<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kitab-tauhid &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/kitab-tauhid/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kitab-tauhid"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 21:24:30 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Klasifikasi Tauhid]]></title>
<link>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/09/klasifikasi-tauhid/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 21:10:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>adikamianoki</dc:creator>
<guid>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/09/klasifikasi-tauhid/</guid>
<description><![CDATA[KLASIFIKASI TAUHID Judul kitab yang kita bahas adalah Kitabu At Tauhid. Al kitab berarti sesuatu yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>KLASIFIKASI TAUHID</strong></p>
<p>Judul kitab yang kita bahas adalah <em>Kitabu At Tauhid</em>. <em>Al kitab</em> berarti sesuatu yang ditulis dengan pena, atau bisa juga berarti kumpulan atau himpunan, yang diambil dari kata <em>katiibah</em> yang berarti sekumpulan kuda.(<em> Al Qoulul Mufiid Syarhu Kitabi at Tauhiid </em>hal 6)</p>
<p><strong>Makna Tauhid</strong></p>
<p>Tauhid secara bahasa merupakan <em>mashdar</em> dari kata <em>wahhada</em>. Jika dikatakan <em>wahhada syaia</em> artinya menjadikan sesuatu itu satu. Sedangkan menurut syariat berarti mengesakan Alloh dalam sesuatu yang merupakan kekhususan bagi-Nya berupa rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. ( <em>Al</em> <em>Qoulul Mufiid Syarhu Kitabi at Tauhiid</em> hal 7).</p>
<p><strong> </strong>Kata tauhid sendiri merupakan kata yang terdapat dalam hadist-hadist Nabi <em>sholallohu ‘alaihi wa sallaam</em>, sebgaimana dalam hadist Mu’adz bin Jabal <em>rodhiyallohu’anhu</em> : “Engkau akan mendatangi kaum ahli kitab, maka jadikanlah materi dakwah yang kamu sampaikan pertama kali adalah agar mereka men<strong>tauhid</strong>kan Alloh”. Demikan juga dalam perkataan sahabat Nabi : “Rosululloh bertahlil dengan <strong>tauhid</strong>”. Dalam ucapan beliau <em>labbaika allohumma labbaika, labbaika laa syariika laka labbaika, </em>ucapan talbiyah yang diucapkan ketika memulai ibadah haji. Dengan demikian kata tauhid adalah kata yang terdapat dalam hadist Nabi <em>sholallohu ‘alaihi wa sallaam</em> (<em>Syarah Al ‘Aqidah Ath Thohawiyah</em> Syaikh Sholeh Alu Syaikh hal 63)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pembagian Tauhid </strong></p>
<p>Pembagian yang masyhur di kalangan ulama adalah pembagian tauhid menjadi tiga yaitu  tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat. Pembagian ini terkumpul dalam firman Alloh:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;">رب السماوات والأرض ومابينهما فاعبدوه واصطبر لعبادته هل تعلم له سميا {65</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Rabb(yang menguasai) langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (Maryam:65).</em> Berikut penjelasannya :<strong> </strong></p>
<p><strong>(1). Tauhid rububiyah</strong>. Maknanya adalah      mengesakan Alloh dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di      antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Alloh:</p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ {54</strong></p>
<p><em>“Ingatlah, menciptakan dan memrintahkan hanyalah hak Alloh” (Al A’rof:54)</em></p>
<p><strong>(2). Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah</strong>.      Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Alloh dan disebut tauhid      ibadah karena penisbatannya kepada makhluk. Adapun maksudnya ialah      pengesaan Alloh dalam ibadah. Hanya Alloh satu-satunya yang berhak      diibadahi. Alloh <em>Ta’ala</em> berfirman :</p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;">ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ {30</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>” Demikianlah, karena sesungguhnya Alloh, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Alloh, itulah yang batil” (Luqman :30).</em></p>
<p><strong>(3). Tauhid asma’ wa shifat</strong>. Maksudnya      adalah  pengesaan Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> dengan asma’ dan shifat      yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan      penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh asma’ dan shifat bagi      Alloh sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau      sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Alloh      dalam asma’ dan shifat-Nya. Hal ini ditegsakan Alloh dalam firman-Nya :</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;">لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءُُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {11}<em> </em></p>
<p><em>” Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(Asy Syuuro:11) </em></p>
<p>(Diringkas dari <em>Al Qoulul Mufiid Syarhu Kitaabi at Tauhiid </em>hal 7-10)</p>
<p>Sebagian ulama membagi tauhid menjdi dua saja yaitu tauhid dalam <em>ma’rifat wal istbat</em> (pengenalan dan penetapan) dan <em>tauhid fii tholab wal qosd</em> (tauhid dalam tujuan ibadah). Jika dengan pembagian seperti ini maka tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat termasuk golongan yang pertama sedangkan tauhid uluhiyah adalah golongan yang kedua. (Lihat Fathul Majiid hal 18)</p>
<p><strong>Antara Tauhid Rububuyah dan Uluhiyah</strong></p>
<p>Antara tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Tauhid rububiyah mengkonsekuensikan tauhid uluhiyah. Maksudnya pengakuan seseorang terhadap tauhid uluhiyah mengharuskan pengakuannya terhadap tauhid uluhiyah. Barangsiapa yang telah mengetahui bahwa Alloh adalah Tuhannya yang menciptakannya dan mengatur segala urusannya, mengharuskan baginya beribadah hanya kepada Alloh dan tidak menyekutukannya. Sedangkan tauhid uluhiyah terkandung di dalamnya tauhid rububiyah. Maksudnya, tauhid rububiyah termasuk bagian dari tauhid uluhiyah. Barangsiapa yang beribadah kepada Alloh semata dan tidak menyekutukannya, pasti meyakini bahwa Allohlah Tuhannya dan penciptanya. Hal ini sebgaimana perkatan Nabi Ibrohim ‘<em>alaihis salaam</em> :</p>
<p style="text-align:right;"><strong>قَالَ أَفَرَءَيْتُم مَّاكُنتُمْ تَعْبُدُونَ {75} أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُمُ اْلأَقْدَمُونَ {76} فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلاَّرَبَّ الْعَالَمِينَ {77} الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ {78} وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ {79} وَإِذَامَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ {80} وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ {81} وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ {82</strong></p>
<p><em>“ Ibrohim berkata : “Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah(75), kamu dan nenek moyang kamuyang dahulu?(76), karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam(77), (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku(78), dan Tuhanku, Yang Dia member makan dan minum kepadaku(79), dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkanku(80), dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)(81), dan Ynag amat aku inginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat(82).” </em>(Asy Syu’aroo’:75-82)</p>
<p>Tauhid rububyah dan uluhiyah  terkadang disebutkan bersamaan, maka ketika itu maknanya berbeda, karena pada asalnya ketika ada dua kalimat yang disebutkan secara bersamaan dengan kata sambung menunjukkan dua hal yang berbeda. Hal ini sebgaimana firman Alloh :</p>
<p style="text-align:right;"><strong>قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ {1} مَلِكِ النَّاسِ {2} إِلَهِ النَّاسِ {3</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>“Katakanlah ;” Aku berlindung kepada Robb (yang memlihara dan menguasai) manusia(1). Raja manusia(2). Sesembahan manusia(3).” (An Naas :1-3).</em></p>
<p>Makna <em>Robb</em> dalam ayat ini adalah Raja yang mengatur manusia, sedangkan makna <em>Ilaah</em> adalah sesembahan satu-satunya yang berhak untuk disembah.</p>
<p>Terkadang tuhid uluhiyah atau rububiyah disebut sendiri tanpa bergandengan. Maka ketika disebutkan salah satunya mencakup makna keduanya. Hal ini sebagaimana ucapan malaikat maut kepada mayit di kubur : Siapa Robbmu? Maka maknanya Siapakah penciptamu dan sesembahanmu? Hal ini juga sebagaimanan firman Alloh :</p>
<p style="text-align:right;"><strong>الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلآَّ أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ {40</strong></p>
<p><em>“(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata :”Tuhan kami hanyalah Alloh” (Al Hajj:40)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>قُلْ أَغَيْرَ اللهِ أَبْغِي رَبًّا {164</strong></p>
<p><em>“Katakanlah:”Apakah aku akan mencari Tuhan selain Alloh” (Al An’am :164)</em></p>
<p style="text-align:right;"><strong>إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا {30</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“Sesungguhnya ornag-orang yang mengaatkan “Tuhan kami ialah Alloh” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka” (Fushshilat :30).</em></p>
<p>Penyebutan rububiyah dalam ayat-ayat di atas mengandung makna uluhiyah (<em>Al irsyaad ilaa shohiihili i’tiqoodI </em>hal 27-28)</p>
<p><strong>Isi Al Quran Semuanya Tentang Tauhid</strong></p>
<p>Imam Ibnul Qoyyim <em>rohimahulloh</em> menjelaskan bahwa isi Al Quran semuanya adalah tentang tauhid. Maksudnya karena isi Al Quran menjelaskan hal-hal berikut :</p>
<ol>
<li>Berita      tentang Alloh, nama-nama-Nya, shifat-shifat-Nya, perbuatan-Nya, dan      perkataan-Nya. Ini adalah termasuk <em>tauhidul      ‘ilmi al khobari</em> (termasuk di dalamnya tauhid rububiyah dan asma’ wa      sifat).</li>
<li>Seruan      untuk untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak      mempersekutukan-Nya. Ini adalah <em>tauhidul      iroodi at tholabi </em>(tauhid uluhiyah).</li>
<li>Berisi      perintah dan larangan serta keharusan untuk taat dan menjauhi larangan. Hal-hal      tersebut merupakan <em>huquuqut tauhid      wa mukaamilatuhu </em>(hak-hak tauhid dan penyempurna tauhid).</li>
<li>Berita      tentang kemuliaan ahli tauhid, tentang amalan kehidupannya di dunia dan      balasan kemuliaan di akhirat. Ini termasuk <em>jazaaut tauhid</em> (balasan bagi ahli tauhid).</li>
<li>Berita      tentang ahli syirik, tentang amalan kehidupannya di dunia dan balasan adzab      di akirat. Ini termasuk balasan bagi yang menyelisihi hukum tauhid.</li>
</ol>
<p>Dengan demikian Al quran seluruhnya berisi tentang tauhid, hak-haknya dan balasannya. Selain itu juga berisi tentang kebalikan tauhid yaitu syirik, tentang orang-orang musyrik dan balasannya. (Penjelasan Imam Ibnul Qoyyim yang dinukil dalam <em>Fathul Majiid</em> hal 19)</p>
<p>&#160;</p>
<p>Selesai disusun Senin menjelang Subuh, 21 Dzulqo’dah 1430 H/9 November 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muqoddimah Kitab Tauhid]]></title>
<link>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/08/muqoddimah-kitab-tauhid/</link>
<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:13:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>adikamianoki</dc:creator>
<guid>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/08/muqoddimah-kitab-tauhid/</guid>
<description><![CDATA[MUQODDIMAH KITAB TAUHID Awali dengan Bismillah Seperti kebiasaan para ulama dalam menulis kitab, pen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>MUQODDIMAH KITAB TAUHID</strong></p>
<p><strong>Awali dengan Bismillah</strong></p>
<p>Seperti kebiasaan para ulama dalam menulis kitab, penulis di sini memulai kitab beliau dengan basmalah.  Hal ini karena beberapa alasan :</p>
<ul>
<li>Mencontoh kitab Alloh, di mana Al Quran dimulai dengan basmalah. Seluruh surat dalam Al Quran dimulai dengan basmalah kecuali surat At Taubah.</li>
<li>Mencontoh Rosululloh Muhammad <em>sholallahu ‘alaihi wa sallam </em>dalam perbuatan beliau. Beliau menulis risalah beliau diawali dengan bismillah.</li>
<li>Mencontoh para Rosul. Hal ini sebagaiman dikisahkan oleh Alloh Ta’ala tentang Nabi Sulaiman ketika menulis surat kepada Balqis.</li>
<li>Mencontoh perbuatan para ulama-ulama pendahulu beliau ketika memulai menulis kitab.</li>
</ul>
<p>Memulai dengan basmalah ini memiliki dua maksud, yaitu untuk isti’anah (meminta tolong) kepada Alloh dan bertabaruk (mencari berkah) dari asma Alloh dan sifat-sifat-Nya.  (Penjelasan Ustadz Abu ‘Isa dalam Kajian Al ‘Aqidah Al Wasithiyah di kajian warga Jamilurrohman)</p>
<p>Syaikh ‘Utsaimain berkata : “Memulai dengan basmalah adalah perbuatan yang dilakukan semua penulis, mencontoh kitab Alloh, di mana stiap surat diawali dengan basmalah. Selain itu juga bersandar pada sunnah Rosululloh <em>sholallahu ‘alaihi wa sallam</em>. (Syarah Al ‘Aqidah Al Wasithiyah Syaikh Utsaimin)</p>
<p>Syaikh Sholeh Fauzan berkata : “Penulis memulai dengan basmalah untuk mengikuti kitabulloh dan sunnah Rosululloh yang mengawali tulisan surat beliau dengan basmalah. Telah disebutkan dalam kitab Shahih Bukhori dalam kitab awal turunnya wahyu : “<em>Bismillahirrohaman arrohiim</em>. Dari Muhammad kepada Pembesar Negara Rum, Hiraklius”  (Muttafaqun alaihi).</p>
<p>Adapaun <em>hadist qouliah</em> (perkataan nabi) tentang basmalah dalam sebuah hadist : “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan basmalah maka perkara tersebut terputus “, hadist tersebut adalah hadist yang dilemahkan oleh para ulama. (<em>Husuulu Ma’muul</em> hal 9)</p>
<p><strong>Mengapa Penulis Tidak Mencantumkan Muqoddimah?</strong></p>
<p>Tidak seperti kebanyakan buku, dalam kitab ini penulis tidak menuliskan kata pengantar (muqoddimah) . Setidaknya ada tiga alasan mengapa penulis tidak menuliskan muqoddimah (kata pengatantar) tentang kitab beliau ini, yaitu :</p>
<ol>
<li>Karena sudah jelas. Maksudnya dengan membaca judul dari kitab ini sudah dapat diketahui tentang materi/pembahsan kitab ini sehingga penulis tidak perlu mencantumkan muqoddimah dalam kitabnya.</li>
<li>Beradab kepada Alloh Ta’ala. Tauhid adalah hak Alloh Ta’ala. Penulis tidak inigin memisahkan antara hak Alloh dan petunjuk yang menunjukkan kepada hak tersebut.</li>
<li>Mencontoh Imam Bukhori. Dalam Kitab Shahihnya Imam Bukhori tidak memberikan muqoddimah dan langsung memulainya dengan hadist Rosululloh <em>sholallahu ;alaih wa sallam</em>.</li>
</ol>
<p>(Penjelasan Ustadz Abu ‘Isa dlam kajian Kitab Tauhid di kajian warga Jamilrrohman).</p>
<p>Syaikh ‘Utsaimin menjelaskan : “Dalam kitab yang ada pada kami tidak dicantumkan  kata pengantar dari penulis. Bisa jadi sudah dihapus oleh orang yang menghapusnya atau bisa jadi karena penulisnya mencukupkan dengan yang sudah ada, karena judul yang sudah ada merupakan pembahasan/ materi dari isi kitab itu sendiri, yaitu tentang tauhid (<em>Al Qoulul Mufid ‘alaa Kitabi Tauhiid</em> hal 6).</p>
<p>Syaikh Sholeh Alu Syaikh menjelaskan : “ …sebab penulis tidak mencantumkan kata pengantar (muqoddimah), menurut saya, karena masalah tauhd yang akan dijelaskan penulis <em>rohimahulloh</em> dalam kitab beliau ini adalah tauhidullah. Tentang tauhidullah ini Alloh telah menjelaskannya di dalam Al Quran. Oleh karena itu termasuk adab terhadap kedudukan tauhid yaitu tidak menjadikan pemisah antara hak Alloh dan petunjuk  atas hak tersebut, dan firman yang menunjukkan atas hak tersebut. Hak yang merupakan kekhususan Alloh adalah tauhid, dan yang menunjukkan hak tersebut adalah Alloh, dan petunjuk atas hak tersebut adalah firman-Nya dan sabda rosul-Nya. Hal ini dalam rangka memudahkan pengaruh tauhid dalam hati. Model penulisan seperti ini sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Bukhori dalam shahihnya. Beliau tidak memberikan kata pengantar (muqoddimah) dalam kitab tersebut, dan memulai awal kitabnya dengan hadist. Hal ini dilakukan karena kitab yang ditulis oleh beliau adalah kitab hadist. Dan sudah maklum bahwa termasuk adab yaitu tidak mendahului Alloh dan Rosul-Nya, maka beliau tidak mendahulukan perkataan beliau atas sabda Rosululloh sehingga Imam Bukhori membuka kitab beliau dengan sabda Rosululloh “ Innamal a’maalu binniyaat…” …” (<em>At Tamhiid li Syarhi Kitaabit Tauhiid</em> hal 4-5)</p>
<p>Demikianlah pengantar sebelum kita membahas inti dari isi kitab tauhid. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Selesai disusun Ahad pagi, 20 Dzulqo’dah 1430 H/8 November 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Biografi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab]]></title>
<link>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/05/kitab-tauhid/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 23:51:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>adikamianoki</dc:creator>
<guid>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/05/kitab-tauhid/</guid>
<description><![CDATA[BIOGRAFI PENULIS KITAB Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Ada baiknya sebelum kita memba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>BIOGRAFI PENULIS KITAB</strong></p>
<p>Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Ada baiknya sebelum kita membahas kitab tauhid ini kita mengenal dulu penulisnya. Dengan mengetahui kredibilitas dan kapabilitas penulisnya tentu akan menambah yakin bagi kita tentang kualitas tulisannya.</p>
<p>Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –<em>rohimahulloh</em>-. Sebagian kaum muslimin fobia terhadap nama ini. Mereka manjuluki pengikut ajaran beliau sebagai<em> wahhabi</em> dan mengecapnya sebagai kelompok yang menyimpang, tidak mencintai nabi, tidak menghormati orang sholeh, dan tuduhan-tuduhan lainnya. Siapa sebenarnya beliau? Mari sedikit kita mengetahui tentang biografi beliau sehingga menjadi  jelaslah permasalahanya. Tulisan ini kami ambil dari Syarah Tsalatsatul Ushul Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dengan perubahan dan tambahan seperlunya.</p>
<p><strong>Nama dan Nasab Beliau</strong></p>
<p>Beliau adalah Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad  bin Ahmad bin Rasyid bin Muhammad bin Musyrif bin Umar, dari Bani Tamim.</p>
<p><strong>Kelahiran Beliau</strong></p>
<p>Beliau lahir di ‘Uyainah pada tahun 1115 Hijriyah, di sebuah keluarga yang terpandang di bidang ilmu, martabat, dan agama. Ayah beliau seorang ulama besar. Sedangkan kakeknya, yaitu Sulaiman, adalah seorang ulama Najed di zamannya.</p>
<p><strong>Masa Pertumbuhan Beliau</strong></p>
<p>Beliau hafal Al quran sebelum genap berumur 10 tahun. Beliau belajar fiqih sehingga memiliki wawasan fiqih yang luas. Ayah beliau mengagumi kekuatan hafalan beliau. Beliau banyak membaca kitab tafsir atau hadist, serta bersungguh-sungguh mencari ilmu pada siang dan malam. Beliau menghafal matan-matan ilmiah dalam berbagai bidang ilmu. Beliau mengadakan perjalanan untuk menuntut ilmu ke Madinah dan belajar kepada para ulama di sana. Di antara guru beliau adalah Syaikh Abdulloh bin Ibrahim Asy-Syammari, putranya yang terkenal Ibrahim Asy-Syammari, penulis kitab <em>Al ‘Adzbul Faidh fii Syarhi Aifiyatil Faraidh</em>. Kedua ulama ini mengenalkan beliau kepada seorang ahli hadist yang terkenal, yaitu Muhammad Hayah As Sindi, kemudian beliau belajar ilmu hadist dan rijalul hadist kepadanya, serta mendapat ijazah darinya untuk mengajarkan kitab-kitab induk.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dikaruniai Alloh pemahaman yang tajam dan kecerdasan yang luar biasa. Beliau tekun membaca, mengkaji, dan menulis. Banyak ilmu yang melekat di otak beliau selama beliau membaca dan mengkaji. Beliau tidak pernah bosan menulis, bahkan beliau banyak menyalin tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah dan Ibnu Ooyyim –<em>rohimahalloh</em>- . Beberapa manuskrip berharga yang ditulis dengan pena beliau, tersimpan di beberapa museum. Setelah ayah beliau wafat pada tahun 1153 H, beliau secara terang-terangan mengenalkan dakwah <em>salafiyah</em> yang mengajak kepada tauhid, mengingkari  kemungkaran, dan menyerang para pelaku bid’ah dari klaangan penyembah berhala (karena itulah beliau dibenci dan mendapat gelar-gelar buruk dari ahlul bid’ah dan pelaku kesyirikan). Beliau mendapat dukungan dari keluarga Raja Saud, sehingga kekuatan beliau menjadi kokoh dan dakwahnya tersebar luas.</p>
<p><strong>Tulisan-tulisan Beliau</strong></p>
<p>Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mempunyai banyak karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya beliau yaitu :</p>
<ol>
<li>Kitabut Tauhid</li>
<li>Kitab Kasyfusy Syubuhaat</li>
<li>Kitab Al Kabair</li>
<li>Kitab Tsalatsarul Ushul</li>
<li>Kitab Mukhtashorul Inshaf wa Syarh Al Kabair</li>
<li>Kitab Mukhtashor Zadul Ma’ad</li>
<li>Beliau juga mempunyai fatwa-fatwa dan makalah yang dihimpun dan diberi judul “Majmu’ah Mualaf Al Iman Muhammad bin Abdul Wahhab yang disusun di bawah koordinasi Universitas Imam Muhammad bin Saud.</li>
</ol>
<p><strong>Wafat Beliau</strong></p>
<p>Beliau wafat pada tahun 1206 H, semoga Alloh memberikan limpahan rahmat  kepada beliau dan memberikan balasan yang sebaik-baiknya kepada beliau atas jasa beliau kepada Islam dan kaum muslimin. Sesungguhnya, Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan</p>
<p>Demikianlah sedikit data biografi penulis kitab tauhid ini. Seorang ulama yang tekun menuntut ilmu, ,menghabiskan hidupnya untuk belajar dan mendakwahkan<em> al haq</em> baik dengan lisan maupun tulisan, serta mengabdikan dirinya untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin. Dengan mengenal beliau yang sebenarnya, kita tidak ragu  lagi untuk menelaah kitab yang beliau susun, yaitu kitab tauhid ini. Sungguh sangat kotor mulut orang-orang yang mencela dan menuduh beliau dengan gelaran yang buruk ..Hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Dituilis menjelang subuh, 9 Dzulqo’dah 1430 H/28 Oktober 2009</p>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Larangan syirik / mengadakan sekutu bagi Allah S.w.t]]></title>
<link>http://hikmatun.wordpress.com/2009/10/29/larangan-syirik-mengadakan-sekutu-bagi-allah-s-w-t/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 18:07:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Nizam</dc:creator>
<guid>http://hikmatun.wordpress.com/2009/10/29/larangan-syirik-mengadakan-sekutu-bagi-allah-s-w-t/</guid>
<description><![CDATA[أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً۬ كَلِمَةً۬ طَيِّبَةً۬ كَشَجَرَةٍ۬ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَاب]]></description>
<content:encoded><![CDATA[أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلاً۬ كَلِمَةً۬ طَيِّبَةً۬ كَشَجَرَةٍ۬ طَيِّبَةٍ أَصۡلُهَا ثَاب]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kitab Tauhid]]></title>
<link>http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/09/10/kitab-tauhid/</link>
<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 23:34:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ibnu Majjah</dc:creator>
<guid>http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/09/10/kitab-tauhid/</guid>
<description><![CDATA[Nama Ebook: KITAB TAUHID Penulis : Syaikh Muhammad At-Tamimi Compile: Akhukum Fillah Format File: ch]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nama Ebook: <strong>KITAB TAUHID</strong><br />
Penulis : <strong>Syaikh Muhammad At-Tamimi</strong><br />
Compile: Akhukum Fillah<br />
Format File: chm, ukuran File: 182,2 Download/ unduh: <a href="http://www.mediafire.com/file/zxyqjjgmng3/Kitab Tauhid.chm" target="_blank">disini</a></p>
<p>Ringkasan:<br />
Kitab ini merupakan salah satu kitab terbaik yang membahas masalah tauhid, yang mana ringkasannya seperti diutarakan oleh penterjemah yaitu:<br />
Dalam bab I, penulis menjelaskan hakekat tauhid dan kedudukannya ; dalam bab 2 &#38; 3 menerangkan tentang keistimewaan tauhid dan pahala yang diperoleh darinya ; dalam bab 4 mengingatkan agar takut terhadap perbuatan yang bertentangan dengan tauhid, serta membatalkannya, yaitu syirik akhbar, atau perbuatan yang mengurangi kesempurnaan tauhid, yaitu syirik ashghor ; dalam bab 5 menjelaskan tentang kewajiban berda’wah kepada tauhid ; dan dalam bab 6 menjelaskan tentang makna tauhid dan syahadat “la Ilaha Illallah”.<br />
Upaya pemurnian tauhid tidak akan tuntas hanya dengan menjelaskan makna tauhid, akan tetapi harus dibarengi dengan penjelasan tentang hal hal yang dapat merusak dan menodai tauhid. Untuk itu, pada bab-bab berikutnya, penulis berusaha menjelaskan berbagai macam bentuk tindakan dan perbuatan yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan tauhid, dan menodai kemurniannya, yaitu apa yang disebut dengan syirik, baik syirik akhbar maupun syirik ashghor, dan hal hal yang tidak termasuk syirik tetapi dilarang oleh Islam, karena menjurus kepada kemusyrikan, disertai pula dengan keterangan tentang latar belakang historis timbulnya syirik.<br />
Hal-halmembatalkan atau mengurangi kesempurnaan tauhid tersebut dijelaskan dalam bab-bab yang diantaranya:</p>
<ul>
<li>Memakai Gelang dan Sejenisnya untuk Menangkal Bahaya adalah Perbuatan Syirik</li>
<li>Minta Berkah Kepada Pepohonan, Bebatuan atau yang Sejenisnya</li>
<li>Menyembelih binatang bukan karena Allah Subhanahu wata’ala</li>
<li>Bernadzar untuk selain Allah adalah syirik</li>
<li>Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah syirik</li>
<li>Berdo’a kepada selain Allah adalah syirik</li>
<li>Penyebab utama kekafiran adalah berlebih-lebihan dalam mengagungkan orang-orang sholeh</li>
<li>Larangan beribadah kepada Allah di sisi kuburan</li>
<li>Berlebih-lebihan terhadap kuburan orang-orang sholeh menjadi sebab dijadikannya sesembahan selain Allah</li>
<li>Hukum Sihir, Macam-macam Sihir, Dukun, tukang ramal dan sejenisnya</li>
<li>Nusyrah</li>
<li>Tathoyyur</li>
<li>Ilmu nujum (Perbintangan)</li>
<li>Menisbatkan turunnya hujan kepada binatang</li>
<li>Merasa aman dari siksa Allah dan berputus asa dari RahmatNya</li>
<li>Riya’</li>
<li>Beramal sholeh untuk kepentingan dunia adalah syirik</li>
<li>Mentaati ulama dan umara’ dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal berarti mempertuhankan mereka</li>
<li>Berhakim kepada selain Allah</li>
<li>Mengingkari sebagian Asma’ dan Sifat Allah</li>
<li>Ingkar terhadap nikmat Allah</li>
<li>Larangan menjadikan sekutu buat Allah</li>
<li>Tidak rela terhadap sumpah yang menggunakan nama Allah</li>
<li>Ucapan : “Atas kehendak Allah dan kehendakmu”</li>
<li>Mencaci masa berarti mencaci Allah</li>
<li>Penggunaan gelar “qodli qudlot” [hakimnya para hakim]</li>
<li>Bersenda gurau dengan menyebut nama Allah, Al Qur’an atau Rasulullah SAW</li>
<li>Memberi nama yang diperhambakan kepada selain Allah</li>
<li>Larangan mengucapkan “ As salamu alallah”</li>
<li>Ucapan “Ampunilah aku jika engkau menghendaki”</li>
<li>Larangan mengucapkan “Hambaku”</li>
<li>Larangan menolak permintaan yang menyebut nama Allah</li>
<li>Larangan meminta sesuatu dengan menyebut nama Allah kecuali surga</li>
<li>Ucapan “Seandainya”</li>
<li>Larangan mencaci maki angin</li>
<li>Mengingkari takdir</li>
<li>Orang yang menggambar (Mushowwir)</li>
<li>Larangan banyak bersumpah</li>
<li>Larangan bersumpah mendahului Allah</li>
<li>Larangan menjadikan Allah sebagai wasilah kepada mahlukNya</li>
<li>dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pemurnian tauhid kepada Allah</li>
</ul>
<p>Silahkan <a href="http://www.mediafire.com/file/zxyqjjgmng3/Kitab Tauhid.chm" target="_blank">Download Kitab Tauhid</a><br />
dan baca pula:<br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/09/06/99/" target="_blank">Syarah &#8216;Aqidah Al-Wasithiyah</a><br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/08/29/aqidah-ahlus-sunnah-wal-jamaah/" target="_blank">Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</a><br />
<a href="http://ibnumajjah.wordpress.com/2009/08/28/ushuulus-sunnah-aqidah-shahih-penyebab-selamatnya-seorang-muslim/" target="_blank">Ushuulus Sunnah</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dengarkan Kajian Kitab Tauhid]]></title>
<link>http://abu0mushlih.wordpress.com/2009/08/30/dengarkan-kajian-kitab-tauhid/</link>
<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 23:49:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ari Wahyudi</dc:creator>
<guid>http://abu0mushlih.wordpress.com/2009/08/30/dengarkan-kajian-kitab-tauhid/</guid>
<description><![CDATA[Keistimewaan Kitab Tauhid Oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu asy-Syaikh hafizhahullah Kitab ini -]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Keistimewaan Kitab Tauhid</strong></p>
<p>Oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu asy-Syaikh hafizhahullah</p>
<p>Kitab ini -Kitab Tauhid- adalah salah satu karya tulis al-Imam al-Mushlih al-Mujaddid Syaikh al-Islam wa al-Muslimin Muhammad bin Abdul Wahhab (beliau wafat tahun 1206 H, pent). Sedangkan beliau -semoga Allah merahmatinya- adalah sosok yang tidak perlu lagi untuk diperkenalkan. Hal itu dikarenakan Allah jalla wa ‘ala telah berkenan untuk menjadikan dakwahnya berhasil membuahkan pengaruh positif di berbagai penjuru dunia di belahan timur maupun di barat, di utara maupun di selatan. Hal itu tidaklah aneh, karena sesungguhnya dakwah beliau rahimahullah muncul untuk menghidupkan dakwah [Nabi] Muhammad bin Abdullah ‘alaihi afdhalush shalatu was salam.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Kitab Tauhid -yang kita jelaskan isinya ini- adalah buku yang sangat agung. Para ulama tauhid sepakat bahwa belum pernah ditulis dalam sejarah Islam dalam tema semacam ini suatu kitab yang semisal dengannya. Buku itu merupakan buku tunggal dan istimewa dalam pembahasannya. Belum pernah ada orang yang menyusun buku semisal dengan metode penyusunan yang beliau tempuh. Di dalam buku ini, penulis rahimahullah membeberkan berbagai persoalan tauhid ibadah serta hal-hal yang bertentangan dengan tauhid; baik yang merusak pokoknya atau yang mengikis kesempurnaannya. Buku ini memiliki keunggulan dalam hal susunan bab tauhid ibadah yang terperinci dan disertai dalil dan pembuktian. Dengan cara seperti ini; yaitu menjelaskan [tauhid] secara rinci dan runtut serta dengan memberikan bab untuk masalah-masalah tauhid, maka tampak bahwa memang belum ada seorang ulama pun yang mendahului beliau menyusun karya seperti susunan beliau ini. Oleh sebab itu kebutuhan para penimba ilmu terhadap buku ini dan untuk memahami makna-maknanya sangatlah mendesak, dikarenakan di dalamnya terdapat ayat-ayat, hadits-hadits, dan berbagai pelajaran berharga.</p>
<p>Sebagian ulama bahkan menyerupakan buku ini sebagai bagian dari [kitab] Sahih karya al-Bukhari rahimahullah. Hal itu jelas bisa dimengerti, dikarenakan Syaikh rahimahullah berusaha menyusun kitabnya ini sebagaimana metode penyusunan bab yang ditempuh oleh Imam al-Bukhari di dalam Sahihnya; yaitu ketika beliau menjadikan judul-judul babnya diikuti dengan penyebutan ayat dan hadits -secara umum- dan ayat serta hadits itu menjadi dalil atas judul bab yang dibawakan, sedangkan riwayat dan keterangan sesudahnya merupakan penjelas baginya. Demikian pula, dengan dibawakannya ucapan ulama dari kalangan Sahabat atau Tabi’in atau para imam umat Islam oleh beliau rahimahullah, maka cara semacam itu persis sebagaimana cara yang ditempuh oleh al-Imam Abu Abdillah al-Bukhari rahimahullah ketika membawakan ucapan para ulama dalam rangka menjelaskan makna-makna dalil yang ada [di dalam kitab Shahihnya] (diterjemahkan dari mukadimah at-Tam-hid li Syarh Kitab at-Tauhid, cet Dar at-Tauhid hal. a-b)</p>
<p>Bagi ikhwah sekalian yang ingin mendengarkan kajian Kitab Tauhid yang disajikan oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud -hafizhahullah- di Masjid al-Kautsar Pogung Baru F20 (utara Fakultas Teknik UGM) silakan buka di link berikut ini <a title="Download Kajian" href="http://www.esnips.com/web/KitabTauhid/" target="_blank">www.esnips.com.</a> Semoga bermanfaat!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[MP3] Kitabut Tauhid - Ucapan "Seandainya"]]></title>
<link>http://ashthy.wordpress.com/2009/05/13/mp3-kitabut-tauhid-ucapan-seandainya/</link>
<pubDate>Wed, 13 May 2009 00:06:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://ashthy.wordpress.com/2009/05/13/mp3-kitabut-tauhid-ucapan-seandainya/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta 1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta 1]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[MP3] Kitabut Tauhid - Larangan menolak permintaan orang yang meminta dengan nama Allah]]></title>
<link>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/29/mp3-kitabut-tauhid-larangan-menolak-permintaan-orang-yang-meminta-dengan-nama-allah/</link>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 00:16:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/29/mp3-kitabut-tauhid-larangan-menolak-permintaan-orang-yang-meminta-dengan-nama-allah/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[MP3] Kitabut Tauhid - Larangan mengucapkan "Hambaku"]]></title>
<link>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/29/mp3-kitabut-tauhid-larangan-mengucapkan-hambaku/</link>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 00:11:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/29/mp3-kitabut-tauhid-larangan-mengucapkan-hambaku/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta M]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[MP3] Kitabut Tauhid - Jangan mengucapkan "Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki"]]></title>
<link>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/24/mp3-kitabut-tauhid-jangan-mengucapkan-ya-allah-ampunilah-aku-jika-engkau-menghendaki/</link>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 23:06:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/24/mp3-kitabut-tauhid-jangan-mengucapkan-ya-allah-ampunilah-aku-jika-engkau-menghendaki/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta 2]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma’had Al Anshor Yogyakarta 2]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[MP3] Kitabut Tauhid - Larangan mengucapkan Assalamu'alallah]]></title>
<link>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/24/mp3-kitabut-tauhid-larangan-mengucapkan-assalamualallah/</link>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 23:01:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://ashthy.wordpress.com/2009/04/24/mp3-kitabut-tauhid-larangan-mengucapkan-assalamualallah/</guid>
<description><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma&#8217;had Al Anshor Yogyak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bismillah Ustadz ‘Abdul Mu’thi Kajian rutin Senin, Selasa dan Kamis di ma&#8217;had Al Anshor Yogyak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kitab Tauhid Istilah-Istilah Didalamnya Selesai كتاب التوحيد]]></title>
<link>http://anshorulloh.wordpress.com/2009/04/23/kitab-tauhid-istilah-istilah-didalamnya-selesai-%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/</link>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 22:48:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>anshorulloh</dc:creator>
<guid>http://anshorulloh.wordpress.com/2009/04/23/kitab-tauhid-istilah-istilah-didalamnya-selesai-%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/</guid>
<description><![CDATA[ISTILAH-ISTILAH DIDALAM KITAB TAUHID   Adh-h (‘Idhah)            : sihir, dusta, tindakan mengadu do]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:#c0c0c0;">ISTILAH-ISTILAH DIDALAM KITAB TAUHID</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Adh-h (‘Idhah)            : sihir, dusta, tindakan mengadu domba, menghasut dan memfitnah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Adhih ( ism fa’il )         : Tukang sihir.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Adwa:  Penjangkitan atau penularan penyakit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ain:Pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang melalui matanya,kena mata.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Alaihissalam: Semoga salam sejahtera senantiasa dilimpahkan (Allah) kepadanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Allah akbar: Allah Maha besar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Atsar: ada dua pengertian :1-hadits  2-perkataan atau perbuatan yang dinisbatkan kepada sahabat atau tabi’in.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:#c0c0c0;">Azimah            : Lihat ruqyah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Azza wa Jalla  : Maha Mulia dan Maha Agung.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Barzakh: Alam ghaib setelah manusia meninggal dunia sampai hari kiamat, atau alam kubur.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dinar: nama satuan uang, pada zaman Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span> yang terbuat dari emas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dirham: nama satuan uang, pada zaman Rasaulullah <span style="font-family:&#34;">r</span> yang lebih kecil nilainya daripada dinar, yang terbuat dari perak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Fai’: harta yang diperoleh kaum muslimin dari musuh tanpa melalui peperangan, karena ditinggal lari oleh pemiliknya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Fa’l: perasaan optimis; harapan bernasib baik dan sukses.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ghanimah  : harta yang diambil alih oleh kaum muslimin dari musuh mereka ketika dalam peperangan; rampasan perang.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ghaul: hantu (gendruwo), salah satu jenis jin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Hadits: tuntunan dan tradisi yang diajarkan Rasalullah <span style="font-family:&#34;">r</span> melalui sabda, sikap, perbuatan dan persetujuan beliau; sesuatu  </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">  yang dinisbatkan kepada Nabi <span style="font-family:&#34;">r</span>, baik berupa perkataan, perbuatan, sikap, atau persetujuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Hamah: burung hantu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Hasan: hadits yang tingkatannya di bawah hadits shaheh, karena daya hafal atau kecermatan dan ketelitian orang yang meriwayatkannya masih kurang, tetapi bila banyak atau ada berbagai jalan dalam meriwayatkannya maka hadits tersebut meningkat menjadi shaheh.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ibadah: penghambaan diri kepada Allah <span style="font-family:&#34;">I</span> dengan mentaati segala perintahNya, dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span>, disertai dengan penuh rasa kerendahan hati dan penuh rasa cinta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Iman: ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat karena Allah, dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Isnad: silsilah orang-orang yang meriwayatkan hadits dari Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Istinja’: bersuci atau membersihkan diri setelah buang hajat kecil atau besar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Iyafah: meramal nasib baik dengan menerbangkan burung, apabila terbang ke arah kanan berarti ada alamat baik. Sedang bedanya dengan thiyarah adalah kalau thiyarah itu meramal nasib buruk, atau merasa bernasib sial dengan melihat burung, hewan atau lainnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Jahiliyah            : kebodohan, yaitu suatu zaman yang ciri utamanya ialah mengagungkan selain Allah dengan disembah, dipuja, dipatuhi dan ditaati; ciri lainnya kebobrokan mental dan kerusakan akhlak, seperti zaman sebelum Islam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ja’iz: mubah; tidak dilarang dan tidak pula dianjurkan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Jayyid: suatu tingkatan sanad di atas hasan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Jibt: sihir; sebutan yang bisa digunakan untuk sihir, tukang sihir, tukang ramal, dukun, berhala dan yang sejenisnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Jizyah: semacam pajak yang dipungut dari orang orang non muslim yang mampu lagi dewasa, sebagai ganti daripada zakat yang dipungut dari orang-orang Islam, atas segala perlindungan dan ketentraman yang diberikan oleh kaum muslimin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Al Khalil: kekasih mulia, tingkatannya lebih tinggi daripada habib (kekasih).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Khamilah          : pakaian yang berbulu atau berbeludru; pakaian tersebut terbuat dari wool.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Khamisah         : pakaian yang terbuat dari dari wool atau sutera dengan sulaman yang indah lagi menarik.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kunyah (baca : kun-yah)           : nama panggilan untuk kehormatan, seperti : Abu al – Abbas, Abu Abdillah, Abu Ahmad, dll. Biasanya diambil dari nama anak yang pertama.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Makruh: sesuatu yang apabila dikerjakan kurang baik, tetapi apabila ditinggalkan akan mendapat pahala.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Marfu’: hadits yang disampaikan oleh Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span>; sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span> baik itu berupa ucapan, perbuatan, sikap atau persetujuan, meskipun yang menisbatkan itu seorang sahabat atau tabi’in.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Mauquf: sesuatu yang dinisbatkan kepada seorang sahabat, baik itu berupa ucapan, perbuatan atau persetujuan; perkataan yang diucapkan seorang sahabat atau perbuatan yang dilakukannya atau persetujuannya terhadap apa yang dilakukan seorang tabi’in.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Mufti: orang yang memberikan fatwa atau petunjuk atas suatu masalah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Nadzar: Ungkapan seseorang dengan ucapan bahwa ia akan melakukan sesuatu untuk Alloh jika tercapainya sesuatu baginya</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Nau’: bintang ; arti asalnya : tenggelamnya atau terbitnya suatu bintang.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Nusyrah: tindakan untuk menyembuhkan atau mengobati orang yang terkena sihir dengan mantera atau jampi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Qadha = qadar: ketetapan ilahi, artinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah <span style="font-family:&#34;">I</span>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Qunut: membaca doa dalam shalat, dilakukan sebelum ruku’ atau sesudahnya pada rakaat terakhir, terutama pada waktu nazilah (dalam keadaan ada bahaya).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Radhiyallahu ‘anhu;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">‘anha; ‘anhuma             : semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan kepadanya (laki-laki ; wanita ; mereka berdua).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Risywah           : sogokan ; uang semir ; uang pelicin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Riya’: melakukan suatu amal dengan cara tertentu supaya diperhatikan orang lain dan dipujinya ; contohnya : seseorang melakukan shalat, lalu memperindah shalatnya ketika dia mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ruqyah: usaha penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, doa-doa, atau mantera-mantera.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Sakrat al maut  : rasa pedih dan sakit yang dirasakan seseorang ketika dicabut nyawanya ; sekarat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Sanad: lihat Isnad.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Shafar: bulan kedua dalam tahun hijriyah, yaitu bulan sesudah bulan bulan muharram.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Shahih: hadits yang diriwayatkan secara bersinambung oleh orang-orang yang terpercaya (prilaku, </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">daya hafal dan kecermatannya) mulai dari awal sanad sampai yang terakhir, bebas dari suatu keganjilan atau sebab yang menjadikan hadits tersebut lemah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Shallallahu</span></span></span><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">‘alaihi wasallam : semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam sejahtera kepada beliau.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Subhanahu wa ta’ala     : Maha suci Allah dan Maha tinggi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Subhanallah: Maha suci Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Syahadat : persaksian dengan hati dan lisan bahwa “Tiada sembahan yang hak selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, dengan mengerti maknanya dan mengamalkan apa yang menjadi tuntunannya, baik zhahir maupun batin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Syafaat: perantaraan, yaitu perantaraan yang akan dilakukan oleh Rasulullah <span style="font-family:&#34;">r</span> kepada Allah <span style="font-family:&#34;">I</span>, dan hal itu dengan seizinNya, untuk meringankan beban umat manusia ketika di padang mahsyar (pada hari kiamat) dan inilah yang dinamakan syafaat al kubra (terbesar) atau disebut juga al Maqam al mahmud ; untuk memasukkan ke dalam sorga bagi mereka yang berhak mendapatkan sorga ; untuk tidak memasukkan ke neraka bagi ahli tauhid dari umatnya yang berdosa yang semestinya masuk neraka ; untuk mengeluarkan dari neraka orang orang ahli tauhid yang berdosa yang sudah masuk neraka ; untuk menambahkan pahala dan meningkatkan derajat bagi orang-orang penghuni sorga ; dan perantaraan kepada Allah untuk meringankan siksa bagi sebagian orang kafir dan ini khusus untuk paman beliau Abu Thalib.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ta’ala: Maha Tinggi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ta’awwudz: meminta perlindungan kepada Allah en</span></span></span><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">gan mengucapkan A’udzu billah min …” ( aku berlindung kepada Allah dari …)</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Tahmid: memuji Allah ta’ala dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji hanya milik Allah).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Tahrif: menyelewengkan suatu nash dari Al Qur’an atau Hadits dengan merobah lafazhnya atau membelokkan maknanya dari makna yang sebenarnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Takbir: mengagungkan Allah dengan mengatakan “Allah Akbar” (Allah Maha besar).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Takyif: mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu ; atau menentukan bahwa hakekat sifat Allah itu begini atau begitu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Tamimah      : sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan dari rasa dengki seseorang, dsb. Dan termasuk dalam hal ini apa yang dinamakan dengan haikal.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Tamtsil : menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhlukNya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:#c0c0c0;">Tathayyur    : berfirasat buruk ; merasa bernasib sial ; atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lain, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">                          atau apa saja.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:#c0c0c0;">Ta’thil: mengingkari seluruh atau sebagian sifat-sifat Allah. Sedang perbedaannya dengan tahrif, bahwa ta’thil tidak mengakui makna sebenarnya yang terkandung oleh suatu nash dari Al Qur’an atau Al Hadits. Adapun tahrif ialah merobah lafadznya atau memberikan tafsiran yang menyimpang dari makna sebenarnya yang dikandung oleh nash tersebut. Lihat tahrif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ta’wil: ada tiga pengertian :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-hakekat atau kenyataan yang sebenarnya dari sesuatu perkataan atau berita. Seperti kata kata ta’wil yang tersebut dalam Al Qur’an 7 : 3, 53 : 7, 39 : 10, dan sebagainya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-penafsiran, seperti kata kata para ahli tafsir : “ta’wil dari firman Allah …”, artinya : penafsiran dari firman Allah…</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-penyimpangan suatu kata dari makna yang sebenarnya ke makna yang lain. Dan inilah yang dimaksud dengan ta’wil yang sering disebutkan dalam pembahasan teologis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Tiwalah: guna-guna ; sesuatu yang dibuat untuk supaya suami mencintai isterinya atau sebaliknya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Thaghut            : setiap sesuatu yang diagungkan – selain Allah – dengan disembah, atau ditaati, atau dipatuhi, baik yang diagungkan itu batu, manusia, atau syetan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Tharq: meramal dengan membuat garis di atas tanah. Caranya antara lain, seperti yang dilakukan orang-orang Jahiliyah, yaitu : dengan membuat garis-garis yang banyak secara acak (sembarangan ), lalu dihapus dua dua, apabila yang tersisa dua garis itu tandanya akan sukses atau bernasib baik, tetapi apabila tinggal satu garis saja itu tandanya akan gagal atau bernasib sial.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ulama: Ilmuwan ; secara khusus : orang ahli dalam bidang agama Islam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Umara’: pemimpin ; penguasa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Wada’ah  sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang-orang Jahiliyah bisa digunakan sebagai penangkal penyakit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kitab Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab Ke-4 كتاب التوحيد]]></title>
<link>http://anshorulloh.wordpress.com/2009/04/23/kitab-tauhid-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-ke-4-%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/</link>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 22:36:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>abuamincepu</dc:creator>
<guid>http://anshorulloh.wordpress.com/2009/04/23/kitab-tauhid-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-ke-4-%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af/</guid>
<description><![CDATA[    BAB 53 BERDOA DENGAN UCAPAN “ YA ALLAH AMPUNILAH AKU JIKA ENGKAU MENGHENDAKI”   Diriwayatkan dal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 53</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BERDOA DENGAN UCAPAN</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“ YA ALLAH AMPUNILAH AKU JIKA ENGKAU MENGHENDAKI”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span>, bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; لا يقل أحدكم : اللهم اغفر لي إن شئت، اللهم ارحمني إن شئت، ليعزم المسألة فإن الله لا مكره له &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berdo’a dengan ucapan : “Ya Allah, Ampunilah aku jika Engkau menghendaki”, atau berdo’a : “Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki”, tetapi hendaklah meminta dengan mantap, karena sesungguhnya Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> tidak ada sesuatupun yang memaksaNya untuk berbuat sesuatu”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dan dalam riwayat Muslim, disebutkan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; وليعظم الرغبة فإن الله لا يتعاظمه شيء أعطاه &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Dan hendaklah ia memiliki keinginan yang besar, karena sesungguhnya Allah tidak terasa berat bagiNya sesuatu yang Ia berikan”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Larangan mengucapkan kata : “jika engkau menghendaki” dalam berdoa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Karena [ucapan ini menunjukkan seakan-akan Allah merasa keberatan dalam mengabulkan permintaan hambaNya, atau merasa terpaksa untuk memenuhi permohonan hambaNya].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Diperintahkan<span>  </span>untuk berkeinginan kuat dalam berdoa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Diperintahkan untuk membesarkan harapan<span>  </span>dalam berdoa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Karena [Allah maha kaya, maha luas karuniaNya, dan maha kuasa untuk<span>  </span>berbuat apa saja yang dikehendakiNya].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 54</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">LARANGAN MENGUCAPKAN</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“ ABDI ATAU AMATI ( HAMBAKU )”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dalam shaheh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; لا يقل أحدكم : أطعم ربك، وضئ ربك، وليقل : سيدي ومولاي، ولا يقل أحدكم : عبدي وأمتي، وليقل :<span>  </span>فتاي وفتاتي وغلامي&#8221;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Janganlah salah seorang diantara kalian berkata ( kepada hamba sahaya atau pelayannya ) : “Hidangkan makanan untuk gustimu, dan ambilkan air wudlu untuk gustimu”, dan hendaknya pelayan itu mengatakan : “ tuanku, majikanku”; dan janganlah salah seorang diantara kalian berkata ( kepada budaknya ) : “ hamba laki-lakiku, dan hamba perempuanku”, dan hendaknya ia berkata : “bujangku, gadisku, dan anakku ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan<span>  </span>bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Larangan mengatakan “ Abdi atau Amati ”, yang berarti hambaku.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Larangan bagi seorang hamba sahaya untuk memanggil majikannya dengan ucapan : “ Rabbi ” yang berarti : “gusti pangeranku”, dan larangan bagi seorang majikan mengatakan kepada hamba sahayanya atau pelayannya “ </span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">أطعم ربك</span><span> ” yang artinya “hidangkan makanan untuk gusti pangeranmu”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Dianjurkan kepada majikan atau tuan untuk memanggil pelayan atau hamba sahayanya dengan ucapan “ fataya” (bujangku ), fatati ( gadisku ), dan ghulami ( anakku ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Dan dianjurkan kepada pelayan atau hamba sahaya untuk memanggil tuan atau majikannya dengan panggilan “ sayyidi” ( tuanku ) atau “ maulaya ( majikanku ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Tujuan dari anjuran di atas untuk mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya, sampai dalam hal ucapan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 55</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">LARANGAN MENOLAK PERMINTAAN</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">ORANG YANG MENYEBUT NAMA ALLAH</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Ibnu Umar </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> menuturkan bahwa<span>  </span>Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; من سأل بالله فأعطوه، ومن استعاذ بالله فأعيذوه، ، ومن دعاكم فأجيبوه، ومن صنع إليكم معروفا فكافئوه، فإن لم تجدوا ما تكافئونه فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه&#8221; رواه أبو داود والنسائي بسند صحيح.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Barang-siapa yang meminta dengan menyebut nama Allah, maka berilah; barang-siapa yang meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah maka lindungilah; barang-siapa yang mengundangmu maka penuhilah undangannya; dan barangsiapa yang berbuat kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikan itu (dengan sebanding atau lebih baik ), dan jika engkau tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka doakan ia, sampai engkau merasa yakin bahwa engkau telah membalas kebaikannya ” ( HR. Abu Daud, dan Nasai dengan sanad yang shoheh ).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Perintah untuk mengabulkan permintaan orang yang memintanya dengan menyebut nama Allah [demi memuliakan dan mengagungkan Allah].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Perintah untuk melindungi orang yang meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Anjuran untuk memenuhi undangan [saudara seiman].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Perintah untuk membalas kebaikan [dengan balasan sebanding atau lebih baik darinya].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Dalam keadaan tidak mampu untuk membalas kebaikan seseorang, dianjurkan untuk mendoakannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>6-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> menganjurkan untuk mendoakannya dengan sungguh-sungguh, sampai ia merasa yakin bahwa anda telah membalas kebaikannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 56</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">MEMOHON SESUATU</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Jabir </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> menuturkan bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; لا يسأل بوجه الله إلا الجنة &#8221; رواه أبو داود.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Tidak boleh dimohon dengan menyebut nama Allah kecuali sorga” ( HR. Abu Daud ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Larangan memohon sesuatu dengan menyebut nama Allah kecuali apabila yang dimohon itu adalah sorga.[hal ini, demi mengagungkan Allah serta memuliakan Asma dan SifatNya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Menetapkan kebenaran adanya wajah bagi Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> ( sesuai dengan keagungan dan kemulianNya )</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 57</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">UCAPAN “ SEANDAINYA ”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Firman Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> يقولون لو كان لنا من الأمر شيء ما قتلنا ههنا قل لو كنتم في بيوتكم لبرز الذين كتب عليهم القتل إلى مضاجعهم وليبتلي الله ما في صدوركم وليمحص ما في قلوبكم والله عليم بذات الصدور </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Mereka ( orang-orang munafik ) mengatakan : seandainya kita memiliki sesuatu ( hak campur tangan ) dalam urusan ini, niscaya ( kita tak akan terkalahkan ) </span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl"><span><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>dan </span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl"><span> </span></span><span>tidak ada </span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl"><span> </span></span><span>yang terbunuh diantara kita di sini ( perang uhud ). Katakanlah : ‘Kalaupun kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar ( juga ) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji (keimanan) yang ada dalam dadamu, dan membuktikan (niat) yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi segala hati. ” ( QS. Ali Imran, 154 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> الذين قالوا لإخوانهم وقعدوا لو أطاعونا ما قتلوا قل فادرءوا عن أنفسكم الموت إن كنتم صادقين </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka takut pergi berperang : seandainya mereka mengikuti kita tentulah mereka sudah terbunuh. Katakanlah : Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar. ” ( QS. Ali Imran, 168 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dalam shoheh Muslim dari Abu Hurairah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجزن، وإن أصابك شيء فلا تقل : لو أني فعلت لكان كذا وكذا، ولكن قل : قدر الله وما شاء فعل، فإن " لو " تفتح عمل الشيطان ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu),<span>  </span>dan janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu mengatakan : ‘seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah : ‘ini telah ditentukan oleh Allah, dan Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki’, karena kata “ seandainya ” itu akan membuka pintu perbuatan syetan.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Penjelasan<span>  </span>tentang<span>  </span>ayat<span>  </span>dalam<span>  </span>surat<span>  </span>Ali Imran (</span><a name="_ftnref1" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[1]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Larangan mengucapkan kata “andaikata” atau “seandainya” apabila mendapat suatu musibah atau kegagalan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Alasannya, karena kata tersebut (seandainya /andaikata) akan membuka pintu perbuatan syetan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>4-Petunjuk Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> [ketika menjumpai suatu kegagalan atau mendapat suatu musibah] supaya mengucapkan ucapan ucapan yang baik [dan bersabar serta mengimani bahwa apa yang terjadi adalah takdir Allah].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Perintah untuk bersungguh sungguh dalam mencari segala<span>  </span>yang bermanfaat [untuk di dunia dan di akhirat] dengan senantiasa memohon pertolongan Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Larangan bersikap sebaliknya, yaitu bersikap lemah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 58</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">LARANGAN MENCACI MAKI ANGIN</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span>, bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">&#8221; لا تسبوا الريح، وإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“janganlah kamu mencaci maki angin. Apabila kamu melihat suatu hal yang tidak menyenangkan, maka berdoalah :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; اللهم إنا نسألك من خير هذه الريح، وخير ما فيها، وخير ما أمرت، ونعوذ بك من شر هذه الريح، وشر ما فيها، وشر ما أمرت به &#8221; صححه الترمذي.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadaMu kebaikan angin ini, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang untuknya Kau perintahkan ia, dan kami berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, dan keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang untuknya Kau perintahkan ia. ” (HR. Turmudzi, dan hadits ini ia nyatakan shoheh ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan<span>  </span>bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Larangan mencaci maki angin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Petunjuk Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> untuk mengucapkan doa, apabila<span>  </span>manusia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan [ketika angin sedang bertiup kencang].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>3-Pemberitahuan Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bahwa angin mendapat perintah dari Allah. [Oleh karena itu, mencaci maki angin berarti mencaci maki Allah, Tuhan yang menciptakan dan memerintahkannya].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Angin yang bertiup itu kadang diperintah untuk suatu kebaikan, dan kadang diperintah untuk suatu keburukan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 59</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">[LARANGAN BERPRASANGKA BURUK TERHADAP ALLAH]</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Firman Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> يظنون بالله غير الحق ظن الجاهليـة يقولون هل لنا من الأمـر من شيء قل إن الأمر كله لله </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“…Mereka berprasangka yang tidak benar terhadap Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>, seperti sangkaan jahiliyah, mereka berkata : apakah ada bagi kita sesuatu ( hak campur tangan ) dalam urusan ini, katakanlah : sungguh urusan itu seluruhnya di Tangan Allah. … ” ( QS. Ali Imran, 154 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">ويعذب المنافقـين والمنافقـات والمشركـين والمشركـات الظانين بالله ظن السوء عليهم دائرة السوء وغضب الله عليهم ولعنهم وأعد لهم جهنم وساءت مصيرا </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Dan supaya dia mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan, dan orang-orang Musyrik laki laki dan orang-orang musyrik perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah, mereka akan mendapat giliran ( keburukan ) yang amat buruk, dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka jahannam. Dan (neraka jahannam) itulah seburuk-buruk tempat kembali. ” ( QS. Al Fath, 6 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ibnu Qoyyim dalam menafsirkan ayat yang pertama mengatakan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>“Prasangka<span>  </span>di sini maksudnya adalah bahwa Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> tidak akan memberikan pertolongannya (kemenangan) kepada Rasulnya,<span>  </span>dan bahwa<span>  </span>agama yang beliau bawa akan lenyap.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dan ditafsirkan pula : “bahwa apa yang menimpa beliau bukanlah dengan<span>  </span>takdir (ketentuan) dan hikmah (kebijaksanaan) Allah.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Jadi prasangka di sini ditafsirkan dengan<span>  </span>tiga penafsiran :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Pertama<span>            </span>: mengingkari adanya hikmah dari<span>  </span>Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kedua<span>  </span>: mengingkari takdirNya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Ketiga<span>      </span><span>        </span>: mengingkari bahwa agama yang dibawa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> akan disempurnakan dan dimenangkan Allah atas semua<span>  </span>agama.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Inilah prasangka buruk<span>  </span>yang dilakukan oleh orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang terdapat dalam surat Al Fath.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Perbuatan ini disebut dengan prasangka buruk, karena prasangka yang demikian tidak layak untuk Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>, tidak patut terhadap<span>  </span>kagungan dan kebesaran Allah, tidak sesuai dengan kebijaksanaanNya, PujiNya, dan janjiNya yang pasti benar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Oleh karena itu, barangsiapa yang berprasangka bahwa Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> akan memenangkan kebatilan atas kebenaran, disertai dengan lenyapnya kebenaran; atau berprasangka bahwa apa yang terjadi ini bukan karena Qadla dan takdir Allah; atau mengingkari adanya suatu hikmah yang besar sekali dalam takdirNya, yang dengan hikmahNya Allah berhak untuk dipuji; bahkan mengira bahwa yang terjadi hanya sekedar kehendakNya saja tanpa ada hikmahnya, maka inilah prasangka orang orang kafir, yang mana bagi mereka inilah neraka “ wail ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Dan kebanyakan manusia melakukan prasangka buruk kepada Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>, baik dalam hal yang berkenaan dengan diri mereka sendiri, ataupun dalam hal yang berkenaan dengan<span>  </span>orang lain, bahkan tidak ada<span>  </span>orang yang selamat dari prasangka buruk ini, kecuali orang yang benar benar mengenal Allah, Asma dan sifatNya, dan mengenal kepastian adanya hikmah dan keharusan adanya puji bagiNya sebagai konsekwensinya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Maka orang yang berakal dan yang cinta pada dirinya sendiri, hendaklah memperhatikan masalah ini, dan bertaubatlah kepada Allah, serta memohon maghfirahNya atas<span>  </span>prasangka buruk yang dilakukannya<span>  </span>terhadap<span>  </span>Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Apabila anda selidiki, siapapun orangnya pasti akan anda dapati pada dirinya sikap menyangkal dan mencemoohkan takdir Allah, dengan mengatakan hal tersebut semestinya begini dan begitu, ada yang sedikit sangkalannya dan ada juga yang banyak. Dan silahkan periksalah diri anda sendiri, apakah anda bebas dari sikap tersebut ?</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">فإن تنج منها تنج من ذي عظيمة<span>     </span>وإلا فإني لا إخالك ناجيا</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Jika anda selamat (selamat) dari sikap tersebut, maka anda selamat dari malapetaka yang besar, jika tidak, sungguh aku kira anda tidak<span>  </span>akan<span>  </span>selamat.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan<span>  </span>bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Penjelasan tentang ayat dalam surat Ali Imran (</span><a name="_ftnref2" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[2]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Penjelasan tentang ayat dalam surat Al Fath (</span><a name="_ftnref3" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn3"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[3]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">) .</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Disebutkan<span>  </span>bahwa prasangka buruk itu banyak sekali macamnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Penjelasan bahwa tidak ada yang bisa selamat dari prasangka buruk ini kecuali orang<span>  </span>yang mengenal Asma’ dan sifat Allah, serta mengenal dirinya sendiri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 60 :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">MENGINGKARI QODAR</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">( KETENTUAN ALLAH TA’ALA )</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Ibnu Umar </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : “Demi Allah yang jiwa Ibnu Umar berada di tanganNya, seandainya<span>  </span>salah seorang memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu dia infakkan di jalan Allah, niscaya Allah tidak akan menerimanya, sebelum ia beriman kepada qadar (ketentuan Allah)”, dan Ibnu Umar menyitir sabda Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره &#8221; رواه مسلم.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Iman yaitu hendaklah engkau beriman kepada Allah, Malaikat MalaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir, dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya ” ( HR. Muslim ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan bahwa Ubadah Ibnu Shomit </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata kepada anaknya : “Hai anakku, sungguh kamu tidak akan bisa merasakan lezatnya iman sebelum kamu meyakini bahwa apa yang telah ditakdirkan menimpa dirimu pasti tidak akan meleset, dan apa yang telah ditakdirkan tidak menimpa dirimu pasti tidak akan menimpamu, aku telah<span>  </span>mendengar Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; إن أول ما خلق الله القلم, فقال له : اكتب، فقال : رب وماذا أكتب ؟ قال : اكتب مقادير كل شيء <span> </span>حتى تقوم الساعة &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan Allah adalah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya : “ tulislah”, maka pena itu menjawab : Ya Tuhanku, apa yang mesti aku tulis ?, Allah berfirman : “ Tulislah ketentuan segala sesuatu sampai datang hari kiamat ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>hai anakku, aku juga telah<span>  </span>mendengar Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; من مات على غير هذا فليس مني &#8220;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Barang siapa yang meninggal dunia tidak dalam keyakinan seperti ini, maka ia tidak tergolong ummatku ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dan dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; إن أول ما خلق الله تعالى القلم، فقال له : اكتب، فجرى في تلك الساعة بما هو كائن إلى يوم القيامة &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Sesungguhnya pertama kali yang diciptakan Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> adalah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya : “tulislah !”, maka ditulislah<span>  </span>apa yang terjadi sampai hari kiamat”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan oleh Ibnu Wahb bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; فمن لم يؤمن بالقدر خيره وشره أحرقه الله بالنار &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Maka barangsiapa yang tidak beriman kepada qadar ( ketentuan Allah ) baik dan buruknya, maka Allah pasti akan membakarnya dengan api neraka”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">Diriwayatkan dalam Musnad dan Sunan (</span><a name="_ftnref4" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn4"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[4]</span></span></span></a><span style="color:#c0c0c0;">), dari Ibnu Dailami ia berkata : “Aku datang kepada Ubay bin Kaab, kemudian aku katakan kepadanya : ‘Ada sesuatu keraguan dalam hatiku tentang masalah qadar, maka ceritakanlah<span>  </span>kepadaku tentang suatu hadits, dengan harapan semoga Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> menghilangkan keraguan itu dari hatiku”, maka ia berkata :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; لو أنفقت مثل جبل أحد ذهبا ما قبله الله منك حتى تؤمن بالقدر وتعلم أن ما أصابك لم يكن ليخطـئك، وما أخطأك لم يكن ليصيبك، ولو مت على غير هذا لكنت من أهل النار &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Seandainya kamu menginfakkan emas sebesar gunung uhud, Allah tidak akan menerimanya darimu, sebelum kamu beriman kepada qadar, dan kamu meyakini bahwa apa yang telah ditakdirkan mengenai dirimu pasti tidak akan meleset, dan apa yang telah ditakdirkan tidak mengenai dirimu pasti tidak akan menimpamu, dan jika kamu mati tidak dalam keyakinan seperti ini, pasti kamu menjadi penghuni<span>  </span>neraka.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Kata Ibnu Dailami selanjutnya : “Lalu aku mendatangi Abdullah bin Mas’ud, Hudzaifah bin Yaman dan Zaid bin Tsabit, semuanya mengucapkan kepadaku hadits yang sama dengan sabda Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> di atas.” ( HR. Al Hakim dan dinyatakan shoheh ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Keterangan tentang kewajiban beriman kepada qadar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Keterangan tentang cara beriman kepada qadar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Amal Ibadah seseorang sia-sia, jika tidak beriman kepada qadar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Disebutkan bahwa seseorang tidak akan merasakan iman sebelum<span>  </span>ia beriman kepada qadar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Penjelasan bahwa makhluk pertama yang diciptakan Allah yaitu pena.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">6-Diberitahukan dalam hadits bahwa – dengan perintah dari Allah -<span>  </span>menulis ketentuan ketentuan sampai hari kiamat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>7-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> menyatakan bahwa dirinya lepas dari orang yang tidak beriman kepada qadar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">8-Tradisi para ulama salaf dalam menghilangkan keraguan, yaitu dengan bertanya kepada ulama.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>9-Dan para ulama salaf memberikan jawaban yang dapat menghilangkan keraguannya tersebut, dengan hanya menuturkan hadits dari Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 61 :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“MUSHOWWIR”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">[PARA PERUPA MAKHLUK YANG BERNYAWA]</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; قال الله </span></span><span style="color:green;font-family:&#34;"><span><span style="color:#c0c0c0;">I</span></span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"> : ومن أظلم ممن ذهب يخلق كخلقي فليخلقوا ذرة، أو ليخلقوا حبة، أو ليخلقوا شعيرة &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> berfirman : “Dan tiada seseorang yang lebih dzolim dari pada orang yang bermaksud menciptakan ciptaan seperti ciptaanKu, oleh karena itu. Maka cobalah mereka menciptakan seekor semut kecil, atau sebutir biji-bijian, atau sebutir biji gandum”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Aisyah, RA bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; أشد الناس عذابا يوم القيامة الذين يضاهئون بخلق الله &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Manusia yang paling pedih siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang membuat penyerupaan dengan makhluk Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Sebagaimana riwayat Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas </span><span style="font-family:&#34;"><span>y</span></span><span> bahwa ia berkata : Aku<span>  </span>mendengar Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; كل مصور في النار، يجعل له بكل صورة صورها نفس يعذب بها في جهنم &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Setiap mushowwir (perupa) berada didalam neraka, dan setiap rupaka<span>  </span>yang dibuatnya diberi nafas untuk menyiksa dirinya dalam neraka jahannam”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> dalam hadits yang marfu’, Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; من صور صورة في الدنيا كلف أن ينفخ فيها الروح، وليس بنافخ &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Barangsiapa yang membuat rupaka di dunia, maka kelak (pada hari kiamat) ia akan dibebani untuk meniupkan ruh kedalam rupaka yang dibuatnya, namun ia tidak bisa meniupkannya”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Al Hayyaj, ia berkata : sesungguhnya Ali bin Abi Tholib </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata kepadaku :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; ألا أبعثك على ما بعثني عليه رسول الله </span></span><span style="color:green;font-family:&#34;"><span><span style="color:#c0c0c0;">r</span></span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"> أن لا تدع صورة إلا طمستها ولا قبرا مشرفا إلا سويته &#8220;.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Maukah kamu aku utus untuk suatu tugas sebagaimana Rasulullah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> mengutusku untuk tugas tersebut ? yaitu : janganlah kamu biarkan ada sebuah rupaka tanpa kamu musnahkan, dan janganlah kamu biarkan ada sebuah kuburan yang menonjol kecuali kamu ratakan.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Ancaman berat bagi para perupa makhluk yang bernyawa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Hal itu disebabkan karena tidak berlaku sopan santun kepada Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>, sebagaimana firman Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> : “Dan Tiada seseorang yang lebih dzolim dari pada orang yang menciptakan ciptaan seperti ciptaanKu”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Firman Allah : “Maka cobalah mereka ciptakan seekor semut kecil, atau sebutir biji bijian, atau sebutir biji gandum.”menunjukkan adanya kekuasaan Allah, dan kelemahan manusia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Ditegaskan dalam hadits bahwa para perupa adalah manusia yang peling pedih siksanya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Allah akan membuat roh untuk setiap rupaka yang dibuat guna menyiksa perupa tersebut dalam neraka jahannam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">6-Perupa akan dibebani untuk meniupkan roh ke dalam rupaka yang dibuatnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">7-Perintah untuk memusnahkan rupaka apabila menjumpainya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 62</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">LARANGAN BANYAK BERSUMPAH</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Firman Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> واحفظوا أيمانكم </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Dan jagalah sumpahmu …” ( QS. Al Maidah, 89 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Abu Hurairah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : “Aku mendengar Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" الحلف منفقة للسلعة ممحقة للكسب ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Sumpah itu dapat melariskan barang dagangan namun dapat mengahapus keberkahan usaha. ” ( HR. Bukhari dan Muslim ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dari Salman </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" ثلاثة لا يكلمهم الله ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم ؛ أشيمط زان، وعائل مستكبر، ورجل جعل الله بضاعته لا يشتري إلا بيمينه ولا يبيع إلى بيمينه " رواه الطبراني بسند صحيح.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Tiga orang yang mereka itu tidak diajak bicara dan tidak disucikan oleh Allah (pada hari kiamat), dan mereka menerima adzab yang pedih, yaitu :<span>  </span>orang yang sudah beruban (tua) yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, ia tidak membeli atau menjual kecuali dengan bersumpah ” (HR. Thabrani dengan sanad yang shaheh ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dalam shoheh Bukhari dan Muslim dari Imran bin Husain </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> ia berkata : Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" خير أمتي قرني ، ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم "، - قال عمران : فلا أدري أذكر بعد قرنه مرتين أو ثلاثا ؟ - " ثم إن بعدكم قوم يشهدون ولا يستشهدون، ويخونون ولا يؤتمنون، وينذرون ولا يوفون ويظهر فيهم السمن "</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Sebaik-baik umatku adalah mereka yang hidup pada masaku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya lagi” – Imran berkata : “Aku tidak ingat lagi apakah Rasulullah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> menyebutkan generasi setelah masa beliau dua kali atau tiga ?” – “ Kemudian akan ada setelah masa kalian orang-orang yang memberikan kesaksian sebelum ia diminta, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bernadzar tapi tidak memenuhi nadzarnya, dan badan mereka tampak gemuk gemuk ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan pula dalam shaheh Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Mas’ud </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" خير الناس قرني، ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم، ثم يجيء قوم تسبق شهادة أحدهم يمينه ويمينه شهادته ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidup pada masaku, kemudian generasi yang datang berikutnya, kemudian generasi yang datang berikutnya</span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span> </span>lagi, kemudian akan datang orang-orang<span>  </span>dimana diantara mereka kesaksianya mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Ibrahim (An Nakhoi) berkata : “Mereka memukuli kami karena kesaksian atau<span>  </span>sumpah (yang kami lakukan) ketika kami masih kecil”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Adanya wasiat dari Allah untuk menjaga sumpah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Penjelasan Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bahwa sumpah itu dapat melariskan<span>  </span>barang dagangan, tapi ia juga dapat menghapus keberkahan usaha itu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Ancaman berat bagi orang yang selalu bersumpah, baik ketika menjual atau membeli.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Peringatan bahwa dosa itu bisa menjadi besar walaupun faktor yang mendorong untuk melakukannya itu kecil (</span><a name="_ftnref5" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn5"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[5]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Larangan dan celaan bagi orang yang bersumpah tanpa diminta.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">6-Pujian Rasulullah untuk ketiga generasi atau keempat generasi (sebagaimana tersebut dalam suatu hadits), dan memberitakan apa yang akan terjadi selanjutnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">7-Larangan dan celaan bagi orang yang memberikan kesaksian tanpa diminta.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">8-Orang-orang salaf (terdahulu) memukul anak anak kecil karena memberikan kesaksian atau bersumpah </span><a name="_ftnref6" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn6"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[6]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 63 :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">PERJANJIAN DENGAN ALLAH DAN NABINYA</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Firman Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> وأوفوا بعهد الله إذا عاهدتم ولا تنقضوا الأيمان بعد توكيدها وقد جعلتم الله عليكم كفيلا إن الله يعلم ما تفعلون </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji, dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu sesudah mengukuhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. ” ( QS. An nahl, 91 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Buraidah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : “Apabila Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> mengangkat komandan pasukan perang atau batalyon, beliau menyampaikan pesan<span>  </span>kepadanya agar selalu bertakwa kepada Allah, dan berlaku baik kepada kaum muslimin yang bersamanya, kemudian beliau bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">" اغزوا باسم الله في سبيل الله، قاتلوا من كفر بالله، اغزوا ولا تغلوا، ولا تغدروا، ولا تمثلوا، ولا تقتلوا وليدا، وإذا لقيت عدوك من المشركين فادعهم إلى ثلاث خصال – أو خلال – فأيتهن ما أجابوك فاقبل منهم،</span><span lang="AR-YE"> </span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">وكف عنهم.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>“Seranglah mereka dengan “Asma’ Allah, demi di jalan Allah), perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, seranglah dan janganlah kamu menggelapkan harta rampasan perang, jangan menghianati perjanjian, jangan mencincang korban yang terbunuh, dan jangan membunuh anak-anak. Apabila kamu menjumpai musuh musuhmu dari kalangan orang-orang musyrik, maka ajaklah mereka kepada tiga hal : mana saja yang mereka setujui,<span>  </span>maka terimalah dan hentikanlah penyerangan terhadap mereka.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">ثم ادعهم إلى الإسلام، فإن أجابوك فاقبل منهم، ثم ادعهم إلى التحول من دارهم إلى دار المهاجرين، وأخبرهم إنهم إن فعلوا ذلك فلهم ما للمهاجرين، وعليهم ما على المهاجرين،</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Ajaklah mereka kepada agama islam;<span>  </span>jika mereka menerima maka terimalah mereka, kemudian ajaklah mereka berhijrah dari daerah mereka ke daerah orang-orang muhajirin, dan beritahu mereka jika mereka mau melakukannya maka bagi mereka hak dan kewajiban sama seperti hak dan kewajiban orang-orang muhajirin,</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">فإن أبوا أن يتحولوا منها فأخبرهم أنهم يكونون كأعراب المسلمين يجري عليهم حكم الله تعالى، ولا يكون لهم في الغنيمة والفيء شيء إلا أن يجاهدوا مع المسلمين،</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Tetapi, jika mereka menolak untuk berhijrah dari daerah mereka, maka beritahu mereka, bahwa mereka akan mendapat perlakuan seperti orang-orang badui dari kalangan Islam, berlaku bagi mereka hukum Allah, tetapi mereka tidak mendapatkan bagian dari hasil rampasan perang dan fai, kecuali jika mereka mau bergabung untuk berjihad dijalan Allah bersama orang-orang Islam.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">فإن هم أبوا فاسألهم الجزية، فإن هم أجابوك فاقبل منهم وكف عنهم، فإن هم أبوا فاستعن بالله وقاتلهم،</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">Dan jika mereka menolak hal tersebut, maka mintalah dari mereka jizyah</span><a name="_ftnref7" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn7"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[7]</span></span></span></a><span style="color:#c0c0c0;">, kalau mereka menerima maka terimalah dan hentikan penyerangan terhadap mereka. Tetapi jika semua itu ditolak maka mohonlah<span>  </span>pertolongan kepada<span>  </span>Allah dan perangilah mereka.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">وإذا حاصرت أهل حصن فأرادوك أن تجعل لهم ذمة الله وذمة نبيه، فلا تجعل لهم ذمة الله وذمة نبيه، ولكن اجعل لهم ذمتك وذمة أصحابك فإنكم أن تخفروا ذممكم وذمة أصحابكم أهون من أن تخفروا ذمة الله وذمة نبيه،</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Dan jika kamu telah mengepung kubu pertahanan mereka, kemudian mereka menghendaki darimu agar kamu membuat untuk mereka perjanjian Allah dan RasulNya, maka janganlah kamu buatkan untuk mereka perjanjian Allah dan RasulNya, akan tetapi buatlah untuk mereka perjanjian dirimu sendiri dan perjanjian sahabat-sahabatmu, karena sesungguhnya melanggar perjanjianmu sendiri dan sahabat sahabatmu itu lebih ringan resikonya dari pada melanggar perjanjian Allah dan RasulNya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">وإذا حاصرت أهل حصن فأرادوك أن تنـزلهم على حكم الله، فلا تنـزلهم على حكم الله، ولكن أنزلهم على حكمك فإنك لا تدري أتصيب فيهم حكم الله أم لا ؟ &#8221; رواه مسلم.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dan jika kamu telah mengepung kubu pertahanan musuhmu, kemudian mereka menghendaki agar kamu mengeluarkan mereka atas dasar hukum Allah, maka janganlah kamu mengeluarkan mereka atas dasar hukum Allah, tetapi keluarkanlah mereka atas dasar hukum yang kamu ijtihadkan, karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui apakah tindakanmu<span>  </span>sesuai dengan hukum Allah atau tidak ” ( HR. Muslim ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Perbedaan antara perjanjian Allah dan perjanjian NabiNya dengan perjanjian kaum muslimin.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Petunjuk Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> untuk memilih salah satu pilihan yang paling ringan resikonya dari dua pilihan yang ada.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Etika dalam berjihad, yaitu supaya menyeru dengan<span>  </span>mengucapkan “ bismillah fi sabilillah”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>4-Perintah untuk memerangi orang</span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">-</span><span>orang yang kafir kepada Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>5-Perintah untuk senantiasa memohon pertolongan Allah dalam memerangi orang</span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">-</span><span>orang kafir.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">6-Perbedaan antara hukum Allah dan<span>  </span>hukum hasil ijtihad para ulama.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">7-Disyariatkan bagi seorang komandan dalam kondisi yang diperlukan seperti yang tersebut dalam hadits, untuk berijtihad dalam menentukan hukum tertentu, walaupun ia tidak tahu apakah ijtihadnya sesuai dengan hukum Allah atau tidak ?.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 64</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">LARANGAN BERSUMPAH MENDAHULUI ALLAH</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Jundub bin Abdullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; قال رجل : والله لا يغفر الله لفلان، فقال الله </span></span><span style="color:green;font-family:&#34;"><span><span style="color:#c0c0c0;">U</span></span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"> : من ذا الذي يتألى علي أن لا أغفر لفلان ؟ إني قد غفرت له وأحبطت عملك &#8221; رواه مسلم.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Ada seorang laki-laki berkata : “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan, maka Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> berfirman : “siapa yang bersumpah mendahuluiKu, bahwa aku tidak mengampuni sifulan ? sungguh Aku telah mengampuniNya dan Aku telah menghapuskan amalmu” ( HR. Muslim ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Dan disebutkan dalam hadits riwayat Abi Hurairah </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa orang yang bersumpah demikian itu adalah orang yang ahli ibadah. Abu Hurairah berkata : “Ia telah mengucapkan suatu ucapan yang menghancurkan dunia dan akhiratnya.”( HR. Ahmad dan Abu Dawud )</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Peringatan untuk tidak bersumpah mendahului Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Hadits di atas menunjukkan bahwa neraka itu lebih dekat kepada seseorang dari pada tali sendal jepitnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">3-Begitu juga sorga.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Buktinya adalah apa yang telah dikatakan oleh Abu Hurairah di atas : “Ia telah mengucapkan perkataan yang membinasakan dunia dan akhiratNya”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Kadang-kadang seseorang mendapatkan ampunan dari Allah disebabkan karena adanya sesuatu yang ia benci.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 65</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">LARANGAN MENJADIKAN ALLAH SEBAGAI PERANTARA KEPADA MAKHLUKNYA</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dari Jubair bin Mut’im </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa ada seorang badui datang kepada Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> dengan mengatakan : “Ya Rasulullah, orang orang pada kehabisan tenaga, anak istri kelaparan, dan harta benda pada musnah, maka mintalah siraman hujan untuk kami kapada Rabbmu, sungguh kami menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu, dan kami menjadikanmu sebagai peranatara kepada Allah”. Maka Nabi bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; سبحان الله، سبحان الله &#8220;، فما زال يسبح حتى عرف ذلك في وجوه أصحابه، ثم قال</span></span><span style="color:green;" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">:&#8221; ويحك ! أتدري ما الله ؟ إن شأن الله أعظم من ذلك، إنه لا يستشفع بالله على أحد &#8221; وذكر الحديث. رواه أبو داود.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Maha suci Allah, maha suci Allah” – beliau masih terus bertasbih sampai nampak pada wajah para sahabat (perasaan takut<span>  </span>karena kamaranhan beliau ), kemudian beliau bersabda : “ Kasihanilah dirimu, tahukah kalian siapa Allah itu ? sungguh kedudukan Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> itu jauh lebih Agung dari pada yang demikian itu, sesungguhnya tidak dibenarkan Allah dijadikan sebagai perantara kepada siapapun dari makhlukNya. ” ( HR. Abu Daud ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>1-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> mengingkari seseorang yang mengatakan :“Kami menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> marah sekali ketika mendengar ucapan ini, dan bertasbih berkali kali, sehingga para sahabat merasa takut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>3-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> tidak mengingkari ucapan badui “kami menjadikanmu sebagai perantara kepada Allah”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">4-Penjelasan tentang makna sabda Rasul “Subhanallah” [yang artinya :<span>  </span>Maha Suci Allah].</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>5-Kaum muslimin menjadikan Rasulullah sebagai perantara [pada masa hidupnya] untuk memohon [kepada Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>] siraman hujan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 66</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>UPAYA RASULULLAH </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> DALAM MENJAGA KEMURNIAN<span>  </span>TAUHID, DAN MENUTUP SEMUA JALAN YANG MENUJU<span>  </span>KEPADA KEMUSYRIKAN</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Abdullah bin Asy Syikhkhir </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : “Ketika aku ikut pergi bersama suatu delegasi Bani Amir menemui Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span>, kami berkata :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">&#8221; أنت سيدنا، فقـال : السيد الله تبارك وتعالى، قلنا : وأفضلنا فضلا, وأعظمنا طولا، فقال :&#8221; قولوا بقولكم أو بعض قولكم ولا يستجرينكم الشيطان &#8221; رواه أبو داود بسند صحيح.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Engkau adalah sayyiduna ( tuan kami ), maka beliau bersabda :” Sayyid ( Tuan ) yang sebenarnya adalah Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>”, kemudian kami berkata : ‘Engkau adalah yang paling utama dan paling agung kebaikannya di antara kita. Beliau bersabda : “Ucapkanlah semua atau sebagaian kata-kata yang wajar bagi kalian, dan janganlah kalian terseret oleh syetan” ( HR. Abu Daud dengan sanad yang shoheh ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Dikatakan oleh Anas bin Malik </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa ada sebagian orang berkata :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">يا رسول الله، يا خيرنا وابن خيرنا، وسيدنا وابن سيدنا، فقال : يا أيها الناس، قولوا بقولكم ولا يستهوينكم الشيطان، أنا محمد، عبد الله ورسول الله، ما أحب أن ترفعوني فوق منـزلتي التي أنزلني الله </span><span style="font-family:&#34;"><span>U</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">. رواه النسائي بسند جيد.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Ya Rasulullah, wahai orang yang paling baik di antara kami, dan putra orang yang terbaik diantara kami, wahai tuan kami dan putra tuan kami”, maka Rasulullah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda : “Saudara-saudara sekalian ! ucapkanlah kata-kata yang wajar saja bagi kamu sekalian, dan janganlah sekali-kali kalian terbujuk oleh syetan. Aku adalah Muhammad, hamba Allah dan utusanNya, aku tidak senang kalian mengagungkanku melebihi kedudukanku yang telah diberikan kepadaku oleh Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>U</span></span><span>.” ( HR. An Nasai dengan sanad yang jayyid )</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Peringatan kepada para sahabat agar tidak bersikap berlebih lebihan terhadap beliau (</span><a name="_ftnref8" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn8"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[8]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">2-Orang yang dipanggil dengan panggilan “Engkau adalah tuan kami”<span>  </span>hendaknya ia menjawab : “Tuan yang sebenarnya adalah Allah.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>3-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> memperingatkan kepada para sahabat agar tidak terseret dan terbujuk oleh syetan, padahal mereka tidak mengatakan kecuali yang sebenarnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>4-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> (tidak menginginkan sanjungan dari para sahabat yang diatas kedudukan yang sebenarnya), dengan sabdanya : “Aku tidak senang kamu sekalian mengangkatku melebihi kedudukan (yang sebenarnya) yang telah diberikan kepadaku oleh Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>U</span></span><span>.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">BAB 67</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>[KEAGUNGAN DAN KEKUASAAN ALLAH </span><span style="font-family:&#34;"><span>U</span></span><span>]</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Firman Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>:</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> وما قدروا الله حق قدره والأرض جميعا قبضته يوم القيامة والسموات مطويات بيمينه سبحانه وتعالى عما يشركون </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Dan mereka ( orang-orang musyrik ) tidak mengagung agungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat, dan semua langit digulung dengan tangan kananNya. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari segala perbuatan syirik mereka. ”( QS. Az zumar 67 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Ibnu Mas’ud </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : “Salah seorang pendeta yahudi datang kepada Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> seraya berkata :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE">يا محمد، إنا نجد أن الله يجعل السموات على إصبع، والأرضين على إصبع، والشجر على إصبع، والماء على إصبع، والثرى على إصبع، وسائر الخلق على إصبع، فيقول :" أنا الملك، فضحك النبي </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> حتى بدت نواجذه تصديقا لقول الحبر، ثم قرأ :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Wahai Muhammad, sesungguhnya kami dapati ( dalam kitab suci kami ) bahwa Allah akan meletakkan langit di atas satu jari, pohon pohon di atas satu jari, air di atas satu jari, tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari, kemudian<span>  </span>Allah berfirman : “Akulah Penguasa (raja)”, maka Rasulullah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> tertawa sampai nampak gigi seri beliau, karena membenarkan ucapan pendeta yahudi itu, kemudian beliau membacakan firman Allah :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>]</span></span><span style="font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"> وما قدروا الله حق قدره والأرض جميعا قبضته يوم القيامة </span><span style="font-family:&#34;"><span>[</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Dan mereka ( orang-orang musyrik ) tidak mengagung-agungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya, padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari kiamat ”( QS. Az zumar 67 ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Dan dalam riwayat Imam Muslim terdapat tambahan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" والجبال والشجر على أصبع، ثم يهزهن فيقول : أنا الملك، أنا الله ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“ … gunung-gunung dan pohon-pohon di atas satu jari, kemudian digoncangkannya seraya berfirman : “Akulah penguasa, Akulah Allah.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">dan dalam riwayat Imam Bukhori dikatakan :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" يجعل السموات على إصبع، والماء والثرى على إصبع، وسائر الخلق على إصبع. أخرجاه</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“… Allah letakkan semua langit di atas satu jari, air serta tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari.” ( HR. Bukhori dan Muslim )</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" يطوي الله السموات يوم القيامة ثم يأخذهن بيده اليمنى، ثم يقول : أنا الملك، أين الجبارون ؟ أين المتكبرون ؟, ثم يطوي الأرضين السبع، ثم يأخذهن بشماله، ثم يقول : أنا الملك، أين الجبارون ؟ أين المتكبرون ؟ ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Allah akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari kiamat, lalu diambil dengan tangan kananNya, dan berfirman : “Akulah penguasa, mana orang-orang yang berlaku lalim ? mana orang orang yang sombong ?, kemudian Allah menggulung ketujuh lapis bumi, lalu diambil dengan tangan kiriNya dan berfirman : “Aku lah Penguasa, mana orang-orang yang berlaku lalim ?, mana orang-orang yang sombong ?”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Diriwayatkan dari Ibnu Abbas <span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span>, ia berkata :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" ما السموات السبع والأرضون السبع في كف الرحمن إلا كخردلة في يد أحدكم ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Tidaklah langit tujuh dan bumi tujuh di</span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Telapak Tangan Allah Ar Rahman, kecuali bagaikan sebutir biji sawi diletakkan di telapak tangan seseorang diantara kalian”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Ibnu Jarir berkata : “Yunus meriwayatkan kepadaku dari Ibnu Wahb, dari Ibnu Zaid, dari bapaknya ( Zaid bin Aslam ), ia berkata : Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" ما السموات السبع في الكرسي إلا كدراهم سبعة ألقيت في ترس "</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Ketujuh langit berada di Kursi, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham yang diletakkan di atas perisai ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>kemudian Ibnu Jarir berkata : “Dan Abu Dzar </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : ‘Aku mendengar Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" ما الكرسي في العرش إلا كحلقة من حديد ألقيت بين ظهري فلاة من الأرض ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">“Kursi yang berada di Arsy tiada lain hanyalah bagaikan sebuah gelang besi yang dibuang ditengah tengah padang pasir ”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> bahwa ia berkata :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">" بين السماء الدنيا والتي تليها خمسمائة عام، وبين كل سماء وسماء خمسمائة عام، وبين السماء السابعة والكرسي خمسمائة عام، وبين الكرسي والماء خمسمائة عام، والعرش فوق الماء، والله فوق العرش، لا يخفى عليه شيء من أعمالكم ".</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Antara langit yang paling bawah dengan yang berikutnya jaraknya 500 tahun, dan antara setiap langit jaraknya 500 tahun, antara langit yang ketujuh dan Kursi jaraknya 500 tahun, antara Kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun, sedang Arsy itu berada di atas samudra air itu, dan Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> berada di atas Arsy, tidak tersembunyi bagi Allah suatu apapun dari perbuatan kalian.” (HR. Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari Aisyah, dari Zarr, dari Abdullah bin Mas’ud )</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Atsar ini diriwayatkan dari berbagai macam jalan (jalur sanad), demikian yang dikatakan oleh imam Ad Dzahabi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Al Abbas bin Abdul Mutholib </span><span style="font-family:&#34;"><span>t</span></span><span> berkata : Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> bersabda :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="color:#c0c0c0;">" هل تدرون كم بين السماء والأرض ؟ "، قلنا : الله ورسوله أعلم, قال : "بينهما مسيرة حمسمائة سنة، ومن كل سماء إلى سماء مسيرة خمسمائة سنة، وكثف كل سماء مسيرة خمسمائة سنة، وبين السماء السابعة والعرش بحر بين أسفله وأعلاه كما بين السماء والأرض، والله </span></span><span style="color:green;font-family:&#34;"><span><span style="color:#c0c0c0;">U</span></span></span><span style="color:green;font-family:&#34;" dir="rtl" lang="AR-YE"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"> فوق ذلك، وليس يخفى عليه شيء من أعمال بني آدم " أخرجه أبو دود وغيره.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">“Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bumi ? ”, kami menjawab : “Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui”,<span>  </span>beliau bersabda : “Antara langit dan bumi itu jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara langit yang satu dengan yang lain jaraknya perjalanan 500 tahun, sedangkan tebalnya setiap langit adalah<span>  </span>perjalanan 500 tahun, antara langit yang ketujuh dengan Arsy ada samudra, dan antara dasar samudra dengan permukaanya seperti jarak antara langit dengan bumi, dan Allah </span></span><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> di atas itu semua, dan tiada yang tersembunyi bagiNya sesuatu apapun dari perbuatan anak keturunan Adam” ( HR. Abu Daud dan ahli hadits yang lain ).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">Kandungan bab ini :</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;">1-Penjelasan tentang ayat yang tersebut di atas (</span><a name="_ftnref9" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftn9"><span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[9]</span></span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">).</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>2-Pengetahuan tentang sifat-sifat Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>, sebagaimana yang terkandung dalam hadits pertama, masih dikenal dikalangan<span>  </span>orang-orang yahudi yang hidup pada masa Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span>, mereka tidak mengingkarinya dan tidak menafsirkannya dengan penafsiran yang menyimpang dari kebenaran.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>3-Ketika pendeta Yahudi menyebutkan tentang pengetahuan tersebut kepada Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span>, beliau membenarkannya, dan turunlah ayat Al Qur’an menegaskannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>4-Rasulullah </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> tersenyum ketika mendengar pengetahuan yang agung ini disebutkan oleh pendeta yahudi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">5-Disebutkan dengan tegas dalam hadits ini adanya dua tangan bagi Allah, dan bahwa seluruh langit itu diletakkan di tangan kananNya, dan seluruh bumi diletakkan di tangan yang lain pada hari kiamat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">6-Dinyatakan dalam hadits bahwa tangan yang lain itu adalah tangan kiriNya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">7-Disebutkan dalam hadits keadaan orang-orang yang berlaku lalim, dan berlaku sombong pada hari kiamat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">8-Dijelaskan bahwa seluruh langit dan bumi ditelapak tangan Allah itu bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di tangan seseorang.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">9-Kursi itu lebih besar dari pada langit.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">10-Arsy itu lebih besar dari pada Kursi.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">11-Arsy itu bukanlah Kursi, dan bukanlah samudra air.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">12-Jarak antara langit yang satu dengan langit yang lainnya perjalanan 500 tahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">13-Jarak antara langit yang ketujuh dengan Kursi perjalanan 500 tahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">14-Jarak antara Kursi dan samudra perjalanan 500 tahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">15-Arsy sebagaimana dinyatakan dalam hadits, berada di atas samudra tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>16-Allah </span><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span> berada di atas Arsy.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">17-Jarak antara langit dan bumi itu perjalanan 500 tahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">18-Tebal masing-masing langit itu perjalanan 500 tahun.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;">19-Samudra yang berada di atas seluruh langit itu, antara dasar dengan permukaannya, jauhnya perjalanan 500 tahun, dan hanya Allah lah yang maha mengetahui.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:green;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>Segala Puji hanya milik Allah semata, Rabb sekalian alam, semoga sholawat serta salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad </span><span style="font-family:&#34;"><span>r</span></span><span> , keluarganya serta para sahabatnya.</span></span></span></p>
<div><span style="color:#c0c0c0;"></p>
<hr size="1" /></span></div>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn1" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1"></a><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-size:x-small;"><span>(</span><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[1]</span></span></span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span> )<span>   </span>Kedua ayat di atas menunjukkan adanya larangan untuk mengucapkan kata “seandainya” atau “andaikata” dalam hal hal yang telah ditakdirkan oleh Allah terjadi, dan ucapan demikian termasuk sifat sifat orang munafik; juga menunjukkan bahwa konsekwensi iman ialah pasrah dan ridha kepada takdir Allah, serta rasa khawatir seseorang tidak akan dapat menyelamatkan dirinya dari takdir tersebut.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn2" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2"></a><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-size:x-small;"><span>(</span><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[2]</span></span></span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span> )<span>   </span>Ayat pertama menunjukkan bahwa barangsiapa yang berprasangka bahwa Allah akan memberikan kemenangan yang terus menerus kepada kebatilan, disertai dengan lenyapnya kebenaran, maka dia telah berprasangka yang tidak benar kepada Allah dan prasangka ini adalah prasangka orang orang jahiliyah; menunjukkan pula bahwa segala sesuatu itu ada di Tangan Allah, terjadi dengan qadha dan qadarNya serta pasti ada hikmahnya; dan menunjukkan bahwa berbaik sangka kepada Allah adalah termasuk kewajiban tauhid.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn3" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref3"></a><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-size:x-small;"><span>(</span><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[3]</span></span></span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span> )<span>   </span>Ayat kedua menunjukkan kewajiban berbaik sangka kepada Allah dan larangan berprasangka buruk kepadaNya; dan menunjukkan bahwa prasangka buruk kepada Allah adalah perbuatan orang orang munafik dan musyrik yang mendapat ancaman siksa yang sangat keras.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn4" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref4"></a><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[4]</span></span></span></span> )<span>   </span>Musnad di sini maksudnya adalah kitab dikoleksi hadits yang disusun oleh Imam Ahmad. Dan sunan maksudnya ialah kitab koleksi hadits yang disusun oleh Abu dawud dan Ibnu majah.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn5" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref5"></a><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-size:x-small;"><span>(</span><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[5]</span></span></span></span></span></span><span><span style="font-size:x-small;"> )<span>   </span>Seperti orang yang sudah beruban (tua) yang berzina, atau orang melarat yang congkak, semestinya mereka tidak melakukan perbuatan dosa ini, karena faktor yang mendorong<span>  </span>mereka untuk berbuat demikian adalah lemah atau kecil.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn6" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref6"></a><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span>(<span class="MsoFootnoteReference"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[6]</span></span></span></span> )<span>   </span>Hal tersebut dilakukan oleh orang-orang salaf untuk mendidik anak anak agar tidak gampang bersaksi dan menyatakan sumpah, yang akhirnya akan menjadi suatu kebiasaan; kalau sudah menjadi kebiasaan, dengan ringan ia akan bersaksi atau bersumpah sampai dalam masalah yang tidak patut baginya untuk bersumpah. Dan banyak bersumpah itu dilarang, karena perbuatan ini menunjukkan suatu sikap meremehkan dan tidak mengagungkan nama Allah.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><a name="_ftn7" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="color:green;"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><span style="color:#c0c0c0;">[7]</span></span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#c0c0c0;"><span> </span>) jizyah adalah uang yang diambil dari orang-orang kafir sebagai tanda ketundukan mereka kepada negara Islam dan sebagai ganti perlindungan Negara Islam atas jiwa dan harta mereka ( muroji’)</span></span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn8" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref8"></a><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-size:x-small;"><span>(</span><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[8]</span></span></span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span> )<span>   </span>Bab ini menunjukkan bahwa tauhid tidak akan sempurna dan murni, kecuali dengan menghindarkan diri dari setiap ucapan yang menjurus kepda perlakuan yang berlebih lebihan terhadap makhluk, karena dikhawatirkan akan menyeret ke dalam kemusyrikan.</span></span></span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><a name="_ftn9" href="http://anshorulloh.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref9"></a><span style="color:#c0c0c0;"><span style="font-size:x-small;"><span>(</span><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[9]</span></span></span></span></span></span><span><span style="font-size:x-small;"> )<span>   </span>Ayat ini menunjukkan keagungan dan kebesaran Allah </span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:&#34;"><span>I</span></span><span>, dan kecilNya seluruh makhluk dibandingkan dengan Nya; menunjukkan pula bahwa siapa yang berbuat syirik, berarti tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar benarnya.</span></span></span></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kitab tauhid]]></title>
<link>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/05/kitab-tauhid-2/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 22:16:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>adikamianoki</dc:creator>
<guid>http://adikamianoki.wordpress.com/2009/11/05/kitab-tauhid-2/</guid>
<description><![CDATA[PENGANTAR PENULIS KITAB TAUHID, sebuah karya monumental karya Syaikh Muhammad At Tamimi –rohimahullo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>PENGANTAR PENULIS</strong></p>
<p>KITAB TAUHID, sebuah karya monumental karya Syaikh Muhammad At Tamimi –<em>rohimahulloh</em>-, sebuah kitab yang banyak mendapatkan pujian baik oleh kawan maupun lawan. Kitab yang banyak disanjung oleh para ulama. Tidak ada pesantren islam yang menisbatkan kepada dakwah <em>ahlus sunnah wal jama’ah</em> kecuali pasti membahas kitab ini. Tidak ketinggalan para ulama pun membahas dan mengulang-ulang kitab ini  (diantaranya adalah Syaikh Sholeh ‘Alu Syaikh, Syaikh ‘Utsaimn, dll).</p>
<p>Pada kesempatan selanjutnya, insyaAlloh kita kan membahsa kitab ini, mempelajari bab demi bab. Materi yang kami sampaikan banyak mengambil faedah dari kajian kitab Tauhid yang diajarkan oleh ustadz kami Abu ‘Isa ‘Abdulloh bin Salam -<em> hafidzahulloh</em>-. Penulis berkeempatan untuk berguru langsung kepada beliau bersama beberapa ikhwahpada tahun 2004-2005 menyelesaikan kitab <em>Al Jadiid fii Syarhi Kitabi Tauhiid</em> karangan  Syaikh Muhammad bin ‘Abdil ‘Aziiz Sulaiman Al Qor’awi <em>-hafidzahulloh-</em>, juga dari dauroh-dauroh kitab tauhid yang pernah diadakan di Masjid Pogung Raya pada saat liburan semester. Penulis juga berkesempatan untuk mengulang kembali pelajaran kitab tauhid bersama beliau di kajian warga Jamilurrohman membahas kitab <em>Al Mulakhos fii Syarhi Kitabi Tauhiid</em> karangan Syaikh Sholeh Fauzan <em>–hafidzahulloh-. </em>Dalam menyusun tulisan ini, kami juga merujuk ke kitab-kitab syarah yang ditulis oleh para ulama terhadap kitab tauhid dan kitab-kitab lain yang relevan dengan pembahasan yang sedang dibahas.</p>
<p>Para pembaca yang budiman, tidak diragukan lagi bahwa kitab tauhid karya Syaikh Muhammad At Tamimi memiliki keistimewaan, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Penulisnya adalah Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab At Tamimi <em>–rohimahulloh-</em>, seorang <em>mujaddid</em> dan imam dakwah di zamanya.</li>
<li>Kitab ini berlandaskan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman salafus sholeh.</li>
<li>Kitab ini merupakan kitab yang paling bagus yanag membahas tentang permasalahan tauhid</li>
<li>Kitab ini memuat hampir semua permasalahan tauhid.</li>
<li>Kitab ini merupakan kitab dakwah, karena ditulis berdasarkan kebutuhan manusia terhadap dakwah tauhid.</li>
<li>Kitab in mneyerupai Shahih Bukhori dalam metode penyusunan kitab.</li>
<li>Kitab ini diterima oleh seluruh umat, sejak pada zaman penulisnya sampai sekarang, kecuali oleh orang-orang yang menyelisishi jalannya orang mukmin.</li>
<li>Pembahasan dalam kitab ini merupakan pemabhasan yang paling agung, yaitu tentang tauhid.</li>
</ol>
<p>(Penjelasan Ustadz Abu ‘Isa <em>–hafidzahulloh-</em> dalam kajian warga Jamilurrohman).</p>
<p>Syaikh Sholeh ‘Alu Syaikh <em>–hafidzahulloh- </em>menjelaskan :” Kitab Tauhid merupakan kitab yang sangat agung, ulama ahli tauhid bersepakat bahwa belum ada kitab yanag membahas permasalahan tauhid semisal kitab ini. Kitab ini merupakan satu kitab yang tidak ada duanya dalam bab tauhid. Belum pernah disusun kitab yang seperti ini karena penulisnya menempuh metode dalam penulisan kitab ini dengan menjelaskan permasalahan tentang tauhid ibadah dan segala sesuatu yang berlawanan dengan tauhid tersebut, baik yang berlawanan dengan asasnya ataupun yang menyeslisihi kesempurnaannya. Keistimewaan kitab in adalah penyusunan bab-bab tauhid ibadah secara terpisah serta adanya pemisahan, pembuatan urutan, serta pembuatan bab tentang permasalahan tauhid.. Belum pernah terdapat ulama sebelumnya yang membuat hal tersebut. Kebutuhan penuntut ilmu terhadap kitab ini dan mengetahui maknanya sangat penting karena di dalamnya terkandung  ayat, hadist, dan faedah-faedah ( <em>At Tamhiid li Syarhi Kitabi Tauhiid</em>)</p>
<p>Syaikh ‘Abdurrohman bin Hasan Alu Syaikh <em>–rohimahulloh- </em>mengatakan : “Kitab Tauhid yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab – semoga Alloh membalasnya dengan pahala dan mengampuninya serta orang-orang yang menerima dakwah beliau sampai <em>yaumul hisab</em>- mengandung makna-makna yang indah tentang penjabaran tauhid dengan penjelasanya,. Penulisnya telah mengumpulkan dalil-dalil untuk menjelaskannya, sehingga dapat menjadi ilmu bagi orang-orang yang bertauhid dan hujjah terhadap orang-orang yang menyimpang dari tauhid. Banyak orang yang mengambil manfaat dari kitab beliau ini. (<em>Fathul Majiid</em>).</p>
<p>Semoga Alloh Ta’ala memudahkan kami untuk menulis penjelasan tentang kitab tauhid yang kami ambil dari penjelasan para ulama dan bimbingan dari guru-guru kami.</p>
<p>Ponpes Jamilurrohman, Jumat tengah malam, 4 Dzulqo’dah 1430 H/23 Oktober 2009.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
