<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kirana &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kirana/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kirana"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 15:05:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Hobi Merusak]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/11/19/hobi-merusak/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 02:59:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/11/19/hobi-merusak/</guid>
<description><![CDATA[Setelah sebelumnya banyak merusak, kali ini ponsel-nya mama yang dirusak. LG Communicator itu akhirn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Setelah sebelumnya banyak merusak, kali ini ponsel-nya mama yang dirusak. LG Communicator itu akhirnya patah dan terpisah antara layar dan keyboardnya. Tentunya jadi mati total. Hiks&#8230;</p>
<p>Axel memang sudah banyak sekali merusak barang-barang. Mulai dari mixer, TV, DVD player, kipas angin, lampu, kabel-kabel, ponsel, mainan, dan banyak lagi. Belum lagi menyobek majalah, tabloid, dll. Baik barang punya Axel sendiri mau pun barang milik papa, mama, adik mau pun eyang &#38; Buba.</p>
<p>Membelikan Axel sesuatu pasti sudah bisa ditebak akhirnya, yaitu rusak.</p>
<p>Rupanya sifat Axel bertolak belakang dengan papa. Papa memang pernah merusak, tapi sedikit sekali jumlahnya. Malahan papa lebih sering membuat dan memperbaiki sesuatu. Dari membuat yang sederhana sampai yang cukup <em>njelimet</em>. Bahkan belakangan papa mulai lagi hobi elektroniknya dengan membuat efek gitar.</p>
<p>Di satu sisi kami tidak menghukum Axel saat merusakkan sesuatu, tetapi di sisi lain Axel jadi semakin sering merusak barang-barang. Kami tahu kalau kami tidak bisa mendidik Axel dengan kekerasan. Karena jika dikerasin secara fisik, Axel malah jadi semakin parah. Semakin banyak merusak dan secara emosi jadi labil. Yang kami lakukan hanya menegur Axel, kadang dengan nada yang keras.</p>
<p>Dulu papa pernah menerapkan &#8220;janji&#8221; yang harus ditepati Axel. Yaitu ketika Axel meminta dibelikan atau meminjam barang-barang, Axel harus berjanji untuk tidak merusaknya. Dan berhasil. Paling tidak barang-barang papa yang dipinjam Axel tidak rusak. Mungkin harus diterapkan metode &#8220;janji&#8221; seperti ini terus ya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tayyip V.S. Baykal (Round1)]]></title>
<link>http://siyasetringi.wordpress.com/2009/11/09/tayyip-v-s-baykal-round1/</link>
<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 23:34:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>siyasetringi</dc:creator>
<guid>http://siyasetringi.wordpress.com/2009/11/09/tayyip-v-s-baykal-round1/</guid>
<description><![CDATA[View This Pollanswers]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2447/4091257794_d585d71ef2_o.jpg" alt="" width="600" height="500" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a name="pd_a_2232149"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container2232149" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/2232149.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/2232149/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://answers.polldaddy.com">answers</a></span>
		</noscript></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I miss takoyaki たこ焼き]]></title>
<link>http://dugtakdugtak.wordpress.com/2009/11/05/i-miss-takoyaki-%e3%81%9f%e3%81%93%e7%84%bc%e3%81%8d/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 18:28:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>xonx</dc:creator>
<guid>http://dugtakdugtak.wordpress.com/2009/11/05/i-miss-takoyaki-%e3%81%9f%e3%81%93%e7%84%bc%e3%81%8d/</guid>
<description><![CDATA[Temen saya SMP yang bernama Kirana Dewi malem-malem ngobrol sama saya di YM dan berbicara tentang ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Temen saya SMP yang bernama Kirana Dewi malem-malem ngobrol sama saya di YM dan berbicara tentang ma]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Giginya <strike>Tinggal</strike> Dua]]></title>
<link>http://kiranarosari.wordpress.com/2009/11/02/giginya-tinggal-dua/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:29:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://kiranarosari.wordpress.com/2009/11/02/giginya-tinggal-dua/</guid>
<description><![CDATA[Wah, Kirana rupanya sudah tumbuh 2 gigi bawah nan mungil. Kata mama sih ada 1 lagi di atas. Tapi pap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wah, Kirana rupanya sudah tumbuh 2 gigi bawah nan mungil. Kata mama sih ada 1 lagi di atas. Tapi <a href="http://dewo.wordpress.com">papa</a> belum lihat yang atas. Lucu banget deh.</p>
<p>Terus papa sempat kaget saat tiba-tiba Kirana bangkit dan duduk. Rupanya Kirana sudah bisa duduk sendiri. Bulan kemarin kan belum bisa. Terus sudah bisa merangkak. Papa sampai gemes lihat Kirana. Tapi papa tetap senang sekali kalau menggendong Kirana. Kayaknya papa masih bisa terus mengendong Kirana sampai beberapa bulan ke depan sampai Kirana benar-benar tidak mau digendong lagi. Hehehe&#8230;</p>
<p>Salam sayang dari papa di sini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Nilainya Jelek]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/11/02/axel-nilainya-jelek/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:22:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/11/02/axel-nilainya-jelek/</guid>
<description><![CDATA[Wah, Axel nilai ulangannya jelek semua. Mungkin karena baby sitter yang keluar sehingga tidak ada ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wah, Axel nilai ulangannya jelek semua. Mungkin karena <em>baby sitter</em> yang keluar sehingga tidak ada yang mengurus Axel lagi secara khusus, terutama dalam hal belajar. Sedangkan mama juga bingung karena harus mengurus dik Kirana juga. Syukurlah ada kesempatan remedi. Semoga Axel bisa mengerjakan &#38; bisa baik lagi nilainya.</p>
<p>Syukurlah ada Eyang yang mau membantu Axel supaya giat belajar lagi. Soalnya memaksa Axel belajar memang sulit, harus ada sogokannya. Dari permen, ayam panas, mainan, dan lain-lain. Tapi lambat laun Axel mau diajak belajar. Sebenarnya Axel rajin belajar kok, cuma kalau sedang mentok di suatu masalah, biasanya mogok dan tidak mau belajar lagi. Kalau sudah begitu jadi ngajak berantem. Jadi seringkali harus diketahui dulu penyebab mogoknya. Sayang Axel tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan hanya mengalihkan perhatian padahal sebenarnya sedang mentok. Hiks&#8230;</p>
<p>Belajar yang rajin ya, Axel. Salam sayang <a href="http://dewo.wordpress.com">papa</a> dari sini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ramayana without ram]]></title>
<link>http://agoodthinkingmind.wordpress.com/2009/10/15/ramayana-without-ram/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:14:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>agoodthinkingmind</dc:creator>
<guid>http://agoodthinkingmind.wordpress.com/2009/10/15/ramayana-without-ram/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;welcome guddu bhai. how are you?&#8221; i said. &#8220;passing through your shop. have come h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
<p>&#8220;welcome guddu bhai. how are you?&#8221; i said.</p>
<p>&#8220;passing through your shop. have come here to have a tea. where is your uncle?&#8221; he asked.</p>
<p>i called my uncle and ordered 2 tea&#8217;s.</p>
<p>well, guddu bhai is a very famous socialite of our colony. he knows everything about the society. he goes to every birthday and drink party. he has an account of every extra-marital affair taking place in the society.</p>
<p>&#8220;aur chchotu, on dussehra you didn&#8217;t come to meghnath&#8217;s father&#8217;s cremation?&#8221; he asked.</p>
<p>&#8220;well, i was busy that day, bhai.&#8221; i said.</p>
<p>&#8220;beta, you should come to such places. we stay in same society. we should always help our co-residents. see, pappu and anil helped in distributing raal ( a compound used to ignite fire). beta you have a shop, you are a businessman, you should take an edge over these motherfucker&#8217;s, who follow the opposition party.&#8221;</p>
<p>&#8221; yes bhai. i &#8216;ll take care of that.&#8221;</p>
<p>&#8220;you should.&#8221;</p>
<p>&#8220;see, that mandodari, the mother of meghnath has got second victim. doosra ravan did a big mistake by marrying her.&#8221; he continued.</p>
<p>i decided to keep quiet.</p>
<p>&#8220;i heard akshay kumar cried badly. is it true?&#8221; i asked.</p>
<p>&#8220;yes! he got fainted.&#8221;</p>
<p>&#8220;before you or after you?&#8221; that was my next question.</p>
<p>well, let me tell you who is meghnath? well, meghnath is the kiraana waala of our society, roughly of my age. his real name is somesh but nobody calls him by that name. i think, even he has forgotten his name.  </p>
<p>he got this name as his father died on the day of dussehra.plus his brother&#8217;s name is akshay kumar. first we used to call him as indrajeet (another name for meghnath). but later we thought that this name was very good for that fucking bastard. he is a typical ghee-chor. similarly, his shop is known as lanka.</p>
<p>mandodari, his mother once again married after the death of pehla ravan. but doosra ravan also died on dussehra. typical tragedy.</p>
<p>but lets come back to our conversation.</p>
<p>&#8220;before you or after you?&#8221;</p>
<p>he didn&#8217;t pay attention. he was busy playing with &#8216;haathi ghodas&#8217; who came from his nose.</p>
<p>&#8220;hmmmmmmmmmmmmm?&#8221;</p>
<p>&#8220;before you or after you?&#8221; i repeated.</p>
<p>&#8220;oh you know about that?&#8221;</p>
<p>&#8220;yes&#8221;</p>
<p>&#8220; kyaa karoo chchotu bhai&#8221; he continued&#8221; yaar for the first time in my life i had seen electric crematorium. all the body got finished within 10 minutes or probably less and asthis were handed over to them within an hour. yaar,  i was out of my breath. &#8220;</p>
<p>&#8220;to whom?&#8221;</p>
<p>&#8220;to the other party&#8230; those who opted for that. doosra ravan was cremated according to hindu rivaaz. may be meghnath knows the importance of dussehra.&#8221;</p>
<p>we both laughed.</p>
<p>&#8220;yaar i&#8217;ve asked my bunty to cremate me like doosra ravan or else i won&#8217;t be able to rest in peace.&#8221;</p>
<p>&#8220;here comes the tea, guddu bhai.&#8221; i said and continued &#8221; i think uncle won&#8217;t be able to join you.&#8221;</p>
<p>&#8220;arrey satish bhai!&#8221; he called another person who was standing outside my shop and called him in. but he refused to do so.</p>
<p>&#8220;okay!yaar chchotu tell your uncle that i was here. i&#8217;ve come to take chanda for diwali celebrations. but i&#8217;ll come later in the evening. don&#8217;t worry.&#8221;</p>
<p>he took my leave. i accompanied till the gate and then till satish.</p>
<p>&#8220;arrey guddu bhai i&#8217;ve to talk to you something personal.&#8221; said satish.</p>
<p>&#8220;okay guddu bhai&#8230;namaste.&#8221; i left.</p>
<p>&#8220;what! that whore did with you?&#8221; guddu bhai exclaimed after listening to satish.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soto Kirana, Solo]]></title>
<link>http://disanasini.wordpress.com/2009/07/24/soto-kirana-solo/</link>
<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 17:13:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>guladig</dc:creator>
<guid>http://disanasini.wordpress.com/2009/07/24/soto-kirana-solo/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, kami sedang dalam perjalanan dari Jogja menuju Madiun untuk mengunjungi kerabat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-44" title="170720091399" src="http://disanasini.wordpress.com/files/2009/07/1707200913992.jpg?w=112" alt="170720091399" width="112" height="150" />Beberapa waktu lalu, kami sedang dalam perjalanan dari Jogja menuju Madiun untuk mengunjungi kerabat. Kami berangkat sehabis shalat subuh dari Jogja, dengan perjalanan santai sembari menikmati perjalanan. Sesampainya diperempatan delanggu, saya meminta sang Nyonya untuk mencari tahu, sarapan apa yang recomended di kota Solo. Setelah googling sebentar kami memutuskan untuk mampir di Soto Kirana di Jl. M Yamin. Tepatnya didepan Masjid Kawasan. Cara saya menemukannya dengan menemukan dulu SMU Kristen, lalu tanya-tanya sama penduduk sekitar dimana Soto Kirana. Kami sampai sekitar pukul 8.15 pagi.</p>
<p>Saat masuk ke dalam warung soto tersebut, kesannya sejuk, dingin dan teduh. Tembok tembok dibiarkan tekstur bata terlihat membuat kesan teduh. Hawanya pun sejuk, apa ini dikarenakan cuaca pagi yang sejuk atau iklim saat itu sejuk atau memang desain ruangan yang bagus sehingga bikin sejuk, saya tidak tahu..<br />
<!--more--><br />
Saat itu sudah ada sekitar 15 orang yang sedang makan soto. Beberapa warga keturunan cina berkerumun makan dengan rekan-rekannya, bercerita ramai sambil ketawa ketawa dengan mulut ngecap-ngecap karena masih penuh makanan. Ada beberapa pasutri berumur sekitar 40-an, beberapa memakai pakaian dinas kerja. Ada juga dua orang wanita yang kelihatannya sudah hampir selesai. Disebelah meja kami seorang bapak sedang membaca koran menunggu istrinya selesai makan.</p>
<p>Kami pun memilih meja yang paling dalam. Sambil menuju meja tersebut ada seorang ibu berjilbab membuntuti kami, setelah kami duduk ibu itu langsung bilang &#8220;daging, ayam??&#8221; Ini adalah kalimat pertanyaan, yang maksudnya &#8220;Mau pesan Soto daging, atau Soto Ayam??. Wah, kalau orang tidak biasa dengan cara bahasa javanees, pasti dikira &#8220;Kamu mirip Daging, atau Ayam??&#8221; atau &#8220;Mana yang lebih lucu, daging atau ayam&#8221; atau &#8220;Siapa orang tuamu, daging atau ayam&#8221;..hehehehe&#8230;. maaf, bercanda. Ibu itu menanyakan dengan nada suara datar, dan tanpa ekspresi, malah terkesan tidak ramah. Bayangkan saja, proses pembuntutan kami diselesaian hanya dengan dua kata, &#8220;Daging-Ayam?&#8221;. Tapi percayalah, hanya wajahnya saja yang terkesan tidak ramah, tapi ibu itu asli Solo dan saya yakin pasti memiliki karakter khas Solo. Ramah. Saya dan istri saya memesan 2 Soto daging. Untuk minumnya, Teh Gopek Hangat, memesan kepada orang yang berbeda.</p>
<p>Nah, di meja sudah tersaji beberapa makanan ekstra lain. Ada mendoan, tahu, kikil, usus dan jajanan pasar. Penataan seperti ini memang khas untuk warung-warung di pulau Jawa. Dan mendoan nya yang membuat saya khilaf&#8230;..eh khilafaran&#8230;. Sebelum soto datang, saya sudah habis 3 mendoan, istri saya 2 mendoan. Mendoan adalah item yang harus kalian coba. WENNAK.</p>
<p>Soto datang, hmmmmmm rasanya mak nyus&#8230; semoga rasa yang enak ini bukan karena permainan dari micin. hhhhhh seringkali resto atau warung membuat makanan enak karena mengguyurkan micin sebanyak-banyaknya. Nah, apakah temans tau bahaya bahaya micin?? Oke lah, dagingnya lembut, dan rasanya juga pas. Sayang, kuahnya kurang panas kalau ukuran saya. Ini seperti hangat-hangat kuku saja. Saya akali dengan memasukkan sambal lebih banyak. Jadi pedas panas kan.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang asyik, melihat istri saya, dengan menambahkan kikil ke dalam mangkuknya, wah, jadi terlihat mantapf. Dia bilang kalau kikilnya enak nan lembut. Saya coba sedikit, Wah emang benar&#8230;. motong kikilnya gak terlalu sulit saking lembutnya. Saat digigit pun gak kayak gigit karet ban. Ditambah kuah soto sama sambel dikit-dikit, nyummmyyyy&#8230;. Tapi saya tetap menjaga &#8220;Nafsu Birahi&#8221; saya untuk tidak ikut-ikutan mengambil potongan Kikil yang baru. Saya jadi parno kalo melihat daging kikil, terabayang kalau kikil-kikil itu bertumpuk di saluran peredaran darah atau di sendi-sendi atau menutup saluran udara di paru-paru..hiiiiyyyy&#8230;&#8230;.</p>
<p>Setelah habis 3/4 kikilnya, istri saya menyerah, karena kikil tersisa sudah terlalu kenyal untuk di gigit. &#8220;Ini yah, habisin, bunbun dah gak kuat, alot&#8221; sambil menyurungkan mangkuknya. Saya cuman bengong melihat mangkuk itu, dalam hati &#8220;wah ini melawan idealisme saya dong&#8221;, &#8220;bisa sakit-sakitan nanti saya tuanya&#8221;, &#8220;daging-daging kaya gini nih yang bikin spesialis jantung laku&#8221;, &#8220;istri ku mau membuatku mati cepat nih kayaknya&#8221;, &#8220;tega beber sih dia&#8221;, &#8220;dimakan gak yaa..&#8221;&#8230;. Tapi saya bergumam dalam hati, mulut sudah penuh kikil. klecap-klecap-klecap..enak&#8230; hehehehe&#8230;</p>
<p>Semua menu itu ditutup dengan Teh Gopek hangat. Wah, jangan tanya deh kalau teh gopek. Ini adalah teh favorit saya. WaSGiTel. Wangi Sepet Legi Kentel. Tapi jangan terlalu legi/manis. Nanti nikmat tehnya hilang. Mantaaaabb.</p>
<p>Saat kami selesai makan dan akan membayar, tinggal acungkan tangan. Nah ini uniknya juga, nanti ada seseorang yang akan menghampiri sambil bawa kalkulator, duduk disebelah kami. Sambil tanya dengan bahasa jawa halus, &#8220;Daharenipun nopo mawon??&#8221;&#8230; &#8220;Makannya apa saja&#8221;.</p>
<p>Sambil disebut ini-itu, dia menghitung pakai kalkulatornya. Trus langsung dikasih tahu totalnya, kita kasih uangnya disitu, dia yang urus semua, kembalian dan (kalau mau) tipsnya.</p>
<p>Kami makan 2 soto daging, 2 teh gopek hangat, 6 mendoan, 1 kikil, harganya Rp. 24.000,- . Silahkan kira-kira sendiri, saya tidak tahu detilnya..hehehe</p>
<p>Sebenarnya Soto Kirana tidak hanya menjual Soto. Ini menu lengkapnya :</p>
<ul>
<li>Soto Ayam/Sapi</li>
<li>Nasi Tumpeng Telor</li>
<li>Nasi Pecel Telor</li>
<li>Nasi Gudangan</li>
<li>Nasi Asem-Sem Kikil</li>
<li>Minum :Teh Gopek, Beras Kencur Hangat, Gula Asem</li>
</ul>
<p>Soal harganya, tanya saja sama bapak yang bawa kalkulator tadi..hehehe..maaf saya tidak tahu.</p>
<p>Walaupun begitu, ada beberapa kekurangan :</p>
<ol>
<li> Ada yang bikin sepet mata, Disisi kiri tembok, berjejer ribuan&#8230;(dramatisir nih).. kalender. letaknya tinggi dan tentu saja angka-angkanya tidak terlihat. Kalender-kalender ini bikin dekor ruangan jadi jelek, kebanyakan sih kalender-kalender iklan toko. Toko mas, toko motor, toko onderdil, toko jamu, toko kelontong, toko elektronik&#8230; pfffhhhh&#8230;buanyak&#8230;. Alangkah lebih baik kalau dilengserkan saja, dan pasang seperlunya.</li>
<li>Karena kami duduk ditempat paling dalam, didekat kami ada 2 orang yang sedang memotong-motong daging. Menutur pengalaman, kalau ada orang yang memotong-motong daging di ruangan makan, ruangan tersebut jadi banyak lalatnya. Walaupun saat itu tidak ada lalat, tapi paling tidak bau daging mentah tercium oleh kami&#8230;. apa didapur sudah kehabisan tempat ya??</li>
<li>Sekedar saran, seandainya sang penghitung kalkulator tadi ngitungnya pake sempoa&#8230; waaaahhhh keren deh.</li>
</ol>
<div id="attachment_45" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><img class="size-full wp-image-45" title="170720091399" src="http://disanasini.wordpress.com/files/2009/07/1707200913993.jpg" alt="Kalender bertebaran diatas" width="510" height="680" /><p class="wp-caption-text">Kalender bertebaran diatas</p></div>
<div id="attachment_46" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><img class="size-full wp-image-46" title="170720091397" src="http://disanasini.wordpress.com/files/2009/07/170720091397.jpg" alt="Memotong Daging" width="510" height="382" /><p class="wp-caption-text">Memotong Daging</p></div>
<p>Sebelumnya maaf, kalau potonya hanya poto ruangan nya saja. Tapi Soto Kirana tetap recomended untuk dihampiri, suasananya enak buat sarapan, ngopi dan baca-baca koran.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hadiah Ulang Tahun Untuk Axel]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/07/16/hadiah-ulang-tahun-untuk-axel/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 15:24:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/07/16/hadiah-ulang-tahun-untuk-axel/</guid>
<description><![CDATA[Sebenarnya Axel belum ultah saat papa libur pemilu kemarin. Tapi kalau harus menunggu tanggal 16 Jul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebenarnya Axel belum ultah saat papa libur pemilu kemarin. Tapi kalau harus menunggu tanggal 16 Juli pas Axel ultah, rasanya bakal sulit mengatur waktu untuk memberi hadiah.</p>
<p>Masalahnya adalah karena Axel rewelnya banyak, macem-macem, lengkap dari yang murah sampai ke yang mahal. Syukurlah papa ada sedikit uang untuk bisa memenuhi sebagian kerewelan Axel. Tapi yang paling heboh adalah saat Axel minta dibelikan meja belajar. Tentu permintaan ini mengharukan hati papa. Langsung saja papa &#38; mama mencarikan meja belajar untuk Axel.</p>
<p><!--more-->Akhirnya papa &#38; mama memutuskan membeli meja belajar kecil, tapi sudah lengkap dengan rak dan lemari kecil di bawah meja. Kebetulan di mall ada pameran meja-meja belajar. Dan kami pun membeli 1. Cukup ekonomis harganya, tapi kita harus merakitnya sendiri. Hem&#8230; jadi PR bagi papa nih.</p>
<p>Sesampai di rumah papa mencoba untuk merakitnya. Namun apa yang terjadi? Ternyata ada baut-kait yang kurang. Alhasil papa harus mencari toko yang menjualnya. Sayangnya jenis baut-kait tersebut tidak ada yang menjualnya. Ya sudah, papa kembali ke mall. Syukurlah karena mall punya cadangan. Atau mungkin ngembat dari unit lain ya?</p>
<p>Segera saja papa meneruskan merakit meja belajar dibantu oleh mama dan Axel. Adik Kirana sendiri mengamati proses perakitan meja belajar ini. Tidak lama kemudian jadilah meja belajar untuk Axel.</p>
<p>Axel nampak senang sekali dengan meja belajar barunya dan langsung menggunakannya untuk belajar. Hihihi&#8230; anak yang lucu. Selamat belajar, Nak.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selamat Ulang Tahun Axel]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/07/16/selamat-ulang-tahun-axel/</link>
<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 11:29:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/07/16/selamat-ulang-tahun-axel/</guid>
<description><![CDATA[Tidak terasa hari ini usiamu sudah menginjak angka 9 tahun, Nak. Usia yang cukup, namun belum cukup ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Tidak terasa hari ini usiamu sudah menginjak angka 9 tahun, Nak. Usia yang cukup, namun belum cukup untuk pertumbuhanmu. Kamu masih banyak membutuhkan waktu untuk tumbuh. Walau pun demikian, papa mamamu akan selalu mendampingi &#38; membantumu mengarungi kehidupan ini. Dan pasti adikmu Kirana akan mau membantumu pula.</p>
<p>Salam cinta dari papa, mama dan adikmu. Juga terima kasih untuk eyang kakung-putri dan Buba yang selama ini telah turut mendampingimu dalam suka dan duka. Tuhan memberkatimu, Nak.</p>
<div id="attachment_90" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://axelrenantio.wordpress.com/files/2009/07/sisi_axel.jpg"><img src="http://axelrenantio.wordpress.com/files/2009/07/sisi_axel.jpg?w=300" alt="Axel &#38; Mamanya" title="Sisi_Axel" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-90" /></a><p class="wp-caption-text">Axel &#38; Mamanya</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Useful and Practical – Retail Inc. 2009]]></title>
<link>http://indiquest.wordpress.com/2009/07/06/useful-and-practical-%e2%80%93-retail-inc-2009/</link>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 07:04:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>IndiQuest Research</dc:creator>
<guid>http://indiquest.wordpress.com/2009/07/06/useful-and-practical-%e2%80%93-retail-inc-2009/</guid>
<description><![CDATA[The Indian Retail sector, ranked as the most lucrative sector prior to the recession, has seen many ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[The Indian Retail sector, ranked as the most lucrative sector prior to the recession, has seen many ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[so here we are [again]]]></title>
<link>http://whiteblankspace.wordpress.com/2009/07/02/so-here-we-are-again/</link>
<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 06:46:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>whiteblankspace</dc:creator>
<guid>http://whiteblankspace.wordpress.com/2009/07/02/so-here-we-are-again/</guid>
<description><![CDATA[flowing coldly in water creaking smokes of  two strokes . . July is longing to August then September]]></description>
<content:encoded><![CDATA[flowing coldly in water creaking smokes of  two strokes . . July is longing to August then September]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PSC recommends ban on foreign investment in Retail]]></title>
<link>http://retaildemocracy.wordpress.com/2009/06/10/psc-recommends-ban-on-foreign-investment-in-retail/</link>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 12:22:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>khadyaniti</dc:creator>
<guid>http://retaildemocracy.wordpress.com/2009/06/10/psc-recommends-ban-on-foreign-investment-in-retail/</guid>
<description><![CDATA[Dear All, Congratulations! Our collective efforts to mobilize 42 member parliamentary standing commi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;" lang="EN"><span style="font-size:small;">Dear All,</span></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;" lang="EN"><span style="font-size:small;">Congratulations!</span></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;" lang="EN"><span style="font-size:small;">Our collective efforts to mobilize 42 member parliamentary standing committee on commerce which was studying <strong>foreign and domestic investment in retail trade</strong> has yielded positive results. Though the parliamentary committee recommendations are not binding on the Government, still its a victory worth celebrating.</span></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;" lang="EN"><span style="font-size:small;">best!</span></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;" lang="EN"><span style="font-size:small;">Dharmendra Kumar</span></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;" lang="EN">House panel opposes foreign investment in retail</span></strong></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN"><strong>The committee says allowing cash &#38; carry wholesale in India is nothing but allowing back-door entry of foreign firms into retailing</strong></span></p>
<p style="background:white none repeat scroll 0 0;"><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN"><a href="http://www.livemint.com/2009/06/08185249/House-panel-opposes-foreign-in.html?h=B" target="_blank">http://www.livemint.com/2009/06/08185249/House-panel-opposes-foreign-in.html?h=B</a></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">New Delhi: A Parliamentary Standing Committee has <strong>recommended a blanket ban</strong> on <strong>foreign investment in retail</strong> and has opposed even big domestic corporate entering the sector saying that it will <strong>lead to unemployment</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">&#8220;The committee &#8230; recommend that a blanket ban should be imposed on domestic corporate heavy weights and foreign retailers from entering into retail trade in grocery, fruits and vegetables,&#8221; it said, adding that restrictions should be put for opening large malls by them for selling other consumer products.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">The committee, headed by Murli Manohar Joshi, feels that &#8220;opening of foreign direct investment (FDI) in retail trade by allowing single brand foreign firms in India will result in unemployment due to slide-down of indigenous retail traders&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">The 42-member panel in its report on `Foreign and Domestic Investment in Retail Sector´ further said that the government should stop issuing &#8220;further licences for &#8220;cash and carry either to the transnational retailers or to a combination of transnational retailers and the Indian partner, as it is &#8220;mere a camouflage for doing retail trade through back door&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">The government may consider setting up a national commission to study the problems in the retail sector and to evolve policies that would enable it to cope with FDI, the Parliamentary panel said.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">According to existing guidelines, FDI is prohibited in retail trading except for single brand retail in which 51% FDI is permitted.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">Whereas 100% FDI is permitted under the automatic route in wholesale cash and carry trading.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">The committee said allowing cash and carry wholesale in India is nothing but allowing back-door entry of foreign firms into retailing.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">&#8220;Consumers&#8217; welfare would be sidelined, as the big retail giants by adopting a predatory pricing policy would fix lower price initially, tempting the consumers,&#8221; it said adding that after wiping the competition from local retailers, they would be in a monopolistic position and would be able to diktat the retail prices.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">It said procurement centres constituted by big corporates for making direct bulk purchases would initially pay attractive prices to farmers and cause gradual extinction of mandis and regulated market yards.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">Unorganized retail employs over 40 million people, which accounts for 8% of the total employment.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">&#8220;&#8230;the government should ensure that some in-built policy must be established to relocate or re-employ the people who are dislocated due to opening of big malls in the vicinity of their shops,&#8221; the Committee said.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">&#8220;&#8230;there is a need for setting up of a retail regulatory authority to look into the problems and act as a whistle blower in case of anti competitive behaviour and abuse of dominance,&#8221; it added.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">On the use of agricultural land for shopping malls, the Committee feels that diverting the land may not merely lead to reduction in production or income to farmers, it may affect the social and cultural life of farmers.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">&#8220;The government should come out with adequate safeguards to <strong>prevent diversion of agricultural land for setting up of malls</strong>,&#8221; it said.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">====</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;" lang="EN">One wonders whether a Parliamentary Committee will now <strong>comprehensively examine</strong> the demerits and lessons of laissez faire export led growth, <strong>emerging protectionist tendencies in Western markets</strong>, recession in global economy on behalf of Indian Planning Commission, which has been handed over back to the old school of World Bank inspired economists under Montek Singh Ahluwalia.<br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ria Kirana]]></title>
<link>http://jharismoyo.wordpress.com/2009/05/29/ria-kirana/</link>
<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:23:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>harismoyo</dc:creator>
<guid>http://jharismoyo.wordpress.com/2009/05/29/ria-kirana/</guid>
<description><![CDATA[Wajahnya lembut. Bicaranya pelan dan senyumnya terus mengembang. Siapa nyangka, Puteri Solo ini meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div style="text-align:center;"><img class="alignleft" title="Ria Kirana" src="http://jharismoyo.files.wordpress.com/2009/06/1243589028-hr-200.jpg?w=246&#038;h=368" alt="" width="246" height="368" /></div>
<p>Wajahnya lembut. Bicaranya pelan dan senyumnya terus mengembang. <span>Siapa nyangka, Puteri Solo ini menggemari olahraga keras: tinju. “Aku senang ngliat tinju. Sportif,” ujar Ria Kirana. Gadis kelahiran Solo, 14 Mei 1984 ini paling demen ngliat gaya bertinju Mike Tyson. ”Seru. Pukulannya gila,” tambah mantan bintang iklan Yamaha dan Milo itu. </span>Untuk petinju lokal, dia kagum dengan Christ John. Pria asal Banjarnegara ini berhasil meraih predikat Super Champions setelah sepuluh kali mempertahankan gelar.</p>
<p>Namun bukan karena tinju jika tubuh Ria tetap ideal dengan tinggi 168 cm dan berat 49 kg. “Gila apa aku bertinju,” ujarnya sambil tertawa. Untuk menjaga kelangsingan tubuhnya, dia rutin berlari. “Aku selalu jogging,” tambahnya. Sesibuk apapun, dia menyempatkan diri berolahraga. Bahkan, di sela-sela pemotretan. <span>“Bukan hanya menjaga berat badan, tapi juga demi kesehatan,” lanjutnya.</span></p>
<p><span> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;">Walau menyukai tinju, tapi dia berpikir seribu kali jika menjalin kasih dengan petinju. ”Kayaknya ga tertarik deh,” tukasnya. Dia lebih suka menjalin asmara dengan lelaki biasa. ”Standar aja. Yang penting pengertian, baik dan jujur,” katanya. Bagi Ria, membicarakan dunia model dan olahraga lebih menarik ketimbang membahas asmara. ”Kapan kita nonton tinju?” ajaknya sebelum menutup pembicaraan. <strong><em>(freekick edisi 41, Mei 2009)</em></strong></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Ke Dokter Gigi Lagi]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/04/15/axel-ke-dokter-gigi-lagi/</link>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 01:34:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/04/15/axel-ke-dokter-gigi-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Hari Kamis lalu (09/04/09) Axel ke dokter gigi lagi. Soalnya kami khawatir terhadap beberapa giginya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Hari Kamis lalu (09/04/09) Axel ke dokter gigi lagi. Soalnya kami khawatir terhadap beberapa giginya yang tanggal dalam waktu yang singkat. Kalau yg tanggal gigi susu, kami tidak terlalu khawatir karena memang sudah waktunya. Tapi ada gigi yg tadinya nampak masih kuat tapi dicabut paksa oleh Axel. Takutnya itu gigi seri.</p>
<p>Nah, untuk memastikannya, kami lantas mengajak Axel ke dokter gigi. Cuma khusus untuk Axel, dokter giginya juga khusus, yaitu ke adiknya Eyang Kakung yang berprofesi sebagai dokter gigi di Yogyakarta. Kebetulan dulu Axel sudah pernah ke sana &#38; dulu pemeriksaannya berjalan dengan baik (baca: <a href="http://axelrenantio.wordpress.com/2008/03/25/axel-ke-dokter-gigi/">&#8220;Axel Ke Dokter Gigi&#8221;</a>). Kami berangkat bertiga, terpaksa Kirana ditinggal di Semarang bersama Eyang Putri.</p>
<p>Puji Tuhan perjalanan ke Yogyakarta dapat berlangsung dengan aman &#38; lancar. Saat diperiksa pun Axel dapat duduk dengan manis &#38; sangat kooperatif. Dan syukurlah hasil pemeriksaannya pun baik. Gigi yang tanggal benar-benar gigi susu. Bahkan gigi serinya ada yg sudah mulai tumbuh sehingga gigi susu-nya tanggal sendiri.</p>
<p>Puji Tuhan semuanya baik-baik saja.<br />
</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tangkuban Parahu for the 1st time]]></title>
<link>http://bongo90.wordpress.com/2009/03/11/tangkuban-parahu-for-the-1st-time/</link>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 18:12:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ariff</dc:creator>
<guid>http://bongo90.wordpress.com/2009/03/11/tangkuban-parahu-for-the-1st-time/</guid>
<description><![CDATA[kawah ratu di tangkuban Akhirnya asa ke gunung yang melegenda ini tersampaikan juga. Padahal udah 1,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[kawah ratu di tangkuban Akhirnya asa ke gunung yang melegenda ini tersampaikan juga. Padahal udah 1,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gara-gara Sentir]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/02/24/gara-gara-sentir/</link>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 14:08:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/02/24/gara-gara-sentir/</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari ini Axel nakal sekali. Untuk kesekian kalinya Axel merusakkan TV dengan menuangkan sus]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Beberapa hari ini Axel nakal sekali. Untuk kesekian kalinya Axel merusakkan TV dengan menuangkan susu ke TV. Dan akhirnya TV pun mati. Hiks&#8230;</p>
<p>Hari ini tambah heboh ketika Axel melemparkan sentir dan memecahkan tabungnya. Kami memang memiliki 2 sentir, yang satu dulu digunakan untuk menerangi kuburan ari-ari Dik <a href="http://kiranarosari.wordpress.com">Kirana</a>, sedangkan yang satu lagi khusus untuk mainan Axel.</p>
<p>Setelah dilempar dan pecah berantakan, rupanya Axel masih penasaran dan mengambil pecahan tabung yang masih besar itu. Sayangnya jari tangan Axel tergores dan terluka. Darahnya banyak sekali, begitu kata mama. Langsung saja Axel dibawa ke Klinik Kita yang cukup dekat dengan rumah. Axel dan mama ke sana dibonceng satpam. Untung satpamnya baik ya? Terima kasih Pak Satpam.</p>
<p>Setelah diobati dan dibalut, Axel masih meringis-ringis. Tampaknya masih terasa perihnya. Dan Axel kurang nyaman dengan rasa perih tersebut.</p>
<p>Malam ini baru jam 19 ketika mama sms cerita kalau Axel sudah tidur. Hehehe&#8230; rupanya Axel masih kurang nyaman dengan perih di tangannya dan memilih tidur. Axel memang begitu, ketika ada rasa tidak enak atau sakit, maka Axel lebih cepat tidurnya.</p>
<p>Selamat tidur Axel sayang, semoga besok segera sembuh. Axel yang sayang sama dik Kirana ya? Cium sayang papa dari sini. Tuhan memberkati.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arjuna Mencarak Cinta]]></title>
<link>http://drjt.wordpress.com/2009/02/24/arjuna-mencarak-cinta/</link>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 03:04:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Farijs van Java</dc:creator>
<guid>http://drjt.wordpress.com/2009/02/24/arjuna-mencarak-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Dear Kirana, Selamat pagi, my flower in the desert. Apa kabarmu hari ini? Semoga engkau senantiasa d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dear Kirana, Selamat pagi, my flower in the desert. Apa kabarmu hari ini? Semoga engkau senantiasa d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Nilainya Bagus]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/02/12/axel-nilainya-bagus/</link>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 16:55:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/02/12/axel-nilainya-bagus/</guid>
<description><![CDATA[Halo Axel sayang, Papa dapat kabar kalau Axel nilai ulangannya bagus-bagus. Ada nilai 9-nya di beber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Halo Axel sayang,</p>
<p>Papa dapat kabar kalau Axel nilai ulangannya bagus-bagus. Ada nilai 9-nya di beberapa pelajaran. Wah, papa bangga sama Axel.</p>
<p>Dan nanti di bulan Juli Axel akan masuk kelas 1. Memang agak terlambat ya? Tapi tidak mengapa, yang penting Axel bisa memperoleh pendidikan yang baik. Papa di sini terus mendoakan Axel.</p>
<p>Cium sayang untuk Axel &#38; Kirana.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Alergi Apa?]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/02/03/axel-alergi-apa/</link>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 10:00:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2009/02/03/axel-alergi-apa/</guid>
<description><![CDATA[Dua hari yang lalu Axel tiba-tiba badannya merah dan bentol-bentol. Kata mama malah sampai ke matany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dua hari yang lalu Axel tiba-tiba badannya merah dan bentol-bentol. Kata mama malah sampai ke matanya juga. Selama badannya tidak enak, Axel menulis: &#8220;Axel mau ke rumah sakit.&#8221; Rupanya Axel badannya terasa tidak enak sekali ya?</p>
<p>Oleh mama akhirnya Axel dibawa ke dokter. Kata dokter Axel alergi sesuatu. Cuma tidak tahu alergi apa. Soalnya Axel kan makannya dijaga dengan ketat. Atau mungkin Axel makan sesuatu di sekolah ya? Atau karena kena ulet bulu?</p>
<p>Syukurlah Axel segera membaik ketika diberi obat. Padahal alergi seperti itu kan bahaya sekali.</p>
<p>Axel kalau di sekolah jangan makan sembarangan ya? Atau karena mungkin makan &#8220;Nasi Jakarta&#8221;? Mungkin ada daging yang membuat Axel alergi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[silahkan]]></title>
<link>http://kiranadimas.wordpress.com/2008/12/11/bagi-yang-mau-curhat-silahkanmonngo-mas-mbak/</link>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 02:11:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>kiranadimas</dc:creator>
<guid>http://kiranadimas.wordpress.com/2008/12/11/bagi-yang-mau-curhat-silahkanmonngo-mas-mbak/</guid>
<description><![CDATA[teman2 kalo mau curhat sola &#8230;masalah-masalah kalian&#8230;kirim saja ke email ku di kirana.dim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>teman2 kalo mau curhat sola &#8230;masalah-masalah kalian&#8230;kirim saja ke email ku di <strong>kirana.dimas@yahoo.co.id. </strong>tentunya dengan bahasa yang sopan yah&#8230;<strong><br />
</strong></p>
<p>nanti kalau aq ga sibuk aku jawab pertanyaan kalian&#8230;&#8230;..</p>
<p>kerahasiaan tetap terjaga..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Melindungi (Privasi) Anak Ala Anggun]]></title>
<link>http://yacobyahya.wordpress.com/2008/12/10/melindungi-privasi-anak-ala-anggun/</link>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 08:15:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>yacobyahya</dc:creator>
<guid>http://yacobyahya.wordpress.com/2008/12/10/melindungi-privasi-anak-ala-anggun/</guid>
<description><![CDATA[Seorang reporter, termasuk pewarta foto, harus menghormati privasi narasumber. Masalah mana yang har]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Seorang reporter, termasuk pewarta foto, harus menghormati privasi narasumber. Masalah mana yang har]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kirana]]></title>
<link>http://suparto.wordpress.com/2008/10/09/kirana/</link>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 19:13:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>adez3d</dc:creator>
<guid>http://suparto.wordpress.com/2008/10/09/kirana/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://suparto.files.wordpress.com/2008/10/kirana_001.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-569" title="kirana_001" src="http://suparto.wordpress.com/files/2008/10/kirana_001.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UK big retail prepares for retail deregulation]]></title>
<link>http://india-insights.co.uk/2008/08/13/uk-big-retail-prepares-for-retail-deregulation/</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 00:14:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>indiainsights</dc:creator>
<guid>http://india-insights.co.uk/2008/08/13/uk-big-retail-prepares-for-retail-deregulation/</guid>
<description><![CDATA[Contrasting entry strategies by big retail illustrate difficulties of navigating India’s Foreign Dir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!--StartFragment--></p>
<p class="MsoNormal">Contrasting entry strategies by big retail illustrate difficulties of navigating India’s Foreign Direct Investment rules. Reported to be entering the market, UK retailers <a title="Boots website" href="http://www.boots.com/onlineexperience/flexible_template_2006_publish.jsp?classificationid=1043920" target="_blank">Boots</a> and <a title="Tesco website" href="http://www.tesco.com/" target="_blank">Tesco</a> are set to use different approaches.</p>
<p class="MsoNormal">Pressured by <a title="India FDI Watch" href="http://indiafdiwatch.org/index.php?id=47" target="_blank">a powerful lobby</a> owing their livelihood to traditional ‘<a title="Kirana picture" href="http://www.hindu.com/2006/11/07/images/2006110716030301.jpg" target="_blank">Kirana</a>’ stores Government seeks to protect jobs and keep the peace. But change is inevitable; FDI legislation will lift as international pressure mounts and domestic business demand intensifies.</p>
<p class="MsoNormal">Under current rules entry is restricted to wholesale, licence or franchise arrangements. <a title="&#34;Boots to tie up with India's Reliance&#34;. The Times, 7/8/08" href="http://business.timesonline.co.uk/tol/business/industry_sectors/retailing/article4480728.ece" target="_blank">Boots are reported to be considering a partnership with Reliance Industries</a> &#8211; operating stores through franchise &#8211; an arrangement similar to Reliance’s relationship with <a title="Marks &#38; Spencer website" href="http://www.marksandspencer.com/gp/node/n/42966030/202-5752264-3884608?ie=UTF8&#38;mnSBrand=core" target="_blank">Marks &#38; Spencer</a> and <a title="Hamleys website" href="http://www.hamleys.com/" target="_blank">Hamleys</a>.</p>
<p class="MsoNormal">Going the wholesale route, <a title="&#34;Tesco to open wholesale outlets in India&#34;, The Telegraph, 12/8/08" href="http://www.telegraph.co.uk/money/main.jhtml?xml=/money/2008/08/12/bcntesco112.xml" target="_blank">Tesco plans a cash-and-carry business</a> at a cost of £60 million; restricted to selling in bulk they will supply local shops and restaurants. Sir Terry Leahy, Chief Executive of Tesco states that their entry will improve and simplify the supply chain for local stores &#8211; “Our wholesale cash-and-carry format will bring improved value, range and service to thousands of Indian businesses” &#8211; but for how long?</p>
<p class="MsoNormal">This approach appeals &#8211; <a title="Walmart website" href="http://walmartstores.com/" target="_blank">Walmart</a>, German chain <a title="Metro website" href="http://www.metrogroup.de/servlet/PB/menu/1000080_l2/index.html" target="_blank">Metro</a> and Africa’s <a title="Shoprite website" href="http://www.shoprite.co.za/default.asp?pageID=11827074" target="_blank">Shoprite</a> are all competing in the wholesale segment – it creates brand awareness, provides a foothold in a new territory and the opportunity to kick start and perfect operations and marketing.</p>
<p class="MsoNormal">In addition to setting up the cash-and-carry business, for a fee Tesco have agreed to advise <a title="Trent company profile" href="http://www.tata.com/company/profile.aspx?sectid=f4fpW5pl8MY=" target="_blank">Trent</a> (Tata’s retail arm) on developing its hypermarket business aiding growth from 4 to 50 stores.</p>
<p class="MsoNormal">When restrictions lift Tesco will be well positioned to take advantage; expect wholesale stores to be converted to sell single quantities to cater for the public &#8211; ironically putting them head-to-head with the stores they initially supply – and in the case of Trent, a hypermarket business part built by Tesco will exist, acquisition would be an obvious conclusion. </p>
<p><!--EndFragment--></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
