226<br />
Visitors Counter 1.0.3<br />
@2007 All Right Reserved </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Huzur Khalifah Ahmadiyah : Berkat dan Rahmat Allah diatas Jemaat Ahmadiyah]]></title>
<link>http://khazanahkhmasihjf.wordpress.com/2009/11/21/khutbah-huzur-khalifah-ahmadiyah-berkat-dan-rahmat-allah-diatas-jemaat-ahmadiyah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 14:14:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://khazanahkhmasihjf.wordpress.com/2009/11/21/khutbah-huzur-khalifah-ahmadiyah-berkat-dan-rahmat-allah-diatas-jemaat-ahmadiyah/</guid>
<description><![CDATA[RINGKASAN KHUTBAH HAZRAT KHALIFATUL MASIH V atba Tanggal 24 Oktober 2008 TENTANG : BERKAT &amp; RAHM]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>RINGKASAN KHUTBAH</p>
<p>HAZRAT KHALIFATUL MASIH V atba</p>
<p>Tanggal 24 Oktober 2008</p>
<p>TENTANG : BERKAT &#38; RAHMAT ALLAH DIATAS  JEMA’AT</p>
<p>Diwaktu putera-puteri Harzrat Masih Mau’ud a.s. telah khatam Al Qur’an (tamat Al Qur’an) beliau a.s. telah menggubah sebuah nazam mensyukuri kebaikan-kebaikan, Rahmat dan Karunia Allah swt yang telah diturunkan kepada putra-putra beliau itu. Pada setiap ujung rangkaian  ba’itnya itu beliau telah mengucapkan: </p>
<p>fa subhaanalladzi akhzal a&#8217;aadii </p>
<p>Artinya Maha suci Allah Yang telah menghancurkan dan menistakan musuh-musuh-ku.</p>
<p>Selain itu di dalam nazam itu beliau bersabda seperti ini juga: </p>
<p>- huwa me tere fazlong ka manadi- (urdu)</p>
<p> &#8211; fasubhaanalladzii akhzal-a&#8217;aadii- </p>
<p>Artinya : Aku adalah orang yang mengumumkan karunia- karunia-Mu </p>
<p>Maha Suci Dia Yang telah menistakan musuh-musuhku</p>
<p>Rahmat dan Berkat Allah swt yang telah banyak turun kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. (Mirza Ghulam Ahmad) adalah sesuai dengan janji-janji-Nya yang selalu turun kepada beliau a.s. Pada hari ini seratus tahun setelah beliau wafatpun Allah swt setiap saat selalu menurunkan rahmat dan barkat-Nya kepada Jema’at beliau ini dan insya Allah swt akan terus turun secara berlanjut tanpa berhenti. Dan Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah meyakinkan kita bahwa rahmat dan karunia Allah swt yang laksana hujan turun ini akan meningkat terus sampai kepada titik penghabisan yang paling sempurna. Memang tidak disangkal lagi bahwa akan timbul banyak penghalang dan penghambat yang mendatangkan kesulitan kepada Jema’at ini, namun Allah swt dengan karunia-Nya akan menjauhkan semua hambatan dan semua kesulitan itu. Dan telah dipastikan bahwa sekarang kemajuan dan kemenangan Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan diperoleh dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Sambil menjelaskan beberapa poin dari sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. Huzur bersabda bahwa apabila seorang Utusan Tuhan atau seorang Rasul Allah wafat maka pihak penentang senantiasa bergembira sambil memperolok-olok dan mencemoohkan dan mengira bahwa sekarang Missi beliau itu akan mengalami kegagalan. Akan tetapi Allah swt telah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan menegakkan Nizam Khilafat untuk menyempurnakan Missi Rasul itu. Allah swt menghendaki agar Missi Hazrat Masih Mau’ud a.s. mencapai kesempurnaan, dan untuk itu Dia telah menegakkan Nizam Khilafat didalam Jema’at beliau, supaya Jema’at ini bisa dihimpun melalui tangan seorang pemimpin sehingga menjadi sebuah kesatuan yang kokoh-kuat dan patut menerima rahmat dan barkat dari Allah swt dan dengan semangat rasa syukur kepada-Nya akan menjadi pewaris karunia-karunia-Nya.</p>
<p>Kita saksikan kemajuan Jema’at ini yang sedang berderap terus maju kedepan. Namun jangan ada seorangpun yang mengira bahwa kemajuan dan kejayaan ini diperoleh kerana pengorbanan atau karena program dan perjuangan kita. Semua kemajuan dan kejayaan Jema’at yang sedang kita saksikan diberbagai negara didunia sekalipun keadaan sebagian Jema’at dinegara-negara tertentu sedang mendapat tantangan dan perlawanan yang sangat habat, semuanya telah berlaku sesuai dengan perjanjian Allah swt yang telah disampaikan sebelumnya kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Tidak ada sedikitpun hubungannya dengan usaha atau perjuangan kita. Selama kita bersyukur kepada Allah swt atas kemenangan dan kejayaan yang telah Dia anugerahkan kepada Jema’at ini, kita akan mendapat bagian dari berkat-berkat itu yang telah Dia tetapkan kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini.</p>
<p>Huzur bersabda, beberapa minggu yang lalu saya telah mengadakan lawatan ke-beberapa negara di Eropa. Saya telah menyaksikan dari dekat bagaimana Allah swt telah menurunkan banyak sekali barkat dan karunia-Nya kepada Jema’at-Jema’at disana. Para anggauta Jemaat disana terdiri daripada orang-orang yang sungguh-sungguh mukhlis dan setia kepada ajaran Hazrat Rasulullah saw sehingga mereka mampu mengembangkan tabligh dan da’wah Islam yang hakiki kepada masyarakat disana. Didalam rangkaian lawatan itu di Prancis dan German telah dibuka dan diresmikan penggunaan mesjid-mesjid disana, di Holland telah menghadiri Jalsah Salanah dan berdo’a disana, di Belgium telah menyaksikan Ijtima Ansarullah dan telah berdo’a pula disana.</p>
<p>Jema’at di Perancis telah mampu membangun sebuah Masjid terletak di Saint Prix, dipinggiran kota Paris. Pada tahun 1924 ketika Hazrat Khalifatul Masih II r.a. &#8211; Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad &#8211; mengadakan lawatan ke Eropa beliau telah meletakkan batu pertama Masjid Fazl London dan beliau menghadiri sebuah konferensi terkenal di Wembley. Pada peristiwa lawatan itu beliau datang juga ke Paris. Dan pada waktu itu Jema’at belum berdiri disana, namun disana sebuah mesjid non Ahmadi baru selesai dibangun dengan mendapat bantuan biaya dari Pemerintah Perancis. Sembahyang pertama dimesjid itu telah dipimpin oleh Hazrat Muslih Mau’ud, Khalifatul Masih II r.a. Beliau telah menugaskan Mirza Sharif Ahmad Sahib (Kakek atau Datuk Huzur atba) untuk menjalankan tugas tabligh di Perancis. Pertablighan disana berkembang dengan mengadakan banyak contact atau hubungan dengan masyarakat maupun para penguasa negara, sekalipun  pada waktu itu Jema’at belum bisa berdiri namun hubungan untuk memperkenalkan Jema’at Ahmadiyah telah dilakukan cukup luas disana. Kemudian dengan karunia Allah swt Missi Jema’atpun telah dibuka disana. Akan tetapi Jema’at belum mempunyai gedung sendiri.</p>
<p>Dimasa Khalifah ke IV rh &#8211; Mirza Tahir Ahmad- sebidang tanah telah dibeli di Perancis, didalamnya terdapat sebuah Rumah tinggal yang berfungsi sebagai Masjid tempat ibadah dan sebagai Rumah Missi. Beberapa tahun kemudian di halaman rumah itu telah dibangun sebuah bangungan sebagai mesjid sementara. Jumlah anggota Jema’atpun yang bersembahyang disana semakin bertambah banyak. Diwaktu itu gelombang perlawanan mulai timbul dari kalangan masyarakat setempat, disebabkan kesan-kesan umum terhadap orang-orang Islam disana sangat buruk. Mereka tidak dipandang dengan pandangan baik oleh masyarakat setempat. Pada suatu ketika Mayor Wali Kota Saint Prix datang berkunjung kepada Jema’at dan memasuki masjid sementara itu tanpa membuka sepatu sambil marah dan berkata-kata yang sangat tidak baik terhadap para anggota Jema’at. Melihat ia masuk tanpa membuka sepatu dan seenaknya dia menginjakkan sepatunya diatas kain-kain tempat sembahyang dan tempat sujud, sangat menyakitkan sekali perasaan hati orang-orang Jema’at namun tidak ada usaha pun yang bisa dilakukan kecuali bersabar.</p>
<p>Pada tahun 2003 telah dibeli rumah yang bersebelahan, kemudian pada tahun 2006 telah dibeli lagi bangunan rumah yang ketiga. Maka sekarang dengan karunia Allah swt Jema’at disana telah memiliki tempat yang cukup luas. Dibelakang ketiga bangunan itu tersedia halaman yang cukup luas dan sekarang sebuah mesjid telah dibangun diatas tanah itu. Didalamnya terdapat perumahan untuk tinggal Muballigh dan terdapat sebuah kamar untuk tamu. Untuk mengadakan kegiatan pertemuan-pertemuan berupa jamuan para tamu telah dibangun sebuah dining hall  atau ruang makan yang cukup luas disertai sebuah kitchen.</p>
<p>Semata-mata karunia Allah swt bahwa Wali Kota yang dahulu pernah datang kemesjid kita sambil marah-marah kepada anggota Jema’at sekarang sudah sangat berubah sikap dan mulai berbicara tentang Jema’at dengan penuh hormat dan kecintaan dan dia menyesalkan atas perbuatannya dimasa lalu terhadap Jema’at. Pada hari peresmian Mesjid dia diundang untuk datang pada waktu petang, namun Wali Kota itu telah datang diwaktu pagi dan duduk diruang terpisah sambil mendengarkan khutbah sampai tuntas, kemudian beliau membicarakan tentang Jema’at kepada para Wartawan katanya, &#8220;Saya memberi jaminan bahwa Jema’at ini tidak berbahaya sebab mereka ini tidak mempunyai maksud lain kecuali mengajak manusia didunia untuk menyembah Tuhan dan mengembangkan persahabatan dan perdamaian antara sesama manusia diseluruh dunia&#8221;. Demikianlah Allah swt telah mengubah keadaan hati manusia, sehingga mengherankan kita semua. Sekarang pintu gerbang pertablighan sudah terbuka, banyak orang-orang datang untuk  melihat-lihat keadaan masjid. Bahkan ada orang-orang Islam yang bertanya kepada muballigh kita disana, siapa yang telah memberi izin kepada anda untuk membangun mesjid ini, sebab Wali Kota disini sangat keras menentang Islam.</p>
<p>Didalam interviewnya pada tanggal 10 Oktober 2008 yang telahpun dimuat didalam surat-surat khabar Wali Kota ini memberitahukan kepada para wartawan katanya, &#8220;Organisasi yang kurang dikenal ini menampilkan cinta-damai dan mengembangkan Islam yang sangat lemah-lembut dan patut dihormati. Katanya lagi, saya menjadi saksi bahwa Organisasi ini sangat mencintai perdamaian dan menentang kekerasan. Mereka berbaur dengan masyarakat dan saling mengikat tali persaudaraan satu dengan yang lain&#8221;. </p>
<p>Surat Kabar juga telah membuat laporan perkenalan tentang Jema’at. Media lainnya juga telah membuat banyak berita-berita tentang Jema’at. The French National TV juga telah menurunkan liputan berita tentang Jema’at untuk pertama kalinya. Saluran TV lainnya menyiarkan berita tentang peresmian Mesjid. Suasana sedang shalat Jum’at juga secara ringkas ditayangkan. TV24 saluran Bahasa Perancis yang terkenal dan siarannya serupa dengan BBC meliputi seluruh dunia telah memuat berita tentang Jema’at secara rinci. Disiarkannya documentary program, foto Hazrat Masih Mau’ud a.s. ditayangkan dan diperkenalkan kepada dunia, foto Mesjid dan menara juga ditayangkan dan diberitakan bahwa peresmiannya dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2008.</p>
<p>TV24 ini menyiarkan berita itu sebanyak 4 kali, satu kali didalam Bahasa Perancis, dua kali didalam Bahasa Inggris dan satu kali didalam Bahasa Arab. Disebabkan ruang lingkup peresmian Mesjid ini sangat luas, maka suasana peresmian itu diliput oleh para wartawan negara-negara Francophone, yaitu negara-negara yang berbahasa Perancis. Berita-berita tersebut juga ditayangkan dinegara-negara Afrika yang berbahasa Perancis termasuk negara Mauritius. Dengan demikian peresmian Mesjid ini disiarkan oleh mereka secara Internasional, sehingga jalan tabligh baru telah terbuka lagi bagi Jema’at.</p>
<p>Didalam pidato peresmian Mesjid yang dilakukan pada sore hari itu dihadiri oleh para pegawai tinggi negara dan juga oleh beberapa tokoh masyarakat, disamping para perwakilan dari surat-surat khabar. Huzur menjelaskan tentang keindahan ajaran Islam dan juga beliau membahas tentang berbagai macam penganiayaan yang dihadapi oleh orang-orang Islam dizaman permulaan. Ketika dijelaskan tentang kejamnya kezaliman yang dilakukan terhadap kaum perempuan Islam dizaman itu, banyak dari antara mereka yang menyatakan rasa simpati terhadap Islam dan mereka mengatakan, sampai saat ini kami baru mendengar kezaliman yang pernah dilakukan terhadap Islam dizaman itu. Kami hanya mendengar tentang kezaliman orang-orang Islam pada zaman sekarang ini.</p>
<p>Huzur bersabda, Seorang diplomat Bangsa Jerman memberitahu Huzur bahwa sekarang dikalangan anak-anak muda German terdapat kecenderungan untuk memeluk agama Islam. Diplomat itu sangat menginginkan agar anak-anak muda itu masuk kedalam Islam Ahmadiyah supaya mereka mendapatkan ajaran Islam yang sungguh-sungguh murni.</p>
<p>Lawatan ke Belanda dan Jerman</p>
<p>Lawatan Huzur selanjutnya menuju kenegeri Belanda, disana beliau menghadiri Jalsah salanah dan menyampaikan pidato dan memimpin do’a bersama. Dengan karunia Allah swt acara dan program-program Jalsah Salanah telah diliput oleh para wartawan surat kabar dan beritanyapun telah disiarkan dengan baik dan jelas tentang Jema’at sehingga masyarakat luas mengetahui tentang Jema’at. Apa yang sedang berjalan sekarang ini semuanya semata-mata karunia Allah swt. Jika kita ingin menghitung betapa banyaknya karunia Allah swt telah turun kepada Jema’at ini tentu kita tidak akan mampu menghitungnya.</p>
<p>Dari negeri Belanda Huzur berangkat menuju kota Berlin, di Jerman. Disanapun peresmian Masjid baru telah dilangsungkan. Masyarakat disekitar daerah mesjid kita melakukan protes untuk menentang pembangunan Mesjid itu. Amir Jema’at kita disana beserta para anggauta Majlis Amila sangat merasa prihatin dengan adanya protes dari masyarakat untuk menentang peresmian Mesjid itu. Penguasa setempat sangat berhati-hati sekali dan telah mengeluarkan peraturan bahwa hanya para undangan saja yang boleh menghadiri peresmian mesjid itu. Peraturan itu sebenarnya terlalu berlebihan. Para penentang telah berencana dengan pasti untuk mengadakan protes menentang peresmian mesjid itu tepat pada hari peresmian, namun dengan tidak disangka tiba-tiba mereka sendiri telah mengumumkan pembatalan rencana itu. Polisi dan media surat-surat khabar sangat berhati-hati sekalipun telah ada pengumuman pembatalan itu, takut kalau-kalau pengumuman secara tiba-tiba itu hanya penipuan. Namun apabila karunia Allah swt  telah turun laksana hujan, tidak ada siapapun yang dapat menahannya. Sebelumnya Mubaligh kita telah berusaha keras memberi penjelasan-penjelasan untuk menjauhkan kesan mereka yang keliru tentang Islam dengan jawaban-jawaban yang sangat tepat dan baik, namun masyarakat tidak menunjukkan rasa puas. Akan tetapi apa yang telah terjadi berada diluar dugaan semua, tiba-tiba pikiran mereka telah berubah dengan cepat sekali. Hal itu semata-mata karunia Allah swt yang turun secara luar biasa kepada Jema’at ini. Sikap masyarakat setempat justru sekarang terbalik, merekapun telah mengumumkan untuk mendukung  acara yang diselenggarakan oleh Jema’at itu.</p>
<p>Huzur menjelaskan dengan rinci bagaimana tanggapan dari fihak media surat-surat kabar yang telah meliput suasana peresmian mesjid Berlin itu. Semua berita didalam surat khabar sangat positif sekali memihak dan mendukung Jema’at. Seorang perempuan datang menghampiri Huzur pada waktu peresmian Mesjid Berlin itu dan berkata kepada Huzur, saya seorang penduduk tempat ini yang sudah tua dan telah membaca surat kabar dan melihat di TV tentang mesjid ini dan juga tentang kedatangan Khalifah ketempat kami ini. Saya sengaja datang untuk berjumpa dengan “The Khalifah”.</p>
<p>Huzur bersabda : Resepsi makan malam  telah diadakan pada hari Kamis sore, sehari sebelum peresmian Mesjid itu dilangsungkan, untuk menghormati orang-orang non Muslim disana. Selain Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat German banyak juga para petinggi negara yang ikut hadir didalam resepsi itu dan Wali Kota juga hadir dan banyak perwakilan dari berbagai media masa juga hadir. Para Duta Besar beberapa Negara juga telah hadir. Semua pembicara dari antara tamu menyampaikan pujian-pujian kepada Jema’at dan juga menzahirkan kebaikan-kebaikan Jema’at dengan cara yang sangat simpati sekali. Huzur juga telah menyampaikan pidato tentang keindahan ajaran Islam telah mendapat sambutan yang sangat baik dari para hadirin. Mereka bukan hanya mendengarkan pidato dengan penuh perhatian bahkan mereka nampak sangat tertarik dan terkesan sekali oleh isi pidato Huzur. Diantara mereka mencatat apa yang telah mereka dengar dari pidato Huzur dan mereka mengatakan bahwa mereka telah mendapat banyak pelajaran baru dari pidato beliau.</p>
<p>Peresmian Mesjid Berlin telah diliput oleh berbagai Media Internasional dengan sangat luas sekali. Seratus empat puluh Surat Kabar dari berbagai negara didunia telah meliput acara peresmian Mesjid Khadijah dan menjelaskan pandangan mereka secara luas tentang Jema’at Ahmadiyah. Huzurpun telah menjelaskan ringkasan berita yang dimuat didalam empat buah surat kabar yang terbit di Jerman. Peresmian mesjid Khadijah ini telah diliput dan disiarkan oleh TV National Jerman. Amir Jama’at di Burkinapaso telah melaporkan bahwa media surat-surat khabar dinegerinya telah menyiarkan peristiwa peresmian mesjid di Perancis dan juga di Jerman. Huzur bersabda, sebelumnya tidak ada kemungkinan bagi Jema’at untuk mengadakan kontak langsung dengan saluran “Euronews” akan tetapi mereka sendiri telah meliput jalannya peristiwa peresmian Mesjid kita di Berlin. Dan beberapa saluran TV Arab juga telah menyiarkan peristiwa peresmian Mesjid yang sangat bersejarah ini sekalipun mereka telah memanipulasi tentang kepercayaan kita.</p>
<p>Huzur bersabda, pada tahun 1923 ketika Jema’at sedang membuat program untuk membangun Mesjid di Jerman, sebuah organisasi dari Mesir telah menghasut pemerintah Jerman bahwa Ahmadiyah adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Imperialist Inggeris. Hazrat Khalifatul Masih II r.a. dengan cepat telah mengirim sebuah artikel kepada Maulvi Mubarak Ahmad Ali Sahib untuk menjawab tuduhan yang menyesatkan dari organisasi itu dan beliau meminta agar artikel itu dimuat didalam surat khabar di Jerman pada waktu itu. Bagaimanapun dunia telah berubah namun tuduhan dan hasutan untuk melawan Jema’at terus berjalan sampai hari ini. Artikel itu telah menerangkan permasalahan yang sebenarnya dengan jelas sekali bahwa kita orang-orang Ahmadiyah sangat setia kepada Pemerintah dimana kita berada, akan tetapi menyampaikan ajaran agama Islam kepada orang lain adalah kewajiban utama kita oleh sebab itu kita terus melaksanakan kewajiban ini tanpa berhenti.</p>
<p>Huzur bersabda, Muballigh kita di Jerman Mln Abdul Basit melaporkan bahwa setelah Huzur meresmikan Mesjid dan meninggalkan Berlin, setiap hari orang-orang Jerman berdatangan untuk melihat-lihat Mesjid yang baru diresmikin pada hari Jum’at itu. Sampai sa’at itu telah ada 900 orang lebih yang datang ke Mesjid dan bagi mereka disediakan refreshment berupa minuman. Mereka sangat terkesan oleh kesibukan Athfal dan Nasirat kita yang senang bertabligh kepada mereka. Perwakilan dari beberapa Gereja telah datang sambil membawa surat ucapan selamat atas peresmian Mesjid. Dengan karunia Allah swt peresmian Mesjid sangat diterima dan disambut oleh masyarakat setempat.</p>
<p>Hari berikut setelah meresmikan Mesjid di Berlin Huzur pergi meneruskan perjalanan ke Belgium. Disana beliau menghadiri Ijtima Ansarullah Belgium. Para anggauta Jema’at telah menyambut kedatangan Huzur disana dan sore hari itu juga Huzur kembali ke Berlin. Huzur menjelaskan mengapa cepat kembali dari Berlin, sebab di London telah dipersiapkan sebuah resepsi di House of Parliament  yang dipimpin oleh Justine Greening MP, Constituency dimana terletak Fazle Mosque. Resepsi itu dilaksanakan berkenaan dengan Seabad Khilafat Ahmadiyah. Didalam pidato Huzur telah menjelaskan tentang kedatangan Hazrat Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. peranan Khilafat, sifat ajaran Islam yang aman damai, dan berkenanaan dengan kemunduran ekonomi membawa kearah krisis keuangan dunia, mengenai penggunaan bunga wang dan kewajiban Negara-negara Adikuasa.</p>
<p>Huzur menerangkan bahwa pidato beliau mendapat sambutan sangat positif dari para hadirin. Para anggota Parlemen dan juga para diplomat asing telah menyatakan dukungan yang sangat baik terhadap isi pidato beliau sehingga ada beberapa orang yang meminta copy dari pidato tersebut dan banyak orang-orang yang menyatakan benar-benar tertarik dan terkesan sekali oleh isi pidato itu, sehingga ada beberapa orang yang mencatat isi pidato itu. Huzur bersabda bahwa beliau bersama yang lain-lainnya juga telah mendapat kesempatan untuk sembahyang zuhur dan asar bersama digedung Parlemen itu. Jelaslah sekarang suara amanah Islam yang hakiki telah didengar digedung Parlemen itu dan telah merubah sikap dan pandangan manusia terhadap Islam dan hal ini menunjukkan bahwa apa yang telah terjadi ini semua semata-mata karunia Allah swt, sebab tidak mungkin usaha kita bagaimanapun kerasnya bisa mencapai hasil seperti itu.</p>
<p>Huzur bersabda, pihak para penentang mengatakan bahwa Ahmadiyah adalah organisasi yang didirikan oleh British, akan tetapi cobalah pikir, adakah diantara para pemimpin mereka yang mengetahui seluk-beluk ajaran Islam yang tercantum didalam Kitab Suci Al Qur’an??? Mereka tidak tahu perintah Tuhan itu menuju kearah mana. Kebencian mereka justru semakin marak dan meningkat. Sekarang keselamatan orang-orang Islam akan diperoleh jika mereka menerima dan menta’ati pesan dan ajaran Hzrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s.</p>
<p>Selanjutnya Huzur membacakan ringkasan dari sabda-sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. Kemudian Huzur memohon do’a semoga Allah swt menjadikan kita semua orang-orang Ahmadi yang hakiki dan sejati. Semoga kita bisa menyaksikan sempurnanya janji-janji Allah swt semuanya yang telah disampaikan Tuhan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Amin !!</p>
<p>Alih bahasa dari Urdu oleh Hasan Basri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah : Hamba-hamba Allah yang Pemurah]]></title>
<link>http://tabahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/21/khalifah-ahmadiyah-hamba-hamba-allah-yang-pemurah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:44:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://tabahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/21/khalifah-ahmadiyah-hamba-hamba-allah-yang-pemurah/</guid>
<description><![CDATA[KHUTBAH JUM’AH HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal 25 September 2009 dari Baitul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>KHUTBAH JUM’AH<br />
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
Tanggal  25 September 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG : KEISTIMEWAAN IBADUR RAHMAN<br />
(HAMBA-HAMBA ALLAH YANG MAHA PEMURAH)</p>
<p>    &#8220;Hamba-hamba yang sejati dari Tuhan Yang Maha Pemurah ialah mereka yang berjalan diatas muka bumi dengan merendahkan diri dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka menghindari mereka itu dengan anggun seraya mengucapkan: “Selamat Sejahtera !!” Dan mereka yang melewatkan  malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Dan mereka berkata: “ Ya Tuhan kami, hindarkanlah dari kami azab neraka jahannam, karena azabnya itu penderitaan yang sangat hebat sekali. Sesungguhnya neraka itu seburuk-buruk tempat istirahat dan seburuk-buruk tempat menetap. Dan mereka, yang apabila membelanjakan harta tidaklah boros dan tidak pula kikir, melainkan mengambil jalan tengah diantara kedua keadaan itu. Dan mereka yang tidak berseru kepada suatu tuhan lain selain Allah, dan tidak membunuh jiwa, yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan tepat, dan tidak pula berzina, dan barangsiapa berbuat demikian ia akan menerima hukuman atas dosanya itu. Akan digandakan azab pada hari qiamat dan dia akan tinggal didalamnya terhina. Kecuali mereka yang bertobat dan beriman dan beramal saleh, karena mengenai orang-orang itulah Allah akan mengubah kejahatan-kejahatan mereka dengan kebaikan-kebaikan, dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang bertaubah dan beramal saleh sesungguhnya ia kembali kepada Allah dengan taubah yang sebenarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka melalui sesuatu hal yang sia-sia mereka berlalu dengan sikap yang agung. Dan orang-orang yang, apabila ayat-ayat Tuhan mereka dibacakan dihadapan mereka, tidak memperlihatkan perangai sebagai orang-orang tuli dan buta, melainkan mereka mendengarkannya dengan penuh perhatian. Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami agar isteri-isteri kami dan keturunan kami menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertaqwa.” Orang-orang demikianlah yang akan dianugerahi kamar-kamar kebebasan di Surga, karena mereka bersabar, dan mereka akan disambut didalamnya dengan penghormatan dan doa selamat, Mereka akan tinggal kekal didalamnya. Itulah sebaik-baik tempat istirahat dan tempat menetap&#8221;. (Al Furqan : 64-77)</p>
<p>Bulan Ramadhan tiba dan sudah pergi lagi. Ucapan-ucapan Ied Mubarak masih terus berdatangan, sejak akhir bulan Ramadhan sampai sekarang. Semoga demi meraih keridhaan Allah swt kita betul-betul sudah berusaha mengadakan perubahan kesucian pada diri kita selama bulan Ramdhan itu, dan jika betul-betul sudah memperoleh perubahan suci pada diri kita, smoga Allah swt memelihara dan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Perasaan dan pikiran kearah itu yang timbul didalam hati kita adalah tujuan utama dari ibadah bulan Ramadhan itu.</p>
<p>Allah swt telah memberitahukan didalam Alqur’an beberapa tanda-tanda dan keistimewaan amal saleh jika hal itu semua diterapkan didalam kehidupan sehari-hari manusia bisa menjadi Ibadur Rahman (Hamba Tuhan Yang Maha Pemurah). Didalam ayat yang saya tilawatkan itu terdapat semua tanda-tanda dan keistimewaan yang patut diamalkan oleh manusia. Diantaranya untuk mengingatkan manusia terhadap kewajiban-kewajiban diri sendiri, kewajiban terhadap masyarakat, dan kewajiban terhadap hak-hak Allah swt. Jika manusia berusaha untuk mengamalkan itu semua dan menghasilkan peringkat amal yang tinggi, maka Allah swt akan memanggil mereka Ibadur Rahman dan memberi khabar suka tentang keridhaan yang akan dianugerahkan kepada mereka, yakni akan dianugerahkan surga sebagai tempat tinggal yang tetap bagi mereka.</p>
<p>Jadi, setelah Bulan Ramadhan berlalu, jika kita tetap berjalan diatas petunjuk-petunjuk yang telah diberitahukan Tuhan, maka kita akan menjadi orang-orang berjaya meraih keridhaan-Nya, kita akan mendapat izin memasuki surga-surga-Nya dan akan mendapat bagian dari kenikmatan surga-surga-Nya itu. Itulah sebabnya Allah swt sangat senang dan ridha kepada kita, jika kita telah berhasil mengadakan perubahan suci pada diri kita, dan keadaan kita tetap demikian selamanya.</p>
<p>Keistimewaan pertama Ibadur Rahman, adalah   ?????????? ????? ????????? ???????  &#8211; yamsyuuna alal &#8216;ardhi hawnan &#8211; yakni mereka yang berjalan diatas muka bumi dengan merendahkan diri. Didalam setiap keputusan tentang sesuatu mereka selalu mengambil jalan tengah. Tabi’at mereka tidak menunjukkan kekerasan atau kemarahan tanpa alasan yang kadang-kadang membawa manusia terpeleset kepada perbuatan takabbur. Dan tidak pula menunjukkan sifat kelemahlembutan tanpa alasan atau dibuat-buat sehingga membawa kesan orang lain tidak menaruh hormat kepada mereka. Keistimewaan yang telah disebutkan itu tujuannya bukan hanya diingatkan kepada perseorangan saja, namun ditujukan kepada orang ramai secara Jema’at juga. Jadi, telah diperintahkan kepada orang-orang Jema’at juga untuk menimbulkan keistimewaan seperti itu pada diri masing-masing. Selain itu didalamnya terkandung nubuwatan juga bahwa orang-orang yang termasuk Ibadur Rahman itu akan dianugerahi kemenangan oleh Allah swt. Dan apabila kemenangan telah diraih pada waktu itu mereka jangan menunjukkan perasaan takabbur dan sombong. Pada waktu itu jangan timbul keinginan untuk melakukan pembalasan terhadap lawan-lawan yang pernah berlaku aniaya sebelumnya. Pada waktu jangan menjadi orang-orang yang melupakan Tuhan, melainkan harus berbuat lemah-lembut sambil terus-menerus memantau diri masing-masing apakah hak-hak kewajiban terhadap Allah dan terhadap hamba-hamba-Nya dilaksanakan atau tidak.</p>
<p>Keistimewaan kedua adalah ???????? ??????????? ????????????? ???????? ??????? &#8211; wa idza khootobahumul jaahiluun qoolu salaama &#8211; yakni: dan apabila orang-orang jahil menegur mereka selalu menghinndar dari mereka itu dengan anggun seraya mengucapkan: “Selamat Sejagtera!!” Perlu diulangi, bahwa setiap orang Ahmadi harus mempunyai keistimewaan masing-masing. Menjauhkan diri dari perkelahian dan pertengkaran, memberi pengertian dan nasehat kepada orang-orang yang berbuat jahil, yang berbuat berlebihan dan berbuat kekerasan. Keduanya perlakuan merendahkan diri yang telah dimiliki setiap orang Ahmadi sesuai dengan perintah Allah swt, suasana damai yang telah ditegakkan ditengah masyarakat secara Jema’at, hal itu semua harus selalu diingat. Syaitan akan siap menghadang kalian dengan berbagai macam cara, ia akan menciptakan medan perlawanan yang akan membakar perasaan marah kalian. Dan syaitan akan menuduh kalian: “Tengoklah betapa zalimnya orang-orang ini”. Mendengar perkataan demikian kalian harus bisa mengawal perasaan yang bergolak didalam dada kalian, sambil menampilkan uswah hasanah Rasulullah saw yang telah beliau tampilkan dihadapan para sahabah beliau. Didalam hal itu juga terdapat suatu nubuwatan tentang keadaan Jema’at dimasa depan. Akan tetapi pada zaman ini juga di beberapa negara Islam terutama di Pakistan orang-orang Ahmadiyah menjadi sasaran penganiayaan yang kejam dan perasaan  mereka tengah di iris-iris kesakitan. Pemerintahan disana telah mengeluarkan undang-undang anti Ahmadiyah dan berdasarkan undang-undang itu orang-orang Ahmadiyah dijadikan sasaran penganiayaan dan pembunuhan. Menghadapi perlakuan-perlakuan syaitani semacam itu hamba-hamba Allah Yang Pemurah akan berkata: “Apabila memang kami dianggap berlawanan dengan undang-undang yang kalian buat dengan tangan kalian sendiri lakukanlah sesuai dengan itu, akan tetapi kami tidak akan menjawab perbuatan jahat kalian dengan perbuatan jahat lagi, sebab kami tahu dengan cara demikian akan mengundang keburukan yang lebih parah lagi”.</p>
<p>Melihat keadaan demikian saya akan menasihatkan kepada orang-orang Ahmadi: Jadilah Ibaadur Rahman yang berjaya meraih bagian dari pada keridhaan Allah swt. Sebagaimana telah saya katakan bahwa didalam hal itu mengandung nubuwatan dari Allah swt bahwa pada suatu waktu situasi akan berubah sehingga pada waktu itu kalian akan mengungguli mereka dalam segala segi. Pada waktu itu kalian akan memberi tahu kepada dunia, apa sebenarnya yang dimaksud dengan keadilan, dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan menjaga perasaan orang lain dan mengendalikan perasaan pribadi sendiri, sekalipun kekuatan sepenuhnya sudah ada ditangan kalian. Apa yang tengah terjadi di Pakistan, para penentang disana berusaha dengan berbagai macam cara untuk mengobarkan anti Ahmadiyah dimana-mana, dan sedapat mungkin mereka berusaha melakukan kejahatan yang merugikan orang-orang Ahmadi. Diberbagai tempat mereka tengah menyusun rencana untuk melakukan kekejaman terhadap orang-orang Ahmadi. Oleh sebab itu perkara ini harus dipecahkan oleh Jema’at disana dengan sangat berhati-hati, dan mohonlah bantuan serta pertolongan Allah swt dalam menghadapi suasana demikian dengan sabar dan tabah.</p>
<p>Dalam menjelaskan arti Ibadur Rahman Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Orang-orang yang disebut Ibadur Rahman hakiki adalah mereka yang berjalan diatas bumi dengan lemah-lembut dan apabila orang-orang jahil bertemu mereka dengan muka kasar dan sombong, mereka tampil dengan kata-kata lembut sambil mengucapkan selamat sejahtera kepada mereka. Perkataan kasar dan sombong mereka tidak dijawab dengan perkataan kasar lagi namun dengan lemah-lembut, dan penghinaan mereka dijawab dengan doa bagi mereka, menyerupai sifat Allah sawt Yang Rahman, sebab perlakuan Allah Yang Rahman tidak pilih kasih terhadap siapapun, seperti Dia memberikan faedah dari Matahari, Langit dan Bumi ciptaan-Nya kepada semua makhluk-Nya. Jadi, didalam ayat tersebut Allah swt telah mendedahkan dengan terang sekali bahwa perkataan Rahman dipergunakan bagi Tuhan Yang kemurahan-Nya meliputi semua makhluk yang baik maupun yang buruk.</p>
<p>Jadi, sekarang maupun pada masa yang akan datang kita akan selalu berlaku baik sesuai dengan sifat Tuhan Yang Rahman terhadap manusia yang baik atau manusia yang tidak baik atau buruk, terhadap kawan maupun lawan sekalipun, dan akan berlaku pemaaf terhadap orang-orang yang telah berlaku sangat kejam sekalipun terhadap kita, dan akan memohon pertolongan dengan doa kepada Allah swt untuk diri sendiri juga dan bagi mereka juga agar mereka memperoleh petunjuk dan hidayah dari Allah swt, supaya kita semua selalu termasuk golongan Ibadur Rahman.</p>
<p>Keistimewaan ketiga Ibadur Rahman, adalah ???????????? ??????????? ???????? ???????????  yabituuna lirobbihim sujjadawwaqiyaama &#8211;  mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Beberapa hari yang lalu dalam bulan Ramadhan hal itu telah diamalkan oleh banyak sekali anggota Jema’at. Akan tetapi Allah swt tidak berfirman Ibadur Rahman melewatkan beberapa hari saja melainkan secara dawam, selamanya secara berterusan melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Maka hal itu merupakan kewajiban yang sangat besar bagi setiap anggota Jema’at khasnya didalam situasi sekarang ini, dimana di beberapa negara orang Muslim para anggota Jema’at tengah dijadikan sasaran berbagai macam kezaliman dan penganiayaan. Para anggota Jema’at bukan hanya harus meningkatkan kepatuhan salat-salat lima waktu namun juga harus meningkatkan salat-salat nafal di malam hari yaitu salat tahajjud dan banyak-banyak memanjatkan doa kehadirat Allah swt. Sebab bangun tengah malam menimbulkan potensi kekuatan untuk menaklukkan diri pribadi.</p>
<p>Demikianlah firman Allah swt, jika kita dengan ikhlas bangun setiap malam menjadi hamba Allah swt yang senantiasa beribadah kepada-Nya, hal itulah yang akan menjadi sarana untuk menjauhkan berbagai macam kesulitan yang dihadapi oleh Jema’at, insya Allah. Maka, perhatikanlah dengan sungguh-sungguh bahwa bangun tengah malam sembahyang tahajjud jangan hanya untuk kepentingan pribadi saja, melainkan panjatkanlah doa  untuk meraih keridhaan Allah swt dan untuk kemajuan Jema’at juga. Jika setiap Ahmadi diseluruh dunia sambil mengharapkan keridhaan-Nya setiap malam sekurang-kurangnya salat tahajjud dua rakaat saja untuk kemajuan Jema’at, maka bisa kita saksikan bagaimana pertolongan Allah swt akan turun kepada kita. Dan bagaimana perlawanan musuh-musuh terhadap Jema’at bisa diatasi karena doa-doa itu. Hazrat Rasulullah saw bersabda bahwa Tuhan telah berfirman kepada beliau, “Aku menjadi begitu dekat kepada hamba-Ku karena ibadah salat nawafil hamba-Ku sehingga Aku manjadi kupingnya dengan itu ia mendengar, Aku menjadi matanya dengan itu ia melihat, Aku menjadi tangannya dengan itu ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan itu ia berjalan.” Demikianlah Allah swt menjadi sangat dekat dengan orang yang patuh menunaikan salat tahajjud tengah malam. Dan hal itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk meraih qurub Allah swt itu. Berlalunya bulan Ramadhan bukan berarti sudah bebas, boleh bercengkerama atau bergadang sesuka hati sampai tengah malam, atau berbual-bual sampai larut malam, sehingga bangun untuk salat subuh-pun terasa berat sekali. Bukan demikian, bahkan kita harus lebih giat mencari malam-malam itu yang bisa membawa posisi kita lebih dekat lagi kepada Allah swt</p>
<p>Cara-cara untuk menjadi Ibaadur Rahman yang telah Tuhan ajarkan kepada kita didalam bulan Ramadhan, harus selalu kita amalkan yaitu bangun tengah malam dan tunaikan salat tahajjud dan panjatkan banyak doa kepada Tuhan. Amalan-amalan itulah yang akan membawa banyak perubahan besar didalam diri kita dan di dalam Jema’at, insya Allah. Para sahabah Hazrat Rasulullah sawt telah menyempurnakan hak kewajiban mereka seperti itu, sehingga dunia menyaksikan betapa hebatnya perubahan yang ditimbulkan berkat pengamalan nawafil beliau-beliau itu. Jika waktu siang para sahabah harus menghadapi peperangan melawan musuh, maka beliau-beliau r.a. tidak tidur sepanjang malam tenggelam didalam lautan ibadah dan doa sambil menangis dengan rintihan yang memilukan dihadapan Allah swt. Selama ibadah malam seperti itu tetap dilaksanakan oleh orang-orang Islam, mereka akan memperoleh kemajuan secara berkesinambungan. Sekarang hal itu menjadi kewajiban orang-orang Ahmadi untuk mengamalkan-nya secara konsisten dan harus banyak-banyak memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemajuan Jema’at. </p>
<p>Hazrat Masih Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Keadaan dunia bangsa Arab ketika Hazrat Rasulullah saw datang ke dunia, bukan rahasia umum lagi, mereka betul-betul jalang dan buas. Mereka tidak tahu berbuat apa-apa selain makan-minum, mereka tidak tahu sama sekali tentang hak-hak Allah swt dan tidak juga tahu apa yang dimaksud dengan hak-hak kewajiban sesama-manusia. Sehingga disalah satu segi Allah sawt menggambarkan mereka seperti firman-Nya:<br />
???????????? ????? ????????????  ????????????   &#8211; ya&#8217;kuluuna kama ta&#8217;kuluunal an&#8217;aam &#8211; artinya mereka makan seperti binatang makan. Maksudnya mereka makan seperti binatang memakan makanan. Setelah itu berkat tarbiyyat Hazrat Rasulullah saw yang sangat membawa kesan terhadap akhlaq mereka sehingga Allah swt berfirman tentang mereka: ???????????? ??????????? ???????? ???????????‏  &#8211; yabituuna lirobbihim sujjadawwaqiyaaman &#8211; mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka, yakni pada malam hari mereka tidak tidur  tekun bersujud dan berdiri beribadah dihadapan Tuhan mereka. Betapa hebatnya perubahan yang timbul pada mereka berkat tarbiyyat Hazrat Rasulullah saw sehingga telah terjadi perubahan yang agung dan luar biasa sehingga sejarah tidak bisa membuktikan tandingannya. Beliau-beliau itu telah menegakkan cara bagaimana untuk memenuhi hak kewajiban terhadap Allah sawt dan terhadap sesama manusia. Dan beliau saw telah menjadikan kaum biadab yang sudah mati hidup kembali dengan cemerlang. Didalam diri mereka terdapat dua macam kelebihan yang menonjol yaitu, ilmu pengetahuan dan prilaku amal perbuatan. Amal perilaku mereka itu digambarkan dengan firman-Nya :<br />
???????????? ??????????? ???????? ???????????‏  &#8211; yabituuna lirobbihim sujjadawwaqiyaaman &#8211; mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Keadaan pengetahuan mereka adalah demikian banyaknya sehingga telah dilakukan penerbitan buku-buku yang mengandungi ilmu pengetahuan, dan perluasan bahasapun terus berkembang sehingga tidak ada tara bandingannya.</p>
<p>Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda lagi: “Tanpa ruhaniyyat dan tanpa kesucian tidak ada suatu agamapun yang bisa bergerak maju. Didalam Kitab Suci Alqur’an digambarkan bagaimana keadaan dunia sebelum kebangkitan Hazrat Rasulullah saw kedunia. Pada waktu itu orang-orang yang menerima dan masuk Islam adalah orang-orang yang disebut : ???????????? ????? ????????????  ????????????  &#8211; ya&#8217;kuluuna kama ta&#8217;kuluunal an&#8217;am &#8211; artinya mereka makan seperti binatang memakan makanan,  namun sekarang telah digambarkan dengan firman-Nya : ???????????? ??????????? ???????? ???????????‏  ‏  mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Selama belum diperoleh obat penawar dari langit maka kalbu manusia tidak bisa mulus. Langkah manusia selalu bergerak maju, namun ia kadangkala mundur juga. Jika manusia yang bersifat qudsi dan berfitrat suci masih ada, agama bisa maju sebab tanpa itu suatu agama tidak akan bisa maju. Jika ia memperoleh kemajuan juga maka kemajuan itu sifatnya hanya untuk sementara tidak akan bisa tegak untuk selamanya”.</p>
<p>Jadi, kita yang menginginkan Jema’at ini segera mendapatkan kemajuan, kesulitan dan kesengsaraan yang tengah dihadapi oleh sebagian para anggota Jema’at dibeberapa negara, semoga Allah bswt segera menjauhkan-nya. Untuk itu diperlukan obat penawar dari langit. Obat penawar dari langit itu bisa diterima dengan jalan hadir setiap malam dihadapaan Allah swt dan memohon kepada-Nya sesuai dengan hidayat yang telah Dia berikan kepada kita. Untuk itu semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang keempat yang telah dijelaskan oleh Allah swt adalah bahwa Ibadurr Rahman selalu memohon doa kepada Allah swt ???????? ??????? ?????? ??????? ??????????‌ ????? ?????????? ????? ????????‌?‏- ???????? ???????? ???????????? ???????????  &#8211; robbanashrif &#8216;anna &#8216;adzaaba jahannama inna &#8216;adzaabahaa kaana ghorooma &#8211; innahaa saat mustaqorrowwa muqooman &#8211;  “Ya Tuhan kami, hindarkanlah dari kami azab neraka jahannam, karena azabnya itu penderitaan yang sangat hebat sekali. Sesungguhnya neraka itu seburuk-buruk tempat istirahat dan seburuk-buruk tempat menetap. Dia setiap waktu memohon ampun kepada Allah swt, berusaha agar senantiasa berada dibawah naungan-Nya. Setiap orang Ahmadi harus berdoa kepada Allah swt agar kita diselamatkan dari kehinaan didunia maupun diakhirat nanti, semoga Dia menyelamatkan kita dari setiap kesulitan duniawi jahannam, semoga Dia tidak menjadikan kita hamba-hamba keindahan dan kesemarakan dunia, dan semoga Dia menyelamatkan kita dari terbenamnya pikiran kearah dunia semata. Semua perkara dunia yang menjauhkan kita dari kehidupan ukhrawi akan menjadi penyebab terperosoknya kita kedalam lembah neraka jahannam.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang kelima, adalah ?????? ??????????? ???? ???????????  &#8211; idzaa anfaquu lam yusrifuu &#8211; apabila mereka membelanjakan harta tidaklah boros. Mereka tidak berlebihan dalam perbelanjaan, dan tidak pula mereka membelanjakan harta mereka untuk pamer atau ria dan tidak pula membelanjakan harta Jema’at tanpa pikir dahulu. Disini (di Eropa) kebiasaan dalam membelanjakan harta pribadi sudah banyak diketahui dan masih terus berjalan, misalnya membelanjakan harta berlebihan didalam pesta perkawinan. Disini dan di Pakistan juga karena melihat kanan kiri teman-teman telah merayakan perkawinan cukup meriah, hati mereka terpicu ingin mengadakan lebih baik dan lebih banyak lagi jenis makanan yang disajikan didalam perayaan perkawinan. Diwaktu pernikahan juga diadakan jamuan dan diwaktu walimah juga diadakan jamuan yang berlebihan, padahal jamuan bisa saja disediakan secara sederhana. Sebelum berlangsung pernikahan telah berjalan satu macam adat kebiasaan yaitu mengirim surat undangan kepada teman-teman untuk mendi legwana (mewarnai telapak tangan dan jari jemari dengan warna daun (didaerah Sunda disebut daun paca, pentr). Dari pihak perempuan mengundang banyak teman-teman untuk berkumpul mewarnai jari-jemari atau telapak tangan dengan warna mendi. Dibuat berbagai macam cara dan alasan untuk menjadikan perkawinan itu lebih meriah dan lebih dikenal orang. Dari pihak lelaki juga mengadakan keramaian yang berlebihan, mengundang teman-teman dalam jumlah banyak supaya pesta perkahwinan nampak sangat ramai dan meriah. Orang-orang yang datang dari luar juga disebabkan mempunyai banyak uang, mereka membelanjakan harta mereka untuk membuat perhiasan dan membuat jamuan yang sangat berlebihan semata-mata untuk memeriahkan pesta perkawinan. Perbuatan demikian benar-benar israf atau berlebihan yang tidak ada gunanya, padahal biaya sebanyak itu bisa dipergunakan untuk membantu orang-orang miskin, atau bisa untuk membantu orang miskin yang mau kawin namun tidak mampu menyediakan belanja perkawinan yang diperlukan walaupun sederhana. Atau biaya sebanyak itu bisa dipergunakan untuk membantu memelihara anak-anak yatim. Atau dengan biaya sebanyak itu bisa dipergunakan untuk pekerjaan penting lainnya lagi. Perkara-perkara seperti itulah juga jika diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan dihindari sebaik-baiknya bisa membuat manusia menjadi Ibadur Rahman.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang keenam, ialah : ?????? ???????????  &#8211; lam yaqtsuruu &#8211; dan tidak pula kikir atau tidak kedekut. Kebanyakan orang-orang kikir tidak mau membelanjakan harta mereka sekalipun untuk keperluan Jema’at yang penting sekali. Mereka menunjukkan sifat kikir yang amat berlebihan. Apa yang dilakukan orang kikir, biasanya menghitung-hitung uang dan mengkhayal untuk memperbanyak wang dengan berbagai macam cara. Orang kikir jangankan untuk kepentingan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiripun ia tidak mau membelanjakan hartanya. Dia tidak mau menolong sekalipun terhadap saudara-maranya sendiri dan tidak pula ia bersedia menolong orang-orang miskin bahkan ia tidak bersedia untuk membantu keperluan Jema’at. Maka, jika orang yang berharta tidak bersedia membelanjakan hartanya itu dijalan kebaikan, ia tidak akan bisa menjadi Ibadur Rahman. Disatu pihak Allah swt membenci orang yang membelanjakan hartanya secara berlebihan dan dia keluar dari kelompok hamba-hamba-Nya yang Ibadur Rahman, dipihak lain Allah swt tidak menyukai orang yang kedekut atau kikir yang tidak mau membelanjakan hartanya demi kebaikan. Ia kumpul-kumpulkan hartanya untuk kepentingan pribadi, sehingga menjadi penghalang bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat sekitar. Jadi, Allah swt menjelaskan bahwa Ibadur Rahman adalah dia yang tidak membelanjakan hartanya secara berlebihan dan tidak pula berbuat kedekut atau kikir yang melampaui batas, melainkan harus mengambil jalan tengah, tidak boros dan tidak pula kikir. Ibadur Rahman dalam membelanjakan harta dan menahan harta mereka juga dilakukan semata-mata karena Allah swt.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang ketujuh adalah : ??? ?????????? ???? ??????? ??????? ??????  &#8211; laa yad&#8217;uuna ma&#8217;allaahi ilaahan aakhoro &#8211; mereka yang tidak berseru kepada suatu tuhan lain  selain Allah. Yakni mereka tidak mendekat kepada sesuatu yang berbau syirik, sebab syirik adalah perbuatan zalim yang paling besar. Allah swt berfirman: “Semua dosa bisa diampuni tetapi syirik tidak bisa diampuni.” Menghindarkan diri dari syirik bagi Ibadur Rahman bukan hanya syirik secara zahiriyah yang nampak wujudnya, seperti memuja patung-patung atau benda-benda lainnya, namun mereka juga menjauhkan diri dari syirik khafi (yang tidak nampak). Ibadah mereka dan kewajiban memenuhi hak-hak Allah swt dan hak-hak hamba-hamba-Nya dilakukan sesuai dengan perintah Allah swt. Dan mereka sangat berhati-hati sekali didalam gerak-gerik mereka atau didalam amal perbuatan mereka sampai kepada perkara yang sangat halus sekali, mereka takut kalau-kalau apa yang mereka lakukan itu menjadi penyebab kepada perbuatan syirik khafi. Pekerjaan mereka atau kegiatan bisnis mereka tidak menjadi penghalang terhadap kewajiban ibadah mereka kepada Tuhan.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang kedelapan adalah : ????? ???????????? ????????? ???????? ??????? ??????? ?????   ???????????  &#8211; wa laa yaqtuluunannafsallati harromallahu illa bilhaqqi &#8211; artinya : dan tidak membunuh jiwa, yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan tepat. Apabila Hazrat Rasulullah saw atau para sahabah beliau berperang di medan perang, selalu berpegang kepada asas taqwa. Beliau dan para sahabah beliau berperang untuk menghentikan perbuatan zalim musuh-musuh beliau, bukan bertujuan untuk menumpas atau membunuh mereka. Didalam peperangan beliau beserta para sahabah beliau melarang membunuh anak-anak, orang-orang perempuan, pemimpin agama atau padri dan sebaginya yang tidak ikut berperang. Akan tetapi keadaan sangat terbalik diwaktu terjadi perang dunia kedua, beratus ribu nyawa orang tak berdosa telah dibunuh oleh tentera Jepang. Pada zaman sekarang juga dengan alasan demi menegakkan keamanan, telah terjadi penyerangan-penyerangan membabi buta menggunakan pesawat-pesawat tempur atau pesawat-pesawat pengintai tak berawak sehingga beribiu-ribu nyawa penduduk yang tidak berdosa telah terbunuh. Demikianlah buktinya perbuatan orang-orang atau bangsa-bangsa yang selalu melemparkan kritikan atau objection terhadap Islam. Akan tetapi orang-orang atau bangsa yang menganggap diri mereka sebagai Ibadur Rahman juga, tengah melakukan penyerangan-penyerangan secara zalim dan biadab sehingga orang-orang yang bersih tidak berdosa-pun telah mereka bunuh. Ini-pun merupakan sebuah kisah lagi yang sangat mengerikan pembunuhan yang dilakukan mengatas namakan Agama Islam. Maka keputusan terakhir dari Allah swt terhadap orang-orang semacam itu adalah mereka itu tidak akan bisa menjadi Ibadur Rahman. </p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang kesembilan adalah ????? ??????????‌ &#8211; wa la yaznuuna &#8211; artinya : mereka tidak melakukan zina. Zina termasuk perbuatan secara fisik dan juga melihat pemandangan lucah yang tidak patut dilihat juga termasuk zina. Pada zaman sekarang gambar-gambar lucah yang diperlihatkan melalui TV atau melalui Internet, semuanya termasuk zina melalui pikiran atau khayalan dan juga melalui pemandangan mata. Maka setiap orang Ahmadi harus menjauhkan diri secara khas dari perbuatan dan pemandangan serupa itu.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang kesepuluh adalah : ??? ???????????? ?????????  &#8211; wa laa yasyhaduunazzauro &#8211; tidak berkata dusta dan tidak pula memberi kesaksian yang palsu atau kesaksian dusta. Berkata dusta adalah keburukan yang sangat besar yang mempunyai peranan untuk menjatuhkan suatu bangsa kepada kehancuran. Sedangkan hamba-hamba Allah swt dan Jema’at Ilahi selalu membawa kearah kemajuan dan kemuliaan. Bagi mereka sudah ada janji dari Allah swt bahwa mereka akan diberi kemajuan sampai keperingkat yang paling tinggi. Jika mereka terlibat dalam kedustaan, tentu dengan sendirinya mereka akan keluar dari kedudukan sebagai hamba-hamba Allah swt yang khas, yang kepada mereka telah dijanjikan untuk diberi kedudukan sampai keperingkat yang paling tinggi. Maka, setiap orang Ahmadi apabila mengemukakan suatu permasalahan atau suatu kesaksian dengan orang lain harus 100 % bersih dari kedustaan. Misalnya didalam urusan keluarga diwaktu berlangsung pernikahan diikat oleh suatu perjanjian sesuai firman Tuhan  ????????? ??????? ?????????  &#8211; quuluu qowlan syadiidan &#8211; ucapkanlah perkataan yang jujur, artinya kedua belah pehak akan berkata jujur dan akan berkata benar, tidak ada keraguan didalamnya, perkataan mereka bersih dan jelas. Akan tetapi setelah berlangsung perkawinan terjadilah penilaian-penilaian yang salah dari pihak perempuan kepada pihak lelaki atau sebaliknya pihak lelaki mengeluarkan pernyataan yang salah terhadap pihak perempuan. Atau dari mertua kedua belah pihak keluar pernyaan yang salah, sehingga hubungan keluarga menjadi kacau dan lambat laun keluarga menjadi berantakan. Disebabkan pengaruh ego pribadi atau disebabkan pengaruh kepentingan sendiri ikatan pernikahan menjadi putus. Jika sudah mempunyai anak, anakpun terkena dampak akhirnya ia menjadi anak jalanan yang rusak. Saya sudah berulang kali berkata mengenai keadaan rumah tangga seperti ini. Jadi, untuk melaksanakan hak-hak Allah swt dan hak sesama manusia harus menjauhkan diri dari perkataan dusta.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang kesebelas adalah : ?? ????? ???????? ??????????? ???????? ????????  &#8211; wa idzaa marrow billaghwi marrow kirooma &#8211; apabila mereka berjalan melewati sesuatu hal yang sia-sia mereka beralalu disana dengan sikap yang agung. Tidak melibatkan diri didalam suatu urusan yang semata-mata dipengaruhi oleh kelezatan dunia. Melalui Internet banyak sekali tayangan program-program dunia yang menyilaukan mata. Demikian juga melalui TV banyak program-program yang menggiurkan dunia. Para mahasiswa perguruan tinggi-pun secara berkelompok laki-perempuan pergi bersama-sama kedalam Club-club dimana diselenggarakan dansa-dansi atau program pertunjukan consert dan sebagainya. Semua perkara itu adalah barang-barang permainan atau hiburan yang sia-sia bagi orang-orang mukmin. Dari satu segi kita telah mengucapkan janji diwaktu menyatakan bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahkan kita telah berjanji untuk menjadi Ibadur Rahman juga. Maka setiap orang Ahmadi harus menjauhkan diri dari kegiatan-kegiatan buruk seperti itu yang semata-mata perbuatan yang menghancurkan moral atau akhlaq. Perbuatan sia-sia termasuk juga perkelahian dan pertengkaran, dan perkara-perkara yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, semuanya termasuk perbuatan laghuw atau sia-sia.</p>
<p>Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam membahas ayat ini:   ?? ????? ???????? ??????????? ???????? ???????? &#8211; wa idzaa marrow billaghwi marrow kirooma &#8211; bersabda: “Siapapun jika mendengar perkataan-perkataan yang membuka kesempatan untuk bertengkar atau perkelahian, jangan dilayani dan hendaklah pergi dari padanya dengan sikap yang anggun. Janganlah terpancing untuk berkelahi disebabkan perkara kecil saja. Orang yang tahu dan paham betul kepada nilai-nilai perdamaian tidak akan cepat terpengaruh atau terpancing oleh perkara-perkara kecil. Jadi, tanda orang yang suka perdamaian adalah sentiasa menutup mata terhadap suatu perkara kecil yang dianggap tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dan selalu menjauhi ketegangan mental dan phisik antar sesama manusia, dan mengamalkan perilaku orang-orang tua.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang kedua belas adalah : ???????????? ????? ?????????? ???????? ????????? ???? ?????????? ????????? ?????? ????????????? &#8211; walladziina idzaa dzukkiruu biaayaati robbihim lam yakhirruu &#8216;alaiha shummawwa &#8216;umyaanan &#8211; Dan orang-orang yang, apabila ayat-ayat Tuhan mereka dibacakan dihadapan mereka, tidak memperlihatkan perangai sebagai orang-orang tuli dan buta, melainkan mereka mendengarkannya dengan penuh perhatian. Nasihat Alqur’an yang dijelaskan kepada mereka, mereka berusaha untuk memahaminya dan mengamalkannya dan berusaha untuk meningkatkan keruhanian mereka. Maka untuk menjadi Ibadur Rahman manusia harus berusaha untuk mengamalkan setiap nasihat Alqur’an yang dijelaskan kepadanya. Jangan memandang siapa orangnya yang bercakap atau memberi nasihat itu. Melainkan dia harus memandang kepada perkara yang disampaikan itu berasal dari firman Allah swt dan dari sabda-sabda Rasul-Nya, supaya diamalkan. Jika tidak diamalkan hal itu akan menjadi penyebab kesesatan bagi manusia. Dan dia bukan hanya akan terkeluar dari kedudukan Ibadur Rahman bahkan ia akan semakin menjauh dari Jema’at Allah swt ini.</p>
<p>Keistimewaan Ibadur Rahman yang ketiga belas adalah:  mereka berdoa untuk isteri-isteri dan anak keturunan mereka seperti ini : ???????? ???? ?????? ???? ???????????? ??????????????? ??????? ????????  &#8211; robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a&#8217;yunin &#8211; Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami agar isteri-isteri kami dan anak keturunan kami menjadi penyejuk mata kami. Masalah ini sangat penting sekali bagi kelestarian anak-anak keturunan, yakni sejauh mana usaha dan upaya tengah dilakukan untuk kemajuan zahiriyah dan ruhaniyah anak-anak, disana doa juga harus dipanjatkan kepada Allah swt, sebab segala natijah dan hasil usaha manusia berada ditangan Allah swt. Jika ada orang berpikir bahwa dengan segala kekuatannya sendiri ia telah berhasil memberi bimbingan dan pelajaran terhadap anak-anak-nya, maka pikiran demikian tidak bisa dibenarkan. Orang-orang kaya yang sibuk hanya dalam urusan duniawi saja, jika mereka melihat usaha pendidikan anak-anak mereka sudah memperoleh kemajuan, maka kemajuan itu sebetulnya sebagai anugerah dari Tuhan Yang Rahman juga kepadanya. Namun kemajuan yang diperolehnya itu berkaitan dengan keduniawian semata bukan berkaitan dengan keruhanian. Oleh karena kemajuannya itu sifatnya berupa duniawi semata, maka sekalipun telah sukses ia tidak bisa dikatakan sebagai Ibadur Rahman. Sebab Allah swt tidak memberikan kedudukan kepadanya sebagai imam orang-orang bertaqwa. Dan perhatiannya tidak dicurahkan untuk meraih kedudukan sebagai imam orang-orang bertaqwa.</p>
<p>Akan tetapi orang yang berdoa bagi anak-anaknya untuk menjadi orang-orang bertaqwa, dia tidak memohon hanya untuk kemajuan duniawinya saja, melainkan dia memohon kepada Allah swt demi kemajuan kedua-duanya, yaitu kemajuan duniawi dan ruhani juga. Dan dia sendiri berusaha meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah swt. Sehingga ia menjadi peraih nikmat-nikmat Allah swt.</p>
<p>Pada zaman sekarang ini para orang tua sangat giat dalam usaha memajukan anak-anak mereka disekolah. Namun perhatian mereka terhadap pendidikan keruhanian sangat kurang sekali. Di negara-negara Barat ini masyarakat yang menganut hidup bebas membuat anak-anak menjadi berani dan lancang kepada orang tua mereka, sehingga anak-anak tidak mau mendengar nasihat-nasihat orang tua mereka. Dan sekarang orang tua mereka mulai merasa prihatin dengan munculnya program-program TV yang menayangkan aksi-aksi bebas dan melampaui batas diberikan kepada anak-anak sekolah. Bagaimana orang tua menjadi imam bagi mereka, sedangkan anak-anak sendiri berani berdiri dengan lancang di hadapan orang tua, tidak menaruh hormat sama sekali terhadap mereka. Sekarang banyak peristiwa terjadi anak-anakpun berani mengayunkan tangan memukul orang tua mereka. Sekarang mulai timbul beberapa usulan, jika ingin mengurus anak-anak ini demi kemaslahatan masa depan bangsa, maka harus ditentukan batasan-batasan hukum keatas mereka. Sampai dimana orang tua harus bersabar menghadapi anak-anak ini dan hukuman apa yang harus dikenakan kepada mereka. Sebab apabila orang tua melakukan hukuman terhadap anaknya, sekalipun disebabkan kesalahan anak itu, ia akan mengadu kepada sebuah komisi yang memberi perlindungan terhadap anak-anak. Komisi itu membawa anak-anak itu untuk dilindungi, dan anak-anakpun bertambah berani dan lancang memberi peringatan terhadap orang tua mereka sambil mengancam. Hal seperti itu meningkatkan anak-anak menjadi semakin berani dan bertambah arrogan terhadap orang tua. Mereka tidak bisa tinggal tenteram bersama orang tua mereka. Kelakuan dan perangai mereka sangat buruk sekali.</p>
<p>Salah satu sebab mengapa anak-anak menjadi demikian? Karena ruang pikiran orang tua sudah kosong tidak diisi dengan doa. Orang tua mereka sendiri sudah melupakan doa. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Berilah tarbiyat yang pantas dan baik kepada anak-anak sambil memperbanyak doa kepada Allah swt. Tapi jangan lupa bahwa orang tua juga harus menegakkan contoh prilaku yang baik dihadapan anak-anak”. Selanjutnya beliau bersabda: “Ada satu lagi hal yang patut direnungkan, yakni banyak orang-orang tua mendambakan anak keturunan, namun setelah mendapat anak keturunan tidak dipikirkan sebaik-baiknya bagaimana mendidik mereka agar menjadi anak yang taat kepada agama, menjadi anak yang beradab dan berkelakuan baik, dan tidak pernah pula memanjatkan doa bagi mereka dan tidak pula memikirkan untuk memberi tarbiyyat kepada mereka.</p>
<p>Tarbiyyat juga mempunyai tingkatan, sejak umur berapa tarbiyyat dimulai, masalah apa yang harus diajarkan lebih dahulu, mereka tidak tahu karena tidak ada perhatian sama sekali ke arah itu. Saya tidak pernah lupa untuk mendoakan kawan-kawan Jema’at, anak-anak, isteri dan kerabat juga. Banyak orang tua yang secara tidak sadar mengajarkan adat kebiasaan yang buruk. Mula-mula anak-anak berbuat suatu keburukan yang dianggap kecil, lalu dibiarkan tidak ditegur, lama-kelamaan akhirnya anak-anak semakin nakal dan berani berbuat tidak sopan terhadap orang tua sendiri. Orang-orang menghendaki anak keturunan, namun tidak menginginkan anak-anaknya menjadi khadim-khadim bagi agama dan Jema’at, melainkan menghendaki agar anak-anak mereka menjadi pewaris-pewaris kekayaan dunia. Apabila mereka sudah punya anak-anak tidak dipikirkan bagaimana cara untuk memberi tarbiyyat kepada mereka, dan tidak pula berusaha untuk mengajarkan akidah-akidah Jema’at kepada mereka. Orang tua tidak berusaha mengajarkan masalah-masalah asas di dalam agama maupun Jema’at kepada anak-anak. Dan tidak pula berusaha memperbaiki akhlak mereka. Jika sejak kecil diajarkan akhlak yang baik kepada anak-anak, tentu mereka tidak akan berani berdiri melawan atau menentang nasihat orang tua. Jika sejak kecil anak-anak belajar memakai pakaian yang baik dan anggun atau sopan tentu semakin besar mereka akan terus mempertahankan diri mereka dengan pakaian yang anggun dan sopan itu. Jika anak-anak tidak mengenal akhlak yang baik sejak kecil, apa yang bisa diharapkan dari mereka apabila mereka sudah dewasa dan bagaimana mereka bisa diharapkan untuk menjadi orang-orang baik.</p>
<p>Allah swt telah menjelaskan bahwa mereka yang mengharap-harapkan anak-keturunan selalu memanjatkan doa seperti berikut ini:  ???????? ???? ?????? ???? ???????????? ??????????????? ??????? ???????? ????????????? ??????????????? ????????‏ robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a&#8217;yunin artinya: “Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami agar isteri-isteri kami dan keturunan kami menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertaqwa.” Hal ini baru akan diperoleh apabila mereka sendiri menjalani kehidupan diatas jalan orang-orang bertaqwa, bahkan mereka sendiri menjadi Ibadur Rahman dan menjadi orang-orang yang selalu melangkahkan kaki mereka diatas jalan yang diridhoi oleh Allah swt. Bagi mereka selanjutnya dijelaskan bahwa ????????????? ??????????????? ???????? &#8211; waj&#8217;alnaa lil muttaqiina imaaman &#8211; apabila mendapat anak keturunan tentu mereka akan menjadi imam orang-orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Didalam doa ini juga tercantum doa untuk diri sendiri agar menjadi orang yang bertaqwa.” Jadi untuk mendapatkan anak keturunan yang bertaqwa orang tua juga harus berusaha agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Untuk diri sendiri juga harus berdoa agar menjadi muttaqi. Apabila kita sendiri berusaha menjadi orang yang bertaqwa maka kita akan menjadi penyandang sifat-sifat istimewa yang telah dijelaskan tentang sifat-sifat atau keistimewaan Ibadur Rahman.</p>
<p>Diantara manusia yang paling patut dihormati disisi Tuhan dan yang dijamin mendapat perlindungan Allah swt adalah mereka yang menjalin hubungan erat dan hakiki dengan Allah swt dan mereka menjaga kebersihan dan kesucian ruhani mereka. Dan dalam pergaulan dengan masyarakat mereka selalu menunjukkan perangai yang ramah dan sopan-santun. Dan mereka menjadi orang-orang yang benar-benar taat kepada hukum-hukum Allah swt. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua agar kita mampu menjalin hubungan erat dan hakiki dengan-Nya dan semoga keadaan ruhani kita selalu suci dan bersih. Dan semoga kita bisa memperoleh keistimewaan-keistimewaan hakiki yang diperlukan untuk menjadi Ibadur Rahman, dan semoga Dia menjadikan kita semua pewaris-pewaris nikmat Surga-Nya. Amin !! </p>
<p>Alihbahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khalifah Ahmadiyah : SEORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN]]></title>
<link>http://tabahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/21/khalifah-ahmadiyah-seorang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 13:42:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://tabahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/21/khalifah-ahmadiyah-seorang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</guid>
<description><![CDATA[HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. 2 Oktober 2009 dari Masjid Baitul Futuh London UK TE]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
2 Oktober 2009  dari Masjid Baitul Futuh London UK<br />
TENTANG : ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DALAM MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN</p>
<p>    “Hai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat’ sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kalian mengatakan mati tentang orang-orang yang terbunuh dijalan Allah itu. Tidak, bahkan mereka itu hidup, namun kamu tidak menyadari. Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata: “Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali. Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 154-158)</p>
<p>Didalam Ayat Alquran yang baru saya tilawatkan, Allah taala berfirman tentang orang-orang beriman yang mendapatkan cobaan atau ujian yang bagaimanapun kerasnya iman mereka tetap teguh dan tidak goyah. Bahkan keimanan mereka semakin bertambah maju dan bertambah teguh dan kuat dan mereka semakin mendekat dan menyerahkan diri kepada Allah taala.</p>
<p>Dari ayat pertama sangat jelas sekali bahwa Allah taala telah menasihatkan untuk berlaku sabar sambil tetap menunaikan shalat. Maka kita bisa mengatakan bahwa kedua sifat ini harus dimiliki oleh orang-orang beriman, terutama diwaktu menghadapi banyak cobaan dan banyak kesulitan.</p>
<p>Ayat ini begitu ringkas namun maksud dan kandungan tafsirnya sangat luas sekali. Salah satu arti dari perkataan sabar adalah apabila seseorang mendapat suatu kemalangan tetapi dia tidak mengeluh melainkan tabah sambil menunjukkan perangai cerah. Ujian atau cobaan harus dipikul dengan tabah tanpa mengeluh, tanpa mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Tidak boleh mengeluh atau menyatakan kesusahan, harus betul-betul menjaga perasaan, yang kadang-kadang karena terdesak keluarlah dari mulut kata-kata tidak patut, sehingga merupakan keluhan terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa. Perkara demikian harus dijauhi.</p>
<p>Yang kedua artinya adalah: Harus tetap dan teguh dalam pendirian. Yang ketiga adalah: Perintah Allah Yang Maha Kuasa harus tetap dipegang erat-erat dan harus berbuat sesuai dengan itu semua. Arti lain lagi ialah, kalian harus tetap teguh tidak boleh menyimpang dari apa yang telah Tuhan melarangnya.</p>
<p>Jadi perkataan sabar telah dijelaskan, yaitu bila saja menghadapi cobaan dan ujian atau kesulitan apapun harus dihadapi dengan tabah dan tahan mental serta keteguhan hati tidak bimbang, jika tidak maka akan membawa kegoncangan dan kelemahan iman. Yang kedua ialah harus selalu memperhatikan dan mentaati hukum-hukum Allah taala dan harus berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan penuh tawakkal kepada-Nya.</p>
<p>Untuk memperkuat keimanan, keteguhan hati, perkataan shalat juga sudah difirmankan didalam ayat tersebut. Artinya Allah taala telah mengarahkan dan memerintahkan kita untuk tidak melupakan shalat dan harus banyak memanjatkan doa kepada-Nya didalam menghadapi ujian atau cobaan dan kesulitan itu.</p>
<p>Pengertian shalat yang telah dijelaskan oleh berbagai pihak ringkasannya adalah: “Memusatkan penuh perhatian kepada kewajiban shalat, disamping shalat fardu kita harus menaruh perhatian terhadap shalat-shalat nawafil lainnya juga disertai dengan banyak memanjatkan doa-doa untuk mempertahankan iman yang kokog, banyak-banyak membaca istighfar &#8211; memohon ampun kepada Allah Yang Maha Perkasa dan juga harus banyak berzikir mengingat Allah taala dan harus banyak mengirim darood atau selawat kepada Hazrat Rasulullah saw.</p>
<p>Jadi, itulah sifat-sifat orang mukmin sejati telah dijelaskan bahwa diwaktu menghadapi kesulitan dan cobaan dia selalu tabah dan sabar sehingga ia selamat. Diwaktu menghadapi kesulitan dan cobaan seorang mukmin tidak boleh menunjukkan lemah iman atau bimbang, ia harus meningkatkan lebih banyak berdoa dan menjalin hubungan lebih erat dengan Tuhan dan lebih banyak berzikir dan mengirim selawat kepada Hazrat Rasulullah saw.</p>
<p>Apabila kalian mencari perlindungan dan pertolongan Allah taala harus dilakukan dengan penuh sabar dan istiqamah yang sungguh-sungguh. Dan harus selalu diingat bahwa cobaan apapun yang dihadapi sifatnya hanya sementara. Setelah itu apabila suasana telah berubah kemenangan pasti akan berada ditangan kalian. Penolong utama orang-orang mukmin adalah Allah taala Yang Maha Kuasa. Harus diingat dalam keadaan bagaimanapun seorang Ahmadi tidak boleh mengatakan: “Aku tidak percaya kepada Allah.” Bilamana saja timbul kelemahan iman pada seseorang terhadap Allah maka orang itu bukan lagi sebagai orang Ahmadi. Dengan mengucapkan demikian habislah riwayat dia sebagai orang Ahmadi, bahkan dia sudah keluar dari Islam. Jika seorang Ahmadi mempunyai kepercayaan dan keyakinan kuat terhadap Allah taala Yang Maha Kuasa, dia telah mendapat iman bil ghaib yang sesungguhnya kepada Allah taala. Dan dia juga harus yakin bahwa yang menolong dan membantu segala urusan dia adalah Allah taala. Jadi, dalam menghadapi setiap kesulitan dan kesusahan yang ditimbulkan oleh lawan-lawan yang memusuhi Jemaat dari waktu ke waktu, kita harus meningkatkan hubungan yang lebih erat lagi dengan Zat Yang Maha Kuasa Yang mampu membantu kita didalam situasi yang genting seperti itu. Dan didalam situasi seperti itu orang mukmin harus selalu siap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Perkasa Yang mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada yang lain. Yang kecintaan-Nya lebih dari pada kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. Dia Yang Maha Kuasa mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada itu. Dan Allah dengan firman-Nya: ????? ??????? ???? ????????????? (Allah bersama orang-orang yang sabar) memperkuat keadaan seperti itu. Dan Firman-Nya lagi: “Yakinlah kalian bahwa Aku akan menolong kalian.” Mereka yang berdoa dengan iman yang teguh, dan mereka yang mempunyai kesabaran akan Aku tolong semuanya. Jika kalian ingin mendapatkan pertolongan dari-Ku kalian harus menujukkan ketetapan dan keteguhan iman. Kalian harus beramal sesuai dengan kedudukan sebagai hamba-hamba-Ku. Bagaimana caranya yang harus kalian lakukan ? Yaitu disaat menghadapi kesulitan dan cobaan, pendirian kalian harus tetap jangan berubah-ubah. Pendirian kalian harus betul-betul mantap. Kalian harus rujuk kepada Allah taala Yang Maha Kuasa dengan penuh dedikasi. Itulah tanggung jawab setiap orang Ahmadi pada masa ini.</p>
<p>Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya di Pakistan, di beberapa negara Arab dan juga dibeberapa daerah di negara India orang-orang Ahmadi tengah dijadikan sasaran kekerasan dan kezaliman. Suasana yang mereka timbulkan sangat mempersulit kehidupan orang-orang Ahmadi disana. Terdapat beberapa kasus yang mereka hadapi semakin memburuk. Dan keadaan disana sangat mencekam dan semakin tegang karena timbul tindakan-tindakan diluar keadilan terhadap mereka. Para Mullah yang didukung oleh pemerintahan setempat disana mulai membuat isu-isu (pernyataan-pernyataan) nonsense. Di beberapa tempat para penguasa dan pejabat-pejabat pemerintah disana mencari-cari jalan untuk melancarkan berbagai macam gerakan untuk mempersulit kehidupan orang-orang Ahmadi sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertahan bagi orang-orang Ahmadi disana.</p>
<p>Di beberapa negara tertentu telah dilancarkan batasan dan larangan untuk menunaikan ibadah shalat dan menunaikan shalat Jumah di mesjid mereka, dan orang-orang Ahmadi disana tidak boleh berkumpul bersama untuk menunaikan shalat Jum’ah. Bagaimanapun sudah saya jelaskan tentang firman Allah taala bahwa di dalam situasi semacam itu posisi keimanan kalian harus jauh lebih kuat dan lebih teguh dari pada sebelumnya. Sambil memperkokoh keimanan kalian harus meningkatkan mutu ibadah kalian kepada Allah taala. Lalu lihatlah hasilnya bagaimana Allah taala Yang Maha Perkasa akan datang menolong kalian.</p>
<p>Sehubungan dengan peristiwa seperti ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Kalian harus berusaha untuk menjadi orang-orang yang bersih dan suci-murni, dan kalian harus menjalin hubungan lebih erat lagi dengan Tuhan. Sebab pertolongan Allah taala akan kalian peroleh jika diri kalian sudah suci murni.” Beliau a.s. bersabda lagi: “Bagaimana caranya kalian untuk memperoleh berkat dari pada Tuhan? Jawabannya Tuhan sendiri berfirmaan:  ?????????????? ??????????? ????????????? yakni: Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Apa yang dimaksud dengan shalat disini? Yaitu selain ibadah shalat, juga membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), membaca istighfar dan juga membaca shalawat bagi Junjungan Nabi Besar Muhammad saw, dibaca dengan penuh rasa cinta dan dedikasi terhadap Allah taala. Jadi, kalian harus menunaikan shalat dengan penuh konsentrasi dan kekhusyuan. Jangan seperti orang yang shalat dengan mulut komat-kamit mengucapkan kata-kata namun hati kalian ingat kemana-mana. Orang-orang yang tidak tahu bahasa Arab mereka boleh berdoa didalam bahasa sendiri khususnya diwaktu sujud. Doa yang diajarkan Tuhan didalam Alquran atau doa yang diajarkan Hazrat Rasulullah saw dari firman Tuhan, tidak boleh dibaca diwaktu ruku atau diwaktu sujud. Selain itu doa boleh dipanjatkan didalam bahasa yang kita pahami sendiri diwaktu sujud atau ruku. Panjatkanlah doa sambil menangis dan merintih dan merendahkan diri sedemikian rupa dihadapan Tuhan sehingga kekhusyuannya itu sangat berkesan di dalam hati kalian. Apabila doa itu dipanjatkan dengan rintihan dan perasaan yang luluh maka kesannya sangat melekat didalam hati sanubari.”</p>
<p>Jadi, dewasa ini sangat diperlukan doa-doa yang dipanjatkan oleh semua orang Ahmadi diseluruh dunia dengan penuh kekhusyuan sambil menangis dan merintih dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga menggetarkan pintu Arasy Ilahi. Apabila doa-doa ini dipanjatkan dengan penuh kegelisahan dan rintihan yang memilukan tentu Allah taala akan segera menerima dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya itu. Sebagaimana telah difirmankan oleh-Nya: ??????? ????????? ???????????? ????? ??????? ?????????? ?????????? ?????????????? ?????????? ?????????‌?</p>
<p>Artinya: Atau siapakah yang mengabulkan doa orang yang tak berdaya apabila ia berdoa kepada-Nya dan Tuhan Yang melenyapkan keburukan, dan pada suatu hari akan menjadikan kamu pewaris-pewaris bumi ? (An Namal : 63)</p>
<p>Jadi doa yang dipanjatkan dengan perasaan sangat istimewa, dengan rasa gelisah dan suasana prihatin itulah yang bisa membangkitkan perubahan dan revolusi besar diatas muka bumi. Dan mereka yang tengah dianiaya dijalan Allah taala, mereka yang menanggung penderitaan dan kesusahan karena Allah taala, mereka akan menerima khabar suka dari Allah taala melalui kesabaran dan shalat. Pada suatu hari kalian akan menjadi pewaris-pewaris bumi diatas dunia ini, insya Allah !</p>
<p>Jadi kesusahan dan penderitaan yang tengah dihadapi oleh orang-orang Ahmadi pada hari ini khususnya di Pakistan dan pengorbanan apapun yang mereka lakukan, tidak akan dibiarkan sia-sia oleh Allah taala. Pengorbanan yang tengah dilakukan hari ini oleh orang-orang Ahmadi akan mendatangkan buah yang ranum pada hari esok. Hal itu semua adalah tugas kewajiban orang-orang Ahmadi tanpa mengeluh dan tanpa berkecil hati mereka harus terus maju kedepan dalam menghadapi cobaan dan ujian ini.</p>
<p>Dan Allah taala berfirman: “Orang-orang yang terus maju dalam menghadapi masa kesulitan dan cobaan ini demi meraih keridhaan Tuhan Yang Maha Kuasa, akhirnya mereka rela menyerahkan jiwa-raga dan nyawa mereka dijalan Allah taala. Ingatlah, bahwa mereka yang menyerahkan jiwa-raga mereka karena Allah Yang Maha Perkasa, pengorbanan jiwa mereka ini bukanlah pengorbanan orang biasa, melainkan seperti pengorbanan para sahabah pada zaman permulaan Islam. Sekarang sejarah berulang kembali. Apabila kita lihat sejarah masa lalu banyak sekali orang-orang mukmin yang telah menyerahkan kehidupan mereka, mengorbankan jiwa raga dan nyawa mereka demi kepentingan agama Allah taala dan demi tegaknya Tauhid Ilahi dimuka bumi. Allah mengabulkan pengorbanan mereka sebab pengorbanan jiwa dan nyawa mereka itu demi maksud dan tujuan yang sangat mulia dan agung sekali.</p>
<p>Orang-orang yang terbunuh dijalan Allah demi membela agama Allah dan tegaknya Tauhid Ilahi tidak boleh disebut sungguh-sungguh mati. Mereka tetap hidup, sebab kematian mereka sangat objective, sangat tepat dan terarah demi Agama Allah dan demi kekalnya tauhid Ilahi dimuka bumi. Ganjaran mereka akan terus mengalir kepada mereka setiap saat. Pengorbanan demikian menjadi simbol bagi kehidupan orang-orang mukmin sejati lainnya dan mengundang semangat untuk menyerahkan pengorbanan apapun yang diperlukan oleh Agama ataupun Jema’at. Suatu bangsa yang selalu menyadari pentingnya pengorbanan demi membela tanah airnya tidak pernah mengalami kematian. Orang-orang yang selalu siap memberikan pengorbanan demi tegaknya agama Allah mereka pasti mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah taala.</p>
<p>Pada zaman sekarang zaman Masih Mau’ud a.s. peperangan sudah berakhir, tidak boleh melakukan peperangan lagi. Apakah sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mengorbankan jiwa raga demi agama Allah, yang akan mendapat kehidupan kekal setelah meninggal dunia? Dan juga menjadi sarana kehidupan hakiki bagi orang-orang beriman? Apabila kaum akhirin diakhir zaman ini harus menjalani kehidupan seperti standar kehidupan kaum awwalin dizaman Hazrat Rasulullah saw tentu mereka harus mengorbankan jiwa raga atau nyawa mereka. Para syuhada kaum akhirin dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah mengorbankan jiwa-raga dan nyawa mereka seperti yang telah terjadi di Kabul, Afganistan demi mempertahankan kebenaran. Melalui pengorbanan jiwa raga dan nyawa mereka itu Allah taala telah menunjukkan jalan kepada kita untuk memperoleh kehidupan yang kekal-abadi. Dan sampai sekarang banyak para anggota Jema’at yang tengah memberi contoh bagaimana caranya mereka telah menegakkan semangat dan keikhlasan dalam mengorbankan jiwa-raga dan nyawa mereka karena Allah taala. Tetesan darah setiap orang Ahmadi yang syahid dimana telah memberi martabat dan kedudukan tinggi didalam kehidupan mereka dialam akhirat, disana juga tersedia sarana untuk kehidupan dan kemajuan Jema’at yang semakin meningkat terus dimuka bumi ini.</p>
<p>Jika para penentang berpikir bahwa dengan banyaknya terjadi pembunuhan terhadap orang-orang Ahmadi mukhlisin akan memberi kesan kemunduran dan kelemahan iman terhadap para anggota Jema’at, khayalan mereka itu semata-mata penipuan dan kosong dari kenyataan sebenarnya. Allah taala berfirman: Kamu tidak menyadari ! Mereka tidak melihat bagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s telah membangkitkan suatu revolusi ruhani yang luar biasa, Ahmadiyah tidak bisa berhenti disebabkan banyaknya pengorbanan jiwa raga atau nyawa serta harta mereka demi mempertahankan kebenaran. Akhirnya taqdir Allah taala akan memutuskan bahwa melalui Jema’at Ahmadiyah ini Islam akan ditegakkan diseluruh permukaan bumi.”</p>
<p>Jadi sekarang juga setiap orang Ahmadi yang mati syahid demi Jema’at baik laki-laki, perempuan tua muda ataupun anak-anak telah menciptakan sebuah gelombang semangat hidup baru. Setiap terjadi peristiwa pensyahidan terhadap orang Ahmadi timbul dikalangan orang-orang Jema’at semangat yang bergelora untuk mengorbankan jiwa-raga dan nyawa mereka demi membela Jema’at ini. Tentang hal itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Kami sangat kagum menyaksikan keikhlasan dan kesetiaan para anggota Jema’at seperti itu.”  Jadi sangat keliru sekali anggapan para penentang yang memusuhi Jemaat bahwa dengan terjadinya kerugian harta mereka, jiwa raga dan nyawa mereka akibat serangan musuh, iman orang-orang Ahmadi akan menjadi berkurang dan lemah. Sama sekali tidak!! Sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa dengan terjadinya serangan dan penganiayaan dan pembunuhan, keimanan orang-orang Ahmadi justru semakin bertambah kokoh-kuat. Atau para penentang mengira dengan perlawanan mereka terhadap Jemaat, orang-orang Ahmadi akan habis dan lenyap? Pendapat mereka itu sungguh batil dan sangat keliru. Disebabkan telah dikeluarkannya undang-undang anti Ahmadiyah di Pakistan dan di beberapa negara Islam lainnya orang-orang Ahmadi telah dilarang melakukan tabligh. Akan tetapi  disebabkan makin maraknya perlawanan  dan terjadinya peristiwa-peristiwa kezaliman terhadap orang-orang Ahmadi, kesempatan tabligh disana dengan sendirinya menjadi lebih terbuka. Banyak orang-orang yang penasaran ingin tahu apa sebenarnya Ahmadiyah itu. Sehingga setelah jelas kedudukan yang sebenarnya banyak sekali orang-orang yang mengirim surat kepada kami menyatakan ingin bai’at masuk Ahmadiyah, baik dari Pakistan sendiri maupun dari negara-negara lainnya di dunia setelah menyaksikan peristiwa-peristiwa kezaliman lawan-lawan Ahmadiyah itu. Jadi sesungguhnya dengan timbulnya perlawanan itu justru menjadi sarana kemajuan bagi Jema’at Ahmadiyah.</p>
<p>Jadi para penentang memang bisa melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang Ahmadi, mereka bisa melakukan penjarahan terhadap harta  orang-orang Ahmadi, bangunan dan gedung-gedung orang-orang Ahmadi bisa mereka hancurkan, pembangunan mesjid kami bisa dihalang-halangi akan tetapi kalian tidak akan bisa membuat iman kami jadi lemah. Sebab ujian dan cobaan ini menjadi bukti kebenaran firman Tuhan bahwa Dia bersama kami orang-orang beriman. Sebagaimana Allah taala telah menjelaskan dengan rinci didalam ayat berikutnya tentang khabar suka yang diberikan kepada orang-orang yang sabar. Firman-Nya: “ Kalian akan diuji dengan ketakutan, jika kalian menghadapi ujian yang menakutkan itu dengan sabar, maka terimalah khabar suka dari pada-Ku, bahwa kalian akan mewarisi nikmat-nikmat dari pada-Ku”. Seperti apa perasaan takut itu? Yaitu rasa takut yang dibuat oleh musuh-musuh kalian, misalnya takut berupa kejahatan para Mullah, menghadapi mukaddimah di pengadilan juga termasuk rasa takut, takut terhadap undang-undang blasphemy pemerintah, takut ancaman dari para petinggi negara. Akan tetapi orang-orang mukmin tidak mensia-siakan iman mereka disebabkan berbagai macam desakan atau intimidasi dari pihak golongan tertentu atau dari pihak pemerintah sekalipun. Dan tidak pula mereka menunjukkan sebarang kelemahan.</p>
<p>Setelah itu orang-orang mukmin diuji dengan kelaparan. Sebagai contoh telah terjadi dihadapan kita dalam jumlah yang sangat besar. Yaitu pada tahun 1974 telah terjadi peristiwa kerusuhan anti Jema’at yang ditimbulkan lawan-lawan yang memusuhi Jema’at pada tahun itu, banyak kesulitan dan kesusahan ditimpakan kepada orang-orang Ahmadi. Pada waktu itu siapapun tidak pula diizinkan untuk menyampaikan makanan ke rumah seorang Ahmadi dan tidak pula orang-orang Ahmadi diizinkan keluar dari rumah mereka pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan. Jika mereka bisa keluar juga maka para pemilik kedai dilarang menjual bahan-bahan makanan atau benda apapun yang diperlukan kepada orang-orang Ahmadi. Disamping itu banyak barang-barang kekayaan orang-orang Ahmadi dirampas dan dijarah dan secara paksa mereka menguasai hak milik orang-orang Ahmadi. Dan apabila seorang Ahmadi berusaha menuntut hak milik mereka secara hukum di Pengadilan, mereka membuat-buat alasan dengan mengatakan ini orang-orang Qadiani, mereka enggan melayani. Dengan menyebut nama Qadiani atau Ahmadi saja orang-orang yang duduk dikursi pengadilan-pun merasa enggan dan tidak mau menghiraukan atau menangani apa lagi menghormati tuntutan hak-hak mereka lagi.</p>
<p>Pada tahun 1974 sebidang tanah milik Jema’at di Rabwah telah diserahkan kepada para Mullah oleh Town Committee, dan sampai sekarang mereka menguasainya dan telah memberi nama tempat itu Muslim Colony. Begitu juga tanah yang sangat luas berdekatan dengan Ta’limul Islam New Campus milik Jema’at dan Rabwah Open Space yang terletak di Daarun Nasir telah dirampas dan dikuasainya secara tidak sah. Dan pemerintah telah memutuskan bahwa tanah ini milik pemerintah.</p>
<p>Selain itu orang-orang mukmin diuji dan dicoba melalui anak-anak keturunan. Pihak lawan sengaja berusaha untuk menghancurkan karier anak-anak Ahmadi. Di sekolah-sekolah anak-anak Ahmadi dijadikan sasaran penghinaan agar semangat belajar mereka hilang hingga putus sekolah. Dizaman saya kuliah di University Faisal Abad beberapa mahasiswa Ahmadi dilarang kuliah. Di Leyyah beberapa orang anak Ahmadi ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara atas tuduhan yang tidak benar dan palsu. Jika orang tua anak-anak tersebut mengumumkan telah bertaubah dari Ahmadiyah, maka pengadilan dimana para Mullah telah menuduh anak-anak telah menghina Hazrat Rasulullah saw, secepat mungkin mereka dibebaskan dari tahanan penjara. Sebab itulah yang mereka inginkan agar para Ahmadi dengan cara bagaimanapun karena takut melepaskan iman mereka dan bertaubah meninggalkan Ahmadiya. Begitulah trick jahat mereka lakukan dengan menimpakan berbagai macam kesulitan dan kesusahan diatas orang-orang Ahmadi berusaha untuk melepaskan mereka dari Ahmadiyah. Namun orang-orang bernasib malang itu tidak tahu kedudukan orang-orang Ahmadi adalah orang-orang mukmin sejati. Mereka yakin betul bahwa setiap huruf yang tertulis didalam Kitab suci Alquran adalah firman Allah taala. Sejak semula Allah taala telah memberitahukan kepada mereka didalam AlAlquran bahwa iman mereka akan diuji dengan kesusahan dan kesulitan seperti itu.</p>
<p>Jadi teguh didalam pendirian dan menanti akhir kesudahan yang baik dan mengucapkan Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) adalah sifat atau prilaku orang-orang Ahmadi. Kesusahan dan kesulitan yang ditimpakan kepada mereka dihadapi dengan penuh kesabaran, sebab itulah yang selalu diperlihatkan oleh orang-orang yang mengaku diri mereka Ahmadi. Sabar artinya setiap kesulitan atau kesusahan memang dirasakan, akan tetapi tidak kehilangan keseimbangan perasaan dan pikiran disebabkan kesulitan atau kesusahan itu. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah berkecil hati, melainkan pada setiap cobaan dan pada setiap penderitaan yang dihadapi selalu menghadapkan muka kearah Allah taala. Mereka berdiri tegak sambil bertahan bahwa biarlah ujian berupa kesulitan itu berlaku sebab ia sifatnya hanya sementara, bukan untuk selama-lamanya. Sebagai natijahnya Allah taala akan memberikan yang lebih baik lagi kepada mereka. Pada setiap musibah selalu berfikir bahwa nyawa-ku juga, anak-anak-ku juga, harta kekayaan-ku juga hanyalah barang-barang titipan yang sifatnya sementara. Apabila hal itu semua dikurbankan karena Allah taala maka tentu aku akan menjadi pewaris karunia Tuhan yang jauh lebih baik dari semula. Apabila manusia berucap “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) maka harus berdiri tegak dengan yakin bahwa kami juga adalah milik Allah taala. Dan harta kami serta anak-anak kami juga semuanya adalah kepunyaan Allah taala.</p>
<p>Jadi, jika Dia menginginkan bahwa nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kami itu hendak diambil kembali oleh-Nya, maka kami rela sepenuhnya tidak perlu kecil hati atau menangis. Sebab kami berkata “Inna ilaihi raaji’un” kami juga akan kembali kepada-Nya. Apabila kita akan kembali kepada-Nya maka Allah taala telah berjanji bahwa Dia akan memberi barang-barang yang jauh lebih baik dari pada barang-barang yang ada didunia ini. Jadi, jika seorang mukmin berfikir seperti itu maka kerugian berupa barang-barang duniawi apapun yang ditimpakan oleh pihak lawan, memang bisa mendatangkan kesusahan yang sifatnya sementara, akan tetapi hal itu tidak akan menjadi kendala bagi kehidupan yang masih terus berlanjut. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Sebagai orang mukmin kalian jangan menganggap buruk terhadap cobaan atau ujian. Hanya orang mukmin yang tidak sempurna yang akan menganggapnya buruk. Allah taala berfirman didalam AlAlquran:  ??????????????????? ???????? ????? ????????? ??????????? ???????? ????? ????? ??????? ????????????? ?????????????? ????????? ??????????????‏&#8211;?????????? ?????? ????????????? ??????????? ? ????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ???????????‏<br />
Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu, ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata: “ Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali.”</p>
<p>Kesusahan dan kesulitan apapun yang mereka hadapi tidak menimbulkan kesengsaraan dan kesusahan hati mereka. Dan mereka selalu gembira dengan keridhaan Allah taala. Dan mereka menyukai tinggal dalam suasana seperti itu. Mereka itu betul-betul sabar. Dan Allah taala memberi ganjaran kepada orang-orang yang sabar tanpa perhitungan. Demikianlah reaksi yang harus ditimbulkan oleh setiap orang Ahmadi. Dan dengan karunia Allah taala sampai sekarang para anggota Jema’at telah menzahirkan keadaan demikian. Dan reaksi itulah sebagai tanda untuk memperoleh kemajuan. Untuk itu kita harus selalu memanjatkan doa kepada Allah taala. Memang kewajiban kita untuk berdoa demi keselamatan dari ujian dan cobaan, Allah taala sendiri telah berfirman demikian. Akan tetapi jika turun suatu cobaan dan ujian dari Allah taala, maka untuk menghadapi hal itu keteguhan iman dan ketabahan sangat penting sekali. Dan hal itulah yang boleh membuat turunnya pembalasan yang tidak terhingga dari Allah taala.</p>
<p>Setelah menyebutkan hal itu, selanjutnya dikatakan bahwa Allah taala bersama orang yang sabar, orang yang meraih kedudukan syahid disisi Allah taala, akan mendapat kehidupan yang kekal. Terdapat khabar-khabar gembira bagi orang-orang yang sabar, dan banyak sekali khabar-khabar gembira itu mereka terima. Dan suasana gembira yang meluap-luap itu telah-pun mereka wakafkan demi patuh dan setia kepada Allah taala. Tentang kesulitan yang biasa timbul ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Tidak pernah datang seorang-pun Utusan Tuhan yang tidak menghadapi ujian atau cobaan. Hazrat Masih Israili a.s. telah dipenjarakan dan telah dihadapkan kepada berbagai macam siksaan oleh orang Israil. Selanjutnya bagaimana perlakuan kaum terhadap Nabi Musa a.s, Nabi Muhammad saw sendiri pernah dikepung dan diserang, akhirnya sesuai sunnah Allah taala semua kesulitan itu berakhir diganti dengan kemudahan yang jauh lebih baik. Jika memang sunnah Allah taala seperti itu adalah kesenangan dan kemudahan bagi kehidupan Utusan Allah taala dan para pengikutnya, maka setiap hari pesta-pora makan-makanan yang lezat, tentu bisa dilihat apa bedanya para ahli dunia dengan para Utusan Allah taala? Jika setiap waktu hanya menjalani kehidupan yang senang sejahtera dan tidak pernah menderita kesulitan, apa bedanya orang-orang dunia dengan Utusan Allah taala? Setelah kenyang memakan makanan yang lezat mengucapkan alhamdulillah wa syukru lillah memang mudah sekali. Mudah sekali menyatakan rasa syukur seperti itu kepada Allah taala jika setiap hari menjalani kehidupan yang baik dan senang, makanan dan minuman setiap waktu bisa diperoleh dengan mudah. Jadi dalam menghadapi keadaan musibah juga harus kita harus mengucapkan perkataan seperti itu dengan sungguh hati, seperti diwaktu menerima nikmat dari Allah taala.” </p>
<p>Beliau bersabda lagi: “Para utusan Tuhan dan Jema’at beliau sering ditimpa oleh berbagai macam ujian, ditimpa rasa takut dengan kehancuran, menghadapi berbagai macam mara bahaya dan sebagainya. Itulah arti dari pada Kazzabu mereka mendustakan. Dari peristiwa kesulitan itu ada manfaatnya? yaitu untuk membedakan diantara orang yang kuat iman-nya dan yang lemah iman. Sebab orang yang imannya lemah, hanya sampai waktu yang menguntungkan mereka saja bisa bertahan, namun apabila masa ujian dan cobaan tiba, mereka berhenti tidak mau bergerak maju. Sedangkan orang yang kuat imannya mereka terus maju kedepan, sekalipun sedang dalam masa cobaan dan ujian seperti itu. Dan itulah sunnah Allah taala yang berlaku kepada saya. Selama tidak ada ujian atau cobaan tidak pernah timbul suatu tanda yang zahir dari Allah taala. Apabila Allah taala mencintai hamba-hamba-Nya maka Dia menimpakan ujian kepada mereka.  Sebagaimana Tuhan berfirman: ????????? ??????????????‏-?????????? ?????? ????????????? ??????????? ? ????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ?????????? Yakni setiap mendapat kesulitan dan kesusahan mereka selalu rujuk dan runduk kepada Allah taala. Dan orang-orang itulah yang menerima nikmat-nikmat Allah taala, yaitu orang-orang yang selalu berusaha menegakkan istiqamah, tetap didalam pendirian yang teguh, sekalipun mereka menyaksikan kegembiraan duniawi itu nampaknya sangat senang serta lezat untuk dinikmati namun akhir natijahnya tidak ada kesan apa-apa. Dengan menjalani kehidupan bergemarlapan kemewahan yang penuh dengan kesenangan akhirnya hubungan dengan Allah taala menjadi terputus.</p>
<p>Kecintaan Allah taala terhadap hamba-Nya dibuktikan dengan menimpakan suatu ujian kepadanya sehingga dengan ujian itu Dia menzahirkan kemuliaan hamba-Nya itu. Dengan ujian itu kebesarannya, keimanannya yang kukuh kuat akan zahir. Misalnya jika Kisra Iran tidak memerintahkan seorang jenderalnya untuk menangkap Hazrat Rasulullah, maka bagaimana bisa terjadi mukjizat yaitu kematian Kisra Iran itu pada malam itu juga. Dan jika orang-orang Mekah tidak mengusir Hazrat Rasulullah saw, bagaimana mukjizat Allah taala akan zahir pada hari-hari sesudahnya. Setiap mukjizat sangat erat kaitannya dengan suatu ujian atau cobaan yang menyusahkan. Kehidupan berfoya-foya dan bergembira-ria bisa membuat manusia lengah tidak ada kaitannya sama sekali dengan Allah taala. Jika kejayaan duniawi yang melimpah ruah telah diperoleh seseorang, kehidupan merendahkan diri dan merunduk dihadapan Tuhan menjadi hilang. Padahal Allah taala mencintai orang-orang yang menjalani kehidupan dengan merendahkan diri dan mencurahkan perhatian kepada-Nya. Oleh sebab itu manusia haruslah menghadapi suatu peristwa yang manakutkan.  Jadi Allah taala berfirman bahwa Dia bersama orang-orang yang berlaku sabar dan menyerahkan jiwa raga serta nyawanya dijalan Allah taala demi meraih keridhaan-Nya.</p>
<p>Pada akhir ayat Allah taala berfirman :  &#8211;?????????? ?????????? ???????? ????? ?????????? ?????????? ??????????? ???? ???????????????‏<br />
Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 154-158). Dan orang-orang itulah yang menjadi pewaris barkat-berkat, mereka itulah yang menjadi penerima hidayah dan rahmat dari Allah taala. Dan orang-orang yang menjadi pewaris rahmat dan barkat dari Allah  taala itulah orang-orang yang menerima petunjuk dari Allah taala. Karena dipergunakan  perkataan solawatun mirrabihim maka hal itu bisa diterjemahkan: barkat-barkat dan maghfirat. Jadi orang-orang yang sabar dan banyak memanjatkan doa akan menyaksikan pemandangan turunnnya berkat dan maghfirat (pengampunan) dari Allah taala yang membuat martabah ruhani mereka semakin tinggi. Perkataan solawatun mirrabihim ini bukan Allah taala yang memanjatkan doa itu, melainkan berkat-berkat dan maghfirat dari Allah taala turun kepada orang-orang mukmin yang sabar dan banyak memanjatkan doa itu. Apabila rahmat Tuhan turun kepada mareka maka martabah ruhani mereka itu semakin meningkat terus.</p>
<p>Kerugian duniawi mereka juga bisa diganti sepenuhnya oleh Allah taala, sebab mereka setiap saat siap mengorbankan apa yang mereka miliki demi kepentingan agama Allah taala. Bisa diperiksa, siapapun orang Ahmadi yang mengorbankan sesuatu di jalan Allah taala, keinginan musuh tidak pernah berhasil membuat orang-orang Ahmadi menjadi miskin sehingga menjadi pengemis. Bahkan yang menjadi miskin dan menjadi pengemis adalah mereka sendiri yang telah berbuat zalim terhadap orang-orang Ahmadi dan yang telah merampas dan menjarah harta benda mereka. Dan demi konstitusi undang-undang, orang-orang Ahmadi telah dinyatakan sebagai non-Muslim. Maka setelah demikian jelasnya pertolongan Allah taala terhadap Jemaat ini, orang-orang bernasib buruk dan sangat malang itu tidak mau paham juga, atau memang sengaja mereka tidak mau paham. Sedangkan kami selalu berdoa kepada Allah taala semoga Allah taala memberi taufiq kepada mereka untuk memahaminya.</p>
<p>Pada akhir ayat in Allah taala berfirman :  ??????????? ???? ???????????????yakni orang-orang yang meraih rahmat dan maghfirat dari Allah taala mereka itulah yang memperoleh hidayah dari Allah taala. Oleh sebab itu disebabkan telah memperoleh hidayat maka mereka terus meningkat didalam meraih hidayat itu dari Allah taala. Dan Allah taala memperlihatkan jalan-jalan baru kepada mereka untuk mencapai kemajuan. Sehingga mereka selalu menjadi peraih qurub dan kecintaan Allah taala. Dan kita harus selalu memohon doa kepada Allah taala agar Dia menjaga dan melindungi setiap orang Ahmadi dari setiap bala atau musibah. Akan tetapi jika sesuai dengan kehendak Allah taala seseorang harus mendapat ujian dan cobaan dari Allah taala, semoga Allah taala memberi taufik kepadanya untuk melewati masa ujian itu dengan tabah, mudah dan selamat. Dan semoga Allah taala selalu memberi bimbingan  kepada kita semua.</p>
<p>Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Apabila saya melihat kesulitan yang tengah kalian alami dan disamping itu saya melihat kudrat Allah taala yang maha mulia yang secara pribadi saya sendiri telah mengalaminya dan yang telah berlaku pada diri saya, sedikitpun saya tidak merasa gelisah. Sebab saya paham bahwa Allah taala adalah Dia Yang Karim (Maha Mulia) dan Qadir Qudrat, Yang Maha Kuasa. Dan Dia Yang akan melepaskan mereka dari musibah-musibah yang besar. Siapa yang ingin memperoleh banyak makrifat maka Allah taala pasti menurunkan musibah sebagai ujian kepadanya. Supaya mereka paham bahwa Tuhan memberi harapan positif kepada mereka bahwa dari tidak ada harapan sama sekali timbul hasrat dan keinginan yang baik. Pendeknya Dia sungguh Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya. Dengan adanya ujian dan cobaan itu jangan sampai Allah taala menjadi jauh dari kita. Dalam memberi ujian dan cobaan juga Allah taala Maha Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Penyayang.”</p>
<p>Selanjutnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Jalan untuk memperoleh karunia dan rahmat-Nya selamanya terbuka selalu. Oleh sebab itu kita harus selalu menaruh harapan positif terhadap Rahmat-Nya. Dan diwaktu menghadapi kegelisahan perlu sekali bertaubah dan membaca istighfar sebanyak-banyaknya.”  Harus diingat selalu bahwa orang yang diwaktu turun bala dan musibah dia tinggalkan usaha untuk bertaubah dari keburukan atau dosa, yang sebetulnya untuk meninggalkan taubah dengan segera itu tidak ada maksud sebelumnya, maka hal itu merupakan siksaan besar bagi orang itu. Dan jika musibah dan kemalangan serta kesusahan tengah terjadi, lalu ia tinggalkan dosa atau kebiasaan buruknya itu, maka hal itu akan menjadi sebuah kaffarah yang besar baginya. Bersamaan dengan terbukanya hati dia itu untuk bertaubah terbukalah juga kegelapan musibah itu baginya. Dan datangnya nur cahaya menjadi suatu harapan yang pasti baginya. Apabila hati manusia telah terbuka mata kegelapan yang disebabkan timbulnya bala atau musibah itu akan berubah menjadi cahaya terang baginya. Dan akan timbul harapan untuk mendapatkan nur dari allah taala. </p>
<p>Jadi keadaan dunia sekarang ini seperti telah saya katakan bahwa para Ahmadi diseluruh dunia sangat perlu sekali untuk menaruh perhatian sungguh-sungguh terhadap doa. Mengingat-ingat kelemahan dan dosa yang ada pada dirinya sangat diperlukan sekali. Dan harus berusaha keras untuk berjumpa dengan Allah taala. Usaha pribadilah yang harus dilakukan oleh Jemaat, apabila seseorang berbuat baik mudah-mudahan membawa faedah untuk semuanya. Dalam suasana sekarang ini setiap Anggota Jemaat dimanapun berada sangat perlu sekali untuk meningkatkan  banyak doa untuk saudara-saudara kita itu. Mengingat keadaan yang tengah terjadi pada masa sekarang ini, nampaknya akan terjadi ujian-ujian yang lebih berat lainnya yang akan dihadapi oleh para Ahmadi di Pakistan. Oleh sebab itu dengan perantaraan doa-doa semoga hal itu bisa diatasi dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Setelah itu Huzur mengumumkan empat orang Ahmadi yang telah mati syahid dan beliau akan memimpin shalat jenazah ghaib untuk keempat orang syuhada itu.</p>
<p>Alihbhasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN]]></title>
<link>http://tabahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/21/seorang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 11:44:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://tabahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/21/seorang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</guid>
<description><![CDATA[HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. 2 Oktober 2009 dari Masjid Baitul Futuh London UK TE]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
2 Oktober 2009  dari Masjid Baitul Futuh London UK<br />
TENTANG : ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DALAM MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN</p>
<p>    “Hai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat’ sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kalian mengatakan mati tentang orang-orang yang terbunuh dijalan Allah itu. Tidak, bahkan mereka itu hidup, namun kamu tidak menyadari. Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata: “Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali. Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 154-158)</p>
<p>Didalam Ayat Alquran yang baru saya tilawatkan, Allah taala berfirman tentang orang-orang beriman yang mendapatkan cobaan atau ujian yang bagaimanapun kerasnya iman mereka tetap teguh dan tidak goyah. Bahkan keimanan mereka semakin bertambah maju dan bertambah teguh dan kuat dan mereka semakin mendekat dan menyerahkan diri kepada Allah taala.</p>
<p>Dari ayat pertama sangat jelas sekali bahwa Allah taala telah menasihatkan untuk berlaku sabar sambil tetap menunaikan shalat. Maka kita bisa mengatakan bahwa kedua sifat ini harus dimiliki oleh orang-orang beriman, terutama diwaktu menghadapi banyak cobaan dan banyak kesulitan.</p>
<p>Ayat ini begitu ringkas namun maksud dan kandungan tafsirnya sangat luas sekali. Salah satu arti dari perkataan sabar adalah apabila seseorang mendapat suatu kemalangan tetapi dia tidak mengeluh melainkan tabah sambil menunjukkan perangai cerah. Ujian atau cobaan harus dipikul dengan tabah tanpa mengeluh, tanpa mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Tidak boleh mengeluh atau menyatakan kesusahan, harus betul-betul menjaga perasaan, yang kadang-kadang karena terdesak keluarlah dari mulut kata-kata tidak patut, sehingga merupakan keluhan terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa. Perkara demikian harus dijauhi.</p>
<p>Yang kedua artinya adalah: Harus tetap dan teguh dalam pendirian. Yang ketiga adalah: Perintah Allah Yang Maha Kuasa harus tetap dipegang erat-erat dan harus berbuat sesuai dengan itu semua. Arti lain lagi ialah, kalian harus tetap teguh tidak boleh menyimpang dari apa yang telah Tuhan melarangnya.</p>
<p>Jadi perkataan sabar telah dijelaskan, yaitu bila saja menghadapi cobaan dan ujian atau kesulitan apapun harus dihadapi dengan tabah dan tahan mental serta keteguhan hati tidak bimbang, jika tidak maka akan membawa kegoncangan dan kelemahan iman. Yang kedua ialah harus selalu memperhatikan dan mentaati hukum-hukum Allah taala dan harus berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan penuh tawakkal kepada-Nya.</p>
<p>Untuk memperkuat keimanan, keteguhan hati, perkataan shalat juga sudah difirmankan didalam ayat tersebut. Artinya Allah taala telah mengarahkan dan memerintahkan kita untuk tidak melupakan shalat dan harus banyak memanjatkan doa kepada-Nya didalam menghadapi ujian atau cobaan dan kesulitan itu.</p>
<p>Pengertian shalat yang telah dijelaskan oleh berbagai pihak ringkasannya adalah: “Memusatkan penuh perhatian kepada kewajiban shalat, disamping shalat fardu kita harus menaruh perhatian terhadap shalat-shalat nawafil lainnya juga disertai dengan banyak memanjatkan doa-doa untuk mempertahankan iman yang kokog, banyak-banyak membaca istighfar &#8211; memohon ampun kepada Allah Yang Maha Perkasa dan juga harus banyak berzikir mengingat Allah taala dan harus banyak mengirim darood atau selawat kepada Hazrat Rasulullah saw.</p>
<p>Jadi, itulah sifat-sifat orang mukmin sejati telah dijelaskan bahwa diwaktu menghadapi kesulitan dan cobaan dia selalu tabah dan sabar sehingga ia selamat. Diwaktu menghadapi kesulitan dan cobaan seorang mukmin tidak boleh menunjukkan lemah iman atau bimbang, ia harus meningkatkan lebih banyak berdoa dan menjalin hubungan lebih erat dengan Tuhan dan lebih banyak berzikir dan mengirim selawat kepada Hazrat Rasulullah saw.</p>
<p>Apabila kalian mencari perlindungan dan pertolongan Allah taala harus dilakukan dengan penuh sabar dan istiqamah yang sungguh-sungguh. Dan harus selalu diingat bahwa cobaan apapun yang dihadapi sifatnya hanya sementara. Setelah itu apabila suasana telah berubah kemenangan pasti akan berada ditangan kalian. Penolong utama orang-orang mukmin adalah Allah taala Yang Maha Kuasa. Harus diingat dalam keadaan bagaimanapun seorang Ahmadi tidak boleh mengatakan: “Aku tidak percaya kepada Allah.” Bilamana saja timbul kelemahan iman pada seseorang terhadap Allah maka orang itu bukan lagi sebagai orang Ahmadi. Dengan mengucapkan demikian habislah riwayat dia sebagai orang Ahmadi, bahkan dia sudah keluar dari Islam. Jika seorang Ahmadi mempunyai kepercayaan dan keyakinan kuat terhadap Allah taala Yang Maha Kuasa, dia telah mendapat iman bil ghaib yang sesungguhnya kepada Allah taala. Dan dia juga harus yakin bahwa yang menolong dan membantu segala urusan dia adalah Allah taala. Jadi, dalam menghadapi setiap kesulitan dan kesusahan yang ditimbulkan oleh lawan-lawan yang memusuhi Jemaat dari waktu ke waktu, kita harus meningkatkan hubungan yang lebih erat lagi dengan Zat Yang Maha Kuasa Yang mampu membantu kita didalam situasi yang genting seperti itu. Dan didalam situasi seperti itu orang mukmin harus selalu siap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Perkasa Yang mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada yang lain. Yang kecintaan-Nya lebih dari pada kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. Dia Yang Maha Kuasa mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada itu. Dan Allah dengan firman-Nya: ????? ??????? ???? ????????????? (Allah bersama orang-orang yang sabar) memperkuat keadaan seperti itu. Dan Firman-Nya lagi: “Yakinlah kalian bahwa Aku akan menolong kalian.” Mereka yang berdoa dengan iman yang teguh, dan mereka yang mempunyai kesabaran akan Aku tolong semuanya. Jika kalian ingin mendapatkan pertolongan dari-Ku kalian harus menujukkan ketetapan dan keteguhan iman. Kalian harus beramal sesuai dengan kedudukan sebagai hamba-hamba-Ku. Bagaimana caranya yang harus kalian lakukan ? Yaitu disaat menghadapi kesulitan dan cobaan, pendirian kalian harus tetap jangan berubah-ubah. Pendirian kalian harus betul-betul mantap. Kalian harus rujuk kepada Allah taala Yang Maha Kuasa dengan penuh dedikasi. Itulah tanggung jawab setiap orang Ahmadi pada masa ini.</p>
<p>Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya di Pakistan, di beberapa negara Arab dan juga dibeberapa daerah di negara India orang-orang Ahmadi tengah dijadikan sasaran kekerasan dan kezaliman. Suasana yang mereka timbulkan sangat mempersulit kehidupan orang-orang Ahmadi disana. Terdapat beberapa kasus yang mereka hadapi semakin memburuk. Dan keadaan disana sangat mencekam dan semakin tegang karena timbul tindakan-tindakan diluar keadilan terhadap mereka. Para Mullah yang didukung oleh pemerintahan setempat disana mulai membuat isu-isu (pernyataan-pernyataan) nonsense. Di beberapa tempat para penguasa dan pejabat-pejabat pemerintah disana mencari-cari jalan untuk melancarkan berbagai macam gerakan untuk mempersulit kehidupan orang-orang Ahmadi sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertahan bagi orang-orang Ahmadi disana.</p>
<p>Di beberapa negara tertentu telah dilancarkan batasan dan larangan untuk menunaikan ibadah shalat dan menunaikan shalat Jumah di mesjid mereka, dan orang-orang Ahmadi disana tidak boleh berkumpul bersama untuk menunaikan shalat Jum’ah. Bagaimanapun sudah saya jelaskan tentang firman Allah taala bahwa di dalam situasi semacam itu posisi keimanan kalian harus jauh lebih kuat dan lebih teguh dari pada sebelumnya. Sambil memperkokoh keimanan kalian harus meningkatkan mutu ibadah kalian kepada Allah taala. Lalu lihatlah hasilnya bagaimana Allah taala Yang Maha Perkasa akan datang menolong kalian.</p>
<p>Sehubungan dengan peristiwa seperti ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Kalian harus berusaha untuk menjadi orang-orang yang bersih dan suci-murni, dan kalian harus menjalin hubungan lebih erat lagi dengan Tuhan. Sebab pertolongan Allah taala akan kalian peroleh jika diri kalian sudah suci murni.” Beliau a.s. bersabda lagi: “Bagaimana caranya kalian untuk memperoleh berkat dari pada Tuhan? Jawabannya Tuhan sendiri berfirmaan:  ?????????????? ??????????? ????????????? yakni: Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Apa yang dimaksud dengan shalat disini? Yaitu selain ibadah shalat, juga membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), membaca istighfar dan juga membaca shalawat bagi Junjungan Nabi Besar Muhammad saw, dibaca dengan penuh rasa cinta dan dedikasi terhadap Allah taala. Jadi, kalian harus menunaikan shalat dengan penuh konsentrasi dan kekhusyuan. Jangan seperti orang yang shalat dengan mulut komat-kamit mengucapkan kata-kata namun hati kalian ingat kemana-mana. Orang-orang yang tidak tahu bahasa Arab mereka boleh berdoa didalam bahasa sendiri khususnya diwaktu sujud. Doa yang diajarkan Tuhan didalam Alquran atau doa yang diajarkan Hazrat Rasulullah saw dari firman Tuhan, tidak boleh dibaca diwaktu ruku atau diwaktu sujud. Selain itu doa boleh dipanjatkan didalam bahasa yang kita pahami sendiri diwaktu sujud atau ruku. Panjatkanlah doa sambil menangis dan merintih dan merendahkan diri sedemikian rupa dihadapan Tuhan sehingga kekhusyuannya itu sangat berkesan di dalam hati kalian. Apabila doa itu dipanjatkan dengan rintihan dan perasaan yang luluh maka kesannya sangat melekat didalam hati sanubari.”</p>
<p>Jadi, dewasa ini sangat diperlukan doa-doa yang dipanjatkan oleh semua orang Ahmadi diseluruh dunia dengan penuh kekhusyuan sambil menangis dan merintih dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga menggetarkan pintu Arasy Ilahi. Apabila doa-doa ini dipanjatkan dengan penuh kegelisahan dan rintihan yang memilukan tentu Allah taala akan segera menerima dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya itu. Sebagaimana telah difirmankan oleh-Nya: ??????? ????????? ???????????? ????? ??????? ?????????? ?????????? ?????????????? ?????????? ?????????‌?</p>
<p>Artinya: Atau siapakah yang mengabulkan doa orang yang tak berdaya apabila ia berdoa kepada-Nya dan Tuhan Yang melenyapkan keburukan, dan pada suatu hari akan menjadikan kamu pewaris-pewaris bumi ? (An Namal : 63)</p>
<p>Jadi doa yang dipanjatkan dengan perasaan sangat istimewa, dengan rasa gelisah dan suasana prihatin itulah yang bisa membangkitkan perubahan dan revolusi besar diatas muka bumi. Dan mereka yang tengah dianiaya dijalan Allah taala, mereka yang menanggung penderitaan dan kesusahan karena Allah taala, mereka akan menerima khabar suka dari Allah taala melalui kesabaran dan shalat. Pada suatu hari kalian akan menjadi pewaris-pewaris bumi diatas dunia ini, insya Allah !</p>
<p>Jadi kesusahan dan penderitaan yang tengah dihadapi oleh orang-orang Ahmadi pada hari ini khususnya di Pakistan dan pengorbanan apapun yang mereka lakukan, tidak akan dibiarkan sia-sia oleh Allah taala. Pengorbanan yang tengah dilakukan hari ini oleh orang-orang Ahmadi akan mendatangkan buah yang ranum pada hari esok. Hal itu semua adalah tugas kewajiban orang-orang Ahmadi tanpa mengeluh dan tanpa berkecil hati mereka harus terus maju kedepan dalam menghadapi cobaan dan ujian ini.</p>
<p>Dan Allah taala berfirman: “Orang-orang yang terus maju dalam menghadapi masa kesulitan dan cobaan ini demi meraih keridhaan Tuhan Yang Maha Kuasa, akhirnya mereka rela menyerahkan jiwa-raga dan nyawa mereka dijalan Allah taala. Ingatlah, bahwa mereka yang menyerahkan jiwa-raga mereka karena Allah Yang Maha Perkasa, pengorbanan jiwa mereka ini bukanlah pengorbanan orang biasa, melainkan seperti pengorbanan para sahabah pada zaman permulaan Islam. Sekarang sejarah berulang kembali. Apabila kita lihat sejarah masa lalu banyak sekali orang-orang mukmin yang telah menyerahkan kehidupan mereka, mengorbankan jiwa raga dan nyawa mereka demi kepentingan agama Allah taala dan demi tegaknya Tauhid Ilahi dimuka bumi. Allah mengabulkan pengorbanan mereka sebab pengorbanan jiwa dan nyawa mereka itu demi maksud dan tujuan yang sangat mulia dan agung sekali.</p>
<p>Orang-orang yang terbunuh dijalan Allah demi membela agama Allah dan tegaknya Tauhid Ilahi tidak boleh disebut sungguh-sungguh mati. Mereka tetap hidup, sebab kematian mereka sangat objective, sangat tepat dan terarah demi Agama Allah dan demi kekalnya tauhid Ilahi dimuka bumi. Ganjaran mereka akan terus mengalir kepada mereka setiap saat. Pengorbanan demikian menjadi simbol bagi kehidupan orang-orang mukmin sejati lainnya dan mengundang semangat untuk menyerahkan pengorbanan apapun yang diperlukan oleh Agama ataupun Jema’at. Suatu bangsa yang selalu menyadari pentingnya pengorbanan demi membela tanah airnya tidak pernah mengalami kematian. Orang-orang yang selalu siap memberikan pengorbanan demi tegaknya agama Allah mereka pasti mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah taala.</p>
<p>Pada zaman sekarang zaman Masih Mau’ud a.s. peperangan sudah berakhir, tidak boleh melakukan peperangan lagi. Apakah sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mengorbankan jiwa raga demi agama Allah, yang akan mendapat kehidupan kekal setelah meninggal dunia? Dan juga menjadi sarana kehidupan hakiki bagi orang-orang beriman? Apabila kaum akhirin diakhir zaman ini harus menjalani kehidupan seperti standar kehidupan kaum awwalin dizaman Hazrat Rasulullah saw tentu mereka harus mengorbankan jiwa raga atau nyawa mereka. Para syuhada kaum akhirin dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah mengorbankan jiwa-raga dan nyawa mereka seperti yang telah terjadi di Kabul, Afganistan demi mempertahankan kebenaran. Melalui pengorbanan jiwa raga dan nyawa mereka itu Allah taala telah menunjukkan jalan kepada kita untuk memperoleh kehidupan yang kekal-abadi. Dan sampai sekarang banyak para anggota Jema’at yang tengah memberi contoh bagaimana caranya mereka telah menegakkan semangat dan keikhlasan dalam mengorbankan jiwa-raga dan nyawa mereka karena Allah taala. Tetesan darah setiap orang Ahmadi yang syahid dimana telah memberi martabat dan kedudukan tinggi didalam kehidupan mereka dialam akhirat, disana juga tersedia sarana untuk kehidupan dan kemajuan Jema’at yang semakin meningkat terus dimuka bumi ini.</p>
<p>Jika para penentang berpikir bahwa dengan banyaknya terjadi pembunuhan terhadap orang-orang Ahmadi mukhlisin akan memberi kesan kemunduran dan kelemahan iman terhadap para anggota Jema’at, khayalan mereka itu semata-mata penipuan dan kosong dari kenyataan sebenarnya. Allah taala berfirman: Kamu tidak menyadari ! Mereka tidak melihat bagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s telah membangkitkan suatu revolusi ruhani yang luar biasa, Ahmadiyah tidak bisa berhenti disebabkan banyaknya pengorbanan jiwa raga atau nyawa serta harta mereka demi mempertahankan kebenaran. Akhirnya taqdir Allah taala akan memutuskan bahwa melalui Jema’at Ahmadiyah ini Islam akan ditegakkan diseluruh permukaan bumi.”</p>
<p>Jadi sekarang juga setiap orang Ahmadi yang mati syahid demi Jema’at baik laki-laki, perempuan tua muda ataupun anak-anak telah menciptakan sebuah gelombang semangat hidup baru. Setiap terjadi peristiwa pensyahidan terhadap orang Ahmadi timbul dikalangan orang-orang Jema’at semangat yang bergelora untuk mengorbankan jiwa-raga dan nyawa mereka demi membela Jema’at ini. Tentang hal itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Kami sangat kagum menyaksikan keikhlasan dan kesetiaan para anggota Jema’at seperti itu.”  Jadi sangat keliru sekali anggapan para penentang yang memusuhi Jemaat bahwa dengan terjadinya kerugian harta mereka, jiwa raga dan nyawa mereka akibat serangan musuh, iman orang-orang Ahmadi akan menjadi berkurang dan lemah. Sama sekali tidak!! Sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa dengan terjadinya serangan dan penganiayaan dan pembunuhan, keimanan orang-orang Ahmadi justru semakin bertambah kokoh-kuat. Atau para penentang mengira dengan perlawanan mereka terhadap Jemaat, orang-orang Ahmadi akan habis dan lenyap? Pendapat mereka itu sungguh batil dan sangat keliru. Disebabkan telah dikeluarkannya undang-undang anti Ahmadiyah di Pakistan dan di beberapa negara Islam lainnya orang-orang Ahmadi telah dilarang melakukan tabligh. Akan tetapi  disebabkan makin maraknya perlawanan  dan terjadinya peristiwa-peristiwa kezaliman terhadap orang-orang Ahmadi, kesempatan tabligh disana dengan sendirinya menjadi lebih terbuka. Banyak orang-orang yang penasaran ingin tahu apa sebenarnya Ahmadiyah itu. Sehingga setelah jelas kedudukan yang sebenarnya banyak sekali orang-orang yang mengirim surat kepada kami menyatakan ingin bai’at masuk Ahmadiyah, baik dari Pakistan sendiri maupun dari negara-negara lainnya di dunia setelah menyaksikan peristiwa-peristiwa kezaliman lawan-lawan Ahmadiyah itu. Jadi sesungguhnya dengan timbulnya perlawanan itu justru menjadi sarana kemajuan bagi Jema’at Ahmadiyah.</p>
<p>Jadi para penentang memang bisa melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang Ahmadi, mereka bisa melakukan penjarahan terhadap harta  orang-orang Ahmadi, bangunan dan gedung-gedung orang-orang Ahmadi bisa mereka hancurkan, pembangunan mesjid kami bisa dihalang-halangi akan tetapi kalian tidak akan bisa membuat iman kami jadi lemah. Sebab ujian dan cobaan ini menjadi bukti kebenaran firman Tuhan bahwa Dia bersama kami orang-orang beriman. Sebagaimana Allah taala telah menjelaskan dengan rinci didalam ayat berikutnya tentang khabar suka yang diberikan kepada orang-orang yang sabar. Firman-Nya: “ Kalian akan diuji dengan ketakutan, jika kalian menghadapi ujian yang menakutkan itu dengan sabar, maka terimalah khabar suka dari pada-Ku, bahwa kalian akan mewarisi nikmat-nikmat dari pada-Ku”. Seperti apa perasaan takut itu? Yaitu rasa takut yang dibuat oleh musuh-musuh kalian, misalnya takut berupa kejahatan para Mullah, menghadapi mukaddimah di pengadilan juga termasuk rasa takut, takut terhadap undang-undang blasphemy pemerintah, takut ancaman dari para petinggi negara. Akan tetapi orang-orang mukmin tidak mensia-siakan iman mereka disebabkan berbagai macam desakan atau intimidasi dari pihak golongan tertentu atau dari pihak pemerintah sekalipun. Dan tidak pula mereka menunjukkan sebarang kelemahan.</p>
<p>Setelah itu orang-orang mukmin diuji dengan kelaparan. Sebagai contoh telah terjadi dihadapan kita dalam jumlah yang sangat besar. Yaitu pada tahun 1974 telah terjadi peristiwa kerusuhan anti Jema’at yang ditimbulkan lawan-lawan yang memusuhi Jema’at pada tahun itu, banyak kesulitan dan kesusahan ditimpakan kepada orang-orang Ahmadi. Pada waktu itu siapapun tidak pula diizinkan untuk menyampaikan makanan ke rumah seorang Ahmadi dan tidak pula orang-orang Ahmadi diizinkan keluar dari rumah mereka pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan. Jika mereka bisa keluar juga maka para pemilik kedai dilarang menjual bahan-bahan makanan atau benda apapun yang diperlukan kepada orang-orang Ahmadi. Disamping itu banyak barang-barang kekayaan orang-orang Ahmadi dirampas dan dijarah dan secara paksa mereka menguasai hak milik orang-orang Ahmadi. Dan apabila seorang Ahmadi berusaha menuntut hak milik mereka secara hukum di Pengadilan, mereka membuat-buat alasan dengan mengatakan ini orang-orang Qadiani, mereka enggan melayani. Dengan menyebut nama Qadiani atau Ahmadi saja orang-orang yang duduk dikursi pengadilan-pun merasa enggan dan tidak mau menghiraukan atau menangani apa lagi menghormati tuntutan hak-hak mereka lagi.</p>
<p>Pada tahun 1974 sebidang tanah milik Jema’at di Rabwah telah diserahkan kepada para Mullah oleh Town Committee, dan sampai sekarang mereka menguasainya dan telah memberi nama tempat itu Muslim Colony. Begitu juga tanah yang sangat luas berdekatan dengan Ta’limul Islam New Campus milik Jema’at dan Rabwah Open Space yang terletak di Daarun Nasir telah dirampas dan dikuasainya secara tidak sah. Dan pemerintah telah memutuskan bahwa tanah ini milik pemerintah.</p>
<p>Selain itu orang-orang mukmin diuji dan dicoba melalui anak-anak keturunan. Pihak lawan sengaja berusaha untuk menghancurkan karier anak-anak Ahmadi. Di sekolah-sekolah anak-anak Ahmadi dijadikan sasaran penghinaan agar semangat belajar mereka hilang hingga putus sekolah. Dizaman saya kuliah di University Faisal Abad beberapa mahasiswa Ahmadi dilarang kuliah. Di Leyyah beberapa orang anak Ahmadi ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara atas tuduhan yang tidak benar dan palsu. Jika orang tua anak-anak tersebut mengumumkan telah bertaubah dari Ahmadiyah, maka pengadilan dimana para Mullah telah menuduh anak-anak telah menghina Hazrat Rasulullah saw, secepat mungkin mereka dibebaskan dari tahanan penjara. Sebab itulah yang mereka inginkan agar para Ahmadi dengan cara bagaimanapun karena takut melepaskan iman mereka dan bertaubah meninggalkan Ahmadiya. Begitulah trick jahat mereka lakukan dengan menimpakan berbagai macam kesulitan dan kesusahan diatas orang-orang Ahmadi berusaha untuk melepaskan mereka dari Ahmadiyah. Namun orang-orang bernasib malang itu tidak tahu kedudukan orang-orang Ahmadi adalah orang-orang mukmin sejati. Mereka yakin betul bahwa setiap huruf yang tertulis didalam Kitab suci Alquran adalah firman Allah taala. Sejak semula Allah taala telah memberitahukan kepada mereka didalam AlAlquran bahwa iman mereka akan diuji dengan kesusahan dan kesulitan seperti itu.</p>
<p>Jadi teguh didalam pendirian dan menanti akhir kesudahan yang baik dan mengucapkan Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) adalah sifat atau prilaku orang-orang Ahmadi. Kesusahan dan kesulitan yang ditimpakan kepada mereka dihadapi dengan penuh kesabaran, sebab itulah yang selalu diperlihatkan oleh orang-orang yang mengaku diri mereka Ahmadi. Sabar artinya setiap kesulitan atau kesusahan memang dirasakan, akan tetapi tidak kehilangan keseimbangan perasaan dan pikiran disebabkan kesulitan atau kesusahan itu. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah berkecil hati, melainkan pada setiap cobaan dan pada setiap penderitaan yang dihadapi selalu menghadapkan muka kearah Allah taala. Mereka berdiri tegak sambil bertahan bahwa biarlah ujian berupa kesulitan itu berlaku sebab ia sifatnya hanya sementara, bukan untuk selama-lamanya. Sebagai natijahnya Allah taala akan memberikan yang lebih baik lagi kepada mereka. Pada setiap musibah selalu berfikir bahwa nyawa-ku juga, anak-anak-ku juga, harta kekayaan-ku juga hanyalah barang-barang titipan yang sifatnya sementara. Apabila hal itu semua dikurbankan karena Allah taala maka tentu aku akan menjadi pewaris karunia Tuhan yang jauh lebih baik dari semula. Apabila manusia berucap “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) maka harus berdiri tegak dengan yakin bahwa kami juga adalah milik Allah taala. Dan harta kami serta anak-anak kami juga semuanya adalah kepunyaan Allah taala.</p>
<p>Jadi, jika Dia menginginkan bahwa nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kami itu hendak diambil kembali oleh-Nya, maka kami rela sepenuhnya tidak perlu kecil hati atau menangis. Sebab kami berkata “Inna ilaihi raaji’un” kami juga akan kembali kepada-Nya. Apabila kita akan kembali kepada-Nya maka Allah taala telah berjanji bahwa Dia akan memberi barang-barang yang jauh lebih baik dari pada barang-barang yang ada didunia ini. Jadi, jika seorang mukmin berfikir seperti itu maka kerugian berupa barang-barang duniawi apapun yang ditimpakan oleh pihak lawan, memang bisa mendatangkan kesusahan yang sifatnya sementara, akan tetapi hal itu tidak akan menjadi kendala bagi kehidupan yang masih terus berlanjut. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Sebagai orang mukmin kalian jangan menganggap buruk terhadap cobaan atau ujian. Hanya orang mukmin yang tidak sempurna yang akan menganggapnya buruk. Allah taala berfirman didalam AlAlquran:  ??????????????????? ???????? ????? ????????? ??????????? ???????? ????? ????? ??????? ????????????? ?????????????? ????????? ??????????????‏&#8211;?????????? ?????? ????????????? ??????????? ? ????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ???????????‏<br />
Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu, ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata: “ Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali.”</p>
<p>Kesusahan dan kesulitan apapun yang mereka hadapi tidak menimbulkan kesengsaraan dan kesusahan hati mereka. Dan mereka selalu gembira dengan keridhaan Allah taala. Dan mereka menyukai tinggal dalam suasana seperti itu. Mereka itu betul-betul sabar. Dan Allah taala memberi ganjaran kepada orang-orang yang sabar tanpa perhitungan. Demikianlah reaksi yang harus ditimbulkan oleh setiap orang Ahmadi. Dan dengan karunia Allah taala sampai sekarang para anggota Jema’at telah menzahirkan keadaan demikian. Dan reaksi itulah sebagai tanda untuk memperoleh kemajuan. Untuk itu kita harus selalu memanjatkan doa kepada Allah taala. Memang kewajiban kita untuk berdoa demi keselamatan dari ujian dan cobaan, Allah taala sendiri telah berfirman demikian. Akan tetapi jika turun suatu cobaan dan ujian dari Allah taala, maka untuk menghadapi hal itu keteguhan iman dan ketabahan sangat penting sekali. Dan hal itulah yang boleh membuat turunnya pembalasan yang tidak terhingga dari Allah taala.</p>
<p>Setelah menyebutkan hal itu, selanjutnya dikatakan bahwa Allah taala bersama orang yang sabar, orang yang meraih kedudukan syahid disisi Allah taala, akan mendapat kehidupan yang kekal. Terdapat khabar-khabar gembira bagi orang-orang yang sabar, dan banyak sekali khabar-khabar gembira itu mereka terima. Dan suasana gembira yang meluap-luap itu telah-pun mereka wakafkan demi patuh dan setia kepada Allah taala. Tentang kesulitan yang biasa timbul ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Tidak pernah datang seorang-pun Utusan Tuhan yang tidak menghadapi ujian atau cobaan. Hazrat Masih Israili a.s. telah dipenjarakan dan telah dihadapkan kepada berbagai macam siksaan oleh orang Israil. Selanjutnya bagaimana perlakuan kaum terhadap Nabi Musa a.s, Nabi Muhammad saw sendiri pernah dikepung dan diserang, akhirnya sesuai sunnah Allah taala semua kesulitan itu berakhir diganti dengan kemudahan yang jauh lebih baik. Jika memang sunnah Allah taala seperti itu adalah kesenangan dan kemudahan bagi kehidupan Utusan Allah taala dan para pengikutnya, maka setiap hari pesta-pora makan-makanan yang lezat, tentu bisa dilihat apa bedanya para ahli dunia dengan para Utusan Allah taala? Jika setiap waktu hanya menjalani kehidupan yang senang sejahtera dan tidak pernah menderita kesulitan, apa bedanya orang-orang dunia dengan Utusan Allah taala? Setelah kenyang memakan makanan yang lezat mengucapkan alhamdulillah wa syukru lillah memang mudah sekali. Mudah sekali menyatakan rasa syukur seperti itu kepada Allah taala jika setiap hari menjalani kehidupan yang baik dan senang, makanan dan minuman setiap waktu bisa diperoleh dengan mudah. Jadi dalam menghadapi keadaan musibah juga harus kita harus mengucapkan perkataan seperti itu dengan sungguh hati, seperti diwaktu menerima nikmat dari Allah taala.” </p>
<p>Beliau bersabda lagi: “Para utusan Tuhan dan Jema’at beliau sering ditimpa oleh berbagai macam ujian, ditimpa rasa takut dengan kehancuran, menghadapi berbagai macam mara bahaya dan sebagainya. Itulah arti dari pada Kazzabu mereka mendustakan. Dari peristiwa kesulitan itu ada manfaatnya? yaitu untuk membedakan diantara orang yang kuat iman-nya dan yang lemah iman. Sebab orang yang imannya lemah, hanya sampai waktu yang menguntungkan mereka saja bisa bertahan, namun apabila masa ujian dan cobaan tiba, mereka berhenti tidak mau bergerak maju. Sedangkan orang yang kuat imannya mereka terus maju kedepan, sekalipun sedang dalam masa cobaan dan ujian seperti itu. Dan itulah sunnah Allah taala yang berlaku kepada saya. Selama tidak ada ujian atau cobaan tidak pernah timbul suatu tanda yang zahir dari Allah taala. Apabila Allah taala mencintai hamba-hamba-Nya maka Dia menimpakan ujian kepada mereka.  Sebagaimana Tuhan berfirman: ????????? ??????????????‏-?????????? ?????? ????????????? ??????????? ? ????????? ?????? ??????? ????????? ???????? ?????????? Yakni setiap mendapat kesulitan dan kesusahan mereka selalu rujuk dan runduk kepada Allah taala. Dan orang-orang itulah yang menerima nikmat-nikmat Allah taala, yaitu orang-orang yang selalu berusaha menegakkan istiqamah, tetap didalam pendirian yang teguh, sekalipun mereka menyaksikan kegembiraan duniawi itu nampaknya sangat senang serta lezat untuk dinikmati namun akhir natijahnya tidak ada kesan apa-apa. Dengan menjalani kehidupan bergemarlapan kemewahan yang penuh dengan kesenangan akhirnya hubungan dengan Allah taala menjadi terputus.</p>
<p>Kecintaan Allah taala terhadap hamba-Nya dibuktikan dengan menimpakan suatu ujian kepadanya sehingga dengan ujian itu Dia menzahirkan kemuliaan hamba-Nya itu. Dengan ujian itu kebesarannya, keimanannya yang kukuh kuat akan zahir. Misalnya jika Kisra Iran tidak memerintahkan seorang jenderalnya untuk menangkap Hazrat Rasulullah, maka bagaimana bisa terjadi mukjizat yaitu kematian Kisra Iran itu pada malam itu juga. Dan jika orang-orang Mekah tidak mengusir Hazrat Rasulullah saw, bagaimana mukjizat Allah taala akan zahir pada hari-hari sesudahnya. Setiap mukjizat sangat erat kaitannya dengan suatu ujian atau cobaan yang menyusahkan. Kehidupan berfoya-foya dan bergembira-ria bisa membuat manusia lengah tidak ada kaitannya sama sekali dengan Allah taala. Jika kejayaan duniawi yang melimpah ruah telah diperoleh seseorang, kehidupan merendahkan diri dan merunduk dihadapan Tuhan menjadi hilang. Padahal Allah taala mencintai orang-orang yang menjalani kehidupan dengan merendahkan diri dan mencurahkan perhatian kepada-Nya. Oleh sebab itu manusia haruslah menghadapi suatu peristwa yang manakutkan.  Jadi Allah taala berfirman bahwa Dia bersama orang-orang yang berlaku sabar dan menyerahkan jiwa raga serta nyawanya dijalan Allah taala demi meraih keridhaan-Nya.</p>
<p>Pada akhir ayat Allah taala berfirman :  &#8211;?????????? ?????????? ???????? ????? ?????????? ?????????? ??????????? ???? ???????????????‏<br />
Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarah 154-158). Dan orang-orang itulah yang menjadi pewaris barkat-berkat, mereka itulah yang menjadi penerima hidayah dan rahmat dari Allah taala. Dan orang-orang yang menjadi pewaris rahmat dan barkat dari Allah  taala itulah orang-orang yang menerima petunjuk dari Allah taala. Karena dipergunakan  perkataan solawatun mirrabihim maka hal itu bisa diterjemahkan: barkat-barkat dan maghfirat. Jadi orang-orang yang sabar dan banyak memanjatkan doa akan menyaksikan pemandangan turunnnya berkat dan maghfirat (pengampunan) dari Allah taala yang membuat martabah ruhani mereka semakin tinggi. Perkataan solawatun mirrabihim ini bukan Allah taala yang memanjatkan doa itu, melainkan berkat-berkat dan maghfirat dari Allah taala turun kepada orang-orang mukmin yang sabar dan banyak memanjatkan doa itu. Apabila rahmat Tuhan turun kepada mareka maka martabah ruhani mereka itu semakin meningkat terus.</p>
<p>Kerugian duniawi mereka juga bisa diganti sepenuhnya oleh Allah taala, sebab mereka setiap saat siap mengorbankan apa yang mereka miliki demi kepentingan agama Allah taala. Bisa diperiksa, siapapun orang Ahmadi yang mengorbankan sesuatu di jalan Allah taala, keinginan musuh tidak pernah berhasil membuat orang-orang Ahmadi menjadi miskin sehingga menjadi pengemis. Bahkan yang menjadi miskin dan menjadi pengemis adalah mereka sendiri yang telah berbuat zalim terhadap orang-orang Ahmadi dan yang telah merampas dan menjarah harta benda mereka. Dan demi konstitusi undang-undang, orang-orang Ahmadi telah dinyatakan sebagai non-Muslim. Maka setelah demikian jelasnya pertolongan Allah taala terhadap Jemaat ini, orang-orang bernasib buruk dan sangat malang itu tidak mau paham juga, atau memang sengaja mereka tidak mau paham. Sedangkan kami selalu berdoa kepada Allah taala semoga Allah taala memberi taufiq kepada mereka untuk memahaminya.</p>
<p>Pada akhir ayat in Allah taala berfirman :  ??????????? ???? ???????????????yakni orang-orang yang meraih rahmat dan maghfirat dari Allah taala mereka itulah yang memperoleh hidayah dari Allah taala. Oleh sebab itu disebabkan telah memperoleh hidayat maka mereka terus meningkat didalam meraih hidayat itu dari Allah taala. Dan Allah taala memperlihatkan jalan-jalan baru kepada mereka untuk mencapai kemajuan. Sehingga mereka selalu menjadi peraih qurub dan kecintaan Allah taala. Dan kita harus selalu memohon doa kepada Allah taala agar Dia menjaga dan melindungi setiap orang Ahmadi dari setiap bala atau musibah. Akan tetapi jika sesuai dengan kehendak Allah taala seseorang harus mendapat ujian dan cobaan dari Allah taala, semoga Allah taala memberi taufik kepadanya untuk melewati masa ujian itu dengan tabah, mudah dan selamat. Dan semoga Allah taala selalu memberi bimbingan  kepada kita semua.</p>
<p>Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Apabila saya melihat kesulitan yang tengah kalian alami dan disamping itu saya melihat kudrat Allah taala yang maha mulia yang secara pribadi saya sendiri telah mengalaminya dan yang telah berlaku pada diri saya, sedikitpun saya tidak merasa gelisah. Sebab saya paham bahwa Allah taala adalah Dia Yang Karim (Maha Mulia) dan Qadir Qudrat, Yang Maha Kuasa. Dan Dia Yang akan melepaskan mereka dari musibah-musibah yang besar. Siapa yang ingin memperoleh banyak makrifat maka Allah taala pasti menurunkan musibah sebagai ujian kepadanya. Supaya mereka paham bahwa Tuhan memberi harapan positif kepada mereka bahwa dari tidak ada harapan sama sekali timbul hasrat dan keinginan yang baik. Pendeknya Dia sungguh Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya. Dengan adanya ujian dan cobaan itu jangan sampai Allah taala menjadi jauh dari kita. Dalam memberi ujian dan cobaan juga Allah taala Maha Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Penyayang.”</p>
<p>Selanjutnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Jalan untuk memperoleh karunia dan rahmat-Nya selamanya terbuka selalu. Oleh sebab itu kita harus selalu menaruh harapan positif terhadap Rahmat-Nya. Dan diwaktu menghadapi kegelisahan perlu sekali bertaubah dan membaca istighfar sebanyak-banyaknya.”  Harus diingat selalu bahwa orang yang diwaktu turun bala dan musibah dia tinggalkan usaha untuk bertaubah dari keburukan atau dosa, yang sebetulnya untuk meninggalkan taubah dengan segera itu tidak ada maksud sebelumnya, maka hal itu merupakan siksaan besar bagi orang itu. Dan jika musibah dan kemalangan serta kesusahan tengah terjadi, lalu ia tinggalkan dosa atau kebiasaan buruknya itu, maka hal itu akan menjadi sebuah kaffarah yang besar baginya. Bersamaan dengan terbukanya hati dia itu untuk bertaubah terbukalah juga kegelapan musibah itu baginya. Dan datangnya nur cahaya menjadi suatu harapan yang pasti baginya. Apabila hati manusia telah terbuka mata kegelapan yang disebabkan timbulnya bala atau musibah itu akan berubah menjadi cahaya terang baginya. Dan akan timbul harapan untuk mendapatkan nur dari allah taala. </p>
<p>Jadi keadaan dunia sekarang ini seperti telah saya katakan bahwa para Ahmadi diseluruh dunia sangat perlu sekali untuk menaruh perhatian sungguh-sungguh terhadap doa. Mengingat-ingat kelemahan dan dosa yang ada pada dirinya sangat diperlukan sekali. Dan harus berusaha keras untuk berjumpa dengan Allah taala. Usaha pribadilah yang harus dilakukan oleh Jemaat, apabila seseorang berbuat baik mudah-mudahan membawa faedah untuk semuanya. Dalam suasana sekarang ini setiap Anggota Jemaat dimanapun berada sangat perlu sekali untuk meningkatkan  banyak doa untuk saudara-saudara kita itu. Mengingat keadaan yang tengah terjadi pada masa sekarang ini, nampaknya akan terjadi ujian-ujian yang lebih berat lainnya yang akan dihadapi oleh para Ahmadi di Pakistan. Oleh sebab itu dengan perantaraan doa-doa semoga hal itu bisa diatasi dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Setelah itu Huzur mengumumkan empat orang Ahmadi yang telah mati syahid dan beliau akan memimpin shalat jenazah ghaib untuk keempat orang syuhada itu.</p>
<p>Alihbhasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khutbah Jum'at (20/11/09): Keutamaan 10 Hari Awal Dzulhijjah]]></title>
<link>http://abangdani.wordpress.com/2009/11/20/khutbah-jumat-201109-keutamaan-10-hari-awal-dzulhijjah/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 08:55:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>dani</dc:creator>
<guid>http://abangdani.wordpress.com/2009/11/20/khutbah-jumat-201109-keutamaan-10-hari-awal-dzulhijjah/</guid>
<description><![CDATA[Jum’at, 13 November 2009 Mimbar Tema Khutbah : Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Khotib : Al-Usta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jum’at, 13 November 2009 Mimbar Tema Khutbah : Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah Khotib : Al-Usta]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Be A true Muslim]]></title>
<link>http://sonisatiawan.wordpress.com/2009/11/19/be-a-true-muslim/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 13:04:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Soni Satiawan</dc:creator>
<guid>http://sonisatiawan.wordpress.com/2009/11/19/be-a-true-muslim/</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah sekarang load pekerjaan udah mulai berkurang dan udah bisa jalan2 lagi ke blog bapak-b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Alhamdulillah sekarang load pekerjaan udah mulai berkurang dan udah bisa jalan2 lagi ke blog bapak-bapak, ibu-ibu, kakak2, uda2 dan uni2 serta teman-teman blogger, kangen sekali rasanya untuk berinteraksi kembali dengan semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang saya ga mau flashback kenapa pekerjaan jadi membludak.. Untuk tulisan sekarang ini saya pengen ngeshare ajah mengenai apa yang saya dapatkan beberapa minggu kemaren, tepatnya ketika jumatan (Nov 6,09).</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa saya pengen ngeshare mengenai khutbah, karena tepat pada tanggal tersebut, salah seorang Indonesian yang menjadi khatib dan imam. Dan khutbah tersebut menjadi khutbah jumat pertama yang bisa dimengerti soalnya si khatib gunain bahasa inggris. Biasanya khatib disini selalu gunain tagalog atau visayas (bahasa daerah utk daerah filipin selatan). Ya ga ngerti lah. Hehehehehe</p>
<p style="text-align:justify;">Karena English saya ga begitu bagus, sekarang saya translate ke Indonesia ajah.. Judul khutbah jumat ketika itu adalah ”<em>Be a true Muslim”. </em>Mengapa si khatib ngangkat tema seperti itu, karena si khatib ngerasa kalo muslim yang ada sekarang ini belum seluruhnya menjadi muslim yang sebenarnya (termasuk saya lho). Jadi Islam yang seharusnya menjadi Rahmatan Lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam) tidak terasa. Mengapa tidak terasa karena orang2 yang menjalankannya belum menjadi muslim yang sesungguhnya..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ada 10 syarat yang disampaikan khatib ketika itu untuk menjadi muslim yang sebenarnya,</p>
<p style="text-align:justify;">1. Muslim harus memiliki kepercayaan yang benar (<em>Salamatul Aqidah</em>). Kepercayaan yang benar itu adalah rukun Imam yang 6, yaitu</p>
<p style="text-align:justify;">*. Iman kepada ALLAH SWT</p>
<p style="text-align:justify;">*. Iman kepada Malaikat ALLAH SWT yang 10</p>
<p style="text-align:justify;">*. Iman kepada Rasul dan Nabi ALLAH SWT</p>
<p style="text-align:justify;">*. Iman kepada Kitab-kitab yang pernah diturunkan ke muka bumi ini (taurat, zabur, injil, dan Al Quran</p>
<p style="text-align:justify;">*. Iman kepada Hari Akhirat, yaitu hari setelah nyawa terpisah oleh raga</p>
<p style="text-align:justify;">*. Iman kepada Qada Baik dan Qada buruk</p>
<p style="text-align:justify;">Insya ALLAH setelah si muslim memiliki, mengerti, dan paham. Si muslim akan optimis menjalani hidup ini, akan selalu melakukan hal-hal yang positive, akan memantapkan langkah hidupnya di dunia ini, akan selalu berpegangan kepada petunjuk yang telah ada, tahu akan tujuan akhirnya, dan tahu akan tanggung jawabnya di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Muslim harus mengetahui dan menjalan ibadah dengan benar (Shihhatul ‘Ibadah)</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah si muslim memiliki kepercayaan yang benar, maka si muslim harus membarengi kepercayaan yang ia miliki dengan ibadah yang benar juga. Ibadah yang benar itu apa sih?? Ibadah yang benar adalah segala sesuatu yang kita lakukan di atas dunia ini, tapi tidak bertentangan dengan Al quran dan Sunnah Nabi. (<em>everything that we do in this world but not contradiction with Al Quran And Al Hadist of Rasullullah </em>).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Muslim harus memiliki karakter,sifat atau moral islam yang kuat (Matinul Khuluq)</p>
<p style="text-align:justify;">Moral islam itu yang bagaimana?? Moral islam itu adalah tindakan yang keluar secara tiba-tiba yang menggambarkan seseorang itu adalah muslim dimana pun dan kapan pun. Jadi Moral Islam atau karakter Islam itu bukanlah karakter yang dibuat-buat (bukan periodic ketika lebaran ajah) tapi moral Islam itu berkelanjutan.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Muslim harus memiliki wawasan yang luas (Tsaqofatul Fikr)</p>
<p style="text-align:justify;">Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi muslim dan tanpa ilmu hidup di dunia akan susah. Makanya seorang muslim harus memiliki wawasan yang luas.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Muslim harus memiliki fisik atau raga yang kuat (Quwwatul Badan)</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW berkata “ Allah lebih mencintai muslim yang kuat dibandingkan yang lemah”. Dari hadist ini seorang muslim yang sejati akan selalu menjaga kesehatan, menjaga pola hidupnya. Bayangkan saja Rasulullah SAW selama hayat beliat hanya 2 kali sakit, pertama ketika perang uhud dan kedua ketika ajal mau menjemput. Jadi Muslim sejati harus sehat dan kuat</p>
<p style="text-align:justify;">6. Muslim harus bisa menafkahi diri dan keluarganya (Al Qudrah ‘ala Al Kasbi)</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang muslim yang sejati harus bisa menafkahi dirinya dan keluarganya. Jadi seorang muslim yang sejati bukanlah orang yang pemalas, bukan juga yang suka meminta-minta belas kasihan dari orang lain. Karena muslim yang sejati mengetahui kalau agama melarang untuk bermalas-malasan</p>
<p style="text-align:justify;">7. Muslim harus berguna untuk orang-orang di sekitar dan lingkungannya (Nafi’an Li ghairihi)</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim yang sejati harus menjadi orang yang berguna untuk orang-orang disekitarnya. Dia harus menjadi solusi bagi  orang – orang di sekitarnya ketika ada masalah. Walaupun ada seorang muslim yang sukses dan kaya, tetapi tidak memberikan mamfaat bagi orang – orang disekitarnya atau malahan tidak diharapkan adanya dirinya oleh orang lain, apakah itu bisa dikatakan muslim yang sejati?? Jawabnya pasti tidak..</p>
<p style="text-align:justify;">8. Muslim harus bisa membagi/mengatur waktunya (Harisan ‘ala Waghihi)</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim harus bisa mengatur waktunya mengapa? Karena pepatah arab mengatakan waktu itu ibarat pedang, jika tidak menggunakan secara baik maka dia akan memotong kita. Bahkan Allah SWT bersumpah “demi waktu. Sesungguhnya manusia itu berada dalam Kerugian. Kecuali yang mengajak dalam kebaikan dan kesabaran. (Q.S Al Asr 1-3)</p>
<p style="text-align:justify;">9. Muslim juga harus bisa mengatur urusannya (Munazhzhoman fi syu’unihi)</p>
<p style="text-align:justify;">Muslim harus menjadi seseorang yang professional di setiap aktivitasnya..</p>
<p style="text-align:justify;">10. Muslim juga harus bisa memerangi hawa nafsunya (Mujahidan linafsihi)</p>
<p style="text-align:justify;">Nafsu merupakan salah satu hal yang dapat mengajak kearah positive dan negative. Jika nafsu yang mengajak ke arah negative maka in harus dilawan. Untuk melawan nafsu yang mengjak ke arah yang negative sangat berat dan harus memiliki tekad yang kuat. Sayyidina Ali pernah berkata ada jihad yang lebih berat dibanding peperangan yaitu jihad melawan hawa nafsu. Rasulullah juga berkata “tidak beriman seseorang sampai ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu ajaran Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Insya ALLAH Islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam jika setiap muslim menjadi muslim yang sejati (a true muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang yang jadi pertanyaan apakah kita telah menjadi muslim yang sesungguhnya??</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan postingan ini berguna bagi yang membaca..</p>
<p style="text-align:justify;">sumber, khutbah jumat di Bayog Zamboanga del sur, philippine 6 november 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[20091023 : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend)]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/20091023-sifat-allah-al-wali-the-friend/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 13:39:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/20091023-sifat-allah-al-wali-the-friend/</guid>
<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْد]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ<br />
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ</p>
<p>RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH<br />
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
Tanggal  23 Oktober 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend)</p>
<p>Salah satu nama asifat Allah swt adalah Al Wali artinya “ teman” atau “sahabat”. Menurut Lughat Bahasa Arab Al Wali artinya Penolong, Penjaga dan Pemelihara sekalian makhluk dan semua benda ciptaan-Nya diseluruh alam raya. Juga artinya adalah teman yang sangat setia. Didalam surah Albaqarah ayat 258 Allah swt berfirman : </p>
<p>اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ‌ ؕ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِياءُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ‌ؕ اُولاَءِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ‌‌ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ</p>
<p>Artinya : Allah adalah sahabat orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir, sahabat mereka adalah syaitan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni Api neraka, mereka tinggal lama didalmnya. Sesungguhnya Allah swt adalah sahabat orang-orang beriman yang memiliki keimanan murni dan bersih dari kepalsuan dan martabat keimanan mereka selalu meningkat terus, sehingga mereka terkeluar dan terselamat dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang, yaitu mereka terselamat dari kelemahan-kelemahan phisikal maupun dari kelamahan spiritual mereka sehingga makin lama keimanan mereka semakin bertambah kuat. Disini Tuhan menyatakan bahwa Dia akan memberkati orang-orang beriman dengan kemajuan dan kejayaan phisikal maupun spiritual baik secara perorangan maupun secara kelompok Jema’at dan akan membebaskan mereka dari berbagai macam kesusahan. Pertolongan Tuhan seperti ini terhadap orang-orang beriman akan berlanjut terus namun untuk itu mempunyai syarat-syarat tertentu setelah mereka menyatakan beriman kepada Tuhan dan utusan-Nya. Orang-orang yang berusaha keras untuk meraih martabat seperti itu pasti Allah swt akan menjadi sahabat-Nya, sehingga tidak akan ada sebarang lawan atau kekuatan musuh diatas bumi ini yang mampu membinasakan mereka. </p>
<p>	Allah swt telah berfirman bahwa orang-orang beriman selalu menjalani kehidupan dengan berbagai macam kesulitan dan mereka dihadapkan kepada keadaan terpaksa harus menanggung kerugian jiwa raga atau nyawa, kehilangan harta benda maupun anak keturunan. Jika demikian bagaimana dapat diartikan bahwa Allah swt telah mengeluarkan orang-orang beriman dari kelemahan kepada kekuatan phisik. Tentu saja maksudnya bahwa diwaktu menghadapi kesulitan itu dengan penuh sabar akan diperoleh kemajuan spiritual atau kemajuan iman, bukan kemajuan secara phisik atau jasmani. Harus diingat bahwa apabila seorang telah memperoleh iman yang  kokoh kuat terahdap Allah swt dia tidak akan mendapatkan faedahnya itu hanya demi kepentingan pribadinya saja, melainkan demi kepentingan Jema’at secara umum dan kehilangan serta kerugiannya itu akan menjadi sumber bagi kemajuan Jema’at secara keseluruhan, terutama sekali yang menyangkut dengan pengurbanan jiwa demi mempertahankan iman. </p>
<p>	Pengurbanan-pengurbanan yang sangat besar yang dilakukan orang-orang Muslim pada masa permulaan Islam dimasa penganiayaan yang sangat zalim dan sangat biadab tidak menjadi sia-sia. Pada waktu itu jumlah orang-orang beriman sangat sedikit, namun mutu keimanan mereka sangat tinggi dan semakin meningkat dan kemajuan Jema’at orang-orang mukmin-pun semakin meningkat pula. Penganiayaan dan kezaliman terhadap orang-orang beriman tidak menghalangi orang-orang yang berjiwa bersih dan suci untuk menggabungkan diri dengan Jema’at orang-orang Islam pada waktu itu. Namun akhirnya kebengisan dan kekejaman mereka memaksa mereka untuk berhijrah dan membuka lembaran baru sejarah kemajuan bagi Jema’at orang-orang Isalam pada waktu itu. Mereka tumbuh berkembang dalam segi jumlah dan juga dalam segi harta kekayaan mereka, sampai akhirnya tiba sa’atnya seorang musuh yang sangat kejam dan ditakuti telah terbunuh oleh dua orang anak muda Muslim dari Madinah. </p>
<p>	Didalam sejarah perkembangan Jema’at Ahmadiyah masa-masa percobaan yang menegangkan dan ujian yang menyakitkan telah menjadi sumber kemajuan dan kejayaan bagi Jema’at dimanapun berada, baik bagi kemajuan phisikal maupun spiritual Jema’at. Jika kita tidak melewati masa-masa bencana yang malang yang ditimbulkan oleh sekelompok kecil lawan Jema’at pada tahun 1974, tidak akan terjadi sebagian para anggauta Jema’at hijrah meninggalkan negara Pakistan dan bertebaran keberbagai negara didunia. Diantara mereka banyak yang bekerja diperusahaan pertanian kecil, banyak yang melakukan bisnis secara kecil-kecilan, yang lainnya banyak yang melakukan pekerjaan secara kecil-kecilan pula. Sumber biaya yang cukup besar untuk pendidikan tidak ada, atau jika adapun keadaan dinegeri Pakistan pada waktu itu betul-betul tidak nyaman atau tidak condusive. Orang-orang muda Pakistan teman-teman mereka yang telah mendapat pendidikan lebih maju sekalipun dan telah mencapai titel doktor di Eropah belum mampu mendapatkan pendidkan yang setaraf. Mereka itu tidak mempunyai perhatian kearah itu atau mereka tidak mempunyai sumber biaya untuk itu. </p>
<p>	Para Ahmady yang telah melakukan hijrah keberbagai negara di Eropah harus selalu ingat bahwa mereka terpaksa meninggalkan tanah air demi Jema’at dan demi mempertahan iman mereka, Allah swt telah menganugerahkan banyak kemajuan yang melimpah kepada mereka dan jumlah anggauta Jema’at juga di Eropah telah jauh meningkat demikian juga keadaan keuangan Jema’at telah mendapat banyak peningkatan. Berkat kemajuan pendidikan akademi secara perorangan taraf pendidkan secara Jema’at juga telah memperoleh banyak peningkatan. Hal ini harus membuat setiap orang Ahmady lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan keimanan serta ketqwaan mereka jangan sampai mereka merasa takabbur dan sombong setelah meraih kemajuan dan kejayaan itu. </p>
<p>	Jadi Allah swt telah membuktikan sebagai Sahabat, sekarang terpulang kepada kita untuk membuktikan diri kita masing-masing sebagai hamba-hamab-Nya yang setia kepada-Nya. Kemajuan-kemajuan itu bukan saja telah diraih oleh mereka yang telah melakukan hijrah. Para Ahmady Pakistani yang telah kehilangan busnis-busnis mereka disebabkan banyak kezaliman dan kerusuhan yang dilakukan oleh pihak lawan telah juga diberkati Tuhan dengan kemajuan yang sangat menakjubkan. Inilah bukti bahwa Al Wali adalah Sahabat dan Teman serta Penolong. Allah swt telah menjadi Teman yang sejati dan setia kita Yang telah menganugerahkan banyak kemajuan kepada kita. Pada tahun 1984 ketika musuh-musuh Jema’at berusaha menghadang dan menyekat kita sehingga Khalifah Jema’at Ahmadiyah terpaksa meninggalkan Pakistan dan mengnugsi keluar negeri, siapa Yang telah menolong ? Tiada lain Sahabat yang sama dan Penolong itu juga, Zat Yang memiliki semua kekuatan dan kekuasaan diatas segala sesuatu. Allah swt telah menolong Hazrat Khalifartul Masih lV rh sedemikian rupa sehingga tidak ada kekuatan dunia yang mampu menolong beliau seperti itu. Jema’at Ahmadiyah telah meraih kemajuan yang sangat mengagumkan baik dari segi jumlah anggauta maupun dari segi kekuatan ruhani dan financial melalui tayangan MTA yang mengudara 24 jam setiap hari. Satu suara bimbingan dan nasihat bisa didengar secara serempak diseluruh dunia. Didalam ayat tersebut diatas disbutkan bahwa Allah swt berjanji untuk memberi kemajuan dan kejayaan phisikal kepada orang-orang beriman dan memberi ancaman kepada orang-orang yang tidak mau beriman akan dimasukkan kedalam kegelapan dan pada asasnya mereka itulah orang-orang yang menjadi sahabat-sahabat syetan. </p>
<p>	Pada zaman permulaan tatkala Rasulullah saw telah dilantik sebagai Utusan Tuhan masyarakat Mekkah diseru kepada petunjuk, pemimpin kaum Quraisy yang banyak berbuat baik menganggap diri mereka sangat bijaksana. Namun setelah mereka menolak kebenaran mereka telah ditipu oleh syaitan, akibatnya mereka tidak mampu lagi berbuat kebaikan seperti sebelumnya maka akibatnya mereka telah dibinasakan oleh Tuhan. Dan Abul Hikam (Bapak yang bijak) telah menjadi Abul Jahhal dan telah mati terhina dan sampai kiamat namanya akan dikenal sebagai Abul Jahhal dan sahabatnya tiada lain adalah syaitan. Bagaimanapun seorang sahabat bangsa Negro telah menjadi sahabat Tuhan disebabkan beliau telah beriman kepada Hazrat Rasulullah saw dan sampai kiamat nama beliau dikenal sebagai Sayidina Bilal. Seperti itu juga mereka yang menentang Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah dimasukkan kedalam kegelapan, namun mereka yang terkenal sebagai orang-orang yang sangat jahat dan perampok, mereka mendapat kemajuan spiritual setelah beriman kepada Hazrat Imam Zaman. Mereka yang menolak Nabi Allah telah tersandung kedalam kegelapan disebabkan mereka telah menolak cahaya kebenaran. Hati mereka dipenuhi syetan dengan rasa kebencian dan Allah swt telah menyatakan bahwa kesudahan mereka itu sangat buruk sekali. Mereka akan dibakar didalam api kecemburuan didunia ini. Menurut Lughat Bahasa Arab Waliullah artinya sahabat Allah swt yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan semangat kecintaan dan merendahkan diri. Seorang mukmin disebut waliullah. Didalam Surah Muhammad Allah swt berfirman : </p>
<p> ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ مَوْلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاَنَّ الْكٰفِرِيْنَ لَا مَوْلٰى لَهُمْ </p>
<p>Artinya : Yang demikian itu disebabkan Allah adalah Pelindung bagi orang-orang yang beriman, dan orang-orang kafir tidak mempunyai seorang pelindung-pun. (Muhammad : 12) Didalam ayat 8 sebalumnya Allah swt berfirman :</p>
<p>  يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوْا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ‏ </p>
<p>Artinya : Hai orang-orang yang beriman ! Jika kamu menolong perjuangan Allah, Dia pasti akan menolong kamu dan akan membuat langkah-mu teguh. Ayat ini menasihati orang-orang muslim yang akan datang sesudah Hazrat Rasulullah saw wafat, yaitu kewajiban orang-orang beriman untuk menolong Agama Allah swt dan dengan itu Allah swt akan menolong mereka sebagai pembalasannya. Khasnya dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s dimana pembaharuan iman kembali tengah diusahakan dengan giatnya, maka pada sa’at itu menjadi kewajiban mereka untuk menolong. Orang-orang yang menolak Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan menghadapi nasib buruk seperti yang telah dihadapi oleh para penentang Nabi-Nabi dizaman lampau. Hal ini harus menjadi bahan pemikiran yang sangat serious bagi orang-orang Muslim dizaman sekarang ini. Janji Tuhan untuk menolong orang-orang Mukmin tetap ada. Sekalipun telah menyatakan diri sebagai muslim banyak para columnist yang telah menurunkan banyak buah pena mereka didalam surat-surat khabar bahwa mereka merasakan hampanya iman mereka dan merasakan gejala menurunnya kemajuan mereka dibidang mtareial juga. Mereka telah menyadari didalam tulisan mereka bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan Allah swt. Namun masih tersedia waktu bagi mereka untuk menerima kebanran da’wa Imam Zaman yakni Hazrat Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. dan utnuk menerima ucapan salaam dari Hazrat Rasulullah saw dan jangan berkeras hati diatas pendirian bahwa pintu kenabian sudah tertutup. </p>
<p>	Mereka harus mempelajari perkataan dan pendapat-pendapat orang-orang suci Islam dimasa lampau dan jangan sekali-kali mengikuti pendapat mereka yang hanya menyatakan diri sebagai pemimpin Agama atau para Mullah. Hazrat Muhyiddin Ibnu Arraabi telah menjelaskan didalam kitab beliau bernama Futuhatul Makiyyah bahwa kenabian yang sudah tertutup setelah Rasulullah saw wafat adalah kenabian yang membawa syari’at baru, namun kenabian yang tertakluk sepenuhnya kepada Syari’at Islam boleh datang dimasa mendatang setelah Rasulullah saw. Beliau mengatakan bahwa kenabian belum mencapai masa penghabisan sepnuhnya. Menunjuk kepada hadis Laa Nabiyya ba’di (tidak ada nabi sesudah-ku) Hazrat Muhyiddin Ibnu Arrabi menulis bahwa maksud dan tujuan hadis ini sama denga hadis Rasulullah saw yang mengatakan bahwa :” Apabila Kaisar ini mati atau terbunuh tidak akan ada Kaisar lagi.” Hazrat Imam Sya’rani telah menulis didalam kitab Al Yawaqitu wal Jawahir dan telah menjelaskan maksud Laa nabiyya ba’di bahwa tidak akan ada lagi nabi yang membawa syari’at baru setelah-ku. Hazrat Mulla Ali Qari telah menulis didalam buku beliau bernama Madhu’aat Kabir tentang sabda Hazrat Rasulullah saw bahwa Jika anakku  Ibrahim (putra Rasulullah saw yang wafat diwaktu masih kanak-kanak) ini hidup ia pasti akan menjadi seorang Nabi, tidak bertentangan dengan keimanan tentang Khataman Nabiyyin, sebab Khataman Nabiyyin artinya setelah Nabi Muhammad saw seorang Nabi tidak boleh datang yang akan merubah Syari’at beliau saw dan yang datang bukan dari ummat beliau. Sesungguhnya Hazrat Aisyah r.a telah berkata sambil memperingatkan bahwa : “ Kalian boleh mengatakan bahwa Rasulullah saw adalah Khataman Nabiyyin namun jangan mengatakan bahwa setelah beliau tidak ada lagi Nabi” </p>
<p>	Jika manusia merenungkan firman-firman Allah swt didalam Alqur’an maka semua kutipan-kutipan yang telah disebutkan diatas akan menjadi sangat jelas sekali semuanya kepadanya. Bagaimana Allah swt akan menangguhkan pertolongan-Nya kepada orang yang telah menda’wakan diri bahwa dia telah menerima wahyu atau ilham dari pada-Nya, bahkan dia telah banyak menerima pertolongan yang melimpah dari pada-Nya? Tuhan telah menurunkan ilham kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa : “ Tuhan adalah Penolong-ku dan Pemelihara-ku.” (Tadzkirah hal. 479) Pada tahun 1883 Allah swt telah menurunkan ilham kepada beliau : “ Ingatlah ! Tidak ada rasa takut bagi sahabat-sahabat Allah, tidak pula mereka merasa sedih ! (Tadzkirah hal 128). Sampai sekarang kita menyaksikan bahwa Allah swt telah membuktikan firman-Nya bahwa Dia sungguh shabat Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang sangat setia. Pada tahun 1886 Allah swt menurunkan ilham kepada beliau yang artinya : “ Aku akan sampaikan tabligh engkau keseluruh penjuru dunia.”  Pada tahun 1886 Qadian belum memiliki sarana transportasi yang layak selain kereta kuda yang dipergunakan disana pada waktu itu. Dari Batala ke Qadian manusia harus menempuh perjalanan kaki. Namun dikampung itu Tuhan telah membuat suatu janji kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk mengembangkan tabligh beliau keseluruh pelosok dunia. Pada waktu itu tentu banyak manusia yang mentertawakan penda’waan beliau. Sekarang kita sudah betul-betul menyaksikan bahwa tabligh beliau telah melingkupi seluruh pelosok dunia.</p>
<p>Diantara para musuh Jema’at berkata sambil menantang bahwa jika kalian orang-orang Ahmady tengah menyampaikan tabligh kalian dengan MTA, bukanlah perkara besar dan yang aneh, kami juga mempunyai Web Site dan saluran TV untuk menandingi kalian. Namun yang patut dipikirkan oleh mereka lawan-lawan Jema’at adalah, apakah ada diantara mereka yang telah menda’wakan dikala sedikitpun belum ada gejala sarana-sarana yang cukup dan baik bahwa da’wah mereka akan disebarkan keseluruh pelosok dunia ? Atau, jangan melihat kebelakang seratus tahun, dalam beberapa tahun atau beberapa bulan yang lalu saja apakah diantara mereka ada yang menda’wakan sesuai dengan khabar dari Allah swt akan mnyampaikan tabligh mereka keseluruh pelosok dunia ? Jika ada mari tampil kemuka. Sungguh ! Tidak akan pernah ada yang berani tampil kepermukaan menjawab tantangan kami ini. Memang mudah sekali untuk membuat tuduhan dan kritikan. </p>
<p>Sebetulnya itulah suatu perasaan hasad atau rasa iri hati yang mendalam yang tidak bisa mereka kendalikan melihat kemajuan Jema’at ini. Melihat kemajuan Jema’at yang semakin menggema hati mereka semakin terbakar dengan kecemasan dan kegelisahan yang menjadi-jadi. Memang Allah swt telah menjelaskan sebelumnya bahwa mereka itu akan keluar dari cahaya amenuju kegelapan yang pekat. Apabila Allah swt melantik utusan-Nya kedunia musuh-musuh-nyapun  akan berdiri menentang-nya. Jika para penentang itu mempunyai akalpun mereka akan mati disebabkan akal mereka yang tidak berfungsi itu. Mereka bukan mendatangi cahaya yang bersinar terang namun sebaliknya mereka berkelana didalam kegelapan. Akhirnya mereka akan menjadi ashabun naar. Semoga Allah swt mengasihani mereka dan memberi akal sehat kepada mereka itu !</p>
<p>Pelindung kita adalah Tuhan dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah sahabat kita, Penolong kita dan Pelindung kita dalam setiap langkah selalu Dia memberkati kita dengan rahmat dan karunia-Nya. Semoga Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk melaksanakan hak-hak kewajiban terhadap-Nya agar kita selalu memperoleh barkat dan karunia dari pada-Nya, dan Dia telah menghgibur     kita dengan firman-Nya </p>
<p> فَاعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰكُمْ‌ؕ نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر </p>
<p>artinya  Ketahuilah sesungguhnya Allah adalah Pelindung kamu sekalian, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong !! (Al Anfal : 41)</p>
<p>Sesudah itu Huzur mengumumkan akan memimpin sembahyang empat orang  jenazah ghaib. Diantaranya seorang anggauta Khuddam di Quetta, Pakistan yang sangat aktif dan mukhlis dan sebagai Naib Qaid Khuddamul Ahmadiyyah telah diculik dan dibunuh atau disyahidkan didalam hutan pada tanggal 11 Oktober 2009 yang baru lalu. Sebelumnya dua orang paman beliau juga telah disyahidkan. Kakek beliau seorang sahabah besar Hazrat Masih Mau’ud a.s. </p>
<p>Alihbahasa oleh Hasan Basri.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[2001030 : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend) (Bagian ke 2) ]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-ringkasan-khutbah-jumat/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:50:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-ringkasan-khutbah-jumat/</guid>
<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْد]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ<br />
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ</p>
<p>RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH<br />
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.<br />
Tanggal  30 Oktober 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG : SIFAT ALLAH  AL WALI (The Friend)<br />
(Bagian ke 2)</p>
<p>Didalam khutbah ini Huzur melanjutkan pembahasan tentang sifat Allah swt Al Wali (Sahabat). Allah swt telah mengingatkan orang-orang beriman dan orang tidak beriman terutama para penyembah berhala didalam Alqur’an surah Al Ra’d ayat 12 sebagai berikut :</p>
<p>لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال</p>
<p>Artinya : Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. </p>
<p>Didalam ayat tersebut Allah swt telah menjelaskan empat macam perkara :<br />
a. Allah swt telah mengambil tanggung jawab sendiri untuk melindungi setiap orang.<br />
b. Dia memberi keputusan tentang suatu bangsa sesuai dengan prilaku mereka.<br />
c. Apabila Allah swt telah menganggap sesorang sudah patut dihukum, tidak ada kekuatan lain yang bisa mencegahnya.<br />
d. Dia sendiri adalah Penolong, Penjaga, Pelindung dan Sahabat yang paling benar dan setia. </p>
<p>	Hazrat Masih Mau’ud a.s. sambil menjelaskan maksud sesungguhnya pada permulaan ayat tersebut ini </p>
<p> لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ </p>
<p>Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya bersabda : “ Allah swt telah menetapkan para pengawal untuk menjaga hamba-hamba-Nya disetiap penjuru baik secara zahiri maupun secara ruhani. Yang paling utama Allah swt menetapkan para pengawal atau penjaga itu bagi para Utusan-Nya khasnya bagi Hazrat Rasulullah saw. Setelah kelahiran beliau kedunia, beliau telah menjadi wujud yang paling dikasihi dan disayangi oleh Allah swt sampai kepada masa akhir hayat beliau saw. Allah swt telah menyempurnakan semua perkara itu pada wujud beliau saw dengan sangat luar biasa sehingga tidak ada tara bandingannya. Situasi kehidupan beliau di Mekkah telah diketahui oleh semua, bagaimana Allah swt telah menolong dalam setiap langkah beliau dengan sangat luar biasa cemerlangnya. Surah Ar Ra’d tersebut diturunkan kepada beliau dalam suasana di Mekkah yang sangat mencekam disa’at usaha-usaha lawan yang memusuhi beliau sudah mencapai taraf yang paling membahayakan dan telah melampaui batas kemanusiaan. Kita juga mempunyai sebuah pemandangan zahiri dan bathini peristiwa Perang Badar yang sangat mengerikan dan luar biasa hebatnya dimana Allah swt sesuai dengan janji-Nya telah menurunkan pertolongan-Nya secara luar biasa kepada Hazrat Rasulullah saw, sehingga bagaimanapun kerasnya kehendak musuh untuk menghancurkan beliau beserta para sahabah beliau tidak berhasil. </p>
<p>	Amir Ibnu Tufail seorang tokoh dan pimpinan penyembah berhala datang kepada Hazrat Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau : “ Wahai Muhammad !!  Apabila saya menjadi muslim apakah saya bisa menjadi Khalifah pengganti engkau setelah engkau wafat ? Maka Rasulullah saw menjawab : “ Takhta Khilafat tidak akan pernah turun kepada seseorang yang memberi persyaratan demikian dan juga tidak akan turun kepada pengikutnya.” Mendengar demikian dia menjadi marah dan berkata : “Aku akan membawa lasykar berkuda yang sangat berpengalaman yang akan memberi pelajaran dan menghancurkan Muhammad (saw)” Na’uzubillah !! Nabi Muhammad saw bersabda : “ Tuhan tidak akan pernah memberi taufiq untuk berbuat demikian !” Maka ia beserta temannya pergi dari sana, dan Rasulullah saw-pun membiarkan mereka pergi. Diperjalanan temannya itu berkata : “ Mari kita kembali lagi ketempat Muhammad dan aku akan mengatur siasat, aku akan mengajak dia untuk berbicara dengan-ku, disa’at itu kamu hunuslah pedangmu dan seranglah lalu bunuhlah dia !” Dia menjawab : “ Cara begini sangat berbahaya. Jika aku berhasil membunuhnya maka sahabat-sahabatnya pasti akan mengejar-ku dan membunuh-ku!” Temannya yang sudah dirasuk syetan itu semakin menghasutnya dan berkata : “ Jangan takut kita akan memberi wang tebusan kepada mereka itu, setelah berhasil membunuh Muhammad !” Maka Amir Bin Tufail itu setuju dengan saran temannya itu dan kembali menuju Hazrat Rasulullah saw. Dan setibanya dihadapan Rasulullah saw teman Amir Bin Tufail itu mulailah bercakap-cakap dengan Rasulullah saw dan Amir Bin Tufailpun yang tengah berdiri dibelakang Rasulullah saw mulai menghunus pedangnya. Namun setelah ia berhasil menghunus pedangnya itu timbul didalam hatinya rasa takut yang menggetarkan hatinya dan tertegun sejenak sehingga tangannya tidak mampu mengayunkan pedangnya itu untuk membunuh Hazrat Rasulullah saw. Disa’at itu Hazrat Rasulullah saw berbalik kebelakang dan memandang Amir Bin Tufail yang sedang memegang pedang terhunus ditangannya. Dan Rasulullah saw faham apa yang dimaksud oleh Amir Bin Tufail itu dan mereka-pun berdua mundur dari sana, lalu pergi meninggalkan Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw pun membiarkan mereka berdua pergi dan sedikitpun tidak mengucapkan sebarang perkataan terhadap mereka berdua. Namun Allah swt Yang Maha Kuasa telah mnjatuhkan hukuman terhadap mereka berdua. Ditengah perjalanan turun hujan dan temannya itu telah disambar petir sehingga mati dan hancur binasa, sedangkan tentang Amir Bin Tufail dikatakan bahwa dia mati setelah diserang oleh penyakit bisul yang mengerikan. </p>
<p>        Banyak sekali peristiwa serupa yang telah terjadi terhadap diri Hazrat Rasulullah saw yang menunjukkan bahwa Allah swt betul-betul telah memberi perlindungan dan keselamatan yang khas sesuai dengan janji-Nya melalui para Malaikat-Nya terhadap wujud suci Rasulullah saw dari maksud-maksud jahat pihak lawan yang memusuhi Hazrat Rasulullah saw. Peristiwa-peristiwa demikian telah mewarnai seluruh masa kehidupan beliau saw sehingga nampak jelas sekali bahwa Allah swt melalui para Malaikat-Nya telah menjaga dan melindungi beliau saw. Janji Allah swt yang turun di Mekkah itu telah diperlihatkan kesempurnaannya untuk meyakinkan dan menenteramkan hati beliau ketika terjadi penyerangan dan pengepungan terhadap kota Madinah, dengan firman-Nya :      وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia.  Tentang itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Hazrat Rasulullah saw selamat dan terlindung dari usaha pembunuhan manusia merupakan sebuah mu’jizah yang sangat luar biasa besarnya, dan merupakan bukti nyata kebenaran Kitab Suci Alqur’an, sebab nubuwatan ini :      وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia tercantum didalam Kitab Suci Alqur’an dan nubuwatan ini tercantum didalam Kitab-kitab sebelumnya juga bahwa Nabi akhir zaman tidak akan dapat dibunuh oleh siapapun juga.” </p>
<p>	Huzur bersabda tentang ; mereka menjaganya atas perintah Allah artinya pertama, melalui para Malaikat Rasulullah saw selalu dijaga dan dilindungi dari kejahatan manusia dan keduanya Allah swt menanamkan semangat kecintaan yang mendalam didalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka setiap sa’at siap mengurbankan jiwa raga mereka untuk melindungi dan menjaga Rasulullah saw. Semangat kecintaan itu timbul didalam hati orang-orang mukmin setelah mereka beriman kepada Hazrat Rasulullah saw. Para sahabah menjaga dan melindungi Hazrat Rasulullah saw kerana Allah swt telah menamkan iman yang hakiki didalam hati mereka dan mereka lakukan hal itu semua semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Allah swt telah menyelenggarakan perlindungan seperti itu terhadap Rasulullah saw lebih dari pada terhadap Nabi atau Rasul yang lain. Akan tetapi salah satu arti dari pada itu adalah bahwa bisa juga perlindungan Tuhan itu berlaku terhadap siapapun, sebab Allah swt telah mengatur sistim penjagaan dan perlindungan bagi setiap orang atau setiap manusia. Misalnya walaupun tidak ada penyakit yang tengah menular, namun didalam udara terdapat berbagai jenis kuman atau bakteri yang bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan. Untuk itu Allah swt telah menaruh sistim penjagaan didalam tubuh setiap orang, yang mampu mencegah pengaruh buruk sebagian kuman atau bakteri yang terhirup dari udara melalui pernafasan manusia. Disamping itu Allah swt memberi perlindungan terhadap para wali-Nya atau para Utusan-Nya bahkan terhadap para pengikutnya yang khas melalui para penjaga yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri. </p>
<p>	 Pada zaman sekarang ini kita telah mengetahui merebaknya serangan wabah penyakit pes atau tha’un dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk membuktikan kebenaran da’wa beliau sebagai Utusan Tuhan. Dan hal itu telah membuktikan adanya perlindungan khas dari Allah swt terhadap para pengikut beliau a.s. dari serangan wabah penyakit berbahaya itu. Didalam Kitab Kisyti Nuh (Bahtera Nuh) Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada Pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada rintangan samawi, maka kamilah yang pertama-tama diantara semua warga negara yang akan meminta disuntik untuk mencegah bahaya penyakit pes itu. Rintangan samawi itu adalah, Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan suatu Tanda kasih sayang dari langit kepada umat manusia yang telah beriman kepada Utusan-Nya dizaman ini, mereka akan dilindungi dari bahaya wabah pes atau tha’un itu. Dunia luas telah menyaksikan bahwa walaupun telah merebaknya wabah pes atau tha’un itu selama enam tahun dinegeri India pada waktu itu, dengan karunia Allah swt tidak ada seorang Ahmady-pun yang terkena serangan wabah pes tersebut.” </p>
<p>Hanya semata-mata adanya perlindungan Allah swt manusia bisa terselamat dari setiap tragedi yang berbahaya dari kehilangan nyawa, harta dan anak-anak atau kehormatan. Jika tidak manusia akan kehilangan akal dan ingatan atau perasaan setelah ditimpa berbagai macam kerugian dan kehilangan yang mengerikan. Hal itu juga merupakan salah satu cara Allah swt untuk memberi perlindungan kepada manusia. Banyak manusia yang tidak mampu atau tidak bijak menyikapi akibat kehilangan atau kerugian disebabkan suatu musibah itu sehingga mengakibatkan penderitaan yang sangat keras. Akhirnya banyak diantara mereka yang kehilangan iman dan keyakinan terhadap Allah sawt. Hal itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menyikapi dengan rasa syukur atas ni’mat Allah swt, jika tidak ada rahmat dan karunia-Nya kehidupan kita tidak mungkin bisa berlanjut. Orang-orang mukmnin apabila menghadapi suatu musibah akan selalu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un !! Kita semua dan apapun yang kita miliki semuanya kepunyaan Allah dan kita semua akan kembali kepada-Nya !! (Al Baqarah : 157) sebagai natijahnya mereka mendapat barkat dari Allah swt dan mereka mendapat perlindungan Allah swt dari akibat buruk musibah atau kesusahan serta kesulitan yang mereka hadapi itu. </p>
<p>Sesuai dengan peraturan alam semua manusia berada  dibawah  perlindungan  Allah swt secara umum, baik yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak beriman. Didalam hal ini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang tidak beriman bahwa, jika mereka terus berlanjut didalam perbuatan kejahatan mereka Allah swt tidak akan memberi perlindungan-Nya lagi terhadap mereka sehingga mereka akan menghadapi kehancuran yang sangat parah. Sebagaimana firman-Nya didalam surah  Ar Ra’d ayat 12 berikut ini : </p>
<p>اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ</p>
<p>Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.<br />
 Hal ini membuktikan bahwa Allah swt tidak merubah cara memberi pertolongan kepada orang-orang beriman dan soleh dan mereka terus menerima banyak berkat dan rahmat dari pada-Nya. Selama mereka menjadi orang-orang yang baik dan saleh secara perorangan maupun secara keseluruhan dan memenuhi kewajiban terhadap hak-hak Allah swt dan terhadap hak-hak hamba-hamba-Nya maka mereka akan terus menerima banyak berkat dari Allah swt didalam kehidupan mereka. Berkat-berkat dan nikmat Allah swt tidak diturunkan lagi apabila manusia bukan menjadikan Tuhan sebagai wali atau sahabat mereka melainkan mengambil syaitan menjadi wali atau sahabat mereka. Kebaikan mereka lambat-laun akan hilang dan mulailah mereka melakukan kezaliman terhadap manusia. Akibatnya mereka banyak melakukan perbuatan dosa dan perbuatan jahat, merampas dan menjarah harta orang. Sebagai penguasa dipemerintahan mereka mulai melakukan suap-menyuap, melakukan korupsi dan penggelapan harta milik negara dan melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan keadilan. Merampas hak-hak orang lain sudah menjadi adat kebiasaan sehingga akhirnya mereka berani membunuh orang atas nama agama. Pada waktu itu Allah swt tidak lagi menjaga dan melindungi mereka sehingga mereka kehilangan berkat-berkat dan nikmat serta karunia dari Allah swt sepanjang kehidupan mereka. </p>
<p>	Maksud dari sebagian ayat tersebut bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak memperlakukan orang-orang berbuat jahat sebagaimana mestinya, melainkan Allah swt tidak merobah perlakuan-Nya terhadap orang-orang suci dan soleh kecuali mereka sendiri telah mulai melakukan perbuatan-perbuatan buruk sehingga mereka tidak menerima lagi anugerah nikmat, karunia dan berkat-berkat dari Allah swt. Didalam sejarah agama nampak jelas sebagai saksi kepada kita dan Alqur’anpun telah menjelaskannya dihadapan kita bahwa apabila keburukan-keburukan mulai banyak timbul kepermukaan dan kebaikan-kebaikan mulai menghilang dari permukaan bumi maka perlindungan dan pemeliharaan Allah swt-pun menghilang pula. Dimanapun tidak tertulis sebuah jaminan bahwa dengan mengucapkan dua kalimah syahadat oran-orang beriman akan mendapat perlindungan istimewa untuk selamanya dari Allah swt. Untuk mendapatkan perlindungan khas dari Allah swt sesudah beriman, manusia harus melakukan amal-amal soleh sesuai ajaran Agama Islam. Hal ini harus menjadi sumber pemikiran bagi orang-orang muslim dizaman ini terutama mereka yang tinggal dinegara-negara dimana penganiayaan terhadap sesama orang muslim dan terhadap minoritas non muslim tengah berlangsung bahkan semakin meningkat. Perkara berikutnya didalam ayat tersebut diatas harus direnungkan khasnya oleh orang-orang Islam dinegara Pakistan bahkan mereka harus memohon ampun kepada Allah swt yaitu : </p>
<p>وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال</p>
<p>Artinya : Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Apa yang diperlukan oleh mereka adalah mengadakan perbaikan pada diri mereka sebelum keputusan akhir Tuhan turun kepada mereka. Jika memang penduduk negeri Pakistan sungguh-sungguh mempunyai pengertian kepada hal tersebut. </p>
<p>	Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa kewajiban orang-orang yang betul-betul menghendaki bebas atau terlepas dari kesusahan dan kemalangan adalah mereka harus mengadakan perobahan yang baik dalam diri mereka. Apabila perobahan dimaksud sudah tercapai maka barkat-barkat  dan nikmat serta karunia Allah swt akan segera turun kepada mereka sesuai dengan janji-janji-Nya.</p>
<p>	Huzur bersabda bahwa sangat perlu sekali bagi mereka itu untuk merenungkan dengan penuh perhatian terhadap masalah ini terutama untuk memohon ampunan dari Allah swt dan setiap orang Ahmady harus berusaha untuk memberi penerangan dan pengertian tentang itu terhadap orang-orang Muslim disekitar lingkungan tempat tinggal mereka. </p>
<p>	Diakhir Ayat tersebut difirmankan :   وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال<br />
Artinya : dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Jadi jika tidak ada wujud lain kecuali Allah sebagai Penolong, Yang bisa melindungi kita semua dari setiap gangguan dan serangan Syaitan, maka kita harus mencari Dia dan harus menjadikan-Nya sebagai sahabat atau teman. Dan jika sekalipun umat Islam disana setiap hari menunaikan salat lima waktu dengan patuh, melakukan ibadah puasa dibulan Ramdhan dan puluhan ribu orang setiap tahun menunaikan ibadah Haji, namun tidak menimbulkan sebarang kebaikan bahkan timbul kemunduran dan kehancuran secara nasional, tentu terdapat kekurangan didalam cara menunaikan ibadah mereka terhadap Allah swt. Semoga ummat Islam di Pakistan memahami keadaan sebenarnya yang tengah berlaku disana dan semoga hati mereka runduk sepenuhnya terhadap Allah swt.<br />
	Allah swt telah menguraikan masalah tersebut didalam surah Al Anfal ayat 54 sebagai berikut : </p>
<p>ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ‏</p>
<p>Artinya : Yang demikian itu adalah karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Allah swt tidak pernah merampas kembali anugerh nikmat-Nya yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, melainkan manusia sendiri yang mensia-siakan anugerah nikmat-Nya itu dengan melakukan keburukan sehingga menjadikan dirinya bernasib buruk dan malang. Alqur’an tidak semata-mata hanya menceritakan perkara-perkara yang telah berlalu, melainkan menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi orang-orang beriman dimasa sekarang dan mereka harus selalu waspada dan selalu menghargai dan mensyukuri nikmat-nikmat luar biasa yang telah mereka terima dari Allah swt. Allah swt berfirman …<br />
وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِىْ telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas-mu … nikmat ini dan berkat ini telah dianugerahkan kepada kita dalam bentuk Kitab Suci Alqur’an dan kita telah diperintah untuk mengamalkan ajaran-ajarannya didalam peri kehidupan kita sehari-hari. Apabila kita ikuti semua perintah-Nya ini maka kita sendiri akan menjadi orang-orang yang soleh dan sesuai firman-Nya Dia akan menjadi Penolong kita dan Dia akan menjelma sebagai Maula atau Pelindung kita. </p>
<p>	Apakah orang-orang Muslim diseluruh dunia belum juga menyadari mengapa mereka luput dari berkat-berkat firman Tuhan yang artinya : Kamu adalah ummat terbaik dibangkitkan demi kebaikan umat manusia..?? Ummat yang telah diciptakan demi faedah manusia itu, mengapa mereka luput dari nikmat-nikmat dan karunia Allah swt ? Sebab mereka sedang saling bunuh-membunuh satu dengan yang lain. Beberapa hari yang lalu telah terjadi letupan bomb di kota Peshawar yang dikendalikan dari jauh dengan remote control. Lalu terjadi lagi bomb bunuh diri yang disusul dengan pembunuhan terhadap orang-orang Ahmady dan yang lainnya juga atas nama agama. Macam kebaikan apakah yang mereka lakukan ini ?  Perkara demikian sangat perlu untuk dipikirkan oleh mereka dan mereka harus merubah pola pikir mereka untuk mengubah sikap kearah kebaikan. Jika tidak, apabila taqdir Tuhan sudah mulai bergerak untuk menghukum mereka, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya atau mencegahnya lagi. </p>
<p>	Perbuatan baik orang lain juga harus bisa diambil contoh dan harus menjadi contoh bagi mereka. Orang-orang Ahmady juga harus mengadakan pemeriksaan dan penilaian terhadap diri masing-masing jika sesungguhnya mereka ada dipihak yang benar. Mereka harus selalu mengawasi perilaku orang-orang itu terutama yang tinggal disekitar lingkungan masing-masing. Mereka harus selalu mensyukuri karunia Allah swt yang telah turun  kepada mereka. Jika hal itu tetap dipertahankan maka Allah swt akan selalu menjadi Penolong dan Pelindung kita semua sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan tidak akan ada yang bisa mengganggu dan menghancurkan Jema’at kita. Oleh sebab itu Allah swt berfirman : </p>
<p>ۚ فَاَقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوْا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِؕ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ‌ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر</p>
<p>Artinya : … Maka dirikanlah salat dan bayarlah zakat dan berpeganglah dengan teguh kepada Allah. Dialah Pemelihara-mu. Maka Dialah sebaik-baik Pemelihara dan sebaik-baik Penolong (Al Hajj : 79) Ini merupakan kewajiban bagi semua orang-oran beriman untuk menunaikan salat karena melalui ibadah salat itu setiap orang bisa berobah menjadi orang yang baik dan saleh. Harta orang-orang beriman bisa menjadi suci bersih dengan membelanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah dan berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Allah swt. Dan hal itu bisa memperteguh tauhid dan keyakinan terhadap Allah Yang Maha Tunggal sebagai Penolong dan Pelindung yang sejati.<br />
	Didalam surah Al Maidah ayat 56-57 Allah swt berfirman sebagai berikut : </p>
<p>اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ‏&#8211; وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْن </p>
<p>Artinya : Sesungguhnya penolong-penolong-mu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang dawam mendirikan salat dan membayar zakat dan mereka ta’at kepada Allah – Dan barangsiapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan mereka yang beriman sebagai penolong, maka sesungguhnya Jema’at Allah pasti menang. Disini “ beribadahlah hanya kepada Allah” berarti bahwa orang yang sungguh-sungguh dan secara sempurna beriman kepada Allah dan keimanannya benar-benar suci dari setiap jenis pelanggaran. Mereka itulah kumpulan orang-orang yang akan memperoleh kemenangan dan kejayaan dan mereka itulah sahabat-sahabat Tuhan dan Tuhan  adalah Sahabat mereka. </p>
<p>	Didalam sebuah Hadis Qudsi Allah swt berrfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw “ Barang siapa yang menjadi musuh terhadap sahabat-Ku maka Aku akan nyatakan perang kepadanya. Aku ingin hamba-Ku mendekat kepada-Ku melalui apa yang telah diwajibkan kepadanya. Hamba-Ku yang selalu mendekatkan dirinya kepada-Ku melalui nawafil sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi matanya dengan mana ia biasa melihat, Aku menjadi tangannya dengan apa ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan apa ia berjalan. Jika ia memohon sesuatu dari pada-Ku, pasti Aku mengabulkannya. Jika ia memohon perlindungan-Ku pasti Aku beri perlindungan kepadanya. Aku tidak mempunyai keraguan sedikitpun tentang hamba-Ku mecuali ketika Aku akan mencabut nyawa seorang mukmin. Ia tidak suka kematian dan Aku juga tidak suka memberi kesulitan terhadap hamba-Ku” Demikianlah perhatian dan perlindungan Tuhan terhadap hamba-Nya yang beriman.  Jika manusia mengamalkan setiap perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan maka Tuhan akan menjadi Maula-nya (Pelindngnya). Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua untuk menjadi orang-orang soleh yang selalu mendekatkan diri kepada Maula kita yang sejati sehingga kita sentiasa menerima pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin !!!</p>
<p>Alih Bahasa : Hasan Basri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sifat Tuhan Al Wali (The Friend)]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-wali-the-friend/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:18:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-wali-the-friend/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 23 rd , 2009 Oktober 23 rd, 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Among the Divine attributes, one is Al Wali (The Friend).  According to lexicon it means, a helper, a Being that takes care of all matters of the entire universe and all creation. Di antara sifat-sifat Ilahi, salah satu adalah Al Wali (The Friend). Menurut kosa kata itu berarti, seorang penolong, sebuah Menjadi yang menangani semua hal dari seluruh alam semesta dan semua ciptaan. It also connotes a friend who is compliant. Ini juga mengandung arti teman yang sudah memenuhi persyaratan. It is stated in Surah Al Baqarah &#8216;Allah is the friend of those who believe…&#8217; God is the Helper of believers and fulfils their needs, guides them and establishes their reasoning and proofs. Hal ini dinyatakan dalam Surah Al Baqarah &#8216;Allah adalah teman dari orang-orang yang beriman &#8230; &#8220;Allah adalah Penolong kaum beriman dan memenuhi kebutuhan mereka, membimbing mereka dan membentuk penalaran mereka dan bukti-bukti. The complete verse is thus: &#8216;Allah is the friend of those who believe: He brings them out of every kind of darkness into light. Ayat lengkap demikian: &#8220;Allah adalah teman dari orang-orang yang beriman: Dia membawa mereka keluar dari segala macam kegelapan menjadi cahaya. And those who disbelieve, their friends are the transgressors who bring them out of light into every kind of darkness. Dan orang-orang yang kafir, teman-teman mereka yang melampaui batas yang membawa mereka keluar dari cahaya ke setiap jenis kegelapan. These are the inmates of the Fire; therein shall they abide.&#8217; (2:258) . Ini adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. &#8216;(2:258). Truth is that God is the Friend of those who believe whose belief is free from worldly contamination and continues to traverse stages of development. Kebenaran adalah bahwa Allah adalah teman dari orang-orang yang beriman keyakinan yang bebas dari kontaminasi duniawi dan terus untuk melewati tahap-tahap perkembangan. It takes them out of darkness and into light; ie out of spiritual and physical weak points towards advancement and strength. Ini membawa mereka keluar dari kegelapan dan menjadi cahaya; yaitu keluar dari rohani dan kelemahan fisik terhadap kemajuan dan kekuatan. God thus declares here that He will bless those who believe, with spiritual and physical success on an individual as well as communal level and will release them from troubles. Dengan demikian Allah menyatakan disini bahwa Ia akan memberkati orang-orang yang beriman, dengan kesuksesan spiritual dan fisik pada individu maupun tingkat komunal dan akan melepaskan mereka dari masalah. This is conditional to continual spiritual advancement after the initial belief. Ini merupakan sesuatu yang kondisional untuk terus-menerus kemajuan spiritual setelah keyakinan awal. Those who seek this through abiding by God&#8217;s commandments, God truly becomes their Friend and no opposition, no force on this earth can destroy them. Mereka yang mencari ini melalui mematuhi perintah-perintah Allah, Tuhan benar-benar menjadi teman mereka dan tidak ada oposisi, tidak ada kekuatan di dunia ini dapat menghancurkan mereka.</p>
<p>God states that a believer does go through difficulties and has to endure loss of life, property and children. Allah menyatakan bahwa seorang mukmin tidak pergi melalui kesulitan dan harus menanggung hilangnya nyawa, harta benda dan anak-anak. How could it then signify that God takes believers out of physical weak points? Bagaimana mungkin hal itu kemudian menandakan bahwa Tuhan membutuhkan orang-orang percaya keluar dari titik-titik lemah fisik? Of course one may say that there could be spiritual advancement during difficulty, but not physical. Tentu saja orang bisa mengatakan bahwa mungkin ada kemajuan rohani selama kesulitan, tetapi tidak fisik. It should be remembered that when a believer has firm faith in God he/she does not just have personal benefit in view. Harus diingat bahwa ketika seorang mukmin memiliki iman yang teguh kepada Allah dia tidak hanya mempunyai keuntungan pribadi dalam pandangan. Rather he/she keeps a communal perspective and the personal loss can be a source of communal advancement, especially if it is in the cause of faith. Melainkan ia / dia punya perspektif komunal dan kerugian pribadi dapat menjadi sumber kemajuan komunal, terutama jika berada dalam penyebab iman. In the days of early Islam the colossal sacrifices of Muslims made in the face of relentless persecution most certainly did not go to waste. Pada masa awal Islam pengorbanan kolosal umat Islam dibuat dalam menghadapi penganiayaan terus-menerus pasti tidak pergi ke limbah. Muslims were very few in number yet their sacrifices increased them in faith and communal advancement. Islam sangat sedikit jumlahnya meningkat namun pengorbanan mereka mereka dalam iman dan komunal kemajuan. The persecution did not stop other pious-souls to come into the fold of Islam. Penganiayaan itu tidak berhenti-jiwa saleh lainnya untuk masuk ke dalam bingkai Islam. Then, the cruelty forced them to migrate and this opened further doors of advancement. Kemudian, kekejaman memaksa mereka untuk bermigrasi dan ini membuka pintu lebih lanjut kemajuan. They grew in numbers as well as financially until the time came when the once-fierce enemy was subjugated by the Muslims. Mereka tumbuh dalam jumlah maupun finansial sampai waktunya tiba ketika sekali-musuh sengit ditundukkan oleh kaum Muslim.</p>
<p>In the history of the Ahmadiyya Community each adverse chapter and phase of trial has also been a source of spiritual as well as material and physical progress. Dalam sejarah Ahmadiyah yang merugikan Masyarakat masing-masing bab dan tahap persidangan juga telah menjadi sumber spiritual maupun material dan kemajuan fisik. Had we not faced the tribulation of 1974, a section of the Community that left Pakistan and spread all over the world would not have done so. Seandainya kita tidak menghadapi penderitaan tahun 1974, bagian dari Komunitas yang meninggalkan Pakistan dan tersebar di seluruh dunia tidak akan melakukannya. Among those who emigrated some worked on small agricultural holdings, some had small businesses, others held minor jobs. Di antara orang-orang yang berhijrah beberapa bekerja di pertanian kecil kepemilikan, beberapa memiliki usaha kecil, lain menahan pekerjaan kecil. Great resources for the education of children were not there or if the resources were there, the environment was not conducive. Besar sumber daya untuk pendidikan anak-anak tidak ada di sana atau jika sumber daya yang ada di sana, lingkungan tidak kondusif. The Pakistani counterparts of the young people who have attained further education and doctorates in Europe have not been able to attain similar education. Pakistan mitra dari orang-orang muda yang telah mencapai pendidikan lebih lanjut dan doktor di Eropa belum mampu mencapai pendidikan serupa. They were either not inclined or they did not have the resources. Mereka cenderung tidak baik atau mereka tidak memiliki sumber daya. The Ahmadis who have emigrated to the West should always remember that as they had to leave their homeland because of their faith, God has granted them prosperity and the Community has also grown in numbers as well as financially. Para Ahmadi yang telah beremigrasi ke Barat harus selalu ingat bahwa ketika mereka harus meninggalkan tanah air mereka karena iman mereka, Allah telah memberi mereka kemakmuran dan Masyarakat juga tumbuh dalam jumlah maupun finansial. With the individual academic achievements the communal level of education has also risen. Dengan prestasi akademik individu tingkat komunal pendidikan juga meningkat. This should take each Ahmadi closer to God and enhance them in faith rather than get embroiled in arrogance or conceit. Ini akan membawa setiap Ahmadi lebih dekat kepada Tuhan dan meningkatkan iman mereka daripada mendapatkan terlibat dalam keangkuhan atau kesombongan. God has proved to be The Friend, it is up to us now to prove ourselves to also be His true servants. Allah telah terbukti untuk menjadi The Friend, terserah kepada kita sekarang untuk membuktikan diri kita untuk juga menjadi hamba-hamba-Nya yang sejati. This progress did not only fall into the lot of those who emigrated. Kemajuan ini tidak hanya jatuh ke dalam banyak orang-orang yang beremigrasi. The Pakistani Ahmadis whose businesses were ruined because of the troubles were also blessed with prosperity. Ahmadi Pakistan yang bisnisnya hancur karena masalah itu juga diberkati dengan kemakmuran. Al Wali is a Friend and a Helper. Al Wali adalah Teman dan Penolong. God has been a real Friend and has bestowed us with success. Allah telah nyata dan telah menganugerahkan Teman kita dengan sukses.</p>
<p>When our enemies tried to restrict us in 1984 and the Khalifa of the time had to migrate from Pakistan, who was it that helped? Ketika musuh-musuh kita mencoba untuk membatasi kita pada tahun 1984 dan pada masa Khalifa harus bermigrasi dari Pakistan, siapa yang membantu? The very same Friend and Helper, the Being Who has power over everything. Teman yang sama dan Penolong, yang Menjadi Siapa yang berkuasa atas segala sesuatu. God helped Hadhrat Khalifatul Masih IV (may Allah have mercy on him) in a way that no worldly friend could. Allah menolong Hadhrat Khalifatul Masih IV (semoga Allah kasihanilah dia) dengan cara yang tidak ada teman duniawi bisa. The Community progressed amazingly in numbers and spiritually through the medium of MTA. Komunitas kemajuan luar biasa dalam jumlah dan rohani melalui media MTA. One voice of guidance could be heard simultaneously throughout the world. Salah satu panduan suara bisa didengar secara serentak di seluruh dunia. The aforementioned verse indicates promise of physical progress to those who believe and those who do not believe are indicated to move towards darkness, thus relating in principle that they are Satan&#8217;s associates. Ayat tersebut menunjukkan kemajuan fisik janji untuk orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak percaya akan ditandai untuk bergerak ke arah kegelapan, sehingga berkaitan pada prinsipnya bahwa mereka adalah rekan setan.</p>
<p>At the time the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) made his claim of prophethood and called people of Makkah towards guidance, the leaders of the Quraish tribe were deemed sagacious who did some good deeds. Pada waktu Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) membuat klaim kenabian dan memanggil orang-orang dari Mekah menuju bimbingan, para pemimpin suku Quraisy dianggap cerdas yang melakukan perbuatan baik. However, in their rejection of the Truth, they were deceived by the Satan and as a result were also deprived from doing the good deeds that they did and were eventually destroyed. Namun, dalam penolakan mereka terhadap kebenaran, mereka ditipu oleh setan dan sebagai hasilnya juga dicabut dari melakukan perbuatan baik yang mereka lakukan dan akhirnya dihancurkan. Abul Hakam became Abul Jahl and was disgraced and now till the end of time will be known as Abul Jahl and his friend was none other than Satan. Abul Abul Hakam menjadi Jahal dan dipermalukan dan sekarang sampai akhir zaman akan dikenal sebagai Abul Jahal dan temannya itu tak lain dari setan. However, the negro slave, Bilal became a friend of God due to the light of belief and now till the end of time will be known as Syeddna Bilal. Namun, negro budak, Bilal menjadi sahabat Allah karena cahaya keyakinan dan sekarang sampai akhir zaman akan dikenal sebagai Syeddna Bilal. Similarly those who rejected the Promised Messiah (on whom be peace) were taken over by darkness whereas those previously ignorant, most notorious and corrupt, in accordance to God&#8217;s promise, traversed in spiritually after accepting him. Demikian pula orang-orang yang menolak Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) diambil alih oleh kegelapan, sedangkan orang yang sebelumnya bodoh, yang paling terkenal dan korup, sesuai dengan janji Allah, melintasi dalam rohani setelah menerima dia. Those who reject Prophets of God tumble down in darkness because of their rejection and Satan fills them with rancour and malice and God declares that their end is very bad.  They will burn in the fire of jealousy in this world. Mereka yang menolak Nabi-nabi Allah jatuh terurai dalam kegelapan karena penolakan mereka dan setan mengisi mereka dengan dendam dan kebencian dan Allah menyatakan bahwa akhir mereka sangat buruk. Mereka akan terbakar dalam api cemburu di dunia ini.</p>
<p>According to lexicon waliullah is one who is a friend of God, that is, in His complete subservience. Menurut leksikon waliullah adalah orang yang adalah sahabat Allah, yaitu, di dalam sikap tunduk lengkap. A believer is termed as waliullah but not molaAllah. Seorang mukmin disebut sebagai waliullah, tetapi tidak molaAllah. God states in Surah Muhammad &#8216;That is because Allah is the Protector of those who believe, and as for the disbelievers, there is no protector for them.&#8217; (47:12) . Allah menyatakan dalam Surah Muhammad &#8220;Itu adalah karena Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman, dan sebagai bagi orang-orang kafir, tidak ada pelindung bagi mereka.&#8221; (47:12). In a verse before this God states, &#8216;O ye who believe! Dalam ayat sebelumnya Allah menyatakan, &#8216;Hai kalian yang percaya! if you help the cause of Allah, He will help you and will make your steps firm.&#8217; (47:8) This verse counsels the Muslims to come after the time of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) that it is obligatory on them to help the religion of God and this alone will give them God&#8217;s help in return. jika Anda membantu demi Allah, Dia akan menolong Anda dan akan membuat langkah-langkah tegas. &#8216;(47:8) Ayat ini nasihat umat Islam untuk datang setelah masa Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) yang itu merupakan kewajiban bagi mereka untuk membantu agama Allah dan ini sendiri akan memberi mereka pertolongan Allah sebagai balasannya. In particular during the time of the Promised Messiah (on whom be peace), when revival of faith was to take place, it is their absolute obligation to help. Secara khusus pada masa Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian), ketika kebangkitan iman itu terjadi, itu adalah kewajiban mutlak mereka untuk membantu. Those who do not believe [the Promised Messiah] will meet a similar faith as those who rejected the earlier Prophets. Mereka yang tidak percaya [yang Dijanjikan Mesias] akan bertemu dengan iman yang sama seperti mereka yang menolak nabi-nabi sebelumnya. This is serious food for thought for the Muslims. Ini adalah bahan pemikiran serius bagi umat Islam. God&#8217;s promise of help and succour stands. Janji Allah bantuan dan memberi pertolongan berdiri. In spite of being called Muslim many correspondents fill column inches writing that they are suffering from a lack of faith and are also going through a decline in the material sense. Meskipun disebut muslim banyak mengisi kolom inci koresponden menulis bahwa mereka sedang menderita dari kurangnya iman dan juga sedang mengalami penurunan dalam arti materiil. They acknowledge that somewhere along the line they have displeased God. Mereka mengakui bahwa di suatu tempat di sepanjang garis mereka senang Allah. There is still time for them to accept the Imam of the age, take the salutation of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) to him and not lose out on the obduracy that the door to prophethood has closed. Masih ada waktu bagi mereka untuk menerima Imam zaman, mengambil salam dari Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan dia tidak kehilangan di atas sifat keras kepala bahwa pintu kenabian telah tertutup.</p>
<p>They should study the sayings of holy men of Islam of the past and not follow the so-called religious leaders. Mereka harus mempelajari perkataan-perkataan orang-orang suci Islam masa lalu dan tidak mengikuti apa yang disebut sebagai pemimpin agama. In his book, &#8216;Futûhât al-Makkiyya&#8217; , Hadhrat Muhiyudin ibn Arabi said that the prophethood that was finalized on the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was law-bearing prophethood, however a prophet, who is in complete subordination of the Shariah (religious law) of Islam, can come in the future.  He said that prophethood had not completely ceased to be. Dalam bukunya, &#8216;Futuhat al-Makkiyya&#8217;, Hadhrat Ibnu Arabi Muhiyudin mengatakan bahwa kenabian yang diselesaikan pada Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah hukum-bantalan kenabian, tetapi seorang nabi, yang berada di lengkap subordinasi Syari&#8217;ah (hukum agama) Islam, dapat datang di masa depan. Dia mengatakan bahwa kenabian belum sepenuhnya berhenti menjadi. With reference to the Hadith of &#8216;la nabi ba&#8217;adi&#8217; (there is no prophet after me) Hadhrat Muhiyudin ibn Arabi wrote that the connotation of this Hadith is exactly the same as the connotation of the saying of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) &#8216;when this Kaiser will be killed there will be no other Kaiser&#8217;. Dengan mengacu pada Hadis dari &#8216;la nabi ba&#8217;adi&#8217; (tidak ada Nabi setelah saya) Hadhrat Muhiyudin ibn &#8216;Arabi menulis bahwa konotasi dari hadis ini adalah persis sama dengan konotasi dari perkataan Nabi Suci (damai dan berkat Allah ada di dia) &#8216;ketika Kaiser ini akan dibunuh tidak akan ada Kaiser lain&#8217;. Hadhrat Imam Sherani wrote in &#8216;Al Yawaqeet wal Jowahar&#8217; that the Hadith of &#8216;la nabi ba&#8217;adi&#8217; signifies that there will be no law-bearing prophet after me. Hadhrat Imam Sherani menulis dalam &#8216;Al Yawaqeet wal Jowahar&#8217; bahwa hadis dari &#8216;la nabi ba&#8217;adi &#8220;menandakan bahwa tidak akan ada hukum-bantalan nabi setelah aku.  Hadhrat Mullah Ali Qari wrote in his book &#8216;Mauzuat Kabir&#8217; that the Holy Prophet&#8217;s (peace and blessings of Allah be on him) saying that had Ibrahim (the Holy Prophet&#8217;s infant son) survived, he would have been a prophet is not contrary to the belief of Khatamun Nabiyeen (finality of prophethood) because the term Khatamun Nabiyeen signifies that after the Prophet no such prophet can come who will abrogate his Shariah and who is not from his ummah.  Indeed Hadhrat A&#8217;ishah (may Allah be pleased with her) said that you may say that the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) is Khatamun Nabiyeen but do not say that there will be no prophet after him. Hadhrat Mullah Ali Qari menulis dalam bukunya &#8216;Mauzuat Kabir&#8217; bahwa Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) mengatakan bahwa Ibrahim itu (Nabi Suci putranya yang masih bayi) selamat, ia akan menjadi seorang nabi tidak bertentangan dengan kepercayaan Khatamun Nabiyeen (finalitas kenabian) karena istilah Khatamun Nabiyeen menandakan bahwa setelah Nabi tidak ada seperti itu dapat datang nabi yang akan membatalkan syariat-Nya dan siapa yang bukan dari ummat. Memang Hadhrat Aisyah (ra dengan dia) mengatakan bahwa Anda mungkin mengatakan bahwa Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) adalah Khatamun Nabiyeen tetapi tidak mengatakan bahwa tidak akan ada nabi setelah dia.</p>
<p>If people reflected on the verses of the Holy Qur&#8217;an and these references everything would come to light. Jika orang tercermin pada ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan referensi ini semuanya akan datang kepada cahaya. How else would God give respite to one who attributed revelations to God, who claimed to receive Divine revelations and also have clear Divine help and succour with him? Bagaimana lagi Allah memberi tangguh kepada seseorang yang diberikan wahyu kepada Allah, yang mengaku menerima wahyu Ilahi dan juga memiliki Ilahi yang jelas membantu dan memberi pertolongan dengan dia? God revealed to the Promised Messiah (on whom be peace), &#8216;God is my Guardian and my Providence.&#8217; Tuhan mewahyukan kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian), &#8220;Allah adalah Guardian dan Providence saya.&#8221; (Tadhkirah p. 479).  In 1883 God revealed to him, &#8216;Hearken, there is no fear on the friends of Allah, nor do they grieve.&#8217; (Tadhkirah hal 479). Pada tahun 1883 Tuhan mewahyukan kepadanya, &#8216;mendengarkan, tidak ada rasa takut pada teman-teman Allah, juga tidak mereka bersedih hati. &#8221; (Tadhkirah p. 128). (Tadhkirah hal 128). It was on numerous occasions that God gave proof that He was a friend of the Promised Messiah (on whom be peace). Itu pada berbagai kesempatan bahwa Allah memberikan bukti bahwa Dia adalah seorang teman dari Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian). In 1886 He revealed to him, &#8216;God…will convey thy message to the ends of the earth&#8217;. Pada tahun 1886, Dia mewahyukan kepadanya, &#8216;Tuhan &#8230; akan menyampaikan pesan-Mu sampai ke ujung bumi &#8220;. This is a separate revelation from the latter revelation about Tabligh taken to the ends of the earth. Ini adalah wahyu yang terpisah dari wahyu yang terakhir tentang Tabligh dibawa ke ujung bumi. In 1886 Qadian had no semblance of any means of proper transport apart from horse-driven carriage. Qadian pada tahun 1886 tidak mempunyai kemiripan dari setiap sarana transportasi yang tepat selain dari kereta kuda-driven. Yet, God made this promise to the Promised Messiah (on whom be peace) in that village. Namun, Tuhan membuat janji ini kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) di desa itu. Today, some say that what if your message is being transmitted via MTA, we too have our web sites and our TV channels to broadcast against you. Hari ini, beberapa orang mengatakan bahwa apa jika pesan Anda sedang dikirim melalui MTA, kita juga memiliki situs web kami dan kami saluran TV untuk menyiarkan melawan Anda. What is worth thinking is that did any of them, without having any resources and after being told by God announce that their message will be carried to far flung parts of the world? Apa yang berharga berpikir adalah bahwa tidak satu pun dari mereka, tanpa memiliki sumber daya dan setelah diberi tahu oleh Allah mengumumkan bahwa pesan mereka akan dibawa ke jauh melemparkan belahan dunia? Let alone a hundred years, which is a long time, did any of them make any such claim just a few years ago? Apalagi seratus tahun, yang merupakan waktu yang lama, tidak satu pun dari mereka membuat klaim seperti itu hanya beberapa tahun yang lalu? If there, let him come forward. Jika ada, biarkan dia maju. Truth is, no one has ever been able to come forward in this regard, but of course it is very easy to object and protest. Kebenaran adalah, tidak ada seorang pun pernah bisa maju dalam hal ini, tapi tentu saja sangat mudah untuk objek dan protes. It is in fact the torment of jealousy that they cannot bear. Ini sebenarnya adalah siksaan iri bahwa mereka tidak tahan. Indeed God has stated that from light they will go towards darkness.  Our Protector is God and He demonstrates to us that He is also our Friend, Helper and Guardian at every step and continually blesses us with His grace. Sesungguhnya Allah telah menyatakan bahwa dari cahaya mereka akan pergi menuju kegelapan. Pelindung kita adalah Allah dan Dia menunjukkan kepada kita bahwa Ia juga merupakan Teman kita, Penolong dan Guardian di setiap langkah dan terus-menerus memberkati kita dengan rahmat-Nya. May He also enable us to honour His rights so that we continue to have His beneficence for He has consoled us with: &#8216;…What an excellent Protector and what an excellent Helper&#8217; (8:41) . Mungkin Dia juga memungkinkan kita untuk menghormati hak-hak-Nya sehingga kita terus memiliki kebaikan-Nya karena Dia telah menghibur kita dengan: &#8220;&#8230; Apa yang sangat baik Pelindung dan apa yang sangat baik Penolong &#8216;(8:41).</p>
<p>Next Huzur announced the funeral Prayers in absentia of the following: Zulfiqar Mansoor sahib of Quetta was martyred by some extremists on 11 October. Selanjutnya Huzur mengumumkan pemakaman salat in absentia berikut: Zulfiqar Mansoor Sahib Quetta adalah martir oleh beberapa ekstremis pada tanggal 11 Oktober. He was kidnapped a month ago and a huge ransom was demanded. Ia diculik sebulan yang lalu dan uang tebusan besar dituntut. The ransom was being arranged but it was discovered that his body was found in the woods. Tebusan sedang diatur tetapi ditemukan bahwa tubuhnya ditemukan di hutan. He was a very active Khadim, naib qaid Khuddam and was an honest person. Dia adalah seorang yang sangat aktif Khadim, naib qaid Khuddam dan adalah orang yang jujur. Two of his uncles had also been martyred in the past. Dua pamannya juga menjadi martir di masa lalu. His great-grandfather was a companion of the Promised Messiah. Kakek buyutnya adalah seorang teman dari Mesias yang Dijanjikan. He leaves behind an elderly mother, a widow and two children. Dia meninggalkan ibu tua, seorang janda dan dua anak. May God stand them steadfastness. Semoga Allah berdiri mereka ketabahan.</p>
<p>Our friend from Egypt, Muhammad Ashwa sahib passed away on 14 October, He was an elder from Syria and was an exemplary Ahmadi. Teman kita dari Mesir, Muhammad Sahib Ashwa meninggal pada tanggal 14 Oktober, Dia adalah seorang penatua dari Suriah dan merupakan teladan Ahmadi. He had a bond of ardent love with Khilafat. Dia memiliki ikatan cinta dengan Khulafa bernafsu. He was a pious, righteous person who worked extremely conscientiously. Dia adalah seorang yang saleh, orang benar yang bekerja sangat teliti. He had great emotional devotion to the Promised Messiah (on whom be peace). Dia telah besar pengabdian emosional kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian). He was a lawyer and had helped many Ahmadis in his professional capacity. Dia adalah seorang pengacara dan telah membantu banyak Ahmadi dalam kapasitas profesional. Huzur related the incident of his bai&#8217;at in detail. Huzur terkait peristiwa bai&#8217;at-nya secara rinci. May God elevate his station and may He enable his family to stay firm on Ahmadiyyat. Semoga Allah mengangkat stasiun dan mungkin Dia memungkinkan keluarganya untuk tetap teguh pada Ahmadiyah. Muhammad Owais and Muhammad Malas are two of his grandsons, currently in the UK working for MTA. Muhammad Owais dan Muhammad Malas adalah dua orang cucu, saat ini di Inggris bekerja untuk MTA.</p>
<p>Mian Rasul sahib from Okara, Pakistan. Rasul Mian Sahib dari Okara, Pakistan. He was a Moosi, son of a companion of the Promised Messiah. Dia adalah seorang Moosi, putra seorang teman dari Mesias yang Dijanjikan. He was possessed of extraordinary good qualities. Dia memiliki sifat-sifat baik yang luar biasa. Many non-Ahmadis attended his funeral Prayer and said that they felt as if they had been orphaned. Banyak orang non-Ahmadi menghadiri pemakamannya Doa dan mengatakan bahwa mereka merasa seolah-olah mereka telah menjadi yatim piatu.</p>
<p>Zafar Ahmad Mansoor sahib who passed away on 9 October at the age of 60. Ahmad Mansoor Zafar sahib yang meninggal pada 9 Oktober pada usia 60. He was a missionary who had served in Western Africa. Dia adalah seorang misionaris yang pernah bertugas di Afrika Barat. He was a very hard working person, Huzur knew him from childhood. Dia adalah orang yang bekerja sangat keras, Huzur kenal dia dari masa kanak-kanak. He leaves behind a widow two sons and daughters. Ia meninggalkan seorang janda dua anak laki-laki dan perempuan. May God keep them all in His protection. Semoga Allah menjaga mereka semua dalam perlindungan-Nya. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sifat Tuhan Al Matin (The Strong)]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-matin-the-strong/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 08:08:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/sifat-tuhan-al-matin-the-strong/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 16 th , 2009 Oktober 16 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzur gave a discourse on the Divine attribute of Al Matin (The Strong). Huzur memberikan wacana tentang atribut Ilahi Al Matin (The Strong). Huzur said the word Matin has been mentioned in the Holy Qur&#8217;an three times, in Surah Al A&#8217;raf, Surah Al Dhariyat and Surah Al Qalam. Huzur mengucapkan kata Matin telah disebutkan dalam Alquran tiga kali, dalam Surah Al A&#8217;raaf, Surah Al Dhariyat dan Surah Al Qalam. In each instance the word describes the Divine quality and it cites the wretched ending of those who reject the Truth. Dalam setiap contoh kata yang menggambarkan kualitas Ilahi dan malang mengutip akhir dari orang-orang yang menolak Kebenaran. Explaining the meanings of the word Matin, Huzur said it is used in general terms as well as for God, connoting similar meanings although for God its scope is expansive. Menjelaskan makna dari kata Matin, kata Huzur digunakan dalam istilah umum juga untuk Tuhan, makna serupa connoting Allah walaupun untuk ruang lingkup yang luas. A person with a strong back is called matin , also the muscles surrounding the backbone are also referred to as matin .  The word also means something solid, again, a physically robust person with a strong back. Seseorang dengan punggung yang kuat disebut matin, juga otot-otot yang mengelilingi tulang punggung juga disebut sebagai matin. Kata juga berarti sesuatu yang padat, sekali lagi, orang yang kuat secara fisik dengan punggung yang kuat. For God the word signifies a Being Who has power and is Strong, it signifies a Being that is so Strong, fatigue or tiredness, is unknown to Him. Karena Allah kata menandakan Menjadi Siapa yang memiliki kuasa dan Maha Kuat, itu menandakan sebuah Menjadi yang begitu kuat, kelelahan atau kecapaian, tidak diketahui-Nya.</p>
<p>By virtue of His attribute Al Matin, God seizes those who transgress against His beloved Prophets.  God&#8217;s Prophets do not have any knowledge of how He would seize their opponents other than if He so wills, He informs them of the specific way just as God informed the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) during the Battle of Badr of the specific spots where some of the chiefs of the enemy would fall. Berdasarkan atribut-Nya Al Matin, Tuhan merebut orang-orang yang melampaui batas terhadap Nabi-nabi yang dikasihi-Nya. Allah nabi tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana Dia akan merebut lawan mereka selain jika Dia menghendaki, Dia memberitahu mereka tentang cara spesifik sebagaimana Allah memberitahu Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) selama Pertempuran Badar dari titik-titik tertentu di mana sebagian dari kepala-kepala musuh akan jatuh.</p>
<p>&#8216;And those who reject Our Signs, We will draw them to destruction step by step in a manner which they do not know. And I give them the rein; surely, My plan is mighty&#8217; . &#8220;Dan orang-orang yang menolak ayat-ayat Kami, Kami akan menarik mereka kepada kebinasaan langkah demi langkah dengan cara yang mereka tidak tahu. Dan aku memberi mereka tali kekang; pasti, rencana saya adalah besar &#8216;. (Surah Al Ar&#8217;af – 7:183-184) (QS Al Ar&#8217;af &#8211; 7:183-184)</p>
<p>&#8216;So leave Me alone with those who reject this word of Ours . &#8216;Maka biarkanlah Aku sendiri dengan orang-orang yang menolak firman ini Ours. We shall draw then near to destruction step by step from whence they know not. And I give them respite; for My plan is strong&#8217; . Kami akan menarik kemudian dekat kepada kebinasaan langkah demi langkah dari mana mereka tidak mengetahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka, sebab rencana saya kuat &#8216;. (Surah Al Qalam, 68:45-46) (Surah Al Qalam, 68:45-46)</p>
<p>Huzur said the Meccans who rejected God&#8217;s signs and who relentlessly persecuted the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and his Companions did not know they had severe chastisement awaiting them. Huzur mengatakan Mekah yang menolak tanda Allah dan siapa yang terus-menerus menganiaya Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan para sahabatnya tidak tahu mereka menderita hukuman yang menunggu mereka. Its first manifestation was during the Battle of Badr. Manifestasi pertama adalah selama Pertempuran Badar. The aforementioned verses were both revealed in Mecca. Ayat tersebut sama-sama diturunkan di Mekkah. It is said that Surah Al Qalam was the fourth or the fifth Surah to be revealed. Dikatakan bahwa Surah Al Qalam adalah keempat atau kelima Surah untuk diungkapkan. The desperate condition of the Muslims at that time was extremely agonising. Kondisi yang putus asa umat Islam pada waktu itu sangat agonising. At that stage God consoled the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) that He is Matin, His chastisement is unyielding and the enemy would not escape it. Pada tahap ini Allah menghibur Nabi (kedamaian dan berkah Allah kepadanya) bahwa Dia adalah Matin, siksaan-Nya adalah pantang menyerah dan musuh tidak akan melarikan diri itu. History does not another example of the way arrogance of the Meccans was smashed during the Battle of Badr.  The aforementioned verses explain that those who reject God&#8217;s signs will be seized in a way that will take them by utter surprise. Sejarah tidak contoh lain dari cara arogansi orang Mekah itu hancur selama Pertempuran Badar. Para ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa mereka yang menolak tanda-tanda Allah akan disita di jalan yang akan membawa mereka dengan mengucapkan kejutan. The Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was thus assured not to be concerned by their rejection. Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya) dengan demikian terjamin untuk tidak khawatir dengan penolakan mereka. God told him that he should not consider that they will be successful or that they will succeed in driving the believers away, their matter was to be left with God Who is the Master of all powers, His chastisement would be so forceful that it would serve as a deterrent. Tuhan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak boleh menganggap bahwa mereka akan berhasil atau bahwa mereka akan berhasil dalam mendorong orang beriman pergi, masalah mereka akan menjadi kiri dengan Allah yang adalah Tuan dari segala kekuasaan, hukuman-Nya akan sangat kuat itu akan melayani sebagai penghalang. The respite given to them at time was in case they reformed themselves, not because God forbid, God was exhibiting weakness. Jeda yang diberikan kepada mereka pada waktu itu kalau mereka reformasi itu sendiri, bukan karena Allah melarang, Tuhan menunjukkan kelemahan. Everything is in God&#8217;s powers and that is why He has no haste. Semuanya dalam kekuasaan Allah dan itulah sebabnya Dia tidak tergesa-gesa. He would destroy them when He so wished. Dia akan menghancurkan mereka ketika Dia begitu berharap. If they did not desist He would reduce them to dust. Jika mereka tidak berhenti Dia akan mengurangi mereka menjadi debu. This was the consolation given to the Holy Prophet (peace and blessing of Allah be on him) when he was being persecuted in Mecca and the enemy was in power.  The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was God&#8217;s most beloved. Ini adalah penghiburan yang diberikan kepada Nabi Suci (damai dan berkat Allah berada di dirinya) ketika ia sedang dianiaya di Mekah dan musuh itu dalam kekuasaan. Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah Tuhan yang paling dicintai . God&#8217;s attribute of Matin came into force during the Battle of Badr as a great manifestation of His chastisement for those who persecuted and mistreated His beloved. Atribut Allah Matin diberlakukan selama Pertempuran Badar sebagai manifestasi besar hukuman-Nya bagi mereka yang dianiaya dan diperlakukan yang dikasihi-Nya. Two arch enemies, Atba and Abu Jahl, who considered themselves to be very powerful, met their wretched end in this battle. Dua lengkungan musuh, Atba dan Abu Jahal, yang menganggap diri mereka sangat kuat, bertemu celaka mereka berakhir dalam pertempuran ini. Abu Jahl had exceeded all others in his conceit and was a Pharaoh-like figure. Abu Jahal telah melampaui semua orang lain dalam kesombongan dan adalah seorang tokoh seperti Firaun. He was killed in battle by two Ansari youths. Ia tewas dalam pertempuran oleh dua pemuda Ansari. His last words were to the effect that if only he had not been killed by the hands of farmers. Kata-kata terakhirnya itu yang menyatakan bahwa jika saja ia tidak terbunuh oleh tangan petani. Huzur explained that the inhabitants of Medina were farming people and the Meccans looked down upon them for this and referred to them as farmers and here he was killed by the hands of farming youths! Huzur menjelaskan bahwa para penduduk Madinah adalah pertanian rakyat dan Mekah melihat ke bawah kepada mereka untuk ini dan menyebut mereka sebagai petani dan di sini ia dibunuh oleh tangan pemuda pertanian!</p>
<p>Twenty four Meccan chiefs were killed during the Battle of Badr. Dua puluh empat pemimpin-pemimpin Mekah tewas dalam Perang Badar. The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) instructed for their communal burial. Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) diarahkan untuk penguburan komunal mereka. During the burial, he came to the spot, stood by and asked out loud if they had found fulfilment of the promise that God had made to them through him; he had certainly received fulfilment of the promise God made to him. Selama pemakaman, ia datang ke tempat, berdiri dan bertanya dengan suara keras apakah mereka telah menemukan pemenuhan janji bahwa Allah telah membuat kepada mereka melalui dia, ia pasti menerima pemenuhan dari janji Allah kepada dia. Upon this Hadhrat Umer (may Allah be pleased with him) asked why was the Prophet addressing the dead men. Setelah ini Hadhrat Umer (ra dengan dia) bertanya mengapa Nabi berbicara kepada orang-orang mati. The Prophet replied that they dead men could indeed hear him from where they were. Nabi menjawab bahwa mereka memang orang mati bisa mendengar dari tempat mereka berada.</p>
<p>Huzur said the manifestation of God&#8217;s chastisement continued till the victory of Mecca. Huzur mengatakan manifestasi dari hukuman Allah dilanjutkan sampai kemenangan Mekah. The King of Persia tried to attack the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and God seized him through his son. Raja Persia mencoba untuk menyerang Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan Tuhan hukumlah Firaun melalui putranya. Divine retribution did not end here. Ilahi retribusi tidak berakhir di sini. A short while after the passing away of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) the kingdom of Persia came into the hands of the Muslims. Tak lama setelah meninggal Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) kerajaan Persia datang ke tangan kaum muslimin.  It is a sign of God&#8217;s power and strength that at the appointed time, He makes the weak overcome the strong. Ini adalah tanda kekuasaan Allah dan kekuatan yang pada waktu yang ditentukan, Dia membuat lemah mengalahkan yang kuat.</p>
<p>God does provide the enemies of Truth opportunities to reform. Allah tidak memberikan musuh Kebenaran kesempatan untuk reformasi. During the migration of the Holy Prophet from Mecca to Medina, there were three such occasions where, had the enemy stopped to think about the Power that was helping the Prophet and could have realised that the very same Power could also chastise them. Selama migrasi Nabi dari Mekah ke Madinah, ada tiga kejadian seperti itu di mana, punya musuh berhenti untuk berpikir tentang Kekuatan yang sedang membantu Nabi dan bisa menyadari bahwa daya yang sama juga bisa menghukum mereka. Firstly, when in spite of their guard the Prophet left his house. Pertama, ketika meskipun penjaga Nabi mereka meninggalkan rumahnya. Secondly, when he hid in the cave with Hadhrat Abu Bakr (may Allah be pleased with him) and the pursuers came as close as the mouth of the cave but seeing the spider&#8217;s web there did not do anything. Kedua, ketika ia bersembunyi di gua dengan Hadhrat Abu Bakr (ra dengan dia) dan pengejar datang sedekat mulut gua tapi melihat jaring laba-laba di sana tidak melakukan apa-apa. Thirdly, during the migration journey, despite the enemy&#8217;s efforts the Prophet reached Medina safely. Ketiga, selama perjalanan migrasi, walaupun upaya musuh Nabi mencapai Madinah dengan aman. In addition, there were many other instances that Huzur mentioned previously. Selain itu, ada banyak contoh lain yang Huzur disebutkan sebelumnya.</p>
<p>&#8216;And let not the disbelievers think that Our granting them respite is good for them; the result of Our granting them a respite will only be that they will increase in sin; and they shall have an humiliating punishment.&#8217; (Surah Al e Imran 3:179) &#8216;Dan janganlah orang-orang kafir berpikir bahwa kami memberi mereka istirahat yang baik bagi mereka, akibat dari Kami memberi mereka istirahat hanya akan bahwa mereka akan bertambah dosa; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. &#8220;(QS Al e Imran 3 : 179)</p>
<p>Huzur explained that while God gives respite so that the pious natured people may be identified, it also increases some in their evil ways. Huzur menjelaskan bahwa sementara Tuhan memberi tangguh sehingga hati orang-orang saleh dapat diidentifikasi, juga meningkatkan beberapa cara jahat mereka. It is then that the chastisement of the Most Powerful and Strong God comes and crushes the evil-doers to smithereens. Hal ini kemudian bahwa hukuman yang Maha Kuasa dan Kuat Allah datang dan meremukkan orang-orangyang lalim berkeping-keping. God gives the example of Pharaoh and how he was given respite but then he came under Divine chastisement. Allah memberikan contoh Firaun dan bagaimana ia diberi kelonggaran tetapi kemudian ia datang di bawah hukuman Tuhan. Similarly, the enemies of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) were warned by God that He would seize them, and seized them He did. Demikian pula, musuh-musuh Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) yang diperingatkan oleh Tuhan bahwa Ia akan membinasakan mereka, dan azab mereka Dia lakukan. The era of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was intense; it was a time of battles for the enemy continued to impose wars. Era Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah intens; itu adalah waktu pertempuran untuk musuh terus memaksakan perang. God&#8217;s chastisement also came in accordance. Siksaan Allah juga datang sesuai. They were humiliated by the very same design with which they persecuted Muslims. Mereka dipermalukan dengan desain yang sama dengan yang mereka dianiaya Muslim.</p>
<p>God&#8217;s attribute of Matin is in operation today as well. Atribut Allah Matin dalam operasi hari ini juga. Today too He exhibits signs of &#8216; And I give them respite; for My plan is strong&#8217;. However, the era of the Promised Messiah is not an era of the sword. Hari ini juga Dia menunjukkan tanda-tanda &#8216;Dan Aku memberi tangguh kepada mereka, sebab rencana saya kuat&#8217;. Namun, era Mesias yang Dijanjikan bukan merupakan era pedang. God has appointed different ways and means of His chastisement for different eras. Allah telah menetapkan berbagai cara dan sarana siksaan-Nya untuk berbagai era. Today, those who make dreadful allegations on the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) will be chastised in a way that is beyond our imagination. Hari ini, orang-orang yang membuat tuduhan mengerikan pada Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya) akan dihukum dengan cara yang berada di luar imajinasi kita. God certainly seized many in the era of the Promised Messiah (on whom be peace) to establish this. Allah pasti merebut banyak orang di era Mesias yang Dijanjikan (pada siapa yang akan perdamaian) untuk membuat ini. However, our task is to use the weapon of prayer. Namun, tugas kita adalah menggunakan senjata doa. We observed that it was through this very weapon that Lekh Ram, Abdullah Atham and Dowie met their wretched ends. Kami mengamati bahwa melalui ini senjata yang sangat Lekh Ram, Abdullah Atham dan Dowie bertemu mereka berakhir celaka. Today, those who deride the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and who use abusive language against him are not outside God&#8217;s chastisement regardless of their religious persuasion or no religious leaning. Hari ini, orang-orang yang mencemooh Nabi (kedamaian dan berkah Allah kepadanya) dan yang menggunakan bahasa kasar terhadap dia tidak luar hukuman Allah tanpa memandang agama mereka persuasi atau tidak bersandar agama.</p>
<p>The Holy Qur&#8217;an mentions incidents of other Prophets of God and how their people hurt them and God rebound their own methods on them. Al Qur&#8217;an menyebutkan insiden nabi lain dari Allah dan bagaimana orang-orang yang menyakiti mereka dan Allah rebound metode mereka sendiri pada mereka. Human thought cannot reach the ways and means through which God arranges chastisement of the enemies of His beloveds. Pemikiran manusia tidak dapat mencapai cara dan sarana yang melaluinya Allah mengatur hukuman dari musuh-musuh kekasih-Nya. God revealed to the Promised Messiah (on whom be peace), &#8216;They plan and Allah plans and Allah is the Best of planners. Tuhan mewahyukan kepada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian), &#8220;Mereka merencanakan dan rencana Allah dan Allah adalah sebaik-baik perencana. Then He will attack Kemudian Dia akan menyerang</p>
<p>the planners.&#8217; para perencana. &#8221; (Tadhkirah p. 326). (Tadhkirah hal 326). Huzur explained God will attack them to obliterate them. Huzur menjelaskan Allah akan menyerang mereka untuk menghapuskan mereka.</p>
<p>The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was the most beloved of God and he had the greatest numbers of his prophecies fulfilled during his lifetime. Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) adalah yang paling dicintai Allah dan ia memiliki jumlah terbesar terpenuhi nubuat-Nya selama masa hidupnya. God told him; &#8216;So pray to thy Lord, and offer sacrifice, &#8216;(Surah Al Kauthat, 108:3). Tuhan mengatakan kepadanya; &#8220;Jadi, berdoa kepada Tuhanmu, dan mempersembahkan korban, &#8216;(QS Al Kauthat, 108:3). This commandment also applies to his followers. Perintah ini juga berlaku bagi para pengikutnya. Indeed high level of sacrifice absorbs God&#8217;s blessings and there is great need to make sacrifice in the current age. Memang tingkat tinggi pengorbanan menyerap berkat Allah dan ada kebutuhan besar untuk membuat pengorbanan dalam usia saat ini. The Prophet (peace and blessings be on him) was granted the capacity to make sacrifices of supremely excellent levels that surpass human thinking, but such is the outstanding blessed model that he set for us. Nabi (damai dan rahmat kepadanya) dianugerahi kemampuan untuk berkorban dari tingkat yang amat sangat baik melampaui pemikiran manusia, tetapi seperti itu adalah model yang diberkati luar biasa ia ditetapkan untuk kita. The sons and heirs of the very same people, who raised opposition that the Prophet did not have any male offspring to carry on his family line, became devotees of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Anak-anak dan ahli waris orang-orang yang sama, yang mengangkat oposisi bahwa Nabi tidak punya keturunan laki-laki untuk melanjutkan garis keluarganya, menjadi pengikut dari Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya). Rather than be associated with their tribal chiefs fathers these young men preferred to be associated with the Prophet. Daripada dihubungkan dengan bapak kepala suku mereka orang-orang muda ini lebih suka berhubungan dengan Nabi. Ikrama, was the son of Abu Jahl, Waleed was one of the biggest enemies of the Prophet but his son, Khalid bin Waleed made heroic feats for Islam. Ikrama, adalah anak dari Abu Jahal, Waleed adalah salah satu musuh terbesar Nabi tetapi putranya, Khalid bin Waleed membuat prestasi heroik untuk Islam. The father of Umer bin Aas, another gallant general of Islam, was also a sworn enemy. Ayah dari Umer bin Aas, gagah berani lain Islam umum, juga merupakan musuh bebuyutan. God is Most Powerful and the Best of Planner; He put the offspring of the fiercest enemies of Islam in the embrace of the Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Allah adalah Maha Kuasa dan sebaik-baik Perencana; Dia meletakkan keturunan musuh-musuh paling sengit Islam dalam pelukan Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya).</p>
<p>The Promised Messiah (on whom be peace) was given a revelation of &#8216; Surely, it is thy enemy who is without issue .&#8217; (108:4) and the world witnessed how God annihilated his enemies and we continue to witness the same. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) diberi wahyu &#8220;Sesungguhnya, itu adalah musuh-Mu yang tanpa masalah.&#8221; (108:4) dan dunia menyaksikan bagaimana Allah memusnahkan musuh-musuhnya dan kita terus menyaksikan sama. Is all this not a fulfilment of this? Apakah semua ini bukan suatu pemenuhan ini? Most certainly, it is. Hampir pasti, itu. Ahmadis should reflect on this and should engage in more prayers for fulfilment of God&#8217;s promises. Ahmadi harus mencerminkan ini dan harus terlibat dalam lebih banyak doa untuk pemenuhan janji-janji Allah.</p>
<p>Huzur read a lengthy extract from the august writings of the Promised Messiah (on whom be peace) highlighting how God helps His chosen people through adversity and hard times and how His promises are fulfilled at the appointed time in their favour. Huzur membaca panjang ekstrak dari tulisan-tulisan Agustus Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) menyoroti bagaimana Allah menolong orang-orang pilihan-Nya melalui kesulitan dan masa-masa sulit dan bagaimana janji-janji-Nya digenapi pada waktu yang ditentukan dalam mendukung mereka.</p>
<p>Huzur prayed that may God continue to show us manifestations of Ahmadiyyat, that is, the true Islam, with prayers, sacrifices and strength of faith. Huzur berdoa semoga Allah terus menunjukkan kepada kita manifestasi dari Ahmadiyah, yaitu Islam sejati, dengan doa, pengorbanan dan kekuatan iman. Huzur said he wished to ask for special prayers for the stability of Pakistan. Huzur mengatakan ia ingin meminta doa khusus untuk stabilitas Pakistan. He prayed that may God save the country for the sake of Ahmadiyyat for we had played a great role in its creation. Ia berdoa bahwa mungkin Tuhan menyelamatkan negara demi Ahmadiyah karena kami telah memainkan peranan besar dalam penciptaannya. Those who are creating disorder in the country did not ever take part in its creation, they were not even in favour of its creation but now, they have developed compassion for the homeland and in the name of Islam and honour of the country they are in pursuit to break it apart. Mereka yang menciptakan kekacauan di negara itu tidak pernah ambil bagian dalam penciptaan, mereka bahkan tidak mendukung dari penciptaan manusia, tapi sekarang, mereka telah mengembangkan belas kasihan terhadap tanah air dan di atas nama Islam dan kehormatan dari negara mereka berada di mengejar melanggarnya terpisah. May God soon bring about the chastisement of these enemies of the country and may He save our country. Semoga Tuhan segera mewujudkan siksaan musuh ini negara dan semoga Dia menyelamatkan negara kita. Ameen. Ameen. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beriman tetap setia dalam menghadapi cobaan dan godaan]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/beriman-tetap-setia-dalam-menghadapi-cobaan-dan-godaan/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:39:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/beriman-tetap-setia-dalam-menghadapi-cobaan-dan-godaan/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 2 nd , 2009 Oktober 2 nd, 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzoor (aba) recited the verses 154-158 of Surah Al Baqarah (2:154) from the Holy Quran which refer to those qualities of the Believers which they should exhibit when they are faced with any kind of tribulations, ie they meet such situations with patience and steadfastness and in fact, such trials are a source of greater strength in their faith. Huzoor (aba) membacakan ayat-ayat 154-158 dari Surah Al-Baqarah (2:154) dari Alquran yang merujuk kepada orang-orang mukmin kualitas yang mereka harus menunjukkan kalau mereka dihadapkan dengan segala macam kesengsaraan, yaitu mereka bertemu dengan situasi seperti itu dengan kesabaran dan ketabahan dan pada kenyataannya, seperti percobaan adalah sumber kekuatan yang lebih besar dalam iman mereka. The translation of these verses is as follows: Terjemahan ayat-ayat ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>“O ye who believe! &#8220;Hai kalian yang percaya! seek help with patience and Prayer; surely, Allah is with the steadfast. mencari bantuan dengan kesabaran dan salat, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar. And say not of those who are killed in the cause of Allah that they are dead; nay, they are living; only you perceive not. Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati; nay, mereka hidup, hanya kamu tidak menyadarinya. And We will try you with something of fear and hunger, and loss of wealth and lives, and fruits; but give glad tidings to the patient, Who, when a misfortune overtakes them, say, &#8216;Surely, to Allah we belong and to Him shall we return.&#8217; Dan Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan hilangnya harta, jiwa, dan buah-buahan, tapi beri kabar gembira kepada pasien, Siapa, ketika sebuah kemalangan menyusul mereka, berkata, &#8220;Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya akan kami kembali. &#8221; It is these on whom are blessings from their Lord and mercy, and it is these who are rightly guided.” [2:154-158] Hal ini ini di antaranya adalah berkat-berkat dari Tuhan mereka dan rahmat, dan itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. &#8220;[2:154-158]</p>
<p>The first verse describes two key characteristics of a Believer: they exhibit patience and seek help with prayer at the time of adversity. Bait pertama menggambarkan dua karakteristik kunci dari sebuah Believer: mereka menunjukkan kesabaran dan mencari bantuan dengan doa pada saat kesulitan. Patience implies several meanings – firstly, it means that one should refrain from whining and complaining when faced with any kind of hardship. Kesabaran menyiratkan beberapa arti &#8211; pertama, itu berarti bahwa seseorang harus menahan diri dari merengek dan mengeluh ketika dihadapkan dengan kesulitan apapun. He should endure the difficulty with fortitude. Ia harus menanggung kesulitan dengan ketabahan. Lamenting in way of a difficulty can sometimes result in the expression of such emotions which are unbecoming of a Believer. Meratap di jalan yang kadang-kadang dapat mengakibatkan kesulitan dalam ekspresi emosi seperti itu yang pantas dari sebuah Believer. Secondly, patience means to remain steadfast and resolute. Kedua, kesabaran berarti untuk tetap setia dan tegas. Thirdly, it means to remain firmly grounded in the commandments of God. Ketiga, artinya tetap tegas didasarkan pada perintah-perintah Allah. Patience also means that one should make every effort to shield oneself from what God has forbidden. Kesabaran juga berarti bahwa orang harus melakukan segala upaya untuk melindungi diri dari apa yang Allah telah dilarang. In a nutshell, steadfastness entails that one has the quality to face any kind of trials and tribulations with strength, courage and resilience and that he prostrates towards God with absolute conviction and firm faith. Singkatnya, keteguhan mensyaratkan bahwa seseorang memiliki kualitas untuk menghadapi segala macam cobaan dan kesengsaraan dengan kekuatan, keberanian dan ketahanan dan bahwa ia prostrates terhadap Allah dengan keyakinan mutlak dan tegas iman.</p>
<p>The second quality mentioned in this verse is that one should seek help with Prayer and supplication. Kualitas kedua yang disebutkan dalam ayat ini adalah bahwa orang harus mencari bantuan dengan doa dan permohonan. What this signifies is that one increases his fervor in the ritual daily prayers, increases his supplications, pay closer attention to his duties of faith, remain ever occupied in “astaghfar” (seeking repentance) and remembrance of Allah, offer durood and hamd (invocations on the Prophet (saw) and praise of Allah). Apa berarti ini adalah bahwa salah satu-nya meningkatkan semangat dalam ritual doa-doa sehari-hari, menaikkan permohonan, membayar lebih memperhatikan tugasnya iman, tetap pernah diduduki dalam &#8220;astaghfar&#8221; (mencari pertobatan) dan mengingat Allah, menawarkan durood dan hamd (doa pada Nabi (saw) dan memuji Allah). Hence, a believer should exhibit complete patience and tolerance. Oleh karena itu, seorang mukmin harus menunjukkan kesabaran dan toleransi lengkap. One should not refrain from doing good deeds, and in fact, intensify his supplications, etc. When one offers supplications before God with such an attitude, along with the practical demonstration of the above, he shall meet with success. Orang tidak boleh menahan diri dari melakukan perbuatan baik, dan pada kenyataannya, mengintensifkan doa-nya, dll Ketika seseorang menawarkan permohonan di hadapan Tuhan dengan sikap demikian, bersamaan dengan demonstrasi praktis di atas, ia akan bertemu dengan sukses. One should remember that all types of adversities are temporary. Orang harus ingat bahwa semua jenis kesengsaraan bersifat sementara. When a believer hands over his complete trust and faith to God and relies solely on His existence, then in face of every trial he shall meet with success and his relationship with God will keep increasing, and God will come to the succor of His servant as a mother tries to help her child in any way that she can. Ketika seorang mukmin tangannya di atas kepercayaan penuh dan iman kepada Allah dan bergantung hanya pada keberadaan-Nya, maka dalam menghadapi setiap sidang ia akan bertemu dengan keberhasilan dan hubungannya dengan Allah akan terus meningkat, dan Allah akan datang ke menolong hamba-Nya sebagai seorang ibu mencoba membantu anaknya dengan cara apapun yang dia dapat. The pre-requisite however is that one should truly discharge one&#8217;s duties in the way of Allah and express absolute submission to His Will and exhibit all the qualities of steadfastness and perseverance. Para Namun prasyarat adalah bahwa orang harus benar-benar melaksanakan tugas seseorang di jalan Allah dan menyatakan tunduk mutlak kepada-Nya dan menunjukkan semua kualitas keteguhan dan ketekunan.</p>
<p>In the wake of the new wave of persecution against Ahmadis in several Arab countries and in Pakistan, there are restrictions imposed on Ahmadis that they cannot offer their Jummah prayers or even the five daily prayers in congregation. Sebagai akibat dari gelombang baru penganiayaan terhadap Ahmadiyah di beberapa negara-negara Arab dan di Pakistan, ada pembatasan yang dikenakan pada Ahmadiyah bahwa mereka tidak dapat menawarkan doa atau bahkan Jummah lima shalat berjamaah. In such circumstances, God Almighty advises that a Believer should strengthen in his faith, become even more devoted to his worship and intensify his religious practices. Dalam keadaan demikian, Allah Maha menyarankan bahwa seorang mukmin harus memperkuat dalam iman, bahkan menjadi lebih taat kepada ibadah dan meningkatkan praktik agamanya. When these requirements are fulfilled, the whole world will witness how God comes to relief of His servants. Bila persyaratan ini terpenuhi, seluruh dunia akan menyaksikan bagaimana pertolongan Allah datang kepada hamba-hamba-Nya.</p>
<p>The Promised Messiah (as) has said that in order to receive the blessings of God Almighty, one should purify himself because God is Pure. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) menyatakan bahwa dalam rangka untuk menerima berkat-berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, seseorang harus menyucikan dirinya sendiri karena Allah adalah murni. Apart from the Arabic prescribed prayers, one should cry before God in his own language because such a condition creates a deep effect on one&#8217;s heart and when such humility and fervor is present, God accepts prayers in His servant&#8217;s favor. Terlepas dari doa-doa yang ditentukan Arab, orang harus menangis di hadapan Allah dalam bahasanya sendiri, karena kondisi seperti ini menciptakan efek yang mendalam di hati dan ketika seperti kerendahan hati dan semangat hadir, Allah akan menerima doa hamba-Nya menguntungkan. Prayers and supplications can bring about a great revolution in the world. Doa dan permohonan dapat membawa revolusi besar di dunia. God Himself has given the glad tidings to Believers that those who are steadfast shall inherit the earth. Allah sendiri telah memberikan kabar gembira kepada orang beriman bahwa orang-orang yang sabar akan mewarisi bumi.</p>
<p>“Or, Who answers the distressed person when he calls upon Him, and removes the evil, and makes you successors in the earth? &#8220;Atau, Siapa yang menjawab orang yang sedih ketika ia menyerukan kepada-Nya, dan menghilangkan kejahatan, dan membuat Anda penerusnya di bumi? Is there a God besides Allah? Apakah ada Tuhan selain Allah? Little is it that you reflect.” (27:63) Kecil adalah bahwa Anda merefleksikan. &#8220;(27:63)</p>
<p>Huzoor (aba) said that the sacrifices that the Ahmadis in Pakistan are making in way of God and the hardships that they are being subjected to will not be wasted and shall bear great rewards not only for their own selves but for the Jamaat as a whole. Huzoor (aba) mengatakan bahwa pengorbanan bahwa Ahmadiyah di Pakistan membuat di jalan Allah dan penderitaan yang mereka sedang terkena tidak akan sia-sia dan harus menanggung ganjaran yang besar tidak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi untuk Jamaat secara keseluruhan . Among the sufferers, there might be some who even lose their lives, but God Almighty says that the significance of the life of one who is martyred in God&#8217;s way is not the same as that of one who lives an ordinary life. Di antara penderita, mungkin ada yang bahkan kehilangan kehidupan mereka, tetapi Allah SWT mengatakan bahwa makna kehidupan orang yang mati syahid di jalan Allah tidaklah sama dengan orang yang hidup kehidupan yang biasa. If we glance at the early Islamic history, we will find many who laid their lives for the sake of God&#8217;s religion and for the institution of Tawheed (Unity of God). Jika kita melirik pada awal sejarah Islam, kita akan menemukan banyak orang yang meletakkan hidup mereka demi agama Allah dan untuk institusi Tauhid (Keesaan Tuhan). God accepted their sacrifices because they made these sacrifices for a tremendous cause, and such sacrifices become an inspiration for other Believers as well. Allah menerima pengorbanan mereka karena mereka membuat pengorbanan ini untuk penyebab yang luar biasa, dan pengorbanan tersebut menjadi inspirasi bagi orang mukmin yang lain juga. Nations who realize the significance of making such sacrifices never die. Bangsa yang menyadari pentingnya membuat pengorbanan seperti pernah mati. At present, the Jamaat of the Promised Messiah (as) is under attack, to whom it was promised that the aakhireen were to join the awaleen ie that the righteous followers of the Holy Prophet (saw) who came in the latter days were to join the ranks of the Companions of the Holy Prophet (saw), hence there is no doubt that they would have to offer the gift of their life in His cause. Saat ini, Jamaat Mesias yang Dijanjikan (as) diserang, kepada siapa itu berjanji bahwa aakhireen itu untuk bergabung dengan awaleen yaitu bahwa orang benar pengikut Nabi (melihat) yang datang di hari-hari terakhir untuk bergabung barisan para sahabat Nabi (melihat), maka tidak ada keraguan bahwa mereka harus memberikan karunia kehidupan mereka di dalam penyebabnya. We should remember that each drop of blood of every martyr offers new progress to the Jamaat. Kita harus ingat bahwa setiap tetes darah dari setiap martir menawarkan kemajuan baru kepada Jamaat. Those who persecute Ahmadis should remember that the revolution brought about by the Reformer of the Latter Days ie the Promised Messiah cannot be suppressed by inflicting loss of life or properties or bank accounts. Mereka yang menganiaya Ahmadiyah seharusnya ingat bahwa revolusi disebabkan oleh Pembaru dari Latter Days yaitu Mesias yang dijanjikan tidak dapat ditekan dengan menimbulkan korban jiwa atau properti atau rekening bank. Every Ahmadi martyred brings about an increase in the devotion and loyalty among the members of Jamaat Ahmadiyya, as is expressed in the letters received by Huzoor (aba) every day from different parts of the world. Setiap Ahmadi martir membawa peningkatan pengabdian dan kesetiaan di antara para anggota Jamaat Ahmadiyah, seperti yang dinyatakan dalam surat-surat yang diterima oleh Huzoor (aba) setiap hari dari berbagai belahan dunia. The adversaries are mistaken that their malicious attacks will deter Ahmadis from their faith. Para musuh keliru bahwa mereka akan mencegah serangan berbahaya Ahmadi dari iman mereka. On the contrary, their enmity opens greater avenues of Tabligh (propagation) and Huzoor (aba) said that he receives numerous letters from people who profess their devotion to the Promised Messiah (as) as a result of witnessing such senseless persecution against Ahmadis. Sebaliknya, permusuhan mereka membuka jalan-jalan lebih besar Tabligh (propagasi) dan Huzoor (aba) mengatakan bahwa ia menerima banyak surat dari orang-orang yang mengaku pengabdian mereka kepada Mesias yang dijanjikan (sebagai) sebagai akibat dari tidak masuk akal seperti itu menyaksikan penganiayaan terhadap Ahmadiyah. Huzoor (aba) said that these antagonists can take the lives of Ahmadis, they can destroy our buildings, stop the construction of our mosques, but they cannot take our faith away. Huzoor (aba) mengatakan bahwa antagonis ini dapat mengambil kehidupan Ahmadi, mereka dapat menghancurkan bangunan kami, menghentikan pembangunan masjid-masjid kita, tetapi mereka tidak dapat mengambil iman kita pergi.</p>
<p>Huzoor (aba) then elaborated on the ways in which fear is inflicted upon Ahmadis: they are attacked physically, implicated in false court cases, subjected to discriminating laws and receive intimidating threats from lawmakers. Huzoor (aba) kemudian menguraikan cara-cara yang takut menimpa Ahmadiyah: mereka diserang secara fisik, terlibat dalam kasus pengadilan palsu, dikenakan untuk membedakan hukum dan mengintimidasi menerima ancaman dari anggota parlemen. Believers however do not fear any such harassments, nor do they renounce or weaken in their faith. Namun orang percaya tidak takut pelecehan semacam itu, juga tidak meninggalkan atau melemahkan dalam iman mereka. They are also subjected to hunger and food deprivation, such as they were in 1974, when the masses were prohibited to give food to Ahmadis, Ahmadis were not allowed to leave their homes, or in those cases where they would leave home to get provisions for their household, the tradespersons were not allowed to sell food to them. Mereka juga mengalami kelaparan dan kekurangan makanan, seperti mereka berada di tahun 1974, ketika massa dilarang untuk memberikan makanan untuk Ahmadi, Ahmadi tidak diperkenankan untuk meninggalkan rumah mereka, atau dalam kasus-kasus di mana mereka akan meninggalkan rumah untuk mendapatkan ketentuan untuk rumah tangga mereka, para tradespersons tidak diperbolehkan untuk menjual makanan kepada mereka. In addition, their properties are being pillaged, and Ahmadi children are subjected to all kinds of discomforts in their educational institutes, preventing them from acquiring a suitable education. Selain itu, sifat mereka sedang dijarah, dan anak-anak Ahmadi mengalami segala macam ketidaknyamanan dalam lembaga-lembaga pendidikan mereka, mencegah mereka dari mendapatkan pendidikan yang sesuai.</p>
<p>The Holy Quran has already warned the Believers that you shall be tried with all types of hardships, and those who are true to their faith will face these hardships with steadfastness and recited: &#8216;Surely, to Allah we belong and to Him shall we return.&#8217; The Holy Quran telah memperingatkan orang-orang mukmin bahwa kamu akan mencoba dengan semua jenis kesulitan, dan mereka yang setia kepada iman mereka akan menghadapi kesulitan ini dengan ketabahan dan membaca: &#8220;Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami kembali. &#8216; A Believer always keeps in mind that even if all the blessings are taken away from him, such difficulties are only temporary because his life is on this earth is also transitory and he himself shall return to his Creator, when he will be rewarded with greater blessings. A Believer selalu terus diingat bahwa meskipun semua berkat yang diambil darinya, kesulitan-kesulitan seperti itu hanya sementara karena hidup di dunia ini juga fana dan ia sendiri akan kembali ke Pencipta, ketika ia akan dihadiahi dengan berkat yang lebih besar . These beliefs strengthen his faith further. Keyakinan ini memperkuat imannya lebih lanjut. The Promised Messiah (as) says that one should not regard hardships as something unpleasant – only he who is not a strong believer shall complain and whine when faced with hardships. Mesias yang Dijanjikan (as) mengatakan bahwa orang tidak boleh menganggap penderitaan sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan &#8211; hanya dia yang tidak percaya yang kuat akan mengeluh dan merengek ketika menghadapi kesulitan. Everything comes from God and to Him is the return, therefore loss does not despair a true Believer, because he is always in submission to the Will of God and that is how he reaps the rewards for his steadfastness. Segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya adalah kembali, oleh karena itu badan tidak putus asa Believer sejati, karena ia selalu tunduk kepada kehendak Tuhan dan itu adalah bagaimana ia menuai ganjaran untuk keteguhan. This is the practice of Ahmadis which will lead us to progress. Ini adalah praktek Ahmadiyah yang akan membawa kita pada kemajuan. Huzoor (aba) enjoined all Ahmadis to pray that may He always protect us and shield us against all types of harm and trials; but if we are to face any hardship, we should always remain steadfast because this is the only way we can receive the rewards from God Almighty. Huzoor (aba) memerintahkan semua Ahmadi untuk berdoa yang mungkin Dia selalu melindungi kita dan perisai kita melawan semua jenis bahaya dan pengadilan, tetapi jika kita menghadapi kesulitan apa pun, kita harus selalu tetap setia karena ini adalah satu-satunya cara kita dapat menerima hadiah dari Allah swt.</p>
<p>The Promised Messiah (as) says regarding trials that there has never been an appointed prophet from God who has not been subjected to persecution and adversity. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) mengatakan mengenai cobaan yang tidak pernah ada nabi yang ditunjuk dari Allah yang belum mengalami penganiayaan dan kesulitan. Look at the lives of Jesus (as), Moses (as) and Mohammad (saw). Lihatlah kehidupan Yesus (as), Musa (as) dan Muhammad (melihat). The results of these hardships however are always rewarding. Hasil Namun kesulitan ini selalu bermanfaat. If the Sunnah (practice) of Allah Almighty was such that His chosen servants were offered ease and comfort and earthly favors, then what would be the difference between a Godly community and ordinary groups of people. Jika Sunnah (praktek) dari Allah Yang Maha Kuasa adalah sedemikian rupa sehingga hamba-hamba pilihan-Nya yang ditawarkan kemudahan dan kenyamanan dan nikmat duniawi, maka apa yang akan menjadi Godly perbedaan antara masyarakat dan kelompok masyarakat biasa. It is through trials and tribulations that God wishes to make a distinction between those who are weak and those who are strong in faith. Hanya melalui cobaan dan kesengsaraan yang Allah ingin membuat perbedaan antara mereka yang lemah dan mereka yang kuat dalam iman. In fact, without being subjected to trials, one may never witness Divine Signs. Bahkan, tanpa mengalami cobaan, orang mungkin tidak pernah menyaksikan ayat-ayat Ilahi. Believers are those who turn towards God in face of every difficulty. Beriman adalah orang-orang yang berpaling kepada Allah dalam menghadapi setiap kesulitan. In fact, it is by subjecting His servants to hardships that God Almighty demonstrates His Love for them because by passing through these hardships, God&#8217;s servants display their steadfastness to Him, which is indeed a great quality of the Believers. Pada kenyataannya, itu adalah dengan menundukkan hamba-Nya kepada kesulitan bahwa Allah Maha Kuasa menunjukkan Kasih-Nya bagi mereka karena dengan cara melewatkannya melalui kesulitan ini, hamba Tuhan menampilkan keteguhan mereka kepada-Nya, yang memang merupakan kualitas yang hebat dari orang yang beriman. Every miracle is indeed a direct result of a tribulation itself. Setiap mukjizat memang merupakan akibat langsung dari sebuah kesengsaraan itu sendiri.</p>
<p>Huzoor (aba) expounded upon the last verse, in which God says that those who are steadfast are the ones who will be blessed with Divine favors, and it is they who are truly the guided ones. Huzoor (aba) diuraikan pada ayat terakhir, di mana Tuhan mengatakan bahwa orang-orang yang sabar adalah orang-orang yang akan diberkati dengan bantuan Ilahi, dan mereka itulah yang benar-benar orang-orang yang dibimbing. These are the Believers who will ever increase in their spiritual ranks and the adversaries will be in ruins. Ini adalah orang-orang mukmin yang akan pernah kenaikan pangkat rohani mereka dan lawan akan berada dalam reruntuhan. May God bestow these adversaries with the faculty to realize their foolishness, Ameen. Semoga Allah melimpahkan musuh ini dengan staf pengajar untuk menyadari kebodohan mereka, Ameen.</p>
<p>The Promised Messiah (as) says that hardships never concern him because he has complete faith in the Beneficence of God Almighty, who can change despair into hope, Whose favors are always within reach for those who make the effort. Mesias yang Dijanjikan (as) mengatakan bahwa penderitaan tidak pernah keprihatinan karena dia memiliki iman yang lengkap dalam kemurahan Allah Yang Maha Kuasa, yang dapat mengubah keputusasaan menjadi harapan, siapa nikmat selalu dalam jangkauan bagi mereka yang membuat usaha. The intention of giving up a vice when one is faced with hardships becomes a source of true repentance for him. Maksud wakil menyerah ketika seseorang dihadapkan dengan kesulitan menjadi sumber pertobatan sejati untuknya. In such a case, the luminance of hope clears away the darkness of despair, and such a person advances towards spiritual progress. Dalam kasus seperti itu, yang terang harapan membersihkan diri kegelapan putus asa, dan orang semacam kemajuan menuju kemajuan spiritual.</p>
<p>Huzoor (aba) directed the attention of Ahmadis throughout the world to pray fervently for the wellbeing of every Ahmadi in the world, to refrain from all sorts of evils and to make every effort in reaping the blessings of God Almighty. Huzoor (aba) mengarahkan perhatian Ahmadi seluruh dunia untuk berdoa sungguh-sungguh untuk kesejahteraan setiap Ahmadi di dunia, untuk menahan diri dari segala macam kejahatan dan untuk membuat setiap usaha menuai berkat-berkat Allah Yang Maha Kuasa. May Allah enable every member of the Jamaat to do so, Ameen. Semoga Allah memungkinkan setiap anggota Jamaat untuk melakukannya, Ameen. Huzoor (aba) also said that it appears that the sufferings of Ahamdis in Pakistan may continue for a while longer because the opposition considers them a weak target, but they do not understand that they are damaging their own nation whereas the Jamaat does not incur an iota of damage. Huzoor (aba) juga mengatakan bahwa tampak bahwa penderitaan Ahamdis di Pakistan dapat terus untuk sementara waktu lebih lama karena oposisi menganggap mereka sasaran yang lemah, tetapi mereka tidak mengerti bahwa mereka merusak bangsa mereka sendiri sedangkan Jamaat tidak mendatangkan suatu kerusakan sedikitpun.</p>
<p>In the end, Huzoor (aba) said that he would lead the Janaza prayer of the following: an Ahmadi, Mohammad Azam Tahir, who was martyred in the evening of 26 September. Pada akhirnya, Huzoor (aba) mengatakan bahwa ia akan memimpin doa Janaza berikut: seorang Ahmadi, Mohammad Tahir Azam, yang menjadi martir di malam hari dari 26 September. He was a Moosi, a hospitable, God-fearing person, was also serving as Finance Secretary and is survived by 2 sons and 1 daughter. Dia adalah seorang Moosi, yang ramah, orang yang takut akan Allah, juga menjabat sebagai Menteri Keuangan dan bertahan dengan 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. He has five siblings, of which one brother is a Murabbi Silsila. Ia memiliki lima saudara kandung, yang satu saudara adalah Murabbi silsilah. Two other Ahmadis were killed in a bomb blast in Peshawar, Ayaaz Ahmad (40 years of age, survived by two children and his wife) and Imtiaz Ahmad (30 years of age). Dua Ahmadi lainnya tewas dalam ledakan bom di Peshawar, Ayaaz Ahmad (40 tahun, selamat dengan dua anak dan istrinya) dan Imtiaz Ahmad (30 tahun). Another Ahmadi brother, Anwar Kahlon sahib passed away on September 27th in Pakistan. Ahmadi lain saudara, sahib Kahlon Anwar meninggal pada September 27 di Pakistan. He was the past Amir of UK under Khalifatul Masih IV and served the Jamaat in various capacities all his life. Dia adalah Amir lalu Inggris di bawah Khalifatul Masih IV dan melayani Jamaat di berbagai kapasitas sepanjang hidupnya. An Ahmadi sister, Mansoora Wahab daughter of Amir of Ghana Jama&#8217;at Abdul Wahab Adam, also passed away due to kidney failure. Seorang Ahmadi lain, Mansoora putri Wahab Amir Jama&#8217;at Ghana Abdul Wahab Adam, juga meninggal karena gagal ginjal. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Al Qawi" - All Powerful, The Mighty]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/al-qawi-all-powerful-the-mighty/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:27:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/al-qawi-all-powerful-the-mighty/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 9 th , 2009 Oktober 9 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzoor (aba) expounded upon the Divine attribute of “Al-Qawi” – All Powerful, The Mighty in the Friday sermon today. Huzoor (aba) diuraikan pada atribut Ilahi &#8220;Al-Qawi&#8221; &#8211; All Powerful, The Mighty dalam khotbah Jumat hari ini. The term “qawi” (mighty) has a different significance for human beings, meaning one can be advanced in his physical, intellectual or academic abilities, but for God, the term signifies that He encompasses the ultimate power in all respects, there is no comparison of His power to anything or anyone else as He surpasses in everything. Istilah &#8220;qawi&#8221; (perkasa) memiliki makna yang berbeda bagi manusia, yang berarti seseorang dapat maju dalam fisik, intelektual atau kemampuan akademis, tetapi untuk Tuhan, istilah menandakan bahwa Dia meliputi kekuatan tertinggi dalam segala hal, tidak ada perbandingan kekuatan-Nya kepada apa pun atau orang lain seperti Dia melebihi dalam segala hal. In the Holy Quran, God addresses this attribute of His in reference to those who commit “shirk” (associating partners with God) and warns them in these words: Dalam Alquran, Allah alamat atribut ini dalam referensi-Nya kepada mereka yang melakukan &#8220;syirik&#8221; (menyekutukan Allah) dan memperingatkan mereka dalam kata-kata ini:</p>
<p>“And there are some among men who take for themselves objects of worship other than Allah, loving them as they should love Allah. &#8220;Dan ada beberapa di antara manusia yang mengambil untuk diri mereka sendiri objek ibadah selain Allah, mencintai mereka sebagaimana seharusnya mencintai Allah. But those who believe are stronger in their love for Allah and if those who transgress could now see the time when they shall see the punishment, they would realize that all power belongs to Allah and that Allah is severe in punishing.” (2:166) Dan orang-orang yang beriman lebih kuat dalam cinta mereka kepada Allah dan jika orang-orang yang melampaui batas sekarang bisa melihat saat mereka akan melihat azab, mereka akan menyadari bahwa semua kekuasaan itu milik Allah dan bahwa Allah sangat keras dalam menghukum. &#8220;(2:166 )</p>
<p>At first glance, the verse directly addresses the idolaters, warning them of the results of their transgression; at the same time, it also turns the attention of the believers to the objective of their creation, which is to love God and to remember Him. Pada pandangan pertama, ayat langsung alamat orang-orang musyrikin, memperingatkan mereka dari hasil pelanggaran mereka; pada saat yang sama, ia juga mengubah perhatian orang yang beriman kepada tujuan penciptaan mereka, yang adalah untuk mengasihi Allah dan mengingat-Nya. However, it reminds those who pay heed that it is easy to forget one&#8217;s objective in this world and instead of paying due attention to the remembrance of Allah, they set their focus on worldly gains and create apparent and hidden idols for themselves, so much so that the love for these idols gains in strength till God is nowhere in sight. Namun, ia mengingatkan orang-orang yang membayar pelajaran bahwa adalah mudah untuk melupakan seseorang tujuan di dunia ini dan bukannya membayar perhatian karena mengingat Allah, mereka menetapkan fokus mereka pada keuntungan duniawi dan membuat jelas dan tersembunyi berhala bagi diri mereka sendiri, begitu banyak sehingga bahwa cinta berhala-berhala ini keuntungan dalam kekuatan Allah sampai tidak terlihat. For a true believer however, the love of God is the first and foremost objective of his life and he practices this love in every aspect of his life. Untuk Namun mukmin sejati, cinta Allah adalah yang pertama dan terutama tujuan hidupnya dan dia praktek cinta ini dalam setiap aspek hidupnya.</p>
<p>This verse warns those who create these apparent as well as hidden idols for themselves that none other than God Almighty has the power to help them. Ayat ini memperingatkan orang-orang yang membuat jelas ini serta tersembunyi berhala bagi diri mereka sendiri bahwa tak satu pun selain Tuhan Yang Maha Kuasa memiliki kekuatan untuk membantu mereka. At another point in the Holy Quran, God says that shirk (associating partners with God) is a transgression that will not be forgiven. Pada titik lain dalam Alquran, Allah mengatakan bahwa syirik (menyekutukan Allah) adalah pelanggaran yang tidak akan diampuni. The love for this temporary abode will only lead to a terrible end, whereas the love for Allah as a true believer practices will reap the favors of Allah in this world and in the hereafter. Kasih untuk tempat tinggal sementara ini hanya akan mengarah pada akhir yang mengerikan, sedangkan cinta kepada Allah sebagai praktek beriman sejati akan menuai nikmat Allah di dunia dan di akhirat. A believer also bears in mind that love for God cannot be complete without loving the Holy Prophet (saw). Seorang mukmin juga beruang di pikiran bahwa cinta kepada Tuhan tidak bisa lengkap tanpa mencintai Nabi (melihat). Invocating durood on him and offering salat are ways to express this love of God and the Holy Prophet (saw). Invocating durood kepadanya dan salat menawarkan cara untuk mengungkapkan kasih Allah dan Nabi (melihat). A believer should also love other human beings for the sake of obtaining the love of God, as this is Divine commandment also. Seorang mukmin juga harus mengasihi manusia lain demi memperoleh kasih Allah, karena ini adalah perintah Ilahi juga. However, not recognizing the existence of God (such as the idolaters) or forgetting God due to worldly or other distractions can bear the same consequences ie disfavors from Allah. Namun, tidak mengakui keberadaan Tuhan (seperti orang-orang musyrik) atau lupa Allah karena duniawi atau gangguan lain yang dapat menanggung konsekuensi yang sama yaitu disfavors dari Allah. Therefore, there should be a visible difference between one who does not believe in God and one who believes God as All Powerful: the first incurs the wrath of God, whereas the latter is a seeker of love of God at every step of the way. Oleh karena itu, harus ada perbedaan nyata antara orang yang tidak percaya pada Tuhan dan orang yang percaya Allah sebagai Semua Powerfull: incurs pertama murka Allah, sedangkan yang terakhir adalah pencari cinta Allah di setiap langkah. The Promised Messiah (as) sheds some light on this type of love when he says that this. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) sheds beberapa cahaya pada jenis cinta ini ketika ia mengatakan bahwa hal ini. love for God is not something which takes on a false pretense. kasih kepada Allah bukanlah sesuatu yang mengambil kepura-puraan palsu. Such loves comes from the depths of all human faculties, till the heart is completely inundated with nothing but the love of God. Mencintai seperti berasal dari kedalaman semua fakultas manusia, sampai hati benar-benar dibanjiri dengan apa-apa selain kasih Allah. When the heart is fully inclined as such, that is when one sees the wonders of his love and his beloved. Ketika hati cenderung terisi penuh seperti itu, yaitu ketika seseorang melihat keajaiban cinta dan kekasihnya. The truth of the matter is that when one loves someone, he is fully engrossed with his beloved such that he has ingested him, meaning that he begins to reflect the qualities of his beloved so that when one sees the lover, he is indeed seeing the beloved. Kebenaran dari masalah ini adalah bahwa ketika seseorang mencintai seseorang, ia benar-benar asyik dengan kekasihnya sedemikian rupa sehingga ia telah tertelan dia, yang berarti bahwa ia mulai mencerminkan kualitas yang tercinta sehingga jika satu melihat kekasihnya, ia memang melihat tercinta. Hence, when a man loves God completely, he begins to reflect His Light. Oleh karena itu, ketika seorang pria mencintai Allah sepenuhnya, ia mulai mencerminkan cahaya-Nya. The word “muhabbat” has its roots in the Arabic language which means to be full of something. Kata &#8220;muhabbat&#8221; berakar dalam bahasa Arab yang berarti penuh dengan sesuatu. So in order to harvest the favors of God Almighty, one must be prepared to offer every type of sacrifice in His way and then he will witness Divine succor. Jadi, dalam rangka panen nikmat Allah swt, orang harus siap untuk menawarkan setiap jenis pengorbanan di jalan-Nya dan kemudian ia akan menyaksikan pertolongan Ilahi.</p>
<p>Huzoor (aba) then made reference to another Quranic passage in which God gave permission to a weak group of Muslims to defend themselves against a powerful enemy to combat the cruelties being inflicted by the enemy. Huzoor (aba) kemudian dijadikan acuan Al-Quran lain bagian di mana Tuhan memberi izin kepada kelompok lemah umat Islam untuk mempertahankan diri melawan musuh yang kuat untuk memerangi kekejaman yang ditimbulkan oleh musuh.</p>
<p>“Permission to fight is given to those against whom war is made, because they have been wronged — and Allah indeed has power to help them — Those who have been driven out from their homes unjustly only because they said, &#8216;Our Lord is Allah&#8217; — And if Allah did not repel some men by means of others, there would surely have been pulled down cloisters and churches and synagogues and mosques, wherein the name of Allah is oft commemorated. &#8220;Izin untuk berperang itu diberikan kepada mereka yang menentang perang yang dibuat, karena mereka telah dianiaya &#8211; dan Allah memang memiliki kekuatan untuk membantu mereka &#8211; Mereka yang telah diusir dari rumah mereka secara tidak adil hanya karena mereka berkata, &#8216;Tuhan kami ialah Allah&#8217; &#8211; Dan jika Allah tidak menolak beberapa pria dengan cara lain, di sana pasti akan dirobohkan biara-biara dan gereja-gereja dan sinagog dan masjid-masjid, di mana nama Allah sering diperingati. And Allah will surely help one who helps Him. Dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong-Nya. Allah is indeed Powerful, Mighty.” (22:40-41) Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. &#8220;(22:40-41)</p>
<p>In these verses, God Almighty promises to help the Muslims, although a weak group of people, against the strong party of the Mushrik (those who associate partners with God) so as to establish peace and remove the cruelties afflicted by them. Dalam ayat ini, Allah Yang Mahakuasa berjanji untuk membantu kaum muslimin, meskipun sekelompok orang lemah, melawan pihak kuat dari musyrik (orang-orang yang mengasosiasikan mitra dengan Tuhan) sehingga untuk membangun perdamaian dan menghapus kekejaman menderita oleh mereka. The message is that war should only be fought against religious oppression, in fact, Muslims should help other religious groups to defend themselves against oppression. Pesannya adalah bahwa perang hanya boleh bertempur melawan penindasan agama, pada kenyataannya, umat Islam harus membantu kelompok-kelompok agama lain untuk membela diri terhadap penindasan. On the same note, those who are being oppressed but remain on the path of the truth will receive help from God in their favor. Pada catatan yang sama, mereka yang sedang tertindas, tetapi tetap di jalan kebenaran akan menerima bantuan dari Allah yang menguntungkan mereka. In early Islamic history, battles were fought against Muslims, yet help from God came to the weak and the inexperienced to ward off oppression. Pada awal sejarah Islam, pertempuran melawan Muslim, namun bantuan dari Allah datang kepada yang lemah dan kurang berpengalaman untuk menangkal penindasan. Wars being fought today have a totally different objective: they are political and / or economic wars. Perang sedang berjuang hari ini memiliki tujuan yang sama sekali berbeda: mereka adalah politik dan / atau perang ekonomi. The battles in which the Muslims are involved today are not being fought to fight for their religious rights and cannot be called Jihad. Pertempuran di mana umat Islam terlibat saat ini tidak sedang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak keagamaan mereka dan tidak dapat disebut jihad. To gain God&#8217;s favors, Muslims should turn their attention to God and His commandments. Untuk mendapatkan bantuan Allah, umat Islam harus mengalihkan perhatian kepada Tuhan dan perintah-perintah-Nya. In this regard, the teachings of the Promised Messiah (as) interpret the Quranic verses most accurately, and guide mankind towards peace and towards gaining God&#8217;s favors. Dalam hal ini, ajaran-ajaran Mesias yang Dijanjikan (sebagai) menafsirkan ayat-ayat Alquran yang paling akurat, dan membimbing manusia menuju perdamaian dan memperoleh terhadap nikmat Allah. He (as) paints the picture of early Islam in a passage where he says that in the early days of Islam, the antagonists who were strong in every way, wealth, repute, etc, inflicted all sorts of torture upon the weak group of Muslims, and asserted every type of effort to annihilate these flag-bearers of truth. Dia (as) melukiskan gambaran awal Islam di suatu bagian di mana dia mengatakan bahwa pada masa awal Islam, antagonis yang kuat dalam segala hal, kekayaan, reputasi, dll, menimbulkan segala macam penyiksaan atas kelompok muslim lemah , dan menegaskan setiap jenis usaha untuk membinasakan ini pembawa bendera kebenaran. They were troubled by the thought that progress of Islam meant decline of power for them, therefore they meted out all types of trouble for the Muslims. Mereka terganggu oleh pikiran bahwa kemajuan Islam berarti penurunan daya bagi mereka, karena itu mereka ditimpakan semua jenis masalah bagi umat Islam. They massacred innocent Muslims and imposed thirteen years of social boycott on them where the Muslims suffered immensely. Mereka tidak bersalah dibantai Muslim dan tiga belas tahun yang dipaksakan boikot sosial pada mereka di mana umat Islam sangat menderita. The Prophet himself was subjected to merciless stoning, yet he displayed immense patience in wake of these cruelties. Nabi sendiri telah ditaklukkan kepada kejam rajam, namun ia menunjukkan kesabaran yang besar di bangun dari kekejaman ini. God being a witness to these sufferings then gave the permission to the Muslims to fight in their own defense and came not only to their help during these battles against the enemy but showered upon them such splendor that they became the heirs of the thrones of Persia and Rome. Allah menjadi saksi penderitaan ini kemudian memberikan izin bagi kaum muslimin untuk berjuang di pertahanan mereka sendiri dan datang bukan hanya untuk bantuan mereka selama ini pertempuran melawan musuh, tapi mandi atas mereka kemegahan seperti bahwa mereka menjadi pewaris tahta Persia dan Roma.</p>
<p>Such is the practice of God Almighty and this promise holds true for all times. Praktik semacam itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan janji ini berlaku untuk semua kali. “Allah has decreed: &#8216;Most surely I will prevail, I and My Messengers.&#8217; &#8220;Allah telah menetapkan:&#8221; Kebanyakan sudah pasti saya akan menang, saya dan rasul-rasul-Ku. &#8221; Verily, Allah is Powerful, Mighty.” (58:22) It is a historic fact that all opponents of God&#8217;s prophets met with failure and truth always prevailed. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. &#8220;(58:22) Ini adalah fakta sejarah bahwa semua penentang nabi Allah bertemu dengan kegagalan dan kebenaran selalu menang. Same is true for the flag bearers of Islam. Hal yang sama berlaku bagi pembawa bendera Islam. As long as they were on the right path and practiced the true teachings, they met with successes, but when they lost the Islamic values and the practice of its teachings, they lost all glory and splendor along with it, and all their efforts were focused towards retaining their tiny worldly governments. Selama mereka berada di jalan yang benar dan mempraktikkan ajaran-ajaran yang benar, mereka bertemu dengan keberhasilan, tetapi ketika mereka kehilangan nilai-nilai Islam dan praktek ajaran-ajarannya, mereka kehilangan segala kemuliaan dan kemegahan bersamaan dengan itu, dan semua upaya mereka terfokus mempertahankan terhadap pemerintah duniawi kecil mereka. At present, it cannot be said that the Muslims enjoy a glorious status in the world. Saat ini, tidak bisa dikatakan bahwa umat Islam menikmati status yang mulia di dunia. Even the oil-rich Muslim nations look towards the non-Muslim nations to maintain their worth in the world. Bahkan minyak negara-negara Muslim kaya melihat ke negara-negara non-Muslim untuk mempertahankan nilai mereka di dunia. So can it be said that God&#8217;s promise to endow the Muslims with honor no longer holds true? Jadi dapat dikatakan bahwa janji Allah untuk memberkati umat Islam dengan kehormatan tidak lagi berlaku? Absolutely not. Sama sekali tidak. God&#8217;s promise is true for all times. Janji Allah adalah benar untuk semua kali. He is indeed All Powerful for all times. Dia memang Semua Kuasa untuk semua kali. In fact, it is in testament to this attribute that He has sent the Promised Messiah, who is the reformer of this age, who has come in fulfillment of God&#8217;s promise that the light of Islam will spread to all corners of the world and the name of Islam will prevail. Pada kenyataannya, adalah dalam atribut ini bukti bahwa Dia telah mengutus Mesias yang dijanjikan, yang adalah pembaharu usia ini, yang telah datang sebagai penggenapan janji Allah bahwa cahaya Islam akan menyebar ke seluruh pelosok dunia dan nama Islam akan menang. The Promised Messiah (as) received several revelations in which God asserted His attribute of being the All Powerful. Mesias yang Dijanjikan (sebagai) menerima beberapa ayat di mana Allah menyatakan-Nya menjadi atribut Semua Kuasa. God foretold the Imam of the age that Kings shall seek blessings from his garments, thus letting him know that he shall be successful in his mission. Allah meramalkan Imam zaman Raja-raja yang akan mencari berkat dari pakaiannya, sehingga membiarkan dia tahu bahwa ia akan berhasil dalam misinya. The world may regard this community as foolish, but it has always been the practice of worldly people to think of Godly people in this way. Dunia mungkin menganggap komunitas ini sebagai bodoh, tetapi selalu praktek duniawi orang untuk memikirkan Godly orang dengan cara ini. They forget that it is the practice of God to come to the help of His people and when His help arrives, nothing stands in its way. Mereka lupa bahwa itu adalah praktek Allah untuk datang ke bantuan dari umat-Nya dan ketika pertolongan-Nya tiba, tidak ada yang berdiri di jalan.</p>
<p>As a community, Huzoor (aba) drew our attention on enhancing our relationship with God, to improve in our love for God and the Holy Prophet (saw) and to obeying His commandments. Sebagai sebuah komunitas, Huzoor (aba) menarik perhatian kita pada peningkatan hubungan kita dengan Allah, untuk meningkatkan dalam kasih kepada Allah dan Nabi (saw) dan untuk mematuhi perintah-perintah-Nya. That is when we will invite His favors on us. Itu adalah ketika kita akan mengundang nikmat-Nya pada kita.</p>
<p>Remember that God is always loyal to His truthful people; therefore one never incurs any damage or loss in bowing towards Him. Ingat bahwa Allah selalu setia kepada-Nya orang-orang jujur, karena itu kita tidak pernah incurs kerugian atau kehilangan yang di membungkuk terhadap-Nya. May Allah enable us to rinse ourselves of all evil inclinations, may He purify us from all sins, may Allah accept our efforts in His cause, Ameen. Semoga Allah memampukan kita untuk membilas diri kita dari segala kejahatan kecenderungan, semoga Dia menyucikan kita dari segala dosa, semoga Allah menerima usaha-usaha kami dalam menyebabkan-Nya, Ameen. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[20091002 : ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM  MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN ]]></title>
<link>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-khutbah-jumat-20091002-orang-orang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:18:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://kjka200910jf.wordpress.com/2009/11/14/ahmadiyah-khalifah-ahmadiyah-khutbah-jumat-20091002-orang-orang-mukmin-tetap-teguh-didalam-menghadapi-ujian-dan-kesulitan/</guid>
<description><![CDATA[بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم<br />
             نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ</p>
<p>KHUTBAH JUM’AH : HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba. Tanggal  2 Oktober 2009  dari Baitul Futuh London UK`<br />
TENTANG :  ORANG-ORANG MUKMIN TETAP TEGUH DIDALAM  MENGHADAPI UJIAN DAN KESULITAN </p>
<p>يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِؕ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ&#8211;وَلاَ تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِىْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوٰتٌؕ بَلْ اَحْيَآءٌ وَّلٰـكِنْ لاَّتَشْعُرُوْنَ‏&#8211;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلاَ مْوَالِ وَالاََنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَۙ‏&#8211;الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَؕ‏ &#8211;اُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ‏</p>
<p>Didalam Ayat Qur’an yang baru saya tilawatkan, Allah swt berfirman tentang orang-orang beriman yang mendapat percobaan atau ujian bagaimanapun kerasnya iman mereka tetap teguh tidak goyah. Bahkan keimanan mereka semakin bertambah maju dan bertambah teguh dan kuat dan mereka semakin mendekat dan menyerahkan diri kepada Allah swt. Terjemahan ayat-ayat yang saya tilawatkan tadi bunyinya sebagai berikut :  “ Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat’ sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan janganlah kalian mengatakan mati tentang orang-orang yang terbunuh dijalan Allah itu. Tidak, bahkan mereka itu hidup, namun kamu tidak menyadari. Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu, ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata : “ Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali. Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarh 154-158)</p>
<p>Dari ayat pertama sangat jelas sekali bahwa Allah swt telah menasihatkan untuk berlaku sabar sambil tetap menunaikan salat. Maka kita bisa mengatakan bahwa kedua sifat ini harus dimiliki oleh orang-orang beriman, terutama diwaktu menghadapi banyak percobaan dan banyak kesulitan. Ayat ini sangat ringkas sekali namun maksud dan kandungan tafsirnya sangat luas sekali. Salah satu arti dari perkataan sabar adalah : apabila seseorang mendapat suatu kemalangan ia tidak mengeluh melainkan tabah sambil menunjukkan perangai cerah. Ujian atau percobaan harus dipikul dengan tabah tanpa mengeluh, tanpa mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Tidak boleh complain atau menyatakan kesusahan, harus betul-betul menjaga perasaan, yang kadang-kadang karena terdesak keluarlah dari mulut kata-kata tidak patut, sehingga merupakan keluhan terhadap Tuhan Yang Maha Perkasa. Perkara demikian harus dijauhi. </p>
<p>	Yang kedua artinya adalah : Harus tetap dan teguh dalam pendirian. Yang ketiga adalah : Perintah Allah Yang Maha Kuasa harus tetap dipegang erat-erat dan harus berbuat sesuai dengan itu semua. Arti lain lagi ialah, kalian harus tetap teguh tidak boleh menyimpang dari apa yang telah Tuhan melarangnya.</p>
<p>	Jadi perkataan sabar telah dijelaskan, yaitu bila saja menghadapi percobaan dan ujian atau kesulitan apapun harus dihadapi dengan tabah dan tahan mental serta hati teguh dan jangan bimbang, jika tidak akan membawa kegoncangan dan kelemahan iman. Yang kedua ialah harus selalu memperhatikan dan menta’ati hukum-hukum Allah swt dan harus berserah diri kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan penuh tawakkal kepada-Nya. Untuk memperkuat keimanan, keteguhan hati, perkataan salat juga sudah difirmankan didalam ayat tersebut, berarti Allah swt telah mengarahkan dan memerintah kita untuk tidak melupakan salat dan harus banyak memanjatkan do’a kepada-Nya didalam menghadapi ujian atau percobaan dan kesulitan itu. </p>
<p>Pengertian salat yang telah diberikan oleh berbagai pihak dan ringkasannya adalah : “ Memusatkan penuh perhatian kepada kewajiban salat, disamping salat fardu kita harus menaruh perhatian terhadap salat-salat nawafil lainnya juga disertai dengan banyak memanjatkan do’a-do’a untuk mempertahankan iman yang kokoh kuat, banyak-banyak membaca istighfar memohon ampun kepada Allah swt Yang Maha Perkasa dan juga harus banyak berzikir mengingat Allah swt dan harus banyak mengirim darood atau selawat kepada Hazrat Rasulullah saw. Jadi, itulah sifat-sifat orang mukmin sejati telah dijelaskan bahwa diwaktu menghadapi kesulitan dan percobaan dia selalu tabah dan sabar sehingga ia selamat. Diwaktu menghadapi kesulitan dan percobaan seorang mukmin tidak boleh menunjukkan lemah iman atau bimbang, ia harus meningkatkan lebih banyak berdo’a dan menjalin hubungan lebih erat degan Tuhan dan lebih banyak berzikir dan mengirim selawat kepada Hazrat Rasulullah saw.<br />
Apabila kalian mencari perlindungan dan pertolongan Allah swt harus dilakukan dengan penuh sabar dan istiqamah yang sungguh-sungguh. Dan harus selalu diingat bahwa percobaan apapun yang dihadapi sifatnya hanya sementara. Setelah itu apabila suasana telah berobah kemenangan pasti akan berada ditangan kalian. Penolong utama orang-orang mukmin adalah Allah swt Yang Maha Kuasa. Harus diingat dalam keadaan bagaimanapun seorang Ahmadi tidak boleh mengatakan : “Aku tidak percaya kepada Allah.” Bilamana saja timbul kelemahan iman pada seseorang terhadap Allah maka orang itu bukan lagi sebagai orang Ahmady. Dengan mengucapkan demikian habislah riwayat dia sebagai orang Ahmady, bahkan dia sudah keluar dari Islam. Jika seorang Ahmady mempunyai kepercayaan dan keyakinan kuat terhadap Allah swt Yang Maha Kuasa, dia telah mendapat iman bil ghaib yang sesungguhnya kepada Allah swt. Dan dia juga harus yakin bahwa yang menolong dan membantu segala urusan dia adalah Allah swt. Jadi, dalam menghadapi setiap kesulitan dan kesusahan yang ditimbulkan oleh lawan-lawan yang memusuhi Jema’at dari waktu kewaktu, kita harus meningkatkan hubungan yang lebih erat lagi dengan Zat Yang Maha Kuasa Yang mampu membantu kita didalam situasi yang genting seperti itu. Dan didalam situasi seperti itu orang mukmin harus selalu siap menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Perkasa Yang mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada yang lain. Yang kecintaan-Nya lebih dari pada kecintaan seorang ibu terhadap anaknya. Dia Yang Maha Kuasa mencintai hamba-hamba-Nya lebih dari pada itu. Dan Allah dengan firman-Nya : اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ (Allah bersama orang-orang yang sabar) memperkuat keadaan seperti itu. Dan Firman-Nya lagi: “Yakinlah kalian bahwa Aku akan menolong kalian.” Mereka yang berdo’a dengan iman yang teguh, dan mereka yang mempunyai kesabaran akan Aku tolong semuanya. Jika kalian ingin mendapatkan pertolongan dari-Ku kalian harus menujukkan ketetapan dan keteguhan iman. Kalian harus beramal sesuai dengan kedudukan sebagai hamba-hamba-Ku. Bagaimana caranya yang harus kalian lakukan ? Yaitu dikala menghadapi kesulitan dan percobaan pendirian kalian harus tetap jangan berobah-obah. Pendirian kalian harus betul-betul mantep. Kalian harus rujuk kepada Allah swt Yang Maha Kuasa dengan penuh dedikasi. Itulah tanggung jawab setiap orang Ahmadi pada masa ini. </p>
<p>	Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya di Pakistan, dibeberapa negara Arab dan juga dibeberapa daerah dinegara India orang-orang Ahmady tengah dijadikan sasaran kekerasan dan kezaliman. Suasana yang mereka timbulkan sangat mempersulit kehidupan orang-orang Ahmady disana. Terdapat beberapa kasus yang mereka hadapi semakin memburuk. Dan keadaan disana sangat mencekam dan semakin tegang kerana timbul tindakan-tindakan diluar keadilan terhadap mereka. Para Mullah yang didukung oleh pemerintahan setempat disana mulai membuat issue-issue (pernyataan-pernyataan) nonsense. Dibeberapa tempat para penguasa dan pegawai-pegawai pemerintah disana mencari-cari jalan untuk melancarkan berbagai macam gerakan untuk mempersulit kehidupan orang-orang Ahmady sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk bertahan bagi orang-orang Ahmady disana.</p>
<p>	Dibeberapa negara tertentu telah dilancarkan batasan dan larangan untuk menunaikan ibadah salat dan menunaikan salat Jum’ah dimesjid mereka, dan orang-orang Ahmadi disana tidak boleh berkumpul bersama untuk menunaikan salat Jum’ah. Bagaimanapun sudah saya jelaskan tentang firman Allah swt bahwa didalam situasi semacam itu posisi keimanan kalian harus jauh lebih kuat dan lebih teguh dari pada sebelumnya. Sambil memperkokoh keimanan kalian harus meningkatkan mutu ibadah  kalian kepada Allah swt. Lalu tengoklah hasilnya bagaimana Allah swt Yang Maha Perkasa akan datang menolong kalian. Sehubungan dengan peristiwa seperti ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Kalian harus berusaha untuk menjadi orang-orang yang bersih dan suci-murni, dan kalian harus menjalin hubungan lebih erat lagi dengan Tuhan. Sebab pertolongan Allah swt akan kalian peroleh jika diri kalian sudah suci murni.” Beliau a.s. bersabda lagi : “ Bagaimana caranya kalian untuk memperoleh berkat dari pada Tuhan ? Jawabannya Tuhan sendiri berfirmasn :  اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِؕ yakni : Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Apa yang dimaksud dengan salat disini ? Yaitu selain ibadah salat, juga membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), membaca istighfar dan juga membaca selawat bagi Junjungan Nabi Besar Muhammad saw, dibaca dengan penuh rasa cinta dan dedikasi terhadap Allah swt. Jadi, kalian harus menunaikan salat dengan penuh konsentrasi dan kekhusyuan jangan seperti orang yang salat dengan mulut komat-kamit mengucapkan kata-kata namun hati kalian ingat kemana-mana. Orang-orang yang tidak tahu bahasa Arab, mereka boleh bedo’a didalam bahasa sendiri khasnya diwaktu sujud, kecuali do’a yang diajarkan Tuhan didalam Alqur’an atau do’a yang diajarkan Hazrat Rasulullah saw dari firman Tuhan, tidak boleh dibaca diwaktu ruku atau diwaktu sujud. Selain itu do’a boleh dipanjatkan didalam bahasa yang kita fahami sendiri diwaktu sujud atau ruku. Panjatkanlah do’a sambil menangis dan merintih dan merendahkan diri sedemikian rupa dihadapan Tuhan sehingga kekhusyuannya itu sangat berkesan didalam hati kalian. Apabila do’a itu dipanjatkan dengan rintihan dan perasaan yang luluh maka kesannya sangat melekat didalam hati sanubari.” </p>
<p>Jadi, dewasa ini sangat diperlukan do’a-do’a yang dipanjatkan oleh semua orang Ahmady diseluruh dunia dengan penuh kekhusyuan sambil menangis dan merintih dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga menggetarkan pintu Arasy Ilahi. Apabila do’a-do’a ini dipanjatkan dengan penuh kegelisahan dan rintihan yang memilukan tentu Allah swt akan segera menerima dan mengabulkan do’a hamba-hamba-Nya itu. Sebagaimana telah difirmankan oleh-Nya :</p>
<p> اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ اْلاَرْضِ‌ؕ </p>
<p>Artinya : Atau siapakah yang mengabulkan do’a orang yang tak berdaya apabila ia berdo’a kepada-Nya dan Tuhan Yang melenyapkan keburukan, dan pada suatu hari akan menjadikan kamu pewaris-pewaris bumi ? (An Namal : 63) </p>
<p>Jadi do’a yang dipanjatkan dengan perasaan sangat istimewa, dengan rasa gelisah dan suasana prihatin itulah yang bisa membangkitkan perubahan dan revolusi besar diatas muka bumi. Dan mereka yang tengah dianiaya dijalan Allah swt, mereka yang menanggung penderitaan dan kesusahan kerana Allah swt, mereka akan menerima khabar suka dari Allah swt melalui kesabaran dan salat. Pada suatu hari kalian akan menjadi pewaris-pewaris bumi diatas dunia ini, insya Allah ! </p>
<p>	Jadi kesusahan dan penderitaan yang tengah dihadapi oleh orang-orang Ahmady pada hari ini khasnya di Pakistan dan pengurbanan apapun yang mereka lakukan, tidak akan dibiarkkan sia-sia oleh Allah swt. Pengurbanan yang tengah dilakukan hari ini oleh orang-orang Ahmady akan mendatangkan buah yang ranum atau hasil yang mungil pada hari esok. Hal itu semua adalah tugas kewajiban orang-orang Ahmady tanpa mengeluh dan tanpa berkecil hati mereka harus terus maju kedepan dalam menghadapi percobaan dan ujian ini. Dan Allah swt berfirman : “ Orang-orang yang terus maju dalam menghadapi masa kesulitan dan cubaan ini demi meraih keridhaan Tuhan Yang Maha Kuasa, akhirnya mereka rela menyerahkan jiwa-raga dan nyawa mereka dijalan Allah swt. Ingatlah, bahwa mereka yang menyerahkan jiwa-raga mereka kerana Allah Yang Maha Perkasa, pengurbanan jiwa mereka ini bukanlah pengurbanan orang biasa, melainkan seperti pengurbanan para sahabah pada zaman permulaan Islam. Sekarang sejarah berulang kembali. Apabila kita tengok sejarah masa lampau banyak sekali orang-orang mukmin yang telah menyerahkan kehidupan mereka, mengurbankan jiwa raga dan nyawa mereka demi kepentingan agama Allah swt dan demi tegaknya Tauhid Ilahi dimuka bumi. Allah mengabulkan pengurbanan mereka sebab pengurbanan jiwa dan nyawa mereka itu demi maksud dan tujuan yang sangat mulia dan agung sekali. Orang-orang yang terbunuh dijalan Allah demi membela agama Allah dan tegaknya Tauhid Ilahi tidak boleh disebut sungguh-sungguh mati. Mereka tetap hidup, sebab kematian mereka sangat objective, sangat tepat dan terarah demi Agama Allah dan demi kekalnya tauhid Ilahi dimuka bumi. Ganjaran mereka akan terus mengalir kepada mereka setiap sa’at. Pengurbanan demikian menjadi simbul bagi kehidupan orang-orang mukmin sejati lainnya dan mengundang semangat untuk menyerahkan pengurbanan apapaun yang diperlukan oleh Agama ataupun Jema’at. Suatu bangsa yang selalu menyadari pentingnya pengurbanan demi membela tanah airnya tidak pernah mengalami kematian. Orang-orang yang selalu siap memberikan pengurbanan demi tegaknya agama Allah mereka pasti mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah swt. Pada zaman sekarang zaman Masih Mau’ud a.s. peperangan sudah berakhir, tidak boleh melakukan peperangan lagi. Apakah sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mengurbankan jiwa raga demi agama Allah, yang akan mendapat kehidupan kekal setelah meninggal dunia? Dan juga menjadi sarana kehidupan hakiki bagi orang-orang beriman? Apabila kaum akhirin diakhir zaman ini harus menjalani kehidupan seperti setandar kehidupan kaum awalin dizaman Hazrat Rasulullah saw tentu mereka harus mengurbankan jiwa raga atau nyawa mereka. Para syuhada kaum akhirin dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah mengurbankan jiwa-raga dan nyawa mereka seperti yang telah terjadi di Kabul, Afganistan demi mempertahankan kebenaran. Melalui pengurbanan jiwa raga dan nyawa mereka itu Allah swt telah menunjukkan jalan kepada kita untuk memeproleh kehidupan yang kekal-abadi. Dan sampai sekarang banyak para anggauta Jema’at yang tengah memberi contoh bagaimana caranya mereka telah menegakkan semangat dan keikhlasan dalam mengurbankan jiwa-raga dan nyawa mereka kerana Allah swt. Tetesan darah setiap orang Ahmady yang syahid dimana telah memberi martabat dan kedudukan tinggi didalam kehidupan mereka dialam akhirat, disana juga tersedia sarana untuk kehidupan dan kemajuan Jema’at yang semakin meningkat terus dimuka bumi ini. </p>
<p>	Jika para penentang berpikir bahwa dengan banyaknya terjadi pembunuhan terhadap orang-orang Ahmadi mukhlisin akan memberi kesan kemunduran dan kelemahan iman terhadap para anggauta Jema’at, khayalan mereka itu semata-mata penipuan dan kosong dari kenyataan sebenarnya. Allah swt berfirman : Kamu tidak menyadari ! Mereka tidak melihat bagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s telah membangkitkan suatu revolusi ruhani yang luar biasa, Ahmadyah tidak bisa berhenti disebabkan banyaknya pengurbanan jiwa raga atau nyawa serta harta mereka demi mempertahankan kebenaran. Akhirnya taqdir Allah swt akan memutuskan bahwa melalui Jema’at Ahmadiyah ini Islam akan ditegakkan diseluruh permukaan bumi.” Jadi sekarang juga setiap orang Ahmady yang mati syahid demi Jema’at baik lelaki, perempuan tua muda ataupun anak-anak telah menciptakan sebuah gelombang semangat hidup baru. Setiap terjadi peristiwa pensyahidan terhadap orang Ahmady timbul dikalangan orang-orang Jema’at semangat yang bergelora untuk mengurbankan jiwa-raga dan nyawa mereka demi membela Jema’at ini. Tentang hal itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Kami sangat kagum menyaksikan keikhlasan dan kesetiaan para anggauta Jema’at seperti itu.”  Jadi sangat keliru sekali anggapan para penentang yang memusuhi Jema’at bahwa dengan terjadinya kerugian harta mereka, jiwa raga dan nyawa mereka akibat serangan musuh, iman orang-orang Ahmady akan menjadi berkurang dan lemah. Sama sekali tidak !! Sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa dengan terjadinya serangan dan penganiayaan dan pembunuhan, keimanan orang-orang Ahmady justru semakin bertambah kokoh-kuat. Atau para penentang mengira dengan perlawanan mereka terhadap Jema’at, orang-orang Ahmady akan habis dan lenyap? Pendapat mereka itu sungguh batil dan sangat keliru. Disebabkan telah dikeluarkannya undang-undang anti Ahmadiyah di Pakistan dan di beberapa negara Islam lainnya orang-orang Ahmady telah dilarang melakukan tabligh. Akan tetapi  disebabkan makin maraknya perlawanan  dan terjadinya peristiwa-peristiwa kezaliman terhadap orang-orang Ahmady, kesempatan tabligh disana dengan sendirinya menjadi lebih terbuka. Banyak orang-orang yang penasaran ingin tahu apa sebenarnya Ahmadiyah itu? Sehingga setelah jelas kedudukan yang sebenarnya banyak sekali orang-orang yang mengirim surat kepada kami menyatakan ingin bai’at masuk Ahmadiyah, baik dari Pakistan sendiri maupun dari negara-negara lainnya didunia setelah menyaksikan peristiwa-peristiwa kezaliman lawan-lawan Ahmadiyah itu. Jadi sesungguhnya dengan timbulnya perlawanan itu justeru menjadi sarana kemajuan bagi Jema’at Ahmadiyah. </p>
<p>	Jadi para penentang memang bisa melakukan pembunuhan terhadap beberapa orang Ahmady, mereka bisa melakukan penjarahan terhadap harta  orang-orang Ahmady, bangunan dan gedung-gedung orang-orang Ahmady bisa mereka hancurkan, pembangunan mesjid kami bisa dihalang-halangi akan tetapi kalian tidak akan bisa membuat iman kami jadi lemah. Sebab ujian dan percobaan ini menjadi bukti kebenaran firman Tuhan bahwa Dia bersama kami orang-orang beriman. Sebagaimana Allah swt telah menjelaskan dengan rinci didalam ayat berikutnya tentang khabar suka yang diberikan kepada orang-orang yang sabar. Firman-Nya : “ Kalian akan diuji dengan ketakutan, jika kalian menghadapi ujian yang menakutkan itu dengan sabar, maka terimalah khabar suka dari pada-Ku, bahwa kalian akan mewarisi nikmat-nikmat dari pada-Ku”. Macam bagaimana perasaan takut itu? Yaitu rasa takut yang dibuat oleh musuh-musuh kalian, misalnya takut berupa kejahatan para Mullah, menghadapi mukaddimah dipengadilan juga termasuk rasa takut, takut terhadap undang-undang blasphemy pemerintah, takut ancaman dari para petinggi negara. Akan tetapi orang-orang mukmin tidak mensia-siakan iman mereka didsebabkan berbagai macam desakan atau intimidasi dari pihak golongan tertentu atau dari pihak pemerintah sekalipun. Dan tidak pula mereka menunjukkan sebarang kelemahan.<br />
Setelah itu orang-orang mukmin diuji dengan kelaparan. Sebagai contoh telah terjadi dihadapan kita dalam jumlah yang sangat besar. Yaitu pada tahun 1974 telah terjadi peristiwa kerusuhan anti Jema’at yang ditimbulkan lawan-lawan yang memusuhi Jema’at pada tahun itu, banyak kesulitan dan kesusahan ditimpakan kepada orang-orang Ahmady. Pada waktu itu siapapun tidak pula diizinkan untuk menyampaikan makanan kerumah seorang Ahmady dan tidak pula orang-orang Ahmady diizinkan keluar dari rumah mereka pergi kepasar untuk membeli bahan-bahan makanan. Jika mereka bisa keluar juga maka para pemilik kedai dilarang menjual bahan-bahan makanan atau benda apapun yang diperlukan, kepada orang-orang Ahmady. Disamping itu banyak barang-barang kekayaan orang-orang Ahmady dirampas dan dijarah dan secara paksa mereka menguasai hak milik orang-orang Ahmady. Dan apabila seorang Ahmady berusaha menuntut hak milik mereka secara hukum di Pengadilan, mereka membuat-buat alasan dengan mengatakan ini orang-orang Qadiani, mereka enggan melayani. Dengan menyebut nama Qadiani atau Ahmady saja orang-orang yang duduk dikursi pengadilan-pun merasa enggan dan tidak mau menghiraukan atau menangani apa lagi menghormati tuntutan hak-hak mereka lagi.<br />
	Pada tahun 1974 sebidang tanah milik Jema’at di Rabwah telah diserahkan kepada para Mullah oleh Town Committee, dan sampai sekarang mereka menguasainya dan telah memberi nama tempat itu Muslim Colony. Begitu juga tanah yang sangat luas berdekatan dengan Ta’limul Islam New Campus milik Jema’at dan Rabwah Open Space yang terletak di Daarun Nasir telah dirampas dan dikuasainya secara tidak sah. Dan pemerintah telah memutuskan bahwa tanah ini milik pemerintah. </p>
<p>	Selain itu orang-orang mukmin diuji dan dicoba melalui anak-anak keturunan. Pihak lawan sengaja berusah untuk menghancurkan karier anak-anak Ahmady. Disekolah-sekolah anak-anak Ahmady dijadikan sasaran penghinaan agar semangat belajar mereka hilang hingga putus sekolah. Dizaman saya kuliah di University Faisal Abad beberapa mahasiswa Ahmady dilarang kuliah. Di Leyyah beberapa orang anak Ahmady ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara atas tuduhan yang tidak benar dan palsu. Jika orang tua anak-anak tersebut mengumumkan telah bertaubah dari Ahmadiyah, maka pengadilan dimana para Mullah telah menuduh anak-anak telah menghina Hazrat Rasulullah saw, secepat mungkin mereka dibebaskan dari tahanan penjara. Sebab itulah yang mereka inginkan agar para Ahmady dengan cara bagaimanapun kerana takut melepaskan iman mereka dan bertaubah meninggalkan Ahmadiyat. Begitulah trick jahat mereka lakukan dengan menimpakan berbagai macam kesulitan dan kesusahan diatas orang-orang Ahmady berusaha untuk melepaskan mereka dari Ahmadiyah. Namun orang-orang bernasib malang itu tidak tahu kedudukan orang-orang Ahmady adalah orang-orang mukmin sejati. Mereka yakin betul bahwa setiap huruf yang tertulis didalam Kitab suci Alqur’an adalah firman Allah swt. Sejak semula Allah swt telah memberitahukan kepada mereka didalam Alqur’an bahwa iman mereka akan diuji dengan kesusahan dan kesulitan seperti itu. </p>
<p>	Jadi teguh didalam pendirian dan menanti akhir kesudahan yang baik dan mengucapkan Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) adalah sifat atau prilaku orang-orang Ahmady. Kesusahan dan kesulitan yang ditimpakan kepada mereka dihadapi dengan penuh kesabaran, sebab itulah yang selalu diperlihatkan oleh orang-orang yang mengaku diri mereka Ahmady. Sabar artinya setiap kesulitan atau kesusahan memang dirasakan, akan tetapi tidak kehilangan keseimbangan perasaan dan pikiran disebabkan kesulitan atau kesusahan itu. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah berkecil hati, melainkan pada setiap percobaan dan pada setiap penderitaan yang dihadapi selalu menghadapkan muka kearah Allah swt. Mereka berdiri tegak sambil bertahan bahwa biarlah ujian berupa kesulitan itu berlaku sebab ia sifatnya hanya sementara, bukan untuk selama-lamanya. Sebagai natijahnya Allah swt akan memberikan yang lebih baik lagi kepada mereka. Pada setiap musibah selalu berfikir bahwa nyawa-ku juga, anak-anak-ku juga, harta kekayaan-ku juga hanyalah barang-barang titipan yang sifatnya sementara. Apabila hal itu semua dikurbankan kerana Allah swt maka tentu aku akan menjadi pewaris karunia Tuhan yang jauh lebih baik dari semula. Apabila manusia berucap “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’un (Kami adalah milik Dia dan kepada-Nyalah kami akan kembali) maka harus berdiri tegak dengan yakin bahwa kami juga adalah milik Allah swt. Dan harta kami serta anak-anak kami juga semuanya adalah kepunyaan Allah swt. Jadi, jika Dia menginginkan bahwa nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada kami itu hendak diambil kembali oleh-Nya, maka kami rela sepenuhnya tidak perlu kecil hati atau menangis. Sebab kami berkata “Inna ilaihi raaji’un” kami juga akan kembali kepada-Nya. Apabila kita akan kembali kepada-Nya maka Allah swt telah berjanji bahwa Dia akan memberi barang-barang yang jauh lebih baik dari pada barang-barang yang ada didunia ini. Jadi, jika seorang mukmin berfikir seperti itu maka kerugian berupa barang-barang duniawi apapun yang ditimpakan oleh pihak lawan, memang bisa mendatangkan kesusahan yang sifatnya sementara, akan tetapi hal itu tidak akan menjadi kendala bagi kehidupan yang masih terus berlanjut. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Sebagai orang mukmin kalian jangan menganggap buruk terhadap percobaan atau ujian. Hanya orang mukmin yang tidak sempurna yang akan menganggapnya buruk. Allah swt berfirman didalam Alqur’an :</p>
<p>  وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلاَ مْوَالِ وَالاََنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَۙ‏&#8211;الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَؕ‏ </p>
<p>Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sesuatu, ketakutan dan kelaparan, dan kekurangan dalam harta dan jiwa serta buah-buahan, dan berikanlah kabar suka kepada orang-orang yang sabar. Yaitu, orang-orang yang apabila musibah menimpa mereka, mereka berkata : “ Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali.” Kesusahan dan kesulitan apapun yang mereka hadapi tidak menimbulkan kesengsaraan dan kesusahan hati mereka. Dan mereka selalu gembira dengan keridhaan Allah swt. Dan mereka menyukai tinggal dalam suasana seperti itu. Mereka itu betul-betul sabar. Dan Allah swt memberi ganjaran kepada orang-orang yang sabar tanpa perhitungan. Demikianlah reaksi yang harus ditimbulkan oleh setiap orang Ahmady. Dan dengan karunia Allah swt sampai sekarang para anggauta Jema’at telah menzahirkan keadaan demikian. Dan reaksi itulah sebagai tanda untuk memperoleh kemajuan. Untuk itu kita harus selalu memanjatkan do’a kepada Allah swt. Memang kewajiban kita untuk berdo’a demi keselamatan dari ujian dan percobaan, Allah swt sendiri telah berfirman demikian. Akan tetapi jika turun suatu percobaan dan ujian dari Allah swt, maka untuk menghadapi hal itu keteguhan iman dan ketabahan sangat penting sekali. Dan hal itulah yang boleh membuat turunnya pembalasan yang tidak terhingga dari Allah swt. </p>
<p>Setelah menyebutkan hal itu, selanjutnya dikatakan bahwa Allah swt bersama orang yang sabar, orang yang meraih kedudukan syahid disisi Allah swt, akan mendapat kehidupan yang kekal. Terdapat khabar-khabar gembira bagi orang-orang yang sabar, dan banyak sekali khabar-khabar gembira itu mereka terima. Dan suasana gembira yang meluap-luap itu telah-pun mereka wakafkan demi patuh dan setia kepada Allah swt. Tentang kesulitan yang biasa timbul ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Tidak pernah datang seorang-pun Utusan Tuhan yang tidak menghadapi ujian atau percobaan. Hazrat Masih Israili a.s. telah dipenjarakan dan telah dihadapkan kepada berbagai macam siksaan oleh orang Israil. Selanjutnya bagaimana perlakuan kaum terhadap Nabi Musa a.s. Nabi Muhammad saw sendiri pernah dikepung dan diserang, akhirnya sesuai sunnah Allah swt semua kesulitan itu berakhir diganti dengan kemudahan yang jauh lebih baik. Jika memang sunnah Allah swt seperti itu adalah kesenangan dan kemudahan bagi kehidupan Utusan Allah swt dan para pengikutnya, maka setiap hari pesta-pora makan-makanan yang lazat, tentu bisa dilihat apa bedanya para ahli dunia dengan para Utusan Allah swt ? Jika setiap waktu hanya menjalani kehidupan yang senang sejahtera dan tidak pernah menderita kesulitan, apa bedanya orang-orang dunia dengan Utusan Allah swt ? Setelah kenyang memakan makanan yang lezat mengucapkan alhamdulillah wa syukru lillah memang mudah sekali. Mudah sekali menyatakan rasa syukur seperti itu kepada Allah swt jika setiap hari menjalani kehidupan yang baik dan senang, makanan dan minuman setiap waktu bisa diperoleh dengan mudah. Jadi dalam menghadapi keadaan musibah juga harus kita harus mengucapkan perkataan seperti itu dengan sungguh hati, seperti diwaktu menerima nikmat dari Allah swt.”<br />
Beliau bersabda lagi: “ Para utusan Tuhan dan Jema’at beliau sering ditimpa oleh berbagai macam ujian, ditimpa rasa takut dengan kehancuran, menghadapi berbagai macam mara bahaya dan sebagainya. Itulah arti dari pada Kazzabu  mereka mendustakan. Dari peristiwa kesulitan itu ada faedahnya yaitu untuk membedakan diantara orang yang kuat iman-nya dan yang lemah iman. Sebab orang yang imannya lemah, hanya sampai waktu yang menguntungkan mereka saja bisa bertahan, namun apabila masa ujian dan cobaan tiba, mereka berhenti tidak mau bergerak maju. Sedangkan orang yang kuat imannya mereka terus maju kedepan, sekalipun sedang dalam masa percobaan dan ujian seperti itu. Dan itulah sunnah Allah swt yang berlaku kepada saya. Selama tidak ada ujian atau percobaan tidak pernah timbul sebarang tanda yang zahir dari Allah swt. Apabila Allah swt mencintai hamba-hamba-Nya maka Dia menimpakan ujian kepada mereka.  Sebagaimana Tuhan berfirman </p>
<p>: وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَۙ‏-الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ </p>
<p>Yakni setiap mendapat kesulitan dan kesusahan mereka selalu rujuk dan runduk kepada Allah swt. Dan orang-orang itulah yang menerima nikmat-nikmat Allah swt, yaitu orang-orang yang selalu berusaha menegakkan istiqamah, tetap didalam pendirian yang teguh, sekalipun mereka menyaksikan kegembiraan duniawi itu nampaknya sangat senang serta lezat untuk dinikmati namun akhir natijahnya tidak ada kesan apa-apa. Dengan menjalani kehidupan berwarna-warni kemewahan yang penuh dengan kesenangan akhirnya hubungan dengan Allah swt menjadi terputus. </p>
<p>Kecintaan Allah swt terhadap hamba-Nya dibuktikan dengan menimpakan suatu ujian kepadanya sehingga dengan ujian itu Dia menzahirkan kemuliaan hamba-Nya itu. Dengan ujian itu kebesarannya, keimanannya yang kukuh kuat akan zahir. Misalnya jika Kisra Iran tidak memerintahkan seorang jenderalnya untuk menangkap Hazrat Rasulullah, maka bagaimana bisa terjadi mu’jizat yaitu kematian Kisra Iran itu pada malam itu juga. Dan jika orang-orang Mekah tidak mengusir Hazrat Rasulullah saw, bagaimana mu’jizat Allah swt akan zahir pada hari-hari sesudahnya. Setiap mu’jizah sangat erat kaitannya dengan suatu ujian atau percobaan yang menyusahkan. Kehidupan berfoya-foya dan bergembira-ria bisa membuat manusia lengah tidak ada kaitannya sama sekali dengan Allah swt. Jika kejayaan duniawi yang melimpah ruah telah diperoleh seseorang, kehidupan merendahkan diri dan merunduk dihadapan Tuhan menjadi hilang. Padahal Allah swt mencintai orang-orang yang menjalani kehidupan dengan merendahkan diri dan mencurahkan perhatian kepada-Nya. Oleh sebab itu manusia haruslah menghadapi suatu peristwa yang manakutkan.  Jadi Allah swt berfirman bahwa Dia bersama orang-orang yang berlaku sabar dan menyerahkan jiwa raga serta nyawanya dijalan Allah swt demi meraih keridhaan-Nya. </p>
<p>	Pada akhir ayat Allah swt berfirman :</p>
<p>  &#8211;اُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ‏</p>
<p>Mereka inilah yang dilimpahi berkat-berkat dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah yang akan mendapat petunjuk.” (Al Baqarh 154-158). Dan orang-orang itulah yang menjadi pewaris barkat-berkat, mereka itulah yang menjadi penerima hidayah dan rahmat dari Allah swt. Dan orang-orang yang menjadi pewaris rahmat dan barkat dari Allah  swt itulah orang-orang yang menerima petunjuk dari Allah swt. Kerana dipergunakan  perkataan solawatun mirrabihim maka hal itu bisa diterjemahkan: barkat-barkat dan maghfirat. Jadi orang-orang yang sabar dan banyak memanjatkan do’a akan menyaksikan pemandangan turunnnya barkat dan maghfirat (pengampunan) dari Allah swt yang membuat martabah ruhani mereka semakin tinggi. Perkataan solawatun mirrabihim ini bukan Allah swt yang memanjatkan do’a itu, melainkan berkat-berkat dan maghfirat dari Allah swt turun kepada orang-orang mukmin yang sabar dan banyak memanjatkan do’a itu. Apabila rahmat Tuhan turun kepada mareka maka martabah ruhani mereka itu semakin meningkat terus. </p>
<p>	Kerugian duniawi mereka juga bisa diganti sepenuhnya oleh Allah swt, sebab mereka setiap sa’at siap mengurbankan apa yang mereka miliki demi kepentingan agama Allah swt. Bisa diperiksa, siapapun orang Ahmady yang mengurbankan sesuatu dijalan Allah swt, keinginan musuh tidak pernah berhasil membuat orang-orang Ahmady menjadi miskin sehingga menjadi pengemis. Bahkan yang menjadi miskin dan menjadi pengemis dalah mereka sendiri yang telah berbuat zalim terhadap orang-orang Ahmadi dan yang telah merampas dan menjarah harta benda mereka. Dan demi konstitusi undang-undang, orang-orang Ahmady telah dinyatakan sebagai orang-orang bukan Islam. Maka setelah demikian jelasnya pertolongan Allah swt terhadap Jema’at ini, orang-orang bernasib buruk dan sangat malang itu tidak mau paham juga, atau memang sengaja mereka tidak mau paham. Sedangkan kami selalu berdo’a kepada Allah swt semoga Allah swt memberi taufiq kepada mereka untuk memahaminya. </p>
<p>	Pada akhir ayat in Allah swt berfirman :  وَاُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَyakni orang-orang yang meraih rahmat dan maghfirat dari Allah swt mereka itulah yang memperoleh hidayah dari Allah swt. Oleh sebab itu disebabkan telah memperoleh hidayat maka mereka terus meningkat didalam meraih hidayat itu dari Allah swt. Dan Allah swt memperlihatkan jalan-jalan baru kepada mereka untuk mencapai kemajuan. Sehingga mereka selalu menjadi peraih kurub dan kecintaan Allah swt. Dan kita harus selalu memohon do’a kepada Allah swt agar Dia menjaga dan melindungi setiap orang Ahmadi dari setiap bala atau musibah. Akan tetapi jika sesuai dengan kehendak Allah swt seseorang harus mendapat ujian dan percobaan dari Allah swt, semoga Allah swt memberi taufik kepadanya untuk melewati masa ujian itu dengan tabah, mudah dan selamat. Dan semoga Allah swt selalu memberi bimbingan  kepada kita semua. </p>
<p>	Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Apabila saya melihat kesulitan yang tengah kalian alami dan disamping itu saya melihat kudrat Allah swt yang maha mulia yang secara pribadi saya sendiri telah mengalaminya dan yang telah berlaku pada diri saya, sedikitpun saya tidak merasa gelisah. Sebab saya faham bahwa Allah swt adalah Dia Yang Karim (Maha Mulia) dan Qadir Qudrat, Yang Maha Kuasa. Dan Dia Yang akan melepaskan mereka dari musibat-musibah yang besar. Siapa yang ingin memperoleh banyak ma’rifat maka Allah swt pasti menurunkan musibah sebagai ujian kepadanya. Supaya mereka faham bahwa Tuhan memberi harapan positif kepada mereka bahwa dari tidak ada harapan sama sekali timbul hasrat dan keinginan yang baik. Pendeknya Dia sungguh Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya. Dengan adanya ujian dan cobaan itu jangan sampai Allah swt menjadi jauh dari kita. Dalam memberi ujian dan cobaan juga Allah swt Maha Karim dan Rahim, Maha Mulia dan Maha Penyayang.” </p>
<p>Selanjutnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Jalan untuk memperoleh karunia dan rahmat-Nya selamanya terbuka selalu. Oleh sebab itu kita harus selalu menaruh harapan positif terhadap Rahmat-Nya. Dan diwaktu menghadapi kegelisahan perlu sekali bertaubah dan membaca istighfar sebanyak-banyaknya.”  Harus diingat selalu bahwa orang yang diwaktu turun bala dan musibah dia tinggalkan usaha untuk bertaubah dari keburukan atau dosa, yang sebetulnya untuk meninggalkan taubah dengan segera itu tidak ada maksud sebelumnya, maka hal itu merupakan siksaan besar bagi orang itu. Dan jika musibah dan kemalangan serta kesusahan tengah terjadi, lalu ia tinggalkan dosa atau kebiasaan buruknya itu, maka hal itu akan menjadi sebuah kaffarah yang besar baginya. Bersamaan dengan terbukanya hati dia itu untuk bertaubah terbukalah juga kegelapan musibah itu baginya. Dan datangnya nur cahaya menjadi suatu harapan yang pasti baginya. Apabila hati manusia telah terbuka mata kegelapan yang disebabkan timbulnya bala atau musibah itu akan berubah menjadi cahaya terang baginya. Dan akan timbul harapan untuk mendapatkan nur dari allah swt.  </p>
<p>	Jadi keadaan dunia sekarang ini seperti telah saya katakan bahwa para Ahmady diseluruh dunia sangat perlu sekali untuk menaruh perhatian sungguh-sungguh terhadap do’a. Mengingat-ingat kelemahan dan dosa yang ada pada dirinya sangat diperlukan sekali. Dan harus berusaha keras untuk berjumpa dengan Allah swt. Usaha pribadilah yang harus dilakukan oleh Jema’at, apabila seseorang berbuat baik mudah-mudahan membawa faedah untuk semuanya. Dalam suasana sekrang ini setiap Anggauta Jema’at dimanapun berada sangat perlu sekali untuk meningkatkan  banyak do’a untuk saudara-saudara kita itu. Mengingat keadaan yang tengah terjadi pada masa sekarang ini, nampaknya akan terjadi ujian-ujian yang lebih berat lainnya yang akan dihadapi oleh para Ahmady di Pakistan. Oleh sebab itu dengan perantaraan do’a-do’a semoga hal itu bisa diatasi dengan sebaik-baiknya. </p>
<p>	Setelah itu Huzur mengumumkan empat orang Ahmady yang telah mati syahid dan beliau akan memimpin salat jenazah ghaib untuk keempat orang syuhada itu. </p>
<p>Alihbhasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Friends of Allah]]></title>
<link>http://tarahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/14/friends-of-allah/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 05:20:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://tarahmadiyahjf.wordpress.com/2009/11/14/friends-of-allah/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>November 13 th , 2009 November 13 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>After reciting Surah Al Fatihah, Huzoor (aba) recited these verses: Setelah membaca Surah Al Fatihah, Huzoor (aba) membacakan ayat-ayat ini:</p>
<p>Behold! Lihatlah! the friends of Allah shall certainly have no fear, nor shall they grieve — Those who believed and kept to righteousness — For them are glad tidings in the present life and also in the Hereafter — there is no changing the words of Allah; that indeed is the supreme triumph. teman-teman tentu akan Allah tidak takut, dan tidak pula mereka bersedih hati &#8211; Mereka yang percaya dan terus untuk kebenaran &#8211; Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan sekarang dan juga di akhirat &#8211; tidak ada perubahan firman Allah, bahwa sesungguhnya adalah keberuntungan yang besar. [10:63-65] [10:63-65]</p>
<p>Huzoor (aba) based the entire Friday sermon on elaborating upon these verses which shed light on the characteristics of a Wali (Friend of Allah). Huzoor (aba) berdasarkan seluruh khotbah Jumat di atas mengelaborasi ayat-ayat ini yang menjelaskan karakteristik dari Wali (Friend of Allah). Huzoor (aba) said that Awliya (plural of Wali ) are guaranteed that they shall have no reason to fear or to grieve as long as they keep progressing in their belief in God and Taqwa (righteousness) and for such believers, there is a promise that God Himself will become their friend, and they are the recipients of Divine blessings in this world and in the Hereafter. Huzoor (aba) berkata bahwa Awliya (jamak dari Wali) dijamin bahwa mereka tidak akan memiliki alasan untuk takut atau bersedih hati sepanjang mereka tetap maju dalam keyakinan mereka pada Tuhan dan Taqwa (kebenaran) dan untuk beriman seperti itu, ada janji bahwa Tuhan sendiri akan menjadi teman mereka, dan mereka adalah penerima berkat Ilahi di dunia ini dan di akhirat.  Huzoor (aba) further elaborated that a true believer is one who remains steadfast in his belief even if he incurs a worldly loss because he has firm faith in the rewards that he will reap in the next world, promised by God Himself.  But the first and foremost prerequisite to become worthy of this promise is that one must fulfill the obligations of becoming friends of Allah. Huzoor (aba) dijabarkan lebih lanjut bahwa seorang mukmin sejati adalah orang yang tetap teguh dalam keyakinannya bahkan jika ia kehilangan incurs duniawi karena ia mempunyai iman di dalam perusahaan imbalan yang ia akan menuai di akhirat, yang dijanjikan oleh Tuhan sendiri. Tapi yang pertama dan terutama prasyarat untuk menjadi layak janji ini adalah bahwa kita harus memenuhi kewajiban untuk menjadi sahabat Allah.  It is often noticed that one offers a whole lot in the way of our worldly friends, but in order to become the friends of God, one must be prepared to follow His commandments and to live his life in a state of fear of losing the pleasure of God. Hal ini sering menyadari bahwa satu menawarkan banyak hal dalam cara teman-teman kita di dunia ini, tetapi untuk menjadi sahabat-sahabat Allah, orang harus siap untuk mengikuti perintah-perintah-Nya dan untuk menjalani hidupnya dalam keadaan takut kehilangan kenikmatan Allah. It is indeed not easy to achieve the status of a Wali . Memang tidak mudah untuk mencapai status Wali. Huzoor (aba) then recited the following verses: Huzoor (aba) kemudian membaca ayat berikut:</p>
<p>Only they believe in Our Signs who, when they are reminded of them, fall down prostrate and celebrate the praises of their Lord, and they are not proud. Hanya mereka percaya kepada ayat-ayat Kami yang, ketika mereka diingatkan dari mereka, jatuh bersujud dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri. Their sides keep away from their beds; and they call on their Lord in fear and hope, and spend out of what We have bestowed on them. Sisi mereka menjauhkan diri dari tempat tidur mereka, dan mereka menyebut Tuhan mereka dalam ketakutan dan harapan, dan menghabiskan keluar dari apa yang Kami berikan kepada mereka. [32:16-17] [32:16-17]</p>
<p>These verses remind us again of those Believers who fulfill the rights towards their Creator in order to gain His closeness. Ayat-ayat ini mengingatkan kita kembali dari orang-orang mukmin yang memenuhi hak-hak terhadap Pencipta mereka untuk mendapatkan kedekatan-Nya. When God makes such people His friends, He forgives their sins, and they become free of sins (past and future).  God shows us this path of friendship with Himself which is a beautiful relationship to have, yet in certain cases, man is ungrateful and he adopts the path of rebellion and denial in the existence of God, the result of which is that he becomes Hellbound. Ketika Allah membuat orang-orang seperti teman-teman-Nya, Dia mengampuni dosa-dosa mereka, dan mereka menjadi bebas dari dosa (masa lalu dan masa depan). Allah menunjukkan kepada kita jalan ini persahabatan dengan diriNya yang merupakan hubungan yang indah untuk memiliki, namun dalam kasus tertentu, manusia yang ingkar dan ia mengambil jalan pemberontakan dan penyangkalan keberadaan Tuhan, hasil yang adalah bahwa ia menjadi Hellbound.</p>
<p>The Promised Messiah (as) has said that God is Independent and Besought of all; He does not need anyone to be friends with Him.  It is man who benefits from this friendship with Allah, and what a friend to have, One Who never abandons His loved one in this world or in the next and Who forgives his shortcomings. Mesias yang Dijanjikan (as) telah mengatakan bahwa Allah adalah Independen dan Besought dari semua; Dia tidak perlu siapa pun untuk berteman dengan-Nya. Itu orang yang manfaat dari persahabatan dengan Allah ini, dan apa seorang teman untuk memiliki, Satu Yang tak pernah meninggalkan kekasih-Nya di dunia ini maupun di akhirat dan yang mengampuni kekurangannya.</p>
<p>And say, &#8216;All praise belongs to Allah Who has taken unto Himself no son, and Who has no partner in His Kingdom, nor has He anyone to help Him on account of weakness.&#8217; Dan berkata, &#8220;Segala puji kepunyaan Allah-lah yang tidak diambil kepada diri-Nya anak, dan Siapa yang tiada sekutu dalam Kerajaan-Nya, atau telah Dia siapa pun untuk membantu Dia di rekening kelemahan.&#8221; And extol His glory with all glorification. Dan memuji kemuliaan-Nya dengan segala kemuliaan-Nya. [17:112] [17:112]</p>
<p>One should make every effort to purify one&#8217;s heart, so that when God glances into it, there is not even a speck of sin.  On this path of purification of one&#8217;s soul, man shall meet with many successes in the world and will have led a good life to the end. Orang harus melakukan segala upaya untuk menyucikan hati seseorang, sehingga ketika Tuhan melirik ke dalamnya, bahkan tidak ada setitik dosa. Di jalan ini pemurnian jiwa seseorang, laki-laki akan bertemu dengan banyak keberhasilan di dunia dan akan memimpin kehidupan yang baik sampai akhir.</p>
<p>Huzoor (aba) then presented a Hadith that on the Day of Judgement, there will be three groups of Awliya (the friends of Allah). Huzoor (aba) kemudian disajikan sebuah hadis bahwa pada hari kiamat, akan ada tiga kelompok Awliya (para sahabat Allah). God will ask the leaders of each of these groups why they performed righteous deeds in the world. Allah akan meminta para pemimpin dari masing-masing kelompok ini mengapa mereka melakukan amal saleh di dunia. One person on behalf of the first group will say that they did so to attain the Promised Paradise. Satu orang atas nama kelompok pertama akan mengatakan bahwa mereka melakukannya untuk mencapai surga yang dijanjikan. God will then lead this group into Paradise, bestowing upon them His favor. Tuhan akan memimpin grup ini ke dalam surga, melimpahkan nikmat-Nya kepada mereka. The leader of the second group will say that they did so to save themselves from the Fires of Hell.  God will then lead them into Paradise, bestowing upon them His favor as well. Pemimpin kelompok kedua akan mengatakan bahwa mereka melakukannya untuk menyelamatkan diri dari Api neraka. Tuhan akan memimpin mereka ke dalam surga, melimpahkan nikmat-Nya atas mereka juga. The leader of the third group will say that they did so to acquire the Love of Allah and to attain His nearness. Pemimpin kelompok ketiga akan mengatakan bahwa mereka melakukannya untuk mendapatkan Cinta Allah dan untuk mencapai kedekatan-Nya. God will then remove all barriers between Himself and this group, and He will lead them into Paradise and angels will be with them and they will be closest to God. Allah akan menghapus semua penghalang antara diriNya dan kelompok ini, dan Ia akan memimpin mereka ke dalam surga dan malaikat akan bersama mereka dan mereka akan dekat dengan Allah. The leader of this third group will indeed be the best of all human beings, the best among the Awliya : Hadhrat Muhammad Mustafa (may peace and blessings of Allah be on him).  Up until his demise, the Prophet (may peace and blessings of Allah be on him) desired nothing more than the love of Allah. Pemimpin kelompok ketiga ini akan benar-benar menjadi yang terbaik dari semua manusia, yang terbaik di antara Awliya: Hadhrat Muhammad Mustafa (semoga damai dan berkah Allah kepadanya). Up sampai kematiannya, Nabi (semoga damai dan berkat-berkat Allah ada di dia) yang diinginkan tidak lebih dari kasih Allah. He is indeed the most excellent example of absolute faith in Allah and the best among all the righteous people. Dia memang contoh yang paling baik mutlak beriman kepada Allah dan yang terbaik di antara semua orang-orang yang saleh.</p>
<p>In another Hadith, it is narrated one cannot attain nearness to God Almighty till he loves someone for His sake. Dalam hadis lain, ada sebuah hadits seseorang tidak dapat mencapai kedekatan kepada Allah SWT hingga ia mencintai seseorang karena Allah. Huzoor (aba) also presented another hadith on the authority of Hadhrat Abu Hurairah (rz): The Messenger of Allah (saws) said, &#8220;Verily, Allah likes three things for you and disapproves three things. He likes that you should worship Him Alone, not to associate anything with Him (in worship) and to hold fast to the Rope of Allah and not to be divided among yourselves; and He disapproves for you irrelevant talk, persistent questioning and the squandering of the wealth.&#8221;[Sahih Muslim] Huzoor (aba) juga disajikan hadis lain atas kuasa Hadhrat Abu Hurairah (rz): Rasulullah (saw) berkata, &#8220;Sesungguhnya Allah menyukai tiga hal untuk Anda dan menyetujui tiga hal. Ia suka bahwa Anda harus menyembah-Nya Sendiri , jangan bergaul apa pun dengan-Nya (kepada Allah) dan memegang teguh kepada Tali Allah dan tidak untuk dibagi di antara kamu; dan Dia tidak menyetujui untuk Anda yang tidak relevan bicara, terus-menerus bertanya dan menghambur-hamburkan kekayaan. &#8220;[Sahih Muslim]</p>
<p>Huzoor (aba) presented another hadith on the authority of Hadhrat Umar Bin Khattab which talks about love of people with one another for the reward of gaining Allah&#8217;s favors. Huzoor (aba) disajikan hadis lain pada otoritas Hadhrat Umar Bin Khattab yang berbicara tentang cinta dari orang-orang dengan satu sama lain untuk memperoleh pahala nikmat Allah. These are the people who shall have no fear, no grief, and their righteous deeds shall be to gain the pleasure of God and the prophets of God shall envy their relationship with God.  The purpose of the advent of prophets is to bring a revolution in the spiritual lives of people, and hence the highest status of awliya is reserved for the prophets, and the most supreme of them is the Holy Prophet (may peace and blessings of Allah be on him). Mereka adalah orang-orang yang akan tidak takut, tidak ada kesedihan, dan amal saleh mereka akan mendapatkan kesenangan Allah dan para nabi dari Allah akan iri hubungan mereka dengan Allah. Tujuan dari kedatangan para nabi adalah untuk membawa sebuah revolusi dalam kehidupan rohani orang-orang, dan karenanya status tertinggi awliya digunakan untuk para nabi, dan yang paling tertinggi dari mereka adalah Nabi Suci (semoga damai dan berkah Allah padanya). In the present day, God&#8217;s wali are those who are from the Ummah (community) of the Holy Prophet of Islam, and those who believe in the Promised Messiah of the Latter days, as he is the one who will unite all believers on one hand and remove the differences from amongst them.  Ahmadis along with non-Ahmadis should ponder over this and it is only the love for one another, the obedience to Nizam-e-Jamaat, the bond with Khilafat that will reap them the rewards of the world and the Hereafter. Pada saat ini, wali Allah adalah mereka yang berasal dari umat (masyarakat) dari Nabi Suci Islam, dan orang-orang yang percaya pada Mesias yang Dijanjikan Latter hari, seperti ia adalah orang yang akan mempersatukan semua orang percaya di satu pihak dan menghapus perbedaan-perbedaan diantara mereka. Ahmadi bersama dengan non-Ahmadi harus merenungkan soal ini dan hanya cinta untuk satu sama lain, kepatuhan untuk Nizam-e-Jamaat, ikatan dengan khilafah yang akan menuai mereka pahala di dunia dan akhirat. It is through this path that one will attain the purpose of his creation. Hal ini melalui jalan yang satu ini akan mencapai tujuan ciptaan-Nya. Huzoor (aba) read out an excerpt from the writings of the Promised Messiah (as) about the spiritual progress of man in this world and in the next. Huzoor (aba) membacakan kutipan dari tulisan-tulisan Mesias yang Dijanjikan (sebagai) tentang kemajuan spiritual manusia di dunia ini dan di akhirat. When one sets foot in this direction, then God helps such a person to reach the heights in his quest of Divine love and wisdom. Ketika satu set kaki di arah ini, maka Tuhan akan membantu orang untuk mencapai ketinggian dalam pencarian cinta Ilahi dan kebijaksanaan.</p>
<p>May Allah Almighty enable us to strive to achieve this status and to acquire His friendship. Semoga Allah SWT memungkinkan kita untuk berusaha untuk mencapai status ini dan untuk mendapatkan persahabatan-Nya. May He forgive our sins and cover them with the shades of His infinite Mercy, Ameen. Mungkin Dia mengampuni dosa-dosa kita dan menutupi mereka dengan nuansa rahmat Nya yang tak terbatas, Ameen. </p>
<p>Sumber:<br />
Al Islam</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ahmadiyah : Khutbah Khalifah : Ringkasan : A Discourse on Signs (ayat) Allah]]></title>
<link>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/ahmadiyah-khutbah-khalifah-ringkasan-a-discourse-on-signs-ayat-allah/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 09:05:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/ahmadiyah-khutbah-khalifah-ringkasan-a-discourse-on-signs-ayat-allah/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat delivered by the Head of the Ahmadiyya Muslim Commu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>delivered by the Head of the Ahmadiyya Muslim Community disampaikan oleh Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>December 28 th , 2007 Desember 28 th, 2007</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzur cited verse 130 of Surah Al Baqarah ( 2:130 ) and gave a discourse on Signs (Ayahs) of Allah in his Friday sermon today. Huzur mengutip ayat 130 dari Surah Al Baqarah (2:130) dan memberikan wacana pada ayat (ayat-ayat) Allah dalam khotbah Jumat hari ini. Huzur said last Friday he had given a discourse on the prayer of Hadhrat Ibrahim (the above-mentioned Quranic verse) with reference to the blessed being of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Huzur mengatakan Jumat lalu dia telah memberikan sebuah wacana tentang doa Hadhrat Ibrahim (yang disebutkan di atas ayat Alquran) dengan mengacu pada diberkati menjadi Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya). In the prayer Hadhrat Ibrahim (on whom be peace) had of course enumerated four aspects for this great prophet to come and Huzur had elucidated the first of the four aspects, ie &#8216;who may recite them Your Signs&#8217; last week and had expounded various meanings and nuances of the word &#8216;Ayah&#8217;. Dalam doa Hadhrat Ibrahim (pada siapa kedamaian) tentu saja memiliki empat aspek yang disebutkan nabi besar ini untuk datang dan Huzur telah dijelaskan pertama dari empat aspek, yaitu &#8216;yang mungkin membacakan kepada mereka ayat-ayat Anda&#8217; pekan lalu dan telah menguraikan berbagai arti dan nuansa dari kata &#8216;Ayah&#8217;. One of these meanings was warning of chastisement. Salah satu makna ini adalah peringatan dari hukuman.</p>
<p>With reference to verse 60 of Surah Bani Israel ( 17:60 ) Huzur said it signifies that Allah sends Signs to demonstrate the truthfulness of His prophets and their people, He shows miracles. Dengan mengacu pada ayat 60 dari Surah Bani Israel (17:60) Huzur mengatakan itu menandakan bahwa Allah mengirim Tanda-tanda untuk menunjukkan kebenaran nabi-Nya dan orang-orang mereka, Dia menunjukkan mukjizat. Allah is indeed the font of all powers, He is Al Aziz (The Mighty) and while the verse and others like it speak of a warning being given to the earlier people it also carries a lesson for the people of the current age, in particular the Muslims. Sesungguhnya Allah font dari semua kekuatan, Dia adalah Al Aziz (The Mighty) dan sedangkan ayat dan lain yang seperti itu berbicara tentang suatu peringatan yang diberikan kepada orang-orang sebelumnya itu juga membawa pelajaran bagi orang-orang di zaman sekarang, khususnya Muslim. It is the Muslims who read this Book therefore the message is for them to learn from it and understand that Allah has power to demonstrate miracles and send His chastisement even today lest they are negligent. Itu adalah umat Islam yang membaca buku ini sehingga pesan tersebut bagi mereka untuk belajar dari itu dan memahami bahwa Allah Maha Kuasa untuk menunjukkan mukjizat dan mengirim hukuman-Nya bahkan sampai hari ini supaya mereka lalai. Huzur said Muslims need to ponder over the signs associated with the fourteenth century [of the Muslim calendar] and in light of this they should not take denial and rejection of truth to an extreme. Huzur mengatakan umat Islam perlu memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda yang terkait dengan abad keempat belas [dalam kalender Islam] dan dalam terang ini mereka tidak boleh penyangkalan dan penolakan terhadap kebenaran yang ekstrem. The Powerful God has not abandoned His ways, He declares that He warns people against a bad end by sending Signs; Signs that He indeed continues to demonstrate today, if only one has the insight to recognise them. Kuasa Allah tidak meninggalkan jalan-Nya, Dia menyatakan bahwa Ia memperingatkan orang-orang terhadap suatu akhir yang buruk dengan mengirimkan tanda-tanda; Tanda-tanda bahwa Dia memang terus menunjukkan hari ini, jika hanya satu memiliki wawasan untuk mengenali mereka.</p>
<p>Huzur said the citation of the earlier people in the Holy Qur&#8217;an is not mere stories. Huzur mengatakan kutipan dari orang-orang terdahulu dalam Alquran bukan sekedar cerita. Wise is one who takes heed from these incidents of past in which different forms of chastisements came to different people. Bijaksana adalah orang yang mengambil pelajaran dari insiden tersebut di masa lalu di mana berbagai bentuk hukuman datang kepada orang yang berbeda. Indeed an awe and fear of Allah should always be in one&#8217;s heart. Memang sebuah kagum dan takut kepada Allah harus selalu berada di satu hati. Allah is Ever Merciful, He does not just send down Signs of warning, He sends glad-tidings as well. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang, Ia tidak hanya mengirim turun ayat-ayat peringatan, Ia akan mengirimkan kabar gembira-juga. Some people object that Qur&#8217;an is mostly about severity although Allah declares that His mercy transcends everything else and it is for mankind to engage in Istighfar (seeking forgiveness from Allah). Beberapa orang objek bahwa Al-Qur&#8217;an terutama tentang keparahan meskipun Allah menyatakan bahwa rahmat-Nya melampaui segala sesuatu yang lain dan itu adalah bagi manusia untuk terlibat dalam Istighfar (mencari pengampunan dari Allah).</p>
<p>It is the good fortune of the Muslims that Allah has, by illustrating the limitations to us, guided us through the blessed model of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Itu adalah keberuntungan kaum muslimin bahwa Allah telah, dengan menggambarkan keterbatasan untuk kita, membimbing kita melalui model diberkati Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya). It is the obligation of each Muslim to abide by these limitations so that we are counted among the true believers and by doing good works are the recipients of the glad-tidings that the Qur&#8217;an mentions. Ini adalah kewajiban setiap muslim untuk terikat dengan keterbatasan ini sehingga kita dihitung di antara mukmin sejati dan dengan melakukan perbuatan baik adalah penerima-kabar gembira bahwa Al-Qur&#8217;an menyebutkan.</p>
<p>Citing part of verse 10 of Surah Bani Israel ( 17:10 ) Huzur said the true believer is one who takes lesson from the perfect Book which is replete with Allah&#8217;s Signs and which gives the incidents of the earlier people and prophesizes about the future and after taking lesson does good works so that he/she may attain a great reward. Mengutip bagian dari ayat 10 dari Surah Bani Israel (17:10) Huzur mengatakan beriman sejati adalah orang yang mengambil pelajaran dari Kitab yang sempurna penuh dengan ayat-ayat Allah dan yang memberikan sebelumnya insiden orang dan prophesizes tentang masa depan dan setelah mengambil pelajaran melakukan perbuatan baik sehingga ia dapat mencapai pahala yang besar.</p>
<p>With reference to the writings of the Promised Messiah (on whom be peace) Huzur said Allah&#8217;s Signs are of two kinds; one of warning and other of mercy and compassion. Dengan mengacu pada tulisan-tulisan Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) Huzur berkata-ayat Allah dari dua jenis; salah satu peringatan dan lain rahmat dan belas kasihan. The former are for those who disbelieve and are disobedient and of Pharaoh-like disposition; these are to alert and warn them. Yang pertama adalah untuk orang-orang yang kafir dan tidak taat dan Firaun-seperti disposisi; ini untuk memberitahukan dan memperingatkan mereka. The other kind of Signs are for the humble and the meek. Jenis lain-ayat untuk rendah hati dan lemah lembut. The objective of these Signs is not to caution people, rather to console and reassure them just as a soothing, compassionate hand is placed on an anxious heart. Tujuan dari ayat-ayat ini bukanlah untuk berhati-hati orang, bukan untuk menghibur dan meyakinkan mereka sama seperti yang menenangkan, tangan penuh kasih ditempatkan pada hati yang cemas. A true believer develops in faith and spiritually with the help of these Signs and his/her natural anxiety is alleviated and is replaced by tranquillity so that he/she may continue to develop in belief and spiritual knowledge and reaches the stage of having certainty of truth. Seorang mukmin sejati berkembang dalam iman dan spiritual dengan bantuan ayat-ayat ini dan / kecemasan yang alami berkurang dan digantikan oleh ketenangan sehingga ia dapat terus mengembangkan keyakinan dan spiritual dalam pengetahuan dan mencapai tahap kepastian kebenaran memiliki . The Holy Qur&#8217;an has these Signs in abundance and carries the eternal promise that those who truly believe in the Qur&#8217;an will continue to discover these Signs. Al Qur&#8217;an memiliki ayat-ayat ini melimpah dan membawa janji abadi bahwa mereka yang benar-benar percaya dalam Al Qur&#8217;an akan terus menemukan ayat-ayat ini.</p>
<p>Huzur cited verse 65 of Surah Yunus ( 10:65 ) and said that to have the positive Signs in itself is the supreme triumph that the verse alludes to. Huzur mengutip ayat 65 dari Surah Yunus (10:65) dan mengatakan bahwa untuk memiliki Tanda-tanda positif dalam dirinya sendiri adalah keberuntungan yang besar bahwa ayat menyinggung. Allah has mentioned in the Holy Qur&#8217;an in various places with various references as to who are those who believe upon seeing the Sings of Allah. Allah telah menyebutkan dalam Alquran di berbagai tempat dengan berbagai referensi mengenai siapa yang adalah orang-orang yang percaya setelah melihat sings Allah.</p>
<p>In Surah Ibrahim verse 6 ( 14:6 ) the time of Moses (on whom be peace) is cited and it is said that the patience and gratefulness of Moses (on whom be peace) and his people was of avail to them. Dalam Surah Ibrahim ayat 6 (14:6) waktu Musa (pada siapa kedamaian) yang dikutip dan dikatakan bahwa kesabaran dan rasa terima kasih Musa (pada siapa kedamaian) dan orang-orang itu dari berguna bagi mereka. Therein is a Sign for Muslims. Dalamnya terdapat tanda bagi umat Islam. Patience and gratefulness does not mean to sit back no matter what the situation is. Kesabaran dan rasa terima kasih tidak berarti untuk duduk kembali tak peduli apa situasinya. Rather it connotes to appreciate and value the blessings of Allah with thankfulness as well as contentment. Melainkan berkonotasi untuk menghargai dan menghargai berkat-berkat Allah dengan syukur serta kepuasan. The followers of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) &#8211; whose Shariah was greater than the one Moses (on whom be peace) brought and was perfected by Allah – are required to have higher standards of patience and thankfulness from those of the people of Moses (on whom be peace). Para pengikut Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) &#8211; Syari&#8217;ah yang lebih besar daripada Musa (pada siapa kedamaian) dibawa dan telah disempurnakan oleh Allah &#8211; wajib memiliki standar yang lebih tinggi kesabaran dan syukur dari orang-orang rakyat Musa (pada siapa kedamaian). The people of Moses (on whom be peace) were blessed by Allah as long as they were grateful. Orang-orang Musa (pada siapa kedamaian) yang diberkati oleh Allah selama mereka bersyukur. This shows that patience and thankfulness requires resoluteness. Hal ini menunjukkan bahwa kesabaran dan syukur memerlukan ketetapan. Consistency is required in Jihad e Akbar (the greatest striving) in accordance to the teaching of the Qur&#8217;an which constitutes self-improvement as well as taking the message of truth to others.  In the current age there could be no blessing greater than the advent of the Promised Messiah which took place at a time when Islam had greatly weakened. Konsistensi sangat dibutuhkan dalam e Jihad Akbar (berjuang terbesar) sesuai dengan ajaran Al Qur&#8217;an yang merupakan perbaikan diri serta mengambil pesan kebenaran kepada orang lain. Di zaman sekarang tidak mungkin ada berkat lebih besar daripada kedatangan Mesias yang Dijanjikan yang terjadi pada saat Islam telah sangat lemah. This Messiah was a true and ardent devotee of that great Prophet of God who dispelled darkness and spread spiritual light on a greater scale than Moses (on whom be peace) did. Mesias ini adalah benar dan bersemangat pemuja bahwa nabi besar Allah yang menghilangkan kegelapan dan menyebarkan terang rohani pada skala yang lebih besar daripada Musa (pada siapa kedamaian) lakukan. Huzur said the reclamation of the lost greatness of the Muslim world lies in appreciating this blessing that has come in the form of the Messiah. Huzur mengatakan reklamasi kebesaran yang hilang dari dunia Islam ini terletak dalam menghargai berkat yang telah datang dalam bentuk Mesias. May Allah give everyone the capacity to have a perception of this. Semoga Allah memberikan setiap orang kemampuan untuk memiliki persepsi ini.</p>
<p>With reference to verse of 66 of Surah Al Nahl ( 16:66 ) Huzur said the verse cites &#8217;sending down of water&#8217; with reference to those who are obedient and compliant. Dengan mengacu pada ayat 66 dari Surah Al Nahl (16:66) Huzur mengatakan mengutip ayat &#8216;diturunkan air&#8217; dengan referensi kepada mereka yang taat dan patuh. Further explaining Huzur said the significance of &#8216;water&#8217; to revive dead earth ties in with those who listen and obey, however, this is made clear by referring to the verse preceding this which explains the Qur&#8217;an as a guidance, therefore mention of water for the revival of dead earth connotes spiritual water for the revival through the guidance of the Holy Qur&#8217;an. Huzur menjelaskan lebih lanjut mengatakan pentingnya &#8216;air&#8217; mati bumi untuk menghidupkan kembali hubungan dengan orang-orang yang mendengarkan dan mematuhi Namun, hal ini akan diperjelas dengan mengacu pada ayat sebelumnya yang menjelaskan hal ini Al-Qur&#8217;an sebagai pedoman, karena itu menyebutkan air bagi kebangkitan kembali bumi yang mati rohani berkonotasi air untuk kebangunan rohani melalui bimbingan dari Al Qur&#8217;an. Indeed the clearest and purest of all spiritual waters was brought by the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Memang yang paling jelas dan paling murni dari semua perairan rohani yang dibawa oleh Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya). Such is the life-infusing quality of the Holy Qur&#8217;an. Itulah hidup kualitas menyuntikkan Al Qur&#8217;an. The Muslims have denied themselves of the beneficence of this spiritual water by denying the advent of the true and ardent devotee of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Umat Islam telah menyangkal diri dari kebaikan dari air rohani ini dengan menyangkal kedatangan yang benar dan bersemangat pemuja Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya).</p>
<p>Citing verse 104 of Surah Hud ( 11:104 ) Huzur said when true believers read Quranic verses (Signs) of chastisement for the earlier people for the excesses they committed, their very souls are moved and they try their best to avoid all manner of excesses. Mengutip ayat 104 dari Surah Hud (11:104) Huzur berkata ketika benar beriman membaca ayat-ayat Alquran (mukjizat) dari siksaan bagi orang-orang sebelumnya ekses yang mereka lakukan, sangat jiwa mereka dipindahkan dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghindari segala macam ekses-ekses .</p>
<p>Huzur said we see in the blessed model of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) that he even prayed for protection and refuge against inclement weather. Huzur bilang kita lihat dalam model diberkati Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) bahwa dia bahkan berdoa untuk perlindungan dan perlindungan terhadap cuaca buruk. Believers who take heed from this model inculcate awe and fear in their hearts. Orang percaya yang mengambil pelajaran dari model ini menanamkan kekaguman dan ketakutan di dalam hati mereka. May it be so that each person in the ummah of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) comprehends this from the depth of his/her heart; may Allah enable us Ahmadis to do this more than the others. Mungkin itu sehingga setiap orang di ummat Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) memahami ini dari kedalaman hatinya; semoga Allah Ahmadi memungkinkan kita untuk melakukan hal ini lebih daripada yang lain.</p>
<p>Next Huzur said he wished to draw attention towards prayers for Pakistan. Next Huzur mengatakan ia ingin menarik perhatian kepada doa-doa untuk Pakistan. As everyone knows the situation there is unspeakable, the government remains all but in name. Seperti semua orang tahu situasi di sana yang tak terkatakan, pemerintah tetap semua kecuali dalam nama. The terrorists and the extremists seem to have the upper hand. Para teroris dan ekstremis tampaknya telah di atas angin. Misdemeanours are been perpetrated against Islam in the name of Islam. Misdemeanours yang telah dilakukan terhadap Islam atas nama Islam. Whereas the Prophet of Islam (peace and blessings be on him) had said that a Muslim who takes the life of another Muslim is not a Muslim. Bahwa Nabi Islam (damai dan rahmat kepadanya) mengatakan bahwa seorang muslim yang mengambil nyawa orang lain muslim bukanlah seorang Muslim. Each day dozens of lives are been wasted and many children are made orphans and women are being widowed. Setiap hari puluhan nyawa yang terbuang sia-sia dan banyak anak yang dibuat yatim dan perempuan menjadi janda. Yet they do not seem to comprehend anything. Namun mereka sepertinya tidak mengerti apa-apa. Please pray Allah gives them some sense. Silakan berdoa Allah memberi mereka pengertian tertentu. Ahmadis spilled their blood to create this country, spilled their blood in defending this country. Ahmadi menumpahkan darah mereka untuk menciptakan negara ini, menumpahkan darah mereka dalam membela negara ini. It is the requisite of the love of the homeland that today Ahmadis turn to Allah because we do not have any other power apart from prayer. Ini adalah yang diperlukan dari cinta tanah air yang hari ini Ahmadi berpaling kepada Allah, karena kita tidak memiliki kekuatan lain selain dari doa. Those Ahmadis who live in Pakistan as well as those who live abroad, rather all the Ahmadis of the world need to engage in prayers for Pakistan. Orang-orang Ahmadi yang tinggal di Pakistan dan juga orang-orang yang tinggal di luar negeri, bukan seluruh dunia Ahmadiyah perlu terlibat dalam doa-doa untuk Pakistan. It was a favour of the Pakistani Ahmadis on the others that they initially took the message of Ahmadiyyat to them and showed them the ways, introduced them to the spiritual water. Itu adalah mendukung Ahmadiyah Pakistan pada orang lain bahwa mereka pada awalnya mengambil pesan dari Ahmadiyah kepada mereka dan menunjukkan mereka cara, memperkenalkan mereka kepada air spiritual. In return of this kindness each Ahmadi should pray for the Pakistani Ahmadis. Dalam kembalinya kebaikan ini setiap Ahmadi harus berdoa untuk Ahmadi Pakistan.</p>
<p>The Pakistani Ahmadis should also focus within their environs and make others aware of the erroneous course they have taken. Ahmadi Pakistan juga harus fokus dalam lingkungan mereka dan membuat orang lain mengetahui yang keliru tentu saja mereka telah diambil. Why do they not appreciate and value the country that God granted them. Mengapa mereka tidak menghargai dan menghargai negara yang Allah berikan kepada mereka. Huzur said it was the obligation of each Pakistani Ahmadi to take this message wherever they can. Huzur mengatakan itu adalah kewajiban dari setiap Pakistan Ahmadi untuk mengambil pesan ini di mana pun mereka bisa.</p>
<p>Huzur urged everyone to pray profusely. Huzur mendesak semua orang untuk berdoa deras. He said the situation is most critical. Dia mengatakan situasi yang paling kritis. Rather than respond and react to bombings and shootings by pondering and reflecting for a solution there are disturbances and violence. Alih-alih merespons dan bereaksi terhadap pemboman dan penembakan oleh merenung dan merefleksikan untuk solusi ada gangguan dan kekerasan. Dozens are being killed daily. Puluhan sedang dibunuh setiap hari.</p>
<p>It is our prayer that Allah gives them sense. Ini adalah doa kita bahwa Allah memberi mereka akal. On the whole the public is decent, however, if it is not in the destiny of the mischievous elements to take heed then may Divine chastisement come to them soon so that everyone, the innocent, the children are saved. Pada seluruh masyarakat adalah baik, namun, jika tidak di takdir dari unsur-unsur nakal untuk mengambil pelajaran maka hukuman dapat Ilahi segera datang kepada mereka sehingga setiap orang, yang tak berdosa, anak-anak diselamatkan.<br />
May Allah soon establish peace in that country. Semoga Allah segera menegakkan perdamaian di negara itu.</p>
<p>http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&#38;sl=en&#38;u=http://www.alislam.org/archives/2007/summary/FSS20071228-EN.html&#38;prev=/search%3Fq%3Dalislam.org%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:id:official%26hs%3DwSN%26sa%3DG&#38;rurl=translate.google.com&#38;usg=ALkJrhh6sUJ6jgesiYZDg2apwrktQYRuZg</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gambaran dari istilah Al-Quran 'Khaira Ummah' (orang-orang terbaik)]]></title>
<link>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/gambaran-dari-istilah-al-quran-khaira-ummah-orang-orang-terbaik/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 09:02:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/gambaran-dari-istilah-al-quran-khaira-ummah-orang-orang-terbaik/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>November 6 th , 2009 November 6 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Citing verse 111 of Surah Al e Imran, Huzur gave a discourse on the depiction of the Quranic term &#8216;Khaira Ummah&#8217; (best people) in his Friday Sermon today. Mengutip ayat 111 dari Surah Al e Imran, Huzur memberikan wacana mengenai gambaran dari istilah Al-Quran &#8216;Khaira Ummah&#8217; (orang-orang terbaik) dalam Khotbah Jumat hari ini. The translation of the verse is, &#8216;You are the best people raised for the good of mankind; you enjoin what is good and forbid evil and believe in Allah. Terjemahan dari ayat ini, &#8216;Kamu adalah orang-orang terbaik yang diperoleh untuk kebaikan umat manusia; Anda memerintahkan apa yang baik dan melarang kejahatan dan beriman kepada Allah. And if the People of the Book had believed, it would have surely been better for them. Dan jika Ahli Kitab beriman, itu pasti akan lebih baik bagi mereka. Some of them are disbelievers, but most of them are disobedient.&#8217; (3:111) . Beberapa dari mereka adalah orang-orang kafir, tetapi kebanyakan mereka tidak taat. &#8220;(3:111). Huzur said the verse draws attention to the significance and objectives of being a Muslim. Huzur mengatakan ayat menarik perhatian terhadap makna dan tujuan menjadi seorang Muslim. Without doubt, being a Muslim is most significant, having believed in the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and the last and complete Shariah about which God has declared that, &#8216;Verily, We Ourselves have sent down this Exhortation, and most surely We will be its Guardian.&#8217; (15:10) . Tanpa diragukan lagi, menjadi seorang Muslim yang paling signifikan, karena percaya kepada Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan yang terakhir dan lengkap Syari&#8217;ah tentang mana Allah telah menyatakan bahwa, &#8216;Sesungguhnya, Kami telah menurunkan Ourselves Anjuran ini, dan paling pasti Kami akan dengan Guardian. &#8220;(15:10). To this day we witness this Divine promise fulfilled with glory. Sampai hari ini kita menyaksikan janji Tuhan ini dipenuhi dengan kemuliaan. Islam alone has got this distinct honour and until the Day of Judgement it will be only Islam that will retain this honour. Islam sendiri telah mendapat kehormatan yang berbeda ini dan sampai hari kiamat itu akan hanya Islam yang akan mempertahankan kehormatan ini. A true believer needs to ponder whether it is sufficient to simply feel a sense of pride at this Divine declaration as well as what exactly is the role of a Muslim in the last and final Shariah? Seorang mukmin sejati perlu merenungkan apakah itu cukup untuk hanya merasakan rasa kebanggaan pada deklarasi Ilahi ini serta apa sebenarnya peran seorang Muslim di terakhir dan terakhir Syariah? If God declared the Muslim Ummah as the &#8216;Khiara Ummah&#8217; what has been the contribution of the Ummah into this trust? Jika Allah menyatakan bahwa umat Islam sebagai &#8216;umat Khiara&#8217; apa yang telah menjadi kontribusi umat ke dalam kepercayaan ini? God expects and indeed commands a believer to do good works after believing. Allah mengharapkan dan memang perintah yang beriman untuk melakukan perbuatan baik setelah beriman. He appoints certain responsibilities. Dia menunjuk tanggung jawab tertentu. The first part of the verse (3:111) states these responsibilities and links the discharge of these obligations to being &#8216;Khaira Ummah&#8217; . Bagian pertama dari ayat (3:111) menyatakan tanggung jawab ini dan link pelepasan kewajiban ini menjadi &#8216;Khaira Ummah&#8217;. Huzur explained that the responsibility to serve does not entail serving any particular nation or body of people; it is for the entire mankind. Huzur menjelaskan bahwa tanggung jawab untuk melayani melayani tidak berarti bangsa tertentu atau pada tubuh orang, melainkan untuk seluruh umat manusia.</p>
<p>History bears witness that for the first few centuries [of Islam] the Muslims proved to the world to be &#8216;Khaira Ummah&#8217; . Sejarah bersaksi bahwa selama beberapa abad pertama [dari Islam] Muslim membuktikan kepada dunia untuk menjadi &#8216;Khaira Ummah&#8217;. They governed in equitably over people of all religions, their governance was firm on justice and they spread the light of knowledge all over the world. Mereka diatur dalam adil atas orang-orang dari semua agama, pemerintahan mereka tegas atas keadilan dan mereka menyebarkan cahaya pengetahuan seluruh dunia. They promoted good and made an effort to eradicate evil. Mereka dipromosikan baik dan berusaha memberantas kejahatan. They did all they could for the good of mankind. Mereka melakukan semua mereka bisa untuk kebaikan umat manusia. Later, materialistic people with ulterior motives seeped in and in spite of the Divine promise of safeguarding the teaching of the Qur&#8217;an, these people abandoned good and also influenced a large portion of people, depriving all of being &#8216;Khaira Ummah&#8217; . Kemudian, materialistis orang dengan motif tersembunyi meresap masuk dan meskipun janji Ilahi menjaga ajaran Al Qur&#8217;an, orang-orang ini ditinggalkan baik dan juga mempengaruhi sebagian besar orang, merampas semua menjadi &#8216;Khaira Ummah&#8217;. God&#8217;s promise to safeguard the Holy Qur&#8217;an was not a promise to merely preserve the incidents related therein; rather it was a promise to bring about people who would put its teachings in practice. Allah berjanji untuk menjaga Al Qur&#8217;an bukan hanya janji untuk melestarikan insiden yang terkait di dalamnya, melainkan itu adalah janji untuk membawa orang-orang yang akan meletakkan dalam praktek pengajarannya. Through their practices the glory of Islam was to be revived, the message of Islam was to be taken to the ends of the earth and equitable service of humanity at large was to take place. Melalui praktek mereka kemuliaan Islam harus dihidupkan kembali, pesan Islam harus dibawa ke ujung bumi dan pelayanan merata kemanusiaan pada umumnya adalah untuk mengambil tempat. For this purpose, in accordance to His promise, God sent the true and ardent devotee of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him), ie the Promised Messiah (on whom be please), who brought back the faith of Islam from a remote juncture and once again the distinction of Muslims being &#8216;Khaira Ummah&#8217; was restored with glory. Untuk tujuan ini, sesuai dengan janji-Nya, Allah mengutus benar dan bersemangat pemuja Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya), yaitu Mesias yang Dijanjikan (pada siapa yang menjadi silahkan), yang membawa kembali iman Islam dari jarak jauh dan sekali lagi titik perbedaan umat Islam yang &#8216;Khaira Ummah&#8217; dipulihkan dengan kemuliaan.</p>
<p>Today, it is the Community of the Promised Messiah (on whom be peace) that holds this distinction. Hari ini, itu adalah Komunitas Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) yang menampung perbedaan ini. No doubt there are other Muslims who do good works and there must also be those who forbid what is evil. Tidak diragukan lagi ada muslim lain yang mengerjakan amal yang saleh dan ada juga harus orang-orang yang melarang apa yang jahat. However, people cannot be collectively deemed as such unless they gather on one hand. Namun, orang tidak bisa dianggap secara kolektif seperti itu kecuali mereka berkumpul di satu tangan. Muslim countries have their respective religious scholars and their respective leaders who follow their own ways. Negara-negara Muslim memiliki masing-masing ulama dan pemimpin masing-masing yang mengikuti cara-cara mereka sendiri. How many Muslims countries get together to spread the message of Islam? Berapa banyak negara-negara Muslim berkumpul untuk menyebarkan pesan Islam? Who has the time to spread the beautiful teaching of Islam in the world? Siapa yang punya waktu untuk menyebarkan ajaran Islam yang indah di dunia? Huzur said a few days ago he happened to catch the tail-end of a TV discussion on a Muslim channel between a Sunni and a Shia scholar. Huzur mengatakan beberapa hari lalu ia kebetulan menangkap ekor-akhir diskusi TV pada saluran antara seorang Muslim Sunni dan Syiah sarjana. They both were in concord over their viewpoint on the Promised Messiah (on whom be peace). Mereka berdua dalam kerukunan atas sudut pandang mereka pada Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian). However, if the Sunni scholar presented his creed the Shia scholar would censure him and vice versa. Namun, jika sarjana Sunni menyampaikan keyakinan Syiah sarjana yang mengkritik dirinya dan sebaliknya. The presentation was definitely aimed at conveying malice about us but they got embroiled in their own confusions and presented a terrible model. Presentasi jelas bertujuan menyampaikan kebencian tentang kami tapi mereka harus terlibat dalam kebingungan mereka sendiri dan disajikan model yang mengerikan. Such examples provoke a simple Muslim who is only interested in the greatness of Islam into thinking who is it that is included in the term &#8216;Khaira Ummah&#8217; ? Contoh seperti memprovokasi muslim sederhana yang hanya tertarik pada kebesaran Islam ke pemikiran siapa itu yang termasuk dalam istilah &#8216;Khaira Ummah&#8217;? The solution to this is in what the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) explained. Solusi untuk ini adalah dalam apa yang Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) menjelaskan. He said that when a confusing situation will arise, God will send the Promised Messiah; accept him. Dia mengatakan bahwa ketika situasi yang membingungkan akan muncul, Allah akan mengirim Mesias yang dijanjikan; menerimanya. Go to see him even if you have to crawl on your knees through glaciers. Pergi menemuinya bahkan jika Anda harus merangkak di atas lutut melalui gletser. Go to see him and give him my greetings. Pergi menemuinya dan memberinya salam. He alone will prove the superiority of Islam over other religions of the world. Dia sendiri akan membuktikan superioritas Islam atas agama-agama lain di dunia. Huzur said while this is something people outside our Community really need to think and ponder over, it also puts a great responsibility on us to honour being &#8216; Khaira Ummah. &#8216; Huzur mengatakan sementara ini adalah sesuatu yang orang di luar Komunitas kami benar-benar perlu untuk berpikir dan merenungkan atas, ia juga menempatkan tanggung jawab besar pada kami untuk menghormati menjadi &#8216;Khaira Ummah. &#8221; The Promised Messiah (on whom be peace) was commanded by God to gather mankind on this religion. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) diperintahkan oleh Allah untuk mengumpulkan umat manusia pada agama ini.</p>
<p>Now no new religion is going to come. Sekarang tidak ada agama baru yang akan datang. The Imam of the age came in perfect subservience and obedience of the Holy Prophet of Islam (peace and blessings of Allah be on him). Imam usia masuk kepatuhan dan ketaatan yang sempurna dari Nabi Suci Islam (kedamaian dan berkah Allah padanya). He was sent by God to dispense justice and he alone has accurately explained and elucidated the Holy Qur&#8217;an. Dia dikirim oleh Allah untuk keadilan dan ia sendiri telah secara akurat menjelaskan dan menguraikan Al Qur&#8217;an. Only those commentaries from all the works and all the commentaries of all the Muslim jurists and the reformers of the past thirteen hundred years may be deemed correct which are verified by him; the Khatamtul Khulafa (seal of all Khalifas). Hanya mereka komentar dari semua karya dan semua komentar dari semua ahli hukum Islam dan para reformator dari seribu tiga ratus tahun yang lalu dapat dianggap benar yang diverifikasi oleh-Nya; yang Khatamtul Khulafa (segel dari semua Khalifas). The Promised Messiah (on whom be peace) arrived at all his decisions by the command of God and thus there should not be any more confusion on any matter of jurisprudence etc. The religion he taught was the religion of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and the life of the entire Muslim ummah is now in gathering on his hand. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) tiba di semua keputusan dengan perintah Allah dan dengan demikian tidak boleh ada lagi kebingungan pada setiap masalah fikih dan lain-lain agama yang diajarkan adalah agama Nabi Suci (damai dan berkat Allah berada di dia) dan kehidupan seluruh umat Islam sekarang dalam mengumpulkan di tangannya. Ahmadis are &#8216;Khaira Ummah&#8217; by virtue of gathering on his hand. Ahmadi adalah &#8216;Khaira Ummah&#8217; berdasarkan berkumpul di tangannya.</p>
<p>Huzur said in order to attain higher goals sacrifices are needed and monetary sacrifice is part of this. Huzur berkata dalam rangka untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi diperlukan pengorbanan dan pengorbanan moneter merupakan bagian dari ini. In Islam purifying of wealth is stressed upon. Dalam Islam pemurni kekayaan ditekankan pada. It is stated, Hal ini dinyatakan,</p>
<p>&#8216;Those who, if We establish them in the earth, will observe Prayer and pay the Zakat and enjoin good and forbid evil. &#8220;Mereka yang, jika Kami mendirikan mereka di bumi, akan mengamati salat dan membayar zakat dan memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan. And with Allah rests the final issue of all affairs.&#8217; (22:42) . Dan dengan Allah bersandar pada edisi terakhir dari semua urusan. &#8220;(22:42). The verse mentions that these are the people who are honoured in the earth, are held in esteem, are spiritually protected. Ayat menyebutkan bahwa ini adalah orang-orang yang dihormati di bumi, yang diselenggarakan di penghargaan, secara rohani dilindungi. If this verse is read in conjunction with verse 24:56 or Ayat e Istakhlaf, we note that God has promised to establish Khilafat amidst those people who believe and do good works in 24:56, whereas here He states honouring/establishing those who Pray and pay Zakat, enjoin good and forbid evil. Jika ayat ini dibaca bersama dengan ayat 24:56 atau e Ayat Istakhlaf, kami mencatat bahwa Allah telah berjanji untuk mendirikan khilafah di tengah-tengah orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di 24:56, sedangkan di sini Ia menyatakan menghormati / membangun orang-orang yang Berdoa dan membayar zakat, memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan. The foremost glad-tiding for Ahmadis is that they receive honour by virtue of their bai&#8217;at and the system of Khilafat and this is what makes them &#8216;Khaira Ummah&#8217; . Terkemuka untuk tiding senang-Ahmadi adalah bahwa mereka menerima kehormatan berdasarkan bai&#8217;at mereka dan sistem khilafah dan inilah yang membuat mereka &#8216;Khaira Ummah&#8217;. The above verse describes the requisites for this most beautifully. Ayat di atas menggambarkan syarat paling indah ini. If Ahmadis are prepared to discharge of these obligations with sincerity of heart and mind, then God will grant them the capacity and the power. Jika Ahmadi siap untuk melaksanakan kewajiban tersebut dengan kesungguhan hati dan pikiran, maka Tuhan akan memberi mereka kemampuan dan kekuatan. It is historically proven that this is the way of God. Hal ini secara historis terbukti bahwa ini adalah jalan Allah. When Muslims abandoned their obligations they were also deprived of the beneficence as the verse states, &#8216;… Surely, Allah changes not the condition of a people until they change that which is in their hearts…&#8217; (13:12) . Ketika umat Islam meninggalkan kewajiban mereka mereka juga dicabut dari kemurahan hati sebagai ayat menyatakan, &#8216;&#8230; Sesungguhnya Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada di hati mereka &#8230; &#8220;(13:12).</p>
<p>By calling Muslims &#8216;Khaira Ummah&#8217; a collective responsibility has been placed on them to work together. Dengan menelepon Muslim &#8216;Khaira Ummah&#8217; tanggung jawab kolektif tersebut telah ditempatkan pada mereka untuk bekerja sama. Each person cannot have the required knowledge; some have other engagements due to which they cannot give as much time to religious matters as they would like to. Setiap orang tidak dapat memiliki pengetahuan yang diperlukan; beberapa memiliki perjanjian lain karena yang mereka tidak dapat memberikan banyak waktu untuk urusan agama karena mereka ingin. It is quite difficult for everyone to personally participate in programmes to promote good and take the message of Islam to others. Hal ini cukup sulit bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam program-program pribadi untuk mempromosikan baik dan mengambil pesan Islam kepada orang lain. It has always been so and perhaps in this day and age is all the more significant that funds are needed to facilitate these tasks. Ia selalu begitu dan mungkin di zaman ini adalah semua dana yang lebih penting diperlukan untuk memfasilitasi tugas-tugas ini. Those who cannot participate in such programmes can make their contribution through monetary giving. Mereka yang tidak dapat berpartisipasi dalam program-program seperti itu dapat membuat kontribusi mereka melalui pemberian moneter. Thus plans were carried forth in the times of Prophets of God and after them in the times of their succession or Khilafat. Jadi rencana dibawa keluar pada zaman para nabi dari Tuhan dan setelah mereka di masa suksesi atau Khulafa mereka. During Khilafat e Rashida (the Rightly Guided Khilafat) many schemes of monetary giving were followed. Selama Khulafa e Rashida (yang mendapat petunjuk khilafah) banyak skema pemberian moneter diikuti. This practice was also followed by other Muslims. Praktik ini juga diikuti oleh umat Islam lainnya. In the era of the Promised Messiah (on whom be peace) these schemes continued and after him in the respective period of each of his Khulafa the Community has been making tremendous monetary sacrifices. Dalam era Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) skema ini dilanjutkan dan setelah dia di periode masing-masing masing-masing dari Khulafa Masyarakat telah membuat pengorbanan moneter yang luar biasa. This practice will continue till the Day of Judgement. Praktek ini akan terus sampai hari kiamat. Some think that in time, the Community will have sufficient funds and there will be no requirement for chandas. Sebagian orang berpendapat bahwa pada waktunya, Komunitas akan memiliki dana yang cukup dan tidak akan ada persyaratan untuk Chanda. This is not correct. Ini tidak benar. God has expounded in the Holy Qur&#8217;an that giving is a way to purify wealth as well as to purify the self. Allah telah diuraikan dalam Alquran bahwa memberi adalah cara untuk memurnikan kekayaan dan juga untuk memurnikan diri.</p>
<p>Tehrike Jadid is one of the monetary schemes of the Community of the Promised Messiah (on whom be peace). Tehrike Jadid adalah salah satu skema moneter dari Komunitas Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian). It was initiated by Hadhrat Musleh Maud (may Allah be pleased with him) with the chief objective of spreading the message of Islam outside India. Hal ini diprakarsai oleh Hadhrat Musleh Maud (ra dengan dia) dengan tujuan utama menyebarkan pesan Islam di luar India. It has borne most excellent results. Ini telah menanggung hasil yang paling baik. Today the Community is either established or is blossoming in 193 countries of the world. Hari ini Komunitas adalah baik didirikan atau berkembang di 193 negara di dunia. Thus Ahmadis in 193 countries are experiencing the blessing of being one Ummah. Jadi Ahmadi di 193 negara-negara yang mengalami berkat menjadi satu umat. Monetary giving is part and parcel of the Community wherever in the world it is established. Moneter memberi adalah bagian dari Komunitas manapun di dunia ini didirikan. The pace of this giving is fast in some countries and slow in others but giving is on the increase. Langkah ini memberi adalah cepat di beberapa negara dan lambat dalam diri orang lain, tetapi memberi adalah meningkat. A few years ago the Jamia Ahmadiyya was only established in Rabwah and each year 35 odd student enrolled in it. Beberapa tahun yang lalu Jamia Ahmadiyah hanya didirikan di Rabwah dan setiap tahun ganjil 35 siswa terdaftar di dalamnya. As the Waqfe Nau children have come of age, the enrolment at the Jamia Rabwah has increased to 200 students annually. Ketika anak-anak Nau Waqfe datang dari usia, tingkat pendaftaran di Rabwah Jamia telah meningkat hingga 200 siswa setiap tahun. Obviously this entails increased expenses. Jelas ini memerlukan biaya meningkat. The Pakistani Jama&#8217;at bears these expenses itself. Jama&#8217;at Pakistan menanggung biaya tersebut sendiri. Similarly, the respective Jamias in the UK, Canada and Indonesia bear their own expenses. Demikian pula, Jamias masing-masing di Inggris, Kanada dan Indonesia menanggung biaya mereka sendiri. However, in countries like Bangladesh, Kenya and Ghana the Centre has to help with the expenses of their Jamias. Namun, di negara-negara seperti Bangladesh, Kenya dan Ghana Pusat harus membantu dengan biaya Jamias mereka. The Centre also helps with mosque building in under-developed countries. Pusat juga membantu dengan bangunan masjid di bawah negara-negara maju. Tehrike Jadid plays a pivotal role in sending missionaries around the world. Tehrike Jadid memainkan peran penting dalam pengiriman misionaris di seluruh dunia. Thus anyone who makes a contribution to Tehrike Jadid can say that they are among those who do good and forbid evil. Jadi siapa pun yang membuat kontribusi Tehrike Jadid dapat mengatakan bahwa mereka termasuk orang-orang yang berbuat baik dan melarang kejahatan. In addition to this, it is not far-fetched to say that a humble contribution of an individual in the UK, or Germany, USA, Canada, Australia or anywhere in Europe, can become the resource for the training of some fortunate person is a remote part of Africa. Selain ini, tidak terlalu mengada-ada mengatakan bahwa kontribusi yang rendah hati seorang individu di Inggris, atau Jerman, Amerika Serikat, Kanada, Australia atau di mana pun di Eropa, dapat menjadi sumber daya untuk pelatihan dari beberapa orang yang beruntung adalah daerah terpencil Afrika.</p>
<p>Huzur announced the commencement of the new year for Tehrike Jadid. Huzur mengumumkan dimulainya tahun baru untuk Tehrike Jadid. He said a believer&#8217;s heart is filled with glorification and gratitude of God that although last year was terrible in terms of the economic crisis when many businesses had failed, many people lost their employment, inflation was rampant, as a result the household expenses grew, from a worldly point of view the contribution to Tehrike Jadid should have been in the negative. Dia mengatakan hati orang percaya penuh dengan pemuliaan dan syukur Allah bahwa meskipun tahun lalu sangat buruk dari segi krisis ekonomi ketika banyak perusahaan telah gagal, banyak orang kehilangan pekerjaan, inflasi merajalela, sebagai akibat pengeluaran rumah tangga tumbuh, dari sebuah sudut pandang duniawi kontribusi untuk Tehrike Jadid seharusnya sudah di negatif. However, the Community of the Promised Messiah (on whom be peace) demonstrated being &#8216;Khaira Ummah&#8217; . Namun, Komunitas Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) menunjukkan menjadi &#8216;Khaira Ummah&#8217;. It fills one&#8217;s heart with praise of God Whose blessings on us are endless. Ini mengisi hati seseorang dengan memuji Allah berkat siapa kami tidak terbatas. Tehrike Jadid completes its 75 years and with the grace of God last year&#8217;s contributions stand at £ 4,953,800.00 which is an increase of 850,000 from last year&#8217;s total. Tehrike Jadid selesai dengan 75 tahun dan dengan kasih karunia Allah kontribusi tahun lalu berdiri di £ 4,953,800.00 yang merupakan peningkatan dari 850.000 tahun lalu total. This year once again Pakistan, despite the poverty stands first in making the biggest contribution, second is USA, then Germany, the UK, Canada, Indonesia, India, Australia, Belgium and Switzerland. Tahun ini sekali lagi Pakistan, meskipun kemiskinan berdiri pertama dalam membuat kontribusi terbesar kedua adalah Amerika Serikat, lalu Jerman, Inggris, Kanada, Indonesia, India, Australia, Belgia dan Swiss. Huzur explained that the difference between the contributions of Germany and the UK is very small, only £1,500. Huzur menjelaskan bahwa perbedaan antara kontribusi dari Jerman dan Inggris sangat kecil, hanya £ 1,500. Huzur said he had thought the UK may take the third position again but Germany had worked very hard. Huzur mengatakan dia berpikir Inggris dapat mengambil posisi ketiga lagi, tetapi Jerman telah bekerja sangat keras. In terms of the local currency of a country India had made the biggest leap from last year&#8217;s contribution, Germany too had made a huge leap. Dalam hal mata uang lokal negara India telah membuat lompatan terbesar dari kontribusi tahun lalu, Jerman juga telah membuat lompatan besar. The number of new contributors to Tehrike Jadid this year is 90,000. Jumlah penyumbang baru Jadid Tehrike tahun ini adalah 90.000. The biggest increase in contributors was in India. Peningkatan terbesar adalah di India kontributor. In Pakistan the first three big contributors are the Jama&#8217;ats of Lahore, Rabwah and Karachi. Di Pakistan pertama tiga besar adalah kontributor Jama&#8217;ats Lahore, Rabwah dan Karachi. In USA the first four majalis are; Silicon Valley, Los Angeles West, Detroit and Chicago West. Di Amerika Serikat empat majalis pertama adalah; Silicon Valley, Los Angeles Barat, Detroit dan Chicago Barat. In USA 80% of under five-year-olds have now joined Tehrike Jadid. Di Amerika Serikat 80% dari di bawah lima tahunan kini bergabung Tehrike Jadid. The top majalis of Canada are, Calgary North West, Peace Village East, Peace Village Centre, Surrey East and Vancouver. Atas majalis dari Kanada adalah, Calgary North West, Desa Perdamaian Timur, Desa Perdamaian Pusat, Surrey Timur dan Vancouver. In the UK the first ten majalis are, London Mosque, Surbiton, Cambridge, Gillingham, New Malden, Birmingham West, Worcester Park, Purley, SE London and Oxford. Di Inggris sepuluh majalis pertama adalah, London Masjid, Surbiton, Cambridge, Gillingham, New Malden, Birmingham Barat, Worcester Park, Purley, SE London dan Oxford.</p>
<p>Huzur said when [in recent years] the Community was inclined towards the scheme of Wasiyyat some thought that the other contributions would be affected. Huzur berkata ketika [dalam beberapa tahun terakhir] Komunitas condong ke arah skema Wasiyyat beberapa pihak berpendapat bahwa kontribusi lain akan terpengaruh. Alhamdolillah, it has been proven wrong. Alhamdolillah, telah terbukti salah. One is filled with praise of God, and is drawn to the fact that God is going to extend and increase our tasks and is therefore inclining us towards further monetary sacrifice. Seseorang dipenuhi dengan pujian kepada Allah, dan diarahkan kepada fakta bahwa Tuhan akan memperluas dan meningkatkan tugas dan karena itu mencondongkan kita menuju pengorbanan moneter lebih lanjut. Our tasks are going to increase. Tugas kita akan meningkat. Worldly economic crises notwithstanding, we are to continue to fulfil our obligations and God will continue to extend our capacities. Duniawi terlepas dari krisis ekonomi, kita harus terus memenuhi kewajiban kami dan Allah akan terus memperluas kapasitas kita. May we increase in our faith, may we increase in our giving, may the pace of our progress increase and may we experience triumph. Mungkin kita meningkatkan iman kita, mungkin kita meningkatkan dalam memberikan kita, mungkin laju peningkatan kemajuan kita dan mungkin kita mengalami kemenangan. Hadhrat Musleh Maud (may Allah be pleased with him) called Tehrike Jadid the foundation of Wasiyyat. Hadhrat Musleh Maud (ra dengan dia) disebut Tehrike Jadid Wasiyyat dasar. Today our children are being prepared for monetary giving and for the scheme of Wasiyyat by contributing to Tehrike Jadid. Hari ini anak-anak kita sedang dipersiapkan untuk memberikan moneter dan untuk skema Wasiyyat dengan berkontribusi ke Tehrike Jadid. Economists opine that economic crises are the onset of demonic whirlwinds of scarcity. Ekonom opine bahwa krisis ekonomi adalah terjadinya kelangkaan setan angin puyuh. However, for the &#8216; Khaira Ummah &#8216; there is increase in monetary giving in spite of the economic crises and our Gracious God thus wraps us in His mercy. Namun, untuk &#8216;Khaira Ummah&#8217; ada peningkatan moneter memberikan terlepas dari krisis ekonomi dan Pemurah Allah dengan demikian kita membungkus kita dalam rahmat-Nya. As long as we continue to aspire to develop in piety we will be &#8216;Khaira Ummah&#8217; . Selama kita terus bercita-cita untuk mengembangkan dalam kesalehan kita akan &#8216;Khaira Ummah&#8217;. A person who makes an ordinary contribution and a child who gives his/her few pennies will be included in this blessing. Seseorang yang membuat kontribusi biasa dan seorang anak yang memberikan nya / beberapa sen-nya akan disertakan dalam berkat ini. May God keep this spirit of sacrifice alive in us and our next generation and may we continue to be the recipients of His blessings. Semoga Allah tetap semangat pengorbanan ini hidup dalam kita dan generasi berikutnya dan mungkin kita terus menjadi penerima anugerah Nya. </p>
<p>http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&#38;sl=en&#38;u=http://www.alislam.org/archives/friday/FSS20091106-EN.html&#38;prev=/search%3Fq%3Dalislam.org%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:id:official%26hs%3DwSN%26sa%3DG&#38;rurl=translate.google.com&#38;usg=ALkJrhgsbKcnYdNAmc30gwCV6fBSUltWsg</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ahmadiyah : Khutbah Khalifah : Ringkasan : Sifat Tuhan Al Hakeem (The Wise)]]></title>
<link>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/ahmadiyah-khutbah-khalifah-ringkasan-sifat-tuhan-al-hakeem-the-wise/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 09:01:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/ahmadiyah-khutbah-khalifah-ringkasan-sifat-tuhan-al-hakeem-the-wise/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat delivered by the Head of the Ahmadiyya Muslim Commu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>delivered by the Head of the Ahmadiyya Muslim Community disampaikan oleh Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>December 21 st , 2007 Desember 21 st, 2007</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzur delivered his Friday Sermon on the Divine attribute of Al Hakeem basing it on the Quranic verse 130 of Surah Al Baqarah the translation of which reads: Huzur menyampaikan Khotbah Jumat di atribut Ilahi Al Hakeem mendasarkan pada ayat Al-Quran 130 dari Surah Al Baqarah terjemahan yang berbunyi:</p>
<p>    &#8216;And our Lord, raise among them a Messenger from among themselves, who may recite to them Thy Signs and teach them the Book and Wisdom and may purify them; surely, Thou art the Mighty, the Wise.&#8217; &#8216;Dan Tuhan kita, mengangkat di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang mungkin membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah dan dapat menyucikan mereka; sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. &#8221; ( 2:130 ) (2:130) </p>
<p>Huzur said he had touched upon this verse in his Eid Khutba yesterday in terms of the high standards of sacrifice as set by Hadhrat Ibrahim (on whom be peace) who had made this prayer to Allah supplicating for a great prophet to be born among his people. Huzur mengatakan dia telah menyentuh pada ayat ini dalam khutbah Idul Fitri kemarin dalam bentuk pengorbanan standar tinggi sebagaimana yang ditetapkan oleh Hadhrat Ibrahim (pada siapa kedamaian) yang telah membuat doa ini kepada Allah berdoa untuk seorang nabi besar akan lahir di antara umat-Nya .</p>
<p>Huzur said Hadrat Ibrahim (on whom be peace) had prayed for a prophet to come to set high standards in four aspects in this supplication, standards that did not have a precedent and which were not to be matched at a later stage. Huzur berkata Sayidina Ibrahim (pada siapa kedamaian) telah berdoa untuk seorang nabi yang akan datang untuk menetapkan standar yang tinggi dalam empat aspek dalam doa ini, standar yang tidak memiliki preseden dan yang tidak untuk dicocokkan pada tahap berikutnya. These standards would be unprecedented because human mind and spirituality had not reached the point of excellence where Allah had willed to take it. Standar ini akan belum pernah terjadi sebelumnya karena pikiran dan spiritualitas manusia belum mencapai titik kesempurnaan di mana Allah telah menghendaki untuk mengambilnya. Hadhrat Ibrahim had an insight and a perception of the far-reaching point where Allah was to take the intellectual and spiritual progress of man and had made the prayer with this knowledge that when Allah would decree for the time to arrive when intellectual and spiritual progress would be polished to human perfection, then for its attainment a prophet of God may come from among his people who would introduce new aspects of spiritual cognisance to people, make them aware of the existence of Allah and bring the last Shariah to them. Hadhrat Ibrahim punya wawasan dan persepsi dari luas titik di mana Allah adalah untuk membawa kemajuan intelektual dan spiritual manusia dan telah membuat doa dengan pengetahuan ini bahwa ketika Allah akan keputusan untuk saat tiba ketika kemajuan intelektual dan spiritual akan dapat dipoles kesempurnaan manusia, maka untuk pencapaian seorang nabi Allah dapat datang dari antara orang-orang yang akan memperkenalkan aspek-aspek baru mengetahuinya rohani kepada orang-orang, membuat mereka sadar akan keberadaan Allah dan membawa Syari&#8217;ah terakhir kepada mereka.</p>
<p>The four aspects the prophet was to set lofty standards of were: recitation of God&#8217;s signs, teaching of the Book, imparting of Wisdom and his teaching be such that it would purify those among whom his advent would take place and as well as others who were yet to be born till the Day of Judgement. Empat aspek nabi adalah untuk menetapkan standar tinggi adalah: membaca tanda-tanda Allah, mengajarkan Kitab, memberikan hikmah dan ajaran-Nya sedemikian rupa sehingga hal itu akan menyucikan orang-orang di antaranya kedatangan-Nya akan terjadi dan juga orang lain yang sedang belum lahir sampai hari kiamat. Indeed the verse concludes in acknowledging that Allah is the Mighty and the Wise and that only He could create a man so perfect and grant him the wisdom as elucidated in the verse. Memang ayat menyimpulkan dalam mengakui bahwa Allah adalah Maha Perkasa dan Maha Bijaksana dan bahwa hanya Dia bisa menciptakan manusia begitu sempurna dan memberikan kepadanya kebijaksanaan sebagai dijelaskan dalam ayat ini.</p>
<p>Hadhrat Ibrahim (on whom be peace) prayed that the fulfilment of his sacrifice would be in the prophet with the above mentioned qualities to be born from among his progeny (from the progeny of Ishmael) and that he would set examples of supreme excellence. Hadhrat Ibrahim (pada siapa kedamaian) berdoa agar pemenuhan akan kurban-Nya pada nabi dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas akan lahir dari antara keturunan (dari keturunan Ismail) dan bahwa ia akan menetapkan contoh keunggulan tertinggi. The verse the prayer is made in is from Surah Baqarah and its acceptance is also recorded in Surah Baqarah in verse 152 in that the advent of such a prophet indeed came to pass. Ayat doa dibuat dalam adalah dari Surah Baqarah dan penerimaannya juga tercatat dalam Surah Baqarah dalam ayat 152 di kedatangan seorang nabi seperti itu memang akhirnya menjadi kenyataan.</p>
<p>In addition verse 3 of Surah Al Jummah ( 62:3 ) also repeats the subject of 2:130 . Selain ayat 3 dari Surah Al Jummah (62:3) juga mengulangi subyek 2:130. However, there appears an apparent disparity in the order/sequence the four aspects are mentioned in 2:130 and 2:152 as compared to in 62:3. Namun, tampaknya ada perbedaan yang jelas dalam urutan / urutan empat aspek yang disebutkan dalam 2:130 dan 2:152 dibandingkan dengan di 62:3. This is owing to specific wisdom of Allah. Hal ini karena kebijaksanaan khusus Allah. Those who raise objections say that there is no order or sequence to the Holy Qur&#8217;an. Mereka yang mengajukan keberatan mengatakan bahwa tidak ada urutan atau rangkaian ke Al Qur&#8217;an. Fact of the matter is that they do not have the capacity to reflect over the subject of the Qur&#8217;an which cannot be attained without purity of heart. Faktanya adalah bahwa mereka tidak memiliki kapasitas untuk merefleksikan atas subjek Al-Qur&#8217;an yang tidak dapat diperoleh tanpa kemurnian hati. Hadhrat Ibrahim (on whom be peace) prayed to Allah for the prophet-to-come to recite the Signs of Allah, to teach, to impart wisdom and to purify. Hadhrat Ibrahim (pada siapa kedamaian) berdoa kepada Allah untuk nabi-untuk-datang untuk membaca ayat-ayat Allah, untuk mengajar, untuk memberikan hikmat dan untuk menyucikan. When Allah accepted the prayer, He declared (2:152) that He had indeed sent the Prophet, who, in accordance with the prayer, firstly recites the Signs of Allah. Ketika Allah menerima doa, Dia menyatakan (2:152) bahwa Dia memang telah mengirim Nabi, yang, sesuai dengan doa, pertama mengucapkan ayat-ayat Allah. Next however, 2:152 mentions that he purifies which the verse of the prayer (2:130) mentioned last. Namun berikutnya, 2:152 menyebutkan bahwa ia menyucikan yang ayat doa (2:130) disebutkan terakhir. This change in order, Huzur said is owing to specific wisdom which he would expound at a later time. Perubahan ini dalam rangka, kata Huzur adalah berkat kebijaksanaan tertentu yang ia akan menjelaskan di lain waktu. For now, Huzur said, he would speak on the four aspects for which supplication was made for this prophet. Untuk saat ini, kata Huzur, ia akan berbicara pada empat aspek yang dibuat untuk doa nabi ini.</p>
<p>The first of these supplications was for the prophet to recite Signs ( Ayah ) of God to people. Yang pertama dari permohonan ini adalah untuk nabi untuk membacakan ayat-ayat (Ayah) Allah kepada orang-orang. According to lexicons Ayah means, &#8217;signs&#8217;, &#8216;miracles&#8217;, &#8216;warning that works as advice&#8217; as well as &#8216;piece&#8217;. Menurut leksikon Ayah berarti, &#8216;tanda&#8217;, &#8216;mukjizat&#8217;, &#8216;peringatan yang bekerja sebagai nasihat&#8217;, serta &#8216;potong&#8217;. So we may infer from the verse that the teaching revealed to this prophet, which he may take to the people, may be comprised of signs and miracles about which he may give reasoning to revive faith in Allah. Jadi kita dapat menyimpulkan dari ayat bahwa ajaran diwahyukan kepada nabi ini, yang ia dapat mengambil kepada orang-orang, mungkin terdiri dari tanda-tanda dan mujizat mana ia dapat memberikan alasan untuk menghidupkan kembali iman kepada Allah.</p>
<p>In terms of the meaning of Ayah as &#8216;piece&#8217; or plural &#8216;pieces&#8217; the import is that the teaching of this prophet was to be revealed piece-meal. Dalam hal makna Ayah sebagai &#8216;bagian&#8217; atau jamak &#8216;potongan&#8217; impor adalah bahwa ajaran nabi ini adalah untuk diungkapkan piece makan. In the verse of acceptance of prayer (2:152) it is confirmed that indeed this teaching was revealed piece-meal and this in turn was made a Sign of its truth. Dalam ayat penerimaan doa (2:152) itu menegaskan bahwa memang ajaran ini diturunkan sepotong-makan dan pada gilirannya ini dibuat suatu tanda dari kebenaran.</p>
<p>The Promised Messiah (on whom be peace) has deemed the revelation of the Holy Qur&#8217;an piece-meal ( 17:107 &#38; 25:33 ) as a specific sign. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) telah dianggap wahyu Al Qur&#8217;an sepotong-makan (17:107 &#38; 25:33) sebagai tanda spesifik. The Qur&#8217;an was revealed over a period spanning twenty three years as a proof of its truthfulness. Al-Qur&#8217;an diturunkan selama tiga tahun membentang twenty sebagai bukti kebenarannya. During this period the Prophet (peace and blessings of Allah be on him) faced the severest of times where he experienced many battles as well as attempts were made to take his life. Selama periode ini Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya) menghadapi berat kali di mana dia mengalami banyak pertempuran serta upaya dilakukan untuk mengambil nyawanya. Until the time the Quranic revelations were complete and Allah declared that its message was perfected ( 5:4 ) none of the attempts on the life of the Prophet were successful and ultimately he met his death due to natural causes. Sampai waktu ayat-ayat Al-Quran itu lengkap dan Allah menyatakan bahwa pesan telah disempurnakan (5:4) tidak ada usaha pada kehidupan Nabi berhasil dan akhirnya ia bertemu dengan kematian akibat sebab-sebab alamiah.</p>
<p>In addition, at that time, mankind had not reached a stage where they could take the message of the Qur&#8217;an but in pieces. Selain itu, pada waktu itu, manusia belum mencapai tahap di mana mereka dapat mengambil pesan dari Alquran tetapi dalam potongan. Indeed their faith was resolute in its perfection; however, they were a long way off in reaching the pinnacle of attaining knowledge and learning. Memang iman mereka itu tegas dalam kesempurnaan, namun mereka jauh dalam mencapai mencapai puncak pengetahuan dan pembelajaran. Today the human mind has greatly evolved with the aid of knowledge and sciences. Hari ini pikiran manusia telah sangat berkembang dengan bantuan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. By way of example Huzur said Dr. Abdus Salam (the Ahmadi Nobel laureate) used to say that he based all his experiments on Quranic verses. Contohnya Huzur kata Dr Abdus Salam (pemenang Nobel yang Ahmadi) yang digunakan untuk mengatakan bahwa ia berdasarkan semua percobaan pada ayat-ayat Alquran. With the spread of knowledge mankind has understood God&#8217;s existence in a better, more perceptive manner. Dengan penyebaran pengetahuan manusia telah memahami eksistensi Allah yang lebih baik, lebih peka cara. At the time of the advent of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) each religion was embroiled in overt or covert shirk (associating partners with Allah), those who were apparently religious had forgotten the reality of God. Pada saat kedatangan Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) masing-masing agama itu terlibat dalam terbuka atau terselubung syirik (menyekutukan Allah), mereka yang tampaknya telah melupakan agama realitas Allah. Huzur said the situation these days is the same and he will give a discourse on this in his future sermons. Huzur mengatakan situasi ini adalah sama dan dia akan memberikan wacana tentang hal ini dalam khotbah-khotbah masa depannya.</p>
<p>When Hadhrat Ibrahim (peace be on him) had made his prayer with the knowledge that an era would come that would be even more perilous than his era, and he had prayed to Allah for a prophet to be sent, from among his people, at that time to make people aware of Allah&#8217;s existence with proofs and reasoning. Ketika Hadhrat Ibrahim (damai padanya) telah membuat doa dengan pengetahuan bahwa sebuah era yang akan datang yang akan bahkan lebih berbahaya daripada zaman, dan ia berdoa kepada Allah bagi seorang nabi yang akan dikirim, dari antara bangsanya, di waktu itu untuk membuat orang menyadari keberadaan Allah dengan bukti-bukti dan penalaran.</p>
<p>Citing verse 70 of Surah Al Ankabut ( 29:70 ) Huzur explained that it is the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) who showed the way to reach Allah. Mengutip ayat 70 dari Surah Al Ankabut (29:70) Huzur menjelaskan bahwa itu adalah Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) yang menunjukkan jalan untuk mencapai Allah. The Promised Messiah (on whom be peace) says this informs us that in order to unravel spiritual discernment and knowledge striving is essential and for this we have the blessed model of the Holy Prophet (peace and blessings be on him) before us. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) mengatakan hal ini memberitahukan kita bahwa dalam rangka untuk mengungkap penegasan rohani dan pengetahuan berusaha sangat penting dan untuk ini kita memiliki model diberkati Nabi Suci (damai dan rahmat kepadanya) sebelum kami. Forsaking this, many people opt to follow the so-called holy people ( Peers ) who do not even operate within the parameters of the Shariah but make all sorts of claims in enhancing their status. Forsaking ini, banyak orang memilih untuk mengikuti apa yang disebut sebagai orang kudus (Peers) yang bahkan tidak beroperasi dalam parameter Syari&#8217;ah tetapi membuat segala jenis klaim dalam meningkatkan status mereka. Huzur said when Allah the Exalted has furnished us with all that we need to know, has given us the reasoning and the proofs, then it is our task to make an effort and strive for spiritual development – and this cannot be attained through so-called saints and holy people. Huzur berkata ketika Allah Ta&#8217;ala telah melengkapi kita dengan semua yang kita perlu tahu, telah memberi kita alasan dan bukti-bukti, maka tugas kita untuk membuat usaha dan berusaha untuk pembangunan rohani &#8211; dan hal ini tidak dapat dicapai melalui apa yang disebut orang-orang kudus dan orang-orang kudus. Rather it can be achieved through the ways expounded by the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and through the miracles and signs that he demonstrated in his blessed life. Melainkan dapat dicapai melalui cara-cara yang diuraikan oleh Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan melalui mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda bahwa ia menunjukkan dalam hidup diberkati. The so-called Peers do not lead one to God. Yang disebut Peers tidak mengarah satu kepada Allah. Indeed Allah Himself comes to those who seek Him through the signs and indications as exemplified by the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Sesungguhnya Allah sendiri datang kepada mereka yang mencari-Nya melalui tanda-tanda dan indikasi seperti yang dicontohkan oleh Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya).</p>
<p>According to lexicon the word Ayah also signifies chastisement/torment. Menurut kosa kata Ayah juga berarti hukuman / siksaan. Hadhrat Musleh Maud (may Allah be pleased with him) explained this point by saying that in the verses (first explained in the sermon) the word &#8216;recite&#8217; also signifies that the Prophet will warn against the torment or chastisement to his people. Hadhrat Musleh Maud (ra dengan dia) menjelaskan hal ini dengan mengatakan bahwa dalam ayat-ayat (pertama dijelaskan dalam khotbah) kata &#8216;membaca&#8217; juga menandakan bahwa Nabi saw akan memperingatkan terhadap siksaan atau hukuman kepada umat-Nya. This is the reason the Holy Qur&#8217;an has expounded the incidents of the earlier prophets as a warning for the world in general as well as for those who believe the Qur&#8217;an. Ini adalah alasan mengapa Al Qur&#8217;an telah menguraikan insiden nabi sebelumnya sebagai peringatan bagi dunia pada umumnya dan juga bagi orang-orang yang beriman Al-Qur&#8217;an. Divine punishment comes to those who try to meddle with Allah&#8217;s Divinity. Hukuman Tuhan datang kepada mereka yang berusaha ikut campur dengan Allah Divinity. Denying or rejecting a prophet of God, although a great misfortune, does not necessarily bring about Divine punishment, unless and until all limits are exceeded in terms of sedition and disorder. Mengingkari atau menolak seorang nabi Allah, meskipun kemalangan yang hebat, tidak selalu mendatangkan hukuman Tuhan, kecuali dan sampai semua melampaui batas dalam hal hasutan dan kekacauan. May Allah guide the world at large and may He grant us the correct insight and perception of the teachings of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) so that we attain the capacity to turn to Him. Semoga Allah membimbing dunia pada umumnya dan mungkin Dia memberikan kita pemahaman dan persepsi yang benar dari ajaran-ajaran Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya), sehingga kita mencapai kemampuan untuk berpaling kepada-Nya. Huzur said he would expound the rest at a later time. Huzur mengatakan dia akan menjelaskan sisanya di lain waktu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ahmadiyah : Khutbah Khalifah : Ringkasan : Sifat Tuhan Al Wali (yang meminjam)]]></title>
<link>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/ahmadiyah-khutbah-khalifah-ringkasan-sifat-tuhan-al-wali-yang-meminjam/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 08:53:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jamaluddin Feeli</dc:creator>
<guid>http://aijf.wordpress.com/2009/11/13/ahmadiyah-khutbah-khalifah-ringkasan-sifat-tuhan-al-wali-yang-meminjam/</guid>
<description><![CDATA[Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Summary of Friday Sermon Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad at , the Head of the Ahmadiyya Muslim Community Delivered by Hadhrat Mirza Masroor Ahmad pada, Kepala Ahmadiyah Muslim Community</p>
<p>October 30 th , 2009 Oktober 30 Mei 2009</p>
<p>NOTE: Alislam Team takes full responsibility for any errors or miscommunication in this Synopsis of the Friday Sermon CATATAN: Alislam Team mengambil tanggung jawab penuh atas setiap kesalahan atau miskomunikasi di Ringkasan Khotbah Jumat</p>
<p>Huzur continued with the subject of the Divine attribute of Al Wali (the Friend) in his Friday Sermon today. Huzur dilanjutkan dengan subjek atribut Ilahi Al Wali (yang meminjam) dalam Khotbah Jumat hari ini. God draws the attention of believers and non-believers as well as warns the pagans in the Holy Qur&#8217;an: Allah menarik perhatian orang yang beriman dan tidak beriman serta memperingatkan orang-orang kafir dalam Alquran:</p>
<p>&#8216;For him (the Messenger) is a succession of angels before him and behind him; they guard him by the command of Allah. &#8220;Bagi dia (Rasul) adalah suksesi malaikat di depannya dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Surely, Allah changes not the condition of a people until they change that which is in their hearts. Sesungguhnya Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada di hati mereka. And when Allah wishes to punish a people, there is no repelling it, nor have they any helper beside Him.&#8217; (13:12) Dan ketika Allah ingin menghukum orang, tidak ada tolak-menolak itu, atau mereka mempunyai penolong selain Allah. &#8220;(13:12)</p>
<p>Huzur explained that God has expounded four aspects in this verse; a) God has taken everyone&#8217;s protection in His hands b) He decides about a nation in accordance with their practices c) When God deems someone liable to be punished, the matter cannot be averted d) He alone is the true Helper and Friend. Huzur menjelaskan bahwa Allah telah diuraikan empat aspek dalam ayat ini; a) Allah telah mengambil semua perlindungan di tangan-Nya b) Dia memutuskan tentang suatu bangsa sesuai dengan praktek-praktek mereka c) Ketika Allah dianggap seseorang bertanggung jawab untuk dihukum, masalah tidak dapat dihindari d) Dia sendiri adalah Penolong yang sejati dan Teman.</p>
<p>Elucidating the opening line of the verse, &#8216;For him (the Messenger) is a succession of angels before him and behind him; they guard him by the command of Allah…&#8217; the Promised Messiah (on whom be peace) wrote that God has appointed sentries for exoteric or apparent as well as esoteric or concealed safeguard of His people. Menjelaskan baris pembukaan dari ayat, &#8220;Bagi dia (Rasul) adalah suksesi malaikat di depannya dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah &#8230; &#8216;Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) menulis bahwa Allah telah menunjuk penjaga untuk eksoteris atau jelas serta menjaga esoteris atau tersembunyi dari umat-Nya. These sentries primarily safeguard God&#8217;s messengers among whom the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) is foremost. Penjaga ini terutama melindungi utusan Allah di antaranya Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) adalah yang utama. After his birth he became the most beloved being to God and from the time of his birth to his passing away, God fulfilled the aforementioned line in a peerless manner for him. Setelah kelahirannya ia menjadi yang paling dicintai Allah dan dari saat kelahirannya ke berlalu, Allah memenuhi baris tersebut dengan cara yang tak ada taranya bagi dia. His life in Makkah is known to all and how in a most lucid way God helped him at every step. Hidupnya di Makkah diketahui semua dan bagaimana cara yang paling jelas Allah membantunya di setiap langkah. The Surah from which the verse is taken, Surah Al Ra&#8217;d, was revealed during the Makkan period when the enemy&#8217;s hostility exceeded all limits. Surah dari ayat yang diambil, Surah Al Ra&#8217;d, terungkap selama periode Mekah ketika permusuhan musuh melampaui batas. We also have the magnificent example of the Battle of Badr when God provided exoteric/apparent as well as esoteric/concealed help for the Prophet (peace and blessings of Allah be on him). Kami juga memiliki contoh yang luar biasa Pertempuran Badar ketika Tuhan menyediakan eksoteris / jelas serta esoteris / menyembunyikan bantuan untuk Nabi (kedamaian dan berkah Allah padanya).</p>
<p>Amir ibn Tufail was a pagan chief who came to the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) and said that if he became a Muslim could he be a successor (Khalifa) of the Prophet after him?  The Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) said that Khilafat would never go to one who laid such a condition or indeed to his people. Amir bin Tufail adalah kepala kafir yang datang ke Nabi Suci (damai dan berkah Allah kepadanya) dan berkata bahwa jika ia menjadi seorang Muslim, dia bisa menjadi pengganti (Khalifa) Nabi setelah dia? Para Nabi (perdamaian dan berkah Allah padanya) mengatakan bahwa khilafah tidak akan pernah pergi ke orang yang meletakkan kondisi seperti atau bahkan kepada umat-Nya. The man became upset and left saying that he would bring in horse-riders of the calibre who would, God forbid, severely deter the Prophet. Pria itu menjadi marah dan kiri mengatakan bahwa ia akan membawa penunggang kuda dari kaliber yang akan, Allah melarang, sangat menghalangi Nabi. The Prophet said God would never enable him to do this. Nabi berkata Tuhan tidak akan pernah memungkinkan dia untuk melakukan hal ini. The man went away with one of his associates who persuaded him while they were still on the way to return with a plan to kill the Prophet. Pria itu pergi dengan salah satu rekan-rekannya yang membujuknya sementara mereka masih dalam perjalanan untuk kembali dengan rencana untuk membunuh Nabi. They returned and Amir stood behind the Prophet as his associate distracted the Prophet, he drew his sword to do the deed but was awe-struck and could not move. Mereka kembali dan Amir berdiri di belakang Nabi sebagai associate terganggu Nabi, ia menghunus pedang untuk melakukan perbuatan tetapi terpesona dan tidak bisa bergerak. The Prophet turned around and saw all this. Nabi berpaling dan melihat semua ini. The two left, indeed were allowed to leave. Kedua kiri, memang diizinkan pergi. However on their way the associate was hit by lighting and died whereas it is said about Amir that he died of a carbuncle. Namun cara mereka rekan terkena pencahayaan dan mati sedangkan dikatakan tentang Amir bahwa ia meninggal karena radang di bawah kulit. There are numerous such incidents that illustrate how God helped the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) with His special protection through the angels. Ada banyak kejadian seperti yang mengilustrasikan bagaimana Allah menolong Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) dengan perlindungan khusus-Nya melalui para malaikat. God made the promise of safeguard to the Prophet when he was in Makkah but once in Medina, God further consoled him with: &#8216;…And Allah will protect thee from men…&#8217; (5:68) . Tuhan membuat janji untuk melindungi Nabi ketika ia di Mekah tetapi setelah di Madinah, Allah lebih lanjut menghiburnya dengan: &#8220;&#8230; Dan Allah akan melindungi kamu dari orang-orang &#8230; &#8216;(5:68).</p>
<p>The Promised Messiah (on whom be peace) said that it is a great miracle that the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) was not killed by anyone. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) mengatakan bahwa ia adalah sebuah keajaiban besar bahwa Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) tidak dibunuh oleh siapa pun. He said it was indeed written in the ancient scriptures that the Prophet to come in the latter days will not be killed by the hands of anyone. Dia bilang itu memang tertulis dalam kitab kuno bahwa Nabi saw datang di kemudian hari tidak akan dibunuh oleh tangan siapa pun. Huzur said that the words &#8216; by the command of Allah&#8217; in the verse (13:12) signify that apart from helping through the agency of angels, God also made hearts of believers bound to be ever ready to make any and every sacrifice for him. Huzur mengatakan bahwa kata-kata &#8216;oleh perintah Allah&#8217; di dalam ayat (13:12) menandakan bahwa selain dari membantu melalui perantaraan malaikat, Allah juga membuat hati orang percaya pasti akan selalu siap untuk melakukan setiap dan setiap pengorbanan untuk dia . This sense of sacrifice was borne out of the faith that they had embraced through the Prophet. Rasa pengorbanan itu lahir dari iman bahwa mereka telah memeluk melalui Nabi. At times people associate with others out of some obduracy or due to mutual animosity or mutual fear for a cause. Pada waktu orang mengasosiasikan dengan orang lain keluar dari beberapa sifat keras kepala atau karena saling permusuhan atau saling takut untuk suatu tujuan. The Companions were not such. Para sahabat tidak seperti itu. Their sense of guarding the Prophet was due to the faith that God had generated in their hearts and they did this to attain the pleasure of God. Rasa menjaga Nabi karena iman bahwa Allah telah dihasilkan dalam hati mereka dan mereka melakukan ini untuk mencapai kesenangan Allah. Thus God made arrangements to safeguard the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him) more than anyone else. Jadi Allah mengatur untuk menjaga Nabi Suci (damai dan berkah Allah padanya) lebih daripada orang lain. However, this is also applicable to every person. Namun, hal ini juga berlaku untuk setiap orang. Even if there is no infectious illness around, mankind breaths in many germs from the atmosphere, but God has created a defence system in the human body to counter this. Bahkan jika tidak ada penyakit menular di sekitar, manusia napas dalam banyak kuman dari atmosfer, tetapi Allah telah menciptakan sebuah sistem pertahanan dalam tubuh manusia untuk melawan ini. At times God manifests His special protection and safeguard through His sentries for His special friends and for His messengers as well as the followers of the messengers. Pada saat Tuhan memanifestasikan-Nya dan menjaga perlindungan khusus melalui penjaga-Nya untuk teman-teman khusus-Nya dan rasul-rasul-Nya serta pengikut rasul-rasul.</p>
<p>In the current age we observe that God displayed the plague as a sign of the truthfulness of the Promised Messiah (on whom be peace) and made it clear that his followers would be saved from it. Pada zaman sekarang kita mengamati bahwa Tuhan wabah ditampilkan sebagai tanda kebenaran Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) dan membuat jelas bahwa para pengikutnya akan diselamatkan dari itu. The Promised Messiah (on whom be peace) wrote in his book &#8216;Khisti Nuh&#8217; that he most respectfully wanted to say to the government (British) that had he not had a heavenly/Divine restriction from getting inoculated against the plague, his people would have been the first among the subjects to get inoculated. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) menulis dalam bukunya &#8216;Khisti Nuh&#8217; bahwa dia paling hormat ingin mengatakan kepada pemerintah (Inggris) bahwa ia tidak punya surgawi / Tuhan pembatasan dari mendapatkan diinokulasi terhadap wabah itu, umat-Nya akan telah menjadi yang pertama di antara subjek untuk mendapatkan diinokulasi. He explained that the Divine restriction was that God had willed to exhibit a sign of His mercy by saving all of his followers from the plague. Dia menjelaskan bahwa pembatasan Ilahi adalah bahwa Allah telah menghendaki untuk memperlihatkan tanda-tanda rahmat-Nya dengan menyelamatkan semua pengikutnya dari wabah. The world witnessed that in spite of the extensive spread of the disease over a period of five to six years, with the grace of God Ahmadis were saved from it. Dunia menyaksikan bahwa terlepas dari penyebaran luas penyakit selama periode lima hingga enam tahun, dengan rahmat Allah Ahmadi diselamatkan dari itu.</p>
<p>It is God&#8217;s protection that enables mankind to endure tragedies such as loss of property, children and respect/honour. Ini adalah perlindungan Tuhan yang memungkinkan manusia untuk bertahan tragedi seperti kehilangan harta benda, anak-anak dan menghormati / kehormatan. Otherwise man can lose sense with the gravity of some losses; therefore, this is also a way through which God protects. Kalau tidak, manusia dapat kehilangan rasa dengan gravitasi dari beberapa kerugian, karena itu, ini juga merupakan cara yang melaluinya Allah melindungi. Some people cannot deal with misfortune or loss and it affects them severely. Beberapa orang tidak dapat menangani kemalangan atau kerugian dan itu sangat mempengaruhi mereka. Some lose their belief in God. Beberapa kehilangan kepercayaan kepada Tuhan. These models are there for us to appreciate that if God&#8217;s grace and blessings were not in operation, man&#8217;s life could not go on. Model ini ada bagi kita untuk menghargai bahwa jika Allah rahmat dan berkat tidak beroperasi, kehidupan manusia tidak bisa melanjutkan. When misfortune befalls pious people, they say, &#8216;Surely, to Allah we belong and to Him shall we return.&#8217; (2:157) and as a result of this they receive Divine blessings and are safeguarded against the ill-effects of all troubles and of difficult situations. Ketika kemalangan menimpa orang-orang yang saleh, mereka berkata, &#8220;Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nyalah kami kembali.&#8221; (2:157) dan sebagai akibat dari hal ini mereka menerima berkat-berkat Tuhan dan dijaga terhadap efek buruk dari semua masalah dan situasi sulit. According to the laws of nature, everyone is included in God&#8217;s protection, those who believe as well as those who do not believe. Menurut hukum alam, semua orang termasuk dalam perlindungan Tuhan, orang-orang yang beriman serta orang-orang yang tidak percaya. In this there is a lesson for those who do not believe that if they continue to exceed in their mischief, God can take His protection away and such a situation would lead to definite destruction. Dalam hal ini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang tidak percaya bahwa jika mereka terus melebihi kenakalan mereka, Allah dapat mengambil perlindungan-Nya pergi dan situasi seperti ini pasti akan menimbulkan kehancuran. God states in the verse 13:12 &#8216; Surely, Allah changes not the condition of a people until they change that which is in their hearts&#8217;, this signifies that God does not alter His way about the pious and they continue to be recipients of His blessings. Allah menyatakan di dalam ayat 13:12 &#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada di hati mereka&#8221;, ini menandakan bahwa Allah tidak mengubah jalan-Nya tentang orang-orang saleh dan mereka terus menjadi penerima-Nya berkat. As long as they are pious and honour the dues of God and the dues of mankind and are pious individually as well as collectively, they will be recipients of God&#8217;s grace. Selama mereka yang saleh dan menghormati iuran Allah dan umat manusia dan iuran yang saleh baik secara perorangan maupun secara kolektif, mereka akan menjadi penerima anugerah Allah.</p>
<p>God&#8217;s grace is removed when rather than make Him one&#8217;s Friend, Satan is followed. Rahmat Allah akan dihapus ketika daripada membuat Dia satu&#8217;s Friend, Setan diikuti. As a result vices set in; evil, wicked ways are practised so much so that people are killed in the name of religion. Akibatnya kejahatan ditetapkan dalam; jahat, jahat cara yang dipraktikkan begitu banyak sehingga orang tewas dalam nama agama. This is when God removes His protection and His refuge. Ini adalah ketika Allah menghilangkan perlindungan-Nya dan perlindungan-Nya. This part of the verse does not simply mean that God does not treat well those who do evil. Ini bagian dari ayat tidak hanya berarti bahwa Allah tidak memperlakukan dengan baik orang-orang yang melakukan kejahatan. Rather, it is that God does not alter His ways towards the pious, unless they deprive themselves of His blessings by doing wicked deeds. Sebaliknya, itu adalah bahwa Allah tidak mengubah jalan-Nya terhadap orang-orang saleh, kecuali mereka menjauhkan diri dari karunia-Nya dengan melakukan perbuatan jahat. History, when viewed with a religious perspective is clear about this, the Holy Qur&#8217;an declares that when evils sets in God&#8217;s refuge and protection is also removed. Sejarah, jika dilihat dengan perspektif agama jelas tentang hal ini, Alquran menyatakan bahwa ketika kejahatan set perlindungan Allah dan perlindungan juga dihapus. It is not that by simply saying the Kalima (declaration of faith) one comes into the eternal sphere of God&#8217;s special protection. Bukan berarti hanya dengan mengatakan Kalima (pernyataan iman) seorangpun yang datang ke dalam lingkup kekal Allah perlindungan khusus. The real condition is to practice good deeds after believing. Kondisi riil adalah untuk melakukan perbuatan yang baik setelah beriman. This is food for thought for the Muslim ummah, especially those countries where persecution is on the increase. Ini bahan pemikiran bagi umat Islam, khususnya negara-negara dimana penganiayaan adalah meningkat. The next thing that the said verse mentions is something on which Pakistan in particular needs to reflect and seek forgiveness over: &#8216; And when Allah wishes to punish a people, there is no repelling it…&#8217;. What is needed is reformation before God&#8217;s final verdict comes to pass. Hal berikutnya yang mengatakan bahwa ayat disebutkan adalah sesuatu di mana Pakistan pada kebutuhan-kebutuhan khusus untuk merenungkan dan mencari pengampunan atas: &#8220;Dan ketika Allah ingin menghukum orang, tidak ada tolak-menolak itu &#8230; &#8216;. Yang dibutuhkan adalah reformasi sebelum putusan akhir Tuhan datang untuk lulus. If only the people of the country [Pakistan] have the sense to understand this. Jika hanya orang-orang dari negara [Pakistan] punya akal sehat untuk memahami hal ini.</p>
<p>The Promised Messiah (on whom be peace) said that the first obligation of whoever wishes to be released from grief and misfortune is to bring about a pious change internally. Mesias yang Dijanjikan (pada siapa kedamaian) mengatakan bahwa kewajiban pertama siapa pun yang ingin dibebaskan dari kesedihan dan kemalangan adalah untuk membawa perubahan internal yang saleh. When this is attained God&#8217;s blessings follow in accordance with His promise. Ketika hal ini tercapai berkat Allah mengikuti sesuai dengan janji-Nya. Huzur said there is a grave need to reflect over this as well as to seek God&#8217;s forgiveness and Ahmadis should try and make Muslims within their circles understand in this regard. Huzur mengatakan ada makam perlu untuk mencerminkan selama ini serta untuk mencari pengampunan Allah dan Ahmadi harus mencoba dan membuat umat Islam dalam memahami lingkungan mereka dalam hal ini. The said verse concludes; &#8216; … nor have they any helper beside Him.&#8217; Thus, if there is no one except God Who can help us, Who can watch over us against all evil, then, He needs to be searched for. Menyimpulkan ayat yang berkata; &#8220;&#8230; atau mereka mempunyai penolong selain Allah.&#8221; Jadi, jika tidak ada seorang pun kecuali Allah Siapa yang dapat membantu kita, Siapa yang dapat menjaga kita melawan semua kejahatan, kemudian, Dia perlu mencari. If, in spite of observance of Salat and keeping of fasts and tens of thousands performing Hajj there are no signs of improvement and there is national breakdown, then certainly there is something lacking somewhere in all this worship. Jika, meskipun pelaksanaan shalat dan menjaga dari puasa dan puluhan ribu haji tidak ada tanda-tanda perbaikan dan ada gangguan nasional, maka tentunya ada sesuatu yang kurang di suatu tempat di semua ibadah ini. May God make the ummah comprehend this and may they turn to Him with sincerity. Semoga Tuhan membuat ummat memahami hal ini dan semoga mereka berpaling kepada-Nya dengan tulus.</p>
<p>God describes this subject in Surah Al Anfal, &#8216; This is because Allah would never change a favour that He has conferred upon a people until they change their own condition, and know that Allah is All-Hearing, All-Knowing.&#8217; (8:54) . Allah menggambarkan hal ini dalam Surah Al Anfaal, &#8216;Ini adalah karena Allah tidak akan mengubah nikmat yang Dia telah dianugerahkan kepada suatu kaum sampai mereka mengubah kondisi mereka sendiri, dan tahu bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. &#8220;(8: 54). God does not seize back any of His blessings, man wastes the blessings through his own wretchedness and misfortune. Allah tidak merebut kembali semua berkat-Nya, manusia limbah berkat-berkat melalui kemalangan sendiri dan kemalangan. Qur&#8217;an does not merely relate incidents of the past. Alquran tidak hanya berhubungan dengan insiden di masa lalu. It is also a great lesson for Muslims to be alert and be appreciative of the tremendous blessing that has been given to them. Ini juga merupakan pelajaran besar bagi umat Islam untuk waspada dan menghargai berkat yang luar biasa yang telah diberikan kepada mereka. God states in the Qur&#8217;an &#8216;… completed My favour upon you…&#8217; (5:4) . Allah menyatakan dalam Al Qur&#8217;an &#8216;&#8230; selesai nikmat-Ku kepadamu &#8230;&#8217; (5:4). This favour and this blessing has been given to us in the form of the Holy Qur&#8217;an and we are commanded to put its teachings in practice. Hal ini mendukung dan berkat ini telah diberikan kepada kita dalam bentuk Al Qur&#8217;an dan kita diperintahkan untuk menempatkan ajaran-ajarannya dalam praktek. If we followed this, then alone can we establish piety, and as it is stated, God will take us in His protection and will manifest that He is our Maula (Protector). Jika kita mengikuti hal ini, maka bisa saja kita membangun kesalehan, dan seperti yang dinyatakan, Allah akan membawa kami dalam perlindungan-Nya dan akan menyatakan bahwa Dia adalah Maula (Pelindung).</p>
<p>Do the Muslims still not realise why they are being deprived of the blessings associated with the people about whom the Qur&#8217;an states, &#8216;You are the best people raised for the good of mankind…&#8217; (3:111) ? Apakah umat Islam masih tidak menyadari mengapa mereka sedang kehilangan berkat-berkat yang berhubungan dengan orang-orang tentang siapa Al-Quran menyatakan, &#8220;Kamu adalah orang-orang terbaik yang diperoleh untuk kebaikan umat manusia &#8230; &#8216;(3:111)? They are indeed deprived of it because they are killing each other. Mereka memang kehilangan itu karena mereka saling membunuh. A few days ago, there was a bomb blast in Peshawar which was remote-controlled. Beberapa hari yang lalu, ada ledakan bom di Peshawar yang dikendalikan dengan remote control. Then, there are the suicide-bombs and then there is the killing of Ahmadis and others in the name of religion. Lalu, ada bom bunuh diri dan kemudian ada pembunuhan Ahmadi dan orang lain dalam nama agama. What sort of khair (good) is this? Macam apa khair (baik) ini? This is a juncture at which serious pondering is required, there is a need to amend ways, otherwise when God&#8217;s final decree comes into operation, none can avert it. Ini adalah titik di mana diperlukan perenungan serius, ada kebutuhan untuk mengubah cara, jika tidak, ketika Tuhan datang ke dalam Keputusan akhir operasi, tidak ada yang dapat menolaknya.</p>
<p>Conduct of others is a source of reformation, indeed should be so. Perilaku orang lain adalah sumber reformasi, memang harus begitu. Ahmadis should also continue to self-reflect and self-examine themselves if they are on the right path, they should keep an eye on their practices and be ever grateful for His blessings. Ahmadi harus juga terus mencerminkan diri dan memeriksa diri sendiri jika mereka berada di jalan yang benar, mereka harus mengawasi dan praktik mereka pernah bersyukur atas berkat-Nya. If this will be maintained, then in accordance with His promise God will be our Protector and Helper. Jika ini akan dipertahankan, maka sesuai dengan janji-Nya Allah akan menjadi Pelindung dan Penolong kita. No one can harm our Community. Tidak seorang pun dapat membahayakan Komunitas kami. God states, &#8216;…Therefore observe Prayer and pay the Zakat, and hold fast to Allah. Allah menyatakan, &#8216;&#8230; Karena itu mengamati salat dan membayar zakat, dan berpegang teguh kepada Allah. He is your Master. Dia adalah Tuan. An excellent Master and an excellent Helper!&#8217; (22:79) It is obligatory for true believers to observe Salat and through it bring about a pious change in oneself, purify one&#8217;s wealth by spending some of it in the way of God and hold onto all of God&#8217;s commandments most firmly. Master dan yang sangat baik Penolong yang sangat baik! &#8220;(22:79) itu adalah wajib bagi orang yang beriman untuk mengamati shalat dan melalui itu membawa perubahan yang saleh di dalam diri seseorang, memurnikan seseorang kekayaan dengan menghabiskan sebagian di jalan Allah dan terus ke semua perintah Allah yang paling tegas. Then alone can it be substantiated that one believes in God as one&#8217;s Master and Protector. Kemudian itu sendiri dapat dibuktikan bahwa orang percaya pada Tuhan sebagai salah satu Master dan Pelindung.</p>
<p>It is stated in Surah Al Mai&#8217;dah, &#8216;Your friend is only Allah and His Messenger and the believers who observe Prayer and pay the Zakat and worship God alone. Hal ini dinyatakan dalam Surah Al Mai&#8217;dah, &#8216;teman Anda hanya Allah dan Rasul-Nya dan orang mukmin yang mengamati salat dan membayar zakat dan menyembah Allah saja. And those who take Allah and His Messenger and the believers for friends should rest assured that it is the party of Allah that must triumph.&#8217; (5:56-57) Here, &#8216;worship God alone&#8217; signifies those who sincerely and wholly have belief in God alone and their belief is free from any adulteration whatsoever. Dan orang-orang yang mengambil Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin untuk teman-teman harus yakin bahwa itu adalah pihak Allah yang harus menang. &#8220;(5:56-57) Di sini, &#8216;menyembah Allah saja&#8221; menandakan orang-orang yang tulus dan sepenuhnya memiliki kepercayaan Allah sendiri dan kepercayaan mereka bebas dari segala pemalsuan apapun. These are the body of people who will triumph, who are the friends of God and of whom God is a Friend. Ini adalah tubuh orang-orang yang akan menang, yang adalah sahabat Allah dan siapa Allah adalah Teman.</p>
<p>In a Hadith Qudsi  God states, &#8216;Whoever adopts enmity towards my friend, I will declare war against them. Dalam Hadis Qudsi Allah menyatakan, &#8220;Siapa pun yang mengadopsi permusuhan terhadap teman saya, saya akan menyatakan perang melawan mereka. I like my servant to attain nearness to me through what is obligatory on him. Aku suka hamba-Ku untuk mencapai kedekatan kepada saya melalui apa yang wajib atas dirinya. My servant constantly approaches Me through supererogatory acts of worship until I love him, and when I love him, I become his eyes with which he sees, his hands with which he holds, and his legs with which he walks. Hamba-Ku terus mendekati-Ku melalui ibadah Sunah sampai aku mencintainya, dan ketika aku mencintainya, aku menjadi matanya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia memegang, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. If he asks Me for something, I will certainly grant it to him and if he wants My refuge I shall certainly grant him My refuge. Jika ia meminta-Ku untuk sesuatu, aku pasti akan memberikan itu kepadanya dan jika ia ingin mengungsi saya pasti saya akan memberikan perlindungan-Ku. I do not ever have hesitation in anything as the hesitation in taking the life of a believer. Aku tidak pernah ragu-ragu dalam hal apa pun sebagai ragu-ragu dalam mengambil kehidupan orang percaya. He dislikes death and I dislike giving him any trouble.&#8217;  Such is God&#8217;s caring and considerate stance towards believers. Ia membenci kematian dan Aku tidak suka memberikan kesulitan. &#8220;Demikianlah Allah sikap peduli dan penuh perhatian terhadap orang yang beriman.</p>
<p>If one puts all commandments in practice with complete sincerity, God becomes the Maula . Jika seseorang meletakkan semua perintah dalam praktek dengan penuh ketulusan, Allah menjadi Maula. May God make it so that we follow piety and stay connected to our true Maula so that we receive His help and succour each step of the way. Semoga Tuhan membuatnya sehingga kita mengikuti kesalehan dan tetap terhubung ke Maula sejati kita sehingga kita menerima bantuan dan memberi pertolongan-Nya setiap langkah. </p>
<p>http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&#38;sl=en&#38;u=http://www.alislam.org/archives/friday/FSS20091030-EN.html&#38;prev=/search%3Fq%3Dalislam.org%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:id:official%26hs%3DwSN%26sa%3DG&#38;rurl=translate.google.com&#38;usg=ALkJrhjaxLme4xicTtDS2QCGukLY9InNcw</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
