<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kisah-islami &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kisah-islami/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kisah-islami"</description>
	<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 00:43:40 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pohon Mangga]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/24/pohon-mangga/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:38:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/24/pohon-mangga/</guid>
<description><![CDATA[Tersebutlah konon dahulu kala tumbuhlah sebatang pohon mangga. Daunnya rimbun, sarat dengan buah tak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tersebutlah konon dahulu kala tumbuhlah sebatang pohon mangga. Daunnya rimbun, sarat dengan buah tak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ujian Saringan Tiga Kali]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/23/ujian-saringan-tiga-kali/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 10:31:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/23/ujian-saringan-tiga-kali/</guid>
<description><![CDATA[Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasin]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ni'mat Dunia Hanyalah Sebentar]]></title>
<link>http://genimugni.wordpress.com/2009/11/23/nimat-dunia-hanyalah-sebentar/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 06:25:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>genimugni</dc:creator>
<guid>http://genimugni.wordpress.com/2009/11/23/nimat-dunia-hanyalah-sebentar/</guid>
<description><![CDATA[Ada seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ada seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah bunyi auman suara harimau. Aauuuummmm… .!!!!! Seekor harimau yang sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena takut, diapun berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun mengejar pemuda tadi.</p>
<p>Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau. Rupanya doanya dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua. Terlintas dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu. Sebab mungkin harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk ke dalam sumur tersebut.<br />
Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur, ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya keatas ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur, dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air. Setelah diamati ternyata ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya.</p>
<p>Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih ciiit ciiit ciiit yang naik meniti tali pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali pemuda tadi. Belum hilang keterkejutannya dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tersebut untuk bergelantungan. Waduh, jika tali ini putus, habislah riwayatku dimakan buaya!!! cemas dia berpikir, jika aku naik keatas, sudah pasti harimau menerkamku, jika menunggu disini, lama-lama tali ini akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku.</p>
<p>Disaat dalam kebingungan tersebut, tiba-tiba dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang mereka. Dia mendongakkan wajahnya keatas, dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mulut pemuda tadi. Spontan pemuda tadi berkata, Subhaanalloh .. Alangkah manisnya madu ini, baru sekali ini aku merasakan madu semanis dan selezat ini !!!. Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.</p>
<p>Tahukah kamu, inti dari cerita diatas ???</p>
<p>Pemuda tadi adalah gambaran kita semua, harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati.</p>
<p>Dua ekor buaya adalah malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita di alam kubur kita nantinya . Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita. Jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita. Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan juga malam yang senantiasa mengikis umur kita.</p>
<p>Diibaratkan di cerita tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda. Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk kemulut pemuda, sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya. Begitulah kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah. Ketika susah baru ingat kepada Allah.</p>
<p>Astaghfirullooh.!!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mendapat Hidayah Di Biara]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/21/mendapat-hidayah-di-biara/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:03:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/21/mendapat-hidayah-di-biara/</guid>
<description><![CDATA[Hidayah &#8211; Jakarta, Hj. Irena Handono, Mendapat Hidayah Di Biara Reporter: Siwi Wulandari *** A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hidayah &#8211; Jakarta, Hj. Irena Handono, Mendapat Hidayah Di Biara Reporter: Siwi Wulandari *** A]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AKU TIDAK PEDULI, SELAMA MATI DALAM KEADAAN ISLAM (dan Kisah Sahabat yang Jenazahnya dilindungi Lebah]]></title>
<link>http://elhakim83.wordpress.com/2009/11/20/aku-tidak-peduli-selama-mati-dalam-keadaan-islam-dan-kisah-sahabat-yang-jenazahnya-dilindungi-lebah/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 03:43:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>elhakim83</dc:creator>
<guid>http://elhakim83.wordpress.com/2009/11/20/aku-tidak-peduli-selama-mati-dalam-keadaan-islam-dan-kisah-sahabat-yang-jenazahnya-dilindungi-lebah/</guid>
<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, &#8220;Rasulullah shallallahu ‘alaihi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata, &#8220;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus 10 mata-mata yang dipimpin Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek Ashim bin al-Khaththab. Ketika mereka tiba di daerah Huddah antara Asafan dan Makkah mereka berhenti di sebuah kampung suku Hudhail yang biasa disebut sebagai Bani Luhayan.</p>
<p>Kemudian Bani Luhayan mengirim sekitar 100 orang ahli panah untuk mengejar para mata-mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berhasil menemukan sisa makanan berupa biji kurma yang mereka makan di tempat istirahat itu. Mereka berkata, &#8216;Ini adalah biji kurma Madinah, kita harus mengikuti jejak mereka.&#8217;</p>
<p>Ashim merasa rombongannya diikuti Bani Luhayan, kemudian mereka berlindung di sebuah kebun. Bani Luhayan berkata, &#8216;Turun dan menyerahlah, kami akan membuat perjanjian dan tidak akan membunuh salah seorang di antara kalian.&#8217; Ashim bin Tsabit berkata, &#8216;Aku tidak akan menyerahkan diri pada orang kafir.&#8217; Lalu memanjatkan doa, <em>&#8216;Ya Allah, beritakan kondisi kami ini kepada NabiMu shallallahu ‘alaihi wasallam.&#8217;</em></p>
<p>Rombongan Bani Luhayan melempari utusan Rasulullah dengan tombak, sehingga Ashim pun terbunuh. Utusan Rasulullah tinggal tiga orang, mereka setuju untuk membuat perjanjian. Mereka itu adalah Hubaib, Zaid bin Dasnah dan seorang lelaki yang kemudian ditombak pula setelah mengikatnya. Laki-laki yang ketiga itu berkata, &#8216;Ini adalah penghianatan pertama. Demi Allah, aku tidak akan berkompromi kepadamu karena aku telah memiliki teladan (sahabat-sahabatku yang terbunuh).&#8217;</p>
<p>Kemudian rombongan Bani Hudhail membawa pergi Hubaib dan Zaid bin Dasnah, mereka berdua dijual. Ini terjadi setelah peperangan Badar. Adalah Bani Harits bin Amr bin Nufail yang membeli Hubaib. Karena Hubaib adalah orang yang membunuh al-Harits bin Amir pada peperangan Badar. Kini Hubaib menjadi tawanan Bani al-Harits yang telah bersepakat untuk membunuhnya.</p>
<p>Pada suatu hari Hubaib meminjam pisau silet dari salah seorang anak perempuan al-Harits untuk mencukur kumisnya, perempuan itu meminjaminya. Tiba-tiba anak laki-laki perempuan itu mendekati Hubaib bahkan duduk dipangkuannya tanpa sepengetahuan ibunya. Sementara tangan kanan Hubaib memegang silet. Wanita itu berkata, &#8216;Aku sangat kaget.&#8217; Hubaib pun mengetahui yang kualami. Hubaib berkata, &#8216;Apakah kamu khawatir aku akan membunuh anakmu? Aku tidak mungkin membunuhnya.&#8217;</p>
<p>Wanita itu berkata, &#8216;Demi Allah aku tidak pernah melihat tawanan sebaik Hubaib. Dan demi Allah pada suatu hari, aku melihat Hubaib makan setangkai anggur dari tangannya padahal kedua tangannya dibelenggu dengan besi, sementara di Makkah sedang tidak musim buah. Sungguh itu merupakan rizki yang dianugrahkan Allah kepada Hubaib.&#8217;</p>
<p>Ketika Bani al-Harits membawa keluar Hubaib dari tanah haram untuk membunuhnya, Hubaib berkata, &#8216;Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan shalat dua rakaat.&#8217; Mereka mengizinkan shalat dua rakaat. Hubaib berkata, &#8216;Demi Allah, sekiranya kalian tidak menuduhku berputus asa pasti aku menambah shalatku.&#8217; Lalu Hubaib memanjatkan doa, <em>&#8216;Ya Allah, susutkanlah jumlah bilangan mereka, musnahkanlah mereka, sehingga tidak ada seorang pun dari keturunannya yang hidup,&#8217; </em>lalu mengucapkan syair:</p>
<p><em>Mati bagiku bukan masalah, selama aku mati dalam keadaan Islam<br />
Dengan cara apa saja Allahlah tempat kembaliku<br />
Semua itu aku kurbankan demi Engkau Ya Allah<br />
Jika Engkau berkenan,<br />
berkahilah aku berada dalam tembolok burung karena lukaku (syahid)</em></p>
<p>Lalu Abu Sirwa’ah Uqbah bin Harits tampil untuk membunuh Hubaib. Hubaib adalah orang Islam pertama yang dibunuh dan sebelum dibunuh melakukan shalat.</p>
<p>Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahu para sahabat pada hari disiksanya Hubaib, bahwa kaum Quraisy mengutus beberapa orang untuk mencari bukti bahwa Ashim bin Tsabit telah terbunuh dalam peristiwa itu, mereka mencari potongan tubuh Ashim. Karena Ashim adalah yang membunuh salah seorang pembesar Quraisy. Tetapi Allah melindungi jenazah Ashim dengan mengirim sejenis sekawanan lebah yang melindungi jenazah Ashim, sehingga orang-orang itu tidak berhasil memotong bagian tubuh jenazah Ashim sedikit pun.&#8221; (HR. Al-Bukhari, no. 3989; Abu Dawud, no. 2660.)</p>
<p><strong>Sumber </strong>: 99 Kisah Orang Shalih</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEDERMAWANAN ABU UMAMAH (3 Dinar Menjadi 300 Dinar)]]></title>
<link>http://elhakim83.wordpress.com/2009/11/20/kedermawanan-abu-umamah-3-dinar-menjadi-300-dinar/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 03:41:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>elhakim83</dc:creator>
<guid>http://elhakim83.wordpress.com/2009/11/20/kedermawanan-abu-umamah-3-dinar-menjadi-300-dinar/</guid>
<description><![CDATA[Dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir berkata, &#8220;Maula perempuan Abu Umamah menceritakan kepadak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir berkata, &#8220;Maula perempuan Abu Umamah menceritakan kepadaku, &#8216;Abu Umamah adalah orang yang suka bersedekah dan senang mengumpulkan sesuatu untuk kemudian disedekahkan. Dia tidak pernah menolak seorang pun yang meminta sesuatu kepadanya, sekali pun ia hanya bisa memberi sesiung bawang merah atau sebutir kurma atau sesuap makanan.</p>
<p>Pada suatu hari datang seorang peminta-minta kepadanya padahal ia sudah tidak memiliki itu semua, selain uang sebanyak 3 dinar. Orang itu tetap meminta juga, maka Abu Umamah memberikannya 1 dinar. Kemudian datang orang lain untuk meminta. Abu Umamah memberinya 1 dinar. Datang lagi satu orang, Abu Umamah memberinya 1 dinar juga.</p>
<p>Sudah barang tentu aku marah. Kemudian aku berkata, &#8216;Wahai Abu Umamah, engkau tidak menyisakan untuk kami suatu pun!&#8217;</p>
<p>Kemudian Abu Umamah berbaring untuk tidur siang. Ketika adzan Ashar dikumandangkan aku membangunkannya. Lalu ia berangkat ke masjid. Setelah itu aku bercakap-cakap dengan dia kemudian aku meninggalkannya untuk mempersiapkan makan malam dan memasang pelana kudanya.</p>
<p>Ketika aku masuk kamar untuk merapikan tempat tidurnya, tiba-tiba aku menemukan mata uang emas dan setelah aku hitung berjumlah 300 dinar.</p>
<p>Aku berkata dalam hatiku, &#8216;Tidak mungkin dia melakukan seperti apa yang dia perbuat kecuali sangat percaya dengan apa yang akan menjadi penggantinya.&#8217;</p>
<p>Setelah Isya’ dia masuk rumah. Dan ketika melihat makanan yang telah tersedia dan pelana kuda telah terpasang ia tersenyum lalu berkata, &#8216;Inilah kebaikan yang diberikan dari sisiNya.&#8217;</p>
<p>Aku berada di hadapannya sampai ia makan malam. Ketika itu aku berkata, &#8216;Semoga Allah senantiasa mengasihimu, dengan infak yang engkau berikan itu sebenarnya engkau telah menyisihkan simpanan, tetapi mengapa engkau tidak memberitahu aku, sehingga aku dapat mengambilnya.&#8217;</p>
<p>Abu Umamah bertanya, &#8216;Simpanan yang mana? Aku tidak menyimpan apapun!&#8217;</p>
<p>Kemudian aku angkat kasurnya, tatkala Abu Umamah melihat dinar itu ia bergembira dan sangat heran.</p>
<p>Serta merta aku potong tali ikatku, sebuah tali yang menandakan aku seorang majusi atau nasrani, dan aku masuk Islam.&#8221;</p>
<p>Ibnu Jarir berkata, &#8220;Aku melihat wanita itu (bekas budak) menjadi guru kaum wanita di masjid Himsha yang mengajarkan al-Qur’an, as Sunnah dan Ilmu Faraidh. (Al-Hilyah, 10/129.)</p>
<p><strong>Sumber </strong>: 99 Kisah Orang Shalih</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IBADAH 500 TAHUN Hanya Sebanding dengan Satu Kenikmatan]]></title>
<link>http://elhakim83.wordpress.com/2009/11/20/ibadah-500-tahun-hanya-sebanding-dengan-satu-kenikmatan/</link>
<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 03:38:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>elhakim83</dc:creator>
<guid>http://elhakim83.wordpress.com/2009/11/20/ibadah-500-tahun-hanya-sebanding-dengan-satu-kenikmatan/</guid>
<description><![CDATA[Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu berkata, &#8220;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><table>
<tbody></tbody>
</table>
<p>Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu berkata, &#8220;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami, lalu bersabda, &#8216;Baru saja kekasihku Malaikat Jibril keluar dariku dia memberitahu, &#8216;Wahai Muhammad, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran. Sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba di antara sekian banyak hambaNya yang melakukan ibadah kepadaNya selama 500 tahun, ia hidup di puncak gunung yang berada di tengah laut. Lebarnya 30 hasta dan panjangnya 30 hasta juga. Sedangkan jarak lautan tersebut dari masing-masing arah mata angin sepanjang 4000 farsakh. Allah mengeluarkan mata air di puncak gunung itu hanya seukuran jari, airnya sangat segar mengalir sedikit demi sedikit, hingga menggenang di bawah kaki gunung.</p>
<p>Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang setiap malam mengeluarkan satu buah delima matang untuk dimakan pada siang hari. Jika hari menjelang petang, hamba itu turun ke bawah mengambil air wudhu’ sambil memetik buah delima untuk dimakan. Kemudian mengerjakan shalat. Ia berdoa kepada Allah Ta’ala jika waktu ajal tiba agar ia diwafatkan dalam keadaan bersujud, dan mohon agar jangan sampai jasadnya rusak dimakan tanah atau lainnya sehingga ia dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.</p>
<p>Demikianlah kami dapati, jika kami lewat dihadapannya ketika kami menuruni dan mendaki gunung tersebut.</p>
<p>Selanjutnya, ketika dia dibangkitkan pada hari kiamat ia dihadapkan di depan Allah Ta’ala, lalu Allah berfirman, &#8216;Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.&#8217; Hamba itu membantah, &#8216;Ya Rabbi, aku masuk Surga karena perbuatanku.&#8217;</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, &#8216;Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.&#8217; Hamba tersebut membantah lagi, &#8216;Ya Rabbi, masukkan aku ke surga karena amalku.&#8217;</p>
<p>Kemudian Allah Ta’ala memerintah para malaikat, &#8216;Cobalah kalian timbang, lebih berat mana antara kenikmatan yang Aku berikan kepadanya dengan amal perbuatannya.&#8217;</p>
<p>Maka ia dapati bahwa kenikmatan penglihatan yang dimilikinya lebih berat dibanding dengan ibadahnya selama 500 tahun, belum lagi kenikmatan anggota tubuh yang lain. Allah Ta’ala berfirman, &#8216;Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke Neraka!&#8217;</p>
<p>Kemudian ia diseret ke dalam api Neraka. Hamba itu lalu berkata, &#8216;Ya Rabbi, benar aku masuk Surga hanya karena rahmat-Mu, masukkanlah aku ke dalam SurgaMu.&#8217;</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, &#8216;Kembalikanlah ia.&#8217;</p>
<p>Kemudian ia dihadapkan lagi di depan Allah Ta’ala, Allah Ta’ala bertanya kepadanya, &#8216;Wahai hambaKu, Siapakah yang menciptakanmu ketika kamu belum menjadi apa-apa?&#8217;<br />
Hamba tersebut menjawab, &#8216;Engkau, wahai Tuhanku.&#8217;</p>
<p>Allah bertanya lagi, &#8216;Yang demikian itu karena keinginanmu sendiri atau berkat rahmatKu?&#8217;<br />
Dia menjawab, &#8216;Semata-mata karena rahmatMu.&#8217;</p>
<p>Allah bertanya, &#8216;Siapakah yang memberi kekuatan kepadamu sehingga kamu mampu mengerjakan ibadah selama 500 tahun?&#8217;<br />
Dia menjawab, &#8216;Engkau Ya Rabbi.&#8217;</p>
<p>Allah bertanya, &#8216;Siapakah yang menempatkanmu berada di gunung dikelilingi ombak laut, kemudian mengalirkan untukmu air segar di tengah-tengah laut yang airnya asin, lalu setiap malam memberimu buah delima yang seharusnya berbuah hanya satu tahun sekali? Di samping itu semua, kamu mohon kepadaKu agar Aku mencabut nyawamu ketika kamu bersujud, dan aku telah memenuhi permintaanmu!?&#8217;<br />
Hamba itu menjawab, &#8216;Engkau ya Rabbi.&#8217;</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman, &#8216;Itu semua berkat rahmatKu. Dan hanya dengan rahmatKu pula Aku memasukkanmu ke dalam Surga. Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga! HambaKu yang paling banyak memperoleh kenikmatan adalah kamu wahai hambaKu.&#8217; Kemudian Allah Ta’ala memasukkanya ke dalam Surga.&#8221;</p>
<p>Jibril ‘Alaihis Salam melanjutkan, &#8220;Wahai Muhammad, sesungguhnya segala sesuatu itu terjadi hanya berkat Rahmat Allah Ta’ala.&#8221; (HR. Al-Hakim, 4/250.)</p>
<p><strong>Sumber </strong>: 99 Kisah Orang Shalih</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anak Yang Bijak]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/20/anak-yang-bijak/</link>
<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:14:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/20/anak-yang-bijak/</guid>
<description><![CDATA[annisa zhaafirah : gadis baik lembut dan beruntung alya radhiyah : berada di tempat yang tinggi dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[annisa zhaafirah : gadis baik lembut dan beruntung alya radhiyah : berada di tempat yang tinggi dan ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syarat Maksiat]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/19/syarat-maksiat/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:54:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/19/syarat-maksiat/</guid>
<description><![CDATA[Suatu hari seorang lelaki menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, &#8216;Wahai Aba Ishak! Saya selal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu hari seorang lelaki menemui Ibrahim bin Adham. Dia berkata, &#8216;Wahai Aba Ishak! Saya selal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kemuliaan Makam Rasulullah SAW]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/17/kemuliaan-makam-rasulullah-saw/</link>
<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 14:35:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/17/kemuliaan-makam-rasulullah-saw/</guid>
<description><![CDATA[Sayyidina Umar bin Khattab ra adalah salah seorang pecinta Rasul saw, beliau ra selalu tak ingin ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sayyidina Umar bin Khattab ra adalah salah seorang pecinta Rasul saw, beliau ra selalu tak ingin ber]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah Segenggam Garam]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/15/kisah-segenggam-garam/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 14:16:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/15/kisah-segenggam-garam/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda yang keliha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda yang keliha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesankan Saya Tempat di Neraka! (Nauzubillah...)]]></title>
<link>http://rusmiyati.wordpress.com/2009/11/14/pesankan-saya-tempat-di-neraka-nauzubillah/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 14:23:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rusmiyati</dc:creator>
<guid>http://rusmiyati.wordpress.com/2009/11/14/pesankan-saya-tempat-di-neraka-nauzubillah/</guid>
<description><![CDATA[Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya&#8230; M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya&#8230; M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebutir Korma Penjegal Doa]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/14/sebutir-korma-penjegal-doa/</link>
<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 14:07:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/14/sebutir-korma-penjegal-doa/</guid>
<description><![CDATA[Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perja]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Serigala Berbulu Ulama]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/12/serigala-berbulu-ulama/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 13:15:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/12/serigala-berbulu-ulama/</guid>
<description><![CDATA[Sepasang merpati yang sedang bertengger di cabang pohon melihat seorang alim datang dengan sebuah bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sepasang merpati yang sedang bertengger di cabang pohon melihat seorang alim datang dengan sebuah bu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terhindar Dan Menghindari Murka Allah]]></title>
<link>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/07/terhindar-dan-menghindari-murka-allah/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:58:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>erva kurniawan</dc:creator>
<guid>http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/11/07/terhindar-dan-menghindari-murka-allah/</guid>
<description><![CDATA[“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dulu Haram, Kini Halal]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/dulu-haram-kini-halal/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 09:22:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/dulu-haram-kini-halal/</guid>
<description><![CDATA[Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para shahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.</p>
<p>Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : &#8220;Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal&#8221;. Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para shahabat mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.</p>
<p>Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari<br />
Masjid demi melupakan rasa laparnya.</p>
<p>Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak terkunci&#8230;dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi.<br />
Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : &#8220;Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu&#8221;. Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.</p>
<p>Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : &#8220;Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila engkau mengucap salam &#8230; akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !&#8221; Ah.. benar juga, pikirnya.</p>
<p>Maka masuklah ia dengan tanpa suara&#8230; Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan &#8211; timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun segera ia sadar &#8211; tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.<br />
Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh &#8230;syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut ruang&#8230;.Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik.</p>
<p>Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.</p>
<p>Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat tidur&#8230;Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau menambah dosa yang ada, tidakk !!</p>
<p>Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya&#8230;ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : &#8220;Bagus hei pemuda yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu birahimu?&#8221;</p>
<p>Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata :&#8221;Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk menganjal perutmu agar tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!&#8221;</p>
<p>Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? &#8220;Hei &#8211; tiba2x ia tersadar serta berucap dalam hati &#8211; engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini, tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon&#8230;.(hening).</p>
<p>Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku &#8230;. aku harus keluar.&#8221; Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.</p>
<p>Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.</p>
<p>Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu&#8217; sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.</p>
<p>Tapi &#8230; tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan. Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci &#8230;&#8230;</p>
<p><em>Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong:&#8221;Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka menjawab:&#8221;Seandainya Allah memberi petunuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadam.Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar.Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri&#8221;. (QS. 14:21)</em></p>
<p><em>Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:&#8221;Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamulalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu&#8221;. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)</em><br />
Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia &#8220;Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?&#8221; Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya.</p>
<p>Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu &#8230; adalah wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada diruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh &#8230; celaka, celaka.</p>
<p>Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak lamapun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw&#8230;. celaka, pikirnya panik !!</p>
<p>Hampir celentang jantuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : &#8220;Hai Fulan, kemarilah !&#8221; Dengan pelahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha<br />
menyembunyikan wajahnya.</p>
<p>Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya : &#8220;&#8230;benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya berontak &#8230; ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang dimimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya&#8221;.</p>
<p>Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : &#8220;Hai Fulan, karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau menjadi suaminya?&#8221; Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia.</p>
<p>Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.</p>
<p>Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :<br />
&#8220;Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal&#8221;.</p>
<p>Sekarang ia dapat memakan makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah.</p>
<p>(SELESAI)</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dipotong Tangan Karena Memberi Sedekah]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/dipotong-tangan-karena-memberi-sedekah/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:48:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/dipotong-tangan-karena-memberi-sedekah/</guid>
<description><![CDATA[Dikisahkan bahwa semasa berlakunya kekurangan makanan dalam kalangan Bani Israel, maka lalulah seora]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dikisahkan bahwa semasa berlakunya kekurangan makanan dalam kalangan Bani Israel, maka lalulah seorang fakir menghampiri rumah seorang kaya dengan berkata, &#8220;Sedekahlah kamu kepadaku dengan sepotong roti dengan ikhlas kerana Allah S.W.T.&#8221;</p>
<p>Setelah fakir miskin itu berkata demikian maka keluarlah anak gadis orang kaya, lalau memberikan roti yang masih panas kepadanya. Sebaik sahaja gadis itu memberikan roti tersebut maka keluarlah bapa gadis tersebut yang bakhil itu terus memotong tangan kanan anak gadisnya sehingga putus. Semenjak dari peristiwa itu maka Allah S.W.T pun mengubah kehidupan orang kaya itu dengan menarik kembali harta kekayaannya sehingga dia menjadi seorang yang fakir miskin dan akhirnya dia meninggal dunia dalam keadaan yang paling hina.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Anak gadis itu menjadi pengemis dan meminta-minta dari satu rumah ke rumah. Maka pada suatu hari anak gadis itu menghampiri rumah seorang kaya sambil meminta sedekah, maka keluarlah seorang ibu dari rumah tersebut. Ibu tersebut sangat kagum dengan kecantikannya dan mempelawa anak gadis itu masuk ke rumahnya. Ibu itu sangat tertarik dengan gadis tersebut dan dia berhajat untuk mengahwinkan anaknya dengan gadis tersebut. Maka setelah perkahwinan itu selesai, maka si ibu itu pun memberikan pakaian dan perhiasan bagi menggantikan pakaiannya.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pada suatu malam apabila sudah dihidang makanan malam, maka si suami hendak makan bersamanya. Oleh kerana anak gadis itu kudung tangannya dan suaminya juga tidak tahu bahawa dia itu kudung, manakala ibunya juga telah merahsiakan tentang tangan gadis tersebut. Maka apabila suaminya menyuruh dia makan, lalu dia makan dengan tangan kiri. Apabial suaminya melihat keadaan isterinya itu dia pun berkata, &#8220;Aku mendapat tahu bahawa orang fakir tidak tahu dalam tatacara harian, oleh itu makanlah dengan tangan kanan dan bukan dengan tangan kiri.&#8221;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Setelah si suami berkata demikian, maka isterinya itu tetap makan dengan tangan kiri, walaupun suaminya berulang kali memberitahunya. Dengan tiba-tiba terdengar suara dari sebelah pintu, &#8220;Keluarkanlah tangan kananmu itu wahai hamba Allah, sesungguhnya kamu telah mendermakan sepotong roti dengan ikhlas kerana Ku, maka tidak ada halangan bagi-Ku memberikan kembali akan tangan kananmu itu.&#8221;</p>
<p>Setelah gadis itu mendengar suara tersebut, maka dia pun mengeluarkan tangan kanannya, dan dia mendapati tangan kanannya berada dalam keadaan asalnya, dan dia pun makan bersama suaminya dengan menggunakan tangan kanan. Hendaklah kita sentiasa menghormati tetamu kita, walaupun dia fakir miskin apabila dia telah datang ke rumah kita maka sesungguhnya dia adalah tetamu kita. Rasulullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud, &#8220;Barangsiapa menghormati tetamu, maka sesungguhnya dia telah menghormatiku, dan barangsiapa menghormatiku, maka sesungguhnya dia telah memuliakan Allah S.W.T. Dan barangsiapa telah menjadi kemarahan tetamu, dia telah menjadi kemarahanku. Dan barangsiapa menjadikan kemarahanku, sesungguhnya dia telah menjadikan murka Allah S.W.T.&#8221;</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud, &#8220;Sesungguhnya tetamu itu apabila dia datang ke rumah seseorang mukmin itu, maka dia masuk bersama dengan seribu berkah dan seribu rahmat.&#8221;</p>
<p>(SELESAI)</p>
<p>&#160;</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Derajat Bagi Yang Memuliakan Lansia]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/derajat-bagi-yang-memuliakan-lansia/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:12:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/derajat-bagi-yang-memuliakan-lansia/</guid>
<description><![CDATA[Ali bin Abi Thalib sedang berjalan tergesa-gesa menuju masjid. Ia tak ingin melewatkan sholat shubuh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ali bin Abi Thalib sedang berjalan tergesa-gesa menuju masjid. Ia tak ingin melewatkan sholat shubuh hari itu dimana Nabi SAW sendiri yang menjadi imannya. Ditengah jalan Ali terpaksa memperlambat langkahnya. Didepannya jalan seorang laki-laki-laki-laki tua tertatih-tatih. Ali tidak mau mendahului lelaki tua itu karena rasa hormatnya. Walhasil Ali-pun menjadi terlambat tiba dimasjid. Tiba di masjid, ternyata lelaki tua itu tidak masuk kedalamnya. Ia terus saja berjalan tanpa menghiraukan bahwa ia sedang berada didepan sebuah masjid pada saat dimana waktu sholat shubuh sedang tiba.</p>
<p>&#8221; Barangkali lelaki tua itu adalah seorang yang kafir, atau yang pasti ia bukanlah orang Islam&#8221;. Begitu pikir Ali dalam hatinya. Sewaktu Ali masuk kedalam masjid dilihatnya Nabi SAW sedang ruku`. Ini berarti, bahwa masih tersedia waktu bagi Ali untuk sholat dengan diimami Nabi SAW sebagaimana yang diniatkan sebelumnya.</p>
<p>Usai sholat para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. &#8221; Ada gerangan apa ya Rasulullah SAW, sehingga engkau lebih memperlama masa ruku` waktu sholat tadi ?.Padahal, sebelumnya hal yang seperti ini belum pernah engkau lakukan ?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan para sahabat itu, Nabi SAW segera menjawab : &#8221; Saat ruku tadi, yaitu usai mengucapkan Subhana Rabbiyal `Adzimi, aku bermaksud segera mengangkat kepalaku. Tetapi, tiba-tiba pada saat yang sama, Jibril datang. Ia menggelar sayapnya dipunggungku sehingga membuat aku terus saja ruku`. Jibril membuat demikian lama sekali, selama yang kalian rasakan. Baru setelah Jibril mengangkat sayapnya, aku dapat berdiri mengangkat kepalaku &#8220;. &#8221; Mengapa bisa terjadi begitu, ya Rasulullah SAW ?&#8221; seorang diantara sahabat terus bertanya. &#8221; Aku tak sempat menanyakan hal itu&#8221;. Ternyata Jibril kembali menemui Nabi SAW. Ia memberikan penjelasan mengenai sebab ruku` menjadi panjang saat sholat shubuh itu.</p>
<p>&#8220;Wahai Muhammad, tadi itu, Ali sedang tergesa-gesa untuk bisa mengejar sholat berjama`ah. Tapi ditengah perjalanan ia bertemu dengan seorang lelaki tua Nasrani yang membuat jalannya menjadi terlambat sampai kesini. Ali tidak tahu kalau orang itu adalah Nasrani, dan ia biarkan orang tua itu untuk tetap terus berjalan didepannya. Ali tidak mau mendahuluinya. Allah SWT kemudian menyuruhku supaya engkau tetap ruku` sehingga memungkinkan Ali untuk dapat menyusul sholat shubuh berjama`ah. Perintah Allah SWT seperti itu kepadaku bukan hal yang mengherankan bagiku, yang mengherankan adalah perintah Allah SWT kepada Mikail agar ia menahan perputaran matahari dengan sayapnya. Ini tentunya karena perbuatan Ali tadi &#8220;. demikian penjelasan Jibril.</p>
<p>Setelah memperoleh keterangan dari malaikat Jibril, Nabi SAW pun kemudian bersabda,&#8221; Inilah derajat orang yang memuliakan orangtua (lansia), meskipun lansia itu adalah Nasrani &#8220;.</p>
<p>(SELESAI)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cinta Sejati Seorang Ibu Terhadap Anaknya]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/cinta-sejati-seorang-ibu-terhadap-anaknya/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:08:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/cinta-sejati-seorang-ibu-terhadap-anaknya/</guid>
<description><![CDATA[Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Set]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :</p>
<p>&#8220;Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku.&#8221;</p>
<p>Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.</p>
<p>Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam.</p>
<p>Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang, &#8220;Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-maramu, aku tidak pernah merendahkan keturuna kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahawasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa.&#8221;</p>
<p>Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, &#8220;Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga menjadi orang yang beruntung.&#8221; Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.</p>
<p>Seterusnya Khansa berkata, &#8220;Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah akmu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal.&#8221;</p>
<p>Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-sedia sebaik sahaja semboyan perang berbunyi. Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah .</p>
<p>Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka bersyair,</p>
<p>&#8220;Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. Insya Allah akan kita buktikan sedikit masa lagi.&#8221;</p>
<p>Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair,</p>
<p>&#8220;Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur mush-musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah.&#8221;</p>
<p>Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan bersyair,</p>
<p>&#8220;Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang Beliau telah menggalakkan kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri Dapatkan kemenangan yang bakal membawakegembiraan di dalam hati Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi.&#8221;</p>
<p>Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair,</p>
<p>&#8220;Bukanlah aku putera Khansa&#8217;, bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula kerana &#8216;Amru yang pujiannya sudah lama terkenal Kalau aku tidak membuat tentera asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahay, dan musnah mangsa oleh senjataku.&#8221;</p>
<p>Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu. Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari lintang-pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil sahaja yang dapat menyelamatkan diri.</p>
<p>Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang adik-beradik Khansa. Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahawa keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,</p>
<p>&#8220;Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengahrapkan darii Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!&#8221;</p>
<p>Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperanan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan &#8216;Ummu syuhada yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid.&#8221;</p>
<p>(SELESAI)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berkat Membaca Bismillah]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/berkat-membaca-bismillah/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:06:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/berkat-membaca-bismillah/</guid>
<description><![CDATA[Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.</p>
<p>Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.</p>
<p>Suaminya berkata sambil mengejak, &#8220;Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah.&#8221;</p>
<p>Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : &#8220;Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu.&#8221;</p>
<p>Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, &#8220;Simpan duit ini.&#8221; Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.</p>
<p>Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, &#8220;Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan.&#8221;</p>
<p>Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, &#8220;Bismillahirrahmanirrahiim.&#8221; Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.</p>
<p>Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.</p>
<p>(SELESAI)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beda Keinginan &amp; Kebutuhan]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/beda-keinginan-kebutuhan/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:58:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/beda-keinginan-kebutuhan/</guid>
<description><![CDATA[( Cerita Abu Khubaisy kepada para muridnya ) Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pemba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>( Cerita Abu Khubaisy kepada para muridnya )</em></p>
<p>Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pembangun Bait al Maqdis, suatu hari terserang oleh suatu penyakit. Para asistennya, sangat mengkhawatirkan umur khalifah karena penyakitnya itu.</p>
<p>Ternyata Allah SWT belum berkenan memanggil Abdullah keharibaanNya. Khalifah berangsur-angsur pulih. Setelah agak mendingan keadaannya, Abdullah berniat hendak menyantap ikan panggang. Khalifah kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada salah seorang asistennya.</p>
<p>Asisten yang setia itu, segera berusaha untuk memenuhi selera junjungannya. Ia pergi mencari ikan dan setelah mendapatkannya segera dipanggangnyalah ikan tersebut.</p>
<p>Abdullah bin Umar menghadapi ikan panggang yang baru saja diturunkan dari panggangannya. Aromanya begitu memikat, sehingga bertambah seleranya dan ingin segera menyantapnya.</p>
<p>Dalam keadaan yang siap santap itu, tiba-tiba muncul seorang musafir yang tampak sangat kelaparan. Serta merta Abdullah menyuruh pembantunya untuk segera mengangkat hidangan yang ada di hadapannya itu kepada sang musafir. Merasa jerih payahnya tidak dinikmati oleh Abdullah, asisten itu protes. Ia keberatan kalau makanan tersebut diberikan kepada musafir tadi. &#8221; Tapi ini makanan yang dengan sengaja saya buatkan untuk tuan dan sesuai dengan pesanan tuan.&#8221; &#8221; Wahai, pembantuku ! Tahukah kamu bila aku memakan makanan ini, maka sebetulnya itu aku lakukan karena aku suka. Karena aku menyenanginya. Tetapi, bila musafir itu memakannya, maka itu ia lakukan karena memang ia butuh. Jadi makanan itu lebih berharga bagi dia daripada untukku. Jangan lupa, Allah SWT berfirman : &#8221; Kalian sekali &#8211; kali tidaklah memperoleh kebajikan sehingga kalian menyedekahkan apa &#8211; apa yang kalian senangi &#8220;.</p>
<p><em>(Dikutip dari Mutiara hikmah dalam 1001 kisah: 2)</em></p>
<p>(SELESAI)</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayat Kursi Menjelang Tidur]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/ayat-kursi-menjelang-tidur/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:55:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/ayat-kursi-menjelang-tidur/</guid>
<description><![CDATA[Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.</p>
<p>&#8220;Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,&#8221; gertak Abu Hurairah.</p>
<p>Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : &#8220;Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.&#8221;</p>
<p>Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.</p>
<p>Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : &#8220;Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?&#8221;</p>
<p>Ia mengeluh, &#8220;Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,&#8221; jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.</p>
<p>&#8220;Bohong dia,&#8221; kata Nabi : &#8220;Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.&#8221;</p>
<p>Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.</p>
<p>&#8220;Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,&#8221; ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : &#8220;Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.&#8221;</p>
<p>Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : &#8220;Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.&#8221;</p>
<p>Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? &#8220;Awas!&#8221; katanya dalam hati. &#8220;Kali ini tidak akan kuberikan ampun.&#8221;</p>
<p>Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. &#8220;Nah, benar juga, ia datang lagi,&#8221; katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.</p>
<p>&#8220;Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya,&#8221; pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : &#8220;Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalimat-kalimat apakah itu?&#8221; Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. &#8220;Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.&#8221;</p>
<p>Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.</p>
<p>Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.</p>
<p>&#8220;Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?&#8221; tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.</p>
<p>&#8220;Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,&#8221; jawab Abu Hurairah.</p>
<p>&#8220;Kalimat apakah itu?&#8221; tanya Nabi.</p>
<p>Katanya : &#8220;Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : &#8220;Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.&#8221;</p>
<p>Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, &#8220;Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.&#8221; Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : &#8220;Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Entahlah.&#8221; Jawab Abu Hurairah.</p>
<p>&#8220;Itulah syaitan.&#8221;</p>
<p>(SELESAI)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arak Menjadi Madu]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/arak-menjadi-madu/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:49:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/arak-menjadi-madu/</guid>
<description><![CDATA[Pada suatu hari, Omar Al-Khatab sedang bersiar-siar di lorong-lorong dalam kota Madinah. Di hujung s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada suatu hari, Omar Al-Khatab sedang bersiar-siar di lorong-lorong dalam kota Madinah. Di hujung simpang jalan beliau terserempak dengan pemuda yang membawa kendi. Pemuda itu menyembunyikan kendi itu di dalam kain sarung yang diselimutkan di belakangnya. Timbul syak di hati Omar AL-Khatab apabila terlihat keadaan itu, lantas bertanya, &#8220;Apa yang engkau bawa itu?&#8221;</p>
<p>Kerana panik sebab takut dimarahi Omar yang terkenal dengan ketegasan, pemuda itu menjawab dengan terketar-ketar iaitu benda yang dibawanya ialah madu. Walhal benda itu ialah khamar. Dalam keadaannya yang bercakap bohong itu pemuda tadi sebenarnya ingin berhenti dari terus minum arak. Dia sesungguhnya telah menyesal dan insaf dan menyesal melakukan perbuatan yang ditegah oleh agam itu. Dalam penyesalan itu dia berdoa kepada Tuhan supaya Omar Al-Khatab tidak sampai memeriksa isi kendinya yang ditegah oleh agama itu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pemuda itu masih menunggu sebarang kata-kata Khalifah, &#8220;Kendi ini berisikan madu.&#8221;</p>
<p>Kerana tidak percaya, Khalifah Omar ingin melihat sendiri isi kendi itu. Rupanya doa pemuda itu telah dimakbulkan oleh Allah seketika itu juga telah menukarkan isi kendi itu kepada madu. Begitu dia berniat untuk bertaubat, dan Tuhan memberikan hidayah, sehingga niatnya yang ikhlas, ia terhindar dari pergolakan Khalifah Omar Al-Khatab, yang mungkin membahayakan pada dirinya sendiri kalau kendi itu masih berisi khamar.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Allah Taala berfirman,</p>
<p>&#8221; Seteguk khamar diminum maka tidak diterima Allah amal fardhu dan sunatnya selama tiga hari. Dan sesiapa yang minum khamar segelas, maka Allah Taala tidak menerima solatnya selama empat puluh hari. Dan orang yang tetap minum khamar, maka selayaknya Allah memberinya dari &#8216;Nahrul Khabal&#8217;.</p>
<p>Ketika ditanya, &#8220;Ya Rasulullah, apakah Nahrul Khabal itu ?&#8221;</p>
<p>Jawab Rasulullah, &#8220;Darah bercampur nanah orang ahli neraka ! &#8220;</p>
<p>(SELESAI)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima Taubat]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/allah-maha-pengampun-lagi-maha-penerima-taubat/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:44:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/allah-maha-pengampun-lagi-maha-penerima-taubat/</guid>
<description><![CDATA[Pada suatu hari Umar bin Khathab masuk ke rumah Rasulullah SAW dalam keadaan menangis, padahal belia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada suatu hari Umar bin Khathab masuk ke rumah Rasulullah SAW dalam keadaan menangis, padahal beliau terkenal orang yang keras dan kuat hati.</p>
<p>&#8220;Di depan pintu Rasulullah SAW ini, ada seorang pemuda yang menangis tersedu-sedu. Aku terharu melihatnya, hingga aku sendiri turut menangis.&#8221;</p>
<p>Rasulullah SAW berkata, &#8220;Perintahkan dia masuk!&#8221; Anak muda itu pun masuk ke rumah Rasulullah SAW dalam keadaan masih mencucurkan air mata.</p>
<p>Rasulullah SAW bertanya, &#8220;Apakah sebabnya engkau menangis, wahai anak muda?&#8221;<br />
&#8220;Aku menangis mengenang dosaku yang amat banyak. Saking banyaknya, rasanya pundakku tiada kuasa lagi memikulnya.&#8221;, jawab anak muda.</p>
<p>Terjadilah tanya jawab antara Rasulullah SAW dengan pemuda itu.<br />
Rasulullah SAW bertanya, &#8220;Apakah engkau menyekutukan Tuhan, syirik?&#8221;<br />
&#8220;Tidak!&#8221; jawab pemuda.<br />
&#8220;Kalau demikian, Tuhan akan mengampuni dosa-dosamu, walaupun dosamu itu seberat langit, bumi dan gunung,&#8221; sahut Rasulullah SAW.</p>
<p>&#8220;Dosaku lebih berat daripada itu lagi,&#8221; kata pemuda itu.<br />
&#8220;Apakah dosamu itu lebih berat dari seluruh tahta?&#8221; tanya Rasulullah SAW.<br />
&#8220;Memang, lebih berat dari itu, ya Rasulullah,&#8221; jawab pemuda itu.</p>
<p>Rasulullah SAW bertanya lagi, &#8220;Apakah lebih berat daripada Arsy?&#8221;<br />
Jawab pemuda itu, &#8220;Lebih berat lagi!&#8221;<br />
&#8220;Apakah dosamu itu lebih berat dari Tuhanmu sendiri, yang mempunyai sifat pengampun dan penerima taubat?&#8221; sahut Rasulullah SAW.<br />
Jawab pemuda itu, &#8220;Tidak ya Rasulullah, ampunan Tuhan lebih berat daripada dosaku. Tidak ada sesuatu yang lebih berat daripada ampunan Tuhan.&#8221;</p>
<p>Tanya Rasulullah SAW, &#8220;Terangkanlah dosa yang telah engkau lakukan itu, dan jangan engkau segan dan merasa malu-malu.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, anak muda itu menerangkan, &#8220;Saya bekerja sebagai penjaga kuburan, sudah tujuh tahun lamanya. Pada suatu hari, meninggal seorang budak perempuan milik seorang golongan Anshar, dan dikuburkan di pemakaman yang saya jaga itu. Saya digoda oleh iblis sehingga diwaktu malam aku bongkar kuburan itu kembali. Saya curi kain kafan yang membalut mayat wanita itu. Kemudian saya meninggalkan tempat itu.</p>
<p>Pada suatu ketika yang lain, saya berjalan kembali ke dekat kuburan itu. Tiba-tiba wanita yang sudah mati itu bangkit dari kuburnya dan berkata kepada saya dengan suaranya yang lantang, &#8220;Celakalah engkau hai anak muda! Tidakkah engkau melakukan perbuatan kejam terhadap seorang wanita yang tidak berdaya lagi? Sampai hatikah engkau membiarkan aku menghadap Tuhan dalam keadaan telanjang?&#8221;</p>
<p>Mendengar keterangan itu, maka Rasulullah SAW sangat marah seraya berkata, &#8220;Engkau memang seorang yang fasik dan akan masuk neraka!&#8221;</p>
<p>Seketika itu juga beliau mengusir anak muda itu. Dengan gemetar tetapi masih dalam keadaan kesadaran, anak muda itu menyesali perbuatannya itu tiada putus-putusnya. Setiap malam ia berkhalwat dan tak habis-habisnya menyesali perbuatannya yang zalim itu.</p>
<p>Dia selalu memohon do&#8217;a kepada Tuhan, &#8220;Ya Tuhanku, aku menyatakan taubat dari perbuatan yang sesat itu. Jika Engkau, ya Tuhan, masih memberikan ampunan atas dosa yang aku perbuat itu, maka sampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW. Jika dosaku itu memang tidak Engkau ampuni lagi, maka turunkanlah api dari langit untuk membakar kulitku sehingga aku menjadi hangus, sebagai balasan atas dosa yang aku lakukan itu.&#8221;</p>
<p>Sementara tidak berapa lama, kemudian Malaikat Jibril menyampaikan kepada Rasulullah SAW wahyu yang menyatakan bahwa Tuhan mengampuni dosa anak muda itu, sebab taubatnya itu dilakukan dengan tulus ikhlas.</p>
<p>Setelah wahyu turun, maka Rasulullah SAW memanggil anak muda itu menyampaikan kepadanya berita yang menggembirakan itu.</p>
<p>(SELESAI)</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[40 Tahun Berbuat Dosa]]></title>
<link>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/40-tahun-berbuat-dosa/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:30:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>devprimayandi</dc:creator>
<guid>http://sprim.wordpress.com/2009/11/04/40-tahun-berbuat-dosa/</guid>
<description><![CDATA[Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: &#8220;Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!&#8221;<br />
Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.</p>
<p>Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: &#8220;Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.</p>
<p>Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.</p>
<p>Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: &#8220;Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya.&#8221;</p>
<p>Nabi Musa kembali berkata: &#8220;Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?&#8221; Allah berfirman: &#8220;Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!.&#8221;</p>
<p>Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: &#8220;Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!&#8221;</p>
<p>Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: &#8220;Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT.&#8221;</p>
<p>Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: &#8220;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini.&#8221;<br />
Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.</p>
<p>Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: &#8220;Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?&#8221;</p>
<p>Allah berfirman: &#8220;Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu.&#8221;</p>
<p>Nabi Musa berkata: &#8220;Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?&#8221;</p>
<p>Allah berfirman: &#8220;Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?&#8221;</p>
<p><em>(Dikutip dari buku: &#8220;1001 Keinsafan &#8220;Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A)</em></p>
<p>(SELESAI)</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
