<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>koma &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/koma/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "koma"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 04:12:12 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Lahir Kembali Setelah Koma Selama 23 Tahun !]]></title>
<link>http://faktamorgana.wordpress.com/2009/12/26/lahir-kembali-setelah-koma-selama-23-tahun/</link>
<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 11:17:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>faktamorgana</dc:creator>
<guid>http://faktamorgana.wordpress.com/2009/12/26/lahir-kembali-setelah-koma-selama-23-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Rom Houben, sadar kembali setelah 23 mengalami koma BRUSSELS &#8211; Dengan pengasuh memegang tangan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://d.yimg.com/a/p/ap/20091124/capt.a0760c57a380447d86edc151b67799f2.aptopix_belgium_coma_recovery_yl101.jpg?x=400&#38;y=295&#38;q=85&#38;sig=9TzMEaj1bHNDjuuBQTjDJQ--"><img alt="" src="http://d.yimg.com/a/p/ap/20091124/capt.a0760c57a380447d86edc151b67799f2.aptopix_belgium_coma_recovery_yl101.jpg?x=400&#38;y=295&#38;q=85&#38;sig=9TzMEaj1bHNDjuuBQTjDJQ--" title="Rom Houben" width="400" height="295" /></a><p class="wp-caption-text">Rom Houben, sadar kembali setelah 23 mengalami koma</p></div>
<p>BRUSSELS &#8211; Dengan pengasuh memegang tangannya, seorang pria Belgia yang didiagnosis koma selama 23 tahun mengetik pesan hari Selasa bahwa dia merasa seperti dilahirkan kembali setelah puluhan tahun kesepian dan frustrasi.</p>
<p>Sebuah bioethicist terkemuka, Namun, skeptisisme menyatakan bahwa orang itu benar-benar berkomunikasi sendiri.</p>
<p>Korban kecelakaan mobil &#8211; Rom Houben didiagnosis berada dalam keadaan vegetatif tetapi tampaknya telah sadar sepanjang waktu, dokter di sini mengatakan. Seorang pakar menggunakan jenis khusus dari scan otak yang tidak tersedia pada 1980-an mengatakan ia akhirnya menyadari Houben sadar dan memberikan kepadanya dengan peralatan untuk berkomunikasi.</p>
<p>Dibantu oleh seorang ahli terapi bicara yang cepat menggerakkan jari huruf demi huruf sepanjang layar sentuh keyboard, Houben kepada AP Television News bahwa tahun menjadi tidak mampu bergerak atau berkomunikasi membuatnya merasa &#8220;sendirian, kesepian, frustrasi, tetapi juga diberkati dengan keluarga saya .</p>
<p>Terapis, Linda Wouters, APTN mengatakan bahwa dia bisa merasakan Houben membimbing tangannya dengan tekanan lembut dari jari-jarinya, dan bahwa dia merasa dirinya keberatan ketika ia menggerakkan tangannya ke arah surat yang salah.</p>
<p>&#8220;Itu sangat menjengkelkan ketika keluarga saya membutuhkan saya. Aku tidak bisa berbagi dalam kesedihan mereka. Kami tidak bisa saling memberikan dukungan,&#8221; Houben menulis selama wawancara di &#8216;t Weyerke lembaga di timur Belgia.</p>
<p>&#8220;Coba bayangkan. Anda mendengar, melihat, merasakan dan berpikir, tapi tak seorang pun dapat melihatnya. Anda mengalami banyak hal. Anda tidak dapat berpartisipasi dalam hidup.&#8221;</p>
<p>Arthur Caplan, seorang profesor bioetika di University of Pennsylvania, mengatakan ia ragu-ragu terhadap kemampuan Houben untuk berkomunikasi setelah melihat video dari tangannya yang bergerak sepanjang keyboard.</p>
<p>&#8220;Itu disebut &#8216;difasilitasi komunikasi,&#8217;&#8221; kata Caplan. &#8220;Itu papan Ouija. Itu didiskreditkan waktu dan waktu lagi. Ketika orang melihat itu, biasanya orang yang melakukan hal yang menunjuk siapa yang melakukan pesan, bukan orang yang mereka mengklaim bahwa mereka sedang membantu.&#8221;</p>
<p>Caplan juga mengatakan pernyataan Houben diduga dibuat dengan komputer kelihatannya tidak wajar bagi seseorang dengan cedera yang mendalam dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi selama beberapa dekade.</p>
<p>Ditanya bagaimana perasaannya ketika kesadaran itu ditemukan, Houben menanggapi melalui ajudan bahwa: &#8220;Saya terutama merasa lega. Akhirnya dapat menunjukkan bahwa saya memang di sana.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sama seperti dengan bayi, hal itu terjadi dengan banyak tersandung,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Dokter yang menemukan kesalahan diagnosis Houben mengatakan bahwa dia kembali mengkaji lusinan kasus lainnya.</p>
<p>Dr Steven Laureys mengatakan ia telah menemukan beberapa tingkat kesadaran menggunakan peralatan state-of-the-art di pasien lain, namun tidak akan mengatakan berapa banyak. Dia melihat sekitar 50 kasus dari seluruh dunia dalam setahun, namun tidak ada yang ekstrem seperti yang dilakukan oleh Rom Houben, yang sepenuhnya sadar di dalam tubuh yang lumpuh. Banyak perbedaan halus antara keadaan vegetatif dan minimal kesadaran.</p>
<p>Dia mengatakan pada hari Selasa bahwa: &#8220;Sangat sulit untuk membedakannya.&#8221;</p>
<p>Studinya menunjukkan bahwa sekitar 40 persen pasien dengan gangguan kesadaran diberikan salah diagnosis vegetatif.</p>
<p>&#8220;Ini jelas tidak bisa diterima. Ini adalah empat kali dari sepuluh yang mereka pikir pasien dalam kondisi vegetatif, tetapi pada kenyataannya ia minimal sadar,&#8221; kata Laureys.</p>
<p>Pasien dari Eropa dan di seluruh dunia dibawa ke pusatnya di Liege untuk pendapat kedua melalui dan PET scan, MRI dan baterai tes lainnya selama penilaian ulang selama seminggu.</p>
<p>&#8220;Kadang-kadang pasien terbang dan semua ini ada harapan. Tapi setelah tes kita harus memastikan mereka adalah kasus yang berlawanan dari Rom dan bahwa tidak ada kesalahan,&#8221; kata Laureys. &#8220;Tapi itu juga membantu keluarga menerima kenyataan.&#8221;</p>
<p>Di Belgia saja ada sekitar 350 pasien yang didiagnosis dalam keadaan vegetatif, katanya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terbata-bata Mengeja Cinta]]></title>
<link>http://akuhayu.wordpress.com/2009/12/09/terbata-bata-mengeja-cinta/</link>
<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 13:41:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>akuhayu</dc:creator>
<guid>http://akuhayu.wordpress.com/2009/12/09/terbata-bata-mengeja-cinta/</guid>
<description><![CDATA[Ingatkah saat pertama, Kita belajar mengenal aksara Kita begitu bersemangat, Tak sabar menunggu seko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ingatkah saat pertama,<br />
Kita belajar mengenal aksara<br />
Kita begitu bersemangat,<br />
Tak sabar menunggu sekolah esok pagi,<br />
Bahkan ketika pelajaran hari ini belum juga dimulai..</p>
<p>Ingatkah kala pertama,<br />
Kita belajar menghafal bahasa<br />
Kita tak pernah ragu,<br />
Selalu percaya tata kalimat dan tanda baca,<br />
Meski salah ketik kerap datang sebelum salah makna..</p>
<p>Tapi kini,<br />
Saat kita telah dewasa dan menua<br />
Kita justru terbata-bata mengeja cinta..</p>
<p>(Yogyakarta, 12 Agustus 09)<br />
-Hayu-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Minimum Men - Der Beginn 29.11.2009, Fortsetzung 30.11.2009]]></title>
<link>http://fernvoneuropa.wordpress.com/2009/11/29/the-minimum-men-der-beginn-29-11-2009/</link>
<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 18:25:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>wwlinde</dc:creator>
<guid>http://fernvoneuropa.wordpress.com/2009/11/29/the-minimum-men-der-beginn-29-11-2009/</guid>
<description><![CDATA[1. Die Junisonne strahlte über dem wolkenlosen Himmel. Plötzlich – ein Blitz. Eine Feuerzunge lichte]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>1.<br />
Die Junisonne strahlte über dem wolkenlosen Himmel.<br />
Plötzlich – ein Blitz. Eine Feuerzunge lichtete sich in die Gasse, schien sich entlang der Häuserfront zu verirren, knallte in eine Türe.<br />
Prasseln von brennendem Holz. Ein Schrei: Feuer.<br />
Es kam vom Himmel, sagte Hölderlin.</p>
<p> Er hatte gemalt, als das Feuer vom Himmel auf die Altstadthäuser von Innsbruck fiel.<br />
Und wieder, fassungsloser, leiser: Es kam vom Himmel. –</p>
<p>Hölderlin rannte zum Haus, in dem er wohnte.</p>
<p>Er hetzte die Treppe hoch. Auf der Suche nach seiner Frau.  Er wohnte mit ihr im vierten Stock.</p>
<p>Aber alles schien ihm fremd, so, als hätte er alles noch  nie gesehen und nicht seit 20 Jahren dort gewohnt.</p>
<p>Alles war fremd. Eine andere Welt. Eine Welt mit Schreien. Eine Welt, die geprägt war von Schemen, Unwirklichkeiten, die wie durch einen gemalten Schleier sichtbar zu werden begannen.</p>
<p>Alles weg, jede Erinnerung, jedes Erkennen, jede Geschichte, die er einmal gehört hatte.</p>
<p>Jedes Menschenschicksal, von dem er sich vorgenommen hatte, sie alle niederzuschreiben, wenn er mit dem Malen seiner Straßenbilder fertig geworden war.</p>
<p>Er hetzte die Stufen hoch.</p>
<p>Ich werde alles aufschreiben, laut hinausschreien, dass es im Universum hörbar wird, dachte er.</p>
<p>Doch sein Schrei erstickte . . .–</p>
<p>2.</p>
<p>Das Erste, was brannte, war die Stiege.</p>
<p>Holz aus Jahrzehnten flammte plötzlich auf.</p>
<p>Es prasselte wie heimeliges Kaminfeuer. Funken sprühten, wehten sich über die vier Stockwerke, senkten sich in die Ritzen, glommen weiter, bis ein Luftzug sie aufflammen ließ.</p>
<p>Rauch stieg auf, zerfetzte zu Rauchgesichtern, die Menschenbildern glichen.</p>
<p>Gesichter, dachte Hölderlin. Und: Fratzen.</p>
<p>Ich ertrage die Gesichter nicht, die aus dem Raum sichtbar werden, dachte er.</p>
<p>Dann tauchte er ein in eine Brennlinie, der Rauch knebelte den Atem, die Flammen versperrten alle Wege.</p>
<p>Von der Decke löste sich ein Holzbalken.</p>
<p>Hölderlin versuchte sich weg zu ducken. Vergebens. </p>
<p>Rauch, Schwärze, Feuer, Atemknebel, Hitze.</p>
<p>Es ist das Fegefeuer – das war Hölderlins letzter Gedanke.</p>
<p>Dann kam Dunkelheit, Licht, abwechselnd wie in Filmkadern, Blitze, die in die Augen schlugen.</p>
<p>Es ist das Ende. So muss das Ende sein. So, genau so.</p>
<p>Hölderlin spürte den Druck auf und in seinem Kopf. Amen, sagte er. Nicht wissend, ob ihn jemand hörte. –</p>
<p>Der ist bewusstlos. Der lebt nicht mehr. Die Sanitäter übergaben den Unbekannten aus dem abgebrannten Haus den Ärzten.</p>
<p>Koma, war die Diagnose, Koma, mit nur wenig Chancen auf Erwachen.</p>
<p>Aber wir warten ab, entschied der Chefarzt der Internen Abteilung gemeinsam mit den Neurologen.</p>
<p>Wir warten ab.</p>
<p>Hölderlin hatte jedes Wort verstanden, aber er vermochte weder etwas zu sagen noch sich zu bewegen.</p>
<p>Wir warten ab. Wie ein gellender Schrei aus der Ferne, obwohl die Wörter ganz ruhig gesprochen waren.</p>
<p>Wir warten ab.</p>
<p>3.</p>
<p>Es wurde Dunkelheit.</p>
<p>Einsamkeit war geworden.</p>
<p>Die Schuppen fielen von den Augen.</p>
<p>Sie deckten die Erinnerungen zu.</p>
<p>Wenn die Träume auf die Antworten des Lebens warten, ist Vergänglichkeit, dachte Hölderlin.</p>
<p>Ausgestreckt liegen auf dem Lager.</p>
<p>Bewegungslos.</p>
<p>Eine Decke über mich gebreitet.</p>
<p>Die Decke des Zimmers als sichtbares Zeichen des Raumes.</p>
<p>Sonst nichts.</p>
<p>Nur Stimmen, seit Jahren.</p>
<p>Immer andere Sätze.</p>
<p>Irgendwo gesprochen.</p>
<p>Aus dem Radio, dem Relikt der Altzeit, wie er sich immer leise flüsterte. Obwohl er nicht sprechen konnte, schien ihm das Flüstern Wirklichkeit.</p>
<p>Obwohl mich keiner hört. Keiner die Bewegungen der Lippen bemerkt.</p>
<p>Altzeit.</p>
<p>Altzeit.</p>
<p>Und wieder: Altzeit.</p>
<p>Stimmen, die sprachen.</p>
<p>Sätze im Kopf.</p>
<p>Satz-Erinnerungen. Mehr nicht.</p>
<p>Gestern starb der Abt des Klosters.</p>
<p>Er hatte den Satz irgendwann von irgendwoher gehört.</p>
<p>Wer ihn sprach?</p>
<p>Er starrte die Decke an.</p>
<p>Manchmal wehte Staub auf sein Gesicht, wenn der Wind gegen die Mauer des Hauses wehte.</p>
<p>Und die Decke beben ließ.</p>
<p>Das Gesicht wurde von Staub bedeckt.</p>
<p>Sein Gesicht, das er nie gesehen hatte.</p>
<p>Man wird sich unbekannt gemacht, dachte er, ständig den Gedanken wiederholend, in Zeitabständen, deren Dauer er nicht wusste.</p>
<p>Sein staubbdecktes Gesicht, nie gesehen, nie geahnt. Der Abt, der starb. Irgendwann.</p>
<p>Unbekannt das Antlitz.</p>
<p>Unbekannt der Leben.</p>
<p>Unerkannt man selbst.</p>
<p>Spürbar vielleicht.</p>
<p>In Schmerzschüben.</p>
<p>Mehr nicht.</p>
<p>Manchmal wanderte er im Traum.</p>
<p>In einen dunklen Raum, der von einer Decke, wie er sie sah, begrenzt war.</p>
<p>Er wusste nicht, was links oder rechts von ihm war.</p>
<p>Bewegungslosigkeit war geworden.</p>
<p>Nur Ahnung war da, dass es so etwas wie Bewegung geben musste.</p>
<p>Denn er hörte auch dann und wann wiederkehrende Stimmen, die eines Mannes und einer Frau, die von Bewegung sprachen.</p>
<p>Neigen sie den Kopf, greifen sie mit den Armen zum Nacken, beugen sie die Knie.</p>
<p>Es blieb nur der Gedanke, dass es möglich sein musste.</p>
<p>Denn er lag da und konnte sich nicht bewegen.</p>
<p>Starrheit war geworden.</p>
<p>Der Körper der Frau war starr, als ihn die Kriminalbeamten fanden, nachdem sie die Wohnung geöffnet hatten, &#8211; auch diesen Satz hatte er gehört.</p>
<p>Von irgendwoher.</p>
<p>Aus dem Niemandsland des Denkens.</p>
<p>Er lag da.</p>
<p>Nur manchmal spürte er, wie die Haut auf seinen Knochen rieb, aber das Spüren war mehr ein Ahnen von Belastung.</p>
<p>Die Folge war ein Brennen im Kopf.</p>
<p>Und die Geschichten kamen wieder. Nur im Denken, nicht im Sprechen.</p>
<p>Gedachte Geschichten, täglich erlebt, wie ein Lebensbuch eingeritzt in Erinnerungen, kehrten wieder.</p>
<p>Werden und Vergehen.</p>
<p>Hölderlin lag regungslos.</p>
<p>Die geschenkten Leben, für sich und die anderen. In dieser Weltklinik meiner Gedanken. Wörter, die sich aneinanderreihen, ohne je gesprochen zu werden. Bewegungslos die Lippen, bewegungslos die Augenlider, ständig den Blick gerade aus, jeden Schatten und jede Bewegung oberhalb wahrnehmend, wie in einem großen Bild, das links und rechts und oben und unten begrenzt ist.</p>
<p>Das Atmen ist schwierig geworden, in diesen Zeiten. Es herrschen die Knebel des Zeitgeistes.</p>
<p>Was bleibt, sind die Erinnerungen. Erinnerungen an Wahrheiten. Erinnerungen an Vorkommnisse, durch die ich durch Beobachtungen Kenntnis erhielt. Oder Begebenheiten, die ich geschildert bekam.</p>
<p>Manchmal blieben die Menschen stehen und schauten mir beim Malen zu, lachten, kritisierten die Linien und Farben, weil sie nicht mit der Postkartenwirklichkeit übereinstimmten.</p>
<p>Und manchmal kam ein Mädchen, zehn, vielleicht elf Jahre alt, ich habe sie nie gefragt, wie alt sie ist, aber sie stand da und starrte auf meine Leinwand und wie die Farben zu einem Bild wurde, die Linien zu Perspektiven und die Schemen zu Personen, die sich auf der Straße zwischen den Häuserfronten bewegten.</p>
<p>Hölderlin erinnerte sich an ihre Geschichte und mit einem Mal verspürte er eine Regung, die er früher als Traurigkeit bezeichnet hatte, die aber jetzt nichts anderes war als eine Abwendung von sich selbst. Das Schicksal der anderen ist wichtig, das ist ein Gemeinplatz, dachte er sich, die Regungen, die man empfindet vergehen von einer Sekunde zur anderen, vergehen, wandern hinein in etwas, das ich in meiner Altzeit, als ich noch Bewegung hatte, als Erinnerung bezeichnete. Jetzt ist alles Erinnerung.</p>
<p>Auch das Mädchen. Bilder und Sätze entstehen in meinen Gedanken und etwas, das man Schicksal nennen könnte, wenn es Schicksal gäbe. Denn wer sollte dies geschickt haben?</p>
<p>Es waren Bilder, die unvergänglich sein mochten, die Hölderlin wieder erkannte.</p>
<p>Die Geschichte vom 30.11.2009</p>
<p>Die Mutter der vielen Flaschen</p>
<p>Wenn ich trinke, Kind, kann ich vergessen, ich brauche das, das Vergessen, ich kann ohne es nicht mehr leben, flüsterte die Mutter.</p>
<p>Mich auch vergessen, sagt die Tochter. Sie wurde nur Tochter genannt, hieß aber Helga. Helga heiß ich, sagte sie immer wieder leise zu sich. Helga und nicht Tochter. Mama heißt Irene und nicht Mama oder Mutter oder Alte, wie sie der Vater immer nannte, bevor er fort ging. Ich möchte wissen, wo er ist, der Vater, der Rudi, der es liebte, wenn sich Mama und ich duckten, wenn er seine Stimme ganz laut dröhnen ließ. Ganz laut, so wie aus der Ferne und doch ganz nahe. Mich auch vergessen, Mama. Mich auch vergessen, inmitten der Flaschen, von denen du sagst, dass sie deine Kinder seien. Man kann auf den vielen Flaschen spielen, jede hat eine andere Melodie. Die Weinflaschen mit dem Roten klingen dunkler, die mit dem Weißen heller und die Schnapsflaschen mischen sich mit ihrer Schrille dazwischen.</p>
<p>Wenn ich trinke, Kind, Tochter, wenn ich trinke, dann ist alles gut.</p>
<p>Aber du torkelst ja, Mama, fehlt dir was?</p>
<p>Nein, was soll mir fehlen. Hilf mir aufstehen, ich muss ins Bad. Ich muss ins Bad, verstehst du. Manchmal muss ich ins Bad. Hilf mir, gib mir die Hand, ziehe mich hoch. Ich muss ins Bad.</p>
<p>Aber Mama . . .</p>
<p>Komm hilf mir. Jetzt sofort.</p>
<p>Helga zog die Mutter hoch, die torkelnd zum Bad ging Beim Gehen sagte sie: Pass auf, dass in der Küche nichts verkocht, mach dann sauber und dann geh einkaufen.</p>
<p>Dann verschwand sie.</p>
<p>Helga heiß ich und Helga weiß ich, ich bin Schneeweißchen und Rosenrosenrot und alle Märchen. Helga heiß ich und ich bin kein Kind, sondern erwachsen. Ich kann alles.</p>
<p>Helga, hatte der Lehrer gesagt, Helga, du musst dich in vielen verbessern. Was ist los mit dir? Du warst doch früher sehr gut. Jetzt hast du dich rapide verschlechtert.</p>
<p>Die anderen in der Klasse hatten gelacht. Untereinander geflüstert: Die Mutter. Sie ist die Mutter für die Mutter. Keine Zeit für nichts. Die Mutter, ja die Muttter.</p>
<p>Nach der Schule, wenn Helga rasch nach Hause gehen musste, sangen die anderen Kinder, nicht alle, aber die meisten:</p>
<p>Mutter ist krank, Helga sei Dank. Mutter hat Durst, mag keine Wurst.</p>
<p>Dann lief Helga weinend davon. –</p>
<p>Zuhause angekommen, zog sie die Vorhänge auf, schaute nach der Mutter, die sich gequält abgewendet hatte: Du weißt doch Kind, meine Augen vertragen kein Tageslicht.</p>
<p>Aber ich muss lüften. Hier stinkt es nach Schnaps und die Luft ist verbraucht. Du brauchst frische Luft, Mama.</p>
<p>Ja, ja. Aber zieh die Vorhänge dann wieder zu. Es ist zu hell.</p>
<p>Dann wandte sich die Mutter wieder ab, schloss die Augen und krümmte sich im Bett zusammen.</p>
<p>Ein Brief ist für dich bei der Post im Kasten gelegen, sagte Helga.</p>
<p>Von wem, fragte die Mutter.</p>
<p>Der Absender ist wieder das Jugendamt.</p>
<p>Da schrie die Mutter: Wirf den Brief sofort weg, wirf ihn weg, wirf ihn weg.</p>
<p>Dann griff sie zu einer Flasche Schnaps, die am Nachkästchen neben dem Bett stand und trank einen tiefen Schluck.</p>
<p>Helga erinnerte sich, dass schon ein paar Mal Briefe vom Jugendamt gekommen waren, aber diese hatte die Mutter immer zerrissen. Einmal war eine Frau gekommen, die gesagt hatte, sie sei im Auftrag des Jugendamtes da und hatte sich umgesehen.</p>
<p>Aber die Wohnung war sauber, die Flaschen hatte Helga immer zum Container mitgenommen, wenn sie zur Schule ging.</p>
<p>Ich bin krank, sie könne heute nicht mit mir reden, hatte die Mutter zur Frau gesagt. Bitte kommen sie ein andermal wieder.</p>
<p>Die Frau war gegangen. Bei der Türe hatte sie zu Helga gesagt: Ein Schuldirektor hat uns geschrieben, dass es dir nicht gut geht mit deiner Mutter. Was hat sie denn?</p>
<p>Nichts. Ich weiß nicht. Nichts.</p>
<p>Helga hatte sich vor der Lüge geduckt, so hatte sie es empfunden.</p>
<p>Na ja, hatte die Frau vom Jugendamt gesagt. Na ja. Wenn die Mutter wieder gesund ist, soll sie zu uns ins Amt kommen. Mit dir.</p>
<p>Ja, hatte Helga geantwortet und war rot geworden. Ja, sicher.</p>
<p>Doch sie wusste, dass die Mutter nie mit ihr ins Amt gehen würde. –</p>
<p>Ein Ruf der Mutter riss Helga aus den Gedanken. Er drang aus dem Bad: Ich bin hingefallen, hilf mir auf.  Die Türe ist offen.</p>
<p>Mutter schloss nie die Türe zum Bad, in dem sich auch das Clo befand.</p>
<p>Due musst mir helfen aufzustehen, sagte die Mutter nun schon drängender.</p>
<p>Helga ging ins Bad. Die Mutter kroch ihr auf Händen und Knien entgegen.</p>
<p>Hilf mir.</p>
<p>Helga beugte sich vor.</p>
<p>Sie spürte die Arme der Mutter um ihren Hals geschlungen und richtete sich auf. Es war anstrengend. Doch es gelang. Die Mutter stützte sch auf die Kleine und stand auf.</p>
<p>Wieder torkelte sie zum Bett. Ihre unterhose war noch halb ausgezogen und war ihr zu den Knien gerutscht.</p>
<p>Zieh endlich die Vorhänge zu. Räum auf. Pass auf die Küche auf. Es soll nichts verbrennen.</p>
<p>Wieder ein Schluck aus der Schnapsflasche: Verdammter Fusel, sagte die Mutter, verdammter Fusel, macht abhängig und noch mehr durstig, Ich weiß, aber ich kann nicht anders. Der Fusel macht mich frei, leicht, schwebend.</p>
<p>Während sie das sagte, fiel sie aufs Bett.</p>
<p>Dort begann sie hemmungslos zu weinen: Er hat mich verlassen. Er hat mich und das Kind allein gelassen. Das Kind hätte er wenigstens mitnehmen können. Was soll ich allein mit einem Kind?</p>
<p>Mutter, weine nicht, sagte Helga. Weine nicht. Ich bin ja gar nicht da. Du merkst mich gar nicht. (wird fortgesetzt)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bloggen ligger i koma]]></title>
<link>http://sarabloggar.wordpress.com/2009/11/26/bloggen-ligger-i-koma/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 19:48:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Sara</dc:creator>
<guid>http://sarabloggar.wordpress.com/2009/11/26/bloggen-ligger-i-koma/</guid>
<description><![CDATA[Bloggen ligger i koma just nu. Jag samlar energi för att berätta om massa roliga, stora grejer (Barc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bloggen ligger i koma just nu. Jag samlar energi för att berätta om massa roliga, stora grejer (Barc]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Komapatient war 23 Jahre bei Bewusstsein und keiner bemerkte es!]]></title>
<link>http://gesundheit2blog.wordpress.com/2009/11/25/komapatient-war-23-jahre-bei-bewusstsein-und-keiner-bemerkte-es/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 19:55:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>bleimantelgirl</dc:creator>
<guid>http://gesundheit2blog.wordpress.com/2009/11/25/komapatient-war-23-jahre-bei-bewusstsein-und-keiner-bemerkte-es/</guid>
<description><![CDATA[Fehldiagnose nach schweren Unfall. Komapatient war 23 Jahre bei Bewusstsein. Ein heute 46-Jähriger B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Fehldiagnose nach schweren Unfall. Komapatient war 23 Jahre bei Bewusstsein.</strong></p>
<p>Ein heute 46-Jähriger Belgier wurde 23 Jahre lang als Wachkoma-Patient behandelt. Der damals 23-Jährige ist seit einem Autounfall gelähmt. Die Ärzte sind bei dem Mann von einem „vegetativen“ Gehirn ausgegangen, das Mediziner als eine stark verminderte Hirntätigkeit bezeichnen, bei der es keine bewussten Reaktionen mehr gibt. Jedoch war der Mann bei vollem Bewusstsein und konnte sich nicht äußern und auf sich aufmerksam machen. Rom Houben, so heißt dieser Mann, musste jahrelang einen Horror durchleben. Erst ein Neurologe konnte einen schrecklichen Fehldiagnose-Zustand feststellen und befreite den Mann. Rom Houben kann sich heute mit Hilfe einer speziell ausgefertigten Tastatur eines Computers mitteilen. In der rechten Hand empfindet er noch etwas. Auf die Frage, wie er den Horror die ganze Zeit überstehen konnte, antwortete er, dass er sich „weggeträumt habe“. Vor seinem Unfall 1983 war er Ingenieur-Student und betrieb mit Begeisterung Kampfsport.</p>
<p>Fehldiagnosen von Ärzten kommen immer wieder vor. Wie konnte das passieren? Die Ärzte hatten ihn als hoffnungslosen Fall betrachtet und für diese war sein Bewusstsein bereits erloschen. Kein Arzt oder Pfleger hatte etwas bemerkt. Erst eine Untersuchung an der Universität von Lüttich, stellte sich heraus, dass der Mann all die Jahre nur „gelähmt“ war und sein Gehirn voll funktionstüchtig ist. Houbon war also machtlos. Doch er gab die Hoffnung nie auf. Jetzt endlich hat er ein zweites Leben geschenkt bekommen. Ein kleiner Trost nach diesem tragischen Schicksal.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koma Selama 23 Tahun, Sadar Bisa Dengar Sekeliling Tapi Tak Bisa Berbuat Apapun]]></title>
<link>http://ruanghati.com/2009/11/25/koma-selama-23-tahun-sadar-bisa-dengar-sekeliling-tapi-tak-bisa-berbuat-apapun/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:47:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ruang Hati</dc:creator>
<guid>http://ruanghati.com/2009/11/25/koma-selama-23-tahun-sadar-bisa-dengar-sekeliling-tapi-tak-bisa-berbuat-apapun/</guid>
<description><![CDATA[Selama 23 tahun, Rom Houben terperangkap dalam tubuh yang lumpuh. Ia sebenarnya sadar atas situasi y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Selama 23 tahun, Rom Houben terperangkap dalam tubuh yang lumpuh. Ia sebenarnya sadar atas situasi y]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koma...]]></title>
<link>http://stumpfsinns.wordpress.com/2009/11/24/koma/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 22:18:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Micha</dc:creator>
<guid>http://stumpfsinns.wordpress.com/2009/11/24/koma/</guid>
<description><![CDATA[Wachkoma-Patient spricht über grausame Isolation Wachkomma-Patient Jerzy Hawrylewicz Ein vermeintlic]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wachkoma-Patient spricht über grausame Isolation</p>
<p><a href="http://stumpfsinns.wordpress.com/2009/11/24/koma/8397116-2/" rel="attachment wp-att-2823"><img src="http://stumpfsinns.wordpress.com/files/2009/11/200911240558991153936351.jpg" alt="" title="8397116" width="310" height="207" class="aligncenter size-full wp-image-2823" /></a><br />
Wachkomma-Patient Jerzy Hawrylewicz</p>
<p><em>Ein vermeintlicher Wachkoma-Patient aus Belgien hat mehr als zwei Jahrzehnte lang unbemerkt bei fast vollem Bewusstsein verbracht. Er war all die Jahre &#8220;nur&#8221; gelähmt. Die Mutter des heute 46-Jährigen kämpfte gegen die Fehldiagnose. Nach 23 Jahren hat ihr Sohn zum ersten Mal wieder mit ihr gesprochen</em>.</p>
<p>Halloooo&#8230;ich bin schon seit 43 Jahren im eigenen Körper gefangen und keiner hört mir zu..heul ich deshalb etwa?..</p>
<p>Nee..jetzt mal im Ernst..ich hab´s bei einem Arbeitskollegen selbst einmal miterlebt, wie man im eigenen Körper gefangen ist, alles mitbekommt und aus einem nur &#8220;1 &#8211; 2 bitte schön&#8221; rauskommt wenn man antworten will&#8230;<br />
Ich stelle mir das echt grausam vor&#8230;&#8221;schüttel&#8221;..<br />
Als ich mal wegen (vererbten) Blutdruck ins Krankenhaus musste, keine Medikamente wirkten, und dann doch was für mich gefunden wurde wo ich drauf anspreche, einen richtigen Abriss von 230/150 auf 80/40 bekam und zusammensackte,<br />
und als ich dann nach 3 min wieder ansprechbar war, auch nur kompletter Müll mindestens ne halbe Stunde lang über meine Lippen kam..<br />
Da fiel mir das Zusammentreffen mit meinem damaligen Arbeitskollegen direkt ein, und hatte zum allersten mal im Leben so richtig die Hose bis zum Anschlag voll&#8230;<br />
Neee&#8230;sowas möchte ich niemals nicht bekommen..<br />
Buaah..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Var det en bluff? ]]></title>
<link>http://skogsdrottning.wordpress.com/2009/11/24/var-det-en-bluff/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 17:58:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Skogens Drottning</dc:creator>
<guid>http://skogsdrottning.wordpress.com/2009/11/24/var-det-en-bluff/</guid>
<description><![CDATA[Historien från igår om mannen som legat i koma i 23 år, fullt medveten, lät ganska otrolig, det skre]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Historien från igår om mannen som legat i koma i 23 år, fullt medveten, lät ganska otrolig, det <a href="http://skogsdrottning.wordpress.com/2009/11/23/vilken-fruktansvard-fasa/" target="_self">skrev jag redan igår</a>. Martin påpekar idag i en kommentar som <a href="http://skogsdrottning.wordpress.com/2009/11/23/vilken-fruktansvard-fasa/" target="_self">ni kan se till det inlägget</a> att det är en bluff.</p>
<p style="text-align:justify;">Nu har det kommit lite i media om detta också där det skrivs att det skulle vara en bluff. Det grundar sig på en trollkarls uttalanden, han vet alltså mer än mannens läkare om han är vid medvetande eller inte! Han grundar det hela på att han sett ett TV-inslag av mannen ifråga. Nåja, jag vet inte vad jag ska tro, men inte förändrar denne trollkarls uttalandet det inte!</p>
<h5 style="text-align:right;">Om James Randis tvivel: <a href="http://www.dn.se/nyheter/varlden/randi-tvivlar-pa-komapatient-1.1001546" target="_blank">DN</a>, <a href="http://www.svd.se/nyheter/utrikes/artikel_3839455.svd" target="_blank">SvD</a></h5>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salah Diagnosis, Pasien Dinyatakan Koma 23 Tahun]]></title>
<link>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/24/salah-diagnosis-pasien-dinyatakan-koma-23-tahun/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 09:55:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>jasadh</dc:creator>
<guid>http://jasadh.wordpress.com/2009/11/24/salah-diagnosis-pasien-dinyatakan-koma-23-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Lantaran salah diagnosis, seorang pria Belgia dinyatakan koma oleh dokternya selama 23 tahun. Padaha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lantaran salah diagnosis, seorang pria Belgia dinyatakan koma oleh dokternya selama 23 tahun. Padaha]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Houben Terbangun dan Tersadar Setelah Tertidur Selama 23 Tahun [Wow!!]]]></title>
<link>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/24/houben-terbangun-dan-tersadar-setelah-tertidur-selama-23-tahun-wow/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 06:58:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
<guid>http://kangboed.wordpress.com/2009/11/24/houben-terbangun-dan-tersadar-setelah-tertidur-selama-23-tahun-wow/</guid>
<description><![CDATA[Houben Terbangun dan Tersadar Setelah Tertidur Selama 23 Tahun.. woooow!!.. 23 tahun gaaaan.. bobo d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Houben Terbangun dan Tersadar Setelah Tertidur Selama 23 Tahun.. woooow!!.. 23 tahun gaaaan.. bobo d]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ajaib Rom Houben bisa Siuman setelah Koma 23 Tahun]]></title>
<link>http://beritaekstrim.wordpress.com/2009/11/24/ajaib-rom-houben-bisa-siuman-setelah-koma-23-tahun/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 03:22:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>revarius4</dc:creator>
<guid>http://beritaekstrim.wordpress.com/2009/11/24/ajaib-rom-houben-bisa-siuman-setelah-koma-23-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Ajaib!! Seorang pria bernama rom houben bisa siuman setelah 23 tahun mengalami koma!!. jika sebelumn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ajaib!! Seorang pria bernama rom houben bisa siuman setelah 23 tahun mengalami koma!!. jika sebelumnya ada anggapan bahwa dengan <a href="http://beritaekstrim.wordpress.com/2009/11/11/bangunkan-korban-koma-dengan-gigitan/">menggigit kaki </a>orang yang koma bisa digunakan untuk membangunkan <a href="http://beritaekstrim.wordpress.com/2009/11/11/bangunkan-korban-koma-dengan-gigitan/">korban koma</a>. tidak untuk rom houben. beliau koma sejak tahun 1983.. dan ajaibnya setelah koma 23 tahun dia masih bisa siuman..</p>
<p>Seorang pria yang menurut para dokter berada dalam kondisi terkulai tanpa bisa memberi renspon apapun (vegetative state) selama 23 tahun akhirnya sadar sepenuhnya. Demikian dilaporkan Daily Mail, Senin.</p>
<p>Rom Houben, nama pria itu, didiagnosa secara keliru setelah dia mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya lumpuh total. Para ahli, keluarga dan teman-temannya tidak tahu apakah dia dapat mendengar apa yang mereka sampaikan kepadanya.<br />
<!--more--><br />
<img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/23/article-0-07558ED8000005DC-487_468x326.jpg" alt="" /></p>
<p>&#8220;Saya berteriak, tetapi tidak ada yang terdengar,&#8221; kata Houben yang sekarang berusia 46 tahun. Para dokter menggunakan serangkaian tes koma, yang diakui di seluruh dunia, sebelum akhirnya secara ragu-ragu menyimpulkan bahwa kesadarannya masih &#8216;ada&#8217;.</p>
<p>Namun tiga tahun lalu, hasil scan berteknologi tinggi menunjukkan, otaknya masih berfungsi dan hampir sepenuhnya normal. Houben melukiskan momen tiga tahun lalu itu sebagai, &#8220;Kelahiran kedua saya&#8221;. Terapi yang dilakukan sejak itu memungkin dia untuk &#8216;menuliskan&#8217; pesan di layar komputer.</p>
<p><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/23/article-1230092-07549081000005DC-573_468x286.jpg" alt="" /></p>
<p>Houben mengatakan, &#8220;Sepanjang waktu saya hanya bermimpi tentang sebuah kehidupan yang lebih baik. Frustrasi merupakan kata yang terlampau kecil untuk melukiskan apa yang saya rasakan.&#8221;</p>
<p>Kasusnya diungkapkan di sebuah paper ilmial yang diterbitkan orang yang &#8216;menyelamatkannya&#8217;, ahli saraf terkenal, Dr Steven Laureys. &#8220;Kemajuan medis membantunya,&#8221; kata Dr Laureys, yang percaya mungkin ada banyak kasus koma palsu di seluruh dunia.</p>
<p>Pengungkapan kasus itu akan memperbaharui debat tentang hak untuk mati, terutama bahwa apakah orang yang dalam kondisi koma sungguh-sungguh tidak sadar.</p>
<p><img src="http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/23/article-1230092-0754905A000005DC-841_468x283.jpg" alt="" /></p>
<p>Houben, seorang mantan penggemar seni bela diri, mengalami kelumpuhan tahun 1983. Para dokter di Zolder, Belgia, menggunakan Skala Koma Glasgow yang diterima secara internasional untuk menilai respon mata, verbal dan motoriknya. Namun setiap kali dia dinilai secara salah.</p>
<p>Sebuah evaluasi ulang atas kasusnya di Universitas Liege menemukakan bahwa, dia kehilangan kendali atas tubuhnya tetapi dia sepenuhnya masih sadar atas apa yang sedang terjadi. Dia tidak pernah meninggalkan rumah sakit, tetapi sebagaimana komputernya dia sekarang punya peralatan khusus di atas tempat tidurnya yang memungkin dia membaca buku selagi berbaring.</p>
<p>Houben mengatakan, &#8220;Saya tidak pernah lupa hari ketika mereka mengetahui apa yang salah dengan saya. Itu merupakan kelahiran saya yang kedua. Saya ingin membaca, berbicara dengan teman-teman saya melalui komputer dan menikmati kehidupan saya sekarang bahwa orang tahu saya tidak meinggal.&#8221;</p>
<p>Studi terbaru Dr Laureys menyatakan, pasien yang digolongkan dalam vegetativ state sering salah diagnosa. Dokter itu, yang memimpin Coma Science Group dan Departmen Neurology di Rumah Sakit Universitas Liege, menemukan otak Houben masih berfungsi dengan menggunakan pencitraan canggih.</p>
<p>Dia berencana untuk menggunakan kasus Houben itu untuk menyoroti kasus yang mungkin sama di seluruh dunia. Dr Laureys mengatakan, &#8220;Di Jerman saja setiap tahun sekitar 100 ribu orang menderita cedera otak traumatik parah. Sekitar 20 ribu orang kemudian menderita koma tiga minggu atau lebih, yang lainnya kembali pulih. Namun sekitar 3.000 hingga 5.000 orang setiap tahun terperangkap di tingkat menengah, mereka terus hidup tapi tidak pernah bisa kembali ke kondisi awal.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tisdag 24 november 2009]]></title>
<link>http://stefanblixt.wordpress.com/2009/11/24/tisdag-24-november-2009/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 23:16:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>stefanblixt</dc:creator>
<guid>http://stefanblixt.wordpress.com/2009/11/24/tisdag-24-november-2009/</guid>
<description><![CDATA[Tänk dig att vakna och befinna sig i en mardröm. Tänk på det ett tag… tänk att vakna upp och till ex]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tänk dig att vakna och befinna sig i en mardröm. Tänk på det ett tag… tänk att vakna upp och till ex]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Vilken fruktansvärd fasa!]]></title>
<link>http://skogsdrottning.wordpress.com/2009/11/23/vilken-fruktansvard-fasa/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 20:02:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Skogens Drottning</dc:creator>
<guid>http://skogsdrottning.wordpress.com/2009/11/23/vilken-fruktansvard-fasa/</guid>
<description><![CDATA[Hur kan en människa klara en sådan fasa med förståndet i behåll? Rom Houben låg i koma i 23 år - tro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Hur kan en människa klara en sådan fasa med förståndet i behåll? Rom Houben <a href="http://www.aftonbladet.se/nyheter/article6172725.ab" target="_blank">låg i koma i 23 år </a>- trodde man. Han var med om en allvarlig bilolycka och <a href="http://www.svd.se/nyheter/utrikes/artikel_3838035.svd" target="_blank">totalförlamades vid kraschen</a>. Regelbundna tester på hans hjärna visade att han låg i djup koma och befann sig i ett s.k. vegetativt tillstånd.</p>
<p style="text-align:justify;">Men, det var fel. Rom Houben var <a href="http://www.dn.se/nyheter/varlden/koma-patient-fullt-medveten-i-23-ar-1.1000399" target="_blank">i själva verket fullt medveten</a> men kunde inte förmedla detta till läkare och andra i sin omgivning. Vilken panik man skulle få, vilken ohygglig fasa. Helt obegripligt och omöjligt att sätta sig in i.</p>
<p style="text-align:justify;">Det var inte förrän en datortomografi på hans hjärna gjordes som det hela kom till läkarnas vetskap och då medicinerades han med mediciner som &#8220;väckte&#8221; honom. Det är ju så ohyggligt så man hoppas innerligt att historien inte är sann, men just därför är den säkert det!</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://skogsdrottning.wordpress.com/files/2009/11/100_1752.jpg"><img class="size-full wp-image-144  aligncenter" title="Efter regn kommer solsken" src="http://skogsdrottning.wordpress.com/files/2009/11/100_1752.jpg" alt="" width="446" height="552" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Koma]]></title>
<link>http://magazincroatia.wordpress.com/2009/11/15/koma/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 17:59:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>sorinborodi</dc:creator>
<guid>http://magazincroatia.wordpress.com/2009/11/15/koma/</guid>
<description><![CDATA[With Ivana Kovač]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/-o_FJIdHp2Y&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/-o_FJIdHp2Y&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
<p>With <strong>Ivana Kovač</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Organspende - Vorsorge]]></title>
<link>http://chaoskatze.wordpress.com/2009/11/15/organspende-vorsorge/</link>
<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:07:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>chaoskatze</dc:creator>
<guid>http://chaoskatze.wordpress.com/2009/11/15/organspende-vorsorge/</guid>
<description><![CDATA[Und ein ernstes Thema muss auch mal wieder sein: Organspende. Oft erwähnt, selten ernst angesehen. J]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Und ein ernstes Thema muss auch mal wieder sein: Organspende.</p>
<p>Oft erwähnt, selten ernst angesehen. Jeder hat mal darüber nachgedacht &#8211; die wenigsten haben etwas gemacht. Warum?</p>
<p>Nun, ich denke, viele Leute wollen sich einfach nicht damit beschäftigen. Klar, bedeutet es doch auch, sich mit einem nicht unbedingt leichten Thema auseinander zu setzen. Leider ist das ungefähr genauso dämlich wie sein ganzes Geld auszugeben und nichts für das Alter zu sparen. Und was anderes ist es doch nicht! Irgendwann wird man nun mal sterben und anzunehmen, dass das garantiert erst passieren kann, wenn man älter als 90 ist, ist nichts anderes als naiv.</p>
<p>Doch ganz ehrlich &#8211; was passiert, wenn ihr morgen einen Autounfall habt und schwer verletzt komatös im Krankenhaus seid? Eure Familie, eure Leute müssen sich jetzt entscheiden, ob ihr weiter&#8221;leben&#8221; sollt oder nicht, wie ihr beerdigt (oder was auch immer) werdet. Das ist nicht gerade höflich oder verantwortungsbewusst, an solchen Dingen können Leute zerbrechen&#8230;</p>
<p>Habe vor ein paar Jahren mich mit diesem Thema beschäftigt und alles geregelt: Ich darf nicht über Langzeit im Koma liegen, bei extremen Verletzungen, die es mir verbieten, halbwegs selbstständig zu leben, darf ich  nicht künstlich weiterernährt werden etc. Dazu steht fest, dass mein Körper nach dem Tod gespendet wird. Das hat sich für andere Patienten aufgrund meiner Erkrankungen wohl leider erledigt, aber ich denke, der Forschung bringt das schon etwas. Wie kann man von der Medizin ständig neue Erkenntnisse erfordern, wenn man selbst nichts dafür gibt? Und auch Medizinstudenten müssen ja erst mal lernen, wie man mit einem Körper umgeht&#8230;</p>
<p>Ich weiß, dass meine Verwandten, meine Leute wirklich erleichtert darüber sind, zu wissen, was ich möchte und was nicht. Wer für was verantwortlich werden könnte und so weiter. Ich hatte auch das Gefühl, dass ein paar Mediziner nicht unbedingt böse darüber waren, haben auch vor den schwierigen OPs immer um eine Kopie dieser Dinge gebeten.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Wie denkt ihr darüber? Habt ihr Organspende, Patientenverfügung und ähnliches? Wenn nein, warum nicht? Was hat eure Familie, was würdet ihr euch wünschen? Wart ihr schon einmal mit solchen Problemen konfrontiert?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangunkan korban koma dengan gigitan]]></title>
<link>http://beritaekstrim.wordpress.com/2009/11/11/bangunkan-korban-koma-dengan-gigitan/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:37:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>revarius4</dc:creator>
<guid>http://beritaekstrim.wordpress.com/2009/11/11/bangunkan-korban-koma-dengan-gigitan/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin ini cara termurah dan tercepat untuk membangunkan seseorang yang sedang dalam keadaan koma. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mungkin ini cara termurah dan tercepat untuk membangunkan seseorang yang sedang dalam keadaan koma. Gigitlah jari kakinya kuat-kuat. Cara inilah yang dilakukan Zhang Kui, seorang pria asal Shenyang yang sudah putus asa melihat istrinya, Lu Fengshuang, terbaring koma selama 10 tahun.</p>
<p>Zhang mengaku, sebelumnya sudah banyak cara dilakukannya untuk membangunkan sang istri yang menderita cedera kepala akibat kecelakaan kerja. Namun tak satu pun berhasil. “Saya putar radio, lalu menyanyi dan bicara padanya, bahkan menggelitiknya, tapi semua itu tidak ada gunanya,” kata Zhang kepada Liao Sheng Evening Post.</p>
<p>Lalu seseorang mengatakan kepadanya bahwa kaki adalah pangkal banyak saraf. Zhang pun berpikir, jangan-jangan dengan digigit kakinya, sang istri bisa bangun. Lalu ia mulai menggigit lembut jari kaki perempuan itu dan itu dilakukan rutin selama 10 tahun terakhir.</p>
<p>Suatu ketika upanya membuahkan hasil. Tiba-tiba, sang istri menggenggam pergelangan tangannya. “Saya kaget bukan main. Seperti ada mayat yang tiba-tiba mencengkeram tanganmu,” katanya.</p>
<p>Perempuan itu kini sudah bisa menggerakkan tangannya dan tersenyum, meski belum bisa bicara. Pasangan itu sudah menikah selama 27 tahun dan kini, Zhang sedang mengharapkan satu keajaiban lain, yaitu mendengar suara sang istri.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangun dari Koma karena Soal Matematika]]></title>
<link>http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/11/04/bangun-dari-koma-karena-soal-matematika/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 02:52:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tidak Menarik</dc:creator>
<guid>http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/11/04/bangun-dari-koma-karena-soal-matematika/</guid>
<description><![CDATA[FINEDON &#8212; Koma yang dihadapi Vicki Alex, 15, berakhir setelah ayahnya melontarkan pertanyaan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[FINEDON &#8212; Koma yang dihadapi Vicki Alex, 15, berakhir setelah ayahnya melontarkan pertanyaan m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ny veka, nye muligheiter]]></title>
<link>http://eiriklaberg.wordpress.com/2009/11/02/ny-veka-nye-muligheiter/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 18:35:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>eiriklaberg</dc:creator>
<guid>http://eiriklaberg.wordpress.com/2009/11/02/ny-veka-nye-muligheiter/</guid>
<description><![CDATA[Da var det jaggu mandag igjen. Kanskje vekas beste dag? I think not. Vart ein hard start på dagen da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Da var det jaggu mandag igjen. Kanskje vekas beste dag? I think not. Vart ein hard start på dagen da eg vakna og var så og seie i koma. Lenge sidan eg har vore så trøytt <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Fekk no dratt skrotten på jobb til klokka 7 og der venta ein reinstallasjon av pc&#8217;en min som hadde begynt å skapa seg i løpet av helga. Denne type jobb er alltid lika kjekk. Det er når ein skal legga inn igjen all programvaren ein merkar kor mykje løge ein driv å legg inn og kva ein har bruk for. Så mesteparten av arbeidsdagen gjekk med til dette.</p>
<p>Ellers så har eg starta nedtellinga til vekas høgdepunkt, nemleg <a href="http://hurtigrutacup.no">fotballturnering</a> på Lillehammer neste helg. Byrjar å bli litt bekymra for om eg i det heiletatt kan vere med å spela, da denne tåa mi framleis ikkje er heilt god. Får satsa på at dei neste dagane gjere godt. I verste fall så får eg vere lagleiar og duskedame <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Hadde nok vore litt av eit syn.</p>
<p>Roleg kveld på sofaen i dag. Kanskje ein skal dra i gang ein liten film? Såg reklame for <a href="http://www.imdb.com/title/tt0115641/">denna</a> her om dagen og fekk lyst til å sjå den om igjen. Ein evig klassikar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Da var det bestemt. Film it is <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[#66 Elfjäriger erwacht aus Koma]]></title>
<link>http://1000goodnews.wordpress.com/2009/10/30/66-elfjariger-erwacht-aus-koma/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 22:28:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Good News Blog</dc:creator>
<guid>http://1000goodnews.wordpress.com/2009/10/30/66-elfjariger-erwacht-aus-koma/</guid>
<description><![CDATA[Bild: Tochis Ein elf jähriger Bub, welcher im August nach einem schweren Badeunfall ins Koma fiel, i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignnone" title="wasserspringen" src="http://farm4.static.flickr.com/3647/3993383349_6ba18cd417.jpg" alt="" width="319" height="319" /> Bild: <a href="http://www.flickr.com/photos/tochis/" target="_blank">Tochis</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ein elf jähriger Bub, welcher im August nach einem schweren Badeunfall ins Koma fiel, ist auf bestem Weg wieder völlig gesund zu werden! </strong>Der Bub lag fast 30 Minuten unter Wasser bevor man ihn fand, was im Normalfall die Überlebenschancen fast auf Null sinken lässt, da das Gehirn bereits nach ein paar Minuten ohne Sauerstoff irreparable Schäden davonträgt. Ende September jedoch <a href="http://www.krone.at/krone/S32/object_id__168742/hxcms/index.html" target="_blank">wachte Pauli aus dem Koma</a> und macht seitdem Riesenfortschritte auf dem Weg zur Genesung!</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Verfasst von Sonja</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wirkungen der Anästhetika]]></title>
<link>http://rettungsscherge.wordpress.com/2009/10/29/wirkungen-der-anasthetika/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 10:01:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>rettungsscherge</dc:creator>
<guid>http://rettungsscherge.wordpress.com/2009/10/29/wirkungen-der-anasthetika/</guid>
<description><![CDATA[Die Möglichkeit der Vollnarkose &#8211; d.h. die vorübergehende völlige Ausschaltung des Bewusstsein]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Die Möglichkeit der Vollnarkose &#8211; d.h. die vorübergehende völlige Ausschaltung des Bewusstseins bei fehlendem Schmerzempfinden – hat viele chirurgische Eingriffe überhaupt erst möglich gemacht. Der Zahnarzt W.T.G. Morton aus Boston war der erste, der seinen Patienten vor dem Eingriff in einen künstlichen Tiefschlaf versetzte – seit dem sind Narkosemedikamente und Technik immer mehr verfeinert und verbessert worden. Die Angst, aus der Narkose nicht mehr aufzuwachen, ist heute nicht mehr berechtigt, da dank moderner Technik alle lebenswichtigen Funktionen des Körpers und die richtige Zusammensetzung des Narkosegases während der gesamten Operationszeit überwacht werden.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Doch was machen die einzelnen Medikamente eigentlich?</span></p>
<p>In der Narkose werden folgende Körperfunktionen situationsgerecht durch gezielte Auswahl verschiedener Medikamente und deren Wechselwirkungen beeinflusst:</p>
<p><strong>Bewusstseinsausschaltung</strong><br />
Durch Sedativa oder Hypnotika wird dosisabhängig eine Gleichgültigkeit der jeweiligen Situation gegenüber oder aber ein der Bewusstlosigkeit ähnlicher Schlafzustand erzeugt. Das soll nicht nur das Erleben der Situation, sondern auch die Erinnerung an die Situation verhindern (Amnesie).</p>
<p>Die Wirkung von leichter <em>Sedierung </em>bis hin zum tiefen <em>Koma </em>ist mehr ein quantitatives als ein qualitatives Merkmal der <em>Hypnotika </em>und <em>Sedativa</em>, hängt also von der Dosierung ab. Mit diesen Medikamenten allein ist auch in hoher Dosierung keine chirurgische Toleranz erreichbar, weil sie nicht <em>analgetisch </em>wirken.</p>
<p><strong>Analgesie</strong><br />
Die Schmerzbekämpfung durch <em>Analgetika </em>verfolgt nicht nur das Ziel, die Wahrnehmung von Schmerz zu verhindern &#8211; sie soll auch die negativen vegetativen Folgen der Schmerzstimulation unterbinden. Die potentesten Analgetika sind die Opioide, worauf später irgendwann gern mal näher eingegangen wird, sofern Interesse besteht.</p>
<p><strong>Relaxation</strong><br />
Medikamente, die eine Erschlaffung der <em>willkürlich innervierten Skelettmuskulatur</em> bewirken, sollen <em>Intubation </em>und <em>Beatmung </em>ermöglichen sowie <em>Abwehrreflexe </em>verhindern.</p>
<p>Die Beschreibung der klinischen Narkose dient dem Verständnis der Vorgänge. Die präklinische Narkose ist ein Sonderfall der Narkose mit eingeschränkten Mitteln und unter schwierigen Umständen. Viele der Grundsätze der Narkose, die für die Klinik angeführt werden, gelten auch für den präklinischen Bereich.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Inilah Nasib Ariel Sharon Penjagal dari Israel,yang mengalami Koma 4 tahun]]></title>
<link>http://answering.wordpress.com/2009/10/25/inilah-nasib-ariel-sharon-penjagal-dari-israelyang-mengalami-koma-4-tahun/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 16:43:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://answering.wordpress.com/2009/10/25/inilah-nasib-ariel-sharon-penjagal-dari-israelyang-mengalami-koma-4-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Inilah Nasib manusia yang sebelum menjadi Tukang jagal,sudah Koma selama 4 tahun. apakah ini merupak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Inilah Nasib manusia yang sebelum menjadi Tukang jagal,sudah Koma selama 4 tahun. apakah ini merupak]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Falska mirakel]]></title>
<link>http://wilanand.wordpress.com/2009/10/16/falska-mirakel/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 08:08:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Annika</dc:creator>
<guid>http://wilanand.wordpress.com/2009/10/16/falska-mirakel/</guid>
<description><![CDATA[När vi ändå är inne på Aftonbladet hittade jag en annan artikel som fick mig att fundera. En kvinna ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#800000;">När vi ändå är inne på Aftonbladet hittade jag en annan artikel som fick mig att fundera. <a href="http://www.aftonbladet.se/kropphalsa/article5959780.ab" target="_blank">En kvinna som fick en hjärtinfarkt i 13:e graviditetsveckan födde sitt barn i koma, hon väntas aldrig vakna upp.</a> De höll henne alltså vid liv på sjukhuset i Aschaffenburg och födde bebisen med kejsarsnitt i februari förra året.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000000;">Efter hjärtinfarkten har hon bara runt 25 procent av den normala hjärtkapaciteten, hon är kraftigt överviktig, har diabetes och hon var tidigare en storrökare. 12 dagar efter förlossningen flyttades mamman till en vårdavdelning, men det är knappast troligt att hon någonsin kommer att kunna hålla sonen i sina armar.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#800000;">Jättetragiskt men samtidigt lite häftigt att ett barn kunde hålla sig vid liv och växa färdigt i en kropp som inte längre är vid medvetande och knappt har hjärtkapacitet, så långt en makalös historia. Men lite längre ner i artikeln kommer det som verkligen bekymrar mig. </span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000000;">- Vi utgår ifrån att mamman aldrig mer kommer att vakna upp, säger Matthias Beckmann. &#8211; Vi handlade i samråd med familjen och vi visste att barnet var mycket efterlängtat. Pojken bor tillsammans med sina två äldre syskon i en fosterfamilj eftersom syskonens pappa har avlidit och pojkens pappa inte kan försörja honom.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#800000;">Va? Syskonens pappa är död, mamman i oåterkallerlig koma och barnets far är för fattig för att ta hand om det. Vilken familj handlade de i samråd med egentligen? Hur efterlängtat kan barnet ha varit om det hamnat i fosterfamilj FÖRSTA ÅRET I LIVET? Hade det kanske inte varit bättre att låta det dö tillsammans med mamman istället för att föda in det till en sån tillvaro? Ja, fosterfamilj är jättebra och det finns säkert underbara människor som är fosterföräldrar, men de flesta är skit, de facto. ( se <a href="http://www.aftonbladet.se/nyheter/article1467897.ab" target="_blank"></a><a href="http://www.expressen.se/1.1561267" target="_blank">här</a>, <a href="http://www.aftonbladet.se/nyheter/article1467897.ab" target="_blank">här</a>, <a href="http://www.aftonbladet.se/nyheter/article449077.ab" target="_blank">här</a>, <a href="http://www.expressen.se/1.1564454" target="_blank">här</a> och<a href="http://www.aftonbladet.se/nyheter/article356185.ab?teaser=true" target="_blank"> här</a>) och jag tror inte andra länder har bättre koll på fosterfamiljer än Sverige och här är vi skitkassa. Nej, stackars barn att födas oönskad, som sagt, vilken familj var det läkarna handlade i samråd med egentligen?</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mamma i koma födde friskt barn]]></title>
<link>http://utsatta.wordpress.com/2009/10/15/mamma-i-koma-fodde-friskt-barn/</link>
<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 22:51:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Smultronet</dc:creator>
<guid>http://utsatta.wordpress.com/2009/10/15/mamma-i-koma-fodde-friskt-barn/</guid>
<description><![CDATA[Barnet föddes förra året i februari via kejsarsnitt men läkare har inte velat nämna saken tidigare f]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Barnet föddes förra året i februari via kejsarsnitt men läkare har inte velat nämna saken tidigare f]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
