<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>konsep-hijau &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/konsep-hijau/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "konsep-hijau"</description>
	<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 13:07:24 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[What Is Your Conscious Green Concept?]]></title>
<link>http://edukasikeliling.wordpress.com/2013/01/31/what-is-your-conscious-green-concept/</link>
<pubDate>Thu, 31 Jan 2013 10:50:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>k123ta</dc:creator>
<guid>http://edukasikeliling.wordpress.com/2013/01/31/what-is-your-conscious-green-concept/</guid>
<description><![CDATA[Bagi saya, konsep hijau adalah kesadaran, bahwa hidup sebaiknya berselaras dengan alam, mengubah keb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><a href="http://edukasikeliling.files.wordpress.com/2013/01/image-question-mark.jpg"><img class="alignleft  wp-image-193" alt="image-question-mark" src="http://edukasikeliling.files.wordpress.com/2013/01/image-question-mark.jpg?w=210&#038;h=210" width="210" height="210" /></a></b> Bagi saya, konsep hijau adalah kesadaran, bahwa hidup sebaiknya berselaras dengan alam, mengubah kebiasaan harian kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan.<br />
<b>Fakta </b><b>S</b><b>ampah </b><b>I</b><b>ndonesia 2012</b></p>
<p><strong> THE UGLY TRUTH</strong> [www.suarapembaruan.com&#124;Kamis, 15 Nopember 2012] “Volume sampah di Indonesia  sekitar 1 juta meter kubik setiap hari, namun baru 42% di antaranya yang terangkut dan diolah dengan baik. Jadi,  sampah yang tidak diangkut setiap harinya sekitar 348.000 meter titik atau sekitar 300.000 ton.</p>
<p>“Jika Gelora Bung Karno (GBK) dijadikan tempat sampah, maka dalam sehari sepertiga GBK bisa diisi  sampah yang tidak terangkut tersebut. Kalau semua sampah yang tidak terangkut ditampung di tempat sampah sebesar GBK, maka dibutuhkan 122 GBK setahun.”</p>
<p><!--more-->A shocking truth? Memang! Sebuah data dari artikel berita online yang pernah saya baca. Kalau suatu saat Tempat Penampungan Sampah sudah tidak punya kapasitas untuk menerima lagi limpahan sampah kita, dan semua sampah dari skala rumah tangga sampai industri menjadi tanggung jawab masing-masing, kita harus menanggung sendiri sampah organik dan sampah anorganik. Nah lho!! Bak sampah didepan rumah harus direnovasi menjadi ukuran berapa kali berapa untuk menampung sampah-sampah itu?</p>
<p>Ayo buka mata dan hati Anda. Tidak mau kan bumi ini akan seperti <i>setting</i> film animasi Wall-E?. Keadaan bumi yang sudah tidak layak huni, meninggalkan sampah pencakar langit. Akhirnya manusia terusir dari planetnya sendiri.<br />
Yang belum tahu filmnya, silahkan cari dan tonton. Film yang menghibur, sekaligus mengkritik kita.</p>
<p>Menghabiskan makanan setiap kali kita makan dan mengurangi pemakaian plastik (kresek maupun wadah) merupakan sedikit dari kontribusi baik untuk mengurangi sampah. Mudah kan?!.<br />
<b>Mengapa Harus Berhemat Listrik?</b><br />
Listrik yang kita nikmati ini dihasilkan oleh PLTA yang tenaganya berasal dari batubara. Emisi yang dihasilkan oleh karbon dioksida dari pembakaran batubara tersebut sangat tinggi. Pembangkit listrik ini juga sangat boros energi karena membuang energi dua kali lipat dari energi yang dihasilkan. Misalnya energi yang dihasilkan adalah 1000 watt, namun hanya 350 watt yang digunakan. Sedangkan 650 sisanya terbuang sia-sia. Yang perlu diketahui setiap 1000 Mega Watt yang dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batu bara menghasilkan emisi 5,6 juta ton karbon dioksida per tahun.</p>
<p>Bukan hanya pelepasan karbondioksida yang memprihatinkan, namun batubara sendiri merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui karena membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk. Dan batubara didapat melalui proses penambangan. Lagi-lagi Bumi harus dikeruk dan digerogoti untuk memenuhi kebutuhan manusia.<br />
Maka anjuran untuk berhemat listrik bukan hanya iklan di televisi ataupun di media lainnya, tapi adanya realisasi. Hanya pakai listrik manakala perlu. Contoh: lampu, AC/kipas angin, televisi, radio, harus <i>off</i> saat tidak diperlukan, bukan <i>standby</i>.</p>
<p><b>Mengapa Harus Berhemat Air?</b><br />
<b>The Ugly Truth</b> [www.unicef.org &#124; Oktober 2012] Di desa Bakribo, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, lebih dari 360 orang hidup tanpa pasokan air yang layak selama hampir 40 tahun. Mereka mengandalkan sistem penampungan dan penyimpanan air yang terbatas. Sebuah sumber mata air kecil di dekat pantai (dikenal sebagai slobar) merupakan alternatif untuk mendapatkan air bersih untuk rumah tangga. Namun berjalan kaki dari rumah yang terdekat ke sumber mata air ini memerlukan setidaknya satu jam.</p>
<p>Situasi ini tidak diterima oleh Bapak Lodwik Yensenem, berusia 55 tahun. Pak Lodwik adalah seorang nelayan dan merupakan partner ideal bagi Unicef untuk menunjukkan cara-cara memperbaiki sistem pasoka air.</p>
<p>Dengan menggunakan cetakan dari program yang didukung Unicef, Pak</p>
<p>Lodwik membangun tangki air hujan sendiri di samping rumahnya. Kini tangki tersebut  berfungsi dengan baik. Ini merupakan sumber air bersih yang konsisten melalui cara yang sederhana namun efektif. Bahkan, dengan sistem filterasi, air tersebut layak minum.</p>
<p>Air sebagai salah satu sumber kehidupan, diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sejernih-jernihnya, tanpa cela.</p>
<p>Namun hanya &#60; 1% dari air bersih yang tersedia di bumi ini yang dapat kita gunakan. Air dari sungai, danau, waduk serta sumber air tanah yang dapat digali dan dipergunakan. Sumber air ini dapat terus diperbaharui karena adanya hujan dan salju. Itu termasuk kabar baiknya walaupun semua manusia yang hidup di bumi ini harus berbagi air bersih yang &#60; 1% itu. Perkiraan populasi manusia pada sekitar pertengahan tahun 2012 saja sudah mencapai angka fantastis, 7 miliyar orang. Masih berencana boros pemakaian air? Kita harus mau berbagi dan menghemat air bersih lho!.</p>
<p>Sisi buruknya adalah banyak dari sumber-sumber air tersebut telah tercemar oleh sampah dan zat kimia limbah dari pabrik. Satwa air yang menjadi sumber pangan bagi penduduk sekitar sungai, misalnya. Mengkonsumsi ikan yang tercemar limbah atau sama sekali tidak tersedianya ikan karena sudah mati.<br />
Lalu bagaimana jika kita tetap acuh?</p>
<p>Hindari air terus mengalir saat menyikat gigi, menyabun dan menggosok tangan ataupun saat mandi. Pergunakan air secukupnya, hindari pemakaian air berlebihan. Air bekas mencuci sayuran, sangat bisa dipakai kembali untuk menyiram tanaman. Jadi tidak perlu sepenuhnya memakai air bersih untuk menyiram tanaman. Bagi pemiliki kendaraan bermotor yang setiap hari mencuci mobil atau motornya, apa mencuci kendaraan Anda setiap hari merupakan prioritas?. Bagi yang gemar berendam di <i>bath tub</i>, apa tidak ada kegiatan relaksasi lain yang ramah lingkungan?.</p>
<p>Menampung air hujan merupakan salah satu solusi baik untuk meminimalisir exploitasi air tanah.</p>
<p>Sudah seberapa jauh pemikiran Anda bahwa <b>begitu banyaknya</b> tempat yang pro konsumerisme, sebut saja Mal, memiliki toilet yang menggunakan air tanah untuk menyiram, maaf, hajat Anda?. Sudah mengerti bahwa isu krisis air akan sampai ke kota besar (Baca:Jakarta) apabila kita terus santai dan acuh saja?</p>
<p><b>Mengapa Sampah Plastik Dan Styrofoam</b><b> Berbahaya Bagi A</b><b>lam?</b></p>
<p>Walaupun barang berbahan plastik dan styrofoam tidak hanya sebatas dalam bentuk wadah. Namun kepraktisan wadah berbahan plastik dan styrofoam ini benar-benar digemari, dari kemasan <i>take away</i> atau <i>delivery</i> pebisnis makanan biasa sampai pebisnis makanan yang sudah mempunyai nama besar, memakainya. Namun dampaknya di masa depan sangat membahayakan!. Sampah plastik ini tidak dapat terurai seperti sampah organik, yang dapat memberi manfaat  dalam menyuburkan tanah. Sampah plastik hanya dapat terurai dengan bantuan sinar matahari, disebut dengan istilah fotodegradasi (<i>photodegradation</i>). Saat sinar ultraviolet memancar ke plastik, ia akan memutuskan jalinan-jalinan molekul plastik. Dengan berjalannya waktu, proses ini akan mengubah plastik menjadi bagian-bagian kecil. Permasalahannya adalah, bahan dasar plastik yang berasal dari minyak bumi dan campuran bahan kimia lain, akan larut ke dalam tanah atau larut bersama air, tergantung keberadaan sampah plastik itu, dan pasti akan mencemari kedua elemen penting dalam kehidupan (tanah dan air). Sama merugikannya dengan plastik. Styrofoam bahkan dapat bertahan selamanya, hanya dapat didaur ulang menjadi barang styrofoam baru namun tidak dapat terurai oleh apapun. Atau ada sumber media online yang menyatakan bahwa Styrofoam dapat terurai setelah empat ratusan tahun. Terlepas dari bisa tidaknya styrofoam terurai dan berapa lama akan terurai, kunci penumpukkan sampahnya ada pada kita, dengan sama sekali tidak menerima makanan atau barang lain dengan kemasan diatas.</p>
<p>Dari apa yang pernah saya baca, plastik berbahan dasar jagung memang ada, namun kendalanya dari sisi harga, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan plastik berbahan dasar turunan minyak bumi. Plastik berbahan dasar jagung ini membutuhkan temperatur tinggi (terkena paparan sinar matahari) dan akan terurai dalam 47 hingga 90 hari. Saat sampah plastik berbahan dasar jagungpun yang dibuang ke TPA/TPS, tetap akan membutuhkan waktu untuk terurai yang sama dengan plastik dari bahan minyak bumi.</p>
<p>Saat kita, para orangtua tiadapun, anak dan cucu masih akan ‘menikmati’ peninggalan leluhur mereka. Kasihan ya?! Yang mereka ‘nikmati’ kok sampah. Ayo, saya dan Anda bisa berbuat kebaikan, demi anak dan cucu kita.</p>
<p>Jangan lupakan juga nasib biota laut yang rumahnya tercemar oleh sampah. Sampah anorganik yang bermuara ke laut akan menjadi ‘hidangan khusus’ bagi satwa yang mengira bahwa itu adalah memang mangsanya. Pernah saya baca beritanya, bangkai ikan besar diselidiki penyebab kematiannya yang ternyata terdapat gumpalan plastik di sistem pencernaannya. Penyu dari perairan Indonesia juga pernah ditemukan dalam keadaan kritis karena lambungnya pecah akibat memakan sampah plastik. Penyu tersebut akhirnya mati.</p>
<p>Bumi, alam ini dan spesies selain manusia, sangat dapat hidup mandiri tanpa hadirnya kita. Sebaliknya, manusia sangat bergantung pada alam dan spesies lain di muka bumi ini. Manusia perlu melakukan hal-hal baik demi keselamatan bersama.<br />
By the facts elaborated above, got your own conscious green concept now?</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
